Kumpulan kotbah Ibadah Hari Minggu Keluarga Epiphaneia Surakarta.✉ kelg.epiphaneia@outlook.com

Orang yang telah menerima pembebasan dari Tuhan pasti berapi-api dalam ketaatan kepada-Nya. Namun tidak sedikit yang ketaatannya mulai pudar ketika diperhadapkan dengan waktu, masalah, dan kondisi yang lain. Bagaimana kali ini kita belajar dari ketaatan orang-orang yang dipilih Tuhan menerima akibat ketidaktaatan mereka? Bagaimana kita mengerti arti taat sampai mati dari orang-orang yang mengikuti perintah Tuhan sampai waktu menutup mata? Bagaimana kesalahan mereka pun dituliskan sehingga kita dapat taat kepada Tuhan senantiasa?Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 22 Februari 2026.Kirim pesan

Kita sering mendengar bahwa orang beriman adalah mereka yang hidupnya dipimpin Tuhan. Mungkin kita sendiri juga sering mengatakannya. Namun, benarkah dalam setiap langkah, kita mengingat dan menaati pimpinan Tuhan? Bagaimana ketika kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki, puas dengan keadaan yang kita alami, apakah kita tetap sadar dan berjaga-jaga apakah kita berpegang pada firman Tuhan? Atau bilamana kita dalam kesusahan dan di padang gurun dunia, adakah firman Tuhan yang pertama kita cari?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 8 Februari 2026.Kirim pesan

Kita sering mendengar tentang Bangsa Israel yang tegar tengkuk dan tidak taat kepada TUHAN selama dalam perjalanan. Memang semua mereka yang terhitung berumur 20 tahun ke atas ketika keluar dari perbudakan Mesir tidak ada yang masuk ke Tanah Perjanjian karena ketidaktaatan mereka, kecuali Yosua dan Kaleb. Namun jarang sekali kita melihat bagian Alkitab yang menuliskan ketaatan mereka, yang kemudian menerima janji Tuhan untuk masuk ke tanah Kanaan. Tuntunan TUHAN mereka ikuti, perintah-Nya mereka jalankan meskipun tak selalu mudah perjalanan, dan mereka pun tidak tahu arah di depan. Bagaimana kita belajar untuk taat seperti keturunan Abraham yang menerima janji TUHAN ini?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 1 Februari 2026. Kirim pesan

Istirahat adalah sebuah tenggang waktu untuk melepas penat. Namun sering kita lupa bahwa untuk beristirahat, ada kerja yang harus selesai sebelum waktu rehat. Sering kita melihat hanya ketidaktaatan umat Israel di padang gurun, namun apakah kita lebih baik dari mereka yang selalu mengingat untuk melakukan titah Tuhan meskipun dalam penat?Apa saja firman Tuhan yang mereka lakukan sebelum waktu istirahat mereka, dan tanggungjawab mereka selama berlindung dalam kemah? Bagaimana kita belajar tentang ketaatan dan kepercayaan kepada Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 25 Januari 2026.Kirim pesan

Jarak yang seharusnya dapat ditempuh dalam waktu beberapa hari atau minggu, berubah menjadi puluhan tahun bagi Bangsa Israel dalam perjalanan mereka di padang gurun. Banyak yang menganggap mereka hanya berputar-putar, seolah tanpa tujuan dan sebagai akibat persungutan mereka. Namun bagi anak-anak Yakub yang memiliki firman TUHAN dalam hati dan pikiran mereka, perjalanan itu bukanlah sebuah pengembaraan tanpa tujuan. Ada berkat dan kasih Tuhan, ada mujizat dan hukum Ilahi, yang menuntun mereka menuju Tanah Perjanjian.Bagaimana dengan perjalanan hidup kita? Apakah kita hanya berputar-putar tanpa tahu arah tujuan? Adakah firman Tuhan dalam hati dan hidup kita, sehingga tujuan kita tidak suram?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 18 Januari 2026.Kirim pesan

Selama 40 tahun di padang gurun, Israel melangkah mengikuti pimpinan Tuhan. Tidak ada diceritakan umat itu melenceng maupun meninggalkan perkemahan yang adalah persekutuan jemaat-Nya. Namun demikian, tidak semua mereka dapat masuk ke tanah perjanjian karena sungut-sungut mereka menandakan ketidakterikatan pada firman Tuhan."Jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah," kata Ibrani 10:25. Tetapi bukan hanya tidak menjauhkan diri, namun juga bagaimana dalam persekutuan itu kita memiliki firman Kristus di antara kita (Kol 3:16). Bagaimana dalam tahun ini kita melangkah dalam pimpinan Tuhan? Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 11 Januari 2026.Kirim pesan

Dalam setiap usaha atau perjalanan, kita terbiasa mengerahkan seluruh tenaga untuk berjuang. Namun setelah garis akhir terlihat jelas di depan mata, tidak jarang kita menghela nafas dan mengurangi tenaga, merasa tidak perlu lagi tenaga ekstra melewati garis final. Tidak terlalu berbeda dengan yang dilakukan sebagian kecil Bangsa Israel ketika mereka tinggal selangkah lagi menyeberang mencapai Tanah Perjanjian. Bagaimana kita belajar dari kisah mereka dan tetap melihat kepada Tuhan ketika kegenapan janji-Nya tinggal selangkah ke depan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 26 Oktober 2025.Kirim pesan

Sejak di padang gurun, TUHAN sudah memberikan berbagai peraturan terhadap Bangsa Israel yang ditebus-Nya dari perbudakan Mesir. Bukan peraturan yang memberatkan, namun peraturan untuk mereka merayakan pekerjaan Tuhan dan bersukacita di hadapan-Nya. Perayaan apa yang akan kita renungkan kali ini, dan bagaimana kita dalam merayakan perbuatan Tuhan? Sudahkah kita merayakan perbuatan Tuhan untuk menceritakan pekerjaan-Nya?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 12 Oktober 2025.Kirim pesan

Yom Kippur diperingati umat Israel sebagai perintah TUHAN yang menyatakan diri-Nya kepada seluruh bangsa ketika mereka berada di Padang Gurun Sinai. Dengan kurban-kurban bakaran, kurban sajian, dan kurban penghapus dosa, TUHAN menghendaki hari peringatan ini sebagai ketetapan kekal. Namun, mengapa Tuhan Yesus tidak memerintahkan peringatan Hari Raya Pendamaian ini bagi pengikut-Nya? Apakah hari ini tidak penting lagi dan firman TUHAN berubah?Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 5 Oktober 2025.Kirim pesan

Kirim pesan

Masih dari Bilangan 26 dalam seri "Warisan bagi Keturunan." Saat membaca pasal ini mungkin kita bertanya, "Untuk apa Alkitab mencatat jumlah sensus dan nama orang-orang yang kita tidak kenal?"Jika kita mengingat janji yang diberikan TUHAN kepada Abraham bahwa keturunannya akan seperti bintang di langit, tentu itu akan terjadi. Terlalu banyak jumlahnya untuk dihitung, dan bangsa keturunan Yakub adalah salah satu dari garis keturunan Abraham. Begitu banyak jumlah keturunan Israel, dan meskipun mereka diturunkan oleh satu ayah dan ibu, nasib dan keadaan mereka berbeda. Bersama-sama kakek moyang mereka masuk ke tanah Mesir, bersama pula mereka keluar dari perbudakan. Namun mengapa jumlah dan sikap mereka berbeda? Adakah kakek moyang mereka bertanggungjawab atau pola laku masing-masing individu dari bangsa yang besar ini yang membuat mereka demikian?Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 10 Agustus 2025.Kirim pesan

Dalam hati orang benar ada Taurat Allah, karena itu "Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum," kata pemazmur. Semua orang bisa mengucapkan kata-kata yang indah, bahkan melanjutkan firman yang diberikan Tuhan. Namun apakah dalam hatinya ada firman itu, sehingga langkah kaki dan perbuatannya membawa buah yang dipersembahkan kepada Tuhan?Beberapa minggu kita telah belajar dari Bileam dan kehendak Allah yang telah dinyatakan padanya. Apakah kita memilih untuk hidup seperti Bileam yang tetap mengikuti keinginan hatinya meski telah mendengar keinginan hati Tuhan, atau maukah kita memilih mengikuti kebenaran-Nya?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 13 Juli 2025.Kirim pesan

Tidak semua yang melihat dan mengalami Tuhan mau untuk hidup sesuai kehendak-Nya. Bileam mengenal TUHAN, Allah yang sama yang menyatakan diri-Nya kepada Bangsa Israel di kaki Gunung Sinai. Namun apakah dia menjadi penyembah Tuhan dalam setiap jalan hidupnya? Tuhan dan jalan-jalan-Nya hanya diketahui Bileam, tapi tak diindahkannya kehendak-Nya. Apakah kita lebih baik dari Bileam?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 22 Juni 2025.Kirim pesan

Tuhan menyatakan diri-Nya kepada semua orang, bahkan kepada mereka yang tidak mencari Dia. Namun tidak semua orang berkenan kepada Tuhan, melainkan hanya mereka yang mengasihi Dia dan menaati-Nya bukan karena berkat tetapi karena Dia Tuhan. Bukan seperti Bileam yang menolak mengutuk Israel, bukan karena kasihnya pada Tuhan maupun bangsa yang ditebus-Nya, namun karena tidak sanggup melawan kehendak Penciptanya. Bagaimana dengan kita yang mengaku telah menerima penyataan Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 15 Juni 2025.Kirim pesan

Kirim pesan

TUHAN sudah menjanjikan Tanah Kanaan kepada keturunan Abraham, bahkan sebelum keturunan itu diberikan TUHAN kepadanya. Nyatanya, tanah yang dijanjikan itu bukanlah tanah kosong tak berpenghuni. Tanah itu didiami beberapa bangsa dengan kehidupan dan kebiasaannya masing-masing. Mengapa Tuhan menjanjikan tanah itu bahkan menyuruh Bangsa Israel menghabisi penduduknya? Dimanakah TUHAN yang Maha Pengasih itu? Tidak adilkah TUHAN yang menyatakan diri-Nya kepada Abraham, bahkan kepada jutaan manusia di Padang Gurun Sinai? Atau, adakah yang kita lewatkan dari apa yang telah dinyatakan TUHAN melalui hukum-hukum-Nya?Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 11 Mei 2025.Kirim pesan

Perjalanan dengan Tuhan, bukanlah perjalanan yang pasif atau membosankan. Ada kehidupan di dalamnya, ada firman dan tuntunan diberikan-Nya. Waktu yang Tuhan janjikan sebagai jawaban-Nya atas keluhan ke-10 pengintai Israel telah hampir usai, generasi yang padanya Tuhan murka karena tidak menghargai janji-Nya. Lalu, apakah generasi Israel yang baru ini layak menerima kegenapan janji Tuhan? Bagaimana dengan kita yang juga telah menerima penyataan Tuhan? Apakah kita sudah hidup berjalan tanpa keluhan sehingga dapat ikut masuk ke Tanah Perjanjian?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 4 Mei 2025.Kirim pesan

Apakah dukacita yang amat membuat para murid lupa akan perkataan Tuhan Yesus, ataukah karena para murid lupa perkataan Yesus maka mereka berdukacita? Bagaimanapun, dalam dukacita karena Guru dan Sahabat yang mereka kasihi dan hormati baru saja dianiaya dan dibunuh, dan dalam ketakutan kalau-kalau mereka yang juga membunuh Yesus kemudian datang pada mereka, para murid tidak meninggalkan perintah Tuhan yang tertulis. Kesedihan mereka tidak membuat kasih dan kerja para murid bagi Tuhan luntur. Dan Tuhan memberikan hadiah bagi mereka yang menanti Dia; kegenapan perkataan-Nya tentang kegembiraan yang tidak dapat dirampas dari mereka yang menanti-Nya.Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Kebangkitan Tuhan Yesus, 20 April 2025.Kirim pesan

Banyak orang yang percaya kepada Yesus sebagai Mesias yang dinubuatkan dan beberapa kali Tuhan Yesus mengatakan kepada para murid dan orang-orang yang mengikuti dan mendengar ajaran-Nya bahwa Ia akan ditinggikan. Kita mungkin mengartikan ini sebagai kemuliaan yang diterima Yesus, namun mereka yang saat itu mendengar perkataan-Nya merasa heran dan beberapa terkejut. Adakah pengertian kita tentang Anak Manusia yang ditinggikan itu sama dengan arti perkataan Yesus?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Jumat Agung Epiphaneia, 18 April 2025.Kirim pesan

Perbaraan yang disiapkan 250 pengikut Korah di depan pintu Kemah Pertemuan tetap tinggal dan menjadi kudus bagi Tuhan, meskipun tidak dengan 250 orang yang mempersembahkannya karena hidup mereka tidak kudus. Bagaimana dengan hidup kita? Jika kita berkata mau mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan sebagai persembahan yang kudus dan hidup, apakah kita menjaganya tetap kudus sehingga layak dipersembahkan kepada Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 30 Maret 2025.Kirim pesan

Kirim pesan