GKPB Masa Depan Cerah Surabaya

Ketika kita diizinkan mengalami berbagai guncangan, marilah belajar untuk melihat dengan memakai kacamata-Nya Tuhan. Di momen tersebut pasti tersedia berbagai kesempatan untuk Dia dapat menyatakan kemuliaan dan pemeliharaan-Nya yang setia di hidup kita. Bahkan ketika hati terasa gundah dan tidak tahu lagi ke mana kaki kita harus melangkah..Yakinlah bahwa Kristus sudah memiliki kuasa Imanuel, yang setia menyertai hidup kita.Saat menerima Kerajaan Allah yang tidak terguncangkan, maka kita tidak akan berdiam diri dan membiarkan waktu berlalu dengan sia-sia. Kita akan memberikan waktu, talenta, dan semua yang terbaik di dalam hidup untuk mendatangkan kemuliaan hanya bagi nama-Nya.—Ps. Oscar Surjadi, The Unshakeable (Yang Tidak Terguncangkan). Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 12 April 2026.

Salib Kristus dan kebangkitan-Nya adalah karya sempurna serta memberi kemenangan terbesar di hidup kita. Tetapi, bagaimana realitasnya? Kemenangan seperti apa yang kita dapatkan?Pertama. Hidup tidak dikuasai dosa, yang membuat kita bebas untuk melakukan dan menjadi yang terbaik, serta dimampukan untuk hidup mulia seperti Kristus. Kedua. Hidup dalam damai sejahtera: Kita telah berdamai dengan Allah, dan Kristus telah mengalahkan kematian. Hati dan pikiran kita tetap jernih dan berhikmat untuk mengarungi dunia yang bergejolak dengan keyakinan. Ketiga. Hidup sepenuhnya bagi Allah. Memuliakan Dia dengan cara menjadi serupa dengan-Nya dalam keseharian, serta mengarahkan pada apa yang sebenarnya kita impikan: Hidup berarti, terhormat, dan memiliki nilai kekal. Kristus telah membeli kita dengan harga yang mahal (1 Petrus 1:18-19), karena itu hormati dan hargailah diri kita dengan menyerahkan hidup kita seutuhnya bagi Tuhan. Amin. —Pdt. Agus Lianto, “Kemenangan Terbesar.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu Paskah di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 5 April 2026.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Ulurkan Tanganmu.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Andreas Rahardjo - Kebiasaan-Kebiasaan Buruk.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh drg. Kamaludin Sutedjo

Hari-hari ke depan semuanya serba tidak menentu, tetapi Tuhan mengatakan agar kita tidak perlu kuatir karena selain tidak ada manfaatnya, juga menambah buruk situasi. Selain itu, jangan sampai pekerjaan menggantikan posisi Tuhan yang seharusnya tetap menempati tempat yang terutama di hidup kita. Jangan pula menjadikan Tuhan dan pemeliharaan-Nya yang setia sebagai alasan bagi kita untuk bermalas-malasan serta tidak mau rajin dalam bekerja keras, dengan penuh tanggung jawab.Hal apa yang terlihat dapat menenggelamkan kita, sudah berada di bawah kaki dari Tuhan Yesus. Dia pasti akan memberi kita hikmat dan kekuatan untuk dapat melalui setiap musim di dalam hidup ini, dan membawa kemuliaan hanya bagi nama-Nya.—Pdt. Anugerah Saron, “Secure in His Provision.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 29 Maret 2026.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Ps. Larry Langston - Jesus Prevails

Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan (sore) oleh Pdt. Andreas Rahardjo - Building a Relevant Church.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Budi Setiawan - Ketika Yesus Benar Benar Menjadi Tuhan.

Kitab Pengkhotbah adalah kitab yang sering dihindari, tetapi darinya kita dapat belajar bahwa hidup ini misteri dan tidak dapat dipahami, rapuh dan tidak sekuat yang kita kira, hidup ini tidak bisa diprediksi, dan juga tidak selalu adil. Tetapi kita masih dapat meresponi dengan percaya pada kedaulatan Allah—hidup kita berada di dalam tangan-Nya, belajar mensyukuri dan menikmati hidup sebagai pemberian-Nya, serta melakukan yang terbaik, selama kita masih diberi waktu dan kesempatan oleh-Nya. —Pdt. Drs. Gani Wiyono, M.Th., “Menghadapi Realitas Hidup di Bawah Matahari.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 22 Maret 2026.

Hizkia adalah raja yang hebat dan memiliki banyak prestasi luar biasa. Melalui hidupnya kita dapat belajar ada tiga hal penting:Pertama. Menghindari Kebanggaan Diri yang berlebihan. Sering-seringlah memeriksa hati agar kita tidak mengambil pujian atas berkat Tuhan. Segala yang kita miliki—bakat, harta, dan kesempatan—hendaknya dengan setia digunakan untuk memuliakan nama-Nya. Kedua. Mencari Hikmat Tuhan dalam setiap keputusan. Sabarlah mencari kehendak Tuhan melalui doa, membaca Alkitab, dan mencari nasihat bijak dari orang saleh yang berada di dalam rumah Tuhan / gereja-Nya.Ketiga. Menabur Warisan Iman bagi generasi kemudian dengan penuh kepedulian, melalui pengajaran, teladan iman, kasih yang memulihkan, dan doa syafaat terus-menerus. Hidup yang sudah diselamatkan Kristus tidak hanya dinikmati bagi diri sendiri saja, tetapi juga memenangkan generasi ini dan mendatang bagi kemuliaan nama Tuhan! Amin. —Pdt. Betuel Himawan, “Ayah yang Asing bagi Anak-anaknya.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, Tgl. 15 Maret 2026.

Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan ibadah sore, oleh Pdt. dr. Yudi Santoso - Doa Yabes.

Hari-hari ini kita sedang diperhadapkan pada dua pilihan yakni, hidup dalam sistem Kerajaan Allah atau kerajaan dunia? Kita harus memilih, dan tidak bisa berdiri di antara keduanya. Bila kita mau hidup dalam sistem Kerajaan Allah, maka hal ini memiliki arti kita mau dimuridkan di dalam gereja-Nya. Kita mau diajar untuk memiliki pola dan gaya hidup yang sesuai dengan Kerajaan-Nya yakni, memiliki Kasih dan Ketaatan. Mengasihi Kristus berarti kita mau menaati firman-Nya, karena bentuk tertinggi dari kasih adalah penundukan diri pada Sang Raja. “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1 Yohanes 5:4). —Pdt. Rubin Ong, “Kemenangan Besar.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 1 Maret 2026.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Agus Lianto - Hidup Dalam Ketaatan Penuh.

Di antara kita pasti banyak dijumpai orang yang menjengkelkan dan mereka dirasa sulit untuk menerima kasih. Bagaimana caranya kita dapat mengasihi orang-orang sulit tersebut? Pertama. Berdoalah untuk diri sendiri terlebih dahulu, supaya kita dapat memiliki sikap yang benar sebelum berdoa untuk perubahan mereka. Kedua. Berdoalah supaya kita dapat mengetahui kesalahan diri sendiri terlebih dahulu, sehingga kita dapat menjadi lebih sabar terhadap kelemahan sesama. Ketiga. Berdoalah untuk orang yang menjengkelkan, tetapi jangan berdoa hanya supaya mereka tidak lagi mempersulit hidup kita. Berdoalah supaya mereka dapat menjadi pribadi yang Tuhan inginkan. Keempat. Berdoa dan mintalah pada Tuhan, discerning of spirits / karunia untuk membedakan bermacam-macam roh (1 Korintus 12:10). Kelima. Berdoalah supaya kita dimampukan Tuhan untuk dapat mengampuni sesama, berkali-kali. Marilah kita menjadi seorang problem solver, yang dimampukan Tuhan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan juga dapat mengalirkan kasih-Nya pada sesama. Mereka tidak membutuhkan fasihnya lidah perkataan kita, tetapi membutuhkan tulusnya kasih kita. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Loving Difficult People.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 22 Februari 2026.

Kalau kita menyadari identitas jati diri kita sebagai anak-anak Allah, maka cara kita berbicara, membangun relasi, memberi dan melayani, berbisnis.. semuanya akan menjadi berbeda. Kita pasti akan melakukan hal yang berbeda dari cara dunia, karena ini adalah identitas diri kita sebagai anak-anakNya. Marilah kita memiliki cara dan jalan hidup sesuai dengan anak-anak Allah, serta tetap melakukan hal yang benar karena kita mau menjaga nama baik Bapa kita. Amin. —Bp. Soetjipto Koesno, “Siapakah Aku ini Tuhan?” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 15 Februari 2026.

Dari cerita Rizpa binti Aya di 2 Samuel 21:10-14 kita dapat belajar ketika ada sesuatu yang berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita masoh dapat bersikap:Pertama. Memiliki Kasih yang tetap tinggal di tempat yang terasa menyakitkan. Kedua. Memiliki Kasih yang tetap menjaga martabat sekalipun harapan terlihat sudah tiada. Ketiga. Memiliki Kasih yang setia menggerakkan hati raja—kesetiaan yang kita lakukan, pasti akan menggerakkan sesuatu. Keempat. Memiliki Kasih yang membuka pintu Surga—tetap konsisten dalam berdoa dan taat melakukan kebenaran firman Tuhan. When love stays faithful, heaven responds. Saat kasih dengan setia tetap bertahan dan dilakukan konsisten, maka Surga akan merespon.—Pdt. Lydia CSES, “Tetap Mengasihi Ketika Hidup Tidak Sesuai Harapan.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 8 Februari 2026.

Jangan biarkan hidup kita sama seperti kapal yang kelebihan muatan—penuh sesak oleh ambisi, kekhawatiran, dan juga kesenangan yang bisa menumpulkan kepekaan kita untuk dapat mendengar suara Tuhan dan juga mengerti akan kehendak-Nya. Kapal itu mungkin masih bisa berlayar di atas perairan yang tenang, tetapi ia tidak pernah siap untuk menghadapi badai.Hari Tuhan akan datang dengan tiba-tiba, sama seperti gelombang laut yang menghantam tanpa adanya peringatan terlebih dahulu. Karena itulah tanggalkan beban yang tidak perlu, berjaga-jagalah dan terus berdoa, supaya kita kuat dalam menghadapi semua yang akan datang, dan tetap berdiri tegak di hadapan-Nya.“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7).“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33).—Pdt. Yose Ferlianto, “Waspada dan Berjaga.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 25 Januari 2026.

Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan oleh Pdt. Andreas Rahardjo - Kebiasaan yang Menjauhkan Kita dari Berkat Tuhan.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Bpk. Soetjipto Koesno - Keuangan Yang Sehat.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World oleh Pdt. Gunawan Iskandar - Be Still

Melalui Kolose 1:15-20, kita belajar bahwa Kristus adalah Sumber (Pencipta), Penopang (Pemelihara), dan juga Tujuan (Penebus) dari seluruh realitas alam semesta. Karena itu apa saja yang berada di luar Kristus, termasuk rasa aman manusia, adalah bentuk penyembahan berhala bila diletakkan di luar Dia.Marilah percaya dan menyerahkan hidup kita seutuhnya pada Dia. Jadikan Dia sebagai yang utama dan segala-galanya, di hidup kita. —Pdt. Markus Simanjuntak, “Kristus, Pusat yang Menopang Segalanya.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 18 Januari 2026.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Elsypurnama Adisuputra - El Shaddai.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Tiga Doa di Tahun Baru.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Budi Setiawan - Menutup Dengan Syukur, Melangkah Dengan Iman.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Bpk. Soetjipto Koesno - Takut akan Tuhan.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh drg. Kamaludin Sutedjo - Adventus.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh ibu Cindy Wijaya - Be Fruitful and Multiply

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Ketaatan sang Raja.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Elsypurnama Adisuputra - Hidup Yang Dipersembahkan.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Agus Lianto - Hidup Dalam Ketulusan.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Seperti untuk Tuhan.

Keperkasaan Allah dalam Kemanusiaan Kristus ditujukan pada Yesus dalam status sebagai manusia. Dinyatakan melalui kasih, ketaatan, dan juga kelemahlembutan. Diwujudkan dalam kekuatan untuk menanggung segala sesuatu dengan sabar dan bertekun. Keperkasaan Allah Menghancurkan Kuasa Dosa dan Maut dinyatakan oleh kematian Kristus sebagai manusia. Setelah hancurnya kuasa perbudakan dosa dan maut, jangan menyerahkan kembali tubuh kita pada perhambaan dosa, tetapi gunakanlah untuk senjata kebenaran Allah.Kuasa-Nya Sempurna dalam Kelemahan Kita, merupakan sarana bagi kita untuk menerima anugerah dan kuasa Allah. Seorang yang perkasa di dalam iman akan dikenal karena kerapuhan dan kelembutannya, bukan dari superioritas atau sikap menguasai orang lain.—Pdt. Agus Lianto, “Keperkasaan-Nya dalam Kita.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 11 Januari 2026.

Mengapa memenangkan peperangan di dalam pikiran merupakan hal yang sangat penting?Karena kualitas dari apa yang kita pikirkan nantinya akan menentukan bagaimana kualitas dari hidup kita. Selain itu kita juga tidak akan dapat memiliki dan menjalani kehidupan positif, bila apa yang ada di dalam pikiran kita selama ini isinya negatif. Setiap pergumulan yang sedang dihadapi, setting / pengaturannya itu bermula dari dalam pikiran kita masing-masing.Bagaimana kita dapat menang?Pikiran kita harus diprogram dan dikalibrasi ulang sesuai kebenaran firman-Nya, lawanlah setiap pikiran negatif, memilih untuk berpikir yang baik (Filipi 4:8), jagalah hati dan pikiran kita. Kemenangan di dalam pikiran kita, akan membawa kemenangan di dalam hidup kita. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Memenangkan Peperangan di dalam Pikiran.” Dibagikan di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, Tgl. 4 Januari 2026.

Dalam menyongsong tahun 2026, marilah kita mempersiapkannya dengan,“Keyakinan Iman, Kerendahan Hati, Ketaatan, Ketekunan, dan juga Memiliki Kasih.”“Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.” (Yesaya 50:7).—Pdt. Andreas Rahardjo, “Berlari dengan Tekun.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 28 Desember 2025.

Melalui perjumpaan malaikat pada Maria, Yusuf, para gembala, dan juga kehadiran mereka di kandang Betlehem kita dapat belajar,Ketaatan tidak selalu terasa nyaman, penggenapan janji Allah sering kali datang melalui jalan yang tidak mau kita pilih, dan kemuliaan Allah tidak selalu tampil dalam bentuk yang kita bayangkan sebelumnya.Kita bisa memegang teguh setiap janji-Nya yang pasti akan digenapi, walau kapan waktu-Nya kita tidak mengetahuinya. Saat kita dapat mempercayai kesetiaan-Nya di hidup ini, di sanalah iman berhenti menjadi teori, dan bertumbuh menjadi relasi yang yang menenangkan, percaya, dan juga taat.—dr. Paulus Rahardjo, “Seandainya Saya Menjadi Malaikat Natal.” Dibagikan di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, Tgl. 21 Desember 2025.

Janji yang Ditepati berbicara tentang,Pertama. Rencana Abadi yakni kelahiran Yesus yang telah direncanakan dan dijanjikan sejak awal sejarah. Ribuan tahun telah berlalu, tetapi Allah tidak pernah mengubah rencana-Nya.Kedua. Waktu yang Tepat. Untuk menggenapi janji-Nya, Dia memiliki jadwal dan waktu-Nya sendiri yang tidak terpahami dan pasti ditepati pada waktu-Nya. Penantian yang tekun akan menyempurnakan karakter kita. Ketiga. Janji Yesus Sang Juruselamat yang sudah datang ke dalam dunia. Diselamatkan dari dosa berbicara tentang dilepaskan dari ikatan dosa, bebas untuk menjadi dan melakukan terbaik.. adalah realita yang harus dialami saat ini. Keempat. Memerintah Kerajaan Kekal. Diselamatkan berbicara tentang dipindahkan dari kerajaan gelap pada Kerajaan Allah yang tak berkesudahan. Yesus akan memerintah secara kekal, bersama semua pengikut-Nya. —Pdt. Agus Lianto, “Janji yang Ditepati” di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 14 Desember 2025.

Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan, oleh Pdt. Elsypurnama Adisuputra - Menjadi Saksi Kristus dari Kehidupan yang Berbuah.

Paradoks di dalam Alkitab yang dapat menjadi prinsip hidup dalam Kerajaan Allah adalah,Pertama. Untuk hidup kita harus mati, yang berbicara tentang bertobat dan meninggalkan kehidupan lama untuk beralih menjadi ciptaan baru, yang mau hidup berdasarkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Kedua. Ketika kita lemah justru kita kuat yang berbicara tentang meluluhkan ego, meningkatkan kebergantungan kita pada Dia, serta nantinya membuka lebar pintu kuasa-Nya untuk dinyatakan di dalam hidup kita. Ketiga. Memberi lebih membahagiakan daripada menerima. Keempat. Untuk menjadi besar harus menjadi pelayan, hiduplah rendah hati. Kelima. Orang miskin di hadapan Allah memiliki Kerajaan Surga, milikilah sikap selalu membutuhkan Dia, apa pun keadaan yang sedang kita alami. Kristus menjadi lemah untuk menguatkan kita, mati agar kita hidup, memberi diri-Nya agar kita dapat menjadi kaya di dalam kasih, serta rela menjadi Hamba untuk menyelamatkan kita. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Paradoks dalam Alkitab” di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 7 Desember 2025.

Karena kasih-Nya, Tuhan memberikan firman-Nya untuk membimbing kita di dalam hidup ini. Tetapi bila tidak menyetel hidup kita ke dalam “God's Love Frequency,” maka kita tidak akan dapat mendengar suara-Nya dengan jelas. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15). Kasih mengungkapkan dirinya melalui ketaatan dan kepatuhan kita terhadap firman Tuhan, yang semuanya berbicara mengenai Kasih. —Cindy Wijaya, God's Love Frequency, dari Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan pada Tgl. 23 November 2025. #SundayService #IbadahMinggu #MovingTogether #thePowerofHolySpirit #Covenant #HidupyangBerkenan #FruitfulLife #MDCSurabayaChurch

Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan, oleh Bpk. Soetjipto Koesno - Obedience.

Setiap dari kita memang masih ada beberapa kelemahan, bagaimanapun juga kita masih tetap manusia dan masih bisa dikritik. Tetapi bukan berarti kita menormalisasi berbagai alasan tersebut dengan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan, dan lalu kita melakukan pembenaran diri atasnya. Mintalah Tuhan untuk selalu menyucikan hati nurani dan hidup kita dari segala perbuatan yang sia-sia, tidak berguna, tidak ada untungnya, dan mendukakan hati Tuhan.Kebebasan sejati adalah pada saat kita bebas berbuat benar, tidak berbuat dosa, dan memiliki kehidupan tulus di hadapan-Nya. Kejarlah cara hidup di mana hati nurani kita tidak lagi menuduh, dan kita tidak perlu lagi sibuk untuk mencari berbagai pembenaran bagi diri sendiri.Darah Yesus yang sudah dicurahkan bagi penebusan dosa kita adalah darah yang mahal, jangan sampai digunakan untuk hal sia-sia. Jangan pernah menghina pengorbanan-Nya.—Pdt. Agus Lianto, Hidup dalam Ketulusan.

Membangun Hidup Tak Bercacat bukan berarti kita menjalani hidup yang tanpa cela.. tetapi kita berani untuk menolak kompromi berbuat dosa, ada hikmat Tuhan yang menuntun di dalam setiap keputusan, memiliki iman yang teguh pada Tuhan saat diizinkan mengalami berbagai ujian, dan tetap berintegritas dalam setiap posisi.Sama seperti Daniel, marilah tetap memilih untuk hidup dengan hati nurani yang murni dan benar, memiliki hikmat Tuhan, iman, dan hidup dalam integritas Ilahi. Karena di tengah dunia yang serba tidak menentu ini, Tuhan mencari orang-orang yang hidupnya tak bercacat, untuk dapat dipakai-Nya menjadi terang dan teladan.“.. tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.” (Daniel 11:32b). —Pdt. Budi Setiawan, Membangun Hidup Tak Bercacat.

Marilah di setiap harinya kita mempergunakan setiap waktu dan kesempatan yang dianugerahkan untuk dapat melayani Tuhan dan sesama, terus membangun hidup kita di atas dasar kebenaran firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab, serta menjalani hidup kita dengan mata yang senantiasa tertuju pada Kristus. Menjadikan Dia sebagai satu-satunya Kompas panduan yang mengarahkan arah di dalam hidup kita.Berkat dari Hidup yang Dipersembahkan pada Tuhan adalah,Setiap dari kita akan diubah menjadi dewasa di dalam Tuhan, kita juga dijagai di dalam damai sejahtera-Nya, dan kita juga akan mengalami kemenangan iman bersama dengan-Nya. —Pdt. Arthur Siagian, Hidup yang Dipersembahkan.Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan

Sangatlah penting bagi kita untuk dapat “Menjaga Hati Nurani” agar tidak menjadi tumpul dan keras, apalagi sampai mengalami kematian. Tetapi bagaimana caranya memulihkan Hati Nurani yang mengeras?• Melalui pertobatan.• Mengisi hati dan hidup kita dengan kebenaran firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab.• Bergaul dengan seseorang / komunitas yang takut akan Tuhan.• Menolak kompromi dengan dosa yang kecil sekalipun. Ketika Hati Nurani kita murni, maka kita akan mendapat berkat yakni dapat merasakan hadirat Tuhan dan juga di dalam hadirat-Nya ada berkat Bapa yang terbaik, yang telah disediakan bagi kita anak-anakNya. Amin. It's good to feel clean inside ourself. Adalah baik adanya, saat kita dapat merasa bersih dan tidak ada tuduhan di dalam Hati Nurani kita.—Pdt. Andreas Rahardjo, Menjaga Hati Nurani.

Selalu libatkan Tuhan pada saat kita menghadapi permasalahan, dan jangan pernah merasa bahwa diri kita adalah seorang profesional yang mengetahui banyak hal, padahal masih banyak yang perlu kita pelajari.Tetaplah mempercayai setiap janji-Nya yang tertulis di dalam kebenaran firman-Nya di Alkitab, dan jangan pernah merasa digentarkan hari esok. Karena hari esok selain memiliki kesusahannya sendiri (Matius 6:34), Tuhan juga masih dapat melakukan banyak perkara luar biasa di dalam hidup kita. Amin. —Pdt. Andreas Rahardjo, Mengalahkan Badai.Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan

Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan, oleh Pdt. dr. Yudi Santoso - 7 Meterai Kitab Wahyu.

Mengapa Kristus menjadi Sumber Penghiburan? Karena Dia sudah mengalami semuanya. Karya Salib-Nya dilukiskan dengan jelas di depan mata kita bahwa, Kristus itu cukup bagi kita.Dukacita menuntun pandangan kita pada Salib Kristus, di mana dosa dan maut sudah dikalahkan, dan memberi kita pengharapan yang baru serta penghiburan yang kekal. Oleh Injil Kristus kita dihibur dan dimampukan, agar nantinya kita dapat menghibur orang lain yang membutuhkan pertolongan-Nya. Amin.—Pdt. Erlangga Dharma, Beatitudes: Ucapan Bahagia: Dukacita yang Dihibur Salib Kristus.Khotbah MDC Surabaya satelit Graha Pemulihan

Sejumlah pertanyaan refleksi yang dapat dipertimbangkan untuk direnungkan bersama,Sudahkah saya berada di sebuah komunitas rohani yang benar, yang dapat menguatkan iman serta membuat bertumbuh serupa seperti Kristus? Sudahkah saya dimuridkan dalam gereja lokal, dan kembali memuridkan orang lain? Apakah saya memiliki sahabat rohani erat, yang membuat semakin dekat dengan Kristus?Alih-alih menuntut orang lain menjadi sahabat yang baik, sudahkah selama ini saya menjadi sahabat rohani yangi baik? Apakah komunitas yang saya ikuti memiliki visi dan misi, yakni mengenalkan Kristus pada dunia yang belum mendengar nama-Nya? Apa dampak komunitas gereja, bagi hidup saya selama ini?Bagaimana saya bisa menjadi berkat di dalam komunitas gereja? Bagaimana saya bisa menjadi berkat, bagi banyak orang di sekitar?—Pdm. drg. Hedwin Kadrianto, Sp.PM., Excellent Life: Our Relationship.

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Ps. Dr. Steve Hawthorne - Purpose Oriented Prayer (Doa Yang Memiliki Tujuan).

Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Mikha 5.