POPULARITY
Categories
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 12 Maret 2026Bacaan: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)Renungan: Suatu hari, seorang Pastor pergi ke rumah sakit untuk menjenguk umatNya yang bernama Ruth. Ruth dan suaminya telah melayani di gereja selama lebih dari duapuluh tahun. Sang Pastor merasa bahwa wanita tersebut tidak sepantasnya menderita kanker paru-paru stadium akhir yang tak dapat dioperasi. la tak pernah merokok atau melakukan apa pun yang biasanya berkaitan dengan penyakit paru-paru. Banyaknya kemoterapi yang menyakitkan, telah menunjukkan akibatnya dan kini perawatan itu telah ditinggalkan. Ruth hanya dapat menunggu kematian yang tak terelakkan. Sang Pastor segera berdoa dalam hatinya, memohon petunjuk Roh kudus tentang apa yang harus dia doakan dan katakan kepada Ruth. Namun ia segera menyadari bahwa Tuhan menuntun dia ke kamar Ruth justru untuk mendengarkan, bukan berbicara. Selain rambut rontok, Ruth tidak menunjukkan tanda-tanda menderita kanker stadium akhir. la memancarkan kedamaian saat ia mulai bercerita kepada sang Pastor. Betapa bersyukurnya dia karena Tuhan mengizinkannya mengalami penderitaan ini. "Sebelum ini, saya selalu menjadi seorang Martha, terlalu sibuk melayani sehingga tidak bisa mengambil waktu untuk duduk di kaki Yesus, namun Tuhan menggunakan kanker ini untuk memperlambat saya supaya saya dapat mengenal Dia dengan cara-cara yang tak saya lakukan sebelumnya," katanya. Tidak berapa lama kemudian, sang Pastor meninggalkan kamar Ruth dengan perasaan dikuatkan, bukan lagi bersedih. Sebelumnya, ia memang bertanya kepada Tuhan, mengapa Ruth harus menderita. Padahal, Ruth sendiri justru bersyukur kepada-Nya atas pengalamannya itu. Tuhan memang tidak pernah mencobai kita melampaui kekuatan kita, karena Dia adalah Allah yang baik dan selalu baik apa yang Dia kerjakan. Jika Allah mengizinkan sesuatu terjadi dalam kehidupan kita, percayalah bahwa Dia selalu merancangkannya untuk kebaikan kita dan bukan untuk menyengsarakan kita. Jadi, percayalah selalu bahwa apa yang semula digunakan musuh untuk menghancurkan kita, justru dapat digunakan Tuhan untuk kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas suka dan duka hidup yang aku alami. Aku percaya dalam keadaan apapun Engkau selalu ada untukku. Sebab rancangan-Mu pada akhirnya selalu indah untukku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT KORINTUSDiambil dari: 1 Korintus 10:23–24 “Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorang pun mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.”Wonder Kids, Paulus tinggal cukup lama di kota Korintus dan mendirikan gereja di sana. Kota Korintus terkenal sebagai kota yang ramai dan penuh kesenangan. Banyak orang hidup hanya untuk diri mereka sendiri dan tidak peduli kepada orang lain.Sayangnya, cara hidup seperti itu mempengaruhi sebagian jemaat di Korintus. Mereka sudah percaya kepada Yesus, tetapi masih sering mementingkan diri sendiri. Mereka berpikir, “Kalau aku mau melakukan sesuatu dan itu tidak salah, ya aku lakukan saja.” Mereka lupa bahwa sebagai anak Tuhan, mereka harus memikirkan juga orang lain.Paulus mengingatkan mereka bahwa tidak semua hal yang boleh dilakukan itu baik untuk dilakukan. Ada hal-hal yang bisa melukai hati orang lain atau membuat orang lain jatuh dalam dosa.Yesus mengajarkan kita untuk tidak hidup hanya untuk diri sendiri. Yesus berkata bahwa setiap orang yang mau mengikut Dia harus menyangkal diri dan memikul salibnya setiap hari. Artinya, kita belajar berkata “tidak” pada keinginan diri sendiri supaya bisa mengasihi orang lain.Wonder Kids, hidup sebagai orang Kristen berarti belajar memikirkan orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Kita diajar untuk peduli kepada teman, membantu orang yang membutuhkan, dan tidak egois.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, Coba pikirkan satu hal hari ini yang bisa kamu lakukan untuk menolong orang lain, meskipun itu berarti kamu harus mengalah atau berbagi.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajar kami untuk tidak hidup egois. Tolong aku supaya mau memikirkan orang lain dan belajar mengasihi seperti Engkau mengasihi aku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Mengasihi Yesus berarti belajar mengasihi orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati.
Kuliah Bahrul Mazi Jilid 21 yang berlangsung di Masjid Abdullah Fahim, Bertam, Kepala Batas, Pulau Pinang pada 14 Oktober 2015.~ Hadis dari anak sahabat besar Nabi bernama Saad Bin Abi Waqqas~ Doa minta syurga dan nikmat yang ada dalam syurga~ Contoh doa yang terlalu terperinci~ Doa minta jauh daripada neraka dan segala azab di dalamnya~ Akan datang satu kaum diakhir zaman, mereka melampau dalam berdoa~ Doa walaupun satu ibadat yang mudah, tapi ada kawalan dari Quran dan Hadis~ Sengaja tanya bagi rumit sesuatu benda~ Berdoa dengan cara yang salah~ Kalau boleh cuba sedaya upaya nak beramal dengan apa yang Nabi tunjuk~ Pesan Nabi diengrave masuk dalam ingatan~ Jangan lepaskan peluang berdoa antara azan dan iqamah~ Saat yang sangat mustajab doa~ Bila dengar azan, ucapkan dan ikut apa yang dikatakan oleh bilal~ Jangan lupa berselawat keatas Nabi~ Selepas habis azan, jangan lupa doa untuk Nabi~ Satu tempat special dalam syurga - Al Wasilah (Satu rumah istimewa dalam syurga)~ Maksud doa selepas azan~ Buktikan kita sayang pada Nabi - doa supaya Nabi dapat tempat paling istimewa~ Kalau nak dapat syafaat Nabi di hari kiamat~ Bacaan doa selepas Iqamah~ Doa dari seorang sahabat yang datang solat lewat~ Pahala macam mati syahid~ Islam agama yang harmoni - hidup dengan merujuk Quran dan Hadis~ Jangan mereka-reka dalam hal agama-- BAHRUL MAZI JILID 21 MUKA SURAT 56 --~ Hadis orang mati roh, tak balik dah atas dunia~ Soalan malaikat dalam alam kubur kepada roh yang baru mati~ "Boleh dak saya balik rumah, nak bagitau cerita kubur ni benar..?"~ "Zonkuliah ni pun satu penyakit.."~ Maksud turun Malaikat dan Roh dalam malam Lailaturqadar ~ Kita tak boleh paksa orang ikut kefahaman kita~ Jangan buang karan bincang pasal benda remeh~ Pelbagai maksud doa berdasarkan konteks ayat~ Puasa sunat 9 dan 10 Muharram - jangan lepas peluang~ Allah tunggu kita buktikan kita hamba Allah~ Allah ada banyak kekayaan disisi Allah yang Allah nak bagi kepada kita~ Kalau syukur dan berterima kasih kepada Allah, Allah tambah pemberianNya~ Maksud "kata qil" - siapa yang kata?~ "Saya google dalam internet kata roh orang baik-baik, balik rumah malam Jumaat"~ Balasan untuk orang yang sombong dengan Allah~ "Aku solat pun tadak guna, dok miskin juga.."~ Sembahyang ni semua kerja karut.. aku tak sembahyang tak kena bala pun..~ Balasan untuk orang yang tak solat dan takabbur~ Dilempar ke Neraka dalam keadaan hina dina~ Dua situasi bila nak kena saman dengan polis~ "Sujud syukur atas stereng.."~ Jangan tunjuk sombong dengan Allah~ Doa ada adab - sebab Islam agama yang beradab~ Nada mendidik vs nada menghukum~ Kalau nak bagi cantik doa kita, cari waktu-waktu mustajab doa~ Nama-nama lain bagi Jamratul Ula~ Maki anak raja yang melontar jamrah dari sunroof kereta~ Masalah angkat tangan berdoa semasa doa khutbah kedua~ Kaedah melontar di Jamrah yang dibuat oleh Ibnu Umar~ Connection dengan Tuhan yang paling penting~ Satu dunia orang maki kita, tapi kalau Allah kita betul, Alhamdulillah~ "Ya Allah Ya Tuhanku, Mana JanjiMu kata Islam boleh Menang?"~ Pentingnya kawan, bila down kawan kena tolong~ Aku menguatkan kamu dengan 1000 Malaikat ~ Doa kalau boleh guna suara yang perlahan~ Masalah Larangan Penggunaan Pembesar Suara di Masjid dan Surau Pulau Pinang
#belajarbareng #kejadian #gpghwonosoboSyalom!Dalam episode kali ini, kita tentang iman Abraham yang diuji..Kiranya menjadi berkat untuk kita sekalian.Tuhan memberkati!
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Maret 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 12 Maret 2026Pembaca Renungan : Ria PakpahanMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT GALATIADiambil dari: Galatia 5:1 “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”Wonder Kids, kitab Galatia menceritakan tentang perjalanan misi Paulus bersama Barnabas. Mereka memberitakan Injil kepada banyak orang, termasuk orang-orang yang bukan orang Yahudi. Banyak orang percaya kepada Yesus, dan gereja-gereja baru didirikan.Tetapi setelah Paulus dan Barnabas pergi, ada guru-guru palsu yang datang. Mereka berkata bahwa untuk menjadi pengikut Yesus, orang harus melakukan semua hukum Taurat seperti orang Yahudi. Mereka mengatakan bahwa iman kepada Yesus saja tidak cukup.Paulus sangat sedih mendengar hal itu. Ia menulis surat kepada jemaat Galatia untuk mengingatkan mereka bahwa keselamatan hanya oleh iman kepada Yesus, bukan karena perbuatan baik atau karena menaati hukum Taurat.Paulus berkata, kita diselamatkan oleh iman, bukan oleh usaha kita sendiri. Karena itu, kita tidak boleh kembali hidup seperti budak dosa atau merasa harus melakukan banyak aturan supaya Tuhan mau mengasihi kita.Yesus sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Ia membebaskan kita supaya kita hidup sebagai anak-anak Allah, bukan sebagai orang yang takut dihukum terus-menerus.Wonder Kids, hidup sebagai orang Kristen berarti hidup dalam kebebasan yang Yesus berikan. Kita taat kepada Tuhan bukan supaya diselamatkan, tetapi karena kita sudah diselamatkan dan mengasihi Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, ingatlah bahwa Yesus sudah menyelamatkanmu. Tunjukkan rasa syukurmu dengan hidup taat, bukan karena takut dihukum, tetapi karena mengasihi Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah membebaskan aku dari dosa. Terima kasih karena keselamatanku bukan karena perbuatanku, tetapi karena kasih-Mu. Tolong aku supaya hidup taat kepada-Mu sebagai tanda syukur dan kasihku kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kita diselamatkan oleh iman kepada Yesus, bukan oleh usaha kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yohanes Keluli Witak dari Stasi Santa Maria Perantara Rahmat Atawatung, Paroki Santo Bernardus Abbas Tokojaeng di Keuskupan Larantuka, NTT, Indonesia. Yeremia 7: 23-28; Mazmur tg 95: 1-2.6-7.8-9; Lukas 11: 14-23.TUHAN MENETAPKAN BATAS Renungan kita pada hari inibertema: Tuhan Menetapkan Batas. “Apakah Tuhan Allah memiliki batas?” tanyaseorang remaja kepada Pastor Parokinya. Jawab sang Pastor, “Ya, Tuhanmenetapkan batas-batas tertentu, ketika sejak manusia pertama, syaratsyaratditetapkan supaya manusia yang memiliki kebebasan itu harus bertanggung jawabatas kepercayaan yang Tuhan berikan. “Terus kenapa Tuhan dikatakan jugaselama-lamanya”? sangga remaja itu. Pastor lebih mendekatinya dan menjelaskan. “Jadi bagi Tuhan sendiri, Iatidak terbatas dalam kehendak, kemurahan, dan keberadaannya. Ia kekal dan tidakterikat oleh tempat dan waktu. Tetapi dalam memberikan ajaran dan perintahkepada manusia, Tuhan menetapkan batas-batas. Maka kita memiliki sejumlah batasberupa perintah-perintah-Nya seperti: jangan berbohong, jangan mencuri, janganberbuat cabul, jangan malas, dan seterusnya.” Setelah ia pahami penjelasanPastor dan kembali ke rumahnya, ia mulai menulis sejumlah perintah Tuhan yangharus diikutinya dalam bertingkah laku. Karena ia sering lupa akan tugas-tugasutamanya, ia menetapkan batas-batas keinginannya, yaitu bermain hp satu jam disore hari dan satu jam lagi di malam hari. Waktu yang lain ia pakai untukkerjakan apa yang diminta orang tuanya dan belajar mengulangi pelajaran sertamengerjakan tugas-tugas dari sekolah. Di dalam masa Pra Paskah ini,remaja tadi memiliki beberapa daftar berupa batas-batas yang mengontrolnya didalam bertingkah laku. Ia benar-benar mengikuti arahan dan nasihat dari PastorParoki dan orang tuanya. Secara umum kita sebagai pengikut Kristus dan anggotaGereja, Tuhan Allah menetapkan batas-batas umum untuk kita ikuti dan patuhi.Batas-batas umum tersebut berlaku bagi semua orang, setiap tempat dan segalazaman. Pada hari ini, melalui inspirasibacaan-bacaan liturgis, kita diingatkan tentang diri kita pribadi dan sebagaikomunitas umat yang beriman kepada Kristus, yang membentuk Gereja yang satu dankudus, sebagai orang-orang-Nya Yesus Kristus. Kita adalah bagian dari Yesus danbukan Setan. Identitas kita sebagai orang Kristen, yaitu orang-orang-NyaKristus merupakan batas umum yang kita jaga, banggakan dan pelihara. Dua seruan yang penting bagikita untuk hari ini ialah: kita menjaga batas ini dengan menjadi bangsa ataukomunitas orang-orang yang selalu mendengarkan Tuhan. Keras kepala, keras hati,dan memilih jalan sendiri, sangat bertentangan dengan identitas itu.Berikutnya, identitas ini kita pelihara dengan tetap selamanya bersama YesusKritstus, sebab Ia sendiri menegaskan bahwa tidak bersama Dia berarti menjadimusuh-nya Dia.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, terimakasih atas rahmat persekutuan yang menyatukan kami. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 Maret 2026Bacaan: "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. " (Yakobus 4:17)Renungan: Andy adalah seorang anak yang miskin, la hidup bersama dengan ibunya yang memiliki ketergantungan pada obat-obatan. la dibesarkan dengan seadanya dan seringkali tak punya uang untuk makan. Andy sejak kecil tidak pernah sekolah. Ia hanya dididik oleh tantenya di rumah. Pada ulang tahunnya yang kedelapan, Andy diundang oleh salah seorang saudara ibunya untuk merayakan ulang tahun. la sama sekali tak pernah merayakan ulang tahun, apalagi menerima kue atau hadiah. Saudara jauhnya itu hanya kasihan pada Andy yang begitu kurus dan jarang makan. "Aku tak punya hadiah mewah untukmu, namun aku bisa menjamu kamu dan ibumu untuk makan malam merayakan ulang tahunmu. Datanglah ke rumahku nanti malam," begitulah kata saudara ibunya tersebut. Andy sangat bahagia. Ketika hari sudah sore, Andy bersama dengan ibu dan tante kesayangannya pergi ke rumah saudara itu. Di perjalanan, Andy melihat seorang pengemis, ayah dan anak. Mereka mengais-ngais tong sampah mencari makanan. Melihat itu, hati Andy sangat sedih. Anak itu usianya mungkin sama dengannya. Selesai pesta, Andy, tante dan ibunya pun berpamitan pulang. Saat berjalan pulang, mereka bertemu lagi dengan ayah dan anak yang tadi mengais-ngais sampah. Tanpa menunggu lama, Andy langsung berlari ke arah mereka. la mengambil amplop yang merupakan hadiah pemberian dari tantenya tadi lalu memberikan amplop itu pada ayah anak tersebut. Andy kemudian berkata, "Aku berulang tahun hari ini. Karena itu, aku punya sedikit hadiah untuk kalian. Gunakan uang ini untuk membeli makan ya. Juga belilah kebutuhan lain yang dibutuhkan." Awalnya ayah dan anak ini terlihat bingung, mereka lalu membuka amplop itu dan melihat uang 100 ribu di dalamnya. Ayah dan anak ini pun langsung menangis. Sang ayah kemudian berkata, "Nak, kamu serius memberikan uang ini untuk kami?" Tanpa ragu, Andy menjawab, "Ya, gunakan uang itu sesuka kalian. Belilah makan yang banyak untukmu dan anakmu, ya." Setelah mendapatkan ucapan terima kasih bertubi-tubi dari ayah dan anak itu, Andy pun kembali ke ibu dan tantenya. Sang ibu pun langsung sibuk memarahi dan membentak Andy, "Dasar bodoh kamu! Sudah bagus-bagus diberi uang malah diberikan pada para gembel! Anak bodoh!" Namun, di belakang, sang tante tersenyum sambil menangis haru. Dalam hati ia tahu, Andy kelak akan tumbuh menjadi orang yang baik. Kita sering mendengar sebuah kalimat yang bertuliskan bahwa untuk menolong seseorang tidak perlu menunggu kita kaya, ya kalimat tersebut seharusnya bukan hanya menjadi sebuah kalimat mati saja, namun marilah kita belajar menghidupkan kalimat tersebut dalam hati, pikiran dan juga tindakan kita. Stop berkata, "Kita saja tidak punya apa-apa, kok disuruh membantu orang itu." Dan kalimat-kalimat lain semacam itu. Tetapi firman Tuhan hari ini mencoba mengingatkan kepada kita bahwa, "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. Jadi, masihkah kita menunggu untuk berbuat baik dengan alasan kita masih butuh ditolong juga? Ataukah kita mulai mau berkomitmen untuk melakukan perbuatan baik, tanpa peduli situasi dan kondisi kita ? Karena saat kita berbuat baik pada orang lain, sesungguhnya kita sedang memiutangi Tuhan yang akan membalas perbuatan baik kita itu, jauh lebih besar dari apa yang sudah kita berikan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kasih-Mu, sehingga hatiku selalu tergerak untuk membantu orang lain yang membutuhkan pertolonganku. Amin. (Dod).
Hai, Tetangga kesayangan!
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Maret 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 11 Maret 2026Pembaca Renungan : Dessy SiahaanMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Letek dan Benediktus Laga dari Paroki Santo Yosef Boto di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Ulangan 4: 1.5-9; Mazmur tg 147: 12-13.15-16.19-20; Matius 5: 17-19.LAKUKAN APA YANGDIAJARKAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Lakukan Apa YangDiajarkan. Kodrat manusia menurut Allah Pencipta, yang membuat kita lebihunggul dibandingkan makhluk hidup yang lain ialah karena kita memiliki akalbudi dan kebebasan. Penggunaan kedua elemen kodrati ini dipercayakan Tuhansecara penuh kepada kita. Hasilnya selalu ada dua macam, yaitu manusia memilihuntuk memenuhi kemauannya sendiri yang pasti mengakibatkan dosa danpenderitaan, atau memilih untuk mengikuti ajaran dan hukum Tuhan. Untuk pilihan yang kedua, akal budi dan kebebasan kitamengenal batasnya ketika mereka harus berkolaborasi dengan kehendak Tuhan.Manusia sepintar apa pun, ia akhirnya menyadari kalau kepandaian Tuhan melebihdirinya. Demikian juga sebebasnya dia untuk berkata atau berbuat apa saja,akhirnya diakui juga bahwa Tuhan lebih berkuasa dari pada dirinya. Sampai padabatas ini, sebenarnya iman yang berperan untuk menjelaskan kebesaran dankemahakuasaan Allah untuk dapat diterima oleh akal budi dan kebebasan kita. Pada hari ini, kita belajar bagaimana dengan kepandaiandan kebebasan itu, kita melakukan apa yang diajarkan oleh Tuhan. Tujuannyaialah supaya kemampuan kodrati kita dapat berkolaborasi dengan penyelenggaraanTuhan. Bacaan pertama dari kitab Ulangan menguraikan tentang ajaran ketetapandan peraturan. Musa meminta umat Allah untuk selalu menaati dan setia pada apayang ditetapkan oleh Tuhan dan yang menjadi aturannya. Ketaatan dan kesetiaan ini tidak mengurangi akal budi dankebebasan kita, tetapi mendapatkan nilai plus yaitu kebijaksanaan Ilahi. Fungsiakal budi untuk ini ialah mengingat, memahami, dan membahasakan apa yang Tuhanajarkan secara benar dan tepat. Fungsi kebebasan ialah untuk menyebarkankebenaran supaya dapat menguasai dan mengarahkan kehidupan ini di dalam jalanTuhan untuk sampai kepada Tuhan sendiri. Umat Tuhan yang setia dan taat memiliki suatu tugas yangpenting selanjutnya dalam melakukan apa yang diajarkan Tuhan. Rahmatpembaptisan dan keanggotaannya di dalam Gereja memandatkan mereka tanggungjawab untuk mengajarkan itu kepada orang lain, entah saudara entah teman,bahkan mereka yang tidak dikenalnya. Tanggung jawab dalam ketaatan dankesetiaan untuk melakukan ketetapan dan peraturan dari Tuhan mungkin lebihbersifat personal dan terbatas pada lingkup terbatas. Namun demi menjadipengikut Kristus yang berguna dan bermartabat, ada tanggung jawab sosial danpublik yaitu mengajarkan itu kepada sesama. Bahasa kitab sucinya ialah sebuahtanggung jawab sebagai garam dan terang dunia. Hidup setiap pengikut Kristusadalah sebuah kenyataan belajar dan mengajar. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang bijaksana dan murah hati,penuhilah diri kami dengan kebijaksanaan dan kemurahan-Mu, agar kami dapatmenjadi garam dan terang dunia yang sesungguhnya. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT TESALONIKADiambil dari: 1 Tesalonika 4:11–12 “Dan berusahalah hidup tenang, dan mengurus perkara-perkaramu sendiri, serta bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.”Wonder Kids, Tesalonika adalah sebuah kota pelabuhan yang besar dan ramai. Paulus datang ke kota itu untuk memberitakan Injil. Ia mengajar orang-orang tentang Yesus, bahwa Yesus adalah Mesias yang harus menderita dan bangkit dari kematian.Paulus tidak hanya mengajar dengan kata-kata. Ia juga memberi contoh dengan hidupnya. Ia bekerja keras supaya tidak merepotkan orang lain. Hidup Paulus menjadi kesaksian tentang imannya kepada Yesus.Paulus mengajarkan bahwa orang Kristen harus rajin dan tidak malas. Kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh, melakukan tugas kita dengan baik, dan hidup tertib supaya orang lain bisa melihat bahwa kita adalah pengikut Yesus.Wonder Kids, hidup kita adalah kesaksian. Cara kita belajar di sekolah, cara kita membantu orang tua, dan cara kita bersikap kepada teman-teman menunjukkan apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan.Tuhan ingin kita menjadi anak-anak yang rajin, bertanggung jawab, dan bisa dipercaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, lakukan tugasmu hari ini dengan sungguh-sungguh, entah itu belajar, membantu orang tua, atau melayani di gereja. Ingatlah bahwa kerja kerasmu bisa memuliakan Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajar kami untuk hidup rajin dan bertanggung jawab. Tolong aku supaya tidak malas, tetapi mau melakukan setiap tugasku dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk kasihku kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kerajinan dan kerja keras kita bisa menjadi kesaksian tentang Yesus kepada orang lain. Tuhan Yesus memberkati.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 9 Maret 2026Bacaan: "Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan." (Efesus 5:17)Renungan: Seorang anak kecil diberikan puzzle oleh Ibunya sambil berkata, "Nak, kalau kamu merangkainya dengan benar kamu akan mendapatkan gambar anak panda kesenanganmu." Sang anak mulai merangkainya sedikit demi sedikit dan sang ibu melihat disampingnya. Sang Ibu memberikan nasihat-nasihat kepada anaknya tentang bagaimana merangkai puzzle yang benar. Tetapi sang anak tidak mau taat. Ia seenaknya sendiri menaruh potongan puzzle itu tidak pada tempatnya. Sedikit demi sedikit potongan itu dirangkai dengan seenaknya sendiri, tetapi terangkai berantakan. Sang anak tidak melihat sedikitpun gambar anak panda pada rangkaian puzzle-nya itu. Sang anak pun mulai marah kepada ibunya. la berkata dengan kasar, "Ibu bohong, aku sudah lama merangkai puzzle ini yang katanya dapat menjadi gambar anak panda kesayanganku tetapi lihatlah gambar apa ini??" Sang ibu kemudian membongkar semua potongan puzzle yang dirangkai secara salah oleh anaknya itu. Saat itu sang anak pun tambah marah kepada ibunya, "Ibu jahat, mengapa ibu membongkar dan menyia-nyiakan hasil karyaku?" la kemudian membanting semua potongan puzzle itu ke lantai. Ibunya sangat sedih melihat hal itu. Tetapi sang ibu kemudian mulai membujuk anaknya lagi dengan lembut, "Nak mari ibu bantu menyusun yang benar."Sang anak pun sedikit demi sedikit menuruti ibunya. Memang kadang beberapa potongan dibongkar oleh ibunya dan sang anakpun mulai ngambek, tetapi karena ia mendengarkan nasihat ibunya maka ia pun mulai terhibur dan menyusun potongan-potongan itu sesuai dengan nasihat ibunya. Akhirnya jadilah puzzle itu. Sang anak melihat betapa indahnya gambar anak panda pemberian ibunya yang terbentuk saat potongan puzzle terakhir diletakkan. Sang anak lalu memeluk ibunya dan berkata "Terima kasih Ibu, ternyata ini benar-benar sebuah gambar yang sangat indah, aku mencintaimu Ibu." Kehidupan ini terdiri dari banyak pecahan puzzle yang apabila disatukan akan membentuk sebuah lukisan yang indah. Ada kepingan kesedihan, kepingan sukacita, kepingan kecewa dan berbagai kepingan yang lain. Namun, jika kita mau menjadi seperti anak kecil pada cerita di atas yang pada akhirnya menuruti apa kata ibunya, walaupun tidak sesuai dengan hatinya, maka di akhir setiap kehidupan kita, kita akan menemukan sebuah gambar yang indah yang dapat digunakan untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus. Jadi, jangan pernah lari dari apa yang Tuhan mau dalam kehidupan kita. Tetaplah setia dan taat walaupun itu tidak sesuai dengan apa yang kita mau. Jangan berhenti merangkai kehidupan ini dan jangan merangkai kehidupan ini seorang diri, karena kita tidak akan pernah menghasilkan kehidupan yang indah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bimbinglah setiap langkahku, agar aku selalu ada di jalan-Mu, sehingga aku tidak tersesat. Jangan biarkan kesombongan menguasaiku sehingga aku tidak mau taat pada perintah-Mu. Amin. (Dod).
Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Maret 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 10 Maret 2026Pembaca Renungan : Gracia DaniellaMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah BAGAIMANA KEHIDUPAN GEREJA MULA-MULA?Diambil dari: Matius 18:20 “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”Wonder Kids, Injil ditulis untuk menceritakan tentang kehidupan Yesus. Sedangkan kitab Kisah Para Rasul menceritakan bagaimana para pengikut Yesus hidup setelah Yesus naik ke surga. Dari situlah kita bisa tahu seperti apa kehidupan gereja mula-mula.Orang-orang percaya pada waktu itu berkumpul setiap hari. Mereka berdoa bersama, belajar firman Tuhan, dan saling berbagi. Mereka bahkan menjual harta milik mereka untuk menolong teman-teman yang kekurangan. Mereka hidup sebagai satu keluarga di dalam Tuhan.Setiap hari mereka memuji Tuhan dengan sukacita dan hidup saling mengasihi. Tuhan menambahkan jumlah orang yang diselamatkan setiap hari. Gereja bertumbuh bukan karena gedungnya besar, tetapi karena kasih Tuhan nyata di antara mereka.Wonder Kids, gereja bukan hanya bangunan, tetapi kumpulan orang-orang yang percaya kepada Yesus. Ketika kita datang ke gereja, kita belajar firman Tuhan, berdoa, menyanyi memuji Tuhan, dan saling menguatkan.Karena itu, pergi ke gereja itu penting. Di gereja, iman kita dikuatkan. Kita belajar mengasihi sesama dan hidup sebagai anak-anak Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, datanglah ke gereja dengan hati yang rindu belajar tentang Tuhan. Cobalah menyapa teman di gereja dan tunjukkan kasih Yesus lewat sikapmu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk gereja yang Engkau berikan. Tolong aku supaya suka datang ke gereja, belajar firman-Mu, dan mengasihi teman-temanku. Pakailah aku supaya bisa menjadi berkat bagi orang lain di gereja. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, gereja adalah keluarga Tuhan tempat kita bertumbuh bersama di dalam Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Wilibroda Gunung Lajar dari Santo Arnoldus Jansen Waikomo, di Keuskupan Larantuka, Indonesia. T.Daniel 3: 25.34-43; Mazmur tg 25: 4b-5b.6.7c.8-9; Matthew 18: 21-35.SYARATPENGAMPUNAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: SyaratPengampunan. Meskipun Tuhan maha pengampun, dan karunia itu adalah cuma-cuma,tidak berarti kalau pengampunan dari-Nya langsung beres. Iman kita mengajarkanbahwa untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa itu, Gereja menyediakansakramen tobat. Di dalamnya ada elemen materialnya ialah dosa-dosa nyata yangdiakukan oleh si pendosa, dan elemen formalnya ialah formula absolusi yangdisampaikan bapak pengakuan, yang menyatakan pembebasan seseorang dari dosa-dosanya. Khususnya untuk elemen materialnya, ada syarat-syaratuntuk mendukung pengungkapan dosa-dosa pada kesempatan pengakuan dosa itu.Syarat-syarat tersebut menunjuk pada sikap dan cara orang mempersiapkan dirinyauntuk melakukan sebuah pengakuan dosa. Syarat-syarat resmi Gereja biasanyaterkait dengan bimbingan atau pedoman untuk diikuti oleh umat yangmempersiapkan diri menerima sakramen ini. Di samping itu, ada syarat-syaratpribadi yang penting sekali menjadi tanggung jawab setiap pribadi sehinggadapat menggambarkan iman dan penghayatannya akan sakramen ini. Untuk sikap-sikap pribadi, kedua bacaan pada hari ini,masing-masingnya memberikan petunjuk bagaimana pentingnya persiapan pengakuandosa itu. Nubuat Daniel dalam bacaan pertama menekankan tentang peran sikapmenyesal si pendosa. Penyesalan merupakan syarat yang sangat penting untukmemberikan kualitas pengakuan dosa sebagai sikap negatif dan tegas terhadapdosa-dosa. Jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah menandakan kalau sipendosa sedih sekaligus marah atas kehinaan dirinya. Ia kasihan dengan dirinya yangbernasib jelek. Dengan demikian Tuhan yang maha rahim dapat berpaling perhatiandan kasih-Nya kepadanya. Orang yang tidak menampakkan penyesalan, biasanyamencari kambing hitam dari dosa-dosanya atau bangga dan senang karena denganberdosa ia dapat memenuhi niatnya. Injil Matius mengatakan bahwa jika kita tidak maumengampuni orang yang telah bersalah kepada kita, Bapa di surga tidakmengampuni kita. Doa “Bapa Kami” menekankan hal ini, karena ini adalah tindakanTuhan sendiri. Itu berarti bahwa sebelum mendapatkan tindakan formalpengampunan saat melakukan pengakuan dosa, kita mesti lebih dahulu mengampunimereka yang telah bersalah kepada kita. Oleh karena itu selain menyampaikanelemen-elemen material yaitu dosa-dosa nyata, si pendosa perlu jujurmenyampaikan juga bahwa ia telah mengampuni orang-orang yang ia sebutkan didalam pengakuannya. Suatu pengakuan dosa yang efektif dan berbuah terjadikarena adanya pengampunan terhadap si pendosa yang bersalah kepada kita,sebelum kita mendapatkan pengampunan dari Tuhan melalui Gereja. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkanlah dansemangatilah kami untuk tidak malu dan takut untuk mengampuni. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ....
Pdm. Handoyo Salim (TB) Yakobus 4:15Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.
Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah;
Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah;
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah MENGURUTKAN PERJANJIAN BARUDiambil dari: 2 Tesalonika 3:17 “Salam dari Paulus kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap suratku; beginilah caraku menulis.”Wonder Kids, mungkin kamu pernah melihat Alkitab dan berpikir bahwa semua kitab di dalam Perjanjian Baru ditulis sesuai urutan waktu. Tetapi sebenarnya, urutan kitab dalam Alkitab tidak selalu sesuai dengan waktu penulisannya.Sebagian besar surat Paulus ditulis lebih awal daripada Injil. Paulus berkeliling banyak tempat untuk memberitakan Injil, lalu ia menulis surat kepada jemaat-jemaat yang sudah percaya kepada Yesus. Surat-surat itu ditulis sekitar tahun 50-an Masehi.Paulus sendiri bertemu dengan Yesus yang bangkit di jalan ke Damsyik. Setelah itu, ia percaya kepada Yesus dan menjadi pemberita Injil. Tidak lama kemudian, ia mulai mengajar banyak orang tentang Tuhan Yesus dan menulis surat-surat untuk menolong jemaat hidup benar.Barulah setelah itu, Injil-Injil ditulis oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Injil-injil itu menceritakan kembali tentang kehidupan, ajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus supaya semakin banyak orang mengenal-Nya.Wonder Kids, Tuhan memakai banyak orang dan banyak cara untuk menyampaikan firman-Nya. Ada yang menulis Injil, ada yang menulis surat, tetapi semuanya dipakai Tuhan untuk satu tujuan: supaya kita mengenal Yesus dan hidup bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, bersyukurlah kepada Tuhan karena firman-Nya ditulis dengan begitu rapi dan lengkap. Saat membaca Alkitab, ingatlah bahwa setiap bagian ditulis untuk menolong kita percaya kepada Yesus dan hidup taat kepada-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai banyak orang untuk menuliskan firman-Mu. Terima kasih karena melalui Alkitab aku bisa mengenal Yesus. Tolong aku supaya rajin membaca firman-Mu dan mau hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, semua bagian Alkitab ditulis supaya kita mengenal Yesus dan hidup bagi-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ursula Dai dari Paroki Santa Maria Ratu Damai Mingar di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 5: 1-15a; Mazmur tg 42: 2.3; 43: 3.4; Lukas 4: 24-30.PENYEMBUHAN KUSTA RAGA DAN JIWA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Penyembuhan KustaRaga dan Jiwa. Santo Efraim dari Siria yang hidup pada abad ke-4 Masehi,menulis begini tentang sembuhnya Naaman, tentara Siria, karena karunia Allahmelalui nabi Elisa: “Karena itu Naaman diutus ke Sungai Yordan dengan tujuanpenyembuhannya karena air itu dapat memulihkan manusia. Sesungguhnya, dosamerupakan kusta pada jiwa, yang tidak dapat diinderai, tetapi inteligensi dapatmembuktikannya. Kodrat manusia harus dibebaskan dari penyakit ini oleh kuasaKristus yang tersembunyi di dalam pembaptisan. Penting sekali bagi Naaman,supaya sembuh dari dua penyakit, tubuh dan jiwanya. Ini tepat sekali untukmewakili suatu rahmat pemurnian dan pengudusan segala bangsa dalam pemandianyang terus berlangsung, yang permulaannya di Sungai Yordan, ibu dan pemulapembaptisan.” Naaman seorang dari luar lingkup Yahudi yang beriman dantentu dianggap kafir. Namun ia tanpa halangan yakin bahwa ada kuasa Tuhan yangdapat memberikan kesembuhan atas sakit kustanya. Itu ia peroleh informasinyadari hamba Israel yang bekerja kepadanya. Orang-orang dalam kategori ini cepatterbuka dan menanggapi pesan berharga soal keyakinan iman, karena mereka padaprinsipnya memerlukan Tuhan. Naaman mewakili banyak orang saat ini yang jauh dari Tuhanyang belum mengenal-Nya. Mereka ingin masuk ke dalam iman kepada Tuhan melaluisuatu proses penyembuhan jiwa dan raga mereka. Raga mereka memiliki kekuranganbahkan sakit karena berada jauh dan terlepas dari kedekatan dan terjangkau olehsuatu hidup dalam persekutuan iman. Jiwa mereka terlebih-lebih belum memilikipokok untuk memberikan kebenaran mutlak tentang kehidupan dan menggantungkanharapan untuk keselamatan sesudah kematian. Proses ini tersedia di dalam jalanYesus Kristus melalui pembaptisan. Setelah Naaman, sudah begitu banyak orang diluar Yahudi yang menerima pembaptisan dan menjadi anggota Gereja sampai saatini. Tindakan Naaman tersebut berlawanan dengan orang-orang disekeliling Yesus bahkan dari tempat asalnya yang sezaman dengan Naaman. Merekasudah kuat dengan keyakinan sendiri, apalagi Yesus dianggapnya tidak lebihtidak kurang sebagai seorang yang sama dengan mereka. Mereka tahu betulkesederhanaan keluarga biologis Yesus, maka menjadi tidak mungkin bagi merekauntuk percaya kalau Ia memiliki kemampuan yang melebihi mereka. Tuhan Yesusingin supaya kita sebagai pengikut-Nya yang pertama dan penuh tanggung jawabmenerima Dia. Dengan menerima dan memiliki Dia, di mana dan kapan punkeberadaan kita, Ia hadir melalui kita dalam berbuat baik dan menciptakanpembaharuan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, kuatkanlah iman kami untukdapat menjadi saksi-saksi-Mu yang benar. Bapa kami... Dalam nama...
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Maret 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 9 Maret 2026Pembaca Renungan : Gracia DaniellaMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 8 Maret 2026Bacaan: "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." (Yakobus 2:26)Renungan: Suatu hari, seorang ilmuwan bertanya kepada guru agamanya, "Pak, apakah inti yang terpenting dalam agama?" "Jangan melakukan segala dosa, sebaliknya jalankan semua amal dan kebaikan," jawab sang guru agama. Ilmuwan itu menganggap bahwa itu adalah jawaban standar yang terlalu luas dan kurang jelas. Karena itu dia berkata "Apa yang Bapak katakan itu terlalu sederhana. Anak berusia tiga tahun pun tahu dengan jawaban seperti itu," ujarnya. "Memang anak kecil juga akan mengerti, tetapi orang tua yang telah berusia delapan puluh tahun belum tentu bisa melakukannya," jawab sang guru. Banyak motivator, buku-buku laris, dan seminar yang memberi kita penjelasan bagaimana menempuh jalan sukses. Namun, hanya sebagian orang saja yang benar-benar mengecap kesuksesan. Setiap minggu, juga banyak hamba Tuhan di gereja, mulai dari Pastor ataupun Pendeta yang membagikan rahasia hidup dalam kedamaian, sukacita dan keberhasilan, namun, mengapa hanya sebagian kecil saja yang hidupnya berubah setelah mendengar kotbah dari mimbar? Di Alkitab, juga banyak rahasia untuk memperoleh keberhasilan dalam segala hal, namun mengapa orang yang rajin membaca Alkitab sekalipun, hidupnya bahkan tidak berubah? Jawabannya adalah, karena kita sering kali hanya sebatas membaca dan tahu, tetapi tidak berlanjut melakukannya dalam tindakan nyata. Seseorang berkata, "Tindakan tidak selalu membawa kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa tindakan." Berapa banyak kita mendengar tentang seseorang yang ingin kaya, ingin terkenal, ingin pintar, tetapi ia sendiri tidak melakukan apa-apa. No action, talk only. Segudang ilmu dan pengetahuan tidak akan berguna bila kita tidak menggunakannya. Tindakan nyata memang selalu lebih efektif dan membuat kita memiliki kemampuan dan keberhasilan yang lebih, dari pada orang yang hanya mempelajari teori saja. Jadi, mari jangan hanya mendengar kotbah dan membaca Alkitab saja, tapi mari melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, supaya hidup kita selalu dipenuhi dengan keberhasilan dan kedamaian. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah aku pribadi yang dewasa, bukan hanya dalam usia tetapi dalam pikiran, perkataan, tindakan dan karakterku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 7 Maret 2026Bacaan: "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga." (Matius 6:14)Renungan: Pengampunan sering kali merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan. Kita lebih suka melakukan balas dendam kepada orang-orang yang menyakiti kita. Karena hal itu akan lebih memuaskan kedagingan kita yang selalu cenderung untuk menuntut balas. Mata ganti mata, gigi ganti gigi. Namun Tuhan Yesus mengajarkan hal yang lain kepada kita semua, Dia justru mengajar kita agar tidak membalas dendam, tetapi mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kita, seperti Dia juga telah mengampuni kita. Corrie Ten Boom, juga mempunyai pengalaman dalam soal mengampuni. Ia dengan mata kepala sendiri menyaksikan kedua orang tuanya disiksa dan dibunuh oleh seorang tentara Nazi. la sendiri juga mengalami siksaan yang luar biasa sehingga hatinya dipenuhi kebencian terhadap orang itu. Setelah menjalani masa-masa penyiksaan yang berat di kamp konsentrasi, Corrie akhirnya dibebaskan. la pun mulai bersaksi dan memberitakan Injil. Suatu kali ketika memimpin Kebangunan Rohani, ia melihat pembunuh orang tuanya itu, sekaligus orang yang pernah menyiksanya ikut berdiri dan mengambil keputusan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Saat itu hatinya penuh dengan pergumulan luar biasa antara kebencian dan keinginan mengampuni. Dalam ketidakberdayaan, ia berseru meminta pertolongan Tuhan. Tuhan menjamah dan mengalirkan kasih-Nya kepada Corrie, sehingga Corrie mampu memandang orang itu dengan cara pandang yang baru. la mendekati orang itu dan memperkenalkan dirinya. la berkata bahwa ia sudah mengampuni orang itu karena Tuhan telah mengampuninya. Orang itu terkejut dan dengan air mata bercucuran ia meminta ampun atas dosa-dosanya. Corrie mengalami pemulihan yang luar biasa. Ia merasakan beban kebencian yang menindihnya selama ini terlepas. Orang itu pun merasakan sukacita yang besar karena dosa-dosanya diampuni Allah dan Corrie. Jika kita merasa tidak mampu mengampuni, Tuhan selalu siap untuk menolong asalkan kita mau berseru kepada-Nya. Jadi, mari memohon pertolongan Tuhan. Mintalah Dia untuk mengalirkan kasih-Nya kepada kita, karena dengan kemampuan sendiri, kita tidak akan dapat mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Hanya dengan pertolongan Tuhan, kita pasti akan dimampukan untuk memberikan pengampunan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mau mengampuni seseorang yang pernah menyakiti hatiku. Jangan biarkan rasa dendam menguasaiku sehingga aku kehilangan Damai sejahtera-Mu. Amin. (Dod).
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Maret 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 8 Maret 2026Pembaca Renungan : Felliex Yulio MurlyantaraMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahKABAR SEJARAH YANG DAPAT DIPERCAYADiambil dari: Yesaya 40:8 “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”Wonder Kids, kalau seseorang menulis cerita tentang hidupmu puluhan tahun setelah kamu lahir, ceritanya bisa saja salah atau bercampur dengan cerita yang tidak benar. Tetapi Alkitab tidak ditulis seperti itu.Banyak penulis Injil menulis tentang Yesus tidak lama setelah peristiwa itu terjadi. Lukas menulis Injil dan Kisah Para Rasul sebagai dua bagian dari satu cerita besar. Ia meneliti dengan teliti dan menuliskan apa yang benar-benar terjadi. Markus juga menulis Injil tidak lama setelah Yesus naik ke surga. Para ahli Alkitab mengatakan bahwa Injil Markus ditulis sekitar tahun 60 Masehi, tidak terlalu jauh dari waktu Yesus hidup di dunia.Bandingkan dengan kisah tokoh besar dunia seperti Aleksander Agung. Kisah tentang dia baru ditulis ratusan tahun setelah ia meninggal, tetapi banyak orang tetap mempercayainya. Kalau begitu, mengapa kita meragukan Injil yang ditulis jauh lebih dekat dengan waktu kejadian?Para sejarawan sudah mempelajari tulisan-tulisan tentang Yesus dan menyimpulkan bahwa berita tentang Yesus itu dapat dipercaya. Alkitab bukan cerita dongeng, tetapi kesaksian nyata tentang apa yang Allah lakukan di dunia.Wonder Kids, Tuhan tidak mau kita percaya kepada cerita bohong. Tuhan memberi kita firman-Nya yang dapat dipercaya supaya kita tahu siapa Yesus dan bagaimana kita diselamatkan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, bersyukurlah kepada Tuhan karena kita punya Alkitab yang dapat dipercaya. Bacalah Alkitab dengan rajin dan percaya bahwa firman Tuhan itu benar.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk Alkitab yang Engkau berikan. Terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya suka membaca firman-Mu dan percaya kepada setiap perkataan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Alkitab bukan cerita buatan manusia, tetapi firman Allah yang benar dan dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi, Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Keluaran 17: 3-7; Mazmur tg 95: 1-2.6-7.8-9; Roma 5: 1-2.5-8; Yohanes 5-42.KASIH YANG TIDAKBERTEPI DAN TOTAL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kasih Yang TidakBertepi Dan Total. Seorang pemuda benar-benar berjuang supaya gadis pilihannyaitu menerima dirinya, dan akhirnya mereka dapat menikah. Keluarga si gadisbelum semuanya yakin dengan perjuangan pemuda itu. Di mata mereka, ia memangbersikap baik, dan jujur. Tetapi semua itu masih sebagai anggapan dan asumsi.Belum ada bukti nyata kesungguhan cintanya. Sikap keluarga menjadi tantanganbagi pemuda itu. Lalu saat pernikahan itu datang. Tidak ada halangan dalamsemua proses dan acara pernikahan itu sendiri. Semua pihak yang terlibatmerasakan suka cita dan kepuasannya. Di dalam sebuah pertemuan, keluarga keduabelah pihak berkesempatan memberikan pesan-pesan kepada pasangan yang baru sajamenikah. Dari semua masukan yang diterima, pemuda itu kemudian menyatakan isihatinya. Ia berkata begini: "Imanku kepada Tuhan Yesus menuntut aku untukmencintai dengan benar. Cintaku yang benar kepada istriku ini, akan akubuktikan dalam hidup bersama dengannya mulai dari saat pernikahan kami." Pembuktian cinta kasih hanya dengan satu cara, yaituperbuatan. Lelaki itu ingin buktikan dengan hidup bersama istrinya dalam segalasituasi hidup keluarga. Di dalam pekerjaan, pelayanan dan pengorbanan ia ingintunjukkan bahwa istrinya merasa dicintai. Yesus adalah teladan utamanya. Kitasemua pengikut Kristus juga seperti dirinya, yang menjadikan Yesus teladanutama kita. Tuhan Yesus Kristus, seperti yang disampaikan bacaan kedua padahari ini, sudah membuktikan kasih-Nya bagi kita dengan pengorbanan diri-Nyasampai mati. Cinta kasih Yesus Kristus itu dinyatakan kepada semuaorang sampai menghilangkan batas-batas ras, suku, budaya, dan bangsa. Cintakasih-Nya itu tidak mengenal siapa yang beriman dan yang tidak. Mereka yangsudah lama dibaptis dan mereka yang baru kemarin dibaptis berhak mendapatkankasih Tuhan tersebut. Kasih-Nya itu pada dasarnya tidak bertepi. Kelompokmanusia dan budaya yang tidak beriman seperti orang Samaria dan khususnyawanita yang berjumpa dengan Yesus adalah contohnya. Kasih kepada semua atau kasih yang tidak bertepi adalahkasih yang total. Tuhan menyembuhkan yang sakit dan luka. Tuhan melengkapi danmemenuhi yang kurang. Tuhan mengembalikan yang hilang dan tersesat. Tuhanmerangkul mereka yang belum tercakup dan tercerai-berai. Tuhan menjadi solusiatas semua bentuk persoalan hidup, sekalipun itu amat tidak mungkin teratasimenurut perhitungan dan kemampuan manusia. Tuhan mengisi air kehidupan ke dalamjiwa wanita Samaria dan jiwa semua orang lain di mana pun yang sedang kosongdan putus asa. Kita beruntung menerima kasih Tuhan yang total. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, penuhilah diri kami dengan kasih danberkat karunia-Mu sehingga kami dapat menyiapkan diri dengan segenap hati untukperayaan Paskah tahun ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Markus Soge Purab dan Klaudia Roo Won Malin Asan dari Stasi Keluarga Kudus Lewo Glaran, Paroki Santo Mikhael Kalike di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 103: 1-2.3-4.9-10.11-12; Lukas 15: 1-3.11-32.KERAHIMAN ALLAHBUKAN KETIDAKADILAN Renungan kita pada hari ini bertema: Kerahiman Allah BukanKetidakadilan. Kekaguman bahkan sampai ketidakmampuan kita untuk memahami TuhanAllah salah satunya ialah tentang kerahiman-Nya. Ungkapan kerahiman Allah yangpaling kuat bagi kita ialah kuasa-Nya mengampuni dosa manusia. Istilah “Allahmaha kuasa” memiliki makna bahwa Ia berkuasa di atas segala sesuatu dan setiaporang, termasuk pengampunan dosa. Untuk orang-orang yang percaya, kekaguman danketidakmampuan di hadirat Tuhan ini merupakan bagian dari iman. Sedangkan bagiorang-orang yang tidak beriman, kemahakuasaan Allah dan khususnya pengampunandosa tak punya makna apa-apa. Nabi Micah, dalam bacaan pertama, mengungkapkan imannyadengan rasa kagum yang mendalam bahwa tidak ada Allah lain yang dapatmengampuni dosa-dosa umat ciptaan-Nya. Ia berkuasa menghapuskankesalahan-kesalahan manusia. Bahkan Ia melemparkan segala dosa itu ke dalamtubir-tubir laut, ke bagian paling dalam dari semesta ini. Micah punya ceritatentang pengalaman Israel masa lampau tentang pembebasan dari perbudakan Mesirdan penyelamatan selama pengembaraan di padang gurun. Sejalan dengan ini, Yesusmembuatnya lebih konkret melalui perumpamaan tentang anak yang hilang dan bapayang penuh belas kasih kerahimannya. Hukum positif dan keyakinan akan keadilan menetapkansolusi atas suatu perbuatan dosa, dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatandosanya. Orang-orang yang tidak percaya dan umumnya yang memakai cara berpikirini berpandangan bahwa orang Israel yang sudah sangat berdosa berulang-ulangpantas dihukum berulang-ulang. Anak yang hilang itu mesti mendapat hukuman yangsama besar dengan dosa yang sudah ia lakukan. Orang-orang Farisi dan para ahliTaurat menganggap bahwa orang yang berdosa sudah sangat kotor, jadi merekatidak boleh berinteraksi dengan para pendosa itu. Ini semua berbanding terbalikdengan perbuatan Tuhan. Ia maha rahim. Ia justru bergaul dan menyatu denganmereka. Ia mengampuni mereka. Inilah yang dipandang oleh cara berpikir tadisebagai ketidakadilan. Tetapi sebenarnya tindakan kerahiman ini bukan sebagaiperbuatan tidak adil. Suatu perbuatan belas kasih dan kerahiman pada dasarnyamembawa orang berdosa dekat kepada kita dan membantunya untuk bertobat, melaluipengampunan dan bimbingan untuk kembali ke jalan yang benar. Kehendak Tuhansebenarnya bagi mereka ialah supaya tidak ada satu pun dari orang-orang yangberiman hilang dari perhatian-Nya. Bisa jadi salah satunya ialah dari antarakita, teman atau anggota keluarga Anda. Kalau demikian, di dalam masa ini, Andadapat bekerja bersama Tuhan mengembalikan dia dari keadaannya saat ini yangsedang mengilang baik secara fisik maupun secara rohani. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan maha kuasa, buatlah kami sadar dan rindu,bahwa kembali kepada-Mu adalah yang terbaik, dan hidup dalam Dikau adalahtujuan utama hidup kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Maret 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 7 Maret 2026Pembaca Renungan : Injilia Aurora GultomMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Maret 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 6 Maret 2026Pembaca Renungan : Felliex Yulio MurlyantaraMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Pembawa Renungan : RD. Alip Suwito Magelang Mat. 21:33-43,45-46.
Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 5 Maret 2026Bacaan: "Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!" (Yeremia 20:11) Renungan: Setiap orang biasanya memiliki tokoh idola, panutan atau pahlawan dalam hidupnya namun kita tahu bahwa sesungguhnya setiap orang, termasuk kita dapat juga menjadi tokoh idola, panutan atau pahlawan bagi orang lain. Yang paling dibutuhkan adalah hati yang tulus dan bersedia memberikan hal-hal positif bagi sesama. Jika saat ini kita ditanya, "Siapa nama lima wanita peraih penghargaan Putri Indonesia selama lima tahun terakhir ini?" atau, "Siapa nama lima Miss Universe yang kita tahu?", atau "Siapa nama lima sutradara yang meraih Piala Oscar?" atau "Siapa nama lima tokoh dunia peraih Nobel Perdamaian dalam lima tahun terakhir Ini?" Barangkali kita tidak akan bisa menjawab semuanya dengan benar, sekalipun mereka semua yang ditanyakan itu, adalah orang-orang yang hebat, terkenal dan berprestasi. Namun, jika pertanyaannya diganti menjadi, "Siapa nama lima orang yang paling berpengaruh positif dalam hidup kita?" hampir dapat dipastikan kita akan menyebutkan nama mereka dengan lancar. Mungkin kita akan membayangkan wajah mereka sambil tersenyum dan mengingat kebaikan mereka. Sebagian dari mereka barangkali telah berpulang atau sudah lama sekali tidak berjumpa dengan kita. Mereka membantu kita meraih banyak hal dalam hidup ini, baik secara langsung atau pun tidak langsung. Tanpa mereka, bisa jadi kita tidak akan seperti hari ini. Mereka bisa saja orang tua, saudara, pasangan hidup atau sahabat kita. Bisa jadi, pahlawan itu barangkali guru kita atau mentor kita. Kita mungkin teringat kepada beberapa sahabat dan guru yang selalu mendukung kita, ketika begitu banyak pihak yang meragukan kemampuan kita untuk bisa mencapai banyak hal yang kita capai sekarang ini. "Jangan takut! Maju terus! Kami senantiasa mendoakanmu," begitu kalimat-kalimat positif mereka yang selalu terekam indah dalam hati sanubari kita. Yang menarik, seringkali kehadiran para pahlawan ini bukanlah sesuatu yang istimewa bagi kita. Kita mungkin menganggapnya biasa-biasa saja sampai suatu ketika kita menyadari bahwa mereka adalah "mukjizat" yang dikirim oleh Tuhan untuk mampir dalam kehidupan kita. Kalau boleh jujur, sudahkah kita mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada mereka? Saat terbaik untuk menunjukkannya adalah saat ini. Jangan menunda sampai besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau pada hari ulang tahun mereka, karena bisa jadi waktu itu tidak akan pernah ada. Dan orang yang tahu berterimakasih adalah orang yang rendah hati dan disenangi Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk orang-orang baik yang Kau kirimkan untuk memberkati aku selama ini. Kuserahkan mereka pada kasih dan perlindungan-Mu, sehingga perbuatan baik mereka akan Kau berkati dengan kuasa-Mu agar dapat juga memberkati kehidupan mereka. Amin. (Dod).
Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Mazmur 26:2Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 3 Maret 2026Bacaan: "Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlahı tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:9)Renungan: Suatu hari ada seorang pria yang sedang mengemudikan mobil bermerk Ford. Tidak disangka, mobil Ford yang ia kendarai mogok ditengah jalan. Pria itu pun membuka kap mobilnya dan berusaha untuk mencari penyebab dan memperbaiki kerusakannya. Namun pria itu tidak juga menemukan solusinya. Tidak lama kemudian, datanglah seorang pria tua yang juga mengendarai mobil Ford. Melihat sesama pengendara Ford yang mogok ditengah jalan, pria itu langsung berhenti dan keluar dari mobil untuk membantu pria muda itu. Tanpa memakan waktu banyak, pria itu sukses memperbaiki mobil yang rusak itu. Pria muda itu kemudian berterima kasih dan pria tua itupun memperkenalkan diri katanya, "Saya Henry Ford. Saya yang telah merancang mobil ini." Kehidupan manusia tak ubahnya seperti kisah diatas, di mana sering kali "mobil yang kita kendarai" tiba-tiba saja mogok dan berhenti ditengah jalan karena masalah yang mungkin datang tanpa kita duga sebelumnya. Saat itu mungkin kita merasa jengkel, kecewa, marah, dan sedih karena apa yang kita harapkan ternyata berbeda jauh dengan kenyataan. Kita merasa gagal dan sering kali kita kehilangan pengharapan karena kita menganggap bahwa masalah yang kita hadapi adalah akhir dari segala-galanya. Kita sering lupa bahwa segala problema yang kita alami adalah bagian dari rencana Tuhan yang akan mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Sebenarnya Tuhan selalu menyediakan berkat yang melimpah dibalik semua masalah yang kita hadapi. Dia sanggup mengubah setiap kegagalan dan kesalahan kita menjadi sebuah berkat yang luar biasa dalam hidup kita. Tuhan sudah merancang segala yang baik dalam hidup kita. Dia tahu segala kelemahan dan kegagalan kita. Yang perlu kita lakukan adalah kembali kepada Tuhan. Kita percayakan hidup kita seluruhnya kepada-Nya. Berusahalah dan berdoa, sebab itulah bagian kita. Tuhan akan melakukan bagian-Nya. Tuhan selalu memberikan solusi atas segala masalah kita. Karena itu, jangan takut dan bimbang. Percayalah bahwa Tuhan adalah Bapa yang baik, dia tidak akan menjerumuskan kita. Percayalah bahwa rancangan-Nya selalu sempurna bagi hidup kita, jika kita selalu setia dan menaruh iman serta pengharapan kita kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kupercayakan hidupku pada rencana-Mu yang indah. Apapun yang terjadi, jika itu sesuai dengan kehendak-Mu, maka aku percaya semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod)
Pembawa Renungan: RD. Revi Tanod Manado Luk. 6:36-38.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 2 Maret 2026Bacaan: "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. " (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Seorang guru kelas satu memberi tugas kepada murid-muridnya untuk menggambarkan sesuatu yang mereka syukuri. Tugas ini disambut bahagia oleh anak-anak. Sebagian besar dari mereka mulai berimajinasi dengan mainan, makanan kesukaanı, atau masa-masa liburannya. Namun ada satu anak yang bernama Douglas membuat gambar yang berbeda. Untuk hal yang disyukurinya, dia membuat gambar tangan. Douglas memang berbeda dari anak lainnya. Dia adalah seorang anak yang lemah dan jarang tersenyum. Ketika anak-anak lainnya bersemangat untuk bermain saat jam istirahat, Douglas lebih sering berdiri dekat gurunya. Selesai menggambar, masing-masing murid membawa gambarnya dan menunjukkan karyanya di depan kelas. Tiba giliran Douglas maju dan menunjukkan gambarnya, satu persatu temannya mulai menebak pemilik tangan tersebut. Seorang anak menduga bahwa itu adalah tangan petani karena berjasa dalam menanam sayur dan makanan lainnya. Ada pula yang menduga itu adalah tangan polisi karena mereka adalah aparat yang bertugas melindungi warga. Sedang beberapa anak lainnya menduga gambarnya adalah tangan Tuhan. Karena begitu ramai, diskusi itu akhirnya dihentikan dan anak-anak beranjak ke tugas lainnya. Setelah beberapa waktu, Sang Guru menghampiri meja Douglas sambil membungkuk ia bertanya tangan siapa yang ada dalam gambarnya. Douglas menatapnya dan mengatakan, "Ini tangan Ibu Guru". Douglas ternyata merasa bersyukur atas tangan gurunya Itu. Tangan yang sudah menuntunnya, menjangkaunya, mengajarinya dan memberikan kasih kepadanya selama ini. Di dalam kehidupan ini kita jarang bisa bersyukur dalam hal-hal kecil. Kita lebih mudah bersyukur saat Tuhan melakukan perkara-perkara yang besar. Padahal, setiap perkara yang kita alami ini semuanya terjadi karena kehendak Tuhan. Coba kita bayangkan, bagaimana jadinya jika alis atau bulu mata kita bertambah panjang. Namun, Tuhan sudah mengatur semuanya sehingga bulu mata kita tidak bertambah panjang. Atau bagaimana jadinya jika kita harus membayar oksigen yang harus kita hirup setiap hari. Tentu kita tidak akan sanggup membayar itu semua. Semuanya itu kelihatannya tampak kecil dan tidak berarti. padahal memiliki dampak yang begitu besar dalam kehidupan kita. Sudahkah kita mengucap syukur atas "hal-hal kecil yang seringkali kita abaikan? Jadi, mulai hari ini, saat kita bangun dari tidur kita, belajarlah untuk bisa mengucap syukur dengan apa yang terjadi dalam kehidupan kita, baik itu hal kecil atau pun hal yang besar, karena kehidupan kita juga terbentuk dari hal-hal yang kecil namun memberikan dampak dan akibat yang besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat, baik yang besar maupun kecil, yang aku terima dan alami setiap hari. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Maret 2026Bacaan: Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat. Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga in melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekelling Elisa." (2 Raja-raja 6:17).Renungan: Sebuah kata-kata bijak berbunyi seperti ini: "Semua manusia hidup dibawah langit yang sama. Tetapi tidak semua orang memiliki cakrawala yang sama." Semua manusia entah dibelahan bumi yang mana memiliki langit yang sama, tetapi cakrawalanya pasti berbeda. Kita yang berada di Pulau Jawa misalnya, pada bulan Agustus kita cerah berawan, tetapi yang berada di Sulawesi mendung dan gelap karena sudah turun hujan. Langitnya sama tetapi cakrawala dan cuacanya berbeda. Dari gambaran di atas kita mendapatkan hikmat bahwa, semua manusia itu hidup di dunia yang sama, tetapi terkadang kita harus mengalami keadaan yang berbeda. Bahkan mungkin kita sama-sama anak Tuhan yang percaya pada Yesus suatu saat keadaan kita pun bisa berbeda. Bagi seorang petani hujan itu sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu tetapi bagi orang yang akan mengadakan pesta pernikahan kalau bisa jangan sampai hujan. Tergantung dari sudut mana seorang memandangnya. Bayangkan jika di bumi ini hanya musim kemarau terus, pasti manusia akan mengalami krisis karena kekeringan. Sebaliknya jika di bumi ini hanya ada musim hujan saja, maka kita pasti akan mengalami air bah dan tenggelam. Panas kita butuhkan, hujanpun kita butuhkan. Tertawa itu perlu tetapi air mata itu juga berguna. Karena itu jika hari ini kita sedang mengalami kesuksesan ingatlah bahwa satu saat kita akan mengalami tantangan dan masalah. Sebaliknya jika saat ini kita sedang tertekan karena masalah, maka ingatlah bahwa tidak selamanya kita akan terus menangis, suatu saat kelak kita pasti akan tertawa. Jangan pernah menyesali dan meratapi kehidupan ini. Kita perlu menjadi petani di musim hujan namun percayalah kita akan menjadi seorang yang akan mengadakan pesta saat musim kemarau. Sikap hati dan cara pandang yang benar akan membantu kita untuk dapat selalu mensyukuri cakrawala dan keadaan kita. Mari, lihatlah hal yang buruk dengan cara pandang yang baik, secara mengejutkan kita akan melihat hal-hal yang positif. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap musim dalam hidupku, sebab aku percaya Engkau selalu hadir di setiap suka dan duka hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 28 Februari 2026Bacaan: "TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya." (Amsal 15:29)Renungan: Jim Johnson ditugaskan oleh pimpinan sebuah hotel untuk menyelamatkan hotel itu dari "bencana" kebangkrutan. Banyak manager lain telah mencoba dan berjuang tetapi tetap gagal dan sia-sia. Hotel sekarang diambang kehancuran dan kalau ini terjadi, maka banyak karyawan akan kehilangan pekerjaan. Jim Jonhson mencoba cara lain yang belum pernah dibuat oleh manager lain. la pergi ke salah satu bukit di mana dari sana ia bisa melihat hotel itu dengan jelas. la tinggal disana selama kurang lebih 20 menit. Apa yang ia lakukan? la berdoa dan berdoa. Pertama-tama ia mendoakan tamu-tamu hotel, semoga mereka sehat dan ceria, dan tergerak melangkahkan kaki ke hotel itu. Semoga mereka mendapatkan apa yang diinginkan, bukan hanya sarana yang lengkap tetapi sapaan dan sambutan hangat dari para karyawan hotel. Kemudian ia berdoa untuk orang-orang yang tinggal dan berada di sekitar hotel. Mereka yang berbisnis di area itu, juga tidak luput dari doanya. Ia juga berdoa bagi semua penduduk kota. Semoga mereka mendapat rejeki dan hidup layak. Begitulah pekerjaan yang Jim Johnson lakukan tiap malam, ia mendoakan hal yang sama. Lambat laun, suasana hotel mulai bergairah. Tamu-tamu mulai berdatangan. Roda perjalanan hotel itu menampakkan geliat yang sangat terasa. Walau ada harapan, Jim Johnson tidak berhenti berdoa, memohon dan berharap. Akhirnya keadaan hotel kembali pulih dan bahkan melebihi harapan dan perkiraan pimpinan sehingga Jim Johnson menjadi berkat bagi karyawan hotel tersebut. Jika doa satu orang mampu mengembalikan masa depan hotel itu, kita bisa membayangkan bila seluruh penghuni dunia berdoa bagi dunia dan seluruh isinya. Memang secara manusiawi kita kadang sulit mengerti akan masalah dan problema hidup kita. Namun harus selalu kita percaya bahwa Allah lewat cara-Nya yang kadang tak terpahami, tak terduga, tak terselami sanggup menolong kita. Allah mendengar doa-doa kita. Kisah selamatnya hotel itu dari kebangkrutan adalah satu bukti. Banyak manager mencoba cara luar biasa, tetapi tidak membuahkah hasil. Jim Johnson mencoba cara sederhana dan biasa namun "berkuasa" membawa hotel itu ke permukaan kembali. Masihkah kita meragukan kuasa doa itu? Berdoalah jika kita memang merindukan ada jalan. Berdoalah, supaya kita kuat, maka Dia akan menolong kita. Tuhan Yesus memberkati. Dia:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan Roh Doa-Mu, sehingga doaku penuh kuasa untuk memberkati banyak orang. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Februari 2026Bacaan: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? " Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembala kanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:17)Renungan: Di sebuah sekolah dasar, ada seorang anak laki-laki yang bandel dan suka ribut di kelas. Hampir setiap hari, anak ini membuat masalah dan membuat kelas menjadi gaduh sehingga kerap kali dia menjadi sasaran kemarahan para guru. Anak ini kemudian dipanggil dengan sapaan "Surib" yang berarti "Suka Ribut". Suatu hari, ketika ada tugas melukis, seorang guru menyuruh para murid untuk melukis potret diri masing-masing. Surib pun dengan penuh antusias melukis dirinya sendiri. Dalam lukisannya, Surib menulis satu kalimat yang berbunyi, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Lukisan ini kemudian menjadi salah satu lukisan terbaik di sekolahnya. Suatu hari, seorang guru mendapati bahwa kelas Surib sangat gaduh. Dan seperti biasa, Suriblah yang menjadi penyebabnya. Ketika guru itu hendak memarahi Surib, beliau melihat lukisan Surib yang dipajang didepan kelas, yang bertuliskan, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Wajah sang guru langsung berubah. Dalam hati Sang Guru berkata, "Ya! Tuhan belum selesai menciptkannya, aku harus sabar." Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita begitu mudah untuk menghakimi orang lain. Banyak orang cenderung memberi penilaian kepada orang lain dengan harga mati, seolah-olah orang lain sama sekali tidak akan berubah selamanya. Terlebih ketika, orang lain melakukan kesalahan. Akan sangat mudah baginya untuk melihat segala sisi dengan cara pandang negatif yang berlebihan. Banyak orang lupa bahwa Tuhan belum selesai menciptakan sesamanya. Kita pasti ingat dengan Petrus. Petrus bukanlah orang yang sempurna. Sebaliknya, Petrus selalu mendapat teguran keras dari Yesus, bahkan pernah menyangkal Yesus. Demikian pula dengan Rahab, Maria Magdalena dan Paulus. Mereka adalah para pendosa. Kendati begitu, mereka justru dipakai Tuhan secara luar biasa. Seseorang bisa saja berubah menjadi baik bahkan menjadi sesuatu yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Namun demikian, Tuhan juga membutuhkan bantuan kita, jadi janganlah kita buru-buru menghakimi dan menjauhi orang-orang yang mungkin berbuat salah terhadap kita. Namun tegurlah mereka dengan penuh kasih. Jangan lupa doakanlah dan berkatilah mereka selalu. Percayalah bahwa suatu saat mereka juga bisa berubah meski sekarang mereka melakukan kesalahan. Bimbinglah mereka untuk kembali di jalan yang benar agar mereka segera bertobat mendapat pemulihan dan akhirnya dapat diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku mudah menghakimi orang lain. Kini aku sadar bahwa kekuranganku lebih banyak daripada orang yang sering aku hakimi. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 26 Februari 2026Bacaan: "Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan." (Amsal 12:18) Renungan: Ada seorang mahasiswa yang menderita kepahitan yang dalam selama bertahun-tahun terhadap salah seorang dosen, karena satu pernyataan yang diucapkan dosen tersebut. Suatu hari ketika ia sedang berbicara dengan pacarnya, mereka ditegur dengan sangat kasar oleh seorang dosen yang kebetulan lewat. Begitu melihat mereka berdua, dosen tersebut langsung mendatangi mereka dan berkata, "Saya muak melihat kalian berdua. Saya tidak bisa makan kalau melihat kalian berdua, mau muntah rasanya." Mahasiswa tersebut dan pacarnya begitu sakit hati sampai-sampai setiap kali dosen tersebut mengajar di kelas, mereka tidak mau mendengarkan. Semangat dan kemauan mereka untuk mengerjakan tugas-tugas dari mata kuliah yang sedang diajar dosen tersebut itupun juga hilang. Akhirnya mereka mendapat nilai yang begitu rendah dari mata kuliah tersebut, bukan karena mereka bodoh tetapi semata2 karena kepahitan dalam hati mereka kepada dosen yang mengajarnya. Amsal 12:18 mengajar kita untuk tidak sembarangan berkata, sekalipun dalam persoalan yang kecil atau remeh, bahkan dalam bergurau. Pada saat kita meremehkan soal yang kita hadapi atau meremehkan pembicaraan kita, maka pada waktu itu akan ada banyak kata-kata yang mengalir keluar tanpa ditimbang dan dipikirkan, sehingga akhirnya tahu-tahu kita sudah membuat banyak kesalahan, kepahitan dan melukai orang lain dengan kata-kata itu. Banyak penderitaan batin dan kepahitan hidup itu berasal dari kata-kata yang keluar seenaknya tanpa dipertimbangkan. Kata-kata yang tidak dipertimbangkan terlebih dahulu, tanpa disengaja dapat melemahkan atau bahkan mematikan semangat, gairah bahkan kerohanian orang lain. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum mengucapkan suatu kalimat, teguran, nasihat atau canda gurau apapun juga, terlebih dahulu tanyakanlah kepada hati kita, adakah damai sejahtera untuk berkata-kata begitu? Adakah hati kita gelisah dan merasa tidak enak? Apakah akan ada orang yang terluka hatinya karena perkataan kita ini? Kalau hati kita tidak sejahtera, tidak ada ketenangan untuk berkata-kata sedemikian, tahan dulu, jangan terus bicara, pertimbangkan lagi, dan berdoa kepada Tuhan meminta hikmat dari Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dan kepekaan untuk selalu dapat membedakan kata-kata yang berguna dan kata-kata yang tidak beguna. Ampunilah semua perkataanku yang telah menyakiti hati orang lain, dan aku mohon balutlah hati orang2 yang telah kusakiti dengan kasih dan pengampunan dari-Mu. Amin. (Dod).
Hai, Tetangga kesayangan!
Pdt. Ellya Makarawung (TB) 1 Raja-raja 11:4Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya