POPULARITY
Categories
Pilsētas svētku sezona rit pilnā sparā. Arī šovakar Cēsis pulcēs pilsētas iemītniekus un viesus, lai sāktos svētku svinības. Turklāt pilsētas svētku kulminācijas brīdī, jau rīt, 18. jūlijā, sāksies arī paralēlie pasākumi Cēsu Mākslas festivālā. Notikumu programmu aizsāks, atklājot vairākas izstādes, ko varēs aplūkot gan pilsētvidē, gan Cēsu Jaunajā pilī un koncertzāles “Cēsis” galerijā. Festivāla vizuālās mākslas programmas kuratore Daiga Rudzāte norāda, ka festivāla 20. jubilejā var secināt, ka ir paplašinājusies Cēsu iedzīvotāju un viesu izpratne par laikmetīgās mākslas norisēm. Savukārt paši mākslinieki izceļ vairākus izaicinājumus. -- Cēsu Mākslas festivāla laikā būs iespēja apmeklēt ne tikai izstādes, bet arī muzikālus notikumus. Augusta sākumā koncertzālē atskaņos Riharda Vāgnera operu “Loengrīns”. Diriģenta Tarmo Peltokoski vadībā uzstāsies Latvijas Nacionālais simfoniskais orķestris, Valsts akadēmiskais koris “Latvija” un starptautisks solistu ansamblis. Savukārt nedēļu vēlāk izskanēs Leonarda Bernsteina operetes “Kandids” Mārtiņa Meijera režijā. Pie diriģenta pults būs Jānis Liepiņš. Tāpat Cēsu iedzīvotājiem un viesiem būs iespēja baudīt teātri, Latvijas Nacionālā teātra “Ilgu tramvaju” un Dirty Deal Teatro izrādi “Alfas”.
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatannya.Kabar tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Anang Supriatna. Pengunduran diri ini menjadi perhatian publik mengingat posisi Jampidsus memiliki peran penting dalam penanganan berbagai perkara tindak pidana korupsi.Sebelumnya, Febrie Adriansyah memimpin sejumlah penanganan perkara besar di bidang tindak pidana khusus. Kejaksaan Agung menyampaikan bahwa informasi terkait keputusan tersebut akan dijelaskan lebih lanjut sesuai perkembangan yang ada.
Apa pun yang tidak baik bukan berasal dari Tuhan.Namun dalam kasih dan kuasa-Nya, Dia sanggup mengubah segala sesuatu, bahkan yang paling buruk sekalipun menjadi sesuatu yang amat baik dan penuh makna.Simak obrolannya yang asyik bersama narasumber kita yang luar biasa Bpk. Sugi Lasiman hanya di OASIS (Obrolan Asyik Seputar Injil Surgawi).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Tidak Malu Menyatakan Siapa Diri-NyaDiambil dari: Yohanes 13:13 “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa Yesus sebenarnya tidak pernah dengan jelas menyatakan siapa diri-Nya. Mereka berpikir bahwa murid-murid Yesus saja yang membuat Yesus terlihat lebih besar daripada kenyataannya. Tetapi kalau kita membaca Injil Yohanes, kita melihat bahwa hal itu tidak benar.Di Injil Yohanes, Yesus berbicara dengan sangat jelas tentang siapa diri-Nya. Misalnya, Yesus berkata, “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Lalu di Yohanes 13:13, Yesus berkata bahwa Ia memang adalah Guru dan Tuhan. Di bagian lain, Yesus juga berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” Jadi, Yesus tidak malu atau ragu untuk menyatakan identitas-Nya.Tentu, Yesus tidak berdiri sambil berteriak-teriak supaya semua orang kagum. Tetapi melalui perkataan dan perbuatan-Nya, Yesus menunjukkan dengan jelas bahwa Dia lebih dari sekadar manusia biasa. Yesus tahu siapa diri-Nya. Yesus datang dari Bapa, berbicara dengan otoritas Allah, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau Yesus tahu diri-Nya hanya manusia biasa, tetapi berkata seperti itu, maka itu salah besar. Tetapi karena Yesus benar-benar adalah Tuhan, maka perkataan-Nya itu benar. Jadi saat Yesus berkata bahwa Ia adalah Guru dan Tuhan, kita harus mendengarkan-Nya dengan sungguh-sungguh.Renungan ini juga mengingatkan kita tentang hidup kita. Anak Tuhan juga dipanggil untuk tidak malu mengikut Yesus. Kita memang tidak boleh sombong, tetapi kita juga tidak perlu malu menunjukkan bahwa kita milik Kristus. Tentu caranya bukan dengan pamer, melainkan lewat hidup yang berbeda: berkata jujur, mengasihi orang lain, mau mengampuni, dan hidup taat kepada Tuhan.Saat orang melihat hidup kita, mereka seharusnya bisa melihat bahwa kita mengasihi Yesus. Bukan karena kita berteriak-teriak tentang diri kita, tetapi karena hidup kita menunjukkan bahwa kita milik Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu cara sederhana untuk menunjukkan bahwa kamu milik Yesus hari ini, misalnya berkata jujur, menolong teman, atau tidak ikut-ikutan berbuat salah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau dengan jelas menyatakan siapa diri-Mu. Tolong aku supaya sungguh percaya bahwa Engkaulah Guru dan Tuhanku. Ajarku juga untuk tidak malu menjadi milik-Mu dan hidup dengan cara yang menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak malu menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan, jadi kita pun tidak perlu malu untuk hidup sebagai milik-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Kecelakaan maut terjadi di India ketika sebuah bus sleeper bertabrakan dengan truk di jalur Delhi–Mumbai Expressway. Benturan keras tersebut langsung memicu kebakaran hebat yang melalap seluruh badan bus.
Fenomena calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri namun akhirnya tidak melakukan daftar ulang kembali menjadi perhatian. Dalam rapat bersama Komisi X DPR, sempat mencuat informasi mengenai puluhan ribu calon mahasiswa yang mundur, meski Panitia SNPMB menegaskan angka tersebut merupakan akumulasi seluruh jalur seleksi dan bukan hanya jalur SNBP. Di sejumlah kampus, seperti Universitas Tidar dan Universitas Jenderal Soedirman, memang tercatat ada calon mahasiswa yang memilih tidak melanjutkan proses registrasi dengan berbagai kemungkinan alasan, mulai dari diterima di perguruan tinggi lain, sekolah kedinasan, hingga faktor ekonomi.Lalu, bagaimana fenomena ini dibaca dari perspektif pendidikan tinggi? Dan evaluasi apa yang perlu dilakukan agar kursi di perguruan tinggi negeri dapat dimanfaatkan secara lebih optimal?::NS:: Pengamat Pendidikan UIN Walisongo Semarang / Dr. Saekan Muchith
Sempat dikabarkan hilang, Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) bersama Sekda akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sempat dikabarkan hilang, Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) bersama Sekda akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 26 Juni 2026Bacaan: "Sabarlah terhadap semua orang. " (1 Tesalonika 5:14)Renungan: Banyak orang punya masalah dengan emosi. Sangat temperamental dan gampang meledak. Orang seperti ini bisa termasuk tipe gunung merapi yang mudah meletus. Kalau "gunung berapi" ini sudah meletus, keluarlah lahar perkataan yang panas, pedas, tajam, dan menyakitkan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Secara ilmiah, di bagian otak kita ada amygdala yang kerap disebut otak emosi. Amygdala bekerja 80.000 kali lebih cepat dibandingkan otak besar. Karena amygdala bekerja lebih cepat, logika jadi dikalahkan emosi. Untuk mencapai kecepatan yang sama dengan amygdala, otak besar butuh waktu enam detik. Dari perhitungan inilah para ahli jiwa menemukan teori "Jeda Enam Detik", yaitu mengambil jeda selama 6 detik sebelum bicara dan mengambil keputusan saat kita marah atau sedang emosi. Jauh sebelum teori Jeda Enam Detik ditemukan, firman Tuhan sudah memberi nasihat kepada kita yang memiliki problem emosi temperamental. 1 Tesalonika 5:14b mengatakan, "Sabarlah terhadap semua orang." Ketika seseorang menyulut sumbu kemarahan kita, kita tidak akan langsung meledak sebaliknya kita berusaha mengulur-ulur waktu sangat lama untuk kita menjadi marah dan mendidih. Karena waktu "mendidihnya" lama maka kita punya banyak kesempatan untuk menguasai diri, menenangkan diri, dan berpikir jernih sebelum mengambil keputusan yang bodoh. Jadilah sabar. Sabar membebaskan kita dari amarah yang tak terkontrol dan tak terkendali. Sabar menghindarkan kita dari kekeliruan. Dalam Amsal 14:17 dikatakan, "Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar." Apakah kita orang yang bijak ataukah orang yang bodoh, ditentukan oleh seberapa kita sabar. Jadilah pengikut Yesus yang perlu waktu lama untuk mendidih, bukan seperti gunung berapi yang meledak-ledak. Setiap kali hendak meledak, ingatlah untuk mengambil jeda selama enam detik untuk menenangkan diri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku kesabaran, sehingga masalah apapun yang terjadi dalam hidupku, hatiku dapat tetap tenang menghadapinya. Amin. (Dod).
Send us Fan MailBanyak bisnis ingin terlihat lebih expert dan lebih dipercaya oleh pelanggan.Namun, semakin keras mereka berusaha menunjukkan bahwa mereka hebat, semakin sulit pula mendapatkan kepercayaan.Di episodekali ini, Ryan Kristo membahas elemen Guide dalam StoryBrand Framework dan bagaimana membangun positioning sebagai seorang expert dengan cara yang lebih efektif.Dalam episode ini, Anda akan mempelajari:• Mengapa pelanggan membutuhkan guide, bukan hero• Perbedaan antara authority dan arrogance• Pentingnya empathy dalam membangun kepercayaan• Cara menunjukkan expertise tanpa terkesan membanggakan diri• Tiga langkah sederhana untuk membangun positioning yang lebih kuatAuthority yang kuat tidak dibangun dengan mengatakan bahwa Anda hebat. Authority dibangun ketika pelanggan percaya bahwa Anda mampu membantu mereka mencapai hasil yang mereka inginkan.Ingin membangun positioning yang lebih kuat dan memperjelas pesan marketing bisnis Anda?Book sesi konsultasi bersama Ryan Kristo sekarang juga
Season 34 : THE FINALE
Ustadz Najmi Umar Bakkar - Renungan Diri Ketika Do A Belum
Ustadz Firanda Andirja - Berserah Diri Dengan Penuh Keyakinan Kepada Takdir Allah
Ustadz Najmi Umar Bakkar - Selamatkan Diri Kita Dari Api Neraka
Ustadz Abu Haidar As Sundawy - Membentengi Diri Dari Syetan Dengan Iman Dan Tawakkal - Ustadz Abu Haidar
Bismillah,Refleksi Diri Setelah Ibadah QurbanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-
Bismillah,2110. KUNCI SUKSES YANG HARUS DITANAMKAN DALAM DIRI SEORANG MUKMINRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
Menguasai Diri Kemenangan Sejati - Ev. Herwin Sihotang - 7 Juni 2026 - GBI Sariwangi
Kas ir sārta tulpe ar baltu vidiņu? Šo Elīnas Abikas un citu klausītāju atsūtītās mīklas Greizajos ratos min diriģentes Airas Birziņas ģimene no Rīgas Āgenskalna: meita Austra Matveja un mazmeita Rūta Freimane (8 gadi).
Pd, Handoyo Salim (TB) 2 Samuel 11:1Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem
4. jūnija vakarā koncertzāles ";Ave Sol" velvēs skanēs ne tikai izcila laikmetīgā kora mūzika, bet arī personīgs radošās izziņas apliecinājums – koncertcikla "Kora laboratorija" jaunākajā programmā pie kamerkora "Ave Sol" diriģenta pults stāsies jaunā diriģente un komponiste Anastasija Kildiša. Šis koncerts, simboliski nosaukts "Lūgšana, kas skan", iezīmē nozīmīgu brīdi pašas mākslinieces radošajā un pētnieciskajā ceļā – viņa ne vien vada kolektīvu, bet pirmo reizi publiski atskaņos arī pašas sacerētu jaundarbu. Diriģents kā starpnieks un pētnieks Anastasija Kildiša, kura šobrīd beidz profesionālās doktorantūras studijas, atzīst, ka diriģenta darbs ir nemitīgu pārmaiņu un iekšējas attīstības ceļš: "Diriģents mainās katru minūti. Nevar būt tā, ka esi viens vienā dienā, cits otrā – visu laiku kaut kas notiek." Šī atklātība un vēlme mācīties no katra sastapta kolektīva vai kolēģa ir viens no iemesliem, kāpēc viņas sadarbība ar "Ave Sol" kļuvusi par īpašu draudzības un cieņas caurvītu māksliniecisko platformu. Diriģente uzsver arī koncertprogrammas veidošanas izaicinājumus: "Koncertprogrammas sastādīšana ir viena no sarežģītākajām diriģenta profesijas disciplīnām." Šoreiz programma tapusi kā daļa no doktorantūras projekta, taču tās idejiskie pamati likti jau sen – kā sapnis, kas caur mūziku ļauj savienot laikmetīgo ar arhaisko. Bizantija kā atslēga jauniem atklājumiem Programmas kodols ir Bizantijas muzikālā tradīcija – to Anastasija atklājusi, pateicoties Andreja Selicka darbiem un iegrimstot kristīgās pasaules muzikālajos arhetipos. "Lai atklātu ko jaunu, jāatgriežas pie kaut kā ļoti arhaiska, pie kaut kā senatnīga," viņa uzsver, atgādinot, ka Bizantijas mūzika bijusi iedvesmas avots arī gregoriskajiem korāļiem un vēlākai Eiropas kormūzikai. Šī interese kļuvusi par pamatu arī jaunradītajam skaņdarbam "Svētā saruna" – Anastasijas pirmajam nopietnajam kompozīcijas mēģinājumam. Piecu daļu ciklā, kas balstīts pareizticīgo Dievmātes pasludināšanas kanonā latviešu un grieķu valodā, dzirdamas autentiskas Bizantijas melodijas, kas izskan mūsdienīgā skatījumā. "Es mēģināju iekāpt komponista biksēs un sapratu, ka tas nemaz nav tik viegli," atzīst Anastasija, raksturojot radošo procesu kā smagu, bet dziļi pašizziņas pilnu laiku. Mūzikas vienojošais spēks Diriģentes daiļradē garīgā mūzika nav tikai skaņu māksla, bet arī vienotības un kopā būšanas pieredze: "Nosaukums runā pats par sevi – lūgšana, kas skan, un, ja tā skan, tad tā lūgšana vieno." Šī vienotības izjūta, kas īpaši aktuāla šodienas sašķeltajā pasaulē, caurstrāvo gan izvēlēto repertuāru, gan pašu koncertu kā rituālu, kurā klausītājs kļūst par procesa dalībnieku. Starp citiem skaņdarbiem koncertā izskanēs arī britu un poļu komponistu darbi, kā arī Anastasijas īpaši izceltais Andreja Selicka opuss, kura dziļums un garīgums diriģentei ir īpaši tuvs. "Tiešām visi komponisti, kas skanēs, ir vienkārši pērles," viņa ar aizrautību dalās, uzsverot radošā dialoga nozīmi starp komponistu, diriģentu un izpildītājiem. Tradīcijas dzīvība un pēctecība Anastasijas Kildišas ceļš spilgti iezīmē mūsdienu latviešu kordiriģēšanas un kormūzikas attīstību, kur tradīcijas pētniecība un radošums iet roku rokā. Kā pati atzīst: "Diriģents ir pētnieks. Mums jākļūst par staigājošām enciklopēdijām." Izziņas alkas viņa nodod arī saviem audzēkņiem Cēsu un Jūrmalas mūzikas vidusskolās, kur kora literatūras un diriģēšanas studijas kļūst par radošas domāšanas un muzikālās inteliģences kalvi. Koncerts "Lūgšana, kas skan" kļūst par zīmi – brīdi, kurā seno Bizantijas tradīciju gaisma satiek laikmetīgo latviešu kormūzikas meklējumus, apliecinot, ka patiesi nozīmīga māksla dzimst dialogā starp pagātni, tagadni un personīgo pieredzi. Tā ir lūgšana, kas ar skaņas spēku vieno, stiprina un atver ceļu jaunām muzikālām atklāsmēm.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 25 Mei 2026Bacaan: "Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu." (Ulangan 28:2)Renungan: Pascabayar dan prabayakit kedua istilah ini pasti tidak asing bagi kita, para pengguna telepon seluler atau jaringan internet tanpa kabel. Ya, ini adalah sistem pembayaran tagihan pulsa atau kuota kita. Mau bayar di muka atau bayar belakangan? Diri sendirilah yang menentukan pilihan. Namun, tahukah kita bahwa sistem pembayaran ini juga dipakai ketika kita menerima berkat dan melakukan dosa? Bacaan di atas menyatakan dengan jelas bahwa berkat itu datang dan menjadi bagian kita, kalau kita mendengarkan suara-Nya. Berkat itu ada syaratnya. Berkat itu ada harga yang harus dibayar di muka sebelum menerimanya. Jadi, tidak ada berkat yang dinikmati dahulu baru dibayar harganya. Tidak ada berkat yang gratis dan seenak kita dalam menggunakannya. Lain halnya dengan dosa bahwa setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena keinginan itu menyeret dan memikatnya (Yak. 1:14-15). Kalau keinginan itu memikat pasti keinginan itu menyenangkan, indah, dan memuaskan. Namun, jika keinginan yang memikat itu dibuahi dalam perbuatan, muncullah dosa. Lalu, dari dosa lahirlah maut. Dosa itu membayarnya selalu belakangan, karena dosa selalu menawarkan kenikmatan, kesenangan, kepuasan, dll. Itu sebabnya dosa selalu memikat manusia. Awalnya memang enak, tetapi akhirnya harus membayar mahal bahkan membayar dengan maut. Bagaimana dengan diri sendiri? Setelah membaca firman Tuhan dan renungan pagi ini, kiranya kita lebih menyukai berkat ketimbang dosa. Sekalipun untuk memperoleh berkat, kita harus membayar harganya dahulu, yaitu ketaatan serta kesetiaan kepada Tuhan dan firman-Nya. Pertanyaan sekali lagi untuk kita, pilih pascabayar atau prabayar? Pilih dosa atau berkat? Mari kita jalani kehidupan penuh berkat dengan membayarnya lebih dahulu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat, agar sebelum aku bertindak, aku senantiasa menyadari bahwa aku adalah anak-Mu, sehingga apa yang kulakukan seperti yang Kau inginkan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 22 Mei 2026Bacaan: Tetapi la berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan." (Markus 6:38)Renungan: Louis Armstrong hidup sangat menderita dan serba kekurangan pada masa kecilnya. Sejak bayi, Louis sudah ditinggalkan oleh ayahnya. la baru bisa mengenyam pendidikan pada usia 12 tahun. Namun demikian, seorang guru musik Peter Davis menemukan potensi besar dalam diri Louis berupa kemampuan bermain terompet. Melihat potensi tersebut, Peter Davis mengasah bakatnya hingga Louis bisa sukses sebagai pemain terompet kelas dunia. Bacaan di atas mengisahkan kesuksesan para murid Yesus dalam menjamu ribuan orang, yang dimulai dari potensi kecil dan situasi krisis. Dikatakan demikian, situasi pada saat itu ada lima ribu orang lebih yang mendengarkan khotbah Yesus, dan Yesus menyuruh para murid untuk memberi mereka makan, sementara di tempat tersebut tidak ada orang yang berjualan. Menanggapi perintah itu, murid-murid bertanya kepada-Nya, "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" Kemudian Yesus berkata, "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Ternyata masih ada potensi lima roti dan dua ikan. Potensi yang ada itu dibawa kepada Yesus, lalu didoakan dan dipecah-pecahkan-Nya, kemudian diberikan kepada para murid untuk dibagikan kepada banyak orang itu (ay. 41). Akhirnya, semua orang bisa makan dan kenyang, bahkan masih ada sisa 12 bakul. Apakah saat ini kita sedang dalam kondisi krisis, atau sedang menghadapi masalah besar dan seolah kita tidak berdaya? Jangan putus asa! Cobalah kita periksa, cari dan temukan potensi yang ada dalam diri maupun di luar diri kita. Jika sudah menemukannya, bawalah kepada Tuhan Yesus dan kerjakan apa yang menjadi bagian kita. Tuhan Yesus pasti sanggup melipatgandakannya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan segenap bakat dan kemampuan yang aku miliki. Bantulah aku agar melalui berkat-Mu maka bakat dan kemampuan yang aku miliki dapat berkembang dan berguna untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).
Trešdien, 13. maijā, koncertzālē ”Latvija” Ventspils kamerorķestris diriģenta Aigara Meri vadībā godinās trīs 2026. gada lieljubilārus - spāni Manuelu de Falju, kuram aprit 150. gadskārta, 90. dzimšanas dienā pieminēs izcilo simfoniķi Romualdu Kalsonu un suminās Pēteri Vasku, kuram šopavasar svinam 80. Koncerta solisti – vijolniece Elīna Bukša, klarnetists, Igaunijas Nacionālās operas orķestra mūziķis Edmunds Altmanis un soprāns Katrīna Paula Felsberga. Intervijā ar Aigaru Meri uzzinām par gaidāmā koncerta ideju un sadarbību ar solistiem, koncertdzīvi Ventspilī un publikas izglītošanu, tuvākajiem radošajiem plāniem ar Ventspils kamerorķestri, jaukto kori "Ventspils", un, atklājot sava darba aktualitātes Jelgavā, Aigars atcerējas arī savus soļus, uzsākot ceļu diriģenta profesijā. Aigars Meri: Veidojot koncertprogrammas, skatos kopsakarības, kurā gadā ir vai nav apaļa jubileja, lai būtu šī saistība, bet tas noteikti nav noteicošais un vienīgais faktors. Manuels de Falja. Kā nonācu līdz Septiņām spāņu dziesmām? Pirms dažiem gadiem bija brīnišķīgs koncerts Jelgavā, kur mēs šīs dziesmas atskaņojām kopā ar Ilonu Bageli. Pēc neilga laika man bija tas gods atskaņot Osvaldo Golihova dziesmu ciklu ar Katrīnu Paulu Felsbergu. Mēs ar Katrīnu uzreiz vienojāmies, ka skatāmies tālāk nākotnē. Tad, neatceros gadalaiku, neatceros mēnesi, no manas puses bija piedāvājums: “Varbūt tu vēlies nodziedāt “Septiņas spāņu dziesmas”?” Katrīna bija ļoti atsaucīga un teica “jā, mana skolotāja Berlīnē tieši man kādreiz ieteica un atsūtīja vienu no šī cikla dziesmām”. Tā mēs nonācām pie šī cikla atskaņojuma. Ar Edmundu Altmani esam klasesbiedri jau no Emīla Dārziņa skolas, pēc tam esam mācījušies un muzicējuši kopā. Man ir igauņu izcelsme, Edmunds tīrs latvietis, Zemgales dēls, kuram bija iespēja doties studēt uz Igauniju. Pēc tam viņš tur iesakņojās un šobrīd tur strādā un dzīvo. Sadarbība iecerēta jau ilgāku laiku, ar Operu arī salīdzinoši bieži ir viesizrādes Igaunijā. Atceros sarunu, kad Edmundam zvanīju un teicu: “Edmund, nākamgad mums ir šād jubilāri. Varbūt Romualds Kalsons?”. Viņš atbildēja: “Jā, jau vairākas reizes esmu piedāvājis Arvo Volmeram viņa Klarnetes koncertu nospēlēt Igaunijā, bet diriģents vienmēr sliecies par labu Mocartam". Tā mēs nonācām pie Romualda Kalsona. Šī gada jubilārs - Pēteris Vasks. Pie šī Vijoļkoncerta mēs nonācām netradicionāli, jo sazināties ar Elīnu Bukšu ieteica Ventspils koncertzāles “Latvija” mākslinieciskais vadītājs Guntis Cimiņš. Tā sākās mūsu komunikācija. Sākumā ideja bija par Filipu Glāsu, pēc tam par Antonio Vivaldi un beigās mēs nonācām pie šī brīnišķīgā vijoļkoncerta. Šī būs mūsu pirmā sadarbība, tāpēc ar nepacietību gaidu un ceru uz brīnišķīgu kopdarbu."
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 27 April 2026Bacaan: Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna," (2 Korintus 12:9)Renungan: Special Olympics Games adalah olimpiade khusus bagi anak-anak tunagrahita, penyandang keterbelakangan mental. Kegiatan ini dirintis oleh Eunice Kennedy, adik Presiden John F. Kennedy pada tahun 1968, di Maryland. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan dan rasa percaya diri pada penyandang tunagrahita. Mereka diajak menemukan bakatnya, mengembangkan diri seoptimal mungkin, dibangun semangatnya agar dapat hidup lebih mandiri. Ternyata mereka mampu mengukir prestasi di tengah keterbatasannya. Mereka menjadi bangga dan bahagia. Seiring bertambahnya usia, diri kita juga makin lemah dan terbatas. Jangan gelisah dan mengasihani diri sendiri! Tapi pupuklah rasa percaya diri dan berusaha memelihara kemampuan yang ada. Mungkin ada potensi yang tidak kita sadari tapi dapat kita kembangkan melalui berbagai kegiatan sederhana. Jangan biarkan diri kita bermuram durja. Usahakan untuk tetap melakukan aktifitas yang kita sukai dan tekunilah. Semangat akan kembali berkobar menyemangati hidup kita dan tidak mustahil kita menjadi lebih kreatif dan ceria. Sungguh, dalam kelemahan kita kasih karunia Tuhan menjadi nyata. Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, berilah aku kekuatan agar tidak meratapi keterbatasanku, melainkan selalu berserah pada kehendak-Mu sambil tetap berjuang untuk melakukan apa yang mampu kulakukan. Amin. (Dod).
Kata Pemred #18PinterPolitik.comDi sebuah pelabuhan kecil, menjelang musim yang tidak menentu, perahu-perahu kembali lebih awal. Layar diturunkan. Tali-tali diikat ganda. Pedagang menutup lapak sebelum hari benar-benar gelap, dan seorang anak kecil bertanya kepada ayahnya mengapa semua orang terburu-buru pulang. Ayahnya tidak menjawab. Ia hanya menunjuk ke ujung dermaga, ke arah satu kapal yang justru sedang memuat — diam-diam, tanpa banyak kata, dengan urutan yang sudah lama direncanakan.Kapal itu bukan cerita tentang tempat lain. Kapal itu adalah negeri ini.
Brīnumains izgudrojums, kas vieglāks par gaisu un kam tika paredzēts nākotne pārvadāt pasažierus pāri okeānam. Dirižabļi aviācijas nozarei kalpoja gan par tehnoloģisku sasniegumu, gan rūgtu mācībstundu. Kā sākās un beidzās dirižabļu laikmets pasaulē? Par to runājam ar Rīgas Aeronavigācijas institūta direktoru Ilmāru Blumbergu un Latvijas Kara muzeja Ieroču un militārās tehnikas nodaļas vadītāju Daini Poziņu. Piedāvājam arī nelielu pārskatu par Latvijas nacionālas aviācijas attīstību – dažus pieturpunktus, jo, lai arī runa ir par īsu laika posmu, sākot no atsevišķiem interesentiem un viņu konstruētajiem aparātiem 20. gs. 20. gados līdz rūpnīcai VEF, kur lidmašīnu būve beidzās 1942. gadā, vienā raidījumā visu mūsu aviobūves vēsturi nevar ietilpināt. Runājot par vienotu aviācijas būvi Latvijas Republikā, flagmanis bija rūpnīca VEF, kur no 1935. līdz 1942. gadam tika izgatavotas 33 dažādu tipu lidmašīnas. Protams, nacionālā lidmašīnu būve mums saistās ar konstruktora Kārļa Irbīša vārdu, bet bez viņa ir jāmin vēl vesela rinda aviācijas būves speciālistu: Kārlis Švarcbahs, Kārlis Jansons, lidotājs un konstruktors Kārlis Bandenieks, galdnieks Žanis Knauke, metālists Kārlis Ozoliņš, metinātājs Feldmanis un citi. Pagājušā gadsimta 20. gados parādās vairāki lidmašīnu konstruktori, kas intereses un prieka pēc sāk nodarboties ar gaisa kuģu būvi, Talsos dzimušais avio konstruktors un lidotājs Nikolajs Pūliņš, zināmais lidotājs Herberts Cukurs un dedzīgais Kārlis Irbītis, kuru jau no zēnības ir aizrāvušas lidmašīnas. 1932. gadā Irbītis strādā jaunizveidotajā Valsts elektrotehniskajā fabrikā mehānikas nodaļā. Un par to, kā Irbīša idejas tika ieviestas VEF, stāsta VEF muzeja krājuma glabātāja Dace Kaprāne. Atgriežoties pie VEF pirmajiem lidmodeļiem un to tapšanu, kā savās atmiņas atceras Kārlis Irbītis, mūsu lidotājs Bandenieks jeb, kā mēs viņu saucām, «Bandiņš» kā sadedzis gribēja tūliņ sākt lidmašīnu mēģināt. „Atļāvu Bandiņam tomēr mazliet «pavīlēt» pa aerodromu. Viņš tad arī ar jauno lidmašīnu paskraidīja pa aerodromu, bet nenocietās un mazliet atrāva lidmašīnas riteņus no zemes. Atpakaļ pieskaršanās, par nelaimi, notika sagāztā stāvoklī uz vienu skrietuli, un tā tika ielocīta uz iekšu.” Citāta beigas. Protams – kad lidmašīna bija pilnībā izgājusi testu un atzīta par labu esam, tad arī lidojumi notika bez aizķeršanās. Mūsu lidaparāti devās arī pāri Latvijas robežām, lidmašīnas piedalās dažādās sacensībās Francijā un Anglijā, starptautiskā aviācijas izstādē Cīrihē. Bet, lai arī VEF īsais avioperiods izklausās kā veiksmes stāsts, tomēr tajā ir arī viena melna lappuse. Lidmašīnu būvi VEF uzsāka 1935. gadā un līdz 1942. gadam izgatavoja 33 dažādu tipu lidmašīnas. Kā saprotams, 1940. gadā rūpnīcas teritorijā saimnieko padomju iebrucēji un pēc tam turpmākos divus gadus te vēl gatavo lidaparātus vācu armijas vajadzībām.
Malu sebagai Benteng Pertahanan Diri merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Tarbiyah Jinsiyyah (Pendidikan Seksual Untuk Anak Dan Remaja Dalam Islam). Kajian ini disampaikan pada Selasa, 18 Syawal 1447 H / 7 April 2026 M. Kajian Tentang Malu sebagai Benteng Pertahanan Diri Pembahasan kali ini melanjutkan bab mengenai pentingnya […] Tulisan Malu sebagai Benteng Pertahanan Diri ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Early Swimming Training: A Health Investment for Children with Coach Alvin Yus - Renang Sejak Dini: Investasi Kesehatan Anak Bersama Coach Alvin Yus
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Maret 2026Bacaan: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3) Renungan: Ketika kita hendak bepergian ke mana pun, hal yang paling wajar kita lakukan adalah mencari sebuah cermin. Mengapa kita membutuhkan cermin? Karena kita ingin berpenampilan menarik dan memperbaiki suatu hal yang jelek yang terdapat di wajah atau tubuh kita. Kita tidak mungkin bepergian dengan penampilan acak-acakan dan kotor. Kita perlu merapikan rambut dan pakaian kita. Cermin adalah alat yang paling "jujur" untuk menampakkan kepada kita diri kita yang sesungguhnya. Tanpa cermin, kita tidak akan tahu jika ada sesuatu yang membuat wajah kita kotor, dan kita tidak bisa membersihkannya dengan baik, kecuali jika orang lain membantu kita. Jadi, cermin sangatlah membantu kita untuk memperbaiki penampilan kita agar menjadi lebih baik, rapi, bersih, dan menarik. Tidak hanya becermin secara fisik, namun kita juga harus sering becermin terhadap kepribadian kita. Bagaimanakah kita bersikap kepada orang lain? Apakah kelakuan kita sudah mencerminkan pribadi Yesus sendiri atau mencerminkan kedagingan saja? Jangan sampai kita bisa menilai dan menghakimi orang lain, padahal diri kita sendiri masih banyak sekali kekurangan. Yesus memberikan perumpamaan yang serupa dengan hal ini, yaitu mengenai orang yang melihat selumbar di mata saudaranya, tetapi balok di matanya sendiri tidak kelihatan. Artinya, orang tersebut pandai mencari kesalahan atau kejelekan orang lain, namun kelakuan jeleknya sendiri tidak pernah ia ketahui dan ia perbaiki. Di sini Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak menjadi orang yang munafik. Setiap manusia pasti memiliki sifat yang baik dan sifat yang buruk pula. Sifat dan kebiasaan yang buruk itu harus kita perbaiki dan kita hilangkan. Namun, terkadang kita masih melakukan kesalahan. Karena itu, nasihat dari orang lain sangatlah kita butuhkan. Gunakanlah semua itu sebagai sarana untuk memperbaiki diri sendiri. Anggaplah teguran, nasihat, dan saran dari orang lain sebagai cermin, sehingga kita bisa mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki, dirapikan, dan dibersihkan dari diri kita. "Karena siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat" (Ams 10:17). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku memiliki hidup yang dapat mencerminkan kepribadian-Mu sehingga hidupku dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) 2 Korintus 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Mazmur 139:3Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 17 Februari 2026Bacaan: "Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu. Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!" (Amsal 23:1-2) Renungan: Katak Amazon bertanduk adalah seekor katak yang memiliki ukuran yang sangat besar dibandingkan dengan katak-katak lain. Amfibi gemuk ini dapat tumbuh sepanjang 20 cm, dan banyak ditemukan di Kolombia sampai ke Brazil, khususnya di rawa-rawa daerah sungai Amazon. Namanya didapat dari dua tanduk runcing yang mencuat dari kepalanya. Katak yang betina ukurannya lebih besar dari yang jantan, namun warna kulitnya tidak secerah yang jantan. Namun, yang jauh lebih menarik untuk dibahas dari hewan ini adalah nafsu makannya yang luar biasa besar! Katak ini sangat gemuk dan merupakan katak paling rakus di antara katak-katak jenis lainnya. Sangat sering katak ini ditemukan dalam keadaan mati sewaktu berusaha mencoba menelan mangsa mereka yang terlalu besar, sehingga mulut mereka masih berisi mangsa yang tersangkut dan tidak dapat tertelan ketika ditemukan. Nafsu makan berlebihan sungguh sangat berbahaya! Ternyata, bukan cuma katak yang bisa mengalami hal ini. Alkitab menyampaikan sebuah kisah tragis dari bangsa Israel yang mati konyol karena tidak dapat mengendalikan nafsu rakus mereka yang liar. Kisah tragis ini terjadi di daerah yang diberi nama Kibrot-Taawa. Dikatakan bahwa waktu itu ada orang-orang bajingan yang kemasukan nafsu rakus, hingga mereka berteriak meminta makan daging. Hal ini terjadi karena mereka bosan dengan manna yang tiap hari mereka makan. Akhirnya, Musa datang kepada Tuhan dengan membawa segala keluhan bangsa itu, dan singkat cerita Tuhan mengirimkan burung-burung puyuh dari arah sebelah laut dalam jumlah yang luar biasa besar ke sekeliling perkemahan mereka. Burung-burung itu dihamburkan Tuhan begitu saja, sehingga dapat dengan mudah dikumpulkan orang Israel. Namun, hal mengerikan terjadi ketika orang-orang rakus yang mengeluh itu dengan bernafsunya langsung memakan burung itu. Dan sewaktu daging burung itu sudah di mulut mereka dan belum sempat dikunyah, Tuhan yang sangat murka memukul orang-orang rakus tersebut dengan tulah yang besar sehingga mereka mati dalam kekonyolan mereka sendiri. Kondisi ini seperti katak Amazon bertanduk yang mati karena makanan. Terkadang kita menganggap sepele nafsu makan yang berlebihan. Namun, sadarkah kita bahwa ternyata kerakusan adalah suatu kesalahan di mata Tuhan? Kitab Amsal memberikan nasihat kepada kita untuk mencegah nafsu makan yang berlebihan. Dikatakan, jika nafsu makan kita besar, taruhlah sebuah pisau pada leher kita! Sebagai bukti bahwa rakus adalah hal yang jelek, kita bisa lihat ada berbagai macam penyakit yang dapat timbul karena kerakusan akan makanan. Dan rakus akan makanan biasanya mengarah kepada obesitas yang membawa berbagai penyakit di dalamnya, seperti penyakit jantung ataupun diabetes. Kegemukan juga akan membuat gerakan kita terbatas dan kita akan menjadi malas. Jadi, mari kendalikan nafsu makan kita, sebelum kita dibuat mati karenanya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku untuk dapat mengontrol nafsu makanku yang mungkin terlalu berlebihan, sehingga aku berusaha makan sesuai batas yang normal dan sehat. Amin. (Dod).
Hai, Tetangga kesayangan!
Australia's hot, dry climate and unique landscapes make it one of the most bushfire-prone countries in the world. As climate change drives higher temperatures and drier conditions, we can expect more frequent and more intense bushfires in the future. But once the fire is out, how do you return home safely, find support, and look after yourself? - Iklim Australia yang panas, kering, dan bentang alam yang unik menjadikannya salah satu negara yang paling rawan kebakaran hutan di dunia. Karena perubahan iklim mendorong suhu yang lebih tinggi dan kondisi yang lebih kering, kita dapat mengharapkan kebakaran hutan yang lebih sering dan lebih intens di masa depan. Tapi begitu api padam, bagaimana Anda kembali ke rumah dengan selamat, mencari dukungan, dan menjaga diri sendiri?
Sigo dando vueltas al cierre de campaña en Aragón, con Azcón y Feijóo anunciados en el mismo cartel que Vito Quiles. Diríanse sus teloneros. Después de ver los resultados supongo que en este momento el genio que pensó que era buena idea estará siendo azotado en las mazmorras de Génova 13, que seguro que existen. Y me las imagino con fotos de Álvarez Cascos disfrazado de Hannibal Lecter. Se ve que el PP estaba detectando una fuga de voto joven a Vox y pensaron que, en vez de explicar las diferencias entre ambos proyectos, la mejor manera era mimetizarse con ellos.Recordemos que Quiles fue en las listas a las Europeas por Se Acabó La Fiesta, partido del que fue además jefe de prensa. Y que ese partido se presentaba también a las elecciones, obteniendo, por cierto, el triple de votos que Podemos. O sea que podemos decir que el resultado de unir a Vito Quiles con las siglas PP -las siglas de Gregorio Ordoñez, de Miguel Ángel Blanco, de Loyola de Palacio- ha terminado funcionado como una losa para el PP y como un resorte para su propio partido, que quedó bendecido por Feijóo como opción legítima. Una genialidad al alcance de pocos.A mí esto de Tellado alabando a Quiles me recordaba a Gil hablando de los chavales del Frente como si fueran boy scouts. Y menos mal que no han detectado una fuga de votos hacia el PSOE, que si no, por la misma lógica, habrían llevado al mitin a Óscar Puente. Aunque he pensado que si lo que querían era presentarse como alternativa al populismo, quizá lo de Quiles haya sido poco ambicioso. Yo habría llevado a los de Desokupa. U organizado una pelea entre Yung Beef y uno del Palmar de Troya. O una pelea de gallos. O mira, ya que estamos, que hubieran llevado directamente a Abascal y le hubieran pedido perdón por la enorme afrenta de haber tratado de robarle unos cuantos miles de votos.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 Februari 2026Bacaan: "Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang." (1 Korintus 1:26)Renungan: Ada seorang pemuda yang telah berumur masih terus mencari pasangan hidup yang ideal. Suatu hari, ia menemukannya. Si gadis cantik dan pintar namun ia tidak jadi menikahinya sebab gadis itu tidak bisa memasak! Lalu ia mencari lagi dan akhirnya menemukan gadis yang bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Bahkan si gadis pandai memasak. Ya, masakannya luar biasa lezat karena ia punya usaha restoran sendiri. Hebat bukan? Namun pemuda ini tak bisa menikahinya karena sang wanita tak pandai merawat diri. la tidak bisa make up sendiri, memakai pakaian pun tak pernah mengikuti mode dan tren yang ada. Jadi pemuda itu pun pergi meninggalkannya. la mencari lagi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai akhirnya menemukan seorang gadis yang menurutnya sangat sempurna. la begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, dan yang terpenting ia begitu cerdas. la sempurna! Tapi, pemuda ini tak bisa menikahinya. Mengapa? Sebab gadis ini sedang mencari pria yang sempurna ! Ada orang yang juga demikian, ia mencari perusahaan yang sempurna. la ingin punya pendapatan seperti yang diharapkan. la mau memiliki atasan dan teman kerja yang ideal, yang semuanya sesuai dengan kriterianya. Apa itu mungkin? Sepertinya tidak. Mengapa? Karena dunia penuh dengan kekurangan di sana-sini. Ketidaksesuaian yang ada sudah semestinya tidak membuat kita stress, namun menyikapinya dengan bijak. Misalnya, teman kerja yang tak bersahabat, yang tak sempurna dapat memacu kita untuk belajar memahami orang, belajar bersabar, dan seterusnya. Renungkanlah, Allah pun saat menerima kita, la tidak melihat dan tidak mencari kesempurnaan dalam diri kita, lalu mengapa kita malah menuntut agar orang di sekitar kita sempurna? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau menerima aku apa adanya. Ajarilah aku agar akupun dapat menerima keberadaan orang-orang di sekitarku apa adanya. Amin. (Dod).