POPULARITY
Categories
Pernah berandai-andai punya mesin waktu untuk memperbaiki masa lalu? Bagaiman kalau ternyata, hari ini adalah "kesempatan kedua" yang sedang kamu jalani dari dirimu di masa depan?Sebuah perenungan tentang waktu, eksperimen pikiran usia 80 tahun, dan makna mendalam di balik Surah Al-Hasyr ayat 18. Selamat mendengarkan, semoga membawa ketenangan dan perspektif baru untuk hari ini.
Khutbah Jum'at - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc. hafizhahullahu.Judul : Kunci Menghadapi Kesulitan Hidup. Sumber : YouTube.
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Mikha 7: 2-3
Bismillah,Saudaraku,Jangan sampai salah mindset. Harta kita bisa jadi jalan masuk surga tapi sebaliknya bisa menjerumuskan kita ke neraka. Maka mintalah pertolongan kepada Allah dan pelajari mindset yang membawa kita kepada keberuntungan di dunia dan akhirat.Mari simak cuplikan Kajian Rutin Riyaadhush Shaalihiin yang disampaikan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri dengan judul “503. DIKIRA UNTUNG, TERNYATA BUNTUNG”berikut ini agar kita bisa ¬kembali bangkit dari kesedihan.Ingin tahu lebih banyak soal zakat?InsyaAllah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 0822-1121-1136Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.
Di episode bareng Iqbal kali ini, kita ngebedah tuntas cara menavigasi kebingungan hidup lewat kerangka berpikir yang super praktis. Obrolan mendalam ini juga jadi momen refleksi tentang bedanya goal dan calling, yang sekaligus memantapkan keputusan gue untuk menjadikan 10 episode ke depan sebagai chapter terakhir menuju penutup Underdog Podcast di episode 210 nanti.00:00 Sinopsis01:37 Menavigasi Hidup dengan Life Core Value12:33 Kekuatan Insting & Eksternal Data21:35 Tepat Waktu, Terlalu Cepet, atau Udah Terlambat?35:23 Lubang Terbesar Kebingungan : Self Awareness42:25 Bingung Adalah Sinyal Baik57:54 Menemukan Jawaban dari Spiritual Journey01:10:28 Bedanya Goal dan Calling dalam Hidup01:25:00 The Odyssey Plan01:36:19 Ketika Hidup Sudah Tidak Menjadi Masalah01:42:41 Apa Yang Paling Ditakuti dari Fase Hidup?
HATI SEMPIT HIDUP TERHIMPITUstadz Arian FaqihKAJIAN MT AL-KHANSATerbuka untuk umum MUSLIMAHKamis, 06 Agustus 2026 / 23 Safar 1448HPukul 08:00 - 11:00 WIBdi Masjid As-Sofia, BogorSiapa saja yang menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Masjid As-Sofia, Jl. RE. Martadinata 46-48, Kel. Ciwaringin, Kota Bogor, Phone: 0811 1226 242, Sedekah JariyahBSI 7158 607 195 a.n. Masjid As-SofiaBSI 7329 455 135 a.n. Majelis Ilmu BY MEWakaf Peralatan Live StreamingBSI 7149 665 026 a.n. DiMediaTVLIVE Streaming: - Youtube.com/@DiMediaTV - https://youtube.com/live/p-f2sNpZTzs?feature=share- Youtube.com/@assofiamasjid - https://youtube.com/live/yQ44gqxpTIY?feature=share- IG @DiMediaTV- IG @MasjidAsSofia- Facebook DiMediaPage - https://www.facebook.com/events/2266684530747476/- Tiktok DiMediaTV-- Spotify: Dimedia Radio "Di era informasi sekarang ini penting memanfaatkan media untuk dakwah dan menghadapi opini negatif. Kita manfaatkan semua sarana dan prasana untuk menyiarkan Islam dengan baik, dan lakukan klarifikasi atau membantah jika ada fitnah terhadap Islam." (KH Didin Hafidhuddin).Mari beramal jariyah bagi tersebarnya ilmu, dakwah & perjuangan dijalan Allah melalui donasi biaya operasional dan wakaf peralatan LIVE Streaming, via QRIS atau transfer ke Rekening BSI 7149 665 026 an. DiMediaTV. #DiMediaTV #masjidassofia #dimediaradio #DiMedia #AlKhansa #sahabatalkhansa #live #livestream #livestreaming #kajianbogor #kajianislami #kajianmuslimah #nasehatislami #nasehat #infokajianbogor #infokajian #infokajiansunnah #obs #obsstudio #obsstudiolive #obslivestream #obslive #sonya7r3 #sonya7riii Jadikan Dakwah Sebagai Poros dari Aktifitas kita sehari-hari sebagaimana Rasulallah SAW, oleh sebab itu jadikan video ini sebagai amal jariyah dakwah Anda juga dengan cara "Like, Comment, Save, Subscribe & Share" ----- takwa,ketakwaan,taat,kataatan, khutbah,khotbah,tausiah,tausiyah,ceramah,kajian,dimedia,dimediatv,dimedia tv,masjid assofia,masjid assofia bogor,Obs,Obs Live Stream,Obs Live,Obs Studio,Obs Studio Live,Sony A7R3,Sony A7RIII,alkhansa,mt alkhansa bogor,sahabat alkhansa,
Sapaan Lansia GKP Jemaat BandungKamis, 6 Agustus 2026Tema : "Hidup Dalam Hikmat Allah"Bahan Alkitab : Pengkotbah 4:3 ; Amsal 2:6a ; Amsal 9:10 ; 2 Taw 1:10 ; 1 Raj 3Pelayan Firman : Ibu Nani AdamEpisode 32 - Season 6@GKP Bandung Agustus 2026
Halo, Sobat Abu!Pada kali ini Himmah Podcast menghadirkan salah satu penulis buku "32 Menjarah Alam" yakni AS Rimbawana sebagai pemantik. Maka dari itu, kami mengajak Sobat Abu untuk melihat bagaimana kondisi lingkungan hidup Indonesia di berbagai lini masa dan hubungannya dengan persoalan budaya, sosial, dan politik yang mempunyai dampak pada bencana ekologis hingga saat ini.Mari dengarkan selengkapnya!
Pembawa Renungan: RD. Revi Tanod ManadoMat. 14:22-36
Ustadz Abu Yahya Badrusalam L.C. - Sabar dan Istiqomah dalam Hidup
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A. - Bangkit di Tengah Malam, Panduan Sholat Tahajud yang Mengubah Hidup Ustadz Ammi Nur Baits
Ustadz Abdullah Zaen M.A. - HIDUP HANYA SEMENTARA!! Sebelum Terlambat, Dengarkan Ini
Bagaimana rasanya tumbuh dalam kemiskinan, kehilangan ibu dari sebuah tragedi, terjebak dalam utang, lalu perlahan membangun hidup kembali? Devy Anastasia, penulis, kreator konten, pengusaha, dan jebolan MasterChef Indonesia membagikan perjalanan hidupnya tentang trauma, utang, kemarahan, pengampunan, hingga pelajaran yang mengubah cara pandangnya terhadap uang dan kehidupan.#cauldroncontent #uncensored #uncensoredwithandinieffendi #podcast #podcastindonesia #andinieffendi #podcast #masterchef #kisahhidup #perjalananhidup #mama #papa #penjara #uang #kehidupan ୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆https://www.instagram.com/cauldroncontent/ https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw☆ Dengarkan juga podcast kami ☆https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34 https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280☆ Host Andini Effendi ☆https://www.instagram.com/andinieffendi/☆ Devy Anastasia ☆https://www.instagram.com/devyanastasia☆ Wardrobe by melahyararchipelago ☆https://www.instagram.com/melahyararchipelago/☆ Location at pita ☆https://www.instagram.com/collectionsbypita—Time stamp00:00 Intro02:54 Perjalanan hidup Devy Anastasia06:43 Fakta di balik kematian mama 10:33 Hidup itu one-way ticket15:41 Papa dihantui rasa bersalah 19:33 Hidup itu mahal24:12 Utang dari Jerman baru lunas setelah MasterChef29:02 Mulai dari 035:29 Tidur tanpa utang 43:35 Memutus rantai luka keluarga
Pernah merasa bingung, kenapa saat kita mulai melangkah, memperbaiki diri, dan berusaha mengejar impian besar, hidup justru terasa semakin berat, capek, dan pemicu anxiety datang dari mana-mana?Lewat video ini, kita akan melihat "kepingan puzzle" dari sudut pandang sains kesehatan otak (dr. Gia & Ustadz Felix Siauw) hingga kedalaman spiritual (Ustadz Adi Hidayat).#AyyaWiluna #SelfGrowth #SpiritualReflections #JalurLangit #Journaling #MentalHealth #Tadabbur #islamicmotivation
Terimapirasi dari Ibnu Tupayl & diriku ini
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Elsypurnama Adisuputra - Menjinakkan Lidah Menentukan Hidup.
Usul Tafsir Kitab Fauzul Kabeer EP59 - Maulana Abdul Hadi Yaakob - Kita semua hidup selepas zaman Arab yang terdahulu
Liza Saerang, committed to keeping Indonesia's cultural heritage alive, even though she is thousands of kilometers away from the homeland. - Liza Saerang, membawa semangat untuk terus menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap hidup, meski berada ribuan kilometer dari tanah air.
Kitab Galatia: Dibebaskan untuk BerbuahOleh: Victor P. H. Nikijuluw
Khutbah Jum'at - Ustadz Muhammad Nursyamsul Qomar, Lc. hafizhahullahu.Judul : Gaya Hidup yang Membinasakan.Sumber : YouTube.
A prolonged military operation in Papua's highland region has displaced more than 120,000 residents of Nduga regency since 2018. Displaced families live without adequate food, shelter, healthcare, or legal identity, while central and local governments have failed to provide meaningful assistance. - Konflik bersenjata di Papua Pegunungan, daerah terpencil di ketinggian Papua, sudah berlangsung bertahun-tahun. Menurut data pemerintah, ada lebih dari 120 ribu warga di kawasan ini yang menjadi pengungsi.
Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.
For the LORD owns the kingdom, He is the one who rules over the nations.
Pembawa Renungan: RP. Antonius Rajabana, OMI Cilacap Mat 10:16-23.
Satu ekor tapir yang tewas di Mesuji membongkar jarak lama antara kepedulian kota dan kenyataan hidup di pinggir hutan — dan pola yang sama ternyata terjadi di banyak negara lain.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 9 Juli 2026Bacaan: "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21)Renungan: Suatu hari seorang istri mengeluh karena minggu ini ia terlalu lelah. Kerjaan menumpuk, anak rewel minta ditemenin belajar. Suaminya pulang kerja terus rebahan main HP. Tanpa sadar ia kesal dan berkata kepada suaminya: "Kamu sih tahunya cuma enak-enak rebahan. Gak pernah mikirin rumah ini!" Suaminya pun diam. Malam itu suasana rumah menjadi dingin. Dua hari kemudian giliran ia yang sakit. Anak-anak yang biasanya deket dengannya menjadi takut karena melihat papa mamanya tegang. Ia pun tersadar. Satu kalimat emosinya malam itu "mematikan" suasana rumah selama dua hari. Padahal kalau ia bilang: "Pa, aku capek. Boleh tolong temenin anak belajar 30 menit?" pasti jawabannya berbeda. Amsal 18:21 ini berisi peringatan keras dari Raja Salomo tentang kuasa dari kata-kata: "Hidup dan mati dikuasai lidah". Di rumah, lidah kita bisa jadi sumber kehidupan atau sumber kematian. Dengan kata-kata kita bisa menghidupkan semangat pasangan, menguatkan anak yang gagal, memberkati keluarga. Tapi dengan kata-kata juga kita bisa melukai hati pasangan, mematikan semangat anak, dan merusak keharmonisan rumah. Rumah tangga kita adalah cermin dari apa yang sering kita ucapkan. Suka mengeluh, maka rumah penuh keluhan. Suka mengucap syukur dan menguatkan, maka rumah penuh damai. Keluarga adalah tempat pertama kita latihan memakai lidah. Tiga hal yang bisa kita latih mulai saat ini: 1. Ganti kritik dengan permintaan. Dari perkataan, "Aku sibuk, jadi lupa" menjadi "Sayang, boleh tolong ingetin aku ya" 2. Perbanyak kata penguat untuk anak. Perkataan, "Mama bangga kamu sudah berusaha", lebih menghidupkan daripada "Nilainya kok segitu-segitu aja".3. Doa berkat sebelum tidur. Ucapkan satu kalimat berkat untuk tiap anggota keluarga. Itu seperti menyiram tanaman di rumah. Ingat, anak-anak kita tidak akan ingat seberapa rapi rumah kita. Tapi mereka akan ingat: "Di rumah ini, kata-kata apa yang paling sering ia dengar." Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini lidahku sering melukai orang-orang yang paling aku kasihi di rumah. Ajarilah aku menjadi pembawa damai di tengah keluargaku. Berikan hikmat supaya setiap kata yang keluar dari mulutku adalah kata yang membangun, menguatkan, dan memberkati. Amin. (Dod).
Pdt Rickstofen Ricky
Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
The tarsius, found only on the island of Sulawesi, is considered the world's smallest primate, roughly the size of a computer mouse. Easily spotted in the Lambusango forest on Buton Island, where it gathers in large trees and is active mainly at night, the species plays a vital role in the local ecosystem. - Tarsius adalah satwa eksotik dari Sulawesi, yang ukurannya sangat kecil dan disebut sebagai primata paling kecil di dunia. Ukurannya kira-kira sebesar mouse atau tetikus yang biasa digunakan di komputer. Satwa ini adalah satwa endemik di Sulawesi.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 4 Juli 2026Bacaan: "Maka ia memungut di ladang sampai petang lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya." (Rut 2:17)Renungan: Pada saat dihadapkan dengan ujian hidup yang berat maka ada beberapa respons yang muncul dalam hidup kita. Pertama, kita mengasihani diri secara berlebihan. Kita selalu bertanya kepada Tuhan, "Mengapa harus saya yang mengalami peristiwa pahit ini?" Kedua, kita mencari belas kasihan manusia untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Ketiga, kita berani menghadapi setiap masalah dengan tekad hati yang kuat, seberat apapun masalah itu. Salah seorang motivator di Indonesia mengambil ilustrasi tentang betapa dahsyat kekuatan tetesan air jika dilakukan secara terus menerus. Tetesan air bahkan dapat melubangi batu! Beliau berkata seperti ini, "Kerasnya batu bisa takluk dengan tetesan air. Begitu pula kerasnya ujian hidup di dunia bisa kalah oleh kekuatan tekad dan fokus perjuangan yang dilakukan." Seperti itulah perjuangan Rut menghadapi kerasnya ujian hidup yang datang kepadanya. Suaminya meninggal, keluarga suaminya juga meninggal semua, kecuali mertua perempuannya saja yaitu Naomi. Kini, Rut tinggal bersama Naomi dan mengambil tanggung jawab untuk memeliharanya. Kehidupan yang dijalani mereka persis seperti yang disebutkan Naomi, yaitu Mara yang artinya sangat pahit (Rut 1:20). Itulah kerasnya ujian hidup yang harus dijalani Rut. Namun dengan tekad dan perjuangan keras, Rut berhasil mengatasi masalahnya dan menjadi orang yang sangat berhasil. Perhatikan apa yang dilakukan Rut. la tak pernah mengasihani diri, Rut menjalani masalahnya dengan begitu tabah. Rut juga tidak pernah meminta belas kasihan orang lain, sebaliknya ia berjuang keras untuk menghidupi dirinya dan Naomi, meski harus memungut jelai yang tercecer dari pagi sampai petang. Ketekunan, tekad, dan perjuangan Rut akhirnya membuahkan hasil. Benarlah bahwa batu yang keras bisa takluk dengan tetesan air. Ujian hidup yang keras bisa kalah oleh tekad dan perjuangan yang terus menerus. Jika kita sedang mengalami pergumulan hidup yang keras, ingatlah bahwa batu pun takluk dengan tetesan air. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya ketika Engkau ada bersama-sama dengan aku, maka badai sehebat apapun dapat aku lalui. Karena aku tahu, kuasa-Mu lebih besar dari setiap badai kehidupanku. Amin. (Dod).
Episode terbaru 247 SESSION, program baru dari Ray Janson Radio yang membahas seputar Life, Sport, dan Music bersama Ardi Rahadi. Kali ini kita kedatangan Ralvi Nasution, seorang penyiar radio yang sudah mengudara selama 9 tahun di beberapa radio hits di Jakarta. Dia akan cerita perjalanannya menjadi seorang penyiar radio, hingga dapat kesempatan wawancara dengan beberapa musisi hits dunia.Instagram:Ralvi Nasution https://www.instagram.com/ivlar/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE!Ray Janson Radio is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioTikTok: https://www.tiktok.com/@rayjansonradioLet's talk some more:https://www.instagram.com/247session/https://www.instagram.com/ardirahadi/#247SESSION #ArdiRahadi #Radio #RalviNasution
Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN,tunjukkanlah itu kepadaku.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 1 Juli 2026Bacaan: "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis." (Roma 12:15)Renungan: Setiap orang pernah mengalami kebahagiaan. Namun kebahagiaan yang dirasakan setiap orang itu berbeda-beda. Seseorang mengartikan kebahagiaan sebagai "sensasi menyenangkan karena melihat penderitaan orang lain." Tentu saja itu pengertian yang sangat jahat tentang kebahagiaan. Meski tidak setuju dengan pengertian tersebut, pada kenyataannya bukankah kita sering mengalami hal itu? Ada banyak orang yang rasa bahagianya berkurang ketika melihat keberhasilan orang lain, sebaliknya rasa bahagianya akan bertambah ketika melihat penderitaan orang lain. Lebih parah lagi apabila kita punya prinsip "Jika saya tidak bisa memiliki sesuatu, maka orang lain juga tidak boleh mendapatkan sesuatu yang saya inginkan itu." Barangkali suasana hati seperti itulah yang dialami Kain saat persembahannya ditolak, sementara persembahan Habel diterima Tuhan. Sebenarnya faktor utama kemarahan Kain bukan karena persembahannya ditolak, tapi karena ia melihat persembahan Habel diterima. Tidak cuma iri, tapi hati Kain benar-benar panas ketika melihat Habel. Alhasil, Kain membunuh Habel yang sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun pada dirinya! Satu-satunya "kesalahan" Habel di mata Kain adalah bahwa persembahan Habel diterima Tuhan dan persembahannya tidak! Penyakit seperti Kain, yaitu tidak rela jika melihat orang lain bahagia ini nyatanya juga menghinggapi banyak orang. Jika tidak hati-hati kita bisa terjebak juga di dalamnya. Jika tidak hati-hati kita bisa membenci orang yang lebih berhasil, orang yang lebih cantik atau tampan, orang yang lebih pintar, dan orang yang tampak lebih bahagia dari kita. Padahal, orang tersebut bisa jadi sama sekali tidak bersinggungan dengan kita. Kita sendirilah yang merasa panas hati melihat kebahagiaan mereka. Nah, bagaimana membebaskan diri dari virus berbahaya seperti itu? Kasih adalah jawabannya! Kasih memampukan kita untuk bersukacita dengan orang yang bersukacita, dan menangis dengan orang yang menangis! (Rm. 12:15). Kasih tidak cemburu. Kasih tidak bersukacita di atas penderitaan orang lain. Sebaliknya, kasih turut merasakan apa yang orang lain rasakan. Dengan demikian kunci utama hidup yang bahagia adalah hidup dalam kasih. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kasih-Mu sehingga melalui kehadiranku banyak orang merasa bahagia. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB) Yeremia 40:4Maka sekarang, lihatlah aku melepaskan engkau hari ini dari belenggu yang ada pada tanganmu itu. Jika engkau suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, marilah! Aku akan memperhatikan engkau. Tetapi jika engkau tidak suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, janganlah pergi! Lihat, seluruh negeri ini terbuka untuk engkau: engkau boleh pergi ke mana saja engkau pandang baik dan benar.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 28 Juni 2026Bacaan: "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup. melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalarn Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." (Galatia 2:20)Renungan: Charles Blondin adalah pemain akrobat terkenal asal Prancis yang hidup di abad 19. Atraksi utamanya adalah berjalan di atas tali. Ketika mengadakan tur di Amerika, Blondin membentangkan tali di atas air terjun Niagara di perbatasan Amerika dan Kanada. Blondin lalu berjalan di atas tali itu bolak balik dari Amerika ke Kanada dan sebaliknya. Di atraksi selanjutnya, ia berjalan mundur, berjalan dengan membawa gerobak dorong. la juga tiba-tiba salto. Di kesempatan lain, ia berjalan saat malam hanya dengan memakai lilin. la menaiki sepeda, juga egrang, berjalan dengan mata ditutup, membawa meja kursi lalu duduk di tengah tali sambil melipat kaki, bahkan membawa kompor dan memasak di seutas tali yang di bawahnya terbentang air terjun deras. Puncaknya, Blondin mengajak siapa yang mau ia gendong untuk berjalan di atas tali. Akhirnya, Harry Colcord, manajernya yang menjadi sukarelawan. Inilah yang Blondin katakan kepada Colcord: "Ingat, saat kugendong, kau bukan Colcord. Kau menjadi Blondin. Tubuh, pikiran, dan jiwamu harus menyatu denganku. Jangan coba menyeimbangkan dirimu karena itu akan membuat kita berdua mati." Blondin dan Colcord pun menjadi orang pertama yang bergendongan melintasi air terjun Niagara di atas tali. Apa yang diucapkan Blondin adalah deskripsi dari percaya. Menjalani hidup di dunia ini juga adalah perkara hidup mati. Bagaimana kita hidup di dunia menentukan apa yang akan kita alami di kekekalan nanti. Akankah kita mendapat hidup kekal atau kita akan mengalami maut dan siksaan kekal. Saat kita mau percaya bahwa Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat kita, kita ibarat digendong-Nya untuk menjalani hidup ini untuk selamat tiba sampai akhirnya. Percaya artinya kita harus menyatu dengan-Nya. Kita bukan lagi diri kita. Hidup kita bukan lagi milik kita (Gal. 2:20). Kehendak kita bukan lagi penentu keputusan kita, tapi semua harus sesuai dengan kehendak Bapa. Kita bisa menyebut diri kita sebagai orang percaya. Sudahkah kita benar-benar percaya pada Tuhan, yang berarti kita benar-benar mau menyerahkan setiap keputusan, setiap langkah, dan rencana kita kepada-Nya? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk melakukan setiap kehendak-Mu agar hidupku dapat tenang, karena aku tahu kepada siapa aku percaya. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB) Yeremia 13:11Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar.
Amidst the turmoil of the world and the harshness of life, where can we find peace? To whom should we turn? - Di tengah kemelutnya dunia dan kerasnya kehidupan, di manakah kita akan mendapatkan kedamaian hidup? Kepada siapakah kita seharusnya mengadu?
[Nasihat] Hidup Bahagia Bersama Al Qur'an.Dibahas oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. hafizhahullahu.
Pembawa Renungan : Ima Kristanti - Kota Batu Pengantar Renungan : Bobby Arianto - Semarang Sound Editing : Aris Kurniawan - Jakarta Cover Editing : Anastasia Sonia - Jakarta Mat. 10:26-33.
Pdm. Handoyo Salim (TB) 2 Tesalonika 3: 6-7Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
Pdm. Handoyo Salim (TB) 1 Tesalonika 2:8Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.
Pdt. Rubin Ong (TB) 2 Samuel 5:19-20bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab Daud: "Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu."Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: "TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos." Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim.
Pembawa Renungan : RP. Agustinus Hutrin, SVD SurabayaYoh. 6:51-58
Yesaya 46:9–10 Ada tiga hal yang ingin kita renungkan bersama dari firman ini. Ingat: Tuhan Tidak Pernah Gagal Allah Tanpa Tandingan: Hanya Dia yang Hidup dan Berkuasa “Akulah Allah, dan tidak ada yang seperti Aku.” Rencana yang Pasti Digenapi: Masa Depan Ada di Tangan-Nya “Keputusan-Ku akan sampai.”
Bpk. Kin Liong (TB) Roma 8:28Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Pembawa Renungan : RD. Yohanes Kadek Ariana Denpasar – Bali Yoh. 3:16-18
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 31 Mei 2026Bacaan: Sungguh, alangkah baiknya dan Indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!" (Mazmur 133:1)Renungan: Kita sering mendengar kesaksian bahwa keluarga yang hidupnya rukun, senantiasa dilimpahi berkat Tuhan. Berkebalikan dengan keluarga yang sering berantem, itu jauh dari berkat-Nya. Hal ini juga bisa terjadi dalam perusahaan. Perusahaan yang seluruh karyawannya bisa tinggal bersama dengan rukun dan satu sama lain bisa menjalin kerjasama dengan baik, akan punya peluang untuk bertumbuh sehat dan berhasil. Kebalikan dengan perusahaan yang karyawannya sering demo, bikin onar, satu sama lain saling menjegal, perusahaan sulit untuk bisa bertumbuh dan berkembang. Pemazmur memberikan kesaksian bahwa keluarga yang tinggal bersama dengan rukun senantiasa berkelimpahan berkat. "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!" Pemazmur mengatakan hal ini karena di mana kita dapat tinggal bersama dengan rukun, Tuhan memerintahkan berkat dan kehidupan untuk selama-lamanya (ay. 3). Rukun disini digambarkan seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut dan ke leher jubah. Juga seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Artinya, ada pemerataan. Minyak yang baik tidak hanya ditampung di kepala saja, tetapi turun ke janggut dan leher jubah. Demikian juga embun yang adalah lambang kesuburan tidak ditampung oleh gunung Hermon yang besar saja, tetapi dibagi turun ke gunung-gunung yang kecil juga, yakni Sion. Apakah kita sebagai anggota masyarakat sudah diam bersama dengan rukun satu sama lain, atau sebaliknya? Meresponi firman Tuhan, marilah kita senantiasa mengusahakan hidup bersama dengan rukun, baik kita sebagai anggota keluarga, karyawan, maupun anggota masyarakat lainnya. Dengan demikian, janji Tuhan akan digenapi-Nya, "kesanalah berkat-berkat Tuhan dicurahkan." Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati yang penuh dengan damai sejahtera, sehingga aku dapat membina hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : RP. Pionius Hendi, OFMCap. Pontianak Mrk 11:11-26.
Pdt. Dieter Nicolas (TB) Zakharia 8:13Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!"