POPULARITY
Categories
Renungan D'Message || DIPENUHI PIKIRAN KRISTUS II Ps. Steven Liem
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 12 Agustus 2026Bacaan: "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23-24)Renungan: Andre mendapat pekerjaan di sebuah toko bahan makanan. Suatu hari seorang pelanggan memasuki toko itu dan setelah membeli beberapa buah, lalu berbisik kepada Andre, "Berilah kepadaku beberapa buah lagi! Karyawan yang dahulu di sini, biasa melakukannya untuk mendapatkan uang persenan." "Tidak," kata Andre, "Saya tidak bisa melakukannya, atasanku tidak akan memperbolehkannya." "Tapi," kata orang itu, "Atasanmu tidak ada di sini." "Oh, dia ada," kata Andre, "Tuhan selalu ada di sini dan mengawasiku. Dialah atasanku." Bagaimanakah sikap kita dalam bekerja? Apakah kita hanya bekerja dengan baik bila atasan kita ada di kantor atau hanya bila kita sedang diawasi? Bila kita menyadari bahwa atasan kita adalah Tuhan, dan pimpinan ataupun perusahaan tempat kita bekerja hanyalah alat yang dipakai Tuhan untuk memberkati kita, maka sikap kita adalah:Pertama, melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, seolah untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Bila kita menyadari bahwa Tuhan adalah pimpinan kita, akankah kita memberikan kepada Raja di atas segala raja itu hasil yang buruk? Tentu tidak bukan? Sebaliknya, kita akan mempersembahkan karya kita yang terbaik. Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menyenangkan hati-Nya.Kedua, bekerja dengan kejujuran atau integritas. Meskipun atasan kita tidak ada di tempat, tidak mengawasi, kita akan tetap bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan bersemangat. Namun kebanyakan yang terjadi justru sebaliknya, ketika atasan kita keluar kantor, kita merasa merdeka karena sang mandor tidak lagi mengawasi kita. Mari mulai saat ini kita belajar untuk memiliki kebiasaan dan sikap yang baik dalam bekerja, mari menjadikan Tuhan sebagai atasan kita. Karena manusia, baik itu pimpinan ataupun atasan kita, bisa saja mengecewakan kita, namun Tuhan tidak pernah mengecewakan kita, Dia akan selalu memberikan upah yang terbaik bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Terima kasih untuk kesempatan sekolah dan bekerja yang Kau izinkan aku jalani. Bantulah aku agar aku dapat menjalankannya dengan baik, sehingga semuanya dapat berguna untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).
Renungan D'Message || KRISTUS HARUS "NYATA" DALAMKU II Ps. Steven Liem
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agnes Ambaryuliani dan Nikolas Rangga Agamwicaksana dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yehezkiel 9: 1-7; 10: 18-22; Mazmur tg 113: 1-2.3-4.5-6; Matius 18: 15-20.BERKUMPUL DALAM NAMA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Berkumpul Dalam Nama Tuhan. Adasekelompok remaja sedang memasuki sebuah toko yang berjual barang-barangelektronik dan ponsel. Mereka ingin sekali memiliki ponsel terbaru, tetapikarena tidak ada uang untuk membeli, mereka nekat untuk mencuri. Merekamengatur sedemikian supaya aksinya lancar dan tidak membuat keributan. Tetapi sebelum melakukan aksi mencuri, ketua kelompok mengajak semua untukberkumpul. Ia ingin supaya mereka berdoa dahulu sebelum mencuri ponsel-ponselyang diinginkan mereka. Namun ketika mereka akan segera berdoa, salah seorangdari mereka berkata: "Ini tidak masuk di akal. Mana mungkin kita berdoauntuk mencuri, Tuhan pasti tidak mengizinkan kita." Akhirnya mereka semuatidak jadi mencuri dan masing-masing bubar. Berkumpulnya orang-orang untuk berdoa selalu dilandasi motivasi yang baikdan untuk mencapai tujuan yang baik pula. Apa yang dikatakan oleh Injil tadisungguh benar, bahwa Tuhan hadir di dalam pertemuan orang-orang atas kuasa dannama-Nya. Jika ada pertemuan yang motivasinya ialah kekacauan, keributan dankekerasan, maka pertemuan itu sangat jelas tidak berkenan kepada Tuhan. Berkumpul dalam nama Tuhan memiliki beberapa unsur dasar yang selalu kitalakukan. Unsur penyebutan nama Tuhan merupakan yang paling kentara dan gampang.Doa yang singkat, seruan nama-Nya yang kudus, sebuah nyanyian pujian adalahcontoh-contoh kita berkumpul dalam nama Tuhan. Tuhan hadir bersama kita dalamkesempatan seperti ini bukan untuk kejahatan dan dosa. Unsur berkumpul sebagai komunitas gerejani merupakan kegiatan yang lebihformal dan berwibawa. Di sini ada perayaan-perayaan liturgis, sakramental danberbagai doa devosional. Tuhan menyentuh kita melalui sakramen-sakramen dan Iamemberkati kita yang menerimanya. Unsur yang menjadi tanda formal dan berwibawakegiatan ini ialah imam yang menjadi representasi Kristus sendiri. Tugas imamialah menjembatani umat Allah denganTuhan. Unsur kasih merupakan suatu ungkapan nyata bagaimana Tuhan berbuat danterlibat dalam karya cinta kasih yang dilakukan orang-orang beriman. Rapatuntuk merencanakan sebuah program pemberdayaan keluarga-keluarga miskin, inimerupakan contoh bertemu dalam nama Tuhan. Pertemuan untuk membahas danmembaharui hubungan antar pribadi, termasuk dengan koreksi persaudaraan, itujuga bagian dari berkumpul dalam nama Tuhan. Intinya, Tuhan hadir di dalampertemuan orang-orang beriman dan Ia yang menjiwai mereka. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, mampukanlah kami selalu di dalamkehidupan bersama kami tiap hari, khususnya ketika kami menjalankan kehendak-Musecara bersama-sama, di mana Engkau sendiri hadir dan terlibat dalam kegiatan-kegiatankami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Pembawa Renungan: RD. Stevanus Micky Kojongian ManadoYoh. 12:24-26;
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 322 (Kisah Rasul 2:22-29): Di dalam bagian ini Petrus menjelaskan inti dari pekerjaan Roh Kudus, yaitu meninggikan Kristus. Roh Kudus hanya mau meninggikan Kristus. Roh Kudus tidak datang untuk meninggikan orang-orang yang dipakai-Nya sehingga mereka menjadi selebriti-selebriti rohani. Roh Kudus datang untuk meninggikan Kristus. Hanya Kristus!
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 10 Agustus 2026Bacaan: Kata perempuan Samaria Itu kepada-Nya, "Bagaimana mungkin Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang perempuan Samaria?" Adapun orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria." (Yohanes 4:9)Renungan: Suatu ketika seorang bernama jo menceritakan masa lalunya dan bagaimana Kristus mengubah hidupnya. Ia adalah seorang pria yang suka berkelahi, berbicara kasar, mabuk-mabukan dan suka menyeleweng. Akibatnya, semua orang malas berhubungan dengannya. Istrinya hampir minta cerai karena tak tahan dengan kelakuannya. Jo lalu bertemu satu orang saat makan di warung dan mereka berbicara cukup lama. Orang ini bersaksi tentang Yesus dan imannya. Jo terbuka dengan Injil, belajar Alkitab, dan dibaptis. Seiring dengan pertumbuhan imannya, Jo mulai berbicara dengan sopan, mampu mengendalikan emosi, dan mengasihi istrinya. Sering kali orang yang kita sangka tertutup dan menolak pewartaan Injil, ternyata sangat terbuka untuk menerima pewartaan Injil tersebut. Pada zaman Yesus, laki-laki tidak berbicara kepada perempuan di depan umum, terutama seorang Rabi. Orang Samaria dibenci orang Yahudi karena beberapa alasan. Perempuan Samaria yang diajak bicara oleh Yesus adalah orang bermasalah, hatinya telah mengalami banyak penderitaan. Orang-orang melihat perempuan ini sebagai sosok yang harus dihindari. Yesus melihatnya sebagai sosok yang harus diperhatikan dan dikasihi. Hasilnya, bukan hanya perempuan ini percaya kepada Yesus, tapi banyak orang Sikhar menerima pewartaan Injil yang disampaikan wanita tersebut. Yesus adalah Sang Pembuka Mata. Marilah kita menjadi seperti Yesus. Kita tahu ada orang yang hidupnya berantakan, buruk kelakuannya dan dijauhi banyak orang. pandanglah mereka seperti Yesus memandang kita. Mari sediakan waktu untuk menemui dan berbicara dengan mereka, lakukan tindakan kasih sesuai kebutuhan mereka, dan mohonlah kepada Tuhan untuk menjamah hati mereka sehingga hidup mereka bisa berubah dan berbuah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bukalah hatiku agar hatiku selalu terpaut pada-Mu, sehingga apa yang kupikirkan, kurasakan, ku katakan dan kuperbuat sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Gudstjeneste 09.08.2026
Renungan D'Message || KRISTUS ADALAH KEHIDUPANKU II Ps. Steven Liem
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Lusia Uki Marina Lusi dan Yohanes Pryojatmiko dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Nahum 1: 15; 2: 2; 3: 1-3.6-7; Mazmur tg: Ul 32: 35cd-36ab.39abcd.41; Matius 16: 24-28.JIKA HIDUP INI BISA DITUKAR Renungan kita pada hari ini bertema: Jika Hidup Ini Bisa Ditukar.Pertukaran barang di zaman dahulu dengan sistem barter, terjadi misalnya pisangdibawa dari gunung ditukar dengan ikan dari pantai. Zaman telah berubah dansistem pertukaran ikut berubah, sehingga istilahnya bukan lagi tukar menukarbarang, tetapi membeli barang. Kita memakai uang untuk membeli barang yangdijual di pasar, toko dan pusat-pusat perbelanjaan. Apakah hidup seseorang bisa ditukar atau dibeli mengikuti cara seperti ini?Misalnya, seseorang pergi ke seorang pemegang uang, lalu ia diambil oleh orangkaya tersebut dan sejumlah uang berpindah tangan ke keluarga orang yang dibelitersebut. Mungkin bisa saja terjadi, namun kejadian itu dapat digolongkansebagai sesuatu tindakan tidak normal bahkan kriminalitas. Pertukaran jenis ini terjadi dalam konteks pasar dan perdagangan. TuhanYesus mengajarkan satu jenis pertukaran hidup, tetapi tidak sebagai sebuahperdagangan. Ia menghadirkan sebuah gaya hidup baru demi meraih keselamatanjiwa dan raga bagi umat manusia. Kepada mereka yang memilih untukmengikuti-Nya, syarat utamanya ialah melakukan sebuah pertukaran hidup, yaituperubahan pribadi dan semangat hidupnya. Gaya dan semangat duniawi yang membuat kita mementingkan diri kita saja danhidup serba gampang serta ingin selalu dilayani, ditukar dengan gaya hidup barudari Yesus ialah penyangkalan diri. Tanda utamanya ialah memanggul salib. Inimelengkapi apa yang sudah dilakukan oleh Tuhan, yaitu membeli kita dari duniaini dengan harga yang mahal sekali. Kita dijadikan milik-Nya dengan ditandaipembaptisan dan kita menjadi bagian dalam Gereja. Jadi kita mengalami suatupertukaran hidup yang mencakup kepemilikan Tuhan atas diri kita dan gaya hidupdunia ini ditukar dengan gayanya Yesus Kristus yaitu penyangkalan diri. Ini bukan berarti dunia, budaya dan hidup sosial tidak lagi sebagai bagiandari hidup kita, atau sebaliknya kita sendiri kehilangan status di dunia ini.Kita sebenarnya masih mengalami dan memiliki semua, tetapi diri kita telahbertukar kualitasnya menjadi lebih tinggi, yaitu sebagai para pengikut Kristus.Martabat ini sudah kita miliki dan kita merasakan betapa berartinya kita.Buktinya kita berjanji untuk setia kepada Tuhan dalam kata dan perbuatan kita. Namun hal ini tidak membuat kita selaluluput dari godaan dan dosa. Justru tantangan besar bagi putra dan putri Allahialah mempertahankan martabatnya itu. Nabi Nahum dalam pewartaannya mengatakanbahwa, Tuhan selalu ingin memulihkan hidup manusia yang telah rusak karenadosa. Sebagai putra dan putri Allah, kita menjadi istimewa karena selaludipulihkan oleh Tuhan yang maha baik.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... ya Bapa, kami ingin menguduskan diri kami melalui perkataandan perbuatan kami, dan semoga pada hari ini hidup kami berkenan kepada-Mu.Salam Maria... Dalam nama Bapa...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apa Tugas Kita?Diambil dari: Efesus 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”Wonder Kids, kalau kamu melihat sebuah alat, biasanya kamu tahu alat itu dibuat untuk suatu tujuan. Pensil dibuat untuk menulis. Sendok dipakai untuk makan. Sepatu dipakai untuk melindungi kaki saat berjalan. Nah, hidup kita juga tidak dibuat tanpa tujuan. Tuhan menciptakan kita dengan maksud yang baik.Renungan hari ini mengingatkan bahwa kita adalah buatan Allah. Artinya, hidup kita bukan kebetulan. Tuhan yang menciptakan kita. Dan bukan hanya itu, Tuhan juga menciptakan kita di dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik. Jadi, sebagai anak Tuhan, kita tidak dipanggil untuk hidup asal-asalan, malas, atau hanya memikirkan diri sendiri. Tuhan mau kita hidup melakukan hal-hal yang baik.Apa itu pekerjaan baik? Pekerjaan baik bukan berarti harus selalu hal besar dan hebat. Pekerjaan baik bisa berupa hal-hal sederhana yang menyenangkan hati Tuhan. Misalnya, taat kepada orang tua, berkata jujur, rajin belajar, menolong teman, berbagi, tidak membalas kejahatan, dan menunjukkan kasih kepada orang lain. Saat kita melakukan itu dengan hati yang mau memuliakan Tuhan, kita sedang hidup sesuai tujuan Tuhan.Kadang-kadang kita bisa bingung tentang masa depan. Kita bertanya, “Nanti aku akan jadi apa? Apa rencana Tuhan untuk hidupku?” Memang kita tidak selalu tahu semua jawabannya sekarang. Tetapi kita tidak perlu takut. Tuhan sudah menyiapkan jalan bagi anak-anak-Nya. Yang penting sekarang adalah hidup setia hari demi hari dalam hal-hal baik yang Tuhan taruh di depan kita.Jadi, Wonder Kids, tugas kita hari ini bukan menunggu sampai jadi orang besar dulu baru hidup bagi Tuhan. Sekarang juga kita sudah bisa hidup bagi Tuhan. Di rumah, di sekolah, di gereja, di tempat bermain, kita bisa melakukan pekerjaan baik yang Tuhan suka.Dan kabar baiknya, Tuhan tidak hanya memberi perintah, tetapi juga menolong kita. Karena kita ada di dalam Kristus, Tuhan memberi kekuatan supaya kita bisa belajar hidup benar. Memang kita masih bisa gagal dan jatuh, tetapi Tuhan terus membentuk kita sedikit demi sedikit.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu pekerjaan baik yang mau kamu lakukan hari ini dengan sengaja. Misalnya, membantu di rumah tanpa disuruh, belajar dengan sungguh-sungguh, atau berkata baik kepada seseorang.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakanku dengan tujuan yang baik. Tolong aku supaya tidak hidup sembarangan, tetapi mau melakukan pekerjaan baik yang Engkau siapkan bagiku. Ajarku setia dalam hal-hal kecil dan pakailah hidupku untuk menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kamu diciptakan oleh Tuhan bukan tanpa tujuan, tetapi untuk hidup melakukan hal-hal baik bagi kemuliaan-Nya. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 5 Agustus 2026Bacaan: "Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu." (Filipi 1:3)Renungan: Ηanya dengan mengingat nama seseorang kita dapat memberikan beragam respons. Ada nama yang mungkin meninggalkan sakit hati, kebencian, kepahitan, atau rasa kecewa bagi kita. Namun, ada juga nama yang menghangatkan hati atau membawa sukacita bagi kita. Kesan-kesan itu tentunya tidak muncul tanpa alasan, melainkan berasal dari jejak-jejak yang mereka tinggalkan sebelumnya. Ketika Rasul Paulus mengingat jemaat di kota Filipi, hatinya dipenuhi syukur. Tiap kali ia berdoa bagi mereka, ia bersukacita. Ia juga sangat merindukan mereka. Alasannya ialah karena mereka memiliki persekutuan yang erat dalam Kristus sejak mereka mendengar Injil dan terus bertumbuh di dalamnya. Mereka juga tak henti-hentinya menunjukkan kasih dengan mendukung pelayanan Paulus, termasuk ketika ia dipenjarakan karena Kristus. Dukungan itu juga ditunjukkan dengan mengirimkan uang untuk mendukung pelayanan Paulus, bahkan mereka secara khusus mengutus Epafroditus untuk melayani keperluan Paulus. Tidak heran jika sang rasul berkata, "Kamu ada di dalam hatiku". Kira-kira, kesan apakah yang kita tinggalkan dalam kehidupan orang-orang? Apakah nama kita membangkitkan syukur dan sukacita di hati mereka? Ataukah sebaliknya? Selagi Tuhan memberi kita anugerah kehidupan, kita masih dapat melakukan berbagai perbuatan kasih, yang kelak akan meninggalkan jejak-jejak yang mendatangkan sukacita dalam hidup banyak orang. Seperti itulah seharusnya kehidupan yang dijalani oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kerima kasih karena Engkau telah memilih aku menjadi sahabat-Mu. Bantulah aku agar hidupku dapat menyerupai-Mu dalam berpikir, berkata-kata dan bertindak. Sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Myšlenkou na den je promluva papeže Lva XIV. před nedělní modlitbou Anděl Páně o 18. neděli v liturgickém mezidobí 2. srpna
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Melihat Lewat Mata TuhanDiambil dari: Kolose 1:22 “Sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.”Wonder Kids, kalau kamu bercermin, mungkin kamu bisa langsung melihat hal-hal yang menurutmu kurang bagus. Misalnya rambut berantakan, baju kusut, wajah lelah, atau mungkin bekas luka dan noda di kulit. Kita memang sering cepat melihat kekurangan pada diri kita.Kadang-kadang kita juga berpikir Tuhan melihat kita seperti itu. Kita merasa Tuhan pasti kecewa terus, marah terus, atau hanya melihat dosa dan kegagalan kita. Memang benar, Tuhan melihat semua dosa kita dengan jelas. Tidak ada yang bisa disembunyikan dari-Nya. Tetapi bagi orang yang percaya kepada Yesus, ada kabar yang sangat indah: Tuhan melihat kita melalui karya Yesus.Kolose 1:22 berkata bahwa melalui kematian Kristus, kita diperdamaikan dengan Allah, dan kita ditempatkan di hadapan-Nya sebagai orang yang kudus, tak bercela, dan tak bercacat. Wah, itu luar biasa sekali. Bukan karena kita sudah sempurna dalam diri kita sendiri, tetapi karena Yesus sudah menanggung dosa kita dan memberi kita pengampunan.Artinya, Wonder Kids, saat Tuhan melihat anak-Nya yang percaya kepada Yesus, Tuhan tidak lagi melihat kita sebagai orang yang masih harus dihukum. Tuhan melihat kita sebagai orang yang sudah diampuni, diterima, dan diperdamaikan dengan-Nya. Itu tidak berarti kita boleh hidup sembarangan. Justru karena kita sudah diampuni, kita rindu hidup makin benar di hadapan Tuhan.Kadang-kadang kita masih jatuh dalam dosa. Kita masih bisa bohong, marah, iri, atau tidak taat. Tetapi identitas kita di hadapan Tuhan tidak berdiri di atas keberhasilan kita sendiri. Identitas kita berdiri di atas karya Yesus. Karena itu, kita tidak perlu hidup dalam putus asa. Kita bisa bertobat, bangkit lagi, dan terus belajar hidup seperti yang Tuhan mau.Menjadi makin serupa Kristus berarti kita terus dibentuk sedikit demi sedikit. Kita belum sempurna sekarang, tetapi Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita. Dan suatu hari nanti, Tuhan akan menyempurnakan pekerjaan-Nya itu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Waktu kamu bercermin hari ini, jangan hanya lihat kekuranganmu. Katakan dalam hati, “Tuhan Yesus, terima kasih karena di dalam Engkau aku diampuni dan diterima oleh Allah.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui kematian-Mu aku diperdamaikan dengan Allah. Terima kasih karena di dalam Engkau aku diterima, diampuni, dan dikasihi. Tolong aku supaya tidak hidup dalam rasa malu terus, tetapi belajar bertobat, bangkit, dan hidup makin menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: di dalam Yesus, Tuhan tidak melihatmu hanya dari kegagalanmu, tetapi sebagai anak yang sudah diampuni dan sedang dibentuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Tuhan Yesus memberkati
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Karolina dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yeremia 30: 1-2.12-15.18-22; Mazmur tg 102: 16-21.29.22-23; Matius 15: 1-2.10-14.JANGANLAH YANG BUTA MENUNTUN YANG BUTA Renungan kita pada hari ini bertema: Janganlah yang Buta Menuntun yangButa. Yohanes Maria Vianey adalah seorang Santo yang mempertemukan dua kutubkualitas pribadi manusia, yaitu kerapuhan dan kebijaksanaan. Selama prosespembinaan dan sampai menjadi seorang imam, ia dikenal sangat rapuh karenakemampuan intelektualnya sangat rendah. Akibatnya ia bukan hanya diberikan pekerjaan yang sederhana, tetapi jugasecara alamiah tidak diperhitungkan atau diharapkan untuk berbuat banyak bagiorang lain. Maka wajar ia diremehkan dengan ujaran seperti ini: "Janganlahorang buta menuntun orang buta". Ia seorang manusia yang bodoh, mana bisaia sebagai imam untuk mengajar dan menuntun orang lain? Tetapi karena Tuhan hendak mengangkat orang-orang kecil, Yohanes mendapatberkat yang istimewa. Di suatu paroki terpencil ia abdikan hidupnya, ia penuhdengan kebijaksanaan dan kasih Tuhan. Orang-orang datang dari seluruh penjuruPrancis dan dunia untuk mencarinya supaya dilayani pengakuan dosa, diberikannasihat, didoakan, dan diberkati. Bagi Gereja kita, Santo dari desa L'ArchPrancis ini adalah pelindung para imam, khususnya pastor paroki. Tugas utama Yohanes Maria Vianney ialah menuntun umat beriman kepada Tuhan.Pekerjaan ini sama dengan membimbing, mengarahkan dan mengajarkan. Yangmenuntun pasti seseorang yang memiliki kualitas lebih dan dipercayai untukmelakukannya. Sebuah bimbingan, pengajaran atau tuntunan tidak dapat terjadikalau tidak ada kepercayaan. Tugas ini sangat mengandalkan dua kekuatan besar di dalam diri kita, yaituakal budi sebagai faktor intelektual dan iman yang menjadi kebijaksanaan Ilahi.Nabi Yeremia menggunakan dua kekuatan ini untuk membuka kesadaran dankepercayaan umat Israel tentang hukuman dan berkat yang layak diberikan. Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat dikecam Yesus karena selain merekaterang-terangan menolak Yesus, mereka juga menuntun orang lain bukan kepadakeselamatan tetapi kebinasaan. Mereka tidak seperti Yeremia, Yohanes MariaVianey dan Yesus Kristus, sang Guru yang agung. Mereka yang buta tentang imanyang benar menuntun banyak orang lain yang ingin bertumbuh dalam iman yangbenar dan yang masih perlu banyak belajar untuk lebih beriman. Maka tantangan kita yang amat besar saat ini ialah mencukupi diri kitadengan kualitas intelektual dan iman sebagai pengikut Kristus, sehingga kitatidak jatuh dalam kesalahan menjadi penyebab orang lain jatuh ke dalam dosa. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, semoga perkataan dan perbuatan kamisdapat berguna menjadi tuntunan yang benar bagi sesama kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Arne Lund taler i menigheten Norge for Kristus 02.08.2026.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan PerbudakanDiambil dari: Galatia 3:28 “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu hal, yaitu perbudakan. Pada zaman dulu, perbudakan ada di banyak tempat. Ada orang yang diperlakukan seperti milik orang lain. Tentu itu sangat menyedihkan dan tidak sesuai dengan hati Tuhan.Lalu ada orang yang bertanya, “Kalau Yesus sungguh sempurna, mengapa Ia tidak langsung menghapus perbudakan saat itu juga?” Pertanyaan itu tidak ringan. Tetapi kita perlu melihat dengan teliti apa yang Yesus lakukan.Yesus datang bukan untuk sekadar memperbaiki sedikit bagian luar hidup manusia. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Dan dosa itulah akar dari banyak kejahatan, termasuk perbudakan, kekerasan, kesombongan, dan ketidakadilan. Jadi Yesus bekerja dari bagian yang paling dalam: hati manusia.Ketika seseorang sungguh diubah oleh Yesus, cara dia memandang orang lain juga berubah. Ia tidak lagi melihat orang lain sebagai barang, alat, atau orang yang lebih rendah. Ia belajar melihat sesamanya sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan dan berharga di hadapan-Nya. Itulah sebabnya firman Tuhan berkata bahwa di dalam Kristus tidak ada hamba atau orang merdeka, karena semua sama-sama satu di dalam Kristus.Ini bukan berarti Yesus setuju dengan perbudakan. Justru ajaran Yesus menghancurkan akar dosa yang membuat perbudakan bisa hidup. Yesus mengajar manusia untuk mengasihi sesama, memperlakukan orang lain dengan hormat, dan hidup dalam kebenaran. Kalau hati manusia sungguh tunduk kepada Kristus, maka ia tidak akan mau menindas, merendahkan, atau memperbudak orang lain.Wonder Kids, mungkin hari ini kita tidak hidup dalam zaman perbudakan seperti dulu. Tetapi kita tetap bisa berdosa dengan merendahkan orang lain. Misalnya, mengejek teman, merasa diri lebih hebat, mempermainkan orang yang lemah, atau bersikap kasar kepada orang yang berbeda dari kita. Tuhan tidak mau kita hidup seperti itu. Tuhan mau kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.Jadi, renungan hari ini mengingatkan bahwa Yesus datang untuk mengubah hati kita. Dan saat hati diubah, hidup kita juga berubah. Kita belajar melihat orang lain dengan kasih, hormat, dan kebaikan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu orang yang sering kamu abaikan, remehkan, atau mungkin kurang kamu sukai. Hari ini, cobalah perlakukan dia dengan lebih baik, lebih sopan, dan lebih penuh kasih.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Tolong aku supaya tidak merendahkan atau menyakiti orang lain, tetapi belajar mengasihi sesama seperti Engkau mengasihiku. Ubah hatiku supaya hidupku menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus datang bukan hanya untuk mengubah aturan di luar, tetapi untuk mengubah hati kita supaya kita belajar mengasihi sesama dengan benar. Tuhan Yesus memberkati
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Kristina dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yesaya 55: 1-3; Mazmur tg 145: 8-9.15-16.17-18; Roma 8: 35.37-39; Matius 14: 13-21.TUGAS KITA IALAH BERBAGI Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-18 ini ialah: Tugas Kita IalahBerbagi. Ada seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diberikan sebuah apel yangdibawa orang tuanya dari luar negeri. Ibu meminta dia untuk memberikan sebagiankepada adiknya perempuan yang berusia 9 tahun. Sebelum melakukan itu, iabertanya dahulu kepada ibunya: "Ma, sebaiknya aku bagi sama adik, atauberikan adik apel ini?" Ibunya agakbingung dengan pertanyaan anaknya itu. Maka anak itu menjelaskan kepada ibunya, bahwa kalau ia membagi apel itumaka ia akan membagikannya menjadi dua bagian, bisa sama besar atau tidak samabesar bagian-bagiannya untuk dirinya dan untuk adiknya. Sedangkan kalau iamemberikan apel itu, berarti ada kemungkinan ia dapat memberikan semuanya, atautidak memberikan sama sekali. Ibu sangat bangga dengan kemampuan berpikiranaknya tersebut. Bersama ibu tersebut, kita semua dapat memberikan apresiasidan persetujuan kita kepada bocah laki-laki tersebut. Ada sebagian dari kita memiliki keyakinan sebagai dasar perbuatan kasihkepada orang lain, yaitu tanggung jawab atau tugas kita untuk berbagikarunia-karunia yang ada pada kita. Tuhan yang mempunyai kekuasaan dankemampuan untuk memberikan kita yang pantas dan tepat sesuai dengan keadaan danpanggilan kita masing-masing. Bagi kita, sesungguhnya kita tidak perlu merepotkan diri untuk memberi danberusaha sekuat tenaga untuk memberi, tetapi kita perlu cukup kebaikan dankemurahan hati untuk berbagi yang sudah kita miliki. Keyakinan seperti ini sangatlah penting karena hal ini sejalan denganperutusan kita sebagai para pengikut Kristus. Karunia dari Tuhan bagi kitaadalah cukup kepada setiap orang untuk dapat menjalani hidupnya di dalam duniaini. Santo Paulus berkata di dalam suratnya kepada jemaat di Roma, bahwakarunia itu berwujud dalam kasih Kristus kepada kita. Kitab nabi Yesaya dalambacaan pertama hari ini menegaskan hal yang sama, yaitu karunia perjanjianabadi antara Tuhan dengan kita berwujud dalam kasih setia yang teguh, yangtelah dijanjikan sejak dahulu seperti yang dilakukan-Nya kepada Daud. Dengan menyadari bahwa kita memiliki karunia-karunia tersebut, kitahendaknya percaya diri untuk dapat membagikannya. Meskipun yang ada pada kitahanya sedikit seperti lima roti dan dua ikan, yang dikisahkan di dalam Injilpada hari ini, kita tentu rela untuk membagikannya. Persoalan apakah mencukupikita sendiri dan orang lain jika yang sedikit itu dibagi-bagikan, hal ituadalah pekerjaan-Nya Tuhan yang memberikan. Tuhan berkuasa melakukannya. Tuhan berkenan melipatgandakan itu ketika kita memiliki semangat kasih,suka cita, dan rela untuk berbagi, sehingga tanpa kita duga, keajaiban ataumujizat terjadi. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, kuatkanlah semangat kami untuk giat dan bersukacita berbagi karunia kepada sesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
AUGUST Heslo mesiaca: Ježiš Kristus hovorí: „Zlodej prichádza, len aby kradol, zabíjal a hubil. Ja som prišiel, aby mali život, a to v hojnej miere.“ Ján 10,10 Ján 7,25-39 25Nato sa ozvali niektorí Jeruzalemčania: „Či to nie je ten, ktorého chcú zabiť? 26Pozrite, hovorí verejne, a nič mu nepovedia. Vari už aj poprední muži naozaj spoznali, že je to Mesiáš? 27Lenže o tomto vieme, odkiaľ je, keď však príde Mesiáš, nik nebude vedieť, odkiaľ je.“ 28Keď Ježiš učil v chráme, zvolal: „Aj ma poznáte, aj viete, odkiaľ som. No ja som neprišiel sám od seba, ale pravdivý je ten, ktorý ma poslal, a toho vy nepoznáte. 29Ja ho poznám, lebo som od neho a on ma poslal. 30Chceli ho teda chytiť, ale nik nepoložil na neho ruku, lebo ešte neprišla jeho hodina.“ 31Mnohí zo zástupu však uverili v neho a hovorili: „Urobí azda Mesiáš, keď príde, viac znamení ako tento?“ 32Farizeji počuli, čo všetko si o ňom zástup povráva, a tak veľkňazi a farizeji poslali sluhov, aby ho chytili. 33No vtedy povedal Ježiš: „Ešte krátky čas som s vami a potom pôjdem k tomu, ktorý ma poslal. 34Budete ma hľadať, a nenájdete ma; kde som ja, ta vy prísť nemôžete.“ 35Vtedy si Židia medzi sebou hovorili: „Kam chce odísť, že ho nenájdeme? Chce ísť azda do gréckej diaspóry a učiť Grékov? 36Čo je to za reč, ktorú povedal: ‚Budete ma hľadať, a nenájdete ma; kde som ja, ta vy prísť nemôžete‘?“ 37Posledný veľký deň sviatkov Ježiš vstal a zvolal: „Ak je niekto smädný, nech príde ku mne a nech sa napije ten, 38kto verí vo mňa. Ako hovorí Písmo: Prúdy živej vody budú tiecť z jeho vnútra.“ 39To povedal o Duchu, ktorého mali prijať tí, čo v neho uveria. Duch totiž ešte nebol, lebo Ježiš ešte nebol oslávený. Ježišove slová neostali bez odozvy. Náš text zachytáva dvojaký prístup: 1. mnohí uverili v Neho. Áno. Posolstvo Božieho Syna má moc meniť ľudskú osobnosť a aj ju mení. Tam, kde Božia výzva nájde otvorené srdce, dochádza k zmene. Tam sa prebúdza skutočná viera – t. j. človek hovorí „áno“ Božej zvesti o záchrane. No práve zvesť o záchrane mnohých vyrušuje. Mnohí nie sú ochotní prijať a stotožniť sa so stavom hriešnika – človeka, ktorý je „mimo“. Mimo dosahu Božej milosti, žijúci v chaose a zmätku. A tu je 2. spôsob odozvy: odmietnutie, prekrúcanie, podozrievanie, predsudky: „Či z Galiley príde Kristus?“. A rovnaký vzorec správania badáme aj dnes. I v tejto dobe ľudia odmietajú Krista, lebo vraj potrebujú niečo iné. A nevedia, že umierajú od smädu, lebo ho už neraz ani necítia. No náš Spasiteľ nám aj dnes dáva tú istú ponuku, ako vtedy v chráme: „Ak niekto žízni, nech príde ku Mne a napije sa. Ako Písmo hovorí: Rieky živej vody potečú z vnútra toho, kto verí vo Mňa!“ (v. 38). A tak, ako fyzický smäd uhasíme vodou, ten duchovný sa dá uhasiť jedine Duchom Svätým, ktorý nás povoláva, osvecuje, posväcuje a zachováva v jedinej pravej viere. Modlitba: Bože, ďakujem, že napriek opozícii šíriš Svoju lásku. Odpusť, že často nemám chuť a odvahu žiť pre Teba, keď prichádzajú protivenstvá. Veď ma Kristovým Duchom, nech odolám každému tlaku. Amen. Pieseň: ES 287 Autor: Viliam Solárik Nebudeš túžiť po manželke svojho blížneho, ani sa lakomiť na dom svojho blížneho. 5.Mojžišova 5,21 Žite podľa Ducha a nebudete spĺňať žiadosti tela. Galaťanom 5,16 Filipanom 2,(13)14-18 • Modlíme sa za: Veľký Lom (NoS) Otázky na rozjímanie: Ako dnes prijímam Ježišovu výzvu: „Ak je niekto smädný, nech príde ku mne a nech sa napije“? Kde v mojom živote sa viac prejavuje odmietnutie, podozrievanie alebo predsudok, namiesto viery? Žijem dnes z Ducha, alebo stále pod tlakom „smädu“ tohto sveta? Aplikácia do života: Napíš si krátku modlitbu k Ježišovi a urob jeden konkrétny krok viery: príď k Nemu v modlitbe, prečítaj si kúsok Biblie alebo sa rozhodni žiť dnes podľa Ducha. Dnes som vďačný za tieto 3 veci: _________________________________ _________________________________ _________________________________ Viac o vďačnosti, čo to je, prečo je dôležité byť vďačný, ako praktizovať vďačnosť nájdeš na blogu
Ibu Christine W (TB) Kolose 3:11dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua t dan di dalam segala sesuatu.
Paradox prohry, která se stává vítězstvím.
Ján 7,14-24 14Keď už prešla polovica sviatkov, vystúpil Ježiš hore do chrámu a vyučoval. 15Židia sa čudovali a hovorili: „Ako to, že tento pozná Písma, hoci sa neučil?“ 16Ježiš im odpovedal: „Moje učenie nie je moje, ale toho, ktorý ma poslal. 17Ak niekto chce plniť jeho vôľu, spozná, či je toto učenie z Boha, alebo či hovorím sám od seba. 18Kto hovorí sám od seba, hľadá svoju vlastnú slávu. Ale kto hľadá slávu toho, ktorý ho poslal, ten je pravdivý a niet v ňom neprávosti. 19Či vám Mojžiš nedal Zákon? Nik z vás však Zákon neplní. Prečo ma chcete zabiť?“ 20Zástup odpovedal: „Si posadnutý démonom. Ktože ťa chce zabiť?“ 21Ježiš im odpovedal: „Jeden skutok som vykonal a všetci sa čudujete. 22Pretože vám Mojžiš dal obriezku — hoci nepochádza od Mojžiša, ale od otcov — obrezávate človeka aj v sobotu. 23Ak človek prijíma obriezku v sobotu, aby sa neporušil Mojžišov zákon, prečo sa potom hneváte na mňa, že som v sobotu uzdravil celého človeka? 24Nesúďte podľa vzhľadu, ale súďte spravodlivo!“ Autentickosť a pravda. Pán Ježiš počas Svojho pozemského života vyučoval. Jeho reč bola vždy jasná a vecná, pre Jeho okolie nie vždy konformná, no najmä – bola pravdivá. Boží Syn komunikoval a komunikuje s ľuďmi o Božej pravde. On nefabuluje, nepodáva vlastný výklad a predovšetkým – nehľadá Svoj prospech. „Kto sám od seba hovorí, hľadá svoju vlastnú slávu, ale kto hľadá slávu Toho, ktorý Ho poslal, Ten je pravdivý a nieto v ňom neprávosti“. Ježiš Kristus je Pravda. Jeho posolstvo plne korešponduje s Božím plánom – a podľa Jeho vzoru je každý ohlasovateľ Evanjelia zaviazaný k tomu, aby to, čo hovorí, „hľadalo slávu Toho, kto ho posiela“, ako to On sám povedal. A to aj vtedy, keď to naráža na protivenstvo – na predsudky. Ježiša neprijímali, Jeho reč udivovala, „vyrušovala“, dokonca Ho oficiálni predstavitelia chceli odstaviť, zdiskreditovať, zlikvidovať. Aj dnes možno Evanjelium vyrušuje. Mnohí by ho chceli (ak už nie umlčať, tak aspoň stíšiť) tým, že sa zdiskreditujú jeho ohlasovatelia. Nedaj sa znechutiť! Si poslaný, aby si ohlasoval Božiu pravdu! Tak ju ohlasuj na slávu Toho, Ktorý ťa poslal! Modlitba: Bože, ďakujem, že Ty máš skutočnú hodnotu, ktorá prevyšuje všetko. Odpusť, že na to zabúdam a hľadám svoju maličkú slávu, o ktorej si priveľa namýšľam. Daj mi myseľ Kristovu, v ktorej je pokora a láska. Amen. Pieseň: ES 280 Autor: Viliam Solárik Preto takto hovorí Hospodin zástupov: „Hľa, Ja ich tavím a skúmam.“ Jeremiáš 9,6 Modlite sa, aby ste neupadli do pokušenia. Lukáš 22,40 Efežanom 4,25-32 • Modlíme sa za: Veľký Krtíš (NoS) Otázky na rozjímanie: Ako dnes žijem z istoty, že „Kto sám od seba hovorí, hľadá svoju vlastnú slávu, ale kto hľadá slávu Toho, ktorý Ho poslal, Ten je pravdivý a niet v ňom neprávosti“ — či som ochotný/á ohlasovať Božiu pravdu na slávu Toho, Kto ťa poslal, alebo som stále plný/á toho, že hľadám svoju maličkú slávu, o ktorej si priveľa namýšľam bez toho, aby som hľadal slávu Toho, ktorý ťa poslal? Kde v mojom živote som ako Židia, ktorí „čudovali a hovorili: ‚Ako to, že tento pozná Písma, hoci sa neučil?'“ a chceli Ho zabiť, pretože Jeho reč udivovala, vyrušovala — či som ochotný/á nesúdiť podľa vzhľadu, ale súdiť spravodlivo, alebo som stále plný/á toho, že súdím podľa vzhľadu bez toho, aby som súdil spravodlivo? Ako dnes žijem z výzvou „Si poslaný, aby si ohlasoval Božiu pravdu! Tak ju ohlasuj na slávu Toho, Ktorý ťa poslal!“ — či som ochotný/á mať myseľ Kristovu, v ktorej je pokora a láska, a ohlasujem Božiu pravdu na slávu Toho, Kto ťa poslal, aj vtedy, keď to naráža na protivenstvo – na predsudky, alebo som stále plný/á toho, že nemám myseľ Kristovu, v ktorej je pokora a láska, a ne ohlasujem Božiu pravdu na slávu Toho, Kto ťa poslal, keď to naráža na protivenstvo – na predsudky? Aplikácia do života: Dnes si spomeňte na jednu situáciu, kde ste boli ako tí, čo hľadajú svoju maličkú slávu (hľadajú svoju vlastnú slávu, súdia podľa vzhľadu, ne súdia spravodlivo, ne ohlasujú Božiu pravdu na slávu Toho, Kto ťa poslal, keď to naráža na protivenstvo). Napíšte si modlitbu: „Bože, ďakujem, že Ty máš skutočnú hodnotu, ktorá prevyšuje všetko. Odpusť, že na to zabúdam a hľadám svoju maličkú slávu, o ktorej si priveľa namýšľam. Daj mi myseľ Kristovu, v ktorej je pokora a láska!“ Potom urobte jeden krok ohlasovania Božej pravdy na slávu Toho, Kto ťa poslal: hľadať slávu Toho, ktorý ťa poslal, nesúdiť podľa vzhľadu, ale súdiť spravodlivo, alebo ohlasovať Božiu pravdu, aj keď to naráža na protivenstvo – na predsudky. Dnes som vďačný za tieto 3 veci: _________________________________ _________________________________ _________________________________ Viac o vďačnosti, čo to je, prečo je dôležité byť vďačný, ako praktizovať vďačnosť nájdeš na blogu
“Wong tuwa kudu tanggung jawab . wulangen anak-anak ngenani ngendhaleni; wulangna dheweke menawa dheweke kudu diatur lan dudu ngatur” ” Delengen Gusti Yesus, sing mirsani kabeh kekiranganmu”
Ján 7,1-13 1Potom Ježiš chodil po Galilei. Nechcel totiž chodiť po Judsku, lebo Židia ho chceli zabiť. 2Blížil sa však židovský sviatok, slávnosť Stánkov. 3Tu mu jeho bratia povedali: „Odíď odtiaľto a choď do Judska, aby aj tvoji učeníci videli skutky, ktoré konáš! 4Veď nikto nerobí nič v skrytosti, ale chce byť verejne známy. Ak robíš takéto veci, ukáž sa svetu.“ 5Totiž ani jeho bratia neverili v neho. 6Ježiš im povedal: „Môj čas ešte nenastal, ale pre vás je stále vhodný čas. 7Vás nemôže svet nenávidieť, ale mňa nenávidí, pretože o ňom svedčím, že skutky, ktoré koná, sú zlé. 8Vy choďte na sviatky! Ja na tieto sviatky nejdem, lebo môj čas sa ešte nenaplnil.“ 9Toto im povedal a zostal v Galilei.10Keď jeho bratia odišli na sviatky, vtedy šiel aj on, no nie verejne, ale akoby v skrytosti. 11Židia ho počas sviatku hľadali a hovorili: „Kdeže je?“ 12Aj v zástupoch bol kvôli nemu veľký rozruch. Jedni vraveli: „Je dobrý!“ Iní hovorili: „Nie je, iba čo zvádza ľud!“ 13Nik však o ňom nehovoril verejne zo strachu pred Židmi. Skutočné poslanie Božieho Syna. V úvodných kapitolách Evanjelií je o učeníkoch napísané, že ešte v Neho neverili. Teda nepoznali a nechápali skutočné poslanie ich Majstra. Podobne aj iní. Dnes sa stretávame so židovskými vodcami, ktorí Ho chceli zabiť. Potom tu vystupujú Jeho bratia. Hovoria: „Choď do Judska, aby ľudia videli skutky, ktoré činíš“. Ani Jeho bratia v Neho neverili. Ani Židia nerozumeli tomu, čo robil. Prečo? „Môj čas ešte neprišiel, ale váš čas je vždy tu.“ Ešte nie je čas, aby bola zjavená Jeho sláva. Teraz je čas, aby človek pochopil, na čo mu Pán Boh dal Svojho Syna. „V tom je súd, že svetlo prišlo na svet, ale ľudia väčšmi milovali tmu ako svetlo“ (J 3,19). Nie žeby sme sa zámerne skrývali, lebo chceme konať zlo. Ostávame v tme, lebo nerozumieme Božej milosti. V zástupe sa mnoho hovorilo o Ňom: „Kde je onen?“ Ľudia sa pýtajú na Pána Ježiša. Človek hľadá Pána Boha. Aj dnes spoločnosť premýšľa: „Je dobrý? Nie je, lebo zvádza zástup?“ Je málo tých, ktorí hovoria o svojej viere. Vtedy zo strachu pred Židmi. Čoho sa bojíme my dnes? Pán Ježiš povedal: „Keď povýšite Syna človeka, až potom poznáte, že Ja som a nič nečiním sám od seba, ale hovorím, ako Ma Otec naučil“ (J 8,28). Keď uveríme v Neho, keď pochopíme, že Pán Ježiš Kristus je Boží Syn, ktorý prišiel, aby nás zachránil pred večným zatratením, vtedy sa naše dni naplnia pokojom. Poznáme tak, ako apoštol, „čo je to za hĺbka, výška, šírka“ – akú hodnotu má pre nás Božia milosť. Modlitba: Všemohúci Pane Bože, ďakujeme Ti za dary Ducha Svätého! S Jeho pomocou môžeme chápať dielo Božieho Syna. Spoznávame veľkosť Tvojej lásky a hodnotu Tvojej milosti. Amen. Pieseň: ES 136 Autor: Marek Semko Ľudia, ktorí poznajú Svojho Boha, posilnia sa a budú konať. Daniel 11,32 Toto hovorí Svätý, Pravdivý: „Pretože ty si zachoval Moje slovo o vytrvalosti, aj Ja ťa ochránim pred hodinou skúšky, ktorá príde na celý svet preveriť obyvateľov zeme.“ Zjavenie 3,7.10 1.Korinťanom 12,27-13,3 • Modlíme sa za: Veľký Grob – Čataj (BaS) Otázky na rozjímanie: Ako dnes žijem z istoty, že „V tom je súd, že svetlo prišlo na svet, ale ľudia väčšmi milovali tmu ako svetlo“ — či som ochotný/á pochopiť, na čo mi Pán Boh dal Svojho Syna, a uveriť v Neho, keď pochopím, že Pán Ježiš Kristus je Boží Syn, ktorý prišiel, aby nás zachránil pred večným zatratením, alebo som stále plný/á toho, že ostávam v tme, lebo nerozumiem Božej milosti bez toho, aby som pochopil, na čo mi Pán Boh dal Svojho Syna? Kde v mojom živote som ako Jeho bratia, ktorí „hovoria: ‚Choď do Judska, aby ľudia videli skutky, ktoré činíš'“ bez toho, aby verili v Neho — či som ochotný/á súdím, že svetlo prišlo na svet, ale ľudia väčšmi milovali tmu ako svetlo, alebo som stále plný/á toho, že ne verím v Ježiša bez toho, aby som pochopil skutočné poslanie Božieho Syna? Ako dnes žijem z výzvou „S Jeho pomocou môžeme chápať dielo Božieho Syna. Spoznávame veľkosť Tvojej lásky a hodnotu Tvojej milosti!“ — či som ochotný/á mať dary Ducha Svätého, s Jeho pomocou chápať dielo Božieho Syna, a spoznávať veľkosť Tvojej lásky a hodnotu Tvojej milosti, alebo som stále plný/á toho, že nemám dary Ducha Svätého, s Jeho pomocou ne chápe dielo Božieho Syna, a ne spoznávam veľkosť Tvojej lásky a hodnotu Tvojej milosti? Aplikácia do života: Dnes si spomeňte na jednu situáciu, kde ste boli ako Jeho bratia, ktorí ne verili v Ježiša (nechápali skutočné poslanie Božieho Syna, ostávajú v tme, lebo nerozumiem Božej milosti, milujú tmu ako svetlo). Napíšte si modlitbu: „Všemohúci Pane Bože, ďakujeme Ti za dary Ducha Svätého! S Jeho pomocou môžeme chápať dielo Božieho Syna. Spoznávame veľkosť Tvojej lásky a hodnotu Tvojej milosti!“ Potom urobte jeden krok pochopenia skutočného poslanie Božieho Syna: uveriť v Ježiša, keď pochopíte, že Pán Ježiš Kristus je Boží Syn, ktorý prišiel, aby nás zachránil pred večným zatratením, alebo spoznávať veľkosť Tvojej lásky a hodnotu Tvojej milosti s pomocou Ducha Svätého. Dnes som vďačný za tieto 3 veci: _________________________________ _________________________________ _________________________________ Viac o vďačnosti, čo to je, prečo je dôležité byť vďačný, ako praktizovať vďačnosť nájdeš na blogu
tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Beatris Julia Siahaan dan Priscilla Emanuel Mutu Pambudi dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. 1 Yohanes 4: 7-16; Mazmur tg 34: 2-3.4-5.6-7.8-9.10-11; Yohanes 11: 19-27.MENGATASI KEKAWATIRAN Renungan kita pada hari ini bertema: Mengatasi Kekawatiran. Ada seorangwanita bernama Marta, yang sudah kawin dengan seorang suami yang sangat sabar,penyayang dan bertanggung jawab. Mereka dikaruniai tiga anak. Marta berceritabahwa tahun-tahun pertama hidup berkeluarga, suaminya yang sangat baik itusangat membantunya untuk mengatasi sikap bawaannya yang selalu kawatir. Banyakhal ia kawatirkan sehingga membuatnya dirinya sangat tertutup. Tetapi denganberjalannya waktu, sifat itu akhirnya berubah. Ibu Marta melihat dirinya bukan sebagai satu-satunya manusia yang pernahsangat tersiksa oleh sifat kawatirnya, tetapi ia menemukan bahwa profil Martadi dalam Injil juga memiliki sifat kawatir yang sama. Jadi rasa kawatir adalahsangat manusiawi dan setiap manusia memilikinya. Marta di dalam Injil, palingkurang disebutkan dalam dua peristiwa ketika ia ditegur oleh Yesus Kristuskarena sifat kawatirnya yang berakibat pada penghayatan iman yang rapuh. Iapernah ditegur oleh Yesus ketika ia begitu sibuk dengan pekerjaan di rumahuntuk melayani Yesus yang bertamu, sementara Maria saudarinya duduk dekatYesus. Ia juga pernah ditegur oleh Yesus ketika ia tidak yakin bahwa saudaranyaLazarus pasti bangkit dari kematian hanya dengan jalan iman kepada Kristus. Rasa kawatir juga ditunjukkan oleh nabi Yeremia, ketika ia memang menyukurikelahirannya ke dunia dari ibunya, tetapi ia sangat kawatir dengan hidupnyasebagai seorang abdi Allah yang tidak sanggup menghadapi musuh-musuhnya. Iasepertinya hilang keyakinan kepada Tuhan. Pengalaman-pengalaman kekawatiranyang kita sebutkan ini cukup memberikan kita gambaran bahwa sifat kawatirmemiliki kekurangan yang harus diatasi. Sebab kalau tidak diatasi, ia akanmenjadi ketakutan yang pasti lebih merugikan dari pada menjadi berkat. Sifat kawatir mesti diatasi supaya kita dapat menjadi orang yang terbukadan mengisi hidup kita dengan berbagai inisiatif serta kreativitas dalammembawa kebaikan bagi hidup bersama. Perlu diingat bahwa, satu saja rasakawatir yang menguasai dirimu, Anda sudah menghilangkan satu kesempatan untukberbuat baik. Sifat kawatir juga mesti dapat kita atasi supaya kita semakinmemiliki keyakinan kepada Tuhan yang selain menyertai kita setiap saat, tetapisedang bekerja di dalam diri kita. Satu rasa kawatir saja, sudah menjauhkankita satu meter dari Tuhan yang sesungguhnya berada bersama kita. Santa Marta, demikian juga Maria dan Lazarus yang kita rayakan hari inimengingatkan kita satu hal ini: yaitu bahwa meskipun kita kawatir akan siapadan apa saja di dalam hidup kita, satu hal yang tidak boleh hilang dari kitaialah selalu memandang dan mendengarkan Tuhan yang menegur, menyapa danmenerangi hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami mohon supaya hidup danpekerjaan-pekerjaan kami senantiasa berada di dalam penyelenggaraan-Mu. Bapakami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christopher dan Matve Audre Sembiring dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 14: 17-22; Mazmur tg 79: 8.9.11.13; Matius 13: 36-43.DUNIA NYATA ADALAH MEDAN KITA BERJUANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Dunia Nyata adalah Medan KitaBerjuang. Ada seorang mahasiswa yang sedang kuliah di kota menelepon orangtuanya di kampung. Ia bercerita tentang banyaknya godaan yang mengganggunya,seperti pergaulan bebas laki-laki dan perempuan, perkelahian di antara teman,malas atau bosan belajar, dan banyak pengaruh jahat lainnya. Bapanya yangberbicara di telepon menanggapi, "Kami di kampung juga banyak gangguanseperti bertengkar dengan ibumu, adik-adikmu malas bekerja dan belajar dansinyal telepon yang hilang muncul sesukanya." Kehidupan kita sangat nyata penuh dengan gangguan. Dunia ini dan setiappribadi manusia yang mendiaminya menjadi pilihan Yesus Kristus yang diutus olehBapa ke dalam dunia. Ia rela mati demi kebaikan kita. Dosa, pengaruh jahat,gangguan dan kesulitan apa pun jenisnya selalu membuat hidup kita tidak damaidan tenang. Semua itu adalah lalang-lalang yang mengganggu hidup kita sebagaipengikut Kristus. Tidak ada seorang pun yang bebas dari gangguan apa pun didalam dunia ini. Namun Yesus tidak pernah menyerah atau berhenti memperhatikan kita. Andaberusaha berbuat baik dan senantiasa teratur dalam setiap kondisimu, namun disekitarmu tetap saja ada orang yang tidak puas, tidak setuju, tidak menyukai,masa bodoh, dan iri dengan dirimu. Semua itu adalah lalang yang tidak pernahmembuatmu bebas. Namun Yesus Kristus tidak lepas kontrol atas dirimu, dan RohKudus setia mendampingimu. Itu adalah kenyataan di dunia ini. Kenyataan di dunia ini tak bisa kita hindari. Kita hanya bisa mengambilsikap dan memiliki kemampuan yang dibekali dengan semua ajaran kebenaran dankebaikan dari Tuhan. Seperti nabi Yeremia yang meratapi kehidupan nyata iniyang rusak berantakan karena dosa dan sangat berharap belas kasih Allah, kitajuga berusaha untuk selalu optimis untuk kehidupan yang lebih baik. Sikap inimendukung rasa betah dan tetap berusaha aktif untuk membarui diri dan duniatempat kita berada. Orang mesti terlepas dari angan-angan, khayalan dan mimpiyang bisa membuatnya pesimis dan anti akan dunia nyata ini. Bermimpi untuk terlepas dari dunia nyata ini hanya karena tidak tahandengan situasinya saat ini, mungkin bisa disamakan dengan empat roda mobil yangberputar di atas bahu jalan berbatu dan aspal. Roda belakang terus sajabermimpi atau berkhayal: saya ingin berada di posisi depan biar tiba duluan,tapi kapan ya saya bisa... Banyak dari kita sering jatuh dalam angan-anganseperti ini, yang berarti bahwa mereka tidak betah, tidak optimis dan realististentang hidupnya di dunia ini. Semoga Anda dan saya tidak seperti ini, tetapitetap realistis dan optimis karena Tuhan ada bersama dengan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah Bapa maha murah, semoga Roh Kudus senantiasamemampukan kami untuk membarui dunia dan hidup kami, dan kesetiaan kami kepadaYesus Kristus tidak pernah pudar dari iman yang telah kami akui. Kemuliaankepada Bapa... Dalam nama Bapa...
Skutky Apoštolov 26, 22-29 Ale Boh mi pomáhal až do dnešného dňa; a tak tu stojím a svedčím malému aj veľkému, a nehovorím nič iné, ako čo aj Mojžiš a proroci predpovedali, že sa stane, už či to, že Kristus musel trpieť to, a či to, že prvý musel vstať z mŕtvych a zvestovať svetlo aj […]
Stefan Salmonsson taler i menigheten Norge for Kristus 26.07.26.
Nikodemus adalah contoh seseorang yang memiliki kisah hidup sempurna, tetapi masih merasa ada yang kurang di dalam hidupnya. Melalui perjumpaannya bersama Tuhan Yesus di malam hari, kita dapat belajar bersama tentang apa makna Kelahiran Baru di hidup kita:* Merupakan pintu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Caranya dengan mendengar dan menerima benih firman Allah, percaya pada Yesus Kristus, dan bertobat serta meninggalkan perbuatan dosa. * Adalah Kasih Karunia dari Allah, bukan hasil usaha dan kekuatan manusia. * Lahir Baru menghasilkan pengikut Kristus, yang berani untuk memberitakan Injil Keselamatan. Hari-hari ini apakah nama Yesus masih menggetarkan hati dan memiliki arti di dalam hidup kita? Apakah kita masih mengingat pengalaman Kelahiran Baru dan memiliki kerinduan agar orang lain dapat mengenal Yesus, serta merasakan kasih dan kebaikan-Nya?—Bp. Soetjipto Koesno, “What Happened to Nicodemus?” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 5 Juli 2026.
Ranná kázeň: 1K(12, 12) „Lebo ako telo je jedno a má mnoho údov, ale všetky údy tvoria jedno telo, aj keď ich je mnoho: tak aj Kristus.“ Káže: Ed Rumbold Príspevok Telo Kristovo zobrazený najskôr Evanjelický a.v. cirkevný zbor v Žiline.
8. nedeľa po Svätej Trojici Žite ako deti svetla. Veď ovocie svetla je vo všetkej dobrote, spravodlivosti a pravde. Efežanom 5,8b.9 Ján 9,1-7 1Ako šiel, zbadal človeka slepého od narodenia. 2Jeho učeníci sa ho opýtali: „Rabbi, kto zhrešil, že sa narodil slepý? On, či jeho rodičia?“ 3Ježiš odpovedal: „Ani on, ani jeho rodičia nezhrešili, ale stalo sa to preto, aby sa na ňom zjavili Božie skutky. 4My musíme konať skutky toho, ktorý ma poslal, dokiaľ je deň; prichádza noc, keď nik nemôže pracovať. 5Kým som na svete, som svetlo sveta.“ 6Keď to povedal, napľul na zem, urobil zo sliny blato, potrel mu ním oči 7a povedal mu: „Choď, umy sa v rybníku Siloe,“ čo v preklade znamená Poslaný. Odišiel teda, umyl sa a šiel vidiaci. Boh ti chce pomôcť. Mať zdravé oči, uši a ostatné zmysly je veľká Božia milosť. Ráno vstať a pripraviť si raňajky podľa vlastnej chuti bez pomoci iného je pre mnohých z nás samozrejmosť. Je nedeľa a práve všetkými zmyslami vnímajme všetku Božiu dobrotu k nášmu plnohodnotnému životu! Pán Boh nám dal oči aj preto, aby sme videli biedu iných. Evanjelium hovorí: „Idúcky Ježiš uzrel človeka slepého od narodenia“. Vidí hlbokú temnotu, v ktorej žije. Vidí to aj napriek tomu, že pred chvíľou sa musel pred Židmi ukryť. V židovstve bol rozšírený názor, že nešťastie a utrpenie prichádza v dôsledku veľkého hriechu. Kristus však využil utrpenie tohto muža ako príležitosť na vyučovanie a oslavu Pána Boha. – – Žijeme v narušenom svete, kde dobré správanie nie je vždy odmenené a zlé konanie nie je vždy potrestané. Preto niekedy trpia nevinní ľudia. Keby Boh odňal utrpenie kedykoľvek Ho o to požiadame, išli by sme za Ním pre výhody, nie z lásky. Ježiš nám dokáže pomôcť. Keď trpíš, nepýtaj sa: „Prečo sa mi to stalo?“ alebo „Čo zlé som urobil?“ Radšej požiadaj Boha, aby ťa prostredníctvom tejto skúšky posilnil a prehĺbil tvoj pohľad! Modlitba: Pane Ježišu, ďakujem Ti, že vidíš všetky naše duchovné i telesné potreby. Otvor aj moje oči, nech chápem, kam ma dnes posielaš a aké je moje poslanie na tomto svete! Amen. Pieseň: ES 317 Autor: Iveta Vachulová Jozef potom bratov prepustil. Keď odchádzali, povedal im: „Len sa cestou nehádajte!“ 1.Mojžišova 45,24 Blahoslavení tvorcovia pokoja, lebo oni sa budú volať Božími synmi. Matúš 5,9 Matúš 5,13-16 • Efežanom 5,8b-14 • Izaiáš 2,1-5 • Žalm 48 • Modlíme sa za: Važec (LOS) Otázky na rozjímanie: Ako dnes žijem z istoty, že „Boh nám dal oči aj preto, aby sme videli biedu iných“ — či som ochotný/á vidieť hlbokú temnotu, v ktorej žije slepý od narodenia, a požiadaj Boha, aby ťa prostredníctvom tejto skúšky posilnil a prehĺbil tvoj pohľad, alebo som stále plný/á toho, že sa pýtam: „Prečo sa mi to stalo?“ alebo „Čo zlé som urobil?“ bez toho, aby som videl biedu iných? Kde v mojom živote som ako učeníci, ktorí sa opýtali: „Rabbi, kto zhrešil, že sa narodil slepý? On, či jeho rodičia?“ — či som ochotný/á si uvedomiť, že nie vždy trpia nevinní ľudia, že dobré správanie nie je vždy odmenené a zlé konanie nie je vždy potrestané, alebo som stále plný/á toho, že nešťastie a utrpenie prichádza v dôsledku veľkého hriechu bez toho, aby som rozlišoval, že stalo sa to preto, aby sa na ňom zjavili Božie skutky? Ako dnes žijem z výzvou „Otvor aj moje oči, nech chápem, kam ma dnes posielaš a aké je moje poslanie na tomto svete!“ — či som ochotný/á žiť ako dieťa svetla, vo všetkej dobrote, spravodlivosti a pravde, alebo som stále plný/á toho, že nemám otvorené oči, nech ne chápe, kam ma dnes posielaš a aké je moje poslanie na tomto svete bez toho, aby som žil ako dieťa svetla? Aplikácia do života: Dnes si spomeňte na jednu situáciu, kde ste sa pýtali: „Prečo sa mi to stalo?“ alebo „Čo zlé som urobil?“ (nešťastie, utrpenie, nevie, kto zhrešil). Napíšte si modlitbu: „Pane Ježišu, ďakujem Ti, že vidíš všetky naše duchovné i telesné potreby. Otvor aj moje oči, nech chápem, kam ma dnes posielaš a aké je moje poslanie na tomto svete!“ Potom urobte jeden krok otvárania očí: vidieť býdu iných, požiadaj Boha, aby ťa prostredníctvom tejto skúšky posilnil a prehĺbil tvoj pohľad, alebo žiť ako dieťa svetla vo všetkej dobrote, spravodlivosti a pravde. Dnes som vďačný za tieto 3 veci: _________________________________ _________________________________ _________________________________ Viac o vďačnosti, čo to je, prečo je dôležité byť vďačný, ako praktizovať vďačnosť nájdeš na blogu
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Argita Febiola Oposumbu, Desi Manuela Widyotomo, Bianca Maria Talita, dan Bella Claudia Simanjuntak dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. 1 Raja-Raja 3: 5.7-12; Mazmur tg 119: 57.72.76-77.127-128; Roma 8: 28-30; Matius 13: 44-52.PENGORBANAN YANG BIJAKSANA Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-17 ini ialah: Pengorbanan yangBijaksana. Ada suatu kejadian ketika seorang pemuda yang sangat mencintai gadisyang ditaksirnya sekian lama, ingin melamar wanita muda tersebut. Lamaran ituingin dilakukan di sebuah jembatan di atas sungai yang luas dan dalam, sertadisaksikan banyak orang di sekitar situ, dengan pemandangan yang begitu indah.Si pemuda membawa cincin, bunga dan sebuah bingkisan berharga. Tetapi sebelum menyatakan lamarannya, gadis cantik itu meminta supayapemuda itu terjun ke sungai untuk membuktikan cintanya itu. Si pemuda segeramenggeletakkan semua barang bawaannya, membuka sepatu dan terjun. Sesaatkemudian ia kembali ke jembatan dalam kondisi basah kuyup dan hendak menyatakanlamarannya. Tetapi alangkah kagetnya pemuda itu dan semua orang di sekitarnya,ternyata gadis itu menolak lamaran pemuda yang sudah berkorban menyiapkansegala sesuatu dan terjun ke sungai. Yang terjadi dengan kisah itu adalah contoh sebuah pengorbanan yangsia-sia. Baik gadis itu maupun si pemuda terlanjur melakukan pengorbanan,tetapi hasil akhirnya kosong. Ada begitu banyak pengalaman tentang pengorbananyang sia-sia yang ada di sekitar kita. Ada orang yang bekerja dengan modalkemauan yang baik, tetapi mereka tidak didukung oleh sumber daya baik manusiamaupun materi pendukung, maka pekerjaan itu sia-sia saja. Ada yang bekerja atauberbuat dengan dukungan sumber daya cukup bahkan memadai, tetapi tidak mencapaitujuan yang sudah direncanakan, itu pun pekerjaan yang sia-sia. Sebagian orang lebih cenderung santai, tidak fokus, malas dan menunda-nundauntuk bekerja dengan maksimal, akhirnya pekerjaan dan hasilnya yang diinginkanmenjadi sia-sia saja. Sebagian lagi yang memberikan pengorbanannya dalamberusaha dan bekerja namun hanya dalam kesempatan tertentu saja, sedangkan padakesempatan selanjutnya pekerjaan tersebut berhenti. Padahal yang sangatdiperlukan ialah konsistensi dan kontinuitas. Ini juga merupakan suatupengorbanan yang sia-sia. Masih ada banyak contoh lainnya yang serupa. Hari ini kita diajarkan untuk mengatasi semua pekerjaan atau pengorbananyang sia-sia itu dengan suatu pengorbanan yang bijaksana. Suatupengorbanan yang bijaksana menuntut kitauntuk fokus kepada tujuan tertinggi yang hendak kita capai. Segala pengorbanankita hanya untuk mencapai tujuan itu. Bagi kita orang beriman dan para pengikutKristus, tujuan kita terutama ialah Kerajaan Allah. Raja Salomo memintakebijaksanaan dari Kerajaan itu dan Allah memberikan itu kepadanya. Kitasebagai pengikut Kristus sudah terpanggil untuk tujuan yang tertinggi itu, olehkarena itu kita berkorban sekuat-kuatnya untuk mencapainya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah, pandanglah dan berkatilah kami, sehingga denganperayaan hari Minggu ini kami dapat menjadi anak-anak-Mu yang tekun dalam jalanyang menuju kepada-Mu. Bapa Kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 22 Juli 2026Bacaan: “Segala kepahitan, kegeraman dan kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.” (Efesus 4:31)Renungan: Desmond Tutu adalah Uskup Afrika Selatan. Waktu rezim Apartheid berakhir, Afrika Selatan penuh luka. Kulit hitam benci kulit putih. Kulit putih takut dengan kulit hitam. Kalau membalas dendam maka negara itu akan hancur. Kemudian dibentuklah "Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi". Tugasnya: mendengar kesaksian korban, dan memberi kesempatan pelaku untuk mengaku. Banyak orang bertanya ke Uskup Tutu, “Mengapa harus mengampuni? Mereka pantas dihukum!” Dia menjawab: “Kalau kita terus menyimpan kepahitan, yang dipenjara bukan mereka. Tapi hati kita sendiri.” Dia memiilih "membuang" kebencian, supaya bangsa itu bisa sembuh. Dan hal itu pada akhirnya menyelamatkan Afrika Selatan dari perang saudara. Paulus menulis bacaan di atas kepada jemaat di Efesus. Dia berkata kalau mau hidup baru di dalam Kristus, ada enam sampah yang harus dibuang dari dalam hati yaitu kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, fitnah dan segala kejahatan. Kata kuncinya, “hendaklah dibuang”. Ini adalah satu keputusan yang tidak bisa ditawar. Kenapa harus dibuang? Karena enam sampah ini dapat merusak hubungan kita dengan Tuhan dan dengan sesama. Roh Kudus tidak bisa tinggal di hati yang penuh sampah. Dia hanya dapat tinggal di dalam hati yang penuh damai dan mau mengampuni. Mengampuni bukan berarti "yang dia lakukan benar". Mengampuni artinya: "Menyerahkan semuanya ke tangan Tuhan, sehingga kita bisa menjadi pribadi yang bebas". Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku membawa semua kepahitan, kemarahan, dan fitnah dalam hatiku kepada-Mu. Hari ini aku mau membuang itu semua. Ampunilah aku karena sudah menyimpan luka itu terlalu lama. Kini isi hatiku dengan kasih-Mu. Berilah aku hati yang baru dan mudah mengampuni seperti Engkau selalu mengampuni aku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 20 Juli 2026Bacaan: “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” (Roma 12:10)Renungan: Mother Teresa ketika tinggal di Kalkuta, dia sering berjalan kaki mengelilingi gang kumuh. Dia memungut orang yang sekarat di pinggir jalan, membersihkan lukanya dan memberinya makan. Suatu hari ada seorang wartawan yang bertanya: “Kenapa Ibu melakukan semua ini?”Jawabnya sederhana, “Karena setiap orang itu adalah Yesus yang menyamar. Dan saya mau mendahului menghormati Dia.” Ia tidak menunggu orang lain lebih dulu sopan. Ia tidak menunggu orang miskin itu "layak" dihormati. Dia yang lebih dulu memberi hormat dengan mencuci kaki, memeluk dan memanggil mereka dengan namanya. Dari kasih kecil yang mendahului itu, ribuan orang di seluruh dunia tersentuh dan ikut melayani. Paulus memberi dua kunci untuk hidup bersaudara. Pertama saling mengasihi sebagai saudara. Bukan kasih karena cocok, tapi karena kita satu keluarga di dalam Kristus. Kedua saling mendahului dalam memberi hormat. Kata “mendahului” artinya berlomba. Siapa yang lebih dulu menghargai dan memuliakan orang lain. Intinya: Jangan tunggu dihormati dulu baru menghormati. Jangan tunggu disapa dulu baru menyapa. Di kerajaan Allah, yang "menang" adalah yang paling dulu mengasihi. Sebagai pengikut Yesus, mungkin ayat ini menampar kita di tiga area yaitu pertama di Gereja / Komunitas. Kita sering pilih-pilih teman. Dekat sama yang sekelompok, seumuran, sepelayanan. Sedangkan yang beda pendapat, kita cuek. Padahal kita dipanggil saling mengasihi sebagai saudara. Kedua di Rumah & Kantor. Kita mau dihargai. Mau didengar. Mau diapresiasi. Tetapi kita menunggu orang lain mulai duluan. Akibatnya semua diam dan saling menunggu. Di Media Sosial. Gampang komen pedas, gampang menjatuhkan. Padahal kita dipanggil mendahului memberi hormat, bukan mendahului menghakimi. Roma 12:10 ini mengajak kita jadi pembuka jalan. Mendahului minta maaf. Mendahului memuji. Mendahului melayani tanpa pamrih. Mendahului menghargai orang yang tidak populer dan sebagainya. Karena saat kita mendahului mengasihi, kita sedang memperlihatkan seperti apa keluarga Allah itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering menunggu orang lain mengasihi aku dulu. Ajarilah aku mengasihi sebagai saudara, bahkan kepada yang sulit kukasihi. Berikanlah aku hati yang mau mendahului dalam memberi hormat. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan: Noviyanti BandungMat 10:7-15.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 317 (Kisah Rasul 1:1-11): Di bagian awal Kitab ini, Lukas mencatat tentang pengutusan yang sangat agung, yaitu pengutusan oleh Yesus Kristus bagi para murid. Bagian ini dimulai dengan percakapan para murid dengan Yesus Kristus. Yesus Kristus yang bangkit mengalahkan maut sekarang melanjutkan relasi kasih-Nya dengan para murid-Nya.
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Kolose 3:15Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
Martin Rössel, känd från Dom Dummaste och flera soloplattor, gästar DJ50:- för att snacka om om krig, kabaret, Kristus, klassisk skräckmusik samt hur skadad man blir av att se Zappa som nioåring.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 28 Juni 2026Bacaan: "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup. melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalarn Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." (Galatia 2:20)Renungan: Charles Blondin adalah pemain akrobat terkenal asal Prancis yang hidup di abad 19. Atraksi utamanya adalah berjalan di atas tali. Ketika mengadakan tur di Amerika, Blondin membentangkan tali di atas air terjun Niagara di perbatasan Amerika dan Kanada. Blondin lalu berjalan di atas tali itu bolak balik dari Amerika ke Kanada dan sebaliknya. Di atraksi selanjutnya, ia berjalan mundur, berjalan dengan membawa gerobak dorong. la juga tiba-tiba salto. Di kesempatan lain, ia berjalan saat malam hanya dengan memakai lilin. la menaiki sepeda, juga egrang, berjalan dengan mata ditutup, membawa meja kursi lalu duduk di tengah tali sambil melipat kaki, bahkan membawa kompor dan memasak di seutas tali yang di bawahnya terbentang air terjun deras. Puncaknya, Blondin mengajak siapa yang mau ia gendong untuk berjalan di atas tali. Akhirnya, Harry Colcord, manajernya yang menjadi sukarelawan. Inilah yang Blondin katakan kepada Colcord: "Ingat, saat kugendong, kau bukan Colcord. Kau menjadi Blondin. Tubuh, pikiran, dan jiwamu harus menyatu denganku. Jangan coba menyeimbangkan dirimu karena itu akan membuat kita berdua mati." Blondin dan Colcord pun menjadi orang pertama yang bergendongan melintasi air terjun Niagara di atas tali. Apa yang diucapkan Blondin adalah deskripsi dari percaya. Menjalani hidup di dunia ini juga adalah perkara hidup mati. Bagaimana kita hidup di dunia menentukan apa yang akan kita alami di kekekalan nanti. Akankah kita mendapat hidup kekal atau kita akan mengalami maut dan siksaan kekal. Saat kita mau percaya bahwa Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat kita, kita ibarat digendong-Nya untuk menjalani hidup ini untuk selamat tiba sampai akhirnya. Percaya artinya kita harus menyatu dengan-Nya. Kita bukan lagi diri kita. Hidup kita bukan lagi milik kita (Gal. 2:20). Kehendak kita bukan lagi penentu keputusan kita, tapi semua harus sesuai dengan kehendak Bapa. Kita bisa menyebut diri kita sebagai orang percaya. Sudahkah kita benar-benar percaya pada Tuhan, yang berarti kita benar-benar mau menyerahkan setiap keputusan, setiap langkah, dan rencana kita kepada-Nya? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk melakukan setiap kehendak-Mu agar hidupku dapat tenang, karena aku tahu kepada siapa aku percaya. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Kolose 1:28Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 27 Juni 2026Bacaan: "Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya." (Amsal 11:6)Renungan: Ada sebuah kisah yang menceritakan ketika Abraham Lincoln bekerja sebagai penjaga toko di New Salem, Illinois, jauh sebelum Abraham Lincoln terjun di dunia politik. Suatu sore, saat mencatat neraca keuangan, Lincoln mendapati bahwa ia telah memungut bayaran 6 sen lebih banyak dari seorang pelanggan. Sebenarnya bisa saja Lincoln tutup mata soal itu karena nilainya tidak seberapa dan pelanggan tersebut juga tidak merasa kehilangan. Namun yang dilakukan Lincoln sungguh baik. Malam itu juga ia berjalan kaki beberapa mil ke rumah pelanggan untuk mengembalikan kelebihan uang tersebut! Integritas dan sikap jujur inilah yang akhirnya membawa Abraham Lincoln dipercaya dan menjadi salah satu presiden Amerika Serikat yang berhasil dan dicintai rakyatnya. Sesungguhnya kejujuran menjadi hal yang langka di zaman modern seperti sekarang. Kalau menerima kelebihan pembayaran, banyak orang "tutup mata". Banyak alasannya. Pertama, ia merasa kadang juga dirugikan, jadi kalau gantian dapat "untung", apa salahnya? Kedua, salah sendiri mereka yang tidak teliti dalam menghitung. Ketiga, buat apa repot-repot mengurus kembalian kalau konsumen bahkan tidak merasa bayar lebih mahal. Keempat, nilainya tidak seberapa, buat apa dipersoalkan. Firman Tuhan dalam Amsal 11:6 mengatakan, "Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya." Kejujuran akan menolong kita, sebaliknya kecurangan akan mencelakakan kita. Kejujuran akan menjadi "pembela" bagi kita, sedangkan kecurangan akan menjerumuskan kita. Orang dunia mungkin akan mentertawakan kebodohan kita di saat kita bersikap jujur. Mereka mungkin saja tidak percaya masih ada orang jujur di dunia ini. Walau demikian, sebagai murid Kristus marilah kita tunjukkan gaya hidup yang berbeda dari orang dunia. Jadilah orang yang punya integritas dan bisa dipercaya. Semakin kita dipercaya, semakin besar promosi itu akan datang kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sejak aku mengenal-Mu hatiku begitu tenang. Ketenangan itu juga yang membuat karakter ku berubah. Bantu aku untuk terus mempertahankan kejujuran sebagai bagian dari pengenalanku akan Engkau. Amin. (Dod).
Cara memiliki kehidupan yang tidak tergoyahkan adalah dengan memiliki “karakter Kristus”Roma 5 : 3 - 5Bagaimana bisa memilik karakter Kristus?1) Bermegah dalam kesengsaraan.2) Memiliki kesadaran dan keyakinan.Sadar dan yakin bahwa Tuhan lagi bangun “trust/ kepercayaan” dalam kehidupan kita. (Yak 1 : 2 - 5)3) Bergantung kepada kasih Tuhan lewat Roh Kudus.
Season 01: Kitab Rut, Episode 10: Rut 4:1-22Mengapa Allah tidak selalu memberikan intervensi langsung - bahkan seakan diam - justru di saat kita paling membutuhkan kehadiran-Nya? Bagaimanakah konsep Ketersembunyian Allah membantu kita memahami penderitaan? Dan bagaimana memahami ketersembunyian Allah justru di dalam inkarnasi Kristus?Mari belajar menikmati Allah di dalam hal-hal yang "biasa" (ordinary) melalui kisah Naomi, Rut dan Boas!===PODCAST BIBLE DELIGHT - Menikmati Firman Tuhan melalui penggalian suatu Kitab, bagian demi bagian, dalam kaitannya dengan realita kehidupan kita. Mari ikuti Bible Delight, untuk memperlimpah renungan pribadi, ataupun mendiskusikannya dalam Kelompok Kecil Tumbuh Bersama.Pdt. Rudy Phen, Samuel Pamudji, Lisa Veronica PandeirotSaksikan juga Bible Delight Episode ini di:https://grii.to/BibleDelightS1E10
Pdm. Handoyo Salim
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 13 Juni 2026Bacaan: "Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. " (Kisah Para Rasul 9:23)Renungan: Bukan hal mudah orang dapat menerima perubahan sesamanya dari tidak baik menjadi baik. Ibarat orang pernah punya "borok" (luka), sekalipun sudah sembuh, kebanyakan orang selalu melihat bekas lukanya daripada sembuhnya. Demikian juga, orang yang pernah berbuat salah dan sudah bertobat, kesalahan masa lalunya selalu dilihat dan diingat. Menjadi orang yang diragukan dan selalu dilihat kesalahan-kesalahan pada masa lalunya memang sangat tidak enak. Karena keadaan ini bisa mengganggu semangat yang bersangkutan dalam berkarya. Jangankan kita, pertobatan Saulus juga pernah diragukan. Pada masa lalu, Saulus memang penganiaya jemaat Tuhan, banyak merusak rumah ibadah dan membunuh orang-orang yang percaya kepada Kristus. Akan tetapi setelah Saulus bertemu Tuhan Yesus dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap para pengikut Kristus, Saulus bertobat. Kemudian, ia memberitakan bahwa Yesus adalah anak Allah. Akibatnya, orang-orang yang pernah melihat dan mengenal latar belakang Saulus heran, setengah tidak percaya alias ragu akan perbuatannya. Bahkan orang-orang Yahudi juga merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. Akan tetapi, sekalipun Saulus diragukan pertobatannya dan hendak dibunuh, ia tetap bekerja memberitakan Injil. Hasilnya, jemaat bertumbuh. Jemaat di seluruh Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Oleh pertolongan Roh Kudus jumlahnya terus bertambah. Apakah pertobatan kita diragukan dan mereka selalu melihat kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang kita perbuat pada masa lalu? Kalaupun demikian, janganlah situasi tersebut membuat diri sendiri kehilangan semangat untuk terus bekerja. Tunjukkan perubahan kita dengan tetap bekerja sepenuh hati dalam situasi apapun, dan percayalah Roh Kudus akan menolong kita untuk meraih keberhasilan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuduskanlah pikiranku, sehingga aku tetap melihat dan berpikir hal yang baik dari setiap pribadi yang sudah bertobat. Jadikanlah mataku seperti mata-Mu, mata yang selalu melihat hal yang baik dalam diri setiap orang. Amin. (Dod).
Season 01: Kitab Rut, Episode 07: Rut 3:1-18Tidak berhenti pada roti, providensia Allah menuntun Naomi dan Rut kepada seorang go'el -- penebus, yang akhirnya memberikan rest bagi mereka. Tetapi Boas hanyalah bayang-bayang dari Go'el yang ultimat, yaitu Kristus, Sang Penebus yang membawa umat milik-Nya pulang kepada perhentian kekal yang sejati.===PODCAST BIBLE DELIGHT - Menikmati Firman Tuhan melalui penggalian suatu Kitab, bagian demi bagian, dalam kaitannya dengan realita kehidupan kita. Mari ikuti Bible Delight, untuk memperlimpah renungan pribadi, ataupun mendiskusikannya dalam Kelompok Kecil Tumbuh Bersama.Pdt. Rudy Phen, Samuel Pamudji, Lisa Veronica PandeirotSaksikan juga Bible Delight Episode ini di:https://grii.to/BibleDelightS1E07