POPULARITY
Categories
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 21 Juli 2026Bacaan: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41:10) Renungan: Ada seorang pemuda bernama Riko berusia 27 tahun. Pagi-pagi dia scroll instagram melihat teman-teman seangkatannya. Ada yang sudah menjadi manager, menikah, punya anak dan punya rumah. Siang harinya dia mendapat email, lamaran kerjanya ditolak lagi. Ini adalah penolakan yang ke-8 selama satu bulan ini. Malam harinya orang tuanya bertanya: “Kapan kerja? Kapan nikah?” Kemudian dia masuk kamar dan duduk di tempat tidurnya. Kepalanya penuh dan dia menjerit pelan, “Aku gagal. Aku ketinggalan. Aku sendirian.” Diapun takut akan masa depannya dan mulai bimbang dengan keputusan yang akan diambilnya. Ia merasa capek namun pura-pura kuat di depan orangnya. Saat hendak tidur tiba-tiba hatinya tergerak untuk membaca Alkitab. Pada saat ia membuka Alkitab, tanpa disengaja ia membaca Yesaya 41:10. Setelah membacanya ia menjadi tenang dan malam itu ia bisa tidur dengan nyenyak. Pada saat bangsa Israel hidup dalam pembuangan, mereka merasa takut, bimbang dan merasa dibuang oleh Tuhan. Tetapi melalui bacaan di atas Tuhan memberikan kekuatan kepada mereka. Ada 4 janji yang Tuhan nyatakan yaitu, pertama, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau”. Dalam hal ini Tuhan mau mengatakan bahwa apapun masalah yang dialami bangsa Israel saat itu, Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Allah selalu menyertai mereka. Kedua, “Janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu”. Kalimat ini mau menunjukkan kepada bangsa Israel bahwa Allah dekat pada bangsa Israel. Ketiga, “Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau”. Saat mereka lemah, Allah menguatkan. Saat mereka tidak punya harapan, Aku menolong mereka. Keempat, “Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku”. Tuhan mau mengingatkan bahwa tangan kanan-Nya penuh kuasa dan kemenangan. Tuhan tidak pernah berkata, "Hidupmu aman dan tidak ada masalah", tapi Dia berjanji, "Di tengah masalahmu, Aku menyertai, meneguhkan dan memegang engkau." Ketakutan kita dijawab dengan kehadiran Tuhan. Kebimbangan kita dijawab dengan janji Tuhan. Jadi ketika besok bangun pagi dan kecemasan muncul lagi, ingatlah bahwa kita tidak sedang berjuang sendirian. Ada tangan kanan Tuhan yang sedang memegang dan menuntun kita selangkah demi selangkah menuju kemenangan-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hari ini aku mengakui bahwa aku takut dan bimbang akan masa depanku. Tapi hari ini juga firman-Mu berkata, "Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau." Tolong pegang tanganku, Tuhan. Teguhkan hatiku yang lemah. Aku percaya Engkau Allahku dan Engkau tidak pernah meninggalkan aku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Veronika Genua dari Paroki St. Martinus Roworeke di Keuskupan Agung Ende, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 85: 2-4.5-6.7-8; Matius 12: 49-50.TONGKAT KUASA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Tongkat Kuasa Tuhan. Tradisi dalambanyak budaya politik menjadikan tongkat sebagai simbol kekuasaan. Kitamengingat Musa memakai tongkat untuk menampilkan kuasa Allah yang bekerja dalamdirinya untuk memimpin bangsa dan umat Allah. Para raja dan presidennegara-negara juga memakai tongkat dengan makna simbolik kekuasaan yang merekamiliki. Di dalam Gereja, tongkat uskup juga memiliki makna serupa. Tongkat yang terbuat dari bahan entah kayu entah logam sangat melekatdengan kekuasaan atau otoritas orang yang memakainya. Bahkan rotan ataupotongan kayu lurus yang dipakai bapak atau ibu di rumah cukup memberikanpemahaman bahwa jika anak-anak melanggar aturan hukumannya ialah pukulan dengankayu itu. Dalam semua pemandangan dengan tongkat ini, kita dapat mengerti lebihlanjut mengapa Tuhan selalu mengungkapkan di dalam kitab suci kuasa-Nya yangdisimbolkan dengan tongkat. Ia berkata dalam nubuat Mikha dalam bacaan pertama hari ini bahwa Iamenggembalakan umat-Nya dengan tongkat-Nya. Yesus sang gembala yang baik jugamenjalankan tugas penggembalaan itu dengan memakai tongkat imam agung, yanghingga saat ini disimbolkan pada Paus dan para uskup. Dengan tongkat itu,tugas-tugas sebagai pemimpin dan gembala memiliki legitimasi dan kekuatan untukmendapatkan ketaatan atau kepatuhan dari orang-orang yang dipimpin. Tongkat kuasa Tuhan, memiliki fungsi untuk suatu pemurnian dan pembebasanmanusia dari kuasa kegelapan dan dosa. Setan dan penguasa kegelapan ketikaberhadapan dengan kuasa Allah yang dilambangkan dengan tongkat, ia menjadiketakutan. Itu terbukti dalam setiap tindakan Yesus yang selalu hadir melaluikata-kata dan hardikan, yang langsung membuat para setan menjadi takut danmemohon untuk tidak disiksa. Berkat tongkat kuasa Tuhan itu, segala dosa kitadapat dicampakkan ke dalam dasar laut, demikian kata nabi Mikha. Jadi kita mesti memandang tongkat saat ditunjukkan kepada kita apakah dalamposisi dipegang, dijadikan penopang pada saat berdiri, atau saat menunjukkandan menegaskan sesuatu dalam suatu proses pengajaran. Yesus menunjuk dengansegala kuasa yang ada pada-Nya, ketika Ia mengajarkan bahwa para murid danrasul sesungguhnya adalah ibu-Nya, dan saudara-saudara-Nya. Penegasan ituberisi suatu ajaran yang penuh kewibawaan dan prinsip. Ajaran itu ialah bahwamelaksanakan kehendak Allah merupakan tugas utama setiap pengikut Kristus.Tongkat kuasa Yesus itu sampai detik ini berada pada tangan Paus dan Uskup ditempat kita masing-masing. Kita harus mendengar dan mengikuti Bapa Suci danUskup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kesetiaan dan ketaatan kami kepada Gerejasenantiasa kuat dan bertahan, khususnya melalui ketaatan kami kepada Bapa Sucidan Uskup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Pengampunan DosaDiambil dari: Markus 2:9–10 “Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkat tempat tidurmu dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa...”Wonder Kids, hari ini kita belajar sesuatu yang sangat penting tentang Tuhan Yesus. Suatu hari ada seorang lumpuh dibawa kepada Yesus. Orang-orang mungkin berharap Yesus langsung menyembuhkannya. Tetapi Yesus terlebih dahulu berkata, “Dosamu sudah diampuni.” Wah, itu mengejutkan sekali.Mengapa orang-orang menjadi marah? Karena mereka tahu bahwa hanya Allah yang berhak mengampuni dosa. Kalau seseorang berdosa, pada akhirnya dosanya adalah terhadap Allah. Jadi, saat Yesus berkata bahwa dosa orang itu diampuni, Yesus sedang mengatakan sesuatu yang sangat besar tentang diri-Nya.Lalu Yesus melakukan sesuatu yang luar biasa. Supaya orang-orang tahu bahwa perkataan-Nya benar, Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu. Orang itu bangun, mengangkat tempat tidurnya, dan berjalan pulang. Jadi, mujizat itu menjadi tanda bahwa Yesus sungguh mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang kita lebih cepat merasa butuh pertolongan untuk masalah luar, misalnya sakit, takut, sedih, atau susah. Memang Tuhan peduli pada semua itu. Tetapi masalah terbesar kita sebenarnya adalah dosa. Dosa memisahkan kita dari Allah. Karena itu, kabar terbaik bukan hanya bahwa Yesus bisa menolong hidup kita, tetapi bahwa Yesus bisa mengampuni dosa kita.Dan ini juga menunjukkan bahwa Yesus bukan manusia biasa. Kalau Yesus hanya guru yang baik, Dia tidak bisa berkata, “Dosamu sudah diampuni,” lalu membuktikannya dengan kuasa. Tetapi Yesus memang adalah Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, Ia punya hak dan kuasa untuk mengampuni.Wonder Kids, mungkin hari ini kamu ingat dosa-dosamu: berbohong, marah, iri, membantah, atau tidak taat. Jangan hanya merasa sedih. Datanglah kepada Yesus. Yesus sanggup mengampuni dosa orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Dan karena Yesus juga suci dan tidak berdosa, pengampunan yang Dia beri itu sungguh bersih dan penuh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ambil waktu sebentar dan akuilah satu dosa yang paling mengganggumu hari ini kepada Tuhan. Katakan dengan jujur, “Tuhan Yesus, ampunilah dosaku dan bersihkan hatiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkuasa mengampuni dosa. Aku datang kepada-Mu dengan jujur membawa kesalahanku. Ampunilah aku, bersihkan hatiku, dan tolong aku hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya sanggup menolong hidupmu, tetapi juga berkuasa mengampuni dosamu. Tuhan Yesus memberkati.
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Juli 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 21 Juli 2026Pembaca Renungan : Rindang SaulimaMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 319 (Kisah Rasul 1:12-26): Sejak awal pelayanan-Nya, Yesus telah memanggil murid-murid untuk mengikuti Dia, supaya murid-murid ini jugalah yang akan menjadi saksi bagi kematian dan kebangkitan-Nya. Para murid ini dipilih-Nya untuk menyampaikan berita Injil ke seluruh dunia. Perhatikan betapa besar anugerah Allah yang rela memakai alat yang sangat remeh, yaitu para manusia terbatas yang lemah, untuk menyampaikan firman-Nya yang berkuasa. Tetapi inilah yang diinginkan oleh Tuhan kita.
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Roma 15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 6: 1-4.6-8; Mazmur tg 50: 5-6.8-9.16bc.17.21.23; Matius 12: 38-42.KETIDAKSETIAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketidaksetiaan. Ada seorang lelakimendapat tugas dari perusahaan untuk bekerja jauh dari rumah dan di luar kotaselama tiga sampai enam bulan. Selama waktu tersebut ia tidak kembali ke rumahdan keluarganya. Komunikasi dengan sang istri dan anak-anaknya tetap dilakukanmelalui pesan-pesan singkat online dan telepon video. Pada saat ia kembali ke rumah setelah tugas tersebut, hampir semua keadaandi rumah normal dan baik, kecuali dua anjing kesayangannya yang sudah tidakakrab lagi dengannya. Kedua anjing sangat tidak menghiraukannya, meskipun iaingin bermain-main dengan mereka. Anak bungsunya yang berusia delapan tahunberkata kepadanya: "Masalahnya Bapak sudah lama tidak dekat dan bermaindengan mereka, maka mereka menjadi asing dengan Bapak." Banyak faktor di dalam hidup kita yang menjadi penyebab sikap tidak setiadi antara kita, dan salah satunya ialah orang-orang tidak dekat satu sama lain,tidak berkomunikasi, tidak ada berita dan tidak ada jalinan perhatian di antaramereka. Hal ini juga terjadi antara manusia dengan Tuhan Allah. Ada sejarahpanjang dan banyak tentang manusia yang tidak setia dengan Tuhan yang berakibatpada hukuman dijatuhkan kepada mereka yang tidak setia. Tuhan Yesus diutus Bapake dalam dunia untuk mengembalikan mereka kepada kesetiaan dan iman yang benar.Umat beriman, dan khususnya Israel diharapkan sebagai yang pertama memperbaikihubungan yang telah rusak ini. Tetapi mereka malah tidak mau mengenal dan mengakui Yesus. Mereka memintatanda-tanda yang menurut mereka harus membuat mereka percaya. Ini yang membuatYesus melawan mereka dengan tegas. Mereka dengan terang-terangan melawan Tuhandengan menolak dan tidak mengakui bahwa Yesus adalah wujud Allah sendiri yangmereka percaya. Ini adalah dosa ketidaksetiaan yang amat besar. Mereka lebihmemilih materi, uang, posisi, kenikmatan daging, status sosial, ketenaran, laluTuhan dilupakan. Menurut Yesus sendiri, dosa ini adalah dosa melawan Roh Kudus,dan tidak dapat diampuni. Godaan untuk menyangkal Tuhan dengan menjadikannya bukan utama danprioritas di dalam hidup kita sungguh sangat besar. Pada umumnya ada tigagodaan besar yang mengancam kita setiap saat dan di mana saja, yaitu harta,kekuasaan dan nafsu kedagingan. Nubuatnabi Mikha mengatakan bahwa kita perlu tulus tentang diri kita: apakah kitadapat mengalahkan godaan itu atau sebaliknya kita yang selalu dikalahkanolehnya, karena dunia di sekeliling kita menjadi saksinya. Kalau kita tetapbersama Tuhan dan memberikan diri untuk dibimbing Roh Kudus, kita yangmengalahkan godaan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan maha kuasa, semoga Roh-Mu membantu kami untuksenantiasa setia di jalan Putra-Mu Yesus Kristus, dan jauhkanlah kami darisegala godaan yang menyebabkan kami semakin jauh dari jalan-Mu. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Juli 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 20 Juli 2026Pembaca Renungan : Inri RahanraMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah dan Pengampunan DosaDiambil dari: Mazmur 130:3–4 “Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.”Wonder Kids, pernahkah kamu melakukan kesalahan lalu merasa takut? Mungkin kamu berbohong, membantah, marah, atau berbuat nakal. Setelah itu, hati kita jadi tidak tenang. Kita tahu kita sudah berbuat salah.Renungan hari ini mengingatkan kita bahwa dosa itu serius. Dosa bukan hanya soal melanggar aturan orang tua atau guru. Dosa adalah melawan Tuhan yang sudah menciptakan kita dan mengasihi kita. Karena itu, kalau Tuhan menghitung semua dosa kita satu per satu, tidak ada satu pun dari kita yang bisa berkata, “Aku pasti aman.” Semua orang berdosa di hadapan Tuhan.Tetapi syukur kepada Tuhan, firman-Nya tidak berhenti sampai di situ. Mazmur 130 berkata, “Tetapi pada-Mu ada pengampunan.” Wah, indah sekali ya. Artinya, Tuhan bukan hanya Allah yang suci dan benar, tetapi juga Allah yang mau mengampuni orang berdosa yang datang kepada-Nya.Tentu, pengampunan itu bukan berarti dosa kita dianggap sepele. Dosa tetap jahat. Dosa tetap menyedihkan hati Tuhan. Tetapi Tuhan, dalam kasih-Nya, menyediakan jalan pengampunan bagi kita. Dan jalan itu ada di dalam Yesus. Karena Yesus mati menanggung dosa kita, kita bisa datang kepada Tuhan dan memohon ampun.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang saat kita berbuat salah, kita bisa ingin bersembunyi. Kita takut dimarahi. Kita malu. Tetapi Tuhan mau kita datang kepada-Nya dengan jujur. Mengaku dosa bukan berarti kita kalah. Mengaku dosa berarti kita percaya bahwa Tuhan itu benar dan Tuhan itu penuh belas kasihan.Kalau kamu hari ini merasa bersalah karena sesuatu, jangan simpan terus di hatimu. Bawalah itu kepada Tuhan. Katakan dengan jujur apa dosamu, lalu mintalah Tuhan mengampunimu. Tuhan senang pada hati yang mau bertobat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba pikirkan apakah ada dosa yang perlu kamu akui kepada Tuhan hari ini. Lalu berdoalah dengan jujur dan mintalah pengampunan-Nya. Kalau perlu, mintalah maaf juga kepada orang yang kamu sakiti.Mari kita berdoa: Tuhan, aku datang kepada-Mu dengan jujur. Aku tahu aku sering berdosa. Terima kasih karena pada-Mu ada pengampunan. Tolong aku untuk berani mengaku dosa, bertobat dengan sungguh-sungguh, dan hidup menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan itu suci, tetapi juga penuh pengampunan bagi anak yang datang kepada-Nya dengan hati yang bertobat. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Profil YesusDiambil dari: Yesaya 41:4 “Siapakah yang mengerjakan dan melakukan semuanya ini? Dia yang memanggil generasi-generasi sejak dari mulanya! Aku, TUHAN, adalah yang terdahulu dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.”Wonder Kids, kalau polisi sedang mencari seorang penjahat, mereka sering membuat gambaran tentang orang itu dari banyak petunjuk. Mereka melihat ciri-ciri, kebiasaan, dan hal-hal lain yang bisa menunjukkan siapa orang itu sebenarnya. Dari petunjuk-petunjuk itu, mereka menyusun “profil” orang yang sedang dicari.Nah, hari ini kita belajar sesuatu yang mirip. Waktu kita membaca Alkitab, kita juga bisa melihat “profil” tentang Allah. Alkitab menunjukkan bahwa Allah itu kekal, berkuasa, kudus, penuh kasih, tidak berubah, dan layak disembah. Lalu pertanyaannya: apakah Yesus cocok dengan profil itu?Jawabannya sangat menarik. Saat kita melihat hidup Yesus, kita menemukan bahwa Yesus menunjukkan banyak hal yang hanya cocok dengan Allah. Yesus berkuasa atas penyakit, atas roh jahat, atas alam, bahkan atas kematian. Yesus mengampuni dosa. Yesus menerima penyembahan. Yesus juga menunjukkan kasih, kekudusan, dan kebenaran yang sempurna. Jadi, semakin kita melihat “profil” tentang Allah dalam Alkitab, semakin kita melihat bahwa Yesus benar-benar cocok dengan gambaran itu.Ini berarti Yesus bukan sekadar guru yang hebat atau nabi yang istimewa. Yesus menunjukkan sifat-sifat yang hanya layak dimiliki Allah. Tentu, kita tidak bisa mengerti semua kebesaran Tuhan dengan sempurna. Tetapi Alkitab memberi cukup banyak petunjuk supaya kita mengenal bahwa Yesus sungguh adalah Anak Allah dan Tuhan yang sejati.Wonder Kids, kadang-kadang orang ingin memikirkan Yesus terlalu kecil. Mereka berkata, “Yesus itu orang baik saja,” atau “Yesus cuma guru.” Tetapi kalau kita sungguh memperhatikan semua bukti tentang hidup-Nya, perkataan-Nya, dan karya-Nya, kita tidak bisa berhenti pada jawaban sekecil itu. Yesus jauh lebih besar.Renungan ini juga mengajak kita untuk lebih sungguh-sungguh mengenal Yesus. Semakin kita membaca Alkitab, semakin kita melihat bahwa Yesus cocok dengan semua yang Allah nyatakan tentang diri-Nya. Dan itu membuat kita makin yakin bahwa percaya kepada Yesus bukanlah kesalahan, melainkan jawaban yang benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Bacalah satu kisah tentang Yesus hari ini, lalu tanyakan pada dirimu, “Apa yang kisah ini tunjukkan tentang siapa Yesus sebenarnya?”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui firman-Mu aku bisa makin mengenal siapa Engkau sebenarnya. Tolong aku supaya tidak memandang Engkau terlalu kecil, tetapi sungguh percaya bahwa Engkaulah Tuhan yang mulia dan layak diikuti. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: semakin kamu melihat siapa Allah itu dalam Alkitab, semakin kamu akan melihat bahwa Yesus sungguh cocok dengan gambaran itu. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Eduardus Bala, Yuliana dan Wiliam Aleksander Nopan dari Paroki Santo Arnoldus Jansen Tanjung Isui di Keuskupan Agung Samarinda, Indonesia. Kebijaksanaan 12: 13.16-19; Mazmur tg 86: 5-6.9-10.15-16a; Roma 8: 26-27; Matius 13: 24-30.MUSUH MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-16 ini ialah: Musuh MemberikanKita Kesempatan. Seorang siswa SMA mendapatkan pujian dan hadiah dari orangtuanya karena mendapatkan nilai-nilai rapor yang bagus. Padahal semua di dalamkeluarga masih mengingat, bahwa nilai prestasinya di waktu permulaan sekolahjauh dari harapan. Ia bahkan memiliki sejumlah nilai merah. Mengapa ia berubah begitu cepat dengan prestasinya itu setelah naik kelasdua dan kelas tiga? Apakah ia bermain curang pada waktu ujian demi mendapatkannilai-nilai yang memuaskan? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan umum yang selaluditujukan kepadanya. Kepada semua yang bertanya, siswa tersebut menjawab dengansangat bijaksana, katanya: "Setiap temanku mendapat nilai lebih baik daripada aku, aku selalu tertantang untuk menjadi seperti dia, bahkan harusmelebihi dia." Ia tetap mengikuti prinsip itu selama belajar di SMA. Pengalaman si remaja itu merupakan sebuah contoh kompetisi yang sehat. Adajuga kompetisi atau perlawanan yang tidak sehat, yang melalui cara yang tidakbaik dan dengan tujuan yang tidak baik pula. Di dalam setiap kompetisi,masing-masing pihak yang bersaing menganggap lawannya sebagai musuh. Ada musuhyang menjadi teman persaingan atau perjuangan, sehingga kita dapat dibantuuntuk meraih kemajuan dan kesuksesan. Musuh dalam kualitas seperti ini adalahmusuh yang baik, yang memberikan kita kesempatan untuk menjadi lebih baik. Tetapi ada musuh yang menjadi lawan mematikan, yang karena didasari olehkebencian, marah dan iri hati, sehingga kita tidak mendapatkan bantuan untukmaju, tetapi sebaliknya kerugian dan bahkan kebinasaan. Secara kodrati danmengikuti akal sehat, kita ingin memiliki musuh yang baik. Tuhan sendiritermasuk dalam kategori musuh kita yang baik. Kita adalah orang-orang yangberdosa. Setiap menyadari diri sebagai orang berdosa, kita harus dapat melihatTuhan sebagai musuh kita yang baik, yang sabar terhadap kita dan menyediakansegala kesempatan supaya kita dapat bertobat dan kembali kepada-Nya. Perumpamaan tentang hidup berdampingan antara penabur benih dan musuhnyayaitu penabur lalang, kemudian antara benih yang tumbuh bersama dengan musuhnyalalang, sangat jelas mengajarkan kita tentang peran musuh yang membantu kita didalam hidup ini. Anggota keluarga sendiri, teman atau orang yang tidak kitakenal dapat menjadi musuh-musuh kita yang baik. Bahkan jika kita memang tidakdapat menghindari adanya musuh yang tidak baik atau yang mematikan, inimerupakan juga pengalaman Tuhan Yesus sendiri dan para martir yang sudahmendahului kita. Musuh yang demikian membuka kesempatan bagi kita untuk meminumpiala penderitaan seperti Yesus Kristus. Dalam hal ini, kita sepantasnyabersyukur dan mendoakan musuh-musuh kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami sehingga kami dapat hidup dalamkebenaran dan kebijaksanaan-Mu. Semoga kami menjadi sesama yang baik bagiorang-orang di sekitar kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Juli 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 19 Juli 2026Pembaca Renungan : Inri RahanraMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 18 Juli 2026Bacaan: “Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Markus 5:28)Renungan: Bethany Hamilton adalah seorang atlet selancar profesional. Pada usia 13 tahun, lengannya digigit hiu saat latihan di Hawaii. Dia hampir mati kehabisan darah. Dokter mengatakan karir selancarnya selesai. Banyak orang merasa kasihan dan berkata, "Sudahlah, berhenti saja." Tapi empat minggu kemudian dia sudah kembali ke papan selancarnya dengan 1 tangan. Waktu ditanya apa yang menguatkan dia, dia menjawab, "Saya tidak berdoa minta lengan saya kembali. Saya berdoa minta Tuhan pakai hidup saya. Asal saya bisa dekat dengan Dia, itu cukup." Pada akhirnya dia pun meraih juara dunia, punya keluarga, dan jadi kesaksian bahwa Tuhan sanggup memakai kekurangan menjadi kekuatan. Dia "menjamah jubah Yesus" di tengah luka, dan Tuhan beri dia kekuatan baru. Bacaan di atas mengisahkan tentang seorang perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan. Bayangkan: 12 tahun sakit, uang habis untuk biaya pengobatan, tetapi tidak sembuh, malah semakin parah. Secara agama dia najis. Tidak boleh memegang orang, hidupnya sendirian, malu dan putus asa. Tapi ketika dia mendengar tentang Yesus, muncullah iman di hatinya dengan berkata, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Ketika ia berhasil menjamah jubah Yesus, saat itu juga pendarahannya berhenti. Yesus berkata, "Imanmu telah menyelamatkan engkau." Yesus tidak hanya menyembuhkan tubuhnya, tapi juga memulihkan identitasnya. Sebagai pengikut Yesus, saat kita punya masalah kita sering meminta pertolongan ke dukun, orang pintar, curhat di medsos, curhat ke semua orang, cari motivasi. Tapi lupa datang dan menjamah Yesus. Yesus hari ini masih berjalan di tengah keramaian hidup kita. Dia tidak sibuk. Dia berhenti untuk satu orang yang beriman. Pertanyaannya: Maukah kita punya iman seperti perempuan itu? "Tuhan, aku tidak tahu jalan keluarnya. Tapi asal aku bisa dekat dengan-Mu, aku percaya Engkau sanggup menolong aku." Jangan tunggu kuat dulu baru datang kepada Tuhan. Datanglah dalam kelemahan. Karena di sanalah kuasa-Nya menjadi sempurna. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku datang seperti perempuan itu hari ini. Dengan iman kecil, dengan hati lelah, asal aku jamah Engkau saja, aku percaya ada kesembuhan. Jamah lukaku. Jamah kekuatiranku. Jamah hidupku. Aku tidak mau lari ke tempat lain lagi. Aku mau dekat dengan-Mu. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pembohong, Gila, atau Tuhan? Diambil dari: Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”Wonder Kids, ada seorang penulis Kristen bernama C.S. Lewis yang pernah menjelaskan sesuatu yang sangat penting tentang Yesus. Ia berkata kira-kira begini: kalau Yesus berkata bahwa Dia adalah Anak Allah, maka hanya ada beberapa kemungkinan. Bisa saja Yesus berbohong. Bisa saja Yesus gila. Atau, memang Yesus benar-benar adalah Tuhan.Mari kita pikirkan bersama. Apakah Yesus berbohong? Tidak. Orang yang berbohong biasanya ingin mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Tetapi Yesus justru hidup dalam kasih, kebenaran, dan pengorbanan. Ia tidak memakai orang lain untuk kepentingan-Nya sendiri. Ia malah rela menderita dan mati di kayu salib. Itu bukan hidup seorang pembohong.Lalu, apakah Yesus gila? Juga tidak. Yesus berbicara dengan hikmat yang luar biasa. Ia tenang, penuh kasih, tahu apa yang Ia lakukan, dan mengerti hati manusia. Hidup-Nya tidak kacau. Justru hidup Yesus sangat benar, indah, dan penuh kuasa. Itu bukan tanda orang yang kehilangan akal.Kalau begitu, tinggal satu jawaban yang paling masuk akal: Yesus berkata benar. Yesus memang adalah Tuhan. Yesus bukan hanya guru yang baik. Yesus bukan cuma orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang ingin membuat Yesus terasa “aman,” misalnya hanya menyebut-Nya guru yang bijaksana atau orang baik. Tetapi Yesus tidak memberi kita pilihan itu. Kalau kita sungguh mendengar perkataan-Nya, kita harus mengambil keputusan: apakah kita menolak-Nya, atau percaya kepada-Nya sebagai Tuhan?Firman Tuhan dalam Roma 10:9 berkata bahwa kalau kita mengaku Yesus adalah Tuhan dan percaya bahwa Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kita akan diselamatkan. Jadi, yang Tuhan mau bukan hanya kita kagum kepada Yesus, tetapi sungguh percaya kepada-Nya dengan hati dan mulut kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau bukan pembohong atau orang gila. Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkata benar tentang diri-Mu. Terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku dan berani mengaku bahwa Engkaulah Tuhanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan pembohong atau orang gila, tetapi Tuhan yang sejati dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Juli 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 18 Juli 2026Pembaca Renungan : Benny PosposMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 2: 1-5; Mazmur tg 10: 1-2.3-4.7-8.14; Matius 12: 14-21.TUHAN SEDANG TIDAK BERSEMBUNYI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Sedang Tidak Bersembunyi.Tahun ajaran untuk sekolah-sekolah sampai tingkat menengah baru saja dimulaidalam minggu ini. Pada umumnya kegiatan belajar-mengajar berlangsung di tengahmusim panas dan kering yang dapat memberi dampak kurang baik dalam kegiatan paramurid dan guru di sekolah. Hawa yang panas mereka rasakan baik di dalam ruangankelas maupun di luar dan terlebih-lebih saat mereka bermain di lapangan. Di desa-desa pelosok, para murid berjalan kaki setiap hari dari rumah dansekolah. Mereka ditimpah panas terik dan bermandi debu di sepanjang jalan. Tidakjarang mereka sakit karena cuaca yang panas dan kering itu. Ada seorang siswaSMP menulis di halaman media sosialnya, berupa tantangan yang ditujukan kepadaTuhan. Ia berkata begini: "Ini adalah ancaman yang serius terhadapkehidupan. Tuhan sepertinya sedang sembunyi dan tidak berada di dekat kitauntuk menolong kita." Ungkapan hati siswa ini mewakili perasaan susah, kuatir, kurang sabar danpesimis banyak orang di dalam dunia saat ini. Perasaan-perasaan ini merupakansesuatu yang wajar bagi kita manusia dan tidak ada salahnya kalau kitamenyampaikan keluhan atau desakan kepada Tuhan untuk membantu kita. Peristiwayang dikisahkan di dalam Injil tentang Yesus meredakan angin topan dangelombang ganas yang hampir membinasakan para murid-Nya, sangat jelasmemberikan kita keyakinan bahwa Tuhan tidak diam atau bersembunyi. Injil kita pada hari ini juga menggambarkan bagaimana Yesus memilihmenghindar dan bersembunyi, pada saat ancaman musuh dan kejahatan ada di depanmata. Ada persekongkolan yang merancang kejahatan atas diri Yesus dan seluruhkarya-Nya, tetapi Yesus menyingkirkan diri. Jika seorang pimpinan atau kepalamemilih untuk meninggalkan tanggung jawabnya, maka kita dapat memahaminya bahwapekerjaan, perjuangan atau tugasnya gagal. Sekiranya hidup kita di dunia ini hanya memusatkan perhatian kepadakekerasan, kejahatan dan ancaman musuh, kita adalah makhluk yang hidup dalamketakutan dan dunia ini adalah seperti rimba raya yang mengerikan. Tuhan memangdipandang atau dipahami berdiam dan bersembunyi, tetapi Ia sesungguhnya berdiamdi dalam hati kita. Ia mengisi ruang-ruang pemahaman dan keyakinan iman kita.Ia bekerja sebagai Roh Kudus yang tak kelihatan, tetapi menyediakan segalasesuatu baik sebagai kata maupun tindakan, sehingga kita menjadi mampu untukmenghadapi musuh-musuh. Hidup kita sebenarnya tetap berpusat pada kerajaan Allah dan jalan yangkita lalui ialah jalan Yesus Kristus. Jika sampai detik ini kita dapatmenikmati hidup di tengah suasana yang tidak baik dengan suatu cara penyesuaiandiri untuk kenyataan hidup yang baru, ini merupakan jalan yang diberikan Tuhankepada kita. Ia sesungguhnya berada bersama kita dan membimbing hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, di dalam tanganmu kami menaruh segala harapan dannasib hidup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 17 Juli 2026Bacaan: Lalu kata Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" (Markus 10:51)Renungan: Helen Keller kehilangan penglihatan dan pendengaran sejak umur 19 bulan karena sakit. Dunianya gelap dan sunyi. Dia sering marah, memukul, dan merasa terkurung. Sampai datang seorang guru bernama Anne Sullivan. Hari yang mengubah hidup Helen adalah saat gurunya menaruh tangan Helen di bawah air mengalir sambil mengeja kata "w-a-t-e-r" di telapak tangannya. Saat itu Helen sadar bahwa segala sesuatu punya nama. Dia sadar ada dunia di luar kegelapannya. Helen kemudian berkata: “Saya lebih suka menjadi buta dan melihat dunia dengan hati, daripada punya dua mata tapi buta terhadap tujuan hidup.” Dari seorang yang "buta", Tuhan pakai dia jadi penulis, pembicara, dan menginspirasi jutaan orang. Bartimeus adalah seorang pengemis buta yang duduk di pinggir jalan Yerikho. Waktu ia mendengar Yesus lewat, dia berteriak minta tolong. Orang-orang menyuruhnya diam, tapi dia makin keras berteriak: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Yesus pun berhenti dan bertanya, "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Perhatikanlah dua hal: Pertama Yesus berhenti. Dia peduli pada satu orang yang berseru. Kedua, Yesus bertanya. Dia tahu apa yang diharapkan Bartimeus tetapi Dia mau Bartimeus jujur dan spesifik minta kepada-Nya. Bartimeus menjawab dengan jelas, "Supaya aku dapat melihat!" Dia tidak minta uang. Dia minta sumber dari segala berkat yaitu penglihatan. Dan seketika itu juga Bartimeus melihat, lalu mengikut Yesus. Kita juga sering "buta" seperti Bartimeus. Buta arah. Bingung tentang masa depan, kerja dan jodoh. Kita tidak tahu harus melangkah ke mana. Buta iman. Kita sudah lama berdoa tetapi belum dijawab. Akhirnya kita jadi tawar hati dan berhenti berharap. Buta akan kasih Tuhan. Kita mengalami luka hati dan kecewa menutupi mata kita, sehingga tidak bisa melihat Tuhan yang sedang bekerja memulihkan kita. Yesus hari ini masih bertanya hal yang sama kepada kita, "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Dia tidak mau jawaban umum seperti "berkati aku Tuhan". Dia mau kita jujur, "Tuhan, pulihkan hubunganku dengan anakku", "Tuhan, berikan aku pekerjaan", "Tuhan, sembuhkan lukaku", "Tuhan, supaya aku dapat melihat rencana-Mu". Kita diharapkan jangan diam karena takut atau malu. Berserulah karena Yesus yang sama yang menyembuhkan Bartimeus, juga mau menyembuhkan kita hari ini. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seperti Bartimeus aku berseru kepada-Mu hari ini, "Rabuni, supaya aku dapat melihat". Perlihatkan aku jalan-Mu, perlihatkan aku kasih-Mu, dan perlihatkan aku mujizat-Mu. Ampunilah aku yang sering menyerah dan diam karena tawar hati. Aku percaya Engkau mendengar dan sanggup memulihkan hidupku. Amin. (Dod).
Ibu Monika Kusnandar (TB) Kisah Para Rasul 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
Cyklisté se mohou projet po nově zpevněném desetikilometrovém úseku z Kostelce nad Labem do Tuhaně. Kraj chce celou Labskou cyklostezku dostavět do roku 2028.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theresia Keneka Muli dan Mateus Nong Mus dari Paroki Harapan Indah Bekasi, Gereja Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Jakarta. Yesaya 38: 1-6.21-22.7-8; Mazmur tg: Yes 38: 10.11.12abc.16; Matius 12: 1-8.ANTARA BELAS KASIH DAN PERSEMBAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Antara Belas Kasih dan Persembahan.Ada banyak umat Katolik sudah tidak lagi melakukan pengakuan dosa. Hal initerwakili oleh seorang pemuda yang berbicara dengan pastor parokinya, bahwa iasendiri dan teman-teman tidak menganggap penting untuk melakukan pengakuan dosakepada seorang imam Katolik. Pemuda itu memberikan alasannya, bahwa pengakuandosa langsung kepada Tuhan sudah cukup dan terjamin aman. Pengakuan dosamelalui imam justru tidak masuk di akalnya. Pengakuan dosa merupakan suatu perbuatan yang bukan sekedar berdoa kepadaTuhan untuk menyampaikan dosa-dosa dan meminta pengampunan, tetapi yang menjadiintinya ialah terjadi rekonsiliasi dan pertobatan. Doa mohon pengampunan itubukan sebuah sakramen tobat. Doa ini sama dengan semua jenis persembahan yangkita lakukan, yaitu memberikan sesuatu sebagai bukti iman dan kasih kita kepadaTuhan. Ini sama dengan memberikan sesuatu kepada orang yang kita kasihi untukmenghormati dan menyenangkannya. Persembahan itu semata-mata perbuatan manusia, maka sangat bergantung padakehendak bebas, pilihan atau selera masing-masing orang. Sering persembahan itudiatur atau dilembagakan demi memenuhi keinginan pihak penguasa atau parapemimpin, maka dibuatlah aturannya. Ada jumlah yang mesti dipenuhi, misalnyaderma harus sepersepuluh dari penghasilan. Korban bakaran dan sembelihan harusberjumlah sekian dan kondisi hewan persembahan itu cacat atau tidak dansebagainya. Tuhan Yesus Kristus menggantikan semuanya itu dengan persembahan diri-Nyasendiri. Yang dibuat oleh Tuhan ini adalah perbuatan Tuhan bagi kita manusia,yang bukan sebagai persembahan tetapi sebagai belas kasih. Tuhan mengasihi kitadengan mengorbankan diri-Nya. Bapa Allah berbelas kasih dan sangat menyayangikita manusia maka Ia memberikan Anak-Nya sendiri bagi kita. Perbuatan Yesusdalam berbelas kasih ialah menolong dan menyelamatkan kita manusia dari segalabentuk perbudakan dosa, kejahatan dan kematian. Belas kasih dari Tuhan dan kewajiban kita untuk melakukannya, merupakansebuah ibadat yang melebihi hari sabat dan persembahan lainnya ketika nasibhidup manusia sangat menuntut untuk diperhatikan. Inilah yang ingin Yesusperbaiki, ketika belas kasih diremehkan atau bahkan ditiadakan, sementarapersembahan dan hari sabat dipatuhi secara berlebihan. Bagi kita umat beriman,persembahan dan ibadat tidak perlu dihilangkan dari hidup kita, artinya kitatetap memerlukannya. Tetapi pada saat belas kasih itu diperlukan, kita tidakboleh menggantikannya dengan sekedar mempersembahkan doa-doa kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Kuatkanlah dan penuhilah kami dengan kuasa-Mu ya Allah,supaya kami dapat memberikan yang sesungguhnya sebagai belas kasih dan sebagai persembahan di dalam penghayatan iman kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Tidak semua yang berseru, “Tuhan, Tuhan,” akan masuk Surga, tetapi mereka yang melakukan kehendak Bapa.Lalu apa itu kehendak Bapa?Bukan sekadar perbuatan baik, tetapi hidup yang taat, percaya, dan selaras dengan hati-Nya.Simak obrolannya yang asyik bersama narasumber kita yang luar biasa Ps. Agus Rianto hanya di OASIS (Obrolan Asyik Seputar Injil Surgawi).
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Juli 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 17 Juli 2026Pembaca Renungan : Gracia DaniellaMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Sang Penghipnotis? Diambil dari: Yohanes 2:11 “Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba menjelaskan mujizat Yesus dengan cara yang aneh. Mereka berkata, “Mungkin Yesus hanya menghipnotis orang.” Maksudnya, mereka berpikir bahwa Yesus sebenarnya tidak sungguh melakukan mujizat, tetapi hanya membuat orang-orang melihat atau merasakan sesuatu yang tidak benar-benar terjadi.Tetapi kalau kita membaca Alkitab dengan teliti, penjelasan itu tidak cocok. Dalam Yohanes 2, Yesus mengubah air menjadi anggur pada pesta pernikahan di Kana. Itu bukan mujizat yang terjadi hanya di dalam pikiran satu orang. Banyak orang terlibat di sana. Para pelayan tahu bahwa tempayan itu diisi air. Lalu air itu dibawa kepada pemimpin pesta, dan ia benar-benar mencicipinya sebagai anggur yang baik. Jadi ini bukan sekadar perasaan atau bayangan di kepala seseorang.Selain itu, banyak mujizat Yesus juga terjadi di depan banyak orang. Yesus menyembuhkan orang lumpuh, orang buta, orang tuli, bahkan membangkitkan orang mati. Sulit sekali menjelaskan semua itu hanya dengan hipnotis. Apalagi Yesus juga melakukan mujizat atas alam, seperti meredakan badai. Angin dan ombak tidak bisa dihipnotis.Wonder Kids, renungan hari ini mengingatkan kita bahwa kuasa Yesus itu nyata. Yesus tidak memakai tipu daya. Yesus tidak menipu orang supaya kelihatan hebat. Yesus melakukan tanda-tanda yang benar-benar menunjukkan kemuliaan-Nya. Mujizat-mujizat itu menolong orang melihat bahwa Yesus adalah Anak Allah yang datang dari Bapa.Tetapi yang paling penting bukan hanya kagum kepada mujizat-Nya. Yohanes 2:11 berkata bahwa lewat tanda itu, Yesus menyatakan kemuliaan-Nya dan murid-murid percaya kepada-Nya. Jadi tujuan mujizat Yesus adalah supaya orang mengenal siapa Dia sebenarnya dan percaya kepada-Nya.Kadang-kadang kita juga bisa tergoda untuk hanya mencari hal-hal yang luar biasa. Kita ingin sesuatu yang mengagetkan atau menakjubkan. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau kita melihat kemuliaan Yesus dan sungguh percaya kepada-Nya, entah saat kita melihat hal yang besar maupun saat kita belajar firman-Nya setiap hari.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya bahwa kuasa-Mu nyata. Tolong aku bukan hanya kagum kepada-Mu, tetapi sungguh percaya dan mengasihi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak memakai tipu daya, tetapi menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Mu dengan nyata. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dan melihat bahwa Engkaulah Anak Allah yang mulia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mujizat Yesus bukan tipuan, tetapi tanda yang nyata bahwa Yesus adalah Tuhan yang penuh kuasa dan kemuliaan. Tuhan Yesus memberkati.
Pembawa Renungan : RP. Petrus Santoso, SCJ MacauMat 11:28-30.
Pdt. Ellya Makarawung (TB) 1 Samuel 15:22Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 16 Juli 2026Bacaan: "Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Lukas 5:4)Renungan: Waktu kecil Thomas Alfa Edison pernah dikeluarkan dari sekolah karena dianggap "terlalu bodoh". Gurunya berkata dia tidak bisa belajar. Waktu meneliti bola lampu, dia gagal ribuan kali. Wartawan bertanya: "Pak, bagaimana rasanya gagal ribuan kali?" Edison jawab: "Saya tidak gagal ribuan kali. Saya hanya menemukan ribuan cara yang tidak berhasil." Dia "bertolak ke tempat yang dalam" - terus mencoba walau semua orang berkata mustahil. Dari kegagalan itu lahirlah lampu pijar yang sampai hari ini menerangi dunia. Yang orang lihat gelap, tapi dia taat "menebar jala" terus, sampai akhirnya terang itu datang. Waktu itu Petrus sudah semalaman mencari ikan hasilnya mengecewakan. Ia capai, malu dan mau menyerah. Tetapi Yesus datang dan berkata, "Bertolaklah ke tempat yang dalam". Bertolak artinya bergerak. Jangan diam dalam kekecewaan. Tetap taat walau tidak masuk akal. Ke tempat yang dalam artinya menuju ke tempat yang berisiko, yang mungkin mustahil menurut manusia. Di sanalah mujizat akan terjadi. Tebarkanlah jalamu, artinya lakukan bagian kita dengan usaha dan iman, maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya juga. Yesus tidak menyuruh Petrus kerja lebih keras. Dia menyuruh Petrus taat di tempat yang benar bersama Dia. Kita sering seperti Petrus yang "semalaman tidak mendapat apa-apa." Dalam pelayanan kita sudah mewartakan Injil dan mendoakan orang, tapi tidak ada yang berubah. Akhirnya godaan datang yaitu perkataan, "Sudahlah, capek." Di dalam keluarga kita sudah menasihati anak, sudah berdoa untuk pasangan, tapi ternyata situasinya sama tidak berubah. Maka godaan adalah perkataan, "Percuma." Di dalam kehidupan ini kita sudah mengirim lamaran, sudah berusaha, tapi pintu berkat tetap tertutup. Akhirnya kecewa dan godaannya adalah kata-kata pasrah karena kecewa, "Mungkin bukan jalanku." Yesus hari ini berkata kepada kita juga, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Mungkin "tempat yang dalam" itu adalah: tetap mengasihi musuh, tetap jujur walau rugi, tetap memuji walau hati sakit, tetap percaya walau doa belum dijawab. Di tempat dangkal kita hanya dapat ikan kecil. Tapi di kedalaman bersama Yesus, ada berkat yang bisa "mengoyakkan jala". Jangan berhenti sebelum Yesus berkata berhenti. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku sering menyerah terlalu cepat. Hari ini aku mendengar suara-Mu, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Berikan aku keberanian untuk taat, bahkan saat tidak mengerti. Tolonglah aku agar mau menebar jala lagi bersama-Mu. Aku percaya Engkau sanggup mengubah kegagalanku menjadi kesuksesan. Amin. (Dod).
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Juli 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 16 Juli 2026Pembaca Renungan : Gracia DaniellaMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.
Tuhan memberikan modal yang sama kepada seluruh anak-anak Yakub. Dari anak istri yang sah sampai kepada budak wanita, mereka menerima janji dan nubuat masing-masing. Tuhan memberikan modal yang sama juga kepada keturunan anak-anak Israel ini. Pembebasan dari perbudakan, tuntunan dalam perjalanan, bahkan bagian tempat untuk setiap suku sesuai jumlah mereka. Namun keadilan-Nya juga membuat bangsa ini kemudian terusir dari tanah yang Tuhan berikan, karena ketidaktaatan dan kejahatan mereka; sama seperti bangsa-bangsa yang dihalau Tuhan dari tanah yang dikehendaki-Nya karena kekejian mereka.Tuhan juga telah memberikan modal yang sama untuk kita semua. Pembebasan dari dosa, tuntunan Roh Kudus-Nya, bahkan janji penjemputan bagi yang menantikan-Nya. Apakah kita mau merespon dengan benar setiap berkat dan janji yang Tuhan berikan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 12 Juli 2026.Kirim pesan
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yesaya 26: 7-9.12.16-19; Mazmur tg 102: 13-14ab.15.16-18.19-21; Matius 11: 28-30.MENGENALI TUHAN DENGAN NAMA-NYA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengenali Tuhan Dengan Nama-Nya.Ada seorang bocah berusia sepuluh tahun bernama Bastian, menulis surat kepadaTuhan. Ia sudah banyak kali berdoa dengan lisan untuk menanyakan apa sebenarnyanama Tuhan, seperti dirinya yang bernama Bastian. Karena tidak menemukanjawaban, maka ia menulis surat itu. Isi surat itu adalah seperti ini:"Tuhan Allah, seperti Putra-Mu yang bernama Yesus Kristus, sebenarnyaTuhan sendiri bernama apa?" Ia menaruh surat itu di kaki salib di dalamgereja. Pastor paroki menemukan surat itu pada suatu pagi. Diambilnya surat itu dania menulis di bawah tulisan Bastian, bunyinya ialah: "Nama Tuhan Allahialah 'AKU'. Ini memang bukan jawaban langsung dari Tuhan, tetapi pastor parokimemberikan jawaban yang sesungguhnya, seperti yang dikatakan di dalam kitabKejadian. Kemudian pada saat Bastian dan keluarganya datang ke gereja, si bocahmengambil suratnya dan menemukan jawaban yang sedang ia tunggu. Allah menyebut nama-Nya “AKU” berarti bahwa Ia sempurna, total dan abadi. Untuk nama “AKU” tersebut, hanya Tuhan yang bisa menegaskan demikian karenaIa maha esa dan maha kuasa. Dengan keunggulan-Nya seperti ini, nabi Musa didalam perjanjian lama dan kita semua pada saat ini diberkati dengan keunggulanyang istimewa ini. Tuhan tidak mementingkan diri-Nya sendiri, tetapi Iasenantiasa berbagi dengan kita, khususnya melibatkan diri-Nya dengan kita dankita dengan Dia, melalui Yesus Kristus. Kita diharapkan untuk membawa keunggulan Ilahi tersebut untuk menghadapimusuh-musuh yang jahat dan yang melawan kehendak Allah, bahkan sampaimengalahkan musuh-musuh itu. Jika kita hanya memakai kekuatan dan ego kitasendiri sebagai manusia, kita pasti sangat lemah ketika berhadapan dengankompleksitas pekerjaan, aneka tantangan atau ancaman musuh-musuh. Namun denganmemakai identitas "Aku" dari Tuhan Allah, kita akan selalu dimampukanoleh Dia dan kita dapat berhasil melewati semua ancaman dan kesulitan. Yesus Kristus menegaskan hal ini ketika Ia selalu berkata: Aku berkatakepadamu. Yesus menyatakan nama Allah sendiri dalam bersabda dan berbuat. Yesustak pernah menyebut dirinya sendiri, seperti: "Yesus berkatakepadamu". Penegasan “Aku” untuk diri-Nya ini, juga berarti hendak membawasemua orang yang mendengar dan percaya, datang kepada-Nya, tinggal bersama-Nyadan menghayati cara hidup-Nya. Pada hari ini Yesus mengajak kita untuk datangkepada-Nya untuk menimba kekayaan belas kasih-Nya. “Datanglah kepada-Ku, karenaAku lemah lembut dan rendah hati.” Marilah kita selalu percaya dan mengandalkannama Tuhan sebagai AKU. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah maha baik, terima kasih berlimpah karena telahmenunjukkan kepada kami diri-Mu sebagai pribadi, semoga kami selalumengandalkan ke-esa-an dan kekuasaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Pembawa Renungan : Aji W. Suteja SurabayaMat 11:25-27
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 15 Juli 2026Bacaan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Renungan: Nick Vujicic lahir tanpa tangan dan tanpa kaki. Waktu kecil dia sering dibully di sekolah. Dia sempat bertanya, "Tuhan, mengapa Engkau membuat aku seperti ini? Hidupku untuk apa? Pada umur 10 tahun dia mau bunuh diri. Tapi dia sadar dan mulai berpikir, "Kalau Tuhan bisa pakai segala sesuatu, berarti Dia juga bisa pakai tubuhku yang seperti ini." Nick kemudian belajar berenang, main bola, mengetik dengan jari kaki. Pelan-pelan dia mulai bicara di depan orang. Awalnya cuma 10 orang. Lalu 100, lalu ribuan orang. Sekarang Nick sudah keliling kepuluhan negara, menginspirasi jutaan orang. Dia berkata, "Saya tidak punya tangan untuk memeluk orang, tapi saya punya mulut untuk memberitahu mereka bahwa Tuhan mengasihi mereka." Yang tadinya dia menganggap dirinya sebagai kutukan, Tuhan ubah menjadi alat untuk mendatangkan kebaikan bagi banyak orang. "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu" artinya tidak ada kejadian yang kebetulan. Yang manis dan yang pahit, yang gagal dan yang berhasil, semua ada dalam tangan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan. Tuhan tidak mengatakan semua hal itu baik. Tapi Dia berjanji bisa mengubahnya menjadi lebih baik. Tuhan itu seperti seorang pelukis. Kita melihat coretan dari dekat. Tapi Tuhan sedang melukis gambar besar yang indah dari surga. Kita tidak perlu menunggu hidup menjadi "sempurna" dulu baru dipakai Tuhan. Mulai hari ini, bawalah semua kekurangan kita kepada Tuhan dan katakan pada-Nya, "Tuhan Engkau mau apa untuk hidupku ini? Aku siap untuk melakukan kehendak-Mu." Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering bertanya "kenapa aku" saat ada masalah. Hari ini aku percaya bahwa Engkau turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagiku. Pakailah hidupku, kekuranganku, bahkan lukaku, untuk menjadi berkat bagi orang lain. Aku mau mengasihi-Mu dan percaya pada indahnya rencana-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 Juli 2026Bacaan: "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian." (Efesus 6:1)Renungan: Dimas adalah murid kelas 4 SD. Suatu hari gurunya memberi tugas membuat video tentang "Tokoh Panutanku". Teman-temannya memih pemain bola, youtuber, artis dll. Ketika tiba giliran Dimas presentasi, dia maju sambil membawa foto. "Itu siapa?" tanya temannya. "Itu Bapakku," jawab Dimas. "Setiap pagi Bapak bangun jam 5 buat antar aku sekolah. Kalau aku sakit, Bapak begadang menjaga aku. Kalau aku nakal, Bapak tetap doain aku." Teman-temannya terdiam. Ada yang ketawa kecil. Tapi Bu Guru bilang, "Itu pahlawan yang paling hebat, Dim." Malamnya Dimas cerita ke Bapaknya. Bapaknya memeluk Dimas sambil berkata, "Nak, Bapak juga belajar jadi orang tua yang baik dari Tuhan." Sejak itu Dimas menjadi anak yang lebih taat. Kalau disuruh belajar, dia tidak menjawab "nanti". Kalau disuruh membantu mencuci piring, dia langsung melakukannya. Taatilah orang tuamu di dalam Tuhan artinya mendengar dan melakukan apa yang orang tua minta, selama itu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Mengapa? Karena "haruslah demikian". Tuhan memberikan orang tua sebagai wakil-Nya di dalam keluarga. Melalui mereka Tuhan memberi kita makan, sekolah, nasihat, dan doa. Taat bukan karena takut dimarahi tapi karena kita mengasihi Tuhan. Anak zaman sekarang terlalu pandai. Mereka bisa buka HP sendiri dan bisa mencari jawaban di Google. Tapi kadang karena "merasa lebih tahu", mereka jadi sering meremehkan orang tua. Mereka susah mendengarkan nasihat orang tua. Kalau orang tua bicara, mereka menjawab "Tau... Tau..." tapi sambil main HP. Mereka juga suka membantah. Disuruh belajar jawabnya, "Ah ntar", disuruh beresin kamar jawabnya, "Ribet". Mereka juga kurang menghargai orang tua. Lupa mengucapkan terima kasih untuk makanan, baju, uang sekolah dll. Taat itu bukan berarti jadi anak penakut. Taat itu berarti jadi anak yang pintar, karena tahu siapa yang Tuhan pakai untuk menjaganya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk Papa dan Mama yang Engkau berikan kepadaku. Ampuni aku kalau sering membantah dan membuat mereka sedih. Ajarilah aku menjadi anak yang taat, seperti Yesus yang juga taat kepada Maria dan Yusuf. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 13 Juli 2026Bacaan: "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku." (Mazmur 27:10)Renungan: Pada tahun 1967, seorang laki-laki bernama Joni Eareckson umur 17 tahun meloncat ke danau untuk menyelam. Namun karena salah perhitungan, dia cedera tulang belakang. Sejak hari itu dia lumpuh dari leher ke bawah. Dunia Joni runtuh. Orang tuanya sedih, teman-temannya menjauh. Dia marah sama Tuhan. "Kenapa aku? Kenapa Tuhan izinkan ini?" Di tempat tidur rumah sakit, dia merasa benar-benar ditinggalkan. Fisiknya lemah, masa depannya gelap, dan dia merasa tidak ada yang mengerti. Tapi di titik paling hancur itu, Joni mulai membuka Alkitab. Mazmur 27:10 jadi pegangannya: "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku." Tuhan tidak menyembuhkan tubuhnya. Tapi Tuhan menyambut dia. Dari kursi roda, Joni menjadi pelukis dengan kuas di mulut, penulis 40 buku, dan pendiri yayasan yang menolong ribuan penyandang disabilitas di seluruh dunia. Dia berkata, "Tuhan tidak selalu mengeluarkan kita dari air, tapi Dia selalu masuk ke dalam air bersama kita." Daud menulis mazmur di atas ini saat dia dikejar-kejar, difitnah, bahkan mungkin ditinggal orang terdekatnya. "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku", ini merupakan kalimat yang paling menyakitkan. Keluarga seharusnya jadi tempat paling aman. Tapi Daud berkata, bahkan tempat paling aman itu mengecewakan. Kalimat selanjutnya, "...namun TUHAN menyambut aku", itu merupakan kalimat yang meneguhkan dan menguatkan karena itu berarti Tuhan mengumpulkan, merangkul dan membawanya pulang. Mazmur ini mengajarkan kita bahwa pengharapan tidak boleh hanya ditaruh di tangan manusia tetapi di tangan Tuhan. Manusia bisa gagal, bisa pergi, bisa melukai. Tapi Tuhan tidak pernah. Dia selalu jadi rumah yang tidak pernah menolak kita pulang. Sebagai pengikut Yesus kita pasti pernah merasa "ditinggalkan", antara lain ditinggalkan orang. Teman yang unfollow karena kita beda pilihan. Keluarga yang tidak mendukung panggilan kita. Rekan kerja yang menikam dari belakang. Rasanya sakit. Tapi ingat, Tuhan menyambut kita. Dia tidak pernah meng-unfollow kita. Kita juga mungkin pernah ditinggalkan harapan. Doa belum dijawab, pintu kerja tertutup dan rencana gagal. Rasanya Tuhan diam, tetapi ternyata dia tetap "menyambut" artinya Dia tetap dekat. Dia peluk kita di tengah penantian kita. Kita juga mungkin pernah ditinggalkan diri sendiri. Kita kecewa pada diri sendiri sehingga kita berkata, "Aku gagal lagi". Tapi Tuhan berkata, "Aku tidak meninggalkan kamu. Aku mengumpulkan kepingan harapanmu satu persatu." Sebagai pengikut Yesus, kita dipanggil juga untuk menjadi "tangan Tuhan yang menyambut". Ketika melihat rekan kerja yang dikucilkan, murid yang diabaikan, keluarga yang kesepian, jadilah rumah bagi mereka, karena kita sudah lebih dahulu disambut Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan aku. Ampunilah aku kalau aku sering mencari penerimaan di tempat yang salah. Hari ini aku mau pulang dan berlindung dalam pelukan-Mu. Pakailah aku juga untuk menyambut orang-orang di sekitarku yang merasa ditinggalkan. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Habakuk 3: 17-18Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 Juli 2026Bacaan: "Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenang! Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27)Renungan: Pada tahun 1993, Nelson Mandela baru 3 tahun keluar dari penjara setelah 27 tahun dipenjara di Afrika Selatan. Negaranya sedang di ujung tanduk. Kulit putih takut kehilangan kuasa. Kulit hitam marah dan mau membalas dendam. Perang saudara hampir meledak setiap hari. Semua penasihatnya berkata, "Pakai kekuatan dan balas. Amankan posisi dulu." Tapi Mandela masuk ke ruangannya, berdoa, lalu mengambil keputusan yang membuat dunia kaget. Dia undang mantan sipir penjaranya makan siang di istana. Dia membentuk "Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi". Dia memilih mengampuni daripada membalas. Ketika ia ditanya mengapa berani ambil risiko sebesar itu, dia menjawab, "Saya sudah 27 tahun hidup dalam ketakutan dan kebencian. Saat saya keluar dari penjara, saya sadar kalau saya tidak melepaskan itu, maka saya masih di dalam penjara." Mandela memilih tenang di tengah badai, karena dia percaya ada panggilan yang lebih besar daripada rasa takutnya. Bacaan Injil di atas terjadi saat murid-murid ada di tengah danau Galilea. Angin kencang, ombak besar dan perahu hampir tenggelam. Mereka melihat "sesuatu" jalan di atas air dan berteriak ketakutan, mengira itu adalah hantu. Di titik paling panik itu, Yesus datang. Kalimat pertama-Nya bukan, "Aku akan meredakan badai", tetapi kalimat pertama-Nya adalah, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Yesus dalam hal ini mau mengingatkan bahwa sebelum Ia membereskan masalah kita, ketahuilah dulu siapa yang ada bersama kita. Badai boleh tetap ada. Tapi kalau "Aku ini" ada di perahu, maka kita tidak akan tenggelam. "Danau" kita saat ini mungkin berbeda, tetapi ombaknya sama kencang, yaitu pertama badai Ketidakpastian, contohnya dalam hal kerja, ekonomi, masa depan dll. Kita seperti para murid melihat gelombang, bukan melihat Yesus. Yesus berkata, 'Tenanglah! Aku pegang kendali hidupmu." Kedua badai hubungan. Ada luka, kecewa, pengkhianatan dll. Godaannya adalah kita mau membalas atau menghindar. Mandela mengajar kita memilih tenang dan memilih pengampunan, karena ada Yesus bersama kita. Ketiga badai batin. Ada kecemasan, kegagalan dan merasa tidak cukup. Kita berteriak dalam hati. Yesus datang dan berkata hal yang sama, "Tenanglah! Aku ini. Kamu tidak sendirian. Kita sering meminta Tuhan membereskan badainya dulu baru kita tenang. Tapi Tuhan minta kita percaya dulu bahwa Dia ada, barulah kita bisa tenang di tengah badai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering lebih fokus pada badai daripada kehadiran-Mu. Hari ini aku mau mendengar suara-Mu: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Mampukan aku seperti Mandela, untuk tidak dikuasai takut dan benci. Peganglah tanganku di tengah gelombang hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 11 Juli 2026Bacaan: "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni." (Lukas 6:37)Renungan: Pada tahun 1947, Corrie ten Boom baru bebas dari kamp konsentrasi Nazi. Keluarganya dibunuh karena menyembunyikan orang Yahudi. Suatu hari setelah perang, ada seorang pria datang ke KKR yang dia pimpin. Pria itu dulu adalah penjaga kamp tempat adik Corrie meninggal. Dia ulurkan tangan dan berkata: "Bisakah anda mengampuni saya?" Sekujur tubuh Corrie kaku. Ingatan tentang adiknya, tentang kamar gas, semua kembali. Dalam hati dia berteriak: "Tuhan, aku tidak bisa!" Lalu dia berdoa singkat: "Yesus, tolong aku." Dan dengan kekuatan dari Tuhan, dia menjabat tangan pria itu. Air matanya jatuh. Beberapa tahun kemudian Corrie menulis: "Pengampunan adalah tindakan kehendak, bukan perasaan. Begitu kita mau mengampuni, Tuhan yang memberi rasa damainya." Ada tiga perintah yang saling terkait dalam bacaan Injil di atas. Pertama, "Janganlah kamu menghakimi" Berhentilah menjadi hakim atas hidup orang lain. Kita tidak tahu semua cerita di balik kesalahan orang tersebut. Kedua, "Janganlah kamu menghukum". Berhentilah membalas. Jangan memenjarakan orang dengan perkataan dan sikap dingin kita. Ketiga, "Ampunilah dan kamu akan diampuni". Inilah kuncinya. Ukuran pengampunan kita ke orang sama dengan ukuran pengampunan Tuhan ke kita. Yesus tidak berkata "lupakan kejahatan". Dia berkata "ampunilah". Orang yang terus menghakimi dan tidak mengampuni, dia yang paling tersiksa duluan. Corrie bisa menjabat tangan musuhnya bukan karena dia kuat. Tapi karena dia memilih taat dulu pada Tuhan, baru kemudian Tuhan memberinya kekuatan. Hari ini Yesus bertanya ke kita: "Ada nama siapa yang masih kau tahan di hatimu untuk diampuni?" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena sering cepat menghakimi dan lambat mengampuni. Hari ini aku mau taat pada firman-Mu. Aku memilih mengampuni (sebutkan nama orang).... Isilah hatiku dengan kasih-Mu supaya aku bisa membebaskan orang lain, dan aku pun dibebaskan. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB) Lukas 7:9Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 Juli 2026Bacaan: "Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." (Matius 14:16)Renungan: Suatu kali di sebuah komplek perumahan terjadi kebanjiran. Air masuk ke rumah warga. Semua panik. Ada ibu-ibu bawa anak kecil, ada kakek yang tidak bisa jalan. Di grup RT langsung ramai. Ada yang bilang: "Lapor kelurahan aja", "Tunggu bantuan datang", "Kita kan tidak punya perahu". Semuanya punya alasan kenapa "tidak bisa" bergerak sekarang. Tiba-tiba Pak RT ambil ember, galon kosong, dan teriak: "Yang bisa berenang, ikut saya! Kita evakuasi dulu yang anak kecil dan lansia. Soal makan nanti kita pikir bareng." Warga yang tadinya diam jadi ikut. Ada yang masak mie di pos ronda, ada yang buka dapur, ada yang kumpulin pakaian layak pakai. Sore itu semua warga selamat dan dapat makan. Bantuan dari kelurahan baru datang malam. Pak RT bilang, "Kalau kita menunggu bantuan dulu, orang bisa keburu lapar dan kedinginan. Kasih dulu apa yang kita punya." Peristiwa dalam Injil Matius 14:16 terjadi saat 5000 orang kelaparan di tempat yang sepi. Para murid melihat masalahnya besar dan mereka memberikan jalan keluar dengan berkata, "Suruh mereka pergi, supaya mereka dapat mencari makan sendiri." Pola pikir mereka adalah, "Masalah terlalu besar. Bukan kapasitas saya. Biar orang lain." Tetapi Yesus mengingatkan mereka dengan berkata, "Tidak perlu mereka pergi, kamu yang harus memberi mereka makan." Yesus tidak minta mereka mencetak uang atau buka supermarket. Dia minta mereka menyerahkan apa yang ada pada mereka, dalam hal ini 5 roti 2 ikan. Hasilnya? Semua kenyang, bahkan sisa 12 bakul. Sebagai pengikut Yesus terkadang saat ada orang yang membutuhkan pertolongan kita berkata, "Tidak bisa. Tidak cukup. Bukan urusan saya. Sudah ada pemerintah biar mereka yang menangani." Hari ini Tuhan mengingatkan kita bahwa hal kecil yang kita lakukan dengan ketulusan hati, maka akan menjadi berkat yang luar biasa. Mari kita belajar untuk percaya bahwa Tuhan kita Yesus Kristus lebih besar dari masalah yang ada di sekitar kita. Kalau kita percaya penuh pada-Nya maka akan selalu ada jalan keluar untuk setiap permasalahan yang ada di sekitar kita atau yang kita alami. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini aku cepat berkata "tidak bisa" dan menyuruh orang lain pergi. Buka mataku untuk melihat kebutuhan di sekitarku dan ajarilah aku agar mau memberi dulu apa yang ada di tanganku: waktu, harta, tenaga, dan kasih. Pakailah aku untuk jadi jawaban doa bagi sesama. Amin. (Dod).
Bpk. Kin Liong (TB) Efesus 6:4Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.
Pdt. Rubin Ong (TB) Kejadian 1:26Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa tas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 8 Juli 2026Bacaan: "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:21)Renungan: Suatu kali ada seorang teman guru dari sekolah lain bercerita bahwa di grup WA orang tua murid, ada 1 orang tua yang tiba-tiba menyerang kebijakan sekolah. Kata-katanya pedas, menuduh, bahkan menyeret nama guru. Tangannya gatal mau membalas. Mau sekalian "membongkar" juga keburukan dia. Tapi ia menahan diri. Ia menarik napas, lalu mulai menjawab: "Terima kasih sudah peduli. Boleh kita bicara 4 mata? Saya rindu mendengar masukannya langsung." Anehnya, dua hari kemudian dia chat pribadi dan minta maaf. Katanya dia malu sendiri karena direspon dengan baik. Baru sadar ternyata "melawan api dengan air" itu benar-benar bisa memadamkan. Roma 12:21 ini ditulis oleh Paulus kepada jemaat di Roma yang hidup di tengah tekanan, fitnah, dan perlakuan tidak adil. Dunia berkata: "Lawan dan sakiti orang yang menyakitimu. Tapi Tuhan bilang: "Jangan kalah terhadap kejahatan. Kalahkan kejahatan dengan kekebaikan." Kata "kalahkan" di sini bukan berarti kita jadi lemah. Justru butuh kekuatan besar untuk tidak membalas. Kebaikan adalah senjata yang mematahkan lingkaran kebencian. Kita hidup saat ini di era yang cepat tersulut: Di media sosial, satu komentar jahat dibalas 10 komentar lebih jahat. Di rumah, satu kata ketus dibalas dengan membentak. Di kantor/sekolah, satu gosip dibalas dengan menjatuhkan. Tuhan hari ini menguji kita: Mau jadi pemadam atau penambah api? Mungkin kita tidak bisa mengubah karakter orang yang buruk. Tapi kita bisa memilih untuk tidak jadi sama seperti dia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sering kali aku kalah terhadap amarah dan keinginan membalas. Hari ini ajarilah aku untuk meneladani-Mu yang membalas kejahatan dengan pengampunan. Berilah aku kekuatan untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan, mulai dari rumahku, sekolahku, dan lingkunganku. Pakailah hidupku menjadi alat damai-Mu. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Yosua 24:15Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 7 Juli 2026Bacaan: "Manusia itu menjawab: 'Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.'" (Kejadian 3:12)Renungan: Suatu kali Anna ditegur atasan karena laporan keuangan telat. Anna sebenarnya yang salah karena ia lupa mengingatkan tim. Tapi apa jawaban pertama Anna? "Pak, si Yordan yang pegang datanya. Saya sudah bilang kok, tapi dia tidak kirim-kirim." Selesai bicara Anna menjadi lega. Rasanya beban pindah ke Yordan. Malamnya barulah Anna sadar. Ia baru saja melakukan hal yang sama seperti Adam di taman Eden. Menyalahkan orang lain supaya ia tidak terlihat salah. Kejadian 3:12 ini terjadi sesaat setelah Adam dan Hawa makan buah terlarang. Tuhan datang dan bertanya. Seharusnya ini momen pertobatan. Tapi lihat jawaban Adam. Pertama, ia menyalahkan Tuhan dengan berkata, "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku." Seolah Tuhan yang salah kasih pasangan. Kedua, ia menyalahkan orang lain, "Dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan. " Adam tidak berani bertanggung jawab dalam hal ini. Dosa pertama manusia bukan hanya tidak taat pada perintah Tuhan. Dosa pertama juga "tidak mau mengakui salah". Dari taman Eden sampai kantor, rumah, dan sekolah kita hari ini, polanya sama. Hati kita lebih memilih membela diri daripada jujur di hadapan Tuhan dan sesama. Di zaman sekarang kita punya 1001 cara untuk "melempar kesalahan": "Grup WA yang tidak dibaca, sinyal jelek, anak yang rewel, pasangan yang tidak mengerti, sistem yang ribet dsb." Tapi Tuhan hari ini mengajak kita untuk berhenti jadi "Adam". Keberanian berkata "Tuhan, aku salah" adalah awal pemulihan. Di keluarga: minta maaf dulu sebelum menjelaskan. Di kantor: akui bagian kita sebelum menunjuk orang. Di hadapan Tuhan: buka hati apa adanya, jangan berdalih. Ingatlah, Tuhan tidak mencari orang yang sempurna. Tuhan mencari orang yang jujur dan mau diperbaiki. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Ampuni aku yang sering seperti Adam. Lebih cepat menyalahkan orang lain daripada mengakui kesalahanku sendiri. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 4 Juli 2026Bacaan: "Maka ia memungut di ladang sampai petang lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya." (Rut 2:17)Renungan: Pada saat dihadapkan dengan ujian hidup yang berat maka ada beberapa respons yang muncul dalam hidup kita. Pertama, kita mengasihani diri secara berlebihan. Kita selalu bertanya kepada Tuhan, "Mengapa harus saya yang mengalami peristiwa pahit ini?" Kedua, kita mencari belas kasihan manusia untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Ketiga, kita berani menghadapi setiap masalah dengan tekad hati yang kuat, seberat apapun masalah itu. Salah seorang motivator di Indonesia mengambil ilustrasi tentang betapa dahsyat kekuatan tetesan air jika dilakukan secara terus menerus. Tetesan air bahkan dapat melubangi batu! Beliau berkata seperti ini, "Kerasnya batu bisa takluk dengan tetesan air. Begitu pula kerasnya ujian hidup di dunia bisa kalah oleh kekuatan tekad dan fokus perjuangan yang dilakukan." Seperti itulah perjuangan Rut menghadapi kerasnya ujian hidup yang datang kepadanya. Suaminya meninggal, keluarga suaminya juga meninggal semua, kecuali mertua perempuannya saja yaitu Naomi. Kini, Rut tinggal bersama Naomi dan mengambil tanggung jawab untuk memeliharanya. Kehidupan yang dijalani mereka persis seperti yang disebutkan Naomi, yaitu Mara yang artinya sangat pahit (Rut 1:20). Itulah kerasnya ujian hidup yang harus dijalani Rut. Namun dengan tekad dan perjuangan keras, Rut berhasil mengatasi masalahnya dan menjadi orang yang sangat berhasil. Perhatikan apa yang dilakukan Rut. la tak pernah mengasihani diri, Rut menjalani masalahnya dengan begitu tabah. Rut juga tidak pernah meminta belas kasihan orang lain, sebaliknya ia berjuang keras untuk menghidupi dirinya dan Naomi, meski harus memungut jelai yang tercecer dari pagi sampai petang. Ketekunan, tekad, dan perjuangan Rut akhirnya membuahkan hasil. Benarlah bahwa batu yang keras bisa takluk dengan tetesan air. Ujian hidup yang keras bisa kalah oleh tekad dan perjuangan yang terus menerus. Jika kita sedang mengalami pergumulan hidup yang keras, ingatlah bahwa batu pun takluk dengan tetesan air. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya ketika Engkau ada bersama-sama dengan aku, maka badai sehebat apapun dapat aku lalui. Karena aku tahu, kuasa-Mu lebih besar dari setiap badai kehidupanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 3 Juli 2026Bacaan: ".... yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau yang tidak khawatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." (Yeremia 17:8)Renungan: Jika kita melihat sebatang pohon, biasanya terdiri dari akar, batang pohon, ranting, daun, bunga, bahkan buah. Buah memiliki musim tertentu. Jika belum musimnya, buah tidak akan terlihat. Demikian juga halnya dengan bunga atau daun yang bisa rontok, bahkan gundul. Ranting juga bisa jadi kering dan jatuh. Seolah ada musim-musim tertentu ketika ranting, daun, bunga, maupun buah "bekerja", tapi ada waktunya bagi mereka untuk "cuti kerja". Bagian pohon yang tidak pernah berhenti bekerja adalah akar! Akar memang tidak terlihat, tapi justru akar inilah yang menjaga kelangsungan sebatang pohon. Kita boleh memotong ranting, dahan, bahkan batang pohon, tapi selama masih ada akar maka pohon tersebut tetap hidup. Akar akan terus bekerja tanpa kenal musim. Akarlah yang menumbuhkan tunas-tunas baru pada waktunya. Tipe orang itu ada macam-macam. Ada yang NATO, No Action Talk Only. Tipe ini bicaranya lantang, tapi tidak ada tindakan sama sekali. Omong doang! Ada juga tipe daun, memang dia bekerja tapi gampang sekali rontok kalau ada goncangan. Ada tipe yang menonjol dalam bekerja tapi tidak konsisten. Ibarat pohon, maka orang tipe ini adalah bunga atau buah, berkontribusi tapi waktu-waktu tertentu saja. Yang paling bagus adalah tipe akar. Tidak banyak omong, tidak koar-koar, tapi bekerja terus tiada henti. Tidak banyak janji, tapi memberi bukti. Tidak terlihat tapi sangat berkontribusi, bahkan berpengaruh besar pada kelangsungan perusahaan, komunitas atau pelayanan. Terus terang, pekerja tipe akar ini hanya sedikit, bahkan langka. Di dalam sebuah instansi, perusahaan, komunitas, organisasi, bahkan pelayanan, semoga kita adalah orang-orang tipe akar. Tak banyak bicara tapi hasil terlihat jelas. Firman Tuhan dalam Yeremia 17:8 berkata, "la akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." Jadilah akar yang bisa menopang pohon untuk bisa melewati tahun kering, bahkan membuat daun tetap hijau dan tidak berhenti menghasilkan buah. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, pakailah aku menjadi alat-Mu, sehingga kehadiranku bisa memberkati keluargaku, tempat di mana aku bekerja dan melayani. Amin. (Dod).