POPULARITY
Categories
Tidur adalah aktivitas keseharian yang bisa jadi paling berpengaruh pada kesehatan kita. Seperti apa tidur yang ideal dan mitos apa saja yang dipatahkan tentang tidur? Ikuti perbincangan dengan Vishal Dasani, Certified Sleep & Recovery. #cauldroncontent #uncensored #uncensoredwithandinieffendi #podcast #podcastindonesia #andinieffendi #vishaldasani #tidur #sleep #olahraga #deepsleep #howtosleepfaster #exercises #sport #brain #sports #protein #relax #emotional #napping #ngorok #tidurberkualitas— Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya.୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧ ☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆https://www.instagram.com/cauldroncontent/ https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw ☆ Dengarkan juga podcast kami ☆ https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34 https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280 ☆ Host Andini Effendi☆https://www.instagram.com/andinieffendi/ ☆ Vishal Dasani ☆ https://www.instagram.com/vishal.dasani/☆ Wardrobe by Lanivatti☆ https://www.instagram.com/lanivatti_official/ ☆ Location at Addition living ☆ https://www.instagram.com/addition.living/— Time stamp 00.00 Intro06.40 Capek berlebihan bikin susah tidur 11.55 Tidur lama ≠ tidur berkualitas17.50 Bangun tengah malam itu normal? Ini alasannya!19.30 Ngorok itu normal atau perlu dikhawatirkan? 23.10 Fakta alkohol29.20 Rumus tidur 3+1 39.40 Tidur siang cukup 30 menit 42.56 Mimpi itu emotional healing50.10 Mitos tentang tidur
Lenny shares her struggle in pushing the Northern Territory (NT) education system that in turn sees her son graduating as the youngest doctor in the territory and how Indonesian cultural values play a vital role in her children's character education. - Lenny berbagi tentang perjuangannya mendorong sistem pendidikan di Northern Territory (NT) hingga kemudian anaknya dapat lulus menjadi dokter termuda di wilayah itu, serta bagaimana nilai-nilai budaya Indonesia berperan penting dalam pendidikan karakter anak-anaknya.
Impact storytelling merupakan sebuah disiplin yang memadukan kekuatan estetika narasi dengan ambisi perubahan sosial yang sistemik. Alih-alih hanya menyampaikan informasi secara searah, praktik ini menempatkan cerita sebagai unit pemrosesan pola yang esensial bagi manusia untuk memahami dunia dan membayangkan masa depan yang lebih adil. Dalam ekosistem yang luas—mencakup seni aktivisme, strategi perubahan narasi, hingga media hiburan dampak sosial—storytelling bertransformasi dari sekadar hiburan menjadi instrumen strategis. Tujuannya sangat jelas: membedah narasi mendalam (deep narratives) yang selama ini dianggap sebagai "kebenaran umum" namun sebenarnya melanggengkan ketidakadilan, lalu menggantinya dengan perspektif baru yang lebih manusiawi. Mekanisme kerja impact storytelling beroperasi pada tiga level yang saling berkaitan: personal, kultural, dan struktural. Pada level personal, sebuah cerita yang kuat mampu memicu transportasi narasi yang mengubah keyakinan serta perilaku individu secara mendalam. Perubahan pada tingkat individu ini, jika terjadi secara masif, akan berakumulasi menjadi pergeseran norma budaya dan percakapan publik di level kultural. Pada akhirnya, pergeseran budaya ini menciptakan landasan yang kuat bagi perubahan struktural, karena kebijakan publik dan keputusan institusional cenderung mengikuti arah arus narasi yang dominan di tengah masyarakat. Dengan demikian, cerita berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan empati individu dengan aksi kolektif dan perubahan hukum. Meskipun memiliki potensi yang luar biasa, masa depan impact storytelling sangat bergantung pada penguatan infrastruktur ekosistem dan prinsip ekuitas. Pengaruh nyata dari sebuah narasi seringkali membutuhkan waktu yang lama, sehingga diperlukan model pendanaan yang fleksibel dan berjangka panjang untuk mendukung kerja-kerja perubahan ini. Selain itu, sangat krusial untuk menempatkan individu yang memiliki pengalaman hidup langsung (lived experience) terhadap suatu masalah sebagai pemegang kendali narasi, bukan sekadar objek cerita. Dengan mengintegrasikan riset yang tajam, kolaborasi lintas sektor antara seniman dan aktivis, serta distribusi media yang luas, impact storytelling dapat menjadi katalisator utama dalam menghadapi tantangan global yang kompleks, mulai dari krisis iklim hingga krisis demokrasi.
Leonardo da Vinci sering kali hanya dikenal sebagai seniman jenius masa Renaisans, namun Fritjof Capra mengungkapkan dimensi yang jauh lebih mendalam: Leonardo sebagai perintis sains sistemik. Berbeda dengan paradigma mekanistik yang mendominasi revolusi ilmiah abad ke-17 yang melihat dunia sebagai mesin, Leonardo memandang alam sebagai entitas organik yang hidup dan saling terhubung. Bagi Leonardo, setiap fenomena—mulai dari pusaran air hingga struktur anatomi manusia—adalah manifestasi dari pola-pola dasar yang sama, menjadikannya pemikir pertama yang memahami bahwa rahasia kehidupan terletak pada hubungan antar bagian dalam satu kesatuan yang harmonis. Keunikan metode Leonardo terletak pada integrasi tanpa batas antara pengamatan empiris yang tajam dan ekspresi artistik sebagai instrumen penelitian ilmiah. Melalui ribuan halaman buku catatannya, ia mendokumentasikan bagaimana dinamika fluida dalam aliran sungai mencerminkan sirkulasi darah di jantung manusia atau pola pertumbuhan pada tanaman. Seni baginya bukan sekadar pencarian estetika, melainkan sebuah cara untuk "melihat" dan memetakan kompleksitas alam yang tidak terjangkau oleh logika linear. Pendekatan visual ini memungkinkannya menangkap detail fungsional yang melampaui zamannya, membuktikan bahwa sains dan seni sebenarnya adalah satu kesatuan dalam upaya manusia memahami realitas secara utuh. Di tengah krisis ekologi dan kompleksitas tantangan global abad ke-21, warisan intelektual Leonardo menawarkan perspektif yang sangat krusial melalui cara pandang holistik. Capra menegaskan bahwa untuk mengatasi masalah sistemik saat ini, kita perlu beralih dari pemikiran reduksionis menuju pemahaman tentang keterkaitan antar sistem, persis seperti yang dilakukan Leonardo lima abad silam. Dengan mengadopsi etika yang menghargai kehidupan dan prinsip desain yang terinspirasi oleh alam (biomimikri), kita dapat membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. Leonardo da Vinci bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan kompas bagi sains masa depan yang lebih integratif, manusiawi, dan selaras dengan alam semesta.
Keterlibatan pembelajaran atau learning engagement saat ini tidak lagi dipandang hanya sebagai metrik kehadiran atau penyelesaian modul, melainkan sebagai pilar strategis yang menentukan daya saing sebuah organisasi. Transformasi ini mengharuskan tim Pembelajaran dan Pengembangan (L&D) untuk bergeser dari sekadar penyedia pelatihan menjadi mitra bisnis yang proaktif. Keterlibatan yang sesungguhnya terjadi ketika karyawan merasa bahwa pembelajaran bukanlah beban tambahan, melainkan kebutuhan intelektual dan emosional yang selaras dengan tujuan besar perusahaan. Dengan membangun budaya di mana pembelajaran dianggap berharga dan relevan, organisasi dapat memastikan bahwa setiap investasi dalam pengembangan bakat memberikan dampak nyata pada hasil bisnis. Untuk mencapai tingkat keterlibatan yang tinggi, diperlukan pendekatan sistematis yang dimulai dari dukungan kuat para pemimpin eksekutif hingga pemilihan teknologi yang tepat. Langkah-langkah strategis seperti mendapatkan komitmen manajemen atas dan merancang strategi pembelajaran yang modern sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan. Selain itu, keterlibatan dapat diperkuat melalui peran 'Juara Pembelajaran' internal dan teknik pemasaran yang kreatif guna membangun antusiasme karyawan. Ketika teknologi yang digunakan bersifat intuitif dan materi pembelajaran disajikan secara ringkas di dalam alur kerja sehari-hari, hambatan dalam belajar akan berkurang, sehingga mendorong partisipasi yang lebih aktif dan konsisten. Pada akhirnya, tujuan utama dari keterlibatan pembelajaran yang lebih baik adalah untuk memberdayakan individu dalam mengembangkan karier mereka sekaligus menutup jurang keterampilan organisasi. Dengan menghubungkan aktivitas belajar langsung dengan peluang mobilitas internal dan peningkatan profesionalisme, karyawan akan merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk terus berkembang. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) juga memainkan peran kunci dalam menyajikan pengalaman yang personal dan berbasis data. Melalui konsistensi dalam menerapkan prinsip-prinsip ini, organisasi tidak hanya akan memiliki tenaga kerja yang lebih terampil, tetapi juga membangun ketahanan jangka panjang di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Membangun teknologi blockchain untuk sektor kehutanan di Indonesia harus dimulai dengan penguatan fondasi tata kelola digital melalui model consortium blockchain. Kementerian Kehutanan berperan sentral sebagai pengatur utama yang menyatukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri hingga masyarakat adat, ke dalam satu jaringan yang terenkripsi dan aman. Tahap awal ini berfokus pada tokenisasi peta lahan dan digitalisasi perizinan menggunakan smart contracts untuk menghapus tumpang tindih wilayah serta memastikan setiap jengkal hutan memiliki identitas digital yang tidak dapat dimanipulasi, sehingga tercipta transparansi penuh sejak dari tingkat hulu. Setelah fondasi terbentuk, strategi taktikal beralih pada integrasi infrastruktur fisik ke dalam ekosistem digital melalui teknologi pelacakan rantai pasok dan pasar karbon. Setiap pohon dapat diberikan identitas unik berbasis QR Code atau sensor IoT yang terhubung langsung ke blockchain, memungkinkan pemantauan kayu dari titik penebangan hingga ke tangan konsumen akhir secara real-time. Selain itu, pengembangan sistem Digital Measurement, Reporting, and Verification (dMRV) yang didukung citra satelit dan kecerdasan buatan akan memvalidasi penyerapan karbon secara otomatis. Hal ini memastikan bahwa kredit karbon yang diterbitkan memiliki integritas tinggi dan siap diperdagangkan di bursa karbon global dengan akurasi data yang tak terbantahkan. Keberhasilan implementasi blockchain ini pada akhirnya akan membawa manfaat transformatif bagi ekonomi dan kelestarian alam Indonesia. Selain meningkatkan pendapatan negara melalui penekanan kebocoran pajak hasil hutan, teknologi ini menjamin inklusi ekonomi bagi masyarakat adat melalui distribusi royalti karbon yang otomatis dan adil melalui mekanisme smart contracts. Dengan kepastian hukum yang lebih kuat dan kedaulatan data karbon yang terjaga, Indonesia akan bertransformasi menjadi pemimpin global dalam Natural Capital Accounting. Visi ini tidak hanya sekadar menjaga hutan sebagai paru-paru dunia, tetapi juga mengelola sumber daya alam sebagai aset digital masa depan yang bernilai tinggi bagi kesejahteraan seluruh rakyat.
Herbal Rebellion karya Howla Jardali bukan sekadar panduan botani, melainkan sebuah manifesto politik dan spiritual untuk merebut kembali kedaulatan atas tubuh manusia dari cengkeraman kompleks industri farmasi yang profit-sentris. Argumen utama yang diajukan adalah bahwa ketergantungan kronis pada obat-obatan sintetis telah menciptakan budaya ketidakberdayaan, di mana individu kehilangan koneksi dengan intuisi penyembuhan bawaan mereka. Dengan beralih kembali ke tanaman obat, seseorang sebenarnya sedang melakukan tindakan pembangkangan sipil yang damai; sebuah upaya untuk memutus rantai ketergantungan pada sistem kesehatan modern yang sering kali hanya memadamkan gejala tanpa pernah menyentuh akar penyebab penyakit. Secara filosofis, gerakan ini mengusung konsep vitalisme, yakni keyakinan bahwa tubuh memiliki kecerdasan alami atau "daya hidup" yang mampu memulihkan keseimbangannya sendiri jika diberikan dukungan yang tepat dari alam. Tanaman obat, seperti kelompok adaptogen yang menyeimbangkan stres atau nervine yang menenangkan sistem saraf, dipandang sebagai sekutu hidup yang bekerja secara holistik, bukan sekadar komoditas kimiawi. Jardali menekankan bahwa menghidupkan kembali pengetahuan leluhur tentang herbalisme adalah langkah krusial untuk memperbaiki identitas manusia sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem bumi, sehingga proses penyembuhan fisik juga menjadi proses penyembuhan hubungan kita dengan alam semesta. Pada akhirnya, Herbal Rebellion menawarkan visi tentang ketahanan masa depan melalui kemandirian praktis di tingkat rumah tangga dan komunitas. Pemberontakan ini terwujud dalam tindakan-tindakan sederhana namun revolusioner, seperti menanam apotek hidup di halaman belakang, membuat ramuan obat di dapur sendiri, serta melakukan praktik meramu (foraging) secara etis di alam liar. Dengan membangun jaringan komunitas yang saling berbagi benih dan pengetahuan, individu tidak hanya memperkuat benteng kesehatan pribadi mereka, tetapi juga berkontribusi pada perlindungan biodiversitas dan keberlanjutan planet. Ini adalah sebuah ajakan untuk pulang menuju kemandirian, di mana kesehatan bukan lagi barang dagangan, melainkan hak asasi yang berakar kuat di tanah.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 24 Februari 2026Bacaan: "Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya." (Matius 6:20) Renungan: Pada tahun 1957, majalah Fortune menobatkan Paul Getty sebagai orang terkaya di dunia. Namun demikian, Getty tidak suka dengan ketenarannya sebagai orang terkaya. Bukan karena ia seorang yang rendah hati, tetapi karena ia terlalu pelit untuk berurusan dengan orang-orang yang meminta bantuannya. la pindah ke Sutton Place hanya karena biaya hidup yang lebih murah daripada di London. la bahkan mencuci bajunya sendiri hanya karena tidak ingin mengeluarkan uang untuk laundry. la menolak membayar uang tebusan ketika cucunya diculik, sampai akhirnya telinga cucunya dikirim lewat pos. Namun sebaliknya, salah satu anaknya, yang menerima harta warisan Getty, menyumbangkan kekayaannya dan berkata, "Saya sumbangkan uang ini bagi orang-orang yang jauh lebih membutuhkan daripada saya. " Demikianlah kemurahan hati adalah sebuah proses pengalihan diri dari diri sendiri kepada orang lain. Salomo dengan tegas berkata dalam Ams 3:27, "Janganlah menahan kebaikan daripada orang-orang yang berhak menerimanya padahal engkau mampu melakukannya." Artinya kita selalu memiliki keterbukaan hati untuk selalu berbagi dengan orang lain. Kita belajar memunculkan potensi diri kita untuk selalu berbagi. Memberi menjadi prioritas dan sukacita kehidupan kita. Seseorang pernah berkata, "Lakukan semua kebaikan yang dapat kita lakukan bagi orang-orang di sekitar kita sebanyak mungkin, dengan berbagai cara dan jalan yang dapat kita lakukan. Dengan kata lain, temukan alasan untuk selalu berbagi karena kemegahan kehidupan ini tidaklah terletak pada apa yang dapat kita raih, melainkan pada apa yang dapat kita beri. Mari kita keluar dari jalan kehidupan orang kaya yang bodoh yang dikisahkan oleh Yesus, dan mulai belajar mengosongkan lumbung-lumbung yang ada, dan menemukan berbagai jalan untuk berbagi dengan orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bermurah hati memang bukan hal yang mudah, namun aku rindu melakukannya. Berikanlah aku hati yang peduli kepada sesamaku yang membutuhkan, seperti hati-Mu sendiri yang penuh dengan belas kasihan. Amin. (Dod).
And Allah has appointed several people in the Church: first as apostles, second as prophets, third as teachers.
Paradoks AI, sebagaimana dikemukakan oleh Virginia Dignum, menyatakan bahwa semakin besar kemampuan kecerdasan buatan dalam meniru fungsi kognitif, semakin jelas pula keunikan kecerdasan manusia yang tidak dapat tergantikan. Alih-alih memandang AI sebagai kekuatan alam yang otonom, kita harus menyadari bahwa ia adalah artefak buatan manusia yang mencerminkan desain, data, dan pilihan sadar penciptanya. Paradoks ini menantang asumsi populer bahwa mesin akan sepenuhnya menggantikan peran manusia; sebaliknya, kemajuan AI justru menjadi cermin yang mempertegas pentingnya kualitas intrinsik kemanusiaan seperti empati, intuisi etis, dan kesadaran emosional yang tetap berada di luar jangkauan logika algoritma. Perbedaan mendasar antara kecerdasan mesin dan manusia terletak pada cara keduanya memproses realitas dan memberikan makna. AI modern bekerja berdasarkan korelasi statistik dan pengenalan pola dari data masa lalu yang masif, namun ia kekurangan kemampuan untuk memahami kausalitas, konteks sosial yang dinamis, serta abstraksi kreatif. Ketergantungan pada "techno-solutionism"—keyakinan bahwa semua masalah sosial, politik, dan lingkungan dapat diselesaikan hanya dengan teknologi—sering kali mengaburkan fakta bahwa masalah sistemik membutuhkan kebijaksanaan manusia dan perubahan struktural yang nyata. Mesin mungkin mampu memberikan jawaban atau prediksi yang akurat, tetapi manusia tetap menjadi satu-satunya subjek yang mampu memberikan pertanyaan bermakna dan bertanggung jawab atas keputusan etis di balik jawaban tersebut. Pada akhirnya, tantangan utama dalam perkembangan AI bukanlah tentang mengejar kecerdasan super yang menyaingi manusia, melainkan tentang bagaimana kita mengelola kekuasaan dan akuntabilitas organisasi yang mengontrolnya. Paradoks ini menuntut kita untuk beralih dari narasi ketakutan akan dominasi mesin menuju penguatan agensi manusia melalui regulasi yang transparan dan tata kelola yang inklusif. AI harus diperlakukan sebagai sistem sosio-teknis yang harus selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan martabat individu. Dengan mengakui bahwa kendali dan tanggung jawab tetap berada di tangan manusia, kita dapat membentuk masa depan di mana teknologi digunakan secara sadar sebagai alat untuk memperluas kapabilitas kolektif, bukan sebagai pengganti esensi kemanusiaan itu sendiri.
Dalam perspektif neuro-fisika, perbedaan antara frekuensi tinggi dan rendah pada manusia paling nyata terlihat melalui tarian gelombang otak yang diukur dalam satuan Hertz. Frekuensi tinggi, seperti gelombang Gamma dan Beta, merepresentasikan mesin kognitif yang bekerja pada kapasitas penuh, di mana neuron-neuron saling menembakkan sinyal dengan cepat untuk pemrosesan informasi kompleks, fokus tajam, dan pemecahan masalah yang dinamis. Sebaliknya, frekuensi rendah seperti Alpha, Theta, dan Delta mencerminkan perlambatan simfoni saraf kita, yang membawa manusia ke ambang kreativitas, meditasi dalam, hingga fase pemulihan biologis total saat tidur nyenyak. Perbedaan ini bukan sekadar angka, melainkan keseimbangan antara fase aktivitas eksternal yang aktif dan fase restorasi internal yang esensial bagi kelangsungan hidup. Melangkah ke tingkat seluler, tubuh manusia berfungsi sebagai sistem elektromagnetik yang kompleks di mana frekuensi menentukan derajat vitalitas biologis. Frekuensi tinggi pada tingkat ini dikaitkan dengan koherensi seluler dan kesehatan optimal, di mana setiap sel bergetar dalam harmoni yang memungkinkan pertukaran energi dan nutrisi terjadi secara efisien tanpa hambatan entropi. Sebaliknya, frekuensi rendah dalam konteks biologis sering kali menjadi penanda ketidakteraturan atau disonansi, yang bermanifestasi sebagai kelelahan kronis, peradangan, atau menurunnya sistem imun. Dalam pandangan fisika kuantum, kita adalah dawai-dawai energi yang bergetar; ketika getaran kita melambat atau menjadi kacau akibat stres, kita kehilangan sinkronisasi dengan ritme alami alam semesta yang seharusnya menopang kehidupan kita. Secara spiritual, frekuensi tinggi dan rendah melambangkan derajat resonansi antara kesadaran manusia dengan "Frekuensi Ilahi" atau Sang Pencipta. Frekuensi tinggi adalah kondisi resonansi murni yang dicapai melalui emosi koheren seperti cinta, rasa syukur, dan peniadaan ego (fana), yang memungkinkan jiwa manusia selaras dengan melodi kosmik yang mendasari seluruh realitas. Sebaliknya, frekuensi rendah bermanifestasi sebagai gangguan atau "noise" yang disebabkan oleh beratnya keterikatan materi, ketakutan, dan dominasi ego yang menciptakan jarak spiritual antara makhluk dan Penciptanya. Dengan demikian, menaikkan frekuensi pada manusia berarti memurnikan antena batin dari kebisingan duniawi agar mampu menangkap sinyal petunjuk Tuhan dengan lebih jernih, mengubah eksistensi yang berat menjadi tarian cahaya yang ringan.
Menulis esai sering kali dianggap sebagai beban yang berat, padahal kuncinya terletak pada kedisiplinan struktur. Teknik PEEL hadir sebagai solusi bagi siapa saja yang ingin gagasannya tertata rapi, logis, dan mudah dicerna oleh pembaca. Dengan menggunakan rumus ini, seorang penulis tidak akan tersesat dalam rimba kata-kata yang tidak perlu, karena setiap alinea memiliki tujuan yang sangat jelas dan terukur sejak kalimat pertama dimulai. Inti dari efektivitas PEEL terletak pada empat pilar utamanya yang saling mengunci. Dimulai dengan Point sebagai pernyataan ide utama yang lugas, diikuti oleh Evidence yang menyajikan data, fakta, atau kutipan nyata agar tulisan tidak dianggap sekadar opini kosong. Selanjutnya, Explanation bertugas menjahit logika antara bukti dan poin tersebut, sementara Link memastikan alur tulisan mengalir mulus, menghubungkan satu ide dengan tema besar atau alinea berikutnya tanpa terasa melompat-lompat. Pada akhirnya, menguasai PEEL berarti menguasai navigasi berpikir dalam menuangkan argumen. Namun, struktur yang kuat hanyalah kerangka; ia memerlukan sentuhan gaya penulisan yang lincah—seperti penggunaan kalimat pendek dan kata kerja aktif—agar esai tetap terasa hidup. Jika kerangka yang kokoh ini diisi dengan penyampaian yang jujur dan tajam, maka esai Anda tidak hanya akan kuat secara argumentasi, tetapi juga akan memikat dan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang membacanya.
And Allah has appointed several people in the Church: first as apostles, second as prophets, third as teachers.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 23 Februari 2026Bacaan: "Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. " (1 Raj 17:6)Renungan: Ada sebuah lagu rohani berjudul "Hitung Berkatmu." Di bait pertama lagu tersebut tertulis "Bila laut hidupmu jadi garang; Hati jadi takut dan iman goncang; Hitunglah berkatmu satu persatu; Ingat cara Tuhan memberkatimu". Menghitung berkat yang pernah kita terima akan melahirkan ucapan syukur atas pemberian-Nya. Dengan mengingat cara Tuhan memberkati kehidupan kita, dapat menguatkan iman dan pengharapan kita, terutama ketika kita mengalami masa-masa sukar terkait kondisi keuangan dalam kehidupan kita. Kita pun dapat meyakini, "Jika dahulu Tuhan memberkati dan menolong, ke depannya Dia juga akan melakukan hal yang sama." Mengingat hal seperti ini jauh lebih baik daripada khawatir, bukan? Bacaan hari ini mengingatkan kita akan cara Allah dalam memelihara Elia, melalui seekor burung gagak yang datang dua kali sehari membawa roti dan daging. Sukar untuk dipahami secara logika, tetapi itulah fakta bahwa Allah sanggup memelihara umat-Nya dengan berbagai macam cara. Bila perlu, Allah akan memakai cara yang tak biasa atau yang belum pernah dialami oleh siapa pun, sama seperti burung gagak dipakai-Nya untuk memberi makan Elia. Mengenai asal dari roti dan daging yang dibawa kepada Elia, biarlah menjadi bagian dari "misteri ilahi" yang tidak perlu kita pikirkan. Mari kita ingat lagi akan masa-masa di mana Allah memelihara kehidupan kita. Mungkin cara Allah tak selalu terlihat spektakuler seperti kisah Elia diberi makan oleh burung gagak. Namun yakinlah bahwa Allah yang mengasihi dan memelihara hidup kita pada masa lalu, akan terus melakukannya sampai seumur hidup kita. Mari hitunglah berkat Allah dan ingat cara Allah memberkati kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas setiap berkat tersebut. Amin. (Dod).
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
Di tengah krisis ekologi dan ketidakpastian sosial yang mendalam, banyak individu terjebak dalam perasaan lumpuh akibat apa yang disebut sebagai "Penyimpangan Besar" (The Great Unraveling). Kita sering kali keliru menganggap harapan sebagai komoditas yang kita miliki atau tidak kita miliki—sebuah optimisme pasif yang hanya bergantung pada kemungkinan keberhasilan di masa depan. Namun, Joanna Macy dan Chris Johnstone menantang pandangan konvensional ini dengan menegaskan bahwa harapan sejati bukanlah sebuah ramalan tentang hari esok yang cerah, melainkan sebuah respons aktif dan sadar untuk menghadapi kenyataan pahit dunia saat ini tanpa harus kehilangan kewarasan atau semangat hidup. Konsep Active Hope atau Harapan Aktif didefinisikan sebagai sebuah praktik nyata, bukan sekadar perasaan atau disposisi mental yang abstrak. Alih-alih menunggu bukti eksternal bahwa segala sesuatunya akan membaik, kita diajak untuk secara proaktif menentukan apa yang paling kita hargai dan kemudian berkomitmen untuk berpartisipasi dalam mewujudkannya. Ini melambangkan pergeseran fundamental dari peran sebagai penonton yang pesimis menjadi aktor yang terlibat dalam "Perputaran Besar" (The Great Turning), yaitu transisi historis menuju budaya yang mendukung kehidupan. Dengan cara ini, ketangguhan kita tidak lagi bersumber pada kepastian akan hasil akhir, melainkan pada integritas dan keselarasan tindakan kita dengan nilai-nilai kehidupan yang mendasar. Untuk menopang transformasi ini, perjalanan Active Hope dipandu melalui sebuah spiral proses yang dimulai dengan rasa syukur untuk memperkuat ketahanan batin sebelum kita berani menghormati rasa sakit kita bagi dunia. Pengakuan terhadap luka kolektif ini justru membuka "mata baru" yang menyadari keterhubungan mendalam manusia dengan seluruh jaringan kehidupan, melampaui batas ego individu. Dengan memahami bahwa kita adalah bagian dari sistem kehidupan yang luas, kita diberdayakan untuk melangkah maju dengan aksi nyata yang unik dan terukur. Pada akhirnya, Active Hope adalah tentang menemukan titik temu antara bakat terdalam kita dengan kebutuhan mendesak dunia, menciptakan hidup yang bermakna bahkan di tengah badai perubahan global yang paling menantang sekalipun.
Revolusi AI dalam dunia pelatihan bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan kebutuhan strategis bagi organisasi yang ingin tetap relevan di era digital. Kecerdasan buatan mampu mengubah proses analisis kebutuhan pembelajaran yang dulunya memakan waktu berbulan-bulan menjadi hitungan menit, sehingga penyusunan kurikulum dapat dilakukan dengan kecepatan yang selaras dengan dinamika industri. Dengan efisiensi ini, tim pengembang sumber daya manusia dapat lebih fokus pada strategi jangka panjang daripada terjebak dalam urusan administratif penyusunan materi yang repetitif. Salah satu kekuatan terbesar AI adalah kemampuannya dalam menciptakan pengalaman belajar yang personal melalui konsep adaptive learning. Tidak ada lagi pendekatan "satu ukuran untuk semua," karena sistem berbasis AI dapat mendeteksi kecepatan pemahaman setiap peserta secara unik; memberikan tantangan lebih bagi mereka yang cepat tanggap dan menyediakan bantuan ekstra bagi yang kesulitan. Personalisasi ini tidak hanya meningkatkan efektivitas penyerapan ilmu, tetapi juga menumbuhkan motivasi belajar yang lebih tinggi karena setiap individu merasa didengar dan didukung sesuai kapasitasnya masing-masing. Kendati demikian, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, AI tetaplah alat bantu yang membutuhkan sentuhan manusia sebagai arsitek utamanya. Peran instruktur kini berevolusi dari sekadar penyampai informasi menjadi kurator dan mentor yang memastikan bahwa konten yang dihasilkan mesin tetap menjunjung tinggi etika, empati, dan nilai-nilai budaya organisasi. Pada akhirnya, keberhasilan pelatihan di masa depan akan sangat bergantung pada harmoni antara kecepatan pemrosesan data oleh mesin dan kedalaman rasa serta kebijaksanaan yang hanya dimiliki oleh manusia.
Bismillah,Saudaraku,Manusia itu hakekatnya menyukai uang dan harta. Ada potensi pelit dan tamak di setiap kita. Bagaimana kita bisa mengatasinya? Mari kita simak cuplikan Kajian Rutin Tadzkiratus saami' yang disampaikan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah dengan judul “240. Hubungan antara sifat Dermawan & Sabar” berikut ini.Ingin tau lebih banyak soal zakat?InsyaAllah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 081288388501.Nikmati juga kemudahan berzakat melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor rekening 1111091036 atas nama LAZ Muhajir.Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 22 Februari 2026Bacaan: "Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." (1 Yohanes 5:14) Renungan: Seseorang pernah berkata demikian tentang jawaban dari sebuah doa, "Masalah terbesar dari doa adalah bagaimana membiarkan doa terus mengalir dan mengizinkan Allah menjawab sesuai dengan cara-Nya." Ada satu kisah yang menarik dari seorang anak, tentang sikap dan ketulusannya di dalam menerima jawaban doa. Hari itu Adi dititipkan oleh mamanya di rumah neneknya, tetapi neneknya pergi bersama teman-temannya sehingga Erny, yaitu tantenya yang harus menjaga Adi. Adi segera mengambil kelerengnya dan bermain bersama beberapa orang temannya, tetapi tiba-tiba ia berlari dan menghampiri Erny yang sedang memasak di dapur. Dengan lugu Adi berkata, "Tante kelereng Adi hilang satu. Tante boleh nggak Adi sekarang berlutut dan meminta Tuhan untuk membantu Adi menemukan kelerang Adi yang hilang itu?" Tanpa pikir panjang, Erny pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. Kemudian Adi berlutut, ia melipat kedua belah tangannya dan berdoa, katanya, "Bapa yang baik, kelereng Adi hilang satu dan Adi mau supaya Engkau membantu Adi untuk menemukannya. Amin Setelah selesai berdoa, Adi segera bangkit dan bermain kembali. Ketika hari telah sore, Erny teringat pada perbuatan Adi tadi. Karena khawatir Adi akan kecewa terhadap Tuhan, maka Erny memanggil dan menanyakan kepada Adi, "Sayang, apakah engkau sudah menemukan kelerengmu yang hilang?" "Belum Tante, tetapi Tuhan telah membuat Adi tidak menginginkan kelereng itu lagi," jawab Adi. Alangkah indahnya sikap dan iman Adi yang begitu tulus dalam menerima jawaban doanya. Banyak orang yang bersungut-sungut dan kecewa kepada Tuhan karena doa mereka tidak dijawab sesuai dengan keinginan hati mereka. Doa bukanlah masalah dijawab atau tidaknya setiap permohonan doa yang kita panjatkan, tetapi doa adalah sikap dan tindakan penyerahan segala masalah hidup kita ke dalam tangan Tuhan. Dijawab atau tidaknya doa-doa kita adalah keputusan mutlak Tuhan. Tidak menjadi soal apakah Tuhan menjawab "Tidak," "Ya," atau "Ya, tetapi tunggu dulu," terhadap permohonan doa yang kita panjatkan. Yang penting adalah kita tetap setia berdoa dan selebihnya adalah bagian Tuhan untuk memutuskan yang terbaik bagi kita, karena Tuhan tahu dengan pasti apa yang menjadi kebutuhan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang selalu khawatir dan memaksakan kehendak dalam doa-doa yang kupanjatkan kapada-Mu. Kini kuserahkan semua pengharapanku hanya pada-Mu, karena Engkau lebih mengetahui kebutuhanku. Amin. (Dod).
Bismillah,Bukber Dengan Pacar(Breaking the fast with my partner)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Animasi dari 101 Talkshow Ramadhan Spesial:“Bukber Sama Pacar”
Bismillah,2021. ANAK SAMBUNGKU SUKA MEMBANDING-BANDINGKANKU DENGAN IBUNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
Di era digital yang penuh dengan disrupsi dan ketidakpastian, memiliki pola pikir pembelajar bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan strategis untuk mempertahankan relevansi. Konsep prowess atau kecakapan yang diperkenalkan oleh Lilian Ajayi Ore dan Marshall Goldsmith menekankan bahwa pembelajaran adalah perjalanan tanpa akhir menuju keunggulan, yang melampaui sekadar penguasaan teknis statis. Melalui kerangka "WIN Mindset"—Kemauan (Willingness), Intensionalitas (Intentionality), dan Pembinaan (Nurturing)—seorang pemimpin diajak untuk terus membuka diri terhadap pengetahuan baru, mengaplikasikannya dengan tujuan yang jelas, dan menumbuhkan rasa ingin tahu sebagai mesin penggerak pertumbuhan eksponensial. Fondasi dari pola pikir ini berakar kuat pada kepemimpinan diri yang autentik dan keberanian untuk menghadapi hambatan internal. Sebelum mampu membina orang lain, seorang pemimpin harus terlebih dahulu menguasai "Leadership in Action Pyramid" yang dimulai dari perawatan diri dan penyelarasan tindakan dengan tujuan hidup yang mendalam. Dengan mengintegrasikan model "Triple A"—Tindakan, Ambisi, dan Aspirasi—pemimpin dapat mendekode rasa takut dan mengubah kegagalan menjadi motivasi intrinsik. Hal ini memastikan bahwa potensi individu maupun organisasi tidak terbuang sia-sia, melainkan dikelola secara proaktif untuk mencapai visi masa depan yang lebih bermakna. Pada akhirnya, keberhasilan sejati dari pola pikir pembelajar diukur dari kemampuannya untuk menginspirasi dan menciptakan warisan melalui pembinaan orang lain atau Coaching Prowess. Pemimpin pembelajar bertindak sebagai pengganda kekuatan (force multiplier) yang tidak merasa terancam oleh bakat baru, melainkan dengan dermawan membagikan ilmu dan menciptakan keamanan psikologis bagi timnya untuk bereksperimen. Dengan membangun budaya organisasi yang menghargai pertumbuhan kolektif, pemimpin memastikan bahwa transformasi tidak hanya berhenti pada level individu, tetapi menjadi energi yang menggerakkan seluruh ekosistem untuk terus beradaptasi dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Perjalanan Spiral atau Spiral Journey merupakan sebuah peta metodologis yang ditawarkan oleh Joanna Macy untuk membantu individu menghadapi krisis ekosistem dan sosial tanpa terperosok dalam keputusasaan. Tahap pertama dimulai dengan landasan syukur (Gratitude), sebuah langkah krusial untuk menstabilkan kondisi psikologis dan membangun ketahanan batin. Dengan mengenali hal-hal yang masih baik dan berfungsi di dunia ini, kita mengisi kembali tangki energi kita, sehingga kita tidak bergerak dari tempat yang penuh kekurangan, melainkan dari kesadaran akan kelimpahan hidup yang memberi kita kekuatan untuk menghadapi tantangan yang lebih berat. Setelah fondasi syukur terbentuk, spiral ini berlanjut pada tahap menghargai rasa sakit kita bagi dunia (Honoring our Pain). Di sini, kita diajak untuk tidak menekan atau menghindari perasaan sedih, takut, maupun marah atas kerusakan yang terjadi di bumi, melainkan melihatnya sebagai bukti nyata dari keterhubungan kita dengan semua makhluk. Pengakuan jujur atas luka kolektif ini secara alami akan mengantarkan kita pada tahap melihat dengan mata baru (Seeing with New Eyes), di mana perspektif kita bergeser dari ego yang terpisah menjadi bagian dari sistem kehidupan yang luas, menyadari bahwa kita memiliki tanggung jawab moral yang melintasi ruang dan waktu. Tahap akhir dari spiral ini adalah melangkah maju (Going Forth), yang merupakan perwujudan aksi nyata dari pemahaman baru yang telah diperoleh. Aksi ini bukan sekadar aktivitas yang didorong oleh kepanikan, melainkan langkah terarah yang lahir dari solidaritas dan cinta terhadap kehidupan. Karena perjalanannya berbentuk spiral, setiap kali kita mencapai titik akhir, kita akan kembali ke titik syukur dengan kesadaran yang lebih dalam dan integritas yang lebih kuat, siap untuk memulai putaran berikutnya demi penyembuhan diri dan planet yang kita tinggali.
Kultum & Sholat TarawihMasjid As-sofia, Kota Bogor Kamis, 19 Februari 2026 / 02 Ramadhan 1447HNarasumber: Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS.Tema: LAKUKAN KEBAIKAN DENGAN BERJAMAAHImam: Ustadz Fathoni, SE. ME.LIVE Streaming :- Youtube.com/@DiMediaTV - https://youtube.com/live/TuBwlMqb8LA?feature=share- Youtube.com/@assofiamasjid - https://youtube.com/live/PyN7wCUpzJU?feature=share- IG @DiMediaTV- IG @MasjidAsSofia- FB DiMediaPage - https://www.facebook.com/events/796883622773672/- Tiktok DiMEdiaTVLIVE Delay:- Spotify "Dimedia Radio" Masjid As-Sofia, Jl. RE. Martadinata 46-48, Kel. Ciwaringin, Kota Bogor, Phone: 0811 1226 242, IG @MasjidAsSofia Rekening Donasi:BSI 7158 607 195 a.n. Masjid As Sofia (Infaq Kajian & Majelis Ilmu)BSI 7265 516 078 a.n. Masjid As Sofia (Operasional Masjid) BRI 0387-01-111222-30-1 a.n. Masjid As Sofia (Operasional Masjid) Mari beramal jariyah bagi tersebarnya ilmu, dakwah & perjuangan dijalan Allah melalui donasi biaya operasional dan wakaf peralatan LIVE Streaming, via QRIS atau transfer ke Rekening BSI 7149 665 026 an. DiMediaTV. "Di era informasi sekarang ini penting memanfaatkan media untuk dakwah dan menghadapi opini negatif. Kita manfaatkan semua sarana dan prasana untuk menyiarkan Islam dengan baik, dan lakukan klarifikasi atau membantah jika ada fitnah terhadap Islam." (KH Didin Hafidhuddin).Jadikan Dakwah Sebagai Poros dari Aktifitas kita sehari-hari sebagaimana Rasulallah SAW, oleh sebab itu jadikan video ini sebagai amal jariyah dakwah Anda juga dengan cara "Like, Comment, Save, Subscribe & Share"#dimediatv #MasjidAssofia #dimedia #dimediaradio #masjidassofiabogor #tarawih #kultumtarawih #kultumramadhan #ramadhan #sholattarawih #ramadhan1447h #ramadhan2025 #kajianbogor #live #livestream #livestreaming #nasehat #nasehatislami #nasehatulama takwa,ketakwaan,kataatan, sholat, keluarga,khutbah,khotbah,khutbah jumat,khotbah jumat,khotbah jummuah,masjid as sofia,masjid as sofia bogor,dimedia,dimediatv,dimedia tv,dimedia radio,tarawih, kultum tarawih, kultum ramadhan, sholat tarawih,ramadhan 1447h,ramadhan,ramadhan 2026,
Medical & Functional doctor, dr. Kevin Mak membuka tabir cara berpikir, makan dan aktivitas kita yang justru membuat kita sakit. Dan mengapa sudah ke dokter pun, kita belum sembuh benar.#cauldroncontent #uncensored #uncensoredwithandinieffendi #podcast #podcastindonesia #andinieffendi #kevinmak #drkevinmak #kesehatan #kesehatanmental #aging #mitos #suplemen #obat #vitamin #padel #sports #protein #stress #tesdna #polahidupsehat #health —Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya.୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧ ☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆ https://www.instagram.com/cauldroncontent/ https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw☆ Dengarkan juga podcast kami ☆ https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34 https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280☆ Host Andini Effendi ☆ https://www.instagram.com/andinieffendi/ ☆ dr. Kevin Mak ☆ https://www.instagram.com/drkevinmak/ ☆ Wardrobe by Lanivatti☆ https://www.instagram.com/lanivatti_official/ ☆ Location at Addition living ☆ https://www.instagram.com/addition.living/— Time stampIntro 00.0002.00 Rahasia sehat 60+07.25 Sehat tanpa obat12.04 Kenapa wajib tes DNA?14.20 Julid picu stres dan gangguan mental19.34 Nutrisi yang dibutuhkan wanita25.35 Kurus tapi perut buncit29.37 Padel bukan exercise32.52 Angkat beban, lawan penuaan54.55 Minum suplemen bikin gagal ginjal?
Pesawat yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dikabarkan jatuh di kawasan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Peristiwa tersebut berlangsung siang tadi, dan belum diketahui penyebab dari jatuhnya pesawat. Tim SAR gabungan sendiri telah diturunkan untuk mencari pilot dari pesawat tersebut. Bagaimana perkembangannya? TALK :: Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril
Dumplings are popular dish for families celebrating Lunar New Year. In Melbourne, one restaurant is challenging tradition, with a make-your-own approach and a range of exotic flavours. - Dumpling adalah hidangan populer bagi keluarga2 yang merayakan Tahun Baru Imlek. Di Melbourne, sebuah restoran menantang tradisi yang ada, dengan pendekatan "buat sendiri dumplingmu" dan berbagai cita rasa yang eksotis.
Sukhī hontu kalyāṇamittā,Tayangan video ini merupakan ovādakathā (ceramah singkat yang berisikan nasihat) oleh Sayadaw Kheminda dari siaran Live Instagram dan TikTok DBS yang diadakan setiap Sabtu, pukul 06.45 WIB. Pada kesempatan ini, Sayadaw Kheminda menyampaikan wejangan mengenai "Melenyapkan Āsava dengan Kesabaran".
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Kresen MCFSM dan Sr Krista MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Fransiskus Catholic Center di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Ulangan 30: 15-20; Mazmur tg 1: 1-2.3.4.6; Lukas 9: 22-25.MEMILIH BERKAT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memilih Berkat.Setelah Rabu Abu, liturgi hari pertama yang menyusulnya mengajak kita untukmerenungkan tentang berkat Allah. Masa Pra Paskah sangat spesial mengenaidisiplin beriman dengan tuntutan volume dan kualitas yang lebih kuat kalaudibandingkan dengan masa-masa liturgi lainnya. Maka berkat Tuhan sangat kitaperlukan demi terwujudnya proses pendisiplinan ini hanya karena Tuhan berkenandengan berkat-Nya bagi setiap orang yang mengharapkan keselamatan dirinya. Dengan memilih berkat, lalu apakah yang tidak kita pilih?Atau jika Tuhan memberikan kita berkat-Nya, hal apakah yang tidak Tuhanberikan? Kitab Ulangan dalam bacaan pertama menegaskan kalau kutuk danpenyiksaan dosa bukan pilihan kita. Dalam kenyataan, ada orang memilih kutukatau sengsara karena dituntun oleh kebebasan kodratinya. Tuhan menyelenggarakanhidup ini pada awal adalah baik. Namun karena kejatuhan kodrati manusia, makakehadiran kebaikan itu harus berhadapan dengan kutukan dosa. Jadi orang bisamemilih untuk berdosa. Orang beriman dinasihatkan untuk memilih berkat. Memilih berkat berarti memilih Tuhan. Sedangkan memilihkutuk berarti memilih musuh Tuhan, yaitu setan. Yang ada pada Tuhan ialahkehidupan, cinta, dan pengharapan akan suatu keberlangsungan yang abadi.Sedangkan yang ada pada kutuk ialah kematian, kebencian, dan kesengsaraanabadi. Yesus Kristus diutus oleh Bapa ke dunia untuk mendirikan sebuah kerajaankehidupan supaya memerintah dan membawa semua orang kepada berkat. Ajaran danteladan hidup-Nya menjadi pelita dan sumber air yang menjamin keberlangsunganberkat ini dalam bentuk rahmat karunia yang dicurahkan kepada setiap orang yangmemerlukan. Hari ini Yesus Kristus memaparkan isi pilihan kita untukmengikuti Dia supaya daripada-Nya mengalir semua berkat yang kita perlukan. Didalam masa Pra Paskah berkat-berkat kita dapatkan melalui berdoa, berpuasa, danberamal kasih. Ketiga perbuatan ini mesti dapat dijalankan dalam semangat salibyang kita pikul dan ketekunan dalam penyangkalan diri. Salib selalu bermaknapengorbanan dan menghadirkan beban yang harus ditanggung. Kita berdoa, berpuasaatau bermati raga, dan beramal kasih dengan sebuah volume jumlah dan kualitassedemikian yang membuat kita menanggung beratnya seperti yang Yesus lakukan.Ketiga perbuatan saleh itu mesti juga membawa kita untuk fokus kepada penyatuanhati kita dengan Tuhan, dan bukan kepada diri sendiri dan semua kepentingan duniawi.Dari sana berkat-berkat akan mengalir kepada kita. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, firman-Mu menguatkan niat kami untuk memanggul salib dan menyangkaldiri kami untuk dengan tekun mengikuti-Mu. Berkatilah kami supaya sepanjangjalan mengikuti-Mu kami menemukan diri kami yang sebenarnya. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Hello Listeners!Di episode kali ini Wulan ngobrol-ngobrol dengan penyanyi dan angota Boyband yang baru saja comeback setelah kurang lebih tiga tahun tidak merilis karya solo. Episode kali ini kita ditemani Rafael TanRafael Tan dikenal luas sebagai anggota boyband SM*SH namun sebelumnya Rafael Tan telah lama memiliki perjalanan musik personal di luar grup. Di Single terbaru Rafael berjudul “Aku Sayang Kamu” menjadi single comeback Rafael setelah kurang lebih tiga tahun tidak merilis karya solo. Single Rafael “Aku Sayang Kamu” pertama kali dikenal publik sebagai lagu dari band SMA Rafael Tan bernama Cola Float Di era awal 2000-an, lagu ini sempat menjadi hits single di skena musik indie Bandung, bahkan menempati peringkat pertama di berbagai chart radio hits Bandung selama berminggu-minggu. Lagu ini pun memiliki tempat tersendiri di hati pendengar yang tumbuh di era tersebut. Single ini ditulis berdasarkan cerita pribadi penulisnya, lagu ini merekam pengalaman emosional yang jujur dan dekat dengan realitas banyak orang tentang menemukan tambatan hati, kehilangan, dan kesetiaan dalam menunggu. Dengan aransemen baru yang lebih segar, “Aku Sayang Kamu” Rafael berharap dapat menjadi lagu yang menjembatani dua generasi pendengar. Bagi mereka yang pernah mengenal lagu ini di era 2000-an, lagu ini menjadi ruang nostalgia. Sementara bagi pendengar masa kini, lagu ini hadir sebagai pilihan sweet pop RnB yang hangat dan mudah diterima. Single ini juga menjadi pintu pembuka menuju proyek EP atau album solo Rafael Tan, yang akan menampilkan sisi personal, reflektif, dan musikal yang lebih matang.Untuk Cerita lebih lengkapnya yuk dengarkan obrolan Langsung di Channel Podcast Bingkai Suara Season 8 di Spotify, Apple Podcast, Youtube atau kunjungi website kita di www.bingkaikarya.com
"Penyelamatan-Mu memberinya kemuliaan yang besar; Engkau mengurniainya kehormatan dan kedaulatan. Kerana Engkau telah menjadikannya paling diberkati selama-lamanya Engkau membuatnya paling bahagia dengan kehadiran-Mu. Kerana raja percaya penuh kepada TUHAN; dengan kasih setia Yang Maha Tinggi dia tidak akan dapat digugat" (Mazmur 21:5-7)
Simak pembahasannya bersama: 1. Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) MUI Bidang Fatwa , KH. Aminudin Yakub2. Pengamat sosial dari FISIP Universitas Muhammadiyah SUMUT, Sohibul Ansor Siregar
Selama berabad-abad, rumus ekonomi dunia itu sederhana tapi merusak: jika ingin ekonomi panas membara, cerobong asap juga harus mengepul hitam. Pertumbuhan ekonomi selalu dibayar dengan pemanasan global. Namun, paradigma usang itu kini sedang dibalik total. Mendinginkan bumi bukan lagi beban biaya, melainkan peluang bisnis raksasa. Inilah era di mana "hijau" bukan sekadar warna daun, tapi warna uang dolar yang mengalir deras ke kantong mereka yang peduli lingkungan. Mekanismenya ada pada transformasi nilai. Hutan yang dulu hanya bernilai saat ditebang menjadi kayu, kini justru bernilai mahal saat dibiarkan berdiri tegak menyerap karbon. Teknologi yang dulu mahal seperti panel surya dan mobil listrik, kini menjadi primadona pasar saham. Melalui perdagangan karbon, perusahaan yang berhasil menurunkan suhu bumi mendapatkan insentif finansial yang nyata. Mereka "menjual" dinginnya bumi kepada industri yang masih "panas", menciptakan siklus ekonomi baru yang saling menguntungkan. Indonesia berdiri di garis depan peluang ini. Kita punya modal alam yang dicari seluruh dunia: hutan tropis, mangrove, dan lahan gambut. Jika kita cerdas mengelolanya, kita tidak perlu memilih antara lingkungan atau kemajuan. Kita bisa mendapatkan keduanya. Dengan regulasi yang tepat dan teknologi yang mumpuni, kita bisa menjadi super power baru. Mendinginkan suhu bumi untuk anak cucu, sambil menghangatkan mesin ekonomi rakyat hari ini.
Hai Viewers! Kembali lagi podcast Helmy Yahya Bicara. Tamu saya kali ini, seorang dokter spesialis jiwa, dokter yang viral banget di media sosial, Elvine Gunawan.,dr., SpKJ, Founder Mental Hub Indonesia. Seru banget ngobrol sama dokter yang ngomongnya blak-blakan gini! Kami membahas banyak hal, mulai dari serba-serbi kerja sama anak-anak Gen Z sampai membahas soal parenting! Ternyata bukan hanya ibu-ibu loh yang wajib belajar parenting, tapi bapak-bapak juga! Simak selengkapnya kalau mau tercerahkan. Selamat menonton!
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PRIA TELANJANG DI GETSEMANIDiambil dari: Markus 14:51–52 (TB)“Ada seorang muda yang mengikuti Yesus, hanya memakai sehelai kain lenan pada tubuhnya. Mereka menangkap dia, tetapi ia melepaskan kain itu dan lari dengan telanjang.”Wonder Kids, hari ini kita membaca detail kecil tapi penting yang hanya dicatat oleh Injil Markus. Setelah Yesus selesai berdoa di Taman Getsemani, Yudas datang bersama para serdadu untuk menangkap Yesus. Para murid ketakutan. Mereka semua melarikan diri.Markus mencatat bahwa ada seorang pemuda yang juga mengikuti Yesus. Ketika para serdadu mencoba menangkapnya, ia begitu takut sampai meninggalkan pakaiannya dan lari telanjang. Pemuda ini sangat takut. Ia memilih rasa malu daripada tertangkap. Ia memilih lari daripada berdiri bersama Yesus.Yesus sebenarnya sudah memperingatkan murid-murid-Nya. Yesus berkata bahwa semua orang akan meninggalkan-Nya, tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan diselamatkan. Sayangnya, pada malam itu, tidak ada satu pun murid yang benar-benar berdiri teguh. Semua melarikan diri.Tetapi kabar baiknya adalah: kita memiliki sesuatu yang tidak dimiliki para murid saat itu.Kita memiliki Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Dengan pertolongan Tuhan, kita bisa berdiri teguh, bahkan ketika kita takut.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa takut untuk melakukan yang benar, ingat bahwa Tuhan menyertai kamu. Mintalah pertolongan-Nya untuk tetap setia.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, ketika aku takut, tolong aku untuk tetap berdiri teguh dan setia kepada-Mu. Aku percaya Engkau menolongku. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan menolong kita berdiri teguh, bahkan saat kita takut. Tuhan Yesus memberkati.
Kerusuhan meletus di Kota Bnei Brak, Israel, ketika ribuan pengunjuk rasa dari komunitas Yahudi Ultra Ortodoks bentrok dengan aparat keamanan. Mereka menentang undang-undang wajib militer yang diterapkan oleh pemerintah Israel, meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Sr Modesta MCFSM dan Sr Yuliana MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Yosef Ampa di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Yakobus 1: 12-18; Mazmur tg 94: 12-13a.14-15.18-19; Markus 8: 14-21.KUAT MENGHADAPIUJIAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kuat MenghadapiUjian. Di dalam kitab suci perjanjian baru, Yesus Kristus mengajarkan kitauntuk kuat dalam menghadapi ujian. Pengalaman ujian sering disamakan dengancobaan, yang maksudnya ialah untuk mencobai seseorang apakah mampu melewaticobaan atau tidak. Misalnya di dalam Injil Matius 26: 41 yang sama denganMarkus 14: 38, dan Lukas 22: 40, Yesus mengingatkan supaya kita selalu kuatdalam doa dan berwaspada supaya tidak jatuh ke dalam pencobaan. Daging atau tubuhkita lemah sehingga gampang menjadi jalan masuk bagi musuh yang mencobai. Tuhan sendiri juga mengingatkan umat-Nya di dalamperjanjian lama supaya mereka kuat terhadap godaan, cobaan dan ujian hidup.Ketika Musa berhadapan dengan Firaun di Mesir, ia benar-benar di dalam ujianberat. Tetapi ia juga patuh pada tuntunan dan perintah Tuhan. Dengan berpegangpada prinsip ini bahwa Tuhan mengajarkan dan menguatkan kita, jelas sebagaisebuah permainan atau lelucon kalau Tuhan juga yang mencobai kita. Ada anggapandan keyakinan di antara kita bahwa Tuhan mencobai dan menggodai kita sehinggaitu semua dianggap saja sebagai ujian dalam hidup. Ini jelas tidak mungkin.Bagaimana Ia menguatkan kita, Ia juga mencobai apa yang Ia sendiri tetapkan,kuatkan dan lindungi? Oleh karena itu Santo Yakobus dalam bacaan pertamamenegaskan bahwa tidak mungkin Tuhan mencobai kita anak-anak kekasihnya. Tuhantidak punya sistem bermain seperti siapa pun makhluk manusia dan makhluk rohlainnya yang punya keinginan untuk mencoba-cobai, menggoda-godai, ataumemperdaya-dayai pihak lain. Pemimpin penggoda dan penyoba ialah setan.Pengaruh setan ini memprioritaskan kerjanya pada tingkah laku manusia yangbertentangan dengan jalan Tuhan. Karena manusia punya kebebasan, ia bisa jugamemilih untuk condong pada pengaruh setan. Jadi manusia dicobai dan digodaioleh keinginannya sendiri yang sudah dikuasai oleh si jahat. Bilamana kita tahu bahwa kita berada di dalam cobaan?Peristiwa yang dikisahkan di dalam Injil hari ini menggambarkan suatu situasiumum orang-orang berada di dalam cobaan. Situasi itu ialah ketika pikiran danhati kita mulai mengerti dan menganggap bahwa Tuhan jauh atau tidak beradabersama kita. Kekawatiran atau keprihatinan bahwa nasib kita bakal di dalamkesulitan karena di sekeliling kita ada begitu banyak tantangan, kesulitan, danancaman. Bahkan kita sangat dihantui oleh ketidakmampuan kita untuk menghadapisemua itu. Rasa tak percaya pada diri, anggapan bahwa di sekeliling ada banyakancaman, dan pandangan bahwa Tuhan jauh, merupakan keadaan pencobaan yang kitahadapi di dalam hidup ini. Maka nasihatnya ialah: kita mesti kuat! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa,penuhilah diri kami dengan semangat iman yang berani dan kuat untuk menghadapisegala cobaan dan ujian hidup ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus ... Dalam nama Bapa ...
Mengadopsi mindset reporting yang benar berarti melakukan transformasi fundamental dalam cara kita memandang tugas administratif. Pelaporan tidak boleh lagi dianggap sekadar beban birokrasi atau ritual akhir bulan untuk menggugurkan kewajiban, melainkan harus dilihat sebagai instrumen komunikasi strategis yang vital. Seorang profesional dengan pola pikir ini memahami bahwa setiap laporan adalah kesempatan untuk menerjemahkan data mentah menjadi narasi yang bermakna, memberikan kejelasan di tengah kompleksitas operasional, dan mengubah aktivitas rutin menjadi nilai tambah bagi organisasi. Inti dari pelaporan yang efektif adalah jembatan yang dibangunnya antara eksekusi di lapangan dan pengambilan keputusan di tingkat manajerial. Laporan yang baik tidak hanya menyajikan "apa yang terjadi", tetapi juga menjawab "mengapa itu terjadi" dan "apa dampaknya", sehingga mengubah informasi pasif menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti (actionable insights). Dengan menyajikan fakta yang jujur, analisis risiko yang tajam, dan rekomendasi solusi, pelaporan menjadi alat navigasi utama yang memungkinkan para pemimpin untuk mengambil keputusan berbasis bukti, bukan sekadar asumsi atau firasat. Pada akhirnya, tujuan tertinggi dari mindset reporting adalah membangun budaya kepercayaan dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Transparansi dalam melaporkan kegagalan sama pentingnya dengan merayakan keberhasilan; hal ini menciptakan keamanan psikologis dan akuntabilitas yang sehat dalam tim. Ketika laporan digunakan sebagai alat pembelajaran (bukan alat penghukuman) dan sarana untuk memprediksi tren masa depan, organisasi tersebut tidak hanya menjadi lebih efisien, tetapi juga lebih tangguh dalam menghadapi perubahan zaman.
Bismillah,Saudaraku, Di negeri tercinta ini, kita mempunyai PR besar bersama, yaitu berzakat. Baznas Republik Indonesia menyampaikan potensi zakat secara nasional mencapai Rp 327 triliun, namun total zakat yang dikumpulkan Baznas dari seluruh wilayah baru mencapai Rp 41 triliun.Terindikasi banyak dari kaum muslimin di Indonesia belum mengeluarkan zakatnya, walaupun sudah masuk dalam golongan yang mampu membayar zakat. Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah karena belum memahami zakat secara komprehensif. Wallahu a'lam bishshowab.Alangkah baiknya, seorang yang beriman mendambakan untuk bisa terus beribadah di jalan Allah Ta'ala termasuk melalui berzakat yang hukumnya wajib. Dengan berzakat, kita menunaikan hak Allah Ta'ala juga membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, insya Allah.Ingin tahu lebih dalam tentang zakat dan bagaimana zakat dapat membersihkan harta dan jiwa kita serta menebarkan kebaikan?InsyaAllah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 081288388501.Nikmati juga kemudahan berzakat melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor rekening 1111091036 atas nama LAZ Muhajir.Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 15 Februari 2026Bacaan: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3)Renungan: Suatu ketika ada satu keluarga tengah berada dalam perjalanan menuju sebuah kota. Lalu mereka singgah di satu kedai kecil untuk beristirahat. "Bapak dan keluarga mau ke mana?" tanya si pemilik kedai. Bapak itu memberitahukan tujuannya. "Oh, kota itu. Saya tahu," jawabnya. "Kalau begitu dapatkah Anda menceritakan bagaimana orang-orang yang ada di sana?" tanya kepala keluarga tersebut. Bukannya menjawab, pemilik kedai malah bertanya balik, "Orang-orang seperti apakah yang kalian temukan di tempat asal kalian?" "Mereka adalah orang-orang yang payah," isteri bapak itu segera menjawab. "Benar. Mereka senang bergosip, cuek, egois. Kami senang bisa pindah dari sana," jawab anak-anaknya. "Saya rasa kalian juga akan menemukan orang-orang dengan sikap yang sama di kota tujuan kalian nanti." Keesokan paginya, rombongan keluarga lain singgah ke kedai itu dan ingin ke kota yang sama seperti keluarga kemarin. Mereka pun menanyakan kepada pemilik kedai tentang sifat orang-orang yang nanti akan ditemui. "Jenis tetangga macam apa yang dulu kalian miliki?" pemilik kedai itu bertanya. "Mereka baik, suka menolong, peduli. Sebenarnya kami sangat berat hati meninggalkan tempat yang dulu itu," jawab pemimpin rombongan. Pemilik kedai menjawab, "Tenang, nanti kalian juga akan mendapat tetangga yang serupa." Salah satu alasan yang dikemukakan oleh para pegawai mengapa mereka mau berhenti bekerja dan pindah ke tempat lain adalah karena orang-orang di kantor mereka yang tidak bersahabat. "Di sini orang-orangnya suka menusuk dari belakang. Mereka berkompetisi dengan curang. Pribadinya tidak menyenangkan," begitulah ungkapan mereka. Namun yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah orang-orang tapi kita sendiri. Selama kita tidak mau belajar mengerti, belajar rendah hati dan mengalah, ke mana pun kita pergi, di mana pun kita bekerja, kita memang akan senantiasa bertemu dengan orang-orang sulit'. Selama kita selalu melihat 'selumbar' di mata pihak lain, selalu mencari kekurangan dan kejelekan mereka, maka itulah yang akan kita dapatkan. Dengan kasih Tuhan, ubahlah sikap kita, maka situasi pun akan berubah dengan sendirinya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, sehingga setiap orang yang berada dekat denganku akan merasa nyaman. Amin. (Dod)
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 14 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku." (Rut 1:16-17)Renungan: Selama Perang Revolusi seorang perwira muda dalam ketentaraan Inggris, sebelum berlayar bersama resimennya, bertunangan dengan seorang wanita. Tapi dalam salah satu pertempuran, perwira itu terluka parah dan kehilangan sebuah kaki. Oleh karena itu, ia menulis surat kepada calon isterinya untuk memberitahu keadaannya. Surat balasannya pun tiba. Dengan harap-harap cemas, ia membukanya. Sebenarnya perwira tersebut sangat takut mendengar respon dari tunangannya itu. la berpikir pasti kekasihnya tidak akan mau lagi melanjutkan hubungan mereka. Namun dalam surat itu, si wanita menyangkali semua pemikiran tentang menolak meneruskan pertunangannya itu karena apa yang telah terjadi pada calon pengantinnya dalam pertempuran. la berkata bahwa dia bersedia menikah dengannya bila ada cukup tubuh untuk memuat jiwanya. Kisah kesetiaan ini mirip dengan kisah antara Rut dengan mertuanya, Naomi. Rut setia mengikut Naomi, bukan pada saat ia punya segala-galanya atau berada di posisi puncak. Sebaliknya, ia tetap mengiring wanita tersebut saat dia tidak punya apa-apa lagi. Tidak punya anak, tidak punya harta benda. Kalau direnungkan bisakah kita bersikap seperti itu? Kebanyakan kita bisa setia mendampingi pasangan, ingin terus bekerja di sebuah perusahaan bahkan mau berjalan dengan Allah, saat keadaan baik-baik saja. Namun ketika orang yang kita kasihi kehilangan pekerjaan, perusahaan kita terlilit hutang, bahkan Tuhan sendiri nampaknya diam, sikap kita cenderung berubah. Kesetiaan memang kadang-kadang terlihat seperti hal yang bodoh. "Sudah tahu tidak bisa diharapkan tapi masih berharap. Sudah tahu tidak diberkati, tapi tetap mengasihi," pikir kebanyakan orang. Namun sebenarnya situasi ini adalah penguji apakah kita mengiring seseorang dan Tuhan, hanya karena sesuatu ataukah benar-benar tulus. Ingatlah, siapa diri kita sebenarnya bukan terlihat pada saat hari-hari kita penuh bunga, namun nampak saat kita dipenuhi air mata. Bisakah kita setia? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesetiaan, baik setia pada-Mu, pada pasanganku, pada keluargaku dan pada pekerjaanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 13 Februari 2026Bacaan: "Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya." (Kejadian 40:23)Renungan: Suatu kali seorang karyawan terlibat dalam sebuah proyek yang sangat sulit. Dengan tekun ia mengerjakan proyek itu, hingga akhirnya ia berhasil membawa divisinya memperoleh penghargaan. Sebagai tanda penghargaan, ia dijanjikan akan dikirim pelatihan ke Hong Kong. Namun hal itu tidak pernah terjadi. Setahun kemudian ia kembali terlibat dalam sebuah proyek berat. Sekali lagi ia berhasil memecahkannya. la kembali dijanjikan akan dikirim pelatihan ke luar negeri, kali ini ke Singapura. Namun hal serupa kembali terulang. la lagi-lagi tidak menerima penghargaan apapun atas usahanya. Namun karyawan tersebut tetap bekerja dengan setia. Empat tahun kemudian, ia dikirim ke Hong Kong, dan dua bulan kemudian Tuhan memberinya berkat sehingga ia dapat mengajak istrinya untuk menghabiskan liburan akhir tahun di Singapura. Saat Yusuf bisa menerangkan arti dari mimpi juru minuman, ia berpesan kepada orang itu agar mengingatnya dan menyampaikan perkaranya kepada Firaun agar ia bisa keluar dari penjara, tetapi juru minum malah melupakannya. Selama dua tahun, mungkin Yusuf bertanya-tanya, "Mengapa tidak ada pertolongan? Bagaimana keadaan orang yang sudah aku tolong itu? Apakah ia menyampaikan pesanku kepada raja?" Yusuf benar-benar merasa dilupakan, dan diperlakukan tidak adil. Beruntung, ia tidak putus asa dan tetap menaruh harapan kepada Allah. Dan yang terpenting adalah, ia tetap bekerja dengan baik. Yusuf sama sekali tidak mengurangi kualitas kerjanya selama di penjara. Sampai akhirnya, pertolongan dari Allah tiba, la bukan saja dibebaskan, tapi juga diangkat menjadi orang kepercayaan raja. Manusia bisa lupa, bisa lalai dan melupakan kita. Tidak peduli seberapa kecewanya kita terhadap orang tua, anak, sahabat, pimpinan dan rekan kerja, tapi jangan pernah tawar hati terhadap Allah. Dia tidak pernah melupakan jerih lelah kita. Dia selalu memperhitungkan pengorbanan kita. Dan yakinlah, Allah akan memberi upah tepat pada waktunya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena pernah tawar hati pada-Mu, padahal Engkau tidak pernah berbuat salah padaku. Hal ini diakibatkan karena perlakuan orang lain yang mengecewakanku. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Mazmur 103:2Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 9 Februari 2026Bacaan: "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:21)Renungan: Suatu hari, ada dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Bahkan sepanjang melayani, wajahnya terlihat cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Namun orang kedua tetap santai, tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Bahkan ketika membayar dan hendak pergi dari sana, ia bersikap sopan kepada penjual itu. Di sebuah kafe, orang pertama berkata kepada sahabatnya, "Saya tidak habis pikir, mengapa kamu masih bisa bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan tadi itu." Sahabatnya menjawab, "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain." "Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali," bantah orang pertama yang masih merasa jengkel. "Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, toh itu tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri." Seringkali orang memang terpengaruh oleh sesamanya. Jika mereka baik, kita akan berbuat sebaliknya. Kalau orang-orang menghargai kita, kita akan dengan senang hati menghargai mereka juga. Namun jika orang berlaku buruk, kurang ramah, ketus dalam bicara, tidak sopan, kita pun cenderung melakukan hal yang sama. Tanpa sadar orang jadi ikut-ikutan kesal, tidak terima, dan seterusnya. Bila ini terjadi, berarti kita sudah membiarkan diri dikontrol orang. Mari kita belajar bertanggung jawab atas diri sendiri. Kita bersikap sopan, bukan karena orang layak menerimanya, bukan karena mereka sudah melakukan kebaikan pada kita, akan tetapi kita melakukannya karena kita adalah orang-orang yang baik, santun dan terhormat, yang tetap sopan sekalipun diperlakukan arogan. Pastikan perilaku buruk orang sekitar tidak memengaruhi kualitas kerja dan keberadaan diri kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa Roh-Mu, sehingga walau pun banyak orang mengecewakanku, hatiku tetap tenang karena Engkau telah menguasaiku. Amin. (Dod).
Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 8 Februari 2026Bacaan: "Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu." (Yohanes 12:3) Renungan: Kisah Tuhan Yesus diurapi oleh Maria merupakan kisah yang memiliki makna yang sangat kaya dan sangat dalam. Namun kita akan melihat kisah ini dari permukaan yang nampak sangat jelas. Maria mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal. Tiga ratus dinar yang setara dengan upah pekerja hampir selama 1 tahun pada saat itu. Tuhan Yesus menerima perbuatan baik Maria, bahkan memujinya sebagai peringatan akan kematian-Nya. Namun Yudas menilai perbuatan tersebut sebagai pemborosan besar dengan kedok membantu orang-orang miskin. Dari fakta-fakta ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa Tuhan Yesus menerima sepenuhnya kebaikan Maria, walaupun la sendiri adalah sumber kebaikan dan belas kasihan. Namun, salah satu murid Nya menentang hal tersebut karena menggunakan sudut pandang untung rugi. Mungkin saja penilaian Yudas tidak salah, mengingat secara ekonomis nilai minyak narwastu tersebut sangat tinggi. Namun Tuhan Yesus menggunakan sudut pandang yang melampaui perhitungan untung rugi secara ekonomi, yaitu sudut pandang kasih dan ucapan syukur Maria. Tindakan Maria ini merupakan ucapan syukur kepada Tuhan karena kasih, anugerah dan kebaikan yang telah ia terima. Ada kalanya kita merasa enggan untuk menerima kebaikan orang lain, terlebih lagi ketika kita melihat status ekonomi orang tersebut berada di bawah kita. Mungkin kita merasa bahwa kitalah yang seharusnya menolong dia, bukan sebaliknya. Namun terkadang dengan menolak kebaikan orang lain, itu merupakan salah satu bentuk kesombongan rohani yang tersembunyi. Kita menempatkan diri sendiri dalam posisi yang lebih tinggi, dan dia dalam posisi yang tidak berdaya. Dengan kata lain, kita menghalangi orang tersebut untuk mempraktikkan kasih atau ucapan syukur atas kebaikan yang pernah ia terima. Belajar dari Tuhan Yesus yang menggunakan sudut pandang melampaui perhitungan untung rugi, kita pun harus belajar untuk menerima kebaikan orang lain apa adanya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tolong aku untuk bisa menghargai kebaikan orang lain, sehingga orang tersebut akan bersukacita bisa melakukan kebaikan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 4 Februari 2026Bacaan: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"... Kata Yesus kepadanya, "Peliharalah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:17) Renungan: Seorang pelukis duduk menghadap selembar kertas kosong. Satu demi satu cat warna ia bubuhkan. Tiba-tiba seseorang menyenggol tangannya dan oh... lukisan itu tergores! Tampaknya sebuah karya telah berakhir. Semua orang berpikir sang pelukis akan melemparkan lukisan "cacat"-nya ke tempat sampah. Ternyata tidak. Dengan cekatan sang pelukis membaurkan noda goresan dengan cat warna lainnya. Luar biasa di tangan seorang pelukis handal, lukisan yang tergores dapat tetap menjadi sebuah mahakarya! Tuhan ialah Sang Pelukis Handal. la duduk melukis tiap lembar kehidupan kita. Ada saat kita "menyenggol" tangan Tuhan. Kita melakukan dosa yang membuat karya Tuhan tergores. Apakah Tuhan "membuang" kita? Tidak! Kita dapat melihat buktinya dari pengalaman Petrus. Betapa indah Tuhan melukis kehidupan Petrus! Penjala ikan dijadikan-Nya penjala manusia. Namun tiga kali Petrus menyangkal Yesus Tergores sudah lukisan kehidupan Petrus! Tetapi Tuhan tetap mau memakai hidupnya. Tiga kali Yesus berkata kepadanya, "Gembalakanlah domba-domba-Ku". Tiga kali Petrus menggores karya Tuhan, tiga kali pula Tuhan membubuhkan warna kasih yang membaurkan noda goresan pelanggarannya. Saat ini lukisan kehidupan kita mungkin tergores. Kesalahan kita lakukan, dosa kita perbuat. Daripada berkubang dalam kesedihan, mari datang kepada Tuhan untuk menyerahkan lukisan itu kepada-Nya! Tidak peduli betapa buruk pelanggaran dan dosa merusaknya, Tuhan mampu memperbaiki. Warna kasih Tuhan membaurkan noda goresan sehingga pada akhirnya kita dapat melihat sebuah mahakarya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku sebab aku orang berdosa. Basuhlah diriku dengan kuasa Darah-Mu, sehingga Kau kuduskan kembali diriku untuk melayani-Mu. Amin. (Dod).