Thin crepes originating from South India
POPULARITY
Categories
Pembawa Renungan: dr. Robert Reverger, SpKJ Denpasar Bali Luk. 11:29-32.
Hey Leute, die Ausgabe der Demos. Zudem habe ich es irgendwie geschafft, die Länge auf über drei Stunden zu strecken, ups! Viel Spaß beim Hören :D SpeckObstler Sony schließt Bluepoint Games und ich kotze im Strahl Das Ende von Xbox Patreon Bonus: Keine Sorge, ich werde nicht politisch Ink Ribbon Radio Reanimal Unterstützt meine Arbeit auf Patreon oder Steady und erhaltet neben exklusiven Inhalten auch erweitertete Versionen dieses Paodcasts.PatreonSteadyHolt euch bei HOLY die neuen Valentinstag-Sorten und spart 10% mit meinem Code "SPECKOBST"Timestamps 00:00 Intro 09:28 Update NEUE SPIELE 12:18 Scott Pilgrim EX 27:59 Denshattack 35:19 Dosa Divas 42:14 The Eternal Life of Goldman 53:48 Starship Troopers: Ultimate Bug War NEWS 01:01:02 Bluepoint 01:15:34 NieR: Automata erreicht 10 Millionen Verkäufe 01:19:00 GBA Roms für 20 Euro lol 01:30:04 Xenoblade Chronicles X Switch 2 Update 01:34:14 Ist Radical Entertainment zurück? THEMA 01:41:38 Microsoft FRAGEN 02:05:10 Werden wir jemals ein AAA Spiel mit Restriktionen in der Steuerung sehen? 02:09:00 Wäre es langfristig für dich gesünder als Team zu arbeiten? 02:24:15 Wie hat sich der Werdegang deiner politischen Weltanschauung vollzogen? Outro 03:05:54 Die ganz besonderen Supporter
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Priscilla Victory Lamauran, Hendrina Linong dan Germanus Asan Uran dari Paroki Santo Damian Bengkong, Keuskupan Pangkal Pinang, Indonesia. Kejadian 2: 7-9; 3: 1-7; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.12-13.14.17; Roma 5: 12-19; Matius 4: 1-11.TUHANMELIHAT DAN MENGIZINKAN MANUSIA DIGODAI SETAN Tema renungan kita pada hari Minggu Pertama Prapaskahini ialah: Tuhan Melihat dan Mengizinkan Manusia Digodai Setan. Sering kalikita bertanya dalam hati: kalau Tuhan itu baik, mengapa Ia membiarkan manusiadigodai? Mengapa Ia tidak langsung menghentikan iblis sejak awal? Di TamanEden, Tuhan melihat ketika manusia pertama digoda. Di padang gurun, Tuhan jugamelihat ketika Putra-Nya sendiri, Yesus Kristus, dicobai berulang kali. Tuhantidak buta, Tuhan tidak lalai. Ia melihat. Ia tahu. Dan Ia mengizinkan. Tetapiizin Tuhan bukanlah tanda Ia setuju dengan kejahatan. Izin Tuhan selalu beradadalam rencana kasih dan keselamatan. Tuhan mengizinkan godaan karena Ia menciptakan manusiadengan kebebasan. Cinta tanpa kebebasan bukanlah cinta sejati. Kesetiaan tanpapilihan bukanlah kesetiaan. Bila manusia tidak pernah bisa memilih yang salah,maka memilih yang benar pun tidak lagi bermakna. Maka di hadapan godaan,manusia sebenarnya sedang berdiri di hadapan kesempatan: apakah ia mau percayakepada Tuhan, atau percaya pada suara lain. Di situlah iman menjadi nyata,bukan sekadar kata-kata. Kisah di Eden menunjukkan betapa manusia bisa jatuh.Ketika mendengarkan suara iblis, manusia memilih jalan yang menjauh dari Tuhan.Namun bahkan di saat jatuh itu, Tuhan tidak pergi. Ia mencari manusia,memanggil mereka, dan membuka jalan keselamatan. Jadi Tuhan tidak pernahmengizinkan godaan untuk menghancurkan manusia, melainkan untuk menuntunmanusia melihat betapa ia membutuhkan Tuhan. Dosa itu melukai, tetapi kesadaranakan dosa membuka pintu pertobatan. Lalu kita melihat Yesus di padang gurun. Ia digodaibukan sekali, tetapi berkali-kali. Iblis mencoba menggoyahkan-Nya melaluilapar, kuasa, dan kemuliaan dunia. Tetapi Yesus tidak jatuh. Ia menjawab denganSabda Tuhan, dengan kepercayaan penuh kepada Bapa. Di sinilah ada terangpengharapan: godaan tidak harus berakhir dengan dosa. Dalam Yesus, kita belajarbahwa manusia bisa berdiri teguh. Ia menunjukkan bahwa kesetiaan itu mungkin,bahwa rahmat Tuhan cukup kuat untuk menolong kita. Mungkin dalam hidup kita hari ini juga ada “padanggurun”: godaan untuk putus asa, godaan untuk marah, godaan untuk mencari jalanpintas, godaan untuk hidup jauh dari Tuhan. Jangan langsung berpikir Tuhanmeninggalkan kita. Justru sebaliknya. Tuhan melihat. Tuhan menyertai. Dan Iamengizinkan pergulatan itu agar iman kita dimurnikan, agar hati kita belajarkembali bersandar pada-Nya. Maka jangan takut terhadap godaan. Takutlah bila kitaberhenti kembali kepada Tuhan. Bila jatuh, bangkitlah melalui pertobatan. Bilakuat, bersyukurlah atas rahmat-Nya. Sebab dalam setiap pergulatan, Tuhan sedangbekerja membentuk hati kita. Ia tidak pernah meninggalkan manusia di dalampencobaan. Ia justru membuka jalan pulang. Dan di jalan pulang itu, kitamenemukan bahwa kasih Tuhan selalu lebih besar daripada godaan apa pun di duniaini. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Bapa di surga, penuhilah kami dengan kuasa-Mu sehingga kami mampumengatasi godaan-godaan di dalam hidup kami dan memilih jalan untuk kembalikepada-Mu. Bapa kami yang ada di surga … Dalam nama Bapa …
“Panggunaan organ vokal sing bener bakal nggawa keuntungan kanggo kesehatan fisik, lan nambah fungsi lan pengaruhe” “Katresnan sing jero marang Gusti Yesus ora bisa urip ing ati kita menawa kita ora ngrumangsani yen kita kebak dosa”
It's a party platter of upcoming games with your pick of flavour. We live our food truck adventure fantasies thanks to the Dosa Divas demo and we check out the latest Nintendo Partner Direct. Whether you are salty or sweet, sour or spicy, there's something for everyone. Bon appétit! What is Everyone Playing? (00:28:58) Dosa Divas demo (00:30:52) Game On: Spicy Reviews: The Games of 2026 (00:41:11) This Week's News (00:56:00) Nintendo Partner Direct Outro and Wrap-up (01:19:32) --- Thanks for listening! The GoGCast comes out weekly so make sure to subscribe and you won't miss an episode. For more about us, Girls on Games, check out girlsongames.ca. Buy us a Ko-Fi at https://ko-fi.com/girlsongames
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yustina Armastiti dan Ignasius Sunaryo dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 11: 1-4a.5-10a.13-17; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.6bc-7.10-11; Markus 4: 26-34.BENIH-BENIH UNGGUL BAGI TUHAN Tema renungan kita pada hari iniialah: Benih-Benih Unggul Bagi Tuhan. Dalam Injil Markus, Yesus mengumpakanKerajaan Allah seperti biji sesawi. Benih itu paling kecil, tetapi kemudianmenjadi besar dan berguna bagi sekitarnya. Gambaran ini meneguhkan kita bahwaTuhan tidak selalu memulai karya-Nya dari hal-hal yang besar, mencolok, ataudianggap hebat oleh manusia. Justru dari kesetiaan kecil—doa yang sederhana,pelayanan yang mungkin tidak terlihat, keputusan untuk tetap jujur, atau hatiyang mau mengampuni—Tuhan menumbuhkan sesuatu yang kelak menjadi tempatberteduh bagi banyak orang. Benih kecil di tangan Tuhan tidak pernah sia-sia. Yesus juga menyampaikanperumpamaan tentang benih yang ditaburkan petani: benih itu bertunas, tumbuh,lalu menghasilkan buah, tetapi petani itu “tidak tahu bagaimana terjadinya.” Disini kita diajak menyadari misteri rahmat: manusia boleh menabur, boleh merawat,boleh bertekun, tetapi yang memberi pertumbuhan sejati adalah Tuhan. Ada bagianhidup rohani yang tidak dapat dipaksa oleh kekuatan manusia. Sebab itu imantidak hanya menuntut kerja keras, melainkan juga penyerahan diri—percaya bahwaTuhan bekerja diam-diam, bahkan saat kita merasa tidak ada perubahan apa pun. Namun perjalanan iman tidakselalu mulus. Ada godaan, kelelahan, dan luka batin yang membuat manusia jatuhdalam dosa. Ini seperti benih yang sudah mulai tumbuh tetapi diserang wabah,hama, atau penyakit yang mengancamnya hingga rusak. Dosa bukan hanya sekadar“kesalahan kecil”, melainkan daya penghancur yang dapat merampas kedamaian,meretakkan relasi, melemahkan panggilan, bahkan mematikan semangat untukbertumbuh. Jika tidak dijaga, benih unggul pun bisa berhenti berkembang sebelumsempat menghasilkan buahnya. Kitab Suci menunjukkan bahwagodaan tidak mengenal status: Raja Daud yang dipilih Tuhan pun pernah jatuhdalam dosa perzinahan. Kejatuhan Daud mengingatkan kita bahwa hati manusiadapat lemah ketika lengah, merasa aman, atau membiarkan diri dikuasai keinginan.Tetapi kisah Daud juga menyatakan sesuatu yang sangat penting: Tuhan tidakberhenti mengundang pertobatan. Ketika manusia tersungkur, jalan pulang tetapdibukakan. Rahmat Tuhan sanggup memulihkan, tetapi tanggung jawab manusiaadalah berjaga-jaga, jujur pada diri sendiri, dan segera kembali sebelum lukadosa menjadi semakin dalam. Maka, menjaga benih panggilanadalah tugas rohani yang serius. Kita dipanggil untuk menjaga diri, menjagamata dan hati, menjaga relasi, menjaga disiplin doa, serta menjaga kepekaannurani. Sebab panggilan hidup adalah sesuatu yang mulia dan harus dipelihara.Kita membutuhkan rahmat perlindungan Tuhan setiap hari agar tidak mudah terbawaarus dunia, tidak dikuasai bisikan musuh yang mematikan, dan tidak menganggapremeh pintu-pintu kecil yang dapat membawa kita jatuh. Marilah kita berdoa. Ya Tuhan mahabijaksana, jadikanlah kamibenih-benih yang selalu siap ditumbuhkan dan dibuahkan demi kebaikan hidup kamidan pemenuhan janji untuk mendapat kesempurnaan di dalam Dikau. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Oscar nominated Director, Sara Dosa, discusses her latest Sundance film, "Time and Water." Sara shares a behind the scenes look at the making of the film and discusses the parallels made between Icelandic writer Andri Snær Magnason's family and the life of his country's beloved glaciers.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh R. Lukas M. Ari Wibowo dan Theresia Tuti Andayani dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 16: 1-13; Mazmur tg 89: 20.21-22.27-28; Markus 2: 23-28.WARISANKETAATAN Temarenungan kita pada hari ini ialah: Warisan Ketaatan. Ketika nabi Samueldiutus Allah untuk mengurapi seorang raja bagi Israel, pilihan Tuhan jatuh padaDaud—bukan karena penampilan, kekuatan, atau status sosialnya, melainkan karenahati yang siap taat. Daud dipandang layak bukan karena ia sempurna tanpa cela,melainkan karena ia memiliki kerelaan batin untuk mendengarkan dan menempatkankehendak Allah di atas kehendaknya sendiri. Ketaatan seperti ini bukan ketaatan yang dipaksakan, tetapiketaatan yang lahir dari iman dan kepercayaan bahwa Allah tahu yang terbaik. Didalam diri Daud, Allah melihat suatu warisan: ketaatan manusia kepadasuara-Nya, sebuah sikap yang seharusnya tetap hidup dari generasi ke generasi.Daud memberikan contoh bahwa taat merupakan suatu perwujudan sikap manusia yangtakut akan Allah. Warisan ketaatan itu adalah panggilan luhur yang dititipkanAllah kepada umat-Nya: agar manusia tidak hidup mengikuti nafsu sendiri, tetapiberjalan dalam terang kehendak Tuhan. Namun, warisan ini sering terancam olehdosa. Dosa selalu berusaha merusak ketaatan dengan menggantinya menjadikesombongan, pembenaran diri, atau kehidupan yang sekadar “tampak benar” diluar. Meski demikian, Allah tidak pernah mencabut warisan ketaatan itu daridunia. Ia terus memeliharanya dan membangkitkan orang-orang pilihan—pribadi-pribadiyang bersedia menjadi pewaris dan penjaga kesetiaan kepada-Nya. Dalam perdebatan Yesus dengan orang-orang Farisi dan paraahli Taurat, sosok Daud kembali diangkat sebagai tolok ukur ketaatan yangsejati. Yesus menyingkapkan bahwa kehendak Allah tidak dapat dilaksanakan hanyadengan aturan lahiriah, apalagi dengan motivasi yang tercampur ambisi rohani.Ketaatan yang dikehendaki Allah adalah ketaatan yang murni: bebas darikepentingan diri, tidak mencari pujian, dan tidak memakai agama sebagai alatkekuasaan. Maka, Daud bukan sekadar raja sejarah, melainkan ikon batin—gambaranmanusia yang menjalankan kehendak Tuhan dengan hati yang terbuka, jujur, danpenuh kebebasan. Allah tidak memanggil umat-Nya menjadi generasi yangmemutuskan rantai kesetiaan, tetapi menjadi generasi yang melanjutkan danmemurnikannya. Orang-orang pilihan Tuhan adalah mereka yang pantas mewarisiketaatan: mau mendengar koreksi Tuhan, mau bertobat ketika jatuh, dan tetapsetia meski tidak dilihat orang. Di titik inilah ketaatan menjadi tandaidentitas rohani: bahwa hidup ini merupakan milik Allah yang memimpin dengankasih. Mari lihat sebuah obor yang diwariskan dalam lomba estafet.Obor itu bukan sekadar benda, tetapi simbol arah, tujuan, dan tanggung jawab.Jika satu pelari menjatuhkannya, seluruh tim bisa kehilangan kesempatan, bukankarena obornya hilang, tetapi karena mereka lalai menjaganya. Namun pelatihtidak berhenti melatih, tidak berhenti memilih pelari terbaik—ia memastikanobor itu tetap sampai ke garis akhir. Demikianlah ketaatan: warisan suci yangharus dijaga, bukan dipadamkan oleh dosa dan kelalaian. Sebuah warisan ketaatanbukan hanya cerita masa lalu, tetapi panggilan hari ini—agar dunia tetapmemiliki saksi-saksi yang setia, murni, dan bebas dalam menghidupi kehendakAllah. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan Allah, kuatkanlah selalu komitmen imankami kepada-Mu agar kami akan selalu mewarisi ketaatan akan kehendak-Mu kepadagenerasi muda di sekitar kami. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yustina Armastiti dan Ignasius Sunaryo dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 9: 1-4.17-19; 20: 1a; Mazmur tg 21: 2-3.4-5.6-7; Markus 2: 13-17.JURUS MENGUBAHSI PENDOSA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jurus Mengubah SiPendosa. Keberpihakan Yesus kepada orang sakit, lumpuh, miskin, kerasukan rohjahat sama kuat dengan belas kasih-Nya kepada orang-orang berdosa. Para pendosaadalah mereka yang sedang sakit secara rohani. Pendosa publik seperti pencuri,pemerkosa, prostitusi, dan pemungut bea, mengalami sakit yang parah karenadikucilkan oleh masyarakat. Mereka sama dengan sampah. Pendosa publik sebenarnya ialah mereka yang berdosa ditengah masyarakat bahkan keluarganya sendiri secara terang-terangan. Merekadikontrol sebuah sistem yang berlaku. Pria atau wanita prostitusi misalnya,mereka dikontrol oleh beban hidup dan sistem kehidupan masyarakat. Injil hariini memperkenalkan kita seorang pendosa publik, yaitu Lewi anak Alfeus, sipemungut bea rakyat karena ia adalah pelayan bangsa penjajah, Romawi. Tentu saja ia dianggap sangat berdosa karena dalammemungut pajak ia banyak berbuat curang soal pungutan uang dan barang.Masyarakat sangat membencinya, tetapi ia tetap berbuat dosa karena ada hukumyang melindunginya. Lewi ini dikenal dalam lingkaran kedua belas rasul dengannama Matius. Penginjil Matius menyebutnya sebagai si pemungut cukai. Dosapublik sangat menyakitkan masyarakat dan pendosa sendiri tidak bisa menghindariitu. Oleh karena itu Yesus harus turun tangan. Jurus yang Iapakai ialah datang bertemu langsung, memanggil dia dengan namanya, dan tidaksekedar mengajak tetapi memerintahkan untuk menghentikan perbuatannya itu. Inimengandung arti, dosa yang tidak hanya mencelakakan diri sendiri tetapi sangatmerugikan orang banyak dan menjadi dosa serius, harus dihentikan. Dosa besaryang serius jangan dibiarkan berkembang dan menyebar. Kalau dibiarkan, itunamanya berkolaborasi dengan penjahat atau bekerja sama dengan setan. Israel sebagai bangsa tidak dibiarkan terus berkeraskepala dan berdosa. Tuhan Allah menghentikan ini dengan menjadikan Saul sebagairaja atas mereka. Satu sistem baru diubah demi kebaikan dan sistem lama harusditinggalkan. Yesus mengubah pribadi pendosa seperti Lewi, demikian juga banyakorang lain termasuk Paulus, karena mereka ini berpotensi dalam kejahatan yangbesar dan merugikan banyak orang. Mereka harus dipakai secara positif untuksistem baru dalam beriman yang Yesus jalankan. Melalui pembaptisan, Yesus Kristus membuat kita menjadibagian dari sistem baru yang Ia bangun. Dosa-dosa yang kita perbuat setelahpembaptisan beraneka dan banyak, tetapi Tuhan Yesus punya jurus untuk mengubahhidup kita. Gereja menjalankan tugas ini dengan menjadi sarana bagi perubahandiri umatnya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,bebaskanlah kami dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan negatif yang seringmenjerumuskan kami ke dalam dosa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam nama Bapa ...
"Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.
"Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.
Bismillah,BENARKAH DOSA DI BULAN RAJAB BERBEDA?(is it true that sins in the month of rajab are different?)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Animasi dari Kajian Tadzkiratus Saami' No. 17“Ilmu, Antara Kecerdasan & Hati”
Welcome back to Catwalk Through Life!This episode is sponsored by Dosa Dips. Dosa Dips is the Dosa and South Indian Food truck you can't miss in LA. They're on a mission to share the real Dosa experience with everyone. Making Dosas the traditional way and adding their own twist to it! Hire them for your next event. For more information, please visit: www.dosadips.com.——In today's episode, I catch up with Filmmaker, Speaker & Storyteller, Reaa Puri. She shares her experience speaking on the TEDx Talk Stage and everything she does to remain grounded and confident while speaking on stage. We also dive into different parts of her life that have shaped who she is today and given her the confidence to pursue her ambitions. Reaa and I chat about herFilmmaking projects and what goals she's focusing on these days. Take in Reaa's tips in this episode to help you master public speaking and have more confidence within yourself to not be phased by rejection.Enjoy!——Links Mentioned:Reaa's Website: www.reaapuri.com www.reascendcreative.com@architecturesofconnection on Instagram——CTL Links:Catwalk Through Life Instagram Page: https://www.instagram.com/catwalkthroughlife Rashi Stephens-Charlton Instagram Page: https://www.instagram.com/rashistephens Gratitude Journal: https://www.amazon.com/Gratitude-Journal-Rashi-Stephens-Charlton/dp/B0CWYHDTGPBecoming That Mom Guidebook: https://stan.store/CatwalkThroughLifeCatwalk Through Life Facebook Group: https://www.facebook.com/groups/726602181696067Catwalk Through Life Blog: https://www.catwalkthroughlife.com Free Morning Routine Checklist for a good morning! Click here: https://catwalkthroughlife.com/2023/06/20/free-30-min-morning-routine-checklist*****Disclaimer: Please know that any advice given is just a suggestion and what has worked for my guest. This is not medical advice. Please consult your doctor for medical questions and use your best judgement on what works for you. The intent behind this episode is to merely share information and try to help anyone we can! :)
If a man is betrayed by someone he trusted, the pain can be overwhelming. Imagine he is told about a great business opportunity, and with complete trust he invests most of his life savings. Later, he discovers that it was all a lie. He was cheated. The money is gone, with no way to recover it. Beyond the financial loss, the deeper pain sets in. How could such injustice take place? It seems as if the thieves live happily ever after, while the innocent, unassuming person is left to suffer for nothing. But we know this is never the full story. Hashem is always in charge. No one can take a single dollar from a person unless it was meant for him to lose it, and no one can keep a dollar unless it was meant for him to have it. Hashem is the perfect Judge. No one ever gets away with anything in this world. It may look like evil prospers, but that appearance itself is part of the test. Every single action a person does is accounted for. Nothing slips through the cracks. When Titus HaRasha stabbed the parochet at the time of the destruction of the Beit HaMikdash and blood appeared to flow from it, he believed he had overpowered Hashem. It looked like evil had triumphed. But in the end, Hashem sent the smallest creature—a gnat—to eat away at Titus's brain until he died. Justice was exact, measured, and unavoidable. The Mitzrim seemed to have their way with the Jewish people in Mitzrayim for generations. It appeared as if cruelty and oppression ruled unchecked. Yet when the time for retribution came, every Mitzri received exactly what he deserved. Even those who drowned in the Yam Suf did not all die the same way. Some sank like lead, some like stone, and some like straw. Each death was calibrated precisely according to what that person deserved. Hashem's justice is exact down to the smallest detail. Every single thing that happens to a person, every minute of the day, is calculated with perfect precision based on his deeds. It is almost never obvious that something is happening because of what a person did. We label events as "natural," but those who understand know there is nothing natural about life. Everything is Hashem. The Yerushalmi relates that one Leil Shabbat, Rabbi Chanina ben Dosa was eating his Shabbat seudah when suddenly his table collapsed. He did not ask if a screw was loose or if the wood had weakened. Instead, he asked his Rebbetzin what might have caused this spiritually. She then remembered that she had borrowed spices from a neighbor and forgot to take off ma'aser. Rabbi Chanina ben Dosa immediately did what was necessary according to halacha to rectify it, and the table fixed itself on the spot. He knew that even if there was a physical reason, that was never the true cause. The cause was always Hashem. When Yosef's brothers were treated harshly by the viceroy of Mitzrayim, they did not say, "Look at this antisemitism." They said, "We are guilty because of what we did to Yosef." They understood that a viceroy has no power of his own. It was Hashem giving them kaparah. And notice how exact that kaparah was. Shimon, who wanted Yosef killed, was the only brother taken to prison. Levi, who was next in suggesting harm, was the one who found his money in his sack and had to endure additional agony. Yehudah, who suggested selling Yosef, suffered the torment of thinking Binyamin would not return and that he would be held responsible. Every detail was measured. Hashem is exacting. It may take days, months, or even years, but everyone always gets exactly what he deserves. Sometimes events happen to correct something from a previous lifetime. We don't know the calculations, but we know they are perfect. Hashem arranges everything so we can fulfill our mission in this world and live eternally with true bliss. The Shomer Emunim teaches that when something happens that appears to be a kaparah, a person should tell Hashem that he accepts it fully and knows he deserves it. That avodah elevates a person tremendously and can spare him from additional yesurim. We never need to worry about what others do or whether they are getting away with anything. That is Hashem's department—and He is the most righteous and perfect Judge.
“Wong tuwa kudu nuntut anak-anake ngormati lan nuruti wewenang sing bener” ”Jiwa sing manunggal karo Kristus bakal nglawan kabeh panerak lan kabeh wujud dosa”
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahKEPINGAN SALJUMari kita membaca Firman Tuhan dari1 PETRUS 5: 10Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.Wonder Kids, tahukah kalian bahwa Allah sangat baik?Allah itu sempurna dan suci, tetapi Dia tetap mau mengampuni setiap kesalahan kita. Kadang kita bisa berbohong, iri hati, atau marah. Tapi jangan sampai kita hanya memikirkan kesalahan kita dan lupa betapa baiknya Allah!Dari semua ciptaan Allah, ada sesuatu yang sangat bersih dan indah—kepingan salju. Tidak ada yang lebih putih dan murni daripada salju yang turun langsung dari langit!Allah berjanji dalam Mazmur 51:7:Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!Betul sekali! Allah berjanji untuk membersihkan semua dosamu dan membuatmu menjadi suci seperti kepingan salju. Pengampunan adalah hadiah dari Allah! Kamu hanya perlu menerimanya.Semakin banyak kita menerima pengampunan dari Allah, semakin mudah kita mengampuni orang lain.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, apakah kakimu pernah terjebak di dalam kubangan lumpur? Saat kamu menarik kakimu keluar, lumpur masih melekat di sana. Kamu butuh bantuan orang lain untuk membersihkannya, bukan?Dosa juga seperti lumpur. Meskipun kita berhenti melakukan hal yang salah, dosa lama masih ada. Tapi ada kabar baik! Allah bisa membersihkan kita.Jika kita meminta pengampunan kepada Allah, Dia akan membersihkan hati kita dan membuat kita suci kembali. Allah selalu siap mengampuni!Mari kita berdoaBapa yang baik, terima kasih atas kasih-Mu yang selalu menguatkanku. Dalam setiap kesulitan, ajar aku untuk tetap bersandar pada-Mu. Pulihkan dan teguhkanlah hidupku, agar aku dapat mengalami kemuliaan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ALLAH AKAN MEMULIHKAN DAN MENGUATKAN KITA SETELAH KITA MENGHADAPI KESULITAN DAN PENDERITAAN. Tuhan Yesus memberkati
“Kabeh Anak-anak Kudu Entuk wewengan-wewengan ing Piwulangan” ” Ora ana sing luwih mbebayani tinimbang pamblithuking dosa”
Dosa telah merusak peraturan & hukum Allah. Selama dosa ada, penderitaan & kematian tak dapat dihindari. Hanya karena Penebus telah menanggung kutuk dosa demi kita, maka manusia punya pengharapan melepaskan diri dari akibat dosa yang mengerikan.
Dosa telah merusak peraturan & hukum Allah. Selama dosa ada, penderitaan & kematian tak dapat dihindari. Hanya karena Penebus telah menanggung kutuk dosa demi kita, maka manusia punya pengharapan melepaskan diri dari akibat dosa yang mengerikan.
Setelah membuat banyak putusan blunder, salah satunya perubahan ambang batas usia calon presiden dan wakil presiden yang meloloskan Gibran Rakabuming Raka, Mahkamah Konstitusi mulai berbenah dan memberikan harapan. Putusan tentang rangkap jabatan dan larangan polisi aktif mengisi jabatan sipil menjadi penebus dosa. Namun masih ada ancaman terhadap lembaga tersebut: penolakan untuk melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi. Powered by Firstory Hosting
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 98: 1.2-3a.3bc-4; Efesus 1: 3-6.11-12; Lukas 1: 26-38.SUCI DARI AWAL Tema renungan kita pada hari raya Bunda Maria DikandungTanpa Noda Dosa ini ialah: Suci Dari Awal. Perayaan ini dimeriahkan olehseluruh Gereja sejak tahun 1845, ketika pada hari ini Paus Pius ke-9 menetapkandoktrin Maria Dikandung Tanpa noda dosa, atau Maria Imakulata. Doktrin ini menekankan kesucian Bunda Maria sejak awalhidupnya, sekaligus memperkuat devosi kepada Bunda Maria sejak Gereja Perdanadi Yerusalem dulu. Perkembangan devosi itu antara lain berbuah denganmenyebarnya doa “Salam Maria” ke seluruh dunia. Ungkapan “Salam Maria penuhrahmat” yang merupakan salam dari malaikat Gabriel dalam Injil Lukas hari ini,merupakan pengakuan kesucian Maria datang dari surga. Berarti martabat Mariaini tidak main-main. Doktrin ini menegaskan kebenaran bahwa, sejak awal mulaketika pembuahan hasil perkawinan Yoakim dan Anna, Tuhan Allah sudah merancangsedemikian rupa supaya rahim yang menutupi bakal janin Maria, dibentengi olehrahmat Allah. Hasilnya ialah rahim itu anti akan virus dosa asal dan tentu sajabakal janin itu tidak terkena satu titik pun virus dosa asal. Kesucian adadalam bayi yang mendiami rahim, menyusul kelahirannya dan seterusnya hinggasebagai gadis yang menerima kabar Malaikat. Dari sana Maria mulai hidup bersamaSabda Kekal yang menjelma menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus. Ia tetap sucidari awal sampai akhir hidupnya, lalu diangkat ke surga dengan mulia. Satu-satunya manusia yang luar biasa ialah Maria. Hanyadia dari makhluk manusia ini disebut penuh rahmat. Para santo dan santa siapapun dia cukup disebut hamba Allah atau mengambil bagian dalam kepenuhan rahmatAllah. Tetapi Maria memiliki kepenuhan itu sejak ia dikandung. Keluar-biasaanBunda Maria berdampak juga kepada kita. Apakah hari raya ini punya makna bagikita? Paling kurang ada tiga makna yang bisa kita dapatkan dan selanjutnyauntuk dihayati di dalam setiap tutur kata dan perbuatan kita. Pertama, kemampuan untuk melawan dosa. Kitab kejadiandalam bacaan pertama mewartakan bahwa panglima kejahatan yaitu setan telahdikalahkan dan Yesus Kristus yang melakukan itu. Meski kita terus mendapatgodaan dan jatuh ke dalam dosa, Maria yang telah mengalahkan dosa tetapmembantu, antara lain dengan doa: Santa Maria bunda Allah doakanlah kami yangberdosa ini. Kedua, mengikuti jejak Bunda Maria, kita perlu mempertahan martabatkita sebagai pengikut Kristus dengan tandanya bahwa kita telah dipanggil sejakawal di dalam Kristus, seperti yang diwartakan bacaan kedua. Ketiga, kalau kitahidup dengan semangat membenci dosa dan menjauhi perbuatan jahat, kitasesungguhnya adalah putra dan putri Bunda Maria. Bersama Maria, kita adalahbagian dari Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang baik,semoga kami senantiasa meneladani Bunda Maria dalam kesucian dan hidup yangpenuh rahmat. Salam Maria, penuh rahmat ... Salam Maria, penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...
Renungan D'Message || SAAT DOSA MENGINTAI || Ps. Steven Liem
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Renungan D'Message || QUIT DARI PERBUDAKAN DOSA || Ps. Steven Liem
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. 1 Korintus 9: 16-19.22-23; Mazmur tg 117: 1.2; Markus 16: 15-20.KITA TIDAK MEMBELI SURGA Renungan kita pada hari inibertema: Kita Tidak Membeli Surga. Banyak negara di Asia sangat spesial di hatiSanto Fransiskus Xaverius dan sebaliknya Santo Fransiskus Xaverius sungguhspesial di hati mereka. Dalam kenyataanya, Gereja Katolik di sini tidakmempunyai banyak anggota. Alasannya, selain pembaptisan bayi yang tidak banyak,juga sulitnya mendapatkan katekumen yang baru. Sekularisme cukup kuat membentukpandangan bahwa memeluk agama bukan pilihan yang penting saat ini. Namun demikian, kita tidak bisamenyangkal Sejarah Gereja tentang adanya Gereja Katolik di Asia karenamisionaris Katolik yang datang dari Barat, khususnya Eropa. Ini merupakan buahkarya Roh Kudus. Karena itu di seluruh pelosok benua di bumi ini institusiGereja hadir. Santo Fransiskus Xaverius, imam Yesuit dari Eropa dalam abadke-15, menjadi perintis Misi Gereja di wilayah Timur bumi ini. Ia menginjiliIndia, Cina, Jepang, Asia Tenggara termasuk bumi Indonesia. Ia yang dipenuhiRoh Kudus, membuat orang-orang dari bangsa lain juga dipenuhi Roh Tuhan yangsama. Perjuangan dan kerja keras paramisionaris seperti yang dilakukan oleh Santo Fransiskus Xaverius sungguhmenandakan kehendak Tuhan agar semua manusia dan dunia ini diselamatkan dandapat masuk surga. Tetapi hal ini bukan sesuatu yang otomatis. Dosa asal dansemua kelemahan duniawi membuat kita tidak bisa otomatis mencapai apa yang kitainginkan, yaitu kesempurnaan. Itulah alasan dasar mengapa kita perlu segalapersiapan untuk masuk surga. Salah satu bukti kuat bahwa kitatidak membeli surga ialah kerajaan Allah harus berdiri di dalam dunia ini,yaitu Yesus Kristus dan karya perutusan-Nya, lalu membawa kita ke surga. Tugaskerajaan Allah itu ialah menyembuhkan yang sakit, memulihkan yang menderita,menegakkan kebenaran dan keadilan yang tertindas, dan menobatkan yang berdosa.Jelas bahwa tidak ada unsur membeli dengan barang atau materi apa pun. Kitajustru dibela, diuntungkan, diberi kemudahan, dan dipersiapkan supaya saatnanti masuk ke surga kita sudah dalam kepadaan pantas. Setiap kali menghadiri Misakudus, momen sebelum menerima Komuni Suci kita semua membuat satu persiapan,yaitu dengan berseru dalam suka cita dan syukur: ya Tuhan, saya tidak pantasTuhan datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh. Seruansingkat ini menegaskan bahwa kita tidak membeli surga. Kita perlu iman yangtulus dan besar akan penyelenggaraan Tuhan. Kita tunjukkan itu dengan relamenerima kehadiran kerajaan Allah yang selalu membaharui kita. Setiap kali menyerukan kata-katatersebut, ingat dan sebutkan juga semua kesulitan, kelemahan, penderitaan dankesusahan dirimu dan keluargamu. Biarlah kerajaan Allah itu yang memulihkansemua. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, datanglahkerajaan-Mu dan pulihkanlah setiap kelemahan hidup kami. Bapa kami yang ada disurga ... Dalam nama Bapa ...
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. - 11 Amalan Penghapus Dosa Dan Pengangkat Derajat
Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A. - 7 Dosa Besar
Ustadz Ammi Nur Baits - Pengaruh Dosa dan Kemaksiatan Bagi Hati dan Badan
Nasz gość, Konrad Hildebrand, to między innymi były naczelny serwisu Polygamia (#pamiętamy), a także debiutujacy autor cyberpunkowego thrillera „Natychmiast to skasuj” którego akcja rozgrywa się w dystopijnej Warszawie przyszłości. Z tej okazji mamy dla was kody zniżkowe na e-booka. Simplex przeczytał i poleca.Dwóch starych ludzi wspomina też czasy DOSa, Windowsa 3.11, Gadu-Gadu i ICQ.Z nowszych rzeczy – Silksong i Slay the Spire. Okładka i montaż: Perka Podziękowania dla Patronów za wsparcie, a najbardziej dla: Op1ekun, Jan Jagieła, Janomin, Łukasz M., Tomasz Herduś, Uki, Mateusz „Kaduk” Kadukowski z kanału Kadukowo, Kosmaty dziadu z kanału 8biters, Pierek, Sebastian („Gry Starego Boomera”), Taamsky.Zapraszamy też do odwiedzin naszego Discorda – https://discord.com/invite/PafByaf9DU Link do kanału Defana: https://www.youtube.com/@wsumiespoko/ Konsumpcja:MP3: https://mkwadratpodcast.pl/podcast/MKwadrat_specjalny_46.mp3YouTube: https://www.youtube.com/c/MKwadratPodcastRSS: https://mkwadratpodcast.pl/feed/podcastSpotify: https://open.spotify.com/show/7e5OdT8bnLmvCahOfo4jNGiTunes: https://podcasts.apple.com/ca/podcast/mkwadrat-podcast/id1082742315twitch: https://www.twitch.tv/mkwadratpodcastInterakcja:WWW: https://mkwadratpodcast.pl/Forum: https://stareforumpoly.pl/Discord: https://discord.com/invite/PafByaf9DUFanpage: https://facebook.com/MkwadratPodcast/Grupa FB: https://www.facebook.com/groups/mkwadratpodcast/Twitter: https://twitter.com/mkwadratpodcastInstagram: https://www.instagram.com/mkwadratpodcast/Kontrybucja:Patronite: https://patronite.pl/mkwadratpodcastSuppi: https://suppi.pl/mkwadratpodcastTipply: https://tipply.pl/u/mkwadratpodcast
Pembawa Renungan : Aji W. Suteja Surabaya Luk. 21:34-36
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 24 November 2025Bacaan: "Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka." (Yohanes 8:36)Renungan: Ada seorang pandai besi yang sangat terkenal karena hasil kerjanya sangat bermutu. Suatu ketika karena satu kesalahan ia ditangkap dan dipenjarakan di ruangan bawah tanah. Kedua kakinya dirantai dengan rantai yang sangat kuat. Ia mencoba untuk memutuskan mata rantai yang mengikat kakinya. Ia terus mencermati rantai yang membelenggunya dan mencari peluang supaya dapat memutuskan mata-mata rantai itu. Setelah bergumul cukup lama akhirnya harapannya pupus, karena ia mengenali bahwa rantai yang membelenggunya adalah buatan tangannya sendiri. Dulu ia sangat bangga karena telah menciptakan rantai yang kuat, tetapi kini ia sangat menyesal karena rantai yang kuat yang dibuatnya telah membelenggunya dengan sangat kuat. Dosa adalah rantai yag sangat kuat, yang tercipta karena kita mengikuti segala keinginan daging. Tangan kita sendirilah yang merajut setiap mata rantai dosa itu selama bertahun-tahun. Tanpa kita sadari, dosa demi dosa telah kita jalin sehingga menjadi rantai yang sangat kuat, yang mengikat sampai kita tidak mampu lagi untuk melepaskan diri dari belenggunya. Tidak ada yang dapat memutuskan belenggu dosa selain dari Yesus Kristus yang sudah menang atas dosa. Jadi pilihlah sekarang juga. Apakah kita akan hidup merdeka dari dosa atau tetap dibelenggu dosa sampai maut menjemput? Jika kita bijak, undanglah Yesus masuk dalam hati kita untuk memerdekakan kita saat ini juga. Kemudian hiduplah dalam kebenaran firman-Nya, karena hanya ketika kita berkomitmen hidup dalam kebenaran firman-Nya, kita akan mengalami kemerdekaan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah mau mati untukku. Begitu besar dosa yang kubuat yang selalu mengecewakan hati-Mu. Tapi tangan-Mu senantiasa terbuka untuk menerimaku kembali. Terima kasih Yesus, karena kasih-Mu terlalu besar untukku. Amin. (Dod).
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A. - Dosa yang Tak Terasa - Kebiasaan Haram yang Sudah Membudaya
Für viele ist das Frühstück der gemütlichste Moment des Tages - für andere dagegen völlig überflüssig. Doch was stimmt wirklich? Ist Frühstück die wichtigste Mahlzeit des Tages oder nur ein überholtes Ritual? In dieser Folge meines Podcasts DA GEHT NOCH WAS geht's um die Wahrheit hinter dem Frühstück. Wir schauen uns an, wie unterschiedlich unsere Körper ticken - denn der eigene Chronotyp bestimmt, wann und wie wir essen sollten. Was dem einen Energie schenkt, stresst den anderen nur. Gemeinsam reisen wir kulinarisch um die Welt: Wir frühstücken einen Sesamring in Griechenland, Miso-Suppe in Japan und Dosa in Indien. Welche Kultur startet am gesündesten in den Tag? Warum würden Ayurveda- und TCM-Ärzte bei europäischen Frühstücksgewohnheiten die Hände über dem Kopf zusammenschlagen? Ist Orangensaft am Morgen wirklich gesund? Wie kann schon das Frühstück helfen, zuckerfrei zu bleiben. Und warum ist dabei sogar die Temperatur entscheidend? Ich verrate es Euch. Eure Anastasia.
Ibu. Monika Kusnandar (TB) Amsal 16:18Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.
Bishul Yisroel Shorts: Blintzes; Dosa; Bulgur; French Fries; Convection Ovens; Breaded Fish; Choleh. See seforim by Rabbi Cohen at www.kashrushalacha.com
Pdm. Handoyo Salim (TB) Yohanes 16:8-9Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;
Ve svých 39 letech by už nemusel nikdy do práce. Lukáš Nádvorník se díky minimalistickému způsobu života a chytrým investicím zajistil až do konce života. „Ale to neznamená, že jsme odešli z práce,“ říká v podcastu Ve vatě.Dosažení milníku ani nestihli doma oslavit. Nádvorník ale nikdy nebyl požitkářský typ. Peníze si začal odkládat bokem už na studiích. „Vždycky jsem měl tendenci šetřit, naučili mě to rodiče. Takže jsem vytvářel nějaký polštář už za studentských let, i když na `spořáku`. A v jednu chvíli jsem zjistil, že žiju FIRE,“ popisuje svou pozvolnou cestu v podcastu Ve vatě, jehož bude nově pravidelným hostem.Koncept FIRE (Financial Independence Retire Early), což bychom mohli volně přeložit jako „Do důchodu mladý a bohatý“, má dva hlavní pilíře. Žít skromně až minimalisticky a maximum neutracených peněz efektivně investovat.*****Ve vatě. Podcast novinářky Markéty Bidrmanové. Poslechněte si konkrétní rady investorů a odborníků na téma investic, inflace, úvěrů a hypoték. Finanční „kápézetka“ pro všechny, kterým nejsou peníze ukradené.Vychází každý čtvrtek. Poslouchejte na Seznam Zprávách, Podcasty.cz nebo ve všech podcastových aplikacích.V podcastu vysvětlujeme základní finanční pojmy a principy, nejde ale o investiční poradenství.O čem byste chtěli poslouchat příště? Co máme zlepšit? A co naopak určitě neměnit? Vaše připomínky, tipy i výtky uvítáme na adrese audio@sz.cz.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 27 September 2025Bacaan: "... Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18) Renungan: Suatu ketika seorang anak lelaki diculik di London. Tahun-tahun berlalu dan ibunya terus berdoa, tanpa kehilangan harapan. Suatu hari seorang pemuda tanggung hendak membersihkan cerobong asap di rumah yang bersebelahan dengan rumah sang ibu yang anaknya diculik. Namun ternyata ia masuk ke cerobong asap yang salah. Setelah menuruni cerobong asap, ia mendapati dirinya berada di ruang keluarga ibu yang anaknya diculik. Lalu ada sesuatu yang membangkitkan kembali ingatan si penyapu cerobong asap itu. Ruangan itu tampak tidak asing baginya. Saat ia berdiri di sana dan memandang ke sekitarnya, tiba-tiba sang ibu masuk ke dalam. Walaupun pemuda itu berpakaian lusuh dan diselubungi jelaga hitam, sang ibu langsung mengenalinya sebagai anaknya yang hilang bertahun-tahun lalu. Apakah sang ibu meminta anaknya mandi lebih dulu sebelum memeluknya? Tentu tidak, itu anaknya sendiri. Maka, ia langsung menarik anak itu dan memeluknya, sambil menangis karena sukacita. Apakah Allah akan menanti sampai kita melakukan perbuatan baik atau menjadi orang baik dulu baru Dia akan membawa kita dekat ke hati-Nya? Tentu tidak!Apapun kondisi kita saat ini, bahkan mungkin kita merasa bahwa diri kita sudah kotor karena dosa dan kita merasa tidak layak lagi di hadapan-Nya, ketahuilah bahwa jika kita mau membuka hati untuk-Nya, maka Allah akan masuk dalam hati kita dan akan memeluk kita untuk kemudian Dia akan mengubah kita menjadi pribadi yang kembali berharga di mata-Nya. Jangan takut, kasih dan pengampunan Allah jauh lebih besar dari pada dosa kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur karena kasih dan pengampunan-Mu lebih besar dari pada dosaku. Saat ini kubawa hatiku yang penuh dosa kepada-Mu, ampunilah aku dan kuduskan aku kembali oleh belas kasih-Mu. Sembunyikan aku di dalam hati-Mu dan basuhlah aku dengan darah-Mu, agar aku menjadi pulih seperti yang Kau kehendaki. Yesus, terima kasih atas hadiah pengampunan-Mu. Amin. (Dod).
If you're doing all the right things—green juices, meditation, supplements—but still feel wired, tired, and one meltdown away… this episode is your lifeline. In this deeply personal episode, I walk you through the exact 30-day nervous system reset I created for myself after one of the most chaotic seasons of my life.Between writing a book, launching a business, raising babies, and moving cities, I reached a breaking point—and my body let me know. I share the science-backed, soul-honoring rituals that helped me restore my rhythm, calm my fire, and finally feel like myself again. If you're a mama, creator, or ambitious soul who's been burning the candle at both ends, this one's for you.What you'll get out of this episode… A breakdown of the 4-phase nervous system reset protocol I use to prevent burnoutHow to recognize the real signs of nervous system overload (hint: it's not just fatigue)Why regulating your energy is more powerful than managing your timeThe foods, breathwork, rituals, and Ayurvedic principles I swear by—and how to adapt them for your bodyHow to ground yourself in just 5–10 minutes a day, even when you're drowning in to-dosA new definition of balance that actually honors your nervous system, not just your calendarWant more?
For a taste of dosa, we visit a roadside stand near the Ghansi Bazar in Hyderabad, India. Food historian, Jonty Rajagopalan, introduces us to Govind Ji, who prepares dosas with his blend of semolina millet flours, topped with his special masala. Dosa are savory crepes that originated in South India and are traditionally enjoyed for breakfast, but have become so popular that they are now enjoyed throughout the day. Watch the full documentary and find recipes here! https://www.plantforwardkitchen.org/india
Continued stories about Rabbi Chanina ben Dosa relating to his poverty and miracles
story about Rav Papa and series of stories of greatness of Rabbi Chanina ben Dosa and wife
At least one of our cohosts wasn't quite on the same wavelength as today's constructor, Kiran Pandey: the clues and answers just felt a wee bit ... out of sync. Still, professional that they were (in terms of determination and ethics, not income), they managed to persevere and get to the happy music. We have all the deets inside, so please have a listen, and, as always, please encourage your friends and relations to do the same.Show note imagery: DOSA, an Indian crepe with chutney.We love feedback! Send us a text...Contact Info:We love listener mail! Drop us a line, crosswordpodcast@icloud.com.Also, we're on FaceBook, so feel free to drop by there and strike up a conversation!
Tej Dosa and I recorded this episode on Saturday, February 15. Whenever I talk to Tej, I always come away from the podcast feeling high. I hope you do too.You can contact me on X at @heydannymiranda and him at @ComedicBizman.AI Summary (created by Otter.ai):Danny Miranda and Tej Dosa discuss the transformative power of their conversations and the impact of Danny's upcoming book, Divine Moments. Danny shares how a message from Nicola Marasco inspired him to record this episode. They explore the concept of divine moments, emphasizing the importance of staying present and connected to the source of life. Tej recounts a personal experience of feeling deeply connected during a walk, which transformed his perspective. They also discuss the significance of energy and how it shapes experiences and interactions. Danny reflects on his journey from partying to writing about divine moments, highlighting the role of meditation and inner work in his transformation. Danny Miranda and Tej Dosa discuss the transformative power of guided meditations and the impact of their podcast conversations. Danny shares his experience of guiding a meditation at a friend's wedding and expresses a desire to create a YouTube channel for guided meditations. Tej recounts a vision of Danny leading large meditations, similar to Joe Dispenza's retreats. They explore the deep connection and receptivity of their listeners, emphasizing the importance of presence and spiritual growth. Tej also reflects on how their conversations have positively affected his own well-being, reducing his coughing during the podcast.