POPULARITY
Categories
Siap-siap! Jalan Joglo Raya Ditutup, Arus Dialihkan Hingga 5 Oktober 2026.Pemkot Jakarta Barat mulai membangun saluran air di Jalan Joglo Raya. Arus lalu lintas dialihkan selama proyek hingga 5 Oktober 2026 demi mengatasi banjir.Siap-siap bagi warga Tangerang maupun Jakarta Barat yang setiap hari melintasi Jalan Joglo Raya. Pemerintah Kota Jakarta Barat memberlakukan rekayasa lalu lintas menyusul dimulainya proyek pembangunan saluran drainase di Jalan Joglo Raya. Ruas jalan sepanjang sekitar 800 meter ditutup dan arus kendaraan dialihkan hingga proyek ditargetkan rampung pada 5 Oktober 2026.Jalan Raya Joglo dikenal sebagai salah satu ruas jalan dengan volume kendaraan yang tinggi karena menghubungkan kawasan Tangerang dengan Jakarta Barat, Jakarta Selatan hingga Jakarta Pusat. Arus lalu lintas di jalur ini hampir setiap hari dipadati kendaraan, terutama pada jam berangkat kerja di pagi hari dan jam pulang kerja pada sore hingga malam. Kondisi tersebut membuat rekayasa lalu lintas akibat proyek pembangunan drainase diperkirakan akan berdampak pada mobilitas ribuan pengguna jalan.Pelaksana Lapangan Proyek, Pinto Riantoro, mengatakan pembangunan saluran air dimulai Sabtu (18/7/2026) sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Proyek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas drainase guna mengurangi persoalan genangan di kawasan Joglo."Kami membuat pembangunan saluran air yang merupakan aspirasi masyarakat sekitar. Memang dampaknya cukup terasa sehingga kami mohon maaf kepada masyarakat yang melintas maupun warga yang sehari-hari menggunakan Jalan Joglo Raya," kata Pinto Riantoro dalam wawancara di Radio Elshinta, Sabtu (18/7/2026).Menurut Pinto, selama proses pengerjaan, arus kendaraan dari arah Ciledug menuju Joglo dialihkan melalui Jalan Basoka Raya, kemudian berbelok ke Jalan Strategi sebelum kembali ke Jalan Joglo Raya.Sementara kendaraan dari arah sebaliknya juga diarahkan melalui jalur alternatif yang sama sehingga tidak melintasi lokasi pekerjaan."Kami melakukan pengalihan arus melalui Jalan Basoka Raya, kemudian masuk ke Jalan Strategi dan kembali lagi ke Jalan Joglo Raya. Jalur alternatif ini sudah kami siapkan agar masyarakat tetap bisa melanjutkan perjalanan," ujarnya.Pinto menjelaskan, lokasi pembangunan berada di sekitar Jembatan Yadika (SMA Yadika 5), salah satu titik yang selama ini menjadi simpul lalu lintas di kawasan Joglo. Ia mengatakan proyek kali ini bukan sekadar memperbaiki saluran lama, tetapi juga membangun jalur drainase baru karena saluran yang sudah ada tidak lagi memungkinkan untuk diperbesar."Sebagian kami membuat jalur baru karena saluran yang sudah ada tidak memungkinkan lagi untuk digali. Akhirnya drainase dialihkan ke tengah jalan sehingga memang harus dilakukan penggalian di badan jalan," jelasnya.Akibat pekerjaan tersebut, ruas jalan yang menjadi lokasi proyek harus ditutup sepenuhnya demi menjaga keselamatan pengguna jalan."Jalan harus benar-benar steril. Ini demi keselamatan pengguna jalan karena pengerjaan dilakukan di tengah badan jalan," tegas Pinto. (Nak) @DKIJakarta
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Pengakuan YesusDiambil dari: Yohanes 1:12 “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus pasti tidak mungkin mengaku sebagai Allah, karena kalau begitu Ia pasti gila atau tidak waras. Memang, kalau manusia biasa tiba-tiba berkata, “Aku adalah Tuhan,” tentu itu sangat aneh. Tetapi saat kita melihat hidup Yesus, kita menemukan sesuatu yang berbeda.Yesus tidak hanya mengucapkan hal-hal besar tentang diri-Nya. Yesus juga hidup dengan cara yang menunjukkan bahwa perkataan-Nya itu benar. Yesus menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, mengajar dengan kuasa, mengenal isi hati manusia, membangkitkan orang mati, dan akhirnya bangkit dari kematian. Jadi pengakuan Yesus tentang diri-Nya tidak berdiri sendirian. Semua yang Ia lakukan mendukung siapa diri-Nya sebenarnya.Coba bayangkan, Wonder Kids, kalau ada orang mengaku sebagai presiden, tetapi tidak ada satu pun bukti yang mendukungnya, tentu kita akan tahu bahwa orang itu tidak benar. Tetapi kalau presiden sungguhan datang dengan kuasa, tugas, dan tanda-tanda yang cocok, kita tahu bahwa pengakuannya benar. Nah, begitu juga dengan Yesus. Pengakuan-Nya tentang diri-Nya didukung oleh hidup, kuasa, dan karya-Nya.Karena itu, kita tidak perlu berpikir bahwa Yesus gila. Justru sebaliknya, Yesus berkata benar. Yesus tahu siapa diri-Nya. Masalahnya adalah banyak orang tidak mau menerima kebenaran itu. Mereka lebih suka menolak daripada tunduk kepada-Nya.Renungan ini juga mengingatkan kita pada satu hal penting. Kalau Yesus benar-benar adalah Anak Allah, maka kita tidak bisa bersikap biasa saja kepada-Nya. Kita tidak bisa hanya berkata, “Oh, Yesus tokoh yang hebat.” Tidak. Kita harus mengambil keputusan: apakah kita mau percaya kepada-Nya, menerima-Nya, dan hidup sebagai milik-Nya?Yohanes 1:12 berkata bahwa semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Wah, indah sekali. Jadi saat kita percaya kepada Yesus, kita bukan hanya tahu siapa Dia, tetapi kita juga menjadi milik Allah dan hidup sebagai anak-anak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau sungguh Anak Allah. Tolong aku menerima-Mu dan hidup sebagai anak Tuhan.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkata benar tentang diri-Mu. Terima kasih karena hidup dan karya-Mu menunjukkan bahwa Engkau sungguh Anak Allah. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup sebagai anak Allah yang taat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan orang gila yang berkata sembarangan, tetapi Anak Allah yang sejati, yang layak dipercaya dan diterima. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Perubahan HidupDiambil dari: 2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”Wonder Kids, ada satu bukti yang sangat kuat tentang siapa Yesus sebenarnya, yaitu hidup orang-orang yang diubah oleh-Nya. Banyak orang pada zaman Yesus, dan juga sesudah-Nya, berubah dengan sangat besar karena bertemu dengan Yesus. Orang yang tadinya takut menjadi berani. Orang yang tadinya jahat menjadi lembut. Orang yang tadinya hidup dalam dosa mulai belajar hidup benar.Mengapa perubahan itu penting? Karena perubahan seperti itu tidak terjadi hanya karena orang mendengar nasihat yang bagus. Memang nasihat yang baik bisa menolong, tetapi hati manusia tidak berubah hanya karena mendengar kata-kata indah. Kita butuh Tuhan bekerja di dalam hati kita. Dan itulah yang Yesus lakukan.Di Alkitab kita melihat banyak contohnya. Petrus yang pernah menyangkal Yesus kemudian menjadi saksi yang berani. Paulus yang dulu memusuhi orang Kristen berubah menjadi pemberita Injil. Banyak orang lain juga mengalami perubahan karena Yesus. Mereka bukan menjadi sempurna dalam sekejap, tetapi hidup mereka sungguh dibalikkan arahnya oleh Tuhan.Wonder Kids, itu juga bisa terjadi pada kita. Mungkin kamu punya dosa yang susah ditinggalkan. Mungkin kamu mudah marah, suka membantah, iri hati, malas berdoa, atau tidak jujur. Kalau kamu datang kepada Yesus, Dia sanggup mengubah hidupmu. Mungkin tidak selalu langsung sempurna, tetapi Tuhan sungguh bekerja sedikit demi sedikit.Inilah yang diajarkan 2 Korintus 5:17. Siapa yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru. Artinya, Yesus bukan hanya mengampuni dosa kita, tetapi juga mulai membentuk hidup kita menjadi baru. Jadi, iman kepada Yesus bukan hanya soal tahu banyak hal tentang Dia. Iman kepada Yesus juga terlihat dari hidup yang terus diubahkan oleh-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu bagian hidupmu yang paling ingin kamu serahkan kepada Tuhan untuk diubah. Lalu berdoalah dengan jujur, “Tuhan Yesus, ubahlah aku di bagian ini.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sanggup mengubah hidup manusia. Tolong aku supaya tidak hanya tahu tentang Engkau, tetapi sungguh datang kepada-Mu dan diubahkan oleh-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus yang sejati bukan hanya diketahui dengan pikiran, tetapi juga dikenali lewat hidup yang diubahkan oleh kuasa-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 Juli 2026Bacaan: Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." (1 Samuel 17:32)Renungan: Ketika kita mendengar kata "jenius", siapa sosok yang terlintas di benak kita? Albert Einstein mungkin salah satunya. Einstein memang diakui dunia akan kejeniusannya. Tapi, ada hal-hal tertentu di mana kita mungkin "lebih cerdas" dari Einstein. Jika tiap hari kita bisa pulang ke rumah tanpa tersesat, kita lebih pintar dari Einstein. Ya, walau punya otak jenius, Einstein dikenal pelupa untuk hal sehari-hari seperti mengingat tanggal, bahkan nomor teleponnya sendiri. la juga sering kesulitan menemukan rumahnya. Itu sebabnya, konon pintu rumahnya lalu dicat merah menyala, kontras dibanding rumah-rumah di sekitarnya. Dengan begitu, Einstein akan ingat yang manakah rumahnya. Orang jenius pun tidak selalu jenius di segala bidang. Demikian juga, meski kita tidak pernah meraih Nobel atau menemukan rumus dan teori tertentu, tapi kita pun kadang bisa juga menjadi jenius. Nah, kapan itu terjadi? Kita jenius saat berhasil menemukan solusi yang sebelumnya tidak disadari atau tidak terlihat dari sebuah masalah. Kita jenius ketika bisa mengatasi kebuntuan yang dialami orang-orang. Pernahkah kita menemukan jalan pintas atau cara mudah melakukan sesuatu yang belum dilakukan orang lain atau orang di sekitar kita? Apakah kita pernah menemukan cara untuk "menghidupkan lagi" sesuatu yang lama tidak dilakukan? Pernahkah kita menyelesaikan masalah yang selama ini memusingkan keluarga kita? Apakah kita pernah berhasil melakukan pendekatan pribadi kepada seseorang yang sebelumnya tak bisa didekati orang lain? Mungkin banyak di antara kita pernah melakukan hal-hal di atas. Memang, kejeniusan seperti itu sering kali tak dihargai masyarakat. Atau kadang kita enggan melakukan hal-hal itu demi menjaga ketenangan agar tidak dianggap cari muka, aneh, sok tahu, bahkan mengganggu. Di Alkitab pun, para pahlawan selalu adalah mereka yang berani bersuara dan berani bertindak meski sebagian orang bisa jadi menganggap mereka mengganggu. Jika Daud diam melihat Goliat, jika ia tak tergerak mendengar hujatan Goliat, atau ia menyerah saat diremehkan kakaknya dan Saul, tentu tak ada kisah heroik ini. Ya, jadilah Daud Daud di manapun kita berada, yang berani bersuara dan memberi solusi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas akal budi yang Kau berikan padaku. Bantulah aku agar akal budi yang Kau berikan dapat kugunakan untuk memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Gambaran Yesus dalam Injil YohanesDiambil dari: Yohanes 1:14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”Wonder Kids, Injil Yohanes menggambarkan Yesus dengan cara yang sangat indah dan mulia. Kalau Injil lain sering menceritakan banyak peristiwa dari hidup Yesus, Yohanes juga melakukannya, tetapi ia sangat menekankan siapa Yesus sebenarnya. Yohanes ingin kita melihat bahwa Yesus bukan hanya manusia biasa. Yesus adalah Firman yang bersama-sama dengan Allah sejak semula, dan Yesus sendiri adalah Allah.Di awal Injil Yohanes, kita membaca bahwa pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Lalu Yohanes berkata bahwa Firman itu menjadi manusia dan diam di antara kita. Artinya, Yesus yang mulia itu sungguh datang ke dunia. Ia bukan tokoh dongeng. Ia bukan roh yang hanya kelihatan seperti manusia. Yesus benar-benar datang dan hidup di tengah manusia.Mengapa ini penting, Wonder Kids? Karena kalau Yesus hanya manusia biasa, Ia tidak bisa menyelamatkan kita. Tetapi kalau Yesus sungguh Allah yang datang menjadi manusia, maka kita melihat kasih Tuhan yang sangat besar. Allah tidak tinggal jauh di surga saja. Ia datang mendekat kepada manusia berdosa untuk menyatakan kasih karunia dan kebenaran-Nya.Memang, ada orang yang berkata bahwa Injil Yohanes terlalu tinggi dalam menggambarkan Yesus. Tetapi justru Yohanes menulis seperti itu karena ia sungguh mengenal siapa Yesus. Yohanes tidak sedang membuat cerita lebih hebat. Yohanes sedang menunjukkan identitas Yesus yang sejati. Dan semakin kita mengenal Yesus seperti yang Yohanes gambarkan, semakin kita mengerti bahwa Yesus layak dipercaya, disembah, dan diikuti.Wonder Kids, kadang-kadang kita bisa berpikir tentang Yesus terlalu kecil. Kita hanya melihat Yesus sebagai Penolong saat kita susah, atau Guru yang memberi nasihat baik. Memang Yesus menolong kita dan mengajar kita. Tetapi Yesus jauh lebih besar. Yesus adalah Tuhan yang mulia, penuh kasih karunia dan kebenaran.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Bacalah Yohanes 1:1 dan Yohanes 1:14, lalu katakan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang datang mendekat kepadaku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Firman yang menjadi manusia. Terima kasih karena Engkau datang ke dunia untuk menyatakan kasih karunia dan kebenaran. Tolong aku supaya makin mengenal siapa Engkau sebenarnya dan makin percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya manusia yang baik, tetapi Allah yang datang menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Identitas Yesus dalam TritunggalDiambil dari: Matius 28:19 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”Wonder Kids, kita tahu bahwa orang Yahudi dan orang Kristen sama-sama percaya bahwa hanya ada satu Allah yang benar. Tetapi ketika Yesus datang, ada sesuatu yang makin jelas dinyatakan kepada kita, yaitu bahwa Allah yang esa itu menyatakan diri sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus.Di Perjanjian Lama, orang-orang sudah mengenal Allah sebagai Bapa. Roh Allah juga sudah disebut, misalnya saat Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air pada waktu penciptaan. Tetapi ketika Yesus datang ke dunia, kita melihat dengan lebih jelas lagi bahwa Yesus adalah Anak Allah. Jadi, Tuhan tidak sedang memperkenalkan allah yang baru, melainkan menyatakan dengan lebih penuh siapa diri-Nya.Ini penting sekali, Wonder Kids. Yesus bukan hanya guru yang baik atau nabi yang hebat. Yesus adalah Anak Allah. Karena itu, saat Yesus berbicara tentang Bapa, Anak, dan Roh Kudus, Dia sedang menunjukkan identitas-Nya yang sangat mulia. Kalau Yesus bukan sungguh-sungguh Anak Allah, maka perkataan-Nya akan sangat salah. Tetapi karena Yesus benar, maka kita tahu bahwa Dia memang layak dipercaya.Kadang-kadang hal tentang Tritunggal memang sulit dimengerti sepenuhnya. Memang, kita tidak bisa memahami Allah yang besar hanya dengan pikiran kita yang kecil. Tetapi walaupun kita tidak bisa memahami semuanya dengan sempurna, kita bisa percaya kepada apa yang Tuhan nyatakan dalam firman-Nya. Tuhan menunjukkan kepada kita cukup banyak supaya kita mengenal Dia dengan benar.Dan ada satu hal yang indah sekali: Allah Tritunggal terlibat dalam keselamatan kita. Bapa mengutus Anak. Anak datang untuk menyelamatkan kita. Roh Kudus bekerja di dalam hati kita supaya kita percaya kepada Yesus. Jadi keselamatan kita bukan pekerjaan manusia, tetapi karya Allah yang mulia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan, terima kasih karena Engkau menyatakan diri-Mu kepadaku. Tolong aku percaya kepada-Mu walaupun ada hal-hal yang masih sulit kupahami.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang benar dan mulia. Terima kasih untuk Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang bekerja dalam rencana keselamatan. Tolong aku supaya makin mengenal Engkau dan percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita mungkin tidak mengerti seluruh kebesaran Allah, tetapi kita bisa percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah yang sungguh menyatakan siapa Allah itu. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Elia? Diambil dari: 1 Raja-raja 17:23 “Elia mengambil anak itu, lalu membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan menyerahkannya kepada ibunya. Kata Elia: ‘Lihat, anakmu hidup!'”Wonder Kids, saat Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” salah satu jawaban yang muncul adalah Elia. Mengapa orang bisa berpikir begitu?Elia adalah salah satu nabi besar dalam Perjanjian Lama. Ia dipakai Tuhan dengan sangat luar biasa. Elia berani menegur raja yang jahat, berani berdiri melawan nabi-nabi Baal, dan Tuhan juga melakukan banyak mujizat melalui hidupnya. Karena itu, nama Elia sangat terkenal di antara orang Yahudi. Mereka tahu bahwa Elia adalah nabi yang besar dan dipakai Tuhan dengan kuat.Selain itu, orang Yahudi juga menantikan kedatangan Elia sebelum datangnya hari Tuhan. Karena itu, saat mereka melihat Yesus melakukan mujizat, mengajar dengan kuasa, dan memanggil orang kembali kepada Tuhan, beberapa orang berpikir mungkin Yesus adalah Elia yang datang kembali.Memang ada beberapa hal yang mirip. Elia pernah dipakai Tuhan untuk membangkitkan seorang anak yang sudah mati. Yesus juga membangkitkan orang mati. Elia adalah nabi yang berani. Yesus juga berbicara dengan kuasa dan keberanian. Tetapi tetap saja, Yesus bukan Elia. Yesus jauh lebih besar daripada Elia.Elia hanyalah nabi, tetapi Yesus adalah Anak Allah. Elia dipakai Tuhan, tetapi Yesus sendiri adalah Tuhan yang datang ke dunia. Elia menunjuk kepada karya Allah, tetapi Yesus adalah penggenapan rencana Allah itu sendiri. Jadi, walaupun ada kemiripan, orang yang berkata Yesus adalah Elia tetap belum mengenal Yesus dengan benar.Wonder Kids, ini mengingatkan kita bahwa Yesus tidak bisa disamakan dengan tokoh besar mana pun. Sebesar apa pun seorang nabi atau pelayan Tuhan, mereka tetap berbeda dengan Yesus. Yesus itu unik. Yesus adalah Juruselamat yang sejati.Dan ada satu hal lagi yang indah. Elia dipakai Tuhan untuk membawa hidup kembali kepada seorang anak. Itu mengingatkan kita bahwa Tuhan berkuasa atas kematian. Tetapi di dalam Yesus, kita melihat kuasa itu dengan jauh lebih besar. Yesus bukan hanya memberi hidup kepada orang lain. Yesus sendiri adalah kebangkitan dan hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau lebih besar dari semua nabi. Tolong aku sungguh mengenal Engkau dan percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya nabi besar, tetapi Anak Allah dan Juruselamatku. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi sungguh percaya dengan segenap hatiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak sama dengan Elia atau nabi besar lainnya, karena hanya Yesus adalah Anak Allah dan sumber hidup yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Nama Baik YesusDiambil dari: Amsal 22:1 “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”Wonder Kids, coba bayangkan ada cap stempel yang ditekan ke kertas. Kalau cap itu bagus, gambarnya akan terlihat jelas dan rapi. Tetapi kalau capnya rusak, hasilnya juga jadi jelek. Nah, hidup seseorang juga seperti itu. Apa yang ia lakukan terus-menerus akan meninggalkan “jejak” tentang siapa dia sebenarnya. Itulah yang disebut reputasi atau nama baik.Nama baik tidak dibangun dalam satu hari. Nama baik dibentuk lewat banyak pilihan kecil: berkata jujur, menepati janji, bersikap baik, tidak curang, dan melakukan yang benar berulang kali. Tetapi nama baik juga bisa rusak karena satu pilihan yang salah. Karena itu, firman Tuhan berkata bahwa nama baik itu sangat berharga.Kalau kita memikirkan Yesus, kita melihat Pribadi yang tidak pernah mempunyai reputasi buruk karena dosa. Yesus sempurna. Semua yang Yesus lakukan selalu benar, penuh kasih, penuh hikmat, dan suci. Memang ada orang-orang yang menolak Yesus dan berbicara jahat tentang Dia. Tetapi itu bukan karena Yesus berbuat salah. Itu karena hati mereka tidak mau menerima kebenaran. Yesus tetap menunjukkan lewat hidup-Nya bahwa Ia adalah Pribadi yang kudus dan dapat dipercaya.Bahkan saat banyak orang salah paham tentang Yesus, Yesus tidak membalas dengan dosa. Ia tetap mengasihi, tetap mengajar kebenaran, dan tetap melakukan kehendak Bapa. Dari hidup Yesus, kita belajar bahwa nama baik yang sejati bukan dibangun dengan pura-pura terlihat baik di depan orang, tetapi dengan hidup yang sungguh benar di hadapan Tuhan.Wonder Kids, ini penting juga untuk hidup kita. Tuhan mau kita punya nama baik. Bukan supaya kita dipuji orang, tetapi supaya hidup kita menunjukkan bahwa kita milik Tuhan. Saat kamu jujur, bertanggung jawab, tidak suka bohong, tidak curang, dan baik kepada orang lain, kamu sedang membangun nama baik yang menyenangkan hati Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu kebiasaan kecil yang bisa membantumu punya nama baik, misalnya berkata jujur, menepati janji, atau mengakui kesalahan. Lalu lakukan itu hari ini dengan sungguh-sungguh.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu benar, suci, dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya hidupku juga menunjukkan kejujuran, kebaikan, dan kesetiaan, sehingga aku boleh memiliki nama baik yang memuliakan Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: nama baik dibangun lewat banyak pilihan kecil yang benar, dan Yesus adalah teladan sempurna bagi hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Berputar-putar dalam AlasanDiambil dari: Yohanes 8:28 “Maka kata Yesus: ‘Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.'”Wonder Kids, kadang-kadang ada orang yang berkata, “Aku tidak mau percaya Alkitab, karena Alkitab memakai Alkitab untuk membuktikan dirinya sendiri.” Maksudnya, mereka merasa itu seperti berputar-putar. Seolah-olah kita berkata, “Alkitab benar karena Alkitab berkata begitu.” Memang, kalau hanya begitu saja, itu kurang kuat.Tetapi sebenarnya, saat kita percaya Alkitab, kita tidak hanya melihat satu ayat lalu langsung selesai. Kita melihat banyak hal bersama-sama. Kita melihat bahwa Alkitab ditulis dalam sejarah yang nyata. Kita melihat nama tempat, tokoh, dan peristiwa yang cocok dengan kenyataan. Kita melihat bagaimana berita tentang Yesus muncul sangat awal. Kita juga melihat banyak kesaksian dari luar Alkitab yang menolong kita mengetahui bahwa Yesus sungguh hidup.Jadi, kita tidak percaya secara buta atau asal percaya. Kita punya alasan untuk percaya. Tetapi kita juga harus ingat bahwa pada akhirnya, mengenal Yesus bukan hanya soal menang debat. Banyak orang melihat bukti, tetapi tetap tidak mau percaya. Mengapa? Karena masalahnya bukan hanya di kepala, tetapi juga di hati.Dalam Yohanes 8:28, Yesus berkata bahwa orang akan tahu siapa Dia ketika mereka melihat apa yang Yesus lakukan dan bahwa Ia datang dari Bapa. Artinya, Yesus tidak asal bicara. Seluruh hidup, perkataan, dan karya-Nya menunjukkan siapa Dia sebenarnya. Jadi saat kita bertanya, “Bagaimana kita tahu Yesus itu benar?” kita melihat kepada seluruh diri Yesus, bukan hanya satu kalimat saja.Wonder Kids, ini mengajarkan kita dua hal. Pertama, kita boleh belajar dan mencari alasan yang benar untuk percaya. Kedua, kita juga perlu hati yang mau tunduk kepada Tuhan. Orang yang sombong bisa terus mencari alasan untuk menolak. Tetapi orang yang rendah hati akan mau datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, tolong aku mengenal kebenaran-Mu.”Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu punya pertanyaan tentang mengapa Alkitab dapat dipercaya, coba tuliskan satu pertanyaanmu lalu tanyakan kepada guru Sekolah Minggu, orang tua, atau pembimbing rohanimu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak menyuruhku percaya dengan asal-asalan. Tolong aku supaya mau belajar dengan sungguh-sungguh dan juga punya hati yang rendah untuk percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman kepada Yesus bukan asal percaya, tetapi percaya dengan alasan yang benar dan hati yang mau tunduk kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Berita SalibDiambil dari: 1 Korintus 1:18 “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”Wonder Kids, ada orang yang menolak berita tentang Yesus di kayu salib. Mereka berpikir, “Mana mungkin keselamatan datang dari seseorang yang mati di salib?” Bagi mereka, salib terlihat lemah, memalukan, dan aneh. Karena itu, mereka merasa cerita tentang Yesus tidak masuk akal.Memang, kalau dilihat hanya dengan pikiran manusia, salib bisa terlihat seperti kekalahan. Orang mungkin berpikir bahwa seorang raja seharusnya menang dengan kekuatan besar, bukan dengan mati. Tetapi justru di situlah cara kerja Allah yang luar biasa. Yesus datang bukan untuk menyelamatkan manusia dengan pedang atau kekuasaan dunia, tetapi dengan menyerahkan diri-Nya untuk menanggung dosa kita.Firman Tuhan dalam 1 Korintus 1:18 berkata bahwa berita salib adalah kebodohan bagi orang yang tidak percaya. Tetapi bagi orang yang diselamatkan, berita itu adalah kekuatan Allah. Mengapa? Karena di kayu salib, Yesus melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan sendiri. Kita tidak bisa membersihkan dosa kita. Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri. Tetapi Yesus bisa. Yesus mati menggantikan kita supaya kita diampuni dan diperdamaikan dengan Allah.Wonder Kids, salib memang bukan cerita yang membuat orang berkata, “Wah, hebat seperti pahlawan super!” Salib adalah berita tentang kasih yang rela berkorban. Salib menunjukkan betapa seriusnya dosa kita, tetapi juga betapa besar kasih Tuhan kepada kita. Yesus rela menanggung penderitaan supaya kita bisa hidup.Kadang-kadang orang ingin Yesus yang hebat menurut dunia: kuat, terkenal, dan menang dengan cara yang kelihatan megah. Tetapi Yesus datang dengan jalan salib. Dan justru karena itulah kita punya keselamatan yang sejati. Salib bukan kelemahan Tuhan. Salib adalah jalan keselamatan yang penuh kuasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Tolong aku menghargai kasih-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena berita salib adalah kabar keselamatan bagiku. Tolong aku supaya tidak malu pada salib-Mu, tetapi percaya bahwa di sanalah Engkau menunjukkan kasih dan kuasa-Mu yang besar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: salib mungkin terlihat lemah bagi dunia, tetapi bagi anak-anak Tuhan, salib adalah bukti kasih dan kekuatan Allah yang menyelamatkan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Bukan Dongeng Diambil dari: 1 Petrus 2:24 “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”Wonder Kids, kamu pasti tahu bahwa ada banyak cerita yang sebenarnya tidak sungguh terjadi. Misalnya tokoh-tokoh dongeng atau cerita yang dibuat untuk menghibur. Cerita-cerita itu bisa menarik, lucu, atau seru, tetapi tetap saja itu hanya cerita.Kadang-kadang ada orang yang berpikir bahwa Yesus juga seperti itu, seolah-olah hanya tokoh dalam cerita lama. Tetapi itu tidak benar. Yesus bukan dongeng. Yesus sungguh hidup di dunia ini. Yesus sungguh datang ke dalam sejarah manusia. Dan yang lebih penting lagi, Yesus sungguh mati di kayu salib dan bangkit untuk menyelamatkan manusia berdosa.Memang ada banyak tradisi dan cerita yang tersebar di dunia ini. Beberapa tradisi mungkin bermula dari sedikit kisah lalu berubah menjadi cerita yang dicampur dengan hal-hal lain. Tetapi berita tentang Yesus berbeda. Berita tentang Yesus bukan hanya diwariskan sebagai cerita, melainkan diteguhkan oleh firman Tuhan, oleh para saksi, dan oleh banyak bukti sejarah. Karena itu, kita tidak percaya kepada Yesus seperti percaya pada dongeng. Kita percaya kepada Yesus yang sungguh nyata.Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:24 mengingatkan bahwa Yesus benar-benar memikul dosa kita di tubuh-Nya di kayu salib. Itu bukan pura-pura. Itu bukan simbol saja. Itu sungguh terjadi. Yesus benar-benar menderita karena kasih-Nya kepada kita. Ia mati supaya kita yang berdosa bisa diampuni dan hidup bagi Tuhan.Wonder Kids, ini penting sekali. Kalau Yesus hanya dongeng, maka tidak ada keselamatan yang sejati. Tetapi karena Yesus sungguh hidup, sungguh mati, dan sungguh bangkit, maka kita punya pengharapan yang nyata. Kita punya Juruselamat yang benar-benar mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan dongeng, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan mengasihiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh nyata. Terima kasih karena Engkau mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh dongeng, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup, sungguh mati bagimu, dan sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Nyangka gak kalian semua?. Aku sih nyangka ya!.Happy Listening and Enjoy
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 30 Mei 2026Bacaan: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kejadian 50:20)Renungan: Tidak satupun manusia yang hidupnya tanpa masalah. Persoalannya, ketika kita sedang bermasalah, apakah masalah itu membuat kita jatuh atau bertumbuh? Hal ini tergantung kita menanggapinya. Ada kesaksian seorang karyawan yang diberhentikan dari pekerjaannya, karena terlalu berpegang pada kebenaran firman daripada perkataan atasannya. la jadi pengangguran untuk sementara waktu, tetapi masalah tersebut justru menghindarkannya dari penjara, karena setahun kemudian terbongkar kejahatan atasannya, kemudian dijebloskan ke dalam penjara. Yusuf juga pernah ditimpa masalah yang bermula hasil dari rekayasa saudara-saudaranya, hingga ia harus hidup jauh dari orang tua dan saudara-saudaranya, dan berakhir di Mesir. Akan tetapi Yusuf menghadapi masalah demi masalah yang datang padanya dengan tetap mengandalkan Allah, sehingga Yusuf menang atas setiap persoalan yang dialaminya. Akibatnya, ia dipercaya menjadi penguasa ekonomi di Mesir. Dari sini kita belajar bahwa masalah demi masalah yang menimpanya justru Tuhan pakai untuk menyiapkan rencana agung, guna memelihara hidup suatu bangsa yang besar, yakni keturunan Yakub. Mereka adalah saudara-saudara Yusuf. Berkat kesuksesannya, Yakub dan keturunannya terhindar dari bahaya kelaparan besar yang terjadi pada waktu itu. Saat ini, kita mungkin sedang menghadapi berbagai masalah, entah itu masalah keluarga, pekerjaan, pelayanan atau lainnya. Kiranya masalah-masalah itu tidak membuat diri sendiri jatuh dan terpuruk, sebaliknya, masalah-masalah itu justru membuat kita menjadi semakin kuat dan bertumbuh di dalam Tuhan. Selama kita masih bernapas masalah pasti akan selalu ada dan kita alami. Tetapi kabar baiknya Tuhan itu setia, maka hadapilah masalah bersama Tuhan. Pandanglah Tuhan, bukan masalahnya maka kita akan melihat berkat Tuhan yang disediakan-Nya di balik masalah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk masalah yang Kau izinkan terjadi dalam hidupku. Aku percaya melalui masalah tersebut Engkau sedang mendewasakan imanku agar aku selalu bergantung pada-Mu. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Batas Ilmu PengetahuanDiambil dari: Ibrani 11:3 (TB) “Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.”Wonder Kids, ilmu pengetahuan menolong manusia mempelajari banyak hal. Dengan ilmu pengetahuan, orang bisa melihat, meneliti, dan memahami bagaimana sesuatu bekerja. Misalnya, orang bisa belajar tentang tumbuhan, bintang, tubuh manusia, dan banyak hal lainnya. Tetapi ilmu pengetahuan juga punya batas. Tidak semua hal bisa dilihat langsung dengan mata atau dibuktikan dengan percobaan sederhana.Contohnya, ada banyak hal yang kita tahu itu nyata walaupun kita tidak melihatnya secara langsung setiap saat. Kita tidak melihat angin, tetapi kita bisa melihat pohon bergerak. Kita tidak melihat listrik, tetapi kita tahu listrik bekerja saat lampu menyala. Begitu juga, ada hal-hal yang manusia pelajari dari petunjuk-petunjuk yang ada.Firman Tuhan dalam Ibrani 11:3 mengajarkan sesuatu yang sangat penting. Alam semesta ini dijadikan oleh firman Allah. Artinya, dunia ini ada bukan karena kebetulan, tetapi karena Tuhan menciptakannya. Memang kita tidak melihat saat Tuhan menciptakan langit dan bumi, tetapi kita percaya kepada firman-Nya yang benar. Tuhan memberi kita iman untuk memahami bahwa Dia adalah Pencipta.Wonder Kids, ini bukan berarti kita menolak belajar. Justru kita boleh belajar dengan sungguh-sungguh. Tetapi kita juga harus ingat bahwa manusia tidak tahu segalanya. Ada batas dalam pengetahuan manusia, tetapi tidak ada batas dalam hikmat Tuhan. Saat ada hal yang belum kita mengerti, kita tidak perlu cepat-cepat berkata bahwa Tuhan tidak ada. Sebaliknya, kita belajar rendah hati dan percaya bahwa Tuhan jauh lebih besar dari pikiran kita.Karena itu, saat kamu melihat dunia ini, ingatlah bahwa semua ini tidak muncul sendiri. Langit, bumi, pohon, hujan, hewan, dan hidupmu sendiri adalah karya Tuhan. Dan semakin kita melihat ciptaan-Nya, semakin kita bisa bersyukur kepada Dia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu hal di sekitarmu yang membuatmu kagum, misalnya langit, bunga, tubuhmu, atau hujan. Lalu ucapkan, “Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Pencipta yang hebat.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan alam semesta dengan firman-Mu. Tolong aku supaya mau belajar dengan baik, tetapi juga percaya kepada-Mu dengan rendah hati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: ilmu pengetahuan punya batas, tetapi Tuhan Sang Pencipta tidak terbatas dan firman-Nya selalu benar. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Plinius dan Orang-Orang yang BeribadahDiambil dari: Yohanes 4:23 “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi dari surat Plinius Muda. Ia menulis bahwa orang-orang Kristen pada zaman dulu biasa berkumpul pagi-pagi sekali pada hari tertentu untuk menyanyikan pujian kepada Kristus. Mereka berkumpul bukan karena dipaksa, tetapi karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus layak disembah.Bayangkan, Wonder Kids, pada waktu itu menjadi orang Kristen tidak mudah. Mereka bisa dihukum, dimusuhi, atau diperlakukan tidak baik. Tetapi mereka tetap datang untuk beribadah. Mereka tetap berkumpul bersama orang percaya lain. Itu menunjukkan bahwa Yesus sangat berharga bagi mereka. Mereka tahu bahwa beribadah kepada Tuhan bukan hal kecil, melainkan hal yang penting.Firman Tuhan dalam Yohanes 4:23 mengingatkan bahwa Bapa mencari penyembah-penyembah yang menyembah Dia dalam roh dan kebenaran. Artinya, Tuhan tidak hanya melihat apakah kita hadir di tempat ibadah, tetapi juga melihat hati kita. Apakah kita sungguh datang untuk Tuhan? Apakah kita mau memuji Dia, mendengar firman-Nya, dan belajar taat kepada-Nya?Kadang-kadang kita bisa datang ke Sekolah Minggu atau ibadah hanya karena sudah biasa, karena diajak orang tua, atau karena bertemu teman. Memang itu bisa menjadi awal yang baik. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau hati kita sungguh menyembah-Nya. Tuhan mau kita belajar bahwa beribadah adalah kesempatan indah untuk datang kepada Dia yang mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu datang beribadah berikutnya, sebelum ibadah dimulai ucapkan doa singkat ini: “Tuhan, tolong aku beribadah dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang senang kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau layak disembah. Tolong aku supaya tidak datang beribadah dengan hati yang asal-asalan, tetapi dengan hati yang sungguh mengasihi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan senang melihat anak-anak-Nya datang menyembah Dia dengan hati yang sungguh-sungguh. Tuhan Yesus memberkati.
Banyak orang berbicara tentang janji Tuhan dan kegenapan-Nya, namun tidak banyak yang mau ambil pusing mengingat firman-Nya apalagi bekerja memperoleh janji itu. Padahal, dari mana kita tahu bahwa penggenapan janji Tuhan itu tepat jika kita tidak mengingat apa janji itu? Memang hanya percaya, namun percaya memerlukan iman, dan iman adalah dasar pengetahuan. Detail janji Tuhan kepada Abram, yang juga diberinya kepada Yakub, kini telah di depan mata Bangsa Israel. Bagaimana kita tahu bahwa negri yang akan diberikan Tuhan itu tepat seperti perkataan-Nya? Dan bagaimana generasi baru bangsa yang dipimpin-Nya ini bekerja, bukan hanya dengan tenaga tetapi juga iman dan pengetahuan, dengan disiplin memperoleh kegenapan janji Tuhan? Bagaimana pula kita melihat bahwa TUHAN adalah Allah yang adil, bukan hanya kepada Israel, tetapi kepada bangsa-bangsa yang lain?Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 3 Mei 2026.Kirim pesan
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 5 Mei 2026Bacaan: sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan. (Markus 7:21)Renungan: Suatu ketika seorang suami keluar rumah dengan membanting pintu. la jengkel kepada istrinya karena saat hendak berangkat kerja, baju kerjanya belum disiapkan sementara si istri asyik dengan gadgetnya. Saat ditegur, si istri membalas, mestinya ia bisa menyiapkan sendiri baju kerjanya. Si suami tersinggung. la berpikir, bukankah tugas istri itu melayani suami. la pun merasa tidak dihormati. Dari perasaan itu, ia bersikap kasar dengan membanting pintu sambil mengumpat kepada sang istri. Pikiran, perasaan, dan tindakan adalah 3 hal yang selalu saling berkaitan. Pikiran negatif menghasilkan perasaan negatif dan darinya lahirlah tindakan negatif. Sebaliknya, dari pikiran positif akan muncul perasaan dan tindakan positif. Yesus mengingatkan ini dengan sangat jelas. Berzina bukan hanya soal tindakan, tapi itu dimulai sejak dari pikiran. Sebelum Kain membunuh Habel, Tuhan sudah memperingatkannya bahwa hati Kain yang panas itu bisa berujung kepada tindakan dosa. Segala kejahatan pun dimulai dari hati dan pikiran. Apa yang dilakukan oleh mulut, tangan, kaki dan seluruh bagian tubuh lainnya ditentukan oleh pikiran. Apa yang kita rasakan juga sangat dipengaruhi oleh apa yang kita pikirkan. Dan apa yang kita pikirkan sangat dipengaruhi oleh apa yang kita masukkan ke dalam pikiran tersebut. Jika yang kita masukkan adalah berita-berita negatif, gosip, perkara-perkara cabul, kebohongan, kejahatan, atau hal yang sia-sia lainnya, maka itulah yang akan kita pikirkan dan itu juga yang akan kita lakukan. Itu sebabnya, Filipi 4:8 mengingatkan agar kita menjaga pikiran dengan hanya memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Memang di zaman arus informasi begitu deras seperti saat ini, tantangan kita makin besar. Namun, seperti kata bijak berkata, kita tidak bisa menghalangi burung terbang di atas kita, tapi kita bisa menghalangi burung itu bersarang di kepala kita. Isi terus pikiran kita dengan hal-hal yang positif dan berkenan di mata Allah hingga hal-hal negatif dan berdosa tidak punya kesempatan untuk masuk ke pikiran kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku agar selalu berpikir positif, berperasaan positif dan akhirnya bertindak positif. Sehingga melalui kehadiranku banyak orang diberkati. Amin. (Dod).
Cuaca Kota Madinah Arab Saudi mulai beranjak panas. Situasi ini menuntut penyesuaian strategi ibadah, khususnya bagi jamaah prioritas. Kepala Daerah Kerja Madinah, Kholilur Rohman, menginstruksikan pengawasan ketat terhadap Mardijono Kartosentono, seorang jamaah haji yang berusia 103 tahun, asal embarkasi Yogyakarta kloter 9 yang telah tiba Minggu 3 Mei 2026 sore.Kholilur Rohman juga meminta petugas haji menjaga kesehatan Mardijono dan berharap ibadah hajinya berjalan sempurna. Memang cuaca di Madinah berancak panas. Tolong kalau seandainya tidak memungkinkan, jangan dipaksakan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Gunakan atau Kehilangan. Diambil dari: Yosua 1:8 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”Wonder Kids, pernah tidak kamu selesai ujian lalu merasa otakmu ingin libur total? Rasanya maunya main terus, nonton terus, atau santai saja. Memang menyenangkan, tetapi kalau pikiran kita tidak dipakai untuk hal yang baik, lama-lama kita bisa jadi malas berpikir dan malas belajar. Pikiran kita itu seperti otot. Kalau tidak dipakai, akan jadi lemah. Tetapi kalau terus dilatih, akan jadi kuat.Hal yang sama juga bisa terjadi dalam hidup rohani kita. Kalau kita mulai jarang berdoa, jarang membaca Alkitab, dan malas datang kepada Tuhan, hati kita bisa menjadi dingin. Kita jadi kurang peka pada suara Tuhan dan lebih mudah mengikuti keinginan sendiri. Karena itu, Tuhan memberi nasihat dalam Yosua 1:8 supaya firman Tuhan terus kita pikirkan siang dan malam. Artinya, firman Tuhan bukan hanya dibaca sekali lalu dilupakan, tetapi direnungkan dan dilakukan.Tuhan mau supaya kita terus memakai pikiran dan hati kita untuk mengenal Dia. Semakin kita membaca firman Tuhan, semakin kita tahu apa yang benar. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin hidup kita diarahkan oleh-Nya. Jadi jangan “libur” dari Tuhan, ya, Wonder Kids. Tetaplah dekat kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ambillah waktu 5 menit untuk membaca satu bagian pendek dari Alkitab, lalu ceritakan dengan bahasamu sendiri apa yang kamu pelajari tentang Tuhan hari ini.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu. Tolong aku supaya tidak malas membaca Alkitab dan tidak menjauh dari-Mu. Ajarku untuk terus mengenal Engkau setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Kalau kamu terus dekat dengan Tuhan dan firman-Nya, hati dan pikiranmu akan terus bertumbuh kuat. Tuhan Yesus memberkati.
Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat - Bumi Memang Bulat
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 20 April 2026Bacaan: "Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya." (2 Raja-raja 7:2)Renungan: Di sebuah desa, ada seorang ibu yang mulai rajin berdoa karena mendengar Pastor di gerejanya berkhotbah mengenai iman sebesar biji sesawi yang bisa memindahkan gunung. Ia berdoa agar anaknya yang sudah lama sakit bisa sembuh. Namun, setelah sebulan berdoa, tidak terjadi apa-apa. Ia pun menceritakan masalah tersebut kepada Pastornya. Akhirnya Pastornya sepakat berdoa bersama sang ibu di depan anak itu. Ketika selesai mengucapkan "Amin" dan melihat anaknya tidak sembuh, lantas sang ibu berkata, "Benar kan Pastor, dari awal pun saya sudah menduga bahwa hal itu tidak akan mungkin terjadi." Sambil menggelengkan kepala, sang Pastor pun berkata, "Lha Ibu saja tidak yakin, bagaimana mungkin itu terjadi?" Ibu itu hanya salah seorang dari sekian banyak orang percaya yang sikapnya seperti itu. Mereka mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi sering kali tidak memercayai bahwa Tuhan mau dan mampu menolong mereka. Memang tidak mudah untuk percaya di dalam situasi yang sulit, seperti seorang perwira yang menjadi ajudan raja di dalam kisah "krisis Samaria". Krisis Samaria terjadi karena saat itu Samaria dikepung oleh pasukan Aram. Harga pangan langsung melonjak tinggi. Seperempat kab tahi merpati saja harganya lima syikal perak (2 Raj 6:25). Bahkan, karena krisis itu, sampai terjadi peristiwa kanibalisme. Sungguh mengerikan! Raja tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi krisis ini. Sayangnya, bukannya dia mengaku salah karena tidak bisa bertanggung jawab untuk menyejahterakan rakyat, malah dia menyalahkan Elisa. Bahkan dia berniat membunuh Elisa. Lebih parah lagi, raja menyalahkan Tuhan atas terjadinya krisis Samaria yang sangat hebat itu. Jelas, raja tidak memercayai bahwa Tuhan sanggup menolong mereka. Sebagai seorang nabi, Elisa harus meyakinkan raja bahwa krisis itu akan segera berakhir, sehingga harga pangan menurun dan terjangkau oleh rakyat jelata. Tetapi sayangnya, ketidakpercayaan itu kini beralih kepada perwira yang menjadi ajudan raja. Perkataannya sangat jelas menunjukkan ketidakpercayaannya, "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Karena ketidakpercayaannya itu, maka ia tidak menikmati berkat Tuhan, bahkan ia akhirnya meninggal karena terinjak-injak oleh orang banyak. Kepercayaan akan memengaruhi sikap hidup seseorang, sekaligus memengaruhi hasil dari apa yang diharapkan. Orang yang percaya akan menunjukkan sikap hormat kepada Tuhan dan antusias di dalam berdoa. Tuhan pun tidak akan tinggal diam, pada waktu yang tepat la akan memenuhi apa yang diharapkan orang tersebut. Kalau saat ini kita sedang terhimpit masalah, entah itu penyakit yang tak kunjung sembuh atau kesulitan keuangan, jangan sekali-kali meragukan Tuhan. Percayalah dengan segenap hati bahwa Tuhan akan menunjukkan kasih dan kuasa-Nya. Percayalah sampai mujizat itu menjadi nyata! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, saat aku tidak melihat jalan-Mu dan tidak mengerti rencana-Mu, biarlah hatiku tetap percaya dan mengandalkan-Mu selalu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 16 April 2026Bacaan: "Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya." (Matius 9:17)Renungan: Seorang seniman Italia bernama Michelangelo Buonarrotti mendapat perintah membuat lukisan untuk gereja. Ia telah mencoba merombak lukisannya berulang kali, namun ia belum dapat menciptakan lukisan yang baik menurutnya. Suatu hari ketika sedang berada di warung minuman, ia mendengar seorang laki-laki berkata kepada pelayannya, "Anggur ini sudah asam, segeralah membuangnya." Maka pelayan itu pun memecahkan guci berisi anggur yang sudah asam tersebut sehingga air anggur mengalir keluar dan terbuang. Segera pelayan itu membawa sebuah guci berisi anggur baru. Melihat itu, Michelangelo segera pulang ke rumah dan membuang lukisan-lukisannya yang lama dan malam itu ia berhasil menciptakan sebuah lukisan baru yang sangat bagus. Terus memelihara sesuatu yang tidak baik di dalam hati dan pikiran, akan merampas semua sukacita, peluang untuk maju dan hidup berkemenangan. Memang masing-masing kita pasti mempunyai pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain. Kita semua tidak terlepas dari dua sisi kehidupan, yaitu sisi suka dan sisi duka. Suka dan duka di dalam kehidupan berumah tangga, di dalam bisnis serta pekerjaan, di dalam penderitaan karena sakit penyakit, di dalam menjalin hubungan dengan seseorang, bahkan di dalam pelayanan. Tentu saja sisi suka akan senantiasa menjadi kenangan manis yang dapat membuat wajah kita berseri-seri bahkan tersenyum mengingatnya. Tetapi yang biasanya jadi masalah adalah sisi duka yang tidak jarang membuat kita sedih, atau bahkan menyebabkan kita menyimpan dendam serta kepahitan yang tidak pernah hilang. Ada sebuah doa singkat yang cukup bagus, "Tuhan, ajarilah aku bersyukur bukan hanya untuk banyak perkara-perkara besar yang sudah Engkau kerjakan, tetapi juga untuk jutaan perkara-perkara kecil yang Engkau kerjakan di dalam hidupku selama ini." Kejadian-kejadian yang menurut kita sangat menyakitkan, tentunya tidak pernah terlepas dari kemahatahuan Tuhan. Roma 8:28 berbunyi, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Seseorang pernah berkata, "Waktu yang lalu tidak akan pernah sama dengan waktu yang akan datang." Apakah kita mengalami banyak kegagalan, kekalahan dan pengalaman menyakitkan selama beberapa waktu ini? Bangkit dan bangunlah iman kita kembali. Taruh harapan sepenuhnya kepada Tuhan dan lihat, bagaimana Diaa akan berkarya di dalam hidup kita. Buanglah anggur asam beserta kirbat lama itu dan milikilah anggur baru beserta kirbat baru yang telah tersedia bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar berani untuk meninggalkan semua kegagalan dan kepahitanku dan memulai sesuatu yang baru mulai hari ini. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahUjian Penguatan BuktiDiambil dari: Ulangan 32:7 (TB)“Ingatlah zaman purbakala, perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu; tanyakanlah kepada ayahmu, maka ia akan memberitahukannya kepadamu, kepada para tua-tuamu, maka mereka akan mengatakannya kepadamu.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu ujian lagi untuk melihat apakah kesaksian Injil bisa dipercaya. Ujian ini disebut corroboration test atau Ujian Penguatan Bukti, artinya: Apakah cerita dalam Injil didukung atau diperkuat oleh bukti lain?Kalau seseorang menceritakan suatu peristiwa, biasanya kita bisa mengecek:Apakah ada orang lain yang juga melihatnya? Dan Apakah ada catatan sejarah yang mendukungnya?Para ahli berkata bahwa semakin banyak detail yang bisa diperiksa — seperti nama tempat, nama orang, dan peristiwa sejarah — semakin besar kemungkinan cerita itu benar. Craig Blomberg, seorang ahli Perjanjian Baru, mengatakan bahwa semakin lama orang mempelajari Injil, semakin banyak detail yang justru dikonfirmasi oleh penemuan sejarah dan arkeologi.Memang, Yesus tidak sering muncul dalam catatan sejarah besar seperti catatan perang atau raja-raja besar. Tetapi ada sumber-sumber non-Kristen yang menyebut tentang Yesus dan orang-orang Kristen mula-mula. Selain itu, banyak penemuan arkeologi mendukung latar belakang sejarah yang disebutkan dalam Injil — seperti kota-kota, jabatan pemerintahan, dan kebiasaan pada zaman itu. Artinya, Injil bukan dongeng yang dibuat tanpa latar sejarah. Ada banyak detail yang bisa diperiksa.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa iman Kristen bukan iman yang buta. Tuhan tidak meminta kita percaya tanpa dasar. Sejarah dan bukti juga mendukung apa yang Alkitab katakan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Belajarlah mencintai kebenaran. Jangan takut bertanya dan mencari jawaban. Tuhan tidak takut pada pertanyaan yang jujur.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena firman-Mu bukan cerita kosong, tetapi kebenaran yang bisa dipercaya. Tolong aku supaya memiliki iman yang teguh dan mau mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Iman kepada Yesus berdiri di atas kebenaran yang bisa dipercaya.
Dalam part 2 kita akan lebih mendalami soal Iran, Syiah dan Negara-Negara Islam selain Iran yang tidak membantu Palestine. Sebenarnya apa penyebabnya? Simak selengkapnya..
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 31 Maret 2026Bacaan: "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." (1 Korintus 13:13)Renungan: Pagi itu, Oma Lisa dikejutkan oleh sebuah paket yang tertera namanya. Isinya adalah sebuah tas rajutan kesukaannya dan syal bermotif burung cenderawasih. Sungguh indah dan mengharukan hatinya. Bagaimana tidak? Pengirimnya adalah seorang wanita yang dulu pernah kos di rumahnya. Memang paket tersebut bukanlah yang pertama kali, tetapi selalu berhasil menyentuh hatinya. "Mereka tak pernah lupa hari ulang tahun saya," katanya. Mengapa mereka begitu perhatian padanya? Menurut kesaksian mereka, Oma Lisa pun sangat mengasihi mereka. la memperlakukan anak-anak kos itu bagai anak sendiri. Hubungan keluarga sering dipahami sebatas ikatan darah. Kenyataannya, kita tahu, tidaklah selalu demikian. Ketika Yesus tergantung di kayu salib, la membentuk satu hubungan keluarga yang melampaui ikatan darah. Kata Yesus kepada ibu-Nya, "Ibu, inilah anakmu!" Dan kepada murid yang dikasihi-Nya, "Inilah ibumu!" Sebuah hubungan yang di dalamnya ada ikatan kasih yang saling memberi perhatian, saling merawat, saling menopang. Tak harus sedarah, bukan? Hubungan keluarga seperti inilah yang mempersatukan kita dengan begitu banyak orang. Bahkan kadang, ikatan keluarga jenis ini bisa lebih kuat daripada hubungan sedarah, tapi kekurangan cinta kasih. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap orang yang Kau izinkan hadir dalam hidupku, sehingga walau mereka tidak sedarah dengan aku, tetapi kasih dan perhatian mereka melebihi saudara sedarah. Biarlah berkat-Mu senantiasa melimpah untuk mereka. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 25 Maret 2026Bacaan: "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami." (2 Korintus 4:17)Renungan: Suatu hari seseorang bermimpi bertemu Tuhan. Tuhan bertanya, "Mengapa engkau bersedih?" Orang itu menjawab, "Tuhan, hidupku penuh dengan penderitaan, rasanya aku tidak dapat menatap hari esok." Lalu tuhan duduk di sampingnya, meraih tangannya dengan penuh kasih dan berkata, "Biarkan Aku menjelaskan padamu dan engkau akan mengerti. Setiap penderitaan merupakan batu pijakan yang harus engkau tapaki setiap hari. Setiap kali engkau melalui sebuah penderitaan, itu merupakan batu pijakan yang akan membawamu naik lebih tinggi. Jalan kehidupan bagaikan perjalanan mendaki sebuah gunung. Ada batu-batu terjal berupa kesulitan dan penderitaan yang harus dijadikan tempat berpijak. Ketika engkau mengalami masalah, Aku Sang Batu Karang akan menopangmu. Setiap batu pijakan yang engkau lalui akan membuat jiwamu semakin kuat. Memang batu-batu itu cukup banyak dan terasa menyakitkan, tapi karakter dan imanmu akan terbentuk. Aku tahu bahwa engkau lelah, karena Akupun sudah melalui jalan ini dan Aku meninggalkan kisah perjalananku agar engkau tetap kuat. Tetaplah mendaki dengan tekun ke tempat yang penuh kemuliaan. Ingatlah, bahwa Aku menyertai langkahmu." Jika saat ini kita sedang melalui batu-batu terjal berupa penderitaan, tekanan, aniaya, cemooh, penyakit, ketidakadilan dll, jadikan itu sebagai batu pijakan dan bukan batu sandungan. Banyak orang percaya yang tersandung, jatuh dan tidak mau bangkit lagi karena menilai kesulitan hidup dengan cara penilaian mereka sendiri dan bukan dengan cara penilaian Tuhan. Pegang erat janji Tuhan dan jangan lagi menganggap janji-janji Tuhan sebagai cerita dongeng belaka. Mereka yang percaya pada tuntunan, penyertaan dan pertolongan Tuhan akan mengalami kuasa-Nya. Pergumulan hidup hendaknya menjadi batu pijakan yang harus anda lalui untuk naik lebih tinggi. Jangan menyerah ketika beban hidup terasa semakin berat. Di saat kita tidak berdaya, pandang Yesus Sang Batu Karang kehidupan di mana kita bisa berlindung dan mengalami kemenangan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau mau menjadi batu karang dalam kehidupanku. Ada begitu banyak batu-batu kerikil yang harus kulalui dalam perjalanan hidup ini. Terkadang aku tidak sanggup untuk melaluinya. Tapi aku bersyukur karena Engkau telah lebih dulu menjalaninya, sehingga kalau saat ini aku menjalaninya, Engkau dapat memberi kekuatan khusus kepadaku. Berilah Roh kekuatan Mu ya Yesus, sehingga aku dapat melalui perjalanan hidupku ini dengan tetap setia memegang tanganMu sampai aku tiba pada kesudahannya dan berkumpul bersamaMu di surga. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 9 Maret 2026Bacaan: "Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan." (Efesus 5:17)Renungan: Seorang anak kecil diberikan puzzle oleh Ibunya sambil berkata, "Nak, kalau kamu merangkainya dengan benar kamu akan mendapatkan gambar anak panda kesenanganmu." Sang anak mulai merangkainya sedikit demi sedikit dan sang ibu melihat disampingnya. Sang Ibu memberikan nasihat-nasihat kepada anaknya tentang bagaimana merangkai puzzle yang benar. Tetapi sang anak tidak mau taat. Ia seenaknya sendiri menaruh potongan puzzle itu tidak pada tempatnya. Sedikit demi sedikit potongan itu dirangkai dengan seenaknya sendiri, tetapi terangkai berantakan. Sang anak tidak melihat sedikitpun gambar anak panda pada rangkaian puzzle-nya itu. Sang anak pun mulai marah kepada ibunya. la berkata dengan kasar, "Ibu bohong, aku sudah lama merangkai puzzle ini yang katanya dapat menjadi gambar anak panda kesayanganku tetapi lihatlah gambar apa ini??" Sang ibu kemudian membongkar semua potongan puzzle yang dirangkai secara salah oleh anaknya itu. Saat itu sang anak pun tambah marah kepada ibunya, "Ibu jahat, mengapa ibu membongkar dan menyia-nyiakan hasil karyaku?" la kemudian membanting semua potongan puzzle itu ke lantai. Ibunya sangat sedih melihat hal itu. Tetapi sang ibu kemudian mulai membujuk anaknya lagi dengan lembut, "Nak mari ibu bantu menyusun yang benar."Sang anak pun sedikit demi sedikit menuruti ibunya. Memang kadang beberapa potongan dibongkar oleh ibunya dan sang anakpun mulai ngambek, tetapi karena ia mendengarkan nasihat ibunya maka ia pun mulai terhibur dan menyusun potongan-potongan itu sesuai dengan nasihat ibunya. Akhirnya jadilah puzzle itu. Sang anak melihat betapa indahnya gambar anak panda pemberian ibunya yang terbentuk saat potongan puzzle terakhir diletakkan. Sang anak lalu memeluk ibunya dan berkata "Terima kasih Ibu, ternyata ini benar-benar sebuah gambar yang sangat indah, aku mencintaimu Ibu." Kehidupan ini terdiri dari banyak pecahan puzzle yang apabila disatukan akan membentuk sebuah lukisan yang indah. Ada kepingan kesedihan, kepingan sukacita, kepingan kecewa dan berbagai kepingan yang lain. Namun, jika kita mau menjadi seperti anak kecil pada cerita di atas yang pada akhirnya menuruti apa kata ibunya, walaupun tidak sesuai dengan hatinya, maka di akhir setiap kehidupan kita, kita akan menemukan sebuah gambar yang indah yang dapat digunakan untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus. Jadi, jangan pernah lari dari apa yang Tuhan mau dalam kehidupan kita. Tetaplah setia dan taat walaupun itu tidak sesuai dengan apa yang kita mau. Jangan berhenti merangkai kehidupan ini dan jangan merangkai kehidupan ini seorang diri, karena kita tidak akan pernah menghasilkan kehidupan yang indah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bimbinglah setiap langkahku, agar aku selalu ada di jalan-Mu, sehingga aku tidak tersesat. Jangan biarkan kesombongan menguasaiku sehingga aku tidak mau taat pada perintah-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 8 Maret 2026Bacaan: "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." (Yakobus 2:26)Renungan: Suatu hari, seorang ilmuwan bertanya kepada guru agamanya, "Pak, apakah inti yang terpenting dalam agama?" "Jangan melakukan segala dosa, sebaliknya jalankan semua amal dan kebaikan," jawab sang guru agama. Ilmuwan itu menganggap bahwa itu adalah jawaban standar yang terlalu luas dan kurang jelas. Karena itu dia berkata "Apa yang Bapak katakan itu terlalu sederhana. Anak berusia tiga tahun pun tahu dengan jawaban seperti itu," ujarnya. "Memang anak kecil juga akan mengerti, tetapi orang tua yang telah berusia delapan puluh tahun belum tentu bisa melakukannya," jawab sang guru. Banyak motivator, buku-buku laris, dan seminar yang memberi kita penjelasan bagaimana menempuh jalan sukses. Namun, hanya sebagian orang saja yang benar-benar mengecap kesuksesan. Setiap minggu, juga banyak hamba Tuhan di gereja, mulai dari Pastor ataupun Pendeta yang membagikan rahasia hidup dalam kedamaian, sukacita dan keberhasilan, namun, mengapa hanya sebagian kecil saja yang hidupnya berubah setelah mendengar kotbah dari mimbar? Di Alkitab, juga banyak rahasia untuk memperoleh keberhasilan dalam segala hal, namun mengapa orang yang rajin membaca Alkitab sekalipun, hidupnya bahkan tidak berubah? Jawabannya adalah, karena kita sering kali hanya sebatas membaca dan tahu, tetapi tidak berlanjut melakukannya dalam tindakan nyata. Seseorang berkata, "Tindakan tidak selalu membawa kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa tindakan." Berapa banyak kita mendengar tentang seseorang yang ingin kaya, ingin terkenal, ingin pintar, tetapi ia sendiri tidak melakukan apa-apa. No action, talk only. Segudang ilmu dan pengetahuan tidak akan berguna bila kita tidak menggunakannya. Tindakan nyata memang selalu lebih efektif dan membuat kita memiliki kemampuan dan keberhasilan yang lebih, dari pada orang yang hanya mempelajari teori saja. Jadi, mari jangan hanya mendengar kotbah dan membaca Alkitab saja, tapi mari melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, supaya hidup kita selalu dipenuhi dengan keberhasilan dan kedamaian. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah aku pribadi yang dewasa, bukan hanya dalam usia tetapi dalam pikiran, perkataan, tindakan dan karakterku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 28 Februari 2026Bacaan: "TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya." (Amsal 15:29)Renungan: Jim Johnson ditugaskan oleh pimpinan sebuah hotel untuk menyelamatkan hotel itu dari "bencana" kebangkrutan. Banyak manager lain telah mencoba dan berjuang tetapi tetap gagal dan sia-sia. Hotel sekarang diambang kehancuran dan kalau ini terjadi, maka banyak karyawan akan kehilangan pekerjaan. Jim Jonhson mencoba cara lain yang belum pernah dibuat oleh manager lain. la pergi ke salah satu bukit di mana dari sana ia bisa melihat hotel itu dengan jelas. la tinggal disana selama kurang lebih 20 menit. Apa yang ia lakukan? la berdoa dan berdoa. Pertama-tama ia mendoakan tamu-tamu hotel, semoga mereka sehat dan ceria, dan tergerak melangkahkan kaki ke hotel itu. Semoga mereka mendapatkan apa yang diinginkan, bukan hanya sarana yang lengkap tetapi sapaan dan sambutan hangat dari para karyawan hotel. Kemudian ia berdoa untuk orang-orang yang tinggal dan berada di sekitar hotel. Mereka yang berbisnis di area itu, juga tidak luput dari doanya. Ia juga berdoa bagi semua penduduk kota. Semoga mereka mendapat rejeki dan hidup layak. Begitulah pekerjaan yang Jim Johnson lakukan tiap malam, ia mendoakan hal yang sama. Lambat laun, suasana hotel mulai bergairah. Tamu-tamu mulai berdatangan. Roda perjalanan hotel itu menampakkan geliat yang sangat terasa. Walau ada harapan, Jim Johnson tidak berhenti berdoa, memohon dan berharap. Akhirnya keadaan hotel kembali pulih dan bahkan melebihi harapan dan perkiraan pimpinan sehingga Jim Johnson menjadi berkat bagi karyawan hotel tersebut. Jika doa satu orang mampu mengembalikan masa depan hotel itu, kita bisa membayangkan bila seluruh penghuni dunia berdoa bagi dunia dan seluruh isinya. Memang secara manusiawi kita kadang sulit mengerti akan masalah dan problema hidup kita. Namun harus selalu kita percaya bahwa Allah lewat cara-Nya yang kadang tak terpahami, tak terduga, tak terselami sanggup menolong kita. Allah mendengar doa-doa kita. Kisah selamatnya hotel itu dari kebangkrutan adalah satu bukti. Banyak manager mencoba cara luar biasa, tetapi tidak membuahkah hasil. Jim Johnson mencoba cara sederhana dan biasa namun "berkuasa" membawa hotel itu ke permukaan kembali. Masihkah kita meragukan kuasa doa itu? Berdoalah jika kita memang merindukan ada jalan. Berdoalah, supaya kita kuat, maka Dia akan menolong kita. Tuhan Yesus memberkati. Dia:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan Roh Doa-Mu, sehingga doaku penuh kuasa untuk memberkati banyak orang. Amin. (Dod).
Memang nahan emosi tuh susah banget, tapi mau sebesar apapun emosi harus bisa mengcontrol nya supaya tidak berefek buruk
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 19 Februari 2026Bacaan: "Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: 'Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku..." (Yosua 7:20)Renungan: Salah satu penghambat kesuksesan bagi sebagian orang adalah keinginan mereka menggunakan jalan pintas. Memang mungkin jalan pintas bisa saja berhasil untuk sementara waktu, tetapi tidak dalam jangka panjang. Hal ini seperti terjadi dalam lomba marathon yang diselenggarakan di Boston. Jaqueline Gareau, seorang peserta wanita sedang dalam Marathon garis finish, tiba-tiba melihat seorang pelari wanita lain mendahuluinya. Dia adalah Ruiz. Rupanya Ruiz menyelinap dan memotong lintasan sehingga dia dapat menyelesaikan finish dengan stamina yang masih segar. Kemenangan Ruiz ini mengantarnya menuju lomba Marathon di New York. Ruiz pun kembali melakukan kecurangan dengan menyelinap dan memotong jalur. Kali ini Ruiz tidak dapat mengelak. Panitia mendiskualifikasi Ruiz dan menyerahkan medalinya pada Gaseau. Dalam Alkitab kita juga mengenal tokoh yang bernama Akhan yang ingin kaya dalam waktu singkat dengan menyimpan barang jarahan yang dikhususkan di tendanya. Akhan ingin mengambil keuntungan, tetapi dia tidak menyadari bahwa perbuatannya itu mendatangkan malapetaka bagi yang lain. Setelah perbuatannya diketahui, Yosua menghukum Akhan dengan merajamnya hingga mati. Sebenarnya, Tuhan telah berjanji untuk memberkati bangsa Israel dengan kemakmuran dan kelimpahan. Namun ketidaksabaran Akhan membuatnya gagal bahkan harus merasakan hukuman mati. Kesuksesan memerlukan proses dan proses itu membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Sesuatu yang instan tidaklah baik. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 20:21 "Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati. "Tuhan juga tidak akan memberikan keberhasilan dalam sekejap. Tuhan memberkati kita setahap demi setahap. Kita harus melangkah bersama Tuhan dengan sabar dan penuh keyakinan. Kta harus menjalani setiap proses yang ada, menyelesaikan masalah-masalah, melalui berbagai rintangan, dan gigih berjuang di saat-saat yang sulit. Kita harus terus belajar mengembangkan diri dan memperbesar kemampuan kita. Asalkan kita tekun, maka keberhasilan tinggal masalah waktu saja. Semakin banyak kita menabur semakin besar tuaian kita. Semakin cepat kita bertindak maka semakin cepat pula kita akan memperoleh hasilnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesabaran dan kejujuran dalam melaksanakan setiap tugas yang dipercayakan padaku. Jangan biarkan aku berbuat curang sehingga menjadi baru sandungan bagi berkat-Mu untuk tercurah atas diriku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 18 Februari 2026Bacaan: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah meka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kejadian 50:20)Renungan: Suatu hari, seorang ahli kimia berkebangsaan Jerman, Christian Friedich Schon bein sedang bereksperimen dengan pekerjaannya di dapur saat istrinya tidak ada di rumah, karena istrinya melarangnya dia bekerja di dapur. Tanpa sengaja, dia menumpahkan cairan asam sulfur dan asam nitrat. Supaya tidak ketahuan, dia segera mengelap dengan celemek yang terbuat dari katun lalu menggantung celemek itu di dekat perapian untuk mengeringkannya. Tidak di duga, celek itu meledak dengan dahsyat. Ledakan itu terjadi karena campuran cellulose mengalami reaksi kimia yang dinamakan nitrasi. Temuan itu kemudian dinamakan nitrocellulose, yaitu bubuk mesiu yang tidak berasap. Dia kemudian memperbanyaknya dan menjualnya dan mendapatkan banyak uang. Kekeliruan dan kegagalan yang tidak disengaja seringkali mendatangkan manfaat yang tidak kita duga sebelumnya. Seperti yang terjadi pada Yusuf. Yusuf diperlakukan semena-mena oleh Saudaranya. Dia dimasukkan dalam sumur, dijual dan dibertahukan sudah mati. Bagi orang awam, hal itu mungkin sebuah kekeliruan yang fatal. Tetapi tidak bagi Yusuf. Yusuf sadar betul bahwa peristiwa itu adalah cara Tuhan untuk menggenapi janjinya menjadi pemimpin Mesir dan melakukan suatu pekerjaan besar yang belum pernah dilakukan oleh siapapun. Demikian pula dalam perjalanan hidup kita. Seringkali apa yang tidak kita harapkan terjadi begitu saja. Kita mungkin akan sedih kecewa dan tidak dapat menerima kenyataan saat itu. Namun tahukah kita bahwa dalam kegagalan-kegagalan itu, Tuhan juga turut bekerja untuk mendatangkan sesuatu yang baik yang mungkin tidak kita duga sebelumnya? Tetap berpikir positif di tengah situasi yang negatif sangatlah penting bagi kita. Kita harus bersabar dan melakukan yang terbaik untuk mengubah keadaan. Kita harus memetik manfaat yang sebanyak-banyaknya dari setiap peristiwa. Percayalah, bahwa tidak semua kegagalan itu buruk. Tetapi yakinlah bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah baik bagi kita, sebab jika kita mampu jeli dan dapat mengendalikannya, maka kegagalan dan masalah itu justru menjadi titik balik kita meraih keberhasilan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar aku tetap dapat berpikir positif di tengah situasi yang negatif. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 16 Februari 2026Bacaan: "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." (Mazmur 34:19)Renungan: Mina terlahir dari keluarga broken home. Bertahun-tahun ia berusaha mengatasi kekecewaannya dengan kebencian, dendam, kemunafikan, dan ia merasa hidupnya tidak berharga. Hatinya penuh kebencian dan dendam terhadap ayahnya ketika teringat figurnya di masa lalu yang selalu memukuli ibunya dan tidak menyayangi dirinya. Sikap ayahnya itu menyulut perceraian. Walau ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu, namun Mina yang telah tumbuh dewasa, tetap saja menyimpan kepahitan. Apalagi di usia kanak-kanak, pascaperceraian kedua orang tuanya, sang ibu menitipkannya di sebuah panti asuhan. la pun harus berjuang keras sendirian untuk belajar dan menjadi yang terbaik di sekolahnya. Kini ia menjadi wanita karier yang sukses di sebuah perusahaan karena kecerdasannya. Tetapi sayang, ia masih menyimpan kebencian dan dendam. Senyum di wajahnya hanyalah senyum palsu karena tuntutan profesionalitas, namun tetap saja ia merasa tidak bahagia. Topeng kemunafikanlah yang dipertontonkan ke khalayak ramai. Parahnya, ternyata ia seorang penyuka sesama jenis, sebab ia menganggap semua pria sama seperti ayahnya. Faktor psikologis ini yang membuat ia berperilaku menyimpang. Ia menutupi perilaku menyimpangnya dengan pakaian yang indah dan feminin. Di sekeliling kita ada begitu banyak orang yang mengalami kekecewaan seperti halnya Mina. Atau mungkin kita yang sedang mengalami kekecewaan dan sedang berusaha mengatasinya dengan cara kita. Memang, ada banyak jenis kebahagiaan yang ditawarkan oleh dunia untuk mengatasi kekecewaan. Di antaranya melalui musik, pekerjaan, pernikahan, kekayaan, dan ketenaran. Dan kita tergiur olehnya. Ada juga yang mengatasinya dengan kepuasan negatif, seperti selingkuh, mabuk-mabukan, berbuat jahat kepada orang lain, ataupun menggunakan narkoba. Namun, apa pun jenis tawaran dunia ini yang diharapkan bisa mengatasi kekecewaan seseorang, tetap saja tidak mampu mengatasinya. Kekecewaan itu hanya bisa disembuhkan dengan kehadiran Pribadi yang bisa memberi kebahagiaan sejati. Karena itu, biarkanlah Kristus mengisi dan menguasai hati kita. Jangan izinkan kebencian, dendam, dan kepahitan mengisi hati kita. Mari kita buka pintu hati kita dan menerima Dia sebagai Pembebas kita dari belenggu kekecewaan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena selama ini aku mengatasi kekecewaan dengan hal-hal yang tidak berkenan bagi-Mu. Penuhilah aku dengan kasih-Mu, sehingga saat kekecewaan datang, hatiku hanya tertuju pada-Mu sebagai sumber kelepasan dalam hidupku. Amin. (Dod)
Pdm. Handoyo Salim (TB) Kejadian 50: 19-20aTetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan,
Kita sering mendengar tentang Bangsa Israel yang tegar tengkuk dan tidak taat kepada TUHAN selama dalam perjalanan. Memang semua mereka yang terhitung berumur 20 tahun ke atas ketika keluar dari perbudakan Mesir tidak ada yang masuk ke Tanah Perjanjian karena ketidaktaatan mereka, kecuali Yosua dan Kaleb. Namun jarang sekali kita melihat bagian Alkitab yang menuliskan ketaatan mereka, yang kemudian menerima janji Tuhan untuk masuk ke tanah Kanaan. Tuntunan TUHAN mereka ikuti, perintah-Nya mereka jalankan meskipun tak selalu mudah perjalanan, dan mereka pun tidak tahu arah di depan. Bagaimana kita belajar untuk taat seperti keturunan Abraham yang menerima janji TUHAN ini?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 1 Februari 2026. Kirim pesan
Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners)
https://www.patreon.com/windahTranskrip: https://www.patreon.com/posts/199-bedah-lagu-148431100?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkTerjemahan: https://www.patreon.com/posts/eng-199-bedah-me-148431107?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkJadi waktu itu dingin Kuberi kau hangat Walaupun ku juga beku Tapi ku aman saat kau nyaman Jadi waktu itu panas Kuberi kau angin Walaupun ku juga gerah Tapi ku penuh saat kau teduh Sudah paham 'kan sejauh ini? Ku yang lama di sini Menjagamu tak patah hati Sedia aku sebelum hujan Apa yang kau butuh, kuberikan Ke mana pun tak akan kau temukan Yang siapkan bekalmu di peperangan Jika tak setara, kumaafkan Memang sebegitunya akuSumber gambar: julio andres rosario ortiz di UnsplashTerima kasih banyak atas dukungannya untuk:SAHABAT WINDAHAkiramJayNyong Jago Bob GenericJohn nyMartin JankovskýWilliam ChenDawid GerstelDnsSebastianAlexander ScholtesJrobabuja11 RoboNicholai LidowAliteJack William HusbandsAndre ChampouxDemiAlastair JudsonKatherine WalkerLino ArboledaLeon KwekCameron Edinger-ReeveSam BayleyLivvieIsmail OtchiChrisRussell BarlowMary Pope帥志 Shuai Chih LinBjornrappangeHossein KhoshtaghazaParis LuckowskiMatthew O'ConnorRussell OgdenYaszalixBart van de KampWC KonArthur NazaryanDaniel KaposiEmily HuangBenjamin SayHa Nguyen Jena StringerFrédéric UhrweillerQuran and sunnahEdward HearnJennifer FoleyJP태용 심Cameron ClarkOxana SaimoAudrey DeliviaJoeJohn RichardsonFredoMarkRickLucaRuby den BoerTata HelenkiRowenaEmma MonteathRicardo CorsaK TaguchiTEMAN WINDAHJohn McBrideKristofer Nivens P. Clayton D. Causey, CT Vanessa HackJohn ShumLuis PaezCraig RedriffMariusCharlotteJonny 5Jose LorenzoJeremyLulunMadeleine MillerAngelo CaonRossi von der BorchSicily FiennesMeredith R NormanTom Simamora ThatcherTim DoolingDevin NailAlissa Sjuryadi-TrowbridgeBillEric EmerTarquam James McKennaAmanda BlossStephen MBen HarrisonNaota YanagiharaHans WagnerJustin WilsonJayZane RubaiiBenjaminDerynAlexH HMatt WintersAlec MitchellVinceBertiAtsuko MaenoMosaStephen GrahamHannah RowntreeColleen Thornton-WardAilise Sweeney-LoweJimmyYng KenjicnxuFlorian HopfKurt VerschuerenJoakimRyosuke SudaBerberJeroen VellekoopJan NedermeijerMatthewTakeshi YamafujiNatePatrickMiquelFeeJingle YanMathias朗 桑田Ben PlayfordLauraKenji YanaguRicky ZhangVacanza TropicaleBill Dalton惠羽 蔡Sophie Hoestereyこ ぱるDouglas HerrickTim SomervilleMaxence AKFSF BEddoMarc EberJin Kimivy babyDevlin KuyekDawn TanNeoKimchiSpiritPaulie MoraPaula Bradley蕾戴Jordan O.Roman PicardJarryd RMartin AwalYohiJosh LovellEnrico WelderYoichiroKatoRoanna MTacoButter한윤희동원 이Gabriel AdlerMojaNabi KunisadaTDaniel Tanlego meister창호 이昭儒 吳Thanh-Nhi VoJ YonkmanMarjaPENDENGAR SETIAColumba TierneyHH JorgensenAmina AljehaniJannedCamillelishan fengluanAninda P.A.F拓也 高山匠海 杉本 Nathalie GoudIga KomarJonathan BaileyJaime Noriega
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 12 Januari 2026Bacaan: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)Renungan: Dikisahkan ada sekumpulan ulat sedang berupaya keluar dari kepompong yang nantinya akan menjadi kupu-kupu yang indah. Di tengah kerja keras itu, seorang petani ulat menarik dan memasukkan ulat-ulat itu ke dalam sebuah wadah yang berisi air panas. Kumpulan ulat itu pun akhirnya mati semua. Setelah ditiriskan dan dijemur, sang petani memisahkan gulungan putih yang melekat pada setiap ulat. Setelah serat-serat itu terkumpul, diproseslah menjadi bahan pakaian, yakni kain sutra yang harganya sangat mahal. Ulat-ulat itu memang tidak pernah menjadi kupu-kupu yang indah, yang menghiasi taman-taman, namun mereka tetap berguna, bahkan memberi nilai yang berbeda bagi manusia. Mari kita renungkan. Apakah ada sebuah kejadian yang membuat mimpi-mimpi kita hancur? Ada orang yang karena kecelakaan maut, menguburkan banyak impian besar mereka. Karena kecelakaan lalu harus duduk di kursi roda, ada yang sampai tidak jadi menikah. Karena kecelakaan mobil, ada yang gagal kuliah di luar negeri, lalu harus kembali ke tanah air dan menjalani pengobatan. Semua alur kisah, segala rencana berantakan sudah, tak seperti yang mereka pikir selama ini. Stress, depresi pasti. Namun mereka memilih bangkit dari keterpurukan dan menata hidup kembali. Mereka memimpikan mimpi yang baru, yang lebih besar, yang lebih gila dari sebelumnya. Mereka menjalani hidup yang sama sekali berbeda. Tak mudah memang menerima kenyataan yang ada, tetapi jika orang-orang itu bisa melalui badai yang ada, kita pun seharusnya bisa melewati hal serupa. Tidak semua mimpi menjadi kenyataan, itu fakta. Tidak segala yang kita rencanakan, sekalipun sudah sedemikian matang akan terjadi. Memang membutuhkan waktu untuk memulihkan diri, perlu proses untuk menghadapi mimpi buruk itu. Akan tetapi percayalah jika Tuhan mengizinkan meruntuhkan semua mimpi kita, berarti la sedang merancang sesuatu yang lebih besar, yang lebih dahsyat bagi kehidupan pribadi dan karir kita. Imanilah itu! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap peristiwa dalam hidupku yang tidak kuinginkan dan itu terjadi. Aku mengimani bahwa itu adalah bagian dari rencana-Mu untuk mewujudkan rancangan terbaik-Mu bagi hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 30 Desember 2025Bacaan: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." (Galatia 6:9)Renungan: Pernahkah kita kecewa ketika ketulusan kita untuk menolong seseorang ditanggapi secara negatif? Ada orang yang sebenarnya memerlukan pertolongan, tetapi merasa gengsi dan direndahkan ketika ditolong. Memang tidak semua orang bisa menerima uturan tangan kita untuk menolong mereka. Namun apapun alasan yang ada dibalik penolakan itu, kita harus tetap berbuat baik. Semua yang kita lakukan merupakan tanggung jawab kita kepada Tuhan, karena hal itu merupakan kehendak Tuhan. Sekalipun ada seseorang yang meremehkan perbuatan baik atau pertolongan yang kita berikan, percayalah Tuhan akan selalu memperhitungkannya. Hari ini tetapkanlah hati kita untuk berbuat baik. Apapun tantangannya janganlah kita menyerah karena dalam Galatia 6:9 diakatakan: "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, Karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." Banyak orang yang tidak mau lagi berbuat baik, kerena terlalu sering dikecewakan. Kita perlu menyadari bahwa iblis akan memakai berbagai macam cara untuk melemahkan dan akhirnya menghentikan kita di dalam melakukan Firman Tuhan. Mungkin juga perbuatan baik kita akan dilupakan orang atau bahkan dibalas dengan kejahatan. Tapi ingatlah, bahwa Tuhan tidak akan pernah lupa semua yang kita lakukan atas dasar ketaatan kita pada firman-Nya. Jadi, selama masih ada kesempatan, berbuat baiklah. Jangan menahan sedikitpun untuk menyatakan kebaikan kepada sesama. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, itu akan dipandang oleh Tuhan sebagai satu bentuk ketaatan kita kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, hati yang selalu tergerak oleh belas kasih untuk menolong sesamaku sebagai wujud ketaatanku akan firman-Mu. Jangan biarkan kekecewaan hatiku menyurutkan kasih-Mu dalam diriku untuk menolong sesamaku. Sadarkanlah aku bahwa hidupku selama ini adalah karena belas kasih-Mu semata dan karena Campur tangan orang-orang yang ada di sekitarku. Maka berilah aku hati yang selalu mau memberi dengan ketulusan hatiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 21 Desember 2025Bacaan: "Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." (Galatia 6: 7)Renungan: Gary Player adalah seorang pegolf yang lain dari yang lain. Jika pegolf rata-rata memiliki tubuh yang tinggi, Gary justru memiliki tubuh yang mungil. Ketika Gary masuk ke lapangan, komentator selalu berkata, "Si Kecil Gary". Pada tahun 1978, Gary berhasil memenangkan kejuaraan The Golf Masters. Memang tubuhnya hanya setengah dari pegolf yang lain. Namun yang menjadi rahasia kemenangannya adalah dia bekerja lebih keras dari pada pegolf yang lain. Ketika pegolf lain beristirahat, maka dia tetap berlatih untuk menyempurnakan pukulan-pukulannya. Karena kerja kerasnya itulah Gary mampu memenangkan tiga medali emas pada The Masters berikutnya selama tiga kali berturut-turut. Banyak orang menganggap bahwa Gary adalah seorang yang beruntung. Namun kenyataannya, tidak sama sekali. Gary berkata, "Semakin keras saya berlatih, semakin mujur saya." Kesuksesan bukan terletak pada suatu kebetulan. Tidak mungkin orang menuai tanpa menabur terlebih dahulu. Semakin banyak menabur maka semakin banyak pula dia akan menuai. Kesuksesan dan keberuntungan akan datang pada mereka yang berusaha keras untuk bekerja dan memberikan yang terbaik dari diri mereka. Kesuksesan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan kapasitas diri kita. Ketekunan, kegigihan, kesabaran dan hikmat adalah sesuatu yang mutlak diperlukan. Kemujuran adalah saat di mana kesempatan bertemu dengan kesiapan. Siapkan diri kita dengan pondasi kesuksesan dan ketrampilan yang terus diasah, maka kesempatan dan kemujuran itu akan selalu berpihak pada kita. Dan jangan lupa, apapun pekerjaan kita, lakukanlah sesuai dengan Firman Tuhan sebab itulah kunci keberuntungan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan semangat yang baru dan kerajinan yang baru, sehingga apapun yang aku kerjakan dapat menghasilkan kesuksesan yang berguna bagi banyak orang. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 16 Desember 2025Bacaan: Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1:21 )Renungan: Suatu ketika ada seseorang yang kehilangan orang yang sangat dikasihinya, yaitu ayah angkatnya. Bagian yang paling membuat kejadian ini begitu menyakitkan adalah ketika ayah angkatnya meninggal ia sedang berada di Israel. Ketika ia kembali dari Israel, ayah angkatnya sudah dimakamkan, dan yang bisa ia lihat hanyalah tanah pemakamannya. Waktu itu ia berpikir bahwa Tuhan kejam sekali. Ia berdoa di beberapa gereja yang dikunjunginya di Israel untuk kesembuhan beliau dari sakit kanker hidungnya, namun Tuhan malah mengambil nyawanya. Awalnya ia marah, kecewa, sedih, dan sakit hati, namun ia mendengarkan beberapa nasihat keluarga dan sahabat. Mereka semua berkata bahwa Tuhan mengambilnya di saat yang paling tepat, yaitu ketika ia tidak ada. Mungkin Tuhan tidak ingin ia terlalu bersedih melihat kematiannya. Di sisi lain, Tuhan juga sudah mengakhiri penderitaan yang beliau alami karena kankernya. Ketika peristiwa ini terjadi, beberapa sahabat mengingatkannya akan kisah Ayub. Memang tidak akan pernah ada bencana terbesar yang terjadi di dalam sebuah keluarga dari pada bencana yang Ayub alami. Kehilangan harta kekayaan, mengalami penyakit kulit yang menjijikkan, dan kematian dari kesepuluh anak-anaknya dalam sekejap saja. Namun apa yang menjadi reaksi Ayub ketika hal ini terjadi sungguh mengejutkan. Ayub mengoyakkan jubahnya, mencukur rambut kepalanya, bersujud sambil menyembah dan dengan lantang berseru, "TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Bukankah ini merupakan suatu hal yang sangat luar biasa? Dalam keadaan hati yang sangat sesak dan duka yang mendalam, Ayub masih menyadari bahwa segala sesuatunya adalah milik Tuhan. Termasuk dirinya sendiri, kekayaan, maupun anak-anaknya. Dari pelajaran akan kisah Ayub ini ia akhirnya mulai mencoba mengerti bahwa memang Tuhan tahu yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Setiap nyawa manusia ada di tangan-Nya, dan Dialah yang empunya segalanya. Karena itu, ia belajar untuk mengucap syukur dan percaya bahwa saat ini ayah angkatnya sudah mengalami kebahagiaan bersama dengan Tuhan. Rasa kehilangan dan kesepian memang ia alami, tetapi pengalaman intim bersama Tuhan dapat memulihkan kondisi hatinya seperti semula. Penuh sukacita dalam kuasa Tuhan! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hiburkanlah setiap hati yang saat ini sedang mengalami kedukaan. Berikan kekuatan bagi mereka untuk tetap melanjutkan kehidupan ini tanpa kesedihan yang berlarut-larut. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 14 Desember 2025Bacaan: "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." (Amsal 17:17) Renungan: Semua orang bisa memiliki teman, tetapi tidak semua orang bisa memiliki sahabat sejati. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang paling indah di antara hubungan antar manusia yang ada, di luar hubungan keluarga, terutama hubungan suami-istri. Hubungan ini menjadi indah, sebab bukan darah yang mempersatukan, yang membuatnya dekat dan mengerti satu sama lain, melainkan Tuhanlah yang meleburkannya menjadi satu. Sahabat adalah kado istimewa dari Tuhan bagi kita. Inilah yang membuat sahabat menjadi seorang yang sangat berharga dan berarti. Beberapa waktu lalu, sekelompok wanita merelakan rambut mereka untuk dicukur sampai habis. Tindakan tersebut bukan untuk mencari sensasi, tetapi guna memberikan dukungan kepada salah seorang sahabat mereka yang menderita kanker payudara. Saat salah seorang di antara mereka mengusulkan ide untuk mencukur rambut, tidak ada seorang pun yang menolak. Justru mereka senang bisa melakukan sesuatu yang dapat membuat sahabat mereka bahagia, sekalipun harus kehilangan "mahkota" yang membanggakan itu. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh sahabat sejati. Sahabat sejati tidak akan memikirkan untung dan rugi ketika melakukan sesuatu untuk sahabatnya. Persahabatan sejati adalah persahabatan yang tulus tanpa imbalan. Take and give terjadi secara natural di dalamnya. Memperoleh sahabat seperti ini, bagai mencari sebuah jarum di dalam tumpukan jerami. Berhubung saat ini banyak orang telah disibukkan dengan segudang aktivitas, mungkin hanya akan ada segelintir orang yang beruntung memiliki sahabat sejati, yaitu orang yang selalu ada setiap saat, baik suka maupun duka; yang mengerti tanpa harus lebih dahulu diungkapkan; yang rela memberi tanpa menimbang untung dan rugi. Baik tua ataupun muda, kita semua membutuhkan seorang sahabat selain keluarga, sebagai tempat yang tepat untuknya bernaung, melepaskan kasih sayang, serta meluapkan kesedihan dan amarahnya. Namun, sayangnya tidak semua orang bersedia menjadikan dirinya sahabat sejati bagi orang lain. Orang-orang yang demikian, adalah orang-orang yang belum teruji kesetiaan dan pengorbanannya. Keakuan pun masih menjadi bagian dari dirinya. Sampai kapan pun, kita tidak akan pernah dapat memiliki sahabat sejati, jika kita tidak terlebih dahulu menjadi seorang sahabat bagi orang lain. Memang tidaklah mudah membangun hubungan persahabatan. Selain dibutuhkan proses yang panjang, pengorbanan yang besar pun dibutuhkan untuk menjadikan hubungan tersebut utuh dan semakin murni. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena selama ini telah bersikap egois kepada sahabatku. Ubahlah aku menjadi sahabat yang baik dan sejati bagi sahabatku. Amin. (Dod).
Double pivot andalan anda ngomongin Mo Salah
Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 27 Oktober 2025Bacaan: "Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki." (Amsal 28:27) Renungan: Suatu kali sehari sebelum lebaran saya bersama beberapa murid berbagi paket sembako untuk tukang sapu jalanan dan pemulung. Saat itu ada seorang kakek pemulung yang duduk dipinggir jalan di samping gerobaknya. Lalu seorang murid saya memberikan paket sembako itu. Wajah kakek itu kelihatan sukacita sekali. Saat murid saya mengucapkan, "Tuhan memberkati ya, kek, " kakek itu terlihat hampir menangis dengan air mata tergenang di pelupuk matanya sambil mengucapkan terima kasih. Mereka itu adalah obyek kasih yang membutuhkan sedikit uluran tangan kita. Dalam pelayanan-Nya di dunia, Yesus sering diperhadapkan pada obyek kasih yang harus ditolongnya. Ketika Yesus keluar dari kota Yeriko, ada orang buta duduk di pinggir jalan mendengar bahwa Yesus lewat, lalu ia berseru, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Saat Tuhan Yesus mendengar seruan orang buta itu, Ia segera menghampirinya. Dalam hati Tuhan Yesus timbul belas kasihan, lalu Ia menjamah mata orang tersebut dan seketika itu juga mata orang buta itu disembuhkan, sehingga bisa melihat lagi. Yesus memberikan pertolongan sesuai kebutuhan mereka. Di sekitar kita banyak obyek kasih yang membutuhkan uluran tangan kita. Mungkin mereka adalah tetangga kita yang membutuhkan beras untuk makan, mungkin itu adalah teman sekolah kita yang mengalami kesulitan untuk membayar uang sekolah, mungkin dia adalah anak kita yang membutuhkan sedikit perhatian karena orang tua yang terlalu sibuk bekerja sehingga jarang di rumah, mungkin itu orang tua kita yang tinggal di suatu tempat yang jarang kita sapa dan kunjungi. Mengapa kita menutup mata dan seolah-olah tidak melihat kebutuhan mereka? Memang sebagian obyek kasih adalah bukan keluarga, sahabat atau teman seiman kita, tetapi Yesus tidak pernah mengajarkan kepada kita untuk pilih bulu di dalam berbagi kasih. Ingatlah, Tuhan menempatkan mereka di tengah-tengah kita untuk menguji kita, apakah ada kasih di dalam hati kita? Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, ada banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kasihku. Pakailah keberadaanku untuk menjadi berkat bagi banyak orang, sehingga kehadiranku bisa memberikan kelegaan bagi yang berbeban, kepuasan bagi yang haus dan lapar, sukacita bagi yang bersedih dan pengharapan bagi yang berputus asa. Yesus, jadikah kehadiranku menjadi kehadiran-Mu sendiri di tengah-tengah keluarga dan masyarakatku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 21 Oktober 2025Bacaan: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya." (Matius 13:31b) Renungan: Yesus memberikan suatu perumpamaan bahwa Kerajaan Sorga seumpama biji sesawi yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain. Hal ini mau menggambarkan bahwa bilamana hidup kekristenan kita sehari-hari tumbuh subur dengan nilai-nilai kebenaran firman Tuhan sehingga tidak ada lagi tipu daya, kemunafikan, dusta, kebohongan, dan segala sesuatu yang berbau tidak benar, maka hal itu akan menjadi daya tarik yang luar biasa bagi orang-orang yang belum percaya. Bilamana hidup kita dipenuhi dengan nilai-nilai hidup kristiani dan kuasa Tuhan, maka hidup kita akan menjadi berkat bagi banyak orang. Orang akan senang datang dan bergaul dengan kita. Mereka akan datang meminta nasihat dan jalan keluar. Mungkin mereka datang sekadar untuk curhat karena mereka yakin, kitalah tempat yang pas untuk itu. Apakah saat ini kehadiran kita memberikan kenyamanan sehingga banyak orang datang meminta nasihat, pertolongan dan doa? Atau kehadiran kita membuat orang lain tidak nyaman dan ingin cepat-cepat pergi meninggalkan kita? Mari kita undang Yesus masuk dalam hati kita yang terdalam, agar Ia menguasai seluruh keberadaan kita, sehingga kehadiran kita senantiasa dinantikan oleh banyak orang. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau sampai hari ini hidupku belum bertumbuh seperti yang Engkau kehendaki. Masih begitu banyak godaan dunia yang menyita waktu dan perhatianku terhadap orang lain. Ingatkan aku Yesus, agar hidupku bisa berarti bagi orang lain, sehingga melalui kehadiranku, nama-Mu semakin dimuiakan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 18 Oktober 2025Bacaan: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka- rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kejadian 50:20)Renungan: Ada seorang ayah mempunyai 4 orang anak laki-laki. Ia ingin agar ke 4 anaknya belajar untuk tidak cepat menilai segala sesuatunya. Karena itu ia menyuruh mereka masing-masing pergi ke hutan dan melihat sebuah pohon pir yang ada di sana. Anak pertama disuruhnya pergi pada musim dingin, anak kedua pada musin semi, anak ketiga pada musim panas, dan anak bungsu pada musim gugur. Ketika ke 4 anak itu kembali, sang ayah memanggil mereka agar menceritakan apa yang mereka lihat. Anak pertama berkata bahwa pohon pir itu sangat jelek, batangnya bengkok dan saling membelit. Anak kedua melihat pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan. Anak ketiga melihat bahwa pohon itu penuh dengan bunga-bunga yang menebarkan aroma yang harum dan indah. Anak bungsu tidak setuju dengan mereka semua, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum. Sang ayahpun menjelaskan kepada ke 4 anaknya bahwa mereka semua benar, karena mereka masing-masing melihat pohon pir itu dalam 4 musim yang berbeda. Kemudian ia berkata kepada anak-anaknya, "Mulai sekarang, jangan lagi menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit." Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat berkesimpulan bahwa Tuhan tidak adil dan tidak mengasihi kita. Jangan pula menyalahkan diri kita dan berkata bahwa kita tidak mampu, bodoh dan benasib sial. Di tangan Tuhan hidup kita berarti, tidak ada istilah "nasib sial" bagi orang percaya. Kita hanya perlu bersabar menunggu waktu Tuhan. Jika kita tidak sabar ketika berada di musim dingin, maka kita akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan dan tidak akan memanen hasil musim gugur. Jika saat ini kita sedang berada pada masa-masa yang tidak menjanjikan harapan, tetaplah setia dan harapkanlah datangnya masa-masa indah yang Tuhan karuniakan karena, "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka." (Pengkhotbah 3:11a). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas setiap keadaan yang datang silih berganti dalam hidupku. Terima kasih atas masa-masa sukar dalam hidupku, karena saat itu aku tahu bahwa Engkaulah andalanku satu-satunya. Terima kasih atas masa-masa bahagia dalam hidupku, karena saat itu aku tahu bahwa aku harus mengucap syukur pada-Mu. Ajarilah aku untuk melihat setiap peristiwa dalam hidupku secara positif. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 13 Agustus 2025Bacaan: "Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar." (1 Timotius 6:6) Renungan: Mungkin kita pernah berpikir bahwa orang kaya atau mereka yang sukses dan memiliki segalanya adalah orang yang paling merasa bahagia. Tetapi kenyataannya tidaklah selalu demikian. Ada orang-orang kaya yang mati dalam ketidakbahagiaan sekalipun mereka memiliki segalanya. Atau kita berpikir karena orang miskin itu hidupnya lebih sederhana, maka mereka tidak akan dipusingkan dengan berbagai hal. Namun banyak juga orang miskin yang sangat tidak bahagia, dan mereka merindukan untuk menjadi kaya. Lalu, di manakah kita akan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya? Bukan menjadi orang yang kaya atau menjadi orang miskin. Kebahagiaan sesungguhnya terletak pada hati yang merasa puas dan selalu bersyukur atas karunia Tuhan dan berkat-berkat yang Ia percayakan kepada kita. Sebanyak apapun Tuhan memberkati kita, tetapi jika tidak ada rasa puas dan ucapan syukur di dalam hati kita, maka kebahagiaan itu akan tetap menjauh dari hidup kita. Belajarlah merasa puas dan bersyukur atas keberadaan kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, aku mohon ampun jika aku sering merasa tidak puas akan keberadaan diriku sendiri dan selalu ingin menjadi seperti orang lain. Aku sadar bahwa setiap orang diciptakan unik adanya dan berbeda satu dengan yang lain. Ajarilah aku untuk bersyukur atas keberadaanku saat ini, sebab aku percaya ada rencana indah dalam setiap kehidupan manusia yang Kau izinkan tinggal di dunia ini. Nyatakanlah kehendak-Mu yang terbaik dalam hidupku, agar hidupku semakin lebih berarti untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : RP. John Laba, SDB Tangerang Mrk. 6:1-6
MALAM SERAM THE HORROR TALK SHOW | BUKAN SEKADAR CERITA SERAM DITAJA MUSE+ SEMPENA KONSERT HITSTER 2025 VOL 1