POPULARITY
Penyelenggara ibadah haji terus melakukan perbaikan layanan bagi jemaah Indonesia. Hasil evaluasi gelombang pertama kini diterapkan dalam penyambutan jemaah gelombang kedua yang tiba di Madinah. LAPORAN BHERY HAMZAH(BEH/MCH2026)
nah kan!. yaudahlah, Happy Listening and Enjoy
Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Republik Indonesia turun langsung melakukan pengawasan penyelenggaraan haji dan umrah 2026 dari hulu ke hilir. Langkah ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam mewujudkan Tri Sukses Haji, terutama pada aspek Sukses Ritual dan Sukses Ekosistem Ekonomi, agar jemaah dapat beribadah sesuai syariat tanpa kendala operasional. LAPORAN BHERY HAMZAH(BEH/MCH2026)
Kirim pesan
Seorang mahasiswa tari bernama Hardi meneliti topeng emas dan mengikuti sebuah ritual di museum. Namun, ritual itu berubah mencekam hingga ia memilih kabur karena merasa terjebak. Sejak kejadian itu, sosok penari ghaib mulai menghantuinya.Bagaimana kelanjutan hidup Hardi setelah kejadian itu?Saksikan kisah lengkapnya.Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2026, Lentera Malam
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 7 Mei 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik batu. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus, Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Perbuata baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan, Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah hatiku saat melakukan perbuatan baik, sehingga kebaikan yang aku lakukan semata-mata hanya untuk kemuliaan nama-Mu dan bukan untuk menyombongkan diriku sendiri. Amin. (Dod).
Bismillah,Ketika Istri Melakukan Zina(When a wife commits adultery)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Pendek dari Sesi Tanya Jawab“Saat Terjerat Utang & Suami Tidak Bekerja”
Petugas di Sektor Bir Ali gencar melakukan edukasi terkait larangan selama berihram. Pemahaman aturan ihram ini mutlak diperlukan demi mewujudkan ibadah yang sah sesuai syariat, sejalan dengan visi Sukses Ritual dalam Tri Sukses Haji Kemenhaj RI.LAPORAN BHERY HAMZAH
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 25 April 2026Bacaan: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan...." (Yohanes 14:12)Renungan: Ada kisah lima bersaudara yang pergi mengunjungi saudara perempuan mereka yang menikah dengan seorang anak raja dan tinggal di seberang danau. Ketika mereka hendak pulang, keluarga raja ini membawakan oleh-oleh dengan pesan, jangan dibuka sebelum tiba di rumah. Barang-barang ini sangat berharga. Empat orang di antara mereka percaya dan menaatinya. Sementara itu seorang tidak percaya jika itu barang berharga. Apalagi hanya dibungkus dengan daun. Di tengah perjalanan ia membuka bungkusan itu, ternyata hanya kunyit. Lalu dicampakkannya kunyit itu sebab di kampung mereka sangat banyak kunyit. Sementara yang lain baru membuka bungkusan itu setibanya mereka di rumah. Betapa terkejutnya mereka sebab ternyata bungkusan itu berisi emas. Percaya kepada Tuhan, berarti percaya dan taat melakukan firman-Nya. Percaya tetapi tidak taat pada kehendak-Nya, itu sama saja berbohong dan merugikan diri sendiri. Kesungguhan kita memercayai Tuhan tercermin dari apa yang kita perbuat. Mari kita memelihara semangat kita untuk terus percaya dan taat kepada Tuhan Yesus, walau kadang jalan hidup ini sukar kita pahami. Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, bantulah aku agar tetap taat dan setia kepada-Mu di dalam setiap musim hidupku. Amin. (Dod).
Faisal resign dan menerima tawaran bisnis dari temannya di sebuah desa sunyi. Awalnya semua terasa biasa. Namun sejak tinggal di sana, sering terjadi gempa kecil, tahlilan penuh kejanggalan, hingga hilangnya seorang pengrajin kayu. Sejak itu, teror demi teror menghantui Faisal.Apa sebenarnya yang terjadi di desa sunyi itu?Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2026, Lentera Malam
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 April 2026Bacaan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Renungan: Ada seorang raja yang mempunyai penasihat yang cukup bijak. Penasihat itu selalu ikut ke mana pun raja pergi. Kata-kata nasihat yang hampir selalu keluar dari mulut sang penasihat itu adalah, "Semua yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan." Suatu hari, raja pergi berburu dan mengalami sedikit kecelakaan. la tidak sengaja menembakkan anak panah ke kakinya sendiri, sehingga kakinya terluka. Ia bertanya kepada penasihatnya apa pendapatnya mengenai kecelakaan itu dan sang penasihat menjawab, "Semua yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan." Kali ini raja menjadi sangat marah atas jawaban yang selalu sama yang ia terima dari penasihatnya. Atas perintahnya, penasihat itu dimasukkan ke dalam penjara. "Sekarang apa lagi yang hendak engkau katakan?" tanya raja. "Apa yang terjadi pasti mendatangkan kebaikan," lagi-lagi penasihat itu memberikan jawaban yang sama. Penasihat itu pun tetap dimasukkan ke dalam penjara. Beberapa waktu kemudian raja pergi berburu lagi, tapi kali ini tanpa penasihat yang mendampinginya. Segerombolan kanibal menangkap sang raja kemudian membawanya ke kamp mereka untuk dijadikan makan malam para kanibal. Sebelum dimasukkan ke dalam periuk besar, para kanibal terlebih dahulu memeriksa tubuhnya. Mereka melihat bahwa di kaki raja ada luka, maka mereka pun memutuskan untuk mengembalikannya ke hutan. Sesuai tradisi kanibal, mereka tidak akan memakan apa pun yang ada cacatnya. Raja pun merasa senang. la kini menyadari kebenaran dari apa yang pernah dikatakan oleh penasihatnya bahwa apa yang terjadi pasti akan mendatangkan kebaikan. Alkitab berkata bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. "Dalam segala sesuatu" berarti dalam setiap keadaan, bukan hanya keadaan ataupun kejadian yang menyenangkan, tetapi juga dalam keadaan yang menyakitkan dan tidak pernah kita harapkan. Benar sekali bahwa Allah bisa memakai semua yang terjadi dalam hidup kita untuk satu tujuan tertentu. Kita bersyukur bahwa tujuan yang dirancangkan Allah bagi kita adalah untuk kebaikan kita semata-mata. Jika kita kembali merenungkan, banyak kejadian di masa lalu yang kemudian membentuk serta mempersiapkan kita menjadi seperti sekarang ini. Pengalaman masa lalu bisa menjadikan kita satu pribadi yang lebih baik. Untuk itu kita perlu belajar melihat sisi positif dari setiap kejadian. Apa pun tantangan yang diperhadapkan kepada kita hari ini, ingatlah bahwa itu terjadi untuk membawa kita kepada tingkatan berikutnya. Asalkan kita bisa menyikapi semua yang terjadi dengan sikap positif dan keyakinan bahwa Allah selalu menyertai kita. Kita tidak akan mengerti sepenuhnya bagaimana kejadian buruk mendatangkan kebaikan bagi kita, namun percayakanlah semuanya kepada-Nya yang akan membuat segalanya menjadi lebih baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya Engkau sanggup bekerja dalam segala kejadian untuk mendatangkan kebaikan bagiku. Amin. (Dod).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menegaskan Presiden Prabowo Subianto selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Untuk itu pemerintah dalam hal ini Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi. #ElshintaNews #Berita #BBM #Mensesneg
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 20 Maret 2026Bacaan: "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?" (Matius 16:26) Renungan: John D. Rockefeller pernah menjadi orang terkaya di dunia. Pada usia 25 tahun, John mengendalikan salah satu kilang minyak terbesar di Amerika Serikat. Usia 31 tahun, dia telah menjadi penyuling minyak terbesar di dunia. Pada usia 38 tahun, ia menguasai 90% penyulingan minyak di Amerika. Pada usia 50, ia adalah orang terkaya di negara itu. Namun pada usia 53 tahun dia jatuh sakit. Seluruh tubuhnya tersiksa oleh rasa sakit dan dia kehilangan semua rambutnya. Meskipun dia seorang miliarder yang dapat membeli jenis makanan apa pun yang diinginkannya, tetapi dia hanya bisa mencerna sup dan biskuit. Seorang rekannya menulis, "Dia tidak bisa tidur, tidak tersenyum dan tidak ada apa pun dalam hidup yang berarti baginya." Dokter pribadinya memperkirakan dia akan mati dalam waktu satu tahun. Tahun itu berlalu dengan sangat lambat. Saat dia mendekati kematian, dia terbangun pada suatu pagi dengan kesadaran samar-samar bahwa dia tidak dapat membawa kekayaannya ke dunia di balik kubur. John tiba-tiba menyadari bahwa dia tidak mengendalikan hidupnya sendiri. Kemudian, dia menelepon pengacara, akuntan, dan manajernya dan mengumumkan bahwa dia ingin menyalurkan asetnya ke rumah sakit, penelitian, dan pekerjaan amal. John D. Rockefeller mendirikan yayasannya. Arah baru ini akhirnya mengarah pada penemuan penisilin, obat malaria, obat TBC, dan obat difteri. Tapi mungkin bagian yang paling menakjubkan adalah saat dia mulai berubah, kimia tubuhnya berubah secara signifikan sehingga dia menjadi lebih baik. Walaupun diperkirakan akan meninggal pada usia 53 tahun, tetapi dia hidup sampai usia 98 tahun. John belajar bersyukur dan mengembalikan sebagian besar kekayaannya untuk amal. Melakukan hal itu membuatnya berguna untuk orang banyak Kebenaran penting yang dapat kita simak dari kehidupan John adalah kekayaan bukanlah segalanya. Tuhan Yesus berkata, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?" Bersyukur John segera menyadari hal tersebut dan mengambil tindakan yang benar. Kita tidak perlu mengalami sakit penyakit terlebih dahulu sebelum akhirnya berubah dalam cara pandang terhadap harta benda. Milikilah kesadaran itu sekarang, mumpung kesempatan itu masih ada dan terbuka bagi kita. Kita teringat kepada Zakheus yang mengubah cara pandang terhadap harta benda dan dia memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin. Kita juga teringat kepada Yohana isteri Khuza yang melayani rombongan Yesus dengan kekayaan mereka. Mari kita berbagi, baik untuk sesama maupun memberi untuk pekerjaan Tuhan. Tuhan disenangkan jika kita melakukannya dengan tulus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin memiliki hati yang siap berbagi dengan sesamaku. Aku mau melakukannya dengan tulus dan benar. Amin. (Dod).
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 301 (Matius 25:31-46): Setelah memberikan perumpamaan tentang hamba-hamba yang menantikan kedatangan tuan mereka, pada kali ini Yesus memberikan pengajaran tentang peristiwa kedatangan Sang Tuan. Yesus akan datang kedua kalinya. Meskipun tidak ada yang tahu kapan waktunya, dan meskipun sepertinya waktu penantian yang lama membuat orang meragukan akankah Dia datang kembali, tetapi inilah suatu kepastian yang harus kita ingat terus: Kristus pasti akan datang kembali!
Dikelas ini Sayadaw Kheminda menjelaskan tentang "Apa yang Diajarkan Sang Buddha" dengan tema "Berpikirlah Sebelum Melakukan Tindakan ini".
Pdm. Handoyo Salim (TB) Mazmur 126:2Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
Pembawa Renungan : RP. Yandhie Buntoro, CDD - MedanMrk. 3:13-19
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 5 Januari 2026Bacaan: "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. " (Matius 7:24-25)Renungan: Ada seorang dosen yang sangat pandai dan hebat dalam mengajar. Karena itu, berbagai universitas sering mengundangnya untuk mengajar. Suatu kali ia diundang mengajar di satu universitas yang ia belum pernah mengajar sebelumnya. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia diantar sopirnya pergi ke universitas itu. Di tengah perjalanan ia iseng berkata kepada sopirnya, "Sebenarnya hari ini saya lelah sekali. Saya tidak ingin mengajar." Sopirnya berkata, "Bapak tidak usah mengajar sore ini, biar saya saja yang menggantikan Bapak." "Lho, kamu bisa gantiin saya?" tanya dosen tersebut. "Iya Pak. Saya kan sudah mengantar Bapak puluhan kali dan Bapak mengajar yang itu-itu juga, jadi saya sudah hafal Pak. Saya pasti bisa. Lagipula universitas itu belum tahu bagaimana wajah Bapak, jadi tidak perlu khawatir, Pak!" jawab sopir itu dengan yakinnya. Akhirnya dosen itu pun setuju. Lalu mereka bertukar tempat, dosen menyetir mobil dan sopir duduk di belakang layaknya seorang dosen. Tiba di universitas tersebut, sopir yang berlagak seperti dosen itu masuk kelas dan langsung mengajar. Sedangkan dosen yang asli mendengar dan melihat dari luar apa yang diajarkan oleh sopir itu. Dan ternyata, dengan mendengar puluhan kali saja, sopir itu betul-betul bisa mengajar persis dari A sampai Z. Namun di akhir perkuliahan timbul masalah, yaitu ketika sampai di sesi tanya jawab. Seorang mahasiswa bertanya, "Pak, bagaimana menerapkan apa yang Bapak ajarkan itu ke dalam kehidupan sehari-hari?" Sopir itu bingung karena ia tidak bisa menjawab. Tetapi ia tidak habis akal. "Wah, ini pertanyaan yang sangat mudah. Saking mudahnya sopir saya saja bisa menjawabnya!" Lalu ia memanggil "sopirnya". Akhirnya "sopirnya" itu dengan mudah menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya. Seperti sopir itu, orang bisa memiliki banyak pengetahuan tanpa tahu mempraktikkannya. Sebagai anak-anak Tuhan kita bisa juga seperti sopir ini yang tahu banyak kebenaran firman Tuhan, tetapi berhenti hanya sampai di pengetahuan saja, tanpa mempraktikkannya. Yesus berfirman, "Setiap orang yang mendengar perkataanku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu." Perkataan ini diberikan oleh Yesus sebagai penutup dari khotbah di bukit. Oleh karena itu, mari kita menjadi orang yang bijaksana, yakni orang yang setelah mendengarkan firman Tuhan kemudian menjadi pelaku dari firman tersebut. Jauhkan diri dari menjadi orang bodoh, yang hanya mendengar tanpa mau melakukan. Keputusan ada di tangan kita masing-masing, mau menjadi orang bijak atau orang bodoh. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin menjadi orang yang bijaksana, dengan menjadi pelaku dari setiap firman Tuhan yang aku dengar setiap hari. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 26 Desember 2025Bacaan: "Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah." (Ibrani 13:16)Renungan: Seorang pria sedang mengendarai mobilnya, ketika dia melihat seorang wanita setengah baya kebingungan di pinggir jalan karena mobilnya mogok. Pria ini melihat dia membutuhkan bantuan. Jadi dia menghentikan kendaraannya. Dia tersenyum saat mendekati wanita tersebut. Dia bisa melihat betapa ketakutannya wanita tersebut, mungkin karena pakaiannya yang lusuh. Dia mencoba menenangkannya, "Saya ingin membantu Anda, jangan khawatir. Saya Bryan Anderson." Ternyata ban mobil wanita itu kempes, jadi dia harus merangkak di bawah mobil untuk memasang dongkrak. Saat mengganti ban, pakaiannya menjadi kotor dan tangannya terluka. Ketika pekerjaannya selesai, wanita itu bertanya berapa yang dia harus bayar untuk bantuannya. Bryan tersenyum dan berkata, "Jika Anda benar-benar ingin membayar saya kembali, lain kali ketika anda melihat seseorang yang membutuhkan bantuan, berikanlah bantuan yang dibutuhkan orang itu. Dan ingatlah akan aku." Pada malam hari yang sama, wanita itu mampir ke sebuah kafe kecil. Dia melihat seorang pelayan, dalam kondisi hamil delapan bulan, sedang menyeka rambutnya yang basah dengan handuk. Pelayan ini memiliki senyum ramah yang manis, meskipun dia telah menghabiskan sepanjang hari untuk berdiri melayani orang-orang. Wanita itu bertanya-tanya di dalam hatinya bagaimana seseorang yang terlihat lusuh, bisa begitu baik, tersenyum ramah kepada para pembeli yang tidak dikenalnya. Lalu dia ingat Bryan. Selesai makan, wanita ini membayar dengan uang seratus dolar. Pelayan pergi untuk mengambil kembalian dan ketika dia kembali, wanita itu sudah pergi. Dia meninggalkan catatan di serbet: "Kamu tidak berhutang apa pun kepadaku. Seseorang pernah membantu saya, sama seperti sekarang saya membantu anda. Jika anda benar-benar ingin membayar saya kembali, jangan biarkan rantai cinta ini berakhir di anda, bantulah orang lain yang memerlukan bantuan." Pelayan itu menemukan empat lembar lagi ratusan dollar di bawah serbet. Malam itu, pelayan itu pulang lebih awal. Dia memikirkan wanita yang baik hati itu dan uang yang dia tinggalkan. Dia bertanya-tanya, bagaimana mungkin wanita itu bisa tahu, betapa dia dan suaminya sangat membutuhkan uang, apalagi sekarang, ketika bayinya akan segera lahir. Dia tahu bahwa suaminya mengkhawatirkan hal itu, jadi dengan senang hati dia menyampaikan kabar baik itu kepada suaminya. Dia mencium suaminya dan berbisik, "Sekarang semuanya akan baik-baik saja. Aku mencintaimu, Bryan Anderson." Firman Tuhan mengingatkan agar kita tidak lupa untuk berbuat baik dan memberikan bantuan. Berilah bantuan kepada orang yang betul-betul memerlukannya. Tapi kita juga harus ingat, jangan memberi bantuan yang dapat membuat orang menjadi malas bekerja dan manja. Berilah kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu yang senantiasa tergerak untuk membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan, sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod)
Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Komisi Pemberantasan Korupsi, kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap Bupati Bekasi. Kasus ini kembali membuka pertanyaan besar yang belum kunjung terjawab secara tuntas: seberapa kuat sebenarnya pengawasan terhadap integritas kepala daerah di Indonesia?OTT ini bukan hanya soal individu, tetapi juga mencerminkan masih rapuhnya sistem pencegahan korupsi di tingkat daerah. Padahal, kepala daerah telah melalui berbagai tahapan pengawasan, mulai dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, pengawasan internal pemerintah, hingga kontrol politik melalui DPRD dan partisipasi publik.Namun fakta di lapangan menunjukkan, mekanisme tersebut sering kali bersifat administratif dan belum menyentuh akar persoalan. Celah penyalahgunaan kewenangan masih terbuka lebar, terutama dalam sektor perizinan, pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan anggaran daerah—ruang-ruang yang rawan praktik suap dan gratifikasi.Pengawasan integritas sejatinya tidak cukup hanya mengandalkan penindakan setelah pelanggaran terjadi. Yang lebih penting adalah pencegahan sejak awal, melalui sistem transparansi anggaran, digitalisasi layanan publik, penguatan pengawasan internal, serta keterlibatan aktif masyarakat dan media.Kasus OTT Bupati Bekasi ini seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Bukan hanya bagi aparat penegak hukum, tetapi juga bagi pemerintah pusat, partai politik, dan pemilih. Sebab integritas kepala daerah bukan sekadar persoalan moral pribadi, melainkan hasil dari sistem yang dibangun—atau dibiarkan lemah—secara kolektif.Jika pengawasan masih longgar dan sanksi politik tidak memberi efek jera, maka OTT demi OTT akan terus berulang. Dan pada akhirnya, yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga kepercayaan publik terhadap demokrasi dan pemerintahan daerah.TALK ::: Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch, Iskandar Sitorus & Pengamat Politik, Mantan Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Joko Purnomo
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 10 Desember 2025Bacaan: "Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. " (Markus 10:22) Renungan: Suatu ketika datanglah seorang kaya kepada Yesus dengan sebuah pertanyaan, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Lalu, Yesus mengutip berbagai larangan berbuat jahat yang harus dihindari. Orang kaya ini berkata, "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Artinya, orang kaya ini telah mengisi sebagian besar waktunya dengan kehidupan yang disertai akhlak dan moral yang baik. Yesus memandang penuh kasih dan berkata, "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin... Datanglah kemari dan ikutlah Aku." la yang datang dengan antusias yang tinggi, bahkan dikatakan ia berlari-lari dan bertelut di hadapan Yesus. Namun kini, orang kaya ini berlalu dengan langkah yang berat karena hartanya banyak. Ia datang dengan sebuah pertanyaan yang bagus namun tidak siap untuk mendengarkan jawaban Yesus. Berapa banyak di antara kita yang memiliki sikap seperti orang kaya ini. Kita datang ke hadapan Tuhan dengan berbagai kerinduan hati yang bagus, namun kita tidak siap menerima jawaban dari Tuhan. Persis seperti yang terjadi dengan orang kaya ini! la rindu diselamatkan namun tidak rela menukarkan harta duniawinya dengan harta sorgawi. Pada-hal Yesus telah mengatakan, "Berikanlah itu kepada orang-orang miskin maka engkau akan beroleh harta di sorga. Apa yang menjadi kerinduan hati kita saat ini di hadapan Tuhan? Mari belajar menyiapkan hati kita untuk mau menerima dan melakukan apa yang firman Tuhan katakan. Hindarilah sikap hati seperti orang kaya ini yang berharap mendapatkan jawaban bagi kerinduan hatinya sesuai dengan konsep pikirannya sendiri. Akhirnya, kerinduan orang kaya ini tinggal hanya kerinduan karena ia tidak mau menyelaraskan hidupnya kepada perkataan Tuhan. Ingatlah bahwa firman Tuhan adalah peraturan hidup yang akan menuntun kita kepada kesempurnaan. Bukan konsep kita, bukan cara kita, tapi konsep dan cara Tuhan. Ams 16:20 mengingatkan kita, "Siapa memperhatikan firman akan mendapatkan kebaikan." Orang kaya ini gagal menukarkan harta dunianya dengan harta sorgawi karena ia tidak memperhatikan firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa Tuhan Yesus, sering kali aku hanya memiliki kerinduan untuk diberkati oleh-Mu namun hatiku jauh dari mau taat kepada-Mu. Jamahlah hatiku, lepaskan kesombongan dan keegoisan dalam hatiku, gantikan dengan rahmat kerendahan hati, sehingga aku dapat taat untuk melakukan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
JAKARTA - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Reza Kordova mengungkap terkait isu mikroplastik yang kini mencemari udara Jakarta dan terbawa turun bersama air hujan. Setiap harinya, partikel mikroplastik diperkirakan jatuh antara 3 hingga 40 partikel per meter persegi yang menandakan tingginya tingkat polusi yang tak terlihat di udara ibu kota Jakarta. Sumber pencemaran tersebut tak hanya berasal dari aktivitas di Jakarta tetapi juga dari wilayah seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Banten.Minimnya tempat pengumpulan sampah di daerah-daerah itu membuat pembakaran terbuka masih marak dilakukan oleh warga hingga melepaskan partikel plastik dan zat berbahaya ke atmosfer. "Nah, ini asalnya dari mana sebenarnya? Asalnya memang karena wilayah Indonesia itu menurut Cuaca adalah secara regional dan mungkin dari BMKG bisa menambahkan karena regional, wilayah Jabodetabek dan sekitarnyalah sebenarnya yang berpotensi menjadi sumber dari mikroplastik tersebut.""Nah, sumbernya dari mana saja? Yang pertama dari pakaian.""Pakaian yang kita gunakan sebagian besar sekarang adalah polyester atau nylon atau polimer yang sintetis. Bukan katun misalnya yang memang tidak asli natural fiber.""Nah kemudian yang kedua adalah dari penggunaan plastik. Yang kedua adalah melakukan oleh masyarakat. Melakukan pembuangan secara sembarangan. Kalau terlalu banyak biasanya akan melakukan pembakaran secara terbuka. Ketika pembakaran secara terbuka itu dilakukan dan masif hampir setiap hari apalagi sekarang, mikroplastik itu akan lebih cepat kemungkinan terbang ke udara." Demikian Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Reza Kordova dalam media Briefing Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta membahas soal Mikroplastik Dalam Air Hujan Dan Fenomena Panas Ekstrem di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/10).Sementara itu, fenomena ini memperlihatkan bahwa mikroplastik kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Dr. Reza mengatakan jika tidak dikendalikan, polusi mikroplastik berpotensi memperburuk kualitas udara serta meningkatkan resiko pembakaran bahan kimia berbahaya bagi warga perkotaan di Jakarta. (Reynaldi Adi Surya)
JAKARTA - Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menegaskan Pemprov DKI terus memperkuat penanganan pencemaran mikroplastik melalui riset dan aksi nyata di lapangan. Temuan BRIN tentang kandungan mikroplastik dalam air hujan menjadi perhatian serius sekaligus mendorong kolaborasi lebih erat antara pemerintah dan lembaga riset. Asep mengatakan upaya pengendalian dilakukan dari hulu ke hilir mulai dari uji emisi kendaraan untuk mengurangi polusi, pengelolaan sampah plastik, pemantauan kualitas air dan udara, hingga kampanye edukasi kepada masyarakat."Publik juga dihimbau lebih bijak dalam menemilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekalipakai yang berpotensi mencemari lingkungan." "Kampanye edukasi publik tentang bahayanya tidak hanya mikroplastik tetapi semua unsur pollutan yang ada yang di atmosfer kita. Kemudian juga teman-teman media mungkin sudah tahu bagaimana Pemprov DKI juga berupaya untuk terus mengedukasi masyarakat dalam penanganan sampahnya mulai dari hulu tengah dan hilirnya.""Tadi disampaikan bahwa salah satu sumber pencemar dari mikroplastik adalah dari sampah yang tidak terkelola dengan baik, utamanya sampah plastik. Dan kami juga di Dinas LH saat ini juga terus mengupayakan bagaimana pengendalian pengemaran udara.""Ya mungkin teman-teman juga sudah banyak mengetahui upaya-upaya kami antara lain adalah melakukan uji emisi kendaraan bermotor. Jadi sumber bergerak berupa emisi kendaraan bermotor dan sumber tak bergeraknya dari industri pabrik emisinya juga terus kami lakukan upaya-upaya pengurangannya." Sebagai tambahan Kadis DLH DKI JakartaAsep Guswanto juga memperkuat pengawasan terhadap emisi kendaraan dan industri sebagai sumber pencemaran udara. Asep menegaskan penanganan isu mikroplastik dan polutan lain harus dilakukan secara kolektif melalui kerjasama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat demi terciptanya lingkungan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan.Demikian laporan dari Balai Kota DKI Jakarta, Reynaldi Adi Surya melaporkan.
There's no better way to experience Australia than hitting the road. Between the wide-open landscapes, country bakery pies, and unexpected wildlife, a road trip lets you take in the country at your own pace. But even if you've driven overseas, Australia comes with its own set of challenges, especially when you venture off the beaten path. - Tak ada cara yang lebih baik untuk menjelajahi Australia selain dengan berkendara. Namun, meskipun Anda pernah berkendara di luar negeri, Australia memiliki tantangan tersendiri, terutama saat Anda menjelajah ke tempat-tempat yang jarang dikunjungi.
Kebaktian 1 Minggu XVI Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 28 September 2025 pukul 07.00 WIBTema : "Jangan Lelah Melakukan Kebaikan"Bacaan Alkitab : Lukas 16-19-31Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung September 2025
Kebaktian 2Minggu XVI Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 28 September 2025 pukul 09.30 WIBTema : "Jangan Lelah Melakukan Kebaikan"Bacaan Alkitab : Lukas 16-19-31Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung September 2025
Pembawa Renungan : Drg. Hernawaty Halim Pontianak Luk. 8:19-21
Melakukan segala sesuatu teruntuk Allah & Memohon segala sesuatu kepada Allah
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 16 September 2025Bacaan: "Apapun juga yang kamu perbuat perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:23)Renungan Apakah kita pernah terluka karena orang yang mengaku sangat mencintai kita, tetapi diam diam ternyata mencintai orang lain? Cinta dan kebaikan kita kepadanya diabaikan begitu saja dan kita dicampakkannya. Apakah kita pernah terluka karena orang-orang kepercayaan kita, yang diperjuangkan mati-matian agar mendapatkan posisi yang lebih baik dan taraf hidup yang meningkat, ternyata mengkhianati dan menjelek-jelekkan kita di belakang? Apakah kita pernah terluka karena sahabat-sahabat kita yang kelihatannya sangat mendukung dan berpihak kepada kita, namun mereka menusuk dari belakang dan menjatuhkan kita? Apakah kita pernah terluka, karena anak yang kita besarkan dengan kasih sayang dan pengorbanan, setelah dewasa tidak mempedulikan kita sebagai orang tuanya?Apakah kita pernah terluka pada orang-orang yang kita percaya untuk mencurahkan isi hati kita, namun mereka membeberkan rahasia tersebut kepada orang lain? Apakah kita pernah terluka karena orang-orang yang selalu menerima pertolongan dan pemberian dari kita, ternyata sering menggosipkan serta menjelekkan kita? Apakah kita pernah terluka karena orang-orang yang di depan berlaku manis, taat, hormat dan berpihak pada kita, ternyata mencemoohkan kita di belakang? Mungkin pernah terbersit penyesalan di dalam hati, untuk apa lagi berbuat baik kepada mereka yang munafik, yang ternyata tidak tulus mengasihi dan bersahabat dengan kita. Hari ini Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tetap terus melakukan kebaikan kepada semua orang. Itulah ciri pengikut Yesus, senantiasa menebar kasih walau di tanah berbatu-batu yang tidak ada harapan untuk bertumbuh. Yesus sudah menerima kita apa adanya, kini terimalah orang lain apa adanya. Tuhan Yesus memberkatiDoa:Tuhan Yesus, perbaharuilah kasihku agar aku dapat bersikap tulus terhadap orang lain sekalipun mereka mengecewakan dan menyakitiku. Jangan biarkan kasihku pudar karena perilaku mereka yang tidak sesuai dengan harapanku. Engkau sudah mau menerima aku apa adanya dengan segala kekuranganku, maka ajarilah aku menerima orang lain apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka. Tugasku hanya menebar kasih dengan tulus, dan Engkau yang akan menumbuhkannya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 12 September 2025Bacaan: Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Ku larang engkau makan itu? Manusia itu menjawab: Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." (Kejadian 3:11-13)Renungan: Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. Mereka adalah pasangan yang saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. Saat anak itu berumur 2 tahun, suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yang terbuka. Dia terlambat untuk ke kantor, maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. Istrinya karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut. Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Obat tersebut adalah obat keras yang bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak tidak tertolong. Sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya. Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya telah meninggal, dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata, "SAYA BERSAMAMU SAYANG." Reaksi sang suami yang tidak disangka-sangka adalah sikap proaktif. Si anak sudah meninggal dan tidak bisa dihidupkan kembali. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. Lagipula seandainya dia menyempatkan waktu untuk menutup dan menyimpan botol tersebut, maka hal itu tidak akan terjadi. Tidak ada yang perlu disalahkan. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Apa yang si istri perlu saat itu adalah penghiburan dari sang suami, dan itulah yang diberikan suaminya saat itu. Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini, maka akan terdapat lebih sedikit permasalahan di dunia ini. Salah satu sifat dosa adalah saling menyalahkan satu dengan yang lain. Adam menyalahkan Hawa, Hawa menyalahkan ular. Masing-masing tidak mau dipersalahkan, karena hal ini menyangkut tanggung jawab. Banyak orang lari dari tanggung jawab dan melemparkannya kepada orang lain. Tanpa kita sadari banyak orang menderita karena kita mau cari selamat sendiri. Hari ini kita diajak untuk mengatakan kebenaran tanpa harus mengorbankan atau mempersalahkan orang lain, "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat." (Mat 5:37). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku supaya menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas apapun yang telah kulakukan dan tidak lari dari tanggung jawab atau mencari-cari kesalahan orang lain yang mengakibatkan hubungan kekeluargaan dan persahabatan menjadi renggang. Amin. (Dod).
"Apabila kamu marah, janganlah sampai melakukan dosa..." (Mazmur 4:4a) ❌
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 10 Agustus 2025Bacaan: "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan." (Filipi 2:14)Renungan: Tidak banyak orang yang menganggap pekerjaan bukan sebagai beban tetapi seperti sebuah permainan yang mengasyikkan. Hal ini memang tidaklah mudah, tetapi jika kita dapat mengubah sikap mental kita terhadap apa yang kita sebut pekerjaan, maka kita akan menikmati hidup ini. Seseorang berkata, "Menganggap sesuatu itu sebagai pekerjaan atau permainan, tergantung dari pikiran kita tentang hal itu." Jika kita seorang yang suka bersungut-sungut, mengeluh, marah dan mengomel, kelihatannya kita perlu mengubah sikap mental kita terhadap pekerjaan yang selama ini seolah menjadi beban. Jika semua orang mengerjakan pekerjaannya dengan penuh sukacita sebagaimana ketika ia menikmati sebuah permainan yang sangat disenanginya, maka firman Tuhan dalam Filipi 2:14 di atas tidak akan pernah ada. Firman Tuhan ini ada karena kenyataannya banyak orang yang bekerja sambil bersungut-sungut, berbantah-bantahan dan tidak mengucap syukur. Dengan demikian pekerjaan menjadi terasa sangat berat dan membosankan. Belajar menikmati sebuah pekerjaan sebagai sesuatu yang menyenangkan, akan mempermudah kita melakukannya dan yang paling penting kita tidak akan berdosa kepada Tuhan karena keluhan-keluhan dan perbantahan yang keluar dari mulut kita. Jika kita adalah seorang karyawan, suami, istri atau anak yang harus mengerjakan berbagai pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita, kerjakanlah dengan sukacita dan tanpa sungut-sungut. Ingat, sikap mental kita terhadap suatu pekerjaan akan menentukan apakah kita akan mendapatkan kepuasan dan menikmati pekerjaan itu atau tidak. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk bersyukur dan menyenangi pekerjaan yang Kau berikan padaku. Jangan biarkan sungut-sungut dan keluh kesahku menghalangi sukacita dan berkat-Mu masuk dalam hidupku. Amin. (Dod).
Mendoakan Anak Yang Melakukan Kesalahan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 12 Muharram 1447 H / 8 Juli 2025 M. Kajian Tentang Mendoakan Anak Yang Melakukan Kesalahan Di antara hal yang harus ditempuh dalam menyikapi perilaku negatif remaja adalah dengan […] Tulisan Mendoakan Anak Yang Melakukan Kesalahan ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 11 Juli 2025Bacaan: "Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak." (Amsal 6:6)Renungan: Ada sejenis semut di musim panas yang membangun rumahnya setinggi manusia. Mereka tidak membangunnya dari pasir tetapi dari sejenis tanah liat. Rumah itu dilengkapi dengan kamar-kamar dan juga lubang kecil dari kamar satu ke kamar lain. Meskipun tidak ada pemimpin yang mengatur tetapi mereka melakukannya dengan baik. Allah memberikan keterampilan pada para semut dan semua itu dijalankan dengan baik. Allah dalam bacaan hari ini memerintahkan kepada manusia khususnya yang pemalas untuk belajar dari semut. Dengan melihat kesibukan mereka, seharusnya kita malu sebagai manusia yang hanya bermalas-malasan sepanjang hari. Kalaupun melakukan sesuatu mungkin dengan ogah-ogahan dan dengan berat hati. Kita juga dapat mengamati betapa sukacita dan semangatnya semut-semut itu bekerja. Ketika berpapasan dengan sesama semut, mereka kelihatan berangkulan sejenak kemudian melanjutkan kesibukan mereka. Allah tidak menempatkan manusia di bumi hanya untuk berpangku tangan dan tidak melakukan sesuatu. Kita bisa menghasilkan sesuatu yang indah dan berguna dan kita akan meraih kesuksesan jika kita rajin dan mau berusaha. Ketika kita mau berusaha dengan tekun, maka berkat Tuhan akan turun menghampiri kita. Jangan kalah dengan semut ya. Tuhan Yesus memberkati,Doa:Tuhan Yesus, Engkau sudah memberikan kami akal budi dan tubuh yang sempurna. Berkatilah seluruh keberadaan tubuhku, agar apapun yang aku pikirkan, aku katakan, aku rasakan dan aku perbuat sungguh mendatangkan berkat bagi diriku, sesamaku dan untuk kemuliaan nama-Mu. Lepaskanlah kemalasan dalam diriku karena hal itu hanya akan mendatangkan kemiskinan bagi hidupku. Amin. (Dod).
Melakukan perubahan karir di umur 30 tahun saat telah berkeluarga dan memiliki anak, realistis atau egois?Simak cerita Andi JG dan prosesnya bersama istri dalam menentukan keputusan besar ini, serta apa saja yang didapat dari karir barunya! Timestamp:00:00 Opening02:22 Perasaan asing tidak mengetahui apa yang diinginkan05:12 Menghadapi anxiety disorder10:25 Proses unlock unconcsious dalam diri17:17 Menjadi ayah rumah tangga21:26 Magic Connection antara anak dan orang tua
Roh Kudus, sering disebut sebagai Penghibur. Roh Tuhan tidak sibuk melakukan hal-hal yang menghibur kepada kita atau memberi informasi yang menghibur. Roh Kudus ada dan kesembuhan terjadi saat kita berbagi apa yang ada di hati kita
Sebagai umat Kristen, tidak ada yang mustahil. Terlepas dari keterbatasan kita, teruslah berkata, "Aku dapat melakukan segala sesuatu, karena Kristus yang memberi kekuatan kepada ku !" Amin
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 16 Februari 2025Bacaan:"Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."(Kolose 3:23)Renungan: Suatu kali ada seorang tetangga bertanya kepada seorang Oma, "Mengapa masih berjualan kue, Oma? Bukankah anak-anak sudah mapan semua?" "Ya, anak-anak kan juga punya kehidupan sendiri yang harus mereka urus," jawab Oma ringan. "Tapi seharusnya Oma sudah lebih banyak santai dan tinggal menikmati hidup saja," kata sang tetangga. Mendengar pernyataan itu, Oma tertawa sambil berkata, "Memang, menurutmu saya sedang apa, Nak? Saya ini sedang menikmati hidup, lho. Membuat kue dan mengetahui ada orang yang suka kue saya, sungguh menggembirakan hati." Apakah kita pun sedang menikmati hidup? Ada anggapan menikmati hidup itu berarti sudah tidak bekerja lagi. Hanya santai dan berlibur ke tempat-tempat yang kita sukai. Tentu kegiatan tersebut pun bisa berarti menikmati hidup. Tapi, kita tahu, menikmati hidup sesungguhnya berhubungan dengan hati. Saat kita mengerjakan sesuatu dengan hati, itulah menikmati hidup. Kala hati kita gembira atau tepatnya sukacita melakukan sesuatu, itulah menikmati hidup. Jadi, jika kita hendak menikmati hidup, ikutlah nasihat firman Tuhan: "Perbuatlah segala sesuatu dengan segenap hati, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." Orang yang mampu menikmati hidup mengarahkan hatinya pada Tuhan dan berkarya dengan ringan dan riang. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar setiap pekerjaan yang kulakukan dapat kulakukan dengan baik sebagai persembahan diriku pada-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 11 Februari 2025Bacaan:"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."(Galatia 6:9)Renungan: Ada seorang bernama Yacouba Sawadogo yang lahir di Burkina Faso, Afrika, tahun 1946. Sebagai petani kecil, ia berhasil menghijaukan 20 hektar lahan tandus di desanya. Tandusnya lahan di desanya disebabkan oleh kelebihan manusia dan sistem pertanian kasar yang menyebabkan erosi tanah. Banyak peneliti menyerah mengatasi masalah lahan itu. Yacouba prihatin. la lalu mencoba teknik menanam tradisional Afrika. Dengan alat seperti sekop dan kapak, la membuat lubang-lubang untuk diisi pupuk dan bibit. la ditertawakan karena teknik itu dianggap kuno. Namun, dalam 20 tahun terbukti bahwa lahan tandus itu berubah menjadi lahan hijau yang subur dan lebat. Perjuangan Yacouba didorong oleh hasrat ingin memajukan desanya. Hasrat dan perjuangan seperti inilah yang dimaksudkan Paulus dalam Galatia 6:9, "Janganlah kita jemu-jemu mencoba dan berusaha melakukan pekerjaan baik." Ketika situasi memburuk dan kenyataan begitu getir, pada saat itulah komitmen kita dibutuhkan untuk tekun berbuat baik. Pekerjaan baik pasti akan membuahkan hasil yang baik. Setidaknya, itulah yang dibuktikan oleh Yacouba. la menuai hasil yang sangat baik, bahkan menjadi berkat bagi seluruh masyarakat Burkina Faso. Percayalah, setiap pekerjaan baik kita juga akan menjadi berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, tolonglah aku agar dapat membangun komitmen yang teguh untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik, sehingga melalui kehadiranku dan pekerjaan-pekerjaan baikku, banyak orang diberkati. Amin. (Dod).
Jeruk bali mengandung antioksidan yang secara alami melindungi hati. //Melakukan pekerjaan kedermawanan hati di dalam bentuk apapun diberkati dua kali.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 1 Januari 2025 Bacaan: Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." (1 Samuel 17:32) Renungan: Keberuntungan adalah ketika persiapan bertemu dengan kesempatan. Melakukan persiapan adalah bagian kita, sedangkan membuka kesempatan adalah kedaulatan Tuhan. Gantilah doa kita yang selalu meminta kesempatan dari Tuhan dengan berkata, "Kapan pun kesempatan itu tiba, saya selalu dalam keadaan siap." Jika hari ini kita mendapat tawaran untuk mencoba hal baru mengapa tidak diambil saja? Bisa jadi itu adalah tiket untuk naik ke level yang lebih tinggi. Hanya butuh satu momentum untuk membalikkan keadaan. Keberanian Daud menerima tantangan Goliat menjadi titik balik kehidupannya, dari gembala ternak di padang menjadi orang istana. Jika hari itu Daud tidak mengambil kesempatan itu, bisa jadi hingga masa tuanya, Daud hanyalah seorang gembala di padang. Mungkin setiap hari kita berdoa supaya Tuhan memberkati pekerjaan dan usaha kita. Tahukah kita bahwa Tuhan bisa menjawab doa kita kapan pun, di mana pun, bahkan di saat yang sama sekali tidak kita duga? Kita sering memohon kenaikan level hidup, namun ketika peluang itu hadir di depan mata, kita menolaknya. Dengan sombongnya kita berkata bahwa peluang seperti ini akan ada lagi besok. Sikap seperti ini tentu tidak menghargai Tuhan yang sudah membukakan jalan. Memang membuat pertimbangan itu baik, namun terlalu banyak pertimbangan hingga akhirnya tidak bergerak, juga tidak baik. Jangan takut untuk melangkah, Tuhan bersama kita. Jangan harapkan kesempurnaan di langkah pertama. Latihan dan pengulangan akan membuat semuanya menjadi semakin baik. Semoga di tahun baru ini kita semakin peka menyadari berkat Tuhan yang disiapkan untuk kita, sehingga kita pun siap untuk menerimanya. Selamat Tahun Baru 2025. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, bukalah mataku untuk bisa melihat kesempatan dalam setiap tantangan. Aku percaya semua hal Tuhan izinkan terjadi untuk menaikkan levelku menjadi lebih tinggi. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 31 Desember 2024 Bacaan: "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." (Mazmur 90:12) Renungan: Seseorang mendapat kiriman sebuah kalender mini dengan tulisan yang menginspirasi topik permenungan di akhir tahun 2024 ini. Inilah kutipan tulisan yang tertera di bawah kalender tersebut. "Sebagai saudara seiman aku ingin memberikan sesuatu kepadamu. Sesuatu yang tidak berharga namun bernilai, yaitu sebuah kalender mini tahun 2024. Memang kalender ini tidak akan berguna lagi ketika fajar tahun 2025 menyingsing, tapi ini sungguh berarti di mata orang yang tahu menghargainya. Marilah belajar menghitung hari- hari yang masih tersisa untuk melihat apa yang masih belum kita kerjakan atau selesaikan bagi Tuhan dan sesama di tahun 2024. Apalagi yang belum kita bagikan kepada sesama dan berikan kepada Tuhan? Masih banyakkah yang belum kita selesaikan hingga di penghujung tahun 2024 ini? Semuanya belum terlambat. Tetapkanlah langkah dan rencana di dalam tangan Tuhan. Lakukanlah dan jangan berhenti!" Dari surat itu, ada empat pesan yang harus kita renungkan kala fajar 2025 menjelang. Pertama, apalagi yang belum kita kerjakan atau selesaikan di tahun 2024? Apakah target yang sudah kita rumuskan di awal tahun 2024, sudah sepenuhnya tercapai atau malah 50%-nya sama sekali tidak terlaksana? Jika banyak rencana belum terjadi karena kita suka menunda-nunda, itu berarti kita dengan sengaja menghambat terwujudnya apa yang kita impikan. Menunda berarti menghilangkan kesempatan emas untuk berhasil. Kedua, apa saja yang belum sempat kita bagikan kepada sesama? Apa yang sudah kita bagikan kepada sesama? Idealnya hidup seorang pengikut Yesus adalah menjadi sebuah kesaksian yang tertulis dan dapat dibaca oleh orang banyak. Dan itu akan menjadi kenyataan jika kita bersedia membagi hidup, waktu, materi, jalan keluar, ide, atau kreativitas kita untuk membangun sesama atau memajukan pelayanan yang Tuhan percayakan. Tetapkanlah setiap hari sebagai "Hari Kemurahan", di mana kita akan berbagi apa yang kita miliki untuk sebuah kemajuan. Ketiga, apa yang belum kita berikan kepada Tuhan? Adakah kita terus menghabiskan waktu hanya untuk bekerja atau bersenang-senang saja tanpa mempedulikan mezbah doa kita di hadapan Tuhan? Atau adakah kita menolak untuk terlibat di dalam pelayanan padahal kesempatan untuk melayani Tuhan terbuka lebar di depan mata? Marilah kita menghitung hari-hari dengan memandang betapa besar kasih, anugerah dan berkat-berkat yang Tuhan curahkan di sepanjang tahun ini. Biarlah semua itu memacu kita untuk melayani di tahun 2025. Keempat, jika masih banyak pekerjaan yang tertunda, belumlah terlambat untuk memulainya. Mulailah melakukannya hari ini juga dan jangan berhenti dengan menunda-nunda. Melangkahlah sambil memandang kepada Tuhan, karena Dia akan menuntun dan memberikan hikmat kepada kita ketika kita mengerjakan bagian kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ampunilah aku karena belum menjadi pribadi seperti yang Kau inginkan. Aku belum menjadi manusia yang efektif. Ubahlah aku seturut kehendak-Mu. Amin. (Dod)
Sukhī hontu kalyāṇamittā, Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Mari Berhenti Melakukan Kejahatan". #Buddha #Ceramah #Kejahatan #AshinKheminda #BhanteKheminda Informasi : • Pusat Informasi DBS • Telp/WA : 0813 8700 3600 https://linktr.ee/Dhammavihari
Berada dititik terendah, mabuk, selingkuh hingga bercerai dengan Nafa Urbach. Apa yang membuat Zack lee kini ada di jalan Tuhan & yakin memeluk agama Kristen? Yuk, dengerin ceritanya sekarang!
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 September 2024 Bacaan: "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah." (1 Petrus 4:2) Renungan: Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana ia bertemu seorang prajurit yang tak akan pernah dilupakannya, bernama Harry. Harry dikirim untuk menjemput profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. la membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh. Kemudian ia juga menolong orang yang tersesat dan menunjukan arah jalan yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor, senyumnya selalu menghiasi wajahnya. "Darimana kamu belajar hal-hal seperti itu ?" tanya sang profesor. "Oh, selama perang, saya kira." Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga saat ia mendapat tugas membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. "Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah," katanya. "Saya tak pernah tahu apakah langkah selanjutnya merupakan pijakan terakhir. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan anugerah dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini." Jika kita bisa bangun pagi hari ini tanpa kekurangan suatu apa pun, itu semua merupakan sebuah anugerah dan kesempatan berharga yang Tuhan berikan. Oleh karena itu sudah seharusnya kita memanfaatkan hari ini dengan menggunakannya untuk melakukan hal-hal yang positif, yang Allah kehendaki. Berhentilah beranggapan bahwa keberadaan kita hanya sebuah hal yang biasa. Jika Tuhan memberi nafas hidup yang baru, berarti ada hal baru pula yang ingin Dia beri, harapan, iman yang baru, terobosan yang baru dan masih banyak lagi hal-hal besar yang mau Dia nyatakan bagi kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk hari baru ini. Mampukanlah aku hari ini untuk melakukan hal-hal positif bagi orang-orang di sekitarku sebagai ucapan syukur atas kehidupan baru yang Kau berikan hari ini. Amin. (Dod).
It's been Australia's most successful Olympic medal campaign ever - but the Australian Sports Foundation says that only 26 per cent of the Australian Olympians in Paris are receiving support from a sporting body. - Olimpiade Paris 2024 merupakan medali Olimpiade tersukses Australia sepanjang masa, tetapi Yayasan Olahraga Australia atau ASF mengatakan bahwa hanya 26 persen atlet Olimpiade Australia di Paris yang menerima dukungan dari badan olahraga.
While the need for blood is universal, access to it is not. Australia's blood supply levels for certain blood types is low - and that is putting patients at risk. - Meskipun kebutuhan akan darah bersifat universal namun akses terhadapnya tidaklah sama. Persediaan darah di Australia untuk golongan darah tertentu rendah dan hal ini menempatkan pasien dalam risiko.