POPULARITY
Categories
Pembawa Renungan : RP. Agustinus Hutrin, SVD Surabaya Mat. 2:1-12
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak membawa berkah bagi keluarga petani dan perajin kecil di berbagai desa di tanah air. Selain pendapatan semakin meningkat, mereka bisa membantu tetangga yang menganggur dengan membuka lapangan kerja baru.Bahkan karena sibuk bekerja di dapur MBG, mereka pun sembuh dari bermain judi online, karena waktunya sibuk bekerja baik sebagai pemasok di dapur MBG atau sebagai pekerja langsung di dapur MBG.Hal itu pula yang dirasakan Sumarti, seorang nenek perajin tahu dari Desa Sidorejo, Kecamatan Kebon Sari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Sebagai perajin tahu, selama ini dia hanya bisa menjual maksimal dua ember tahu buatannya di pasar desa. Namun sejak menjadi pemasok tahu ke SPPG di desanya, nenek Sumarti kini bisa tersenyum. Dengan dibantu menantunya, Dwiyono alias Geye, pabrik tahunya semakin berkembang. Jika semula hanya mampu memproduksi 50 kg kedelai per hari, kini dia mampu memproduksi 2 kwintal kedelai dalam sehari. "Alhamdulah penghasilan meningkat, karyawan juga nambah," ujarnya. Namun yang paling membahagiakan nenek Sumarti adalah kebiasaan menantunya yang selama ini menjadi penjudi online sekarang benar-benar sembuh, lantaran sang menantu siang dan malam harus kerja memproduksi tahu untuk dapur MBG di desanya. "Sekarang benar-benar insyaf karena gak punya waktu lagi untuk judi online," tambah nenek Sumarti gembira.Nenek Sumarti juga mengakui penghasilan sebagai pemasok tahu untuk program MBG meningkat luar biasa bahkan hingga 400 persen. Apalagi dengan sistem pembayaran yang cash setiap hari. "Alhamdulah berkah program MBG, saya bisa beli mesin pompa sibel untuk pengairan di sawah, bisa beli mobil untuk alat transportasi ke dapur MBG," kata Sumarti.Terkait insyafnya para penjudi online karena sibuk bekerja di dapur MBG dibenarkan oleh kepala Desa Sidorejo, Ana Setyawati. Menurut Ana, ketika mereka bekerja di dapur MBG dan juga bekerja di tempat usaha para suplier, dapur MBG benar-benar mengurangi pengangguran, dan juga menyembuhkan kebiasaan judi online di desanya.
Yayak Surayak tak pernah mengira, jika usaha beternak itik dan membuat telur asin yang dilakukannya ternyata bisa mensejahterakan keluarga dan warga sekitar. Sebab, selama ini ia hanya bisa menjual 100-200 butir telur asin dalam seminggu dan sekarang setelah menjadi pemasok dapur MBG ia bisa menjual 3000-5000 butir tiap minggu atau naik 2900-4900 persen."Alhamdulillah, sejak adanya MBG di sini, peternak itik seperti kami menjadi sangat terbantu. Kalau selama ini kami hanya bisa menjual 100 sampai 200 butir telur per minggu, sekarang sekali kirim bisa 3.000 sampai 5.000 butir telur asin dan langsung dibayarkan," kata Yayak saat ditemui di rumahnya di Dusun Penjalinan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (20/12).Usaha tersebut membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Jika semula cukup membuat telur asin sendirian, ia kini tak mampu lagi mengerjakannya dengan tenaga sendiri. Ia mulai mempekerjakan ibu-ibu tetangga di sekitar rumahnya. "Sekarang ada 4 sampai 5 orang yang membantu, sementara satu orang lagi untuk packing," ujarnya. Telur asin untuk menu MBG yang diminta SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi) biasanya tidak terlalu asin. Karena itu prosesnya menjadi lebih cepat. Jika telur asin yang dijual di pasar umum biasanya memerlukan waktu 12 sampai 15 hari untuk pengasinan, telur asin untuk MBG hanya memerlukan waktu 7 sampai 8 hari. "Waktu pengasinannya lebih cepat, supaya tidak terlalu asin," kata Yayak.Dengan bertambahnya permintaan telur asin dari beberapa dapur MBG di Kecamatan Sumber Sari, Yayak mulai berpikir untuk menyiapkan stok telur yang lebih banyak. Dia kini mulai memperbesar kandang dan menambah jumlah itik yang dipeliharanya. "Kita tambah bebeknya, kita kembangkan usaha peternakannya dulu," ujarnya.Karena peningkatan omset yang dia rasakan, Yayak sangat berharap agar program MBG terus berlanjut. "Sebab, perajin kecil seperti saya ini sangat terbantu, karena omsetnya naik sampai 3000 persen, perputarannya cepat, dan sampai ke kami-kami ini. Selain itu, banyak warga yang bisa bekerja," ucapnya.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 2 Januari 2026Bacaan: "Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian." (2 Korintus 5:16)Renungan: Suatu ketika ada seorang anak kecil yang berjualan bolpoin di sebuah bus kota. Anak ini terlihat sangat sederhana dan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dengan gigih anak ini menjajakan bolpoinnya kepada setiap penumpang yang sangat padat di dalam bus kota itu. Seorang pengusaha membeli bolpoin anak kecil itu dengan membayar uang Rp. 10.000,-. Si anak kecil itu belum sempat memberikan bolpoinnya karena situasi yang sangat berdesak-desakan di dalam bus, tapi si pengusaha sudah melompat keluar bus kota. Si anak kecil segera berusaha melompat juga keluar bus dan segera menghampiri si pengusaha, "Maaf Pak, ini bolpoin Bapak, dan ini kembaliannya. Saya mohon maaf Pak, tadi padat sekali di dalam bus. Saya tidak bisa segera memberikan bolpoin kepada Bapak." Pengusaha itu menjawab, "Tidak apa-apa Nak, kamu adalah seorang pengusaha seperti juga aku, kadang kala hal-hal yang seperti ini juga terjadi padaku. Dan kamu adalah seorang pengusaha yang bertanggung jawab." Bertahun-tahun telah lewat. Pada suatu acara sosial malam itu, seorang pemuda mendatangi seorang pengusaha dan berkata, "Pak, saya ingin mengingatkan kembali peristiwa beberapa tahun yang lalu. Saya adalah anak kecil yang pernah menjual bolpoin di bus kepada Bapak. Sekarang ini saya telah menjadi seorang pengusaha yang sukses. Saya berterima kasih kepada Bapak karena kata-kata Bapak yang mengatakan bahwa saya adalah seorang pengusaha yang bertanggung jawab. Kata-kata itu telah membuat saya menjadi percaya diri dan itu adalah modal terbesar saya. Kata-kata Bapak itu telah mendorong saya untuk berlaku sebagai seorang pengusaha yang jujur dan bertanggung jawab, dan inilah yang membawa saya terus naik di dalam menjalankan bisnis saya." Setiap kita bisa salah menilai orang, dan penilaian kita yang salah atau yang negatif, bisa memberikan dampak yang buruk kepada orang lain. Jika orang tersebut belum dewasa pemikirannya, maka penilaian atas dirinya yang negatif, bisa saja membentuk karakternya menjadi orang yang negatif juga. Dia bisa menjadi orang yang minder, tertutup, patah semangat, atau menjadi orang yang membenci semua orang dan pendendam. Rasul Paulus pun tidak luput dari masalah ini, ia pernah salah di dalam menilai Yesus. la menilai Yesus menurut ukuran manusia, bukan melihat dengan kacamata Tuhan. "Sebab itu, kami tidak lagi menilai seorang pun juga menurut ukuran manusia. Jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian." Mari kita belajar menilai orang lain sebagaimana Tuhan menilai kita, yaitu sebagai ciptaan-Nya yang berharga, yang layak dikasihi, sehingga Yesus mau mati bagi kita. Biarlah perkataan-perkataan kita selalu positif dan membangun orang lain, menumbuhkan semangat untuk melakukan hal-hal yang baik dan berguna. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, awasilah mulutku, berjagalah pada pintu bibirku. Biarlah perkataan-perkataanku senantiasa membangun dan menguatkan sesamaku. Amin. (Dod).
Online dating has become a hugely popular multibillion-dollar industry, including in Australia. However, behind its ease, the trend holds a range of challenges ranging from security concerns to emotional burdens. - Kencan daring telah menjadi industri bernilai miliaran dolar yang sangat populer, termasuk di Australia. Namun, di balik kemudahannya, tren ini menyimpan berbagai tantangan mulai dari masalah keamanan hingga beban emosional.
Sambut pergantian Tahun Baru 2025–2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan berbagai kegiatan perayaan di sejumlah titik strategis, seperti Lapangan Banteng, Sarinah, Bundaran HI, Semanggi, hingga FX Sudirman.Dengan banyaknya agenda tersebut, potensi kepadatan arus lalu lintas diperkirakan meningkat, terutama di sekitar lokasi acara.Dalam talk ini, Kombes Pol Komarudin, Dirlantas Polda Metro Jaya, memaparkan rekayasa lalu lintas, pengalihan arus, kesiapan kantong parkir, serta imbauan bagi masyarakat agar perayaan malam Tahun Baru berjalan aman, tertib, dan lancar.
Menyambut Tahun Baru 2026, harapan kembali disematkan. Harapan sederhana namun berat: kondisi negeri ini bisa lebih baik dari 2025. Pertanyaannya, apakah itu realistis atau justru utopis?Pergantian tahun selalu membawa optimisme. Namun optimisme tak hidup di ruang hampa. Ia bertemu dengan realitas—harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, stabilitas hukum, bencana alam, hingga kepercayaan publik terhadap negara. Di sinilah harapan diuji: apakah sekadar doa tahunan, atau komitmen bersama untuk berubah.Bagi sebagian masyarakat, berharap negeri ini membaik adalah sesuatu yang realistis. Dengan syarat: kebijakan publik lebih berpihak pada rakyat, penegakan hukum konsisten, dan negara hadir bukan hanya saat krisis, tetapi juga dalam keseharian. Harapan menjadi masuk akal ketika kerja nyata terlihat, bukan sekadar narasi.Namun bagi yang lelah oleh janji yang berulang, harapan itu terasa utopis. Ketika masalah struktural tak kunjung selesai dan suara warga kerap terabaikan, optimisme pun menipis. Tahun baru datang, tapi persoalan terasa tetap sama.Di antara realistis dan utopis, harapan seharusnya tetap hidup. Bukan sebagai angan-angan kosong, melainkan sebagai pengingat bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh pilihan hari ini—oleh pemimpin yang berani bertanggung jawab, dan oleh warga yang tak berhenti peduli.Tahun 2026 mungkin tak langsung sempurna. Tapi jika ada kemauan untuk memperbaiki, harapan itu bukan utopia. Ia adalah pekerjaan rumah bersama.Talk :: Budayawan, Sudirman & Analis Netnography Politik dari Pusat Literasi Komunikasi Politik Univ Nasional - Dr. Irfan Fauzi Arief MSI
Sapaan Lansia GKP Jemaat BandungKamis, 1 Januari 2026Tema : "Mengenang Dengan Syukur, Melangkah Dengan Iman"Bahan Alkitab : Mazmur 77 : 12Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.Episode 01 - Season 6@GKP Bandung Januari 2026
Halo, Arek Niskalarasi!
Tips Mengajak Keluarga Masuk Surga Bersama & Reuni Dengan Sahabat di Surga
“Pernahkah merasa anak tidak mendengarkan atau menjauh? Mungkin tanpa sadar kita memberikan respons yang malah menjadi penghalang komunikasi. Coba tuliskan di kolom komentar, respons apa yang sering kamu berikan saat anak menyampaikan keluhannya? Apakah itu membantu atau justru sebaliknya?”
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahPEKERJAAN KITAMari kita membaca Firman Tuhan dariYOHANES 17: 10dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.Wonder Kids, Allah ingin membuat wajahmu bersinar!Bukan warna mata atau bentuk hidungmu, tetapi kemuliaan-Nya yang membuatmu terlihat penuh sukacita.Seperti Musa, yang wajahnya bercahaya setelah berbicara dengan TUHAN (Keluaran 34:29), Allah juga ingin memberimu sukacita yang nyata!Bagaimana caranya? Bukan dengan senyuman palsu, tetapi dengan hati yang siap menerima kasih Allah. Saat kamu berdoa, memuji, dan menyembah TUHAN, Dia akan menghapus kesedihanmu dan membuat wajahmu bersinar penuh damai!MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, mari siapkan hati kita untuk TUHAN!Tugas kita adalah datang kepada Allah dengan hati yang siap dan mau diubahkan oleh-Nya.Bagaimana caranya? Dengan membaca Firman Tuhan!Ayo baca Alkitab setiap hari—kamu bisa mulai dengan kitab Amsal atau Mazmur.Yuk, kita mulai dari tanggal 1 Januari yang akan datang!Mari kita berdoaTuhan Yesus, terima kasih karena Engkau membuat aku menjadi milik-Mu. Kiranya melalui hidupku, nama-Mu dimuliakan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, SEMUA YANG KITA MILIKI DAN YANG KITA LAKUKAN ADALAH UNTUK KEMULIAAN TUHAN, DAN KITA HARUS SALING MENDUKUNG SEBAGAI SATU TUBUH DALAM KRISTUS. Tuhan Yesus memberkati
Beberapa hari yang lalu di acara BREED Insight (Bandung) dibahas tentang buku "10 to 25". Salah satu key takeaways yang saya perhatikan adalah bagaimana berkomunikasi dengan generasi muda. Bagaimana menghilangkan kecurigaan2.
Tingginya angka bunuh diri di Bali, khususnya Denpasar, dinilai sebagai dampak langsung tekanan ekonomi akibat ketimpangan tajam antara UMK dan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Pengamat sosial Anak Agung Gede Agung Aryawan alias Gung De menyoroti UMK Denpasar 2026 sekitar Rp3,5 juta yang tertinggal jauh dari KHL Rp5,2 juta, menciptakan defisit hampir Rp2 juta per bulan yang mustahil ditutup pekerja bergaji tetap. Beban biaya pendidikan, kewajiban sosial-budaya, serta minimnya transportasi umum yang memaksa penggunaan kendaraan pribadi memperparah stres rumah tangga. Dibandingkan DKI Jakarta yang selisih UMK dan KHL-nya hanya sekitar Rp100 ribu, kondisi Denpasar dinilai sebagai ironi kebijakan di kota pariwisata berbiaya hidup tinggi. Gung De memperingatkan, ketimpangan ini merupakan bom waktu sosial, dengan meningkatnya bunuh diri sebagai gejala kegagalan sistem upah menopang kehidupan layak.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ningrum dari Paroki Santo Mikhael Pangkalan Yogyakarta dan Wismu dari Paroki Kristus Raya Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 3-11; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.5b-6; Lukas 2: 22-35.SUKA CITA GRATIS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Suka Cita Gratis.Para pastor, biarawan dan biarawati mengadakan reuni di paroki asalnya. Suasanadan pesta begitu meriah dan penuh dengan kenangan. Salah satu kenangan ialahmereka berjumpa dengan Tante Maria, seorang janda tak beranak yang menjadikoster di gereja Paroki sudah sekian puluhan tahun. Banyak pastor danbiarawan-biarawati sudah mengenal Tante Maria sebagai koster sejak mereka masihanak-anak. Reuni itu sungguh menjadi peristiwa penuh rahmat bagi koster Maria. Bagi Tante Maria, bekerja dan melayani di Gereja dalamsisa hidupnya merupakan sebuah suka cita yang tidak berakhir. Suka cita inigratis, karena tidak perlu proses yang berbelit, tidak ada lamaran dan teskepegawaian. Ia hanya perlu kemauan, kegembiraan, suka rela, dan iman yangkuat. Ini juga menjadi pengalaman Simeon dan Hana, orang-orang usia tua yangmengabdikan hidupnya di dalam bait suci, dalam doa dan pengorbanan. Merekatemukan suka cita di situ. Mereka berharap suatu saat yang tepat, akan datang pembebasanbagi bangsanya. Baik Tante Maria maupun Simeon dan Hana, merekamenginspirasikan kita tentang suka cita yang merupakan rahmat dari Tuhan.Menurut kitab suci, rahmat itu gratis dan sungguh tidak perlu diberi harga.Yang sangat diperlukan ialah kerelaan kita untuk menetap dan berbakti kepadaTuhan melalui Gereja-Nya, maka rahmat dan berkat itu akan dicurahkan kepadakita dengan melimpah. Tante Maria menemukan Tuhan Yesus, dan secara konkret iareuni dengan buah-buah panggilan Tuhan dari parokinya. Simeon dan Hana sendiriberjumpa dengan kanak Yesus dan ia menganggap bahwa hidupnya sudah penuh dancukup. Kita mesti dapat belajar dari inspirasi ini. Yesus Kristusdi dalam masa Natal ini, mesti dapat memberikan paling kurang satu jawaban ataspertanyaan, keraguan, pencarian atau harapan kita. Jawaban itu kita dapatkanselama tahun yang sedang berlalu pergi dan semakin terwujud pada tahun yangakan datang ini. Dengan demikian kita sungguh meyakini dan mengerti bahwa sukacita dari Tuhan memang cuma-cuma atau gratis. Kita masing-masing dapatmenyebutkannya, khususnya pada saat berdoa dan berbicara dengan Tuhan. Tante Maria, Simeon dan Hana meluapkan kegirangan dan sukacitanya. Mereka menemukan makna Injil yang sesungguhnya, yaitu Tuhan yangdatang menjumpai dan memberikan makna bagi hidup mereka. Semoga kita semua jugadapat menemukan suka cita yang demikian. Injil yang telah terbuka maknanya danmembentuk hidup kita merupakan Injil kehidupan, oleh karena itu kita sebutsebagai kabar gembira. Kabar itu harusdapat kita wartakan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, berkatilah kami dalam semangat untuk menyukuri semua kebaikan danhasil yang kami capai dalam setiap pekerjaan dan pengorbanan kami. Berikan kamisemangat untuk selalu bekerja keras. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
Pembawa Renungan : Sandy Kusuma Tangerang Mat. 2:13-15,19-23.
Pdt. Ellya Makarawung (TB) Matius 2:16-18Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."
Kolaborasi lintas silo sering kali dianggap sebagai solusi universal untuk meningkatkan kinerja organisasi, namun tanpa arah yang jelas, inisiatif ini dapat terjebak dalam fenomena "collaboritis". Berdasarkan prinsip Morten Hansen dalam buku Great at Work, kolaborasi yang berlebihan tanpa tujuan spesifik justru dapat menurunkan produktivitas karena menghabiskan waktu staf dalam pertemuan dan koordinasi yang tidak perlu. Oleh karena itu, langkah pertama dalam meruntuhkan sekat antar departemen bukanlah dengan memperbanyak interaksi, melainkan dengan menumbuhkan kesadaran bahwa kolaborasi adalah alat untuk mencapai nilai tambah, bukan sebuah kewajiban administratif. Kunci dari sinergi yang berhasil terletak pada penerapan "Kolaborasi yang Disiplin" melalui pengujian nilai yang ketat. Sebelum sebuah proyek lintas departemen dimulai, para pemimpin harus mampu menjawab apakah kerja sama tersebut akan menghasilkan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan jika masing-masing tim bekerja secara mandiri. Dengan memfokuskan sumber daya hanya pada proyek yang memiliki potensi nilai tinggi, organisasi dapat menghindari pemborosan energi pada inisiatif yang hanya tampak bagus di atas kertas namun gagal memberikan hasil nyata bagi bisnis. Disiplin ini memastikan bahwa setiap upaya kolaborasi dilakukan dengan intensitas yang tepat dan target yang terukur. Akhirnya, kolaborasi lintas silo yang berkelanjutan harus didasarkan pada prinsip "Win-Win-Win", di mana keberhasilan proyek memberikan keuntungan bagi kedua departemen yang terlibat serta organisasi secara keseluruhan. Sering kali, silo mengeras karena salah satu pihak merasa dikorbankan demi kepentingan pihak lain. Dengan memastikan adanya distribusi manfaat yang adil dan tujuan yang selaras, resistensi antar departemen akan berkurang secara alami. Sinergi sejati tercipta ketika setiap unit memahami bahwa dengan membantu departemen lain mencapai tujuannya, mereka juga sedang mempercepat pencapaian visi besar organisasi.
Kecerdasan kolaborasi, atau Collaborative Intelligence (CQ), menandai pergeseran fundamental dalam cara kita memandang potensi manusia di era ekonomi koneksi. Alih-alih hanya mengandalkan kecerdasan intelektual individu (IQ) yang bersifat kompetitif, CQ menekankan pada kemampuan untuk berpikir bersama orang lain yang memiliki pola pikir berbeda. Di tengah kompleksitas tantangan global saat ini, keberhasilan sebuah organisasi tidak lagi ditentukan oleh satu individu jenius yang dominan, melainkan oleh seberapa efektif energi intelektual kolektif dapat disinergikan untuk menciptakan solusi inovatif yang melampaui kapasitas pemikiran mandiri. Inti dari kecerdasan kolaborasi terletak pada penghormatan terhadap keragaman kognitif dan pemahaman mendalam tentang bagaimana setiap individu memproses informasi secara unik. Melalui pengenalan pola belajar sensorik—seperti visual, auditori, dan kinestetik—serta pemetaan bakat berpikir yang spesifik, sebuah tim dapat memitigasi konflik yang sering kali muncul akibat kesalahpahaman gaya komunikasi. Dengan menjadi "penerjemah kognitif" bagi satu sama lain, anggota tim belajar untuk tidak sekadar menoleransi perbedaan, tetapi memanfaatkannya sebagai aset strategis untuk memperkaya perspektif dan menutupi titik buta (blind spots) kognitif masing-masing individu. Pada akhirnya, penerapan kecerdasan kolaborasi menuntut transformasi gaya kepemimpinan dari kontrol dan komando menjadi fasilitasi dan inklusi. Seorang pemimpin yang cerdas secara kolaboratif fokus pada penciptaan keamanan psikologis, di mana setiap anggota tim merasa bebas untuk berkontribusi tanpa rasa takut. Dengan mengintegrasikan kecerdasan kolaborasi ke dalam budaya organisasi, perusahaan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun ketahanan terhadap perubahan zaman. Kecerdasan kolaborasi adalah kunci utama untuk mengubah perbedaan cara berpikir menjadi kekuatan pendorong bagi kemajuan kolektif yang berkelanjutan.
Khutbah Jum'at - Ustadz Abu Haidar As Sundawy hafizhahullahu.Judul : Mencintai Pertemuan dengan Allah.Sumber : YouTube.
Arus lalu lintas di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, terpantau lancar dengan penerapan sistem rekayasa lalu lintas satu arah untuk mengatasi kepadatan. Masyarakat diminta untuk memperhatikan rambu dan mengikuti aturan demi kelancaran perjalanan. Simak informasi terkini di video ini!
Pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka kembali menjadi sorotan publik. Di tengah situasi sensitif, termasuk saat masyarakat Aceh menghadapi bencana, kemunculan simbol yang lekat dengan sejarah konflik dan separatisme ini memunculkan kekhawatiran tersendiri. Apakah ini sekadar ekspresi, atau justru sinyal kebangkitan narasi lama yang berpotensi mengganggu perdamaian?Untuk membahas lebih jauh dampak politik, sosial, dan risiko normalisasi simbol separatis di ruang publik, kami berbincang dengan pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 8-10; 7: 54-59; Mazmur tg 31: 3cd-4.6.8ab.16bc.17; Matius 10: 17-22.JALAN SALIBSETELAH NATAL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jalan SalibSetelah Natal. Pada hari ini kita merayakan pesta Santo Stefanus, seorang muridYesus yang istimewa dan martir pertama Gereja. Dia salah satu para diakon yangterpilih untuk melayani urusan-urusan jasmani komunitas Gereja Perdana,sementara para rasul fokus pada pelayanan sabda dan doa, seperti yangdikisahkan dalam Kisah Para Rasul. Dengan suatu kenangan peristiwa kemartiran pada hari keduasetelah Natal ini, inspirasi yang pas buat kita ialah semangat hidup di dalamRoh Kudus. Misteri inkarnasi dapat kita masuki, memahami dan mengimaninyakarena bantuan Roh Kudus. Yesus Kristus yang terbaring sebagai bayi dalampalungan tahu jelas nasib-Nya nanti di puncak Golgota. Kandang Bethlehemdihubungkan dengan bukit Golgota, di mana jalan itu akan mulai dilalui olehYesus, sang juru selamat. Jadi kaitan kedua simbol tempat ini sebenarnyamengungkapkan alasan utama mengapa Putra Allah, Sabda kekal itu, menjadimanusia untuk menebus umat manusia dari perbudakan dosa dan kematian. Hasilnyaialah kehidupan baru dianugerahkan bagi semua pengikut Yesus Kristus yangadalah putra-putri Bapa. Yesus sedari awal hidupnya sudah memberikan pelajaran,dan ia memastikan jalan hidup-Nya, bahwa jalan kepada Bapa ialah jalan salib. Santo Stefanus sebagai yang pertama di dalam Gereja yangbaru saja berdiri di Yerusalem pada waktu itu, menikmati salib itu. Jika kitasemua memilih untuk berbagi di dalam kemuliaan Yesus Kristus, maka kita harusmemanggul salib kita setiap hari dan mengikuti Kristus melewati jalan yangtelah Ia lalui. Untuk memberikan semangat dan kekuatan kepada kita, Yesus terusterang saja berkata kepada para rasul, murid dan semua pengikut-Nya tentangrisiko dalam pilihan mengikuti Dia. Ini semua menjadi mungkin hanya di dalam terangdan bimbingan Roh Kudus. Pesan Natal sebenarnya berisi risiko sebagai para pengikutKristus itu. Yesus dari awal lahir-Nya memiliki risiko itu. Setiap orang yangdibaptis juga dibuat jelas tentang ini, bahwa risiko dan tujuan akhir darimengambil bagian dalam Kristus hanya akan dicapai melalui salib. Kemuliaan dankebahagiaan di dalam Kristus harus dibayar dahulu dengan suatu harga amatmahal, ialah pengorbanan diri dengan kematian, termasuk dalam cara mati demiKristus seperti yang dialami Santo Stefanus. Yesus berpesan bahwa Ia telah memberikan rahmat yangmemadai untuk setiap orang dalam memanggul salib dan membuat suatu pengorbanandalam hidup demi mendapatkan kemuliaan bersama Dia. Jadi tak akan ada salib,pengorbanan, dan penderitaan yang jelek atau hampa di dalam Kristus.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, kuatkanlah kami selalu dengan rahmat-Mu supaya kami memanggul salibkami dengan gembira dan dalam pengharapan. Kemuliaan kepada Bapa dan Purta danRoh Kudus... Dalam nama Bapa...
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Desember 2025Bacaan: Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu." (Matius 2:16) Renungan: Suatu ketika pada tanggal 25 Desember yang berkabut, sebuah kapal besar menabrak kapal yang lebih kecil. Kapal kecil mengalami kerusakan berat dan terpaksa diseret kembali ke Inggris. Pemilik kapal kecil lalu mengadukan perkara tabrakan tersebut ke pengadilan. Para saksi mata melihat bahwa kapal besar itu memang menabrak kapal kecil. Tetapi kapten kapal besar mengatakan bahwa beberapa saat sebelum terjadi tabrakan, kapalnya telah mengirimkan sinyal kepada kapal kecil. Hakim bertanya, "Siapa yang bertugas mengirim sinyal?" Seorang kelasi muda maju dan berkata, "Saya, Pak Hakim." Hakim bertanya kepada kelasi muda tersebut, "Coba beritahu saya, apa isi sinyal yang Anda kirimkan." Kelasi muda itu menjawab dengan muka merah, "MERRY CHRISTMAS & HAPPY NEW YEAR!" Mungkin kita tersenyum mendengar kisah ini, dan berpikir alangkah cerobohnya kelasi muda itu. Suatu tindakan yang sulit kita terima dengan akal sehat. Natal yang pertama pun tidak mendatangkan berkat bahkan merugikan bagi banyak orang! Mulanya Herodes mau memanfaatkan orang Majus, tetapi ketaatan orang Majus pada suara Tuhan menggagalkan rencana jahat Herodes. Kemudian ia membunuh semua anak-anak di Betlehem yang berusia di bawah 2 tahun karena ia tidak tahu kapan persisnya bayi Yesus itu dilahirkan. Apa yang diberikan Herodes kepada Tuhan Yesus pada Natal pertama? Kematian bayi-bayi yang tidak berdosa! Apa yang dilakukan oleh Herodes ini mirip dengan yang dilakukan oleh Firaun dalam Keluaran 1:15-22. Herodes mengulang kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh Firaun, yang mengakibatkan banyak orang kehilangan anak-anak mereka. Baik Herodes maupun Firaun adalah orang-orang yang melawan dan berusaha menggagalkan rencana Allah, tetapi merekalah yang akhirnya gagal, karena rencana Allah tidak mungkin gagal. Terkadang kita memberikan hadiah kepada Yesus, sama seperti sang kelasi muda dan Herodes, yaitu kematian iman dan bencana bagi orang lain. Kalau kita mau jujur dan menengok kembali kehidupan kita, sadar atau tidak sadar seringkali hal seperti itu juga yang kita lakukan saat kita merayakan Natal. Maksud kita merayakan dan mengucapkan "Selamat Natal" tetapi ternyata ada orang-orang yang kecewa dan dirugikan, misalnya oleh panitia Natal, oleh sikap kita yang glamour di dalam merayakannya atau sikap acuh tak acuh kita pada saudara yang berkekurangan. Dengan demikian Natal sudah kehilangan makna yang sesungguhnya, yaitu untuk mendatangkan sukacita dan damai sejahtera di bumi. Marilah pada hari Natal ini kita minta agar Tuhan memperbaharui seluruh keberadaan kita sehingga melalui kehadiran kita banyak orang diberkati dan nama Tuhan semakin dimuliakan. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu untuk selalu mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu. Perbaharuilah seluruh keberadaanku agar melalui kehadiranku banyak orang diberkati dan nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologidDi episode ini, kita akan mengenal mindfulness sebagai sebuah praktik sederhana untuk hadir sepenuhnya di saat ini. Melalui pembahasan pendahuluan, episode ini mengajak pendengar memahami apa itu mindfulness, mengapa kesadaran penuh penting dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana napas dapat menjadi jangkar untuk kembali pada momen sekarang.Cocok bagi kamu yang baru mulai mengenal mindfulness maupun yang ingin kembali ke dasar, episode ini menjadi ruang untuk melambat sejenak, menyadari pikiran dan perasaan tanpa menghakimi, serta membangun hubungan yang lebih sadar dengan diri sendiri. Dengarkan dengan santai, bernapaslah dengan sadar, dan izinkan dirimu hadir sepenuhnya.
Yosua, seperti Paulus, "bertanding dalam pertandingan yang baik". Kunci keberhasilan Yosua dapat menolong keputusan yang perlu kita ambil hari ini agar dapat mengakhiri dengan baik, dengan jaminan keselamatan yang sama.
Yosua, seperti Paulus, "bertanding dalam pertandingan yang baik". Kunci keberhasilan Yosua dapat menolong keputusan yang perlu kita ambil hari ini agar dapat mengakhiri dengan baik, dengan jaminan keselamatan yang sama.
Pada tahun 2028, Kedeputian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam mengusung visi besar untuk mentransformasi Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi sebuah "Kota Regeneratif Berbasis Rimba." Visi ini melampaui konsep kota hijau konvensional dengan memposisikan IKN sebagai mesin pemulihan ekologis yang secara aktif memperbaiki kerusakan lahan masa lalu. Di bawah kepemimpinan yang progresif, IKN diproyeksikan menjadi pusat keseimbangan antara kemajuan peradaban manusia dan kelestarian hutan hujan tropis, menciptakan sebuah metropolis yang tidak hanya bernapas selaras dengan alam, tetapi juga menjadi paru-paru dunia yang cerdas dan inklusif bagi generasi mendatang. Misi utama untuk mencapai visi tersebut difokuskan pada tiga pilar fundamental: restorasi biodiversitas yang masif, pencapaian netralitas karbon, dan keadilan ekologis bagi masyarakat lokal. Kedeputian berkomitmen untuk mengubah lanskap monokultur menjadi hutan hujan heterogen yang kaya akan flora dan fauna endemik, sekaligus menerapkan sistem ekonomi sirkular yang ambisius menuju target zero waste. Misi ini juga menekankan pentingnya inklusivitas sosial, di mana penduduk lokal dan masyarakat adat diberdayakan sebagai aktor utama dalam konservasi, memastikan bahwa kemajuan lingkungan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan dan pengakuan identitas budaya di tanah Kalimantan. Strategi operasional menuju 2028 diimplementasikan melalui integrasi teknologi mutakhir dan solusi berbasis alam (nature-based solutions). Pemanfaatan Environmental Digital Twin memungkinkan pemantauan kualitas udara, air, dan kesehatan hutan secara real-time untuk pengambilan keputusan yang presisi berbasis data AI. Di tingkat infrastruktur, penerapan sistem Smart Sponge City dan pembangunan koridor satwa cerdas menjadi standar baru dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan. Dengan mengombinasikan inovasi teknologi ini dengan tata kelola yang transparan, IKN di tahun 2028 akan berdiri sebagai prototipe kota masa depan yang tangguh terhadap krisis iklim dan menjadi model dunia bagi pembangunan urban yang berpusat pada kehidupan.
Episode yang didedikasikan untuk Dimsu setelah Knicks berhasil menjuarai NBA Cup 2025! Rebounding yang solid dari Knicks bikin Spurs harus kembali gigit jari. Dengan squad yang lebih padu di musim ini, bukan tanpa alasan kalau Dimsu yakin Knicks akan kawin gelar di musim ini. Dari dalam negeri, prestasi yang cukup namun belum memuaskan ditorehkan Timnas Basket Pria Indonesia dengan perunggu di SEA Games. What's next for us? Simak langsung di #BisikBasket episode 179!
Kepemimpinan di era disruptif menuntut pergeseran paradigma yang fundamental dari model tradisional yang kaku menuju pendekatan yang jauh lebih dinamis. Di tengah lingkungan yang dikenal sebagai VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), seorang pemimpin tidak lagi bisa hanya mengandalkan pengalaman masa lalu atau struktur komando satu arah. Sebaliknya, disrupsi yang dipicu oleh Revolusi Industri 4.0 memaksa para pemimpin untuk memahami bahwa inovasi bukanlah sebuah peristiwa tunggal, melainkan proses berkelanjutan yang memerlukan kesiapan mental untuk menghadapi ketidakpastian sebagai norma baru dalam menjalankan organisasi. Kunci keberhasilan dalam menavigasi era ini terletak pada apa yang disebut sebagai leadership agility atau kelincahan kepemimpinan yang dipadukan dengan kecerdasan emosional yang tinggi. Pemimpin yang adaptif harus memiliki kemampuan untuk unlearn—berani meninggalkan praktik-praktik lama yang sudah tidak relevan—dan relearn untuk menguasai kompetensi digital serta sosial yang baru. Kecerdasan sosial menjadi krusial karena di dunia yang semakin didominasi oleh mesin dan kecerdasan buatan, kemampuan manusia untuk berempati, membangun koneksi mendalam, dan menginspirasi tim lintas generasi menjadi pembeda utama yang tidak dapat digantikan oleh teknologi manapun. Pada akhirnya, kepemimpinan disruptif bukan sekadar tentang penguasaan teknologi, melainkan tentang transformasi budaya dan karakter. Seorang pemimpin masa kini harus bertransformasi dari sosok bos yang memerintah menjadi mentor yang kolaboratif, yang mampu menciptakan ruang bagi kreativitas dan kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Meskipun cara kerja dan strategi bisnis berubah secara radikal, integritas tetap menjadi fondasi yang tidak boleh goyah. Dengan menjaga keseimbangan antara inovasi yang agresif dan nilai-nilai moral yang kokoh, seorang pemimpin akan mampu membawa organisasinya tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah badai perubahan.
Chaos dalam perspektif sains modern, sebagaimana diuraikan oleh J. Doyne Farmer dalam Making Sense of Chaos, bukanlah sekadar kekacauan tanpa arah, melainkan manifestasi dari sistem kompleks yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kondisi awal atau yang dikenal sebagai "efek kupu-kupu". Berbeda dengan teori ekonomi konvensional yang sering kali terpaku pada pencapaian titik keseimbangan atau equilibrium statis, realitas dunia saat ini lebih menyerupai organisme hidup yang dinamis dan non-linear. Dalam sistem seperti ini, perubahan kecil di satu sudut dapat memicu gelombang besar di tempat lain, menjadikan prediksi jangka panjang yang kaku menjadi tidak relevan. Melalui pendekatan Agent-Based Modeling (ABM), Farmer mengajak kita melihat ekonomi dan organisasi sebagai kumpulan interaksi antar-agen individu yang membentuk pola-pola besar yang tak terduga. Pendekatan ini menggeser fokus dari sekadar hasil akhir menuju pemahaman tentang struktur interaksi dan perilaku agen di dalamnya. Dengan menyadari bahwa krisis atau fluktuasi pasar adalah bagian alami dari sistem yang kompleks, kita diajak untuk tidak lagi memandang gangguan sebagai kerusakan sistem, melainkan sebagai proses penataan ulang yang konstan dalam sebuah ekosistem yang luas. Dalam konteks kepemimpinan, pemahaman terhadap teori chaos menuntut pergeseran paradigma dari kontrol ketat menuju adaptabilitas dan resiliensi. Seorang pemimpin masa kini tidak lagi bertindak sebagai "operator mesin" yang bisa mengatur segala variabel secara presisi, melainkan sebagai "penjaga ekosistem" yang fokus pada kesehatan interaksi di bawahnya. Kepemimpinan di tengah chaos memerlukan kerendahan hati untuk mengakui keterbatasan prediksi, sekaligus keberanian untuk membangun organisasi yang tangguh dan mampu "menari" di tengah badai ketidakpastian agar tetap relevan dan inovatif.
Kepemimpinan dalam Dare to Lead karya Brené Brown didefinisikan ulang bukan sebagai jabatan atau kekuasaan struktural, melainkan sebagai keberanian untuk mengenali dan mengembangkan potensi dalam diri orang lain serta proses kerja. Inti dari ajaran ini adalah kepemimpinan sepenuh hati (wholehearted leadership), yang menuntut setiap individu untuk menanggalkan topeng profesionalisme yang kaku dan dingin demi membangun koneksi manusia yang lebih dalam. Brown menekankan bahwa untuk menjadi pemimpin yang berani, seseorang harus bersedia melangkah ke dalam "arena" ketidakpastian dan kerentanan, karena di sanalah letak keberanian yang sesungguhnya. Keberanian ini dibangun di atas empat keterampilan utama yang dapat diajarkan: beradu dengan kerentanan (rumbling with vulnerability), hidup berdasarkan nilai-nilai, membangun kepercayaan melalui kerangka kerja BRAVING, dan belajar untuk bangkit dari kegagalan. Kerentanan menjadi pondasi yang paling krusial karena inovasi, kreativitas, dan perubahan mustahil terwujud tanpa kemauan untuk tampil apa adanya dan mengakui keterbatasan. Dengan mempraktikkan empati dan akuntabilitas, seorang pemimpin menciptakan ruang aman bagi timnya untuk bereksperimen tanpa dihantui rasa takut akan kegagalan atau rasa malu (shame). Pada akhirnya, kepemimpinan yang berani adalah tentang membangun budaya organisasi yang mengedepankan kejelasan, integritas, dan pemberdayaan. Brown mengajarkan prinsip bahwa "kejelasan adalah kebaikan" (clarity is kindness), di mana komunikasi yang jujur dan transparan jauh lebih berharga daripada sopan santun palsu yang seringkali justru menghambat kemajuan. Dengan menggeser paradigma dari kekuasaan "atas" orang lain menjadi kekuasaan "bersama," seorang pemimpin mampu menginspirasi timnya untuk mencapai visi kolektif melalui semangat kolaborasi yang kuat dan ketangguhan yang berkelanjutan.
Apa pendapat anda tentang episode ini? https://open.firstory.me/user/cllnqvpto01n101w7acsdamo6/comments Powered by Firstory Hosting
Berpikir jernih bukanlah kemampuan mistis untuk selalu benar, melainkan keterampilan praktis untuk menguasai "momen-momen biasa" sebelum momen tersebut menguasai kita. Esensinya terletak pada kemampuan menciptakan jeda antara stimulus dan respons, sehingga kita tidak terjebak dalam reaksi otomatis atau defaults biologis seperti emosi yang meluap, ego yang defensif, tekanan sosial untuk seragam, atau inersia yang enggan berubah. Dalam konteks kepemimpinan adaptif, berpikir jernih berarti memastikan bahwa posisi kita selalu menguntungkan, karena posisi yang baik memungkinkan logika bekerja dengan leluasa, sementara posisi yang buruk sering kali memaksa kita untuk sekadar bereaksi demi bertahan hidup di tengah kepungan keadaan yang mendesak. Untuk mempelajari keterampilan ini, seseorang harus membangun kekuatan internal melalui akuntabilitas diri yang tinggi dan pemahaman mendalam atas batas-batas kompetensi pribadi. Kita perlu mengenali kerentanan biologis kita—seperti rasa lapar, kemarahan, kelelahan, atau stres—dan membangun sistem pelindung (safeguards) yang mencegah kita membuat keputusan krusial saat sedang berada dalam kondisi mental yang rapuh. Dengan menginternalisasi nilai-nilai dari para teladan (exemplars) dan menetapkan aturan otomatis bagi diri sendiri, kita mengubah disiplin yang tadinya berat menjadi rutinitas yang mengalir, sehingga integritas berpikir tetap terjaga bahkan ketika ego atau tekanan eksternal mencoba mengintervensi penilaian objektif kita. Penerapan berpikir jernih dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari menuntut ketajaman dalam mendefinisikan masalah hingga ke akar penyebabnya, serta disiplin untuk selalu mempertimbangkan konsekuensi tingkat kedua dan ketiga dari setiap tindakan melalui pertanyaan "lalu apa berikutnya?". Kita diajak untuk lebih mengutamakan hasil akhir yang berkualitas daripada sekadar keinginan ego untuk terlihat benar di mata orang lain, serta berani melakukan eksperimen kecil untuk memvalidasi asumsi sebelum mengambil risiko besar. Pada akhirnya, kejernihan berpikir bermuara pada kearifan tentang apa yang benar-benar berharga; menggunakan perspektif kefanaan untuk menyaring ambisi yang dangkal dan memprioritaskan hubungan yang bermakna serta karakter yang kokoh, sehingga setiap keputusan yang kita ambil tidak hanya efektif secara fungsional tetapi juga bermartabat secara kemanusiaan.
Blockchain pada dasarnya adalah sistem pembukuan terdistribusi yang mendefinisikan ulang cara kita mengelola kepercayaan di era digital tanpa bergantung pada otoritas pusat. Teknologi ini memastikan setiap data—baik itu transaksi dana bantuan, sertifikat lahan adat, maupun riwayat pangan lokal—tercatat secara permanen, transparan, dan mustahil untuk dimanipulasi melalui mekanisme konsensus kolektif. Bagi organisasi masyarakat sipil, blockchain bukan sekadar inovasi teknis, melainkan fondasi baru untuk membangun akuntabilitas radikal yang mampu menghilangkan keraguan donor dan pemangku kepentingan melalui integritas data yang dijamin oleh kriptografi. Dalam konteks Indonesia, blockchain menemukan resonansi filosofis yang mendalam dengan nilai gotong-royong, yang secara metaforis merupakan bentuk "blockchain analog" dalam tradisi lumbung dan sistem subak kita. Dengan mengadopsi teknologi ini, fasilitator perubahan sosial dapat memperkuat posisi tawar komunitas melalui pelacakan rantai pasok yang adil atau penggunaan kontrak pintar (smart contracts) untuk mengotomatiskan pembagian manfaat ekonomi tanpa celah korupsi. Langkah ini menjadi krusial untuk memutus rantai birokrasi yang kaku dan memberikan kedaulatan informasi langsung ke tangan masyarakat akar rumput, sehingga transformasi sosial dapat berjalan lebih inklusif dan efisien. Namun, keberhasilan blockchain sebagai alat perubahan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur digital dan pendekatan desain yang partisipatif, agar teknologi ini tidak justru menciptakan kesenjangan baru. Masa depan kedaulatan sosial di nusantara akan sangat dipengaruhi oleh keberanian kita mengintegrasikan kode digital dengan kearifan lokal demi menciptakan sistem yang transparan dan tahan uji. Jika dikelola dengan bijak, blockchain akan menjadi jaringan "miselium digital" yang mengalirkan nutrisi keadilan dan transparansi ke seluruh urat nadi komunitas, mewujudkan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kokoh secara moral dan berdaya secara kolektif.
Hidup yang sesepi dan se-sendirian ini membuatku harus cari solusi dikala ngerasain kesepian, yaudah aku cari yang deket-deket dulu kek ke pasar pagi-pagi sendirian, ternyata seseru ituu, kamu wajibb coba. Kalau masa-masa sekarang rasanya sepi, gapapa kok, tapi sebisa mungkin harus cari cara kalau lagi kesepian, cari tau gimana caranya dirimu hadir kembali untuk menemani dirimu sendiri.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 22 Desember 2025Bacaan: "Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya." (Amsal 10:1) Renungan: Fery tumbuh menjadi anak yang baik dan penurut. Namun, sejak ia beranjak menjadi seorang remaja, ia berubah menjadi anak pemberontak. Walau demikian, cinta sang ibu tidak pernah luntur. Ibunya sangat mengasihi dia dan dalam setiap doa, nama Fery tidak pernah dilupakan. Tidak peduli anaknya menutup telinga saat ia berbicara kepadanya, sang ibu akan tetap menasihatinya. Dengan linangan air mata, ia memohon kepada Tuhan untuk melindungi anaknya dari pergaulan yang buruk. Saat Fery sedang tertidur, ia berlutut di samping tempat tidurnya dan berdoa untuknya. Fery mengetahui semua yang dilakukan ibunya bagi dia. Jauh di dalam hatinya, ia sangat mengasihi ibunya. Namun, ia merasa bahwa sekarang ia telah menjadi seorang pemuda. Ia tidak mau mendengar nasihat-nasihat ibunya lagi. "Aku bosan mendengar ceramah ibu setiap hari, telingaku sakit mendengarnya, Bu. Aku sudah besar dan aku tahu apa yang aku perbuat." Suatu ketika, saat pulang sekolah, ia diajak oleh teman-temannya ke tempat pelacuran. "Tidak ada salahnya aku mencoba," pikirnya. Fery pergi bersama mereka. Tinggal beberapa meter lagi mereka akan masuk ke dalam rumah itu. Tiba-tiba ia teringat kepada ibunya. Nasihat-nasihat sang ibu terngiang dengan sangat jelas di telinga Fery. Bayangan ibunya yang sedang berlutut, dan berdoa sambil menangis terlintas dalam benaknya. "Bagaimana perasaan Ibu bila mengetahui aku datang ke tempat seperti ini? la pasti akan sangat sedih." Langkah-langkah kaki Fery semakin terasa berat. Ia memandang rumah itu. Rasa jijik menyelimuti dirinya. "Tidak, aku harus pulang!" Ia berbalik dan segera berlari meninggalkan tempat itu dan tidak pernah kembali lagi. Ketika membaca kisah di atas, sepertinya nasihat sang ibu sama sekali tidak kena pada sasaran. Namun pada akhirnya, ketika si anak diperhadapkan dengan godaan dunia, ia kembali teringat akan nasihat ibunya. Di sini Roh Kudus berperan dalam mengingatkan semua nasihat-nasihat yang diberikan kepada anak. Mendidik anak sangat penting tetapi kita jangan lupa ada bagian yang sangat penting, yaitu selalu mendoakan mereka. Amsal berkata supaya para orang tua menasihati anak-anak mereka untuk takut akan Tuhan. Mendidik anak ke jalan yang benar itu sangat penting. Ams 22:6 berkata, "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." Anak-anak adalah anugerah yang Tuhan berikan untuk dijaga. Didikan berupa nasihat yang baik akan menuntun dan mengarahkan mereka ke jalan yang benar. Marilah kita menanamkan ajaran-ajaran yang baik dan benar kepada anak-anak kita, supaya mereka hidup menurut kebenaran firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berkatilah kedua orang tuaku. Berilah aku hikmat-Mu sehingga apapun yang aku pikirkan, katakan dan perbuat pada akhirnya mampu membanggakan kedua orang tuaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 20 Desember 2025Bacaan: Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN. " (Ayub 1:21)Renungan: Pelari berkebangsaan Amerika, Eddie Hart melewatkan lomba pemanasan untuk perlombaan lari 100 meter dalam Olimpiade 1972 di Munich. Akibatnya, dia kehilangan kesempatan untuk memenangkan medali emas dalam perorangan. Akan tetapi dia tidak menyerah. Dia menerima kenyataan itu dengan cara pandang yang baik. Eddie berkata, "Tidak semua yang kita kejar selalu berhasil kita raih. Itulah mungkin pelajaran yang saya dapatkan dalam hal ini. Ada kalanya dalam hidup ini kita mungkin tidak mendapatkan kenaikan gaji seperti yang kita inginkan. Kita harus belajar hidup dengan kekalahan-kekalahan kita. Dan atletik itu sangat berharga karena semuanya adalah menyangkut menang kalah. Sebelum kita menjadi pemenang yang baik, kita harus tahu bagaimana caranya menerima kekalahan". Kenyataan hidup ini terkadang sulit kita terima. Terutama ketika apa yang kita harapkan tidak terwujud. Dan terlebih saat apa yang kita takutkan justru terjadi. Penulis Amsal mengatakan, "Harapan yang tertunda menyedihkan hati, apalagi jika harapan, impian, dan cita-cita yang begitu diinginkan harus gugur begitu saja." (Amsal 13:12). Karena itu, kita perlu belajar menerima kenyataan dengan tabah dan berlapang dada. Seperti Ayub yang mengembalikan segalanya pada Tuhan, "Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil." Bahkan Ayub mempersembahkan korban jika saja anak-anaknya melakukan kesalahan di hadapan Tuhan. Kita juga perlu mengoreksi diri kita sendiri, apakah kegagalan yang terjadi adalah kesalahan kita ataukah ada faktor-faktor lain yang di luar kendali kita. Kita harus terus segera bangkit dari kegagalan kita dan memperbaiki semua kesalahan yang kita lakukan. Kita harus terus maju dan optimis dalam melangkah. Kita harus terus menabur agar kelak kita menuai hasil yang berkelimpahan. Kenyataan tidak selalu seperti yang kita harapkan, tetapi jika kita tekun, sabar, dan mau berusaha maka segalanya tidak akan sia-sia. Tuhan akan selalu memberkati kita dan memberi yang terbaik jika kita mau berusaha dan terus bangkit dari kegagalan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk percaya pada kehendak dan rencana-Mu, sehingga ketika sesuatu terjadi tidak seperti yang aku inginkan, aku tidak kecewa karena aku tahu rencana-Mu lebih indah dari rencanaku. Amin. (Dod).
Menjauhlah dari padaku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan, sebab TUHAN telah mendengar tangisku;
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 17 Desember 2025Renungan: "Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!" (1 Korintus 6:15) Renungan: Pernahkah kita tinggal di dalam satu rumah selama bertahun-tahun lamanya, di mana di dalam rumah itu terjadi banyak kenangan manis bersama keluarga? Di mana di dalam rumah itu pernah hidup salah satu anggota keluarga kita yang begitu kita cintai, namun kini telah tiada? Bagaimanakah perasaan kita ketika kita harus meninggalkan rumah itu dan pindah ke daerah lain? Apa yang akan kita rasakan ketika harus melupakan untuk selamanya semua memori akan rumah tersebut? Namun itu semua akan menjadi semakin berat ketika kita harus meninggalkannya karena suatu paksaan. Misalnya ketika batas waktu kontrak sudah habis dan kita tidak mampu untuk memperpanjang. Atau ketika kita kehilangan rumah akibat banjir besar, kebakaran, dan bencana lainnya. Kita tidak menginginkan hal itu terjadi, kita tetap sangat ingin tinggal di dalam rumah tersebut, namun kita terpaksa merelakan kehilangan semua yang manis itu. Dan lagi jika rumah yang dulu kita tempati kini dipakai menjadi sarang kejahatan, seperti diubah menjadi tempat perjudian oleh pemilik yang baru, atau menjadi tempat yang diisi oleh hal-hal yang tidak baik lainnya. Bukankah akan terasa sangat menyakitkan? Hal yang sama juga bisa dirasakan oleh Roh Kudus. Dikatakan di dalam 1 Kor 6:19, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" Firman Tuhan berkata bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus sendiri, yang artinya tubuh kita merupakan tempat kediaman Roh Kudus. Dalam bahasa lainnya, tubuh kita adalah rumah-Nya Roh Kudus. Bayangkan betapa kita mendukakan hati Roh Kudus ketika kita "mengusirNya" dari rumahNya sendiri. Dengan cara apa? Dengan mengisinya melalui segala tindakan jahat dan keji di hadapan Tuhan! Percabulan menjadi contoh dari hal ini. Ketika kita mengotori diri kita dengan percabulan. secara otomatis kita telah mengusir Roh Kudus dari dalam tubuh kita. Paulus mengatakan bahwa kita telah dibeli oleh darah Kristus, dan karenanya kita telah lunas dibayar! Jadi perintah Tuhan selanjutnya adalah agar kita bisa memuliakan-Nya dengan tubuh kita, membuat-Nya tetap nyaman tinggal di dalam kita, dan bukan mengusir Nya keluar dengan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan-Nya! Jadilah pekerja Tuhan yang melayani Tuhan dan memuliakan Dia lewat pekerjaan tubuh kita, sehingga Roh Kudus tidak perlu didukakan hati-Nya oleh tindakan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Ya Allah Roh Kudus, berdiamlah selalu di dalam hatiku, teruslah bernaung dan menjadi Juru Mudi dalam hidupku. Amin. (Dod).
One of Victoria's Indonesian language teachers, Helena Anggraeni, shares how Indonesian language teaching is conducted in her classroom and how it impacts the students. - Salah seorang guru Bahasa Indonesia di Victoria, Helena Anggraeni, berbagi tentang bagaimana pengajaran Bahasa Indonesia dilakukan di kelasnya dan bagaimana dampaknya bagi para siswa.
Jessica Wahyu (TB) Efesus 5:15-16Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 16 Desember 2025Bacaan: Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1:21 )Renungan: Suatu ketika ada seseorang yang kehilangan orang yang sangat dikasihinya, yaitu ayah angkatnya. Bagian yang paling membuat kejadian ini begitu menyakitkan adalah ketika ayah angkatnya meninggal ia sedang berada di Israel. Ketika ia kembali dari Israel, ayah angkatnya sudah dimakamkan, dan yang bisa ia lihat hanyalah tanah pemakamannya. Waktu itu ia berpikir bahwa Tuhan kejam sekali. Ia berdoa di beberapa gereja yang dikunjunginya di Israel untuk kesembuhan beliau dari sakit kanker hidungnya, namun Tuhan malah mengambil nyawanya. Awalnya ia marah, kecewa, sedih, dan sakit hati, namun ia mendengarkan beberapa nasihat keluarga dan sahabat. Mereka semua berkata bahwa Tuhan mengambilnya di saat yang paling tepat, yaitu ketika ia tidak ada. Mungkin Tuhan tidak ingin ia terlalu bersedih melihat kematiannya. Di sisi lain, Tuhan juga sudah mengakhiri penderitaan yang beliau alami karena kankernya. Ketika peristiwa ini terjadi, beberapa sahabat mengingatkannya akan kisah Ayub. Memang tidak akan pernah ada bencana terbesar yang terjadi di dalam sebuah keluarga dari pada bencana yang Ayub alami. Kehilangan harta kekayaan, mengalami penyakit kulit yang menjijikkan, dan kematian dari kesepuluh anak-anaknya dalam sekejap saja. Namun apa yang menjadi reaksi Ayub ketika hal ini terjadi sungguh mengejutkan. Ayub mengoyakkan jubahnya, mencukur rambut kepalanya, bersujud sambil menyembah dan dengan lantang berseru, "TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Bukankah ini merupakan suatu hal yang sangat luar biasa? Dalam keadaan hati yang sangat sesak dan duka yang mendalam, Ayub masih menyadari bahwa segala sesuatunya adalah milik Tuhan. Termasuk dirinya sendiri, kekayaan, maupun anak-anaknya. Dari pelajaran akan kisah Ayub ini ia akhirnya mulai mencoba mengerti bahwa memang Tuhan tahu yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Setiap nyawa manusia ada di tangan-Nya, dan Dialah yang empunya segalanya. Karena itu, ia belajar untuk mengucap syukur dan percaya bahwa saat ini ayah angkatnya sudah mengalami kebahagiaan bersama dengan Tuhan. Rasa kehilangan dan kesepian memang ia alami, tetapi pengalaman intim bersama Tuhan dapat memulihkan kondisi hatinya seperti semula. Penuh sukacita dalam kuasa Tuhan! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hiburkanlah setiap hati yang saat ini sedang mengalami kedukaan. Berikan kekuatan bagi mereka untuk tetap melanjutkan kehidupan ini tanpa kesedihan yang berlarut-larut. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : RP. Petrus Santoso, SCJ Macau Mat 21:23-27
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 13 Desember 2025Bacaan: "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." (Galatia 6:2) Renungan: Satu kali, Ibu Teresa pernah menulis begini, "Kalau kamu belum bisa memberi makan 100 orang, berilah makan satu orang saja dulu." la juga menulis, "Tidak semua kita bisa melakukan hal-hal besar. Tapi semua kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar." Dari pikirannya yang belajar membatasi hidup dengan cara yang sangat sederhana, ia telah menemukan banyak hikmat untuk disampaikan tentang bagaimana kita melayani sesama. la membantu kemanusiaan untuk melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain, bahwa kebesaran itu adalah jalan yang menurun, bukan naik. la juga mengajari kita orang modern bahwa milik kita saat ini belum tentu mewakili perkenanan Tuhan, tapi kita mendapatkan kewajiban memikul kesusahan sesama. Setiap kali bencana terjadi, terutama bencana alam, kita menarik napas panjang dan menghembuskan dengan cepat sebagai tanda, "Kenapa yang seperti itu terjadi lagi?" Kita tidak suka mendengar kabar buruk tentang kesusahan orang lain. Tahu apa sebabnya? Karena kesusahan yang kita dengar, langsung mewajibkan kita untuk menanggung sedikit atau banyak dari kesusahan itu. Tanpa kita sadari, semua kejadian itu memanggil kita untuk bertindak. Jika kita mengabaikan panggilan itu maka secara alamiah hati kita menimbun sejumlah rasa bersalah. Suatu kali nanti rasa bersalah itulah yang akan turut menentukan seberapa kuat kita bisa berdiri di hadapan Tuhan. Bencana alam adalah cara Tuhan menyadarkan kita bahwa kita adalah sesama manusia, kita sepenanggungan, kita harus mengatasinya bersama. Hari ini kita membantu, mungkin besok kitalah yang dibantu. Firman-Nya tegas berbicara, "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus." Mari kita memenuhi hukum Kristus dengan saling tolong menolong. Jangan pandang bulu dalam menolong. Tolonglah dengan tulus hati. Jangan ada pamrih dalam menolong. Semua bagi kemuliaan nama Tuhan saja. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, taruhlah roh belas kasih-Mu dalam hatiku, sehingga aku selalu tergerak untuk menolong orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Amin. (Dod).
Connecting with Indigenous Australia can be daunting for a newcomer to the country. So, where do you start? We asked Yawuru woman Shannan Dodson, CEO of the Healing Foundation, about simple ways to engage with First Nations issues and people within your local community. - Terhubung dengan Pribumi Australia dapat menjadi hal yang menakutkan bagi pendatang baru di negara ini. Jadi, dari mana Anda mulai? Kami bertanya kepada wanita Yawuru Shannan Dodson, CEO Healing Foundation, tentang cara-cara sederhana untuk terlibat dengan isu-isu First Nations dan orang-orang dalam komunitas lokal Anda.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Desember 2025Bacaan: Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku." (Lukas 15:29)Renungan: Di dalam kisah anak yang hilang, kita mendapat kesan bahwa si anak sulung lebih baik dari adiknya, karena ia tidak meminta warisan, tidak pergi dari rumah dan tidak menghabiskan hartanya. Bahkan, si anak sulung berani mengklaim bahwa dirinya adalah anak yang taat dan rajin bekerja kepada sang ayah. Mungkin keburukannya hanyalah ia merasa iri kepada adiknya yang itu pun mungkin bisa kita maklumi. Namun, melalui respons sang ayah, kita belajar bahwa sesungguhnya anak yang hilang bukan saja si anak bungsu, melainkan si anak sulung juga, karena ia sebagai anak namun tidak merasa atau menempatkan dirinya sebagai anak. Sebagai anak, ia pun turut memiliki apa yang dimiliki oleh sang ayah, dan sebagai anak yang baik seharusnya ia turut bersukacita dengan sang ayah karena adiknya telah kembali. Namun, si anak sulung menempatkan dirinya sebagai orang upahan, dengan merasa ketaatan dan kerajinannya bekerja untuk sang ayah patut diberi upah atau penghargaan. Mental demikian kadang dimiliki oleh para pengikut Yesus. Sebagai anak-anak Tuhan, kita seringkali mengklaim perbuatan baik, masa pelayanan, pengorbanan waktu kita untuk Tuhan, dll. kepada Dia dan menuntut Tuhan menjawab doa kita sesuai dengan apa yang kita mau. Kita menjadikan Tuhan berhutang atas kebaikan kita. Padahal, Tuhan tidak pernah berhutang kepada kita, karena apa yang la berikan jauh lebih besar dari apa yang mampu kita berikan kepada-Nya. Sebagai Bapa, la tidak ingin kita menjadi anak-anak-Nya yang bermental upahan. Karena apa yang dimiliki oleh Bapa telah diberikan kepada kita untuk dikelola sebaik-baiknya untuk menjadi kemuliaan-Nya. Apa yang menjadi sukacita Bapa, itu juga yang harus menjadi sukacita kita. Sosok ayah dalam perumpamaan ini menggambarkan kasih Bapa yang begitu besar kepada anak-anak-Nya, sehingga la tetap mau menerima anak-anak-Nya yang mau bertobat. Dengan kasih-Nya yang begitu besar, la memanggil kita untuk kembali dan memiliki hidup sejati sebagai anak-anak-Nya, bukan dengan mental seorang upahan. Tuhan Yesus memberkati. DOATuhan Yesus, biarlah aku hidup sebagai anak-anak-Mu yang sejati, bukan sebagai anak dengan mental upahan. Amin. (Dod).
Australia is restricting access to social media accounts for under-16s, and many families are wondering what it means in practice. While the rules place responsibility on tech platforms rather than young people or their parents, the changes may still create stress for teens who rely on social media to stay connected. Find out how the ban will work, why connection still matters, and how experts suggest supporting young people through the transition. - Australia membatasi akses ke akun media sosial untuk anak di bawah 16 tahun, dan banyak keluarga bertanya-tanya apa artinya dalam praktiknya. Sementara aturan menempatkan tanggung jawab pada platform teknologi daripada orang muda atau orang tua mereka, perubahan mungkin masih membuat stres bagi remaja yang mengandalkan media sosial untuk tetap terhubung. Cari tahu bagaimana cara kerja larangan itu, mengapa koneksi masih penting, dan bagaimana para ahli menyarankan untuk mendukung kaum muda melalui transisi.