POPULARITY
Categories
Pembawa Renungan : Ali Antonius – Yogyakarta Pengantar Renungan : Maria Elsina - Ende, NTT. Sound Editing : Yohanes Edwin Kristianto – Surakarta Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta Mat 12 : 46 - 50
Jessica Wahyu (TB) Ibrani 12: 1-2Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita . Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib l ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
Dunia Bukan Sebesar Timeline Medsos Kita
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 20 Juli 2026Bacaan: “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” (Roma 12:10)Renungan: Mother Teresa ketika tinggal di Kalkuta, dia sering berjalan kaki mengelilingi gang kumuh. Dia memungut orang yang sekarat di pinggir jalan, membersihkan lukanya dan memberinya makan. Suatu hari ada seorang wartawan yang bertanya: “Kenapa Ibu melakukan semua ini?”Jawabnya sederhana, “Karena setiap orang itu adalah Yesus yang menyamar. Dan saya mau mendahului menghormati Dia.” Ia tidak menunggu orang lain lebih dulu sopan. Ia tidak menunggu orang miskin itu "layak" dihormati. Dia yang lebih dulu memberi hormat dengan mencuci kaki, memeluk dan memanggil mereka dengan namanya. Dari kasih kecil yang mendahului itu, ribuan orang di seluruh dunia tersentuh dan ikut melayani. Paulus memberi dua kunci untuk hidup bersaudara. Pertama saling mengasihi sebagai saudara. Bukan kasih karena cocok, tapi karena kita satu keluarga di dalam Kristus. Kedua saling mendahului dalam memberi hormat. Kata “mendahului” artinya berlomba. Siapa yang lebih dulu menghargai dan memuliakan orang lain. Intinya: Jangan tunggu dihormati dulu baru menghormati. Jangan tunggu disapa dulu baru menyapa. Di kerajaan Allah, yang "menang" adalah yang paling dulu mengasihi. Sebagai pengikut Yesus, mungkin ayat ini menampar kita di tiga area yaitu pertama di Gereja / Komunitas. Kita sering pilih-pilih teman. Dekat sama yang sekelompok, seumuran, sepelayanan. Sedangkan yang beda pendapat, kita cuek. Padahal kita dipanggil saling mengasihi sebagai saudara. Kedua di Rumah & Kantor. Kita mau dihargai. Mau didengar. Mau diapresiasi. Tetapi kita menunggu orang lain mulai duluan. Akibatnya semua diam dan saling menunggu. Di Media Sosial. Gampang komen pedas, gampang menjatuhkan. Padahal kita dipanggil mendahului memberi hormat, bukan mendahului menghakimi. Roma 12:10 ini mengajak kita jadi pembuka jalan. Mendahului minta maaf. Mendahului memuji. Mendahului melayani tanpa pamrih. Mendahului menghargai orang yang tidak populer dan sebagainya. Karena saat kita mendahului mengasihi, kita sedang memperlihatkan seperti apa keluarga Allah itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering menunggu orang lain mengasihi aku dulu. Ajarilah aku mengasihi sebagai saudara, bahkan kepada yang sulit kukasihi. Berikanlah aku hati yang mau mendahului dalam memberi hormat. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB) Yohanes 11:40Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?
Pengalihan penyidikan kasus yang menyeret mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah, dinilai sejumlah kalangan menyalahi ketentuan hukum acara pidana.Lalu, sejauh mana independensi dan keterbukaan Kejaksaan Agung dalam menangani kasus ini?Simak pembahasannya dalam Satu Meja The Forum: "Tangani Kasus Eks Jampidsus, Kenapa Kejagung Bukan KPK?"
Tidak semua yang berseru, “Tuhan, Tuhan,” akan masuk Surga, tetapi mereka yang melakukan kehendak Bapa.Lalu apa itu kehendak Bapa?Bukan sekadar perbuatan baik, tetapi hidup yang taat, percaya, dan selaras dengan hati-Nya.Simak obrolannya yang asyik bersama narasumber kita yang luar biasa Ps. Agus Rianto hanya di OASIS (Obrolan Asyik Seputar Injil Surgawi).
KATA PEMRED #52PinterPolitik.comBayangkan sebuah kios pulsa di pinggir jalan mana pun di republik ini. Etalase kaca yang buram oleh debu. Deretan kartu perdana digantung dengan penjepit jemuran. Seorang perempuan muda berhenti, menyebut nominal, mengeluarkan uang lusuh dari saku. Selama 2 dekade, transaksi itu selesai dalam 1 menit. Mulai awal Juli, ada 1 langkah baru di antara uang dan kartu: perempuan itu harus menghadapkan wajahnya ke kamera. Bukan untuk kenangan. Untuk dicocokkan dengan basis data kependudukan negara.
Transaksi emas digital Indonesia mencapai Rp118 triliun di 2025 — naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Tapi satu pertanyaan mendasar yang masih membuat investor lain ragu? Bagaimana jaminan keamanannya?Dalam episode Bareksa Insight ini, Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya menjawab langsung. Pedagang emas digital tidak bisa menjual satu gram pun tanpa memiliki cadangan fisik yang setara — ada syarat minimum kepemilikan dan mekanisme depository yang ketat untuk memastikan itu. Bukan sekadar janji di atas kertas.Tirta juga meluruskan kebingungan yang sering muncul soal dua regulator berbeda: Bappebti mengatur perdagangan emas digital — jual dan beli, dengan skala dan modal yang lebih kecil. OJK mengatur bullion bank — lembaga dengan fitur lengkap seperti simpanan, pembiayaan, dan penitipan emas, dengan persyaratan modal yang jauh lebih besar. Dua jalur berbeda, dua level berbeda, satu ekosistem yang saling melengkapi.Tonton episode lengkapnya untuk memahami bagaimana sistem ini bekerja, apa yang melindungi investasi emasmu, dan ke mana harus mengadu jika ada masalah.———————————————————————————Install sekarang!https://bareksa.onelink.me/bLEI/YTBareksa
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 Juli 2026Bacaan: "Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." (Matius 14:16)Renungan: Suatu kali di sebuah komplek perumahan terjadi kebanjiran. Air masuk ke rumah warga. Semua panik. Ada ibu-ibu bawa anak kecil, ada kakek yang tidak bisa jalan. Di grup RT langsung ramai. Ada yang bilang: "Lapor kelurahan aja", "Tunggu bantuan datang", "Kita kan tidak punya perahu". Semuanya punya alasan kenapa "tidak bisa" bergerak sekarang. Tiba-tiba Pak RT ambil ember, galon kosong, dan teriak: "Yang bisa berenang, ikut saya! Kita evakuasi dulu yang anak kecil dan lansia. Soal makan nanti kita pikir bareng." Warga yang tadinya diam jadi ikut. Ada yang masak mie di pos ronda, ada yang buka dapur, ada yang kumpulin pakaian layak pakai. Sore itu semua warga selamat dan dapat makan. Bantuan dari kelurahan baru datang malam. Pak RT bilang, "Kalau kita menunggu bantuan dulu, orang bisa keburu lapar dan kedinginan. Kasih dulu apa yang kita punya." Peristiwa dalam Injil Matius 14:16 terjadi saat 5000 orang kelaparan di tempat yang sepi. Para murid melihat masalahnya besar dan mereka memberikan jalan keluar dengan berkata, "Suruh mereka pergi, supaya mereka dapat mencari makan sendiri." Pola pikir mereka adalah, "Masalah terlalu besar. Bukan kapasitas saya. Biar orang lain." Tetapi Yesus mengingatkan mereka dengan berkata, "Tidak perlu mereka pergi, kamu yang harus memberi mereka makan." Yesus tidak minta mereka mencetak uang atau buka supermarket. Dia minta mereka menyerahkan apa yang ada pada mereka, dalam hal ini 5 roti 2 ikan. Hasilnya? Semua kenyang, bahkan sisa 12 bakul. Sebagai pengikut Yesus terkadang saat ada orang yang membutuhkan pertolongan kita berkata, "Tidak bisa. Tidak cukup. Bukan urusan saya. Sudah ada pemerintah biar mereka yang menangani." Hari ini Tuhan mengingatkan kita bahwa hal kecil yang kita lakukan dengan ketulusan hati, maka akan menjadi berkat yang luar biasa. Mari kita belajar untuk percaya bahwa Tuhan kita Yesus Kristus lebih besar dari masalah yang ada di sekitar kita. Kalau kita percaya penuh pada-Nya maka akan selalu ada jalan keluar untuk setiap permasalahan yang ada di sekitar kita atau yang kita alami. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini aku cepat berkata "tidak bisa" dan menyuruh orang lain pergi. Buka mataku untuk melihat kebutuhan di sekitarku dan ajarilah aku agar mau memberi dulu apa yang ada di tanganku: waktu, harta, tenaga, dan kasih. Pakailah aku untuk jadi jawaban doa bagi sesama. Amin. (Dod).
Bukan sekadar pengawal tamu negara. Di balik 120 kavaleri kuda yang mengiringi Narendra Modi menuju Istana Negara Jakarta, tersimpan pesan tentang diplomasi, kekuasaan, dan martabat negara. Mengapa kuda masih relevan di era digital? Karena dalam politik modern, simbol sering kali berbicara lebih keras daripada kebijakan.
Renungan D'Message || "Tujuanku bukan Surga, tapi Kristus" II Ps. Steven Liem
Bpk. Andrew S (TB) 2 Korintus 9:6Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Tidak Malu Menyatakan Siapa Diri-NyaDiambil dari: Yohanes 13:13 “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus sebenarnya tidak pernah dengan jelas menyatakan siapa diri-Nya. Mereka berpikir bahwa murid-murid Yesus saja yang membuat Yesus terlihat lebih besar daripada kenyataannya. Tetapi kalau kita membaca Injil Yohanes, kita melihat bahwa hal itu tidak benar.Di Injil Yohanes, Yesus berbicara dengan sangat jelas tentang siapa diri-Nya. Misalnya, Yesus berkata, “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Lalu di Yohanes 13:13, Yesus berkata bahwa Ia memang adalah Guru dan Tuhan. Di bagian lain, Yesus juga berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” Jadi, Yesus tidak malu atau ragu untuk menyatakan identitas-Nya.Tentu, Yesus tidak berdiri sambil berteriak-teriak supaya semua orang kagum. Tetapi melalui perkataan dan perbuatan-Nya, Yesus menunjukkan dengan jelas bahwa Dia lebih dari sekadar manusia biasa. Yesus tahu siapa diri-Nya. Yesus datang dari Bapa, berbicara dengan otoritas Allah, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau Yesus tahu diri-Nya hanya manusia biasa, tetapi berkata seperti itu, maka itu salah besar. Tetapi karena Yesus benar-benar adalah Tuhan, maka perkataan-Nya itu benar. Jadi saat Yesus berkata bahwa Ia adalah Guru dan Tuhan, kita harus mendengarkan-Nya dengan sungguh-sungguh.Renungan ini juga mengingatkan kita tentang hidup kita. Anak Tuhan juga dipanggil untuk tidak malu mengikut Yesus. Kita memang tidak boleh sombong, tetapi kita juga tidak perlu malu menunjukkan bahwa kita milik Kristus. Tentu caranya bukan dengan pamer, melainkan lewat hidup yang berbeda: berkata jujur, mengasihi orang lain, mau mengampuni, dan hidup taat kepada Tuhan.Saat orang melihat hidup kita, mereka seharusnya bisa melihat bahwa kita mengasihi Yesus. Bukan karena kita berteriak-teriak tentang diri kita, tetapi karena hidup kita menunjukkan bahwa kita milik Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu cara sederhana untuk menunjukkan bahwa kamu milik Yesus hari ini, misalnya berkata jujur, menolong teman, atau tidak ikut-ikutan berbuat salah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau dengan jelas menyatakan siapa diri-Mu. Tolong aku supaya sungguh percaya bahwa Engkaulah Guru dan Tuhanku. Ajarku juga untuk tidak malu menjadi milik-Mu dan hidup dengan cara yang menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak malu menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan, jadi kita pun tidak perlu malu untuk hidup sebagai milik-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Sebutan “Abba”Diambil dari: Lukas 2:49 “Jawab-Nya kepada mereka: ‘Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?'”Wonder Kids, hari ini kita belajar sesuatu yang sangat indah tentang Tuhan Yesus. Waktu Yesus masih berumur dua belas tahun, Ia pergi ke Bait Allah di Yerusalem. Saat Maria dan Yusuf mencari-Nya, Yesus berkata, “Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Dari perkataan ini, kita melihat bahwa Yesus memiliki hubungan yang sangat istimewa dengan Allah Bapa.Pada zaman itu, orang Yahudi memang mengenal Allah sebagai Bapa bagi umat-Nya. Tetapi Yesus berbicara dengan cara yang sangat dekat dan pribadi. Yesus tidak sedang berkata bahwa Allah adalah Bapa seperti semua orang bisa berkata begitu dengan cara yang sama. Yesus menunjukkan bahwa Ia mengenal Allah sebagai Bapa-Nya dengan cara yang sangat khusus.Lalu di bagian-bagian lain, Yesus juga sering berdoa kepada Bapa. Yesus mengajar murid-murid-Nya untuk mengenal Allah sebagai Bapa, tetapi hubungan Yesus dengan Bapa tetap unik. Yesus adalah Anak Allah. Jadi saat Yesus menyebut Allah sebagai Bapa-Nya, Yesus sedang menunjukkan siapa diri-Nya sebenarnya.Ini penting sekali, Wonder Kids. Yesus bukan sekadar orang baik yang dekat dengan Tuhan. Yesus adalah Anak Allah yang mengenal Bapa dengan sempurna. Karena itu, saat Yesus datang ke dunia, Yesus bukan hanya membawa pesan dari Allah. Yesus datang dari Bapa untuk menyatakan siapa Allah itu kepada kita.Dan ada kabar yang sangat indah juga untuk kita. Karena Yesus datang menyelamatkan kita, kita yang percaya kepada-Nya juga boleh datang kepada Allah sebagai Bapa. Bukan karena kita memang pantas, tetapi karena Yesus membuka jalan bagi kita. Jadi kalau kamu percaya kepada Yesus, kamu tidak perlu takut datang kepada Allah. Kamu boleh berdoa kepada-Nya dan tahu bahwa Dia mengasihimu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Waktu kamu berdoa hari ini, mulailah dengan berkata, “Bapa di surga, terima kasih karena melalui Yesus aku boleh datang kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Anak Allah yang datang dari Bapa. Terima kasih karena melalui Engkau aku boleh mengenal Allah sebagai Bapaku di surga. Tolong aku supaya makin mengasihi-Mu dan percaya kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus adalah Anak Allah yang sejati, dan melalui Dia kita boleh datang kepada Allah sebagai Bapa yang mengasihi kita. Tuhan Yesus memberkati.
Di tengah semakin banyaknya brand abaya bermunculan, Aafiya justru memilih jalan yang berbeda. Bukan mengejar produksi sebanyak-banyaknya, tetapi menjaga kualitas di setiap detail. Mulai dari bordir yang menjadi ciri khas, hingga keputusan untuk tetap menggunakan penjahit butik agar setiap potong abaya memiliki sentuhan yang istimewa.Kali ini kami mengulik perjalanan Aafiya sebagai brand keluarga yang berhasil membangun identitas kuat di industri modest fashion Indonesia. Apa tantangan mempertahankan kualitas di tengah tuntutan pasar yang serba cepat? Dan bagaimana sebuah bisnis keluarga bisa terus berkembang tanpa kehilangan value yang dipercaya sejak awal? Selengkapnya di episode ini.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Orang FarisiDiambil dari: Markus 7:15 “Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, melainkan apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”Wonder Kids, pada zaman Yesus ada kelompok orang yang disebut orang Farisi. Mereka sangat memperhatikan aturan-aturan agama. Mereka ingin hidup kelihatan bersih dan benar di luar. Karena itu, mereka sangat serius soal makanan, cuci tangan, dan banyak peraturan lainnya. Mereka berpikir bahwa orang bisa menjadi najis terutama karena hal-hal dari luar.Tetapi Yesus mengajarkan sesuatu yang sangat penting. Yesus berkata bahwa yang paling menajiskan manusia bukanlah hal yang masuk dari luar, melainkan apa yang keluar dari hati. Maksudnya, masalah terbesar manusia bukan pertama-tama ada di makanan atau benda di luar dirinya, tetapi di dalam hatinya. Dari hati yang berdosalah keluar kebohongan, iri hati, kemarahan, kesombongan, dan banyak dosa lainnya.Wah, ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang kita juga bisa seperti orang Farisi. Kita ingin terlihat baik di luar. Misalnya, kita duduk manis di gereja, bicara sopan di depan guru, atau terlihat taat di depan orang tua. Tetapi di dalam hati, kita bisa tetap marah, iri, suka bohong, atau tidak mengasihi Tuhan. Yesus mengingatkan bahwa Tuhan melihat hati kita, bukan hanya penampilan luar kita.Apakah itu berarti aturan Tuhan tidak penting? Bukan begitu. Aturan Tuhan tetap baik. Tuhan memberi perintah-perintah-Nya untuk menolong kita hidup benar. Tetapi aturan saja tidak bisa membuat hati kita bersih. Kita butuh Tuhan mengubah hati kita. Kita butuh mengasihi Tuhan terlebih dahulu, lalu dari hati yang diubah itu kita belajar hidup benar.Jadi, hidup yang murni bukan berarti cuma kelihatan bersih di luar. Hidup yang murni berarti hati kita makin dikasihi dan diubah oleh Tuhan, sehingga kita mau melakukan yang benar. Saat kita sungguh mengasihi Tuhan, kita akan belajar berkata jujur, tidak iri, tidak menyimpan kebencian, dan mau mengasihi orang lain.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba periksa hatimu hari ini. Apakah ada dosa seperti marah, iri, bohong, atau suka membantah? Bawalah itu kepada Tuhan dan mintalah Dia membersihkan hatimu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarku bahwa yang paling penting adalah hati yang bersih di hadapan-Mu. Tolong aku supaya tidak hanya terlihat baik di luar, tetapi sungguh diubah di dalam hati. Bersihkan aku dari dosa dan ajar aku mengasihi Engkau serta orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak di luar, tetapi juga melihat hatimu, dan Dia mau membersihkannya. Tuhan Yesus memberkati.
It's no exaggeration when we hear that the FIFA World Cup is bringing the world together. After all, football is known as the world's most popular sport. But football really begins on the suburban ovals and in the local clubs, with everyday players of all ages and abilities. Here's how you can become one of them. - Bukan berlebihan ketika kita mendengar bahwa Piala Dunia FIFA menyatukan dunia. Bagaimanapun juga, sepak bola memang dikenal sebagai olahraga paling populer di dunia. Namun sepak bola sesungguhnya bermula di lapangan-lapangan pinggiran kota dan di klub-klub lokal, dengan pemain sehari-hari dari berbagai usia dan kemampuan. Berikut cara Anda bisa menjadi salah satu dari mereka.
Teknologi canggih boleh dibeli, tetapi semangat dan kesiapsiagaan untuk mempertahan Singapura tidak boleh dijual beli. Apabila bercakap soal pertahanan negara, biasanya orang akan fikir tentang jet pejuang, kapal selam mahupun teknologi yang canggih. Namun, adakah semua itu mencukupi untuk menjamin keselamatan sebuah negara sekecil Singapura? Dalam episod podcast No Tapis sempena Hari Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) ini, hos Natasha Mustafa berbincang bersama Menteri Pertahanan, Encik Chan Chun Sing, yang antara lain berkongsi pengalamannya sebagai Panglima Tentera Darat sebelum ini berkata senjata sebenar Singapura bukanlah aset dan teknologi canggih yang dimiliki, tetapi semangat individu di sebaliknya.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Hari ini 29 Juni 2026, diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional ke-33 dengan tema, "Ayah Wajib Hadir". Dilansir dari unggahan akun Instagram resmi Kemendukbangga/BKKBN, hadir dalam hal ini bukan berarti sekadar ada secara fisik di rumah. Tema ini memanggil ayah untuk terlibat secara emosional dan psikologis dalam pengasuhan sehari-hari: mendengarkan, merespons, dan menemani tumbuh kembang anak. Bagaimana memaknai hari keluarga nasional, dan bagaimana menyoroti kehadiran sosok "Ayah" di Jawa Tengah sendiri?
Halo Kawan Muda!Podcast UMMFM balik lagi nemenin harimu dengan obrolan yang hangat dan pastinya relate banget.
Madinah, tepatnya di kawasan Jabal Uhud yang menjadi salah satu destinasi ziarah sejarah Islam, kini hadir sebuah restoran yang menyajikan aneka hidangan khas Nusantara.Tak hanya menjadi tempat melepas rindu bagi jemaah Indonesia, restoran ini juga membawa misi yang lebih besar, yakni memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada masyarakat dunia.(BEH/MCH2026)
Dollar tembus Rp18.000, banyak yang panik! Namun, tahukah Anda bahwa di balik setiap krisis ekonomi, selalu ada bisnis yang justru melesat lebih cepat sementara yang lain terpuruk? Di episode kali ini, kita akan membongkar rahasia mengapa sebagian owner bisa semakin kaya ketika kurs dollar naik, serta memetakan siapa saja pihak yang paling diuntungkan dan industri apa saja yang berisiko paling terdampak keras.Bukan sekadar membahas fenomena, episode ini juga merangkum strategi bisnis taktis yang bisa Anda terapkan untuk melindungi profit perusahaan, sekaligus mengupas tuntas berbagai peluang tersembunyi yang sering kali tidak disadari oleh para pengusaha saat menghadapi guncangan mata uang.Pertanyaannya sekarang: apakah bisnis Anda saat ini termasuk pihak yang diuntungkan atau justru sedang dirugikan? Jangan lewatkan pembahasannya, tonton video ini sampai habis dan amankan strategi bisnis Anda sekarang juga!
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Juni 2026Bacaan: "Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian." (Lukas 6:33)Renungan: Senyum adalah salah satu gestur universal manusia. Bahasa manusia boleh berbeda-beda, budaya juga bisa beragam macamnya, tapi di hampir semua tempat, senyuman dimengerti sebagai tanda kegembiraan, keramahan, dan penerimaan. Ketika kita melakukan kebaikan kepada seseorang, maka senyuman dan ucapan terima kasih darinya bukanlah hal yang mengejutkan. Namun ketika kita melakukan kesalahan, ketika kita menumpahkan minuman ke baju seseorang, kita datang terlambat ke satu pertemuan penting, kita berbelok di tikungan yang salah saat mengantarkan seseorang yang sedang buru-buru, tapi orang itu tetap memberikan senyuman, maka perasaan kita akan sangat berbeda dengan situasi pertama tadi. Kita jelas lebih lega. Senyuman itu menjadi lebih berkesan karena kita akan mengingat orang tersebut sebagai orang yang baik, sabar, rendah hati, dst. Ketika kebaikan tampak sulit didapatkan tapi kita justru menerimanya, saat itu akan menjadi momen yang tak terlupakan. Inilah yang diajarkan Yesus kepada kita. Bukan hanya berbuat baik kepada mereka yang baik kepada kita, tapi juga kepada mereka yang telah melukai atau berbuat jahat pada kita. Bukan memberi sesuai apa yang diperintahkan, tapi memberi lebih dari itu. Bukan memberkati dan mendoakan orang yang kita sayangi saja, tapi memberkati dan mendoakan mereka yang mengutuki dan memusuhi kita. Jika itu semua yang kita lakukan, percayalah tindakan itu akan jauh lebih diingat orang. Itulah sesungguhnya yang disebut hidup yang menjadi berkat. Jika kita ingin hidup kita bisa menjadi berkat bagi orang lain, itu tidak cukup dengan banyak memberi atau berbuat baik saja. Tapi, berilah, nyatakan kasih, dan buatlah kebaikan juga kepada mereka yang seolah tidak pantas untuk menerimanya, yaitu mereka yang membenci, memusuhi, dan menyakiti kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan cinta-Mu, agar aku dapat membagikan cinta-Mu itu kepada orang lain tanpa memandang apakah dia baik bagiku atau mengecewakanku. Amin. (Dod).
Kita bisa membagi masalah menjadi dua jenis: (1) yang dilempar duit (throw in money) selesai, dan (2) yang dikasih duit banyak juga masih jadi masalah.
Season 34 : THE FINALE
Pembawa Renungan: Ria Angelia Wibisono - Jakarta Pengantar Renungan: Kalvin Laia - Gunungsitoli Sound Editing: Aris Kurniyawan - Jakarta Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Mat 7:1-5.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 21 Juni 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik baru. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus. Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan. Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah setiap kebaikan yang sedang aku rencanakan maupun yang akan aku lakukan, sehingga semua nya itu aku lakukan dengan tulus hati tanpa ada rencana yang tidak baik di baliknya. Amin. (Dod).
KATA PEMRED #43PinterPolitik.comTiga hari lagi, pada 22 Juni 2026, dapur-dapur itu akan padam serentak. Bukan karena gagal, melainkan karena dijadwalkan. Selama 18 hari libur sekolah, 27.820 dapur Makan Bergizi Gratis berhenti memasak, dan negara mencatatnya sebagai penghematan: 3 triliun 4 miliar 560 juta rupiah dari insentif yang tidak jadi dibayar. Di atas kertas, ini efisiensi yang rapi. Di atas meja makan jutaan anak, ini nampan yang tidak akan datang selama hampir tiga minggu.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Nama Baik YesusDiambil dari: Amsal 22:1 “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”Wonder Kids, coba bayangkan ada cap stempel yang ditekan ke kertas. Kalau cap itu bagus, gambarnya akan terlihat jelas dan rapi. Tetapi kalau capnya rusak, hasilnya juga jadi jelek. Nah, hidup seseorang juga seperti itu. Apa yang ia lakukan terus-menerus akan meninggalkan “jejak” tentang siapa dia sebenarnya. Itulah yang disebut reputasi atau nama baik.Nama baik tidak dibangun dalam satu hari. Nama baik dibentuk lewat banyak pilihan kecil: berkata jujur, menepati janji, bersikap baik, tidak curang, dan melakukan yang benar berulang kali. Tetapi nama baik juga bisa rusak karena satu pilihan yang salah. Karena itu, firman Tuhan berkata bahwa nama baik itu sangat berharga.Kalau kita memikirkan Yesus, kita melihat Pribadi yang tidak pernah mempunyai reputasi buruk karena dosa. Yesus sempurna. Semua yang Yesus lakukan selalu benar, penuh kasih, penuh hikmat, dan suci. Memang ada orang-orang yang menolak Yesus dan berbicara jahat tentang Dia. Tetapi itu bukan karena Yesus berbuat salah. Itu karena hati mereka tidak mau menerima kebenaran. Yesus tetap menunjukkan lewat hidup-Nya bahwa Ia adalah Pribadi yang kudus dan dapat dipercaya.Bahkan saat banyak orang salah paham tentang Yesus, Yesus tidak membalas dengan dosa. Ia tetap mengasihi, tetap mengajar kebenaran, dan tetap melakukan kehendak Bapa. Dari hidup Yesus, kita belajar bahwa nama baik yang sejati bukan dibangun dengan pura-pura terlihat baik di depan orang, tetapi dengan hidup yang sungguh benar di hadapan Tuhan.Wonder Kids, ini penting juga untuk hidup kita. Tuhan mau kita punya nama baik. Bukan supaya kita dipuji orang, tetapi supaya hidup kita menunjukkan bahwa kita milik Tuhan. Saat kamu jujur, bertanggung jawab, tidak suka bohong, tidak curang, dan baik kepada orang lain, kamu sedang membangun nama baik yang menyenangkan hati Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu kebiasaan kecil yang bisa membantumu punya nama baik, misalnya berkata jujur, menepati janji, atau mengakui kesalahan. Lalu lakukan itu hari ini dengan sungguh-sungguh.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu benar, suci, dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya hidupku juga menunjukkan kejujuran, kebaikan, dan kesetiaan, sehingga aku boleh memiliki nama baik yang memuliakan Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: nama baik dibangun lewat banyak pilihan kecil yang benar, dan Yesus adalah teladan sempurna bagi hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 18 Juni 2026Bacaan: Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya." (Yesaya 26:3)Renungan: Hidup adalah sekumpulan pilihan. Banyak alasan untuk membuat kita tertawa, tapi banyak orang memilih untuk kecewa. Banyak hal yang seharusnya membuat kita tersenyum, tapi banyak orang justru memilih untuk bersedih. Banyak hal yang seharusnya kita abaikan, tapi banyak orang justru mempersoalkan. Banyak hal yang seharusnya mudah dan sederhana untuk dijalani, tapi banyak orang memilih untuk ribet dan mempersulitnya. Banyak hal yang seharusnya kita syukuri, tapi banyak orang memilih untuk mengeluhkan hal-hal yang tidak ia miliki. Jika kita mau merenungkan lebih dalam, sesungguhnya hidup kita penuh dengan kebahagiaan, sayangnya kita tidak menyadarinya. Sebagai gantinya, kita justru memandang bahwa hidup kita seolah-olah hanya berisi penderitaan dan masalah saja. Lupa bahwa di dalam penderitaan sekalipun, kita bisa menemukan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan. Pilihlah yang baik, bukan yang buruk. Pilihlah yang mendatangkan sukacita, bukan yang mengundang kecemasan. Pilihlah untuk berbahagia, bukan takut dan khawatir. Semuanya itu mungkin terjadi kalau kita bisa menguasai hati. Menguasai hati untuk terus bersyukur, dan bukan iri karena membandingkan diri dengan orang lain. Bukankah berkat tidak selalu urusan materi? Di saat jiwa kita tenang dan hati kita damai, bukankah itu kebahagiaan yang jauh lebih berharga daripada sekadar kekayaan dan materi saja? Itulah sebabnya untuk bahagia tidak selalu berarti harus memiliki segalanya, melainkan bersyukur untuk semuanya. Seperti halnya sebuah kalimat bijak berkata, "Bukan karena bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi karena kita bersyukur maka kita jadi bahagia." Jika kita mengerti rahasia kehidupan ini, tidak ada alasan untuk kita melupakan segala kebaikan dan kasih karunia Tuhan yang telah kita terima. Bahkan, di saat kita mengalami masa-masa yang paling sulit sekalipun, kita akan tetap merasakan ketenangan di dalam Tuhan. Di tengah badai kita merasakan damai! Apakah kita ketenangan jiwa seperti ini terjadi dalam hidup kita? Marilah kita ubah cara pandang kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan, bahkan di masa-masa sulit pun aku rindu Engkau hadir untuk memberi ketenangan padaku. Amin. (Dod).
Manusia punya banyak hal yang tidak dimiliki oleh AI. So jangan takut sama hasil survey, kembangkan kemampuan leadership yang innate di dalam diri.Untuk pelatihan AI for Leaders dan Leadership for Everybody, silahkan hubungi inspirasi@pasarmentor.id@husinw
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Menggabungkan Sejarah dan ImanDiambil dari: Kolose 2:6–7 “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”Wonder Kids, selama ini kita sudah belajar banyak hal tentang Yesus. Kita belajar bahwa Yesus sungguh hidup dalam sejarah. Ada banyak bukti, banyak catatan, dan banyak kesaksian yang menolong kita melihat bahwa Yesus bukan tokoh dongeng. Tetapi apakah cukup hanya tahu fakta tentang Yesus? Belum.Coba bayangkan begini. Kamu bisa tahu banyak fakta tentang seseorang. Kamu tahu namanya, pekerjaannya, tempat tinggalnya, bahkan hal-hal yang pernah dia lakukan. Tetapi mengenal seseorang dengan sungguh-sungguh lebih dari sekadar tahu fakta. Ada hubungan, ada kepercayaan, ada kasih. Begitu juga dengan Yesus. Kita memang perlu tahu bahwa Yesus sungguh nyata dalam sejarah. Tetapi Tuhan juga mau kita lebih dari itu, yaitu percaya kepada-Nya dan hidup di dalam Dia.Firman Tuhan dalam Kolose 2:6–7 berkata bahwa karena kita sudah menerima Kristus Yesus, kita harus hidup tetap di dalam Dia, berakar di dalam Dia, dan makin teguh dalam iman. Artinya, iman Kristen bukan hanya percaya di kepala, tetapi juga hidup yang melekat kepada Yesus. Kita bukan hanya berkata, “Ya, Yesus itu nyata,” tetapi juga, “Ya, Yesus adalah Tuhanku, dan aku mau mengikut Dia.”Jadi sejarah dan iman tidak bertentangan. Fakta-fakta tentang Yesus menolong kita melihat bahwa iman kita punya dasar yang benar. Tetapi sesudah itu, kita dipanggil untuk datang kepada Yesus secara pribadi. Bukan hanya mengagumi bukti-buktinya, tetapi sungguh percaya kepada-Nya, mengasihi-Nya, dan taat kepada-Nya.Wonder Kids, mungkin ada anak yang tahu banyak cerita Alkitab tetapi belum sungguh hidup dekat dengan Yesus. Hari ini Tuhan mengingatkan kita: jangan berhenti hanya pada tahu. Datanglah kepada Yesus. Berakar di dalam Dia. Bangun hidupmu di atas Dia. Dan saat kamu hidup dekat dengan Yesus, hatimu akan penuh syukur.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau. Aku mau sungguh percaya, mengasihi, dan hidup dekat dengan Engkau.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh nyata dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak berhenti hanya pada mengetahui fakta tentang Engkau, tetapi sungguh hidup di dalam Engkau, berakar dalam iman, dan mengasihi-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengetahui bahwa Yesus itu nyata itu penting, tetapi yang lebih penting adalah percaya kepada-Nya dan hidup tetap di dalam Dia. Tuhan Yesus memberkati.
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A - Kuburan Bukan Tempat Mencari BERKAH! - Ustadz Ammi Nur Baits., ST, B.A
Ustadz Abdullah Zaen M.A - Hati Bukan Gudang - Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A
Kamu mungkin pernah penasaran soal gimana caranya dan pengaturan aksesibilitas bekerja di sebuah game dan gimana caranya beberapa game-game bisa menang penghargaan di kategori Innovation in Accessibility di The Game Awards?Episode ini kita dan temen-temen A11yID bakal ngobrol bareng bahas semuanya tentang aksesibilitas dalam video game dan bagaimana pengaturan berikut bisa membuat banyak orang bisa menikmati bermain game?Timestamps:00:00 - Pembukaan & Intro Tamu dari A11yID/Suarise 03:00 - Apa Itu Accessibility Gaming? Kenalan Dulu 06:00 - FC26 & Accessibility Features di Game Sport 09:00 - Nostalgia: Just Dance, DDR, & Gaming Bareng Teman 12:00 - Subtitle: Fitur Accessibility yang Semua Orang Pakai 15:00 - Text-to-Speech, Vibration, & Audio Cues di Fortnite 18:00 - Motion Sickness & High Contrast Mode di FC26 21:00 - PSVR & Motion Sickness: Cerita Pribadi 24:00 - Warna di Game: Kenapa Perubahan Itu Penting 27:00 - Kompleksitas Fitur Accessibility di Game 30:00 - Audio Cues di Racing Game: Belokan Kiri vs Kanan 33:00 - Visual Cues: Indikator Rem & Lampu Lalu Lintas 36:00 - Difficulty Options: Story Mode & Player Choice 39:00 - Nilai Game Bukan Cuma dari Cerita 42:00 - Game Accessibility Guidelines dari ISA 45:00 - Steam Accessibility Tags: Cara Cari Game 48:00 - AADG: Event Fokus di Game yang Inclusive 51:00 - Having Fun Bareng: Mabar Tanpa Pretensi 54:00 - Developer & Modding Community untuk Accessibility 57:00 - Event: FGD + Talk Show 13 Juni & Puncak 20 Juni 60:00 - KAI Esport Center: Lokasi & Grand Opening 63:00 - Challenge Activities & Awareness untuk Developer Lokal 66:00 - Penutup & Reminder Event 20 JuniWebsite dan Sosial Media A11yID dan Suarisehttps://suarise.com/ | https://suarise.com/a11yid/ | https://x.com/suariseid | https://www.instagram.com/suariseid
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Juni 2026Bacaan: "..... janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana....." (Roma 12:16)Renungan: Ketika kita bercita-cita menjadi seorang penulis, ada dua hal yang harus kita lakukan. Pertama, kita harus banyak menulis. Kedua, kita harus banyak membaca. Ya, penulis harus banyak membaca, seperti juga musisi harus banyak mendengarkan musik, sineas harus banyak menonton film, barista harus suka minum kopi, dst. Pertanyaannya, buku apa yang harus dibaca agar kita bisa menjadi penulis yang baik? Seorang penulis memberi nasihat cukup unik, la menyarankan membaca dua jenis buku: buku yang benar-benar bagus dan buku yang benar-benar jelek. Membaca buku yang sangat bagus tentu agar kita terinspirasi dan bisa membuat tulisan yang makin berkualitas. Bagaimana dengan membaca buku yang sangat jelek? Menurut penulis itu, buku yang sangat jelek juga bisa membuat kita termotivasi. "Jika tulisan sejelek itu saja ada yang mau menerbitkan, tulisan kita pasti bisa diterbitkan juga." Ada benarnya juga. Nyatanya, kita sering kali takut, bahkan putus asa karena yang kita lihat saat baru memulai sesuatu hanyalah orang-orang yang sudah ada di level sangat tinggi. Kita berhenti menulis karena tidak bisa menulis sebaik peraih Nobel Sastra. Kita berhenti menjadi musisi karena minder melihat keahlian para musisi kelas nasional bahkan internasional. Kita putus asa karena usaha yang kita rintis tidak kunjung sebesar perusahaan top. Maka, ada kalanya kita perlu juga melihat kepada hal-hal yang lebih "membumi". Bukan berarti menurunkan standar atau tak punya cita-cita tinggi. Kadang kita memang harus melihat ke atas, tapi penting juga untuk bisa melihat ke samping atau ke bawah. Keseimbangan seperti ini perlu supaya kita tidak jatuh menjadi hidup sekadar mengejar ambisi yang tak pernah habis-habisnya. Melihat ke hal-hal yang di bawah atau di sekitar, juga membuat kita bisa lebih bersyukur daripada hanya mengeluh karena kondisi kita tidak seperti orang lain. Kepada jemaat di Roma, Paulus dua kali mengingatkan mereka untuk tidak hanya memikirkan hal-hal yang tinggi (Rm. 12:3, 16), tapi mengarahkan pikiran ke hal sederhana agar tetap rendah hati. Tak ada yang salah dengan memiliki cita-cita besar, tapi jangan sampai kita lalu menjadi tak menghargai hal-hal kecil dan sederhana, karena itupun adalah berkat Tuhan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas hal-hal besar dan kecil dalam hidupku karena semua itu adalah berkat-Mu yang Kau berikan untukku. Amin. (Dod).
Prabowo Subianto punya kebiasaan yang tak bisa diabaikan: ia kerap menyebut angka-angka spesifik dalam pidatonya. Terbaru, ia meresmikan 1.061 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Nganjuk dan menyinggung angka 8 (dari 1+0+6+1) — simbol kesinambungan (continuity). “Delapan itu garisnya tidak pernah putus,” ujarnya. Bukan kebetulan: Prabowo adalah Presiden RI ke-8, dan angka 8 sudah menjadi jangkarnya sejak bergabung di Sandi 81. Lalu, apa makna di balik kepemimpinan yang percaya angka keberuntungan?
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 18 Mei 2026Bacaan: "Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Apakah hukuman secara fisik merupakan cara yang efektif untuk mendidik anak? Penelitian menunjukkan bahwa hukuman fisik ternyata cara yang kurang efektif. Bukan berarti hukuman secara fisik itu tidak perlu. Ada kalanya, kita memang harus memberikan disiplin atau hukuman secara keras jika anak kita sudah kelewatan. Memberikan hukuman itu boleh, tapi jadikanlah itu sebagai opsi terakhir. Bukan sedikit sedikit hajar, sedikit sedikit main hajar. Penelitian yang dilakukan oleh University of California di Los Angeles, menunjukkan bahwa 82 persen remaja yang dikirim ke penjara anak, akhimya melakukan kejahatan kembali, dan sering kali dengan kejahatan yang lebih berat dari sebelumnya. Mengapa bisa demikian? Salah seorang anak yang dimasukkan penjara pernah bercerita, "Saya dikurung di sel bersama-sama anak-anak lain yang lebih tua. Di sel itu, setiap anak bercerita tentang apa yang mereka telah lakukan dan bagaimana mereka tertangkap. Ini seperti kursus di bidang kejahatan." Hukuman pada kenyataannya tidak membuat jera. Sering kali kita frustrasi dengan anak kita yang sudah dihukum berulang kali tapi tidak pernah kapok, bahkan kenakalannya semakin menjadi-jadi. Jika hal itu yang terjadi, sudah saatnya kita melakukan pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak kita. Bukan lagi dengan tongkat, tapi dengan kasih sayang. Bukan lagi dengan makian, tapi dengan perhatian. Bukan lagi dengan banyaknya kata-kata, tapi dengan teladan dan memberikan waktu secara khusus kepada anak kita. Pendekatan seperti ini sering kali lebih efektif dibandingkan dengan main rotan atau main hajar saja. Pendekatan seperti ini membuat anak sadar apakah perbuatannya benar ataukah perbuatannya salah. Mereka juga tidak hanya memandang orang tuanya sebagai penghukum tapi terlebih pembimbing mereka. Jika mereka punya kesadaran tentang apa yang benar dan apa yang salah, biasanya mereka akan mulai bertanggung jawab atas kehidupannya. Mereka mulai melakukan hal yang benar, bukan karena paksaan tapi karena kesadaran. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk mendidik anak-anak yang Kau percayakanlah padaku, sehingga perkataanku penuh kuasa untuk menjadikan anak-anakku lebih baik dari sebelumnya. Amin. (Dod).
Tiga presiden, puluhan menteri, ratusan gubernur lahir dari satu institusi yang sama. Bukan universitas, bukan partai politik. Angkatan Darat masih menjadi “rahim” paling produktif bagi negarawan Indonesia, dan hingga hari ini belum ada satu pun institusi lain yang mampu menandinginya.
KATA PEMRED #25PinterPolitik.comPada Oktober 2024, ketika Prabowo Subianto mengucapkan sumpah sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia, sebuah peta yang lebih besar dari peta apa pun mulai ditulis ulang. Bukan peta di dinding, tetapi peta di kepala lingkar terdekatnya — peta tentang bagaimana negara ini akan bekerja, bukan sekadar tentang siapa yang akan memerintah. Di banyak rumah tangga Indonesia pada pertengahan 2026, peta yang sama dibaca dengan cara yang lebih sederhana: apakah harga beras turun dari minggu lalu, apakah anak di sekolah dasar mendapat sarapan, apakah jalan ke pasar masih utuh setelah hujan. Antara peta di kepala dan peta di dapur itulah politik Indonesia sedang ditulis ulang.
Pembawa Renungan: RD. Dwi Joko SurabayaYoh 16:5-11
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 10 Mei 2026Bacaan: "Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi oreng yang pandai, berdiam diri." (Amsal 11:12)Renungan: Pada tahun 2020, perusahaan sepeda asal Belanda, VanMoof memutuskan akan menjual 90% barangnya secara online. Tentu saja, dalam berjualan online sangat penting untuk memastikan barang yang dikirimkan bisa tiba ke tangan konsumen dalam kondisi tetap sempurna. Apalagi penjualan mereka adalah ke seluruh dunia. Mereka amati banyak konsumen kompetitor mereka kecewa karena sepeda mereka tiba dalam kondisi cacat. Muncullah ide yang cukup unik. Mereka mengirim sepeda dengan boks kardus yang sangat besar, kira-kira seukuran boks TV layar datar ukuran 50 inch. Nah, di bagian depan boks itu, dicetak gambar TV selain tentu juga sepeda. Sepintas boks itu lebih mirip boks TV daripada sepeda, dan memang itulah tujuannya. Faktanya, pihak ekspedisi akan lebih berhati-hati jika mengirimkan TV. Dengan mendesain boks mereka mirip boks TV, maka sepeda mereka diperlakukan dengan lebih hati-hati, selayaknya membawa TV. Ketika kita sadar apa yang berada di dalam sebuah boks, maka sikap kita terhadap boks itu juga akan menyesuaikan. Sikap saat membawa boks berisi kue ulang tahun akan berbeda dengan sikap saat membawa boks berisi kue kering. Sikap saat membawa boks bertuliskan "Barang Pecah Belah" atau "Jangan Ditumpuk" akan beda dengan sikap saat membawa boks berisi boneka. Apakah hal serupa juga kita lakukan saat menilai manusia? Jika kita tahu bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:27), akankah kita bersikap semena-mena pada sesama? Jika kita mengimani Kristus telah mati demi menebus umat manusia, sadarkah kita jika itu berarti tiap manusia amatlah berharga? Dunia menilai manusia hanya dari sisi luarnya saja. Namun, anak Tuhan mesti melihat dengan cara yang berbeda. Lihat sesama kita seperti cara Tuhan memandang mereka. Bukan hanya melihat dari tampilan luar, tapi melihat mereka sebagai jiwa-jiwa yang harus dikasihi dan dihargai sebagai sesama ciptaan Tuhan yang mulia dan berharga. Pandang juga diri kita dengan cara yang sama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku kemampuan untuk bisa melihat sesamaku seperti Engkau melihat mereka baik adanya, sehingga aku selalu melihat sesamaku dengan kacamata positif. Amin. (Dod).
Ratusan miliar rupiah mengalir setiap tahun dari kantong rakyat ke mesin kaderisasi partai, tanpa ada yang diwajibkan membuktikan uang itu benar-benar dipakai mendidik pemimpin — sampai KPK angkat bicara, sampai PDIP menyatakan dukungan, dan sampai sebuah fakta pahit tersembul: partai yang sudah lama membuktikan transparansi itu bisa dilakukan justru bukan partai yang baru berani menyuarakannya.
Menlu RI Sugiono koreksi blunder Menkeu Purbaya soal tarif Malaka sambil tolak misi militer Hormuz. Mungkinkah ini damage control atau manuver strategis?
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 7 Mei 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik batu. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus, Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Perbuata baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan, Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah hatiku saat melakukan perbuatan baik, sehingga kebaikan yang aku lakukan semata-mata hanya untuk kemuliaan nama-Mu dan bukan untuk menyombongkan diriku sendiri. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan: Sandy Kusuma TangerangYoh. 10:22-30.
Di Communitalk with Yeni Maiasnita, ada banyak real case yang stuck pada masalah komunikasi di kampus, di kerjaan, bahkan di hubungan personal. Bukan cuma curhat, tapi cari solusi yang bisa langsung dipakai. Bareng Coach Yeni Maiasnita, Trainer dari Classy Learning Center, pahami cara berkomunikasi yang tepat, berkelas, dan berdampak.
Bukan keputusan mudah bagi seorang ibu dari empat anak kecil untuk kembali kuliah. Namun, ia berpikir itu perlu jika dirinya ingin membangun karier lain di Australia.