POPULARITY
Categories
Kita bisa membagi masalah menjadi dua jenis: (1) yang dilempar duit (throw in money) selesai, dan (2) yang dikasih duit banyak juga masih jadi masalah.
Pembawa Renungan: Ria Angelia Wibisono - Jakarta Pengantar Renungan: Kalvin Laia - Gunungsitoli Sound Editing: Aris Kurniyawan - Jakarta Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Mat 7:1-5.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 21 Juni 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik baru. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus. Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan. Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah setiap kebaikan yang sedang aku rencanakan maupun yang akan aku lakukan, sehingga semua nya itu aku lakukan dengan tulus hati tanpa ada rencana yang tidak baik di baliknya. Amin. (Dod).
KATA PEMRED #43PinterPolitik.comTiga hari lagi, pada 22 Juni 2026, dapur-dapur itu akan padam serentak. Bukan karena gagal, melainkan karena dijadwalkan. Selama 18 hari libur sekolah, 27.820 dapur Makan Bergizi Gratis berhenti memasak, dan negara mencatatnya sebagai penghematan: 3 triliun 4 miliar 560 juta rupiah dari insentif yang tidak jadi dibayar. Di atas kertas, ini efisiensi yang rapi. Di atas meja makan jutaan anak, ini nampan yang tidak akan datang selama hampir tiga minggu.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Nama Baik YesusDiambil dari: Amsal 22:1 “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”Wonder Kids, coba bayangkan ada cap stempel yang ditekan ke kertas. Kalau cap itu bagus, gambarnya akan terlihat jelas dan rapi. Tetapi kalau capnya rusak, hasilnya juga jadi jelek. Nah, hidup seseorang juga seperti itu. Apa yang ia lakukan terus-menerus akan meninggalkan “jejak” tentang siapa dia sebenarnya. Itulah yang disebut reputasi atau nama baik.Nama baik tidak dibangun dalam satu hari. Nama baik dibentuk lewat banyak pilihan kecil: berkata jujur, menepati janji, bersikap baik, tidak curang, dan melakukan yang benar berulang kali. Tetapi nama baik juga bisa rusak karena satu pilihan yang salah. Karena itu, firman Tuhan berkata bahwa nama baik itu sangat berharga.Kalau kita memikirkan Yesus, kita melihat Pribadi yang tidak pernah mempunyai reputasi buruk karena dosa. Yesus sempurna. Semua yang Yesus lakukan selalu benar, penuh kasih, penuh hikmat, dan suci. Memang ada orang-orang yang menolak Yesus dan berbicara jahat tentang Dia. Tetapi itu bukan karena Yesus berbuat salah. Itu karena hati mereka tidak mau menerima kebenaran. Yesus tetap menunjukkan lewat hidup-Nya bahwa Ia adalah Pribadi yang kudus dan dapat dipercaya.Bahkan saat banyak orang salah paham tentang Yesus, Yesus tidak membalas dengan dosa. Ia tetap mengasihi, tetap mengajar kebenaran, dan tetap melakukan kehendak Bapa. Dari hidup Yesus, kita belajar bahwa nama baik yang sejati bukan dibangun dengan pura-pura terlihat baik di depan orang, tetapi dengan hidup yang sungguh benar di hadapan Tuhan.Wonder Kids, ini penting juga untuk hidup kita. Tuhan mau kita punya nama baik. Bukan supaya kita dipuji orang, tetapi supaya hidup kita menunjukkan bahwa kita milik Tuhan. Saat kamu jujur, bertanggung jawab, tidak suka bohong, tidak curang, dan baik kepada orang lain, kamu sedang membangun nama baik yang menyenangkan hati Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu kebiasaan kecil yang bisa membantumu punya nama baik, misalnya berkata jujur, menepati janji, atau mengakui kesalahan. Lalu lakukan itu hari ini dengan sungguh-sungguh.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu benar, suci, dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya hidupku juga menunjukkan kejujuran, kebaikan, dan kesetiaan, sehingga aku boleh memiliki nama baik yang memuliakan Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: nama baik dibangun lewat banyak pilihan kecil yang benar, dan Yesus adalah teladan sempurna bagi hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 18 Juni 2026Bacaan: Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya." (Yesaya 26:3)Renungan: Hidup adalah sekumpulan pilihan. Banyak alasan untuk membuat kita tertawa, tapi banyak orang memilih untuk kecewa. Banyak hal yang seharusnya membuat kita tersenyum, tapi banyak orang justru memilih untuk bersedih. Banyak hal yang seharusnya kita abaikan, tapi banyak orang justru mempersoalkan. Banyak hal yang seharusnya mudah dan sederhana untuk dijalani, tapi banyak orang memilih untuk ribet dan mempersulitnya. Banyak hal yang seharusnya kita syukuri, tapi banyak orang memilih untuk mengeluhkan hal-hal yang tidak ia miliki. Jika kita mau merenungkan lebih dalam, sesungguhnya hidup kita penuh dengan kebahagiaan, sayangnya kita tidak menyadarinya. Sebagai gantinya, kita justru memandang bahwa hidup kita seolah-olah hanya berisi penderitaan dan masalah saja. Lupa bahwa di dalam penderitaan sekalipun, kita bisa menemukan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan. Pilihlah yang baik, bukan yang buruk. Pilihlah yang mendatangkan sukacita, bukan yang mengundang kecemasan. Pilihlah untuk berbahagia, bukan takut dan khawatir. Semuanya itu mungkin terjadi kalau kita bisa menguasai hati. Menguasai hati untuk terus bersyukur, dan bukan iri karena membandingkan diri dengan orang lain. Bukankah berkat tidak selalu urusan materi? Di saat jiwa kita tenang dan hati kita damai, bukankah itu kebahagiaan yang jauh lebih berharga daripada sekadar kekayaan dan materi saja? Itulah sebabnya untuk bahagia tidak selalu berarti harus memiliki segalanya, melainkan bersyukur untuk semuanya. Seperti halnya sebuah kalimat bijak berkata, "Bukan karena bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi karena kita bersyukur maka kita jadi bahagia." Jika kita mengerti rahasia kehidupan ini, tidak ada alasan untuk kita melupakan segala kebaikan dan kasih karunia Tuhan yang telah kita terima. Bahkan, di saat kita mengalami masa-masa yang paling sulit sekalipun, kita akan tetap merasakan ketenangan di dalam Tuhan. Di tengah badai kita merasakan damai! Apakah kita ketenangan jiwa seperti ini terjadi dalam hidup kita? Marilah kita ubah cara pandang kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan, bahkan di masa-masa sulit pun aku rindu Engkau hadir untuk memberi ketenangan padaku. Amin. (Dod).
Manusia punya banyak hal yang tidak dimiliki oleh AI. So jangan takut sama hasil survey, kembangkan kemampuan leadership yang innate di dalam diri.Untuk pelatihan AI for Leaders dan Leadership for Everybody, silahkan hubungi inspirasi@pasarmentor.id@husinw
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menggabungkan Sejarah dan ImanDiambil dari: Kolose 2:6–7 “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”Wonder Kids, selama ini kita sudah belajar banyak hal tentang Yesus. Kita belajar bahwa Yesus sungguh hidup dalam sejarah. Ada banyak bukti, banyak catatan, dan banyak kesaksian yang menolong kita melihat bahwa Yesus bukan tokoh dongeng. Tetapi apakah cukup hanya tahu fakta tentang Yesus? Belum.Coba bayangkan begini. Kamu bisa tahu banyak fakta tentang seseorang. Kamu tahu namanya, pekerjaannya, tempat tinggalnya, bahkan hal-hal yang pernah dia lakukan. Tetapi mengenal seseorang dengan sungguh-sungguh lebih dari sekadar tahu fakta. Ada hubungan, ada kepercayaan, ada kasih. Begitu juga dengan Yesus. Kita memang perlu tahu bahwa Yesus sungguh nyata dalam sejarah. Tetapi Tuhan juga mau kita lebih dari itu, yaitu percaya kepada-Nya dan hidup di dalam Dia.Firman Tuhan dalam Kolose 2:6–7 berkata bahwa karena kita sudah menerima Kristus Yesus, kita harus hidup tetap di dalam Dia, berakar di dalam Dia, dan makin teguh dalam iman. Artinya, iman Kristen bukan hanya percaya di kepala, tetapi juga hidup yang melekat kepada Yesus. Kita bukan hanya berkata, “Ya, Yesus itu nyata,” tetapi juga, “Ya, Yesus adalah Tuhanku, dan aku mau mengikut Dia.”Jadi sejarah dan iman tidak bertentangan. Fakta-fakta tentang Yesus menolong kita melihat bahwa iman kita punya dasar yang benar. Tetapi sesudah itu, kita dipanggil untuk datang kepada Yesus secara pribadi. Bukan hanya mengagumi bukti-buktinya, tetapi sungguh percaya kepada-Nya, mengasihi-Nya, dan taat kepada-Nya.Wonder Kids, mungkin ada anak yang tahu banyak cerita Alkitab tetapi belum sungguh hidup dekat dengan Yesus. Hari ini Tuhan mengingatkan kita: jangan berhenti hanya pada tahu. Datanglah kepada Yesus. Berakar di dalam Dia. Bangun hidupmu di atas Dia. Dan saat kamu hidup dekat dengan Yesus, hatimu akan penuh syukur.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau. Aku mau sungguh percaya, mengasihi, dan hidup dekat dengan Engkau.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh nyata dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak berhenti hanya pada mengetahui fakta tentang Engkau, tetapi sungguh hidup di dalam Engkau, berakar dalam iman, dan mengasihi-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengetahui bahwa Yesus itu nyata itu penting, tetapi yang lebih penting adalah percaya kepada-Nya dan hidup tetap di dalam Dia. Tuhan Yesus memberkati.
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A - Kuburan Bukan Tempat Mencari BERKAH! - Ustadz Ammi Nur Baits., ST, B.A
Ustadz Abdullah Zaen M.A - Hati Bukan Gudang - Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A
Kamu mungkin pernah penasaran soal gimana caranya dan pengaturan aksesibilitas bekerja di sebuah game dan gimana caranya beberapa game-game bisa menang penghargaan di kategori Innovation in Accessibility di The Game Awards?Episode ini kita dan temen-temen A11yID bakal ngobrol bareng bahas semuanya tentang aksesibilitas dalam video game dan bagaimana pengaturan berikut bisa membuat banyak orang bisa menikmati bermain game?Timestamps:00:00 - Pembukaan & Intro Tamu dari A11yID/Suarise 03:00 - Apa Itu Accessibility Gaming? Kenalan Dulu 06:00 - FC26 & Accessibility Features di Game Sport 09:00 - Nostalgia: Just Dance, DDR, & Gaming Bareng Teman 12:00 - Subtitle: Fitur Accessibility yang Semua Orang Pakai 15:00 - Text-to-Speech, Vibration, & Audio Cues di Fortnite 18:00 - Motion Sickness & High Contrast Mode di FC26 21:00 - PSVR & Motion Sickness: Cerita Pribadi 24:00 - Warna di Game: Kenapa Perubahan Itu Penting 27:00 - Kompleksitas Fitur Accessibility di Game 30:00 - Audio Cues di Racing Game: Belokan Kiri vs Kanan 33:00 - Visual Cues: Indikator Rem & Lampu Lalu Lintas 36:00 - Difficulty Options: Story Mode & Player Choice 39:00 - Nilai Game Bukan Cuma dari Cerita 42:00 - Game Accessibility Guidelines dari ISA 45:00 - Steam Accessibility Tags: Cara Cari Game 48:00 - AADG: Event Fokus di Game yang Inclusive 51:00 - Having Fun Bareng: Mabar Tanpa Pretensi 54:00 - Developer & Modding Community untuk Accessibility 57:00 - Event: FGD + Talk Show 13 Juni & Puncak 20 Juni 60:00 - KAI Esport Center: Lokasi & Grand Opening 63:00 - Challenge Activities & Awareness untuk Developer Lokal 66:00 - Penutup & Reminder Event 20 JuniWebsite dan Sosial Media A11yID dan Suarisehttps://suarise.com/ | https://suarise.com/a11yid/ | https://x.com/suariseid | https://www.instagram.com/suariseid
Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A - Bisnis Bukan Sekedar Untung Rugi Tapi Surga Neraka Ustadz DR. Erwandi Tarmizi, Ma
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Saatnya Berperan Bukan Baperan
Bagi sebagian jemaah haji Indonesia, berkunjung ke Sumur Ghars bukan sekadar wisata sejarah. Tempat ini menjadi ruang untuk mengenang kehidupan Rasulullah SAW dan merasakan kedekatan dengan perjalanan dakwah Rasulullah di Kota Madinah. (BEH/MCH2026)
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Juni 2026Bacaan: "..... janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana....." (Roma 12:16)Renungan: Ketika kita bercita-cita menjadi seorang penulis, ada dua hal yang harus kita lakukan. Pertama, kita harus banyak menulis. Kedua, kita harus banyak membaca. Ya, penulis harus banyak membaca, seperti juga musisi harus banyak mendengarkan musik, sineas harus banyak menonton film, barista harus suka minum kopi, dst. Pertanyaannya, buku apa yang harus dibaca agar kita bisa menjadi penulis yang baik? Seorang penulis memberi nasihat cukup unik, la menyarankan membaca dua jenis buku: buku yang benar-benar bagus dan buku yang benar-benar jelek. Membaca buku yang sangat bagus tentu agar kita terinspirasi dan bisa membuat tulisan yang makin berkualitas. Bagaimana dengan membaca buku yang sangat jelek? Menurut penulis itu, buku yang sangat jelek juga bisa membuat kita termotivasi. "Jika tulisan sejelek itu saja ada yang mau menerbitkan, tulisan kita pasti bisa diterbitkan juga." Ada benarnya juga. Nyatanya, kita sering kali takut, bahkan putus asa karena yang kita lihat saat baru memulai sesuatu hanyalah orang-orang yang sudah ada di level sangat tinggi. Kita berhenti menulis karena tidak bisa menulis sebaik peraih Nobel Sastra. Kita berhenti menjadi musisi karena minder melihat keahlian para musisi kelas nasional bahkan internasional. Kita putus asa karena usaha yang kita rintis tidak kunjung sebesar perusahaan top. Maka, ada kalanya kita perlu juga melihat kepada hal-hal yang lebih "membumi". Bukan berarti menurunkan standar atau tak punya cita-cita tinggi. Kadang kita memang harus melihat ke atas, tapi penting juga untuk bisa melihat ke samping atau ke bawah. Keseimbangan seperti ini perlu supaya kita tidak jatuh menjadi hidup sekadar mengejar ambisi yang tak pernah habis-habisnya. Melihat ke hal-hal yang di bawah atau di sekitar, juga membuat kita bisa lebih bersyukur daripada hanya mengeluh karena kondisi kita tidak seperti orang lain. Kepada jemaat di Roma, Paulus dua kali mengingatkan mereka untuk tidak hanya memikirkan hal-hal yang tinggi (Rm. 12:3, 16), tapi mengarahkan pikiran ke hal sederhana agar tetap rendah hati. Tak ada yang salah dengan memiliki cita-cita besar, tapi jangan sampai kita lalu menjadi tak menghargai hal-hal kecil dan sederhana, karena itupun adalah berkat Tuhan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas hal-hal besar dan kecil dalam hidupku karena semua itu adalah berkat-Mu yang Kau berikan untukku. Amin. (Dod).
Ketika menuntut di sebuah institusi kerajaan di pinggir Kuala Lumpur, Bob sering mendengar cerita tentang sebatang pokok besar yang dikatakan mempunyai sejarah misteri. Namun segalanya berubah apabila dia mendengar kisah lama daripada seorang bilal masjid, sebelum tersedar bahawa lelaki yang ditemuinya itu sebenarnya telah lama meninggal dunia. Pada malam yang sama, Bob dan rakannya terlihat seorang gadis yang mereka kenali berjalan berhampiran pokok tersebut. Tetapi semakin lama mereka memerhati, semakin jelas bahawa gadis itu mungkin bukan Melati yang sebenar. Apakah rahsia yang tersembunyi di sebalik pokok besar itu, dan siapakah sebenarnya yang mereka temui pada malam tersebut?See omnystudio.com/listener for privacy information.
Ustadz Abdullah Zaen M.A - Ramadhan Garis Start, Bukan Finish - Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A
Bismillah,KETERBATASAN BUKAN HALANGAN UNTUK BERQURBAN | Kisah Shahibul Qurban
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Yesus Hanya Pembuat Keajaiban? Diambil dari: Lukas 11:20 “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”Wonder Kids, pada zaman dahulu memang ada orang-orang yang dianggap bisa melakukan hal-hal aneh atau luar biasa. Karena itu, ada orang yang mencoba berkata bahwa Yesus mungkin hanya seperti salah satu dari mereka. Tetapi kalau kita melihat lebih teliti, Yesus sama sekali tidak sama.Mengapa? Karena mujizat-mujizat Yesus berbeda. Yesus bukan hanya melakukan hal yang mengagumkan. Yesus menyembuhkan orang buta, orang lumpuh, orang sakit kusta, orang tuli, bahkan membangkitkan orang mati. Ia juga mengusir setan dengan kuasa Allah. Dan semua itu tidak dilakukan seperti tukang sulap atau orang yang mau pamer. Yesus melakukan semuanya dengan kuasa, otoritas, dan tujuan yang jelas.Yang paling penting, Yesus tidak pernah berkata bahwa kuasa itu berasal dari diri-Nya sebagai manusia biasa yang hebat. Yesus menunjukkan bahwa Ia datang dari Allah dan bahwa Kerajaan Allah sedang hadir melalui diri-Nya. Jadi mujizat Yesus bukan pertunjukan. Mujizat Yesus adalah tanda yang menunjukkan siapa Dia sebenarnya.Bayangkan, Wonder Kids, kalau ada orang yang bisa melakukan hal luar biasa, tetapi semua yang ia katakan tentang dirinya juga terbukti benar, itu berarti kita harus sungguh-sungguh memperhatikan dia. Nah, Yesus bukan hanya membuat orang kagum. Ia menyatakan bahwa Dia diutus oleh Bapa, bahwa kuasa Allah bekerja melalui-Nya, dan bahwa manusia harus percaya kepada-Nya.Jadi, Yesus bukan sekadar “pembuat keajaiban.” Yesus adalah Anak Allah yang berkuasa. Mujizat-mujizat-Nya menunjukkan bahwa Dia benar-benar Tuhan yang datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan kuasa jahat.Wonder Kids, kadang-kadang orang bisa tertarik kepada Yesus hanya karena hal-hal luar biasa yang Dia lakukan. Tetapi Tuhan mau kita lebih dari itu. Tuhan mau kita percaya kepada siapa Yesus sebenarnya. Bukan hanya kagum pada kuasa-Nya, tetapi juga tunduk kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya kagum kepada-Mu. Aku mau sungguh percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau penuh kuasa dan Engkau datang dari Allah. Tolong aku supaya tidak hanya kagum pada mujizat-Mu, tetapi sungguh percaya dan taat kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan sekadar pembuat keajaiban, tetapi Anak Allah yang penuh kuasa dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apa Itu Naturalisme? Diambil dari: Lukas 18:27 “Kata Yesus: ‘Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu cara berpikir yang disebut naturalisme. Naturalisme adalah cara berpikir yang mengatakan bahwa semua hal harus dijelaskan hanya dengan apa yang biasa terjadi di dunia ini. Jadi, kalau ada sesuatu yang ajaib atau mujizat, orang yang berpikir seperti ini akan langsung berkata, “Itu tidak mungkin,” karena mereka tidak mau percaya bahwa Tuhan bisa bertindak di luar hal-hal biasa.Coba bayangkan begini. Kalau sebuah pohon tumbang saat ada angin besar, itu hal yang biasa terjadi. Tetapi kalau Tuhan melakukan sesuatu yang ajaib, seperti menyembuhkan orang sakit dengan kuasa-Nya, orang yang berpikir secara naturalisme akan langsung menolak kemungkinan itu. Bukan karena mereka sudah memeriksa semuanya dengan jujur, tetapi karena sejak awal mereka sudah memutuskan bahwa mujizat tidak mungkin ada.Nah, di situlah masalahnya, Wonder Kids. Kalau seseorang dari awal sudah menutup pintu bagi kuasa Tuhan, maka ia tidak akan mau menerima apa pun yang menunjukkan bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib. Padahal Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan adalah Pencipta langit dan bumi. Kalau Tuhan bisa menciptakan semuanya, tentu Tuhan juga sanggup melakukan hal yang mustahil bagi manusia.Firman Tuhan dalam Lukas 18:27 berkata, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” Itu berarti kita tidak boleh membatasi Tuhan hanya pada apa yang biasa kita lihat setiap hari. Tuhan memang sering bekerja melalui hal-hal biasa, tetapi Tuhan juga sanggup melakukan hal-hal luar biasa menurut kehendak-Nya.Wonder Kids, ini tidak berarti kita harus percaya sembarang cerita aneh. Kita tetap perlu belajar dengan bijak dan hati-hati. Tetapi kita juga tidak boleh sombong seolah-olah Tuhan tidak mungkin melakukan mujizat. Anak Tuhan percaya bahwa Allah itu besar, berkuasa, dan tidak terbatas oleh pikiran manusia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu menghadapi sesuatu yang terasa sulit atau mustahil, katakan dalam doamu, “Tuhan, bagi manusia ini sulit, tetapi bagi-Mu tidak ada yang mustahil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang mahakuasa. Tolong aku supaya tidak membatasi Engkau dengan pikiranku yang kecil, tetapi percaya bahwa Engkau sanggup melakukan apa yang mustahil bagi manusia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: manusia punya batas, tetapi Tuhan tidak. Apa yang mustahil bagi manusia tetap mungkin bagi Allah. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Bukan Dongeng Diambil dari: 1 Petrus 2:24 “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”Wonder Kids, kamu pasti tahu bahwa ada banyak cerita yang sebenarnya tidak sungguh terjadi. Misalnya tokoh-tokoh dongeng atau cerita yang dibuat untuk menghibur. Cerita-cerita itu bisa menarik, lucu, atau seru, tetapi tetap saja itu hanya cerita.Kadang-kadang ada orang yang berpikir bahwa Yesus juga seperti itu, seolah-olah hanya tokoh dalam cerita lama. Tetapi itu tidak benar. Yesus bukan dongeng. Yesus sungguh hidup di dunia ini. Yesus sungguh datang ke dalam sejarah manusia. Dan yang lebih penting lagi, Yesus sungguh mati di kayu salib dan bangkit untuk menyelamatkan manusia berdosa.Memang ada banyak tradisi dan cerita yang tersebar di dunia ini. Beberapa tradisi mungkin bermula dari sedikit kisah lalu berubah menjadi cerita yang dicampur dengan hal-hal lain. Tetapi berita tentang Yesus berbeda. Berita tentang Yesus bukan hanya diwariskan sebagai cerita, melainkan diteguhkan oleh firman Tuhan, oleh para saksi, dan oleh banyak bukti sejarah. Karena itu, kita tidak percaya kepada Yesus seperti percaya pada dongeng. Kita percaya kepada Yesus yang sungguh nyata.Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:24 mengingatkan bahwa Yesus benar-benar memikul dosa kita di tubuh-Nya di kayu salib. Itu bukan pura-pura. Itu bukan simbol saja. Itu sungguh terjadi. Yesus benar-benar menderita karena kasih-Nya kepada kita. Ia mati supaya kita yang berdosa bisa diampuni dan hidup bagi Tuhan.Wonder Kids, ini penting sekali. Kalau Yesus hanya dongeng, maka tidak ada keselamatan yang sejati. Tetapi karena Yesus sungguh hidup, sungguh mati, dan sungguh bangkit, maka kita punya pengharapan yang nyata. Kita punya Juruselamat yang benar-benar mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan dongeng, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan mengasihiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh nyata. Terima kasih karena Engkau mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh dongeng, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup, sungguh mati bagimu, dan sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Prabowo Subianto punya kebiasaan yang tak bisa diabaikan: ia kerap menyebut angka-angka spesifik dalam pidatonya. Terbaru, ia meresmikan 1.061 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Nganjuk dan menyinggung angka 8 (dari 1+0+6+1) — simbol kesinambungan (continuity). “Delapan itu garisnya tidak pernah putus,” ujarnya. Bukan kebetulan: Prabowo adalah Presiden RI ke-8, dan angka 8 sudah menjadi jangkarnya sejak bergabung di Sandi 81. Lalu, apa makna di balik kepemimpinan yang percaya angka keberuntungan?
Puluhan gerai Alfamart dan Indomaret di Lombok Tengah sempat ditutup pemerintah daerah, alasannya terkait dengan perizinan dan tata aturan ruang.
Ekonom Yanuar Rizky mempertanyakan efektivitas pembentukan mekanisme perdagangan satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) untuk mengatasi dugaan praktik under invoicing dan transfer pricing dalam ekspor komoditas Indonesia. Menurut Yanuar, pemerintah selama ini sebenarnya telah memiliki sistem pengawasan terintegrasi melalui National Single Window (NSW) dan Lembaga National Single Window (LNSW). Karena itu, persoalan yang perlu dijawab bukan sekadar membangun struktur baru, melainkan memastikan sistem yang ada berjalan efektif.“Kalau memang ada selisih data karena transfer pricing atau under-invoicing, ya tegakkan hukum saja. Ini sebenarnya persoalan tata kelola. Nggak usah ribut-ribut, buktikan dan tindak kalau memang ada pelanggaran,” kata Yanuar dalam wawancara di Radio Elshinta Selasa (2/6/2026). Ia menjelaskan, konsep satu pintu bukanlah hal baru. Pada era Presiden Joko Widodo, pemerintah telah membangun NSW sebagai sistem integrasi pelaporan dan pengawasan ekspor-impor. Karena itu, menurutnya, perlu dijelaskan apa perbedaan mendasar antara sistem yang sudah ada dengan model yang kini akan dijalankan melalui DSI.Yanuar menilai DSI bukan sekadar berfungsi sebagai pintu pelaporan, tetapi juga akan berperan sebagai perantara perdagangan yang berada di antara eksportir dan pembeli luar negeri. “Kalau yang sekarang mau dilakukan, trader-nya menjadi DSI. Jadi semua eksportir seolah diarahkan melalui satu perusahaan trader, yaitu DSI. Nanti DSI yang berhubungan dengan trader luar negeri atau pembeli langsung,” ujarnya.Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan pemerintah memilih memotong rantai perdagangan karena merasa kesulitan memperbaiki sistem pengawasan, pelacakan transaksi, dan kerja sama pertukaran data dengan negara tujuan ekspor. “Pemerintah seolah melihat dirinya tidak mampu memperbaiki sistem tracking, pelaporan, maupun kerja sama pengawasan dengan negara tujuan. Akhirnya arus perdagangan dipotong dan negara ditempatkan di tengah sebagai trader,” kritik Yanuar.Meski mengakui praktik mencari keuntungan sebesar-besarnya merupakan karakter alami dunia usaha, Yanuar mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh membangun kebijakan berdasarkan asumsi bahwa seluruh eksportir melakukan pelanggaran. Ia menegaskan bahwa akar persoalan under-invoicing bukan terletak pada kurangnya lembaga baru, melainkan pada lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran yang sudah teridentifikasi. “Kalau pemerintah mengatakan ada under-invoicing atau transfer pricing, ya lakukan pemeriksaan yang kredibel, penyidikan yang kredibel, dan tunjukkan alat bukti yang kredibel. Yang dibutuhkan dunia usaha adalah kepastian hukum, bukan kecurigaan yang terus-menerus,” tegasnya. Yanuar menilai komitmen memperbaiki tata kelola perdagangan memang penting. Namun, menurutnya, keberhasilan pemberantasan under-invoicing akan lebih ditentukan oleh kualitas pengawasan dan penegakan hukum dibandingkan pembentukan lembaga atau skema baru dalam perdagangan ekspor.=========================
Support the show: https://www.suria.my/See omnystudio.com/listener for privacy information.
Halo Kawan Muda!Podcast UMMFM balik lagi nemenin harimu dengan obrolan yang relate banget sama isi kepala banyak orang akhir-akhir ini
Bukan kebetulan Tuhan memberikan Roh-Nya yang Kudus pada hari raya Pentakosta. Hari dimana pemeluk agama Yahudi berkumpul untuk merayakan berkat dan kehadiran-Nya, dipakai Tuhan untuk mengaruniakan Roh-Nya dari Surga. Apakah kuasa Roh Yang Kudus itu diberikan kepada setiap orang yang berkumpul saat itu? Atau, kepada siapakah Roh itu diberikan? Sudahkah saudara menerima penyertaan Roh Kudus?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 24 Mei 2026.Kirim pesan
Bismillah,Haji Bukan Cuma Mimpi, Mulai Action!Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Pendek dari Kajian Tematik“Keajaiban Ibadah Haji”
Tamu #QNAMETROTV kali ini dikenal sebagai sosok yang ceria, spontan, dan telah mewarnai industri hiburan Indonesia mulai dari dunia siaran radio, MTV, hingga perfilman. Di balik energi positifnya di layar kaca, episode kali ini akan mengajak kita melihat lebih dekat perjalanan panjang dan refleksi hidup yang membentuk dirinya hari ini. Bukan hanya membahas karier, perbincangan hangat ini juga menyoroti sisi personalnya sebagai seorang istri dan ibu. Bagaimana ia menghadapi berbagai fase kehidupan, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga, serta proses memahami diri sendiri di tengah dunia yang terus berubah?
Saudaraku, mari simak kisah Pak Endang, pejuang nafkah yang sejak 2007 menghidupi keluarga dengan mengemudikan becak bermotor atau bentor. Saat banjir Tamiang melanda, beliau tidak mengeluh. Ia justru memandang teguran berupa bencana itu sebagai kasih sayang Allah. Masya Allah, betapa Allah berikan beliau prasangka baik atau husnudzon atas segala ketetapan-Nya. Ia berharap musibah ini membuat kita yang banyak dosa lebih sadar, menghindari maksiat, memperbanyak ibadah, dan bersabar serta bersyukur.Alhamdulillah, kini Pak Endang bisa kembali bekerja. Bantuan zakat yang diamanahkan melalui LAZ Muhajir menjadi jalan rezeki baru baginya untuk kembali mencari nafkah sebagai pengendara bentor. Bukan kesedihan yang ia rasakan, melainkan kebahagiaan atas nikmat besar dari Allah Ta'ala dan berterima kasih kepada para Muzakki. Beliau berdoa agar Allah Ta'ala melimpahkan rezeki baru untuk semua pihak terkait. Aamiin.Nantikan kisah kebangkitan semangat dari Aceh Tamiang, berikutnya, Insya Allah.Ingin tahu lebih banyak soal zakat?InsyaAllah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 082211211136 atau kunjungi lazmuhajir.org
Dalam podcast kali ini, para kepala divisi berbagi cerita mengenai pengalaman selama satu periode kepengurusan — mulai dari suka duka, tantangan, pembelajaran, hingga pesan dan kesan yang membekas selama menjadi bagian dari Radio PPI Turki.Bukan hanya tentang program kerja dan organisasi, tetapi juga tentang pertemanan, proses bertumbuh, serta perjalanan yang membentuk banyak cerita di balik layar.Terima kasih untuk seluruh pengurus, pendengar, dan semua pihak yang telah menemani perjalanan Radio PPI Turki selama periode ini. Sampai bertemu di perjalanan selanjutnya.
Ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga ujian fisik. Namun pada penyelenggaraan haji tahun 2026 ini, jemaah asal Indonesia, khususnya mereka yang masuk dalam kelompok risiko tinggi, dapat bernapas lega dan beribadah dengan penuh kegembiraan. LAPORAN BHERY HAMZAH(BEH/MCH2026)
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 18 Mei 2026Bacaan: "Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Apakah hukuman secara fisik merupakan cara yang efektif untuk mendidik anak? Penelitian menunjukkan bahwa hukuman fisik ternyata cara yang kurang efektif. Bukan berarti hukuman secara fisik itu tidak perlu. Ada kalanya, kita memang harus memberikan disiplin atau hukuman secara keras jika anak kita sudah kelewatan. Memberikan hukuman itu boleh, tapi jadikanlah itu sebagai opsi terakhir. Bukan sedikit sedikit hajar, sedikit sedikit main hajar. Penelitian yang dilakukan oleh University of California di Los Angeles, menunjukkan bahwa 82 persen remaja yang dikirim ke penjara anak, akhimya melakukan kejahatan kembali, dan sering kali dengan kejahatan yang lebih berat dari sebelumnya. Mengapa bisa demikian? Salah seorang anak yang dimasukkan penjara pernah bercerita, "Saya dikurung di sel bersama-sama anak-anak lain yang lebih tua. Di sel itu, setiap anak bercerita tentang apa yang mereka telah lakukan dan bagaimana mereka tertangkap. Ini seperti kursus di bidang kejahatan." Hukuman pada kenyataannya tidak membuat jera. Sering kali kita frustrasi dengan anak kita yang sudah dihukum berulang kali tapi tidak pernah kapok, bahkan kenakalannya semakin menjadi-jadi. Jika hal itu yang terjadi, sudah saatnya kita melakukan pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak kita. Bukan lagi dengan tongkat, tapi dengan kasih sayang. Bukan lagi dengan makian, tapi dengan perhatian. Bukan lagi dengan banyaknya kata-kata, tapi dengan teladan dan memberikan waktu secara khusus kepada anak kita. Pendekatan seperti ini sering kali lebih efektif dibandingkan dengan main rotan atau main hajar saja. Pendekatan seperti ini membuat anak sadar apakah perbuatannya benar ataukah perbuatannya salah. Mereka juga tidak hanya memandang orang tuanya sebagai penghukum tapi terlebih pembimbing mereka. Jika mereka punya kesadaran tentang apa yang benar dan apa yang salah, biasanya mereka akan mulai bertanggung jawab atas kehidupannya. Mereka mulai melakukan hal yang benar, bukan karena paksaan tapi karena kesadaran. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk mendidik anak-anak yang Kau percayakanlah padaku, sehingga perkataanku penuh kuasa untuk menjadikan anak-anakku lebih baik dari sebelumnya. Amin. (Dod).
Tiga presiden, puluhan menteri, ratusan gubernur lahir dari satu institusi yang sama. Bukan universitas, bukan partai politik. Angkatan Darat masih menjadi “rahim” paling produktif bagi negarawan Indonesia, dan hingga hari ini belum ada satu pun institusi lain yang mampu menandinginya.
KATA PEMRED #25PinterPolitik.comPada Oktober 2024, ketika Prabowo Subianto mengucapkan sumpah sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia, sebuah peta yang lebih besar dari peta apa pun mulai ditulis ulang. Bukan peta di dinding, tetapi peta di kepala lingkar terdekatnya — peta tentang bagaimana negara ini akan bekerja, bukan sekadar tentang siapa yang akan memerintah. Di banyak rumah tangga Indonesia pada pertengahan 2026, peta yang sama dibaca dengan cara yang lebih sederhana: apakah harga beras turun dari minggu lalu, apakah anak di sekolah dasar mendapat sarapan, apakah jalan ke pasar masih utuh setelah hujan. Antara peta di kepala dan peta di dapur itulah politik Indonesia sedang ditulis ulang.
Pembawa Renungan: RD. Dwi Joko SurabayaYoh 16:5-11
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 10 Mei 2026Bacaan: "Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi oreng yang pandai, berdiam diri." (Amsal 11:12)Renungan: Pada tahun 2020, perusahaan sepeda asal Belanda, VanMoof memutuskan akan menjual 90% barangnya secara online. Tentu saja, dalam berjualan online sangat penting untuk memastikan barang yang dikirimkan bisa tiba ke tangan konsumen dalam kondisi tetap sempurna. Apalagi penjualan mereka adalah ke seluruh dunia. Mereka amati banyak konsumen kompetitor mereka kecewa karena sepeda mereka tiba dalam kondisi cacat. Muncullah ide yang cukup unik. Mereka mengirim sepeda dengan boks kardus yang sangat besar, kira-kira seukuran boks TV layar datar ukuran 50 inch. Nah, di bagian depan boks itu, dicetak gambar TV selain tentu juga sepeda. Sepintas boks itu lebih mirip boks TV daripada sepeda, dan memang itulah tujuannya. Faktanya, pihak ekspedisi akan lebih berhati-hati jika mengirimkan TV. Dengan mendesain boks mereka mirip boks TV, maka sepeda mereka diperlakukan dengan lebih hati-hati, selayaknya membawa TV. Ketika kita sadar apa yang berada di dalam sebuah boks, maka sikap kita terhadap boks itu juga akan menyesuaikan. Sikap saat membawa boks berisi kue ulang tahun akan berbeda dengan sikap saat membawa boks berisi kue kering. Sikap saat membawa boks bertuliskan "Barang Pecah Belah" atau "Jangan Ditumpuk" akan beda dengan sikap saat membawa boks berisi boneka. Apakah hal serupa juga kita lakukan saat menilai manusia? Jika kita tahu bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:27), akankah kita bersikap semena-mena pada sesama? Jika kita mengimani Kristus telah mati demi menebus umat manusia, sadarkah kita jika itu berarti tiap manusia amatlah berharga? Dunia menilai manusia hanya dari sisi luarnya saja. Namun, anak Tuhan mesti melihat dengan cara yang berbeda. Lihat sesama kita seperti cara Tuhan memandang mereka. Bukan hanya melihat dari tampilan luar, tapi melihat mereka sebagai jiwa-jiwa yang harus dikasihi dan dihargai sebagai sesama ciptaan Tuhan yang mulia dan berharga. Pandang juga diri kita dengan cara yang sama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku kemampuan untuk bisa melihat sesamaku seperti Engkau melihat mereka baik adanya, sehingga aku selalu melihat sesamaku dengan kacamata positif. Amin. (Dod).
Ratusan miliar rupiah mengalir setiap tahun dari kantong rakyat ke mesin kaderisasi partai, tanpa ada yang diwajibkan membuktikan uang itu benar-benar dipakai mendidik pemimpin — sampai KPK angkat bicara, sampai PDIP menyatakan dukungan, dan sampai sebuah fakta pahit tersembul: partai yang sudah lama membuktikan transparansi itu bisa dilakukan justru bukan partai yang baru berani menyuarakannya.
Menlu RI Sugiono koreksi blunder Menkeu Purbaya soal tarif Malaka sambil tolak misi militer Hormuz. Mungkinkah ini damage control atau manuver strategis?
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 7 Mei 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik batu. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus, Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Perbuata baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan, Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah hatiku saat melakukan perbuatan baik, sehingga kebaikan yang aku lakukan semata-mata hanya untuk kemuliaan nama-Mu dan bukan untuk menyombongkan diriku sendiri. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan: Sandy Kusuma TangerangYoh. 10:22-30.
Di Communitalk with Yeni Maiasnita, ada banyak real case yang stuck pada masalah komunikasi di kampus, di kerjaan, bahkan di hubungan personal. Bukan cuma curhat, tapi cari solusi yang bisa langsung dipakai. Bareng Coach Yeni Maiasnita, Trainer dari Classy Learning Center, pahami cara berkomunikasi yang tepat, berkelas, dan berdampak.
Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Apakah Abhidhamma dan Komentar Bukan Buddhavacana?"
Kata Pemred #16PinterPolitik.com“Saudara-saudara, untuk mengamankan minyak, saya harus pergi ke mana-mana.” Kalimat itu diucapkan di podium Istana, 8 April, tanpa naskah. Bukan pidato. Bukan janji kampanye. Hanya seorang presiden yang bicara seperti seseorang yang sudah menghitung seluruh risikonya — dan memilih bergerak. Empat hari kemudian, menjelang tengah malam tanggal 12 April, pesawat Garuda Indonesia membawanya lepas landas dari Halim Perdanakusuma menuju Moskow.
KATA PEMRED #15PinterPolitik.comDi pelabuhan Dumai, tangki-tangki minyak berdiri seperti drum raksasa yang lupa diisi. Catnya mengelupas, pipanya mengarah ke laut terbuka — ke kapal-kapal yang datang dan pergi membawa minyak negeri lain. Tangki-tangki itu hampa. Bukan karena rusak. Karena tidak pernah ada yang merencanakannya penuh.
Bukan keputusan mudah bagi seorang ibu dari empat anak kecil untuk kembali kuliah. Namun, ia berpikir itu perlu jika dirinya ingin membangun karier lain di Australia.
Bukan dendam pribadi, melainkan utang kehormatan: mengapa Megawati tidak pernah bisa melupakan.
The Indonesian Street Food Festival 2026, organised by ICAV at Queen Victoria Market in Melbourne, showcased a wide range of Indonesian cuisine alongside performances of traditional folk songs. - Indonesian Street Food Festival 2026 yang diselenggarakan ICAV di Queen Victoria Market menghadirkan beragam kuliner Nusantara dan penampilan musik lagu-lagu daerah Indonesia.
Pembawa Renungan : RD. Antonius Haryanto Roma Italia Mat. 5:17-19.