POPULARITY
Categories
Peter Andersson från Skåne undrar hur det skulle se ut i Sverige om vi gjorde som i Danmark. Alltså utlyser val med en månads varsel. Vad skulle det finnas för fördelar respektive nackdelar med det? Torbjörn Nilsson minns en tid när valrörelserna i Sverige bara var några veckor. Henrik Torehammar har pratat med danskar. Maggie Strömberg tänker på sin egen arbetsbelastning. I SvD:s podd Politiken får du hjälp att ligga steget före i svensk inrikespolitik. Nya avsnitt varje tisdag och fredag. Producent är Tove Friman Leffler.
Podden spelas in i riksdagen precis efter den historiska pressträffen där Simona Mohamsson och Jimmie Åkesson berättar att de ska kunna sitta i samma regering efter nästa val. De har också enats om ett avtal på tre sidor, 15 punkter. Torbjörn Nilsson ser två personer som är väldigt kåta på att sitta i en regering. Maggie Strömberg utser den verkliga vinnaren på överenskommelsen. Henrik Torehammar tycker att Liberalernas process liknar 80-talets ”Fredag den 13:e”-filmer. I SvD:s podd Politiken får du hjälp att ligga steget före i svensk inrikespolitik. Nya avsnitt varje tisdag och fredag. Producent är Tove Friman Leffler.
Sverige släpper olja från reservlagret / Förslag: Nya poliser kan få sin utbildning betald / Läkare på vårdcentraler upplever stress och utmattning / Huggormar vaknar igen efter vintern Lyssna på alla avsnitt i Sveriges Radios app. Av Ingrid Forsberg och Jenny Pejler.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 12 Maret 2026Bacaan: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)Renungan: Suatu hari, seorang Pastor pergi ke rumah sakit untuk menjenguk umatNya yang bernama Ruth. Ruth dan suaminya telah melayani di gereja selama lebih dari duapuluh tahun. Sang Pastor merasa bahwa wanita tersebut tidak sepantasnya menderita kanker paru-paru stadium akhir yang tak dapat dioperasi. la tak pernah merokok atau melakukan apa pun yang biasanya berkaitan dengan penyakit paru-paru. Banyaknya kemoterapi yang menyakitkan, telah menunjukkan akibatnya dan kini perawatan itu telah ditinggalkan. Ruth hanya dapat menunggu kematian yang tak terelakkan. Sang Pastor segera berdoa dalam hatinya, memohon petunjuk Roh kudus tentang apa yang harus dia doakan dan katakan kepada Ruth. Namun ia segera menyadari bahwa Tuhan menuntun dia ke kamar Ruth justru untuk mendengarkan, bukan berbicara. Selain rambut rontok, Ruth tidak menunjukkan tanda-tanda menderita kanker stadium akhir. la memancarkan kedamaian saat ia mulai bercerita kepada sang Pastor. Betapa bersyukurnya dia karena Tuhan mengizinkannya mengalami penderitaan ini. "Sebelum ini, saya selalu menjadi seorang Martha, terlalu sibuk melayani sehingga tidak bisa mengambil waktu untuk duduk di kaki Yesus, namun Tuhan menggunakan kanker ini untuk memperlambat saya supaya saya dapat mengenal Dia dengan cara-cara yang tak saya lakukan sebelumnya," katanya. Tidak berapa lama kemudian, sang Pastor meninggalkan kamar Ruth dengan perasaan dikuatkan, bukan lagi bersedih. Sebelumnya, ia memang bertanya kepada Tuhan, mengapa Ruth harus menderita. Padahal, Ruth sendiri justru bersyukur kepada-Nya atas pengalamannya itu. Tuhan memang tidak pernah mencobai kita melampaui kekuatan kita, karena Dia adalah Allah yang baik dan selalu baik apa yang Dia kerjakan. Jika Allah mengizinkan sesuatu terjadi dalam kehidupan kita, percayalah bahwa Dia selalu merancangkannya untuk kebaikan kita dan bukan untuk menyengsarakan kita. Jadi, percayalah selalu bahwa apa yang semula digunakan musuh untuk menghancurkan kita, justru dapat digunakan Tuhan untuk kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas suka dan duka hidup yang aku alami. Aku percaya dalam keadaan apapun Engkau selalu ada untukku. Sebab rancangan-Mu pada akhirnya selalu indah untukku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yohanes Keluli Witak dari Stasi Santa Maria Perantara Rahmat Atawatung, Paroki Santo Bernardus Abbas Tokojaeng di Keuskupan Larantuka, NTT, Indonesia. Yeremia 7: 23-28; Mazmur tg 95: 1-2.6-7.8-9; Lukas 11: 14-23.TUHAN MENETAPKAN BATAS Renungan kita pada hari inibertema: Tuhan Menetapkan Batas. “Apakah Tuhan Allah memiliki batas?” tanyaseorang remaja kepada Pastor Parokinya. Jawab sang Pastor, “Ya, Tuhanmenetapkan batas-batas tertentu, ketika sejak manusia pertama, syaratsyaratditetapkan supaya manusia yang memiliki kebebasan itu harus bertanggung jawabatas kepercayaan yang Tuhan berikan. “Terus kenapa Tuhan dikatakan jugaselama-lamanya”? sangga remaja itu. Pastor lebih mendekatinya dan menjelaskan. “Jadi bagi Tuhan sendiri, Iatidak terbatas dalam kehendak, kemurahan, dan keberadaannya. Ia kekal dan tidakterikat oleh tempat dan waktu. Tetapi dalam memberikan ajaran dan perintahkepada manusia, Tuhan menetapkan batas-batas. Maka kita memiliki sejumlah batasberupa perintah-perintah-Nya seperti: jangan berbohong, jangan mencuri, janganberbuat cabul, jangan malas, dan seterusnya.” Setelah ia pahami penjelasanPastor dan kembali ke rumahnya, ia mulai menulis sejumlah perintah Tuhan yangharus diikutinya dalam bertingkah laku. Karena ia sering lupa akan tugas-tugasutamanya, ia menetapkan batas-batas keinginannya, yaitu bermain hp satu jam disore hari dan satu jam lagi di malam hari. Waktu yang lain ia pakai untukkerjakan apa yang diminta orang tuanya dan belajar mengulangi pelajaran sertamengerjakan tugas-tugas dari sekolah. Di dalam masa Pra Paskah ini,remaja tadi memiliki beberapa daftar berupa batas-batas yang mengontrolnya didalam bertingkah laku. Ia benar-benar mengikuti arahan dan nasihat dari PastorParoki dan orang tuanya. Secara umum kita sebagai pengikut Kristus dan anggotaGereja, Tuhan Allah menetapkan batas-batas umum untuk kita ikuti dan patuhi.Batas-batas umum tersebut berlaku bagi semua orang, setiap tempat dan segalazaman. Pada hari ini, melalui inspirasibacaan-bacaan liturgis, kita diingatkan tentang diri kita pribadi dan sebagaikomunitas umat yang beriman kepada Kristus, yang membentuk Gereja yang satu dankudus, sebagai orang-orang-Nya Yesus Kristus. Kita adalah bagian dari Yesus danbukan Setan. Identitas kita sebagai orang Kristen, yaitu orang-orang-NyaKristus merupakan batas umum yang kita jaga, banggakan dan pelihara. Dua seruan yang penting bagikita untuk hari ini ialah: kita menjaga batas ini dengan menjadi bangsa ataukomunitas orang-orang yang selalu mendengarkan Tuhan. Keras kepala, keras hati,dan memilih jalan sendiri, sangat bertentangan dengan identitas itu.Berikutnya, identitas ini kita pelihara dengan tetap selamanya bersama YesusKritstus, sebab Ia sendiri menegaskan bahwa tidak bersama Dia berarti menjadimusuh-nya Dia.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, terimakasih atas rahmat persekutuan yang menyatukan kami. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Podden är i riksdagen eftersom det händer så mycket. Det är utfrågningar i KU, Mp håller pressträff om elbilar och finansministern är optimistisk – trots allt. Maggie Strömberg har varit på Konstitutionsutskottet för att utröna om Sidas fd generaldirektör Jakob Granit är aktivist eller proffs. Henrik Torehammar har träffat Elisabeth Svantesson hos riksdagsjournalisterna men vågade inte ställa frågan som alla undrade: hänger klädstilen ihop med skilsmässan? Torbjörn Nilsson undrar varför alla har blivit dåliga socialdemokrater. Och så har Maggie dessutom varit på sin bästa pressträff i livet. I SvD:s podd Politiken får du hjälp att ligga steget före i svensk inrikespolitik. Nya avsnitt varje tisdag och fredag. Producent: Tove Friman Leffler.
Bp. Andrew S (TB) Yohanes 4:9Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria? " (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
Nya fotbollsregler inför VM 2026 – kommer de faktiskt förbättra spelet? I det här avsnittet av Viva Fokus pratar vi om de nya regeländringarna från FIFA och IFAB. Frågan är bara:Kommer reglerna verkligen följas? Eller blir det ännu fler gråzoner?Gör reglerna faktiskt fotbollen bättre? Kommer domarna kunna tillämpa dem konsekvent? Vilka andra regeländringar fotbollen egentligen behöver? Blir det här bra för fotbollen – eller bara mer kaos?Medverkande: Fabian Norlund, Adam Pinthorp & Robin BylundViva Fotboll görs i samarbete med ATG:Gå med i Viva Fotbolls Tillsammanslag på ATG, där vi varje helg skickar in en välkalibrerad Big 9-kupong där vi försöker fälla någon av dom stora favoriterna för att stå där med miljongarantin på ensam vinnare med 9 rätt. Här har ni laget: https://www.atg.se/tillsammans/inbjudan/XKZI-CGTW-319315/tDhBPMy5pbFG8uzq%3AaJrSG_tO82Uf1mO6Zm4Fpw%3A7b2V4nqE-g4m1k4fuwZJ3VAKVv-2dCMKgw?gameId=BIG9_2025-08-23_725344240_2060735806Du hittar alltid dom senaste tripplarna, andelarna, Big 9 och annat från oss på https://www.atg.se/tutto/18+ Regler & villkor gäller. Stödlinjen.seI samarbete med TV4 Play:Unikt erbjudande ger dig som lyssnare möjligheten att ta del av ännu en spännande säsong av La Liga och Serie A hos TV4 Play, paketet TV4 Play Sport för enbart 174 kr/mån i 6 månader. Utöver det serier, film, tennis, rally, hästhoppning och mycket annat.Följ länken för att ta del av erbjudandet: https://www.tv4play.se/kampanj/vivaKontakta redaktionen: linus@k26media.seVill ditt företag samarbeta med Viva fotboll? samarbete@tutto.seSociala Medier:Instagram - Viva_fotbollTwitter - VivafotbollTikTok - Vivafotboll#vivafotboll Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Wilibroda Gunung Lajar dari Santo Arnoldus Jansen Waikomo, di Keuskupan Larantuka, Indonesia. T.Daniel 3: 25.34-43; Mazmur tg 25: 4b-5b.6.7c.8-9; Matthew 18: 21-35.SYARATPENGAMPUNAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: SyaratPengampunan. Meskipun Tuhan maha pengampun, dan karunia itu adalah cuma-cuma,tidak berarti kalau pengampunan dari-Nya langsung beres. Iman kita mengajarkanbahwa untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa itu, Gereja menyediakansakramen tobat. Di dalamnya ada elemen materialnya ialah dosa-dosa nyata yangdiakukan oleh si pendosa, dan elemen formalnya ialah formula absolusi yangdisampaikan bapak pengakuan, yang menyatakan pembebasan seseorang dari dosa-dosanya. Khususnya untuk elemen materialnya, ada syarat-syaratuntuk mendukung pengungkapan dosa-dosa pada kesempatan pengakuan dosa itu.Syarat-syarat tersebut menunjuk pada sikap dan cara orang mempersiapkan dirinyauntuk melakukan sebuah pengakuan dosa. Syarat-syarat resmi Gereja biasanyaterkait dengan bimbingan atau pedoman untuk diikuti oleh umat yangmempersiapkan diri menerima sakramen ini. Di samping itu, ada syarat-syaratpribadi yang penting sekali menjadi tanggung jawab setiap pribadi sehinggadapat menggambarkan iman dan penghayatannya akan sakramen ini. Untuk sikap-sikap pribadi, kedua bacaan pada hari ini,masing-masingnya memberikan petunjuk bagaimana pentingnya persiapan pengakuandosa itu. Nubuat Daniel dalam bacaan pertama menekankan tentang peran sikapmenyesal si pendosa. Penyesalan merupakan syarat yang sangat penting untukmemberikan kualitas pengakuan dosa sebagai sikap negatif dan tegas terhadapdosa-dosa. Jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah menandakan kalau sipendosa sedih sekaligus marah atas kehinaan dirinya. Ia kasihan dengan dirinya yangbernasib jelek. Dengan demikian Tuhan yang maha rahim dapat berpaling perhatiandan kasih-Nya kepadanya. Orang yang tidak menampakkan penyesalan, biasanyamencari kambing hitam dari dosa-dosanya atau bangga dan senang karena denganberdosa ia dapat memenuhi niatnya. Injil Matius mengatakan bahwa jika kita tidak maumengampuni orang yang telah bersalah kepada kita, Bapa di surga tidakmengampuni kita. Doa “Bapa Kami” menekankan hal ini, karena ini adalah tindakanTuhan sendiri. Itu berarti bahwa sebelum mendapatkan tindakan formalpengampunan saat melakukan pengakuan dosa, kita mesti lebih dahulu mengampunimereka yang telah bersalah kepada kita. Oleh karena itu selain menyampaikanelemen-elemen material yaitu dosa-dosa nyata, si pendosa perlu jujurmenyampaikan juga bahwa ia telah mengampuni orang-orang yang ia sebutkan didalam pengakuannya. Suatu pengakuan dosa yang efektif dan berbuah terjadikarena adanya pengampunan terhadap si pendosa yang bersalah kepada kita,sebelum kita mendapatkan pengampunan dari Tuhan melalui Gereja. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkanlah dansemangatilah kami untuk tidak malu dan takut untuk mengampuni. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ....
P1:s veckomagasin om Sverige och världen politik, trender och analyser. Lyssna på alla avsnitt i Sveriges Radios app. Timme ettLäget i Mellanöstern efter drygt en veckas krig. Och hur påverkas Trump-administrationen av kriget. Hör våra korrespondenterStöd för kriget i Israel - men även tveksamma röster. Reportage av Cecilia UddénFinns det risk för en ny stor flyktingvåg?Nya teatertrenden: skådespelare gestaltar under eget namnKrönika: Agri IsmailPanelenTimme tvåHur kommer det att gå för turismen i Gulfregionen? Resejournalist och landsansvarig för Business Sweden reder ut.Kinas koppling till Iran, och hur kriget påverkar landets relation till USASatir med RadioskuggaVarför blir människor rädda att missa en chans? Svaren ges av en psykolog och en marknadsföringsexpertVal i tyska delstaten Baden Würtemberg - kristdemokrater och gröna i slutspurtKåseri Helena von Zweigbergk om tjejer som naturliga diplomaterProgramledare: Jesper LindauProducent: Luise SteinbergerTekniker: Nicky Pryke
Berättelsen om Gilgamesh skrevs ned på lertavlor för nästan 4.000 år sedan. Nya arkeologiska upptäckter har lett till att den största delen av eposets text nu är tillgänglig. Vad handlar den om? Forskningen har visat att eposet haft inflytande på bland annat Homeros diktning, Bibeln, Koranen och Tusen och en natt. Men vilka likheter har den?Wikipedia säger sitt om Gilgamesh-eposet. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
BERDOA DALAM NAMA YESUSMengerti makna dan kuasa sejati dalam nama-Nya
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ursula Dai dari Paroki Santa Maria Ratu Damai Mingar di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 5: 1-15a; Mazmur tg 42: 2.3; 43: 3.4; Lukas 4: 24-30.PENYEMBUHAN KUSTA RAGA DAN JIWA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Penyembuhan KustaRaga dan Jiwa. Santo Efraim dari Siria yang hidup pada abad ke-4 Masehi,menulis begini tentang sembuhnya Naaman, tentara Siria, karena karunia Allahmelalui nabi Elisa: “Karena itu Naaman diutus ke Sungai Yordan dengan tujuanpenyembuhannya karena air itu dapat memulihkan manusia. Sesungguhnya, dosamerupakan kusta pada jiwa, yang tidak dapat diinderai, tetapi inteligensi dapatmembuktikannya. Kodrat manusia harus dibebaskan dari penyakit ini oleh kuasaKristus yang tersembunyi di dalam pembaptisan. Penting sekali bagi Naaman,supaya sembuh dari dua penyakit, tubuh dan jiwanya. Ini tepat sekali untukmewakili suatu rahmat pemurnian dan pengudusan segala bangsa dalam pemandianyang terus berlangsung, yang permulaannya di Sungai Yordan, ibu dan pemulapembaptisan.” Naaman seorang dari luar lingkup Yahudi yang beriman dantentu dianggap kafir. Namun ia tanpa halangan yakin bahwa ada kuasa Tuhan yangdapat memberikan kesembuhan atas sakit kustanya. Itu ia peroleh informasinyadari hamba Israel yang bekerja kepadanya. Orang-orang dalam kategori ini cepatterbuka dan menanggapi pesan berharga soal keyakinan iman, karena mereka padaprinsipnya memerlukan Tuhan. Naaman mewakili banyak orang saat ini yang jauh dari Tuhanyang belum mengenal-Nya. Mereka ingin masuk ke dalam iman kepada Tuhan melaluisuatu proses penyembuhan jiwa dan raga mereka. Raga mereka memiliki kekuranganbahkan sakit karena berada jauh dan terlepas dari kedekatan dan terjangkau olehsuatu hidup dalam persekutuan iman. Jiwa mereka terlebih-lebih belum memilikipokok untuk memberikan kebenaran mutlak tentang kehidupan dan menggantungkanharapan untuk keselamatan sesudah kematian. Proses ini tersedia di dalam jalanYesus Kristus melalui pembaptisan. Setelah Naaman, sudah begitu banyak orang diluar Yahudi yang menerima pembaptisan dan menjadi anggota Gereja sampai saatini. Tindakan Naaman tersebut berlawanan dengan orang-orang disekeliling Yesus bahkan dari tempat asalnya yang sezaman dengan Naaman. Merekasudah kuat dengan keyakinan sendiri, apalagi Yesus dianggapnya tidak lebihtidak kurang sebagai seorang yang sama dengan mereka. Mereka tahu betulkesederhanaan keluarga biologis Yesus, maka menjadi tidak mungkin bagi merekauntuk percaya kalau Ia memiliki kemampuan yang melebihi mereka. Tuhan Yesusingin supaya kita sebagai pengikut-Nya yang pertama dan penuh tanggung jawabmenerima Dia. Dengan menerima dan memiliki Dia, di mana dan kapan punkeberadaan kita, Ia hadir melalui kita dalam berbuat baik dan menciptakanpembaharuan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, kuatkanlah iman kami untukdapat menjadi saksi-saksi-Mu yang benar. Bapa kami... Dalam nama...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah MENGURUTKAN PERJANJIAN BARUDiambil dari: 2 Tesalonika 3:17 “Salam dari Paulus kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap suratku; beginilah caraku menulis.”Wonder Kids, mungkin kamu pernah melihat Alkitab dan berpikir bahwa semua kitab di dalam Perjanjian Baru ditulis sesuai urutan waktu. Tetapi sebenarnya, urutan kitab dalam Alkitab tidak selalu sesuai dengan waktu penulisannya.Sebagian besar surat Paulus ditulis lebih awal daripada Injil. Paulus berkeliling banyak tempat untuk memberitakan Injil, lalu ia menulis surat kepada jemaat-jemaat yang sudah percaya kepada Yesus. Surat-surat itu ditulis sekitar tahun 50-an Masehi.Paulus sendiri bertemu dengan Yesus yang bangkit di jalan ke Damsyik. Setelah itu, ia percaya kepada Yesus dan menjadi pemberita Injil. Tidak lama kemudian, ia mulai mengajar banyak orang tentang Tuhan Yesus dan menulis surat-surat untuk menolong jemaat hidup benar.Barulah setelah itu, Injil-Injil ditulis oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Injil-injil itu menceritakan kembali tentang kehidupan, ajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus supaya semakin banyak orang mengenal-Nya.Wonder Kids, Tuhan memakai banyak orang dan banyak cara untuk menyampaikan firman-Nya. Ada yang menulis Injil, ada yang menulis surat, tetapi semuanya dipakai Tuhan untuk satu tujuan: supaya kita mengenal Yesus dan hidup bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, bersyukurlah kepada Tuhan karena firman-Nya ditulis dengan begitu rapi dan lengkap. Saat membaca Alkitab, ingatlah bahwa setiap bagian ditulis untuk menolong kita percaya kepada Yesus dan hidup taat kepada-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai banyak orang untuk menuliskan firman-Mu. Terima kasih karena melalui Alkitab aku bisa mengenal Yesus. Tolong aku supaya rajin membaca firman-Mu dan mau hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, semua bagian Alkitab ditulis supaya kita mengenal Yesus dan hidup bagi-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 7 Maret 2026Bacaan: "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga." (Matius 6:14)Renungan: Pengampunan sering kali merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan. Kita lebih suka melakukan balas dendam kepada orang-orang yang menyakiti kita. Karena hal itu akan lebih memuaskan kedagingan kita yang selalu cenderung untuk menuntut balas. Mata ganti mata, gigi ganti gigi. Namun Tuhan Yesus mengajarkan hal yang lain kepada kita semua, Dia justru mengajar kita agar tidak membalas dendam, tetapi mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kita, seperti Dia juga telah mengampuni kita. Corrie Ten Boom, juga mempunyai pengalaman dalam soal mengampuni. Ia dengan mata kepala sendiri menyaksikan kedua orang tuanya disiksa dan dibunuh oleh seorang tentara Nazi. la sendiri juga mengalami siksaan yang luar biasa sehingga hatinya dipenuhi kebencian terhadap orang itu. Setelah menjalani masa-masa penyiksaan yang berat di kamp konsentrasi, Corrie akhirnya dibebaskan. la pun mulai bersaksi dan memberitakan Injil. Suatu kali ketika memimpin Kebangunan Rohani, ia melihat pembunuh orang tuanya itu, sekaligus orang yang pernah menyiksanya ikut berdiri dan mengambil keputusan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Saat itu hatinya penuh dengan pergumulan luar biasa antara kebencian dan keinginan mengampuni. Dalam ketidakberdayaan, ia berseru meminta pertolongan Tuhan. Tuhan menjamah dan mengalirkan kasih-Nya kepada Corrie, sehingga Corrie mampu memandang orang itu dengan cara pandang yang baru. la mendekati orang itu dan memperkenalkan dirinya. la berkata bahwa ia sudah mengampuni orang itu karena Tuhan telah mengampuninya. Orang itu terkejut dan dengan air mata bercucuran ia meminta ampun atas dosa-dosanya. Corrie mengalami pemulihan yang luar biasa. Ia merasakan beban kebencian yang menindihnya selama ini terlepas. Orang itu pun merasakan sukacita yang besar karena dosa-dosanya diampuni Allah dan Corrie. Jika kita merasa tidak mampu mengampuni, Tuhan selalu siap untuk menolong asalkan kita mau berseru kepada-Nya. Jadi, mari memohon pertolongan Tuhan. Mintalah Dia untuk mengalirkan kasih-Nya kepada kita, karena dengan kemampuan sendiri, kita tidak akan dapat mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Hanya dengan pertolongan Tuhan, kita pasti akan dimampukan untuk memberikan pengampunan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mau mengampuni seseorang yang pernah menyakiti hatiku. Jangan biarkan rasa dendam menguasaiku sehingga aku kehilangan Damai sejahtera-Mu. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi, Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Keluaran 17: 3-7; Mazmur tg 95: 1-2.6-7.8-9; Roma 5: 1-2.5-8; Yohanes 5-42.KASIH YANG TIDAKBERTEPI DAN TOTAL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kasih Yang TidakBertepi Dan Total. Seorang pemuda benar-benar berjuang supaya gadis pilihannyaitu menerima dirinya, dan akhirnya mereka dapat menikah. Keluarga si gadisbelum semuanya yakin dengan perjuangan pemuda itu. Di mata mereka, ia memangbersikap baik, dan jujur. Tetapi semua itu masih sebagai anggapan dan asumsi.Belum ada bukti nyata kesungguhan cintanya. Sikap keluarga menjadi tantanganbagi pemuda itu. Lalu saat pernikahan itu datang. Tidak ada halangan dalamsemua proses dan acara pernikahan itu sendiri. Semua pihak yang terlibatmerasakan suka cita dan kepuasannya. Di dalam sebuah pertemuan, keluarga keduabelah pihak berkesempatan memberikan pesan-pesan kepada pasangan yang baru sajamenikah. Dari semua masukan yang diterima, pemuda itu kemudian menyatakan isihatinya. Ia berkata begini: "Imanku kepada Tuhan Yesus menuntut aku untukmencintai dengan benar. Cintaku yang benar kepada istriku ini, akan akubuktikan dalam hidup bersama dengannya mulai dari saat pernikahan kami." Pembuktian cinta kasih hanya dengan satu cara, yaituperbuatan. Lelaki itu ingin buktikan dengan hidup bersama istrinya dalam segalasituasi hidup keluarga. Di dalam pekerjaan, pelayanan dan pengorbanan ia ingintunjukkan bahwa istrinya merasa dicintai. Yesus adalah teladan utamanya. Kitasemua pengikut Kristus juga seperti dirinya, yang menjadikan Yesus teladanutama kita. Tuhan Yesus Kristus, seperti yang disampaikan bacaan kedua padahari ini, sudah membuktikan kasih-Nya bagi kita dengan pengorbanan diri-Nyasampai mati. Cinta kasih Yesus Kristus itu dinyatakan kepada semuaorang sampai menghilangkan batas-batas ras, suku, budaya, dan bangsa. Cintakasih-Nya itu tidak mengenal siapa yang beriman dan yang tidak. Mereka yangsudah lama dibaptis dan mereka yang baru kemarin dibaptis berhak mendapatkankasih Tuhan tersebut. Kasih-Nya itu pada dasarnya tidak bertepi. Kelompokmanusia dan budaya yang tidak beriman seperti orang Samaria dan khususnyawanita yang berjumpa dengan Yesus adalah contohnya. Kasih kepada semua atau kasih yang tidak bertepi adalahkasih yang total. Tuhan menyembuhkan yang sakit dan luka. Tuhan melengkapi danmemenuhi yang kurang. Tuhan mengembalikan yang hilang dan tersesat. Tuhanmerangkul mereka yang belum tercakup dan tercerai-berai. Tuhan menjadi solusiatas semua bentuk persoalan hidup, sekalipun itu amat tidak mungkin teratasimenurut perhitungan dan kemampuan manusia. Tuhan mengisi air kehidupan ke dalamjiwa wanita Samaria dan jiwa semua orang lain di mana pun yang sedang kosongdan putus asa. Kita beruntung menerima kasih Tuhan yang total. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, penuhilah diri kami dengan kasih danberkat karunia-Mu sehingga kami dapat menyiapkan diri dengan segenap hati untukperayaan Paskah tahun ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahKABAR SEJARAH YANG DAPAT DIPERCAYADiambil dari: Yesaya 40:8 “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”Wonder Kids, kalau seseorang menulis cerita tentang hidupmu puluhan tahun setelah kamu lahir, ceritanya bisa saja salah atau bercampur dengan cerita yang tidak benar. Tetapi Alkitab tidak ditulis seperti itu.Banyak penulis Injil menulis tentang Yesus tidak lama setelah peristiwa itu terjadi. Lukas menulis Injil dan Kisah Para Rasul sebagai dua bagian dari satu cerita besar. Ia meneliti dengan teliti dan menuliskan apa yang benar-benar terjadi. Markus juga menulis Injil tidak lama setelah Yesus naik ke surga. Para ahli Alkitab mengatakan bahwa Injil Markus ditulis sekitar tahun 60 Masehi, tidak terlalu jauh dari waktu Yesus hidup di dunia.Bandingkan dengan kisah tokoh besar dunia seperti Aleksander Agung. Kisah tentang dia baru ditulis ratusan tahun setelah ia meninggal, tetapi banyak orang tetap mempercayainya. Kalau begitu, mengapa kita meragukan Injil yang ditulis jauh lebih dekat dengan waktu kejadian?Para sejarawan sudah mempelajari tulisan-tulisan tentang Yesus dan menyimpulkan bahwa berita tentang Yesus itu dapat dipercaya. Alkitab bukan cerita dongeng, tetapi kesaksian nyata tentang apa yang Allah lakukan di dunia.Wonder Kids, Tuhan tidak mau kita percaya kepada cerita bohong. Tuhan memberi kita firman-Nya yang dapat dipercaya supaya kita tahu siapa Yesus dan bagaimana kita diselamatkan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, bersyukurlah kepada Tuhan karena kita punya Alkitab yang dapat dipercaya. Bacalah Alkitab dengan rajin dan percaya bahwa firman Tuhan itu benar.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk Alkitab yang Engkau berikan. Terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya suka membaca firman-Mu dan percaya kepada setiap perkataan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Alkitab bukan cerita buatan manusia, tetapi firman Allah yang benar dan dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Sjöräddningssällskapet har utvecklat en simulator där de frivilliga sjöräddarna ska kunna öva på torra land. Hur trovärdig är den? Vi har provat. Lyssna på alla avsnitt i Sveriges Radios app. I en stor hall på Sjöräddningssällskapets varv på Hönö utanför Göteborg, står en styrhytt till en 12-metersbåt. Den är monterad i ledade armar som gör att den kan skaka, gunga och vibrera – i takt med det som händer på en skärm som går hela vägen runt den.Inifrån styrhytten ser man Fjällbacka skärgård i animerad version på skärmen. Och de båtar, vågor och väder som läggs in i den övning man ska genomgå.Simulatorcentret ska när det är klart omfatta tre olika simulatorer, motsvarande de tre båttyper sjöräddningen bygger. Vi möter projektledaren Jonas Carlsson och tar en ”tur” tillsammans med sjöräddningssällskapets utbildningssamordnare Cecilia Jönsson.Reporter: Camilla Widebeckcamilla.widebeck@sverigesradio.seProducent: Lars Broströmlars.brostrom@sverigesradio.se
Nemo Hedén möter Sveriges mest kända profiler i personliga samtal om livet bakom rubrikerna. Här pratar gästerna om framgång, tvivel, motgångar och historier de sällan berättar någon annanstans.Nya avsnitt varje måndag.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Markus Soge Purab dan Klaudia Roo Won Malin Asan dari Stasi Keluarga Kudus Lewo Glaran, Paroki Santo Mikhael Kalike di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 103: 1-2.3-4.9-10.11-12; Lukas 15: 1-3.11-32.KERAHIMAN ALLAHBUKAN KETIDAKADILAN Renungan kita pada hari ini bertema: Kerahiman Allah BukanKetidakadilan. Kekaguman bahkan sampai ketidakmampuan kita untuk memahami TuhanAllah salah satunya ialah tentang kerahiman-Nya. Ungkapan kerahiman Allah yangpaling kuat bagi kita ialah kuasa-Nya mengampuni dosa manusia. Istilah “Allahmaha kuasa” memiliki makna bahwa Ia berkuasa di atas segala sesuatu dan setiaporang, termasuk pengampunan dosa. Untuk orang-orang yang percaya, kekaguman danketidakmampuan di hadirat Tuhan ini merupakan bagian dari iman. Sedangkan bagiorang-orang yang tidak beriman, kemahakuasaan Allah dan khususnya pengampunandosa tak punya makna apa-apa. Nabi Micah, dalam bacaan pertama, mengungkapkan imannyadengan rasa kagum yang mendalam bahwa tidak ada Allah lain yang dapatmengampuni dosa-dosa umat ciptaan-Nya. Ia berkuasa menghapuskankesalahan-kesalahan manusia. Bahkan Ia melemparkan segala dosa itu ke dalamtubir-tubir laut, ke bagian paling dalam dari semesta ini. Micah punya ceritatentang pengalaman Israel masa lampau tentang pembebasan dari perbudakan Mesirdan penyelamatan selama pengembaraan di padang gurun. Sejalan dengan ini, Yesusmembuatnya lebih konkret melalui perumpamaan tentang anak yang hilang dan bapayang penuh belas kasih kerahimannya. Hukum positif dan keyakinan akan keadilan menetapkansolusi atas suatu perbuatan dosa, dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatandosanya. Orang-orang yang tidak percaya dan umumnya yang memakai cara berpikirini berpandangan bahwa orang Israel yang sudah sangat berdosa berulang-ulangpantas dihukum berulang-ulang. Anak yang hilang itu mesti mendapat hukuman yangsama besar dengan dosa yang sudah ia lakukan. Orang-orang Farisi dan para ahliTaurat menganggap bahwa orang yang berdosa sudah sangat kotor, jadi merekatidak boleh berinteraksi dengan para pendosa itu. Ini semua berbanding terbalikdengan perbuatan Tuhan. Ia maha rahim. Ia justru bergaul dan menyatu denganmereka. Ia mengampuni mereka. Inilah yang dipandang oleh cara berpikir tadisebagai ketidakadilan. Tetapi sebenarnya tindakan kerahiman ini bukan sebagaiperbuatan tidak adil. Suatu perbuatan belas kasih dan kerahiman pada dasarnyamembawa orang berdosa dekat kepada kita dan membantunya untuk bertobat, melaluipengampunan dan bimbingan untuk kembali ke jalan yang benar. Kehendak Tuhansebenarnya bagi mereka ialah supaya tidak ada satu pun dari orang-orang yangberiman hilang dari perhatian-Nya. Bisa jadi salah satunya ialah dari antarakita, teman atau anggota keluarga Anda. Kalau demikian, di dalam masa ini, Andadapat bekerja bersama Tuhan mengembalikan dia dari keadaannya saat ini yangsedang mengilang baik secara fisik maupun secara rohani. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan maha kuasa, buatlah kami sadar dan rindu,bahwa kembali kepada-Mu adalah yang terbaik, dan hidup dalam Dikau adalahtujuan utama hidup kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENERIMA PENYEMBAHANDiambil dari: Matius 14:33 “Dan orang-orang yang ada di perahu itu menyembah Dia, katanya: ‘Sesungguhnya Engkau Anak Allah.'”Wonder Kids, di dalam Alkitab, kata “menyembah” berarti memberikan hormat dan pujian kepada Allah. Hanya Allah yang layak disembah. Karena itu, dalam Sepuluh Perintah Allah tertulis bahwa kita tidak boleh menyembah allah lain selain Tuhan saja.Namun, ada sesuatu yang sangat penting tentang Yesus. Ketika orang-orang datang dan menyembah Yesus, Yesus tidak menolak mereka. Misalnya, setelah Yesus berjalan di atas air dan menolong murid-murid-Nya, mereka menyembah Dia. Yesus menerima penyembahan itu. Mengapa Yesus boleh disembah? Karena Yesus bukan hanya manusia. Yesus adalah Anak Allah. Ia adalah Tuhan yang datang ke dunia menjadi manusia.Dalam kitab Wahyu, Yohanes pernah ingin menyembah malaikat, tetapi malaikat itu berkata, “Jangan berbuat demikian!” Malaikat tahu bahwa hanya Allah yang boleh disembah. Tetapi Yesus tidak berkata seperti itu, karena Yesus memang layak disembah.Wonder Kids, karena Yesus adalah Tuhan, kita juga harus menyembah Dia dengan hidup kita. Menyembah Tuhan bukan hanya dengan bernyanyi di gereja, tetapi juga dengan taat kepada firman-Nya, bersikap baik kepada orang lain, dan mengasihi Tuhan setiap hari.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, pikirkan satu cara hari ini untuk menyembah Yesus, misalnya dengan berdoa sungguh-sungguh, membaca Alkitab, atau taat kepada orang tua karena mengasihi Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, Engkau layak disembah. Terima kasih karena Engkau adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan kami. Tolong aku supaya hidupku boleh memuliakan Engkau setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus layak menerima penyembahan kita karena Ia adalah Tuhan. Tuhan Yesus memberkati
Hari-hari ini kita sedang diperhadapkan pada dua pilihan yakni, hidup dalam sistem Kerajaan Allah atau kerajaan dunia? Kita harus memilih, dan tidak bisa berdiri di antara keduanya. Bila kita mau hidup dalam sistem Kerajaan Allah, maka hal ini memiliki arti kita mau dimuridkan di dalam gereja-Nya. Kita mau diajar untuk memiliki pola dan gaya hidup yang sesuai dengan Kerajaan-Nya yakni, memiliki Kasih dan Ketaatan. Mengasihi Kristus berarti kita mau menaati firman-Nya, karena bentuk tertinggi dari kasih adalah penundukan diri pada Sang Raja. “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1 Yohanes 5:4). —Pdt. Rubin Ong, “Kemenangan Besar.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 1 Maret 2026.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Amaria SSpS dari Komunitas Suster SSpS di Paroki Salib Suci Nanzan, Keuskupan Nagoya, Jepang. Kejadian 37: 3-4.12-13a.17b-28; Mazmur tg 105: 16-17.18-19.20-21; Matius 21: 33-43.45-46.CINTA BERBALASBENCI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Cinta BerbalasBenci. Kalimat dari tema ini bukan merupakan ajaran Tuhan bagi kita. Sebaliknyayang diajarkan Tuhan ialah cinta berbalas cinta atau cinta berbuah kebaikan,atau cinta menghasilkan suka cita. Meski bukan ajaran Tuhan, namun kitab sucidan ajaran Tuhan hendak menggambarkan betapa jahat dan buruknya kehidupan jikadikuasai oleh dosa. Iri hati, benci, marah, sombong, kejam, dan kekerasanmerupakan dosa-dosa yang menghancurkan kehidupan. Bacaan-bacaan pada hari ini berkisah tentang perbuatancinta dari orang yang mempunyai kemurahan hati dan kasih kebapaan. Perbuatanitu dibalas dengan kebencian dan kemarahan yang berujung pada kehancuran dankebinasaan. Sasaran kebencian dan kemarahan itu ialah utusan yang membawa pesankasih yang hendak disampaikan atau dibagikan. Yakob mengutus putra terkasihnyaYusuf, yang berarti ia hadir sendiri menjumpai dan melayani anak-anaknya dipadang. Tetapi Yusuf ditangkap, disiksa, lalu dijual. Utusan-utusan tuan kekebun anggur satu per satu dianiaya dan dihancurkan. Utusan terakhir adalahanaknya sendiri yang disiksa dan dibunuh oleh para pekerja dan pelayannya. Di dalam masa Prapaskah ini peringatan tentang cintaberbalas benci bertujuan memperkuatkan kewajiban kita untuk melakukan beberapatindakan. Pertama ialah ketidakmampuan membedakan cinta berbalas cinta daricinta berbalas benci harus dihindari. Mereka yang menyatakan diri berimankepada Tuhan tetapi tidak bisa membedakan itu, lalu sengaja membalas cintadengan kebencian sebenarnya bukan pengikut Kristus. Kedua, sebagai orang-orang beriman ketaatan kita menuntutsupaya kita berpihak pada pilihan untuk melakukan kehendak Tuhan. Terkaitdengan pembedaan tadi, pilihan kita ialah cinta berbalas cinta. Kebaikanberbalas kebaikan. Suka cita berbalas suka cita. Supaya bisa memilih ini,kedekatan dan keintiman kita dengan Tuhan sangat diperlukan, dan bukan sikapdingin, malu, dan menjauh dari Tuhan. Sering berkomunikasi dengan Tuhanmerupakan cara yang paling umum untuk dilakukan. Ketiga, cara cinta berbalas benci adalah pengalaman nyataYesus sendiri dalam berhadapan dengan para musuh-Nya, dan ini diwariskan-Nyakepada kita. Yesus tidak takut dan lari dari gempuran kuat kebencian danancaman. Semakin benci dikobarkan, semakin besar pula cinta yang dilakukan.Banyak perlakukan penuh kekerasan diterima-Nya, semakin banyak kesabaran,keteguhan iman, dan pengampunan yang ditunjukkan sebagai balasnya. Cara iniyang Ia ajarkan kepada kita dan kita dituntut untuk melakukannya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa yang bijaksana, semoga Roh-Mu selalumenerangi budi dan hati kami supaya kami dapat selalu membedakan yang baik dariyang jahat. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENGAMPUNI DOSADiambil dari: Markus 2:5 “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ‘Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.'”Wonder Kids, Yesus sering menyembuhkan orang sakit. Tetapi di dalam kisah orang lumpuh yang diturunkan dari atap rumah, Yesus melakukan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar menyembuhkan tubuh.Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, “Dosamu sudah diampuni.” Mendengar itu, para pemimpin agama menjadi marah. Mereka berpikir, “Siapa Yesus ini sampai bisa mengampuni dosa? Hanya Allah yang bisa mengampuni dosa!” Mereka benar tentang satu hal: hanya Allah yang bisa mengampuni dosa. Dan Yesus mengatakan hal itu karena Ia memang adalah Anak Allah.Lalu Yesus berkata, “Manakah yang lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah dan berjalanlah?” Supaya semua orang tahu bahwa Ia berkuasa mengampuni dosa, Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu juga.Yesus ingin semua orang tahu bahwa Ia bukan hanya bisa menyembuhkan tubuh, tetapi juga bisa menyelamatkan hati manusia dari dosa. Pengampunan itu tidak gratis. Yesus membayarnya dengan nyawa-Nya di kayu salib. Ia menerima hukuman yang seharusnya kita terima karena dosa kita.Wonder Kids, karena Yesus sudah membayar dosa kita, kita bisa datang kepada-Nya, mengaku dosa, dan menerima pengampunan dari Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu sadar sudah berbuat salah, jangan sembunyikan dosamu. Datanglah kepada Tuhan, minta ampun, dan percayalah bahwa Yesus mau mengampunimu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau mengampuni dosaku. Tolong aku supaya berani mengaku dosa dan hidup dalam ketaatan kepada-Mu. Terima kasih karena Engkau sudah mati di kayu salib untukku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Yesus bukan hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga mengampuni dosa kita. Tuhan Yesus memberkati.
Otaliga böcker har skrivits om mordet på Olof Palme. Ungdomsböckerna om händelsen är desto färre. Nu har författaren Åsa Asptjärn skrivit ungdomsromanen Februari 86. Och hoppas på att nå även äldre läsare. Reporter: Lina Kalmteg. Lyssna på alla avsnitt i Sveriges Radios app.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 3 Maret 2026Bacaan: "Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlahı tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:9)Renungan: Suatu hari ada seorang pria yang sedang mengemudikan mobil bermerk Ford. Tidak disangka, mobil Ford yang ia kendarai mogok ditengah jalan. Pria itu pun membuka kap mobilnya dan berusaha untuk mencari penyebab dan memperbaiki kerusakannya. Namun pria itu tidak juga menemukan solusinya. Tidak lama kemudian, datanglah seorang pria tua yang juga mengendarai mobil Ford. Melihat sesama pengendara Ford yang mogok ditengah jalan, pria itu langsung berhenti dan keluar dari mobil untuk membantu pria muda itu. Tanpa memakan waktu banyak, pria itu sukses memperbaiki mobil yang rusak itu. Pria muda itu kemudian berterima kasih dan pria tua itupun memperkenalkan diri katanya, "Saya Henry Ford. Saya yang telah merancang mobil ini." Kehidupan manusia tak ubahnya seperti kisah diatas, di mana sering kali "mobil yang kita kendarai" tiba-tiba saja mogok dan berhenti ditengah jalan karena masalah yang mungkin datang tanpa kita duga sebelumnya. Saat itu mungkin kita merasa jengkel, kecewa, marah, dan sedih karena apa yang kita harapkan ternyata berbeda jauh dengan kenyataan. Kita merasa gagal dan sering kali kita kehilangan pengharapan karena kita menganggap bahwa masalah yang kita hadapi adalah akhir dari segala-galanya. Kita sering lupa bahwa segala problema yang kita alami adalah bagian dari rencana Tuhan yang akan mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Sebenarnya Tuhan selalu menyediakan berkat yang melimpah dibalik semua masalah yang kita hadapi. Dia sanggup mengubah setiap kegagalan dan kesalahan kita menjadi sebuah berkat yang luar biasa dalam hidup kita. Tuhan sudah merancang segala yang baik dalam hidup kita. Dia tahu segala kelemahan dan kegagalan kita. Yang perlu kita lakukan adalah kembali kepada Tuhan. Kita percayakan hidup kita seluruhnya kepada-Nya. Berusahalah dan berdoa, sebab itulah bagian kita. Tuhan akan melakukan bagian-Nya. Tuhan selalu memberikan solusi atas segala masalah kita. Karena itu, jangan takut dan bimbang. Percayalah bahwa Tuhan adalah Bapa yang baik, dia tidak akan menjerumuskan kita. Percayalah bahwa rancangan-Nya selalu sempurna bagi hidup kita, jika kita selalu setia dan menaruh iman serta pengharapan kita kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kupercayakan hidupku pada rencana-Mu yang indah. Apapun yang terjadi, jika itu sesuai dengan kehendak-Mu, maka aku percaya semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod)
Bpk. Andrew S (TB) Yohanes 6: 12Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Det svenska medborgarskapet ska uppvärderas och bli svårare att få. Idag lever ca 800 000 människor i Sverige utan medborgarskap. Vilka bör inkluderas i demokratins vi? Lyssna på alla avsnitt i Sveriges Radios app. Den svenska migrationspolitiken har stramats åt sedan 2016 och nu genomför Tidöpartierna det som de kallar ett paradigmskifte. Det ska ställas högre krav för att bli svensk medborgare, det har blivit svårare för barn att få stanna på grund av anknytning, man ska behöva kvalificera sig för till exempel barnbidrag och sjukersättning, ett kraftigt höjt återvandringsbidrag har införts och det läggs fram förslag på att riva upp permanenta uppehållstillstånd. Vad innebär det att staten gör större skillnad mellan medborgare och andra som bor i Sverige? Och vad är nytt i vårt sätt att tänka på ”vi och dom” i vår demokrati?De förändringar som politiken gör får stora konsekvenser för många som bor i Sverige och som inte är medborgare - cirka åtta procent av befolkningen. De får inte rösta i riksdagsvalet och har därmed begränsat inflytande över beslut som påverkar dem. Är det moraliskt rätt att människor som bott i Sverige i flera år och ofta bidragit till välfärdsstaten inte ska ha något inflytande över de beslut som drabbar dem? Är den bästa lösningen för en fungerande demokrati att fler blir medborgare, alternativt lämnar landet i stället för att bo i Sverige med uppehållstillstånd i flera år? Medverkande: Ludvig Beckman, professor i statsvetenskap vid Stockholms universitet och Andreas Johansson Heinö, förläggare på Timbro och doktor i statsvetenskap.Programledare: Cecilia Strömberg WallinProducent: Marie Liljedahl Veckans tips:Bok:Förödmjukelse: ett återskapat liv - Lea YpiTal: Electric Cord Speech - Abraham Lincoln
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 28 Februari 2026Bacaan: "TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya." (Amsal 15:29)Renungan: Jim Johnson ditugaskan oleh pimpinan sebuah hotel untuk menyelamatkan hotel itu dari "bencana" kebangkrutan. Banyak manager lain telah mencoba dan berjuang tetapi tetap gagal dan sia-sia. Hotel sekarang diambang kehancuran dan kalau ini terjadi, maka banyak karyawan akan kehilangan pekerjaan. Jim Jonhson mencoba cara lain yang belum pernah dibuat oleh manager lain. la pergi ke salah satu bukit di mana dari sana ia bisa melihat hotel itu dengan jelas. la tinggal disana selama kurang lebih 20 menit. Apa yang ia lakukan? la berdoa dan berdoa. Pertama-tama ia mendoakan tamu-tamu hotel, semoga mereka sehat dan ceria, dan tergerak melangkahkan kaki ke hotel itu. Semoga mereka mendapatkan apa yang diinginkan, bukan hanya sarana yang lengkap tetapi sapaan dan sambutan hangat dari para karyawan hotel. Kemudian ia berdoa untuk orang-orang yang tinggal dan berada di sekitar hotel. Mereka yang berbisnis di area itu, juga tidak luput dari doanya. Ia juga berdoa bagi semua penduduk kota. Semoga mereka mendapat rejeki dan hidup layak. Begitulah pekerjaan yang Jim Johnson lakukan tiap malam, ia mendoakan hal yang sama. Lambat laun, suasana hotel mulai bergairah. Tamu-tamu mulai berdatangan. Roda perjalanan hotel itu menampakkan geliat yang sangat terasa. Walau ada harapan, Jim Johnson tidak berhenti berdoa, memohon dan berharap. Akhirnya keadaan hotel kembali pulih dan bahkan melebihi harapan dan perkiraan pimpinan sehingga Jim Johnson menjadi berkat bagi karyawan hotel tersebut. Jika doa satu orang mampu mengembalikan masa depan hotel itu, kita bisa membayangkan bila seluruh penghuni dunia berdoa bagi dunia dan seluruh isinya. Memang secara manusiawi kita kadang sulit mengerti akan masalah dan problema hidup kita. Namun harus selalu kita percaya bahwa Allah lewat cara-Nya yang kadang tak terpahami, tak terduga, tak terselami sanggup menolong kita. Allah mendengar doa-doa kita. Kisah selamatnya hotel itu dari kebangkrutan adalah satu bukti. Banyak manager mencoba cara luar biasa, tetapi tidak membuahkah hasil. Jim Johnson mencoba cara sederhana dan biasa namun "berkuasa" membawa hotel itu ke permukaan kembali. Masihkah kita meragukan kuasa doa itu? Berdoalah jika kita memang merindukan ada jalan. Berdoalah, supaya kita kuat, maka Dia akan menolong kita. Tuhan Yesus memberkati. Dia:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan Roh Doa-Mu, sehingga doaku penuh kuasa untuk memberkati banyak orang. Amin. (Dod).
Hanna är genomblöt och på sämre humör än någonsin efter sitt dramatiska fall. Vår populärkulturreporter om början på slutet för internationella K-pop-grupper? Nya irriterande sociala trender. Fallen vi aldrig glömmer och när Christopher bröt näsan. Lyssna på alla avsnitt i Sveriges Radios app. Programledare: Christopher Garplind & Hanna Hellquist
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 25 Februari 2026Bacaan: "Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku." (Mazmur 31:8) Renungan: Apabila permasalahan datang, kita seperti hendak tenggelam dan hanyut terbawa arus yang deras, bahkan kita seperti ada di dalam bara api yang panas, sehingga kita berusaha keras dengan cara dan kemampuan kita sendiri untuk keluar dari permasalahan itu. Tetapi apa yang kita dapatkan? Kita pusing tujuh keliling, gelisah, tidak dapat tidur, uring-uringan, sulit berkonsentrasi dan akhirnya justru membuat permasalahan menjadi lebih besar. Padahal sesungguhnya, Tuhan siap memberikan pertolongan bila kita segera berlutut dan berdoa memohon hikmat-Nya agar kita dapat menyelesaikan permasalahan kita dengan baik. la berjanji, "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan dan nyala api tidak akan membakar engkau." (Yesaya 43:2). Alangkah indahnya hidup di dalam Tuhan, Tuhan telah berjanji dan hanya Tuhan yang tidak pernah mengingkari janji-Nya. Ia menyediakan segala sesuatu bagi kita anak-anak-Nya yang sangat diperhatikan dan dikasihi-Nya. Hanya saja kita yang sering tidak menyadari dan bahkan tidak mau menyerahkan permasalahan kita kepada-Nya atau pun menagih janji-Nya di dalam doa, karena kita cenderung menggunakan akal kita, pengalaman dan jalan kita sendiri. Kita sibuk ke sana ke mari mencari pertolongan dan jalan keluar. Kita berusaha keras untuk keluar dari masalah, tetapi justru satu hal yang terpenting tidak kita lakukan, yaitu berlutut di dalam doa dan memohon pertolongan-Nya yang ajaib. Apa pun permasalahan yang sedang kita hadapi saat ini, janganlah buru-buru mencari pertolongan dari manusia dulu, mendekatlah kepada Tuhan di dalam doa dan utarakan segala beban, kerinduan serta permohonan kita kepada-Nya. Sebenarnya Tuhan bukan tidak mempedulikan keberadaan kita, tetapi seringkali kitalah yang melupakan Dia. Kita lebih percaya pada kekuatan dan jalan keluar melalui usaha kita sendiri, padahal kita memiliki Tuhan yang berkuasa, peduli serta mempunyai banyak jalan keluar bagi anak-anak-Nya. Masalahnya sekarang, pernahkah kita berdoa dan memohon dengan sungguh kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk terus berjalan bersamaMu, juga pada saat aku menghadapi permasalahan. Aku tahu Engkau adalah tempat perlindungan dan di dalam Engkau ada jalan keluar. Amin. (Dod).
P1:s veckomagasin om Sverige och världen politik, trender och analyser. Lyssna på alla avsnitt i Sveriges Radios app. Ett händelserikt vinter-OS i Italien avslutas idag. Vad händer med en idrottare när strålkastarna slocknat och planet hem har lyft?Efter bråket om granitstenpetningen: Är curlingens tid som gentlemannasport förbi?Två internationella storföretag bojkottar det svenska skogsföretaget SCA. Svenskt skogsbruk har länge utmålats som ett internationellt föredöme, och frågan är vilka konsekvenserna blir av sådana bojkotter.Krönika av Ulrika Knutson, som inspireras av Siri Derkerts antiatomkonst.Panelen om kastrering, elprisstöd och tonårsutvisningar.Krismöten och ny osäkerhet efter tullbeskeden i USA.Drönarna har förändrat allt på slagfältet Ukraina. Vår korrespondent rapporterar från Charkiv.Enskilda, ömmande fallen i media påverkar politiken. Vilken roll spelar journalisternas så kallade case-rapportering?Satir med RadioskugganVenezuelas oljeindustri i stor förändring två månader efter USAs militär-intervention.Kåseri av Augustin Erba, som minns tiden i lumpen.Programledare: Cecilia KhavarProducent: Hansjörg KisselTekniker: Olof Hanson Wallgren
Podden I hjärnan på Louise Epstein utforskar människans hjärna och psyke. Programledare är Louise Epstein och bland gästerna hörs Anders Hansen. Lyssna i Sveriges Radios app, på sverigesradio.se eller i P1. Nya avsnitt kommer varje söndag.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 23 Februari 2026Bacaan: "Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. " (1 Raj 17:6)Renungan: Ada sebuah lagu rohani berjudul "Hitung Berkatmu." Di bait pertama lagu tersebut tertulis "Bila laut hidupmu jadi garang; Hati jadi takut dan iman goncang; Hitunglah berkatmu satu persatu; Ingat cara Tuhan memberkatimu". Menghitung berkat yang pernah kita terima akan melahirkan ucapan syukur atas pemberian-Nya. Dengan mengingat cara Tuhan memberkati kehidupan kita, dapat menguatkan iman dan pengharapan kita, terutama ketika kita mengalami masa-masa sukar terkait kondisi keuangan dalam kehidupan kita. Kita pun dapat meyakini, "Jika dahulu Tuhan memberkati dan menolong, ke depannya Dia juga akan melakukan hal yang sama." Mengingat hal seperti ini jauh lebih baik daripada khawatir, bukan? Bacaan hari ini mengingatkan kita akan cara Allah dalam memelihara Elia, melalui seekor burung gagak yang datang dua kali sehari membawa roti dan daging. Sukar untuk dipahami secara logika, tetapi itulah fakta bahwa Allah sanggup memelihara umat-Nya dengan berbagai macam cara. Bila perlu, Allah akan memakai cara yang tak biasa atau yang belum pernah dialami oleh siapa pun, sama seperti burung gagak dipakai-Nya untuk memberi makan Elia. Mengenai asal dari roti dan daging yang dibawa kepada Elia, biarlah menjadi bagian dari "misteri ilahi" yang tidak perlu kita pikirkan. Mari kita ingat lagi akan masa-masa di mana Allah memelihara kehidupan kita. Mungkin cara Allah tak selalu terlihat spektakuler seperti kisah Elia diberi makan oleh burung gagak. Namun yakinlah bahwa Allah yang mengasihi dan memelihara hidup kita pada masa lalu, akan terus melakukannya sampai seumur hidup kita. Mari hitunglah berkat Allah dan ingat cara Allah memberkati kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap berkat tersebut. Amin. (Dod).
Spädbarn och tonåringar utvisas hänsynslöst ur Sverige – i alla fall om man ska tro svenska migrationsaktivister. Men STÄMMER det verkligen att allt från bebisar till oskyldiga tonåringar nu tvingas ut ur Sverige? Varför är just BARN ett ständigt återkommande tema i vänsterns retorik? Och vad händer med ett samhälle som sätter starka känslor före rationell analys? Dessa frågor tar jag upp i veckans video om “BARNUTVISNINGAR & POPULISM”. STÖTTA MIN VIDEOPRODUKTION: ------------------------------------------------------
Nyheter och fördjupning från Sverige och världen. Lyssna på alla avsnitt i Sveriges Radios app.
“PUASA YANG SEJATI: LEBIH DARI SEKADAR RITUAL” Matius 6:16-17 EKSPOSISI: APA YANG YESUS MAKSUDKAN? APLIKASI: DI TENGAH DUNIA YANG BISING Berpuasa dari media sosial —. Berpuasa dari berita hoaks —Berpuasa dari kata-kata destruktif — PENUTUP: TANTANGAN UNTUK KITA Penyangkalan diri — sebagai respons kasih kepada Kristus yang telah menyangkal diri-Nya sendiri di atas kayu salib.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 21 Februari 2026Bacaan: "Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; ....maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita ke sengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga." (2 Korintus 1:6)Renungan: Dua ekor penguin, yang sedang berpelukan manis di St. Kilda, pinggiran Melbourne, Australia, adalah momen berkesan yang ditangkap oleh fotografer Tobias Baumgaertner pada tahun 2019. Ternyata kedua penguin tersebut sama-sama telah kehilangan pasangan mereka sehingga mereka memutuskan untuk secara rutin bertemu dan saling menghibur dengan menonton gemerlap lampu kota berjam-jam. Foto yang menyentuh hati itu pun dinobatkan sebagai finalis Ocean Photography Awards. Saat hati kita sedang berduka, saat itu pula penghiburan dari Tuhan berlimpah-limpah, sebagaimana yang Paulus alami dalam pelayanan pemberitaan Injilnya yang tak luput dari penderitaan. Daripada tenggelam dalam kesedihan atau keputusasaan hebat, ia memilih untuk tetap dapat memperhatikan jemaat di Korintus, karena ia menyadari bahwa di balik sengsara yang dialaminya, kekuatannya untuk tetap bergiat bagi Tuhan tidak akan habis dengan penghiburan-Nya yang begitu besar. Sering kali kita tidak lagi mempunyai waktu untuk peduli terhadap orang lain karena merasa bahwa masalah kita sehari-hari sudah "menggunung". Sesungguhnya, kalau kita melibatkan Tuhan setiap waktu dalam hidup kita, dalam kesesakan sekalipun Dia dapat memakai kita untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan dan hidup kita pun akan semakin diberkati. Hari ini bukanlah saatnya untuk meratapi penderitaan yang sudah lama mendera kita, melainkan inilah saatnya untuk melupakan yang di belakang untuk melangkah maju bersama Tuhan yang selalu mengasihi kita sehingga "pintu-pintu" berkat-Nya akan terbuka dan kita dapat juga menjadi kesaksian hidup yang dipakai oleh-Nya untuk menuntun orang lain pada jalan-Nya yang penuh damai sejahtera. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk peduli pada penderitaan orang lain walaupun diriku masih mengalami permasalahan. Aku percaya, saat aku peduli pada orang lain, maka kasih karunia-Mu melimpah atasku, sehingga aku pun dapat mendapatkan jalan keluar dari permasalahan yang aku alami saat ini. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 22 Februari 2026Bacaan: "Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." (1 Yohanes 5:14) Renungan: Seseorang pernah berkata demikian tentang jawaban dari sebuah doa, "Masalah terbesar dari doa adalah bagaimana membiarkan doa terus mengalir dan mengizinkan Allah menjawab sesuai dengan cara-Nya." Ada satu kisah yang menarik dari seorang anak, tentang sikap dan ketulusannya di dalam menerima jawaban doa. Hari itu Adi dititipkan oleh mamanya di rumah neneknya, tetapi neneknya pergi bersama teman-temannya sehingga Erny, yaitu tantenya yang harus menjaga Adi. Adi segera mengambil kelerengnya dan bermain bersama beberapa orang temannya, tetapi tiba-tiba ia berlari dan menghampiri Erny yang sedang memasak di dapur. Dengan lugu Adi berkata, "Tante kelereng Adi hilang satu. Tante boleh nggak Adi sekarang berlutut dan meminta Tuhan untuk membantu Adi menemukan kelerang Adi yang hilang itu?" Tanpa pikir panjang, Erny pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. Kemudian Adi berlutut, ia melipat kedua belah tangannya dan berdoa, katanya, "Bapa yang baik, kelereng Adi hilang satu dan Adi mau supaya Engkau membantu Adi untuk menemukannya. Amin Setelah selesai berdoa, Adi segera bangkit dan bermain kembali. Ketika hari telah sore, Erny teringat pada perbuatan Adi tadi. Karena khawatir Adi akan kecewa terhadap Tuhan, maka Erny memanggil dan menanyakan kepada Adi, "Sayang, apakah engkau sudah menemukan kelerengmu yang hilang?" "Belum Tante, tetapi Tuhan telah membuat Adi tidak menginginkan kelereng itu lagi," jawab Adi. Alangkah indahnya sikap dan iman Adi yang begitu tulus dalam menerima jawaban doanya. Banyak orang yang bersungut-sungut dan kecewa kepada Tuhan karena doa mereka tidak dijawab sesuai dengan keinginan hati mereka. Doa bukanlah masalah dijawab atau tidaknya setiap permohonan doa yang kita panjatkan, tetapi doa adalah sikap dan tindakan penyerahan segala masalah hidup kita ke dalam tangan Tuhan. Dijawab atau tidaknya doa-doa kita adalah keputusan mutlak Tuhan. Tidak menjadi soal apakah Tuhan menjawab "Tidak," "Ya," atau "Ya, tetapi tunggu dulu," terhadap permohonan doa yang kita panjatkan. Yang penting adalah kita tetap setia berdoa dan selebihnya adalah bagian Tuhan untuk memutuskan yang terbaik bagi kita, karena Tuhan tahu dengan pasti apa yang menjadi kebutuhan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang selalu khawatir dan memaksakan kehendak dalam doa-doa yang kupanjatkan kapada-Mu. Kini kuserahkan semua pengharapanku hanya pada-Mu, karena Engkau lebih mengetahui kebutuhanku. Amin. (Dod).
Nyheter och fördjupning från Sverige och världen. Lyssna på alla avsnitt i Sveriges Radios app.
Under Covid19-pandemin tog vissa forskare tydliga initiativ. Landets största covidtestning skapades med influgna maskiner, uppskalad personalstyrka och pressade tidsramar. Lyssna på alla avsnitt i Sveriges Radios app. När pandemins första vår 2020 drog in över Sverige saknades storskalig testkapacitet och osäkerheten var stor. På Karolinska Institutet växte ett forskningslabb snabbt till landets största testcenter, drivet av akut behov och ett intensivt omställningsarbete.– Det är bland det häftigaste jag har varit med om. Att stå mitt i stormens öga, säger Jessica Alm, som blev enhetschef för det som under krisen kom att bli Nationellt pandemicenter.Nu jobbar hon som expertkoordinator för laboratorie- och diagnostikberedskap på Centrum för hälsokriser vid Karolinska institutet . Centrum för hälsokriser är en enhet på Karolinska institutet som bildades under pandemin för att ta vara på lärdomar, och utveckla universitet och högskolors roll under hälsokriser.Nya lokaler byggdes upp i rekordfart och avancerad utrustning flögs in när hela världen samtidigt jagade samma maskiner och reagenser. Personalstyrkan expanderade från ett tjugotal forskare till över tvåhundra anställda som arbetade treskift för att möta trycket från tiotusentals inkommande prover.Arbetet präglades av logistiska hinder, manuella lösningar och ständiga justeringar när streckkoder inte gick att läsa, leveranser fastnade i andra länder och provvolymerna ökade snabbare än någon kunnat förutse. Samtidigt krävdes hög precision i varje steg, eftersom varje prov representerade en orolig person som väntade på ett besked.När viruset senare började förändras byggdes diagnostiken om till ett sekvenseringslabb som tog emot tiotusentals prover i veckan för att identifiera nya varianter. Resultatet blev en unik nationell provsamling och en arbetsinsats som visade hur snabbt ett universitet kunde möta ett nationellt behov under extrem press.Reporter: Annika Östmanannika.ostman@sr.seProducent: Lars Broströmlars.brostrom@sr.seTekniker: Victor Bortas-Rydbergvictor.bortas_rydberg@sr.se
Nya dokument ur Epsteinfilerna har orsakat en djup kris för Storbritanniens premiärminister Keir Starmer – trots att han själv aldrig haft kontakt med den ökända sexbrottslingen. I filerna finns nämligen graverande uppgifter om den man Starmer utsåg till USA-ambassadör, Peter Mandelson. Det är såväl foton på Mandelson i kalsonger med en okänd kvinna, som mystiska pengatransaktioner – och information om att Mandelson delat hemliga uppgifter med Epstein under sin tid som minister. Nu är Keir Starmers omdöme djupt ifrågasatt. Kommer han att klara sig ur krisen? Programledare: Elinor Ahlborn. Med Sandra Stiskalo, DN:s korrespondent i Storbritannien.Producent: Måns Mosesson.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 20 Februari 2026Bacaan: Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka." (Keluaran 3:7) Renungan: Seorang warga Perancis yang bernama Charney telah membuat kecewa Napoleon. Oleh karena itu dia dimasukkan ke dalam penjara. Dia merasa telah ditinggalkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang di luar penjara. Dalam kesendirian dan keputusasaannya. Charney mengambil sebuah batu dan menggoreskannya pada dinding selnya dengan tulisan, "Tak seorang pun peduli". Suatu hari sebuah tunas hijau tumbuh menembus lantai penjara di tempat bekas sebuah batu yang telah diambilnya tersebut. Tunas itu menjulur ke arah terang yang masuk melalui jendela kecil di selnya. Setiap hari saat ada kesempatan keluar sel, Charney membawa air untuk menyirami tunas itu. Tunas itu terus bertumbuh dan akhirnya menjadi sebuah tanaman. Beberapa hari kemudian tanaman itu mengeluarkan sebuah kuncup bunga indah berwarna biru. Hari berganti hari, kuncup bunga itu akhirnya mekar dengan sangat indahnya. Di tengah-tengah kesendiriannya, Charney menghayati pertumbuhan tunas itu menjadi sebuah tanaman yang berbunga indah dan kemudian di atas goresan yang pertama, ia menggores dinding itu lagi dengan batu yang sama dengan sebuah tulisan, "Allah peduli". Tulisan itu bukan sekadar tulisan tanpa makna, tetapi Allah benar-benar mempunyai berkat bagi "tahanan itu". Di sel yang lain, seorang tahanan mempunyai anak perempuan yang diizinkan mengunjungi para tahanan. Dia juga menengok ke arah sel di mana Charney ditempatkan. Perempuan ini juga mendengar kasih Charney kepada sebuah tanaman yang tumbuh di selnya. Berita tersebut kemudian disampaikan kepada Ratu Josephine yang terkenal ramah. Ratu berkata, "Seorang yang mengasihi dengan sungguh dan memelihara sebuah bunga tidak akan menjadi seorang yang jahat." Sang Ratu kemudian membujuk Napoleon untuk membebaskan Charney dan Charney pun dibebaskan. Charney membawa bunganya ke rumah dan dengan hati-hati memelihara bunga tersebut. Hal itulah yang mengajarnya untuk percaya kepada Allah dan kepedulianNya terhadap orang lemah. Mungkin saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang berat. Kira sedang mengalami kejatuhan dan kita merasa tidak ada orang yang peduli terhadap kita. Ingatlah bahwa Allah peduli kepada kita. Allah peduli akan pergumulan yang kita alami. Allah yang tidak berubah itu, yang telah mempedulikan umat Israel dalam penderitaan mereka di Mesir, Ia juga akan mempedulikan kita. Belajarlah akan kepedulian Allah terhadap alam semesta. Burung pipit dan bunga bakung pun dipedulikan Allah, masakan Allah tidak mempedulikan kita? Jangan berharap pada manusia, tetapi percayalah kepada Allah dan kepedulian-Nya kepada kita, serta nantikan pertolongan dan berkat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku jika aku kurang percaya kepada-Mu. Sekarang aku bertambah yakin bahwa Engkau peduli terhadap umat-Mu yang mengalami pergumulan berat, termasuk kepadaku. Amin. (Dod).
Pdt. Ferry Felani (TB) 1 Petrus 1 :6-7Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
Nya romanen Karlaplanspraktikan förändrade hans syn på skrivandet men blir kanske hans sista bok. Lyssna på alla avsnitt i Sveriges Radios app. Tidigare har författaren Måns Wadensjö skrivit böcker om områdena Vällingby och Solna. Nu tar han sig an den laddade platsen Karlaplan, på Östermalm i Stockholm – trots att han för några år sedan ansåg att det var meningslöst att skriva.På 400 sidor skildrar ”Karlaplanspraktikan” lägenheter, kullerstensgator, övergångsställen – och ett myller av människor. Med ren medkänsla får läsa om mannen som oroar sig för hur han ska hinna dricka upp sin stora samling champagneflaskor, och kunderna i matbutiken som har ett ostrum med trägolv.Reporter Sara Ek träffade Måns Wadensjö på en bänk vid Karlaplan, för att prata om platsen som författaren romantiserar och känner sorg över.
Var det ett nytt europeiskt självförtroende som tog plats på scen på säkerhetskonferensen i München? Och hur glad är Orbán över ryggdunk från Rubio? Lyssna på alla avsnitt i Sveriges Radios app. USA klarar sig inte utan oss, var ett av budskapen från europeiska ledare på plats i München när den årliga säkerhetskonferensen gick av stapeln i helgen. Den transatlantiska länken är inte på något sätt lagad och Natos kris är inte över. Men är det en ny europeisk Trump-strategi vi såg glimten av på det bayerska lyxhotellet? En viral grimas från Kaja Kallas kanske också var en del av det. Efter säkerhetskonferensen åkte USA:s utrikesminister Marco Rubio vidare till Ungern och Slovakien. I Budapest fick premiärminister Orbán både ryggdunk och amerikanska löften om fördjupat samarbete. Vad betyder stödet från Trump-administrationen för Orbán och Fidész med bara två månader kvar till det ungerska valet i april? Och är EU:s bästa och snabbaste väg framåt nu ett fördjupat samarbete mellan ett mindre antal länder? I Bryssel diskuteras idén alltmer flitigt. Medverkande: Andreas Liljeheden, Brysselkorresponent. Daniel Alling, internationell korrespondent. Katarina von Arndt, Tysklandskorrespondent.Programledare: Catarina Spåre GustafssonProducent: Therese RosenvingeResearch: Oskar SellströmTekniker: Jakob Gustavsson
Moiya and Nya talk about the accomplishments of Dr. Mercedes Ri chards, a binary star researcher who loved the arts, traveled the world, and spoke multiple languages.GuestNya Abernathy is a writer and worldbuilder. Stay up to date on her work at nyasabernathy.com.MessagesWatch and follow THAT'S A LOT, please! Watch on YouTube, Instagram, and TiktokBecome a star and join the patreon at patreon.com/palebluepod!Go supernova and support Pale Blue Pod on PayPal Listen to Wow if True every other WednesdayFind Us OnlineWebsite: palebluepod.comPatreon: patreon.com/palebluepodTwitter: twitter.com/PaleBluePodInstagram: instagram.com/palebluepodCreditsHost Dr. Moiya McTier. @GoAstroMo, Website: moiyamctier.comHost Connie Gibbs. @constar24Editor Mischa Stanton. Twitter: @mischaetc, Website: mischastanton.comCover artist Shae McMullin. Twitter: @thereshaegoes, Website: shaemcmullin.comTheme musician Evan Johnston. Website: evanjohnstonmusic.comAbout UsPale Blue Pod is an astronomy podcast for people who are overwhelmed by the universe but want to be its friend. Astrophysicist Dr. Moiya McTier and her best friend ConStar demystify space one topic at a time with open eyes, open arms, and open mouths (from so much laughing and jaw-dropping). By the end of each episode, the cosmos will feel a little less “ahhh too scary” and a lot more “ohhh, so cool!” New episodes every Monday.Pale Blue Pod is a member of the Multitude Collective.See Privacy Policy at https://art19.com/privacy and California Privacy Notice at https://art19.com/privacy#do-not-sell-my-info.
Friskare äldre och bättre behandlingar gör att fler överlever sjukdomar som tidigare var en dödsdom trots ökande övervikt och diabetes. Lyssna på alla avsnitt i Sveriges Radios app. Trots en global mediebild fylld av kriser visar utvecklingen något helt annat när hälsodata granskas över tid. Fler människor överlever idag sjukdomar som tidigare innebar en säker död, som cancer, stroke och hjärtinfarkt. Äldre generationer blir både friskare och mer robusta, vilket syns i såväl fysisk funktion som i kognitiva tester. Långsiktiga förändringar i arbetsmiljö, kostvanor och medicinska behandlingsmetoder har haft avgörande betydelse. Samtidigt syns tydliga trender i världen där satsningar på vaccinationer, sanitet och primärvård drastiskt minskat den tidiga dödligheten och gett en snabbt stigande medellivslängd.Utvecklingen är dock inte utan utmaningar. Övervikt och diabetes ökar i alla åldersgrupper och i många länder. När fler lever längre förändras även sjukdomsbördan, och icke‑smittsamma sjukdomar blir vanligare. Nya läkemedel kan komma att påverka framtida utvecklingskurvor, men tillgången är fortfarande begränsad. Den samlade bilden visar en värld där hälsan förbättras kraftigt, samtidigt som livsstilsförändringar formar en ny karta över risker och möjligheter. Det är en utveckling som förändrar synen på åldrande, välfärd och global hälsa – och som fortsätter att överraska.Reporter: Gustaf Klaringustaf.klarin@sr.seProducent: Lars Broströmlars.brostrom@sr.se
In this episode of Gangland Wire, Gary Jenkins sits down with author Craig McGuire to discuss his gripping book, Empire City Under Siege, a deep dive into three decades of FBI manhunts, mob wars, and organized-crime investigations in New York City. Craig explains how the project grew out of his collaboration with retired FBI agent Anthony John Nelson, whose career spanned the most violent and chaotic years of New York's Mafia history. From Nelson's early days as a radio dispatcher in 1969 to his transition into undercover and frontline investigative work, the book captures the gritty reality of law enforcement during the 1970s and 1980s. We explore how Nelson's career mirrored the evolution of organized crime and law-enforcement tactics, including the rise of undercover stings, inter-agency cooperation, and the increasing role of technology. Craig highlights the close working relationship between Nelson and NYPD detective Kenny McCabe, whose deep knowledge of Mafia families and quiet professionalism led to major breakthroughs against organized crime. He tells how these two investigators wathced and uncovered the Gambino Family Roy DeMeo crew under Paul Castellano and Nino Gaggi. Throughout the conversation, Craig shares vivid, often humorous slice-of-life stories from the book—tense undercover moments, dangerous confrontations, and the emotional toll of living a double life. These anecdotes reveal not only the danger of the job but also the camaraderie and resilience that sustained agents and detectives working in the shadows. The episode closes with a reminder that Empire City Under Siege is as much about honoring unsung law-enforcement professionals as it is about mob history. Craig encourages listeners to support true-crime storytelling that preserves these firsthand accounts before they're lost to time. Hit me up on Venmo for a cup of coffee or a shot and a beer @ganglandwire Click here to “buy me a cup of coffee” Subscribe to the website for weekly notifications about updates and other Mob information. To go to the store or make a donation or rent Ballot Theft: Burglary, Murder, Coverup, click here To rent ‘Brothers against Brothers’ or ‘Gangland Wire,’ the documentaries click here. To purchase one of my books, click here. 0:02 Welcome Back to Gangland Wire 2:14 The Journey to Anthony John Nelson 4:46 The Life and Work of Law Enforcement 15:00 Inside Anthony Nelson’s Early Career 26:49 The Dynamic Duo: Nelson and McCabe 30:16 Tales from the Underworld 35:55 The Tragedy of Everett Hatcher 39:12 The High-Stakes World of Undercover Work 40:56 Closing Thoughts and Inspirations transcript [0:00] Hey, all you wiretappers. Good to be back here in studio of Gangland Wire. I say the same thing every time. I hope it doesn’t bore you too much, but I am back here in the Gangland Wire studio. And I have today an author who interviewed and wrote a book with an FBI agent named Anthony John Nelson, who was one of the premier FBI agents in New York City that was working the mob. And even more interesting about him to me was he formed a partnership with a local copper named Kenny McCabe, who you may know the name. I had read the name before several times as I started researching this and looking at the book, but he was a mob buster supreme and Agent Nelson really formed a dynamic duo. But first, let’s start talking to Craig, your book, Empire City Under Seize, Three Decades of New York FBI Field Office Manhunts, Murders and Mafia Wars. How did you get involved with Anthony John Nelson? [0:55] Hi, Gary. Thanks for having me on your show. Big fan. Appreciate the opportunity. Very interesting and winding path that led me to Anthony’s doorstep. I also previously wrote another book, Carmine and the 13th Avenue Boys, which was about an enforcer in the Colombo family during the Third Colombo War. And I was introduced to Carmine Imbriali through Thomas Dades. Tommy Dades, he’s a famous retired NYPD detective. So after the success of that book, Tommy introduced me to another member of law enforcement. I started to work on a project that sort of fell apart. And one of the sort of consultants, friends that I met with during that was Anthony Nelson. And then one day as that, due to my own fumbling, as that project was falling apart, I had a delightful breakfast with Anthony and his wonderful wife, Sydney, Cindy, one Sunday morning. And Anthony’s pulling out all these clips of all these investigations and all these Jerry Capiche gangland clips. And it was just fascinating. And so I started to realize that there’s something here because I’m also a true crime fan and I remember many of these cases. [2:08] So it took a while to get Anthony to agree to write a book. He’s not one for the spotlight. He’s really your sort of quintessential G-man, modern G-man. It’s also somewhat of a throwback. But he eventually was interested in doing a book if we didn’t just shine the spotlight on him. Gary, you should know the original, the working title of the book was In the Company of Courage. And that’s really the theme that Anthony wanted to bring forth. You’ll notice throughout the book, there are some vignettes and some biographical information about many of the members of law enforcement that I interviewed, but then we also covered and who are no longer with us. It was my privilege to write this book sharing Anthony’s amazing history, 30 years at the FBI and then several years at the Brooklyn District Attorney’s Office as an investigator. And just like one of the themes is just to really shed some light on the valuable work that members of law enforcement, including you, sir. Thank you for your service. And we think too often these days, members of law enforcement are maligned and there’s a negative light cast on them. It’s the most difficult job in the world. And we just want to make sure that we’re shining some light on that valuable work that the thousands of members of men and women in law enforcement do every day protecting us. [3:24] I appreciate that. I’ll tell you what, all the way from the rookie on the street making those domestic violence calls and party armed calls and armed robbery alarms calls that are, there’s nothing there the first five times you go. And then all of a sudden there’s a guy running out with a gun all the way up to the homicide detectives. And even the people that handle the budget, they all paid their dues out on the streets and organized crime investigators, of course, and narcotics. I really appreciate that. It’s a thankless job for the most part. Once in a while, you get a little thanks, but not much. As we used to say, it was fun. I can’t believe they pay us to do this. [4:01] Gary, it’s like you’re repeating some of the lines of Frank Pergola to Al King, just like that. And that’s key, that thankless piece. I remember interviewing Frank Pergola, just famous New York City detective, worked on Son of Sam. He also worked on solving 79 homicides related to the Gambinos and the DeMeo family. And he echoed those same sentiments. While you’re investigating a case, it’s the victims’ families and the victims, their nerves are so fraught. It’s such a stressful situation. And the members of law enforcement bear the brunt of a lot of that frustration. [4:41] And too often, there’s no thank you at the end. And it’s not that they want to thank you. It’s just that they want the sort of closure, not even the recognition, just some sort of realization that they did a great job. And it’s unfortunate that they don’t, that doesn’t happen as often as it should. I appreciate it. Let’s talk about Anthony Nelson. He sounds like a very interesting character. Talk a little bit about what you learned from him about his early career. And I want to tell you something, that recalcitrance, I believe that’s the word, $25 word if I’ve ever heard one. His refusal to really make himself a hero or the center of attention. That’s pretty common among cops and FBI agents. I’ve noticed we’ve got, I’ve got a good friend here in Kansas City, wrote a book about the mafia in Kansas City called Mopsers in Our Mist, but he refused to put himself into the book. He had a publishing company that wanted him to do it and was going to pay him to do it, but it had to have him as a hero. He said, we have to have a hero in this book. He says, I won’t do it. So that Mr. Nelson, Agent Nelson, that’s not that uncommon. So tell us a little more about some of his early cases. [5:49] Anthony Nelson, interestingly enough, his career trajectory and really his life tracks with the latter half of the last century. And a lot of the technological evolution, the rise of organized crime post-prohibition, these themes of urbanization, radicalization that came out from the starting in the middle of the century. But really heating up as a young Anthony Nelson joins the FBI in 1969, really mostly in administrative roles, radio dispatcher first, eventually he’s an electronics technician. So I’m sure, Gary, you can reflect on, and some of this will resonate with you, just how archaic some of the technology was. Oh my God, yeah. Yeah. Back then, we have some fantastic anecdotes and stories in the book, but just also like, for example, when you’re responding to a hostage crisis and you don’t have a cell phone, you don’t have minimal communications and talking about, you better make sure you have a pocket full of dimes and knocking on a neighbor’s door because time is of the essence and to establish contact. So just some of this great, really interesting material there. Eventually, Anthony was sworn in as an agent in 1976, and he entered the FBI Academy at Quantico, graduated in 77. [7:13] And interestingly enough, Anthony reflects like some of his fellow graduates, perhaps were not as keen on going to New York, one of the larger field offices, perhaps wanting to cut their teeth at a smaller office, but he obviously wanted to go home. So he was, and he jumped right into the fray, really assigned to hijacking. And he was an undercover operative in Red Hook during the 1970s, like the really gritty. And from the stories and from the various folks I interviewed, this really was gritty New York back then with the economy failing, crime on the rise. [7:48] Gary, you look, I heard an interesting stat last week where you had, there was almost a record setting that New York City had not reported a homicide for a record 12 consecutive days. And that had not happened in decades. So when Anthony joined the FBI, they were recording five homicides in New York City. And also during the 70s, you also had this, when you talk about radicalization, with 3,000 bombings nationwide, corruption was rampant. You had credit card fraud was just kicking off. You had widespread bread or auto theft and hijacking. Again, at the street level, Anthony was the front for a Gambino-affiliated warehouse where he had first right of refusal, where some of the hijackers would bring in the loads. And he was doing this on an undercover basis. So he jumped right in. They set him up in a warehouse and he was buying like a sting, what we called a sting operation. He was buying stolen property. They thought he was a fence. [8:50] Yeah, they started doing that in the 70s. They hadn’t really done, nobody had done that before in the 70s. ATF kind of started sting operates throughout the United States. We had one here, but they started doing that. And that was a new thing that these guys hadn’t seen before. So interesting. He was that big, blurly guy up front said, hey, yeah, bring that stuff on. Exactly. If you look on the cover, there are three images on the cover, and one of them is following one of the busts afterwards where they tracked down the hijacked goods. I believe it was in New Jersey. So you could get the sense of the volume. Now, think about it like this. So he’s in Red Hook in the mid-70s. This was actually where he was born. So when Anthony was born in 49, and if you think about Red Hook in the early 50s, this was just a decade removed from Al Capone as a leg-breaking bouncer along the saloons on the waterfront. And this was on the waterfront, Red Hook eventually moved to Park Slope. [9:49] And this was where Crazy Joe Gallo was prompted, started a mob war. And this was when any anthony is coming of age back then and most of his friends is gravitating so to these gangster types in the neighborhood these wise guys but this was a time pre-9-1-1 emergency response system so the only way to report or get help was to call the switchboard call the hospital directly call the fire department directly so you had the rise of the b cop where it wasn’t just the police they were integral part of the community and there’s this really provocative story Anthony tells the first time he saw a death up close and personal, an acquaintance of his had an overdose. And the beat cops really did a sincere effort to try to save him. And this really resonated with the young Anthony and he gravitated towards law enforcement. And then a little bit, a while later as a teenager, they’re having these promotional videos, these promotional sort of documentary style shows on television. And Anthony sees it, and he’s enamored by it, especially when they say this is the hardest job in America. So he’s challenged, and he’s a go-getter. So he writes a letter to J. Edgar Hoover, and Hoover writes him back. [11:03] So it’s a signed letter, and now Anthony laughs about it. He says it was probably a form letter with a rubber stamp, but it really had an amazing impact. And this is at the time when, you know, in the 50s, you really had J. Edgar really embrace the media. And he actually consulted on the other famous, the FBI television show, several movies, the rise of the G-Man archetype. So Anthony was fully on board. [11:28] Interesting. Of course, J. Edgar Hoover wanted to make sure the FBI looked good. Yes, exactly. Which he did. And they were good. They had a really high standards to get in. They had to be a lawyer or accountant or some extra educated kind of a deal. And so they always think, though, that they took these guys who had never been even a street policeman of any kind and they throw them right into the DPN many times. But that’s the way it was. They did have that higher level of recruit because of that. So, Anthony, was he a lawyer or accountant when he came in? Did he get in after they relaxed that? Oh, that’s spot on. I’m glad you brought that up. So now here’s a challenge. So Anthony needs that equalizer, correct? So if you’re a CPA, obviously a former member of the military, if you’re a successful detective or a local police force, one of these type of extra credentials. [12:20] Anthony’s specialty was technology. Now, when you think of technology… Not the ubiquitous nature of technology nowadays, where you have this massive processing power in your phone, and you don’t really have to be a technologist to be able to use the power of it. This is back in the 1960s. But he always had an affinity for technology. And he was able to, when he, one of the other requirements was as he had to hit the minimum age requirement, he had to work for a certain amount of time, he was able to get a job at the FBI. So he was an electronics technician before he became an agent. [12:59] And he had all of the, and back then this was, it was groundbreaking, the level of technology. And he has some funny story, odd, like man on the street stories about, I’m sure you remember Radio Shack when there was a Radio Shack on every other corner, ham radio enthusiasts. And it was cat and mouse. It was, they had the members of organized crime had the police scanners. And they were able to, if they had the right scanner, they had the right frequency. They were able to pick on the bugs planted really close to them. And he tells some really funny stories about one time there was a member of organized crime. They’re staking out, I believe it was the cotillion on 18th Avenue. And then I believe he’s sitting outside with Kenny McCabe. And then one of this member of organized crime, he’s waving a scanner inside and he’s taunting them saying, look, I know what you’re doing. And so it was that granularity of cat and mouse. [13:55] Rudimentary kind of stuff. Yeah. We had a guy that was wearing what we called a kelk kit. It was a wire and he was in this joint and they had the scanner and so but they had to scan her next door at this club And all of a sudden, a bunch of guys came running and there’s somebody in here wearing a wire. And my friend’s guy, the guy I worked with, Bobby, he’s going, oh, shit. And so he just fades into the background. And everybody except one guy had a suit on. Nobody had a suit on except this one guy. So they focused on this one guy that had a suit on and went after him and started trying to pat him down and everything. Bobby just slipped out the front door. So amazing. I mean, you know, Anthony has a bunch of those slice of life stories. I also interviewed a translator from the FBI to get a sort of a different perspective. [14:42] It’s different. Like the agents a little bit more, they’re tougher. They’re a tougher breed. They go through the training. Some of the administrative professionals, like the translators. So this one translator, it’s a pretty harrowing experience because remember the such the insular nature of the neighborhoods and how everyone is always [14:59] looking for someone out of place. So she actually got a real estate license and poses a realtor be able to rent apartments and then she spoke multiple dialects and then just to have to listen in and to decipher not only the code but also the dialects and put it together when you have agents on the line because remember you have an undercover agent if they get discovered more often than not the members of organized crime are going to think they’re members of another crew so you’re dead either they’re an informant if they think they’re an informant you’re dead if they think you’re an agent yeah just turn away from you say okay we don’t deal with this guy anymore if you think you’re informant or somebody another crew or something trying to worm their way in then yeah you’re dead exactly so interviewing maria for this you get that sense from someone who’s not in like not an agent to get true how truly harrowing and dangerous this type of activity was and how emboldened organized crime was until really the late 90s. And back then, it truly was death defying. [16:02] Oh, yeah, it was. They had so many things wired in the court system and in politically in the late 70s and early 80s and all these big cities. No big city was immune from that kind of thing. So they had all kinds of sources. They even had some clerks in the FBI and they definitely had all the court. The courthouses were just wired. And I don’t mean wired, but they had people in places and all those things. So it was death to find that you got into these working undercover. Ever. Hey, you want to laugh? I don’t want to give away all the stories, but there was a great story. I remember Anthony saying, they set up a surveillance post in an apartment and they brought in all the equipment while they were, then they got the court orders and the surveillance post actually got ripped off twice. So while they try, like after hours, someone’s going, yeah, ripping off all the FBI equipment. So you have this extra level of, so that gives you like, It really was Wild West then. Really? [17:00] So now he gets into organized crime pretty quick, into that squad and working organized crime pretty quick. I imagine they put him in undercover like that because of his accent, his ability to fit in the neighborhood. I would think he would have a little bit of trouble maybe running into somebody that remembered him from the old days. Did he have any problem with that? I spot on, Gary. I tell you, this was he. So he’s operating in Red Hook and actually throughout the next several years, he’s periodically flying down to Florida as a front for New York orchestrated drug deals. So he’s going down to Florida to negotiate multi-kilo drug deals on behalf of organized crime. But at the same time, he’s an agent. He eventually rose to be supervisory special agent. He’s managing multiple squads. So there did come an inflection point where it became too dangerous for him to continue to operate as an undercover while conducting other types of investigations. [18:02] Interestingly enough they opened up a resident agency office the ras are in the major field offices in the fbi they have these they’re called ras i’m sure you’re familiar these like mini offices with the office and they’ll focus on certain areas of crime more geographically based so they opened up the brooklyn queens ra and that really focuses heavily on organized crime but also hijacking because you had the, especially with the airport over there and a lot of the concentrations of, especially in South Brooklyn, going into Queens. So he worked there. Also the airport. Also the mass, you have this massive network of VA facilities. You have the forts. So you need these other RA offices. So you have a base of operations to be able to investigate. But Anthony has such a wide extent of case history, everything from airline attacks to art theft heists to kidnappings, manhunts, fugitives. There was Calvin Klein, the famous designer, when his daughter was kidnapped by the babysitter, it did do it. Anthony was investigating that. So it’s just, and while he has this heavy concentration in organized crime. I mentioned that. What’s this deal with? He investigated a robbery, a bank robbery that was a little bit like the dog day afternoon robbery, a standoff. What was that? [19:30] This was actually, it was the dog day afternoon robbery. They based a dog day afternoon on this. Exactly. What you had, and this was before Anthony was when he was still in his administrative role. So he had a communications position. So he was responsible for gathering all the intel and the communications and sharing it with the case, the special agents on site. So what you had was like, he’s with the play by play of this really provocative hostage. It was a bank robbery that quickly turned into a hostage crisis. And then, so throughout this whole, and the way it eventually resolved was the perpetrators insisted on a particular agent. I apologize. It slips my mind, but he’s a real famous agent. So he has to drive them to JFK airport where they’re supposed to have a flight ready to fly them out of the country. And what happens is they secrete a gun into the car and he winds up shooting the bank robbers to death. And there were so many different layers to this bank robbery. It eventually became the movie. And a funny story aside, the movie, while they’re filming the movie, Anthony’s at his friend’s house in downtown Brooklyn. It may have been Park Slope. And they’re calling for extras. His friends run in and say, hey, they’re filming a movie about this bank robbery that happened on Avenue U. You want to be an extra? And he said, nah, no thanks. The real thing was enough for me. [20:55] I’ll tell you what, it wasn’t for a New York City organized crime and New York City crime. Al Pacino wouldn’t have had a career. That’s the truth. [21:05] Now, let’s start. Let’s go back into organized crime. Now, we’ve talked about this detective, Kenny McCabe, who was really well known, was famous. And during the time they worked together and they were working with the Brooklyn District Attorney’s Office. Is that correct? Were both of them working for it? Was he at the FBI and Kenny was with the Brooklyn DA’s office? [21:26] When you think about thematically, in the company of courage, Kenny McCabe was really close. This was a career-long, lifelong, from when they met, relationship, professional relationship that became a deep friendship between two pretty similar members of law enforcement. [21:46] Kenny McCabe had a long career in the NYPD as organized crime investigator before he joined the Southern District Attorney’s Office as an investigator. So the way they first crossed paths was while Anthony was working a hijacking investigation. So he gets a tip from one of his CIs that there’s some hijacked stolen goods are in a vehicle parked in a certain location. So he goes to stake it out. Like they don’t want to seize the goods. They want to find out, they want to uncover who the hijackers are and investigate the conspiracy. So then while he’s there, he sees a sort of a familiar face staking it out as well. Then he goes to the, he goes to the NYA, a detective Nev Nevins later. And he asks about this guy. And so this detective introduces him to Kenny McCabe and right away strike up with his interesting chemistry. And they’re like, you know what? Let’s jointly investigate this. So they wind up foiling the hijacking. But what starts is like this amazing friendship. And I’ll tell you, the interesting thing about Kenny McCabe is almost universally, he’s held in the highest regard as perhaps law enforcement’s greatest weapon in dismantling organized crime in the latter half of the 20th century. For example, I interviewed George Terra, famous undercover detective who eventually went to the Brooklyn District Attorney’s Office. [23:12] And he had a great way. I hope I don’t mangle. Kenny knew all the wise guys and they all knew Kenny. And when I say he knew all the wise guys, he knew their shoe sizes. He knew who they partnered with on bank jobs years ago. So he knew who their siblings were, who their cousins were, who they were married to, who their girlfriends were, what clubs they frequented. For example, during the fatical hearings, where they would do sentencing, often the defense attorneys would want the prosecutors to reveal who their CIs are for due process, for a sense of fairness. And they refused to do that, obviously, for safety reasons, and they want to compromise ongoing investigations. So in dozens, perhaps so many of these cases, they were bringing Kenny McCabe. He was known as the unofficial photographer of organized crime. [24:07] For example, I think it was 2003, he was the first one who revealed a new edict that new initiates into Cosa Nostra had to have both a mother and a father who were Italian. Oh, yeah. I remember that. Yeah. He was also, he revealed that when the Bonanno family renamed itself as Messino, he was the one who revealed that. And then when Messino went to prison for murder, his successor, Vinnie Bassiano, Vinnie gorgeous. When he was on trial, that trial was postponed because so many of law enforcement leaders had to attend Kenny McCabe’s funeral, unfortunately, when he passed. So this is such a fascinating thing. Now, why you don’t hear more about Kenny McCabe, and I interviewed his son, Kenny McCabe Jr. Duke, is like Kenny McCabe like really issued the media spotlight. He would not, he wasn’t interested in grabbing the microphone. So you have almost no media on Kenny McCabe. If you do a Google search for him, I believe the only thing I ever found was a picture in his uniform as an early career police officer. [25:19] So it’s really hard to even do a documentary style treatment without having any media because B-roll is just going to get you so far. So really what Duke has been doing over the last two decades or more is really consolidating all of these as much material as he can. And I think eventually when he does put out a book, this thing’s going to explode. It’s going to be like true Hollywood treatment. But now going back to the mid-70s, so these two guys hook up. You have the FBI agent and you have the police detective. [25:49] Craig, what you always hear is that the FBI is suspicious and doesn’t trust local authorities. And local policemen hate the FBI because they always grab all the glory and take everything, run with it. And they’re left out. And I didn’t have that experience myself. They’ve got the case. They’ve got the laws. We don’t locally, county and statewide, you don’t have the proper laws to investigate organized crime. Yes, sir. But the feds do. So that’s how it works. This really blows that myth up that the local police and the FBI never worked together and hated each other. [26:25] I’m so glad you brought that up because this was very important to Anthony. He has so many lifelong friends in the NYPD, and I’ve interviewed several of them. And just this sincerity comes across, the camaraderie. In any walk of life, in any profession, you’re always going to have rivalries and conflict, whether healthy conflict or negative conflict. [26:46] Even more, you’re going to find that in law enforcement because the stakes are so high. But it’s a disservice to… And what we want to do is sort of dispel the myth that there was no cooperation. Why there were very well-publicized conflicts between agencies prosecuting certain cases. This was the time where technology was really enabling collaboration. Remember, and you had a time, if you had to investigate a serial crime, you had to go from jurisdiction to jurisdiction and you had to interview investigators. You had to comb through written records to piece this together. So it really was not conducive for collaboration. [27:22] So what you saw was the rise of, and then you had these investigative tools and these legal tools like RICO, while they were still trying to figure out and to build. So now you had the litigious tools where you could build conspiracies and prosecute them. So this sort of helped ferment this sort of collaborative interagency, which eventually led to these joint task force that were very successful. What I really love is this microcosm of Anthony Nelson and Kenny McCain. Now, Anthony Nelson was issued a Plymouth Grand Fury with the full police interceptor kit. If you’re familiar with that make and model, no automobile ever created screams cop-mobile like the Grand Fury. And so what you had was after hours, Anthony and Kenny would join up and they would go prowling the underworld with the Grand Fury on purpose. They wanted to be as conspicuous as possible. to the point where they would park in bus stops across the street from these social clubs. And when I say social clubs, they were… [28:29] Everywhere. There were dozens of them all over Brooklyn and Queens. And these are cafe, social clubs, bars, restaurants with heavy OC presence, blatantly conducting their business. So you have these two, Anthony’s always driving. Kenny’s always riding shotgun with his camera. I assume it was some sort of 35 millimeter hanging out the side, taking down names, license plates. Just a great story. You had Paul Castellano in front of Veterans and Friends on 86th Street when he had Dominic Montiglio start that social club so he could have more of a presence in Brooklyn on the street so that he actually crosses the street and he goes to Kenny and Anthony. And he’s saying, guys, you don’t have to sit out here. You could come down to Ponte Vecchio in Bay Ridge. I have a table there anytime you want to talk to me. So it’s that level of bravado. But pretty soon it changed. Once more of this intel started to build these real meaningful cases, Castellana put an edict, don’t talk to these two, don’t be photographed. What came out of that was an amazing partnership where they gathered so much intelligence and Anthony is very. [29:46] Quick to have me point out, give more credit to the investigators, to the agents, to the detectives. They gathered a lot of the intelligence to help with these investigations, but you had so many frontline folks that are doing a lot of the legwork, that are doing the investigations, making the arrests, that are crawling under the hoods. So it’s pretty inspiring. But then you also had some really good, and I don’t want to share all the stories [30:12] in the book. There’s a great story of Kenny and Anthony. They go into Rosal’s restaurant because they see this. [30:21] There may have been a warrant out on this member of law enforcement. So they had cause. So they go in and there’s actually some sort of family event going on. And they’re playing the theme song of The Godfather. As they go in and then they have to go into the back room to get this member of organized crime who’s hiding. So it’s these kind of really slice of life kind of stories that just jump out, jump out of the book. Really? I see, as I mentioned, they had some kind of a run-in with Roy DeMeo at the Gemini. You remember that story? Can you tell that one? Yeah, there’s, so Kenny and Anthony, throughout the hijacking investigations. [30:59] Were, they were among the first to really learn of this mysterious Roy. And his rise. And then also Nino. Remember Nino Gadgi was the Gambino Capo who took over Castellano’s crew, Brooklyn crew, when he was elevated. And then Roy DeMeo was really this larger than life maniac serial killer who formed the Gemini crew, which was a gang of murderers really on the Gemini Lounge in Flatlands, which is really close to Anthony’s house. And Kenny’s not too far. Didn’t they have a big stolen car operation also? Did they get into that at all? Yes. Stolen cars, chop shops. Remember, this is when you had the introduction of the tag job, where it was relatively easy to take the vehicle identification numbers off a junked auto and then just replace them with the stolen auto, and then you’re automatically making that legitimate. And then, so they’re doing this wholesale operation where they’re actually got to the point where they’re shipping hundreds, if not thousands of these tag jobs overseas. So it was at scale, a massive operation. Roy DeMay was a major earner. He was such an unbalanced, very savvy business for the underworld, business professional, but he was also a homicidal maniac. [32:22] Some say they could be upwards of a hundred to 200 crimes. Frank Pergola alone investigated and So 79 of these crimes associated with this crew. And it got to the point where, and he had a heavy sideline in drugs, which was punishable by death in the Gambino family, especially under Castellano. So then what you had was all these investigations and all this intelligence that, and then with this collaboration between the FBI and NYPD. Oh, wow. It is quite a crew. I’m just looking back over here at some of the other things in there in that crew in that. You had one instance where there was a sentencing hearing and of a drug dealer, I believe, a member of organized crime. And Kenny McCabe is offering testimony to make sure that the proper sentencing is given because a lot of times these guys are deceptive. [33:16] And he mentions DeMeo’s name. So DeMeo in a panic. So then maybe a couple of nights later, they’re parked in front of veterans and friends. And DeMeo comes racing across 86th Street. Now, 86th Street is like a four-lane thoroughfare. It’s almost like, oh, I grew up in the air a few blocks away. So he’s running through traffic. And then he’s weaving in and out. And he’s screaming at Kenny McCabe, what are you trying to kill me? Putting my name into a drug case? They’re going to kill me. And so it’s that kind of intimate exchanges that they have with, with these key members of organized crime of the era. [33:52] Wow. That’s, that’s crazy. I see that they worked to murder that DEA agent, Everett Hatcher, that was a low level mob associate that got involved in that. And then supposedly the mob put out the word, but you gotta, we gotta give this guy up. But you remember that story? Now, this is another instance where I remember this case. And I remember afterwards when they killed Gus Faraci. So what you had was, again, and this is very upsetting because you had DEA agent Everett Hatchard, who is a friend of Anthony’s. To the point where just prior to his assassination, they were attending a social event together with their children. And he would also, they would run into each other from time to time. They developed a really beyond like camaraderie, like real friendship. So then, so Hatcher has, there’s an undercover sting. So there’s Gus Faraci, who’s, I believe he was associated with the Lucchese’s, with Chile. [34:55] So he gets set up on the West Shore. And so he’s told to go to the West Shore Expressway. Now, if you’ve ever been on that end of Staten Island, that whips out heading towards the outer bridge. This really is the end of the earth. This is where you have those large industrial like water and oil tankers and there’s not really good lighting and all this. It’s just like a real gritty. So he loses his surveillance tail and they eventually, he’s gunned down while in his vehicle. So then Anthony gets the call to respond on site to investigate the murder. He doesn’t know exactly who it is until he opens up the door and he sees it’s his friend. And this is the first assassination of a DEA agent. It was just such a provocative case. And the aftermath of that was, again, like Gus Faraci, who was, he was a murderer. He was a drug dealer, but he did not know. He set him up. He thought he was a member of organized crime. [35:53] He was just another drug dealer. He did not realize he was a DEA agent. And then all hell broke loose. And you had just the all five families until they eventually produced Gus Faraci, set him up, and then he was gunned down in Brooklyn. [36:06] Case closed, huh? Exactly. Yeah. And as we were saying before, I don’t remember it was before I started recording or after that. When you’re working undercover, that’s the worst thing is they think that you’re an informant or a member of another crew and you’re liable to get killed. At one say, I had a sergeant one time. He said, if you get under suspicion when you’re like hanging out in some of these bars and stuff, just show them you’re the cops. Just get your badge out right away because everything just, all right, they just walk away then. It’s a immensely dangerous thing to maintain your cover. Yes, sir. Anthony was always good at that because tall gentleman has the right sort of Italian-American complexion. He’s passable at Italian. So with some of these folks, especially from Italy that come over, he could carry a conversation. He’s not fluent. [36:56] And he just walks in and talks in. It’s a different… George Terror was a fantastic undercover detective. And you talk to some of these undercovers, it’s like you have to be… There’s sort of this misperception that the organized crime members are like these thugs and flunkies. These are very intelligent, super suspicious, addled individuals that are able to pick up on signals really easy because they live on the edge. So you really can’t fake it, the slightest thing. And again, they’ll think that their first inclination is not that you’re a member of law enforcement. Their first inclination is that you’re a member of a rival crew that’s looking to kill me looks at looking to rip me off so i’m going to kill you first it’s just it’s just a wild and imagine that’s your day job oh man i know they could just and i’ve picked this up on people there’s just a look when you’re lying there’s just a look that just before you catch it quick but there’s a look of panic that then you get it back these guys can pick up that kind of stuff just so quickly any kind of a different body language they’re so good with that. [38:02] And he’s also, he has to be able to say just enough to establish his connection and credibility without saying too much that’s going to trip him up. And that’s like being able to walk that line. He tells, again, I hate giving away all these stories because I want readers to buy the book, but he has this fantastic story when he’s on an undercover buy and he’s, I don’t know if it’s Florida, if it’s Miami or it’s Fort Lauderdale and he has to go into a whole, like the drugs are in one location and he’s in that with the drug deals in one location and he’s in this location and, but he knows the money’s not going to come. [38:42] So he has to walk into this hotel room with all these cartel drug guys who are off balance, knowing that he’s got to figure out, how do I get out of this room without getting killed? And once I walk out, will the timing be right that I could drop to the floor right when the responding FBI agents, again, these are FBI agents from a different [39:08] field office that he perhaps doesn’t have intimate working. knowledge of. I got to trust that these guys got my back and they’re not distracted. So I can’t even imagine having to live with that stress. No, I can’t either. All right. I’ll tell you what, the book, guys, is Empire City Under Siege, the three decades of New York FBI field office man hunts, murders, and mafia wars by Craig McGuire with former retired FBI agent Anthony John Nelson. I pulled as many stories as I could out of the book from him. You’re going to have to get the book to get to the rest of. And believe me, I’m looking at my notes here and the stuff they sent me. And there are a ton of great stories in there, guys. You want to get this book. [39:50] I also want to say there’s something special going on at Wild Blue Press. My publisher specializes in true crime. And it’s just, they’re so nurturing and supportive of writers. Just fantastic facilities and promotions. And they just help us get it right. That’s the most important thing, Anthony, accuracy. So if there’s anything wrong in the book, that’s totally on me. It’s really hard to put one of these together, especially decades removed. But then I’m just thankful for the support of nature of Wild Blue and Anthony and all the remarkable members of law enforcement like yourself, sir. Thank you for your service. And Anthony, and I’m just so inspired. I just have to say, they’re like a different breed. And you folks don’t realize how exciting. Because there are so many stories like Anthony would come up with and he would say, do you think readers would be interested in this story? And I fall out of my chair like, oh my God, this could be a whole chapter. So it was as a true crime fan myself of this material, it’s just, it was a wild ride and I enjoyed it. [40:56] Great. Thanks a lot for coming on the show, Craig. Thanks, Gary. You’re the best.