Podcasts about injil

  • 237PODCASTS
  • 1,780EPISODES
  • 16mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Feb 22, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about injil

Show all podcasts related to injil

Latest podcast episodes about injil

AWR Indonesian - Daily Devotional
HUBUNGAN DENGAN KARUNIA ROH DENGAN ALKITAB - 1

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later Feb 22, 2026 6:50


Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

AWR in Indonesian - Renungan Harian
HUBUNGAN DENGAN KARUNIA ROH DENGAN ALKITAB - 1

AWR in Indonesian - Renungan Harian

Play Episode Listen Later Feb 22, 2026 6:50


Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-6 masa biasa, 17 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 16, 2026 8:48


Dibawakan oleh Sr Modesta MCFSM dan Sr Yuliana MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Yosef Ampa di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Yakobus 1: 12-18; Mazmur tg 94: 12-13a.14-15.18-19; Markus 8: 14-21.KUAT MENGHADAPIUJIAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kuat MenghadapiUjian. Di dalam kitab suci perjanjian baru, Yesus Kristus mengajarkan kitauntuk kuat dalam menghadapi ujian. Pengalaman ujian sering disamakan dengancobaan, yang maksudnya ialah untuk mencobai seseorang apakah mampu melewaticobaan atau tidak. Misalnya di dalam Injil Matius 26: 41 yang sama denganMarkus 14: 38, dan Lukas 22: 40, Yesus mengingatkan supaya kita selalu kuatdalam doa dan berwaspada supaya tidak jatuh ke dalam pencobaan. Daging atau tubuhkita lemah sehingga gampang menjadi jalan masuk bagi musuh yang mencobai. Tuhan sendiri juga mengingatkan umat-Nya di dalamperjanjian lama supaya mereka kuat terhadap godaan, cobaan dan ujian hidup.Ketika Musa berhadapan dengan Firaun di Mesir, ia benar-benar di dalam ujianberat. Tetapi ia juga patuh pada tuntunan dan perintah Tuhan. Dengan berpegangpada prinsip ini bahwa Tuhan mengajarkan dan menguatkan kita, jelas sebagaisebuah permainan atau lelucon kalau Tuhan juga yang mencobai kita. Ada anggapandan keyakinan di antara kita bahwa Tuhan mencobai dan menggodai kita sehinggaitu semua dianggap saja sebagai ujian dalam hidup. Ini jelas tidak mungkin.Bagaimana Ia menguatkan kita, Ia juga mencobai apa yang Ia sendiri tetapkan,kuatkan dan lindungi? Oleh karena itu Santo Yakobus dalam bacaan pertamamenegaskan bahwa tidak mungkin Tuhan mencobai kita anak-anak kekasihnya. Tuhantidak punya sistem bermain seperti siapa pun makhluk manusia dan makhluk rohlainnya yang punya keinginan untuk mencoba-cobai, menggoda-godai, ataumemperdaya-dayai pihak lain. Pemimpin penggoda dan penyoba ialah setan.Pengaruh setan ini memprioritaskan kerjanya pada tingkah laku manusia yangbertentangan dengan jalan Tuhan. Karena manusia punya kebebasan, ia bisa jugamemilih untuk condong pada pengaruh setan. Jadi manusia dicobai dan digodaioleh keinginannya sendiri yang sudah dikuasai oleh si jahat. Bilamana kita tahu bahwa kita berada di dalam cobaan?Peristiwa yang dikisahkan di dalam Injil hari ini menggambarkan suatu situasiumum orang-orang berada di dalam cobaan. Situasi itu ialah ketika pikiran danhati kita mulai mengerti dan menganggap bahwa Tuhan jauh atau tidak beradabersama kita. Kekawatiran atau keprihatinan bahwa nasib kita bakal di dalamkesulitan karena di sekeliling kita ada begitu banyak tantangan, kesulitan, danancaman. Bahkan kita sangat dihantui oleh ketidakmampuan kita untuk menghadapisemua itu. Rasa tak percaya pada diri, anggapan bahwa di sekeliling ada banyakancaman, dan pandangan bahwa Tuhan jauh, merupakan keadaan pencobaan yang kitahadapi di dalam hidup ini. Maka nasihatnya ialah: kita mesti kuat! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa,penuhilah diri kami dengan semangat iman yang berani dan kuat untuk menghadapisegala cobaan dan ujian hidup ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Apa Yang Penting Bagi Markus? (12 Februari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Feb 11, 2026 3:16


Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah APA YANG PENTING BAGI MARKUS?Diambil dari: Markus 8:34–35 (TB)“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi siapa yang kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang apa yang penting bagi Markus saat menulis Injilnya. Markus adalah penulis Injil pertama yang ditulis. Ia menulis Injil berdasarkan kesaksian Petrus, dan tujuannya jelas: menunjukkan bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia.Markus ingin semua orang tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ia menceritakan bagaimana Yesus melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan oleh Allah:mengampuni dosamenguasai alammenyembuhkan orang sakitTetapi Markus juga menekankan bahwa Yesus adalah manusia sejati. Yesus bisa merasa marah, lapar, lelah, sedih, dan bahkan menangis. Ketika Yesus mati di kayu salib, Ia mati sebagai manusia yang sungguh-sungguh menderita. Bagi Markus, ini sangat penting. Karena Yesus yang kita ikuti bukan Allah yang jauh dan tidak peduli, tetapi Allah yang mengerti penderitaan kita.Yesus tahu bagaimana rasanya taat kepada Allah di tengah kesulitan. Dan walaupun jalan mengikuti Yesus tidak selalu mudah, Markus ingin kita tahu: mengikut Yesus itu layak diperjuangkan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu mengalami kesulitan, ingatlah bahwa Yesus mengerti perasaanmu.Datanglah kepada-Nya dan tetap setia mengikuti-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, aku mungkin tidak selalu mengerti bagaimana Engkau bisa menjadi Allah dan manusia, tetapi aku mau percaya dan mengikuti Engkau. Tolong aku tetap setia walaupun sulit. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus mengerti penderitaanmu dan tetap setia berjalan bersamamu. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Siapakah Markus? (11 Februari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Feb 10, 2026 3:04


Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SIAPAKAH MARKUS?Diambil dari: Kisah Para Rasul 12:11–12 (TB)“Setelah sadar akan hal itu, pergilah ia ke rumah Maria, ibu dari Yohanes yang disebut juga Markus, di mana banyak orang berkumpul dan berdoa.”Wonder Kids, hari ini kita berkenalan dengan seseorang bernama Markus. Markus adalah penulis Injil Markus, Injil kedua dalam Alkitab. Menariknya, Markus bukan salah satu dari dua belas murid Yesus.Nama Markus sering muncul dalam Perjanjian Baru. Ia adalah anak dari Maria, seorang wanita yang rumahnya sering dipakai sebagai tempat berkumpul dan berdoa orang-orang Kristen. Ketika Petrus dilepaskan dari penjara secara ajaib, ia langsung pergi ke rumah Maria, ibu Markus.Markus juga ikut melayani bersama Barnabas dan Paulus. Namun, dalam perjalanan misi pertama, Markus sempat meninggalkan Paulus. Hal itu membuat Paulus kecewa dan tidak mau mengajak Markus lagi. Tetapi cerita Markus tidak berhenti di sana. Beberapa tahun kemudian, Markus melayani bersama Petrus. Bahkan, Markus menulis Injilnya berdasarkan kesaksian Petrus tentang Yesus.Injil Markus kemungkinan ditulis untuk orang-orang Roma yang bukan orang Yahudi. Itulah sebabnya Injil Markus ditulis dengan singkat, cepat, dan penuh tindakan. Hal yang paling luar biasa dari Markus bukan hanya apa yang ia tulis, tetapi apa yang Tuhan lakukan melalui hidupnya. Markus pernah gagal, tetapi Tuhan tetap memakainya dengan luar biasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika kamu pernah melakukan kesalahan, ingatlah Markus.Tuhan tidak menyerah padamu, dan Dia masih bisa memakai hidupmu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak berhenti mengasihi aku ketika aku gagal. Tolong aku mau belajar dan dipakai oleh-Mu. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan bisa memakai siapa pun yang mau kembali dan taat kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

AWR Indonesian - Daily Devotional
TAK ADA YANG BILANG, ITU MUDAH

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later Feb 6, 2026 6:23


Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

AWR in Indonesian - Renungan Harian
TAK ADA YANG BILANG, ITU MUDAH

AWR in Indonesian - Renungan Harian

Play Episode Listen Later Feb 6, 2026 6:23


Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus Menggenapi Hukum Taurat (6 Februari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Feb 5, 2026 3:23


Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENGGENAPI HUKUM TAURATDiambil dari: Matius 5:17 (TB)“Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”Wonder Kids, Ketika Yesus mulai melayani, banyak orang—terutama orang Farisi—tidak senang. Mereka sudah terbiasa hidup dengan aturan dan tradisi yang sangat ketat. Segala sesuatu harus bisa diprediksi dan dikendalikan. Mereka mengira Yesus datang untuk membuang hukum Taurat. Tetapi Yesus justru berkata dengan jelas: Ia tidak datang untuk menghapus hukum Taurat, melainkan menggenapinya.Artinya, Yesus melakukan apa yang tidak bisa dilakukan manusia. Manusia selalu gagal menaati hukum Tuhan dengan sempurna. Tetapi Yesus hidup taat sepenuhnya dan menggenapi semua yang Tuhan janjikan. Matius—yang menulis Injil ini—ingin kita tahu satu hal penting: Yesus bukan membawa agama baru. Yesus adalah penggenapan janji Allah sejak dahulu.Ketika kita percaya kepada Yesus, kita bukan hanya belajar aturan baru. Alkitab berkata bahwa kita menjadi ciptaan baru. Hidup lama kita ditinggalkan, dan Tuhan memberi kita hidup yang baru di dalam Kristus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu kebiasaan baik yang bisa kamu lakukan hari ini sebagai bentuk ketaatan kepada Yesus, bukan karena terpaksa, tetapi karena mengasihi-Nya.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menggenapi hukum Taurat untukku. Tolong aku mengikut Engkau dengan hati yang sungguh-sungguh, bukan hanya karena kebiasaan atau tradisi. Jadikan hidupku hidup yang baru di dalam Engkau. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak datang membawa aturan baru—Ia datang membawa hidup yang baru. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-4 masa biasa, 4 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 3, 2026 7:14


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Samuel 24: 2.9-17; Mazmur tg 32: 1-2.5.6.7; Markus 6: 1-6.SUDUT PANDANG Tema renungan kita pada hari iniialah: Sudut Pandang. Di dalam kelas 4 SD, murid-murid diminta oleh gurunyauntuk menulis tentang saling mencintai di antara bapa dan ibunya di rumah.Murid A menulis tentang ibunya menyiapkan pakaian yang rapi dan teratur untukbapaknya saat hendak pergi kerja atau menghadiri pertemuan. Murid B berceritatentang bapaknya yang selalu setia menemani ibunya belanja di pasar, membantumencuci, membantu memasak, dan merapikan rumah. Murid C bercerita tentang ibunyayang setia menunggu sampai bapaknya pulang kerja . Masing-masing murid memberi sudutpandangnya tentang cinta di antara bapak dan ibunya di rumah. Sebuah sudutpandang mencakup dari posisi mana kita melihat dan memahami seseorang atausesuatu, dan kehendak untuk melakukan yang sudah kita putuskan.  Raja Daud memiliki sudut pandangnya sebagairaja. Ia memutuskan untuk bertindak sesuai sudut pandang dan kehendaknya. Namunternyata sudut pandang Daud bertentangan dengan sudut pandang dan kehendakAllah. Untungnya Daud cepat menyesalinya dan meminta ampun, sehingga Allahmengampuninya. Yesus Kristus tampil di publiksebagai seorang yang memiliki daya tarik luar biasa. Banyak sekali kesan dariorang-orang di sekitarnya sehingga menghasilkan aneka macam sudut pandangtentang diri-Nya. Para penggemar, murid-murid, dan para musuh-Nya memandang Diasecara berbeda-beda. Roh-roh jahat memandang bahwa Yesus dapat digodai dengansegala taktik busuknya, namun Yesus mengalahkan mereka. Para rasul pertamapernah bertanya: di manakah engkau tinggal Guru? Mereka anggap Yesus bakalmemberikan mereka jaminan hidup jiwa dan raganya. Injil pada hari ini berkisahtentang pandangan orang-orang sekampung dan sanak keluarga tentang pribadi danpekerjaan Yesus Kristus. Ternyata sudut pandang mereka terhadap Yesus sangatterbatas dan amat dangkal. Yesus dipandang sebagai seorang yang merupakanbagian dari mereka. Tidak ada sesuatu yang spesial pada-Nya. Intinya, iniadalah sebuah sudut pandang untuk meremehkan dan menolak Yesus, meskipun merekamengetahui bahwa Dia telah berbuat yang luar biasa dalam menolong dan mengatasikesulitan banyak orang.  Sebuah sudut pandang yang kitamiliki sangat bergantung pada standar pengetahuan, kebijaksanaan dan iman kitamasing-masing. Kalau kita dibimbing oleh Roh Kudus dan iman kepada YesusKristus, sudut pandang kita tentu berdasarkan kehendak Tuhan. Kita tentu selalumeminta terang Ilahi melalui doa dan refleksi supaya mendapatkan sebuah sudutpandang yang baik dan benar. Kita harus dapat membebaskan diri dari memilikisudut pandang negatif, sempit atau subjektif, dan destruktif. Ini pasti bukandari terang Roh Kudus. Jangan membiasakan diri memiliki sudut pandang sepertiini! Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha murah,semoga pada hari ini kami senantiasa memandang Dikau dengan gembira dan semogakami selalu melihat yang baik dan benar di dalam diri saudara-saudari kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Siapa yang Sebenarnya Menuliskannya? (3 Februari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Feb 2, 2026 3:07


Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SIAPA YANG SEBENARNYA MENULISKANNYA?Diambil dari: Lukas 1:3–4 (TB)“Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu… supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.”Wonder Kids, Ada orang yang berkata, “Memangnya Injil benar-benar ditulis oleh orang-orang yang namanya ada di Alkitab?” Mereka bertanya-tanya, apakah Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes benar-benar menulis Injil.Alkitab menunjukkan bahwa para penulis Injil tidak asal menulis. Lukas, misalnya, dengan jelas berkata bahwa ia menyelidiki semuanya dengan teliti. Ia berbicara dengan para saksi mata dan menulisnya dengan rapi supaya orang-orang bisa yakin bahwa cerita tentang Yesus itu benar.Para pemimpin gereja mula-mula juga sepakat tentang siapa penulis Injil. Mereka tidak ragu menyebut bahwa: Matius menulis Injil MatiusMarkus menulis Injil MarkusLukas menulis Injil Lukas dan Kisah Para RasulYohanes menulis Injil YohanesKalau Injil itu palsu, orang-orang pada zaman itu pasti akan menolaknya. Tetapi justru Injil diterima dan dipercaya karena kesaksian para penulisnya jujur dan dapat dipercaya. Allah memakai orang-orang nyata, di waktu nyata, untuk menuliskan kisah nyata tentang Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Percayalah bahwa Alkitab bukan cerita karangan. Firman Tuhan ditulis dengan sungguh-sungguh supaya kita bisa mengenal Yesus dengan pasti.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau memberikan firman-Mu melalui orang-orang yang jujur dan dapat dipercaya. Tolong aku untuk percaya dan berpegang pada kebenaran firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Alkitab ditulis supaya kita yakin bahwa Yesus sungguh nyata dan sungguh mengasihi kita. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Kesaksian Perbedaan Dalam Injil (2 Februari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Feb 1, 2026 3:11


Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kesaksian Perbedaan Dalam InjilDiambil dari: Lukas 1:1–2 (TB)“Banyak orang telah menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah digenapi di antara kita, sesuai dengan yang telah disampaikan kepada kita oleh mereka yang sejak semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.”Wonder Kids, Ada orang yang berkata bahwa Alkitab tidak benar karena ada perbedaan cerita di dalam Injil. Misalnya, Injil Lukas dan Injil Markus menceritakan kisah yang mirip, tetapi dengan kata-kata yang tidak sama persis.Apakah itu berarti Alkitab salah? Tidak.Coba bayangkan ada satu peristiwa besar di keluargamu. Kakakmu menceritakannya dengan satu cara, dan orang tuamu menceritakannya dengan cara yang sedikit berbeda. Ceritanya tidak sama persis, tetapi peristiwanya tetap sama dan benar.Begitu juga dengan Injil. Para penulis Injil adalah saksi mata atau mendengar langsung dari saksi mata. Mereka menulis dari sudut pandang yang berbeda, tetapi pesan utamanya selalu sama: Yesus melakukan mujizat, mengampuni dosa, mengajarkan kebenaran, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian.Seorang ahli Alkitab bernama Daniel B. Wallace pernah ditantang untuk menjawab semua perbedaan dalam Injil. Jawabannya sederhana: Justru perbedaan kecil itu menunjukkan bahwa para penulis Injil tidak bersekongkol atau bekerjasama. Mereka menulis dengan jujur apa yang mereka lihat dan dengar.Dan yang luar biasa, pesan utama Injil tidak pernah berubah. Yesus adalah Juruselamat dunia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau kamu mendengar orang meragukan Alkitab karena ada perbedaan cerita, ingatlah bahwa kebenaran utama Injil tetap sama. Percayalah bahwa Tuhan memakai banyak orang untuk menyampaikan satu kebenaran yang besar.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih untuk Alkitab yang Engkau berikan. Tolong aku untuk tidak bingung atau ragu hanya karena perbedaan kecil, tetapi percaya bahwa firman-Mu adalah benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: perbedaan kecil dalam Injil tidak mengubah kebenaran besar—Yesus mengasihimu dan datang untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 30 Januari 2026 - Lepaskan diri dari belenggu dosa

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 29, 2026 4:52


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Ketika Ada Orang Bilang Injil Diubah (27 Januari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jan 26, 2026 3:14


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah KETIKA ADA ORANG BILANG INJIL DIUBAHDiambil dari: 2 Korintus 8:21 (TB)“Karena kami memikirkan yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia.”Ada orang-orang yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Kadang mereka berkata bahwa para penulis Injil mengubah ceritanya supaya terlihat seperti Yesus benar-benar memenuhi nubuat dalam Perjanjian Lama. Misalnya, ada yang bilang, “Bagaimana kalau Yohanes sengaja tidak menulis bagian tertentu supaya terlihat cocok dengan nubuat?”Tetapi itu tidak benar.Pada zaman Injil ditulis, sudah ada banyak orang yang hidup dan melihat kejadian-kejadian itu langsung. Kalau ada kesalahan, orang-orang itu pasti langsung berkata, “Itu tidak benar! Waktu terjadi bukan begitu!” Selain itu, orang-orang yang membenci kekristenan tentu akan senang sekali menunjukkan kesalahan kalau memang ada. Tapi tidak ada bukti bahwa penulis Injil memalsukan atau mengubah cerita.Para penulis Injil ingin jujur karena mereka tahu Tuhan melihat hati mereka. Mereka tidak perlu menipu untuk membuat Yesus terlihat sebagai Mesias—karena Yesus benar-benar Mesias yang dijanjikan. Kejujuran sangat penting. Kalau kita terbiasa berkata jujur, orang akan percaya ketika kita menyampaikan kebenaran tentang Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Cobalah ingat: apakah kamu sudah jujur dalam hal-hal kecil? Minta Tuhan menolongmu hidup jujur supaya orang lain bisa percaya ketika kamu bercerita tentang Yesus.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku untuk selalu berkata jujur.Aku ingin hidup benar di hadapan-Mu, dan juga di hadapan orang lain.Tolong supaya sikapku membuat orang lain percaya bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kejujuran membuat orang bisa melihat Yesus melalui hidupmu. Tuhan Yesus memberkati

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-2 masa biasa, 23 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 22, 2026 7:23


Dibawakan oleh Ibu Deo Omnis Gloria dan Ibu Yesy dari Paroki Kristus Raja Baciro di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 24: 3-21; Mazmur tg 57: 2.3-4.6.11; Markus 3: 13-19.YESUS MENETAPKAN 12 ORANG RASUL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Yesus Menetapkan 12Orang Rasul. Yesus dalam Injil Markus bab 3 naik ke bukit dan memanggilorang-orang yang Ia kehendaki, lalu menetapkan dua belas orang untukmenyertai-Nya, untuk diutus, dan untuk menerima kuasa dalam karya pewartaan.Tindakan “menetapkan” ini bukan sekadar memilih, tetapi sebuah keputusan ilahiyang penuh kuasa dan makna.  Ketika Allah bertindak menetapkan, Ia sedang mengajar manusiatentang otoritas yang benar: kuasa untuk memimpin, mengatur, menggembalakan,dan mempersatukan. Kepemimpinan Allah tidak pernah bertujuan menindas,melainkan menata umat agar berjalan dalam kebenaran, terpelihara dalam kasih,dan bertumbuh dalam kesatuan yang kuat. Kita melihat pola yang sama dalam sejarah keselamatan bangsaIsrael. Ketika Allah menetapkan Daud sebagai raja, bukan berarti Ia hanya“mengangkat orang baru”, tetapi juga membuka ruang agar Saul mundur darikepemimpinan yang sudah tidak selaras dengan kehendak-Nya. Allah tidak sekadarmengganti pemimpin, namun membentuk arah baru bagi umat-Nya sehingga perjalanansejarah keselamatan tetap selaras dengan kehendak Allah. Daud ditetapkan bukankarena kehebatan manusiawinya semata, melainkan karena ia bersedia dibentukmenjadi gembala bagi bangsa itu. Dari sini kita belajar bahwa penetapan Allahselalu mengandung tujuan rohani: menuntun umat kepada pertobatan, memulihkan tatanan,dan mengarahkan kembali kehidupan kepada rencana-Nya. Demikian pula ketika Yesus menetapkan dua belas rasul. Merekabukan dipilih karena sempurna, melainkan karena dipanggil untuk masuk dalamproses pembentukan. Tugas pertama para rasul bukan langsung melakukan karyabesar, melainkan “menyertai Yesus”: menjadi murid yang baik, setia kepada SangGuru, dan terus belajar dari hati-Nya. Kesetiaan murid-murid inilah pondasiutama bagi pelayanan. Sebab seseorang tidak dapat menjadi pewarta Injil tanpalebih dahulu hidup dalam persekutuan dengan Kristus. Pelayanan yang sejatilahir dari hati yang mengenal Tuhan, bukan hanya dari keterampilan ataujabatan. Setelah menjadi murid, barulah para rasul diutus untukmelanjutkan karya Yesus di dalam dunia. Namun pengutusan itu mencapaikepenuhannya ketika Roh Kudus dicurahkan pada peristiwa Pentakosta. Dari sanaGereja lahir sebagai persekutuan yang hidup, bukan sekadar organisasi. Pararasul menjadi batu dasar Gereja, dan melalui mereka, tanggung jawab membangunumat Allah dimulai: mewartakan Injil, melayani sakramen, menjaga kesatuan,serta menggembalakan umat dalam kasih. Tugas ini kemudian diteruskan oleh Gerejasepanjang zaman, dengan tanggung jawabnya yang misioner dan apostolik: diutusuntuk dunia, namun tetap berakar pada iman para rasul. Gereja seperti mata air dari Kristus dan mengalir melaluipara rasul untuk menghidupkan banyak tempat yang kering. Maka kita pundipanggil  untuk menjadi murid yangsetia, dan menjadi bagian dari Gereja yang diutus untuk menghadirkan Kristusbagi dunia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan Yesus, kuatkanlah kami sebagai anggotaGereja-Mu dan tuntunlah kami di dalam jalan kebenaran dan kehidupan, agarGereja ini menjadi tanda kemuliaan-Mu yang menguasai seluruh dunia. Bapa kamiyang ada di surga … Dalam nama Bapa …

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-1 masa biasa, 17 Januari 2026, Peringatan Santo Antonius, Abas

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 16, 2026 7:51


Dibawakan oleh Yustina Armastiti dan Ignasius Sunaryo dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 9: 1-4.17-19; 20: 1a; Mazmur tg 21: 2-3.4-5.6-7; Markus 2: 13-17.JURUS MENGUBAHSI PENDOSA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jurus Mengubah SiPendosa. Keberpihakan Yesus kepada orang sakit, lumpuh, miskin, kerasukan rohjahat sama kuat dengan belas kasih-Nya kepada orang-orang berdosa. Para pendosaadalah mereka yang sedang sakit secara rohani. Pendosa publik seperti pencuri,pemerkosa, prostitusi, dan pemungut bea, mengalami sakit yang parah karenadikucilkan oleh masyarakat. Mereka sama dengan sampah. Pendosa publik sebenarnya ialah mereka yang berdosa ditengah masyarakat bahkan keluarganya sendiri secara terang-terangan. Merekadikontrol sebuah sistem yang berlaku. Pria atau wanita prostitusi misalnya,mereka dikontrol oleh beban hidup dan sistem kehidupan masyarakat. Injil hariini memperkenalkan kita seorang pendosa publik, yaitu Lewi anak Alfeus, sipemungut bea rakyat karena ia adalah pelayan bangsa penjajah, Romawi.  Tentu saja ia dianggap sangat berdosa karena dalammemungut pajak ia banyak berbuat curang soal pungutan uang dan barang.Masyarakat sangat membencinya, tetapi ia tetap berbuat dosa karena ada hukumyang melindunginya. Lewi ini dikenal dalam lingkaran kedua belas rasul dengannama Matius. Penginjil Matius menyebutnya sebagai si pemungut cukai. Dosapublik sangat menyakitkan masyarakat dan pendosa sendiri tidak bisa menghindariitu. Oleh karena itu Yesus harus turun tangan. Jurus yang Iapakai ialah datang bertemu langsung, memanggil dia dengan namanya, dan tidaksekedar mengajak tetapi memerintahkan untuk menghentikan perbuatannya itu. Inimengandung arti, dosa yang tidak hanya mencelakakan diri sendiri tetapi sangatmerugikan orang banyak dan menjadi dosa serius, harus dihentikan. Dosa besaryang serius jangan dibiarkan berkembang dan menyebar. Kalau dibiarkan, itunamanya berkolaborasi dengan penjahat atau bekerja sama dengan setan.  Israel sebagai bangsa tidak dibiarkan terus berkeraskepala dan berdosa. Tuhan Allah menghentikan ini dengan menjadikan Saul sebagairaja atas mereka. Satu sistem baru diubah demi kebaikan dan sistem lama harusditinggalkan. Yesus mengubah pribadi pendosa seperti Lewi, demikian juga banyakorang lain termasuk Paulus, karena mereka ini berpotensi dalam kejahatan yangbesar dan merugikan banyak orang. Mereka harus dipakai secara positif untuksistem baru dalam beriman yang Yesus jalankan.  Melalui pembaptisan, Yesus Kristus membuat kita menjadibagian dari sistem baru yang Ia bangun. Dosa-dosa yang kita perbuat setelahpembaptisan beraneka dan banyak, tetapi Tuhan Yesus punya jurus untuk mengubahhidup kita. Gereja menjalankan tugas ini dengan menjadi sarana bagi perubahandiri umatnya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,bebaskanlah kami dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan negatif yang seringmenjerumuskan kami ke dalam dosa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam nama Bapa ...

AWR Indonesian - Daily Devotional

Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum,

AWR in Indonesian - Renungan Harian

Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum,

Jakarta City Blessing - Bellagio
OASIS - BERITA INJIL APA YANG PERLU KITA INGAT?

Jakarta City Blessing - Bellagio

Play Episode Listen Later Jan 15, 2026 17:10


Injil adalah Kabar Baik yang bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk dialami secara nyata.Namun, Injil seperti apa yang sanggup meneguhkan iman kitamembuat kita berdiri teguh, tanpa ragu, dan tak tergoyahkan di tengah badai kehidupan?Simak obrolannya yang asik bersama narasumber kita yang luar biasa Ps. Agus Rianto hanya di OASIS (Obrolan Asik Seputar Injil Surgawi).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 14 Januari 2026 - Mencari dan menjadi teladan yang baik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 13, 2026 5:12


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 14 Januari 2026Bacaan: "Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah." (3 Yohanes 1:11) Renungan: Pada dasarnya manusia adalah makhluk peniru. Sejak lahir, kita belajar bicara, berjalan, melakukan sesuatu, dll, dari meniru orang tua dan orang di sekitar kita. Semakin besar, hal itu terus berlanjut. Saat remaja, kita suka meniru artis idola atau orang dewasa lainnya. Saat bekerja atau berbisnis, kita meniru orang yang kita anggap sukses. Dalam memilih model pakaian atau rambut, kita juga meniru. Dalam belajar sesuatu, kita pun banyak meniru. Banyak orang juga punya keinginan bisa seperti si ini atau si itu. Lagi-lagi itu juga meniru. Tuhan tidak pernah melarang kita meniru. Tuhan tahu dan la pun menciptakan kita sebagai makhluk sosial yang belajar dengan saling meniru. Namun, firman Tuhan di 3 Yohanes 1:11 ini mengingatkan kita untuk selektif dalam meniru. Tirulah hal yang baik, jangan yang jahat/buruk! Sederhana, tapi sangat penting diperhatikan. Ada banyak tokoh Alkitab juga peniru. Timotius adalah seorang peniru, tapi yang ia tiru adalah Lois, neneknya, Eunike, ibunya, dan kemudian Paulus. Melalui nenek dan ibunya, Timotius belajar memiliki iman kepada Allah. Melalui Paulus, Timotius belajar meniru bagaimana bisa memberikan ajaran Injil yang sehat dan bagaimana agar imannya dapat ia hidupi dengan sempurna. Paulus memang sosok yang patut ditiru. Meski demikian Paulus pun juga meniru, yaitu meniru teladan Kristus. Mari renungkan, siapa yang kehidupannya secara tidak sadar sudah kita tiru selama ini? Alangkah indah jika kita seperti Timotius, yang bisa menemukan sosok panutan yang tepat, yang kehidupannya berpadanan dengan teladan Kristus! Tapi, waspadalah jika kita ternyata lebih tergoda meniru sosok yang membuat kita memikirkan dan melakukan hal-hal yang salah, yang tidak sesuai teladan Kristus. Demikian pula, sadarilah juga bahwa bisa jadi ada orang yang juga meniru kita. Nah, apakah kita selama ini sudah memberikan teladan yang baik atau buruk? Itu kembali lagi, dimulai dari siapa yang kita tiru dan teladani dalam hidup ini. Semoga kita bisa meneladani yang baik dan bisa menjadi teladan yang baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dalam berteman, agar aku tidak salah memilih teman. Sehingga melalui hikmat-Mu aku mendapatkan teman yang bisa membawa aku lebih dekat pada-Mu. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-1 masa biasa, 14 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 13, 2026 8:03


Dibawakan oleh Mulan dan Bernard dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 3: 1-10.19-20; Mazmur tg 40: 2.5.7-8a.8b-9.10; Markus 1: 29-39.DEMI AKU TUHANDATANG KE DUNIA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Demi Aku TuhanDatang ke Dunia. Secara eksplisit Tuhan Yesus menyampaikan alasan mengapa Iadatang ke dalam dunia, seperti yang Ia nyatakan dalam bacaan Injil hari ini.Kenyataan hidup di dunia ini yang menjadi alasan utama. Diri kita masing-masingtentu sangat bagus dapat berseru: karena diriku inilah maka Yesus datang kedunia. Dengan menunjuk pada diri sendiri seperti ini, kitasungguh merasa yakin bahwa Tuhan sangat mencintai diri setiap orang. Setiappribadi sesungguhnya begitu spesial dan penting, sampai-sampai Tuhan rela turundari tempat-Nya di surga untuk menjadi bagian dari hidupnya. Siapakah aku iniTuhan sampai Engkau memperhatikan aku, begitu seruan pemazmur (Mz. 8, 5).Panggilan terhadap Samuel dalam kitab pertama Samuel amat menegaskan hal ini,keterpilihannya itu sudah merupakan perhatian Tuhan yang sangat spesial.  Panggilan atas diri setiap orang merupakan kepercayaanyang diberikan oleh Tuhan. Terwujudnya panggilan itu juga melalui partisipasisesama di sekitarnya, terutama yang membantunya dalam menyanggupi pekerjaanatau suatu tugas tertentu. Kita memahami hal ini sebagai karunia yang istimewa.Keuntungan dan kesuksesan dalam panggilan sering dipahami sebagai bentuk kasihTuhan yang luar biasa. Orang sering berseru: “Ini sungguh berkat dari Tuhan”atau “Ini pantas dan layak untuk didapatkan” atau “Tuhan berpihak padakita”,  semua ini cukup untuk menguatkankeyakinan bahwa Tuhan itu sangat baik.  Betapa kita juga terus menyadari bahwa Ia datang dan Iaberada bersama kita ketika situasi hidup ini kurang menguntungkan. Sesungguhnyaseruan yang terkenal ini Ia ungkapkan dalam pengalaman pencerahan danpenyelamatan hidup manusia. Mereka yang sakit, dalam kekurangan, kesulitan, dansedih mendapatkan keselamatan dari-Nya. Mungkin para rasul yang menyertainyapenasaran lalu bertanya, “Tidak capek, tidak lelah, tidak bosan-bosan melayanibegini ya?” Yesus menjawab dengan tegas dan telak: “Untuk itulah Aku datang.”Jawaban seperti ini adalah sebuah kunci untuk sebuah kebenaran dalampembicaraan. Orang langsung mengerti dan tak bertanya-tanya lagi. Apakah jawaban kunci Anda, misalnya ditanya soal panggilanhidup, komitmen berkeluarga, pengembangan diri, pendidikan, pelayanan,pengabdian dan seterusnya? Kalau ada jawaban kunci dan itu yang menjadi alasanmengapa Anda gembira, bertahan dan yakin dengan kehendak Tuhan bagi dirimu,Anda akan hidup dalam suka cita dan kedamaian. Orang-orang di sekelilingmengagumi dan menjadikanmu teladan. Pada hari ini, mantapkan dan kuatkanlahtekat hidupmu dengan mengulang ini: Karena untuk itulah aku ada di sini dan sekarang. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus,buatlah kami mampu mempertahankan alasan dasar atas hidup kami di dunia dansenantiasa menyukurinya dalam suka cita. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 11 Januari 2026 - Tetap memberikan yang terbaik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 10, 2026 5:26


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 11 Januari 2026Bacaan: la mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul 16:30-31)Renungan: Setetes embun jatuh di sebuah daun. Lama kelamaan, daun itu tidak bisa menahan butiran embun dan menetes ke bebatuan di bawahnya. Ternyata setiap hari, bebatuan itu basah terkena titik embun segar yang jatuh dari daun-daun. Makin hari, batu yang lembab menumbuhkan lumut pada permukaan batu-batu tersebut. Tidak hanya itu, pada bebatuan itu juga, para semut mulai membuat sarangnya. Melihat itu, banyak burung hinggap untuk mematuk semut, binatang yang menjadi makanan favoritnya. Bebatuan yang awalnya gersang, kini ditumbuhi lumut, rumput-rumput kecil, sarang semut hingga membentuk habitat baru. Itu semua terjadi karena ada peran setetes embun. Sekalipun cuma setetes, tapi embun sudah menjalankan fungsinya dengan maksimal. Sebagai manusia, sudah seharusnya kita berlaku demikian. Lihatlah Yusuf, meskipun seorang narapidana namun perannya di penjara tidaklah kecil. Paulus dan Silas pun sama. Walaupun ada di penjara, itu tidak menghalangi mereka untuk melakukan sesuatu bagi orang-orang. Bahkan di tempat gelap, sepi, kotor, dingin pun, mereka tetap berfungsi optimal, memberitakan Injil, menyelamatkan jiwa-jiwa. Tidak peduli di mana pun kita berkarya hari ini, di ruang kerja yang kecil, di garasi yang sempit, di toko yang terpencil, di gudang paling belakang, di kantor yang jauh dari keramaian, di lapangan yang kotor, panas, tetaplah jalankan fungsi kita dengan baik. Tetap berilah yang terbaik meskipun mungkin tidak dilihat banyak orang. Tetaplah giat sambil terus percaya dan berharap kalau sesuatu yang besar, yang dari Tuhan pasti akan datang. Seringkali bukan tempat yang membesarkan seseorang namun kualitas diri orang itu sendirilah yang menentukan apakah kelak ia akan menjelma menjadi orang hebat, atau tetap menjadi individu yang biasa-biasa saja. Mari tingkatkan kemampuan diri, terus menjadi berkat bagi orang, terus berdampak positif bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku agar melalui hidupku aku dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis sesudah penampakan Tuhan, 8 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 7, 2026 7:56


Dibawakan oleh Febri dan Rea dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 4: 19 - 5: 4; Mazmur tg 72: 1-2.14.15bc.17; Lukas 4: 14-22a.MENGASIHI ALLAHADALAH MENGASIHI SESAMA Renungan kita pada hari ini bertema: Mengasihi AllahAdalah Mengasihi Sesama. Pada tanggal 15 April 2018, Paus Fransiskusmengunjungi sebuah gereja di kota Roma dan ia sempat berdialog dengananak-anak. Emanuelle, bocah 8 tahun, beranikan diri maju dan mengajukanpertanyaan kepada Bapa Suci.  "Beberapa hari lalu bapak saya meninggal dunia. Bapaadalah seorang ateis. Tetapi ia seorang bapak yang baik sekali. Kami empat anaksangat mengalami kasih sayangnya. Ia membawa kami semua ke gereja untukdibaptis menjadi Katolik. Apakah dengan begitu, bapak saya sekarang ada disurga?" Emanuelle mengajukan pertanyaan itu dengan kata-kata yang beratkarena ia menangis. Paus Fransiskus memberikan jawaban yang memuaskan danmenguatkan hati Emanuelle bersama ketiga saudaranya dan ibunya. Paus mengatakanbahwa Tuhan Allah yang membawa seseorang yang berhati baik ke surga. Siapa pundi dunia ini yang berbuat baik kepada sesamanya, sangat berkenan pada Tuhan. Iatentu sangat dikasihi Tuhan. Ia pasti ada di surga dan bukan di tempat yanglain. Persoalannya ialah bapak Emanuelle bukan seorang beriman.Ia seorang ateis. Dengan kata lain, di dalam pemahaman pada umumnya, ia tidakmengasihi Allah. Namun di dalam kenyataan hidupnya ia adalah seorang yang baik,penuh kasih sayang. Ia bahkan melakukan sebuah perbuatan kasih yang sangatbesar, yaitu membawa semua anaknya kepada Gereja, kepada Yesus, dan kepadaAllah. Berarti ia mengetahui ada Tuhan. Kepada Tuhan itu ia percayakankeluarganya. Ia sebenarnya sedang mengasihi Tuhan yang tidak iapercayai. Ini harus kita namakan sebagai beriman yang terselubung, berimansecara implisit, atau beriman yang hanya diketahui Tuhan Allah dan hatinya yangterdalam. Bahkan ia sendiri tidak menyadari bahwa di dalam bawah sadar danhatinya yang terdalam ada komunikasi dengan Tuhan. Oleh karena itu si Bapak inimau tidak mau sudah memiliki kasih kepada Tuhan, maka ia dengan kemauan yangbesar dan dalam kasih itu pula mempersembahkan anak-anaknya kepada Tuhan. Santo Yohanes di dalam bacaan pertama hari ini menegaskanbahwa barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudara dansesamanya. Kasih yang ia berikan atau bagikan kepada sesama itu adalah kasihyang sama yang ia dapatkan dari Tuhan, karena Tuhan yang lebih dahulu mengasihidia. Pengalaman si Bapak yang ateis kepada empat anaknya itu cukup memberikankita kesadaran dan pemahaman, bahwa kita sebagai orang-orang beriman tentusangat mengasihi Allah dan kita mengasihi juga saudara dan sesama kita. Inisemua adalah penggenapan kitab suci seperti yang diwartakan oleh Injil padahari ini. Pada saat kasih itu diungkapkan dan dibagikan, kitab suci menjadinyata. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus, buatlahkami tekun dengan Sabda-Mu, yaitu mendengar dengan semangat sebagai murid danmenjalankannya dengan penuh kasih, maka kami digenapi oleh firman-Mu. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin sesudah penampakan Tuhan, 5 Januari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 4, 2026 7:18


Dibawakan oleh Imelda Palma dan Agustinus Windu Aji dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 3: 22 - 4: 6; Mazmur tg 2: 7-8.10-11; Matius 4: 12-17.23-25.MENGIKUTI CAHAYABINTANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengikuti CahayaBintang. Peristiwa penampakan Tuhan, yang ditandai dengan kunjungan tiga orangmajus dari Timur yang memberikan persembahan mereka kepada bayi Yesus, masihkuat inspirasinya kepada kita. Tiga orang Majus itu akhirnya memilih jalan lainsetelah berjumpa dan mempersembahkan dirinya kepada Tuhan. Pilihan ini sangatbermakna dalam sebuah perjalanan iman. Pilihan jalan lain bermakna perubahan setelah orangberjumpa dengan Tuhan. Kekuatan dan karunia-Nya membuat seseorang tidak bisasama lagi seperti yang dulu. Di sini dapat kita pahami bahwa bintang yangmembimbing mereka sampai ke atas Bethlehem itu, tetap bercahaya dan membimbingmereka untuk berjalan terus di dalam hidupnya, yaitu di jalan baru yangdipilihnya itu. Bintang itu ialah Tuhan sendiri, yang dengan Roh-Nya mengaturdan menerangi setiap langkah kehidupan manusia.  Tuhan Yesus adalah bintang kita. He is our star. Orang-orang zaman sekarang suka memilih bintangkesukaannya entah dalam olahraga entah dalam bidang lain seperti musik, filmdan selebritas. Namun terkait dengan panggilan hidup dan keselamatan jiwa-jiwakita, bintang kita hanya satu, yaitu Yesus Kristus, yang kenangan kelahirannyatelah kita rayakan dalam hari Natal yang baru saja berlalu. Perjalanan hidupkita sejak awal tahun baru 2026 ini sepantasnya berada di bawah bimbingancahaya bintang Yesus Kristus. Menurut inspirasi bacaan-bacaan kita pada hari ini, palingkurang ada tiga kekuatan cahaya bintang Yesus Kristus. Yang pertama ialahcahaya pertobatan. Kekuatan cahaya ini mampu mengubah hati dan budi yangcenderung berseberangan dengan jalan Yesus Kristus. Ini dimulai dengan Herodesdan seluruh Yerusalem yang ragu, heran atau kurang percaya dengan kehadiranYesus Sang Juru Selamat. Yesus sendiri, menurut Injil Matius pada hari ini,menyerukan pertobatan itu. Sudah waktunya untuk bertobat, dan jangan sampaiwaktu yang istimewa itu berlalu pergi tanpa ada pertobatan. Kedua ialah cahaya doa dan keteguhan hati. Sebuah hubunganyang dekat dan menyatu dengan Tuhan perlu dijamin oleh semangat doa dan iman.Tanpa kedua unsur ini, hubungan akan menjadi kaku dan akhirnya berhenti. SuratYohanes yang pertama dalam bacaan pertama menyebutnya sebagai permintaan danpermohonan kita kepada Tuhan, yang selalu menjadi isi doa-doa kita. Ketigaialah cahaya pelayanan. Yesus adalah bintang utama kita dalam pelayanan, danhari ini ia memberikan teladan dengan mengajar dan memberitakan Injil,melenyapkan sakit dan derita orang-orang, serta mengusir roh-roh jahat yangmenyiksa hidup orang-orang yang dirasuki. Pelayanan adalah kasih itu sendiri. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik,semoga kami senantiasa taat pada kehendak-Mu yaitu melakukan tugas-tugasKerajaan Allah yang sudah Engkau teladankan kepada kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Campur-campur Boleh Untuk Makanan Tapi Bukan Untuk Iman

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jan 3, 2026 3:26


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini CAMPUR-CAMPUR BOLEH UNTUK MAKANAN, TAPI BUKAN UNTUK IMANDiambil dari:Kisah Para Rasul 4:12 (TB)“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”Wonder Kids, Kita hidup di dunia yang suka mencampur-campur banyak hal.Misalnya, ketika kamu membeli makanan seperti soto atau bakso, kamu bisa menambah apa saja—sambal, kecap, bawang goreng, atau apa pun yang kamu suka. Campur-campur begitu boleh dan enak! Tapi masalahnya, ada orang yang memperlakukan iman seperti itu juga.Mereka suka bagian Yesus yang penuh kasih, yang menyembuhkan orang dan mengasihi anak-anak, tetapi mereka tidak suka ketika Yesus meminta kita untuk percaya dan taat sepenuh hati.Ada orang yang ingin mengambil sebagian dari ajaran kekristenan, lalu mencampurnya dengan kepercayaan lain. Itu disebut sinkretisme, dan itu adalah ide yang salah.Alkitab mengajarkan bahwa hanya ada satu jalan untuk diselamatkan, yaitu jalan yang Tuhan tentukan. Ketika Yesus mati dan bangkit, murid-murid-Nya memberitakan Injil ke mana-mana. Di Kisah Para Rasul 4, Petrus dan Yohanes ditanya oleh para pemimpin agama, “Dengan kuasa siapa kamu melakukan semua ini?” Petrus menjawab dengan tegas bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus. Tidak ada jalan lain. Tidak ada nama lain.Hanya Yesus yang bisa menyelamatkan kita. Campur-campur itu enak untuk makanan, tetapi untuk iman, hanya ada satu pilihan yang benar, yaitu Yesus Kristus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan bagian dari ajaran Yesus yang paling kamu sukai.Lalu ingatlah: kita tidak boleh memilih-milih bagian yang enak saja—kita perlu menerima seluruh ajaran Tuhan dengan taat dan percaya.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, Engkau lebih dari sekadar Tuhan yang baik dan penuh kasih. Engkau adalah satu-satunya jalan keselamatan. Tolong aku menerima dan mengasihi seluruh ajaran-Mu, bukan hanya bagian yang kusukai. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: untuk iman, hanya Yesus Kristus yang benar dan menyelamatkan. Tuhan Yesus memberkati

Renungan Anak GKY Mabes
Mengapa Ada Orang Yang Meragukan? (2 Januari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jan 1, 2026 3:04


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan kita hari ini adalah MENGAPA ADA ORANG YANG MERAGUKANDiambil dari:Yudas 1:22 (TB)“Tunjukanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu.”Wonder kids, menurut sebuah artikel ilmu pengetahuan, ada jenis monyet yang menyapa temannya bukan dengan lambaian tangan, tetapi dengan cara menyentuh hidung satu sama lain. Aneh dan sulit dipercaya, kan? Begitu juga, ada hal-hal dalam hidup ini yang terlihat aneh atau sulit dimengerti sehingga orang menjadi ragu.Orang yang belum percaya Yesus bisa melihat kehidupan orang Kristen sebagai sesuatu yang berbeda dari pengalaman mereka. Kita ke gereja setiap minggu, menyanyi, berdoa, dan mendengar firman dari Alkitab. Bagi sebagian orang, itu terlihat tidak biasa.Ada juga orang yang ragu karena mereka belum benar-benar mengerti.Mereka bertanya:Benarkah Tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta peduli pada setiap kita?Benarkah Yesus mati menggantikan kita dan bangkit kembali?Semua itu terdengar luar biasa—tetapi semuanya benar!Karena itu Tuhan mengingatkan kita untuk bersabar kepada orang-orang yang masih ragu.Kalau kita bersikap sombong atau merendahkan orang lain, mereka akan semakin sulit percaya. Tetapi ketika kita menunjukkan kasih, kerendahan hati, dan kebaikan, orang dapat melihat Yesus melalui hidup kita. Hidup kita bisa menjadi kesaksian yang membuat Injil lebih mudah dipercaya. Wonder Kids, mari kita menyapa dan memperlakukan semua orang dengan ramah—bukan dengan cara aneh seperti monyet tadi, tetapi dengan kasih dari Tuhan Yesus.Hari ini, Wonder Kids, lakukan ini:Tunjukkan satu tindakan kasih kepada seseorang yang mungkin belum percaya kepada Tuhan.Senyumlah, sapa, atau lakukan kebaikan kecil yang membuat mereka merasa diperhatikan.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku menjadi anak yang penuh kasih dan sabar kepada orang-orang yang masih ragu. Jadikan hidupku terang agar orang lain dapat melihat Engkau melalui perbuatanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: melalui tindakan kasihmu, orang lain bisa melihat bahwa Yesus itu nyata. Tuhan Yesus memberkati

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis, hari ke-8 Oktaf Natal, 1 Januari 2026, Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 31, 2025 8:49


Dibawakan oleh Rini Sudarno dari Gereja Santo Ambrosius, Paroki Villa Melati Mas di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Bilangan 6: 22-27; Mazmur tg 67: 2-3.5.6.8; Galatia 4: 4-7; Lukas 2: 16-21.BUNDA YANGKEIBUAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Bunda YangKeibuan. Pada hari ini seluruh Gereja merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah,sebuah perayaan besar untuk Bunda kita yang kita semua rayakan pada hari ke-8setelah kelahiran Yesus Kristus. Pada hari ke-8 kelahiran-Nya ini juga, Yesusuntuk pertama kali menumpahkan darah-Nya melalui ritual sunatan sesuai adatistiadat setempat. Bunda-Nya Maria, tentu sebagai orang yang paling bertanggungjawab untuk merawat luka pada Putra-Nya itu, yang bagi anak bayi sangatlahsakit. Ibunda pasti berulang kali melap darah yang keluar selama luka masihbelum sembuh. Darah merupakan simbol sangat kuat untuk menghubungkanseorang ibu dengan anaknya. Rahim ibu yang dihuni anak selama dalam kandunganmemperlihatkan suatu hubungan darah yang tak terpisahkan antara keduanya, danitu menjadi sangat jelas ketika bayi itu dilahirkan, ia bermandikan darahibunya sebelum menikmati dunia baru di luar tubuh ibunda. Maria dan para ibu senantiasamemperlihatkan betapa hubungan darah itu berlanjut sampai anak itu tumbuhmenjadi besar dan dewasa. Bunda Maria menikmati hidup penuh dengan darahbersama Putra-Nya, khususnya selama di kaki salib di Golgota dan saat memangkujenazah Yesus Kristus, la pieta.  Para ibu kita di dunia, tentu saja bersama suami atau bapakita, merasakan betapa sakit di tubuh mereka jika anak-anaknya menderita. Darahmereka bagai mengalir deras tanda tak tahan penderitaan itu. Betapa merekabersuka cita saat anak mereka bahagia, saat darah dalam tubuh merekabersirkulasi baik sehingga mereka tampak ceria dan senang. Betapa susah senanganak-anaknya di dunia membuat darah mereka tenang, rendah, dan naik. Darah ituyang menyatukan ibu dan anak, sehingga hubungan ini pada prinsipnya hanya dapatdiputuskan oleh kematian. Ini semua menggambarkan bahwa seorang bunda ituberhati keibuan. Wanita yang melahirkan kita itu keibuan karena kasih danperhatiannya kepada kita yang dapat disejajarkan dengan Tuhan Allah yangmencintai kita ciptaan-Nya. Di hari istimewa untuk merayakan Maria Bunda Allah ini,kiranya hati kita semua penuh dengan suka cita dan bersyukur. Natal yangmempertemukan kita dengan Yesus dan Keluarga Nazareth, membuat suka cita kitapenuh dan kita ingin membawanya sepanjang satu tahun ke depan. Kita mestimemulai tahun ini dengan suka cita dan optimisme, dan itu adalah isi Injil yangakan kita wartakan. Figur bunda yang keibuan, pada dasarnya pada diri wanita,sangat sentral dalam hidup kita. Maka kita mesti bersyukur sangat mendalamkarena Tuhan amat baik memberikan karunia bunda, ibu, dan wanita kepada kita.Hidup kita tak bisa menjadi hidup yang sesungguhnya kalau tak punya seorangbunda yang keibuan. Bunda Maria adalah ibu kandungrohani kita semua yang sudah mendapat martabat putra dan putri Allah atausaudara dan saudari Yesus Kristus. Bunda Maria menolong kita untuk melepaskanmanusia lama kita demi mengenakan manusia baru dalam diri kita, yaitu sebagaiorang-orang milik Yesus Kristus. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa maha baik,terima kasih berlimpah atas karunia Bunda Allah dan ibu kami masing-masing,jadikanlah kami anak-anak yang selalu setia pada ibu kami dan tetap mendoakanmereka. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam Oktaf Natal ke-5, 29 Desember 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 28, 2025 8:05


Dibawakan oleh Ningrum dari Paroki Santo Mikhael Pangkalan Yogyakarta dan Wismu dari Paroki Kristus Raya Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 3-11; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.5b-6; Lukas 2: 22-35.SUKA CITA GRATIS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Suka Cita Gratis.Para pastor, biarawan dan biarawati mengadakan reuni di paroki asalnya. Suasanadan pesta begitu meriah dan penuh dengan kenangan. Salah satu kenangan ialahmereka berjumpa dengan Tante Maria, seorang janda tak beranak yang menjadikoster di gereja Paroki sudah sekian puluhan tahun. Banyak pastor danbiarawan-biarawati sudah mengenal Tante Maria sebagai koster sejak mereka masihanak-anak. Reuni itu sungguh menjadi peristiwa penuh rahmat bagi koster Maria. Bagi Tante Maria, bekerja dan melayani di Gereja dalamsisa hidupnya merupakan sebuah suka cita yang tidak berakhir. Suka cita inigratis, karena tidak perlu proses yang berbelit, tidak ada lamaran dan teskepegawaian. Ia hanya perlu kemauan, kegembiraan, suka rela, dan iman yangkuat. Ini juga menjadi pengalaman Simeon dan Hana, orang-orang usia tua yangmengabdikan hidupnya di dalam bait suci, dalam doa dan pengorbanan. Merekatemukan suka cita di situ. Mereka berharap suatu saat yang tepat, akan datang pembebasanbagi bangsanya.  Baik Tante Maria maupun Simeon dan Hana, merekamenginspirasikan kita tentang suka cita yang merupakan rahmat dari Tuhan.Menurut kitab suci, rahmat itu gratis dan sungguh tidak perlu diberi harga.Yang sangat diperlukan ialah kerelaan kita untuk menetap dan berbakti kepadaTuhan melalui Gereja-Nya, maka rahmat dan berkat itu akan dicurahkan kepadakita dengan melimpah. Tante Maria menemukan Tuhan Yesus, dan secara konkret iareuni dengan buah-buah panggilan Tuhan dari parokinya. Simeon dan Hana sendiriberjumpa dengan kanak Yesus dan ia menganggap bahwa hidupnya sudah penuh dancukup. Kita mesti dapat belajar dari inspirasi ini. Yesus Kristusdi dalam masa Natal ini, mesti dapat memberikan paling kurang satu jawaban ataspertanyaan, keraguan, pencarian atau harapan kita. Jawaban itu kita dapatkanselama tahun yang sedang berlalu pergi dan semakin terwujud pada tahun yangakan datang ini. Dengan demikian kita sungguh meyakini dan mengerti bahwa sukacita dari Tuhan memang cuma-cuma atau gratis. Kita masing-masing dapatmenyebutkannya, khususnya pada saat berdoa dan berbicara dengan Tuhan. Tante Maria, Simeon dan Hana meluapkan kegirangan dan sukacitanya. Mereka menemukan makna Injil yang sesungguhnya, yaitu Tuhan yangdatang menjumpai dan memberikan makna bagi hidup mereka. Semoga kita semua jugadapat menemukan suka cita yang demikian. Injil yang telah terbuka maknanya danmembentuk hidup kita merupakan Injil kehidupan, oleh karena itu kita sebutsebagai kabar  gembira. Kabar itu harusdapat kita wartakan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, berkatilah kami dalam semangat untuk menyukuri semua kebaikan danhasil yang kami capai dalam setiap pekerjaan dan pengorbanan kami. Berikan kamisemangat untuk selalu bekerja keras. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam Oktaf Natal ke-3, 27 Desember 2025, Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Penulis Injil

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 26, 2025 7:44


Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. 1 Yohanes 1: 1-4; Mazmur tg 97: 1-2.5-6.11-12; Yohanes 20: 2-8.CINTA YANG DALAMDAN TAK BERAKHIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Cinta Yang DalamDan Tak Berakhir. Pada hari ini kita merayakan pesta Santo Yohanes, rasul danpengarang Injil. Injil bercerita bahwa Yohanes adalah adik rasul Yakobus yangdipanggil berdua oleh Yesus saat mereka bersama ayah Zebedeus sedang melaut diDanau Galilea. Yohanes selalu tampil bertiga Petrus dan Yakobus mendampingiYesus.  Masih dalam suasana Natal, selain kita diperkenalkanprofil salib sebagai cara untuk mengambil bagian di dalam Kristus dan nantinyamencapai kemuliaan, kita juga diperkenalkan untuk mencapai kemuliaan kerajaanAllah melalui cinta yang dalam dan tak berakhir. Kita dapat katakan bahwa cintasejati atau genuine love itu sangatdikaitkan dengan Santo Yohanes rasul. Alasan yang sangat mendasari ini ialahInjil yang ditulisnya berisi ajaran cinta kasih yang sangat mendalam. Misalnya,tentang roti hidup dan gembala yang baik, yang berisi ajaran cinta kasih yangamat dalam maknanya. Alasan lain yang ditunjukkan Injil hari ini ialah karenaia yang paling pertama dari kalangan rasul dan murid Yesus yang mengerti danpercaya akan kebangkitan Yesus. Cintanya kepada Yesus begitu mendalam, sehinggadalam keadaan yang sulit dan mencemaskan pun pemahaman dan imannya kepada Tuhantidak pernah berkurang. Kekhususan rasul Yohanes ini terungkap dalam InjilKeempat bahwa rasul ini adalah yang paling dikasihi Tuhan. Ini adalah suatu pandanganyang sangat kuat dan mengikat, karena ia sendiri yang menuliskan itu. Pendapat yang lebih dapat diterima bersama ialah bahwadengan satu pribadi yang sangat dikasihi oleh Tuhan namun tak dijelaskanidentitas persisnya, bermaksud untuk menunjukkan semua pengikut Kristus: entahrasul dan murid, entah pria dan wanita, entah orang muda dan dewasa, entah yangsekolah atau terdidik dan tidak, entah orang tua dan anak-anak, semua ituadalah pribadi-pribadi yang dikasihi Tuhan. Berarti, saya secara pribadidikasihi oleh Tuhan. Anda juga dikasih Tuhan secara pribadi. Dia mendapatkan jugakasih secara pribadi dari Tuhan. Setiap orang pada dasarnya berhak dikasihioleh Tuhan maha pengasih. Adalah sungguh indah mengalami kasih dari Tuhan yangdiberikan ke pribadi kita masing-masing, dicurahkan dengan sempurna, dijaminkualitasnya sampai selamanya, dan tak bersyarat apa pun. Yang penting kasih itudatang ke dalam hidup pribadi Anda dan saya. Ketika setiap orang dalam setiapkesadarannya mengakui dicintai seperti ini, ia sesungguhnya sedang mengalamikasih yang sejati. Di dalam masa Natal ini, kiranya kita berusaha untukmenerima kasih itu dari Tuhan lebih daripada biasanya, persis pada saat-saatbersama Yesus dan keluarga Nazareth yang hidup penuh dalam kasih. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus dankeluarga Nazareth, kami ingin hidup dalam terang dan suasana keluarga-Mu yangtenang dan damai, maka anugerahkanlah kami rahmat ini ke dalamkeluarga-keluarga kami di dunia ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus ... Dalam nama Bapa ...

Renungan SeRoJa
Renungan SeRoJa, Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Penulis Injil, 27 Desember 2025

Renungan SeRoJa

Play Episode Listen Later Dec 26, 2025 5:33


Renungan SeRoJa, Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Penulis Injil, 27 Desember 2025

AWR Javanese - Radio Suara Kebahagiaan
“PARA GURU LAN WONG TUWA MAKARYA BEBARENGAN 3” “KABENERAN NELUKAKE PIALA”

AWR Javanese - Radio Suara Kebahagiaan

Play Episode Listen Later Dec 12, 2025 29:00


“Prinsip-prinsip Sabda Allah kudu digawa nyang sakjerone urip sakjerone bale wisma lan sekolah” “Wong-wong sing nandhang sangsara marga saka kayekten ngerti ajine Injil sing murni”

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 6 Desember 2025 - Menerima dan Ijinkan Dia masuk dalam Hidup

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Dec 5, 2025 4:23


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 6 Desember 2025Bacaan: "Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita." (Lukas 19:6)Renungan: Menjadi buah bibir bisa menyenangkan dan juga bisa tidak menyenangkan. Akan menyenangkan bila apa yang dibicarakan adalah hal-hal yang baik. Tetapi menjadi tidak menyenangkan bila yang dibicarakan adalah hal-hal yang tidak baik. Hal itu seperti yang dialami Zakheus. Pada mulanya Zakheus adalah sosok yang tidak menyenangkan. Ke mana saja ia melangkah pastilah sorot mata sinis dan benci selalu mengikutinya. Itulah risikonya sebagai seorang pemungut cukai. Cap orang berdosa sudah begitu melekat pada diri Zakheus sehingga orang-orangpun heran melihat Yesus yang suci mau menginap di rumahnya. Tetapi setelah Zakheus bertobat, ia menjadi buah bibir malaikat-malaikat di sorga karena pertobatannya. Apakah kita telah menjadi buah bibir karena hal-hal yang tidak baik yang telah kita lakukan? Kita tidak akan dapat meredam semua pembicaraan orang yang jelek-jelek tentang kita kecuali kita mampu menghasilkan buah roh yang baik dalam hidup kita. Kita tidak akan mampu menghasilkan buah roh kecuali kita menerima Yesus dalam hidup kita. Mari kita belajar seperti Zakheus, yang menerima Yesus masuk di dalam hatinya, sehingga ia menjadi buah bibir yang baik. Yesus akan mengubahkan kehidupan kita sehingga kita yang tadinya selalu menjadi buah bibir yang jelek karena sifat kikir, pemarah, suka gosip, suka ngutang, suka berdukun dan sebagainya sekarang berubah menjadi baik. Perubahan hidup kita adalah Injil terbuka yang siap dibaca semua orang. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, masuklah dalam hidupku, aku mau menerima Engkau sebagai Tuhan dan juruselamat dalam hidupku. Ubahlah setiap pikiran, perkataan dan perbuatanku, sehingga apa yang kupikirkan, kukatakan dan kuperbuat sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-1 Adven, 6 Desember 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Dec 5, 2025 9:22


Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 30: 19-21.23-26; Mazmur tg 147: 1-2.3-4.5-6; Matius 9: 35 - 10: 1.6-8.YESUS MEMANGGIL DAN MEMBERI KITAKUASA-NYA Renungan kita pada hari ini bertema: Yesus Memanggildan Memberi Kita Kuasa-Nya. Ada seorang perawat yang bekerja di ruang gawatdarurat rumah sakit. Setiap hari ia melihat orang datang dengan berbagai lukadan kecemasan. Suatu malam, seorang pasien tua masuk dalam keadaan panik karenatidak ada keluarga yang menemaninya. Perawat itu duduk sebentar, menggenggamtangan pasien itu, dan berkata, “Saya di sini, Bapak tidak sendirian.” Kalimatitu sederhana, tetapi membuat pasien itu tenang. Perawat itu mungkin merasahanya melakukan tugas kecil, tetapi sesungguhnya ia sedang menjadi “gembala”yang hadir bagi seorang domba yang tersesat. Melalui dirinya, Allah berbicara: “Inilahjalannya, ikutilah jalan ini—jalan belas kasih.”  Di dalam Injil hari ini, kita melihat Yesus memandangkerumunan orang banyak dengan hati yang tergerak oleh belas kasih. Ia melihatmereka seperti domba tanpa gembala—lelah, tersesat, dan haus akan pengharapan.Pandangan Yesus ini lebih dari sekadar simpati; Ia melihat kebutuhan terdalammanusia, dan Ia merespons dengan tindakan. Yesus tidak tinggal diam melihatdunia yang terluka, tetapi Ia hadir sebagai Gembala Sejati yang menuntun,memulihkan, dan mencurahkan hidup. Selanjutnya, Yesus memanggil dua belas murid-Nya. Iatidak hanya memilih mereka, tetapi juga memberi mereka kuasa untukmelakukan pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya hanya dilakukan oleh-Nya:menyembuhkan, memulihkan, menghalau roh jahat, dan mewartakan bahwa KerajaanAllah sudah dekat. Dengan tindakan ini, Yesus mempercayakan misi-Nya kepadapara murid. Mereka tidak berjalan dengan kekuatan sendiri, melainkan membawakuasa yang berasal dari Tuhan. Di sinilah kita melihat bahwa panggilan selaludisertai dengan perlengkapan dari Allah. Panggilan Yesus pada zaman para rasul terus berlanjuthingga hari ini. Setiap orang yang percaya, apa pun profesinya, dipanggil untukmenjadi tanda kehadiran Kerajaan Allah. Ada yang dipanggil menjadi gembaladalam Gereja, ada yang menjadi pendidik, tenaga kesehatan, pelayan sosial, atauanggota keluarga yang setia. Dalam setiap panggilan itu, Yesus memberikankuasa-Nya: kuasa untuk mengasihi lebih besar, untuk bertahan dalam kesulitan,untuk menyembuhkan luka batin orang lain, serta untuk menjadi pembawa damai.Kita tidak diutus sendirian; Roh Kuduslah yang bekerja melalui kita. Sering kali, panggilan Tuhan datang dalam situasi yangtampaknya biasa saja. Sebuah kata kecil, kebutuhan seorang saudara, atau seruandari orang yang terluka bisa menjadi undangan bagi kita untuk bertindak. Yesusmemanggil kita bukan karena kita sempurna, tetapi karena Ia ingin menyatakankuasa-Nya melalui keterbatasan kita. Seperti para murid yang sederhana namundiutus untuk karya besar, begitu pula kita dipanggil untuk menyatakan wajahAllah di tengah dunia: menghadirkan pengharapan, membawa sukacita, danmenyembuhkan yang terluka. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahakuasa, penuhilah kami kuasa Roh-Mu dan mampukanlah kamiuntuk menjalankan kehendak-Mu seperti yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus,Tuhan dan Guru kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam namaBapa …

REFORMING LIFE
Jonathan Edwards: Religious Affections

REFORMING LIFE

Play Episode Listen Later Nov 23, 2025 57:42


Pada suatu masa dalam pelayanan dari Jonathan Edwards, Ia mendapati bahwa banyak jemaatnya mengikuti kebaktian-kebaktian Injil dan beberapa diantara mereka mulai menangis, gemetar, sujud, ... Edwards percaya ini adalah suatu tanda bahwa jemaatnya mengalami kebangunan rohani. Tapi, beberapa waktu kemudian ia mendapati bahwa tidak ada perubahan hidup dalam kehidupan jemaatnya, orang yang berbuat dosa masih terikat pada kehidupannya yang lama. Hal ini membuatnya merenungkan suatu pertanyaan penting, apa itu tanda pertobatan sejati?

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu, Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, 23 November 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Nov 22, 2025 12:14


Dibawakan oleh Rini, Tirto, Hendry dan Pater Peter, SDB dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Samuel 5: 1-3; Mazmur tg 122: 1-2.4-5; Kolose 1: 12-20; Lukas 23: 35-43.TIGA HADIAH BAGIRAJA KRISTUS Tema renungan kita pada hari Minggu, Hari Raya Tuhan KitaYesus Kristus Raja Semesta Allah ini ialah: Tiga Hadiah Bagi Raja Kristus. Kitamengakhiri tahun liturgi C dengan satu perayaan besar, yaitu hari raya Kristussebagai raja kita dan segenap semesta. Seorang raja yang dimuliakan dandihormati pada pestanya yang amat spesial, ia berada di istana dan duduk ditakhtanya. Setiap orang datang dari seluruh kerajaan untuk menyembah danmemberikan tanda syukur. Pengunjung tak lupa membawa hadiah atau oleh-oleh bagisang raja. Ini adalah suatu kebiasaan umum dalam kehidupan kerajaandi dunia. Bagi Tuhan Yesus Kristus sebagai raja, orang bisa saja bertanya: kemana kita pergi untuk mengunjungi dan memberinya oleh-oleh atau hadiah kita?Yang jelas, di dunia ini Yesus tidak punya istana dan takhta. Ia tidak punyapara serdadu dan staf yang mengelilinginya di istana. Injil kita pada hari inimenggambarkan bahwa istana dan takhta Yesus ialah bukit Golgota dan kayu salibyang berdiri tempat Ia bergantung, di tengah hujatan dan siksaan paramusuh-Nya. Kita yang menjadi anggota Kerajaan Yesus Kristus pastimemiliki sikap iman yang benar, sehingga dapat datang mengunjungi Raja kitadengan tanpa rasa malu, sakit hati, dan marah. Justru sebaliknya, kita harusdatang dengan sebuah sikap penuh suka cita dan syukur. Mengapa? Karena RajaKristus sangat berbeda dari raja-raja dunia ini, yang sama dengan raja Daud,yang akan lenyap bersama segala kekuasaannya. Raja Kristus berkuasa di duniadan di akhirat. Di dalam surga terletak istana dan takhta-Nya. Kerajaan-Nyaadalah kerajaan Terang.  Dengan memandang Raja Kristus yang tersalib, hadiah-hadiahyang seharusnya kita berikan kepada-Nya ialah iman, kasih dan harapan kita.Para pemimpin seharusnya adalah guru iman, tetapi mereka justru menghina danmengutuk Yesus tersalib. Kita mesti mempersembahkan iman yang benar kepada Rajakita, karena di dalam dan melalui Dia iman kita kepada Tuhan tumbuh danberbuah. Kita percaya, Ia menderita sengsara dalam pemerintahan PontiusPilatus, disalibkan, wafat dan dimakamkan. Kita percaya takhtanya di dunia ialahSalib. Para prajurit dengan sombongnya menghina diri-Nya sebagairaja, bagaikan orang-orang yang tidak punya kasih. Padahal hidup merekasepenuhnya adalah hamba dan pelayan, tetapi mereka benar-benar tidak memilikikasih dalam memperlakukan Yesus Kristus. Kita harus memperlakukan Yesus Kristusdengan kasih yang benar, yaitu melalui penyangkalan diri dalam mengikuti jalansalib-Nya. Seorang kriminal yang dihukum bersama Yesus ikut menghina Yesus, danini merefleksikan betapa para pendosa dan marginal mengharapkan keselamatanmelalui tindakan Yesus Kristus. Kita juga memiliki pengharapan itu, yaitu kitamati bersama Kristus dan bangkit tetap bersama Dia. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, sangRaja kami, kuatkanlah kami dalam jalan menuju ke puncak keselamatan denganmengikut teladan-Mu dalam menyangkal diri dan memanggul salib kehidupan kami.Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-33 masa biasa, 22 November 2025, Peringatan Santa Sesilia, Perawan dan Martir

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Nov 21, 2025 6:49


Dibawakan oleh Victor dan Ade dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Makabe 6: 1-13; Mazmur tg 9: 2-3.4.6.16b.19; Lukas 20: 27-40.PENASARANTENTANG HIDUP SETELAH MATI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Penasaran TentangHidup Setelah Mati. Seorang remaja baru saja menjadi yatim piatu. Bapak danibunya meninggal dunia berturut-turut tahun lalu dan pertengahan tahun ini.Pada saat banyak orang datang melayat ibunya, mereka mengungkapkan kesedihandan menangis dalam haru.  Tetapi remaja itu tetap tenang dan menyambut setiap orangyang datang. Berapa orang bertanya mengapa ia tidak kelihatan sedih danmenangis. Ia menjawab bahwa ia hanya menangis pada saat-saat awal kematian.Setelah itu ia merasa damai dan penuh optimisme. Ia percaya ibunya akan bertemubapanya di surga. Keyakinan orang muda ini bahwa ibu dan bapaknya hidupkembali di surga pasti tidak dipercayai orang-orang Saduki yang disebutkandalam bacaan Injil hari ini. Mereka tidak percaya akan kebangkitan badan,demikian juga keberadaan surga. Oleh karena itu mereka juga tidak percayaadanya malaikat-malaikat. Mereka hanya percaya bahwa surga itu adalah rasagembira dan kepuasan dunia ini. Apakah anggapan bahwa tidak ada kebangkitan badan dantidak adanya surga masih ada di sekitar kita? Kita yang mengikuti renunganharian dan yang tekun dalam iman yang otentik, tentu tidak termasuk kategoriitu. Kita juga tidak ingin mengambil risiko untuk  memaksakan diri masuk dalam kelompokorang-orang yang tidak percaya akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal.  Di balik risiko itu ialah suatu nasib seperti orang yangbertemu jalan buntu setelah melalui liku-liku hidup di dunia ini. Akhir darisemua itu hanyalah kematian dan tidak ada yang lain. Kalau akhir atau ujungnyaadalah kematian, konsekuensinya ialah semangat hidup dan fokus orang-orang didunia ini hanya untuk menikmati dunia ini saja dengan segala macam cara dansituasinya. Karena setelah dari dunia ini tak ada apa-apa lagi yang akandinikmati.  Misalnya tentang kawin dan hidup berkeluarga. Akhir hidupdi dunia ini adalah kematian. Namun kehidupan baru akan berlanjut di dalamkebangkitan sebagai para roh, yang hidupnya sebagai saudara-saudari sesama anakTuhan yang sudah tidak perlu lagi hidup seperti di dunia. Roh tidak bisa kawin,yang kawin adalah badan. Kita hanya perlu mempersiapkan diri untuk menyambutkematian dan kebangkitan. Masing-masing kita harus pertama-tama yakin, kemudiankita perlu meyakinkan orang lain keyakinan yang sangat utama ini. Kalau ada yang penasaran kehidupan setelah mati sepertiapa, jawaban satu-satunya yang pasti ialah Yesus, karena hanya Dia yang telahkembali dari kematian. Kita hanya perlu mendengarkan dan mengikuti Dia. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allah maha pengasih,kuatkanlah iman kami akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal yang kamiselalu rindukan dan doakan. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-33 masa biasa, 19 November 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Nov 18, 2025 9:53


Dibawakan oleh Adrianus A. Guntur dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Makabe 7: 1.20-31; Mazmur tg 17: 1.5-6.8b.15; Lukas 19: 11-28.SATU CARA UNTUKKALAHKAN TERORISME Tema renungan kita pada hari ini ialah: Satu Cara UntukKalahkan Terorisme. Di dalam satu grup Whatsapp orang-orang muda, ada satudiskusi menarik tentang kejahatan-kejahatan terhadap anggota-anggota Gereja.Ada Uskup, imam dan biarawan yang dibunuh. Ada orang awam, keluarga, orang mudaatau anak-anak yang dianiaya, hanya karena mereka beriman kepada Kristus dansebagai orang Katolik. Secara umum diskusi itu mengungkapkan perasaan takut,waspada dan geram terhadap kejahatan-kejahatan tersebut. Namun akhirnya paraorang muda tersebut memiliki kesepakatan bahwa kejahatan tersebut pada dasarnyaterjadi pada Yesus Kristus dengan penderitaan salib-Nya yang sangat memalukan.Yesus sendiri janjikan kepada para pengikut-Nya, kita semua anggota Gereja,bahwa kejahatan dan penderitaan yang sama akan kita hadapi. Singkatnya, Gerejayang mengalami nasib sebagai martir adalah bagian dari perjalanan iman kita.  Dalam banyak peristiwa, perlakuan keji terhadap paramartir dan anggota Gereja di mana pun sampai saat ini dapat digolongkan sebagaiterorisme. Bacaan pertama hari ini dari kitab kedua Makabe menggambarkankebrutalan terorisme itu. Raja Antiokus dan orang-orangnya membantai tujuhbersaudara Yahudi: menguliti kepala, memenggal tubuh, menggoreng mereka satudemi satu, sambil anak lelaki lain dan ibu mereka dipaksa menyaksikannya. Sangibu dipaksa supaya membujuk anak-anak yang masih hidup untuk meninggalkan imankepada Tuhan, atau menghilangkan tradisi suci nenek moyang yang religius.  Tetapi aksi melawan balik dengan terorisme rohani dariiman yang kuat kepada Tuhan dan tradisi suci ternyata lebih kuat. Anak-anakyang dibujuk itu menang demi Tuhan meski mereka harus dibunuh juga sebagaimartir. Akhirnya sang bunda juga ikut dibunuh dan menjadi martir. Iman keluargaitu begitu kuat sehingga dapat mengalahkan teroris. Sampai dengan saat ini,satu-satunya cara yang Gereja pakai untuk melawan teroris ialah bertahan dalamiman meski diancam mati sekalipun.  Pengalaman kemartiran di atas cukup buat kita untukmengindahkan iman dan kehidupan rohani kita. Kita bangga dan gembira sebagaianggota Gereja yang sudah dibesarkan dan dikuatkan oleh para martir. Kitamungkin tidak mengalami perlakukan keji seperti mereka. Tetapi tantangan besarkita yaitu mempertahankan iman ini. Caranya ialah mempertanggungjawabkan itusecara benar dan berdampak indah. Para hamba yang memperbanyak talentaberlipat-lipat, seperti yang digambarkan perumpamaan Yesus dalam Injil hariini,  dapat menjadi contoh bagi kitauntuk beriman yang bertanggung jawab. Dengan mempertanggungjawabkan iman dibumi, kita akan dengan mudah mempertanggungjawabkan iman di akhirat nanti. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa yang murah hati,perkuatkanlah kami untuk dapat menolak rasa takut, mudah putus asa dan cepatmenyerah, tetapi menyanggupi kuasa Roh Kudus untuk menjadikan kami anak-anak-Muyang bertanggung jawab. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Podcast Literatur Perkantas Nasional
KISAH BUKU "Seri Kristen Abad XXI (Injil) "—Firman Allah

Podcast Literatur Perkantas Nasional

Play Episode Listen Later Nov 16, 2025 6:17


Buku "Seri Kristen Abad XXI—Injil: Sebuah Pesan Pengubah Kehidupan" (John Stott & Tim Chester)

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-33 masa biasa, 17 November 2025, Peringatan Santa Elisabet dari Hungaria, Biarawati

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Nov 16, 2025 7:06


Dibawakan oleh Ronald Gunawan dari Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Makabe 1: 10-15.41-43.54-57.62-64; Mazmur tg 119: 53.61.134.150.155.158; Lukas 18: 35-43.SEMOGA DAPATMELIHAT Renungan kita pada hari ini bertema: Semoga DapatMelihat.  Ada cerita di dalam perjanjianlama, tentang sejumlah orang Israel memilih untuk tunduk kepada raja AntiokusEpifanes dalam hal menyembah allah-allah orang yang tidak percaya kepada Tuhan.Sebagai hasilnya, mereka membangun sebuah gelanggang olah raga di Yerusalemserta banyak kuil di tengah tradisi mereka yang sangat religius.  Namun tindakan mereka ini ditentang oleh sesama orangYahudi lain yang tetap bertahan dengan imannya kepada Tuhan Allah nenek moyang.Yang bertahan ini melihat Tuhan dengan amat jelas. Sedangkan yang berbalikuntuk menyembah berhala sudah tertutup matanya untuk dapat melihat danmenyembah Tuhan Allah yang benar. Ini merupakan isi bacaan pertama kita yangdiambil dari kitab pertama Makabe.  Keadaan itu juga digambarkan di dalam Injil. Orang-orangyang sangat duniawi sifatnya ingin menghalangi pertemuan orang buta denganYesus supaya ia mendapatkan penyembuhan dan penglihatan. Sementara itu si butaitu punya iman. Ia melihat dan memanggil Tuhan. Kehidupan kita jugaterbagi-bagi antara mata iman yang jernih sehingga dapat melihat dengan jelasdan mata duniawi yang kabur bahkan buta, maka tidak dapat melihat rahasiakemuliaan Tuhan. Mereka yang konsisten dan setia dalam imannya dianggapmemiliki penglihatan iman yang jernih, nyata dan terang. Penglihatan inimenciptakan suatu keyakinan atau kepercayaan. Mata iman seperti ini membentukhidup seorang beriman, sehingga meskipun ia berada di dalam keadaan hidup yangsulit, terancam dan teraniaya, keyakinan imannya itulah yang mempertahankanhidupnya. Mereka melihat dan mengalami bencana, pembunuhan, kelaparan, penyakitdan keterlantaran, mereka akan menyikapi itu dengan suatu keyakinan iman yangmewarnai semua sikap hidupnya. Namun mungkin banyak di antara kita memiliki kesulitanuntuk melihat dengan memakai mata iman. Mungkin kita yang mendengar renunganini bukan termasuk orang-orang yang memuja berhala, atau yang meninggalkan imandan yang memusuhi orang-orang yang beriman. Tetapi bisa jadi, di tengahkesulitan atau penderitaan baik rohani maupun jasmani, ada orang yang tidaksanggup menghadapi itu dengan sikap imannya. Mungkin orang langsung berpikirnegatif, atau melihatnya hanya dari segi fisik, lahiriah, atau materi. Akibatnya,jiwa mereka menjadi rapuh dan mudah putus asa. Tetapi seandainya jiwanya kuat,keyakinan imannya teguh, penglihatan imannya jelas, mereka akan tetapmengandalkan Tuhan dalam seluruh sisi hidupnya. Maka doa yang pantas kitapanjatkan ialah: ya Tuhan, semoga aku dapat melihat. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa maha bijaksana,semoga kami mampu melihat dengan mata iman semua kenyataan hidup ini, terutamadi dalam kesulitan dan penderitaan. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam namaBapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-33, 16 November 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Nov 15, 2025 12:28


Dibawakan oleh Rini, Hendry, Tirto dan Pater Peter, SDB dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Maleakhi 4: 1-2a; Mazmur tg 98: 5-6.7-8.9a; 2 Tesalonika 3: 7-12; Lukas 21: 5-19.PANGGILAN UNTUKBERTAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Panggilan UntukBertahan. Ada pertengkaran besar sedang terjadi di dalam keluarga. Awalnya darisalah paham suami dan istri. Karena masing-masingnya tidak saling menerima,yang satu mengancam yang lainnya untuk keluar dari rumah. Suami bersiap untukkeluar dari rumah. Tetapi pada saat yang sama, istri juga bersiap untuk keluar.Anak-anak semuanya menangis dan melawan keinginan orang tua yang mau keluardari rumah. Mereka berusaha mencegahnya. Anak sulung ditemani dua adiknyaberdiri di pintu untuk menghalangi bapak atau ibunya pergi dari rumah. Karena begitu serunya usaha ketiga anak, akhirnya keduaorang tua mereka membatalkan keinginan keluar dari rumah. Kejadian di dalamkeluarga ini sebenarnya menggambarkan dua hal penting yang menjadi penentunasib keluarga tersebut: melarikan diri dari masalah atau bertahan untukmenghadapi dan mengatasinya. Pilihan yang diambil menunjukkan seperti apa kualitasmanusianya.  Ada begitu banyak masalah dan kesulitan yang kita hadapi.Injil pada hari ini justru menggambarkan sejumlah masalah besar, rumit dansangat menakutkan. Dua pilihan itu senantiasa menantang kita untuk dapatmemilih yang terbaik. Untuk yang terbaik, Yesus Kristus memerintahkan kitamemilih untuk bertahan. Ia sendiri sudah memberikan kita contoh, yaitu diri-Nyasendiri yang bertahan sampai akhir hidup-Nya, persis ketika di atas salib Iaberseru sebelum menghembuskan nafas terakhir: "Sudah selesai". Tuhan Yesus sungguh meminta kita untuk bertahan, apa punkeadaannya, kapan pun waktunya. Tujuan kita bertahan adalah supaya kitaselamat. Ada beberapa sarana pendukung yang membantu kita untuk bertahan.Pertama adalah janji akan datangnya hari Tuhan. Jika tidak ada suatu janjisebagai pegangan, apalagi yang menjanjikan ialah Tuhan sendiri seperti yangdiamanatkan oleh Nubuat Maleakhi, orang tidak memiliki alasan untuk bertahan.Kedua, menurut Mazmur tanggapan hari ini, perwujudan janji menjadi sangatpenting. Setiap orang menjadi pasti tentang nasibnya, yaitu ditentukan olehpengadilan terakhir apakah seseorang itu layak atau tidak layak masuk di dalamkerajaan surga. Ketiga ialah kemampuan mengisi waktu selama bertahandengan sikap tenang, penuh kesabaran, dan tetap bekerja bagi penyelesaianmasalah-masalah yang kita dihadapi. Mungkin masalah itu menyangkut pekerjaanyang tidak beres, kebutuhan dasar yang tidak cukup atau masalah kehidupanlainnya. Di dalam masa bertahan itu, kita mesti mampu bekerja demi tercapainyakeselamatan yang sudah dijanjikan Tuhan Yesus Kristus kepada kita. Bertahandalam kekosongan adalah sebuah kebodohan.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan dan Allahkami, semoga dengan perayaan hari Minggu ini, kami Engkau penuhi dengansemangat untuk bertahan. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-32 masa biasa, 14 November 2025

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Nov 13, 2025 9:51


Dibawakan oleh Viktorimus Ranggu dan Edeltrudis Baben dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Kebijaksanaan 13: 1-9; Mazmur tg 19: 2-3.4-5; Lukas 17: 26-37.PANGGILAN AKHIRZAMAN Renungan kita pada hari ini bertema: Panggilan AkhirZaman. Seorang ibu menasihatkan kedua anaknya yang masih sd yang sudah malasberdoa, supaya kembali bersemangat. Mereka bertanya, "Apa gunanya berdoadan tidak boleh malas?" Sang ibu berkata bahwa sekarang mungkin kita belummendapatkan kegunaannya, namun nanti pada akhir zaman akan sangat bermanfaat.Kedua anak itu kembali bersemangat berdoa, dan alasan yang mereka ingat ialahakhir zaman, meskipun mereka tidak mengerti apa-apa tentang akhir zaman.  Akhir zaman merupakan sesuatu realitas iman yang baru akanterjadi nanti. Kita tidak bisa berpikir hanya dengan akal budi, tapi harus jugadengan iman. Akhir zaman menjamin bahwa realitas yang akan kita alamimemperlihatkan Tuhan Allah yang sesungguhnya, yang selalu kita sebut namanya didunia ini. Oleh karena itu kitab Kebijaksanaan dalam bacaan pertama membenarkankalau yang kita jumpai nanti ialah Penguasa dan Pembentuk segalanya, yangmenjadi Tuhan atas segala keindahan, kekuasaan dan kebaikan. Kitab suci menjelaskan tentang akhir zaman melalui ajaranYesus Kristus dan penglihatan orang-orang kudus. Ajaran dan kesaksian inidisampaikan dalam bentuk penjelasan yang berbeda-beda. Kita yang perlumemahaminya secara benar agar dapat mengimaninya secara benar pula. Jika kitamemiliki perhitungan tentangnya, mengetahui gambarannya seperti apa danmengimaninya selagi masih di dunia, maka harapan kita untuk menyongsong akhirzaman menjadi sesuatu yang menggembirakan. Pada hari ini kita diajarkan bahwa akhir zaman itu berisidua hal utama, yaitu kedatangan Yesus kembali dan dunia ini akan mengalamiakhirat. Berikut ini adalah sejumlah ciri atau tandanya menurut kitab suci: 1)ia datang pada saat yang tidak kita duga, 2) pada saat orang-orang dunia inimenjalani hidup seperti biasanya, 3) datangnya tiba-tiba, 4) setelah suatupenganiayaan Gereja yang terparah, 5) setelah adanya gempa bumi dahsyat, wabahpenyakit, kelaparan di berbagai tempat dan di langit tampak tanda-tanda alamyang menggemparkan, 6) setelah terjadi pemurtadan secara masal, 7) setelahkekuatan Antikristus dibinasakan, 8) ketika kasih kepada mereka yang sangatmembutuhkan menjadi dingin, 9) ketika Injil telah diwartakan sampai ke segenappelosok dunia, 10) ketika segenap Israel dapat diselamatkan, 11) ketika Gerejaini menjadi kudus dan tak bercela, tanpa noda dan goresan apa pun bentuknya. Sudah sekian banyak prediksi terjadinya akhir zaman itu,namun sampai detik ini belum sampai terjadi. Yang pasti ialah ini: kita akanmempersiapkan diri, dan jika kematian diri kita sendiri datang itu adalah akhirzaman setiap orang. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa yangbijaksana, ketika kedatangan kembali Yesus Kristus, semoga kami ditemukan dalamkeadaan siap sedia. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

EFDAWAH
John's Debate with Wood: Do Christians Agree? | Debate Review | The Open Forum Epiosde 92

EFDAWAH

Play Episode Listen Later Oct 13, 2025 245:31


Send us a textEpisode 92 | A debate review on the so called "Islamic Dilemma" featuring John Fontain and David Wood. Christians are invited to join the discussion. Guests will be invited on a first come first serve basis. Please note we can only have a maximum of 10 panelists (including efdawah panelists) at any one time.TEARS OF GAZA Donation Link: https://givebrite.com/gazacrisis© 2025 EFDawah All Rights ReservedWebsite : https://efdawah.com/https://www.patreon.com/EFDawahhttps://gofund.me/7cb27d17https://www.paypal.me/EFDawahhttps://www.cashbackmycharity.co.uk/?...https://www.facebook.com/efdawah/Timestamps:00:00 - Intro01:06 - EF Dawah Panel join: Format of the Stream05:56 - Evaluating Christian polemics & debates10:27 - Christian apologists linking with the far-right 13:03 - Importance of giving Dawah to Christians15:17 - Islam being the Only True Religion 17:01 - Discussion on the Far Right Movement27:26 - Background & Approach of the Debate31:40 - Examining the changing christian arguments37:43 - Quranic position on the previous revelations 42:51 - Issues with the islamic dilemma argument 46:28 - The Torah & Injil at the time of the Prophet51:33 - Scrutinizing the Preservation of the Torah59:09 - Br. John's argument about the Torah & Injil1:07:37 - The Qur'an correcting the previous texts1:11:45 - Believing Jews & Christians in Medina 1:15:07 - Analysis of John's argument1:25:12 - Believing & unbelieving People of the Book 1:29:42 - Medina Jews' view of the Prophet1:36:31 - Torah & Injil ≠ Old & New Testament1:38:46 - Discourse on Manuscripts' preservation 1:42:16 - Challenge for the Christian Apologists 1:43:26 - Sheikh Deedat's view of the Torah & Injil1:46:36 - Islamic position on the Torah & Injil1:53:05 - Problem for the Christian Apologists1:55:57 - Exploring John's argument about the Injil2:02:40 - Message to Christians about Salvation2:10:35 - Discussion on Dawah to Christians2:17:19 - Debunking the Islamic Dilemma Argument 2:23:35 - New & Upcoming versions of the OT & NT2:26:36 - The Bible not being God's Revelation2:36:16 - Muslim leader proves the bible's corruption2:38:33 - Examining the Unreliability of the Bible2:42:17 - Addressing the Christian Viewers2:49:09 - Rob (Christian) joins2:50:48 - Muslim response to the dilemma argument2:52:23 - Debate on the Quranic vs Biblical Accounts3:07:58 - Comparing the Qur'an vs the Bible3:26:20 - Discourse on the Height of Adam in Islam3:27:58 - The Qur'an correcting the Bible on history3:42:02 - Issues with the Approach of Rob3:46:13 - Rob's argument against the Qur'an3:49:10 - Refutation of the Argument3:59:29 - Problems with the claims of Rob4:02:17 - Closing Remarks & Wrapping UpSupport the show

EFDAWAH
The Dawah Clinic Episode 54

EFDAWAH

Play Episode Listen Later Oct 13, 2025 218:19


Send us a textWelcome to episode 54 of 'The Dawah Clinic' where we will be addressing your dawah dilemma's. If you have difficulty in answering certain questions or need help in responding to polemics towards Islam and Muslims, fear no more the dawah clinic is here to help empower you. So keep a note of your dawah dilemma's and call into the show or post your questions in the live chat.  Please note : waiting lists are very high and clinic places are limited to a maximum of 10 placements at any given time so keep your questions concise, to the point and please be patient. Link to Join The Dawah Clinic: https://streamyard.com/ia64cbx6dr​https://www.buymeacoffee.com/ijazthetrini Please help Br Ijaz with his monthly medical fees, if you are able to. Jzk khairDownload your free PDF copy of Abraham Fulfilled here:https://sapienceinstitute.org/abraham-fulfilled/Purchase a paperback copy from Amazon here:https://tinyurl.com/2xkv4ynu© 2025 EFDawah All Rights ReservedVoice only nasheed licence provided by vocaltunez.com Title : It's closeWebsite : https://efdawah.com/EFDawah بالعربية (Arabic)https://www.youtube.com/channel/UCWDR...EFDawah Bosniahttps://www.youtube.com/channel/UCgcz...EFDawah Indonesiahttps://www.youtube.com/channel/UCSGJ...Podcast Website (New)https://efdawah.buzzsprout.com/RSS FeedTimestamps:00:00 - Intro 01:06 - EF Dawah Panel join: Format of the Stream02:03 - Evaluating the Islamic Dilemma argument 06:26 - Inviting Guests to join the stream07:43 - Using the statements of Allah ﷻ in Dawah09:13 - Advice about fundamentals of Dawah 10:16 - Islamic view of the Old & New Testament 17:00 - Christian pastor refutes the Islamic Dilemma 18:36 - Closing the Case on the Islamic Dilemma 21:13 - Jawaad joins: Authentic Torah in Medina22:54 - Discussion on the Preservation of the Torah25:58 - Torah & Injil vs The Old & New Testament27:26 - Br. John Fontain joins28:16 - Islamic opinions about the Bible in 7 CE31:16 - Discourse on Reliability of the Bible in 7 CE37:21 - Torah & Injil ≠ The Old & New Testament42:26 - Br. Sarmad joins43:06 - Exploring the reliability of Torah & Injil in 7 CE52:27 - Other Panel members join53:10 - Discussion on different opinions54:28 - Muslim Scholars' views about the Torah58:01 - Islamic views on preservation of Torah/Injil1:04:13 - Message to Muslims: Qur'an vs OT & NT1:06:49 - Unreliability of Modern Bible1:12:32 - Analysis of Torah & Injil in 7 CE Medina1:17:01 - Refuting christian claims about the bible1:19:34 - Br. Yemeni joins: Food Talk1:22:56 - Khan joins 1:23:20 - Facing Aqidah disparity in group dawah1:25:10 - Advice about aqidah in group dawah1:28:47 - Challenges in giving group dawah1:29:43 - Tips for giving dawah & learning in groups1:31:22 - Discourse on Inter-Muslim discussions 1:35:12 - Message to Christians about the Bible1:36:34 - The Qur'an being the Final Revelation1:40:19 - Br. Dawah Trucker joins1:40:58 - The Qur'an being the Criterion 1:43:38 - Message to Non-Muslim Viewers1:48:00 - Jimmy joins1:48:48 - Reflections on the Islamic Journey so far 1:49:37 - Truth about the Islamic dilemma argument 1:51:11 - Numerous Problems with Christianity1:57:51 - Advice to Muslims about learning the deen 1:59:53 - Islamic position on dua for non-muslims 2:06:07 - Awsaf joins 2:06:28 - Claims against modern muslims 2:07:38 - Debunking the claims against Muslims 2:09:09 - Reality of

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 31 Agustus 2025 - Lepaskan masa lalu, tulis sejarah baru, jadilah berkat untuk sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 31, 2025 4:02


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 31 Agustus 2025Bacaan: "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17) Renungan: Seseorang pernah berkata, "Kalau seekor kucing pernah duduk di atas tungku panas, kucing itu tidak akan duduk di atas tungku panas lagi. Kucing itu juga tidak akan duduk lagi di atas tungku dingin." Apa yang kita alami di masa lalu biarlah itu menjadi sejarah karena kita tidak bisa mengubah masa lalu kita. Jika kita telah menuliskan sejarah yang hitam di masa lalu, putuskanlah mulai hari ini untuk menulis sejarah baru berisikan kisah yang manis dan menginspirasi. Paulus memiliki sejarah yang hitam, ia memburu semua pengikut Yesus dan dengan sukacita membinasakan mereka. Namun, setelah ia bertemu Tuhan di jalan menuju Damsyik, ia berkeputusan untuk memulai sejarah yang baru sebagai seorang yang paling bersemangat memberitakan Injil ke seluruh suku bangsa. Tak peduli seberapa kelam hidup kita di masa lalu, yang terpenting saat ini kita bisa memutuskan untuk memulai menuliskan satu lembaran baru dalam hidup kita, maka Tuhan akan membuka jalan sehingga hidup kita menjadi berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, waktu-waktu ini berjalan begitu cepat. Belum banyak yang bisa kubuat untuk menyenangkan hati-Mu. Di hari yang lalu begitu banyak sikap, perkataan dan perbuatanku yang membuat Engkau kecewa. Kini aku bersimpuh di hadapan-Mu untuk memohon ampun dan memohon berkat gar mulai hari ini aku dapat mengubah segala sesuatu yang ada pada diriku menjadi lebih baik dari hari yang lalu. Yesus, merajalah dalam hatiku. Amin. (Dod).

GKY Green Ville Podcast
KU - Relasi yang di Bentuk oleh Injil

GKY Green Ville Podcast

Play Episode Listen Later Aug 24, 2025 34:20


Rev Ben Poli

Lifehouse Jakarta
Menguasai Diri

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Aug 9, 2025 4:47


Pdt. Wigand Sugandi (TB) 2 Timotius 4: 5Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 6 Agustus 2025 - Menjadi Saksi KasihNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 5, 2025 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 6 Agustus 2025Bacaan: "Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk." (Markus 16:15)Renungan: Ada seorang gadis kecil berdiri di belakang kumpulan orang banyak, sementara ayahnya sedang bersaksi tentang perbuatan Tuhan di dalam hidupnya. Pria itu bercerita bahwa Tuhan telah menarik dan menyelamatkannya dari gaya hidup seorang pemabuk. Belum selesai ia bersaksi, satu dari sekian banyak orang yang sedang mendengar kesaksian itu menyela dan berkata, "Pak, kenapa anda tidak duduk diam saja? Anda hanyalah pemabuk yang sedang bermimpi" Si gadis kecil mendekati pemuda tersebut dan berkata, "Tuan, yang anda teriaki itu adalah ayah saya. Anda mengatakan ayah saya seorang pemabuk? Ayah saya dulu memang seorang pemabuk dan hampir setiap malam memukuli ibu. Ketika dipukul, ibu hanya bisa menangis sepanjang malam. Tuan, kami juga tidak memiliki pakaian yang bagus untuk dipakai karena ayah membelanjakan semua uangnya untuk membeli minuman keras. Dulu, saya tidak memiliki sepatu untuk dipakai ke sekolah, tapi sekarang lihatlah sepatu dan baju ini Ayah membelinya untuk saya karena sekarang ia memiliki pekerjaan yang baik dan tidak pernah mabuk lagi. Apakah anda melihat wanita yang sedang tersenyum di sana? Itu adalah ibu saya. Dia tidak menangis lagi sepanjang malam, bahkan sekarang dia bernyanyi sepanjang hari," kata gadis itu dengan bangga. "Tuan tahu siapa yang melakukan semua perubahan besar itu? Yesus yang telah mengubah ayah! Dia juga telah mengubah suasana rumah kami menjadi indah. Jadi Tuan, jika ayah saya sedang bermimpi, tolong jangan bangunkan dia!" lanjut gadis kecil itu dengan penuh percaya diri. Dibutuhkan waktu dan perubahan sikap yang nyata saat seseorang sudah menerima kasih Kristus agar dia mampu bersaksi tentang semua yang diterimanya dari Kristus. Sehingga melalui hidupnya dapat dibuktikan bahwa Kristus benar hidup di dalam dia dan dia di dalam Kristus. Paulus sendiri mengalaminya. Cukup lama para rasul baru bisa menerima dan mengakui perubahan Paulus yang dulunya pembunuh pengikut Kristus, namun kini menjadi pengajar jalan Kristus. Tapi ketika Paulus terus memberitakan Kristus dengan mengisahkan perjumpaannya yang spektakuler di jalan menuju Damsyik, banyak orang menjadi percaya dan memberi diri dibaptis. Apakah ada perubahan dalam diri kita saat kita mengenal Yesus Kristus? Kalau ada, bersaksilah tentang kasih-Nya yang besar itu. Ketika kita bersaksi, Roh Kudus akan bekerja di hati orang yang rindu untuk diubahkan, sehingga setelah kita, akan bertambah satu orang lagi menjadi murid Kristus. Tuhan memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena ketika aku mengenal Engkau secara pribadi ada sesuatu yang diubahkan dalam hidupku. Urapi mulutku agar aku mampu bersaksi tentang kasih-Mu, dan lepaskan lidah yang kelu dalam mulutku, agar kesaksianku dapat memberkati banyak orang. Amin. (Dod).

Lifehouse Jakarta
Mengikuti Pimpinan Roh

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Aug 3, 2025 4:26


Pdm. Handoyo Salim (TB) Kisah Para Rasul 16: 6 - 716:6 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. 16:7 Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.

GKY Green Ville Podcast
KU - Injil: Anugerah Bagi yang Tidak Berdaya

GKY Green Ville Podcast

Play Episode Listen Later Jul 27, 2025 36:58


Pdt Andreas Himawan

GKY Green Ville Podcast
KU - Pelayanan Injil Yang Benar

GKY Green Ville Podcast

Play Episode Listen Later Jul 13, 2025 47:41


Pdt Dany Christopher

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 8 Juli 2025 - Sikap dan Tutur Kata yang menghadirkan Kasih Yesus

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 7, 2025 4:38


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 8 Juli 2025Bacaan: "Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang." (2 Kor 3:2)Renungan: Di dalam autobiografinya, Mahatma Gandhi mengatakan bahwa pada masa sekolahnya dia sangat tertarik pada Alkitab. Hatinya tersentuh secara mendalam ketika dia membaca Injil. Pada suatu hari minggu dia pergi ke gereja untuk mengikuti ibadah, tetapi ketika dia memasuki gereja, penyambut tamu di gereja menolak memberikan tempat duduk kepadanya dan menyarankan supaya dia pergi dan beribadat bersama-sama orangnya sendiri. Mahatma Gandhi meninggalkan tempat itu dan tak mau kembali lagi. Dia berkata, "Jikalau orang Kristen mempunyai perbedaan kasta juga, lebih baik aku tetap menjadi orang Hindu." Terkadang tanpa kita sadari perkataan dan perbuatan kita menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk mengenal Yesus. Ada banyak kesempatan kita mengenalkan kasih Yesus tapi sering hal itu terlewat begitu saja. Sikap dan perkataan kasar terhadap pembantu atau supir, sikap cuek dan acuh tak acuh terhadap penderitaan tetangga kiri dan kanan, terkadang hal itu membuat mereka benci dengan kekristenan. Padahal Yesus mengajak kita semua untuk berpikir, berkata-kata dan bertindak menggunakan bahasa kasih, agar semakin banyak orang mengenal dan menerima kasih Yesus di dalamnya. Maukah kita menjadi rekan kerja Yesus untuk meluaskan kerajaan-Nya di dunia? Kalau mau, marilah kita menjadikan pikiran, perkataan dan perbuatan kita dengan bahasa kasih, sehingga kehadiran kita dapat menjadi tanda kehadiran Yesus di dunia ini. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ubahlah pikiran, perkataan dan perbuatanku serupa dengan pikiran, perkataan dan perbuatan-Mu sendiri dengan bahasa kasih, agar setiap orang yang bergaul dan berhubungan denganku setiap hari boleh mengenal dan merasakan kasih-Mu yang mengalir melalui kehidupanku. Sehingga melalui kehadiranku semakin banyak jiwa kupersembahkan kepada-Mu. Amin. (Dod).