Song by Mi Casa
POPULARITY
Categories
Hello Listeners!Dalam video review FnB kita kali ini, Rega dan Gitta akan mencoba dan membahas salah satu kuliner favorit banyak orang yaitu “Martabak Pecenongan”. Mereka akan mengulas mulai dari rasa, tekstur, hingga keunikan dari martabak ini apakah benar selegendaris yang dibicarakan banyak orang?Untuk lebih lengkapnya yuk dengarkan langsung di Channel Podcast Bingkai Suara Season 8 di Spotify dan Apple Podcast, juga Channel Youtube Bingkai Karya. Untuk update berita di Bingkai Karya kamu bisa kunjungi website kita di (http://www.bingkaikarya.com)Disclaimer:Konten review ini bukan hasil endorsement atau kerja sama berbayar dengan pihak manapun. Semua opini yang disampaikan sepenuhnya berdasarkan pengalaman pribadi dan penilaian objektif dari Tim Bingkai Karya.Kami selalu berusaha memberikan ulasan yang jujur dan transparan untuk membantu audiens mendapatkan informasi yang akurat. Jika ada perbedaan pengalaman, itu bisa terjadi karena preferensi dan kondisi masing-masing individu.Terima kasih sudah menonton dan mendukung!#HonestReview
Menulis esai sering kali dianggap sebagai beban yang berat, padahal kuncinya terletak pada kedisiplinan struktur. Teknik PEEL hadir sebagai solusi bagi siapa saja yang ingin gagasannya tertata rapi, logis, dan mudah dicerna oleh pembaca. Dengan menggunakan rumus ini, seorang penulis tidak akan tersesat dalam rimba kata-kata yang tidak perlu, karena setiap alinea memiliki tujuan yang sangat jelas dan terukur sejak kalimat pertama dimulai. Inti dari efektivitas PEEL terletak pada empat pilar utamanya yang saling mengunci. Dimulai dengan Point sebagai pernyataan ide utama yang lugas, diikuti oleh Evidence yang menyajikan data, fakta, atau kutipan nyata agar tulisan tidak dianggap sekadar opini kosong. Selanjutnya, Explanation bertugas menjahit logika antara bukti dan poin tersebut, sementara Link memastikan alur tulisan mengalir mulus, menghubungkan satu ide dengan tema besar atau alinea berikutnya tanpa terasa melompat-lompat. Pada akhirnya, menguasai PEEL berarti menguasai navigasi berpikir dalam menuangkan argumen. Namun, struktur yang kuat hanyalah kerangka; ia memerlukan sentuhan gaya penulisan yang lincah—seperti penggunaan kalimat pendek dan kata kerja aktif—agar esai tetap terasa hidup. Jika kerangka yang kokoh ini diisi dengan penyampaian yang jujur dan tajam, maka esai Anda tidak hanya akan kuat secara argumentasi, tetapi juga akan memikat dan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang membacanya.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 23 Februari 2026Bacaan: "Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. " (1 Raj 17:6)Renungan: Ada sebuah lagu rohani berjudul "Hitung Berkatmu." Di bait pertama lagu tersebut tertulis "Bila laut hidupmu jadi garang; Hati jadi takut dan iman goncang; Hitunglah berkatmu satu persatu; Ingat cara Tuhan memberkatimu". Menghitung berkat yang pernah kita terima akan melahirkan ucapan syukur atas pemberian-Nya. Dengan mengingat cara Tuhan memberkati kehidupan kita, dapat menguatkan iman dan pengharapan kita, terutama ketika kita mengalami masa-masa sukar terkait kondisi keuangan dalam kehidupan kita. Kita pun dapat meyakini, "Jika dahulu Tuhan memberkati dan menolong, ke depannya Dia juga akan melakukan hal yang sama." Mengingat hal seperti ini jauh lebih baik daripada khawatir, bukan? Bacaan hari ini mengingatkan kita akan cara Allah dalam memelihara Elia, melalui seekor burung gagak yang datang dua kali sehari membawa roti dan daging. Sukar untuk dipahami secara logika, tetapi itulah fakta bahwa Allah sanggup memelihara umat-Nya dengan berbagai macam cara. Bila perlu, Allah akan memakai cara yang tak biasa atau yang belum pernah dialami oleh siapa pun, sama seperti burung gagak dipakai-Nya untuk memberi makan Elia. Mengenai asal dari roti dan daging yang dibawa kepada Elia, biarlah menjadi bagian dari "misteri ilahi" yang tidak perlu kita pikirkan. Mari kita ingat lagi akan masa-masa di mana Allah memelihara kehidupan kita. Mungkin cara Allah tak selalu terlihat spektakuler seperti kisah Elia diberi makan oleh burung gagak. Namun yakinlah bahwa Allah yang mengasihi dan memelihara hidup kita pada masa lalu, akan terus melakukannya sampai seumur hidup kita. Mari hitunglah berkat Allah dan ingat cara Allah memberkati kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap berkat tersebut. Amin. (Dod).
Energi sering kali dipahami sebagai mata uang alam semesta yang kekal, namun perannya jauh lebih mendalam sebagai arsitek utama keteraturan. Berdasarkan Hukum Pertama Termodinamika, energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, ia hanya berubah bentuk sambil terus berupaya mencari titik potensial terendah demi mencapai stabilitas sistem. Dalam perspektif ini, energi bertindak sebagai kekuatan yang mengikat atom-atom dalam struktur yang rapi dan kaku, meminimalkan fluktuasi demi menciptakan bentuk-bentuk materi yang solid dan terorganisir. Tanpa dominasi energi, struktur-struktur kompleks di alam semesta tidak akan pernah memiliki fondasi untuk berdiri tegak melawan gempuran ketidakpastian fisik. Di sisi lain, entropi muncul sebagai pesaing abadi yang mewakili dorongan alam menuju kebebasan, probabilitas maksimum, dan ketidakteraturan. Jika energi berupaya membangun struktur, maka entropi adalah ukuran dari degradasi kualitas energi tersebut dan manifestasi dari "panah waktu" yang tak terelakkan. Hukum Kedua Termodinamika menegaskan bahwa dalam setiap proses fisik yang terjadi secara alami, entropi total akan selalu meningkat, mencerminkan fakta statistik bahwa keadaan acak jauh lebih mungkin terjadi daripada keadaan teratur. Entropi bukan sekadar kekacauan tanpa makna, melainkan konsekuensi dari alam semesta yang secara inheren bergerak menuju distribusi yang paling merata, yang pada akhirnya mengikis setiap tatanan yang telah dibangun dengan susah payah. Eksistensi alam semesta sesungguhnya adalah hasil dari kompetisi tanpa henti antara kedua besaran ini, sebuah dialektika fisik yang dipandu oleh suhu sebagai wasit utamanya. Melalui konsep energi bebas, kita dapat melihat bagaimana materi berubah fase—dari kristal yang kaku menjadi gas yang liar—ketika pengaruh entropi mulai mengalahkan tarikan energi seiring dengan meningkatnya suhu. Bahkan kehidupan itu sendiri merupakan anomali indah di mana organisme mampu menunda kekalahan terhadap entropi dengan terus-menerus mengonsumsi energi berkualitas tinggi dari lingkungan. Memahami energi dan entropi berarti memahami mekanisme dasar yang menggerakkan segala sesuatu, mulai dari detak jantung manusia hingga nasib akhir kosmos yang luas.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrina Linong dan Germans Uran dari Paroki Santo Damian Bengkong, Batam, di Keuskupan Pangkal Pinang, Indonesia. Imamat 19: 1-2.11-18; Mazmur tg 19: 8.9.10.15; Matius 25: 31-46.DOMBA DANKAMBING PRAPASKAH Renungan kita pada hari ini bertema: Domba dan Kambing PraPaskah. Ada satu pesan whatsapp yang tersebar melalui grup-grup dan diteruskanorang-perorangan, katanya: Setiap tahun kita menekuni berpuasa, berdoa danberamal, namun hasilnya tidak cukup maksimal. Suatu saat kita menjadi orangbaik, di waktu lain menjadi orang jahat. Hari ini kita memilih berkat, besokbisa berubah menjadi kutuk. Pengampunan dan pertobatan terjadi pada saat pengakuandosa, tetapi setelah itu kita kembali berbuat dosa. Kita sepertinya berjuangdengan susah payah untuk menjadi orang-orang yang sempurna. Kita tahu dan mengerti semua larangan yang ditetapkan olehAllah supaya Musa menyampaikan itu kepada umat Allah untuk mengindahkan sepuluhperintah Allah, seperti yang diwartakan kitab Imamat dalam bacaan pertama.Mereka harus kudus seperti Allah dengan tidak mencuri, berdusta, bersumpahpalsu, merampas milik orang, iri, benci, marah dan sebagainya. Semua inidirumuskan secara positif dengan satu hukum utama ialah mengasihi sesama kitaseperti diri kita sendiri. Jadi di dalam masa Pra Paskah ini, sosok orang-orangberiman pengikut Kristus pas untuk digambarkan sebagai pribadi-pribadi yangberusaha dan bertumbuh dalam mengasihi sesamanya, namun tak luput dariperbuatan-perbuatan jahat yang dilakukan. Misalnya seseorang berbuat amaldengan begitu tekun mengumpulkan sumbangan untuk orang-orang yang sangatmembutuhkan bantuan sandang, pangan, dan papan, namun ia juga terkenal sebagai pemfitnah dan penyebar berita bohong. Ini adalah contoh kalau kita yang menjalankan Pra Paskahini bukan sebagai orang-orang suci dan murni. Sebagian hidup rohani kita memangbaik dan suci, namun sebagian lain tidak. Yesus Kristus memang mengumpamakanmereka yang di bagian kanan ialah domba-domba dengan amal kasihnya yang besar,namun jika mau jujur kita belum sampai sempurna seperti itu. Mereka yang disebelah kiri ialah kambing-kambing dengan kelalaian besar dalam beramal kasih,namun mereka juga tidak sepenuhnya jahat seperti itu. Bisa jadi hampir semua kita di dalam masa Pra Paskah iniadalah setengah domba dan setengah kambing. Kita adalah para “dombing” di dalammasa Pra Paskah ini. Jika kita memang sudah sebagai orang-orang suci dan murni,jelas kita tidak memerlukan masa Pra Paskah. Lebih tepatnya kita langsung sajamerayakan pekan suci supaya menyatu dengan Kristus yang mati dan bangkit. Tapi ternyata tidak demikian. Sebenarnya,tidak hanya Pra Paskah tetapi juga setiap waktu di bumi ini, hidup kitabagaikan “dombing”, oleh karena itu kita harus setia kepada Tuhan danmendapatkan belas kasih kerahiman-Nya.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,jadilah Guru dan Pengatur hidup kami. Semoga kasih-Mu mengatur hati kamisehingga kami hanya dapat mengabdi kepada-Mu seumur hidup kami. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Hello Listeners!Dalam video review FnB kita kali ini, Amir dan Mauren akan mencoba dan membahas salah satu kuliner menarik yaitu “Taconesia”. Mereka akan mengulas rasa, tekstur, hingga overall experience dari makanan ini—apakah worth it untuk dicoba atau tidak?Untuk lebih lengkapnya yuk dengarkan langsung di Channel Podcast Bingkai Suara Season 8 di Spotify dan Apple Podcast, juga Channel Youtube Bingkai Karya. Untuk update berita di Bingkai Karya kamu bisa kunjungi website kita di (http://www.bingkaikarya.com)Disclaimer:Konten review ini bukan hasil endorsement atau kerja sama berbayar dengan pihak manapun. Semua opini yang disampaikan sepenuhnya berdasarkan pengalaman pribadi dan penilaian objektif dari Tim Bingkai Karya.Kami selalu berusaha memberikan ulasan yang jujur dan transparan untuk membantu audiens mendapatkan informasi yang akurat. Jika ada perbedaan pengalaman, itu bisa terjadi karena preferensi dan kondisi masing-masing individu.Terima kasih sudah menonton dan mendukung!#HonestReview
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 21 Februari 2026Bacaan: "Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; ....maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita ke sengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga." (2 Korintus 1:6)Renungan: Dua ekor penguin, yang sedang berpelukan manis di St. Kilda, pinggiran Melbourne, Australia, adalah momen berkesan yang ditangkap oleh fotografer Tobias Baumgaertner pada tahun 2019. Ternyata kedua penguin tersebut sama-sama telah kehilangan pasangan mereka sehingga mereka memutuskan untuk secara rutin bertemu dan saling menghibur dengan menonton gemerlap lampu kota berjam-jam. Foto yang menyentuh hati itu pun dinobatkan sebagai finalis Ocean Photography Awards. Saat hati kita sedang berduka, saat itu pula penghiburan dari Tuhan berlimpah-limpah, sebagaimana yang Paulus alami dalam pelayanan pemberitaan Injilnya yang tak luput dari penderitaan. Daripada tenggelam dalam kesedihan atau keputusasaan hebat, ia memilih untuk tetap dapat memperhatikan jemaat di Korintus, karena ia menyadari bahwa di balik sengsara yang dialaminya, kekuatannya untuk tetap bergiat bagi Tuhan tidak akan habis dengan penghiburan-Nya yang begitu besar. Sering kali kita tidak lagi mempunyai waktu untuk peduli terhadap orang lain karena merasa bahwa masalah kita sehari-hari sudah "menggunung". Sesungguhnya, kalau kita melibatkan Tuhan setiap waktu dalam hidup kita, dalam kesesakan sekalipun Dia dapat memakai kita untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan dan hidup kita pun akan semakin diberkati. Hari ini bukanlah saatnya untuk meratapi penderitaan yang sudah lama mendera kita, melainkan inilah saatnya untuk melupakan yang di belakang untuk melangkah maju bersama Tuhan yang selalu mengasihi kita sehingga "pintu-pintu" berkat-Nya akan terbuka dan kita dapat juga menjadi kesaksian hidup yang dipakai oleh-Nya untuk menuntun orang lain pada jalan-Nya yang penuh damai sejahtera. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk peduli pada penderitaan orang lain walaupun diriku masih mengalami permasalahan. Aku percaya, saat aku peduli pada orang lain, maka kasih karunia-Mu melimpah atasku, sehingga aku pun dapat mendapatkan jalan keluar dari permasalahan yang aku alami saat ini. Amin. (Dod).
Bismillah,262. AGAR TERASA SEPERTI DI TAMAN SURGAKajian WanitaKitab Al-Wabilush ShayyibDalam Sunan at-Tirmidzi, dari Anas Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ""Jika kalian melewati taman Surga, maka singgahlah kalian." Para Shahabat bertanya, "Apa taman Surga itu?" Beliau men-jawab, "Halaqah-halagah (majelis) dzikir."
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Tania MCFSM dan Sr Dominika MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 9b-14; Mazmur tg 86: 1-2.3-4.5-6; Lukas 5: 27-32.PUASA BERBUAHPEMBAHARUAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Puasa BerbuahPembaharuan. Kemarin kita diterangi dalam renungan bahwa puasa kita di dalammasa Pra Paskah ini dilakukan melalui beramal dan berdoa. Ini merupakancara-cara kita berpuasa. Lalu hal berikut yang amat penting ialah buah atauhasil melakukan puasa. Apakah yang didapatkan setelah melakukan puasa? Hari inikita merenungkan bahwa dengan berpuasa orang mendapatkan pembaharuan hidup. Nabi Yesaya mengatakan bahwa orang yang berhentimenyusahkan dan menyakiti sesamanya, lalu berbalik untuk berbuat baik danberamal kasih kepada sesamanya itu, pembaharuan yang ia peroleh adalah TuhanAllah berkenan kepadanya. Tuhan akan menuntunnya senantiasa. Tuhan akanmemuaskan semua kepentingannya untuk menjadi bahagia dan selamat di dalamkehidupannya. Pembaharuan ini berkaitan dengan kehidupan rohaninya yangberkembang, di mana hubungannya dengan Tuhan ialah dalam satu keterikatan yangmenyatu. Dasarnya ialah karena ia melakukan semua perbuatan Tuhan sendiri. Yang digambarkan oleh Yesaya ini terungkap dengan sangatjelas dalam pengalaman orang-orang yang mengalami sendiri hidup dan bekerjabersama Yesus Kristus. Kita semua yang berada di dalam Gereja saat ini jugadalam situasi yang berbeda-beda memiliki pengalaman ini, terlebih-lebih selamamasa Pra Paskah, kita ingin memantapkan dan memperkuat hubungan kita denganTuhan untuk semakin menyatu dengan-Nya. Syaratnya ialah bertahan dalam iman dankesetiaan menjadi murid-murid Tuhan yang baik seperti para rasul. Pembaharuan hidup yang dampaknya kuat bagi diri seseorangatau dalam suatu kebersamaan dengan orang lain ialah pertobatan. Tandanya ialahorang meninggalkan hidup yang lama dalam kegelapan dosa dan memilih hidup barudi dalam Tuhan. Melalui berpuasa, yaitu pengalaman berjumpa dan hidup bersamadengan Tuhan, kekuatan pengaruh-Nya dapat mengubah jalan hidup seseorang.Pengalaman ini ditunjukkan oleh Lewi, si pemungut cukai yang bertemu denganYesus dan selanjutnya mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Si pemungutcukai ini kemudian menjadi salah satu dari ke-12 rasul Yesus. Jika puasa dalam masa Pra Paskah ini belum menunjukkantanda-tanda akan ada pertobatan di dalam diri Anda dan keluarga atau kelompokAnda, memasuki minggu pertama Pra Paskah kiranya dapat dibuatkan suatuperencanaan dalam menata kehidupan baik pribadi maupun bersama. Perencanaan itumesti dapat dikonkretkan untuk suatu pertobatan yang kemudian diwujudkan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha rahim,terangi perjalanan hidup kami pribadi dan bersama di dalam masa Pra Paskah ini,sehingga kami berjalan di dalam terang untuk pertobatan kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Hello Listeners!Dalam video review FnB kita kali ini, Dewi dan Lusi akan membahas dan mencicipi langsung menu snack yang sedang ramai jadi pilihan nongkrong yaitu “HAUS! Snack Tray”.Dewi dan Lusi akan mengulas mulai dari isi snack tray, rasa dari setiap menunya, porsi yang didapatkan, hingga apakah harganya worth it untuk dinikmati bersama teman atau keluarga.Untuk lebih lengkapnya yuk dengarkan langsung di Channel Podcast Bingkai Suara Season 8 di Spotify dan Apple Podcast, juga Channel YouTube Bingkai Karya. Untuk update berita di Bingkai Karya kamu bisa kunjungi website kita di www.bingkaikarya.comDisclaimer:Konten review ini bukan hasil endorsement atau kerja sama berbayar dengan pihak manapun. Semua opini yang disampaikan sepenuhnya berdasarkan pengalaman pribadi dan penilaian objektif kami.Kami selalu berusaha memberikan ulasan yang jujur dan transparan untuk membantu audiens mendapatkan informasi yang akurat. Jika ada perbedaan pengalaman, itu bisa terjadi karena preferensi dan kondisi masing-masing individu.Terima kasih sudah menonton dan mendukung! #HonestReview
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Yolastri MCFSM dan Sr Francesca MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Yosef Ampa di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Yoel 2: 12-18; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.12-13.14.17; 2 Korintus 5: 20 - 6: 2; Matius 6: 1-6.16-18.KEHIDUPAN ROHANI STANDAR Renungan kita pada hari Rabu Abu ini bertema: KehidupanRohani Standar. Ada banyak sekali perubahan gaya hidup dalam keluarga-keluargakita sebagai bagian darikemajuan teknologi dan komunikasi. Keluarga Stevanus dan Melania bersama tiga anak mereka yang sudah bekerja di tempat-tempat yangberbeda, memaksimalkan komunikasi di antara mereka melalui media wa groupkeluarga. Didalam sebuah pesan wa yang dibagikan ke teman-temannya, Stevanus berkata bahwakehidupan rohani keluarganya mempunyai standar Kristiani yang sesungguhnya, khususnya saat-saat rutin untuk berdoabersama dalam keluarga, informasidiberitahukan melalui wa group keluarga itu. Tradisi dan agama Yahudi mewariskan suatu kehidupan rohanistandar yang kemudian Yesus juga mengajarkan itu kepada kita. Kerohanianstandar itu mencakup tiga perbuatan dasar yang diwajibkan, yaitu berpuasa,berdoa, dan beramal kasih. Orang Yahudi mewajibkan ini kepada setiap umatnya.Jika ketiganya dilakukan dengan teratur dan baik, seseorang dipandang beragamadengan baik dan diberkati Allah. Yesus juga membuat tiga unsur ini menjadi kekhasan para pengikut-Nya. Merekawajib berdoa, berpuasa dan berbuat kasih. Namun ada perbedaan mencolok antara kerohanian standaryang diajarkan oleh Yesus dan yang dijalankan oleh orang-orang Yahudi, terutamamenurut para pemuka agama dan kaum Farisi. Perbedaannya ialah terkait denganmotivasi atau maksud. Bagi Yesus dan yang selalu Ia tegaskan kepada kita,motivasi berdoa, berpuasa atau bermati raga, dan beramal kasih ialah untukmenjalin relasi dengan Allah. Ini benar-benar sebuah urusan rohani, urusanhati, dan kegiatan iman kepada Tuhan. Kitab nabi Yoel dalam bacaan pertama menekankansebuah pembaharuan hati, dan bukan urusan luar seperti pakaian yang dikoyakkandan aneka atribut luar lainnya yang melekat pada tubuh dan lingkungan hidupkita. Hal ini menegaskan kalau hidup rohani Yahudi sangatbertentangan dengan yang diajarkan oleh Yesus. Kerohanian mereka bukan untukTuhan tetapi untuk mendapatkan pujian orang-orang lain bahwa mereka orang sucidan baik. Upahnya sudah mereka dapatkan dengan penampilan itu, sementara Tuhantidak memberikan berkat-Nya kepada mereka. Yesus menegaskan supaya kita tidakmengikuti standar luar seperti itu. Standar kita ialah di dalam hati yanglangsung mempunyai relasi dengan Tuhan. Setiap kali melakukan ketiga kesalehanini dengan benar, itu adalah saat seseorang mengalami tanda keselamatan dariTuhan, demikian kata Santo Paulus dalam bacaan kedua hari ini. Ini adalah semangat Rabu Abu yang kita semua rayakan padahari ini untuk mengawali masa Pra Paskah kita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Allah,semoga dengan hari Rabu Abu ini kami dipenuhi semangat baru untuk memulaiproses pembaharuan diri di dalam masa Pra Paskah ini. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...
Bismillah,261. TENANG BUN, ALLAH ﷻ LEBIH CEPAT MENGHARGAI LELAHMUKajian WanitaKitab Al-Wabilush ShayyibDalam ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim), dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits qudsi: أنا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بي، وأنا معهُ إذا ذَكَرَنِي، فإنْ ذَكَرَنِي في نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي، وإنْ ذَكَرَنِي في مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ في مَلَإٍ خَيْرٍ منهمْ، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ بشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ ذِراعًا، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ ذِراعًا تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ باعًا، وإنْ أتانِي يَمْشِي أتَيْتُهُ هَرْوَلَةً"Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil."
Selama berabad-abad, rumus ekonomi dunia itu sederhana tapi merusak: jika ingin ekonomi panas membara, cerobong asap juga harus mengepul hitam. Pertumbuhan ekonomi selalu dibayar dengan pemanasan global. Namun, paradigma usang itu kini sedang dibalik total. Mendinginkan bumi bukan lagi beban biaya, melainkan peluang bisnis raksasa. Inilah era di mana "hijau" bukan sekadar warna daun, tapi warna uang dolar yang mengalir deras ke kantong mereka yang peduli lingkungan. Mekanismenya ada pada transformasi nilai. Hutan yang dulu hanya bernilai saat ditebang menjadi kayu, kini justru bernilai mahal saat dibiarkan berdiri tegak menyerap karbon. Teknologi yang dulu mahal seperti panel surya dan mobil listrik, kini menjadi primadona pasar saham. Melalui perdagangan karbon, perusahaan yang berhasil menurunkan suhu bumi mendapatkan insentif finansial yang nyata. Mereka "menjual" dinginnya bumi kepada industri yang masih "panas", menciptakan siklus ekonomi baru yang saling menguntungkan. Indonesia berdiri di garis depan peluang ini. Kita punya modal alam yang dicari seluruh dunia: hutan tropis, mangrove, dan lahan gambut. Jika kita cerdas mengelolanya, kita tidak perlu memilih antara lingkungan atau kemajuan. Kita bisa mendapatkan keduanya. Dengan regulasi yang tepat dan teknologi yang mumpuni, kita bisa menjadi super power baru. Mendinginkan suhu bumi untuk anak cucu, sambil menghangatkan mesin ekonomi rakyat hari ini.
Sekarang, mari kita bicara tentang organisasi (perusahaan, komunitas, atau negara). Dalam pandangan Michio Kaku, organisasi mirip dengan sistem kuantum makroskopik. Sebuah organisasi yang baru lahir seperti gas yang panas dan kacau. Partikel-partikelnya (para pendiri, karyawan) bergerak acak. Ulang tahun organisasi menandakan bahwa sistem ini telah mendingin dan mencapai "Fase Transisi". Organisasi yang sukses seperti sinar Laser. Dalam bola lampu biasa, foton (cahaya) bergerak acak dan tidak teratur (incoherent). Tapi dalam laser, semua foton berbaris dan bergetar dalam harmoni yang sempurna (coherent). Ulang tahun organisasi adalah perayaan "Koherensi". Ini adalah momen untuk merefleksikan: Apakah visi kita masih selaras? Apakah "fungsi gelombang" kolektif kita masih bergetar pada frekuensi yang sama menuju masa depan? Dalam buku Visions, Kaku membahas bagaimana kita sedang beralih dari peradaban Tipe 0 menuju Tipe 1 (peradaban planeter). Organisasi yang merayakan ulang tahunnya di abad ke-21 harus bertanya: Apakah kita siap menghadapi revolusi ini? Organisasi adalah entitas yang memproses informasi. Jika manusia memproses energi biologis, organisasi memproses energi intelektual. Semakin tua sebuah organisasi, semakin besar tantangannya untuk tidak menjadi "dinosaurus" yang punah karena gagal beradaptasi dengan revolusi komputer, biomolekuler, dan kuantum yang sedang terjadi.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PENYEMBUHAN DUA TAHAPDiambil dari: Markus 8:23–25 (TB)“Sesudah Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, Ia bertanya kepadanya: ‘Sudahkah kaulihat sesuatu?' Orang itu memandang ke depan, katanya: ‘Aku melihat orang-orang, sebab melihat mereka seperti pohon-pohon yang berjalan.' Kemudian Yesus meletakkan lagi tangan-Nya atas mata orang itu, dan orang itu sungguh-sungguh melihat.”Wonder Kids, hari ini kita membaca kisah penyembuhan yang unik. Biasanya, ketika Yesus menyembuhkan orang, kesembuhan terjadi langsung. Orang sakit langsung sembuh. Orang lumpuh langsung berjalan. Orang buta langsung melihat. Tetapi kisah orang buta dari Betsaida ini berbeda. Yesus menyembuhkannya dalam dua tahap.Pertama, orang itu mulai melihat, tetapi belum jelas. Ia berkata bahwa orang-orang terlihat seperti pohon yang berjalan. Lalu Yesus menyentuhnya sekali lagi. Baru setelah itu, penglihatannya pulih sepenuhnya, dan ia bisa melihat dengan jelas.Dari kisah ini kita belajar sesuatu yang penting: ketika kita berdoa kepada Tuhan, jawaban Tuhan tidak selalu datang langsung. Kadang Tuhan bekerja perlahan. Kadang kita perlu datang lagi kepada Yesus, berdoa lagi, percaya lagi, dan tetap berharap. Tuhan tidak sedang menolak kita. Ia sedang membentuk iman kita. Untuk kebutuhan jasmani, dan terutama untuk kebutuhan rohani, kita perlu terus datang kepada Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika kamu sedang menunggu jawaban Tuhan, jangan menyerah. Terus datang kepada Yesus dan percaya pada waktu-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, ajar aku untuk tetap percaya kepada-Mu, meskipun jawabannya tidak langsung aku terima. Aku mau terus datang kepada-Mu. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan selalu bekerja, meskipun prosesnya bertahap. Tuhan Yesus memberkati.
Bismillah,260. SEBUAH PELAJARAN DARI KEHIDUPAN KHADIJAHKajian WanitaKitab Al-Wabilush ShayyibDalam ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim), dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits qudsi: أنا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بي، وأنا معهُ إذا ذَكَرَنِي، فإنْ ذَكَرَنِي في نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي، وإنْ ذَكَرَنِي في مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ في مَلَإٍ خَيْرٍ منهمْ، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ بشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ ذِراعًا، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ ذِراعًا تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ باعًا، وإنْ أتانِي يَمْشِي أتَيْتُهُ هَرْوَلَةً"Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil."
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ORANG TULI DAN BISUDiambil dari: Markus 7:33–35 (TB)“Lalu Ia menengadah ke langit dan menarik napas, serta berkata kepadanya: ‘Efata!' artinya: Terbukalah! Maka terbukalah telinganya, dan terlepaslah ikatan lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang Yesus yang menyembuhkan orang tuli dan bisu. Yesus menyembuhkan banyak orang selama pelayanan-Nya. Tetapi hanya Injil Markus yang mencatat kisah khusus tentang seorang yang tuli dan tidak dapat berbicara di daerah Dekapolis.Yesus melakukan sesuatu yang terlihat aneh. Ia menyentuh telinga orang itu, menyentuh lidahnya, menengadah ke langit, lalu berkata, “Efata!” yang artinya, “Terbukalah!” Dan saat itu juga, telinganya terbuka, lidahnya terlepas, dan orang itu bisa berbicara dengan jelas.Mukjizat ini bukan hanya menunjukkan kuasa Yesus, tetapi juga menggenapi nubuat dalam kitab Yesaya: “Pada waktu itu telinga orang tuli akan dibuka… dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.” (Yesaya 35:5–6). Artinya, Yesus bukan sekadar menyembuhkan. Ia sedang menunjukkan bahwa Dialah Mesias yang dijanjikan Allah.Sekarang Yesus memang tidak lagi menyentuh orang seperti dulu, tetapi kuasa-Nya tetap sama. Ia masih mendengar doa, masih sanggup menolong, dan masih bekerja dengan cara-Nya sendiri. Kadang cara Tuhan terasa aneh atau tidak kita mengerti, tetapi kita bisa percaya sepenuhnya kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika kamu sedang berdoa dan belum melihat jawaban, ingatlah bahwa Tuhan tetap bekerja, meskipun caranya berbeda dari yang kamu bayangkan.Mari kita berdoa: Tuhan, ketika aku membutuhkan pertolongan, ajar aku untuk percaya kepada-Mu, meskipun cara-Mu terlihat aneh bagiku. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tetap berkuasa dan layak dipercaya, apa pun cara-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah BENIH YANG BERTUMBUHDiambil dari: Markus 4:28 (TB)“Dengan sendirinya tanah itu mengeluarkan hasil: mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.”Wonder Kids, hari ini Yesus menceritakan perumpamaan tentang benih yang bertumbuh. Seorang petani menanam benih di tanah. Setiap hari, petani itu tidur dan bangun. Benih itu bertumbuh sedikit demi sedikit. Yang menarik, petani itu tidak tahu bagaimana benih itu bisa tumbuh. Benih itu tumbuh dengan sendirinya. Pertama muncul tangkai, lalu bulir, dan akhirnya bulir yang penuh berisi.Petani bisa menanam benih, tetapi ia tidak bisa memaksa benih itu tumbuh lebih cepat. Yesus mengajarkan bahwa kerajaan Allah bekerja seperti itu. Kita bisa menanam—belajar firman Tuhan, berdoa, berbuat baik— tetapi Tuhanlah yang membuat kita bertumbuh.Alkitab juga berkata: “Bukan yang menanam atau yang menyiram yang penting, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” (1 Korintus 3:7)Kadang kita ingin semuanya terjadi cepat. Kita ingin segera berubah, ingin segera bisa, ingin segera melihat hasil. Tetapi Tuhan bekerja sesuai waktu-Nya, bukan waktu kita. Bagian kita adalah percaya dan sabar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika ada hal yang terasa lama atau sulit, ingatlah bahwa Tuhan sedang bekerja, meskipun kita belum melihat hasilnya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau membuat aku bertumbuh. Tolong aku belajar sabar dan percaya pada waktu-Mu. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan membuat kita bertumbuh sedikit demi sedikit, tepat pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sekolah spiritual dan sosial. Di bulan ini, kita belajar mengendalikan diri, membersihkan hati, dan memperkuat kesabaran. Rasa lapar mengajarkan empati, sementara ibadah dan berbagi menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Jika dijalani dengan kesadaran, Ramadhan membentuk pribadi yang lebih peduli, jujur, dan manusiawi—bukan hanya selama sebulan, tetapi sepanjang hidup.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh para Suster MCFSM dari Komunitas Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 11: 29-32; 12: 19; Mazmur tg 81: 10-11ab.12-13.14-15; Markus 7: 31-37.SEMAKIN KUATUNTUK PERSEKUTUAN Renungan kita pada hari ini bertema: Semakin Kuat UntukPersekutuan. Menurut keyakinan iman kita, persekutuan merupakan awal mulasegala sesuatu. Ayat-ayat pertama kitab suci, khususnya kitab Kejadian danInjil Yohanes menjelaskan bahwa persatuan atau persekutuan adalah hakikat TuhanAllah. Persatuan lebih dahulu ada sebelum kejatuhan manusia pertama ke dalamdosa yang menyebabkan perpecahan dan pemisahan antara yang kebaikan dankejahatan, rahmat dan dosa. Di dunia ini, di mana pun terjadi semakin kuat pemisahandan ketegangan yang mengancam persekutuan hidup, Tuhan juga tampak semakin kuatdalam kuasa-Nya membangun kembali persekutuan. Ia perbuat itu dalam diri dankarya Yesus Kristus. Yang diperbuat oleh Yesus Kristus supaya persekutuan itusemakin kuat ialah dengan membaharui tatanan atau pola hidup iman yang sudahterlanjur lemah. Ia membuka segala kemungkinan bagi mereka yang belum mengenalTuhan supaya menjadi percaya. Penyembuhan kepada seorang yang sekaligus tuli dan gagapmerupakan satu tindakan yang memperlihatkan kalau iman itu sangat bergantungpada kemampuan kita untuk mendengar dan berbicara. Yesus pernah berkhotbah dikotanya di Kapernaum bahwa iman itu terjadi pada saat orang mendengarkan firmanyang diwartakan. Mendengar ialah pintu masuk untuk iman, karena melaluinyaorang membukakan diri untuk memperhatikan dan menaruh ketaatannya. Darimendengar ini, kemampuan selanjutnya yang dituntut ialah berbicara sebagaiwujud bersyukur, merayakan iman itu, dan mewartakannya. Jika iman kita dipandang atau kita sendiri menganggapnyalemah, antara lain dapat diuji kemampuan kita dalam mendengar dan menjadi kabargembira bagi sesama. Kalau tanda-tandanya ialah kita malas bahkan tidak pernahmendengar dengan baik, ditambah dengan tidak berbicara dalam kebenaran firmanAllah itu, berarti iman kita sedang dalam krisis yang serius. Yang lebih parahialah bersikap benci dan menolak untuk mendengar dan berbicara tentang Tuhan.Jadi Yesus juga melakukan tindakan serius dengan harus berbuat sesuatu,memisahkan sedikit kita dari orang banyak lalu mencungkil halangan yangmenghambat kita mendengar dan berbicara tentang iman kita. Tuhan tetap membuka jalan dan segala kemungkinan bagimereka yang ingin mengetahui dan mengimani-Nya. Pekerjaan ini dilakukan melaluiGereja, khususnya melalui kita yang sudah beriman. Caranya ialah memakai duakemampuan yang ada, mendengar dan berbicara. Kiranya kita mengusahakan supayaorang-orang dapat mendengar Tuhan yang berbicara secara pribadi kepada mereka,dan dapat berbicara tentang Tuhan di dalam hidupnya yang nyata. Ini adalahcara-cara untuk memperkuat persekutuan di antara kita orang-orang beriman.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa,semoga kami selalu menjadi saluran yang benar dan berguna bagi saudara-saudarikami yang ingin mengenal Dikau dengan lebih dekat dan jelas. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 12 Februari 2026Bacaan: "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi." (Matius 7:1)Renungan: Suatu hari, di kereta api ada seorang anak gadis duduk di samping ibunya. Di dalam kereta, gadis itu memandang keluar jendela, dan tak henti-hentinya menyebut hal-hal yang ia lihat di sepanjang perjalanan dengan antusias. "Ma lihat, pohon-pohon itu. Wah, sawahnya benar-benar bagus ! Sungainya indah!" Di depan mereka duduk sepasang anak muda. Keduanya melihatnya dengan tatapan heran. Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya, kelakuan anak gadis itu tampak begitu kekanak-kanakan dan berlebihan. Karena gadis tersebut terus saja menyebut hal-hal yang ia lihat, akhirnya salah satu dari anak muda itu mulai tidak tahan dan mengeluh kepada sang ibu. "Kenapa sih anak ibu lebay, sekali ? Masak, sungai, pohon, saja dibilang bagus? Norak! Kayak ga pernah lihat aja sebelumnya!" Si anak terdiam. Ibunya langsung menjawab, "Ya, anak saya ini memang sudah lama sekali tidak melihat hal-hal seperti ini. Beberapa tahun ini, matanya mengalami kebutaan, dan baru hari ini, setelah dioperasi seminggu yang lalu, penglihatannya kembali normal." Berapa banyak dari kita yang tanpa sadar juga bersikap demikian? Ketika melihat ada teman yang begitu bersemangat karena doanya dijawab, mungkin ada yang menilai bahwa ia berlebihan. Padahal, orang tidak tahu, berapa lama ia sudah menanti untuk jawaban doa itu. Saat pemilik Facebook, Mark Zuckerberg menikah dengan wanita yang parasnya biasa saja, banyak orang menilai bahwa pilihannya kurang tepat. Padahal, mereka tidak tahu dengan keadaan yang sebenarnya. Ya, orang hanya bisa menilai dari luar, cuma memerhatikan yang di permukaan saja. Mari kita belajar untuk tidak cepat menghakimi. Apa yang kita nilai benar, baik, salah, keliru atau tidak baik kadang-kadang faktanya tidak seperti yang kita pikirkan. Oleh sebab itu, berhati-hatilah sebelum bicara. Pikirkan dulu sebelum berucap dan menilai. Jika kita melakukannya, maka kita tidak akan menyinggung perasaan orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar tidak mudah menghakimi orang lain, karena apa yang kupikirkan belum tentu sama dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SIAPAKAH MARKUS?Diambil dari: Kisah Para Rasul 12:11–12 (TB)“Setelah sadar akan hal itu, pergilah ia ke rumah Maria, ibu dari Yohanes yang disebut juga Markus, di mana banyak orang berkumpul dan berdoa.”Wonder Kids, hari ini kita berkenalan dengan seseorang bernama Markus. Markus adalah penulis Injil Markus, Injil kedua dalam Alkitab. Menariknya, Markus bukan salah satu dari dua belas murid Yesus.Nama Markus sering muncul dalam Perjanjian Baru. Ia adalah anak dari Maria, seorang wanita yang rumahnya sering dipakai sebagai tempat berkumpul dan berdoa orang-orang Kristen. Ketika Petrus dilepaskan dari penjara secara ajaib, ia langsung pergi ke rumah Maria, ibu Markus.Markus juga ikut melayani bersama Barnabas dan Paulus. Namun, dalam perjalanan misi pertama, Markus sempat meninggalkan Paulus. Hal itu membuat Paulus kecewa dan tidak mau mengajak Markus lagi. Tetapi cerita Markus tidak berhenti di sana. Beberapa tahun kemudian, Markus melayani bersama Petrus. Bahkan, Markus menulis Injilnya berdasarkan kesaksian Petrus tentang Yesus.Injil Markus kemungkinan ditulis untuk orang-orang Roma yang bukan orang Yahudi. Itulah sebabnya Injil Markus ditulis dengan singkat, cepat, dan penuh tindakan. Hal yang paling luar biasa dari Markus bukan hanya apa yang ia tulis, tetapi apa yang Tuhan lakukan melalui hidupnya. Markus pernah gagal, tetapi Tuhan tetap memakainya dengan luar biasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika kamu pernah melakukan kesalahan, ingatlah Markus.Tuhan tidak menyerah padamu, dan Dia masih bisa memakai hidupmu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak berhenti mengasihi aku ketika aku gagal. Tolong aku mau belajar dan dipakai oleh-Mu. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan bisa memakai siapa pun yang mau kembali dan taat kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa status BPJS PBI-JKN yang dibatalkan akan otomatis diaktifkan kembali secara tersentral dari pusat. Pemerintah juga memastikan bahwa prioritas utama untuk BPJS PBI akan diberikan kepada pasien dengan penyakit katastropik seperti cuci darah, kemoterapi, dan talasemia. Selama tiga bulan ke depan, Dinas Sosial, BPJS, dan pemerintah daerah akan melakukan validasi data secara ketat. Jika ditemukan warga yang tidak layak, status PBI akan dialihkan kepada yang lebih berhak.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 10 Februari 2026Bacaan: "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah." (1 Petrus 4:2)Renungan: Suatu ketika seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana ia bertemu seorang prajurit yang tak akan pernah dilupakannya, bernama Harry. Harry yang dikirim untuk menjemput profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh. Kemudian ia juga menolong orang yang tersesat dan menunjukan arah jalan yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor dengan senyumnya menghiasi wajahnya. "Darimana kamu belajar hal-hal seperti itu ?" tanya sang profesor. "Oh," jawab Harry. "Selama perang, saya kira." Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga saat tugasnya membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. "Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah," katanya. "Saya tak pernah tahu apakah langkah selanjutnya merupakan pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan saat mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan anugerah dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini." Jika kita bisa bangun pagi hari ini tanpa kekurangan suatu apa pun yang baik, itu semua merupakan sebuah anugerah dan kesempatan berharga yang Tuhan berikan. Oleh karena itu sudah seharusnya kita memanfaatkan hari ini, dengan menggunakannya untuk melakukan hal-hal yang positif, yang Allah kehendaki. Berhentilah beranggapan bahwa keberadaan kita hanya sebuah hal yang biasa. Tidak. Jika Tuhan memberi nafas hidup yang baru, berarti ada hal baru pula yang ingin Dia beri, harapan, iman yang baru, terobosan yang baru dan masih banyak lagi hal-hal besar yang mau Dia nyatakan bagi karir dan kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan belaskasih-Mu, sehingga hatiku pun mudah tergerak untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Amin. (Dod).
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PEKERJA KEBUN ANGGURDiambil dari: Matius 20:1 (TB)“Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar untuk mempekerjakan pekerja-pekerja bagi kebun anggurnya.”Wonder Kids, Pada zaman Yesus, banyak orang bekerja di kebun anggur. Biasanya, seseorang yang bekerja seharian penuh akan dibayar satu dinar, yaitu upah yang cukup untuk hidup sehari. Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang seorang pemilik kebun anggur. Ia mempekerjakan beberapa orang pagi-pagi sekali. Lalu beberapa jam kemudian, ia mempekerjakan orang lain lagi. Bahkan menjelang sore, ia masih mempekerjakan pekerja baru.Saat hari kerja selesai, semua pekerja itu dibayar dengan upah yang sama. Pekerja yang bekerja sejak pagi menjadi marah. Mereka merasa itu tidak adil. Tetapi pemilik kebun berkata, “Aku tidak berbuat salah kepadamu. Bukankah kita sudah sepakat? Aku berhak bermurah hati.”Melalui cerita ini, Yesus mengajarkan bahwa kasih karunia Tuhan bukan soal siapa yang paling lama bekerja. Keselamatan adalah pemberian Tuhan, bukan upah karena usaha kita.Tuhan selalu adil, tetapi Ia juga sangat murah hati. Tidak ada satu pun dari kita yang pantas menerima kasih Tuhan—tetapi Ia memberikannya dengan sukacita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika kamu melihat teman mendapat sesuatu yang lebih dulu atau lebih banyak, latih hatimu untuk bersyukur dan percaya bahwa Tuhan juga mengasihimu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu baik dan murah hati. Tolong aku untuk tidak iri hati, tetapi belajar bersyukur atas setiap kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Kasih Tuhan bukan soal adil atau tidak—kasih Tuhan selalu lebih besar dari yang kita pantas terima. Tuhan Yesus memberkati.
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 9 Februari 2026Bacaan: "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:21)Renungan: Suatu hari, ada dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Bahkan sepanjang melayani, wajahnya terlihat cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Namun orang kedua tetap santai, tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Bahkan ketika membayar dan hendak pergi dari sana, ia bersikap sopan kepada penjual itu. Di sebuah kafe, orang pertama berkata kepada sahabatnya, "Saya tidak habis pikir, mengapa kamu masih bisa bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan tadi itu." Sahabatnya menjawab, "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain." "Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali," bantah orang pertama yang masih merasa jengkel. "Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, toh itu tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri." Seringkali orang memang terpengaruh oleh sesamanya. Jika mereka baik, kita akan berbuat sebaliknya. Kalau orang-orang menghargai kita, kita akan dengan senang hati menghargai mereka juga. Namun jika orang berlaku buruk, kurang ramah, ketus dalam bicara, tidak sopan, kita pun cenderung melakukan hal yang sama. Tanpa sadar orang jadi ikut-ikutan kesal, tidak terima, dan seterusnya. Bila ini terjadi, berarti kita sudah membiarkan diri dikontrol orang. Mari kita belajar bertanggung jawab atas diri sendiri. Kita bersikap sopan, bukan karena orang layak menerimanya, bukan karena mereka sudah melakukan kebaikan pada kita, akan tetapi kita melakukannya karena kita adalah orang-orang yang baik, santun dan terhormat, yang tetap sopan sekalipun diperlakukan arogan. Pastikan perilaku buruk orang sekitar tidak memengaruhi kualitas kerja dan keberadaan diri kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa Roh-Mu, sehingga walau pun banyak orang mengecewakanku, hatiku tetap tenang karena Engkau telah menguasaiku. Amin. (Dod).
Bismillah,259. ALLAH ﷻ TIDAK MUNGKIN MENAKDIRKAN SIA-SIAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibDalam ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim), dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits qudsi: أنا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بي، وأنا معهُ إذا ذَكَرَنِي، فإنْ ذَكَرَنِي في نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي، وإنْ ذَكَرَنِي في مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ في مَلَإٍ خَيْرٍ منهمْ، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ بشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ ذِراعًا، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ ذِراعًا تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ باعًا، وإنْ أتانِي يَمْشِي أتَيْتُهُ هَرْوَلَةً"Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil."
Bismillah,258. INGATLAH ALLAH ﷻ KETIKA BERSAMA TEMAN-TEMANMUKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibDalam ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim), dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits qudsi: أنا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بي، وأنا معهُ إذا ذَكَرَنِي، فإنْ ذَكَرَنِي في نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي، وإنْ ذَكَرَنِي في مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ في مَلَإٍ خَيْرٍ منهمْ، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ بشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ ذِراعًا، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ ذِراعًا تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ باعًا، وإنْ أتانِي يَمْشِي أتَيْتُهُ هَرْوَلَةً"Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil."
MA divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jombang, Jawa Timur, pada 5 Agustus 2025. Ia dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak atas tuduhan kekerasan terhadap anak hingga meninggal.Padahal, tak ada sama sekali niat perempuan itu membunuh anaknya, meski kehamilan itu tak diinginkannya. Saat berusia 18 tahun, MA diperkosa laki-laki berinisial J-O hingga hamil.Kuasa hukum sekaligus Direktur Woman's Crisis Center (WCC) Jombang, Ana Abdillah, berpendapat kasus MA semestinya tidak berlanjut sampai proses pemidanaan. Sebab, jangankan menyelamatkan bayi, menyelamatkan dirinya saja MA tidak mampu. Ia menjalani proses persalinan seorang diri, dalam keadaan bingung dan takut.Dari balik jeruji, ia menulis kronologis peristiwa yang dialami. Kisahnya bisa Anda dengarkan di SAGA KBR pada platform YouTube melalui link:https://s.id/KorbanPemerkosaanDipenjaraCerita ini memuat deskripsi kekerasan seksual dan peristiwa yang bisa memicu trauma. Jika kamu mengalami krisis emosional, jangan ragu untuk bercerita dan mengakses layanan konseling terdekat.Tim Editorial: Sindu, Malika, WahyuAudio Designer: Bintang ElianSuara MA: Astri SeptianiJika cerita ini penting, dukung SAGA dengan membagikan cerita ini kepada yang lain. Terima kasih telah mendukung SAGA menghadirkan jurnalisme naratif yang mendalam dan manusiawi.SAGA adalah first person story audio-dokumenter berbasis jurnalisme, mengajak kamu melampaui headline dan merasakan langsung pengalaman nyata manusia dalam sebuah peristiwa.
Bismillah,257. BERDZIKIR DALAM DIRI | KAJIAN WANITA Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibDalam ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim), dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits qudsi: أنا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بي، وأنا معهُ إذا ذَكَرَنِي، فإنْ ذَكَرَنِي في نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي، وإنْ ذَكَرَنِي في مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ في مَلَإٍ خَيْرٍ منهمْ، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ بشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ ذِراعًا، وإنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ ذِراعًا تَقَرَّبْتُ إلَيْهِ باعًا، وإنْ أتانِي يَمْشِي أتَيْتُهُ هَرْوَلَةً"Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil."
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?" (2 Samuel 16:10) Renungan: Truk sampah adalah truk yang digunakan untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat sampah di pinggiran jalan raya menuju Tempat Pembuangan Akhir. Truk sampah selalu menebarkan aroma tak sedap di sepanjang jalan yang dia lalui. Kadang-kadang, kalau terlalu penuh dan pekerja pemungut sampahnya bekerja seenaknya, maka beberapa sampah, khususnya sampah plastik berjatuhan bahkan beterbangan ke mana-mana. Sehingga, aroma tak sedap itu tidak mudah berlalu dari tempat di mana sampah itu jatuh, sekalipun truk sampah itu sudah berlalu. Semakin penuh truk itu dengan sampah, semakin mudah sampah-sampah itu beterbangan. Kita bisa belajar sesuatu dari truk sampah. Karena diisi bahkan dipenuhi oleh sampah, maka ke manapun truk itu berada, hanya aroma tak sedap yang dia sebarkan, bahkan kadang sebagian sampah yang dia sebarkan. Di pihak lain, tidak mungkin ada orang yang mau terus menampung bau tak sedap atau menerima sampah tersebut. Demikian juga di dalam kehidupan kita, banyak orang yang hidupnya diisi bahkan dipenuhi dengan "sampah". Sehingga, ke manapun dia berada, baunya hanya bau "sampah". "Sampah-sampah" itu adalah kekuatiran, kegelisahan, kekecewaan, frustasi, kemarahan, kebencian dan dendam. "Sampah" itu tidak mungkin disembunyikan dan semakin banyak dia menampung "sampalı", maka dia semakin cepat membutuhkan tempat untuk membuangnya. Oleh sebab itu, tidak heran kalau di jalan-jalan, "sampah-sampah" itu bisa beterbangan dalam bentuk caci-maki, pertengkaran, dan perbuatan buruk lainnya. Kadang kitalah yang menjadi tempat pembuangan sampah-sampah itu. Hanya karena motor yang kita kendarai hampir menabrak mobilnya yang tiba-tiba mengambil jalur kita, dia marah dan mengeluarkan caci-maki yang sulit dihentikan. Seorang ibu pun bisa marah-marah kepada sopir angkot karena uang kembaliannya kurang lima ratus rupiah. Bahkan tanpa sebab seorang penyeberang jalan juga bisa marah-marah kepada kita sekalipun dia yang seenaknya menyeberang jalan. Tetapi, sebagaimana orang tidak mau menerima sampah, demikian juga seharusnya kita tidak perlu menerima caci-maki dan kemarahan itu di dalam hati kita. Jika kita menerimanya, maka lambat atau cepat kita juga akan membuang caci-maki dan kemarahan kepada orang lain. Dalam hal ini, Daud memberikan teladannya kepada kita. Ketika Simei mengutukinya, Daud berkata, "Biarkanlah dia dan biarkanlah ia mengutuk...." Sedangkan Abisai malah bereaksi keras, "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkan aku menyeberang dan memenggal kepalanya." Menarik sekali sikap Daud, dia, tidak menyimpan perkataan kutuk itu di dalam hatinya, tetapi dia mengharapkan sesuatu yang baik dari Tuhan untuk menggantikan perkataan kutuk tersebut. Cara seperti itu sedikit banyak menolongnya untuk sanggup melanjutkan perjalanan yang penuh perjuangan itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang mampu menolak perkataan dan tindakan yang menyakitkan dan menerima yang baik dan membangun. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 31 Januari 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2) Renungan: Ada seorang pelayan Tuhan yang bercerita bahwa seseorang yang telah banyak ia tolong selama ini, telah menjelek-jelekkan dirinya di hadapan banyak orang Hal ini disebabkan karena kekecewaan orang tersebut kepadanya yang tidak bersedia lagi membantunya di dalam mengatasi kesusahan yang ia alami. Alasannya, menurut pelayan Tuhan tersebut, orang itu tidak perlu dibantu lagi karena dia tidak pernah mau berusaha keras di dalam hidupnya, dia hanya mengharapkan bantuan orang lain. Lagi pula ia mempunyai sifat yang kurang baik. Harapan pelayan Tuhan itu adalah bisa mendidik dia untuk belajar bertanggung jawab. Karena itulah orang itu menjadi kecewa dan menjelek-jelekkan pelayan Tuhan itu di hadapan orang lain. Dia sudah tidak ingat lagi segala kebaikan yang dia terima darinya. Banyak orang seperti itu, begitu cepat melupakan kebaikan orang lain. Itu adalah suatu sifat yang tidak baik. Namun, yang lebih parah lagi adalah orang Kristen yang begitu cepat melupakan kebaikan Tuhan. Setiap kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan, walaupun kadangkala kita tidak menyadarinya. Ada kebaikan Tuhan secara khusus yang kita alami, seperti berkat materi di kala kita kekurangan, kesembuhan di kala kita sakit. Ada juga berkat Tuhan secara umum yang kita alami, seperti napas hidup dan kekuatan yang Dia beri setiap hari. Itu semua adalah kebaikan Tuhan yang tidak bisa kita lupakan. Demikian juga dengan Daud, setelah mengalami banyak kebaikan Tuhan, dia tidak melupakannya, "Pujilah TUHAN. hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!" Daud dengan gamblang menjelaskan kebaikan Tuhan yang telah dia rasakan. Daud mengakui bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahannya. Dia merasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Dia merasakan anugerah penebusan, kasih dan rahmat-Nya. Bahkan, dia merasakan bahwa Tuhan telah memampukannya untuk berbuat baik. Itulah sebabnya dia terus merasakan kekuatan yang luar biasa, baik waktu muda, maupun ketika sudah berumur senja. Daud menggambarkan dirinya seperti burung rajawali yang mengalami pembaruan. Ini berbeda dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir, khususnya yang usianya 20 tahun ke atas. Kisah pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir dan segala berkat Tuhan selanjutnya, tidak membuat mereka berpaut sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika ada masalah, dengan segera mereka melupakan semua berkat Tuhan itu. Tentu banyak kebaikan Tuhan yang juga sudah kita rasakan. Untuk itu, sudah seharusnya kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan selalu bersyukur dan memuji nama-Nya, ketika dalam keadaan senang maupun ketika dalam keadaan susah. Jika kebaikan orang lain saja tidak boleh kita lupakan, masakan kebaikan Tuhan akan kita lupakan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, dalam keadaan susah maupun senang, ajarilah aku untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin. (Dod).
Aliansi Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) menegaskan akan mengawal implementasi kebijakan Kementerian Perhubungan terkait jasa angkutan di perairan dan perlindungan hak pekerja pelabuhan. Jika dalam pelaksanaannya terdapat penyimpangan, serikat TKBM mengancam akan melakukan aksi nasional hingga mogok kerja di seluruh pelabuhan Indonesia. Sebelumnya, Aliansi Serikat Pekerja dan Koperasi TKBM se-Indonesia mengapresiasi respons positif Kementerian Perhubungan, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Ketenagakerjaan terhadap tuntutan yang disampaikan pada Desember 2025. Ketua Aliansi Serikat Pekerja TKBM, Jusuf Rizal, menyebutkan adanya diskriminasi dalam penyerapan tenaga kerja pelabuhan, meskipun pekerja telah menjalani sertifikasi dan peningkatan kompetensi. Aliansi TKBM juga menilai implementasi kebijakan seringkali tidak konsisten di lapangan, terutama oleh kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan. Oleh karena itu, mereka akan melakukan konsolidasi nasional untuk menjaga hak dan ruang kerja pekerja pelabuhan.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 24 Januari 2026Bacaan: "Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku." (Bilangan 14:29) Renungan: Bersungut-sungut adalah hal yang sering dilakukan oleh setiap orang. Jika keadaan yang kita alami tidak sesuai dengan harapan, maka kita akan cenderung bersungut-sungut atau mengomel. Sungut-sungut yang demikian sebenarnya tidaklah ada artinya. Sungut-sungut dan omelan hanya menimbulkan hal-hal yang negatif dalam hidup kita. Ada beberapa efek negatif jika kita selalu bersungut-sungut. Pertama, sungut-sungut dapat membuat kita kehilangan damai sejahtera, yang memberi dampak buruk bagi kehidupan kita. Kedua, sungut-sungut akan mengurangi produktivitas kerja kita. Orang yang bersungut-sungut pasti tidak akan bekerja dengan maksimal. Ketiga, sungut-sungut akan memberi efek negatif kepada orang lain. Jika kita selalu bersungut-sungut, maka orang lain akan merasa terganggu dan tidak merasa diberkati. Namun alasan utama mengapa kita tidak boleh bersungut-sungut adalah karena hal itu sangat tidak disukai oleh Tuhan. Di mata Tuhan, bersungut-sungut berarti memberontak kepada-Nya. Hal ini dapat kita lihat dari kisah bangsa Israel yang bersungut-sungut ketika mereka berada di padang gurun menuju Tanah Perjanjian. Sebelumnya Tuhan telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir menuju tanah Kanaan. Itulah Tanah Perjanjian yang berlimpah susu dan madunya, yang Tuhan janjikan kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak, dan Yakub. Namun di tengah perjalanan di padang gurun, mereka bersungut-sungut kepada Tuhan. Mata mereka hanya fokus pada permasalahan yang sedang mereka hadapi di padang gurun, bukan fokus pada janji Tuhan di tanah Kanaan. Mereka tidak percaya bahwa rencana Tuhan indah bagi mereka. Hal ini membuat Tuhan murka atas mereka, sehingga semua laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas, Tuhan tewaskan di padang gurun, kecuali Yosua dan Kaleb. Yosua dan Kaleb adalah orang-orang yang tidak termasuk ke dalam kelompok mereka yang bersungut-sungut tersebut. Ketika kita sedang menghadapi berbagai pergumulan hidup dan seolah-olah sedang berada di padang gurun, janganlah kita bersungut-sungut. Sebaliknya, kita harus senantiasa mengucap syukur dalam hidup ini. Sebab, Tuhan selalu merencanakan hal yang indah di dalam hidup kita, walaupun saat ini mungkin kita belum melihatnya. Tetapi percayalah, akan tiba saatnya kita berada di "Tanah Perjanjian". Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku selalu mengucap syukur dan tidak bersungut-sungut dalam hidupku, karena aku percaya rencana-Mu indah bagiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 23 Januari 2026Bacaan: "Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati." (2 Raja-raja 5:12) Renungan: Kita tentu pernah berdoa untuk meminta sesuatu kepada Tuhan. Apa yang kita pikirkan saat meminta sesuatu kepada Tuhan? Hampir semua kita mengharapkan Tuhan menjawab doa sesuai keinginan kita. Contoh doa, "Tuhan, aku mohon sembuhkan aku dari penyakit ini." Dengan doa yang demikian, rata-rata kita berharap agar Tuhan memulihkan tubuh kita dengan cepat dan dengan cara yang spektakuler. Namun, ketika jawaban doa yang kita terima harus dilakukan dengan menjalani pengobatan, apa yang terjadi? Kekecewaan! Naaman, saat datang pada Elisa, bukan hanya datang dengan sebuah permohonan tetapi juga dengan membawa metode tertentu sebagai jawaban atas permohonannya tersebut. Metodenya adalah bahwa Elisa datang mendoakannya atau menyentuh bagian tubuhnya yang sakit, lalu ia mengalami kesembuhan. Namun, kenyataan yang terjadi tidaklah sesuai dengan apa yang ia harapkan. la justru disuruh pergi mencelupkan diri sebanyak tujuh kali di Sungai Yordan. Jawaban Elisa yang di luar dugaan membuatnya kecewa, sehingga ia ingin pulang. Reaksi seperti Naaman ini juga sering kali kita lakukan, kita meminta sesuatu kepada Tuhan tetapi kita juga sudah menyiapkan sebuah standar jawaban yang nantinya Tuhan harus menjawabnya sesuai dengan standar itu. Ingatlah, permohonan kita bukan pertanyaan dengan jawaban pilihan ganda. Jika jawabannya tidak sesuai dengan pilihan yang kita maksudkan, maka akan disalahkan. Salah satu syarat saat kita berdoa kepada Tuhan adalah harus berserah kepada Tuhan dan membiarkan Nya menjawab sesuai dengan cara-Nya, bukan cara kita. Ingat, kitalah yang memohon dan Tuhan berhak menjawab sesuai cara-Nya. Tuhan mengetahui apa yang kita butuhkan dan juga inginkan, tetapi la adalah Tuhan yang akan menjawab doa dengan bijaksana. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih telah mengajariku bagaimana seharusnya aku menantikan dan menerima jawaban doa dari-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 20 Januari 2026Bacaan: ".... Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu." (2 Tawarikh 20:12)Renungan: Pada saat seorang pasien berobat ke rumah sakit harus siap dengan vonis apapun. Walau demikian, ada satu jenis vonis yang membuat siapapun tidak siap untuk menerimanya, yaitu jika pasien divonis penyakit terminal. Penyakit terminal adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami sakit yang tidak mempunyai harapan untuk sembuh yang diakibatkan kegagalan organ atau multiorgan sehingga sangat dekat proses kematian. Penyakit terminal bermacam-macam mulai kanker, alzheimer, komplikasi, dsb. Inti dari penyakit terminal adalah dokter sudah angkat tangan dan pasien hanya tinggal tunggu waktu kapan kematian datang menjemput. Sudah tidak ada sesuatu yang bisa dilakukan atau diupayakan lagi. Masalah dan tantangan hidup bisa terjadi kepada siapa saja. Namun selama kita masih bisa melakukan sesuatu untuk menghadapi masalah tersebut, kita tidak perlu khawatir. Tapi bagaimana jika semua jalan sudah buntu, sudah mentok, dan kita bahkan tidak tahu apa yang harus kita lakukan lagi? Seperti penyakit terminal, ini keadaan yang sangat gawat. Raja Yosafat pernah menghadapi "masalah terminal" seperti itu. Kerajaan Yehuda diserang oleh bani Moab, bani Amon, dan sepasukan orang Meunim. Menghadapi satu musuh saja berat, sekarang harus berhadapan dengan tiga musuh sekaligus dengan laskar yang sangat besar. Yosafat takut. Yosafat bahkan berada pada satu titik di mana ia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan. Walau demikian masih ada satu hal yang bisa dilakukan Yosafat yaitu berseru kepada Tuhan! Justru ini adalah solusi terbaik untuk permasalahan yang dihadapinya. Terbukti, Tuhan ganti berperang bagi Yosafat dan memberi kemenangan besar kepada bangsa Yehuda. Jika saat ini kita dihadapkan dengan masalah yang rumit, yang mana kita bahkan tidak tahu lagi harus melakukan apa- apa, ingatlah bahwa kita masih punya Tuhan. Berserulah dan berharaplah kepada-Nya, maka pertolongan-Nya akan datang tepat pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya apapun masalah yang aku hadapi saat ini, kalau aku mau setia datang pada-Mu, maka semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 18 Januari 2026Bacaan: "Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya! " (Daniel 6:6)Renungan: Setiap orang pasti memiliki masalah. Kalau seseorang ditanya apa masalahmu saat ini, beragam jawaban diberikan. Kalau kita bertanya pada seorang siswa, biasanya ia menjawab masalahnya seputar pelajaran di sekolah dan teman-temannya. Kalau kita bertanya pada seorang karyawan, biasanya ia menjawab masalahnya seputar keuangan dan pekerjaannya. Kalau kita bertanya pada orang tua, mereka menjawab masalahnya seputar keluarga dan anak. Kalau kita bertanya pada seorang jomblo, masalahnya pasti seputar cinta dan pasangan hidup. Namun, pernahkah kita bertemu orang yang mengalami masalah karena giat berdoa? Mungkin belum pernah, namun ada satu orang yang mengalaminya. Daniel namanya. Daniel mengalami masalah bukan karena berdosa tapi karena berdoa. Aneh, bukan? Bagaimana mungkin melakukan hal yang baik justru kena masalah? Namun itulah proses kehidupan yang harus dialami oleh Daniel. Jika kita mendapat ganjaran atas kesalahan yang kita buat, itu hal yang wajar. Namun jika kita mendapat masalah atas kebaikan yang kita lakukan, tidak semua kita bisa menerima kenyataan itu. Gua singa yang dihadapi Daniel sekaligus menjadi ujian imannya. Hasilnya, kualitas Daniel teruji! Melalui peristiwa itu, raja Darius dan seluruh rakyat Babel membuktikan betapa dahsyat dan luar biasa Allah Daniel! Jika kita sudah melakukan hal baik namun kita justru mendapatkan yang buruk, jangan putus asa. Jangan berburuk sangka. Apalagi kita berpendapat bahwa Tuhan tidak adil. Jangan berpikir bahwa kebaikan yang kita lakukan sia-sia belaka dan tidak menghasilkan apa-apa. Hari ini kita belum tahu, namun suatu saat nanti kita akan melihat rencana Tuhan yang sempurna atas hidup kita. Karena itu, jangan jemu-jemu berbuat baik. Ada waktunya kita menuai dari apa yang kita tabur saat ini. Bahkan, kebaikan yang kita tabur akan dilipatgandakan oleh Tuhan pada saatnya nanti. Bukankah Daniel diangkat menjadi orang penting di kerajaan Babel pada akhirnya? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan belas kasih-Mu, sehingga aku mampu menjalankan perintah-Mu untuk membagikan kasih-Mu pada sesamaku. Ajarilah aku melakukannya dengan tulus tanpa mengharapkan balasan dari siapapun. Amin. (Dod).
Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners)
https://www.patreon.com/windahTranskrip: https://www.patreon.com/posts/199-bedah-lagu-148431100?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkTerjemahan: https://www.patreon.com/posts/eng-199-bedah-me-148431107?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkJadi waktu itu dingin Kuberi kau hangat Walaupun ku juga beku Tapi ku aman saat kau nyaman Jadi waktu itu panas Kuberi kau angin Walaupun ku juga gerah Tapi ku penuh saat kau teduh Sudah paham 'kan sejauh ini? Ku yang lama di sini Menjagamu tak patah hati Sedia aku sebelum hujan Apa yang kau butuh, kuberikan Ke mana pun tak akan kau temukan Yang siapkan bekalmu di peperangan Jika tak setara, kumaafkan Memang sebegitunya akuSumber gambar: julio andres rosario ortiz di UnsplashTerima kasih banyak atas dukungannya untuk:SAHABAT WINDAHAkiramJayNyong Jago Bob GenericJohn nyMartin JankovskýWilliam ChenDawid GerstelDnsSebastianAlexander ScholtesJrobabuja11 RoboNicholai LidowAliteJack William HusbandsAndre ChampouxDemiAlastair JudsonKatherine WalkerLino ArboledaLeon KwekCameron Edinger-ReeveSam BayleyLivvieIsmail OtchiChrisRussell BarlowMary Pope帥志 Shuai Chih LinBjornrappangeHossein KhoshtaghazaParis LuckowskiMatthew O'ConnorRussell OgdenYaszalixBart van de KampWC KonArthur NazaryanDaniel KaposiEmily HuangBenjamin SayHa Nguyen Jena StringerFrédéric UhrweillerQuran and sunnahEdward HearnJennifer FoleyJP태용 심Cameron ClarkOxana SaimoAudrey DeliviaJoeJohn RichardsonFredoMarkRickLucaRuby den BoerTata HelenkiRowenaEmma MonteathRicardo CorsaK TaguchiTEMAN WINDAHJohn McBrideKristofer Nivens P. Clayton D. Causey, CT Vanessa HackJohn ShumLuis PaezCraig RedriffMariusCharlotteJonny 5Jose LorenzoJeremyLulunMadeleine MillerAngelo CaonRossi von der BorchSicily FiennesMeredith R NormanTom Simamora ThatcherTim DoolingDevin NailAlissa Sjuryadi-TrowbridgeBillEric EmerTarquam James McKennaAmanda BlossStephen MBen HarrisonNaota YanagiharaHans WagnerJustin WilsonJayZane RubaiiBenjaminDerynAlexH HMatt WintersAlec MitchellVinceBertiAtsuko MaenoMosaStephen GrahamHannah RowntreeColleen Thornton-WardAilise Sweeney-LoweJimmyYng KenjicnxuFlorian HopfKurt VerschuerenJoakimRyosuke SudaBerberJeroen VellekoopJan NedermeijerMatthewTakeshi YamafujiNatePatrickMiquelFeeJingle YanMathias朗 桑田Ben PlayfordLauraKenji YanaguRicky ZhangVacanza TropicaleBill Dalton惠羽 蔡Sophie Hoestereyこ ぱるDouglas HerrickTim SomervilleMaxence AKFSF BEddoMarc EberJin Kimivy babyDevlin KuyekDawn TanNeoKimchiSpiritPaulie MoraPaula Bradley蕾戴Jordan O.Roman PicardJarryd RMartin AwalYohiJosh LovellEnrico WelderYoichiroKatoRoanna MTacoButter한윤희동원 이Gabriel AdlerMojaNabi KunisadaTDaniel Tanlego meister창호 이昭儒 吳Thanh-Nhi VoJ YonkmanMarjaPENDENGAR SETIAColumba TierneyHH JorgensenAmina AljehaniJannedCamillelishan fengluanAninda P.A.F拓也 高山匠海 杉本 Nathalie GoudIga KomarJonathan BaileyJaime Noriega
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 17 Januari 2026Bacaan: "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17)Renungan: Amsal 27:17 berkata, "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." Jika tidak ada besi yang lain, besi kita tidak akan pernah tajam. Jika tidak ada orang lain, karakter kita tidak akan terbentuk. Tanpa kita sadari, karakter kita selalu diasah, dibentuk, dan dipertajam oleh orang-orang di sekitar kita. Bukan saja oleh orang-orang baik dan menyenangkan, tapi juga dibentuk oleh "orang-orang sulit dan menjengkelkan." Terkadang kita protes dengan Tuhan, mengapa Dia menempatkan orang-orang yang sedemikian menyebalkan di sekeliling kita. Sekarang kita tahu bahwa tanpa "orang-orang sulit" karakter kita juga "sulit" terbentuk! Teman yang keras mengajarkan kita untuk jadi orang yang berani dan bersikap tegas. Teman yang lembut mengajarkan kita akan cinta dan keluwesan. Kalaupun kita dikelilingi orang-orang yang berperangai buruk, kita tetap bisa belajar dari mereka, tentu saja dalam arti kita jangan sampai seperti mereka. Teman yang cuek justru mengajarkan kepedulian dengan sesama. Teman yang sombong itu membuat kita tidak nyaman, itu sebabnya kita mau belajar rendah hati. Kita mungkin pernah dikecewakan oleh teman kita yang mengumbar janji, tapi biarlah hal itu mengajarkan kepada kita untuk hati-hati dalam perkataan. Kita mungkin pernah dikhianati, itu menyakitkan, karena itu kita ingin menjadi orang yang setia. Bukankah benar bahwa karakter kita bisa terbentuk karena orang-orang dengan berbagai karakter yang ada di sekeliling kita? Yang terpenting adalah kita bisa belajar dari pengalaman hidup yang terjadi bersama mereka. Ambil hal yang baik dan positif, jauhi hal-hal yang buruk. Sekarang kita tidak perlu protes kepada Tuhan, "Mengapa Engkau menempatkan orang-orang menjengkelkan ini di sekelilingku?" Ada dua alasan. Pertama, jelas semua orang itu akan membentuk karakter kita. Kedua. jangan-jangan di mata orang lain kita justru termasuk orang yang menjengkelkan juga. Pertemanan itu indah. Jadilah berkat bagi teman-teman kita, pada saat yang sama kita juga terberkati dalam pertemanan itu karena karakter kita juga terbentuk dari pertemanan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk orang-orang baik dan orang-orang yang menjengkelkan yang senantiasa Kau hadirkan dalam hidupku. Melalui kehadiran mereka karakterku sebagai anak-Mu yang baik dapat terbentuk. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : Christian Aditya Tangerang Mrk. 1:40-45.
Memakai dalih usang soal biaya mahal, partai politik pendukung Prabowo mengusung rencana pembatalan pilkada langsung dan mengembalikan ke DPRD. Upaya merampas kedaulatan rakyat tersebut berkonsekuensi buruk bagi kehidupan bernegara. Selain itu patut dicurigai ada motif terselubung lain: setelah pilkada kembali ke DPRD, berikutnya pemilihan presiden kembali ke MPR. Jika itu terjadi, kita kembali ke Orde Baru, era kegelapan sejarah demokrasi Indonesia. - - - Kunjungis.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 6 Januari 2026Bacaan: "Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal. " (Ibrani 2:2) Renungan: Seorang ibu muda yang bernama Rosa memulai bisnis bersama tantenya, yaitu bisnis jual beli rumah dan tanah. Rosa sangat percaya kepada tantenya tersebut dalam hal mengelola keuangan. Bisnis mereka berjalan dengan baik dan menghasilkan banyak uang. Seiring dengan berjalannya waktu, tantenya berubah tidak taat pada peraturan yang berlaku dan memanipulasi data dan menipu Rosa senilai Rp. 300 juta. Hubungan persaudaraan tetap baik tetapi Rosa tidak percaya lagi kepada tantenya dan Rosa pun keluar dari usaha yang mereka buka bersama. Akhirnya usaha itu tidak berjalan dengan baik dan tutup. Begitulah jika seseorang memiliki sifat serakah, tidak peduli pada peraturan yang ada, yang penting dirinya mendapat keuntungan besar. Jika Tuhan memberi kepercayaan kepada kita untuk mengerjakan sebuah tugas, itu adalah anugerah dan berkat yang tak ternilai karena tidak semua orang mendapatkan kepercayaan itu. Ini adalah mandat atau tugas yang harus dipertanggungjawabkan. Kita teringat kepada tokoh Alkitab yang bernama Saul. Tuhan sendirilah yang memilih Saul menjadi raja pertama bangsa Israel melalu Nabi Samuel. Awal kepemimpinan Saul berjalan dengan baik, dan dipertegas dengan kemenangannya di Yabesh-Gilead. Kemudian ia dinyatakan sebagai raja di Gilgal setelah ia memimpin bangsanya memenangkan pertempuran di medan perang. Akan tetapi, Raja Saul berubah tidak taat kepada Tuhan. Apa yang dilakukan Raja Saul? Raja Saul melakukan penyembelihan korban yang seharusnya adalah tugas Samuel. Hal inilah yang mengawali kejatuhan Raja Saul sebagai raja atas Israel. Kejatuhan Raja Saul berlanjut dalam peristiwa perang melawan Amalek, di mana dia tidak memusnahkan seluruh kaum Amalek dan ternak milik mereka seperti yang telah diperintahkan oleh Tuhan. Raja Saul mengabaikan perintah Tuhan dengan tidak membunuh Raja Agag beserta ternak yang dipilihnya. Raja Saul lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan. Akibatnya pun fatal, yakni Tuhan menarik Roh-Nya dari Raja Saul dan Tuhan tidak percaya lagi kepadanya. Raja Saul menanggung akibat dari perbuatannya yang melanggar perintah Tuhan, yang dia lakukan tidak hanya sekali tetapi beberapa kali. Apa pelajaran yang kita dapat dari dua kisah di atas? Pelajaran pertama adalah jika kita diberikan kepercayaan oleh Tuhan, taatilah dan lakukanlah kehendak-Nya dengan setia. Jika kita dipercaya dalam berbisnis, taatilah peraturan yang telah ditetapkan atau kesepakatan yang telah ditentukan bersama. Pelajaran kedua yang dapat kita renungkan adalah jangan menyalahgunakan kekuasaan yang dipercayakan kepada kita, baik itu dari Tuhan atau rekan bisnis kita, bahkan dari siapa pun yang telah memberikan kepercayaan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk tetap menjaga kepercayaan yang telah Kau berikan kepadaku dan jangan biarkan aku mengecewakan Engkau dan orang lain yang selama ini percaya padaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 2 Januari 2026Bacaan: "Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian." (2 Korintus 5:16)Renungan: Suatu ketika ada seorang anak kecil yang berjualan bolpoin di sebuah bus kota. Anak ini terlihat sangat sederhana dan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dengan gigih anak ini menjajakan bolpoinnya kepada setiap penumpang yang sangat padat di dalam bus kota itu. Seorang pengusaha membeli bolpoin anak kecil itu dengan membayar uang Rp. 10.000,-. Si anak kecil itu belum sempat memberikan bolpoinnya karena situasi yang sangat berdesak-desakan di dalam bus, tapi si pengusaha sudah melompat keluar bus kota. Si anak kecil segera berusaha melompat juga keluar bus dan segera menghampiri si pengusaha, "Maaf Pak, ini bolpoin Bapak, dan ini kembaliannya. Saya mohon maaf Pak, tadi padat sekali di dalam bus. Saya tidak bisa segera memberikan bolpoin kepada Bapak." Pengusaha itu menjawab, "Tidak apa-apa Nak, kamu adalah seorang pengusaha seperti juga aku, kadang kala hal-hal yang seperti ini juga terjadi padaku. Dan kamu adalah seorang pengusaha yang bertanggung jawab." Bertahun-tahun telah lewat. Pada suatu acara sosial malam itu, seorang pemuda mendatangi seorang pengusaha dan berkata, "Pak, saya ingin mengingatkan kembali peristiwa beberapa tahun yang lalu. Saya adalah anak kecil yang pernah menjual bolpoin di bus kepada Bapak. Sekarang ini saya telah menjadi seorang pengusaha yang sukses. Saya berterima kasih kepada Bapak karena kata-kata Bapak yang mengatakan bahwa saya adalah seorang pengusaha yang bertanggung jawab. Kata-kata itu telah membuat saya menjadi percaya diri dan itu adalah modal terbesar saya. Kata-kata Bapak itu telah mendorong saya untuk berlaku sebagai seorang pengusaha yang jujur dan bertanggung jawab, dan inilah yang membawa saya terus naik di dalam menjalankan bisnis saya." Setiap kita bisa salah menilai orang, dan penilaian kita yang salah atau yang negatif, bisa memberikan dampak yang buruk kepada orang lain. Jika orang tersebut belum dewasa pemikirannya, maka penilaian atas dirinya yang negatif, bisa saja membentuk karakternya menjadi orang yang negatif juga. Dia bisa menjadi orang yang minder, tertutup, patah semangat, atau menjadi orang yang membenci semua orang dan pendendam. Rasul Paulus pun tidak luput dari masalah ini, ia pernah salah di dalam menilai Yesus. la menilai Yesus menurut ukuran manusia, bukan melihat dengan kacamata Tuhan. "Sebab itu, kami tidak lagi menilai seorang pun juga menurut ukuran manusia. Jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian." Mari kita belajar menilai orang lain sebagaimana Tuhan menilai kita, yaitu sebagai ciptaan-Nya yang berharga, yang layak dikasihi, sehingga Yesus mau mati bagi kita. Biarlah perkataan-perkataan kita selalu positif dan membangun orang lain, menumbuhkan semangat untuk melakukan hal-hal yang baik dan berguna. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, awasilah mulutku, berjagalah pada pintu bibirku. Biarlah perkataan-perkataanku senantiasa membangun dan menguatkan sesamaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 1 Januari 2026Bacaan: "Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak." (Mazmur 37:5)Renungan: Istilah "Que sera-sera" menjadi cukup populer setelah Doris Day mempopulerkan lagu itu di tahun 1956. Que sera sera adalah bahasa Spanyol yang berarti "Apapun yang akan terjadi, terjadilah". Benar bahwa kita tidak bisa mengetahui secara persis apa yang ada di masa depan. Satu-satunya yang mengetahui masa depan kita hanyalah Tuhan saja. Kita bisa memegang janji Tuhan bahwa ada masa depan untuk kita, dan rancangan-Nya untuk masa depan kita adalah kebaikan semata-mata. Kita tidak perlu bersusah-susah datang ke paranormal untuk mencari tahu masa depan kita, siapa jodoh kita, apa yang akan terjadi nanti, karena hanya Tuhanlah yang tahu secara persis masa depan kita. Jika saat ini kita sedang khawatir mengenai apa yang akan terjadi pada hari esok khususnya di tahun 2026 ini, ingatlah janji Tuhan dan pegang itu. Tuhan ingin agar anak-anak-Nya menjadi dewasa dalam segala hal. Bijaksana dalam menyikapi kondisi apapun, tidak cengeng dan mengasihani diri sendiri, atau meragukan kuasa-Nya. Jadi selama kita setia, percaya kepada Tuhan dan melakukan yang terbaik, kita boleh berkata, "Que sera-sera, yang akan terjadi terjadilah." Tidak ada yang bisa membatasi kuasa Tuhan. Dia sanggup mengubah keadaan buruk menjadi baik. Selamat Tahun Baru 2026. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, tambahkan iman percayaku pada-Mu, agar dalam situasi yang tidak menentu dan buruk sekalipun, aku tetap mengandalkan janji dan kuasa-Mu. Aku tahu, janji Mu selalu pasti buatku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 28 Desember 2025Bacaan: "Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya, maka tinggallah Ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." (Kejadian 39:2)Renungan: Edwin Cole berkata, "Anda tidak tenggelam karena jatuh ke dalam air, kecuali anda tetap tinggal di dalam air. Umumnya ketika seseorang sudah merasa nyaman, Ia tidak suka akan perubahan. Mereka yang berada dalam zona nyaman, akan menganggap perubahan seperti langit yang akan runtuh. Artinya perubahan tersebut begitu mengagetkan sekaligus mendatangkan ketakutan yang hebat. Sebagai contoh seorang karyawan yang di PHK, orang yang tadinya kaya sekarang jatuh miskin, anak pandai tapi nilainya hancur. Perubahan seperti ini dapat membuat orang menjadi putus asa. sehingga tidak bisa melihat peluang yang lebih baik di depannya. Kisah Yusuf mengingatkan kita untuk tidak takut terhadap perubahan apapun selama kita berpaut pada Tuhan. Terkadang untuk menyatakan kuasa dan mujizatNya, Tuhan menghendaki kita untuk berani melangkah dan meninggalkan kenyamanan kita. Tuhan lebih besar dari segalanya. Ia sanggup melakukan yang lebih baik dan lebih besar ketika kita berserah kepada-Nya. Dibalik tantangan, perubahan atau kesulitan terdapat kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Perubahan tidak selamanya berarti kemunduran, tetapi bisa berarti kemajuan. Jika saat ini Tuhan mengizinkan kita mengalami perubahan dalam bidang tertentu, melangkahlah dengan berani. Jangan tinggal dalam bayang-bayang masa lalu, karena itu akan menghambat langkah kita untuk meraih keberhasilan berikutnya. Percayalah, bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:24). Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk dapat menerima setiap perubahan yang terjadi dalam hidupku. Aku percaya, jika Engkau melepaskan aku dari kenyamananku, pekerjaanku. kesalahanku hari ini, Engkau sudah mempersiapkan sesuatu yang baru, yang lebih indah untuk masa depanku. Penuhilah aku dengan Roh Kekuatan Mu, agar apapun yang akan terjadi hari ini, adalah perbaikan yang harus kujalani untuk menggapai masa depan yang penuh harapan bersama-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 26 Desember 2025Bacaan: "Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah." (Ibrani 13:16)Renungan: Seorang pria sedang mengendarai mobilnya, ketika dia melihat seorang wanita setengah baya kebingungan di pinggir jalan karena mobilnya mogok. Pria ini melihat dia membutuhkan bantuan. Jadi dia menghentikan kendaraannya. Dia tersenyum saat mendekati wanita tersebut. Dia bisa melihat betapa ketakutannya wanita tersebut, mungkin karena pakaiannya yang lusuh. Dia mencoba menenangkannya, "Saya ingin membantu Anda, jangan khawatir. Saya Bryan Anderson." Ternyata ban mobil wanita itu kempes, jadi dia harus merangkak di bawah mobil untuk memasang dongkrak. Saat mengganti ban, pakaiannya menjadi kotor dan tangannya terluka. Ketika pekerjaannya selesai, wanita itu bertanya berapa yang dia harus bayar untuk bantuannya. Bryan tersenyum dan berkata, "Jika Anda benar-benar ingin membayar saya kembali, lain kali ketika anda melihat seseorang yang membutuhkan bantuan, berikanlah bantuan yang dibutuhkan orang itu. Dan ingatlah akan aku." Pada malam hari yang sama, wanita itu mampir ke sebuah kafe kecil. Dia melihat seorang pelayan, dalam kondisi hamil delapan bulan, sedang menyeka rambutnya yang basah dengan handuk. Pelayan ini memiliki senyum ramah yang manis, meskipun dia telah menghabiskan sepanjang hari untuk berdiri melayani orang-orang. Wanita itu bertanya-tanya di dalam hatinya bagaimana seseorang yang terlihat lusuh, bisa begitu baik, tersenyum ramah kepada para pembeli yang tidak dikenalnya. Lalu dia ingat Bryan. Selesai makan, wanita ini membayar dengan uang seratus dolar. Pelayan pergi untuk mengambil kembalian dan ketika dia kembali, wanita itu sudah pergi. Dia meninggalkan catatan di serbet: "Kamu tidak berhutang apa pun kepadaku. Seseorang pernah membantu saya, sama seperti sekarang saya membantu anda. Jika anda benar-benar ingin membayar saya kembali, jangan biarkan rantai cinta ini berakhir di anda, bantulah orang lain yang memerlukan bantuan." Pelayan itu menemukan empat lembar lagi ratusan dollar di bawah serbet. Malam itu, pelayan itu pulang lebih awal. Dia memikirkan wanita yang baik hati itu dan uang yang dia tinggalkan. Dia bertanya-tanya, bagaimana mungkin wanita itu bisa tahu, betapa dia dan suaminya sangat membutuhkan uang, apalagi sekarang, ketika bayinya akan segera lahir. Dia tahu bahwa suaminya mengkhawatirkan hal itu, jadi dengan senang hati dia menyampaikan kabar baik itu kepada suaminya. Dia mencium suaminya dan berbisik, "Sekarang semuanya akan baik-baik saja. Aku mencintaimu, Bryan Anderson." Firman Tuhan mengingatkan agar kita tidak lupa untuk berbuat baik dan memberikan bantuan. Berilah bantuan kepada orang yang betul-betul memerlukannya. Tapi kita juga harus ingat, jangan memberi bantuan yang dapat membuat orang menjadi malas bekerja dan manja. Berilah kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu yang senantiasa tergerak untuk membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan, sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod)