POPULARITY
Categories
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti Penampakan YesusDiambil dari: Yohanes 20:29 “Kata Yesus kepadanya: ‘Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.'”Wonder Kids, setelah mempelajari kubur yang kosong, kita perlu melihat bukti lain tentang kebangkitan Yesus, yaitu penampakan-Nya kepada banyak orang. Sesudah bangkit, Yesus memperlihatkan diri kepada Maria Magdalena, para murid, Tomas, dan banyak orang lainnya.Ada orang yang berkata, “Tetapi tidak ada seorang pun yang berada di dalam kubur dan melihat saat tubuh Yesus mulai hidup kembali.” Memang benar, Alkitab tidak menceritakan ada orang yang menyaksikan tepat pada detik Yesus bangkit. Namun, apakah itu berarti kebangkitan-Nya tidak dapat dipercaya? Tentu tidak.Coba bayangkan polisi menemukan sebuah rumah yang sudah dibobol. Tidak ada polisi yang melihat langsung ketika pencuri masuk. Namun, mereka dapat memeriksa pintu yang rusak, sidik jari, rekaman kamera, dan barang yang hilang. Dari berbagai bukti itu, mereka dapat mengetahui apa yang terjadi.Begitu juga dengan kebangkitan Yesus. Tidak ada orang yang melihat saat tubuh-Nya hidup kembali di dalam kubur. Namun, mereka menemukan batu sudah terguling, kubur sudah kosong, dan kain kafan tertinggal. Sesudah itu, banyak orang bertemu dengan Yesus yang hidup. Mereka berbicara dengan-Nya, menyentuh-Nya, bahkan makan bersama-Nya.Para murid yang sebelumnya takut dan bersembunyi juga berubah menjadi saksi yang berani. Mereka rela menghadapi penderitaan karena yakin bahwa Yesus benar-benar hidup. Bukti-bukti ini menolong kita menyimpulkan bahwa kebangkitan Yesus bukan cerita buatan.Wonder Kids, kita memang tidak melihat Yesus dengan mata seperti para murid. Namun, Tuhan memberikan kesaksian yang cukup supaya kita dapat percaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Tuliskan satu alasan mengapa kamu percaya bahwa Yesus sungguh bangkit, lalu ceritakan kepada seseorang.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk bukti-bukti kebangkitan-Mu. Tolong aku percaya kepada-Mu dan berani menceritakan bahwa Engkau hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kita tidak melihat saat Yesus keluar dari kubur, tetapi kubur kosong dan penampakan-Nya membuktikan bahwa Dia sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 17 September 2026Bacaan: "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." (Ibrani 12:15) Renungan: Love Canal adalah sebuah terusan yang letaknya berdekatan dengan Niagara Falls. Tempat ini menjadi perhatian dunia ketika ditemukan 21.000 ton limbah beracun. Ternyata diketahui bahwa sebelumnya beberapa perusahaan Amerika yang telah diberikan wewenang oleh pemerintahan AS berusaha menguburkan produk-produk sampah beracun di bawah tanah. Mereka mengisi wadah-wadah logam besar dengan sampah kimia dan produk-produk lain yang membahayakan nyawa, lalu menutup drumnya rapat-rapat dan menguburkannya jauh di bawah permukaan tanah. Mereka mengira bahwa hal itu akan berakhir di situ. Namun seiring berjalannya waktu, banyak wadah tersebut mulai bocor dan sampah beracun itu mulai merembes ke permukaan, serta menyebabkan berbagai macam masalah. Masalah itu awalnya terdeteksi setelah kelahiran anak-anak di daerah ini disertai dengan kecacatan, dan banyak orang yang mulai meninggal karena kanker. Di samping itu, hewan peliharaan juga kehilangan bulu-bulu mereka. Akhirnya dilakukan investigasi setelah majalah Niagara Falls Gazette mempublikasikannya pada tahun 1976. Setelah sekian lama, blok-blok tersebut ditumbuhi oleh rumput-rumput dan dikenang sebagai tragedi lingkungan terburuk sepanjang sejarah Amerika. Sebagaimana limbah pabrik telah mencemari kehidupan orang-orang yang ada di daerah Love Canal, walaupun telah berusaha disembunyikan, demikianlah juga jikalau kita menyimpan akar pahit, suatu saat pasti akan menimbulkan efek yang merusak baik bagi diri sendiri maupun bagi banyak orang. Efek dari akar pahit itu dapat merembes keluar melalui kemarahan, depresi, perasaan tidak berharga, atau juga sikap dan omongan yang kasar, serta berbagai sikap negatif lainnya, yang pada akhirnya tidak menjadi berkat bagi orang lain. Daud, dalam hubungannya dengan Saul, tidak berusaha menyimpan akar pahit, padahal pengalamannya dengan Saul sangat tidak menyenangkan. Alkitab mencatat bahwa tanpa kesalahan yang dia buat, Saul selalu berusaha membunuhnya. Daud harus hidup dalam pelarian, tetapi dia tetap tidak menyimpan akar pahit, sehingga dia sanggup memaafkan Saul. Adalah baik kalau kita memerhatikan firman Tuhan ini, "Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." (Ibr 12:15). Atasilah akar pahit itu dengan tidak menjauh dari kasih karunia Tuhan, yaitu selalu menjaga hubungan dengan Tuhan dan mengenal-Nya lebih dalam melalui firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku jika selama ini aku menyimpan akar pahit. Mampukan aku untuk mendekatkan diri lagi kepada-Mu sehingga akar pahit itu bisa tercabut dari diriku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan TuhanRabu, 16 September 2026Bacaan: Kisah Para Rasul 3:4-5 "Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka."Renungan: Dalam kisah si lumpuh di Gerbang Indah, si lumpuh hanya mempunyai harapan yang standar. Dia adalah orang lumpuh yang dibawa ke Gerbang Indah untuk meminta sedekah dari setiap orang yang mau masuk ke Bait Suci. Harapannya hanya menerima sedekah, termasuk sedekah dari Petrus dan Yohanes ketika mereka melewati gerbang tersebut. Itulah sebabnya dikatakan di dalam Kis 3:5, "Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka." Seseorang menjelaskan, "Berharap untuk menerima sesuatu dari mereka - Karena itu adalah kebiasaan yang umum bagi semua yang memasuki Bait Suci untuk membawa uang untuk diberikan ke perbendaharaan, atau kepada orang miskin, atau keduanya. Di tempat inilah teman-teman lelaki lumpuh membaringkannya di gerbang Bait Suci, karena ini adalah tempat yang paling mungkin untuk menerima sedekah." Jelas bahwa tidak ada yang lain yang diharapkan selain sedekah. Dengan kata lain, yang ada di dalam pikiran si lumpuh ini hanya menerima sedekah dari orang-orang yang lewat di depannya, tidak ada yang lain. Harapan si lumpuh ini memang masuk akal, sesuai kebutuhan, tetapi dia telah kehilangan fokus kepada harapan yang lain, yaitu kesembuhan. Tentu ada sesuatu yang membuat si lumpuh itu hanya mempunyai harapan yang standar. Sangat mungkin dia sudah putus asa karena kelumpuhan yang dia alami adalah sejak lahir. Tidak ada yang menolong dan menyembuhkannya. Namun, bisa jadi karena desakan keluarga, khususnya orang tuanya yang mungkin malu atau teman-temannya, yaitu daripada hidup tidak berguna, lebih baik meminta-minta, sehingga bisa mendapatkan penghasilan. Apa pun itu, yang jelas si lumpuh hanya punya harapan yang standar saja. "Ah, cuma lulusan SD, biarlah asal bisa makan dan minum," "Yah, hanya anak seorang petani, sekolah sampai SMA juga sudah cukup," "Hanya orang desa, nggak perlulah berharap meniti karier di kota." Mungkin nada-nada kepasrahan seperti itu yang saat ini menguasai diri kita, sehingga kita tidak mau berharap yang lebih dari harapan standar. Ingat, mempunyai harapan yang di atas standar itu tidak salah, hanya perlu dibarengi ketekunan. Oleh sebab itu, ubah pola pikir kita dan naikkan tingkat pengharapan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk keadaanku saat ini. Aku ingin lebih maju lagi. Aku berharap bisa menjalani kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 14 September 2026Bacaan: "Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah." (Roma 15:7) Renungan: Rebecca duduk di ruang istirahat setelah selesai membawakan seminar bertema keluarga. "Apa yang engkau bawakan tadi sangat memberkati para pendengar, "kata Jane, seorang ibu yang saat itu menemaninya. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, mata Rebbeca mulai memerah dan genangan air mata memenuhi pelupuk matanya. "Mereka pasti berpikir bahwa aku ini istri yang baik dan bahagia," jawab Rebecca. "Apakah kamu punya masalah serius?" tanya Jane. "Aku sudah menikah selama 14 tahun dan suamiku adalah pria yang sangat baik. Ia jujur, sabar, penyayang dan memiliki pekerjaan yang mapan. la penuh perhatian dan selalu menanyakan keadaanku. Ketika aku harus pergi ke suatu tempat untuk membawakan seminar ataupun acara-acara lainnya, ia selalu menawarkan diri untuk menemani jika ia sedang tidak ada acara. Ia dengan senang hati menyiapkan alat peraga yang kubutuhkan untuk membawakan seminar, termasuk membawa alat peraga dan perlengkapan lainnya ke tempat di mana aku membawakan seminar. la baik dan menyayangiku." "Sepertinya tidak ada yang kurang?" kata Jane. "Jane, sudah kukatakan bahwa suamiku sangat baik. Tapi aku menginginkan sosok suami yang bisa memimpin dan bukan melayaniku. Aku mengharapkan agar dia yang lebih terkenal dan menjadi pembicara daripada aku," jawab Rebecca. Jane memeluk Rebecca dan memberikan nasihat yang cukup singkat, "Ingatkah engkau janji pernikahan yang kau ucapkan 14 tahun lalu? Bukankah engkau sudah berjanji untuk menerima dia apa adanya?" Rebecca terdiam sejenak, ia mulai menangis dan sejak saat itu ia tidak lagi mengharapkan agar suaminya menjadi sosok yang ia inginkan. Ia mulai mensyukuri kelebihan-kelebihan yang ada dalam diri suaminya dan menerima segala kekurangannya. Terkadang kita tidak merasa puas hanya dengan kebaikan, perhatian dan sikap melayani yang pasangan kita lakukan terhadap kita. Idealisme yang terlalu tinggi tidak jarang membuat kita menetapkan standar tertentu untuk pasangan kita, misalnya: dia harus menjadi orang yang tegas, pintar, berwawasan luas, dll., padahal pasangan kita tidak bisa menjadi apa yang kita inginkan. Kekecewaan karena pasangan kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan akan semakin terasa ketika kita mulai membanding-bandingkannya dengan orang lain. Suami ataupun istri kita pasti memiliki kekurangan, tetapi ingatlah bahwa dia juga memiliki kelebihan. Bantu pasangan kita untuk mengubah kekurangan di dalam dirinya menjadi kebaikan, tetapi terimalah apa yang tidak dapat kita ubah. 1 Ptr 4:8 berkata, "Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." Kasih dan penerimaan yang tulus terhadap pasangan membuat kita menerima ketidaksempurnaannya dan tidak mempermasalahkan apalagi meributkannya. Bukankah kita sudah berjanji untuk menerima dia? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk pasangan terbaik yang sudah kupilih. Mampukan aku menerima dan mengasihi dia dengan sepenuh hatiku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Ecclesia, Yohanes Don Bosco Subekti, Fatima Hutabarat dan Dhies Sonya dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Sirakh 27: 30 - 28: 9; Mazmur tg 103: 1-2.3-4.9-10.11-12; Roma 14: 7-9; Matius 18: 21-35.JIWA BESAR PENGAMPUN Renungan kita pada hari ini bertema: Jiwa Besar Pengampun. Ada sepasangsuami dan istri yang merayakan 25 tahun perkawinan dan banyak orang ikutmemeriahkan pesta tersebut. Mereka berdua menyampaikan sambutan di hadapanbanyak orang yang hadir dan sambutan itu dibawakan dalam bentuk mengobrol. Padasaat salah satu bertanya, yang lain siap menjawab. Ketika yang satu mencurahkanperasaannya, yang lain menunjukkan simpatinya. Kalau yang satu memberikan saranatau kritik, yang lain terbuka untuk menerimanya. Dari seluruh kesempatan sambutan itu, satu bagian yang mendapatkan aplausdengan tepuk tangan meriah semua hadirin ialah ketika mereka mengobrol tentangkesalahan masing-masing dan saling mengampuni. Suami berkata kepada istribegini: "Saya dari awal selalu mengampunimu, dan saya akan selalumelakukan itu." Sang istri juga menyambut dengan berkata: "Saya jugaakan selalu mengampunimu, karena aku sudah membuktikan bahwa mengampuni adalahbukan hal yang sulit untuk dilakukan." Pasangan itu sudah membuktikan bahwa masing-masingnya memiliki jiwa yangbesar sebagai seorang pengampun. Untuk menjadi seorang pengampun sejati,diperlukan iman yang besar dari sebuah jiwa yang besar, yang tidak diberikanoleh siapa pun kecuali oleh Tuhan yang maha pengampun. Kitab Putra Sirakh didalam bacaan pertama mengatakan tentang betapa pentingnya mengampuni kesalahansesama kita sebagai bentuk ketaatan kita kepada perintah Tuhan untukmengampuni. Perintah yang sama juga ditekankan oleh Yesus Kristus ketikamenguraikan perumpamaan yang dikisahkan di dalam Injil pada hari ini. Dengancara memberikan teladan untuk mengampuni, maka perintah-Nya kepada kita untukmengampuni merupakan suatu perintah yang sangat kuat. Perintah seperti iniadalah sama dengan keyakinan bahwa kalau kita bersama dengan Tuhan kitaselamat, namun tidak bersama Dia kita binasa. Untuk itulah Santo Paulusmenegaskan bahwa hidup dan mati kita di dalam Tuhan. Tuhan Yesus mengajarkan ungkapan jiwa yang besar dalam mengampuni, yaitudengan pernyataan dan tindakan yang sangat eksplisit. Orang yang berlaku jahatperlu melihat dan mengalami kalau kata-kata dan tindakan kita sungguhmengampuni. Pengampunan seperti ini tidak boleh diukur sampai berapa kali yaitusecara kuantitas, dan juga secara kualitas seperti batas kesabaran, kelelahan,kebosanan, dan menyerah. Yesus menangkap kecenderungan pembatasan ini ada padapara murid-Nya dan kita semua. Oleh karena itu, Ia menegaskan bahwa suatu jiwayang besar yang mengampuni ialah yang tidak memperhitungkan batasan baik jumlahmaupun kualitasnya. Hal ini disebutkan-Nya sebagai pengampunan 70 kali 7 kali. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, lembutkan hati kami supaya kami dapat mengampunitanpa batas. Apabila kami tidak kuat lagi mengampuni, berilah kami Roh-Mu uangmembuat kami mampu. Kemuliaan kepada Bapa ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Rica Yolanda dan Patrick Mario dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 10: 14-22a; Mazmur tg 116: 12-13.17-18; Lukas 6: 43-49.KEBAIKAN KELUAR DARI HATI YANG BAIK Renungan kita pada hari ini bertema: Kebaikan Keluar Dari Hati Yang Baik.Seorang bocah berusia enam tahun dapat menentukan pilihannya terhadap pemberianbapak dan ibunya. Pernah pada suatu kali, baik bapak maupun ibunya memberikandia oleh-oleh. Ia tersenyum pada ibunya dan dengan gembira menerima hadiahtersebut. Kemudian terjadi hal yang berbeda ketika ia datang kepada bapaknya.Ia hanya tersenyum sedikit, kemudian ia tidak mengambil hadiah dari bapaknyaitu. Ketika ia ditanya alasan ia tidak mengambil oleh-oleh dari bapaknya, bocahitu dengan polos mengatakan bahwa bapak sering marah-marah, sehingga baginyaoleh-oleh itu pasti tidak baik baginya. Anak ini tentu menganggap bahwa apayang diperbuat bapaknya adalah buah yang tidak baik seperti yang diajarkan olehYesus Kristus. Tanda buah yang baik ialah kalau seorang murid Kristusmengeluarkan yang baik dari hatinya yang baik. Yesus menggambarkan, dari semakduri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri orang tidak memetik buahanggur. Jadi kita dapat memahaminya, bahwa orang jahat mengeluarkan daridirinya kejahatan kata-kata dan tindakannya. Demikian sebaliknya, orang baikmengeluarkan dari dirinya kata-kata dan tindakan yang baik. Kita mengambil satu contoh kasus dalam hidup kita saat ini. Orang-orangmenggunakan media sosial untuk mengungkapkan isi hati dan pikirannya yangmenyebarkan kasih, menjalin persaudaraan, memperkuat persekutuan dan berbagipengetahuan. Sebagian orang memanfaatkannya untuk membatu pekerjaan danmenjalankan bisnis. Tapi sebagian orang yang lain justru menggunakan untukhal-hal destruktif, seperti fitnah, provokasi kekerasan, menyatakan marah danbenci, menyebarkan kebohongan, korupsi dan narkoba. Kita dapat membedakan secara umum dua kelompok orang melalui penggunaanmedia sosial ini, yaitu mereka yang menyimpan amarah, benci, iri dan dengkidalam hati sehingga yang terungkap dalam komunikasi media adalah semua hal yangjahat. Ini sungguh mengerikan dan meneror. Kelompok yang lain adalah merekayang cinta damai dan mau hidup dalam cinta kasih. Mereka menginspirasioptimisme agar hidup bersama kita menjadi lebih baik. Santo Paulus memberikan satu usulan untuk menghadapi persoalan ini, yaitusupaya mereka yang berbuah baik, tetap saja memberikan contoh-contoh yang baik.Mereka perlu menghindari kemalasan, kebosanan dan kegagalan dalam memberikanpengaruh yang baik, termasuk dalam penggunaan media sosial. Semakin banyakpengaruh yang baik, semakin baik pula hidup ini.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Bapa maha baik, penuhilah kami dengan rahmat dankarunia-Mu supaya kami senantiasa menghasilkan dalam diri kami buah-buah yangbaik melalui kata dan tindakan kami. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh May Ann Rodrigo dan Ekatia dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 9: 16-19.22b-27; Mazmur tg 84: 3.4.5-6.12; Lukas 6: 39-42.TUJUAN MEMBENARKAN CARA Tema renungan kita pada hari iniialah: Tujuan Membenarkan Cara. Pernah ada pelatihan kepemimpinan bagi orangmuda Katolik yang diadakan di daerah pedesaan. Latihannya ialah melakukanperjalanan ke puncak bukit yang berjarak sekitar 4 kilometer. Peserta diwajibkanberjalan kaki dari tengah kampung menuju ke puncak bukit, dengan memilihberbagai jalan alternatif. Yang lebih dahulu mencapai puncak akan diberikanhadiah yang sudah disiapkan baginya. Ternyata ada yang membuatkegiatan pelatihan ini menjadi kurang berkesan baik. Beberapa peserta berbuatcurang. Mereka menyewa ojek sepeda motor agar dapat membawa mereka mencapaipuncak bukit. Lalu mereka menyatakan diri sebagai pemenang, dan mereka berpikirbahwa kecurangan mereka tidak diketahui siapa pun. Ternyata ada saksi mata yangtidak diketahui, yang mengklaim bahwa mereka bukanlah pemenangnya. Parapemenang sesungguhnya ialah mereka yang berjalan kaki, yang mencapai tujuansebagai nomor satu, dua, tiga dan seterusnya. Para pemenang yang curang tadiadalah mereka yang menghalalkan cara demi mencapai tujuan. Padahal menurutaturan pelatihan itu, untuk mencapai tujuan caranya sudah ditentukan. Jadi parapeserta seharusnya patuh kepada aturan itu, yaitu berjalan kaki sampai ketujuan di puncak bukit yang sudah disepakati. Maka di sini berlaku prinsip yangsudah kita kenal bersama, yaitu tujuan mensyaratkan cara yang benar dan yangdiminta, atau cara yang sesuai untuk mencapai tujuan. Firman Tuhan pada hari inimengajarkan kita untuk senantiasa patuh kepada aturan yang selalu kita sepakatibersama, yaitu tujuan memerlukan cara yang benar, atau cara yang disepakati danditetapkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tuhan Yesus menegaskan bahwacara orang buta membimbing orang buta tidak mungkin akan mencapai tujuan. Caraseorang murid mencapai tujuan dengan tidak mengikuti atau meneladani gurunyaadalah cara yang tidak benar. Sikap munafik dalam menyelesaikan masalah denganhanya menyalahkan orang lain dan tanpa mengoreksi diri sendiri, adalah sikapyang tidak benar. Demikian juga Santo Paulusmengajarkan kita melalui suratnya kepada jemaat di Korintus, bahwa kitamelakukan kehendak Allah memang harus mengikut jalannya Allah, yaitu jalanTuhan Yesus Kristus. Kita tidak bisa mengarang-ngarang atau memaksakan kehendakkita sendiri. Paulus menuntaskan perutusan dari Tuhan dengan memberitakanInjil, sampai akhir hidupnya. Kita juga hendaknya menuntaskan tugas danpanggilan kita di dunia ini dengan mengikuti jalannya Tuhan Yesus Kristus.Barang siapa yang tidak memakai jalan atau cara yang dikehendaki Tuhan, ia akantersesat dan tidak sampai tujuan. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah mahamurah, kuatkanlah kami supayakami tidak tersesat di dalam jalan hidup kami, tetapi selalu mengikuti jalan-Muyang pasti untuk mencapai keselamatan. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
Pekerja perusahaan listrik milik negara Paraguay, ANDE, menggelar demonstrasi di depan kantor pusat perusahaan di Asuncion.Mereka menolak rencana pemerintah Presiden Santiago Pena yang dinilai dapat membuka peluang privatisasi sektor ketenagalistrikan Paraguay.Para pekerja khawatir perubahan pengelolaan ANDE dapat mengurangi kendali perusahaan dalam penetapan tarif dan operasional. Serikat pekerja juga menilai privatisasi berpotensi berdampak pada masyarakat kurang mampu, terutama jika perlindungan akses listrik dikurangi.Para pekerja dan serikat pekerja mendesak pemerintah mempertahankan kemandirian ANDE serta menolak masuknya modal swasta yang dinilai dapat mengubah pengelolaan sektor listrik di Paraguay.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan Polair kembali melanjutkan pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Tim SAR gabungan memperluas area yang diduga menjadi jalur terakhir keberadaan kelima jurnalis tersebut. Sementara itu, keluarga dari lima wartawan yang hingga kini belum diketahui keberadaannya mulai berdatangan ke lokasi pencarian. Mereka masih menaruh harapan besar agar seluruh korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Keluarga korban hilang dalam banjir Nepal menggelar aksi di Kathmandu. Mereka mendesak pemerintah mempercepat pencarian ratusan orang yang masih hilang, termasuk pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 7 September 2026Bacaan: "Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar." (Yakobus 3:5) Renungan: Siapakah di antara kita yang tidak pernah tersakiti oleh perkataan seseorang? Demikian pula sebaliknya, siapakah di antara kita yang tidak pernah menyakiti hati seseorang dengan perkataan kita? Tidak ada! Suatu hari saya sangat terkejut dengan perkataan seorang teman yang sangat menusuk hati. Berhari-hari perkataannya yang tajam terngiang-ngiang di telinga. la bersikap biasa saja tanpa menyadari bahwa perkataannya telah melukai hati orang lain. Peristiwa ini adalah contoh sederhana yang seringkali terjadi di dalam kehidupan kita. Dengan demikian, berhati-hatilah dengan lidah kita. Firman Tuhan mengatakan bahwa lidah adalah anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara besar, baik perkara yang membangun kehidupan seseorang, ataukah perkara menaburkan kepahitan dan luka hati. Dengan demikian, jadilah bijak dalam berkata-kata. Jauhilah perkataan-perkataan yang tajam di dalam kosa kata kita, dan belajarlah untuk berkomunikasi dengan baik dan benar sehingga kita tidak melihat perlunya mempergunakan perkataan-perkataan yang tajam dan menusuk hati untuk melampiaskan kemarahan ataupun kekesalan hati kita. Memang tidaklah mudah untuk mengekang lidah, namun bukan berarti kita tidak mampu untuk melakukannya. Yakobus memberikan contoh tentang tali kekang pada kuda yang harus diatur dan dipegang oleh si penunggang, sehingga ia dapat mengendalikan seluruh tubuhnya. Pertanyaannya, siapakah si penunggang kuda yang mengontrol lidah kita? Apakah diri kita, ataukah firman Tuhan? Jika kita belajar untuk membiarkan Tuhan menjadi pemegang tali kekang perkataan kita, maka kita akan memiliki kepekaan yang lebih tajam ketika perkataan kita menyakiti seseorang. Demikian pula, ketika kita disakiti, kita lebih mampu untuk mengontrol rasa sakit hati kita dengan bereaksi lebih cepat untuk melepaskan pengampunan. Jika saat ini kita berada dalam situasi yang tersakiti dengan perkataan orang lain, ingatlah bahwa kita pun memiliki catatan sejarah kehidupan menyakiti orang lain. Jadi ampunilah karena betapa ruginya diri kita ketika menyimpan kesalahan orang lain. Jika saat ini kita di pihak yang menyakiti karena kita tidak dapat mengontrol emosi kita, perhatikanlah, dan belajarlah dari tugas seorang customer service di mana mereka dituntut oleh perusahaan untuk tetap memakai kata-kata yang baik dan sopan, sekalipun mereka diperhadapkan pada customer yang menyebalkan dan marah-marah kepadanya. Mereka bisa melakukannya karena sudah terlatih. Mengapakah kita tidak melatih diri kita menjadi Customer Service Kerajaan Sorga? Akhirnya, hikmat kesadaran kita yang tinggi akan jabatan kita sebagai anak-anak Tuhan akan memberikan kita kekuatan supranatural untuk mengontrol perkataan lidah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kemampuan untuk mengekang lidahku, sehingga aku tidak ceroboh di dalam berkata-kata yang bisa menyakitkan hati orang lain. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Margareth Eviani dan Wilhelma Nadya Kristianna dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 5: 1-8; Mazmur tg 5: 5-6.7.12; Lukas 6: 6-11.GARA-GARA HARI SABAT Tema renungan kita pada hari iniialah: Gara-Gara Hari Sabat. Dalam teori psikologi komunikasi ada dua istilahyang berlawanan, yaitu sentripetal dan sentrifugal. Jika suatu hal yang dipakaiatau dibicarakan menjauhkan seorang dengan sesamanya baik secara fisik maupundalam pemahaman dan pemikiran, hal itu dinamakan sentrifugal. Sedangkaninstrumen yang dipakai atau hal yang dibicarakan itu menarik orang-orang untukberkumpul dan menciptakan kebersamaan, hal itu namakan sentripetal. Cara pandang seperti ini dapatkita pakai juga dalam memahami dan menghayati hari Sabat, yang menjadi salahsatu sumber konflik dalam karya Yesus Kristus di tengah orang-orangsebangsa-Nya, Israel. Terhadap konsep dan penghayatan hari Sabat itu sendiri, bagikaum farisi dan para ahli Taurat, itu merupakan sentripetal. Mereka tampaksangat kompak kalau hari Sabat itu dipandang sebagai sebuah aturan yang sudahbaku dan harus diikuti secara ketat. Sebaliknya, ketika konsep dan penghayatanmereka tentang hari Sabat dihadapkan dengan Yesus Kristus, kenyataannya menjadisentrifugal. Yesus tidak mungkin bersatudengan mereka dalam satu hal ini. Secara rohani mereka jauh satu sama lain,demikian juga secara jasmani terjadi suatu konflik sangat tajam dan akhirnyamemuncak pada hukuman mati kepada Yesus. Gara-gara hari Sabat itu, garis pembatastelah dibuat untuk memisahkan antara kaum lawan dengan institusi agamanya disatu pihak, Yesus Kristus dengan misi pendirian Kerajaan Allah di bumi di pihaklainnya. Gara-gara hari Sabat itu, kita yang terpilih untuk berada dalamnaungan Kerajaan-Nya Yesus, mendasarkan hidup iman kita bukan di atas hukummanusia dan adat istiadat warisan orang-orang yang tidak taat kepada Allah,tetapi di atas jalan Tuhan Yesus Kristus yaitu cinta kasih. Hukum hari Sabat memilikimotivasi yang sangat duniawi karena ada mafia dan persekongkolan orang-orangyang ingin memolitisasi agama, supaya mendapatkan keuntungan dari parapenganutnya. Tetapi para pengikut Kristus memiliki kesetiaan kepada Tuhan bukanberdasarkan hari-hari dan saat-saat beribadat. Mereka menunjukkan kesetiaan dankomitmen imannya dengan menjadi pribadi-pribadi yang semakin mantap dalammengasihi Tuhan dan mengasihi sesamanya dengan segenap hatinya. Kalau seorang pengikut Kristusmengasihi Tuhan dengan segenap hati, maka peribadatanya menjadi bagian daricinta kasihnya itu. Kalau ia mengasihi sesama dengan segenap hati, maka setiaptindakan kasih kepada sesama itu adalah sebuah ibadatnya yang konkret danhidup. Ia hidup sebagai manusia baru, yang tidak dibelenggu oleh ragi yanglama, tetapi ragi kemurnian dan kebenaran. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah, dengan bantuan firman-Mu semoga kamisemakin setia kepada-Mu, khususnya dalam semangat pembaruan diri kamiterus-menerus menuju kesempurnaan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Josephine Yuni Harnani, Patrick Maria, Elsinova Purba, dan Theodorus Kefi dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yehezkiel 33: 7-9; Mazmur tg 95: 1-2.6-7.8-9; Roma 13: 8-10; Matius 18: 15-20.SATU DALAM CINTA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Satu DalamCinta. Di dalam sebuah ruang keluarga, berkumpul seluruh anggota keluarga yangterdiri dari bapa, ibu dan ketiga anaknya yang berusia remaja. Ada juga duasepupu yang bergabung dengan mereka. Mereka bermain menyampaikan pesan yangbenar, yang telah diterima secara isyarat atau gerakan tubuh. Pesan itu dimulai dari bapa keluarga yang mendapatkansuatu pesan dalam bentuk tulisan tentang suatu kejadian atau seekor binatang.Ia menyampaikan pesan kepada istrinya dan semua anggota lainnya yang berdirisaling membelakangi, dalam bentuk gerakan tubuh. Kita dapat membayangkan betaparumit dan sulitnya untuk menerima pesan dan menyampaikannya dengan benar. Menurut salah seorang anaknya, kesulitan dalammenerima pesan dan menyampaikannya adalah suatu hal yang normal. Perbedaanpendapat dan tidak saling mengerti selalu terjadi di dalam keluarga, komunitas,Gereja dan masyarakat. Meskipun demikian, Tuhan tidak pernah berbeda pendapatdengan kita. Ia menerangi dan membimbing kita dengan Sabda-Nya yang mulia danbenar, namun pemahaman kita yang terbatas membuat kita sering berbeda pendapat. Pemilik sabda itu hanya satu, yaitu Tuhan. Sabdaitu berisi satu ajaran utama, yaitu cinta kasih, yang menjadi pokok untuk semuaajaran, aturan, nasihat, dan refleksi-refleksinya yang amat banyak. SantoPaulus yang terinspirasi oleh ajaran Yesus Kristus, berkata bahwa semua ajarantentang kebaikan dan kebenaran Tuhan tersimpul pada hukum yang utama ialahkasih kepada sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Salah satu fungsi kasih yang utama ialahmempersatukan. Orang yang berbuat atas nama cinta kasih melalui pengorbanan dankerja keras tetapi tidak membangun persatuan, tidak berbuat kasih. Sebuahperbuatan kasih dilarang merusak perbedaan-perbedaan yang ada dengan memecahbelah dan menciptakan konflik. Perbuatan kasih sangat menghargai perbedaan danmendorong supaya dapat tercipta persekutuan dan kebersamaan di antara kita. Bacaan-bacaan kita pada hari ini mendorong supayadengan kekuatan cinta kasih itu kita dapat mengatasi kesalahan dan kekurangandi antara kita, bukan dengan kutukan atau hukuman. Kita harus dapat mendekatkansatu sama lain, terutama di antara pihak-pihak yang berselisih atau konflikagar saling berkomunikasi atas permasalahan yang menimpa mereka. Pendekatan ituialah adanya koreksi persaudaraan yang mengutamakan saling menghormati. Suatukoreksi persaudaraan perlu diusahakan agar tidak menimbulkan sakit hati danperpecahan atau konflik yang berlanjut, tetapi membawa damai dan suka cita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Bapa, melalui perayaan hari Minggu ini, kuduskanlah kamidengan berkat dan kasih-Mu sehingga kami dapat selalu hidup di dalam kasih-Muitu. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Demmy Anggi dan Eka Tia dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 4: 6b-15; Mazmur tg 145: 17-18.19-20.21: Lukas 6: 1-5.BERSEMANGAT MERAYAKAN HARI TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Bersemangat Merayakan Hari Tuhan.Kita menjalankan perintah Allah “Kuduskanlah hari Tuhan" bermaksud untukmengenang dan merayakan kebaikan Tuhan dan karya-Nya yang menciptakan danmenebus manusia. Kita mempunyai satu hari yang dikhususkan untuk itu. Kitamengenalnya sebagai hari minggu. Kegiatan utamanya ialah beribadat bersama umatdi stasi, paroki dan keuskupan dalam perayaan Ekaristi kudus. Pekerjaan rutindihentikan dan kita fokus pada perayaan yang spesial tersebut. Di sini semangat merayakan hari Tuhan yang telah ditetapkan itu harusdiutamakan. Caranya ialah dengan selalu bersemangat dan berdevosi dalammerayakannya. Kebiasaan baik dan spiritualitasnya dihidupi sebagaimanaharusnya, maka tuntutan kewajiban hari minggu merupakan cara hidup Gereja yangstandar untuk dilakukan para anggotanya. Dahulu, kewajiban ini bukan pada hariMinggu, tetapi sabat, yaitu hari yang ditetapkan untuk ibadat orang Yahudi,yang cenderung dijalankan dengan berlebihan. Mereka berani menegur murid-muridYesus dan juga Yesus sendiri yang tidak mengikuti kewajiban itu. Bagi kita, kewajiban hari minggu itu ada benarnya. Sebab kalau sebagaikegiatan biasa bahkan dianggap sekedar pilihan bagi masing-masing anggotaGereja, maka hilang maknanya sebagai hukum Tuhan. Akibatnya tentu saja dapatdilihat pada banyaknya dan dengan gampang gereja-gereja menjadi kosong. Akibatyang lebih jelek ialah menghilangnya pemeliharaan jiwa-jiwa orang beriman.Paroki di kampung mempunyai umat yang umumnya para petani, nelayan danpeternak. Pada setiap hari minggu, mereka menjalankan kewajiban hari minggusebagai kegiatan pertama dan utama. Setelah itu mereka baru dapat melakukanpekerjaan lain seperti bertani, memberi makan ternak, memperbaiki saluran sawahyang tersumbat atau menarik pukat ikan di laut. Ada banyak contoh lain oleh orang-orang yang berbeda dan di tempat yangberbeda-beda pula, yang menunjukkan betapa kepatuhan akan kewajiban hari Tuhanitu tak bisa digantikan. Namun, seperti disinggung tadi soal pelaksanaannyayang berlebihan dengan gaya orang Farisi, tentu harus kita hindari. Contoh,pada hari Minggu terjadi kebakaran di rumah Anda sendiri. Sangat benar danmenjadi tindakan pertama ialah urusan rumah dan keluarga yang harus dilakukan,meski mungkin ibadat hari minggu ditinggalkan dahulu. Jadi dalam hal-halterkait dengan pelayanan kemanusiaan, kelayakan dan keselamatan pribadimanusia, hari minggu itu sendiri justru harus diungkapkan secara nyata untukpelayanan bagi orang-orang yang sangat memerlukan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Demi kemuliaan dan kebesaran-Mu, ya Tuhan, kami membaktikandiri kami untuk menjadi setia dalam beribadat kepada-Mu. Semoga Roh-Musenantiasa membimbing kami untuk membuat ibadat-ibadat yang nyata untukmenjawab kebutuhan-kebutuhan kemanusiaan di dunia ini. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Mengapa Orang Kristen Tidak Menyebut Kubur Kosong? Diambil dari: Kisah Para Rasul 2:24 “Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.”Wonder Kids, ada orang yang berkata, “Kalau kubur Yesus benar-benar kosong, mengapa para rasul tidak selalu memakai kata-kata ‘kubur kosong' dalam khotbah mereka?”Sebenarnya, para rasul tetap memberitakan hal yang sama. Dalam khotbahnya, Petrus berkata bahwa Allah telah membangkitkan Yesus dari kematian. Ia juga mengutip Mazmur yang berkata bahwa tubuh Sang Mesias tidak akan mengalami kebinasaan. Artinya jelas: tubuh Yesus tidak tetap berada di dalam kubur.Para rasul tidak harus selalu memakai kalimat “kubur itu kosong.” Ketika mereka berkata bahwa Yesus telah mati, dikuburkan, lalu bangkit dan menampakkan diri kepada para saksi, hal itu sudah menunjukkan bahwa kubur-Nya kosong.Yang paling penting, para rasul tidak hanya mengetahui berita itu. Mereka memberitakannya dengan berani, bahkan ketika mereka diancam dan dianiaya. Mereka yakin bahwa Yesus sungguh hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kepada seseorang, “Yesus tidak tinggal dalam kubur. Ia telah bangkit dan hidup!”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena maut tidak dapat menahan-Mu. Tolong aku percaya bahwa Engkau sungguh bangkit dan berani menceritakan kabar ini kepada orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: para rasul mungkin tidak selalu mengucapkan kata “kubur kosong,” tetapi mereka dengan jelas memberitakan bahwa Yesus telah bangkit. Tuhan Yesus memberkati
Ribuan warga Nepal yang terdampak banjir bandang kini bertahan di pusat-pusat bantuan darurat setelah rumah mereka hancur tersapu banjir.Hampir 4 ribu warga terpaksa tinggal di puluhan tempat penampungan sementara, termasuk sekolah yang dialihfungsikan menjadi lokasi pengungsian. Mereka harus antre mendapatkan bantuan seperti kebutuhan pokok, kasur, selimut, hingga perlengkapan pribadi.Kondisi pengungsian masih memprihatinkan karena ruang kelas harus dihuni beberapa keluarga sekaligus. Sementara itu, tim penyelamat terus melakukan evakuasi di sejumlah wilayah terdampak bencana.
Evidence shows AI is changing jobs, rather than completely replacing them. But the impact on the Australian workforce is likely to be unequal. - Bukti menunjukkan bahwa AI mengubah pekerjaan, alih-alih menggantikannya sepenuhnya. Namun, dampaknya terhadap tenaga kerja Australia kemungkinan besar tidak merata.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theodorus Pehang dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 4: 1-5; Mazmur tg 37: 3-6.27-28.39-40; Lukas 5: 33-39.ESENSI BERPUASA Tema renungan kita pada hari iniialah: Esensi Berpuasa. Agustinus adalah seorang bapak keluarga bagi istri danketiga anak yang berusia remaja. Mereka sudah tahu jelas bahwa setiap harijumat bapak mereka berpuasa. Ia bukan saja tidak makan apa pun kecuali minumair, tetapi juga tidak dicari atau dikejar-kejar karena suatu urusan tertentu.Urusan-urusan terkait rumah dan relasi dengan siapa pun, sedapat mungkinditangani oleh istri dan anak-anak. Puasa jumat bari Agustinus ialah sebuahkehadiran tetapi sebenarnya ketidakhadiran. Ketika tetangga ingin bertemu,mereka yakin bahwa di rumah itu ada Agus, karena mereka sempat melihatnya adadi rumah. Tetapi saat ditanyakan kepada istri dan anak-anak, jawaban yangselalu didapatkan ialah bahwa Agustinus tidak ada. Singkatnya, Agustinussungguh ingin praktikkan bahwa puasa adalah saat seseorang membuat suatu“ketiadaan” sehingga orang-orang di sekitarnya menjadi tahu bahwa dirinyamemang sedang tidak ada. Dirinya sedang berpuasa. Pemahaman tentang ketiadaandengan berpuasa inilah yang hendak diajarkan Yesus kepada orang-orang yangtidak mengerti tentang esensi berpuasa. Yesus berkata bahwa ketika diri-Nyakelihatan dan berada bersama umat dan murid-murid, hendaknya mereka tidak perluberpuasa. Nanti ketika Ia sudah tidak ada lagi bersama mereka, barulah merekaberpuasa. Sementara ketika sedang ada sebuah kehadiran di mana orang-orangberinteraksi, bekerja sama, saling melengkapi, dan membangun kebersamaan,esensinya ialah sebuah pesta kehidupan. Dalam suasana ini, orang-orang tidakdalam posisi mengalami absensi atau ketiadaan. Pada kenyataannya, setiap kalikita berpuasa kita memang menciptakan ketidak-adaan dan rela menikmatinya.Misalnya orang tidak makan dan minum, berarti ia tidak mengalami kehadiranmakanan dan minuman pada saat-saat berpuasanya. Orang yang berpuasa dan berpantangrokok dan minuman beralkohol, berarti ia mengalami ketiadaan uang belanja rokokdan minuman. Orang berpuasa belanja barang-barang kesukaan untuk memanjakandirinya, berarti ia ciptakan sikap untuk tidak mengalokasikan dana belanjakesukaannya tersebut. Di dalam praktik hidup rohani,orang yang berpuasa diminta untuk meniadakan kebutuhan atau kepentinganduniawi, supaya jiwanya tidak terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruhnya, laluhanya berkonsentrasi pada relasi yang mesrah dengan Tuhan. Ini adalah esensipuasa. Dengan demikian, benarlah apa yang dikatakan Santo Paulus dalam suratpertamanya kepada jemaat di Korintus, “Tuhan akan memperlihatkan apa yangdirencanakan di dalam hati”. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kasih, pandanglah kami denganbelas kasih-Mu supaya kami dapat membarui semangat iman kami dari kepura-puraanatau tidak acuh, menjadi ketulusan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dapatkah Para Saksi Dipercaya? Diambil dari: Matius 28:8 “Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.”Wonder Kids, keempat Injil sepakat bahwa para perempuanlah yang pertama kali menemukan kubur Yesus sudah kosong. Mereka juga menjadi orang-orang pertama yang menyampaikan kabar bahwa Yesus telah bangkit.Apakah kesaksian mereka dapat dipercaya? Tentu saja. Namun, ada satu hal menarik. Pada zaman itu, kesaksian perempuan sering tidak dianggap penting oleh masyarakat. Kalau para penulis Injil hanya ingin membuat cerita palsu yang mudah dipercaya orang, mereka mungkin akan memilih tokoh laki-laki terkenal sebagai saksi pertama.Tetapi mereka tidak melakukan itu. Mereka tetap menulis apa yang sungguh terjadi: Maria Magdalena dan perempuan-perempuan lain datang ke kubur, menemukan kubur itu kosong, lalu menyampaikan kabar kebangkitan kepada para murid.Hal ini justru membuat catatan Injil semakin dapat dipercaya. Para penulis tidak mengubah cerita supaya terlihat lebih hebat atau lebih mudah diterima. Mereka dengan jujur mencatat apa yang terjadi, meskipun masyarakat pada waktu itu mungkin memandang rendah para saksi perempuan.Ini juga menunjukkan bahwa Tuhan menghargai setiap orang. Dunia mungkin menganggap seseorang kurang penting, tetapi Tuhan dapat memakai siapa saja untuk menyampaikan kabar besar. Para perempuan itu dipercaya Tuhan untuk menjadi pembawa berita pertama bahwa Yesus telah bangkit.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jangan meremehkan seseorang karena penampilan, jenis kelamin, usia, atau kedudukannya. Belajarlah menghargai setiap orang seperti Tuhan menghargai mereka.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai para perempuan untuk menyampaikan kabar kebangkitan Yesus. Tolong aku untuk menghargai semua orang dan berani menyampaikan kebenaran tentang Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan dapat memakai siapa saja untuk menyampaikan kabar besar bahwa Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali mendapat sorotan. Kali ini, dugaan keracunan makanan terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur.Hingga Rabu, 2 September 2026, jumlah penerima MBG yang mengalami keluhan kesehatan mencapai 566 orang. Mereka berasal dari 19 lembaga pendidikan yang mendapatkan makanan dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin.Sejumlah korban mengalami mual, sakit perut, diare hingga lemas dan harus mendapatkan penanganan medis. Operasional SPPG Kalitengah pun dihentikan sementara, sementara sampel makanan diperiksa untuk mencari tahu penyebab pastinya.Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan besar: bagaimana memastikan program MBG yang menyasar jutaan anak benar-benar aman dikonsumsi?Apakah standar keamanan pangan di setiap dapur MBG sudah benar-benar dijalankan? Bagaimana pengawasan terhadap bahan baku, proses memasak, penyimpanan hingga distribusi makanan? Dan yang tak kalah penting, siapa yang harus bertanggung jawab ketika terjadi masalah?Di Spotify Elshinta kali ini, kita membahas dugaan keracunan MBG di Sidoarjo dan langkah apa saja yang perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.TALK :: Pemerhati Masalah Kesehatan, yang juga Anggota Tim Analis IKAL Lemhanas dr Tedy Hartono, SH, MCS & Pemerhati Kebijakan Publik/Ketua Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat), Sugianto Emik
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yohanes Don Bosco Subekti dan Maria Ecclesia dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 3: 1-9; Mazmur tg 33: 12-13.14-15.20-21; Lukas 4: 38-44.JASA PERANTARA Tema renungan kita pada hari iniialah: Jasa Perantara. Ada seorang murid SD ditanya oleh gurunya: “Kepada siapakamu sampaikan keluhan dan kesulitanmu?” Anak itu spontan menjawab: “KepadaPapa dan Ibuku”. Lalu guru melanjutkan, “Kepada siapa Papa dan Ibumu sampaikankeluhan dan kesulitan?” Anak juga spontan menjawab: “Kepada Yesus.” Guru masihterus bertanya: “Mengapa kamu tidak sampaikan langsung kepada Yesus?” Anak itujuga semangat menjawab: “Karena saya tidak melihat langsung Yesus.” Meski ia tidak melihat Yesusdengan langsung, ia melihatnya dalam diri kedua orang tuanya. Keluhan dankesulitan yang disampaikan kepada Papa dan Ibunya, itu diteruskan kepada Yesus.Sering kita memang perlu melalui orang lain supaya kita bisa mengenal Tuhan,baru kita bisa datang kepada-Nya. Orang tua mengajarkan kita beriman yangbenar. Orang dewasa lain mengajarkan cara berdoa dan bersyukur. Temanmengajarkan bagaimana membaca kitab suci dengan baik. Guru menerangkan tentangtata liturgi yang benar untuk diikuti. Ada perantara yang berperan untukdatangnya rahmat Tuhan kepada kita. Pengalaman menjadi perantara itu dibuatoleh para rasul, terutama Simon Petrus, sehingga ibu mertuanya dapatdisembuhkan oleh Tuhan. Masih ada banyak contoh lain tentang peran perantarayang membantu dan melayani. Paulus menyatakan dirinya sebagai perantara,demikian juga Apolos dan pribadi-pribadi lain, yang bekerja untuk satu tujuanialah membuat semua orang tahu, mengerti, mengenal dan mengikuti Kristus. Bahkan kalau tugas perantaramenjadi sangat menantang ialah ketika seseorang berkarakter tegas sepertiPaulus, mau supaya orang-orang lain yang ingin mengenal Tuhan harus memilikisatu standar disiplin yang dipatuhi. Tugas ini mungkin yang paling sulit bagipara orang tua, guru, katekis, pejabat publik, pimpinan dan bahkan seorangsahabat dan saudara. Mereka masing-masing dapat menjadi perantara kuasa danrahmat Tuhan, tetapi ketika menghadapi orang-orang di sekitar mereka atau yangberada di bawah tanggung jawabnya, mereka sungguh diuji kemampuannya kalaumurid-murid, anak-anak, teman, atau saudara tidak begitu lancar dan mudahmenerima. Tidak semua orang seperti ibumertua Petrus yang menerima dengan tenang dan kemudian bersemangat melayaniYesus. Justeru ada banyak orang yang keras kepala seperti para pendengarPaulus. Mungkin jauh lebih banyak yang setelah mendapatkan kebaikan, tidak menyampaikanterima kasih. Masih banyak juga yang berkata “ya” tentang imannya, tetapi tidakdapat wujudkan di dalam praktek hidupnya. Justru itulah Yesus mengatakan kalaukepada merekalah Ia diutus, lalu Anda dan saya tetap menjadi perantara Yesuskepada mereka. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa...Ya Yesus Kristus, jadikanlah kami penyambungsuara dan tindakan-Mu kepada orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Nama Para Perempuan Bertentangan? Diambil dari Lukas 24:1“Tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.”Wonder Kids, pada pagi hari setelah hari Sabat, beberapa perempuan pergi ke kubur Yesus. Mereka membawa rempah-rempah yang sudah dipersiapkan untuk tubuh-Nya. Namun, ketika membaca keempat Injil, kita menemukan bahwa nama-nama perempuan yang dicatat tidak selalu sama.Matius menyebut Maria Magdalena dan Maria yang lain. Markus menyebut Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome. Lukas menyebut Maria Magdalena, Yohana, Maria ibu Yakobus, serta beberapa perempuan lainnya. Sementara itu, Yohanes lebih banyak menyoroti Maria Magdalena.Apakah ini berarti keempat Injil saling bertentangan? Tidak. Tidak ada satu pun penulis Injil yang berkata, “Hanya perempuan-perempuan inilah yang datang dan tidak ada orang lain.” Setiap penulis memilih beberapa nama yang dianggap penting bagi cerita yang sedang disampaikannya.Coba bayangkan beberapa anak pergi bersama-sama mengunjungi seorang teman. Seorang anak berkata, “Aku pergi bersama Andi.” Anak lainnya berkata, “Aku pergi bersama Andi, Budi, dan Citra.” Apakah anak pertama berbohong? Tentu tidak. Ia hanya tidak menyebutkan semua orang yang ikut pergi.Begitu juga dengan para perempuan yang datang ke kubur. Semua catatan itu dapat benar secara bersamaan. Maria Magdalena hadir, tetapi ia tidak sendirian. Para penulis Injil hanya menyoroti nama yang berbeda sesuai dengan tujuan penulisan mereka.Yang terutama, semua Injil sepakat pada satu kabar besar: para perempuan datang ke kubur pada pagi hari pertama dalam minggu dan menemukan kubur itu kosong. Yesus tidak ada di sana karena Dia sudah bangkit!Menariknya, pada zaman itu kesaksian perempuan sering kurang dihargai masyarakat. Namun, Tuhan justru memakai mereka sebagai saksi pertama kubur kosong. Tuhan menghargai dan memakai siapa saja yang setia kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kepada seseorang bahwa perbedaan nama tidak mengubah kebenaran bahwa Yesus sungguh bangkit.Mari kita berdoa: Tuhan, tolong aku membaca firman-Mu dengan teliti dan tidak mudah bingung. Buat aku berani menyampaikan bahwa Yesus sungguh hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: nama-nama yang dicatat mungkin berbeda, tetapi kabar besarnya tetap sama—kubur Yesus kosong karena Dia sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Afnita Laura Carolina dari Saint Peter's School Kelapa Gading, Jakarta Utara, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 2: 10b-16; Mazmur tg 145: 8-9.10-11.12-13ab.13cd-14; Lukas 4: 31-37.MANUSIA ROHANI Tema renungan kita pada hari iniialah: Manusia Rohani. Ada beberapa mahasiswa non Katolik yang ikut dalamrombongan wisata rohani ke salah satu daerah pelosok Indonesia. Padahal semuatempat ziarah adalah pusat devosi Katolik. Mereka meski merasa dirinya di luarkonteks, mereka percaya diri untuk bergabung. Yang non Katolik tentu banyakbertanya tentang iman Katolik, dan hal ini wajar. Yang menjadi susah kalauterlalu banyak pertanyaan, mereka yangKatolik menjadi susah menjawabnya. Akhirnya daripada terlibat dalamperasaan tidak nyaman di antara mereka, seorang pemuda non Katolik berkata:“Kami menyadari sebagai manusia dengan kualitas rohani yang kurang, yangmembuat cara pandang kami sangat terbatas”. Dengan pengakuan diri yang rendahhati itu, maka kekuatiran akan rasa tidak nyaman perlahan berkurang dan merekayang non Katolik dapat mengikuti seluruh proses ziarah dengan tenang. Kita perlu secara jujur mengakuibahwa ketika sedang sibuk dengan segala urusan dari pagi hingga beranjakkembali ke tempat tidur di malam hari, banyak sekali pengalaman dan situasiyang membuat diri kita lebur dalam aneka cara duniawi. Hal ini sangat beralasanuntuk menjadikan kita berbuat, berpikir, merasakan seperti yang dunia inginkan.Baru setelah ada kesempatan untuk pemeriksaan batin dan kesadaran, misalnyasebelum tidur, kita sungguh menyadari bahwa ternyata dalam satu hari, porsikerohanian yang masuk dan menguasai diri kita sangat kurang. Jika orang-orang Katolikdiwajibkan untuk menghadiri Misa setiap hari minggu, ada benarnya. Merekahendaknya melepaskan diri dari sekedar suatu kewajiban atau didorong olehmotivasi-motivasi lain. Motivasi sebenarnya ialah tindakan untuk membaharuidiri terus-menerus, sehingga di dalam dirinya tercipta satu pribadi manusiarohani yang menerima Kristus, dan untuk selanjutnya di dalam seminggu ke depanmereka hidup bersama Kristus. Inilahyang dimaksud dengan manusia rohani yang ditekankan oleh Santo Paulus dalambacaan pertama, surat pertama kepada jemaat di Korintus (2,10b-16). Menjadi seorang manusia rohaniperlu menjadi mimpi setiap pengikut Kristus. Melalui kemampuan rohani yangcukup, kita bisa berbuat seperti Yesus Kristus, antara lain ikut mengusir rohjahat yang selalu mengancam kehidupan kita. Manakalah pribadi-pribadi dengankualitas rohani yang memadai, bau dan cahayanya dapat menarik orang lainkepadanya, untuk juga berusaha maju dalam hidup rohaninya. Bahkan roh jahatsudah langsung mengetahui bahwa kualitas orang-orang rohani jauh lebih tinggitingkatnya dibandingkan kekuatan jahatnya yang hebat.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah, kuatkanlah iman kami supaya kamidapat melawan segala kuasa jahat di sekitar kami. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Inti Sejarah dari Kisah Kubur YesusDiambil dari Lukas 24:6“Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea.”Wonder Kids, kita sudah belajar bahwa ada beberapa perbedaan kecil dalam catatan Injil tentang kebangkitan Yesus. Misalnya, ada Injil yang menyebut satu malaikat, sedangkan Injil lain menyebut dua. Ada juga perbedaan mengenai nama para perempuan yang datang ke kubur dan urutan beberapa peristiwa.Ada orang yang memakai perbedaan-perbedaan itu untuk berkata bahwa kisah kebangkitan Yesus tidak dapat dipercaya. Namun, seorang ahli bernama William Lane Craig mengajak kita melihat inti utama dari semua catatan tersebut.Walaupun para penulis Injil menceritakannya dari sudut pandang yang berbeda, mereka sepakat mengenai fakta-fakta yang paling penting. Yusuf dari Arimatea mengambil tubuh Yesus dan meletakkannya di dalam sebuah kubur. Pada hari Minggu pagi, beberapa perempuan datang ke kubur itu. Mereka menemukan bahwa kubur tersebut sudah kosong dan menerima berita bahwa Yesus telah bangkit.Perbedaan dalam beberapa detail tidak menghilangkan inti sejarah dari ceritanya. Bayangkan beberapa orang menyaksikan sebuah acara di gereja. Satu orang mungkin lebih mengingat lagu yang dinyanyikan. Orang lain mengingat siapa yang berbicara. Seorang lagi mengingat apa yang terjadi setelah acara selesai. Cerita mereka tidak harus sama persis, tetapi semuanya tetap dapat menceritakan peristiwa yang sama.Justru karena setiap penulis mempunyai sudut pandang sendiri, catatan mereka terlihat seperti kesaksian yang alami, bukan cerita yang disusun supaya setiap kalimatnya sama.Di tengah semua perbedaan itu, inti beritanya tetap sama: Yesus sungguh mati, dikuburkan, kubur-Nya ditemukan kosong, dan Ia sungguh bangkit. Inilah dasar pengharapan kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ceritakan kembali kisah kebangkitan Yesus kepada keluarga atau temanmu dengan menekankan tiga hal: Yesus sudah mati, kubur-Nya kosong, dan Dia sungguh bangkit.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih untuk kesaksian yang dapat dipercaya tentang kebangkitan Yesus. Tolong aku tidak mudah bingung, tetapi semakin yakin bahwa Yesus sungguh hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: detailnya mungkin diceritakan dari sudut yang berbeda, tetapi kebenarannya tetap sama—Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 325 (Kisah Rasul 2:41-47): Hari ini kita akan melihat kesatuan hidup di dalam jemaat Kristus. Mereka bukan saja berkumpul bersama-sama dan belajar bersama-sama. Gereja bukan tempat belajar secara pengetahuan, tetapi gereja adalah tempat adanya kesatuan di dalam hidup. Gereja satu di dalam Kristus. Kristus adalah kepalanya dan gereja adalah tubuh-Nya.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 30 Agustus 2026Bacaan: "Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:2)Renungan: Ada sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya membentak istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena bentak merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir, "Hari ini suamiku menyakiti hatiku." Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si istri mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang, dia menulis di sebuah batu: "Hari Ini suamiku yang baik menyelamatkan nyawaku." Suaminya bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu?" Istrinya sambil tersenyum menjawab, "Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar ketika angin maaf datang berhembus, maka akan menghapus tulisan itu. Dan bila sesuatu yang luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku agar tidak bisa hilang tertiup angin, sehingga akan teringat selalu dalam hidupku." Pernahkah kita mendengar sebuah pepatah yang berkata, "Karena nila setitik rusak susu sebelanga?" Artinya adalah kebaikan yang besar akan hilang hanya karena kesalahan kecil. Sifat dasar manusia adalah lebih mudah mengingat keburukan orang lain daripada kebaikannya. Oleh karena itu, hari ini marilah kita belajar untuk membalik hal tersebut, yakni kita lebih mudah mengingat kebaikan orang lain daripada keburukannya. Janganlah kita menjadi orang yang tidak tahu membalas budi, dengan selalu melupakan atau tidak membalas perbuatan baik orang lain kepada kita. Mari kita renungkan lagi saat ini, apakah benar setiap orang yang pernah menyakiti kita, tidak pernah menolong atau membantu kita? Jika, kita mau jujur saat ini, setiap orang disekeliling kita pasti akan tetap memiliki kebaikan yang bisa kita ingat. Jadi, kunci untuk hidup damai dengan siapapun sebenarnya sederhana, yaitu ingatlah yang baik dan lupakan yang buruk. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mengingat setiap kebaikan yang telah ku terima dari-Mu dan dari orang-orang sekitarku. Ajarilah aku juga untuk mengucapkan syukur atas semua kebaikan yang telah kuterima itu. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elisabeth Eka Andrearini dan Yohanes Catur Lastiatama dari Saint Peter's School Kelapa Gading Jakarta Utara di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Korintus 2: 1-5; Mazmur tg 119: 97.98.99.100.101.102; Lukas 16-30.KABAR BAIK BAGI ORANG MISKIN Renungan kita pada hari ini bertema: Kabar Baik Bagi Orang Miskin. Orangmiskin di dalam kitab suci punya makna luas dan bukan dalam arti sempit yaituorang yang tak punya apa-apa, misalnya kebutuhan pokok untuk hidup sehari-harisangat kurang. Ada tiga kategori untuk orang miskin menurut kitab suci, yaitupara janda, para yatim piatu dan orang-orang asing. Ada seorang anak desa kelas5 SD ketika mendengar ciri orang miskin begini, ia dengan berani menanggapinya,bahwa keluarganya tidak miskin. Tidak ada janda, yatim piatu dan orang asing didalam keluarga inti dan keluarga besarnya. Ia menganggap keluarganya bukankeluarga miskin. Tetapi saat ini kita semua tahu bahwa kemiskinan di dalam dunia ini adalahsuatu kenyataan yang kompleks, yang meliputi jasmani, rohani, sosial, danpolitik. Yesus Kristus membawa misi dari Bapa untuk membebaskan setiap manusiayang berada dalam kemiskinan seperti ini. Ketika ia berkotbah di dalam sinagogadi tempat asal-Nya itu, ia berkata bahwa misi-Nya terlaksana pada saat firmanitu disampaikan. Para pendengar-Nya saat itu adalah orang-orang kaya danberkuasa, karena hanya mereka yang punya akses ke rumah ibadat. Jadi merekapasti tersinggung. Jika ada orang miskin di situ, mereka pasti terhibur. Mereka yang miskin dan yang terbuka hatinya kepada Tuhan, Sabda Tuhan itumenjadi oase bagi kekeringan jiwa mereka akan belas kasih dan berkat Tuhan.Mereka tentu melihat dan mendengarkan Yesus sebagai saat pembebasan. Yesussangat lantang dan langsung menempatkan diri-Nya di pihak mereka. Merekamenyadari diri sebagai orang miskin, dan melalui pengalaman dengan Yesus,mereka mendapatkan pengharapan, bukan hanya untuk suatu pembebasan di duniaini, tapi terutama suatu jaminan keselamatan hidup setelah kematian. Sedangkan bagi mereka yang berkuasa, kaya dan pandai, firman Allah itubagaikan pukulan yang memalukan dan mengancam hidup mereka yang nyaman. Merekamenolak dan berencana untuk menghancurkan Yesus. Biasanya reaksi akan suatutindakan baik, benar dan adil seperti ini bukan sekedar dilatari oleh paham dankeyakinan yang berbeda, tetapi terutama karena dosa dan kejahatan merekadiketahui. Mereka kedapatan berdosa di hadapan Tuhan. Kita memiliki aneka kekurangan yang membuat kita miskin, dan pasti kitamembutuhkan warta pembebasan dari Yesus. Prinsipnya, kita tidak boleh menolakDia bahkan mempunyai rencana jahat terhadap-Nya, tetapi kita mesti menerima Diadengan penuh suka cita. Kiranya setiap kali mendengarkan firman Tuhan, katakanpada diri Anda bahwa: pada hari ini genaplah sabda kitab suci pada saat sayamendengarkannya. Itu adalah sabda pembebasan bagi Anda. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga melalui firman-Mu pada hariini, kami semakin mencintai setiap firman yang disampaikan kepada kami, yangdapat memberikan kami suka cita pembebasan dan keselamatan. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Seren Regina Wilhelmina Bupu Mame dari Gereja Santo Albertus Agung, Paroki Harapan Indah Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yeremia 20: 7-9; Mazmur tg 63: 2.3-4.5-6.8-9; Roma 12: 1-2; Matius 16: 21-27.TANTANGAN PENYANGKALAN DIRI Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-22 ini ialah: TantanganPenyangkalan Diri. Kita semua pengikut Kristus selalu mendengar, mengucapkandan melakukan tindakan penyangkalan diri. Hal ini terjadi juga dengan dua anak,kakak dan adik, yang masih sekolah di sekolah dasar, kelas enam dan empat.Mereka dilatih untuk membereskan tempat tidurnya setelah bangun. Mereka sering merasa bosan atau malas untuk melakukannya. Suasana bangunpagi sangat tidak menyenangkan untuk bekerja membereskan tempat tidur.Namun orang tua dengan sabar dan tekunmembimbing supaya kedua anak itu dapat mengalahkan rasa bosan dan malasnya.Sang kakak ikut memotivasi adiknya supaya mereka berusaha terus membereskantempat tidurnya masing-masing, dan ketika kebiasaan itu sudah rutin, merekatidak lagi bosan dan malas. Upaya mengalahkan rasa bosan dan malas serta ketekunan dalam mewujudkanupaya tersebut merupakan contoh penyangkalan diri. Inti setiap tindakanpenyangkalan diri ialah pengontrolan atau penyangkalan atas keinginan pribadiatau suatu kesenangan tertentu. Maksud penyangkalan ini ialah demi menjalankandan mencapai suatu tujuan lain yang bukan menjadi kehendak diri sendiri.Kehendak yang lain itu memberikan suatu harapan yang tinggi dan lebih bagusuntuk dicapai, meskipun harus melalui cara dan proses yang sulit. Semua bentuk cara penyangkalan diri yang kita lakukan di dunia ini mendapatsumber kekuatan dan inspirasinya dari Tuhan Yesus Kristus. Pada hari ini Iamengajarkan kita bahwa penyangkalan diri adalah cara satu-satunya yang kitapakai untuk mengikuti-Nya. Jalan Yesus adalah jalan salib dan kita dituntutuntuk dapat memanggul salib kita masing-masing agar kita menjadi seiring danseperjuangan dengan Yesus Kristus. Salib adalah tanda kesulitan dan penderitaanyang perlu kita nikmati dan pikul. Kita tidak boleh membuangnya. Nabi Yeremia menerangkan bahwa penyangkalan diri patut kita lakukan denganmengalahkan godaan untuk meniadakan firman Tuhan. Ketika kita mendengar Sabdayang tegas dan menuntut, hendaknya kita tidak boleh menghindarinya. SantoPaulus juga mengajarkan kita untuk membuat penyangkalan diri denganmempersembahkan tubuh kita, dan bukan hanya jiwa serta roh kita. Tubuh kitatidak boleh menjadi penjara bagi roh dan jiwa kita. Tubuh yang lelah dan sakit,kita tidak dapat berdoa dan melayani atas nama Tuhan. Jika mata, telinga dansentuhan kita tidak difungsikan dengan benar, kita mudah jatuh ke dalam dosa. Sesungguhnya, kita masih belum mantap dan konsisten dalam penyangkalan diridemi menjadi murid Yesus yang sejati. Semua bentuk pengorbanan menjaditantangan bagi kita. Kita harus menjalaninya dan tidak ada jalan mundur. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan semoga dengan perayaan hari ini, kami menjadisemakin menyatu dengan salib Putra-Mu dan rela memanggul salib kamimasing-masing. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Ustadz Abdullah Zaen M.A. - Muliakanlah Mereka, Tutupi Kekurangannya
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapa yang Menjaga Kubur Itu, dan Mengapa? Diambil dari: Matius 27:65–66 “Kata Pilatus kepada mereka: ‘Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi, jagalah kubur itu sebaik-baiknya.' Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.”Wonder Kids, sesudah Tuhan Yesus dikuburkan, para pemimpin agama masih belum tenang. Mereka ingat bahwa Yesus pernah berkata bahwa Ia akan bangkit. Karena itu, mereka datang kepada Pilatus dan meminta supaya kubur itu dijaga dengan ketat. Mereka takut kalau murid-murid Yesus akan datang dan mengambil tubuh-Nya.Jadi kubur Yesus bukan hanya ditutup dengan batu besar. Kubur itu juga dijaga. Ini penting sekali, karena menunjukkan bahwa musuh-musuh Yesus sendiri berusaha keras supaya tidak ada yang bisa menyentuh kubur itu. Mereka ingin memastikan semuanya aman dan tertutup rapat.Lalu siapa penjaganya? Ada pembahasan apakah itu penjaga Bait Allah atau tentara Romawi. Tetapi yang paling penting bukan itu. Yang paling penting adalah: kubur Yesus benar-benar dijaga. Artinya, tidak mudah bagi siapa pun untuk datang diam-diam lalu mengambil tubuh Yesus begitu saja.Mengapa mereka sampai sebegitu takut? Karena mereka tahu bahwa kalau kubur itu kosong, orang-orang akan makin percaya kepada Yesus. Jadi tanpa sadar, tindakan mereka justru membuat bukti kebangkitan menjadi makin kuat. Sebab kalau kubur yang ditutup, dimeterai, dan dijaga ketat itu tetap kosong, maka jelas ada kuasa Tuhan yang bekerja.Wonder Kids, ini mengingatkan kita pada sesuatu yang indah. Kadang-kadang orang berusaha melawan rencana Tuhan. Mereka merasa bisa menutup, menghentikan, atau mengalahkan pekerjaan Tuhan. Tetapi tidak ada siapa pun yang bisa menggagalkan apa yang Tuhan sudah tetapkan. Kubur yang dijaga pun tidak bisa menahan Yesus.Renungan ini juga berbicara tentang hati kita. Kadang-kadang kita juga seperti orang-orang itu. Kita bisa mencoba “menutup” bagian hidup kita dari Tuhan. Kita menyimpan dosa, menolak ditegur, atau tidak mau sungguh-sungguh percaya. Tetapi Tuhan melihat semuanya. Dan Tuhan tetap sanggup bekerja menembus kekerasan hati manusia.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena tidak ada batu, meterai, atau penjaga yang bisa menghentikan kuasa-Mu. Tolong aku supaya tidak keras hati atau menutup diri dari-Mu, tetapi percaya dan taat kepada-Mu dengan sungguh-sungguh. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kalau kubur yang dijaga ketat pun tidak bisa menahan Yesus, maka tidak ada yang bisa menghentikan rencana dan kuasa Tuhan. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 29 Agustus 2026Bacaan: "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Matius 21:22) Renungan: Di sebuah gereja kecil yang terletak di daerah pedesaan, diadakan persekutuan doa setiap hari Rabu sore. Hal ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Persekutuan doa tersebut biasanya hanya dihadiri lima sampai tujuh orang saja dan hal ini rupanya membuat pimpinan gereja agak berkecil hati, sehingga dibuatlah sebuah keputusan untuk meniadakan saja persekutuan doa yang kelihatannya sukar untuk bertumbuh itu. Tetapi apa yang terjadi? Seorang ibu tua yang selama bertahun-tahun senantiasa hadir dalam persekutuan doa itu, sama sekali tidak setuju dengan keputusan tersebut. Dengan keyakinan penuh, ja menyatakan protes keras atas keputusan tersebut, sehingga pada hari Rabu berikutnya ia tetap hadir di ruang doa gereja tersebut untuk berdoa walaupun kali ini dirinya hanya seorang diri saja. Keesokan harinya ibu ini bertemu dengan seorang anggota persekutuan doa Rabu sore, yang bertanya, "Apakah Ibu kemarin tetap datang ke persekutuan doa?" Dengan mantap, Ibu ini berkata: "Ya, kemarin saya tetap berdoa di sana." Lalu temannya itu melanjutkan pertanyaannya: "Berapa orang yang hadir dalam persekutuan doa kemarin itu?" Dengan tenang ibu ini kembali menjawab: "Yang hadir ada empat." Temannya menjawab: "Ah, jangan mengada-ada Bu. Kudengar yang hadir hanya satu orang, yaitu Ibu sendiri." Dengan tenang ibu tua ini kembali menjawab: "Engkau salah! Yang terlihat dengan mata jasmani memang hanya aku seorang diri, tetapi Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus juga hadir, walaupun orang lain tak dapat melihatnya dengan mata biasa, namun kami berempat sepakat dalam doa bersama-sama!" Demikianlah dari hari Rabu ke Rabu berikutnya Ibu ini dengan setia, tetap datang untuk berdoa. Akhirnya pemimpin gereja meralat keputusannya. Persekutuan doa itu dibuka kembali karena melihat teladan kesetiaan dari Ibu tua ini. Pada akhirnya umat yang lain mulai tergerak hatinya. Mereka mulai menyediakan waktu untuk hadir dalam persekutuan doa Rabu sore. Dalam waktu kurang lebih enam bulan sudah ada lebih dari seratus orang yang berdoa bersama-sama pada setiap hari Rabu sore. Tidak lama kemudian terjadilah kebangunan rohani besar dan berkat Tuhan dicurahkan secara luar biasa kepada umat di gereja tersebut. Bila ada satu orang saja, yang mau membayar harga dan memberi teladan untuk setia, maka itu sudah cukup bagi Tuhan untuk membawa gelombang kebangunan rohani yang dashyat. Pertanyaannya adalah, bagaimana kalau satu orang itu dimulai dari diri kita sendiri? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan roh doa-Mu, sehingga pada saat aku berdoa ada kuasa yang mengalir menjangkau banyak jiwa untuk datang pada-Mu. Amin. (Dod)
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Penjaga KuburDiambil dari: Matius 28:13 “Dan mereka menyuruh mengatakan begini: Murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kami sedang tidur.”Wonder Kids, Injil Matius menceritakan bahwa kubur Yesus dijaga. Ada penjaga-penjaga yang ditempatkan di sana. Mengapa? Karena para pemimpin agama takut kalau nanti ada orang yang mengambil tubuh Yesus lalu berkata bahwa Yesus sudah bangkit. Jadi kubur itu bukan hanya ditutup dengan batu besar, tetapi juga dijaga.Ini penting sekali, Wonder Kids. Sebab kalau memang ada penjaga di sana, maka cerita bahwa murid-murid Yesus diam-diam datang lalu mencuri tubuh-Nya jadi sangat lemah. Murid-murid pada waktu itu sedang takut dan bingung. Mereka bukan kelompok pemberani yang siap melawan penjaga dan membuka kubur yang tertutup rapat.Lalu sesudah kubur itu kosong, para pemimpin agama menyebarkan cerita bahwa murid-murid datang mencuri tubuh Yesus waktu para penjaga tidur. Tetapi pikirkan baik-baik, Wonder Kids. Kalau penjaganya tidur, bagaimana mereka tahu siapa yang mencuri? Dan kalau benar para penjaga tidur saat bertugas, itu justru menunjukkan mereka gagal total. Jadi cerita itu tidak kuat.Justru keberadaan para penjaga membuat kesaksian tentang kebangkitan Yesus makin kuat. Kubur itu dijaga, ditutup, dan tetap kosong. Artinya, bukan manusia yang diam-diam berhasil mengambil tubuh Yesus. Yang terjadi adalah kuasa Tuhan bekerja. Yesus bangkit dengan kemenangan.Kadang-kadang orang memang mencoba membuat alasan supaya tidak perlu percaya kepada kebangkitan. Mereka mencari cerita lain yang terdengar masuk akal. Tetapi semakin diperiksa, alasan-alasan itu tidak kokoh. Kebenaran tetap berdiri: Yesus sungguh mati, sungguh dikuburkan, dan sungguh bangkit.Wonder Kids, ini mengingatkan kita bahwa tidak ada penjaga, batu, atau rencana manusia yang bisa menghentikan kuasa Tuhan. Kalau Tuhan sudah menetapkan kemenangan Yesus, tidak ada yang bisa menahannya. Dan itu berarti kita juga boleh percaya bahwa Tuhan sanggup menolong kita, walaupun ada banyak hal yang tampaknya menghalangi.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena tidak ada penjaga atau rencana manusia yang bisa menghentikan kebangkitan-Mu. Tolong aku supaya tidak mudah percaya pada alasan-alasan yang salah, tetapi berdiri teguh pada firman-Mu yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kalau kubur yang dijaga pun tidak bisa menahan Yesus, maka tidak ada kuasa apa pun yang bisa menghentikan kemenangan-Nya. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 28 Agustus 2026Bacaan: "Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna." (1 Korintus 13:2) Renungan: Di negeri Tiongkok, ada seorang yang sangat kaya raya mempunyai seorang hamba yang sangat lugu, sehingga orang-orang menyebutnya si bodoh. Suatu hari, sang tuan meminta hambanya yang lugu ini, untuk menagih hutang kepada penduduk di suatu desa. Uang hasil tagihannya itu harus dibelikan sesuatu yang belum dimiliki oleh tuannya. Akhirnya berangkatlah hamba ini dan menagih hutang. Setelah semuanya selesai ia mulai berpikir apa yang harus dia beli untuk tuannya. Akhirnya, ia kembali ke desa itu dan membagi-bagikan uang itu kepada penduduk setempat sambil berkata, "Tuanku, memberikan uang ini kepada kalian." Para penduduk pun bergembira dan memuji kebaikan hati sang tuan tersebut. Kemudian pulanglah hamba yang lugu ini dan memberitahukan kepada tuannya bahwa tugas yang diberikan kepadanya selesai. Sang tuan hanya bisa menggelengkan kepala melihat kebodohan hambanya ini. Suatu ketika terjadilah kelaparan yang hebat. Karena bencana kelaparan tak kunjung selesai, akhirnya tuan ini mengalami kebangkrutan. Harta yang dimiliki dijualnya untuk biaya hidupnya. Pada akhirnya tuannya terpaksa mengungsi ke kampung sebelah bersama hambanya yang lugu tadi. Mereka disambut oleh penduduk setempat dengan ramah, diberi makan dan tumpangan. Tentu saja sang tuan bingung. Akhirnya si hamba bercerita bahwa mereka adalah masyarakat yang pernah ia berikan uang atas nama tuannya, pada saat tuannya menyuruhnya membelikan sesuatu yang belum dipunyainya. Menurut hambanya ini, yang belum dipunya sang tuan adalah cinta di hati masyarakat tersebut. Saat ini adalah saat tuannya tersebut menerima hasil dari cinta kasih yang dulu pernah ditaburkan oleh hambanya dalam bentuk pembagian uang tersebut. Apa yang kita lakukan saat ini, mungkin hasilnya tidak dapat kita rasakan dengan segera. Namun, satu hal yang harus kita tahu, Tuhan tidak pernah berhutang. Apapun yang pernah kita berikan kepada orang lain yang paling membutuhkan, sesungguhnya sedang kita berikan untuk Tuhan. Mari menabur dengan cinta untuk orang lain, karena suatu hari kelak, kita akan mendapatkan tuaiannya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah roh cinta kasih-Mu dalam diriku agar hatiku selalu peka melihat penderitaan orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Batu Penutup KuburDiambil dari: Markus 16:3–4 “Mereka berkata seorang kepada yang lain: ‘Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?' Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah batu itu sudah terguling. Batu itu memang sangat besar.”Wonder Kids, sesudah Tuhan Yesus mati dan dikuburkan, kubur-Nya ditutup dengan batu yang sangat besar. Bukan batu kecil yang gampang didorong, tetapi batu besar yang dipakai untuk menutup kubur dengan rapat. Jadi, kubur Yesus bukan tempat yang mudah dibuka atau dimasuki begitu saja.Perempuan-perempuan yang datang ke kubur pada pagi hari pertama juga tahu hal itu. Itulah sebabnya mereka bertanya, “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita?” Mereka sadar bahwa batu itu terlalu besar untuk mereka pindahkan sendiri. Jadi, mereka tidak datang dengan pikiran bahwa Yesus pasti sudah bangkit dan semuanya akan mudah. Mereka datang dengan pertanyaan yang nyata dan masuk akal.Lalu ketika mereka tiba, batu itu sudah terguling. Wah, ini sangat penting. Batu yang besar itu tidak bisa dianggap hal sepele. Kubur Yesus sungguh tertutup, dan itu membuat kesaksian tentang kubur kosong menjadi makin kuat. Kalau batunya kecil dan gampang dipindah, orang mungkin bisa membuat banyak alasan. Tetapi karena batunya besar, semua ini menjadi lebih jelas: Tuhan sungguh bekerja.Wonder Kids, batu itu juga mengingatkan kita pada banyak hal dalam hidup kita. Kadang-kadang kita merasa ada “batu besar” di depan kita. Mungkin itu masalah, ketakutan, kesedihan, rasa bersalah, atau sesuatu yang kelihatannya terlalu berat. Kita bisa bertanya seperti perempuan-perempuan itu, “Siapa yang akan memindahkan ini untukku?”Dan kabar baiknya adalah: apa yang terlalu berat bagi kita, tidak terlalu berat bagi Tuhan. Batu besar di depan kubur pun tidak bisa menghentikan rencana Allah. Jadi, saat hidup terasa tertutup dan buntu, kita bisa ingat bahwa Tuhan tetap berkuasa.Tetapi yang paling penting, batu yang terguling itu bukan sekadar tanda bahwa kubur bisa dibuka. Itu adalah tanda bahwa kematian tidak bisa menahan Yesus. Kubur tertutup pun tidak bisa mengurung Dia. Rencana Allah lebih besar dari batu mana pun.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan apakah ada “batu besar” dalam hidupmu hari ini, sesuatu yang terasa berat atau menakutkan. Bawalah itu kepada Tuhan dan katakan, “Tuhan, ini terlalu berat bagiku, tetapi tidak terlalu berat bagi-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena batu besar di kubur pun tidak bisa menghentikan kuasa-Mu. Saat hidupku terasa berat dan tertutup, tolong aku supaya percaya bahwa Engkau tetap bekerja. Ajarku berharap kepada-Mu dan tidak takut. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: batu yang besar sekalipun tidak bisa menghentikan kuasa Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Di episode kali ini, kita menyelami perjalanan dari founders AHA Commerce yang nekat bertahan 10 tahun tanpa profit sebelum akhirnya sukses mengelola dana marketing klien hingga triliunan rupiah. Mereka membagikan berbagai strategi e-commerce yang unik dan justru bertolak belakang dengan saran kebanyakan orang di luar sana, termasuk membongkar realita sebenarnya di balik tren live shopping.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 27 Agustus 2026Bacaan: "Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa." (1 Petrus 2:11) Renungan: Dalam perjalanan pulang dari pelayanan seumur hidup sebagai pewarta Injil di Afrika, sepasang suami istri yang sudah tua mendapati bahwa mereka berada dalam kapal yang sama dengan Presiden Teddy Roosevelt, yang sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah ekspedisi perburuan besar. Pasangan tersebut menyaksikan dengan takjub kemeriahan yang diberikan kepada Presiden dan rombongannya. Ketika kapal itu berlabuh di New York, sebuah band tengah menanti untuk menyambut dan sang walikota ada di sana untuk mengucapkan selamat datang kepadanya, dan berbagai surat kabar mengelu-elukan kepulangannya. Sementara itu, pasangan tua itu keluar diam-diam dari kapal dan menemukan sebuah apartemen murah. Mereka tidak memiliki uang pensiun, kesehatan mereka buruk, dan mereka merasa kecil hati dan takut. Si suami, khususnya, tampaknya tak habis pikir bagaimana sang Presiden menerima sorak-sorai seperti itu, sedangkan bertahun-tahun pelayanan mereka berlalu tanpa perhatian ataupun upah. Sambil tertunduk lesu, ia mengeluh pahit pada istrinya. "Tuhan memperlakukan kita dengan tidak adil," "Mengapa kamu tidak berdoa saja tentang hal itu?" istrinya memberi saran. Sang suami menuruti saran dari istrinya, dan mulailah dia berdoa mencari tahu, jawaban Tuhan. Tak berapa lama kemudian, si istri melihat perubahan dalam perilaku suaminya. Karena penasaran si istri segera bertanya kepada suaminya "Apa yang telah terjadi, sehingga sikapmu kini berubah menjadi penuh sukacita ?" Dengan tersenyum, suaminya menjawab, Aku bertanya kepada Tuhan mengapa kepulangan kita dari melayani Dia, tidak mendapat sambutan sama sekali, dan Tuhan telah memberi penjelasan kepadaku tentang hal ini, Tuhan meletakkan tanganNya di bahuku dan hanya berkata, "Karena engkau belum sampai di rumah!" Dunia ini bukanlah rumah kita, dunia ini bukanlah tempat tinggal kita, dan dunia ini bukanlah tempat perhentian kita. Dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara bagi kita, karena rumah dan tempat tinggal kita yang sesungguhnya adalah di surga. Jadi jangan pernah kecewa dan berputus asa, kalau mungkin saat ini kita belum mendapat penghargaan dan sorak sorai atas apa yang telah kita lakukan bagi Tuhan. Karena bila saatnya telah tiba, ketika kita berpulang ke surga, akan ada sorak sorai dan penyambutan yang sesungguhnya bagi setiap kita yang dikasihi Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kebesaran hati jika tidak ada orang yang memuji pelayanan ku. Jangan biarkan aku mencuri kemuliaan-Mu dengan mengharapkan pujian atas segala sesuatu yang kulakukan. Ajarilah aku rendah hati saat aku melayani-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 23 Agustus 2026Bacaan:"Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40) Renungan: Suatu ketika sepasang suami-istri pulang berpergian bersama. Mereka kemudian mampir ke sebuah toko roti. Sang suami mengambil roti kesukaannya, yaitu roti daging isi tiga. Sesudah membayar mereka segera melanjutkan perjalanan. Setibanya di lampu merah, sang istri melihat seorang anak kecil menghampiri mobil mereka dan berharap beberapa keping uang. Sang istri langsung menolaknya, namun tanpa ia perhatikan suaminya memotong roti isinya dan menyuruh istrinya memberikannya kepada gadis kecil tadi. Langsung saja sang istri berteriak memanggilnya dan anak itu kembali mendekatinya. Setelah di berikannya roti, anak kecil itu mengucapkan terimakasih dan berlalu. Namun, diam-diam ia masih memperhatikan suami istri tersebut. Ia menghampiri seorang ibu dengan pakaian lusuh dan memberikan setengah roti tersebut kepadanya, sambil menunjuk mobil yang ditumpangi suami istri tersebut. Saat akan melanjutkan perjalanan, suami istri tersebut melihat anak dan ibu tadi tersenyum ke arah mereka. Sebenarnya, berbagi kasih tidaklah terlalu sulit, cukup mulai dari apa yang kita punya, kita bisa membagi kasih itu. Tak perlu hal yang besar untuk membuat orang lain bahagia, cukup dengan hal yang sederhana namun disertai dengan ketulusan. Seperti firman Tuhan berkata, apa yang kau lakukan untuk saudaraku yang paling hina ini kamu sudah melakukannya juga untuk Aku. Jadi, dimanapun kita berada, di sekolah, di lingkungan kerja, di lingkungan pelayanan, bahkan dimanapun, mari mulai menjadi berkat untuk hal yang kecil, maka kita akan melihat orang lain bahagia dengan apa yang kita perbuat. Karena yang membuat kita menjadi orang hebat, bukan karena kita melakukan hal-hal yang besar dan luar biasa, namun yang menjadikan kita hebat adalah disaat kita melakukan hal-hal yang kecil, namun dengan Kasih yang Besar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah hatiku dengan belas kasih-Mu, sehingga aku selalu tergerak untuk menolong orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 21 Agustus 2026Bacaan: "Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!" (Yesaya 28:16) Renungan: Jean Henri Fabre adalah seorang ahli serangga dari Perancis. Saat berjalan-jalan di hutan, ia tertarik pada perilaku ulat-ulat bulu yang berjalan berurutan dalam sebuah barisan. Seekor ulat bulu berjalan mengikuti ulat bulu yang ada di depannya, demikian mereka terus berjalan beriringan. Mereka mengikuti secara persis ulat bulu yang ada di depan mereka, tidak menyimpang ke kanan ataupun ke kiri. Fabre lalu menangkap beberapa ulat bulu dan membawanya pulang. Di laboratoriumnya, ia mengatur ulat bulu itu membentuk lingkaran mengelilingi pot bunga. Ternyata ulat-ulat itu kemudian kembali berjalan beriringan mengitari pot bunga tanpa berhenti, seperti komidi putar. Meski ada makanan di tengah lingkaran, mereka tidak berusaha keluar dari lintasan itu untuk mengambil makanan yang ada di tengah-tengah mereka. Setiap ulat bulu itu hanya berjalan dan terus berjalan saja mengikuti jalur yang dilewati ulat bulu di depannya, tanpa tahu dan menyadari apa yang sedang mereka lakukan. Dalam hidup ini pun, tanpa sadar kita seringkali juga bersikap seperti para ulat bulu tadi. Seringkali kita hanya ikut-ikutan orang lain saja, tanpa menyadari apa yang sedang kita lakukan. Bila teman-teman kita ke diskotik, maka kita pun ke diskotik. Bila orang lain membeli mobil baru, maka kita pun harus ikut memiliki mobil baru. Bila orang lain menerobos lampu merah, maka kita pun ikut menerobos lampu merah. Kita melakukan suatu tindakan karena hal tersebut banyak dilakukan oleh orang lain. Kita mencari pekerjaan yang banyak dicari oleh kelompok mayoritas, tanpa mempertimbangkan bakat dan kompetensi kita. Seringkali kita hanya melakukan sesuatu yang umum dan tidak berani melakukan hal yang berbeda. Namun, seseorang justru berpesan kepada kita, "Jangan pergi mengikuti jejak orang lain, tapi pergilah ke tempat di mana tidak ada jejak dan tinggalkan jejak Anda di sana." Jadi, kalau benar-benar ingin mendapatkan hasil yang berbeda dari kebanyakan orang, hasil yang lebih besar dan lebih baik, kita harus mempunyai alasan dan prinsip yang teguh terhadap apa yang sedang kita lakukan. Jangan hanya melakukan sesuatu karena ikut-ikutan, namun mari melakukan sesuatu karena mempunyai alasan dan prinsip hidup yang jelas. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat agar aku dapat menemukan hal-hal baru yang dapat kulakukan untuk membawa kebaikan bagi orang-orang di sekitarku. Amin. (Dod)
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 323 (Kisah Rasul 2:29-40): Pada bagian terakhir Petrus memperkenalkan Daud sebagai nabi. Ini merupakan hal yang sangat dipahami oleh orang Yahudi. Mereka mengagumi Daud sebagai raja, mereka juga mengagumi Daud sebagai pemilik janji kerajaan dari Allah, dan mereka juga memperhatikan pengajaran Daud sebagai nabi. Nabi yang menubuatkan kedatangan Sang Mesias. Bukankah orang-orang Yahudi memiliki pengharapan besar tentang Sang Mesias?
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 14 Agustus 2026Bacaan: "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan." (Yeremia 17:7)Renungan: Bertahun-tahun yang silam ada seorang laki-laki muda yang bermaksud memulai bisnis kecil di Chicago. Bisnis yang akan dijalankannya adalah bisnis keju. Namun, bisnis tersebut ternyata terlilit utang yang sangat besar. Menanggapi kegagalannya itu, salah seorang temannya berkata, "Anda telah melakukan kesalahan. Anda tidak menyertakan Tuhan di dalam bisnis Anda. Anda tidak bekerja sama dengan-Nya." Laki-laki muda itu berpikir sejenak, "Benar juga, saya tidak menyertakan Tuhan di dalam bisnis ini padahal Tuhan sanggup memberkati pekerjaan saya dan Dia bisa melakukan mukjizat." Sejak saat itu laki-laki muda ini lalu menjadikan Tuhan sebagai " partner senior" di dalam bisnisnya. la mulai melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan-keputusan penting yang dia ambil, ia mulai bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan, setiap hendak melakukan keputusan-keputusan penting dan bisnis tersebut akhirnya benar-benar berkembang menjadi bisnis keju terbesar di dunia. Tahukah anda siapa nama laki-laki muda itu? Namanya adalah J. L. Kraft, yang dikenal sebagai pimpinan Perusahaan Keju Kraft! Siapa yang tidak kenal keju Kraft yang sering kita pakai ketika membuat kue atau dimakan dengan roti? Siapa yang akan kita cari dahulu ketika hendak membuka sebuah usaha atau memulai sebuah pekerjaan? Atau hendak membuat sebuah keputusan penting ? Kepada siapa kita meminta pendapat tentang rencana-rencana kita? Jika selama ini kita sering mengandalkan diri sendiri, mari mulai hari ini kita belajar untuk menjadikan Tuhan sebagai partner bisnis kita. Begitu banyak produk-produk terkenal di dunia ini yang ternyata pemiliknya adalah orang-orang yang menjadikan Tuhan sebagai teman kerja mereka. Mereka tidak bekerja sendiri tetapi mempunyai partner bisnis yang andal dan tidak tertandingi. Tidak heran bila mereka berhasil. Hari ini sudahkah kita meminta Tuhan untuk menjadi rekan kerja kita? Ingatlah, hubungan antar manusia mungkin memang pernah membantu kita melalui rintangan-rintangan besar, tapi tidak semuanya. Hanya hubungan dengan Tuhanlah yang dapat memungkinkan kita untuk melewati semua rintangan, dan menyelesaikannya dengan sempurna. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berkatilah usaha yang aku jalani saat ini. Kuserahkan semuanya dalam kuasa-Mu, sehingga Engkau yang memegang kendali atasnya. Amin. (Dod).
KATA PEMRED #64PinterPolitik.comKita mempercayai beberapa benda justru karena benda itu tidak bisa diajak bicara.Meteran air berdiri di depan rumah. Timbangan menunggu di pasar pagi. Jarum jam bergerak di stasiun tanpa peduli siapa yang berlari mengejar kereta. Kita menitipkan sebagian nasib kepada benda-benda itu bukan karena mereka baik hati. Mereka tidak punya hati sama sekali.Kalender masuk dalam kategori ini.
KATA PEMRED #61PinterPolitik.comRabu, 5 Agustus 2026. Lima kursi depan di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, terisi penuh. Jaksa Agung ST Burhanuddin. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Kepala Badan Intelijen Negara Herindra. Tuan rumahnya, Menko Polkam Jenderal Purnawirawan Djamari Chaniago.Seluruh otot penegakan hukum dan mata intelijen republik duduk mengelilingi satu meja. Mereka kemudian menemui wartawan. Agenda yang mereka jawab hari itu adalah sebuah video.Video itu beredar luas di TikTok dan Instagram sejak akhir Juli. Isinya potongan rekaman unjuk rasa, dijahit dengan narasi bahwa aksi besar akan pecah menjelang 17 Agustus. Djamari menjawabnya dengan tegas. Video itu tidak benar, katanya, hanya rekaman lama yang didaur ulang. Situasi dalam negeri, tambahnya, sangat mantap dan terkendali.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 5 Agustus 2026Bacaan: "Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu." (Filipi 1:3)Renungan: Ηanya dengan mengingat nama seseorang kita dapat memberikan beragam respons. Ada nama yang mungkin meninggalkan sakit hati, kebencian, kepahitan, atau rasa kecewa bagi kita. Namun, ada juga nama yang menghangatkan hati atau membawa sukacita bagi kita. Kesan-kesan itu tentunya tidak muncul tanpa alasan, melainkan berasal dari jejak-jejak yang mereka tinggalkan sebelumnya. Ketika Rasul Paulus mengingat jemaat di kota Filipi, hatinya dipenuhi syukur. Tiap kali ia berdoa bagi mereka, ia bersukacita. Ia juga sangat merindukan mereka. Alasannya ialah karena mereka memiliki persekutuan yang erat dalam Kristus sejak mereka mendengar Injil dan terus bertumbuh di dalamnya. Mereka juga tak henti-hentinya menunjukkan kasih dengan mendukung pelayanan Paulus, termasuk ketika ia dipenjarakan karena Kristus. Dukungan itu juga ditunjukkan dengan mengirimkan uang untuk mendukung pelayanan Paulus, bahkan mereka secara khusus mengutus Epafroditus untuk melayani keperluan Paulus. Tidak heran jika sang rasul berkata, "Kamu ada di dalam hatiku". Kira-kira, kesan apakah yang kita tinggalkan dalam kehidupan orang-orang? Apakah nama kita membangkitkan syukur dan sukacita di hati mereka? Ataukah sebaliknya? Selagi Tuhan memberi kita anugerah kehidupan, kita masih dapat melakukan berbagai perbuatan kasih, yang kelak akan meninggalkan jejak-jejak yang mendatangkan sukacita dalam hidup banyak orang. Seperti itulah seharusnya kehidupan yang dijalani oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kerima kasih karena Engkau telah memilih aku menjadi sahabat-Mu. Bantulah aku agar hidupku dapat menyerupai-Mu dalam berpikir, berkata-kata dan bertindak. Sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 3 Agustus 2026Bacaan: Aku tahu segala pekerjaanmu. Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!" (Wahyu 3:1)Renungan: Semua orang tentunya ingin memiliki reputasi yang baik. Reputasi atau nama baik ini tidak datang begitu saja, melainkan sebagai hasil perbuatan atau tindakan kita. Namun, banyak orang ingin dikenal dengan reputasi yang baik sekalipun sebenarnya hidup mereka berbeda dengan yang dicitrakan di depan orang lain. Mereka lebih khawatir tentang anggapan orang dibandingkan fakta yang sebenarnya. Bahkan ada tokoh publik yang membayar konsultan untuk melekatkan citra tertentu pada diri mereka. Berbagai lembaga atau perusahaan melakukan banyak cara, bahkan membayar biaya iklan yang mahal demi mendapatkan reputasi yang baik, tentunya dengan tujuan memperoleh untung yang lebih besar. Kita dapat menjalani hidup bersandiwara di hadapan manusia dengan hanya menampilkan hal-hal yang baik sambil menyembunyikan sifat buruk kita. Namun, semua ini tak dapat kita tutupi dari Allah Yang Maha Tahu. Pendapat-Nya tentang kitalah yang terpenting dan paling menentukan. Orang-orang menilai jemaat di Sardis sebagai gereja yang hidup. Namun, Tuhan menilai mereka sebagai gereja yang mati. Sekalipun mereka melakukan berbagai macam pelayanan, tetapi ternyata tak satu pun pekerjaan itu beres menurut Tuhan. Karenanya, Dia meminta mereka untuk bangun, serta menguatkan apa yang masih tersisa yang masih dapat diperjuangkan. Tuhan memperingatkan agar mereka bertobat serta kembali kepada firman yang telah mereka terima sebelumnya. Sehebat apa pun anggapan orang tentang diri, keluarga, karir, atau pelayanan kita, semuanya tak berarti jika Tuhan menilai sebaliknya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dalam berkata-kata dan bertindak, agar aku tetap ada di jalan-Mu sehingga orang bisa menilai aku baik sesuai dengan penilaian-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 2 Agustus 2026Bacaan: "Selama empat puluh tahun Engkau memberikan mereka makan di padang gurun. Mereka tidak berkekurangan, pakaian mereka tidak rusak, dan kaki mereka tidak bengkak." (Nehemia 9:21)Renungan: Brian sejak kecil diajarkan untuk mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan. Kondisi ekonomi orang tuanya yang terbatas membuat keluarga ini hanya bisa bergantung kepada Tuhan. Suatu ketika, saat tiba waktunya membayar uang sekolah, orang tua Brian belum memiliki cukup uang karena usaha penjualan kacamata sedang sepi. Namun, mereka yakin bahwa Tuhan akan menyediakan. Akhirnya, lewat pertemuan "tanpa sengaja" dengan seseorang, ada tiga kacamata yang laku. Uang hasil penjualan kacamata itu pun dipakai untuk membiayai uang sekolah yang Brian perlukan. Membaca kisah tersebut, mungkin ada orang tergoda menimpali, "Ah, itu kan hanya kebetulan." Memang kita tak bisa melarang orang berkomentar seperti itu, tetapi bagi kita yang percaya kepada Allah, sampai hari ini Allah masih bekerja secara ajaib dalam memelihara keperluan umat-Nya. Kisah-kisah yang tertulis di Alkitab tentang penyediaan dan pemeliharaan Allah, hingga janji berkat yang tertulis di sana, ditujukan agar setiap orang percaya senantiasa beriman akan pemeliharaan Allah. Tentu saja, meyakini pemeliharaan Allah tidak lantas meniadakan kewajiban kita untuk bekerja. Biasanya Allah memberkati umat-Nya lewat apa yang mereka kerjakan. Namun, bukan berarti kita hanya mengandalkan kekuatan, kemampuan, atau hasil dari pekerjaan kita. Allah, dengan cara-Nya yang ajaib, sanggup menyediakan dan memelihara kehidupan umat-Nya, seperti yang pernah Allah lakukan kepada bangsa Israel ketika mereka di padang gurun selama empat puluh tahun. Sudahkah kita percaya akan pemeliharaan-Nya? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas rahmat pemeliharaan yang Kau berikan padaku selama ini. Ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas pemeliharaan-Mu, sehingga dalam keadaan apapun aku tetap tenang karena aku tahu Engkau selalu ada bersamaku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 1 Agustus 2026Bacaan: "Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5)Renungan: Saat Yesus sedang mengajar di sebuah rumah di Kapernaum, datang kepada-Nya empat orang menggotong seorang yang lumpuh. Harapan dari orang-orang itu ialah kesembuhan bagi si lumpuh. Mereka pulang dengan harapan yang telah terpenuhkan. Yesus mengampuni dosa, lalu menyembuhkan kaki si lumpuh. Alkitab menuliskan ada satu hal terjadi sebelum kesembuhan dinyatakan. Satu hal yang Yesus lakukan sebelum Dia menyembuhkan si lumpuh. Yesus melihat iman mereka. Artinya, orang-orang itu memiliki iman yang dapat dilihat. Terlihatnya iman dikarenakan adanya perbuatan. Di rumah itu penuh berkerumun orang-orang, bahkan sampai depan pintu. Namun, kondisi itu tidak juga mengurungkan niat mereka untuk masuk. Saat tidak didapati juga jalan untuk masuk, mereka membuka atap rumah, lalu menurunkan si lumpuh. Sejauh itu mereka berbuat karena segenap hati percaya kepada Yesus. Pada kita ada juga harapan. Ada aspek-aspek kehidupan yang kita inginkan untuk Tuhan turun tangan, seperti keuangan, kesehatan atau hubungan rumah tangga. Pertanyaannya, apakah kita memiliki iman yang dapat dilihat? Dapatkah Tuhan menemukan perbuatan yang menunjukkan bahwa segenap hati kita percaya kepada-Nya? Tanpa perbuatan, hakikat iman adalah mati, atau dapat dikatakan, sama sekali tidak ada iman. Bagi kita yang rindu melihat harapan menjadi kenyataan, nyatakanlah iman kita! Berbuatlah sesuatu, jangan hanya berdiam! Cara paling sederhana kita memperlihatkan iman ialah tidak berhenti berdoa kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mempraktikkan imanku melalui perbuatan baikku. Sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 30 Juli 2026Bacaan: "Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan kokoh kedudukannya, ia membunuh semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel dengan pedang." (2 Tawarikh 21:4)Renungan: Abraham Lincoln, mantan Presiden Amerika Serikat, pernah berkata, "Bila Anda ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan." Pernyataan ini telah teruji kepada banyak orang dalam berbagai situasi. Bahwa banyak orang yang tadinya bersikap rendah hati, sederhana, dan tulus, tetapi berubah menjadi sombong, egois, dan serakah ketika mereka berkuasa. Kekuasaan menyingkapkan sifat asli mereka. Mereka menggunakannya sebagai alat untuk mengendalikan, bahkan menindas orang lain demi kepentingan sendiri. Sebagai anak sulung, Yoram mewarisi kerajaan Yehuda dari ayahnya. Sedangkan untuk adik-adiknya, sang ayah memberikan berbagai barang berharga, juga beberapa kota untuk mereka kuasai. Seiring waktu, ketika kedudukannya sebagai raja semakin kokoh, Yoram membunuh semua adik-adiknya, juga beberapa pembesar Israel. Ia memandang mereka sebagai ancaman yang harus ditumpas agar jabatannya tetap kokoh. Namun, ia hanya berkuasa delapan tahun dengan dua tahun penderitaan hebat karena sakit. Hukuman itu telah dinubuatkan Nabi Elia sebelumnya, tetapi Yoram mengabaikannya. la mati sebagai orang yang dibenci oleh rakyatnya sehingga ia bahkan tidak dikuburkan dalam pekuburan raja-raja. Sesungguhnya, kekuasaan itu ibarat sebuah pisau tajam. Sangat bermanfaat jika berada di tangan yang tepat, tetapi sangat berbahaya di tangan yang salah. Kekuasaan dapat digunakan untuk menyejahterakan atau menyengsarakan banyak orang. Dalam kapasitas yang beragam, kita semua memiliki kekuasaan. Kiranya kita mempergunakannya seturut kehendak Allah, demi kebaikan banyak orang. Karena sesungguhnya, Dialah pemilik kekuasaan sejati, termasuk atas hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati yang tulus agar saat Engkau memercayakan aku menjabat satu jabatan tertentu aku tetap rendah hati dan menjalankan tugas itu sesuai kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 28 Juli 2026Bacaan: “Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu.” (Amsal 3:29)Renungan: Daud dikejar-kejar oleh Raja Saul selama bertahun-tahun. Saul iri hati dan mau membunuh Daud. Suatu hari Tuhan memberi Daud kesempatan emas. Saul masuk ke gua untuk buang hajat dan ternyata itu gua yang sama tempat Daud dan pasukannya bersembunyi. Pasukan Daud berbisik, “Ini saatnya untuk membunuh dia sekarang!” Daud bisa saja merencanakan kejahatan. Dia punya alasan, "Saul musuhku. Dia yang lebih dahulu menyakiti aku!" Tapi apa yang Daud lakukan? Dia hanya memotong punca jubah Saul secara diam-diam. Dan setelah itu hatinya berdebar karena merasa bersalah. Daud berkata: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, orang yang diurapi TUHAN.” Daud punya kesempatan untuk membalas. Tapi dia memilih tidak merencanakan kejahatan terhadap "sesamanya" yang tinggal dengan tentram, bahkan terhadap orang yang membencinya. Penulis Amsal menulis ini bukan sekadar teori. Tetapi ini adalah praktik hidup. Ada 3 hal penting yang disampaikan dalam Amsal 3:29. Pertama, “Janganlah merencanakan kejahatan”. Kejahatan dimulai dari hati. Niat menjatuhkan, menyimpan bukti untuk menyerang, menyusun kata-kata untuk menyakiti. Kedua, “Terhadap sesamamu”. Sesama adalah orang yang Tuhan tempatkan dekat dengan kita yaitu keluarga, teman sekerja, teman sepelayanan dan tetangga. Mereka itu adalah orang-orang yang harusnya kita jaga dan lindungi. Ketiga, “Sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu”. Orang itu percaya dan tidak curiga terhadap kita. Tuhan mau kita menjadi tempat yang aman bagi sesama, bukan tempat yang menusuk dari belakang. Saat ini kita tidak memegang tombak seperti Saul. Tapi kita memegang HP dan mulut. Ternyata HP dan mulut mampu menusuk sampai kedalaman hati yang membuat hubungan kita dengan sesama menjadi rusak. Contohnya di media sosial, ada orang yang menyakiti kita, maka kita screenshot chatnya dan kita sebarluaskan agar dia dipermalukan. Di pekerjaan, ada rekan kerja yang membuat kita tidak nyaman, lalu kita memfitnah dan merancangkan yang buruk terhadapnya supaya ia disingkirkan dari tempat kita bekerja. Menjadi pengikut Yesus artinya memilih memberkati, bahkan ketika kita punya 1001 alasan dan kesempatan untuk melukai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seperti Daud, ajarilah aku menjaga hatiku. Ampunilah aku kalau ada rencana jahat atau kepahitan terhadap sesamaku. Berikan aku hati yang mau mengampuni dan tangan yang memberkati, sehingga hidupku bisa memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
8,178 students from Universitas Gadjah Mada (UGM) are currently taking part in a Community Service Program known as KKN. They've been spread across 298 locations in 32 provinces throughout Indonesia, in a program designed to show, in real terms, how universities play a direct role in community development. - Sebanyak 8.178 mahasiswa dari Universitas Gajah Mada saat ini sedang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata atau KKN. Mereka disebar di 298 unit lokasi di 32 provinsi seluruh Indonesia dalam program yang bertujuan untuk memberikan contoh nyata bagaimana perguruan tinggi berperan langsung dalam pembangunan masyarakat.Listen to SBS Indonesian on Mondays, Wednesdays, Fridays and Sundays at 3pm.Follow us on Facebook and Instagram, and subscribe to our podcasts. - Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
Pembawa Renungan : RP. Agus malo, CSSR SumbaMat. 13:24-30