POPULARITY
Categories
Kolaborasi lintas silo sering kali dianggap sebagai solusi universal untuk meningkatkan kinerja organisasi, namun tanpa arah yang jelas, inisiatif ini dapat terjebak dalam fenomena "collaboritis". Berdasarkan prinsip Morten Hansen dalam buku Great at Work, kolaborasi yang berlebihan tanpa tujuan spesifik justru dapat menurunkan produktivitas karena menghabiskan waktu staf dalam pertemuan dan koordinasi yang tidak perlu. Oleh karena itu, langkah pertama dalam meruntuhkan sekat antar departemen bukanlah dengan memperbanyak interaksi, melainkan dengan menumbuhkan kesadaran bahwa kolaborasi adalah alat untuk mencapai nilai tambah, bukan sebuah kewajiban administratif. Kunci dari sinergi yang berhasil terletak pada penerapan "Kolaborasi yang Disiplin" melalui pengujian nilai yang ketat. Sebelum sebuah proyek lintas departemen dimulai, para pemimpin harus mampu menjawab apakah kerja sama tersebut akan menghasilkan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan jika masing-masing tim bekerja secara mandiri. Dengan memfokuskan sumber daya hanya pada proyek yang memiliki potensi nilai tinggi, organisasi dapat menghindari pemborosan energi pada inisiatif yang hanya tampak bagus di atas kertas namun gagal memberikan hasil nyata bagi bisnis. Disiplin ini memastikan bahwa setiap upaya kolaborasi dilakukan dengan intensitas yang tepat dan target yang terukur. Akhirnya, kolaborasi lintas silo yang berkelanjutan harus didasarkan pada prinsip "Win-Win-Win", di mana keberhasilan proyek memberikan keuntungan bagi kedua departemen yang terlibat serta organisasi secara keseluruhan. Sering kali, silo mengeras karena salah satu pihak merasa dikorbankan demi kepentingan pihak lain. Dengan memastikan adanya distribusi manfaat yang adil dan tujuan yang selaras, resistensi antar departemen akan berkurang secara alami. Sinergi sejati tercipta ketika setiap unit memahami bahwa dengan membantu departemen lain mencapai tujuannya, mereka juga sedang mempercepat pencapaian visi besar organisasi.
Sering kali kita ngerasa gagal hanya karena proses kita gak secepat orang lain. Padahal, bertahan di satu hal, tetap datang meski capek, itu juga bentuk keberhasilan yang jarang disorot.
Dalam dunia manajemen dan penyelesaian masalah, metode "5 Whys" telah lama menjadi primadona karena kesederhanaannya. Kita diajarkan bahwa dengan bertanya "mengapa" sebanyak lima kali, kita akan secara otomatis sampai pada akar penyebab masalah. Namun, dalam realitas organisasi yang kompleks, metode linear ini sering kali gagal menangkap gambaran besar. Masalah di dunia nyata jarang sekali menyerupai rantai lurus; mereka lebih mirip jaring labirin yang saling bertautan, di mana satu kejadian dipicu oleh berbagai faktor yang saling memengaruhi secara simultan. Kelemahan utama dari pendekatan 5 Whys yang tradisional adalah kecenderungannya untuk mencari satu penyebab tunggal atau "peluru perak." Sering kali, tim berhenti pada jawaban yang nyaman seperti "kesalahan manusia" atau "kurangnya pelatihan." Padahal, dalam kacamata systems thinking, manusia hanyalah komponen dalam sebuah sistem. Jika kita hanya menyalahkan individu tanpa memperbaiki desain sistem di belakangnya, kita sebenarnya hanya sedang memadamkan api sementara, sementara puntung rokok yang menyebabkannya masih terus menyala di sudut yang tidak terlihat. James C. Paterson dalam konsep "Beyond the Five Whys" mengajak kita untuk beranjak dari pemikiran linear menuju pemikiran sistemik. Alih-alih hanya mengikuti satu jalur tanya-jawab, kita didorong untuk melihat masalah melalui "tiga kaki" penyebab: penyebab langsung, kegagalan deteksi, dan kelemahan sistemik atau budaya. Dengan cara ini, seorang fasilitator dapat membantu tim melihat bahwa sebuah kesalahan teknis bisa jadi berakar dari kebijakan anggaran yang kaku atau budaya kerja yang mengabaikan keselamatan demi kecepatan. Penerapan "Beyond 5 Whys" yang efektif menuntut ketegasan logika yang kita sebut sebagai "Uji Balik" atau Reverse Test. Sebuah rantai penyebab hanya dianggap valid jika kita bisa membacanya dari arah berlawanan menggunakan logika "Jika-Maka." Jika kita mengatakan "kabel putus menyebabkan mesin mati," maka secara logika "mesin mati harus bisa dijelaskan oleh kabel yang putus." Jika ada celah dalam logika ini, berarti ada faktor tersembunyi yang belum terungkap, dan di situlah kedalaman analisis dimulai. Salah satu tantangan terbesar bagi seorang fasilitator adalah menghindari "lompatan logika" yang prematur. Peserta sering kali ingin cepat-cepat menyimpulkan bahwa masalahnya adalah "budaya perusahaan yang buruk." Meskipun mungkin benar, jawaban tersebut terlalu abstrak untuk diperbaiki. Pendekatan yang mendalam memaksa kita untuk menelusuri tangga penyebab setapak demi setapak—dari suhu ruangan yang panas, menuju AC yang mati, hingga pemotongan anggaran perawatan—sehingga solusi yang dihasilkan bersifat konkret dan dapat dieksekusi. Selain itu, kita harus menyadari bahwa satu masalah bisa memiliki banyak akar penyebab yang bercabang. Dalam systems thinking, kita tidak hanya mencari satu jalur "Why," tetapi membangun sebuah pohon penyebab. Sebuah kegagalan operasional mungkin disebabkan oleh kombinasi antara desain alat yang buruk DAN kelelahan staf DAN prosedur yang ambigu. Dengan mengakui multi-kausalitas ini, organisasi tidak lagi terjebak pada solusi dangkal yang hanya mengobati satu gejala saja. Pergeseran dari 5 Whys biasa menuju analisis yang lebih dalam juga berdampak pada budaya organisasi. Ketika fokus beralih dari "siapa yang salah" menjadi "mengapa sistem ini membiarkan kesalahan terjadi," rasa takut akan digantikan oleh rasa ingin tahu. Karyawan akan lebih terbuka melaporkan anomali karena mereka tahu bahwa tujuan analisis ini adalah untuk membangun lingkungan kerja yang lebih tangguh, bukan untuk mencari kambing hitam di akhir sesi rapat. Seorang fasilitator profesional berperan sebagai "detektif sistem" yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan sakti untuk menggali lebih dalam. Pertanyaan seperti "Apa yang membuat tindakan ini terasa masuk akal bagi operator saat itu?" dapat membuka tabir tentang tekanan kerja atau instruksi yang membingungkan. Tugas fasilitator bukan memberikan jawaban, melainkan menjaga agar senter analisis tetap menyoroti sudut-sudut organisasi yang paling gelap dan paling jarang diperiksa. Pada akhirnya, efektivitas dari metode "Beyond 5 Whys" diukur dari ketahanan solusi yang dihasilkan. Jika masalah yang sama tidak lagi muncul dalam enam bulan ke depan, berarti kita telah berhasil menyentuh akar sistemiknya. Namun, jika masalah terus berulang dengan aktor yang berbeda, itu adalah sinyal bahwa kita masih bermain-main di permukaan. Kedalaman adalah kunci dari keberlanjutan, dan keberlanjutan adalah tujuan akhir dari setiap upaya perbaikan sistem. Sebagai penutup, memahami logika di balik pertanyaan "mengapa" adalah tentang melatih kerendahan hati untuk mengakui bahwa dunia ini tidak sesederhana yang terlihat. Dengan melampaui angka lima dan melangkah menuju pemahaman sistemik, kita tidak hanya memperbaiki proses, tetapi juga sedang meningkatkan kecerdasan kolektif organisasi kita. Mari kita berhenti hanya bertanya "mengapa" dan mulai bertanya "bagaimana sistem ini bekerja," agar setiap solusi yang kita lahirkan benar-benar menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih baik.
Kadang kita dengar soal HPV, tapi belum benar-benar paham apa hubungannya dengan kesehatan anak kita. Yuk tonton penjelasan singkat tentang apa itu HPV, kenapa pencegahan sejak dini itu penting, dan kapan waktu yang pas untuk vaksinasi. Semuanya dibahas dengan ringan, agar orang tua bisa dapat gambaran jelas sebelum ambil keputusan terbaik untuk keluarga. Simak penjelasan bareng dr Kanya Ayu dan cari tahu lebih lanjut di www.ngobrolinhpv.com.Timestamp:00:00 Opening03:31 Gimana pubertas anak-anak jaman sekarang?09:30 Mengenali HPV di keseharian11:12 Peluang penularan HPV 17:13 Mitos dan Fakta Vaksin HPV berpengaruh pada kesuburan24:45 Gimana cara #ngobrolinHPV ke anak?28:30 Komunikasi yang baik bisa membuat anak terbuka
ernahkah Anda bertanya-tanya mengapa sebagian orang tampak begitu mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, sementara yang lain harus berjuang mati-matian hanya untuk kompromi kecil? Sering kali, kita terjebak dalam mitos bahwa negosiasi adalah bakat lahiriah—sebuah seni mistis yang hanya dimiliki oleh mereka yang pandai bicara. Namun, bagaimana jika saya katakan bahwa di balik setiap kesepakatan sukses, terdapat struktur logis dan psikologis yang bisa dipelajari oleh siapa saja? Hari ini, kita akan mematahkan mitos tersebut. Dalam episode spesial kali ini, kita akan membongkar "Seni dan Sains Negosiasi." Kita tidak hanya akan bicara soal intuisi, tetapi kita akan menyelami kerangka kerja ilmiah yang mengubah cara Anda mengambil keputusan. Mulai dari menghindari jebakan mental yang merugikan, memahami matematika di balik tawar-menawar, hingga menggunakan empati sebagai senjata strategis. Ini adalah tentang memadukan ketajaman analisis data dengan kepekaan perilaku manusia untuk menciptakan kesepakatan yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga bermartabat. Jadi, apakah Anda sedang bersiap meminta kenaikan gaji, menutup kesepakatan bisnis besar, atau sekadar ingin menang debat dengan pasangan, episode ini adalah peta jalan Anda. Siapkan koper wawasan Anda, karena kita akan melengkapinya dengan strategi jitu yang mengubah lawan menjadi kawan kolaborasi. Kencangkan sabuk pengaman, tetaplah bersama kami di INIKOPER, dan mari kita ubah setiap konflik menjadi peluang emas!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 40: 25-31; Mazmur tg 103: 1-2.3-4.8.10; Matius 11: 28-30.MENGATASIKELEMAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: MengatasiKelemahan. Persiapan di dalam masa Adven untuk menantikan kedatangan Tuhan, diantara banyak hal yang dilakukan, ada yang dapat disebutkan di sini ialah mengatasikelemahan-kelemahan kita sendiri. Kekurangan dalam bentuk sakit fisik danmental merupakan kelemahan paling umum dalam diri manusia. Penyebabnya adalahberbagai macam jenis kelemahan daridalam diri sendiri maupun dari luar. Semua kelemahan di dalam dunia ini bersifat sementara.Misalnya orang yang sakit kanker atau tekanan darah tinggi akan mengalamikebebasannya setelah ia mati. Sesudah kematian ia tidak lagi mengalami lagikanker atau darah tinggi. Banyak orang dan mungkin Anda sendiri sering mengeluhdan berkata begini: "Sampai kapan kesabaran saya terhadap masalah danpenderitaan yang saya hadapi?" Ini adalah sikap umum dari kelemahan kitasebagai manusia, bahwa masalah dan penderitaan lebih berat dari pada kemampuankita. Kelemahan-kelemahan kita sering tampak begitu nyatasehingga dapat dilihat oleh orang lain. Dengan adanya alat komunikasi yangsangat meluas dan mentalitas orang-orang saat ini untuk menyebarkan informasisecara bebas, kelemahan-kelemahan itu dengan mudah menjadi santapan banyakorang. Sering dengan cara seperti ini, orang-orang yang menjadi korbanpenindasan, pelecehan atau fitnahan, akan menjadi semakin menderita. Kelemahanmanusia dengan demikian gampang menjadi alat penindasan, kekerasan dan mendapatkankeuntungan bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan. Dari sudut pandang iman Kristiani, kelemahan di dalam dirimanusia ini harus dapat diperbaiki demi membuat dirinya menjadi lebih kuat,positif dan menjalani hidup yang baik sesuai dengan kehendak Tuhan. Jikakehendak Tuhan menuntut seseorang untuk setia di dalam doa-doa hariannya dankewajiban hari Minggu, ia harus mengubah kebiasaan lupa atau kecenderunganuntuk bekerja berlebihan sehingga tidak mempunyai lagi waktu untuk Tuhan. Imankepada Tuhan selalu memiliki fungsi untuk memperbaiki kelemahan dan kekuranganmanusia, supaya ia dapat mencapai martabat sebagai manusia bau. Di dalam masa Adven ini sangat diperlukan pembaharuansikap dan kebiasaan yang membuat seseorang terhalangi untuk berbuat baik.Karena sering manusia tidak mampu keluar dari kelemahannya sendiri, maka sangatperlu diandalkan kuasa Tuhan untuk mengatasi kelemahan itu. Kitab nabi Yesayamenegaskan bahwa Tuhan yang mahakuasa memberikan kekuatan kepada mereka yanglemah. Demikian juga Tuhan Yesus Kristus mengundang dan menarik orang-orangyang lemah, letih dan lesu untuk datang kepada-Nya. Ia menyediakan semua kemungkinanuntuk membuat mereka kembali segar, kuat dan pulih.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan,perkuatkanlah kami supaya kami dapat membaharui diri dari kelemahan kamisehingga kami kembali melayani Dikau dan sesama lebih baik lagi. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A. - Arisan, Kredit, atau Pinjaman Ini Bentuk Riba yang Sering Terjadi di Rumah
Dalam dinamika interaksi manusia, baik di lingkungan sosial, pendidikan, maupun profesional, komunikasi memegang peranan yang sangat vital. Sering kali, masyarakat menganggap komunikasi hanya sebatas kemampuan berbicara atau menyampaikan gagasan. Namun, dua literatur penting, yakni Learning to Listen karya Amy B. Rogers dan Learning to Lead karya Dwayne Hicks, mengungkapkan bahwa komunikasi efektif adalah jalan dua arah yang melibatkan seni menyimak dan seni memimpin. Amy B. Rogers memulai eksplorasinya dengan membedakan konsep dasar antara "mendengar" (hearing) dan "menyimak" (listening). Mendengar adalah proses fisiologis pasif di mana telinga menangkap gelombang suara. Sebaliknya, menyimak adalah proses kognitif aktif yang menuntut otak untuk memproses, memahami, dan memberikan makna pada kata-kata yang diucapkan orang lain. Perbedaan mendasar ini sering kali menjadi akar dari kesalahpahaman dalam komunikasi sehari-hari. Salah satu hambatan utama dalam menyimak yang diidentifikasi oleh Rogers adalah hilangnya fokus. Dalam dunia yang penuh distraksi, pikiran manusia sering kali mengembara ke hal-hal lain saat orang lain sedang berbicara. Suara lawan bicara sering kali hanya dianggap sebagai kebisingan latar belakang, yang mengakibatkan hilangnya informasi penting dan potensi koneksi emosional. Hambatan psikologis lainnya adalah "niat untuk membalas" daripada "niat untuk mengerti". Mengutip Stephen R. Covey, Rogers menyoroti bahwa banyak orang sibuk merangkai jawaban di kepala mereka saat orang lain masih berbicara. Hal ini mencegah pendengar untuk benar-benar menyerap pesan yang disampaikan, karena energi mental mereka tersedot untuk kepentingan ego mereka sendiri. Rasa tidak aman (insecurity) dan sikap defensif juga menjadi tembok penghalang yang kokoh. Ketika seseorang merasa dikritik atau diserang, mekanisme pertahanan diri mereka aktif, dan mereka berhenti menyimak untuk melindungi ego. Rogers menekankan bahwa kemampuan untuk menerima kritik konstruktif tanpa menjadi defensif adalah ciri utama dari pendengar yang baik dan individu yang dewasa.
Pernahkah Anda merasa terjebak dalam sebuah tim di mana pekerjaan terasa berat, komunikasi macet, dan rasanya lebih mudah jika dikerjakan sendiri? Kita sering menganggap "kolaborasi" sebagai satu konsep tunggal: entah itu berhasil atau gagal. Namun, realitas di tempat kerja jauh lebih bernuansa daripada itu. Sering kali, frustrasi kita bukan karena rekan kerja yang buruk, melainkan karena kita salah mendiagnosis jenis hubungan kerja yang sedang kita jalani. Menurut ahli psikologi kolaborasi Deb Mashek, setiap hubungan kerja sebenarnya berada dalam sebuah spektrum yang ditentukan oleh dua hal: seberapa baik kualitas hubungan emosional Anda (kepercayaan dan kepuasan) dan seberapa tinggi tingkat ketergantungan pekerjaan Anda satu sama lain. Ketika kita memetakan kedua hal ini, kita akan menemukan bahwa kolaborasi itu memiliki "wajah" yang berbeda-beda—mulai dari zona nyaman yang berbahaya hingga titik manis di mana keajaiban benar-benar terjadi. Memahami di mana posisi tim Anda dalam "Mashek Matrix"—apakah Anda berada di zona CollaborGREAT yang produktif, atau terjebak dalam mimpi buruk Collabor(h)ate—adalah langkah pertama untuk berhenti mengeluh dan mulai memperbaiki keadaan. Dengan mengenali empat jenis kolaborasi ini, Anda tidak hanya bisa menyelamatkan proyek yang hampir karam, tetapi juga mengubah dinamika kerja yang melelahkan menjadi sumber energi baru. Mari selami lebih dalam untuk mengetahui tipe kolaborasi Anda saat ini!
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologidUntuk Kamu yang Sering Menunda — Alasan Psikologi di Balik ProkrastinasiKita sering berpikir prokrastinasi terjadi karena malas, kurang disiplin, atau tidak punya motivasi. Padahal secara psikologis, menunda justru sering menjadi mekanisme melindungi diri dari emosi yang tidak nyaman.Di episode ini, kita akan bahas lebih dalam:Kenapa otak memilih menunda, bahkan saat kita tahu itu akan membuat stresHubungan prokrastinasi dengan kecemasan, perfeksionisme, dan rasa takut gagalMengapa tugas terasa “berat” meskipun sebenarnya sederhanaBagaimana emosi yang belum diproses bisa memicu pola menundaStrategi kecil berbasis psikologi untuk mulai keluar dari lingkaran prokrastinasiKalau kamu sering bilang “nanti aja”, “sebentar lagi”, atau “aku mulai besok” dalam episode ini bisa jadi titik mulai memahami dirimu lebih dalam.Mari belajar melihat menunda bukan sebagai kelemahan, tapi sebagai sinyal yang sedang coba memberi tahu sesuatu.
Sering disalahpahami sebagai generasi yang rapuh atau terlalu terpaku pada layar, Gen Z Indonesia sebenarnya sedang memimpin revolusi diam-diam yang akan mengubah wajah bangsa ini selamanya. Di balik stigma "generasi stroberi", tersimpan kekuatan intensi yang mendalam; mereka tidak sekadar mewarisi masa depan, tetapi aktif merancang ulang aturan mainnya. Esai ini menyingkap lapisan tersembunyi dari identitas mereka, membuktikan bahwa setiap langkah mereka—mulai dari keputusan finansial hingga aktivisme digital—adalah bentuk perlawanan cerdas terhadap ketidakpastian zaman. Bayangkan sebuah generasi yang berani menolak kemapanan semu demi kesehatan mental, yang mendefinisikan ulang kesuksesan bukan dari apa yang dimiliki, melainkan dari seberapa selaras hidup dengan nilai diri. Di tengah himpitan ekonomi dan penurunan kelas menengah, Gen Z merespons dengan strategi adaptif yang mengejutkan, mulai dari fenomena soft saving hingga pola asuh yang memutus rantai trauma. Podcast ini akan membawa Anda menyelami dinamika batin mereka yang kompleks: pragmatis dalam ekonomi, namun idealis dalam menjaga bumi dan kemanusiaan. Mengapa Anda perlu membaca ini? Karena memahami Gen Z bukan lagi sekadar tentang tren pasar, melainkan tentang membaca peta masa depan Indonesia. Dari kebangkitan budaya lokal "Indonesia-core" hingga keberanian mereka menuntut akuntabilitas politik lewat layar gawai, esai ini menawarkan pandangan komprehensif yang jarang dibahas. Bersiaplah untuk melihat Gen Z dengan kacamata baru: bukan sebagai anak-anak yang perlu dibimbing, melainkan sebagai arsitek peradaban baru yang sedang bekerja.
Selama ini, kita mengira stress dan trauma hanya disimpan dalam kepala. Tapi faktanya, tubuh kita juga merekam semua trauma yang kita alami.Dan hal ini bukan sesuatu yang sulit untuk dibaca, selama kita mau mengakui.Bersama Adeline Windy selaku Founder Singing Bowl, mari belajar mengakui luka untuk menyembuhkannya.TIMESTAMP00:00 Opening03:37 Tubuh berkomunikasi07:10 Komunikasi butuh proses, tidak bisa instan12:42 Teriak adalah tanda ada yang belum selesai16:55 Berkenalan dengan Fascia21:15 Suplemen gak bisa bantu kalau kita masih belum paham37:00 Suara bisa menenangkan karena kita lahir ditemani suara43:25 Pentingnya rest and digest untuk healing
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 20 November 2025Bacaan: "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan." (Yesaya 55:8)Renungan: Di suatu desa kecil hiduplah seorang pembuat mainan kayu untuk anak-anak bernama Ebun. Ia mempunyai seorang anak perempuan dan ia membuatkannya sebuah boneka kayu yang sangat indah. Pada suatu hari bonekanya patah, ia menangis dan berlari kepada ayahnya dan menceritakan tentang nasib bonekanya. Sang ayah kemudian meminta boneka itu untuk diperbaikinya. Si gadis kecil berkata, "Tidak ayah, kau tidak mengerti. Aku ingin tangan yang satu lagi dipotong kemudian dipelitur, setelah itu dilem atau dipaku untuk menyambungnya kembali." Sang ayah berusaha menjelaskan pada anak gadisnya agar ia meninggalkan saja bonekanya untuk diperbaiki, karena sang ayah tahu apa yang harus dilakukannya. Tetapi sang anak tidak sabar dan berkata pada ayahnya, "Ayah, kau tidak mengerjakan sesuai dengan cara yang aku inginkan, kau terlalu lambat." Sehabis berkata demikian, si gadis kecil mengambil bonekanya dan meninggalkan ayahnya di bengkel kerja. Seperti juga gadis kecil tersebut, kebanyakan dari kita juga membawa segala persoalan kita pada Tuhan dan kita mencoba mengatur Tuhan untuk menyelesaikannya sesuai dengan keinginan kita. Hal ini pada akhirnya hanya menimbulkan kekecewaan di hati kita. Sering kita tidak menyadari bahwa Tuhan lebih tahu apa yang harus Dia buat. Mari kita serahkan segala permasalahan hidup kita pada-Nya, dan biarkan Dia bekerja menurut cara-Nya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan permasalahan yang saat ini mendera kehidupanku. Bantulah aku untuk menyelesaikannya dengan cara-Mu sendiri dan bukan dengan caraku. Sebab aku percaya, cara-Mu akan memberikan hasil yang terbaik. Amin. (Dod).
Sering kesemutan, kebas, atau terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk di tangan dan kaki?Hati-hati, ya! Itu bisa jadi tanda neuropati diabetik, kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi.Supaya lebih kenal dan waspada dengan kondisi yang satu ini, yuk, simak penjelasan dari dr. Johannes Siringoringo, Sp.N, Dokter Spesialis Saraf Mitra Keluarga Bekasi Timur!#MitraKeluarga #MitraKeluargaBekasiTimur #HDIW #NeuropatiDiabetik #Diabetes #MasalahSaraf #Kesemutan #Kebas
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 15 November 2025Bacaan: "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." (Ibrani 12:15)Renungan: Suatu ketika saat saya naik bus Transjakarta, jalur bus dipakai oleh kendaraan lain karena macet maka bus Transjakarta yang saya tumpangi keluar jalur dan berjalan di sebelah kiri mepet dengan trotoar. Tiba-tiba bus tersebut menyerempet seorang ibu yang sedang mengendarai motor, motornya terbalik dan kaki si ibu tertindih motor sementara badannya tengkurep di trotoar jalan. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba bermunculan anak remaja tanggung yang jumlahnya sekitar 15 an, mereka terlihat seperti preman-preman yang kemudian berteriak-teriak menyuruh bus berhenti sambil memukul mukul bus tersebut dan menghadang di depannya. Wajah mereka begitu beringas. Namun akhirnya masalah dapat diselesaikan oleh petugas patroli. Keadaan ekonomi yang kurang dan pendidikan yang rendah dapat membuat seseorang melakukan sesuatu kebrutalan tanpa pikir panjang. Itulah yang sering terjadi di negara kita saat ini. Banyak orang yang mempunyai hobby baru yaitu merusak, menyerang, membunuh dan menghancurkan. Kitab Suci sendiri sudah menubuatkan bahwa keadaan manusia pada akhir zaman itu tidak dapat mengekang diri, garang, tidak berpikir panjang dan lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah (2 Tim 3:1-4) Lalu bagaimana dengan kita sebagai pengikut Yesus? Apakah kita termasuk dalam bilangan orang-orang yang seperti dinubuatkan tersebut? Sering secara tidak sadar perkataan kita menyakiti orang banyak, tatapan mata sinis kita telah menyinggung perasaan orang lain. Kalau bisa kita tanyakan kepada suami, istri, anak-anak, orang tua dan sahabat, sudah berapa sering kita menyakiti dan mengecewakan mereka? Mungkin sudah terlalu banyak sampai pasangan kita sudah terlalu muak dan ingin meninggalkan kita. Atau anak-anak menjadi takut setiap kali papa pulang, karena sudah terlalu sering disakiti olehnya. Marilah kita menyadari bahwa setiap pribadi yang hadir dalam hidup kita adalah hadiah Tuhan yang terindah untuk kita. Mungkin ia terlalu menjengkelkan buat kita, tetapi orang tersebut tetap hadiah terindah dari Tuhan untuk kita. Mulailah untuk mengampuni dan menerima keberadaannya sebagaimana Tuhan menerima kita apa adanya, maka Tuhan akan ubahkan dia menjadi berkat bagi hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ada begitu banyak orang yang kehilangan cinta dan perhatian dari orang-orang yang dikasihinya, sehingga membawa dampak negatif bagi kepribadiannya. Akupun menyadari bahwa ada sisi gelap dalam hidupku di masa lalu, yang membuat karakterku seperti sekarang ini, sehingga kehadiranku sering menjadi batu sandungan bagi orang lain. Masuklah dalam hatiku, dan selidikilah batinku. Hancurkan semua luka batin, dendam, akar kepahitan yang selama ini mengikat aku. Pulihkan hatiku, sehingga kehadiranku sungguh dinantikan oleh suami, istri, anak-anak, orang tua dan orang lain. Yesus, jadikan hatiku seperti hati-Mu, hati yang penuh cinta dan pengampunan. Amin. (Dod).
Mengapa perusahaan yang menjual produk murni seperti Coca - cola tetap membutuhkan Service?Sering kali, Service dianggap hanya berlaku untuk produk jasa. Namun di episode ini kami membedah secara ringkas dan tajam, bahwa Service adalah elemen penting yang harus melekat pada produk apa pun.Simak bagaimana call center Coca-Cola menjadi contoh nyata Service yang melayani dan memberikan ganti rugi terhadap komplain pelanggan terkait produk yang cacat.Pahami perbedaan antara Service sebagai produk dan Service sebagai komponen pelengkap.Jika Anda menjual produk fisik, apakah Anda sudah memikirkan elemen Service yang Anda berikan? Dengarkan sekarang dan ubah cara pandang Anda!
Sering kali, saat anak menyelesaikan tugas lebih awal, kita justru menganggapnya hal biasa. Padahal, memberi pujian yang tepat bisa meneguhkan kebiasaan baik mereka!
Huyuuu~ balik lagi, setelah sekian lama gak upload.Btw, gue lagi ikutan Podcast Hunt 2025.Maaf maaf, tapi posisi baru banget pindahan belum sempet rapih-rapih studio, udah di serang bikin video.Doain yaaa.. supaya gue bisa nyicil rapihin Studio, biar makin enak take nya.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 17 Oktober 2025Bacaan: "Segala kepahitan kegeraman kemarahan pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:31-32)Renungan: Suatu hari Petrus bertanya kepada Yesus, "Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia bersalah kepadaku? Sampai 7 kali?" Yesus berkata kepadanya, "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai 7 kali, melainkan sampai 70 kali 7 kali." Sering kali kita dibuat terkaget-kaget dengan jawaban Yesus ini. Betapa sulitnya kemampuan mengampuni itu. Namun, juga betapa pentingnya kemampuan mengampuni itu. Mungkin akan sangat membantu kalau kita memahami dan sekaligus mengalami "mengampuni dan sekaligus diampuni." Tak ada yang lebih hebat yang dapat menghambat kebahagiaan kita daripada rasa benci, marah dan rasa salah. Tak peduli apa yang dilakukan seseorang terhadap kita atau betapa salahnya mereka, bila kita tidak memaafkan mereka, kita juga akan ikut serta menanggung akibatnya. Memaafkan orang lain tidak hanya akan membebaskan orang yang bersalah tersebut, tetapi juga membebaskan kita dari kelumpuhan perasaan. Menyimpan rasa dendam dan amarah memboroskan tenaga yang dapat kita arahkan menuju sukacita. Pengampunan itu menyembuhkan, membuka hati kita, membebaskan emosi-emosi kita, melepaskan energi yang tersumbat di dalam tubuh dan membiarkan daya hidup mengalir bebas melalui kita. Marilah kita merdekakan roh kita dari belenggu dendam, akar kepahitan, kesedihan, luka batin, amarah dan sebagainya. Kita minta pada Tuhan agar mengganti semua itu dengan pengampunan dan sukacita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku dengan rahmat-Mu agar aku mampu mengampuni siapapun yang pernah menyakitiku. Jangan biarkan akar kepahitan, dendam, amarah, sakit hati dan luka batin menguasai hatiku. Biarlah damai sukacita-Mu saja yang menguasai hatiku agar tidak ada penghalang bagi doa-doaku untuk naik ke hadiratMu. Siapakah aku Tuhan kalau aku tidak bisa mengampuni sesamaku yang bersalah padaku, sementara dosaku yang begitu banyak di hadapan-Mu sudah Kau ampuni, Yesus, jadikan hatiku seperti hatimu, hati yang senantiasa mau mengampuni siapapun juga. Amin. (Dod).
Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/cli77xv0u00bj01307mtm9zlp/comments Bismillah... MasyaAllah la hawlaa walaa quwwata ilaa billah. Barokallohfiikum Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik. Artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu Profile & dapatkan buku ku di msha.ke/riamarliana87 Powered by Firstory Hosting
Sering merasa hidup penuh drama dan penderitaan? Di episode ini, kita akan bedah mengapa ajaran Buddha bisa jadi plot twist yang mengubah hidupmu menjadi lebih tenang dan bebas dari derita.
Sering bingung kenapa kamu butuh banget waktu sendirian, sementara temanmu malah gatel kalau di rumah aja?
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 September 2025Bacaan: "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku." (Mazmur 27:10)Renungan: Seorang wanita berusia 40 an tahun menjatuhkan dirinya dari lantai 14 sebuah apartemen. Sebelumnya ia masih sempat tersenyum kepada seorang pria yang sedang membersihkan kaca jendela apartemen. Tetapi ketika petugas kebersihan itu kembali memalingkan wajah ke arahnya. wanita tersebut sudah menjatuhkan diri ke bawah. Di sebuah kursi tak jauh dari jendela tempat ia menjatuhkan diri, terdapat secarik kertas yang ditinggalkannya. Dalam kertas tersebut tertulis. "Aku tidak dapat lagi menahan rasa kesepian ini. Teleponku tidak pernah berdering. Aku tidak pernah menerima surat. Aku tidak punya teman." Ternyata di sekitar kita terdapat orang-orang yang merasa kesepian dan putus asa. Kesepian dan putus asa bisa menimpa siapa saja. Orang kaya maupun miskin, orang yang bekerja maupun yang mengganggur, orang menikah maupun yang tidak menikah, orang terkenal maupun tidak terkenal. Mungkin kita adalah seorang ibu, bapak, guru, hamba Tuhan, pengusaha atau pelajar. Banyak orang diberkati melalui pelayanan kita. Namun, ada saat-saat tertentu di mana kita merasa tidak berdaya, kesepian atau putus asa. Kondisi seperti ini mungkin disebabkan masalah keluarga, atau masalah pribadi kita yang tidak diketahui oleh siapapun. Jangan takut, Tuhan mengasihi kita dan Ia tahu apa yang kita butuhkan di saat seperti itu. Ia ingin memulihkan setiap aspek kehidupan kita. Saudara dan sahabat boleh meninggalkan kita, tapi Tuhan akan selalu menjadi sahabat setia bagi kita. Oleh karena itu, jika saat ini kita sedang merasakan kesendirian dan mulai putus asa, ingatlah janji penyertaan Tuhan. Ia tidak pernah membiarkan kita sendiri. Ia akan selalu ada untuk kita, seperti janji-Nya"...... Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat 28:20).Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau senantiasa ada untuk ku. Sering di saat-saat tertentu aku merasakan kesepian dan kegalauan dalam hidupku. Aku merasa tidak tahu harus berbuat apa. Aku merasa ditinggalkan oleh orang yang sangat kukasihi dan aku merasa seolah-olah Engkau begitu jauh dari kehidupanku. Tapi kini aku tahu, bahwa janji penyertaan-Mu juga ditujukan kepadaku. Engkau senantiasa ada dan hadir dalam keseluruhan hidupku. Kini kuserahkan rasa sepi dan tak berdaya ku padaMu, hiburlah dan ubahlah hatiku, agar damai dan sukacitaku kembali masuk dan menguasai hidupku. Amin. (Dod).
Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan, hal itu disampaikan ketika menghadiri doa bersama dan Maulid Nabi.
Sering kali kita lelah bukan karena hidup terlalu berat, tapi karena berusaha mengendalikan hal-hal yang sebenarnya di luar kuasa kita.Stoicism, filsafat Yunani kuno, mengingatkan kita untuk membedakan: mana yang bisa kita kendalikan pikiran, sikap, pilihan dan mana yang harus kita terima nasib, ucapan orang lain, keadaan yang tak bisa kita ubah.Di episode ini, kita akan ngobrol tentang bagaimana Stoicism bisa membantu kita hidup lebih tenang, lebih kuat, dan lebih bijak.Karena pada akhirnya, kedamaian datang bukan dari menguasai dunia luar, tapi dari menata dunia dalam diri kita.
Khotbah Ibadah Raya | Minggu, 27 Juli 2025 *KESABARAN* (Galatia 5:22; 1 Petrus 3:20; 2 Petrus 3:15; Roma 2:4; ) Alkitab mengajarkan kesabaran sebagai kebenaran. Sering kali banyak orang menganggap kesabaran itu sesuatu hal yang kondisional saja dan tidak penting. Padahal kesabaran adalah suatu keadaan yang Tuhan ciptakan agar manusia tunduk kepada Allah. Kesabaran adalah salah satu dari buah-buah roh yang hanya bisa ditemukan di dalam pribadi dan karya Allah. Ini adalah salah satu sifat keilahian dan mulia di dalam karya Yesus Kristus mengampuni dosa manusia. Karakter kesabaran ini muncul di dalam diri seseorang yang sudah dibaharui hidupnya oleh Kristus. Kesabaran itu menjadi kewajiban, life style, warna hidup orang yang sudah diubahkan dari orang-orang yang belum mengalami pengampunan dosa. Kesabaran menjadi titik krusial bagi orang-orang kudus, sebab kita percayai bahwa kesabaran merupakan buah pekerjaan Roh Kudus bukan akal manusia. Tuhan sabar (2 Petrus 3:9), bahkan sangat sabar sehingga melalui kesabaran-Nya, kelapangan hati-Nya, kemurahan-Nya, menuntun kita manusia untuk masuk dalam pertobatan (Rom.2:4). Dalam 1 Petrus 3:20, rasul Petrus menyoroti kesabaran TUHAN Allah terhadap kejahatan dan dosa manusia. Orang-orang dunia tidak mengerti tingkat kesabaran Allah. Kisah Nuh membangun bahtera termasuk dalam karya-karya keselamatan yang Tuhan buat sebelum hari-hari penghukuman tiba. Dan sampai hari itu tiba, Tuhan sabar menunggu Nuh menyelesaikan pembangunan bahtera itu dan Nuh pun penuh kesabaran saat membangun bahtera itu walaupun orang-orang di sekelilingnya meremehkan karya keselamatan yang Tuhan rancangkan. Tuhan sabar menanti dengan memberikan kesempatan untuk manusia bertobat. Nuh pun sabar terus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan karya keselamatan yang Allah percayakan padanya hingga selesai. Saudara, Tuhan telah memberikan kesempatan, masa dan waktu untuk kita sadar dan bertobat (Kis.3:19), dibaharui dan diselamatkan dari hari-hari penghukuman. Sebab Tuhan akan menghukum dan menghancurkan dunia ini dengan
Terkadang kenyataan yang terjadi di depan kita yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita selalu punya perspektif dan berasumsi mengatur Tuhan sesuai apa yang kita inginkan. Kadang, ada satu musim dimana Tuhan mengambil sesuatu dari tangan kita, yang sangat kita kasihi, lalu kita beranggapan, berasumsi "jikalau Tuhan mengasihi saya, lalu mengapa Ia mengambil apa yang saya kasihi?" Sering kali pertanyaan seperti itulah yang sering muncul di benak dan kadang keluar dalam bentuk respon kita, seolah-olah Allah salah dalam melakukan segala sesuatu. Tahukah kita, bahwa jikalau Yesus selalu menjawab, memberi apa yang kita butuhkan, apakah itu cenderung maunya Dia sebagai sang pemegang kendali? Atau semua itu kita mau hanya untuk seturut agenda pribadi kita? Seri ini akan membawa kita belajar, dimana Yesus sengaja menunda kepergiannya untuk menemui Lazarus yang sedang sekarat, dimana Maria berasumsi jikalau Yesus ada, maka pasti Lazarus tidak akan mati, namun pada akhirnya meninggal. Kadang ada hal dimana Yesus tidak menjawab dan mengikuti apa yang menjadi agenda kita, agar Ia mau semua kita belajar sesuatu dan lebih lagi dalam mengenal Dia. Lalu mengapa Yesus melakukan seperti itu kepada Maria, dan juga Lazarus, dimana kita ketahui bahwa Yesus sangat mengasihi Lazarus. Temukan apa maksud Yesus tersebut, dalam Seri 6 - Mengenal Kristus | Ps. Charles Bessie. Gembala C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
"Sering kali kita menilai kesuksesan dari hasil semata, padahal penting bagi anak-anak belajar bahwa proses usaha merupakan bagian yang paling berharga. Dalam audio ini, kita bisa simak mengapa fokus pada proses dapat membantu anak-anak mengembangkan kepercayaan diri yang lebih kuat. Yuk, dengar audionya! Abis itu, kisahkan penglaman Moms & Dads di kolom comment tentang bagaimana melatih anak belajar menghargai proses"
Episode PutCast kali ini kedatangan Desintha Dwi Asriani, akademisi UGM yang memiliki concern seputar isu-isu patriarki, beban ganda perempuan, hingga fenomena generasi sandwich di Indonesia. Diskusi ini menyingkap bagaimana peran domestik perempuan sering dimanfaatkan dan diremehkan, serta kekhawatiran absennya negara dalam memberi perlindungan sosial.
Sering kali kita mendeskripsikan capek itu lemah, takut itu pengecut dan sering menyalahkan diri sendiri. Padahal capek itu bukan lemah, takut itu bukan pengecutItu semua tanda kalau hatimu itu belum mati.Jadi haruskah kita memaafkan diri?
Selamat datang kembali di INIKOPER. Inspirasi untuk Komunitas Perubahan. Podcast yang akan mengubah cara Anda berpikir tentang pelatihan dan fasilitasi. Saya Putri Maharani, dan di setiap episode, kita akan menyelami rahasia di balik sesi pelatihan yang tidak hanya informatif, tetapi juga benar-benar berdampak. Hari ini, kita akan memulai perjalanan kita dengan fondasi paling penting dari semuanya: pola pikir fasilitator. Sering kali, kita melihat fasilitator sebagai "penyampai informasi" yang bertugas memastikan semua poin di slide tercakup. Tapi, tahukah Anda, menjadi fasilitator yang luar biasa jauh lebih dari itu? Ini tentang pola pikir, tentang cara kita melihat diri kita dan, yang paling penting, cara kita memandang peserta kita. Dalam episode ini, kita akan membahas mengapa pola pikir Anda adalah alat paling kuat di ruang pelatihan. Kita akan bicara tentang pergeseran dari pola pikir tetap yang hanya fokus pada "melakukannya dengan benar" menuju pola pikir bertumbuh yang melihat setiap sesi sebagai peluang untuk belajar dan berkembang—baik bagi peserta maupun bagi Anda sendiri. Kita juga akan membahas bagaimana kita bisa beralih dari sekadar membuat peserta bertanggung jawab atas pembelajaran mereka, menjadi membuat mereka mampu untuk mencapai potensi penuh mereka. Ini adalah pergeseran yang halus namun sangat kuat dalam bahasa dan niat. Mari kita tinggalkan daftar periksa dan aturan-aturan kaku, dan mulai merangkul peran kita sebagai pemandu, katalisator, dan bahkan rekan belajar. Karena pada akhirnya, dampak sejati tidak diukur dari seberapa banyak yang Anda sampaikan, tetapi dari seberapa dalam peserta Anda terhubung dengan materi dan satu sama lain. Jadi, siapkan telinga Anda, buka pikiran Anda, dan mari kita mulai episode pertama kita: "Menguasai Pola Pikir Fasilitator."
Halo dan selamat datang di INIKOPER. Dalam setiap episode, kita akan menyelami ide-ide yang mengubah cara kita memandang dunia. Hari ini, kita akan berbicara tentang sistem—bukan sistem komputer atau biologi, tetapi sistem sosial, politik, dan ekonomi yang membentuk kehidupan kita. Sering kali, sistem ini terasa tak tergoyahkan dan kita merasa tidak berdaya di hadapannya. Namun, bagaimana jika kita bisa menjadi agen perubahan, bukan hanya korban dari keadaan? Kita akan mengeksplorasi konsep keterlibatan radikal dari buku Adam Kahane, Everyday Habits for Transforming Systems. Kita akan membahas mengapa sistem itu berubah, mengapa sistem itu tidak berubah, dan bagaimana tujuh kebiasaan sederhana, seperti bekerja dengan "retakan" dan berkolaborasi dengan orang yang "tidak seperti" kita, dapat memberdayakan kita untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan terhubung. Jadi, siapkan diri Anda, karena kita akan memulai perjalanan untuk memahami dan mengubah dunia, satu kebiasaan pada satu waktu. Mari kita mulai!
Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang sebenarnya menggerakkan kita setiap hari? Di balik setiap keputusan, baik besar maupun kecil, ada kekuatan tak kasat mata yang memotivasi kita untuk bertindak. Sering kali kita merasa rumit, padahal kuncinya jauh lebih sederhana dari yang kita duga. Podcast kali ini akan membawa Anda pada perjalanan untuk mengungkap rahasia di balik perilaku manusia. Ada tiga kekuatan fundamental yang secara konstan mendorong kita: rasa sakit, harapan, dan ikatan. Kekuatan ini seperti benang tak terlihat yang membentuk cara kita berpikir, bertindak, dan berinteraksi. Dari rasa takut akan kegagalan yang memacu kita untuk bekerja, hingga harapan akan masa depan yang lebih baik yang memberi kita energi, dan kebutuhan untuk terhubung yang membuat kita peduli—semua itu adalah mesin pendorong utama di balik setiap tindakan. Dalam podcast ini, Anda akan menemukan pencerahan tentang mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan. Ini bukan hanya tentang memahami orang lain, tapi juga tentang memahami diri sendiri secara lebih mendalam. Dengarkan sekarang, dan temukan kunci rahasia untuk memotivasi diri Anda dan orang di sekitar Anda.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Ulangan 6: 4-13; Mazmur tg 18: 2-3a.3bc-4.47.51ab; Matius 17: 14-20.IMAN SEBESAR BIJI SESAWI Renungan kita pada hari ini bertema: Iman Sebesar BijiSesawi. Ada kenyataan bahwa setelah sekian waktu mengikuti Sang Guru, YesusKristus, terbukti para rasul tidak dapat menyelesaikan suatu masalah yangmereka hadapi. Orang sakit dan kerasukan roh jahat tidak dapat mereka sembuhkandan bebaskan dari roh jahat. Mereka jelas menyadari ada yang tidak beres denganiman mereka, namun mereka tidak tahu persis apa sebenarnya yang tidak beresitu. Yesus Kristus menemukan bahwa yang kurang pada merekaialah kekuatan, kualitas dan inti iman itu meski mereka tiap saat hidupbersama-Nya. Iman diumpamakan sebesar biji sesawi, yaitu meski kecil tetapiberisi, berkualitas, berkekuatan dan penuh dengan kuasa Tuhan. Potensi yangsedemikian besar itu akan mampu melakukan apa yang tidak mungkin. Ia dapatmemerintahkan gunung untuk pindah tempatnya. Konkretnya, iman sebesar biji sesawi itu seperti apa?Aspek paling inti ialah di dalam diri seorang beriman, Tuhan adalah penentu danpenggeraknya. Ini mengikuti apa yang dikatakan oleh Santo Paulus, bahwahidupnya adalah bukan dirinya sendiri, tetapi Yesus Kristus yang hidup di dalamdirinya. Misalnya Anda diminta oleh teman untuk membantu meringankan sakittertentu, Anda berkeyakinan bahwa Tuhan yang akan berbuat semuanya. Doa, iman,tenaga, pikiran, inisiatif, pekerjaan, materi yang mungkin dipakai untukmembantu, tapi Tuhan tetap nomor satu yang diberikan ruang dan kesempatankepada-Nya untuk berbuat atas orang sakit itu. Sering terjadi, kemampuan kita manusia saja yangdiandalkan sehingga cepat juga terlihat akibatnya yaitu seperti kita capai,bosan, marah dan menyerah. Ini sangat mungkin Tuhan tidak diberikan ruang dankesempatan untuk berbuat. Akhirnya kita akan mengeluh seperti para rasul, yaitumengapa kita tidak bisa menyembuhkan atau menyelesaikan persoalan sendiri? Daritempat-Nya yang tersembunyi, Tuhan mungkin berbisik: imanmu tidak kuat. Kamutidak melibatkan Aku. Aspek berikutnya yang menandakan iman sebesar biji sesawiialah kesadaran dan kecintaan untuk mempertahankan iman yang sudah tumbuh didalam diri kita. Meski kecilnya seperti biji sesawi, godaan untuk meremehkan,melupakan dan lalai merawatnya harus sekuat mungkin dikalahkan. Dari jauh-jauhwaktu sebelumnya Musa sudah ingatkan akan sebuah kesetiaan, ketaatan danketahanan untuk mempertahankan iman ini. Jangan pernah dilupakan dan dibuanggara-gara ada sesuatu baru yang datang ke permukaan hidup ini. Kita mempunyaiajaran dasar, kitab suci, tradisi suci, spiritualitas yang semua ini wajibdirawat, dipertahankan dan dihidupi selalu. Hanya dengan itu iman kita dapatbertahan sampai akhir. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, Bunda-Mu dan juga Bunda kami, Santa Perawan Maria menjadi contoh bagikami dalam beriman secara mantap, bagai biji sesawi yang sangat berguna.Tuntunlah kami untuk selalu meneladani iman Bunda Maria. Salam Maria penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Dalam setiap langkah menuju masa depan yang lebih baik, kita dihadapkan pada dua pilihan: menyerah pada keputusasaan atau berani mengorkestrasi perubahan. Kisah-kisah dari Aceh pasca-tsunami hingga perjuangan melawan krisis iklim global mengajarkan kita bahwa transformasi besar tidak terjadi dalam satu momen, melainkan melalui kerja sama yang tulus dan tujuan yang jelas. Ini adalah panggilan untuk melihat lebih dari sekadar masalah, dan fokus pada "bagaimana" kita dapat menyelesaikannya bersama-sama. Kita harus percaya bahwa setiap tindakan kecil, ketika disatukan, memiliki kekuatan untuk menciptakan gelombang momentum yang tak terhentikan. Sering kali, kita terjebak dalam narasi bahwa kemajuan ekonomi harus mengorbankan lingkungan. Namun, dunia kini bergerak menuju pemahaman baru: tindakan iklim yang cerdas adalah pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ini bukan lagi tentang pilihan antara "planet atau keuntungan," melainkan tentang membangun sistem ekonomi yang adil, bersih, dan tangguh untuk semua. Podcast ini akan membawa Anda memahami perubahan pola pikir ini, menggali bagaimana kebijakan, teknologi, dan kolaborasi dapat membuka peluang tak terduga untuk menciptakan kemakmuran tanpa merusak bumi. Mari kita bergabung dalam percakapan yang penuh harapan ini. Setiap episode akan mengeksplorasi bukti-bukti optimisme dari berbagai penjuru dunia—dari kota-kota yang merevolusi transportasi hingga komunitas yang memperjuangkan keadilan lingkungan. Kita akan belajar dari para pemimpin yang berani, para inovator yang gigih, dan orang-orang biasa yang melakukan hal-hal luar biasa. Ini bukan hanya tentang mengatasi krisis, tetapi juga tentang menemukan kekuatan kita untuk membangun dunia yang lebih baik. Dengarkan, terinspirasi, dan temukan peran Anda dalam mengorkestrasi perubahan untuk kebaikan bersama.
Bismillah,1824. SAAT CALON PASANGAN SERING BERBOHONG | TANYA JAWAB | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Podcast INIKOPER mempersembahkan episode terbaru yang membahas tuntas "Handbook on Pro-Environmental Behaviour Change" yang disunting oleh Birgitta Gatersleben dan Niamh Murtagh. Buku ini menyoroti bagaimana perilaku pro-lingkungan menjadi kunci untuk mengatasi krisis iklim dan keanekaragaman hayati yang mendesak. Meskipun banyak pihak sudah berkomitmen, emisi global diprediksi masih akan meningkat, menandakan bahwa upaya perubahan perilaku perlu ditingkatkan secara signifikan. Kami akan mengupas berbagai intervensi, mulai dari perilaku individu hingga kebijakan berskala besar, yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Dalam episode ini, kami akan menganalisis berbagai intervensi perubahan perilaku yang telah diulas dalam buku. Mulai dari pentingnya motivasi intrinsik dan pengalaman alam pada anak-anak, hingga peran krusial norma sosial di lingkungan sekitar dalam mendorong perilaku pro-lingkungan. Kami juga akan membahas metode pengukuran perilaku, konsistensi dalam kebiasaan konsumsi energi, serta cara mengelola limbah elektronik yang lebih baik. Tidak lupa, kami akan mengeksplorasi instrumen ekonomi seperti pajak dan subsidi, serta mengapa komunikasi lingkungan yang disruptif mungkin diperlukan untuk perubahan yang lebih cepat dan signifikan. Satu hal yang menjadi sorotan utama adalah bahwa perubahan perilaku tidak bisa hanya berfokus pada individu. Buku ini menekankan bahwa perilaku selalu terikat pada konteks sosial, ekonomi, dan fisik di sekitarnya. Tidak ada solusi tunggal yang bisa diterapkan di semua situasi; keberhasilan intervensi sangat bergantung pada pemahaman mendalam tentang konteks tersebut dan bagaimana menggabungkan berbagai strategi untuk dampak maksimal. Jadi, perubahan yang efektif harus dimulai dengan memahami prioritas orang-orang dan bagaimana kebiasaan serta nilai-nilai mereka terhubung dengan lingkungan.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 7 Juli 2025Bacaan: "Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus." (Kolose 2:8)Renungan: Suatu ketika ada seorang pemuda yang ingin membeli sepatu untuk dirinya sendiri. Ia telah mengukur panjang dan lebar kakinya dengan tali. Setelah itu ia pergi ke toko untuk membeli sepatu. Karena tertarik dengan sepasang sepatu, dia minta kepada penjualnya untuk menurunkan sepatu itu karena dia ingin mengukurnya. Ketika pemuda itu merogoh kantongnya, ternyata tali ukurannya tertinggal di rumahnya. Pemuda itupun mohon diri sebentar untuk mengambil tali pengukurnya di rumahnya. Penjual sepatu itu terheran-heran, karena orang itu lebih percaya pada tali pengukur kakinya daripada kakinya sendiri. Dalam hidup ke-Kristenan ada banyak orang yang sudah menjadi pengikut Yesus, sampai hari ini mempunyai sikap seperti pemuda tersebut. Mereka tidak menjadikan firman Tuhan sebagai pengukur yang tepat dalam kehidupannya. Mereka lebih takut dan lebih percaya pada adat-istiadat nenek moyang, kata-kata dari peramal atau dukun, dan lebih memilih untuk menghitung hari-hari baik menurut aturan nenek moyang. Sering terjadi kita lebih takut mendukakan manusia daripada mendukakan Tuhan. Marilah sebagai pengikut Yesus kita mulai beralih dari cara hidup kita yang lama masuk dalam kehidupan yang lebih berarti dalam Yesus sehingga kehidupan kita dan anak cucu kita akan semakin diberkati. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena walaupun aku sudah menjadikan Engkau menjadi Juruselamat dalam hidupku, namun aku masih setengah hati percaya pada-Mu. Aku masih sering takut jika melalaikan adat istiadat nenek moyangku, sehingga untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan aku masih harus melihat hari-hari baik menurut adat agar tidak terjadi hal-hal yang negatif. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 30 Juni 2025Bacaan: "Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam 3 malam ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka." (Markus 6:48)Renungan: Di tepi Danau Michigan terhampar bukit pasir yang sangat tandus dan tidak pernah dibajak. Namun, ada lapisan tanah yang subur di bawah hamparan pasir itu dan petani terus menerus mengolah tanah itu. Petani itu mengetahui apa yang sedang dilakukannya, jadi dia terus menggali tanah itu. Makin dalam bajak itu menghujam tanah dan makin tajam garukannya, makin bagus panenan yang akan dihasilkan ketika waktu menuai tiba. Sering kita bertanya saat mengalami penderitaan, "Mengapa saya harus mengalami kekecewaan, kesedihan dan penderitaan? Apa yang telah saya lakukan sehingga Allah mengirimkan ujian bagi saya? Apakah Dia tidak senang dengan saya?" Allah selalu mempunyai alasan yang baik ketika Ia mengijinkan penderitaan hadir dalam hidup kita. Salah satunya adalah untuk mendisiplinkan rohani kita. Saat penderitaan itu datang, itulah saat Allah membajak hati kita yang tandus, karena Allah tahu di dalam hati kita yang terdalam ada hamparan tanah yang subur yang dapat menjadikan-Nya mampu membentuk pribadi kita menjadi tahan uji. Bajak dari Allah memang tajam dan menghujam, tetapi pada akhirnya kita akan melupakan sakitnya bajakan itu dan pada akhirnya akan bersukacita dalam berkat karena dibalik hujan penderitaan ada pelangi yang indah. Tetaplah berharap dalam penderitaan kita, karena Allah lebih dulu masuk dalam penderitaan itu, dan Ia akan menopang kita untuk melewatinya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, hanya mujizat-Mu yang mampu untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam hidupku saat ini. Berilah aku kekuatan dan pengharapan, sebab aku percaya tak pernah sedetikpun Engkau meninggalkan aku, sebab Engkau Allah yang tidak pernah tidur. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 29 Juni 2025Bacaan: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Lukas 1:38)Renungan: Pada suatu saat di masa mudanya, St. Agustinus berkemauan keras untuk pergi ke kota Roma. Ibunya yang saleh sungguh-sungguh berdoa mohon kepada Tuhan agar mencegah anaknya pergi ke kota Roma, sebab ia takut Agustinus terkena pengaruh buruk di sana. Namun doa ibunya dijawab lain oleh Tuhan. Agustinus tetap sampai ke Roma, namun di sana ia berjumpa dengan St. Ambrosius. Khotbah St. Ambrosius akhirnya membuat Agustinus bertobat dan menjadi pengikut Yesus yang sejati. Terkadang dalam hidup ini ketika kita berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan, ternyata Tuhan menjawab lain dari apa yang kita inginkan. Sering pada akhirnya kita kecewa dan marah pada Tuhan. Kekecewaan dan kemarahan itulah yang pada akhirnya menjauhkan kita dari kasih karunia Tuhan. Akan tetapi kalau kita menyadari bahwa Tuhan lebih tahu memberi yang terbaik untuk kita, maka walaupun jawaban doa itu tidak seperti yang kita inginkan, namun pada akhirnya akan membawa kebaikan pada kita. Apakah saat ini kita sedang kecewa dengan Tuhan karena jawaban doa kita tidak sesuai dengan keinginan kita? Lepaskan kekecewaan itu, berdamailah dengan Tuhan dan biarkan Dia bekerja untuk menjawab doa kita. Dia tahu yang terbaik untuk kita, dan kita akan melihat kebaikan yang luar biasa dibalik jawaban doa yang tidak sesuai dengan keinginan kita tersebut. Seperti Bunda Maria, kitapun dapat berkata, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku tahu kehendak-Mu selalu baik untukku. Namun sering karena keegoisanku, aku selalu menginginkan agar kehendakku yang terjadi dalam hidupku. Ajarilah aku untuk menyerahkan semua keinginanku pada-Mu dan biarkan Engkau yang bekerja untuk menjawab setiap keinginan dan doaku menurut cara dan kehendak-Mu sendiri. Aminn. (Dod)
Episode kali ini, kita kedatangan Arey Barker, seorang mixologist yang bisa dibilang paling super extrovert se-Bali. Sering banget muncul di berbagai event, bar, dan scene F&B, Arey akan cerita soal perjalanan kariernya di dunia bartending, gaya uniknya dalam membangun koneksi, dan gimana caranya tetap relevan di industri yang terus berubah. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioOTP #26 SHAKE IT TILL YOU MAKE IT WITH AREY BARKER | RAY JANSON RADIOEnjoy the show!Instagram:Arey Barker: www.instagram.com/areybarkerDON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !On The Pas is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioInstagran: https://www.instagram.com/onthepasbali/TikTok: https://www.tiktok.com/@onthepasLet's talk some more:https://www.instagram.com/renaldykhttps://www.instagram.com/backdraft_projecthttps://www.instagram.com/mariojreynaldi#OnThePasPodcast #BaliPodcast #RayJansonRadio #FnBPodcast #PodcastAfterService
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 1 Mei 2025Bacaan: "Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu." (Yunus 2:1)Renungan: Di Alkitab tidak diceritakan bagaimana posisi Yunus di dalam perut ikan besar.Apakah ia duduk, berdiri, terlentang, kita tidak tahu. Ketika berada di dalam perut ikan, Yunus bisa saja marah kepada Tuhan atau Yunus juga bisa berdiam diri menunggu kematiannya. Tetapi ia tidak melakukan semua itu. Jadi apa yang dilakukannya? Yun 2:1 berkata, "Berdoalah Yunus kepada Tuhan Allahnya, dari dalam perut ikan itu." Di sini Yunus mengambil langkah iman yang benar dengan berdoa dan menaikkan ucapan syukur kepada Tuhan. Ia juga merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mohon ampun atas ketidaktaatannya itu. Yunus melakukan tindakan yang tepat agar hati Tuhan yang lembut itu mengampuninya. Mungkin kita pernah tidak taat kepada firman Tuhan, lari dari panggilan Tuhan, seperti meninggalkan pelayanan atau karena pasangan hidup, kita melupakan Tuhan. Memang kita tidak mengalami seperti yang dialami Yunus, tetapi kita pasti pernah mengalami masa sulit yang harus kita lalui akibat ketidaktaatan kita. Sering kali kita marah kepada Tuhan ketika mengalami masa sulit, tetapi sebenarnya itu adalah kesalahan kita karena mungkin kita tidak taat kepada firman-Nya. Setiap tindakan yang kita lakukan semuanya ada konsekuensinya yang harus kita tanggung. Lalu tindakan apa yang kita lakukan ketika mengalami masa sulit? Marah kepada Tuhan, meninggalkan Tuhan atau sebaliknya. Baiklah kita berdoa dengan mengucap syukur kepada Tuhan dan mengakui semua kesalahan yang pernah kita lakukan karena kita sudah berdosa kepada Tuhan. Tuhan pasti mengampuni segala dosa setiap manusia yang datang kepada-Nya. Hasil dari doa Yunus di ayat 10 dikatakan, "Lalu berfirmanlah Tuhan kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat. "Akhirnya Yunus diselamatkan Tuhan dari masa sulit yang ia alami. Begitu juga dengan kita, pasti Tuhan selamatkan dari masa sulit yang kita alami. Tetaplah andalkan Tuhan dan setialah kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk tetap setia dan berdoa kepada-Mu ketika aku mengalami masa-masa sulit. Jangan biarkan masa-masa sulit itu membuat aku menjadi tawar hati pada-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 29 April 2025Bacaan: Lalu Abner mengirim utusan kepada Daud dengan pesan: "Milik siapakah negeri ini? Adakanlah perjanjian dengan aku, maka sesungguhnya aku akan membantu engkau untuk membawa seluruh orang Israel memihak kepadamu." (2 Samuel 3:12)Renungan: Abner adalah panglima Saul, raja Israel, yang tentunya turut memusuhi Daud la menjadi sosok yang memegang peranan penting dalam setiap pertempuran antara keluarga Saul dengan keluarga Daud. Namun, kekecewaannya kepada Isyboset, anak Saul, membuatnya berbalik memihak Daud dan bersumpah untuk menjadikan Daud sebagai raja atas seluruh Israel. Kisah selanjutnya, Daud menjadi raja atas seluruh Israel. Daud tak pernah berpikir bahwa Tuhan akan membuat situasi berbalik arah, yakni orang yang memusuhinya di peperangan menjadi akses terbesar untuk memunculkannya sebagai raja Israel. Kita sering berpikir bahwa musuh tidak pernah mendatangkan sesuatu yang baik, melainkan hanya membuat hidup kita lebih buruk. Namun melalui kisah ini. Tuhan mencelikkan mata hati kita bahwa di balik kata "musuh" terdapat jendela Tuhan yang terbuka untuk membuat kita melakukan terobosan pandangan untuk lebih memahami kehendak Nya. Namun sering kali kepicikan pikiran atau kemarahan membutakan mata hati kita. Sering kali kita tidak mengerti jalan Tuhan di dalam hidup kita, tetapi keterbukaan hati membuat kita jauh lebih mudah untuk memahaminya. Semakin luas keterbukaan hati kita, semakin jauh jangkauan pandangan mata rohani kita, sehingga kita dapat mengerti bahwa Tuhan tidak begitu saja mengizinkan orang-orang yang membenci dan menyakiti tanpa ada maksud Tuhan di dalamnya. Di manakah kebesaran sebuah pengampunan tanpa adanya hati yang terluka? Di manakah teladan kasih yang sempurna tanpa hadirnya musuh dalam hidup? Yesus dikelilingi oleh mereka yang berteriak dengan penuh kebencian, "Salibkan Dia!" Tetapi, dengan membiarkan diri disalib, di situlah kasih yang agung ditunjukkan. Yesus tidak bereaksi terhadap kebencian dan caci maki yang dilontarkan kepada-Nya, melainkan membiarkan diri-Nya diperlakukan sedemikian rupa sampai rencana Bapa digenapi di dalam hidup-Nya. Demikian pula dengan Daud ketika Simei mengutuki dan melemparinya dengan batu. Hal ini menimbulkan kemarahan besar Abisai, pengawai Daud. Tetapi, Daud hanya berkata, "Biarlah ia mengutuki! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?" Lalu Daud melanjutkan perjalanannya, sementara Simei terus mengutuk. Bukankah banyak di antara kita bereaksi seperti Abisai yang penuh dengan kemarahan dan ingin menghentikan perjalanan untuk sekadar membalas sakit hati yang ada? Teladanilah Daud! Tanggalkan panas hati dan lanjutkan perjalanan hidupmu untuk makin mendekat kepada rencana-Nya. Mari kita membiarkan Tuhan bekerja dengan segala cara-Nya untuk menggenapi rencana-Nya yang terindah bagi kita, sekalipun di luar jangkauan pengertian kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kesabaran dan kerelaan untuk menerima sikap permusuhan orang lain sehingga aku bisa lebih mengerti maksud-Mu di dalam hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 8 Maret 2025Bacaan: Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" (Ibrani 13:6)Renungan: Robin Williams, seorang aktor komedi mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena depresi. la menghibur hati begitu banyak orang dengan leluconnya, namun tidak mampu menghibur dirinya sendiri yang gundah gulana. la menjalani kehidupan dengan berjubahkan badut yang menunjukkan wajah yang gembira namun di dalamnya penuh duka dan keputusasaan. Sebuah surat kabar menyatakan, "Bagaimanakah hal ini dapat terjadi? Betapa mengejutkan, memilukan, dan sebuah kehilangan yang besar." Setiap hari ia membuat orang-orang sekitarnya tersenyum. namun dari hari ke hari ia makin tenggelam dalam kehampaan hidup. Apakah pelajaran kehidupan yang dapat kita ambil dari kisah tragis kehidupan aktor komedi ini? Pertama, kita harus memiliki kekuatan untuk bertahan dengan tidak membiarkan persoalan membuat kita terpuruk. Ketika Yosua harus berjalan menduduki tanah Kanaan yang jauh lebih kuat, Tuhan berkata, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu." Sering kali kita lebih mengharapkan dukungan dari orang lain, namun sesungguhnya kekuatan yang bersumber dari dalam diri kita jauh memiliki daya energi yang luar biasa untuk memampukan kita bangkit kembali. Ketika kekuatan kita lemah lesu, katakanlah, "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah? Berharaplah kepada Allah!... Penolongku dan Allahku." (Mzm 42:6) Kedua, pertajam pandangan iman kita dengan menyadari kehadiran Tuhan di setiap jalan yang kita lalui. Kekelaman dan kabut tebal kehidupan sering kali membuat kita tidak mampu menyadari kehadiran-Nya. Kita menangis dalam kepedihan hati dan menjerit di hadapan Tuhan, "Di manakah Engkau, Tuhan?" Sebab, kita tidak menyadari bahwa la hadir begitu dekat dengan kita. la berjanji untuk tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kita. Apa pun beban berat yang menindih dan tekanan yang membungkukkan kita, marilah kita bangkit, dan bertahan melawan arus dunia, serta menyadari bahwa la adalah Tuhan yang proaktif memberikan pertolongan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur bahwa Engkau selalu hadir di dekatku. Buatlah aku menyadarinya sehingga aku tetap tegar ketika menghadapi masalah. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 2 Februari 2025 Bacaan: "Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat." (Filipi 4:5) Renungan: Ada seorang ibu yang suaminya sudah lama meninggal dunia. Kedua anaknya pun telah berumah tangga dan tinggal terpisah. Ajakan kedua anaknya untuk tinggal bersama mereka, ditolaknya. Ia lebih memilih tinggal di rumahnya sendiri dan tetap berkarya. Hampir tiap hari ia merajut, membuat mantel-mantel kecil. Lalu, setiap akhir pekan, ia keluar membagikan mantel itu kepada anak-anak kecil yang ditemuinya, tanpa memungut bayaran. "Bahagia rasanya ketika melihat senyuman mereka yang menerima mantel rajutan saya. Sering saya membayangkan saat ini ada seorang anak yang merasakan kehangatan mantel buatan saya," ungkap Ibu tersebut dengan mata berbinar. Kadang muncul anggapan, jika kita yang telah lanjut ini tinggal sendiri, pasti merasa kesepian. Ya, bisa saja anggapan itu benar. Tetapi, kita tahu, selama ada sesuatu yang kita kerjakan, maka rasa sepi tidak menguasai. Namun, yang utama adalah karena kita sadar masa hidup kita terbatas, Tuhan sudah dekat, sayang jika kita melewatkannya begitu saja. Teruslah berkarya dengan kata dan talenta yang Tuhan berikan pada kita, sehingga kehadiran kita dapat juga mendatangkan senyuman dan sukacita di hati sesama. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, pakailah aku sebagai alat-Mu, sehingga melalui talenta yang aku miliki, aku dapat membuat banyak orang tersenyum dan bersukacita. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 17 Januari 2025 Bacaan: "Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan." (Wahyu 2:10) Renungan: Ada seorang nenek memiliki seekor anjing yang diberi nama Dori. Dori dipelihara oleh sang nenek sejak usianya masih beberapa minggu. Dori sangat setia kepadanya. Jika ia melihat ada orang asing yang tidak ia kenal berusaha mendekati sang nenek, ia akan menggonggong marah. Jika ada orang mencurigakan, Dori tidak segan-segan menggigitnya. Semua itu ia lakukan untuk melindungi nenek. Ketika nenek pulang ke rumah setelah bepergian, Dori sangat bahagia dan membawakan "hadiah" berupa barang apa pun yang pertama kali dia lihat dengan cara menggigitnya dan memberikannya kepada nenek. Terkadang ia membawakan sandal atau sikat toilet untuk nenek. Ke mana pun nenek pergi, Dori akan selalu mengikuti dan tidak pernah berdiam diri. Dori sangat bahagia hanya dengan hidup mengabdikan diri kepada sang nenek. Semua itu begitu indah bagi Dori sampai ketika nenek mengalami sakit komplikasi yang parah. Sering kali nenek harus menginap begitu lama di rumah sakit. Ketika pulang dari rumah sakit, nenek hanya bisa terbaring lemah. Dalam kesedihan, Dori tetap membawakan "hadiah" bagi nenek yang baru pulang dari rumah sakit. Ekornya dikibaskan dengan kuat, berharap nenek mengambil barang di mulut Dori seperti biasa, namun nenek tidak bisa lagi. Kini ia hanya berbaring di sisi tempat tidur nenek dan jarang keluar dari kamar nenek. Dori tidak seaktif dahulu lagi, terlihat sekali kesedihan yang ia alami. Akhirnya nenek meninggal di rumah sakit. Dori tidak pernah lagi melihat nenek pulang ke rumah. Dori sudah berusia 14 tahun ketika nenek meninggal. Matanya sudah menjadi rabun dan tubuhnya juga semakin lemah. Setiap hari ia habiskan dengan berbaring di bawah kolong ranjang nenek, menunggunya dengan setia. Akhirnya dua bulan setelah nenek meninggal, Dori pun menghembuskan napas terakhirnya. Kesetiaan adalah nilai hidup yang sangat berharga yang Tuhan ajarkan kepada kita. Tuhan sangat setia kepada kita, selalu ada untuk kita dan menepati janji-Nya. Karena itu, marilah kita juga belajar hidup setia kepada Tuhan dengan keyakinan dan iman penuh, bahkan sampai kita mati. Ingatlah janji yang Tuhan berikan kepada kita yang setia, yaitu mahkota kehidupan! Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku mau belajar untuk selalu setia kepada-Mu. Tidak peduli tantangan atau masalah apa pun yang kualami dalam hidupku. Amin. (Dod).
Pernah merasa bingung bagaimana cara menarik perhatian orang lain tanpa terlihat sombong? Kali ini, saya akan kasih kamu tips tentang cara mengambil hati orang lain dengan cara yang lebih natural. Kamu juga akan belajar cara mendapatkan perhatian orang lain tanpa harus pamer atau berlebihan. Sering kali, kita merasa harus menunjukkan semua pencapaian supaya dihargai, tapi sebenarnya ada cara yang lebih efektif dan gak bikin canggung. Yuk, simak informasi ini sampai habis dan temukan cara menarik perhatian orang lain yang bisa kamu praktikkan dalam kehidupan sehari-hari! Powered by Firstory Hosting
Kali ini, saya mau ajak kamu melihat ulang hubungan kita dengan uang. Sering kali, kita merasa malu atau takut ngomongin uang karena topik ini terasa sensitif. Tapi, pernah nggak, kamu mikir soal gimana cara melihat uang selama ini? Apa kamu lihat uang sebagai ukuran nilai diri, atau justru menghindarinya karena takut jadi orang yang jahat? Yuk, kita ubah cara pandang ini! Uang pada dasarnya adalah alat—alat untuk mencapai hal-hal berharga seperti waktu, pengalaman, atau kesehatan. Jadi, penting buat kita memahami alasan di balik keputusan keuangan yang kita ambil, supaya kita bisa punya hubungan yang lebih sehat dengan uang. Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting
Pernah nggak sih kamu merasa salah menilai orang asing saat pertama kali ketemu? Nah, kali ini saya bakal bahas buku Talking to Strangers karya Malcolm Gladwell yang mengupas masalah ini. Kita sering berinteraksi dengan orang asing setiap hari, tapi sering juga salah paham atau cepat menghakimi. Gimana sih cara komunikasi yang tepat? Ada beberapa tips ngobrol dengan orang asing yang bakal saya bahas di sini. Buku ini ngajarin kita untuk lebih hati-hati dalam menilai orang asing, supaya nggak salah persepsi lagi. Yuk, simak informasi ini buat dapetin tips komunikasi dengan orang asing dan cara berbicara yang lebih efektif! Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/clhb6d0v60kms01w226gw80p4/comments Powered by Firstory Hosting