Podcasts about Pada

  • 2,736PODCASTS
  • 12,966EPISODES
  • 28mAVG DURATION
  • 2DAILY NEW EPISODES
  • Aug 10, 2025LATEST

POPULARITY

20172018201920202021202220232024

Categories



Best podcasts about Pada

Show all podcasts related to pada

Latest podcast episodes about Pada

SHEMA - Podcast Anak GKIKB
SHEMA RENUNGAN AUDIO - 10 AGUSTUS 2025

SHEMA - Podcast Anak GKIKB

Play Episode Listen Later Aug 10, 2025 10:18


Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Agustus 2025, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 10 AGUSTUS 2025Pembaca Renungan : Jelita RumondangMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru

AWR Indonesian - Daily Devotional
PERTAMA, SAYA MEMBERIKAN HATI SAYA PADA-NYA

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later Aug 9, 2025 6:28


Tuhan telah memberikan kepada kita hati-Nya sejak lama. Tuhan memberikan hidup-Nya bagi kita sebagai bukti yang lebih besar atas kasih-Nya. Kasih Tuhan sangat luas. Komitmen Tuhan sangat dalam. Kesetiaan Tuhan itu kekal.

AWR in Indonesian - Renungan Harian
PERTAMA, SAYA MEMBERIKAN HATI SAYA PADA-NYA

AWR in Indonesian - Renungan Harian

Play Episode Listen Later Aug 9, 2025 6:28


Tuhan telah memberikan kepada kita hati-Nya sejak lama. Tuhan memberikan hidup-Nya bagi kita sebagai bukti yang lebih besar atas kasih-Nya. Kasih Tuhan sangat luas. Komitmen Tuhan sangat dalam. Kesetiaan Tuhan itu kekal.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu, Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 9, 2025 14:17


Dibawakan oleh Olivia Ivania, Eland Parera, Hendrik Monteiro dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Wahyu 11: 19a; 12: 1-6a.10ab; Mazmur tg 45: 10c-12.16; 1 Korintus 15: 20-26; Lukas 1: 39-56.SPIRITUS FACIT NOBILEM  Tema renungan kita pada hari raya Bunda Maria Diangkat Ke Surga ini ialah:Spiritus Facit Nobilem. Ungkapan bahasa Latin ini berarti: Roh membuatnyamenjadi besar. Ada banyak sekali kejadian yang membuat kita merasa kagum, herandan sangat takjub. Misalnya seorang anak desa yang sangat miskin, memulai usahadari yang sangat sederhana, dan setelah 30 tahun berusaha, ia kemudian menjadiseorang yang terkaya di negerinya. Seorang anak pendiam, malu dan tidak pernah dipedulikan orang disekitarnya. Setelah sekitar 30 tahun berlalu, ia menjadi seorang Uskup, dansemua orang di sekitarnya dulu ketika ia masih kecil harus memberinya hormatdan mencium cincin sucinya. Banyak sekali kejadian seperti ini membuat kitadapat bertanya: faktor apakah yang paling utama mengubah semua ini? Sepertihari raya ini, kita juga bertanya yang sama: faktor apakah yang membuat BundaMaria yang sangat bersahaja, dapat diangkat ke surga? Jawaban yang paling utama ialah karena Roh Tuhan memungkinkan semua itudapat terjadi. Roh Kudus membuat mereka menjadi besar. Kita dapat memberikanalasan lain seperti suatu keberuntungan, suatu perjuangan yang tanpa lelah danpenuh dengan kesabaran, atau bantuan dari orang-orang di sekitarnya. Namun jikakita memiliki keyakinan bahwa kuasa Tuhan melalui Roh-Nya yang bekerja, meskitanpa disadari karena sangat tersembunyi, kita sebenarnya memiliki sebuahkonsep iman yang sungguh-sungguh benar. Nyanyian suka cita oleh Bunda Maria saat mengunjungi saudarinya Elisabeth,antara lain memiliki tanda yang sangat nyata bahwa ia sendiri dibuat besar olehTuhan. Kehendak Tuhan terjadi sesuai yang diinginkan oleh-Nya, maka saatkehadirannya di dunia pun sudah dibuat spesial, yaitu dikandung tanpa nodadosa. Ia kemudian menjadi pintu bagi terjadinya inkarnasi, menjadi Bunda Allah,dan akhirnya melahirnya Putra Allah, Yesus dari Nazaret. Semua perbuatan sangatspesial dari Tuhan kepadanya, sungguh membuatnya menjadi besar dan sangatdihormati. Sampai detik ini, Bunda Maria tetap spesial bagi kita karena RohKudus membuatnya besar, dan rahmat ini tidak pernah hilang dari padanya Kalau Bunda Maria ingin memberikan kita satu atau dua nasihat, khususnyasaat kita merayakan pestanya pada  hariini, kita dapat memintanya untuk mengajarkan kita untuk menjadi besar dihadapan Allah, dan sesuai dengan yang dikehendaki Tuhan. Maria tidak bisaterlepas dari Tuhan Yesus, Putra-Nya, sehingga ia pasti menasihatkan kita untuksenantiasa taat kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Ketaatan itu ialah mengikutijalan-Nya, yaitu jalan salib, kebenaran-Nya, yaitu kebenaran salib, danhidup-Nya, yaitu salib kehidupan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk selaludekat dan bersama Bunda-Mu Maria di dalam jalan salib-Mu. Kemuliaan kepada Bapadan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

SHEMA - Podcast Anak GKIKB
SHEMA RENUNGAN AUDIO - 9 AGUSTUS 2025

SHEMA - Podcast Anak GKIKB

Play Episode Listen Later Aug 9, 2025 5:33


Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Agustus 2025, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 9 AGUSTUS 2025Pembaca Renungan : Jelita RumondangMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-18 masa biasa, 9 Agustus 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 8, 2025 8:46


Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Ulangan 6: 4-13; Mazmur tg 18: 2-3a.3bc-4.47.51ab; Matius 17: 14-20.IMAN SEBESAR BIJI SESAWI Renungan kita pada hari ini bertema: Iman Sebesar BijiSesawi. Ada kenyataan bahwa setelah sekian waktu mengikuti Sang Guru, YesusKristus, terbukti para rasul tidak dapat menyelesaikan suatu masalah yangmereka hadapi. Orang sakit dan kerasukan roh jahat tidak dapat mereka sembuhkandan bebaskan dari roh jahat. Mereka jelas menyadari ada yang tidak beres denganiman mereka, namun mereka tidak tahu persis apa sebenarnya yang tidak beresitu.  Yesus Kristus menemukan bahwa yang kurang pada merekaialah kekuatan, kualitas dan inti iman itu meski mereka tiap saat hidupbersama-Nya. Iman diumpamakan sebesar biji sesawi, yaitu meski kecil tetapiberisi, berkualitas, berkekuatan dan penuh dengan kuasa Tuhan. Potensi yangsedemikian besar itu akan mampu melakukan apa yang tidak mungkin. Ia dapatmemerintahkan gunung untuk pindah tempatnya. Konkretnya, iman sebesar biji sesawi itu seperti apa?Aspek paling inti ialah di dalam diri seorang beriman, Tuhan adalah penentu danpenggeraknya. Ini mengikuti apa yang dikatakan oleh Santo Paulus, bahwahidupnya adalah bukan dirinya sendiri, tetapi Yesus Kristus yang hidup di dalamdirinya. Misalnya Anda diminta oleh teman untuk membantu meringankan sakittertentu, Anda berkeyakinan bahwa Tuhan yang akan berbuat semuanya. Doa, iman,tenaga, pikiran, inisiatif, pekerjaan, materi yang mungkin dipakai untukmembantu, tapi Tuhan tetap nomor satu yang diberikan ruang dan kesempatankepada-Nya untuk berbuat atas orang sakit itu. Sering terjadi, kemampuan kita manusia saja yangdiandalkan sehingga cepat juga terlihat akibatnya yaitu seperti kita capai,bosan, marah dan menyerah. Ini sangat mungkin Tuhan tidak diberikan ruang dankesempatan untuk berbuat. Akhirnya kita akan mengeluh seperti para rasul, yaitumengapa kita tidak bisa menyembuhkan atau menyelesaikan persoalan sendiri? Daritempat-Nya yang tersembunyi, Tuhan mungkin berbisik: imanmu tidak kuat. Kamutidak melibatkan Aku. Aspek berikutnya yang menandakan iman sebesar biji sesawiialah kesadaran dan kecintaan untuk mempertahankan iman yang sudah tumbuh didalam diri kita. Meski kecilnya seperti biji sesawi, godaan untuk meremehkan,melupakan dan lalai merawatnya harus sekuat mungkin dikalahkan. Dari jauh-jauhwaktu sebelumnya Musa sudah ingatkan akan sebuah kesetiaan, ketaatan danketahanan untuk mempertahankan iman ini. Jangan pernah dilupakan dan dibuanggara-gara ada sesuatu baru yang datang ke permukaan hidup ini. Kita mempunyaiajaran dasar, kitab suci, tradisi suci, spiritualitas yang semua ini wajibdirawat, dipertahankan dan dihidupi selalu. Hanya dengan itu iman kita dapatbertahan sampai akhir. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, Bunda-Mu dan juga Bunda kami, Santa Perawan Maria menjadi contoh bagikami dalam beriman secara mantap, bagai biji sesawi yang sangat berguna.Tuntunlah kami untuk selalu meneladani iman Bunda Maria. Salam Maria penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

SHEMA - Podcast Anak GKIKB
SHEMA RENUNGAN AUDIO - 8 AGUSTUS 2025

SHEMA - Podcast Anak GKIKB

Play Episode Listen Later Aug 7, 2025 5:59


Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Agustus 2025, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 8 AGUSTUS 2025Pembaca Renungan : Melva HutapeaMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-18 masa biasa, 8 Agustus 2025, Peringatan Santo Dominikus, Imam

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 7, 2025 7:43


Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Ulangan 4: 32-40; Mazmur tg 77: 12-13.14-15.16.21; Matius 16: 24-28.PENYANGKALAN DIRI Renungan kita pada hari ini ini bertema: Penyangkalan Diri. Pertukaranbarang di zaman dahulu dengan sistem barter, terjadi misalnya pisang dibawahdari gunung ditukar dengan ikan dari pantai. Zaman telah berubah dan sistempertukaran ikut berubah, sehingga istilahnya bukan lagi tukar menukar barang,tetapi membeli barang. Kita memakai uang untuk “menukar”nya dengan barang yangada di toko.  Apakah hidup seseorang bisa ditukar atau dibeli mengikuti cara seperti ini?Seseorang bawa dirinya ke seorang pemegang uang, lalu ia diambil oleh orangkaya tersebut dan sejumlah uang berpindah tangan ke keluarga orang tersebut.Mungkin bisa terjadi saat ini, namun kejadian itu dapat digolongkan sebagaisuatu tindakan tidak normal bahkan mungkin kriminalitas. Pertukaran jenis ini terjadi dalam konteks pasar dan perdagangan. TuhanYesus mengajarkan satu jenis pertukaran hidup, tetapi tidak sebagai sebuahperdagangan. Ia menghadirkan sebuah gaya hidup baru demi meraih keselamatanjiwa dan raga bagi umat manusia. Kepada mereka yang memilih untukmengikuti-Nya, syarat utamanya ialah melakukan sebuah pertukaran hidup: pribadidan semangat hidupnya.  Gaya dan semangat duniawi yang membuat kita mementingkan diri kita saja danhidup dalam kegampangan serta bermental dilayani, ditukar dengan gaya hidupbaru dari Yesus ialah penyangkalan diri dengan tanda utama ialah memanggulsalib. Ini melengkapi apa yang sudah dilakukan oleh Tuhan, yaitu membeli kitadari dunia ini dengan harga mahal sekali. Kita dijadikan milik-Nya ditandaidengan pembaptisan dan masuknya kita ke dalam Gereja. Jadi kita mengalami suatupertukaran hidup yang mencakup kepemilikan Tuhan atas diri kita dan gaya hidupdunia ini ditukar dengan gayanya Yesus Kristus berupa penyangkalan diri danmemanggul salib. Ini bukan berarti dunia, budaya dan hidup sosial tidak lagi meng-klaim kitasebagai miliknya, atau sebaliknya kita sendiri kehilangan status di dunia ini.Kita nyatanya masih mengalami dan memiliki itu semua, tetapi diri kita initelah bertukar kualitasnya dengan lebih tinggi, yaitu sebagai para pengikutKritsus. Status ini sudah kita miliki dan tiap saat kita mengalami betapaberartinya kita. Buktinya kita berjanji untuk setia kepada Tuhan  dalam kata dan perbuatan kita. Ini yang Musaingatkan supaya kita tidak oleh melupakan status yang amat penting ini.  Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Di dalam kuasa dan rahmat-Mu, ya Bapa, kamiingin menguduskan diri kami melalui perkataan dan perbuatan kami dengan tetapberada di bawah bimbingan Roh-Mu. Semoga semangat penyangkalan diri yangdiajarkan Putea-Mu Yesus Kristus senantiasa selalu bertumbuh kuat di dalam dirikami. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

LEGASI.tv Podcast
Lukas 24:28-35 Mata Para Murid Yesus Mesias Dicelikkan dan Mengenali-Nya!

LEGASI.tv Podcast

Play Episode Listen Later Aug 7, 2025 46:57


Lukas 24:16 mengatakan: "Mereka nampak Yesus tetapi mereka tidak mengenali-Nya" (AVB) atau "ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenali Dia" (TB). Tetapi selepas mendengar Tuhan Yesus menerangkan Kitab Suci dan membahagikan roti kepada mereka, ayat 31 menyatakan: "Pada ketika itu juga mata mereka dicelikkan dan mereka pun mengenali Dia"

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-18 masa biasa, 7 Agustus 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 6, 2025 9:03


Dibawakan oleh Erna Lolan dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Bilangan 20: 1-13; Mazmur tg 95: 1-2.6-7.8-9; Matius 16: 13-23.KUNCI SURGA Renungan kita pada hari ini bertema: Kunci Surga. Seorang dosen terkenalsangat tegas namun sangat disenangi mahasiswanya. Ketegasannya diwujudkan dalammembuat keputusan yang tidak bisa diubah-ubah. Misalnya ia memutuskan untukmemberikan ujian kepada satu per satu mahasiswa, ia akan setia dan adilterhadap setiap mahasiswa sampai yang paling terakhir. Ia tegas membelamahasiswa yang benar, ia juga menghukum mahasiswa yang salah. Ia sangat disenangi dan dibanggakan karena perhatiannya besar kepada paramahasiswa. Ia tidak hanya mengajarkan mereka pengetahuan yang diperlukan tetapijuga mendidik mereka untuk menjadi pribadi-pribadi manusia yang baik. Iaberulang kali menekankan kepada mereka tentang kunci untuk mencapai kemandiriandan kedewasaan. Agar menjadi sukses dalam studi, kuncinya adalah ketekunandalam setiap kegiatan akademik. Agar menjadi seorang yang dihargai di antarateman-teman, kuncinya adalah menghargai sesama. Untuk menjadi seorang pribadi yang mandiri, kuncinya adalah kepercayaandiri dan berbuat dengan kemampuan dalam diri sendiri. Untuk menjadi dewasa,kuncinya adalah berlatih untuk memutuskan sendiri dan menjalankannya denganbertanggung jawab. Kunci bagi pertemanan dan kesetikawanan adalah kesabaran,saling mengerti dan menaruh kepercayaan terhadap satu sama lain. Kunci bagikesehatan yang tetap terjaga ialah konsumsi makanan yang sehat, cukup istirahatdan berolahraga. Dan masih banyak lagi kunci yang diberikan. Pada hari ini kita mendapatkan terang ilahi tentang satu kunci saja untukhidup bahagia selamanya, yang bukan kita peroleh di dunia ini dengan berbagaimacam kunci seperti disebutkan di atas, tetapi yang kita dapatkan di surga.Yesus memberikan rasul pertama-Nya Petrus kunci surga, setelah rasul inimembuat pengakuan imannya. Ia membuat suatu pengakuan iman pribadi bahwa Yesusadalah Yang Diutus dari Bapa, Putra Allah. Karena pengakuan iman itu, semua rasul dan murid yang lain juga dilibatkandi dalam mendapatkan hak istimewa untuk mencapai surga. Kita semua yangmengikuti Kritsus juga terlibat karena kita selalu membuat pengakuan iman,melalui doa “Aku Percaya”. Kunci surga yang berada di tangan Petrus menandakanbahwa Tuhan tidak egois untuk memiliki sendiri surga, tetapi dipercayakannyakepada kita manusia, yang harus berada di dalam suatu persekutuan orang-orangberiman. Persekutuan itu harus ada pimpinannya. Setiap orang jangan monopoli sesuka hati bahwa ia lebih berhak masuk surga,sedangkan yang lain tidak. Setiap orang punya hak yang sama dan Petrusdiberikan kewenangan untuk menjadi guide ataupenuntun kita. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus, semoga kami senantiasa setia dalampengakuan iman dan tekun menjalankannya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

Radio Elshinta
Kinerja Ekonomi Nasional Pada Kuartal II-2025 Menunjukkan Arah Pemulihan Yang Positif. Bagaimana Mencermati Hal Ini?

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Aug 6, 2025 28:30


Kinerja ekonomi nasional pada kuartal II-2025 menunjukkan arah pemulihan yang positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,12% secara tahunan (year-on-year), mengindikasikan tiga sinyal penting yang menepis kekhawatiran publik terkait perlambatan ekonomi. Sementara itu, data dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga mencatat bahwa total simpanan masyarakat di Bank pada Mei 2025 meningkat 4,02% secara tahunan, menjadi Rp.9.109 triliun. Bahkan simpanan rekening dengan nominal di bawah Rp.100 juta tumbuh 3,75%. Bagaimana mencermati hal ini? Talk bersama Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko.

SHEMA - Podcast Anak GKIKB
SHEMA RENUNGAN AUDIO - 6 AGUSTUS 2025

SHEMA - Podcast Anak GKIKB

Play Episode Listen Later Aug 6, 2025 8:04


Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Agustus 2025, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 6 AGUSTUS 2025Pembaca Renungan : Jelita RumondangMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru

SHEMA - Podcast Anak GKIKB
SHEMA RENUNGAN AUDIO - 7 AGUSTUS 2025

SHEMA - Podcast Anak GKIKB

Play Episode Listen Later Aug 6, 2025 6:59


Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Agustus 2025, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 7 AGUSTUS 2025Pembaca Renungan : Melva HutapeaMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru

Parenting Podcast
Bangun Karakter Kerajinan pada Anak melalui Teladan Orang tua - oleh Rizal Badudu, M.Min.

Parenting Podcast

Play Episode Listen Later Aug 6, 2025 4:21


Kalau kita ingin anak rajin, kita harus mencontohkan lebih dulu. Apa kebiasaan rajin yang ingin Moms & Dads tanamkan di rumah? Share di komentar!

SHEMA - Podcast Anak GKIKB
SHEMA RENUNGAN AUDIO - 5 AGUSTUS 2025

SHEMA - Podcast Anak GKIKB

Play Episode Listen Later Aug 5, 2025 6:03


Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Agustus 2025, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 5 AGUSTUS 2025Pembaca Renungan : Melva HutapeaMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-18 masa biasa, 6 Agustus 2025, Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 5, 2025 8:39


Dibawakan oleh Olivia Ivania dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Daniel 7: 9-10.13-14; Mazmur tg 97: 1-2.5-6.9; 2 Petrus 1: 16-19; Lukas 9: 28b-36.MATA DAN TELINGA YANG BERJAGA Renungan kita pada hari ini bertema: Mata dan Telinga Yang Berjaga. Seorangpemuda untuk kali ketiganya berpacaran dan ia berpikir kalau kali ini mestimemberikan hasil positif. Dua kali sebelumnya selalu berakhir dengan kesedihanlantaran ada banyak ketidak-sesuaian. Ia mengevaluasi diri dan mengetahui bahwaada sisi negatif dari dirinya yang ikut menyebabkan kegagalan pacaran selamadua kali. Lalu ia bicarakan itu dengan kedua orang tuanya. Nasihat kedua orangtuanya begini: keputusan hati kita untuk berkata dan bertindak sangatbergantung pada kemampuan melihat dan mendengar.  Mata dan telinga kita harus senantiasa aktif untuk mendapatkan kenyataantentang orang lain yang kita kasihi. Ketika melihat bahwa orang di sampingmusedang sibuk dengan berbagai pekerjaan, atau ketika telinga mendengar kalauorang tersebut suaranya sudah tidak berdaya, keputusan hatimu akan menentukantindakan untuk memperhatikan dia. Pemuda itu mengamini nasihat itu dan bertekatuntuk membuat kesempatan pacaran yang ketiga kali itu berbuah baik dan bisameningkat menjadi hubungan ke jenjang perkawinan. Pada hari pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya ini, Sabda Tuhanmengajarkan kita untuk mengalami kemuliaan dan kebesaran Tuhan melalui matakita yang melihat dan telinga kita yang mendengar. Ketiga bacaan menggambarkanpenglihatan dan pendengaran fisik yang dialami oleh nabi Daniel, rasul Petrusdan kedua rekannya. Mereka melihat penampakan Tuhan dan mendengar suara yangdatang langsung dari Tuhan. Suatu pengalaman iman yang secara langsung sepertiini sangat didambakan oleh banyak dari kita. Kita bagaikan terangkat setinggigunung Tabor tempat para rasul menyaksikan penampakan kemuliaan Tuhan. Saat ini hampir semua pengalaman iman kita ialah kejadian-kejadian tidaklangsung namun dipertandai secara langsung. Yesus bersabda dan menampakkankemuliaan-Nya melalui diri Bapa Suci, atau seorang imam, atau seorang saudarayang berbuat baik dan mengasihi kita. Yesus hadir secara pribadi langsungtetapi diperlambangkan oleh Roti Ekaristi yang selalu kita sembah dan santap.Yesus juga berdiri di mimbar dan bersabda secara langsung tetapi ditandai olehseorang pewarta. Pengalaman-pengalaman seperti ini sangat bernilai tinggi danmembantu pertumbuhan iman kita. Mata dan telinga kita sangat berperan untukpertumbuhan iman ini. Yang menjadi masalah ialah jika kita tidak mendengar dan melihat dengansuatu perhatian yang baik, kita bakal kehilangan pengalaman akan kemuliaanTuhan yang hadir di dalam diri sesama, alam lingkungan, dan peristiwa hidupkita.  Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus yang baik, semoga kami selalu inginmelihat dan mendengarkan Dikau dalam setiap situasi hidup kami. Salam Mariapenuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Ini Koper
#542 Selalu Ada Harapan pada Setiap Krisis

Ini Koper

Play Episode Listen Later Aug 5, 2025 10:04


Dalam setiap langkah menuju masa depan yang lebih baik, kita dihadapkan pada dua pilihan: menyerah pada keputusasaan atau berani mengorkestrasi perubahan. Kisah-kisah dari Aceh pasca-tsunami hingga perjuangan melawan krisis iklim global mengajarkan kita bahwa transformasi besar tidak terjadi dalam satu momen, melainkan melalui kerja sama yang tulus dan tujuan yang jelas. Ini adalah panggilan untuk melihat lebih dari sekadar masalah, dan fokus pada "bagaimana" kita dapat menyelesaikannya bersama-sama. Kita harus percaya bahwa setiap tindakan kecil, ketika disatukan, memiliki kekuatan untuk menciptakan gelombang momentum yang tak terhentikan. Sering kali, kita terjebak dalam narasi bahwa kemajuan ekonomi harus mengorbankan lingkungan. Namun, dunia kini bergerak menuju pemahaman baru: tindakan iklim yang cerdas adalah pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ini bukan lagi tentang pilihan antara "planet atau keuntungan," melainkan tentang membangun sistem ekonomi yang adil, bersih, dan tangguh untuk semua. Podcast ini akan membawa Anda memahami perubahan pola pikir ini, menggali bagaimana kebijakan, teknologi, dan kolaborasi dapat membuka peluang tak terduga untuk menciptakan kemakmuran tanpa merusak bumi. Mari kita bergabung dalam percakapan yang penuh harapan ini. Setiap episode akan mengeksplorasi bukti-bukti optimisme dari berbagai penjuru dunia—dari kota-kota yang merevolusi transportasi hingga komunitas yang memperjuangkan keadilan lingkungan. Kita akan belajar dari para pemimpin yang berani, para inovator yang gigih, dan orang-orang biasa yang melakukan hal-hal luar biasa. Ini bukan hanya tentang mengatasi krisis, tetapi juga tentang menemukan kekuatan kita untuk membangun dunia yang lebih baik. Dengarkan, terinspirasi, dan temukan peran Anda dalam mengorkestrasi perubahan untuk kebaikan bersama.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-18 masa biasa, 5 Agustus 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 4, 2025 8:53


Dibawakan oleh Eland Parera dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Bilangan 12: 1-13; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.6bc-7.12-13; Matius 14: 22-36.ORANG BUTA JANGAN MENUNTUN ORANG BUTA Renungan pada hari ini bertema: Orang Buta Jangan MenuntunOrang Buta. Pekerjaan menuntun sama kualitasnya dengan membimbing, mengarahkandan mengajarkan. Ini mengandaikan bahwa yang menuntun itu adalah orang yanglebih berkualitas dibandingkan dengan yang dituntun. Misalnya guru menuntunmurid-murid dan orang tua menuntun anak-anak atau cucu-cucu. Tuhan menyelenggarakan hidup kita dengan suatu modelpembelajaran untuk menjadi sesuatu yang diharapkan. Dunia binatang saja secaranatural juga berlaku hukum ini, apalagi manusia yang punya peradaban, di manaakal budi dan imannya menjadi instrumen mendasar yang dipakai untuk menuntundan mengajarkan. Orang-orangpilihan Allah seperti nabi, rasul dan imam dikaruniai kemampuan ini. Tugas istimewa ini bisa lebih dipandang sebagai suatuprivilese atau keistimewaan.  Orang-orang pilihan sangat menyadari tentang hal ini. Sama seperti seorang Uskupatau imam atau presiden dengan tugas-tugasnya yang istimewa, ia terdorong untuk menjalankannya secara bertanggungjawab dan adil. Tetapi di sisi lain, orang yang iri atau tidak suka dengan keistimewaan ini pasti memandangnya sebagaisesuatu yang tidak adil, tidak wajar dan tidak benar. Biasanya ada pengaruh Setan yang memenuhi mereka dengan ambisi berkuasa, lalumenginginkan posisi atau privilese tadi.  Itu yang terjadi dengan perhatian dan belas kasih Tuhan kepada bangsa Israelyang dalam pembuangan Babel, namun diterangi oleh nubuat nabi Yeremia bahwapembebasan mereka sungguh terjadi. Nubuatini dilawan oleh orang-orang yang tidak suka dengan kehendak Tuhan. Mereka seperti orang buta yang menuntun bangsaIsrael yang buta sedang menuju ke tanah asalnya. Kelakuan mereka mirip dengan orang-orang Farisi yangdikecam oleh Yesus. Merekamelawan Tuhan Yesus Kristus. Kejadian yang digambarkan oleh bacaan Injil pada hari inicukup menjelaskan kepada kita bahwa iman yang kecil atau lemah seperti yangditunjukkan oleh rasul Petrus, tidak bisa diandalkan untuk membimbing danmengajarkan orang lain yang belum kuat imannya. Yang sudah terjadi ialah orangyang salah beriman seperti orang Farisi menganggap diri mampu membimbing oranglain. Padahal itu sama dengan orang buta menuntun orang buta. Bisa jadi mereka bersama-samajatuh ke dalam kehancuran. Atau lebih parah, bisa jadi mereka menjurumuskanorang-orang ke dalam lembah dosa, sementara mereka tahu untuk meluputkandirinya. Untuk menghindari ini, satu nasihat bijaksana buat kita ialah:janganlah menjadi yang buta menuntun yang buta. Rasul Petrus kini telah menjadi model iman kita, karenaimannya sudah sejati. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allahkami, semoga di dalam rahmat-Mu kami dapat mengisi seluruh hari ini selaludengan perkataan dan perbuatan yang mengakui kebesaran-Mu dan memuliakannama-Mu. Salam Maria penuh rahmat... Dalam nama Bapa...

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #269: Berapa Kali Mengampuni?

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Aug 3, 2025 13:40


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 269 (Matius 18:21-35): Matius melanjutkan pembahasan Yesus tentang teguran bagi yang bersalah dan belas kasihan. Bagaimanakah memiliki teguran yang bijak dan benar? Pada bagian ini Tuhan Yesus juga menyatakan mengenai siapakah yang sebenarnya dilanggar ketika seorang manusia bersalah kepada yang lain. 

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 4 Agustus 2025 - Setia dan sedia menanggung beban

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 3, 2025 5:40


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 4 Agustus 2025Bacaan: "Pencobaan pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13)Renungan: Dahulu kala Tuhan mempunyai banyak berkat yang Ia mau bagikan kepada umat manusia. Karena terlalu banyak maka Ia minta pertolongan pada hewan-hewan besar untuk membagikannya. Tetapi hewan-hewan tersebut menolak dengan berbagai alasan. Akhirnya burung-burung datang pada Tuhan dan siap membantu membagi berkat tersebut asalkan dibungkus dalam bungkusan kecil sesuai dengan porsi tubuh mereka. Burung-burung itupun dengan sukacita membawa berkat-berkat itu tanpa mengeluh. Mereka berjalan sambil bernyanyi tanpa ada rasa lelah walau beban mereka berat. Tetapi lama kelamaan karena mereka bersukacita, maka beban itu tidak lagi terasa berat melainkan ringan sampai akhirnya beban-beban itu mengangkat mereka sehingga mereka tidak lagi berjalan melainkan terbang. Sungguh tidak masuk akal. Akhirnya burung-burung tersebut sampai di tujuan. Ketika menurunkan beban yang mereka pikul, mereka menemukan bahwa ada sayap-sayap yang tumbuh di punggung mereka tepat di tempat di mana beban diletakkan. Sayap-sayap itulah yang telah memampukan mereka terbang melintasi darat, laut dan puncak-puncak gunung yang tinggi meski membawa beban berat di punggung. Walaupun cerita di atas hanya legenda, namun ada pesan penting yang bisa kita petik. Kesediaan menanggung beban, baik itu beban diri sendiri atau beban orang lain, akan menumbuhkan sayap-sayap iman yang memampukan kita terbang tinggi mengatasi beban yang kita pikul. Tuhan sudah berjanji bahwa pencobaan yang kita alami tidak melampaui kekuatan kita. Tuhan yang akan memberi jalan keluar sehingga kita dapat menanggungnya. Jika saat ini kita sedang menanggung beban yang berat, relakan punggung kita untuk memikulnya. Jangan lupa, pencobaan menjadikan kita lebih dewasa dan memiliki kualitas kerohanian yang semakin matang. Jika kita merasa bahwa Tuhan sedang memakai kita untuk memikul beban bagi orang lain, lakukanlah dengan sukacita. Tuhan yang akan memberi kekuatan bahkan "sayap-sayap" rohani yang memampukan kita untuk terbang. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas setiap pencobaan yang Kau izinkan terjadi dalam hidupku. Jangan biarkan keputusasaan menguasai ku, tapi biarlah kekuatan-Mu senantiasa melingkupi aku. Amin. (Dod).

Ini Koper
#537 Antara Renstra dan Theory of Change

Ini Koper

Play Episode Listen Later Aug 3, 2025 10:26


Rencana Strategis (Renstra) dan Theory of Change (ToC) merupakan dua instrumen fundamental dalam dunia perencanaan yang seringkali digunakan secara berdampingan, terutama dalam sektor publik dan organisasi non-profit. Meskipun keduanya bertujuan untuk memandu organisasi dalam mencapai tujuannya, mereka memiliki fokus, pendekatan, dan fungsi yang sangat berbeda. Memahami perbedaan ini adalah kunci untuk merancang strategi yang tidak hanya ambisius, tetapi juga terstruktur dengan baik dan didukung oleh logika yang kuat. Jika Renstra berfokus pada "apa" dan "bagaimana" organisasi akan bergerak maju, maka ToC mendalami "mengapa" dan "bagaimana" perubahan yang diinginkan akan terjadi di masyarakat. Renstra adalah dokumen perencanaan formal yang bersifat operasional dan hierarkis. Pendekatannya cenderung top-down, dimulai dari visi dan misi organisasi, yang kemudian diturunkan menjadi tujuan, sasaran, dan program kerja yang terukur. Renstra berorientasi pada jangka waktu menengah, biasanya 5 tahun, dan menekankan pada pencapaian target serta indikator kinerja yang konkret. Ini adalah cetak biru yang mendetail tentang alokasi sumber daya, jadwal, dan tanggung jawab, memberikan panduan yang jelas bagi setiap anggota organisasi untuk melaksanakan tugasnya. Sebaliknya, Theory of Change adalah alat analitis yang lebih reflektif dan dinamis. ToC menggunakan pendekatan backward mapping, dimulai dari hasil atau dampak jangka panjang yang diinginkan, kemudian mundur untuk mengidentifikasi semua prasyarat yang harus terpenuhi. Fokus utamanya adalah pada logika perubahan—yakni, bagaimana dan mengapa suatu intervensi akan menghasilkan perubahan transformatif. ToC sering divisualisasikan dalam bentuk diagram yang menunjukkan jalur perubahan yang kompleks dan non-linear, termasuk adanya umpan balik (feedback loops) dan faktor-faktor eksternal. Perbedaan mendasar lainnya terletak pada cara keduanya memperlakukan asumsi. Dalam Renstra tradisional, asumsi yang mendasari strategi seringkali tidak dieksplisitkan dan dianggap sebagai sesuatu yang sudah ada (given). Hal ini membuat Renstra menjadi rentan jika asumsi tersebut ternyata salah. Di sisi lain, ToC secara sengaja menyoroti dan menguji asumsi-asumsi kritis yang mendasari setiap langkah dalam jalur perubahan. Ini menjadikannya alat yang sangat berharga untuk manajemen risiko dan adaptasi, karena memungkinkan organisasi untuk mengidentifikasi potensi kelemahan dalam logika mereka sebelum implementasi. Pada akhirnya, Renstra dan ToC bukan instrumen yang saling bersaing, melainkan saling melengkapi. ToC berfungsi sebagai fondasi konseptual yang kuat, memberikan pemahaman mendalam tentang logika perubahan yang diharapkan. Dengan demikian, ToC dapat menjadi landasan untuk pengembangan Renstra yang lebih strategis, berbasis bukti, dan adaptif. Renstra kemudian menerjemahkan logika tersebut ke dalam rencana kerja yang terukur dan dapat dilaksanakan, memastikan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan memiliki alasan yang jelas dan terhubung langsung dengan dampak yang ingin dicapai.

Nick Kurniawan
JANGAN SANDAR PADA PERASAAN (Yes38: 15-20; Yeh3:14 FAYH)

Nick Kurniawan

Play Episode Listen Later Aug 3, 2025 9:02


Sabda Tuhan ingatkan agar tidak sandarkan keyakinan kita pada perasaan yang bisa naik turun, tapi pada kepastian bahwa Tuhan turun tangan dan campur tangan saat kita angkat tangan padaNya.

Ini Koper
#538 Kisah Pertumbuhan Ekonomi Baru

Ini Koper

Play Episode Listen Later Aug 3, 2025 11:40


The New Global Possible, aksi iklim tidak lagi dipandang sebagai pengorbanan ekonomi, melainkan sebagai pilar sentral untuk pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Narasi ini merupakan perubahan besar dari pandangan sebelumnya yang menganggap aksi iklim sebagai beban ekonomi yang berisiko. Para pemimpin seperti Presiden Joe Biden secara historis mempromosikan strategi ekonomi yang mengintegrasikan aksi iklim untuk menghidupkan kembali ekonomi, meningkatkan daya saing, dan menciptakan jutaan lapangan kerja energi bersih. Undang-undang AS seperti Bipartisan Infrastructure Law (BIL), CHIPS and Science Act, dan Inflation Reduction Act (IRA) mengalokasikan triliunan dolar untuk tujuan ini, yang menghasilkan dampak positif pada ekonomi dan lingkungan. Pergeseran pola pikir ini sangat dipengaruhi oleh penelitian dan advokasi dari Komisi Global tentang Ekonomi dan Iklim, yang meluncurkan laporan Better Growth, Better Climate pada tahun 2014. Laporan ini menantang pemikiran yang sudah lama tertanam bahwa pertumbuhan ekonomi dan aksi iklim adalah permainan zero-sum. Sebaliknya, laporan tersebut menyimpulkan bahwa aksi iklim yang cerdas dapat menghasilkan masa depan yang lebih dinamis, kompetitif, dan menarik investasi. Laporan ini, yang didukung oleh para pemimpin global dan ekonom terkemuka, menjadi dasar bagi narasi pertumbuhan baru yang meyakinkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa biaya kelambanan iklim jauh lebih besar daripada biaya tindakan. Selain itu, laporan ini menemukan bahwa investasi dalam ekonomi rendah karbon akan meningkatkan efisiensi ekonomi, mendorong inovasi, dan mengurangi risiko. Hal ini juga menyoroti manfaat yang lebih luas seperti peningkatan kesehatan masyarakat, pengurangan polusi, dan penciptaan puluhan juta lapangan kerja baru. Narasi baru ini telah membantu para pemimpin negara-negara berkembang dan ekonomi menengah untuk melihat transisi iklim sebagai peluang pertumbuhan, memungkinkan mereka untuk melewati fase pembangunan yang merusak dan kotor. Pergeseran pola pikir ini terbukti dalam tindakan yang dilakukan di seluruh dunia. Tiongkok, meskipun merupakan penghasil emisi terbesar, telah menjadi pemimpin tak terbantahkan dalam pasar energi terbarukan global dengan mengendalikan lebih dari 80% kapasitas manufaktur panel surya dan hampir 60% pasokan angin dunia. Investasi dini Tiongkok telah secara signifikan menurunkan biaya energi terbarukan di seluruh dunia. Di India, investasi dalam energi bersih melonjak, dan pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk kapasitas non-bahan bakar fosil. Indonesia juga mengadopsi rencana pembangunan rendah karbon yang dapat meningkatkan PDB dan menciptakan jutaan lapangan kerja. Pada akhirnya, kesuksesan transisi ekonomi ini tidak hanya bergantung pada penelitian dan investasi, tetapi juga pada kepemimpinan politik dan kerja sama. Transisi ini membutuhkan pendekatan menyeluruh dari pemerintah, di mana setiap kementerian—bukan hanya kementerian lingkungan hidup—memainkan peran aktif. Ini juga menyoroti pentingnya memastikan bahwa keuntungan dari ekonomi hijau didistribusikan secara adil, melindungi pekerja yang rentan dan memastikan bahwa transisi ini inklusif. Dengan fokus yang tepat pada tindakan yang memiliki dampak terbesar dan membangun dukungan politik, "kisah pertumbuhan baru" ini dapat terwujud, menciptakan masa depan yang lebih aman dan sejahtera untuk semua.

IESR Bicara Energi
Potensi Manfaat Ekonomi Pensiun PLTU Capai Rp1.500 Triliun pada 2050

IESR Bicara Energi

Play Episode Listen Later Aug 3, 2025 70:59


Sobat Essentials!Pemerintah telah mengeluarkan aturan utnuk pengakhiran dini operasional PLTU batubara. IESR menilai langkah ini bisa menghadirkan manfaat besar bagi lingkungan dan ekonomi. Tentu saja, #TransisiEnergi-nya harus efektif dan inklusif.Lalu, bagaimana strategi menghentikan era PLTU dan membangun masa depan dengan #EnergiTerbarukan?Simak diskusinya dalam Pojok Energi: Potensi Manfaat Ekonomi Pensiun PLTU Capai Rp1.500 Triliun pada 2050 bersama Fabby Tumiwa, CEO IESR dan Martha Jesica, Koordinator Riset Sosial, Kebijakan, dan Ekonomi IESR. Diskusi ini dipandu oleh Alia Salsabila, Staf Perencanaan Media Digital IESR.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-18, 3 Agustus 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 3, 2025 10:40


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Pengkhotbah 1: 2; 2: 21-23; Mazmur tg 90: 3-4.5-6.12-13.14.17; Kolose 3: 1-5.9-11; Lukas 12: 13-21.BERHARAP MENJADI KAYA Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-18 ini ialah: Berharap MenjadiKaya. Secara natural manusia di dunia cenderung menjadikan barang, sesamamanusia, benda dan hal-hal non materi untuk menjadi miliknya. Kecenderunganuntuk menjadi kaya bagi manusia merupakan hal biasa. Ini adalah sifat yangmelekat pada pribadi manusia dan keluarga atau kelompok orang. Harapan menjadikaya di dunia ini menjadi keinginan yang mendasar. Satu keluarga mempunyai kebiasaan berdoa bersama sudah berjalan sejak lama,terutama pada malam hari sebelum atau sesudah makan. Setiap orang salingmengingatkan untuk kesempatan istimewa itu supaya semua dapat terlibat. Ketikasatu atau dua anggota keluarga agak terlambat karena urusan pekerjaan di luarrumah, anggota yang lain rela menunggu. Bagi yang berada di luar daerah,berusaha berdoa sendiri, agar sama dengan yang ada di rumah. Intinya, setiapanggota keluarga menjadikan doa bersama itu sebagai sebuah quality time, kesempatan yang sangat berharga. Absen, berarti rugibagi yang bersangkutan. Dengan memanfaatkan sungguh-sungguh kesempatan istimewa tersebut, keluargaitu benar-benar menikmati yang namanya kekayaan yang dimiliki  baik sebagai pribadi maupun bersama dalamkeluarga. Yang dimaksudkan kekayaan itu, paling kurang ada tiga unsur yangpenting di sini. Pertama ialah rasa memiliki satu sama lain sebagai satukeluarga. Di sini ada keluarga atau home, jadi tidak bergantung pada rumah,perlengkapan, uang dan barang-barang dunia ini. Setiap pribadi salingmemperhatikan dan berhubungan supaya dapat dihindari seseorang yang tidakterhitung. Kedua, rasa memiliki itu dipertahankan dengan ikatan kebutuhan yangmempersatukan sebagai keluarga. Belum tentu orang-orang punya rasa memiliki,menjadi sebuah kekuatan dan sangat bernilai, jika mereka tidak memperkuatpersekutuan sebagai keluarga atau komunitas. Cara memperkuatkannya ialah denganpertemuan atau perjumpaan yang rutin. Rasa cinta dan kebutuhan untuk melengkapisatu sama lain akan semakin kuat jika orang secara rutin bertemu danberinteraksi. Ketiga, sebuah kebersamaan itu adalah dalam dan bersama Tuhan. Doa bersama,pelayanan dan pengutamaan kemuliaan kerajaan Allah adalah gaya hidup parapengikut Kristus. Jika orang-orang kristiani dan pengikut Kristus memilih hanyadua unsur pertama tadi dan tidak dilengkapi yang ketiga ini, mereka belum dapatdikatakan memiliki kekayaan yang sesungguhnya. Hendaknya kita berharap untukterpenuhi kekayaan-kekayaan ini: rasa memiliki sebagai sesama, persekutuansebagai anak-anak Allah, dan kemuliaan kerajaan Allah. Jangan membuat hidupmenjadi sia-sia hanya karena ketiga hal ini tidak diindahkan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah, berkatilah kami agar perayaan hariMinggu ini menjadi kekuatan baru bagi kami, yaitu menjadikan Dikau sebagaikekayaan kami yang utama. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari MInggu, 3 Agustus 2025 - Tetap setia dan percaya pada janjiNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 2, 2025 5:12


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 3 Agustus 2025Bacaan: "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:20b)Renungan: Ada seorang raja yang hendak menikah dan ia harus membuat suatu perjalanan yang lama dan panjang. Tahun tahun telah berlalu, tunangan raja menanti dengan sedih hati, tetapi tanpa kehilangan harapan bahwa sang raja akan kembali. Beberapa teman gadisnya berkata, "Nampaknya kekasihmu sudah melupakan engkau dan tidak akan kembali." Gadis ini bertambah sedih dan sakit hati. Ia pun menangis sejadinya dan mengurung diri. Kemudian gadis itu mengambil surat terakhir dari sang raja di mana sang raja bersumpah bahwa dia tetap setia dan sungguh dalam cintanya. Setelah membaca surat itu, hatinya merasakan adanya kedamaian, semangatnya pulih kembali dan dia terus menanti dengan sabar sampai sang raja kembali. Sesudah bertahun-tahun sang raja itu pulang. Dengan keheranan dia bertanya kepada calon istrinya, "Bagaimana mungkin engkau tetap tinggal setia kepadaku dalam waktu sekian lama?" Gadis itu menjawab, "Rajaku, saya masih tetap menyimpan suratmu dan saya percaya padamu." Apakah saat ini mulai ada keragu-raguan di hati kita untuk mengikuti Yesus? Apakah kita merasa saat ini beban hidup terlalu berat sehingga merasa bahwa Yesus tidak bisa berbuat apa-apa? Ataukah saat ini kekasih kita yang berbeda iman telah menawan hati kita sehingga diam-diam kita mulai meninggalkan Yesus? Hari ini kembali kita diingatkan, bahwa apapun masalah dan keadaan kita saat ini, tetaplah setia pada-Nya, karena janji penyertaan-Nya senantiasa ada untuk kita. Jangan sampai janji itu terhilang dari diri kita, karena kita mulai meragukan dan meninggalkan-Nya. Peganglah firman ini, "Kata Yesus kepadanya, 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.'". (Yoh 14:6) Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk setia mengiring Engkau dalam perjalanan hidupku. Jangan biarkan kesusahan, penderitaan, sakit penyakit, dan pergumulan hidupku membuat aku meragukan kuasaMu dan meninggalkan Engkau. Tanamkan dalam hidupku bahwa pergumulan hidup yang Kau ijinkan terjadi dalam hidupku adalah alat uji untuk membentuk kepribadianku dan kesetiaanku pada-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 2 Agustus 2025 - Bertekun dalam doa dan Percaya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 2, 2025 6:04


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 2 Agustus 2025Bacaan: "Bersukacitalah dalam pengharapan sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa." (Roma 12:12)Renungan: Ada seorang anak laki-laki asal Scotlandia terpisah dari keluarganya. Anak laki-laki itu kemudian diasuh di sebuah yayasan. Setelah dewasa ia bekerja di sebuah perusahaan pelayaran di Chicago. Di dalam hatinya terpendam kerinduan besar untuk bertemu ibu dan kedua saudara perempuannya. Untuk itu ia mengirimkan surat ke beberapa tempat di Scotlandia. Tapi hasilnya nihil. Suatu hari ia membaca firman Tuhan yang membangkitkan imannya akan pertolongan Tuhan. "Sebab Tuhan Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan: Ia tidak menahan kebaikan dari orang hidup tidak bercela." (Mzm 84:12). Ketika berdoa, di hatinya terbersit ide untuk menulis surat ke Yayasan yang ada di Massachusetts. Ternyata di sana ada sepucuk surat yang dikirim oleh saudara perempuannya dari Scotlandia. Dengan cucuran air mata ia membaca surat yang mengabarkan bahwa ibunya masih hidup dan mencarinya. Tanpa membuang waktu lagi, ia segera menemui keluarga yang dirindukannya sejak kecil. Setelah melepas rindu, saudara perempuannya menceritakan bahwa ibunya tidak pernah berhenti berdoa untuknya sejak mereka berpisah 19 tahun lalu. Air mata yang tertumpah selama 19 tahun di Scotlandia telah dijawab Allah di Amerika yang jauh. Terbukti sudah bahwa, " Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya." (Yak 5:16b). Kuasa doa yang dipanjatkan di dalam nama Tuhan Yesus tidak pernah bisa dibatasi oleh jarak dan waktu. Karena itu jika ada doa-doa kita yang belum terjawab, mungkin saja jawabannya sedang dalam "perjalanan". Satu prinsip yang harus kita tanamkan di dalam hati kita bahwa Tuhan tidak pernah berdusta atau mengingkari janji-Nya. Dia selalu memegang teguh janji-janji-Nya! Jika Dia sudah berjanji, maka Dia akan menjawab doa yang dipanjatkan dengan iman. Pada waktu yang sangat indah, jawaban-Nya akan menjadi nyata. Jangan lelah menanti jawaban Tuhan. Tetaplah tekun dalam doa, dan Tuhan akan melakukan apa yang harus Dia lakukan yaitu menjawab doa-doa kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau senantiasa mendengar dan menjawab doa-doaku. Sendengkanlah selalu telinga-Mu untuk mendengarkan doa-doa atas berbagai masalah yang menjadi pergumulan hatiku. Kuduskan dan sucikanlah hatiku, agar tidak menjadi batu sandungan bagi kuasa-Mu untuk bekerja dalam diriku. Aku percaya walaupun doaku belum terjawab, namun akau sudah mendapatkannya. Amin. (Dod).

Podcast Bebas Linear
#184: Perangkat Lunak Penunjang Matematika

Podcast Bebas Linear

Play Episode Listen Later Aug 2, 2025 115:09


Pada episode ini kita bahas software/program komputer yang sering digunakan untuk menyelesaikan problem matematika.Bahasan utama mulai dari (1:01:51)

SHEMA - Podcast Anak GKIKB
SHEMA RENUNGAN AUDIO - 1 AGUSTUS 2025

SHEMA - Podcast Anak GKIKB

Play Episode Listen Later Aug 1, 2025 6:13


Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Agustus 2025, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 1 AGUSTUS 2025Pembaca Renungan : Melva HutapeaMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru

SHEMA - Podcast Anak GKIKB
SHEMA RENUNGAN AUDIO - 2 AGUSTUS 2025

SHEMA - Podcast Anak GKIKB

Play Episode Listen Later Aug 1, 2025 6:29


Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Agustus 2025, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 2 AGUSTUS 2025Pembaca Renungan : Melva HutapeaMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru

SHEMA - Podcast Anak GKIKB
SHEMA RENUNGAN AUDIO - 3 AGUSTUS 2025

SHEMA - Podcast Anak GKIKB

Play Episode Listen Later Aug 1, 2025 7:43


Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Agustus 2025, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 3 AGUSTUS 2025Pembaca Renungan : Melva HutapeaMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru

SHEMA - Podcast Anak GKIKB
SHEMA RENUNGAN AUDIO - 4 AGUSTUS 2025

SHEMA - Podcast Anak GKIKB

Play Episode Listen Later Aug 1, 2025 5:37


Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Agustus 2025, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 4 AGUSTUS 2025Pembaca Renungan : Melva HutapeaMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-17 masa biasa, 2 Agustus 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 1, 2025 8:18


Dibawakan oleh Eland Parera dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Imamat 25: 1.8-17; Mazmur tg 67: 2-3.5.7-8; Matius 14: 1-12.MATI DEMI KEBENARAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mati Demi Kebenaran. Tradisimanusia yang mempertontonkan seseorang manusia mati demi kebenaran dikenal luasdi dalam budaya-budaya di dunia. Sejarah dunia dan agama kita memilikiprofil-profil pribadi yang merelakan dirinya disiksa dan dibunuh karenamempertahankan kebenaran yang dipengangnya teguh. Biasanya, yang menyiksa danmembunuh ialah penguasa yang merasa terganggu oleh kebenaran yang diangkat,karena perilaku hidupnya menyimpang dari kebenaran itu. Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus merupakan dua contoh dari banyakkematian atas nama kebenaran yang pernah terjadi dalam sejarah umat manusia.Menyusul Yesus dan Yohanes Pembaptis ialah banyak pria dan wanita sepanjangzaman yang telah rela mengorbankan nyawanya karena mempertahankan kebenaranyang berasal dari Tuhan. Para pahlawan apa pun agamanya, adalah orang-orangyang mati demi kebenaran. Lalu pertanyaanya: apakah kebenaran itu harus dibayar dengan kematian?Jawaban paling pertama ialah bahwa pihak yang melawan kebenaran seperti orangjahat, pembohong, pengkhianat dan sebagainya berpotensi sangat kuat di duniaini, yang tujuannya ialah menghilangkan kebenaran dan segala yang baik. Salahsatu targetnya yang utama ialah membinasakan orang-orang yang berjuang dalamkebenaran, yang mempertahankan kebenaran dan yang menghidupi kebenaran.  Jawaban lain, jika memang tidak ada penentang berpotensi kuat bahkan pihakyang melawan kebenaran itu sangat lemah, kebenaran itu masih harusdipertahankan di dunia ini. Ancaman penumpahan darah tak relevan. Ancamannyalebih rohani, sebenarnya sebagai tantangan untuk menghidupi kebenaran itu,memberikan kesaksian dan membuat banyak orang lain hidup di dalam kebenaranjuga. Di sini orang perlu mematikan kemalasan, kebosanan, masah bodoh, egois,lupa dan kekurangan pribadi lainnya. Kebenaran itu para prinsipnya ialah sesuai kenyataan atau fakta. Maka iaberlawanan dengan bukan nyata atau  bukanfakta. Kebenaran juga sesuai aturan, norma, moral; maka berlawanan denganpelanggaran aturan. Kebenaran itu ialah melakukan kehendak dan perintah Allah;maka berlawanan dengan kehendak bukan dari Tuhan. Jadi marilah kita pertahankankebenaran kita, bahkan sampai mati demi kebenaran itu. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, kami bersyukur atassegala kebijakan dan kebenaran dari-Mu, yang disampaikan kepada kami oleh YesusKristus, Putra-Mu. Semoga hidup kami selalu berkomitmen untuk menjalankan dan mempertahankanyahingga saat Engkau memanggil kami kembali mengahap-Mu. Salam Maria penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-17 masa biasa, 1 Agusus 2025, Peringatan Santo Alfonsus Maria Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 31, 2025 10:35


Dibawakan oleh Olivia Ivania dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Imamat 23: 1.4-11.15-16.27.34b-37; Mazmur tg 81: 3-4.5-6ab.10-11ab; Matius 13: 54-58.PERAYAAN IMAN Renungan kita pada hari ini bertemakan: Perayaan Iman. Seseorang dikatakanberiman dengan baik kalau dalam dirinya terpenuhi tiga unsur ini: pengetahuan,perayaan dan pratek atau penghayatan iman. Pengetahuan berisi doktrin, ajaranatau dogma-dogma. Perayaan berwujud pada ibadat, sakramen, doa dandevosi-devosi. Penghayatan terungkap dalam kesaksian, dedikasi dan pengabdianiman itu dalam kehidupan nyata. Khususnya tentang perayaan iman, institusi atau penetapan waktu, tata cara,tempat dan partisipasi merupakan unsur-unsur dasarnya. Penetapan dimaksudkanuntuk dirayakan bersama dan dalam persekutuan umat.  Insitusi perayaan-perayaan iman dalam perjanjian lama dimulai oleh Musaseperti yang dikisahkan dalam bacaan pertama hari ini. Ada sejumlah institusiperayaan yang ditetapkan Musa dalam hukum taurat, misalnya perayaan Paskah ataukemenangan Tuhan jatuh pada hari ke-14 dalam bulan pertama. Hari ke-15 bulanyang sama adalah perayaan roti tak beragi, dan seterunya. Warisan Musa inikemudian diteruskan oleh Gereja di Perjanjian Baru dan terus berlangsung hinggasaat ini.  Hukum Tuhan menetapkan ini sebagai perintah ketiga, yaitu kuduskanlah hariTuhan. Gereja memberikan ketetapannya tidak hanya berupa hari Minggu wajib,tetapi juga sejumlah hari raya dan pesta. Karena sebagai perintah Tuhan, makasifatnya ialah kewajiban. Tanpa menjalankannya berarti bersalah melawan Tuhan.Selain itu ada praktek devosi yang ada dilaksanakan di dalam Gereja kita, meskibukan kewajiban, tetapi sangat berguna untuk menyemangati iman kita. Misalnyadoa rosario dan lagu-lagu rohani ya sangat menguatkan iman kita. Salah satu perayaan iman yang merupakan kewajiban kita pengikut Kristusialah perayaan Sabda Tuhan. Perayaan dibuat ketika Sabda Tuhan itu dibacakan,didengarkan, direnungkan dan dibagikan. Ibadat sabda di lingkungan, kapel ataugereja entah ada ekaristi atau tanpa ekaristi merupakan aneka kesempatan untukmerayakan Sabda itu. Sinagoga ialah tempat Sabda Tuhan dirayakan menurut tatacara Yahudi. Namun ketika Yesus hendak melakukan perayaan Sabda itu di tempatasalnya, orang-orang dari kalangan-Nya justru menolak dan tidak mau Sabda itudirayakan. Akibat menolak perayaan iman ini, tidak ada berkat Tuhan danperbuatan besar Allah turun ke atas mereka.  Perayaan iman itu bertujuan selain memuji dan memuliakan Tuhan, ialahmembuka diri kita untuk mendapatkan berkat-berkat dari Tuhan. Marilah kita bersemangat selalu merayakan imankita. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur danberterima kasih kepada-Mu atas adanya kesempatan tiap hari bagi kami untukmerayakan Sabda-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalamnama Bapa ...

Dhammavihari Buddhist Studies
Ashin Kheminda - Dhammapada Stanza 270-277

Dhammavihari Buddhist Studies

Play Episode Listen Later Jul 29, 2025 93:45


Pada awalnya Buddha mengajarkan para rahib laki-laki untuk tidak berbicara atau diam saat sedang menerima derma makanan, namun tidak halnya para pertapa dari aliran lainnya, mereka akan mengucapkan kata-kata yang penuh berkah kepada para penderma. Hal ini kemudian jadi perbincangan publik sehingga Buddha kemudian menetapkan bahwa para rahib laki-laki boleh mengucapkan kata-kata penuh berkah setelah menerima dana makanan. Hal ini tentu diprotes oleh para pertapa lainnya. Bagaimana cara Buddha menghadapi mereka?Di kelas ini Ashin Kheminda menjelaskan makna kata demi kata stanza 258-269 dari Kelompok Stanza tentang Orang yang Adil (Dhammatthavagga) hanya berdasarkan Pāḷi dan kitab komentarnya (Aṭṭhakathā).

Daily Fresh Juice
Fresh Juice 29 Juli 2025 – Yoh. 11:19-27 : Datang pada Yesus

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Jul 28, 2025


Pembawa Renungan : RD. Stevanus Micky Kojongian Manado Yoh. 11:19-27

pada datang yesus fresh juice
My Polyglot - The Real Polyglot Podcast
Método de Aprender inglês (ou qualquer idioma) Vedapatha Paddhati (वेदपाठपद्धतिः)

My Polyglot - The Real Polyglot Podcast

Play Episode Listen Later Jul 28, 2025 6:29


Com base na aula completa fornecida e em nossa conversa, o material apresenta uma abordagem inovadora para a exploração comparativa de idiomas, como inglês, português e espanhol, inspirada nos princípios da Vedapatha Paddhati (वेदपाठपद्धतिः) A Vedapatha Paddhati é um sistema védico ancestral de recitação oral, originalmente desenvolvido para preservar os Vedas com absoluta precisão, "letra por letra, com todos os seus acessórios e acentos". A transmissão oral era o método primário, e a autoridade residia em poucos estudiosos que mantinham essa tradição viva. Este método enfatiza a precisão na entonação, tom, acentuação, pronúncia, duração e nuances finas que não podem ser totalmente capturadas no papel . A recitação incorreta dos Svaras (acentos) pode até mesmo levar a resultados opostos.A metodologia é adaptada para o aprendizado de idiomas modernos, transformando a mente por meio de repetição estruturada, manipulação de sequências e musicalidade rítmica das palavras . Os principais "caminhos" ou Pathas adaptados para o aprendizado de idiomas são:Samhita-Patha (Ordem Natural): Começa com a frase na sua forma mais comum, servindo como a base da comunicação (ex: "I drink water" / "Eu bebo água").Pada-Patha (Palavra por Palavra): A frase é dividida em blocos individuais para treinar vocabulário e pronúncia, ajudando a identificar os elementos distintos da estrutura de cada idioma (ex: "I | drink | water") .Krama-Patha (Encadeamento de Pares): Palavras são praticadas em pares sequenciais, e às vezes inversos, para reforçar conexões e entender como as palavras se ligam (ex: "I drink, drink water" e "water drink, drink I") .Ghana-Patha (Ginástica da Mente): Envolve padrões mais complexos de repetição, indo e voltando com os blocos, o que promove uma fixação profunda dos padrões linguísticos e ajuda a reconhecer a função, posição e significado das palavras em diversas organizações. É considerado o mais difícil dos Pathas . O benefício do Ghana-Patha é descrito como infinito para a memorização, enquanto Samhita, Pada e Krama oferecem benefícios de 1x, 2x e 4x respectivamente, e Jata 1000x.Os benefícios dessa adaptação para o aprendizado de idiomas incluem:Fixação profunda: transformando vocabulário e estruturas em memória de longo prazo.Autonomia: permitindo que o aluno construa frases intuitivamente.Flexibilidade cognitiva: auxiliando no reconhecimento da função de cada palavra independentemente de sua posição.Ritmo e pronúncia: a recitação em voz alta fortalece a fluência e a entonação natural.Melhora da memória e atenção: estudos indicam que grupos que praticam o canto védico mostram melhor pontuação em memória verbal e espacial, e redução significativa de erros e tempo total.Para idiomas com ordem fixa (como inglês), as manipulações funcionam como um exercício mental que solidifica o padrão correto. Para idiomas com ordem mais flexível (como polonês ou russo), o método naturalmente simula a liberdade de posicionamento dos elementos e auxilia na compreensão intuitiva de declinações e casos gramaticais. Mesmo para idiomas tonais (como mandarim), a repetição rítmica é eficaz para treinar a pronúncia tonal.Em essência, a aplicação da Vedapatha Paddhati visa ir além da mera tradução de frases, buscando entender a língua "por dentro", de forma natural, intuitiva e poderosa . A tradição do canto védico foi proclamada Obra-Prima do Patrimônio Oral e Imaterial da Humanidade pela UNESCO. Conheca mais sobre Jimmy Mello e Vedapatha Paddhati (वेदपाठपद्धतिः) em Jimmymello ponto com

Dhammavihari Buddhist Studies
Ashin Kheminda - Dhammapada Stanza 258-269

Dhammavihari Buddhist Studies

Play Episode Listen Later Jul 27, 2025 92:59


Pada awalnya Buddha mengajarkan para rahib laki-laki untuk tidak berbicara atau diam saat sedang menerima derma makanan, namun tidak halnya para pertapa dari aliran lainnya, mereka akan mengucapkan kata-kata yang penuh berkah kepada para penderma. Hal ini kemudian jadi perbincangan publik sehingga Buddha kemudian menetapkan bahwa para rahib laki-laki boleh mengucapkan kata-kata penuh berkah setelah menerima dana makanan. Hal ini tentu diprotes oleh para pertapa lainnya. Bagaimana cara Buddha menghadapi mereka?Di kelas ini Ashin Kheminda menjelaskan makna kata demi kata stanza 258-269 dari Kelompok Stanza tentang Orang yang Adil (Dhammatthavagga) hanya berdasarkan Pāḷi dan kitab komentarnya (Aṭṭhakathā).

AWR Indonesian - Daily Devotional
HINDARI DOSA PASCATRAUMA.

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later Jul 26, 2025 6:29


"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." Yohanes 1:29

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Penelitian Roy Morgan: Kepecayaan pada pemerintahan Prabowo Meningkat

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Jul 25, 2025 10:58


Riset yang dilakukan oleh lembaga riset dari Australia, Roy Morgan mencatat bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan presiden Prabowo, naik 8 persen dari tingkat kepercayaan terhadap pemerintah, dua dekade yang lalu pada periode yang sama.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 25 JUli 2025 - Kegigihan dan Percaya pada PenyelenggaraanNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 25, 2025 4:22


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 25 Juli 2025Bacaan: "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya." (Amsal 10:4)Renungan: Konon kutu anjing merupakan binatang kecil yang mampu melompat setinggi 300 kali tinggi tubuhnya. Ulat nangka pun demikian, ulat kecil berwarna kuning ini selalu membengkokkan tubuhnya dan kemudian meloncat jauh ke atas atau ke arah samping. Akan tetapi kalau binatang-binatang ini ditaruh dalam sebuah kotak korek api, maka kemampuan mereka yang sesungguhnya tidak akan bisa kelihatan. Mereka hanya akan lompat setinggi kotak korek api itu. Banyak di antara kita yang terkurung dalam kotak korek api berupa cacat fisik, kesehatan yang buruk, usia, pendidikan dll. Kita tidak mau berusaha karena kita mengira kemampuan kita hanya sampai di situ. Lebih parah lagi, jika kita memanfaatkan kelemahan kita untuk menadahkan tangan meminta-minta dan hanya mengharapkan belas kasihan orang lain. Sebuah pepatah mengatakan, "Di mana ada kemauan di situ ada jalan, di mana ada kerja keras, di situ ada keberhasilan." Keterbatasan fisik bukanlah alasan yang cukup tepat untuk seseorang tidak bekerja mengupayakan sesuatu. Beberapa orang yang memiliki kelemahan secara fisik dan yang dianggap tidak bisa produktif, ternyata mampu membuktikan bahwa mereka bisa menjadi lebih baik. Alkitab tidak pernah mengajarkan agar kita menjadi orang-orang malas yang menyerah pada kelemahan. Sebaliknya Allah berjanji bahwa ia akan mendatangkan keberhasilan dan berkat bagi mereka yang mau bekerja. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, penuhi aku dengan semangat untuk bekerja dan jangan biarkan aku menyerah pada kelemahanku. Aku tahu bahwa tidak ada perkara yang mustahil bagi-Mu. Karena itu nyatakanlah kuasa-Mu padaku dan biarkan aku terbuka atas kehendak-Mu. Yesus, kuserahkan diriku padaMu, perbuatlah sekehendak-Mu atas diriku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 24 Juli 2025 - Tahu waktu, tepat waktu dan semua indah pada waktuNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 23, 2025 4:14


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 24 Juli 2025Bacaan: "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya." (Pengkhotbah 3:1) Renungan: Suatu kali seorang anak laki-laki menonton konser simfoni. Ia begitu kagum atas suara orkes yang keras dan penuh semangat. Di antara alat musik yang banyak itu, ada satu alat musik yang menarik hatinya, yaitu simbal. Sepanjang pengamatannya selama konser, hanya sesekali saja simbal itu dibunyikan, sementara alat musik lainnya selalu dimainkan. Setelah konser selesai, anak laki-laki tersebut menemui pemain simbal itu dan bertanya kepadanya, "Pak, mengapa bapak jarang sekali membunyikan alat musik ini, sementara pemain musik yang lain selalu memainkan alat musiknya?" Pemain alat musik simbal itu menjawab, "Nak, aku sama sekali tidak perlu banyak memainkannya. Yang diperlukan hanyalah tahu kapan waktu memainkannya dengan tepat." Jika kita tahu kapan waktunya yang paling tepat, maka semuanya akan berjalan dengan baik. Jika tahu kapan harus menahan diri untuk berbicara, kita tidak akan menemui masalah. Jika tahu kapan harus menyampaikan kritik dan memberi semangat kepada karyawan, tentu orang-orang yang bekerja pada kitapun akan senang. Jika tahu kapan waktunya mengajak pasangan bertukar pikiran, kita akan mendapatkan hasil yang baik. Jika tahu kapan waktunya bercanda bersama teman, kita tidak akan menyakiti orang lain. Mari mulai saat ini, kita belajar peka terhadap situasi di sekitar kita, sehingga kita tahu kapan harus bertindak, berbicara dan diam. Karena orang yang berkata-kata lebih cepat daripada ia berpikir akan seringkali menemukan masalah. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, kuasailah perkataan dan perbuatanku, agar aku tahu kapan saat yang tepat berkata-kata dan bertindak terhadap orang lain. Jangan biarkan emosiku meledak-ledak sehingga banyak orang yang merasa kecewa dan sakit hati dengan kehadiranku. Yesus, jadikanlah seluruh keberadaanku menjadi keberadaan-Mu sendiri. Amin. (Dod).

Dhammavihari Buddhist Studies
Ashin Kheminda - Bersakit-sakit Dahulu Bersenang-senang Kemudian

Dhammavihari Buddhist Studies

Play Episode Listen Later Jul 23, 2025 32:19


Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Bersakit-sakit Dahulu Bersenang-senang Kemudian".

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 22 Juli 2025 - Persembahan yang berkenan bagi Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 21, 2025 4:38


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 22 Juli 2025Bacaan: "Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memerhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu." (Lukas 21:1a)Renungan: Status janda membuat seorang wanita Yahudi kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Namun Yesus memberi acungan jempol terhadap janda miskin yang memberi persembahan lebih kecil dari semua orang yang datang ke Bait Allah. Di sepanjang zaman janda ini telah menjadi contoh pemberi persembahan yang berkenan kepada Tuhan, yang memberi dari hati yang tulus. Ia belajar mendisiplin dirinya untuk memberi kepada Tuhan. Saat ia mempersembahkan semua harta yang dimilikinya, ia mengerti bahwa Tuhan berkuasa memeliharanya. Walaupun nama janda dalam kisah tersebut tidak disebutkan dalam Alkitab, tetapi yang lebih penting adalah teladan memberi yang bisa ditularkannya di sepanjang masa. Tidak ada orang yang memberitahu Yesus bahwa wanita itu adalah seorang janda, tetapi secara detil Yesus menyebutnya sebagai janda miskin yang memberikan semua nafkah yang dimilikinya. Hal ini mau mengajarkan kepada kita bahwa semua orang mendapat perhatian dari Tuhan. Kalau Yesus saja tahu secara pribadi mengenai janda itu, maka Yesus yang sama itupun pasti tahu dan mengenal anda dan saya. Pernahkan kita berpikir bahwa ada miliaran orang di dunia ini, tetapi Tuhan memerhatikan kita seolah-olah hanya kita sendiri saja yang menghuni dunia ini? Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, kini aku tahu bahwa Engkau senantiasa memerhatikanku setiap kali aku memberi persembahan kepadamu. Sebagaimana janda yang tidak dipandang oleh masyarakatnya saat itu, tetapi ia sudah menarik perhatian-Mu karena pemberiannya yang tulus, kini ajarilah aku agar akupun mampu meneladan janda itu untuk mau memberi dengan tulus hati apa yang kupunya bahkan persembahan diriku untuk memuliakan namaMu. Amin. (Dod).

CERITA SERAM
8JULY_BAKAL MAK MERTUA SARUNGKAN SAKA PADA SAYA GANGGUAN NYANYI DALAM TANDAS DI PULAU TEKONG

CERITA SERAM

Play Episode Listen Later Jul 19, 2025 91:55


Dhammavihari Buddhist Studies
Ashin Kheminda - Mari Damaikan Dunia

Dhammavihari Buddhist Studies

Play Episode Listen Later Jul 19, 2025 35:12


Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Mari Damaikan Dunia".

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 19 Juli 2025 - KuasaNya sempurna dalam hidupMu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 18, 2025 4:26


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 19 Juli 2025Bacaan: "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." (Mazmur 46:2)Renungan: Suatu ketika pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Chandra dan Tony merasa tegang saat menghadapi babak final bulutangkis ganda di Olimpiade Sidney 2000. Dalam keadaan seperti itu mereka menghubungi Andrie Wongso, konsultan non teknis/motivator mereka. Ia menyarankan agar mereka membuka kran air dan berteriak keras-keras, "Aku juara!" Mereka mempraktikkan nasihat itu. Teriakan itu membantu melepaskan segala beban yang menindih mereka. Kegelisahan dan kecemasan mereka juga hilang, sehingga pada saat pertandingan, mereka bisa bermain dengan tenang dan tanpa beban. Akhirnya mereka menang dan mendapat medali emas untuk Indonesia. Mungkin kita juga pernah menghadapi kesulitan dan ketegangan dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita terjepit masalah keuangan, sakit penyakit, problem rumah tangga yang berat atau pekerjaan. Pada saat seperti itu kita tidak tahu harus mencari pertolongan ke mana atau menghubungi siapa. Tetapi Tuhan berfirman, "Berserulah kepadaku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." (Mzm 50:15). Tuhan selalu siap menjadi motivator, konselor dan penolong kita. Sebagai penolong dalam kesesakan, Allah tidak pernah mengecewakan dan sungguh sangat terbukti. Datanglah pada-Nya dan kita akan melihat kuasa-Nya bekerja. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, kini aku tahu kemana aku harus datang saat kehidupanku tidak mengalir seperti yang aku kehendaki. Engkaulah satu-satunya sumber kekuatan dan pengharapanku. Yesus, jangan biarkan hatiku meragukan kuasa-Mu, tetapi tambahkanlah iman percayaku pada-Mu, maka aku akan melihat kuasa-Mu bekerja secara sempurna dalam hidupku. Amin. (Dod).

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
What is a Justice of the Peace? When do you need one? - Apa yang dimaksud dengan Justice of the Peace? Kapan Anda membutuhkannya?

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Jul 17, 2025 8:50


At some stage you will probably need help from a Justice of the Peace. It may be to prove your identity, to make an insurance claim or to certify copies of your legal documents in your language. JPs are trained volunteers who play a crucial role in the community by helping maintain the integrity of our legal system. So what exactly does a JP do and where can we find one when we need their services? - Pada tahap tertentu Anda mungkin akan membutuhkan bantuan dari Justice of the Peace. Ini mungkin untuk membuktikan identitas Anda, untuk membuat klaim asuransi atau untuk mengesahkan salinan dokumen hukum Anda dalam bahasa Anda. JP adalah sukarelawan terlatih yang memainkan peran penting dalam masyarakat dengan membantu menjaga integritas sistem hukum kita. Jadi apa sebenarnya yang dilakukan JP dan di mana kita dapat menemukannya ketika kita membutuhkan layanan mereka?

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Demensia bukanlah bagian normal dari proses penuaan …

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Jul 16, 2025 17:33


Pada awal Juli, IKAWIRIA (Ikatan Masyarakat Indonesia Victoria) mengundang Dementia Australia untuk memberikan presentasi kepada para anggotanya tentang demensia - kapan orang harus khawatir, bagaimana mengurangi risikonya, dan bagaimana mencari bantuan.

CERITA SERAM
6JULY_PENAMPAKAN HANTU LIDAH PANJANG PADA MALAM JUMAAT KLIWON SETIAP MALAM NENEK MELOMPAT SEPERTI POCONG

CERITA SERAM

Play Episode Listen Later Jul 15, 2025 86:35


MALAM SERAM THE HORROR TALK SHOW | BUKAN SEKADAR CERITA SERAMSuka bacaan kisah-kisah seram, sila subscribe ke saluran Malam Seram! Malam Seram LIVE show Isnin hingga Khamis 11 malam dan Jumaat 11.59 malamMALAM SERAM adalah segmen LIVE perkongsian pengalaman seram dan misteri. Anggap ia hanya sekadar perkongsian sahaja. Jangan mudah percaya dan terlalu taksub dengan apa yang anda dengar! MALAM SERAM The Horror Talk Show Bukan Sekadar Cerita Seram.Become a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/malam-seram--3347472/support.