POPULARITY
Categories
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Lukas: LisaniasDiambil dari: Lukas 3:1 “Dalam tahun yang kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene.”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Ia sering menuliskan nama orang, tempat, dan waktu dengan jelas. Mengapa? Karena Lukas ingin menunjukkan bahwa apa yang ia tulis benar-benar terjadi dalam sejarah, bukan dongeng.Salah satu contohnya adalah saat Lukas menulis nama Lisanias. Dulu, ada orang yang mengira Lukas salah menulis. Mereka berpikir bahwa Lisanias yang dikenal dalam sejarah hidup pada zaman yang berbeda, jadi sepertinya Lukas keliru. Tetapi kemudian ditemukan bukti-bukti sejarah yang menunjukkan bahwa memang ada seorang Lisanias lain yang memerintah pada waktu yang cocok dengan catatan Lukas. Jadi, ternyata Lukas benar.Wah, ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang orang bisa cepat berkata bahwa Alkitab salah, padahal mereka belum tahu semuanya. Penemuan-penemuan sejarah sering kali justru menolong kita melihat bahwa Alkitab sangat dapat dipercaya. Lukas menulis dengan hati-hati, dan Tuhan memakai ketelitian itu untuk menguatkan iman kita.Ini juga mengajarkan sesuatu untuk hidup kita. Tuhan peduli pada hal-hal kecil. Nama, waktu, dan tempat yang terlihat sepele ternyata penting. Begitu juga dalam hidupmu. Mungkin kamu merasa hal kecil yang kamu lakukan tidak penting, seperti berkata jujur, mengerjakan tugas dengan rapi, atau menaati orang tua dalam hal sederhana. Tetapi Tuhan melihat dan menghargai kesetiaan dalam hal-hal kecil.Kalau firman Tuhan begitu teliti dan dapat dipercaya, maka kita pun bisa datang kepada Alkitab dengan keyakinan. Saat kita membacanya, kita tidak sedang membaca cerita buatan, tetapi firman Tuhan yang benar dan kokoh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba kerjakan satu tugas kecil hari ini dengan sungguh-sungguh dan teliti, lalu katakan dalam hatimu, “Tuhan, aku mau setia juga dalam hal-hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku untuk menghargai hal-hal kecil dan belajar setia seperti yang Engkau kehendaki. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan yang benar dalam hal-hal besar juga benar dalam hal-hal kecil, jadi firman-Nya selalu dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
KATA PEMRED #31PinterPolitik.comDi atas tanah, segala sesuatu bisa dihitung. Petak sawah punya batas, gedung punya sertifikat, jalan punya nama. Udara di atasnya tidak. Angin melintas tanpa meminta izin. Awan tidak menandatangani siapa pemiliknya. Namun yang di udara itulah yang menentukan apakah yang tumbuh di tanah matang atau layu sebelum musimnya.Begitu pula sebuah negeri. Ia membangun di tanah: jalan, pelabuhan, jaringan listrik, dana abadi. Semua bisa diresmikan dan diaudit. Di atasnya ada lapisan yang lebih tua dan lebih sunyi, yaitu udara informasi. Di langit itu, hari ini, sebuah negara besar menemukan dirinya sebagai pendatang yang terlambat.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Karya Seni AllahDiambil dari: Mazmur 19:2 “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya.”Wonder Kids, pernahkah kamu melihat sesuatu yang sangat indah lalu langsung berkata, “Wah, bagus sekali!” Misalnya saat melihat langit sore yang berwarna oranye, bunga yang cantik, gunung, laut, atau pelangi setelah hujan. Saat melihat hal-hal indah seperti itu, kita biasanya tahu bahwa keindahan itu tidak muncul begitu saja. Keindahan membuat kita berpikir tentang siapa yang membuatnya.Begitu juga dengan dunia ini. Alam semesta yang kita lihat menunjukkan bahwa Tuhan adalah Pencipta yang luar biasa. Ada orang yang menganggap semua keindahan di dunia hanya terjadi begitu saja. Tetapi semakin kita memperhatikan ciptaan Tuhan, semakin kita bisa melihat bahwa dunia ini penuh dengan rancangan, keindahan, dan keteraturan. Semua itu menunjukkan pekerjaan tangan Allah.Bayangkan sebuah lukisan yang sangat indah. Tidak mungkin cat itu terciprat sendiri lalu menjadi gambar yang bagus. Pasti ada pelukisnya. Demikian juga saat kita melihat langit, bintang-bintang, pepohonan, bunga, hewan, dan tubuh kita sendiri. Semua itu seperti karya seni yang menunjukkan kebesaran Tuhan. Dunia ini bukan hasil kebetulan. Dunia ini adalah ciptaan Allah yang penuh hikmat.Firman Tuhan dalam Mazmur 19:2 berkata bahwa langit menceritakan kemuliaan Allah. Artinya, saat kita melihat ciptaan, kita sedang diingatkan bahwa Tuhan itu mulia, hebat, dan penuh kuasa. Dan yang indah lagi, Tuhan bukan hanya menciptakan dunia ini, tetapi juga memberi kita kesempatan untuk menikmatinya. Tuhan mau kita melihat keindahan ciptaan-Nya lalu bersyukur kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Lihatlah satu hal yang indah di sekitarmu hari ini, lalu katakan, “Tuhan, terima kasih. Ciptaan-Mu indah sekali.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan dunia ini dengan indah. Tolong aku supaya saat melihat keindahan ciptaan-Mu, aku semakin kagum dan bersyukur kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: keindahan dunia ini menolong kita melihat bahwa Tuhan adalah Pencipta yang mulia dan penuh hikmat. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 21 Mei 2026Bacaan: "TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu." (Mazmur 5:4)Renungan: Seorang pemuda terbiasa berdoa pagi sebelum ia memulai aktivitasnya. Kebiasaan ini sudah dilakukannya sejak lama, karena sejak kecil ayahnya mendidiknya untuk bertindak begitu. Suatu hari pemuda itu pernah bertanya kepada sang ayah, "Mengapa harus berdoa terlebih dahulu?" "Berdoa menunjukkan kalau kita tidak sombong," jawab ayahnya. "Dengan berdoa kita juga menyatakan bahwa diri sendiri tidak sanggup menjalani hari tanpa pimpinan dan penyertaan Tuhan, ucapnya lagi" Sudah bukan rahasia lagi jika kehidupan di dunia ini tidak mudah untuk dijalani. Di dalamnya ada banyak tantangan dan pergumulan, sehingga bukankah suatu kesombongan jika kita menjalani hari tanpa melibatkan Tuhan? Alkitab mencatat bahwa Daud merupakan seorang yang berkenan di hati Tuhan (Kis. 13:22). Sebutan ini disematkan padanya, karena Daud tidak sombong. Pada waktu pagi Daud mengatur persembahan bagi Tuhan, yang artinya Daud memulai setiap hari dengan berdoa. Kitab Mazmur memuat salah satu doa yang dilayangkan Daud pada pagi hari. Di situ ia meminta pimpinan dari Tuhan, katanya, "Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu." (ay. 9a). la juga meminta penyertaan berupa pagar anugerah dan berkat (ay. 13). Tidak heran Daud dapat melewatkan setiap tantangan dengan kemenangan. la dapat mengatasi setiap pergumulan yang menerpanya. Berkaca dari pengalaman Daud tersebut, jika kita sering merasa frustasi boleh jadi penyebabnya adalah kesombongan diri sendiri. Begitu bangun tidur langsung sibuk dengan berbagai urusan, lupa akan Tuhan. Marilah kita menjadi pribadi yang rendah hati dengan berdoa terlebih dahulu sebelum memulai hari. Setiap sebelum memulai aktivitas, mari meminta pimpinan dan penyertaan Tuhan. Begitupun sebelum tidur malam, mari kembali berdoa. Kita bersyukur atas pimpinan dan penyertaan Tuhan sepanjang hari itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati di hadapan-Mu, sehingga aku selalu meluangkan waktu terbaikku untuk duduk tenang dan bercakap-cakap dengan-Mu melalui doa harianku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Betapa Ajaibnya Tubuh KitaDiambil dari: Ibrani 3:4 “Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah.”Wonder Kids, saat kita berjalan di taman atau di jalan, kita bisa melihat banyak hal yang indah. Ada pohon, batu, sinar matahari, dan angin yang terasa di kulit kita. Tetapi pernahkah kamu berhenti dan memikirkan tubuhmu sendiri? Tubuhmu juga sangat luar biasa. Jantungmu berdetak, paru-parumu bernapas, matamu melihat, telingamu mendengar, dan semua itu bekerja dengan teratur.Kalau kamu melihat sebuah jam, kamu tahu bahwa jam itu tidak muncul begitu saja. Ada orang yang membuatnya. Jam punya bagian-bagian yang rumit, tetapi semuanya bekerja bersama. Nah, tubuh manusia jauh lebih rumit daripada jam. Tubuh kita memiliki banyak bagian yang bekerja bersama dengan sangat teratur. Itu menunjukkan bahwa tubuh kita bukan hasil kebetulan. Tuhanlah yang merancangnya dengan ajaib.Firman Tuhan dalam Ibrani 3:4 berkata bahwa setiap rumah ada pembangunnya, tetapi Allah adalah pembangun segala sesuatu. Artinya, kalau kita melihat sesuatu yang teratur dan luar biasa, kita tahu ada Pribadi yang merancangnya. Begitu juga saat kita melihat tubuh manusia dan seluruh ciptaan, kita diingatkan bahwa Tuhan adalah Pencipta yang bijaksana dan penuh kuasa.Wonder Kids, kadang-kadang kita terlalu biasa dengan tubuh yang Tuhan beri. Kita bisa lupa bersyukur untuk tangan yang bisa menolong, kaki yang bisa berjalan, mulut yang bisa berbicara, dan otak yang bisa berpikir. Padahal semua itu adalah hadiah dari Tuhan. Tubuh kita bukan milik kita untuk dipakai sembarangan, tetapi pemberian Tuhan yang harus kita syukuri dan gunakan dengan benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih tiga bagian tubuhmu yang paling ingin kamu syukuri hari ini. Lalu ucapkan kepada Tuhan, “Terima kasih, Tuhan, untuk tubuh yang Engkau ciptakan dengan ajaib.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakanku dengan indah dan ajaib. Tolong aku untuk bersyukur atas tubuh yang Engkau berikan dan memakainya untuk melakukan hal-hal yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: tubuhmu yang ajaib mengingatkan bahwa kamu diciptakan oleh Tuhan yang hebat dan penuh hikmat. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Batas Ilmu PengetahuanDiambil dari: Ibrani 11:3 (TB) “Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”Wonder Kids, ilmu pengetahuan menolong manusia mempelajari banyak hal. Dengan ilmu pengetahuan, orang bisa melihat, meneliti, dan memahami bagaimana sesuatu bekerja. Misalnya, orang bisa belajar tentang tumbuhan, bintang, tubuh manusia, dan banyak hal lainnya. Tetapi ilmu pengetahuan juga punya batas. Tidak semua hal bisa dilihat langsung dengan mata atau dibuktikan dengan percobaan sederhana.Contohnya, ada banyak hal yang kita tahu itu nyata walaupun kita tidak melihatnya secara langsung setiap saat. Kita tidak melihat angin, tetapi kita bisa melihat pohon bergerak. Kita tidak melihat listrik, tetapi kita tahu listrik bekerja saat lampu menyala. Begitu juga, ada hal-hal yang manusia pelajari dari petunjuk-petunjuk yang ada.Firman Tuhan dalam Ibrani 11:3 mengajarkan sesuatu yang sangat penting. Alam semesta ini dijadikan oleh firman Allah. Artinya, dunia ini ada bukan karena kebetulan, tetapi karena Tuhan menciptakannya. Memang kita tidak melihat saat Tuhan menciptakan langit dan bumi, tetapi kita percaya kepada firman-Nya yang benar. Tuhan memberi kita iman untuk memahami bahwa Dia adalah Pencipta.Wonder Kids, ini bukan berarti kita menolak belajar. Justru kita boleh belajar dengan sungguh-sungguh. Tetapi kita juga harus ingat bahwa manusia tidak tahu segalanya. Ada batas dalam pengetahuan manusia, tetapi tidak ada batas dalam hikmat Tuhan. Saat ada hal yang belum kita mengerti, kita tidak perlu cepat-cepat berkata bahwa Tuhan tidak ada. Sebaliknya, kita belajar rendah hati dan percaya bahwa Tuhan jauh lebih besar dari pikiran kita.Karena itu, saat kamu melihat dunia ini, ingatlah bahwa semua ini tidak muncul sendiri. Langit, bumi, pohon, hujan, hewan, dan hidupmu sendiri adalah karya Tuhan. Dan semakin kita melihat ciptaan-Nya, semakin kita bisa bersyukur kepada Dia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu hal di sekitarmu yang membuatmu kagum, misalnya langit, bunga, tubuhmu, atau hujan. Lalu ucapkan, “Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Pencipta yang hebat.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan alam semesta dengan firman-Mu. Tolong aku supaya mau belajar dengan baik, tetapi juga percaya kepada-Mu dengan rendah hati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: ilmu pengetahuan punya batas, tetapi Tuhan Sang Pencipta tidak terbatas dan firman-Nya selalu benar. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dan ImanDiambil dari: Amsal 14:15 “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.”Wonder Kids, hari ini kita belajar bahwa Tuhan tidak mau kita percaya dengan sembarangan. Firman Tuhan berkata bahwa orang yang bijak memperhatikan langkahnya. Artinya, kita belajar untuk melihat, memikirkan, dan memahami dengan hati-hati.Di sekolah, mungkin kamu pernah belajar untuk mengamati sesuatu. Misalnya, saat guru meminta kamu melihat bagaimana tanaman bertumbuh, atau apa yang terjadi ketika air dicampur dengan sesuatu. Kita belajar melihat dengan teliti supaya kita mengerti. Itu bukan hal yang salah. Justru Tuhan memberi kita pikiran untuk belajar, bertanya, dan memahami dunia yang Dia ciptakan.Begitu juga saat kita belajar tentang Tuhan. Iman kepada Tuhan bukan berarti kita percaya secara asal-asalan. Tuhan sudah memberi banyak hal untuk menolong kita mengenal Dia. Kita punya Alkitab, kita bisa melihat ciptaan Tuhan, kita bisa belajar dari sejarah, dan kita bisa melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup orang percaya. Semua itu menolong kita semakin yakin bahwa Tuhan itu nyata dan firman-Nya benar.Tetapi kita juga harus ingat, Wonder Kids, tidak semua hal tentang Tuhan bisa dijadikan percobaan seperti pelajaran di kelas. Tuhan jauh lebih besar dari manusia. Kita mengenal Tuhan terutama karena Dia menyatakan diri-Nya melalui firman-Nya. Jadi, kita memakai pikiran kita dengan baik, tetapi kita juga datang dengan hati yang mau percaya dan taat.Anak Tuhan bukan anak yang asal percaya, tetapi juga bukan anak yang sombong dan merasa bisa mengerti semuanya sendiri. Tuhan mau kita menjadi anak yang bijak: mau belajar, mau bertanya, dan mau percaya kepada firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu hal dari ciptaan Tuhan yang kamu lihat hari ini, misalnya langit, pohon, hujan, atau tubuhmu sendiri. Lalu ucapkan, “Tuhan, terima kasih karena melalui ciptaan-Mu aku bisa belajar bahwa Engkau hebat dan bijaksana.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi aku pikiran untuk belajar dan hati untuk percaya. Tolong aku supaya tidak percaya dengan sembarangan, tetapi belajar mengenal Engkau dengan sungguh-sungguh melalui firman-Mu dan ciptaan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tidak takut untuk dipelajari, karena semakin kita mengenal kebenaran-Nya, semakin kita melihat bahwa Dia sungguh nyata dan ajaib. Tuhan Yesus memberkati.
Happy Listening and Enjoy
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dalam TalmudDiambil dari: Matius 10:32 “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang tulisan orang Yahudi yang disebut Talmud. Talmud bukan Alkitab, tetapi kumpulan ajaran dan pembahasan dari guru-guru Yahudi. Di dalam beberapa bagian Talmud, ada pembicaraan tentang Yesus. Menariknya, mereka tidak menulis hal-hal yang baik tentang Yesus. Ada yang menolak Dia dan ada yang tidak mau mengakui siapa Dia sebenarnya.Tetapi justru di situ kita melihat sesuatu yang penting. Walaupun mereka menolak Yesus, mereka tetap menunjukkan bahwa Yesus benar-benar pernah hidup. Mereka tidak berkata bahwa Yesus hanyalah tokoh dongeng. Mereka justru berbicara tentang Dia sebagai seorang yang nyata dalam sejarah. Jadi, walaupun mereka tidak percaya kepada Yesus sebagai Mesias, tulisan mereka tetap menolong kita melihat bahwa Yesus sungguh ada.Bayangkan begini, Wonder Kids. Kalau ada seseorang yang tidak menyukaimu, tetapi tetap mengakui bahwa kamu benar-benar ada dan melakukan sesuatu, itu tetap menjadi kesaksian bahwa kamu nyata. Begitu juga dengan Yesus. Bahkan dari orang-orang yang tidak menerima-Nya, tetap ada kesaksian bahwa Yesus sungguh hidup.Tetapi kita tidak berhenti hanya pada mengetahui bahwa Yesus benar-benar ada. Yang paling penting adalah: apakah kita mau mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Banyak orang pada zaman dulu melihat atau mendengar tentang Yesus, tetapi tidak semua mau percaya kepada-Nya. Tuhan mau kita bukan hanya tahu tentang Yesus, tetapi sungguh-sungguh percaya dan berani mengakui Dia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan dengan berani di dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku.” Kalau kamu bisa, katakan juga kepada satu orang di rumah bahwa kamu mau mengikut Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh hidup dan nyata. Tolong aku supaya tidak hanya tahu tentang Engkau, tetapi sungguh percaya dan berani mengakui bahwa Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: bukan hanya penting mengetahui bahwa Yesus benar-benar ada, tetapi lebih penting lagi percaya dan mengakui Dia sebagai Tuhanmu. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 1-10; Mazmur tg 100: 1-2.3.5; Yohanes 15: 18-21.ANTARA ROH KUDUSDAN ROH JAHAT Renungan kita pada hari ini bertema: Antara Roh Kudus dan Roh Jahat. Renunganini ingin membawa perhatian kita kepada dua sudut pandang tentang semangathidup yang kita miliki di dalam kehidupan kita. Dari posisi Tuhan Yesus Kristusdan semua komponen dalam perutusan-Nya, roh yang berlawanan itu pasti roh jahatdengan Setan sebagai panglima. Sedangkan dari posisi lawan, yaitu roh duniawi dan Setan sebagai panglima,roh yang berlawanan ialah kebaikan dan kebenaran yang telah dibawa oleh YesusKristus melalui pengorbanan diri-Nya dan masih diteruskan saat ini oleh Gereja.Roh jahat ini, seperti ditunjukkan dalam kitab suci, setelah tidak mampumenaklukkan Yesus di padang gurun, ia selalu menunggu saja saat yang palingtepat bagi dia untuk menggoda dan menaklukkan lagi pihak yang diinginkannya. Dua kubu, Roh Kudus dan roh jahat tentu saja berseberangan arah. Pihak manayang unggul pada akhirnya, sangat bergantung pada siapa manusia itu yang memilihuntuk berpihak sesuai dengan kehendak bebasnya. Namun dalam situasi tanpaperang, atau lebih tepatnya tidak ada konflik kepentingan, sering terjadi bahwakedua kubu ini berdampingan dalam suasana tenang. Misalnya Anda dalam suasana tenang di dalam kamar. Di dalam dirimu tidakada gangguan pikiran jahat, niat yang aneh dan perbuatan yang menyimpang. Disitu juga ada kehadiran roh jahat yang tetap menunggu saatnya dirimu lepaskontrol dan tidak menyadari diri, ia akan segera menggodai dengan maksudmenguasai dirimu. Kira-kira begitu keberadaan kita setiap saat. Begitu konflik kepentingandatang, Anda harus memilih yang baik atau jahat, yang benar atau salah. Poin yang sangat penting di sini ialah bahwa sebagai pengikut Kristus, kitamesti dapat membedakan roh yang berlawanan itu, semangat yang berseberangan,atau kepentingan yang tak sejalan dengan Yesus Kristus. Kristus telahmempersiapkan kita untuk dapat memiliki kemampuan untuk membedakan. Ia selalumenegaskan supaya kita tetap berpegang pada firman-Nya. Ia berkata, “Aku telahmemilih kamu dari dunia ini”. Kita menjadi milik Yesus, jadi kita mempunyaikemampuan untuk memastikan ada roh yang berlawanan dengan Yesus. Pengalaman initelah dialami oleh para rasul, Paulus dan Barnabas, ketika menjalani misi yangluar biasa. Para kudus adalah teladan bagi kita untuk hal ini. Siapa pun di dekat kita yang memberikan nasihat atau teguran supaya kitaharus memilih Roh Tuhan dari roh jahat, dia adalah utusan Yesus. Kita semakinmendekati pesta Pentakosta, maka hendaknya kita membuka diri dengan tulus agar Roh Kudus itulah yang memenuhi diri kita,bukan roh yang lain. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah kami selalu dengan berkatdan rahmat-Mu agar kami mampu melawan kepentingan-kepentingan dunia ini yangbertentangan dengan Dikau. Utuslah Roh-Mu agar memenuhi kami dan seluruh mukabumi. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 7 Mei 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik batu. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus, Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Perbuata baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan, Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah hatiku saat melakukan perbuatan baik, sehingga kebaikan yang aku lakukan semata-mata hanya untuk kemuliaan nama-Mu dan bukan untuk menyombongkan diriku sendiri. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Tacitus? Diambil dari: Daniel 4:32 “... Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorang pun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: Apa yang Kaubuat?”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang seorang penulis sejarah Romawi bernama Tacitus. Ia dikenal sebagai salah satu penulis sejarah yang penting pada zaman Romawi. Tacitus menulis banyak hal tentang kekaisaran Romawi, para pemimpinnya, dan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada masa itu.Yang menarik, Tacitus bukanlah orang Kristen. Bahkan, ia tidak suka kekristenan. Tetapi justru karena itu, tulisannya menjadi penting. Dalam salah satu catatannya, Tacitus menulis tentang Kristus dan orang-orang Kristen. Ia menjelaskan bahwa Kristus pernah dihukum mati pada zaman Pontius Pilatus. Ini menjadi salah satu bukti sejarah yang menolong kita melihat bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, bukan tokoh dongeng.Bayangkan begini, Wonder Kids. Kalau hanya teman dekatmu yang bercerita tentang kamu, mungkin orang lain bisa berkata, “Ah, itu karena dia temanmu.” Tetapi kalau orang yang bukan teman dekatmu juga mengatakan hal yang sama, kesaksiannya jadi makin kuat. Begitu juga dengan Yesus. Bukan hanya pengikut-Nya yang menulis tentang Dia, tetapi juga orang luar seperti Tacitus ikut mencatat bahwa Yesus sungguh ada.Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan sanggup memakai siapa saja untuk menunjukkan kebenaran-Nya. Bahkan orang yang tidak mengasihi Tuhan pun bisa dipakai untuk meneguhkan bahwa berita tentang Yesus itu benar. Tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi rencana Tuhan. Tuhan tetap bekerja dan kebenaran-Nya tetap bersinar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kepada satu orang di rumahmu bahwa ada penulis sejarah Romawi yang juga mencatat tentang Yesus. Lalu katakan, “Jadi, Yesus itu sungguh nyata dalam sejarah.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Terima kasih karena Engkau memberi banyak kesaksian bahwa Yesus sungguh hidup dan nyata. Tolong aku untuk makin percaya kepada-Mu dan tidak ragu pada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: tidak ada yang dapat menghentikan kebenaran Tuhan, dan Yesus sungguh nyata dalam sejarah maupun dalam hidupmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yosefus dan Kesaksian tentang YesusDiambil dari: Galatia 2:20 “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi tentang Yosefus, seorang penulis sejarah Yahudi. Yosefus pernah menulis tentang Yesus dalam bukunya. Tetapi ada bagian terkenal dalam tulisannya yang oleh banyak ahli dianggap pernah ditambah-tambahi oleh orang lain di kemudian hari. Jadi, kemungkinan ada beberapa kalimat yang bukan benar-benar ditulis Yosefus.Apakah itu berarti semua catatan tentang Yesus jadi tidak bisa dipercaya? Tidak. Justru para ahli yang mempelajari hal ini sedang berusaha jujur dan teliti. Mereka membandingkan kalimat-kalimat itu dan melihat bagian mana yang cocok dengan gaya tulisan Yosefus, dan bagian mana yang tampaknya kemudian ditambahkan. Dari situ, mereka melihat bahwa tetap ada bagian-bagian penting yang sangat mungkin asli, misalnya bahwa Yesus benar-benar hidup, dikenal sebagai orang bijaksana, melakukan hal-hal yang luar biasa, mengajar banyak orang, dan disalibkan.Bayangkan seperti ini: misalnya kamu punya cerita asli di buku catatanmu, lalu ada orang lain menambahkan beberapa kalimat di pinggirnya. Walaupun tambahan itu tidak seharusnya ada, cerita aslinya tetap bisa dipelajari. Begitu juga dalam sejarah. Walaupun ada bagian yang diperdebatkan, tetap ada banyak kesaksian yang menolong kita melihat bahwa Yesus bukan tokoh dongeng. Yesus sungguh hidup dalam sejarah.Yang paling penting, Wonder Kids, iman kita tidak berdiri di atas satu kalimat dari satu penulis saja. Tuhan memberi kita Alkitab, para saksi mata, dan juga catatan-catatan sejarah lain yang menolong kita melihat bahwa kabar tentang Yesus itu benar. Jadi kita tidak perlu takut saat ada hal yang sulit dipelajari. Justru kita bisa belajar bahwa kebenaran tidak takut diperiksa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Cobalah ceritakan kepada satu orang di rumahmu satu alasan mengapa kamu percaya bahwa Yesus sungguh nyata dan bukan cerita buatan manusia.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh hidup dan nyata. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup menunjukkan bahwa Engkau ada di dalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya tokoh dalam cerita, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan nyata. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Yosefus? Diambil dari: Roma 15:4 “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”Wonder Kids, hari ini kita akan belajar tentang seorang tokoh bernama Yosefus. Yosefus adalah seorang penulis sejarah Yahudi yang hidup pada zaman yang tidak terlalu jauh dari masa Tuhan Yesus. Ia bukan penulis Alkitab, dan ia juga bukan salah satu murid Yesus. Tetapi ia menulis tentang banyak hal yang terjadi pada zaman itu, termasuk tentang Yesus.Yosefus adalah seorang imam dan juga orang Farisi. Ia menulis buku sejarah tentang bangsa Yahudi. Menariknya, walaupun Yosefus bukan pengikut Tuhan Yesus, ia tetap menuliskan hal-hal tentang Yesus dan tentang orang-orang Kristen mula-mula. Ini penting, karena catatan Yosefus menolong kita melihat bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, bukan tokoh dongeng atau cerita buatan manusia.Bayangkan kalau ada satu peristiwa besar di sekolah atau di gerejamu. Lalu bukan hanya teman dekatmu yang menceritakannya, tetapi juga orang lain yang bukan bagian dari kelompokmu ikut menulis tentang peristiwa itu. Tentu itu membuat cerita itu makin kuat, bukan? Begitu juga dengan Yesus. Bukan hanya Alkitab yang bersaksi tentang-Nya, tetapi juga ada catatan sejarah lain yang meneguhkan bahwa Yesus sungguh pernah hidup.Wonder Kids, ini menolong kita untuk semakin yakin bahwa iman Kristen berdiri di atas kebenaran. Kita percaya kepada Yesus bukan karena cerita yang dibuat-buat, tetapi karena Dia benar-benar datang ke dunia, hidup di tengah manusia, mati, dan bangkit. Tuhan memberi kita banyak kesaksian supaya iman kita makin teguh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba ceritakan kepada satu orang di rumahmu mengapa kamu percaya bahwa Yesus bukan tokoh dongeng, melainkan sungguh hidup dalam sejarah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh datang ke dunia ini untuk menyelamatkanku. Tolong aku untuk semakin yakin kepada-Mu dan berani percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh cerita, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan datang untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti yang MenguatkanDiambil dari: Yeremia 17:8 “Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”Wonder Kids, tahukah kamu bahwa ada pohon yang sangat tinggi dan bisa hidup sangat lama? Salah satunya adalah pohon redwood. Pohon ini bisa tumbuh sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari banyak gedung. Mungkin kita mengira akar pohon sebesar itu pasti masuk sangat dalam ke tanah. Tetapi ternyata tidak. Akar pohon redwood justru tidak terlalu dalam. Akar-akar itu melebar ke samping dan saling terjalin dengan akar pohon redwood yang lain. Karena itulah mereka bisa saling menguatkan dan tetap berdiri kokoh.Begitu juga saat kita belajar tentang Tuhan Yesus. Ada orang yang meragukan apakah kisah tentang Yesus dalam Alkitab itu sungguh benar. Tetapi Tuhan tidak meninggalkan kita tanpa bukti. Selain dari kitab-kitab Injil, ada juga penulis-penulis sejarah pada zaman dahulu yang menulis tentang Yesus. Hal ini menolong kita melihat bahwa berita tentang Yesus bukan cerita yang dibuat-buat. Injil adalah berita yang benar dan dapat dipercaya.Seorang ahli bernama Edwin Yamauchi pernah berkata bahwa catatan sejarah tentang Yesus justru lebih kuat daripada catatan tentang pendiri agama-agama kuno lainnya. Jadi, Wonder Kids, kita tidak percaya kepada Yesus secara buta. Iman kita punya dasar. Firman Tuhan itu benar, dan kesaksian tentang Yesus itu kuat.Sama seperti akar-akar pohon redwood saling menguatkan, Tuhan juga memberi kita firman-Nya, gereja, dan sesama orang percaya untuk meneguhkan iman kita. Karena itu, jangan berjalan sendirian. Teruslah bertumbuh dalam firman Tuhan bersama orang-orang yang juga mengasihi Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kepada papa, mama, guru Sekolah Minggu, atau temanmu satu alasan mengapa kamu percaya bahwa kisah tentang Yesus dalam Alkitab adalah benar.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu adalah benar. Tolong aku supaya imanku makin kuat dan berakar di dalam-Mu. Pakailah juga orang-orang percaya di sekitarku untuk menolongku tetap teguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman kepada Yesus bukan iman yang kosong, karena Tuhan telah memberi kesaksian yang benar tentang Anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A. - Hidup Ini Begitu Singkat
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahJalan TerbaikDiambil dari: Mazmur 119:105 (TB)“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”Wonder Kids, ada seorang guru yang pernah berkata kepada murid-muridnya: “Jalan terbaik di Eropa adalah jalan yang paling banyak dilalui.” Mengapa? Karena kalau banyak orang memakai satu jalan, berarti jalan itu memang bisa dipercaya dan membawa orang sampai ke tujuan. Begitu juga dengan kitab-kitab Perjanjian Baru.Kitab-kitab Injil dan surat-surat rasuli tidak menjadi kanon karena seseorang memaksakannya.Mereka diakui karena sejak awal dipakai, dibaca, dan dipercaya oleh banyak jemaat. Tidak ada yang bisa menghentikan kitab-kitab itu untuk dipakai dalam ibadah dan pengajaran. Semakin lama, semakin jelas bahwa kitab-kitab itu memang membawa umat kepada Yesus yang sejati. Dan apa yang diajarkan Injil? Bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ia mati untuk dosa kita. Ia bangkit. Ia adalah jalan, kebenaran, dan hidup (Yohanes 14:6).Firman Tuhan seperti jalan yang terbaik. Banyak orang sudah berjalan di atasnya dan membuktikan bahwa jalan itu benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pilih berjalan di jalan yang terang. Jangan ikut jalan yang terlihat menarik tetapi tidak membawa kepada Yesus.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu adalah terang bagi jalanku. Pimpin aku selalu berjalan di jalan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Jalan yang paling aman adalah jalan yang membawa kita kepada Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Kanon: Otoritas RasulDiambil dari: Mazmur 32:8 (TB)“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.”Wonder Kids, ketika gereja mula-mula memutuskan kitab mana yang benar-benar firman Tuhan, mereka tidak asal memilih. Ada beberapa “ujian” atau kriteria penting. Ujian pertama adalah: Apakah kitab itu memiliki otoritas rasul? Artinya, apakah kitab itu ditulis oleh seorang rasul — orang yang dipilih langsung oleh Yesus — atau oleh seseorang yang sangat dekat dengan para rasul?Sebagai contoh, Matius dan Yohanes adalah rasul. Markus menulis berdasarkan kesaksian Petrus. Lukas adalah rekan pelayanan Paulus.Gereja mula-mula tidak menerima begitu saja tulisan siapa pun yang mengaku berbicara tentang Yesus. Mereka bertanya:Apakah orang ini benar-benar saksi mata?Apakah ia terhubung langsung dengan para rasul?Mengapa ini penting? Karena para rasul adalah saksi langsung kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Firman yang berasal dari mereka memiliki otoritas khusus. Seperti di sekolah: tidak semua orang bisa memberi nilai ujian. Hanya guru yang punya otoritas. Begitu juga, tidak semua tulisan tentang Yesus otomatis menjadi Kitab Suci.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Hargai bahwa Alkitab kita berasal dari saksi-saksi yang benar-benar dekat dengan Yesus.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai para rasul untuk menyampaikan kebenaran tentang Yesus. Tolong aku percaya dan hidup menurut firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Alkitab berdiri di atas kesaksian para saksi yang benar-benar mengenal Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 16 April 2026Bacaan: "Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya." (Matius 9:17)Renungan: Seorang seniman Italia bernama Michelangelo Buonarrotti mendapat perintah membuat lukisan untuk gereja. Ia telah mencoba merombak lukisannya berulang kali, namun ia belum dapat menciptakan lukisan yang baik menurutnya. Suatu hari ketika sedang berada di warung minuman, ia mendengar seorang laki-laki berkata kepada pelayannya, "Anggur ini sudah asam, segeralah membuangnya." Maka pelayan itu pun memecahkan guci berisi anggur yang sudah asam tersebut sehingga air anggur mengalir keluar dan terbuang. Segera pelayan itu membawa sebuah guci berisi anggur baru. Melihat itu, Michelangelo segera pulang ke rumah dan membuang lukisan-lukisannya yang lama dan malam itu ia berhasil menciptakan sebuah lukisan baru yang sangat bagus. Terus memelihara sesuatu yang tidak baik di dalam hati dan pikiran, akan merampas semua sukacita, peluang untuk maju dan hidup berkemenangan. Memang masing-masing kita pasti mempunyai pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain. Kita semua tidak terlepas dari dua sisi kehidupan, yaitu sisi suka dan sisi duka. Suka dan duka di dalam kehidupan berumah tangga, di dalam bisnis serta pekerjaan, di dalam penderitaan karena sakit penyakit, di dalam menjalin hubungan dengan seseorang, bahkan di dalam pelayanan. Tentu saja sisi suka akan senantiasa menjadi kenangan manis yang dapat membuat wajah kita berseri-seri bahkan tersenyum mengingatnya. Tetapi yang biasanya jadi masalah adalah sisi duka yang tidak jarang membuat kita sedih, atau bahkan menyebabkan kita menyimpan dendam serta kepahitan yang tidak pernah hilang. Ada sebuah doa singkat yang cukup bagus, "Tuhan, ajarilah aku bersyukur bukan hanya untuk banyak perkara-perkara besar yang sudah Engkau kerjakan, tetapi juga untuk jutaan perkara-perkara kecil yang Engkau kerjakan di dalam hidupku selama ini." Kejadian-kejadian yang menurut kita sangat menyakitkan, tentunya tidak pernah terlepas dari kemahatahuan Tuhan. Roma 8:28 berbunyi, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Seseorang pernah berkata, "Waktu yang lalu tidak akan pernah sama dengan waktu yang akan datang." Apakah kita mengalami banyak kegagalan, kekalahan dan pengalaman menyakitkan selama beberapa waktu ini? Bangkit dan bangunlah iman kita kembali. Taruh harapan sepenuhnya kepada Tuhan dan lihat, bagaimana Diaa akan berkarya di dalam hidup kita. Buanglah anggur asam beserta kirbat lama itu dan milikilah anggur baru beserta kirbat baru yang telah tersedia bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar berani untuk meninggalkan semua kegagalan dan kepahitanku dan memulai sesuatu yang baru mulai hari ini. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 15 April 2026Bacaan: "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari." (Mazmur 119:97)Renungan: Suatu ketika ada seorang anak muda yang bertobat dan mulai menghadiri ibadah di gereja. Kemudian seseorang meletakkan tangan di atas bahunya sambil berkata, "Anak muda, ada tiga aturan yang dapat aku berikan kepadamu dan jika engkau berpegang pada peraturan itu maka engkau tidak akan kembali pada kehidupanmu yang lama." Orang itu pun berkata lagi, "Ambil waktu paling sedikit 15 menit setiap hari untuk mendengarkan apa yang Tuhan ingin katakan kepadamu, 15 menit untuk berbicara kepadaNya dan 15 menit untuk berbicara kepada orang lain mengenai Dia." Sebagai orang yang baru bertobat, ia sangat termotivasi dengan tiga aturan yang diberikan kepadanya dan saat itu juga ia memutuskan untuk berpegang pada ketiga aturan tersebut. Sejak hari itu dan hari-hari selanjutnya, ia melakukan ketiga aturan yang diberikan kepadanya dengan tekun. Salah satu bentuk ketaatannya pada aturan yang diberikan kepadanya adalah tekun berdiam diri di kaki Tuhan dan membaca firman-Nya. Ia memulai setiap hari dengan berdoa dan membaca firman Tuhan. Sebelum ia membaca surat dan surat kabar, ia selalu membaca Alkitab terlebih dahulu sehingga ia mendapatkan petunjuk dan penghiburan dari Tuhan setiap hari. Jika kita memperhatikan tiga aturan di atas, maka kita dapat menyimpulkannya dalam tiga hal yaitu, membaca Alkitab, berdoa dan bersaksi. Mengapa kita harus membaca Alkitab? Karena Tuhan rindu menyampaikan banyak hal kepada kita melalui firman-Nya. Jika kita ingin mendapatkan petunjuk, peringatan, kekuatan dan penghiburan dari-Nya setiap hari, maka kita harus membaca Alkitab. Begitu pula di dalam hal berdoa, sebagai orang percaya kita perlu berkomunikasi dengan Tuhan di dalam doa. Hubungan yang erat dengan-Nya akan menolong dan memampukan kita menghadapi kehidupan ini dengan ketabahan, kekuatan dan keyakinan yang diperbaharui setiap hari. Hal-hal ini tidak dapat kita peroleh begitu saja tanpa bergaul dengan Tuhan dan memberikan waktu bagi-Nya. Seberapa jauh kita telah belajar mendisiplinkan diri dalam hal berdoa dan membaca firman Tuhan? Kalau tontonan di tv, berita di internet, medsos, dan hobi lebih menarik hati kita daripada bersekutu dengan Tuhan di dalam doa dan pembacaan firman-Nya, kita harus mengadakan introspeksi. Demikian pula dengan bersaksi kepada orang lain tentang kasih Yesus yang telah menyelamatkan kita. Sudahkah kita menggunakan setiap kesempatan untuk memberitakan kasih-Nya? Coba renungkan, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk membicarakan berbagai hal yang tidak ada gunanya. Alangkah baiknya jika kita selalu menyediakan waktu untuk membicarakan kasih Yesus kepada orang lain sehingga mereka pun diberkati dan dapat mengenal Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kerinduan hatiku, yaitu semakin mengenal Engkau. Aku mau belajar mendisiplin diri untuk membaca firman-Mu, berdoa dan bersaksi. Amin. (Dod).
Ustadz Abdurrahman Zahier Bba - Saat Merasa Hidup Begitu Sulit
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Waktu Berlalu Begitu Cepatnya ~ Ustadz Ali Hasan Bawazier
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBukti DokumenDiambil dari: Yeremia 30:2 (TB) “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tuliskanlah segala firman yang telah Kufirmankan kepadamu itu dalam sebuah kitab.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu hal penting: bukti tertulis. Dalam kehidupan sehari-hari, kalau ada hal penting — seperti surat resmi, perjanjian, atau bukti pembayaran — biasanya dibuat secara tertulis. Mengapa? Supaya bisa diperiksa dan dipercaya.Begitu juga dengan Alkitab. Kita sudah belajar bahwa Injil adalah kesaksian para saksi mata. Tetapi sekarang muncul pertanyaan: Bagaimana kita tahu bahwa dokumen yang kita baca hari ini benar-benar berasal dari zaman itu? Bagaimana kita tahu bahwa isinya tidak berubah?Di dunia hukum, sebelum sebuah dokumen diterima sebagai bukti, dokumen itu harus bisa diperiksa keasliannya. Apakah benar berasal dari waktu yang diklaim? Apakah salinannya bisa dipercaya? Hal yang sama juga dipelajari oleh para ahli Alkitab. Mereka meneliti naskah-naskah kuno yang ditemukan. Mereka membandingkan ribuan salinan untuk memastikan isinya tetap sama.Dan hasilnya? Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, adalah salah satu dokumen kuno yang paling banyak memiliki salinan kuno dan paling baik dipelihara dibandingkan dokumen kuno lainnya. Artinya, kita tidak hanya percaya karena tradisi. Kita juga punya bukti dokumen yang bisa diteliti.Wonder Kids, iman Kristen bukan dongeng yang muncul tiba-tiba. Firman Tuhan dicatat, disalin, dan dijaga sepanjang sejarah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Belajarlah menghargai Alkitabmu. Itu bukan buku biasa. Itu adalah firman Tuhan yang dipelihara selama ribuan tahun supaya kamu bisa membacanya hari ini.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memerintahkan firman-Mu untuk dituliskan dan dipelihara. Tolong aku supaya menghargai Alkitab dan percaya bahwa itu adalah firman-Mu yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Firman Tuhan bukan hanya diceritakan, tetapi juga dicatat dan dipelihara. Tuhan Yesus memberkati.
Menenun kembali keadilan di tingkat tapak menjadi krusial karena wilayah lokal adalah palagan utama di mana krisis ekologi dan ketidakadilan sosial beradu secara langsung. Selama ini, kebijakan publik yang bersifat top-down dan teknokratis seringkali gagal menangkap denyut nadi kenyataan objektif di lapangan, sehingga warga hanya diposisikan sebagai objek administratif ketimbang aktor berdaulat. Dengan mengembalikan fokus pada tingkat tapak, kita sebenarnya sedang membangun benteng pertahanan demokrasi yang paling substansial, memastikan bahwa suara mereka yang paling rentan tidak lagi tenggelam dalam kebisingan kepentingan elit di pusat kekuasaan. Pentingnya upaya "menenun" ini juga terletak pada keberanian untuk mengubah narasi besar yang selama ini menganggap alam dan manusia hanya sebagai komoditas pembangunan. Melalui emansipasi berpikir, kita mulai merajut kembali helai-helai kearifan lokal yang sempat terputus dengan bantuan teknologi modern seperti AI dan Blockchain untuk menciptakan kedaulatan data serta transparansi. Narasi baru yang bersifat regeneratif ini jauh lebih berdaya ubah daripada sekadar menyusun teks kebijakan yang kaku, karena ia menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dan martabat alam di setiap lapis interaksi sosial masyarakat bawah. Akhirnya, keadilan di tingkat tapak adalah kunci utama untuk merespons krisis iklim global yang dampaknya dirasakan paling berat oleh warga lokal. Menenun keadilan berarti menyiapkan generasi muda yang memiliki kecakapan "Kewarganegaraan Aktif" untuk mengawal kebijakan publik agar tetap berada pada koridor keadilan sosial-ekologis. Ketika tenunan ini kuat di tingkat akar rumput, maka visi Indonesia masa depan yang lestari bukan lagi sekadar impian di atas kertas, melainkan sebuah realitas yang hidup, berdaulat, dan bernapas di setiap jengkal tanah yang kita pijak.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Yesaya 49: 1-6; Mazmur tg 71: 1-2.3-4a.5-6ab.15.17; Yohanes 13: 21-33.36-38.KEHARUAN TAKTERBENDUNG Renungan kita pada hari ini bertema: Keharuan TakTerbendung. Kalimat dalam tema ini cukup mewakili perasaan yang pada umumnyakita alami atas peristiwa sedih dan mengecewakan di dalam hidup kita. Satucontohnya, ketika akhir suatu pekerjaan, perjuangan, kerinduan, dan pengharapanialah kegagalan belaka. Itu dipandang sia-sia dan tidak bermakna. Atau yangmesti diinginkan ialah suatu kemajuan dan perkembangan, tetapi justrukemunduran bahkan keterpurukan. Yesus Kristus, meski sebagai Tuhan dan Putra Allah, adalahmanusia yang sama seperti kita. Di dalam perjamuan Paskah bersama pararasul-Nya saat menjelang hukuman mati yang dijatuhkan kepada-Nya, keadaan jiwaYesus dipenuhi keharuan yang tak terbendung. Ia tentu merasakan sungguh beradadi ambang maut namun itu tidak dihiraukan-Nya. Maut di depan mata sudah ia ketahui dan sampaikan berulangkali. Keharuan-Nya bukan karena ia dekat dengan maut. Ia juga menjadi haru atausedih bukan karena tidak lama lagi bakal meninggalkan kawanan orang-orangpilihan-Nya. Begitu banyak orang yang bersimpati dan menaruh imannya kepadaTuhan melalui karya-karya Yesus tentu akan merasa kehilangan. Namun hal inisudah sering disampaikan kepada mereka, jadi ini bukan alasan bagi keharuanYesus. Keharuan Yesus Kristus tak terbendung dan Ia terus terangtentang hal ini kepada para rasul yang sangat dikasihi-Nya. Ada satu hal yangmenjadi sebabnya, yaitu menjelang perpisahan dengan mereka tampaknya tandakegagalan di dalam tubuh komunitas pengikut Kristus itu. Dua orang kepercayaanYesus yang mestinya diandalkan sebagai penopang komunitas terlanjur menunjukkanlangkah mundur. Yudas Iskariot sebagai bendahara bakal menjadi perusakbagi komunitas itu. Ia seorang yang penuh ambisi untuk memuaskan nafsu duniawidengan orientasi hidup yang materialistis. Uang dan harta menjadi peganganhidupnya, yang akhirnya melalui kegilaan itu ia berhasil mendapatkan sejumlahkecil uang setelah menjual Yesus Kristus ke tangan para musuh-Nya. Sikapmaterialistis dan duniawi ini jelas akan merusak dan menghancurkan komunitashidup beriman. Petrus sebagai rasul pertama tampak kurang bijaksana dalamberbicara dan bertindak. Ia ingin bereaksi cepat dan mau segera menjadi pembawasolusi, tapi nyatanya iman dan pemahamannya kurang mendalam. Keluarga dankomunitas persekutuan baik religius maupun sekuler harus menghindari sikapkoruptif dan materialistis seperti Yudas Iskariot. Sikap tidak bijaksana dalamberpikir dan bertindak seperti Petrus juga harus dihilangkan. Kita diajarkanuntuk mengikuti Kristus sambil terus membaharui diri kita untuk menjadi samaseperti Dia.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha kuasa, semoga kami tetap teguhdalam iman kami kepada-Mu dan menjadi saksi-saksi kebenaran-Mu di tengah duniaini yang sangat rapuh. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SISI LAIN DARI KONSISTENSIDiambil dari: Roma 12:16a “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Injil tidak bisa dipercaya karena ada perbedaan cerita di dalamnya. Mereka mengira bahwa kalau ceritanya tidak sama persis, berarti ceritanya salah.Tetapi pikirkan ini: Kalau dua murid mengerjakan ujian dan jawaban mereka sama persis kata demi kata, guru justru akan curiga bahwa mereka menyontek. Tetapi kalau jawaban mereka mirip, walaupun tidak sama persis, guru akan percaya bahwa mereka mengerjakan sendiri dengan jujur.Begitu juga dengan Injil. Kalau Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes menulis cerita yang sama persis kata demi kata, kita bisa curiga bahwa mereka bekerja sama untuk membuat cerita. Tetapi karena mereka menulis dengan gaya dan sudut pandang yang berbeda, justru itu menunjukkan bahwa mereka adalah saksi yang jujur.Para penulis Injil sepakat tentang hal yang paling penting: Yesus hidup, mengajar, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian. Itu adalah inti Injil yang tidak pernah berubah.Perbedaan kecil dalam cerita bukan tanda kebohongan, tetapi tanda bahwa mereka menceritakan peristiwa yang sama dari sudut pandang yang berbeda.Wonder Kids, Tuhan mau kita percaya kepada firman-Nya dengan bijaksana, bukan dengan curiga. Kita diajar untuk melihat kebenaran besar, bukan terjebak pada perbedaan kecil.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu membaca dua cerita Alkitab yang mirip tetapi tidak sama persis, bersyukurlah karena itu menunjukkan bahwa banyak saksi menceritakan hal yang sama tentang Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perbedaan kecil, tetapi semakin percaya kepada kebenaran besar tentang Yesus di dalam Alkitab. Ajari aku untuk mencintai firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kesamaan dalam Injil menunjukkan kebenaran, dan perbedaan kecil menunjukkan kejujuran para saksi. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN KONSISTENSIDiambil dari: Kolose 1:17 “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.”Wonder Kids, bayangkan ada dua orang yang menceritakan satu peristiwa yang sama. Kalau ceritanya benar-benar berbeda, kita akan ragu apakah peristiwa itu sungguh terjadi. Tetapi kalau ceritanya mirip, walaupun tidak persis sama, kita justru bisa percaya bahwa peristiwa itu memang benar.Begitu juga dengan Injil. Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes menuliskan kisah tentang Yesus. Ada bagian yang sama, ada bagian yang berbeda. Tetapi perbedaannya bukan karena mereka mengarang cerita, melainkan karena mereka melihat peristiwa yang sama dari sudut pandang yang berbeda.Kalau semua Injil ditulis persis sama kata demi kata, justru kita bisa curiga bahwa mereka bekerja sama untuk menyalin satu cerita. Tetapi karena ada perbedaan kecil dan juga banyak kesamaan besar, kita bisa melihat bahwa mereka menulis dengan jujur apa yang mereka ketahui.Semua Injil sepakat tentang hal yang paling penting: Yesus adalah Anak Allah, Ia mati di kayu salib untuk dosa kita, dan Ia bangkit dari kematian. Itulah inti Injil yang tidak pernah berubah.Wonder Kids, Tuhan tidak mau kita bingung karena perbedaan kecil dalam cerita Alkitab. Tuhan mau kita melihat kebenaran besar yang sama di dalam semua Injil.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu membaca dua cerita Alkitab yang mirip tetapi tidak sama persis, jangan bingung. Ingatlah bahwa Tuhan sedang mengajar kita lewat sudut pandang yang berbeda tentang Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami firman-Mu yang benar. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perbedaan kecil, tetapi melihat kebenaran besar tentang Yesus di dalam Alkitab. Ajari aku untuk semakin mengenal Engkau melalui firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, perbedaan kecil dalam Injil tidak merusak kebenaran besar—Yesus adalah Juruselamat kita. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 22 Maret 2026Bacaan: "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" (Mikha 6:8) Renungan: Seorang pria Jordania yang benama Bakr Melhem merasa kesepian karena hidup terpisah dengan istrinya yang berada di luar kota. Karena kesepian, pria ini lalu iseng-iseng mencoba untuk berselingkuh dengan wanita lain dalam dunia maya melalui chatroom (ruang ngobrol) di internet. Setelah tiga bulan saling chatting, mereka benar-benar merasa cocok dan saling jatuh cinta. Bahkan sepasang kekasih di dunia maya ini berniat menikah. Mereka lantas membuat janji untuk bertemu sebuah tempat. Namun saat mereka berdua bertemu, mereka terkejut dan terkesima. Bukannya apa-apa, tapi ternyata wanita selingkuhan di internet ini adalah istrinya sendiri. Kontan saja mereka berdua saling menuduh bahwa ia pasangan yang tidak setia. Rencana perkawinanpun batal dan sebaliknya mereka berdua sepakat untuk cerai karena satu sama lain tidak setia! Kesetiaan memang menjadi barang langka bagi peradaban dunia modern ini. Begitu mudahnya seorang suami berselingkuh dengan wanita lain, sementara itu si istri juga tidak mau kalah dan segera mencari pria idaman lain. Ujung-ujungnya pun sudah bisa ditebak, mereka memutuskan untuk cerai. Semua ketidaksetiaan ini biasanya dipicu oleh pendapat umum yang berkata bahwa rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau dibandingkan dengan rumput di halaman kita sendiri. Terjebak dengan pandangan yang seperti ini membuat satu sama lain mengorbankan kesetiaan demi mendapatkan sesuatu yang lebih hijau dan bening, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Kesetiaan juga tidak hanya dibutuhkan oleh pasangan hidup yang sudah menikah, namun yang sedang berpacaran juga membutuhkan kesetiaan satu sama lainnya. Kesetiaan dibutuhkan juga dalam hubungan kita dengan dunia kerja, dengan mitra bisnis kita. Kesetiaan juga dibutuhkan dalam hubungan antara orang tua dengan anaknya, antara saudara yang satu dengan saudara yang lainnya. Kesetiaan juga dibutuhkan dalam pelayanan kita, pekerjaan Tuhan membutuhkan kesetiaan kita. Dan yang paling utama adalah dibutuhkan kesetiaan dalam hubungan pribadi kita dengan Tuhan Yesus. Sudahkah kita menjadi pribadi yang setia kepada Tuhan Yesus, ataukah kita terkadang melakukan "selingkuh rohani" dengan berpaling kepada ilah-ilah lain seperti dukun atau paranormal. Apakah kita lebih setia kepada tayangan di medsos dibandingkan dengan berdoa kepada Tuhan? Apakah kita lebih setia menjelajah di internet setiap hari dibandingkan dengan kesetiaan kita dalam membaca Firman Tuhan? Mari belajar untuk menjadi pribadi yang setia, karena Tuhan Yesus selalu setia kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesetiaan terhadap pasangan, keluarga, pekerjaan dan terlebih pada-Mu sendiri. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah UJIAN KEMAMPUAN MENGINGATDiambil dari: Ulangan 6:6–7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”Wonder Kids, pada zaman dahulu belum ada buku cetak seperti sekarang, apalagi komputer atau ponsel. Banyak cerita penting diajarkan dari mulut ke mulut. Orang tua mengajarkan kepada anak-anak, guru mengajarkan kepada murid-murid, dan semua orang mengulanginya terus-menerus supaya tidak lupa.Begitu juga dengan cerita tentang Yesus. Kisah tentang hidup dan ajaran Yesus diceritakan berkali-kali oleh para murid kepada banyak orang sebelum akhirnya ditulis dalam Injil. Karena sering diceritakan, orang-orang bisa mengingat dengan baik apa yang Yesus lakukan dan ajarkan.Dalam budaya pada waktu itu, ada bagian-bagian cerita yang selalu diingat dan diulang dengan sama. Kalau ada yang salah mengingat, orang lain akan mengoreksi. Dengan cara ini, cerita tentang Yesus tetap terjaga dengan benar.Artinya, Injil tidak ditulis asal-asalan. Cerita tentang Yesus sudah dihafalkan, diajarkan, dan dijaga kebenarannya sejak awal oleh banyak orang.Wonder Kids, Tuhan mau firman-Nya bukan hanya ditulis di buku, tetapi juga diingat di hati kita. Kita diajak untuk sering membaca Alkitab, mendengarkan firman Tuhan, dan mengulanginya supaya kita semakin mengenal Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, coba hafalkan satu ayat Alkitab hari ini atau ceritakan kembali satu kisah tentang Yesus kepada orang lain, misalnya kepada orang tua atau teman.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena firman-Mu diajarkan dan dijaga dengan baik sejak dahulu. Tolong aku supaya rajin membaca, mengingat, dan melakukan firman-Mu dalam hidupku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, firman Tuhan dijaga dengan baik supaya kita bisa mengenal Yesus dengan benar. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah MENGUJI KESAKSIAN PARA SAKSIDiambil dari: 1 Yohanes 4:1 “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.”Wonder Kids, kalau kita ingin tahu apakah sebuah cerita itu benar, kita perlu memeriksanya. Misalnya, di pengadilan ada saksi-saksi yang menceritakan apa yang mereka lihat. Hakim akan menilai apakah kesaksian para saksi itu dapat dipercaya atau tidak.Begitu juga dengan Injil. Kita membaca Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes untuk melihat kesaksian tentang Yesus. Mereka menuliskan apa yang mereka lihat dan dengar sendiri atau dari saksi mata yang bisa dipercaya. Karena itu, kisah tentang Yesus bukan cerita buatan-buatan, tetapi kesaksian nyata.Para penulis Injil tidak hanya menulis satu cerita saja. Mereka menuliskannya dari sudut pandang yang berbeda, supaya kita bisa melihat bahwa berita tentang Yesus itu benar dan saling menguatkan satu sama lain.Seperti di pengadilan, satu saksi saja belum cukup. Tetapi kalau banyak saksi mengatakan hal yang sama, kita bisa percaya bahwa peristiwa itu sungguh terjadi. Begitu juga dengan Injil: banyak saksi memberi kesaksian tentang Yesus yang sama.Tuhan mau kita percaya kepada Yesus dengan bijaksana, bukan asal percaya. Karena itu, Tuhan memberi kita Alkitab supaya kita bisa menguji dan mengenal kebenaran.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu mendengar cerita tentang Tuhan, belajarlah untuk memeriksanya dengan firman Tuhan. Rajinlah membaca Alkitab supaya kamu tahu mana yang benar dan mana yang salah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami firman-Mu sebagai kebenaran. Tolong aku supaya tidak mudah percaya pada hal yang salah, tetapi mau belajar mengenal kebenaran-Mu lewat Alkitab. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kisah tentang Yesus dapat dipercaya karena banyak saksi yang memberi kesaksian tentang-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Anda harus tahu. Ada emas bening yang tersembunyi di pesisir Lampung. Namanya Damar Mata Kucing. Luar biasa jernihnya. Begitu berharga sampai industri mewah di Eropa pun sangat bergantung padanya. Tapi, ini bukan sekadar soal getah dan cuan. Ini soal keajaiban alam yang hanya bisa tumbuh subur di tangan orang-orang hebat di Krui. Gila benar. Di sana ada sistem "Repong Damar". Sebuah manajemen investasi paling murni di dunia. Bayangkan, menanam hari ini untuk dipanen dua puluh tahun lagi. Hanya orang dengan napas panjang yang sanggup melakukannya. Mereka memanjat pohon setinggi gedung sepuluh lantai tanpa rasa takut. Ada seni, ada nyawa, dan ada keteguhan iman pada tradisi yang tak lekang oleh zaman modern. Narasi tentang kehebatan ini terlalu sayang jika hanya dibaca sekilas. Saya ingin Anda benar-benar meresapinya—merasakan detak jantung para pemanjat dan rimbunnya hutan Krui. Maka, luangkan waktu sejenak. Mari kita dengarkan pembacaan naskah "Emas Bening dari Pesisir Krui" ini. Simaklah bagaimana alam dan manusia bisa berdampingan dengan begitu indahnya. Selamat menyimak!
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 26 Februari 2026Bacaan: "Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan." (Amsal 12:18) Renungan: Ada seorang mahasiswa yang menderita kepahitan yang dalam selama bertahun-tahun terhadap salah seorang dosen, karena satu pernyataan yang diucapkan dosen tersebut. Suatu hari ketika ia sedang berbicara dengan pacarnya, mereka ditegur dengan sangat kasar oleh seorang dosen yang kebetulan lewat. Begitu melihat mereka berdua, dosen tersebut langsung mendatangi mereka dan berkata, "Saya muak melihat kalian berdua. Saya tidak bisa makan kalau melihat kalian berdua, mau muntah rasanya." Mahasiswa tersebut dan pacarnya begitu sakit hati sampai-sampai setiap kali dosen tersebut mengajar di kelas, mereka tidak mau mendengarkan. Semangat dan kemauan mereka untuk mengerjakan tugas-tugas dari mata kuliah yang sedang diajar dosen tersebut itupun juga hilang. Akhirnya mereka mendapat nilai yang begitu rendah dari mata kuliah tersebut, bukan karena mereka bodoh tetapi semata2 karena kepahitan dalam hati mereka kepada dosen yang mengajarnya. Amsal 12:18 mengajar kita untuk tidak sembarangan berkata, sekalipun dalam persoalan yang kecil atau remeh, bahkan dalam bergurau. Pada saat kita meremehkan soal yang kita hadapi atau meremehkan pembicaraan kita, maka pada waktu itu akan ada banyak kata-kata yang mengalir keluar tanpa ditimbang dan dipikirkan, sehingga akhirnya tahu-tahu kita sudah membuat banyak kesalahan, kepahitan dan melukai orang lain dengan kata-kata itu. Banyak penderitaan batin dan kepahitan hidup itu berasal dari kata-kata yang keluar seenaknya tanpa dipertimbangkan. Kata-kata yang tidak dipertimbangkan terlebih dahulu, tanpa disengaja dapat melemahkan atau bahkan mematikan semangat, gairah bahkan kerohanian orang lain. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum mengucapkan suatu kalimat, teguran, nasihat atau canda gurau apapun juga, terlebih dahulu tanyakanlah kepada hati kita, adakah damai sejahtera untuk berkata-kata begitu? Adakah hati kita gelisah dan merasa tidak enak? Apakah akan ada orang yang terluka hatinya karena perkataan kita ini? Kalau hati kita tidak sejahtera, tidak ada ketenangan untuk berkata-kata sedemikian, tahan dulu, jangan terus bicara, pertimbangkan lagi, dan berdoa kepada Tuhan meminta hikmat dari Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dan kepekaan untuk selalu dapat membedakan kata-kata yang berguna dan kata-kata yang tidak beguna. Ampunilah semua perkataanku yang telah menyakiti hati orang lain, dan aku mohon balutlah hati orang2 yang telah kusakiti dengan kasih dan pengampunan dari-Mu. Amin. (Dod).
Sering kali kita terjebak mengobati gejala, bukan penyakitnya. Ibarat memotong rumput di musim hujan; pagi dipangkas, sore sudah tinggi lagi karena akarnya masih tertancap kuat di tanah. Kita sering kali bangga dengan solusi cepat yang tampak hebat di permukaan, padahal masalah yang sama hanya sedang menunggu waktu untuk meledak kembali di hari Senin berikutnya. Kita harus berani berhenti sejenak, menyingkirkan kemasan luar, dan mulai menggali lebih dalam ke pusat persoalan. Resep paling ampuh untuk menggali itu sebenarnya sederhana: tanya "Kenapa" sampai lima kali. Jangan puas dengan jawaban klise seperti "kurang koordinasi" atau "kesalahan sistem." Kejar terus sampai ke alasan di balik alasan tersebut. Biasanya, pada pertanyaan kelima, kita tidak lagi menemukan masalah teknis atau aplikasi yang rusak. Kita akan berhadapan dengan kenyataan yang lebih jujur: apakah itu tentang ego sektoral, budaya kerja yang kaku, atau ketidakjelasan visi yang selama ini kita abaikan. Menemukan akar masalah tidak bisa dilakukan sendirian di balik meja direksi. Butuh mata yang banyak dan sudut pandang yang berbeda dari berbagai direktorat untuk melihat gambaran yang utuh. Inovasi yang benar-benar baru hanya akan muncul ketika kita berani melucuti sekat-sekat organisasi dan duduk melingkar sebagai satu tim. Begitu akarnya tercabut, solusi yang muncul biasanya jauh lebih sederhana dari yang kita bayangkan, asalkan kita memiliki keberanian untuk berubah bersama.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 6 Februari 2026Bacaan: "Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam Itu ke dalamnya serta Berkata: "Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi." (2 Raja-raja 2:21)Renungan: Sejumlah pemburu ular menyerah untuk menangkap dan membunuh ular-ular besar yang sering memangsa ternak masyarakat di sekitar desa-desa. Setelah satu bulan perburuan meski sudah banyak ular yang dibunuh, ular-ular itu tetap ada dan berkeliaran. Pemerintah pun turun tangan dan mengerahkan beberapa ahli untuk meneliti. Hasilnya ditemukan sarang ular yang menampung ribuan ular dewasa dan puluhan ribu yang masih kecil. Akhirnya, semua aman kembali setelah sarang ular dihancurkan menggunakan bahan peledak. Ketika dilaporkan oleh penduduk Yerikho bahwa air di tempat itu tidak baik dan sering menyebabkan keguguran bayi, Nabi Elisa meminta sebuah pinggan baru yang berisikan garam. Kemudian pergilah Nabi Elisa ke mata air itu lalu melemparkan garam ke dalamnya untuk menyehatkan air, agar air tersebut menjadi sehat untuk diminum. Alasan Nabi Elisa melemparkan garam tersebut bukan di sembarang tempat, melainkan ke dalam mata airnya, karena Elisa tahu mata air adalah sumber dari aliran air yang tidak baik bagi penduduk setempat sehingga ketika permasalahan di sumber air diatasi otomatis air yang akan mengalir berikutnya menjadi air sehat. Air yang mendatangkan manfaat bagi warga di tempat itu. Begitu pun dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mengalami hal-hal yang tidak baik hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari tahu akar permasalahan tersebut. Kemudian selesaikan masalah pada akarnya sampai tuntas, maka masalah akan dapat teratasi dan tak akan berlarut-larut. Menemukan akar dari suatu masalah memang bukan perkara mudah, maka itu mintalah hikmat Tuhan untuk kita dapat menemukan sumber permasalahan dan mengatasi permasalahan itu hingga tuntas. Kita perlu hikmat Tuhan, sebab Dia Mahatahu sedangkan hikmat manusia sangat terbatas. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk dapat menemukan akar dari permasalahan yang aku hadapi saat ini, sehingga dengan hikmat-Mu itu juga aku dapat mencari jalan keluar untuk menyelesaikannya. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kesaksian Perbedaan Dalam InjilDiambil dari: Lukas 1:1–2 (TB)“Banyak orang telah menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah digenapi di antara kita, sesuai dengan yang telah disampaikan kepada kita oleh mereka yang sejak semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.”Wonder Kids, Ada orang yang berkata bahwa Alkitab tidak benar karena ada perbedaan cerita di dalam Injil. Misalnya, Injil Lukas dan Injil Markus menceritakan kisah yang mirip, tetapi dengan kata-kata yang tidak sama persis.Apakah itu berarti Alkitab salah? Tidak.Coba bayangkan ada satu peristiwa besar di keluargamu. Kakakmu menceritakannya dengan satu cara, dan orang tuamu menceritakannya dengan cara yang sedikit berbeda. Ceritanya tidak sama persis, tetapi peristiwanya tetap sama dan benar.Begitu juga dengan Injil. Para penulis Injil adalah saksi mata atau mendengar langsung dari saksi mata. Mereka menulis dari sudut pandang yang berbeda, tetapi pesan utamanya selalu sama: Yesus melakukan mujizat, mengampuni dosa, mengajarkan kebenaran, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian.Seorang ahli Alkitab bernama Daniel B. Wallace pernah ditantang untuk menjawab semua perbedaan dalam Injil. Jawabannya sederhana: Justru perbedaan kecil itu menunjukkan bahwa para penulis Injil tidak bersekongkol atau bekerjasama. Mereka menulis dengan jujur apa yang mereka lihat dan dengar.Dan yang luar biasa, pesan utama Injil tidak pernah berubah. Yesus adalah Juruselamat dunia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau kamu mendengar orang meragukan Alkitab karena ada perbedaan cerita, ingatlah bahwa kebenaran utama Injil tetap sama. Percayalah bahwa Tuhan memakai banyak orang untuk menyampaikan satu kebenaran yang besar.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih untuk Alkitab yang Engkau berikan. Tolong aku untuk tidak bingung atau ragu hanya karena perbedaan kecil, tetapi percaya bahwa firman-Mu adalah benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: perbedaan kecil dalam Injil tidak mengubah kebenaran besar—Yesus mengasihimu dan datang untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 19 Januari 2026Bacaan: "Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan "Tuhan setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Lukas 19:8)Renungan: Ketika merayakan ulang tahun, selalu ada momen tiup lilin. Di momen tiup lilin inilah biasanya ada sedikit masalah: bingung cari korek api. Hal ini sering terjadi ketika yang hadir tidak ada yang merokok. Beda cerita kalau perayaan tersebut dihadiri oleh perokok, tentu saja sangat mudah mendapatkan korek api. Kita tidak mungkin bisa memberikan apa yang tidak kita punya. Jika Anda minta korek api kepada saya, jelas saya sulit untuk memberikannya. Bukan karena saya pelit, tapi karena saya memang tidak merokok. Sebaliknya, jika Anda memintanya kepada perokok, dengan mudah Anda mendapatkannya. Mengapa? Karena setiap saat mereka membawanya! Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang menarik pajak lebih dari jumlah yang seharusnya. Suka memeras dan bertindak semena-mena terhadap rakyat. Sulit bagi Zakheus untuk berbuat baik kepada orang lain. Tapi begitu berjumpa dengan Yesus dan mengalami kasih-Nya, tiba-tiba saja Zakheus jadi murah hati. la membagi-bagikan uangnya kepada orang miskin. la mengembalikan uang berkali-kali lipat kepada orang yang telah ia peras. Bagaimana mungkin tiba-tiba Zakheus jadi murah hati? Sebenarnya ini bukan terjadi secara tiba-tiba, sebab sebelumnya Zakheus lebih dulu menerima kemurahan hati Tuhan. la menerima kasih, sebab itu ia bisa memberikan kasih itu kepada orang lain. Kisah tersebut di atas mungkin bisa menjawab pertanyaan, "Mengapa saya sulit mengasihi? Mengapa saya tidak bisa mengampuni?" Bukan karena kita memiliki watak keras. Bukan karena kita pendendam. Bukan juga karena kesalahan orang tersebut sangatlah besar. Tapi jawabannya adalah karena kita tidak mengalami kasih Allah. Kita tidak mungkin memberi dari sesuatu yang tidak kita punya. Kita tidak mungkin bisa mengasihi orang lain selama kita sendiri belum mengalami kasih Tuhan. Kita sulit mengampuni karena kita belum membuka hati untuk menerima pengampunan Tuhan. Begitu kita mengalami kasih Tuhan, mengasihi dan mengampuni bukan lagi menjadi sebuah kemustahilan, bahkan tidak lagi menjadi hal yang sulit bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, hati yang mau mengampuni, mengasihi dan menerima setiap orang apa adanya sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari iniBUAH YANG MENARIKDiambil dari:Galatia 5:22–23 (TB)“Buah roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”Wonder Kids, Kalau kita melihat dua pohon kecil, misalnya pohon jambu dan pohon mangga, mungkin kita tidak bisa membedakannya. Keduanya terlihat hampir sama saat masih kecil.Tapi setelah bertumbuh dan mulai berbuah, barulah kita tahu pohon mana yang mangga dan mana yang jambu.Begitu juga dengan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Ketika seseorang menerima Yesus, Roh Kudus mulai bekerja di dalam hidupnya dan mengubah mereka menjadi manusia baru. Perubahan itu tidak langsung terlihat, tetapi ketika hidup seseorang mulai menghasilkan “buah,” semua orang bisa melihat perbedaan itu. Buah Roh Kudus adalah tanda bahwa Yesus hidup di dalam diri kita. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin buah itu terlihat—kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Anak Tuhan yang bertumbuh akan mulai mirip dengan Yesus: lebih sabar, lebih baik, lebih lembut, lebih mampu menahan diri. Orang lain akan bertanya-tanya, “Kenapa dia bisa berubah seperti itu?” Dan mereka akan melihat bahwa Tuhanlah yang mengubah kita dari dalam.Kita tidak bisa berubah sendiri. Tuhanlah yang menumbuhkan buah itu dalam hidup kita, dan Tuhan juga yang membuat orang lain melihat perubahan itu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pilih satu buah Roh yang ingin kamu latih hari ini — misalnya kesabaran, kebaikan, atau penguasaan diri. Mintalah Tuhan menumbuhkannya dalam hidupmu.Mari kita berdoa:Tuhan, Engkau sudah menjadikanku ciptaan baru. Tolong aku menghasilkan buah yang menunjukkan bahwa Engkau hidup di dalamku. Tumbuhkan buah Roh dalam hidupku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang menghasilkan buah Roh menunjukkan siapa Tuhan yang tinggal di dalammu. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan kita hari ini adalah MENGAPA ADA ORANG YANG MERAGUKANDiambil dari:Yudas 1:22 (TB)“Tunjukanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu.”Wonder kids, menurut sebuah artikel ilmu pengetahuan, ada jenis monyet yang menyapa temannya bukan dengan lambaian tangan, tetapi dengan cara menyentuh hidung satu sama lain. Aneh dan sulit dipercaya, kan? Begitu juga, ada hal-hal dalam hidup ini yang terlihat aneh atau sulit dimengerti sehingga orang menjadi ragu.Orang yang belum percaya Yesus bisa melihat kehidupan orang Kristen sebagai sesuatu yang berbeda dari pengalaman mereka. Kita ke gereja setiap minggu, menyanyi, berdoa, dan mendengar firman dari Alkitab. Bagi sebagian orang, itu terlihat tidak biasa.Ada juga orang yang ragu karena mereka belum benar-benar mengerti.Mereka bertanya:Benarkah Tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta peduli pada setiap kita?Benarkah Yesus mati menggantikan kita dan bangkit kembali?Semua itu terdengar luar biasa—tetapi semuanya benar!Karena itu Tuhan mengingatkan kita untuk bersabar kepada orang-orang yang masih ragu.Kalau kita bersikap sombong atau merendahkan orang lain, mereka akan semakin sulit percaya. Tetapi ketika kita menunjukkan kasih, kerendahan hati, dan kebaikan, orang dapat melihat Yesus melalui hidup kita. Hidup kita bisa menjadi kesaksian yang membuat Injil lebih mudah dipercaya. Wonder Kids, mari kita menyapa dan memperlakukan semua orang dengan ramah—bukan dengan cara aneh seperti monyet tadi, tetapi dengan kasih dari Tuhan Yesus.Hari ini, Wonder Kids, lakukan ini:Tunjukkan satu tindakan kasih kepada seseorang yang mungkin belum percaya kepada Tuhan.Senyumlah, sapa, atau lakukan kebaikan kecil yang membuat mereka merasa diperhatikan.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku menjadi anak yang penuh kasih dan sabar kepada orang-orang yang masih ragu. Jadikan hidupku terang agar orang lain dapat melihat Engkau melalui perbuatanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: melalui tindakan kasihmu, orang lain bisa melihat bahwa Yesus itu nyata. Tuhan Yesus memberkati
Tahun 2025 hampir habis. Napas kita mungkin tersengal-sengal. Tapi, di dada kita ada rasa puas yang sulit dilukiskan. Saya melihat teman-teman di ROEMI dan INSPIRIT terus berlari. Begitu juga kawan-kawan di WLF, Rektorat Universitas Jambi, B2SDM di Kementerian Kehutanan, hingga Kedeputian LHSDA di OIKN. Ada satu kata yang terus menghantui meja rapat kita sepanjang tahun ini: Transformasi. Kata yang indah di telinga, tapi sering kali bikin meriang di badan. Kenapa kita harus bertransformasi? Karena model organisasi perubahan sosial yang lama sudah "kedaluwarsa". Dulu, organisasi itu seperti benteng. Kokoh, punya batas jelas, sangat protektif terhadap logonya sendiri, dan sering kali merasa paling benar. Sekarang, benteng itu harus dirubuhkan. Organisasi harus berubah menjadi ekosistem—sebuah platform tempat semua energi perubahan bisa saling bertemu dan membesar. Coba tengok hutan hujan tropis kita. Kenapa dia begitu tangguh menghadapi badai? Ternyata rahasianya bukan pada pohon yang paling tinggi. Rahasianya ada di bawah tanah. Namanya: Miselium. Jaringan jamur halus yang menyambungkan akar satu pohon dengan pohon lainnya. Miselium ini adalah simbol Koneksi. Luas, beragam, dan jumlahnya tak terhitung. Inilah fondasi pertama ekosistem kita. Di platform ini, kita melakukan Active Learning. Tidak lagi hanya berdiskusi di ruangan ber-AC, tapi belajar sambil bergerak dan praktik langsung di lapangan. Di sana pula terjadi Social Learning. Kita saling belajar satu sama lain. Bukan dari guru ke murid, tapi dari praktisi ke praktisi lainnya. Inilah yang melahirkan Collaborative Intelligences. Kecerdasan kolektif. Satu otak mungkin pintar, tapi ribuan otak yang tersambung miselium akan menjadi jenius. Miselium itu bekerja lewat Kolaborasi. Ini bukan sekadar kolaborasi basa-basi di atas meterai atau tanda tangan MoU yang kemudian berdebu. Ini adalah kolaborasi teknis yang strategis. Saya menyebutnya: Great Collaboration. Kerja nyata yang memastikan nutrisi mengalir dari yang berlebih kepada yang kekurangan. Puncaknya adalah Aksi Kolektif. Inilah yang kita saksikan di Pasar Kolaboraya 2025 kemarin. Namanya saja sudah "Raya". Artinya besar, megah, dan berdampak luas. Ingat buku Frederic Laloux, Reinventing Organizations? Dia bicara soal organisasi "Teal" yang digerakkan oleh kesadaran kolektif dan tujuan yang berevolusi. Lalu ada Adrienne Maree Brown dalam Emergent Strategy. Dia mengingatkan bahwa perubahan kecil yang terkoneksi secara luas akan menciptakan pola perubahan yang masif. Dan Ori Brafman dalam The Starfish and the Spider menegaskan: masa depan milik mereka yang berani mendesentralisasi kekuatan agar tetap hidup meski "dipotong". Transformasi itu enak sekali dikatakan, tapi sulit dijalankan karena ego. Kita masih senang jadi "pohon tunggal" yang ingin paling menonjol, namun akarnya ketakutan bertemu akar yang lain. Tahun 2026 sudah melambai. Inilah saatnya semua gagasan itu tidak lagi berhenti di atas kertas, tapi harus Embodied—meraga, menjadi urat nadi, dan hidup dalam setiap langkah nyata kita. Selamat bertransformasi!
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 9 Desember 2025Bacaan: "Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:25)Renungan: Ketika kita mengampuni seseorang, kita menyuruhnya pergi dan melepaskannya ke dalam tangan Allah, satu-satunya Hakim. Dengan berbut demikian, kita memilih untuk tidak lagi menjadi hakim atas orang tersebut. Mengampuni bukanlah hanya masalah perasaan, melainkan keputusan untuk mau atau tidaknya mengampuni. Ketika kita menyadari bahwa semua manusia tidak luput dari kesalahan dan kita memutuskan untuk memaafkan, itulah pengampunan yang sebenarnya. Seseorang berkata, "Mengampuni berarti melupakan suatu pelanggaran dan memperlakukan orang yang melanggar sebagai tidak bersalah." Begitu kita mengampuni, kita akan merasa damai dan bebas. Mengampuni adalah kunci untuk memancarkan dan menciptakan sukacita di hati. Tuhan sudah mengampuni dosa kita dengan pengorbanan-Nya di kayu salib, kini tugas kita adalah melanjutkan pengampunan itu kepada orang yang pernah menyakitkan kita. Kalau Yesus yang adalah Allah mau mengampuni kita, lalu siapakah kita jika kita tetap berkeras hati untuk tetap menyimpan dendam dan tidak mau mengampuni? Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk pengorbanan-Mu di kayu salib. Hal itu Kau lakukan karena cinta-Mu kepadaku agar aku dapat dibebaskan dari belenggu dosa. Kini ajarilah aku untuk mengampuni seseorang yang telah melukai hatiku. Dia juga telah menghancurkan hidupku. Namun kini aku mengerti bahwa jika Engkau izinkan hal itu terjadi atas diriku, maka sesungguhnya Engkau sedang mempersiapkan aku menjadi pribadi yang tangguh dan tahan uji. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 24 November 2025Bacaan: "Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka." (Yohanes 8:36)Renungan: Ada seorang pandai besi yang sangat terkenal karena hasil kerjanya sangat bermutu. Suatu ketika karena satu kesalahan ia ditangkap dan dipenjarakan di ruangan bawah tanah. Kedua kakinya dirantai dengan rantai yang sangat kuat. Ia mencoba untuk memutuskan mata rantai yang mengikat kakinya. Ia terus mencermati rantai yang membelenggunya dan mencari peluang supaya dapat memutuskan mata-mata rantai itu. Setelah bergumul cukup lama akhirnya harapannya pupus, karena ia mengenali bahwa rantai yang membelenggunya adalah buatan tangannya sendiri. Dulu ia sangat bangga karena telah menciptakan rantai yang kuat, tetapi kini ia sangat menyesal karena rantai yang kuat yang dibuatnya telah membelenggunya dengan sangat kuat. Dosa adalah rantai yag sangat kuat, yang tercipta karena kita mengikuti segala keinginan daging. Tangan kita sendirilah yang merajut setiap mata rantai dosa itu selama bertahun-tahun. Tanpa kita sadari, dosa demi dosa telah kita jalin sehingga menjadi rantai yang sangat kuat, yang mengikat sampai kita tidak mampu lagi untuk melepaskan diri dari belenggunya. Tidak ada yang dapat memutuskan belenggu dosa selain dari Yesus Kristus yang sudah menang atas dosa. Jadi pilihlah sekarang juga. Apakah kita akan hidup merdeka dari dosa atau tetap dibelenggu dosa sampai maut menjemput? Jika kita bijak, undanglah Yesus masuk dalam hati kita untuk memerdekakan kita saat ini juga. Kemudian hiduplah dalam kebenaran firman-Nya, karena hanya ketika kita berkomitmen hidup dalam kebenaran firman-Nya, kita akan mengalami kemerdekaan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah mau mati untukku. Begitu besar dosa yang kubuat yang selalu mengecewakan hati-Mu. Tapi tangan-Mu senantiasa terbuka untuk menerimaku kembali. Terima kasih Yesus, karena kasih-Mu terlalu besar untukku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 18 November 2025Bacaan: ".....Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu......" (Mazmur 95:7-8)Renungan: Menurut para gembala domba di Israel, menuntun domba-domba ke sumber air dan padang yang berumput hijau sangatlah mudah. Begitu juga saat hendak meninggalkan sumber air dan rumput. Hal ini amat berbeda dengan menggembalakan kambing. Seorang gembala kambing pasti akan dibuat repot apabila kambing sedang melihat sesuatu yang diinginkannya. Domba lebih taat pada panggilan gembalanya, sedang kambing sekalipun tongkat dan cambuk melekat di tubuhnya, ia tetap membandel. Menurut gembala domba, hanya satu keadaan yang bisa membuat domba tidak taat, yaitu pada saat ia sakit. Jika domba dalam keadaan sakit, ia tidak dapat menuruti suara gembalanya dan ia akan mengikuti suara siapa saja. Begitu juga dengan kita manusia, jika dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lagi bisa mendengarkan suara Yesus Sang Gembala Yang Baik dan menuruti kehendak-Nya, itu pertanda ada sesuatu yang salah dengan hidup kerohanian kita, yaitu hidup rohani kita sedang sakit. Jika demikian tentu kita perlu memulihkan iman kita agar tidak tersesat. Karena itu, jika kita sudah hidup jauh dari Tuhan, kita perlu memeriksa diri dan mendengarkan firman-Nya. Jika tidak, lama kelamaan kita akan berubah seperti sifat kambing yang susah diatur, tidak dapat mendengarkan suara gembalanya dan selalu menerima cambukan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku sering tergoda oleh suara bujukan si jahat untuk melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendakMu, mencuri, menyontek, terikat dengan judi, mabuk, pornografi, narkoba, sex bebas, malas berdoa, keras kepala dan dendam. Ampuni aku Tuhan, karena rohaniku sedang sakit dan aku butuh Engkau untuk memulihkannya. Yesus, tolong aku, agar aku jangan sampai terjerembab masuk dalam jurang maut yang akan membinasakanku. Kuasai aku Yesus, dan sadarkan aku, bahwa aku adalah anak kesayangan-Mu. Amin. (Dod).
The Rare Earth Elements (REE), consisting of 17 lanthanides including Scandium (Sc) and Itrium (Y), are a group of metals that have unique magnetic, catalytic, and luminescent properties. This element has become very important in this modern age. - Unsur-unsur Tanah Jarang (REE), yang terdiri dari 17 lantanida termasuk Skandium (Sc) dan Itrium (Y), adalah kelompok logam yang memiliki sifat magnetik, katalitik, dan luminescent yang unik. Elemen ini menjadi sangat penting pada jaman modern ini.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 6 November 2025Bacaan: "Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." (2 Timotius 2:13)Renungan: Ada sebuah lagu rohani berjudul Kau rangkai air mataku. Liriknya sebagai berikut: Kau rangkai air mataku jadi permata, Kau ubah kabut hitamku menjadi sutra. Kepahitan kesukaran Kau ubah jadi bintang-bintang. Kau rangkai air mata jadi permata. Betapa beda jalan-Mu dari jalanku. Seperti langit dan bumi jaraknya. Tak pernah ku punya teman setia seperti Tuhan. Kau rangkai air mata jadi permata. Yesus oh Yesus. Yesus oh Yesus. Tak pernah ku punya teman setia seperti Tuhan. Kau rangkai air mata jadi permata." Banyak di antara kita berusaha untuk mencari sahabat atau teman sebanyak mungkin. Akan tetapi banyak juga yang pada akhirnya mengalami kekecewaan. Pengalaman dikecewakan itu sungguh menyakitkan, sehingga bisa saling menyakiti satu dengan yang lain. Hari ini rasul Paulus mengingatkan kita bahwa ada seorang sahabat yang tetap setia kepada kita walaupun kita sering tidak setia pada-Nya. Dia adalah Yesus. Yesus selalu siap untuk mendengarkan keluh kesah kita. Tetapi terkadang kesempatan itu terlewatkan begitu saja, karena kita tidak tahan untuk duduk diam di hadirat-Nya. Hati kita lebih terpaut dengan manusia sehingga sulit untuk membiarkan Tuhan masuk dalam hati kita. Apapun masalah yang saat ini kita hadapi, belajarlah untuk menjadikan Yesus sebagai sahabat. Dia adalah teman yang setia ketika teman dan sahabat lain meninggalkan kita. Jika kita mau menjadikan Yesus sahabat kita, maka Dia akan merangkai tiap tetesan air mata kita menjadi permata yang indah. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, buka hatiku agar aku mau menjadikan Engkau sebagai sahabatku. Begitu banyak air mata pergumulan hidupku menetes sia-sia ketika aku datang pada manusia. Kini kupersembahkan tiap tetesan air mata pergumulan hidupku dalam kirbat-Mu, ubahlah tiap tetesan air mataku menjadi rangkaian permata yang indah yang akan memberikan kelegaan bagi hidupku. Yesus, Engkaulah andalanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 17 September 2025Bacaan: "Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri." (Roma 14:7)Renungan: Ada seorang ibu yang seringkali pergi ke kantor pos untuk mengirim surat, paket atau wesel pos. Suatu hari ketika tiba di kantor pos, ia melihat antrean yang begitu panjang. Begitu banyak orang yang menunggu giliran untuk dilayani. Sebenarnya ia hanya membutuhkan beberapa perangko. Seseorang yang memperhatikan sang ibu kemudian berkata. "Kenapa ibu tidak memakai mesin perangko saja? Ibu bisa mendapatkan perangko yang ibu inginkan tanpa harus ikut mengantre." Ibu tersebut menjawab, "Ya, aku tahu. Tapi mesin itu tidak bisa menyapaku dan menanyakan penyakit rematikku." Dampak kemajuan di bidang teknologi ini semakin mendorong orang untuk bersikap individualistis. Orang bisa melakukan transaksi bisnis dengan cepat melalui internet. Melalui mesin kita dapat memesan makanan, mengukur tekanan darah, mengambil uang tanpa berhubungan langsung dengan seseorang. Hal inipun telah merambat dalam hal rohani, sehingga orang menganggap tidak perlu lagi ke gereja, karena mereka bisa mendengarkan khotbah melalui, radio atau televisi. Namun di luar itu semua, kita juga perlu tahu bahwa banyak orang yang membutuhkan perhatian dan sentuhan kasih kita. Ada orang yang ingin mendengar kita menanyakan bagaimana keadaan mereka, pergumulan apa yang sedang mereka hadapi, bantuan apa yang dapat kita berikan atau bisa saja mereka merasa diberkati hanya dengan melihat senyuman kita. Oleh karena, sudahkah hari ini kita menyapa suami, istri, orang tua, anak-anak, atau sahabat? Atau sudahkan kita memberikan senyum kita yang terbaik untuk orang-orang yang kita temui hari ini? Kalau belum, lakukanlah, karena Yesus membutuhkan sapaan dan senyuman kita hari ini untuk menjadi berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku rindu untuk mendengar sapaan, senyuman, nasihat, cerita dari pasanganku, orang tuaku, anak-anakku. Aku tahu, di luar sana banyak orang yang mengalami kerinduan sepertiku. Maka bantu aku agar aku mampu menyapa dan sekadar memberi senyuman terbaikku bagi mereka. Kirimkanlah hari ini seseorang yang dapat kuberkati dengan sapaan dan senyumanku. Amin. (Dod).
Benih dapat bertumbuh dengan baik di tanah yang baik, namun tidak akan bisa bertumbuh dengan baik di tanah yang keras. Begitu juga dengan hati kita, Firman Tuhan yang diibaratkan sebagi benih juga tidak akan dapat tertanam dan bertumbuh di hati yang keras.Ada 3 jenis hati yang keras :1) Hati yang mati rasa (Tidak peka kepada hati Tuhan, tidak punya belas kasihan kepada sesama) Markus 3 : 52) Hati yang menolak kehendak Allah (Keras kepala, mencari pembenaran diri)Markus 10 : 53) Hati yang sulit percaya (Keras dalam iman)Matius 16 : 14
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 9 September 2025Bacaan: "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5)Renungan: Ada seekor anjing yang kelaparan menemukan sepotong daging yang lezat di atas tanah, ia bergegas menggondol daging itu dan berlari ke tempat tinggalnya. Ketika tiba di tepi sungai, ia harus melewati jembatan. la berjalan dengan sangat hati-hati, ketika sampai di tengah jembatan, tanpa sengaja la memandang ke sungai, dan begitu melihat ke sungai bukan main kagetnya. Ia melihat ada seekor anjing di sungai itu, menggondol sepotong daging yang besar dan sedang menatapnya. Dalam hati ia mulai berpikir, "Wah, daging yang digigitnya lebih besar dibanding daging saya ini. Jika saya sedikit lebih galak terhadapnya, siapa tahu mungkin ia akan melepaskan daging itu dan lari." Lalu, ia membuka moncongnya dan menggonggong dengan keras. Begitu ia membuka moncongnya, daging dalam gigitannya lalu tiba-tiba terjatuh ke sungai, menghancurkan tubuh anjing yang berada di sungai itu. Percikan air yang dalam menghancurkan semua mimpi si anjing yang rakus ini, dan ia baru menyadari bahwa ternyata anjing itu adalah bayangan dirinya dalam air. Lalu dengan sedih ia menangis, "Kalau tahu begini aku tidak akan sedemikian rakus, namun kini, saya harus menahan lapar lagi, ke mana aku harus mencari makan?" Banyak orang ingin bisa hidup dengan lebih baik atau harus mendapatkan lebih banyak. Tanpa disadari hal itu dapat mencelakakan kepentingan orang lain, karena ia tidak puas dengan apa yang sudah diperolehnya. Bahkan ada yang tak segan-segan merampas barang milik orang lain. Lantas apa yang hilang pada manusia yang rakus? Persaudaraan, persahabatan, hati nurani atau ketenangan hati. Ini semua merupakan harta benda yang paling berharga dalam kehidupan! Hargailah semua yang kita miliki, tidak memaksakan sesuatu yang tidak bisa diperoleh, jangan karena rakus lantas malah kehilangan sesuatu yang sudah ada. "Kalau memang milik kita, pasti akan kita miliki, kalau bukan jangan memaksakan kehendak." Orang yang tahu menikmati hidup apa adanya, itulah orang yang benar-benar kaya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur pada-Mu karena Engkau selalu ada untukku. Engkau senantiasa mencukupi semua kebutuhanku. Asal aku setia pada-Mu, maka banyak hal yang tidak pernah kupikirkan selalu Kau sediakan untukku. Ajarilah aku juga untuk mencukupkan diriku dengan apa yang ada padaku, agar jangan sampai kerakusan menguasaiku. Amin (Dod)
Keikhlasan merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Amalan-Amalan Hati. Kajian ini disampaikan pada Jum’at, 15 Muharram 1447 H / 11 Juli 2025 M. Kajian Tentang Keikhlasan Begitu banyak dalam Al-Qur’an ayat yang memerintahkan untuk ikhlas. Begitu juga dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam . Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah menjelaskan dalil-dalil […] Tulisan Keikhlasan ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 6 Juli 2025Bacaan: "Tetapi padaMu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang." (Mzm 130:4)Renungan: Menurut legenda Yahudi, ketika Allah hendak menciptakan manusia, Dia meminta nasihat para malaikat yang berdiri di sekitar takhta-Nya. Kemudian para malaikat berkata:Malaikat Keadilan: "Jangan ciptakan dia, karena dia akan melakukan segala jenis kejahatan melawan Engkau dan sesama, dia akan kasar, kejam, tidak jujur dan tidak benar." Malaikat Kebenaran: "Jangan ciptakan dia, karena dia akan berbuat salah dan menipu sesamanya dan bahkan menipu Engkau." Malaikat Kekudusan: "Jangan ciptakan dia, dia akan mengikuti segala sesuatu yang najis menurut pemandangan-Mu dan mempermalukan wajah-Mu." Kemudian datanglah Malaikat Pengampun berkata: "Ciptakan dia Bapa Surgawi. Karena jika dia berdosa dan menyimpang dari jalan-Mu yang benar, kudus dan lurus, aku akan menuntunnya dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut, serta membawanya kembali kepada-Mu." Apakah saat ini kita merasa bersalah dan mempunyai dosa berat? Atau kita merasa tidak layak lagi di hadapan Tuhan, karena kita selalu jatuh dalam dosa yang sama? Atau hidup kita begitu banyak mengecewakan orang lain dan kita merasa tidak berguna? Hari ini datanglah pada Tuhan. Malaikat pengampun akan membimbing kita untuk dapat kembali pada-Nya. Jangan keraskan hati kita, saat ini Yesus menunggu kita dengan tangan terbuka. Kembalilah dan bertobatlah, maka kita akan menerima kembali damai sejahtera yang telah hilang dari kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena hidupku tidak lagi menyenangkan hatimu. Begitu banyak perbuatanku yang sudah mengecewakan banyak orang dan mengecewakan Engkau sendiri. Berilah aku kesempatan untuk memperbaiki hidupku dan terimalah aku kembali menjadi anak-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 4 Juni 2025Bacaan: "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri." (Amsal 3:5) Renungan: Setelah sembuh dari kusta yang dideritanya, Naaman dan pasukannya segera berangkat dari Sungai Yordan untuk menemui Elisa. Sebagai ucapan syukur atas kesembuhan yang diterimanya, Naaman ingin mempersembahkan sesuatu kepada Elisa, namun Elisa menolaknya. Naaman mencoba mendesak agar Elisa menerima persembahannya, namun semua usahanya sia-sia. Elisa adalah abdi Allah berhati lurus, yang tidak mencari keuntungan materi dari karunia rohani yang Tuhan berikan kepadanya. Elisa mengerti bahwa pelayanannya yang disertai oleh tanda-tanda mujizat bukan untuk diperdagangkan. la merasa tidak layak mendapatkan untung dari apa yang Tuhan lakukan melalui pelayanannya. Ketika Gehazi mengetahui bahwa Elisa menolak semua pemberian Naaman, ia membiarkan pikirannya dipengaruhi oleh keinginan daging. Gehazi menafsirkan pikiran Elisa menurut versinya, "Sesungguhnya tuanku terlalu menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya. Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya aku akan berlari mengejar dia dan akan menerima sesuatu dari padanya." la lalu memutuskan untuk mengejar Naaman. Apa yang dipikirkan Gehazi berasal dari keinginan dagingnya semata. Dengan memakai istilah yang rohani, "Demi Tuhan yang hidup, "Gehazi ingin meraup keuntungan untuk memuaskan kedagingannya. Menjalani hidup dengan memakai pengertian sendiri dapat membuat kita menjauh dari rencana dan kehendak Tuhan. Kita seringkali terjebak di dalam melangkah atau mengambil keputusan karena kita diperhadapkan oleh suatu keuntungan yang sudah sangat dekat dengan kita. Begitu dekatnya kita dengan keuntungan itu, sehingga kita tanpa sadar berpikir bahwa tanpa pertolongan Tuhan pun kita sudah dapat meraih dan memperolehnya. Kita mulai meninggalkan Tuhan di belakang kita beserta dengan segala rencana, tuntunan dan kehendak-Nya. Kita melangkah maju sendirian dengan menggunakan pikiran kita yang sudah tercemar oleh keserakahan dunia ini. Itulah yang terjadi dengan Gehazi, dan sangat mungkin juga sedang terjadi dengan kita saat ini. Adakah kita sudah meninggalkan Tuhan dengan rencana-Nya yang indah buat hidup kita? Kembalilah kepada-Nya, jangan bersandar kepada pengertian kita sendiri! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus yang baik, biarlah Roh-Mu memimpinku setiap hari, sehingga segala keputusan dan jalanku tidak menyimpang dari kehendak-Mu. Amin. (Dod).