POPULARITY
Categories
Banyak bisnis jalan di tempat bukan karena ekonomi lesu, tapi karena pemimpinnya terjebak dalam asumsi yang tak pernah diuji. Satu keputusan salah di level atas bisa membakar waktu dan energi tanpa hasil nyata.Di episode kali ini, kita akan mengupas tuntas bagaimana Decision Clarity mampu mengubah bisnis yang chaos menjadi sistem yang terukur dan berkelanjutan. Khusus untuk para leader yang siap tumbuh secara strategis.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 22 Februari 2026Bacaan: "Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." (1 Yohanes 5:14) Renungan: Seseorang pernah berkata demikian tentang jawaban dari sebuah doa, "Masalah terbesar dari doa adalah bagaimana membiarkan doa terus mengalir dan mengizinkan Allah menjawab sesuai dengan cara-Nya." Ada satu kisah yang menarik dari seorang anak, tentang sikap dan ketulusannya di dalam menerima jawaban doa. Hari itu Adi dititipkan oleh mamanya di rumah neneknya, tetapi neneknya pergi bersama teman-temannya sehingga Erny, yaitu tantenya yang harus menjaga Adi. Adi segera mengambil kelerengnya dan bermain bersama beberapa orang temannya, tetapi tiba-tiba ia berlari dan menghampiri Erny yang sedang memasak di dapur. Dengan lugu Adi berkata, "Tante kelereng Adi hilang satu. Tante boleh nggak Adi sekarang berlutut dan meminta Tuhan untuk membantu Adi menemukan kelerang Adi yang hilang itu?" Tanpa pikir panjang, Erny pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. Kemudian Adi berlutut, ia melipat kedua belah tangannya dan berdoa, katanya, "Bapa yang baik, kelereng Adi hilang satu dan Adi mau supaya Engkau membantu Adi untuk menemukannya. Amin Setelah selesai berdoa, Adi segera bangkit dan bermain kembali. Ketika hari telah sore, Erny teringat pada perbuatan Adi tadi. Karena khawatir Adi akan kecewa terhadap Tuhan, maka Erny memanggil dan menanyakan kepada Adi, "Sayang, apakah engkau sudah menemukan kelerengmu yang hilang?" "Belum Tante, tetapi Tuhan telah membuat Adi tidak menginginkan kelereng itu lagi," jawab Adi. Alangkah indahnya sikap dan iman Adi yang begitu tulus dalam menerima jawaban doanya. Banyak orang yang bersungut-sungut dan kecewa kepada Tuhan karena doa mereka tidak dijawab sesuai dengan keinginan hati mereka. Doa bukanlah masalah dijawab atau tidaknya setiap permohonan doa yang kita panjatkan, tetapi doa adalah sikap dan tindakan penyerahan segala masalah hidup kita ke dalam tangan Tuhan. Dijawab atau tidaknya doa-doa kita adalah keputusan mutlak Tuhan. Tidak menjadi soal apakah Tuhan menjawab "Tidak," "Ya," atau "Ya, tetapi tunggu dulu," terhadap permohonan doa yang kita panjatkan. Yang penting adalah kita tetap setia berdoa dan selebihnya adalah bagian Tuhan untuk memutuskan yang terbaik bagi kita, karena Tuhan tahu dengan pasti apa yang menjadi kebutuhan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang selalu khawatir dan memaksakan kehendak dalam doa-doa yang kupanjatkan kapada-Mu. Kini kuserahkan semua pengharapanku hanya pada-Mu, karena Engkau lebih mengetahui kebutuhanku. Amin. (Dod).
Publik patut curiga dengan keikutsertaan Indonesia di Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Tidak ada penjelasan gamblang dari pemerintah soal langkah ini. Padahal, ada dana APBN yang bakal digunakan untuk membayar iuran sebagai anggota Dewan Perdamaian sebesar 1 juta dollar AS atau setara 17 triliun rupiah. Pemerintah meredam protes dengan memberi narasi bahwa iuran bersifat sukarela dan bisa dicicil.Peluang publik mengkritisi kian tertutup setelah Prabowo menggelar rangkaian pertemuan dengan sejumlah pimpinan ormas keagamaan, mantan menteri dan wakil menteri luar negeri, anggota DPR, hingga akademisi. Banyak yang berbalik mendukung, memaklumi, atau melunak soal keterlibatan Indonesia di Dewan Perdamaian.Apa sebenarnya Dewan Perdamaian bentukan Trump ini? Tepatkah langkah yang diambil Presiden Prabowo? Apakah selaras dengan sikap politik luar negeri Indonesia? Apa saja konsekuensinya bagi Indonesia?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Prof. Hikmahanto Juwana.
Khutbah Jum'at - Ust. Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. hafizhahullahu.Judul : Taqwa, Solusi Semua Masalah.Renungan Ramadhan:Tujuan shaum Ramadhan adalah agar kita bertaqwa. Tujuan yg agung.Ternyata taqwa adalah solusi bagi semua problematika kehidupan kita.Banyak masalah dalam kehidupan juga akarnya adalah karena hilangnya ketaqwaan.Sebuah kata yg sering terdengar namun kita sering lupa hakikatnya. Semoga Allah menjadikan kita hambayg bertaqwa.Sumber : YouTube.
Kepadatan lalu lintas di Gerbang Tol Pasteur dan beberapa titik di pusat Kota Bandung semakin meningkat seiring dengan kedatangan wisatawan yang menghabiskan waktu libur panjang Imlek 2026. Sejak Minggu siang, kendaraan pribadi memadati jalur menuju Bandung, dengan antrean panjang di Gerbang Tol Pasteur. Selain itu, kemacetan juga terpantau di kawasan Jalan Djunjunan, Merdeka, Asia Afrika, dan Braga. Banyak wisatawan yang menuju pusat kota dan kawasan Lembang. Kepadatan ini mengindikasikan tingginya volume kendaraan pribadi yang melintas.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Ludgardis MCFSM, Sr Vinsensia MCFSM dan Sr Aurelia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Sirakh 15: 15-20; Mazmur tg 119: 1-2.4-5.17-18.33-34; 1 Korintus 2: 6-10; Matius 5: 17-37.MENERIMA YANGMUNGKIN DARI MISTERI ALLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Menerima Yang Mungkindari Misteri Allah. Sepasang orang muda baru sebulan ini berpacaran. Memangbanyak kesamaan di antara mereka yang membuat hubungan ini penuh dengan sukacita. Namun banyak juga perbedaan yang sering memicu perdebatan, prasangka,pikiran negatif dan saling marah. Mereka harus belajar untuk menerima semua inisebagai dinamika di dalam menjalin cinta sebagai pribadi-pribadi yang unik satusama lain. Mereka berdua sempat menghadiri acara pernikahan seorangteman mereka. Di dalam Misa pernikahan, Pastor yang berkotbah mengatakan, imanyang ditaburkan dan ditanam oleh Yesus ke dalam diri para pengikut-Nya ialahsesuatu yang mengalahkan semua bentuk logika yang ada. Iman bukan seperti ilmupengetahuan dan teknologi, yang selalu berusaha memberikan bukti untuk dilihat,dijumpai, dipakai dan diubah. Semua itu ada batasnya dan ada waktunya. Tetapi iman sesungguhnya mengajarkan kita tentang tidakmungkin. Semua kebaikan dan kebenaran dari Tuhan adalah mungkin bagi Dia.Tetapi bagi manusia adalah tidak mungkin. Kedua pasangan yang sedang dalamsuasana nikah, demikian juga pasangan yang sedang berpacaran, harus menyadaribahwa masing-masing pribadi unik, berbeda latar belakang dan keadaan, merupakansesuatu yang tidak mungkin. Cinta sejati adalah cinta tidak mungkin. Banyak nasihat, petunjuk dan perintah Tuhan, yang baginalar, logika dan perasaan kita sebagai manusia, sangat jelas tidak mungkin.Misalnya kita diminta untuk mengampuni tanpa batas, memasuki pintu yang sempituntuk bisa selamat, menggarami seluruh dunia, memberikan pipi kiri ditamparsetelah kanannya, mengasihi dan mendoakan musuh, meninggalkan segala-galanya didunia ini untuk mengikuti Kristus. Semua menjadi bagian dari iman kita. Alasan utama Tuhan menetapkan karakter iman kita sebagaisesuatu yang tidak mungkin, ialah supaya harapan kita tidak berhenti dan kitaselalu tertantang untuk mencapainya. Semangat iman kita ialah mencapai danmenjadi seperti Kristus. Yesus meminta kita untuk berbuat lebih jauh daristandar dunia ini, supaya kita mencapai standar-Nya. Intinya, Ia meminta supayaiman dan hidup agama kita harus melebihi para ahli Taurat dan kaum Farisi, yangmerupakan pemegang kunci hidup beragama dan pengajaran iman. Jadi, yang tidak mungkin itu adalah hikmat Allah, yangmeskipun tersembunyi dan selalu tidak kita pahami, kita tetap menerima danmenaatinya. Itu adalah cara kita menjawab panggilan-Nya dan jalan yang kitapilih untuk mencapai kesempurnaan. Kita selalu dinasihatkan oleh kitab suciuntuk memilih jalan ini, dan bukan jalan atau cara hidup yang lain. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa, semogadengan perayaan hari Minggu ini, kami tetapi setia dalam jalan panggilan kamidan menjadi saksi Kristus yang sesungguhnya di tengah dunia ini. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ...
AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS
Send a textAnda sudah membangun bisnis dari 1 cabang menjadi 5, 10, bahkan puluhan cabang. Tapi kenapa masih ada cabang yang sepi—bahkan kalah dari kompetitor di sebelah?Faktanya, banyak bisnis franchise justru gagal di level cabang. Bukan karena produk atau pelayanannya buruk, tetapi karena cabangnya tidak muncul di Google Maps, profil bisnisnya tidak lengkap, dan review pelanggan dibiarkan tanpa pengelolaan yang serius.Di episode ini, Ryan Kristo Muljono membahas tentang bisnis multi-branch kehilangan pelanggan sejak tahap pencarian, kesalahan umum saat cabang dikelola tanpa sistem terpusat, serta peran besar Google Business Profile, rating, dan review dalam keputusan pelanggan.
Banyak hal receh yang kadang gw lupain padahal penting banget kudu kita siapin saat berangkat pagi. Hal receh ini bisa jadi penyebab gw marah!
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 10 Februari 2026Bacaan: "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah." (1 Petrus 4:2)Renungan: Suatu ketika seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana ia bertemu seorang prajurit yang tak akan pernah dilupakannya, bernama Harry. Harry yang dikirim untuk menjemput profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh. Kemudian ia juga menolong orang yang tersesat dan menunjukan arah jalan yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor dengan senyumnya menghiasi wajahnya. "Darimana kamu belajar hal-hal seperti itu ?" tanya sang profesor. "Oh," jawab Harry. "Selama perang, saya kira." Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga saat tugasnya membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. "Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah," katanya. "Saya tak pernah tahu apakah langkah selanjutnya merupakan pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan saat mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan anugerah dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini." Jika kita bisa bangun pagi hari ini tanpa kekurangan suatu apa pun yang baik, itu semua merupakan sebuah anugerah dan kesempatan berharga yang Tuhan berikan. Oleh karena itu sudah seharusnya kita memanfaatkan hari ini, dengan menggunakannya untuk melakukan hal-hal yang positif, yang Allah kehendaki. Berhentilah beranggapan bahwa keberadaan kita hanya sebuah hal yang biasa. Tidak. Jika Tuhan memberi nafas hidup yang baru, berarti ada hal baru pula yang ingin Dia beri, harapan, iman yang baru, terobosan yang baru dan masih banyak lagi hal-hal besar yang mau Dia nyatakan bagi karir dan kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan belaskasih-Mu, sehingga hatiku pun mudah tergerak untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 7 Februari 2026Bacaan: "Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab Tuhan menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau. " Lalu berjalanlah keduanya." (2 Raja-raja 2:6)Renungan: Seorang ayah berpesan kepada kedua orang anaknya yang akan mengikuti ujian sekolah. Katanya, "Asalkan nilai-nilai kalian tidak ada di bawah angka enam, ayah sudah sangat senang dan tidak akan marah!" Akan tetapi anak bungsunya melakukan lebih dari permintaan ayahnya. la mendapatkan nilai yang sangat memuaskan sehingga ia menjadi juara satu di kelas. Hebatnya, meski berulang-ulang ayahnya memberikan pesan yang sama keberhasilan si bungsu bukan karena pesan tersebut melainkan si bungsu memang sudah bertekad kuat untuk selalu mendapatkan juara satu. Kemudian sang ayah memberikannya hadiah istimewa. Meskipun rombongan nabi di Betel dan Yerikho mengetahui bahwa Nabi Elia akan terangkat ke surga pada hari itu juga, tetapi hanya Elisa yang mengikuti Nabi Elia. Meski Nabi Elia berkata supaya Elisa tinggal, tetapi Elisa untuk ketiga kalinya juga dengan tekad yang kuat tetap mengikuti Elia. Elisa menjawab bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Elia. Alhasil, tekad kuat Elisa tersebut membawa dirinya memperoleh kesempatan untuk meminta dua bagian roh Elia supaya dipenuhi kuasa Tuhan. Setelah Elisa melihat Nabi Elia terangkat ke surga, Elisa pun memperoleh yang dimintanya. Sementara itu rombongan nabi hanya mengetahui tetapi tidak melihat dan tak mendapatkan sesuatu. Banyak orang mengharapkan sesuatu yang istimewa tetapi tidak semua mendapatkan apa yang diharapkannya, karena masing-masing orang mempunyai tekad yang berbeda-beda. Orang yang bertekad kuat tidak akan tinggal diam dan berhenti begitu saja pada tantangan yang menghadang. Orang yang memiliki tekad yang kuat akan mengusahakan berbagai cara agar sesuatu yang diharapkannya terjadi. la akan bertindak berbeda melebihi orang-orang di sekitarnya hingga dirinya memperoleh hasil melebihi hasil rata-rata. Jadi milikilah tekad yang kuat kalau ingin berhasil. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, banyak impian dalam pikiranku demi kehidupan yang lebih indah. Oleh karena itu berilah aku semangat dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Aku percaya, dengan pertolongan-Mu dan tekad ku, apapun yang menjadi keinginanku sesuai juga dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Banyak bisnis tumbang bukan karena kualitas produk yang buruk, melainkan strategi harga yang keliru. Di episode ini, kita membedah mengapa pricing adalah instrumen pemasaran yang paling krusial namun sering diabaikan. Temukan bagaimana kesalahan penentuan harga dapat mengikis nilai brand Anda secara perlahan. Berhenti terjebak dalam perang harga dan mulailah membangun nilai yang jelas. Karena di tahun 2026, pemenangnya bukan yang termurah, melainkan yang paling bernilai bagi pelanggan.
Ada sebuah surat pembaca yang mengeluhkan bahwa kejadian banjir ini selalu terulang-ulang lagi setiap tahunnya.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Kristin MCFSM dan Suster MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Fransiskus Catholic Center Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. 1 Raja-Raja 2: 1-4.10-12; Mazmur tg: 1 Taw 29: 10.11ab.11d-12a.12bcd; Markus 6: 7-13.KEKUATAN SEBUAHKEPERCAYAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kekuatan SebuahKepercayaan. Secara umum kita bisa kategorikan kepercayaan, mandat, tanggungjawab, atau komitmen menjadi dua. Yang pertama ialah kepercayaan untukmelakukan perbuatan-perbuatan jasmani seperti bekerja mencari nafkah, memimpinorganisasi, dan menjual atau membeli barang-barang. Yang kedua ialahkepercayaan terkait dengan melakukan kegiatan-kegiatan rohani seperti pelayananfirman Tuhan, beribadat, berdoa, dan berpuasa. Raja Daud memberikan kepercayaan kepemimpinan kerajaankepada putranya Salomo, dan ini kita bisa menganggapnya sebagai wakil darisuatu kepercayaan jasmani. Orang tua atau orang dewasa memberikan kepercayaankepada anak-anaknya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai denganharapan mereka. Banyak sekali kehidupan jasmani kita ditentukan olehkepercayaan yang diberikan kepada kita, baik di dalam keluarga maupun diluarnya. Sementara itu, Yesus Kristus memberikan kepercayaan danmengutus para murid-Nya, dapat kita anggap sebagai wakil dari suatu kepercayaanrohani yang kita miliki. Kehidupan kita kapan dan di mana pun yang berkaitandengan aspek rohani, semuanya ditentukan oleh kepercayaan atau nasihat danbimbingan rohani yang diberikan kepada kita. Seseorang menghadiri Misa padahari Minggu, dan dari sana ia membawa suatu kepercayaan untuk menjalani perutusan yang disampaikanoleh imam pada akhir perayaan ekaristi. Pertanyaan yang penting adalah ini: apakah yang menjadikekuatannya sehingga kepercayaan baik jasmani maupun rohani itu memilikimartabat, kewibawaan, dan membuahkan kepercayaan yang lebih besar lagi dariorang lain di sekitar kita? Kedua bacaan kita hari ini memberikan satu jawabanpokok, ialah ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan yang memberikan kepercayaanitu. Nasihat, perintah, dan aturan-aturan yang ditetapkan senantiasa dijalani.Semua itu untuk menjamin kalau kepercayaan itu berasal dari sebuah kuasa yangjauh lebih besar dan menjamin legitimasi terlaksananya tugas-tugas kita. Ketaatan berarti Tuhan yang memberikan kepercayaan adalahbenar dan kehendaknya bersifat tetap. Jadi tidak ada pertimbangan apa pundari kita untuk berdebat bahkanmemperbaikinya. Yang kita perbuat ialah mendengar, memahami, danmenjalankannya. Kesetiaan merupakan sisi mata uang untuk ketaatan. Kesetiaanbertahan sampai ujung kehidupan karena orang taat tanpa syarat. Banyak kalikita menjadi seperti Daud atau Petrus, yang mengakui iman untuk taat, namunterkadang kita tidak setia dalam berkomitmen. Yang penting ada penyesalan, lalu membaharui diri untukkembali setia. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, pakailah kami dengan apa adanya kami ini untuk menunaikan kepercayaanyang Engkau berikan kepada kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SIAPAKAH MATIUS?Diambil dari: Matius 9:9 (TB)“Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: ‘Ikutlah Aku.' Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.”Wonder Kids, Tahukah kamu siapa Matius itu sebelum ia mengikut Yesus? Matius adalah seorang pemungut cukai.Pada zaman Yesus, pemungut cukai tidak disukai orang. Mereka bekerja untuk pemerintah Romawi dan sering dianggap serakah serta tidak jujur. Banyak orang menganggap mereka sebagai pengkhianat bangsa sendiri. Tetapi Yesus melihat Matius dengan cara yang berbeda.Yesus tidak berkata, “Kamu terlalu berdosa,” atau “Kamu tidak layak.” Yesus justru berkata, “Ikutlah Aku.” Dan Matius langsung bangkit dan mengikut Yesus. Karena pekerjaannya sebelumnya, Matius terbiasa mencatat dengan rapi dan teliti. Allah memakai keahlian itu untuk menolong Matius menulis Injil Matius—sebuah catatan penting tentang kehidupan dan ajaran Yesus.Melalui Matius, kita belajar bahwa: Yesus bisa memakai siapa saja, dari latar belakang apa saja, untuk melakukan hal-hal besar bagi Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan merasa kamu tidak cukup baik untuk dipakai Tuhan. Yesus bisa memakai kemampuan dan pengalamanmu untuk kemuliaan-Nya.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau memanggil dan memakai orang-orang yang sering dianggap tidak layak. Tolong aku percaya bahwa Engkau juga mau memakai hidupku untuk melakukan hal-hal baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus memanggil Matius apa adanya—dan Dia juga memanggilmu hari ini. Tuhan Yesus memberkati.
Episode PutCast kali ini kedatangan Prof. Zainal Arifin Mochtar atau yang akrab disapa Mas Uceng. Episode ini spesial karena bakal mengupas tuntas sisi lain yang belum terungkap saat acara "roasting" viralnya jelang pengukuhan guru besar hingga analisis tajamnya mengenai dinamika kabinet pemerintahan saat ini.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Samuel 24: 2.9-17; Mazmur tg 32: 1-2.5.6.7; Markus 6: 1-6.SUDUT PANDANG Tema renungan kita pada hari iniialah: Sudut Pandang. Di dalam kelas 4 SD, murid-murid diminta oleh gurunyauntuk menulis tentang saling mencintai di antara bapa dan ibunya di rumah.Murid A menulis tentang ibunya menyiapkan pakaian yang rapi dan teratur untukbapaknya saat hendak pergi kerja atau menghadiri pertemuan. Murid B berceritatentang bapaknya yang selalu setia menemani ibunya belanja di pasar, membantumencuci, membantu memasak, dan merapikan rumah. Murid C bercerita tentang ibunyayang setia menunggu sampai bapaknya pulang kerja . Masing-masing murid memberi sudutpandangnya tentang cinta di antara bapak dan ibunya di rumah. Sebuah sudutpandang mencakup dari posisi mana kita melihat dan memahami seseorang atausesuatu, dan kehendak untuk melakukan yang sudah kita putuskan. Raja Daud memiliki sudut pandangnya sebagairaja. Ia memutuskan untuk bertindak sesuai sudut pandang dan kehendaknya. Namunternyata sudut pandang Daud bertentangan dengan sudut pandang dan kehendakAllah. Untungnya Daud cepat menyesalinya dan meminta ampun, sehingga Allahmengampuninya. Yesus Kristus tampil di publiksebagai seorang yang memiliki daya tarik luar biasa. Banyak sekali kesan dariorang-orang di sekitarnya sehingga menghasilkan aneka macam sudut pandangtentang diri-Nya. Para penggemar, murid-murid, dan para musuh-Nya memandang Diasecara berbeda-beda. Roh-roh jahat memandang bahwa Yesus dapat digodai dengansegala taktik busuknya, namun Yesus mengalahkan mereka. Para rasul pertamapernah bertanya: di manakah engkau tinggal Guru? Mereka anggap Yesus bakalmemberikan mereka jaminan hidup jiwa dan raganya. Injil pada hari ini berkisahtentang pandangan orang-orang sekampung dan sanak keluarga tentang pribadi danpekerjaan Yesus Kristus. Ternyata sudut pandang mereka terhadap Yesus sangatterbatas dan amat dangkal. Yesus dipandang sebagai seorang yang merupakanbagian dari mereka. Tidak ada sesuatu yang spesial pada-Nya. Intinya, iniadalah sebuah sudut pandang untuk meremehkan dan menolak Yesus, meskipun merekamengetahui bahwa Dia telah berbuat yang luar biasa dalam menolong dan mengatasikesulitan banyak orang. Sebuah sudut pandang yang kitamiliki sangat bergantung pada standar pengetahuan, kebijaksanaan dan iman kitamasing-masing. Kalau kita dibimbing oleh Roh Kudus dan iman kepada YesusKristus, sudut pandang kita tentu berdasarkan kehendak Tuhan. Kita tentu selalumeminta terang Ilahi melalui doa dan refleksi supaya mendapatkan sebuah sudutpandang yang baik dan benar. Kita harus dapat membebaskan diri dari memilikisudut pandang negatif, sempit atau subjektif, dan destruktif. Ini pasti bukandari terang Roh Kudus. Jangan membiasakan diri memiliki sudut pandang sepertiini! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah,semoga pada hari ini kami senantiasa memandang Dikau dengan gembira dan semogakami selalu melihat yang baik dan benar di dalam diri saudara-saudari kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Banyak kejadian cybersecurity disebabkan oleh "lateral movement", yaitu perpindahan penyerang ke komputer sebelahnya (lateral). Sampai akhirnya dia bisa menyusup ke server production / transaction.#security
2026, Garuda Tambah Armada?
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 31 Januari 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2) Renungan: Ada seorang pelayan Tuhan yang bercerita bahwa seseorang yang telah banyak ia tolong selama ini, telah menjelek-jelekkan dirinya di hadapan banyak orang Hal ini disebabkan karena kekecewaan orang tersebut kepadanya yang tidak bersedia lagi membantunya di dalam mengatasi kesusahan yang ia alami. Alasannya, menurut pelayan Tuhan tersebut, orang itu tidak perlu dibantu lagi karena dia tidak pernah mau berusaha keras di dalam hidupnya, dia hanya mengharapkan bantuan orang lain. Lagi pula ia mempunyai sifat yang kurang baik. Harapan pelayan Tuhan itu adalah bisa mendidik dia untuk belajar bertanggung jawab. Karena itulah orang itu menjadi kecewa dan menjelek-jelekkan pelayan Tuhan itu di hadapan orang lain. Dia sudah tidak ingat lagi segala kebaikan yang dia terima darinya. Banyak orang seperti itu, begitu cepat melupakan kebaikan orang lain. Itu adalah suatu sifat yang tidak baik. Namun, yang lebih parah lagi adalah orang Kristen yang begitu cepat melupakan kebaikan Tuhan. Setiap kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan, walaupun kadangkala kita tidak menyadarinya. Ada kebaikan Tuhan secara khusus yang kita alami, seperti berkat materi di kala kita kekurangan, kesembuhan di kala kita sakit. Ada juga berkat Tuhan secara umum yang kita alami, seperti napas hidup dan kekuatan yang Dia beri setiap hari. Itu semua adalah kebaikan Tuhan yang tidak bisa kita lupakan. Demikian juga dengan Daud, setelah mengalami banyak kebaikan Tuhan, dia tidak melupakannya, "Pujilah TUHAN. hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!" Daud dengan gamblang menjelaskan kebaikan Tuhan yang telah dia rasakan. Daud mengakui bahwa Tuhan sudah mengampuni kesalahannya. Dia merasakan bagaimana Tuhan menyembuhkan penyakitnya. Dia merasakan anugerah penebusan, kasih dan rahmat-Nya. Bahkan, dia merasakan bahwa Tuhan telah memampukannya untuk berbuat baik. Itulah sebabnya dia terus merasakan kekuatan yang luar biasa, baik waktu muda, maupun ketika sudah berumur senja. Daud menggambarkan dirinya seperti burung rajawali yang mengalami pembaruan. Ini berbeda dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir, khususnya yang usianya 20 tahun ke atas. Kisah pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir dan segala berkat Tuhan selanjutnya, tidak membuat mereka berpaut sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika ada masalah, dengan segera mereka melupakan semua berkat Tuhan itu. Tentu banyak kebaikan Tuhan yang juga sudah kita rasakan. Untuk itu, sudah seharusnya kita selalu mengingat kebaikan Tuhan dengan selalu bersyukur dan memuji nama-Nya, ketika dalam keadaan senang maupun ketika dalam keadaan susah. Jika kebaikan orang lain saja tidak boleh kita lupakan, masakan kebaikan Tuhan akan kita lupakan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, dalam keadaan susah maupun senang, ajarilah aku untuk selalu mengingat segala kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PENGUIN DAN MESIASDiambil dari: 2 Petrus 1:21 (TB)“Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.”Wonder Kids, Bayangkan kamu dan teman-teman diberi tugas kelompok untuk menulis laporan tentang penguin. Pasti kalian harus baca buku, mencari informasi, dan memastikan semua yang kalian tulis benar, bukan asal menebak. Alkitab itu seperti tugas kelompok—tetapi jauh lebih luar biasa. Banyak orang berbeda menulis bagian-bagiannya di waktu yang berbeda-beda, bahkan ratusan tahun berjauhan. Mereka menulis tentang rencana keselamatan Tuhan dan tentang Mesias, yaitu Yesus. Tapi ada hal yang menakjubkan:Semua tulisan para penulis Alkitab saling cocok! Sesuai satu dengan yang lain.Nubuat tentang Mesias ditulis oleh orang-orang yang hidup di zaman berbeda, namun semuanya mengarah pada Yesus—dan semuanya benar. Bagaimana bisa? Karena Alkitab tidak ditulis hanya oleh manusia. Roh Kudus membimbing para penulis Alkitab sehingga mereka menuliskan apa yang benar menurut Tuhan. Ketika Yesus datang dan menggenapi ratusan nubuat dalam Alkitab, itu membuktikan bahwa apa yang tertulis di dalam Alkitab adalah benar dan dapat dipercaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Ambil satu ayat Alkitab yang kamu suka, lalu tulis di kertas kecil. Tempel di meja belajar atau pintu kamar sebagai pengingat bahwa Alkitab benar karena Tuhan sendiri yang menginspirasikannya.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku mendengarkan suara-Mu melalui Alkitab, sama seperti para nabi yang Engkau pimpin dengan Roh Kudus. Ajar aku mempercayai firman-Mu dan mematuhinya. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Alkitab bukan buku biasa—Tuhan sendiri yang membimbing setiap kata di dalamnya. Tuhan Yesus memberkati
Banyak pimpinan organisasi mengeluh. Katanya, kapasitas staf sulit sekali naik. Padahal anggaran pelatihan sudah dikuras habis. Masalahnya sering kali bukan pada orangnya, tapi pada caranya. Malcolm Knowles menyebut orang dewasa sebagai "spesies yang terabaikan". Kita sering memaksakan peningkatan kapasitas dengan gaya sekolah dasar: guru di depan, murid duduk manis mendengarkan. Padahal, bagi orang dewasa, cara itu adalah penghinaan terhadap kemandirian mereka. Peningkatan kapasitas orang dewasa harus berbasis pada pengalaman. Knowles menekankan bahwa orang dewasa bukan gelas kosong yang siap diisi air apa saja. Mereka adalah gudang pengalaman. Maka, pelatihan dalam organisasi tidak boleh lagi bersifat satu arah atau sekadar hafalan teori. Belajar bagi mereka adalah proses menghubungkan hal baru dengan apa yang sudah mereka alami selama puluhan tahun bekerja. Jika pelatihan tidak relevan dengan masalah nyata di meja kerja mereka besok pagi, maka lupakan saja efektivitasnya. Maka, kunci utama peningkatan kapasitas adalah pergeseran peran. Pemimpin atau bagian HRD jangan lagi merasa sebagai instruktur yang maha tahu. Jadilah fasilitator. Motivasi terkuat orang dewasa bukan hanya soal naik jabatan, tapi kepuasan batin karena mampu menyelesaikan tantangan hidup. Ketika organisasi mampu menciptakan lingkungan belajar yang menghargai konsep diri dan orientasi masalah stafnya, saat itulah kapasitas organisasi akan melompat dengan sendirinya. Begitulah cara manusia dewasa bertumbuh. (*)
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 25 Januari 2026Bacaan: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. " (Yohanes 15:12)Renungan: Apakah kita pernah melihat anak kecil menangis tapi tangisannya segera berhenti saat ia didekap ibunya? Apakah kita pernah merasakan betapa leganya ketika kita melakukan kesalahan di tempat kerja tapi ternyata reaksi bos kita hanya berkata "Sudah, tidak apa-apa. Lain kali lebih hati-hati"? Apakah kita pernah merasakan saat seorang mau mendengarkan keluh kesah kita dengan penuh empati? Atau lihatlah betapa merdekanya hati seorang yang diampuni kesalahannya. Kesedihan istri diobati oleh ucapan lembut penuh kasih dari sang suami. Rasa lelah dan stres suami mendadak hilang karena sambutan hangat istri begitu ia tiba di rumah, dsb. Banyak pengikut Yesus bingung bagaimana cara mengalirkan kuasa Allah. Sebagian lagi berpikir bahwa orang yang dapat mengalirkan kuasa Allah itu hanyalah orang yang punya karunia tertentu, memenuhi standar rohani tertentu, telah mengikuti pelatihan tertentu, terlibat pelayanan tertentu atau memiliki jabatan rohani tertentu. Padahal sesungguhnya mengalirkan kuasa Allah bisa dimulai dengan satu langkah sederhana, yaitu MENGASIHI. Dan mengasihi juga tidak selalu tentang hal-hal yang begitu besar atau dramatis, tapi bisa dimulai dengan melakukan hal-hal seperti di atas. Kebutuhan utama manusia adalah dikasihi. Dikasihi berarti diterima dan dihargai apa adanya, sebagai sesama manusia yang butuh disayangi, didengarkan, diperlakukan baik, dan dihargai. Bukankah itu juga yang kita inginkan? Kadang kita terlalu rumit memikirkan bagaimana mengalirkan kasih dan kuasa Allah. Tuhan tak akan memerintahkan sesuatu yang tak bisa kita lakukan. Ketika kita mau dengan tulus mengasihi, bisa dimulai dari melakukan tindakan-tindakan sederhana yang didasari kasih dan menunjukkan penerimaan, penghargaan serta kepedulian/empati terhadap orang lain. Ketika kita mampu melakukan hal tersebut, sesungguhnya kita sedang mengalirkan kasih sorgawi yang memulihkan hidup mereka. Jadi, mari kita mulai mengasihi, mulailah dari mengasihi orang-orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa kasih-Mu, sehingga aku mampu menjadi tanda kehadiran-Mu bagi mereka yang sedang mengalami pergumulan dalam hidupnya. Amin. (Dod).
PGRI menghimbau agar orangtua izinkan anak ikut TKA meski bukan penentu kelulusan.
Jarak yang seharusnya dapat ditempuh dalam waktu beberapa hari atau minggu, berubah menjadi puluhan tahun bagi Bangsa Israel dalam perjalanan mereka di padang gurun. Banyak yang menganggap mereka hanya berputar-putar, seolah tanpa tujuan dan sebagai akibat persungutan mereka. Namun bagi anak-anak Yakub yang memiliki firman TUHAN dalam hati dan pikiran mereka, perjalanan itu bukanlah sebuah pengembaraan tanpa tujuan. Ada berkat dan kasih Tuhan, ada mujizat dan hukum Ilahi, yang menuntun mereka menuju Tanah Perjanjian.Bagaimana dengan perjalanan hidup kita? Apakah kita hanya berputar-putar tanpa tahu arah tujuan? Adakah firman Tuhan dalam hati dan hidup kita, sehingga tujuan kita tidak suram?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 18 Januari 2026.Kirim pesan
Send us a textBisnis Anda mulai sepi, pelanggan makin jarang datang, dan omzet terasa menurun?Banyak pemilik bisnis tidak sadar bahwa kebangkrutan jarang datang tiba-tiba. Biasanya dimulai dari tanda kecil yang diabaikan—pelanggan berkurang, toko makin sepi, dan bisnis perlahan kehilangan perhatian di pencarian lokal.Di episode ini, saya membahas kenapa banyak bisnis mulai sepi tanpa disadari dan apa yang membuat pelanggan berhenti memilih sebuah bisnis. Jika Anda merasa sudah berusaha tapi hasilnya tidak berubah, kemungkinan masalahnya bukan di produk atau harga, melainkan di cara bisnis Anda ditemukan dan dinilai pelanggan.Kabar baiknya, kondisi ini masih bisa dicegah. Dengan pendekatan yang tepat, bisnis bisa kembali terlihat, dipercaya, dan dipilih.
Bismillah,237. BANYAK NIKMAT = BANYAK BERSABARTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
This channel uses NotebookLM to analyze my sermons and provide insights. I hope it helps with sermon preparation and understanding the Bible.
Judika Sihotang dikenal sebagai penyanyi dengan suaranya yang khas. Banyak orang mengenalnya sebagai King of Galau, tapi sedikit yang benar-benar tahu cerita di balik panggung besar yang ia jalani.Ia juga bercerita tentang perjalanan panjangnya dari bernyanyi di gereja, mengikuti berbagai lomba dari kota ke kota, hingga akhirnya berdiri di panggung Indonesian Idol yang mengubah hidupnya. Ada masa ketika suaranya tidak sempurna, hadiah lomba yang tak pernah sampai ke tangannya, dan momen-momen ragu yang jarang ia ceritakan ke publik.Bagaimana Cerita SelengkapnyaSimak SelengkapnyaJangan Lupa Like, Comment and Subscribe ❤️#merryriana #friendsofmerryriana #judika
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Petrus Daryono dan Maria Klara dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 8: 4-7.10-22a; Mazmur tg 89: 16-17.18-19; Markus 2: 1-12.MELAWANPRASANGKA BURUK Renungan kita pada hari ini bertema: Melawan PrasangkaBuruk. Pada waktu berkunjung ke sebuah kampung terpencil untuk melakukan riset,seorang profesor muda yang amat terkenal jatuh cinta kepada seorang wanita mudadi kampung itu. Banyak teman, anggota keluarga, dan orang-orang kampung menaruhprasangka buruk kepadanya. Mereka beranggapan bahwa ia telah mengalami gangguanjiwa. Prasangka buruk terhadap orang lain biasanya disebabkanoleh dua faktor utama, yaitu kurangnya pengetahuan atau pemahaman dan pikirannegatif. Ketika kedua penyebab ini menyatu dan saling mengandaikan satu samalain, seseorang tidak sekedar berprasangka buruk, tetapi ia sudah memilikisikap nekat berbuat jahat dan brutal. Perkelahian dan perang antara sesamamanusia sering disebabkan oleh prasangka buruk seperti ini. Nabi Samuel, seperti yang diwartakan di dalam bacaanpertama, sedang berhadapan dengan umat Israel yang masih kurang pengetahuantentang kehendak Tuhan dan nasib mereka yang sudah lama ingin memiliki seorangraja. Mereka menyangka bahwa Tuhan bukan pemimpin mereka sesungguhnya. Samuelbekerja untuk memberikan mereka pemahaman yang mereka perlukan. Yesus Kristusjuga menghadapi prasangka sangat buruk dari para lawannya. Sikap kaum Farisi dan para ahli Taurat kepada Yesus jauhmelebihi sikap orang Israel dahulu pada zaman Samuel. Yesus menghadapi sebuahgelombang prasangka buruk yang sangat besar, karena para lawannya itumenyatukan sikap negatif dan pemutarbalikan pengetahuan tentang kebenaran dariTuhan. Mereka adalah orang-orang cerdik dan pandai, tetapi pengetahuannyasungguh-sungguh salah dan amat berbahaya. Akibatnya, mereka menjadi jahat danbrutal terhadap Yesus dan kehendak Tuhan Allah sendiri. Di dalam hidup kita sehari-sehari, khususnya di dalampergaulan dengan sesama, kita mungkin saja sering berprasangka buruk terhadaporang lain, yang disebabkan oleh kurang pengertian atau pemahaman dan pikiranatau perasaan negatif. Pikiran atau perasaan negatif itu seperti menyikapiperbedaan-perbedaan di antara kita dengan anggapan kurang baik atau tidakcocok. Untuk melawan prasangka-prasangka buruk tersebut, Tuhan Yesusmengajarkan kita satu sikap yang sesungguhnya berasal dari dirinya sendiri. Yesus mengajarkan kita untuk mencabut langsung ke akarpermasalahan, yaitu dosa. Jadi prasangka buruk memang harus dicabut, dengancara memperluas wawasan atau pemahaman dan membangun kebiasaan berpikirpositif. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah,semoga kami tidak goyah karena tantangan atau halangan yang mengganggu iman dankesetiaan kami kepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Banyak sekali jebolan perguruan tinggi yang putus asa mencari pekerjaan.
Ken Robinson membongkar mitos berbahaya bahwa pembelajaran sejati hanya terjadi di masa muda. Otak manusia tetap plastis hingga akhir hidup, namun sistem pendidikan telah mengkondisikan orang dewasa untuk takut gagal dan kehilangan keberanian untuk mencoba hal baru. Yang menurun bukanlah kapasitas kita untuk belajar, melainkan keberanian kita—kita telah dididik keluar dari kreativitas kita sendiri. Banyak orang justru menemukan "elemen" mereka—tempat di mana bakat alami bertemu passion pribadi—di usia dewasa, bukan karena ketidakmampuan sebelumnya, tetapi karena sistem pendidikan tidak dirancang untuk membantu mereka menemukannya. Pembelajaran orang dewasa yang transformatif harus bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata, kolaboratif bukan kompetitif, serta organik bukan mekanis. Hambatan terbesar justru yang kita ciptakan sendiri melalui narasi internal seperti "terlalu tua" atau "tidak berbakat." Robinson menekankan bahwa kecerdasan manusia sangat beragam—linguistik, matematis, musikal, kinestetik, spasial, interpersonal, intrapersonal, naturalistik—namun sistem pendidikan hanya fokus pada sebagian kecilnya. Di era otomasi, pembelajaran sepanjang hayat bukan sekadar reskilling untuk pasar kerja, tetapi tindakan revolusioner untuk menemukan kembali kemanusiaan kita. Pembelajaran orang dewasa bukan tentang memperbaiki apa yang rusak, melainkan membuka potensi yang selalu ada namun belum berkembang. Kita memiliki kekuatan untuk menciptakan pengalaman pembelajaran kita sendiri dan menolak narasi bahwa kita adalah produk yang telah selesai. Pembelajaran adalah pekerjaan seumur hidup tentang menjadi lebih penuh diri kita sendiri—dan dalam melakukan itu, kita tidak hanya mengubah diri sendiri, tetapi juga mengubah dunia.
Ustadz Amirul Mukminin - Serba serbi Ramadhan yang banyak tidak Diketahui
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 14 Januari 2026Bacaan: "Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah." (3 Yohanes 1:11) Renungan: Pada dasarnya manusia adalah makhluk peniru. Sejak lahir, kita belajar bicara, berjalan, melakukan sesuatu, dll, dari meniru orang tua dan orang di sekitar kita. Semakin besar, hal itu terus berlanjut. Saat remaja, kita suka meniru artis idola atau orang dewasa lainnya. Saat bekerja atau berbisnis, kita meniru orang yang kita anggap sukses. Dalam memilih model pakaian atau rambut, kita juga meniru. Dalam belajar sesuatu, kita pun banyak meniru. Banyak orang juga punya keinginan bisa seperti si ini atau si itu. Lagi-lagi itu juga meniru. Tuhan tidak pernah melarang kita meniru. Tuhan tahu dan la pun menciptakan kita sebagai makhluk sosial yang belajar dengan saling meniru. Namun, firman Tuhan di 3 Yohanes 1:11 ini mengingatkan kita untuk selektif dalam meniru. Tirulah hal yang baik, jangan yang jahat/buruk! Sederhana, tapi sangat penting diperhatikan. Ada banyak tokoh Alkitab juga peniru. Timotius adalah seorang peniru, tapi yang ia tiru adalah Lois, neneknya, Eunike, ibunya, dan kemudian Paulus. Melalui nenek dan ibunya, Timotius belajar memiliki iman kepada Allah. Melalui Paulus, Timotius belajar meniru bagaimana bisa memberikan ajaran Injil yang sehat dan bagaimana agar imannya dapat ia hidupi dengan sempurna. Paulus memang sosok yang patut ditiru. Meski demikian Paulus pun juga meniru, yaitu meniru teladan Kristus. Mari renungkan, siapa yang kehidupannya secara tidak sadar sudah kita tiru selama ini? Alangkah indah jika kita seperti Timotius, yang bisa menemukan sosok panutan yang tepat, yang kehidupannya berpadanan dengan teladan Kristus! Tapi, waspadalah jika kita ternyata lebih tergoda meniru sosok yang membuat kita memikirkan dan melakukan hal-hal yang salah, yang tidak sesuai teladan Kristus. Demikian pula, sadarilah juga bahwa bisa jadi ada orang yang juga meniru kita. Nah, apakah kita selama ini sudah memberikan teladan yang baik atau buruk? Itu kembali lagi, dimulai dari siapa yang kita tiru dan teladani dalam hidup ini. Semoga kita bisa meneladani yang baik dan bisa menjadi teladan yang baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dalam berteman, agar aku tidak salah memilih teman. Sehingga melalui hikmat-Mu aku mendapatkan teman yang bisa membawa aku lebih dekat pada-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 9 Januari 2026Bacaan: "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN." (Yesaya 55:8) Renungan: Maria, Marta, dan Lazarus adalah tiga bersaudara yang cukup dekat dengan Yesus. Ketika Lazarus sakit, kedua saudarinya mengirim pesan kepada Yesus. Saat itu, Yesus terkesan sengaja berlama-lama untuk datang bahkan hingga akhirnya Lazarus meninggal dunia pun, Yesus tidak kunjung datang. Tetapi sebelumnya Yesus sudah meyakinkan mereka bahwa penyakit yang diderita Lazarus tidak akan membawanya kepada kematian, namun oleh karena penyakit itulah nama Tuhan akan dipermuliakan. Ketika Lazarus sudah dikubur empat hari lamanya, barulah Yesus datang. Saat mengetahui kedatangan Yesus, Marta dan Maria berkata kepada-Nya, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. "(Yoh 11:21). Namun, hal ini dilakukan-Nya bukan tanpa alasan, Yesus menginginkan banyak orang menjadi percaya. Jika Yesus datang pada saat Lazarus sakit, maka hanya akan ada sedikit orang yang menjadi percaya, tetapi Dia membuat segala sesuatu tepat pada waktunya dan akhirnya banyak orang menjadi percaya. Alkitab mencatat, "Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya." (Yoh 11:45) Terkadang kita bersikap seperti Marta dan Maria. Ketika permasalahan menghimpit, kita meminta Tuhan untuk menolong kita dengan segera. Bahkan seiring berjalannya waktu, kita merasa bahwa Tuhan terlalu lama merespon atau tidak merespon doa-doa kita. Bukankah Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib, cara yang tidak akan pernah terselami oleh pemikiran manusia? Dan, bukankah waktu Tuhan itu tepat dan indah? Mungkin saat ini kita mengalami masalah yang sangat menguras air mata kita, menguras habis tenaga, waktu, bahkan pikiran kita. Mungkin saat ini kita merasa Tuhan terlalu lama merespon doa-doa kita, bahkan merasa Tuhan tidak meresponnya. Atau, mungkin saat ini kita merasa hanya ada sedikit harapan yang tersisa untuk percaya bahwa mujizat akan terjadi. Ingatlah, waktu kita bukanlah waktu Tuhan. Tuhan meminta kita untuk sedikit lebih lama menunggu, agar kemuliaan-Nya dapat dinyatakan dalam hidup kita, bahkan dalam kehidupan orang banyak. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil dan tidak pernah ada kata terlambat. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesabaran dan kesetiaan di dalam menanti pertolongan-Mu, sehingga kemuliaan-Mu bisa dinyatakan. Amin. (Dod).
Many preople believe that cyber security and data security are issues that will escalate in 2026. There are several factors that contribute to these problems. - Banyak ortang percaya bahwa keamanan siber dan keamanan data adalah isu yang akan meningkat pada tahun 2026 ini. Ada beberapa faktor yang berkontribusi pada masalah ini.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 30 Desember 2025Bacaan: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." (Galatia 6:9)Renungan: Pernahkah kita kecewa ketika ketulusan kita untuk menolong seseorang ditanggapi secara negatif? Ada orang yang sebenarnya memerlukan pertolongan, tetapi merasa gengsi dan direndahkan ketika ditolong. Memang tidak semua orang bisa menerima uturan tangan kita untuk menolong mereka. Namun apapun alasan yang ada dibalik penolakan itu, kita harus tetap berbuat baik. Semua yang kita lakukan merupakan tanggung jawab kita kepada Tuhan, karena hal itu merupakan kehendak Tuhan. Sekalipun ada seseorang yang meremehkan perbuatan baik atau pertolongan yang kita berikan, percayalah Tuhan akan selalu memperhitungkannya. Hari ini tetapkanlah hati kita untuk berbuat baik. Apapun tantangannya janganlah kita menyerah karena dalam Galatia 6:9 diakatakan: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, Karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." Banyak orang yang tidak mau lagi berbuat baik, kerena terlalu sering dikecewakan. Kita perlu menyadari bahwa iblis akan memakai berbagai macam cara untuk melemahkan dan akhirnya menghentikan kita di dalam melakukan Firman Tuhan. Mungkin juga perbuatan baik kita akan dilupakan orang atau bahkan dibalas dengan kejahatan. Tapi ingatlah, bahwa Tuhan tidak akan pernah lupa semua yang kita lakukan atas dasar ketaatan kita pada firman-Nya. Jadi, selama masih ada kesempatan, berbuat baiklah. Jangan menahan sedikitpun untuk menyatakan kebaikan kepada sesama. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, itu akan dipandang oleh Tuhan sebagai satu bentuk ketaatan kita kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, hati yang selalu tergerak oleh belas kasih untuk menolong sesamaku sebagai wujud ketaatanku akan firman-Mu. Jangan biarkan kekecewaan hatiku menyurutkan kasih-Mu dalam diriku untuk menolong sesamaku. Sadarkanlah aku bahwa hidupku selama ini adalah karena belas kasih-Mu semata dan karena Campur tangan orang-orang yang ada di sekitarku. Maka berilah aku hati yang selalu mau memberi dengan ketulusan hatiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 29 Desember 2025Bacaan: "Dan kamu bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Ada sebuah kapal laut yang berlayar selama sekitar 3 tahun. Kapal laut tersebut dalam perjalanan menangkap ikan paus. Ayah dari seorang pelaut yang bekerja di kapal itu bertugas di mercusuar. Ia menanti putranya pulang karena memang sudah waktunya kapal penangkap ikan paus itu kembali pulang. Suatu malam terjadi badai besar, dan sang ayah tertidur. Waktu ia tertidur lampu mercusuar padam. Ketika terbangun, ia melihat ke tepi laut, dan melihat sebuah kapal laut yang telah karam. Segera ia bergegas turun dan melihat siapa yang masih hidup agar dapat ia selamatkan. Ternyata tubuh pertama yang ia temukan mengambang di tepi pantai adalah tubuh puteranya sendiri. Itu membawa dukacita besar baginya. la telah menantinya berhari-hari saat kepulangan itu, setelah puteranya pergi selama 3 tahun. Akhirnya, ketika putranya sudah dekat ke rumahnya, ia justru binasa karena ayahnya tertidur dan membiarkan lampu mercusuar padam. Ilustrasi ini mau mengingatkan bahwa saat ini banyak ayah dan ibu yang membiarkan lampu mercusuar "rohani"nya padam. Mereka hanya memberikan perhatian secara jasmani, kebutuhan sehari-hari dan sekolah, tetapi mereka belum mengajarkan firman Tuhan, belum berdoa ataupun menunjukkan kesaksian kehidupan kristiani bagi anak-anaknya. Sehingga banyak anak-anak yang akhirnya mengalami kekeringan rohani dan mudah jatuh dalam jerat dosa. Marilah semua ayah dan ibu untuk mulai menyalakan kembali "mercusuar rohani" dengan menanamkan benih-benih firman Allah dalam hati anak-anak anda, agar mereka bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Allah dan menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat dan dunia. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, saat ini banyak jiwa-jiwa muda yang terhilang daripada-Mu. Orang tua mereka terlalu sibuk bekerja mencari nafkah, sehingga kebutuhan rohani anak-anaknya terabaikan. Banyak di antara mereka yang menyatakan diri pengikut Yesus, tetapi hidup rohani mereka seperti pohon kering yang tidak pernah disiram air, sehingga batang-batangnya kering dan mudah patah. Nyalakanlah kembali ya Yesus, lampu mercusuar rohani para ayah dan ibu yang sudah mulai padam, agar anak-anak mereka tidak binasa karena jerat dan tipu daya kegelapan. Amin. (Dod).
Most people still prefer to read print formats with Gen Z embracing this most traditional of formats. - Kebanyakan orang masih lebih memilih membaca buku dalam format cetak, dengan Gen Z yang paling antusias dengan format tradisional ini.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 21 Desember 2025Bacaan: "Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." (Galatia 6: 7)Renungan: Gary Player adalah seorang pegolf yang lain dari yang lain. Jika pegolf rata-rata memiliki tubuh yang tinggi, Gary justru memiliki tubuh yang mungil. Ketika Gary masuk ke lapangan, komentator selalu berkata, "Si Kecil Gary". Pada tahun 1978, Gary berhasil memenangkan kejuaraan The Golf Masters. Memang tubuhnya hanya setengah dari pegolf yang lain. Namun yang menjadi rahasia kemenangannya adalah dia bekerja lebih keras dari pada pegolf yang lain. Ketika pegolf lain beristirahat, maka dia tetap berlatih untuk menyempurnakan pukulan-pukulannya. Karena kerja kerasnya itulah Gary mampu memenangkan tiga medali emas pada The Masters berikutnya selama tiga kali berturut-turut. Banyak orang menganggap bahwa Gary adalah seorang yang beruntung. Namun kenyataannya, tidak sama sekali. Gary berkata, "Semakin keras saya berlatih, semakin mujur saya." Kesuksesan bukan terletak pada suatu kebetulan. Tidak mungkin orang menuai tanpa menabur terlebih dahulu. Semakin banyak menabur maka semakin banyak pula dia akan menuai. Kesuksesan dan keberuntungan akan datang pada mereka yang berusaha keras untuk bekerja dan memberikan yang terbaik dari diri mereka. Kesuksesan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan kapasitas diri kita. Ketekunan, kegigihan, kesabaran dan hikmat adalah sesuatu yang mutlak diperlukan. Kemujuran adalah saat di mana kesempatan bertemu dengan kesiapan. Siapkan diri kita dengan pondasi kesuksesan dan ketrampilan yang terus diasah, maka kesempatan dan kemujuran itu akan selalu berpihak pada kita. Dan jangan lupa, apapun pekerjaan kita, lakukanlah sesuai dengan Firman Tuhan sebab itulah kunci keberuntungan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan semangat yang baru dan kerajinan yang baru, sehingga apapun yang aku kerjakan dapat menghasilkan kesuksesan yang berguna bagi banyak orang. Amin. (Dod).
Belajar langsung sama otak di balik campaign #viral rumah dalam mall-nya Arief Muhammad: Fauzan Sahab, CEO Lifetime Design. Banyak banget insight daging yang bibakalsa lo dapetin dari tujuh belas tahun bangun #bisnis—dari hiring orang yang tepat, manage team 300 orang, dan client #retention yang jadi rahasia usaha bertahan long term.
Episode ini buat lo para penggemar kopi sekaligus marketing & branding enthusiasts—kita bakal studi kasus langsung dari MATTHEW ARDIAN — CMO startup coffee chain lokal yang sekarang menggurita jadi 200+ outlets. Banyak yang gua diskusiin bareng Matthew Ardian: berproses lewat sabbatical, perjuangannya sebagai anak rantau, dan insight marketing brand yang dihandle-nya. This is 14+ years of marketing experience, guys. Enjoy!
Larangan Banyak Bertanya dan Berlebihan dalam Ibadah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Shahih Jami’ Ash-Shaghir. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Kamis, 13 Jumadil Akhir 1447 H / 4 Desember 2025 M. Kajian Islam Tentang Larangan Banyak Bertanya dan Berlebihan dalam Ibadah Seorang Muslim harus berupaya menjalankan ibadahnya tanpa […] Tulisan Larangan Banyak Bertanya dan Berlebihan dalam Ibadah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Hai Tetangga Kesayangan!Di episode kali ini, kita ngobrol bareng UST. Handy Bonny tentang hal-hal yang sering kita rasain… tapi jarang kita obrolin serius: iman, cinta, rezeki, dan cara bersikap dalam hidup.Dalam percakapan ini, Ust. Handy Bonny berbagi sudut pandang yang dalam tapi membumi, mulai dari makna mencintai karena Allah, pentingnya menghormati orang yang bekerja dengan kita, sampai bagaimana sikap kita bisa memengaruhi ketenangan hati dan kelancaran hidup.Banyak hal yang kelihatan “biasa”, tapi ternyata punya doa dan nilai besar di baliknya. Tentang bersyukur, tentang adil dalam hal kecil, tentang memaknai nikmat bukan dari jumlahnya… tapi dari siapa yang memberikan.Buat kamu yang lagi capek, lagi nyari makna, atau lagi pengen beresin hati dan hidup pelan-pelan, episode ini bisa jadi temen refleksi yang hangat!
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 Desember 2025Bacaan: "Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah." (Mazmur 37:11)Renungan: Kerendahan hati merupakan kualitas karakter yang diajarkan oleh Tuhan. Banyak hal yang bisa menjadi ujian apakah kita memiliki kerendahan hati atau tidak. Ketika berhadapan dengan seseorang yang pengetahuannya tidak sebanyak yang kita punya, apakah kita mau mendengarkan pendapatnya? Apakah dengan rela kita mau diajar oleh orang yang usianya lebih muda dan pendidikannya lebih rendah dari kita? Ketika direndahkan, apakah kita berusaha membuktikan kehebatan kita? Kalau mau jujur, sesungguhnya tidaklah mudah untuk memiliki kerendahan hati, Di dalam diri manusia yang sudah dikuasai oleh tabiat dosa, selalu ada keinginan untuk menjadi yang utama, lebih hebat, menganggap diri paling hebat dan paling benar. Kerendahan hati terbentuk melalui tekad yang kuat, lalu melatih diri setiap hari dengan pertolongan Roh Kudus. Yesus yang adalah Putra Allah telah memberikan contoh kerendahan hati yang luar biasa, sehingga Ia mau turun ke dunia menjadi manusia dan menderita sampai wafat di kayu salib. Kalau Yesus yang adalah Allah saja mau bersikap rendah hati, lalu mengapa manusia yang hanya ciptaan Allah selalu cenderung bersikap tinggi hati? Mari kita terus melatih diri untuk bisa memiliki kerendahan hati, karena Tuhan akan meninggikan orang-orang yang rendah hati. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah kerendahan hati dalam diriku, agar kehadiranku dapat menjadi sabda yang hidup bagi orang-orang di sekitarku. Jangan biarkan kesombongan menguasaiku, karena aku hanyalah sebutir debu di hadapan-Mu. Yesus, biarkan aku semakin direndahkan agar Engkau semakin ditinggikan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 28 November 2025Bacaan: "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40)Renungan Ada banyak di antara kita yang mungkin berpikir bahwa Columbus memiliki segalanya, tetapi sebenarnya ia tidak memiliki apa-apa. Ia bahkan harus meminta roti untuk anaknya yang lapar dan ia mati dalam kekurangan. Namun ia memberikan kepada dunia sesuatu yang lebih berharga daripada emas yaitu sebuah benua baru yang ditemukannya, Amerika! Banyak orang tidak memiliki apa-apa dan mereka bukanlah orang-orang penting atau orang yang terkenal karena penghasilan dan kekayaan mereka. Namun mereka belajar melakukan dan memberikan sesuatu yang berguna, yang hasilnya bisa dinikmati banyak orang. Ketidakmampuan dan keadaan ekonomi yang lemah janganlah menjadi alasan untuk tidak berbuat apa-apa dan tidak memberi. Yesus sendiri datang ke dunia tidak mempunyai barang berharga. Ia bahkan lahir di kandang binatang. Namun Ia telah memberikan diri-Nya untuk menyelamatkan dunia ini dari dosa. Apakah saat ini keadaan ekonomi kita seperti Columbus atau jauh lebih baik darinya? Apapun keadaan ekonomi kita, kita harus belajar untuk bisa memberi dan mengerjakan sesuatu yang berarti bagi orang lain. Ingat, memberi bukan hanya kewajiban orang kaya atau mereka yang mempunyai karunia memberi, tetapi semua orang percaya harus belajar memberi. Memberi waktu untuk orang-orang yang kita kasihi, memberi senyuman untuk orang-orang yang kita temui, memberi pengampunan untuk orang-orang yang menyakiti kita, memberi makanan untuk mereka yang kelaparan dan memberi hati kita untuk Tuhan. Tidak ada alasan untuk tidak bisa memberi, karena Tuhan sudah mengaruniakan tubuh kita dengan kemampuannya untuk memberkati sesama kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk segala sesuatu yang telah Kau berikan dalam hidupku. Hidupku selama ini semata-mata ada karena belas kasih dan cinta-Mu saja, maka ajarilah aku untuk mau berbagi cinta dan kepedulian terhadap orang lain yang berkekurangan. Yesus, jadikan hatiku seperti hatimu, hati yang penuh belas kasih terhadap mereka yang menderita. Amin. (Dod).
Di tengah gelombang penolakan kelompok masyarakat sipil dan akademikus, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tetap disahkan. Publik khawatir pasal-pasal di dalamnya akan menjadi alat represi. Banyak hal substansial penting yang diabaikan dalam KUHAP ini. Pada akhirnya kitab hanya memberi kewenangan khusus kepada penegak hukum, bukan untuk melindungi hak asasi warga negara. - - - Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
Pembawa Renungan : RP. Albertus Joni, SCJ ( Romo Koko) Palembang Luk. 21:1-4
Banyak yang bilang, kalo Ibu itu harus olahraga, biar kurus dan langsing. Padahal, sekarang tuh trennya justru Ibu-Ibu yang berolahraga biar kuat. Istilahnya, lagi “rise of the strong mom era.”Tapi, banyak juga di antara Ibu yang sering kejebak toxic positivity ketika olahraga. Karena, olahraga tuh gak harus tiap hari banget lho Bu. Konsisten itu, tetep ngelakuin olahraga, tapi intensitasnya ngikutin kondisi tubuh saat itu lagi gimana. Juga, istirahat itu bagian dari journey berolahraga. Jadi jangan lupa rest!Nah, episode ini ngulik banyak hal terkait olahraga buat Ibu.. Mulai dari mental Ibu yang juga akan kuat dengan olahraga, pentingnya ambil jeda di tengah hiruk pikuk pekerjaan, tips olahraga untuk kaum mager, gimana memulai olahraga.Timestamp:00:00 Opening2:12 Tujuan olahraga tiap orang gak bisa disamaratakan6:54 Konsisten kadang bisa toxic12:09 Yoga bisa jadi sarana berhenti sejenak15:13 Kalau mau mulai olahraga, caranya banyak17:40 Gym khusus perempuan20:28 Persepsi orang tentang yoga24:55 Olahraga buat Ibu itu kayak gimana sih?31:07 Tips buat ibu-ibu untuk mulai olahraga tanpa FOMO36:24 Cerita Salsa dan Amanda nemuin motivasi olahraga41:57 Experience Amanda ikut silent meditation
Many newly arrived migrants in Australia seek relationships not only for romance but to regain a sense of belonging. Separation from loved ones often drives this need for connection. This episode explores how dating in Australia differs from more collectivist cultures and how newcomers can find partners. From social events and dating apps to professional matchmaking, it highlights how migrants can build confidence, connection, and safety as they find love in a new country. - Banyak migran yang baru tiba di Australia mencari hubungan tidak hanya untuk romansa tetapi untuk mendapatkan kembali rasa memiliki. Pemisahan dari orang yang dicintai sering mendorong kebutuhan akan koneksi ini. Episode ini mengeksplorasi bagaimana kencan di Australia berbeda dari budaya yang lebih kolektivis dan bagaimana pendatang baru dapat menemukan pasangan. Dari acara sosial dan aplikasi kencan hingga perjodohan profesional, ini menyoroti bagaimana migran dapat membangun kepercayaan diri, koneksi, dan keamanan saat mereka menemukan cinta di negara baru.