POPULARITY
Categories
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan “Secret Mark”Diambil dari: Yohanes 14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”Wonder Kids, kadang-kadang ada orang yang berkata, “Mungkin ada kitab rahasia tentang Yesus yang menunjukkan bahwa Yesus sebenarnya tidak seperti yang diajarkan Alkitab.” Salah satu hal yang pernah dibicarakan orang adalah tulisan yang disebut “Secret Mark.” Ada yang menganggap tulisan ini sangat penting, bahkan lebih benar daripada Injil Markus yang ada di Alkitab.Tetapi setelah diteliti, ternyata tidak ada bukti kuat bahwa tulisan itu sungguh asli dan bisa dipercaya. Bahkan banyak ahli justru meragukannya. Jadi, kita tidak punya alasan yang kuat untuk percaya bahwa ada “rahasia besar” tentang Yesus yang tersembunyi lalu baru ditemukan belakangan.Nah, ini penting, Wonder Kids. Kadang-kadang sesuatu yang terdengar misterius atau rahasia memang bisa membuat orang penasaran. Tetapi tidak semua yang terdengar heboh itu benar. Tuhan tidak membangun iman kita di atas gosip, cerita aneh, atau dokumen yang tidak jelas. Tuhan memberi kita firman-Nya yang kokoh dan dapat dipercaya.Yang kita tahu dengan jelas adalah ini: ada banyak bukti yang kuat bahwa Injil-injil dalam Alkitab dapat dipercaya. Di sanalah kita belajar bahwa Yesus sungguh hidup, sungguh mati di kayu salib untuk dosa kita, dan sungguh bangkit. Jadi kita tidak perlu gelisah saat ada orang membawa cerita-cerita aneh tentang Yesus. Kita bisa tetap tenang dan berpegang pada firman Tuhan.Firman Tuhan dalam Yohanes 14:1 berkata, “Janganlah gelisah hatimu.” Mengapa? Karena Yesus sendiri meminta kita percaya kepada-Nya. Saat dunia penuh suara yang membingungkan, kita tidak perlu panik. Kita tetap bisa berkata, “Aku mau percaya kepada Yesus yang dinyatakan dalam firman Tuhan.”Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu mendengar hal yang membuatmu bingung tentang Tuhan atau Alkitab, jangan langsung takut. Katakan kepada orang dewasa yang bisa membimbingmu, lalu berdoalah, “Tuhan, tolong aku tetap berpegang pada firman-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak mudah bingung oleh hal-hal yang aneh atau menakutkan, tetapi tetap percaya kepada-Mu dengan hati yang tenang. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kamu tidak perlu takut pada cerita yang membingungkan, karena firman Tuhan tetap kokoh dan Yesus tetap dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Juni 2026Bacaan: "..... janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana....." (Roma 12:16)Renungan: Ketika kita bercita-cita menjadi seorang penulis, ada dua hal yang harus kita lakukan. Pertama, kita harus banyak menulis. Kedua, kita harus banyak membaca. Ya, penulis harus banyak membaca, seperti juga musisi harus banyak mendengarkan musik, sineas harus banyak menonton film, barista harus suka minum kopi, dst. Pertanyaannya, buku apa yang harus dibaca agar kita bisa menjadi penulis yang baik? Seorang penulis memberi nasihat cukup unik, la menyarankan membaca dua jenis buku: buku yang benar-benar bagus dan buku yang benar-benar jelek. Membaca buku yang sangat bagus tentu agar kita terinspirasi dan bisa membuat tulisan yang makin berkualitas. Bagaimana dengan membaca buku yang sangat jelek? Menurut penulis itu, buku yang sangat jelek juga bisa membuat kita termotivasi. "Jika tulisan sejelek itu saja ada yang mau menerbitkan, tulisan kita pasti bisa diterbitkan juga." Ada benarnya juga. Nyatanya, kita sering kali takut, bahkan putus asa karena yang kita lihat saat baru memulai sesuatu hanyalah orang-orang yang sudah ada di level sangat tinggi. Kita berhenti menulis karena tidak bisa menulis sebaik peraih Nobel Sastra. Kita berhenti menjadi musisi karena minder melihat keahlian para musisi kelas nasional bahkan internasional. Kita putus asa karena usaha yang kita rintis tidak kunjung sebesar perusahaan top. Maka, ada kalanya kita perlu juga melihat kepada hal-hal yang lebih "membumi". Bukan berarti menurunkan standar atau tak punya cita-cita tinggi. Kadang kita memang harus melihat ke atas, tapi penting juga untuk bisa melihat ke samping atau ke bawah. Keseimbangan seperti ini perlu supaya kita tidak jatuh menjadi hidup sekadar mengejar ambisi yang tak pernah habis-habisnya. Melihat ke hal-hal yang di bawah atau di sekitar, juga membuat kita bisa lebih bersyukur daripada hanya mengeluh karena kondisi kita tidak seperti orang lain. Kepada jemaat di Roma, Paulus dua kali mengingatkan mereka untuk tidak hanya memikirkan hal-hal yang tinggi (Rm. 12:3, 16), tapi mengarahkan pikiran ke hal sederhana agar tetap rendah hati. Tak ada yang salah dengan memiliki cita-cita besar, tapi jangan sampai kita lalu menjadi tak menghargai hal-hal kecil dan sederhana, karena itupun adalah berkat Tuhan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas hal-hal besar dan kecil dalam hidupku karena semua itu adalah berkat-Mu yang Kau berikan untukku. Amin. (Dod).
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Juni 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 12 Juni 2026Pembaca Renungan : Musik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Agama-Agama MisteriDiambil dari: 1 Timotius 3:16 “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: ‘Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, yang dibenarkan dalam Roh, yang dilihat oleh malaikat-malaikat, yang diberitakan di antara bangsa-bangsa, yang dipercayai di dalam dunia, yang terangkat dalam kemuliaan.'”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa kekristenan cuma meniru cerita-cerita dari agama lain pada zaman Romawi. Mereka bilang, “Kan ada juga cerita tentang dewa-dewa dan hal-hal ajaib. Jadi mungkin cerita tentang Yesus juga cuma mirip begitu.” Kedengarannya mungkin pintar, tetapi ternyata tidak tepat.Mengapa? Karena cerita-cerita dalam agama-agama misteri itu sangat berbeda dengan berita tentang Yesus. Banyak cerita mereka berhubungan dengan alam, musim, atau dongeng tentang dewa-dewa. Tetapi berita tentang Yesus bukan dongeng seperti itu. Berita tentang Yesus berbicara tentang Pribadi yang sungguh hidup dalam sejarah. Yesus lahir, hidup di dunia ini, mati di kayu salib, bangkit, lalu diberitakan kepada bangsa-bangsa. Ini bukan cerita yang dibuat untuk mengikuti kebiasaan agama lain.Selain itu, para pengikut Yesus pertama adalah orang-orang Yahudi yang sangat percaya kepada Allah yang esa. Mereka tidak gampang mencampur iman mereka dengan cerita-cerita dewa kafir. Justru mereka memberitakan bahwa Yesus adalah penggenapan rencana Allah yang sudah dijanjikan dalam firman Tuhan. Jadi kekristenan tidak meminjam inti beritanya dari agama misteri. Berita Injil berdiri sendiri, unik, dan benar.Firman Tuhan dalam 1 Timotius 3:16 menunjukkan betapa mulianya berita tentang Yesus. Yesus menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia. Ia datang ke dunia ini, diberitakan, dipercayai, lalu terangkat dalam kemuliaan. Ini adalah kabar besar tentang karya keselamatan Allah, bukan cerita khayalan manusia.Wonder Kids, kadang-kadang orang mencoba membuat Yesus terlihat biasa saja, seolah-olah sama dengan semua cerita lain. Tetapi kita harus ingat: Yesus berbeda. Yesus bukan tokoh dongeng. Yesus adalah Tuhan yang benar-benar datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, kita tidak perlu bingung saat mendengar tuduhan-tuduhan seperti itu. Kita bisa tetap percaya bahwa Injil adalah kabar yang benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Juruselamat yang sejati, bukan cerita buatan manusia. Tolong aku percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh datang ke dunia ini untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perkataan orang lain, tetapi tetap percaya bahwa Injil adalah kebenaran. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak sama dengan dongeng atau cerita agama lain, karena Yesus adalah Juruselamat yang sejati dan kabar tentang-Nya adalah kebenaran. Tuhan Yesus memberkati.
3 miliar lebih, merupakan uang yang sangat banyak yang mungkin kalau kita terima sampai saat ini, kita bisa saja bingung mau menggunakan untuk apa uang sebanyak itu. Itulah yang terjadi dengan perumpamaan talenta yang diberikan kepada 3 hamba dari seorang tuan yang akan pergi ke negeri yang jauh, dan berharap untuk ketiga hambanya mengelola dengan baik setiap talenta yang diberikan. Tetapi dalam perumpamaan ini, bukan soal angka, jumlah dan banyaknya yang dipercayakan atau diberikan, tetapi bagaimana hikmat, respon dan sikap kita dalam menanggapi setiap tanggung jawab yang di taruh di dalam tangan kita. Inilah yang Yesus mau ajarkan kepada kita tentang kerajaan sorga. Banyak dari kita Tuhan percayakan, anugerahkan sesuatu, tetapi terkadang respon kita dan cara kita memaknai setiap pemberian dari Allah tidak ada dalam perspektif yang benar. Lalu seperti apa respon yang benar dalam menyikapi setiap hal yang Allah taruh di tangan kita? Simak dalam Seri 2 - Makna & Respon, Ps. Charles Bessie | Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Pembawa Renungan : NoviyantiBandungMat. 10:7-13.
Pdt. Rubin Ong (TB) 2 Samuel 5:19-20bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab Daud: "Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu."Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: "TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos." Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim.
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Juni 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 11 Juni 2026Pembaca Renungan : Inri RahanraMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Apolonius dari TianaDiambil dari: Yohanes 14:12 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba membandingkan Yesus dengan tokoh-tokoh lain dari zaman dahulu yang katanya juga melakukan hal-hal luar biasa. Salah satu nama yang kadang disebut adalah Apolonius dari Tiana. Ada cerita-cerita yang dibuat tentang dia, dan beberapa orang berkata, “Lihat, mungkin Yesus tidak istimewa, karena ada tokoh lain yang mirip.”Tetapi kalau kita melihat lebih teliti, perbandingan itu tidak kuat. Cerita tentang Apolonius ditulis jauh lebih belakangan, setelah zaman Yesus. Selain itu, banyak bagian ceritanya terdengar seperti kisah yang dibesar-besarkan untuk membuat dia tampak hebat. Berbeda dengan Injil, yang ditulis jauh lebih dekat dengan kehidupan Yesus dan didasarkan pada kesaksian para saksi.Yang lebih penting lagi, Yesus tidak sama dengan tokoh mana pun. Yesus bukan hanya melakukan mujizat. Yesus mengajar dengan kuasa, mengampuni dosa, menyatakan diri sebagai Anak Allah, mati di kayu salib untuk menanggung dosa manusia, lalu bangkit dari kematian. Tidak ada tokoh lain yang seperti Yesus. Yesus itu unik. Yesus tidak bisa disamakan dengan orang lain.Kadang-kadang orang memang mencoba membuat Yesus terlihat biasa saja, seolah-olah Dia hanya salah satu tokoh hebat di antara banyak tokoh lain. Tetapi firman Tuhan menunjukkan bahwa Yesus jauh lebih besar. Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan siapa pun membuat Yesus terlihat kecil di mata kita.Wonder Kids, saat kamu mendengar orang membandingkan Yesus dengan tokoh lain, ingatlah ini: Yesus bukan sekadar orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Hanya Yesus yang mati bagi dosa kita dan bangkit untuk memberi hidup yang kekal.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak sama dengan siapa pun. Tolong aku untuk mengenal Engkau dengan benar dan semakin percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau unik, mulia, dan tidak dapat disamakan dengan siapa pun. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perkataan orang lain, tetapi tetap percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak sama dengan tokoh mana pun di dunia ini, karena hanya Dia Anak Allah dan Juruselamat yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Generasi baru dari Bangsa Israel telah sampai di ambang masuk ke tanah perjanjian. Transisi sudah akan dimulai sebab Musa, hamba Tuhan itu, telah hampir habis masa kepemimpinannya. Bagaimana bangsa itu tetap bekerja menurut petunjuk Tuhan? Adakah Tuhan memberikan tepat sesuai janji-Nya? Bagaimana kita dapat mengerti arti bekerja dalam janji Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 7 Juni 2026.Kirim pesan
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 10 Juni 2026Bacaan: Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu." (1 Korintus 10:13)Renungan: Ketika seorang guru memberi pertanyaan kepada muridnya, sesungguhnya guru tersebut bertanya bukan karena tidak tahu. Sang guru bertanya untuk menguji seperti apa pemahaman muridnya. Guru tersebut sebenarnya sudah punya jawaban dari pertanyaan yang ia berikan. Demikian juga halnya dengan hidup kita. Ketika Tuhan mengizinkan masalah, pergumulan, dan persoalan hidup datang dalam hidup kita, sesungguhnya Tuhan pun sudah punya solusi untuk tiap masalah yang kita hadapi. Dalam 1 Korintus 10:13 dikatakan, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. " Artinya, Tuhan sudah menakar masalah kita dan memastikan bahwa ujian hidup itu sudah terukur. Seorang guru tidak mungkin memberikan soal siswa SMU kepada siswa SD, bukan? Demikianlah Tuhan sudah mengetahui bahwa masalah kita ada di dalam kesanggupan kita. Berikutnya dikatakan bahwa, "Pada waktu kamu dicobai la akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." Kita yang dicobai, tapi Tuhan yang memberikan jalan keluar. Itu sebabnya, saat kita menghadapi masalah maka sudah seharusnya alamat pertama yang kita tuju adalah Tuhan. Ayat tersebut berkata dengan jelas bahwa Tuhanlah yang akan memberi jalan keluar, bukan orang lain, bukan juga diri kita sendiri. Tuhan memberi jalan keluar karena jawaban dari segala persoalan hidup kita sudah ada di tangan-Nya. Jika kita masih mencari-cari jawaban di luar Tuhan, alangkah bodohnya kita. Apakah saat ini kita sedang berhadapan dengan masalah besar? Jangan takut. Jangan khawatir. Serahkan masalah kita kepada Tuhan. Percayalah kepada-Nya dan jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. Ketika kita mengandalkan Tuhan, kita akan melihat bagaimana dengan cara ajaib Tuhan akan menolong dan memberikan jalan keluar kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu yang menguatkan hatiku. Tambahkanlah imanku agar aku semakin percaya dan mengandalkan Engkau saat masalah melanda hidupku. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Ibrani 13: 1-2Peliharalah kasih persaudaraan Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Juni 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 10 Juni 2026Pembaca Renungan : Ria PakpahanMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
TUHAN akan menjauhkan segala penyakit dari padamu, dan tidak ada satu dari wabah celaka yang kaukenal di Mesir itu akan ditimpakan-Nya kepadamu, tetapi Ia akan mendatangkannya kepada semua orang yang membenci engkau.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Yesus Hanya Pembuat Keajaiban? Diambil dari: Lukas 11:20 “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”Wonder Kids, pada zaman dahulu memang ada orang-orang yang dianggap bisa melakukan hal-hal aneh atau luar biasa. Karena itu, ada orang yang mencoba berkata bahwa Yesus mungkin hanya seperti salah satu dari mereka. Tetapi kalau kita melihat lebih teliti, Yesus sama sekali tidak sama.Mengapa? Karena mujizat-mujizat Yesus berbeda. Yesus bukan hanya melakukan hal yang mengagumkan. Yesus menyembuhkan orang buta, orang lumpuh, orang sakit kusta, orang tuli, bahkan membangkitkan orang mati. Ia juga mengusir setan dengan kuasa Allah. Dan semua itu tidak dilakukan seperti tukang sulap atau orang yang mau pamer. Yesus melakukan semuanya dengan kuasa, otoritas, dan tujuan yang jelas.Yang paling penting, Yesus tidak pernah berkata bahwa kuasa itu berasal dari diri-Nya sebagai manusia biasa yang hebat. Yesus menunjukkan bahwa Ia datang dari Allah dan bahwa Kerajaan Allah sedang hadir melalui diri-Nya. Jadi mujizat Yesus bukan pertunjukan. Mujizat Yesus adalah tanda yang menunjukkan siapa Dia sebenarnya.Bayangkan, Wonder Kids, kalau ada orang yang bisa melakukan hal luar biasa, tetapi semua yang ia katakan tentang dirinya juga terbukti benar, itu berarti kita harus sungguh-sungguh memperhatikan dia. Nah, Yesus bukan hanya membuat orang kagum. Ia menyatakan bahwa Dia diutus oleh Bapa, bahwa kuasa Allah bekerja melalui-Nya, dan bahwa manusia harus percaya kepada-Nya.Jadi, Yesus bukan sekadar “pembuat keajaiban.” Yesus adalah Anak Allah yang berkuasa. Mujizat-mujizat-Nya menunjukkan bahwa Dia benar-benar Tuhan yang datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan kuasa jahat.Wonder Kids, kadang-kadang orang bisa tertarik kepada Yesus hanya karena hal-hal luar biasa yang Dia lakukan. Tetapi Tuhan mau kita lebih dari itu. Tuhan mau kita percaya kepada siapa Yesus sebenarnya. Bukan hanya kagum pada kuasa-Nya, tetapi juga tunduk kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya kagum kepada-Mu. Aku mau sungguh percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau penuh kuasa dan Engkau datang dari Allah. Tolong aku supaya tidak hanya kagum pada mujizat-Mu, tetapi sungguh percaya dan taat kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan sekadar pembuat keajaiban, tetapi Anak Allah yang penuh kuasa dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 9 Juni 2026Bacaan: "Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami." (2 Korintus 5:20)Renungan: Sebelum sebuah film diluncurkan, biasanya produsen film akan meluncurkan lebih dulu trailernya. Di trailer yang biasanya hanya berdurasi 1-3 menit ini, ditampilkan cuplikan-cuplikan sebuah film yang dimaksudkan untuk membuat orang tertarik menonton filmnya. Membuat trailer ini tak mudah. Narasi yang disampaikan, cuplikan adegan yang dipilih ditampilkan, musik yang ditampilkan, harus menarik dan membuat orang yang melihat penasaran untuk menonton. Tidak heran, untuk film yang sudah ditunggu-tunggu banyak orang, trailernya bisa dirilis sejak setahun sebelum filmnya tayang, dibuat dalam beberapa versi, dan menjadi pembahasan tersendiri oleh para fans film itu. Bahkan ada penghargaan untuk trailer terbaik di beberapa festival film. Jika trailernya menarik, filmnya juga harus benar-benar menarik atau orang akan merasa tertipu. Sebaliknya, film bagus tapi trailernya buruk juga patut disayangkan. Sadarkah kita bahwa kehidupan kita juga ibarat sebuah trailer film? Orang-orang melihat hidup kita, bagaimana sikap dan karakter kita, bagaimana keputusan-keputusan kita, cara kita merespons segala sesuatu, dan prioritas hidup kita. Sebagai pengikut Kristus, semua itu ibarat trailer tentang Kristus yang kita ikuti. Alkitab berkata bahwa kita adalah utusan Kristus (2 Kor. 5:20). Orang percaya adalah ibarat surat Kristus yang bisa dibaca semua orang (2 Kor. 3:2-3). Sebelum benar-benar mengenal Kristus, maka orang dunia akan melihat terlebih dulu hidup kita, sikap kita, dan keputusan-keputusan yang kita buat. Apakah ucapan kita membuat orang tertarik datang pada Kristus? Ataukah tindakan kita justru membuat orang ilfeel dengan Kristus dan kekristenan? Melalui kitalah, orang dunia mendapatkan kesan pertama tentang Kristus. Dan jika trailer film kadang lebih menarik dari film aslinya, tidak demikian dengan Kristus. Ketika seseorang tertarik melihat hidup seorang Kristen yang dipenuhi damai sejahtera, sukacita, dan kasih, sehingga ia membuka hati untuk Kristus secara pribadi, maka ia akan mendapati hal yang jauh lebih indah lagi! Nah, sudahkah kita menjalankan peran kita sebagai trailernya Tuhan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah aku alat-Mu, sehingga melalui kehadiranku banyak orang tertarik untuk mengenal dan mengikut-Mu. Amin.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apa Itu Naturalisme? Diambil dari: Lukas 18:27 “Kata Yesus: ‘Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu cara berpikir yang disebut naturalisme. Naturalisme adalah cara berpikir yang mengatakan bahwa semua hal harus dijelaskan hanya dengan apa yang biasa terjadi di dunia ini. Jadi, kalau ada sesuatu yang ajaib atau mujizat, orang yang berpikir seperti ini akan langsung berkata, “Itu tidak mungkin,” karena mereka tidak mau percaya bahwa Tuhan bisa bertindak di luar hal-hal biasa.Coba bayangkan begini. Kalau sebuah pohon tumbang saat ada angin besar, itu hal yang biasa terjadi. Tetapi kalau Tuhan melakukan sesuatu yang ajaib, seperti menyembuhkan orang sakit dengan kuasa-Nya, orang yang berpikir secara naturalisme akan langsung menolak kemungkinan itu. Bukan karena mereka sudah memeriksa semuanya dengan jujur, tetapi karena sejak awal mereka sudah memutuskan bahwa mujizat tidak mungkin ada.Nah, di situlah masalahnya, Wonder Kids. Kalau seseorang dari awal sudah menutup pintu bagi kuasa Tuhan, maka ia tidak akan mau menerima apa pun yang menunjukkan bahwa Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib. Padahal Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan adalah Pencipta langit dan bumi. Kalau Tuhan bisa menciptakan semuanya, tentu Tuhan juga sanggup melakukan hal yang mustahil bagi manusia.Firman Tuhan dalam Lukas 18:27 berkata, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” Itu berarti kita tidak boleh membatasi Tuhan hanya pada apa yang biasa kita lihat setiap hari. Tuhan memang sering bekerja melalui hal-hal biasa, tetapi Tuhan juga sanggup melakukan hal-hal luar biasa menurut kehendak-Nya.Wonder Kids, ini tidak berarti kita harus percaya sembarang cerita aneh. Kita tetap perlu belajar dengan bijak dan hati-hati. Tetapi kita juga tidak boleh sombong seolah-olah Tuhan tidak mungkin melakukan mujizat. Anak Tuhan percaya bahwa Allah itu besar, berkuasa, dan tidak terbatas oleh pikiran manusia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu menghadapi sesuatu yang terasa sulit atau mustahil, katakan dalam doamu, “Tuhan, bagi manusia ini sulit, tetapi bagi-Mu tidak ada yang mustahil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang mahakuasa. Tolong aku supaya tidak membatasi Engkau dengan pikiranku yang kecil, tetapi percaya bahwa Engkau sanggup melakukan apa yang mustahil bagi manusia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: manusia punya batas, tetapi Tuhan tidak. Apa yang mustahil bagi manusia tetap mungkin bagi Allah. Tuhan Yesus memberkati.
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Juni 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 9 Juni 2026Pembaca Renungan : Inri RahanraMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 8 Juni 2026Bacaan: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" (Yeremia 17:7)Renungan: Seorang penebang pohon dari desa terpencil membeli gergaji mesin karena orang-orang berkata gergaji itu akan membuat pekerjaannya lebih cepat dan rapi. Tapi, beberapa hari kemudian ia kembali ke toko yang menjual gergaji itu dengan marah. "Gergaji apa ini! Pekerjaan saya malah tidak selesai-selesai dan hasilnya buruk!" Pemilik toko mengamati gergaji itu. Apakah rusak? Pikirnya. la menarik tuasnya dan gergaji itu menyala lancar. Penebang pohon itu tersentak. "Suara apa itu?" Rupanya, selama ini ia memakai gergaji mesin itu seperti gergaji manual, tanpa dinyalakan mesinnya! Banyak di antara kita sama saja seperti penebang pohon di cerita tadi. Ini terjadi saat kita mencoba mengubah hidup kita dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Ini terjadi ketika kita menghadapi masalah dan berusaha mengatasinya dengan cara kita sendiri. Pada akhirnya kita hanya akan kelelahan dan hasilnya pun jauh dari apa yang kita harapkan. Padahal, ada cara yang jauh lebih baik yaitu dengan mengandalkan kekuatan Tuhan. Jika gergaji mesin dapat memotong kayu dengan jauh lebih cepat dan rapi karena memakai teknologi mesin, maka mengandalkan kekuatan Tuhan juga akan membuat hidup kita berubah dengan lebih sempurna. Ketika Daud terjepit dan tak ada yang bisa menolongnya lagi, ia menguatkan kepercayaannya kepada Allah (1 Sam. 30:6). Ketika Simson sudah kehilangan kekuatan dan penglihatannya, bahkan menjadi bahan olok-olokan orang Filistin, ia berdoa minta kekuatan dari Tuhan dan di momen itulah ia berhasil menewaskan lebih banyak orang Filistin dibanding saat ia masih kuat (Hak. 16:28-30). Paulus pun memiliki apa yang ia sebut sebagai "duri dalam daging". Namun, ia justru bisa bermegah dalam kelemahannya itu, karena ia tahu kuasa Kristus turun atasnya (2 Kor. 12:7-10). Contoh-contoh itu menunjukkan betapa bodohnya jika berpikir kita bisa mengandalkan kekuatan sendiri. Kita hanya akan kelelahan, depresi, putus asa, dan tak puas. Andalkan dan berharaplah pada Tuhan, sebab dari Dialah berkat itu datang. Turuti petunjuk-Nya karena Dia saja yang tahu masa depan kita dan berkuasa atas hidup kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk senantiasa mengandalkan Engkau dalam setiap permasalahan hidupku, sehingga aku tetap kuat dan punya pengharapan. Amin. (Dod).
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Juni 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 8 Juni 2026Pembaca Renungan : Jelita RumondangMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti yang Menolak Tuduhan SalahDiambil dari: Markus 6:3 “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.Wonder Kids, pernahkah kamu melihat orang salah menilai seseorang? Misalnya, ada anak yang dianggap biasa saja, padahal sebenarnya dia sangat baik. Atau ada orang yang langsung menuduh tanpa benar-benar melihat buktinya. Itu bisa terjadi juga saat orang berbicara tentang Yesus.Ada orang yang mau menerima bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, tetapi mereka tetap menolak siapa Yesus sebenarnya. Mereka berkata bahwa Yesus hanya manusia biasa. Ada yang bilang Yesus hanya guru yang baik. Ada yang bilang Yesus hanya orang yang pandai berbicara. Tetapi mereka tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.Masalahnya, kalau kita sungguh melihat semua yang Yesus lakukan dan semua yang Alkitab katakan, tuduhan-tuduhan itu tidak cukup. Yesus bukan hanya orang baik biasa. Yesus mengampuni dosa, melakukan mujizat, menerima penyembahan, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian. Tidak ada manusia biasa yang seperti itu. Karena itu, kita harus hati-hati supaya tidak membuat Yesus menjadi lebih kecil daripada yang Alkitab nyatakan.Dalam Markus 6:3, orang-orang di kampung Yesus sulit menerima Dia karena mereka merasa sudah mengenal-Nya. Mereka melihat Yesus hanya dari luar. Mereka tahu keluarga-Nya, tahu tempat asal-Nya, tetapi hati mereka tidak mau percaya. Mereka dekat secara lahiriah, tetapi tidak sungguh mengenal siapa Yesus sebenarnya.Wonder Kids, itu juga bisa terjadi pada kita. Kita bisa sering mendengar nama Yesus, sering datang ke gereja atau Sekolah Minggu, tetapi tetap belum sungguh percaya kepada-Nya. Kita bisa tahu banyak tentang Yesus, tetapi belum benar-benar mengenal Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tuhan mau kita tidak berhenti pada pengetahuan luar saja. Tuhan mau kita sungguh percaya kepada Yesus sebagaimana Dia dinyatakan dalam firman-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau dari luar. Tolong aku sungguh mengenal dan percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya manusia biasa, tetapi Anak Allah yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengenal Yesus dari luar tidak cukup. Kamu perlu sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatmu. Tuhan Yesus memberkati.
Season 01: Kitab Rut, Episode 08: Rut 3:1-18"Tutuplah aku dengan selimutmu," demikian Rut berkata kepada Boas; dan Boas segera bertindak memenuhi permintaan Rut. Apakah artinya ini?Mengapa Naomi begitu yakin Boas akan bertindak seperti yang diharapkan Naomi?Siapakah sesungguhnya agen yang Tuhan utus untuk menjawab doa umat-Nya?===PODCAST BIBLE DELIGHT - Menikmati Firman Tuhan melalui penggalian suatu Kitab, bagian demi bagian, dalam kaitannya dengan realita kehidupan kita. Mari ikuti Bible Delight, untuk memperlimpah renungan pribadi, ataupun mendiskusikannya dalam Kelompok Kecil Tumbuh Bersama.Pdt. Rudy Phen, Samuel Pamudji, Lisa Veronica PandeirotSaksikan juga Bible Delight Episode ini di:https://grii.to/BibleDelightS1E08
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Yohanes 17:20Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 Juni 2026Bacaan: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran." (2 Timotius 4:2)Renungan: Ada seorang tentara yang bercerita bahwa selama karir militernya, sudah berkali-kali ia ditugaskan ke daerah konflik. Setiap kali akan berangkat, kesedihan mendalam dirasakannya karena harus berpisah dengan keluarga. Hal yang membuatnya sedih bukanlah perpisahan itu sendiri, melainkan kenyataan kalau ia bisa saja kelak pulang tinggal nama karena gugur dalam tugas. Namun, ia amat memahami tugas dan kewajibannya sebagai tentara sehingga ia tetap berangkat menunaikan tugas. Seperti tentara yang selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan padanya, demikian juga kita sebagai orang percaya harus selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan oleh Tuhan. Salah satu tugas tersebut adalah memberitakan firman. Sayangnya, banyak orang percaya yang masih beranggapan bahwa tugas tersebut merupakan tugas pastor, biarawan, biarawati, guru agama, dan para aktivis gereja. Pemikiran ini tentu saja keliru! Sebab, sesungguhnya Tuhan mempercayakan tugas memberitakan firman kepada semua orang yang telah menerima keselamatan kekal dari-Nya. Artinya, apapun profesi yang kita geluti, memberitakan firman dalam kehidupan sehari-hari adalah keharusan. Sekalipun kita adalah seorang ibu rumah tanggap sepenuh waktu, kita juga harus melakukannya. Memberitakan firman tidak identik dengan pengkhotbah mimbar, akan tetapi hal yang Tuhan inginkan adalah kita menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada orang-orang di sekitar kita, melalui tutur kata; sikap dan perbuatan; pola pikir; etos kerja; dan seluruh hidup kita. Singkat kata, memberitakan firman adalah menunjukkan kehidupan yang mencerminkan kasih dan karakter Kristus. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak melakukan panggilan Tuhan, yaitu memberitakan firman-Nya sampai keujung bumi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah seluruh keberadaan diriku, agar melalui pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku aku dapat mewartakan kasih-Mu, sehingga banyak orang semakin mengenal Engkau sebagai Sang Sumber Kasih dan keselamatan. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elan Parera, Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komuntias Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. Ulangan 8: 2-3.14b-16a; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; 1 Korintus 10: 16-17; Yohanes 6: 51-58.KITA HIDUP OLEH TUBUH DAN DARAHKRISTUS Tema renungan kita pada hariMinggu ini ialah: Kita Hidup Oleh Tubuh Dan Darah Kristus. Hari Raya Tubuh danDarah Kristus yang Mahakudus mengundang kita untuk merenungkan kebenaran yangmendalam: Kristus tidak hanya mengajar kita dari kejauhan. Dia memberikandiri-Nya sepenuhnya kepada kita. Dalam Ekaristi, Yesus menjadi makanan danminuman kita sehingga kita dapat memiliki hidup di dalam Dia dan melanjutkanperjalanan kita dengan kekuatan, harapan, dan kasih. Dalam Injil, Yesus berkata terusterang bahwa tubuh-Nya sebagai daging Anak Manusia dan darah-Nya adalah makananyang sepatutnya kita santap. Ini mengungkapkan lebih dari sekadar kuasa-Nyauntuk menyediakan makanan materi, tetapi suatu karunia yang lebih dalam. Sama seperti orang-orang dipelihara secarafisik, Kristus memelihara kita secara rohani melalui Tubuh dan Darah-Nya.Manusia lapar akan banyak hal seperti: penerimaan, kedamaian, makna,pengampunan, dan cinta. Tidak ada suatu pemberian dari dunia ini yang dapatsepenuhnya memuaskan rasa lapar Kita. Hanya Kristus yang dapat memenuhikerinduan terdalam hati manusia. Ekaristi mengingatkan kita bahwa Tuhan memahamikelemahan kita. Kita sering menjadi lelah, putus asa, dan terbebani olehpergumulan hidup. Kadang-kadang kita mungkin merasa tidak memadai dalampanggilan, tanggung jawab keluarga, pelayanan, studi, atau pekerjaan kita.Namun Yesus tidak membiarkan kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri.Setiap kali kita menerima Ekaristi dengan iman, Dia berbagi hidup-Nya sendiridengan kita. Kesabaran-Nya memperkuat ketidaksabaran kita. Kasih-Nya menyembuhkanhati kita yang terluka. Keberaniannya menopang kita ketika kita merasa takut. Ekaristi juga merupakan panggilan untuk menjadi apayang kita terima. Kita menerima Tubuh Kristus supaya kita dapat menjadi TubuhKristus bagi orang lain. Roti yang dipecahkan untuk kita menantang kita untukberbagi diri kita dengan murah hati. Cawan keselamatan mengundang kita untukmencurahkan hidup kita dalam pelayanan, belas kasihan, dan pengampunan.Dipelihara oleh Kristus, kita diutus untuk memelihara orang lain melaluikata-kata, kehadiran, dan tindakan kebaikan kita. Ada seorang bapa berbagi cerita tentang Ekaristiharian dan mingguan yang menopang dirinya dan keluarga. Beban hidup dantanggung jawab memelihara keluarga merupakan tugas setiap hari yang tidak bolehdiabaikan. Maka setiap kali menghadiri Ekaristi menjadi kesempatan untukmenerima Tuhan Yesus dan membawa Dia ke dalam setiap situasi dan kegiatanhidupnya. Seperti bapa itu, kita sering menemukan bahwa kekuatan kita tidakmencukupi. Ekaristi mengingatkan kita bahwa kita tidak ditopang oleh upaya kitasaja. Kita hidup oleh Kristus sendiri. Dia memberi kita makan sehingga kitadapat melanjutkan perjalanan kita dengan setia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Tuhan Yesus, Engkau berikan kepada kami Tubuhdan Darah-Mu sebagai makanan hidup yang kekal. Ketika kami lemah, kuatkan kami.Ketika kami putus asa, perbarui harapan kami. Ketika kami tergoda untuk hanyamengandalkan diri kami sendiri, ingatkan kami bahwa Engkau selalu bersama kami.Semoga setiap Ekaristi memperdalam persatuan kami dengan-Mu dan mengubah kamimenjadi instrumen kasih-Mu kepada orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa …
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Juni 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 7 Juni 2026Pembaca Renungan : Inri RahanraMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 6 Juni 2026Bacaan: "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." (1 Timotius 4:8)Renungan: Selama ini orang berpendapat bahwa pergi beribadah ke gereja hanya merupakan wujud rutinitas keagamaan. Bila kita termasuk orang yang berpendapat seperti itu, maka berubahlah. Sebab ada penelitian yang menyatakan bahwa pergi beribadah ke gereja berdampak positif pada kesehatan. Salah satunya mampu menurunkan tekanan darah. Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan ketenangan yang diperoleh seseorang saat ada di gereja dan melakukan penyerahan diri kepada Tuhan. Rasul Paulus memang hidup berabad-abad silam, tetapi ternyata ia juga sependapat bahwa ibadah amat bermanfaat bagi yang melakukannya. Itu yang dimaksudkannya dalam kalimat "ibadah itu berguna dalam segala hal." Seharusnya memang ibadah tidak boleh dipandang sebagai kewajiban yang harus dilakukan setiap orang demi membuktikan dirinya memiliki agama, melainkan salah satu kebutuhan utama yang harus dilakukan demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik secara jasmani maupun rohani. Akan tetapi kesadaran bahwa beribadah merupakan kebutuhan utama juga harus diikuti oleh sikap yang benar ketika melakukannya. Firman Tuhan mengajarkan bahwa ibadah tidak semata-mata hadir di tempat ibadah, melainkan juga kesediaan kita untuk merendahkan diri kepada-Nya, mengaku dosa, mengampuni sesama, menyerahkan semua persoalan pada kehendak Tuhan, serta percaya bahwa campur tangan kuasa Tuhan akan membuat segala perkara berakhir dengan baik. Jika kita melakukannya, tentu tidak ada lagi alasan bagi kita untuk merasa khawatir. Saat itu terjadi, kita akan lebih damai sejahtera dan bersukacita. Pada gilirannya, sukacita dan damai sejahtera itulah yang akan membuat tubuh kita sehat. "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang" (Ams. 17:22). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bukalah hatiku agar aku senantiasa mau datang ke rumah-Mu untuk ibadah tanpa paksaan tetapi karena aku membutuhkan Engkau. Amin. (Dod).
Hi Adik-adik, selamat merenungkan Firman Tuhan ya! Doa kami, Adik-adik semakin dekat dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Tetap terus terhubung dengan Tuhan Yesus ya melalui doa dan saat teduh setiap hari, seperti carang yang melekat pada Sang Pokok.Renungan Audio ini dibuat untuk anak-anak layan GKI Kebayoran Baru. Pada edisi Juni 2026, renungan masih didasari oleh Saat Teduh Anak Raja (STAR) terbitan Binawarga.............................................................Edisi 6 Juni 2026Pembaca Renungan : Yosiandra GabriellaMusik : Andreas TakdareProduksi : Tim Shema - Podcast Anak GKIKBPenanggung jawab : Komisi Anak GKI Kebayoran Baru
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Patricia Yessika dari Paroki Santa Maria Tak Bercela di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 2 Timotius 4: 1-8; Mazmur tg 71: 8-9.14-15ab.16-17.22; Markus 12: 38-44.AGAMA AMBISI, PROMOSI DAN POSISI Tema renungan kita pada ini ialah: Agama Ambisi, Promosidan Posisi. Karena memeluk agama itu sebagai hak dan pilihan individu ataukelompok, sifat natural manusiawi yang berambisi, suka promosi diri dan inginakan posisi atau jabatan sering mempengaruhi keyakinan setiap orang. Tuhan Yesus meminta kita tidak memiliki cara hidup berimanyang demikian. Yesus sendiri tidak memiliki tipe itu. Ia justru menghadirkansatu jenis hidup beriman yang berlawanan dengan ambisi, promosi dan posisi.Para pemuka agama, cendekia, ahli kitab suci dan kaum Farisi terkenal denganjenis agama ini. Lalu Yesus ingatkan kita semua, supaya tidak tergodamengikuti atau tidak memelihara kecenderungan untuk: 1) keinginan amat tinggiatau berambisi menjadi penting dan diutamakan; 2) selalu mau promosi atautampil cari perhatian untuk dikenal dan diakui yang intinya ialah penghormatandan penghargaan dari orang lain; 3) selalu berusaha menggunakan posisi ataukedudukan, bahkan yang sifatnya rohani, untuk keuntungan pribadi. Para pengikut Kristus sebaliknya harus melakukan pelayanandalam kerendahan hati untuk kebaikan sesama, daripada berambisi menjadi yangutama. Menampilkan atau promosi kebaikan orang lain dan kehidupan bersamamelalui pekerjaan, pelayanan dan solidaritas daripada promosi diri sendiri.Kesempatan memakai posisi entah sipil atau keagamaan untuk pelayanan danpembaktian diri secara tulus dan tanggung jawab, daripada mencari keuntungandiri sendiri. Ketiga kecenderungan daging yang diuraikan tadi berakarpada kesombongan, yang merupakan salah satu dari 7 dosa pokok manusia. Kalauyang pokok ini dihilangkan maka dosa-dosa turunannya juga tak akan berkembang.Ada dua cara yang kita belajar hari ini untuk menghilangkan kesombonganmanusiawi. Pertama, kita setiap saat senantiasa memuji dan bersyukurkepada Tuhan. Rasul Paulus menasihatkan muridnya Timotius untuk menyatakanpujian dan syukur itu melalui suatu sikap iman yang benar, yaitu bersabar dalampenderitaan dan melakukan tugas pelayanan dan pewartaan dalam suka cita. Kedua, kerendahan hati menjadi pilihan sikap hidup yangkita kembangkan dan pelihara. Yesus memberi contoh melalui penampilan jandamiskin yang memberi derma. Kerendahan hati itu bukan berbentuk pasif dan tenangsaja, tetapi berbuat dan mempersembahkan sesuatu materi atau rohani yangmeskipun sederhana namun berguna bagi sesama dan kepentingan bersama. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Kuatkan dan berkatilah kami, ya Tuhan YesusKristus, supaya melalui pekerjaan dan pelayanan kami yang rutin dan biasa, kamiingin melakukan itu dalam semangat menghadirkan kebaikan bagi sesama dan hidupkami bersama. Semoga Roh-Mu selalu mendampingi kami untuk mewujudkan semangatini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Bukan Dongeng Diambil dari: 1 Petrus 2:24 “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”Wonder Kids, kamu pasti tahu bahwa ada banyak cerita yang sebenarnya tidak sungguh terjadi. Misalnya tokoh-tokoh dongeng atau cerita yang dibuat untuk menghibur. Cerita-cerita itu bisa menarik, lucu, atau seru, tetapi tetap saja itu hanya cerita.Kadang-kadang ada orang yang berpikir bahwa Yesus juga seperti itu, seolah-olah hanya tokoh dalam cerita lama. Tetapi itu tidak benar. Yesus bukan dongeng. Yesus sungguh hidup di dunia ini. Yesus sungguh datang ke dalam sejarah manusia. Dan yang lebih penting lagi, Yesus sungguh mati di kayu salib dan bangkit untuk menyelamatkan manusia berdosa.Memang ada banyak tradisi dan cerita yang tersebar di dunia ini. Beberapa tradisi mungkin bermula dari sedikit kisah lalu berubah menjadi cerita yang dicampur dengan hal-hal lain. Tetapi berita tentang Yesus berbeda. Berita tentang Yesus bukan hanya diwariskan sebagai cerita, melainkan diteguhkan oleh firman Tuhan, oleh para saksi, dan oleh banyak bukti sejarah. Karena itu, kita tidak percaya kepada Yesus seperti percaya pada dongeng. Kita percaya kepada Yesus yang sungguh nyata.Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:24 mengingatkan bahwa Yesus benar-benar memikul dosa kita di tubuh-Nya di kayu salib. Itu bukan pura-pura. Itu bukan simbol saja. Itu sungguh terjadi. Yesus benar-benar menderita karena kasih-Nya kepada kita. Ia mati supaya kita yang berdosa bisa diampuni dan hidup bagi Tuhan.Wonder Kids, ini penting sekali. Kalau Yesus hanya dongeng, maka tidak ada keselamatan yang sejati. Tetapi karena Yesus sungguh hidup, sungguh mati, dan sungguh bangkit, maka kita punya pengharapan yang nyata. Kita punya Juruselamat yang benar-benar mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan dongeng, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan mengasihiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh nyata. Terima kasih karena Engkau mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh dongeng, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup, sungguh mati bagimu, dan sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 5 Juni 2026Bacaan: Tetapi la berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." (Lukas 11:28)Renungan: Biksu Matthieu Ricard disebut oleh beberapa ilmuwan dari Universitas Wisconsin, Amerika Serikat, sebagai orang yang paling bahagia yang pernah mereka uji. Rahasianya terletak pada meditasi. Meditasi adalah kunci untuk melatih otak. Ricard mengatakan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang melatih otaknya. Lalu, apa yang dipikirkan Ricard saat bermeditasi? Hasil scan otak menunjukkan bahwa ketika Ricard merenungkan kasih sayang, otaknya menghasilkan gelombang gamma. Gelombang ini erat kaitannya dengan kesadaran, perhatian, pembelajaran, dan memori. Gelombang inilah yang memicu seseorang merasakan kebahagiaan dan mengurangi kecenderungan terhadap hal negatif. Para peneliti menyebutnya sebagai neuroplastisitas dan mereka menganggap hal ini sungguh luar biasa. Dunia mengakui bahwa kebahagiaan bisa diraih dengan meditasi, dengan merenungkan kasih sayang, menenangkan diri, dsb. Bagaimana kata firman Tuhan mengenai kebahagiaan? Alkitab kaya sekali dengan kata "berbahagia". Salah satunya yang Tuhan Yesus katakan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang mendengarkan firman Allah dan memeliharanya. Meditasi bagi orang Kristen adalah sarana merenungkan firman Tuhan, bukan jalan untuk memperoleh kebahagiaan. Sedangkan kebahagiaan itu sendiri akan diperoleh ketika kita mampu menjaga keseimbangan antara merenungkan firman-Nya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Demikianlah, merenungkan firman Tuhan saja belumlah cukup, karena firman itu harus dilakukan agar utuh dan sempurna. Tuhan Yesus berfirman bahwa orang yang berbahagia bukanlah orang yang sekadar mendengarkan firman, tetapi juga yang mau melakukannya dengan taat dan setia. Apakah hidup kita sudah bahagia? Apakah kita sudah pantas disebut sebagai orang paling bahagia di dunia ini? Jika belum, marilah kita hari ini memperhatikan dan melakukan sabda-Nya dengan taat dan setia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap firman yang boleh aku baca setiap hari. Bantulah aku agar firman yang kubaca dapat ku laksanakan dalam hidupku sehari-hari, sehingga sukacita-Mu dapat tinggal di dalam hatiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 3 Juni 2026Bacaan: "Pergilah! Tuhan menyertai engkau." (1 Samuel 17:37b)Bacaan: Suatu hari, seorang pemuda melamar pekerjaan ke suatu perusahaan. "Selamat, Anda diterima menjadi supir di kantor ini. Mulai besok Anda sudah bisa bekerja," ucap manajer HRD kepada seorang pelamar. "Hmmm... maaf pak, bagaimana kalau saya bekerja mulai minggu depan saja?" jawab si pelamar. "Lho, mengapa begitu?" tanya manajer HRD keheranan. "Karena satu minggu ini saya harus kursus mengemudi terlebih dahulu, pak," jawab pelamar itu dengan mantap. Cerita tersebut memang hanya humor belaka. Terlepas dari itu, ada pelajaran menarik yang bisa kita ambil, yakni sikap berani si pelamar menerima tantangan sebagai supir padahal ia sendiri belum bisa mengendarai mobil. Sikap berani itu juga pernah ditunjukkan oleh Daud saat memutuskan untuk melawan Goliat. Kita tahu bahwa Daud tidak memiliki pengalaman perang sebelumnya, apalagi perang melawan raksasa yang selama ini ditakuti oleh bangsa-bangsa lain. la hanya mempunyai pengalaman melawan binatang buas, seperti singa atau beruang. Mengapa Daud berhasil mengalahkan Goliat padahal ia belum mempunyai pengalaman di medan perang? Karena Daud memutuskan dan maju berperang bersama Allah (ay. 45). Seperti halnya Daud, tantangan dalam kehidupan ini juga pasti ada. Tantangan dapat membuat nyali kita ciut, tetapi tantangan dapat membuat kita bertumbuh. Ini tergantung bagaimana kita merespon tantangan tersebut. Belajar dari Daud, hadapilah tantangan dalam hidup kita bersama Tuhan. Pandanglah Tuhan, bukan tantangan yang ada di hadapan kita! Dengan demikian, keberanian kita untuk menaklukkan tantangan akan semakin besar dan tantangan akan semakin kecil. Saat ini, sebelum kita beraktivitas, pastikan diri sendiri bahwa Tuhan ada dipihak kita, karena Dia adalah Sumber kekuatan dan keberanian kita untuk menaklukkan tantangan apapun yang ada di hadapan kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap tantangan yang aku hadapi selama ini. Aku bersyukur, selama aku mengandalkan Engkau, semua tantangan itu dapat aku lewati dengan baik. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 2 Juni 2026Bacaan: "Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab la akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu." (1 Korintus 3:13)Renungan: Lance Armstrong adalah pembalap sepeda yang berhasil memenangi 7 kali kejuaraan Lance Tour de France, sehingga ia dianggap salah satu legenda olahraga dunia. Sayangnya situasi berubah drastis setelah Badan Anti Doping Amerika Serikat mendapati bahwa Armstrong positif menggunakan doping selama kejuaraan Tour de France periode 1999-2005. Itu berarti prestasi Armstrong telah didapat dengan cara tidak benar. Akibatnya, 7 gelarnya dicopot, posisinya sebagai direktur yayasan kanker ditanggalkan, dan kontrak dengan perusahaan alat olahraga Nike diputus. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Meski kita telah berhati-hati, kesalahan pasti akan terjadi. Hal ini alamiah, sebab pada dasarnya manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Ketika kita melakukan kesalahan yang tidak disengaja, hal itu tentu masih bisa dimaafkan. Namun, bagaimana jika kesalahan tersebut adalah sesuatu yang disengaja? Sebenarnya untuk kesalahan yang disengaja, hal tersebut dapat dimaafkan apabila orang yang melakukannya bersedia mengakuinya dengan jujur dan mau berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi. Kalau ini yang terjadi, maka firman Tuhan dalam Amsal 28:13 yaitu, "Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayang," akan menjadi kenyataan dalam hidupnya. Sayangnya tidak semua orang yang sengaja melakukan kesalahan bersikap serupa, daripada mengaku, mereka malah berusaha menutup-nutupi kesalahannya dengan berbagai cara. Malahan, demi lebih meyakinkan orang, bersumpah demi nama Tuhanpun berani dilakukan. Menutupi kesalahan adalah perbuatan sia-sia. Sebab setiap kesalahan pasti akan terungkap seiring berjalannya waktu. Di sisi lain, upaya menutupi kesalahan hanya akan memberikan beban psikologis yang akan membuat kita tidak merasa damai sejahtera. Jadi, jika kita melakukan kesalahan, pilihan terbaik adalah mau mengakuinya dengan jujur. Pertanyaannya, bersediakah kita dengan segala kerendahan hati melakukannya? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering melakukan kesalahan dan berusaha untuk kututupi. Bantulah aku agar aku dapat terbuka untuk mengakui setiap kesalahan yang aku perbuat agar damai sejahtera-Mu kembali menguasaiku. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : RD. Revi Tanod ManadoMrk 12:1-12
Pdm.Handoyo Salim (TB) Mazmur 7: 2,6
Seni adalah salah satu kelimpahan hidup yang Tuhan karuniakan bagi manusia, melaluinya seni juga bisa memberikan cicipan keindahan yang memiliki nilai eskatologis.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 1 Juni 2026Bacaan: "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7)Renungan: Ibrahim Hamadtou terus mengasihani dirinya sendiri setelah kedua lengannya diamputasi waktu kecil. Semangatnya kembali bangkit saat ia tahu bahwa ada atlet dengan kekurangan fisik di pusat pemuda setempat. lapun memilih menekuni tenis meja meski pada awalnya sulit memakai lengannya yang tersisa. Setelah gagal berkali-kali, akhirnya ia memegang gagang bet dengan mulutnya. Melekukkan leher, pinggul dan bahunya sambil menggunakan kakinya yang lincah, sedangkan kaki satunya menjemput bola dan melemparkannya ke udara. Gaya uniknya membawanya ke Paralimpiade Rio 2016. Kita sadari atau tidak, ketakutan yang menguasai diri kita dapat membuat gerakan kita menjadi terbatas, hingga timbul perasaan frustrasi dan putus asa. Padahal, Tuhan senantiasa mempunyai rencana yang indah atas hidup kita. Namun, jika Roh Tuhan berdiam dalam kita maka kita akan dimampukan untuk dapat menemukan visi-Nya, yang menjadikan hari-hari kita bersinar dan menimbulkan keyakinan bahwa masa depan kita selalu terjamin. Itu sebabnya, Rasul Paulus menuliskan dalam suratnya kepada Timotius, anak rohaninya, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." Paulus mengingatkan agar Timotius tidak ragu untuk memberitakan Injil Kristus, karena Dia sendiri yang akan memampukannya, sehingga ia selalu dapat memancarkan terang kasih-Nya. Mungkin hari-hari ini kita mempunyai kelemahan yang membuat diri sendiri berpikir kalau kita tidak akan bisa sukses. Ingat pesan Rasul Paulus kepada Timotius pagi ini! Daripada merasa minder karena kelemahan yang kita miliki, marilah kita melekat kepada Tuhan karena Dia dapat mengubah ketakutan kita menjadi semangat yang berkobar, untuk terus maju menuntaskan panggilan Tuhan atas hidup kita. Yakinlah bersama Tuhan, kita mampu mengalahkan kelemahan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah roh ketakutan dari dalam diriku dan gantikan dengan damai sejahtera-Mu, sehingga dengan damai-Mu aku dapat menjalani hari-hari hidupku dengan penuh pengharapan dan keyakinan bahwa bersama Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 31 Mei 2026Bacaan: Sungguh, alangkah baiknya dan Indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!" (Mazmur 133:1)Renungan: Kita sering mendengar kesaksian bahwa keluarga yang hidupnya rukun, senantiasa dilimpahi berkat Tuhan. Berkebalikan dengan keluarga yang sering berantem, itu jauh dari berkat-Nya. Hal ini juga bisa terjadi dalam perusahaan. Perusahaan yang seluruh karyawannya bisa tinggal bersama dengan rukun dan satu sama lain bisa menjalin kerjasama dengan baik, akan punya peluang untuk bertumbuh sehat dan berhasil. Kebalikan dengan perusahaan yang karyawannya sering demo, bikin onar, satu sama lain saling menjegal, perusahaan sulit untuk bisa bertumbuh dan berkembang. Pemazmur memberikan kesaksian bahwa keluarga yang tinggal bersama dengan rukun senantiasa berkelimpahan berkat. "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!" Pemazmur mengatakan hal ini karena di mana kita dapat tinggal bersama dengan rukun, Tuhan memerintahkan berkat dan kehidupan untuk selama-lamanya (ay. 3). Rukun disini digambarkan seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut dan ke leher jubah. Juga seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Artinya, ada pemerataan. Minyak yang baik tidak hanya ditampung di kepala saja, tetapi turun ke janggut dan leher jubah. Demikian juga embun yang adalah lambang kesuburan tidak ditampung oleh gunung Hermon yang besar saja, tetapi dibagi turun ke gunung-gunung yang kecil juga, yakni Sion. Apakah kita sebagai anggota masyarakat sudah diam bersama dengan rukun satu sama lain, atau sebaliknya? Meresponi firman Tuhan, marilah kita senantiasa mengusahakan hidup bersama dengan rukun, baik kita sebagai anggota keluarga, karyawan, maupun anggota masyarakat lainnya. Dengan demikian, janji Tuhan akan digenapi-Nya, "kesanalah berkat-berkat Tuhan dicurahkan." Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku hati yang penuh dengan damai sejahtera, sehingga aku dapat membina hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 30 Mei 2026Bacaan: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kejadian 50:20)Renungan: Tidak satupun manusia yang hidupnya tanpa masalah. Persoalannya, ketika kita sedang bermasalah, apakah masalah itu membuat kita jatuh atau bertumbuh? Hal ini tergantung kita menanggapinya. Ada kesaksian seorang karyawan yang diberhentikan dari pekerjaannya, karena terlalu berpegang pada kebenaran firman daripada perkataan atasannya. la jadi pengangguran untuk sementara waktu, tetapi masalah tersebut justru menghindarkannya dari penjara, karena setahun kemudian terbongkar kejahatan atasannya, kemudian dijebloskan ke dalam penjara. Yusuf juga pernah ditimpa masalah yang bermula hasil dari rekayasa saudara-saudaranya, hingga ia harus hidup jauh dari orang tua dan saudara-saudaranya, dan berakhir di Mesir. Akan tetapi Yusuf menghadapi masalah demi masalah yang datang padanya dengan tetap mengandalkan Allah, sehingga Yusuf menang atas setiap persoalan yang dialaminya. Akibatnya, ia dipercaya menjadi penguasa ekonomi di Mesir. Dari sini kita belajar bahwa masalah demi masalah yang menimpanya justru Tuhan pakai untuk menyiapkan rencana agung, guna memelihara hidup suatu bangsa yang besar, yakni keturunan Yakub. Mereka adalah saudara-saudara Yusuf. Berkat kesuksesannya, Yakub dan keturunannya terhindar dari bahaya kelaparan besar yang terjadi pada waktu itu. Saat ini, kita mungkin sedang menghadapi berbagai masalah, entah itu masalah keluarga, pekerjaan, pelayanan atau lainnya. Kiranya masalah-masalah itu tidak membuat diri sendiri jatuh dan terpuruk, sebaliknya, masalah-masalah itu justru membuat kita menjadi semakin kuat dan bertumbuh di dalam Tuhan. Selama kita masih bernapas masalah pasti akan selalu ada dan kita alami. Tetapi kabar baiknya Tuhan itu setia, maka hadapilah masalah bersama Tuhan. Pandanglah Tuhan, bukan masalahnya maka kita akan melihat berkat Tuhan yang disediakan-Nya di balik masalah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk masalah yang Kau izinkan terjadi dalam hidupku. Aku percaya melalui masalah tersebut Engkau sedang mendewasakan imanku agar aku selalu bergantung pada-Mu. Amin. (Dod).
“Peperangan Yang Tak Terlihat” adalah perjuangan orang percaya untuk hidup benar dan taat kepada Tuhan, saat melawan godaan, tipu daya iblis dan hal - hal duniawi yang menjauhkan kita dari Tuhan.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 29 Mei 2026Bacaan: Kemudian berkatalah Elisa: "Apakah yang dapat kuperbuat baginya?" Jawab Gehazi: "Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua." (2 Raja-raja 4:14)Renungan: Suatu ketika ada seorang yang bercerita bahwa setiap kali ia memakai sepatu basket favorit, ia tidak bisa melupakan momen ketika kakaknya tiba-tiba mengajak ke mall, lalu menyuruhnya memilih sepatu basket yang ia inginkan. "Pilih mana yang kamu suka, nanti aku yang bayar," kata kakaknya. Segera ia memilih sepatu dan mencobanya, lalu menyerahkan pilihannya kepada pramuniaga setelah merasa cocok. Ingatan akan peristiwa itu juga membuatnya menyadari bahwa cara Tuhan memberkati hidupnya bisa melalui berbagai cara, termasuk cara yang sama sekali tak terduga! Elisa juga sempat memberi kejutan kepada pasangan yang telah menjamunya sekian waktu, karena pasangan itu menghormati Elisa sebagai seorang nabi Tuhan. Mereka bahkan menyiapkan sebuah kamar kecil, supaya Elisa dapat beristirahat dengan nyaman setiap kali melakukan pelayanan dan singgah ke rumah mereka. Namun, hari itu pasangan yang belum dikaruniai anak mendapat kejutan saat Allah memberi janji melalui Elisa bahwa mereka akan memiliki anak. Akhirnya terjadilah tepat sesuai dengan nubuat Elisa, yang bisa dianggap sebagai upah atas kemurahan hati dan kebaikan yang ditunjukkan oleh pasangan itu. Tanpa mereka sadari, Allah melihat kebaikan mereka kepada Elisa, hamba-Nya itu, lalu memberikan apa yang selama bertahun-tahun mereka nantikan sebagai pasangan suami istri. Allah tak pernah kehabisan cara untuk memberkati umat-Nya. Hanya, terkadang kitalah yang tidak memberikan cukup ruang untuk Allah bekerja dengan cara yang Dia kehendaki. Membaca kisah Elisa dan pasangan tadi membuat kita menyadari bahwa ketika hati kita terbuka untuk campur tangan Tuhan, maka kita dapat mengalami kebaikan-kebaikan Tuhan pada saat yang mungkin tak pernah kita duga. Pertanyaannya, maukah kita mengalaminya? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat tak terduga yang sering aku terima. Bantulah aku agar aku tetap setia pada-Mu karena Engkau sungguh baik padaku. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : RP. Agus Malo, CSSR Sumba Yoh 21:20-25