POPULARITY
Categories
Isu terbaru yang mengatakan bahwa TNI akan dilibatkan dalam pengawasan pajak ini menuai pro dan kontra.
The high-velocity nature of information technology development often becomes the lure for starting businesses closely tied to the field, such as one producing applications or software. However, is the fast-moving development, especially the parts related to Artificial Intelligence, currently carrying the threat of extinction for certain professions in the world of such technology, such as the professions of coder or designer? - Pesatnya perkembangan bidang teknologi informasi seringkali menjadi daya tarik untuk membuka usaha yang berkaitan erat dengan bidang tersebut, seperti bisnis yang memproduksi aplikasi atau software. Namun, apakah kemajuan pesat tersebut, terutama yang berkaitan dengan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, saat ini justru mengandung ancaman punahnya profesi tertentu di bidang teknologi, seperti profesi coder atau designer?Listen to SBS Indonesian on Mondays, Wednesdays, Fridays and Sundays at 3pm.Follow us on Facebook and Instagram, and subscribe to our podcasts. - Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
Wacana penghapusan jabatan wakil kepala daerah kembali menjadi perhatian. Dalam Talk kali ini, dibahas secara mendalam mengenai urgensi keberadaan wakil kepala daerah, persoalan pembagian kewenangan dan beban kerja, hingga potensi konflik antara kepala daerah dan wakilnya.Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menjelaskan pentingnya memperjelas pembagian tugas dan kewenangan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah agar keduanya dapat bekerja lebih optimal. Selain itu, pembahasan juga menyoroti peluang kajian terhadap wacana tersebut dalam revisi aturan Pilkada dan pemerintahan daerah.
Usulan pilkada tanpa wakil kepala daerah kembali bergulir. Dalam gagasan ini, wakil kepala daerah tidak lagi dipilih langsung bersama kepala daerah, melainkan ditentukan oleh kepala daerah terpilih.Wacana ini muncul karena wakil kepala daerah dinilai kerap hanya menjadi vote getter. Setelah terpilih, tak jarang justru muncul konflik antara kepala daerah dan wakilnya yang dapat mengganggu efektivitas pemerintahan.Lantas, mungkinkah kepala daerah bekerja efektif tanpa wakil? Apakah skema ini menjadi solusi untuk mencegah konflik, atau justru berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam pemerintahan daerah?Simak pembahasannya bersama Anggota DPD RI sekaligus mantan Gubernur Kalimantan Tengah dua periode, Agustin Teras Narang.
The Australian Museum has repatriated the ancestral remains of 17 Rapa Nui islanders to their eastern Pacific place of origin. This homecoming has renewed calls for the return of giant statues, or Moai, from the British Museum. But a UK based archaeologist has warned against overturning historic arrangements made between consenting parties. - Australian Museum telah memulangkan sisa-sisa jenazah leluhur dari 17 penduduk Pulau Rapa Nui ke tempat asal mereka di Pasifik bagian timur. Repatriasi ini kembali memicu seruan agar patung-patung raksasa, atau Moai, dikembalikan dari British Museum. Namun, seorang arkeolog berbasis di Inggris memperingatkan agar tidak membatalkan kesepakatan historis yang telah dibuat oleh pihak-pihak yang menyetujuinya.Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
Layaknya tulisan di pantat truk: rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Berakit-rakit ke hulu, berengan-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang pake pesugihan.
Classy People, pernah merasa lelah luar biasa padahal pekerjaan tidak terlalu berat?BISA JADI Anda bukan sekadar mengalami burnout, tapi sedang kehilangan makna dari apa yang kamu kerjakan.Di episode Talkshow BEBAS PUSING kali ini,ada Coach Andahayani Yoseph (Certified Public Speaking Trainer) bersamaClassier Edo Prussiano yang akan mengupas tuntas isu ini agar kita bisa kembali menemukan spark dan tujuan dalam aktivitas sehari-hari.
EP232: membahas keresahan gw soal gak konsisten nya performance team Love dan Dream, serta review singkat program REVOICE.
Dulu, punya satu pekerjaan sampai pensiun adalah kebanggaan. Tapi sekarang, fenomena polyworking marak terjadi—kerja kantoran, freelance, hingga bikin konten dilakukan bersamaan. Episode 15 menit ini mengupas tuntas apakah Gen Z memang tidak loyal, atau justru cara kerja yang sudah berubah. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan isu PHK, memiliki beberapa sumber penghasilan bukan cuma soal uang tambahan, melainkan strategi bertahan hidup, mengembangkan skill, dan membangun nilai diri. Episode ini juga menghadirkan insight penting bagi para business owner dalam menyikapi side hustle karyawan secara realistis tanpa harus saling merugikan. Yuk, dengarkan sekarang!
"Boleh cari makan ke kalau main Dikir Barat?" Seni boleh dijadikan kerjaya atau semakin dilihat sebagai ‘buang masa’? Atau mungkin dalam era AI sekarang, kreativiti dan budaya semakin penting dan bernilai? Episod NoTapis kali ini diadakan di Taman Warisan secara langsung dan kita dapatkan pandangan penonton juga kali ini selain empat panelis: Pengarah Eksekutif Persatuan Persuratan Pemuda Pemudi Melayu (4PM), Encik Didicazli Ismail; pengasas syarikat teknologi dan arkitek data, Encik Shamir Rahim; dan tukang karut muda daripada Politeknik Republic, Cik Nur Syahindah Aqilah Zakaria.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Kita semua diberkati oleh fasilitas yang diberikan kepada kita, baik itu ada di handphone, di laptop, dan mana saja yang sering kita temui yaitu kalender. Entah mengapa semua kita menghitung hari, menilai hari, apalagi kalau kita sedang menunggu kepada suatu hari yang ditetapkan dan disepakati bersama. Itu bisa ulang tahun, bisa hari jadi akan sesuatu, dan entah mengapa kalender memberi kita ekspektasi, akan hari-hari kedepan, dan bukan hanya ekspektasi tetapi kadang kita gugup tentang apa yang akan terjadi nanti. Sebab kita punya tanggal, kita tahu hari tersebut yang kita nanti-nantikan, namun kita tidak dapat mengendalikan apa yang hendak terjadi nanti di hari tersebut. Sadar atau tidak, tetapi dalam perjalanan kita di dunia ini, kita tidak hanya punya kalender untuk menjalani hidup secara normal, tetapi secara rohani kita sedang punya kalender iman, dan kita sedang menanti sesuatu. Dan kadang kalender itu terlalu lama bagi kita, kita menghitung, menganalisa, lalu karena kalender itu tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, kita lalu membawa kalender itu kepada Allah, dan memaksa Allah untuk melakukan sesuai apa yang kita inginkan, menurut kalender kita sendiri. Kita lupa bahwa kita tidak bisa menaruh Allah dalam sebuah kotak, lalu mengendalikan-Nya. Apakah kelihatannya Allah bekerja sangat lambat menurut kita? Atau justru Ia mau kita berjalan dalam proses "kalender" yang Ia sudah atur dalam hidup kita? Jawabannya ada dalam Seri 3 - Bertakhta | Ps. Charles Bessie, Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Sepanjang tahun 2026 hingga akhir Juli, tercatat 12 kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK—terbaru adalah Bupati Pemalang. Penindakan ini kembali menambah panjang daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi, meski berbagai upaya pencegahan, pengawasan, digitalisasi layanan publik, hingga pendidikan antikorupsi terus digaungkan.Kasus berulang ini juga menunjukkan bahwa persoalan korupsi di tingkat daerah bukan sekadar krisis moral individu, melainkan masalah sistemik yang berakar pada mahalnya biaya politik dan lemahnya tata kelola birokrasi.Lagi, kepala daerah kena ott kpk, blm ada solusi sistemik atau krisis moral dan integritas pemimpin? Direktur Eksekutif Lembaga Independen untuk Demokrasi Indonesia (LIDINA) / Pengamat Pemilu, Henry Wahyono, S.Pd., M.SosSekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch, Iskandar Sitorus
Sahabat MIKA pasti sering dengar soal obat diet sebagai solusi menurunkan berat badan, 'kan? Namun persoalannya, apakah obat itu memang efektif atau hanya gimmick marketing?Nah dalam episode MIKA Podcast kali ini, Dokter Spesialis Gizi Klinik Mitra Keluarga Deltamas, dr. Bintari Anindhita, Sp.GK, akan mengajak Sahabat MIKA memahami lebih lanjut mengenai efektivitas obat yang disebut "obat diet" dan cara menurunkan berat badan yang benar. Pasti Sahabat MIKA penasaran, 'kan? Simak obrolannya sampai selesai, ya!Untuk rekomendasi diet yang tepat dan lengkap, Sahabat MIKA bisa buat Janji Temu dengan dokter spesialis gizi klinik di Mitra Keluarga Deltamas melalui website www.mitrakeluarga.com atau MIKA Aplikasi Mobile.
Terimapirasi dari Ibnu Tupayl & diriku ini
Sayembara tangkap begal, solusi atau sekadar simbol?Narasumber :: - Sekjend Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia - MAHUPIKI, dosen hukum pidana di Fakuktas Hukum Trisakti, Dr. Azmi Syahputra, SH.MH&-Sosiolog Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Hermawan Pancasiwi
Pernah ngerasa deg-degan banget sebelum ngomong di depan orang banyak? Atau malah ngerasa suara lo nggak cukup penting buat didengar?Di episode kali ini, kita ngobrol bareng Raynald Ghazali & Naomyscha Pasangan Abang None Jakarta 2025 soal gimana mereka ngebangun kepercayaan diri dari nol, menghadapi tekanan di atas panggung, dan kenapa berani bersuara itu skill yang bisa dilatih, bukan bakat bawaan.Obrolan santai tapi penuh insight cocok buat lo yang lagi nyari keberanian buat speak up, apapun panggungnya.Stay tuned on:www.youtube.com/@kanopifebui1782Biro EksternalBiro Publikasi dan InformasiKanopi FEB UI 2026
Terbaru dan Terbatas!KELAS ONLINE DBT (Dialectical Behavior Therapy)Apakah kamu atau klienmu sering mengalami:• Emosi yang sangat intens dan sulit dikendalikan?• Overthinking yang berujung impulsif?• Sulit berkata "tidak" atau membuat batasan?• Konflik dalam hubungan yang terus berulang?• Takut ditinggalkan, mudah marah, atau merasa hampa?• Self-harm urges, trauma relationship, atau perilaku adiktif?Jika iya, kelas ini dirancang untukmu.DBT (Dialectical Behavior Therapy) adalah pendekatan psikoterapi berbasis keterampilan yang telah banyak digunakan untuk membantu mengelola emosi, menghadapi krisis, membangun relasi yang sehat, serta meningkatkan kualitas hidup.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi melibatkan aparat TNI (Babinsa) dan Polri (Bhabinkamtibmas) untuk memperkuat pengawasan kepatuhan wajib pajak hingga ke tingkat desa.Aparat TNI-Polri tidak dibekali kewenangan untuk melakukan pemeriksaan pajak dan tidak berhak melakukan pemungutan atau penagihan uang pajak langsung di lapangan.Kebijakan ini menuai polemik karena dianggap bisa menimbulkan kesan intimidatif atau teror psikologis yang membuat wajib pajak merasa takut. "Ditjen Pajak Kemenkeu libatkan TNI/Polri dalam pengawasan terhadap wajib pajak, solusi tepat atau malah menambah masalah baru?" Bersasma Narasumber: 1. Pengamat Pajak sekaligus Ketua Umum Indonesian Fiscal and Tax Administration Association (IFTAA) dan Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute, Prianto Budi Saptono, 2. Sosiolog Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Hermawan Pancasiwi
"Indonesia Tak Jadi Kolaps: Optimisme atau Fakta?" Narasumber: Pkl 23.00 ::: Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan Pkl 24.00 ::: Pengamat Ekonomi, Irwan Ibrahim
Kenapa semakin ramai peguam muda di Singapura pilih untuk tinggalkan bidang guaman? Adakah disebabkan ‘burnout’, waktu kerja yang terlalu lama, atau sistem itu sendiri yang perlu diubah? Dalam episod NoTapis kali ini, kami berbincang bersama Pengarah Urusan, Crescent Law Chambers LLC; Peguam Kanan, Titanium Law Chamber LLC dan Lulusan bidang undang-undang, Universiti Nasional Singapura (NUS) tentang realiti sebenar menjadi seorang peguam di Singapura. Daripada tekanan memenuhi tuntutan klien hinggalah kesan teknologi yang menjadikan kerja semakin pantas, kami mengupas persoalan yang ramai ingin tahu: adakah profesion ini masih mampu menarik dan mengekalkan bakat-bakat muda? Adakah masalahnya generasi muda... atau sistem yang perlu berubah?See omnystudio.com/listener for privacy information.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pembohong, Gila, atau Tuhan? Diambil dari: Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”Wonder Kids, ada seorang penulis Kristen bernama C.S. Lewis yang pernah menjelaskan sesuatu yang sangat penting tentang Yesus. Ia berkata kira-kira begini: kalau Yesus berkata bahwa Dia adalah Anak Allah, maka hanya ada beberapa kemungkinan. Bisa saja Yesus berbohong. Bisa saja Yesus gila. Atau, memang Yesus benar-benar adalah Tuhan.Mari kita pikirkan bersama. Apakah Yesus berbohong? Tidak. Orang yang berbohong biasanya ingin mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Tetapi Yesus justru hidup dalam kasih, kebenaran, dan pengorbanan. Ia tidak memakai orang lain untuk kepentingan-Nya sendiri. Ia malah rela menderita dan mati di kayu salib. Itu bukan hidup seorang pembohong.Lalu, apakah Yesus gila? Juga tidak. Yesus berbicara dengan hikmat yang luar biasa. Ia tenang, penuh kasih, tahu apa yang Ia lakukan, dan mengerti hati manusia. Hidup-Nya tidak kacau. Justru hidup Yesus sangat benar, indah, dan penuh kuasa. Itu bukan tanda orang yang kehilangan akal.Kalau begitu, tinggal satu jawaban yang paling masuk akal: Yesus berkata benar. Yesus memang adalah Tuhan. Yesus bukan hanya guru yang baik. Yesus bukan cuma orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang ingin membuat Yesus terasa “aman,” misalnya hanya menyebut-Nya guru yang bijaksana atau orang baik. Tetapi Yesus tidak memberi kita pilihan itu. Kalau kita sungguh mendengar perkataan-Nya, kita harus mengambil keputusan: apakah kita menolak-Nya, atau percaya kepada-Nya sebagai Tuhan?Firman Tuhan dalam Roma 10:9 berkata bahwa kalau kita mengaku Yesus adalah Tuhan dan percaya bahwa Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kita akan diselamatkan. Jadi, yang Tuhan mau bukan hanya kita kagum kepada Yesus, tetapi sungguh percaya kepada-Nya dengan hati dan mulut kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau bukan pembohong atau orang gila. Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkata benar tentang diri-Mu. Terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku dan berani mengaku bahwa Engkaulah Tuhanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan pembohong atau orang gila, tetapi Tuhan yang sejati dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
KATA PEMRED #53PinterPolitik.comMalam turun di Jalan Radio I, Kramat Pela. Portal di ujung jalan ditutup. Di depan sebuah pagar tinggi berwarna putih, sedikitnya 20 prajurit berdiri. Beberapa memanggul senjata laras panjang. Beberapa duduk di taman kecil yang membelah jalan itu menjadi dua lajur. Sesekali satu atau dua orang berjalan mengitari kawasan. Mobil berpelat dinas tentara diparkir tidak jauh dari sana. Rabu, 8 Juli 2026.
Punya garis keturunan, kedaulatan dan hak tidak menjamin seseorang dapat bertakhta, sebab perlu yang namanya perjuangan. Tidak semua orang dapat mencapai sebuah takhta dengan gampangnya tanpa adanya sebuah perjuangan. Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan berhak atas hidup kita semua, sebab semua kita diciptakan oleh Dia, karena semua kita milik-Nya. Dia berhak mengambil alih takhta hati kita, namun di saat yang sama semua kita diciptakan dan diberi 'kehendak bebas' untuk memilih siapa yang dapat menempati dan bertakhta atas hati kita. Apakah memilih menempatkan Allah sebagai raja di hati kita? Atau kita menginjinkan rival yang lain untuk menduduki takhta hati kita? Perjuangan yang tidak mudah untuk menaruh Allah bertakhta dalam hati kita, sebab tidak berarti tidak mungkin untuk dilakukan, sebab segala sesuatu mungkin jikalau kita mau mendisiplin diri kita untuk tetap menjadikan Dia sebagai raja di hati kita. Lalu pertanyaannya, siapa yang bertakhta atas hati kita saat ini? Seri kali ini menolong kita belajar, sebab semua kita pasti punya raja-raja yang lain, yang menjadi rival atas Allah, yang seharusnya menjadi satu-satunya raja di hati kita. Mari renungi bersama dalam Seri 1 - Bertakhta | Ps. Charles Bessie, Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Untuk mendukung orang tua dalam mendampingi anak awal tahun ajaran, pemerintah menghimbau instansi memberikan fleksibilitas kerja bagi ASN termasuk skema WFA (Work From Anywere).
Simak pembahasannya bersama Dr. Ning Rahayu, M.Si., Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal (Pajak) Universitas Indonesia sekaligus Pakar Kebijakan Fiskal UI, dalam perbincangan yang dipandu oleh Haryo Ristamaji, Pemimpin Redaksi Radio Elshinta hanya di Youtube Radio Elshinta.
Presiden Prabowo Subianto kembali menarik perhatian publik setelah mengungkapkan memiliki garis keturunan India dan mengaku tubuhnya spontan bergerak saat mendengar musik India, ketika menghadiri acara bersama diaspora India yang juga dihadiri Perdana Menteri Narendra Modi.Pernyataan tersebut menambah deretan gaya komunikasi Prabowo dalam forum internasional. Sebelumnya, saat bertemu Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Prabowo mengusulkan bahasa Portugis diajarkan di sekolah Indonesia. Setelah bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron, ia juga mendorong bahasa Prancis masuk ke dalam kurikulum pendidikan nasional.Apakah pernyataan-pernyataan seperti ini sekadar humor dan pencair suasana, atau justru bagian dari strategi komunikasi politik dan diplomasi seorang pemimpin? Dalam ilmu komunikasi politik, gaya kepemimpinan seperti apa yang tercermin dari cara Presiden Prabowo berkomunikasi di panggung internasional? Simak pembahasannya di episode ini bersama Guru Besar di bidang Komunikasi politik, Prof. Dr. Lely Arrianie, M.Si
Known as an illness that frequently appears during the winter, influenza can actually strike us all year round. What do we need to know about it? - Dikenal sebagai penyakit yang banyak muncul saat musim dingin, influenza sebenarnya dapat menyerang kita sepanjang tahun. Apa yang perlu kita ketahui tentang penyakit ini?Listen to SBS Indonesian on Mondays, Wednesdays, Fridays and Sundays at 3pm.Follow us on Facebook and Instagram, and subscribe to our podcasts. - Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
Halo Kawan Muda!Podcast UMMFM balik lagi nemenin harimu dengan obrolan yang pasti relate buat kamu yang pernah berurusan sama urusan hati.
Nama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ikut terseret dalam kasus OTT KPK terhadap Bupati Kuansing, Suhardiman Amby. Meski Menhut mengatakan amplop sudah dikembalikan jauh sebelum OTT, tapi muncul pertanyaan: Apa isi amplop dan apakah ini bentuk suap atau gratifikasi?
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 Juli 2026Bacaan: Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." (1 Samuel 17:32)Renungan: Ketika kita mendengar kata "jenius", siapa sosok yang terlintas di benak kita? Albert Einstein mungkin salah satunya. Einstein memang diakui dunia akan kejeniusannya. Tapi, ada hal-hal tertentu di mana kita mungkin "lebih cerdas" dari Einstein. Jika tiap hari kita bisa pulang ke rumah tanpa tersesat, kita lebih pintar dari Einstein. Ya, walau punya otak jenius, Einstein dikenal pelupa untuk hal sehari-hari seperti mengingat tanggal, bahkan nomor teleponnya sendiri. la juga sering kesulitan menemukan rumahnya. Itu sebabnya, konon pintu rumahnya lalu dicat merah menyala, kontras dibanding rumah-rumah di sekitarnya. Dengan begitu, Einstein akan ingat yang manakah rumahnya. Orang jenius pun tidak selalu jenius di segala bidang. Demikian juga, meski kita tidak pernah meraih Nobel atau menemukan rumus dan teori tertentu, tapi kita pun kadang bisa juga menjadi jenius. Nah, kapan itu terjadi? Kita jenius saat berhasil menemukan solusi yang sebelumnya tidak disadari atau tidak terlihat dari sebuah masalah. Kita jenius ketika bisa mengatasi kebuntuan yang dialami orang-orang. Pernahkah kita menemukan jalan pintas atau cara mudah melakukan sesuatu yang belum dilakukan orang lain atau orang di sekitar kita? Apakah kita pernah menemukan cara untuk "menghidupkan lagi" sesuatu yang lama tidak dilakukan? Pernahkah kita menyelesaikan masalah yang selama ini memusingkan keluarga kita? Apakah kita pernah berhasil melakukan pendekatan pribadi kepada seseorang yang sebelumnya tak bisa didekati orang lain? Mungkin banyak di antara kita pernah melakukan hal-hal di atas. Memang, kejeniusan seperti itu sering kali tak dihargai masyarakat. Atau kadang kita enggan melakukan hal-hal itu demi menjaga ketenangan agar tidak dianggap cari muka, aneh, sok tahu, bahkan mengganggu. Di Alkitab pun, para pahlawan selalu adalah mereka yang berani bersuara dan berani bertindak meski sebagian orang bisa jadi menganggap mereka mengganggu. Jika Daud diam melihat Goliat, jika ia tak tergerak mendengar hujatan Goliat, atau ia menyerah saat diremehkan kakaknya dan Saul, tentu tak ada kisah heroik ini. Ya, jadilah Daud Daud di manapun kita berada, yang berani bersuara dan memberi solusi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas akal budi yang Kau berikan padaku. Bantulah aku agar akal budi yang Kau berikan dapat kugunakan untuk memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri - Takut Dunia atau Akhirat
Bpk. Erick Bangun (TB) Amsal 30: 7-9Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 30 Juni 2026Bacaan: "Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah bukan dari diri kami." (2 Korintus 4:7)Renungan: Pernahkah kita menunggu seorang kurir untuk mengirimkan suatu barang yang kita pesan? Jika kita menunggu kiriman barang penting yang harus segera digunakan, apakah penampilan kurir tersebut menentukan kita akan menerima barang itu atau tidak? Akankah kita menolak sebuah paket jika kurirnya lusuh dan bau keringat? Nyatanya, beberapa jam setelah paket di tangan, kita sudah lupa wajah si kurir. Apa ini berarti pesan lebih penting dari pembawa pesan? Tidak juga. Tanpa ada yang membawakannya, pesan tak akan tersampaikan. Cara kita membawakan pesan juga tetap penting. Berita buruk terasa makin buruk jika dibawakan dengan cara buruk. Sebaliknya, berita buruk yang dibawakan dengan empati dan sopan minimal akan diterima lebih baik, meski tetap menyakitkan. Sadarkah kita bahwa kita semua adalah pembawa pesan? Pesan yang kita bawa adalah kabar baik, yaitu pesan Injil. Karena itu kabar baik, kita sudah punya modal bagus untuk menyampaikan pesan itu. Tapi, sering kali kita memilih untuk tidak menyampaikan pesan itu. Kita beralasan diri kita masih belum cukup baik. Kita merasa tidak pandai bicara. Atau kita merasa pesan Injil itu tidak mendesak untuk disampaikan. Untuk menyampaikan sebuah pesan dengan efektif, kemampuan bicara yang baik, penampilan yang meyakinkan, atau reputasi kita yang menonjol memang membantu. Namun ingat, apa yang harus kita sampaikan bukanlah pesan biasa. Kita menyampaikan pesan Injil yang berkuasa. Pesan itu lebih penting dari si pembawa pesan, karena yang harus ditonjolkan dalam pesan itu adalah pesan Injil Kristus, bukan diri kita. Tidak ada yang tahu nama gadis kecil budak Naaman, tapi semua tahu bagaimana kuasa Tuhan bekerja untuk menyembuhkan Naaman karena pesan yang disampaikan gadis kecil itu. Orang kerasukan setan di Gerasa atau perempuan dengan lima suami di Samaria bukanlah siapa-siapa. Namun, mereka dipakai Tuhan menjadi penginjil yang efektif (Mrk. 5:20, Yoh. 4:39). Kita juga adalah pembawa pesan, kewajiban kita adalah menyampaikan pesan itu melalui sikap, perbuatan dan perkataan kira. Jangan menunggu diri kita sempurna untuk bercerita tentang Tuhan kita yang sempurna. Dialah fokus utamanya, bukan diri kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah seluruh keberadaan diriku, agar aku dapat Kau pakai menjadi alat-Mu untuk memberitakan Injil-Mu melalui sikap, perkataan dan perbuatanku. Amin. (Dod).
Pemerintah resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK sebagai upaya mengantisipasi dan menekan gelombang pemutusan hubungan kerja yang masih terjadi di berbagai daerah sepanjang 2026. Satgas yang dipimpin Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ini bertugas memetakan potensi PHK, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan agar pemutusan hubungan kerja dapat dicegah. Di sisi lain, berbagai kalangan menilai efektivitas Satgas akan sangat bergantung pada keterlibatan serikat pekerja, dunia usaha, dan pemerintah daerah.Lantas, sejauh mana pembentukan Satgas Mitigasi PHK dapat menjadi solusi nyata untuk mencegah gelombang PHK?
Madinah, tepatnya di kawasan Jabal Uhud yang menjadi salah satu destinasi ziarah sejarah Islam, kini hadir sebuah restoran yang menyajikan aneka hidangan khas Nusantara.Tak hanya menjadi tempat melepas rindu bagi jemaah Indonesia, restoran ini juga membawa misi yang lebih besar, yakni memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada masyarakat dunia.(BEH/MCH2026)
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 24 Juni 2026Bacaan: "Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka." (Lukas 6:31)Renungan: Seorang pria bercerita: "Waktu kecil, aku ingat suatu malam ketika Ibu menyiapkan makan malam setelah seharian kerja yang melelahkan. Saat itu, la menghidangkan telur dadar, sosis, dan beberapa biskuit gosong di hadapan ayahku. Aku menunggu reaksi kaget atau protes ayahku. Tapi, yang Ayah lakukan saat itu justru langsung mengambil biskuit itu, memakannya, sambil bertanya apa yang terjadi di sekolahku hari itu. Sesaat setelah itu, aku mendengar Ibu meminta maaf pada Ayah karena biskuitnya sedikit gosong. Dan Ayah menjawab: 'Tidak apa-apa Sayang, enak kok biskuitnya. Penasaran, aku pun bertanya pada Ayah mengenai apakah ia benar-benar menyukai biskuit gosong ketika kami hanya berdua di kamar. Ayah pun memelukku sambil menjawab: 'Ibumu sudah bekerja keras seharian dan ia sudah lelah. Lagipula, biskuit yang sedikit gosong juga tidak akan membuat perut Ayah atau perutmu sakit, kan?'" Dalam hidup keseharian, kita akan sering menemukan ketidaksempurnaan seperti itu. Biskuit gosong di atas adalah perlambang dari segala kelemahan/perbedaan orang-orang yang ada di sekitar kita. Orang tua kita mungkin bukanlah orang kaya yang bisa memberi kita berbagai macam fasilitas. Sahabat kita orangnya mungkin sedikit lemot. Teman sekolah kita mungkin punya hobi suka menggosip. Atau, rekan kantor kita mungkin ada yang maunya di zona aman terus, cenderung pasif, dan susah diajak maju. Tapi, coba lihat diri kita sendiri, bukankah kita juga punya kelemahan? Sebagai rekan kerja, misalnya, kita mungkin cenderung berani dan punya ambisi kuat, tapi di sisi lain kita mungkin adalah seorang pelupa. Atau sebagai sahabat, kita mungkin pinter, tapi di sisi lain kita orangnya kurang tepat waktu. Maka, lebih baik syukuri kelemahan dan perbedaan itu daripada mengeluhkan apalagi mengutukinya. Kita tidak mungkin berharap semua orang punya karakter yang baik dan sesuai keinginan kita. Menerima kelemahan orang-orang yang ada di sekitar kita dan perbedaan yang ada, adalah salah satu kunci penting buat menciptakan relasi atau hubungan yang sehat, selalu bertumbuh, dan bertahan lama. Yang penting bukan "biskuit gosongnya", tapi "relasi" kita dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati sehingga dapat menerima kekurangan orang-orang di sekitarku dan mampu memotivasi mereka untuk melangkah lebih maju. Amin. (Dod).
GALATIA 6:7 I.Sama tapi Tak Serupa: Menemukan Perbedaan Mendasar II.Misteri di Balik Jeda Waktu: Mengapa Tidak Instan? III.Cara Pandang Baru dalam Melangkah IV.Aplikasi Praktis untuk Dilakukan
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
Episode kali ini kita ngobrol bareng Wellson dari ReArchivu soal satu pertanyaan yang sering jadi debat: review game itu seharusnya objektif atau subjektif? Dari Fatal Frame sampai Need for Speed, dari Final Fantasy sampai Pokémon, kita bahas semuanya!⏱️ Timestamps:00:00 — Pembukaan & Intro Wellson (ReArchivu)03:27 — Perkenalan ReArchivu & Media Game07:59 — Workflow Nulis Review Game13:27 — Horor & Studi Kasus Fatal Frame22:59 — Nostalgia & Re-evaluasi Game Klasik27:59 — Kredibilitas Reviewer & Media35:45 — Objektif vs Subjektif — Inti Bahasan45:00 — Faktor Teknis & Visual dalam Review52:00 — Final Fantasy, Pokémon & Budaya Fans58:00 — Pokémon vs Digimon & Industri Game1:08:00 — Fandom & Kultur Gaming1:16:00 — Game Journalism & Opini Publik1:28:00 — Closing & Rekomendasi ReArchivuhttps://rearchivu.media/ | https://www.facebook.com/ReArchivu | https://www.instagram.com/rearchivu/ | https://x.com/Rearchivu | https://www.youtube.com/@ReArchivu |
Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu?
Bpk. Felix Witanto (TB) Amsal 9:10Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.
For Papuans, sago is not just a stomach filler. It is the foundation of fair culture that blends with the history and identity of man on his land. However, the shadow of lifestyle changes is now fuelling concern: will sago be excluded from Papuan people's lives? - Bagi masyarakat Papua, sagu bukan sekadar pengisi perut. Ia adalah fondasi budaya adiluhung yang menyatu dengan sejarah dan jati diri manusia di atas tanahnya. Namun, bayang-bayang perubahan gaya hidup kini memicu kekhawatiran: apakah sagu akan tersisih dari kehidupan masyarakat Papua?
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 29 April 2026Bacaan: "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." (1 Petrus 4:8)Renungan: Suatu ketika seorang pria kebetulan sedang berlibur di kampung halaman ketika mendengar berita ini. Seorang wanita, ibu dari dua anak balita, ditemukan mati gantung diri. Kabarnya, ia memang jarang keluar rumah sejak suaminya pergi meninggalkannya tanpa kabar apa pun. Hari itu orang-orang sekampung murung. Pria itu ingat seorang sosiolog pernah mengatakan, jika ada seseorang yang melakukan bunuh diri, bukan hanya orang itu yang melakukan pembunuhan terhadap dirinya, melainkan seluruh kaum keluarga dan masyarakat di sekitarnya, bahkan kita semua turut berkontribusi. Apakah yang terjadi dalam masyarakat kita, sehingga ada orang yang merasa masalahnya begitu memalukan, sehingga dia harus diam-diam menanggungnya seorang diri? Mengapa ia merasa lebih baik mati daripada meminta pertolongan atau perlindungan? Mengapa dia dapat merasa begitu tidak layak untuk hidup? Mari kita memeriksa diri kita masing-masing. Apakah kita sudah mengasihi sesama kita seperti Tuhan mengasihi kita? Apakah kita sudah memberikan pertolongan yang dibutuhkan? Atau kita justru menghakimi orang-orang yang melakukan kesalahan? Apakah kita menunjukkan jalan keluar atau kita menghukum orang yang berdosa? Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, ajarilah aku mengasihi seperti Engkau mengasihi aku, menutupi dosa-dosa ku, menebus dan menganugerahkan pengampunan, sehingga akupun dapat melakukannya kepada sesamaku. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan: Sandy Kusuma TangerangYoh. 10:22-30.
Season 01: Kitab Rut, Episode 01 (Rut 1:1-5): Apakah keputusan yang tampaknya masuk akal dan wajar selalu keputusan yang paling tepat? Seberapa sering keputusan logis yang kita ambil sesungguhnya hanya dalih untuk membungkus ketakutan kita atau ketidakpercayaan kita pada providensi Allah? PODCAST BIBLE DELIGHT - Menikmati Firman Tuhan melalui penggalian suatu Kitab, bagian demi bagian, dalam kaitannya dengan realita kehidupan kita. Mari ikuti Bible Delight, untuk melengkapi kelimpahan renungan Firman Tuhan secara pribadi, ataupun mendiskusikannya dalam Kelompok Kecil Tumbuh Bersama.Pdt. Rudy Phen, Samuel Pamudji, Lisa Veronica PandeirotSaksikan juga Bible Delight episode ini di:https://grii.to/BibleDelightS1E01
Buat yang lagi suka koleksi kartu kumpul sini, karena di episode ini gue ngobrol sama suhunya kolektor #NBA Sports Card (Ko Edward / @nimitzcards) dan kolektor TCG #Pokemon yang pernah jadi judge di Pokemon World Championship (Pond / @mpondw). Bakal banyak cerita soal #hobi koleksi kartu yang lebih mahal dibandingkan value uangnya. Enjoy the episode!!Timestamp00:00 Opening01:45 Cerita di Balik Kartu Kobe Bryant Rare!11:39 Super Collector16:50 Realita Hobi TCG & Sports Card27:38 Judge Pokemon World Sejak 201034:45 Kerja di Pokemon Jepang44:44 Hard Truth: Koleksi Bukan Buat Cuan57:00 Hobi Bukan Investasi1:09:48 Punya Koleksi Gila-gila, Sebenernya Kerjanya Apa Sih?
Jangan lupa Dukung Terus AlessGronn Podcast Follow Spotify nya dan Kasih Ratingnya || Jangan Lupa Follow Instagram @abdulatiefmunif_10
Learn useful English for talking about unusual or strong flavours. Practise everyday phrases for reacting to new foods, sharing opinions, and encouraging someone to try something new. - Mari belajari bahasa Inggris yang berguna untuk membicarakan rasa yang tidak biasa atau kuat. Latih frasa sehari-hari untuk berkomentar tentang makanan baru, berbagi pendapat, dan mendorong seseorang untuk mencoba sesuatu yang baru.
#Pernikahan itu ternyata adalah sebuah "kata kerja" yang harus terus dirawat biar nggak turun kualitasnya. Di Part 2 bareng Kaleb ini, kita bakal masuk lebih dalam buat ngebahas lebih dalam tentang pernikahan dan cara menghadapi masalah-masalah dalam pernikahan. Ajak pasangan lu buat nonton bareng obrolan daging ini biar bisa jadi bahan refleksi bareng, dan pastiin lu juga udah nonton Part 1 sebelumnya.Timestamp00:00 Opening01:37 Mengerjakan Pernikahan & Memperbaiki Trust Yang Rusak12:08 Money Problem dalam Hubungan23:36 Bukan Uangku atau Uangmu, Tapi Uang Bersama31:39 Kenapa Orang Zaman Sekarang Lebih Mudah Untuk Bercerai?39:13 Kok Pasangan Saya Lebih Sayang Anak Orang Lain Daripada Anak Sendiri?43:16 Sudah Cape Cari Orang Baru dan Keterbukaan Dengan Pasangan
Salam Ramadan! Ramadan Kareem buat semua pendengar TTYL!Trio kegemaran korang kembali lagi seperti sabut yang timbul timbul tenggelam.Jadi untuk menemani korang dalam bulan Ramadan yang penuh barokah ini, kami kembali dengan topik yang mencabar iman korang seperti :Coach orang bercerai?Perihal sembang kacipThread banyak gossipGeng ‘baik beli'Baju raya local brand mahal nak mam???Korang MC atau NPC?Announcement — live podcast @ SACC Mall & Iftar TTYL 2026!*IFTAR TTYL 2026*For more info, WhatsApp 0133287275or simply click linkhttps://wa.link/1xgb7j