POPULARITY
Categories
Publik patut curiga dengan keikutsertaan Indonesia di Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Tidak ada penjelasan gamblang dari pemerintah soal langkah ini. Padahal, ada dana APBN yang bakal digunakan untuk membayar iuran sebagai anggota Dewan Perdamaian sebesar 1 juta dollar AS atau setara 17 triliun rupiah. Pemerintah meredam protes dengan memberi narasi bahwa iuran bersifat sukarela dan bisa dicicil.Peluang publik mengkritisi kian tertutup setelah Prabowo menggelar rangkaian pertemuan dengan sejumlah pimpinan ormas keagamaan, mantan menteri dan wakil menteri luar negeri, anggota DPR, hingga akademisi. Banyak yang berbalik mendukung, memaklumi, atau melunak soal keterlibatan Indonesia di Dewan Perdamaian.Apa sebenarnya Dewan Perdamaian bentukan Trump ini? Tepatkah langkah yang diambil Presiden Prabowo? Apakah selaras dengan sikap politik luar negeri Indonesia? Apa saja konsekuensinya bagi Indonesia?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Prof. Hikmahanto Juwana.
Bismillah,Kenapa Ini Terjadi, padahal Sudah Menjaga Diri(Why did this happen, eventhough i tried to protect myself)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Tanya Jawab dari Kajian Wanita No. 208“Gapai Cinta Allah -Ta'ala- Dengan Memaafkan Dirinya”
Hampir tiap hari ada yang komplain soal drama kerja sama #creator yang ujungnya ga perform. Sebaliknya ada aja creator yang complaint, kerja sama #brand, ga bisa sinergi dengan baik. Padahal ada WPP Media & klien-kliennya yang berhasil menang YouTube Works Awards karena jago banget bikin #campaign dengan kreator yang WIN-WIN.Di podcast ini, kita ngulik otak Mr. Sachidananda Panda, the President, Client at WPP Media ! Ada framework ART yang dibedah sampe lengkap. Kalau mau skip ke bagian yang lo tertarik, klik aja timestamp di bawah:00:00 Opening02:08 Sachi: From India to Indonesia04:50 Am I Still Relevant After 2-3 Years07:56 Top 3 Skills to Learn in 202614:49 Politics in The Company19:27 Culture Difference: Expat vs. Local20:40 Study Case Creator Economy23:40 YouTube Works Awards 2025 Winner29:41 ART Framework: Choosing The Right Creators for Your Brand35:49 Study Case ART Framework44:51 Creator Have Power to InfluenceGrowth sebesar apa pun ga akan bikin lo kaya kalau ga punya mindset uang yang benar. Cek pola pikir lewat buku Money Actually di The Compound Club ➡️ https://fellexandroruby.com/tcc/Be part of the learning community:✅ TIKTOK: https://www.tiktok.com/@fellexandro✅ INSTAGRAM: https://www.instagram.com/fellexandroSalam #belajarberkaryaberbagi
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 12 Februari 2026Bacaan: "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi." (Matius 7:1)Renungan: Suatu hari, di kereta api ada seorang anak gadis duduk di samping ibunya. Di dalam kereta, gadis itu memandang keluar jendela, dan tak henti-hentinya menyebut hal-hal yang ia lihat di sepanjang perjalanan dengan antusias. "Ma lihat, pohon-pohon itu. Wah, sawahnya benar-benar bagus ! Sungainya indah!" Di depan mereka duduk sepasang anak muda. Keduanya melihatnya dengan tatapan heran. Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya, kelakuan anak gadis itu tampak begitu kekanak-kanakan dan berlebihan. Karena gadis tersebut terus saja menyebut hal-hal yang ia lihat, akhirnya salah satu dari anak muda itu mulai tidak tahan dan mengeluh kepada sang ibu. "Kenapa sih anak ibu lebay, sekali ? Masak, sungai, pohon, saja dibilang bagus? Norak! Kayak ga pernah lihat aja sebelumnya!" Si anak terdiam. Ibunya langsung menjawab, "Ya, anak saya ini memang sudah lama sekali tidak melihat hal-hal seperti ini. Beberapa tahun ini, matanya mengalami kebutaan, dan baru hari ini, setelah dioperasi seminggu yang lalu, penglihatannya kembali normal." Berapa banyak dari kita yang tanpa sadar juga bersikap demikian? Ketika melihat ada teman yang begitu bersemangat karena doanya dijawab, mungkin ada yang menilai bahwa ia berlebihan. Padahal, orang tidak tahu, berapa lama ia sudah menanti untuk jawaban doa itu. Saat pemilik Facebook, Mark Zuckerberg menikah dengan wanita yang parasnya biasa saja, banyak orang menilai bahwa pilihannya kurang tepat. Padahal, mereka tidak tahu dengan keadaan yang sebenarnya. Ya, orang hanya bisa menilai dari luar, cuma memerhatikan yang di permukaan saja. Mari kita belajar untuk tidak cepat menghakimi. Apa yang kita nilai benar, baik, salah, keliru atau tidak baik kadang-kadang faktanya tidak seperti yang kita pikirkan. Oleh sebab itu, berhati-hatilah sebelum bicara. Pikirkan dulu sebelum berucap dan menilai. Jika kita melakukannya, maka kita tidak akan menyinggung perasaan orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku agar tidak mudah menghakimi orang lain, karena apa yang kupikirkan belum tentu sama dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 9 Februari 2026Bacaan: "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:21)Renungan: Suatu hari, ada dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Bahkan sepanjang melayani, wajahnya terlihat cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Namun orang kedua tetap santai, tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Bahkan ketika membayar dan hendak pergi dari sana, ia bersikap sopan kepada penjual itu. Di sebuah kafe, orang pertama berkata kepada sahabatnya, "Saya tidak habis pikir, mengapa kamu masih bisa bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan tadi itu." Sahabatnya menjawab, "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain." "Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali," bantah orang pertama yang masih merasa jengkel. "Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, toh itu tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri." Seringkali orang memang terpengaruh oleh sesamanya. Jika mereka baik, kita akan berbuat sebaliknya. Kalau orang-orang menghargai kita, kita akan dengan senang hati menghargai mereka juga. Namun jika orang berlaku buruk, kurang ramah, ketus dalam bicara, tidak sopan, kita pun cenderung melakukan hal yang sama. Tanpa sadar orang jadi ikut-ikutan kesal, tidak terima, dan seterusnya. Bila ini terjadi, berarti kita sudah membiarkan diri dikontrol orang. Mari kita belajar bertanggung jawab atas diri sendiri. Kita bersikap sopan, bukan karena orang layak menerimanya, bukan karena mereka sudah melakukan kebaikan pada kita, akan tetapi kita melakukannya karena kita adalah orang-orang yang baik, santun dan terhormat, yang tetap sopan sekalipun diperlakukan arogan. Pastikan perilaku buruk orang sekitar tidak memengaruhi kualitas kerja dan keberadaan diri kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa Roh-Mu, sehingga walau pun banyak orang mengecewakanku, hatiku tetap tenang karena Engkau telah menguasaiku. Amin. (Dod).
MA divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jombang, Jawa Timur, pada 5 Agustus 2025. Ia dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak atas tuduhan kekerasan terhadap anak hingga meninggal.Padahal, tak ada sama sekali niat perempuan itu membunuh anaknya, meski kehamilan itu tak diinginkannya. Saat berusia 18 tahun, MA diperkosa laki-laki berinisial J-O hingga hamil.Kuasa hukum sekaligus Direktur Woman's Crisis Center (WCC) Jombang, Ana Abdillah, berpendapat kasus MA semestinya tidak berlanjut sampai proses pemidanaan. Sebab, jangankan menyelamatkan bayi, menyelamatkan dirinya saja MA tidak mampu. Ia menjalani proses persalinan seorang diri, dalam keadaan bingung dan takut.Dari balik jeruji, ia menulis kronologis peristiwa yang dialami. Kisahnya bisa Anda dengarkan di SAGA KBR pada platform YouTube melalui link:https://s.id/KorbanPemerkosaanDipenjaraCerita ini memuat deskripsi kekerasan seksual dan peristiwa yang bisa memicu trauma. Jika kamu mengalami krisis emosional, jangan ragu untuk bercerita dan mengakses layanan konseling terdekat.Tim Editorial: Sindu, Malika, WahyuAudio Designer: Bintang ElianSuara MA: Astri SeptianiJika cerita ini penting, dukung SAGA dengan membagikan cerita ini kepada yang lain. Terima kasih telah mendukung SAGA menghadirkan jurnalisme naratif yang mendalam dan manusiawi.SAGA adalah first person story audio-dokumenter berbasis jurnalisme, mengajak kamu melampaui headline dan merasakan langsung pengalaman nyata manusia dalam sebuah peristiwa.
Kasus virus Nipah kembali bermunculan di Asia dan memicu kekhawatiran publik. Padahal, virus ini pernah ditemukan di Indonesia—namun hanya pada hewan inangnya, kelelawar buah. Apakah Indonesia benar-benar aman? Seberapa besar peluang penularannya ke manusia? Dibahas tuntas bersama Masdalina Pane dari BRIN.
Dikabarkan pemprov DKI menghabiskan sebesar 100 miliar rupiah hanya untuk membongkar tiang monorel.
Dua bulan pascabencana Sumatra, ratusan korban belum ditemukan dan pemulihan berjalan lamban. Ratusan ribu warga terpaksa bertahan di tenda pengungsian, lantaran hunian sementara (huntara) yang siap ditempati belum mencapai 1.000 unit. Mengapa proses penanganan dan pemulihan tersendat? Bagaimana kinerja Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang dibentuk Presiden Prabowo?Di sisi lain, negara mulai mengejar pertanggungjawaban korporasi yang merusak lingkungan, bagian dari penyebab bencana ekologis Sumatra. Enam perusahaan digugat dengan nilai Rp4,8 triliun, dan 28 izin usaha dicabut, termasuk PT Toba Pulp Lestari. Padahal, desakan pencabutan izin sudah disuarakan selama puluhan tahun oleh masyarakat adat dan pegiat lingkungan. Apakah upaya penindakan dan langkah hukum ini cukup?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Dr. Avianto Amri, ST, MRes dan Kepala Divisi Kampanye Eksekutif Nasional WALHI Uli Arta Siagian.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).
Banyak pimpinan organisasi mengeluh. Katanya, kapasitas staf sulit sekali naik. Padahal anggaran pelatihan sudah dikuras habis. Masalahnya sering kali bukan pada orangnya, tapi pada caranya. Malcolm Knowles menyebut orang dewasa sebagai "spesies yang terabaikan". Kita sering memaksakan peningkatan kapasitas dengan gaya sekolah dasar: guru di depan, murid duduk manis mendengarkan. Padahal, bagi orang dewasa, cara itu adalah penghinaan terhadap kemandirian mereka. Peningkatan kapasitas orang dewasa harus berbasis pada pengalaman. Knowles menekankan bahwa orang dewasa bukan gelas kosong yang siap diisi air apa saja. Mereka adalah gudang pengalaman. Maka, pelatihan dalam organisasi tidak boleh lagi bersifat satu arah atau sekadar hafalan teori. Belajar bagi mereka adalah proses menghubungkan hal baru dengan apa yang sudah mereka alami selama puluhan tahun bekerja. Jika pelatihan tidak relevan dengan masalah nyata di meja kerja mereka besok pagi, maka lupakan saja efektivitasnya. Maka, kunci utama peningkatan kapasitas adalah pergeseran peran. Pemimpin atau bagian HRD jangan lagi merasa sebagai instruktur yang maha tahu. Jadilah fasilitator. Motivasi terkuat orang dewasa bukan hanya soal naik jabatan, tapi kepuasan batin karena mampu menyelesaikan tantangan hidup. Ketika organisasi mampu menciptakan lingkungan belajar yang menghargai konsep diri dan orientasi masalah stafnya, saat itulah kapasitas organisasi akan melompat dengan sendirinya. Begitulah cara manusia dewasa bertumbuh. (*)
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 26 Januari 2026Bacaan: "Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu." (Amsal 27:19)Renungan: Banyak orang berusaha mengetahui karakter seseorang bahkan karakternya sendiri. Mulai dari yang agak ilmiah seperti tes psikologi hingga ke yang berbau mitos (bentuk wajah ini karakternya sabar, tanggal lahir ini punya sifat pendendam, dll). Padahal, sebenarnya melihat karakter asli seseorang itu bukan hal yang sulit. Caranya cukup dengan melihat bagaimana respons sikapnya saat berada dalam tekanan masalah. Sebagai pemimpin, Saul dan Daud pernah menghadapi situasi sulit. Tapi, respons mereka sangat berbeda. Ketika Goliat menantang pasukan Saul, Saul justru membuat sayembara dan bukan memohon pertolongan kepada Tuhan. Tampak bahwa Saul lebih mengandalkan manusia. Kenekadan Saul membakar korban akibat tak sabar menunggu Samuel juga karena ia takut rakyatnya meninggalkannya. Sekali lagi, ia lebih bersandar pada manusia. Berbeda dengan Daud. Saat menghadapi tekanan karena keluarganya dan keluarga pasukannya ditawan musuh, Daud memilih mencari Allah. Dalam masa-masa pelarian dan menghadapi berbagai masalah, kita juga bisa melihat mazmur-mazmurnya yang bukan hanya memohon pertolongan Allah tapi percaya pada-Nya. Bagaimana karakter kita ketika masalah datang? Apakah kita tetap beriman pada-Nya? Apakah kita tetap setia berjalan dalam kebenaran? Ataukah masalah justru membuat kita kecewa dan kemudian memilih menempuh cara-cara dunia? Filsuf Romawi, Marcus Aurellius berkata, "Hal-hal buruk hanya bisa menghancurkanmu ketika hal-hal tersebut sudah menghancurkan karaktermu." Biarlah iman kita selalu lebih besar dari masalah kita, karena kita sendiri punya Tuhan yang jauh lebih hebat dari segala masalah yang kita hadapi. Andalkan Dia saat masalah datang. Berjalanlah dengan kekuatan dari-Nya dan bukan dengan kekuatan sendiri. Ikuti kehendak-Nya dan bukan keinginan sendiri. Biarlah masalah justru membuat kita tekun, tahan uji, dan berpengharapan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuduskanlah diriku agar dari hari ke hari karakterku semakin serupa dengan-Mu, sehingga walau masalah mendera hidupku aku tetap bersikap penuh kerendahan hati. Amin. (Dod).
Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
Pernah terpikir tidak? Kenapa masalah sosial di sekitar kita—mulai dari kemacetan, kemiskinan, sampai urusan sampah—rasanya tidak pernah tuntas? Padahal anggaran sudah triliunan dan kebijakan sudah berganti-ganti. Masalahnya, kita sering terjebak memadamkan api, tapi lupa mencari siapa yang terus menyalakan koreknya. Kita terlalu sibuk mengobati gejala, namun buta terhadap struktur masalah yang sebenarnya bersembunyi di bawah permukaan. Nah, di episode kali ini kita akan membedah jurus dari David Peter Stroh: Systems Thinking. Berpikir sistem itu bukan sekadar teori akademik yang rumit. Ini adalah kesadaran bahwa semua hal itu nyambung. Dalam masalah sosial, tidak ada yang berdiri sendiri. Jika Anda menarik satu ujung benang, ujung benang lainnya pasti akan ikut bergetar. Kita akan belajar bagaimana niat baik saja tidak cukup, karena tanpa pemahaman sistem, solusi yang kita tawarkan hari ini sering kali justru menjadi masalah besar di masa depan. Di INIKOPER, kita tidak hanya bicara soal "apa" yang salah, tapi "bagaimana" cara memperbaikinya dengan cerdas. Kita harus mulai belajar menemukan titik tuas—titik kecil yang jika ditekan dengan tepat, bisa mengubah seluruh tatanan sosial yang macet. Perubahan itu dimulai dari perubahan cara pandang kita sendiri, bukan sekadar menyalahkan keadaan. Mari kita buka pola pikir, mari kita memetakan benang kusut ini bersama-sama. Selamat mendengarkan, moga-moga ada manfaatnya.
Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 25 Januari 2026Bacaan: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. " (Yohanes 15:12)Renungan: Apakah kita pernah melihat anak kecil menangis tapi tangisannya segera berhenti saat ia didekap ibunya? Apakah kita pernah merasakan betapa leganya ketika kita melakukan kesalahan di tempat kerja tapi ternyata reaksi bos kita hanya berkata "Sudah, tidak apa-apa. Lain kali lebih hati-hati"? Apakah kita pernah merasakan saat seorang mau mendengarkan keluh kesah kita dengan penuh empati? Atau lihatlah betapa merdekanya hati seorang yang diampuni kesalahannya. Kesedihan istri diobati oleh ucapan lembut penuh kasih dari sang suami. Rasa lelah dan stres suami mendadak hilang karena sambutan hangat istri begitu ia tiba di rumah, dsb. Banyak pengikut Yesus bingung bagaimana cara mengalirkan kuasa Allah. Sebagian lagi berpikir bahwa orang yang dapat mengalirkan kuasa Allah itu hanyalah orang yang punya karunia tertentu, memenuhi standar rohani tertentu, telah mengikuti pelatihan tertentu, terlibat pelayanan tertentu atau memiliki jabatan rohani tertentu. Padahal sesungguhnya mengalirkan kuasa Allah bisa dimulai dengan satu langkah sederhana, yaitu MENGASIHI. Dan mengasihi juga tidak selalu tentang hal-hal yang begitu besar atau dramatis, tapi bisa dimulai dengan melakukan hal-hal seperti di atas. Kebutuhan utama manusia adalah dikasihi. Dikasihi berarti diterima dan dihargai apa adanya, sebagai sesama manusia yang butuh disayangi, didengarkan, diperlakukan baik, dan dihargai. Bukankah itu juga yang kita inginkan? Kadang kita terlalu rumit memikirkan bagaimana mengalirkan kasih dan kuasa Allah. Tuhan tak akan memerintahkan sesuatu yang tak bisa kita lakukan. Ketika kita mau dengan tulus mengasihi, bisa dimulai dari melakukan tindakan-tindakan sederhana yang didasari kasih dan menunjukkan penerimaan, penghargaan serta kepedulian/empati terhadap orang lain. Ketika kita mampu melakukan hal tersebut, sesungguhnya kita sedang mengalirkan kasih sorgawi yang memulihkan hidup mereka. Jadi, mari kita mulai mengasihi, mulailah dari mengasihi orang-orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa kasih-Mu, sehingga aku mampu menjadi tanda kehadiran-Mu bagi mereka yang sedang mengalami pergumulan dalam hidupnya. Amin. (Dod).
Untuk kesekian kalinya pemerintah berupaya melibatkan TNI dalam pemberantasan terorisme. Dalam draf Perpres yang beredar di publik, kewenangan militer disebutkan melingkupi tiga aspek: penangkalan, penindakan, dan pemulihan. Padahal, sejumlah aspek ini menjadi ranah kementerian dan lembaga lain, seperti Badan Intelijen Negara, Densus 88 Antiteror, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Agama, dan instansi terkait lainnya.Tak cuma itu, pencegahan terorisme mestinya bukan diatur melalui perpres, melainkan peraturan pemerintah, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.Berulang kali gagasan pelibatan TNI dalam penanganan terorisme didorong, berulang kali pula ditolak banyak kalangan karena mengancam HAM dan supremasi sipil. Mengapa pemerintah getol mendorong hal ini? Apa saja bahayanya jika militer cawe-cawe dalam penanganan terorisme?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) 2011-2013 Soleman B. Ponto dan Wakil Direktur Imparsial Husein Ahmad.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 22 Januari 2026Bacaan: "Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya." (Amsal 11:3)Renungan: Lear Jet pertama kali diluncurkan pada tahun 1963. Tahun 1964 seorang klien memesan Lear Jet, dan sejak sat itu Bill Lear menerima banyak pembelian pesawat Lear Jet. Namun beberapa waktu kemudian, dua pesawatnya jatuh tanpa diketahui penyebabnya. Padahal, sudah ada lima puluh lima buah pesawat yang terjual untuk keperluan pribadi. Bill Lear pun segera mengambil langkah menghubungi para pembelinya untuk tidak menggunakan Lear Jet hingga ia menemukan penyebab kecelakaan dua pesawat tersebut. Hal itu tentu membuat Lear mengalami kerugian, karena untuk sementara penjualan terhenti, tetapi ia lebih memilih rugi daripada orang lain kehilangan nyawa. Setelah diselidiki, Bill Lear menemukan penyebabnya, namun harus dibuktikan dengan menerbangkan pesawatnya terlebih dahulu. la sendiri yang harus melakukannya. Dengan demikian Bill Lear mempertaruhkan nyawanya untuk penyelidikan tersebut. Uji coba pun dilakukan, dan pesawatnya juga hampir mengalami nasib yang sama dengan kedua pesawat yang jatuh. Dari sini Bill Lear berhasil menemukan penyebabnya, dan ia pun membuatkan sebuah suku cadang yang baru dan dipasang pada setiap pesawat yang diproduksinya, bahkan pada pesawat yang telah dibeli oleh orang. Tanpa disadari ternyata ia telah menghabiskan waktu sekitar dua tahun untuk penyelidikan tersebut. Tentu saja Bill Lear kehilangan kepercayaan dari para konsumennya, tetapi ia tidak pernah menyesali keputusan itu. Bahkan, ia pun tidak pernah menyesali kerugian yang dialaminya. Tetapi pada akhirnya, ia kembali mendapatkan kepercayaan dari konsumennya. Menjaga kualitas diri bukanlah hal yang mudah, apalagi jika hal itu berkaitan dengan integritas. Ketika kita diperhadapkan dengan situasi yang sulit untuk memilih antara kepercayaan orang lain atau karier sendiri, manakah yang akan kita pilih? Hanya dengan hikmat Tuhan sajalah kita dapat membuat keputusan yang bijaksana. Percayalah bahwa kerugian apa pun yang kita alami demi menjaga integritas, akan membawa kita pada keuntungan yang jauh lebih besar. Dan mereka yang menggadaikan integritas demi kariernya mungkin dapat menuai keuntungan untuk sesaat, tetapi selanjutnya akan kehilangan segalanya. Oleh sebab itu, tetaplah berpegang teguh pada prinsip menjaga integritas diri kita, sehingga kita dapat dipercaya oleh orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku untuk menjaga kepercayaan diriku dengan baik sehingga tidak merugikan orang lain. Amin. (Dod).
Ini dua (2) alasan kenapa hilirisasi sering gagal. Pertama, industri hanya mau melihat produk yang sudah jadi. Tidak mau ikut mendanai penelitian. Kedua, ego dari peneliti (inventor, innovator) yang ingin memiliki saham yang porsinya besar. Padahal untuk sampai ke konsumer, produk masih harus melalui banyak tahapan lainnya yang lama dan mahal.#industri #hilirisasi #protoype
Jender sering kali disalahpahami sebagai isu yang hanya berkaitan dengan perempuan, gerakan feminisme, atau urusan domestik. Namun, pada hakikatnya, jender adalah sebuah konstruksi sosial yang berlaku bagi semua orang, termasuk laki-laki. Memahami jender berarti menyadari bahwa peran, label, dan ekspektasi yang disematkan masyarakat kepada kita bukanlah sesuatu yang bersifat alami atau netral, melainkan hasil bentukan budaya yang perlu ditelaah kembali. Dalam konteks sosial, laki-laki sering kali diposisikan sebagai "standar umum" atau norma yang netral, sehingga mereka cenderung merasa tidak memiliki beban jender. Padahal, tuntutan untuk selalu tampil kuat, pantang menunjukkan emosi, dan kewajiban menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga merupakan bentuk konstruksi jender yang nyata. Tanpa kesadaran akan hal ini, banyak laki-laki terjebak dalam peran yang melelahkan dan mengalami tekanan mental tanpa menyadari bahwa akar masalahnya terletak pada tuntutan peran yang tidak realistis. Kesetaraan jender yang sejati hanya dapat terwujud jika kaum laki-laki bersedia berefleksi dan membongkar ego serta privilese mereka dalam praktik kehidupan sehari-hari. Jender bukanlah sekadar teori atau bahan diskusi di ruang publik, melainkan isu kemanusiaan yang menuntut perubahan nyata dalam cara kita membangun relasi. Dengan mengakui bahwa jender melibatkan semua pihak, kita dapat menciptakan hubungan yang lebih adil, setara, dan bermartabat bagi setiap individu tanpa terikat pada narasi kekuasaan yang kaku.
Setahun berjalan, pemerintah tak kunjung mempublikasikan hasil evaluasi komprehensif atas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gelombang kritik publik malah dibalas Presiden Prabowo dengan klaim tingkat keberhasilan MBG mencapai 99,99, yang kembali ditegaskan saat retret kabinet di Hambalang, Bogor pada Selasa (06/01). Prabowo mengklaim 55 juta orang telah dijangkau, ini setara memberi makan populasi negara Myanmar.Anggaran MBG tahun ini ditambah lima kali lipat ketimbang tahun lalu. Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut tambahan anggaran digunakan untuk membenahi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG, misalnya dengan sertifikasi chef dan akreditasi dapur. Selain itu, ada rencana pembangunan 18 ribu lebih dapur MBG dan pemberian insentif Rp6 juta per hari untuk dapur MBG level A.Apakah proyek MBG layak mendapat gelontoran dana jumbo? Padahal, banyak kritik maupun temuan yang belum direspons atau ditindaklanjuti. Termasuk temuan terbaru Indonesia Corruption Watch (ICW) yang mengungkap seratusan yayasan atau mitra SPPG diduga terkoneksi dengan lingkaran pejabat.Seperti apa gambaran lengkapnya? Bagaimana pula dengan tata kelola dan kualitas pemenuhan gizi di proyek MBG?Nah, kita akan bahas topik ini bersama Dokter dan Ahli Gizi Masyarakat Tan Shot Yen.
Send us a textPernah sadar nggak? Dalam hitungan detik, pelanggan sudah memutuskan untuk pilih bisnis Anda, atau lanjut ke kompetitor hanya dari Google Maps.Banyak pemilik bisnis merasa produknya bagus, layanannya oke, tapi pelanggan tetap jarang datang. Bukan karena kualitas Anda kalah, melainkan karena Google Business Profile terlihat “mati”.Padahal solusinya tidak ribet. Bisnis yang sering dipilih di Google Maps biasanya melakukan 3 hal sederhana:1️⃣ Upload foto terbaru secara rutin2️⃣ Membalas ulasan pelanggan dengan profesional3️⃣ Posting update agar bisnis terlihat hidup
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 13 Januari 2026Bacaan: "Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." (Mazmur 91:1-2)Renungan: Suatu ketika ada beberapa orang bekerja sebagai penggali tambang. Sudah beberapa lama mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi, bisa dibayangkan bahwa semakin digali tambang tersebut semakin dalam. Suatu hari, tiba-tiba semua aliran arus listrik dalam tambang itu putus. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu dan dalam sekejap terjadilah hiruk pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri. Namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan hanya berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang atau menabrak apa saja. Situasi bertambah buruk karena udara yang semakin panas. Setelah lelah bergulat dengan kegelapan, mereka semua duduk lesu tanpa harapan. Satu dari para pekerja itu angkat bicara, "Sebaiknya kita duduk tenang dulu dari pada ribut mencari jalan keluar." Mereka semua pun lalu duduk dalam hening. Saat itulah orang-orang tersebut merasakan hembusan angin yang masuk melalui celah-celah lubang di tambang. Dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka akhirnya dengan selamat keluar dari dasar tambang yang dicekam kegelapan itu. Semua orang rindu mengalami apa yang dijanjikan Allah melalui Mazmur 91. Orang mau dilepaskan dari segala jerat yang ada, mau dilindungi dari kedahsyatan malam dan lepas dari berbagai penyakit. Ingin mengalami pembelaan Tuhan yang luar biasa, namun pertanyaannya adalah apakah kita bersedia untuk melakukan langkah awalnya yakni duduk diam dalam lindungan-Nya? Duduk diam bicara tentang hal yang pasif, kita menunggu dan menanti-nantikan Tuhan. Inilah yang susah, sebab kebanyakan individu maunya bergerak, inginnya melakukan sesuatu, tidak betah kalau tidak melakukan apa-apa. Padahal melangkah tanpa tuntunan hanya akan membuat kita keliru. Mari belajar duduk diam di hadapan Tuhan, karena di sana kita akan menerima kekuatan yang baru, menerima visi yang jelas, dan menerima hikmat yang baru, untuk mendapatkan cara menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan saat masalah mendera hidupku. Aku percaya di balik ketenangan ku, kuasa-Mu akan bekerja sehingga aku memperoleh jalan keluar untuk menyelesaikan setiap masalah yang aku hadapi. Amin. (Dod).
Indonesia bukanlah sebuah proyek dengan tenggat waktu, melainkan sebuah entitas yang hidup dalam Infinite Game—permainan tanpa garis finis. Seringkali kita terjebak dalam pola pikir jangka pendek, di mana kesuksesan hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi tahunan atau kemenangan politik sesaat. Padahal, esensi sebuah bangsa bukanlah tentang mengalahkan negara lain dalam sebuah kompetisi global, melainkan tentang kemampuan untuk terus bertahan dan menjadi lebih baik dari hari kemarin. Dalam kacamata ini, tantangan yang kita hadapi saat ini bukanlah tanda kegagalan, melainkan dinamika dalam perjalanan panjang untuk menjaga agar "permainan" Indonesia ini tetap berjalan hingga generasi-generasi mendatang. Alasan mengapa Indonesia sangat relevan dengan konsep Infinite Game terletak pada Just Cause atau tujuan mulia yang kita miliki: Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Di dunia yang semakin terpolarisasi, kemampuan untuk menyatukan ribuan pulau dan keberagaman budaya adalah sebuah keunggulan strategis yang tidak ternilai. Masalah-masalah kronis seperti birokrasi yang lamban atau isu integritas harus dipandang sebagai hambatan operasional, bukan akhir dari cerita. Fokus utama kita seharusnya bukan pada mencari kemenangan mutlak atas masalah tersebut dalam satu malam, melainkan pada pembangunan fondasi kepercayaan (trust) dan ketangguhan yang memungkinkan bangsa ini tetap utuh meski badai ketidakpastian global datang silih berganti. Bagi generasi muda, memahami Infinite Game berarti mengubah orientasi hidup dari sekadar mengejar kesuksesan materi yang instan menuju kontribusi yang berkelanjutan. Kepemimpinan masa depan tidak lagi tentang siapa yang paling pintar atau paling berkuasa di ruangan, melainkan tentang siapa yang paling mampu membangun "lingkaran keselamatan" bagi orang-orang di sekitarnya. Dengan semangat manufacturing hope, ketidakpastian masa depan justru menjadi peluang bagi anak muda untuk berinovasi melalui semangat gotong royong. Selama kita tetap memegang teguh alasan "mengapa" kita berdiri sebagai satu bangsa, Indonesia akan selalu memiliki energi yang cukup untuk terus melangkah dalam permainan tanpa batas ini.
Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/cli77xv0u00bj01307mtm9zlp/comments Bismillah... MasyaAllah la hawlaa walaa quwwata ilaa billah. Barokallohfiikum Playlist Dzikir Sehari-hari https://open.firstory.me/playlists/cm0uaxwoc004301ur9bc1eooz Jangan Takut Resign atau Dipecat https://open.firstory.me/playlists/cm0sxz0od026p01y2g31h4hqd My Story Hijrah Riba https://open.firstory.me/playlists/cm0sx7wrt026301y2dr8z4ocs Lunas Hutang Tanpa Tersiksa https://open.firstory.me/playlists/cm0sx1fat01eg01w5b46y01d9 Tentang Karir dan Pekerjaan https://open.firstory.me/playlists/cm0sxsu8j02ic01u9dmxz4a9b Agar Doa Mudah Terkabul https://open.firstory.me/playlists/cm0t1z1pc01nd01w53982h7pa Karakter Golongan Darah https://open.firstory.me/playlists/cm0sxwizm007401zr94jge8u7 Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik. Artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu Profil & dapatkan buku ku di msha.ke/riamarliana87 Powered by Firstory Hosting
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 4 Januari 2026Bacaan: "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (Efesus 5:22, 25) Renungan: Ada sebuah ungkapan hati Stephanie kepada suaminya Daniel. Wanita ini mencatatnya dalam buku harian, "Percuma jika pernikahan ini diteruskan, Daniel tampak tidak bahagia setiap hari. Terkadang aku melihat dia termenung dengan tatapan kosong dan sedih. Hatiku begitu pilu! Ini semua pasti salahku, karena aku tidak dapat memberikannya keturunan! Padahal sudah 9 tahun kami menikah, hina sekali aku ini! Mungkin lebih baik aku pergi dan berharap Daniel dapat melupakan aku serta segera mencari penggantiku, yang jauh lebih baik dan dapat membuatnya bahagia setiap saat!" Kemudian dengan diam-diam Stephanie membereskan pakaiannya dan pergi ketika suaminya sedang bekerja. Satu bulan lamanya Stephanie tinggal di rumah sahabat karibnya di daerah yang jauh dari rumah suaminya. Stephanie merasa sakit hati, karena ternyata dugaannya benar, Daniel tidak mencintainya. Daniel tidak pernah menghubunginya sekalipun! Akhirnya, setelah beberapa waktu lamanya, ada telepon masuk ke ponsel Stephanie. Telepon itu berasal dari seorang ibu yang adalah tetangga mereka. Betapa terkejutnya Stephanie ketika dikabarkan bahwa saat ini Daniel sedang terbaring lemas di rumahnya, dan tidak dapat bangun sama sekali! Tanpa pikir panjang, Stephanie segera pulang ke rumah. Yang ia temukan di rumah ternyata begitu aneh, di luar dugaannya. Taman kecil di depan rumah begitu rapi dan bersih. Ketika memasuki rumah, ruangan pun harum dan terlihat sejuk. Namun yang paling menarik perhatiannya adalah dinding rumah mereka kini dipenuhi oleh bingkai-bingkai foto yang tidak pernah ada sebelumnya! Itu adalah foto-foto sejak Daniel dan Stephanie berkenalan pertama kali sampai foto dari 3 tahun yang lalu. Ia baru teringat, bahwa sejak 3 tahun terakhir mereka tidak pernah berfoto lagi seperti dulu. Segera ia masuk ke ruang tengah dan mendapati sebuah kain putih besar yang bertuliskan, "Jangan cemas, aku tidak sakit. Ketika engkau pergi, aku menemukan buku harianmu dan membaca semua isinya. Betapa sedihnya aku karena yang kau pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan. Aku termenung setiap saat karena sedih memikirkan dirimu yang tidak terlihat bahagia. Sayangku, aku tidak pernah berhenti mencintaimu. Kehadiran anak tidak lebih berarti daripada kehadiranmu di sampingku. Engkau jauh lebih berharga! Sayang, selamat ulang tahun ya. I Love You." Stephanie langsung berderai air mata, ia bahkan tidak ingat kalau hari ini dirinya ulang tahun! Segera ia berlari ke kamar tidur dan mendapati suaminya berpakaian sangat rapi dan memegang kue tart coklat kesukaan Stephanie di tangannya. Mereka pun berpelukan dan kini Stephanie sangat bahagia! Pernikahan sangatlah mahal dan berharga. Jadi apa pun yang terjadi, sebagai orang percaya kita harus tetap menjaga gairah kasih itu menyala dalam hidup pernikahan kita. Pahamilah pribadi masing-masing, dan tetaplah katakan, "I love you!" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kami ingin agar kasih-Mu itu dapat tetap menyala dalam hidup pernikahan kami walau masalah yang kami hadapi sangat berat. Hadirlah selalu dalam kehidupan pernikahan kami. Amin. (Dod).
Pernah nggak sih ngerasa duit masuk, tapi tau-tau… ilang aja?Gaji ada, saldo nggak jelas.Beberapa hari lalu gua ngisi kelas ke Gen Z, bahas keuangan paling basic.Dan yang bikin gua kaget, ternyata masih banyak yang belum pernah bikin catatan keuangan.Padahal mereka kritis, melek saham, penasaran bitcoin, tapi duit sendiri belum diawasin.Di episode ini, gua mau ngajak lo mikir bareng:kenapa nabung, nyatet duit, dan investasi itu bukan pilihan — tapi kebutuhan.Karena makin banyak keinginan, makin wajib keuangan lo terencana.Kalau lo umur 25 ke atas, lagi nyari arah hidup, dan pengen dompet lo nggak cuma numpang lewat…Podcast ini buat lo.Gua Lembu Tambun.Dan ini obrolan jujur soal duit, tanpa ribet.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ari Hartanti dari Gereja Santo Mikhael, Paroki Pangkalan TNI-AU Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 12-17; Mazmur tg 96: 7-8a.8b-9.10; Lukas 2: 36-40.KASIH KEPADA ALLAH MENGALAHKAN KASIH KEPADA DUNIA Renungan kita pada hari ini bertema: Kasih Kepada AllahMengalahkan Kasih kepada Dunia. Surat Yohanes yang pertama dalam bacaan pertamahari ini mengajak umat beriman untuk memeriksa kembali arah kasih danketerikatan hidupnya. Penulis surat itu mengingatkan bahwa Yesus Kristus telahmengampuni dosa-dosa manusia melalui ketaatan-Nya yang penuh kasih, bahkansampai pada penderitaan dan kematian. Pengorbanan itu bukanlah sesuatu yang biasa, melainkantindakan penebusan yang mengubah relasi manusia dengan Allah. Kristusmenanggung hukuman yang seharusnya jatuh atas manusia, agar merekadiperdamaikan dengan Bapa dan memperoleh hidup yang baru. Karena itu, hiduporang beriman tidak lagi berdiri di atas dasar keinginan duniawi, melainkanatas kasih kepada Allah, Sang Penyelamat. Sebagai tanggapan atas kasih penebusan tersebut,Yohanes mengundang umat untuk memperkuat kasihnya kepada Tuhan, bukan kepadadunia dan segala yang ada di dalamnya. Dunia dalam pengertian surat inibukanlah ciptaan Allah yang baik, melainkan sistem keinginan manusia yang egoisdan menjauhkan hati dari Allah. Segala sesuatu yang berasal daridunia—keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup—tidak berasal dariBapa. Ketika manusia membiarkan dirinya dikuasai oleh dorongan itu, ia akankehilangan kasihnya kepada Tuhan. Keinginan daging menunjuk pada dorongan yang memanjakanhawa nafsu dan kesenangan diri tanpa kendali. Keinginan mata adalah sikap batinyang mudah tertarik pada hal-hal lahiriah, kedudukan, dan kepemilikan,seolah-olah kebahagiaan diukur dari apa yang tampak. Sementara keangkuhan hidupmencerminkan kesombongan yang berakar pada rasa cukup atas diri sendiri, tanpamembutuhkan Allah. Padahal semuanya ini bersifat sementara dan akan berlalu,sebab dunia dengan segala keinginannya sedang menuju kebinasaan. Sebaliknya,mereka yang tinggal dalam kasih Allah akan hidup untuk selama-lamanya. Kasih kepada Allah bukan sekadar perasaan religius,melainkan pilihan hidup yang nyata. Ia terwujud dalam ketaatan, kesetiaan, dankesediaan menata kembali prioritas hidup sesuai kehendak Tuhan. Kasih itumemberi arah baru bagi cara manusia memandang penderitaan, pengorbanan, danpelayanan. Salah satu teladan iman yang indah ditampilkan olehnabi perempuan Hana dalam Injil Lukas. Setelah mengalami pengalaman hidup yangtidak mudah, ia memilih untuk menetap di Bait Allah, berdoa dan berpuasa siangmalam. Hana tidak mencari penghiburan di dalam hal-hal duniawi, melainkanmempersembahkan hidupnya bagi Tuhan dalam kesetiaan dan pengharapan. KetikaYesus kecil dihadirkan di Bait Allah, Hana mampu mengenali karya keselamatanAllah dan memuji-Nya. Sikapnya menunjukkan bahwa hati yang terarah kepada Tuhanakan peka terhadap kehadiran-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahamurah, murnikanlah pikiran dan hati kami dari semuakeinginan dunia ini yang menjauhkan perhatian kami dari-Mu dan selamatkanlahkami dari segala pencobaan dunia ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus … Dalam nama Bapa …
Setiap kali bencana banjir melanda, satu komoditas kerap berada di garis depan tudingan: sawit. Dalam ruang publik, isu ini sering disederhanakan seolah satu sektor menjadi penyebab tunggal persoalan lingkungan yang kompleks. Padahal, di balik banjir dan kerusakan ekosistem, terdapat persoalan yang jauh lebih mendasar mulai dari tata kelola sumber daya alam, penegakan hukum, hingga perencanaan ruang yang lemah.Dalam episode Podcast Elshinta kali ini, Pemimpin Redaksi Elshinta, Haryo Ristamaji, mengajak Anda membaca ulang isu sawit secara lebih proporsional dan berbasis data bersama Guru Besar IPB sekaligus pakar agribisnis dan kebijakan pembangunan, Prof. Bayu Krisnamurthi. Diskusi ini mengulas hubungan antara sawit, lingkungan hidup, dan bencana alam, sekaligus menempatkan sawit dalam konteks kepentingan nasional sebagai sektor strategis yang menopang jutaan lapangan kerja, pembangunan daerah, dan ketahanan energi.Apakah kebijakan kita sudah menyasar akar masalah, atau justru salah alamat?Simak perbincangan mendalam ini untuk memahami sawit secara lebih jernih tanpa stigma, dengan perspektif yang utuh.
Batuk lama, dada terasa berat, hingga sesak napas sering dianggap masuk angin atau kelelahan. Padahal, gejala ini bisa menjadi sinyal lung nodul di paru-paru.Apa itu lung nodul? dr. Dhihintia Jiwangga Suta Winarno Sp.B.TKV, Dokter Spesialis Bedah Thorax & Kardiovaskular Mitra Keluarga Surabaya, membahas tuntas mengenai apa itu lung nodul hingga langkah pengobatannya.Yuk, simak selengkapnya di sesi Konter Sehat kali ini!
Persoalan penumpukan dan pengelolaan sampah kini dihadapi banyak daerah, mulai dari Bali, Pulau Taliabu Maluku, Cicalengka Jawa Barat, Pekalongan Jawa Tengah, hingga yang terbaru dan viral di Tangerang Selatan.Di Tangsel, sampah tidak terangkut selama hampir dua pekan akibat proyek perbaikan di TPA Cipeucang. Padahal, proyek KPBU Pengelolaan Sampah merupakan proyek prioritas nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018. Namun realisasinya masih dipertanyakan.Menanggapi hal ini, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) wilayah Tangsel menawarkan solusi teknis dan konstruktif penanganan sampah.Kami akan membahasnya bersama Sekretaris Pengurus Cabang PII Kota Tangerang Selatan, Ir. Mohammad Agus Ramly, S.T., S.E., M.M., IPM.
Kalau bicara soal pangan, obrolannya sering berhenti di “pilihan pribadi”: makan apa, beli di mana, atau kenapa masih jajan yang kurang sehat. Padahal, pilihan makanan kita sangat dipengaruhi oleh sistem pangan yang lebih luas—mulai dari ketersediaan makanan, harga, hingga kebijakan yang mengaturnya. Di episode ini, kita membahas mengapa perubahan sistem pangan menjadi kunci untuk mewujudkan pangan yang sehat dan berkelanjutan. Sistem pangan sehat tidak lahir dari pilihan individu semata, tetapi dari gerakan bersama yang mendorong perubahan di level lingkungan, kebijakan, dan praktik sehari-hari. Lalu, di mana peran Gen Z dalam perubahan ini? Bersama narasumber, kita mengulas bagaimana Gen Z dapat berkontribusi melalui aksi kolektif dan advokasi—mulai dari mendorong kantin sekolah dan kampus yang lebih sehat dan ramah lingkungan, menginisiasi food sharing dan community fridge, hingga mengangkat suara petani, nelayan, dan pelaku UMKM lokal sebagai bagian penting dari sistem pangan lestari.
Sering kali kita ngerasa gagal hanya karena proses kita gak secepat orang lain. Padahal, bertahan di satu hal, tetap datang meski capek, itu juga bentuk keberhasilan yang jarang disorot.
Kadang kita merasa aman karena sudah menurunkan ekspektasi. Padahal yang berubah cuma harapan kita, bukan perlakuan yang kita terima. Kita bilang “ngga apa-apa”,tapi tanpa sadar tetap mengulang kecewa yang sama.Di episode Inspiratalk kali ini, Kaveena ngajak Academia berhenti sejenak dan bertanya ini soal ekspektasi, atau pola yang belum kita ubah? Yuk ambil jeda, dengerin, dan jujur sama diri sendiri.
Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Komisi Pemberantasan Korupsi, kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap Bupati Bekasi. Kasus ini kembali membuka pertanyaan besar yang belum kunjung terjawab secara tuntas: seberapa kuat sebenarnya pengawasan terhadap integritas kepala daerah di Indonesia?OTT ini bukan hanya soal individu, tetapi juga mencerminkan masih rapuhnya sistem pencegahan korupsi di tingkat daerah. Padahal, kepala daerah telah melalui berbagai tahapan pengawasan, mulai dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, pengawasan internal pemerintah, hingga kontrol politik melalui DPRD dan partisipasi publik.Namun fakta di lapangan menunjukkan, mekanisme tersebut sering kali bersifat administratif dan belum menyentuh akar persoalan. Celah penyalahgunaan kewenangan masih terbuka lebar, terutama dalam sektor perizinan, pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan anggaran daerah—ruang-ruang yang rawan praktik suap dan gratifikasi.Pengawasan integritas sejatinya tidak cukup hanya mengandalkan penindakan setelah pelanggaran terjadi. Yang lebih penting adalah pencegahan sejak awal, melalui sistem transparansi anggaran, digitalisasi layanan publik, penguatan pengawasan internal, serta keterlibatan aktif masyarakat dan media.Kasus OTT Bupati Bekasi ini seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Bukan hanya bagi aparat penegak hukum, tetapi juga bagi pemerintah pusat, partai politik, dan pemilih. Sebab integritas kepala daerah bukan sekadar persoalan moral pribadi, melainkan hasil dari sistem yang dibangun—atau dibiarkan lemah—secara kolektif.Jika pengawasan masih longgar dan sanksi politik tidak memberi efek jera, maka OTT demi OTT akan terus berulang. Dan pada akhirnya, yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga kepercayaan publik terhadap demokrasi dan pemerintahan daerah.TALK ::: Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch, Iskandar Sitorus & Pengamat Politik, Mantan Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Joko Purnomo
Dalam dunia manajemen dan penyelesaian masalah, metode "5 Whys" telah lama menjadi primadona karena kesederhanaannya. Kita diajarkan bahwa dengan bertanya "mengapa" sebanyak lima kali, kita akan secara otomatis sampai pada akar penyebab masalah. Namun, dalam realitas organisasi yang kompleks, metode linear ini sering kali gagal menangkap gambaran besar. Masalah di dunia nyata jarang sekali menyerupai rantai lurus; mereka lebih mirip jaring labirin yang saling bertautan, di mana satu kejadian dipicu oleh berbagai faktor yang saling memengaruhi secara simultan. Kelemahan utama dari pendekatan 5 Whys yang tradisional adalah kecenderungannya untuk mencari satu penyebab tunggal atau "peluru perak." Sering kali, tim berhenti pada jawaban yang nyaman seperti "kesalahan manusia" atau "kurangnya pelatihan." Padahal, dalam kacamata systems thinking, manusia hanyalah komponen dalam sebuah sistem. Jika kita hanya menyalahkan individu tanpa memperbaiki desain sistem di belakangnya, kita sebenarnya hanya sedang memadamkan api sementara, sementara puntung rokok yang menyebabkannya masih terus menyala di sudut yang tidak terlihat. James C. Paterson dalam konsep "Beyond the Five Whys" mengajak kita untuk beranjak dari pemikiran linear menuju pemikiran sistemik. Alih-alih hanya mengikuti satu jalur tanya-jawab, kita didorong untuk melihat masalah melalui "tiga kaki" penyebab: penyebab langsung, kegagalan deteksi, dan kelemahan sistemik atau budaya. Dengan cara ini, seorang fasilitator dapat membantu tim melihat bahwa sebuah kesalahan teknis bisa jadi berakar dari kebijakan anggaran yang kaku atau budaya kerja yang mengabaikan keselamatan demi kecepatan. Penerapan "Beyond 5 Whys" yang efektif menuntut ketegasan logika yang kita sebut sebagai "Uji Balik" atau Reverse Test. Sebuah rantai penyebab hanya dianggap valid jika kita bisa membacanya dari arah berlawanan menggunakan logika "Jika-Maka." Jika kita mengatakan "kabel putus menyebabkan mesin mati," maka secara logika "mesin mati harus bisa dijelaskan oleh kabel yang putus." Jika ada celah dalam logika ini, berarti ada faktor tersembunyi yang belum terungkap, dan di situlah kedalaman analisis dimulai. Salah satu tantangan terbesar bagi seorang fasilitator adalah menghindari "lompatan logika" yang prematur. Peserta sering kali ingin cepat-cepat menyimpulkan bahwa masalahnya adalah "budaya perusahaan yang buruk." Meskipun mungkin benar, jawaban tersebut terlalu abstrak untuk diperbaiki. Pendekatan yang mendalam memaksa kita untuk menelusuri tangga penyebab setapak demi setapak—dari suhu ruangan yang panas, menuju AC yang mati, hingga pemotongan anggaran perawatan—sehingga solusi yang dihasilkan bersifat konkret dan dapat dieksekusi. Selain itu, kita harus menyadari bahwa satu masalah bisa memiliki banyak akar penyebab yang bercabang. Dalam systems thinking, kita tidak hanya mencari satu jalur "Why," tetapi membangun sebuah pohon penyebab. Sebuah kegagalan operasional mungkin disebabkan oleh kombinasi antara desain alat yang buruk DAN kelelahan staf DAN prosedur yang ambigu. Dengan mengakui multi-kausalitas ini, organisasi tidak lagi terjebak pada solusi dangkal yang hanya mengobati satu gejala saja. Pergeseran dari 5 Whys biasa menuju analisis yang lebih dalam juga berdampak pada budaya organisasi. Ketika fokus beralih dari "siapa yang salah" menjadi "mengapa sistem ini membiarkan kesalahan terjadi," rasa takut akan digantikan oleh rasa ingin tahu. Karyawan akan lebih terbuka melaporkan anomali karena mereka tahu bahwa tujuan analisis ini adalah untuk membangun lingkungan kerja yang lebih tangguh, bukan untuk mencari kambing hitam di akhir sesi rapat. Seorang fasilitator profesional berperan sebagai "detektif sistem" yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan sakti untuk menggali lebih dalam. Pertanyaan seperti "Apa yang membuat tindakan ini terasa masuk akal bagi operator saat itu?" dapat membuka tabir tentang tekanan kerja atau instruksi yang membingungkan. Tugas fasilitator bukan memberikan jawaban, melainkan menjaga agar senter analisis tetap menyoroti sudut-sudut organisasi yang paling gelap dan paling jarang diperiksa. Pada akhirnya, efektivitas dari metode "Beyond 5 Whys" diukur dari ketahanan solusi yang dihasilkan. Jika masalah yang sama tidak lagi muncul dalam enam bulan ke depan, berarti kita telah berhasil menyentuh akar sistemiknya. Namun, jika masalah terus berulang dengan aktor yang berbeda, itu adalah sinyal bahwa kita masih bermain-main di permukaan. Kedalaman adalah kunci dari keberlanjutan, dan keberlanjutan adalah tujuan akhir dari setiap upaya perbaikan sistem. Sebagai penutup, memahami logika di balik pertanyaan "mengapa" adalah tentang melatih kerendahan hati untuk mengakui bahwa dunia ini tidak sesederhana yang terlihat. Dengan melampaui angka lima dan melangkah menuju pemahaman sistemik, kita tidak hanya memperbaiki proses, tetapi juga sedang meningkatkan kecerdasan kolektif organisasi kita. Mari kita berhenti hanya bertanya "mengapa" dan mulai bertanya "bagaimana sistem ini bekerja," agar setiap solusi yang kita lahirkan benar-benar menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih baik.
Hampir sebulan siklon Senyar memporakporandakan Sumatera bagian Utara. Warganet kecewa dengan cara pemerintah merespons bencana ekologis di Sumatera. Krisis komunikasi semakin buruk. Pemerintah melakukan kesalahan-kesalahan dasar dalam mengatasi bencana seluas itu. Siklon Senyar memang anomali pada sistem iklim di daerah khatulistiwa. Betul. Tapi, sinkron Senyar membuka pintu kita pada adanya masalah-masalah mendasar dalam pengelolaan hutan dan sumberdaya alam. Publik marah karena banyaknya kayu gelondongan tergergaji yang dihanyutkan oleh banjir bandang. Ada kesalahan sistemis di belakang bencana ini. Padahal pola bencana ekologis akan semakin sering. Pemerinah memang harus fokus pada pemulihan bencana. Tapi, Senyar memberikan pelajaran yang mahal dan perlu dipikirkan strategi merespons bencana di masa depan.
Kadang kita dengar soal HPV, tapi belum benar-benar paham apa hubungannya dengan kesehatan anak kita. Yuk tonton penjelasan singkat tentang apa itu HPV, kenapa pencegahan sejak dini itu penting, dan kapan waktu yang pas untuk vaksinasi. Semuanya dibahas dengan ringan, agar orang tua bisa dapat gambaran jelas sebelum ambil keputusan terbaik untuk keluarga. Simak penjelasan bareng dr Kanya Ayu dan cari tahu lebih lanjut di www.ngobrolinhpv.com.Timestamp:00:00 Opening03:31 Gimana pubertas anak-anak jaman sekarang?09:30 Mengenali HPV di keseharian11:12 Peluang penularan HPV 17:13 Mitos dan Fakta Vaksin HPV berpengaruh pada kesuburan24:45 Gimana cara #ngobrolinHPV ke anak?28:30 Komunikasi yang baik bisa membuat anak terbuka
Pernahkah Anda merasa lelah berlari tanpa henti di atas treadmill pekerjaan, mati-matian mengejar angka KPI yang terus mendaki, namun diam-diam hati Anda bertanya: "Sebenarnya, apa dampak nyata dari semua kesibukan ini?" Di ruang-ruang rapat gedung tinggi Jakarta hingga kantor dinas di daerah, kita sering merayakan status "hijau" pada dasbor laporan sebagai sebuah kemenangan mutlak. Padahal, sering kali di balik grafik yang cantik itu, masalah di lapangan tetap tak tersentuh, tim mengalami kelelahan mental, dan kita hanya terjebak dalam ilusi produktivitas. Ini bukan sekadar lelah bekerja; ini adalah gejala dari wabah "Jebakan Target". Dalam episode kali ini, kita akan membongkar mitos manajemen yang paling sakral: bahwa target yang ketat adalah satu-satunya kunci kinerja tinggi. Mengambil wawasan provokatif dari buku Beyond Goals karya Susan David, kita akan menelusuri bagaimana obsesi buta terhadap angka justru menyuburkan budaya "Asal Bapak Senang" (ABS) di Indonesia, mematikan inovasi, dan menciptakan "pandangan terowongan" yang berbahaya. Kita akan melihat bagaimana sistem yang seharusnya memotivasi, justru sering kali memaksa orang baik untuk mengambil jalan pintas demi sekadar memenuhi administrasi. Namun, jangan khawatir, kita tidak hanya akan mendiagnosis masalah. Kita akan menawarkan jalan keluar untuk membebaskan diri dan organisasi Anda dari tirani metrik yang kaku. Temukan bagaimana beralih dari sekadar mengejar skor menjadi mengejar makna, dan bagaimana membangun tim yang bergerak bukan karena takut pada hukuman, melainkan karena didorong oleh nilai dan tujuan pembelajaran.
Di episode kali ini, akan membahas dilema industri kopi third wave yang bergerak cepat, namun sayangnya para baristanya dinilai lambat dalam mengembangkan pengetahuan dan diri mereka. Padahal, dunia barista memiliki peluang besar untuk self-improvement mulai dari menjadi roaster hingga petani kopi, bukan hanya sekadar urusan ngopi dan gaya-gayaan saja. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioOTP #51 MENGENALI JENJANG KARIR DI INDUSTRI KOPI! WITH FIKRY AZDA'DIN | ONTHEPASEnjoy the show!Instagram:Fikri Azda'din https://www.instagram.com/wakblek/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !On The Pas is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioInstagram: https://www.instagram.com/onthepasbali/TikTok: https://www.tiktok.com/@onthepasLet's talk some more:https://www.instagram.com/renaldykhttps://www.instagram.com/backdraft_projecthttps://www.instagram.com/mariojreynaldi#OnThePasPodcast #BaliPodcast #RayJansonRadio #FnBPodcast #PodcastAfterService #FikriAzda'din #CoffeeIndustry
Kebiasaan yang dilakukan orang tua akan ditiru oleh anaknya secara instan. Apa yang dikatakan, apa yang dimakan, semua terekam dalam otak si Kecil. Untuk bisa membuat anak terbiasa hidup sehat, kebiasaan ini harus dipelajari dan diterapkan sejak dini, salah satunya di masa MPASI.Bersama dr. Meta Hanindita, kita belajar memahami kalau MPASI gak cuma sekedar gizi.. tapi juga masa anak belajar mengenal sinyal lapar dan kenyang, serta gimana stunting bisa memicu obesitas pada si Kecil.Timestamp:00:00 Opening04:07 Makan sehat ga harus mahal11:00 Kenapa ibu yang lebih detail urusan gizi14:17 Orang tua gaperlu jadi tong sampah anak20:10 Mengenalkan sinyal lapar dan kenyang ke anak29:00 Kok anak aku lebih pendek ya? Padahal seumuran37:00 Hubungan fase oral dan kemampuan sensorik motorik anak43:02 Pentingnya peran pasangan untuk ibu dan keluarga
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Desember 2025Bacaan: Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku." (Lukas 15:29)Renungan: Di dalam kisah anak yang hilang, kita mendapat kesan bahwa si anak sulung lebih baik dari adiknya, karena ia tidak meminta warisan, tidak pergi dari rumah dan tidak menghabiskan hartanya. Bahkan, si anak sulung berani mengklaim bahwa dirinya adalah anak yang taat dan rajin bekerja kepada sang ayah. Mungkin keburukannya hanyalah ia merasa iri kepada adiknya yang itu pun mungkin bisa kita maklumi. Namun, melalui respons sang ayah, kita belajar bahwa sesungguhnya anak yang hilang bukan saja si anak bungsu, melainkan si anak sulung juga, karena ia sebagai anak namun tidak merasa atau menempatkan dirinya sebagai anak. Sebagai anak, ia pun turut memiliki apa yang dimiliki oleh sang ayah, dan sebagai anak yang baik seharusnya ia turut bersukacita dengan sang ayah karena adiknya telah kembali. Namun, si anak sulung menempatkan dirinya sebagai orang upahan, dengan merasa ketaatan dan kerajinannya bekerja untuk sang ayah patut diberi upah atau penghargaan. Mental demikian kadang dimiliki oleh para pengikut Yesus. Sebagai anak-anak Tuhan, kita seringkali mengklaim perbuatan baik, masa pelayanan, pengorbanan waktu kita untuk Tuhan, dll. kepada Dia dan menuntut Tuhan menjawab doa kita sesuai dengan apa yang kita mau. Kita menjadikan Tuhan berhutang atas kebaikan kita. Padahal, Tuhan tidak pernah berhutang kepada kita, karena apa yang la berikan jauh lebih besar dari apa yang mampu kita berikan kepada-Nya. Sebagai Bapa, la tidak ingin kita menjadi anak-anak-Nya yang bermental upahan. Karena apa yang dimiliki oleh Bapa telah diberikan kepada kita untuk dikelola sebaik-baiknya untuk menjadi kemuliaan-Nya. Apa yang menjadi sukacita Bapa, itu juga yang harus menjadi sukacita kita. Sosok ayah dalam perumpamaan ini menggambarkan kasih Bapa yang begitu besar kepada anak-anak-Nya, sehingga la tetap mau menerima anak-anak-Nya yang mau bertobat. Dengan kasih-Nya yang begitu besar, la memanggil kita untuk kembali dan memiliki hidup sejati sebagai anak-anak-Nya, bukan dengan mental seorang upahan. Tuhan Yesus memberkati. DOATuhan Yesus, biarlah aku hidup sebagai anak-anak-Mu yang sejati, bukan sebagai anak dengan mental upahan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 30 November 2025Bacaan: "Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia." (2 Tawarikh 16:9)Renungan: Tidak sedikit pengikut Yesus yang menganggap bahwa beribadah ke gereja di hari Minggu bukanlah keharusan. Hari Minggu sering dijadikan hari istirahat dan bersenang-senang setelah bekerja atau belajar selama 6 hari penuh. Kalaupun ke gereja, tidak sedikit yang datang terlambat. Seolah-olah beribadah di gereja bukan hal penting, sehingga bisa diremehkan. Padahal kita kalau berangkat ke tempat kerja atau sekolah lebih awal agar tidak terlambat. Mungkin juga kita akan memaksakan diri untuk tetap bekerja atau sekolah meskipun sakit, karena takut pada pimpinan atau takut ketinggalan pelajaran. Bagaimana dengan beribadah di gereja? Apakah kita juga sudah menerapkan ketaatan dan kedisiplinan yang sama untuk beribadah? Kerinduan yang besar untuk datang bersekutu dengan Tuhan melalui ibadah, merupakan salah satu patokan untuk mengukur kasih dan ketaatan kita kepada Tuhan. Jika kita menjadikan Tuhan sebagai harta yang paling berharga, maka hati kita akan melekat kepada-Nya, kita akan rindu bersekutu dengan Dia. Kehadiran untuk beribadah di gereja tidak dapat digantikan dengan apapun. Ketika kita datang untuk beribadah, kita telah menunjukkan kasih dan ketaatan kita kepada Tuhan, bahwa kita menghormati Dia lebih dari yang lain. Gantikan kemalasan dengan ketaatan, karena Tuhan mengasihi orang yang bersungguh hati kepada-Nya. "Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia." (2 Taw 16:9). Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, dari lubuk hatiku yang terdalam aku sungguh membutuhkan Engkau, tetapi godaan dunia kerap berusaha menjauhkan aku daripada-Mu sehingga aku melalaikan jam-jam ibadah dan jam doaku. Aku mengatakan bahwa aku mengasihi-Mu, tetapi sangat sedikit waktu yang kuberikan pada-Mu. Aku terlalu perhitungan waktu untuk-Mu, tetapi untuk hal-hal dunia, aku rela memberikan seluruh waktuku padanya. Yesus tambahkan cintaku pada-Mu, sehingga aku dapat memberikan waktu terbaikku untuk-Mu dan bukan sisa waktuku. Amin. (Dod).
Banyak yang bilang, kalo Ibu itu harus olahraga, biar kurus dan langsing. Padahal, sekarang tuh trennya justru Ibu-Ibu yang berolahraga biar kuat. Istilahnya, lagi “rise of the strong mom era.”Tapi, banyak juga di antara Ibu yang sering kejebak toxic positivity ketika olahraga. Karena, olahraga tuh gak harus tiap hari banget lho Bu. Konsisten itu, tetep ngelakuin olahraga, tapi intensitasnya ngikutin kondisi tubuh saat itu lagi gimana. Juga, istirahat itu bagian dari journey berolahraga. Jadi jangan lupa rest!Nah, episode ini ngulik banyak hal terkait olahraga buat Ibu.. Mulai dari mental Ibu yang juga akan kuat dengan olahraga, pentingnya ambil jeda di tengah hiruk pikuk pekerjaan, tips olahraga untuk kaum mager, gimana memulai olahraga.Timestamp:00:00 Opening2:12 Tujuan olahraga tiap orang gak bisa disamaratakan6:54 Konsisten kadang bisa toxic12:09 Yoga bisa jadi sarana berhenti sejenak15:13 Kalau mau mulai olahraga, caranya banyak17:40 Gym khusus perempuan20:28 Persepsi orang tentang yoga24:55 Olahraga buat Ibu itu kayak gimana sih?31:07 Tips buat ibu-ibu untuk mulai olahraga tanpa FOMO36:24 Cerita Salsa dan Amanda nemuin motivasi olahraga41:57 Experience Amanda ikut silent meditation
Kata orang, hidup selalu berubah-ubah dan gak bisa ditebak. Padahal, ada pola 7 tahun sekali yang bisa kita pelajari buat membantu kita memahami perjalanan hidup.Andra Alodita, bersama dengan Ibu Nucha membahas seperti apa siklus 7 tahunan ini, dan kemungkinan apa aja yang akan kita hadapi di masing-masing periodenya.Episode ini juga bisa jadi teguran untuk Parents yang sampai saat ini belum berani ambil keputusan untuk melepaskan orang-orang yang gak sejalan dengan visi hidup.Timestamp:00:00 Opening04:35 Kenapa angka 7 itu spesial?06:47 Rumus di tiap 7 tahunan18:35 Memahami jiwa dan misi jiwa23:12 Cara melatih diri untuk kurasi emosi31:20 Ambil keputusan jika udah terlalu menguras energi33:31 Your people will find you38:05 Let them talk about you43:20 Penderitaan akan mengajarkan hal baru55:38 Pentingnya jadi orang otentik karena jadi magnet buat banyak orang
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 24 Oktober 2025Bacaan: "Mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah bercabang akan dikerat. Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan, tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat." (Amsal 10:31-32) Renungan: Pujian yang tulus dan benar akan menguatkan dan membangun orang yang menerimanya. Semua orang suka dan ingin menerima pujian, tetapi tidak banyak orang yang suka memberi pujian, karena pada dasarnya manusia lebih suka berpikir akan kebaikan dan kehebatan dirinya sendiri dan senang dengan kejelekan orang lain. Ia ingin merasa lebih berharga dari orang lain. Mereka berpikir bahwa berharga itu berarti lebih baik dari orang lain, sehingga tanpa disadari mereka suka menjelek-jelekkan orang lain untuk menaikkan harga dirinya sendiri. Padahal akan selalu ada orang yang lebih baik dari kita. Kita berharga bukan karena kita lebih baik dari orang lain, tetapi karena Tuhan menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya, dan karena Dia memberikan harga kepada kita seharga nyawa Tuhan Yesus sendiri yang telah dibuktikan-Nya dengan rela mati buat kita. Di luar Kristus kita tidak punya harga sama sekali. Sesungguhnya memberi pujian tidak hanya menguntungkan orang yang menerimanya, tetapi juga orang yang memberikan pujian. Memberi pujian melatih diri kita untuk berpikir positif bukan negatif: membuat kita belajar untuk memerhatikan orang lain serta menjauhkan kita dari kesombongan. Oleh karena itu marilah dengan rendah hati kita mengakui kelebihan dan kebaikan orang lain, dengan cara memberikan pujian yang tulus kepada mereka yang layak menerimanya. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, kuduskan mata dan pikiranku agar aku dapat melihat dan berpikir hal yang baik tentang orang lain dan kuduskan juga hati dan mulutku agar aku mampu mengakui dan mengatakan kebaikan mereka dengan tulus. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 19 Oktober 2025Bacaan: "Maka Ia akan menjawab mereka, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku." (Matius 25:45)Renungan: Pada suatu hari Tuhan berjanji untuk mengunjungi rumah seorang perempuan tua. Perempuan ini sangat gembira dan ia menyiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan Tuhan. Setelah selesai, ia duduk dan menunggu kedatangan Tuhan. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Ia bergegas ke luar dan membuka pintu. Dilihatnya seorang pengemis berdiri di depan pintunya. Perempuan itu mengatakan: "Tolong, jangan hari ini. Jangan ganggu aku. Aku sedang menunggu Tuhan yang ingin mengunjungiku. " Ia menolak pengemis itu dan menutup pintu. Tidak lama setelah itu, terdengar lagi ketukan di pintu. Perempuan itu dengan cepat membuka pintu. Ternyata yang ditemuinya hanyalah seorang tua miskin yang minta pertolongan. Ia pun menolak wanita itu sambil membanting pintunya. Tidak lama kemudian terdengar pintu diketuk lagi. Kali ini adalah tetangga rumahnya yang ingin meminjam uang untuk keperluan anaknya ke dokter. Perempuan inipun menolaknya dengan alasan uangnya sudah dipakai untuk membeli keperluan menyambut Tuhan. Perempuan itupun tetap menunggu Tuhan. Haripun telah malam, namun belum ada tanda-tanda kehadiran Tuhan. Perempuan tua inipun putus asa dan bertanya-tanya, "Di manakah Tuhan yang telah berjanji mengunjungiku?" Akhirnya ia tertidur dan bermimpi. Tuhan memperlihatkan diri kepadanya dan berkata: "Aku telah mengunjungimu 3 kali dan kau menolak-Ku 3 kali." Ada banyak kesempatan Tuhan datang mengunjungi kita, tetapi karena kita tidak mau direpotkan oleh mereka maka sering kita mengabaikan mereka. Padahal kalau Tuhan tidak mengizinkan mereka datang kepada kita, maka hal itu tidak akan terjadi. Ada sesuatu yang menarik dari diri kita sehingga orang lain seolah-olah terhipnotis dan datang kepada kita. Mungkin mereka hanya ingin bercerita, ingin didengarkan, ingin didoakan, ingin melihat permainan musik kita, ingin mendengar kita bernyanyi atau bercerita. Marilah kita menyadari bahwa banyak orang di sekitar kita yang membutuhkan perhatian dari kita, entah itu anak, suami, istri, kekasih, orang tua atau sahabat. Mereka itu adalah orang-orang yang dikirim Tuhan untuk mendapat kasih dan perhatian dari kita. Sebelum mereka tawar hati kepada kita, marilah kita mulai kembali untuk mengasihi mereka sebagaimana awalnya kasih itu mulai bertumbuh atas mereka. Tuhan Yesus memberkati.DOA:Tuhan Yesus, pagi ini, tambahkanlah kasih-Mu dalam hatiku, agar siapapun yang datang dan membutuhkan pertolongan, sapaan, nasihat, senyuman, cerita dan curahan hati, aku siap untuk menerima mereka. Mereka adalah pribadi-pribadi yang Kau kirim padaku untuk aku pulihkan kekosongan hati mereka melalui kasih dan perhatian. Ampuni aku kalau aku pernah menolak mereka datang karena aku tidak mau disibukkan oleh mereka. Tuhan jadikan hatiku seluas samudera agar mampu menampung dan menerima jiwa-jiwa yang terhilang itu dalam hatiku. Amin. (Dod).
Classy People, bayangkan Anda baru naik ke atas panggung. Semua mata tertuju, tangan mulai dingin, suara bergetar, dan tiba-tiba... pikiran blank karena lagi tampil di hadapan direksi dan pejabat tinggi. Padahal sudah latihan berkali-kali.Agar tidak nervous lagi, cermati Bebas Pusing Episode “Handling Nervous di Depan Audience: Lebih Tinggi” bersama Coach Anda dan dipandu Clasier Puti Adelya only on 103,4 Classy FM!
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 28 September 2025Bacaan: "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahku." (Yohanes 14:15) Renungan: Seorang ibu ketika sedang berjalan-jalan melihat seorang anak gadis cilik yang baru keluar dari gereja sendirian saja. Ketika anak itu lewat di depannya, si ibu itu bertanya kepadanya, "Dari mana nak?" Si anak menjawab, "Dari gereja." Si ibu bertanya lagi sambil tersenyum, "Untuk apa ke sana?" Si anak menjawab, "Berdoa." Karena menyangka bahwa anak itu mungkin sedang mempunyai masalah berat, ibu itu bertanya lagi, "Berdoa untuk keperluan apa sayang?" Lalu si anak menjawab, "Tidak ada keperluan apa-apa. Saya berdoa karena saya mencintai Yesus kok." Apakah kita mencintai Yesus? Kalau kita mencintai Yesus, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berdoa. Kapasitas kecintaan kita pada Yesus dapat diukur saat kita berdoa, beribadah, membaca firman dan memuji Tuhan. Kalau kita selalu ingin cepat-cepat menyelesaikan doa, atau menganggap waktu satu setengah jam ibadah di gereja terlalu lama, maka hanya segitulah cinta kita pada Yesus. Pernahkah kita jatuh cinta pertama kali? Bukankah kita akan merasa bahwa waktu 2 jam itu terlalu cepat untuk kita lalui berdua dengan kekasih kita? Hal itu mau menunjukkan bahwa kita begitu mencintai kekasih kita. Tetapi ketika cinta kita mulai luntur, maka waktu 10 menit terlalu lama untuk kita lalui bersamanya. Mari kita bina lagi hubungan mesra dengan Yesus, agar perlahan-lahan cinta kita pada-Nya bertumbuh kembali. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, aku mohon ampun kalau aku sering ingin cepat-cepat menyelesaikan jam doaku karena ada hal lain yang lebih penting aku lakukan. Aku juga mohon ampun karena aku sering memberikan waktu sisa untukmu dalam jam-jam doaku. Padahal aku sungguh membutuhkan Engkau dalam setiap desahan nafasku. Yesus, bantu aku kembali untuk mengumpulkan sisa-sisa cintaku pada-Mu agar menjadi bertumbuh kembali. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 14 September 2025Bacaan: "Lihat. Aku berdiri di muka pintu dan mengetok, jikalau ada orang yang mendengar suara Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." (Wahyu 3:20)Renungan: Suatu ketika ada seseorang pria yang bermimpi melihat rumahnya dari luar begitu asri. Dinding rumah seperti baru dicat, halaman tampak indah dengan berbagai tanaman yang menghijau. Tetapl alangkah terkejutnya la ketika melihat rumahnya itu dari dalam. Perabotan penuh debu, dan tembok tembok rumah penuh lubang-lubang seperti baru dimakan rayap. Ia bisa melihat keluar orang yang berjalan lalu lalang, debu yang keluar masuk dan caharya matahari yang masuk melalui lubang-lubang itu. Ia menjadi sedih dan bertanya. "Tuhan, kenapa rumahku berlubang-lubang?" Akhirnya la terbangun di tengah malam itu dari tidurnya. Kemudian la berdoa. Dalam doanya. Tuhan mengingatkan dia bahwa selama ini la terlalu sibuk dengan segala rutinitas yang ada. Sibuk dengan jadwal kuliah, belajar, olah raga, ke mall, main game, scroll di media sosial, pesta dan kesibukan lainnya. Hari-hari yang la lalui tidak lagi diawali dengan doa dan bersaat teduh bersama Tuhan. Setelah sibuk beraktifitas sepanjang hari, pulang ke rumah sudah capai dan langsung tidur. Semua tugas diselesaikan dengan baik, hubungan dengan teman terjalin baik. Tetapi, hal yang menyedihkan terjadi di tengah-tengah rutinitas yang ia nikmati, yaitu "rumah doa yang sudah lama ia bangun, sekarang terancam rubuh karena digerogoti oleh rayap-rayap aktivitas. Biasanya ia memulai harinya dengan berdoa dan bersaat teduh dan malam harinya ia doa penyerahan. Tetapi kesibukan telah merampas waktu yang terindah yang ia jalani bersama Tuhan dalam doa dan saat teduh. Malam itu ia berkomitmen untuk menyediakan waktu kembali bersama Yesus. Satu pertanyaan yang harus kita ajukan kepada diri kita sendiri setiap hari, "Sudahkan kita menyediakan waktu bersama Yesus hari ini? Jika belum, maukah kita memulainya? Yesus dengan kerinduan yang mendalam telah menanti kita selama ini di sudut hati kita. Biarkan Dia masuk, untuk berbagi sukacita dan berkat dengan kita. Menyediakan waktu untuk Yesus adalah tindakan nyata untuk mulai merenovasi rumah doa kita yang berlubang-lubang karena rayap-rаyар kesibukan. Tuhan Yesus memberkati.DoaTuhan Yesus yang baik. Engkau begitu setia untuk menemaniku, memberkatiku dan mendengarkan doaku. Terima kasih untuk semua yang sudah Kau berikan padaku. Hari ini aku disadarkan, bahwa kesibukanku telah menyita seluruh waktuku untuk datang pada-Mu. Aku rela memberikan waktuku untuk memuaskan nafsu duniaku. Godaan dan kenikmatan dunia telah memikat dan menyeretku untuk menjauh daripada-Mu. Padahal semua yang ada padaku adalah pemberian dari Mu. Tapi aku selalu membiarkari Engkau menanti dan menanti dengan penuh harap dan kerinduan di sudut hatiku. Yesus, sentuh hatiku dan buka hatiku untuk kehadiranMu. Amin. (Dod).