First Roman emperor, from 27 BC to AD 14
POPULARITY
Categories
2025 menjadi tahun bencana terparah Indonesia dalam satu dekade:3.233 kejadian, 12,12 juta terdampak, 1.554 meninggal.Puncaknya: banjir bandang Sumatra yang merenggut lebih dari 1.140 nyawa.Tapi ada pendekatan yang — jika diterapkan lebih luas —bisa mengubah angka itu: Anticipatory Action.Episode ini membahas Protokol Aksi Dini PMI 2025 (baru diluncurkan Agustus 2025),sistem trigger prakiraan BMKG, Forecast-based Financing,dan checklist siaga bencana praktis untuk keluargamu.
Suasana haru mewarnai prosesi wisuda di Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS Surabaya. Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman, hadir langsung untuk memberikan penghormatan kepada almarhum Abdul Rohid, mahasiswa yang meninggal saat menjalankan tugas dalam program Trans Patriot.Isak tangis keluarga pecah saat nama Abdul Rohid dipanggil ke atas podium untuk menerima ijazah. Almarhum merupakan mahasiswa teknik yang tergabung dalam tim ekspedisi Trans Patriot di Sulawesi Tengah pada Agustus 2025.Seharusnya, Rohid telah menyelesaikan studinya pada September tahun lalu. Namun, ia memilih menunda kelulusan demi mengabdi dan menerapkan ilmunya secara langsung di daerah transmigrasi. Sayangnya, saat menjalankan tugas, kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.Sebagai bentuk penghormatan, pihak ITS juga menerima warisan inovasi terakhir karya almarhum berupa alat penjernih udara atau air purifier. Alat ini rencananya akan dikembangkan lebih lanjut oleh pihak kampus agar dapat diproduksi massal dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 4 April 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2)Renungan: Seorang bintang sepak bola asal Brazil, Neymar da Silva Santos Junior, yang dikenal dengan sapaan Neymar, ternyata tidak pernah melupakan kebaikan Tuhan yang ia alami di masa lampau. Hal itu dibuktikannya dengan menggunakan ikat kepala yang bertuliskan 100% Jesus, pada saat penyerahan medali emas Olimpiade Rio De Janeiro, Brasil, pada tanggal 21 Agustus 2016. Neymar sendiri adalah kapten tim sepak bola Brasil. Timnya menang dan meraih medali emas ketika di babak final mengalahkan Jerman. Ikat kepala yang digunakan Neymar pada penyerahan medali emas tersebut, menarik perhatian penonton. Rupanya, Neymar telah memakai ikat kepala ini mulai dari tim junior dan tim senior Santos, FC Barcelona, hingga di Olimpiade 2016 ini. Ikat kepala yang digunakan oleh Neymar tersebut bukan hanya memperlihatkan bahwa ia percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi juga ia bersaksi akan kebaikan Tuhan di dalam hidupnya. Peristiwa yang terjadi di masa lalu masih kental dalam ingatan Neymar. Saat itu ia baru saja bergabung dengan tim junior Santos FC, tetapi klub itu ditimpa krisis finansial. Imbasnya adalah tim tidak mampu membayar sewa lapangan untuk berlatih. Hampir saja tim junior Santos FC tutup buku. Tetapi, ayah Neymar menghubungi gereja lokal tempatnya beribadah untuk memohon bantuan, dan ternyata gereja tersebut bersedia memberikan bantuan membayar sewa lapangan tempat tim berlatih. Bagi Neymar hal itu adalah mujizat yang Tuhan berikan kepada dirinya dan teman-temannya di tim junior Santos FC. Sejak itu, Neymar terus berterima kasih atas bantuan tersebut dan ia pun menggunakan ikat kepala bertuliskan 100% Jesus untuk mengingat kebaikan Tuhan dan sebagai bentuk ucapan syukur atas pertolongan Tuhan. Walaupun Neymar merupakan salah satu pemain sepak bola terbaik dunia, namun hal itu tidak membuatnya lupa akan pertolongan Tuhan. Ia selalu menggunakan ikat kepala di akhir kemenangannya. Hal ini mengingatkan kita sebagai orang percaya agar jangan melupakan kebaikan Tuhan. Apa pun yang terjadi tetaplah setia kepada-Nya, janganlah pernah mengeluh atau bersungut-sungut, melainkan tetaplah bertekun di dalam Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku selalu mengasihi-Mu dan selalu mengingat kebaikan-Mu atas hidupku, agar aku selalu berkenan di hadapan-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 18 Maret 2026Bacaan: "Peliharalah kasih persaudaraan!" (Ibrani 13:1) Renungan: Joe O'Donnell, adalah seorang fotografer yang ditugaskan untuk mengabadikan berbagai kerusakan yang terjadi setelah Perang Dunia II. Ia mengabadikan seorang bocah Jepang berumur sekitar 10 tahun yang sedang memanggul adiknya yang telah meninggal untuk dibawa ke tempat kremasi. Bocah ini menahan kesedihannya dengan menggigit bibir bawahnya sampai berdarah. Ia berdiri tegak tak bergeming ketika api menyala dan membakar habis tubuh adiknya, dan kemudian ia berlalu. Foto ini diambil di kota Nagasaki pada tahun 1945. Pada tanggal 8 Agustus 2020 dibuatlah film dokumenter dengan judul "The Standing Boy of Nagasaki". Sampai saat ini belum diketemukan jati diri dari bocah ini. Kita tidak tahu berapa jauh bocah ini telah berjalan bertelanjang kaki sambil memanggul jenazah adiknya agar dapat dikremasikan. Ia bisa saja meninggalkannya di jalanan, ataupun meletakkan beban tersebut di lokasi kremasi. Namun bocah ini memanggulnya sampai tiba gilirannya untuk menyerahkan jenazah adiknya ke petugas kremasi. Oleh karena itu, peristiwa ini diabadikan sebagai lambang dari kekuatan kasih persaudaraan. Allah melihat kasih kita kepada-Nya melalui kasih persaudaraan kita di dunia ini. "Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya... Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya." Namun di dalam fakta kehidupan ini, banyak orang percaya yang mengalami putusnya tali persaudaraan. Persoalan, pertengkaran, perebutan harta menimbulkan kebencian satu sama lain. Kakak dan adik saling tidak mau kenal lagi. Namun, anehnya kita tetap menjalani kehidupan yang beribadah dan mengasihi Allah karena kita tidak mampu melihat keterkaitan antara mengasihi Allah dan tali persaudaraan seperti yang Allah inginkan. Apapun persoalan yang ada, mari kita belajar mengasihi saudara-saudara yang ada di dunia ini. Dasar yang kuat bagi kita untuk mempraktikkan kasih persaudaraan adalah karena Yesus sudah mengasihi kita terlebih dahulu! Ibr 13:1 mengingatkan kepada kita, "Peliharalah kasih persaudaraan!" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku seringkali tidak memperhatikan perintah-Mu untuk saling mengasihi sama seperti Engkau mengasihi aku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Maret 2026Bacaan: Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat. Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga in melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekelling Elisa." (2 Raja-raja 6:17).Renungan: Sebuah kata-kata bijak berbunyi seperti ini: "Semua manusia hidup dibawah langit yang sama. Tetapi tidak semua orang memiliki cakrawala yang sama." Semua manusia entah dibelahan bumi yang mana memiliki langit yang sama, tetapi cakrawalanya pasti berbeda. Kita yang berada di Pulau Jawa misalnya, pada bulan Agustus kita cerah berawan, tetapi yang berada di Sulawesi mendung dan gelap karena sudah turun hujan. Langitnya sama tetapi cakrawala dan cuacanya berbeda. Dari gambaran di atas kita mendapatkan hikmat bahwa, semua manusia itu hidup di dunia yang sama, tetapi terkadang kita harus mengalami keadaan yang berbeda. Bahkan mungkin kita sama-sama anak Tuhan yang percaya pada Yesus suatu saat keadaan kita pun bisa berbeda. Bagi seorang petani hujan itu sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu tetapi bagi orang yang akan mengadakan pesta pernikahan kalau bisa jangan sampai hujan. Tergantung dari sudut mana seorang memandangnya. Bayangkan jika di bumi ini hanya musim kemarau terus, pasti manusia akan mengalami krisis karena kekeringan. Sebaliknya jika di bumi ini hanya ada musim hujan saja, maka kita pasti akan mengalami air bah dan tenggelam. Panas kita butuhkan, hujanpun kita butuhkan. Tertawa itu perlu tetapi air mata itu juga berguna. Karena itu jika hari ini kita sedang mengalami kesuksesan ingatlah bahwa satu saat kita akan mengalami tantangan dan masalah. Sebaliknya jika saat ini kita sedang tertekan karena masalah, maka ingatlah bahwa tidak selamanya kita akan terus menangis, suatu saat kelak kita pasti akan tertawa. Jangan pernah menyesali dan meratapi kehidupan ini. Kita perlu menjadi petani di musim hujan namun percayalah kita akan menjadi seorang yang akan mengadakan pesta saat musim kemarau. Sikap hati dan cara pandang yang benar akan membantu kita untuk dapat selalu mensyukuri cakrawala dan keadaan kita. Mari, lihatlah hal yang buruk dengan cara pandang yang baik, secara mengejutkan kita akan melihat hal-hal yang positif. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap musim dalam hidupku, sebab aku percaya Engkau selalu hadir di setiap suka dan duka hidupku. Amin. (Dod).
Rimpak Kulon Haul ibu hj.ummi kultsum 08 Agustus 2017
On August 28, 2025, a leopard was reported to have entered the Kutamandarakan Village Hall in Maleber District, Kuningan Regency. How did the leopard get into the village? What really happened? - Pada tanggal 28 Agustus 2025 dilaporkan adanya macan tutul yang masuk ke Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. Bagaimana macan tutul itu bisa sampai masuk ke desa? Apa yang sebenarnya terjadi?
Setiap tahunnya, setelah upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus, KONJEN RI untuk Victoria dan Tasmania memberikan penghargaan bagi orang-orang yang dianggap berjasa.
John Cheong-Holdaway is a creative producer, musician, and economist who recently received an Award from the Indonesian Consul General Republic of Indonesia in Melbourne on the 17 Aug 2025. This award is a part of and given at the 80th Indonesian Independence Day celebration. What did John do to earn this Award? - John Cheong-Holdaway adalah seorang produser kreatif, musisi, dan ekonom, yang baru-baru ini menerima Penghargaan dari Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne pada 17 Agustus 2025. Penghargaan ini merupakan bagian dari dan diberikan pada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Apa yang John lakukan untuk mendapatkan penghargaan ini?
Kesabaran merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Amalan-Amalan Hati. Kajian ini disampaikan pada Jumat, 6 Rabiul Awwal 1447 H / 29 Agustus 2025 M. Kajian Tentang Kesabaran Kesabaran adalah karunia Allah yang terbaik. Kesabaran merupakan nikmat Allah yang terluas. Oleh karena itu, sudah sepatutnya dalam hidup ini kita senantiasa menghiasi diri […] Tulisan Macam-Macam Kesabaran ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Bersyukur dengan Bersedekah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Shahih Jami’ Ash-Shaghir. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah pada Kamis, 5 Rabiul Awwal 1447 H / 28 Agustus 2025 M. Kajian Islam Tentang Bersyukur dengan Bersedekah Rasa syukur merupakan salah satu kunci ditambahkannya nikmat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Salah satu […] Tulisan Bersyukur dengan Bersedekah ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Some of the protesters who took part in the protest in Jakarta on late of August shared their stories, and a social science academic at UNSW shared her views. - Beberapa warga yang mengikuti unjuk rasa pada akhir Agustus di Jakarta menyampaikan cerita mereka, dan akademisi bidang ilmu sosial di UNSW menyampaikan pandangannya.
Pembawa Renungan : RP. Pionius Hendi, OFMCap. Pontianak Luk. 14:1,7-14.
Pembawa Renungan : Yvonne & Joppy Taroreh Jakarta Mat. 25:14-30
ICAV (Indonesian Culinary Association of Victoria) akan menyelenggarakan festival kuliner jalanan Indonesia di Victoria Market shed C & D, pada tanggal 30 – 31 Agustus 2025 di Melbourne.
Berita terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia – 29 Agustus 2025.
SBS Audio Program Bahasa Indonesia – 29 Agustus 2025.
Pembawa Renungan : RP. Vincent Widi, MGL Manila Mrk. 6:17-29
Berita terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia – 28 Agustus 202.
Pembawa Renungan : Sandy Kusuma Tangerang Mat. 24:42-51
SBS Audio Program Bahasa Indonesia, 27 Agustus 2025
Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia, 27 Agustus 2025
Pembawa Renungan : RD. Aang Winarko Malang Mat. 23:27-32
Berita Terkini SBS Audio Program Bahasa Indonesia, 26 Agustus 2025
Pembawa Renungan : RP. Yohanes Kukuh Cahyawicaksana, CM Roma – Italia Mat. 23:23-26.
Pembawa Renungan : RD. Stevanus Micky Kojongian Manado Mat. 23:13-22
Pembawa Renungan : RP. Albertus Joni, SCJ (Romo Koko) Palembang Luk. 13:22-30
Pembawa Renungan : Redemptus Sanongoni Zai Paroki Kristus Raja - Medan Mat. 23:1-12.
Pembawa Renungan : Ali Antonius – Yogyakarta Pengantar Renungan : Yosephin Septi Martanti - Klaten. Sound Editing : Indah Larasati Sirait - Cibinong, Bogor. Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta. Mat. 22:34-40
Pembawa Renungan: Anastasia Sonia - Jakarta Pengantar Renungan: Fransiskus S. A. Nenoliu - Kupang, NTT Sound Editing: Indah Larasati Sirait - Cibinong, Bogor Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Mat. 22:1-14
Pembawa Renungan: Alland Angelbarth Kewas – Surabaya Pengantar Renungan: Shelly Aprilia Suwito - Bekasi Sound Editing: Alland Angelbarth Kewas – Surabaya Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Mat. 20:1-16a
Pembawa Renungan : Aji W. Suteja Surabaya Mat. 19:23-30
Pembawa Renungan : Feice Novi Jakarta Mat. 19:16-22
Pembawa Renungan : Erna Kusuma Tangerang Mat. 22:15-21
Pembawa Renungan : RP. Petrus Santoso, SCJ Macau Mat. 19:13-15
Pembawa Renungan : Reynold Vincent Yogyakarta Mat. 19:3-12.
Pembawa Renungan : Noviyanti Bandung Mat. 18:21-19:1
Pembawa Renungan : RD. Antonius Haryanto Italia Mat. 18:15-20
Pembawa Renungan : RD. Dwi Joko Surabaya Mat. 18:1-5,10,12-14
Pembawa Renungan : RD. Yohanes I Made Pantyasa Manado Mat. 17:22-27
Pembawa Renungan : RP. Agus Malo, CSSR SumbaHari raya SP Maria Diangkat ke Surga Luk. 1:39-56
Pembawa Renungan : RD. Willem Pau Semarang Mat. 17:14-20
Pembawa Renungan : RP. Antonius Rajabana, OMI Jakarta Mat. 16:24-28
Pembawa Renungan : Linda Wahjudi Denpasar Bali Mat. 16:13-23.
Pembawa Renungan : RP. John Laba, SDB Tangerang Luk. 9:28b-36.
Pembawa Renungan : Johan Ng Denpasar - Bali Mat. 14:22-36
Pembawa Renungan : RD. Revi Tanod Manado Mat. 14:13-21
Pembawa Renungan : RP. Agustinus Hutrin, SVD Surabaya Luk. 12:13-21.
Pembawa Renungan : RP. Rudi Rahkito Jati, OMI Dangkan Silat – Kalimantan Barat Mat. 14:1-12
Pembawa Renungan : RD. Alip Suwito Magelang Mat. 13:54-58