POPULARITY
Categories
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 12 September 2026Bacaan: Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" — maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya." (Kejadian 37:22) Renungan: Perang itu sangat kejam. Inilah yang terjadi dalam perang Korea. Tidak peduli apakah mereka satu bangsa atau tidak, perang tetap menghancurleburkan baik benda hidup atau pun benda mati. Pengungsian besar-besaran terjadi dari utara ke selatan. Dalam keadaan yang memprihatinkan dengan barang seadanya, mereka berusaha melintasi batas kedua belah pihak yang berseteru. Karena kemiskinan itu, membuat mereka suka mencuri, khususnya barang-barang yang dibawa oleh tentara Amerika dengan memakai kereta api. Hasil dari curian itu biasanya dijual untuk mendapatkan uang guna membeli makanan. Suatu ketika beberapa orang anak kecil sedang mencuri arang dari kereta api yang diangkut oleh tentara Amerika. Tanpa diketahui tiba-tiba tentara Amerika datang dan mengusir mereka. Dengan penuh ketakutan mereka lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri. Ada seorang anak kecil yang ikut mencuri, menghentikan larinya saat ia melihat sebuah arang yang jatuh di bawah kereta api. Ia mulai merangkak di bawah kereta api itu hanya untuk mengambil sebuah arang, padahal kereta api sudah mulai berangkat. Orang-orang berteriak memberitahu anak tersebut, tetapi mereka hanya berteriak dan tidak bertindak apa-apa. Kemudian ada seorang muda berusaha menarik anak itu dari bahaya terlindas kereta api, tetapi malang, ia terpeleset jatuh. Masih dalam keadaan terjatuh ia berteriak kepada anak tersebut, "Cepat lari, jauhi saya!" Anak tersebut tidak tega dan sambil menangis berkata, "Tidak!" Tetapi dengan tenaga yang ada dan dengan tangan yang masih bisa menjangkau tubuh anak tersebut, orang muda itu mendorong kuat2 anak tersebut sehingga terlempar jauh dari kereta. Tak lama berselang terdengar suara kertakan tulang-tulang yang terlindas roda-roda kereta api. Itu adalah suara tulang-tulang orang muda tersebut. Orang muda itu mati secara mengenaskan dengan beberapa bagian tubuh yang terlepas. Anak tersebut hanya bisa menangis dan terus menangis di tengah kesibukan orang mengumpulkan potongan mayat orang muda itu. Orang muda yang mati untuk menolong anak itu adalah kakaknya sendiri. Itulah kasih seorang kakak, yang sudi menolong adiknya sampai mengorbankan dirinya sendiri. Kasih yang terbukti besar di tengah-tengah perang yang sedang berkecamuk. Walaupun saat ini kasih kebanyakan orang sudah menjadi hambar, termasuk kepada keluarga, tetapi kita dituntut untuk tetap menampakkan kasih itu. Kisah pembunuhan seorang anggota keluarga terhadap saudara-saudaranya, pembunuhan anak terhadap ayahnya, pemerkosaan ayah terhadap anaknya, membuktikan bahwa kasih terhadap keluarga pun semakin hambar Di tengah-tengah situasi seperti itu. Marilah kita membangkitkan semangat mengasihi anggota keluarga kita, seperti yang ditunjukkan Ruben kepada Yusuf. Kita mulai dari diri kita untuk mengasihi anggota keluarga kita yang lain. Niscaya Allah akan memberkati keluarga kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur Engkau menempatkan aku di tengah-tengah keluargaku. Kuatkan aku untuk bisa menunjukkan kasih kepada anggota keluargaku. Aku rindu semua anggota keluargaku mengutamakan kasih. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 30 Agustus 2026Bacaan: "Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2)Renungan: Ada sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya membentak istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena bentak merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir, "Hari ini suamiku menyakiti hatiku." Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si istri mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang, dia menulis di sebuah batu: "Hari Ini suamiku yang baik menyelamatkan nyawaku." Suaminya bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu?" Istrinya sambil tersenyum menjawab, "Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar ketika angin maaf datang berhembus, maka akan menghapus tulisan itu. Dan bila sesuatu yang luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku agar tidak bisa hilang tertiup angin, sehingga akan teringat selalu dalam hidupku." Pernahkah kita mendengar sebuah pepatah yang berkata, "Karena nila setitik rusak susu sebelanga?" Artinya adalah kebaikan yang besar akan hilang hanya karena kesalahan kecil. Sifat dasar manusia adalah lebih mudah mengingat keburukan orang lain daripada kebaikannya. Oleh karena itu, hari ini marilah kita belajar untuk membalik hal tersebut, yakni kita lebih mudah mengingat kebaikan orang lain daripada keburukannya. Janganlah kita menjadi orang yang tidak tahu membalas budi, dengan selalu melupakan atau tidak membalas perbuatan baik orang lain kepada kita. Mari kita renungkan lagi saat ini, apakah benar setiap orang yang pernah menyakiti kita, tidak pernah menolong atau membantu kita? Jika, kita mau jujur saat ini, setiap orang disekeliling kita pasti akan tetap memiliki kebaikan yang bisa kita ingat. Jadi, kunci untuk hidup damai dengan siapapun sebenarnya sederhana, yaitu ingatlah yang baik dan lupakan yang buruk. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengingat setiap kebaikan yang telah ku terima dari-Mu dan dari orang-orang sekitarku. Ajarilah aku juga untuk mengucapkan syukur atas semua kebaikan yang telah kuterima itu. Amin. (Dod).
In this episode, Ryad Berkat, a Product Marketing Manager at OpenClassrooms, joins Louise Liu to share what he learned during his first PMM role, including how he approached competitive research, sales enablement, go-to-market planning, and cross-functional collaboration to make an impact quickly.For more information, please check out Ryad's article: Making an Impact Fast as a New Product Marketing Hire.
AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Rini Harjanti dan Yuni Trimulyo Wardani dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Korintus 1: 17-25; Mazmur tg 33: 1-2.4-5.10ab.11; Matius 25: 1-13.DIA ADALAH PENGANTIN Renungan kita pada hari inibertema: Dia Adalah Pengantin. Di dalam kitab suci profil Tuhan digambarkansebagai seorang pengantin, merupakan salah satu tema yang besar. Tuhanmenempatkan posisi sebagai pihak yang dipasangkan dengan mempelai, yang di dalampemahaman menurut tradisi kita adalah pihak wanita. Seorang wanita yangmenikah, ia sangat membutuhkan pengantin pria karena ia tidak bisa menikahdengan ruang kosong. Demikian juga pengantin sangat memerlukan mempelai, karenaia tidak bisa menikah seorang diri. Tuhan menjadikan diri-Nya sebagaipengantin supaya hubungan antara diri-Nya dan kita manusia menjadi suatupersekutuan. Hubungan itu menjadi seperti suami-istri yang dipersatukan melaluisakramen. Berkat sakramen itu adalah rahmat yang menyatukan dan mengikatsehingga sifatnya untuk selamanya. Begitu yang kita pahami tentang hubungansuami-istri dalam perkawinan Kristen. Dengan demikian, Tuhan berkehendak untukkawin dengan kita yang percaya kepada-Nya. Buktinya ialah Ia masuk ke dalamdiri kita melalui firman dan tubuh-Nya sendiri sehingga kita dapat menghasilkanbuah-buah. Seorang biarawati yang baru sajaberkaul kekal menghayati hidup hariannya dalam terang persekutuannya denganYesus sebagai sang pengantin. Ia menuturkan bahwa setiap bangun pagi, iaberusaha untuk menjadikan harinya lebih dari sekedar rutinitas. Sedang menyiapkandiri untuk ke kapel, pikiranya sudah fokus pada kesadaran bahwa, di dalam kapelitu ia sudah ditungguh oleh sang pengantinnya, yaitu Tuhan Yesus. Ketika iasudah di kapel untuk kegiatan ibadat dan selanjutnya untuk Misa, ia membuatdirinya sebagai mempelai yang menyambut sang pengantin. Ia selalu ingin melibatkan Tuhanuntuk hadir dalam pikiran, kedamaian hatinya, aspirasi, dan keinginannya. Iaberusaha supaya kesadaran dan pemahamannya tentang Tuhan ada bersamanya dantidak hilang entah karena perhatian yang tidak fokus entah karena terbawamengantuk. Biarawati ini sungguh menggambarkan betapa mempelai dan pengantin,atau tepatnya diri kita masing-masing dan Tuhan mesti selalu dalam keadaantersambung. Pengantin dan mempelai yang tidak menampakkan suatu relasitersambung, saling melengkapi, dan menciptakan persekutuan, tidak dapatmenyandang nama tersebut. Mereka hanya menciptakan hubungan antara laki-lakidan perempuan. Tuhan adalah pengantin bagi kitasebenarnya memiliki makna lebih daripada hubungan suami-istri, karena hubunganitu adalah untuk sebuah kesempurnaan yang melampaui semua ukuran di dunia ini.Santo Agustinus menggambarkan hubungan ini dengan selalu memegang prinsip,bahwa hati kita tidak pernah selesai mencari Tuhan sampai kita tinggal bersamaDia selamanya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kami menyembah Dikau sebagaiAllah kami dan tidak ada yang lain yang kami rindu untuk bertemu dan bersatuselain Engkau sendiri. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Josephine dan Elisabeth Retno Adrianti dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Korintus 1: 1-9; Mazmur tg 145: 2-3.4-5.6-7; Matius 24: 42-51.HIDUP DALAM KELIMPAHAN RAHMAT Renungan kita pada hari ini bertema: Hidup Dalam Kelimpahan Rahmat. Kitaberuntung memiliki Tuhan yang mengizinkan kita untuk bercita-cita tinggi,setinggi dan sesempurna Dia sendiri. Kita diberi kemungkinan untuk memikirkanadanya sebuah kelimpahan. Kita mendoakan itu dan pelajari juga. Kita katakanTuhan Allah itu sungguh berlimpah dan kita juga percaya kalau diberikan karuniayang berlimpah. Monika adalah seorang ibu yang hidup dengan menikmati kelimpahan rahmatTuhan, atas kesalehan dan kesetiaannya kepada Kristus. Dengan modal yang cukupitu, ia bekerja dan berusaha dengan segala kekuatannya supaya suaminya yangbelum Kristen dan anaknya Agustinus yang sangat duniawi dapat mengenal Kristusdan menjadi orang Kristen yang benar. Semua kerja keras dan pengorbanannyaberbuah indah pada waktunya. Ini cukupuntuk mengatakan bahwa hidup dalam kelimpahan rahmat adalah bagian utama imankita. Jika Ia tidak menyediakan kelimpahan itu bagi kita, sangat mungkin itubukan Tuhan yang kita percaya. Tetapi Tuhan harus mengungkapkan diri-Nya. Iabukan Tuhan yang tertutup atau tersembunyi dan sangat jauh dari kita. Jemaat Kristen di kota Korintus bertumbuh dalam suatu atmosfir rohanidengan kelimpahan rahmat dan karunia Tuhan. Pertumbuhan ini menyenangkan danmembanggakan Santo Paulus yang punya tanggung jawab menjaga dan memeliharajemaat ini. Paulus mendoakan dan mohon berkat bagi mereka, semoga Tuhan kitaYesus Kristus menambah dan melimpahkan kasih untuk menguasai hidup merekasemua. Suatu pertumbuhan dan kesaksian hidup yang benar dan baik memang harusdidukung agar berkembang lebih baik lagi. Sebaliknya, sikap tidak mendukung dantidak peduli harus dapat dihindari. Di dalam kelimpahan rahmat itu kita sungguh menikmati kehadiran Tuhan yangmengaruniakan berbagai berkat kepada kita. Salah satu karunia yang pentingsekali ialah kesiap-sediaan atau kewaspadaan. Orang yang siap sedia dan waspadaialah yang penuh harap, suka cita dan bersemangat bahwa Tuhan menyatakankehendak-Nya dalam saat apa pun. Sikap yang berlawanan adalah malas, acuh takacuh atau tak peduli akan kehadiran dan perbuatan-perbuatan Tuhan. Ini tandanyakalau orang tidak bersyukur atas kelimpahan rahmat Tuhan, dan menjadikan itusebagai motivasi iman untuk bertumbuh lebih baik lagi. Jadi warta gembira bagi kita ialah, Tuhan yang maha kuasa dalamkelimpahan-Nya hendak berbagi dengan kita dalam setiap waktu, tinggal gilirankita saja untuk menerima dan hidup di dalam kelimpahan rahmat-Nya itu. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Berkat kelimpahan rahmatMu, ya Bapa, kami boleh memasukihari yang baru ini, selain untuk menikmati setiap bentuk kemuliaan-Mu, kamijuga mendapat kesempatan untuk berbuat sesuai dengan panggilan dan tugas-tugaskami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 25 Agustus 2026Bacaan: "Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya." (Ibrani 12:11)Renungan: Setelah toko dagingnya di Brooklyn dirampok di bawah todongan senjata sebanyak empat kali dalam satu bulan, William Levine sang pemilik toko, mulai berpikir bahwa hidupnya ada dalam bahaya! la lalu mencari cara untuk membuat dirinya lebih aman dan terlindungi. Akhirnya ia membeli sebuah jaket anti peluru pada tahun 1980. Para pemilik tanah di area itu mendengar tentang pembelian itu dan satu demi satu, mendatanginya untuk bertanya di mana mereka bisa membeli jaket semacam itu. Levine mulai menerima pesanan dari mereka sebagai pekerjaan sampingan. Tidak lama kemudian, Levine sadar bahwa ada sesuatu yang lebih di dalam bisnis jaket pengaman ini dibandingkan toko dagingnya. la akhirnya menjadi presiden full time dari Body Armor International. Pada akhir tahun 1980, perusahaannya memiliki empat puluh agen penjualan di seluruh negeri dan menjual lima ratus hingga enam ratus rompi anti peluru dalam sebulan. Kini kehidupan William Levine jauh lebih makmur dan jauh lebih diberkati daripada saat dirinya membuka usaha toko daging. Semua kesuksesannya saat ini, sesungguhnya berasal dari seringnya toko dagingnya dirampok orang. Selalu ada peluang dibalik setiap masalah ataupun tantangan yang kita hadapi. Memang kita tidak perlu mengalami perampokan terlebih dahulu untuk bisa sukses. Hal yang ingin disampaikan disini adalah, diperlukan kejelian dan sikap positif kita dalam memandang sebuah masalah ataupun persoalan sehingga kita tidak hanya melihat masalah yang sedang kita alami namun biarlah kita juga dapat melihat berbagai kesempatan yang seringkali tersembunyi dibalik masalah ataupun persoalan itu. Jadi, bila suatu saat kita diperhadapkan pada sebuah masalah ataupun persoalan, jangan langsung bersikap negatif, jangan langsung bersungut-sungut, dan jangan langsung menyerah, namun biarlah kita tetap dapat bersikap positif dan mencari hikmat Tuhan, supaya kita dapat melihat berkat yang sedang tersamar dibalik masalah kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku untuk tetap berpikir positif di saat aku mengalami masalah dalam hidupku. Aku percaya ada berkat di balik masalah yang aku alami saat ini. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 22 Agustus 2026Bacaan: "Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah istrimu seperti dirimu sendiri dan istri hendaklah menghormati suaminya." (Efesus 5:23)Renungan: Pada suatu waktu setelah hari kiamat, para malaikat mengumpulkan para suami. Rupanya malaikat ingin mengetahui bagaimana besarnya dominasi suami terhadap istri. Salah seorang malaikat berkata, "Coba para suami bentuk dua barisan, satu barisan untuk suami yang mendominasi istrinya, dan satu baris lagi untuk suami yang didominasi oleh istri." Setelah beberapa saat, malaikat mulai memeriksa barisan dan melihat hanya ada satu suami yang berada pada barisan "suami yang mendominasi istri", yang lainnya berada dalam barisan" suami yang didominasi istri." Melihat hal itu, marahlah malaikat, "Aku sangat kecewa melihat kenyataan ini, bukankah suami diciptakan untuk menjadi pemimpin istrinya, dan bukan sebaliknya? Lihat pria ini, kalian semua harus mencontoh pria satu ini!" sambung malaikat, "Kau membuatku bangga. Coba katakan bagaimana cara hidupmu sehingga hanya engkau yang berada di barisan ini." Pria itu berkata, "Nggak tau, tadi saya disuruh isri saya berdiri di sini, nggak boleh ke mana-mana." Kita mungkin tersenyum mendengar kisah di atas, namun seringkali kita juga melupakan panggilan kita masing-masing, entah itu panggilan sebagai suami, sebagai istri, sebagai orang tua, ataupun sebagai anak. Tuhan memberikan tanggung jawab kepada setiap pria untuk menjadi suami yang baik dan sebagai kepala keluarga. Seorang suami harus mengasihi istrinya seperti dirinya sendiri, sementara istri juga harus tunduk kepada suami, sama seperti kepada Kristus, Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya supaya kebenaran Alkitab ini dapat diterapkan dalam setiap kehidupan keluarga kristiani? siapa yang harus memulai terlebih dahulu ? Jawabannya adalah mulailah dari diri sendiri terlebih dahulu, bila kita sebagai suami ingin dihormati, maka kasihilah istri kita terlebih dahulu dan jadilah orang yang pantas untuk dihormati. Bila kita sebagai istri ingin dikasihi, maka hormati dan tunduklah kepada suami kita terlebih dahulu dan jadilah orang yang pantas untuk dikasihi. Bila kita sebagai anak, ingin orang tua kita lebih memperhatikan dan semakin menyayangi kita, mari hormati dan taati orang tua kita terlebih dahulu, dan bila kita sebagai orang tua, ingin agar anak-anak bisa menghormati kita, maka jangan kita abaikan anak-anak kita, namun mari kita perhatikan mereka dengan kasih sayang yang besar. Karena apa yang kita ingin orang lain perbuat pada kita, biarlah itu yang kita lakukan terlebih dahulu kepada mereka dan jangan terkejut, bila pada akhirnya kita menuai hal-hal yang jauh lebih besar dari apa yang sudah kita berikan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk menjalankan tugas panggilan yang telah Kau tetapkan untukku di dalam keluargaku, sehingga hidupku dapat menjadi berkat untuk keluargaku. Amin. (Dod).
Musa sudah berumur 120 tahun ketika Tuhan berbicara kepadanya di seberang Sungai Yordan. Bukan hanya berbicara supaya Musa mendengar, tetapi supaya Musa menyampaikan dan mengajarkannya kepada seluruh bangsa yang besar itu. Melakukan perintah itu tidak membuat Musa kemudian masuk ke tanah yang dijanjikan Tuhan atas keturunan Abraham yang telah dipimpinnya selama hampir 40 tahun, namun tetap dilakukannya. Bagaimana kita mendengar dan memelihara firman Tuhan karena Tuhan, dan bukan "supaya saya"?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 16 Agustus 2026.Kirim pesan
AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 11 Agustus 2026Bacaan: "Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu akan dibukakan." (Lukas 11:10)Renungan: Pernahkah kita menyaksikan sebuah film yang berjudul 'Door to Door'? Door to Door adalah sebuah film yang menceritakan tentang sebuah kisah nyata dari seseorang yang bernama Bill Porter, seorang tokoh besar yang memulai bisnisnya dari nol. Sejak lahir Bill Porter terkenal mempunyai penyakit cerebral palsy, yaitu sebuah penyakit yang mengakibatkan gangguan pada fungsi tangan kanan, jalan terpincang, sulit bicara dan kadang meneteskan air liur saat berbicara. Meskipun demikian, ia memiliki semangat hidup yang tinggi, yang terlihat saat ia melamar kerja di The Watkins sebagai seorang salesman. Melihat kondisi Porter yang jauh dari kondisi normal, tentu saja pimpinan Watkins menolaknya. Namun, Porter tidak menyerah begitu saja. la malah meminta ditempatkan di daerah yang tidak diinginkan salesman lainnya, dan berkata, "Apa ruginya bagi anda jika memberi saya daerah yang tidak berpotensi?" Berkat kegigihan Porter, akhirnya ia diterima di The Watkins, dan pada awalnya benar-benar ditempatkan di daerah yang tidak memiliki potensi sama sekali untuk menghasilkan penjualan. Bill Porter awalnya mengalami jalan buntu, beberapa kali ia ditolak oleh para calon pembeli, namun, ia terus berusaha dan terus berusaha. Akhirnya dengan bermodalkan semangat pantang menyerah, ketekunan Bill Porter tidak sia-sia, sedikit demi sedikit ia mulai menghasilkan penjualan dan tidak hanya itu, pada akhirnya ia bahkan menerima penghargaan Best Salesman of The Year dari The Watkins. Bagaimana mungkin, di industry yang membutuhkan keterampilan berbicara, seseorang yang jalannya pincang, dan seringkali meneteskan air liur saat berbicara, justru dapat menjadi pemenang dan mengalahkan berpuluh-puluh orang normal lainnya? Hal itu karena semangat pantang menyerah dan kegigihan untuk menghasilkan yang terbaik. Bagaimana dengan kita? Ketika doa kita tidak kunjung dijawab Tuhan, ketika saat ini kita belum mendapatkan pekerjaan, atau banyak penolakan yang kita terima, bagaimanakah sikap kita? Apakah kita terlalu cepat menyerah sebelum mendapatkan apa yang kita inginkan? Firman Tuhan mengingatkan kita untuk terus meminta, mencari, dan mengetok. Itu bukanlah pekerjaan yang dilakukan hanya sekali atau dua kali, tapi berkali-kali sampai mukjizat terjadi. Jadi jangan berhenti mengetuk sampai pintu dibukakan bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, agar ketika apa yang kudapat tidak seperti yang kuinginkan, aku tetap percaya bahwa semua itu pasti akan membawa kebaikan bagiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 5 Agustus 2026Bacaan: "Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu." (Filipi 1:3)Renungan: Ηanya dengan mengingat nama seseorang kita dapat memberikan beragam respons. Ada nama yang mungkin meninggalkan sakit hati, kebencian, kepahitan, atau rasa kecewa bagi kita. Namun, ada juga nama yang menghangatkan hati atau membawa sukacita bagi kita. Kesan-kesan itu tentunya tidak muncul tanpa alasan, melainkan berasal dari jejak-jejak yang mereka tinggalkan sebelumnya. Ketika Rasul Paulus mengingat jemaat di kota Filipi, hatinya dipenuhi syukur. Tiap kali ia berdoa bagi mereka, ia bersukacita. Ia juga sangat merindukan mereka. Alasannya ialah karena mereka memiliki persekutuan yang erat dalam Kristus sejak mereka mendengar Injil dan terus bertumbuh di dalamnya. Mereka juga tak henti-hentinya menunjukkan kasih dengan mendukung pelayanan Paulus, termasuk ketika ia dipenjarakan karena Kristus. Dukungan itu juga ditunjukkan dengan mengirimkan uang untuk mendukung pelayanan Paulus, bahkan mereka secara khusus mengutus Epafroditus untuk melayani keperluan Paulus. Tidak heran jika sang rasul berkata, "Kamu ada di dalam hatiku". Kira-kira, kesan apakah yang kita tinggalkan dalam kehidupan orang-orang? Apakah nama kita membangkitkan syukur dan sukacita di hati mereka? Ataukah sebaliknya? Selagi Tuhan memberi kita anugerah kehidupan, kita masih dapat melakukan berbagai perbuatan kasih, yang kelak akan meninggalkan jejak-jejak yang mendatangkan sukacita dalam hidup banyak orang. Seperti itulah seharusnya kehidupan yang dijalani oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kerima kasih karena Engkau telah memilih aku menjadi sahabat-Mu. Bantulah aku agar hidupku dapat menyerupai-Mu dalam berpikir, berkata-kata dan bertindak. Sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS
From a childhood passion for singing to becoming the first winner of Indonesian Idol, this is Joy Tobing's story. - Dari hobi bernyanyi sejak kecil hingga menjadi juara pertama Indonesian Idol, ini cerita Joy Tobing.Listen to SBS Indonesian on Mondays, Wednesdays, Fridays and Sundays at 3pm.Follow us on Facebook and Instagram, and subscribe to our podcasts. - Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
Tuhan memberikan bagian-bagian yang tepat kepada setiap umat-Nya sesuai dengan panggilan dan tugas kepada mereka. Jika pada Perjanjian Lama Dia memakai suku Lewi, termasuk para imam, untuk menceritakan perbuatan-perbuatan dan mengajarkan hukum-hukum-Nya, maka dalam Perjanjian yang Baru pun, sebagai umat yang diangkat-Nya menjadi imamat yang rajani, tugas yang sama diberikan. Dan dalam setiap tugas yang kita kerjakan, penyertaan Tuhan dapat kita rasakan. Sudahkah kita melakukan tugas dari Tuhan sehingga dapat menikmati penyertaan kasih dan berkat-Nya?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 26 Juli 2026.Kirim pesan
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 29 Juli 2026Bacaan: “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” (Amsal 25:11)Renungan: Ada seorang bapak bernama Pak Adi. Ia mempunyai anak yang duduk di kelas 2 SMP. Saat pulang sekolah wajahnya kusut karena mendapat nilai jelek. Reaksi Pak Adi pertama hampir keluar kata-kata, “Dasar pemalas! Bodoh kamu!" Tetapi dia ingat Amsal 25:11. Dia menarik napas, memeluk anaknya dulu, lalu berkata pelan: “Nak, Papa kecewa sama nilainya. Tapi Papa bangga kamu masih mau cerita ke Papa. Yuk, kita cari jalan keluarnya untuk memperbaiki nilaimu." Malam itu anaknya menangis bukan karena dimarahi, tapi karena merasa diterima. Tiga bulan kemudian anaknya mendapat ranking 5 saat kenaikan kelas. Dia berkata, “Aku belajar karena kata-kata Papa waktu itu. Nggak bikin aku down, tapi bikin aku semangat.” Satu kalimat di waktu yang tepat, bisa mengubah arah hidup seseorang. Salomo dalam bacaan di atas memakai dua gambaran yang mahal yaitu apel emas dan pinggan perak. Dalam bacaan itu dijelaskan bahwa "perkataan yang diucapkan” ini adalah soal isinya yaitu benar, membangun, jujur, penuh kasih. Bukan gosip, bukan sindiran, bukan kebohongan. Sedangkan "tepat pada waktunya" adalah saat yang paling baik untuk dikatakan. Emas paling berharga kalau diberikan saat seseorang membutuhkan. Demikian juga ketika kita menghibur seseorang saat ia sedih, menegur seseorang saat ia bersikap sombong dan memuji seseorang saat ia putus asa. Perkataan "seperti buah apel emas di pinggan perak" merupakan isi dari perkataan dan cara penyampaian yang sama-sama baik dan tidak menyakitkan. Intinya adalah Tuhan mau kita jadi orang yang bukan hanya “benar” dalam berkata-kata tetapi juga “tepat” pada waktunya ketika seseorang membutuhkan perkataan itu. Sebagai pengikut Yesus, lidah kita adalah alat. Bisa jadi pedang atau bisa jadi obat, tergantung saat kita mengatakannya. Kalau kita mengatakannya saat marah, maka bisa saja menjadi pedang yang menusuk sampai lubuk hati terdalam. Tapi kalau kita mengatakannya dengan penuh kasih dan kesabaran, bisa menjadi obat ketika hati seseorang sedang galau dan sakit. Efesus 4:29 berkata, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun.” itu artinya kita harus bertanya dulu dalam hati kita sebelum bicara, “Apakah ini benar? Apakah ini perlu? Apakah ini tepat waktunya?” Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jagalah mulutku hari ini. Ajarilah aku untuk berpikir sebelum berbicara. Berikan aku hikmat untuk tahu kata apa yang harus diucapkan, dan kapan harus diam. Pakai perkataanku menjadi "apel emas" yang menguatkan orang di sekitarku, seperti Engkau yang selalu tahu kata yang tepat untuk dikatakan pada orang yang datang pada-Mu. Amin. (Dod).
AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 28 Juli 2026Bacaan: “Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu.” (Amsal 3:29)Renungan: Daud dikejar-kejar oleh Raja Saul selama bertahun-tahun. Saul iri hati dan mau membunuh Daud. Suatu hari Tuhan memberi Daud kesempatan emas. Saul masuk ke gua untuk buang hajat dan ternyata itu gua yang sama tempat Daud dan pasukannya bersembunyi. Pasukan Daud berbisik, “Ini saatnya untuk membunuh dia sekarang!” Daud bisa saja merencanakan kejahatan. Dia punya alasan, "Saul musuhku. Dia yang lebih dahulu menyakiti aku!" Tapi apa yang Daud lakukan? Dia hanya memotong punca jubah Saul secara diam-diam. Dan setelah itu hatinya berdebar karena merasa bersalah. Daud berkata: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, orang yang diurapi TUHAN.” Daud punya kesempatan untuk membalas. Tapi dia memilih tidak merencanakan kejahatan terhadap "sesamanya" yang tinggal dengan tentram, bahkan terhadap orang yang membencinya. Penulis Amsal menulis ini bukan sekadar teori. Tetapi ini adalah praktik hidup. Ada 3 hal penting yang disampaikan dalam Amsal 3:29. Pertama, “Janganlah merencanakan kejahatan”. Kejahatan dimulai dari hati. Niat menjatuhkan, menyimpan bukti untuk menyerang, menyusun kata-kata untuk menyakiti. Kedua, “Terhadap sesamamu”. Sesama adalah orang yang Tuhan tempatkan dekat dengan kita yaitu keluarga, teman sekerja, teman sepelayanan dan tetangga. Mereka itu adalah orang-orang yang harusnya kita jaga dan lindungi. Ketiga, “Sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu”. Orang itu percaya dan tidak curiga terhadap kita. Tuhan mau kita menjadi tempat yang aman bagi sesama, bukan tempat yang menusuk dari belakang. Saat ini kita tidak memegang tombak seperti Saul. Tapi kita memegang HP dan mulut. Ternyata HP dan mulut mampu menusuk sampai kedalaman hati yang membuat hubungan kita dengan sesama menjadi rusak. Contohnya di media sosial, ada orang yang menyakiti kita, maka kita screenshot chatnya dan kita sebarluaskan agar dia dipermalukan. Di pekerjaan, ada rekan kerja yang membuat kita tidak nyaman, lalu kita memfitnah dan merancangkan yang buruk terhadapnya supaya ia disingkirkan dari tempat kita bekerja. Menjadi pengikut Yesus artinya memilih memberkati, bahkan ketika kita punya 1001 alasan dan kesempatan untuk melukai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seperti Daud, ajarilah aku menjaga hatiku. Ampunilah aku kalau ada rencana jahat atau kepahitan terhadap sesamaku. Berikan aku hati yang mau mengampuni dan tangan yang memberkati, sehingga hidupku bisa memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
Tuhan tidak pernah meminta apapun dari yang tidak Dia berikan. Kepada Suku Lewi yang melayani-Nya, diberikan Tuhan bagian di tengah-tengah Bangsa Israel. Namun berkat itu pun datang dengan tanggungjawab. Tanggungjawab bagi anak-anak Lewi untuk melayani Tuhan sesuai dengan firman-Nya, untuk merenungkan dan mengajar hukum-hukum Tuhan kepada seluruh bangsa, dan untuk mereka sendiri hidup takut akan Dia. Tidak selamanya tanggungjawab itu dapat mereka kerjakan, sebab anak-anak Lewi yang berikutnya telah melupakan firman Tuhan dan kekudusan-Nya.Bagaimana dengan kita? Dengan setiap berkat yang Tuhan telah berikan, bagaimana kita mempersembahkannya kembali kepada Tuhan? Bukan hanya tentang materi, namun apakah firman Tuhan ada dalam hati dan perbuatan kita sehingga dapat kita ajarkan kepada generasi yang berikutnya?Ibu Ev. Sri Umiyati dalam Ibadah Epiphaneia, 19 Juli 2026.Kirim pesan
AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Veronika Genua dari Paroki St. Martinus Roworeke di Keuskupan Agung Ende, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 85: 2-4.5-6.7-8; Matius 12: 49-50.TONGKAT KUASA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Tongkat Kuasa Tuhan. Tradisi dalambanyak budaya politik menjadikan tongkat sebagai simbol kekuasaan. Kitamengingat Musa memakai tongkat untuk menampilkan kuasa Allah yang bekerja dalamdirinya untuk memimpin bangsa dan umat Allah. Para raja dan presidennegara-negara juga memakai tongkat dengan makna simbolik kekuasaan yang merekamiliki. Di dalam Gereja, tongkat uskup juga memiliki makna serupa. Tongkat yang terbuat dari bahan entah kayu entah logam sangat melekatdengan kekuasaan atau otoritas orang yang memakainya. Bahkan rotan ataupotongan kayu lurus yang dipakai bapak atau ibu di rumah cukup memberikanpemahaman bahwa jika anak-anak melanggar aturan hukumannya ialah pukulan dengankayu itu. Dalam semua pemandangan dengan tongkat ini, kita dapat mengerti lebihlanjut mengapa Tuhan selalu mengungkapkan di dalam kitab suci kuasa-Nya yangdisimbolkan dengan tongkat. Ia berkata dalam nubuat Mikha dalam bacaan pertama hari ini bahwa Iamenggembalakan umat-Nya dengan tongkat-Nya. Yesus sang gembala yang baik jugamenjalankan tugas penggembalaan itu dengan memakai tongkat imam agung, yanghingga saat ini disimbolkan pada Paus dan para uskup. Dengan tongkat itu,tugas-tugas sebagai pemimpin dan gembala memiliki legitimasi dan kekuatan untukmendapatkan ketaatan atau kepatuhan dari orang-orang yang dipimpin. Tongkat kuasa Tuhan, memiliki fungsi untuk suatu pemurnian dan pembebasanmanusia dari kuasa kegelapan dan dosa. Setan dan penguasa kegelapan ketikaberhadapan dengan kuasa Allah yang dilambangkan dengan tongkat, ia menjadiketakutan. Itu terbukti dalam setiap tindakan Yesus yang selalu hadir melaluikata-kata dan hardikan, yang langsung membuat para setan menjadi takut danmemohon untuk tidak disiksa. Berkat tongkat kuasa Tuhan itu, segala dosa kitadapat dicampakkan ke dalam dasar laut, demikian kata nabi Mikha. Jadi kita mesti memandang tongkat saat ditunjukkan kepada kita apakah dalamposisi dipegang, dijadikan penopang pada saat berdiri, atau saat menunjukkandan menegaskan sesuatu dalam suatu proses pengajaran. Yesus menunjuk dengansegala kuasa yang ada pada-Nya, ketika Ia mengajarkan bahwa para murid danrasul sesungguhnya adalah ibu-Nya, dan saudara-saudara-Nya. Penegasan ituberisi suatu ajaran yang penuh kewibawaan dan prinsip. Ajaran itu ialah bahwamelaksanakan kehendak Allah merupakan tugas utama setiap pengikut Kristus.Tongkat kuasa Yesus itu sampai detik ini berada pada tangan Paus dan Uskup ditempat kita masing-masing. Kita harus mendengar dan mengikuti Bapa Suci danUskup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kesetiaan dan ketaatan kami kepada Gerejasenantiasa kuat dan bertahan, khususnya melalui ketaatan kami kepada Bapa Sucidan Uskup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 Juli 2026Bacaan: "Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." (Matius 14:16)Renungan: Suatu kali di sebuah komplek perumahan terjadi kebanjiran. Air masuk ke rumah warga. Semua panik. Ada ibu-ibu bawa anak kecil, ada kakek yang tidak bisa jalan. Di grup RT langsung ramai. Ada yang bilang: "Lapor kelurahan aja", "Tunggu bantuan datang", "Kita kan tidak punya perahu". Semuanya punya alasan kenapa "tidak bisa" bergerak sekarang. Tiba-tiba Pak RT ambil ember, galon kosong, dan teriak: "Yang bisa berenang, ikut saya! Kita evakuasi dulu yang anak kecil dan lansia. Soal makan nanti kita pikir bareng." Warga yang tadinya diam jadi ikut. Ada yang masak mie di pos ronda, ada yang buka dapur, ada yang kumpulin pakaian layak pakai. Sore itu semua warga selamat dan dapat makan. Bantuan dari kelurahan baru datang malam. Pak RT bilang, "Kalau kita menunggu bantuan dulu, orang bisa keburu lapar dan kedinginan. Kasih dulu apa yang kita punya." Peristiwa dalam Injil Matius 14:16 terjadi saat 5000 orang kelaparan di tempat yang sepi. Para murid melihat masalahnya besar dan mereka memberikan jalan keluar dengan berkata, "Suruh mereka pergi, supaya mereka dapat mencari makan sendiri." Pola pikir mereka adalah, "Masalah terlalu besar. Bukan kapasitas saya. Biar orang lain." Tetapi Yesus mengingatkan mereka dengan berkata, "Tidak perlu mereka pergi, kamu yang harus memberi mereka makan." Yesus tidak minta mereka mencetak uang atau buka supermarket. Dia minta mereka menyerahkan apa yang ada pada mereka, dalam hal ini 5 roti 2 ikan. Hasilnya? Semua kenyang, bahkan sisa 12 bakul. Sebagai pengikut Yesus terkadang saat ada orang yang membutuhkan pertolongan kita berkata, "Tidak bisa. Tidak cukup. Bukan urusan saya. Sudah ada pemerintah biar mereka yang menangani." Hari ini Tuhan mengingatkan kita bahwa hal kecil yang kita lakukan dengan ketulusan hati, maka akan menjadi berkat yang luar biasa. Mari kita belajar untuk percaya bahwa Tuhan kita Yesus Kristus lebih besar dari masalah yang ada di sekitar kita. Kalau kita percaya penuh pada-Nya maka akan selalu ada jalan keluar untuk setiap permasalahan yang ada di sekitar kita atau yang kita alami. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini aku cepat berkata "tidak bisa" dan menyuruh orang lain pergi. Buka mataku untuk melihat kebutuhan di sekitarku dan ajarilah aku agar mau memberi dulu apa yang ada di tanganku: waktu, harta, tenaga, dan kasih. Pakailah aku untuk jadi jawaban doa bagi sesama. Amin. (Dod).
Renungan D'Message || Berkat Termulia II Ps. Steven Liem
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 2 Juli 2026Bacaan: "Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana." (Bilangan 13:28)Renungan: Kita mungkin sering mendengar orang berkata, "Orangnya cantik, sayangnya judes sekali." "Dia pintar, sayangnya kuper sekali." "Orang itu kaya sekali, sayangnya pelit minta ampun." Perkataan itu memuji, sekaligus mencela. Mengangkat ke langit, sekaligus menjatuhkannya ke bumi. Jika seperti ini, maka pujian setinggi langit pun tidak ada artinya, sebab penekanannya bukan lagi pada kelebihannya melainkan pada kekurangannya. Yang baik sudah hilang, yang buruk ditonjolkan! Hal yang sama pernah terjadi ketika Musa memerintahkan dua belas orang terbaik untuk mengintai negeri Kanaan. Kedua belas pengintai tersebut pulang untuk melaporkannya kepada Musa dan segenap bangsa Israel. Kedua belas pengintai tersebut sependapat bahwa negeri Kanaan sungguh berlimpah-limpah susu dan madunya. Mereka membawa bukti berupa buah-buahan yang mereka ambil dari negeri Kanaan. Kedua belas pengintai itu sepakat soal itu. Tapi, setelah itu terjadilah perbedaan pendapat. Sepuluh pengintai berkata, "Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana." (ay. 28). Hanya Yosua dan Kaleb yang tetap positif dalam memberikan laporan. Sepuluh pengintai tersebut mirip dengan perkataan orang-orang di atas. Awalnya memuji, tapi berikutnya muncul kata "sayangnya". Yang baik hilang, yang buruk ditonjolkan. Akibatnya tidak main-main. Seluruh bangsa Israel panik. Mereka menangis, bersungut-sungut kepada Musa dan Harun, bahkan memutuskan untuk mengangkat pemimpin lalu pulang ke Mesir (Bil. 14). Betapa dahsyatnya kata "hanya" atau "sayangnya". Kisah ini kiranya memberi pelajaran berharga bagi kita, janganlah kita menggunakan kata "hanya saja" atau "sayangnya" ketika menilai seseorang atau sebuah peristiwa. Jangan sampai hal yang harusnya kita syukuri akhirnya menjadi hal yang kita keluhkan. Berkat yang harusnya kita terima dengan sukacita, akhirnya berubah menjadi persungutan. Tuhan menghendaki kita menjadi orang yang bersyukur dalam segala perkara. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku masih sering memandang orang lain dari sisi negatifnya. Kuduskan pikiranku agar aku selalu berpikir yang positif, baik untuk diriku maupun orang lain. Amin. (Dod).
Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Allah tidak memandang bulu (Rm 2:11). Setiap manusia diberikan kesempatan dan modal berkat yang sama, namun tidak semua orang merespon berkat Tuhan dengan cara dan integritas yang sama. Menariknya, respon setiap orang bukan hanya mempengaruhi hidupnya, namun juga hidup keturunan, bahkan kaum, serta bangsanya. Bagaimana dengan kita? Bagaimana kali ini Alkitab mengajar kita tentang berkat dan respon orang-orang yang telah dipanggil Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 28 Juni 2026.Kirim pesan
Renungan D'Message || Kristus Adalah Berkat Terbesar II Ps. Steven Liem
KEKHUSYUKAN DALAM BERDOA DI RAUDHAH DAN MULTAZAM LEBIH MUDAH DIDAPAT KETIKA JEMAAH DAPAT FOKUS BERIBADAH TANPA HARUS DISIBUKKAN MENGURUS HAL LAIN. NS : PRESENTER RUBEN ONSU SAAT DITEMUI DI MADINAH DISELA MENJALANKAN IBADAH UMRAH. LAPORAN : BHERY HAMZAH(BEH/MCH2026)
Sashee adalah brand kaos kaki yang telah berdiri selama lebih dari 10 tahun. Berawal dari sistem pre-order, Sashee tumbuh secara bertahap hingga mampu memproduksi produknya sendiri. Berkat konsistensi dalam menjaga kualitas dan membangun kepercayaan pelanggan, Sashee berhasil bertahan dan terus berkembang hingga hari ini.Bagaimana perjalanan Sashee dari bisnis rumahan hingga menjadi brand yang dikenal banyak orang? Selengkapnya di episode ini!
AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS
AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 30 Mei 2026Bacaan: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kejadian 50:20)Renungan: Tidak satupun manusia yang hidupnya tanpa masalah. Persoalannya, ketika kita sedang bermasalah, apakah masalah itu membuat kita jatuh atau bertumbuh? Hal ini tergantung kita menanggapinya. Ada kesaksian seorang karyawan yang diberhentikan dari pekerjaannya, karena terlalu berpegang pada kebenaran firman daripada perkataan atasannya. la jadi pengangguran untuk sementara waktu, tetapi masalah tersebut justru menghindarkannya dari penjara, karena setahun kemudian terbongkar kejahatan atasannya, kemudian dijebloskan ke dalam penjara. Yusuf juga pernah ditimpa masalah yang bermula hasil dari rekayasa saudara-saudaranya, hingga ia harus hidup jauh dari orang tua dan saudara-saudaranya, dan berakhir di Mesir. Akan tetapi Yusuf menghadapi masalah demi masalah yang datang padanya dengan tetap mengandalkan Allah, sehingga Yusuf menang atas setiap persoalan yang dialaminya. Akibatnya, ia dipercaya menjadi penguasa ekonomi di Mesir. Dari sini kita belajar bahwa masalah demi masalah yang menimpanya justru Tuhan pakai untuk menyiapkan rencana agung, guna memelihara hidup suatu bangsa yang besar, yakni keturunan Yakub. Mereka adalah saudara-saudara Yusuf. Berkat kesuksesannya, Yakub dan keturunannya terhindar dari bahaya kelaparan besar yang terjadi pada waktu itu. Saat ini, kita mungkin sedang menghadapi berbagai masalah, entah itu masalah keluarga, pekerjaan, pelayanan atau lainnya. Kiranya masalah-masalah itu tidak membuat diri sendiri jatuh dan terpuruk, sebaliknya, masalah-masalah itu justru membuat kita menjadi semakin kuat dan bertumbuh di dalam Tuhan. Selama kita masih bernapas masalah pasti akan selalu ada dan kita alami. Tetapi kabar baiknya Tuhan itu setia, maka hadapilah masalah bersama Tuhan. Pandanglah Tuhan, bukan masalahnya maka kita akan melihat berkat Tuhan yang disediakan-Nya di balik masalah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk masalah yang Kau izinkan terjadi dalam hidupku. Aku percaya melalui masalah tersebut Engkau sedang mendewasakan imanku agar aku selalu bergantung pada-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 Mei 2026Bacaan: "Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia." (Matius 4:20)Renungan: Seorang pria menolak setiap kali ia diajak oleh sahabat-sahabatnya untuk pergi ke gereja. "Aku sibuk bekerja. Aku tidak punya waktu," katanya. Sehari-hari pria itu mengelola toko sembako. la tidak mau libur pada hari Minggu, karena pada hari inilah para pengunjung sangat ramai. Itu sebabnya, bagi pria tersebut pergi gereja pada hari Minggu seperti melewatkan keuntungan yang sangat besar. Berbeda dengan pria tersebut, saat Yesus berjalan menyusuri danau Galilea, Dia melihat dua bersaudara Simon Petrus dan Andreas. Keduanya nelayan, sedang menebar jala untuk menangkap ikan. Kata Yesus kepadanya, "Mari, ikutlah Aku." Segera mereka meninggalkan jalanya untuk mengikut Yesus. Kemudian dilihat-Nya juga dua bersaudara lain, Yakobus dan Yohanes sedang membereskan jala mereka. Yesus memanggil mereka, lalu segera mereka meninggalkan perahu. Persamaan mereka adalah kaki mereka tidak terjerat jala. Jala adalah alat untuk menangkap ikan. Dalam kehidupan sehari-hari jala digambarkan sebagai berkat Tuhan. Menakjubkan saat dipanggil oleh Yesus, mereka segera mengikut Yesus. Sementara saat ini banyak orang percaya kakinya 'terjerat jala. Setiap hari terlalu sibuk mengejar berkat sampai tidak punya waktu untuk beribadah, apalagi melayani Tuhan. Berkat seolah menahan kaki hingga tidak bisa melangkah memenuhi panggilan Tuhan atas hidup mereka. Setiap orang memiliki panggilannya masing-masing. Apapun panggilan Tuhan, ketahuilah ada hal-hal mulia yang Tuhan ingin kita lakukan dalam panggilan tersebut. Itu sebabnya, dalam mengikut Kristus jangan biarkan diri terlalu sibuk mengejar berkat. Namun, "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua akan ditambahkan..." (Mat. 6:33). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang telah Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu mengucap syukur atas berkat-berkat itu dengan cara meluangkan waktuku yang terbaik untuk senantiasa berkencan dengan-Mu dan melayani-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 25 Mei 2026Bacaan: "Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu." (Ulangan 28:2)Renungan: Pascabayar dan prabayakit kedua istilah ini pasti tidak asing bagi kita, para pengguna telepon seluler atau jaringan internet tanpa kabel. Ya, ini adalah sistem pembayaran tagihan pulsa atau kuota kita. Mau bayar di muka atau bayar belakangan? Diri sendirilah yang menentukan pilihan. Namun, tahukah kita bahwa sistem pembayaran ini juga dipakai ketika kita menerima berkat dan melakukan dosa? Bacaan di atas menyatakan dengan jelas bahwa berkat itu datang dan menjadi bagian kita, kalau kita mendengarkan suara-Nya. Berkat itu ada syaratnya. Berkat itu ada harga yang harus dibayar di muka sebelum menerimanya. Jadi, tidak ada berkat yang dinikmati dahulu baru dibayar harganya. Tidak ada berkat yang gratis dan seenak kita dalam menggunakannya. Lain halnya dengan dosa bahwa setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena keinginan itu menyeret dan memikatnya (Yak. 1:14-15). Kalau keinginan itu memikat pasti keinginan itu menyenangkan, indah, dan memuaskan. Namun, jika keinginan yang memikat itu dibuahi dalam perbuatan, muncullah dosa. Lalu, dari dosa lahirlah maut. Dosa itu membayarnya selalu belakangan, karena dosa selalu menawarkan kenikmatan, kesenangan, kepuasan, dll. Itu sebabnya dosa selalu memikat manusia. Awalnya memang enak, tetapi akhirnya harus membayar mahal bahkan membayar dengan maut. Bagaimana dengan diri sendiri? Setelah membaca firman Tuhan dan renungan pagi ini, kiranya kita lebih menyukai berkat ketimbang dosa. Sekalipun untuk memperoleh berkat, kita harus membayar harganya dahulu, yaitu ketaatan serta kesetiaan kepada Tuhan dan firman-Nya. Pertanyaan sekali lagi untuk kita, pilih pascabayar atau prabayar? Pilih dosa atau berkat? Mari kita jalani kehidupan penuh berkat dengan membayarnya lebih dahulu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat, agar sebelum aku bertindak, aku senantiasa menyadari bahwa aku adalah anak-Mu, sehingga apa yang kulakukan seperti yang Kau inginkan. Amin. (Dod).
Ev Triawan Wicaksono
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 6 Mei 2026Bacaan: "Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serbe seda, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia. " (Yesaya 30:20)Renungan: Kita sering mengukur sebuah mukjizat dari besar kecilnya berkat atau pertolongan yang kita terima dari Tuhan. Jika berkatnya melimpah ruah, maka kita menyebutnya mukjizat. Namun jika berkatnya sedikit, maka kita menganggap itu sebagai hal yang biasa dan sudah sewajarnya. Tahukah kita bahwa Tuhan kadang kala melakukan hal-hal kecil untuk menyatakan pemeliharaannya dalam hidup kita. Dalam Yesaya 30:20 dikatakan, "Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia." Barangkali ayat ini terasa ganjil bagi kita. Jika Tuhan itu besar, mengapa ada waktunya Dia melakukan hal-hal yang kecil untuk kita? Jika memang Tuhan itu Pemurah, mengapa Dia memberikan roti dan air yang serba sedikit kepada umat-Nya? Mengapa Tuhan tidak memberikan semuanya secara langsung dan berlimpah ruah kepada umat-Nya? Sebenarnya roti dan air yang serba sedikit itu tidak menjadi masalah selama Tuhan tetap menyertai umat-Nya. Sekalipun sedikit dan cepat habis, asalkan Tuhan menyertai bukankah Dia akan memberikannya lagi dan mencukupkannya? Manna yang diturunkan dari sorga untuk bangsa Israel itu sedikit dan hanya cukup untuk satu hari saja. Namun meski sedikit, bukankah bangsa Israel terpelihara selama 40 tahun di padang gurun? Kalaupun Tuhan mengizinkan kita berada dalam pengalaman padang gurun dan harus menerima yang serba sedikit dari Tuhan, sebenarnya Tuhan punya maksud di balik itu, yaitu supaya mata kita terus memandang Dia (Yes. 30:20). Dengan berkat yang serba sedikit, itu akan membuat kita terus bergantung dan berharap kepada Tuhan. Percayalah, jika kita memang sudah lulus di "sekolah padang gurun", Tuhan pasti membawa kita ke Kanaan yang mana berkat-Nya akan dinyatakan secara berlimpah dalam kehidupan kita. Jangan sampai roti dan air yang serba sedikit membuat kita kecewa kepada Tuhan, sebaliknya kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan untuk berkat-Nya itu. Iman adalah percaya pada pemeliharaan Tuhan, tidak peduli besar kecilnya mukjizat yang Tuhan nyatakan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap berkat yang Kau berikan padaku. Aku percaya, besar atau kecil berkat yang Kau berikan padaku, itu adalah tanda penyertaan dan pemeliharaan-Mu terhadapku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 2 Mei 2026Bacaan: "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan" (2 Tesalonika 3:10) Renungan: Pengkotbah mengatakan segala sesuatu ada waktunya, termasuk di dalamnya adalah waktu bekerja, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya." Ini berarti selagi masih ada kesempatan untuk bekerja, manusia diwajibkan untuk melakukan pekerjaannya guna memenuhi kebutuhan sandang dan pangannya. Bahkan di dalam kitab Amsal manusia diminta belajar dari semut tentang bagaimana harus bekerja, yakni tidak boleh malas. Selagi masih ada kesempatan untuk mengumpulkan makanan, semut akan mengumpulkan makanannya pada waktunya (Ams. 6:6-8). Peristiwa tentang "Manna" di padang gurun Sin memberikan pengajaran kepada umat Israel agar mereka tidak bermalas-malasan bekerja, mengambil berkat yang sudah Tuhan sediakan menurut keperluan mereka. Setiap pagi Tuhan selalu menyediakan manna bagi umat Israel. Mereka boleh mengambil sesuai kebutuhan masing-masing sehingga mereka tidak akan kelaparan. Akan tetapi, ketersediaan manna tersebut ada batas waktunya. Manna disediakan pada waktu pagi hari. Kalau mereka terlambat bangun untuk menyambut berkat yang sudah Tuhan sediakan, maka mereka akan kehilangan kesempatan karena manna akan menjadi cair ketika matahari panas. Pengajaran yang sama juga ditujukan untuk umat Tuhan masa kini. Di dalam kehidupan sehari-hari, sesungguhnya Tuhan juga sudah menyediakan berkat di sekitar kita. Untuk menyambut atau tidaknya, kembali kepada diri kita masing-masing. Hal yang jelas kita tidak boleh malas. Alkitab mengatakan, "...jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan," (2 Tes. 3:10). Jadi, jika kita ingin mendapatkan berkat yang sudah Tuhan sediakan, maka kita harus mau bekerja pada waktunya. Tuhan sebagai penyedia berkat sudah memberikan berkat-Nya setiap hari. Bagian kita adalah bekerja dengan rajin dan sungguh-sungguh untuk menyambut berkat Tuhan sebelum terlambat. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah kerajinan dalam diriku, sehingga aku semakin semangat bekerja untuk menerima setiap berkat-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 April 2026Bacaan: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." (Galatia 6:9)Renungan: Yacouba Sawadogo lahir di Burkina Faso, Afrika, tahun 1946. Sebagai petani kecil, ia berhasil menghijaukan 20 hektar lahan tandus di desanya. Tandusnya lahan di desanya disebabkan oleh kelebihan manusia dan sistem pertanian kasar yang menyebabkan erosi tanah. Banyak peneliti menyerah mengatasi masalah lahan itu. Yacouba prihatin. la lalu mencoba teknik menanam tradisional Afrika. Dengan alat seperti sekop dan kapak, la membuat lubang-lubang untuk diisi pupuk dan bibit. la ditertawakan karena teknik itu dianggap kuno. Namun, dalam 20 tahun terbukti bahwa lahan tandus itu berubah menjadi lahan hijau yang subur dan lebat. Perjuangan Yacouba didorong oleh hasrat ingin memajukan desanya. Hasrat dan perjuangan seperti inilah yang dimaksudkan Paulus dalam Galatia 6:9. Janganlah kita jemu-jemu mencoba dan berusaha melakukan pekerjaan baik. Ketika situasi memburuk dan kenyataan begitu getir, pada saat itulah komitmen kita dibutuhkan untuk tekun berbuat baik. Pekerjaan baik pasti akan membuahkan hasil yang baik. Setidaknya, itulah yang dibuktikan oleh Yacouba. la menuai hasil yang sangat baik, bahkan menjadi berkat bagi seluruh masyarakat Burkina Faso. Percayalah, setiap pekerjaan baik kita juga akan menjadi berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tolonglah aku agar dapat membangun komitmen yang teguh untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik, dalam rangka memajukan keluarga, gereja, dan masyarakat di manapun aku berada. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 2 April 2026Bacaan: "Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia." (Lukas 15:28)Renungan: Kisah anak yang hilang tentu sudah sering kita dengar. Kisah ini sering dipakai untuk menunjukkan betapa besar kasih Bapa kepada mereka yang mau bertobat, bahwa la bukan hanya mengampuni, tapi juga akan memberi segala yang baik kepadanya. Selain itu, kisah anak yang hilang juga sering dipakai untuk menunjukkan bagaimana anak Tuhan juga bisa "hilang" walau sehari-hari tampak dekat dengan Tuhan. Tandanya adalah ketika ia tidak lagi bisa mengasihi orang yang berdosa, tapi justru iri ketika Tuhan menerima kembali mereka yang mau bertobat. Tanda lainnya adalah ketika ia merasa tak diberkati padahal ia sendiri tak pernah meminta kepada Bapa yang sangat baik. Kisah ini begitu luar biasa karena memberikan harapan bagi mereka yang belum percaya tapi juga mengingatkan orang percaya bahwa sebagai anak Tuhan, kita tidak hanya harus punya hati seperti Tuhan tapi juga harus bersyukur karena telah dilayakkan menerima kasih karunia dan berkat-Nya. Nah, ada satu hal yang mungkin luput kita perhatikan. Lihatlah bagaimana perhatian bapa kepada si sulung. Meski si sulung merasa dikesampingkan, sesungguhnya perhatian sang bapa kepadanya sangat istimewa. Sang bapa memang rindu kepada si bungsu, tapi ia tidak pergi mencarinya. Setelah anak itu bertobat, baru ia menyongsong dan menerima si bungsu dengan sukacita. Lain halnya dengan si sulung saat ia "terhilang". Saat ia marah karena ada pesta untuk adiknya, si sulung tak mau masuk ke rumah. Namun, apa yang dilakukan bapanya? Bapanya melangkahkan kaki ke luar untuk bertemu dia. Jangan pernah mengira Tuhan itu seperti Bapa yang cuek. Apalagi kepada orang percaya, yang telah bekerja keras melayani Tuhan, sesungguhnya perhatian Tuhan sangat istimewa. la sendiri yang akan datang menghampiri dan menghibur kita. Pertanyaannya, apakah kita menyadarinya? Atau kita justru terus fokus pada masalah, atau bahkan merasa iri kepada orang lain yang tampak diberkati lebih dari kita? Ingat kita punya Bapa yang baik dan penuh kasih, peduli pada anak-anak-Nya. Tidak perlu urusi berkat orang lain, ingatlah bahwa hidup dekat pada Allah pun sudah jadi berkat tersendiri, karena asal dekat Allah, maka kita bisa tenang sebab Dialah sumber pertolongan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku, karena adanya rasa iri dan dendam di hatiku, membuat aku terhilang dari hadapan-Mu. Lepaskanlah perasaan negatif itu dari diriku agar aku dapat kembali masuk dalam hati-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Maret 2026Bacaan: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3) Renungan: Ketika kita hendak bepergian ke mana pun, hal yang paling wajar kita lakukan adalah mencari sebuah cermin. Mengapa kita membutuhkan cermin? Karena kita ingin berpenampilan menarik dan memperbaiki suatu hal yang jelek yang terdapat di wajah atau tubuh kita. Kita tidak mungkin bepergian dengan penampilan acak-acakan dan kotor. Kita perlu merapikan rambut dan pakaian kita. Cermin adalah alat yang paling "jujur" untuk menampakkan kepada kita diri kita yang sesungguhnya. Tanpa cermin, kita tidak akan tahu jika ada sesuatu yang membuat wajah kita kotor, dan kita tidak bisa membersihkannya dengan baik, kecuali jika orang lain membantu kita. Jadi, cermin sangatlah membantu kita untuk memperbaiki penampilan kita agar menjadi lebih baik, rapi, bersih, dan menarik. Tidak hanya becermin secara fisik, namun kita juga harus sering becermin terhadap kepribadian kita. Bagaimanakah kita bersikap kepada orang lain? Apakah kelakuan kita sudah mencerminkan pribadi Yesus sendiri atau mencerminkan kedagingan saja? Jangan sampai kita bisa menilai dan menghakimi orang lain, padahal diri kita sendiri masih banyak sekali kekurangan. Yesus memberikan perumpamaan yang serupa dengan hal ini, yaitu mengenai orang yang melihat selumbar di mata saudaranya, tetapi balok di matanya sendiri tidak kelihatan. Artinya, orang tersebut pandai mencari kesalahan atau kejelekan orang lain, namun kelakuan jeleknya sendiri tidak pernah ia ketahui dan ia perbaiki. Di sini Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak menjadi orang yang munafik. Setiap manusia pasti memiliki sifat yang baik dan sifat yang buruk pula. Sifat dan kebiasaan yang buruk itu harus kita perbaiki dan kita hilangkan. Namun, terkadang kita masih melakukan kesalahan. Karena itu, nasihat dari orang lain sangatlah kita butuhkan. Gunakanlah semua itu sebagai sarana untuk memperbaiki diri sendiri. Anggaplah teguran, nasihat, dan saran dari orang lain sebagai cermin, sehingga kita bisa mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki, dirapikan, dan dibersihkan dari diri kita. "Karena siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat" (Ams 10:17). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku memiliki hidup yang dapat mencerminkan kepribadian-Mu sehingga hidupku dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 19 Maret 2026Bacaan: "Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. " (Mazmur 16:9) Renungan: Darcie seorang bayi yang berusia delapan bulan menderita tujuh tumor yang berisiko kanker dalam tubuhnya. Namun, bayi yang tidak mengerti akan apa yang terjadi pada dirinya, selalu tersenyum. Bahkan orang tuanya mengatakan senyum Darcie itu yang selalu memberi mereka kekuatan. Senyum Darcie tidak pernah lepas dari bibir mungilnya. la juga jarang menangis. Pada akhirnya dengan mujizat Tuhan, Darcie telah mengalami kesembuhan total dari tumor-tumor itu. Kita sering menjumpai tulisan-tulisan "senyum itu sehat", "senyum itu indah", "senyum membawa kebahagiaan", dan sebagainya. Tulisan ini ingin memberitahu kita betapa pentingnya senyum yang lahir dari hati, bagi hidup kita. Namun, sepertinya kita kurang memahami bagaimana cara mengekspresikan diri melalui senyum bahagia jika kondisi hati kita sedang galau. Kita adalah orang-orang yang sudah dewasa, berbeda dengan Darcie. Terkadang kita perlu bersikap seperti anak kecil yang seolah-olah tidak mengetahui masalah apa yang terjadi dan hanya tetap tersenyum. Seperti Darcie, karena ia adalah anak kecil, yang biasanya menangis di saat ia menderita sakit, namun yang terjadi adalah ia selalu menghiasi wajahnya dengan senyuman. la sepertinya telah mengabaikan rasa sakitnya dan memberikan semangat kepada orang tuanya melalui senyum manisnya, walau ia sendiri belum mengerti apa itu tersenyum. Kita harus berusaha bagaimana cara menjaga kondisi hati agar tetap bahagia. Seseorang yang menderita cacat kaki pernah ditanyai oleh seorang teman, "Bagaimana kamu bisa berani menghadapi dunia yang kejam ini dan memiliki begitu banyak teman?" "Penyakit ini hanya menyentuh kakiku dan tidak akan pernah menyentuh hatiku," jawabnya. Keadaan yang paling sulit untuk membuat kita tersenyum adalah saat sakit, entah itu sakit secara fisik maupun sakit hati dan perasaan. Lalu mengapa kita harus tetap tersenyum di kala sedang sakit? Karena dengan senyum yang berasal dari hati akan membuat kita menjadi jauh lebih baik. Kita juga dapat menaklukkan sakit yang kita hadapi. Hanya dengan usaha untuk tetap menjaga hati agar tenang, maka kita bisa berbahagia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Engkau adalah sumber sukacitaku. Aku mohon berikan kedamaian di hatiku agar mampu tersenyum bahagia sekalipun keadaan menyakitkan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 Maret 2026Bacaan: "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. " (Yakobus 4:17)Renungan: Andy adalah seorang anak yang miskin, la hidup bersama dengan ibunya yang memiliki ketergantungan pada obat-obatan. la dibesarkan dengan seadanya dan seringkali tak punya uang untuk makan. Andy sejak kecil tidak pernah sekolah. Ia hanya dididik oleh tantenya di rumah. Pada ulang tahunnya yang kedelapan, Andy diundang oleh salah seorang saudara ibunya untuk merayakan ulang tahun. la sama sekali tak pernah merayakan ulang tahun, apalagi menerima kue atau hadiah. Saudara jauhnya itu hanya kasihan pada Andy yang begitu kurus dan jarang makan. "Aku tak punya hadiah mewah untukmu, namun aku bisa menjamu kamu dan ibumu untuk makan malam merayakan ulang tahunmu. Datanglah ke rumahku nanti malam," begitulah kata saudara ibunya tersebut. Andy sangat bahagia. Ketika hari sudah sore, Andy bersama dengan ibu dan tante kesayangannya pergi ke rumah saudara itu. Di perjalanan, Andy melihat seorang pengemis, ayah dan anak. Mereka mengais-ngais tong sampah mencari makanan. Melihat itu, hati Andy sangat sedih. Anak itu usianya mungkin sama dengannya. Selesai pesta, Andy, tante dan ibunya pun berpamitan pulang. Saat berjalan pulang, mereka bertemu lagi dengan ayah dan anak yang tadi mengais-ngais sampah. Tanpa menunggu lama, Andy langsung berlari ke arah mereka. la mengambil amplop yang merupakan hadiah pemberian dari tantenya tadi lalu memberikan amplop itu pada ayah anak tersebut. Andy kemudian berkata, "Aku berulang tahun hari ini. Karena itu, aku punya sedikit hadiah untuk kalian. Gunakan uang ini untuk membeli makan ya. Juga belilah kebutuhan lain yang dibutuhkan." Awalnya ayah dan anak ini terlihat bingung, mereka lalu membuka amplop itu dan melihat uang 100 ribu di dalamnya. Ayah dan anak ini pun langsung menangis. Sang ayah kemudian berkata, "Nak, kamu serius memberikan uang ini untuk kami?" Tanpa ragu, Andy menjawab, "Ya, gunakan uang itu sesuka kalian. Belilah makan yang banyak untukmu dan anakmu, ya." Setelah mendapatkan ucapan terima kasih bertubi-tubi dari ayah dan anak itu, Andy pun kembali ke ibu dan tantenya. Sang ibu pun langsung sibuk memarahi dan membentak Andy, "Dasar bodoh kamu! Sudah bagus-bagus diberi uang malah diberikan pada para gembel! Anak bodoh!" Namun, di belakang, sang tante tersenyum sambil menangis haru. Dalam hati ia tahu, Andy kelak akan tumbuh menjadi orang yang baik. Kita sering mendengar sebuah kalimat yang bertuliskan bahwa untuk menolong seseorang tidak perlu menunggu kita kaya, ya kalimat tersebut seharusnya bukan hanya menjadi sebuah kalimat mati saja, namun marilah kita belajar menghidupkan kalimat tersebut dalam hati, pikiran dan juga tindakan kita. Stop berkata, "Kita saja tidak punya apa-apa, kok disuruh membantu orang itu." Dan kalimat-kalimat lain semacam itu. Tetapi firman Tuhan hari ini mencoba mengingatkan kepada kita bahwa, "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. Jadi, masihkah kita menunggu untuk berbuat baik dengan alasan kita masih butuh ditolong juga? Ataukah kita mulai mau berkomitmen untuk melakukan perbuatan baik, tanpa peduli situasi dan kondisi kita ? Karena saat kita berbuat baik pada orang lain, sesungguhnya kita sedang memiutangi Tuhan yang akan membalas perbuatan baik kita itu, jauh lebih besar dari apa yang sudah kita berikan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kasih-Mu, sehingga hatiku selalu tergerak untuk membantu orang lain yang membutuhkan pertolonganku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 28 Februari 2026Bacaan: "TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya." (Amsal 15:29)Renungan: Jim Johnson ditugaskan oleh pimpinan sebuah hotel untuk menyelamatkan hotel itu dari "bencana" kebangkrutan. Banyak manager lain telah mencoba dan berjuang tetapi tetap gagal dan sia-sia. Hotel sekarang diambang kehancuran dan kalau ini terjadi, maka banyak karyawan akan kehilangan pekerjaan. Jim Jonhson mencoba cara lain yang belum pernah dibuat oleh manager lain. la pergi ke salah satu bukit di mana dari sana ia bisa melihat hotel itu dengan jelas. la tinggal disana selama kurang lebih 20 menit. Apa yang ia lakukan? la berdoa dan berdoa. Pertama-tama ia mendoakan tamu-tamu hotel, semoga mereka sehat dan ceria, dan tergerak melangkahkan kaki ke hotel itu. Semoga mereka mendapatkan apa yang diinginkan, bukan hanya sarana yang lengkap tetapi sapaan dan sambutan hangat dari para karyawan hotel. Kemudian ia berdoa untuk orang-orang yang tinggal dan berada di sekitar hotel. Mereka yang berbisnis di area itu, juga tidak luput dari doanya. Ia juga berdoa bagi semua penduduk kota. Semoga mereka mendapat rejeki dan hidup layak. Begitulah pekerjaan yang Jim Johnson lakukan tiap malam, ia mendoakan hal yang sama. Lambat laun, suasana hotel mulai bergairah. Tamu-tamu mulai berdatangan. Roda perjalanan hotel itu menampakkan geliat yang sangat terasa. Walau ada harapan, Jim Johnson tidak berhenti berdoa, memohon dan berharap. Akhirnya keadaan hotel kembali pulih dan bahkan melebihi harapan dan perkiraan pimpinan sehingga Jim Johnson menjadi berkat bagi karyawan hotel tersebut. Jika doa satu orang mampu mengembalikan masa depan hotel itu, kita bisa membayangkan bila seluruh penghuni dunia berdoa bagi dunia dan seluruh isinya. Memang secara manusiawi kita kadang sulit mengerti akan masalah dan problema hidup kita. Namun harus selalu kita percaya bahwa Allah lewat cara-Nya yang kadang tak terpahami, tak terduga, tak terselami sanggup menolong kita. Allah mendengar doa-doa kita. Kisah selamatnya hotel itu dari kebangkrutan adalah satu bukti. Banyak manager mencoba cara luar biasa, tetapi tidak membuahkah hasil. Jim Johnson mencoba cara sederhana dan biasa namun "berkuasa" membawa hotel itu ke permukaan kembali. Masihkah kita meragukan kuasa doa itu? Berdoalah jika kita memang merindukan ada jalan. Berdoalah, supaya kita kuat, maka Dia akan menolong kita. Tuhan Yesus memberkati. Dia:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan Roh Doa-Mu, sehingga doaku penuh kuasa untuk memberkati banyak orang. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 23 Februari 2026Bacaan: "Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. " (1 Raj 17:6)Renungan: Ada sebuah lagu rohani berjudul "Hitung Berkatmu." Di bait pertama lagu tersebut tertulis "Bila laut hidupmu jadi garang; Hati jadi takut dan iman goncang; Hitunglah berkatmu satu persatu; Ingat cara Tuhan memberkatimu". Menghitung berkat yang pernah kita terima akan melahirkan ucapan syukur atas pemberian-Nya. Dengan mengingat cara Tuhan memberkati kehidupan kita, dapat menguatkan iman dan pengharapan kita, terutama ketika kita mengalami masa-masa sukar terkait kondisi keuangan dalam kehidupan kita. Kita pun dapat meyakini, "Jika dahulu Tuhan memberkati dan menolong, ke depannya Dia juga akan melakukan hal yang sama." Mengingat hal seperti ini jauh lebih baik daripada khawatir, bukan? Bacaan hari ini mengingatkan kita akan cara Allah dalam memelihara Elia, melalui seekor burung gagak yang datang dua kali sehari membawa roti dan daging. Sukar untuk dipahami secara logika, tetapi itulah fakta bahwa Allah sanggup memelihara umat-Nya dengan berbagai macam cara. Bila perlu, Allah akan memakai cara yang tak biasa atau yang belum pernah dialami oleh siapa pun, sama seperti burung gagak dipakai-Nya untuk memberi makan Elia. Mengenai asal dari roti dan daging yang dibawa kepada Elia, biarlah menjadi bagian dari "misteri ilahi" yang tidak perlu kita pikirkan. Mari kita ingat lagi akan masa-masa di mana Allah memelihara kehidupan kita. Mungkin cara Allah tak selalu terlihat spektakuler seperti kisah Elia diberi makan oleh burung gagak. Namun yakinlah bahwa Allah yang mengasihi dan memelihara hidup kita pada masa lalu, akan terus melakukannya sampai seumur hidup kita. Mari hitunglah berkat Allah dan ingat cara Allah memberkati kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap berkat tersebut. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB) Kejadian 12: 2-3Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Pdt. Wigand Sugandi
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 25 Januari 2026Bacaan: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. " (Yohanes 15:12)Renungan: Apakah kita pernah melihat anak kecil menangis tapi tangisannya segera berhenti saat ia didekap ibunya? Apakah kita pernah merasakan betapa leganya ketika kita melakukan kesalahan di tempat kerja tapi ternyata reaksi bos kita hanya berkata "Sudah, tidak apa-apa. Lain kali lebih hati-hati"? Apakah kita pernah merasakan saat seorang mau mendengarkan keluh kesah kita dengan penuh empati? Atau lihatlah betapa merdekanya hati seorang yang diampuni kesalahannya. Kesedihan istri diobati oleh ucapan lembut penuh kasih dari sang suami. Rasa lelah dan stres suami mendadak hilang karena sambutan hangat istri begitu ia tiba di rumah, dsb. Banyak pengikut Yesus bingung bagaimana cara mengalirkan kuasa Allah. Sebagian lagi berpikir bahwa orang yang dapat mengalirkan kuasa Allah itu hanyalah orang yang punya karunia tertentu, memenuhi standar rohani tertentu, telah mengikuti pelatihan tertentu, terlibat pelayanan tertentu atau memiliki jabatan rohani tertentu. Padahal sesungguhnya mengalirkan kuasa Allah bisa dimulai dengan satu langkah sederhana, yaitu MENGASIHI. Dan mengasihi juga tidak selalu tentang hal-hal yang begitu besar atau dramatis, tapi bisa dimulai dengan melakukan hal-hal seperti di atas. Kebutuhan utama manusia adalah dikasihi. Dikasihi berarti diterima dan dihargai apa adanya, sebagai sesama manusia yang butuh disayangi, didengarkan, diperlakukan baik, dan dihargai. Bukankah itu juga yang kita inginkan? Kadang kita terlalu rumit memikirkan bagaimana mengalirkan kasih dan kuasa Allah. Tuhan tak akan memerintahkan sesuatu yang tak bisa kita lakukan. Ketika kita mau dengan tulus mengasihi, bisa dimulai dari melakukan tindakan-tindakan sederhana yang didasari kasih dan menunjukkan penerimaan, penghargaan serta kepedulian/empati terhadap orang lain. Ketika kita mampu melakukan hal tersebut, sesungguhnya kita sedang mengalirkan kasih sorgawi yang memulihkan hidup mereka. Jadi, mari kita mulai mengasihi, mulailah dari mengasihi orang-orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa kasih-Mu, sehingga aku mampu menjadi tanda kehadiran-Mu bagi mereka yang sedang mengalami pergumulan dalam hidupnya. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan: Yvonne & Joppy Taroreh Jakarta Luk 1:57-66