POPULARITY
Categories
Episod 209 Keluar Sekejap membincangkan krisis dalaman PKR yang semakin menjadi perhatian, termasuk peletakan jawatan Wong Chen sebagai Ahli Parlimen Subang dan keahliannya dalam PKR sebelum menyertai Parti Bersama yang diterajui Rafizi Ramli dan Nik Nazmi. Apakah yang sedang berlaku dalam PKR, dan apakah implikasinya terhadap kestabilan politik Kerajaan MADANI?Turut dibincangkan isu peruntukan Ahli Parlimen PKR yang disekat, selepas akses kepada portal MyKhas untuk mendapatkan peruntukan khas dilaporkan disekat bagi beberapa Ahli Parlimen PKR. Adakah peruntukan kepada Ahli Parlimen wajar diberikan secara sama rata tanpa mengira sokongan politik? Apakah kesannya jika kuasa sebagai Perdana Menteri digunakan sebagai alat tekanan dalam politik?Episod ini turut meneliti Sidang Khas Parlimen berkaitan RCI Tabung Haji, termasuk persoalan mengenai laporan RCI, mengapa laporan tersebut tidak dibahaskan dengan lebih menyeluruh serta apakah tindakan yang wajar diambil susulan penemuan dan rumusan RCI. Perbincangan turut menyentuh persoalan tadbir urus dan masa depan Tabung Haji.Dalam episod ini juga, Shahril berkongsi pengalaman menyertai HYROX serta perbincangan mengenai komuniti dan komitmen dalam acara tersebut. KJ dan Shahril juga menyentuh perkembangan AI Malaysia Takeover 2026 dan bagaimana AI semakin boleh digunakan untuk menyelesaikan masalah sebenar dalam kehidupan seharian serta komuniti.
Persekutuan Kantor GRUP GALVASenin, 29 Juni 2026Di dunia ini sedang terjadi PHK besar-besaran. Apakah rasanya seseorang dipecat atau diberhentikan dari pekerjaannya? Mana yang lebih sakit: dipecat perusahaan atau dipecat Tuhan? Apa rasanya seseorang dipecat Tuhan? Apa sebabnya seseorang bisa dipecat Tuhan? Mari temukan 6 jawabannya dalam khotbah kali ini.
DZIKIR & SHOLAWAT: MERAIH MANFAATUstadz Hisyam Mukhlas ArruyaniKAJIAN MT TQu (Tathmainul Quluub)Terbuka Untuk Umum MuslimahRabu, 12 Agustus 2026 / 29 Safar 1448HPukul 08:00 - 11:00 WIBdi Masjid As-Sofia, Kota BogorRasulullah ﷺ bersabda:"Apabila kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah."Para sahabat bertanya, "Apakah taman-taman surga itu?"Beliau ﷺ menjawab, "Majelis-majelis ilmu." (HR. Tirmidzi)Masjid As-Sofia, Jl. RE. Martadinata 46-48, Kel. Ciwaringin, Kota Bogor, Phone: 0811 1226 242, IG @MasjidAsSofia Sedekah JariyahBSI 7158 607 195 a.n. Masjid As-SofiaBSI 7329 455 135 a.n. Majelis IlmuWakaf Peralatan Live StreamingBSI 7149 665 026 a.n. DiMediaTVLIVE Streaming: ~ Youtube.com/@DiMediaTV - https://youtube.com/live/SI8reaUyuKo?feature=share~ Youtube.com/@assofiamasjid - https://youtube.com/live/eNcDfSIFCa4?feature=share~ IG @DiMediaTV~ IG @MasjidAssofia~ FB DiMediaPage - https://www.facebook.com/events/1687051342376973/~ Tiktok DiMediaTV~ Spotify: "Dimedia Radio" "Di era informasi sekarang ini penting memanfaatkan media untuk dakwah dan menghadapi opini negatif. Kita manfaatkan semua sarana dan prasana untuk menyiarkan Islam dengan baik, dan lakukan klarifikasi atau membantah jika ada fitnah terhadap Islam." (KH Didin Hafidhuddin).Mari beramal jariyah bagi tersebarnya ilmu, dakwah & perjuangan dijalan Allah melalui donasi biaya operasional dan wakaf peralatan LIVE Streaming, via QRIS atau transfer ke Rekening BSI 7149 665 026 an. DiMediaTV. #dimediatv #dimediatv #dimediaradio #MasjidAssofia #masjidassofiabogor #live #livestream #livestreaming #kajianbogor #kajianislami #kajianmuslimah #nasehatislami #nasehat #obs #obsstudio #obsstudiolive #obslive #obslivestudio #obslivestream #obsstream #obsstreaming #mt.tq_you #MTTatma'inulQhuluub #mttquJadikan Dakwah Sebagai Poros dari Aktifitas kita sehari-hari sebagaimana Rasulallah SAW, oleh sebab itu jadikan video ini sebagai amal jariyah dakwah Anda juga dengan cara "Like, Comment, Save, Subscribe & Share"takwa,ketakwaan,taat,kataatan, khutbah,khotbah,tausiah,tausiyah,ceramah,kajian,dimedia,dimediatv,dimedia tv,masjid assofia,masjid assofia bogor,obs, obs studio, obs studio live, obs live, obs live studio, obs live stream, obs stream, obs streaming, Sony A7RIII,Sony A7R3,mt.tq_you,MT TQu,MT Tatma'inul Qhuluub,
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 12 Agustus 2026Bacaan: "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23-24)Renungan: Andre mendapat pekerjaan di sebuah toko bahan makanan. Suatu hari seorang pelanggan memasuki toko itu dan setelah membeli beberapa buah, lalu berbisik kepada Andre, "Berilah kepadaku beberapa buah lagi! Karyawan yang dahulu di sini, biasa melakukannya untuk mendapatkan uang persenan." "Tidak," kata Andre, "Saya tidak bisa melakukannya, atasanku tidak akan memperbolehkannya." "Tapi," kata orang itu, "Atasanmu tidak ada di sini." "Oh, dia ada," kata Andre, "Tuhan selalu ada di sini dan mengawasiku. Dialah atasanku." Bagaimanakah sikap kita dalam bekerja? Apakah kita hanya bekerja dengan baik bila atasan kita ada di kantor atau hanya bila kita sedang diawasi? Bila kita menyadari bahwa atasan kita adalah Tuhan, dan pimpinan ataupun perusahaan tempat kita bekerja hanyalah alat yang dipakai Tuhan untuk memberkati kita, maka sikap kita adalah:Pertama, melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, seolah untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Bila kita menyadari bahwa Tuhan adalah pimpinan kita, akankah kita memberikan kepada Raja di atas segala raja itu hasil yang buruk? Tentu tidak bukan? Sebaliknya, kita akan mempersembahkan karya kita yang terbaik. Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menyenangkan hati-Nya.Kedua, bekerja dengan kejujuran atau integritas. Meskipun atasan kita tidak ada di tempat, tidak mengawasi, kita akan tetap bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan bersemangat. Namun kebanyakan yang terjadi justru sebaliknya, ketika atasan kita keluar kantor, kita merasa merdeka karena sang mandor tidak lagi mengawasi kita. Mari mulai saat ini kita belajar untuk memiliki kebiasaan dan sikap yang baik dalam bekerja, mari menjadikan Tuhan sebagai atasan kita. Karena manusia, baik itu pimpinan ataupun atasan kita, bisa saja mengecewakan kita, namun Tuhan tidak pernah mengecewakan kita, Dia akan selalu memberikan upah yang terbaik bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Terima kasih untuk kesempatan sekolah dan bekerja yang Kau izinkan aku jalani. Bantulah aku agar aku dapat menjalankannya dengan baik, sehingga semuanya dapat berguna untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).
Bursa Wamenhan memunculkan nama tak biasa, yakni Norman Joesoef. Bukan jenderal, bukan birokrat, melainkan figur industri pertahanan. Apakah ini sinyal lahirnya era baru defense technocrat dan penguatan kemandirian alutsista Indonesia?
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 11 Agustus 2026Bacaan: "Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan." (Lukas 11:10)Renungan: Pernahkah kita menyaksikan sebuah film yang berjudul 'Door to Door'? Door to Door adalah sebuah film yang menceritakan tentang sebuah kisah nyata dari seseorang yang bernama Bill Porter, seorang tokoh besar yang memulai bisnisnya dari nol. Sejak lahir Bill Porter terkenal mempunyai penyakit cerebral palsy, yaitu sebuah penyakit yang mengakibatkan gangguan pada fungsi tangan kanan, jalan terpincang, sulit bicara dan kadang meneteskan air liur saat berbicara. Meskipun demikian, ia memiliki semangat hidup yang tinggi, yang terlihat saat ia melamar kerja di The Watkins sebagai seorang salesman. Melihat kondisi Porter yang jauh dari kondisi normal, tentu saja pimpinan Watkins menolaknya. Namun, Porter tidak menyerah begitu saja. la malah meminta ditempatkan di daerah yang tidak diinginkan salesman lainnya, dan berkata, "Apa ruginya bagi anda jika memberi saya daerah yang tidak berpotensi?" Berkat kegigihan Porter, akhirnya ia diterima di The Watkins, dan pada awalnya benar-benar ditempatkan di daerah yang tidak memiliki potensi sama sekali untuk menghasilkan penjualan. Bill Porter awalnya mengalami jalan buntu, beberapa kali ia ditolak oleh para calon pembeli, namun, ia terus berusaha dan terus berusaha. Akhirnya dengan bermodalkan semangat pantang menyerah, ketekunan Bill Porter tidak sia-sia, sedikit demi sedikit ia mulai menghasilkan penjualan dan tidak hanya itu, pada akhirnya ia bahkan menerima penghargaan Best Salesman of The Year dari The Watkins. Bagaimana mungkin, di industry yang membutuhkan keterampilan berbicara, seseorang yang jalannya pincang, dan seringkali meneteskan air liur saat berbicara, justru dapat menjadi pemenang dan mengalahkan berpuluh-puluh orang normal lainnya? Hal itu karena semangat pantang menyerah dan kegigihan untuk menghasilkan yang terbaik. Bagaimana dengan kita? Ketika doa kita tidak kunjung dijawab Tuhan, ketika saat ini kita belum mendapatkan pekerjaan, atau banyak penolakan yang kita terima, bagaimanakah sikap kita? Apakah kita terlalu cepat menyerah sebelum mendapatkan apa yang kita inginkan? Firman Tuhan mengingatkan kita untuk terus meminta, mencari, dan mengetok. Itu bukanlah pekerjaan yang dilakukan hanya sekali atau dua kali, tapi berkali-kali sampai mukjizat terjadi. Jadi jangan berhenti mengetuk sampai pintu dibukakan bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, agar ketika apa yang kudapat tidak seperti yang kuinginkan, aku tetap percaya bahwa semua itu pasti akan membawa kebaikan bagiku. Amin. (Dod).
Episode yang membahas antusiasme kita sebagai gamer mengenai kedatangan konsol next-gen yang diperkirakan hadir di 2028Harga makin pada naik, apakah kita tetap hype dan siap?
Bismillah,2174. DOSAKU SANGAT BANYAK, APAKAH MASIH BISA DIAMPUNI? Riyaadhush ShaalihiinBab 51 | HarapanHadits ke-418 | Abu Dzar -radhiyallahu anhuDari Abu Zar radhiyallahu anhu, beliau berkata, Nabi ﷺ bersabda,يقولُ اللَّهُ عزَّ وجَلّ: مَنْ جاءَ بِالحَسَنَةِ ، فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِها أَوْ أَزْيَدُ ، ومَنْ جاءَ بِالسَّيِّئَةِ ، فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ . وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْراً ، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعاً ، ومنْ تَقَرَّبَ مِنِّي ذرَاعاً، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ باعاً، وَمَنْ أَتاني يمشي ، أَتَيْتُهُ هَرْولَةً ، وَمَنْ لَقِيَني بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطِيئَةً لاَ يُشْرِكُ بِي شَيْئاً، لَقِيتُهُ بمثْلِها مغْفِرَةً » رواه مسلم."Allah ﷻberfirman, 'Barangsiapa melakukan satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya tau lebih. Dan barangsiapa melakukan keburukan, maka balasan satu keburukan adalah satu keburukan sepertinya atau Aku ampuni. Dan barang siapa mendekat kepadaKu satu jengkal, maka Aku mendekat kepadanya satu hasta. Barang Siapa mendekat kepadaKu satu hasta, maka Aku mendekat kepadanya satu depa. Barangsiapa mendatangiKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat. Barangsiapa menemuiKu dengan membawa kesalahan hampir sepenuh bumi, namun dia tidak menyekutukanKu dengan apa pun, maka Aku akan menemuinya dengan ampunan hampir sepenuh bumi juga'." (HR. Muslim)
Usulan pilkada tanpa wakil kepala daerah kembali bergulir. Dalam gagasan ini, wakil kepala daerah tidak lagi dipilih langsung bersama kepala daerah, melainkan ditentukan oleh kepala daerah terpilih.Wacana ini muncul karena wakil kepala daerah dinilai kerap hanya menjadi vote getter. Setelah terpilih, tak jarang justru muncul konflik antara kepala daerah dan wakilnya yang dapat mengganggu efektivitas pemerintahan.Lantas, mungkinkah kepala daerah bekerja efektif tanpa wakil? Apakah skema ini menjadi solusi untuk mencegah konflik, atau justru berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam pemerintahan daerah?Simak pembahasannya bersama Anggota DPD RI sekaligus mantan Gubernur Kalimantan Tengah dua periode, Agustin Teras Narang.
Bismillah,2166. AKU MELAKUKAN DOSA BESAR, APAKAH DIAMPUNI?Riyaadhush ShaalihiinBab 51 | HarapanHadits ke-417 | Ubadah bin ash-ShamitDari Ubadah bin ash-Shamit , beliau berkata, Rasulullah bersabda,منْ شَهِدَ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وأَنَّ مُحمَّداً عبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، وأَنَّ عِيسى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقاها إِلى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ، وأَنَّ الجَنَّةَ حَقٌّ وَالنَّارَ حَقٌّ ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الجَنَّةَ عَلى ما كانَ مِنَ العمَلِ » متفقٌ عليه ."Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada Sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya, dan bahwa Isa adalah hamba Allah, Rasul-Nya, kalimatNya yang disampaikan kepada Maryam, dan ruh dariNya, dan bahwa surga itu benar adanya, neraka itu benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, bagaimana pun amal perbuatan yang dilakukannya." Mattafaq'alaihDalam riwayat Muslim disebutkan:مَنْ شَهِدَ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وأَنَّ مُحَمَّداً رسُولُ اللَّهِ ، حَرَّمَ اللَّهُ علَيهِ النَّارَ »"Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhakdisembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu Rasulullah,maka Allah mengharamkan neraka
Meski cukup umum, munculnya kista di ovarium menimbulkan kekhawatiran pada banyak wanita. Dalam banyak kasus, kista juga bisa menghilang dalam waktu 1-3 bulan. Namun, pada kasus lainnya, kondisinya bisa semakin parah hingga membutuhkan tindakan operasi.Tindakan operasi pun dilakukan dengan cara minimal invasif, yaitu dengan metode laparoskopi kistektomi. Dengan begitu, Sahabat MIKA tidak perlu khawatir dengan prosedur pengangkatan kista ovarium ini.Pertanyaannya, pada situasi apa kista bisa sembuh dengan sendirinya, kapan membutuhkan pengobatan, dan kapan harus menjalani tindakan operasi pengangkatan kista atau kistektomi?Yuk, simak penjelasan dari Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Mitra Keluarga Grand Wisata, dr. Danang Prasetyo, Sp.OG,. MPH dalam menjawab sejumlah pertanyaan netizen di Ask MIKA!
Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran Indonesia pada Mei 2026 mencapai 7,22 juta orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,65 persen. Angka ini turun dibandingkan Februari dan menjadi salah satu yang terendah dalam beberapa dekade terakhir. Namun, pengangguran hanya berkurang sekitar 24 ribu orang, sementara pekerja informal masih mendominasi dengan 87,88 juta orang. Pengangguran terdidik juga masih menjadi tantangan karena pertumbuhan ekonomi dan investasi belum sepenuhnya menciptakan lapangan kerja formal yang berkualitas.Apakah penurunan angka pengangguran ini sudah mencerminkan perbaikan pasar kerja? Dan bagaimana pemerintah mendorong lebih banyak pekerjaan formal yang layak?Simak Talk kita hari ini Bersama : Deputi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Riden Hatam Aziz
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 321 (Kisah Rasul 2:14-21): Setelah mendengar hinaan orang-orang yang tidak mengerti karya Roh Kudus, Petrus berdiri dan berkhotbah kepada orang banyak itu. Khotbah Petrus ini tentunya menarik perhatian lebih banyak lagi orang di Yerusalem. Petrus menyatakan kepada orang banyak bahwa yang mereka saksikan adalah penggenapan nubuat Nabi Yoël. Di dalam Yoël 2:28-32 dinubuatkan adanya pencurahan Roh Allah secara besar. Apakah maksud Tuhan di dalam nubuat ini?
Bismillah,Apakah Nikahnya Ditunda Dulu?(Should I Postpone Marriage?)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Pendek dari Kajian Wanita No. 246“Menjadi Wanita yang Benar-Benar Hidup”
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Apakah teknologi dan AI adalah penggenapan wahyu?
Apakah udara yang kita hirup hari ini benar-benar aman?Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia. Melalui liputan Feature khusus ini, simak bagaimana Provinsi Jawa Tengah berpacu dengan waktu dalam menekan angka penyebaran TB melalui gerakan nasional TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh).Di episode ini, Anda akan mendengarkan:Capaian & Angka: Penemuan kasus TB (Case Detection Rate) di Jawa Tengah yang telah mencapai 84% serta tingkat kesembuhan yang terus meningkat.Suara Medis & Pendamping: Penjelasan dari tenaga kesehatan dan kisah nyata dedikasi pendamping/kader dalam memastikan pasien patuh minum obat.Kisah Penyintas: Pengalaman Pak Jan (73 tahun) dan penyintas TB di Semarang yang berhasil kembali sehat dan segar.Pesan Edukasi: Mengenali gejala awal, pengobatan gratis di Puskesmas, hingga bahaya menghentikan obat sebelum tuntas (resistensi obat).Mari hapus stigma, ulurkan tangan, dan saling menjaga demi mewujudkan Indonesia Bebas TB 2030.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus berpihak kepada petani sawit melalui pembenahan tata niaga, pengawasan harga tandan buah segar (TBS), hingga pemberantasan praktik under invoicing dan transfer pricing yang dinilai merugikan negara dan petani.“Saya Menteri Pertanian selalu berpihak kepada petani kecil. Apa pun risikonya saya tanggung,” tegas Amran dalam Podcast Elshinta bersama Pemimpin Redaksi Radio Elshinta Haryo Ristamaji yang tayang Kamis (30/7/2026).Amran meminta seluruh perusahaan membeli TBS sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, bahkan mengikuti kenaikan harga CPO dunia dan nilai tukar dolar. Ia juga meminta petani segera melapor jika masih ada perusahaan yang membeli TBS di bawah harga resmi. Menurutnya, pembenahan tata niaga bertujuan menciptakan sistem yang lebih adil agar petani tidak dirugikan saat harga CPO dunia meningkat. Dalam podcast tersebut, Amran mengungkap praktik under invoicing dan transfer pricing telah menyebabkan kerugian negara sangat besar selama puluhan tahun. Pemerintah kini membenahi tata niaga melalui kebijakan ekspor satu pintu untuk memutus praktik tersebut.“Kerugian negara akibat under invoicing selama 34 tahun mencapai sekitar 908 miliar dolar AS atau sekitar Rp15.000 triliun. Apakah ini mau terus dilanjutkan?” ujarnya. Amran menjelaskan modus yang terjadi adalah perusahaan mengekspor CPO ke perusahaan afiliasinya di luar negeri dengan harga jauh di bawah pasar, kemudian menjual kembali dengan harga sebenarnya sehingga keuntungan berpindah ke luar negeri. Akibatnya, penerimaan pajak dan devisa negara berkurang.
Pengenalan misteri bermula apabila seorang remaja membuka tingkap biliknya pada satu malam yang panas, tanpa menyangka tindakannya itu mengundang gangguan yang mengubah hidupnya selama-lamanya. Dari ketukan di tingkap, bau kapur barus dan kelibat pocong, semuanya seakan berkait dengan satu sumpahan yang tidak pernah benar-benar berakhir. Apakah sebenarnya rahsia di sebalik tingkap tersebut? See omnystudio.com/listener for privacy information.
Keluar Sekejap Episod 208 membincangkan analisis kuantitatif serta kupasan mendalam mengenai keputusan Pilihan Raya Negeri (PRN) Negeri Sembilan 2026 yang menyaksikan kemenangan besar Barisan Nasional (BN) dan Perikatan Nasional (PN), sekali gus menamatkan pentadbiran Pakatan Harapan (PH) selepas hampir dua penggal.Apakah faktor sebenar di sebalik keputusan ini? Adakah formula kerjasama BN-PN benar-benar berjaya diterjemahkan di peti undi? Bagaimana pula corak sokongan pengundi bukan Melayu, dan sejauh mana ia mempengaruhi keputusan di kerusi-kerusi utama?Dalam episod ini, turut diulas secara terperinci corak pengundian, perubahan sokongan mengikut kawasan, trend pemindahan undi, prestasi setiap gabungan politik, serta implikasi keputusan PRN Negeri Sembilan terhadap landskap politik negara menjelang Pilihan Raya Umum akan datang.Turut dibincangkan ialah pendedahan Laporan Suruhanjaya Siasatan Diraja (RCI) Tabung Haji. Apakah penemuan utama laporan tersebut, siapakah yang dipertanggungjawabkan, dan apakah implikasinya terhadap tadbir urus institusi awam serta keyakinan rakyat?
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 5 Agustus 2026Bacaan: "Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu." (Filipi 1:3)Renungan: Ηanya dengan mengingat nama seseorang kita dapat memberikan beragam respons. Ada nama yang mungkin meninggalkan sakit hati, kebencian, kepahitan, atau rasa kecewa bagi kita. Namun, ada juga nama yang menghangatkan hati atau membawa sukacita bagi kita. Kesan-kesan itu tentunya tidak muncul tanpa alasan, melainkan berasal dari jejak-jejak yang mereka tinggalkan sebelumnya. Ketika Rasul Paulus mengingat jemaat di kota Filipi, hatinya dipenuhi syukur. Tiap kali ia berdoa bagi mereka, ia bersukacita. Ia juga sangat merindukan mereka. Alasannya ialah karena mereka memiliki persekutuan yang erat dalam Kristus sejak mereka mendengar Injil dan terus bertumbuh di dalamnya. Mereka juga tak henti-hentinya menunjukkan kasih dengan mendukung pelayanan Paulus, termasuk ketika ia dipenjarakan karena Kristus. Dukungan itu juga ditunjukkan dengan mengirimkan uang untuk mendukung pelayanan Paulus, bahkan mereka secara khusus mengutus Epafroditus untuk melayani keperluan Paulus. Tidak heran jika sang rasul berkata, "Kamu ada di dalam hatiku". Kira-kira, kesan apakah yang kita tinggalkan dalam kehidupan orang-orang? Apakah nama kita membangkitkan syukur dan sukacita di hati mereka? Ataukah sebaliknya? Selagi Tuhan memberi kita anugerah kehidupan, kita masih dapat melakukan berbagai perbuatan kasih, yang kelak akan meninggalkan jejak-jejak yang mendatangkan sukacita dalam hidup banyak orang. Seperti itulah seharusnya kehidupan yang dijalani oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kerima kasih karena Engkau telah memilih aku menjadi sahabat-Mu. Bantulah aku agar hidupku dapat menyerupai-Mu dalam berpikir, berkata-kata dan bertindak. Sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Di tengah dominasi platform digital dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), bagaimana masa depan jurnalisme Indonesia? Apakah regulasi yang ada sudah cukup melindungi hak ekonomi perusahaan pers dan keberlanjutan media?Dalam episode ini, Haryo Ristamaji, Pemimpin Redaksi Radio Elshinta, berbincang langsung dengan Dr. Suprapto Sastro Atmojo, Ketua KTP2JB (Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas).Perbincangan mengupas berbagai isu paling aktual, di antaranya:* Kerja sama KTP2JB dan KPPU dalam mengawasi kepatuhan platform digital terhadap Perpres Nomor 32 Tahun 2024 (Publisher Rights).* Desakan revisi UU Hak Cipta agar memberikan pelindungan nyata terhadap hak ekonomi karya jurnalistik.* Tantangan dan peluang jurnalisme berkualitas di era platform digital dan AI.* Masa depan ekosistem media yang adil, sehat, dan berkelanjutan di Indonesia.Sebuah diskusi yang memberikan perspektif mendalam mengenai arah kebijakan media nasional, hubungan antara platform digital dan perusahaan pers, serta pentingnya menjaga kualitas jurnalisme sebagai pilar demokrasi.
Apakah yang sebenarnya sampai ke hati anak-anak muda — aktiviti yang menarik, atau mesej di sebaliknya?Dalam bengkel bersama pemimpin belia ini, Rev Dr Kenneth Chin mencabar kita untuk menilai semula cara kita melayani golongan muda. Bukan aktiviti yang utama — tetapi kandungannya. Permainan, acara, dan pembungkusan yang kreatif mungkin menarik ramai orang, tetapi hanya "isi" mesej yang mengubah hidup. Jadi, jangan tertekan dengan pembungkusan; fokuslah kepada apa yang benar-benar masuk ke dalam hati.Rev Dr Kenneth turut berkongsi beberapa perkara penting yang boleh diusahakan oleh setiap pemimpin belia untuk menjangkau generasi ini dengan lebih berkesan.Dengarkan, ambil nota, dan teruslah dikuatkan — isi lebih penting daripada gaya, mesej lebih penting daripada kaedah.________________________________What actually reaches the hearts of young people — the exciting programs we run, or the message behind them?In this workshop with youth leaders, Rev Dr Kenneth Chin challenges us to rethink how we do youth ministry. It's not about the activity — it's about the content. The games, events, and creative packaging may draw a crowd, but only the "meat" of the message transforms lives. So don't stress over the wrapping; focus on what actually enters the heart.Rev Dr Kenneth also shares practical key points every youth leader can work on to reach this generation more effectively.Listen in, take notes, and be encouraged — substance over style, message over method.
Ibu Monika Kusnandar (TB) Yohanes 14:21Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
Fenomena pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran Jakarta memicu perhatian publik. Apakah ini murni langkah antisipasi keamanan atau justru menciptakan kesan ibu kota sedang tidak kondusif? Dalam wawancara Radio Elshinta, Juru Bicara Gubernur Jakarta Chico Hakim menegaskan Pemprov mengedepankan komunikasi dengan pengelola gedung, belum berencana menerbitkan regulasi baru, serta mengajak seluruh pihak menjaga rasa aman dan citra Jakarta sebagai kota yang terbuka, nyaman, dan ramah bagi masyarakat.
Kafka dan Enzo mengubah seragam jadi idola generasi muda. Apakah kekaguman ini sekadar tren viral atau sinyal pergeseran nilai yang lebih besar?
Ustadz Abu Haidar As Sundawy - Apakah Ada Sahabat di Kalangan Bangsa Jin
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Yesus Lebih Rendah dari Allah? Diambil dari: Yohanes 14:28 “Kamu telah mendengar, bahwa Aku berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”Wonder Kids, ayat ini kadang membuat orang bingung. Yesus berkata, “Bapa lebih besar dari pada Aku.” Lalu ada yang bertanya, “Apakah itu berarti Yesus bukan Allah? Apakah Yesus lebih rendah dari Bapa?” Pertanyaan itu penting, jadi kita harus melihatnya dengan hati-hati.Kalau kita membaca seluruh Alkitab, kita tahu bahwa Yesus sungguh adalah Allah. Yesus memiliki sifat-sifat Allah, melakukan pekerjaan Allah, dan menerima penghormatan yang layak bagi Allah. Jadi ayat ini tidak berarti Yesus lebih rendah dalam sifat ke-Allahan-Nya. Lalu apa maksudnya?Yesus sedang berbicara tentang keadaan-Nya saat datang ke dunia sebagai manusia. Ketika Yesus menjadi manusia, Ia rela merendahkan diri-Nya. Ia datang bukan dalam kemuliaan surga yang penuh, tetapi dalam kerendahan. Ia lapar, lelah, menderita, dan taat kepada Bapa dalam tugas-Nya sebagai Juruselamat. Dalam keadaan itulah Bapa disebut “lebih besar,” bukan karena Yesus bukan Allah, tetapi karena Yesus sedang menjalankan peran-Nya dengan merendahkan diri.Coba bayangkan begini, Wonder Kids. Seorang raja bisa saja turun dari tahtanya, memakai pakaian sederhana, lalu datang menolong rakyatnya secara langsung. Waktu ia melakukan itu, ia tidak berhenti menjadi raja. Ia tetap raja, hanya saja ia sedang merendahkan diri untuk menjalankan tugas tertentu. Nah, itu menolong kita sedikit memahami apa yang dilakukan Yesus. Yesus tidak berhenti menjadi Allah, tetapi Ia rela datang dalam kerendahan sebagai manusia.Dan justru itu yang indah sekali. Karena Yesus rela merendahkan diri, kita bisa diselamatkan. Kalau Yesus hanya tinggal jauh di surga, kita tetap binasa dalam dosa. Tetapi Yesus datang, taat kepada Bapa, mati di kayu salib, lalu bangkit. Jadi ayat ini bukan membuat Yesus terlihat kecil, tetapi menunjukkan kerendahan hati-Nya yang luar biasa.Wonder Kids, ini juga mengajar kita untuk rendah hati. Yesus yang mulia saja rela merendahkan diri untuk taat kepada Bapa. Kalau begitu, kita pun harus belajar tidak sombong, tidak merasa diri paling hebat, tetapi mau taat kepada Tuhan dan melayani orang lain.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak berhenti menjadi Allah, tetapi rela datang ke dunia dalam kerendahan untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak salah mengerti firman-Mu, tetapi makin mengenal siapa Engkau sebenarnya dan belajar rendah hati seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan lebih kecil dari Allah, tetapi Ia rela merendahkan diri supaya kita bisa diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 31 Juli 2026Bacaan: “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.” (Mazmur 94:19)Renungan: Setelah Elia mengalahkan 450 nabi Baal di gunung Karmel, dia seharusnya bersukacita. Tapi sehari kemudian, dia lari ketakutan karena ancaman Izebel. Elia duduk di bawah pohon arar dan berkata, “Cukuplah! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku.” Kekhawatiran, ketakutan, dan rasa gagal bertumpuk di hatinya. Di gua Horeb, Tuhan tidak langsung menegurnya. Tuhan memberi dia makan dan kesempatan beristirahat, lalu berbisik pelan: “Apakah yang kaulakukan di sini, hai Elia?” Di tengah kekhawatiran yang bertambah banyak, penghiburan Tuhan itulah yang menguatkan dan membangkitkan Elia lagi. Tuhan mengingatkan dia, “Aku masih punya pekerjaan untukmu.” Pemazmur Daud berkata jujur pada Tuhan, “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku." Kekhawatiran itu nyata. Soal uang, pekerjaan, keluarga, masa depan, kesehatan. Kadang datangnya bukan satu-satu, tapi bertumpuk. Namun Tuhan tetap menjanjikan penghiburan. Kata "penghiburan" di sini artinya "penguatan, dorongan, penenang". Bukan sekadar kata "sabar ya". Tapi hadirat Tuhan sendiri yang masuk dan menenangkan badai di dalam hati kita. Daud tidak berkata, "kekhawatiranku hilang". Tapi dia berkata, "Jiwaku disenangkan". Artinya, di tengah masalah yang sama, hati kita bisa tenang karena ada Tuhan. Sebagai pengikut Yesus, kita juga sering cemas, antara lain cemas masalah finansial, cemas masa depan, cemas keluarga. Tuhan tidak berjanji menghapus semua masalah. Tapi Dia berjanji menemani dan memberi kita kelegaan dalam Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Bagaimana caranya dapat penghiburan dan kelegaan dari Tuhan? Pertama jujur di dalam doa dengan menceritakan semua kekhawatiran kita seperti Daud pada Tuhan. Kedua membaca Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah surat cinta-Nya yang menghibur kita. Ketiga, diam dan rasakan hadirat-Nya. Seperti Elia, kadang Tuhan berbicara melalui bisikan yang lembut. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, saat ini kekhawatiranku bertambah banyak. Aku serahkan semuanya ke dalam tangan-Mu. Aku membutuhkan penghiburan-Mu. Tenangkanlah jiwaku. Ingatkan aku bahwa aku tidak sendiri. Engkau Allah yang melihat dan memelihara. Penuhilah hatiku dengan damai-Mu yang melampaui segala akal. Amin. (Dod).
Jumat 24 Juli 2026, setelah diperiksa lebih dari 10 jam, mantan jampidsus Febrie Adriansyah resmi ditahan di rutan KPK. Saat turun dari mobil tahanan, Febrie tampak tidak mengenakan rompi tahanan maupun borgol. Hal ini jauh berbeda dengan tersangka Don Ritto yang sudah lebih dahulu diproses. Sejumlah kalangan menyoroti perbedaan perlakuan ini. Mulai dari proses pemeriksaan yang terkesan sembunyi-sembunyi, hingga penetapan tersangka yang dianggap terlalu lama, padahal barang bukti sudah lebih dari dua. Lalu benarkah ada perbedaan perlakuan antara mantan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dengan tersangka lainnya? Apakah perbedaan juga terjadi dalam proses hukumnya?
Dhammasākaccā oleh Bhante Mahā Dhammadhīro usai dana makan di Vihāra Buddharatana Medan
Kita semua diberkati oleh fasilitas yang diberikan kepada kita, baik itu ada di handphone, di laptop, dan mana saja yang sering kita temui yaitu kalender. Entah mengapa semua kita menghitung hari, menilai hari, apalagi kalau kita sedang menunggu kepada suatu hari yang ditetapkan dan disepakati bersama. Itu bisa ulang tahun, bisa hari jadi akan sesuatu, dan entah mengapa kalender memberi kita ekspektasi, akan hari-hari kedepan, dan bukan hanya ekspektasi tetapi kadang kita gugup tentang apa yang akan terjadi nanti. Sebab kita punya tanggal, kita tahu hari tersebut yang kita nanti-nantikan, namun kita tidak dapat mengendalikan apa yang hendak terjadi nanti di hari tersebut. Sadar atau tidak, tetapi dalam perjalanan kita di dunia ini, kita tidak hanya punya kalender untuk menjalani hidup secara normal, tetapi secara rohani kita sedang punya kalender iman, dan kita sedang menanti sesuatu. Dan kadang kalender itu terlalu lama bagi kita, kita menghitung, menganalisa, lalu karena kalender itu tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, kita lalu membawa kalender itu kepada Allah, dan memaksa Allah untuk melakukan sesuai apa yang kita inginkan, menurut kalender kita sendiri. Kita lupa bahwa kita tidak bisa menaruh Allah dalam sebuah kotak, lalu mengendalikan-Nya. Apakah kelihatannya Allah bekerja sangat lambat menurut kita? Atau justru Ia mau kita berjalan dalam proses "kalender" yang Ia sudah atur dalam hidup kita? Jawabannya ada dalam Seri 3 - Bertakhta | Ps. Charles Bessie, Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang Tidak BerubahDiambil dari: Ibrani 13:8 “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”Wonder Kids, hari ini kita belajar bahwa bukan hanya Allah Bapa yang tidak berubah, tetapi Tuhan Yesus juga tidak berubah. Firman Tuhan berkata bahwa Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya. Artinya, Yesus tidak berubah menjadi kurang baik, kurang berkuasa, atau kurang mengasihi. Dia tetap sama.Ini sangat menghibur. Mengapa? Karena kita sering berubah-ubah. Kadang kita semangat, kadang malas. Kadang kita taat, kadang jatuh dalam dosa lagi. Kadang kita percaya, kadang kita takut. Tetapi Yesus tidak seperti kita. Yesus tetap setia, tetap benar, tetap penuh kasih, dan tetap sanggup menolong.Kitab Ibrani mengingatkan orang-orang percaya untuk tetap bertahan dalam iman, walaupun mereka sedang mengalami kesulitan. Di tengah keadaan yang sulit, mereka perlu ingat bahwa Yesus tidak berubah. Juruselamat yang mereka percayai dulu tetap sama sampai sekarang. Jadi mereka tidak perlu takut bahwa Yesus akan meninggalkan mereka atau berubah pikiran terhadap janji-Nya.Ibrani juga menunjukkan bahwa Yesus adalah Imam Besar yang sempurna. Imam-imam lain harus terus-menerus mempersembahkan korban. Tetapi Yesus mempersembahkan diri-Nya satu kali untuk selama-lamanya. Karena itu, karya keselamatan-Nya tidak perlu diulang lagi. Pengorbanan Yesus cukup. Keselamatan yang diberikan-Nya kokoh dan tidak berubah.Wonder Kids, ini penting sekali untuk kita. Kadang-kadang kita bisa merasa, “Apakah Tuhan masih mengasihiku? Apakah Tuhan masih mau menolongku? Apakah janji Tuhan masih berlaku?” Jawabannya: ya. Karena Yesus tidak berubah. Kasih-Nya tidak berubah. Kuasa-Nya tidak berubah. Janji-Nya tidak berubah.Tetapi renungan ini juga mengingatkan kita untuk hidup setia kepada-Nya. Kalau Yesus begitu setia kepada kita, seharusnya kita juga belajar setia kepada-Nya. Memang kita masih lemah, tetapi kita bisa terus datang kepada Yesus yang tidak berubah dan minta Dia menolong kita bertahan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau hari ini kamu merasa goyah, takut, atau sedih, katakan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak berubah. Tolong aku tetap percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tetap sama, baik kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya. Terima kasih karena kasih-Mu, kuasa-Mu, dan janji-Mu tidak pernah berubah. Tolong aku supaya tetap percaya kepada-Mu dan bertahan di dalam iman. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat hatimu berubah-ubah, Yesus tetap sama—setia, penuh kasih, dan cukup untuk menolongmu. Tuhan Yesus memberkati.
Episod 207 Keluar Sekejap membawa perbincangan mendalam mengenai konsep federalisme di Malaysia, termasuk pembahagian kuasa antara Kerajaan Persekutuan dan kerajaan negeri yang menjadi asas kepada sistem pemerintahan negara.Bersama pensyarah Fakulti Undang-Undang Multimedia University (MMU), Muhammad Hafiz Hassan, episod ini mengupas sejarah pembentukan Malaysia melalui Perjanjian Malaysia 1963 (MA63), struktur Perlembagaan Persekutuan, serta bagaimana kuasa perundangan dan pentadbiran diagihkan antara Kerajaan Persekutuan, Sabah, Sarawak dan negeri-negeri lain.Turut dibincangkan ialah perkembangan politik semasa melibatkan hubungan antara Barisan Nasional (BN) dan Perikatan Nasional (PN) dalam Pilihan Raya Negeri (PRN) Negeri Sembilan yang sedang berlangsung. Benarkah kedua-dua gabungan ini semakin sukar mencari titik persefahaman, dan apakah implikasinya terhadap landskap politik negara?Episod ini juga mengulas dapatan Laporan Suruhanjaya Siasatan Diraja (RCI) mengenai Tabung Haji. Mengapakah laporan tersebut masih belum didedahkan kepada umum oleh kerajaan pimpinan Perdana Menteri, Datuk Seri Anwar Ibrahim? Apakah isu-isu yang dibangkitkan, dan sejauh manakah ia memberi kesan terhadap keyakinan rakyat terhadap institusi tersebut?Selain itu, perbincangan turut menyentuh cadangan membawa semula perlumbaan Formula 1 (F1) ke Litar Antarabangsa Sepang hasil diplomasi diraja Kebawah Duli Yang Maha Mulia (KDYMM) Sultan Ibrahim dan Raja Bahrain. Adakah Malaysia bersedia menjadi tuan rumah F1 sekali lagi? Apakah peluang ekonomi, pelancongan dan pelaburan yang boleh diraih menerusi penganjuran ini, khususnya sempena Tahun Melawat Malaysia 2026?
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 29 Juli 2026Bacaan: “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” (Amsal 25:11)Renungan: Ada seorang bapak bernama Pak Adi. Ia mempunyai anak yang duduk di kelas 2 SMP. Saat pulang sekolah wajahnya kusut karena mendapat nilai jelek. Reaksi Pak Adi pertama hampir keluar kata-kata, “Dasar pemalas! Bodoh kamu!" Tetapi dia ingat Amsal 25:11. Dia menarik napas, memeluk anaknya dulu, lalu berkata pelan: “Nak, Papa kecewa sama nilainya. Tapi Papa bangga kamu masih mau cerita ke Papa. Yuk, kita cari jalan keluarnya untuk memperbaiki nilaimu." Malam itu anaknya menangis bukan karena dimarahi, tapi karena merasa diterima. Tiga bulan kemudian anaknya mendapat ranking 5 saat kenaikan kelas. Dia berkata, “Aku belajar karena kata-kata Papa waktu itu. Nggak bikin aku down, tapi bikin aku semangat.” Satu kalimat di waktu yang tepat, bisa mengubah arah hidup seseorang. Salomo dalam bacaan di atas memakai dua gambaran yang mahal yaitu apel emas dan pinggan perak. Dalam bacaan itu dijelaskan bahwa "perkataan yang diucapkan” ini adalah soal isinya yaitu benar, membangun, jujur, penuh kasih. Bukan gosip, bukan sindiran, bukan kebohongan. Sedangkan "tepat pada waktunya" adalah saat yang paling baik untuk dikatakan. Emas paling berharga kalau diberikan saat seseorang membutuhkan. Demikian juga ketika kita menghibur seseorang saat ia sedih, menegur seseorang saat ia bersikap sombong dan memuji seseorang saat ia putus asa. Perkataan "seperti buah apel emas di pinggan perak" merupakan isi dari perkataan dan cara penyampaian yang sama-sama baik dan tidak menyakitkan. Intinya adalah Tuhan mau kita jadi orang yang bukan hanya “benar” dalam berkata-kata tetapi juga “tepat” pada waktunya ketika seseorang membutuhkan perkataan itu. Sebagai pengikut Yesus, lidah kita adalah alat. Bisa jadi pedang atau bisa jadi obat, tergantung saat kita mengatakannya. Kalau kita mengatakannya saat marah, maka bisa saja menjadi pedang yang menusuk sampai lubuk hati terdalam. Tapi kalau kita mengatakannya dengan penuh kasih dan kesabaran, bisa menjadi obat ketika hati seseorang sedang galau dan sakit. Efesus 4:29 berkata, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun.” itu artinya kita harus bertanya dulu dalam hati kita sebelum bicara, “Apakah ini benar? Apakah ini perlu? Apakah ini tepat waktunya?” Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jagalah mulutku hari ini. Ajarilah aku untuk berpikir sebelum berbicara. Berikan aku hikmat untuk tahu kata apa yang harus diucapkan, dan kapan harus diam. Pakai perkataanku menjadi "apel emas" yang menguatkan orang di sekitarku, seperti Engkau yang selalu tahu kata yang tepat untuk dikatakan pada orang yang datang pada-Mu. Amin. (Dod).
Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, resmi ditahan Kejaksaan Agung usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penahanan dilakukan setelah proses pemeriksaan intensif selama 10 hingga 11 jam pada Jumat (24/7).Untuk menjamin transparansi, Kejagung menerbitkan surat perintah penyidikan baru terkait TPPU serta melibatkan sejumlah lembaga, termasuk KPK, Komisi Kejaksaan, Kortas Tipikor Polri, hingga LPSK. Penahanan mantan pejabat tinggi Kejaksaan ini menarik perhatian luas dan menjadi ujian krusial bagi komitmen penegakan hukum di Indonesia. Simak analisis mendalam mengenai transparansi, akuntabilitas, dan independensi Kejagung dalam menangani kasus ini.Simak Talk Bersama, Mantan Penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap
Episod 206 Keluar Sekejap membincangkan analisis mendalam mengenai perkembangan semasa Pilihan Raya Negeri (PRN) Negeri Sembilan, termasuk kemunculan persefahaman politik baharu antara Barisan Nasional (BN) dan Perikatan Nasional (PN) yang menyaksikan pertembungan sesama parti dalam Kerajaan MADANI.Turut dibincangkan ialah kontroversi penutupan Network School di Forest City selepas timbul dakwaan melibatkan seorang individu yang didakwa memiliki pasport Israel. Apakah fakta sebenar di sebalik isu ini, dan bagaimana ia memberi kesan kepada imej Malaysia sebagai destinasi pelaburan dan pendidikan antarabangsa?Episod ini turut meneliti kerugian pelaburan KWAP sebanyak RM200 juta dalam syarikat akuakultur Indonesia, eFishery. Apakah yang sebenarnya berlaku, bagaimana dana persaraan awam boleh terdedah kepada risiko sebesar ini, dan apakah pengajaran yang perlu diambil bagi memastikan tadbir urus pelaburan yang lebih baik pada masa hadapan?
Selalu berpotensi, tak pernah berhasil. Dari Fairchild sampai Lokananta, kenapa Indonesia betah berhenti di ambang? Apakah ini Kutukan Ambang?
Meta's recent decision to flag correct information about an attack on Kyiv as false has raised questions about the fact-checking mechanisms used by social media companies. - Keputusan Meta baru-baru ini untuk melabeli informasi yang akurat mengenai serangan terhadap Kyiv sebagai informasi palsu telah memicu pertanyaan seputar mekanisme pemeriksaan fakta yang digunakan oleh perusahaan media sosial.
Episod 205 Keluar Sekejap membincangkan analisis kualitatif serta kupasan mendalam mengenai keputusan Pilihan Raya Negeri (PRN) Johor 2026 yang menyaksikan kemenangan besar Barisan Nasional (BN) dengan 48 kerusi, manakala Pakatan Harapan (PH) hanya memenangi 8 kerusi.Apakah faktor sebenar di sebalik keputusan ini? Adakah ia didorong oleh faktor kepimpinan, strategi kempen, perubahan sentimen pengundi, perpecahan dalam Perikatan Nasional (PN), atau keberkesanan jentera BN?Dalam episod ini, kami juga mengupas secara terperinci corak pengundian, perubahan sokongan mengikut kawasan, faktor-faktor yang membentuk keputusan pilihan raya serta implikasi politik yang bakal tercetus susulan kemenangan besar BN di Johor.Turut dibincangkan ialah sejauh mana keputusan PRN Johor ini akan mempengaruhi landskap politik negara, khususnya menjelang Pilihan Raya Negeri (PRN) Negeri Sembilan, serta sama ada momentum ini mampu diterjemahkan ke negeri-negeri lain.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 Juli 2026Bacaan: Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." (1 Samuel 17:32)Renungan: Ketika kita mendengar kata "jenius", siapa sosok yang terlintas di benak kita? Albert Einstein mungkin salah satunya. Einstein memang diakui dunia akan kejeniusannya. Tapi, ada hal-hal tertentu di mana kita mungkin "lebih cerdas" dari Einstein. Jika tiap hari kita bisa pulang ke rumah tanpa tersesat, kita lebih pintar dari Einstein. Ya, walau punya otak jenius, Einstein dikenal pelupa untuk hal sehari-hari seperti mengingat tanggal, bahkan nomor teleponnya sendiri. la juga sering kesulitan menemukan rumahnya. Itu sebabnya, konon pintu rumahnya lalu dicat merah menyala, kontras dibanding rumah-rumah di sekitarnya. Dengan begitu, Einstein akan ingat yang manakah rumahnya. Orang jenius pun tidak selalu jenius di segala bidang. Demikian juga, meski kita tidak pernah meraih Nobel atau menemukan rumus dan teori tertentu, tapi kita pun kadang bisa juga menjadi jenius. Nah, kapan itu terjadi? Kita jenius saat berhasil menemukan solusi yang sebelumnya tidak disadari atau tidak terlihat dari sebuah masalah. Kita jenius ketika bisa mengatasi kebuntuan yang dialami orang-orang. Pernahkah kita menemukan jalan pintas atau cara mudah melakukan sesuatu yang belum dilakukan orang lain atau orang di sekitar kita? Apakah kita pernah menemukan cara untuk "menghidupkan lagi" sesuatu yang lama tidak dilakukan? Pernahkah kita menyelesaikan masalah yang selama ini memusingkan keluarga kita? Apakah kita pernah berhasil melakukan pendekatan pribadi kepada seseorang yang sebelumnya tak bisa didekati orang lain? Mungkin banyak di antara kita pernah melakukan hal-hal di atas. Memang, kejeniusan seperti itu sering kali tak dihargai masyarakat. Atau kadang kita enggan melakukan hal-hal itu demi menjaga ketenangan agar tidak dianggap cari muka, aneh, sok tahu, bahkan mengganggu. Di Alkitab pun, para pahlawan selalu adalah mereka yang berani bersuara dan berani bertindak meski sebagian orang bisa jadi menganggap mereka mengganggu. Jika Daud diam melihat Goliat, jika ia tak tergerak mendengar hujatan Goliat, atau ia menyerah saat diremehkan kakaknya dan Saul, tentu tak ada kisah heroik ini. Ya, jadilah Daud Daud di manapun kita berada, yang berani bersuara dan memberi solusi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas akal budi yang Kau berikan padaku. Bantulah aku agar akal budi yang Kau berikan dapat kugunakan untuk memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 26 Juni 2026Bacaan: "Sabarlah terhadap semua orang. " (1 Tesalonika 5:14)Renungan: Banyak orang punya masalah dengan emosi. Sangat temperamental dan gampang meledak. Orang seperti ini bisa termasuk tipe gunung merapi yang mudah meletus. Kalau "gunung berapi" ini sudah meletus, keluarlah lahar perkataan yang panas, pedas, tajam, dan menyakitkan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Secara ilmiah, di bagian otak kita ada amygdala yang kerap disebut otak emosi. Amygdala bekerja 80.000 kali lebih cepat dibandingkan otak besar. Karena amygdala bekerja lebih cepat, logika jadi dikalahkan emosi. Untuk mencapai kecepatan yang sama dengan amygdala, otak besar butuh waktu enam detik. Dari perhitungan inilah para ahli jiwa menemukan teori "Jeda Enam Detik", yaitu mengambil jeda selama 6 detik sebelum bicara dan mengambil keputusan saat kita marah atau sedang emosi. Jauh sebelum teori Jeda Enam Detik ditemukan, firman Tuhan sudah memberi nasihat kepada kita yang memiliki problem emosi temperamental. 1 Tesalonika 5:14b mengatakan, "Sabarlah terhadap semua orang." Ketika seseorang menyulut sumbu kemarahan kita, kita tidak akan langsung meledak sebaliknya kita berusaha mengulur-ulur waktu sangat lama untuk kita menjadi marah dan mendidih. Karena waktu "mendidihnya" lama maka kita punya banyak kesempatan untuk menguasai diri, menenangkan diri, dan berpikir jernih sebelum mengambil keputusan yang bodoh. Jadilah sabar. Sabar membebaskan kita dari amarah yang tak terkontrol dan tak terkendali. Sabar menghindarkan kita dari kekeliruan. Dalam Amsal 14:17 dikatakan, "Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar." Apakah kita orang yang bijak ataukah orang yang bodoh, ditentukan oleh seberapa kita sabar. Jadilah pengikut Yesus yang perlu waktu lama untuk mendidih, bukan seperti gunung berapi yang meledak-ledak. Setiap kali hendak meledak, ingatlah untuk mengambil jeda selama enam detik untuk menenangkan diri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku kesabaran, sehingga masalah apapun yang terjadi dalam hidupku, hatiku dapat tetap tenang menghadapinya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 22 Juni 2026Bacaan: "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (Efesus 5:15-16)Renungan: Manusia memiliki banyak cara menghitung waktu. Kita juga mengenal banyak alat untuk melakukan itu semua, mulai dari kalender, jam, hingga stopwatch. Bahkan sebagian orang mengeluarkan uang berjuta-juta hingga milyaran rupiah untuk sebuah arloji saja. Apakah orang yang memiliki arloji senilai milyaran rupiah pasti lebih menghargai waktu daripada mereka yang melihat waktu hanya dari jam di ponsel? Belum tentu. Orang bisa menghargai waktu ketika ia bisa melihat waktu dengan cara yang benar. Sayang, masih banyak yang melihat waktu dengan cara salah. Ada yang memakai seluruh waktunya hanya untuk melakukan satu hal (misal: bekerja terus menerus, atau berhura-hura tak ada habisnya). Ada juga yang terpaku pada masa lalu. Ada yang hanya fokus pada hal-hal jangka pendek sehingga tidak siap menghadapi masa depan. Ada yang menilai seluruh waktunya dengan apa yang terjadi di satu waktu saja. Jika gagal, ia merasa hidupnya akan selalu gagal. Jika berhasil, ia sombong karena merasa tak akan bisa gagal. Tidak sedikit juga yang gagal menikmati masa sekarang. Daripada menikmati hal-hal yang ada di hadapan mereka, mereka lebih terpaku pada masa lalu ataupun terus mengejar ini itu dengan beralasan semuanya demi masa depan. Satu yang harus kita pahami adalah bahwa setiap waktu adalah berharga. Itu sebabnya kita harus belajar menghitung hari (Mzm. 90:12). Ya, hari, bukan bulan atau tahun. Artinya, hargai setiap waktu, dari waktu terkecil. Setiap waktu adalah berharga, bukan karena waktu adalah uang seperti pepatah dunia. Waktu berharga karena apa yang kita lakukan di setiap waktu kita di dunia ini akan berdampak pada waktu kita di kekekalan nanti. Karena itu, hanya memakai waktu untuk urusan dunia, mengejar kesuksesan jasmani atau ambisi pribadi, tentu tidak bijak. Memakai waktu untuk bersekutu dengan Allah, mengasihi keluarga, melayani sesama, serta juga beristirahat dan menjaga kesehatan, itu yang juga harus dilakukan. Hiduplah dengan fokus untuk melakukan kehendak Allah dalam segala hal, baik itu di pekerjaan, pergaulan, hingga waktu pribadi. Itulah cara bijak menghargai waktu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar aku dapat menghargai waktuku. Sehingga apapun yang aku lakukan semua dapat bermanfaat bagi hidupku saat ini maupun untuk persiapan masa depanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 21 Juni 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik baru. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus. Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan. Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah setiap kebaikan yang sedang aku rencanakan maupun yang akan aku lakukan, sehingga semua nya itu aku lakukan dengan tulus hati tanpa ada rencana yang tidak baik di baliknya. Amin. (Dod).
Coming of age rituals have existed across cultures for thousands of years. In modern Australia, traditions that have been preserved, adapted or newly created now exist side by side. But do young people still need a meaningful way to mark the transition into adulthood? - Ritual peralihan menuju kedewasaan telah ada di berbagai budaya selama ribuan tahun. Di Australia modern, tradisi yang telah dilestarikan, diadaptasi, atau baru diciptakan kini hidup berdampingan. Tetapi apakah kaum muda masih membutuhkan cara bermakna untuk menandai transisi menuju kedewasaan?Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
RSV stands for Respiratory Syncytial Virus, which is a highly contagious respiratory virus that infects the respiratory tract and lungs. Is it dangerous? - RSV adalah singkatan dari Respiratory Syncytial Virus, yaitu virus pernapasan yang sangat menular yang menginfeksi saluran pernapasan dan paru-paru. Apakah berbahaya?
Pembawa Renungan : Feice Novi Jakarta Mat 6:7-15.
Electric vehicles are becoming more common on Australian roads as fuel prices remain unstable and more drivers look for cheaper ways to travel. Here's what you need to know if you are thinking about making the switch. - Kendaraan listrik semakin umum di jalanan Australia karena harga bahan bakar tetap tidak stabil dan semakin banyak pengemudi mencari cara yang lebih murah untuk bepergian. Berikut yang perlu Anda ketahui jika Anda berpikir untuk beralih ke kendaraan listrik.
Season 01: Kitab Rut, Episode 08: Rut 3:1-18"Tutuplah aku dengan selimutmu," demikian Rut berkata kepada Boas; dan Boas segera bertindak memenuhi permintaan Rut. Apakah artinya ini?Mengapa Naomi begitu yakin Boas akan bertindak seperti yang diharapkan Naomi?Siapakah sesungguhnya agen yang Tuhan utus untuk menjawab doa umat-Nya?===PODCAST BIBLE DELIGHT - Menikmati Firman Tuhan melalui penggalian suatu Kitab, bagian demi bagian, dalam kaitannya dengan realita kehidupan kita. Mari ikuti Bible Delight, untuk memperlimpah renungan pribadi, ataupun mendiskusikannya dalam Kelompok Kecil Tumbuh Bersama.Pdt. Rudy Phen, Samuel Pamudji, Lisa Veronica PandeirotSaksikan juga Bible Delight Episode ini di:https://grii.to/BibleDelightS1E08