Podcasts about Bukan

  • 2,199PODCASTS
  • 6,011EPISODES
  • 23mAVG DURATION
  • 2DAILY NEW EPISODES
  • Jan 2, 2026LATEST
Bukan

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about Bukan

Show all podcasts related to bukan

Latest podcast episodes about Bukan

Radio Elshinta
ViGenk: Inline Skate Itu Bukan Cuma Soal Roda Dan Kecepatan.

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Jan 2, 2026 34:02


Di tengah ritme Jakarta yang serba cepat dan melelahkan, banyak anak kota mencari cara sederhana untuk tetap sehat sekaligus merasa terhubung. Inline skate hadir bukan sekadar olahraga, tapi juga ruang bertemu, bergerak bersama, dan saling menjaga.Dalam Visi Generasi Kini (ViGenk), kita membahas bagaimana komunitas Jakarta Inline Skate Community tumbuh menjadi ruang aman dan tempat pulang bagi warganya. Hadir bersama Putra G. Waluyo (Yuta), kita ngobrol soal komunitas, kebersamaan, dan gaya hidup sehat di tengah hiruk pikuk ibu kota.

Aku Si Introvert
Menghilang Sementara tapi Bukan Ghosting

Aku Si Introvert

Play Episode Listen Later Dec 31, 2025 4:03


Menghilang sementara dan ghosting itu beda.

Radio Elshinta
Menyambut tahun baru 2026 dengan harapan kondisi negeri ini bisa lebih baik dari 2025, realistis atau utopis?

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Dec 31, 2025 15:20


Menyambut Tahun Baru 2026, harapan kembali disematkan. Harapan sederhana namun berat: kondisi negeri ini bisa lebih baik dari 2025. Pertanyaannya, apakah itu realistis atau justru utopis?Pergantian tahun selalu membawa optimisme. Namun optimisme tak hidup di ruang hampa. Ia bertemu dengan realitas—harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, stabilitas hukum, bencana alam, hingga kepercayaan publik terhadap negara. Di sinilah harapan diuji: apakah sekadar doa tahunan, atau komitmen bersama untuk berubah.Bagi sebagian masyarakat, berharap negeri ini membaik adalah sesuatu yang realistis. Dengan syarat: kebijakan publik lebih berpihak pada rakyat, penegakan hukum konsisten, dan negara hadir bukan hanya saat krisis, tetapi juga dalam keseharian. Harapan menjadi masuk akal ketika kerja nyata terlihat, bukan sekadar narasi.Namun bagi yang lelah oleh janji yang berulang, harapan itu terasa utopis. Ketika masalah struktural tak kunjung selesai dan suara warga kerap terabaikan, optimisme pun menipis. Tahun baru datang, tapi persoalan terasa tetap sama.Di antara realistis dan utopis, harapan seharusnya tetap hidup. Bukan sebagai angan-angan kosong, melainkan sebagai pengingat bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh pilihan hari ini—oleh pemimpin yang berani bertanggung jawab, dan oleh warga yang tak berhenti peduli.Tahun 2026 mungkin tak langsung sempurna. Tapi jika ada kemauan untuk memperbaiki, harapan itu bukan utopia. Ia adalah pekerjaan rumah bersama.Talk :: Budayawan, Sudirman & Analis Netnography Politik dari Pusat Literasi Komunikasi Politik Univ Nasional - Dr. Irfan Fauzi Arief MSI

Ini Koper
#778 Menubuhkan Transformasi Organisasi

Ini Koper

Play Episode Listen Later Dec 31, 2025 6:03


Tahun 2025 hampir habis. Napas kita mungkin tersengal-sengal. Tapi, di dada kita ada rasa puas yang sulit dilukiskan. Saya melihat teman-teman di ROEMI dan INSPIRIT terus berlari. Begitu juga kawan-kawan di WLF, Rektorat Universitas Jambi, B2SDM di Kementerian Kehutanan, hingga Kedeputian LHSDA di OIKN. Ada satu kata yang terus menghantui meja rapat kita sepanjang tahun ini: Transformasi. Kata yang indah di telinga, tapi sering kali bikin meriang di badan. Kenapa kita harus bertransformasi? Karena model organisasi perubahan sosial yang lama sudah "kedaluwarsa". Dulu, organisasi itu seperti benteng. Kokoh, punya batas jelas, sangat protektif terhadap logonya sendiri, dan sering kali merasa paling benar. Sekarang, benteng itu harus dirubuhkan. Organisasi harus berubah menjadi ekosistem—sebuah platform tempat semua energi perubahan bisa saling bertemu dan membesar. Coba tengok hutan hujan tropis kita. Kenapa dia begitu tangguh menghadapi badai? Ternyata rahasianya bukan pada pohon yang paling tinggi. Rahasianya ada di bawah tanah. Namanya: Miselium. Jaringan jamur halus yang menyambungkan akar satu pohon dengan pohon lainnya. Miselium ini adalah simbol Koneksi. Luas, beragam, dan jumlahnya tak terhitung. Inilah fondasi pertama ekosistem kita. Di platform ini, kita melakukan Active Learning. Tidak lagi hanya berdiskusi di ruangan ber-AC, tapi belajar sambil bergerak dan praktik langsung di lapangan. Di sana pula terjadi Social Learning. Kita saling belajar satu sama lain. Bukan dari guru ke murid, tapi dari praktisi ke praktisi lainnya. Inilah yang melahirkan Collaborative Intelligences. Kecerdasan kolektif. Satu otak mungkin pintar, tapi ribuan otak yang tersambung miselium akan menjadi jenius. Miselium itu bekerja lewat Kolaborasi. Ini bukan sekadar kolaborasi basa-basi di atas meterai atau tanda tangan MoU yang kemudian berdebu. Ini adalah kolaborasi teknis yang strategis. Saya menyebutnya: Great Collaboration. Kerja nyata yang memastikan nutrisi mengalir dari yang berlebih kepada yang kekurangan. Puncaknya adalah Aksi Kolektif. Inilah yang kita saksikan di Pasar Kolaboraya 2025 kemarin. Namanya saja sudah "Raya". Artinya besar, megah, dan berdampak luas. Ingat buku Frederic Laloux, Reinventing Organizations? Dia bicara soal organisasi "Teal" yang digerakkan oleh kesadaran kolektif dan tujuan yang berevolusi. Lalu ada Adrienne Maree Brown dalam Emergent Strategy. Dia mengingatkan bahwa perubahan kecil yang terkoneksi secara luas akan menciptakan pola perubahan yang masif. Dan Ori Brafman dalam The Starfish and the Spider menegaskan: masa depan milik mereka yang berani mendesentralisasi kekuatan agar tetap hidup meski "dipotong". Transformasi itu enak sekali dikatakan, tapi sulit dijalankan karena ego. Kita masih senang jadi "pohon tunggal" yang ingin paling menonjol, namun akarnya ketakutan bertemu akar yang lain. Tahun 2026 sudah melambai. Inilah saatnya semua gagasan itu tidak lagi berhenti di atas kertas, tapi harus Embodied—meraga, menjadi urat nadi, dan hidup dalam setiap langkah nyata kita. Selamat bertransformasi!

Padepokan Budi Rahardjo
AI: bukan hanya prompting - DeepMind

Padepokan Budi Rahardjo

Play Episode Listen Later Dec 30, 2025 8:04


Saya sedang melihat film dokumenter tentang DeepMind. Ini cerita Demis Hassabi ingin memecahkan masalah AGI. Mereka mencoba memecahkan protein folding problem.#AI https://www.youtube.com/watch?v=d95J8yzvjbQ

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu, hari ke-7 dalam Oktaf Natal, 31 Desember 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 30, 2025 7:06


Dibawakan oleh Agustinus Windu Aji dari Paroki Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 18-21; Mazmur tg 96: 1-2.11-12.13; Yohanes 1: 1-18.WAKTU YANGTERAKHIR Renungan kita pada hari ini bertema: Waktu Yang Terakhir.Awal dan akhir terjadi dalam sejarah kehidupan manusia. Tuhan adalah abadi dimana awal dan akhir sesungguhnya menyatu. Ketika penulis Surat Yohanes yangpertama mengatakan bahwa hari ini adalah waktu yang terakhir, ia sebenarnyamewartakan firman Tuhan sendiri yang mengingatkan kita tentang sejarah hidup kitadi dunia. Waktu yang terakhir dalam pemahaman paling sederhana ialahberkaitan dengan suatu jangka waktu yang habis dan berlalu pergi. Ukuran waktuyang kita pakai ialah detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Ketikasatu ukuran itu berakhir, sekaligus untuk menandakan selesainya aktivitas atauperistiwa kehidupan, kita biasanya menyebutkan dengan "waktunyaberakhir". Pada hari ini, tanggal 31 Desember, kita mengenangnyasebagai waktu yang terakhir dalam tahun 2025. Jangka waktu dari detik awal hinggapenghujung tahun 2025 akan mencapai titik terakhirnya pada pukul 00:00 tengahmalam. Seluruh hari ini akan diisi dengan berbagai kegiatan dari pribadi,keluarga atau komunitas yang mengusung tema ungkapan syukur dan pengharapanakan tahun baru. Tetapi bacaan-bacaan pada hari ini ingin mengajarkan kitabahwa refleksi kita tentang waktu yang terakhir tidak cukup dengan hanyamemperhitungkan sebuah jangka waktu peristiwa dan kegiatan hidup kita. Kitatidak cukup merenungkan hidup ini hanya di bagian permukaan, yaitu hari iniakan berlalu dan besok akan datang hari berikutnya. Kita sebenarnya hendakdiingatkan oleh firman Tuhan bahwa Tuhan berada di atas waktu.  Bukan waktu yang menentukan nasib hidup yang ada awal danakhirnya, tetapi hanya Tuhan yang menentukannya. Seorang lelaki yang sudahlansia berkata begini: "Sayang sekali saya lahir lebih dahulu, jika sayalahir kemudian saya pasti menikmati semua kemudahan dan kemajuan pada zamanini." Sebaliknya seorang remaja juga berkata: "Yang membuat saya iriialah orang-orang dewasa lebih matang dan berhasil dalam usaha-usahanya." Kedua ungkapan hati ini adalah contoh cara pandang manusiayang sangat menggantungkan nasib hidupnya dengan waktu. Hal ini adalah bagiandari sikap hidup yang superfisial, atau menikmati hidup hanya di permukaansaja. Bagi orang-orang beriman, kehidupan dan tujuannya harus lebih mendalamdan bercita-cita mencapai puncak tertinggi. Cara hidup beriman itu adalah hidupdi dalam Tuhan yang sudah menjelma dari Sabda kekal menjadi manusia. Kitahendaknya hidup sebagai murid-murid Yesus yang sejati dan biarlah Dia yangmenuntun hidup kita. Kita diajarkan untuk mengikuti Tuhan yang menentukan hidupkita hari ini dan esok.  Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa ... Ya Bapa, berkatilah kami supaya kami dapat mengisi setiap waktu hidupkami dengan sikap dan cara yang sesuai dengan kehendak-Mu. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa ...

Pinter Politik
Dipukpuk, Raja Juli Jangan Geer?

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Dec 29, 2025 6:14


Bukan soal uang negara, tapi soal satu tepukan bahu Presiden. Gestur Prabowo ke Purbaya dan Raja Juli dibaca berbeda: satu menguatkan, satu justru menguji. Di politik, dipukpuk tak selalu berarti diangkat. Kadang, itu peringatan halus.

Aku Si Introvert
Hubungan yang Damai, Bukan Posesif

Aku Si Introvert

Play Episode Listen Later Dec 29, 2025 4:09


Hari ini aku mau ngobrol tentang hubungan. Bukan yang penuh cemburu, bukan yang intens berlebihan, tapi tentang hubungan yang damai.

Renungan Anak GKY Mabes
Pekerjaan Kita (30 Desember)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Dec 29, 2025 2:34


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahPEKERJAAN KITAMari kita membaca Firman Tuhan dariYOHANES 17: 10dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.Wonder Kids, Allah ingin membuat wajahmu bersinar!Bukan warna mata atau bentuk hidungmu, tetapi kemuliaan-Nya yang membuatmu terlihat penuh sukacita.Seperti Musa, yang wajahnya bercahaya setelah berbicara dengan TUHAN (Keluaran 34:29), Allah juga ingin memberimu sukacita yang nyata!Bagaimana caranya? Bukan dengan senyuman palsu, tetapi dengan hati yang siap menerima kasih Allah. Saat kamu berdoa, memuji, dan menyembah TUHAN, Dia akan menghapus kesedihanmu dan membuat wajahmu bersinar penuh damai!MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, mari siapkan hati kita untuk TUHAN!Tugas kita adalah datang kepada Allah dengan hati yang siap dan mau diubahkan oleh-Nya.Bagaimana caranya? Dengan membaca Firman Tuhan!Ayo baca Alkitab setiap hari—kamu bisa mulai dengan kitab Amsal atau Mazmur.Yuk, kita mulai dari tanggal 1 Januari yang akan datang!Mari kita berdoaTuhan Yesus, terima kasih karena Engkau membuat aku menjadi milik-Mu. Kiranya melalui hidupku, nama-Mu dimuliakan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, SEMUA YANG KITA MILIKI DAN YANG KITA LAKUKAN ADALAH UNTUK KEMULIAAN TUHAN, DAN KITA HARUS SALING MENDUKUNG SEBAGAI SATU TUBUH DALAM KRISTUS. Tuhan Yesus memberkati

Ray Janson Radio
OTP #53 CITA RASA SINGKAWANG UNTUK DEWATA! WITH DALVIN DUARTE & NATASHIA BERTHA | ONTHEPAS

Ray Janson Radio

Play Episode Listen Later Dec 27, 2025 70:05


Di episode kali ini, kita akan ngobrol lebih dekat soal bagaimana sebuah ide bisa tumbuh jadi konsep yang nyata. Mulai dari proses berpikir, eksperimen, sampai akhirnya dieksekusi. Bukan cuma soal menu atau produk, tapi cerita dan alasan di balik setiap pilihan yang diambil. Santai, jujur, dan apa adanya. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioOTP #53 CITA RASA SINGKAWANG UNTUK DEWATA! WITH DALVIN DUARTE & NATASHIA BERTHA | ONTHEPASEnjoy the show!Instagram:Dalvin Duarte https://www.instagram.com/dlvinn/Natashia Bertha https://www.instagram.com/natashiabertha/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !On The Pas is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioInstagram: https://www.instagram.com/onthepasbali/TikTok: https://www.tiktok.com/@onthepasLet's talk some more:https://www.instagram.com/renaldykhttps://www.instagram.com/backdraft_projecthttps://www.instagram.com/mariojreynaldi#OnThePasPodcast #BaliPodcast #RayJansonRadio #FnBPodcast #PodcastAfterService

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 27 Desember 2025 - Wujudkan ketulusan cinta kepada pasangan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Dec 26, 2025 6:32


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 27 Desember 2025Bacaan: "Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari. " (Pengkhotbah 9:9)Renungan: Tragedi gempa bumi yang terjadi pada tanggal 12 Mei 2008, yang mengguncang Wenchuan, Tiongkok menyisakan satu kisah mengharukan. Wu Jiafang, seorang pegawai restoran menemukan jenazah istrinya, Shi Huaqing di belakang reruntuhan restoran di mana dia bekerja. Tentu saja ini membuat air matanya tak terbendung lagi. Namun, dia tetap sabar menunggu bantuan datang untuk membawa pulang jenazah istrinya. Ternyata, setelah lama menunggu, bantuan tidak kunjung tiba. Wu Jiafang pun menggunakan tali kain merah untuk mengikatkan istrinya ke punggungnya. Lalu, dia naik sepeda motor dan dengan perlahan membawa mayat istrinya ke rumah yang berjarak empat kilometer. "Saat itu saya tidak berani menangis lagi karena takut mata kabur nanti terjadi kecelakaan, sehingga dia akan menderita lagi," katanya. Adegan ini mengharukan banyak orang dan dia disebut sebagai "suami yang paling berperasaan dalam gempa". Sesampainya di rumah, Wu Jiafang langsung menguburkan istrinya di samping rumahnya. Dia kemudian membuat tenda menemani istrinya yang sudah meninggal. Selama 100 hari masa berkabung itu dia hanya makan satu kali sehari. "Shi Huaqing tidak pernah meninggalkan saya ketika saya sedang menderita. Saya merasa berhutang budi kepadanya," katanya. Ternyata apa yang dilakukan Wu Jiafang ini menjadi buah bibir masyarakat dan sudah pasti sampai ke telinga banyak orang. Bukan hanya itu, cerita itu menyentuh hati perempuan-perempuan. Tidak berapa lama kemudian, 16 perempuan menulis surat kepadanya dan menyatakan diri ingin menjadi pendamping hidupnya. Tanggal 16 Oktober 2008, seorang wanita di Shenzhen yang bernama Liu Rurong juga meneleponnya. Dalam dua minggu mereka berkomunikasi jarak jauh setiap hari. Tanggal 9 November 2008, mereka bertemu dan merasa cocok. Sekalipun bukan perkara mudah bagi Wu Jiafang, tetapi kemudian dia memutuskan untuk menerima Liu Rurong untuk menjadi pendamping hidupnya. Dia berkata, "Dia jatuh cinta sama saya karena tersentuh akan kasih sayang saya terhadap istri saya terdahulu, dan juga karena dia menaruh belas kasih ke saya sebagai korban gempa. Saya tidak memiliki apa-apa, namun dia mau menikah dengan saya tanpa syarat. Karena itulah saya mencintainya." Hal senada dikatakan oleh Liu Rurong, "Dia adalah seorang petani biasa, pria yang ramah, kesederhanaannya menyentuh saya." Ketulusan cinta seseorang kepada pasangannya tidak diukur dari seberapa banyak harta yang bisa dia berikan, tetapi dari seberapa keras usaha untuk melindungi, merawat, mendampingi, dan memerhatikan pasangannya. Akan sangat mudah untuk memerhatikan pasangan ketika sehat dan banyak harta, tetapi tidak mudah ketika pasangan dalam keadaan menderita. Mari kita tanamkan dalam diri kita cinta yang tulus sehingga apa pun keadaan pasangan kita, kita tetap menunjukkan cinta itu dalam tindakan nyata. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang sanggup mengasihi pasanganku dengan tulus dan terwujud di dalam tindakan nyata. Amin. (Dod).

Radio Elshinta
Hasil TKA 2025 Dirilis: Bukan Pemeringkatan, Lalu Apa Maknanya?

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Dec 26, 2025 37:35


Kementerian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merilis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 untuk jenjang SMA/sederajat. Meski nilai rerata diumumkan, pemerintah menegaskan hasil TKA tidak dimaksudkan sebagai alat pemeringkatan sekolah maupun daerah.Lalu, apa yang sebenarnya bisa dicermati dari capaian TKA 2025 ini? Dalam episode ini, Ketua PB PGRI Jejen Musfah mengulas makna hasil TKA sebagai potret mutu pendidikan, tantangan pembelajaran, serta evaluasi kebijakan yang perlu diperkuat ke depan.

Radio Elshinta
Menyoroti ketimpangan besaran UMP yang terjadi antara Jakarta dan daerah sekitarnya, apa dampaknya?

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Dec 25, 2025 14:07


Ketimpangan besaran Upah Minimum Provinsi antara Jakarta dan daerah sekitarnya kembali menjadi sorotan.Jakarta, sebagai pusat ekonomi nasional, menetapkan UMP yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah penyangga seperti Jawa Barat dan Banten.Perbedaan ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi berdampak nyata pada kehidupan pekerja dan dunia usaha.Bagi para buruh, UMP Jakarta yang lebih tinggi mendorong arus migrasi tenaga kerja dari daerah sekitar ke ibu kota, demi penghasilan yang lebih layak. Namun, kondisi ini juga memicu kepadatan penduduk, kemacetan, hingga meningkatnya biaya hidup di Jakarta.Di sisi lain, daerah dengan UMP lebih rendah menghadapi tantangan tersendiri. Banyak tenaga kerja produktif memilih bekerja di Jakarta, sementara daerah asal kehilangan sumber daya manusia. Dunia usaha di daerah pun kerap kesulitan mempertahankan pekerja, meski biaya operasional relatif lebih rendah.Ketimpangan UMP ini juga memperlebar jarak kesejahteraan antarwilayah. Pekerja dengan jenis pekerjaan yang sama bisa menerima upah berbeda, hanya karena lokasi kerjanya berbeda. Hal ini memunculkan pertanyaan besar: apakah sistem pengupahan saat ini sudah mencerminkan keadilan sosial?Menyoroti kondisi ini, para pengamat menilai perlunya kebijakan pengupahan yang lebih terintegrasi antarwilayah. Bukan untuk menyeragamkan UMP, tetapi memastikan keseimbangan antara upah layak, biaya hidup, dan pemerataan ekonomi.Karena pada akhirnya, ketimpangan UMP bukan hanya soal upah,melainkan soal keadilan, kesejahteraan, dan masa depan tenaga kerja Indonesia.[TALK] Sosiolog Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Hermawan Pancasiwi & Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia, Timboel Siregar

TanadiSantosoBWI
Think Again

TanadiSantosoBWI

Play Episode Listen Later Dec 23, 2025 14:02


Di episode podcast kali ini, kita diajak berhenti sebentar dan bertanya: "Apakah cara pikir saya masih relevan?". Lewat rangkuman dari buku Think Again, episode ini membahas jebakan tiga gaya berpikir yang bikin kita kaku seperti menjadi "preacher" (merasa paling benar), "prosecutor" (hobi menyalahkan), atau "politician" (benar-salah tergantung untung-rugi). Lalu, gaya berpikir yang lebih kuat juga diperkenalkan yaitu berpikir seperti scientist yang siap menguji hipotesis, siap menerima salah, dan justru bertumbuh karenanya.Episode ini juga membahas ide tentang confident humility dan the joy of being wrong. Tetap percaya diri, tapi tidak defensif. Berani punya pendapat, tapi juga berani memperbarui pendapat. Bukan cuma itu, ada juga ilustrasi riset yang bikin kita berpikir ulang soal performa. Sebuah studi pada entrepreneur di Milan menunjukkan kelompok yang dilatih untuk berpikir seperti scientist bisa melesat jauh, termasuk lebih berani pivot saat realitas menuntut perubahan.Episode ini mengingatkan kita bahwa "think again" bukan hanya skill individu. "Think again" juga merupakan sebuah budaya untuk menciptakan psychological safety agar orang bisa beda pendapat tanpa merasa dimusuhi, dan menantang diri dengan pertanyaan tajam yaitu "Setahun terakhir, bagaimana kalau apa yang saya pikir benar itu ternyata salah?"

KATKIT Katekese Sedikit
Kandang Natal: Devosi Bukan Dekorasi

KATKIT Katekese Sedikit

Play Episode Listen Later Dec 23, 2025 22:27


Admirabile Signum No. 1

P'Cast
Eps 14: A Warm Presence

P'Cast

Play Episode Listen Later Dec 22, 2025 10:50


[Season 6]Eps. 14: A Warm Presence ☁️

Radio Elshinta
KPK kembali melakukan OTT terhadap Bupati Bekasi, bagaimana sebetulnya pengawasan terhadap integritas Kepala Daerah?

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Dec 19, 2025 13:00


Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Komisi Pemberantasan Korupsi, kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap Bupati Bekasi. Kasus ini kembali membuka pertanyaan besar yang belum kunjung terjawab secara tuntas: seberapa kuat sebenarnya pengawasan terhadap integritas kepala daerah di Indonesia?OTT ini bukan hanya soal individu, tetapi juga mencerminkan masih rapuhnya sistem pencegahan korupsi di tingkat daerah. Padahal, kepala daerah telah melalui berbagai tahapan pengawasan, mulai dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, pengawasan internal pemerintah, hingga kontrol politik melalui DPRD dan partisipasi publik.Namun fakta di lapangan menunjukkan, mekanisme tersebut sering kali bersifat administratif dan belum menyentuh akar persoalan. Celah penyalahgunaan kewenangan masih terbuka lebar, terutama dalam sektor perizinan, pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan anggaran daerah—ruang-ruang yang rawan praktik suap dan gratifikasi.Pengawasan integritas sejatinya tidak cukup hanya mengandalkan penindakan setelah pelanggaran terjadi. Yang lebih penting adalah pencegahan sejak awal, melalui sistem transparansi anggaran, digitalisasi layanan publik, penguatan pengawasan internal, serta keterlibatan aktif masyarakat dan media.Kasus OTT Bupati Bekasi ini seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Bukan hanya bagi aparat penegak hukum, tetapi juga bagi pemerintah pusat, partai politik, dan pemilih. Sebab integritas kepala daerah bukan sekadar persoalan moral pribadi, melainkan hasil dari sistem yang dibangun—atau dibiarkan lemah—secara kolektif.Jika pengawasan masih longgar dan sanksi politik tidak memberi efek jera, maka OTT demi OTT akan terus berulang. Dan pada akhirnya, yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga kepercayaan publik terhadap demokrasi dan pemerintahan daerah.TALK ::: Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch, Iskandar Sitorus & Pengamat Politik, Mantan Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Joko Purnomo

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Culture: Not Snow But Sand - A peek into the Christmas celebration in Australia. - Budaya: Bukan Salju tapi Pasir - Mengintip Kemeriahan Natal di Australia

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Dec 18, 2025 6:17


For most of the world's inhabitants, Christmas is synonymous with white snow, bonfires and warm clothes. But it's different in Australia. - Bagi sebagian besar penduduk dunia, Natal identik dengan salju putih, api unggun, dan pakaian hangat. Namun berbeda dengan situasi di Australia.

Gaya Suria
CPT: Hutang ni bukan hiasan tapi ia WAJIB di Bayar

Gaya Suria

Play Episode Listen Later Dec 18, 2025 1:23


Support the show: https://www.suria.my/See omnystudio.com/listener for privacy information.

Ini Koper
#757 Transformasi Organisasi : Bukan Sekedar Membeli Melainkan Membangun Bakat

Ini Koper

Play Episode Listen Later Dec 18, 2025 6:18


Tahun 2025 menandai pergeseran fundamental dalam pengelolaan sumber daya manusia dan keberagaman, di mana organisasi bertransformasi dari sekadar pembeli bakat menjadi pembangun bakat. Di tengah disrupsi teknologi, perusahaan kini memikul tanggung jawab strategis untuk melakukan pelatihan ulang (reskilling) secara masif dan membuka pintu bagi tenaga kerja "kerah baru" tanpa memandang gelar akademis, melainkan keterampilan nyata. Pendekatan terhadap inklusi pun berevolusi melampaui statistik representasi menuju penciptaan lingkungan yang memungkinkan setiap individu berkembang melalui "empat kebebasan"—termasuk kebebasan psikologis untuk gagal dan belajar tanpa rasa takut akan hukuman yang tidak adil. Dari sisi strategi dan operasional, mantra pertumbuhan dengan segala cara telah digantikan oleh pertumbuhan yang selaras dengan kapasitas internal dan realitas geopolitik baru. Pemimpin masa depan dituntut untuk menavigasi kebijakan industri pemerintah yang semakin intervensionis serta menerapkan kerangka kerja Rate-Direction-Method (RDM) untuk mencegah kerusakan budaya akibat ekspansi yang terlalu agresif. Efisiensi organisasi tidak lagi dicapai dengan menambah lapisan birokrasi, melainkan melalui keberanian melakukan pengurangan (subtraction) sistematis terhadap rapat, aturan, dan prosedur yang menghambat produktivitas, menjadikan organisasi lebih ramping dan responsif. Terakhir, paradigma kepemimpinan dan kesuksesan pribadi mengalami rehumanisasi yang mendalam. Pemimpin efektif di tahun 2025 adalah mereka yang mempraktikkan empati berkelanjutan—peduli tanpa mengorbankan kesejahteraan diri sendiri—serta bertindak sebagai "Aktivator" yang proaktif menghubungkan orang lain demi kolaborasi nilai tambah. Filosofi ini meluas hingga ke tingkat individu, di mana para profesional didorong untuk menerapkan alat strategi korporat ke dalam kehidupan pribadi mereka (Strategize Your Life), memastikan bahwa waktu dan energi dialokasikan secara sengaja untuk mencapai kehidupan yang bermakna, bukan sekadar karier yang sukses.

Podcast Jurnal Lembu

Mengikuti diskusi buku Can I Talk To You? bersama Kania Annisa menjadi sebuah pengalaman batin yang tak saya duga akan begitu mengguncang. Saya datang sebagai peserta diskusi, tetapi pulang sebagai seseorang yang disentuh di ruang terdalam hatinya. Ada banyak momen hening yang terasa ramai—ramai oleh emosi, ingatan, dan keberanian untuk jujur pada diri sendiri.Salah satu momen yang paling mengharukan adalah pelukan hangat yang terjadi di ruang diskusi itu. Pelukan sederhana, namun sarat makna. Saat itu, air mata saya hampir tumpah. Saya berusaha menahannya, tertawa kecil untuk menyamarkan getar di dada, tetapi tubuh saya tahu: ada luka lama yang tersentuh dengan lembut. Pelukan itu menjadi #trigger yang membuka kembali sebuah kenangan penting dalam hidup saya—sebuah malam panjang bersama ayah. Kenangan itu membawa saya ke ruang tamu rumah kami, dalam suasana hening, ketika saya dan ayah duduk berhadapan dari pukul 11 malam hingga menjelang subuh. Tidak ada suara selain kejujuran. Tidak ada ego selain keinginan untuk berdamai. Malam itu, kami belajar memaafkan, mengakui kekurangan masing-masing, dan menerima bahwa cinta tidak selalu hadir dalam bentuk yang sempurna. Prosesnya sangat sulit, tetapi kelegaan yang muncul setelahnya terasa seperti napas pertama setelah lama tenggelam. Ada ketakutan yang akhirnya bisa dilepaskan.Diskusi buku ini mengingatkan saya bahwa didengarkan adalah kebutuhan paling dasar manusia. Bukan untuk diperbaiki, bukan untuk dihakimi, tetapi untuk diterima. Saya belajar bahwa dialog dari hati ke hati—baik antara orang tua dan anak, maupun antara diri kita yang dewasa dengan luka masa lalu—adalah bentuk keberanian yang paling sunyi sekaligus paling kuat.Saya pulang dari acara ini dengan hati yang lebih lunak. Lebih berani untuk menangis. Lebih jujur untuk mengakui bahwa berdamai adalah proses seumur hidup. Dan yang terpenting, saya diingatkan bahwa pelukan, percakapan, dan kehadiran penuh bisa menjadi jembatan menuju penyembuhan yang selama ini kita cari.Youtube: https://youtu.be/_ML2K4dOMsM?si=Pi48ZKYrHRjw6Xa3Spotify: https://open.spotify.com/episode/1PLzhPyxIDhhAFzqYuzjsdAn intimate BOOK TALK dedicated to nurturing the heart of your home: FAMILY and PARENTING. "Affectionate Parenting: The Art of Dialogue in Every Family Conversation To Build Warm Connection". This session is inspired by the heartfelt collection, Can I Talk To You? Conversations with My Children: A Mother's Reflection, a best selling book by Kania Annisa Anggiani.#AffectionateParenting #BookTalkJakarta #FamilyDialogue #ParentingGoals #booktok

Manap & Mawi
Episode 539 - Bukan Kerana Perempuan Lain - Part 1

Manap & Mawi

Play Episode Listen Later Dec 17, 2025 38:34


Aku sangka aku bakal ditinggalkan sebab perempuan.Sekali… aku terus ditinggalkan. Episode yang buat korang senyap lepas dengar.Oi geng!

Manap & Mawi
Episode 540 - Bukan Kerana Perempuan Lain - Part 2

Manap & Mawi

Play Episode Listen Later Dec 17, 2025 40:52


Aku sangka aku bakal ditinggalkan sebab perempuan. Sekali… aku terus ditinggalkan. Episode yang buat korang senyap lepas dengar.Oi geng!

Thirty Days Of Lunch
OG 168 — Salah Kaprah! Duka Bukan Cuma Soal Kematian (‪@dr.ndreamon‬)

Thirty Days Of Lunch

Play Episode Listen Later Dec 16, 2025 65:19


Bahasan episode kali ini nggak terbatas ke duka kehilangan seseorang. Saat di-PHK, atau harus melepas project yang berharga, atau sesimple di-ghosting pun, kita juga sedang berduka. Karena duka adalah cinta yang kehilangan objeknya. Gua ngobrol sama dr. Andreas Kurniawan (‪@dr.ndreamon‬) soal analogi grief lewat bukunya, Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring, memaknai 5 stages of grief dengan benar, dan bahayanya terapi sama ChatGPT. #berduka #terapi #psikolog #selfimprovement #podcast #podcastindonesia

Langsung Ke Inti Masalah
114. Kenapa Orang Dzolim?

Langsung Ke Inti Masalah

Play Episode Listen Later Dec 16, 2025 14:15


Kenapa Orang Dzolim?Karena kuasa sering lebih dipilih daripada nurani.Bukan selalu karena nggak tahu mana yang salah, tapi karena nyaman hidup di sistem yang bikin dzolim terasa normal.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-3 Adven, 16 Desember 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 15, 2025 8:29


Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Zefanya 3: 1-2.9-13; Mazmur tg 34: 2-3.6-7.17-18.19.23; Matius 21: 28-32.KESELAMATAN KEPADA SEMUA ORANG YANG HINA DINA Tema renungan kita pada hari ini ialah: KeselamatanKepada Semua orang Yang Hina Dina. Nabi Zefanya menubuatkan sesuatu yang kerapterasa terbalik dari logika dunia. Ia menyampaikan bahwa Tuhan tidak berpihakpada kesombongan, kekuasaan yang menindas, atau rasa aman palsu yang dibangunmanusia atas kekuatan dirinya sendiri. Justru Tuhan berjanji meninggalkan “sisaumat yang rendah hati dan miskin”, mereka yang tidak lagi mengandalkan kuasa,jabatan, atau nama besar, melainkan berharap sepenuhnya pada Tuhan.Keselamatan, menurut nubuat ini, lahir dari kerendahan hati, bukan darikeangkuhan. Zefanya dengan tegas mengingatkan bahwa orang-orangcongkak dan berkuasa yang menyalahgunakan kekuatan tidak hidup dalam berkatTuhan. Kekuasaan yang dipakai untuk menindas sesama justru menjauhkan manusiadari wajah Allah. Tuhan tidak terkesan oleh tampilan luar yang megah, tetapimemandang hati yang jujur dan remuk. Di hadapan-Nya, kesombongan adalah tembokyang menghalangi rahmat, sementara kerendahan hati membuka jalan bagikeselamatan. Pesan ini ditegaskan kembali oleh Yesus Kristus dalampewartaan-Nya. Yesus berkali-kali menunjukkan bahwa Kerajaan Allah dekat denganmereka yang tertindas, lapar, menangis, dan dianiaya. Ia berkata bahwa ketikaorang-orang kecil berseru kepada Allah, jeritan mereka tidak pernah diabaikan.Tuhan bukan Allah yang jauh dan tuli, tetapi Allah yang segera datang menolongketika ketidakadilan membuat manusia tak berdaya. Yesus sendiri hidup di tengah orang-orang yangdipinggirkan. Ia makan bersama pemungut cukai, menyentuh orang sakit, danmembela mereka yang diremehkan. Dalam setiap tindakan-Nya, Yesus menyingkapkanwajah Allah yang berpihak pada mereka yang tidak memiliki siapa-siapa selainTuhan. Di mata dunia mereka hina, tetapi di mata Allah mereka berharga dandikasihi. Kita dapat membayangkan seorang buruh kecil yang haknyadirampas, suaranya diabaikan karena tidak punya kuasa atau relasi. Ketika iaakhirnya hanya bisa berdoa dalam diam, Tuhan bekerja dengan cara yang tidakdisangka: hati orang-orang berubah, kebenaran terungkap, dan jalan keadilandibuka sedikit demi sedikit. Bukan karena kekuatannya, tetapi karena ia berserukepada Allah dengan hati yang jujur dan rendah serta penuh harapan. Keselamatan yang dijanjikan Tuhan bukan milik merekayang merasa paling kuat, melainkan milik mereka yang berani berharap kepadaAllah di tengah kelemahan dan kesulitan. Dalam kerendahan hati itulah, Tuhanmenyatakan keselamatan-Nya kepada semua orang yang hina dina. Marilah kita berdoa … Dalamnama Bapa … Ya Allah maha kuasa, mampukanlah kami berbuat seperti Yesus Kristusyang sangat berbelas kasih kepada orang-orang yang susah dan mederita.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …

Radio Elshinta
Waka BGN: “Program MBG Jalan Tol Pengentasan Kemiskinan”

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Dec 13, 2025 2:19


Probolinggo - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di tengah masyarakat. Secara langsung, program MBG mempekerjakan warga lokal sebagai relawan dapur, sementara secara tidak langsung, program MBG akan membuka banyak lapangan kerja dalam upaya penyediaan bahan-bahan baku untuk SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi).“Kalau ini terjadi, pengentasan kemiskinan di kota akan terjadi. Bukan hanya pembukaan lapangan pekerjaan, tapi sebetulnya Program MBG ini adalah jalan tol pengentasan kemiskinan," kata Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang dalam pengarahannya di acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis Serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Jumat, 13 Desember 2025.Nanik menjelaskan bahwa setiap dapur MBG diwajibkan untuk merekrut 47 orang warga yang tinggal di sekitar dapur, sebagai relawan. Mereka akan bertugas sebagai pencuci ompreng, penerima dan pencuci bahan makanan, menyiapkan dan memotong bahan makanan, memasak, membagi makanan dalam pemorsian, dan mengantarkan MBG ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Meskipun ada pengurangan jumlah penerima manfaat, SPPG dilarang memecat para relawan dapur ini.Secara tidak langsung, program MBG juga membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat. Sebab, setiap SPPG akan membutuhkan pasokan bahan baku makanan yang cukup banyak. Apalagi jika seluruh SPPG di wilayah itu sudah beroperasi semua. Misalnya, untuk kebutuhan buah saja, satu SPPG membutuhkan 2 sampai 3 kwintal, begitu pula kebutuhan tempe, tahu, telur dan sebagainya. “Jadi tidak usah berebut dapur, sekarang yang paling menggiurkan itu sebenarnya adalah menyiapkan bahan baku,” kata Nanik.Menurut Nanik, masalah kemiskinan kota memang cukup pelik. Karena lahan tidak ada, maka satu satunya jalan untuk mengentaskan kemiskinan di kota adalah dengan menjadikan mereka bekerja. Dengan adanya program MBG ini, lapangan pekerjaan bisa terbuka, sehingga mereka bisa bekerja di dapur maupun sebagai tenaga kerja dalam penyediaan bahan baku pangan.

Radio Elshinta
Bukan Sekadar Seremonial: Aksi Nyata Kemenag Sepekan Ini

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Dec 13, 2025 14:32


Dialog Kerukunan Lintas Agama, kepedulian Kementerian Agama untuk Aceh dan Sumatra, hingga dua penghargaan bergengsi yang diraih Kemenag dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia.Seluruh rangkuman isu strategis dan aktual kami hadirkan dalam Menteri Agama dalam Sepekan.

Ryto garsai
Davidonytė: laikas ateiti prie Seimo ir iš ten nebesitraukti

Ryto garsai

Play Episode Listen Later Dec 12, 2025 141:19


Seimui po pateikimo priėmus svarstyti naujas, su niekuo nederintas pataisas dėl lengvesnio LRT generalinio direktoriaus atleidimo, žurnalistai planuoja naujas protesto akcijas.Šią savaitę užfiksuoti du gruodžio rekordai, kai temperatūra siekė 10 laipsnių šilumos. Kaip į tokius orus gruodį reaguoja gamta? Ar per Kalėdas sulauksime sniego? Pokalbis su VU profesoriumi A.Bukančiu ir gamtininku S.Paltanavičiumi.Statistika rodo, kad su smurtu artimoje aplinkoje vis dar susiduria tūkstančiai moterų. Socialinės apsaugos ir darbo ministerija rengia įstatymo pataisas, žadančias griežtesnes ir aiškesnes taisykles.Žmogaus teisių organizacijų koalicija kreipėsi į Seimo narius, ragindama moterų nužudymus kriminalizuoti kaip atskirą nusikaltimo rūšį - femicidą. Kai kurios valstybės jau tai padarė.Informacinių technologijų sektorių ištiko krizė. Mažėja darbo pasiūlymų skaičius, o atlyginimai liovėsi sparčiai augti.Ved. Liuda Kudinova

Tirtalk
Inspiratalk #10 | Validasi Bukan Segalanya

Tirtalk

Play Episode Listen Later Dec 12, 2025 10:14


Kadang kita terlalu sibuk nyari pengakuan dari luar sampai lupa menghargai diri sendiri. Padahal, kamu tetap berharga meski tanpa like, komentar, atau tepuk tangan siapa pun.Yuk, jeda sebentar… dan dengerin Inspiratalk bareng Caca di episode kali ini. Semoga hatimu jadi lebih ringan ✨

Tirtalk
Asmara Kacau #17 | Menyimpanmu di dalam sebuah lagu

Tirtalk

Play Episode Listen Later Dec 11, 2025 4:58


Podcast #KesejahteraanHewan Animal Welfare Indonesia
Eps 88 - Bukan gaya-gayaan: membawa kucing harus mengutamakan kesejahteraan, bukan estetika

Podcast #KesejahteraanHewan Animal Welfare Indonesia

Play Episode Listen Later Dec 11, 2025 5:11


Episode #AnimalWelfareIndonesia dari podcast #KesejahteraanHewan ini adalah bukan gaya-gayaan: membawaa kucing harus mengutamakan kesejahteraan, bukan estetika.adalah Drh. Mikeu Paujiah, S.KH, M.M. (Manager Edukasi JAAN Domestic membahas hal ini.Yuk dengarkan Podcast #KesejahteraanHewan ini!Btw, semua podcast dan materi edukasi bisa dikunjungi di website www.animalwelfare.id dan email kami di education@animalwelfare.id, instagram kami di @animalwelfare_id.Sumber : Animalwelfare.Id | Voice over opening & Closing : Eria Michelletti | Audio Editor : Tiwi

Alex Nanlohy's Podcast
THE PATH - MEMILIH JALAN YANG BENAR BUKAN JALAN YANG MUDAH

Alex Nanlohy's Podcast

Play Episode Listen Later Dec 10, 2025 31:43


Transpod
Milk Run Flight, Masihkah Relevan?

Transpod

Play Episode Listen Later Dec 10, 2025 27:32


Di episode kali ini, Transcaster Ikal, Tsaqif, Azzam dan Henock ngajak Transbro dan Transist buat ngulik salah satu konsep penerbangan yang mungkin kedengerannya unik, tapi perannya gede banget buat konektivitas Indonesia: milk run flight. Bukan soal susu-susuan, tapi model penerbangan multi-stop yang nyambungin kota-kota kecil sampai ke hub besar. Kita bakal ngebahas apa itu milk run flight, kenapa dulu model ini ramai dipakai, faktor yang bikin maskapai milih rute kayak gini, sampai contoh-contoh rutenya — baik yang pernah ada di Indonesia maupun rute internasional yang masih jalan sampe sekarang.Nggak berhenti di sana, kita juga bedah pertanyaan besar: “Masih relevan nggak sih konsep milk run di era penumpang zaman now yang maunya serba direct flight?” Bareng Transcaster dan diskusi interaktif, kita kupas dari sisi kebutuhan pasar, efisiensi operasional, kondisi geografis, sampai tren penerbangan modern. Episode ini cocok banget buat yang penasaran gimana cara industri penerbangan ngejaga layanan tetap hidup dari kota besar sampai pelosok nusantara. Yuk dengerin dan cari tau: milk run flight, masih penting atau udah waktunya pamit?

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 10 Desember 2025 - Taat Melakukan KehendakMu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Dec 9, 2025 5:18


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 10 Desember 2025Bacaan: "Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. " (Markus 10:22) Renungan: Suatu ketika datanglah seorang kaya kepada Yesus dengan sebuah pertanyaan, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Lalu, Yesus mengutip berbagai larangan berbuat jahat yang harus dihindari. Orang kaya ini berkata, "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Artinya, orang kaya ini telah mengisi sebagian besar waktunya dengan kehidupan yang disertai akhlak dan moral yang baik. Yesus memandang penuh kasih dan berkata, "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin... Datanglah kemari dan ikutlah Aku." la yang datang dengan antusias yang tinggi, bahkan dikatakan ia berlari-lari dan bertelut di hadapan Yesus. Namun kini, orang kaya ini berlalu dengan langkah yang berat karena hartanya banyak. Ia datang dengan sebuah pertanyaan yang bagus namun tidak siap untuk mendengarkan jawaban Yesus. Berapa banyak di antara kita yang memiliki sikap seperti orang kaya ini. Kita datang ke hadapan Tuhan dengan berbagai kerinduan hati yang bagus, namun kita tidak siap menerima jawaban dari Tuhan. Persis seperti yang terjadi dengan orang kaya ini! la rindu diselamatkan namun tidak rela menukarkan harta duniawinya dengan harta sorgawi. Pada-hal Yesus telah mengatakan, "Berikanlah itu kepada orang-orang miskin maka engkau akan beroleh harta di sorga. Apa yang menjadi kerinduan hati kita saat ini di hadapan Tuhan? Mari belajar menyiapkan hati kita untuk mau menerima dan melakukan apa yang firman Tuhan katakan. Hindarilah sikap hati seperti orang kaya ini yang berharap mendapatkan jawaban bagi kerinduan hatinya sesuai dengan konsep pikirannya sendiri. Akhirnya, kerinduan orang kaya ini tinggal hanya kerinduan karena ia tidak mau menyelaraskan hidupnya kepada perkataan Tuhan. Ingatlah bahwa firman Tuhan adalah peraturan hidup yang akan menuntun kita kepada kesempurnaan. Bukan konsep kita, bukan cara kita, tapi konsep dan cara Tuhan. Ams 16:20 mengingatkan kita, "Siapa memperhatikan firman akan mendapatkan kebaikan." Orang kaya ini gagal menukarkan harta dunianya dengan harta sorgawi karena ia tidak memperhatikan firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa Tuhan Yesus, sering kali aku hanya memiliki kerinduan untuk diberkati oleh-Mu namun hatiku jauh dari mau taat kepada-Mu. Jamahlah hatiku, lepaskan kesombongan dan keegoisan dalam hatiku, gantikan dengan rahmat kerendahan hati, sehingga aku dapat taat untuk melakukan kehendak-Mu. Amin. (Dod).

OM BOB Indonesia
Ojek Online Ingin Jaminan Seperti ASN Sudah Bukan Mitra Bisnis Namanya! Ep. 2611

OM BOB Indonesia

Play Episode Listen Later Dec 8, 2025 9:14


Pengaturan jaminan soal kesehatan dan ketenagakerjaan bagi pengemudi ojol masih belum ada titik terang hingga saat ini, bahkan terancam buntu.

Pinter Politik
Sumatera: Pembuktian Air Power RI

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Dec 4, 2025 3:00


Di tengah bencana Sumatera, ada satu momen yang terasa seperti babak baru pertahanan Indonesia: deru C-130J Super Hercules yang melintas di langit. ✈

Lifehouse Jakarta
Renungan Harian - DI Samping Bersama, Bukan DI Belakang Mengatur

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Dec 4, 2025 3:47


Bpk Andrew S (TB) Matius 11:28-31

Apa Kata Tempo
KUHAP Bukan untuk Masyarakat Sipil

Apa Kata Tempo

Play Episode Listen Later Nov 26, 2025 17:33


Di tengah gelombang penolakan kelompok masyarakat sipil dan akademikus, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tetap disahkan. Publik khawatir pasal-pasal di dalamnya akan menjadi alat represi. Banyak hal substansial penting yang diabaikan dalam KUHAP ini. Pada akhirnya kitab hanya memberi kewenangan khusus kepada penegak hukum, bukan untuk melindungi hak asasi warga negara. - - - Kunjungi⁠ s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital. Unduh aplikasi⁠⁠ Tempo⁠⁠ untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting

GKY Green Ville Podcast
KD - Menjadi Pelaku Firman, Bukan Hanya Pendengar

GKY Green Ville Podcast

Play Episode Listen Later Nov 19, 2025 20:45


GKY Green Ville Podcast
KD - Menjadi Pelaku Firman, Bukan Hanya Pendengar

GKY Green Ville Podcast

Play Episode Listen Later Nov 19, 2025 20:14


Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 30 Oktober 2025 - Pribadi yang berbagi dan berbelarasa

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Oct 29, 2025 4:22


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 30 Oktober 2025Bacaan: "......sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40)Renungan: Ada seekor kera berada di sebuah pohon pisang yang sedang berbuah lebat. Ia begitu rakus dan tidak mau membagi pisang-pisang tersebut kepada teman-temannya. Seekor kera lain berada di bawah dan memohon agar kera tersebut bersedia membagi makanan dengannya. Bukan isi pisang yang ia terima, melainkan kulit pisang yang mendarat di kepalanya. Kera yang di bawah memiliki akal. Ia mulai mengejek dan menghina kera yang ada di atas. "Dasar kera pelit. Sudah penyakitan, tidak pernah mandi, bodoh lagi!" teriaknya dari bawah. Kera yang ada di atas pohon merasa tersinggung, tetapi ia tidak mau turun. Akhirnya, ia melemparkan buah pisang yang ada di sebelahnya. Akhirnya pisangnya habis dan kera yang ada di bawah membawa lari pisang-pisang yang dilemparkan kepadanya. Ada banyak orang yang berkekurangan di sekitar kita. Sementara itu ada orang yang berkelimpahan dalam berbagai hal. Allah memberi kelimpahan kepada kita, agar kita mau berbagi dengan orang yang kekurangan dan membutuhkan pertolongan. Yesus sudah mau memberikan diri-Nya sehabis-habisnya untuk kita. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mulai untuk berbagi? Berbagi rejeki, berbagi waktu, berbagi doa dan berbagi perhatian. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, beriku hati seperti hati-Mu, hati yang selalu tergerak oleh belas kasih untuk menolong orang lain. Buka hatiku, bahwa sebagian berkatku yang berasal dari-Mu adalah milik orang-orang yang berkekurangan dan pakailah aku untuk menjadi saluran berkat bagi mereka. Yesus, ajarilah aku untuk peka, bahwa Engkau senantiasa hadir dalam diri orang yang menderita. Amin. (Dod).

Daily Fresh Juice
Fresh Juice 29 Oktober 2025 – Luk. 13:22-30 : KTP Katolik bukan Jaminan!

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Oct 28, 2025


Pembawa Renungan : RP. Yohanes Kukuh Cahyawicaksana, CM Roma – Italia  Luk. 13:22-30

bukan katolik fresh juice
REFORMING LIFE
Kuasa Firman dan Roh Kudus

REFORMING LIFE

Play Episode Listen Later Oct 26, 2025 76:43


Reformasi sangat menekankan khotbah. Baik Luther maupun Calvin sangat memberikan penekanan pada keutamaan Firman. Bukan hanya keutamaan dalam hal kitab suci saja, tapi pertemuan dengan Tuhan melalui khotbah.

Ps. Juan Mogi
Komunitas Yang Mengubahkan - Ps. Juan Mogi

Ps. Juan Mogi

Play Episode Listen Later Oct 23, 2025 35:37


Hidup dalam komunitas yang benar merupakan hal yang penting. Bukan hanya mengikuti ibadah Minggu, melainkan kita perlu berjuang bersama komunitas rohani yang baik (Ibrani 10:24-25).Mengapa kita perlu mengikuti komunitas?1. Komunitas Membawa Kita Kepada Yesus (Markus 2:1-5, 2 Timotius 2:22)2. Membentuk Karakter Yesus Dalam Kita (Matius 5:46-47)3. Menajamkan Kita (Amsal 27:17)4. Komunitas Menopang Kita (Pengkhotbah 4:9-10)

Daily Fresh Juice
Fresh Juice 19 Oktober 2025 – Luk. 18:1-8 : Doa Itu Bukan ATM

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Oct 18, 2025


Pembawa Renungan : Reynold Vincent Yogyakarta Luk. 18:1-8

bukan fresh juice
Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 17 Oktober 2025, Pengampunan hadirkan Damai dan Sukacita

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Oct 16, 2025 6:56


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 17 Oktober 2025Bacaan: "Segala kepahitan kegeraman kemarahan pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:31-32)Renungan: Suatu hari Petrus bertanya kepada Yesus, "Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia bersalah kepadaku? Sampai 7 kali?" Yesus berkata kepadanya, "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai 7 kali, melainkan sampai 70 kali 7 kali." Sering kali kita dibuat terkaget-kaget dengan jawaban Yesus ini. Betapa sulitnya kemampuan mengampuni itu. Namun, juga betapa pentingnya kemampuan mengampuni itu. Mungkin akan sangat membantu kalau kita memahami dan sekaligus mengalami "mengampuni dan sekaligus diampuni." Tak ada yang lebih hebat yang dapat menghambat kebahagiaan kita daripada rasa benci, marah dan rasa salah. Tak peduli apa yang dilakukan seseorang terhadap kita atau betapa salahnya mereka, bila kita tidak memaafkan mereka, kita juga akan ikut serta menanggung akibatnya. Memaafkan orang lain tidak hanya akan membebaskan orang yang bersalah tersebut, tetapi juga membebaskan kita dari kelumpuhan perasaan. Menyimpan rasa dendam dan amarah memboroskan tenaga yang dapat kita arahkan menuju sukacita. Pengampunan itu menyembuhkan, membuka hati kita, membebaskan emosi-emosi kita, melepaskan energi yang tersumbat di dalam tubuh dan membiarkan daya hidup mengalir bebas melalui kita. Marilah kita merdekakan roh kita dari belenggu dendam, akar kepahitan, kesedihan, luka batin, amarah dan sebagainya. Kita minta pada Tuhan agar mengganti semua itu dengan pengampunan dan sukacita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku dengan rahmat-Mu agar aku mampu mengampuni siapapun yang pernah menyakitiku. Jangan biarkan akar kepahitan, dendam, amarah, sakit hati dan luka batin menguasai hatiku. Biarlah damai sukacita-Mu saja yang menguasai hatiku agar tidak ada penghalang bagi doa-doaku untuk naik ke hadiratMu. Siapakah aku Tuhan kalau aku tidak bisa mengampuni sesamaku yang bersalah padaku, sementara dosaku yang begitu banyak di hadapan-Mu sudah Kau ampuni, Yesus, jadikan hatiku seperti hatimu, hati yang senantiasa mau mengampuni siapapun juga. Amin. (Dod).

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #278: Melayani! Bukan Dilayani.

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Oct 5, 2025 11:53


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 278 (Matius 20:20-28): Manusia yang telah berdosa sangat ingin kuasa yang sebenarnya bukanlah hak mereka. Manusia ingin menjadi seperti Allah dan haus kekuasaan. Sedangkan Anak Allah, yang adalah Allah sejati dan memiliki kuasa melampaui segala sesuatu, haus menggenapi kehendak Allah Bapa. Ini ironis sekali. Manusia yang tidak mampu ingin menjadi raja. Kristus yang Mahakuasa rela menjadi hamba!

Daily Fresh Juice
Fresh Juice 28 September 2025 – Luk. 16:19-31 : Bukan Kedudukan, Kasihlah Yang Menyelamatkan

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Sep 27, 2025


Pembawa Renungan : Sandy KusumaTangerang Luk. 16:19-31.

bukan fresh juice
Daily Fresh Juice
Fresh Juice 14 September 2025 – Yoh. 3:13-17 : Salib bukan Tanda Aib, tapi Tanda Ajaib Kasih Allah

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Sep 13, 2025


Pembawa Renungan : RP. Agus Malo, CSSR Sumba Yoh. 3:13-17.