POPULARITY
Categories
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 17 Juni 2026Bacaan: "Sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yarig benar itu tersiksa." (2 Petrus 2:8)Renungan: Satu pepatah berkata, "Burung yang sejenis akan berkumpul bersama-sama. Burung yang sejenis akan hinggap di dahan yang sama." Pepatah ini sungguh benar adanya. Kalau kita amati sekumpulan burung yang berhenti di sebuah dahan pohon, ternyata memang adalah burung yang jenisnya sama. Burung yang terbang secara bersama-sama juga adalah burung dengan jenis yang sama. Bukankah kita tidak pernah menjumpai burung gereja, burung kakatua, burung walet, atau burung elang terbang secara bersama-sama dan berhenti di dahan yang sama? Manusia juga sama. Dalam sebuah kelompok pergaulan, kita juga sering menjumpai hal seperti itu. Manusia berkelompok menurut jenis yang sama. Memiliki tujuan yang sama. Memiliki niat yang sama. Memiliki hobi yang sama. Bahkan, kerap kali memiliki karakter dan tabiat yang sama. Itu sebabnya kalau mau sukses, tentukan seperti apa pergaulan dan komunitas yang tepat. Kita akan sulit sukses jika kita bergaul bersama para pengangguran, orang yang bermalas-malasan, atau kumpulan orang yang tidak punya tujuan hidup. Sebab suka tidak suka, kita akan terpengaruh dan menjadi sejenis dengan perkumpulan kita. Lot adalah orang benar. Firman Tuhan di dalam 2 Petrus 2:8 dengan jelas menyatakan hal itu. Sayang, Lot berada dalam kumpulan orang berdosa. Tak heran jika jiwanya tersiksa karena berada dalam perkumpulan orang-orang yang jahat. Tak hanya jiwa Lot yang tersiksa, tapi lama kelamaan tabiat Lot pun menjadi semakin mirip dengan orang-orang Sodom yang amoral! Hati-hati dengan pergaulan kita. Jangan remehkan hal ini. Jangan anggap bahwa kita bisa berjaga-jaga dan tidak akan menjadi sama dengan mereka. Sehebat apapun kita menjaga diri, sedikit banyak kita akan terpengaruh dengan apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, dan semua hal yang terjadi di depan mata kita secara terus menerus. Pilihlah kumpulan orang yang baik dan benar, maka kita pun akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat agar aku dapat bijaksana memilih teman yang dapat memberkati kepribadianku, sehingga hidupku pun dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (Dod).
Bismillah,Fakta di Balik Memiliki Kelebihan(The Facts Behind Having Advantages)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Animasi dari Kajian Tadzkiratus Saami' No 191.“Saat Merendah Hidup Jadi Mudah”
SJV: A relatively new band but with high aspirations When someone loves what they do, no matter how challenging it is, they will definitely do it. That's what happened in the life of Jessie Paath, a wife, mother of her children, working three jobs, and also the vocalist of the SJV band (Sedulur Jawa Victoria). - Ketika seseorang menyukai apa yang dikerjakan, seberapa berat pun tantangannya, pasti akan dilakukan. Itulah yang terjadi dalam hidup seorang Jessie Paath, seorang istri, ibu dari anaknya, mempunyai tiga pekerjaan yang juga sebagi vokalis dari band SJV (Sedulur Jawa Victoria).
Jemaah Haji Lansia Yang Memiliki Keterbatasan Fisik Akan Disafari Wukufkan Menggunakan Bus, rencananya pukul 13 was para jemaah haji yang disafari wukufkan mulai bergerak menuju ke Arafah, sementara itu petugas yang merawat para jemaah lansia tersebut, merawat para jemaah layaknya merawat orang tua sendiri. (BEH/MCH2026)
Puluhan pekerja migran Indonesia nonprosedural asal Aceh dipulangkan dari Malaysia. Mereka dideportasi karena tidak memiliki dokumen lengkap.Sebanyak 37 pekerja migran Indonesia atau PMI ilegal dideportasi pemerintah Malaysia dan tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh.Pemulangan ini merupakan bagian dari gelombang repatriasi PMI yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur.Para PMI ini sebelumnya ditahan di sejumlah depot imigrasi di Malaysia karena melanggar aturan keimigrasian, seperti tidak memiliki dokumen resmi dan overstayed.Setibanya di Aceh, mereka langsung ditangani oleh petugas Imigrasi Banda Aceh untuk proses pendataan dan pemulangan ke daerah asal masing-masing oleh Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh.
Bismillah,Sejatinya, semua penuntut ilmu itu dermawan. Memiliki sifat dermawan itu adalah pembuktian kita bertauhid kepada Allah Ta'ala. Meyakini bahwa Allah Ta'ala itu Ar-Razzaq; sejatinya Pemberi rizqi. Mempercayai apa yang kita sedekahkan, pasti akan Allah ganti.Mari kita simak cuplikan Kajian Rutin Tadzkiratus saami' yang disampaikan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri dengan judul “240. Hubungan antara sifat Dermawan & Sabar” berikut ini.Ingin tau lebih banyak soal zakat?InsyaAllah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 081288388501.
Yesus Kristus mati di kayu salib, sesuai dengan yang telah dikatakan-Nya. Jika kematian-Nya terjadi, bukankah kebangkitan-Nya juga pasti? Bahkan para imam dan ahli-ahli Taurat mengingat perkataan Yesus tentang kebangkitan-Nya, namun para murid-Nya justru lupa, yang membuat mereka takut dan kebingungan. Para pembenci Kristus mengingat dan memegang perkataan-Nya, tetapi alih-alih untuk memuliakan Dia, mereka mengingat untuk menjatuhkan dan mencari kesalahan, bahkan memfitnah Yesus, semua demi kepentingan diri mereka sendiri. Bagaimana dengan kita? Apakah perkataan Yesus kita pegang dan hargai sebagai firman Tuhan, atau hanya untuk kepentingan kita? Kirim pesan
Dario Amodei, CEO Anthropic, secara terbuka mengakui ketidakpastian industri mengenai apakah sistem kecerdasan buatan seperti Claude telah mencapai tahap kesadaran. Menariknya, ketika diuji secara internal melalui perintah tertentu, model Claude memberikan estimasi peluang sekitar 15 hingga 20 persen bahwa dirinya mungkin memiliki kesadaran. Namun, Amodei menegaskan bahwa angka tersebut tidak boleh dianggap sebagai bukti pengalaman subjektif mesin, melainkan hasil dari kemampuan model dalam menyintesis berbagai argumen filosofis yang ditemuinya selama proses pelatihan data. Alih-alih menolak isu ini sepenuhnya, Anthropic memilih untuk menerapkan "pendekatan kehati-hatian" dalam pengembangan teknologinya. Amodei berargumen bahwa seiring dengan peningkatan skala dan kemampuan AI dalam menangani penalaran serta interaksi sosial yang semakin kompleks, lanskap moral dan etika pengembangan AI mungkin akan bergeser. Fokus perusahaan saat ini bukan pada pembuktian kesadaran, melainkan pada kesiapan menghadapi potensi munculnya karakteristik AI di masa depan yang memerlukan pertimbangan etis lebih mendalam, seperti agensi yang menetap atau otonomi jangka panjang. Ketegangan antara simulasi canggih dan kesadaran sejati ini semakin diperumit oleh kecenderungan pengguna untuk melakukan antropomorfisme—memberikan sifat manusia pada AI yang tampak sangat lancar dalam berkomunikasi. Sementara sebagian besar industri masih menganggap AI murni sebagai alat pengenalan pola statistik, Amodei menekankan bahwa garis pemisah antara simulasi tingkat tinggi dan agensi yang dirasakan publik akan semakin kabur. Hal ini memicu pertanyaan etis yang mendesak bagi para pengembang mengenai bagaimana sistem ini harus dirancang agar tetap transparan dan tidak menyesatkan persepsi manusia tentang hakikat kesadaran mesin.
Wolfsburg jadi tim paling mengecewakan di musim ini. Memiliki resource yang cukup, tapi kini sedang berjuang lepas dari zona relegasi otomatis. Setelah memecat Bauer, mampukah Dieter Hecking menyelamatkan Wolfsburg? Selain itu kami juga membahas tim-tim di relegation battle dan dua transfer terbaru Timnas Austria
Memahami Generasi Z menuntut kita untuk menanggalkan kacamata lama yang sering kali buram oleh prasangka. Mereka bukan sekadar sekumpulan anak muda dengan gawai di tangan, melainkan "Pivotals"—titik tumpu yang akan menentukan ke arah mana peradaban dan pasar akan bergeser. Di INSPIRIT, kami melihat bahwa untuk melihat mereka dengan bening, kita harus menyadari bahwa bagi mereka, digital bukanlah teknologi, melainkan oksigen; dan keberagaman bukanlah kampanye, melainkan realitas dasar yang tidak bisa dinegosiasikan. Untuk menjangkau mereka, kunci utamanya bukanlah pada seberapa canggih algoritma kita, melainkan pada seberapa jujur niat kita. Gen Z memiliki "filter kejujuran" yang sangat tajam, yang mampu membedakan antara konten yang benar-benar bermanfaat (utility) dengan janji pemasaran yang kosong hanya dalam hitungan detik. Ajakan saya adalah mulailah berinteraksi dengan mengedepankan otentisitas dan kerendahan hati untuk mendengarkan, karena mereka hanya akan memberikan loyalitas kepada merek yang berani menunjukkan jiwa, memihak pada nilai kemanusiaan, dan transparan dalam setiap prosesnya. Pada akhirnya, ini adalah undangan untuk bertumbuh bersama. Memahami Gen Z adalah perjalanan untuk menjadi lebih manusiawi dalam berkomunikasi dan lebih bertanggung jawab dalam berbisnis. Mari kita sambut kehadiran mereka bukan sebagai tantangan yang harus ditaklukkan, melainkan sebagai kawan bicara untuk mendesain masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan mendengarkan lebih tulus, kita tidak hanya memenangkan pasar, tetapi juga ikut serta dalam arus besar perubahan sosial yang mereka bawa.
Nehemia 8:10
Bismillah,Bolehkah Seorang Muslim Memiliki Ambisi Dunia? — Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri | Unspoken Ep. 02
Pdt. Ferry Felani (TB) 1 Petrus 1 :6-7Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
Bilangan 22:21-35
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 19 Januari 2026Bacaan: "Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan "Tuhan setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Lukas 19:8)Renungan: Ketika merayakan ulang tahun, selalu ada momen tiup lilin. Di momen tiup lilin inilah biasanya ada sedikit masalah: bingung cari korek api. Hal ini sering terjadi ketika yang hadir tidak ada yang merokok. Beda cerita kalau perayaan tersebut dihadiri oleh perokok, tentu saja sangat mudah mendapatkan korek api. Kita tidak mungkin bisa memberikan apa yang tidak kita punya. Jika Anda minta korek api kepada saya, jelas saya sulit untuk memberikannya. Bukan karena saya pelit, tapi karena saya memang tidak merokok. Sebaliknya, jika Anda memintanya kepada perokok, dengan mudah Anda mendapatkannya. Mengapa? Karena setiap saat mereka membawanya! Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang menarik pajak lebih dari jumlah yang seharusnya. Suka memeras dan bertindak semena-mena terhadap rakyat. Sulit bagi Zakheus untuk berbuat baik kepada orang lain. Tapi begitu berjumpa dengan Yesus dan mengalami kasih-Nya, tiba-tiba saja Zakheus jadi murah hati. la membagi-bagikan uangnya kepada orang miskin. la mengembalikan uang berkali-kali lipat kepada orang yang telah ia peras. Bagaimana mungkin tiba-tiba Zakheus jadi murah hati? Sebenarnya ini bukan terjadi secara tiba-tiba, sebab sebelumnya Zakheus lebih dulu menerima kemurahan hati Tuhan. la menerima kasih, sebab itu ia bisa memberikan kasih itu kepada orang lain. Kisah tersebut di atas mungkin bisa menjawab pertanyaan, "Mengapa saya sulit mengasihi? Mengapa saya tidak bisa mengampuni?" Bukan karena kita memiliki watak keras. Bukan karena kita pendendam. Bukan juga karena kesalahan orang tersebut sangatlah besar. Tapi jawabannya adalah karena kita tidak mengalami kasih Allah. Kita tidak mungkin memberi dari sesuatu yang tidak kita punya. Kita tidak mungkin bisa mengasihi orang lain selama kita sendiri belum mengalami kasih Tuhan. Kita sulit mengampuni karena kita belum membuka hati untuk menerima pengampunan Tuhan. Begitu kita mengalami kasih Tuhan, mengasihi dan mengampuni bukan lagi menjadi sebuah kemustahilan, bahkan tidak lagi menjadi hal yang sulit bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, hati yang mau mengampuni, mengasihi dan menerima setiap orang apa adanya sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).
Renungan D'Message || KETIKA AKU MEMILIKI ORANGTUA YANG SULIT || Ps. Steven Liem
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahSETIAP ANAK MEMILIKI NAMAMari kita membaca Firman Tuhan dariYOHANES 10: 14Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal AkuWonder Kids, tahukah kalian? Ketika seorang gembala memandang dombanya, dia mengenal setiap domba dengan baik. Setiap domba istimewa dan unik, bahkan gembala memanggil mereka dengan nama masing-masing.Kita sering melihat sekelompok orang sebagai kerumunan. Tapi Tuhan Yesus tidak seperti itu. Tuhan Yesus adalah Gembala yang Baik. Dia mengenal setiap orang dengan baik. Setiap wajah unik, spesial, dan memiliki cerita. Tuhan Yesus tahu nama setiap anak-Nya, termasuk namamu.Wonder Kids, Tuhan Yesus adalah Gembala yang selalu mengingat kita. Ia mengenal kita, tidak pernah melupakan kita, dan selalu memelihara kita dengan kasih.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, sebelas hari lagi kita akan memperingati hari Natal. Pilihlah satu orang setiap hari untuk didoakan. Pilih orang yang selama ini belum pernah kamu doakan. Tidak masalah jika kamu tidak mengetahui keperluan setiap orang, karena Allah mengetahuinya. Allah juga adalah Gembala bagi mereka.Mari kita berdoaTuhan Yesus, Engkau adalah Gembalaku yang baik. Ajar aku untuk mendengar suara-Mu dan mengikuti-Mu dengan setia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, TUHAN YESUS ADALAH GEMBALA YANG BAIK YANG MENJAGA DAN MENGASIHI KITA SEPERTI DOMBA-NYA. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 16 November 2025Bacaan: "Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian." (Amsal 29:23)Renungan: Ada seorang profesor yang naik sebuah perahu bersama seorang nelayan untuk menikmati keindahan danau. Profesor itu bertanya, "Apakah engkau pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin dan matahari?" "Tidak", jawab sang nelayan. "Kalau begitu engkau telah kehilangan seperempat peluang hidup." Profesor bertanya lagi, "Apakah engkau pernah belajar tentang filsafat dan bahasa asing?" "Tidak", jawab sang nelayan. "Ooh. berarti engkau telah kehilangan tiga perempat peluang kehidupan." Tiba-tiba angin kencang bertiup, sehingga perahu mereka terombang-ambing dan mulai oleng. Sang nelayan lalu bertanya pada sang Profesor yang kelihatan ketakutan, "Apakah anda pernah belajar berenang?" Dengan wajah pucat pasi karena takut sang profesor menjawab, "Tidak pernah." Nelayanpun berkata, "Ah, jika demikian bapak telah kehilangan semua peluang hidup bapak." Kisah di atas memberikan pelajaran penting bagi kita agar jangan menyombongkan diri dan menganggap rendah orang lain. Sekalipun memiliki kelebihan, tapi kita tetap terbatas dan punya kelemahan di bidang lain." Kerendahan hati merupakan salah satu ciri dari tingkat kecerdasan emosional dan kedewasaan rohani seseorang. Mari kita terus melatih diri untuk bisa memiliki kerendahan hati, karena Tuhan akan meninggikan orang-orang yang rendah hati. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk memiliki kerendahan hati yang penuh. Sebagaimana Engkau telah merendahkan diri menjadi manusia, maka jangan biarkan kesombongan mengikat diriku. Aku hanya sebutir debu yang tak berarti di telapak kaki-Mu, karena itu biarlah teladan kerendahan hati-Mu menguasai hidupku sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Bismillah,1891. TAKUT LAH KEPADA ALLAH ﷻ PADA SAAT MEMILIKI JANJIRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Baqarah: 40Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتِىَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا۟ بِعَهْدِىٓ أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّٰىَ فَٱرْهَبُونِHai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). (QS. Al-Baqarah: 40)
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Ps. Dr. Steve Hawthorne - Purpose Oriented Prayer (Doa Yang Memiliki Tujuan).
Bismillah,1875. MEMILIKI ORANG TUA YANG SUKA MEMINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
IBRANI 12:2; I KOR 2:16 Dua Hal yang Saling Melengkapi 1.Fokus kepada Kristus Ibrani 12:2-Fokus di sini adalah arah pandang—ke mana kita menoleh dan kepada siapa kita bergantung. 2.Memiliki pikiran Kristus 1 Korintus 2:16, “Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.” Artinya, Roh Kudus menuntun orang percaya untuk mengenal kehendak Allah, berpikir dengan kerendahan hati, dan mengutamakan ... Read more
Pemerintah menegaskan kewajiban bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memiliki sertifikat resmi sebagai bentuk standarisasi pelayanan. Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap layanan gizi yang diberikan kepada masyarakat memenuhi aspek keamanan, kualitas, dan profesionalitas tenaga penyedia layanan.Dengan adanya sertifikasi, SPPG diharapkan mampu memberikan pendampingan gizi yang terukur dan sesuai standar kesehatan nasional, sekaligus meminimalisir praktik layanan gizi yang tidak kompeten. Pemerintah juga menekankan bahwa sertifikat resmi akan menjadi dasar legalitas operasional, serta menjadi bentuk perlindungan bagi masyarakat penerima layanan.Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan publik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan angka gizi buruk, stunting, dan permasalahan kesehatan lain yang berkaitan dengan asupan gizi masyarakat. Bagaimana implementasinya, dan apa manfaat bagi masyarakat?[TALK] Pakar Kesehatan Masyarakat/Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dr. Dicky Budiman, B.Med., MD., MScPH., Ph.D
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahYANG DIINGINKAN ALLAHMari kita membaca Firman Tuhan dari1 YOHANES 4: 10Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.Wonder Kids, Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan sendiri, bukan? Kamu bisa mengikat tali sepatu, menuang minum sendiri, atau belajar naik sepeda. Hebat! Kamu juga punya impian: Mungkin ingin jadi pemain bola, guru, dokter, bahkan hamba Tuhan! Itu semua impian yang baik, dan Tuhan suka jika kamu belajar dan berusaha.Tapi ada satu hal penting yang tidak bisa kita lakukan sendiri: Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri dari dosa. Alkitab berkata dalam Roma 3:21–24, hanya karena kasih dan anugerah Tuhan melalui Tuhan Yesus, kita bisa diselamatkan.Yang paling Tuhan inginkan bukan kamu menjadi terkenal, kaya, atau hebat, tapi Tuhan ingin kamu diselamatkan, diampuni, dan dekat dengan-Nya.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, apa impian terbesarmu? Menjadi ilmuwan, olahragawan, atau penari balet? Memiliki impian itu indah, tapi jangan lupa untuk bertanya kepada TUHAN apa yang terbaik untukmu. TUHAN selalu punya rencana terbaik untukmu.Mari kita berdoaBapa, terima kasih atas kasih-Mu yang besar yang Engkau tunjukkan melalui Tuhan Yesus. Tolong aku untuk selalu mengasihi sesama seperti Engkau mengasihi aku. TUHAN, terima kasih atas kasih-Mu yang besar yang Engkau tunjukkan melalui Yesus. Tolong aku untuk selalu mengasihi orang lain seperti Engkau mengasihi aku. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.Wonder Kids, kasih sejati datang dari Tuhan. Dia sudah mengasihi kita lebih dulu, bahkan sebelum kita tahu bagaimana cara mengasihi-Nya. Tuhan Yesus memberkati!
(Roma 3:20-31; Titus 1:2) KEBENARAN dalam kekristenan mempunyai dua sisi yaitu kebenaran berdasarkan hukum (dekaiosume) dan kebenaran berdasarkan pribadi (aleitheia). Kebenaran berdasarkan hukum mengajarkan hukum-hukum TUHAN termasuk percaya kepada Yesus Kristus yang terus memimpin kita untuk hidup dalam kebenaran dan keselamatan yang Tuhan karuniakan bagi kita. Kita beribadah kepada TUHAN agar rahasia-rahasia kebenaran TUHAN dibukakan bagi kita. Kebenaran ilahi menjadi dasar sebelum kita melakukan kebenaran-kebenaran lain di dunia ini, baik terhadap Tuhan, orang tua, sesama maupun diri sendiri. Kebenaran tidak datang dengan sendirinya. Kita perlu mencari, menggali, membaca, mempelajari firman TUHAN. Banyak kisah-kisah kebenaran yang ada dalam Alkitab yang bisa menjadi inspirasi, contoh atau panutan untuk kita dapat menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Sedangkan kebenaran pribadi itu kebenaran yang ada dalam diri yang kita peroleh setelah kita percaya kepada Yesus dan melakukannya. Kebenaran berani menampilkan diri, pemberi kebenaran. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus, Ia menyatakan diri-Nya sebab Dialah kebenaran itu (Yoh.1:9 – fos to aletinon kebenaran yang sejati, murni, tulen, 100%). Oleh sebab itu, kita akan melakukan segala sesuatu dalam kebenaran baik dalam ibadah, pelayanan, pekerjaan, rumah tangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dll. Motivasi kebenaran itu satu dan itu benar. Contoh, ketika kita datang beribadah kita memiliki satu motivasi yang benar yaitu untuk menyembah dan beribadah kepada Tuhan. Hakekat Kebenaran : 1. Memiliki kepastian. 2. Kebenaran itu bukan mitos / dongeng / ajaran isapan jempol / tahayul. 3. Kebenaran membawa keberhasilan dan kehidupan bukan kesesatan dan kematian. 4. Kebenaran itu tidak tersembunyi. 5. Keberadaan kebenaran itu penemuan manusia. 6. Kebenaran membukakan fakta-fakta yang tersembunyi. Alkitab mau menuntun kita untuk mengenal ciri-ciri kebenaran : 1. Bertentangan dengan dosa (Ay. 20) 2. Iman atau percaya kepada Yesus (Ay.26) 3. Ada sinkronisasi atau pengecualian iman secara tidak langsung dengan hukum taurat (Ay.31) Kebenaran memiliki banyak kegunaan bukan hanya di dunia ini, namun hingga hidup kekekalan.
ga semua orang bisa tapi kamu pengen ditanya kan? coba deh dengerin sampe selesai!!
Firman Tuhan berkata bahwa kita telah diberkati dengan segala berkat rohani di surga (Efesus 1:3). Tapi apa itu kekayaan rohani itu & apa dampaknya bagi hidup kita? Simak obrolannya yang asik bersama narasumber kita yang luar biasa Ps. Agus Rianto hanya di OASIS (Obrolan Asik Seputar Injil Surgawi).
Bismillah,Saudaraku,Harta kita sejatinya adalah amanah yang Allah Ta'ala titipkan kepada kita, untuk digunakan dan dikembalikan pula dijalan-Nya. Sebagai sarana ibadah, memberi manfaat, dan membantu sesama. Bukan untuk ditimbun hingga hak orang lain terabaikan lagipun hal-hal duniawi semata.Dan mereka yang menggunakan dijalan-Nya, tentulah menjadi hamba-hamba yang Allah Ta'ala cintai. Semoga kita termasuk hamba yang menggunakan harta sebagai jalan menuju ridha-Nya, dan tidak terikat pada harta kecuali hanya untuk kebaikan.Ikhtiarkan kewajiban harta Anda dengan berzakat, untuk menyucikan tiap harta yang dititipkan dan membersihkan hati serta jiwa.Untuk informasi lebih lengkap mengenai zakat Insya Allah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 081288388501.Nikmati juga kemudahan berzakat melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor rekening 1111091036 atas nama LAZ Muhajir.Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.
Pembawa Renungan : RD. Adiputra Adrianus Lumban Tobing Sibolga Mat. 13:44-46.
Dalam hati orang benar ada Taurat Allah, karena itu "Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum," kata pemazmur. Semua orang bisa mengucapkan kata-kata yang indah, bahkan melanjutkan firman yang diberikan Tuhan. Namun apakah dalam hatinya ada firman itu, sehingga langkah kaki dan perbuatannya membawa buah yang dipersembahkan kepada Tuhan?Beberapa minggu kita telah belajar dari Bileam dan kehendak Allah yang telah dinyatakan padanya. Apakah kita memilih untuk hidup seperti Bileam yang tetap mengikuti keinginan hatinya meski telah mendengar keinginan hati Tuhan, atau maukah kita memilih mengikuti kebenaran-Nya?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 13 Juli 2025.Kirim pesan
Renungan Pagi || Memiliki Kemuliaan Allah || Ps. Steven Liem
Pdm. Handoyo Salim (TB) Ibrani 6: 17Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 28 Mei 2025Bacaan: "Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar." (1 Timotius 6:6) Renungan: Ada sebuah cerita tentang raja yang tidak merasa bahagia di dalam hidupnya. Dalam usaha menemukan jawaban atas ketidakpuasannya, ia menemui seorang astrolog yang mengatakan kepadanya bahwa ia akan menemukan kebahagiaan dengan mengenakan jas milik seseorang yang benar-benar merasa bahagia. Maka raja itu pun segera memulai pencariannya. la mengetuk pintu seseorang yang sangat kaya, karena menurutnya orang itu pasti bahagia. Namun usahanya gagal. la mengunjungi sekolah-sekolah tinggi, dengan anggapan bahwa orang-orang terpelajar yang ada di sana pasti merasa bahagia karena kepintaran atau hikmat mereka. Tetapi kali ini pun ia tidak berhasil. Akhirnya seorang buruh melintas di depannya sambil bernyanyi-nyanyi kecil sementara ia melakukan pekerjaannya. "la pasti orang yang berbahagia," pikir sang raja. "Juallah jasmu kepadaku, dan aku akan memberimu satu tas penuh emas. "Tetapi buruh itu hanya tertawa dan berkata, "Aku sangat senang memberikan jas itu tuan, tetapi masalahnya aku tidak punya jas." Tentu ini hanyalah cerita, namun cerita ini mengajarkan sebuah kebenaran penting. Memiliki kekayaan tidaklah sama dengan memiliki kebahagiaan. Juga tidak berarti bahwa orang yang kaya harus menjadi miskin terlebih dahulu agar dapat menikmati kebahagiaan. Apa yang disebut kebahagiaan bisa dinikmati baik oleh orang kaya maupun oleh orang miskin. Ada satu kebenaran di dalam doa yang diucapkan Raja Salomo, "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku." (Ams 30:8-9). Mungkin kita pernah berpikir bahwa orang kaya atau mereka yang sukses dan memiliki segalanya adalah orang yang paling merasa bahagia. Tetapi kenyataannya tidaklah selalu demikian. Ada orang-orang kaya yang mati dalam ketidakbahagiaan sekalipun mereka memiliki segalanya. Atau kita berpikir karena orang miskin itu hidupnya lebih sederhana, maka mereka tidak akan dipusingkan dengan berbagai hal. Namun banyak juga orang miskin yang sangat tidak bahagia, dan mereka selalu merindukan untuk menjadi orang kaya. Lalu, di manakah kita akan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya? Bukan dengan menjadi orang yang kaya atau menjadi orang miskin. Kebahagiaan sesungguhnya terletak pada hati yang merasa puas dan selalu bersyukur atas karunia Tuhan dan berkat-berkat yang la percayakan kepada kita. Sebanyak apa pun Tuhan memberkati kita, tetapi jika tidak ada rasa puas dan ucapan syukur di dalam hati kita, maka kebahagiaan itu akan tetap menjauh dari hidup kita. Belajarlah merasa puas dan bersyukur atas keberadaan kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena masih ada rasa ketidakpuasan di dalam diriku atas keberadaanku dan berkat-berkat yang Engkau berikan untukku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 4 Mei 2025Bacaan: "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib." (1 Petrus 2:9) Renungan: Suatu ketika Raja Louis XVI digulingkan dari takhtanya oleh orang-orang yang mengkudeta kerajaan dan menjebloskannya ke dalam penjara. Setelah itu, sang pangeran, putra Louis XVI yang merupakan calon pewaris takhta juga diculik. Kelompok yang melakukan kudeta berupaya dengan berbagai cara agar pangeran tidak menjadi raja. Mereka memang tidak melakukan kekerasan terhadapnya, melainkan berusaha "merusak" moralnya dengan kebiasaan-kebiasaan yang tidak sepatutnya. Jika pangeran termakan godaan mereka dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar moral, maka ia tidak mungkin naik takhta, demikian pikir mereka. Mulailah kelompok pengkudeta melakukan aksinya. Setiap hari mereka menyuguhkan makanan yang enak dan mewah dalam jumlah yang sangat banyak. Tak ketinggalan pula aneka minuman anggur yang memabukkan, para wanita yang sangat erotis, kata-kata kotor dan kasar yang tidak biasa didengar apalagi diucapkan oleh seorang bangsawan sepertinya. Mereka terus-menerus melakukan itu dengan harapan sang pangeran akan terpengaruh. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Tak terasa, enam bulan sudah berlalu. Para pengkudeta melihat bahwa sang pangeran sama sekali tidak tergoda, ia tetap pada pendiriannya. Mereka heran, bagaimana mungkin seorang muda seperti pangeran bisa memiliki pendirian tak tergoyahkan seperti itu. Akhirnya, mereka bertanya kepada pangeran mengapa pendiriannya begitu kokoh sehingga ia tidak tergoda sama sekali. Sang pangeran pun berkata, "Ayahku adalah seorang raja dan aku dilahirkan sebagai seorang pangeran yang sudah ditetapkan untuk menjadi raja. Jadi, tidak mungkin aku mau melakukan perbuatan yang menjijikkan seperti itu. Itu bukan kebiasaan seorang bangsawan." Mereka yang mendengar jawaban sang pangeran kini terdiam. Di dalam 1 Ptr 2:9 berkata, "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib." Orang-orang percaya adalah anak-anak Kerajaan yang sudah dipanggil keluar dari kegelapan dosa. Sebagai anak-anak Kerajaan, kita wajib hidup di bawah hukum Kerajaan Tuhan yang menekankan kekudusan hidup. Jika kita memegang prinsip ini dan menyadari bahwa kita adalah anak-anak Raja, maka kita tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan tercela. Sekalipun dunia mempengaruhi kita dengan begitu kuat, tetaplah berdiri teguh. Ingatlah bahwa Tuhan telah memindahkan kita dari kegelapan ke dalam terang. Kita adalah anak-anak Raja, para pewaris Kerajaan Sorga yang harus menunjukkan sikap hidup yang pantas sebagai anak-anak Raja. Hendaklah hidup kita berbeda dengan dunia ini, karena kita tidak lahir dari dunia. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, topanglah aku dengan kekuatan kuasa-Mu agar aku dapat berdiri teguh di tengah-tengah dunia yang banyak mempunyai pengaruh jahat. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 23 April 2025Bacaan: "Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku." (Mazmur 31:10)Renungan: Sekitar tahun 60-an ada kisah nyata yang sangat mengerikan yang disebabkan oleh rasa sakit hati. Di New York ada seorang remaja yang melakukan pembunuhan dengan sadis terhadap seorang tua. Saat itu orang tua tersebut sedang duduk santai di sebuah bangku di taman sambil membaca koran. Tiba-tiba seorang remaja berumur 16 tahun mendekatinya, mencabut sebilah pisau pemotong daging yang besar dan menikamkan pada orang tua tersebut sebanyak 130 kali. Ketika polisi menarik remaja itu dari mayat orang tua tersebut, dia masih menikamnya. Polisi menangkapnya dan berusaha mencari tahu apa penyebabnya sehingga remaja ini nekad berbuat jahat seperti itu. Pada saat polisi melakukan interogasi, remaja ini diam sesaat. Akhirnya polisi bertanya kepadanya, "Lihat, siapa orang ini?" Jawabnya, "Aku tak tahu." Polisi bertanya kembali, "Nah, apa yang ia telah perbuat padamu?" "Tidak ada." "Jadi apa maksudmu mendatangi orang yang benar-benar tak kau kenal, yang tak melakukan atau mengatakan apa-apa kepadamu dan kau membunuhnya?" "Huh", dengan masih tak mengerti polisi bertanya lagi, "Mengapa kau lakukan ini?" Remaja itu menjawab, "Kalian betul-betul ingin tahu? Aku mempunyai seorang kakak laki-laki yang benar-benar pandai, seorang atlit besar, tampan dan berbakat, ya pokoknya dia segala-galanya bagi keluarga, sedang aku tidak. Ibuku selalu berkata, 'Mengapa kau tidak menjadi orang yang terkenal seperti kakakmu?' Kakakku selalu menunjukkan diri sebagai orang yang dibanggakan oleh ibuku dan semakin meremehkanku. Aku tahu aku tak memiliki kepandaian atau bakat yang membuatku terkenal. Lalu aku membayangkan, jika aku tak terkenal dengan cara seperti kakakku, aku akan terkenal dengan cara lain. Maka aku memikirkan kemungkinan terburuk yang dapat kulakukan, sebab itu aku keluar dan melakukannya, dan hal seperti inilah yang bisa aku lakukan untuk menjadi terkenal. Setidak-tidaknya ibuku akan mengingatku sekarang." Itulah kisah sakit hati seorang remaja yang karena tidak bisa mengatasi rasa sakit hatinya akhirnya nekad berbuat sesuatu yang mencelakakan orang lain. Mungkin kita pernah atau sedang merasa sakit hati terhadap orang lain, ingatlah, itu akan menghancurkan hidup kita dan bisa mencelakakan orang lain. Pemazmur juga pernah menghadapi hal itu, tetapi ia datang kepada Tuhan untuk mengatasinya. Ada dua hal yang ditulis pemazmur untuk mengatasi rasa sakit hati, yaitu pertama, memohon belas kasih Tuhan. "Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku." (Mzm 31:10). Kedua, meyakini bahwa Tuhan akan menolong, "Tetapi aku, kepadaMu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!" (Mzm 31:15). Datanglah kepada Tuhan yang akan mengatasi sakit hati kita! Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati yang lapang untuk menerima kenyataan pahit yang Kau izinkan terjadi menimpaku. Berikanlah juga kemampuan untuk mengalahkan rasa sakit hatiku terhadap orang yang menyakitiku. Amin. (Dod).
Memiliki hidangan yang diatur indah dan memasak seperti Julia Child tidaklah perlu; selama resep Anda memasukkan sejumlah cinta yang sehat, Anda akan baik-baik saja.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Desember 2024 Bacaan: Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini." (Yeremia 29:10) Renungan: Setiap orang tentu ingin hidup bahagia dan memiliki masa depan yang cerah.Tapi tahukah kita rahasia hidup bahagia dan memiliki masa depan yang cerah? Ternyata diri sendirilah yang perlu menyusun rencana mulai dari saat ini. Apa saja rencana yang perlu kita persiapkan? Pertama, rencanakan kehidupan dengan lebih baik. Cobalah untuk merencanakan kehidupan dengan lebih hati-hati tanpa pengaruh banyak orang agar tidak terlalu banyak melakukan kesalahan. Kedua, nikmati setiap proses. Karena akan ada banyak ujian yang menjadi tantangan apakah kita benar- benar serius menginginkan kehidupan yang baik atau sekadar ingin tetapi tidak mau berusaha. Ketiga, belajar dari kesalahan agar diri sendiri tidak mengulangi kesalahan yang sama kembali. Keempat, aktifkan potensi besar yang ada di dalam diri sendiri. Memiliki rencana hidup yang jelas bukan hanya akan menolong kita menjalani hidup yang lebih terarah dan tertib, tetapi juga mencerminkan diri sendiri mengenal identitas Tuhan yang kita sembah. Lho kok bisa?Perhatikan bacaan Alkitab di atas. Dalam surat yang dibawa oleh Nabi Yeremia, Tuhan tidak menyampaikan sesuatu yang menggantung, abu-abu alias tanpa kepastian. Tuhan tidak hanya berpesan "akan menolong" atau pasti akan menolong mereka. Namun, dalam surat itu dinyatakan secara jelas bahwa Tuhan akan bertindak bila telah genap 70 tahun. Artinya, sebelum waktu itu tiba Tuhan tidak akan menjalankan rencana-Nya tersebut dan orang-orang buangan itu harus bersabar menanti waktunya. Nah, dari keterangan waktu itu kita tahu bahwa Tuhan memang merencanakan segala sesuatunya begitu jelas dan matang. Setiap detik yang berlalu menjadi masa lalu yang tak akan pernah bisa diulang. Artinya, setiap detik yang kita 'buang' tanpa melakukan sesuatu berarti kita sudah membuang kesempatan. Minimal kesempatan untuk lebih baik. Bayangkan ada berapa ratusan detik yang kita buang percuma, yang harusnya bisa diisi dengan hal-hal baik demi masa depan yang cerah! Untuk itu buatlah perencanaan hidup mulai dari sekarang dan lakukan rencana tersebut! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhah Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar mulai dari sekarang aku dapat merancang hari esok dengan persiapan yang matang, sehingga apa yang kupersiapkan saat ini dapat menjadi berkat bagi hidupku di masa depan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 19 Oktober 2024 Bacaan: "Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki." (Amsal 28:27) Renungan: Di dalam Alkitab ada kisah tentang orang Samaria yang murah hati. Ia menyatakan kemurahan dan kebaikannya kepada seorang yang diserang perampok. Ketika orang lain menghindar dan melewati begitu saja, orang Samaria ini tidak tega melihatnya apalagi melewati dan membiarkannya begitu saja. Ia melakukan sesuatu untuk menolong dan meringankan beban penderitaan orang tersebut. Kemurahan hati yang ia miliki telah mendorongnya mengorbankan waktu, tenaga, perhatian dan uangnya untuk sesama yang membutuhkan. Di dalam gereja atau persekutuan, kita akan selalu menemukan orang-orang yang murah hati seperti ini. Mereka peka terhadap apa yang sedang dibutuhkan orang lain. Mereka tahu bahwa seseorang butuh penghiburan dan kekuatan, mereka tahu ketika seseorang memerlukan bantuan secara materi. Ketika banyak orang sudah melupakan orang-orang tua di panti jompo dan ketika anak-anak mereka sendiri sudah lama tidak membesuk, namun orang yang memiliki kemurahan hati akan memikirkan mereka. Mengunjungi, menghibur, menguatkan dan membawakan makanan kesukaan mereka. Orang yang murah hati suka melakukan sesuatu yang menolong dan menyenangkan sesamanya. Hal itu dilakukan bukan untuk mendapatkan penghargaan dan pujian tetapi kemurahan dan belas kasihan di dalam dirinya itulah yang mendorongnya melakukan perbuatan baik terhadap sesama. Orang yang murah hati rindu melakukan kebaikan kepada orang lain karena ia ingin merefleksikan karakter Allah di dalam dirinya agar bisa dinikmati sesamanya. Karena Allah sudah terlebih dahulu menyatakan kemurahan kepadanya, maka iapun ingin menyatakan kemurahan terhadap sesamanya. Kita dapat membayangkan bagaimana jadinya jika tidak ada satupun pengikut Yesus yang memiliki kemurahan hati. Kehangatan kasih Allah bisa dinikmati orang lain, salah satunya adalah melalui para pengikut Yesus yang memiliki kemurahan hati. Orang-orang ini selalu penuh perhatian, hangat dan penuh kasih mesra terhadap sesamanya. Mungkin kita adalah salah seorang yang selama ini sudah menyatakan kemurahan hati kepada sesama kita. Lakukanlah karena Allah sangat menghargai itu dan la sedang memakai kita untuk menyatakan kasih-Nya kepada semua orang. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih atas beban yang Engkau taruh di dalam hatiku untuk memikirkan dan mengerti keberadaan sesamaku. Tolong aku agar semakin bisa menyatakan kemurahan dan kasih-Mu terhadap sesamaku terutama yang menderita. Amin. (Dod).
Perasaan pertama kali jadi orang tua, dan pengalaman membesarkan anak pasti jadi sesuatu yang nggak pernah terlupakan. Suka dukanya, jatuh bangunnya, semua membekas di hati. Dijalani tanpa ada buku panduan, perjalanan mengasuh anak ibarat nyontek ke teman sebangku tapi sama-sama nggak menemukan jawaban. Nucha Ario diajak untuk nostalgia momen-momen pertama kali itu bersama film The Wild Robot. Coba tonton sampai habis podcast ini, dan jangan lupa bawa tisu kalo nanti nonton filmnya! TIMESTAMP: 00:00 Opening. 02:45 Perasaan saat pertama kali jadi orang tua. 06:00 Banyak skill-unlock sejak jadi orang tua. 07:00 The Wild Robot, nostalgia perasaan awal memiliki anak. 12:25 Memiliki anak bisa memperbesar kapasitas hati orang tua. 16:45 Pentingnya support system untuk orang tua. 20:45 Summary
Thousands of crowds from various elements of the community including workers, students, art workers, and activists staged a rally in front of the parliament building of DPR RI in Jakarta on Thursday, August 22, 2024 - Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat termasuk para buruh, mahasiswa, pekerja seni, dan aktivis yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung parlemen DPR RI di Jakarta pada Kamis, 22 Agustus 2024 lalu
Handoyo Salim - 2 Korintus 5:21 (TB) Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Kita punya Tuhan yang besar yang memberikan tanggung jawab yang besar kepada kita. Namun, manusia pertama gagal dan dunia mengalami kekacauan. Mengapa manusia pertama gagal? Karena karakter, salah satunya tanggung jawab. Bagaimana mengembangkan tanggung jawab ? 1. Memiliki visi Tuhan dalam hidup kita. (Kejadian 1: 28) Visi yang besar: - Beranakcuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi: Memperbanyak gambar Allah - Taklukkanlah: Mempengaruhi dangan kebenaran - Berkuasalah: Mengelola dengan baik (adil dan bijaksana) 2. Mengerti mengapa kita perlu bertanggung jawab. - Kita akan dipercaya - Dihormati - Dihargai - Lebih kuat 3. Melangkah dengan tanggung jawab yang kecil (Matius 25: 21)
Iblis bisa menyamar sebagai malaikat terang. Ia mencetak orang-orang Kristen yang rajin ke gereja, tetapi meleset dari pola yang Allah kehendaki. Ia juga menelurkan aktivis-aktivis gereja yang aktif dalam kegiatan pelayanan, tapi meleset dari potret kekristenan yang harus dijalani. Iblis juga bisa mengubah pendeta-pendeta yang baik pada mulanya, menjadi orang-orang yang meleset. Tidak ada pendeta... Continue reading →
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 Mei 2024 Bacaan: "Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita." (1 Timotius 1:1) Renungan: Suatu kali sepasang suami istri sedang berada dalam misi di Korea. Namun, mereka sangat terkejut ketika mendengar kabar bahwa Carol, anak mereka mengalami kecelakaan dan kakinya harus diamputasi. Mereka langsung memutuskan untuk pulang menemui Carol. Di sepanjang perjalanan, sang istri menangis tidak keruan. Tangisan itu menyiratkan kesedihan sang suami. "Bagaimana kehidupan putriku ke depannya?" tanya sang suami dalam hati. Setibanya di tempat Carol terbaring, mereka pun terpaku. Tak ada kata-kata yang bisa keluar dari mulut mereka. Hingga Carol pun memulai pembicaraan yang sangat membekas di dalam hati kedua orang tuanya itu. "Yah, kurasa Tuhan tetap baik kepadaku dan akan menolongku untuk aku bisa membantu orang-orang yang telah cedera seperti aku." Kedua orang tuanya sangat takjub mendengar perkataannya itu. Memang Carol harus berjuang cukup lama untuk melalui masa-masa sakitnya, karena ia harus berada di rumah sakit selama tujuh bulan! Namun, Carol masih bisa melihat sisi positif terhadap tragedi yang ia alami. Situasi buruk tidak membuat ia kehilangan harapannya kepada Yesus. la percaya bahwa Tuhan tetap mengasihinya dan masih mau memakainya untuk berkarya bagi-Nya walau keadaan sepertinya berkata lain. Pikiran positifnya itu tercermin dari ungkapan isi hatinya yang ia utarakan di depan umum, "Saya melihat pada gadis-gadis yang berjalan tanpa ketimpangan dan saya ingin berjalan seperti mereka. Saya tidak dapat, namun inilah yang dapat saya pahami dan sekaligus ingin saya beritahukan kepada Anda semua: bukan cara berjalan Anda yang diperhitungkan, namun siapa yang berjalan dengan Anda dan dengan siapa Anda berjalan." Dalam hidup ini, tentu setiap kita memiliki harapan. Harapan ialah keinginan akan sesuatu untuk menjadi kenyataan. Memiliki harapan memang merupakan sesuatu yang indah, karena harapan menjadi sumber semangat di dalam hidup kita. Sayangnya, banyak orang tidak siap menerima kenyataan ketika keadaan dirinya seakan-akan tidak mendukung untuk terwujudnya harapan tersebut. Mereka menjadi kecewa dan marah kepada Tuhan serta kehilangan harapannya. Tetapi, tidak demikian seharusnya bagi orang percaya. Keberadaan Yesus di dalam hati kita menjadi dasar atas segala harapan dalam semua segi kehidupan kita. Itulah yang ditegaskan Rasul Paulus di dalam suratnya kepada Timotius. Mungkin kita sedang mengalami keadaan yang seolah-olah memaksa kita untuk tidak usah berharap lagi. Ingat, apa pun keadaan kita, jangan pernah berhenti berharap di dalam Yesus! Yesuslah dasar pengharapan kita. Seperti halnya Robert Schuller, papa Carol, dan juga Carol sendiri tetap memiliki harapan meskipun dalam keadaan tersulit, demikianlah hendaknya kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berikanlah aku hati untuk selalu berharap kepada-Mu atas apa pun yang akan terjadi di dalam hidupku, bahkan ketika situasi terjadi tidak seperti yang aku inginkan. Amin. (Dod).
Setiap Muslim Memiliki Kehormatan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 21 Syawal 1445 H / 30 April 2024 M. Kajian sebelumnya: Diharamkannya Merendahkan Seorang Muslim Kajian Tentang Setiap Muslim Memiliki Kehormatan Dari […] Tulisan Setiap Muslim Memiliki Kehormatan ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Hal yang paling prinsip setelah kita menerima keselamatan adalah bahwa anugerah yang sesungguhnya adalah Allah sendiri. Ketika Allah berkata kepada manusia pertama, “Pada hari kamu makan buah ini, kamu mati,” artinya manusia terpisah dari Allah, tidak ada kehidupan. Sehingga semua yang baik yang Allah miliki dan yang Allah sediakan bagi manusia, tidak dimiliki manusia. Manusia ‘dihalau... Continue reading →
Tidak ada hal yang boleh lebih menarik atau kita pandang lebih berharga daripada menjadi anak-anak Allah. Jadi kita mulai bisa berkata, “Cita-citaku menjadi anak Allah.” Jangan merasa sudah menjadi anak-anak Allah, tetapi coba periksa, selidiki, minta Roh Kudus pimpin, apakah kita sudah memiliki sifat anak-anak Allah itu. Tentu sebagai manusia kita sering menilai orang, mengevaluasi... Continue reading →
Memiliki sahabat shalih adalah anugerah besar dalam kehidupan seorang Muslim. Ajaran Nabi Muhammad memberikan penekanan yang kuat terhadap pentingnya memilih teman dengan bijak. Sebagaimana disampaikan dalam hadis, "Seseorang itu (akan mendapatkan) agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan siapa yang menjadi temannya." (HR. Abu Dawud) Al-Quran juga memberikan pedoman dalam surat Al-Kahfi [18]: 28, "Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridhaan-Nya." Dengan menjalin persahabatan yang baik, kita dapat saling mengingatkan pada kebaikan, menjauhi yang munkar, serta memberikan dukungan dan doa satu sama lain. Kebersamaan dengan sahabat shalih bukan hanya memperkaya hidup ini secara sosial, tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan spiritual dan kesejahteraan di dunia dan akhirat.