POPULARITY
Categories
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Saksi Kebangkitan: Penampakan TerakhirDiambil dari Lukas 24:51“Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.”Wonder Kids, selama empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, Yesus berkali-kali menampakkan diri kepada para murid. Ada yang melihat-Nya sendiri, ada yang bersama kelompok besar. Kisah Para Rasul 1:3 mengatakan bahwa Yesus menunjukkan banyak tanda yang meyakinkan bahwa Ia benar-benar hidup dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.Setelah itu, tibalah waktunya Yesus kembali ke Surga. Sebelum pergi, Yesus memberikan tugas kepada murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil. Namun, para murid masih mempunyai pertanyaan. Mereka bertanya, “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”Yesus tidak memberikan tanggal atau waktu. Ia berkata bahwa hal itu adalah urusan Bapa. Sebaliknya, Yesus mengatakan sesuatu yang lebih penting: mereka akan menerima kuasa ketika Roh Kudus turun atas mereka. Kemudian mereka harus menjadi saksi tentang Yesus di Yerusalem, seluruh Yudea dan Samaria, bahkan sampai ke ujung bumi.Sesudah berkata demikian, Yesus terangkat ke surga sementara para murid melihat-Nya. Awan menutupi-Nya dari pandangan mereka.Wah, kedatangan dan kepergian Yesus sangat berbeda. Ketika lahir di Betlehem, Yesus datang sebagai bayi kecil dalam kesederhanaan. Tetapi ketika kembali ke surga, Ia terangkat dalam kemuliaan. Yesus yang pernah dihina dan disalibkan sekarang kembali kepada Bapa sebagai Raja yang menang.Namun, sebelum pergi, Yesus meninggalkan sebuah tugas. Para murid tidak boleh hanya berdiri menatap ke langit. Mereka harus pergi dan menjadi saksi-Nya. Tugas itu juga diberikan kepada kita hari ini. Kita dipanggil untuk menceritakan tentang Yesus melalui perkataan dan kehidupan kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan satu hal tentang Yesus kepada seorang teman atau anggota keluargamu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau hidup dan sekarang bertakhta dalam kemuliaan. Tolong aku menjadi saksi-Mu dan berani menceritakan kabar baik tentang Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sudah kembali ke surga, tetapi tugas kita masih berjalan—jadilah saksi-Nya di mana pun kamu berada. Tuhan Yesus memberkati.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 329 (Kisah Rasul 3:17-26): Petrus melanjutkan khotbahnya dengan menawarkan kesempatan bertobat. Banyak orang tidak tahu kalau Yesus adalah Sang Mesias. Mereka tetap berdosa besar, tetapi Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat. Mereka tidak tahu, karena itu mereka memakukan Dia di kayu salib. Tetapi kejahatan mereka membunuh Kristus yang tidak bersalah, ternyata dipakai Allah untuk menggenapi rencana keselamatan-Nya.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 28 September 2026Bacaan: "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." (Wahyu 3:20)Renungan: Ada sebuah cerita tentang seorang anak yang akan menjemput ibunya yang akan datang ke Jakarta. "Pagi itu Leny dari Jakarta menelepon ibunya yang berada di Kupang, yang akan datang ke Jakarta. Ia mengingatkan agar handphone ibunya langsung diaktifkan saat transit di Denpasar. Saat jadwal yang ditetapkan bahwa pesawat mendarat di tempat transit, Leny segera menghubungi ibunya untuk memastikan keadaannya baik-baik saja, sebab saat itu ibunya sedang mengidap penyakit dalam, yaitu maag kronis. Namun sayang handphonenya tidak bisa dihubungi. Apalagi saat menghubungi pihak bandara, mereka mengatakan bahwa ibunya tidak berada di ruang tunggu bandara Denpasar. Seluruh keluarga menjadi panik, takut terjadi sesuatu pada sang ibu. Dengan pasrah Leny hanya dapat menunggu pesawat yang akan membawa ibunya ke Jakarta sambil terus berdoa. Dengan perasaan tidak keruan ia memerhatikan barisan penumpang di pintu keluar. Betapa senangnya saat ia melihat ibunya ada di antara para penumpang itu. "Kenapa Mama tidak mengaktifkan HP? Saya hubungi Mama dari siang tadi tetapi tidak bisa," kata Leny dengan penasaran sambil memeriksa HP ibunya. "Mama dari tadi juga tunggu telepon kamu, Nak. Tetapi karena HP-nya tidak berdering, makanya tidak Mama cek," jawab ibunya dengan santai. "Ya jelas HP-nya tidak bisa berbunyi, kan belum diaktifkan Ma," jawab Leny dengan sedikit kesal. Ibunya ternyata sudah sedikit pikun di usia 71 tahun ini dan hal itu belum disadari oleh Leny. Komunikasi antara Leny dan ibunya terputus karena sang ibu tidak menyalakan handphone." Kisah ini mengingatkan pada hubungan kita dengan Tuhan. Kita mendengar orang lain berbicara dan menyaksikan bagaimana Tuhan hadir di dalam hidup mereka dan berbicara. Kemudian kita sendiri mulai bingung karena tidak merasakan kehadiran-Nya, apalagi mendengarkan suara-Nya. Apa yang menjadi masalahnya? Apakah Tuhan tidak mau berbicara kepada kita? Setelah itu, kita mulai meragukan kehadiran Tuhan di dalam hidup ini, padahal kita sendiri yang tanpa sadar telah memutus koneksi dengan Tuhan. Tuhan senantiasa datang menghampiri umat-Nya, namun terkadang kita tidak menyadarinya. Sebenarnya kita sendiri yang salah, sebab kita tidak membuka koneksi dengan Tuhan sehingga kita tidak dapat merasakan atau mengetahui kehadiran-Nya di sisi kita. Koneksi itu akan kembali terhubung ketika kita memberikan waktu untuk berdoa dan membaca firman-Nya. Hubungan komunikasi kita dengan Tuhan harus selalu tersambung dan tidak boleh terputus. Jangan meremehkan masalah ini! Hal ini sangat penting bagi kita supaya selalu terkoneksi dengan Tuhan untuk mengetahui tujuan-tujuan dan apa yang harus kita lakukan sehingga tidak terjadi kesalahan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mau supaya koneksi antara aku dan Engkau selalu aktif dan tidak pernah putus. Aku memohon kiranya Roh-Mu memampukanku. Amin. (Dod).
Join Kelas Practical CBT : Teknik terapi untuk mengatasi depresi, anxiety dan trauma psikologis.Info selengkapnya WA 0819-4544-1553 (Febri)Pernah merasa pikiran terus memikirkan kemungkinan buruk, padahal belum tentu terjadi?“Bagaimana kalau saya gagal?”“Bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi?”“Bagaimana kalau saya tidak bisa mengatasinya?”Kecemasan sebenarnya adalah sistem alarm alami tubuh. Masalahnya, alarm ini terkadang menjadi terlalu sensitif—membuat tubuh terus berada dalam kondisi waspada meskipun ancaman sebenarnya tidak ada.Dalam episode Anxiety Therapy ini, kita membahas bagaimana memahami dan menghadapi kecemasan secara lebih sehat, termasuk:• Mengapa kecemasan bisa muncul dan terus berulang• Mengenali siklus kecemasan• Perbedaan antara worry dan rumination• Mengapa menghindari kecemasan justru bisa membuatnya semakin kuat• Cara menenangkan tubuh ketika anxiety meningkat• Teknik grounding dan breathing sederhana• Bagaimana mengevaluasi pikiran otomatis• Mengubah “pikiran” menjadi sesuatu yang bisa diamati, bukan selalu dipercaya• Langkah kecil untuk perlahan menghadapi hal yang selama ini dihindariTujuan terapi kecemasan bukan membuat kita tidak pernah merasa cemas lagi.Tetapi membantu kita belajar:“Saya boleh merasa cemas, tanpa harus membiarkan kecemasan mengendalikan hidup saya.”Dengarkan episode Anxiety Therapy dan pelajari cara memahami alarm kecemasan dalam diri dengan lebih baik.
Pdm. Handoyo Salim (TB) Ibrani 9: 25-26Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 24 September 2026 Bacaan: "Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." (Ayub 1:11) Renungan: Ayub adalah seorang tokoh Alkitab yang dikenal akan kesalehannya. Tuhan pun memuji kualitas rohani Ayub. Namun, hal ini bukan hal yang istimewa di mata Iblis, Iblis pun mengajukan argumentasinya atas pujian Tuhan. Hingga akhirnya Tuhan mengizinkan penderitaan terjadi dalam kehidupan Ayub. Namun kita tahu, pada akhirnya Ayub menjadi pemenang atas tantangan imannya, dengan memberi pernyataan, "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau." Inilah sesungguhnya nilai dari sebuah kesaksian hidup. Penderitaan hidup sering kali melahirkan sebuah tanda tanya, "Mengapa kesalehan hidup tidak dapat menjamin kenyamanan hidup?" Hidup ini sepertinya tidak adil. Kepedihan hidup akan sangat mudah menghancurkan hidup seseorang yang di luar Tuhan. Namun, bagi orang yang berakar di dalam Tuhan, kepedihan menjadi seperti sebuah kesaksian untuk menjadi teladan bagi orang lain, layaknya seperti sebuah mercusuar yang akan memberi arahan pada kapal-kapal yang berlayar di tengah kegelapan untuk menemukan tempat berlabuh. Karena di dalam getirnya hidup, kita mengajari dunia untuk tetap tersenyum di tengah derai air mata dan melihat sukacita di tengah dukacita. Kita memberi teladan tentang kebahagiaan yang tidak bergantung pada apa yang dialami, tetapi pada sebuah hati yang berpaut pada Tuhan. Bukankah ini menjadi kerinduan hati Tuhan atas kualitas rohani yang kita tunjukkan dan perankan di dalam panggung dunia ini? Marilah kita bersyukur atas kehadiran-Nya, yang menjadi tambatan kebahagiaan di tengah kerasnya kehidupan. Seperti sebuah pernyataan berikut, "Kebahagiaan dan sukacita sejati harus kita tambatkan pada sebuah tempat yang tidak akan dapat beralih, yang hanya dapat kita temukan di dalam Tuhan. Itu tidak bergantung pada apa yang sedang terjadi dalam kehidupan kita, tetapi bagaimana kita meresponi apa yang sedang kita alami." Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, biarlah keberadaan-Mu di hidupku menjadi sumber sukacita di tengah penderitaan, sehingga hidupku menjadi kesaksian bagi orang lain. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Saksi Kebangkitan: Maria MagdalenaDiambil dari: Yohanes 20:18 “Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: ‘Aku telah melihat Tuhan!' dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.”Wonder Kids, Maria Magdalena datang ke kubur Yesus dan menemukan tubuh-Nya sudah tidak ada. Ia sangat sedih dan menangis karena mengira seseorang telah mengambil tubuh Yesus. Ketika melihat ke dalam kubur, Maria melihat dua malaikat yang bertanya mengapa ia menangis.Tidak lama kemudian, Maria berbalik dan melihat seseorang berdiri di dekatnya. Orang itu bertanya, “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria mengira orang itu adalah penjaga taman. Ia berkata, “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia.”Lalu orang itu hanya mengatakan satu kata, “Maria!” Saat mendengar namanya dipanggil, Maria langsung mengenali-Nya. Ia berseru, “Rabuni!” yang berarti Guru. Ternyata orang yang berdiri di hadapannya adalah Tuhan Yesus yang sudah bangkit!Mengapa Maria tidak langsung mengenali Yesus? Terakhir kali ia melihat Yesus, tubuh-Nya penuh luka dan tergantung di kayu salib. Sekarang Yesus berdiri hidup di hadapannya. Maria juga sedang menangis dan sangat sedih. Tetapi ketika Yesus memanggil namanya, ia langsung mengenali suara Sang Guru.Yesus mengenal Maria secara pribadi. Dia mengetahui namanya, kesedihannya, dan kasihnya kepada Tuhan. Yesus juga mengenal kita. Dia tahu namamu, perasaanmu, ketakutanmu, dan apa yang sedang kamu alami.Kita mungkin tidak mendengar suara Yesus secara langsung seperti Maria. Namun, Yesus berbicara kepada kita melalui Alkitab. Ketika membaca firman-Nya, kita belajar mengenali suara-Nya dan mengetahui kehendak-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Bacalah beberapa ayat dari Yohanes 20 dan bayangkan Yesus memanggil namamu. Ingatlah bahwa Tuhan mengenal dan mengasihimu secara pribadi.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau hidup dan mengenalku secara pribadi. Tolong aku semakin mengenali suara-Mu melalui firman dan mengikuti-Mu dengan setia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus yang bangkit mengenal namamu dan memanggilmu untuk mengenal serta mengikuti-Nya. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 23 September 2026Bacaan: "Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yakobus 4:6)Renungan: Ada pepatah yang berbunyi, "Di atas langit masih ada langit." Pepatah ini singkat namun sungguh mendalam maknanya. Pepatah ini mengajarkan kepada kita untuk selalu mawas diri dengan tidak menyombongkan diri atas apa yang kita miliki dan kita capai dalam hidup ini. Ketika kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling kaya, maka sesungguhnya masih ada orang yang lebih kaya dari kita. Ketika kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling pintar, maka sesungguhnya masih ada orang yang lebih pintar dari kita. Ketika kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling tampan atau cantik, maka sesungguhnya masih ada orang yang lebih tampan atau cantik dari kita. Banyak orang berpendapat bahwa dosa yang paling dibenci oleh Tuhan adalah dosa kesombongan. Apakah itu benar atau tidak, faktanya Tuhan bertindak sangat tegas pada kesombongan manusia. Perhatikanlah fakta-fakta Alkitab berikut ini: Tuhan membuang Lucifer/Iblis dari Sorga, ketika dengan sombong ia ingin menyamai Tuhan; Tuhan menghentikan pembangunan menara Babel, ketika dengan sombong manusia di bumi hendak mendirikannya hingga ke langit; Tuhan merendahkan Raja Nebukadnezar dengan makan rerumputan seperti hewan, ketika dengan sombong ia membanggakan Kerajaan Babel; Tuhan menampar Raja Herodes hingga tewas ketika dengan sombong ia menerima pujian rakyatnya yang menganggapnya sebagai Tuhan. Dari fakta-fakta di atas maka tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa kesombongan adalah dosa yang paling dibenci Tuhan. Mengapa Tuhan begitu membenci kesombongan manusia? Sebab kesombongan itu langsung berurusan dengan pribadi Tuhan sendiri, yang tidak ingin diduakan oleh apa pun dan oleh siapa pun. Ia tidak ingin ditandingi oleh yang lain. Ia ingin menjadi yang "Satu-satunya", yang mengatasi segala ciptaan-Nya. Itulah sebabnya hukum pertama dari "10 Hukum" yang diberikan-Nya kepada umat-Nya, Israel, adalah agar mereka tidak menduakanNya (Kel 20:3). Oleh karena itu, apa pun yang kita miliki dan yang telah kita capai dalam hidup ini, hendaklah itu tidak membuat kita menjadi sombong. Sebab jika kita mulai meninggikan diri, maka Tuhan sendiri yang akan merendahkan kita (Mat 23:12). Ingatlah bahwa bukan hanya kita yang diberi kesempatan oleh Tuhan untuk berhasil. Bahkan ada orang yang lebih berhasil daripada kita. Untuk itu, jadilah orang yang rendah hati karena Tuhan mengasihi orang-orang yang rendah hati. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk menjadi orang yang selalu rendah hati sehingga aku tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain di sekifarku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 22 September 2026Bacaan: "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya." (Amsal 10:4) Renungan: Ada seekor keledai masuk ke dalam lobang yang cukup dalam. Si pemilik keledai mencoba untuk mengeluarkan keledainya, tapi tidak berhasil. la juga tidak bisa mengangkatnya keluar dari lobang tersebut. Akhirnya, dengan sedih hati, ia memutuskan untuk menguburkan saja keledai kesayangannya itu. la mulai melemparkan tanah sedikit demi sedikit ke dalam lobang itu. Keledai yang sudah kebingungan di dalam lobang itu, menjadi bertambah bingung. Setelah jatuh ke dalam lobang. sekarang ia dilempari dengan tanah. Tapi sang keledai tetap bersemangat untuk hidup. la menggoyangkan badannya untuk menjatuhkan tanah-tanah yang ada di punggungnya. la kemudian menginjak tanah-tanah itu. Semakin banyak tanah yang dibuang ke dalam lobang, ternyata membuat sang keledai semakin timbul ke permukaan lobang. Akhirnya, ketika petang hari tiba, sang keledai pun bisa meloncat keluar lobang tersebut. Kesalahan bisa saja kita buat di dalam kehidupan ini, seperti keledai ini yang terperosok ke dalam lobang yang dalam. Tetapi, kita harus mempunyai semangat yang terus menggebu untuk bangkit dan berhasil kembali. Jika keledai tersebut hanya duduk saja di dasar lobang. maka ia akan segera terkubur dan tamatlah riwayatnya. Tapi, dengan bersemangat dan tetap berharap dapat keluar dari lobang itu, ia mengebaskan tanah-tanah yang jatuh ke badannya, dan menginjak tanah-tanah itu. Di dunia ini, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan jika kita mau belajar dan berusaha lebih keras dan lebih bersemangat. Untuk masalah penghidupan di dunia ini, firman Tuhan berkata: Apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu. (Kej 27:40). Untuk masalah rohani, firman Tuhan berkata: Jikalau kamu tetap dalam firmanku, kamu benar-benar adalah murid Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. (Yoh 8:31-32). Mari, bangkit kembali, dan belajar lagi dengan memperbaiki apa yang salah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk nasihat-Mu hari ini. Benar aku harus lebih bersemangat lagi untuk belajar dari kesalahanku. Amin. (Dod).
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fransiska Nanda dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Efesus 4: 1-7.11-13; Mazmur tg 19: 2-3.4-5; Matius 9: 9-13.BIARKAN HATI YANG BERBICARA Renungan kita pada hari ini bertema: Biarkan Hati Yang Berbicara. Pada hariini 21 September Gereja kita merayakan pesta Santo Matius, rasul dan pengarangInjil. Ia adalah anak Alfeus yang berasal dari Capernaum di sekitar danauGenesaret. Ia dikenal sebagai pemungut pajak romawi, suatu pekerjaan yangdibenci oleh orang-orang sedaerahnya karena memihak kepada penjajah. Maka ia dianggap pendosa berat, dan Yesus dikritik keras karena menjadikandia salah seorang murid-Nya. Tetapi Yesus beralasan bahwa tugas-Nya ialahsebagai penyembuh jiwa-jiwa yang berdosa. Matius juga dipercayai sebagaipenulis Injil Tuhan, dan menjadi rasul yang menginjili daerah Ethiopia. ProsesMatius, seorang pendosa paling dibenci orang-orang di sekitarnya, menjadi muridYesus merupakan suatu gerakan hati yang dipenuhi oleh kuasa Allah. Tuhan Yesus memiliki hati yang penuh belas kasih dan Ia melihat denganhati-Nya itu dalam memilih orang-orang yang menjadi partner dalam bekerja.Matius dalam profesinya sebagai pembantu penjajah romawi untuk memungut pajakmasyarakat, juga memiliki hati yang tulus dan terbuka kepada Tuhan yang menemuidan memilihnya. Karena itu ia nothing toloose, tidak terikat atau tidak bergantung pada pekerjaannya. Iameninggalkan itu dan mengikuti Yesus. Kalau kita biarkan hati yang mengerti, memilih dan berbicara, hasilnyaadalah kebenaran. Tentu ini ada faktanya. Karena Tuhan berkenan tinggal didalam hati nurani manusia untuk setiap kali memberikan nasihat bijak dan murnidi kala kita mengambil keputusan. Pikiran sering berputar-putar dengankemampuan rasionalisasi, imajinasi dan spekulasi, misalnya untuk membela diri,kesombongan, mencari kambing hitam dan sebagainya. Tetapi hati, jika berpikirdan berbicara maka orang akan hidup selalu dalam tuntunan Roh yang satu dansuci. Hati mereka masing-masing berbicara tentang panggilan yang unik dariTuhan dan mereka berusaha hidup yang sesuai dengan panggilannya itu. Santo Paulus berkata dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, bahwa setiaporang diharapkan menggunakan karunia Roh yang unik pada dirinya itu, untukdapat mewujudkan hidup yang bersatu dalam satu Tuhan dan satu iman. Matius,meskipun pikirannya sibuk tentang urusan pajak dan mendapatkan keuntungan daripekerjaan itu, hatinya jelas rindu akan Tuhan. Dengan pekerjaannya itu, iamenyadari tak bisa masuk ke dalam sinagoga untuk mendengarkan firman Allah danberdoa. Pas ketika bertemu Yesus, kedua hati mereka dipenuhi kuasa Allahlangsung tersambung. Dua kata: “Ikutilah Aku” dari Yesus segera mengubah hidupMatius. Ia berkeputusan untuk mengikuti Yesus. Bagi kita, berbicara dengan hatimerupakan kesempatan untuk menguatkan panggilan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, tinggallah selalu di dalam hati kamidan baharui hidup kami sesuai dengan kehendak-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 18 September 2026Bacaan: Kisah Para Rasul 3:9 "Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah."Renungan: Ketika seorang anak berhasil di dalam studinya, tentu dia akan sangat senang. Di sisi lain, orang tuanya menjadi bangga. Apalagi kalau dia mencapai nilai tertinggi dan mendapat penghargaan atas prestasinya, maka sangat mungkin orang lain akan bertanya, "Anak siapakah dia?" atau "Siapa sih orang tuanya?" Anak itu telah mengangkat nama orang tuanya. Demikian juga ketika seseorang menerima berkat atau mujizat, maka sudah seharusnya itu menjadi jalan untuk sebuah kesaksian di hadapan orang lain. Si lumpuh di Gerbang Indah telah memberikan contoh untuk hal itu. Dikatakan bahwa, "Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah." Mujizat kesembuhan itu tidak mungkin disembunyikan dan si lumpuh pun tak mau menyembunyikan dengan berpura-pura lumpuh lagi. Dia berjalan kian kemari, yang mau tidak mau membuat orang-orang di sekitarnya melihat dia. Menariknya adalah, dia berjalan sambil memuji Tuhan. Situasi menjadi berubah, di mana biasanya orang-orang melewati Gerbang Indah itu dengan pandangan yang biasa-biasa saja ketika melihat si lumpuh, namun sekarang mereka melihatnya dengan penuh keheranan. Dikatakan, "Sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya."Tidak menutup kemungkinan di antara mereka ada orang-orang yang suka menghakimi sesamanya, seperti orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Sepertinya tentang mujizat masih tidak begitu populer pada saat itu, meskipun Yesus sudah "mempopulerkannya" selama pelayanan di negeri Israel. Terbukti bahwa mereka takjub dan tercengang, di mana ini bukan saja merupakan sikap kekaguman, namun juga karena mereka tidak tahu. Dengan meminjam bahasa kita, mungkin mereka berkata, "Bagaimana orang yang lumpuh sejak lahir itu tiba-tiba bisa berjalan?" Padahal, dengan mendengar si lumpuh itu memuji Tuhan, seharusnya pikiran mereka tertuju kepada mujizat Tuhan, sebab apa yang terjadi itu di luar nalar manusia. Tetapi, dengan kejadian itu membuat Petrus dan Yohanes berkesempatan untuk memberitakan Kabar Baik. Tidak perlu berpanjang lebar lagi, Petrus langsung menjelaskan tentang Yesus. Bayangkan seandainya si lumpuh berpura-pura lumpuh lagi, mungkin karena takut tidak lagi mendapat sedekah, dan tidak mau berjalan sambil memuji Tuhan, maka tidak ada kesempatan untuk bersaksi tentang Yesus saat itu, karena tidak ada orang yang berkumpul karena terheran-heran. Namun, kenyataannya si lumpuh sudah menjadi sarana kesaksian tentang Yesus, bahkan dirinya juga bisa dikatakan sudah menjadi saksi, karena sudah memuji Tuhan atas berkat kesembuhan yang dia terima. Kalau kita disembuhkan dari sakit kita, sesungguhnya itu harus menjadi sarana kesaksian. Kalau kita dilepaskan dari jerat masalah ekonomi dan keuangan, maka itu pun harus menjadi sarana kesaksian. Apalagi jika kita diberi kesempatan untuk memperoleh keberhasilan dalam usaha dan karier, maka biarlah nama Yesus menjadi dikenal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku keberanian untuk bersaksi tentang-Mu, terutama ketika aku mengalami mujizat-Mu, sehingga banyak orang diselamatkan. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti Penampakan YesusDiambil dari: Yohanes 20:29 “Kata Yesus kepadanya: ‘Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.'”Wonder Kids, setelah mempelajari kubur yang kosong, kita perlu melihat bukti lain tentang kebangkitan Yesus, yaitu penampakan-Nya kepada banyak orang. Sesudah bangkit, Yesus memperlihatkan diri kepada Maria Magdalena, para murid, Tomas, dan banyak orang lainnya.Ada orang yang berkata, “Tetapi tidak ada seorang pun yang berada di dalam kubur dan melihat saat tubuh Yesus mulai hidup kembali.” Memang benar, Alkitab tidak menceritakan ada orang yang menyaksikan tepat pada detik Yesus bangkit. Namun, apakah itu berarti kebangkitan-Nya tidak dapat dipercaya? Tentu tidak.Coba bayangkan polisi menemukan sebuah rumah yang sudah dibobol. Tidak ada polisi yang melihat langsung ketika pencuri masuk. Namun, mereka dapat memeriksa pintu yang rusak, sidik jari, rekaman kamera, dan barang yang hilang. Dari berbagai bukti itu, mereka dapat mengetahui apa yang terjadi.Begitu juga dengan kebangkitan Yesus. Tidak ada orang yang melihat saat tubuh-Nya hidup kembali di dalam kubur. Namun, mereka menemukan batu sudah terguling, kubur sudah kosong, dan kain kafan tertinggal. Sesudah itu, banyak orang bertemu dengan Yesus yang hidup. Mereka berbicara dengan-Nya, menyentuh-Nya, bahkan makan bersama-Nya.Para murid yang sebelumnya takut dan bersembunyi juga berubah menjadi saksi yang berani. Mereka rela menghadapi penderitaan karena yakin bahwa Yesus benar-benar hidup. Bukti-bukti ini menolong kita menyimpulkan bahwa kebangkitan Yesus bukan cerita buatan.Wonder Kids, kita memang tidak melihat Yesus dengan mata seperti para murid. Namun, Tuhan memberikan kesaksian yang cukup supaya kita dapat percaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tuliskan satu alasan mengapa kamu percaya bahwa Yesus sungguh bangkit, lalu ceritakan kepada seseorang.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk bukti-bukti kebangkitan-Mu. Tolong aku percaya kepada-Mu dan berani menceritakan bahwa Engkau hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita tidak melihat saat Yesus keluar dari kubur, tetapi kubur kosong dan penampakan-Nya membuktikan bahwa Dia sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Pdt. Ferry Felani (TB) 1 Yohanes 2: 9-11Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kerinduan yang Belum TerpenuhiDiambil dari: 1 Korintus 2:9–10 “Tetapi seperti ada tertulis: ‘Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.' Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.”Wonder Kids, kita semua pernah merasa senang, sedih, lapar, haus, atau puas. Namun, pernahkah kamu merasakan kerinduan yang sulit dijelaskan? Seperti ada sesuatu yang kamu cari, tetapi kamu tidak tahu apa itu.Dalam bahasa Jerman ada satu kata yang memiliki arti kerinduan yang sangat dalam kepada sesuatu yang indah, sempurna, dan terasa seperti “rumah,” padahal kita belum pernah menemukannya di dunia ini. Kita mungkin mencoba mengisinya dengan mainan, prestasi, teman, liburan, atau hiburan. Semua itu bisa membuat kita senang, tetapi tidak dapat memuaskan hati kita selamanya.Mengapa kita memiliki kerinduan seperti itu? Karena kita diciptakan untuk mengenal Allah dan hidup bersama-Nya. Dunia ini memang memiliki banyak hal yang baik, tetapi semuanya terbatas. Hanya Tuhan yang dapat memenuhi kerinduan terdalam dalam hati manusia.Firman Tuhan berkata bahwa Allah sudah menyediakan sesuatu yang jauh melampaui apa yang pernah kita lihat, dengar, atau bayangkan. Melalui Roh Kudus, Tuhan menolong kita mengenal kasih-Nya, memahami firman-Nya, dan menantikan kehidupan kekal bersama-Nya.Wonder Kids, saat hatimu merasa kosong, jangan langsung mencoba mengisinya dengan lebih banyak barang atau hiburan. Datanglah kepada Tuhan. Bacalah firman-Nya, berdoalah, dan ingatlah bahwa kerinduanmu yang terdalam hanya dapat dipenuhi oleh-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa bosan atau kosong, ambillah waktu untuk berkata, “Tuhan, hatiku membutuhkan-Mu. Tolong aku menemukan sukacita di dalam Engkau.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakanku untuk mengenal dan mengasihi-Mu. Tolong aku tidak mencari kepuasan hanya dari dunia, tetapi menemukan sukacita sejati di dalam-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kerinduan terdalam dalam hatimu tidak dapat dipenuhi oleh dunia, karena hatimu diciptakan untuk Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Zita Meita Her Indrati dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 12: 31 - 13: 13; Mazmur tg 33: 2-5.12.22; Lukas 7: 31-35.JANGAN KEENAKAN MASA BODOH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jangan Keenakan Masa Bodoh. Istilah“masa bodoh” yang lazim dalam percakapan kita menunjukkan sikap tidak peduli,acuh tak acuh, cuek, tak ada perhatian, tak menghiraukan, menggambarkan sesuatuyang natural di dalam diri kita. Kepada sesama atau saudara sendiri, sikap initentu saja membuat mereka marah atau tersinggung. Tuhan juga akan kecewa jikaumat-Nya masa bodoh terhadap-Nya. Yesus sendiri sebagai utusan Bapa untuk menyelamatkan umat Manusia,menghadapi masa bodoh orang-orang di sekitar-Nya. Ia memandang mereka sebagaiangkatan yang cuek atau yang membodohi dirinya sendiri. Tuhan yang telah lamadijanjikan datang dan hadir tengah-tengah mereka tetapi mereka buta hati danmata, sehingga tidak dapat mendengar-Nya dan menolak Dia. Ia memandang merekaseperti anak-anak yang bersukacita memainkan musik, tapi orang-orang tidak ikutbergembira dalam bernyanyi dan berjoget. Anak-anak yang larut dalam kesedihan,tetapi orang-orang di situ tidak mau ikut berduka. Sikap masa bodoh merupakan sebuah sikap tanpa jawaban dan tanpa simpati.Ketika Anda tidak ditanggapi, Anda seperti menghadapi batu atau tembok. Inilebih menyakitkan daripada mendapatkan jawaban atau tanggapan negatif. Jawabanseperti “tidak” atau “maaf belum sempat”, ialah cukup bagimu untuk mengertisebagai suatu jawaban negatif yang pasti. Tetapi jika tak ada kepastian karenaorang cuek atau masa bodoh terhadapmu, ini justru sebagai sikap yang tak jelas dan sangat berlawanan dengan iman. Padahal iman sangat membutuhkan jawaban. Namun Yesus tidak temukan di dalamorang-orang yang melihat dan mendengarkan Dia. Ia sangat kecewa dan mengecammereka. Sikap yang sama juga terdapat di dalam Gereja dan dalam relasi diantara orang beriman. Sikap cuek, acuh tak acuh atau masa bodoh seringdilakukan terhadap nasihat, anjuran, masukan atau saran untuk perbaikan. Akibatnyaialah orang akan mengulangi lagi kebiasaan dan kesalahan yang sama. Jika orangmengacuhkan dan tidak peduli dengan Sabda Tuhan dan perintah-perintahAllah, mereka akan jauh dari berkat dankemurahan Tuhan. Sikap ini sungguh melawan cinta kasih. Ketika Tuhan mengatakan bahwa Iahadir di dalam orang kecil, miskin dan sakit, cinta kasih menuntut supayamereka wajib diberikan perhatian. Namun jika para pengikut-Nya masa bodoh sajadan tidak peduli, sikap ini tentu sangat menyakitkan Tuhan dan juga menghinasesamanya. Jadi hari ini kita diingatkan untuk tidak masa bodoh. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, buatlah kami para pengikut-Mu orang-orangdengan sikap yang selalu peduli untuk ambil bagian dalam memperbaiki danmengembangkan kehidupan kami sebagai satu umat kesayangan-Mu. Bapa kami yangada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Finda Jatiman dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Ibrani 5: 7-9; Mazmur tg 31: 2-3a.3b-4.5-6.15-16.20; Yohanes 19: 25-27.IBU YANG MENGAMPUNI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ibu Yang Mengampuni. Pada hari iniGereja kita memperingati Bunda Maria yang berdukacita. Pengalaman duka Mariasangat berkaitan dengan salib penderitaan Yesus Kristus. Pada waktu menjalanihukuman mati, Yesus sendirian. Para rasul meninggalkan Dia, kecuali ibunda-Nyadan murid yang sangat dikasihi-Nya, Yohanes. Maria, Bunda Yesus dan tiga wanitalainnya berada di dekat salib itu. Di kaki salib itu, Maria mengalami puncak kedukaan yaitu kematian Putrayang lahir dari rahimnya. Jauh sebelumnya ketika bayi Yesus dipersembahkan dibait suci, Simeon telah meramalkan kalau Maria akan menemui penderitaan yangmengerikan, sebilah pedang yang menembus jiwanya. Selanjutnya, ia mengalamipenderitaan bersama Yesus hingga akhirnya di Kalvari. Banyak yang menyebutMaria sebagai seorang martir dalam roh. Tetapi Maria tidak kalah dan menyerahdengan duka dan kehilangan yang dialaminya, karena iman dan harapannya ditopangoleh iman kepada Allah dan kasih kepada Putranya. Sebagai bukti imannya yang begitu kuat, kekuatan pengampunan Bunda Mariasama kualitasnya dengan yang diungkapkan oleh Yesus dari atas salib: Bapa,ampunilah mereka karena mereka tak tahu apa yang mereka perbuat. Dari atassalib juga Yesus memandatkan ibu-Nya untuk mengadopsi semua pengikutnya dari segalazaman, yang diwakili oleh murid yang dikasihi itu. Maka Maria patuh pada tugasitu untuk menerima semua orang, termasuk yang menghukum mati Yesus, agar merekajuga diampuni, disadarkan dan dibawa kembali kepada kebenaran. Sampai dengan saat ini, Bunda Maria dalam persekutuannya dengan YesusKristus masih tetap sedih kalau melihat para murid Yesus jatuh dalam dosa danberusaha keras untuk melepaskan dirinya dari cengkeraman dosa. Ulah mereka itujelas mendatangkan derita dan sakit pada tubuh Kristus, yaitu Gereja ternoda.Jika sebagian anggota Gereja berdosa dan berbuat jahat, tentu sangatmemengaruhi anggota-anggota lainnya. Tetapi lebih dari pada bersedih danberduka, Bunda Maria dari hatinya yang pengampun meminta Yesus Kristus untukmengampuni dan menobatkan mereka. Bagian dari doa “Salam Maria”, “doakanlahkami yang berdosa ini...” adalah ungkapan paling nyata bagaimana Bunda Mariaikut mengampuni kita. Memikirkan Bunda Maria yang berduka, hendaknya langsung menyadarkan kitauntuk tidak terus-menerus membuatnya larut dalam duka karena dosa-dosa kita,sama dengan kita yang tidak ingin terus-menerus membuat ibu kita di rumahbersedih karena kenakalan dan kesembarangan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah kami untuk senantiasamempunyai devosi yang benar dan bertahan kepada Bunda Maria, bunda kami jugayang selalu mengampuni. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 14 September 2026Bacaan: "Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah." (Roma 15:7) Renungan: Rebecca duduk di ruang istirahat setelah selesai membawakan seminar bertema keluarga. "Apa yang engkau bawakan tadi sangat memberkati para pendengar, "kata Jane, seorang ibu yang saat itu menemaninya. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, mata Rebbeca mulai memerah dan genangan air mata memenuhi pelupuk matanya. "Mereka pasti berpikir bahwa aku ini istri yang baik dan bahagia," jawab Rebecca. "Apakah kamu punya masalah serius?" tanya Jane. "Aku sudah menikah selama 14 tahun dan suamiku adalah pria yang sangat baik. Ia jujur, sabar, penyayang dan memiliki pekerjaan yang mapan. la penuh perhatian dan selalu menanyakan keadaanku. Ketika aku harus pergi ke suatu tempat untuk membawakan seminar ataupun acara-acara lainnya, ia selalu menawarkan diri untuk menemani jika ia sedang tidak ada acara. Ia dengan senang hati menyiapkan alat peraga yang kubutuhkan untuk membawakan seminar, termasuk membawa alat peraga dan perlengkapan lainnya ke tempat di mana aku membawakan seminar. la baik dan menyayangiku." "Sepertinya tidak ada yang kurang?" kata Jane. "Jane, sudah kukatakan bahwa suamiku sangat baik. Tapi aku menginginkan sosok suami yang bisa memimpin dan bukan melayaniku. Aku mengharapkan agar dia yang lebih terkenal dan menjadi pembicara daripada aku," jawab Rebecca. Jane memeluk Rebecca dan memberikan nasihat yang cukup singkat, "Ingatkah engkau janji pernikahan yang kau ucapkan 14 tahun lalu? Bukankah engkau sudah berjanji untuk menerima dia apa adanya?" Rebecca terdiam sejenak, ia mulai menangis dan sejak saat itu ia tidak lagi mengharapkan agar suaminya menjadi sosok yang ia inginkan. Ia mulai mensyukuri kelebihan-kelebihan yang ada dalam diri suaminya dan menerima segala kekurangannya. Terkadang kita tidak merasa puas hanya dengan kebaikan, perhatian dan sikap melayani yang pasangan kita lakukan terhadap kita. Idealisme yang terlalu tinggi tidak jarang membuat kita menetapkan standar tertentu untuk pasangan kita, misalnya: dia harus menjadi orang yang tegas, pintar, berwawasan luas, dll., padahal pasangan kita tidak bisa menjadi apa yang kita inginkan. Kekecewaan karena pasangan kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan akan semakin terasa ketika kita mulai membanding-bandingkannya dengan orang lain. Suami ataupun istri kita pasti memiliki kekurangan, tetapi ingatlah bahwa dia juga memiliki kelebihan. Bantu pasangan kita untuk mengubah kekurangan di dalam dirinya menjadi kebaikan, tetapi terimalah apa yang tidak dapat kita ubah. 1 Ptr 4:8 berkata, "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." Kasih dan penerimaan yang tulus terhadap pasangan membuat kita menerima ketidaksempurnaannya dan tidak mempermasalahkan apalagi meributkannya. Bukankah kita sudah berjanji untuk menerima dia? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk pasangan terbaik yang sudah kupilih. Mampukan aku menerima dan mengasihi dia dengan sepenuh hatiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 13 September 2026Bacaan: Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: "Apakah yang kauperbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?" (Kejadian 12:18) Renungan: Lianti adalah wanita yang memiliki pesona karena hidup takut akan Tuhan, tetapi beberapa tahun setelah menikah pesonanya itu sempat memudar. Hal itu terjadi karena ia terlalu sibuk bekerja, mengurus rumah tangga, dan ditambah lagi semakin banyak persoalan yang dihadapinya. Ia sering mengeluh, bahkan mulai depresi karena berhadapan dengan rutinitas yang sama setiap hari. Lianti memohon agar suaminya turut memikirkan jalan keluar dari masalah dan depresi yang dihadapinya. Ia juga minta suaminya untuk lebih memperhatikan kedua anak mereka, tetapi hal itu pun tak banyak membantu. Lianti akhirnya menyadari bahwa ia tidak bisa mengatasi masalah itu tanpa pertolongan Tuhan. Menyadari akan keterbatasannya, akhirnya ia berdoa dan membangun kembali hubungan intimnya dengan Tuhan. Dekat dengan Tuhan membuat Lianti lebih tegar dalam menghadapi keadaan pasang-surut dalam hidupnya. Dalam hidup yang begitu taat, Abraham pun mengalami masa-masa pasang-surut itu. Setelah beberapa waktu sejak Tuhan mengikat perjanjian dengannya, Abraham mengalami banyak persoalan yang membuatnya mengalami pasang-surut. Kadang-kadang Abraham begitu percaya kepada perlindungan dan janji-janji Tuhan, tetapi di lain waktu ia seakan meragukan perlindungan dan janji-janji Tuhan. Tetapi semua itu justru membuat Abraham belajar mengandalkan Tuhan. Ada tiga rentetan peristiwa yang menggambarkan bahwa Abraham pernah meragukan perlindungan dan janji-janji Tuhan dalam hidupnya, yaitu:Pertama, ketika kelaparan menimpa tanah Negeb, Abraham dan Sara pergi ke Mesir. Firaun terpikat oleh kecantikan Sara dan ingin menyunting Sara sebagai isteri. Hal itu terjadi karena Abraham mengakuinya sebagai saudara, bukan isterinya. Abraham takut dibunuh.Kedua, ketika Sara tidak juga hamil, ia menyarankan agar Abraham menghampiri Hagar untuk memperoleh keturunan. Tanpa menghiraukan janji Tuhan, ia mengikuti saran Sara itu.Ketiga, sekitar 24 tahun setelah peristiwa kelaparan di Negeb, Abraham kembali mengakui Sara sebagai saudaranya kepada Abimelekh. Hal itu juga diperbuatnya karena ia takut kalau-kalau Abimelekh akan membunuhnya karena mengetahui bahwa ia adalah suami Sara. Menjadi pengikut Kristus tidak berarti bahwa kita tidak akan mengalami masa-masa pasang-surut dalam kehidupan ini. Keadaan pasang-surut mengajar kita untuk hidup bergantung kepada Tuhan. Ketika kita mengalami pasang-surut, kita harus tetap maju, tetap taat kepada Tuhan dan tetap yakin bahwa Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita lewat keadaan itu. Satu hal yang harus kita ingat adalah: Dalam keadaan pasang maupun surut, Tuhan Yesus tetap beserta kita dan selalu memberkati kita. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau selalu menjagaku di setiap waktu dan keadaan. Terima kasih untuk kesetiaan-Mu di sepanjang hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 12 September 2026Bacaan: Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" — maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya." (Kejadian 37:22) Renungan: Perang itu sangat kejam. Inilah yang terjadi dalam perang Korea. Tidak peduli apakah mereka satu bangsa atau tidak, perang tetap menghancurleburkan baik benda hidup atau pun benda mati. Pengungsian besar-besaran terjadi dari utara ke selatan. Dalam keadaan yang memprihatinkan dengan barang seadanya, mereka berusaha melintasi batas kedua belah pihak yang berseteru. Karena kemiskinan itu, membuat mereka suka mencuri, khususnya barang-barang yang dibawa oleh tentara Amerika dengan memakai kereta api. Hasil dari curian itu biasanya dijual untuk mendapatkan uang guna membeli makanan. Suatu ketika beberapa orang anak kecil sedang mencuri arang dari kereta api yang diangkut oleh tentara Amerika. Tanpa diketahui tiba-tiba tentara Amerika datang dan mengusir mereka. Dengan penuh ketakutan mereka lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri. Ada seorang anak kecil yang ikut mencuri, menghentikan larinya saat ia melihat sebuah arang yang jatuh di bawah kereta api. Ia mulai merangkak di bawah kereta api itu hanya untuk mengambil sebuah arang, padahal kereta api sudah mulai berangkat. Orang-orang berteriak memberitahu anak tersebut, tetapi mereka hanya berteriak dan tidak bertindak apa-apa. Kemudian ada seorang muda berusaha menarik anak itu dari bahaya terlindas kereta api, tetapi malang, ia terpeleset jatuh. Masih dalam keadaan terjatuh ia berteriak kepada anak tersebut, "Cepat lari, jauhi saya!" Anak tersebut tidak tega dan sambil menangis berkata, "Tidak!" Tetapi dengan tenaga yang ada dan dengan tangan yang masih bisa menjangkau tubuh anak tersebut, orang muda itu mendorong kuat2 anak tersebut sehingga terlempar jauh dari kereta. Tak lama berselang terdengar suara kertakan tulang-tulang yang terlindas roda-roda kereta api. Itu adalah suara tulang-tulang orang muda tersebut. Orang muda itu mati secara mengenaskan dengan beberapa bagian tubuh yang terlepas. Anak tersebut hanya bisa menangis dan terus menangis di tengah kesibukan orang mengumpulkan potongan mayat orang muda itu. Orang muda yang mati untuk menolong anak itu adalah kakaknya sendiri. Itulah kasih seorang kakak, yang sudi menolong adiknya sampai mengorbankan dirinya sendiri. Kasih yang terbukti besar di tengah-tengah perang yang sedang berkecamuk. Walaupun saat ini kasih kebanyakan orang sudah menjadi hambar, termasuk kepada keluarga, tetapi kita dituntut untuk tetap menampakkan kasih itu. Kisah pembunuhan seorang anggota keluarga terhadap saudara-saudaranya, pembunuhan anak terhadap ayahnya, pemerkosaan ayah terhadap anaknya, membuktikan bahwa kasih terhadap keluarga pun semakin hambar Di tengah-tengah situasi seperti itu. Marilah kita membangkitkan semangat mengasihi anggota keluarga kita, seperti yang ditunjukkan Ruben kepada Yusuf. Kita mulai dari diri kita untuk mengasihi anggota keluarga kita yang lain. Niscaya Allah akan memberkati keluarga kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur Engkau menempatkan aku di tengah-tengah keluargaku. Kuatkan aku untuk bisa menunjukkan kasih kepada anggota keluargaku. Aku rindu semua anggota keluargaku mengutamakan kasih. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tingkat KesempurnaanDiambil dari: Roma 3:23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”Wonder Kids, waktu masih kecil, mungkin kamu pernah menggambar dirimu sendiri. Hasilnya belum tentu sempurna. Wajahnya mungkin tidak simetris, tangannya terlalu panjang, atau hidungnya lupa digambar. Semakin sering berlatih, gambarmu mungkin semakin baik. Namun, tetap saja sulit membuat gambar yang benar-benar sempurna.Thomas Aquinas memakai pemikiran tentang tingkat kesempurnaan untuk menolong manusia memahami keberadaan Allah. Di dunia ini, kita melihat ada sesuatu yang baik, lebih baik, dan sangat baik. Ada orang yang penyayang, ada yang lebih sabar, dan ada yang lebih rajin berbuat benar. Tetapi bagaimana kita bisa menyebut sesuatu “lebih baik” kalau tidak ada ukuran kebaikan yang sempurna?Aquinas berkata bahwa harus ada Pribadi yang menjadi ukuran tertinggi dari segala kebaikan dan kesempurnaan. Pribadi itu adalah Allah. Tuhan bukan hanya sedikit lebih baik daripada manusia. Tuhan itu sempurna dalam kasih, keadilan, kekudusan, kebenaran, dan kebaikan-Nya.Lalu bagaimana dengan kita? Roma 3:23 berkata bahwa semua manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Kita tidak sempurna. Kita bisa marah, berbohong, iri hati, dan mementingkan diri sendiri. Walaupun kita berusaha keras, kita tidak dapat menjadi sempurna dengan kekuatan sendiri.Itulah sebabnya kita membutuhkan Yesus. Yesus hidup tanpa dosa dan memenuhi semua tuntutan Allah dengan sempurna. Ia mati untuk menanggung hukuman dosa kita. Ketika kita percaya kepada-Nya, Tuhan mengampuni kita dan menerima kita bukan karena kita sempurna, tetapi karena karya Yesus yang sempurna.Wonder Kids, Tuhan tetap mau membentuk kita supaya semakin serupa dengan Yesus. Kita memang belum sempurna, tetapi kita dapat terus belajar menjadi lebih jujur, penuh kasih, taat, dan rendah hati.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu sikap yang masih perlu Tuhan ubah dalam dirimu, lalu mintalah pertolongan-Nya untuk bertumbuh.Mari kita berdoa: Tuhan, Engkau sempurna dalam segala hal. Ampuni dosaku dan bentuklah aku semakin serupa dengan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita tidak sempurna, tetapi Yesus sempurna dan karya-Nya cukup untuk menyelamatkan serta mengubah kita. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pribadi yang Harus AdaDiambil dari: Mazmur 90:1 “Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.”Wonder Kids, Thomas Aquinas memberikan alasan ketiga untuk menolong kita memahami bahwa Allah sungguh ada. Alasan ini disebut “Pribadi yang Harus Ada” atau Necessary Being.Di dunia ini ada banyak hal yang bisa ada, tetapi juga bisa tidak ada. Misalnya, sebuah meja ada karena seseorang membuatnya. Sebuah pohon ada karena sebelumnya ada benih. Kita juga ada karena orang tua kita melahirkan kita. Artinya, keberadaan kita bergantung pada sesuatu yang lain.Coba bayangkan seandainya semua yang ada di dunia hanya bergantung pada sesuatu yang lain. Kalau kita terus bertanya, “Dari mana asalnya?” akhirnya kita membutuhkan satu Pribadi yang tidak bergantung pada siapa pun. Pribadi itu tidak diciptakan, tidak mempunyai awal, dan tidak mungkin berhenti ada. Thomas Aquinas berkata bahwa Pribadi itu adalah Allah.Allah tidak membutuhkan siapa pun supaya Ia dapat hidup. Sebaliknya, semua ciptaan membutuhkan Allah. Dunia ini ada karena Allah menciptakannya. Kita hidup karena Allah memberi kita napas, kekuatan, makanan, dan segala sesuatu yang kita perlukan.Mazmur 90:1 berkata bahwa Tuhan adalah tempat perteduhan umat-Nya turun-temurun. Manusia datang dan pergi. Generasi terus berganti. Keadaan hidup juga berubah. Namun, Tuhan tetap ada dan tidak pernah berubah. Karena itu, kita dapat bersandar kepada-Nya.Wonder Kids, mungkin kadang-kadang kita merasa tidak membutuhkan Tuhan. Kita merasa bisa mengandalkan kepandaian, uang, keluarga, atau kekuatan sendiri. Tetapi semua itu terbatas dan bisa berubah. Hanya Tuhan yang selalu ada, selalu setia, dan selalu sanggup menopang hidup kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ketika kamu merasa membutuhkan pertolongan, jangan hanya mengandalkan dirimu sendiri. Berdoalah, “Tuhan, aku membutuhkan-Mu. Tolong aku bersandar kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu ada dan tidak bergantung kepada siapa pun. Terima kasih karena hidupku bergantung kepada-Mu. Tolong aku mempercayai dan mengandalkan-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: segala sesuatu membutuhkan sesuatu yang lain untuk ada, tetapi Allah selalu ada dan menjadi sumber kehidupan bagi semuanya. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 10 September 2026Bacaan: "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." (Matius 6:11) Renungan: Salah satu faktor yang menjadi penyebab ketidak-bahagiaan seseorang adalah perasaan tidak puas atau tidak cukup. Setiap orang tentu menginginkan agar segala kebutuhannya tercukupi. Namun apakah dengan tercukupinya segala kebutuhan secara otomatis akan membuat seseorang merasa puas lalu menemukan kebahagiaan? Pengkhotbah mengatakan, "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia." (Pkh 5:9). Ketika seseorang mendapatkan gaji 2 juta rupiah/bulan, ia berpikir bahwa hidupnya akan lebih dari cukup dan bahagia bila gajinya 5 juta rupiah/bulan. Namun ketika ia mendapatkan gaji 5 juta rupiah/bulan, ia merasakan bahwa masih banyak hal yang tidak bisa dipenuhi dengan gajinya tersebut. Sering kali kita menganggap bahwa ada hubungan yang erat antara kepuasan dengan jumlah uang atau kekayaan yang dimiliki. Kita mengira jika orang mempunyai uang dalam jumlah besar ia akan merasa puas dan bahagia. Tetapi pengkhotbah mengatakan, orang yang mencintai uang dan kekayaan sampai kapan pun tidak akan pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Karenanya yang harus menjadi pertanyaan besar bagi kita adalah, benarkah kebutuhan yang saat ini sedang kita cukupi, ataukah keinginan kita? Ketidakpuasan adalah salah satu sifat manusia, dan Tuhan tahu persis hal ini. Karenanya Ia mengajarkan kepada kita untuk berdoa demikian, "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya." Ini tidak hanya mengingatkan kita pada kata cukup tetapi juga agar menggantungkan hidup sepenuhnya pada pemeliharaan Tuhan. Tuhan menginginkan agar kita hidup secukupnya, sewajarnya, tidak berlimpah-limpah menuruti ketamakan diri. Hal ini dimaksudkan bukan hanya agar kita mengucap syukur dengan apa yang ada, tetapi agar kita juga mengingat orang lain, berbagi berkat dengan sesama kita yang membutuhkan (2 Kor 8:15). Setiap harinya Tuhan pun ingin agar kita menggantungkan hidup hanya kepada-Nya. Dengan begitu kita tidak perlu menjadi khawatir atau berbangga diri. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang kurang bersyukur ini. Terima kasih untuk firman-Mu. Bantulah aku agar hatiku selalu melimpah dengan syukur. Amin. (Dod).
AHY baru saja menyuarakan batas kekuasaan, supremasi hukum, dan netralitas aparatur negara. Tetapi, apakah ini benar-benar tanda Partai Demokrat mulai mengambil posisi politik baru, atau sekadar elokuensi elegan di tengah seni kompromi kekuasaan?
Pdt. Wigand Sugandi (TB) 1 Yohanes 5:19
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 8 September 2026Bacaan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Renungan: Suatu kali saya membaca pengalaman para pengemudi online ketika menghantar penumpang. Kisah pertama, "Pernah saya kesal banget sama seorang pelanggan yang minta berhenti di tukang martabak. Saat berhenti dia bilang cuma sebentar tetapi sampai lima belas menit menunggu, dia masih belum selesai. Ternyata dia beli martabaknya nggak satu, pantesan lama. Sepanjang jalan saya menggerutu. Hati saya panas karena rasa jengkel. Hati saya benar-benar sebal sama pelanggan ini. Pas sampai di rumahnya, dia menyodorkan sekotak martabak sambil berkata, 'Ini buat mas, maaf ya nunggu lama tadi. Saya sengaja beli lebih buat mas. Jleb, saya langsung merasa bersalah. Sudah terlanjur sebal dan kesal sama pelanggan, ternyata dia baik banget." Yang kedua adalah kisah ojol yang mengantar GoFood malam hari. "Pelanggan pesan seafood tiga bungkus. Dan itu hampir jam sembilan malam, sebenarnya saya malas, apalagi rumahnya jauh. Tetapi karena seharian belum dapat banyak pelanggan, akhirnya saya ambil juga. Pesan seafood nggak bisa sebentar. Agak lama masaknya. Beberapa kali yang pesan sudah telepon. Ketika sudah selesai dan saya antar ke rumahnya, pelanggan ke luar rumah. lalu dia ambil satu bungkus dari tiga bungkus yang dipesan serta memberikan dua bungkus buat saya, sambil berkata, 'Buat mas saja, anak-anak saya sudah tidur.' Ya ampun ini rezeki, tadi sore istri saya yang lagi hamil kirim WA katanya ngidam kepengen makan seafood." Pelajaran menarik apa yang kita dapatkan ketika membaca kisah di atas? Kita langsung teringat kepada nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di kota Roma, "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia." Mari kita jalani hidup ini dengan penuh ucapan syukur. Jangan mudah menggerutu dan mengeluh ketika menghadapi sesuatu yang tidak mengenakkan. Mulai miliki kepercayaan bahwa Tuhan pegang kendali atas semuanya dan Dia bekerja bagi kebaikan anak-anak-Nya, walau terkadang kita tidak mengerti jalan-jalan-Nya. Tetaplah bersyukur! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan, aku mau menjalani hidupku dengan penuh ucapan syukur dan tetap dalam iman bahwa Engkau masih pegang kendali atas semuanya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 6 September 2026Bacaan: "Saudara-saudaraku, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan." (Roma 10:1)Renungan: Pada tahun 1965, selama acara reuni keluarga di Florida, seorang nenek membangunkan semua orang dirumahnya pada pukul 02.00 pagi. Dia memberikan perintah-perintah untuk mengambilkan botol-botol coca cola kosong, penyumbah-penyumbat botol, dan kertas, ia berkata, "Aku telah menerima sebuah pesan dari Allah, orang-orang harus mendengar firman-Nya." la menulis ayat-ayat pada kertas tersebut, sementara cucu-cucunya memasukkannya ke dalam botol dan menutup botol-botol tersebut. Kemudian semua penghuni rumah melemparkan lebih dari dua ratus botol ke dalam gelombang pantai di Cocoa Beach. Setelah peristiwa pagi itu, selama bertahun-tahun kemudian, banyak orang menghubungi dan berterima kasih kepadanya atas ayat-ayat Alkitab yang mereka temukan di dalam botol-botol itu. Nenek itu meninggal pada bulan November 1974 dan satu bulan berikutnya surat terakhir tiba:Yth. Nyonya Gause,Saya sedang menulis surat ini di bawah nyala lilin. Kami tidak lagi mendapatkan listrik di tanah pertanian. Suami saya meninggal pada musim gugur saat traktornya terbalik. la meninggalkan 11 anak yang masih kecil-kecil dan saya. Bank akan segera menyita harta kami. Hanya ada satu bongkah roti yang tersisa, tanah bersalju, dan Hari Natal hanya dua minggu lagi. Saya berdoa untuk meminta pengampunan sebelum berniat pergi untuk menenggelamkan diri saya sendiri. Sungai telah beku selama beberapa minggu, jadi saya kira tidak diperlukan waktu lama untuk saya mati. Saat saya memecahkan esnya, sebuah botol coca cola terapung ke atas. Saya membukanya, dan dengan air mata berlinang serta tangan gemetar, saya membaca tentang harapan. Pengkotbah 9:4 "Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan." Saya lalu pulang ke rumah, membaca Alkitab saya, dan bersyukur kepada Allah. Tolong doakan kami, tetapi keadaan kami akan membaik sekarang. Kiranya Allah memberkati Anda dan keluarga Anda. -Sebuah tanah pertanian di Ohio Cara Tuhan untuk menyelamatkan anak-anak-Nya memang selalu luar biasa. Yang Dia inginkan hanyalah orang-orang yang mau dipakai-Nya dan mentaati perintah-Nya. Sebuah botol coca cola dari Cocoa Beach Florida dapat sampai ke sebuah sungai di Ohio sembilan tahun kemudian, pada waktu dan tempat yang tepat, sehingga dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Hal ini diikarenakan ada seorang nenek yang mau mentaati perintah Tuhan. Jadi mari mentaati perintah-Nya dan menjadi alat-Nya untuk menyelamatkan banyak jiwa bagi Kerajaan Allah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, pakailah seluruh keberadaan diriku sebagai alat-Mu, sehingga melalui kehadiranku banyak jiwa kupersembahkan pada-Mu. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Jika Allah Benar-Benar AdaDiambil dari: Mazmur 119:160 “Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.”Wonder Kids, selama beberapa hari ini kita sudah melihat banyak bukti bahwa Yesus sungguh mati dan bangkit. Tetapi ada satu pertanyaan yang lebih mendasar: apakah Allah benar-benar ada? Sebab kalau Allah tidak ada, mujizat dan kebangkitan tentu tidak mungkin terjadi.Kita percaya Allah ada bukan hanya karena Alkitab berkata demikian. Memang Alkitab adalah firman Allah yang benar dan dapat dipercaya. Namun, Tuhan juga meninggalkan banyak tanda tentang keberadaan-Nya di sekitar kita.Lihatlah alam semesta yang begitu luas dan teratur. Matahari, bumi, bintang-bintang, tumbuhan, hewan, dan tubuh manusia bekerja dengan cara yang sangat menakjubkan. Semua itu tidak muncul begitu saja tanpa Pencipta. Seperti sebuah lukisan menunjukkan adanya pelukis, ciptaan juga menunjukkan adanya Sang Pencipta.Kita juga memiliki hati nurani yang mengingatkan bahwa ada yang benar dan ada yang salah. Mengapa manusia di berbagai tempat tahu bahwa mencuri, berbohong, dan menyakiti orang lain adalah salah? Karena Allah yang kudus menaruh kesadaran tentang kebaikan dan keadilan dalam hati manusia.Namun, bukti terbesar bahwa Allah ada adalah Yesus Kristus. Allah tidak hanya memberikan tanda melalui alam. Ia datang mendekat kepada kita melalui Anak-Nya. Yesus hidup, mengajar, melakukan mujizat, mati menanggung dosa, dan bangkit mengalahkan kematian. Kebangkitan Yesus menunjukkan bahwa Allah sungguh ada dan berkuasa.Tentu kita tidak bisa mengetahui segala sesuatu tentang Allah. Tetapi kita memiliki cukup alasan untuk percaya kepada-Nya. Iman Kristen bukanlah kepercayaan tanpa dasar. Kita percaya karena Allah telah menyatakan diri-Nya melalui ciptaan, firman-Nya, dan terutama melalui Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Perhatikan satu bagian dari ciptaan Tuhan, lalu ucapkan, “Tuhan, terima kasih karena ciptaan-Mu menolongku melihat bahwa Engkau sungguh ada.”Mari kita berdoa: Tuhan, bukalah mataku supaya aku melihat tanda-tanda keberadaan dan kasih-Mu. Tolong aku semakin percaya kepada Engkau dan firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Allah sungguh ada, dan Dia telah menyatakan diri-Nya dengan jelas melalui ciptaan, firman, dan Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Margareth Eviani dan Wilhelma Nadya Kristianna dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 5: 1-8; Mazmur tg 5: 5-6.7.12; Lukas 6: 6-11.GARA-GARA HARI SABAT Tema renungan kita pada hari iniialah: Gara-Gara Hari Sabat. Dalam teori psikologi komunikasi ada dua istilahyang berlawanan, yaitu sentripetal dan sentrifugal. Jika suatu hal yang dipakaiatau dibicarakan menjauhkan seorang dengan sesamanya baik secara fisik maupundalam pemahaman dan pemikiran, hal itu dinamakan sentrifugal. Sedangkaninstrumen yang dipakai atau hal yang dibicarakan itu menarik orang-orang untukberkumpul dan menciptakan kebersamaan, hal itu namakan sentripetal. Cara pandang seperti ini dapatkita pakai juga dalam memahami dan menghayati hari Sabat, yang menjadi salahsatu sumber konflik dalam karya Yesus Kristus di tengah orang-orangsebangsa-Nya, Israel. Terhadap konsep dan penghayatan hari Sabat itu sendiri, bagikaum farisi dan para ahli Taurat, itu merupakan sentripetal. Mereka tampaksangat kompak kalau hari Sabat itu dipandang sebagai sebuah aturan yang sudahbaku dan harus diikuti secara ketat. Sebaliknya, ketika konsep dan penghayatanmereka tentang hari Sabat dihadapkan dengan Yesus Kristus, kenyataannya menjadisentrifugal. Yesus tidak mungkin bersatudengan mereka dalam satu hal ini. Secara rohani mereka jauh satu sama lain,demikian juga secara jasmani terjadi suatu konflik sangat tajam dan akhirnyamemuncak pada hukuman mati kepada Yesus. Gara-gara hari Sabat itu, garis pembatastelah dibuat untuk memisahkan antara kaum lawan dengan institusi agamanya disatu pihak, Yesus Kristus dengan misi pendirian Kerajaan Allah di bumi di pihaklainnya. Gara-gara hari Sabat itu, kita yang terpilih untuk berada dalamnaungan Kerajaan-Nya Yesus, mendasarkan hidup iman kita bukan di atas hukummanusia dan adat istiadat warisan orang-orang yang tidak taat kepada Allah,tetapi di atas jalan Tuhan Yesus Kristus yaitu cinta kasih. Hukum hari Sabat memilikimotivasi yang sangat duniawi karena ada mafia dan persekongkolan orang-orangyang ingin memolitisasi agama, supaya mendapatkan keuntungan dari parapenganutnya. Tetapi para pengikut Kristus memiliki kesetiaan kepada Tuhan bukanberdasarkan hari-hari dan saat-saat beribadat. Mereka menunjukkan kesetiaan dankomitmen imannya dengan menjadi pribadi-pribadi yang semakin mantap dalammengasihi Tuhan dan mengasihi sesamanya dengan segenap hatinya. Kalau seorang pengikut Kristusmengasihi Tuhan dengan segenap hati, maka peribadatanya menjadi bagian daricinta kasihnya itu. Kalau ia mengasihi sesama dengan segenap hati, maka setiaptindakan kasih kepada sesama itu adalah sebuah ibadatnya yang konkret danhidup. Ia hidup sebagai manusia baru, yang tidak dibelenggu oleh ragi yanglama, tetapi ragi kemurnian dan kebenaran. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah, dengan bantuan firman-Mu semoga kamisemakin setia kepada-Mu, khususnya dalam semangat pembaruan diri kamiterus-menerus menuju kesempurnaan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tiga Alasan Lain tentang Kubur yang KosongDiambil dari: 1 Korintus 15:20 “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.”Wonder Kids, selain kesaksian para rasul, ada beberapa alasan lain mengapa kita dapat percaya bahwa kubur Yesus benar-benar kosong.Pertama, berita tentang kubur kosong sudah muncul sejak masa gereja mula-mula. Rasul Paulus menyebut bahwa Yesus mati, dikuburkan, lalu dibangkitkan. Kalau Yesus masih berada di dalam kubur, orang-orang yang menolak Injil bisa dengan mudah menunjukkan tubuh-Nya.Kedua, kubur Yesus berada dekat Yerusalem, tempat Yesus disalibkan dan berita kebangkitan pertama kali diberitakan. Para pemimpin agama tahu lokasi kubur itu. Namun, mereka tidak pernah menunjukkan tubuh Yesus untuk menghentikan pemberitaan para rasul.Ketiga, ada banyak saksi yang mengaku melihat Yesus hidup setelah kematian-Nya. Jadi, bukan hanya tubuh-Nya tidak ditemukan di kubur, tetapi Yesus juga menampakkan diri kepada para murid.Semua bukti ini membawa kita pada penjelasan yang paling masuk akal: Allah sungguh membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Kubur yang kosong bukan hasil kebohongan atau kesalahan. Kubur itu kosong karena Yesus hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada seseorang, “Yesus sungguh bangkit. Kubur-Nya kosong dan Dia hidup!”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh bangkit dari kematian. Tolong aku supaya makin percaya kepada-Mu dan berani menyampaikan kabar kebangkitan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: penjelasan terbaik untuk kubur yang kosong adalah bahwa Yesus sungguh telah bangkit. Tuhan Yesus memberkati
The student movement has once again gained momentum. However, there have been many changes within the movement, including doubts about whether its political power will still be as strong as that of its predecessors, particularly those of 1966 and 1998 in Indonesia. - Belakangan ini, gerakan mahasiswa kembali menghangat. Tetapi ada banyak perubahan di dalamnya termasuk keraguan apakah kekuatan politik gerakan mahasiswa masih akan seperti para pendahulu mereka baik di tahun '66 atau '98 di Indonesia.
Pdm. Handoyo Salim (TB) Yeremia 5:30-31Kedahsyatan dan kengerian terjadi di negeri ini: Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya? 
Slanga seperti “mantul”, bahasa singkatan dan istilah baharu semakin menjadi sebahagian daripada cara golongan muda berkomunikasi. Tetapi adakah perubahan ini membantu Bahasa Melayu kekal relevan, atau perlahan-lahan menghakis keaslian bahasa kita? Dalam episod ini, pelajar Raffles Institution (RI) membawa pendengar menyelami isu penggunaan bahasa dalam kalangan belia menerusi kisah fiksyen seorang pempengaruh yang dituduh “menculik” bahasa generasi muda. Episod ini merupakan hasil karya sekumpulan pelajar dari RI yang juga merupakan juara bagi pertandingan Piala Podcast, yang dianjurkan Institut Millennia (MI) dengan sokongan Jawatankuasa Pembelajaran dan Penggalakan Penggunaan Bahasa Melayu (MLLPC) dan dengan Berita Harian (BH) sebagai rakan media rasmi.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Kencan Dengan Tuhan -Jumat, 4 September 2026Bacaan: "Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya." (Ulangan 26:17)Renungan: Ada seekor burung elang berulang kali hinggap di dahan pohon yang sama karena tertarik mengamati kegiatan segerombolan tawon yang sibuk bekerja bersama membuat sarang yang berjuntai di sebuah dahan. Tampak seekor tawon sebentar terbang hinggap di antara bunga-bunga hutan yang mekar, mengisap sari madu, dan terbang kembali ke dahan memberikan sari madu ke sarangnya, dan begitu seterusnya. Burung elang dengan tidak sabar menegur seekor tawon yang sedang terbang di dekatnya, "Hai tawon kecil, kamu sibuk terbang dari satu bunga ke tempat sarangmu, memangnya apa yang sedang kamu kerjakan?" Tawon menjawab, "Aku dan kawan-kawan sedang membuat sarang." Elang berkata lagi, "Untuk apa kalian repot membuat sarang sebesar itu? Umur tawon kan sangat pendek. Sudahlah..., tidak perlu susah-susah bekerja! Santai-santai saja dan nikmati kehidupanmu yang singkat itu." Demikian burung elang menasihati si tawon. Tawon berkata, "Umurku memang tidak sepanjang umurmu burung elang. Tapi justru karena pendeknya waktu yang aku punya, aku tidak boleh menyia-nyiakan nya. Itulah arti keberadaan kami." Mendengar ucapan tawon kecil, si burung elang terdiam. la tidak mampu berkata-kata lagi dan bersombong diri. Seberapa pun panjang dan pendeknya sebuah kehidupan, itu adalah misteri alam Yang Maha Kuasa. Sebagai manusia, kita tidak pernah tahu kapan waktu kita akan berakhir. Tetapi jika di setiap penggal waktu yang kita punya, kita punya kesetiaan untuk melakukan yang terbaik serta mampu bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri juga bermanfaat bagi orang lain, maka tiap hari yang kita jalani adalah hari yang penuh gairah, gembira, optimis, produktif, dan dinamis! Jadi, jangan sekadar hidup, tapi buatlah kehidupan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur atas rahmat kehidupanku. Bantulah aku agar hidupku yang singkat ini berguna bagi sesamaku, sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theodorus Pehang dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 4: 1-5; Mazmur tg 37: 3-6.27-28.39-40; Lukas 5: 33-39.ESENSI BERPUASA Tema renungan kita pada hari iniialah: Esensi Berpuasa. Agustinus adalah seorang bapak keluarga bagi istri danketiga anak yang berusia remaja. Mereka sudah tahu jelas bahwa setiap harijumat bapak mereka berpuasa. Ia bukan saja tidak makan apa pun kecuali minumair, tetapi juga tidak dicari atau dikejar-kejar karena suatu urusan tertentu.Urusan-urusan terkait rumah dan relasi dengan siapa pun, sedapat mungkinditangani oleh istri dan anak-anak. Puasa jumat bari Agustinus ialah sebuahkehadiran tetapi sebenarnya ketidakhadiran. Ketika tetangga ingin bertemu,mereka yakin bahwa di rumah itu ada Agus, karena mereka sempat melihatnya adadi rumah. Tetapi saat ditanyakan kepada istri dan anak-anak, jawaban yangselalu didapatkan ialah bahwa Agustinus tidak ada. Singkatnya, Agustinussungguh ingin praktikkan bahwa puasa adalah saat seseorang membuat suatu“ketiadaan” sehingga orang-orang di sekitarnya menjadi tahu bahwa dirinyamemang sedang tidak ada. Dirinya sedang berpuasa. Pemahaman tentang ketiadaandengan berpuasa inilah yang hendak diajarkan Yesus kepada orang-orang yangtidak mengerti tentang esensi berpuasa. Yesus berkata bahwa ketika diri-Nyakelihatan dan berada bersama umat dan murid-murid, hendaknya mereka tidak perluberpuasa. Nanti ketika Ia sudah tidak ada lagi bersama mereka, barulah merekaberpuasa. Sementara ketika sedang ada sebuah kehadiran di mana orang-orangberinteraksi, bekerja sama, saling melengkapi, dan membangun kebersamaan,esensinya ialah sebuah pesta kehidupan. Dalam suasana ini, orang-orang tidakdalam posisi mengalami absensi atau ketiadaan. Pada kenyataannya, setiap kalikita berpuasa kita memang menciptakan ketidak-adaan dan rela menikmatinya.Misalnya orang tidak makan dan minum, berarti ia tidak mengalami kehadiranmakanan dan minuman pada saat-saat berpuasanya. Orang yang berpuasa dan berpantangrokok dan minuman beralkohol, berarti ia mengalami ketiadaan uang belanja rokokdan minuman. Orang berpuasa belanja barang-barang kesukaan untuk memanjakandirinya, berarti ia ciptakan sikap untuk tidak mengalokasikan dana belanjakesukaannya tersebut. Di dalam praktik hidup rohani,orang yang berpuasa diminta untuk meniadakan kebutuhan atau kepentinganduniawi, supaya jiwanya tidak terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruhnya, laluhanya berkonsentrasi pada relasi yang mesrah dengan Tuhan. Ini adalah esensipuasa. Dengan demikian, benarlah apa yang dikatakan Santo Paulus dalam suratpertamanya kepada jemaat di Korintus, “Tuhan akan memperlihatkan apa yangdirencanakan di dalam hati”. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kasih, pandanglah kami denganbelas kasih-Mu supaya kami dapat membarui semangat iman kami dari kepura-puraanatau tidak acuh, menjadi ketulusan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dapatkah Para Saksi Dipercaya? Diambil dari: Matius 28:8 “Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.”Wonder Kids, keempat Injil sepakat bahwa para perempuanlah yang pertama kali menemukan kubur Yesus sudah kosong. Mereka juga menjadi orang-orang pertama yang menyampaikan kabar bahwa Yesus telah bangkit.Apakah kesaksian mereka dapat dipercaya? Tentu saja. Namun, ada satu hal menarik. Pada zaman itu, kesaksian perempuan sering tidak dianggap penting oleh masyarakat. Kalau para penulis Injil hanya ingin membuat cerita palsu yang mudah dipercaya orang, mereka mungkin akan memilih tokoh laki-laki terkenal sebagai saksi pertama.Tetapi mereka tidak melakukan itu. Mereka tetap menulis apa yang sungguh terjadi: Maria Magdalena dan perempuan-perempuan lain datang ke kubur, menemukan kubur itu kosong, lalu menyampaikan kabar kebangkitan kepada para murid.Hal ini justru membuat catatan Injil semakin dapat dipercaya. Para penulis tidak mengubah cerita supaya terlihat lebih hebat atau lebih mudah diterima. Mereka dengan jujur mencatat apa yang terjadi, meskipun masyarakat pada waktu itu mungkin memandang rendah para saksi perempuan.Ini juga menunjukkan bahwa Tuhan menghargai setiap orang. Dunia mungkin menganggap seseorang kurang penting, tetapi Tuhan dapat memakai siapa saja untuk menyampaikan kabar besar. Para perempuan itu dipercaya Tuhan untuk menjadi pembawa berita pertama bahwa Yesus telah bangkit.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jangan meremehkan seseorang karena penampilan, jenis kelamin, usia, atau kedudukannya. Belajarlah menghargai setiap orang seperti Tuhan menghargai mereka.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai para perempuan untuk menyampaikan kabar kebangkitan Yesus. Tolong aku untuk menghargai semua orang dan berani menyampaikan kebenaran tentang Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan dapat memakai siapa saja untuk menyampaikan kabar besar bahwa Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Allah selalu punya rencana bagi kita, maka dari itu Ia pasti akan membawa kita kepada area, teritori dan musim yang baru dengan tujuan akhir yaitu memberi kemenangan kepada kita, dan di momen yang sama Ia akan menunjukan kuasa dan kebesaran-Nya. Akan sampai di satu musim dimana Allah akan membawa kita ke tempat, wilayah atau teritori yang baru dimana tidak pernah terbayangkan di benak kita tempat tersebut. Namun satu hal yang harus kita ingat bahwa, jikalau Ia membawa kita kepada satu area yang baru, maka penyediaan-Nya tersedia, pembelaan-Nya nyata dan Ia akan menunjukan kuasa dan kebesaran-Nya di hidup kita. Tetapi yang menjadi persoalan, ada beberapa dari kita tidak berani melangkah maju kepada hal baru yang Allah sediakan, atau ada juga dari kita yang menganggap remeh 'area' baru yang Allah bawa kita, karena kita pikir kita mampu melewatinya tanpa penyertaan Allah. Responi baik-baik setiap area baru yang Allah bawa di hidup kita, dengan mendengarkan Seri 2 - Teritori Baru | Ps. Charles Bessie, Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 29 Agustus 2026Bacaan: "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Matius 21:22) Renungan: Di sebuah gereja kecil yang terletak di daerah pedesaan, diadakan persekutuan doa setiap hari Rabu sore. Hal ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Persekutuan doa tersebut biasanya hanya dihadiri lima sampai tujuh orang saja dan hal ini rupanya membuat pimpinan gereja agak berkecil hati, sehingga dibuatlah sebuah keputusan untuk meniadakan saja persekutuan doa yang kelihatannya sukar untuk bertumbuh itu. Tetapi apa yang terjadi? Seorang ibu tua yang selama bertahun-tahun senantiasa hadir dalam persekutuan doa itu, sama sekali tidak setuju dengan keputusan tersebut. Dengan keyakinan penuh, ja menyatakan protes keras atas keputusan tersebut, sehingga pada hari Rabu berikutnya ia tetap hadir di ruang doa gereja tersebut untuk berdoa walaupun kali ini dirinya hanya seorang diri saja. Keesokan harinya ibu ini bertemu dengan seorang anggota persekutuan doa Rabu sore, yang bertanya, "Apakah Ibu kemarin tetap datang ke persekutuan doa?" Dengan mantap, Ibu ini berkata: "Ya, kemarin saya tetap berdoa di sana." Lalu temannya itu melanjutkan pertanyaannya: "Berapa orang yang hadir dalam persekutuan doa kemarin itu?" Dengan tenang ibu ini kembali menjawab: "Yang hadir ada empat." Temannya menjawab: "Ah, jangan mengada-ada Bu. Kudengar yang hadir hanya satu orang, yaitu Ibu sendiri." Dengan tenang ibu tua ini kembali menjawab: "Engkau salah! Yang terlihat dengan mata jasmani memang hanya aku seorang diri, tetapi Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus juga hadir, walaupun orang lain tak dapat melihatnya dengan mata biasa, namun kami berempat sepakat dalam doa bersama-sama!" Demikianlah dari hari Rabu ke Rabu berikutnya Ibu ini dengan setia, tetap datang untuk berdoa. Akhirnya pemimpin gereja meralat keputusannya. Persekutuan doa itu dibuka kembali karena melihat teladan kesetiaan dari Ibu tua ini. Pada akhirnya umat yang lain mulai tergerak hatinya. Mereka mulai menyediakan waktu untuk hadir dalam persekutuan doa Rabu sore. Dalam waktu kurang lebih enam bulan sudah ada lebih dari seratus orang yang berdoa bersama-sama pada setiap hari Rabu sore. Tidak lama kemudian terjadilah kebangunan rohani besar dan berkat Tuhan dicurahkan secara luar biasa kepada umat di gereja tersebut. Bila ada satu orang saja, yang mau membayar harga dan memberi teladan untuk setia, maka itu sudah cukup bagi Tuhan untuk membawa gelombang kebangunan rohani yang dashyat. Pertanyaannya adalah, bagaimana kalau satu orang itu dimulai dari diri kita sendiri? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan roh doa-Mu, sehingga pada saat aku berdoa ada kuasa yang mengalir menjangkau banyak jiwa untuk datang pada-Mu. Amin. (Dod)
Pdt. Ellya Makarawung - (TB) Kejadian 13: 14-15Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 25 Agustus 2026Bacaan: "Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya." (Ibrani 12:11)Renungan: Setelah toko dagingnya di Brooklyn dirampok di bawah todongan senjata sebanyak empat kali dalam satu bulan, William Levine sang pemilik toko, mulai berpikir bahwa hidupnya ada dalam bahaya! la lalu mencari cara untuk membuat dirinya lebih aman dan terlindungi. Akhirnya ia membeli sebuah jaket anti peluru pada tahun 1980. Para pemilik tanah di area itu mendengar tentang pembelian itu dan satu demi satu, mendatanginya untuk bertanya di mana mereka bisa membeli jaket semacam itu. Levine mulai menerima pesanan dari mereka sebagai pekerjaan sampingan. Tidak lama kemudian, Levine sadar bahwa ada sesuatu yang lebih di dalam bisnis jaket pengaman ini dibandingkan toko dagingnya. la akhirnya menjadi presiden full time dari Body Armor International. Pada akhir tahun 1980, perusahaannya memiliki empat puluh agen penjualan di seluruh negeri dan menjual lima ratus hingga enam ratus rompi anti peluru dalam sebulan. Kini kehidupan William Levine jauh lebih makmur dan jauh lebih diberkati daripada saat dirinya membuka usaha toko daging. Semua kesuksesannya saat ini, sesungguhnya berasal dari seringnya toko dagingnya dirampok orang. Selalu ada peluang dibalik setiap masalah ataupun tantangan yang kita hadapi. Memang kita tidak perlu mengalami perampokan terlebih dahulu untuk bisa sukses. Hal yang ingin disampaikan disini adalah, diperlukan kejelian dan sikap positif kita dalam memandang sebuah masalah ataupun persoalan sehingga kita tidak hanya melihat masalah yang sedang kita alami namun biarlah kita juga dapat melihat berbagai kesempatan yang seringkali tersembunyi dibalik masalah ataupun persoalan itu. Jadi, bila suatu saat kita diperhadapkan pada sebuah masalah ataupun persoalan, jangan langsung bersikap negatif, jangan langsung bersungut-sungut, dan jangan langsung menyerah, namun biarlah kita tetap dapat bersikap positif dan mencari hikmat Tuhan, supaya kita dapat melihat berkat yang sedang tersamar dibalik masalah kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku untuk tetap berpikir positif di saat aku mengalami masalah dalam hidupku. Aku percaya ada berkat di balik masalah yang aku alami saat ini. Amin. (Dod).
Daripada cekodok pisang yang boleh mengalahkan isu negara, kepada RM13 bilion kerugian Tabung Haji, kemudian singgah pula ke kontroversi Mee Pok, pasport 10 tahun 6 bulan dan drama Sidang Khas Parlimen — minggu ni Sembang KS memang macam naik roller coaster.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 20 Agustus 2025Bacaan: "Tetapi sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan Tangan-Mu." (Yesaya 64:8)Renungan: Di satu kota, ada seorang pria setengah baya yang sangat terkenal karena kemampuan sulapnya. Pria setengah baya tersebut memiliki keunikan, dan banyak orang yang terkagum-kagum akan kemampuannya tersebut, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Pria setengah baya tersebut adalah seorang pesulap handal. Pria setengah baya ini memiliki banyak trik sulap yang dapat ditunjukkan kepada para penonton bila ia mengadakan suatu pertunjukkan. Tidak heran, orang-orang di kota tersebut tidak bosan bila ia mengadakan pertunjukkan sulap.Suatu ketika, dalam suatu pertunjukkan besar, seperti biasa pria setengah baya ini menunjukkan kemampuan sulapnya. Dari satu aksi sulap ke aksi sulap lainnya, pria setengah baya ini selalu memukau penonton dan membuat banyak orang tersenyum puas atas apa yang dilakukannya di atas panggung. Sampailah pada akhir pertunjukkan. Pria setengah bayatersebut mengatakan sesuatu yang mengagetkan penonton yang ada tersebut, "Terima kasih atas apresiasi Anda-anda terhadap setiap penampilan saya di atas panggung ini. Tidak terasa, saya melakukan atraksi sulap di atas panggung ini sudah 28 tahun dan itu tidaklah mudah," kata pria setengah baya tersebut. Lalu dia menambahkan lagi, "Anda-anda mungkin terkesan dengan pertunjukkan ini, tetapi ada satu hal yang harus Anda-anda ingat, bahwa saya adalah orang biasa. Benar, saya bisa mengubah benda-benda dengan trik-trik sulap yang saya pelajari. Tapi, akhir-akhir ini saya sadar bahwa hidup ini tidak dapat disulap seperti yang saya mau. Hanya ada satu pribadi yang dapat melakukannya, yakni Yesus. DIA tidak menyulap kehidupan, tetapi mengubah kehidupan." Setelah berbicara kepada para penonton, pria setengah baya tersebut membungkukkan diri sebagai ungkapan ucapan terima kasih. Orang-orang yang hadir pada pertunjukkan tersebut, mereka semua berdiri dari tempat duduk dan memberikan tepuk tangan meriah kepada pesulap handal tersebut. Pertunjukkan itu pun berakhir dengan sukses. Dalam kehidupan ini, seringkali kita ingin mengubah kehidupan kita secara instan seperti sulapan. Kita berpikir bahwa hidup ini seperti sulap sehingga seringkali mengandalkan seseorang yang katanya "orang pintar" untuk menyulap hidup kita. Hal itu mungkin dapat terjadi dalam hidup kita, tetapi itu tidak kekal, dan ujungnya menuju kepada maut. Hanya Yesus yang dapat mengubah kehidupan kita, bersifat kekal, dan ujungnya menuju ke surga. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ubahlah hidupku sehingga menjadi baru. Baru dalam pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 15 Agustus 2026Bacaan: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu." (Yohanes 14:12)Renungan: Di San Yidro ada sebuah peternakan kuda. Pemiliknya adalah Monty Robert. Saat masih sekolah ia pernah mendapat tugas menulis apa yang ia impikan setelah dewasa. Dengan mantap ia menulis impiannya yaitu ingin mempunyai peternakan kuda seluas 200 hektar, la menuliskan impiannya dengan sangat detail, lengkap dengan gambarnya. Besoknya ia menyerahkan tugas itu kepada gurunya. Namun, sang guru hanya memberi nilai F untuk tugas itu. Karena penasaran Monty bertanya, "Mengapa aku mendapat nilai F?" Gurunya menjawab, "Karena itu adalah mimpi yang tidak realistis untuk anak seusiamu, kamu tidak akan punya uang yang cukup. Kamu berasal dari keluarga pelatih kuda." Monty berkata lagi, "Bapak boleh saja memberikan nilai F, tetapi aku akan tetap memelihara impianku." Sekian tahun berlalu, akhirnya Monty berhasil mewujudkan impiannya, dia benar-benar memiliki sebuah peternakan kuda. Suatu hari, guru yang pernah memberi nilai F itu datang bersama 30 orang siswa untuk berkemah di peternakannya. Setelah mengenali Monty, gurunya terkejut dan malu, lalu berkata, "Monty selama ini aku telah menjadi pencuri impian banyak siswa. Tetapi untunglah kamu punya cukup kekuatan untuk tidak menyerah pada impianmu." Sebuah kata bijak berkata, "Gantungkanlah cita-cita Anda setinggi mungkin. Jangan biarkan siapa pun juga menghalangi Anda." Ya, apapun jalan yang kita pilih, akan selalu ada orang yang mengatakan bahwa kita keliru. Dan tugas kita adalah berhenti mendengarkan apa yang dikatakan orang lain tentang apa yang bisa atau tidak bisa kita lakukan. Karena apapun tidak akan terjadi dalam hidup kita kecuali didahului oleh sebuah mimpi. Jadi bermimpilah besar dan wujudkan betapapun sulitnya itu, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk mewujudkan mimpiku untuk masa depanku. Biarlah melalui berkat-Mu apa yang menjadi impianku dapat sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Impresi positif terhadap program Sekolah Rakyat memang secara otomatis terarah pula kepada sosok Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Tetapi, dalam frasa anak muda, Gus Ipul dinilai “nggak ngapa-ngapain pun bisa terlihat oke” karena hakikat progam ini dan dinamika yang mengiringinya.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 29 Juli 2026Bacaan: “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” (Amsal 25:11)Renungan: Ada seorang bapak bernama Pak Adi. Ia mempunyai anak yang duduk di kelas 2 SMP. Saat pulang sekolah wajahnya kusut karena mendapat nilai jelek. Reaksi Pak Adi pertama hampir keluar kata-kata, “Dasar pemalas! Bodoh kamu!" Tetapi dia ingat Amsal 25:11. Dia menarik napas, memeluk anaknya dulu, lalu berkata pelan: “Nak, Papa kecewa sama nilainya. Tapi Papa bangga kamu masih mau cerita ke Papa. Yuk, kita cari jalan keluarnya untuk memperbaiki nilaimu." Malam itu anaknya menangis bukan karena dimarahi, tapi karena merasa diterima. Tiga bulan kemudian anaknya mendapat ranking 5 saat kenaikan kelas. Dia berkata, “Aku belajar karena kata-kata Papa waktu itu. Nggak bikin aku down, tapi bikin aku semangat.” Satu kalimat di waktu yang tepat, bisa mengubah arah hidup seseorang. Salomo dalam bacaan di atas memakai dua gambaran yang mahal yaitu apel emas dan pinggan perak. Dalam bacaan itu dijelaskan bahwa "perkataan yang diucapkan” ini adalah soal isinya yaitu benar, membangun, jujur, penuh kasih. Bukan gosip, bukan sindiran, bukan kebohongan. Sedangkan "tepat pada waktunya" adalah saat yang paling baik untuk dikatakan. Emas paling berharga kalau diberikan saat seseorang membutuhkan. Demikian juga ketika kita menghibur seseorang saat ia sedih, menegur seseorang saat ia bersikap sombong dan memuji seseorang saat ia putus asa. Perkataan "seperti buah apel emas di pinggan perak" merupakan isi dari perkataan dan cara penyampaian yang sama-sama baik dan tidak menyakitkan. Intinya adalah Tuhan mau kita jadi orang yang bukan hanya “benar” dalam berkata-kata tetapi juga “tepat” pada waktunya ketika seseorang membutuhkan perkataan itu. Sebagai pengikut Yesus, lidah kita adalah alat. Bisa jadi pedang atau bisa jadi obat, tergantung saat kita mengatakannya. Kalau kita mengatakannya saat marah, maka bisa saja menjadi pedang yang menusuk sampai lubuk hati terdalam. Tapi kalau kita mengatakannya dengan penuh kasih dan kesabaran, bisa menjadi obat ketika hati seseorang sedang galau dan sakit. Efesus 4:29 berkata, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun.” itu artinya kita harus bertanya dulu dalam hati kita sebelum bicara, “Apakah ini benar? Apakah ini perlu? Apakah ini tepat waktunya?” Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jagalah mulutku hari ini. Ajarilah aku untuk berpikir sebelum berbicara. Berikan aku hikmat untuk tahu kata apa yang harus diucapkan, dan kapan harus diam. Pakai perkataanku menjadi "apel emas" yang menguatkan orang di sekitarku, seperti Engkau yang selalu tahu kata yang tepat untuk dikatakan pada orang yang datang pada-Mu. Amin. (Dod).
Bpk. Andrew S (TB) 1 Korintus 9 : 12Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 28 Juli 2026Bacaan: “Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu.” (Amsal 3:29)Renungan: Daud dikejar-kejar oleh Raja Saul selama bertahun-tahun. Saul iri hati dan mau membunuh Daud. Suatu hari Tuhan memberi Daud kesempatan emas. Saul masuk ke gua untuk buang hajat dan ternyata itu gua yang sama tempat Daud dan pasukannya bersembunyi. Pasukan Daud berbisik, “Ini saatnya untuk membunuh dia sekarang!” Daud bisa saja merencanakan kejahatan. Dia punya alasan, "Saul musuhku. Dia yang lebih dahulu menyakiti aku!" Tapi apa yang Daud lakukan? Dia hanya memotong punca jubah Saul secara diam-diam. Dan setelah itu hatinya berdebar karena merasa bersalah. Daud berkata: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, orang yang diurapi TUHAN.” Daud punya kesempatan untuk membalas. Tapi dia memilih tidak merencanakan kejahatan terhadap "sesamanya" yang tinggal dengan tentram, bahkan terhadap orang yang membencinya. Penulis Amsal menulis ini bukan sekadar teori. Tetapi ini adalah praktik hidup. Ada 3 hal penting yang disampaikan dalam Amsal 3:29. Pertama, “Janganlah merencanakan kejahatan”. Kejahatan dimulai dari hati. Niat menjatuhkan, menyimpan bukti untuk menyerang, menyusun kata-kata untuk menyakiti. Kedua, “Terhadap sesamamu”. Sesama adalah orang yang Tuhan tempatkan dekat dengan kita yaitu keluarga, teman sekerja, teman sepelayanan dan tetangga. Mereka itu adalah orang-orang yang harusnya kita jaga dan lindungi. Ketiga, “Sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu”. Orang itu percaya dan tidak curiga terhadap kita. Tuhan mau kita menjadi tempat yang aman bagi sesama, bukan tempat yang menusuk dari belakang. Saat ini kita tidak memegang tombak seperti Saul. Tapi kita memegang HP dan mulut. Ternyata HP dan mulut mampu menusuk sampai kedalaman hati yang membuat hubungan kita dengan sesama menjadi rusak. Contohnya di media sosial, ada orang yang menyakiti kita, maka kita screenshot chatnya dan kita sebarluaskan agar dia dipermalukan. Di pekerjaan, ada rekan kerja yang membuat kita tidak nyaman, lalu kita memfitnah dan merancangkan yang buruk terhadapnya supaya ia disingkirkan dari tempat kita bekerja. Menjadi pengikut Yesus artinya memilih memberkati, bahkan ketika kita punya 1001 alasan dan kesempatan untuk melukai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seperti Daud, ajarilah aku menjaga hatiku. Ampunilah aku kalau ada rencana jahat atau kepahitan terhadap sesamaku. Berikan aku hati yang mau mengampuni dan tangan yang memberkati, sehingga hidupku bisa memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 25 Juli 2026Bacaan: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Keluarga Pak Budi baru aja kena musibah. Usaha kecilnya bangkrut saat menjelang Natal. Tabungan habis untuk membayar utang. Malam itu di meja makan suasananya hening. Anak sulungnya berkata, “Pa, kita masih bisa makan nasi sama telur. Berarti Tuhan masih pelihara kita ya.” Istri Pak Budi menyambung, “Iya. Listrik masih menyala. Rumah masih ada. Kita masih lengkap 4 orang di sini.” Mereka tidak pura-pura bahagia. Tapi malam itu mereka memutuskan untuk berdoa dan mengucap syukur dahulu, sebelum memikirkan jalan keluarnya. Tiga bulan kemudian, pelan-pelan ada pintu berkat baru terbuka. Paulus menulis ayat ini kepada jemaat yang sedang tertekan. Dia tidak berkata, "Bersyukur kalau segala hal baik". Tetapi "bersyukur dalam segala hal". Ada 2 pesa penting dari bacaan tersebut. Pertama, “Mengucap syukurlah dalam segala hal”. Dalam segala hal itu artinya baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, berkecukupan maupun berkekurangan. Bersyukur bukan karena situasinya baik-baik saja, tetapi karena Tuhan kita tetap baik. Kedua, “Sebab itulah yang dikehendaki Allah”. Ini bukan saran, tetapi ini adalah kehendak Tuhan. Waktu kita bersyukur, kita sedang taat. Dan ketaatan akan membuka pintu berkat baru dan damai Tuhan. Bersyukur itu bukan menyangkal masalah. Bersyukur itu memilih fokus kepada Tuhan yang memegang masalah itu. Kita gampang bersyukur kalau gaji naik, anak lulus, badan sehat. Tapi bagaimana kalau dalam kerjaan bos tidak menyenangkan, target tidak tercapai, di-PHK? Yang terjadi adalah kita akan gampang mengeluh dan menyalahkan. Bagaimana jika dalam keluarga anak susah diatur, pasangan cuek, orang tua sakit? Rasanya capai dan tidak dihargai. Bagaimana juga di dalam iman? Doa udah lama tidak dijawab. Melihat orang lain diberkati, kita pun bertanya, "Tuhan, Engkau di mana?". 1 Tesalonika 5:18 mengajak kita memasang "kacamata bersyukur" tiap hari. Bukan bersyukur karena masalahnya, tapi bersyukur bahwa di tengah masalah Tuhan masih ada, Tuhan masih mengasihi, Tuhan masih bekerja. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau sering mengeluh dan lupa bersyukur. Hari ini aku mau taat pada firman-Mu. Aku mengucap syukur dalam segala hal, karena Engkau tetap baik. Ajarilah aku melihat kebaikan-Mu bahkan di tengah kesulitan dan isi hatiku dengan ucapan syukur. Amin. (Dod).
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 319 (Kisah Rasul 1:12-26): Sejak awal pelayanan-Nya, Yesus telah memanggil murid-murid untuk mengikuti Dia, supaya murid-murid ini jugalah yang akan menjadi saksi bagi kematian dan kebangkitan-Nya. Para murid ini dipilih-Nya untuk menyampaikan berita Injil ke seluruh dunia. Perhatikan betapa besar anugerah Allah yang rela memakai alat yang sangat remeh, yaitu para manusia terbatas yang lemah, untuk menyampaikan firman-Nya yang berkuasa. Tetapi inilah yang diinginkan oleh Tuhan kita.