POPULARITY
Categories
Jessica Wahyu (TB) Ibrani 12: 1-2Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita . Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib l ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Veronika Genua dari Paroki St. Martinus Roworeke di Keuskupan Agung Ende, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 85: 2-4.5-6.7-8; Matius 12: 49-50.TONGKAT KUASA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Tongkat Kuasa Tuhan. Tradisi dalambanyak budaya politik menjadikan tongkat sebagai simbol kekuasaan. Kitamengingat Musa memakai tongkat untuk menampilkan kuasa Allah yang bekerja dalamdirinya untuk memimpin bangsa dan umat Allah. Para raja dan presidennegara-negara juga memakai tongkat dengan makna simbolik kekuasaan yang merekamiliki. Di dalam Gereja, tongkat uskup juga memiliki makna serupa. Tongkat yang terbuat dari bahan entah kayu entah logam sangat melekatdengan kekuasaan atau otoritas orang yang memakainya. Bahkan rotan ataupotongan kayu lurus yang dipakai bapak atau ibu di rumah cukup memberikanpemahaman bahwa jika anak-anak melanggar aturan hukumannya ialah pukulan dengankayu itu. Dalam semua pemandangan dengan tongkat ini, kita dapat mengerti lebihlanjut mengapa Tuhan selalu mengungkapkan di dalam kitab suci kuasa-Nya yangdisimbolkan dengan tongkat. Ia berkata dalam nubuat Mikha dalam bacaan pertama hari ini bahwa Iamenggembalakan umat-Nya dengan tongkat-Nya. Yesus sang gembala yang baik jugamenjalankan tugas penggembalaan itu dengan memakai tongkat imam agung, yanghingga saat ini disimbolkan pada Paus dan para uskup. Dengan tongkat itu,tugas-tugas sebagai pemimpin dan gembala memiliki legitimasi dan kekuatan untukmendapatkan ketaatan atau kepatuhan dari orang-orang yang dipimpin. Tongkat kuasa Tuhan, memiliki fungsi untuk suatu pemurnian dan pembebasanmanusia dari kuasa kegelapan dan dosa. Setan dan penguasa kegelapan ketikaberhadapan dengan kuasa Allah yang dilambangkan dengan tongkat, ia menjadiketakutan. Itu terbukti dalam setiap tindakan Yesus yang selalu hadir melaluikata-kata dan hardikan, yang langsung membuat para setan menjadi takut danmemohon untuk tidak disiksa. Berkat tongkat kuasa Tuhan itu, segala dosa kitadapat dicampakkan ke dalam dasar laut, demikian kata nabi Mikha. Jadi kita mesti memandang tongkat saat ditunjukkan kepada kita apakah dalamposisi dipegang, dijadikan penopang pada saat berdiri, atau saat menunjukkandan menegaskan sesuatu dalam suatu proses pengajaran. Yesus menunjuk dengansegala kuasa yang ada pada-Nya, ketika Ia mengajarkan bahwa para murid danrasul sesungguhnya adalah ibu-Nya, dan saudara-saudara-Nya. Penegasan ituberisi suatu ajaran yang penuh kewibawaan dan prinsip. Ajaran itu ialah bahwamelaksanakan kehendak Allah merupakan tugas utama setiap pengikut Kristus.Tongkat kuasa Yesus itu sampai detik ini berada pada tangan Paus dan Uskup ditempat kita masing-masing. Kita harus mendengar dan mengikuti Bapa Suci danUskup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kesetiaan dan ketaatan kami kepada Gerejasenantiasa kuat dan bertahan, khususnya melalui ketaatan kami kepada Bapa Sucidan Uskup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 6: 1-4.6-8; Mazmur tg 50: 5-6.8-9.16bc.17.21.23; Matius 12: 38-42.KETIDAKSETIAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketidaksetiaan. Ada seorang lelakimendapat tugas dari perusahaan untuk bekerja jauh dari rumah dan di luar kotaselama tiga sampai enam bulan. Selama waktu tersebut ia tidak kembali ke rumahdan keluarganya. Komunikasi dengan sang istri dan anak-anaknya tetap dilakukanmelalui pesan-pesan singkat online dan telepon video. Pada saat ia kembali ke rumah setelah tugas tersebut, hampir semua keadaandi rumah normal dan baik, kecuali dua anjing kesayangannya yang sudah tidakakrab lagi dengannya. Kedua anjing sangat tidak menghiraukannya, meskipun iaingin bermain-main dengan mereka. Anak bungsunya yang berusia delapan tahunberkata kepadanya: "Masalahnya Bapak sudah lama tidak dekat dan bermaindengan mereka, maka mereka menjadi asing dengan Bapak." Banyak faktor di dalam hidup kita yang menjadi penyebab sikap tidak setiadi antara kita, dan salah satunya ialah orang-orang tidak dekat satu sama lain,tidak berkomunikasi, tidak ada berita dan tidak ada jalinan perhatian di antaramereka. Hal ini juga terjadi antara manusia dengan Tuhan Allah. Ada sejarahpanjang dan banyak tentang manusia yang tidak setia dengan Tuhan yang berakibatpada hukuman dijatuhkan kepada mereka yang tidak setia. Tuhan Yesus diutus Bapake dalam dunia untuk mengembalikan mereka kepada kesetiaan dan iman yang benar.Umat beriman, dan khususnya Israel diharapkan sebagai yang pertama memperbaikihubungan yang telah rusak ini. Tetapi mereka malah tidak mau mengenal dan mengakui Yesus. Mereka memintatanda-tanda yang menurut mereka harus membuat mereka percaya. Ini yang membuatYesus melawan mereka dengan tegas. Mereka dengan terang-terangan melawan Tuhandengan menolak dan tidak mengakui bahwa Yesus adalah wujud Allah sendiri yangmereka percaya. Ini adalah dosa ketidaksetiaan yang amat besar. Mereka lebihmemilih materi, uang, posisi, kenikmatan daging, status sosial, ketenaran, laluTuhan dilupakan. Menurut Yesus sendiri, dosa ini adalah dosa melawan Roh Kudus,dan tidak dapat diampuni. Godaan untuk menyangkal Tuhan dengan menjadikannya bukan utama danprioritas di dalam hidup kita sungguh sangat besar. Pada umumnya ada tigagodaan besar yang mengancam kita setiap saat dan di mana saja, yaitu harta,kekuasaan dan nafsu kedagingan. Nubuatnabi Mikha mengatakan bahwa kita perlu tulus tentang diri kita: apakah kitadapat mengalahkan godaan itu atau sebaliknya kita yang selalu dikalahkanolehnya, karena dunia di sekeliling kita menjadi saksinya. Kalau kita tetapbersama Tuhan dan memberikan diri untuk dibimbing Roh Kudus, kita yangmengalahkan godaan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan maha kuasa, semoga Roh-Mu membantu kami untuksenantiasa setia di jalan Putra-Mu Yesus Kristus, dan jauhkanlah kami darisegala godaan yang menyebabkan kami semakin jauh dari jalan-Mu. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Eduardus Bala, Yuliana dan Wiliam Aleksander Nopan dari Paroki Santo Arnoldus Jansen Tanjung Isui di Keuskupan Agung Samarinda, Indonesia. Kebijaksanaan 12: 13.16-19; Mazmur tg 86: 5-6.9-10.15-16a; Roma 8: 26-27; Matius 13: 24-30.MUSUH MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-16 ini ialah: Musuh MemberikanKita Kesempatan. Seorang siswa SMA mendapatkan pujian dan hadiah dari orangtuanya karena mendapatkan nilai-nilai rapor yang bagus. Padahal semua di dalamkeluarga masih mengingat, bahwa nilai prestasinya di waktu permulaan sekolahjauh dari harapan. Ia bahkan memiliki sejumlah nilai merah. Mengapa ia berubah begitu cepat dengan prestasinya itu setelah naik kelasdua dan kelas tiga? Apakah ia bermain curang pada waktu ujian demi mendapatkannilai-nilai yang memuaskan? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan umum yang selaluditujukan kepadanya. Kepada semua yang bertanya, siswa tersebut menjawab dengansangat bijaksana, katanya: "Setiap temanku mendapat nilai lebih baik daripada aku, aku selalu tertantang untuk menjadi seperti dia, bahkan harusmelebihi dia." Ia tetap mengikuti prinsip itu selama belajar di SMA. Pengalaman si remaja itu merupakan sebuah contoh kompetisi yang sehat. Adajuga kompetisi atau perlawanan yang tidak sehat, yang melalui cara yang tidakbaik dan dengan tujuan yang tidak baik pula. Di dalam setiap kompetisi,masing-masing pihak yang bersaing menganggap lawannya sebagai musuh. Ada musuhyang menjadi teman persaingan atau perjuangan, sehingga kita dapat dibantuuntuk meraih kemajuan dan kesuksesan. Musuh dalam kualitas seperti ini adalahmusuh yang baik, yang memberikan kita kesempatan untuk menjadi lebih baik. Tetapi ada musuh yang menjadi lawan mematikan, yang karena didasari olehkebencian, marah dan iri hati, sehingga kita tidak mendapatkan bantuan untukmaju, tetapi sebaliknya kerugian dan bahkan kebinasaan. Secara kodrati danmengikuti akal sehat, kita ingin memiliki musuh yang baik. Tuhan sendiritermasuk dalam kategori musuh kita yang baik. Kita adalah orang-orang yangberdosa. Setiap menyadari diri sebagai orang berdosa, kita harus dapat melihatTuhan sebagai musuh kita yang baik, yang sabar terhadap kita dan menyediakansegala kesempatan supaya kita dapat bertobat dan kembali kepada-Nya. Perumpamaan tentang hidup berdampingan antara penabur benih dan musuhnyayaitu penabur lalang, kemudian antara benih yang tumbuh bersama dengan musuhnyalalang, sangat jelas mengajarkan kita tentang peran musuh yang membantu kita didalam hidup ini. Anggota keluarga sendiri, teman atau orang yang tidak kitakenal dapat menjadi musuh-musuh kita yang baik. Bahkan jika kita memang tidakdapat menghindari adanya musuh yang tidak baik atau yang mematikan, inimerupakan juga pengalaman Tuhan Yesus sendiri dan para martir yang sudahmendahului kita. Musuh yang demikian membuka kesempatan bagi kita untuk meminumpiala penderitaan seperti Yesus Kristus. Dalam hal ini, kita sepantasnyabersyukur dan mendoakan musuh-musuh kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami sehingga kami dapat hidup dalamkebenaran dan kebijaksanaan-Mu. Semoga kami menjadi sesama yang baik bagiorang-orang di sekitar kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 2: 1-5; Mazmur tg 10: 1-2.3-4.7-8.14; Matius 12: 14-21.TUHAN SEDANG TIDAK BERSEMBUNYI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Sedang Tidak Bersembunyi.Tahun ajaran untuk sekolah-sekolah sampai tingkat menengah baru saja dimulaidalam minggu ini. Pada umumnya kegiatan belajar-mengajar berlangsung di tengahmusim panas dan kering yang dapat memberi dampak kurang baik dalam kegiatan paramurid dan guru di sekolah. Hawa yang panas mereka rasakan baik di dalam ruangankelas maupun di luar dan terlebih-lebih saat mereka bermain di lapangan. Di desa-desa pelosok, para murid berjalan kaki setiap hari dari rumah dansekolah. Mereka ditimpah panas terik dan bermandi debu di sepanjang jalan. Tidakjarang mereka sakit karena cuaca yang panas dan kering itu. Ada seorang siswaSMP menulis di halaman media sosialnya, berupa tantangan yang ditujukan kepadaTuhan. Ia berkata begini: "Ini adalah ancaman yang serius terhadapkehidupan. Tuhan sepertinya sedang sembunyi dan tidak berada di dekat kitauntuk menolong kita." Ungkapan hati siswa ini mewakili perasaan susah, kuatir, kurang sabar danpesimis banyak orang di dalam dunia saat ini. Perasaan-perasaan ini merupakansesuatu yang wajar bagi kita manusia dan tidak ada salahnya kalau kitamenyampaikan keluhan atau desakan kepada Tuhan untuk membantu kita. Peristiwayang dikisahkan di dalam Injil tentang Yesus meredakan angin topan dangelombang ganas yang hampir membinasakan para murid-Nya, sangat jelasmemberikan kita keyakinan bahwa Tuhan tidak diam atau bersembunyi. Injil kita pada hari ini juga menggambarkan bagaimana Yesus memilihmenghindar dan bersembunyi, pada saat ancaman musuh dan kejahatan ada di depanmata. Ada persekongkolan yang merancang kejahatan atas diri Yesus dan seluruhkarya-Nya, tetapi Yesus menyingkirkan diri. Jika seorang pimpinan atau kepalamemilih untuk meninggalkan tanggung jawabnya, maka kita dapat memahaminya bahwapekerjaan, perjuangan atau tugasnya gagal. Sekiranya hidup kita di dunia ini hanya memusatkan perhatian kepadakekerasan, kejahatan dan ancaman musuh, kita adalah makhluk yang hidup dalamketakutan dan dunia ini adalah seperti rimba raya yang mengerikan. Tuhan memangdipandang atau dipahami berdiam dan bersembunyi, tetapi Ia sesungguhnya berdiamdi dalam hati kita. Ia mengisi ruang-ruang pemahaman dan keyakinan iman kita.Ia bekerja sebagai Roh Kudus yang tak kelihatan, tetapi menyediakan segalasesuatu baik sebagai kata maupun tindakan, sehingga kita menjadi mampu untukmenghadapi musuh-musuh. Hidup kita sebenarnya tetap berpusat pada kerajaan Allah dan jalan yangkita lalui ialah jalan Yesus Kristus. Jika sampai detik ini kita dapatmenikmati hidup di tengah suasana yang tidak baik dengan suatu cara penyesuaiandiri untuk kenyataan hidup yang baru, ini merupakan jalan yang diberikan Tuhankepada kita. Ia sesungguhnya berada bersama kita dan membimbing hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, di dalam tanganmu kami menaruh segala harapan dannasib hidup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theresia Keneka Muli dan Mateus Nong Mus dari Paroki Harapan Indah Bekasi, Gereja Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Jakarta. Yesaya 38: 1-6.21-22.7-8; Mazmur tg: Yes 38: 10.11.12abc.16; Matius 12: 1-8.ANTARA BELAS KASIH DAN PERSEMBAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Antara Belas Kasih dan Persembahan.Ada banyak umat Katolik sudah tidak lagi melakukan pengakuan dosa. Hal initerwakili oleh seorang pemuda yang berbicara dengan pastor parokinya, bahwa iasendiri dan teman-teman tidak menganggap penting untuk melakukan pengakuan dosakepada seorang imam Katolik. Pemuda itu memberikan alasannya, bahwa pengakuandosa langsung kepada Tuhan sudah cukup dan terjamin aman. Pengakuan dosamelalui imam justru tidak masuk di akalnya. Pengakuan dosa merupakan suatu perbuatan yang bukan sekedar berdoa kepadaTuhan untuk menyampaikan dosa-dosa dan meminta pengampunan, tetapi yang menjadiintinya ialah terjadi rekonsiliasi dan pertobatan. Doa mohon pengampunan itubukan sebuah sakramen tobat. Doa ini sama dengan semua jenis persembahan yangkita lakukan, yaitu memberikan sesuatu sebagai bukti iman dan kasih kita kepadaTuhan. Ini sama dengan memberikan sesuatu kepada orang yang kita kasihi untukmenghormati dan menyenangkannya. Persembahan itu semata-mata perbuatan manusia, maka sangat bergantung padakehendak bebas, pilihan atau selera masing-masing orang. Sering persembahan itudiatur atau dilembagakan demi memenuhi keinginan pihak penguasa atau parapemimpin, maka dibuatlah aturannya. Ada jumlah yang mesti dipenuhi, misalnyaderma harus sepersepuluh dari penghasilan. Korban bakaran dan sembelihan harusberjumlah sekian dan kondisi hewan persembahan itu cacat atau tidak dansebagainya. Tuhan Yesus Kristus menggantikan semuanya itu dengan persembahan diri-Nyasendiri. Yang dibuat oleh Tuhan ini adalah perbuatan Tuhan bagi kita manusia,yang bukan sebagai persembahan tetapi sebagai belas kasih. Tuhan mengasihi kitadengan mengorbankan diri-Nya. Bapa Allah berbelas kasih dan sangat menyayangikita manusia maka Ia memberikan Anak-Nya sendiri bagi kita. Perbuatan Yesusdalam berbelas kasih ialah menolong dan menyelamatkan kita manusia dari segalabentuk perbudakan dosa, kejahatan dan kematian. Belas kasih dari Tuhan dan kewajiban kita untuk melakukannya, merupakansebuah ibadat yang melebihi hari sabat dan persembahan lainnya ketika nasibhidup manusia sangat menuntut untuk diperhatikan. Inilah yang ingin Yesusperbaiki, ketika belas kasih diremehkan atau bahkan ditiadakan, sementarapersembahan dan hari sabat dipatuhi secara berlebihan. Bagi kita umat beriman,persembahan dan ibadat tidak perlu dihilangkan dari hidup kita, artinya kitatetap memerlukannya. Tetapi pada saat belas kasih itu diperlukan, kita tidakboleh menggantikannya dengan sekedar mempersembahkan doa-doa kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Kuatkanlah dan penuhilah kami dengan kuasa-Mu ya Allah,supaya kami dapat memberikan yang sesungguhnya sebagai belas kasih dan sebagai persembahan di dalam penghayatan iman kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yesaya 26: 7-9.12.16-19; Mazmur tg 102: 13-14ab.15.16-18.19-21; Matius 11: 28-30.MENGENALI TUHAN DENGAN NAMA-NYA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengenali Tuhan Dengan Nama-Nya.Ada seorang bocah berusia sepuluh tahun bernama Bastian, menulis surat kepadaTuhan. Ia sudah banyak kali berdoa dengan lisan untuk menanyakan apa sebenarnyanama Tuhan, seperti dirinya yang bernama Bastian. Karena tidak menemukanjawaban, maka ia menulis surat itu. Isi surat itu adalah seperti ini:"Tuhan Allah, seperti Putra-Mu yang bernama Yesus Kristus, sebenarnyaTuhan sendiri bernama apa?" Ia menaruh surat itu di kaki salib di dalamgereja. Pastor paroki menemukan surat itu pada suatu pagi. Diambilnya surat itu dania menulis di bawah tulisan Bastian, bunyinya ialah: "Nama Tuhan Allahialah 'AKU'. Ini memang bukan jawaban langsung dari Tuhan, tetapi pastor parokimemberikan jawaban yang sesungguhnya, seperti yang dikatakan di dalam kitabKejadian. Kemudian pada saat Bastian dan keluarganya datang ke gereja, si bocahmengambil suratnya dan menemukan jawaban yang sedang ia tunggu. Allah menyebut nama-Nya “AKU” berarti bahwa Ia sempurna, total dan abadi. Untuk nama “AKU” tersebut, hanya Tuhan yang bisa menegaskan demikian karenaIa maha esa dan maha kuasa. Dengan keunggulan-Nya seperti ini, nabi Musa didalam perjanjian lama dan kita semua pada saat ini diberkati dengan keunggulanyang istimewa ini. Tuhan tidak mementingkan diri-Nya sendiri, tetapi Iasenantiasa berbagi dengan kita, khususnya melibatkan diri-Nya dengan kita dankita dengan Dia, melalui Yesus Kristus. Kita diharapkan untuk membawa keunggulan Ilahi tersebut untuk menghadapimusuh-musuh yang jahat dan yang melawan kehendak Allah, bahkan sampaimengalahkan musuh-musuh itu. Jika kita hanya memakai kekuatan dan ego kitasendiri sebagai manusia, kita pasti sangat lemah ketika berhadapan dengankompleksitas pekerjaan, aneka tantangan atau ancaman musuh-musuh. Namun denganmemakai identitas "Aku" dari Tuhan Allah, kita akan selalu dimampukanoleh Dia dan kita dapat berhasil melewati semua ancaman dan kesulitan. Yesus Kristus menegaskan hal ini ketika Ia selalu berkata: Aku berkatakepadamu. Yesus menyatakan nama Allah sendiri dalam bersabda dan berbuat. Yesustak pernah menyebut dirinya sendiri, seperti: "Yesus berkatakepadamu". Penegasan “Aku” untuk diri-Nya ini, juga berarti hendak membawasemua orang yang mendengar dan percaya, datang kepada-Nya, tinggal bersama-Nyadan menghayati cara hidup-Nya. Pada hari ini Yesus mengajak kita untuk datangkepada-Nya untuk menimba kekayaan belas kasih-Nya. “Datanglah kepada-Ku, karenaAku lemah lembut dan rendah hati.” Marilah kita selalu percaya dan mengandalkannama Tuhan sebagai AKU. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah maha baik, terima kasih berlimpah karena telahmenunjukkan kepada kami diri-Mu sebagai pribadi, semoga kami selalumengandalkan ke-esa-an dan kekuasaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yesaya 10: 5-7.13-16; Mazmur tg 94: 5-10.14-15; Matius 11: 25-27.MENGENALI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengenali Tuhan. Yuvita, muridkelas dua SD baru seminggu masuksekolah. Di dalam pelajaran agama, mereka diajarkan berdoa “Bapa Kami” dandoa-doa umum lainnya. Murid-murid diminta gurunya untuk mencatat rumusan doaBapa Kami. Tetapi Yuvita hanya menuliskan judul doa “Bapa Kami”, lalu dibawahnya ia menggambar wajah seorang lelaki: rambut agak tebal dan keriting,berkumis dan jenggot tipis. Ibu guru kemudian bertanya mengapa Yuvita menggambar wajah itu. Murid itumenjawab: "Doa Bapa Kami sudah aku hafal, padahal aku mau sesuatu yanglebih, yaitu wajah Bapa Allah. Karena aku tak tahu wajah Tuhan Allah, aku lebihbaik gambar wajah bapakku di rumah. Kan dia juga baik seperti TuhanAllah". Yuvita mewakili kita semua orang beriman yang ingin mengenali Tuhan Allahsecara nyata. Tetapi sama seperti dia, kita pasti kesulitan menentukanwajah-Nya seperti apa atau siapa. Tidak seorang pun manusia mampu melakukanini, tapi Yesus Kristus yang adalah Putra Allah justru melakukan bagi kita.Wajah Yesus tidak asing bagi kita. Mengenali Dia, melihat wajah-Nya danberjumpa Dia, ialah sama saja dengan mengalami Bapa Allah. Secara khusus pada hari ini kita bertemu Tuhan Allah sendiri yangmemperkenalkan diri-Nya kepada kita. Melalui perikop kitab nabi Yesaya bab 10,Tuhan Allah menyatakan diri-Nya sebagai penguasa alam semesta dan terutama atassegala bangsa di bumi. Kejahatan yang dibuat oleh bangsa-bangsa tidak ber-Tuhanakan dikalahkan oleh kuasa Surgawi, di mana Allah memakai bangsa Asyur untukmenindas mereka. Sesungguhnya Tuhan hendak menyadarkan mereka agar merekasegera bertobat dan berbalik kepada-Nya. Yesus memperkenalkan Allah sebagai Tuhan yang telah menjelma di dalamdiri-Nya. Ia sendiri mengenal Allah Bapa dan seperti apa Allah Bapa itu, kitahanya bisa mendapatkan itu dalam diri Yesus Kristus yang sedang berbicara danberjumpa dengan kita. Di dalam doa kepada Bapa, Yesus meminta supaya semuakebaikan dan kemurahan menjadi berkat-berkat bagi orang-orang sederhana, kecildan menderita. Orang-orang congkak, sombong dan cerdik susah sekali mengenaliTuhan. Banyak dari kita mengenali Tuhan sungguh-sungguh pada saat kesulitan danancaman penderitaan dan kita sangat membutuhkan pertolongan-Nya. Kita jugamengenali Tuhan saat Ia membebaskan kita dari segala bentuk penindasan danpenganiayaan. Kita pun mengenali Tuhan ketika kita dalam situasi sakit dantidak berdaya. Di dalam hidup yang sederhana dan rendah hati kita juga mengenalTuhan.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah yang maha kuasa, kuatkanlah kami denganberkat-berkat-Mu, supaya kami dapat mengenali Engkau dengan tanpa halangandalam segala situasi hidup kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Wilibroda Gunung Lajar dari Paroki Santo Arnoldus Jansen Waikomo di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 7: 1-9; Mazmur tg 48: 2-3a.3b-4.5-6.7-8; Matius 11: 20-24.MENGATASI KEKECEWAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengatasi Kekecewaan. Ada seorangremaja bernama Anto, ingin mengisi waktu di luar sekolah dengan latihan sepakbola. Ia mendaftarkan diri ke salah satu sekolah bola di dekat tempat iatinggal. Namun setelah dua minggu berlatih, ia berhenti dan pindah ke sekolahbola yang lain. Alasannya ialah bahwa ia sangat kecewa karena di sana tidak adasuasana saling memberi apresiasi dan mendukung kreativitas. Anto memiliki bakatbermain yang bagus tetapi ia tidak mendapat dukungan dari pelatih danteman-teman. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi kecewa dan dalamrenungan ini kita menyoroti faktor tidak ada apresiasi dan rasa bangga ataskebaikan dan kualitas yang kita miliki. Apresiasi adalah sama denganpenghargaan, mengindahkan, menghormati, mendukung dan memberikan perhatian.Ungkapan lain untuk ini ialah bersyukur. Orang yang bersyukur adalah dia yangmenghargai kebaikan dan kebenaran dan hidup di dalamnya. Bacaan-bacaan hari ini memberikan kita contoh pengalaman kekecewaan. Allahmengungkapkan kekecewaan atas Yerusalem bersama penguasa dan penduduknya, yangtidak mengandalkan kekuasaan Tuhan yang maha tinggi untuk menjaga dan membelamereka dari gangguan bangsa lain. Mereka kurang percaya kepada Tuhan, dandikuasai rasa takut serta ingin lari dari gertakan musuh. Yesus Kristus kecewaatas kota-kota yang telah menerima pengajaran dan kekuatan dari-Nya tetapimereka tak punya niat untuk bertobat. Menyertai rasa kecewa itu, Yesusmemberikan penegasan bahwa hukuman sudah disiapkan bagi mereka pada waktupenghakiman yang terakhir. Kita selalu menunjukkan rasa kecewa karena tidak ada apresiasi dan tidakada sikap bersyukur ini dalam berbagai bentuk seperti marah, teguran,peringatan bahkan perlawanan yang keras. Tak ada salah tentang ini. Yangpenting adalah ini sebagai tindakan untuk menyadarkan, mengingatkan dan membawaorang kembali kepada sikap bersyukur dan memberikan apresiasi. Kita selalumemiliki cara-cara seperti koreksi persaudaraan atau protes dengan cara sepertiyang dibuat oleh Anto tadi, supaya suasana hidup bersama yang kacau kembalimemberikan rasa betah dan salingmenerima satu terhadap yang lain. Lalu apa yang perlu dihindari dari sikap kecewa ini? Yang perlu kitahindari ialah kekecewaan yang mendorong seseorang untuk balas dendam, rencanajahat, atau menciptakan konflik dan perang. Ada kekecewaan yang konstruktifyang berguna untuk memperbaiki keadaan yang tidak beres dan kacau, dan ada jugakekecewaan yang menjurus destruktif, yaitu mendatangkan masalah yang lebihburuk. Jika kita selalu menggunakan kekecewaan kita yang konstruktif berartikita berkontribusi untuk memperbaiki dan membarui kehidupan kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa maha kuasa, kami bersyukur atas kebijaksanaan-Muuntuk menerangi jalan hidup kami, terutama ketika kami kecewa, sakit hati danputus asa. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Andreas Muhu Pukai dan Eugenesia Maria Tada Tolok dari Paroki Santo Yohanes Rasul di Keuskupan Tanjung Karang Lampung, Indonesia. Yesaya 1: 11-17; Mazmur tg 50: 8-9.16bc-17.21,23; Matius 10: 34 - 11: 1.PERANG ROHANI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Perang Rohani. Ada seorang pemudipada suatu pagi bertengkar dengan ibunya. Mereka berteriak dan salingmempersalahkan atas sesuatu persoalan yang sepele. Saat meninggalkan rumahuntuk bekerja, ia masih marah dan selama di tempat kerja ia tetap marah. Tetapisang ibu di rumah tidak henti-hentinya berdoa bagi putrinya itu. Ibu hanyaingin supaya kemarahan putrinya segera berhenti. Pada sore hari ketika pemudiitu kembali dari kerja, tidak ada lagi kemarahan dan suasana kembali normal. Kemarahan merupakan satu dari banyak dosa lain yang bersumber dari sijahat, yaitu iblis atau setan. Pada saat kita membiarkan diri kita dikuasaioleh iblis ini, perbuatan dosa apa pun dapat terjadi dengan secepat mungkin.Sehebat dan sepandainya manusia itu, jika berhadapan dengan kuasa kegelapan inibakal takluk dan binasa. Kuasa ini masuk ke dalam diri manusia dengan tujuanmenghancurkan dan menyengsarakannya. Ia memanfaatkan kesempatan untuk masuk danbekerja, yaitu mereka yang lemah dalam mental dan rohani. Kejadian antara pemudi dengan ibunya tadi merupakan satu contoh perangrohani. Di dalam suatu perang rohani, tidak terjadi kekerasan fisik yangmelibatkan alat atau senjata, tetapi yang dipakai ialah kata-kata, pikiran,argumen, kritikan, nasihat, dan yang kekuatannya dahsyat yaitu doa. Perangrohani dalam wujud yang sesungguhnya ialah kekuatan yang benar berperangmelawan kekuatan yang salah atau jahat. Dari pihak Tuhan, kebenaran dankebaikan hendak ditegakkan atau dipertahankan karena kekuatan jahat sudahterlanjur menghadirkan kekacauan atau bahkan ancaman untuk berkuasa. Maka nabi Yesaya menegaskan kepada bangsa Israel di pembuangan, bahwamereka harus membersihkan dirinya dengan menjauhkan perbuatan-perbuatan yangjahat dari hadirat Allah yang maha kuasa. Pedang yang dipakai Yesus untukberperang secara rohani ialah Firman Allah. Pedang itu memiliki dua sisi samatajamnya yang membela roh dan jiwa, pertimbangan-pertimbangan pikiran danmaksud-maksud hati manusia. Firman Allah itu sesungguhnya ialah pedang Rohuntuk menghancurkan roh kegelapan yang menjerumuskan kita ke dalam dosa danakhirnya kehilangan martbat sebagai putra dan putri Allah. Jadi Yesuslah yang menggerakkan terjadinya pembinasaan itu bahkan dapatmembuat perpecahan di antara saudara dan sahabat, mengingat di situ memangsering terdapat kegelapan dan kebusukan yang dibiarkan tumbuh subur.Pembersihan memang harus terjadi, supaya memberikan kita kesempatan sebagaiputra dan putri Allah yang hidup benar, damai, dan bersuka cita dalam RohKudus. Hendaknya kita selalu menggunakan pedang rohani Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Semangati dan penuhi hidup kami hari ini ya Bapa, supaya apiRoh-Mu membakar semangat kami untuk giat dan tekun memerangi segala bentukkuasa kegelapan yang setiap saat dapat mengganggu dan menaklukkan kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Onny Pakendek, Maria Saraswati Sukardi dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Yesaya 55: 10-11; Mazmur tg 65: 10abcd.10e-11.12-13.14; Roma 8: 18-23; Matius 13: 1-9.JANGAN SAMPAI HIDUP INI SIA-SIA Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-15 ini adalah: Jangan SampaiHidup ini Sia-Sia. Ada suatu kejadian yang cukup mengagetkan di sebuah wilayahpemukiman kota. Para suami mulai terbiasa berkumpul sampai tengah malam, darisatu rumah ke rumah yang lain. Biasanya mereka minum minuman beralkohol,berjudi dan menghabiskan waktu di situ. Hal ini membuat para istri di rumahnyamasing-masing semakin gelisah dan marah. Para istri berkumpul dan ingin melakukan sebuah gerakan protes. Merekamendapat restu dari semua warga di situ dan bersama-sama pergi ke tempatsuami-suami mereka berkumpul. Mereka membawa spanduk dengan tulisan besar:"Jangan Membuat Hidup Keluarga Sia-Sia". Mereka juga berteriakbersama-sama: "Suamiku, kembali ke rumah. Jangan membuat hidup keluargasia-sia." Atas desakkan para istri tersebut, pihak pemerintah setempatdengan paksa membubarkan aktivitas tersebut dan dilarang untuk terulangkembali. Tuhan tidak pernah merencanakan kehidupan kita yang sia-sia. Kitalah yangselalu membuatnya sia-sia. Kelemahan kita sebagai manusia yang ditambah denganpengaruh-pengaruh buruk di dunia selalu menjadi ancaman tanpa henti yangmembuat hidup kita pribadi atau bersama tidak berguna dan tidak bermakna. Ituberarti kita menyerah untuk dikuasai kelemahan kita sendiri danpengaruh-pengaruh jahat dari luar diri kita. Kita dapat menyebutkan sifat-sifat manusiawi seperti malas, malu, bosan,menyerah dan kurang percaya diri, sangat memberi kontribusi besar bagikehidupan yang sia-sia. Jika seseorang sampai pada saat ajalnya, hanya dikenaloleh orang-orang sekitar sebagai pemalas, pengacau, penjahat dan beban bagiorang lain, ini merupakan sebuah kehidupan yang sia-sia. Jika seseorang yangsampai mati tidak dapat menyelesaikan masalah-masalah yang menyiksa dirinyajasmani dan rohani, berarti ia memang mengalami kesia-siaan dalam hidupnya. Bacaan-bacaan suci pada hari ini memberikan kita satu nasihat penting,yaitu agar jangan sampai hidup kita menjadi sia-sia, hanya karena sikap hidupkita yang kurang teratur atau tidak disiplin. Tuhan menghendaki supaya kitadisiplin dalam menghayati iman kita, yaitu kita tidak boleh memandang remehatau santai dengan ajaran-ajaran dan perintah-perintah-Nya. Kita harus memandangnya begitu penting dan kita menjalaninya dengan serius.Simbol yang dipakai oleh Yesus ialah diri kita yang harus menjadi tanah subursehingga firman yang ditanam dapat tumbuh. Hujan rahmat yang diturunkanoleh-Nya menumbuhkan hidup kita sehingga dapat berbuah melimpah. Kehidupan yanghanya sia-sia adalah tanda iman yang rapuh dan dangkal. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Yesus, semoga Firman-Mu yang diwartakan, tumbuh di dalamdiri kami dengan subur dan selanjutnya sampai berbuah dan kasih dan kebaikan.Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Aloysius Langoday dan Nelti Cornelia dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora, Dekenat Lembata di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 6: 1-8; Mazmur tg 93: 1ab.1c-2.5; Matius 10: 24-33.MEMILIH KERAJAAN ALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memilih Kerajaan Allah. Ada seorangpemuda ingin menikah karena usianya sudah dianggap cukup, yaitu 35 tahun. Iaberbicara kepada ibunya tentang rencana ini. Ibu bertanya tentang siapasebenarnya gadis pilihan putranya itu. Di situlah pokok masalahnya. Pemuda itubingung untuk memilih satu dari dua gadis yang menurutnya sama-sama penting danberharga baginya. Ia menjelaskan semua ciri kedua gadis itu kepada ibunya. Tetapi sang ibu yang memiliki intuisi lebih tajam, menghilangkankebingungan putranya dengan mengatakan bahwa dari dua gadis itu, ia harusmemilih gadis yang memiliki sikap rela berkorban. Apa saja yang ada padadirinya harus dapat dipersembahkan demi pasangan hidupnya. Maka konsekuensinya,putranya harus meninggalkan gadis yang bersikap posesif. Tanda seseorang yangposesif ialah ia sangat menuntut untuk diperhatikan, dipentingkan, atau diberitempat sangat istimewa. Pemuda itu akhirnya dapat mengambil keputusannya yangtepat dengan pilihan gadis idamannya untuk dijadikan pasangan hidupnya. Kerajaan Allah sudah ada bersama Tuhan Allah sendiri dan menjadi kenyataandengan kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Pusat kerajaan Allah itu ialah TuhanYesus Kristus dan seluruh karya-Nya kepada umat manusia. Ciri utama kerajaanini ialah penuh dengan karya rohani, pengorbanan dan persembahan diri dengantujuan terbesar ialah menyelamatkan umat manusia dari dosa dan kematian.Kerajaan ini ingin menyatukan semua umat manusia menjadi warganya. Kerajaan dunia penuh dengan ciri-ciri hidup duniawi dengan tanda utamanyaialah kedagingan dan materialisme. Oleh karena itu sikap manusia yang sangattepat untuk ini ialah posesif, dengan mengambil dan memilikinya. Setiap pribadimanusia memiliki sikap alami untuk terikat dengan dunia ini. Jika sikap inimenjadi sangat dominan maka dari sinilah dimulai persaingan dan konflik diantara orang-orang yang mengejar pemenuhan kepentingan dirinya sendiri. Bagi para pengikut Kristus, kerajaan Allah adalah pilihan satu-satunya demimencapai keselamatan hidupnya. Yesus adalah Guru sejati kita dan pada hari iniIa mengajak kita untuk memilih dan mengikuti Dia sampai kita menjadi sepertidiri-Nya. Kita adalah para hamba yang lemah, namun kita diberi tantangan untukdapat menjadi Tuan seperti Dia. Nabi Yesaya memberikan kesaksian tentangdirinya, bahwa meskipun ia seorang yang berdosa, ia memilih mengikuti KerajaanAllah, kemudian ia siap untuk diutus oleh Tuhan. Santo Benediktus Abas, padamasanya, memberikan alternatif Kerajaan Allah di dunia Eropa, yaitu jalanpertapaan dan hidup membiara.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga pada hari ini kami membuatdiri kami menjadi orang-orang berguna bagi sesama kami melalui kesaksiankehadiran kerajaan-Mu di dalam dunia, khususnya menjadi terang bagi orang-orangyang tersesat. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Apolonia Lema dan Maria Tania Mosa dari Paroki Santo Simon Petrus Tarus di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Hosea 14: 2-10; Mazmur tg 51: 3-4.8-9.12-13.14.17; Matius 10: 16-23.BERSIAP MENGHADAPI RISIKO Renungan kita pada hari ini bertema: Bersiap Menghadapi Risiko. Ada duaorang remaja, kakak dan adik, belanja tas sekolah di toko. Sang kakak yangseorang perempuan membeli tas yang harganya lebih murah, sedangkan adiknya yanglaki-laki membeli yang lebih mahal. Tas yang lebih murah memiliki saku-sakuuntuk menyimpan botol air dan barang lain seperti payung dan benda-benda lainuntuk keperluan bermain di sekolah. Tas yang lebih mahal memang bentuk dan warnanya jauh lebih indah tetapitidak memiliki saku-saku untuk menyimpan air dan payung. Sang adik menyadaripentingnya tas seperti yang dibeli kakaknya, maka ia kembali ke toko untukmenggantikannya dengan tas yang sama dengan kakaknya. Kita melihat bahwa keduaremaja ini sungguh memperhitungkan risiko yang akan dihadapi ketika merekakembali ke sekolah pada tahun ajaran baru ini. Risiko bagi bangsa Israel yang disampaikan oleh Nabi Hosea ialah apa yangharus mereka hadapi setelah mereka sudah terlanjur jatuh ke dalam lumpur dosa.Jika mereka ingin mendapatkan hidup baru yang lebih baik, yang harus merekalakukan ialah meninggalkan hidup yang penuh dosa, kemudian kembali membawakata-kata penyesalan dan bertobat kepada Tuhan. Itu adalah sebuah risiko yanggampang dikatakan atau diajarkan, tetapi berat untuk dipraktikkan. Yesus memberikan sebuah daftar risiko dan bahaya yang sudah menunggu paramurid-Nya yang diutus atas nama-Nya. Yang paling serius ialah mereka harusmenderita segala bentuk penganiayaan seperti Yesus Kristus sendiri alami.Mereka siap untuk mengalami kehilangan nyawanya. Risiko ini berguna untuksebuah kelangsungan hidup dalam mengikuti kehendak Tuhan. Ini adalah hargasebuah panggilan dalam mengikuti Kristus. Jadi motivasinya sangat spiritual. Bersiap untuk risiko berbeda dengan berani menghadapi risiko. Bersiapdengan risiko menunjukkan bahwa seseorang itu tenang, optimis, percaya diri danrela untuk apa pun yang bakal dihadapi. Kalau risikonya berat dan tak terduga,ia akan menghadapi dengan bersemangat dan kerelaan. Kalau risikonya kecil iatidak meremehkan atau bersantai-santai. Sedangkan keberanian itu berkaitandengan reaksi dan perlawanan terhadap risiko yang sudah diketahui. Di sinidapat terjadi bentrok atau konflik di antara pihak-pihak yang bertentangan. Bagi kita, persiapan dan kewaspadaan adalah keutamaan. Kitab suci selalumenasihatkan kita untuk selalu bersiap-siaga dan penuh perhatian akantanda-tanda dari Tuhan karena di depan kita ada banyak risiko yang menunggu.Ketika kita memilih untuk beriman kepada Yesus Kristus dan memutuskan untukmenjalani panggilan kita masing-masing, kita harus bersiap dengan risikonya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, semoga kami selalu bersiap dan waspadaterhadap setiap risiko yang akan kami hadapi di dalam jalan panggilan kamimasing-masing. Bapa Kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Petrus Kanisius Kebaowolo dan Elisabeth Welan dari Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Hosea 11: 1b.3-4.8c-9; Mazmur tg 80: 2ac.3b.15-16; Matius 10: 7-15.MENERIMA DENGAN CUMA-CUMA, MEMBERI JUGA CUMA-CUMA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menerima Dengan Cuma-Cuma, MemberiJuga Cuma-Cuma. Ada seorang bocah kelas 5 SD bertanya kepada ibunya: "Ma,mana yang duluan, memberi atau menerima?" Ibunya langsung menjawab,"Yang jelas memberi." Kata anak itu, "Kalau begitu berikan akuuang untuk membeli mainan." Kita semua sepatutnya setuju bahwa memberimemang yang pertama, karena hal ini adalah tindakan Tuhan terhadap kita. Hidupkita sebagai manusia dan karunia iman yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Di dalam Injil hari ini, tugas perutusan Yesus kepada para rasul ialahuntuk memberi, yaitu membawa nama Yesus kepada setiap orang dan menghadirkankerajaan-Nya untuk menyejahterakan mereka jiwa dan raga. Lalu pesan Yesuskepada mereka: Kalian telah menerima semua dari-Ku sebagai karunia cuma-cuma.Maka ketika kalian memberikan semua itu, harus juga dengan cuma-cuma. Contoh,para rasul mendapatkan pengetahuan tentang Allah dan rahasia-Nya secara gratis,maka mereka hendaknya mewartakan itu dengan gratis pula. Mereka tidak bolehmengambil keuntungan apa pun kegiatan pewartaan itu. Rahmat dan karunia yang gratis ini sejak dahulu sebelum zamannya pararasul, telah dialami oleh bangsa Israel yang mendapat segala perbuatan baikAllah yang membela, memelihara dan membesarkan mereka. Bahkan, menurut NabiAmos, ketika bangsa ini sangat menderita sebagai tawanan di Babel, Tuhan Allahjuga berbelas kasih kepada mereka. Tuhan mengangkat semua bentuk hukuman kepadamereka dan kembali mengasihani mereka. Oleh karena itu mereka harus mengikuticontoh dari Tuhan untuk selalu berbuat baik pertama-tama di antara mereka dankemudian kepada bangsa-bangsa lain. Menerima cuma-cuma dan memberi juga cuma-cuma merupakan cara kita meniruTuhan Yesus. Kita juga meniru Bunda Maria, Santo Yusuf, para rasul, santoPaulus, Yohanes Pembaptis dan semua orang kudus lainnya. Orang tua kita sendirijuga telah menjalani gaya hidup ini, karena mereka memberikan segala sesuatudemi kita masing-masing dan tak pernah mereka meminta balasan atau bayaran.Justru yang sangat tidak terpuji ialah jika ada anak-anak yang mestinyamembalas orang tua dengan menyenangkan mereka, tetapi sebaliknya menyusahkanbahkan menyakiti mereka sampai kematian mereka. Jadi pesan bijaksana hari ini adalah: kita hendaknya tetap dalam jalanYesus Kristus, yaitu karena kita telah menerima begitu banyak dan cuma-cumadari mana pun dan siapa pun, maka kita harus memberi dengan cuma-cuma juga.Jangan sampai terjadi bahwa kita hanya ingin untuk diberi dan dilayani sesuaidengan keinginan kita, sementara itu kita membatasi diri untuk memberi apa yangseharusnya dapat kita berikan kepada Tuhan dan sesama kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, kuatkanlah kami dengan Roh-Mu,yaitu semangat dalam pelayanan yang tanpa pamrih, sehingga berkat-Mu menjadinyata bagi kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Petri Canisia, CIJ dan Suster Roberta, CIJ dari Komunitas Suster CIJ Santa Maria Assumpta Dili, di Keuskupan Agung Dili, Timor Leste. Hosea 10: 1-3.7-8.12; Mazmur tg 105: 2-3.4-5.6-7; Matius 10: 1-7.MENEMUKAN YANG HILANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Menemukan Yang Hilang. Pada suatuketika kepala Setan menghadap Tuhan Allah. Ia mengajukan protes, bahwa setiapkali yang diutus ke dalam dunia ialah para malaikat, kemudian para nabi danpuncaknya Putra Allah sendiri. Kepala Setan ini mendesak supaya dirinya atauwakil-wakilnya dapat diberikan juga kesempatan untuk diutus. Tetapi Tuhan Allah tetap tidak akan memenuhi tuntutan Setan. Alasannyaialah karena tugas utama Setan ialah merusak dan menghilangkan yang menjadimilik Tuhan, sedangkan tugas Tuhan dan para utusannya ialah menemukan manusiadan ciptaan Tuhan lainnya yang telah hilang karena ulahnya Setan. Yang jelas,kalau diberi kebebasan dan kesempatan, Setan akan menjadi lebih menikmatitugasnya itu, dan membawa kerugian bagi Tuhan Allah sendiri. Yesus Kristus adalah Tuhan dan Putra Allah yang mencari dan menemukan yanghilang. Tugas itu ia lakukan selama pekerjaan-pekerjaan publik-Nya. Tugas ini dilanjutkanoleh para rasul yang diutus atas nama-Nya. Yesus berpesan kepada mereka untukfokus kepada domba-domba yang hilang dari kalangan Israel. Yang mereka lakukanialah semua perbuatan baik yang telah Yesus perbuat. Apa yang diperintahkan oleh Tuhan kepada kedua belas rasul ini terkaitdengan kedua belas suku Israel. Mereka adalah umat pilihan yang menerima danmeneruskan ajaran Tuhan Allah bagi segenap umat manusia. Tetapi mereka bukanpenguasa segala kebenaran. Mereka dipilih untuk menjadi pengantaraperbuatan-perbuatan Tuhan Allah yang besar. Yesus Kristus adalah utusan BapaAllah sendiri yang datang ke dunia melalui bangsa pilihan ini. Jadi Tuhan Yesus ingin supaya kedua belas rasul itu dapat mewujudkan misiuntuk menyatukan suku-suku Israel. Mereka harus memperkuat persekutuan yanglebih kuat sebagai satu bangsa yang diberkati oleh Allah, bangsa pilihan-Nya.Yesus Kristus ingin menjadikan suatu persekutuan yang kuat, yang mengakarkansemua kebenaran dari Allah dan matang untuk melanjutkan misi itu ke seluruhdunia. Ini direalisasikan dengan berdirinya Gereja setelah Yesus naik ke surga.Kini tugas Gereja ialah membuat Kristus dan Injil-Nya dikenal di seluruh bangsadi dalam dunia ini. Warta gembira bagi kita hari ini ialah hendaknya kita terlebih dahulumenjadikan diri kita kuat, matang, mampu dan unggul sebagai pengikut Kristus,sebelum kita dapat membawa sesama atau saudara kita datang berjumpa denganTuhan. Kita hendaknya tidak boleh seperti orang Farisi yang mampu mengajarkandan berbicara tetapi membuat orang-orang jauh dari Tuhan. Kita harus berangkatdari diri kita, barulah kita mencapai dan membimbing orang lain.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa.... Ya Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk menjadi teladanyang sesungguhnya bagi sesama kami di dalam kata dan perbuatan kami setiaphari. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Amaria, SSpS dari Paroki Salib Suci Nanzan di Keuskupan Nagoya, Jepang. Hosea 8: 4-7.11-13; Mazmur tg 115: 3-4.5-6.7ab-8.9-10; Matius 9: 32-38.YESUS BUKAN LAWAN SEPADAN ROH JAHAT Renungan kita pada hari ini bertema: Yesus Bukan Lawan Sepadan Roh Jahat.Seorang pastor diundang satu keluarga untuk berdoa dan mengusir roh jahat yangmerasuki salah seorang anggotanya. Pastor membawa peralatan yang diperlukanseperti air suci, salib Yesus, juba dan stola. Begitu orang kerasukan itumelihat pastor datang dari depan rumah, ia menampakkan wajahnya sepertiseseorang yang ingin berperang melawan musuh. Ia terlihat sangat kuat. Pastor tampak tenang di hadapannya. Ia berani berbicara dan yang keluardari mulutnya ialah firman Tuhan, sehingga membuat orang yang kerasukan itudiam. Keberaniannya semakin berkurang dan membuatnya menjadi lemah sekali. Iamenjatuhkan dirinya ke tempat tidur. Sementara itu sang pastor tetap berdoa danberulang kali mengucapkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yesus bekerja di dalam diri pastor tersebut. Yesus adalah Tuhan, jadi samasekali ia tak dibuat gemetar, takut atau lari oleh roh-roh jahat. Yesus sayangkepada orang yang sakit, sementara roh jahat tidak mendapatkan sayang tetapiteguran, hardikan dan tekanan untuk keluar. Roh jahat sendiri lebih dahuluketakutan melihat Yesus. Ia tahu Yesus jauh lebih kuat, maka ia takut. Makasering roh jahat juga memohon dikasihani juga oleh Tuhan. Sungguh jelas bahwa roh jahat yang sejahat apa pun, ia bukan lawan sepadanYesus Kristus. Keuntungan ada di pihak kita yang menjadi pengikut Kristus. Kitaselalu berpaling kepada Yesus untuk memakai kekuatan-Nya, melalui wakilresmi-Nya yaitu imam, untuk mengusir roh jahat yang merasuki manusia. Atausetiap orang yang percaya dapat langsung mengusir godaan dan rasukan roh jahatdalam nama dan kuasa Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberikan rahmat dan kekuatan untuk pengusiran roh-roh jahatatau setiap pengaruh jahat melalui sakramen-sakramen di dalam Gereja. Secarakhusus melalui sakramen permandian, tobat dan Ekaristi, kita sudah dipenuh olehkuasa Allah yang maha tinggi untuk melawan setan dan segala kekuatannya. Adabanyak peran yang kita mainkan dalam pengusiran pengaruh jahat di dunia ini,misalnya melalui pengetahuan dan kebijaksanaan, dengan doa dan bekerja, dalamkedewasaan dan rela berkorban, serta dengan disiplin dan kesetiaan. Pekerjaan mengusir roh jahat dan pengaruh dunia yang mematikan adalah tugasyang sangat besar dan banyak. Pada waktunya masing-masing, Yesus dan nabi Amosbekerja sendiri dalam menunaikan tugas tersebut. Saat ini yang mewakili TuhanYesus dan nabi Amos sudah sangat banyak, yaitu kita semua. Kita harus dapatmenjalankan tugas yang penting ini, sambil Tuhan sendiri yang membimbing kita,karena bagaimana pun Tuhan harus menang.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Bapa, penuhilah kami dengan kuasa-Mu sehingga kami mampumelawan segala pengaruh jahat yang dibawa oleh roh-roh jahat dan segala tipumuslihatnya. Bapa kami yang ada surga ... Dalam nama Bapa ...
Menjadi seorang percaya bukan hanya tentang menerima keselamatan saja tetapi juga mempersiapkan diri sebagai mempelai Kristus yang setia, hidup dalam kasih dan kekudusan, serta terus membangun hubungan yang karib bersama dengan Tuhan di setiap harinya.Marilah kita hidup dengan pengharapan akan kedatangan-Nya, sambil terus bertumbuh menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Jadilah kuat, karena kita ini adalah mempelai Kristus dan hiduplah selaras dengan nilai siapa diri kita di hadapan-Nya. —Pdt. Agus Lianto, “Dipanggil menjadi Mempelai Kristus.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu pagi di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 14 Juni 2026.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Markus Soge Purab dan Maria Fidelia B. Niron dari Stasi Santo Petrus Waowala, Paroki Santo Bernardus Abas Tokojaeng, Keuskupan Larantuka, Indonesia. Hosea 2: 13.14b-15.18-19; Mazmur tg 145: 2-3.4-5.6-7.8-9; Matius 9: 18-26.PEREMPUAN YANG DICINTAI YESUS Tema renungan kita pada hari ini ialah: Perempuan Yang Dicintai Tuhan.Yesus Kristus dari Nazareth adalah Putra Allah yang menjadi manusia. Iamemiliki semua ciri seperti manusia pada umumnya. Salah satunya ialah memilikiwanita-wanita yang berada di dekat-Nya dan yang melayani Dia. Yesus tidakmungkin hanya bersahabat atau dekat dengan kaum laki-laki. Ada seorang pastor paroki mengatakan hal ini di dalam kotbahnya. SetelahMisa kudus, pastor itu ditanyai oleh beberapa orang muda yang bertemudengannya. "Siapakah perempuan yang menjadi orang yang sangat spesial atauyang sangat dicintai oleh Yesus?" Mereka berharap agar jawaban yangdidapatkan ialah seperti Maria Magdalena, Marta dan saudarinya Maria atau salahsatu nama wanita yang ditemukan namanya di dalam kitab suci. Sang Pastor berkata bahwa perempuan yang dicintai dan sangat spesial bagiYesus Kristus ialah mereka yang dipandang kecil, hina, sakit, pendosa, danjanda. Perempuan yang paling pertama ialah ibunda-Nya sendiri, yaitu BundaMaria, Bunda kita semua. Ada banyakwanita di dalam perjanjian baru, baik yang punya nama maupun yang tidakdisebutkan namanya, yang dapat kita sebutkan. Perempuan yang dicintai oleh Yesus memiliki ciri-ciri atau tanda-tanda yangmembuat perhatian Yesus jatuh kepada mereka. Tanda yang natural padanya ialahsebagai pribadi yang disayangi dan dijadikan pasangan yang sepadan, yang didalam istilah yang selalu kita pakai ialah istri. Simbol ini mengandung artibahwa siapa pun kita baik laki-laki maupun perempuan, jika kita menjadi tepatbagi Tuhan untuk bekerja di dalam diri kita, seperti tanah subur agar benihsabda-Nya tumbuh, maka Tuhan sungguh mencintai kita. Tanda lain pada perempuan sehingga cinta Tuhan Yesus mengalir kepadanyaialah kelemahan, kekurangan, dan sakit yang mereka alami. Pilihan Yesus selalujatuh ke orang-orang dalam kategori ini terlihat jelas di dalam kisah Injilpada hari ini, yaitu anak perempuan kepala rumah ibadat yang dipulihkan olehYesus dan seorang wanita 12 tahun menderita pendarahan yang disembuhkan olehYesus. Simbol ini mewakili kita semua yang berada dalam kesulitan, sakit, dankehilangan sesuatu atau seseorang, kita memang sangat memerlukan Tuhan Yesusuntuk menyembuhkan dan menghibur kita. Tanda yang lain dari perempuan ialah kesalehan, hati yang murni danpengorbanan diri yang ia berikan, baik kepada orang-orang yang dikasihinyamaupun kepada kehidupan pada umumnya. Santa Maria Goreti adalah gadis cilikyang mempertahankan kemurniannya, dan harus menjadi teladan bagi kita semua.Dengan mengikuti semua teladan ini, maka kita pantas mendapatkan kasih yangbesar dan sangat indah dari Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, buatlah kami mampu mengasihi orang laindengan kasih-Mu sendiri sehingga mereka dapat mengalami perjumpaan dengan-Mudan memuliakan Dikau. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Zakaria 9: 9-10; Mazmur tg 145: 1-2.8-9.10-11.13cd-14; Roma 8: 9.11-13; Matius 11: 25-30.IA MEMBERI KITA KELEGAAN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-14 ini ialah: Ia Memberi KitaKelegaan. Ada dua orang bocah kakak-beradik, masing-masing kelas 6 dan 4 SD.Ibu mereka sangat terobsesi supaya anak-anaknya pintar dan sukses. Ia wajibkanmereka dengan banyak les tambahan. Ia menjadi malu kalau anak-anaknya mendapatnilai merah. Ia sangat disiplin dengan mereka sampai-sampai anak-anak tampaksangat takut dan kelelahan. Setiap mereka pulang ke rumah, wajah mereka sudah tampak kehilangansemangat. Tetapi mereka harus tetap diikuti sang ibu yang tidak inginanak-anaknya santai. Untung ada sang bapak yang bijaksana. Meskipun baru sajapulang kerja, ia meluangkan waktu untuk mendampingi kedua anaknya. Iamembawakan oleh-oleh yang menyenangkan. Ia memeluk mereka lalu menceritakanmereka banyak hal yang menghibur dan membuat tertawa. Apa yang dibuat oleh sang bapak kepada anak-anaknya itu merefleksikanperbuatan Yesus, ketika Ia membawa orang-orang kecil, sakit, lemah, terlantar,miskin, dan terlupakan untuk datang kepada-Nya. Ia berkata: "Marilahkepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikankelegaan kepadamu." Yesus mengundang kita semua untuk datang kepada-Nya. Namun demikian, apakah kita semua sedang lelah dan tidak berdaya? Tentusaja. Kelelahan dan ketidak-berdayaan itu berbeda tingkatnya dari satu orang keorang yang lain. Situasi, pekerjaan, dan kesulitan setiap orang berbeda-bedadengan beban atau masalah yang berbeda-beda pula. Berdasarkan terangbacaan-bacaan pada hari ini, ada tiga beban yang perlu kita sadari danrenungkan. Yang pertama ialah beban sebagai orang kecil dan lemah. Kalau kita sebagaiorang kecil, lemah dan tidak memiliki pengaruh, berarti selalu ada orang yangberkuasa dan kapan saja bertindak sewenang-wenang terhadap kita. Mereka seringtidak punya kasihan dan kepercayaan kepada kita. Beban yang lain ialah bebandosa. Kalau kita tidak memelihara jiwa kita dengan menyesali dosa, mengakuinyadan bertobat, berarti beban itu kian hari kian berat. Pada saatnya dosa ituakan menyiksa dan membinasakan kita. Santo Paulus sangat tegas bahwa hidup didalam kedagingan adalah beban dosa kita yang berat. Beban yang ketiga ialah beban kesombongan. Menurut Yesus Kristus,orang-orang pandai, bijak, yang berkuasa dan yang kaya, adalah mereka yangmemikul beban yang berat. Mereka sebenarnya sangat lelah, karena begitu banyakyang menjadi obsesi mereka dalam hidup. Anda misalnya, terlalu banyak urusandan ambisi, akan membuat dirimu amat lelah dan membosankan. Terhadap semua ini, ajakan Yesus menjadisangat penting, yaitu hendaknya kita datang kepada Dia, karena dari Dia kitamendapatkan kelegaan yang menyenangkan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Bapa di surga, semoga dengan perayaan hari Minggu ini,kami mendapatkan kelegaan hidup dan kesehatan lahir dan batin demi kelangsungnhidup kami di dunia. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Amos 9: 11-15; Mazmur tg 85: 9.11-12.13-14; Matius 9: 14-17.GAYA PESTA DAN GAYA PUASA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Gaya Pesta dan Gaya Puasa. Seorangremaja perempuan merayakan ulang tahunnya ke-17 dengan meriah. Kebanyakan yanghadir ialah teman-teman sekolahnya, dan masing-masing membawa hadiah baginya.Keluarga juga menyiapkan hadiah spesial bagi gadis yang sebagai anak sulungdari tiga bersaudara itu. Perayaan pesta itu dirayakan di pinggir pantai dengansuasana yang sangat alami dan pada saat cuaca yang sangat cerah. Gadis itusangat bersyukur pada hari ulang tahunnya itu. Sangat sulit memahami apalagi melaksanakan sebuah pesta atau perayaan tanpaadanya kehadiran orang-orang terkait. Sebuah pesta berisi perjumpaan,pembicaraan, cerita, makan-minum, hal-hal seremonial, bernyanyi, berjoget,bersuka-ria, santai dan menikmati kegembiraan satu sama lain. Dalam pemahamanseperti ini, jelas sekali gayanya sebuah pesta sangat berbeda dengan sebuahpuasa. Gaya pesta adalah sebuah dunia lain dari pada gaya puasa. Di dalam berpuasa, aspek terpenting di sini ialah mengalami sebuahketiadaan dan ketidakhadiran. Aspek-aspek yang menjadi bagian dari ketiadaandan ketidakhadiran ialah seperti tidak makan minum, tak ada suasana suka riaseperti musik, menyanyi, joget, pekerjaan dan pertemuan. Ada suatu pemahamanbahwa Yang maha tinggi yang menjadi tujuan kegiatan berpuasa, tidak dekat dantidak hadir saat kita berpuasa. Jadi melalui puasa itu kita dapat memilikikesempatan untuk lebih fokus mencari dan menjadi dekat dengan-Nya. Perbedaan dua gaya inilah yang ditampilkan dalam bacaan Injil hari ini.Murid-murid Yohanes dan orang-orang Yahudi pada umumnya tidak menyadari bahwaYesus sebagai Tuhan sedang berada bersama mereka. Mereka menganggap Tuhansangat jauh, Ia harus dicari dan diminta kedatangan-Nya. Caranya ialah denganberpuasa. Sementara para rasul serta murid-murid Yesus sedang mengalami sukacita dan pesta karena Tuhan Yesus ada bersama mereka. Nanti ketika Yesus tidakbersama lagi dengan mereka, barulah mereka berpuasa. Bagi kita saat ini, puasa tetap penting, demikian juga pesta. Gereja telahmemberikan kesempatan yang teratur bagi kita sebagai umatnya untuk menjalankanitu sesuai dengan waktunya. Puasa personal sering menjadi pilihan ketika orangingin melakukan suatu latihan rohani tertentu. Pesta juga dilaksanakan baiksecara bersama maupun personal sebagai kesempatan merayakan kehadiran bersama,Tuhan dan manusia. Pokoknya, masing-masing dijalankan dengan baik, teratur dantak boleh dicampur-adukkan. Kita perlu saling menghormati saat ada kegiatanpesta dan puasa. Kita perlu menghindari perbuatan mengganggu dan intervensimereka yang berpuasa dan berpesta. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami ingin mengikuti dengan patuhajaran-Mu tentang berpuasa dan bermati raga, maka kami mohon semoga kamidibimbing selalu di dalam Roh-Mu untuk dapat menjalankannya dengan benar danbaik. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Priscilla Victory Lango Uran dan Hendrina Linong dari Paroki Santo Damian Bengkong, Batam, di Keuskupan Pangkal Pinang, Indonesia. Efesus 2: 19-22; Mazmur tg 117: 1.2; Yohanes 20: 24-29.YA TUHANKU DAN ALLAHKU Renungan kita pada hari ini bertema: Ya Tuhanku dan Allahku. Kalimat iniberasal dari Santo Tomas Rasul, yang pestanya kita rayakan pada hari ini. Iaadalah salah satu dari ke-12 rasul yang punya keunikan, selain namanya yangjuga disebut Didimus, ia sangat dikenal sebagai orang yang kurang percaya. Ia bersama para rasul lain dan banyak orang di zamannya mempunyai persepsitentang Yesus Mesias yang akan menjadi raja seperti Daud yang penuh kuasa danpembebas umat Israel dari segala bentuk penjajahan di dunia. Namun persepsi inisalah total. Yesus ternyata dihukum mati secara sangat memalukan dengandisalibkan dan wafat. Ini jelas sangat mengecewakan banyak orang yang sudahterlanjur percaya pada kekuatan seorang Mesias. Salah satu yang kecewa berat ialah Rasul Tomas. Akibatnya ia memilihmenjauh, sembunyi, menyendiri dan mungkin berpikir untuk memilih jalan hidupyang lain. Pokoknya ia sangat kecewa. Kesaksian para wanita yang menemui Yesusyang bangkit, berikut kisah rekan-rekan rasul lainnya yang melihat langsungYesus yang bangkit, tidak dipercayai Tomas. Ia memerlukan bukti lain yang lebihkuat dan bukan sekedar cerita-cerita. Bagi dia jika hanya narasi, itu samadengan omong kosong. Kecewa berat harus diatasi dengan semangat baru yang jauh lebih super.Semangat ini tak cukup diberikan oleh manusia, tapi harus diberikan dari atasyaitu Tuhan sendiri yang campur tangan. Maka Yesus sendiri yang datang untukmemberikan bukti dari diri-Nya sendiri yang bangkit. Ini baru namanya jauhlebih super. Dengan tindakan super ini, rasul Thomas dapat berubah secararadikal melalui pengakuan imannya yang amat kuat, “Tuhanku dan Allahku”. Setiap dari kita pernah mengalami kecewa, putus asa dan sakit hati.Kondisinya bervariasi dari yang ringan sampai yang berat. Apa pun kondisinya,penderitaan seperti ini memerlukan pemulihan. Bagi mereka yang mengalamikecewa, putus asa atau sakit hati yang berat, tentu sangat memerlukanpengobatan rohani yang hanya melalui campur tangan Tuhan. Sehingga hidup barudiperoleh kembali, semangatbertumbuh lagi, dan pengakuan iman kepadaTuhan dikuatkan. Maka nasihat yang bijak ialah, bila Anda mengalami penderitaan sepertikecewa berat, putus asa berat atau sakit hati berat, andalkan kekuatan dancampur tangan Tuhan. Hindari sikap menutup diri, menangisi diri bahkan yangpaling jelek ialah Tuhan dipersalahkan. Setiap kecewa, putus asa atau sakithati ada waktunya untuk berlalu pergi. Dan Tuhan menggantikan dengankehadiran-Nya yang menyelamatkan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Di dalam penyelenggaraan dan kuasa-Mu, ya Bapa, kuatkanlahkami untuk selalu berada di dalam kasih-Mu terutama pada saat kecewa, putus asadan sakit hati menimpa diri kami. Semoga Bunda Maria, para malaikat pelindungdan khususnya rasul Tomas menemani kami di dalam saat-saat sulit itu. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Amos 7: 10-17; Mazmur tg 19: 8.9.10.11; Matius 9: 1-8.KESEMBUHAN TOTAL Renungan kita pada hari ini bertema: Kesembuhan Total. Ada seorang lelakiterkenal sebagai pengacau ulung di lingkungannya. Orang-orang di situ takutkepadanya. Ia mabuk seenaknya, pengguna sekaligus pengedar narkoba sangat aktifdan bertindak brutal kepada siapa pun yang menghalangi segala urusannya.Singkatnya, mental, moral dan imannya sudah sangat buruk. Namun pihak polisi akhirnya berhasil melumpuhkan dia setelah terjaditindakan kekerasan di wilayah itu dan ia sebagai tokoh utama kejadian tersebut.Kedua kakinya terkena tembakan peluru dan ia nyaris lumpuh total. Pada akhirnyaia melewatkan hari-hari, bulan-bulan dan tahun-tahun di penjara. Wilayahnyamenjadi aman dan damai tanpa dia. Untuk kesekian kalinya lelaki ini dikunjungi pemimpin agamanya supaya iamemperoleh pembinaan rohani. Banyak sekali pengalaman rohani dan bimbinganmoral yang ia peroleh selama di penjara. Semua itu membantunya untuk membuathidupnya menjadi baru. Perlahan-lahan perubahan itu terjadi. Setelah keluarpenjara, ia sungguh seorang pribadi yang baru. Fisiknya menjadi segar dansehat, tutur kata, sopan santun, sikap hidup menjadi sangat baik.Pengetahuannya tentang kehidupan luas dan terbuka. Imannya tumbuh kembali. Pengalaman lelaki ini merupakan contoh tentang kesembuhan total. Jeniskesembuhan ini yang diinginkan Yesus Kristus, yang meliputi fisik, mental,rohani, relasi sosial. Yesus mengetahui bahwa orang yang disembuhkan itu penuhdengan dosa. Maka yang dilakukan-Nya pertama ialah menghapus dosa-dosanyadengan mengampuninya. Sesudah itu baru menyembuhkan dia dari sakit fisiknya danmemulihkan pikiran serta jiwanya. Banyak di antara kita ingin sembuh sebagian saja, bukan total. Mungkinmereka hanya mencari kesembuhan fisik atau mental tertentu sementara kesembuhandiri secara total diabaikan. Seorang mungkin telah sembuh dari stress dan sakit hati, namun ia masihdendam dan marah kepada orang yang telah mengecewakannya. Orang mungkin merasanyaman setelah menerima sakramen tobat, tetapi ia tidak menyesaliperbuatan-perbuatannya maka ia jatuh kembali ke dosa-dosa yang sama. Semua inimenandakan kesembuhan yang hanya sebagian. Dengan demikian berarti mereka masihsakit. Kita perlu menandai bagian-bagian mana di dalam diri kita yang masih belumdisembuhkan karena selama ini tidak diupayakan untuk sembuh. Bagian itu sangatmungkin menjadi penghalang untuk terjadinya kesembuhan total di dalam diriKita. Berikan perhatian kepadanya agar dapat sembuh total. Marilah kita berdoa...Dalam nama Bapa... Ya Bapa, jika ternyata masih ada bagian-bagian di dalam dirikami yang belum sembuh semuanya, karena kami cenderung mengelakkan diri untukdisembuhkan, berikanlah kami kesembuhannya. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Kris Waleng dan Welin Duan dari Gereja St. Fransiskus Xaverius, Paroki Tanjung Priok di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Amos 5: 14-15.21-24; Mazmur tg 50: 7.8-9.10-11.12-13.16bc-17; Matius 8: 28-34.HARGA SEBUAHPEMBEBASAN Renungan kita pada hari ini bertema: Harga Sebuah Pembebasan. Suatutindakan pembebasan memerlukan kekuatan fisik, mental dan rohani. Misalnyapembebasan lahan yang dikuasai pihak yang tak berhak atas tanah itu memerlukandukungan sekuriti dan penegakan hukum. Pembebasan dari kebodohan memerlukanperangkat ilmu pengetahuan dan kemampuan intelektual dari sekolah dan studi.Pembebasan dari kuasa roh jahat memerlukan kekuatan Roh Kudus dari kuasa Allahyang maha tinggi. Nubuat nabi Amos pada masa pembuangan menegaskan bahwa umat Tuhan harusmembebaskan diri dari perbuatan jahat dan yang menajiskan supaya Tuhan semestaalam menegakkan keadilan dan mengasihani mereka sepanjang masa. Demikian jugaroh-roh jahat begitu banyak yang merasuk dua orang, didesak oleh Yesus sehinggadua orang kerasukan itu dibebaskan. Roh-roh jahat itu mendesak masuk kebabi-babi yang akhirnya mati tenggelam di laut. Orang-orang di wilayah itumendesak supaya Yesus segera meninggalkan tempat mereka, karena mereka takutYesus akan membawa malapetaka bagi mereka. Harga suatu tindakan pembebasan dapat berupa pemurnian dan penjernihan yangmembawa kemajuan yang lebih baik. Jika penghalang atau pengganggu tidak adalagi, tentu saja kehidupan menjadi lebih aman dan damai, lalu pertumbuhan baikjasmani dan rohani mendapat kesempatan untuk maju. Dua orang yang dibebaskanroh-roh jahat kembali normal dan mewartakan kemuliaan dan kebaikan yang mahatinggi kepada orang lain. Namun ada juga harga pembebasan dapat berupa efek negatif karena pihak yangtersingkir akan menciptakan problem yang baru. Yang tersingkir bisa saja pihakyang lemah, bisa juga mereka yang memiliki kekuatan untuk membalas dendam.Problem baru dapat muncul karena iri hati, marah dan benci tumbuh di dalampihak-pihak yang berlawanan. Untuk hal ini, harga pembebasan itu akan sangatbesar dan mahal. Konflik dapat muncul kembali dan akan menelan lagi korban. Jika pembebasan itu dilakukan secara baik, teratur dan sangat memperhatikanprinsip win-win solution alias tidakdidasari aturan kalah dan menang, buah positifnya tentu sangat bernilai danmendatangkan suka cita dan damai bersama. Namun jika pembebasan itu hanyamengikuti prinsip kemenangan menghempaskan kekalahan, problem baru sudah menunggu kita di depan. Yesus tidak ingin meninggalkan kita masalah tanpa solusi. Ia menghendakisupaya kita tak boleh menyerah dalam menegakkan keadilan dan mengusahakankebenaran, meski harus berhadapan dengan penghalang-penghalang sampai kita relamengorbankan diri kita. Ini adalah jalan yang dipilih oleh Tuhan Yesus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah, semoga melalui firman-Mu pada hari ini, kami tidakmenyerah dan mundur dengan masalah yang kami hadapi, tetapi kami siapmenghadapinya. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Raja-Raja 4: 8-11.14-16a; Mazmur tg 89: 2-3.16-17.18-19; Roma 6: 3-4.8-11; Matius 10: 37-42.BAHAGIA MEMIKUP SALIB Tema renungan kita pada hari ini ialah: Bahagia Memikul Salib. Secaranatural, kita mengalami kebahagiaan karena ada hal atau sesuatu yang baik danmenyenangkan. Namun demikian, salib merupakan benda yang sangat memalukan danmenyakitkan. Salib menandakan hukuman yang paling berat. Maka kalau kitamenjadi bahagia dengan salib, ini merupakan ironi. Ada banyak ironi dan yang tidak masuk ke akal kita tentang Yesus Kristus.Kedatangan Putra Allah ke dalam dunia dan menjadi Yesus Kristus adalah di luarakal sehat kita. Pilihannya untuk taat kepada kehendak Bapa, dengan caramemikul salib yang hina dan wafat di atasnya, tidak bisa masuk ke pemahamannormal, bahwa Dia sebagai Tuhan tetapi bernasib sial seperti demikian. Namun demikian, Yesus sendiri telah membuktikan bahwa melalui salib itucinta kasih yang tertinggi diwujudkan. Salib merupakan simbol pengorbanan danpenderitaan yang ditandai Tuhan Yesus kepada kita. Pengalaman-Nya sendiri sudahcukup mengajarkan kita bahwa kita akan mendapatkan kebahagiaan setelahmenanggung salib kita di dunia ini. Pengajaran ini juga cocok dengan pemahamankebanyakan orang di dunia bahwa ada terang setelah gelap, ada kesuksesansetelah perjuangan, ada uang setelah bekerja keras. Dengan adanya konsep keyakinan ini, sangat pantas bagi kita untuk memilikisikap yang positif terhadap salib. Pada hari minggu ini kita diajak untukmenjadi bahagia dalam memikul salib apa pun yang ada pada kita, betapa punberatnya. Ada bermacam-macam salib dengan beratnya yang berbeda-beda. Dosa dankesalahan yang telah kita perbuat merupakan beban salib tersendiri dan hal itutentu memiliki beratnya tersendiri dan mempunyai pengaruh yang berbeda. Salib dalam bentuk pengorbanan kepentingan pribadi dan mati raga jugamemiliki beratnya yang sering membuat diri kita tertekan. Misalnya perintahYesus supaya kita harus dapat mencintai Dia lebih daripada kepada orang tua dansaudara-saudari kita sendiri, dan supaya kita dapat kehilangan nyawa kita demiDia, ini merupakan salib-salib yang berat. Perintah untuk bermurah hati danberbuat baik, seperti menyambut diri-Nya, seorang utusan Tuhan, dan sesamakita, juga merupakan bagian dari beban yang harus kita pikul. Penyambutan orang lain, terutama mereka yang tidak kita kenal dan yangmenjadi musuh kita, merupakan beban yang berat. Namun karena cinta kasih, kitaharus mengorbankan perasaan dan kebebasan kita supaya dapat bertemu danmemberikan pelayanan kepada mereka. Semua ini adalah salib. Dan nasihat bijakbuat kita ialah bahwa kita hendaknya bahagia dengan salib-salib ini. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus, semoga perayaan hari minggu ini memberikankami semangat untuk memikul salib-salib kami dengan bahagia dan tanpa mengeluhatau menolaknya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 12: 1-11; Mazmur tg 34: 2-3.4-5.6-7.8-9; 2 Timotius 4: 6-8.17-18; Matius 16: 13-19.DUA ENGSEL PINTU GEREJA Renungan kita pada hari ini bertema: Dua Engsel Pintu Gereja. Ada seorangpastor paroki sedang mengunjungi umatnya yang tinggal jauh di pedalaman, yangjauh dari pusat paroki. Di salah satu stasi ia menemukan pintu gereja yanghampir copot dari tempatnya bergantung. Alasan utamanya ialah karena dua engselpintu itu sudah nyaris putus. Jika keduanya putus total, maka pintu gerejatidak bisa lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Pastor berbicara dengan penanggung jawab stasi supaya segera memasangengsel baru dan pintu gereja berfungsi kembali. Gereja tidak bisa dibiarkanterbuka karena binatang liar dapat masuk dan membuat kerusakan di dalamnya.Namun tidak ada toko di kampung untuk mendapatkan engsel baru. Jika harusmembeli, orang harus pergi ke kota yang memakan waktu sekitar dua hari. Namundemikian, pastor menemukan di dalam tasnya ada dua engsel yang sudah bekaspakai. Dua engsel itu kemudian dipasangkan ke pintu gereja tersebut, meskipunkeduanya tidak seragam dan tidak sepadan dengan pintu gereja. Kalau kita memandang dan memahami Gereja kita secara rohani, yaitu umatAllah, kita dapat menggambarkan dua profil yang merupakan fondasi Gereja, yaituSanto Petrus dan Paulus, dengan dua engsel pintu gereja tadi. Sejak Gereja yangkudus ini berdiri, kedua rasul ini berperan sangat penting untuk membuat pintuGereja berfungsi dengan sesungguhnya. Tugas yang mereka terima dari YesusKristus sungguh menjadikan mereka saksi-saksi iman yang unggul. Keunggulan dan dedikasi iman yang amat tinggi telah dirintis oleh Petrusdan Paulus bagi kita. Petrus adalah figur kepala yang mempersatukan, menguatkandan mengakarkan iman kita kepada Kristus. Pengakuannya akan Yesus Kristusmerupakan pegangan iman sangat dasar yang menjadi pengakuan iman Gereja. Paulusadalah figur Gereja yang misioner dan inklusif, yang pada intinya memberikannilai universalitas Gereja. Ia bersaksi telah melakukan tugas misioner itusampai ke ujung bumi, sampai garis batas dunia ini. Jadi jasa mereka berdua yang memang sampai akhir hayatnya, meninggalsebagai martir di Roma, meninggalkan kepada Gereja kita untuk sepanjang masasuatu dedikasi dan komitmen kepada Kristus sampai batas terakhir perjalananpanjang hidupnya. Kita juga mesti dapat mengikuti teladan kedua rasul ulungini. Dua jempol kita untuk Petrus dan Paulus, dua jempol juga buat kitamasing-masing dan kita semua, untuk menunjukkan tanda kebanggaan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha pengasih dan penyayang, pandanglah kami putradan putri-Mu yang berusaha belajar dari teladan Santo Petrus dan Paulus tentangberharganya komitmen dan dedikasi kepada-Mu dan sesama kami. Semoga kami setiadalam iman kami sampai batas terakhir yang Engkau kehendaki dari kamimasing-masing. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Asumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Ratapan 2: 2.10-14.18-19; Mazmur tg 74: 1-2.3-5a.5b-7.20-21; Matius 8: 5-17.HARGA SEBUAHKERAMAHTAMAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Harga Sebuah Keramahtamahan. Keramahtamahanmerupakan bagian dari sopan santun yang lebih berurusan dengan hal-hal tentangmenyambut dan melayani sahabat, kenalan atau tamu yang datang kepada kita.Mereka mengalami keramahtamahan itu dan mengetahui bahwa mereka sungguhdihargai. Banyak kisah di dalam kitab suci menunjukkan orang saling berkunjungdan mereka diterima dengan ramah. Sikap yang ramah tidak bergantung pada siapa tamu yang datang, tidak pedulidia orang penting, kaya dan pandai, orang biasa, miskin dan bodoh. Sikap inisangat bergantung pada kerelaan dan kemauan baik tuan rumah. Seandainya tamuasing yang datang adalah orang-orang yang sedang sangat susah seperti Yerusalemyang para penghuninya telah dihancurkan bangsa Asyur, penyambutan yang ramahjuga sepatutnya diberikan. Tuhan sendiri yang mendengarkan dan menghiburmereka. Yesus Kristus menyambut seorang perwira Romawi yang bukan seorangberiman, dan ini membuat orang asing tersebut percaya. Keramahtamahan yang diberikan dalam kebaikan dan cinta kasih, berbuah jugadi dalam kasih. Orang yang dilayani mendapatkan status baru yaitu menjadibagian dari hidup pihak penyambut dan persahabatan terbentuk. Tetapi lebih dariitu ialah pahala yang datang dari Tuhan sungguh sesuatu yang tak terduga.Penyembuhan atas hamba perwira tersebut dibalas dengan iman yang tumbuh dariorang dan keluarganya yang belum beriman. Ada sepasang suami-istri membuat kesepakatan sejak pernikahan mereka, bahwaanggota keluarga dari masing-masing pihak harus dapat diterima dengan ramah dirumah mereka. Mertua dan ipar-ipar dalam keadaan apa pun mereka, harus dapatditerima. Pada waktu ayah sang istri yang sedang sakit akan menginap di rumah,suami tampaknya agak kurang nyaman dengan keberadaan mertuanya itu, tetapikarena janji yang sudah dibuat sejak pernikahan, maka ia rela menyambut denganramah dan ikut merawat mertuanya itu. Ia harus menghilangkan segala macamkeluhan, rasa tidak nyaman, atau rasa bosan. Jika keramahtamahan disertai dengan keluhan, keberatan atau ungkapanpenerimaan setengah hati, lebih baik tidak usah ada penyambutan dan tidak usahmemiliki tamu. Karena kalau dipaksakan saja, keramahtamahan itu kehilangannilainya. Tidak akan terjadi keramahtamahan yang manis, tetapi suatupenyambutan yang pahit. Keramahtamahan harus natural dan dikuatkan oleh cintakasih. Biarlah itu diberikan secara baik dan lancar seperti air mengalir disaluran yang tak terbendung.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajarkan supaya kamiharus menunggu dalam keadaan siap sedia untuk melayani tuan rumah yang datanghingga tengah malam. Semoga kami selalu bersikap ramah kepada siapa pun,meskipun itu mungkin memberikan kami rasa kurang nyaman atau mendatangkan kerugian. Bapa kami yang ada disurga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 25: 1-12; Mazmur tg 137: 1-2.3.4-5.6; Matius 8: 1-4.PENTAHIRAN KITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: PentahiranKita. Setiap dari kita mendambakan kehidupan yang baik dan sehat. Kesehatanmenjadi salah satu prioritas dalam menjalani kehidupan ini, sebab dengankesehatan yang baik dan tubuh yang kuat maka aktivitas-aktivitas kita di dalamdunia saat ini akan berjalan dengan baik pula. Kita memang mempunyai segalacara untuk memperoleh kesehatan yang kita inginkan, namun tubuh kita sebagaimanusia tetap ada keterbatasannya. Hidup di zaman ini yang sangat maju dengankecanggihannya ternyata membawa sakit kepada banyak manusia, baik fisik maupunmental, tubuh maupun jiwa. Yang lebih rentan ialah jiwa. Jiwa manusia mulaiterikat pada hal dan barang duniawi lalu memberi ruang kepada Iblis untukmembuat nyaman pada manusia serta menutup kesempatan bagi manusia untuk bersatudengan Allah. Manusia mulai kurang percaya pada Allah dan terus memakai pikirandan ide-idenya sendiri sehingga membuatnya terkenal. Tanpa disadari hal inimenciptakan keterpisahan dirinya dari Allah. Manusia lebih memilih kehidupan dengan gayanyayang instan namun ternyata melukai jiwanya sendiri. Jiwa ini perlahan mengalamikehilangan apa yang dituntut oleh Allah, yaitu dasar iman dan buah-buah Roh.Kedamaian, suka cita dan kasih diganti dengan amarah, benci, keserakahan. Inimerupakan sakit dalam kehidupan masa kini. Kita perlu sembuh. Kita butuhpentahiran. Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini menjamahdan menyembuhkan orang yang sakit kusta yang datang memohon dengan penuhkerendahan hati dan iman yang besar. Ia rindu untuk sembuh. Sakit kusta adalahsakit yang sangat menyakitkan dan dijauhi oleh orang-orang di sekitar, dibuangatau disingkirkan. Ia sesungguhnya sakit fisik dan metal, tubuh dan jiwanya.Tuhan Yesus hadir dengan belaskasih-Nya yang merangkul, memberkati danmenyembuhkan dengan kasih-Nya. Untuk sembuh, kita perlu belajar dari orang sakitkusta tersebut. Kita perlu menyadari bahwa kita juga orang-orang sakit. Kitaorang-orang berdosa. Kita perlu Tuhan Yesus. Kita mohon dengan tulusbelaskasih-Nya, kita datang kepada-Nya dengan iman yang besar dansungguh-sungguh lalu memberikan diri kita untuk disembuhkan dari sakit,kelemahan dan kedosaan. Setelah sembuh, hendaklah kita selalu menjaga relasidengan Allah agar tidak kembali goyah dan rusak seperti sebelumnya, tetapi kitamenjadi saksi-saksi-Nya di dalam dunia saat ini. Sebab dengan jamahan Tuhanyang menyembuhkan itu, beban hidup kita menjadi ringan dan tahirlah kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah Bapa, kami bersyukur atas sabda-Mu yang hidupdalam diri Yesus yang adalah palung sungai yang menyegarkan jiwa kami yang hausakan kehadiran-Mu. Kami mohon, tetapkanlah selalu di dasar hati kami semangat membacadan merenungkan firman-Mu sebagai jalan, kebenaran dan hidup kami agar kamitidak sakit lagi, sebab firman-Mu sungguh menyembuhkan kami. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Helen Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 24: 8-17; Mazmur tg 79: 1-2.3-5.8.9; Matius 7: 21-29.RUMAH BATU VERSUS RUMAH PASIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Rumah Batu Versus Rumah Pasir.Ketika Yesus mengumpamakan bangunan yang tidak kuat menghadapi bencana hujan,banjir dan topan yang bakal menghancurkannya, Ia sejalan dengan pemikiranpenulis kitab Amsal yang berkata: Ketika angin-topan melanda, orang-orangberdosa ikut dibinasakan, tetapi orang-orang benar akan bertahan sampaiselamanya (Ams 10,25). Ada dua orang ibu saling berbagi cerita tentang anaknya masing-masing yangsedang kuliah di kota. Masing-masingnya tinggal di kota yang berbeda-beda.Orang tua dan keluarga masing-masing di kampung sangat berharap supayaanak-anaknya tekun dengan hidup rohaninya meski mereka harus juga tekunbelajar. Pada waktu masih berada di rumah dan sebelum kuliah, mereka tekunberdoa pribadi, doa bersama di lingkungan, dan perayaan Misa tiap hari minggu. Ketika sudah jauh dari rumah, ceritanya sudah berubah. Satu dari duamahasiswa itu memiliki cerita yang menggembirakan. Suasana di kos tempat iatinggal, pergaulan dan di kampus menuntut dirinya harus memiliki ketahananrohani yang kuat. Kebiasaan doa pribadinya menjadi semakin kuat dan ia terlibatdalam kegiatan kepemudaan di paroki. Ia tekun dengan Misa tiap hari minggu,bahkan mengikuti juga misa harian. Mahasiswa ini adalah sebuah rumah baturohani, seperti yang digambarkan oleh Yesus dalam Injil hari ini. Cerita tentang mahasiswa yang lain justru sangat berbeda. Lingkunganhidupnya di kota telah mengubahnya menjadi seorang muda penentang, berwatakkeras, dan suka terlibat dalam kejahatan. Beberapa kali ia menjadi targetkejaran pihak keamanan tetapi ia selalu lolos. Kehidupan rohaninya sudahkacau-balau. Ia mengakui diri sebagai orang beriman yang percaya kepadaKristus, tetapi hidupnya yang nyata sangat bertentangan dengan imannya. Orangmuda ini adalah contoh bangunan rumah pasir yang juga digambarkan oleh Injilhari ini. Iman yang tumbuh sebagai rumah batu merupakan suatu kehidupan yang dijalanioleh orang-orang beriman dengan dua ciri penting, yaitu mendengarkan perkataanTuhan dan melakukannya di dalam kenyataan. Sebaliknya mereka yang mendengarkantetapi tidak melakukan, mereka itu tergolong kehidupan iman sebagai rumahpasir. Di dalam kehidupan kita, sering terdapat dua jenis orang ini yang hidupdi dalam satu keluarga, komunitas, lingkungan, dan Gereja. Di sini terjadiujian sesungguhnya. Masing-masingnya berusaha untuk menang. Jika rumah batu kehidupan iman menjadi lebih kuat, kuasa dan kemuliaanTuhan akan merajai seluruh kehidupan kita. Tetapi jika rumah pasir yang lebihkuat, maka bencana-bencana akan segera melanda kehidupan kita, sepertipengalaman pahit bangsa Israel yang dikalahkan dan dibuang ke Babel. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami dengan pertumbuhan iman kami yangsehat dan dewasa supaya kami dapat berkontribusi dalam memperkuat KerajaanAllah di dalam dunia ini. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agata Tukan dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yesaya 49: 1-6; Mazmur tg 139: 1-3.13-14ab.14c-15; Kisah Para Rasul 13: 22-26; Lukas 1: 57-66.80.NAMANYA YOHANES Tema renungan kita pada hari ini ialah: Namanya Yohanes. Di dalam Gerejabaik di Timur maupun Barat dalam hal ini Latin-Roma, kelahiran YohanesPembaptis dirayakan pada hari ini. Kita menjadikannya hari raya, sebab Yohanestelah memperlihatkan perannya yang sangat penting dalam kaitan dengantugas-perutusan Yesus Almasih di dunia. Berita tentang karunia Yohanes ke dalam hidup Zakaria dan Elisabeth sudahmerupakan berita besar sekali yang mencengangkan banyak orang. Menyusul ialahperutusan yang dibawa Yohanes kelak, yaitu mempersiapkan manusia untukmenyambut Yesus Kristus. Mesias bagi Israel ialah raja agung yang memilikisegala kuasa dan menjadi harapan tertinggi demi kehidupan mereka yang tenteramdan damai. Persiapannya tentu harus sangat besar dan terbaik. Pribadi Yohanes sejak di dalam kandungan bunda Elisabeth, berikutkelahirannya, dan perutusannya, bagaikan karpet merah bagi raja agung YesusKristus. Ia sudah mencengangkan dunia dan mengubahnya kepada terang kehidupanyang baru, bahkan orang sejahat Herodes pun segan kepadanya. Tetapi ia sendirimengakui bahwa Yesus jauh lebih besar dari padanya. Ia relakan diri untukmenjadi karpet merah yang membentang di tanah sebagai jalan terbuka danterhormat supaya Yesus Kristus datang dan melewati di atas dirinya. Kelahiran Yohanes Pembaptis memberikan kita makna akan sebuah perutusanatau tugas yang merefleksikan panggilan hidup. Nama “Yohanes” yang dilekatkanpada dirinya berarti “Tuhan yang penuh rahmat”. Menurut kitab nabi Yesaya,pemanggilan nama itu sudah dilakukan sejak dalam kandungan ibu. Pemanggilannama mengandung arti bahwa pribadi manusia sudah dikenal dan ditentukan kalaunanti setelah lahir ia sudah mempunyai tugas yang spesifik. Jadi kelahiranseorang anak manusia, kita semua, sudah di dalam rencana Tuhan. Tidak adaseorang anak manusia dilahirkan secara kebetulan atau spontan. Yohanes mempersiapkan jalan supaya pemilik atau bos-nya rahmat itu datangke dunia demi menghalau dosa dan membawa keselamatan. Kita sebenarnya dapatmenggunakan setiap rahmat yang dicurahkan oleh Tuhan, khususnya melaluisakramen-sakramen yang telah kita terima untuk menyingkirkan dosa, membaharuihidup, dan menjalankan suatu hidup baru. Memiliki dan menikmati hidup barulantas tidak membuat kita besar kepala, sombong, dan bersenang-senang saja.Hidup baru kita mesti tetap mengikuti gaya Yohanes yang menjadi karpet merahbagi Tuhan, terutama dalam pelayanan-pelayanan kepada orang lain. Biarlahmereka tahu bahwa Tuhan yang berbuat bagi hidup mereka dan bukan kita yangberbuat.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah kami, semoga perayaan hari ini memperkuat semangatkami untuk berbagi rahmat-Mu kepada sesama, khususnya mereka yangberkekurangan. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ester Making dan Elen Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 19: 9b-11.14-21.31-35a.36; Mazmur tg 48: 2-3a.3b-4.10-11; Matius 7: 6.12-14.KETULUSAN MEMBUTUHKAN KEADILAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketulusan Membutuhkan Keadilan. Adaseekor tikus mendapatkan keuntungan di pagi hari ketika ia menemukan makanansisa dibuang oleh tuan rumah di belakang dapur. Tikus itu memanggil beberapatemannya dan mereka bersuka ria bersama. Namun saat bahagia itu berlangsungbeberapa saat saja, karena beberapa kucing datang dan tikus-tikus itu lariketakutan. Sekarang giliran kucing-kucing memanfaatkan kesempatan untukberpesta pora. Tikus hanya bersembunyi dan melihat dari jauh. Namun pesta kucing-kucing tadi hanya sesaat dan langsung bubar karenabeberapa anjing berdatangan. Sekarang anjing yang menguasai keadaan dankucing-kucing berlari ketakutan. Yang menakjubkan ialah tikus-tikus semuanyadatang dan ikut berpesta bersama anjing-anjing. Mereka sungguh berteman dengananjing-anjing. Seekor tikus melihat dan mengejek kucing-kucing yang memandangdari jauh dengan sedih, katanya: "Sekarang kamu tahu yang sesungguhnyaterjadi. Kejahatan yang kamu lakukan terhadap kami, terjadi juga terhadap kamu.Nikmati saja kesedihanmu dan kami menikmati pesta." Perkataan dan ejekan tikus tersebut cukup merefleksikan apa yangdigambarkan oleh Injil Matius pada hari ini. Dikatakan begini: Segala sesuatuyang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepadamereka. Kita juga bisa menempatkan pernyataan ini sejajar dengan ajaran cintakasih Kristus yang mengatakan bahwa kita ingin dicintai oleh sesama sepertikita mencintai mereka. Lalu santo Fransiskus dari Assisi meninggalkan kitawarisan rohaninya yang terkenal tentang nyanyian cinta kasih Allah. Beberapapenggalan syairnya kira-kira seperti ini: supaya dimengerti, maka Anda harus mengerti, dicintai, makamencintailah, dibantu, maka membantulah. Hal ini bukan suatu ajaran tentang balas-membalas perbuatan baik.Sebenarnya ini adalah sebuah ketulusan. Agar kehidupan kita menjadi bermakna,maka kita harus dapat berbagi dari diri kita kepada orang lain, terutama merekayang ada di sekitar kita. Misalnya kita memberikan salam atau tersenyum kepadasaudara dan saudari yang kita jumpai tiap hari. Ini adalah bagian dari hidupyang tulus. Perlakukan yang baik terhadap sesama dalam kewajaran dan berperikemanusiaan, dengan sendirinya berbuah pada kebaikan yang dilakukan orang lainterhadap diri kita. Saya telah berbuat baik kepada saudara dan saudariku,demikian juga nanti di dalam kesulitan dan kekurangan, mereka akan membantusaya. Hal ini merefleksikan kehidupan kita bersama yang memiliki keadilan. Jika ketulusan kita selalu berjalan bersama dengan keadilan maka kitamemang sedang menciptakan suatu kehidupan bersama yang damai dan nyaman sepertiyang dikehendaki Tuhan dari kita.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus yang baik, penuhilah kami dengan semangat cintakasih-Mu sehingga kami dapat berbuat kasih tanpa pamrih dan rela berkorban .Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elen Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 17: 5-8.13-15a.18; Mazmur tg 60: 3.4-5.12-13; Matius 7: 1-5.SIAPA YANGMENGHAKIMI DENGAN BENAR? Tema renungan kita pada hari ini ialah: Siapa yang Dapat Menghakimi denganBenar? Ferdinand adalah seorang remaja kelas 1 SMA yang ceria dan satu minggulalu ia terpilih menjadi ketua misdinar di parokinya. Tetapi pada minggukeduanya ia mengundurkan diri. Saat ditanya alasan ia begitu cepat berhentisebagai ketua, ia hanya menjawab singkat bahwa banyak temannya memberikankomentar dan masukan yang membangun. Tetapi lebih banyak lagi yang memberikandia penilaian atau kritik yang negatif bahkan juga fitnahan. Penghakiman dan penilaian secara negatif atau istilah Inggrisnya judgmentalada di mana-mana dan dilakukan oleh siapa saja. Menurut Tuhan Yesus Kristus,ini tidak boleh dilakukan, dan tidak menjadi gaya hidup para pengikut-Nya. Inimerupakan dosa yang sejalan dengan gaya hidup di dunia yang melakukanpenghakiman untuk memisahkan yang salah dan benar. Penegasan Yesus kepada kita pada hari ini bermaksud untuk menghentikan kitadari kebiasaan menghakimi sehingga memvonis orang lain berdosa. Sebaliknya,kita diajarkan untuk mengutamakan sisi yang terbaik dan terhormat dari oranglain, karena melalui itu pendidikan kemanusiaan terjadi, cinta kasih bertumbuhbaik, dan solidaritas bersama sebagai umat Tuhan terjaga. Penghakiman, kritik dan penilaian memang tetap diperlukan bagi setiaporang, kelompok dan komunitas, tetapi dalam cara kelemah-lembutan dan kasih.Ini merupakan tugas yang suci. Orang tua mengoreksi bahkan menghakimi anaknyatentang pergaulan antar lawan jenis yang sudah mengkwatirkan. Ataubiarawan-biarawati muda dihakimi dalam soal kedisiplinan hidup harian yangsudah terasa kering dan hilang mutunya. Ini merupakan penilaian yang suci. Maka nasihat terbaik Yesus bagi kita ialah barang siapa yang menilai,mengkritik dan menghakimi sesamanya secara baik dan di dalam kasih, ia akandinilai secara baik juga oleh Tuhan. Kemudian, siapa yang dapat menghakimidengan benar? Tuhan-lah sebagai pihak yang memberikannya karena Dialah sumberkasih dan kebaikan. Kita sebagai umat-Nya ikut memberikan penilaian danpenghakiman yang benar dan baik karena kita memang dipakai oleh Tuhan. Caranya ialah berangkat dari diri kita untuk menilai diri sendiri, apakahkita bersih atau terbebaskan dari kesalahan dan dosa. Jika kita berbuat dosayang sama dengan orang yang kita berikan penghakiman, sementara kita sendiribelum bertobat sedikit pun, itu sama dengan dusta atau munafik. Hasilnya bisanihil, karena orang akan mengatakan berikan dulu buktinya pada dirimu kalaumemang Anda bersih atau sudah berubah. Kata dan perbuatan harus sejalan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, buatlah kami tulus dan benar dalammemberikan penilaian, kritik dan masukan terhadap sesama kami, dan pakailahkami untuk menyampaikan kebenaran itu melalui kata dan perbuatan kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agata Tukan, Elen Making, Ester Making dan Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Yeremia 20: 10-13; Mazmur tg 69: 8-10.14.17.33-35; Roma 5: 12-15; Matius 10: 26-33.JANGAN TAKUT Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jangan Takut. Ada pasangan suamidan istri yang baru satu tahun menikah dan dikaruniai seorang putra. Merekamasing-masing memiliki sifat penakut sebelum menikah. Suami selalu takut dengandarah. Ia tidak bisa melihat langsung darah segar keluar dari tubuh manusiaatau binatang. Ia bahkan tidak bisa melihat langsung saat kelahiran putranya.Istri suka takut berada sendirian dan dalam tempat yang gelap. Ia selalumemiliki saudara dan teman yang menemaninya setiap saat. Tetapi setelah kelahiran anak pertama mereka, mereka berdua memutuskanuntuk meninggalkan kebiasaan memiliki rasa takut yang sebenarnya tidak perlu.Keputusan itu memiliki motivasinya pada pendidikan dan pertumbuhan anakpertamanya dan nanti pada anak-anak yang akan lahir. Mereka sangat menyadaribahwa apa yang ada pada orang tua dan yang mereka lakukan akan diterapkankepada anak-anak. Kalau orang tua suka takut yang tidak beralasan, mereka akanmempengaruhi anak-anak bersikap yang sama. Tuhan Yesus mengajarkan kita supaya jangan takut, sebagai bagian daripewartaan Injil-Nya. Ia ungkapkan perintah ini untuk menguatkan iman kitakepada-Nya. Demi tujuan ini, perintah tersebut ia sampaikan sebanyak 365 kali.Kalau satu tahun ada 365 hari maka setiap hari memiliki satu perintah atauperingatan "Jangan takut" yang harus kita jalankan. Mengapa perintah "Jangan takut" ini sangat penting bagi kita?Karena ini adalah kehidupan nyata Tuhan Yesus Kristus sendiri. Ia sendiri tidaktakut kepada siapa pun dan apa pun yang berhubungan dengan dunia dan manusia.Ia bahkan tidak takut dengan kematian-Nya sendiri. Ia ingin supaya kitamengikuti teladannya. Percuma Ia memerintah kita melakukan, tetapi Ia sendiritidak menjalankannya. Apa yang dilakukan oleh Yesus, dilakukan juga oleh nabiYeremia dan Santo Paulus. Dan kita semua berusaha di dalam iman untukmenjalankannya juga. Perintah Tuhan "Jangan takut" dimaksudkan untuk mencegah kitatidak begitu gampang menjadi takut. Perintah ini adalah yang paling seringdilanggar, karena secara kodrati kita manusia adalah bangsa penakut. Kitamewarisi rasa takut dari manusia pertama yang telah jatuh ke dalam dosa. Kitajuga memiliki sifat binatang penakut ketika lingkungan hidup kita diganggu oleh pihak yang lain. Di dalam dunia ini dan khususnya di sekeliling kita ada begitu banyakcobaan dan ancaman musuh, baik yang kelihatan maupun yang tidak. Maka TuhanYesus meyakinkan kita untuk tidak usah takut, karena ia memimpin hidup kita.Kalau hidup kita sungguh bersama Dia, ketakutan menjadi tidak mungkin. Marilah kita berdoa.Dalam nama... Ya Yesus, semoga dengan perayaan hari Minggu ini, kama dapatmengalahkan semua ketakutan di dalam dunia ini dan memberikan rasa nyaman satuterhadap yang lain. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 18 Juni 2026Bacaan: Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya." (Yesaya 26:3)Renungan: Hidup adalah sekumpulan pilihan. Banyak alasan untuk membuat kita tertawa, tapi banyak orang memilih untuk kecewa. Banyak hal yang seharusnya membuat kita tersenyum, tapi banyak orang justru memilih untuk bersedih. Banyak hal yang seharusnya kita abaikan, tapi banyak orang justru mempersoalkan. Banyak hal yang seharusnya mudah dan sederhana untuk dijalani, tapi banyak orang memilih untuk ribet dan mempersulitnya. Banyak hal yang seharusnya kita syukuri, tapi banyak orang memilih untuk mengeluhkan hal-hal yang tidak ia miliki. Jika kita mau merenungkan lebih dalam, sesungguhnya hidup kita penuh dengan kebahagiaan, sayangnya kita tidak menyadarinya. Sebagai gantinya, kita justru memandang bahwa hidup kita seolah-olah hanya berisi penderitaan dan masalah saja. Lupa bahwa di dalam penderitaan sekalipun, kita bisa menemukan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan. Pilihlah yang baik, bukan yang buruk. Pilihlah yang mendatangkan sukacita, bukan yang mengundang kecemasan. Pilihlah untuk berbahagia, bukan takut dan khawatir. Semuanya itu mungkin terjadi kalau kita bisa menguasai hati. Menguasai hati untuk terus bersyukur, dan bukan iri karena membandingkan diri dengan orang lain. Bukankah berkat tidak selalu urusan materi? Di saat jiwa kita tenang dan hati kita damai, bukankah itu kebahagiaan yang jauh lebih berharga daripada sekadar kekayaan dan materi saja? Itulah sebabnya untuk bahagia tidak selalu berarti harus memiliki segalanya, melainkan bersyukur untuk semuanya. Seperti halnya sebuah kalimat bijak berkata, "Bukan karena bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi karena kita bersyukur maka kita jadi bahagia." Jika kita mengerti rahasia kehidupan ini, tidak ada alasan untuk kita melupakan segala kebaikan dan kasih karunia Tuhan yang telah kita terima. Bahkan, di saat kita mengalami masa-masa yang paling sulit sekalipun, kita akan tetap merasakan ketenangan di dalam Tuhan. Di tengah badai kita merasakan damai! Apakah kita ketenangan jiwa seperti ini terjadi dalam hidup kita? Marilah kita ubah cara pandang kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku ketenangan, bahkan di masa-masa sulit pun aku rindu Engkau hadir untuk memberi ketenangan padaku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komunitas Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. Sirakh 48: 1-14; Mazmur tg 97: 1-2.3-4.5-6.7; Matius 6: 7-15.DOA YANGBERDEVOSI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Doa yang Berdevosi. Seorang siswaSMP menjadi lulusan terbaik dari sekolahnya. Sebagai ungkapan syukur,pertama-tama ia berdoa di kamarnya untuk berterima kasih kepada Tuhan. Kemudiania pergi ke bapa dan ibunya untuk menyampaikan suka cita dan terima kasihnya.Kepada orang tuanya ia berkata: "Terima kasih Bapa dan Ibu, aku berusahauntuk tetap menjadi anak yang baik dan setia kepada Bapa dan Ibu." Seorang anak yang setia, patuh dan menyayangi orang tuanya akan berbuatyang terbaik untuk membahagiakan mereka. Ia tidak pernah mempunyai niat untukmengecewakan atau menyakitkan mereka. Inilah yang dimaksudkan dengan seoranganak memiliki devosi kepada orang tuanya. Demikian juga kalau doa-doa kitapenuh devosi kepada Tuhan, itu berarti kita berdoa dalam posisi sebagaiputra-putri atau anak-anak yang patuh dan setia kepada Tuhan. Doa “Bapa Kami” merupakan doa yang berdevosi, karena merupakan doa YesusKristus sebagai Putra Allah, yang menyatukan kita semua sebagaisaudara-saudari-Nya, untuk menempatkan diri kita di bawah kuasa perlindunganBapa di surga. Doa devosi ini berisi kata-kata sederhana berupa pujian,kemuliaan, syukur dan permintaan. Doa anak-anak selalu memiliki ciri-ciriseperti itu. Sedangkan doa orang besar, penguasa, cendekia dan cerdas-pandai cenderungmenjadi doa yang berlebihan. Mereka lebih suka membanjiri Tuhan dengankata-kata indah, puitis, megah dan bertele-tele. Mereka cenderung menyampaikankemampuan dan prestasi mereka di dunia seperti ingin menunjukkan bahwa merekabegitu penting di hadapan Tuhan. Sibuk dengan sebegitu rumitnya isi kata-kataitu, mereka lupa untuk bersyukur dan memohon kepada Tuhan. Doa “Bapa Kami” merupakan doa yang berdevosi karena mengungkapkan ketulusandan komitmen, bahwa mengambil bagian dalam Yesus Kristus adalah panggilan. Iniberarti, berada jauh atau bahkan di luar Yesus, sapaan kepada Tuhan sebagai“Bapa” akan menjadi aneh dan tidak logis. Devosi sangat menuntut ketulusan dankomitmen. Doa “Bapa Kami” sebagai doa yang berdevosi karena didoakan setiap saat,didoakan oleh publik, dan didoakan dalam semua jenis ibadat. Singkatnya doa inimodel bagi semua jenis doa orang-orang beriman. Doa ini diterjemahkan dalamberbagai bahasa dan dialek, maka dapat didoakan siapa saja dan di mana pun. Doa “Bapa Kami” sebagai doa yang berdevosi karena memakai kata “kami” yaitusemua pribadi orang-orang percaya yang berdevosi kepada Bapa yang ada di surga.Kita tidak memakai kata “aku” yang berarti untuk diri sendiri, atau “kita” yangtidak tepat untuk komunikasi doa dua arah, antara Tuhan dan si pendoa. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa di surga, semoga semangat doa kami tetap kuat dan membantu kami menjadikudus. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tetap Tepat Sasaran Diambil dari: Ibrani 12:2 “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.”Wonder Kids, pernahkah kamu melihat orang yang sangat pandai, tetapi tetap bisa gagal karena fokusnya salah? Ada seorang atlet menembak yang sangat hebat. Ia menembak dengan baik, tetapi ternyata ia melihat sasaran yang salah. Matanya tertuju ke tempat yang keliru. Akibatnya, walaupun tembakannya bagus, hasilnya tetap tidak benar.Wah, ini pelajaran yang penting sekali. Ternyata bukan hanya soal bisa melakukan sesuatu dengan baik, tetapi juga soal apakah kita mengarahkan hidup kita kepada sasaran yang benar. Kalau sasaran kita salah, maka usaha kita yang besar pun bisa membawa kita ke arah yang salah.Begitu juga dalam hidup kita, Wonder Kids. Banyak orang rajin, pintar, dan semangat. Tetapi kalau hidup mereka tidak tertuju kepada Yesus, mereka sedang mengejar sasaran yang salah. Ada yang hanya mengejar pujian orang, nilai bagus, menang terus, atau jadi yang paling hebat. Semua itu bisa terlihat bagus, tetapi kalau Yesus bukan yang terutama, hati kita bisa meleset dari tujuan yang benar.Firman Tuhan dalam Ibrani 12:2 mengingatkan kita untuk menaruh mata kepada Yesus. Artinya, Yesus harus menjadi fokus hidup kita. Saat kita belajar, bermain, berteman, atau mengambil keputusan, kita perlu bertanya: “Apakah ini menyenangkan Tuhan? Apakah ini membuatku makin dekat kepada Yesus?” Yesus adalah sasaran yang benar bagi hidup kita.Kadang-kadang kita bisa tergoda melihat “papan skor” seperti atlet itu. Kita terlalu sibuk melihat siapa yang lebih hebat, siapa yang lebih dipuji, atau apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Tetapi Tuhan mau kita berhenti membandingkan diri dan kembali memandang kepada Yesus. Saat mata kita tertuju pada Yesus, hidup kita akan diarahkan dengan benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Sebelum kamu melakukan satu kegiatan hari ini, berhentilah sejenak dan berdoa, “Tuhan Yesus, tolong aku melakukan ini dengan hati yang tertuju kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah sasaran yang benar bagi hidupku. Tolong aku supaya tidak salah fokus dan tidak mengejar hal yang salah. Ajarku untuk selalu memandang kepada-Mu dalam setiap keputusan dan langkah hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: hidup yang hebat bukan hidup yang sekadar sibuk dan berhasil, tetapi hidup yang matanya tertuju kepada Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komunitas Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. 2 Raja-Raja 2: 1.6-14; Mazmur tg 31: 20.21.24; Matius 6: 1-6.16-18.BEBANKEMUNAFIKAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Beban Kemunafikan. Ada seorang anakkelas 3 SD bernama Prima. Ia memiliki adik perempuan yang berusia 5 tahun. Ibumeminta Prima untuk menjaga adiknya yang sedang berlatih sepeda. Primamengatakan bahwa ia sangat sayang pada adiknya dan siap menjaganya berlatihsepeda. Tetapi setelah itu Prima tidak menjaga adiknya, ia justru pergi bermaindengan teman-temannya. Adiknya dibiarkan bersusah payah berlatih dan beberapa kali jatuh. Kemudianibunya menegur anak pertamanya itu: "Prima, kalau kamu berjanji untukmenjaga adik, namun ternyata kamu tidak melakukan, itu namanya munafik. Kamuberbohong pada ibu, pada adikmu, juga pada Tuhan. Pada saat itu baru pertamakali Prima mengerti kata "munafik". Ia berjanji untuk tidak munafiklagi. Pada hari ini Tuhan Yesus memberikan peringatan keras kepada kita untuktidak munafik. Orang-orang munafik adalah pembohong. Mereka selalu tampil baikdan mengatakan ya, tetapi perbuatan mereka justru sebaliknya. Sebenarnya merekamenanggung beban yang tidak ringan. Beban pokok mereka ialah mereka selalumemakai topeng. Mereka sembunyikan pribadi mereka yang asli, sedangkan yangditampilkan adalah pribadi yang berbeda. Ada tiga poin yang dapat kita renungkan pada hari ini tentang beban munafikitu. Dalam hal berdoa, kita harus dapat menghindari bebannya, yaitu pujian danhormat orang lain bahwa kita adalah orang-orang saleh. Biarkan saja Tuhan yangtahu bahwa kita yang mencintai Dia. Kita tidak perlu peduli dengan kata orangbahwa kita rajin berdoa, rutin menghadiri ekaristi, membaca kitab suci dll. Dalam hal memberikan perhatian dan pertolongan kepada orang lain, biarlahTuhan Allah saja yang tahu bahwa kita berbuat kasih. Kita tidak perlumewartakan ke mana-mana tentang ini. Fokus perhatian kita ialah orang yangditolong, karena di situlah cinta kasih yang berbicara. Beban tentang pengakuanorang lain dan berita tentang itu bukan menjadi fokus kita. Dalam hal berpuasa, kita juga harus dapat menghindari bebannya, yaitupengakuan dan hormat dari orang lain. Biarlah Tuhan saja yang tahu bahwa kitasedang berbakti kepada-Nya melalui puasa. Tidak ada gunanya orang lainmengetahui dan membuatnya menjadi berita, karena mereka tidak mengalami maknapuasa. Kita sendiri yang mengalami dan mendapatkan kegunaannya. Untuk dapat menghindari diri kita dari beban-beban kemunafikan, satunasihat penting bagi kita ialah hendaknya kita menjadi diri kita sendiri yangberiman dengan benar dan tulus. Tuhan jauh lebih mengetahui diri kita dari padakita sendiri, oleh karena itu kemunafikan hanya sebagai beban yang tidakberguna. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami untuk selalu hidupdalam ketulusan dan kebenaran. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Raja-Raja 21: 17-29; Mazmur tg 51: 3-4.5-6a.11.16; Matius 5: 43-48.SATU KATA UNTUKTUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Satu Kata Untuk Tuhan. Ada sepasangmuda-mudi yang sudah menjalin hubungan cinta selama tiga tahun, inginmelanjutkan itu ke jenjang pernikahan. Satu persoalan yang rumit bagi keduanyaialah upacara pernikahan mengikuti tata cara agama salah satu dari mereka,padahal mereka berlainan agama. Si wanita yang Katolik sangat ingin supayapernikahan itu dirayakan dalam cara agama Katolik, tetapi ia sama sekali tidakingin memaksakan itu kepada calon suaminya yang bukan Katolik. Semua persiapan lain sudah beres dilakukan namun tentang upacara pernikahandalam ritual agama belum menemukan titik terang. Semua pihak menunggu saja apayang memang dikehendaki oleh Tuhan. Lalu yang dikehendaki Tuhan itu akhirnyadatang. Si pemuda berterus-terang kepada calon istri, keluarganya sendiri dankeluarga calon istri, bahwa ia ingin agar ritual pernikahan mereka dilakukansecara Katolik. Calon istrinya ingin mengetahui alasan ia begitu yakin dengankeputusannya itu, dan ia menjawab singkat begini: "Tuhan sudah memberibegitu banyak dan baik, maka kita mengikuti saja dengan memberi sepertiDia." Singkatnya, ia ingin membuat segala urusan lancar, dan sejauhmungkin menghindari apa yang dapat membuat tambah sulit. Pemuda itu mendapatkan keyakinannya dari Tuhan sendiri. Satu kata kunciuntuk Tuhan ialah memberi. Hakikat diri Tuhan ialah memberi dan tindakanfundamental Tuhan juga sama, memberi. Kita pantas memiliki keyakinan yang samadengan pemuda itu, bahwa Tuhan sudah menyelenggarakan semua dan membuat segalasesuatu mungkin sehingga kita mendapatkan hidup dan diizinkan untuk mengisihidup kita. Ada yang mengisinya dengan pelayanan, yang lain dengan berkarya,yang lain lagi dengan berbuat baik dan membangun persekutuan bersama di dalamdunia ini. Pada hari ini bacaan-bacaan suci mengajarkan kita tentang sebuah bentukperbuatan memberi yang selalu menjadi tantangan besar kalau dilakukan. Memberisesuatu yang baik kepada orang yang memusuhi dan yang merugikan kita adalahkesulitan kita pada umumnya. Ini adalah jenis perbuatan memberi yang luarbiasa. Tuhan Yesus sudah melakukannya, dan Ia ingin supaya kita juga dapatmelakukannya. Yesus berkata bahwa orang-orang yang tidak menyukai atau memusuhikita, pantas diberikan kasih yaitu dengan mendoakan mereka. Kita masing-masing menyadari bahwa ada orang-orang yang tidak menyukai danmemusuhi kita. Kita sendiri yang mengetahui seberapa serius mereka memusuhikita. Mereka mungkin tak menyadari haknya untuk didoakan, tetapi kita sendirimesti menyadari kewajiban kita untuk mendoakan mereka. Ini merupakan salah satutindakan memberi yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa yang maha rahim, semoga kami selalu bertanggungjawab untuk mendoakan orang-orang yang memusuhi dan tidak menyukai kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. 1 Raja-Raja 21: 1-16; Mazmur tg 5: 2-3.5-6.7; Matius 5: 38-42.RAHMAT DAN BELASKASIH MENGATASI KEADILAN Renungan kita pada hari ini bertema: Rahmat dan Belas Kasih MengatasiKeadilan. Ada seorang pemuda bernama Julio yang mempunyai dua adik perempuan.Kedua adiknya itu selalu bertengkar biarpun atas hal-hal yang sepele. Julioyang sedang kuliah itu menyadari bahwa tugasnya sebagai kakak tidak sekedarmenengahi kedua adik kesayangannya, tetapi mengajarkan mereka tentang salingmenghormati dan mengasihi. Ia selalu menasihatkan mereka dengan mengatakan:"Kalian tidak cukup bersikap adil satu terhadap yang lain, tetapi harusada kasih yang melebih perlakuan yang adil". Sebenarnya yang diperbuat Julio adalah perbuatan Tuhan Yesus sendiri. TuhanYesus adalah sumber rahmat, kerahiman dan belas kasih yang melengkapi hukum didunia yang berdasarkan keadilan. Kita manusia memang membutuhkan keadilan.Keadilan adalah keutamaan sekaligus peraturan. Sebagai keutamaan berarti yangadil ialah sesuai hak dan kewajiban setiap orang yang terjamin. Sebagaiperaturan, keadilan menuntut adanya hukuman bagi yang bersalah dan pujian atauimbalan bagi yang benar. Fungsi keadilan dalam memberikan hukuman yang setimpal, memiliki celakelemahan, sehingga Yesus bekerja untuk menutupinya. Kalau tidak ditutupi ataudiatasi, maka hukum mata ganti mata, gigi ganti gigi tidak akan pernahberhenti. Yesus menggunakan rahmat, kerahiman dan belas kasih untuk mengatasikekurangan keadilan di dunia. Inilah yang disebut misericordia, yaitu ada pengampunan dan terjalin rekonsiliasisehingga tercipta kedamaian. Di dalam damai orang-orang menerima satu sama laindan saling melengkapi. Peristiwa yang terjadi terhadap Nabot, baik harta maupun jiwanya sendiriyang dihabiskan oleh penguasa yang jahat, merupakan sebuah contoh ketidakadilanyang ada di dalam dunia ini. Orang atau golongan yang kecil dan lemah selalukalah. Bagi Yesus dan kita semua pengikut-Nya, jika ketidakadilan ini tidakdihentikan, membalas dendam dan kebencian akan tumbuh subur. Untuk menghentikanini, diperlukan hukum cinta kasih yang tentu saja melampaui rasa keadilan.Ketika seseorang diampuni dan diterima, maka ia bukan lagi dilihat sebagaipendosa atau pembuat kekacauan tetapi seorang yang baru. Mungkin saat ini kita mengalami betapa sulitnya menyelesaikan masalahdengan pengampunan dan belas kasih, tetapi bukan berarti hal ini tidak mungkinkita lakukan. Mengampuni, menanggapi dengan senyum, tenang, diam dan bahkanmendoakan mereka yang telah berbuat tidak adil atau jahat terhadap kita, bukansuatu tindakan dari titik nol. Kita bukan baru mau belajar dan berlatih untukmengampuni. Kita sudah dikaruniai Tuhan untuk melakukannya. Kita hanya perlukeberanian, konsistensi dan semangat untuk mewujudkannya.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus, tambahkanlah keberanian dan kuatkanlahkonsistensi kami untuk melakukan belas kasih dan pengampunan sesuai yang Engkauinginkan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Keluaran 19: 2-6a; Mazmur tg 100: 2.3.5; Roma 5: 6-11; Matius 9: 35 - 10:8.DIPANGGIL UNTUK DIUTUS, DIUTUS KARENA DIPANGGIL Tema renungan kita pada hari Minggu ini ialah:Dipanggil Untuk Diutus, Diutus Karena Dipanggil. Dalam kehidupan iman,sering kali kita berbicara tentang panggilan dan perutusan seolah-olah keduanyamerupakan dua hal yang berbeda. Padahal, keduanya tidak dapat dipisahkan.Panggilan tanpa perutusan akan kehilangan arah, sedangkan perutusan tanpa panggilanakan kehilangan dasar dan makna. Ketika Tuhan memanggil seseorang, di dalampanggilan itu sudah tersimpan tugas yang harus dijalankan. Sebaliknya, ketikaTuhan mengutus seseorang, perutusan itu lahir karena sebelumnya Tuhan telahmemanggil dan memilihnya. Kitab Suci menunjukkan kenyataan ini berulang kali.Abraham dipanggil untuk meninggalkan negerinya dan sekaligus diutus menjadiberkat bagi banyak bangsa. Musa dipanggil melalui semak yang menyala dankemudian diutus membebaskan bangsa Israel dari perbudakan. Para rasul dipanggilsatu per satu oleh Yesus, bukan sekadar untuk menjadi murid-Nya, melainkan jugauntuk pergi mewartakan Kerajaan Allah. Tidak ada panggilan yang berhenti padadiri sendiri. Setiap panggilan selalu mengarah pada pelayanan dan pengabdianbagi sesama. Kita kadang lebih menyukai salah satu dari keduanya.Ada yang suka berbicara tentang panggilan, tetapi kurang berani menjalankantugas yang dipercayakan. Ada pula yang begitu sibuk dengan berbagai pelayanansehingga lupa merawat hubungan pribadinya dengan Tuhan yang memanggil. Padahal,panggilan dan perutusan harus berjalan bersama. Perutusan memperoleh kekuatandari kedekatan dengan Tuhan, sedangkan panggilan menemukan maknanya ketikadiwujudkan dalam tindakan nyata. Sebagai orang beriman, kita dipanggil bukan hanya untukmenikmati kenyamanan rohani. Tuhan memanggil kita agar menjadi alat kasih-Nyadi tengah dunia. Panggilan menjadi orang tua, guru, imam, biarawan-biarawati,pekerja, atau pemimpin selalu mengandung tanggung jawab yang membawa kebaikanbagi orang lain. Setiap panggilan selalu membawa misi. Tidak ada panggilanuntuk dirinya sendiri. Dengan perutusan, yang pertama-tama bekerja bukanlahkemampuan kita, melainkan Tuhan yang memanggil. Ini membuat kita tetap rendahhati. Kita diutus bukan karena paling pandai, suci, atau kuat, tetapi karenaTuhan memilih dan mempercayai kita. Ketika menghadapi kesulitan, kegagalan,atau penolakan, kita dapat kembali kepada sumber perutusan itu, yaitu Tuhansendiri yang telah memanggil kita sejak awal. Hendaknya kita terus memelihara kesatuan antarapanggilan dan perutusan. Setiap kali mendengar suara Tuhan, hendaknya kita siapmelangkah menjalankan tugas yang dipercayakan-Nya. Dan setiap kali menjalankanperutusan, hendaknya kita tidak lupa kembali kepada Tuhan yang memanggil. Disanalah hidup beriman menemukan kepenuhannya, ketika panggilan menjadipelayanan dan pelayanan menjadi jawaban kasih kepada Tuhan. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Tuhan, di hari Minggu ini, kami mohon supaya kasih-Mu yang Engkaucurahkan melalui ibadat Ekaristi, berbuah pula dalam kasih bagi diri kamisendiri dan yang kami bagikan kepada sasama kami. Kemuliaan kepada Bapa danPutra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Arthur J. Homeric dari Paroki St. Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 2 Petrus 3: 12-15a.17-18; Mazmur tg 90: 2.3-4.10.14.16; Markus 12: 13-17.MENGAMBIL RUPAALLAH Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengambil Rupa Allah. Kita parapengikut Kristus ini seperti koin. Gambaran rupa Allah dicap pada kita padawaktu pembaptisan kita masing-masing. Kita dilekatkan meterai dan terikat matioleh Roh Kudus melalui Sakramen Penguatan. Rupa dan meterai itu mempertegaskepada dunia bahwa kita ini adalah milik Allah. Seperti sapi dan kerbau yang ditandai pada tubuh mereka oleh pemiliknya,orang yang melihat koin Romawi akan langsung mengatakan rupa atau milik siapasebenarnya. Pada setiap koin Romawi ditaruh wajah Kaisar. Oleh karena itu,Yesus begitu melihat koin yang ditanyakan orang-orang Ia langsung sajamengatakan bahwa itu miliknya Kaisar, maka perhatian dan pengabdian diberikankepada Kaisar. Pajak dan segala tagihan negara diberikan ke Kaisar. Sebaliknya kita yang sudah dicap dan dimeteraikan dengan rupa Allah,mestinya kita berikan perhatian, dedikasi dan penyembahan kepada Allah dalamseluruh hidup kita. Artinya kita tampilkan dan hadirkan rupa Allah kepadadunia: khususnya di hadapan kaisar, penguasa dan kekuatan dunia ini bahwa adarupa Allah yang mempunyai kualitas yang berbeda bahkan lebih tinggidibandingkan dengan yang dimiliki dunia ini. Koin-koin dapat dilihat dan diinginkan di mana-mana, bergantung padakegiatan manusia. Mereka punya harga dari yang murah sampai yang paling tinggi,dari membeli selembar kertas sampai yang miliaran untuk membeli tanah ataurumah. Sama dengan koin-koin itu, kitayang dicap dengan rupa Allah mesti dapat juga menjangkau dan berbuat di manapun di seluruh dunia, dalam berbagai tempat dan situasi untuk menjadi garam danterang dunia. Sebagai contoh, wajah Tuhan sebagai pengampun hadir pada diri Anda yangadalah seorang pengikut Kristus, ketika kebijakan publik atau institusi negaraditerapkan sedemikian sampai membuat hak Anda diperlakukan tidak adil. Di sini,tindakan pengampunan mestinya bisa sangat diperlukan meskipun penegakan hukumyang mengikuti ranahnya sendiri tentu akan dilakukan untuk menegakkan keadilandan kebenaran. Jika dunia atau kebanyakan orang tidak memperhatikan atau mengindahkanpengampunan, perdamaian, dan toleransi mungkin karena jiwa mereka dikuasai olehkaisar dunia ini. Sedangkan koin para pengikut Kristus, yaitu wajah Allahmestinya semakin bersinar terang supaya Kerajaan-Nya dapat menguasai seluruhdunia dan setiap pribadi manusia sehingga dapat menyelamatkannya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, kami menyadari bahwa rupa Bapa-Mu adapada-Mu dan kami mengambil rupa yang sama karena telah memilih dan mengikutiEngkau. Semoga kami tetap semangat dan tekun memakai wajah-Mu dalam setiap saathidup kami, kini dan sepanjang masa. Amin. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik dari Keuskupan Surabaya, Indonesia. 1 Petrus 1: 18-25; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; Markus 10: 32-45.KITA SUDAH DITEBUS DENGAN DARAH YANG MAHAL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kita SudahDitebus dengan Darah yang Mahal. SantoPetrus, sebagai pemimpin para rasul dan kepala Gereja perdana, memberikankeyakinan yang kuat kepada umat bahwa keselamatan manusia bukanlah sesuatu yangmurah atau biasa saja. Dalam suratnya, ia menegaskan bahwa kita telah ditebusbukan dengan emas atau perak, melainkan dengan darah Kristus yang mahal. Yesusmenunjukkan kasih yang paling sempurna ketika Ia rela menerima penderitaan,hukuman, dan wafat di kayu salib demi menyelamatkan manusia dari dosa. Salibbukan tanda kekalahan, tetapi tanda cinta Allah yang begitu besar kepada dunia. Petrus sendiri menyaksikan langsung bagaimana Yesusmenjalani sengsara-Nya. Ia melihat Guru yang tidak bersalah itu dihina,dicambuk, dan akhirnya disalibkan. Pengalaman itu mengubah hidup Petrus secaratotal. Ia yang dahulu pernah takut dan menyangkal Yesus, akhirnya menjadipewarta yang berani. Ia memahami bahwa kasih Kristus bukan sekadar kata-kata,melainkan pengorbanan yang nyata. Karena itu, Petrus ingin agar setiap orangKristen hidup dengan keyakinan bahwa mereka sangat berharga di mata Allah. Kasih Kristus yang begitu besar seharusnya menggerakkanhati kita untuk hidup dalam kasih pula. Yesus tidak hanya mengajarkan kasih,tetapi Ia sendiri melaksanakannya sampai tuntas. Para rasul dan murid mengikutiteladan itu. Mereka menghadapi ancaman, penolakan, penjara, bahkan kematiandemi mempertahankan iman mereka kepada Kristus. Banyak dari mereka akhirnyawafat sebagai martir. Mereka percaya sudah menjadi milik Tuhan yang telahmenebus mereka dengan darah-Nya sendiri. Kesadaran bahwa kita ditebus dengan harga yang mahalharus membentuk sikap hidup kita setiap hari. Kita bukan orang yang tidakberarti. Kita dicintai dan diselamatkan oleh Kristus sendiri. Karena itu, hidupkita tidak boleh dipakai untuk dosa, kebencian, atau sikap acuh terhadapsesama. Setiap tindakan kasih, pengampunan, kesabaran, dan pengorbanan kecilyang kita lakukan menjadi jawaban atas kasih besar yang sudah lebih dahuludiberikan Tuhan kepada kita. Sikap Kristen yang benar ialah menjaga hati agar tidakmengecewakan Yesus. Kita berusaha menjalankan perintah-perintah-Nya bukankarena takut dihukum, tetapi karena kita mengasihi Dia. Orang yang sadar bahwadirinya telah ditebus darah Kristus akan berjuang hidup setia, jujur, dan penuhkasih. Ketika jatuh dalam dosa, ia akan bangkit kembali dan memohon belas kasihTuhan, sebab ia tahu bahwa Kristus telah menyerahkan hidup-Nya demi dirinya. Mari kita memandang salib Kristus dengan hati yangpenuh syukur. Di sana kita melihat harga diri manusia yang sesungguhnya. Tuhansendiri rela menyerahkan nyawa-Nya agar manusia memperoleh hidup. Makajanganlah kita menyia-nyiakan kasih sebesar itu. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah, kami bersyukur atas kasih-Mu yang amat mulia dan besar untukmenyelamatkan kami melalui pengorbanan diri Tuhan Yesus Kristus. Semoga kamisenantiasa menghayati kasih yang sama. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus … Dalam nama Bapa …
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 87: 1-2.3.5.6-7; Yohanes 19: 25-34.KARUNIA SEORANG IBU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Karunia Seorang Ibu. Pada suatuhari Minggu yang jatuh pada "Hari Para Bapak" sedunia, imam yangmemimpin Misa mengundang para bapak untuk maju ke dekat altar sebelum berkatpenutup Misa. Mereka didoakan dan diberkati khusus oleh imam. Pada waktu ituada tiga bapak menangis haru dan terlihat oleh imam yang sedang mendoakanmereka. Imam itu bertemu mereka di luar gereja setelah misa selesai. Satu persatudari mereka ditanyakan alasan mereka menangis waktu berada di depannya. Merekasemua menjawab bahwa istrinya memaksa mereka maju ke depan dengan ancaman yangberbeda-beda. Kalau mereka tidak mau maju, sanksi akan diberikan tanpa ampun.Yang satu diancam tidak boleh masuk rumah setelah kembali dari misa. Yang laindiancam tidak ditemani kalau diajak untuk pergi berdua. Yang lain lagi diancamtidak disiapkan makanan favoritnya. Ancaman-ancaman ini sungguh serius. Seorang istri dan ibu adalah kunci bagirumah, makanan dan relasi. Jika ketiga unsur ditiadakan, bagaimana jadinyadengan seorang suami dan bapak, bahkan kehidupan kita yang sesungguhnya! Ketigabapak yang menangis seharusnya bukan karena istri mereka galak, tetapisesungguhnya mereka sangat sedih dan sakit untuk kehilangan bagian kehidupanyang dibawa dan dihidupi oleh para istrinya. Jadi para istri atau wanita iniadalah representasi dari kebaikan Allah untuk melawan semua bentuk kejahatanyang ingin merusak dan membinasakan kehidupan. Kita berbahagia di hari peringatan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja ini,yang merupakan perayaan untuk menghormati dan memuliakan peran ke-Ibuan untukseluruh Gereja. Pada prinsipnya Gereja disebut ibu dengan alasan palingkentara, ialah karena Bunda Maria dipercayakan oleh Putra-nya sendiri, YesusKristus yang adalah kepala Gereja, sebagai bunda Gereja. Yesus nyatakan itusecara langsung dan pribadi ketika Ia bergantung di atas salib dan sesaat lagiakan wafat. Ia berkata kepada seorang murid yang dikasihi-Nya: “Inilah ibu-mu”! Gereja sebagai ibu memiliki tanggung jawab maha penting untuk melindungidan mengarahkan setiap anggotanya ke jalan keselamatan. Maria tentu bekerjasama dengan Yesus Kristus, sang Kepala Gereja, untuk membuat Gereja dan seluruhanggotanya hidup dalam iman, kasih dan pengharapan yang kuat. Sebagai ibu,Maria menjiwai seluruh Gereja sepanjang jalan tersebut. Meskipun ancaman setandan musuh-musuh tak pernah berhenti untuk mencelakakan dan menghancurkanGereja, ibu Gereja memiliki kekuatan untuk bertahan dan melawannya. Perlawananitu tidak pernah berhenti selama dunia ini masih berputar, seperti yangdiwartakan oleh bacaan pertama hari ini. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Bunda Maria selalu bersama dengan kami didalam segala kesulitan kami, khususnya dalam saat-saat kesulitan dan ancamanmusuh yang mematikan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Novy Laurens dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Katedral di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 28: 16-20.30-31; Mazmur tg 11: 4.5.7; Yohanes 21: 20-25.CAMPUR TANGANYANG DIPERLUKAN Renungan kita pada hari ini bertema: Campur Tangan Yang Diperlukan. Adaseorang bocah laki-laki berusia 7 tahun sedang bermain sepeda. Ia melajukansepedanya dengan kencang melalui lorong-lorong kecil di sekitar rumah, sebelumkembali ke halaman rumah. Pada saat hendak memasuki halaman ia kehilangankeseimbangan sehingga terjatuh di got. Ia berhasil keluar dari got tetapi iatidak bisa mengangkat sendiri sepedanya dari dalam got. Ia tidak menangis dan berusaha menahan sakit. Kemudian ia hanya diam danterus memandang sepedanya di dalam got itu. Ia tidak mau berteriak kepadabapaknya yang ada di samping rumah dan sedang mengerjakan sesuatu karena iatakut dimarahi. Ketika bapak tahu bahwa anaknya sedang menghadapi masalah, iadatang kepada anaknya. Anak itu mulai menangis saat bapaknya mendekatinya danmembantu mengangkat sepedanya dari dalam got. Tindakan sang bapak ini adalah sebuah contoh mencampuri urusan atau campurtangan pada momen yang tepat dan benar. Anaknya sungguh sedang membutuhkansebuah pertolongan, dan pada saat itu datang tindakan turun tangan. Untuk rasulPetrus, jelas bahwa ia ditegur oleh Yesus karena ia mencampuri urusan muridlain yang dikasihi Tuhan dan urusan Yesus sendiri. Menurut Yesus, Petrusharusnya mengurusi saja dulu kepentingannya, sebelum sibuk dengan kepentinganorang lain. Dengan kata lain, momennya tidak tepat untuk campur tangan. Inijuga terjadi dengan kepentingan kekuasaan Romawi dan agama Yahudi yang salingcampur urusan atau tarik-menarik dalam penderitaan yang dialami oleh Paulussaat ia berada di Roma. Campur tangan atas kepentingan sesama pada dasarnya memang tidak bisadihindari. Itu bagian dari memberikan perhatian. Namun supaya dapat menjadisuatu perbuatan yang sangat positif dan sebagai suatu pelayanan, mestinya kitabisa menghindari dua ekstrem yang membuat campur tangan itu menjadi tindakanyang salah dan berakibat buruk bagi kita sendiri dan orang lain. Ekstrem pertama ialah campur tangan yang tidak perlu, atau tepatnya yangberlebihan dan salah tempat dan waktunya. Seorang yang sedang gelisah dansedih, kita justru melibatkan dia dalam diskusi sesuatu hal yang membuat diabertambah kacau pikiran dan hatinya. Kedua ialah tidak berbuat apa-apa atausama sekali tidak campur tangan. Seorang teman menyesal sekali karena tidakbisa membantu rekannya, padahal sebenarnya ia bisa. Akibatnya rekan itumenderita kecelakaan lebih parah. Jadi,dengan menghindari dua ekstrem ini tinggal satu pilihan saja, yaitu tindakancampur tangan yang diperlukan, pada waktu dan tempat yang benar, sesuai dengankebutuhan atau kepentingannya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Dengarkanlah doa kami yang memohon kepada-Mu, ya Tuhan,supaya kami selalu saling memberikan perhatian demi meningkatkan kualitas hidupkami lebih baik dalam relasi dan kerja sama di antara kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elisabeth Yunyun Sinsur dari Paroki Santo Albertus de Trapani di Keuskupan Malang, Indonesia. Kisah Para Rasul 25: 13-21; Mazmur tg 103: 1-2.11-12.19-20ab; Yohanes 21: 15-19.PEMBENARAN KITADARI TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Pembenaran Kita Dari Tuhan. Adaseorang remaja SMP bernama Thomas yang dikenal sangat nakal baik di rumahmaupun di sekolahnya. Ia sudah menerima berbagai jenis hukuman. Hampir semuaorang menganggapnya jelek. Hanya kedua orang tuanya yang masih memiliki harapanbahwa Thomas dapat berubah pada suatu waktu kelak. Ibunya berpesan, bahwa saatpergi dan pulang dari sekolah ia harus sempatkan diri masuk ke gereja danberdoa, mengingat ia selalu melewati jalan di depan gereja. Pada suatu hari terjadi keributan di kelas dan sekali lagi Thomas yangdituduh sebagai pelaku utamanya, padahal sebetulnya tidak seperti itu. Iamerasa sangat disudutkan. Semua menyalahkan dia. Ketika selesai sekolah iamasuk gereja dan berdoa. Ia berseru kepada Tuhan: "Ya Yesus, saya nakaldan saya sangat sedih dengan semua perbuatan saya. Tetapi tidak semua kesalahanberasal dari saya. Hanya saya gampang sekali dituduh melakukan semua kesalahandan kekacauan. Saya ingin menyerahkan semua ini kepada Tuhan sebagai pengadilkuyang benar, karena di dunia ini tidak semua pengadilan itu benar". Pengalaman Thomas ini adalah juga pengalaman Yesus Kristus dan Santo Paulusdahulu. Mereka tidak mendapat pembenaran dari dunia ini, maka mereka datangkepada Allah pemegang kebenaran mutlak untuk mengadukan perkara pembuktiankebenaran. Pembenaran dunia ini sungguh berlawanan dengan pembenaran Tuhan,karena perhitungan dan keputusan pengadilan di dunia ini sering dipengaruhioleh nafsu duniawi dan kepentingan sesaat manusia. Singkatnya, jika kitamempertahankan pembenaran dari Tuhan risikonya ialah kita pasti bertahan untukmenanggung penderitaan di dunia ini. Ada juga jenis pengadilan lain yang dialami oleh Santo Petrus, rasul Yesusyang pertama. Yesus mengadili dia secara khusus. Kalau Yesus sendiri yangmengadili, maka akan langsung diketahui orang itu benar atau salah. Petrusdiinterogasi soal ketulusan, iman dan komitmennya untuk mengikuti Kristus. Ia harushadapi pengadilan itu supaya komitmennya dibuktikan dan tugas penting yang iaambil. Setiap pengadilan harus taat pada syarat fundamentalnya yaitu objektivitas.Nurani banyak orang dan publik yang membentuk objektivitas itu. Sedangkan suarasatu atau dua orang saja akan sangat subjektif dan itu tidak bisa menjadikebenaran. Iman kita mengajarkan bahwa kehendak Tuhan didapatkan melaluipendapat bersama dalam Gereja yang difasilitasi oleh para pemimpinnya. Disinilah kita mendapatkan pembenaran atas penghayatan iman kita. Misalnya, Andamendapatkan absolusi dalam pengakuan dosa yang diberikan oleh Gereja melaluiseorang bapak pengakuan, itu merupakan pembenaran bagi diri Anda. Tuhanmembenarkan kita di dunia ini melalui sarana dan tindakan Gereja. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik, tambahkanlah keberanian dan kekuatan agarkami dapat menghadapi aneka macam kesulitan dan pengaruh jahat di dalam duniaini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 21 Mei 2026Bacaan: "TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu." (Mazmur 5:4)Renungan: Seorang pemuda terbiasa berdoa pagi sebelum ia memulai aktivitasnya. Kebiasaan ini sudah dilakukannya sejak lama, karena sejak kecil ayahnya mendidiknya untuk bertindak begitu. Suatu hari pemuda itu pernah bertanya kepada sang ayah, "Mengapa harus berdoa terlebih dahulu?" "Berdoa menunjukkan kalau kita tidak sombong," jawab ayahnya. "Dengan berdoa kita juga menyatakan bahwa diri sendiri tidak sanggup menjalani hari tanpa pimpinan dan penyertaan Tuhan, ucapnya lagi" Sudah bukan rahasia lagi jika kehidupan di dunia ini tidak mudah untuk dijalani. Di dalamnya ada banyak tantangan dan pergumulan, sehingga bukankah suatu kesombongan jika kita menjalani hari tanpa melibatkan Tuhan? Alkitab mencatat bahwa Daud merupakan seorang yang berkenan di hati Tuhan (Kis. 13:22). Sebutan ini disematkan padanya, karena Daud tidak sombong. Pada waktu pagi Daud mengatur persembahan bagi Tuhan, yang artinya Daud memulai setiap hari dengan berdoa. Kitab Mazmur memuat salah satu doa yang dilayangkan Daud pada pagi hari. Di situ ia meminta pimpinan dari Tuhan, katanya, "Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu." (ay. 9a). la juga meminta penyertaan berupa pagar anugerah dan berkat (ay. 13). Tidak heran Daud dapat melewatkan setiap tantangan dengan kemenangan. la dapat mengatasi setiap pergumulan yang menerpanya. Berkaca dari pengalaman Daud tersebut, jika kita sering merasa frustasi boleh jadi penyebabnya adalah kesombongan diri sendiri. Begitu bangun tidur langsung sibuk dengan berbagai urusan, lupa akan Tuhan. Marilah kita menjadi pribadi yang rendah hati dengan berdoa terlebih dahulu sebelum memulai hari. Setiap sebelum memulai aktivitas, mari meminta pimpinan dan penyertaan Tuhan. Begitupun sebelum tidur malam, mari kembali berdoa. Kita bersyukur atas pimpinan dan penyertaan Tuhan sepanjang hari itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati di hadapan-Mu, sehingga aku selalu meluangkan waktu terbaikku untuk duduk tenang dan bercakap-cakap dengan-Mu melalui doa harianku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Nofy Laurens dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus, Katedral, di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 11-15; Mazmur tg 149: 1-2.3-4.5-6a.9b; Yohanes 15: 26 - 16: 4a.RAHASIA SEORANGPENOLONG Renungan kita pada hari ini bertema: Rahasia Seorang Penolong. Ada seekoranjing betina dengan tiga anaknya yang sangat lucu. Pada pagi hari ibu anjingitu membawa sejumlah tulang dari belakang dapur untuk menjadi santapan ketigaanaknya. Siang dan malam juga makanannya adalah tulang-tulang sisa makanantuannya. Dua hari berikutnya makanannya tetap berupa tulang-tulang. Tiga anakitu mulai bosan dan berencana untuk melawan. Lalu ketiganya kompak untuk mogok makan. Mereka memilih untuk tidur ataubermain dari pada makan tulang-tulang. Ternyata ketika mereka sedang asyikdengan dirinya masing-masing, ibu mereka membawa nasi goreng yang dibawanyadari dapur. Makanan enak itu terlanjur dibiarkan saja sampai rusak, dananak-anak itu kecewa sekali ketika mereka melihat sendiri bahwa yang dibawaibunya itu bukan tulang-tulang, tetapi nasi goreng yang paling enak. Induk anjing tersebut adalah contoh penolong setia bagi anak-anaknya. Banyakdari kita adalah penolong yang baik dan setia. Seperti apa bentuk pertolonganitu dan bagaimana melakukannya, sangat bergantung pada si penolong. Pihak yangditolong tidak usah tergoda berimajinasi tentang wujud pertolongan itu. Lidia,seorang wanita Kristen dalam bacaan pertama, mempersembahkan pertolonganpenginapan kepada Paulus dan rombongannya. Itu adalah rahasia Lidia, sipenolong yang baik. Paulus dan Silas tidak perlu repot mengetahui semua isirencana penolong wanita itu dan keluarganya. Inilah yang dimaksudkan oleh renungan ini tentang rahasia seorang penolong.Apakah kita pernah tahu rahasia kehendak Tuhan yang menolong kita? Tidakpernah. Roh Kudus diutus Yesus Kristus dan Bapa-Nya dari surga bagi kita, jugamempunyai rahasia sesuai kehendak-Nya. Yesus hanya membuka kartu dengan berkatabahwa utusan-Nya itu adalah Penasihat dan Pembela kita. Kita biarkan saja hal itusebagai urusan Dia dalam menolong kita. Kita tidak mempunyai wewenang untukmemaksakan keinginan kita kepada Roh Kudus. Yang jelas, apa yang akandiperbuatkan-Nya bagi kita adalah kebaikan dan keselamatan kita. Siapa pun dari kita yang mempunyai niat, kehendak, rencana dan hakikathidup untuk menolong, hendaklah ia mendasari dirinya pada prinsip cinta kasih. Pertolongannyaharus pantas, positif, sehat dan dengan tujuan untuk membawa kebaikan dankeselamatan bagi yang ditolong. Jangan pernah menolong sesama dengan cara dantujuan yang jahat. Itu bukan menolong, tetapi hanya memaksakan kehendak sendiriyang akan menjerumuskan pihak yang ditolong ke dalam kesulitan dan penderitaan.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami selalu untuk meneladanidiri-Mu dalam menolong sesama, dan semoga kami terbuka dengan semua ajaran RohKudus-Mu. Semoga kami juga meneladani Bunda-Mu Perawan Maria yang juga seorangpenolong yang sejati. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 April 2026Bacaan: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2) Renungan: Seorang wanita mendatangi George Crane untuk berkonsultasi, karena ia membaca artikel yang ditulis oleh George Crane di salah satu surat kabar. la bercerita tentang suaminya dengan kebencian yang sangat besar. la berkata bahwa ia tidak tahan lagi hidup dengan suaminya dan akan segera minta diceraikan. Tetapi sebelum ia diceraikan, ia harus membuat rencana balas dendam atas semua rasa sakit yang dialaminya. George Crane berpikir sejenak, kemudian ia berkata, "Nyonya, sekarang pulanglah seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bersabarlah sedikit waktu lagi agar Anda dapat membalaskan sakit hati itu. Saran saya, cobalah untuk menunjukkan seolah-olah Anda sangat mencintainya. Setiap pagi berikan ia secangkir kopi dan roti, sambil mengatakan bahwa Anda mengasihinya. Ketika ia melakukan sesuatu yang tidak baik, cobalah untuk tersenyum kepadanya. Berusahalah sabar untuk mendengar keluh kesah atau petualangan-petualangannya sepanjang hari, sehingga ia berpikir bahwa Anda sangat mengerti akan dia. Kemudian setelah dua bulan, barulah Anda menyatakan bahwa Anda ingin bercerai dengannya. Itu akan menjadi seperti sebuah bom yang menghancurkan hatinya." "Wah, ide Anda bagus sekali Pak." sahut wanita itu. Kemudian wanita itu pulang dengan suatu rencana yang jitu. Dua bulan kemudian wanita itu kembali menemui George Crane. Setelah ia duduk, George Crane bertanya, "Apakah sekarang Anda siap menceraikan suami Anda?" "Bercerai? Saya tidak akan pernah menceraikan suami saya Pak. Sekarang saya benar-benar mengasihinya!" jawabnya dengan yakin. Jika kita menginginkan situasi yang lebih baik di rumah atau di kantor, kita tidak perlu menuntut orang lain untuk berubah terlebih dulu, mulailah perubahan itu dari diri kita sendiri. Ketika kita menunjukkan bahwa kita mau memulai perubahan dari diri kita sendiri, maka itu akan memberi inspirasi dan memotivasi orang-orang di sekitar kita untuk berubah. Pada awalnya perubahan yang kita mulai memang akan membuat orang lain bertanya-tanya, apa gerangan yang terjadi sehingga ia yang tadinya sangat cerewet kini jadi lebih bisa menguasai lidahnya; dia yang tadinya kasar, kini lebih lemah lembut, dia yang tadinya cuek habis, kini mulai perhatian; dia yang tadinya pelit, kini mulai murah hati; dia yang tadinya pemalas, kini mulai rajin, dan seterusnya. Tetapi, seiring dengan perubahan yang kita mulai, orang-orang di sekeliling kita juga akan mulai berubah. Marilah kita berubah dari hari ke hari menjadi pribadi yang karakternya semakin serupa dengan Kristus. "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Rm 12:2). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mau dibentuk supaya menjadi seperti Yesus di dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Baharuilah hati dan pikiranku setiap hari. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 15 Maret 2026Bacaan: "Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, (1 Petrus 1:24-25)tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu."Renungan: Alkisah ada seorang pengusaha kaya yang mendirikan sebuah pabrik kertas yang besar. Ketika segala sesuatu telah siap untuk beroperasi sesuai dengan rencana, pengusaha itu lantas memerintahkan kepada orang kepercayaannya untuk menuliskan di gerbang pabrik itu sebuah kata, yaitu "Relinquenda" yang artinya "Aku akan meninggalkannya!" Pengusaha itu telah bersusah payah bertahun-tahun mengumpulkan modal untuk membangunnya dan dengan keberhasilannya membangun pabrik itu, ia dikagumi oleh kawan-kawannya dan dipuja oleh masyarakat. Pengusaha itu amat yakin bahwa ia akan memperoleh keuntungan yang besar, tetapi mengapa ia harus menuliskan kata "Relinquenda" di gerbang pabriknya yang megah dan besar itu? Ternyata ia sadar bahwa pada suatu ketika ia akan pergi menghadap Tuhannya dan segalanya akan ditinggalkannya. Di dalam keberhasilan hidup kadang kita lupa diri dan selalu menyombongkan keberhasilan yang telah kita capai. Kita lupa bahwa apa yang kita capai hanyalah kepercayaan yang sifatnya sementara. Jika kita renungkan tindakan pengusaha yang menuliskan kata "Relinquenda" di gerbang pabriknya, tentu harus diakui bahwa tindakannya itu sungguh arif sebab ternyata suka atau tidak suka, segala sesuatu akan kita tinggalkan. Banyak orang yang terikat pada dunia ini. Kita menganggap bahwa harta kekayaan adalah segala-galanya. Kita bahkan tidak segan-segan melakukan perbuatan jahat demi memperoleh kekayaan atau demi mempertahankan kekuasaan. Kita lupa bahwa semuanya hanya sementara dan akan ditinggalkan. Baik kita orang tak berharta ataupun orang berharta dan berkuasa, marilah kita bersikap arif. Tuliskanlah "Relinquenda" di atas seluruh kekayaan dan kekuasaan kita karena semua itu akan kita tinggalkan. Marilah kita memuliakan Kristus di atas segala yang kita kasihi dan di atas segala yang kita miliki sebab hanya dengan demikian kita akan berkenan kepada-Nya. Harta kekayaan serta kedudukan bersifat sementara. Sebab itu selama kita masih berada di dunia ini, kejarlah terutama harta rohani yang sifatnya kekal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah aku dari keterikatan dengan hal-hal duniawi agar ketika semua harus kutinggalkan, hatiku tetap bebas merdeka karena hatiku hanya terikat pada-Mu saja. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 6 Maret 2026Bacaan: "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." (Ibrani 12:1)Renungan: Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. Setiap anak mendapat peran dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang mereka perankan. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas. Di depan panggung, semua orangtua murid ikut hadir dan menyaksikan acara itu. Pertunjukkan drama berjalan dengan sempurna. Semua anak tampil dengan maksimal. Ada yang berperan sebagai petani, ada juga yang menjadi nelayan. Di sudut sana, tampak pula seorang anak dengan raut muka ketus, sebab dia kebagian peran pak tua yang pemarah, sementara di sudut lain, terlihat anak dengan wajah sedih, layaknya pemurung yang selalu menangis. Tibalah kini akhir dari pementasan drama. Itu berarti, sudah saatnya Pak Guru mengumumkan siapa yang berhak mendapatkan hadiah. Pak Guru telah menaiki panggung, dan tak lama kemudian ia menyebutkan sebuah nama. Aha... ternyata anak yang menjadi pak tua pemarahlah yang menjadi juara. Dengan wajah berbinar, sang anak bersorak gembira. "Aku menang...." begitu ucapnya. la pun bergegas menuju ke panggung diiringi kedua orangtuanya yang tampak bangga. Tepuk tangan riuh terdengar. Sang orangtua menatap sekeliling, ke seluruh hadirin. Mereka sangat bangga. Sebelum menyerahkan hadiah, Pak Guru sedikit bertanya kepada sang juara, "Nak, kamu memang hebat. Kamu pantas mendapatkannya. Peranmu sebagai seorang yang pemarah terlihat bagus sekali. Apa rahasianya ya, sehingga kamu bisa tampil sebaik ini?" Sang anak menjawab, "Terima kasih atas hadiahnya Pak. Sebenarnya saya harus berterima kasih kepada Ayah saya. Karena dari Ayahlah saya belajar berteriak dan menjadi pemarah. Kepada Ayahlah saya meniru perilaku ini. Ayah sering berteriak kepada saya, maka bukan hal yang sulit untuk menjadi pemarah seperti ayah." Tampak sang Ayah mulai tercenung. Sang anak melanjutkan, "Ayah membesarkan saya dengan cara seperti ini, jadi peran ini adalah peran yang mudah bagi saya." Suasana menjadi senyap. Kedua orangtua sang anak di atas panggung, tampak tertunduk. Jika sebelumnya mereka merasa bangga, kini keadaannya berubah. Seakan mereka berdiri sebagai terdakwa di muka pengadilan. Mereka belajar sesuatu hari itu. Ada yang perlu diluruskan dengan perilaku mereka. Marilah berhati-hati dengan perilaku kita, karena ada banyak saksi yang mengelilingi kita, yang melihat apa yang kita katakan dan kita lakukan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa Roh-Mu, sehingga aku bisa mengendalikan setiap perkataan dan perbuatanku, agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Amin. (Dod).