POPULARITY
Categories
Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A - Siapa Yang Menyimpang Wahabi Atau ASY'ARI, Ustadz Dr. Firanda Andrija Hafizahullah #firandaandirja
Ustadz Abdullah Zaen - Two Secrets Surga Atau Hell
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Anak Karunia Titipan Atau Beban
Ustadz Najmi Umar Bakkar - Kenalilah Masalahmu Musibah Ujian Atau Nikmat
Ustadz Najmi Umar Bakkar - Orangtuamu Surgamu Atau
Hai, Bibliobesties!
Hai, Bibliobesties!
Investasi Jepang di Indonesia menjadi sorotan setelah muncul kritik bahwa banyak nota kesepahaman atau MoU kerja sama yang tidak berujung pada realisasi proyek. Namun, sejumlah pengamat menilai narasi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi investasi yang sebenarnya. Data menunjukkan realisasi investasi Jepang justru terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir dan tetap menjadi salah satu sumber investasi asing terbesar di Indonesia. Di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan dan penciptaan lapangan kerja, bagaimana kita melihat tren investasi Jepang saat ini? Apakah iklim investasi Indonesia masih cukup menarik bagi investor Jepang, dan apa yang perlu diperbaiki agar lebih banyak komitmen investasi yang benar-benar terealisasi?TALK: pengamat investasi dan hubungan internasional Zenzia Sianica Ihza
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A - Sunnah Atau Bid Ah!! Hukum Membaca Doa Qunut Ketika Sholat Subuh Ustadz Ammi Nur Baits
Senin malam, 1 Juni 2026 — api kembali melahap Kebon Kosong, Kemayoran, untuk ketiga kalinya dalam 18 bulan. 304 rumah hangus. 679 jiwa kehilangan tempat tinggal. Di episode 99 ini, kita bedah dua siklus kegagalan yang terus berputar: mitigasi struktural yang mandek, dan paradoks sosial di mana warga menolak rusun bukan karena keras kepala — tapi karena akar hidupnya ada di sana. #TalkDisaster #KebonKosong #KebakuranJakarta #MitigasiBencana #BencanaUrban #Kemayoran #DisasterManagement #Podcast #PodcastIndonesia
Program koperasi desa merah putih digadang-gadang menjadi motor ekonomi baru di setiap desa seluruh Indonesia, namun di media sosial tidak sedikit netizen yang menilai pembangunannya terkesan terburu-buru bahkan ada yang menyebut pembangunannya dilakukan asal-asalan.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti yang Menolak Tuduhan SalahDiambil dari: Markus 6:3 “Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.Wonder Kids, pernahkah kamu melihat orang salah menilai seseorang? Misalnya, ada anak yang dianggap biasa saja, padahal sebenarnya dia sangat baik. Atau ada orang yang langsung menuduh tanpa benar-benar melihat buktinya. Itu bisa terjadi juga saat orang berbicara tentang Yesus.Ada orang yang mau menerima bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, tetapi mereka tetap menolak siapa Yesus sebenarnya. Mereka berkata bahwa Yesus hanya manusia biasa. Ada yang bilang Yesus hanya guru yang baik. Ada yang bilang Yesus hanya orang yang pandai berbicara. Tetapi mereka tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.Masalahnya, kalau kita sungguh melihat semua yang Yesus lakukan dan semua yang Alkitab katakan, tuduhan-tuduhan itu tidak cukup. Yesus bukan hanya orang baik biasa. Yesus mengampuni dosa, melakukan mujizat, menerima penyembahan, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian. Tidak ada manusia biasa yang seperti itu. Karena itu, kita harus hati-hati supaya tidak membuat Yesus menjadi lebih kecil daripada yang Alkitab nyatakan.Dalam Markus 6:3, orang-orang di kampung Yesus sulit menerima Dia karena mereka merasa sudah mengenal-Nya. Mereka melihat Yesus hanya dari luar. Mereka tahu keluarga-Nya, tahu tempat asal-Nya, tetapi hati mereka tidak mau percaya. Mereka dekat secara lahiriah, tetapi tidak sungguh mengenal siapa Yesus sebenarnya.Wonder Kids, itu juga bisa terjadi pada kita. Kita bisa sering mendengar nama Yesus, sering datang ke gereja atau Sekolah Minggu, tetapi tetap belum sungguh percaya kepada-Nya. Kita bisa tahu banyak tentang Yesus, tetapi belum benar-benar mengenal Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tuhan mau kita tidak berhenti pada pengetahuan luar saja. Tuhan mau kita sungguh percaya kepada Yesus sebagaimana Dia dinyatakan dalam firman-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku tidak mau hanya tahu tentang Engkau dari luar. Tolong aku sungguh mengenal dan percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya manusia biasa, tetapi Anak Allah yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak salah mengenal Engkau, tetapi sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: mengenal Yesus dari luar tidak cukup. Kamu perlu sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatmu. Tuhan Yesus memberkati.
Episode kali ini kita ngobrol bareng Wellson dari ReArchivu soal satu pertanyaan yang sering jadi debat: review game itu seharusnya objektif atau subjektif? Dari Fatal Frame sampai Need for Speed, dari Final Fantasy sampai Pokémon, kita bahas semuanya!⏱️ Timestamps:00:00 — Pembukaan & Intro Wellson (ReArchivu)03:27 — Perkenalan ReArchivu & Media Game07:59 — Workflow Nulis Review Game13:27 — Horor & Studi Kasus Fatal Frame22:59 — Nostalgia & Re-evaluasi Game Klasik27:59 — Kredibilitas Reviewer & Media35:45 — Objektif vs Subjektif — Inti Bahasan45:00 — Faktor Teknis & Visual dalam Review52:00 — Final Fantasy, Pokémon & Budaya Fans58:00 — Pokémon vs Digimon & Industri Game1:08:00 — Fandom & Kultur Gaming1:16:00 — Game Journalism & Opini Publik1:28:00 — Closing & Rekomendasi ReArchivuhttps://rearchivu.media/ | https://www.facebook.com/ReArchivu | https://www.instagram.com/rearchivu/ | https://x.com/Rearchivu | https://www.youtube.com/@ReArchivu |
***Amaran kandungan sensitif***: Podcast ini mengandungi perbincangan mengenai isu penderaan dan tekanan emosi. Pendengar dinasihatkan untuk dengar dengan berhemah. Jika anda atau seseorang yang anda kenali sedang menghadapi sebarang bentuk penderaan, sila dapatkan sokongan daripada pakar atau talian bantuan. Mempunyai anak sering dianggap langkah semula jadi selepas berkahwin, tetapi bagaimana jika seseorang sebenarnya takut untuk menjadi ibu bapa? Dalam episod NoTapis kali ini, kami berbual tentang ‘'parenthood’', trauma dan tekanan masyarakat bersama Cik Siti Khadijah Ishak, yang berkongsi bagaimana pengalaman trauma dan cabaran kesihatan mental membuat beliau takut untuk mempunyai anak sendiri. Turut bersama ialah Encik Ramdan Saruan, seorang bapa kepada lima orang anak, yang berkongsi realiti membesarkan keluarga besar dan cabaran menjaga anak-anak berkeperluan khas sambil bergelut dengan keletihan mental dan emosi. Pekerja sosial kanan PPIS, Cik Suhaili Saad, pula berkongsi bagaimana tekanan masyarakat dan kurangnya sistem sokongan boleh memberi kesan besar terhadap perjalanan menjadi ibu bapa.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Halo Kawan Muda!Podcast UMMFM kali ini balik lagi nemenin harimu dengan obrolan yang mungkin relate sama Kawan Muda!
Halo sobat kreatif!
Perbedaan cara kerja antara generasi Baby Boomers, Milenial, hingga Gen Z sering kali memicu konflik di lingkungan kerja. Mulai dari cara berkomunikasi, pola pikir, etos kerja, sampai cara memandang karier semuanya berbeda. Tapi benarkah Baby Boomers sulit mengakui kehebatan Gen Z?Di episode Helmy Yahya Bicara kali ini, Coach Rene Suhardono membahas secara mendalam fenomena generation gap di dunia kerja yang kini semakin nyata terjadi di banyak perusahaan. Mulai dari tantangan mengelola karyawan Gen Z, cara memahami karakter mereka, hingga bagaimana pemimpin dan perusahaan bisa menciptakan lingkungan kerja yang sehat tanpa saling menyalahkan antar generasi.Coach Rene juga membagikan tips praktis untuk para leader, manager, maupun pemilik bisnis agar bisa menemukan win-win solution di tengah perbedaan cara berpikir antar generasi. Karena pada akhirnya, setiap generasi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.Apakah Gen Z benar-benar susah diatur? Atau justru perusahaan yang belum siap menghadapi perubahan zaman?Simak obrolan lengkapnya hanya di Helmy Yahya Bicara!
Setelah berbagai keluhan soal kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis atau MBG mencuat di sejumlah daerah, Badan Gizi Nasional kini meluncurkan aplikasi "Reviu MBG". Aplikasi ini digadang-gadang menjadi alat pengawasan berbasis partisipasi publik untuk memastikan makanan yang diterima siswa benar-benar layak, aman, dan sesuai standar.Namun, apakah aplikasi ini akan menjadi solusi nyata untuk memperbaiki kualitas layanan MBG? Seberapa cepat temuan di lapangan bisa direspons, dan bagaimana menjamin setiap masukan benar-benar berujung pada perbaikan?NS : Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya
Pemerintah mengungkap dugaan kebocoran kekayaan nasional melalui praktik under-invoicing dalam perdagangan internasional. Dalam pidatonya di DPR, Presiden menyebut praktik ini sebagai bentuk penipuan yang diduga telah berlangsung selama puluhan tahun dan berpotensi menyebabkan hilangnya nilai ekspor hingga sekitar US$908 miliar atau hampir Rp16.000 triliun.Namun pertanyaan mendasarnya adalah, apakah praktik under-invoicing benar-benar terjadi? Atau praktek ini sangat masif di Indonesia? ataukah terdapat perbedaan metode pencatatan dan perhitungan yang menyebabkan munculnya angka tersebut? Jika memang terjadi, siapa yang memperoleh keuntungan, mengapa pengawasan negara selama ini belum mampu mencegahnya, dan sejauh mana dampaknya terhadap penerimaan negara serta kesejahteraan masyarakat?Untuk membahas persoalan ini lebih dalam, kami telah terhubung dengan Ekonom dan Pengamat Kebijakan Ekonomi-Politik, Yanuar Rizky.
OYA Talks Monolog Eps. 113
[PODCAST: Episode 44]Pernah sengaja nunda sholat dengan alasan "nanti aja, kan belum adzan berikutnya"?
Halo Kawan Muda!Podcast UMMFM balik lagi nemenin harimu dengan obrolan yang relate banget sama isi kepala banyak orang akhir-akhir ini
Dalam perjalanan pelayanan Yesus di dunia ini, ada lebih dari empat puluh perumpamaan yang Ia seberangkan. Dan dalam tiga setengah tahun pelayanan Yesus di dunia ini, Yesus melakukan tiga hal yaitu berkeliling, mengajar dan melakukan tanda mujizat yang selalu ia seberangkan dengan perumpamaan. Tidak gampang memaknai perumpamaan yang Yesus beri, apalagi konteks kita dengan konteks waktu jaman Yesus dan murid-murid terbentang jarak waktu yang sangat jauh. Tetapi dalam ke empat puluh perumpamaan yang Yesus beri ini, selalu ada satu tema yang Ia seberangkan yaitu tentang kerajaan Allah. Mengapa kerajaan Allah, sebab tujuan Yesus datang untuk menurunkan "raja-raja" yang menurut bangsa Israel, Yesus datang untuk memimpin bangsa Israel dan menjadi raja, tetapi justru Yesus datang untuk menurunkan pemahaman mereka tentang "raja" yang mereka maksud dalam kedatangan Yesus. Itu sebabnya Yesus selalu menyampaikan perumpamaan dengan selalu berpusat pada satu tema besar yaitu tentang kerajaan Allah. Banyak dari kita menaikan "raja-raja" kecil di hati kita, dan kemudian menurunkan Yesus dari takhta hati kita, lalu membiarkan hal-hal lain menjadi raja dan bertakhta atas hidup kita. Lalu bagaimana respon kita? Apakah setiap kita sudah memaknai setiap maksud atau tujuan yang Yesus taruh dalam hidup kita? Atau justru kita datang dan selalu punya pandangan dan perspektif lain sama seperti bangsa Israel? Responi bersama dalam firman Seri 1 - Makna & Respon | Ps. Charles Bessie. Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Selepas pemergian nenek tersayang, Abg Cina dan keluarganya mula mengalami pelbagai kejadian aneh yang sukar dijelaskan. Dari suara di wad hospital, bunyi orang memasak di dapur rumah kosong, sehinggalah penampakan menyerupai arwah nenek pada malam hari ke-7 selepas kematian… semuanya seolah-olah berkait dengan kepercayaan lama masyarakat Chinese tentang roh yang “pulang” buat kali terakhir. Tetapi persoalannya… adakah benar itu roh nenek mereka? Atau ada sesuatu yang lain sedang menggunakan wajah orang yang mereka rindui?See omnystudio.com/listener for privacy information.
Bukan kebetulan Tuhan memberikan Roh-Nya yang Kudus pada hari raya Pentakosta. Hari dimana pemeluk agama Yahudi berkumpul untuk merayakan berkat dan kehadiran-Nya, dipakai Tuhan untuk mengaruniakan Roh-Nya dari Surga. Apakah kuasa Roh Yang Kudus itu diberikan kepada setiap orang yang berkumpul saat itu? Atau, kepada siapakah Roh itu diberikan? Sudahkah saudara menerima penyertaan Roh Kudus?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 24 Mei 2026.Kirim pesan
Usul Tafsir Kitab Fauzul Kabeer EP16 - Maulana Abdul Hadi Yaakob - Kisah disebut sekali atau dua kali sahaja
[PNG Eps. 6 "Apakah Hidupku Jadi Lebih Baik Ketika Ikut Tuhan?" bersama RD. Fransiskus Xaverius Gunawan]Hi Algonerz!Pernahkah muncul dalam pikiranmu, di tengah dunia yang makin maju, semua serba mudah dan tersedia, kamu mulai bertanya, apakah aku butuh Tuhan? Atau.. Apakah hidupku jadi lebih baik ketika ikut Tuhan, disaat tanpa Tuhan hidupku baik-baik saja?Lewat obrolan bareng RD. Fransiskus Xaverius Gunawan, kamu akan menemukan jawaban dari pergumulan iman ini. Yuk, sediakan waktu untuk mendengar dan jujur pada diri sendiri tentang kondisi iman kita sekarang iniSudah siap ikut obrolan ini?
Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu?
Bismillah,Utamakan Aqiqah Atau Berqurban?(Prioritize Aqiqah or Qurban?)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Pendek dari 101 DZULHIJJAH SPESIAL:“Qurban Atau Aqiqah?”
Bismillah,Bayar Utang Dulu Atau Berqurban?Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Pendek dari Kajian Tematik“Jangan Cuma Jadi Penonton di Musim Haji”
Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu?
Mencermati cepatnya pembebasan sembilan Warga Negara Indonesia yang sempat ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, publik mulai bertanya: seberapa besar sebenarnya daya tawar Indonesia di panggung internasional?Pemerintah Indonesia menyebut pembebasan itu merupakan hasil diplomasi intensif dan koordinasi lintas negara. Para relawan yang sebelumnya ditahan di fasilitas penahanan Israel akhirnya dibebaskan dan dipulangkan melalui Istanbul, Turki.Di tengah hubungan diplomatik Indonesia dan Israel yang tidak resmi, langkah cepat pembebasan ini dinilai menarik. Sebab, Indonesia tetap memiliki sejumlah instrumen pengaruh. Mulai dari posisi politik luar negeri yang konsisten mendukung Palestina, kekuatan diplomasi di forum internasional, hingga jejaring hubungan dengan negara-negara Timur Tengah dan organisasi kemanusiaan global.Indonesia juga selama ini dikenal aktif dalam isu kemanusiaan dan perdamaian dunia. Sikap politik yang konsisten terhadap Palestina memberi Indonesia legitimasi moral yang cukup kuat di mata banyak negara berkembang dan dunia Islam.Namun di sisi lain, kasus ini juga memunculkan kritik publik. Sebagian menilai respons pemerintah belum cukup keras terhadap tindakan Israel terhadap para relawan. Reaksi itu ramai muncul di media sosial dan forum publik daring.Lalu pertanyaannya, apakah cepatnya pembebasan ini murni karena kekuatan diplomasi Indonesia? Atau justru karena tekanan internasional yang lebih luas terhadap Israel, terutama setelah sorotan global terhadap penahanan relawan kemanusiaan dari berbagai negara?Yang jelas, peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa perlindungan WNI di luar negeri tidak hanya bergantung pada hubungan diplomatik formal, tetapi juga pada kemampuan membangun jaringan internasional, tekanan opini global, dan posisi politik Indonesia dalam isu kemanusiaan dunia.Dan kini, tantangan berikutnya adalah: mampukah Indonesia mengubah pengaruh moral itu menjadi daya tawar politik yang lebih nyata di level global?TALK :: Pakar Hubungan Internasional Universitas Nasional Jakarta, Dr Robi Nurhadi & Pengamat Timur Tengah yang juga Pendiri situs Albalad.Co, Faisal Asegaf
Bismillah,Aku Kangen Allah... Atau Capek Hidup? — Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri | Unspoken Ep. 37
Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) yang disebut bertujuan memperkuat pengawasan, serta memastikan kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat lebih besar bagi negara. Namun di sisi lain, kebijakan ini mulai memunculkan kekhawatiran dari kalangan pelaku usaha dan petani sawit. Namin ada kalangan menilai skema ekspor yang lebih terpusat berpotensi mengurangi persaingan pembeli di pasar, yang pada akhirnya dikhawatirkan menekan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Lalu, apakah kebijakan ini justru akan memperkuat ekonomi nasional dan memperbesar penerimaan negara? Ataukah sebaliknya, berisiko mengganggu rantai usaha sawit dan menekan kesejahteraan petani di daerah? Untuk membahasnya, kita akan berbincang bersama Ketua Umum Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) yang juga Dewan SPKS, Mansuetus Darto.
Jangan lupa supportnya.Happy Listening and Enjoy.
Bismillah,Puasa Daud atau Puasa Dzulhijjah?Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Pendek Dari Kajian Tematik:“Jangan Cuma Jadi Penonton Di Musim Haji”
Tahun ini PPIH Arab Saudi meluncurkan terobosan baru dengan membentuk Tim Khusus atau Timsus Mina guna mengawal fase paling krusial dalam puncak haji. Timsus yang didominasi oleh personel pelindungan jemaah (Linjam) ini akan bergerak lebih awal pada 7 Zulhijah langsung menuju Mina. LAPORAN BHERY HAMZAH(BEH/MCH2026)
Bismillah,Bayar Puasa atau Puasa Sunnah Dzulhijjah?Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Pendek Dari Kajian Tematik:“Amalan di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah”
Meski terdengar sederhana, pengulangan yang konsisten bisa membantu anak belajar lebih baik
Di episode ini, kita bahas keputusan kontroversial Jackie Chan yang dikabarkan tidak memberikan warisan kepada anak-anaknya. Putrinya memilih jalan hidup yang berbeda dan sempat jadi sorotan karena identitas LGBT, sementara putranya terjerat kasus narkoba.Bukan cuma soal harta, tapi tentang tanggung jawab, prinsip, dan sikap tegas seorang orang tua dalam mendidik anak. Sampai akhirnya, Jackie Chan memilih mengamalkan sebagian besar hartanya daripada diwariskan begitu saja.Kalau anak sudah dewasa tapi memilih jalan yang merusak diri sendiri, apa orang tua masih wajib mewariskan semua hartanya? Atau justru sikap tegas seperti Jackie Chan adalah bentuk tanggung jawab terakhir sebagai orang tua?
jani engken?, Bijak atau kena Jebakan?.coba pikir malu semeton.Happy Listening and Enjoy.
Pemerintah memastikan skema pergerakan jemaah atau Murur di Muzdalifah pada musim haji tahun ini berjalan sesuai dengan kaidah syariah Islam. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah penumpukan kendaraan sekaligus melindungi keselamatan jamaah dari risiko kelelahan. LAPORAN BHERY HAMZAH(BEH/MCH2026)
Bpk. Felix Witanto (TB) Amsal 9:10Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.
For Papuans, sago is not just a stomach filler. It is the foundation of fair culture that blends with the history and identity of man on his land. However, the shadow of lifestyle changes is now fuelling concern: will sago be excluded from Papuan people's lives? - Bagi masyarakat Papua, sagu bukan sekadar pengisi perut. Ia adalah fondasi budaya adiluhung yang menyatu dengan sejarah dan jati diri manusia di atas tanahnya. Namun, bayang-bayang perubahan gaya hidup kini memicu kekhawatiran: apakah sagu akan tersisih dari kehidupan masyarakat Papua?
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 29 April 2026Bacaan: "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." (1 Petrus 4:8)Renungan: Suatu ketika seorang pria kebetulan sedang berlibur di kampung halaman ketika mendengar berita ini. Seorang wanita, ibu dari dua anak balita, ditemukan mati gantung diri. Kabarnya, ia memang jarang keluar rumah sejak suaminya pergi meninggalkannya tanpa kabar apa pun. Hari itu orang-orang sekampung murung. Pria itu ingat seorang sosiolog pernah mengatakan, jika ada seseorang yang melakukan bunuh diri, bukan hanya orang itu yang melakukan pembunuhan terhadap dirinya, melainkan seluruh kaum keluarga dan masyarakat di sekitarnya, bahkan kita semua turut berkontribusi. Apakah yang terjadi dalam masyarakat kita, sehingga ada orang yang merasa masalahnya begitu memalukan, sehingga dia harus diam-diam menanggungnya seorang diri? Mengapa ia merasa lebih baik mati daripada meminta pertolongan atau perlindungan? Mengapa dia dapat merasa begitu tidak layak untuk hidup? Mari kita memeriksa diri kita masing-masing. Apakah kita sudah mengasihi sesama kita seperti Tuhan mengasihi kita? Apakah kita sudah memberikan pertolongan yang dibutuhkan? Atau kita justru menghakimi orang-orang yang melakukan kesalahan? Apakah kita menunjukkan jalan keluar atau kita menghukum orang yang berdosa? Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, ajarilah aku mengasihi seperti Engkau mengasihi aku, menutupi dosa-dosa ku, menebus dan menganugerahkan pengampunan, sehingga akupun dapat melakukannya kepada sesamaku. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan: Sandy Kusuma TangerangYoh. 10:22-30.
Season 01: Kitab Rut, Episode 01 (Rut 1:1-5): Apakah keputusan yang tampaknya masuk akal dan wajar selalu keputusan yang paling tepat? Seberapa sering keputusan logis yang kita ambil sesungguhnya hanya dalih untuk membungkus ketakutan kita atau ketidakpercayaan kita pada providensi Allah? PODCAST BIBLE DELIGHT - Menikmati Firman Tuhan melalui penggalian suatu Kitab, bagian demi bagian, dalam kaitannya dengan realita kehidupan kita. Mari ikuti Bible Delight, untuk melengkapi kelimpahan renungan Firman Tuhan secara pribadi, ataupun mendiskusikannya dalam Kelompok Kecil Tumbuh Bersama.Pdt. Rudy Phen, Samuel Pamudji, Lisa Veronica PandeirotSaksikan juga Bible Delight episode ini di:https://grii.to/BibleDelightS1E01
Buat yang lagi suka koleksi kartu kumpul sini, karena di episode ini gue ngobrol sama suhunya kolektor #NBA Sports Card (Ko Edward / @nimitzcards) dan kolektor TCG #Pokemon yang pernah jadi judge di Pokemon World Championship (Pond / @mpondw). Bakal banyak cerita soal #hobi koleksi kartu yang lebih mahal dibandingkan value uangnya. Enjoy the episode!!Timestamp00:00 Opening01:45 Cerita di Balik Kartu Kobe Bryant Rare!11:39 Super Collector16:50 Realita Hobi TCG & Sports Card27:38 Judge Pokemon World Sejak 201034:45 Kerja di Pokemon Jepang44:44 Hard Truth: Koleksi Bukan Buat Cuan57:00 Hobi Bukan Investasi1:09:48 Punya Koleksi Gila-gila, Sebenernya Kerjanya Apa Sih?
Jangan lupa Dukung Terus AlessGronn Podcast Follow Spotify nya dan Kasih Ratingnya || Jangan Lupa Follow Instagram @abdulatiefmunif_10