First Roman emperor, from 27 BC to AD 14
POPULARITY
Categories
Pengajian Pesantren Al Istiqlaliyyah Cilongok Pasar Kemis 19 Agustus 2018
Pengajian Pesantren Al Istiqlaliyyah Cilongok Pasar Kemis 19 Agustus 2018
Pengajian Pesantren Al Istiqlaliyyah Cilongok Pasar Kemis 19 Agustus 2018
Pengajian Pesantren Al Istiqlaliyyah Cilongok Pasar Kemis 12 Agustus 2018
Pengajian Pesantren Al Istiqlaliyyah Cilongok Pasar Kemis 12 Agustus 2018
Pengajian Pesantren Al Istiqlaliyyah Cilongok Pasar Kemis 12 Agustus 2018
The 2026 Census is on Tuesday 11 August and every person in Australia on this night must be counted. Census data is used to understand where we live, the languages we use at home (including Auslan), the support we need and how Australia is changing as a nation. Being counted helps ensure your community, culture and beliefs are represented. Here's what you need to know about completing the Census for your household. - Sensus 2026 akan diadakan pada hari Selasa, 11 Agustus, dan setiap orang yang berada di Australia pada hari itu wajib didata. Data sensus digunakan untuk memahami di mana kita tinggal, bahasa yang kita gunakan di rumah termasuk Auslan, dukungan yang kita butuhkan, serta bagaimana Australia berubah sebagai sebuah bangsa. Dengan ikut didata, dapat membantu memastikan bahwa komunitas, budaya, dan keyakinan Anda terwakili. Berikut ini hal-hal yang perlu diketahui tentang mengisi formulir sensus untuk rumah tangga anda.
KATA PEMRED #49PinterPolitik.comPada 2 Juli, sehelai naskah berpindah tangan di Kompleks Parlemen. Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan kepada Komisi XI naskah akademik Rancangan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia, sebuah kawasan keuangan khusus untuk menampung modal global. Dari penyerahan itu sebuah jam mulai berdetak. Pengesahan tingkat pertama dijadwalkan 20 Juli, pengetukan palu di paripurna 21 Juli. Sebulan kemudian, di podium kenegaraan 17 Agustus, naskah ini disebut-sebut akan dibacakan Presiden Prabowo Subianto.
Pengajian Pesantren Al Istiqlaliyyah Cilongok Pasar Kemis 5 Agustus 2018
Pengajian Pesantren Al Istiqlaliyyah Cilongok Pasar Kemis 5 Agustus 2018
Pengajian Pesantren Al Istiqlaliyyah Cilongok Pasar Kemis 5 Agustus 2018
Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) memberikan klarifikasi resmi mengenai isu viral yang menyebutkan terdapat 60.000 calon mahasiswa gagal kuliah akibat kendala biaya. Ketua Umum Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, menegaskan bahwa angka tersebut merupakan data kasus bangku kosong pada tahun 2025, bukan tahun berjalan. Fenomena bangku kosong ini terjadi karena beberapa faktor, seperti program studi yang tidak terpenuhi kuotanya serta keputusan peserta yang tidak mengambil kelulusan pada pilihan sekunder untuk mencoba kembali jalur seleksi berikutnya. Sementara itu, pendataan untuk calon mahasiswa tahun 2026 yang terkendala biaya masih terus dilakukan dan diperkirakan baru rampung pada Agustus mendatang setelah jalur mandiri selesai.
Reformasi legislatif NDIS besar-besaran telah ditunda setelah Senat setuju untuk memperpanjang penyelidikan terhadap RUU Amandemen NDIS pemerintah hingga 14 Agustus 2026. Mengapa perombakan ini? Pemerintah Australia berupaya untuk mengekang kenaikan biaya skema NDIS. Proyeksi menunjukkan bahwa hal itu akan dapat mengalihkan ratusan ribu orang dari skema tersebut. Namun, bagaimana dengan keluarga yang salah satu anggota keluarganya penyandang disabilitas dan membutuhkan bantuan?
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 20 Juni 2026Bacaan: "Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?" (Roma 10:14)Renungan: Shoichi Yokoi adalah salah satu serdadu Jepang yang bertempur di Perang Dunia II. Pada tahun 1944, Yokoi berada di Guam saat pasukan Amerika menyerang dan merebut pulau itu. Yokoi enggan menyerah dan memilih bersembunyi di hutan dengan beberapa temannya. Meski satu persatu temannya pergi atau wafat, Yokoi terus bertahan di hutan itu hingga 27 tahun, tanpa tahu Jepang telah menyerah pada 1945. Ketika ditemukan oleh beberapa nelayan, Yokoi sempat memberontak karena mengira ia akan ditawan musuh (sesuatu yang dianggap memalukan bagi prajurit Jepang). Sampai akhimya ia diberi tahu bahwa perang sudah berakhir beberapa dekade lalu. Saat Proklamasi Kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945, mereka yang tinggal di pedesaan apalagi yang berada di pulau-pulau paling ujung Indonesia jelas belum tahu bahwa mereka telah menjadi bangsa merdeka. Teknologi dan komunikasi masih jauh dari saat ini. Harus ada orang yang memberi tahu mereka. Hingga akhirnya, cepat atau lambat berita tentang kemerdekaan Indonesia sampai ke telinga rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kini semua rakyat Indonesia telah mengetahui bahwa mereka adalah bagian dari sebuah bangsa yang berdaulat. Demikian pula dengan berita tentang kemerdekaan yang lebih penting, yakni kemerdekaan manusia dari kutuk dosa. Dua ribu tahun lalu, di atas kayu salib, Yesus telah memerdekakan kita dari belenggu dosa. Namun hingga kini, masih banyak orang yang belum pernah mendengar kabar tentang hal itu. Seperti prajurit Yokoi tadi, mereka masih hidup dalam ketakutan, ketidakpastian, dan penderitaan. Ya, inilah tugas kita! Kita harus menyebarkan kabar tentang keselamatan itu kepada mereka yang belum juga mendengarnya. Cukup beritahukan kabar gembira ini kepada mereka. Jelaskan ketika mereka ingin lebih tahu tentang siapa Yesus. Tunjukkan kasih-Nya melalui sikap hidup kita. Mengenai respons mereka, itu urusan mereka dengan Tuhan. Inilah yang Tuhan mau untuk kita lakukan? Tuhan pun berjanji bahwa la akan menyertai kita, yang artinya la akan memampukan kita. Jadi, tunggu apa lagi? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kemauan untuk memberitakan tentang kasih-Mu kepada orang lain melalui perkataan dan perbuatanku, sehingga semakin banyak orang mengenal Engkau melalui kehadiranku. Amin. (Dod).
2025 menjadi tahun bencana terparah Indonesia dalam satu dekade:3.233 kejadian, 12,12 juta terdampak, 1.554 meninggal.Puncaknya: banjir bandang Sumatra yang merenggut lebih dari 1.140 nyawa.Tapi ada pendekatan yang — jika diterapkan lebih luas —bisa mengubah angka itu: Anticipatory Action.Episode ini membahas Protokol Aksi Dini PMI 2025 (baru diluncurkan Agustus 2025),sistem trigger prakiraan BMKG, Forecast-based Financing,dan checklist siaga bencana praktis untuk keluargamu.
Suasana haru mewarnai prosesi wisuda di Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS Surabaya. Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman, hadir langsung untuk memberikan penghormatan kepada almarhum Abdul Rohid, mahasiswa yang meninggal saat menjalankan tugas dalam program Trans Patriot.Isak tangis keluarga pecah saat nama Abdul Rohid dipanggil ke atas podium untuk menerima ijazah. Almarhum merupakan mahasiswa teknik yang tergabung dalam tim ekspedisi Trans Patriot di Sulawesi Tengah pada Agustus 2025.Seharusnya, Rohid telah menyelesaikan studinya pada September tahun lalu. Namun, ia memilih menunda kelulusan demi mengabdi dan menerapkan ilmunya secara langsung di daerah transmigrasi. Sayangnya, saat menjalankan tugas, kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.Sebagai bentuk penghormatan, pihak ITS juga menerima warisan inovasi terakhir karya almarhum berupa alat penjernih udara atau air purifier. Alat ini rencananya akan dikembangkan lebih lanjut oleh pihak kampus agar dapat diproduksi massal dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 4 April 2026Bacaan: "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2)Renungan: Seorang bintang sepak bola asal Brazil, Neymar da Silva Santos Junior, yang dikenal dengan sapaan Neymar, ternyata tidak pernah melupakan kebaikan Tuhan yang ia alami di masa lampau. Hal itu dibuktikannya dengan menggunakan ikat kepala yang bertuliskan 100% Jesus, pada saat penyerahan medali emas Olimpiade Rio De Janeiro, Brasil, pada tanggal 21 Agustus 2016. Neymar sendiri adalah kapten tim sepak bola Brasil. Timnya menang dan meraih medali emas ketika di babak final mengalahkan Jerman. Ikat kepala yang digunakan Neymar pada penyerahan medali emas tersebut, menarik perhatian penonton. Rupanya, Neymar telah memakai ikat kepala ini mulai dari tim junior dan tim senior Santos, FC Barcelona, hingga di Olimpiade 2016 ini. Ikat kepala yang digunakan oleh Neymar tersebut bukan hanya memperlihatkan bahwa ia percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi juga ia bersaksi akan kebaikan Tuhan di dalam hidupnya. Peristiwa yang terjadi di masa lalu masih kental dalam ingatan Neymar. Saat itu ia baru saja bergabung dengan tim junior Santos FC, tetapi klub itu ditimpa krisis finansial. Imbasnya adalah tim tidak mampu membayar sewa lapangan untuk berlatih. Hampir saja tim junior Santos FC tutup buku. Tetapi, ayah Neymar menghubungi gereja lokal tempatnya beribadah untuk memohon bantuan, dan ternyata gereja tersebut bersedia memberikan bantuan membayar sewa lapangan tempat tim berlatih. Bagi Neymar hal itu adalah mujizat yang Tuhan berikan kepada dirinya dan teman-temannya di tim junior Santos FC. Sejak itu, Neymar terus berterima kasih atas bantuan tersebut dan ia pun menggunakan ikat kepala bertuliskan 100% Jesus untuk mengingat kebaikan Tuhan dan sebagai bentuk ucapan syukur atas pertolongan Tuhan. Walaupun Neymar merupakan salah satu pemain sepak bola terbaik dunia, namun hal itu tidak membuatnya lupa akan pertolongan Tuhan. Ia selalu menggunakan ikat kepala di akhir kemenangannya. Hal ini mengingatkan kita sebagai orang percaya agar jangan melupakan kebaikan Tuhan. Apa pun yang terjadi tetaplah setia kepada-Nya, janganlah pernah mengeluh atau bersungut-sungut, melainkan tetaplah bertekun di dalam Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku selalu mengasihi-Mu dan selalu mengingat kebaikan-Mu atas hidupku, agar aku selalu berkenan di hadapan-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 18 Maret 2026Bacaan: "Peliharalah kasih persaudaraan!" (Ibrani 13:1) Renungan: Joe O'Donnell, adalah seorang fotografer yang ditugaskan untuk mengabadikan berbagai kerusakan yang terjadi setelah Perang Dunia II. Ia mengabadikan seorang bocah Jepang berumur sekitar 10 tahun yang sedang memanggul adiknya yang telah meninggal untuk dibawa ke tempat kremasi. Bocah ini menahan kesedihannya dengan menggigit bibir bawahnya sampai berdarah. Ia berdiri tegak tak bergeming ketika api menyala dan membakar habis tubuh adiknya, dan kemudian ia berlalu. Foto ini diambil di kota Nagasaki pada tahun 1945. Pada tanggal 8 Agustus 2020 dibuatlah film dokumenter dengan judul "The Standing Boy of Nagasaki". Sampai saat ini belum diketemukan jati diri dari bocah ini. Kita tidak tahu berapa jauh bocah ini telah berjalan bertelanjang kaki sambil memanggul jenazah adiknya agar dapat dikremasikan. Ia bisa saja meninggalkannya di jalanan, ataupun meletakkan beban tersebut di lokasi kremasi. Namun bocah ini memanggulnya sampai tiba gilirannya untuk menyerahkan jenazah adiknya ke petugas kremasi. Oleh karena itu, peristiwa ini diabadikan sebagai lambang dari kekuatan kasih persaudaraan. Allah melihat kasih kita kepada-Nya melalui kasih persaudaraan kita di dunia ini. "Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya... Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya." Namun di dalam fakta kehidupan ini, banyak orang percaya yang mengalami putusnya tali persaudaraan. Persoalan, pertengkaran, perebutan harta menimbulkan kebencian satu sama lain. Kakak dan adik saling tidak mau kenal lagi. Namun, anehnya kita tetap menjalani kehidupan yang beribadah dan mengasihi Allah karena kita tidak mampu melihat keterkaitan antara mengasihi Allah dan tali persaudaraan seperti yang Allah inginkan. Apapun persoalan yang ada, mari kita belajar mengasihi saudara-saudara yang ada di dunia ini. Dasar yang kuat bagi kita untuk mempraktikkan kasih persaudaraan adalah karena Yesus sudah mengasihi kita terlebih dahulu! Ibr 13:1 mengingatkan kepada kita, "Peliharalah kasih persaudaraan!" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku seringkali tidak memperhatikan perintah-Mu untuk saling mengasihi sama seperti Engkau mengasihi aku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Maret 2026Bacaan: Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat. Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga in melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekelling Elisa." (2 Raja-raja 6:17).Renungan: Sebuah kata-kata bijak berbunyi seperti ini: "Semua manusia hidup dibawah langit yang sama. Tetapi tidak semua orang memiliki cakrawala yang sama." Semua manusia entah dibelahan bumi yang mana memiliki langit yang sama, tetapi cakrawalanya pasti berbeda. Kita yang berada di Pulau Jawa misalnya, pada bulan Agustus kita cerah berawan, tetapi yang berada di Sulawesi mendung dan gelap karena sudah turun hujan. Langitnya sama tetapi cakrawala dan cuacanya berbeda. Dari gambaran di atas kita mendapatkan hikmat bahwa, semua manusia itu hidup di dunia yang sama, tetapi terkadang kita harus mengalami keadaan yang berbeda. Bahkan mungkin kita sama-sama anak Tuhan yang percaya pada Yesus suatu saat keadaan kita pun bisa berbeda. Bagi seorang petani hujan itu sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu tetapi bagi orang yang akan mengadakan pesta pernikahan kalau bisa jangan sampai hujan. Tergantung dari sudut mana seorang memandangnya. Bayangkan jika di bumi ini hanya musim kemarau terus, pasti manusia akan mengalami krisis karena kekeringan. Sebaliknya jika di bumi ini hanya ada musim hujan saja, maka kita pasti akan mengalami air bah dan tenggelam. Panas kita butuhkan, hujanpun kita butuhkan. Tertawa itu perlu tetapi air mata itu juga berguna. Karena itu jika hari ini kita sedang mengalami kesuksesan ingatlah bahwa satu saat kita akan mengalami tantangan dan masalah. Sebaliknya jika saat ini kita sedang tertekan karena masalah, maka ingatlah bahwa tidak selamanya kita akan terus menangis, suatu saat kelak kita pasti akan tertawa. Jangan pernah menyesali dan meratapi kehidupan ini. Kita perlu menjadi petani di musim hujan namun percayalah kita akan menjadi seorang yang akan mengadakan pesta saat musim kemarau. Sikap hati dan cara pandang yang benar akan membantu kita untuk dapat selalu mensyukuri cakrawala dan keadaan kita. Mari, lihatlah hal yang buruk dengan cara pandang yang baik, secara mengejutkan kita akan melihat hal-hal yang positif. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap musim dalam hidupku, sebab aku percaya Engkau selalu hadir di setiap suka dan duka hidupku. Amin. (Dod).
On August 28, 2025, a leopard was reported to have entered the Kutamandarakan Village Hall in Maleber District, Kuningan Regency. How did the leopard get into the village? What really happened? - Pada tanggal 28 Agustus 2025 dilaporkan adanya macan tutul yang masuk ke Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. Bagaimana macan tutul itu bisa sampai masuk ke desa? Apa yang sebenarnya terjadi?
Setiap tahunnya, setelah upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus, KONJEN RI untuk Victoria dan Tasmania memberikan penghargaan bagi orang-orang yang dianggap berjasa.
Pembawa Renungan : RP. Pionius Hendi, OFMCap. Pontianak Luk. 14:1,7-14.
Pembawa Renungan : Yvonne & Joppy Taroreh Jakarta Mat. 25:14-30
Pembawa Renungan : RP. Vincent Widi, MGL Manila Mrk. 6:17-29
Pembawa Renungan : Sandy Kusuma Tangerang Mat. 24:42-51
Pembawa Renungan : RD. Aang Winarko Malang Mat. 23:27-32
Pembawa Renungan : RP. Yohanes Kukuh Cahyawicaksana, CM Roma – Italia Mat. 23:23-26.
Pembawa Renungan : RD. Stevanus Micky Kojongian Manado Mat. 23:13-22
Pembawa Renungan : RP. Albertus Joni, SCJ (Romo Koko) Palembang Luk. 13:22-30
Pembawa Renungan : Redemptus Sanongoni Zai Paroki Kristus Raja - Medan Mat. 23:1-12.
Pembawa Renungan : Ali Antonius – Yogyakarta Pengantar Renungan : Yosephin Septi Martanti - Klaten. Sound Editing : Indah Larasati Sirait - Cibinong, Bogor. Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta. Mat. 22:34-40
Pembawa Renungan: Anastasia Sonia - Jakarta Pengantar Renungan: Fransiskus S. A. Nenoliu - Kupang, NTT Sound Editing: Indah Larasati Sirait - Cibinong, Bogor Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Mat. 22:1-14
Pembawa Renungan: Alland Angelbarth Kewas – Surabaya Pengantar Renungan: Shelly Aprilia Suwito - Bekasi Sound Editing: Alland Angelbarth Kewas – Surabaya Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Mat. 20:1-16a
Pembawa Renungan : Aji W. Suteja Surabaya Mat. 19:23-30
Pembawa Renungan : Feice Novi Jakarta Mat. 19:16-22
Pembawa Renungan : Erna Kusuma Tangerang Mat. 22:15-21
Pembawa Renungan : RP. Petrus Santoso, SCJ Macau Mat. 19:13-15
Pembawa Renungan : Reynold Vincent Yogyakarta Mat. 19:3-12.
Pembawa Renungan : Noviyanti Bandung Mat. 18:21-19:1
Pembawa Renungan : RD. Antonius Haryanto Italia Mat. 18:15-20
Pembawa Renungan : RD. Dwi Joko Surabaya Mat. 18:1-5,10,12-14
Pembawa Renungan : RD. Yohanes I Made Pantyasa Manado Mat. 17:22-27
Pembawa Renungan : RP. Agus Malo, CSSR SumbaHari raya SP Maria Diangkat ke Surga Luk. 1:39-56
Pembawa Renungan : RD. Willem Pau Semarang Mat. 17:14-20
Pembawa Renungan : RP. Antonius Rajabana, OMI Jakarta Mat. 16:24-28
Pembawa Renungan : Linda Wahjudi Denpasar Bali Mat. 16:13-23.
Pembawa Renungan : RP. John Laba, SDB Tangerang Luk. 9:28b-36.
Pembawa Renungan : Johan Ng Denpasar - Bali Mat. 14:22-36
Pembawa Renungan : RD. Revi Tanod Manado Mat. 14:13-21
Pembawa Renungan : RP. Agustinus Hutrin, SVD Surabaya Luk. 12:13-21.