Podcasts about padahal

  • 870PODCASTS
  • 2,490EPISODES
  • 21mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Jul 20, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about padahal

Show all podcasts related to padahal

Latest podcast episodes about padahal

SerSerGairah
S06E20 - Gimana, Budak Korporat Anti-Feodal, Susah Amat Cuma Bilang "Pagi, Pak" ke Bos?

SerSerGairah

Play Episode Listen Later Jul 20, 2026 37:12


Ribut-ribut soal menyapa atasan di kantor yang dianggap sebagai bentuk pelestarian feodalisme ini membuktikan kalau orang-orang di medsos memang hobi cari masalah demi terlihat kritis. Padahal, sekadar berbasa-basi atau menyapa senior duluan itu murni urusan sopan santun dan strategi bertahan hidup supaya urusan kariermu ke depannya lancar.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 20 Juli 2026 - Saling mengasihi dan menghargai dengan sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 19, 2026 5:50


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 20 Juli 2026Bacaan: “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” (Roma 12:10)Renungan: Mother Teresa ketika tinggal di Kalkuta, dia sering berjalan kaki mengelilingi gang kumuh. Dia memungut orang yang sekarat di pinggir jalan, membersihkan lukanya dan memberinya makan. Suatu hari ada seorang wartawan yang bertanya: “Kenapa Ibu melakukan semua ini?”Jawabnya sederhana, “Karena setiap orang itu adalah Yesus yang menyamar. Dan saya mau mendahului menghormati Dia.” Ia tidak menunggu orang lain lebih dulu sopan. Ia tidak menunggu orang miskin itu "layak" dihormati. Dia yang lebih dulu memberi hormat dengan mencuci kaki, memeluk dan memanggil mereka dengan namanya. Dari kasih kecil yang mendahului itu, ribuan orang di seluruh dunia tersentuh dan ikut melayani. Paulus memberi dua kunci untuk hidup bersaudara. Pertama saling mengasihi sebagai saudara. Bukan kasih karena cocok, tapi karena kita satu keluarga di dalam Kristus. Kedua saling mendahului dalam memberi hormat. Kata “mendahului” artinya berlomba. Siapa yang lebih dulu menghargai dan memuliakan orang lain. Intinya: Jangan tunggu dihormati dulu baru menghormati. Jangan tunggu disapa dulu baru menyapa. Di kerajaan Allah, yang "menang" adalah yang paling dulu mengasihi. Sebagai pengikut Yesus, mungkin ayat ini menampar kita di tiga area yaitu pertama di Gereja / Komunitas. Kita sering pilih-pilih teman. Dekat sama yang sekelompok, seumuran, sepelayanan. Sedangkan yang beda pendapat, kita cuek. Padahal kita dipanggil saling mengasihi sebagai saudara. Kedua di Rumah & Kantor. Kita mau dihargai. Mau didengar. Mau diapresiasi. Tetapi kita menunggu orang lain mulai duluan. Akibatnya semua diam dan saling menunggu. Di Media Sosial. Gampang komen pedas, gampang menjatuhkan. Padahal kita dipanggil mendahului memberi hormat, bukan mendahului menghakimi. Roma 12:10 ini mengajak kita jadi pembuka jalan. Mendahului minta maaf. Mendahului memuji. Mendahului melayani tanpa pamrih. Mendahului menghargai orang yang tidak populer dan sebagainya. Karena saat kita mendahului mengasihi, kita sedang memperlihatkan seperti apa keluarga Allah itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering menunggu orang lain mengasihi aku dulu. Ajarilah aku mengasihi sebagai saudara, bahkan kepada yang sulit kukasihi. Berikanlah aku hati yang mau mendahului dalam memberi hormat. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-16, 19 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 18, 2026 11:43


Dibawakan oleh Eduardus Bala, Yuliana dan Wiliam Aleksander Nopan dari Paroki Santo Arnoldus Jansen Tanjung Isui di Keuskupan Agung Samarinda, Indonesia. Kebijaksanaan 12: 13.16-19; Mazmur tg 86: 5-6.9-10.15-16a; Roma 8: 26-27; Matius 13: 24-30.MUSUH MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-16 ini ialah: Musuh MemberikanKita Kesempatan. Seorang siswa SMA mendapatkan pujian dan hadiah dari orangtuanya karena mendapatkan nilai-nilai rapor yang bagus. Padahal semua di dalamkeluarga masih mengingat, bahwa nilai prestasinya di waktu permulaan sekolahjauh dari harapan. Ia bahkan memiliki sejumlah nilai merah. Mengapa ia berubah begitu cepat dengan prestasinya itu setelah naik kelasdua dan kelas tiga? Apakah ia bermain curang pada waktu ujian demi mendapatkannilai-nilai yang memuaskan? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan umum yang selaluditujukan kepadanya. Kepada semua yang bertanya, siswa tersebut menjawab dengansangat bijaksana, katanya: "Setiap temanku mendapat nilai lebih baik daripada aku, aku selalu tertantang untuk menjadi seperti dia, bahkan harusmelebihi dia." Ia tetap mengikuti prinsip itu selama belajar di SMA. Pengalaman si remaja itu merupakan sebuah contoh kompetisi yang sehat. Adajuga kompetisi atau perlawanan yang tidak sehat, yang melalui cara yang tidakbaik dan dengan tujuan yang tidak baik pula. Di dalam setiap kompetisi,masing-masing pihak yang bersaing menganggap lawannya sebagai musuh. Ada musuhyang menjadi teman persaingan atau perjuangan, sehingga kita dapat dibantuuntuk meraih kemajuan dan kesuksesan. Musuh dalam kualitas seperti ini adalahmusuh yang baik, yang memberikan kita kesempatan untuk menjadi lebih baik.  Tetapi ada musuh yang menjadi lawan mematikan, yang karena didasari olehkebencian, marah dan iri hati, sehingga kita tidak mendapatkan bantuan untukmaju, tetapi sebaliknya kerugian dan bahkan kebinasaan. Secara kodrati danmengikuti akal sehat, kita ingin memiliki musuh yang baik. Tuhan sendiritermasuk dalam kategori musuh kita yang baik. Kita adalah orang-orang yangberdosa. Setiap menyadari diri sebagai orang berdosa, kita harus dapat melihatTuhan sebagai musuh kita yang baik, yang sabar terhadap kita dan menyediakansegala kesempatan supaya kita dapat bertobat dan kembali kepada-Nya. Perumpamaan tentang hidup berdampingan antara penabur benih dan musuhnyayaitu penabur lalang, kemudian antara benih yang tumbuh bersama dengan musuhnyalalang, sangat jelas mengajarkan kita tentang peran musuh yang membantu kita didalam hidup ini. Anggota keluarga sendiri, teman atau orang yang tidak kitakenal dapat menjadi musuh-musuh kita yang baik. Bahkan jika kita memang tidakdapat menghindari adanya musuh yang tidak baik atau yang mematikan, inimerupakan juga pengalaman Tuhan Yesus sendiri dan para martir yang sudahmendahului kita. Musuh yang demikian membuka kesempatan bagi kita untuk meminumpiala penderitaan seperti Yesus Kristus. Dalam hal ini, kita sepantasnyabersyukur dan mendoakan musuh-musuh kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami sehingga kami dapat hidup dalamkebenaran dan kebijaksanaan-Mu. Semoga kami menjadi sesama yang baik bagiorang-orang di sekitar kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...

Parenting Podcast
Jangan Tunggu Anak Remaja - oleh Henny Wirawan

Parenting Podcast

Play Episode Listen Later Jul 12, 2026 3:42


Banyak orang tua mengira pendidikan seksual baru perlu diberikan saat anak memasuki masa pubertas. Padahal, pendidikan seksual dimulai jauh lebih awal. Mengajarkan nama organ tubuh yang benar, menjaga kebersihan area pribadi, memahami batas tubuh (body boundaries), serta membiasakan anak berkata "tidak" ketika merasa tidak nyaman merupakan bagian dari pendidikan seksual yang sesuai dengan usia anak. Dengan bekal ini, anak akan lebih memahami tubuhnya, menghargai dirinya sendiri, dan berani mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.Menurut Moms & Dads, kapan waktu yang tepat untuk mulai mengenalkan pendidikan seksual kepada anak? Tulis pendapat Moms & Dads di kolom komentar.

Podcastnya Fefee
SILENT TREATMENT

Podcastnya Fefee

Play Episode Listen Later Jul 11, 2026 18:18


Katanya diam itu emas. Padahal emasnya di Sentul kan? Lo kureng sih. Padahal itu si diem kalo dipake buat bikin orang jadi bingung, overthinking, dan nunggu chat yang nggak bakal datang… itu bukan emas, itu emotional damage kak!

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 9 Juli 2026 - Berpikir dan berkata-kata positif

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 8, 2026 6:26


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 9 Juli 2026Bacaan: "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21)Renungan: Suatu hari seorang istri mengeluh karena minggu ini ia terlalu lelah. Kerjaan menumpuk, anak rewel minta ditemenin belajar. Suaminya pulang kerja terus rebahan main HP. Tanpa sadar ia kesal dan berkata kepada suaminya: "Kamu sih tahunya cuma enak-enak rebahan. Gak pernah mikirin rumah ini!" Suaminya pun diam. Malam itu suasana rumah menjadi dingin. Dua hari kemudian giliran ia yang sakit. Anak-anak yang biasanya deket dengannya menjadi takut karena melihat papa mamanya tegang. Ia pun tersadar. Satu kalimat emosinya malam itu "mematikan" suasana rumah selama dua hari. Padahal kalau ia bilang: "Pa, aku capek. Boleh tolong temenin anak belajar 30 menit?" pasti jawabannya berbeda. Amsal 18:21 ini berisi peringatan keras dari Raja Salomo tentang kuasa dari kata-kata: "Hidup dan mati dikuasai lidah". Di rumah, lidah kita bisa jadi sumber kehidupan atau sumber kematian. Dengan kata-kata kita bisa menghidupkan semangat pasangan, menguatkan anak yang gagal, memberkati keluarga. Tapi dengan kata-kata juga kita bisa melukai hati pasangan, mematikan semangat anak, dan merusak keharmonisan rumah. Rumah tangga kita adalah cermin dari apa yang sering kita ucapkan. Suka mengeluh, maka rumah penuh keluhan. Suka mengucap syukur dan menguatkan, maka rumah penuh damai. Keluarga adalah tempat pertama kita latihan memakai lidah. Tiga hal yang bisa kita latih mulai saat ini: 1. Ganti kritik dengan permintaan. Dari perkataan, "Aku sibuk, jadi lupa" menjadi "Sayang, boleh tolong ingetin aku ya" 2. Perbanyak kata penguat untuk anak. Perkataan, "Mama bangga kamu sudah berusaha", lebih menghidupkan daripada "Nilainya kok segitu-segitu aja".3. Doa berkat sebelum tidur. Ucapkan satu kalimat berkat untuk tiap anggota keluarga. Itu seperti menyiram tanaman di rumah. Ingat, anak-anak kita tidak akan ingat seberapa rapi rumah kita. Tapi mereka akan ingat: "Di rumah ini, kata-kata apa yang paling sering ia dengar." Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini lidahku sering melukai orang-orang yang paling aku kasihi di rumah. Ajarilah aku menjadi pembawa damai di tengah keluargaku. Berikan hikmat supaya setiap kata yang keluar dari mulutku adalah kata yang membangun, menguatkan, dan memberkati. Amin. (Dod).

Mitra Keluarga
MIKA Podcast: Jantung Berdebar? Waspada Kondisi Aritmia - dr. Setiawan Widodo, Sp.JP, Subsp.Ar.(K) (Eps : 198)

Mitra Keluarga

Play Episode Listen Later Jul 7, 2026 15:05


Sahabat MIKA, jantung berdebar sering dianggap karena capek, stres, atau deg-degan biasa. Padahal, kondisi ini juga bisa menjadi tanda gangguan irama jantung atau aritmia.Aritmia terjadi ketika detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan. Pada beberapa kasus, aritmia bisa muncul dengan gejala yang ringan, hilang timbul, bahkan tidak disadari sejak awal.Dalam episode MIKA Podcast kali ini, dr. Setiawan Widodo, Sp.JP, Subsp.Ar.(K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia Mitra Keluarga Bekasi Timur, akan membahas tuntas mengenai aritmia.Kalau Sahabat MIKA sering merasa jantung berdebar, pusing, mudah lelah, atau hampir pingsan, jangan tunda untuk memeriksakan diri, ya!Yuk, simak penjelasan lengkapnya di MIKA Podcast kali ini!

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 6 JUli 2026 - Sikap respek dan menerima orang lain apa adanya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 5, 2026 5:28


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 6 Juli 2026Bacaan: Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja." (2 Raja-raja 7:9)Renungan: Di zaman Israel kuno, salah satu penyakit yang paling ditakuti adalah kusta. Mengapa? Karena penyakit ini tak hanya memberikan rasa sakit secara fisik, tapi juga menyerang mental penderitanya. Bagaimana tidak? Orang kusta akan dicap sebagai orang yang kena tulah dan dikutuk Allah. Orang kusta juga diasingkan dan begitu direndahkan. Bacaan kita hari ini sungguh menarik untuk kita renungkan. Orang kusta yang selama ini diremehkan justru menjadi pahlawan Israel. Sementara rakyat Israel mengalami kelaparan hebat, orang-orang kusta inilah yang memberi tahu mereka bahwa tentara Aram sudah meninggalkan perkemahannya dan meninggalkan banyak perbekalan. Padahal bisa saja orang-orang kusta itu "balas dendam" dan membiarkan rakyat Israel kelaparan sementara mereka bisa menikmati makanan secara berlimpah. Bisa kita bayangkan betapa malunya rakyat Israel saat mengetahui bahwa orang-orang kusta inilah yang menolong mereka dengan mengabarkan berita baik itu. Orang-orang yang selama ini mereka rendahkan justru menjadi pahlawan bagi mereka. Apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini? Janganlah kita suka meremehkan, merendahkan, melakukan hal yang jahat, atau memusuhi seseorang. Kita tidak pernah tahu bahwa orang yang kita jahati adalah orang yang kelak kita mintai pertolongan! Bayangkan betapa malunya kita jika hal itu sampai terjadi. Lebih malu lagi kalau orang itu bersedia menolong kita! Orang yang kita remehkan, bisa saja kelak menjadi orang terhormat. Orang yang kita anggap bawahan, bisa saja menjadi atasan kita. Orang yang kita sangka buruk, bisa saja ternyata adalah orang baik yang tidak pernah memamerkan kebaikannya. Orang yang kita jahati, bisa saja orang itu membalasnya dengan berbuat baik kepada kita. Karena itu marilah kita tidak jemu-jemu berbuat baik kepada setiap orang. Singkirkan prasangka-prasangka dan penilaian lahiriah yang nyatanya sering terbukti salah itu. Kita tidak pernah tahu bahwa kita sedang menabur kebaikan yang suatu kali kelak akan kita tuai pada waktu yang tepat. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati seperti hati-Mu. Hati yang bisa menerima setiap orang apa adanya dan tidak menganggap rendah mereka. Amin. (Dod).

SLC Marketing Inc.
Cara Cerdas CEO Mengetahui Kondisi Asli Sales & Marketing Tanpa Drama

SLC Marketing Inc.

Play Episode Listen Later Jul 3, 2026 4:18


Banyak owner merasa bisnisnya berjalan baik karena laporan terlihat positif. Padahal, angka yang tampak sehat belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya. Masalah seperti kebocoran sales funnel, performa tim yang menurun, atau strategi marketing yang kurang efektif sering kali tidak terlihat di dashboard.Akibatnya, banyak bisnis baru menyadari adanya masalah saat omzet mulai turun dan profit tergerus. Keputusan yang hanya berpatokan pada laporan tanpa memahami data secara menyeluruh berisiko membuat bisnis kehilangan peluang untuk bertumbuh.Di video ini, saya membahas indikator yang paling sering menipu owner dalam menjalankan bisnis dan bagaimana cara melihat kondisi bisnis secara lebih objektif. Tonton sampai selesai agar Anda tidak terlambat menyadari masalah yang sebenarnya bisa dicegah.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 1 Juli 2026 - Hidup dalam kasih Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 30, 2026 5:19


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 1 Juli 2026Bacaan: "Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis." (Roma 12:15)Renungan: Setiap orang pernah mengalami kebahagiaan. Namun kebahagiaan yang dirasakan setiap orang itu berbeda-beda. Seseorang mengartikan kebahagiaan sebagai "sensasi menyenangkan karena melihat penderitaan orang lain." Tentu saja itu pengertian yang sangat jahat tentang kebahagiaan. Meski tidak setuju dengan pengertian tersebut, pada kenyataannya bukankah kita sering mengalami hal itu? Ada banyak orang yang rasa bahagianya berkurang ketika melihat keberhasilan orang lain, sebaliknya rasa bahagianya akan bertambah ketika melihat penderitaan orang lain. Lebih parah lagi apabila kita punya prinsip "Jika saya tidak bisa memiliki sesuatu, maka orang lain juga tidak boleh mendapatkan sesuatu yang saya inginkan itu." Barangkali suasana hati seperti itulah yang dialami Kain saat persembahannya ditolak, sementara persembahan Habel diterima Tuhan. Sebenarnya faktor utama kemarahan Kain bukan karena persembahannya ditolak, tapi karena ia melihat persembahan Habel diterima. Tidak cuma iri, tapi hati Kain benar-benar panas ketika melihat Habel. Alhasil, Kain membunuh Habel yang sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun pada dirinya! Satu-satunya "kesalahan" Habel di mata Kain adalah bahwa persembahan Habel diterima Tuhan dan persembahannya tidak! Penyakit seperti Kain, yaitu tidak rela jika melihat orang lain bahagia ini nyatanya juga menghinggapi banyak orang. Jika tidak hati-hati kita bisa terjebak juga di dalamnya. Jika tidak hati-hati kita bisa membenci orang yang lebih berhasil, orang yang lebih cantik atau tampan, orang yang lebih pintar, dan orang yang tampak lebih bahagia dari kita. Padahal, orang tersebut bisa jadi sama sekali tidak bersinggungan dengan kita. Kita sendirilah yang merasa panas hati melihat kebahagiaan mereka. Nah, bagaimana membebaskan diri dari virus berbahaya seperti itu? Kasih adalah jawabannya! Kasih memampukan kita untuk bersukacita dengan orang yang bersukacita, dan menangis dengan orang yang menangis! (Rm. 12:15). Kasih tidak cemburu. Kasih tidak bersukacita di atas penderitaan orang lain. Sebaliknya, kasih turut merasakan apa yang orang lain rasakan. Dengan demikian kunci utama hidup yang bahagia adalah hidup dalam kasih. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kasih-Mu sehingga melalui kehadiranku banyak orang merasa bahagia. Amin. (Dod).

UMM FM
EPS 68 | BUNTING: Bukan Cuma Overthinking | Harus Selalu Kuat, Tapi Sampai Kapan?

UMM FM

Play Episode Listen Later Jun 29, 2026 18:35


Halo Kawan Muda!Podcast UMMFM balik lagi nemenin harimu dengan obrolan yang hangat dan pastinya relate banget.

Indonesia Digital Marketing Podcast - Ryan Kristo Muljono
How to Respond to Good Google Reviews

Indonesia Digital Marketing Podcast - Ryan Kristo Muljono

Play Episode Listen Later Jun 29, 2026 6:26 Transcription Available


Send us Fan MailBanyak bisnis fokus mendapatkan review Google, tetapi melupakan satu hal yang tidak kalah penting membalas review.Padahal, calon pelanggan tidak hanya membaca apa yang ditulis oleh pelanggan lain. Mereka juga memperhatikan bagaimana bisnis Anda merespons setiap review yang diberikan.Di episode kali ini, Ryan Kristo membahas strategi membalas review Google dengan cara yang membangun kepercayaan, memperkuat reputasi bisnis, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan.Dalam episode ini, Anda akan mempelajari:• Kesalahan yang sering terjadi saat membalas review Google• Cara merespons review positif, netral, dan negatif dengan tepat• Framework sederhana yang dapat langsung diterapkan• Template balasan yang dapat digunakan untuk berbagai jenis reviewKarena pada akhirnya, setiap review adalah percakapan publik yang sedang dibaca oleh calon pelanggan Anda. Ingin mengetahui strategi digital marketing yang tepat untuk mengembangkan bisnis Anda?Book meeting bersama tim ToffeeDev sekarang

Radio Elshinta
Masjid Ghamamah, Jejak Sejarah Rasulullah di Sekitar Nabawi

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Jun 28, 2026 2:53


Kalau berkunjung ke Masjid Nabawi banyak jemaah yang langsung fokus beribadah di dalam masjid. Padahal, di kawasan sekitarnya juga tersimpan jejak sejarah Islam yang tak kalah menarik untuk dipelajari. Salah satunya adalah Masjid Ghamamah, yang memiliki kisah erat dengan Rasulullah SAW. (BEH/MCH2026)

Parenting Podcast
Sebelum Masuk PAUD, Latih Ini Dulu! - oleh C. Mathilda V. Bolang, S.Psi., M.Si., Konselor

Parenting Podcast

Play Episode Listen Later Jun 28, 2026 2:43


Banyak orang tua sibuk menyiapkan anak belajar menulis sebelum masuk PAUD atau playgroup. Padahal, ada hal yang jauh lebih penting untuk dipersiapkan terlebih dahulu. Mulai dari kesiapan sosial dan emosional, kemampuan berpisah dengan orang tua, kemandirian dasar seperti mengenali dan membereskan barang sendiri, toileting, hingga kesiapan motorik kasar dan halus. Kalau kemampuan-kemampuan dasar ini sudah dilatih di rumah, proses adaptasi anak di sekolah biasanya akan jauh lebih mudah dan menyenangkan. Menurut Moms & Dads, bagian mana yang paling menantang untuk dipersiapkan sebelum anak masuk PAUD?

Renungan Anak GKY Mabes
Bukti Tentang Siapa Yesus (19 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 18, 2026 5:09


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti Tentang Siapa YesusDiambil dari: Yohanes 18:4–5  “Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: ‘Siapakah yang kamu cari?' Jawab mereka: ‘Yesus dari Nazaret.' Kata-Nya kepada mereka, ‘Akulah Dia.' Yudas yang menghianati Dia berdiri juga di situ bersama mereka.”Wonder Kids, pada zaman Tuhan Yesus, orang-orang Yahudi sudah lama menantikan Mesias, yaitu Raja dan Juruselamat yang dijanjikan Allah. Mereka membaca Kitab Suci dan menunggu kapan janji itu digenapi. Tetapi saat Yesus datang, tidak semua orang mau percaya kepada-Nya. Ada yang mengira Yesus hanya guru yang baik. Ada yang menganggap Yesus hanya nabi. Ada juga yang menolak-Nya sama sekali.Mengapa begitu? Karena banyak orang ingin menentukan sendiri siapa Yesus menurut pikiran mereka. Mereka tidak mau sungguh-sungguh melihat semua bukti tentang Yesus. Padahal, kalau kita memperhatikan hidup Yesus, perkataan-Nya, mujizat-Nya, cara-Nya mengasihi orang, dan bagaimana Ia menggenapi janji-janji Allah, kita bisa melihat bahwa Yesus bukan orang biasa. Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia.Yesus tidak datang sambil berkata sembarangan, “Percaya saja pada-Ku.” Sebaliknya, hidup Yesus penuh dengan bukti. Ia mengajar dengan kuasa, melakukan mujizat, mengampuni dosa, menggenapi nubuat, lalu akhirnya rela mati dan bangkit. Semua itu menunjukkan identitas-Nya. Jadi, untuk mengenal siapa Yesus sebenarnya, kita tidak cukup hanya mendengar pendapat orang. Kita harus melihat kepada Yesus sendiri seperti yang dinyatakan dalam firman Tuhan.Dalam Yohanes 18, saat orang-orang datang menangkap Yesus, Yesus justru maju ke depan. Ia tahu apa yang akan terjadi pada-Nya. Ia tidak lari. Ia tidak bersembunyi. Itu menunjukkan bahwa Yesus sungguh tahu siapa diri-Nya dan sungguh datang untuk menjalankan rencana Bapa. Yesus bukan korban yang bingung. Yesus adalah Juruselamat yang dengan rela menyerahkan diri-Nya bagi kita.Wonder Kids, kadang-kadang orang di sekitarmu bisa punya banyak pendapat tentang Yesus. Tetapi pertanyaan yang paling penting bukan “Kata orang siapa Yesus itu?” melainkan “Menurutmu, siapakah Yesus?” Apakah kamu hanya tahu tentang Yesus? Ataukah kamu sungguh percaya bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamatmu?Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ambil waktu sebentar dan katakan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, tolong aku mengenal Engkau bukan hanya dari kata orang, tetapi dari firman-Mu. Aku mau sungguh percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menunjukkan dengan jelas siapa diri-Mu. Tolong aku supaya tidak bingung oleh pendapat orang, tetapi sungguh mengenal Engkau melalui firman-Mu dan percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak perlu dibuat cocok dengan pendapat manusia, karena Dia sudah menunjukkan dengan jelas bahwa Dia adalah Anak Allah dan Juruselamat dunia. Tuhan Yesus memberkati.

Indonesia Digital Marketing Podcast - Ryan Kristo Muljono
Cara Mendapatkan Review Google Secara Konsisten

Indonesia Digital Marketing Podcast - Ryan Kristo Muljono

Play Episode Listen Later Jun 15, 2026 6:35 Transcription Available


Send us Fan Mail⭐ Pelanggan puas, tetapi review Google tetap sedikit?Banyak bisnis memberikan pelayanan yang baik, memiliki pelanggan yang puas, bahkan menerima banyak apresiasi secara langsung. Namun ketika melihat Google Business Profile, jumlah review yang masuk ternyata tidak bertambah signifikan.Padahal, review bukan hanya tentang reputasi. Review juga menjadi salah satu faktor penting yang membantu bisnis lebih dipercaya dan lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan di Google.Di episode Indonesia Digital Marketing Podcast kali ini, Ryan Kristo membahas bagaimana memahami perilaku pelanggan saat memberikan review, cara meminta review tanpa terkesan memaksa, serta pendekatan sederhana yang dapat membantu bisnis mendapatkan review secara lebih konsisten.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-11, 14 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 13, 2026 10:34


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Keluaran 19: 2-6a; Mazmur tg 100: 2.3.5; Roma 5: 6-11; Matius 9: 35 - 10:8.DIPANGGIL UNTUK DIUTUS, DIUTUS KARENA DIPANGGIL  Tema renungan kita pada hari Minggu ini ialah:Dipanggil Untuk Diutus, Diutus Karena Dipanggil. Dalam kehidupan iman,sering kali kita berbicara tentang panggilan dan perutusan seolah-olah keduanyamerupakan dua hal yang berbeda. Padahal, keduanya tidak dapat dipisahkan.Panggilan tanpa perutusan akan kehilangan arah, sedangkan perutusan tanpa panggilanakan kehilangan dasar dan makna. Ketika Tuhan memanggil seseorang, di dalampanggilan itu sudah tersimpan tugas yang harus dijalankan. Sebaliknya, ketikaTuhan mengutus seseorang, perutusan itu lahir karena sebelumnya Tuhan telahmemanggil dan memilihnya. Kitab Suci menunjukkan kenyataan ini berulang kali.Abraham dipanggil untuk meninggalkan negerinya dan sekaligus diutus menjadiberkat bagi banyak bangsa. Musa dipanggil melalui semak yang menyala dankemudian diutus membebaskan bangsa Israel dari perbudakan. Para rasul dipanggilsatu per satu oleh Yesus, bukan sekadar untuk menjadi murid-Nya, melainkan jugauntuk pergi mewartakan Kerajaan Allah. Tidak ada panggilan yang berhenti padadiri sendiri. Setiap panggilan selalu mengarah pada pelayanan dan pengabdianbagi sesama. Kita kadang lebih menyukai salah satu dari keduanya.Ada yang suka berbicara tentang panggilan, tetapi kurang berani menjalankantugas yang dipercayakan. Ada pula yang begitu sibuk dengan berbagai pelayanansehingga lupa merawat hubungan pribadinya dengan Tuhan yang memanggil. Padahal,panggilan dan perutusan harus berjalan bersama. Perutusan memperoleh kekuatandari kedekatan dengan Tuhan, sedangkan panggilan menemukan maknanya ketikadiwujudkan dalam tindakan nyata. Sebagai orang beriman, kita dipanggil bukan hanya untukmenikmati kenyamanan rohani. Tuhan memanggil kita agar menjadi alat kasih-Nyadi tengah dunia. Panggilan menjadi orang tua, guru, imam, biarawan-biarawati,pekerja, atau pemimpin selalu mengandung tanggung jawab yang membawa kebaikanbagi orang lain. Setiap panggilan selalu membawa misi. Tidak ada panggilanuntuk dirinya sendiri. Dengan perutusan, yang pertama-tama bekerja bukanlahkemampuan kita, melainkan Tuhan yang memanggil. Ini membuat kita tetap rendahhati. Kita diutus bukan karena paling pandai, suci, atau kuat, tetapi karenaTuhan memilih dan mempercayai kita. Ketika menghadapi kesulitan, kegagalan,atau penolakan, kita dapat kembali kepada sumber perutusan itu, yaitu Tuhansendiri yang telah memanggil kita sejak awal. Hendaknya kita terus memelihara kesatuan antarapanggilan dan perutusan. Setiap kali mendengar suara Tuhan, hendaknya kita siapmelangkah menjalankan tugas yang dipercayakan-Nya. Dan setiap kali menjalankanperutusan, hendaknya kita tidak lupa kembali kepada Tuhan yang memanggil. Disanalah hidup beriman menemukan kepenuhannya, ketika panggilan menjadipelayanan dan pelayanan menjadi jawaban kasih kepada Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Tuhan, di hari Minggu ini, kami mohon supaya kasih-Mu yang Engkaucurahkan melalui ibadat Ekaristi, berbuah pula dalam kasih bagi diri kamisendiri dan yang kami bagikan kepada sasama kami. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …

Kumpulan Dakwah Sunnah
Ustadz Ammi Nur Baits - Tradisi Yang Dianggap Biasa Padahal Haram Di Mata Syariat

Kumpulan Dakwah Sunnah

Play Episode Listen Later Jun 12, 2026 78:36


Ustadz Ammi Nur Baits - Tradisi Yang Dianggap Biasa Padahal Haram Di Mata Syariat

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 12 Juni 2026 - Tetap gigih, semangat untuk bangkit

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 11, 2026 5:50


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 12 Juni 2026Bacaan: "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." (Amsal 24:16)Renungan: Kita mungkin sering mendengar kisah Thomas Alva Edison yang konon mengalami 1000 kegagalan sebelum akhirnya berhasil menciptakan bola lampu. Kita juga mendengar tentang JK Rowling yang naskah Harry Potter karangannya ditolak banyak penerbit sebelum akhirnya diterbitkan satu penerbit kecil dan sukses menjadikannya penulis terkaya dalam sejarah. Kita juga mendengar kisah Soichiro Honda yang berkali-kali gagal, terkena bencana alam, perang, dsb, sebelum akhirnya bisa mendirikan perusahaan otomotif Honda. Jika bertanya kepada para tokoh sukses, hampir selalu mereka mengalami lebih banyak kegagalan daripada keberhasilan. Di sinilah uniknya. Mereka bisa mengalami banyak kegagalan (dan berusaha lagi), tapi hanya dibutuhkan satu keberhasilan untuk mereka dapat sukses membuat perubahan besar. Kegagalan juga sering kali menjadi pengalaman penting yang menjadi titik balik orang meraih keberhasilannya. Sayang, lebih banyak orang yang begitu takut dan berusaha menghindari kegagalan. Banyak orang takut melakukan sesuatu yang berpotensi membuat mereka dikritik. Banyak orang tidak berani mencoba hal yang belum pernah dilakukan orang lain, sehingga ada kemungkinan untuk gagal. Dan salah satu cara yang sering dilakukan orang untuk menghindari hal-hal tersebut adalah dengan tak mau mencoba, tak mau berusaha, dan memilih diam. Banyak orang merasa mengalami satu kegagalan akan membuat mereka gagal selamanya. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Kegagalan bukanlah kata akhir. Amsal berkata, orang benar pun bisa jatuh atau gagal. Tak hanya sekali, tapi tujuh kali. Dalam budaya Yahudi, tujuh kali menunjukkan jumlah tak terhingga. Artinya, sekalipun kita sudah hidup benar, meski kita sudah melakukan yang terbaik, kegagalan masih bisa terjadi. Tapi, poin pentingnya adalah kita masih bisa bangkit kembali. Berapa kali Yusuf diperlakukan tak adil? Berapa banyak Daud hampir mati terbunuh? Jumlah masalah mereka jauh lebih banyak dari jumlah kemenangan mereka! Tapi, karena mereka tetap bangkit, maka kita kini mengenang mereka sebagai pribadi yang berkemenangan. Kita pun bisa mengalaminya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku semangat untuk bangkit lagi saat aku jatuh terpuruk karena suatu masalah. Jangan biarkan masalah membuat aku meragukan kuasa-Mu. Yesus, Engkaulah andalanku. Amin. (Dod).

Podkes Kanal KPK
#256 - Jangan Ada 'Titipan', Peduli Masa Depan Pendidikan

Podkes Kanal KPK

Play Episode Listen Later Jun 10, 2026 20:25


Setiap tahun, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selalu menjadi sorotan. Di balik ketatnya persaingan dan terbatasnya kuota penerimaan, masih ada praktik “titip siswa”, manipulasi data, hingga gratifikasi yang dibungkus dengan tanda "terima kasih". Padahal, hal-hal tersebut merusak integritas sejak dini pada dunia pendidikan. Melalui episode kali ini, Podkes Kanal KPK Episode #256 akan kupas tuntas berbagai modus kecurangan yang dikhawatirkan terjadi pada SPMB 2026, sekaligus membahas langkah nyata untuk mencegah praktik koruptif di dalamnya. Podcast ini juga hadir untuk mengingatkan kita semua bahwa kejujuran adalah jalan terbaik, dan masa depan anak tidak boleh “dititipkan” lewat cara yang salah.

Helmy Yahya Bicara
Kerja dari Indonesia, Digaji Dollar oleh Klien Luar Negeri?!

Helmy Yahya Bicara

Play Episode Listen Later Jun 8, 2026 47:30


Join FREE Webinar Virtual Assistant SGB VA: https://link.sgbva.com/free-webinar-hyb-2Kerja remote digaji dolar? Sekarang bukan hanya mimpi.Banyak orang masih berpikir bahwa penghasilan tinggi hanya bisa didapat dengan bekerja di kantor atau pindah ke luar negeri. Padahal, di era digital saat ini, profesi virtual assistant, virtual social media specialist, dan berbagai pekerjaan kerja remote lainnya membuka peluang untuk bekerja dari mana saja sambil melayani klien internasional dengan bayaran dalam mata uang asing.Di episode Helmy Yahya Bicara kali ini, saya berbincang dengan Tania Gromenko, Founder SGB VA, serta Afifah, salah satu alumni yang berhasil berkarier sebagai Virtual Social Media Specialist dan mendapatkan penghasilan dari klien luar negeri. Mereka membahas bagaimana memulai karier sebagai virtual assistant, membangun skill yang dibutuhkan pasar global, hingga peluang kerja gaji dolar tanpa harus meninggalkan Indonesia.Ini ilmu bagi kalian yang tertarik menjadi digital nomad, bekerja fleksibel dari mana saja, atau ingin mendapatkan kesempatan kerja bareng klien internasional, episode ini wajib ditonton sampai habis! Simak selengkapnya!

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 8 Juni 2026 - Selalu Andalkan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 7, 2026 5:40


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 8 Juni 2026Bacaan: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" (Yeremia 17:7)Renungan: Seorang penebang pohon dari desa terpencil membeli gergaji mesin karena orang-orang berkata gergaji itu akan membuat pekerjaannya lebih cepat dan rapi. Tapi, beberapa hari kemudian ia kembali ke toko yang menjual gergaji itu dengan marah. "Gergaji apa ini! Pekerjaan saya malah tidak selesai-selesai dan hasilnya buruk!" Pemilik toko mengamati gergaji itu. Apakah rusak? Pikirnya. la menarik tuasnya dan gergaji itu menyala lancar. Penebang pohon itu tersentak. "Suara apa itu?" Rupanya, selama ini ia memakai gergaji mesin itu seperti gergaji manual, tanpa dinyalakan mesinnya! Banyak di antara kita sama saja seperti penebang pohon di cerita tadi. Ini terjadi saat kita mencoba mengubah hidup kita dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Ini terjadi ketika kita menghadapi masalah dan berusaha mengatasinya dengan cara kita sendiri. Pada akhirnya kita hanya akan kelelahan dan hasilnya pun jauh dari apa yang kita harapkan. Padahal, ada cara yang jauh lebih baik yaitu dengan mengandalkan kekuatan Tuhan. Jika gergaji mesin dapat memotong kayu dengan jauh lebih cepat dan rapi karena memakai teknologi mesin, maka mengandalkan kekuatan Tuhan juga akan membuat hidup kita berubah dengan lebih sempurna. Ketika Daud terjepit dan tak ada yang bisa menolongnya lagi, ia menguatkan kepercayaannya kepada Allah (1 Sam. 30:6). Ketika Simson sudah kehilangan kekuatan dan penglihatannya, bahkan menjadi bahan olok-olokan orang Filistin, ia berdoa minta kekuatan dari Tuhan dan di momen itulah ia berhasil menewaskan lebih banyak orang Filistin dibanding saat ia masih kuat (Hak. 16:28-30). Paulus pun memiliki apa yang ia sebut sebagai "duri dalam daging". Namun, ia justru bisa bermegah dalam kelemahannya itu, karena ia tahu kuasa Kristus turun atasnya (2 Kor. 12:7-10). Contoh-contoh itu menunjukkan betapa bodohnya jika berpikir kita bisa mengandalkan kekuatan sendiri. Kita hanya akan kelelahan, depresi, putus asa, dan tak puas. Andalkan dan berharaplah pada Tuhan, sebab dari Dialah berkat itu datang. Turuti petunjuk-Nya karena Dia saja yang tahu masa depan kita dan berkuasa atas hidup kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk senantiasa mengandalkan Engkau dalam setiap permasalahan hidupku, sehingga aku tetap kuat dan punya pengharapan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 4 Juni 2026 - Tetap Berjuang Wujudkan Impianmu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 3, 2026 4:37


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 4 Juni 2026Bacaan: "Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang." (Amsal 23:18)Renungan: Tabonya Siddiqui mengalami luka permanen Jakibat insiden yang dialaminya saat kecil di Dhaka, Bangladesh. Usianya masih 8 tahun saat lampu minyak yang ia nyalakan karena listrik padam, tiba-tiba meledak. Api melalap tubuhnya hingga memerlukan pemulihan yang lama dan melalui serangkaian operasi yang menyakitkan. Namun itu semua tidak menghalanginya meraih cita-cita menjadi model. Impiannya terwujud ketika dipercaya menjadi model Next, produk fesyen ternama. Tanpa memanipulasi cacat fisiknya, ia berhasil mewujudkan mimpi. Siapapun ingin memiliki masa depan yang baik, tetapi jika melihat masa lalu, latar belakang, tingkat pendidikan, dan lingkungan kita berada, tidak jarang diri sendiri merasa keinginan memiliki masa depan yang baik adalah sesuatu yang muluk. Padahal, tidak ada satu impian yang terlalu muluk bagi setiap orang yang bersungguh-sungguh berusaha mewujudkannya. Sebenarnya perasaan tersebut muncul karena kita telah membatasi kemampuan diri sendiri. Jika perasaan itu tidak disingkirkan dapat menjadi penghalang terbesar kita untuk mewujudkan impian. Alkitab mencatat banyak kisah orang yang tetap memegang mimpinya meski di tengah situasi sulit. Salah satunya adalah Yusuf yang tetap percaya bahwa kelak dirinya akan menjadi orang paling mulia di tengah keluarga dan saudara-saudaranya. Itu sebabnya, ia mampu bertahan saat menghadapi masa-masa sulit, baik ketika dijual oleh saudara-saudaranya, difitnah istri Potifar, hingga saat berada di penjara. Yusuf sadar, jika ia menyerah dengan keadaan maka masa depan yang indah itu pasti tidak akan pernah dimilikinya. Apapun situasi yang kita hadapi saat ini, mari katakan pada diri sendiri untuk selalu optimis. Percayalah bahwa ada masanya awan kelam kesukaran akan berlalu dari hidup kita untuk berganti dengan pelangi yang indah! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan keterbatasanku ke dalam tangan-Mu. Sempurnakanlah apa yang menjadi kekuranganku, sehingga bagaimanapun keadaanku, asal Kau ada bersamaku, maka hidupku bisa berdampak bagi banyak orang. Amin. (Dod).

Friends Life
Suatu Hari Nanti, Kita Akan Merindukan Hal-Hal Kecil dari Orang Tua

Friends Life

Play Episode Listen Later Jun 2, 2026 13:34


Di episode kali ini, kita akan berbicara tentang sesuatu yang sering kali kita anggap akan selalu ada — Ayah dan Ibu. Tentang bagaimana waktu berjalan begitu cepat, sementara tanpa sadar orang tua kita perlahan menua di tengah kesibukan hidup yang sedang kita jalani.Kadang kita terlalu sibuk mengejar masa depan, sampai lupa menikmati hal-hal kecil bersama mereka. Padahal suatu hari nanti, yang paling kita rindukan bukanlah hal besar, melainkan suara sederhana dari rumah, perhatian kecil dari ibu, dan pengorbanan diam-diam dari ayah.Episode ini cocok untuk kamu yang sedang jauh dari rumah, sedang berjuang menjadi dewasa, atau mulai menyadari bahwa waktu bersama orang tua ternyata tidak sebanyak yang kita kira.Karena pada akhirnya… rumah bukan hanya tempat, tapi tentang Ayah dan Ibu yang selalu menunggu kita pulang. ❤️

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 1 Juni 2026 - Melekat padaNya dan mohon kekuatan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 31, 2026 4:50


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 1 Juni 2026Bacaan: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7)Renungan: Ibrahim Hamadtou terus mengasihani dirinya sendiri setelah kedua lengannya diamputasi waktu kecil. Semangatnya kembali bangkit saat ia tahu bahwa ada atlet dengan kekurangan fisik di pusat pemuda setempat. lapun memilih menekuni tenis meja meski pada awalnya sulit memakai lengannya yang tersisa. Setelah gagal berkali-kali, akhirnya ia memegang gagang bet dengan mulutnya. Melekukkan leher, pinggul dan bahunya sambil menggunakan kakinya yang lincah, sedangkan kaki satunya menjemput bola dan melemparkannya ke udara. Gaya uniknya membawanya ke Paralimpiade Rio 2016. Kita sadari atau tidak, ketakutan yang menguasai diri kita dapat membuat gerakan kita menjadi terbatas, hingga timbul perasaan frustrasi dan putus asa. Padahal, Tuhan senantiasa mempunyai rencana yang indah atas hidup kita. Namun, jika Roh Tuhan berdiam dalam kita maka kita akan dimampukan untuk dapat menemukan visi-Nya, yang menjadikan hari-hari kita bersinar dan menimbulkan keyakinan bahwa masa depan kita selalu terjamin. Itu sebabnya, Rasul Paulus menuliskan dalam suratnya kepada Timotius, anak rohaninya, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." Paulus mengingatkan agar Timotius tidak ragu untuk memberitakan Injil Kristus, karena Dia sendiri yang akan memampukannya, sehingga ia selalu dapat memancarkan terang kasih-Nya. Mungkin hari-hari ini kita mempunyai kelemahan yang membuat diri sendiri berpikir kalau kita tidak akan bisa sukses. Ingat pesan Rasul Paulus kepada Timotius pagi ini! Daripada merasa minder karena kelemahan yang kita miliki, marilah kita melekat kepada Tuhan karena Dia dapat mengubah ketakutan kita menjadi semangat yang berkobar, untuk terus maju menuntaskan panggilan Tuhan atas hidup kita. Yakinlah bersama Tuhan, kita mampu mengalahkan kelemahan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah roh ketakutan dari dalam diriku dan gantikan dengan damai sejahtera-Mu, sehingga dengan damai-Mu aku dapat menjalani hari-hari hidupku dengan penuh pengharapan dan keyakinan bahwa bersama Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).

Radio Elshinta
POPSI Kritik Rencana Tata Kelola Ekspor SDA, Khawatirkan Nasib 17 Juta Orang di Industri Sawit

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later May 28, 2026 4:06


JAKARTA — Ketua Umum Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) yang juga Dewan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto, mengkritik rencana pemerintah memperketat tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA), khususnya sektor sawit. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi memicu ketidakpastian pasar, mengganggu rantai usaha sawit nasional, hingga menekan ekonomi masyarakat di daerah.Dalam wawancara di program Elshinta News and Talk, Kamis (21/5/2026), Darto mengatakan pemerintah terlalu fokus menghitung potensi tambahan penerimaan negara dari pencegahan praktik under invoicing dan transfer pricing, namun belum serius menghitung dampak ekonomi di tingkat akar rumput.“Pertanyaan baliknya adalah apakah pemerintah sudah menghitung dampak ekonomi di akar rumput? Karena ketika kita bicara sawit, ini bukan hanya soal ekspor dan devisa, tetapi menyangkut ekosistem ekonomi jutaan orang,” kata Darto.Menurutnya, industri sawit Indonesia berbeda dengan Malaysia yang kerap dijadikan pembanding pemerintah. Ia menilai struktur industri sawit Indonesia jauh lebih kompleks karena melibatkan petani plasma, petani mandiri, buruh sawit, hingga pelaku usaha kecil di daerah.“Di Indonesia ini sawit sudah menjadi ekosistem ekonomi sejak era transmigrasi tahun 1970-an. Ada sekitar 17 juta orang yang hidup dari sektor ini, mulai dari buruh sawit, petani plasma, sampai petani mandiri,” ujarnya.Darto mengungkapkan kekhawatiran bahwa rencana sentralisasi tata kelola ekspor justru telah memicu ketidakpastian di pasar. Ia menyebut harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani mulai turun sejak wacana kebijakan tersebut disampaikan pemerintah.“Hari ini harga TBS sudah turun sekitar Rp200 per kilogram. Bahkan harga CPO yang sebelumnya sekitar Rp15.800 per kilogram turun Rp800 setelah pengumuman Presiden. Ini dampak dari ketidakpastian pasar,” katanya.Menurut Darto, pelaku usaha kini mulai berhati-hati dalam membeli pasokan sawit dari pihak ketiga karena khawatir terhadap mekanisme baru ekspor yang belum jelas. Situasi itu dikhawatirkan akan memukul pabrik sawit skala kecil yang selama ini menjadi penampung hasil petani mandiri.Ia menjelaskan, jika perusahaan besar hanya menyerap pasokan dari kebun milik sendiri, maka pabrik-pabrik kecil akan kehilangan pasar. Dampaknya, petani kesulitan menjual hasil panen dan ekonomi daerah ikut terpukul.“Kalau serapan pasar berhenti, tanki penyimpanan penuh, pabrik berhenti produksi, akhirnya petani tidak bisa menjual TBS. Ini yang harus dipikirkan pemerintah karena risikonya sangat besar terhadap ekonomi pedesaan,” tegasnya.Darto juga mempertanyakan dasar perhitungan pemerintah terkait potensi kebocoran negara akibat praktik manipulasi ekspor sawit yang disebut mencapai miliaran dolar AS setiap tahun.“Pemerintah boleh menghitung keuntungan negara, tetapi angka kerugian akibat transfer pricing dan under invoicing itu juga harus dibuka metodologinya. Tidak semua pelaku usaha melakukan praktik seperti itu dan tidak bisa digeneralisasi,” ujarnya.Selain itu, ia menilai pemerintah belum melibatkan para pemangku kepentingan sawit secara memadai sebelum menggulirkan kebijakan tersebut.“Sampai sekarang belum ada diskusi serius dengan pelaku sawit dan para pemangku kepentingan. Padahal dampaknya akan sangat besar terhadap sektor sawit nasional,” kata Darto.

Helmy Yahya Bicara
"Kalo Lo Ga Gerak Gak Boleh Makan Banyak!" - dr. Henry Suhendra, Sp.OT (K) | Helmy Yahya Bicara

Helmy Yahya Bicara

Play Episode Listen Later May 25, 2026 53:46


Tinggal di negara tropis yang mataharinya melimpah… tapi mayoritas orang Indonesia justru kekurangan Vitamin D?!Di episode Helmy Yahya Bicara kali ini, dr. Henry Suhendra membongkar fakta mengejutkan tentang Vitamin D yang sering dianggap sepele, padahal bisa jadi akar dari berbagai masalah kesehatan.Banyak orang merasa sudah “sehat” hanya karena rajin berjemur… padahal ternyata ada waktu, durasi, dan cara yang tepat untuk mendapatkan Vitamin D secara optimal. Salah waktu berjemur? Bisa jadi percuma!Dr. Henry juga menyoroti fenomena banyaknya lansia yang menjadi jompo di masa tua karena sejak muda tidak menjaga pola makan dan tidak pernah melatih kekuatan otot dengan olahraga angkat beban. Padahal, menjaga massa otot dan kesehatan tulang adalah investasi penting agar tetap kuat, mandiri, dan produktif di usia lanjut.Podcast ini membuka perspektif bahwa sehat bukan hanya soal terlihat bugar hari ini, tetapi bagaimana tubuh kita dipersiapkan untuk puluhan tahun ke depan. Jangan sampai tinggal di negara tropis tapi tetap kekurangan Vitamin D dan kehilangan kualitas hidup di masa tua. Simak selengkapnya!

Parenting Podcast
20.000 Kata Sehari, Jadi Ibu Pasti Cerewet? - oleh Jovita Maria Ferliana, M.Psi., Psikolog

Parenting Podcast

Play Episode Listen Later May 24, 2026 1:12


Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 23 Mei 2026 - Memandang setiap pribadi berharga

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 22, 2026 5:40


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 23 Mei 2026Bacaan: "Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya ia menjamah mereka. Melihat itu, murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu" (Lukas 18:15)Renungan: Di dalam suatu acara, semua yang hadir dikejutkan dengan penampilan Anna, anak Sekolah Bina Iman, yang dapat menyanyikan lagu pujian dengan sangat baik. "Hebat sekali anak ini, padahal orang dewasa saja kesulitan menghafalkan lagu ini meskipun sudah berlatih selama beberapa minggu!" kata Jeany, pelatih paduan suara. Rasa takjub berikutnya muncul setelah orang tuanya bercerita bahwa Ana tak berlatih secara khusus, tetapi hanya mendengarkan para orang dewasa berlatih sambil sesekali terlihat asyik bermain. Anak kecil kerap dianggap remeh atau disepelekan dalam banyak urusan, karena dianggap hanya akan merepotkan. Anggapan semacam itu juga tampak pada zaman Yesus ketika ada anak-anak ingin dibawa kepada Yesus, tetapi murid-murid Yesus malah marah. Untunglah Yesus segera bertindak dan mempersilakan anak-anak itu datang, bahkan menjadikan mereka contoh bagaimana harus menyambut Kerajaan Allah (ay. 16-17). Fakta kehidupan menunjukkan bahwa keberadaan anak-anak terkadang dianggap hanya sebagai pengganggu, bukan sebagai berkat yang Allah berikan. Dalam dunia kerja, para pegawai baru atau pemimpin yang berusia muda terkadang juga dianggap bak anak kecil, yang hanya bisa mengganggu, tidak mampu bekerja maksimal, dan kurang bisa diajak kerja sama dalam memajukan perusahaan. Padahal, fakta juga menunjukkan bahwa melalui orang-orang yang dianggap sepele karena usia muda mereka, Allah dapat memakai mereka untuk perkara yang luar biasa, yang tak pernah terpikirkan oleh mereka yang berusia dewasa atau para senior. Kalau kondisi ini yang terjadi, bukankah nantinya hanya akan terjadi penyesalan ketika orang yang diremehkan malah memperkuat dan memajukan usaha dari pesaing kita, hanya karena mereka pernah kita remehkan? Berhati-hatilah, dan marilah kita bekerja tanpa memandang senioritas! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk memandang setiap pribadi, khususnya anak-anak sebagaimana Engkau memandang mereka. Sehingga aku dapat melihat hal baik yang ada pada mereka, yang dapat memberkati kehidupanku. Amin. (Dod).

Radio Muhajir Project
Bilang Tidak Mampu, Padahal Mampu (Saying You Can't Do It, Even Though You Actually Can)

Radio Muhajir Project

Play Episode Listen Later May 21, 2026 1:14


Bismillah,Bilang Tidak Mampu, Padahal Mampu(Saying You Can't Do It, Even Though You Actually Can)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-

Renungan Anak GKY Mabes
Betapa Ajaibnya Tubuh Kita (21 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 20, 2026 4:02


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Betapa Ajaibnya Tubuh KitaDiambil dari: Ibrani 3:4 “Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah.”Wonder Kids, saat kita berjalan di taman atau di jalan, kita bisa melihat banyak hal yang indah. Ada pohon, batu, sinar matahari, dan angin yang terasa di kulit kita. Tetapi pernahkah kamu berhenti dan memikirkan tubuhmu sendiri? Tubuhmu juga sangat luar biasa. Jantungmu berdetak, paru-parumu bernapas, matamu melihat, telingamu mendengar, dan semua itu bekerja dengan teratur.Kalau kamu melihat sebuah jam, kamu tahu bahwa jam itu tidak muncul begitu saja. Ada orang yang membuatnya. Jam punya bagian-bagian yang rumit, tetapi semuanya bekerja bersama. Nah, tubuh manusia jauh lebih rumit daripada jam. Tubuh kita memiliki banyak bagian yang bekerja bersama dengan sangat teratur. Itu menunjukkan bahwa tubuh kita bukan hasil kebetulan. Tuhanlah yang merancangnya dengan ajaib.Firman Tuhan dalam Ibrani 3:4 berkata bahwa setiap rumah ada pembangunnya, tetapi Allah adalah pembangun segala sesuatu. Artinya, kalau kita melihat sesuatu yang teratur dan luar biasa, kita tahu ada Pribadi yang merancangnya. Begitu juga saat kita melihat tubuh manusia dan seluruh ciptaan, kita diingatkan bahwa Tuhan adalah Pencipta yang bijaksana dan penuh kuasa.Wonder Kids, kadang-kadang kita terlalu biasa dengan tubuh yang Tuhan beri. Kita bisa lupa bersyukur untuk tangan yang bisa menolong, kaki yang bisa berjalan, mulut yang bisa berbicara, dan otak yang bisa berpikir. Padahal semua itu adalah hadiah dari Tuhan. Tubuh kita bukan milik kita untuk dipakai sembarangan, tetapi pemberian Tuhan yang harus kita syukuri dan gunakan dengan benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih tiga bagian tubuhmu yang paling ingin kamu syukuri hari ini. Lalu ucapkan kepada Tuhan, “Terima kasih, Tuhan, untuk tubuh yang Engkau ciptakan dengan ajaib.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakanku dengan indah dan ajaib. Tolong aku untuk bersyukur atas tubuh yang Engkau berikan dan memakainya untuk melakukan hal-hal yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: tubuhmu yang ajaib mengingatkan bahwa kamu diciptakan oleh Tuhan yang hebat dan penuh hikmat. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 20 Mei 2026 - Mengandalkan Tuhan dalam segala hal

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 19, 2026 4:46


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 20 Mei 2026Bacaan: ".... Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap." (Yakobus 4:14)Renungan: Adakah dari kita yang tidak pernah memikirkan masa depan kita? Perihal masa depan seringkali menggugah kecemasan diri sendiri karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Oleh sebab itu orang mulai menduga-duga, membuat prediksi, juga menyusun rencana untuk hidupnya di masa depan. Semua itu dilakukan karena manusia mengkhawatirkan kepastian dan keberlangsungan hidupnya. Ketidaktahuan manusia akan masa depan, menunjukkan ketidakberdayaan dan kelemahan manusia. Akan tetapi banyak orang yang tidak menyadarinya. Semua prediksi, perkiraan, rencana yang disusun, seringkali menunjukkan ego manusia yang hanya mengandalkan dirinya sendiri. Padahal kita tidak tahu rencana tersebut akan tercapai atau tidak. Dalam bacaan pada hari ini, kita ditanya, "Apa arti hidupmu? Apakah arti hidup kita yang tak berdaya ini? Terlebih bila kita hanya mengandalkan diri sendiri." Tentu hidup kita tidak akan ada artinya karena kita begitu lemah seperti yang digambarkan, yakni seperti uap yang hanya terlihat sebentar saja. Namun demikian di dalam ketidakberdayaan tersebut, Yakobus mengajak kita untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui kelemahan diri sendiri. Dalam pengakuan itu, kita diajak untuk hanya mengandalkan Tuhan dan sepenuhnya berserah kepada-Nya. Sekalipun tentunya kita diperbolehkan untuk memiliki rencana atas hidup kita, tetapi di dalam melakukan perencanaan kita tetap harus menyertakan Tuhan. Ini merupakan wujud penyerahan diri kepada Tuhan, yang membuahkan hidup bagi kita. Itulah arti hidup sesungguhnya. Mari maknai hidup ini dengan mengandalkan Tuhan dalam semua segi kehidupan kita. Libatkan Tuhan dalam membuat rencana, mengambil keputusan bahkan ketika mewujudkan rencana tersebut. Orang yang mengandalkan Tuhan adalah pribadi yang rendah hati karena ia menyadari akan keterbatasan dirinya sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengandalkan Engkau saja dalam hidup ini, sehingga damai sejahtera-Mu dapat tetap tinggal di hatiku, karena aku tahu bersama-Mu semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod)

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 14 Mei 2026 - Dia selalu memberikan yang terbaik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 13, 2026 4:51


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 14 Mei 2026Bacaan: Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5)Renungan: Seorang pria sedang marah kepada Tuhan. Pagi ini muncul dua anak ayam di depan rumahnya. Padahal malam sebelumnya ia berdoa meminta telur ayam. "Bisa-bisanya Tuhan salah memberi!" katanya geram. "Tuhan tidak salah, Pak," sahut istrinya, "Anak ayam yang Tuhan berikan ini justru supaya nanti kau dapat sering makan telur ayam." Empat orang menggotong seorang lumpuh menuju rumah tempat Yesus berada. Mereka berharap Yesus memberikannya kesembuhan. Karena banyak orang berkerumun di rumah itu mereka tidak dapat masuk untuk menemui Yesus. Maka mereka membuka atap rumah, menurunkan si lumpuh bersama tikarnya di depan Yesus. Kata Yesus kepada si lumpuh, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (ay. 5). Tampaknya seolah Yesus salah memberi. Ia memberi pengampunan dosa bukan kesembuhan. Namun, bila kita perhatikan situasinya lebih saksama, kita tahu kalau pemberian Yesus tidak salah. Selama ini si lumpuh hidup dalam pemikiran bahwa keadaannya yang merana disebabkan oleh besar dosanya. Ia perlu mendengar dirinya diampuni, tidak dihukum oleh Allah. Pengampunan membuka pintu bagi kesembuhan. Si lumpuh menyadari Allah berkenan kepadanya. Saat itulah Yesus memberikan kesembuhan. Kata Yesus, "Bangunlah, angkatlah tikarmu dan pulanglah ke rumahmu!" (ay. 11). Tuhan tidak pernah salah memberikan sesuatu kepada kita. Maka mulai hari ini jangan kita menjadi tawar hati bila pemberian Tuhan datang tidak seperti yang kita harapkan. Sadarilah bahwa pemberian Tuhan tersebut merupakan berkat awal sebelum berkat yang sebenarnya akan kita terima. Contoh sebelum datang kesuksesan, Tuhan memberi kita pengalaman kerendahan hati. Sebelum datang kelimpahan, Tuhan mengajar bagaimana supaya hati tidak terpaut kepada harta duniawi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kini aku mengerti bahwa terkadang apa yang aku harapkan tidak seperti yang Kau berikan, karena ternyata dibalik itu semua Engkau sudah mempersiapkan yang terbaik bagiku. Oleh karena itu ajarilah aku untuk tidak cepat kecewa bila yang kuterima tidak seperti harapanku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 13 Mei 2026 - Menjadi orang yang murah hati dan kaya hati

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 12, 2026 6:08


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 13 Mei 2026Bacaan: Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut..." (Lukas 16:23)Renungan: Sebuah kisah kuno menceritakan tentang seorang pengemis yang tanpa sengaja menyenggol wanita kaya. Wanita tersebut marah besar. Sambil berteriak dia berkata, "Pengemis bodoh! Apakah kamu tidak tahu saya?" Pengemis tersebut dengan ketakutan berkata, "Maaf Nyonya. Saya benar-benar tidak tahu siapa Anda." Wanita tersebut berkata dengan sombongnya, "Saya adalah orang terkaya di kota ini!" Dengan polosnya, pengemis tadi menjawab, "Maaf Nyonya, setahu saya orang yang paling kaya di kota ini adalah tukang kayu yang tinggal di ujung jalan. la sering sekali mengundang pengemis seperti saya ini untuk makan bersama di rumahnya." Wanita kaya tersebut menjadi malu. Untuk menentukan kaya tidaknya seseorang, kita selalu mengukurnya dengan sebanyak apa materi yang dimilikinya. Entahkah itu perusahaan, aset, barang-barang mewah, uang, dan kekayaan lainnya. Padahal ukuran kekayaan yang sebenarnya tidak ditentukan dari apa yang dimilikinya, melainkan apa yang telah dibagikannya. Apa gunanya kita punya banyak hal tapi menyimpan semuanya itu untuk diri kita sendiri? Apa gunanya kaya benda tapi miskin hati? Kekayaan sejatinya tidak diukur dari seberapa banyak yang kita simpan, tapi seberapa banyak yang kita bagikan. Ingatlah perumpamaan Yesus tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin. Sungguh tragis apa yang dialami oleh orang kaya itu. Setelah ia mati, ia berada dalam neraka yang penuh dengan penderitaan. Kekayaan yang selama ini ia banggakan ternyata tidak bisa menyelamatkannya. Berulang kali Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang murah hati, bukan bersikap pelit atau kikir. Toh, kalau kita nanti mati, semua harta benda yang selama ini kita simpan dan genggam erat, tidak ada yang bisa kita bawa. Lalu apa gunanya itu? Justru saat kita punya kesempatan untuk berbagi. lakukanlah hal tersebut dengan sukacita. Ada yang lebih penting dari sekadar mengejar sukses, yaitu memiliki hidup yang bermakna untuk sesama. Ada yang lebih penting daripada sekadar kaya materi, yaitu kaya hati. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kemurahan hati-Mu, sehingga aku selalu tergerak untuk menolong orang yang menderita. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Apakah Pontius Pilatus Orang yang Kaku? (13 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 12, 2026 3:23


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Pontius Pilatus Orang yang Kaku? Diambil dari: Markus 15:8–9 “Lalu datanglah orang banyak dan meminta supaya sekarang juga Pilatus berbuat sama seperti yang selalu dilakukannya bagi mereka. Pilatus menjawab mereka dan bertanya: ‘Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini bagimu?'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang Pontius Pilatus, orang yang memutuskan bahwa Yesus harus disalibkan. Ada orang yang berkata bahwa cerita di Alkitab tentang Pilatus terasa aneh. Mengapa? Karena dalam Injil, Pilatus terlihat seperti orang yang ragu-ragu dan seolah-olah terdesak oleh orang banyak. Padahal, biasanya seorang penguasa Romawi dikenal tegas dan keras.Lalu, apakah itu berarti Alkitab salah? Tidak. Justru ini menunjukkan bahwa keadaan saat itu memang sangat khusus. Pilatus memang seorang penguasa, tetapi pada waktu itu posisinya tidak sekuat yang terlihat. Ia sedang berada dalam situasi sulit. Karena itu, tidak aneh kalau ia menjadi takut, bingung, dan akhirnya memilih jalan yang salah.Tetapi yang lebih penting, Wonder Kids, Alkitab menunjukkan bahwa di tengah keputusan manusia yang jahat, Tuhan tetap bekerja. Walaupun Pilatus, imam-imam kepala, dan orang banyak membuat keputusan yang berdosa, semua itu tidak berada di luar kendali Tuhan. Tuhan sedang menggenapi rencana keselamatan-Nya melalui kematian Yesus di kayu salib.Kadang-kadang dalam hidup kita juga ada situasi yang terasa kacau. Ada hal yang tidak adil, membingungkan, atau membuat kita merasa tidak tenang. Kita bisa bertanya, “Tuhan, apakah Engkau masih pegang kendali?” Kisah Pilatus mengingatkan kita bahwa jawabannya adalah ya. Tuhan tetap memerintah, bahkan saat manusia membuat keputusan yang salah. Tidak ada yang bisa menggagalkan rencana Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa bingung atau takut karena sesuatu tidak berjalan seperti yang kamu mau, ucapkan doa singkat ini: “Tuhan, aku percaya Engkau tetap pegang kendali.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah kehilangan kendali. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu, bahkan saat hidup terasa membingungkan atau tidak adil. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: sekalipun manusia bisa membuat keputusan yang salah, Tuhan tetap memegang kendali atas semuanya. Tuhan Yesus memberkati.

Radio Elshinta
Ribuan guru paruh waktu tidak dibayar gajinya oleh 78 Pemda karena mengaku tidak mampu bayar, bagaimana solusinya?

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later May 11, 2026 14:01


Ribuan guru paruh waktu di berbagai daerah terancam kehilangan penghasilan setelah 78 pemerintah daerah mengaku tidak mampu membayar gaji mereka. Padahal, para guru ini tetap menjalankan tugas mengajar demi menjaga pendidikan berjalan normal di sekolah-sekolah. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar tentang komitmen daerah terhadap nasib tenaga pendidik honorer yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan.Lalu, bagaimana solusi pemerintah agar hak para guru tetap terpenuhi? Apakah perlu campur tangan pemerintah pusat, revisi anggaran daerah, atau pengangkatan status guru paruh waktu menjadi prioritas? Kita bahas bersama di podcast kali ini.TALK :: Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri & Koodinator Komunitas Peduli Pendidikan Jawa Barat, M.S. Iriyanto

METANOIA
Ep 10: Sabar, semua ada waktunya

METANOIA

Play Episode Listen Later May 8, 2026 5:38


[Sabar, Semua Ada Waktunya]Sabar.
Semua ada waktunya.Kalimat ini sering aku ucapkan pelan pada diri sendiri,
saat harapan belum sampai di tempat yang aku inginkan.Sabar.
Semua ada waktunya.Aku ulangi kalimat yang sama,
ketika tanpa sadar mulai membandingkan hidupku
dengan hidup orang lain.Sabar.
Semua ada waktunya.Aku pegang kalimat ini erat-erat,
saat sesuatu yang sudah aku usahakan dengan sungguh-sungguh
ternyata belum juga berhasil tercapai.Sebagai manusia, kita sering terjebak pada kebiasaan yang melelahkan:
membandingkan diri dengan orang lain,
merasa hampa ketika gagal,
dan menganggap usaha yang sudah dilakukan sebagai sesuatu yang sia-sia.Kita ingin banyak hal tercapai dalam satu waktu.
Kita ingin semuanya berjalan cepat,
seolah hidup punya garis waktu yang sama untuk setiap orang. Padahal, ga ada satu pun usaha yang benar-benar sia-sia.
Semua yang kita jalani—bahkan yang terasa gagal—
adalah bagian dari jalan menuju tujuan kita. Jadi lebih baik, jadi lebih bijaksana, jadi lebih pintar.Kalau cita-citanya besar,
wajar aja perjalanannya tidak selalu lurus.
Naik dan turun bukan jadi tanda salah jalan,
tapi tanda bagus kalau kita sedang berjalan.Kalau cita-cita nya besar,wajar aja rasanya sedih, karena ini tandanya kalau kita masi peduli dan masih ingin tumbuh.Kadang kalau ada kegagalan, seringnya kita fokus sama hal buruknya. Kalau gak berhasil, kalo ada yang salah, kalo gagal. Tapi kita suka lupa apa yang bikin kita cinta sama tujuannya, apa yang bikin kita masih berjalan, apa yang udah kita buat, semua ide yang udah keluar dari kepala kita. Selalu inget semua hal baik yang udha berhasil tercapai, semua progress yang udah dibuat. Kamu tidak gagal, ini cuman jadi salah satu cerita dalam perjalanan. Hidup masih panjang, masih banyak hal yang bisa di coba. tenang… jangan lupa buat nikmatin hidup.. jangan lupa jangan jadi terlalu keras buat diri sendiri..tenang.. ada waktunyaayang terpenting:
jangan menyerah,
jangan takut,
dan teruslah mengusahakan yang terbaik,
jangan berhenti percaya sama diri sendiri Nikmati apa yang ada hari ini.
Nikmati prosesnya.
Karena perjalanan yang panjang
tidak hanya tentang tujuan,
tetapi juga tentang siapa kita yang tumbuh di sepanjang jalan.Hadir sepenuhnya di hari ini, di masa sekarang. Kadang kita terlalu ingin sampai cepat sampai kadang lupa hidup di masaa sekarang. 
Padahal, saat tujuan itu akhirnya tercapai,
justru momen-momen kecil di perjalannya yang buat warna. Selalu ada harapan.
Untuk setiap orang.Karena setiap kita diciptakan
dengan tujuan yang berbeda,
melalui jalan yang berbeda,Punya ritme nya sendiri, punya waktunya senndiri.
Tenang.
Semua ada waktunya.——————- “Between Pause and Purpose”Your twenties are messy.Full of chaos, mistakes, questions, and moments that shape who you are becoming.This METANOIA album captures that journey—learning when to pause, when to keep going, and how to find meaning in the middle of it all.A soundtrack for the in-between phase of life.Available every Friday, only on Spotify.METANOIAHappy listening ✨

Renungan Anak GKY Mabes
Tacitus dan Kesaksian yang Kuat (8 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 7, 2026 4:03


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tacitus dan Kesaksian yang KuatDiambil dari: Matius 5:44  “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi tentang Tacitus. Tacitus adalah seorang penulis sejarah Romawi. Ia bukan orang Kristen, bahkan ia memandang orang Kristen dengan buruk. Ia menyebut kekristenan sebagai kepercayaan yang aneh dan tidak disukai banyak orang. Tetapi justru karena itu, tulisannya menjadi sangat menarik.Tacitus menulis bahwa setelah Yesus mati, orang-orang Kristen tetap terus bertambah. Padahal mengikuti Yesus pada waktu itu tidak mudah. Banyak orang Kristen dimusuhi, dihina, bahkan dianiaya. Coba pikirkan, Wonder Kids, kalau sebuah cerita itu bohong, apakah orang-orang akan tetap mau mempertahankannya sampai menderita? Tentu itu aneh. Tetapi orang-orang Kristen mula-mula tetap setia. Mereka rela menderita karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup.Inilah yang membuat kesaksian tentang Yesus semakin kuat. Bukan hanya karena ada tulisan-tulisan sejarah, tetapi juga karena ada orang-orang yang sungguh berubah dan tetap setia kepada Yesus walaupun harus membayar harga. Mereka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Mereka belajar mengasihi, bahkan mendoakan orang yang menyakiti mereka. Itu sebabnya firman Tuhan dalam Matius 5:44 sangat penting. Mengasihi musuh bukan hal yang mudah, tetapi itulah jalan yang diajarkan Yesus.Wonder Kids, mungkin kamu tidak mengalami penganiayaan besar seperti orang Kristen zaman dulu. Tetapi mungkin ada teman yang mengejekmu, tidak mau berteman, atau berkata jahat kepadamu. Saat itu terjadi, ingatlah bahwa Yesus mengajar kita untuk tetap mengasihi dan berdoa. Saat kita hidup seperti itu, orang lain bisa melihat bahwa Yesus benar-benar bekerja di dalam hidup kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu orang yang pernah menyakitimu atau membuatmu kesal. Hari ini, doakan orang itu dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah lebih dulu mengasihiku. Tolong aku untuk tetap setia kepada-Mu dan belajar mengasihi orang yang tidak baik kepadaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang diubahkan oleh Yesus adalah kesaksian yang kuat bahwa Dia sungguh hidup dan bekerja. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 23 April 2026 - Jangan Takut, Tuhan selalu menyertaimu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 22, 2026 3:35


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 23 April 2026Bacaan: "TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?" (Mazmur 27:1)Renungan: Takut adalah "penyakit" yang menjangkiti manusia di abad ini. Padahal takut terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi adalah suatu kebodohan. Banyak orang takut terhadap usia yang mulai menua. Takut terhadap sakit-penyakit. Takut ditinggal pasangan hidup karena kematian. Takut terhadap kesepian meski ia tidak tinggal sendirian. Takut kehilangan mata pencaharian mewarnai orang yang mendekati usia pensiun. Dan banyak lagi berbagai ketakutan yang menghinggapi banyak orang. Pemazmur pernah mengalami ketakutan. la takut kepada lawan atau musuh-musuhnya karena mereka nyata ada di depan mata. Tetapi ia percaya bahwa Allah adalah sumber keselamatannya. Allah adalah terang jalannya. Oleh sebab itu ia tidak takut dan gemetar lagi. Allah menjadi jaminan pertolongannya. Bagaimana kondisi kita saat ini? Apakah kita mengalami ketakutan tertentu? Janganlah takut pada kematian. Jangan pula takut terhadap kesepian atau sakit-penyakit sebab Allah mampu dan senantiasa siap menolong kita. Dialah benteng kita. Hanya dengan beriman kepada-Nya sajalah rasa takut tidak dapat menguasai hidup kita. Buanglah ketakutan. Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, terima kasih, untuk pemeliharaan-Mu sehingga aku tidak takut dan khawatir lagi. Aku percaya, bersama dengan-Mu ada jaminan keselamatan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 21 Maret 2026 - Kasih dimulai dengan. pengampunan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 21, 2026 5:50


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 21 Maret 2026Bacaan: "Sabarlahh kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (Kolose 3:13)Renungan: Seorang psikolog bernama Robert Ader mempublikasikan penelitiannya bahwa secara biologis, otak, emosi, dan fisik itu tidak terpisahkan. Inilah kenapa beberapa gangguan fisik sebenarnya berawal karena emosi yang tidak terorganisir dengan baik. Ada orang yang membiarkan diri terus menerus membenci orang lain, mengorbankan hubungan, sehingga sakit hipertensi atau jantung. Bahkan contoh sederhana saja, saat kita marah pada orang lain, degup jantung kita pun tentu akan makin cepat dan akibatnya kita akan mudah lelah. Ada seorang bapak tidak mau diajak melayat temannya yang meninggal. "Tidak bisa, saya tidak bisa," katanya menolak. Mereka memiliki perselisihan yang tak kunjung selesai. Padahal orangnya sudah meninggal, tapi kebenciannya tetap membara. Sungguh sia-sia, bukan? Ketika kita dapat memaafkan, berarti kita bisa pula melupakan. Melupakan bukan dalam arti kita sama sekali tidak ingat akan peristiwa masa lalu yang telah terjadi, melainkan peristiwa menyakitkan itu sudah tidak memiliki kuasa atas hidup kita. Kita memaafkan orang lain bukan berarti kita menyetujui perilaku mereka. Kita memaafkan mereka untuk diri kita sendiri, supaya kita bisa melepaskan pengampunan dan melanjutkan kehidupan kita. Sayangnya, banyak orang menganggap memaafkan itu akan menjadikan posisinya lemah sehingga mereka enggan melepaskan pengampunan. Apalagi bila yang salah tidak meminta maaf. "Apa yang mau dimaafkan? Yang salah saja tidak minta maaf," alasan mereka. Terlepas dari adanya permintaan maaf atau tidak, kita harus bisa memaafkan. Itu akan membebaskan kita. Kita tidak dapat mengontrol orang lain tetapi kita dapat mengendalikan diri kita: pikiran kita, perkataan kita, pilihan kita, tindakan kita, reaksi kita dan seterusnya. Bila telah dapat menguasai diri sendiri, kita akan menjadi nahkoda untuk setiap hal yang lain (Ams 16:32). Sebaliknya: bila kita tidak dapat menguasai diri sendiri, mustahil untuk bisa menahkodai hal-hal lainnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena aku dapat mengampuni seseorang yang selama ini telah menyakiti hatiku. Kini hatiku lega karena beban dendam yang selama ini mengikatku telah terlepas. Hatiku telah bebas merdeka. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 17 Maret 2026 - Kerinduan untuk melayani dan diperbaharuai

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 17, 2026 5:50


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 17 Maret 2026Bacaan: "Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya." (Markus 10:22)Renungan: Suatu ketika datanglah seorang kaya kepada Yesus dengan sebuah pertanyaan, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Lalu, Yesus mengutip berbagai larangan berbuat jahat yang harus dihindari. Orang kaya ini berkata, "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Artinya, orang kaya ini telah mengisi sebagian besar waktunya dengan kehidupan yang disertai akhlak dan moral yang baik. Yesus memandang penuh kasih dan berkata, "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin... Datanglah kemari dan ikutlah Aku." Ia yang datang dengan antusias yang tinggi, bahkan dikatakan ia berlari-lari dan bertelut di hadapan Yesus, namun kini, orang kaya ini berlalu dengan langkah yang berat karena hartanya banyak. la datang dengan sebuah pertanyaan yang bagus namun tidak siap untuk mendengarkan jawaban Yesus. Berapa banyak di antara kita yang memiliki sikap seperti orang kaya ini. Kita datang ke hadapan Tuhan dengan berbagai kerinduan hati yang bagus, namun kita tidak siap menerima jawaban dari Tuhan. Persis seperti yang terjadi dengan orang kaya ini! la rindu diselamatkan namun tidak rela menukarkan harta duniawinya dengan harta sorgawi. Padahal Yesus telah mengatakan, "Berikanlah itu kepada orang-orang miskin maka engkau akan beroleh harta di sorga. "Demikian pula dengan permasalahan orang percaya saat ini. Rindu untuk diberkati secara jasmani namun sulit untuk memberi. Padahal firman Tuhan berkata, "Berilah dan kamu akan diberi. "Kita rindu untuk dipakai oleh Tuhan namun hitung-hitungan dalam memberikan waktu dan tenaga yang terbaik untuk Tuhan. Sementara firman Tuhan memerintahkan, "Biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." (Rm 12:11). Kita rindu untuk mengalami pertumbuhan rohani yang terus diperbaharui, namun kita malas membaca firman Tuhan. Sedangkan Mat 4:4 menegaskan, "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman Tuhan yang keluar dari mulut Allah." Apa yang menjadi kerinduan hati kita saat ini di hadapan Tuhan? Mari belajar menyiapkan hati kita untuk mau menerima dan melakukan apa yang firman Tuhan katakan. Hindarilah sikap hati seperti orang kaya ini yang berharap mendapatkan jawaban bagi kerinduan hatinya sesuai dengan konsep pikirannya sendiri. Akhirnya, kerinduan orang kaya ini tinggal hanya kerinduan karena ia tidak mau menyelaraskan hidupnya kepada perkataan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sering kali aku hanya memiliki kerinduan untuk diberkati oleh Mu namun hati ku jauh untuk mau taat kepada-Mu. Ampunilah aku ya Tuhan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 13 Maret 2026 - Selalu bersyukur

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 13, 2026 4:47


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 13 Maret 2026Bacaan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Suatu hari, seorang anak yang bekerja sebagai penyemir sepatu, sedang merenungi nasibnya di depan sebuah supermarket. Di situ ia biasa mencari uang dengan menyemir sepatu pengunjung yang sedang makan di sekitar tempat itu. Siang itu ia sedang menyesali keadaannya yang tidak seenak orang-orang kaya yang setiap hari berbelanja di situ. Pada saat itu sebuah mobil mewah tiba-tiba masuk ke halaman supermarket. Seorang anak dari keluarga kaya ada di dalam mobil mewah itu, di antar oleh sopirnya untuk membeli sesuatu di supermarket tersebut. Penyemir sepatu tadi, mengawasi mobil mewah itu sambil berpikir, "Alangkah bahagianya jika saja aku yang ada di dalam mobil itu. Tentu aku tidak harus menyemir sepatu lagi, makananku enak-enak dan rumahku tentu menyenangkan. Begitulah keinginan si penyemir sepatu itu. Setelah mobil mewah di parkir, sopirnya masuk ke dalam supermarket, tetapi anak kaya itu tetap tinggal di dalamnya. Tanpa sengaja pandangan anak kaya dan si penyemir sepatu itu bertemu. Ternyata, si anak kaya juga berpikir, "Alangkah senangnya bila aku dapat hidup bebas seperti tukang semir itu"Tiba-tiba si anak kaya itu melambaikan tangan kepada penyemir sepatu itu sambil tersenyum. Si penyemir sepatu segera mendatangi si anak kaya tersebut, sebab pikirnya ia akan dapat order menyemir sepatu. Setelah dekat, anak kaya tersebut lalu bertanya kepada penyemir itu,: "Maukah kau menggantikan saya duduk di mobil ini dan aku menggantikanmu?" Di tengah-tengah keheranan si penyemir sepatu ini, si anak kaya membuka mobilnya. Anak penyemir sepatu itu sangat terkejut ketika melihat bahwa si anak kaya itu ternyata tidak mempunyai kaki sama sekali. Maka anak penyemir sepatu itu segera berbalik dan sambil berlari menjauh ia menjawab, "Tidak ! Tidak! saya tidak mau, saya mau seperti keadaan saya sekarang saja!" Bukankah dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering iri hati terhadap kawan atau tetangga kita yang kelihatannya berhasil? Padahal kita tidak tahu apakah kesuksesannya itu membahagiakan mereka atau tidak. Jadi janganlah kita iri hati terhadap sesama kita namun mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kudus kanlah hatiku, sehingga iri hati tidak dapat menguasai diriku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 12 Maret 2026 - RencanaNya selalu Indah dalam hidup kita

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 12, 2026 4:52


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 12 Maret 2026Bacaan: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)Renungan: Suatu hari, seorang Pastor pergi ke rumah sakit untuk menjenguk umatNya yang bernama Ruth. Ruth dan suaminya telah melayani di gereja selama lebih dari duapuluh tahun. Sang Pastor merasa bahwa wanita tersebut tidak sepantasnya menderita kanker paru-paru stadium akhir yang tak dapat dioperasi. la tak pernah merokok atau melakukan apa pun yang biasanya berkaitan dengan penyakit paru-paru. Banyaknya kemoterapi yang menyakitkan, telah menunjukkan akibatnya dan kini perawatan itu telah ditinggalkan. Ruth hanya dapat menunggu kematian yang tak terelakkan. Sang Pastor segera berdoa dalam hatinya, memohon petunjuk Roh kudus tentang apa yang harus dia doakan dan katakan kepada Ruth. Namun ia segera menyadari bahwa Tuhan menuntun dia ke kamar Ruth justru untuk mendengarkan, bukan berbicara. Selain rambut rontok, Ruth tidak menunjukkan tanda-tanda menderita kanker stadium akhir. la memancarkan kedamaian saat ia mulai bercerita kepada sang Pastor. Betapa bersyukurnya dia karena Tuhan mengizinkannya mengalami penderitaan ini. "Sebelum ini, saya selalu menjadi seorang Martha, terlalu sibuk melayani sehingga tidak bisa mengambil waktu untuk duduk di kaki Yesus, namun Tuhan menggunakan kanker ini untuk memperlambat saya supaya saya dapat mengenal Dia dengan cara-cara yang tak saya lakukan sebelumnya," katanya. Tidak berapa lama kemudian, sang Pastor meninggalkan kamar Ruth dengan perasaan dikuatkan, bukan lagi bersedih. Sebelumnya, ia memang bertanya kepada Tuhan, mengapa Ruth harus menderita. Padahal, Ruth sendiri justru bersyukur kepada-Nya atas pengalamannya itu. Tuhan memang tidak pernah mencobai kita melampaui kekuatan kita, karena Dia adalah Allah yang baik dan selalu baik apa yang Dia kerjakan. Jika Allah mengizinkan sesuatu terjadi dalam kehidupan kita, percayalah bahwa Dia selalu merancangkannya untuk kebaikan kita dan bukan untuk menyengsarakan kita. Jadi, percayalah selalu bahwa apa yang semula digunakan musuh untuk menghancurkan kita, justru dapat digunakan Tuhan untuk kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas suka dan duka hidup yang aku alami. Aku percaya dalam keadaan apapun Engkau selalu ada untukku. Sebab rancangan-Mu pada akhirnya selalu indah untukku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 2 Maret 2026 - Selalu mengucap syukur

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 1, 2026 5:22


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 Maret 2026Bacaan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. " (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Seorang guru kelas satu memberi tugas kepada murid-muridnya untuk menggambarkan sesuatu yang mereka syukuri. Tugas ini disambut bahagia oleh anak-anak. Sebagian besar dari mereka mulai berimajinasi dengan mainan, makanan kesukaanı, atau masa-masa liburannya. Namun ada satu anak yang bernama Douglas membuat gambar yang berbeda. Untuk hal yang disyukurinya, dia membuat gambar tangan. Douglas memang berbeda dari anak lainnya. Dia adalah seorang anak yang lemah dan jarang tersenyum. Ketika anak-anak lainnya bersemangat untuk bermain saat jam istirahat, Douglas lebih sering berdiri dekat gurunya. Selesai menggambar, masing-masing murid membawa gambarnya dan menunjukkan karyanya di depan kelas. Tiba giliran Douglas maju dan menunjukkan gambarnya, satu persatu temannya mulai menebak pemilik tangan tersebut. Seorang anak menduga bahwa itu adalah tangan petani karena berjasa dalam menanam sayur dan makanan lainnya. Ada pula yang menduga itu adalah tangan polisi karena mereka adalah aparat yang bertugas melindungi warga. Sedang beberapa anak lainnya menduga gambarnya adalah tangan Tuhan. Karena begitu ramai, diskusi itu akhirnya dihentikan dan anak-anak beranjak ke tugas lainnya. Setelah beberapa waktu, Sang Guru menghampiri meja Douglas sambil membungkuk ia bertanya tangan siapa yang ada dalam gambarnya. Douglas menatapnya dan mengatakan, "Ini tangan Ibu Guru". Douglas ternyata merasa bersyukur atas tangan gurunya Itu. Tangan yang sudah menuntunnya, menjangkaunya, mengajarinya dan memberikan kasih kepadanya selama ini. Di dalam kehidupan ini kita jarang bisa bersyukur dalam hal-hal kecil. Kita lebih mudah bersyukur saat Tuhan melakukan perkara-perkara yang besar. Padahal, setiap perkara yang kita alami ini semuanya terjadi karena kehendak Tuhan. Coba kita bayangkan, bagaimana jadinya jika alis atau bulu mata kita bertambah panjang. Namun, Tuhan sudah mengatur semuanya sehingga bulu mata kita tidak bertambah panjang. Atau bagaimana jadinya jika kita harus membayar oksigen yang harus kita hirup setiap hari. Tentu kita tidak akan sanggup membayar itu semua. Semuanya itu kelihatannya tampak kecil dan tidak berarti. padahal memiliki dampak yang begitu besar dalam kehidupan kita. Sudahkah kita mengucap syukur atas "hal-hal kecil yang seringkali kita abaikan? Jadi, mulai hari ini, saat kita bangun dari tidur kita, belajarlah untuk bisa mengucap syukur dengan apa yang terjadi dalam kehidupan kita, baik itu hal kecil atau pun hal yang besar, karena kehidupan kita juga terbentuk dari hal-hal yang kecil namun memberikan dampak dan akibat yang besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat, baik yang besar maupun kecil, yang aku terima dan alami setiap hari. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 25 Februari 2026 - Berdoa memohon pertolonganNya yang ajaib

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 24, 2026 5:18


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 25 Februari 2026Bacaan: "Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku." (Mazmur 31:8) Renungan: Apabila permasalahan datang, kita seperti hendak tenggelam dan hanyut terbawa arus yang deras, bahkan kita seperti ada di dalam bara api yang panas, sehingga kita berusaha keras dengan cara dan kemampuan kita sendiri untuk keluar dari permasalahan itu. Tetapi apa yang kita dapatkan? Kita pusing tujuh keliling, gelisah, tidak dapat tidur, uring-uringan, sulit berkonsentrasi dan akhirnya justru membuat permasalahan menjadi lebih besar. Padahal sesungguhnya, Tuhan siap memberikan pertolongan bila kita segera berlutut dan berdoa memohon hikmat-Nya agar kita dapat menyelesaikan permasalahan kita dengan baik. la berjanji, "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan dan nyala api tidak akan membakar engkau." (Yesaya 43:2). Alangkah indahnya hidup di dalam Tuhan, Tuhan telah berjanji dan hanya Tuhan yang tidak pernah mengingkari janji-Nya. Ia menyediakan segala sesuatu bagi kita anak-anak-Nya yang sangat diperhatikan dan dikasihi-Nya. Hanya saja kita yang sering tidak menyadari dan bahkan tidak mau menyerahkan permasalahan kita kepada-Nya atau pun menagih janji-Nya di dalam doa, karena kita cenderung menggunakan akal kita, pengalaman dan jalan kita sendiri. Kita sibuk ke sana ke mari mencari pertolongan dan jalan keluar. Kita berusaha keras untuk keluar dari masalah, tetapi justru satu hal yang terpenting tidak kita lakukan, yaitu berlutut di dalam doa dan memohon pertolongan-Nya yang ajaib. Apa pun permasalahan yang sedang kita hadapi saat ini, janganlah buru-buru mencari pertolongan dari manusia dulu, mendekatlah kepada Tuhan di dalam doa dan utarakan segala beban, kerinduan serta permohonan kita kepada-Nya. Sebenarnya Tuhan bukan tidak mempedulikan keberadaan kita, tetapi seringkali kitalah yang melupakan Dia. Kita lebih percaya pada kekuatan dan jalan keluar melalui usaha kita sendiri, padahal kita memiliki Tuhan yang berkuasa, peduli serta mempunyai banyak jalan keluar bagi anak-anak-Nya. Masalahnya sekarang, pernahkah kita berdoa dan memohon dengan sungguh kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk terus berjalan bersamaMu, juga pada saat aku menghadapi permasalahan. Aku tahu Engkau adalah tempat perlindungan dan di dalam Engkau ada jalan keluar. Amin. (Dod).

Thirty Days Of Lunch
OG 185 — The 2026 Playbook for Marketing: Creator, AI, and the Trust Economy (Sachi, WPP Media)

Thirty Days Of Lunch

Play Episode Listen Later Feb 12, 2026 48:44


Hampir tiap hari ada yang komplain soal drama kerja sama #creator yang ujungnya ga perform. Sebaliknya ada aja creator yang complaint, kerja sama #brand, ga bisa sinergi dengan baik. Padahal ada WPP Media & klien-kliennya yang berhasil menang YouTube Works Awards karena jago banget bikin #campaign dengan kreator yang WIN-WIN.Di podcast ini, kita ngulik otak Mr. Sachidananda Panda, the President, Client at WPP Media ! Ada framework ART yang dibedah sampe lengkap. Kalau mau skip ke bagian yang lo tertarik, klik aja timestamp di bawah:00:00 Opening02:08 Sachi: From India to Indonesia04:50 Am I Still Relevant After 2-3 Years07:56 Top 3 Skills to Learn in 202614:49 Politics in The Company19:27 Culture Difference: Expat vs. Local20:40 Study Case Creator Economy23:40 YouTube Works Awards 2025 Winner29:41 ART Framework: Choosing The Right Creators for Your Brand35:49 Study Case ART Framework44:51 Creator Have Power to InfluenceGrowth sebesar apa pun ga akan bikin lo kaya kalau ga punya mindset uang yang benar. Cek pola pikir lewat buku Money Actually di The Compound Club ➡️ https://fellexandroruby.com/tcc/Be part of the learning community:✅ TIKTOK: https://www.tiktok.com/@fellexandro✅ INSTAGRAM: https://www.instagram.com/fellexandroSalam #belajarberkaryaberbagi

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 12 Februari 2026 - Bijak sebelum menilai dan menyimpulkan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 11, 2026 4:34


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 12 Februari 2026Bacaan: "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi." (Matius 7:1)Renungan: Suatu hari, di kereta api ada seorang anak gadis duduk di samping ibunya. Di dalam kereta, gadis itu memandang keluar jendela, dan tak henti-hentinya menyebut hal-hal yang ia lihat di sepanjang perjalanan dengan antusias. "Ma lihat, pohon-pohon itu. Wah, sawahnya benar-benar bagus ! Sungainya indah!" Di depan mereka duduk sepasang anak muda. Keduanya melihatnya dengan tatapan heran. Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya, kelakuan anak gadis itu tampak begitu kekanak-kanakan dan berlebihan. Karena gadis tersebut terus saja menyebut hal-hal yang ia lihat, akhirnya salah satu dari anak muda itu mulai tidak tahan dan mengeluh kepada sang ibu. "Kenapa sih anak ibu lebay, sekali ? Masak, sungai, pohon, saja dibilang bagus? Norak! Kayak ga pernah lihat aja sebelumnya!" Si anak terdiam. Ibunya langsung menjawab, "Ya, anak saya ini memang sudah lama sekali tidak melihat hal-hal seperti ini. Beberapa tahun ini, matanya mengalami kebutaan, dan baru hari ini, setelah dioperasi seminggu yang lalu, penglihatannya kembali normal." Berapa banyak dari kita yang tanpa sadar juga bersikap demikian? Ketika melihat ada teman yang begitu bersemangat karena doanya dijawab, mungkin ada yang menilai bahwa ia berlebihan. Padahal, orang tidak tahu, berapa lama ia sudah menanti untuk jawaban doa itu. Saat pemilik Facebook, Mark Zuckerberg menikah dengan wanita yang parasnya biasa saja, banyak orang menilai bahwa pilihannya kurang tepat. Padahal, mereka tidak tahu dengan keadaan yang sebenarnya. Ya, orang hanya bisa menilai dari luar, cuma memerhatikan yang di permukaan saja. Mari kita belajar untuk tidak cepat menghakimi. Apa yang kita nilai benar, baik, salah, keliru atau tidak baik kadang-kadang faktanya tidak seperti yang kita pikirkan. Oleh sebab itu, berhati-hatilah sebelum bicara. Pikirkan dulu sebelum berucap dan menilai. Jika kita melakukannya, maka kita tidak akan menyinggung perasaan orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar tidak mudah menghakimi orang lain, karena apa yang kupikirkan belum tentu sama dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 9 Februari 2026 - Tetaplah membalas dengan sikap baik dan sopan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 8, 2026 4:57


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 9 Februari 2026Bacaan: "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:21)Renungan: Suatu hari, ada dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Bahkan sepanjang melayani, wajahnya terlihat cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Namun orang kedua tetap santai, tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Bahkan ketika membayar dan hendak pergi dari sana, ia bersikap sopan kepada penjual itu. Di sebuah kafe, orang pertama berkata kepada sahabatnya, "Saya tidak habis pikir, mengapa kamu masih bisa bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan tadi itu." Sahabatnya menjawab, "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain." "Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali," bantah orang pertama yang masih merasa jengkel. "Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, toh itu tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri." Seringkali orang memang terpengaruh oleh sesamanya. Jika mereka baik, kita akan berbuat sebaliknya. Kalau orang-orang menghargai kita, kita akan dengan senang hati menghargai mereka juga. Namun jika orang berlaku buruk, kurang ramah, ketus dalam bicara, tidak sopan, kita pun cenderung melakukan hal yang sama. Tanpa sadar orang jadi ikut-ikutan kesal, tidak terima, dan seterusnya. Bila ini terjadi, berarti kita sudah membiarkan diri dikontrol orang. Mari kita belajar bertanggung jawab atas diri sendiri. Kita bersikap sopan, bukan karena orang layak menerimanya, bukan karena mereka sudah melakukan kebaikan pada kita, akan tetapi kita melakukannya karena kita adalah orang-orang yang baik, santun dan terhormat, yang tetap sopan sekalipun diperlakukan arogan. Pastikan perilaku buruk orang sekitar tidak memengaruhi kualitas kerja dan keberadaan diri kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa Roh-Mu, sehingga walau pun banyak orang mengecewakanku, hatiku tetap tenang karena Engkau telah menguasaiku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 30 Januari 2026 - Lepaskan diri dari belenggu dosa

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 29, 2026 4:52


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).