POPULARITY
Categories
Roma 8:26-27
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Veronika Genua dari Paroki St. Martinus Roworeke di Keuskupan Agung Ende, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 85: 2-4.5-6.7-8; Matius 12: 49-50.TONGKAT KUASA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Tongkat Kuasa Tuhan. Tradisi dalambanyak budaya politik menjadikan tongkat sebagai simbol kekuasaan. Kitamengingat Musa memakai tongkat untuk menampilkan kuasa Allah yang bekerja dalamdirinya untuk memimpin bangsa dan umat Allah. Para raja dan presidennegara-negara juga memakai tongkat dengan makna simbolik kekuasaan yang merekamiliki. Di dalam Gereja, tongkat uskup juga memiliki makna serupa. Tongkat yang terbuat dari bahan entah kayu entah logam sangat melekatdengan kekuasaan atau otoritas orang yang memakainya. Bahkan rotan ataupotongan kayu lurus yang dipakai bapak atau ibu di rumah cukup memberikanpemahaman bahwa jika anak-anak melanggar aturan hukumannya ialah pukulan dengankayu itu. Dalam semua pemandangan dengan tongkat ini, kita dapat mengerti lebihlanjut mengapa Tuhan selalu mengungkapkan di dalam kitab suci kuasa-Nya yangdisimbolkan dengan tongkat. Ia berkata dalam nubuat Mikha dalam bacaan pertama hari ini bahwa Iamenggembalakan umat-Nya dengan tongkat-Nya. Yesus sang gembala yang baik jugamenjalankan tugas penggembalaan itu dengan memakai tongkat imam agung, yanghingga saat ini disimbolkan pada Paus dan para uskup. Dengan tongkat itu,tugas-tugas sebagai pemimpin dan gembala memiliki legitimasi dan kekuatan untukmendapatkan ketaatan atau kepatuhan dari orang-orang yang dipimpin. Tongkat kuasa Tuhan, memiliki fungsi untuk suatu pemurnian dan pembebasanmanusia dari kuasa kegelapan dan dosa. Setan dan penguasa kegelapan ketikaberhadapan dengan kuasa Allah yang dilambangkan dengan tongkat, ia menjadiketakutan. Itu terbukti dalam setiap tindakan Yesus yang selalu hadir melaluikata-kata dan hardikan, yang langsung membuat para setan menjadi takut danmemohon untuk tidak disiksa. Berkat tongkat kuasa Tuhan itu, segala dosa kitadapat dicampakkan ke dalam dasar laut, demikian kata nabi Mikha. Jadi kita mesti memandang tongkat saat ditunjukkan kepada kita apakah dalamposisi dipegang, dijadikan penopang pada saat berdiri, atau saat menunjukkandan menegaskan sesuatu dalam suatu proses pengajaran. Yesus menunjuk dengansegala kuasa yang ada pada-Nya, ketika Ia mengajarkan bahwa para murid danrasul sesungguhnya adalah ibu-Nya, dan saudara-saudara-Nya. Penegasan ituberisi suatu ajaran yang penuh kewibawaan dan prinsip. Ajaran itu ialah bahwamelaksanakan kehendak Allah merupakan tugas utama setiap pengikut Kristus.Tongkat kuasa Yesus itu sampai detik ini berada pada tangan Paus dan Uskup ditempat kita masing-masing. Kita harus mendengar dan mengikuti Bapa Suci danUskup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kesetiaan dan ketaatan kami kepada Gerejasenantiasa kuat dan bertahan, khususnya melalui ketaatan kami kepada Bapa Sucidan Uskup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 6: 1-4.6-8; Mazmur tg 50: 5-6.8-9.16bc.17.21.23; Matius 12: 38-42.KETIDAKSETIAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketidaksetiaan. Ada seorang lelakimendapat tugas dari perusahaan untuk bekerja jauh dari rumah dan di luar kotaselama tiga sampai enam bulan. Selama waktu tersebut ia tidak kembali ke rumahdan keluarganya. Komunikasi dengan sang istri dan anak-anaknya tetap dilakukanmelalui pesan-pesan singkat online dan telepon video. Pada saat ia kembali ke rumah setelah tugas tersebut, hampir semua keadaandi rumah normal dan baik, kecuali dua anjing kesayangannya yang sudah tidakakrab lagi dengannya. Kedua anjing sangat tidak menghiraukannya, meskipun iaingin bermain-main dengan mereka. Anak bungsunya yang berusia delapan tahunberkata kepadanya: "Masalahnya Bapak sudah lama tidak dekat dan bermaindengan mereka, maka mereka menjadi asing dengan Bapak." Banyak faktor di dalam hidup kita yang menjadi penyebab sikap tidak setiadi antara kita, dan salah satunya ialah orang-orang tidak dekat satu sama lain,tidak berkomunikasi, tidak ada berita dan tidak ada jalinan perhatian di antaramereka. Hal ini juga terjadi antara manusia dengan Tuhan Allah. Ada sejarahpanjang dan banyak tentang manusia yang tidak setia dengan Tuhan yang berakibatpada hukuman dijatuhkan kepada mereka yang tidak setia. Tuhan Yesus diutus Bapake dalam dunia untuk mengembalikan mereka kepada kesetiaan dan iman yang benar.Umat beriman, dan khususnya Israel diharapkan sebagai yang pertama memperbaikihubungan yang telah rusak ini. Tetapi mereka malah tidak mau mengenal dan mengakui Yesus. Mereka memintatanda-tanda yang menurut mereka harus membuat mereka percaya. Ini yang membuatYesus melawan mereka dengan tegas. Mereka dengan terang-terangan melawan Tuhandengan menolak dan tidak mengakui bahwa Yesus adalah wujud Allah sendiri yangmereka percaya. Ini adalah dosa ketidaksetiaan yang amat besar. Mereka lebihmemilih materi, uang, posisi, kenikmatan daging, status sosial, ketenaran, laluTuhan dilupakan. Menurut Yesus sendiri, dosa ini adalah dosa melawan Roh Kudus,dan tidak dapat diampuni. Godaan untuk menyangkal Tuhan dengan menjadikannya bukan utama danprioritas di dalam hidup kita sungguh sangat besar. Pada umumnya ada tigagodaan besar yang mengancam kita setiap saat dan di mana saja, yaitu harta,kekuasaan dan nafsu kedagingan. Nubuatnabi Mikha mengatakan bahwa kita perlu tulus tentang diri kita: apakah kitadapat mengalahkan godaan itu atau sebaliknya kita yang selalu dikalahkanolehnya, karena dunia di sekeliling kita menjadi saksinya. Kalau kita tetapbersama Tuhan dan memberikan diri untuk dibimbing Roh Kudus, kita yangmengalahkan godaan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan maha kuasa, semoga Roh-Mu membantu kami untuksenantiasa setia di jalan Putra-Mu Yesus Kristus, dan jauhkanlah kami darisegala godaan yang menyebabkan kami semakin jauh dari jalan-Mu. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 2: 1-5; Mazmur tg 10: 1-2.3-4.7-8.14; Matius 12: 14-21.TUHAN SEDANG TIDAK BERSEMBUNYI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Sedang Tidak Bersembunyi.Tahun ajaran untuk sekolah-sekolah sampai tingkat menengah baru saja dimulaidalam minggu ini. Pada umumnya kegiatan belajar-mengajar berlangsung di tengahmusim panas dan kering yang dapat memberi dampak kurang baik dalam kegiatan paramurid dan guru di sekolah. Hawa yang panas mereka rasakan baik di dalam ruangankelas maupun di luar dan terlebih-lebih saat mereka bermain di lapangan. Di desa-desa pelosok, para murid berjalan kaki setiap hari dari rumah dansekolah. Mereka ditimpah panas terik dan bermandi debu di sepanjang jalan. Tidakjarang mereka sakit karena cuaca yang panas dan kering itu. Ada seorang siswaSMP menulis di halaman media sosialnya, berupa tantangan yang ditujukan kepadaTuhan. Ia berkata begini: "Ini adalah ancaman yang serius terhadapkehidupan. Tuhan sepertinya sedang sembunyi dan tidak berada di dekat kitauntuk menolong kita." Ungkapan hati siswa ini mewakili perasaan susah, kuatir, kurang sabar danpesimis banyak orang di dalam dunia saat ini. Perasaan-perasaan ini merupakansesuatu yang wajar bagi kita manusia dan tidak ada salahnya kalau kitamenyampaikan keluhan atau desakan kepada Tuhan untuk membantu kita. Peristiwayang dikisahkan di dalam Injil tentang Yesus meredakan angin topan dangelombang ganas yang hampir membinasakan para murid-Nya, sangat jelasmemberikan kita keyakinan bahwa Tuhan tidak diam atau bersembunyi. Injil kita pada hari ini juga menggambarkan bagaimana Yesus memilihmenghindar dan bersembunyi, pada saat ancaman musuh dan kejahatan ada di depanmata. Ada persekongkolan yang merancang kejahatan atas diri Yesus dan seluruhkarya-Nya, tetapi Yesus menyingkirkan diri. Jika seorang pimpinan atau kepalamemilih untuk meninggalkan tanggung jawabnya, maka kita dapat memahaminya bahwapekerjaan, perjuangan atau tugasnya gagal. Sekiranya hidup kita di dunia ini hanya memusatkan perhatian kepadakekerasan, kejahatan dan ancaman musuh, kita adalah makhluk yang hidup dalamketakutan dan dunia ini adalah seperti rimba raya yang mengerikan. Tuhan memangdipandang atau dipahami berdiam dan bersembunyi, tetapi Ia sesungguhnya berdiamdi dalam hati kita. Ia mengisi ruang-ruang pemahaman dan keyakinan iman kita.Ia bekerja sebagai Roh Kudus yang tak kelihatan, tetapi menyediakan segalasesuatu baik sebagai kata maupun tindakan, sehingga kita menjadi mampu untukmenghadapi musuh-musuh. Hidup kita sebenarnya tetap berpusat pada kerajaan Allah dan jalan yangkita lalui ialah jalan Yesus Kristus. Jika sampai detik ini kita dapatmenikmati hidup di tengah suasana yang tidak baik dengan suatu cara penyesuaiandiri untuk kenyataan hidup yang baru, ini merupakan jalan yang diberikan Tuhankepada kita. Ia sesungguhnya berada bersama kita dan membimbing hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, di dalam tanganmu kami menaruh segala harapan dannasib hidup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theresia Keneka Muli dan Mateus Nong Mus dari Paroki Harapan Indah Bekasi, Gereja Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Jakarta. Yesaya 38: 1-6.21-22.7-8; Mazmur tg: Yes 38: 10.11.12abc.16; Matius 12: 1-8.ANTARA BELAS KASIH DAN PERSEMBAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Antara Belas Kasih dan Persembahan.Ada banyak umat Katolik sudah tidak lagi melakukan pengakuan dosa. Hal initerwakili oleh seorang pemuda yang berbicara dengan pastor parokinya, bahwa iasendiri dan teman-teman tidak menganggap penting untuk melakukan pengakuan dosakepada seorang imam Katolik. Pemuda itu memberikan alasannya, bahwa pengakuandosa langsung kepada Tuhan sudah cukup dan terjamin aman. Pengakuan dosamelalui imam justru tidak masuk di akalnya. Pengakuan dosa merupakan suatu perbuatan yang bukan sekedar berdoa kepadaTuhan untuk menyampaikan dosa-dosa dan meminta pengampunan, tetapi yang menjadiintinya ialah terjadi rekonsiliasi dan pertobatan. Doa mohon pengampunan itubukan sebuah sakramen tobat. Doa ini sama dengan semua jenis persembahan yangkita lakukan, yaitu memberikan sesuatu sebagai bukti iman dan kasih kita kepadaTuhan. Ini sama dengan memberikan sesuatu kepada orang yang kita kasihi untukmenghormati dan menyenangkannya. Persembahan itu semata-mata perbuatan manusia, maka sangat bergantung padakehendak bebas, pilihan atau selera masing-masing orang. Sering persembahan itudiatur atau dilembagakan demi memenuhi keinginan pihak penguasa atau parapemimpin, maka dibuatlah aturannya. Ada jumlah yang mesti dipenuhi, misalnyaderma harus sepersepuluh dari penghasilan. Korban bakaran dan sembelihan harusberjumlah sekian dan kondisi hewan persembahan itu cacat atau tidak dansebagainya. Tuhan Yesus Kristus menggantikan semuanya itu dengan persembahan diri-Nyasendiri. Yang dibuat oleh Tuhan ini adalah perbuatan Tuhan bagi kita manusia,yang bukan sebagai persembahan tetapi sebagai belas kasih. Tuhan mengasihi kitadengan mengorbankan diri-Nya. Bapa Allah berbelas kasih dan sangat menyayangikita manusia maka Ia memberikan Anak-Nya sendiri bagi kita. Perbuatan Yesusdalam berbelas kasih ialah menolong dan menyelamatkan kita manusia dari segalabentuk perbudakan dosa, kejahatan dan kematian. Belas kasih dari Tuhan dan kewajiban kita untuk melakukannya, merupakansebuah ibadat yang melebihi hari sabat dan persembahan lainnya ketika nasibhidup manusia sangat menuntut untuk diperhatikan. Inilah yang ingin Yesusperbaiki, ketika belas kasih diremehkan atau bahkan ditiadakan, sementarapersembahan dan hari sabat dipatuhi secara berlebihan. Bagi kita umat beriman,persembahan dan ibadat tidak perlu dihilangkan dari hidup kita, artinya kitatetap memerlukannya. Tetapi pada saat belas kasih itu diperlukan, kita tidakboleh menggantikannya dengan sekedar mempersembahkan doa-doa kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Kuatkanlah dan penuhilah kami dengan kuasa-Mu ya Allah,supaya kami dapat memberikan yang sesungguhnya sebagai belas kasih dan sebagai persembahan di dalam penghayatan iman kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 317 (Kisah Rasul 1:1-11): Setelah Kristus bangkit dari kematian, sesaat sebelum naik ke surga, Dia memberikan janji yang sangat besar bagi murid-murid-Nya. Dia berjanji akan memberikan kuasa Roh Kudus yang melampaui segala sesuatu. Kuasa yang begitu besar, tetapi begitu sering diabaikan oleh orang-orang Kristen saat ini.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andreas Muhu Pukai dan Eugenesia Maria Tada Tolok dari Paroki Santo Yohanes Rasul di Keuskupan Tanjung Karang Lampung, Indonesia. Yesaya 1: 11-17; Mazmur tg 50: 8-9.16bc-17.21,23; Matius 10: 34 - 11: 1.PERANG ROHANI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Perang Rohani. Ada seorang pemudipada suatu pagi bertengkar dengan ibunya. Mereka berteriak dan salingmempersalahkan atas sesuatu persoalan yang sepele. Saat meninggalkan rumahuntuk bekerja, ia masih marah dan selama di tempat kerja ia tetap marah. Tetapisang ibu di rumah tidak henti-hentinya berdoa bagi putrinya itu. Ibu hanyaingin supaya kemarahan putrinya segera berhenti. Pada sore hari ketika pemudiitu kembali dari kerja, tidak ada lagi kemarahan dan suasana kembali normal. Kemarahan merupakan satu dari banyak dosa lain yang bersumber dari sijahat, yaitu iblis atau setan. Pada saat kita membiarkan diri kita dikuasaioleh iblis ini, perbuatan dosa apa pun dapat terjadi dengan secepat mungkin.Sehebat dan sepandainya manusia itu, jika berhadapan dengan kuasa kegelapan inibakal takluk dan binasa. Kuasa ini masuk ke dalam diri manusia dengan tujuanmenghancurkan dan menyengsarakannya. Ia memanfaatkan kesempatan untuk masuk danbekerja, yaitu mereka yang lemah dalam mental dan rohani. Kejadian antara pemudi dengan ibunya tadi merupakan satu contoh perangrohani. Di dalam suatu perang rohani, tidak terjadi kekerasan fisik yangmelibatkan alat atau senjata, tetapi yang dipakai ialah kata-kata, pikiran,argumen, kritikan, nasihat, dan yang kekuatannya dahsyat yaitu doa. Perangrohani dalam wujud yang sesungguhnya ialah kekuatan yang benar berperangmelawan kekuatan yang salah atau jahat. Dari pihak Tuhan, kebenaran dankebaikan hendak ditegakkan atau dipertahankan karena kekuatan jahat sudahterlanjur menghadirkan kekacauan atau bahkan ancaman untuk berkuasa. Maka nabi Yesaya menegaskan kepada bangsa Israel di pembuangan, bahwamereka harus membersihkan dirinya dengan menjauhkan perbuatan-perbuatan yangjahat dari hadirat Allah yang maha kuasa. Pedang yang dipakai Yesus untukberperang secara rohani ialah Firman Allah. Pedang itu memiliki dua sisi samatajamnya yang membela roh dan jiwa, pertimbangan-pertimbangan pikiran danmaksud-maksud hati manusia. Firman Allah itu sesungguhnya ialah pedang Rohuntuk menghancurkan roh kegelapan yang menjerumuskan kita ke dalam dosa danakhirnya kehilangan martbat sebagai putra dan putri Allah. Jadi Yesuslah yang menggerakkan terjadinya pembinasaan itu bahkan dapatmembuat perpecahan di antara saudara dan sahabat, mengingat di situ memangsering terdapat kegelapan dan kebusukan yang dibiarkan tumbuh subur.Pembersihan memang harus terjadi, supaya memberikan kita kesempatan sebagaiputra dan putri Allah yang hidup benar, damai, dan bersuka cita dalam RohKudus. Hendaknya kita selalu menggunakan pedang rohani Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Semangati dan penuhi hidup kami hari ini ya Bapa, supaya apiRoh-Mu membakar semangat kami untuk giat dan tekun memerangi segala bentukkuasa kegelapan yang setiap saat dapat mengganggu dan menaklukkan kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Renungan D'Message || Pekerjaan Utama Roh Kudus II Ps. Steven Liem
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Petri Canisia, CIJ dan Suster Roberta, CIJ dari Komunitas Suster CIJ Santa Maria Assumpta Dili, di Keuskupan Agung Dili, Timor Leste. Hosea 10: 1-3.7-8.12; Mazmur tg 105: 2-3.4-5.6-7; Matius 10: 1-7.MENEMUKAN YANG HILANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menemukan Yang Hilang. Pada suatuketika kepala Setan menghadap Tuhan Allah. Ia mengajukan protes, bahwa setiapkali yang diutus ke dalam dunia ialah para malaikat, kemudian para nabi danpuncaknya Putra Allah sendiri. Kepala Setan ini mendesak supaya dirinya atauwakil-wakilnya dapat diberikan juga kesempatan untuk diutus. Tetapi Tuhan Allah tetap tidak akan memenuhi tuntutan Setan. Alasannyaialah karena tugas utama Setan ialah merusak dan menghilangkan yang menjadimilik Tuhan, sedangkan tugas Tuhan dan para utusannya ialah menemukan manusiadan ciptaan Tuhan lainnya yang telah hilang karena ulahnya Setan. Yang jelas,kalau diberi kebebasan dan kesempatan, Setan akan menjadi lebih menikmatitugasnya itu, dan membawa kerugian bagi Tuhan Allah sendiri. Yesus Kristus adalah Tuhan dan Putra Allah yang mencari dan menemukan yanghilang. Tugas itu ia lakukan selama pekerjaan-pekerjaan publik-Nya. Tugas ini dilanjutkanoleh para rasul yang diutus atas nama-Nya. Yesus berpesan kepada mereka untukfokus kepada domba-domba yang hilang dari kalangan Israel. Yang mereka lakukanialah semua perbuatan baik yang telah Yesus perbuat. Apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepada kedua belas rasul ini terkaitdengan kedua belas suku Israel. Mereka adalah umat pilihan yang menerima danmeneruskan ajaran Tuhan Allah bagi segenap umat manusia. Tetapi mereka bukanpenguasa segala kebenaran. Mereka dipilih untuk menjadi pengantaraperbuatan-perbuatan Tuhan Allah yang besar. Yesus Kristus adalah utusan BapaAllah sendiri yang datang ke dunia melalui bangsa pilihan ini. Jadi Tuhan Yesus ingin supaya kedua belas rasul itu dapat mewujudkan misiuntuk menyatukan suku-suku Israel. Mereka harus memperkuat persekutuan yanglebih kuat sebagai satu bangsa yang diberkati oleh Allah, bangsa pilihan-Nya.Yesus Kristus ingin menjadikan suatu persekutuan yang kuat, yang mengakarkansemua kebenaran dari Allah dan matang untuk melanjutkan misi itu ke seluruhdunia. Ini direalisasikan dengan berdirinya Gereja setelah Yesus naik ke surga.Kini tugas Gereja ialah membuat Kristus dan Injil-Nya dikenal di seluruh bangsadi dalam dunia ini. Warta gembira bagi kita hari ini ialah hendaknya kita terlebih dahulumenjadikan diri kita kuat, matang, mampu dan unggul sebagai pengikut Kristus,sebelum kita dapat membawa sesama atau saudara kita datang berjumpa denganTuhan. Kita hendaknya tidak boleh seperti orang Farisi yang mampu mengajarkandan berbicara tetapi membuat orang-orang jauh dari Tuhan. Kita harus berangkatdari diri kita, barulah kita mencapai dan membimbing orang lain.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa.... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk menjadi teladanyang sesungguhnya bagi sesama kami di dalam kata dan perbuatan kami setiaphari. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Zakaria 9: 9-10; Mazmur tg 145: 1-2.8-9.10-11.13cd-14; Roma 8: 9.11-13; Matius 11: 25-30.IA MEMBERI KITA KELEGAAN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-14 ini ialah: Ia Memberi KitaKelegaan. Ada dua orang bocah kakak-beradik, masing-masing kelas 6 dan 4 SD.Ibu mereka sangat terobsesi supaya anak-anaknya pintar dan sukses. Ia wajibkanmereka dengan banyak les tambahan. Ia menjadi malu kalau anak-anaknya mendapatnilai merah. Ia sangat disiplin dengan mereka sampai-sampai anak-anak tampaksangat takut dan kelelahan. Setiap mereka pulang ke rumah, wajah mereka sudah tampak kehilangansemangat. Tetapi mereka harus tetap diikuti sang ibu yang tidak inginanak-anaknya santai. Untung ada sang bapak yang bijaksana. Meskipun baru sajapulang kerja, ia meluangkan waktu untuk mendampingi kedua anaknya. Iamembawakan oleh-oleh yang menyenangkan. Ia memeluk mereka lalu menceritakanmereka banyak hal yang menghibur dan membuat tertawa. Apa yang dibuat oleh sang bapak kepada anak-anaknya itu merefleksikanperbuatan Yesus, ketika Ia membawa orang-orang kecil, sakit, lemah, terlantar,miskin, dan terlupakan untuk datang kepada-Nya. Ia berkata: "Marilahkepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikankelegaan kepadamu." Yesus mengundang kita semua untuk datang kepada-Nya. Namun demikian, apakah kita semua sedang lelah dan tidak berdaya? Tentusaja. Kelelahan dan ketidak-berdayaan itu berbeda tingkatnya dari satu orang keorang yang lain. Situasi, pekerjaan, dan kesulitan setiap orang berbeda-bedadengan beban atau masalah yang berbeda-beda pula. Berdasarkan terangbacaan-bacaan pada hari ini, ada tiga beban yang perlu kita sadari danrenungkan. Yang pertama ialah beban sebagai orang kecil dan lemah. Kalau kita sebagaiorang kecil, lemah dan tidak memiliki pengaruh, berarti selalu ada orang yangberkuasa dan kapan saja bertindak sewenang-wenang terhadap kita. Mereka seringtidak punya kasihan dan kepercayaan kepada kita. Beban yang lain ialah bebandosa. Kalau kita tidak memelihara jiwa kita dengan menyesali dosa, mengakuinyadan bertobat, berarti beban itu kian hari kian berat. Pada saatnya dosa ituakan menyiksa dan membinasakan kita. Santo Paulus sangat tegas bahwa hidup didalam kedagingan adalah beban dosa kita yang berat. Beban yang ketiga ialah beban kesombongan. Menurut Yesus Kristus,orang-orang pandai, bijak, yang berkuasa dan yang kaya, adalah mereka yangmemikul beban yang berat. Mereka sebenarnya sangat lelah, karena begitu banyakyang menjadi obsesi mereka dalam hidup. Anda misalnya, terlalu banyak urusandan ambisi, akan membuat dirimu amat lelah dan membosankan. Terhadap semua ini, ajakan Yesus menjadisangat penting, yaitu hendaknya kita datang kepada Dia, karena dari Dia kitamendapatkan kelegaan yang menyenangkan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Bapa di surga, semoga dengan perayaan hari Minggu ini,kami mendapatkan kelegaan hidup dan kesehatan lahir dan batin demi kelangsungnhidup kami di dunia. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Kris Waleng dan Welin Duan dari Gereja St. Fransiskus Xaverius, Paroki Tanjung Priok di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Amos 5: 14-15.21-24; Mazmur tg 50: 7.8-9.10-11.12-13.16bc-17; Matius 8: 28-34.HARGA SEBUAHPEMBEBASAN Renungan kita pada hari ini bertema: Harga Sebuah Pembebasan. Suatutindakan pembebasan memerlukan kekuatan fisik, mental dan rohani. Misalnyapembebasan lahan yang dikuasai pihak yang tak berhak atas tanah itu memerlukandukungan sekuriti dan penegakan hukum. Pembebasan dari kebodohan memerlukanperangkat ilmu pengetahuan dan kemampuan intelektual dari sekolah dan studi.Pembebasan dari kuasa roh jahat memerlukan kekuatan Roh Kudus dari kuasa Allahyang maha tinggi. Nubuat nabi Amos pada masa pembuangan menegaskan bahwa umat Tuhan harusmembebaskan diri dari perbuatan jahat dan yang menajiskan supaya Tuhan semestaalam menegakkan keadilan dan mengasihani mereka sepanjang masa. Demikian jugaroh-roh jahat begitu banyak yang merasuk dua orang, didesak oleh Yesus sehinggadua orang kerasukan itu dibebaskan. Roh-roh jahat itu mendesak masuk kebabi-babi yang akhirnya mati tenggelam di laut. Orang-orang di wilayah itumendesak supaya Yesus segera meninggalkan tempat mereka, karena mereka takutYesus akan membawa malapetaka bagi mereka. Harga suatu tindakan pembebasan dapat berupa pemurnian dan penjernihan yangmembawa kemajuan yang lebih baik. Jika penghalang atau pengganggu tidak adalagi, tentu saja kehidupan menjadi lebih aman dan damai, lalu pertumbuhan baikjasmani dan rohani mendapat kesempatan untuk maju. Dua orang yang dibebaskanroh-roh jahat kembali normal dan mewartakan kemuliaan dan kebaikan yang mahatinggi kepada orang lain. Namun ada juga harga pembebasan dapat berupa efek negatif karena pihak yangtersingkir akan menciptakan problem yang baru. Yang tersingkir bisa saja pihakyang lemah, bisa juga mereka yang memiliki kekuatan untuk membalas dendam.Problem baru dapat muncul karena iri hati, marah dan benci tumbuh di dalampihak-pihak yang berlawanan. Untuk hal ini, harga pembebasan itu akan sangatbesar dan mahal. Konflik dapat muncul kembali dan akan menelan lagi korban. Jika pembebasan itu dilakukan secara baik, teratur dan sangat memperhatikanprinsip win-win solution alias tidakdidasari aturan kalah dan menang, buah positifnya tentu sangat bernilai danmendatangkan suka cita dan damai bersama. Namun jika pembebasan itu hanyamengikuti prinsip kemenangan menghempaskan kekalahan, problem baru sudah menunggu kita di depan. Yesus tidak ingin meninggalkan kita masalah tanpa solusi. Ia menghendakisupaya kita tak boleh menyerah dalam menegakkan keadilan dan mengusahakankebenaran, meski harus berhadapan dengan penghalang-penghalang sampai kita relamengorbankan diri kita. Ini adalah jalan yang dipilih oleh Tuhan Yesus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah, semoga melalui firman-Mu pada hari ini, kami tidakmenyerah dan mundur dengan masalah yang kami hadapi, tetapi kami siapmenghadapinya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 12: 1-11; Mazmur tg 34: 2-3.4-5.6-7.8-9; 2 Timotius 4: 6-8.17-18; Matius 16: 13-19.DUA ENGSEL PINTU GEREJA Renungan kita pada hari ini bertema: Dua Engsel Pintu Gereja. Ada seorangpastor paroki sedang mengunjungi umatnya yang tinggal jauh di pedalaman, yangjauh dari pusat paroki. Di salah satu stasi ia menemukan pintu gereja yanghampir copot dari tempatnya bergantung. Alasan utamanya ialah karena dua engselpintu itu sudah nyaris putus. Jika keduanya putus total, maka pintu gerejatidak bisa lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Pastor berbicara dengan penanggung jawab stasi supaya segera memasangengsel baru dan pintu gereja berfungsi kembali. Gereja tidak bisa dibiarkanterbuka karena binatang liar dapat masuk dan membuat kerusakan di dalamnya.Namun tidak ada toko di kampung untuk mendapatkan engsel baru. Jika harusmembeli, orang harus pergi ke kota yang memakan waktu sekitar dua hari. Namundemikian, pastor menemukan di dalam tasnya ada dua engsel yang sudah bekaspakai. Dua engsel itu kemudian dipasangkan ke pintu gereja tersebut, meskipunkeduanya tidak seragam dan tidak sepadan dengan pintu gereja. Kalau kita memandang dan memahami Gereja kita secara rohani, yaitu umatAllah, kita dapat menggambarkan dua profil yang merupakan fondasi Gereja, yaituSanto Petrus dan Paulus, dengan dua engsel pintu gereja tadi. Sejak Gereja yangkudus ini berdiri, kedua rasul ini berperan sangat penting untuk membuat pintuGereja berfungsi dengan sesungguhnya. Tugas yang mereka terima dari YesusKristus sungguh menjadikan mereka saksi-saksi iman yang unggul. Keunggulan dan dedikasi iman yang amat tinggi telah dirintis oleh Petrusdan Paulus bagi kita. Petrus adalah figur kepala yang mempersatukan, menguatkandan mengakarkan iman kita kepada Kristus. Pengakuannya akan Yesus Kristusmerupakan pegangan iman sangat dasar yang menjadi pengakuan iman Gereja. Paulusadalah figur Gereja yang misioner dan inklusif, yang pada intinya memberikannilai universalitas Gereja. Ia bersaksi telah melakukan tugas misioner itusampai ke ujung bumi, sampai garis batas dunia ini. Jadi jasa mereka berdua yang memang sampai akhir hayatnya, meninggalsebagai martir di Roma, meninggalkan kepada Gereja kita untuk sepanjang masasuatu dedikasi dan komitmen kepada Kristus sampai batas terakhir perjalananpanjang hidupnya. Kita juga mesti dapat mengikuti teladan kedua rasul ulungini. Dua jempol kita untuk Petrus dan Paulus, dua jempol juga buat kitamasing-masing dan kita semua, untuk menunjukkan tanda kebanggaan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha pengasih dan penyayang, pandanglah kami putradan putri-Mu yang berusaha belajar dari teladan Santo Petrus dan Paulus tentangberharganya komitmen dan dedikasi kepada-Mu dan sesama kami. Semoga kami setiadalam iman kami sampai batas terakhir yang Engkau kehendaki dari kamimasing-masing. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
Cara memiliki kehidupan yang tidak tergoyahkan adalah dengan memiliki “karakter Kristus”Roma 5 : 3 - 5Bagaimana bisa memilik karakter Kristus?1) Bermegah dalam kesengsaraan.2) Memiliki kesadaran dan keyakinan.Sadar dan yakin bahwa Tuhan lagi bangun “trust/ kepercayaan” dalam kehidupan kita. (Yak 1 : 2 - 5)3) Bergantung kepada kasih Tuhan lewat Roh Kudus.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Identitas Yesus dalam TritunggalDiambil dari: Matius 28:19 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”Wonder Kids, kita tahu bahwa orang Yahudi dan orang Kristen sama-sama percaya bahwa hanya ada satu Allah yang benar. Tetapi ketika Yesus datang, ada sesuatu yang makin jelas dinyatakan kepada kita, yaitu bahwa Allah yang esa itu menyatakan diri sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus.Di Perjanjian Lama, orang-orang sudah mengenal Allah sebagai Bapa. Roh Allah juga sudah disebut, misalnya saat Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air pada waktu penciptaan. Tetapi ketika Yesus datang ke dunia, kita melihat dengan lebih jelas lagi bahwa Yesus adalah Anak Allah. Jadi, Tuhan tidak sedang memperkenalkan allah yang baru, melainkan menyatakan dengan lebih penuh siapa diri-Nya.Ini penting sekali, Wonder Kids. Yesus bukan hanya guru yang baik atau nabi yang hebat. Yesus adalah Anak Allah. Karena itu, saat Yesus berbicara tentang Bapa, Anak, dan Roh Kudus, Dia sedang menunjukkan identitas-Nya yang sangat mulia. Kalau Yesus bukan sungguh-sungguh Anak Allah, maka perkataan-Nya akan sangat salah. Tetapi karena Yesus benar, maka kita tahu bahwa Dia memang layak dipercaya.Kadang-kadang hal tentang Tritunggal memang sulit dimengerti sepenuhnya. Memang, kita tidak bisa memahami Allah yang besar hanya dengan pikiran kita yang kecil. Tetapi walaupun kita tidak bisa memahami semuanya dengan sempurna, kita bisa percaya kepada apa yang Tuhan nyatakan dalam firman-Nya. Tuhan menunjukkan kepada kita cukup banyak supaya kita mengenal Dia dengan benar.Dan ada satu hal yang indah sekali: Allah Tritunggal terlibat dalam keselamatan kita. Bapa mengutus Anak. Anak datang untuk menyelamatkan kita. Roh Kudus bekerja di dalam hati kita supaya kita percaya kepada Yesus. Jadi keselamatan kita bukan pekerjaan manusia, tetapi karya Allah yang mulia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan, terima kasih karena Engkau menyatakan diri-Mu kepadaku. Tolong aku percaya kepada-Mu walaupun ada hal-hal yang masih sulit kupahami.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang benar dan mulia. Terima kasih untuk Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang bekerja dalam rencana keselamatan. Tolong aku supaya makin mengenal Engkau dan percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita mungkin tidak mengerti seluruh kebesaran Allah, tetapi kita bisa percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah yang sungguh menyatakan siapa Allah itu. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agata Tukan dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 49: 1-6; Mazmur tg 139: 1-3.13-14ab.14c-15; Kisah Para Rasul 13: 22-26; Lukas 1: 57-66.80.NAMANYA YOHANES Tema renungan kita pada hari ini ialah: Namanya Yohanes. Di dalam Gerejabaik di Timur maupun Barat dalam hal ini Latin-Roma, kelahiran YohanesPembaptis dirayakan pada hari ini. Kita menjadikannya hari raya, sebab Yohanestelah memperlihatkan perannya yang sangat penting dalam kaitan dengantugas-perutusan Yesus Almasih di dunia. Berita tentang karunia Yohanes ke dalam hidup Zakaria dan Elisabeth sudahmerupakan berita besar sekali yang mencengangkan banyak orang. Menyusul ialahperutusan yang dibawa Yohanes kelak, yaitu mempersiapkan manusia untukmenyambut Yesus Kristus. Mesias bagi Israel ialah raja agung yang memilikisegala kuasa dan menjadi harapan tertinggi demi kehidupan mereka yang tenteramdan damai. Persiapannya tentu harus sangat besar dan terbaik. Pribadi Yohanes sejak di dalam kandungan bunda Elisabeth, berikutkelahirannya, dan perutusannya, bagaikan karpet merah bagi raja agung YesusKristus. Ia sudah mencengangkan dunia dan mengubahnya kepada terang kehidupanyang baru, bahkan orang sejahat Herodes pun segan kepadanya. Tetapi ia sendirimengakui bahwa Yesus jauh lebih besar dari padanya. Ia relakan diri untukmenjadi karpet merah yang membentang di tanah sebagai jalan terbuka danterhormat supaya Yesus Kristus datang dan melewati di atas dirinya. Kelahiran Yohanes Pembaptis memberikan kita makna akan sebuah perutusanatau tugas yang merefleksikan panggilan hidup. Nama “Yohanes” yang dilekatkanpada dirinya berarti “Tuhan yang penuh rahmat”. Menurut kitab nabi Yesaya,pemanggilan nama itu sudah dilakukan sejak dalam kandungan ibu. Pemanggilannama mengandung arti bahwa pribadi manusia sudah dikenal dan ditentukan kalaunanti setelah lahir ia sudah mempunyai tugas yang spesifik. Jadi kelahiranseorang anak manusia, kita semua, sudah di dalam rencana Tuhan. Tidak adaseorang anak manusia dilahirkan secara kebetulan atau spontan. Yohanes mempersiapkan jalan supaya pemilik atau bos-nya rahmat itu datangke dunia demi menghalau dosa dan membawa keselamatan. Kita sebenarnya dapatmenggunakan setiap rahmat yang dicurahkan oleh Tuhan, khususnya melaluisakramen-sakramen yang telah kita terima untuk menyingkirkan dosa, membaharuihidup, dan menjalankan suatu hidup baru. Memiliki dan menikmati hidup barulantas tidak membuat kita besar kepala, sombong, dan bersenang-senang saja.Hidup baru kita mesti tetap mengikuti gaya Yohanes yang menjadi karpet merahbagi Tuhan, terutama dalam pelayanan-pelayanan kepada orang lain. Biarlahmereka tahu bahwa Tuhan yang berbuat bagi hidup mereka dan bukan kita yangberbuat.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah kami, semoga perayaan hari ini memperkuat semangatkami untuk berbagi rahmat-Mu kepada sesama, khususnya mereka yangberkekurangan. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elen Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 17: 5-8.13-15a.18; Mazmur tg 60: 3.4-5.12-13; Matius 7: 1-5.SIAPA YANGMENGHAKIMI DENGAN BENAR? Tema renungan kita pada hari ini ialah: Siapa yang Dapat Menghakimi denganBenar? Ferdinand adalah seorang remaja kelas 1 SMA yang ceria dan satu minggulalu ia terpilih menjadi ketua misdinar di parokinya. Tetapi pada minggukeduanya ia mengundurkan diri. Saat ditanya alasan ia begitu cepat berhentisebagai ketua, ia hanya menjawab singkat bahwa banyak temannya memberikankomentar dan masukan yang membangun. Tetapi lebih banyak lagi yang memberikandia penilaian atau kritik yang negatif bahkan juga fitnahan. Penghakiman dan penilaian secara negatif atau istilah Inggrisnya judgmentalada di mana-mana dan dilakukan oleh siapa saja. Menurut Tuhan Yesus Kristus,ini tidak boleh dilakukan, dan tidak menjadi gaya hidup para pengikut-Nya. Inimerupakan dosa yang sejalan dengan gaya hidup di dunia yang melakukanpenghakiman untuk memisahkan yang salah dan benar. Penegasan Yesus kepada kita pada hari ini bermaksud untuk menghentikan kitadari kebiasaan menghakimi sehingga memvonis orang lain berdosa. Sebaliknya,kita diajarkan untuk mengutamakan sisi yang terbaik dan terhormat dari oranglain, karena melalui itu pendidikan kemanusiaan terjadi, cinta kasih bertumbuhbaik, dan solidaritas bersama sebagai umat Tuhan terjaga. Penghakiman, kritik dan penilaian memang tetap diperlukan bagi setiaporang, kelompok dan komunitas, tetapi dalam cara kelemah-lembutan dan kasih.Ini merupakan tugas yang suci. Orang tua mengoreksi bahkan menghakimi anaknyatentang pergaulan antar lawan jenis yang sudah mengkwatirkan. Ataubiarawan-biarawati muda dihakimi dalam soal kedisiplinan hidup harian yangsudah terasa kering dan hilang mutunya. Ini merupakan penilaian yang suci. Maka nasihat terbaik Yesus bagi kita ialah barang siapa yang menilai,mengkritik dan menghakimi sesamanya secara baik dan di dalam kasih, ia akandinilai secara baik juga oleh Tuhan. Kemudian, siapa yang dapat menghakimidengan benar? Tuhan-lah sebagai pihak yang memberikannya karena Dialah sumberkasih dan kebaikan. Kita sebagai umat-Nya ikut memberikan penilaian danpenghakiman yang benar dan baik karena kita memang dipakai oleh Tuhan. Caranya ialah berangkat dari diri kita untuk menilai diri sendiri, apakahkita bersih atau terbebaskan dari kesalahan dan dosa. Jika kita berbuat dosayang sama dengan orang yang kita berikan penghakiman, sementara kita sendiribelum bertobat sedikit pun, itu sama dengan dusta atau munafik. Hasilnya bisanihil, karena orang akan mengatakan berikan dulu buktinya pada dirimu kalaumemang Anda bersih atau sudah berubah. Kata dan perbuatan harus sejalan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, buatlah kami tulus dan benar dalammemberikan penilaian, kritik dan masukan terhadap sesama kami, dan pakailahkami untuk menyampaikan kebenaran itu melalui kata dan perbuatan kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Raja-Raja 21: 17-29; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.11.16; Matius 5: 43-48.SATU KATA UNTUKTUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Satu Kata Untuk Tuhan. Ada sepasangmuda-mudi yang sudah menjalin hubungan cinta selama tiga tahun, inginmelanjutkan itu ke jenjang pernikahan. Satu persoalan yang rumit bagi keduanyaialah upacara pernikahan mengikuti tata cara agama salah satu dari mereka,padahal mereka berlainan agama. Si wanita yang Katolik sangat ingin supayapernikahan itu dirayakan dalam cara agama Katolik, tetapi ia sama sekali tidakingin memaksakan itu kepada calon suaminya yang bukan Katolik. Semua persiapan lain sudah beres dilakukan namun tentang upacara pernikahandalam ritual agama belum menemukan titik terang. Semua pihak menunggu saja apayang memang dikehendaki oleh Tuhan. Lalu yang dikehendaki Tuhan itu akhirnyadatang. Si pemuda berterus-terang kepada calon istri, keluarganya sendiri dankeluarga calon istri, bahwa ia ingin agar ritual pernikahan mereka dilakukansecara Katolik. Calon istrinya ingin mengetahui alasan ia begitu yakin dengankeputusannya itu, dan ia menjawab singkat begini: "Tuhan sudah memberibegitu banyak dan baik, maka kita mengikuti saja dengan memberi sepertiDia." Singkatnya, ia ingin membuat segala urusan lancar, dan sejauhmungkin menghindari apa yang dapat membuat tambah sulit. Pemuda itu mendapatkan keyakinannya dari Tuhan sendiri. Satu kata kunciuntuk Tuhan ialah memberi. Hakikat diri Tuhan ialah memberi dan tindakanfundamental Tuhan juga sama, memberi. Kita pantas memiliki keyakinan yang samadengan pemuda itu, bahwa Tuhan sudah menyelenggarakan semua dan membuat segalasesuatu mungkin sehingga kita mendapatkan hidup dan diizinkan untuk mengisihidup kita. Ada yang mengisinya dengan pelayanan, yang lain dengan berkarya,yang lain lagi dengan berbuat baik dan membangun persekutuan bersama di dalamdunia ini. Pada hari ini bacaan-bacaan suci mengajarkan kita tentang sebuah bentukperbuatan memberi yang selalu menjadi tantangan besar kalau dilakukan. Memberisesuatu yang baik kepada orang yang memusuhi dan yang merugikan kita adalahkesulitan kita pada umumnya. Ini adalah jenis perbuatan memberi yang luarbiasa. Tuhan Yesus sudah melakukannya, dan Ia ingin supaya kita juga dapatmelakukannya. Yesus berkata bahwa orang-orang yang tidak menyukai atau memusuhikita, pantas diberikan kasih yaitu dengan mendoakan mereka. Kita masing-masing menyadari bahwa ada orang-orang yang tidak menyukai danmemusuhi kita. Kita sendiri yang mengetahui seberapa serius mereka memusuhikita. Mereka mungkin tak menyadari haknya untuk didoakan, tetapi kita sendirimesti menyadari kewajiban kita untuk mendoakan mereka. Ini merupakan salah satutindakan memberi yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang maha rahim, semoga kami selalu bertanggungjawab untuk mendoakan orang-orang yang memusuhi dan tidak menyukai kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 13 Juni 2026Bacaan: "Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. " (Kisah Para Rasul 9:23)Renungan: Bukan hal mudah orang dapat menerima perubahan sesamanya dari tidak baik menjadi baik. Ibarat orang pernah punya "borok" (luka), sekalipun sudah sembuh, kebanyakan orang selalu melihat bekas lukanya daripada sembuhnya. Demikian juga, orang yang pernah berbuat salah dan sudah bertobat, kesalahan masa lalunya selalu dilihat dan diingat. Menjadi orang yang diragukan dan selalu dilihat kesalahan-kesalahan pada masa lalunya memang sangat tidak enak. Karena keadaan ini bisa mengganggu semangat yang bersangkutan dalam berkarya. Jangankan kita, pertobatan Saulus juga pernah diragukan. Pada masa lalu, Saulus memang penganiaya jemaat Tuhan, banyak merusak rumah ibadah dan membunuh orang-orang yang percaya kepada Kristus. Akan tetapi setelah Saulus bertemu Tuhan Yesus dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap para pengikut Kristus, Saulus bertobat. Kemudian, ia memberitakan bahwa Yesus adalah anak Allah. Akibatnya, orang-orang yang pernah melihat dan mengenal latar belakang Saulus heran, setengah tidak percaya alias ragu akan perbuatannya. Bahkan orang-orang Yahudi juga merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. Akan tetapi, sekalipun Saulus diragukan pertobatannya dan hendak dibunuh, ia tetap bekerja memberitakan Injil. Hasilnya, jemaat bertumbuh. Jemaat di seluruh Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Oleh pertolongan Roh Kudus jumlahnya terus bertambah. Apakah pertobatan kita diragukan dan mereka selalu melihat kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang kita perbuat pada masa lalu? Kalaupun demikian, janganlah situasi tersebut membuat diri sendiri kehilangan semangat untuk terus bekerja. Tunjukkan perubahan kita dengan tetap bekerja sepenuh hati dalam situasi apapun, dan percayalah Roh Kudus akan menolong kita untuk meraih keberhasilan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuduskanlah pikiranku, sehingga aku tetap melihat dan berpikir hal yang baik dari setiap pribadi yang sudah bertobat. Jadikanlah mataku seperti mata-Mu, mata yang selalu melihat hal yang baik dalam diri setiap orang. Amin. (Dod).
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
Pdm. Handoyo Salim (TB) Galatia 5:25-26Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.
Pdt. Wigand Sugandi
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Patricia Yessika dari Paroki Santa Maria Tak Bercela di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 2 Timotius 4: 1-8; Mazmur tg 71: 8-9.14-15ab.16-17.22; Markus 12: 38-44.AGAMA AMBISI, PROMOSI DAN POSISI Tema renungan kita pada ini ialah: Agama Ambisi, Promosidan Posisi. Karena memeluk agama itu sebagai hak dan pilihan individu ataukelompok, sifat natural manusiawi yang berambisi, suka promosi diri dan inginakan posisi atau jabatan sering mempengaruhi keyakinan setiap orang. Tuhan Yesus meminta kita tidak memiliki cara hidup berimanyang demikian. Yesus sendiri tidak memiliki tipe itu. Ia justru menghadirkansatu jenis hidup beriman yang berlawanan dengan ambisi, promosi dan posisi.Para pemuka agama, cendekia, ahli kitab suci dan kaum Farisi terkenal denganjenis agama ini. Lalu Yesus ingatkan kita semua, supaya tidak tergodamengikuti atau tidak memelihara kecenderungan untuk: 1) keinginan amat tinggiatau berambisi menjadi penting dan diutamakan; 2) selalu mau promosi atautampil cari perhatian untuk dikenal dan diakui yang intinya ialah penghormatandan penghargaan dari orang lain; 3) selalu berusaha menggunakan posisi ataukedudukan, bahkan yang sifatnya rohani, untuk keuntungan pribadi. Para pengikut Kristus sebaliknya harus melakukan pelayanandalam kerendahan hati untuk kebaikan sesama, daripada berambisi menjadi yangutama. Menampilkan atau promosi kebaikan orang lain dan kehidupan bersamamelalui pekerjaan, pelayanan dan solidaritas daripada promosi diri sendiri.Kesempatan memakai posisi entah sipil atau keagamaan untuk pelayanan danpembaktian diri secara tulus dan tanggung jawab, daripada mencari keuntungandiri sendiri. Ketiga kecenderungan daging yang diuraikan tadi berakarpada kesombongan, yang merupakan salah satu dari 7 dosa pokok manusia. Kalauyang pokok ini dihilangkan maka dosa-dosa turunannya juga tak akan berkembang.Ada dua cara yang kita belajar hari ini untuk menghilangkan kesombonganmanusiawi. Pertama, kita setiap saat senantiasa memuji dan bersyukurkepada Tuhan. Rasul Paulus menasihatkan muridnya Timotius untuk menyatakanpujian dan syukur itu melalui suatu sikap iman yang benar, yaitu bersabar dalampenderitaan dan melakukan tugas pelayanan dan pewartaan dalam suka cita. Kedua, kerendahan hati menjadi pilihan sikap hidup yangkita kembangkan dan pelihara. Yesus memberi contoh melalui penampilan jandamiskin yang memberi derma. Kerendahan hati itu bukan berbentuk pasif dan tenangsaja, tetapi berbuat dan mempersembahkan sesuatu materi atau rohani yangmeskipun sederhana namun berguna bagi sesama dan kepentingan bersama. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Kuatkan dan berkatilah kami, ya Tuhan YesusKristus, supaya melalui pekerjaan dan pelayanan kami yang rutin dan biasa, kamiingin melakukan itu dalam semangat menghadirkan kebaikan bagi sesama dan hidupkami bersama. Semoga Roh-Mu selalu mendampingi kami untuk mewujudkan semangatini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. 2 Timotius 2: 8-15; Mazmur tg 25: 4bc-5ab.8-9.10.14; Markus 12: 28b-34.JANTUNGNYA CINTA Renungan kita pada hari ini bertema: Jantungnya Cinta.Biasanya cinta itu indah dalam kata-kata. Tetapi cinta itu menjadi sempurnajika dilakukan atau dipraktikkan. Jadi cinta yang terungkap dalam kata-kata dandiwujudkan dalam tindakan yang sesuai dengan kata-kata, sebenarnya itu adalahjantungnya cinta. Tetapi ada masalah dengan cinta di sini. Persoalannyaialah orang menjalankan cinta sebagai sebuah teori atau rumusan, jadi bentuknyaialah ide, gagasan dan norma-norma. Misalnya jangan bicara kasar, jangan nampakkotor pada orang lain, dan banyak jangan atau larangan lainnya. Itu yang dibuat oleh orang-orang Yahudi, khususnya kaumcendekia dan ahli taurat. Mereka memiliki 600 lebih rumusan aturan agar orang-orang menjadi lebih baik dan beriman. Tapi ternyatajantung cinta atau inti cintanya tidak mereka miliki. Terlalu larut dalam teoridan rumusan, mereka lupa untuk menghidupi cinta itu. Dan Yesus sendiri yangmengajarkan mereka: jantung cinta ialah mencintai Allah dan sesama, keduanyasama penting dan sama sejatinya. Maka syarat fundamental ialah jangan berbuat ekstrem yaitufanatik untuk yang satu, sementara melupakan atau membenci yang lain. RasulPaulus menasihatkan Timotius di dalam suratnya yang kedua bahwa pewartaan danpendalaman keyakinan tentang kematian dan kebangkitan Kristus adalah metodedasar dalam pertumbuhan iman. Isi pewartaan itu sudah dimulai oleh Rasul Petruspada hari-hari pertama setelah Yesus bangkit. Ia berkotbah di hadapan semuaorang yang percaya dan yang belum. Aspek lain yang juga sangat penting ialah menghidupikeyakinan dan pemahaman iman tersebut. Rasul Paulus melanjutkan nasihatnya itu,bahwa muridnya itu dan kita semua pengikut Kristus hendaknya mati juga bersamaKristus supaya kita nanti hidup bersama Dia. Kita hendaknya bertekun agar kitaikut memerintah bersama Dia. Jika kita menyangkal Dia, Dia akan menyangkalkita. Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, sebab Yesus tidak dapatmenyangkal diri-Nya sendiri. Mungkin hidup kita saat ini berlebur dalam urusan cintaberupa kata-kata, ilusi, gambar, janji, teori, rumusan, aturan, mimpi, ambisipribadi, uang, karir dan semua kaitan dengan kebutuhan duniawi. Bisa jadijantung cintanya, yaitu perbuatan mencintai sesama dan Tuhan yang nyata,langsung, dan berguna jauh dari perhitungan. Batin terasa sedang mencarijantung cinta yang kabur atau hilang. Apakah jantung cinta sekarang bersamamuatau jauh darimu? Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tetapdalam bimbingan Roh-Mu dalam kesetiaan dan ketaatan mencintai Dikau dan sesamakami, sebab dengan demikian kami sanggup menunjukkan diri sebagaimurid-murid-Mu yang sesungguhnya. Berkatilah kami untuk intensi ini. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. 2 Timotius 1: 1-3.6-12; Mazmur tg 123: 1-2a.2bcd; Markus 12: 18-27.JIKA TERJADI SALAH PAHAM Renungan kita pada hari ini bertema: Jika Terjadi SalahPaham. Seorang pemuda menaksir seorang gadis yang sudah ia kenal beberapa bulanlamanya. Gadis itu lebih muda sepuluh tahun darinya. Sang pemuda selalumenyempatkan diri untuk bertemu dengan gadis pilihannya itu. Pada suatu ketikaia menyatakan secara langsung cintanya kepada gadis cantik itu. Pemuda itu berkata: "Saya jatuh cinta padamu. Apakahkamu dapat menerima saya, mengingat perbedaan usia kita 10 tahun. Selama inisaya kuatir untuk berbicara karena faktor perbedaan usia ini." Gadis itumenjawab: "Tidak apa-apa. Saya terima kok. Yang penting harus terpenuhisatu syaratnya." "Syarat apa?" tanya si pemuda. "Syaratnyaialah, kamu menunggu saja sampai usia saya sama dengan usiamu." Selama kita sebagai manusia di dunia ini kita akanmengalami banyak salah paham. Cerita di atas adalah salah satu contohnya. Salahpaham umumnya terjadi karena di antara kita tidak ada satu pemahaman ataupemikiran yang sama. Jika kita tidak berusaha mengatasinya, ini akan berpotensimenjadi konflik dan pemicu perpecahan di antara kita. Kita hendaknyamenghindari contoh-contoh salah paham yang kita temukan di dalam kitab suci. Kisah tentang Tobit yang ditunjukkan dalam Perjanjian Lamamenggambarkan salah paham orang tentang penderitaan sebagai orang beriman.Penderitaan karena Yesus jangan dianggap sebagai kutukan dan nasib yang sangatmemalukan. Justru penderitaan adalah kesempatan mendapatkan rahmat dan berkatTuhan. Salah paham yang kedua ialah pandangan bahwa kebaikan dan panggilankudus didapatkan adalah semata-semata karena perbuatan manusia. Tuhan dipandangtidak berperan apa-apa. Seharusnya, ini adalah karena maksud dan kasih TuhanAllah sendiri yang memilih dan memberikan kita martabat yang tinggi. Orang-orang Saduki salah paham bahwa nanti di dalam hidupabadi suami-istri biologis akan melanjutkan lagi perkawinan mereka di sana.Mereka berpikir bahwa manusia hanya akan pindah alamat tempat tinggal ketikananti memasuki kehidupan di alam baka. Yesus menegaskan bahwa mereka sungguhsalah paham dan itu membuat arah hidup mereka menjadi salah. Jika terjadi salah paham, apa yang mesti kita lakukan?Hendaklah kita sadar bahwa Tuhan adalah tempat kita mendapatkan terang, nasihatdan jalan untuk berbalik ke paham yang benar. Hendaklah kita juga salingmengingatkan supaya salah paham itu jangan diteruskan dan berpeluang untukmenjadi besar. Konflik sudah siap menyerang jika salah paham ini tidakdihentikan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarkan dan kuatkanlahkami selalu untuk berada dalam jalan dan paham yang benar sesuai dengankebijaksanaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Arthur J. Homeric dari Paroki St. Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Petrus 3: 12-15a.17-18; Mazmur tg 90: 2.3-4.10.14.16; Markus 12: 13-17.MENGAMBIL RUPAALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengambil Rupa Allah. Kita parapengikut Kristus ini seperti koin. Gambaran rupa Allah dicap pada kita padawaktu pembaptisan kita masing-masing. Kita dilekatkan meterai dan terikat matioleh Roh Kudus melalui Sakramen Penguatan. Rupa dan meterai itu mempertegaskepada dunia bahwa kita ini adalah milik Allah. Seperti sapi dan kerbau yang ditandai pada tubuh mereka oleh pemiliknya,orang yang melihat koin Romawi akan langsung mengatakan rupa atau milik siapasebenarnya. Pada setiap koin Romawi ditaruh wajah Kaisar. Oleh karena itu,Yesus begitu melihat koin yang ditanyakan orang-orang Ia langsung sajamengatakan bahwa itu miliknya Kaisar, maka perhatian dan pengabdian diberikankepada Kaisar. Pajak dan segala tagihan negara diberikan ke Kaisar. Sebaliknya kita yang sudah dicap dan dimeteraikan dengan rupa Allah,mestinya kita berikan perhatian, dedikasi dan penyembahan kepada Allah dalamseluruh hidup kita. Artinya kita tampilkan dan hadirkan rupa Allah kepadadunia: khususnya di hadapan kaisar, penguasa dan kekuatan dunia ini bahwa adarupa Allah yang mempunyai kualitas yang berbeda bahkan lebih tinggidibandingkan dengan yang dimiliki dunia ini. Koin-koin dapat dilihat dan diinginkan di mana-mana, bergantung padakegiatan manusia. Mereka punya harga dari yang murah sampai yang paling tinggi,dari membeli selembar kertas sampai yang miliaran untuk membeli tanah ataurumah. Sama dengan koin-koin itu, kitayang dicap dengan rupa Allah mesti dapat juga menjangkau dan berbuat di manapun di seluruh dunia, dalam berbagai tempat dan situasi untuk menjadi garam danterang dunia. Sebagai contoh, wajah Tuhan sebagai pengampun hadir pada diri Anda yangadalah seorang pengikut Kristus, ketika kebijakan publik atau institusi negaraditerapkan sedemikian sampai membuat hak Anda diperlakukan tidak adil. Di sini,tindakan pengampunan mestinya bisa sangat diperlukan meskipun penegakan hukumyang mengikuti ranahnya sendiri tentu akan dilakukan untuk menegakkan keadilandan kebenaran. Jika dunia atau kebanyakan orang tidak memperhatikan atau mengindahkanpengampunan, perdamaian, dan toleransi mungkin karena jiwa mereka dikuasai olehkaisar dunia ini. Sedangkan koin para pengikut Kristus, yaitu wajah Allahmestinya semakin bersinar terang supaya Kerajaan-Nya dapat menguasai seluruhdunia dan setiap pribadi manusia sehingga dapat menyelamatkannya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, kami menyadari bahwa rupa Bapa-Mu adapada-Mu dan kami mengambil rupa yang sama karena telah memilih dan mengikutiEngkau. Semoga kami tetap semangat dan tekun memakai wajah-Mu dalam setiap saathidup kami, kini dan sepanjang masa. Amin. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Diana Ho dari Paroki Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Petrus 1: 1-7; Mazmur tg 91: 1-2.14-15ab.15c-16; Markus 12: 1-12.ANTARA BERBUAH BAIK ATAU BURUK Renungan kita pada hari ini bertema: Antara berbuah baikatau buruk. Injil dari Santo Markus yang baru saja kita dengar menggambarkansuatu perumpamaan tentang para pekerja (petani), yang menunjuk pada parapimpinan agama di zamannya Yesus. Maksudnya ialah untuk memperingatkan merekasupaya menerima Yesus sebagai Putra Allah dan jangan menyandera Dia dengananeka persepsi yang negatif. Yesus sendiri mengalami langsung bagaimana mereka melawancinta kasih yang Ia ajarkan dan lakukan. Mereka memusuhi, menganiaya, bahkanmembunuh semua utusan Allah, termasuk Yesus sendiri. Orang-orang itu merasatelah melakukan kebaikan dengan cara menegakkan hukum mereka, hukum Taurat. Itu terjadi pada zamannya Yesus Kristus dulu. Apa yangterjadi sekarang ini? Kita tidak mempunyai sikap sama seperti para pekerja yangbrutal terhadap Tuhan Yesus. Kita justru menerima dan mengakui Dia sebagaiTuhan yang baik. Kita tidak sampai hati mengkhianati Dia, karena kalau ituterjadi sia-sia saja kita bertekun tiap hari mendengar dan merenungkanfirman-Nya. Satu hal yang penting adalah ini, bahwa setelah kitadicurahkan oleh Roh Kudus pada hari Pentakosta, Yesus ingin ingatkan bahwa dibawah bimbingan dan pengajaran Roh Kudus kita mestinya dapat berbuah dandiharapkan buah-buah itu baik, bukan sebaliknya buruk. Kalau Roh Kudus yanghidup bersama kita buah-buah kita memang harus baik dan berguna baik bagi dirisendiri maupun bagi orang lain. Tujuh karunia Roh Kudus itu mesti menjadi target sepertiapa buah-buah dari kita. Kita kiranya berusaha untuk berbuah baik dalamkebijaksanaan, pengertian, nasihat, kekuatan, pengetahuan, kesalehan, dan takutakan Allah. Kalau salah satu atau dua karunia ini kita abaikan, bisa saja kitamenjadi brutal dan jahat seperti para pekerja kebun anggur itu. Misalnya, jika Anda tidak punya kebijaksanaan, pengertiandan pengetahuan yang baik, sangat mungkin Anda menggantikannya dengankemarahan, menang sendiri dan bertindak membabi-buta kepada orang lain. Jikaseseorang mungkin nampak saleh, tetapi tak ada takut akan Allah, bisa saja iaakan menjadi seorang pendendam yang diam-diam akan meledak dan sangatberbahaya. Jadi karunia Roh Kudus itu, paling kurang menjadi salahsatu indikasi kalau kita ingin berbuah baik, caranya ialah tunduk dan tekundalam bimbingan Roh Kudus. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan yang maha baik, terima kasih atas hariyang baru ini yang memberi kami kesempatan satu hari lagi untuk menekuni hidupini di dalam bimbingan Roh-Mu. Semoga pikiran dan hati kami selalu terbukaterhadap sapaan melalui firman yang disampaikan kepada kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Genesia Grizelda Sudarju, Pricillia Nini Wijaya dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Mamajang dan Arthur J. Homeric dari Paroki Santo Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kejadian 34: 4b-6.8-9; Mazmur tg T.Dan 3: 52.53.54.55.56; 2 Korintus 13: 11-13; Yohanes 3: 16-18.ALLAH YANG TRITUNGGAL Tema renungan kita hari ini Minggu, Hari Raya TritunggalMahakudus ialah: Allah Yang Tritunggal. Mario, seorang murid kelas 5 SD sedangmengerjakan PR namun karena ia tak menemukan jawaban, lalu ia bertanya kepadabapanya: “Papa, Tuhan Allah itu satu tetapi punya tiga pribadi, apamaksudnya?'” Bapak itu diam sejenak dan menjawab, “Itu sulit sekali untukdijawab nak. Tanyakan itu ke Mamamu di sana.” Mario dekati ibunya, “Mah, ‘Tuhanitu satu tetapi punya tiga pribadi, apa maksudnya?'” Jawab ibu, “Mama tak bisajawab, pekerjaan masih banyak. Kamu belajar saja di sana ya!” Esok harinya di sekolah, Mario melaporkan kepada guru, “BuGuru, tak ada jawaban. Bapak dan ibuku tak bisa menjawab. Kalau Bu Guru,jawabnya apa ya?” Guru itu diam sejenak, lalu menjawab: “Jawabnya nanti saja yaMario. Lebih baik marilah kita lanjutkan pelajaran.” Mario merasa kecewa. Dibuku tulisnya ia menjawab sendiri pertanyaan itu kira-kira begini: Kitabertanya terus saja tentang artinya Tritunggal mahakudus, jawabannya tak mestididapat sekarang, atau mungkin tak perlu tahu juga. Yang penting bisa sebutnama-Nya dan percaya.” Kesulitan umum orang beriman ialah tak sepenuhnyamengetahui dan mengerti bagaimana atauseperti apa Tritunggal itu. Satu Allah tiga pribadi ada dalam hafalan kita.Kita menyebut nama-Nya di dalam doa-doa dan ibadat. Kita rayakan pesta dan hariraya-Nya. Kita beriman kepada-Nya sejak pembaptisan dan ditetapkan oleh-Nya didalam Sakramen Penguatan. Tetapi pengetahuan kita terbatas tentang Dia. Kitasempat dengar dan belajar di sana sini, tetap saja kita tak puas. Jadijawabannya tak mesti sekarang, atau mungkin tak perlu juga mendapatkan jawabanyang sungguh memuaskan. Bagaimana atau seperti apa keadaan dan kehidupan satuAllah tiga pribadi secara persis tak ada yang tahu. Tak ada kitab suci dantradisi tersendiri tentang mereka. Kita hanya tahu dalam definisi tertentukarena Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan dan mengajarkan di dalam Injil. Diamengatakan itu sebagai misteri besar iman kita, yaitu persekutan tritunggalyang tak dapat terpisahkan. Tugasnya Yesus ialah menyatakan kemuliaan Allah itukepada kita: Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus, dan untuk mempersatukankita semua dengan Tuhan di dalam satu persekutuan kasih. Persekutan kasih didunia ialah Gereja. Tujuan terakhir yang akan dicapai oleh kita orang-orangberiman ialah memasuki persekutuan sempurna di dalam kemuliaan abadi Tritunggalitu. Perutusan dari Yesus dan Roh Kudus sama, karena Yesus katakan kepada paramurid dan kita semua bahwa Roh Kuduslah yang akan mengajarkan kita dalam semuakebenaran. Yang dimaksudkan ialah kebenaran tentang Allah, misteri agungTritunggal suci. Meskipun pengetahuan kita terbatas tentang Tritunggal kudusitu, yang penting kita tak boleh hilang iman dan kesetiaan kita kepada-Nya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tritunggal suci, semoga Allah Bapamelindungi dan memenuhi kami dengan segala kemurahan, semoga Allah Putramempersatukan dan menyelamatkan kami sebagai satu kawanan umat kesayangan-Mu,dan semoga Allah Roh Kudus terus mengajarkan dan menerangi kami dalam segalakebenaran tentang kebesaran kemuliaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa ... Dalam namaBapa ...
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Bukan kebetulan Tuhan memberikan Roh-Nya yang Kudus pada hari raya Pentakosta. Hari dimana pemeluk agama Yahudi berkumpul untuk merayakan berkat dan kehadiran-Nya, dipakai Tuhan untuk mengaruniakan Roh-Nya dari Surga. Apakah kuasa Roh Yang Kudus itu diberikan kepada setiap orang yang berkumpul saat itu? Atau, kepada siapakah Roh itu diberikan? Sudahkah saudara menerima penyertaan Roh Kudus?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 24 Mei 2026.Kirim pesan
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Lukas Sang SejarawanDiambil dari: Kisah Para Rasul 1:1–2 “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.”Wonder Kids, tahukah kamu bahwa Lukas menulis dua kitab dalam Perjanjian Baru? Ia menulis Injil Lukas dan juga Kisah Para Rasul. Lukas menulis dengan sangat teliti. Ia ingin supaya orang-orang yang membaca tulisannya tahu bahwa apa yang ia ceritakan sungguh dapat dipercaya.Lukas bukan asal menulis. Ia mencari tahu dengan sungguh-sungguh, mengumpulkan keterangan, dan menuliskan peristiwa-peristiwa dengan rapi. Dalam Kisah Para Rasul, Lukas juga menulis banyak hal dengan sangat jelas, seperti perjalanan, tempat-tempat, dan orang-orang yang ikut serta. Karena itu, banyak orang melihat bahwa Lukas adalah penulis yang hati-hati dan teliti.Bayangkan kalau kamu menulis jurnal perjalanan saat pergi ke luar kota. Kamu mungkin akan menulis siapa yang ikut, ke mana kamu pergi, apa yang terjadi di jalan, dan apa yang kamu lihat. Nah, Lukas juga menulis seperti itu. Ia memberikan banyak rincian yang menunjukkan bahwa ia sungguh memperhatikan apa yang terjadi. Ini menolong kita semakin yakin bahwa berita tentang Yesus dan gereja mula-mula bukan dongeng, tetapi benar-benar terjadi dalam sejarah.Tetapi yang paling penting, Wonder Kids, Lukas tidak hanya ingin kita tahu fakta. Lukas ingin kita mengenal Yesus. Ia mencatat apa yang Yesus kerjakan dan ajarkan supaya kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Jadi saat kita membaca Injil Lukas atau Kisah Para Rasul, kita bukan hanya belajar sejarah, tetapi juga belajar mengenal Tuhan yang hidup.Tuhan juga mau kita menjadi orang yang setia dalam hal-hal kecil. Lukas teliti dalam menulis. Kita pun bisa belajar teliti, jujur, dan sungguh-sungguh dalam tugas kita. Saat kita melakukan hal kecil dengan baik, kita sedang belajar hidup setia di hadapan Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu membaca satu bagian Alkitab hari ini, perhatikan satu hal kecil yang biasanya kamu lewatkan. Lalu ceritakan kepada orang di rumahmu apa yang kamu pelajari dari bagian itu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu yang dapat dipercaya. Tolong aku supaya saat membaca Alkitab, aku tidak asal lewat, tetapi sungguh memperhatikan dan mengenal Engkau lebih dalam. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan memberi firman-Nya dengan benar dan teliti, supaya kita sungguh percaya dan mengenal Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Pdt. Jonathan Pattiasina
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi, Onny Pekendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 2: 1-11; Mazmur tg 104: 1ab.24ac.29c-30.31.34; 1 Korintus 12: 3b-7.12-13; Yohanes 20: 19-23.HEMBUSAN SANG ILAHI Tema renungan kita pada hari iniMinggu, hari raya Pentakosta ini ialah: Hembusan Sang Ilahi. Ada sepasang suamiistri yang sudah berusia di atas 60 tahun. Anak-anak dan cucu sudah tinggal dirumahnya masing-masing. Sang istri menderita katarak pada kedua matanya yangmengakibatkan ia tidak bisa melihat sama sekali. Suami yang harus mendampingidan menolongnya setiap saat. Anak-anak dan cucu-cucu sering bergantian melayanijuga. Wanita itu dapat mengenal dengan persis dan menyebut namaorang yang sedang berada di dekatnya dan melayaninya dengan merasakan bau yangberbeda-beda dari setiap orang. Suami memberinya bau yang berbeda dari padaanak, mantu, dan cucu. Meskipun orang yang melayaninya tidak mengeluarkansuara, ia dapat memastikan siapa sebenarnya orang itu cukup dengan mengenal bauyang keluar dari tubuh orang tersebut. Ia berkata bahwa kemampuan ini bukankarena ia seorang yang hebat, tetapi karena suatu pembiasaan yang ia jalanisetiap saat sejak kedua matanya buta. Hubungan kita dengan Roh Kudus adalah seperti yang terjadidengan ibu yang buta itu dengan anggota keluarga yang melayaninya. Kita tidakbisa dan tidak akan melihat tampak konkret Roh Kudus seperti apa. Kalau dahuluGereja Perdana di Yerusalem, jemaat menyaksikan dengan mata sendiri Yesus yangbangkit berdiri di tengah-tengah mereka, berbicara dengan mereka, mengutusmereka, dan menghembusi Roh-Nya kepada mereka. Keadaan kita jauh berbeda. Kitahanya dapat mengetahui Roh Kudus dengan merasakan kehadirannya, yaitu bau-Nyayang sangat indah dan menarik kita semua kepada-Nya. Baunya Roh Kudus adalah bau cinta kasih Allah sendiri. RohKudus memberikan hembusan cinta kasih Tuhan ke dalam diri kita sehingga kitamendapatkan semangat baru dan kemampuan untuk berbicara yang dimengerti olehbanyak orang lain, terutama dalam saat-saat kesulitan dan krisis hidup kita.Dengan demikian diri kita penuh dengan semangat cinta untuk kita hembusi kedalam dunia ini, sehingga semua orang mendapatkan keharuman yang menyukakanhati. Di dalam dunia ini bercampur bau cinta atau benci, rajinatau malas, berani atau takut, pandai atau kurang pandai yang berbeda dari satuorang ke orang yang lain. Tetapi nafas cinta kasih Allah hanya satu, yangdihembuskan Roh Kudus, supaya mempersatukan dan menjiwai semua. Hembusankebencian manusia diatasi oleh hembusan cinta kasih Allah. Hembusan kemalasandan hilangnya semangat manusia, diatasi oleh hembusan kasih ilahi yangmencurahkan semangat baru. Dan seterusnya. Jadi hembusan sang ilahi adalah Roh Kudusyang berhembus untuk menyebarkan cinta kasih Allah dan kehidupan baru kepadakita semua. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah yang maha baik, kami bersyukur atashari Minggu Pentekosta ini yang membuka kesadaran dan batin kami akankehadiran-Mu tanpa henti melalui Roh Kudus-Mu. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agustina Maria Nawang Mulan dari Paroki Santa Maria Assumpta Klaten di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Kisah Para Rasul 22: 30; 23: 6-11; Mazmur tg 16: 1-2a.5.7-8.9-10.11; Yohanes 17: 20-26.SEMOGA KITA BERSATU Renungan kita pada hari ini bertema: Semoga Kita Bersatu. Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahunsedang berdoa di dalam kamarnya. Kedua orang tuanya mendengar dari luar kamarsepertinya anak itu sedang berbicara dengan seseorang. Mereka mengintip dilubang pintu, dan melihat anaknya memandang ke atas dengan kedua tangannyaterbuka. Ia berseru di dalam doanya: "Tuhan Yesus, aku sering berdoakepada-Mu, tapi aku belum pernah mendengar Engkau berdoa untuk aku. Sekarangaku ingin dengar doamu untuk aku." Bocah itu sebenarnya ingin mengetahui apakah Tuhan Yesus mendoakan kitamanusia. Ini juga sering menjadi pertanyaan dari banyak orang di antara kita.Pada hari ini bacaan Injil kita menguraikan tentang sebuah doa Yesus yangsangat spesial, yaitu ia berdoa supaya terciptalah persatuan di antara Allahdan manusia dan di antara manusia dengan sesamanya. Jadi Yesus berdoa bagisetiap pribadi kita dan semua orang yang ada di sekitar kita, semoga kitabersatu. Mengapa doa-Nya adalah semoga kita bersatu dan bukan kita harusbersatu? Alasan paling kentara ialah bahwa Tuhan memberikan kebebasan kepada setiapmanusia untuk memilih persatuan atau memilih perpecahan. Ini sama dengankebebasan memilih untuk menaati Dia atau melawan Dia. Hidup kita adalah arenabermain dan berjuang untuk menentukan siapa yang memilih Tuhan dan siapa yangtidak. Jadi kebebasan manusia ialah karunia kodrati yang ikut menentukankondisi iman dan pertumbuhan rohani kita. Alasan lain yang mungkin kurang kita sadari ialah bahwa persiapan sebagaiunsur yang sangat penting dalam hidup kita. Doa Yesus semoga kita bersatu hendaknyamendorong kita untuk menyiapkan suatu persekutuan yang sejati di antara kitaputra dan putri Allah. Persiapan ini berguna untuk meningkatkan selera kitamerindukan suatu persatuan abadi di surga. Maka kita tidak boleh menganggapremeh atau bermain-main dengan setiap jenis persatuan yang kita bangunbersama-sama di dunia ini. Tuhan kecewa kalau kita meremehkannya. Alasan yang paling tinggi nilainya ialah bahwa Tuhan Allah itu esa dantempat Ia berdiam ialah satu saja selamanya, di surga. Untuk sampai ke sanakita harus melewati perjalanan dan proses panjang. Tidak ada permainan sulapatau transportasi kilat untuk bisa sampai di sana. Kalau seandainya tak adaproses maka cukup satu saja mujisat untuk membawa semua orang bersatu di surga.Tetapi ada prosesnya, maka kita memakai “semoga kita bersatu”. Kita diberi karunia untuk memiliki pengharapan. Tuhan tidak menghilangkanpengharapan kita dan menggantinya dengan harus. Oleh karena itu doa-doa selaluberupa “semoga”, “kiranya” dan “akan”, sebagai tanda pengharapan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Roh Kudus yang diutus kepada kamimempersatukan kami di dunia ini dan mempersiapkan kami untuk persatuan yangabadi bersama-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 20: 28-38; Mazmur tg 68: 29-30.33-35a.35b-36c; Yohanes 17: 11b-19.BERBAGI KARUNIA ROHKUDUS Renungan kita pada hari ini bertema: Berbagi Karunia Roh Kudus. Ada satukelompok orang muda masuk ke dalam gereja untuk berdoa. Mereka berjumlah tujuhorang, empat perempuan dan tiga laki-laki. Mereka semua heran dengan dekorasidi samping altar berupa gambar tujuh karunia Roh Kudus. Masing-masing memilihsatu karunia Roh yang dianggapnya paling cocok dengan karakter dan keadaanpribadinya, yaitu karunia kebijaksanaan, pengertian, nasihat, pengetahuan,kesalehan, keperkasaan (kekuatan), dan takut akan Tuhan. Setelah berdoa, merekakembali dengan hati yang penuh gembira. Ada sebuah niat yang baik dan mulia dari mereka sebagai satu kelompok orangmuda Katolik dan sebagai pribadi masing-masing. Mereka ingin memberikankesaksian kepada orang muda Katolik lain, supaya membawa semua orang mudaKatolik di dalam persekutuan dan persaudaraan Kristiani yang baik. Mereka jugaingin menjadi rasul-rasul Kristus yang dengan rela dan tekun berbagikarunia-karunia Roh Kudus kepada sesamanya, khususnya di tempat mereka hidupdan bertumbuh. Mereka menjadi berguna kalau mereka berbagi karunia Roh Kudus. Mengapa harus berbagi Roh Kudus? Ada beberapa alasan mendasar. Pertamakarena Tuhan Allah sendiri sudah berbagi dari diri-Nya sendiri. Tuhan Allahberbagi hidup-Nya dengan manusia sehingga Putra Allah menjadi Yesus Kristus,kemudian Yesus sendiri mengutus Roh-Nya bagi kita. Allah sudah berbagi, makakita harus juga bisa berbagi. Tujuan utama berbagi ini ialah supaya persatuandan kesatuan itu dapat diwujudkan, seperti inti doa Yesus yang diwartakanbacaan Injil pada hari ini. Berbagi karunia Roh bertujuan untuk persatuan. Kedua, Roh Kudus bergerak dan berkegiatan. Ia menggerakkan setiap pribadidalam Gereja Perdana lalu menginisiatifkan kegiatan-kegiatan mereka sehinggamereka tidak tinggal diam atau bersembunyi. Santo Paulus harus bergerak danberpindah dari satu tempat ke tempat lain, karena ia harus mengembangkan Gerejake seluruh pelosok bumi. Kita juga dipenuhi dan digerakkan oleh Roh Kudus agarkita dapat berbagi kasih karunia Tuhan kepada orang lain. Ketiga, Gereja itu inklusif dan menaati perintah Yesus untuk menjadikanseluruh bangsa murid-murid-Nya. Maka tak ada cara lain yang paling pas kecualimenggerakkan setiap pengikut Kristus untuk berbagi karunia-karunia Roh Kudus,yaitu menyampaikan segala kebaikan, suka cita dan kebenaran kepada seluruhdunia. Berbagi kepada sesama di dalam persekutuan Yesus Kristus merupakan hukumyang tidak dilalaikan. Berbagi kepada sesama manusia yang lain merupakan perwujudantugas Gereja kita yang apostolik. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, di dalam saat-saat penantian datangnya RohKudus, kami menaruh iman kami kepada-Mu sebagai guru dan Tuhan kami. Kuatkanlahkami dengan berkat dan kasih-Mu supaya dalam penantian ini kami selalu fokusdengan penuh devosi dan mawas diri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Arthur J. Homeric dari Paroki Santo Yoseph Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 20: 17-27; Mazmur tg 68: 10-11.20-21; Yohanes 17: 1-11a.MEMELUKKEMULIAAN TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memeluk Kemuliaan Tuhan. Adaseorang pemuda bercerita bahwa ia menjaga relasi dengan pacarnya melalui LDR(long distance relationship). Pacarnya tinggal di rumahnya yang dekat dengangereja, sehinnga ia sering berbagi foto-foto kegiatan doa rosario, pelayanan digereja dan perayaan Misa. Ini berbeda dari si pemuda yang tinggal di pelosokyang jauh sekali dari gereja. Kunjungan Pastor Paroki di kampung itu nyaristidak terjadi. Kehidupan rohani umat di situ amat kering. Setiap kali mendapat foto-foto kegiatan rohani dari pacarnya, ia mengangkatsalib Tuhan Yesus dan merapatkan ke tubuhnya atau memeluknya. Ia sering jugamenggenggam erat rosario dan mengecupnya. Ia menjadikan salib Tuhan Yesussebagai tanda relasi dan perasaan dekat sekali dengan Tuhan. Bagi dia iniadalah ungkapan memeluk kemuliaan Tuhan. Jika kita memeluk salib, kita memeluk kemuliaan Tuhan. Santo Paulusmengalami betapa penderitaan salib menjadi makanannya tiap hari. Roh Kudusmenolong dia dan kita semua untuk dapat memeluk dan menanggung salib di dalamhidup kita. Ada orang yang siap untuk itu seperti Santo Paulus, namun adabanyak yang tidak siap. Maka Tuhan Yesus mendoakan mereka yang tidak siapdengan salibnya, agar mereka tidak usah kuatir atau takut. Ia selalu menolongmereka untuk memanggul salibnya. Doa Yesus direalisasikan melalui Roh Kudus yang menolong kita memikul salibkita masing-masing. Roh Kudus membantu kita untuk menyukai salib, memeluknya,dan memikulnya. Kita harus memeluk dahulu sebelum memikulnya. Itu berarti kitamau dan menyanggupinya. Kalau memeluk sesuatu atau seseorang, berarti kitamenyayanginya, dan kita berhati-hati supaya ia tidak jatuh. Kita sayang akansalib yang kita pikul dan tetap menjaganya supaya tidak jatuh atau berpindah keorang lain. Salib merupakan kemenangan dan kemuliaan kita. Melalui salib terjadipenaklukan terhadap dosa dan tercapai keselamatan sebagai kebenaran bagi kita.Memeluk kemuliaan Tuhan berarti apa? Pertama, karena Yesus sendiri menyatakankemuliaan itu kepada kita, khususnya saat Ia mendoakan kita. Kedua, Yesusmempersembahkan kelimpahan hidup tanpa batas dan ini menggambarkan sebuahkemuliaan Tuhan. Kemuliaan Tuhan bermakna berlimpah-limpah kemurahan dankebaikan-Nya. Ketiga, dengan demikian kita mengenal Tuhan secara pribadi. Seseorang dapatdikenal secara pribadi dan mendalam melalui penderitaan hidupnya. Kita mengenalTuhan Yesus secara pribadi dan mendalam melalui penderitaan dan salib-Nya.Keempat, kita juga mengalami kemuliaan Tuhan melalui pelayanan kepadaorang-orang yang menderita. Salib menandakan Yesus Kristus bersatu denganmanusia yang berdosa dan menderita. Jadi kita memeluk kemuliaan Tuhan padadasarnya ialah kita mengalami Tuhan dengan sangat nyata di dalam hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan yang maha baik, bantulah kami untuk selalumengutamakan kemuliaan-Mu di dalam semua usaha dan tugas kami. Salam Maria,penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
Pdt. Ellya Makarawung
Pdt. Rubin Ong
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 9 April 2026Bacaan: "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga." (Matius 6:10) Renungan: Di dalam doa Bapa Kami terdapat kata-kata yang cukup terkenal, yaitu "jadilah kehendakMu". Dua kata ini merupakan salah satu prinsip doa yang diajarkan oleh Yesus kepada para pengikut-Nya. Di Taman Getsemani Yesus memohon kepada Bapa agar melalukan cawan penderitaan yang akan la hadapi, tetapi Yesus mengakhiri permohonan Nya dengan berkata, "Tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki." Kata-kata ini diucapkan oleh Yesus pastilah dengan kesadaran yang penuh bahwa kehendak Bapa adalah yang terbaik untuk-Nya. Salah satu kunci yang membuat doa kita dikabulkan oleh Tuhan, yaitu jika permohonan itu sesuai dengan kehendak-Nya. Kita boleh beriman bahwa Tuhan pasti mengabulkan doa kita, tetapi bagaimana pun besarnya iman yang kita miliki, jika apa yang kita minta tidak sesuai dengan kehendak-Nya, maka la tidak akan mengabulkannya. Seseorang berkata, "Tuhan tidak selalu melakukan apa yang sanggup la lakukan, melainkan apa yang la kehendaki untuk la lakukan." Secara umum kita tahu bahwa kehendak Tuhan adalah sesuatu yang akan mendatangkan kemuliaan bagi nama-Nya dan kebaikan bagi manusia. Terkadang kita tidak tahu apakah yang kita doakan itu benar-benar akan mendatangkan kemuliaan bagi nama-Nya dan kebaikan bagi kita. Tetapi karena kita mempercayai Tuhan sebagai Bapa yang baik yang lebih mengetahui apa yang baik bagi anak-anak-Nya, maka kita perlu berserah pada kehendak-Nya. Karena keterbatasan kita untuk mengerti secara persis apa yang menjadi kehendak Tuhan dan bagaimana harus berdoa, kita perlu membuka hati pada tuntunan Roh Kudus. Ketika beban terasa demikian berat sehingga kita tidak bisa lagi berpikir dan berkata-kata, saat itulah Roh Kudus akan berdoa untuk kita dan juga membantu kita berdoa dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Roh Kudus juga mengajar kita untuk memiliki penyerahan diri kepada kehendak Bapa Semakin kita membuka diri pada tuntunan Roh Kudus, semakin kita mengerti apa yang menjadi kehendak-Nya dan semakin kita tahu bagaimana harus berdoa. Roh Kudus menyempurnakan doa-doa yang kita panjatkan sehingga Bapa dengan kasih dan hikmat-Nya akan menanggapinya. Roma 8:27 berbunyi, "Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa la, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus." Biarkan Roh Kudus menuntun kita, karena jika kita terlatih mendengar bisikan-Nya, maka kita tidak akan menyerukan doa sia-sia yang berasal dari dorongan kedagingan kita. Ketika doa kita sesuai kehendak Tuhan, maka la akan mengabulkan permohonan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku menyerahkan segala kerinduan, harapan dan rencanaku ke dalam tangan-Mu. Jadilah sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 26 Februari 2026Bacaan: "Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan." (Amsal 12:18) Renungan: Ada seorang mahasiswa yang menderita kepahitan yang dalam selama bertahun-tahun terhadap salah seorang dosen, karena satu pernyataan yang diucapkan dosen tersebut. Suatu hari ketika ia sedang berbicara dengan pacarnya, mereka ditegur dengan sangat kasar oleh seorang dosen yang kebetulan lewat. Begitu melihat mereka berdua, dosen tersebut langsung mendatangi mereka dan berkata, "Saya muak melihat kalian berdua. Saya tidak bisa makan kalau melihat kalian berdua, mau muntah rasanya." Mahasiswa tersebut dan pacarnya begitu sakit hati sampai-sampai setiap kali dosen tersebut mengajar di kelas, mereka tidak mau mendengarkan. Semangat dan kemauan mereka untuk mengerjakan tugas-tugas dari mata kuliah yang sedang diajar dosen tersebut itupun juga hilang. Akhirnya mereka mendapat nilai yang begitu rendah dari mata kuliah tersebut, bukan karena mereka bodoh tetapi semata2 karena kepahitan dalam hati mereka kepada dosen yang mengajarnya. Amsal 12:18 mengajar kita untuk tidak sembarangan berkata, sekalipun dalam persoalan yang kecil atau remeh, bahkan dalam bergurau. Pada saat kita meremehkan soal yang kita hadapi atau meremehkan pembicaraan kita, maka pada waktu itu akan ada banyak kata-kata yang mengalir keluar tanpa ditimbang dan dipikirkan, sehingga akhirnya tahu-tahu kita sudah membuat banyak kesalahan, kepahitan dan melukai orang lain dengan kata-kata itu. Banyak penderitaan batin dan kepahitan hidup itu berasal dari kata-kata yang keluar seenaknya tanpa dipertimbangkan. Kata-kata yang tidak dipertimbangkan terlebih dahulu, tanpa disengaja dapat melemahkan atau bahkan mematikan semangat, gairah bahkan kerohanian orang lain. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum mengucapkan suatu kalimat, teguran, nasihat atau canda gurau apapun juga, terlebih dahulu tanyakanlah kepada hati kita, adakah damai sejahtera untuk berkata-kata begitu? Adakah hati kita gelisah dan merasa tidak enak? Apakah akan ada orang yang terluka hatinya karena perkataan kita ini? Kalau hati kita tidak sejahtera, tidak ada ketenangan untuk berkata-kata sedemikian, tahan dulu, jangan terus bicara, pertimbangkan lagi, dan berdoa kepada Tuhan meminta hikmat dari Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dan kepekaan untuk selalu dapat membedakan kata-kata yang berguna dan kata-kata yang tidak beguna. Ampunilah semua perkataanku yang telah menyakiti hati orang lain, dan aku mohon balutlah hati orang2 yang telah kusakiti dengan kasih dan pengampunan dari-Mu. Amin. (Dod).