POPULARITY
Kebaktian 2 Minggu Adven IVGKP Jemaat BandungMinggu, 21 Desember 2025 pukul 09.30 WIBTema : "KelahiranNya Menjadikan Kita Berani Menghadapi Kenyataan"Bacaan Alkitab : Matius 1:18-25Pelayan Firman : Pdt. Em. Krisna Ludia Suryadi, S.Th., PC.@GKP Bandung Desember 2025
Babakti 1 Minggu Adven IVGKP Jemaat BandungMinggu, 21 Desember 2025 tabuh 07.00 WIBJejer : "KalahiranNa Ngajadikeun Urang Teuneung Nyanghareupan Kanyataan"Aosan Alkitab : Mateus 1:18-25Panglayan Firman : Pdt. Em. Krisna Ludia Suryadi, S.Th., PC.@GKP Bandung Desember 2025
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 7: 10-14; Mazmur tg 24: 1-2.3-4ab.5-6; Roma 1: 1-7; Matthew 1: 18-24DEMI KEPENTINGANYANG LEBIH BESAR Tema renungan kita pada hariMinggu Adven keempat ini ialah: Demi Kepentingan Yang Lebih Besar. Ada sekelompok mahasiswa berdiskusi mengenaitempat untuk bakti sosial sebagai suatu bentuk aksi Natal dan Tahun Baru.Mereka juga pertimbangkan orang-orang yang menjadi sasaran pelayanan mereka.Semua pertimbangan kepentingan pribadi dihindari sehingga keputusan yang merekaambil benar-benar bagi kebutuhan orang banyak. Ada seorang anak kelas 5 SDmengeluarkan semua tabungannya selama satu tahun. Tabungan itu adalah hasilkumpulan uang jajan dan hadiah yang ia terima dan tidak ia pakai. Ia belanjakansemua uang tabungannya dalam bentuk kado-kado Natal dan Tahun Baru, lalu diberikankepada panti asuhan yang ada di dekat rumahnya, sebuah panti dengan payungagama yang berbeda dari agamanya Katolik. Ia menjadi puas dan bahagia karenatelah berbuat kasih bagi orang lain. Dua cerita nyata tersebutmerupakan contoh-contoh refleksi tentang pengosongan diri. Istilah yang lebihteologis sering kita sebut sebagai inkarnasi. Sebenarnya alasan sebuahpengosongan diri ialah demi kepentingan yang lebih besar. Logikanya ialah begini:kepentingan pribadi atau yang lebih kecil harus dikorbankan, karena adakepentingan lain yang lebih besar untuk dipenuhi. Di dalam pemenuhankepentingan yang lebih besar itu, sesungguhnya kepentingan pribadi jugamendapatkan keuntungannya. Pengosongan diri sesungguhnyaialah oleh Tuhan dengan meninggalkan tempat-Nya di surga dan menjadi manusia.Kalau Tuhan mementingkan diri-Nya sendiri, sebaiknya ia tinggal saja di surgadan tidak perlu datang ke dunia. Namun Ia sesungguhnya datang demi kepentinganyang lebih besar ialah keselamatan kita semua. Raja Ahas di dalam bacaanpertama sangat memahami kebenaran pengosongan diri ini. Oleh karena itu iamenolak meminta sesuatu yang spesial diberikan kepadanya oleh Tuhan. Iamembiarkan Tuhan saja yang menyatakan kehendak-Nya, yaitu demi kepentingan yanglebih besar. Kepentingan itu ialah Yesus yanglahir ke dalam dunia untuk keselamatan seluruh dunia dan segenap umat manusia.Ia memang disebut oleh kitab suci sebagai keturunan Daud, tetapi bukan miliknyaDaud dan segenap keluarga saja. Ia adalah Allah untuk semua orang dan segenap ciptaan. Yosef yang bertunangan denganMaria, juga mengorbankan kepentingan dirinya sendiri, yaitu rasa malu, gengsidan marah. Ingin menceraikan saja Maria. Tapi karena kepentingan yang lebihbesar, yaitu kehendak Tuhan, ia turuti dan ia bahagia dengan sikapnya itu. Sesungguhnya, dengan menurutikehendak Tuhan, kita berbuat untuk kepentingan yang lebih besar. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, semogaperayaan hari Minggu ini melengkapi sukacita kami untuk hari raya Natal yang sebentar lain kami rayakan. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Renungan SeRoJa, H.M. Adven IV, 21 Desember 2025
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 7: 10-14; Mazmur tg 24: 1-2.3-4ab.5-6; Lukas 1: 26-38.SAAT INKARNASI Renungan kita pada hari ini bertema: Saat Inkarnasi. Kitaselalu merenungkan tema besar Adven ini yaitu persiapan. Selama hari-hari yanglalu renungan kita menampilkan tokoh-tokoh istimewa yang dapat disebut kategorilingkaran dekat, yaitu mereka yang berperan utama untuk membantu persiapan itu. Hari ini bacaan-bacaan liturgis mengantar kita kepadasuatu sisi persiapan inti, yang menampilkan tokoh-tokoh inti yang secaralangsung menjadi instrumen bagi kelahiran Yesus Kristus. Mereka ini bukan lagisebagai lingkaran dekat, tetapi sebagai pelaku utama untuk mewujudkan rencanaBapa yang amat dahsyat dalam sejarah keselamatan, yaitu inkarnasi. Katainkarnasi ini ialah Sabda Allah yang abadi menjadi manusia. Putra Allah sebagaipribadi Tritunggal yang kedua, datang ke dunia yang kita kenal sebagai YesusKristus. Peristiwa inkarnasi itu masuk ke dalam dunia melalui pintuutama, yaitu salam dari surga yang besar dan ajaib. Kebesaran dan keajaibanTuhan mengenai kedatangan Mesias yang sudah dipersiapkan jauh sebelumnya olehpara nabi, melalui pewartaan bacaan-bacaan hari ini mulai terbuka untukditampilkan. Penampilan ini menghadirkan tokoh-tokoh utama, yaitu malaikatagung Gabriel yang membawa kabar suka cita surgawi dari Allah, perawan Mariadari Nazareth di daerah Galilea, dan Yosef, calon suami perawan itu. Merekaadalah pelaku-pelaku utama yang berperan langsung untuk kehadiran Yesus Kristusdi dunia. Kita sedang menuju ke puncak inkarnasi. Hari ini kitaberada di pintu masuk, yaitu mengalami salam suka cita yang disampaikan kepadaMaria, salam itu amat ajaib, dan jawaban Maria yang menjadi ungkapan iman yangbegitu besar. Semua yang terjadi pada pintu inkarnasi ini mengkonfirmasi apayang sudah disampaikan dahulu oleh nabi Yesaya ketika menyampaikan kabar sukacita ini kepada keluarga Daud, bahwa seorang perempuan akan melahirkan Emanuel.Jadi pintu salam yang besar dan ajaib ini memang sudah dirancang dandipersiapkan untuk dibuka sudah sejak lama. Kita hendaknya tidak berada di luar lingkaran sekedarmenyaksikan dan mengagumi saja. Sebaiknya kita masuk dan berada di dalam pintuitu supaya ikut mengalami salam yang besar dan ajaib itu. Lebih bagus lagi,salam yang berbunyi “Tuhan menyertaimu” juga masuk ke dalam diri kitamasing-masing dan keluarga kita. Sungguh luar biasa terjadi inkarnasi, di manaSabda yang kekal itu masuk dan berdiam di dalam kita. Persiapan kita sebenarnyaialah berada pada pintu inkarnasi itu, dan bukan jauh dari situ atau sekedarmenonton.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha besar,semoga kami semakin bersuka cita ketika berada dalam persiapan yang sudah amatdekat ini untuk merayakan pesta kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
Renungan SeRoJa, Masa Khusus Adven, 20 Desember 2025
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Hakim-Hakim 13: 2-7.24-25a; Mazmur tg 71: 3-4a.5-6ab.16-17; Lukas 1: 5-25.PERSIAPAN AJAIB Tema renungan kita pada hari ini ialah: Persiapan Ajaib.Persiapan adalah tema utama masa Adven. Kita telah renungkan tentang persiapanbesar seperti yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis dan Elia. Ada juga bentukpersiapan yang menonjolkan keadilan Tuhan bersama raja Daud, yang hasilnyaberwujud pada diri Bunda Maria dan Santo Yosef. Lalu hari ini kitadiperkenalkan dengan bentuk persiapan ajaib, dengan tokoh utama ialah istriManoah atau ibu Samson, dan orang tua Yohanes Pembaptis, Zakariah dan Elisabeth. Kita menyebut sebuah persiapan ajaib, dan bukan hanyabesar, karena dekat dengan peristiwa besar dan jauh lebih ajaib yaitu kelahiranjuru selamat yang sudah sangat nyata. Kejadian ajaib dalam hidup Maria danYosef, serta berwujud pada kelahiran Yesus Kristus, jelas harus diantisipasioleh suatu persiapan ajaib juga. Dan persiapan ajaib ini ialah kelahiran Samsondari ibunya yang sudah mandul, demikian juga kelahiran Yohanes Pembaptis dariElisabeth yang juga diklaim mandul. Zakariah, suami Elisabeth juga masuk dalam lingkaran keajaiban ini. Kalau berani bertanya pada diri masing-masing, keajaibanapa yang mesti pas dipersiapkan untuk menyambut pesta kelahiran Yesus Kristustahun ini? Sesuatu yang ajaib selalu membuat heran, kagum atau lebih tepatnyasesuatu yang baru. Mempunyai dan mengalami suatu hubungan yang istimewa denganTuhan tidak mesti yang besar dan megah. Ajaib atau yang baru tidak mesti jugayang sangat luar biasa. Yesus Kristus yang lahir dalam kesahajaan cukupmemberikan kita gambaran bahwa ajaib itu adalah pengalaman menemukan terang danjawaban tentang hidup kita di dalam Tuhan. Seseorang menuliskan pada dinding media sosialnya tentangpersiapan ajaib keluarganya untuk Natal kali ini. “Anakku bungsu yang sudahpemuda, selama tahun-tahun belakangan tak bisa cocok dan sepikiran dengan kamiorang tuannya. Baru sehari terakhir ini ia terbuka dan berbicara dengan kami.Kami sesungguhnya berhenti di tempat yang persis anak kami berada, supayakomunikasi kami bisa bersambung lagi, pembicaraan menjadi cair, dan akhirnyatercapai solusi atas permasalahan kami. Semoga Natal ini menjadi satupengalaman sangat indah dalam keluarga kami”. Sharing kecil ini merupakan satu persiapan ajaib, yangtentu saja akan diselaraskan dengan keajaiban kehadiran Tuhan Yesus Kristus.Kita sebagai pribadi, keluarga, dan komunitas perlu bersiap secara ajaib atausecara baru, supaya menemukan keselarasan itu. Jika tak ada sesuatu yang ajaibatau baru, bukankah nanti perayaan Natal menjadi biasa-biasa saja, tanpasesuatu yang indah? Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah,jadikanlah kami pribadi-pribadi dan keluarga-keluarga yang dapat membuat hidupkami baru sebagai persiapan untuk hari Natal ini. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
Renungan SeRoJa Masa Khusus Adven, 19 Desember 2025
Renungan SeRoJa Masa Khusus Adven, 18 Desember 2025
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yeremia 23: 5-8; Mazmur tg 72: 1-2.12-13.18-19; Matius 1: 18-24.YOSEF, SEORANG AHLI HARI NATAL Renungan kita pada hari ini bertema: Yosef, Seorang AhliHari Natal. Injil Matius yang baru saja kita dengar menyebutkan bahwa di dalammimpi seorang malaikat berbicara begini: Yosef, putra Daud, jangan takutmengambil Maria sebagai istrimu. Dia hamil itu dari Roh Kudus, bukan daridirimu dan dari siapa-siapa. Anak yang akan dilahirkan oleh Maria, engkau mestiberi nama Yesus. Untuk memenangkan hati Yosef yang tentu saja kecewa danmalu, mengingat calon istrinya, Maria, telah kedapatan hamil, Tuhan punyastrategi. Malaikat yang disuruh oleh Tuhan harus pintar-pintar membawa pesan,sehingga Yosef harus dibuat mengerti benar-benar apa yang sedang diperbuatTuhan baginya. Malaikat langsung mengunci Yosef dari awal pembicaraan, denganmenyapanya sebagai anak dari keturunan Daud. Kalau mengaitkannya dengan Daud,raja yang agung dan mulia, sudah pasti sebagai keturunannya, ia tidak bisamengelak. Ia harus patuh dan taat. Kita manusia juga selalu begitu. Jika nama orang besaratau orang yang sangat sakti di dalam keluarga dipakai untuk meyakinkan Anda,tentu saja Anda akan langsung mengamini. Kita tumbuh, berkembang, dan dididikuntuk selalu mengikuti orang yang besar, mulia, agung, dan suci. Ketikamisalnya Anda ingin berbohong atau mengungkapkan reaksi yang negatif,orang-orang yang luar biasa tersebut dihadirkan untuk membuat dirimu berpikirulang tentang tindakanmu tersebut. Di sini Yosep sangat ahli untuk hari Natal, karena ia ikutmenyiapkan kita supaya dapat mengontrol dan menguasai diri secara tepat danbaik. Kita sudah merayakan hari Minggu suka cita, kiranya kegembiraan akan hariNatal yang sudah mendekat, tidak membuat kita menjadi terlalu gembira karenabisa saja kita lupa akan hal yang esensial, yaitu batin dan roh kita perludimurnikan. Suka cita kita dalam menyongsong hari Natal, perlu kita lengkapidengan tetap taat kepada Tuhan dalam hal kewaspadaan yang tinggi, supaya kitatidak terbawa oleh pengaruh atau godaan Setan yang membawa kita ke dalam dosa. Yosef sangat ahli untuk hari Natal, dan ia dapatmengajarkan kita dalam hal siap mengambil risiko dan teguh pada keputusan yangbenar. Sebagai pribadi dan bersama, kita tentu akan membuat keputusan-keputusanyang membantu pertumbuhan iman kita dalam merayakan hari Natal dan Tahun Baruini. Liburan Natal dan Tahun Baru juga kita jalani. Kiranya keputusan yangdiambil secara pribadi maupun bersama, menghadirkan sikap iman yang benar. Biarada risiko yang menjadi konsekuensi keputusan tersebut, namun risiko itu adalahuntuk kebaikan. Santo Yosef yang suci, doakanlah kami. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kamimeneladani Santo Yosef dalam persiapan hari raya Natal ini, dengan mampumenguasai diri dan teguh pada iman kepada-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Kejadian 49: 2.8-10; Mazmur tg 72: 1-2.3-4ab.7-8.17; Matius 1: 1-17.KEADILAN TUHAN BERJAYA Tema renungan kita pada hari iniialah: Keadilan Tuhan Berjaya. Beberapa hari belakangan tokoh-tokoh kitab suciseperti Elia di Perjanjian Lama dan Yohanes Pembaptis di Perjanjian Barumenarik perhatian kita. Pada hari ini kita berkesempatan untuk berjumpa dengantokoh perjanjian lama yang lain, yaitu raja Daud. Yakub yang disebut Israel, padasaat hendak meninggal dunia, ia memanggil anak-anaknya untuk memberikan merekawasiat, dan yang mendapat wasiat untuk menurunkan kuasa keadilan Tuhan ialahYehuda. Dari dialah datang raja Daud. Keturunan demi keturunan dari Yehuda keDaud, akan sampai ke Yakub yang memperanakkan Yusuf suami Bunda Maria. Pada suatu ketika di dalam ruangkelas saat berlangsungnya pelajaran agama Katolik, seorang siswi protes keraskepada gurunya. Ia tidak ingin gurunya meneruskan pelajaran dengan menyebutnama Daud. Baginya Daud itu pembuat skandal ulung. Sebagai remaja perempuan, iaingin supaya tokoh-tokoh besar dan pemimpin yang bersikap tidak adil, curang,pemuas nafsu birahi, pemerkosa seperti Daud tidak boleh dijadikan isi pelajarankarena ia tidak bisa menjadi contoh yang baik. Ibu gurunya berusaha untukmenenangkan suasana, karena provokasi gadis itu membuat teman-temannya menjadigaduh karena mereka mengutuk tokoh Daud. Guru meyakinkan mereka semua, bahwatokoh seperti Daud memiliki banyak kesamaan dengan banyak tokoh sejarah lainnyadi dunia. Mereka tidak luput dari kesalahan dan dosanya. Mereka yang justrumenciptakan ketidak-adilan. Oleh karena itu Tuhan inginmemunculkan keadilan yang menurut kehendak-Nya, meskipun melalui cara danpribadi manusia yang berdosa. Keadilan Tuhan harus tetap jaya dan tidak bolehkalah dari tabiat jahat manusia. Ada seorang pemuda terlibat dalam pergaulanyang tidak sehat. Ia menghamili pacarnya dan studinya terganggu. Tingkahnya dirumah semakin aneh. Ia berubah menjadi keras dan bisa marah membabi buta.Pokoknya ia bertindak tidak adil. Tetapi kedua orang tuanya tidakputus asa. Mereka memilih jalan keadilan. Jalan kasih bagi putranya. Anak itulalu merasa diterima dengan baik. Ia tidak diperlakukan sebagai seorang yanggagal dan berdosa. Kedua orang tua itu sebenarnya sedang mempraktikkan keadilanTuhan yang berjaya. Kita belajar dari Daud, bahwa kalau keadilan yang hanya menurutikemauan manusia, yang terjadi ialah ketidak-adilan. Keadilan dari Tuhan akanmengubah ketidakadilan itu menjadi berkat dan keselamatan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa maha rahim,perkuatkanlah ketaatan dan kesetiaan iman kami, sehingga tidak goyah oleh anekaancaman-ancaman di sekeliling kami. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
Renungan SeRoJa, Masa Khusus Adven 17 Desember 2025
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Zefanya 3: 1-2.9-13; Mazmur tg 34: 2-3.6-7.17-18.19.23; Matius 21: 28-32.KESELAMATAN KEPADA SEMUA ORANG YANG HINA DINA Tema renungan kita pada hari ini ialah: KeselamatanKepada Semua orang Yang Hina Dina. Nabi Zefanya menubuatkan sesuatu yang kerapterasa terbalik dari logika dunia. Ia menyampaikan bahwa Tuhan tidak berpihakpada kesombongan, kekuasaan yang menindas, atau rasa aman palsu yang dibangunmanusia atas kekuatan dirinya sendiri. Justru Tuhan berjanji meninggalkan “sisaumat yang rendah hati dan miskin”, mereka yang tidak lagi mengandalkan kuasa,jabatan, atau nama besar, melainkan berharap sepenuhnya pada Tuhan.Keselamatan, menurut nubuat ini, lahir dari kerendahan hati, bukan darikeangkuhan. Zefanya dengan tegas mengingatkan bahwa orang-orangcongkak dan berkuasa yang menyalahgunakan kekuatan tidak hidup dalam berkatTuhan. Kekuasaan yang dipakai untuk menindas sesama justru menjauhkan manusiadari wajah Allah. Tuhan tidak terkesan oleh tampilan luar yang megah, tetapimemandang hati yang jujur dan remuk. Di hadapan-Nya, kesombongan adalah tembokyang menghalangi rahmat, sementara kerendahan hati membuka jalan bagikeselamatan. Pesan ini ditegaskan kembali oleh Yesus Kristus dalampewartaan-Nya. Yesus berkali-kali menunjukkan bahwa Kerajaan Allah dekat denganmereka yang tertindas, lapar, menangis, dan dianiaya. Ia berkata bahwa ketikaorang-orang kecil berseru kepada Allah, jeritan mereka tidak pernah diabaikan.Tuhan bukan Allah yang jauh dan tuli, tetapi Allah yang segera datang menolongketika ketidakadilan membuat manusia tak berdaya. Yesus sendiri hidup di tengah orang-orang yangdipinggirkan. Ia makan bersama pemungut cukai, menyentuh orang sakit, danmembela mereka yang diremehkan. Dalam setiap tindakan-Nya, Yesus menyingkapkanwajah Allah yang berpihak pada mereka yang tidak memiliki siapa-siapa selainTuhan. Di mata dunia mereka hina, tetapi di mata Allah mereka berharga dandikasihi. Kita dapat membayangkan seorang buruh kecil yang haknyadirampas, suaranya diabaikan karena tidak punya kuasa atau relasi. Ketika iaakhirnya hanya bisa berdoa dalam diam, Tuhan bekerja dengan cara yang tidakdisangka: hati orang-orang berubah, kebenaran terungkap, dan jalan keadilandibuka sedikit demi sedikit. Bukan karena kekuatannya, tetapi karena ia berserukepada Allah dengan hati yang jujur dan rendah serta penuh harapan. Keselamatan yang dijanjikan Tuhan bukan milik merekayang merasa paling kuat, melainkan milik mereka yang berani berharap kepadaAllah di tengah kelemahan dan kesulitan. Dalam kerendahan hati itulah, Tuhanmenyatakan keselamatan-Nya kepada semua orang yang hina dina. Marilah kita berdoa … Dalamnama Bapa … Ya Allah maha kuasa, mampukanlah kami berbuat seperti Yesus Kristusyang sangat berbelas kasih kepada orang-orang yang susah dan mederita.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …
Kebaktian 2 Minggu Adven KetigaGKP Jemaat Bandung Minggu, 14 Desember 2025 pukul 09.30 WIB Tema : "Tidak Menjadi Kecewa dan Menolak Allah" Bacaan Alkitab : Matius 11:2-11Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Yohanes Nyman, M.Si.@GKP Bandung
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Bilangan 24: 2-7.15-17a; Mazmur tg 25: 4bc-5ab.6-7bc.8-9; Matius 21: 23-27.JANGAN RAGU Renungan kita pada hari ini bertema: Jangan Ragu. Ada duaorang muda yang sedang berpacaran menghadapi satu persoalan yang harusdiselesaikan bersama-sama. Persoalan itu ialah keraguan. Si pemuda dikenalsebagai pekerja keras, bertanggung jawab dan mau berkorban. Tetapi kelemahanutamanya ialah rasa ragunya yang berlebihan. Pacarnya menjadi prihatin. Banyak sekali keputusannya dibuat karena sangat didesak sebabkalau tidak demikian hanya ada kebingungan dan ketidakpastian. Tetapi cintamereka berdua tetap terjalin. Si pemudi berusaha untuk mengimbangi, palingkurang ikut mendorong dan mengingatkan supaya keraguan si pemuda sedikit demisedikit hilang, dan tumbuh rasa percaya diri yang didasarkan pada keyakinan. Mereka berdua tidak sampai berpikir bahwa pacaran dancinta yang semakin terjalin kuat itu akan gagal hanya karena faktor keraguanada di satu pihak. Keraguan memang lebih condong kepada ketidakpastian di dalammembuat keputusan dan melakukan suatu tindakan, namun kelemahan itu dapatdiatasi, karena mereka berdua menyadarinya dan bekerja sama untuk mengatasi. Yang sangat ditakuti akan terjadi ialah kalau seseorangperagu berubah menjadi seorang yang tidak percaya. Suatu ketidakpercayaanadalah suatu sikap yang sudah melewati batas rasa bingung atau tidak pasti, danmenjadi sebuah sikap yang tetap secara negatif atau bertentangan denganpercaya. Orang yang tidak percaya sudah mencapai tingkat sempurna dari sifatperagu, bingung, curiga dan prasangka. Tidak percaya berarti tidak setuju,menolak dan melawan. Kejadian dengan Bileam, seorang nabi Baal orang-orangKanaan yang diminta oleh para penguasa suku-suku setempat untuk bernubuatmelawan kaum Israel yang sedang memasuki Kanaan, merupakan suatu contoh melawankeraguan. Roh Tuhan datang menghilangkan keraguan itu, dan Bileam justruberpihak kepada orang-orang Israel, pilihan Allah. Kepercayaan Bileam justrusangat berlawanan dengan orang-orang Kanaan dan para penguasa mereka. Para pemuka Yahudi menumpukkan keraguan yang besar, denganmempertanyakan kuasa yang dipakai oleh Yesus Kristus. Kita semua tahu bahwakeraguan itu ternyata menjadi sempurna dalam sikap tidak percaya mereka. Merekajuga ragu terhadap Yohanes Pembaptis dan akhirnya tidak percaya juga kepadanya.Puncaknya ialah baik Yohanes Pembaptis maupun Yesus dibunuh. Mereka sama sekalitidak percaya dengan kebenaran dari Tuhan. Di dalam masa Adven ini, hendaknya tidak ada keraguan apapun di dalam diri kita tentang kedatangan Tuhan kepada diri kita sendiri dankeluarga kita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kamiteguh dalam iman dan pengharapan akan kedatangan-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa...
Kebaktian 1 Minggu Adven KetigaGKP Jemaat BandungMinggu, 14 Desember 2025 pukul 07.00 WIBTema : "Tidak Menjadi Kecewa dan Menolak Allah" Bacaan Alkitab : Matius 11:2-11Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Yohanes Nyman, M.Si.@GKP Bandung Desember 2025 -----------Musik Pengiring Opening : by Ruly Rinaldi -----------Pengisi PujianKebaktian 1 : - PS. Gloria - PS. Sektor Selatan 2 - PS. VOS SMPK BPPKKebaktian 2 : - Joyful Choir - Benedetto Male ChoirKebaktian Rehuel
Renungan SeRoJa, Minggu Adven III, 14 Desember 2025
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan, Hendrik Monteiro, dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 35: 1-6a.10; Mazmur tg 146: 7.8-9a.9bc-10; Yakobus 5: 7-10; Matius 11: 2-11.TUHAN SELALUBAIK Renungan kita pada hari Minggu Adven Ketiga ini bertema:Tuhan Selalu Baik. Pada hari minggu ketiga Adven ini seperti biasanya sebagaianggota Gereja kita merayakan sebuah suka cita. Tradisi Gereja membimbing kitauntuk merayakannya sebagai "Minggu Gaudete" atau "MingguGembira" karena pesan-pesan liturgisnya mengungkapkan kedatangan Tuhanyang semakin mendekat. Dalam mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya,pada hari Minggu ini tiga bacaan suci bersama-sama menyampaikan kenyataan bahwaTuhan sungguh datang untuk berbuat baik kepada kita. Sejak kejatuhan manusia kedalam dosa dan dimulainya janji Ilahi untuk keselamatan umat manusia dariperbudakan dosa, pesan tentang kedatangan Tuhan selalu menjadi kabar baik. Kedatangan-Nya bagi kita berarti Ia selalu baik kepadakita. Jika Ia hanya di dalam Surga yang jauh dan tidak dapat dijangkau,kebaikan Tuhan pantas diragukan. Hari minggu ketiga Adven sebagai sebuah hariyang menggembirakan, karena kita merasakan, mengenang, dan mengimani bahwaTuhan selalu baik kepada kita. Ia tidak sampai hati menyimpan kebaikan-Nya ituuntuk diri-Nya sendiri, namun diberikan dan disediakan bagi kita. Seorang ibu rumah tangga menelepon suaminya yang sedangdalam perjalanan untuk bekerja. Kabarnya mendadak dan harus direspons segera.Anak mereka yang masih berusia empat tahun mengalami kecelakaan jatuh tergulingdi tangga. Istri itu panik dan ia sangat membutuhkan kehadiran suami. Suamiyang baru saja sampai di tempat kerja, segera kembali karena keadaan anaknyaparah. Mereka segera membawa anak ke rumah sakit untuk perawatan intensif. Tindakan bapak ini ialah sebuah contoh mendatangi masalahdan langsung mengatasinya. Di dalam perbuatan kasih-Nya, Tuhan selalumendatangi kita yang punya banyak masalah dan penderitaan. Ia menjadipenyelamat dan pemberi solusi bagi hidup kita. Ia mengatasi kesulitan dan anekapenderitaan kita. Ia tidak tega dengan keadaan kita. Bacaan pertama dan Injilpada hari ini sangat jelas memperlihatkan itu. Tuhan adalah penolong danpenyelamat kita. Kedatangan Tuhan juga bermakna bagi kita dalam melengkapiapa yang kurang di dalam diri kita. Yang dimaksudkan dengan kurang di siniialah ruang-ruang harapan, rindu yang kosong di dalam diri kita. Santo Yakobusmenyemangati, bahwa Tuhan akan segera datang untuk memenuhi yang kurang ini.Dan ketika dipastikan bahwa Yesus adalah sesungguhnya Tuhan yang dijanjikan itutelah datang, Yohanes Pembaptis berserta para muridnya dan kita semua menjadiorang-orang yang sangat beruntung mengalami kepenuhan hidup itu. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah, semoga sukacita kami di hari minggu ketiga Adven ini memperkuat persiapan kami untukmerayakan Natal, peringatan kelahiran Yesus Kristus Putra-Mu. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elan Parera dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Sirakh 48: 1-4.9-11; Mazmur tg 80: 2ac.3b.15-16.18-19; Matius 17: 10-13.BERUBAH SEBELUMTERLAMBAT Renungan kita pada hari ini bertema: Berubah SebelumTerlambat. Pada hari ini Gereja memperingati perawan dan martir Santa Lusia. Iaadalah pelindung orang-orang yang menderita sakit mata dan problem penglihatan,serta penyakit pendarahan. Nama Lusia berarti terang, atau pembawa terang.Lusia pembawa terang dan yang mempertahankan terang itu hingga wafatnya, merupakantanda yang sangat kuat untuk masa Adven. Semua fokus perhatian kita di masa ini adalah penantianyang diisi dengan persiapan-persiapan menyambut kedatangan Tuhan. Sangat sulitbagi kita untuk memikirkan keadaannya, jika semua persiapan itu terjadi didalam kegelapan. Ketiadaan penerangan atau cahaya hanya membuat hidup menjadisusah dan penuh dengan ketakutan. Sumber cahaya berupa listrik dan lampu adalahsangat vital bagi hidup kita, terutama pada waktu malam yang gelap. Apa yang ditunjukkan oleh Santa Lusia juga telah dilakukanoleh nabi Elia pada zaman dahulu sebelum Yesus. Elia memiliki semangatrevolusioner yang tidak dimiliki orang-orang pada zamannya. Menurut kitab PutraSirakh dalam bacaan pertama hari ini, Elia sungguh tampil bagaikan api yangmembakar dan menghilangkan yang tidak sejalan dengan Tuhan. Tuhan lebihberkuasa untuk menaklukkan kegelapan. Orang-orang Yahudi, termasuk para murid Yesus, menganggapElia yang revolusioner itu telah menjelma di dalam diri Yohanes Pembaptis, yangjuga punya karakter revolusioner. Padahal ada bersama mereka adalah YesusKristus, sang Pembaharu yang ulung, yang menjadi Guru dan Tuhan bagi Elia,Yohanes Pembaptis dan Santa Lusia. Semua yang mereka lakukan, sebenarnyamengusung satu tema yang sama, yaitu: berubah sebelum terlambat. Pengalaman-pengalaman kita di dunia ini menunjukkan bahwaperubahan sebelum terlambat merupakan sebuah nasihat dan harapan yang tidakpernah ketinggalan zaman. Setiap saat dan setiap hari nasihat ini berlaku bagisetiap orang. Misalnya seorang perokok berat, di mana pun ia berada, entah didalam rumah atau di luar rumah, selalu ada peringatan kepadanya untukmeninggalkan kebiasaan itu. Sebab jika suatu saat ia divonis sakit kankerparu-paru atau terserang stroke, ia sudah dianggap terlambat untuk berubah. Dalam kaitannya dengan masa Adven ini, peringatan untukbersiap sedia mempunyai makna juga tentang sikap tidak terlambat dalampembaharuan diri sebelum Tuhan datang untuk disambut dan Ia hendakmenyelamatkan kita.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa maha baik,segarkanlah dan kuatkanlah kami yang mengalami kesulitan atau terhambat dalampembaharuan diri, agar kami segera menemukan jalan untuk berubah. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Elan Parera dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 48: 17-19; Mazmur tg 1: 1-2.3.4.6; Matius 11: 16-19.SENADA, SEIRING,DAN SEJALAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Senada, Seiringdan Sejalan. Seoranganak kecil diajak ayahnya untuk belajar berjalan di jalan setapak. Ayahnyamemegang tangan si kecil, menuntun pelan-pelan. Bila anak itu mengikuti langkahayahnya—senada, seiring, dan sejalan—mereka tiba di tujuan dengan aman, bahkanmenikmati perjalanan. Tetapi bila anak itu menarik diri, menolak, ataumelangkah ke arah lain, ia bisa tersandung atau tersesat. Ayahnya tetapmengasihi, tetapi perjalanan menjadi sulit. Begitu pula Tuhan: kasih-Nya selalu lebih dulumengulurkan tangan. Pertanyaannya, apakah kita mau berjalan seiring dengan-Nya?Saat kita memilih taat, kita menemukan bahwa kehendak Tuhan selalu membawa padasukacita dan keselamatan. Tuhanmenghadirkan dunia dan seluruh perjalanan hidup manusia dalam irama kasih yangtak pernah putus. Segala sesuatu disediakan-Nya dengan kelimpahan: dari nafasyang kita hirup setiap pagi hingga kekuatan batin yang menguatkan langkah kitadalam kesulitan. Bacaan Kitab Suci sering menunjukkan bahwa kasih Tuhanitu bukan hanya pemberian, tetapi juga ajakan lembut agar manusia hidup dalamkeharmonisan dengan-Nya. Perintah-perintah Tuhan bukanlah beban, melainkan talipengikat yang menyatukan manusia dengan sumber hidupnya. Ketika Tuhanmemerintah dengan kasih, manusia diajak untuk menanggapi dengan kepatuhan penuhsyukur. Namun Yesus mengingatkan bahwa tidak selalu terjadikeselarasan antara kehendak Tuhan dan respons manusia. Ia mengambil contoh yangsangat sederhana tetapi menyentuh: para pemain musik meniupkan lagu gembira,tetapi orang-orang tidak menari; mereka memainkan lagu duka, tetapi tidak adayang meratap. Gambaran ini menunjukkan ketidaksesuaian batin manusia—seolahnada Tuhan mengalun, tetapi hati manusia memilih diam. Tuhan berbicara, tetapimanusia tidak mendengar; Tuhan mengajak, tetapi manusia tidak melangkah. Ketikatidak ada keselarasan, rahmat yang sebenarnya hendak mengalir pun terhambatoleh penolakan atau kelambanan hati manusia. Padahal, bila kehendak Tuhan dan kepatuhan manusiabertemu, akan lahir sebuah harmoni yang menghadirkan sukacita sejati. Ketaatanbukanlah kehilangan kebebasan, melainkan penyesuaian diri dengan rancanganterbaik yang Tuhan siapkan. Ketika manusia berjalan seiring dan sejalan denganfirman-Nya, hidup menjadi lebih ringan. Ada rasa aman dalam setiap langkah,sebab manusia tahu ia sedang bergerak dalam arah yang benar. Di sanalahkeselamatan bukan sekadar janji jauh, tetapi pengalaman sehari-hari yang memberikandamai. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan, bantulah danmampukanlah kami agar kami selalu berusaha untuk sejalan dengan kehendak-Mu danakhirnya mencapai keselamatan yang Engkau sudah tetapkan bagi kami. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elan Parera dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 41: 13-20; Mazmur tg 145: 1.9.10-11.12-13ab; Matius 11: 11-15.TUHAN YANGPANJANG SABAR DAN BESAR KASIH SETIANYA Renungan kita pada hari ini bertema: Tuhan Yang PanjangSabar dan Besar Kasih Setia-Nya. Pada saat wisuda dan syukuran atas berhasilnyakuliah, anak sulung dari tiga bersaudara itu tidak henti-henti mengucap syukurdan terima kasih. Pertama-tama ia ucapkan kepada Tuhan yang selalu memeliharadan melindunginya selama kuliah. Berikutnya kepada kedua orang tua yang sangatpeduli dan penuh kasih mendukung putra sulungnya itu yang menghabiskan enamtahun kuliah. Ia benar-benar salut, hormat dan sayang kepada mereka. Ia bercerita, selama waktu kuliah ia harus berhenti selamadua kali. Yang pertama ialah saat ia bersama aktivis mahasiswa harus berurusandengan pengadilan dan menjalani tahanan. Yang kedua ialah ketika ia terlibatkecelakaan sepeda motor dan karena pengobatan dan pemulihan atas dirinya. Keduaperistiwa ini memaksanya untuk berhenti kuliah sekitar lebih dari satu tahun.Lalu bagaimana reaksi keluarga dan khususnya kedua orang tuanya? Meski dengan segala penyesalan dan kekecewaan, merekatetap menjadi orang tua bagi anaknya. Dengan cara itu anak juga tetapmengandalkan peran orang tuanya untuk memberikan dukungan dan kekuatan. Anakjuga tetap menjadi anak yang sangat bergantung kepada orang tua. Segalakesabaran, keikhlasan dan perjuangan orang tua tidak pernah berkurang turutmembuat anak muda itu melewati masa-masa sulit dan akhirnya ia bangkit untukmelanjutkan kuliahnya. Dan pada saat wisuda yang disusul dengan syukuran, iatampak begitu spesial karena dirinya berpandangan bahwa ia telah selamat danberhasil. Pengalaman keberhasilan dan perubahan dalam diri pemudaini sangat didukung oleh satu faktor utama, ialah perhatian kedua orang tuanya.Bagi orang beriman, pengalaman yang sama juga mereka alami dengan Tuhan. Adabegitu banyak keberhasilan, prestasi, kemajuan, dan keselamatan tentang hidupmereka di dalam dunia. Semua itu berkat penyelenggaraan Tuhan. Meskipun merekamengakui diri sebagai orang-orang berdosa dan selalu tergoda olehpengaruh-pengaruh duniawi yang jahat, Tuhan tidak mematikan mereka. Pandangan seperti ini adalah suatu sikap yang sehat dalamberiman. Tuhan Yesus selalu dengan sikap-Nya untuk memberikan kekuatan,penghiburan dan menyelamatkan domba-domba yang hilang. Ia adalah Tuhan yangpanjang sabar dan besar kasih setianya. Mazmur tanggapan pada hari inimenegaskan sifat Tuhan seperti itu, yaitu bahwa melalui kesabaran itu,orang-orang berdosa dan lemah masih memiliki banyak kesempatan untuk bertobatatau berubah. Kasih setia Tuhan yang amat besar terungkap melalui tindakan-Nyauntuk menebus orang-orang yang mengharapkan keselamatan dan kehidupan baru.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, didalam kuasa-Mu, mampukan kami untuk selalu mengikuti kebijaksanaan-Mu, sehinggahidup kami sungguh berkenan kepada-Mu. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 40: 25-31; Mazmur tg 103: 1-2.3-4.8.10; Matius 11: 28-30.MENGATASIKELEMAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: MengatasiKelemahan. Persiapan di dalam masa Adven untuk menantikan kedatangan Tuhan, diantara banyak hal yang dilakukan, ada yang dapat disebutkan di sini ialah mengatasikelemahan-kelemahan kita sendiri. Kekurangan dalam bentuk sakit fisik danmental merupakan kelemahan paling umum dalam diri manusia. Penyebabnya adalahberbagai macam jenis kelemahan daridalam diri sendiri maupun dari luar. Semua kelemahan di dalam dunia ini bersifat sementara.Misalnya orang yang sakit kanker atau tekanan darah tinggi akan mengalamikebebasannya setelah ia mati. Sesudah kematian ia tidak lagi mengalami lagikanker atau darah tinggi. Banyak orang dan mungkin Anda sendiri sering mengeluhdan berkata begini: "Sampai kapan kesabaran saya terhadap masalah danpenderitaan yang saya hadapi?" Ini adalah sikap umum dari kelemahan kitasebagai manusia, bahwa masalah dan penderitaan lebih berat dari pada kemampuankita. Kelemahan-kelemahan kita sering tampak begitu nyatasehingga dapat dilihat oleh orang lain. Dengan adanya alat komunikasi yangsangat meluas dan mentalitas orang-orang saat ini untuk menyebarkan informasisecara bebas, kelemahan-kelemahan itu dengan mudah menjadi santapan banyakorang. Sering dengan cara seperti ini, orang-orang yang menjadi korbanpenindasan, pelecehan atau fitnahan, akan menjadi semakin menderita. Kelemahanmanusia dengan demikian gampang menjadi alat penindasan, kekerasan dan mendapatkankeuntungan bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan. Dari sudut pandang iman Kristiani, kelemahan di dalam dirimanusia ini harus dapat diperbaiki demi membuat dirinya menjadi lebih kuat,positif dan menjalani hidup yang baik sesuai dengan kehendak Tuhan. Jikakehendak Tuhan menuntut seseorang untuk setia di dalam doa-doa hariannya dankewajiban hari Minggu, ia harus mengubah kebiasaan lupa atau kecenderunganuntuk bekerja berlebihan sehingga tidak mempunyai lagi waktu untuk Tuhan. Imankepada Tuhan selalu memiliki fungsi untuk memperbaiki kelemahan dan kekuranganmanusia, supaya ia dapat mencapai martabat sebagai manusia bau. Di dalam masa Adven ini sangat diperlukan pembaharuansikap dan kebiasaan yang membuat seseorang terhalangi untuk berbuat baik.Karena sering manusia tidak mampu keluar dari kelemahannya sendiri, maka sangatperlu diandalkan kuasa Tuhan untuk mengatasi kelemahan itu. Kitab nabi Yesayamenegaskan bahwa Tuhan yang mahakuasa memberikan kekuatan kepada mereka yanglemah. Demikian juga Tuhan Yesus Kristus mengundang dan menarik orang-orangyang lemah, letih dan lesu untuk datang kepada-Nya. Ia menyediakan semua kemungkinanuntuk membuat mereka kembali segar, kuat dan pulih.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan,perkuatkanlah kami supaya kami dapat membaharui diri dari kelemahan kamisehingga kami kembali melayani Dikau dan sesama lebih baik lagi. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 40: 1-11; Mazmur tg 96: 1-2.3.10ac.11-12.13; Matius 18: 12-14.KEBUTUHAN AKANPENGHIBURAN Renungan kita pada hari ini bertema: Kebutuhan AkanPenghiburan. Seorang anak usia sekolah dasar baru saja kembali dari sekolahminggu. Ia penasaran dengan satu kata yang baru saja didengar dari guru binaiman. Di rumah ia mendekati ibunya dan bertanya: "Ma, apa artinyapenghiburan?" Ibu merasa agak sulit untuk menjelaskan dalam kata-kata. Melihat anaknya baru selesai bermain, berkeringat, danlelah itu ibu memberikan dia minuman jus yang dingin yang sudah disiapkannya.Anak itu menikmati jus pemberian ibu dengan kegirangan. Ia terlihat segarkembali dan bersemangat. Ia mulai bercerita banyak tentang kegiatan sekolahminggu, khususnya tentang isi pengajaran dan anak-anak yang sangat gembiradengan pengajaran-pengajaran di sekolah minggu. Ibu berkata: "Ada penghiburan bagimu. Kamu datangkepanasan, penuh keringat dan terlihat lelah. Es jus tersedia bagimu, dan kamumenikmatinya. Kamu kembali segar dan bersemangat. Kamu mendapatkan penghiburanatas kesulitan dan kekurangan yang kamu alami. Anak itu paham dan ia tampaksangat puas dengan penjelasan ibunya. Kita semua pernah memberi penghiburanbagi orang lain, demikian juga menerima penghiburan dari orang lain. Mungkin di dalam banyak kesempatan kita tidak merasa perluuntuk menjelaskan makna dan ciri-ciri perbuatan menghibur, tetapi kita lebihbanyak menunjukkan itu melalui tindakan. Pada dasarnya kita sebagai manusiamembutuhkan penghiburan. Setiap orang berhak atas penghiburan. Ini berarti adakewajiban dari seorang lain atau sesama untuk menghibur orang yangmemerlukannya. Alasan utama kita memerlukan penghiburan ialah karena kitaselalu menemui kekurangan, kesulitan dan penderitaan. Jika orang yang tidakpernah mengalami kerugian, kesulitan, sakit dan kegagalan, tentu ia tidak perlulagi penghiburan. Di dunia ini kita tidak luput dari semua bentuk kesulitan dansakit. Pengobatan, pendampingan, dukungan moril, kedekatan, dan doa adalahbagian dari penghiburan itu. Penghiburan dilakukan melalui simbol, kata-katadan tindakan. Semua bantuan tersebut dimaksudkan untuk membuat kitadapat menanggung sakit atau kesulitan dengan keyakinan akan kuasa Tuhan yangmenolong. Tuhan memerintahkan kita untuk saling menghibur, dan Ia tetap selalumemampukan kita melakukan itu. Tuhan Yesus memberikan contoh diri-Nya sendirisebagai gembala yang baik, yang senantiasa memperhatikan setiap orang yangmengalami kesulitan, sakit dan yang hilang. Ini adalah inspirasi bagi kitauntuk selalu memberikan penghiburan satu sama lain. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus, mampukan kamiuntuk selalu menjadi menghibur sesama kami yang menderita. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalamnama Bapa ...
Kebaktian 2 Minggu Adven KeduaGKP Jemaat BandungMinggu, 7 Desember 2025 pukul 09.30 WIBTema : "Mesias Sedang Datang : Bertobatlah"Bacaan Alkitab : Matius 3:1-12Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Yohanes Nyman, M.Si.@GKP Bandung Desember 2025
Kebaktian 1 Minggu Adven KeduaGKP Jemaat BandungMinggu, 7 Desember 2025 pukul 07.00 WIBTema : "Mesias Sedang Datang : Bertobatlah"Bacaan Alkitab : Matius 3:1-12Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Yohanes Nyman, MSi.@GKP Bandung Desember 2025
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 98: 1.2-3a.3bc-4; Efesus 1: 3-6.11-12; Lukas 1: 26-38.SUCI DARI AWAL Tema renungan kita pada hari raya Bunda Maria DikandungTanpa Noda Dosa ini ialah: Suci Dari Awal. Perayaan ini dimeriahkan olehseluruh Gereja sejak tahun 1845, ketika pada hari ini Paus Pius ke-9 menetapkandoktrin Maria Dikandung Tanpa noda dosa, atau Maria Imakulata. Doktrin ini menekankan kesucian Bunda Maria sejak awalhidupnya, sekaligus memperkuat devosi kepada Bunda Maria sejak Gereja Perdanadi Yerusalem dulu. Perkembangan devosi itu antara lain berbuah denganmenyebarnya doa “Salam Maria” ke seluruh dunia. Ungkapan “Salam Maria penuhrahmat” yang merupakan salam dari malaikat Gabriel dalam Injil Lukas hari ini,merupakan pengakuan kesucian Maria datang dari surga. Berarti martabat Mariaini tidak main-main. Doktrin ini menegaskan kebenaran bahwa, sejak awal mulaketika pembuahan hasil perkawinan Yoakim dan Anna, Tuhan Allah sudah merancangsedemikian rupa supaya rahim yang menutupi bakal janin Maria, dibentengi olehrahmat Allah. Hasilnya ialah rahim itu anti akan virus dosa asal dan tentu sajabakal janin itu tidak terkena satu titik pun virus dosa asal. Kesucian adadalam bayi yang mendiami rahim, menyusul kelahirannya dan seterusnya hinggasebagai gadis yang menerima kabar Malaikat. Dari sana Maria mulai hidup bersamaSabda Kekal yang menjelma menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus. Ia tetap sucidari awal sampai akhir hidupnya, lalu diangkat ke surga dengan mulia. Satu-satunya manusia yang luar biasa ialah Maria. Hanyadia dari makhluk manusia ini disebut penuh rahmat. Para santo dan santa siapapun dia cukup disebut hamba Allah atau mengambil bagian dalam kepenuhan rahmatAllah. Tetapi Maria memiliki kepenuhan itu sejak ia dikandung. Keluar-biasaanBunda Maria berdampak juga kepada kita. Apakah hari raya ini punya makna bagikita? Paling kurang ada tiga makna yang bisa kita dapatkan dan selanjutnyauntuk dihayati di dalam setiap tutur kata dan perbuatan kita. Pertama, kemampuan untuk melawan dosa. Kitab kejadiandalam bacaan pertama mewartakan bahwa panglima kejahatan yaitu setan telahdikalahkan dan Yesus Kristus yang melakukan itu. Meski kita terus mendapatgodaan dan jatuh ke dalam dosa, Maria yang telah mengalahkan dosa tetapmembantu, antara lain dengan doa: Santa Maria bunda Allah doakanlah kami yangberdosa ini. Kedua, mengikuti jejak Bunda Maria, kita perlu mempertahan martabatkita sebagai pengikut Kristus dengan tandanya bahwa kita telah dipanggil sejakawal di dalam Kristus, seperti yang diwartakan bacaan kedua. Ketiga, kalau kitahidup dengan semangat membenci dosa dan menjauhi perbuatan jahat, kitasesungguhnya adalah putra dan putri Bunda Maria. Bersama Maria, kita adalahbagian dari Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang baik,semoga kami senantiasa meneladani Bunda Maria dalam kesucian dan hidup yangpenuh rahmat. Salam Maria, penuh rahmat ... Salam Maria, penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 11: 1-10; Mazmur tg 72: 1-2.7-8.12-13.17; Roma 15: 4-9; Matius 3: 1-12.JANGAN MENOLAKUNTUK BERTOBAT Tema renungan kita pada Minggu Adven Kedua ini: JanganMenolak Untuk Bertobat. Semua renungan kita dalam masa Adven ini berpusat padatema tentang penyambutan kedatangan Tuhan. Dalam hari-hari yang lalu kitamerenungkan tentang cara-cara membuat persiapan diri kita. Di dalam minggu inikita diajak untuk satu cara lain yang penting sekali sebagai persiapan, yaitujalan pertobatan. Firman Tuhan menampilkan profil Yohanes Pembaptis untukmengingatkan kita tentang pentingnya pertobatan di dalam masa Adven. Ajakan dan peringatan yang penting ini tidak hanya dariYesus Kristus dan Yohanes Pembaptis. Orang-orang di dekat kita juga seringmenjadi penolong, yaitu dengan menegur atau memberitahu Anda. Persoalan apakahteguran atau peringatan itu cukup kuat untuk mengubah dirimu, hal itu sangatbergantung pada kemampuan setiap orang. Kebebasan setiap orang dalam menentukanpilihannya merupakan hal yang mendasar. Anda memilih untuk berubah atau tetaptidak berubah. Tetapi jika kita ingin mengikuti jalan iman kita yangdikehendaki Tuhan Yesus Kristus, bertobat akan menjadi lebih utama dibandingkandengan kebebasan masing-masing individu untuk memilih selain pertobatan. Pemuda yang suka mengebut sepeda motor dan membunyikanmesin sekuat-kuatnya sehingga mengganggu banyak orang, diperingatkan oleh orangtua dan saudara-saudarinya. Seorang bapak yang sudah sangat ketagihan merokok,diperingatkan oleh istri dan anak-anaknya. Sepasang muda-mudi dinasihatkansupaya berpacaran yang baik sehingga tidak menjadi bahan omongan orang-orang disekitarnya. Seorang siswa selalu dipantau belajarnya oleh orang tua supaya iadapat menamatkan sekolahnya dengan nilai yang baik. Dan di dalam masa penuhrahmat ini, peringatannya ialah: Jangan menolak untuk bertobat. Masih banyaksekali nasihat dan peringatan yang kita dapatkan di dunia ini. Orang-orang yang menasihatkan dan mengingatkan kita,ternyata melihat diri kita dan persoalan secara objektif. Mereka melihat danmemahami sisi positif dan negatif orang yang ditegur atau dinasihati. Sedangkanseseorang yang melihat dan memahami dirinya sendiri, ia justru lebih subjektif.Ia dikuasai oleh egonya, kepentingannya, dan kesenangannya. Nasihat, tegurandan peringatan yang datang kepada kita sudah merupakan presentasi pilihan yangtinggal kita pilih dan ikuti. Mereka mengasihi dan mendukung kita, jadi merekainginkan supaya kita memilih yang baik dari yang jelek, atau yang benar dariyang salah. Ketiga bacaan pada hari Minggu ini bersama-sama memberikankita satu peringatan atau nasihat yang penting, yaitu pertobatan ataupembaharuan diri kita dari kebiasaan dan cara hidup berdosa. Suatu kehidupanbaru adalah syarat utama untuk menyambut kerajaan Allah yang datang kepadakita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik,semoga perayaan hari Minggu ini mendorong kami untuk bertobat danbersungguh-sungguh dalam menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan kamiYesus Kristus. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 30: 19-21.23-26; Mazmur tg 147: 1-2.3-4.5-6; Matius 9: 35 - 10: 1.6-8.YESUS MEMANGGIL DAN MEMBERI KITAKUASA-NYA Renungan kita pada hari ini bertema: Yesus Memanggildan Memberi Kita Kuasa-Nya. Ada seorang perawat yang bekerja di ruang gawatdarurat rumah sakit. Setiap hari ia melihat orang datang dengan berbagai lukadan kecemasan. Suatu malam, seorang pasien tua masuk dalam keadaan panik karenatidak ada keluarga yang menemaninya. Perawat itu duduk sebentar, menggenggamtangan pasien itu, dan berkata, “Saya di sini, Bapak tidak sendirian.” Kalimatitu sederhana, tetapi membuat pasien itu tenang. Perawat itu mungkin merasahanya melakukan tugas kecil, tetapi sesungguhnya ia sedang menjadi “gembala”yang hadir bagi seorang domba yang tersesat. Melalui dirinya, Allah berbicara: “Inilahjalannya, ikutilah jalan ini—jalan belas kasih.” Di dalam Injil hari ini, kita melihat Yesus memandangkerumunan orang banyak dengan hati yang tergerak oleh belas kasih. Ia melihatmereka seperti domba tanpa gembala—lelah, tersesat, dan haus akan pengharapan.Pandangan Yesus ini lebih dari sekadar simpati; Ia melihat kebutuhan terdalammanusia, dan Ia merespons dengan tindakan. Yesus tidak tinggal diam melihatdunia yang terluka, tetapi Ia hadir sebagai Gembala Sejati yang menuntun,memulihkan, dan mencurahkan hidup. Selanjutnya, Yesus memanggil dua belas murid-Nya. Iatidak hanya memilih mereka, tetapi juga memberi mereka kuasa untukmelakukan pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya hanya dilakukan oleh-Nya:menyembuhkan, memulihkan, menghalau roh jahat, dan mewartakan bahwa KerajaanAllah sudah dekat. Dengan tindakan ini, Yesus mempercayakan misi-Nya kepadapara murid. Mereka tidak berjalan dengan kekuatan sendiri, melainkan membawakuasa yang berasal dari Tuhan. Di sinilah kita melihat bahwa panggilan selaludisertai dengan perlengkapan dari Allah. Panggilan Yesus pada zaman para rasul terus berlanjuthingga hari ini. Setiap orang yang percaya, apa pun profesinya, dipanggil untukmenjadi tanda kehadiran Kerajaan Allah. Ada yang dipanggil menjadi gembaladalam Gereja, ada yang menjadi pendidik, tenaga kesehatan, pelayan sosial, atauanggota keluarga yang setia. Dalam setiap panggilan itu, Yesus memberikankuasa-Nya: kuasa untuk mengasihi lebih besar, untuk bertahan dalam kesulitan,untuk menyembuhkan luka batin orang lain, serta untuk menjadi pembawa damai.Kita tidak diutus sendirian; Roh Kuduslah yang bekerja melalui kita. Sering kali, panggilan Tuhan datang dalam situasi yangtampaknya biasa saja. Sebuah kata kecil, kebutuhan seorang saudara, atau seruandari orang yang terluka bisa menjadi undangan bagi kita untuk bertindak. Yesusmemanggil kita bukan karena kita sempurna, tetapi karena Ia ingin menyatakankuasa-Nya melalui keterbatasan kita. Seperti para murid yang sederhana namundiutus untuk karya besar, begitu pula kita dipanggil untuk menyatakan wajahAllah di tengah dunia: menghadirkan pengharapan, membawa sukacita, danmenyembuhkan yang terluka. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahakuasa, penuhilah kami kuasa Roh-Mu dan mampukanlah kamiuntuk menjalankan kehendak-Mu seperti yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus,Tuhan dan Guru kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam namaBapa …
Pembawa Renungan : RD. Alip Suwito Magelang Mat 9:27-31
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya29: 17-24; Mazmur tg 27: 1.4.13-14; Matius 9: 27-31.TERJADILAH SETURUT IMANMU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Terjadilah SeturutImanmu. Ada cerita bahwa dua pasangan suami istri memiliki kebutuhan yang sama,yaitu ingin memiliki anak lelaki. Mereka adalah teman sejati sejak remaja.Setelah menikah, mereka tetap berteman akrab. Kedua istri tersebut melahirkandua anak perempuan. Mereka juga bersama-sama ingin anak ketiganya laki-laki. Ada usulan dari teman-teman mereka supaya masing-masingpasangan pergi berziarah rohani. Ada sebuah gua Bunda Maria yang sangatterkenal dengan mujisat-mujisat bagi para devosannya. Kedua pasangan itu pergiberziarah ke situ. Di sana mereka berdoa dengan tekun dan memohon berkali-kalibantuan melalui Bunda, supaya Tuhan mengaruniakan mereka anak laki-laki. Lilinyang mereka nyalakan tidak pernah mati. Lilin harus tetap bernyala. Beberapa bulan setelah berziarah, datanglah kabar baikyaitu salah satu istri hamil. Sedangkanistri pasangan yang satunya belum hamil. Kemudian kabar baik semakin kencangdatang yaitu bahwa bayi dalam kandungan adalah laki-laki. Tetapi pasangan yangistrinya belum hamil itu menjadi penasaran dan cenderung cemas bahkan kecewa.Mereka datang ke teman pasangannya untuk berbagi perasaannya. Di dalam penasaran dan kecemasan, mereka ingin tahu sharing pengalaman teman pasangan yangsedang menantikan kelahiran buah hati. Ibu yang mengandung itu bercerita bahwasetiap kali lilin yang dibakar dan dinyalakan, suami-istri selalu menyebutkanisi doa ini: "Terjadilah seturut kehendak Tuhan". Mereka mengulangkata-kata itu dengan tiada lelahnya. Mereka juga tekun membaca firman Tuhan. Ungkapan doa seperti ini merupakan tanda ketaatan dankepasrahan iman kita. Ini adalah doa Bunda Maria saat ia menerima kabar sukacita surga untuk menjadi Bunda Allah. Kemudian umat beriman di dalam Gerejamemakainya untuk berbagai kepentingan dalam mengungkapkan iman mereka. Setiaporang yang berdoa seperti ini memiliki harapan bahwa doanya tidak bertepuksebelah tangan. Mereka sangat berharap Tuhan mendengarkan dan mengabulkannya. Dan benar adanya. Tuhan memberi jawaban untuk menolongorang-orang yang sangat membutuhkan terjadinya kehendak-Nya itu. Di dalam Injilhari ini Tuhan Yesus menjawab doa dua orang buta yang sangat ingin melihat,kata-Nya: "Terjadilah padamu menurut imanmu." Tuhan Allah jugamenjawab dalam bentuk tindakan pemulihan dan penyembuhan atas orang-orang yangsakit, cacat dan menderita seperti yang diwartakan oleh kitab Yesaya pada hariini. Hendaknya kita selalu memakai doa ketaatan dan kepasrahan ini. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Yesus,dengarkanlah doa-doa kami yang memohon terjadinya kehendak Bapa atas kami,khususnya dalam mengatasi kesulitan-kesulitan kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Renungan SeRoJa, Pekan Adven I, 04 Desember 2025
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 26: 1-6; Mazmur tg 118: 1.8-9.19-21.25-27a; Matius 7: 21.24-27.FONDASI IMAN YANG KUAT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Fondasi Iman YangKuat. Tema utama kita dalam masa Adven ialah penantian akan kedatangan Tuhan.Secara kodrati, kita tidak merasa nyaman dan menjadi gelisah dengan menunggu.Janji dan harapan selalu kita anggap sebagai berkat, namun menunggu untukrealisasinya sering membuat kita frustrasi. Maka nasihat dasarnya ialah agarkita memiliki fondasi iman yang kuat. Menunggu dengan iman yang kuat adalahkeharusan. Kita manusia selalu begitu: terbuai atau terlena denganjanji, apalagi yang muluk-muluk. Masalah apakah janji itu benar direalisasikan,hal itu ikut membentuk imajinasi kita. Tapi sikap terlena itu hendaknya bukansebuah petualangan liar di luar kesadaran. Jika kita membayangkan sebuahperwujudan harapan yang tidak disertai dengan iman atau keyakinan bahwa harapanitu akan menjadi kenyataan, kita menjadi orang-orang yang sangat menderita. Yang penting adalah sikap realistis. Adven menghadirkankita janji akan pertemuan dengan Tuhan, sekaligus kita selalu berhadapan dengankenyataan sehari-hari yang penuh dengan tantangan dan perjuangan. Pada hari inifirman Tuhan menghadirkan tantangan yang tidak ringan bagi kita. Paling kurangada dua, yaitu pertama memperkuat iman kita dengan dasar dan bangunan yang kuatseperti batu karang, seperti gunung batu yang diwartakan Yesaya dalam bacaanpertama, dan kedua siap untuk menghadapi godaan, ancaman, ujian dan kesulitanserta penderitaan. Posisi kedua tantangan ini harus tetap. Yang pertamajangan menjadi kedua dan sebaliknya. Fondasi iman yang kuat harus yang pertama.Firman Tuhan, semua perintah-Nya dan keutamaan Kristen berguna untuk menguatkaniman. Aspek ini mesti diupayakan sedemikian rupa sampai memenuhi standarseperti biji sesawi yang menjadi berguna bagi semua yang menikmatinya, menjadiragi yang mengembangkan adonan, garam yang mengawetkan tanpa lelah, dan terangyang menghalau kegelapan. Dengan mencapai standar ini berarti kita siap danberani untuk menghadapi tantangan, dan menantikan perwujudan harapan. Masalah muncul kalau urutan itu dibalik: pertamamendapatkan tantangan, penderitaan, atau kesulitan, kemudian baru berupayamenguatkan iman. Bukankah banyak dari kita menemukan masalah atau kebutuhantertentu, baru sibuk mencari ayat-ayat kitab suci untuk dihafal atau didoakan?Pertanyaan ini mewakili semua sikap kita manusia yang sakit dulu baru mencariobat, kesulitan dulu baru berdoa, berdosa saja dulu nanti baru mengaku dosa,dan seterusnya. Ini semua adalah efek langsung dari gaya hidup yang terlalu terlenadengan janji-janji. Untuk mencegah ini, kita perlu selalu menguatkan iman kita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa yang maha rahim,anugerahilah kami Roh kekuatan supaya kami semakin kuat dalam iman kami setiaphari. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. 1 Korintus 9: 16-19.22-23; Mazmur tg 117: 1.2; Markus 16: 15-20.KITA TIDAK MEMBELI SURGA Renungan kita pada hari inibertema: Kita Tidak Membeli Surga. Banyak negara di Asia sangat spesial di hatiSanto Fransiskus Xaverius dan sebaliknya Santo Fransiskus Xaverius sungguhspesial di hati mereka. Dalam kenyataanya, Gereja Katolik di sini tidakmempunyai banyak anggota. Alasannya, selain pembaptisan bayi yang tidak banyak,juga sulitnya mendapatkan katekumen yang baru. Sekularisme cukup kuat membentukpandangan bahwa memeluk agama bukan pilihan yang penting saat ini. Namun demikian, kita tidak bisamenyangkal Sejarah Gereja tentang adanya Gereja Katolik di Asia karenamisionaris Katolik yang datang dari Barat, khususnya Eropa. Ini merupakan buahkarya Roh Kudus. Karena itu di seluruh pelosok benua di bumi ini institusiGereja hadir. Santo Fransiskus Xaverius, imam Yesuit dari Eropa dalam abadke-15, menjadi perintis Misi Gereja di wilayah Timur bumi ini. Ia menginjiliIndia, Cina, Jepang, Asia Tenggara termasuk bumi Indonesia. Ia yang dipenuhiRoh Kudus, membuat orang-orang dari bangsa lain juga dipenuhi Roh Tuhan yangsama. Perjuangan dan kerja keras paramisionaris seperti yang dilakukan oleh Santo Fransiskus Xaverius sungguhmenandakan kehendak Tuhan agar semua manusia dan dunia ini diselamatkan dandapat masuk surga. Tetapi hal ini bukan sesuatu yang otomatis. Dosa asal dansemua kelemahan duniawi membuat kita tidak bisa otomatis mencapai apa yang kitainginkan, yaitu kesempurnaan. Itulah alasan dasar mengapa kita perlu segalapersiapan untuk masuk surga. Salah satu bukti kuat bahwa kitatidak membeli surga ialah kerajaan Allah harus berdiri di dalam dunia ini,yaitu Yesus Kristus dan karya perutusan-Nya, lalu membawa kita ke surga. Tugaskerajaan Allah itu ialah menyembuhkan yang sakit, memulihkan yang menderita,menegakkan kebenaran dan keadilan yang tertindas, dan menobatkan yang berdosa.Jelas bahwa tidak ada unsur membeli dengan barang atau materi apa pun. Kitajustru dibela, diuntungkan, diberi kemudahan, dan dipersiapkan supaya saatnanti masuk ke surga kita sudah dalam kepadaan pantas. Setiap kali menghadiri Misakudus, momen sebelum menerima Komuni Suci kita semua membuat satu persiapan,yaitu dengan berseru dalam suka cita dan syukur: ya Tuhan, saya tidak pantasTuhan datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh. Seruansingkat ini menegaskan bahwa kita tidak membeli surga. Kita perlu iman yangtulus dan besar akan penyelenggaraan Tuhan. Kita tunjukkan itu dengan relamenerima kehadiran kerajaan Allah yang selalu membaharui kita. Setiap kali menyerukan kata-katatersebut, ingat dan sebutkan juga semua kesulitan, kelemahan, penderitaan dankesusahan dirimu dan keluargamu. Biarlah kerajaan Allah itu yang memulihkansemua. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, datanglahkerajaan-Mu dan pulihkanlah setiap kelemahan hidup kami. Bapa kami yang ada disurga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elan Parera dan Meri Kaona dari Komunitas Kongrgasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 11: 1-10; Mazmur tg 72: 2.7-8.12-13.17; Lukas 10: 21-24.ROH KUDUS ADA PADAMU Renungan kita pada hari ini bertema: Roh Kudus Ada Padamu.Di sebuah paroki terpencildiadakan penerimaan Sakramen Penguatan atau krisma. Uskup datang ke paroki itusatu hari sebelum perayaan tersebut. Para calon penerima Sakramen Penguatanyang berjumlah lebih dari 300 orang. Sebagian besar dari mereka datang dariberbagai kampung yang letaknya berjauhan satu sama lain. Mereka adalah orang-orang muda yang mayoritas kaumremaja. Mereka berjalan kaki melewati jalan-jalan setapak menaiki gunung andmenuruni lembah. Mereka rela kehujanan dan bersusah payah menapaki jalan-jalanlicin dan berlumpur. Pakaian-pakaian mereka yang baru dan bersih dibungkussedemikian rupa sehingga tidak basah dan kotor. Mereka berjalan beramai-ramaidengan tanpa alas kaki. Pada saat homili dalam Misa Kudus, Uskup menguatkanhati semua orang muda penerima Sakramen Penguatan, dengan berkata: “Di dalamdiri kalian ada Roh Kudus. Roh Kudus ini tidak tinggal diam atau bersembunyi,namun Ia sungguh bekerja dan menguasai diri kalian.” Semua orang muda yangdatang dari berbagai kampung yang jauh itu mengamini apa yang dikatakan sanggembala. Roh Tuhan sungguh membakar semangat mereka sejak berangkat darikampungnya masing-masing sampai saat mereka menerima tanda pengurapan kuasa RohKudus oleh Uskup. Roh Kudus berkuasa memenuhi diri orang yangmenerimanya dan menjadikan dia seorang misioner. Kepenuhan dengan Roh Kudus itudiungkapkan oleh bacaan pertama dari kitab nabi Yesaya pada hari ini, yangmengatakan bahwa Roh Tuhan mengaruniai dia Roh hikmat dan pengertian, Rohpenasihat dan keperkasaan, Roh pengenal dan kesalehan, dan Roh takut akanAllah. Ratusan remaja penerima Sakramen Penguatan tersebutdan semua dari kita yang telah dikaruniai Roh Kudus dalam kesempatan Krisma dimasa lalu, adalah para misioner. Kita telah menerima Roh Kudus yang memenuhidiri kita, dan kita diutus ke tempat kita masing-masing untuk menjadisaksi-saksi Kristus. Dunia di sekitar kita, khusus sesama yang ada di sekitarkita berhak untuk mendapatkan berkat Tuhan melalui semua perbuatan baik yangpenuh kasih dari kesaksian hidup kita. Bacaan-bacaan pada hari ini menyebutkan dua legitimasidasar bagi seseorang yang diutus. Seorang utusan dalam pelayanan firman,sakramen, kasih dan pastoral tidak atas nama dirinya sendiri, tetapi atas namaYesus Kristus dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Untuk menjalankan tugasnya itu, iaberinkarnasi atau menyatu dengan konteks dan orang-orang setempat di mana iahidup dan bekerja. Dengan demikian semangat misionernya sungguh nyata danbenar. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,semoga kami semakin tekun menjalankan perutusan-Mu di tempat tugas kamimasing-masing. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 2: 1-5; Mazmur tg 122: 1-2.3-4a; Matius 8: 5-11.PANGGILAN TUHAN DIDENGAR DARI SEGALA PENJURU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Panggilan TuhanDidengar dari Segala Penjuru.Kotbah Romo paroki dalam Misa hari Minggu pertama Adven berpusat pada temapersiapan diri. Pada kesimpulannya, Romo mengatakan bahwa akhirnya ada duakelompok orang yang memberikan tanggapannya atas panggilan Tuhan untukpersiapan diri. Mereka yang mempersiapkan dirinya adalah mereka yang sungguhdan sepenuh hati menyambut Tuhan. Sedangkan mereka yang tidak mempersiapkandiri adalah yang tidak dengan sepenuh hati. Setelah Misa terjadi diskusi di sebuah rumah keluarga. Ibumenyampaikan sebuah kabar baik bagi seluruh keluarga. Suami dan anak-anaknyahampir percaya kalau rencana Ibu adalah persiapan perayaan Natal di rumah,tamu-tamu yang akan diundang, dan sampai ke perayaan Tahun Baru bagi segenapkeluarga besar. Tetapi ternyata kabar baik dari ibu justru di luar dugaanmereka semua. Kabar itu tidak akan mengurangi perayaan suka cita keluargamereka. Kabar baru itu ialah bahwa tetangga mereka yang terdiridari suami-istri dan tiga anak memutuskan untuk masuk menjadi anggota GerejaKatolik. Ibu yang juga sebagai pengurus lingkungan akan membantu keluarga ituuntuk pendaftaran katekumen dan selanjutnya persiapan seperlunya. Betapa kabarbaik itu datang pada permulaan masa Adven! Secara khusus, pada hari inibacaan-bacaan kita mewartakan tentang segala penjuru dunia mendengarkan suarapanggilan Tuhan, dan mereka mengikutinya. Dalam pandangan yang sempit, mereka yang biasanyadiharapkan mendengarkan Tuhan dan menunjukkan kepatuhannya ialah mereka yangsudah percaya dan tercatat sebagai anggota di dalam jemaat atau Gereja. Hal itusama dengan anak-anak yang dituntut sikap yang menuruti dan menyayangi keduaorang tua mereka. Mengharapkan sikap seperti itu dari anak-anak di luarkeluarga sendiri bahkan orang-orang asing jelas tidak mungkin. Kitab nabiYesaya terang-terangan menggambarkan bahwa sekelompok orang terpilih dan bertahanadalah kaum penerus yang mempertahankan kemuliaan rumah Tuhan. Di dalam rumah Tuhan itu berjayalah Kristus sebagai rajayang mulia, raja semua orang. Tuhan Yesus menyempurnakan panggilan itu kepadasemua orang di bumi. Ia diutus Bapa untuk semua orang, dan bukan hanya bagisegelintir orang. Maka orang asing dan tidak beriman Yahudi seperti perwira diKapernaum juga mendapat tempat di hati Tuhan. Justru ia mewakili umat manusiadari seluruh penjuru bumi yang mendengar dan datang berjumpa dengan Tuhan.Perwira ini mengingatkan kita semua agar di masa Adven ini kita tekunmendengarkan dan datang kepada Tuhan untuk mendapatkan berkat-berkat dari-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, semogadengan merayakan hari Minggu pertama Adven ini, kami tetap giat membuatpersiapan-persiapan untuk menyambut hari raya Natal. Kemuliaan kepada Bapa …Dalam nama Bapa …
Kebaktian 1 Minggu Adven PertamaGKP Jemaat BandungMinggu, 30 November 2025 pukul 07.00 WIBTema : "Sudah Siapkah Kita ?"Bacaan Alkitab : Matius 24 : 36-44Pelayan Firman : Pdt. Felix Prasetyo Adi, S.Si@GKP Bandung November 2025
Kebaktian 2 Minggu Adven PertamaGKP Jemaat BandungMinggu, 30 November 2025 pukul 09.30 WIBTema : "Sudah Siapkah Kita ?"Bacaan Alkitab : Matius 24 : 36-44Pelayan Firman : Pdt. Tongam Adama Antonius Sihite, Th.M@GKP Bandung November 2025
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan, Hendrik Monteiro, dan Pater Peter, SDB dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 2: 1-5; Mazmur tg 122: 1-2.4-5.6-7.8-9; Roma 13: 11-14a; Matius 24: 37-44.SEMUA HARUS SIAP Tema renungan kita pada hari Minggu Pertama Adven iniialah: Semua Harus Siap. Pengalaman ketinggalan pesawat atau kereta sudahbanyak terjadi. Seorang teman bercerita, ia sedang menikmati serunya bermain game dan download video dalam laptopnya pada waktu sedang menunggu pesawattransit. Maklum, internet kencang dan gratis tidak ia temukan di kampungnya. Iamemang ingin menikmati itu sepuas-puasnya. Tetapi sampai pada panggilanterakhir untuk naik ke pesawat, ia tidak sempat mendengarnya. Akhirnya ketikaia menyadari kemudian, ia sudah terlambat berangkat. Tiketnya otomatis hangus. Ia malu sendiri karena di hadapannya ada tulisan yangmenempel pada dinding yang berbunyi, "Semua penumpang harus sudah siapsebelum dipanggil untuk naik ke pesawat." Kita semua yang bernalar sehatmengerti tentang bersiap. Setiap orang yang tahu dan mengerti tentang bersiap,menerima hal itu sebagai suatu kewajiban. Dasarnya ialah ada sebuah tuntutanuntuk dipenuhi. Seseorang yang memiliki kepentingan terhadap tuntutan tersebutwajib mengikuti dan mematuhinya. Kualitas yang diminta darinya sebelum melaksanakankewajiban itu ialah ia harus bersiap. Tidak mungkin sebaliknya ia tidakbersiap. Untuk urusan yang berkaitan dengan iman kepada Tuhan,persiapan adalah mutlak. Ada banyak sekali firman dan perintah Tuhan tentangpersiapan. Tuhan tidak pernah terikat pada waktu dan tempat, tetapi kitamanusia sangat terikat. Manusia sangat terbatas dalam kemampuan menyesuaikandirinya dengan waktu dan tempat yang berbeda-beda. Berdasarkan alasan ini,persiapan diri untuk penyesuaian terhadap perubahan-perubahan adalah mutlak.Hukum universal untuk persiapan berlaku bagi semua orang, dan bagi orang-orang berimanadalah sangat menentukan dalam memenuhi kehendak Tuhan. Dalam memasuki Tahun Liturgi yang baru, ditandai denganperayaan hari Minggu Adven yang pertama ini, kabar gembira kita ialah panggilanuntuk bersiap sedia. Kita diingatkan untuk bersiap menyambut Tuhan kita YesusKristus. Panggilan untuk penyambutan diarahkan kepada semua bangsa dan budayadi dunia ini. Kita mengikuti sumber panggilannya yaitu di rumah Allah yangkudus. Di situ bertakhtalah Yesus sebagai Raja Agung. Kerajaan-Nya sudahditandai dengan kelahiran di bumi ini lebih dari 2000 tahun lalu, yang kitarayakan ulang tahunnya pada setiap 25 Desember, hari raya Natal. Kita semua wajib melalukan persiapan untuk menyambut Rajakita yang datang sesuai dengan waktu yang Ia kehendaki. Ia hanya inginmendapatkan kita sedang bersuka cita, merindukan dan penuh kehangatan untukmenyambut-Nya, supaya suka cita menjadi penuh dan Ia penuhi kehendak Bapa. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semogaperayaan hari Minggu pertama Adven ini membuat kami selalu siap-sedia dalammenyambut Putra-Mu Yesus Kristus penyelamat kami. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...
Fiserv ist einer der größten Zahlungsdienstleister der Welt, und dennoch kaum bekannt. Das Unternehmen wickelt täglich Millionen Transaktionen im Hintergrund ab, betreibt die Clover-Terminals in Restaurants und Läden und zählt zu den wichtigsten Technologiepartnern im US-Banking-Sektor. Doch seit einigen Monaten fällt die Aktie. Ein schwächerer Ausblick, technische Probleme bei Clover und Unsicherheit über die künftige Wachstumsdynamik haben den Kurs unter Druck gebracht. Gleichzeitig ist Fiserv operativ profitabel, hochgradig vernetzt und technologisch breit aufgestellt, mit klarer Marktführerschaft in mehreren Kernbereichen. In diesem Podcast werfen wir einen Blick auf das Geschäftsmodell, die Wettbewerber, die Performance, die jüngsten Quartalszahlen, aber auch die langfristige Entwicklung, Resilienz und die aktuelle Bewertung. Schlussendlich geht es um die Frage, ob die Fiserv Aktie derzeit ein attraktiver Kauf ist, oder ob man besser noch abwarten sollte. Inhaltsverzeichnis00:00 Intro00:53 Langfristiger Chart von Fiserv01:58 Fiserv vs. S&P 500 vs. Finanz-ETF (XLF)02:29 Fiserv vs. Adven vs. Jack Henry & Associates vs. Global Payments vs. FIS vs. Worldline03:14 Historie von Fiserv04:20 Geschäftsbereiche von Fiserv08:27 Fiserv vs. Wettbewerber09:37 Entwicklung des Core Banking Markets10:51 Einbruch der Aktie: Hintergründe12:10 Gerichtsverfahren gegen Clover13:02 Globaler Real Time Payments Market14:09 Fiserv & Immobilien Kredit-Abwicklungen15:24 Burggraben17:05 Fiserv: Inhaberschaft & CEO17:56 Umsatz- & Margen-Entwicklung19:11 Umsatz nach Segment & Region20:16 Gewinn, Cashflow & Dividenden-Entwicklung22:11 Bilanz-Überblick22:55 Übernahme von First Data24:07 Kennzahlen-Überblick (KGV)24:38 Unternehmensbewertung: Fiserv25:26 Chartanalyse: Fiserv26:03 Ist die Fiserv Aktie ein Kauf?27:55 Börsen-Kompass Einblick28:42 Disclaimer & Danke fürs Einschalten!
Industries can significantly accelerate their energy transition with the service my guest provide – a service that, unlike in most of Europe, has been used in Northern Europe for decades. It's called Energy as a Service. What can the rest of Europe learn from the Nordic approach? What works, and what doesn't? To answer these questions, I'm joined by Jonas Sjölander, the CEO of energy company Adven. Studio Energie: - Spotify https://open.spotify.com/show/0KlohEe25OsPECVzHLPdf5?si=77856cf560574df9 - Apple Podcasts https://podcasts.apple.com/us/podcast/studio-energie/id1356135690 - Soundcloud https://soundcloud.com/studio-energie
On this episode (Recorded 1/8/25), Tommy & Tristan discuss the progress on last year's D23 announcements, some Six Flags/Cedar Fair details, and an HHN discussion regarding last year and this upcoming year.Support the showBe sure to leave a rating and review on Apple Podcasts & Spotify, and subscribe to our Youtube channel! YouTubeFacebookInstagramXSupport the Show!Tommy & Tristan's NSFW Comedy Podcast (Explicit Content)
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Angelia dan Margaretha dari Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Ibrani 1: 1-6; Mazmur tg 97: 1.2b.6.7c.9; Markus 1: 14-20 SAATNYA AHLI YANG BEKERJA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Saatnya Ahli yang Bekerja. Setelah masa Natal berlalu, memulai masa biasa ini kita diingatkan oleh profil Yohanes Pembaptis. Ia menemani kita dalam masa Adven, menjelang Natal dan masa Natal. Khususnya di dalam masa Natal, Yohanes selalu bersaksi tentang Yesus Kristus, yang puncaknya ialah dia yang membaptis Yesus di Sungai Yordan. Setelah peristiwa pembaptisan itu, pertanyaannya ialah: apa tugas Yohanes Pembaptis selanjutnya? Yohanes sendiri memberikan kita jawabannya, yaitu seperti yang dikatakan olehnya: “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh 3,30). Peristiwa Yohanes ditangkap, dipenjarakan, dan akhirnya dibunuh oleh raja Herodes membuktikan perkataannya tersebut. Lalu semua kesaksiannya tentang Yesus Kristus itu akhirnya memasuki realitasnya ketika Yesus Kristus tampil di depan umum dan mulai berkarya. Itu berarti ke dalam medan karya yang sesungguhnya, yaitu kebun anggur Tuhan dan dunia yang berisi seluk-beluk urusannya berada dalam tangan orang yang sesungguhnya, dan kita dapat menyebutnya dengan menyerahkan dunia untuk diurus oleh ahlinya. Yesus Kristus adalah ahli sesungguhnya karena Ia diutus oleh Bapa untuk mengurusi keselamatan dunia, dan ini tidak bisa ditangani oleh ahli atau pengurus yang lain dan mana pun. Dengan kata lain, seperti yang dikatakan oleh Surat kepada Orang Ibrani di dalam bacaan pertama, yang menjadi penentu segalanya ialah Tuhan Allah. Semua utusan Tuhan adalah perantara, seperti orang tua Yesus sendiri Yosef dan Maria. Mereka memiliki adalah manusia-manusia pilihan Allah. Bunda Maria sendiri mempercayakan semua panggilan hidupnya kepada Tuhan saja. Namun demikian, saat setelah nabi terakhir Yohanes Pembaptis, adalah saatnya Tuhan Allah berbicara dan berbuat melalui Anak-Nya sendiri, maka kehadiran Yesus Kristus adalah kehadiran Allah sendiri. Yesus Kristus yang kita sebut sebagai ahli sesungguhnya bagi urusan keselamatan dunia ini, tidak lain tidak bukan adalah Tuhan kita. Ia tidak pernah berbicara atau berbuat atas nama siapa-siapa, karena yang berbicara atas nama pihak lain ialah para nabi. Misalnya nabi selalu berkata, “Allah bersabda...”. Sebaliknya, Yesus Kristus di dalam perkataan-Nya, Ia selalu berkata: “Aku berkata kepadamu...” atau di dalam perbuatannya, Ia mengatakan: “Aku melakukan ini” dan “Aku berbuat itu”. Pada hari ini kita diberitahukan bagaimana Ia bertindak sendiri dalam memilih para murid, dan Ia berkata: “Mari, ikutlah Aku”. Yesus tidak memakai atas nama pihak yang lain. Yesus juga berkata dan berbuat langsung kepada diri kita masing-masing di dalam keadaan kita yang berbeda-beda tiap-tiap hari. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, buatlah kami selalu bersedia untuk menyanggupi undangan untuk mengikuti-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Meita Adhie Moelya dari Paroki Santo Yoseph di Keuskupan Purwokerto, Indonesia. 2 Samuel 7: 1-5.8b-12.16; Mazmur tg 89: 2-3.4-5.27.29; Lukas 1: 67-79 KUNJUNGAN LAKSANA FAJAR CEMERLANG Renungan kita pada tanggal 24 Desember pagi ini bertema: Kunjungan Laksana Fajar Cemerlang. Ada seorang bapak dan anaknya sedang bertengkar keras pada suatu malam sebelum tidur. Mereka hanya tidak sepaham dengan urusan bisnis keluarga yang mereka jalankan bersama-sama. Bahkan mereka tidak saling berdamai sampai masing-masing pergi tidur. Bagi sang anak, cara berpikir orang tua terlalu kuno, jadi itu dibiarkan saja seperti angin lalu. Tetapi bagi si Bapak, kata-kata kasar dan keras di antara mereka berdua sangat menusuk hati. Ia tidak bisa tidur. Posisi tidurnya yang terlentang, miring dan telungkup tidak bisa membuatnya tenang dan tertidur. Ia bangun dan duduk. Ia juga berdiri dan berjalan sebentar di dalam kamar. Ia tetap tidak bisa tidur. Ia hanya ingin malam itu cepat berlalu, kalau pagi datang membawa cahaya fajar yang cemerlang, ia ingin memandang wajah putranya itu yang tersenyum, sambil ia menyapanya, mengucapkan maaf, dan memeluk hangat anaknya. Ia ingin tinggalkan rasa benci, marah, dan jahat kepada anaknya. Doanya ialah sebagai berikut: supaya malam yang gelap itu lekas berlalu pergi, dan pagi segera datang supaya berdamai dengan putranya. Pengalaman seperti ini adalah pengalaman kita semua. Khususnya pada saat menyongsong hari raya Natal ini, banyak di antara kita ingin sekali dikunjungi dan ditemui fajar cemerlang sumber kehidupan, yaitu Tuhan sendiri. Zakaria menyampaikan nyayian pujiannya, dengan seruan bahwa Allah datang mengunjungi umat-Nya. Allah akan melepaskan mereka dari ikatan musuh-musuh dan lawan yang membenci mereka. Allah menghalau kegelapan dan menghadirkan terang bagi mereka yang sangat mengharapkan pembebasan dan keselamatan. Di pagi hari 24 Desember ini, surya pagi memberikan kita pesan bahwa cahayanya tidak redup, supaya membuat kita masing-masing dan keluarga-keluarga kita tetap bersuka cita sepanjang hari. Meskipun pada sorenya matahari akan terbenam dan malam pun menyusul, namun cahaya Yesus Kristus tidak ikut termakan oleh malam. Kita semua tetap mengalami bahwa Ia tetaplah fajar cemerlang, dan kita segera merayakan ulang tahun kelahirannya pada malam hari. Menurut nyanyian Zakaria, fajar itu ada di tempat yang tinggi, sehingga ia menyinari mereka yang mungkin masih berdiam dalam kegelapan dan naungan maut. Mau tidak mau harus diakui, ada sebagian sesama anggota Gereja yang sudah lama sekali belum mau didatangi cahaya itu, dan kali ini baru mau didatangi. Semua anggota Gereja, baik yang sudah mantap dalam persiapannya maupun yang sedang mematangkan persiapannya, marilah kita bersuka ria menyongsong Fajar Cemerlang yang datang mengunjungi kita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah, semoga kami mantap dalam menyiapkan diri untuk perayaan Natal nanti malam. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Kebaktian 1 Minggu Adven IV GKP Jemaat Bandung Minggu, 22 Desember 2024 pukul 07.00 WIB Tema : "Hidup Terhormat dengan Janji, Kebenaran dan Kasih" Bacaan Alkitab : Lukas 1 : 39-45 Pelayan Firman : Pdt. Stefanus N. Parinussa M.Th., M.Si. @GKP Bandung Desember 2024
Khotbah Kebaktian 2 Minggu Adven IV GKP Jemaat Bandung Minggu, 22 Desember 2024 pukul 09.30 WIB Tema : "Hidup Terhormat dengan Janji, Kebenaran dan Kasih" Bacaan Alkitab : Lukas 1 : 39-45 Pelayan Firman : Pdt. Stefanus N. Parinussa M.Th., M.Si. @GKP Bandung Desember 2024
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Rini, Hendry, Tirto dan Pater Peter, SDB dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 5: 1-4a; Mazmur tg 80: 2ac.3b.15-16.18-19; Ibrani 10: 5-10; Lukas 1: 39-45 TUBUH KRISTUS, TUBUH YANG MAHA KUASA Tema renungan kita pada hari Minggu Adven ke-4 ini ialah: Tubuh Kristus, Tubuh Yang Maha Kuasa. Menjelang perayaan besar kita, Hari Raya Natal, sangat tepat kalau kita merenungkan sedikit tentang Tubuh Kristus. Tradisi untuk mempersiapkan kandang Natal merupakan sesuatu yang selalu melengkapi kesibukan umat Katolik. Persiapan kandang Natal dilakukan baik di gereja-gereja maupun di rumah-rumah keluarga. Ada dua remaja kakak dan adiknya diminta orang tua mereka untuk membeli palungan dan bayi Yesus di toko rohani, sebab palungan dan bayi Yesus yang lama sudah rusak dan tidak layak dipakai. Ada banyak pilihan di toko tersebut. Setelah mereka berdua menyeleksi dari semua yang ada, dipilihlah bayi Yesus dengan wajah yang dihiasi senyuman ceria. Kedua remaja itu sangat senang memandang wajah bayi Yesus itu. Pada hari Natal, setiap orang dan keluarganya masing-masing perlu selalu memandang bayi itu, terutama di rumah masing-masing, karena dari sana keluar suka cita dan damai yang tidak akan berhenti. Hal ini sungguh mengisyaratkan bahwa tubuh Yesus itu begitu perkasa, luar biasa, dan maha kuasa. Tubuh itu ditetapkan Tuhan Allah untuk menjadi tubuh sebuah kerajaan yang tidak ada tandingannya di mana pun di dunia ini. Tubuh itu adalah Sabda Allah yang menjadi manusia. Tubuh itu Maha Kuasa karena penuh dengan Roh Kudus. Ia hadir di dunia sejak pembuahan di dalam rahim perawan Maria oleh Roh Kudus. Maria membawa tubuh itu untuk mengunjungi Elisabet. Roh yang sama di dalam Maria, memecahkan misteri sehingga Elisabet bersuka cita dan Yohanes di dalam kandungannya melonjak kegirangan. Maria pun bersuka ria untuk menyampaikan rasa syukur dan pujiannya kepada Allah, dan kita mengenal ungkapan imannya itu sebagai magnifikat. Tubuh itu akhirnya lahir dalam sebuah keadaan hina, miskin dan sangat rendah, di sebuah kota kecil Bethlehem, yang oleh nubuat Mika sebagai kota terkecil di antara kaum Yehuda. Kota terkecil melingkungi bayi mungil yang kecil. Tetapi Roh Kudus menggerakkan semua pihak dari surga dan bumi supaya menyambut tubuh itu. Termasuk di sini ialah tiga orang majus yang membawa persembahan berharga untuk menyembah tubuh tersebut yang masih berbaring di palungan. Roh Kudus berada di dalam tubuh itu, dari masa kanak-kanak Yesus yang penuh ajaib hingga Ia dewasa dalam pewartaan-Nya membangun Kerajaan Allah. Ia menggantikan bangunan bait suci yang hilang dalam waktu, dengan tubuh-Nya yang mati di salib demi menyelamatkan umat manusia. Di tubuh Gereja itu, ada tubuh Ekaristi yang menghidupkan semua anggotanya, dalam setiap zaman. Terima kasih Tubuh Kristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, buatlah kami kudus ketika kami menerima Tubuh-Mu di dalam Ekaristi. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Anastasia dan Sania dari Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Kidung Agung 2: 8-14; Mazmur tg 33: 2-3.11-12.20-21; Lukas 1: 39-45 BERBAGI SUKA CITA Renungan kita pada hari ini bertema: Berbagi Suka Cita. Kita semua pernah mengalami kedatangan tamu. Tamu yang biasa ialah mereka yang sudah dikenal dan mengunjungi kita untuk menyalami atau menghadiri undangan. Mereka yang sekedar “numpang lewat” termasuk dalam kategori ini. Sering, meski tanpa memberi tahu lebih dahulu, mereka datang saja karena sebagai bagian dari kekeluargaan dan persahabatan. Ada tamu-tamu yang kedatangannya membuat kaget tuan rumah. Meski kedatangan mereka tidak diundang atau tidak ada pemberitahuan lebih dahulu, mereka diterima dalam kasih dan kebaikan sebagai sesama manusia. Makan siang atau malam Anda, bisa saja bersama seorang atau beberapa yang kebetulan ada di sekitarmu. Mereka adalah teman dalam waktu singkat atau mendadak. Di media sosial seperti fb atau yang lain, secara kebetulan, tamu yang datang justru lebih banyak. Atas nama persahabatan dan kebaikan, kita dengan senang hati menerima mereka. Dan ada tamu yang dikategorikan spesial. Kategori ini banyak jenisnya, misalnya komandan, pimpinan, bos atau manager. Orang tua dan sanak keluarga yang sangat dicintai dan dihormati juga menjadi spesial untuk disambut. Seorang penderma atau sponsor utama bagi suatu investasi juga dipandang spesial. Seorang yang suci, terhormat, agung dan mulia mendapatkan penyambutan yang istimewa dan diberikan tempat yang istimewa pula di dalam rumah kita. Untuk jenis yang terakhir ini, biasanya Tuhan atau mereka yang mewakili-Nya menjadi tamu kita. Kalau yang bukan Tuhan, aspek spesial mereka dapat berupa pemberian dalam bentuk barang dan jasa, dan mereka adalah pihak yang harus diberi perlakuan istimewa. Bahkan kamar tidur dan perlengkapan rumah dan fasilitas lain dikhususkan bagi mereka. Tetapi spesialnya Tuhan ialah karena Ia berbagi suka cita. Ini melebihi semua jenis barang dan jasa dari tamu spesial mana pun yang datang kepada kita. Tamu spesial dari Tuhan yang diperkenalkan kepada kita dalam bacaan-bacaan hari ini ialah mereka yang bukan untuk ditakuti bahkan disegani. Ia seperti kekasih atau sahabat terbaik. Kehadirannya membawa seisi rumah dan sekitarnya menjadi baru dan gembira. Ia juga menjadi seorang saudara atau teman yang setara dengan kita, dan ia ingin berbagi kebaikan, suka cita dan kemurahan Tuhan yang ia terima, supaya kita juga mendapatkan bagiannya. Model ini yang dilakukan oleh Bunda Maria kepada saudaranya Elisabeth. Anda dan saya dapat menjadi tamu spesial atau tuan rumah yang menyambut. Yang penting adalah Anda mesti berbagi suka cita, dan bukan yang lainnya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkanlah kami untuk selalu bersemangat dalam berbagi, bersyukur dan persembahan diri kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ari dan Lani dari Paroki Santo Albertus de Trapani di Keuskupan Malang, Indonesia. Yesaya 7: 10-14; Mazmur tg 24: 1-2.3-4ab.5-6; Lukas 1: 26-38 SAAT INKARNASI Renungan kita pada hari ini bertema: Saat Inkarnasi. Kita selalu merenungkan tema besar Adven ini yaitu persiapan. Selama hari-hari yang lalu renungan kita menampilkan tokoh-tokoh istimewa yang dapat disebut kategori lingkaran dekat, yaitu mereka yang berperan utama untuk membantu persiapan itu. Hari ini bacaan-bacaan liturgis mengantar kita kepada suatu sisi persiapan inti, yang menampilkan tokoh-tokoh inti yang secara langsung menjadi instrumen bagi kelahiran Yesus Kristus. Mereka ini bukan lagi sebagai lingkaran dekat, tetapi sebagai pelaku utama untuk mewujudkan rencana Bapa yang amat dahsyat dalam sejarah keselamatan, yaitu inkarnasi. Kata inkarnasi ini ialah Sabda Allah yang abadi menjadi manusia. Putra Allah sebagai pribadi Tritunggal yang kedua, datang ke dunia yang kita kenal sebagai Yesus Kristus. Peristiwa inkarnasi itu masuk ke dalam dunia melalui pintu utama, yaitu salam dari surga yang besar dan ajaib. Kebesaran dan keajaiban Tuhan mengenai kedatangan Mesias yang sudah dipersiapkan jauh sebelumnya oleh para nabi, melalui pewartaan bacaan-bacaan hari ini mulai terbuka untuk ditampilkan. Penampilan ini menghadirkan tokoh-tokoh utama, yaitu malaikat agung Gabriel yang membawa kabar suka cita surgawi dari Allah, perawan Maria dari Nazareth di daerah Galilea, dan Yosef, calon suami perawan itu. Mereka adalah pelaku-pelaku utama yang berperan langsung untuk kehadiran Yesus Kristus di dunia. Kita sedang menuju ke puncak inkarnasi. Hari ini kita berada di pintu masuk, yaitu mengalami salam suka cita yang disampaikan kepada Maria, salam itu amat ajaib, dan jawaban Maria yang menjadi ungkapan iman yang begitu besar. Semua yang terjadi pada pintu inkarnasi ini mengkonfirmasi apa yang sudah disampaikan dahulu oleh nabi Yesaya ketika menyampaikan kabar suka cita ini kepada keluarga Daud, bahwa seorang perempuan akan melahirkan Emanuel. Jadi pintu salam yang besar dan ajaib ini memang sudah dirancang dan dipersiapkan untuk dibuka sudah sejak lama. Kita hendaknya tidak berada di luar lingkaran sekedar menyaksikan dan mengagumi saja. Sebaiknya kita masuk dan berada di dalam pintu itu supaya ikut mengalami salam yang besar dan ajaib itu. Lebih bagus lagi, salam yang berbunyi “Tuhan menyertaimu” juga masuk ke dalam diri kita masing-masing dan keluarga kita. Sungguh luar biasa terjadi inkarnasi, di mana Sabda yang kekal itu masuk dan berdiam di dalam kita. Persiapan kita sebenarnya ialah berada pada pintu inkarnasi itu, dan bukan jauh dari situ atau sekedar menonton. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha besar, semoga kami semakin bersuka cita ketika berada dalam persiapan yang sudah amat dekat ini untuk merayakan pesta kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Florensia dari Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Hakim-Hakim 13: 7.24-25a; Mazmur tg 71: 3-4a.5-6ab.16-17; Lukas 1: 5-25 PERSIAPAN AJAIB Tema renungan kita pada hari ini ialah: Persiapan Ajaib. Persiapan adalah tema utama masa Adven. Kita telah renungkan tentang persiapan besar seperti yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis dan Elia. Ada juga bentuk persiapan yang menonjolkan keadilan Tuhan bersama raja Daud, yang hasilnya berwujud pada diri Bunda Maria dan Santo Yosef. Lalu hari ini kita diperkenalkan dengan bentuk persiapan ajaib, dengan tokoh utama ialah istri Manoah atau ibu Samson, dan orang tua Yohanes Pembaptis, Zakariah dan Elisabeth. Kita menyebut sebuah persiapan ajaib, dan bukan hanya besar, karena dekat dengan peristiwa besar jauh lebih ajaib yaitu kelahiran juru selamat yang sudah sangat nyata. Kejadian ajaib dalam hidup Maria dan Yosef, serta berwujud pada kelahiran Yesus Kristus, jelas harus diantisipasi oleh suatu persiapan ajaib juga. Dan persiapan ajaib ini ialah kelahiran Samson dari ibunya yang sudah mandul, demikian juga kelahiran Yohanes Pembaptis dari Elisabeth yang juga diklaim mandul. Zakariah, suami Elisabeth juga masuk dalam lingkaran keajaiban ini. Kalau berani bertanya pada diri masing-masing, keajaiban apa yang mesti pas dipersiapkan untuk menyambut pesta kelahiran Yesus Kristus tahun ini? Sesuatu yang ajaib selalu membuat heran, kagum atau lebih tepatnya sesuatu yang baru. Mempunyai dan mengalami suatu hubungan yang istimewa dengan Tuhan tidak mesti yang besar dan megah. Ajaib atau yang baru tidak mesti juga yang sangat luar biasa. Yesus Kristus yang lahir dalam kesahajaan cukup memberikan kita gambaran bahwa ajaib itu adalah pengalaman menemukan terang dan jawaban tentang hidup kita di dalam Tuhan. Seseorang menuliskan pada dinding media sosialnya tentang persiapan ajaib keluarganya untuk Natal kali ini. “Anakku bungsu yang sudah pemuda, selama tahun-tahun belakangan tak bisa cocok dan sepikiran dengan kami orang tuannya. Baru sehari terakhir ini ia terbuka dan berbicara dengan kami. Kami sesungguhnya berhenti di tempat yang persis anak kami berada, supaya komunikasi kami bisa tersambung, pembicaraan menjadi cair, dan akhirnya tercapai solusi atas permasalahan kami. Semoga Natal ini menjadi satu pengalaman sangat indah dalam keluarga kami”. Sharing kecil ini merupakan satu persiapan ajaib, yang tentu saja akan diselaraskan dengan keajaiban kehadiran Tuhan Yesus Kristus. Kita sebagai pribadi, keluarga, dan komunitas perlu bersiap secara ajaib atau secara baru, supaya menemukan keselarasan itu. Jika tak ada sesuatu yang ajaib atau baru, bukankah nanti perayaan Natal menjadi biasa-biasa saja, tanpa sesuatu yang indah? Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah, jadikanlah kami pribadi-pribadi dan keluarga-keluarga yang dapat membuat hidup kami baru sebagai persiapan untuk hari Natal ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
We're diving into a four-week Advent series on the names of God. In Scripture, naming of people and places tends to be very important, and the same is true of the various names used for and to describe God. Benson & Sean will guide us through 20 of the most well-known names for God, and explore what they mean for us and how they help us better prepare our hearts for Jesus. Plus - a very special four-part Christmas countdown!