POPULARITY
Categories
Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini: https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini: what-it-takes------------------Rahayu Saraswati Djojohadikusumo membahas latar belakang keluarga, lika-liku perjalanan pendidikan, hingga aktivisme kepemimpinan perempuan, demokrasi, dan industri kreatif. Topik selengkapnya:0:00:00 - Intro0:02:23 - Jatuh cinta dengan seni peran sejak kecil0:14:41 - Kesehatan mental0:32:14 - Dua sisi latar belakang keluarga0:40:10 - Demokrasi dan Pendidikan1:06:57 - Kepemimpinan perempuan1:18:23 - 4 cara kelola talenta terbaik1:26:46 - Kemampuan bercerita, soft power, IP1:37:42 - Spiritualitas dalam menjaga kesehatan mental1:48:46 - Menemukan purpose tidaklah instan1:55:45 - Meritokrasi2:09:32 - AI#Endgame #GitaWirjawan #SaraswatiDjojohadikusumo------------------Special thanks to our ‘Future Narrators' channel members:Mariko Yoshihara, Yemotto IBRAHIM, hobi kluyuran, Fajar Prasetyo, Dyah Firgiani, Arie Gunardi, Yayi Trisnawati D, Teddy Chow, Wwertyssnb, Widi Aphrian, hndraable, hendro trihatmojo, Muhammad Taufik Evendi, QunÔºáan Syukrilah, Ariyo Arinsa Putra, Reda Bellarbi, Muhammad Ismail Mubarak, KATE WOLSKA, Itje Chodidjah, Geralt Fajar Bukan, Jack Duan, Lucy March, Mr Gman, Irawan Purwono, Agnes Pranindita, nazaruddin nasir, 747sgw, Patricia S, Gusko Adnyana, Jerry Budiman, Mawan Darmawan, diah anggraini, Adrian Baskoro, Bambang Haryanto, Ezwan Zakaria, Naufal M, Kianti Darusman, Revolution R, liza dewi, Joanna felicia, Taswin Munier, M Firaldi Akbar Zulkarnain, Seno wibowo, Hendry Ahen, Ferdy Reza, Haju Ara Podcast, Ayu Arman, Flores Exotic Tours, Niki S, Anita Amalia, Dewi Risnawati, birgietta katherine, Derry Harnanda, Ridwan Sakidja, Rita Sahara, Sanityas Prawatyani, erna girirachman, Ronny Wijaya, Alvin Rivaldi, Stella sinaga, Kawal Jakarta, Freddy Wijaya, Bambang Made, fsoenardi, ULFA, Daniel Tagu Dedo, Yoggi Dinata, Omabudi Herawan, Dina Siswa, rita triani, Beatrice Cynthia Walter, Dendy Hernama, sentraikanlaut sentraikanlaut, Nur Aini, Sri Rahayu Fitriani, Ainia Putri Ayu Kusuma, faiza kamalia, agung Murdifi, Liely Noor Qadarwati, agita sari, Boodguns, Anang Rikza Masyhadi OFFICIAL, Didik Muktiyanto, muksin muksin, Rudi Gmail Nuriadi, Vindow Harum, irawan karseno, gaby diovani, abson Ly26, jaka susila, Reinhard Santoso, tjia martin, Roni Pebrianto, Roberto Sontani, achmad subarkah, Omo Abdul Madjid, Uswatun Khasanah, alex ondang, Arya Family, muzakir tombolotutu, Timmy Kids, only1su, Wee Khien Tan, Dawani Magdalena, Ricko Ciady, theresia margriet, Tri Laylaa Shaiza, Retno Sri, Buyung Aji Saputro, Fredrik Ong, Gricelle Sachi Sihombing, Erwin Loe, Dhanie Soeharto
Selamat ulang tahun ke-22, Informa!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Eduardus Bala, Yuliana dan Wiliam Aleksander Nopan dari Paroki Santo Arnoldus Jansen Tanjung Isui di Keuskupan Agung Samarinda, Indonesia. Kebijaksanaan 12: 13.16-19; Mazmur tg 86: 5-6.9-10.15-16a; Roma 8: 26-27; Matius 13: 24-30.MUSUH MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-16 ini ialah: Musuh MemberikanKita Kesempatan. Seorang siswa SMA mendapatkan pujian dan hadiah dari orangtuanya karena mendapatkan nilai-nilai rapor yang bagus. Padahal semua di dalamkeluarga masih mengingat, bahwa nilai prestasinya di waktu permulaan sekolahjauh dari harapan. Ia bahkan memiliki sejumlah nilai merah. Mengapa ia berubah begitu cepat dengan prestasinya itu setelah naik kelasdua dan kelas tiga? Apakah ia bermain curang pada waktu ujian demi mendapatkannilai-nilai yang memuaskan? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan umum yang selaluditujukan kepadanya. Kepada semua yang bertanya, siswa tersebut menjawab dengansangat bijaksana, katanya: "Setiap temanku mendapat nilai lebih baik daripada aku, aku selalu tertantang untuk menjadi seperti dia, bahkan harusmelebihi dia." Ia tetap mengikuti prinsip itu selama belajar di SMA. Pengalaman si remaja itu merupakan sebuah contoh kompetisi yang sehat. Adajuga kompetisi atau perlawanan yang tidak sehat, yang melalui cara yang tidakbaik dan dengan tujuan yang tidak baik pula. Di dalam setiap kompetisi,masing-masing pihak yang bersaing menganggap lawannya sebagai musuh. Ada musuhyang menjadi teman persaingan atau perjuangan, sehingga kita dapat dibantuuntuk meraih kemajuan dan kesuksesan. Musuh dalam kualitas seperti ini adalahmusuh yang baik, yang memberikan kita kesempatan untuk menjadi lebih baik. Tetapi ada musuh yang menjadi lawan mematikan, yang karena didasari olehkebencian, marah dan iri hati, sehingga kita tidak mendapatkan bantuan untukmaju, tetapi sebaliknya kerugian dan bahkan kebinasaan. Secara kodrati danmengikuti akal sehat, kita ingin memiliki musuh yang baik. Tuhan sendiritermasuk dalam kategori musuh kita yang baik. Kita adalah orang-orang yangberdosa. Setiap menyadari diri sebagai orang berdosa, kita harus dapat melihatTuhan sebagai musuh kita yang baik, yang sabar terhadap kita dan menyediakansegala kesempatan supaya kita dapat bertobat dan kembali kepada-Nya. Perumpamaan tentang hidup berdampingan antara penabur benih dan musuhnyayaitu penabur lalang, kemudian antara benih yang tumbuh bersama dengan musuhnyalalang, sangat jelas mengajarkan kita tentang peran musuh yang membantu kita didalam hidup ini. Anggota keluarga sendiri, teman atau orang yang tidak kitakenal dapat menjadi musuh-musuh kita yang baik. Bahkan jika kita memang tidakdapat menghindari adanya musuh yang tidak baik atau yang mematikan, inimerupakan juga pengalaman Tuhan Yesus sendiri dan para martir yang sudahmendahului kita. Musuh yang demikian membuka kesempatan bagi kita untuk meminumpiala penderitaan seperti Yesus Kristus. Dalam hal ini, kita sepantasnyabersyukur dan mendoakan musuh-musuh kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami sehingga kami dapat hidup dalamkebenaran dan kebijaksanaan-Mu. Semoga kami menjadi sesama yang baik bagiorang-orang di sekitar kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...
Tuhan memberikan modal yang sama kepada seluruh anak-anak Yakub. Dari anak istri yang sah sampai kepada budak wanita, mereka menerima janji dan nubuat masing-masing. Tuhan memberikan modal yang sama juga kepada keturunan anak-anak Israel ini. Pembebasan dari perbudakan, tuntunan dalam perjalanan, bahkan bagian tempat untuk setiap suku sesuai jumlah mereka. Namun keadilan-Nya juga membuat bangsa ini kemudian terusir dari tanah yang Tuhan berikan, karena ketidaktaatan dan kejahatan mereka; sama seperti bangsa-bangsa yang dihalau Tuhan dari tanah yang dikehendaki-Nya karena kekejian mereka.Tuhan juga telah memberikan modal yang sama untuk kita semua. Pembebasan dari dosa, tuntunan Roh Kudus-Nya, bahkan janji penjemputan bagi yang menantikan-Nya. Apakah kita mau merespon dengan benar setiap berkat dan janji yang Tuhan berikan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 12 Juli 2026.Kirim pesan
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 Juli 2026Bacaan: "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian." (Efesus 6:1)Renungan: Dimas adalah murid kelas 4 SD. Suatu hari gurunya memberi tugas membuat video tentang "Tokoh Panutanku". Teman-temannya memih pemain bola, youtuber, artis dll. Ketika tiba giliran Dimas presentasi, dia maju sambil membawa foto. "Itu siapa?" tanya temannya. "Itu Bapakku," jawab Dimas. "Setiap pagi Bapak bangun jam 5 buat antar aku sekolah. Kalau aku sakit, Bapak begadang menjaga aku. Kalau aku nakal, Bapak tetap doain aku." Teman-temannya terdiam. Ada yang ketawa kecil. Tapi Bu Guru bilang, "Itu pahlawan yang paling hebat, Dim." Malamnya Dimas cerita ke Bapaknya. Bapaknya memeluk Dimas sambil berkata, "Nak, Bapak juga belajar jadi orang tua yang baik dari Tuhan." Sejak itu Dimas menjadi anak yang lebih taat. Kalau disuruh belajar, dia tidak menjawab "nanti". Kalau disuruh membantu mencuci piring, dia langsung melakukannya. Taatilah orang tuamu di dalam Tuhan artinya mendengar dan melakukan apa yang orang tua minta, selama itu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Mengapa? Karena "haruslah demikian". Tuhan memberikan orang tua sebagai wakil-Nya di dalam keluarga. Melalui mereka Tuhan memberi kita makan, sekolah, nasihat, dan doa. Taat bukan karena takut dimarahi tapi karena kita mengasihi Tuhan. Anak zaman sekarang terlalu pandai. Mereka bisa buka HP sendiri dan bisa mencari jawaban di Google. Tapi kadang karena "merasa lebih tahu", mereka jadi sering meremehkan orang tua. Mereka susah mendengarkan nasihat orang tua. Kalau orang tua bicara, mereka menjawab "Tau... Tau..." tapi sambil main HP. Mereka juga suka membantah. Disuruh belajar jawabnya, "Ah ntar", disuruh beresin kamar jawabnya, "Ribet". Mereka juga kurang menghargai orang tua. Lupa mengucapkan terima kasih untuk makanan, baju, uang sekolah dll. Taat itu bukan berarti jadi anak penakut. Taat itu berarti jadi anak yang pintar, karena tahu siapa yang Tuhan pakai untuk menjaganya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk Papa dan Mama yang Engkau berikan kepadaku. Ampuni aku kalau sering membantah dan membuat mereka sedih. Ajarilah aku menjadi anak yang taat, seperti Yesus yang juga taat kepada Maria dan Yusuf. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Aloysius Langoday dan Nelti Cornelia dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Dekenat Lembata di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 6: 1-8; Mazmur tg 93: 1ab.1c-2.5; Matius 10: 24-33.MEMILIH KERAJAAN ALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memilih Kerajaan Allah. Ada seorangpemuda ingin menikah karena usianya sudah dianggap cukup, yaitu 35 tahun. Iaberbicara kepada ibunya tentang rencana ini. Ibu bertanya tentang siapasebenarnya gadis pilihan putranya itu. Di situlah pokok masalahnya. Pemuda itubingung untuk memilih satu dari dua gadis yang menurutnya sama-sama penting danberharga baginya. Ia menjelaskan semua ciri kedua gadis itu kepada ibunya. Tetapi sang ibu yang memiliki intuisi lebih tajam, menghilangkankebingungan putranya dengan mengatakan bahwa dari dua gadis itu, ia harusmemilih gadis yang memiliki sikap rela berkorban. Apa saja yang ada padadirinya harus dapat dipersembahkan demi pasangan hidupnya. Maka konsekuensinya,putranya harus meninggalkan gadis yang bersikap posesif. Tanda seseorang yangposesif ialah ia sangat menuntut untuk diperhatikan, dipentingkan, atau diberitempat sangat istimewa. Pemuda itu akhirnya dapat mengambil keputusannya yangtepat dengan pilihan gadis idamannya untuk dijadikan pasangan hidupnya. Kerajaan Allah sudah ada bersama Tuhan Allah sendiri dan menjadi kenyataandengan kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Pusat kerajaan Allah itu ialah TuhanYesus Kristus dan seluruh karya-Nya kepada umat manusia. Ciri utama kerajaanini ialah penuh dengan karya rohani, pengorbanan dan persembahan diri dengantujuan terbesar ialah menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian.Kerajaan ini ingin menyatukan semua umat manusia menjadi warganya. Kerajaan dunia penuh dengan ciri-ciri hidup duniawi dengan tanda utamanyaialah kedagingan dan materialisme. Oleh karena itu sikap manusia yang sangattepat untuk ini ialah posesif, dengan mengambil dan memilikinya. Setiap pribadimanusia memiliki sikap alami untuk terikat dengan dunia ini. Jika sikap inimenjadi sangat dominan maka dari sinilah dimulai persaingan dan konflik diantara orang-orang yang mengejar pemenuhan kepentingan dirinya sendiri. Bagi para pengikut Kristus, kerajaan Allah adalah pilihan satu-satunya demimencapai keselamatan hidupnya. Yesus adalah Guru sejati kita dan pada hari iniIa mengajak kita untuk memilih dan mengikuti Dia sampai kita menjadi sepertidiri-Nya. Kita adalah para hamba yang lemah, namun kita diberi tantangan untukdapat menjadi Tuan seperti Dia. Nabi Yesaya memberikan kesaksian tentangdirinya, bahwa meskipun ia seorang yang berdosa, ia memilih mengikuti KerajaanAllah, kemudian ia siap untuk diutus oleh Tuhan. Santo Benediktus Abas, padamasanya, memberikan alternatif Kerajaan Allah di dunia Eropa, yaitu jalanpertapaan dan hidup membiara.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga pada hari ini kami membuatdiri kami menjadi orang-orang berguna bagi sesama kami melalui kesaksiankehadiran kerajaan-Mu di dalam dunia, khususnya menjadi terang bagi orang-orangyang tersesat. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Yosua 24:15Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Zakaria 9: 9-10; Mazmur tg 145: 1-2.8-9.10-11.13cd-14; Roma 8: 9.11-13; Matius 11: 25-30.IA MEMBERI KITA KELEGAAN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-14 ini ialah: Ia Memberi KitaKelegaan. Ada dua orang bocah kakak-beradik, masing-masing kelas 6 dan 4 SD.Ibu mereka sangat terobsesi supaya anak-anaknya pintar dan sukses. Ia wajibkanmereka dengan banyak les tambahan. Ia menjadi malu kalau anak-anaknya mendapatnilai merah. Ia sangat disiplin dengan mereka sampai-sampai anak-anak tampaksangat takut dan kelelahan. Setiap mereka pulang ke rumah, wajah mereka sudah tampak kehilangansemangat. Tetapi mereka harus tetap diikuti sang ibu yang tidak inginanak-anaknya santai. Untung ada sang bapak yang bijaksana. Meskipun baru sajapulang kerja, ia meluangkan waktu untuk mendampingi kedua anaknya. Iamembawakan oleh-oleh yang menyenangkan. Ia memeluk mereka lalu menceritakanmereka banyak hal yang menghibur dan membuat tertawa. Apa yang dibuat oleh sang bapak kepada anak-anaknya itu merefleksikanperbuatan Yesus, ketika Ia membawa orang-orang kecil, sakit, lemah, terlantar,miskin, dan terlupakan untuk datang kepada-Nya. Ia berkata: "Marilahkepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikankelegaan kepadamu." Yesus mengundang kita semua untuk datang kepada-Nya. Namun demikian, apakah kita semua sedang lelah dan tidak berdaya? Tentusaja. Kelelahan dan ketidak-berdayaan itu berbeda tingkatnya dari satu orang keorang yang lain. Situasi, pekerjaan, dan kesulitan setiap orang berbeda-bedadengan beban atau masalah yang berbeda-beda pula. Berdasarkan terangbacaan-bacaan pada hari ini, ada tiga beban yang perlu kita sadari danrenungkan. Yang pertama ialah beban sebagai orang kecil dan lemah. Kalau kita sebagaiorang kecil, lemah dan tidak memiliki pengaruh, berarti selalu ada orang yangberkuasa dan kapan saja bertindak sewenang-wenang terhadap kita. Mereka seringtidak punya kasihan dan kepercayaan kepada kita. Beban yang lain ialah bebandosa. Kalau kita tidak memelihara jiwa kita dengan menyesali dosa, mengakuinyadan bertobat, berarti beban itu kian hari kian berat. Pada saatnya dosa ituakan menyiksa dan membinasakan kita. Santo Paulus sangat tegas bahwa hidup didalam kedagingan adalah beban dosa kita yang berat. Beban yang ketiga ialah beban kesombongan. Menurut Yesus Kristus,orang-orang pandai, bijak, yang berkuasa dan yang kaya, adalah mereka yangmemikul beban yang berat. Mereka sebenarnya sangat lelah, karena begitu banyakyang menjadi obsesi mereka dalam hidup. Anda misalnya, terlalu banyak urusandan ambisi, akan membuat dirimu amat lelah dan membosankan. Terhadap semua ini, ajakan Yesus menjadisangat penting, yaitu hendaknya kita datang kepada Dia, karena dari Dia kitamendapatkan kelegaan yang menyenangkan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Bapa di surga, semoga dengan perayaan hari Minggu ini,kami mendapatkan kelegaan hidup dan kesehatan lahir dan batin demi kelangsungnhidup kami di dunia. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam namaBapa ...
EP265. Setiap Pasangan Adalah Berbeza. Setiap pasangan adalah berbeza, personaliti masing-masing kadang-kadang bertentangan bergantung kepada cara mereka dibesarkan dan persekitaran mereka. Tapi bagaimana nak uruskan perbezaan tersebut?==Podcast ini dibawakan oleh YusriYusoff Consulting. Syarikat konsultasi yang menawarkan khidmat kaunseling berteraskan Islam bagi pasangan rumahtangga, isu kekeluargaan, anak remaja atau bagi individu yang memerlukan bantuan. Sila hubungi menerusi whatsapp ke no: 8949 4642 atau emel: yusri@yusriyusoff.com atau lungsuri ke lelaman: www.yusriyusoff.com/islamic-counselling==Sokong kami dengan sumbangan ikhlas anda sebagai amal jariah yang berkekalan, melalui paynow ke: UEN No: 53436797J (YusriYusoff Consulting)==For sponsorship and collaboration, please email us at: podcast2beradik@gmail.com
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Priscilla Victory Lango Uran dan Hendrina Linong dari Paroki Santo Damian Bengkong, Batam, di Keuskupan Pangkal Pinang, Indonesia. Efesus 2: 19-22; Mazmur tg 117: 1.2; Yohanes 20: 24-29.YA TUHANKU DAN ALLAHKU Renungan kita pada hari ini bertema: Ya Tuhanku dan Allahku. Kalimat iniberasal dari Santo Tomas Rasul, yang pestanya kita rayakan pada hari ini. Iaadalah salah satu dari ke-12 rasul yang punya keunikan, selain namanya yangjuga disebut Didimus, ia sangat dikenal sebagai orang yang kurang percaya. Ia bersama para rasul lain dan banyak orang di zamannya mempunyai persepsitentang Yesus Mesias yang akan menjadi raja seperti Daud yang penuh kuasa danpembebas umat Israel dari segala bentuk penjajahan di dunia. Namun persepsi inisalah total. Yesus ternyata dihukum mati secara sangat memalukan dengandisalibkan dan wafat. Ini jelas sangat mengecewakan banyak orang yang sudahterlanjur percaya pada kekuatan seorang Mesias. Salah satu yang kecewa berat ialah Rasul Tomas. Akibatnya ia memilihmenjauh, sembunyi, menyendiri dan mungkin berpikir untuk memilih jalan hidupyang lain. Pokoknya ia sangat kecewa. Kesaksian para wanita yang menemui Yesusyang bangkit, berikut kisah rekan-rekan rasul lainnya yang melihat langsungYesus yang bangkit, tidak dipercayai Tomas. Ia memerlukan bukti lain yang lebihkuat dan bukan sekedar cerita-cerita. Bagi dia jika hanya narasi, itu samadengan omong kosong. Kecewa berat harus diatasi dengan semangat baru yang jauh lebih super.Semangat ini tak cukup diberikan oleh manusia, tapi harus diberikan dari atasyaitu Tuhan sendiri yang campur tangan. Maka Yesus sendiri yang datang untukmemberikan bukti dari diri-Nya sendiri yang bangkit. Ini baru namanya jauhlebih super. Dengan tindakan super ini, rasul Thomas dapat berubah secararadikal melalui pengakuan imannya yang amat kuat, “Tuhanku dan Allahku”. Setiap dari kita pernah mengalami kecewa, putus asa dan sakit hati.Kondisinya bervariasi dari yang ringan sampai yang berat. Apa pun kondisinya,penderitaan seperti ini memerlukan pemulihan. Bagi mereka yang mengalamikecewa, putus asa atau sakit hati yang berat, tentu sangat memerlukanpengobatan rohani yang hanya melalui campur tangan Tuhan. Sehingga hidup barudiperoleh kembali, semangatbertumbuh lagi, dan pengakuan iman kepadaTuhan dikuatkan. Maka nasihat yang bijak ialah, bila Anda mengalami penderitaan sepertikecewa berat, putus asa berat atau sakit hati berat, andalkan kekuatan dancampur tangan Tuhan. Hindari sikap menutup diri, menangisi diri bahkan yangpaling jelek ialah Tuhan dipersalahkan. Setiap kecewa, putus asa atau sakithati ada waktunya untuk berlalu pergi. Dan Tuhan menggantikan dengankehadiran-Nya yang menyelamatkan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Di dalam penyelenggaraan dan kuasa-Mu, ya Bapa, kuatkanlahkami untuk selalu berada di dalam kasih-Mu terutama pada saat kecewa, putus asadan sakit hati menimpa diri kami. Semoga Bunda Maria, para malaikat pelindungdan khususnya rasul Tomas menemani kami di dalam saat-saat sulit itu. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Allah tidak memandang bulu (Rm 2:11). Setiap manusia diberikan kesempatan dan modal berkat yang sama, namun tidak semua orang merespon berkat Tuhan dengan cara dan integritas yang sama. Menariknya, respon setiap orang bukan hanya mempengaruhi hidupnya, namun juga hidup keturunan, bahkan kaum, serta bangsanya. Bagaimana dengan kita? Bagaimana kali ini Alkitab mengajar kita tentang berkat dan respon orang-orang yang telah dipanggil Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 28 Juni 2026.Kirim pesan
Pernah merasa tertinggal dari teman-temanmu? Merasa hidup orang lain berjalan lebih cepat sementara kamu masih berjuang di tempat yang sama?Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kamu gagal. Setiap orang memiliki garis waktu dan takdir yang berbeda. Dalam video ini, saya akan membahas sebuah filosofi Jepang yang mengajarkan bahwa bunga yang berbeda mekar di musim yang berbeda pula. Temukan cara berhenti membandingkan diri, mengurangi overthinking, dan belajar percaya pada proses hidupmu sendiri.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 26 Juni 2026Bacaan: "Sabarlah terhadap semua orang. " (1 Tesalonika 5:14)Renungan: Banyak orang punya masalah dengan emosi. Sangat temperamental dan gampang meledak. Orang seperti ini bisa termasuk tipe gunung merapi yang mudah meletus. Kalau "gunung berapi" ini sudah meletus, keluarlah lahar perkataan yang panas, pedas, tajam, dan menyakitkan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Secara ilmiah, di bagian otak kita ada amygdala yang kerap disebut otak emosi. Amygdala bekerja 80.000 kali lebih cepat dibandingkan otak besar. Karena amygdala bekerja lebih cepat, logika jadi dikalahkan emosi. Untuk mencapai kecepatan yang sama dengan amygdala, otak besar butuh waktu enam detik. Dari perhitungan inilah para ahli jiwa menemukan teori "Jeda Enam Detik", yaitu mengambil jeda selama 6 detik sebelum bicara dan mengambil keputusan saat kita marah atau sedang emosi. Jauh sebelum teori Jeda Enam Detik ditemukan, firman Tuhan sudah memberi nasihat kepada kita yang memiliki problem emosi temperamental. 1 Tesalonika 5:14b mengatakan, "Sabarlah terhadap semua orang." Ketika seseorang menyulut sumbu kemarahan kita, kita tidak akan langsung meledak sebaliknya kita berusaha mengulur-ulur waktu sangat lama untuk kita menjadi marah dan mendidih. Karena waktu "mendidihnya" lama maka kita punya banyak kesempatan untuk menguasai diri, menenangkan diri, dan berpikir jernih sebelum mengambil keputusan yang bodoh. Jadilah sabar. Sabar membebaskan kita dari amarah yang tak terkontrol dan tak terkendali. Sabar menghindarkan kita dari kekeliruan. Dalam Amsal 14:17 dikatakan, "Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar." Apakah kita orang yang bijak ataukah orang yang bodoh, ditentukan oleh seberapa kita sabar. Jadilah pengikut Yesus yang perlu waktu lama untuk mendidih, bukan seperti gunung berapi yang meledak-ledak. Setiap kali hendak meledak, ingatlah untuk mengambil jeda selama enam detik untuk menenangkan diri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku kesabaran, sehingga masalah apapun yang terjadi dalam hidupku, hatiku dapat tetap tenang menghadapinya. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 25: 1-12; Mazmur tg 137: 1-2.3.4-5.6; Matius 8: 1-4.PENTAHIRAN KITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: PentahiranKita. Setiap dari kita mendambakan kehidupan yang baik dan sehat. Kesehatanmenjadi salah satu prioritas dalam menjalani kehidupan ini, sebab dengankesehatan yang baik dan tubuh yang kuat maka aktivitas-aktivitas kita di dalamdunia saat ini akan berjalan dengan baik pula. Kita memang mempunyai segalacara untuk memperoleh kesehatan yang kita inginkan, namun tubuh kita sebagaimanusia tetap ada keterbatasannya. Hidup di zaman ini yang sangat maju dengankecanggihannya ternyata membawa sakit kepada banyak manusia, baik fisik maupunmental, tubuh maupun jiwa. Yang lebih rentan ialah jiwa. Jiwa manusia mulaiterikat pada hal dan barang duniawi lalu memberi ruang kepada Iblis untukmembuat nyaman pada manusia serta menutup kesempatan bagi manusia untuk bersatudengan Allah. Manusia mulai kurang percaya pada Allah dan terus memakai pikirandan ide-idenya sendiri sehingga membuatnya terkenal. Tanpa disadari hal inimenciptakan keterpisahan dirinya dari Allah. Manusia lebih memilih kehidupan dengan gayanyayang instan namun ternyata melukai jiwanya sendiri. Jiwa ini perlahan mengalamikehilangan apa yang dituntut oleh Allah, yaitu dasar iman dan buah-buah Roh.Kedamaian, suka cita dan kasih diganti dengan amarah, benci, keserakahan. Inimerupakan sakit dalam kehidupan masa kini. Kita perlu sembuh. Kita butuhpentahiran. Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini menjamahdan menyembuhkan orang yang sakit kusta yang datang memohon dengan penuhkerendahan hati dan iman yang besar. Ia rindu untuk sembuh. Sakit kusta adalahsakit yang sangat menyakitkan dan dijauhi oleh orang-orang di sekitar, dibuangatau disingkirkan. Ia sesungguhnya sakit fisik dan metal, tubuh dan jiwanya.Tuhan Yesus hadir dengan belaskasih-Nya yang merangkul, memberkati danmenyembuhkan dengan kasih-Nya. Untuk sembuh, kita perlu belajar dari orang sakitkusta tersebut. Kita perlu menyadari bahwa kita juga orang-orang sakit. Kitaorang-orang berdosa. Kita perlu Tuhan Yesus. Kita mohon dengan tulusbelaskasih-Nya, kita datang kepada-Nya dengan iman yang besar dansungguh-sungguh lalu memberikan diri kita untuk disembuhkan dari sakit,kelemahan dan kedosaan. Setelah sembuh, hendaklah kita selalu menjaga relasidengan Allah agar tidak kembali goyah dan rusak seperti sebelumnya, tetapi kitamenjadi saksi-saksi-Nya di dalam dunia saat ini. Sebab dengan jamahan Tuhanyang menyembuhkan itu, beban hidup kita menjadi ringan dan tahirlah kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah Bapa, kami bersyukur atas sabda-Mu yang hidupdalam diri Yesus yang adalah palung sungai yang menyegarkan jiwa kami yang hausakan kehadiran-Mu. Kami mohon, tetapkanlah selalu di dasar hati kami semangat membacadan merenungkan firman-Mu sebagai jalan, kebenaran dan hidup kami agar kamitidak sakit lagi, sebab firman-Mu sungguh menyembuhkan kami. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa ...
Apakah UU ITE benar-benar hadir untuk melindungi masyarakat di ruang digital, atau justru berpotensi membatasi kebebasan berekspresi?Dalam episode ini, Prof. Henri Subiakto membahas tujuan awal lahirnya UU ITE, berbagai kontroversi dalam penerapannya, serta tantangan menyeimbangkan perlindungan hukum dengan kebebasan berpendapat di era digital.
Setiap hari, kita berhadapan dengan pilihan. Di tengah tekanan, godaan, dan ekspektasi yang tak pernah berhenti, satu soalan sentiasa kembali: kepada siapa kita menyerahkan hidup kita? Dalam episod terbaru Message-To-Go Podcast, Pr Kenneth Chin membawakan mesej yang tajam dan menyentuh hati bertajuk "Pilih Yesus".Melalui kisah benar seorang ibu baru yang bergelut antara kerohanian dan tuntutan harian, Pr Kenneth menyingkap satu kebenaran yang sering kita abaikan — apabila hati kita kering di hadapan Tuhan, kekeringan itulah yang tanpa sedar kita berikan kepada orang-orang di sekeliling kita.Mesej ini berbicara kepada kita semua — pelajar, pekerja, ibu bapa, sesiapa pun. Bahawa di tengah tekanan yang paling besar sekalipun, kita masih boleh berkata "Ya" kepada Yesus. Dan apabila kita memilih firman-Nya, api-Nya tidak akan pernah padam dalam hidup kita.________________________________Every day, we are faced with choices. Amid the pressures, temptations, and expectations that never stop, one question keeps coming back: who do we entrust our lives to? In the latest episode of the Message-To-Go Podcast, Pastor Kenneth Chin delivers a sharp and heartfelt message titled "Choose Jesus".Through the true story of a new mother wrestling between her spiritual life and the demands of daily living, Pastor Kenneth uncovers a truth we often overlook — when our hearts are dry before God, that same dryness is what we unknowingly pass on to the people around us.This message speaks to all of us — students, workers, parents, everyone. That even in the midst of our greatest pressures, we can still say "Yes" to Jesus. And when we choose His word, His fire will never go out in our lives.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 22 Juni 2026Bacaan: "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (Efesus 5:15-16)Renungan: Manusia memiliki banyak cara menghitung waktu. Kita juga mengenal banyak alat untuk melakukan itu semua, mulai dari kalender, jam, hingga stopwatch. Bahkan sebagian orang mengeluarkan uang berjuta-juta hingga milyaran rupiah untuk sebuah arloji saja. Apakah orang yang memiliki arloji senilai milyaran rupiah pasti lebih menghargai waktu daripada mereka yang melihat waktu hanya dari jam di ponsel? Belum tentu. Orang bisa menghargai waktu ketika ia bisa melihat waktu dengan cara yang benar. Sayang, masih banyak yang melihat waktu dengan cara salah. Ada yang memakai seluruh waktunya hanya untuk melakukan satu hal (misal: bekerja terus menerus, atau berhura-hura tak ada habisnya). Ada juga yang terpaku pada masa lalu. Ada yang hanya fokus pada hal-hal jangka pendek sehingga tidak siap menghadapi masa depan. Ada yang menilai seluruh waktunya dengan apa yang terjadi di satu waktu saja. Jika gagal, ia merasa hidupnya akan selalu gagal. Jika berhasil, ia sombong karena merasa tak akan bisa gagal. Tidak sedikit juga yang gagal menikmati masa sekarang. Daripada menikmati hal-hal yang ada di hadapan mereka, mereka lebih terpaku pada masa lalu ataupun terus mengejar ini itu dengan beralasan semuanya demi masa depan. Satu yang harus kita pahami adalah bahwa setiap waktu adalah berharga. Itu sebabnya kita harus belajar menghitung hari (Mzm. 90:12). Ya, hari, bukan bulan atau tahun. Artinya, hargai setiap waktu, dari waktu terkecil. Setiap waktu adalah berharga, bukan karena waktu adalah uang seperti pepatah dunia. Waktu berharga karena apa yang kita lakukan di setiap waktu kita di dunia ini akan berdampak pada waktu kita di kekekalan nanti. Karena itu, hanya memakai waktu untuk urusan dunia, mengejar kesuksesan jasmani atau ambisi pribadi, tentu tidak bijak. Memakai waktu untuk bersekutu dengan Allah, mengasihi keluarga, melayani sesama, serta juga beristirahat dan menjaga kesehatan, itu yang juga harus dilakukan. Hiduplah dengan fokus untuk melakukan kehendak Allah dalam segala hal, baik itu di pekerjaan, pergaulan, hingga waktu pribadi. Itulah cara bijak menghargai waktu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar aku dapat menghargai waktuku. Sehingga apapun yang aku lakukan semua dapat bermanfaat bagi hidupku saat ini maupun untuk persiapan masa depanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 21 Juni 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik baru. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus. Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan. Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah setiap kebaikan yang sedang aku rencanakan maupun yang akan aku lakukan, sehingga semua nya itu aku lakukan dengan tulus hati tanpa ada rencana yang tidak baik di baliknya. Amin. (Dod).
KATA PEMRED #42PinterPolitik.comSenja turun pelan di sebuah kantor yang mulai dikosongkan. Para pegawai pulang satu per satu. Sebuah lampu meja di sudut ruangan lupa dimatikan, dan cahayanya yang kuning jatuh ke atas setumpuk kertas. Kertas itu tidak disentuh siapa pun. Ia hanya menunggu.Ada uang yang dititipkan dan memilih diam. Ia mengendap di satu rekening, tidak berbelanja, tidak membangun apa-apa, hanya menunggu. Saldo itu besar, dan justru karena besar ia terasa seperti air yang ditahan sebuah bendungan: tenang di permukaan, menekan di dasar. Setiap orang yang lewat mengira air itu cadangan. Sedikit yang bertanya untuk siapa pintu air akan dibuka, dan kapan.
Program Tanazul menjadi salah satu solusi bagi jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan. Namun, jemaah yang sakit tidak serta-merta dapat dipulangkan lebih awal melalui program tersebut. Setiap permohonan harus melalui verifikasi terkait pelaksanaan ibadah haji serta asesmen medis untuk memastikan kondisi kesehatan dan kelayakan mengikuti skema Tanazul. Bagaimana proses penilaiannya dan siapa yang berhak mengikuti program ini? Simak pembahasannya dalam episode berikut.(BEH/MCH 2026)@kemenhaj#ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Keluaran 19: 2-6a; Mazmur tg 100: 2.3.5; Roma 5: 6-11; Matius 9: 35 - 10:8.DIPANGGIL UNTUK DIUTUS, DIUTUS KARENA DIPANGGIL Tema renungan kita pada hari Minggu ini ialah:Dipanggil Untuk Diutus, Diutus Karena Dipanggil. Dalam kehidupan iman,sering kali kita berbicara tentang panggilan dan perutusan seolah-olah keduanyamerupakan dua hal yang berbeda. Padahal, keduanya tidak dapat dipisahkan.Panggilan tanpa perutusan akan kehilangan arah, sedangkan perutusan tanpa panggilanakan kehilangan dasar dan makna. Ketika Tuhan memanggil seseorang, di dalampanggilan itu sudah tersimpan tugas yang harus dijalankan. Sebaliknya, ketikaTuhan mengutus seseorang, perutusan itu lahir karena sebelumnya Tuhan telahmemanggil dan memilihnya. Kitab Suci menunjukkan kenyataan ini berulang kali.Abraham dipanggil untuk meninggalkan negerinya dan sekaligus diutus menjadiberkat bagi banyak bangsa. Musa dipanggil melalui semak yang menyala dankemudian diutus membebaskan bangsa Israel dari perbudakan. Para rasul dipanggilsatu per satu oleh Yesus, bukan sekadar untuk menjadi murid-Nya, melainkan jugauntuk pergi mewartakan Kerajaan Allah. Tidak ada panggilan yang berhenti padadiri sendiri. Setiap panggilan selalu mengarah pada pelayanan dan pengabdianbagi sesama. Kita kadang lebih menyukai salah satu dari keduanya.Ada yang suka berbicara tentang panggilan, tetapi kurang berani menjalankantugas yang dipercayakan. Ada pula yang begitu sibuk dengan berbagai pelayanansehingga lupa merawat hubungan pribadinya dengan Tuhan yang memanggil. Padahal,panggilan dan perutusan harus berjalan bersama. Perutusan memperoleh kekuatandari kedekatan dengan Tuhan, sedangkan panggilan menemukan maknanya ketikadiwujudkan dalam tindakan nyata. Sebagai orang beriman, kita dipanggil bukan hanya untukmenikmati kenyamanan rohani. Tuhan memanggil kita agar menjadi alat kasih-Nyadi tengah dunia. Panggilan menjadi orang tua, guru, imam, biarawan-biarawati,pekerja, atau pemimpin selalu mengandung tanggung jawab yang membawa kebaikanbagi orang lain. Setiap panggilan selalu membawa misi. Tidak ada panggilanuntuk dirinya sendiri. Dengan perutusan, yang pertama-tama bekerja bukanlahkemampuan kita, melainkan Tuhan yang memanggil. Ini membuat kita tetap rendahhati. Kita diutus bukan karena paling pandai, suci, atau kuat, tetapi karenaTuhan memilih dan mempercayai kita. Ketika menghadapi kesulitan, kegagalan,atau penolakan, kita dapat kembali kepada sumber perutusan itu, yaitu Tuhansendiri yang telah memanggil kita sejak awal. Hendaknya kita terus memelihara kesatuan antarapanggilan dan perutusan. Setiap kali mendengar suara Tuhan, hendaknya kita siapmelangkah menjalankan tugas yang dipercayakan-Nya. Dan setiap kali menjalankanperutusan, hendaknya kita tidak lupa kembali kepada Tuhan yang memanggil. Disanalah hidup beriman menemukan kepenuhannya, ketika panggilan menjadipelayanan dan pelayanan menjadi jawaban kasih kepada Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Tuhan, di hari Minggu ini, kami mohon supaya kasih-Mu yang Engkaucurahkan melalui ibadat Ekaristi, berbuah pula dalam kasih bagi diri kamisendiri dan yang kami bagikan kepada sasama kami. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …
Ustadz Abdullah Zaen M.A - Cara Agar Didoakan Malaikat Setiap Hari, Ustadz Abdullah Zaen
Setiap tahun, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selalu menjadi sorotan. Di balik ketatnya persaingan dan terbatasnya kuota penerimaan, masih ada praktik “titip siswa”, manipulasi data, hingga gratifikasi yang dibungkus dengan tanda "terima kasih". Padahal, hal-hal tersebut merusak integritas sejak dini pada dunia pendidikan. Melalui episode kali ini, Podkes Kanal KPK Episode #256 akan kupas tuntas berbagai modus kecurangan yang dikhawatirkan terjadi pada SPMB 2026, sekaligus membahas langkah nyata untuk mencegah praktik koruptif di dalamnya. Podcast ini juga hadir untuk mengingatkan kita semua bahwa kejujuran adalah jalan terbaik, dan masa depan anak tidak boleh “dititipkan” lewat cara yang salah.
Eps. 06: Dream, Dare, Achieve ✨Halo P'Lovers!
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 Juni 2026Bacaan: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran." (2 Timotius 4:2)Renungan: Ada seorang tentara yang bercerita bahwa selama karir militernya, sudah berkali-kali ia ditugaskan ke daerah konflik. Setiap kali akan berangkat, kesedihan mendalam dirasakannya karena harus berpisah dengan keluarga. Hal yang membuatnya sedih bukanlah perpisahan itu sendiri, melainkan kenyataan kalau ia bisa saja kelak pulang tinggal nama karena gugur dalam tugas. Namun, ia amat memahami tugas dan kewajibannya sebagai tentara sehingga ia tetap berangkat menunaikan tugas. Seperti tentara yang selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan padanya, demikian juga kita sebagai orang percaya harus selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan oleh Tuhan. Salah satu tugas tersebut adalah memberitakan firman. Sayangnya, banyak orang percaya yang masih beranggapan bahwa tugas tersebut merupakan tugas pastor, biarawan, biarawati, guru agama, dan para aktivis gereja. Pemikiran ini tentu saja keliru! Sebab, sesungguhnya Tuhan mempercayakan tugas memberitakan firman kepada semua orang yang telah menerima keselamatan kekal dari-Nya. Artinya, apapun profesi yang kita geluti, memberitakan firman dalam kehidupan sehari-hari adalah keharusan. Sekalipun kita adalah seorang ibu rumah tanggap sepenuh waktu, kita juga harus melakukannya. Memberitakan firman tidak identik dengan pengkhotbah mimbar, akan tetapi hal yang Tuhan inginkan adalah kita menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada orang-orang di sekitar kita, melalui tutur kata; sikap dan perbuatan; pola pikir; etos kerja; dan seluruh hidup kita. Singkat kata, memberitakan firman adalah menunjukkan kehidupan yang mencerminkan kasih dan karakter Kristus. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak melakukan panggilan Tuhan, yaitu memberitakan firman-Nya sampai keujung bumi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah seluruh keberadaan diriku, agar melalui pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku aku dapat mewartakan kasih-Mu, sehingga banyak orang semakin mengenal Engkau sebagai Sang Sumber Kasih dan keselamatan. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elan Parera, Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komuntias Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. Ulangan 8: 2-3.14b-16a; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; 1 Korintus 10: 16-17; Yohanes 6: 51-58.KITA HIDUP OLEH TUBUH DAN DARAHKRISTUS Tema renungan kita pada hariMinggu ini ialah: Kita Hidup Oleh Tubuh Dan Darah Kristus. Hari Raya Tubuh danDarah Kristus yang Mahakudus mengundang kita untuk merenungkan kebenaran yangmendalam: Kristus tidak hanya mengajar kita dari kejauhan. Dia memberikandiri-Nya sepenuhnya kepada kita. Dalam Ekaristi, Yesus menjadi makanan danminuman kita sehingga kita dapat memiliki hidup di dalam Dia dan melanjutkanperjalanan kita dengan kekuatan, harapan, dan kasih. Dalam Injil, Yesus berkata terusterang bahwa tubuh-Nya sebagai daging Anak Manusia dan darah-Nya adalah makananyang sepatutnya kita santap. Ini mengungkapkan lebih dari sekadar kuasa-Nyauntuk menyediakan makanan materi, tetapi suatu karunia yang lebih dalam. Sama seperti orang-orang dipelihara secarafisik, Kristus memelihara kita secara rohani melalui Tubuh dan Darah-Nya.Manusia lapar akan banyak hal seperti: penerimaan, kedamaian, makna,pengampunan, dan cinta. Tidak ada suatu pemberian dari dunia ini yang dapatsepenuhnya memuaskan rasa lapar Kita. Hanya Kristus yang dapat memenuhikerinduan terdalam hati manusia. Ekaristi mengingatkan kita bahwa Tuhan memahamikelemahan kita. Kita sering menjadi lelah, putus asa, dan terbebani olehpergumulan hidup. Kadang-kadang kita mungkin merasa tidak memadai dalampanggilan, tanggung jawab keluarga, pelayanan, studi, atau pekerjaan kita.Namun Yesus tidak membiarkan kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri.Setiap kali kita menerima Ekaristi dengan iman, Dia berbagi hidup-Nya sendiridengan kita. Kesabaran-Nya memperkuat ketidaksabaran kita. Kasih-Nya menyembuhkanhati kita yang terluka. Keberaniannya menopang kita ketika kita merasa takut. Ekaristi juga merupakan panggilan untuk menjadi apayang kita terima. Kita menerima Tubuh Kristus supaya kita dapat menjadi TubuhKristus bagi orang lain. Roti yang dipecahkan untuk kita menantang kita untukberbagi diri kita dengan murah hati. Cawan keselamatan mengundang kita untukmencurahkan hidup kita dalam pelayanan, belas kasihan, dan pengampunan.Dipelihara oleh Kristus, kita diutus untuk memelihara orang lain melaluikata-kata, kehadiran, dan tindakan kebaikan kita. Ada seorang bapa berbagi cerita tentang Ekaristiharian dan mingguan yang menopang dirinya dan keluarga. Beban hidup dantanggung jawab memelihara keluarga merupakan tugas setiap hari yang tidak bolehdiabaikan. Maka setiap kali menghadiri Ekaristi menjadi kesempatan untukmenerima Tuhan Yesus dan membawa Dia ke dalam setiap situasi dan kegiatanhidupnya. Seperti bapa itu, kita sering menemukan bahwa kekuatan kita tidakmencukupi. Ekaristi mengingatkan kita bahwa kita tidak ditopang oleh upaya kitasaja. Kita hidup oleh Kristus sendiri. Dia memberi kita makan sehingga kitadapat melanjutkan perjalanan kita dengan setia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Tuhan Yesus, Engkau berikan kepada kami Tubuhdan Darah-Mu sebagai makanan hidup yang kekal. Ketika kami lemah, kuatkan kami.Ketika kami putus asa, perbarui harapan kami. Ketika kami tergoda untuk hanyamengandalkan diri kami sendiri, ingatkan kami bahwa Engkau selalu bersama kami.Semoga setiap Ekaristi memperdalam persatuan kami dengan-Mu dan mengubah kamimenjadi instrumen kasih-Mu kepada orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa …
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 2 Juni 2026Bacaan: "Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab la akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu." (1 Korintus 3:13)Renungan: Lance Armstrong adalah pembalap sepeda yang berhasil memenangi 7 kali kejuaraan Lance Tour de France, sehingga ia dianggap salah satu legenda olahraga dunia. Sayangnya situasi berubah drastis setelah Badan Anti Doping Amerika Serikat mendapati bahwa Armstrong positif menggunakan doping selama kejuaraan Tour de France periode 1999-2005. Itu berarti prestasi Armstrong telah didapat dengan cara tidak benar. Akibatnya, 7 gelarnya dicopot, posisinya sebagai direktur yayasan kanker ditanggalkan, dan kontrak dengan perusahaan alat olahraga Nike diputus. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Meski kita telah berhati-hati, kesalahan pasti akan terjadi. Hal ini alamiah, sebab pada dasarnya manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Ketika kita melakukan kesalahan yang tidak disengaja, hal itu tentu masih bisa dimaafkan. Namun, bagaimana jika kesalahan tersebut adalah sesuatu yang disengaja? Sebenarnya untuk kesalahan yang disengaja, hal tersebut dapat dimaafkan apabila orang yang melakukannya bersedia mengakuinya dengan jujur dan mau berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi. Kalau ini yang terjadi, maka firman Tuhan dalam Amsal 28:13 yaitu, "Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayang," akan menjadi kenyataan dalam hidupnya. Sayangnya tidak semua orang yang sengaja melakukan kesalahan bersikap serupa, daripada mengaku, mereka malah berusaha menutup-nutupi kesalahannya dengan berbagai cara. Malahan, demi lebih meyakinkan orang, bersumpah demi nama Tuhanpun berani dilakukan. Menutupi kesalahan adalah perbuatan sia-sia. Sebab setiap kesalahan pasti akan terungkap seiring berjalannya waktu. Di sisi lain, upaya menutupi kesalahan hanya akan memberikan beban psikologis yang akan membuat kita tidak merasa damai sejahtera. Jadi, jika kita melakukan kesalahan, pilihan terbaik adalah mau mengakuinya dengan jujur. Pertanyaannya, bersediakah kita dengan segala kerendahan hati melakukannya? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering melakukan kesalahan dan berusaha untuk kututupi. Bantulah aku agar aku dapat terbuka untuk mengakui setiap kesalahan yang aku perbuat agar damai sejahtera-Mu kembali menguasaiku. Amin. (Dod).
Kuliah Tafsir Nurul Ehsan Jilid 4 yang berlangsung di Surau Taman Kerian, Parit Buntar, Perak pada 9 Mac 2015.~ Apabila ditiupkan sangkakala - bermulalah hari yang sangat sukar~ Imam pengsan selepas baca ayat 8-9 Surah Al-Mudassir~ Cerita tentang bermulanya kiamat dan tiupnya sangkakala ialah cerita yang sangat menggerunkan orang-orang beriman~ Sangkakala ni apa benda?~ Maksud nama Iskandar Zulkarnain~ Hadis daif ni hadis atau tidak? (kenapa sesuatu hadis bergelar hadis daif)~ Ustaz kena bagitau status hadis bila mengajar (adab guru yang mengajar)~ Nabi bercerita tentang peniup sangkakala (Malaikat yang ditugaskan meniup sangkakala)~ "Bagaimana aku nak berseronok, sedangkan peniup sangkakala ini sudah meletakkan sangkakala dimulutnya"~ Urusan yang sangat besar - melibatkan kehancuran alam~ Hanya dengan satu tiupan, segala-galanya akan lenyap~ Selang masa antara tiupan sangkakala pertama dengan yang kedua~ Hujan yang "menumbuhkan" semula manusia~ Betapa penyayangnya Allah kepada manusia~ Satu-satunya bahagian dalam manusia yang tidak akan hancur~ Tulang yang Allah tak izinkan "bumi makan"~ Setiap manusia "akan dimakan tanah"~ Solat jenazah ghaib untuk orang yang meninggal ditempat jauh~ Sampai bila boleh buat solat sunat jenazah ghaib~ Dalam banyak-banyak hari, hari yang paling istimewa ialah hari Jumaat~ Kejadian-kejadian yang ditakdirkan berlaku pada hari Jumaat~ Selawat yang akan dipersembahkan kepada Nabi~ Banyakan berselawat pada hari Jumaat - betapa gembiranya Nabi bila ramai umatnya berselawat~ Penjelasan disebalik Kubah Masjid Nabawi jadi merah~ "Ni tanda Dajjal nak keluar dah.."~ Petanda besar Imam Mahdi dah nak turun~ Allah mengharamkan bumi dari "makan" jasad para Nabi--- TAFSIR NURUL IHSAN JILID 4 MUKA SURAT 217 ---~ Tafsir Surah Al-Haqqah~ Perhitungan dan pembalasan pada tiupan kedua~ Bumi dan dihancur lumatkan - maka terjadilah hari kiamat~ Berapa ribu tahun tunggu di alam barzakh~ Beza antara langit dan awan~ Malaikat tunggu disetiap penjuru langit dalam keadaan bersedia~ Selfie sampai habis bateri tengok balai rong seri istana negara~ Kagum dan takjub dengan istana dan singgah sana raja~ Hebatnya Arasy Allah - dipikul oleh 8 Malaikat~ Kalaulah Allah buka hijab dan zahirkan kehebatan Arasy Allah untuk manusia tengok atas dunia~ Penghuni syurga akan masuk syurga setimpal dengan "class" masing-masing~ Syurga tak kira gred apa, yang paling rendah sekalipun, benda yang ada dalam syurga, mata tak pernah tengok, telinga tak pernah dengar, tak pernah terlintas difikiran~ Kemuncak nikmat syurga yang menyebabkan semua penghuni syurga terkejut~ Destinasi akhir kita, samada syurga atau neraka~ Siapa yang Allah rezekikan dapat tiket ekspress masuk syurga~ Siapa pula yang akan masuk neraka dan tidak keluar selama-lamanya~ Hari terbongkar segala rahsia kita didepan Allah~ Kata-kata Saidina Umar - Hisab diri sendiri sebelum dihisab Allah~ Sambil koyak roti canai kuah banjir - kita dibanjiri dosa~ Fitnah dan kata kat orang ni satu "nikmat" ~ Tak boleh praktis untuk tangkap rekod amalan dengan tangan kanan~ Kegembiraan orang yang terima rekod amalan dengan tangan kanan~ Tak ada "kesalahan teknikal" di akhirat~ Peluang berbisik dengan Allah dihari akhirat~ Orang yang dapat "perlindungan" dari Allah - Allah cover dosa-dosa dia~ Soalan yang Allah tanya berulang-ulang kali~ Ciri-ciri manusia berdosa yang akan dapat pengampunan dosa daripada Allah~ Cuba sedaya upaya jangan buat dosa - tapi jika terlanjur buat dosa, jangan bangga dengan dosa~ Bila masuk syurga, hidup selama-lama tidak mati~ "Habis malaikat tak dak kerja la masa tu?"~ Cuba nak fikir hal akhirat dengan fikiran dunia~ Alam akhirat semua berbeza dengan alam dunia~ Dalam syurga, tak ada "air liur basi" dan benda-benda leceh~ Balik kerja - muka asam kelubi - bukan muka ahli syurga~ Syurga ada berapa tingkat?~ Kisah orang terakhir yang keluar dari Neraka
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angela Efrasia Netty dari Paroki Curug, Gereja Santa Helena di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yudas 17: 20b-25; Mazmur tg 63: 2.3-4.5-6; Markus 11: 27-33.PELIHARALAH DIRIMU DI DALAM KASIH ALLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Peliharalah Dirimu DiDalam Kasih Allah. Seseorang baru dapat memberi atau berbagi dari dirinya kalauia memiliki sesuatu. Ia tidak mungkin memberikan sepiring nasi atau selembaruang dua puluh ribu kepada seorang sesamanya, kalau ia tidak punya nasi atauuang. Demi menunjang semangat Kristen dalam berbagi rahmat Allah, para pengikutKristus harus memiliki rahmat Allah yang banyak. Rahmat tidak akan habis karena sumbernya dari Tuhan Allah.Untuk menjamin kalau kekayaan rahmat Tuhan senantiasa hadir di dalam diriseseorang, caranya ialah ia harus selalu memelihara dirinya di dalam rahmatkasih Allah. Ironisnya ialah banyak di antara kita karena demi semangatpelayanan dan untuk suatu kepentingan yang tidak tulus, mereka memilih memberiperhatian atau memelihara iman orang lain. Dengan kata lain, ada suatu kecenderungan kita untukmengurusi hidup rohani orang lain. Kita ikuti mereka terus-menerus dalambagaimana mengusahakan hidup yang saleh, hidup penuh kasih, dan hidup dalampersekutuan. Biasanya orang-orang yang menganggap dirinya sudah dewasa dansudah sedikit maju dalam pengetahuan iman melakukan hal ini. Akibatnya merekatidak mempunyai kesempatan dan kemauan untuk memelihara diri sendiri terkaitdengan hidup di dalam kasih Allah. Mereka yang dalam golongan ini menganut gayaaktivisme. Pemeliharaan diri di dalam kasih Allah berangkat dariprinsip bahwa Tuhan Allah sendiri berkuasa menjaga kita supaya kita tidaktersandung dan tidak dikuasai sepenuhnya oleh kuasa kejahatan. Surat RasulYudas dalam bacaan pertama menegaskan menegaskan supaya setiap orang berimanmendasarkan dirinya di atas iman yang suci dan senantiasa memelihara diri didalam kasih Allah. Dengan mendapatkan kebijaksanaan Tuhan, kita akan dikaruniairahmat kegembiraan untuk menantikan kemuliaan-Nya yang akan dinyatakan secarapenuh. Selanjutnya kita sendiri yang memelihara rahmat yang sudahdicurahkan kepada kita. Cara yang paling mendasar ialah kebutuhan akan kekuatanrahmat Tuhan supaya mengisi diri kita, bagai jiwa yang haus akan Tuhan danrindu untuk dipuaskan oleh Tuhan setiap waktu. Jika sikap kita hanya menunggudengan pasif, bisa saja kesiapan kita akan datangnya rahmat itu sangat minim.Tetapi ketika ada kebutuhan dan kemendesakan, kita akan sangat bergembira dansiap untuk dicurahkan rahmat dari Tuhan. Berharap dan meminta dengan kesukaanyang tinggi harus kita lakukan. Kita dapat memelihara diri sendiri dalam kasih Allahmelalui semakin banyak perbuatan kasih. Setiap perbuatan kasih yang kitalakukan harus tetap bersumber pada nama dan kuasa Yesus Kristus yangmenghadirkan Allah yang maha tinggi. Tanpa bersumber pada kuasa Tuhan, setiapperbuatan kasih kita bakal kehilangan legitimasi dan pengaruh rohaninya bagiorang lain. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga kami tekunmemelihara diri kami di dalam kasih-Mu dan senantiasa berbagi kasih itu kepadaorang-orang di sekitar kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Setiap orang akan mempunyai reaksi yang berbeda meskipun terhadap pemicu yang sama. Rasa kehilangan yang mendalam ternyata bukan saja dialami oleh seseorang dalam hubungannya dengan orang lain. Rupanya hal itu dapat juga timbul dari hubungan seseorang dengan binatang peliharaannya. Jika kita mengetahui seseorang baru saja kehilangan anggota keluarga, orangtua, kerabat atau teman dekat, seolah dengan mudah kita dapat merasakan pula itu kesedihan atau rasa dukanya. Tanpa diminta ibaratnya rasa empati itu timbul. Sekarang pertanyaannya, apakah respon positif itu yaitu empati tadi akan muncul apabila yang meninggal itu binatang piaraannya, misalnya?
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 Mei 2026Bacaan: "Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia." (Matius 4:20)Renungan: Seorang pria menolak setiap kali ia diajak oleh sahabat-sahabatnya untuk pergi ke gereja. "Aku sibuk bekerja. Aku tidak punya waktu," katanya. Sehari-hari pria itu mengelola toko sembako. la tidak mau libur pada hari Minggu, karena pada hari inilah para pengunjung sangat ramai. Itu sebabnya, bagi pria tersebut pergi gereja pada hari Minggu seperti melewatkan keuntungan yang sangat besar. Berbeda dengan pria tersebut, saat Yesus berjalan menyusuri danau Galilea, Dia melihat dua bersaudara Simon Petrus dan Andreas. Keduanya nelayan, sedang menebar jala untuk menangkap ikan. Kata Yesus kepadanya, "Mari, ikutlah Aku." Segera mereka meninggalkan jalanya untuk mengikut Yesus. Kemudian dilihat-Nya juga dua bersaudara lain, Yakobus dan Yohanes sedang membereskan jala mereka. Yesus memanggil mereka, lalu segera mereka meninggalkan perahu. Persamaan mereka adalah kaki mereka tidak terjerat jala. Jala adalah alat untuk menangkap ikan. Dalam kehidupan sehari-hari jala digambarkan sebagai berkat Tuhan. Menakjubkan saat dipanggil oleh Yesus, mereka segera mengikut Yesus. Sementara saat ini banyak orang percaya kakinya 'terjerat jala. Setiap hari terlalu sibuk mengejar berkat sampai tidak punya waktu untuk beribadah, apalagi melayani Tuhan. Berkat seolah menahan kaki hingga tidak bisa melangkah memenuhi panggilan Tuhan atas hidup mereka. Setiap orang memiliki panggilannya masing-masing. Apapun panggilan Tuhan, ketahuilah ada hal-hal mulia yang Tuhan ingin kita lakukan dalam panggilan tersebut. Itu sebabnya, dalam mengikut Kristus jangan biarkan diri terlalu sibuk mengejar berkat. Namun, "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua akan ditambahkan..." (Mat. 6:33). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang telah Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu mengucap syukur atas berkat-berkat itu dengan cara meluangkan waktuku yang terbaik untuk senantiasa berkencan dengan-Mu dan melayani-Mu. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik dari Keuskupan Surabaya, Indonesia. 1 Petrus 1: 18-25; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; Markus 10: 32-45.KITA SUDAH DITEBUS DENGAN DARAH YANG MAHAL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kita SudahDitebus dengan Darah yang Mahal. SantoPetrus, sebagai pemimpin para rasul dan kepala Gereja perdana, memberikankeyakinan yang kuat kepada umat bahwa keselamatan manusia bukanlah sesuatu yangmurah atau biasa saja. Dalam suratnya, ia menegaskan bahwa kita telah ditebusbukan dengan emas atau perak, melainkan dengan darah Kristus yang mahal. Yesusmenunjukkan kasih yang paling sempurna ketika Ia rela menerima penderitaan,hukuman, dan wafat di kayu salib demi menyelamatkan manusia dari dosa. Salibbukan tanda kekalahan, tetapi tanda cinta Allah yang begitu besar kepada dunia. Petrus sendiri menyaksikan langsung bagaimana Yesusmenjalani sengsara-Nya. Ia melihat Guru yang tidak bersalah itu dihina,dicambuk, dan akhirnya disalibkan. Pengalaman itu mengubah hidup Petrus secaratotal. Ia yang dahulu pernah takut dan menyangkal Yesus, akhirnya menjadipewarta yang berani. Ia memahami bahwa kasih Kristus bukan sekadar kata-kata,melainkan pengorbanan yang nyata. Karena itu, Petrus ingin agar setiap orangKristen hidup dengan keyakinan bahwa mereka sangat berharga di mata Allah. Kasih Kristus yang begitu besar seharusnya menggerakkanhati kita untuk hidup dalam kasih pula. Yesus tidak hanya mengajarkan kasih,tetapi Ia sendiri melaksanakannya sampai tuntas. Para rasul dan murid mengikutiteladan itu. Mereka menghadapi ancaman, penolakan, penjara, bahkan kematiandemi mempertahankan iman mereka kepada Kristus. Banyak dari mereka akhirnyawafat sebagai martir. Mereka percaya sudah menjadi milik Tuhan yang telahmenebus mereka dengan darah-Nya sendiri. Kesadaran bahwa kita ditebus dengan harga yang mahalharus membentuk sikap hidup kita setiap hari. Kita bukan orang yang tidakberarti. Kita dicintai dan diselamatkan oleh Kristus sendiri. Karena itu, hidupkita tidak boleh dipakai untuk dosa, kebencian, atau sikap acuh terhadapsesama. Setiap tindakan kasih, pengampunan, kesabaran, dan pengorbanan kecilyang kita lakukan menjadi jawaban atas kasih besar yang sudah lebih dahuludiberikan Tuhan kepada kita. Sikap Kristen yang benar ialah menjaga hati agar tidakmengecewakan Yesus. Kita berusaha menjalankan perintah-perintah-Nya bukankarena takut dihukum, tetapi karena kita mengasihi Dia. Orang yang sadar bahwadirinya telah ditebus darah Kristus akan berjuang hidup setia, jujur, dan penuhkasih. Ketika jatuh dalam dosa, ia akan bangkit kembali dan memohon belas kasihTuhan, sebab ia tahu bahwa Kristus telah menyerahkan hidup-Nya demi dirinya. Mari kita memandang salib Kristus dengan hati yangpenuh syukur. Di sana kita melihat harga diri manusia yang sesungguhnya. Tuhansendiri rela menyerahkan nyawa-Nya agar manusia memperoleh hidup. Makajanganlah kita menyia-nyiakan kasih sebesar itu. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah, kami bersyukur atas kasih-Mu yang amat mulia dan besar untukmenyelamatkan kami melalui pengorbanan diri Tuhan Yesus Kristus. Semoga kamisenantiasa menghayati kasih yang sama. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus … Dalam nama Bapa …
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 23 Mei 2026Bacaan: "Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya ia menjamah mereka. Melihat itu, murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu" (Lukas 18:15)Renungan: Di dalam suatu acara, semua yang hadir dikejutkan dengan penampilan Anna, anak Sekolah Bina Iman, yang dapat menyanyikan lagu pujian dengan sangat baik. "Hebat sekali anak ini, padahal orang dewasa saja kesulitan menghafalkan lagu ini meskipun sudah berlatih selama beberapa minggu!" kata Jeany, pelatih paduan suara. Rasa takjub berikutnya muncul setelah orang tuanya bercerita bahwa Ana tak berlatih secara khusus, tetapi hanya mendengarkan para orang dewasa berlatih sambil sesekali terlihat asyik bermain. Anak kecil kerap dianggap remeh atau disepelekan dalam banyak urusan, karena dianggap hanya akan merepotkan. Anggapan semacam itu juga tampak pada zaman Yesus ketika ada anak-anak ingin dibawa kepada Yesus, tetapi murid-murid Yesus malah marah. Untunglah Yesus segera bertindak dan mempersilakan anak-anak itu datang, bahkan menjadikan mereka contoh bagaimana harus menyambut Kerajaan Allah (ay. 16-17). Fakta kehidupan menunjukkan bahwa keberadaan anak-anak terkadang dianggap hanya sebagai pengganggu, bukan sebagai berkat yang Allah berikan. Dalam dunia kerja, para pegawai baru atau pemimpin yang berusia muda terkadang juga dianggap bak anak kecil, yang hanya bisa mengganggu, tidak mampu bekerja maksimal, dan kurang bisa diajak kerja sama dalam memajukan perusahaan. Padahal, fakta juga menunjukkan bahwa melalui orang-orang yang dianggap sepele karena usia muda mereka, Allah dapat memakai mereka untuk perkara yang luar biasa, yang tak pernah terpikirkan oleh mereka yang berusia dewasa atau para senior. Kalau kondisi ini yang terjadi, bukankah nantinya hanya akan terjadi penyesalan ketika orang yang diremehkan malah memperkuat dan memajukan usaha dari pesaing kita, hanya karena mereka pernah kita remehkan? Berhati-hatilah, dan marilah kita bekerja tanpa memandang senioritas! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk memandang setiap pribadi, khususnya anak-anak sebagaimana Engkau memandang mereka. Sehingga aku dapat melihat hal baik yang ada pada mereka, yang dapat memberkati kehidupanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 21 Mei 2026Bacaan: "TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu." (Mazmur 5:4)Renungan: Seorang pemuda terbiasa berdoa pagi sebelum ia memulai aktivitasnya. Kebiasaan ini sudah dilakukannya sejak lama, karena sejak kecil ayahnya mendidiknya untuk bertindak begitu. Suatu hari pemuda itu pernah bertanya kepada sang ayah, "Mengapa harus berdoa terlebih dahulu?" "Berdoa menunjukkan kalau kita tidak sombong," jawab ayahnya. "Dengan berdoa kita juga menyatakan bahwa diri sendiri tidak sanggup menjalani hari tanpa pimpinan dan penyertaan Tuhan, ucapnya lagi" Sudah bukan rahasia lagi jika kehidupan di dunia ini tidak mudah untuk dijalani. Di dalamnya ada banyak tantangan dan pergumulan, sehingga bukankah suatu kesombongan jika kita menjalani hari tanpa melibatkan Tuhan? Alkitab mencatat bahwa Daud merupakan seorang yang berkenan di hati Tuhan (Kis. 13:22). Sebutan ini disematkan padanya, karena Daud tidak sombong. Pada waktu pagi Daud mengatur persembahan bagi Tuhan, yang artinya Daud memulai setiap hari dengan berdoa. Kitab Mazmur memuat salah satu doa yang dilayangkan Daud pada pagi hari. Di situ ia meminta pimpinan dari Tuhan, katanya, "Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu." (ay. 9a). la juga meminta penyertaan berupa pagar anugerah dan berkat (ay. 13). Tidak heran Daud dapat melewatkan setiap tantangan dengan kemenangan. la dapat mengatasi setiap pergumulan yang menerpanya. Berkaca dari pengalaman Daud tersebut, jika kita sering merasa frustasi boleh jadi penyebabnya adalah kesombongan diri sendiri. Begitu bangun tidur langsung sibuk dengan berbagai urusan, lupa akan Tuhan. Marilah kita menjadi pribadi yang rendah hati dengan berdoa terlebih dahulu sebelum memulai hari. Setiap sebelum memulai aktivitas, mari meminta pimpinan dan penyertaan Tuhan. Begitupun sebelum tidur malam, mari kembali berdoa. Kita bersyukur atas pimpinan dan penyertaan Tuhan sepanjang hari itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati di hadapan-Mu, sehingga aku selalu meluangkan waktu terbaikku untuk duduk tenang dan bercakap-cakap dengan-Mu melalui doa harianku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 17 Mei 2026Bacaan: Jawab Hizkia kepada Yesaya, "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Namun, pikirnya, "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" (2 Raja-raja 20:19)Renungan: Hizkia mendapat takhta kerajaan Israel di usia yang terbilang muda, 25 tahun. la "berperilaku" baik dibanding dengan raja-raja yang pernah memerintah sebelumnya. la takut akan Tuhan dan berusaha membawa umat Israel kembali hidup di jalan Tuhan. la melakukan banyak pembaruan radikal dan menghidupkan kembali berbagai perayaan yang bertahun-tahun terlupakan. Sungguh sebuah catatan kehidupan yang menakjubkan, bukan?Hingga suatu ketika Hizkia sakit keras dan ia dinubuatkan akan mati. la pun berseru-seru kepada Tuhan memohon belas kasihan-Nya. Doanya dijawab. Tuhan menyembuhkannya, menambah masa hidupnya 15 tahun lagi. Pengalaman rohani yang mengagumkan, bukan? Selama 15 tahun itu pula Tuhan membuat kerajaannya begitu kuat dan disegani. Sayang, semua ini membuat Hizkia berubah tinggi hati. Tujuan hidupnya tidak lagi memuliakan Tuhan, sebaliknya mencari pujian bagi dirinya sendiri. la lupa diri bahwa semua pencapaiannya adalah berasal dari Tuhan semata. Hati manusia memang rentan berubah karena sebuah situasi. Ketika dalam situasi tertekan, ia tampak mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Hatinya dilimpahi sukacita besar karena semua pertolongan dan berkat Tuhan. Namun, betapa sulitnya menjaga hati tetap murni. Jika tidak waspada, hati lambat laun berubah. Jika tidak waspada, hati mudah terbuai oleh pujian orang-orang di sekitarnya. Jika sudah demikian, ia pun mulai lupa diri dan lupa kepada Tuhan. Semua pencapaian yang diperolehnya pun diakui sebagai usaha pribadi dan bukan lagi karena berkat dari Tuhan. Dari lupa diri ia menjadi keras hati. Setiap teguran firman Tuhan yang berusaha mengingatkannya pun tidak lagi dihormatinya. Jika sudah begini, ia tidak lama lagi pasti direndahkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering mencuri kemuliaan-Mu. Ketika aku susah aku datang pada-Mu. Ketika aku dipulihkan aku merasa itu adalah hasil usahaku sendiri. Ampunilah aku Yesus, karena aku orang berdosa. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 15 Mei 2026Bacaan: "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melintasi sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, nyala api tidak akan membakar engkau." (Yesaya 43:2)Renungan: Untuk menghasilkan sebuah biola yang berkualitas dibutuhkan serangkain proses yang tidak mudah. Sang seniman awalnya memilih potongan kayu yang halus. Kemudian ia memulai memahat bagian depan dan belakang hingga memperoleh ketebalan yang diinginkan. Setelah itu, ia mulai membengkokkan dan menekan kayu itu. Seniman itu tahu persis seberapa kuat tekanan yang dibutuhkan agar kayu itu menjadi alat musik yang indah. Setelah selesai, ia pun menggoreskan inisial namanya di bagian belakang untuk menyempurnakan biola ciptaannya itu. Demikianlah Tuhan membentuk dan memproses hidup Yakub dan umat pilihan-Nya itu. Sekalipun umat itu harus dibawa Tuhan dan berjalan melewati tempat-tempat yang menyakitkan, tetapi Tuhan memberi jaminan bahwa semua itu tidak akan "mematahkan" hidup mereka. Umat Israel harus melewati air dan sungai, tetapi Tuhan berjanji menyertai mereka sehingga sungai pun tak akan menghanyutkan. Bahkan jika mereka melewati api, mereka tidak akan dihanguskan. Tuhan tahu persis seberapa kuat kita sanggup menanggung beban ketika kita ditekan, dibengkokkan, walaupun kita sendiri merasa seolah tak mampu memikulnya. Tuhan tidak akan membiarkan hidup kita rusak. Setiap tekanan yang kita lewati hanyalah bagian proses penyempurnaan dan setelahnya la menuliskan nama-Nya pada hidup kita. Kita adalah karya-Nya yang mulia. Tuhan Yesus memberkati. Dia:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada di saat masalah dan pergumulan hidup melandaku, sehingga aku tetap kuat untuk menjalaninya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 7 Mei 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik batu. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus, Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Perbuata baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan, Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah hatiku saat melakukan perbuatan baik, sehingga kebaikan yang aku lakukan semata-mata hanya untuk kemuliaan nama-Mu dan bukan untuk menyombongkan diriku sendiri. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 6 Mei 2026Bacaan: "Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serbe seda, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia. " (Yesaya 30:20)Renungan: Kita sering mengukur sebuah mukjizat dari besar kecilnya berkat atau pertolongan yang kita terima dari Tuhan. Jika berkatnya melimpah ruah, maka kita menyebutnya mukjizat. Namun jika berkatnya sedikit, maka kita menganggap itu sebagai hal yang biasa dan sudah sewajarnya. Tahukah kita bahwa Tuhan kadang kala melakukan hal-hal kecil untuk menyatakan pemeliharaannya dalam hidup kita. Dalam Yesaya 30:20 dikatakan, "Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia." Barangkali ayat ini terasa ganjil bagi kita. Jika Tuhan itu besar, mengapa ada waktunya Dia melakukan hal-hal yang kecil untuk kita? Jika memang Tuhan itu Pemurah, mengapa Dia memberikan roti dan air yang serba sedikit kepada umat-Nya? Mengapa Tuhan tidak memberikan semuanya secara langsung dan berlimpah ruah kepada umat-Nya? Sebenarnya roti dan air yang serba sedikit itu tidak menjadi masalah selama Tuhan tetap menyertai umat-Nya. Sekalipun sedikit dan cepat habis, asalkan Tuhan menyertai bukankah Dia akan memberikannya lagi dan mencukupkannya? Manna yang diturunkan dari sorga untuk bangsa Israel itu sedikit dan hanya cukup untuk satu hari saja. Namun meski sedikit, bukankah bangsa Israel terpelihara selama 40 tahun di padang gurun? Kalaupun Tuhan mengizinkan kita berada dalam pengalaman padang gurun dan harus menerima yang serba sedikit dari Tuhan, sebenarnya Tuhan punya maksud di balik itu, yaitu supaya mata kita terus memandang Dia (Yes. 30:20). Dengan berkat yang serba sedikit, itu akan membuat kita terus bergantung dan berharap kepada Tuhan. Percayalah, jika kita memang sudah lulus di "sekolah padang gurun", Tuhan pasti membawa kita ke Kanaan yang mana berkat-Nya akan dinyatakan secara berlimpah dalam kehidupan kita. Jangan sampai roti dan air yang serba sedikit membuat kita kecewa kepada Tuhan, sebaliknya kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan untuk berkat-Nya itu. Iman adalah percaya pada pemeliharaan Tuhan, tidak peduli besar kecilnya mukjizat yang Tuhan nyatakan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap berkat yang Kau berikan padaku. Aku percaya, besar atau kecil berkat yang Kau berikan padaku, itu adalah tanda penyertaan dan pemeliharaan-Mu terhadapku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 4 Mei 2026Bacaan: 'Setelah selesai berbicara, la berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Lukas 5:4) Renungan: Sehebat apapun manusia, pasti mempunyai kekurangan dan keterbatasan. Salah satu contoh, Ramesh Chandra, pebisnis real estate India. la adalah 1 dari 10 miliader dunia yang pernah bangkrut. Pada puncaknya, Ramesh Chandra memiliki kekayaan US$ 9,2 miliar. Namun pada 2001, perusahaan terlibat skandal telekomunikasi nasional hingga akhirnya bangkrut. Ramesh Chandra sebagai pebisnis pasti sudah mempunyai banyak pengalaman, pengetahuan dan keahlian di bidang bisnis. Akan tetapi karena keterbatasannya, akhirnya, Ramesh gagal juga dalam membangun bisnisnya. Seperti yang kita ketahui Simon Petrus adalah salah satu murid Tuhan Yesus yang berlatar belakang sebagai nelayan. Keahlian dalam mencari ikan di laut, tentu tidak diragukan lagi. Simon Petrus sebagai nelayan kawakan pasti bisa memprediksi tempat-tempat di laut yang banyak ikannya. Setiap bekerja mencari ikan, Simon Petrus pasti sudah menggunakan cara-cara yang benar sesuai pengetahuan dan pengalamannya sebagai nelayan. Namun demikian, karena keterbatasannya, ia juga pernah mengalami kegagalan dalam mencari ikan semalam suntuk. Ketika Tuhan Yesus berfirman supaya Simon Petrus menebarkan jalanya ke tempat yang dalam, dan ia melakukan seperti yang difirmankan Yesus kepadanya, sejumlah besar ikan pun ditangkapnya (Luk. 5:4-6). Setiap orang pasti memiliki pengetahuan, pengalaman dan keahlian sesuai bidang yang dijalani. Akan tetapi, bagaimanapun hebatnya diri sendiri, sebagai manusia biasa, tetap memiliki keterbatasan. Kita tidak boleh mengandalkan pengetahuan dan pengalaman diri sendiri sepenuhnya dalam bekerja. Sebagai orang percaya, kita mempunyai Tuhan Yesus yang firman-Nya penuh kuasa. Jika kita ingin berhasil dalam setiap pekerjaan yang kita jalani, sertakan Tuhan Yesus selalu di dalamnya. Dengar dan terimalah firman-Nya kemudian lakukan, maka apa yang kita kerjakan akan dibuat-Nya berhasil. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar dalam melaksanakan tugas dan pekerjaanku aku selalu mengandalkan Engkau. Karena tanpa-Mu aku tidak bisa berbuat apa-apa. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 2 Mei 2026Bacaan: "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan" (2 Tesalonika 3:10) Renungan: Pengkotbah mengatakan segala sesuatu ada waktunya, termasuk di dalamnya adalah waktu bekerja, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya." Ini berarti selagi masih ada kesempatan untuk bekerja, manusia diwajibkan untuk melakukan pekerjaannya guna memenuhi kebutuhan sandang dan pangannya. Bahkan di dalam kitab Amsal manusia diminta belajar dari semut tentang bagaimana harus bekerja, yakni tidak boleh malas. Selagi masih ada kesempatan untuk mengumpulkan makanan, semut akan mengumpulkan makanannya pada waktunya (Ams. 6:6-8). Peristiwa tentang "Manna" di padang gurun Sin memberikan pengajaran kepada umat Israel agar mereka tidak bermalas-malasan bekerja, mengambil berkat yang sudah Tuhan sediakan menurut keperluan mereka. Setiap pagi Tuhan selalu menyediakan manna bagi umat Israel. Mereka boleh mengambil sesuai kebutuhan masing-masing sehingga mereka tidak akan kelaparan. Akan tetapi, ketersediaan manna tersebut ada batas waktunya. Manna disediakan pada waktu pagi hari. Kalau mereka terlambat bangun untuk menyambut berkat yang sudah Tuhan sediakan, maka mereka akan kehilangan kesempatan karena manna akan menjadi cair ketika matahari panas. Pengajaran yang sama juga ditujukan untuk umat Tuhan masa kini. Di dalam kehidupan sehari-hari, sesungguhnya Tuhan juga sudah menyediakan berkat di sekitar kita. Untuk menyambut atau tidaknya, kembali kepada diri kita masing-masing. Hal yang jelas kita tidak boleh malas. Alkitab mengatakan, "...jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan," (2 Tes. 3:10). Jadi, jika kita ingin mendapatkan berkat yang sudah Tuhan sediakan, maka kita harus mau bekerja pada waktunya. Tuhan sebagai penyedia berkat sudah memberikan berkat-Nya setiap hari. Bagian kita adalah bekerja dengan rajin dan sungguh-sungguh untuk menyambut berkat Tuhan sebelum terlambat. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah kerajinan dalam diriku, sehingga aku semakin semangat bekerja untuk menerima setiap berkat-Mu. Amin. (Dod).
Each year Australians gather on ANZAC Day to remember those who served in wars, conflicts and peacekeeping missions. But whose stories are we remembering? Are there stories we don't always hear? In this episode we explore an important part of Australia's history that has often been overlooked—the service of Aboriginal and Torres Strait Islander peoples. - Setiap tahun warga Australia berkumpul pada Hari ANZAC untuk mengenang mereka yang bertugas dalam perang, konflik, dan misi penjaga perdamaian. Tapi cerita siapa yang kita ingat? Apakah ada cerita yang tidak kita dengar? Dalam episode ini kami mengeksplorasi bagian penting dari sejarah Australia yang sering diabaikan — pelayanan masyarakat Aborigin dan Penduduk Pulau Selat Torres.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 April 2026Bacaan: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2) Renungan: Seorang wanita mendatangi George Crane untuk berkonsultasi, karena ia membaca artikel yang ditulis oleh George Crane di salah satu surat kabar. la bercerita tentang suaminya dengan kebencian yang sangat besar. la berkata bahwa ia tidak tahan lagi hidup dengan suaminya dan akan segera minta diceraikan. Tetapi sebelum ia diceraikan, ia harus membuat rencana balas dendam atas semua rasa sakit yang dialaminya. George Crane berpikir sejenak, kemudian ia berkata, "Nyonya, sekarang pulanglah seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bersabarlah sedikit waktu lagi agar Anda dapat membalaskan sakit hati itu. Saran saya, cobalah untuk menunjukkan seolah-olah Anda sangat mencintainya. Setiap pagi berikan ia secangkir kopi dan roti, sambil mengatakan bahwa Anda mengasihinya. Ketika ia melakukan sesuatu yang tidak baik, cobalah untuk tersenyum kepadanya. Berusahalah sabar untuk mendengar keluh kesah atau petualangan-petualangannya sepanjang hari, sehingga ia berpikir bahwa Anda sangat mengerti akan dia. Kemudian setelah dua bulan, barulah Anda menyatakan bahwa Anda ingin bercerai dengannya. Itu akan menjadi seperti sebuah bom yang menghancurkan hatinya." "Wah, ide Anda bagus sekali Pak." sahut wanita itu. Kemudian wanita itu pulang dengan suatu rencana yang jitu. Dua bulan kemudian wanita itu kembali menemui George Crane. Setelah ia duduk, George Crane bertanya, "Apakah sekarang Anda siap menceraikan suami Anda?" "Bercerai? Saya tidak akan pernah menceraikan suami saya Pak. Sekarang saya benar-benar mengasihinya!" jawabnya dengan yakin. Jika kita menginginkan situasi yang lebih baik di rumah atau di kantor, kita tidak perlu menuntut orang lain untuk berubah terlebih dulu, mulailah perubahan itu dari diri kita sendiri. Ketika kita menunjukkan bahwa kita mau memulai perubahan dari diri kita sendiri, maka itu akan memberi inspirasi dan memotivasi orang-orang di sekitar kita untuk berubah. Pada awalnya perubahan yang kita mulai memang akan membuat orang lain bertanya-tanya, apa gerangan yang terjadi sehingga ia yang tadinya sangat cerewet kini jadi lebih bisa menguasai lidahnya; dia yang tadinya kasar, kini lebih lemah lembut, dia yang tadinya cuek habis, kini mulai perhatian; dia yang tadinya pelit, kini mulai murah hati; dia yang tadinya pemalas, kini mulai rajin, dan seterusnya. Tetapi, seiring dengan perubahan yang kita mulai, orang-orang di sekeliling kita juga akan mulai berubah. Marilah kita berubah dari hari ke hari menjadi pribadi yang karakternya semakin serupa dengan Kristus. "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Rm 12:2). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mau dibentuk supaya menjadi seperti Yesus di dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Baharuilah hati dan pikiranku setiap hari. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 April 2026Bacaan: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." (Galatia 6:9)Renungan: Yacouba Sawadogo lahir di Burkina Faso, Afrika, tahun 1946. Sebagai petani kecil, ia berhasil menghijaukan 20 hektar lahan tandus di desanya. Tandusnya lahan di desanya disebabkan oleh kelebihan manusia dan sistem pertanian kasar yang menyebabkan erosi tanah. Banyak peneliti menyerah mengatasi masalah lahan itu. Yacouba prihatin. la lalu mencoba teknik menanam tradisional Afrika. Dengan alat seperti sekop dan kapak, la membuat lubang-lubang untuk diisi pupuk dan bibit. la ditertawakan karena teknik itu dianggap kuno. Namun, dalam 20 tahun terbukti bahwa lahan tandus itu berubah menjadi lahan hijau yang subur dan lebat. Perjuangan Yacouba didorong oleh hasrat ingin memajukan desanya. Hasrat dan perjuangan seperti inilah yang dimaksudkan Paulus dalam Galatia 6:9. Janganlah kita jemu-jemu mencoba dan berusaha melakukan pekerjaan baik. Ketika situasi memburuk dan kenyataan begitu getir, pada saat itulah komitmen kita dibutuhkan untuk tekun berbuat baik. Pekerjaan baik pasti akan membuahkan hasil yang baik. Setidaknya, itulah yang dibuktikan oleh Yacouba. la menuai hasil yang sangat baik, bahkan menjadi berkat bagi seluruh masyarakat Burkina Faso. Percayalah, setiap pekerjaan baik kita juga akan menjadi berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tolonglah aku agar dapat membangun komitmen yang teguh untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik, dalam rangka memajukan keluarga, gereja, dan masyarakat di manapun aku berada. Amin. (Dod).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyalurkan bantuan paket perlengkapan sekolah untuk pelajar melalui program “Cahaya Kebahagiaan Untuk Generasi Harapan Bangsa”. Program ini merupakan bagian dari program Danantara Indonesia yang bertujuan mendukung akses pendidikan serta meringankan beban kebutuhan belajar bagi pelajar di wilayah Provinsi Sumatra Barat.Penyaluran bantuan dilakukan dengan menghadirkan perwakilan siswa dan pihak sekolah dari sejumlah wilayah penerima manfaat. Program ini menyasar pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat. Kehadiran para siswa, guru, serta perwakilan sekolah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menandai penyaluran bantuan secara simbolis.Berdasarkan mandat Danantara Indonesia, BRI bertanggung jawab atas distribusi 3.000 paket kelengkapan sekolah bagi pelajar di wilayah tersebut. Penyaluran bantuan dilakukan secara proporsional kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta meningkatkan semangat belajar para siswa.Setiap paket bantuan yang disalurkan berisi berbagai perlengkapan pendukung kegiatan belajar, antara lain tas sekolah, buku tulis, tempat pensil, alat tulis, tumbler atau botol minum, serta kartu ucapan dari Presiden Republik Indonesia.Program ini diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi para pelajar dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat akses pendidikan di berbagai daerah. Selain membantu meringankan beban kebutuhan belajar, bantuan tersebut juga diharapkan mampu mendorong motivasi siswa untuk terus melanjutkan pendidikan.Pelaksanaan program “Cahaya Kebahagiaan Untuk Generasi Harapan Bangsa” sejalan dengan komitmen BRI dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 1 Tanpa Kemiskinan dan Tujuan 2 Tanpa Kelaparan. Inisiatif ini juga selaras dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya poin ke-8, yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas melalui peningkatan akses pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Maret 2026Bacaan: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3) Renungan: Ketika kita hendak bepergian ke mana pun, hal yang paling wajar kita lakukan adalah mencari sebuah cermin. Mengapa kita membutuhkan cermin? Karena kita ingin berpenampilan menarik dan memperbaiki suatu hal yang jelek yang terdapat di wajah atau tubuh kita. Kita tidak mungkin bepergian dengan penampilan acak-acakan dan kotor. Kita perlu merapikan rambut dan pakaian kita. Cermin adalah alat yang paling "jujur" untuk menampakkan kepada kita diri kita yang sesungguhnya. Tanpa cermin, kita tidak akan tahu jika ada sesuatu yang membuat wajah kita kotor, dan kita tidak bisa membersihkannya dengan baik, kecuali jika orang lain membantu kita. Jadi, cermin sangatlah membantu kita untuk memperbaiki penampilan kita agar menjadi lebih baik, rapi, bersih, dan menarik. Tidak hanya becermin secara fisik, namun kita juga harus sering becermin terhadap kepribadian kita. Bagaimanakah kita bersikap kepada orang lain? Apakah kelakuan kita sudah mencerminkan pribadi Yesus sendiri atau mencerminkan kedagingan saja? Jangan sampai kita bisa menilai dan menghakimi orang lain, padahal diri kita sendiri masih banyak sekali kekurangan. Yesus memberikan perumpamaan yang serupa dengan hal ini, yaitu mengenai orang yang melihat selumbar di mata saudaranya, tetapi balok di matanya sendiri tidak kelihatan. Artinya, orang tersebut pandai mencari kesalahan atau kejelekan orang lain, namun kelakuan jeleknya sendiri tidak pernah ia ketahui dan ia perbaiki. Di sini Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak menjadi orang yang munafik. Setiap manusia pasti memiliki sifat yang baik dan sifat yang buruk pula. Sifat dan kebiasaan yang buruk itu harus kita perbaiki dan kita hilangkan. Namun, terkadang kita masih melakukan kesalahan. Karena itu, nasihat dari orang lain sangatlah kita butuhkan. Gunakanlah semua itu sebagai sarana untuk memperbaiki diri sendiri. Anggaplah teguran, nasihat, dan saran dari orang lain sebagai cermin, sehingga kita bisa mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki, dirapikan, dan dibersihkan dari diri kita. "Karena siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat" (Ams 10:17). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku memiliki hidup yang dapat mencerminkan kepribadian-Mu sehingga hidupku dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 25 Maret 2026Bacaan: "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami." (2 Korintus 4:17)Renungan: Suatu hari seseorang bermimpi bertemu Tuhan. Tuhan bertanya, "Mengapa engkau bersedih?" Orang itu menjawab, "Tuhan, hidupku penuh dengan penderitaan, rasanya aku tidak dapat menatap hari esok." Lalu tuhan duduk di sampingnya, meraih tangannya dengan penuh kasih dan berkata, "Biarkan Aku menjelaskan padamu dan engkau akan mengerti. Setiap penderitaan merupakan batu pijakan yang harus engkau tapaki setiap hari. Setiap kali engkau melalui sebuah penderitaan, itu merupakan batu pijakan yang akan membawamu naik lebih tinggi. Jalan kehidupan bagaikan perjalanan mendaki sebuah gunung. Ada batu-batu terjal berupa kesulitan dan penderitaan yang harus dijadikan tempat berpijak. Ketika engkau mengalami masalah, Aku Sang Batu Karang akan menopangmu. Setiap batu pijakan yang engkau lalui akan membuat jiwamu semakin kuat. Memang batu-batu itu cukup banyak dan terasa menyakitkan, tapi karakter dan imanmu akan terbentuk. Aku tahu bahwa engkau lelah, karena Akupun sudah melalui jalan ini dan Aku meninggalkan kisah perjalananku agar engkau tetap kuat. Tetaplah mendaki dengan tekun ke tempat yang penuh kemuliaan. Ingatlah, bahwa Aku menyertai langkahmu." Jika saat ini kita sedang melalui batu-batu terjal berupa penderitaan, tekanan, aniaya, cemooh, penyakit, ketidakadilan dll, jadikan itu sebagai batu pijakan dan bukan batu sandungan. Banyak orang percaya yang tersandung, jatuh dan tidak mau bangkit lagi karena menilai kesulitan hidup dengan cara penilaian mereka sendiri dan bukan dengan cara penilaian Tuhan. Pegang erat janji Tuhan dan jangan lagi menganggap janji-janji Tuhan sebagai cerita dongeng belaka. Mereka yang percaya pada tuntunan, penyertaan dan pertolongan Tuhan akan mengalami kuasa-Nya. Pergumulan hidup hendaknya menjadi batu pijakan yang harus anda lalui untuk naik lebih tinggi. Jangan menyerah ketika beban hidup terasa semakin berat. Di saat kita tidak berdaya, pandang Yesus Sang Batu Karang kehidupan di mana kita bisa berlindung dan mengalami kemenangan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau mau menjadi batu karang dalam kehidupanku. Ada begitu banyak batu-batu kerikil yang harus kulalui dalam perjalanan hidup ini. Terkadang aku tidak sanggup untuk melaluinya. Tapi aku bersyukur karena Engkau telah lebih dulu menjalaninya, sehingga kalau saat ini aku menjalaninya, Engkau dapat memberi kekuatan khusus kepadaku. Berilah Roh kekuatan Mu ya Yesus, sehingga aku dapat melalui perjalanan hidupku ini dengan tetap setia memegang tanganMu sampai aku tiba pada kesudahannya dan berkumpul bersamaMu di surga. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 16 Maret 2026Bacaan: "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." (Matius 25:13)Renungan: Suatu hari seseorang bertanya kepada seorang pemimpin agama, apakah yang akan ia lakukan jika ia mengetahui bahwa Tuhan akan datang menjemputnya esok hari. Dia menjawab, "Saya akan pergi tidur dan bangun esok paginya dan melanjutkan pekerjaan karena saya ingin la menemukan saya sedang melakukan tugas yang la perintahkan." Demikian kita pun akan memberikan jawaban ketika kita diberitahukan tentang "dead line' atau akhir dari kehidupan kita. Namun sayangnya kebanyakan kita tidak akan pernah tahu kapan 'dead line' kehidupan kita. Seperti perumpamaan tentang lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh yang tidak mengetahui kapan waktu kedatangan sang mempelai pria. Selanjutnya dikatakan bahwa pelita mereka hampir padam. Lima gadis bijaksana memiliki cadangan minyak dan segera membereskan pelita mereka. Sementara, lima gadis bodoh yang lain pergi membeli minyak, namun pada saat itulah mempelai datang. Lima gadis yang bijaksana masuk dalam perjamuan kawin, dan lima gadis bodoh lainnya tertinggal. Yesus mengakhiri perumpamaan ini dengan memberikan sebuah pernyataan, "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." Demikianlah, Yesus menyatakan bahwa hanya ada dua pilihan situasi ketika kita menghadapi 'dead line' kehidupan ini, yaitu: siap atau tidak! Lima gadis yang bijaksana mengambil sebuah tindakan yang tepat dan penuh hikmat untuk mengantisipasi waktu kedatangan mempelai yang tidak dapat diprediksi, yaitu dengan membawa cadangan minyak agar pelita mereka tetap bisa menyala selama masa penantian. Sementara lima gadis yang lainnya dikatakan bodoh karena sekalipun mereka melihat bagaimana lima rekan mereka membawa cadangan minyak, mereka tidak meneladani apa yang mereka lihat. Demikianlah kita pun akan mengalami akhir hidup yang sama dengan lima gadis yang bodoh ini ketika kita masa bodoh saat melihat begitu banyak orang percaya lainnya yang menjalani kehidupan yang takut akan Tuhan dan mengalami pertumbuhan rohani yang signifikan. Setiap minggu mereka yang bijaksana tekun beribadah, sementara kita tetap tinggal di rumah saja. Mereka tekun membaca Alkitab, kita tekun membaca WA dan medsos. Mereka rajin berdoa dan memuji Tuhan, kita rajin nonton drama Korea. Mereka belajar menyisihkan waktu untuk melayani, kita masih sibuk hidup hura-hura. Mereka melatih diri untuk hidup dalam kekudusan, kita masih berkutat dalam dosa. Mereka menggunakan kesempatan hidup dengan menjadi berkat, sementara kita menyia-nyiakan waktu yang ada. Demikianlah, Yesus menyampaikan perumpamaan ini agar kita menjadi bijak dengan berkaca pada tindakan yang tepat dan berhikmat yang dapat kita teladani dari kesalehan dan kedewasaan rohani orang-orang yang ada di sekitar kita. Ingatlah bahwa hidup ini adalah sebuah kesempatan agar kita bisa belajar menjadi lebih baik, lebih bijak, dan lebih berjaga-jaga! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk menjadi orang yang bijak dan berhikmat, dengan meneladani perbuatan baik dari orang-orang lain. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 14 Maret 2026Bacaan: "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:25) Renungan: Tommy adalah jenis anjing gembala Jerman berusia 7 tahun, dia adalah anjing dari Maria Margherita Lochi. Lochi sebelumnya selalu membawa anjingnya tersebut menghadiri misa di gereja Santa Maria Assumpta di San Donaci, Italia. Suatu ketika, Lochi meninggal dunia. Di hari pemakaman, Tommy ikut dalam misa pemakaman, bahkan mengikuti peti Lochi ketika dibawa ke gereja. Setelah pemakaman tersebut, Tommy sepertinya merindukan tuannya. Setiap bel gereja berbunyi yang menandakan misa akan dilangsungkan, Tommy langsung berlari dan duduk di bagian depan altar. "Saya tidak mendengar satu gonggongan pun selama dia berada dalam gereja. Dia menunggu dengan sabar disamping altar hingga misa selesai. Saya tidak sampai hati mengusirnya. Saya sendiri juga pernah kehilangan anjing, jadi saya biarkan dia disana sampai misa selesai, baru saya keluarkan dia," kata Pastor gereja tersebut. Tommy mungkin tidak mengerti apa yang dilakukannya di gereja, ia hanya mengingat bahwa tuannya selalu pergi ke sana setiap kali lonceng gereja berbunyi. la begitu mencintai tuannya dan menjadikan gereja tersebut sebagai pengingat akan kasih sayang tuannya. Jika seekor anjing bisa menghargai cinta yang ia rasakan, bukankah kita sebagai manusia harus lebih dari itu? Tuhan kita, Yesus Kristus telah menunjukkan cinta-Nya kepada kita dengan mati di kayu salib agar kita tidak binasa. Bahkan dengan anugrah-Nya yang begitu besar, kita bisa menikmati segala yang baik dalam hidup ini. Tetapi apakah kita sudah merespon kasih sayang Tuhan kita seperti Tommy, dengan menunjukkan kesetiaan dan kasih kepada-Nya? Mari kita rajin datang ke gereja, mari kita rajin beribadah, dan biarlah kita beribadah ke gereja bukan karena kebiasaan ataupun karena tradisi, dan bukan pula hanya sekadar pengisi waktu luang. Mari kita beribadah karena kita betul-betul mengasihi dan meresponi cinta Tuhan. Jadikan ibadah sebagai salah satu prioritas kita, selain hubungan pribadi kita dengan Tuhan Yesus. Salah satu bukti bahwa kita mengasihi Tuhan Yesus, terlihat dari cara kita beribadah dan prioritas kita dalam bergaul dengan Dia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku membutuhkan Engkau. Jangan biarkan godaan dunia membuat aku menjauh dari-Mu dan meninggalkan jam-jam ibadahku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 8 Maret 2026Bacaan: "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." (Yakobus 2:26)Renungan: Suatu hari, seorang ilmuwan bertanya kepada guru agamanya, "Pak, apakah inti yang terpenting dalam agama?" "Jangan melakukan segala dosa, sebaliknya jalankan semua amal dan kebaikan," jawab sang guru agama. Ilmuwan itu menganggap bahwa itu adalah jawaban standar yang terlalu luas dan kurang jelas. Karena itu dia berkata "Apa yang Bapak katakan itu terlalu sederhana. Anak berusia tiga tahun pun tahu dengan jawaban seperti itu," ujarnya. "Memang anak kecil juga akan mengerti, tetapi orang tua yang telah berusia delapan puluh tahun belum tentu bisa melakukannya," jawab sang guru. Banyak motivator, buku-buku laris, dan seminar yang memberi kita penjelasan bagaimana menempuh jalan sukses. Namun, hanya sebagian orang saja yang benar-benar mengecap kesuksesan. Setiap minggu, juga banyak hamba Tuhan di gereja, mulai dari Pastor ataupun Pendeta yang membagikan rahasia hidup dalam kedamaian, sukacita dan keberhasilan, namun, mengapa hanya sebagian kecil saja yang hidupnya berubah setelah mendengar kotbah dari mimbar? Di Alkitab, juga banyak rahasia untuk memperoleh keberhasilan dalam segala hal, namun mengapa orang yang rajin membaca Alkitab sekalipun, hidupnya bahkan tidak berubah? Jawabannya adalah, karena kita sering kali hanya sebatas membaca dan tahu, tetapi tidak berlanjut melakukannya dalam tindakan nyata. Seseorang berkata, "Tindakan tidak selalu membawa kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa tindakan." Berapa banyak kita mendengar tentang seseorang yang ingin kaya, ingin terkenal, ingin pintar, tetapi ia sendiri tidak melakukan apa-apa. No action, talk only. Segudang ilmu dan pengetahuan tidak akan berguna bila kita tidak menggunakannya. Tindakan nyata memang selalu lebih efektif dan membuat kita memiliki kemampuan dan keberhasilan yang lebih, dari pada orang yang hanya mempelajari teori saja. Jadi, mari jangan hanya mendengar kotbah dan membaca Alkitab saja, tapi mari melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, supaya hidup kita selalu dipenuhi dengan keberhasilan dan kedamaian. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah aku pribadi yang dewasa, bukan hanya dalam usia tetapi dalam pikiran, perkataan, tindakan dan karakterku. Amin. (Dod).
Every February 13, the world celebrates World Radio Day in honor of the proven most resilient medium in the history of mass communication. However, this year we stand on the verge of a great transformation: the meeting point between analog frequencies and artificial intelligence (AI). - Setiap tanggal 13 Februari, dunia merayakan Hari Radio Sedunia untuk menghormati medium yang terbukti paling tangguh dalam sejarah komunikasi massa. Namun, tahun ini kita berdiri di ambang transformasi besar: titik temu antara frekuensi analog dan kecerdasan buatan (AI).