Podcasts about injil

  • 238PODCASTS
  • 1,872EPISODES
  • 15mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Jul 19, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about injil

Show all podcasts related to injil

Latest podcast episodes about injil

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #319: Para Saksi Dari Yerusalem Sampai ke Ujung Bumi

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Jul 19, 2026 15:49


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 319 (Kisah Rasul 1:12-26):  Sejak awal pelayanan-Nya, Yesus telah memanggil murid-murid untuk mengikuti Dia, supaya murid-murid ini jugalah yang akan menjadi saksi bagi kematian dan kebangkitan-Nya. Para murid ini dipilih-Nya untuk menyampaikan berita Injil ke seluruh dunia. Perhatikan betapa besar anugerah Allah yang rela memakai alat yang sangat remeh, yaitu para manusia terbatas yang lemah, untuk menyampaikan firman-Nya yang berkuasa. Tetapi inilah yang diinginkan oleh Tuhan kita.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-15 masa biasa, 18 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 17, 2026 6:49


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 2: 1-5; Mazmur tg 10: 1-2.3-4.7-8.14; Matius 12: 14-21.TUHAN SEDANG TIDAK BERSEMBUNYI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Sedang Tidak Bersembunyi.Tahun ajaran untuk sekolah-sekolah sampai tingkat menengah baru saja dimulaidalam minggu ini. Pada umumnya kegiatan belajar-mengajar berlangsung di tengahmusim panas dan kering yang dapat memberi dampak kurang baik dalam kegiatan paramurid dan guru di sekolah. Hawa yang panas mereka rasakan baik di dalam ruangankelas maupun di luar dan terlebih-lebih saat mereka bermain di lapangan. Di desa-desa pelosok, para murid berjalan kaki setiap hari dari rumah dansekolah. Mereka ditimpah panas terik dan bermandi debu di sepanjang jalan. Tidakjarang mereka sakit karena cuaca yang panas dan kering itu. Ada seorang siswaSMP menulis di halaman media sosialnya, berupa tantangan yang ditujukan kepadaTuhan. Ia berkata begini: "Ini adalah ancaman yang serius terhadapkehidupan. Tuhan sepertinya sedang sembunyi dan tidak berada di dekat kitauntuk menolong kita." Ungkapan hati siswa ini mewakili perasaan susah, kuatir, kurang sabar danpesimis banyak orang di dalam dunia saat ini. Perasaan-perasaan ini merupakansesuatu yang wajar bagi kita manusia dan tidak ada salahnya kalau kitamenyampaikan keluhan atau desakan kepada Tuhan untuk membantu kita. Peristiwayang dikisahkan di dalam Injil tentang Yesus meredakan angin topan dangelombang ganas yang hampir membinasakan para murid-Nya, sangat jelasmemberikan kita keyakinan bahwa Tuhan tidak diam atau bersembunyi. Injil kita pada hari ini juga menggambarkan bagaimana Yesus memilihmenghindar dan bersembunyi, pada saat ancaman musuh dan kejahatan ada di depanmata. Ada persekongkolan yang merancang kejahatan atas diri Yesus dan seluruhkarya-Nya, tetapi Yesus menyingkirkan diri. Jika seorang pimpinan atau kepalamemilih untuk meninggalkan tanggung jawabnya, maka kita dapat memahaminya bahwapekerjaan, perjuangan atau tugasnya gagal.  Sekiranya hidup kita di dunia ini hanya memusatkan perhatian kepadakekerasan, kejahatan dan ancaman musuh, kita adalah makhluk yang hidup dalamketakutan dan dunia ini adalah seperti rimba raya yang mengerikan. Tuhan memangdipandang atau dipahami berdiam dan bersembunyi, tetapi Ia sesungguhnya berdiamdi dalam hati kita. Ia mengisi ruang-ruang pemahaman dan keyakinan iman kita.Ia bekerja sebagai Roh Kudus yang tak kelihatan, tetapi menyediakan segalasesuatu baik sebagai kata maupun tindakan, sehingga kita menjadi mampu untukmenghadapi musuh-musuh. Hidup kita sebenarnya tetap berpusat pada kerajaan Allah dan jalan yangkita lalui ialah jalan Yesus Kristus. Jika sampai detik ini kita dapatmenikmati hidup di tengah suasana yang tidak baik dengan suatu cara penyesuaiandiri untuk kenyataan hidup yang baru, ini merupakan jalan yang diberikan Tuhankepada kita. Ia sesungguhnya berada bersama kita dan membimbing hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, di dalam tanganmu kami menaruh segala harapan dannasib hidup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 16 Juli 2026 - Bertolak ke tempat yang dalam

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 15, 2026 5:50


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 16 Juli 2026Bacaan: "Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Lukas 5:4)Renungan: Waktu kecil Thomas Alfa Edison pernah dikeluarkan dari sekolah karena dianggap "terlalu bodoh". Gurunya berkata dia tidak bisa belajar. Waktu meneliti bola lampu, dia gagal ribuan kali. Wartawan bertanya: "Pak, bagaimana rasanya gagal ribuan kali?" Edison jawab: "Saya tidak gagal ribuan kali. Saya hanya menemukan ribuan cara yang tidak berhasil." Dia "bertolak ke tempat yang dalam" - terus mencoba walau semua orang berkata mustahil. Dari kegagalan itu lahirlah lampu pijar yang sampai hari ini menerangi dunia. Yang orang lihat gelap, tapi dia taat "menebar jala" terus, sampai akhirnya terang itu datang. Waktu itu Petrus sudah semalaman mencari ikan hasilnya mengecewakan. Ia capai, malu dan mau menyerah. Tetapi Yesus datang dan berkata, "Bertolaklah ke tempat yang dalam". Bertolak artinya bergerak. Jangan diam dalam kekecewaan. Tetap taat walau tidak masuk akal. Ke tempat yang dalam artinya menuju ke tempat yang berisiko, yang mungkin mustahil menurut manusia. Di sanalah mujizat akan terjadi. Tebarkanlah jalamu, artinya lakukan bagian kita dengan usaha dan iman, maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya juga. Yesus tidak menyuruh Petrus kerja lebih keras. Dia menyuruh Petrus taat di tempat yang benar bersama Dia. Kita sering seperti Petrus yang "semalaman tidak mendapat apa-apa." Dalam pelayanan kita sudah mewartakan Injil dan mendoakan orang, tapi tidak ada yang berubah. Akhirnya godaan datang yaitu perkataan, "Sudahlah, capek." Di dalam keluarga kita sudah menasihati anak, sudah berdoa untuk pasangan, tapi ternyata situasinya sama tidak berubah. Maka godaan adalah perkataan, "Percuma." Di dalam kehidupan ini kita sudah mengirim lamaran, sudah berusaha, tapi pintu berkat tetap tertutup. Akhirnya kecewa dan godaannya adalah kata-kata pasrah karena kecewa, "Mungkin bukan jalanku." Yesus hari ini berkata kepada kita juga, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Mungkin "tempat yang dalam" itu adalah: tetap mengasihi musuh, tetap jujur walau rugi, tetap memuji walau hati sakit, tetap percaya walau doa belum dijawab. Di tempat dangkal kita hanya dapat ikan kecil. Tapi di kedalaman bersama Yesus, ada berkat yang bisa "mengoyakkan jala". Jangan berhenti sebelum Yesus berkata berhenti. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku sering menyerah terlalu cepat. Hari ini aku mendengar suara-Mu, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Berikan aku keberanian untuk taat, bahkan saat tidak mengerti. Tolonglah aku agar mau menebar jala lagi bersama-Mu. Aku percaya Engkau sanggup mengubah kegagalanku menjadi kesuksesan. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Bukti dari Perubahan Hidup (13 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 12, 2026 4:11


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Perubahan HidupDiambil dari: 2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”Wonder Kids, ada satu bukti yang sangat kuat tentang siapa Yesus sebenarnya, yaitu hidup orang-orang yang diubah oleh-Nya. Banyak orang pada zaman Yesus, dan juga sesudah-Nya, berubah dengan sangat besar karena bertemu dengan Yesus. Orang yang tadinya takut menjadi berani. Orang yang tadinya jahat menjadi lembut. Orang yang tadinya hidup dalam dosa mulai belajar hidup benar.Mengapa perubahan itu penting? Karena perubahan seperti itu tidak terjadi hanya karena orang mendengar nasihat yang bagus. Memang nasihat yang baik bisa menolong, tetapi hati manusia tidak berubah hanya karena mendengar kata-kata indah. Kita butuh Tuhan bekerja di dalam hati kita. Dan itulah yang Yesus lakukan.Di Alkitab kita melihat banyak contohnya. Petrus yang pernah menyangkal Yesus kemudian menjadi saksi yang berani. Paulus yang dulu memusuhi orang Kristen berubah menjadi pemberita Injil. Banyak orang lain juga mengalami perubahan karena Yesus. Mereka bukan menjadi sempurna dalam sekejap, tetapi hidup mereka sungguh dibalikkan arahnya oleh Tuhan.Wonder Kids, itu juga bisa terjadi pada kita. Mungkin kamu punya dosa yang susah ditinggalkan. Mungkin kamu mudah marah, suka membantah, iri hati, malas berdoa, atau tidak jujur. Kalau kamu datang kepada Yesus, Dia sanggup mengubah hidupmu. Mungkin tidak selalu langsung sempurna, tetapi Tuhan sungguh bekerja sedikit demi sedikit.Inilah yang diajarkan 2 Korintus 5:17. Siapa yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru. Artinya, Yesus bukan hanya mengampuni dosa kita, tetapi juga mulai membentuk hidup kita menjadi baru. Jadi, iman kepada Yesus bukan hanya soal tahu banyak hal tentang Dia. Iman kepada Yesus juga terlihat dari hidup yang terus diubahkan oleh-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu bagian hidupmu yang paling ingin kamu serahkan kepada Tuhan untuk diubah. Lalu berdoalah dengan jujur, “Tuhan Yesus, ubahlah aku di bagian ini.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sanggup mengubah hidup manusia. Tolong aku supaya tidak hanya tahu tentang Engkau, tetapi sungguh datang kepada-Mu dan diubahkan oleh-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus yang sejati bukan hanya diketahui dengan pikiran, tetapi juga dikenali lewat hidup yang diubahkan oleh kuasa-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 11 Juli 2026 - Nyatakan Kasih dengan Pengampunan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 10, 2026 5:37


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 11 Juli 2026Bacaan: "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni." (Lukas 6:37)Renungan: Pada tahun 1947, Corrie ten Boom baru bebas dari kamp konsentrasi Nazi. Keluarganya dibunuh karena menyembunyikan orang Yahudi. Suatu hari setelah perang, ada seorang pria datang ke KKR yang dia pimpin. Pria itu dulu adalah penjaga kamp tempat adik Corrie meninggal. Dia ulurkan tangan dan berkata: "Bisakah anda mengampuni saya?" Sekujur tubuh Corrie kaku. Ingatan tentang adiknya, tentang kamar gas, semua kembali. Dalam hati dia berteriak: "Tuhan, aku tidak bisa!" Lalu dia berdoa singkat: "Yesus, tolong aku." Dan dengan kekuatan dari Tuhan, dia menjabat tangan pria itu. Air matanya jatuh. Beberapa tahun kemudian Corrie menulis: "Pengampunan adalah tindakan kehendak, bukan perasaan. Begitu kita mau mengampuni, Tuhan yang memberi rasa damainya." Ada tiga perintah yang saling terkait dalam bacaan Injil di atas. Pertama, "Janganlah kamu menghakimi" Berhentilah menjadi hakim atas hidup orang lain. Kita tidak tahu semua cerita di balik kesalahan orang tersebut. Kedua, "Janganlah kamu menghukum". Berhentilah membalas. Jangan memenjarakan orang dengan perkataan dan sikap dingin kita. Ketiga, "Ampunilah dan kamu akan diampuni". Inilah kuncinya. Ukuran pengampunan kita ke orang sama dengan ukuran pengampunan Tuhan ke kita. Yesus tidak berkata "lupakan kejahatan". Dia berkata "ampunilah". Orang yang terus menghakimi dan tidak mengampuni, dia yang paling tersiksa duluan. Corrie bisa menjabat tangan musuhnya bukan karena dia kuat. Tapi karena dia memilih taat dulu pada Tuhan, baru kemudian Tuhan memberinya kekuatan. Hari ini Yesus bertanya ke kita: "Ada nama siapa yang masih kau tahan di hatimu untuk diampuni?" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena sering cepat menghakimi dan lambat mengampuni. Hari ini aku mau taat pada firman-Mu. Aku memilih mengampuni (sebutkan nama orang).... Isilah hatiku dengan kasih-Mu supaya aku bisa membebaskan orang lain, dan aku pun dibebaskan. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Bukti dari Gereja Mula-Mula (11 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 10, 2026 4:34


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti dari Gereja Mula-MulaDiambil dari: 1 Korintus 1:22 “Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat.”Wonder Kids, selain apa yang tertulis di dalam Injil, kita juga bisa melihat satu hal penting: sejak awal, gereja mula-mula sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jadi, orang Kristen pertama bukan baru belakangan membuat Yesus terlihat hebat. Sejak sangat awal, mereka memang sudah mengerti bahwa Yesus itu sangat istimewa.Ada banyak tulisan dan doa dari gereja mula-mula yang menunjukkan hal itu. Mereka menyebut Yesus sebagai Tuhan. Mereka menyembah-Nya. Mereka percaya bahwa Yesus sungguh mati, sungguh bangkit, dan sungguh layak dihormati. Jadi, iman bahwa Yesus adalah Tuhan bukan ide yang muncul jauh belakangan. Itu sudah ada sejak awal.Mengapa ini penting, Wonder Kids? Karena ada orang yang berkata bahwa mungkin orang-orang Kristen baru kemudian membesar-besarkan Yesus. Tetapi kalau sejak gereja mula-mula orang-orang percaya sudah menyembah Yesus, berarti memang dari awal mereka melihat bahwa Yesus lebih dari sekadar guru atau nabi. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup.Bahkan ada orang-orang yang rela menderita karena iman itu. Mereka tidak akan melakukan itu kalau mereka tahu semuanya hanya cerita buatan. Mereka tetap setia karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus benar-benar hidup, mati bagi dosa, dan bangkit kembali. Itu sebabnya kesaksian gereja mula-mula sangat penting.Wonder Kids, renungan hari ini juga mengingatkan kita bahwa iman kita bukan iman yang baru dibuat-buat. Kita berdiri di dalam kabar yang sudah dipercayai oleh umat Tuhan sejak awal. Tuhan menjaga gereja-Nya dan membuat kabar tentang Yesus terus diberitakan dari generasi ke generasi.Dan sekarang, kita juga menjadi bagian dari orang-orang yang percaya kepada Yesus. Wah, indah sekali ya. Dari gereja mula-mula sampai hari ini, Tuhan terus memanggil orang untuk percaya kepada Anak-Nya. Jadi saat kita percaya kepada Yesus, kita sedang berdiri di dalam kebenaran yang sudah dipegang oleh banyak orang percaya sebelum kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena sejak dulu sampai sekarang Engkau tetap dikenal dan dipercaya oleh umat-Mu. Tolong aku juga percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah dikenal, disembah, dan dipercayai oleh gereja sejak awal. Tolong aku supaya tidak ragu, tetapi makin yakin bahwa Engkaulah Tuhan yang hidup dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: gereja mula-mula sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, dan sampai hari ini Dia tetap Tuhan yang hidup dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Raja Orang Yahudi (10 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 9, 2026 4:43


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Raja Orang YahudiDiambil dari: Yohanes 19:21 “Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: ‘Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.'”Wonder Kids, salah satu hal penting tentang Tuhan Yesus adalah bahwa Ia disebut Raja orang Yahudi. Waktu Yesus disalibkan, di atas kepala-Nya dipasang tulisan tentang siapa Dia. Tulisan itu berbunyi bahwa Yesus adalah Raja orang Yahudi. Menariknya, tulisan seperti itu dicatat dalam keempat Injil. Jadi, hal ini dianggap sangat penting.Mengapa itu penting? Karena gelar itu menunjukkan hubungan Yesus dengan para pemimpin Yahudi dan juga dengan pemerintah Romawi. Romawi biasanya tidak akan menghukum mati seseorang hanya karena mengajar atau bercerita. Tetapi kalau seseorang dianggap mengaku sebagai raja, itu menjadi masalah besar. Sebab itu berarti ada hubungan dengan kuasa, pemerintahan, dan ancaman terhadap kekuasaan yang sedang ada.Para imam kepala tidak suka tulisan itu. Mereka ingin tulisan itu diubah menjadi, “Orang ini berkata bahwa Ia Raja orang Yahudi.” Mereka tidak mau mengakui bahwa Yesus sungguh adalah Raja. Tetapi justru di situlah kita melihat sesuatu yang besar. Walaupun banyak orang menolak-Nya, Yesus tetap adalah Raja yang sejati.Wonder Kids, Yesus bukan raja seperti raja dunia yang memerintah dengan dosa, kesombongan, atau kekerasan. Yesus adalah Raja yang datang dengan kebenaran, kasih, dan pengorbanan. Ia bahkan rela mati di kayu salib. Itu sebabnya kerajaan-Nya berbeda dari kerajaan dunia ini. Tetapi tetap saja, Dia adalah Raja.Kadang-kadang orang ingin Yesus hanya menjadi penolong saat susah, guru saat butuh nasihat, atau teman saat merasa sendirian. Memang Yesus menolong, mengajar, dan dekat dengan kita. Tetapi Yesus bukan hanya itu. Yesus juga adalah Raja. Artinya, kita tidak hanya datang kepada-Nya untuk ditolong, tetapi juga untuk taat kepada-Nya.Kalau Yesus adalah Raja, maka hidup kita juga harus tunduk kepada-Nya. Kita perlu bertanya: apakah aku mau mengikuti perintah Raja Yesus? Apakah aku mau hidup dengan cara yang menyenangkan Dia? Raja yang baik layak ditaati, dan Yesus adalah Raja yang paling baik.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, Engkau adalah Rajaku. Tolong aku bukan hanya meminta pertolongan-Mu, tetapi juga mau taat kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Raja yang sejati. Terima kasih karena Engkau memerintah dengan kasih dan kebenaran. Tolong aku supaya mau tunduk kepada-Mu, percaya kepada-Mu, dan hidup sebagai anak yang taat kepada Raja yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya Penolong dan Guru, tetapi juga Raja yang sejati dan layak ditaati. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-14 masa biasa, 9 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 8, 2026 8:18


Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Hosea 11: 1b.3-4.8c-9; Mazmur tg 80: 2ac.3b.15-16; Matius 10: 7-15.MENERIMA DENGAN CUMA-CUMA, MEMBERI JUGA CUMA-CUMA                          Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menerima Dengan Cuma-Cuma, MemberiJuga Cuma-Cuma. Ada seorang bocah kelas 5 SD bertanya kepada ibunya: "Ma,mana yang duluan, memberi atau menerima?" Ibunya langsung menjawab,"Yang jelas memberi." Kata anak itu, "Kalau begitu berikan akuuang untuk membeli mainan." Kita semua sepatutnya setuju bahwa memberimemang yang pertama, karena hal ini adalah tindakan Tuhan terhadap kita. Hidupkita sebagai manusia dan karunia iman yang kita miliki adalah pemberian Tuhan.                                                                                                 Di dalam Injil hari ini, tugas perutusan Yesus kepada para rasul ialahuntuk memberi, yaitu membawa nama Yesus kepada setiap orang dan menghadirkankerajaan-Nya untuk menyejahterakan mereka jiwa dan raga. Lalu pesan Yesuskepada mereka: Kalian telah menerima semua dari-Ku sebagai karunia cuma-cuma.Maka ketika kalian memberikan semua itu, harus juga dengan cuma-cuma. Contoh,para rasul mendapatkan pengetahuan tentang Allah dan rahasia-Nya secara gratis,maka mereka hendaknya mewartakan itu dengan gratis pula. Mereka tidak bolehmengambil keuntungan apa pun kegiatan pewartaan itu. Rahmat dan karunia yang gratis ini sejak dahulu sebelum zamannya pararasul, telah dialami oleh bangsa Israel yang mendapat segala perbuatan baikAllah yang membela, memelihara dan membesarkan mereka. Bahkan, menurut NabiAmos, ketika bangsa ini sangat menderita sebagai tawanan di Babel, Tuhan Allahjuga berbelas kasih kepada mereka. Tuhan mengangkat semua bentuk hukuman kepadamereka dan kembali mengasihani mereka. Oleh karena itu mereka harus mengikuticontoh dari Tuhan untuk selalu berbuat baik pertama-tama di antara mereka dankemudian kepada bangsa-bangsa lain. Menerima cuma-cuma dan memberi juga cuma-cuma merupakan cara kita meniruTuhan Yesus. Kita juga meniru Bunda Maria, Santo Yusuf, para rasul, santoPaulus, Yohanes Pembaptis dan semua orang kudus lainnya. Orang tua kita sendirijuga telah menjalani gaya hidup ini, karena mereka memberikan segala sesuatudemi kita masing-masing dan tak pernah mereka meminta balasan atau bayaran.Justru yang sangat tidak terpuji ialah jika ada anak-anak yang mestinyamembalas orang tua dengan menyenangkan mereka, tetapi sebaliknya menyusahkanbahkan menyakiti mereka sampai kematian mereka. Jadi pesan bijaksana hari ini adalah: kita hendaknya tetap dalam jalanYesus Kristus, yaitu karena kita telah menerima begitu banyak dan cuma-cumadari mana pun dan siapa pun, maka kita harus memberi dengan cuma-cuma juga.Jangan sampai terjadi bahwa kita hanya ingin untuk diberi dan dilayani sesuaidengan keinginan kita, sementara itu kita membatasi diri untuk memberi apa yangseharusnya dapat kita berikan kepada Tuhan dan sesama kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, kuatkanlah kami dengan Roh-Mu,yaitu semangat dalam pelayanan yang tanpa pamrih, sehingga berkat-Mu menjadinyata bagi kami.  Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-13 masa biasa, 4 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 3, 2026 9:13


Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Amos 9: 11-15; Mazmur tg 85: 9.11-12.13-14; Matius 9: 14-17.GAYA PESTA DAN GAYA PUASA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Gaya Pesta dan Gaya Puasa. Seorangremaja perempuan merayakan ulang tahunnya ke-17 dengan meriah. Kebanyakan yanghadir ialah teman-teman sekolahnya, dan masing-masing membawa hadiah baginya.Keluarga juga menyiapkan hadiah spesial bagi gadis yang sebagai anak sulungdari tiga bersaudara itu. Perayaan pesta itu dirayakan di pinggir pantai dengansuasana yang sangat alami dan pada saat cuaca yang sangat cerah. Gadis itusangat bersyukur pada hari ulang tahunnya itu.  Sangat sulit memahami apalagi melaksanakan sebuah pesta atau perayaan tanpaadanya kehadiran orang-orang terkait. Sebuah pesta berisi perjumpaan,pembicaraan, cerita, makan-minum, hal-hal seremonial, bernyanyi, berjoget,bersuka-ria, santai dan menikmati kegembiraan satu sama lain. Dalam pemahamanseperti ini, jelas sekali gayanya sebuah pesta sangat berbeda dengan sebuahpuasa. Gaya pesta adalah sebuah dunia lain dari pada gaya puasa. Di dalam berpuasa, aspek terpenting di sini ialah mengalami sebuahketiadaan dan ketidakhadiran. Aspek-aspek yang menjadi bagian dari ketiadaandan ketidakhadiran ialah seperti tidak makan minum, tak ada suasana suka riaseperti musik, menyanyi, joget, pekerjaan dan pertemuan. Ada suatu pemahamanbahwa Yang maha tinggi yang menjadi tujuan kegiatan berpuasa, tidak dekat dantidak hadir saat kita berpuasa. Jadi melalui puasa itu kita dapat memilikikesempatan untuk lebih fokus mencari dan menjadi dekat dengan-Nya. Perbedaan dua gaya inilah yang ditampilkan dalam bacaan Injil hari ini.Murid-murid Yohanes dan orang-orang Yahudi pada umumnya tidak menyadari bahwaYesus sebagai Tuhan sedang berada bersama mereka. Mereka menganggap Tuhansangat jauh, Ia harus dicari dan diminta kedatangan-Nya. Caranya ialah denganberpuasa. Sementara para rasul serta murid-murid Yesus sedang mengalami sukacita dan pesta karena Tuhan Yesus ada bersama mereka. Nanti ketika Yesus tidakbersama lagi dengan mereka, barulah mereka berpuasa. Bagi kita saat ini, puasa tetap penting, demikian juga pesta. Gereja telahmemberikan kesempatan yang teratur bagi kita sebagai umatnya untuk menjalankanitu sesuai dengan waktunya. Puasa personal sering menjadi pilihan ketika orangingin melakukan suatu latihan rohani tertentu. Pesta juga dilaksanakan baiksecara bersama maupun personal sebagai kesempatan merayakan kehadiran bersama,Tuhan dan manusia. Pokoknya, masing-masing dijalankan dengan baik, teratur dantak boleh dicampur-adukkan. Kita perlu saling menghormati saat ada kegiatanpesta dan puasa. Kita perlu menghindari perbuatan mengganggu dan intervensimereka yang berpuasa dan berpesta.    Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami ingin mengikuti dengan patuhajaran-Mu tentang berpuasa dan bermati raga, maka kami mohon semoga kamidibimbing selalu di dalam Roh-Mu untuk dapat menjalankannya dengan benar danbaik. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Keluarga Epiphaneia
Respon Orang-Orang yang Menerima Panggilan Tuhan

Keluarga Epiphaneia

Play Episode Listen Later Jul 1, 2026 31:06


Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Allah tidak memandang bulu (Rm 2:11). Setiap manusia diberikan kesempatan dan modal berkat yang sama, namun tidak semua orang merespon berkat Tuhan dengan cara dan integritas yang sama. Menariknya, respon setiap orang bukan hanya mempengaruhi hidupnya, namun juga hidup keturunan, bahkan kaum, serta bangsanya. Bagaimana dengan kita? Bagaimana kali ini Alkitab mengajar kita tentang berkat dan respon orang-orang yang telah dipanggil Tuhan?Ibu Ev. Sri Umiyati P. dalam Ibadah Epiphaneia, 28 Juni 2026.Kirim pesan

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 30 Juni 2026 - Dipakai menjadi Alat Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 29, 2026 5:26


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 30 Juni 2026Bacaan: "Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah bukan dari diri kami." (2 Korintus 4:7)Renungan: Pernahkah kita menunggu seorang kurir untuk mengirimkan suatu barang yang kita pesan? Jika kita menunggu kiriman barang penting yang harus segera digunakan, apakah penampilan kurir tersebut menentukan kita akan menerima barang itu atau tidak? Akankah kita menolak sebuah paket jika kurirnya lusuh dan bau keringat? Nyatanya, beberapa jam setelah paket di tangan, kita sudah lupa wajah si kurir. Apa ini berarti pesan lebih penting dari pembawa pesan? Tidak juga. Tanpa ada yang membawakannya, pesan tak akan tersampaikan. Cara kita membawakan pesan juga tetap penting. Berita buruk terasa makin buruk jika dibawakan dengan cara buruk. Sebaliknya, berita buruk yang dibawakan dengan empati dan sopan minimal akan diterima lebih baik, meski tetap menyakitkan. Sadarkah kita bahwa kita semua adalah pembawa pesan? Pesan yang kita bawa adalah kabar baik, yaitu pesan Injil. Karena itu kabar baik, kita sudah punya modal bagus untuk menyampaikan pesan itu. Tapi, sering kali kita memilih untuk tidak menyampaikan pesan itu. Kita beralasan diri kita masih belum cukup baik. Kita merasa tidak pandai bicara. Atau kita merasa pesan Injil itu tidak mendesak untuk disampaikan. Untuk menyampaikan sebuah pesan dengan efektif, kemampuan bicara yang baik, penampilan yang meyakinkan, atau reputasi kita yang menonjol memang membantu. Namun ingat, apa yang harus kita sampaikan bukanlah pesan biasa. Kita menyampaikan pesan Injil yang berkuasa. Pesan itu lebih penting dari si pembawa pesan, karena yang harus ditonjolkan dalam pesan itu adalah pesan Injil Kristus, bukan diri kita. Tidak ada yang tahu nama gadis kecil budak Naaman, tapi semua tahu bagaimana kuasa Tuhan bekerja untuk menyembuhkan Naaman karena pesan yang disampaikan gadis kecil itu. Orang kerasukan setan di Gerasa atau perempuan dengan lima suami di Samaria bukanlah siapa-siapa. Namun, mereka dipakai Tuhan menjadi penginjil yang efektif (Mrk. 5:20, Yoh. 4:39). Kita juga adalah pembawa pesan, kewajiban kita adalah menyampaikan pesan itu melalui sikap, perbuatan dan perkataan kira. Jangan menunggu diri kita sempurna untuk bercerita tentang Tuhan kita yang sempurna. Dialah fokus utamanya, bukan diri kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah seluruh keberadaan diriku, agar aku dapat Kau pakai menjadi alat-Mu untuk memberitakan Injil-Mu melalui sikap, perkataan dan perbuatanku. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-11 masa biasa, 26 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 25, 2026 8:42


Dibawakan oleh Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 25: 1-12; Mazmur tg 137: 1-2.3.4-5.6; Matius 8: 1-4.PENTAHIRAN KITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: PentahiranKita. Setiap dari kita mendambakan kehidupan yang baik dan sehat. Kesehatanmenjadi salah satu prioritas dalam menjalani kehidupan ini, sebab dengankesehatan yang baik dan tubuh yang kuat maka aktivitas-aktivitas kita di dalamdunia saat ini akan berjalan dengan baik pula. Kita memang mempunyai segalacara untuk memperoleh kesehatan yang kita inginkan, namun tubuh kita sebagaimanusia tetap ada keterbatasannya.  Hidup di zaman ini yang sangat maju dengankecanggihannya ternyata membawa sakit kepada banyak manusia, baik fisik maupunmental, tubuh maupun jiwa. Yang lebih rentan ialah jiwa. Jiwa manusia mulaiterikat pada hal dan barang duniawi lalu memberi ruang kepada Iblis untukmembuat nyaman pada manusia serta menutup kesempatan bagi manusia untuk bersatudengan Allah. Manusia mulai kurang percaya pada Allah dan terus memakai pikirandan ide-idenya sendiri sehingga membuatnya terkenal. Tanpa disadari hal inimenciptakan keterpisahan dirinya dari Allah.  Manusia lebih memilih kehidupan dengan gayanyayang instan namun ternyata melukai jiwanya sendiri. Jiwa ini perlahan mengalamikehilangan apa yang dituntut oleh Allah, yaitu dasar iman dan buah-buah Roh.Kedamaian, suka cita dan kasih diganti dengan amarah, benci, keserakahan. Inimerupakan sakit dalam kehidupan masa kini. Kita perlu sembuh. Kita butuhpentahiran.    Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini menjamahdan menyembuhkan orang yang sakit kusta yang datang memohon dengan penuhkerendahan hati dan iman yang besar. Ia rindu untuk sembuh. Sakit kusta adalahsakit yang sangat menyakitkan dan dijauhi oleh orang-orang di sekitar, dibuangatau disingkirkan. Ia sesungguhnya sakit fisik dan metal, tubuh dan jiwanya.Tuhan Yesus hadir dengan belaskasih-Nya yang merangkul, memberkati danmenyembuhkan dengan kasih-Nya. Untuk sembuh, kita perlu belajar dari orang sakitkusta tersebut. Kita perlu menyadari bahwa kita juga orang-orang sakit. Kitaorang-orang berdosa. Kita perlu Tuhan Yesus. Kita mohon dengan tulusbelaskasih-Nya, kita datang kepada-Nya dengan iman yang besar dansungguh-sungguh lalu memberikan diri kita untuk disembuhkan dari sakit,kelemahan dan kedosaan. Setelah sembuh, hendaklah kita selalu menjaga relasidengan Allah agar tidak kembali goyah dan rusak seperti sebelumnya, tetapi kitamenjadi saksi-saksi-Nya di dalam dunia saat ini. Sebab dengan jamahan Tuhanyang menyembuhkan itu, beban hidup kita menjadi ringan dan tahirlah kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah Bapa, kami bersyukur atas sabda-Mu yang hidupdalam diri Yesus yang adalah palung sungai yang menyegarkan jiwa kami yang hausakan kehadiran-Mu. Kami mohon, tetapkanlah selalu di dasar hati kami semangat membacadan merenungkan firman-Mu sebagai jalan, kebenaran dan hidup kami agar kamitidak sakit lagi, sebab firman-Mu sungguh menyembuhkan kami. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-12 masa biasa, 25 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 24, 2026 10:01


Dibawakan oleh Helen Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 24: 8-17; Mazmur tg 79: 1-2.3-5.8.9; Matius 7: 21-29.RUMAH BATU VERSUS RUMAH PASIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Rumah Batu Versus Rumah Pasir.Ketika Yesus mengumpamakan bangunan yang tidak kuat menghadapi bencana hujan,banjir dan topan yang bakal menghancurkannya, Ia sejalan dengan pemikiranpenulis kitab Amsal yang berkata: Ketika angin-topan melanda, orang-orangberdosa ikut dibinasakan, tetapi orang-orang benar akan bertahan sampaiselamanya (Ams 10,25).  Ada dua orang ibu saling berbagi cerita tentang anaknya masing-masing yangsedang kuliah di kota. Masing-masingnya tinggal di kota yang berbeda-beda.Orang tua dan keluarga masing-masing di kampung sangat berharap supayaanak-anaknya tekun dengan hidup rohaninya meski mereka harus juga tekunbelajar. Pada waktu masih berada di rumah dan sebelum kuliah, mereka tekunberdoa pribadi, doa bersama di lingkungan, dan perayaan Misa tiap hari minggu. Ketika sudah jauh dari rumah, ceritanya sudah berubah. Satu dari duamahasiswa itu memiliki cerita yang menggembirakan. Suasana di kos tempat iatinggal, pergaulan dan di kampus menuntut dirinya harus memiliki ketahananrohani yang kuat. Kebiasaan doa pribadinya menjadi semakin kuat dan ia terlibatdalam kegiatan kepemudaan di paroki. Ia tekun dengan Misa tiap hari minggu,bahkan mengikuti juga misa harian. Mahasiswa ini adalah sebuah rumah baturohani, seperti yang digambarkan oleh Yesus dalam Injil hari ini. Cerita tentang mahasiswa yang lain justru sangat berbeda. Lingkunganhidupnya di kota telah mengubahnya menjadi seorang muda penentang, berwatakkeras, dan suka terlibat dalam kejahatan. Beberapa kali ia menjadi targetkejaran pihak keamanan tetapi ia selalu lolos. Kehidupan rohaninya sudahkacau-balau. Ia mengakui diri sebagai orang beriman yang percaya kepadaKristus, tetapi hidupnya yang nyata sangat bertentangan dengan imannya. Orangmuda ini adalah contoh bangunan rumah pasir yang juga digambarkan oleh Injilhari ini.  Iman yang tumbuh sebagai rumah batu merupakan suatu kehidupan yang dijalanioleh orang-orang beriman dengan dua ciri penting, yaitu mendengarkan perkataanTuhan dan melakukannya di dalam kenyataan. Sebaliknya mereka yang mendengarkantetapi tidak melakukan, mereka itu tergolong kehidupan iman sebagai rumahpasir. Di dalam kehidupan kita, sering terdapat dua jenis orang ini yang hidupdi dalam satu keluarga, komunitas, lingkungan, dan Gereja. Di sini terjadiujian sesungguhnya. Masing-masingnya berusaha untuk menang. Jika rumah batu kehidupan iman menjadi lebih kuat, kuasa dan kemuliaanTuhan akan merajai seluruh kehidupan kita. Tetapi jika rumah pasir yang lebihkuat, maka bencana-bencana akan segera melanda kehidupan kita, sepertipengalaman pahit bangsa Israel yang dikalahkan dan dibuang ke Babel.                                                                                                                                         Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami dengan pertumbuhan iman kami yangsehat dan dewasa supaya kami dapat berkontribusi dalam memperkuat KerajaanAllah di dalam dunia ini. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan Kedua Belas Murid (22 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 21, 2026 4:36


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Kedua Belas MuridDiambil dari: Matius 10:1  “Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.”Wonder Kids, kita tahu bahwa Tuhan Yesus sangat peduli supaya orang-orang mengerti siapa Dia sebenarnya. Yesus tidak pernah asal berkata, “Aku Mesias,” lalu memaksa orang untuk percaya. Sebaliknya, hidup Yesus menunjukkan dengan jelas siapa diri-Nya.Salah satu hal yang menarik adalah Yesus memilih dua belas murid. Mengapa dua belas? Apakah itu hanya kebetulan? Tidak. Angka dua belas sangat penting bagi bangsa Israel, karena Israel memiliki dua belas suku. Jadi saat Yesus memilih dua belas murid, Yesus sedang menunjukkan sesuatu yang besar. Yesus sedang membentuk umat Allah yang baru, dan menunjukkan bahwa di dalam diri-Nya, janji Allah sedang digenapi.Ini berarti Yesus bukan hanya guru biasa. Guru biasa tidak memilih dua belas murid untuk menunjukkan penggenapan rencana Allah. Tetapi Yesus melakukannya dengan sengaja. Melalui tindakan-Nya, Yesus sedang menunjukkan bahwa Dia datang sebagai Mesias yang dijanjikan.Yang menarik lagi, Yesus punya banyak pengikut, tetapi Ia memilih hanya dua belas sebagai kelompok khusus. Ini bukan tanpa alasan. Yesus sedang membentuk dasar bagi pekerjaan besar yang akan diteruskan setelah kematian dan kebangkitan-Nya. Murid-murid itu akan menjadi saksi tentang Yesus dan memberitakan Injil ke banyak tempat.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa Yesus melakukan segala sesuatu dengan tujuan. Tidak ada yang asal-asalan. Bahkan hal yang kelihatannya sederhana, seperti memilih jumlah murid, ternyata penuh arti. Tuhan Yesus sungguh tahu apa yang sedang Ia kerjakan.Dan untuk kita hari ini, ada satu pelajaran yang indah: Yesus bukan hanya memanggil murid-murid zaman dulu. Yesus juga memanggil kita untuk mengikut Dia. Mungkin kita bukan bagian dari dua belas murid itu, tetapi kita tetap dipanggil untuk menjadi pengikut Yesus yang setia, belajar dari-Nya, dan hidup bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memanggil orang untuk mengikut-Mu. Tolong aku menjadi murid-Mu yang setia.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Tolong aku supaya bukan hanya tahu tentang Engkau, tetapi sungguh mau mengikut Engkau sebagai murid-Mu yang setia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus melakukan segala sesuatu dengan tujuan, dan Dia juga memanggilmu untuk menjadi murid-Nya yang setia. Tuhan Yesus memberkati.

Lifehouse Jakarta
Renungan Harian - Membagi Injil, Membagi Hidup

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Jun 14, 2026 3:57


Pdm. Handoyo Salim (TB) 1 Tesalonika 2:8Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. 

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 13 Juni 2026 - Bertobat dan berubah

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 12, 2026 4:23


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 13 Juni 2026Bacaan: "Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. " (Kisah Para Rasul 9:23)Renungan: Bukan hal mudah orang dapat menerima perubahan sesamanya dari tidak baik menjadi baik. Ibarat orang pernah punya "borok" (luka), sekalipun sudah sembuh, kebanyakan orang selalu melihat bekas lukanya daripada sembuhnya. Demikian juga, orang yang pernah berbuat salah dan sudah bertobat, kesalahan masa lalunya selalu dilihat dan diingat. Menjadi orang yang diragukan dan selalu dilihat kesalahan-kesalahan pada masa lalunya memang sangat tidak enak. Karena keadaan ini bisa mengganggu semangat yang bersangkutan dalam berkarya. Jangankan kita, pertobatan Saulus juga pernah diragukan. Pada masa lalu, Saulus memang penganiaya jemaat Tuhan, banyak merusak rumah ibadah dan membunuh orang-orang yang percaya kepada Kristus. Akan tetapi setelah Saulus bertemu Tuhan Yesus dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap para pengikut Kristus, Saulus bertobat. Kemudian, ia memberitakan bahwa Yesus adalah anak Allah. Akibatnya, orang-orang yang pernah melihat dan mengenal latar belakang Saulus heran, setengah tidak percaya alias ragu akan perbuatannya. Bahkan orang-orang Yahudi juga merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. Akan tetapi, sekalipun Saulus diragukan pertobatannya dan hendak dibunuh, ia tetap bekerja memberitakan Injil. Hasilnya, jemaat bertumbuh. Jemaat di seluruh Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Oleh pertolongan Roh Kudus jumlahnya terus bertambah. Apakah pertobatan kita diragukan dan mereka selalu melihat kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang kita perbuat pada masa lalu? Kalaupun demikian, janganlah situasi tersebut membuat diri sendiri kehilangan semangat untuk terus bekerja. Tunjukkan perubahan kita dengan tetap bekerja sepenuh hati dalam situasi apapun, dan percayalah Roh Kudus akan menolong kita untuk meraih keberhasilan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuduskanlah pikiranku, sehingga aku tetap melihat dan berpikir hal yang baik dari setiap pribadi yang sudah bertobat. Jadikanlah mataku seperti mata-Mu, mata yang selalu melihat hal yang baik dalam diri setiap orang. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan “Secret Mark” (13 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 12, 2026 4:23


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan “Secret Mark”Diambil dari: Yohanes 14:1  “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”Wonder Kids, kadang-kadang ada orang yang berkata, “Mungkin ada kitab rahasia tentang Yesus yang menunjukkan bahwa Yesus sebenarnya tidak seperti yang diajarkan Alkitab.” Salah satu hal yang pernah dibicarakan orang adalah tulisan yang disebut “Secret Mark.” Ada yang menganggap tulisan ini sangat penting, bahkan lebih benar daripada Injil Markus yang ada di Alkitab.Tetapi setelah diteliti, ternyata tidak ada bukti kuat bahwa tulisan itu sungguh asli dan bisa dipercaya. Bahkan banyak ahli justru meragukannya. Jadi, kita tidak punya alasan yang kuat untuk percaya bahwa ada “rahasia besar” tentang Yesus yang tersembunyi lalu baru ditemukan belakangan.Nah, ini penting, Wonder Kids. Kadang-kadang sesuatu yang terdengar misterius atau rahasia memang bisa membuat orang penasaran. Tetapi tidak semua yang terdengar heboh itu benar. Tuhan tidak membangun iman kita di atas gosip, cerita aneh, atau dokumen yang tidak jelas. Tuhan memberi kita firman-Nya yang kokoh dan dapat dipercaya.Yang kita tahu dengan jelas adalah ini: ada banyak bukti yang kuat bahwa Injil-injil dalam Alkitab dapat dipercaya. Di sanalah kita belajar bahwa Yesus sungguh hidup, sungguh mati di kayu salib untuk dosa kita, dan sungguh bangkit. Jadi kita tidak perlu gelisah saat ada orang membawa cerita-cerita aneh tentang Yesus. Kita bisa tetap tenang dan berpegang pada firman Tuhan.Firman Tuhan dalam Yohanes 14:1 berkata, “Janganlah gelisah hatimu.” Mengapa? Karena Yesus sendiri meminta kita percaya kepada-Nya. Saat dunia penuh suara yang membingungkan, kita tidak perlu panik. Kita tetap bisa berkata, “Aku mau percaya kepada Yesus yang dinyatakan dalam firman Tuhan.”Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu mendengar hal yang membuatmu bingung tentang Tuhan atau Alkitab, jangan langsung takut. Katakan kepada orang dewasa yang bisa membimbingmu, lalu berdoalah, “Tuhan, tolong aku tetap berpegang pada firman-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak mudah bingung oleh hal-hal yang aneh atau menakutkan, tetapi tetap percaya kepada-Mu dengan hati yang tenang. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kamu tidak perlu takut pada cerita yang membingungkan, karena firman Tuhan tetap kokoh dan Yesus tetap dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan Agama-Agama Misteri (12 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 11, 2026 3:54


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Agama-Agama MisteriDiambil dari: 1 Timotius 3:16  “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: ‘Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, yang dibenarkan dalam Roh, yang dilihat oleh malaikat-malaikat, yang diberitakan di antara bangsa-bangsa, yang dipercayai di dalam dunia, yang terangkat dalam kemuliaan.'”Wonder Kids, ada orang yang berkata bahwa kekristenan cuma meniru cerita-cerita dari agama lain pada zaman Romawi. Mereka bilang, “Kan ada juga cerita tentang dewa-dewa dan hal-hal ajaib. Jadi mungkin cerita tentang Yesus juga cuma mirip begitu.” Kedengarannya mungkin pintar, tetapi ternyata tidak tepat.Mengapa? Karena cerita-cerita dalam agama-agama misteri itu sangat berbeda dengan berita tentang Yesus. Banyak cerita mereka berhubungan dengan alam, musim, atau dongeng tentang dewa-dewa. Tetapi berita tentang Yesus bukan dongeng seperti itu. Berita tentang Yesus berbicara tentang Pribadi yang sungguh hidup dalam sejarah. Yesus lahir, hidup di dunia ini, mati di kayu salib, bangkit, lalu diberitakan kepada bangsa-bangsa. Ini bukan cerita yang dibuat untuk mengikuti kebiasaan agama lain.Selain itu, para pengikut Yesus pertama adalah orang-orang Yahudi yang sangat percaya kepada Allah yang esa. Mereka tidak gampang mencampur iman mereka dengan cerita-cerita dewa kafir. Justru mereka memberitakan bahwa Yesus adalah penggenapan rencana Allah yang sudah dijanjikan dalam firman Tuhan. Jadi kekristenan tidak meminjam inti beritanya dari agama misteri. Berita Injil berdiri sendiri, unik, dan benar.Firman Tuhan dalam 1 Timotius 3:16 menunjukkan betapa mulianya berita tentang Yesus. Yesus menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia. Ia datang ke dunia ini, diberitakan, dipercayai, lalu terangkat dalam kemuliaan. Ini adalah kabar besar tentang karya keselamatan Allah, bukan cerita khayalan manusia.Wonder Kids, kadang-kadang orang mencoba membuat Yesus terlihat biasa saja, seolah-olah sama dengan semua cerita lain. Tetapi kita harus ingat: Yesus berbeda. Yesus bukan tokoh dongeng. Yesus adalah Tuhan yang benar-benar datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Karena itu, kita tidak perlu bingung saat mendengar tuduhan-tuduhan seperti itu. Kita bisa tetap percaya bahwa Injil adalah kabar yang benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Juruselamat yang sejati, bukan cerita buatan manusia. Tolong aku percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh datang ke dunia ini untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perkataan orang lain, tetapi tetap percaya bahwa Injil adalah kebenaran. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak sama dengan dongeng atau cerita agama lain, karena Yesus adalah Juruselamat yang sejati dan kabar tentang-Nya adalah kebenaran. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan Apolonius dari Tiana (11 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 10, 2026 2:58


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Apolonius dari TianaDiambil dari: Yohanes 14:12  “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba membandingkan Yesus dengan tokoh-tokoh lain dari zaman dahulu yang katanya juga melakukan hal-hal luar biasa. Salah satu nama yang kadang disebut adalah Apolonius dari Tiana. Ada cerita-cerita yang dibuat tentang dia, dan beberapa orang berkata, “Lihat, mungkin Yesus tidak istimewa, karena ada tokoh lain yang mirip.”Tetapi kalau kita melihat lebih teliti, perbandingan itu tidak kuat. Cerita tentang Apolonius ditulis jauh lebih belakangan, setelah zaman Yesus. Selain itu, banyak bagian ceritanya terdengar seperti kisah yang dibesar-besarkan untuk membuat dia tampak hebat. Berbeda dengan Injil, yang ditulis jauh lebih dekat dengan kehidupan Yesus dan didasarkan pada kesaksian para saksi.Yang lebih penting lagi, Yesus tidak sama dengan tokoh mana pun. Yesus bukan hanya melakukan mujizat. Yesus mengajar dengan kuasa, mengampuni dosa, menyatakan diri sebagai Anak Allah, mati di kayu salib untuk menanggung dosa manusia, lalu bangkit dari kematian. Tidak ada tokoh lain yang seperti Yesus. Yesus itu unik. Yesus tidak bisa disamakan dengan orang lain.Kadang-kadang orang memang mencoba membuat Yesus terlihat biasa saja, seolah-olah Dia hanya salah satu tokoh hebat di antara banyak tokoh lain. Tetapi firman Tuhan menunjukkan bahwa Yesus jauh lebih besar. Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan siapa pun membuat Yesus terlihat kecil di mata kita.Wonder Kids, saat kamu mendengar orang membandingkan Yesus dengan tokoh lain, ingatlah ini: Yesus bukan sekadar orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Hanya Yesus yang mati bagi dosa kita dan bangkit untuk memberi hidup yang kekal.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak sama dengan siapa pun. Tolong aku untuk mengenal Engkau dengan benar dan semakin percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau unik, mulia, dan tidak dapat disamakan dengan siapa pun. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perkataan orang lain, tetapi tetap percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak sama dengan tokoh mana pun di dunia ini, karena hanya Dia Anak Allah dan Juruselamat yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Teka-Teki Gulungan Laut Mati (6 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 5, 2026 3:29


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Gulungan Laut Mati Diambil dari: Matius 11:4–5  “Jawab Yesus kepada mereka: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.'”Wonder Kids, pernahkah kamu merasa bingung lalu bertanya, “Benarkah Yesus itu Mesias?” Yohanes Pembaptis juga pernah berada dalam keadaan yang sulit. Saat ia dipenjara, ia mengutus murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus, “Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan orang lain?” Itu pertanyaan yang jujur.Lalu bagaimana Yesus menjawab? Yesus tidak marah. Yesus menjawab dengan menunjukkan apa yang sedang Ia kerjakan. Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang sakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan, dan kabar baik diberitakan kepada orang miskin. Jawaban Yesus menunjukkan bahwa Dialah Mesias yang sudah dijanjikan Allah.Menariknya, para peneliti juga menemukan gulungan-gulungan kuno yang menolong kita melihat bahwa orang-orang Yahudi pada zaman itu memang sedang menantikan karya besar dari Mesias. Jadi saat Yesus menjawab seperti itu, jawaban-Nya bukan asal-asalan. Yesus sedang menunjukkan bahwa janji Allah sedang digenapi di dalam diri-Nya.Wonder Kids, ini mengajarkan kita sesuatu yang penting. Saat kita punya keraguan atau pertanyaan, kita tidak perlu lari dari Tuhan. Yohanes membawa pertanyaannya kepada Yesus. Dan Yesus menjawab dengan menunjukkan kebenaran. Tuhan tidak takut pada pertanyaan yang jujur. Tuhan mau kita datang kepada-Nya dan melihat siapa Dia sebenarnya.Kadang-kadang kita juga bisa ragu. Mungkin kita bertanya, “Apakah Yesus sungguh mendengar doaku?” atau “Apakah Tuhan sungguh bekerja?” Saat itu terjadi, lihatlah kembali kepada Yesus. Lihat firman-Nya. Lihat apa yang sudah Ia lakukan. Yesus adalah Juruselamat yang dijanjikan, dan Dia tidak pernah berubah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada satu pertanyaan atau keraguan di hatimu, katakan itu dengan jujur kepada Tuhan dalam doa. Lalu bacalah satu kisah tentang Yesus dalam Injil dan perhatikan apa yang Yesus lakukan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Tolong aku supaya saat aku ragu atau bingung, aku datang kepada-Mu dan belajar percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu punya pertanyaan, datanglah kepada Yesus, karena Dialah Mesias yang sejati dan jawaban yang kamu butuhkan. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-9 masa biasa, 1 Juni 2026, Peringatan Santo Yustinus, Martir

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 31, 2026 12:03


Dibawakan oleh Diana Ho dari Paroki Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Petrus 1: 1-7; Mazmur tg 91: 1-2.14-15ab.15c-16; Markus 12: 1-12.ANTARA BERBUAH BAIK ATAU BURUK Renungan kita pada hari ini bertema: Antara berbuah baikatau buruk. Injil dari Santo Markus yang baru saja kita dengar menggambarkansuatu perumpamaan tentang para pekerja (petani), yang menunjuk pada parapimpinan agama di zamannya Yesus. Maksudnya ialah untuk memperingatkan merekasupaya menerima Yesus sebagai Putra Allah dan jangan menyandera Dia dengananeka persepsi yang negatif. Yesus sendiri mengalami langsung bagaimana mereka melawancinta kasih yang Ia ajarkan dan lakukan. Mereka memusuhi, menganiaya, bahkanmembunuh semua utusan Allah, termasuk Yesus sendiri. Orang-orang itu merasatelah melakukan kebaikan dengan cara menegakkan hukum mereka, hukum Taurat.  Itu terjadi pada zamannya Yesus Kristus dulu. Apa yangterjadi sekarang ini? Kita tidak mempunyai sikap sama seperti para pekerja yangbrutal terhadap Tuhan Yesus. Kita justru menerima dan mengakui Dia sebagaiTuhan yang baik. Kita tidak sampai hati mengkhianati Dia, karena kalau ituterjadi sia-sia saja kita bertekun tiap hari mendengar dan merenungkanfirman-Nya. Satu hal yang penting adalah ini, bahwa setelah kitadicurahkan oleh Roh Kudus pada hari Pentakosta, Yesus ingin ingatkan bahwa dibawah bimbingan dan pengajaran Roh Kudus kita mestinya dapat berbuah dandiharapkan buah-buah itu baik, bukan sebaliknya buruk. Kalau Roh Kudus yanghidup bersama kita buah-buah kita memang harus baik dan berguna baik bagi dirisendiri maupun bagi orang lain.  Tujuh karunia Roh Kudus itu mesti menjadi target sepertiapa buah-buah dari kita. Kita kiranya berusaha untuk berbuah baik dalamkebijaksanaan, pengertian, nasihat, kekuatan, pengetahuan, kesalehan, dan takutakan Allah. Kalau salah satu atau dua karunia ini kita abaikan, bisa saja kitamenjadi brutal dan jahat seperti para pekerja kebun anggur itu.  Misalnya, jika Anda tidak punya kebijaksanaan, pengertiandan pengetahuan yang baik, sangat mungkin Anda menggantikannya dengankemarahan, menang sendiri dan bertindak membabi-buta kepada orang lain. Jikaseseorang mungkin nampak saleh, tetapi tak ada takut akan Allah, bisa saja iaakan menjadi seorang pendendam yang diam-diam akan meledak dan sangatberbahaya.  Jadi karunia Roh Kudus itu, paling kurang menjadi salahsatu indikasi kalau kita ingin berbuah baik, caranya ialah tunduk dan tekundalam bimbingan Roh Kudus. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan yang maha baik, terima kasih atas hariyang baru ini yang memberi kami kesempatan satu hari lagi untuk menekuni hidupini di dalam bimbingan Roh-Mu. Semoga pikiran dan hati kami selalu terbukaterhadap sapaan melalui firman yang disampaikan kepada kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Podcast Literatur Perkantas Nasional
KISAH BUKU "Misi Umat Allah-- Injil Adalah Transformasi Etis"

Podcast Literatur Perkantas Nasional

Play Episode Listen Later May 30, 2026 4:57


Misi Umat Allah: Sebuah Teologi Biblika tentang Misi Gerejaoleh Christopher J. H. Wright

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu, Hari Raya Tritunggal Mahakudus, 31 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 30, 2026 12:07


Dibawakan oleh Genesia Grizelda Sudarju, Pricillia Nini Wijaya dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Mamajang dan Arthur J. Homeric dari Paroki Santo Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kejadian 34: 4b-6.8-9; Mazmur tg T.Dan 3: 52.53.54.55.56; 2 Korintus 13: 11-13; Yohanes 3: 16-18.ALLAH YANG TRITUNGGAL Tema renungan kita hari ini Minggu, Hari Raya TritunggalMahakudus ialah: Allah Yang Tritunggal. Mario, seorang murid kelas 5 SD sedangmengerjakan PR namun karena ia tak menemukan jawaban, lalu ia bertanya kepadabapanya: “Papa, Tuhan Allah itu satu tetapi punya tiga pribadi, apamaksudnya?'” Bapak itu diam sejenak dan menjawab, “Itu sulit sekali untukdijawab nak. Tanyakan itu ke Mamamu di sana.” Mario dekati ibunya, “Mah, ‘Tuhanitu satu tetapi punya tiga pribadi, apa maksudnya?'” Jawab ibu, “Mama tak bisajawab, pekerjaan masih banyak. Kamu belajar saja di sana ya!” Esok harinya di sekolah, Mario melaporkan kepada guru, “BuGuru, tak ada jawaban. Bapak dan ibuku tak bisa menjawab. Kalau Bu Guru,jawabnya apa ya?” Guru itu diam sejenak, lalu menjawab: “Jawabnya nanti saja yaMario. Lebih baik marilah kita lanjutkan pelajaran.” Mario merasa kecewa. Dibuku tulisnya ia menjawab sendiri pertanyaan itu kira-kira begini: Kitabertanya terus saja tentang artinya Tritunggal mahakudus, jawabannya tak mestididapat sekarang, atau mungkin tak perlu tahu juga. Yang penting bisa sebutnama-Nya dan percaya.” Kesulitan umum orang beriman ialah tak sepenuhnyamengetahui dan mengerti  bagaimana atauseperti apa Tritunggal itu. Satu Allah tiga pribadi ada dalam hafalan kita.Kita menyebut nama-Nya di dalam doa-doa dan ibadat. Kita rayakan pesta dan hariraya-Nya. Kita beriman kepada-Nya sejak pembaptisan dan ditetapkan oleh-Nya didalam Sakramen Penguatan. Tetapi pengetahuan kita terbatas tentang Dia. Kitasempat dengar dan belajar di sana sini, tetap saja kita tak puas. Jadijawabannya tak mesti sekarang, atau mungkin tak perlu juga mendapatkan jawabanyang sungguh memuaskan. Bagaimana atau seperti apa keadaan dan kehidupan satuAllah tiga pribadi secara persis tak ada yang tahu. Tak ada kitab suci dantradisi tersendiri tentang mereka. Kita hanya tahu dalam definisi tertentukarena Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan dan mengajarkan di dalam Injil. Diamengatakan itu sebagai misteri besar iman kita, yaitu persekutan tritunggalyang tak dapat terpisahkan. Tugasnya Yesus ialah menyatakan kemuliaan Allah itukepada kita: Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus, dan untuk mempersatukankita semua dengan Tuhan di dalam satu persekutuan kasih. Persekutan kasih didunia ialah Gereja. Tujuan terakhir yang akan dicapai oleh kita orang-orangberiman ialah memasuki persekutuan sempurna di dalam kemuliaan abadi Tritunggalitu. Perutusan dari Yesus dan Roh Kudus sama, karena Yesus katakan kepada paramurid dan kita semua bahwa Roh Kuduslah yang akan mengajarkan kita dalam semuakebenaran. Yang dimaksudkan ialah kebenaran tentang Allah, misteri agungTritunggal suci. Meskipun pengetahuan kita terbatas tentang Tritunggal kudusitu, yang penting kita tak boleh hilang iman dan kesetiaan kita kepada-Nya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tritunggal suci, semoga Allah Bapamelindungi dan memenuhi kami dengan segala kemurahan, semoga Allah Putramempersatukan dan menyelamatkan kami sebagai satu kawanan umat kesayangan-Mu,dan semoga Allah Roh Kudus terus mengajarkan dan menerangi kami dalam segalakebenaran tentang kebesaran kemuliaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa ... Dalam namaBapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 26 Mei 2026 - Fokus ke Masa Depan Bersama Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 25, 2026 4:34


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 26 Mei 2026Bacaan: "...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah..." (Filipi 3:13-14)Renungan: Pernahkah memperhatikan katak setiap melompat? Dalam setiap gerakannya itu, ia selalu fokus menatap ke depan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Hewan, yang dapat hidup di darat dan air tawar, tidak pernah menoleh ke belakang dan terus saja menjelajah, menemukan tempat-tempat baru, seolah tidak memusingkan hal-hal di sekelilingnya. Tidak peduli cuaca apapun, pandangannya selalu lurus sehingga dapat dengan lincah ia melompat maju dan cepat pula berkelit dari serangan musuhnya ketika dirinya sedang terancam. Paulus juga tidak mengingat-ingat masa lalunya yang kelam sebagai penganiaya para jemaat Tuhan. Ia menyerahkan dirinya kepada panggilan-Nya untuk memberitakan Injil. Masa lalu yang kelam seringkali memang membuat kita kehilangan tujuan hidup. Rasanya tidak bersemangat untuk menatap hari. Namun, kalau kita mendekat kepada Tuhan, kegelapan tidak akan menaungi kita selamanya, tetapi Roh-Nya akan membangkitkan semangat kita yang telah patah. Seberat apapun masalah kita, Tuhan sungguh mengasihi kita sehingga harapan baru akan muncul kembali yang kemudian membuat kita semangat menjalani hidup ini. Sekarang bukan saatnya lagi bagi kita untuk terus menjalani hari dengan tatapan kosong akibat kegagalan masa lalu atau luka batin apapun yang membuat kita kecewa berat. Kita punya harapan dalam Tuhan yang mau berkarya dengan indahnya di sisa hidup kita. Bangunlah dari "tidur panjang" yang telah menggerogoti tahun-tahun kita sehingga kita tidak dapat meraih hal-hal manis dalam hidup yang telah Tuhan janjikan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, masa depanku indah bersama-Mu. Bantulah aku untuk tidak mengingat lagi masa laluku yang kelam, tapi arahkan hati dan pikiran ku ke masa depanku yang cerah bersama-Mu. Amin. (Dod).

AWR Indonesian - Daily Devotional
Krisis dalam pelayanan

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later May 23, 2026 6:36


Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.

AWR in Indonesian - Renungan Harian
Krisis dalam pelayanan

AWR in Indonesian - Renungan Harian

Play Episode Listen Later May 23, 2026 6:36


Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-7 Paskah, 21 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 20, 2026 9:36


Dibawakan oleh Agustina Maria Nawang Mulan dari Paroki Santa Maria Assumpta Klaten di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Kisah Para Rasul 22: 30; 23: 6-11; Mazmur tg 16: 1-2a.5.7-8.9-10.11; Yohanes 17: 20-26.SEMOGA KITA BERSATU Renungan kita pada hari ini bertema: Semoga Kita Bersatu.  Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahunsedang berdoa di dalam kamarnya. Kedua orang tuanya mendengar dari luar kamarsepertinya anak itu sedang berbicara dengan seseorang. Mereka mengintip dilubang pintu, dan melihat anaknya memandang ke atas dengan kedua tangannyaterbuka. Ia berseru di dalam doanya: "Tuhan Yesus, aku sering berdoakepada-Mu, tapi aku belum pernah mendengar Engkau berdoa untuk aku. Sekarangaku ingin dengar doamu untuk aku." Bocah itu sebenarnya ingin mengetahui apakah Tuhan Yesus mendoakan kitamanusia. Ini juga sering menjadi pertanyaan dari banyak orang di antara kita.Pada hari ini bacaan Injil kita menguraikan tentang sebuah doa Yesus yangsangat spesial, yaitu ia berdoa supaya terciptalah persatuan di antara Allahdan manusia dan di antara manusia dengan sesamanya. Jadi Yesus berdoa bagisetiap pribadi kita dan semua orang yang ada di sekitar kita, semoga kitabersatu. Mengapa doa-Nya adalah semoga kita bersatu dan bukan kita harusbersatu?    Alasan paling kentara ialah bahwa Tuhan memberikan kebebasan kepada setiapmanusia untuk memilih persatuan atau memilih perpecahan. Ini sama dengankebebasan memilih untuk menaati Dia atau melawan Dia. Hidup kita adalah arenabermain dan berjuang untuk menentukan siapa yang memilih Tuhan dan siapa yangtidak. Jadi kebebasan manusia ialah karunia kodrati yang ikut menentukankondisi iman dan pertumbuhan rohani kita. Alasan lain yang mungkin kurang kita sadari ialah bahwa persiapan sebagaiunsur yang sangat penting dalam hidup kita. Doa Yesus semoga kita bersatu hendaknyamendorong kita untuk menyiapkan suatu persekutuan yang sejati di antara kitaputra dan putri Allah. Persiapan ini berguna untuk meningkatkan selera kitamerindukan suatu persatuan abadi di surga. Maka kita tidak boleh menganggapremeh atau bermain-main dengan setiap jenis persatuan yang kita bangunbersama-sama di dunia ini. Tuhan kecewa kalau kita meremehkannya. Alasan yang paling tinggi nilainya ialah bahwa Tuhan Allah itu esa dantempat Ia berdiam ialah satu saja selamanya, di surga. Untuk sampai ke sanakita harus melewati perjalanan dan proses panjang. Tidak ada permainan sulapatau transportasi kilat untuk bisa sampai di sana. Kalau seandainya tak adaproses maka cukup satu saja mujisat untuk membawa semua orang bersatu di surga.Tetapi ada prosesnya, maka kita memakai “semoga kita bersatu”.  Kita diberi karunia untuk memiliki pengharapan. Tuhan tidak menghilangkanpengharapan kita dan menggantinya dengan harus. Oleh karena itu doa-doa selaluberupa “semoga”, “kiranya” dan “akan”, sebagai tanda pengharapan kita.  Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Roh Kudus yang diutus kepada kamimempersatukan kami di dunia ini dan mempersiapkan kami untuk persatuan yangabadi bersama-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-7 Paskah, 20 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 19, 2026 8:44


Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 20: 28-38; Mazmur tg 68: 29-30.33-35a.35b-36c; Yohanes 17: 11b-19.BERBAGI KARUNIA ROHKUDUS Renungan kita pada hari ini bertema: Berbagi Karunia Roh Kudus. Ada satukelompok orang muda masuk ke dalam gereja untuk berdoa. Mereka berjumlah tujuhorang, empat perempuan dan tiga laki-laki. Mereka semua heran dengan dekorasidi samping altar berupa gambar tujuh karunia Roh Kudus. Masing-masing memilihsatu karunia Roh yang dianggapnya paling cocok dengan karakter dan keadaanpribadinya, yaitu karunia kebijaksanaan, pengertian, nasihat, pengetahuan,kesalehan, keperkasaan (kekuatan), dan takut akan Tuhan. Setelah berdoa, merekakembali dengan hati yang penuh gembira.   Ada sebuah niat yang baik dan mulia dari mereka sebagai satu kelompok orangmuda Katolik dan sebagai pribadi masing-masing. Mereka ingin memberikankesaksian kepada orang muda Katolik lain, supaya membawa semua orang mudaKatolik di dalam persekutuan dan persaudaraan Kristiani yang baik. Mereka jugaingin menjadi rasul-rasul Kristus yang dengan rela dan tekun berbagikarunia-karunia Roh Kudus kepada sesamanya, khususnya di tempat mereka hidupdan bertumbuh. Mereka menjadi berguna kalau mereka berbagi karunia Roh Kudus. Mengapa harus berbagi Roh Kudus? Ada beberapa alasan mendasar. Pertamakarena Tuhan Allah sendiri sudah berbagi dari diri-Nya sendiri. Tuhan Allahberbagi hidup-Nya dengan manusia sehingga Putra Allah menjadi Yesus Kristus,kemudian Yesus sendiri mengutus Roh-Nya bagi kita. Allah sudah berbagi, makakita harus juga bisa berbagi. Tujuan utama berbagi ini ialah supaya persatuandan kesatuan itu dapat diwujudkan, seperti inti doa Yesus yang diwartakanbacaan Injil pada hari ini. Berbagi karunia Roh bertujuan untuk persatuan. Kedua, Roh Kudus bergerak dan berkegiatan. Ia menggerakkan setiap pribadidalam Gereja Perdana lalu menginisiatifkan kegiatan-kegiatan mereka sehinggamereka tidak tinggal diam atau bersembunyi. Santo Paulus harus bergerak danberpindah dari satu tempat ke tempat lain, karena ia harus mengembangkan Gerejake seluruh pelosok bumi. Kita juga dipenuhi dan digerakkan oleh Roh Kudus agarkita dapat berbagi kasih karunia Tuhan kepada orang lain. Ketiga, Gereja itu inklusif dan menaati perintah Yesus untuk menjadikanseluruh bangsa murid-murid-Nya. Maka tak ada cara lain yang paling pas kecualimenggerakkan setiap pengikut Kristus untuk berbagi karunia-karunia Roh Kudus,yaitu menyampaikan segala kebaikan, suka cita dan kebenaran kepada seluruhdunia. Berbagi kepada sesama di dalam persekutuan Yesus Kristus merupakan hukumyang tidak dilalaikan. Berbagi kepada sesama manusia yang lain merupakan perwujudantugas Gereja kita yang apostolik. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, di dalam saat-saat penantian datangnya RohKudus, kami menaruh iman kami kepada-Mu sebagai guru dan Tuhan kami. Kuatkanlahkami dengan berkat dan kasih-Mu supaya dalam penantian ini kami selalu fokusdengan penuh devosi dan mawas diri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 19 Mei 2026 - Menjadi AlatNya, Cermin KehadiranNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 18, 2026 4:48


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 19 Mei 2026Bacaan: "Karena jika aku memberitakan Injil,... Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil." (1 Korintus 9:16)Renungan: Rasul Paulus adalah salah satu rasul luar biasa, yang dipakai Allah. Kehidupannya semula adalah musuh Allah. Namun, pada akhirnya ia berbalik menjadi saksi Allah. Keberanian dan kegigihan Paulus memberitakan Injil sangat besar. Keberhasilan pelayanan Paulus tidak hanya pada dirinya sendiri, tetapi juga terhadap orang-orang hebat yang ia didik, seperti Timotius dan Titus. Ada beberapa teladan didikan Paulus yang dapat kita ambil, pertama, Paulus berani menyuarakan kebenaran Injil. Paulus tidak pernah takut mati dalam memberitakan Injil Kristus. la sangat berani bahkan ia menulis dalam Filipi 1:21 "karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan". Saat Paulus di penjara pun ia berani memberitakan Injil dan beberapa orang menjadi percaya kepada Kristus. Kedua, Paulus memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan. Oleh karena relasinya dekat dengan Tuhan, ia tidak pernah khawatir. la yakin segala perkara dapat ia tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadanya (Flp. 4:13). Ketiga, Paulus mampu memberi keteladanan yang baik. "Tetapi hendaklah terus menjadi teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu" (1 Tim. 4:12). Teladan hidup Paulus mengajarkan kita untuk tidak ragu dalam melayani Tuhan dan berbicara tentang kasih-Nya kepada orang lain. Karena itu, mari jangan ragu menyediakan diri untuk melayani Tuhan dengan berkaca dari teladan Paulus. Meskipun ia berlatar belakang yang jauh dari Allah, ia berbalik menjadi pemberita Injil yang luar biasa. Meskipun masa lalu kita penuh dosa dan kesalahan, seperti Paulus, kita dapat menjadi "alat" Tuhan untuk memberitakan Injil sebagai didikan yang harus dilakukan dan dikerjakan sepanjang hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan Roh-Mu yang kudus, agar seluruh keberadaan diriku dapat mencerminkan kehadiran-Mu sendiri. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Paskah ke-7, 17 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 16, 2026 10:55


Dibawakan oleh Thres Woen, Celine, Maria Delie dan Bryan dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus, Katedral, di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 1: 12-14; Mazmur tg 27: 1.4.7-8a; 1 Petrus 4: 13-16; Yohanes 17: 1-11a.SEMUA SEHATI DI DALAM DOA Tema renungan kita pada hariMinggu Paskah ke-7 ini ialah: Semua Sehati di Dalam Doa. Anjing dan kucingselalu berkumpul dan menjadi teman di belakang gereja. Makanan sisa dari dapurpastoran dan dari kantin paroki mempersatukan mereka. Tetapi ketika sedang adarenovasi gedung pastoran dan kantin paroki semua kegiatan memasak dan penjualanmakanan berhenti untuk sementara. Maka tidak ada makanan lagi bagi anjing dankucing.  Kucing berkata kepada temannya:"Bagaimana caranya ya, untuk mendapatkan makanan, karena suplai makanandari dapur dan kantin nyaris tidak ada. Di manakah ibu-ibu dan kakak-kakak yangbiasanya memasak dan menjual di kantin?" Anjing yang mengerti keluhankucing, langsung menjawab: "Kamu tidak tahu? Mereka selalu memesan makananpakai online. Itu namanya dunia online. Makanya harus melek online danrajin-rajin ikut ke mana mereka pergi, kamu akan dapat makanan." Binatang-binatang dapat mengalamikehilangan kita. Tetapi Kita hanya berpindah dari gereja atau kapel ke ruangpublik media online. Dalam zaman sekarang, kita selalu berinteraksi secaraonline. Bahkan kegiatan rohani seperti berdoa, sharing iman, Misa Kudus danpengajaran iman dapat dilakukan melalui media online. Gereja kecil adalah hatikita masing-masing dan media online menjadi bangunan gereja virtual yang dapatmempertemukan setiap orang beriman yang bersama-sama ungkapkan imannya. Semangat kita untuk berdoasetelah hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus dan menantikan Pentakosta tetapberkobar. Kita semua menjadi sehati dalam berdoa sebagai syarat yang harus kitapenuhi untuk menantikan pencurahan Roh Kudus. Kita mengikuti teladan para rasuldan Bunda Maria yang telah melakukan itu di dalam salah satu ruangan di kotaYerusalem, lebih dari 2000 tahun yang lalu. Persiapan untuk menyambut Roh Kudusharus dalam bentuk berdoa bersama dengan satu hati, dan bukan dengankegiatan-kegiatan lain yang bukan berdoa. Pada hari ini Tuhan Yesusmengajarkan kita tentang berdoa dengan sepenuh hati kita sendiri dan sehatidengan saudara-saudari seiman. Berdoa sebagai pribadi yang sungguh-sungguhtekun akan membuat doa bersama sebagai satu Gereja menjadi mantap dan berkenankepada Tuhan. Terlebih-lebih karena di dalam doa bersama itu selalu adakehadiran Bunda Maria sebagai Bunda Gereja, partisipasi aktif kita di dalam doabersama harus menjadi sebuah disposisi rohani yang terbaik. Sebagai Ibu yangpenuh perhatian, ia tentu mengingatkan atau menegur kita kalau sikap kitaberdoa tidak sesuai dengan tata cara Gerejawi yang benar. Dengan semangat berdoa sepertiini, kita dapat mewujudkan apa yang dikatakan Yesus di dalam Injil hari ini,yaitu: kita dapat mengenal Bapa sebagai satu-satunya Allah yang benar danmengenal Yesus Kristus yang telah diutus Bapa. Roh Kudus membantu kita untukbertumbuh dalam semangat doa seperti ini. Marilahkita berdoa. Dalam nama... Ya Bapa di surga, jadikanlah kami para pendoa yangbaik agar kami bertumbuh menjadi anggota-anggota Gereja-Mu yang senantiasamemuliakan Dikau dengan doa-doa kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis, Hari Raya Keniakan Tuhan, 14 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 13, 2026 9:06


Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Onny Pakendek dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 1: 1-11; Mazmur tg 47: 2-3.6-7.8-9; Efesus 1: 17-23; Matius 28: 16-20.SEMPURNA PADAANGKA 40 Renungan kita pada hari ini bertema: Sempurna Pada Angka 40. Seorang lelakimerayakan ulang tahunnya yang ke-40 dan putri sulungnya yang berusia 10 tahunmenulis catatan kecil kepadanya. Tulisan itu ditempelkan pada bingkisan kadoyang disiapkan ibunya. Bunyi tulisan itu seperti ini: "Bapak sempurna padaangka 40!" Bapaknya bertanya tentang maksud tulisannya, dan bocah ituberharap, agar ayahnya menjadi seorang bapak dan suami yang paling baik.  Dalam kitab suci kita, angka 40 penting sekali. Maknanya ialah sudahlengkap dan sangat indah untuk dinikmati. Musa pergi ke gunung dan menikmatipertemuannya dengan Allah selama 40 hari dan 40 malam. Setelah itu ia mendapatdari Allah 10 perintah ilahi. Orang-orang Israel mengembara selama 40 tahunpersiapan untuk masuk ke tanah terjanji. Elia berjalan 40 hari di tengah padangbelantara menuju ke gunung Tuhan. Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, Yesusmenampakkan diri kepada para rasul-Nya sebelum mengutus mereka ke tengah dunia.Pada hari ke-40 Ia naik ke surga. Kata kunci di sini ialah sudah lengkap dan membuat kita merasagembira.  Ini berarti kita di-bookinglengkap oleh Tuhan dengan tiket-tiket untuk berziarah di bumi ini sebagaipengikut-pengikut Kristus. Dengan begitu kita melangkah dalam optimismekristiani menuju ke surga. Yesus naik ke surga sebenarnya untuk memastikantiket-tiket itu bagi kita. Di dalam tiket itu tertulis beberapa menu santapanrohani yang membuat kita senang menikmati ziarah hidup kita. Menu pertama tertulis: “Tuhan yang bangkit selalu menyertai kita saat inidan sampai sepanjang masa”. Ia naik ke surga namun ia akan selalu hadir bersamakita setiap saat dalam bentuk yang berbeda. Ia menyertai kita dengan RohKudus-Nya. Menu kedua tertulis: “Tuhan yang bangkit memperkuat kita untukmelanjutkan karya-karya-Nya”. Kita menjalankan tugas-tugas, pelayanan danpanggilan kita dengan energi Yesus Kristus, gaya Yesus Kristus, hati-pikiranYesus Kristus dan berwajah Yesus Kristus.  Menu ketiga tertulis: “Kalian adalah saksi-saksi-Ku ke seluruh pelosokdunia”. Melalui karya pewartaan yang dibantu dengan kemajuan teknologiinformasi saat ini, semua orang di dunia dapat memperoleh dengan mudahpesan-pesan dari Injil. Dan menu keempat tertulis: “Setiap dari kita adalahpara utusan resmi Yesus Kristus”. Kita harus konsisten dengan status kita“resmi” ini demi membedakan itu dari pihak-pihak yang terlanjur memakai Kristusuntuk kepalsuan atau kepentingan yang bukan Kristiani dan gerejani. Kiranya dengan tiket-tiket yang sudah jadi ini kita semakin menyanggupidiri kita untuk menyambut pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta dan siapuntuk dibimbing-Nya dalam setiap saat hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus, anugerahkan kami rahmat untuk selalu memandang kesurga sebagai tujuan kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Apakah Pontius Pilatus Orang yang Kaku? (13 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 12, 2026 3:23


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Pontius Pilatus Orang yang Kaku? Diambil dari: Markus 15:8–9 “Lalu datanglah orang banyak dan meminta supaya sekarang juga Pilatus berbuat sama seperti yang selalu dilakukannya bagi mereka. Pilatus menjawab mereka dan bertanya: ‘Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini bagimu?'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang Pontius Pilatus, orang yang memutuskan bahwa Yesus harus disalibkan. Ada orang yang berkata bahwa cerita di Alkitab tentang Pilatus terasa aneh. Mengapa? Karena dalam Injil, Pilatus terlihat seperti orang yang ragu-ragu dan seolah-olah terdesak oleh orang banyak. Padahal, biasanya seorang penguasa Romawi dikenal tegas dan keras.Lalu, apakah itu berarti Alkitab salah? Tidak. Justru ini menunjukkan bahwa keadaan saat itu memang sangat khusus. Pilatus memang seorang penguasa, tetapi pada waktu itu posisinya tidak sekuat yang terlihat. Ia sedang berada dalam situasi sulit. Karena itu, tidak aneh kalau ia menjadi takut, bingung, dan akhirnya memilih jalan yang salah.Tetapi yang lebih penting, Wonder Kids, Alkitab menunjukkan bahwa di tengah keputusan manusia yang jahat, Tuhan tetap bekerja. Walaupun Pilatus, imam-imam kepala, dan orang banyak membuat keputusan yang berdosa, semua itu tidak berada di luar kendali Tuhan. Tuhan sedang menggenapi rencana keselamatan-Nya melalui kematian Yesus di kayu salib.Kadang-kadang dalam hidup kita juga ada situasi yang terasa kacau. Ada hal yang tidak adil, membingungkan, atau membuat kita merasa tidak tenang. Kita bisa bertanya, “Tuhan, apakah Engkau masih pegang kendali?” Kisah Pilatus mengingatkan kita bahwa jawabannya adalah ya. Tuhan tetap memerintah, bahkan saat manusia membuat keputusan yang salah. Tidak ada yang bisa menggagalkan rencana Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa bingung atau takut karena sesuatu tidak berjalan seperti yang kamu mau, ucapkan doa singkat ini: “Tuhan, aku percaya Engkau tetap pegang kendali.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah kehilangan kendali. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu, bahkan saat hidup terasa membingungkan atau tidak adil. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: sekalipun manusia bisa membuat keputusan yang salah, Tuhan tetap memegang kendali atas semuanya. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-6 Paskah, 13 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 12, 2026 9:37


Dibawakan oleh Rosalia dari Gereja Santo Yohanes Penginjil, Paroki Blok B, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 17: 15.22 - 18: 1; Mazmur tg 148: 1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd; Yohanes 16: 12-15.KITA TIDAK HANYAMENGEJAR JUMLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Kita Tidak Hanya Mengejar Jumlah. Tepatpukul 7 pagi Pastor Paroki sudah bersiap di sakristi untuk berarak menuju altardan Misa dapat segera dimulai. Pemimpin koor dan anggotanya merasa gelisahkarena umat yang hadir baru seperempat kapasitas gereja. Mereka meminta pastorsupaya sebaiknya menunggu umat lain datang baru dapat dimulai Misa kudus.Tetapi sang Pastor menjawab: "Misa tidak bergantung pada jumlah yang hadirdi dalam gereja."  Sikap Pastor Paroki ini merupakan refleksi atas kenyataan di dalampertumbuhan iman dan Gereja kita, bahwa kita tidak hanya mengejar jumlah. Kitajuga sangat membutuhkan kualitas. Dalam konteks penyebaran Injil yang dilakukanPaulus dan rekan-rekannya di Athena, di arena Aeropagus, banyak sekali yangmenolak semua ajaran Paulus tentang Yesus Kristus, dan hanya satu dua orangsaja yang percaya. Jumlah ini sangat sedikit kalau dibandingkan dengan sejumlahdaerah lain yang telah mereka kunjungi.  Kalau yang dikejar terutama ialah jumlah atau sebanyak mungkin pengikutbaru, hasil ini pasti sangat mengecewakan. Namun Paulus dan rombongannya tahubahwa ini adalah pekerjaan milik Tuhan, semuanya biar Tuhan saja yangmenghendaki. Di dalam Tuhan tak ada rivalitas atau perhitungan untung rugijumlah dan kualitas. Bagi Tuhan, pokoknya ada orang yang percaya, mengikuti Diadan menghidupi imannya itu dengan berkualitas. Jumlah yang ada sekarang inimerupakan realisasi pilihan Yesus atas kita dari dunia ini. Kualitas hidup kitasangat bergantung pada kemampuan kita hidup dalam terang dan bimbingan RohKudus. Bersama Roh Kudus, kita memiliki tempat di dalam Yesus Kristus. Dua kecenderungan manusia untuk mengejar jumlah dan kualitas seringmendatangkan masalah. Mereka yang mengejar jumlah saja bisa jadi lebihberambisi material, jasmani, sosial dan kesuksesan duniawi. Mereka yangmengejar kualitas saja bisa jadi lebih elitis, eksklusif, kurang mendarat dantidak realistis. Maka jalan paling baik ialah keseimbangannya, yaitu jumlahkita perlukan sekaligus kita berikan kualitas pada jumlah yang ada.  Misalnya, kehadiran kita di dalam komunitas atau keluarga kurang banyak,tetapi dari kehadiran yang hanya sedikit itu dibuat sangat berkualitas yangmembawa pengaruh yang baik dan sehat. Kalau Anda berkecukupan rezeki, hendaknyakualitas kesejahteraan hidup lebih diperhatikan dan bermurah hati kepada oranglain yang kurang beruntung. Anda mungkin bertubuh kurus, namun kesehatan harusbaik. Anda kurang pintar, namun bertanggung jawab. Kita wajib membuatkeseimbangan hidup agar Tuhan berkenan kepada kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah, semoga melalui bimbingan Roh-Mu, kamimenjadi pribadi-pribadi yang bijaksana dalam membuat hidup kami seimbangjasmani dan rohani, sehingga hidup kami berkenan kepada-Mu dan sesama kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-5 Paskah, 7 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 6, 2026 8:32


Dibawakan oleh Matilda Riza Mashun dari Paroki Santo Agustinus di Keuskupan Agung Pontianak, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 7-21; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.10; Yohanes 15: 9-11.TINGGALAH SELALUDI DALAM KASIH-KU Renungan kita pada hari ini ialah: Tinggallah Selalu di Dalam Kasih-Ku. Inimerupakan kalimat yang datang dari Yesus sendiri ketika menyatakan diri-Nyasungguh sebagai pokok anggur bagi kita. Jaminan tinggal bersama Dia ialahkehidupan yang dapat menghasilkan buah berlimpah sehingga mendatangkan sukacita, kebahagiaan dan keselamatan. Para rasul-Nya yang mendengar langsungpengajaran ini telah membuktikan dirinya tinggal bersama Yesus dan berbuahsebagai saksi-saksi utama Tuhan Yesus Kristus kepada seluruh dunia, menjadipewarta Injil yang sejati. Untuk mewujudkan karya keselamatan sesuai dengan kehendak Bapa, Yesusmengundang mereka yang mengikuti dan percaya kepada-Nya untuk hidup di dalamDia. Hidup di dalam Dia membuat kita menikmati kasih-Nya yang amat besar danabadi. Kita menanggapi undangan dan jaminan dari Yesus dengan iman kita bahwakita siap, kita mau dan kita rindu untuk tinggal di dalam Dia. Di dalamkesibukan setiap hari dari pagi sampai malam, undangan ini akan selalu sangatmenggembirakan kita. Bagi mereka yang selalu menghayati dengan tulus kasihTuhan, undangan Yesus ini menjadi suatu bonus tersendiri bagi mereka.  Misalnya, satu keluarga yang selalu hidup dalam damai, harmoni, dan penuhcinta, ketika menerima undangan ini, mereka tentu saja mengalami suatu  pertumbuhan iman yang menggembirakan.Sebaliknya, suatu keluarga atau pribadi yang tidak atau sulit mengalami kasihdi dalam hidupnya, undangan dan jaminan Tuhan Yesus ini harus merupakaninisiatif Ilahi yang hendak membawa mereka kembali kepada Tuhan, dalam pelukankasih-Nya yang sangat indah.  Mereka tidak usah malu, tidak perlu takut atau harus menghindari rasa kurangpercaya, karena yang mengundang dan memberikan jaminan adalah Tuhan sendiri.Mereka harus yakin bahwa cinta kasih Tuhan jauh lebih kuat dan pastimengalahkan semua kekurangan manusiawi tersebut. Cinta kasih Tuhan dapatmenyembuhkan dan memberikan semangat untuk memulai hidup yang baru. Atas dasar cinta kasih itu dan terutama dalam nama Tuhan Yesus Kristus,misalnya para rasul membuat konsili di Yerusalem, untuk memperkuat satuvisi-misi yang bersumber pada Yesus Kristus saja. Mereka berdiskusi, berdebatdan berselisih atas perbedaan-perbedaan yang ditemukan. Karena alasan cintakasih, mereka mencapai solusi dalam terang Roh Kudus, lalu sampailah merekapada keputusan yang memberikan keuntungan bagi Gereja.  Marilah kita mengulangi lagi undangan Yesus tersebut: Tinggallah di dalamkasih-Ku. Kita tidak boleh menolaknya, tetapi dengan gembira menyambutnya! Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan yang maha baik, semoga cinta kasih dari-Mumenguasai hidup kami, dan kami dengan gembira menyambut undangan Yesus Putra-Muuntuk selalu tinggal di dalam kasih-Nya. Bapa kami yang ada di dalam surga.Dalam nama Bapa ...

AWR Indonesian - Daily Devotional
Memahami doktrin karunia Roh bagian - 3

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later May 3, 2026 6:56


Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

AWR in Indonesian - Renungan Harian
Memahami doktrin karunia Roh bagian - 3

AWR in Indonesian - Renungan Harian

Play Episode Listen Later May 3, 2026 6:56


Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

Renungan Anak GKY Mabes
Bukti yang Menguatkan (2 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 1, 2026 4:33


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti yang MenguatkanDiambil dari: Yeremia 17:8 “Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”Wonder Kids, tahukah kamu bahwa ada pohon yang sangat tinggi dan bisa hidup sangat lama? Salah satunya adalah pohon redwood. Pohon ini bisa tumbuh sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari banyak gedung. Mungkin kita mengira akar pohon sebesar itu pasti masuk sangat dalam ke tanah. Tetapi ternyata tidak. Akar pohon redwood justru tidak terlalu dalam. Akar-akar itu melebar ke samping dan saling terjalin dengan akar pohon redwood yang lain. Karena itulah mereka bisa saling menguatkan dan tetap berdiri kokoh.Begitu juga saat kita belajar tentang Tuhan Yesus. Ada orang yang meragukan apakah kisah tentang Yesus dalam Alkitab itu sungguh benar. Tetapi Tuhan tidak meninggalkan kita tanpa bukti. Selain dari kitab-kitab Injil, ada juga penulis-penulis sejarah pada zaman dahulu yang menulis tentang Yesus. Hal ini menolong kita melihat bahwa berita tentang Yesus bukan cerita yang dibuat-buat. Injil adalah berita yang benar dan dapat dipercaya.Seorang ahli bernama Edwin Yamauchi pernah berkata bahwa catatan sejarah tentang Yesus justru lebih kuat daripada catatan tentang pendiri agama-agama kuno lainnya. Jadi, Wonder Kids, kita tidak percaya kepada Yesus secara buta. Iman kita punya dasar. Firman Tuhan itu benar, dan kesaksian tentang Yesus itu kuat.Sama seperti akar-akar pohon redwood saling menguatkan, Tuhan juga memberi kita firman-Nya, gereja, dan sesama orang percaya untuk meneguhkan iman kita. Karena itu, jangan berjalan sendirian. Teruslah bertumbuh dalam firman Tuhan bersama orang-orang yang juga mengasihi Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kepada papa, mama, guru Sekolah Minggu, atau temanmu satu alasan mengapa kamu percaya bahwa kisah tentang Yesus dalam Alkitab adalah benar.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu adalah benar. Tolong aku supaya imanku makin kuat dan berakar di dalam-Mu. Pakailah juga orang-orang percaya di sekitarku untuk menolongku tetap teguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman kepada Yesus bukan iman yang kosong, karena Tuhan telah memberi kesaksian yang benar tentang Anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-4 Paskah, 30 April 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 29, 2026 9:14


Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Onny Pakendek dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 13: 13-25; Mazmur tg 89: 2-3.21-22.25.27; Yohanes 13: 16-20.GEMBALA YANGBAIK MENCERAHKAN PENGERTIAN                    Renungan kita pada hari ini bertema:Gembala yang Baik Mencerahkan Pengertian. Sang Gembala Yesus Kristus menerangidunia dan hati kita dengan firman-Nya. Jika firman itu hanya sampai padatelinga manusia, pekerjaan evangelisasi itu dianggap masih sangat mentah. Darimendengar, kemampuan kita perlu berkembang sampai pada pengertian. Tuhan terusberperan membuat kita mengerti Dia, yaitu melalui firman-Nya yang disampaikanitu.  Sejak pembaptisan kita dicurahkan Roh Kudus dan melalui Sakramen Penguatankita diurapi kepenuhannya. Salah satu karunia yang diberikan kepada kita ialah karuniapengertian. Di dalam Injil pada hari ini Tuhan Yesus gembala yang baikmengajarkan kita bahwa dengan mengerti pengajaran-Nya kita menjadi orang-orangyang terberkati. Ia sangat berkenan kepada orang-orang yang tidak hanyamendengarkan, tetapi juga mengerti. Sebab melalui pengertian itulah sikap orangterbentuk dan dari sana ia mulai bersikap dan bertindak.  Tidak berarti bahwa tak ada sama sekali pengertian pada setiap manusia,kelompok orang atau sebuah kultur. Yang sering menjadi soal ialah bahwapengertian manusia terbatas dan cenderung berbeda-beda  atas sesuatu hal. Apalagi dalam soal ajaraniman tertentu, bahaya kurang pengertian dan penafsiran yang berbeda-beda seringberakibat pada konflik sosial di antara kita.  Hal ini sungguh menjadi pengalaman Santo Paulus. Ia mengalami bagaimanaYesus membuat pemikiran dan pengertiannya menjadi baru. Kini giliran Paulusyang mencerahkan pikiran dan pengertian orang-orang yang belum tahu apa-apatentang Yesus Kristus. Sering urusan menjelaskan orang-orang dari tidak tahuuntuk mendapatkan suatu pengertian dasar akan suatu ajaran baru menjadi tugasyang lebih muda. Sedangkan memberikan pemahaman kepada orang-orang yang sudah mempunyaipemikiran sendiri akan menjadi lebih sulit.  Bagi kita, pengertian tentang Tuhan Yesus Kristus dan segala hal mengenaiiman kita memang sudah ada dengan ukuran berbeda-beda dari seorang ke oranglain. Tetapi urusan mencerahkan atau menyegarkan pengertian itu merupakan suatuhal yang lain. Lalu bagaimana caranya? Mungkin usulan ini sangatlah sederhana,tapi siapa tahu bisa sangat berguna. Anak sekolah harus membaca satu bukupelajaran sepuluh kali untuk bisa hadapi ujian, daripada membaca sepuluh bukusatu kali saja. Maka hal yang sama, kita mesti bertemu dan belajar pada Yesusberulang-ulang dan banyak kali. Tidak efektif kalau hanya sesekali atau jarang. Hendaklah kita saling mengajarkan untuk mengembangkan pengertian di antarakita. Bagi yang lebih mengerti, usahakan untuk mengajarkan yang belum. Yangbelum mengerti hendaknya meminta kepada mereka yang lebih mengerti. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik, terima kasih berlimpah atas Putera-MuYesus Kristus yang menjadi gembala yang baik bagi kami. Ajarilah kami untukmenjadi gembala yang baik seperti Dia. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...

EFDAWAH
The Dawah Clinic Episode 60

EFDAWAH

Play Episode Listen Later Apr 27, 2026 176:18


Send us Fan MailWelcome to episode 60 of 'The Dawah Clinic' where we will be addressing your dawah dilemma's. If you have difficulty in answering certain questions or need help in responding to polemics towards Islam and Muslims, fear no more the dawah clinic is here to help empower you. So keep a note of your dawah dilemma's and call into the show or post your questions in the live chat.  Please note : waiting lists are very high and clinic places are limited to a maximum of 10 placements at any given time so keep your questions concise, to the point and please be patient. Link to Join The Dawah Clinic: ​https://www.buymeacoffee.com/ijazthetrini Please help Br Ijaz with his monthly medical fees, if you are able to. Jzk khairDownload your free PDF copy of Abraham Fulfilled here:https://sapienceinstitute.org/abraham-fulfilled/Purchase a paperback copy from Amazon here:https://tinyurl.com/2xkv4ynu© 2026 EFDawah All Rights ReservedVoice only nasheed licence provided by vocaltunez.com Title : It's closeWebsite : https://efdawah.com/EFDawah بالعربية (Arabic)https://www.youtube.com/channel/UCWDR...EFDawah Bosniahttps://www.youtube.com/channel/UCgcz...EFDawah Indonesiahttps://www.youtube.com/channel/UCSGJ...Podcast Website (New)https://efdawah.buzzsprout.com/RSS FeedTimestamps:00:00 - Intro01:09 - EF Dawah Panel join: Format of Stream02:54 - Discourse on scriptural integrity in dawah09:07 - Examining the Quranic position on the Bible18:09 - Waven joins: Feeling like not doing enough 19:01 - Fulfilling one's obligations in Islam21:53 - Advice for countering waswasa about deen 26:03 - Maintaining balance between deen & dunya 32:57 - Doing good things for the sake of Allah ﷻ 37:27 - Abdul joins38:07 - Reality of Hostile Muslim Groups in Nigeria43:27 - Refuting the claims about muslims in nigeria49:13 - Message to Muslims51:25 - Alaadeen joins51:53 - Torah & Injil in Medina in the 7th Century57:47 - Exploring the Qur'an's Impeccable Grammar 1:00:27 - Understanding the meaning of the Qur'an1:01:12 - Debunking the christian apologetics claims1:05:19 - Eternal joins & shares his background 1:06:24 - Why were most prophets middle eastern?1:10:23 - Problems with the arguments of the guest1:18:46 - Similarities b/w disparate ancient beliefs1:21:18 - Issues with the guest's approach to Islam1:22:24 - Analysing origins of monotheistic beliefs1:24:41 - Advice about critical thinking & researching1:28:58 - Br. Sarmad joins1:30:33 - Approach for understanding the Qur'an1:41:03 - Usman joins & shares his background1:43:22 - Disproving Shias' claims about leadership1:48:28 - Islamic position on obeying a sinful ruler1:50:27 - Problems with the beliefs of Shiaism1:56:57 - Approach & Advice about debating Shias2:02:56 - Context & Explanation of Qur'an 2:1242:11:55 - Rebutting Shias' arguments about Sahabah2:22:52 - Advice to Muslims about Dawah2:29:51 - Chinwag & Inviting Guests2:31:49 - Analysing shia beliefs & shia-sunni debates2:40:28 - Dismantling the beliefs of the Ahmaddiyas2:49:17 - Correct strategy & approach for dawah2:53:50 - Closing Remarks & Wrapping UpSupport the show

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-4 Paskah, 27 April 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Apr 26, 2026 6:43


Dibawakan oleh Andre dan Felicia dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 11: 1-18; Mazmur tg 42: 2-3; 43: 3.4; Yohanes 10: 11-18.GEMBALA YANGBAIK SUKA BAU SEMUA DOMBA Tema renungan kita pada hari ini:Gembala Yang Baik Suka Bau Semua Domba. Seorang Suster biarawati berceritabahwa ia menjaga dan membina anak-anak asrama dengan semangat pengorbanan yangtidak mengenal lelah. Para gadis yang tinggal di asrama pergi dan pulang darisekolah atau universitas yang berbeda-beda. Ia harus mendampingi satu per satu,supaya ia dapat mengenal mereka secara pribadi dan membina masing-masingnyasesuai dengan kepribadiannya itu. Ia memperlakukan setiap anak asrama itusebagai anak-anaknya sendiri dan mereka dengan spontan menjadikan Suster itusebagai ibu mereka sendiri.  Ada cerita lain dari Stefania, seorangpemudi 23 tahun dan sulung dari empat bersaudara. Ketiga adiknya masih kuliahdan sekolah di SMP dan SMA, sedangkan ia sendiri sudah bekerja. Kedua orangtuannya sering bepergian ke luar kota dan luar negeri karena urusan bisniskeluarga. Stefania yang harus bertindak sebagai kakak sekaligus orang tua bagiketiga adiknya. Ia memastikan diri untuk selalu mengetahui di mana adik-adiknyaberada dan apa yang sedang mereka lakukan. Setiap adiknya juga mengetahui bahwakakak mereka selalu memantau dan mengikuti mereka kapan dan di mana pun. Merekamerasa sangat disayangi oleh sang kakak. Suster biarawati dan Stefania merupakancontoh figur gembala yang baik, yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus. Yangdiinginkan oleh Yesus ialah seorang gembala yang suka dengan bau semuadombanya, maka Ia rela berkorban bagi kebaikan mereka. Nilai spesial untukgembala yang baik yang suka bau semua dombanya, ialah bahwa Tuhan tidak jijikdan tidak menyerah dengan bau domba-domba itu. Ia malah suka dengan baudomba-domba yang lain lagi. Bau mereka yang berbeda beda itu sangat disukai dannantinya diubah menjadi harum karena kasih dan kerahiman-Nya. Yesus katakan inidalam Injil hari ini, bahwa domba-domba lain di luar kandang atau jangkauan,juga perlu mendapatkan penggembalaan-Nya. Demikian juga santo Petrus yangberhasil membawa orang-orang yang di luar batas teritori Yahudi, untuk menjadianggota Gereja Perdana. Gembala yang baik yang suka bau semuadombanya, belum realisasikan oleh seluruh Gereja. Gereja kita yang kudussenantiasa mengajak dan mengundang seluruh anggotanya, supaya menjaga danmemperhatikan satu sama lain tanpa kenal lelah dan tanpa membeda-bedakan orangyang dilayani. Semoga setiap dari kita, baik imam maupun awam, baik biarawanmaupun orang pada umumnya, semakin menjadi gembala yang diinginkan oleh TuhanYesus. Semua bau mereka mesti dapat menarik kita semua untuk semakin menyatudan membantu mereka sehingga dapat menjadi anak-anak Tuhan yang bertanggungjawab dan mandiri. Marilah kita berdoa... Dalam nama Bapa...Tuhan Yesus Kristus,perkuatkanlah kami dengan semangat-Mu sebagai gembala yang baik, semoga kamidapat menjadi gembala-gembala yang baik kepada sesama kami, dengan tanpamembeda-bedakan orang dari latar belakangnya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Bagaimana dengan Injil Thomas? (27 April)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Apr 26, 2026 3:26


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahBagaimana dengan Injil Thomas?Diambil dari: 2 Timotius 4:3-4 (TB)“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat… mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya…”Wonder Kids, mungkin kamu pernah mendengar tentang “Injil Thomas.” Apakah itu bagian dari Alkitab? Pada tahun 1945 ditemukan kumpulan tulisan kuno di Nag Hammadi, Mesir. Salah satunya disebut Injil Thomas. Tulisan ini berisi sekitar 114 perkataan yang dikaitkan dengan Yesus. Namun tulisan ini muncul jauh lebih belakangan dibandingkan Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.Sebagian besar ahli percaya Injil Thomas ditulis sekitar tahun 140 Masehi atau lebih lambat. Itu berarti sudah lewat beberapa generasi setelah para rasul hidup. Selain itu, isi dan ajarannya tidak sepenuhnya sejalan dengan ajaran Injil yang sudah dikenal sejak awal. Itu sebabnya tulisan ini tidak termasuk dalam kanon. Ingat tiga ujian kanon yang sudah kita pelajari?Apakah berasal dari rasul atau saksi mata?Apakah sesuai dengan aturan iman?Apakah dipakai dan diterima secara luas sejak awal?Injil Thomas tidak memenuhi semua kriteria itu.Jadi bukan karena gereja “menyembunyikannya,” tetapi karena sejak awal tulisan itu tidak diakui sebagai firman Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jangan langsung percaya semua yang terdengar “rahasia” atau “baru.” Ujilah semuanya dengan firman Tuhan.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku mencintai ajaran yang sehat dan benar. Jauhkan aku dari ajaran yang menyesatkan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah:Tidak semua tulisan tentang Yesus adalah firman Tuhan. Tetapi firman Tuhan yang sejati telah diuji dan dipegang teguh sejak awal.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 15 Maret 2026 - Kejarlah Harta Rohani

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 14, 2026 5:18


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 15 Maret 2026Bacaan: "Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, (1 Petrus 1:24-25)tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu."Renungan: Alkisah ada seorang pengusaha kaya yang mendirikan sebuah pabrik kertas yang besar. Ketika segala sesuatu telah siap untuk beroperasi sesuai dengan rencana, pengusaha itu lantas memerintahkan kepada orang kepercayaannya untuk menuliskan di gerbang pabrik itu sebuah kata, yaitu "Relinquenda" yang artinya "Aku akan meninggalkannya!" Pengusaha itu telah bersusah payah bertahun-tahun mengumpulkan modal untuk membangunnya dan dengan keberhasilannya membangun pabrik itu, ia dikagumi oleh kawan-kawannya dan dipuja oleh masyarakat. Pengusaha itu amat yakin bahwa ia akan memperoleh keuntungan yang besar, tetapi mengapa ia harus menuliskan kata "Relinquenda" di gerbang pabriknya yang megah dan besar itu? Ternyata ia sadar bahwa pada suatu ketika ia akan pergi menghadap Tuhannya dan segalanya akan ditinggalkannya. Di dalam keberhasilan hidup kadang kita lupa diri dan selalu menyombongkan keberhasilan yang telah kita capai. Kita lupa bahwa apa yang kita capai hanyalah kepercayaan yang sifatnya sementara. Jika kita renungkan tindakan pengusaha yang menuliskan kata "Relinquenda" di gerbang pabriknya, tentu harus diakui bahwa tindakannya itu sungguh arif sebab ternyata suka atau tidak suka, segala sesuatu akan kita tinggalkan. Banyak orang yang terikat pada dunia ini. Kita menganggap bahwa harta kekayaan adalah segala-galanya. Kita bahkan tidak segan-segan melakukan perbuatan jahat demi memperoleh kekayaan atau demi mempertahankan kekuasaan. Kita lupa bahwa semuanya hanya sementara dan akan ditinggalkan. Baik kita orang tak berharta ataupun orang berharta dan berkuasa, marilah kita bersikap arif. Tuliskanlah "Relinquenda" di atas seluruh kekayaan dan kekuasaan kita karena semua itu akan kita tinggalkan. Marilah kita memuliakan Kristus di atas segala yang kita kasihi dan di atas segala yang kita miliki sebab hanya dengan demikian kita akan berkenan kepada-Nya. Harta kekayaan serta kedudukan bersifat sementara. Sebab itu selama kita masih berada di dunia ini, kejarlah terutama harta rohani yang sifatnya kekal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah aku dari keterikatan dengan hal-hal duniawi agar ketika semua harus kutinggalkan, hatiku tetap bebas merdeka karena hatiku hanya terikat pada-Mu saja. Amin. (Dod).

AWR Indonesian - Daily Devotional
INJIL SECARA SEKILAS

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later Mar 11, 2026 6:32


Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

REFORMING LIFE
Pekabaran Injil dan Kitab Keluaran

REFORMING LIFE

Play Episode Listen Later Mar 8, 2026 79:14


Seri Eksposisi Kitab Keluaran #6

kitab injil keluaran
Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 7 Maret 2026 - Memohon kekuatan untuk mengampuni

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 7, 2026 5:26


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 7 Maret 2026Bacaan: "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga." (Matius 6:14)Renungan: Pengampunan sering kali merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan. Kita lebih suka melakukan balas dendam kepada orang-orang yang menyakiti kita. Karena hal itu akan lebih memuaskan kedagingan kita yang selalu cenderung untuk menuntut balas. Mata ganti mata, gigi ganti gigi. Namun Tuhan Yesus mengajarkan hal yang lain kepada kita semua, Dia justru mengajar kita agar tidak membalas dendam, tetapi mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kita, seperti Dia juga telah mengampuni kita. Corrie Ten Boom, juga mempunyai pengalaman dalam soal mengampuni. Ia dengan mata kepala sendiri menyaksikan kedua orang tuanya disiksa dan dibunuh oleh seorang tentara Nazi. la sendiri juga mengalami siksaan yang luar biasa sehingga hatinya dipenuhi kebencian terhadap orang itu. Setelah menjalani masa-masa penyiksaan yang berat di kamp konsentrasi, Corrie akhirnya dibebaskan. la pun mulai bersaksi dan memberitakan Injil. Suatu kali ketika memimpin Kebangunan Rohani, ia melihat pembunuh orang tuanya itu, sekaligus orang yang pernah menyiksanya ikut berdiri dan mengambil keputusan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Saat itu hatinya penuh dengan pergumulan luar biasa antara kebencian dan keinginan mengampuni. Dalam ketidakberdayaan, ia berseru meminta pertolongan Tuhan. Tuhan menjamah dan mengalirkan kasih-Nya kepada Corrie, sehingga Corrie mampu memandang orang itu dengan cara pandang yang baru. la mendekati orang itu dan memperkenalkan dirinya. la berkata bahwa ia sudah mengampuni orang itu karena Tuhan telah mengampuninya. Orang itu terkejut dan dengan air mata bercucuran ia meminta ampun atas dosa-dosanya. Corrie mengalami pemulihan yang luar biasa. Ia merasakan beban kebencian yang menindihnya selama ini terlepas. Orang itu pun merasakan sukacita yang besar karena dosa-dosanya diampuni Allah dan Corrie. Jika kita merasa tidak mampu mengampuni, Tuhan selalu siap untuk menolong asalkan kita mau berseru kepada-Nya. Jadi, mari memohon pertolongan Tuhan. Mintalah Dia untuk mengalirkan kasih-Nya kepada kita, karena dengan kemampuan sendiri, kita tidak akan dapat mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Hanya dengan pertolongan Tuhan, kita pasti akan dimampukan untuk memberikan pengampunan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mau mengampuni seseorang yang pernah menyakiti hatiku. Jangan biarkan rasa dendam menguasaiku sehingga aku kehilangan Damai sejahtera-Mu. Amin. (Dod).

Akbar's Chamber - Experts Talk Islam
A Muslim Interpretation of the Christian Gospels

Akbar's Chamber - Experts Talk Islam

Play Episode Listen Later Mar 1, 2026 65:07


Muslims have always recognized the Gospels, or Injil, as a holy book. But for most of Islamic history, such recognition was more theoretical than practical, with the Gospels discussed in the abstract than actually read. After all, Muslim scholars studied Arabic, not the Greek or Syriac in which copies of the New Testament were available to them. However, the 19th century saw European Christian missionaries make the Gospels far more widely available to Muslims by printing translations in Arabic, Persian, Urdu and other languages. Among the learned Muslim who responded was one of the most influential Muslim thinkers of the modern era: Sayyid Ahmad Khan (1817-98). In this episode, we explore what motivated him to write a commentary on the Gospel of Matthew in his Urdu work, Tabyin al-Kalam (Elucidation of the Word); how he understood the Christian scripture as a Muslim; and how he used his newfound knowledge of the Injil to argue for the consistency of Muslim and Christian beliefs. Nile Green talks to Charles Ramsey, co-translator of Sir Sayyid's Commentary of the Gospel: Tabyīn al-Kalām, Part 3 (Brill and Maktaba Jadid, 2017).

AWR Indonesian - Daily Devotional
HUBUNGAN DENGAN KARUNIA ROH DENGAN ALKITAB - 1

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later Feb 22, 2026 6:50


Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 30 Januari 2026 - Lepaskan diri dari belenggu dosa

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 29, 2026 4:52


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 14 Januari 2026 - Mencari dan menjadi teladan yang baik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 13, 2026 5:12


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 14 Januari 2026Bacaan: "Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah." (3 Yohanes 1:11) Renungan: Pada dasarnya manusia adalah makhluk peniru. Sejak lahir, kita belajar bicara, berjalan, melakukan sesuatu, dll, dari meniru orang tua dan orang di sekitar kita. Semakin besar, hal itu terus berlanjut. Saat remaja, kita suka meniru artis idola atau orang dewasa lainnya. Saat bekerja atau berbisnis, kita meniru orang yang kita anggap sukses. Dalam memilih model pakaian atau rambut, kita juga meniru. Dalam belajar sesuatu, kita pun banyak meniru. Banyak orang juga punya keinginan bisa seperti si ini atau si itu. Lagi-lagi itu juga meniru. Tuhan tidak pernah melarang kita meniru. Tuhan tahu dan la pun menciptakan kita sebagai makhluk sosial yang belajar dengan saling meniru. Namun, firman Tuhan di 3 Yohanes 1:11 ini mengingatkan kita untuk selektif dalam meniru. Tirulah hal yang baik, jangan yang jahat/buruk! Sederhana, tapi sangat penting diperhatikan. Ada banyak tokoh Alkitab juga peniru. Timotius adalah seorang peniru, tapi yang ia tiru adalah Lois, neneknya, Eunike, ibunya, dan kemudian Paulus. Melalui nenek dan ibunya, Timotius belajar memiliki iman kepada Allah. Melalui Paulus, Timotius belajar meniru bagaimana bisa memberikan ajaran Injil yang sehat dan bagaimana agar imannya dapat ia hidupi dengan sempurna. Paulus memang sosok yang patut ditiru. Meski demikian Paulus pun juga meniru, yaitu meniru teladan Kristus. Mari renungkan, siapa yang kehidupannya secara tidak sadar sudah kita tiru selama ini? Alangkah indah jika kita seperti Timotius, yang bisa menemukan sosok panutan yang tepat, yang kehidupannya berpadanan dengan teladan Kristus! Tapi, waspadalah jika kita ternyata lebih tergoda meniru sosok yang membuat kita memikirkan dan melakukan hal-hal yang salah, yang tidak sesuai teladan Kristus. Demikian pula, sadarilah juga bahwa bisa jadi ada orang yang juga meniru kita. Nah, apakah kita selama ini sudah memberikan teladan yang baik atau buruk? Itu kembali lagi, dimulai dari siapa yang kita tiru dan teladani dalam hidup ini. Semoga kita bisa meneladani yang baik dan bisa menjadi teladan yang baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dalam berteman, agar aku tidak salah memilih teman. Sehingga melalui hikmat-Mu aku mendapatkan teman yang bisa membawa aku lebih dekat pada-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 11 Januari 2026 - Tetap memberikan yang terbaik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 10, 2026 5:26


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 11 Januari 2026Bacaan: la mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul 16:30-31)Renungan: Setetes embun jatuh di sebuah daun. Lama kelamaan, daun itu tidak bisa menahan butiran embun dan menetes ke bebatuan di bawahnya. Ternyata setiap hari, bebatuan itu basah terkena titik embun segar yang jatuh dari daun-daun. Makin hari, batu yang lembab menumbuhkan lumut pada permukaan batu-batu tersebut. Tidak hanya itu, pada bebatuan itu juga, para semut mulai membuat sarangnya. Melihat itu, banyak burung hinggap untuk mematuk semut, binatang yang menjadi makanan favoritnya. Bebatuan yang awalnya gersang, kini ditumbuhi lumut, rumput-rumput kecil, sarang semut hingga membentuk habitat baru. Itu semua terjadi karena ada peran setetes embun. Sekalipun cuma setetes, tapi embun sudah menjalankan fungsinya dengan maksimal. Sebagai manusia, sudah seharusnya kita berlaku demikian. Lihatlah Yusuf, meskipun seorang narapidana namun perannya di penjara tidaklah kecil. Paulus dan Silas pun sama. Walaupun ada di penjara, itu tidak menghalangi mereka untuk melakukan sesuatu bagi orang-orang. Bahkan di tempat gelap, sepi, kotor, dingin pun, mereka tetap berfungsi optimal, memberitakan Injil, menyelamatkan jiwa-jiwa. Tidak peduli di mana pun kita berkarya hari ini, di ruang kerja yang kecil, di garasi yang sempit, di toko yang terpencil, di gudang paling belakang, di kantor yang jauh dari keramaian, di lapangan yang kotor, panas, tetaplah jalankan fungsi kita dengan baik. Tetap berilah yang terbaik meskipun mungkin tidak dilihat banyak orang. Tetaplah giat sambil terus percaya dan berharap kalau sesuatu yang besar, yang dari Tuhan pasti akan datang. Seringkali bukan tempat yang membesarkan seseorang namun kualitas diri orang itu sendirilah yang menentukan apakah kelak ia akan menjelma menjadi orang hebat, atau tetap menjadi individu yang biasa-biasa saja. Mari tingkatkan kemampuan diri, terus menjadi berkat bagi orang, terus berdampak positif bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku agar melalui hidupku aku dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. (Dod).