POPULARITY
Categories
Pada 11 Maret 2011, pukul 14.46, bumi di lepas pantai Tohoku bergerak. Gempa M 9,1 memicu tsunami setinggi 40 meter yang menewaskan hampir 18.500 jiwa — lalu melumpuhkan tiga reaktor nuklir Fukushima Daiichi. Jepang, negara dengan sistem peringatan dini terbaik di dunia, tetap berduka. Di episode ini, Talk Disaster membedah mengapa — dan apa yang harus Indonesia pelajari sebelum giliran kita tiba.
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan ajudannya mengingatkan satu pola menarik dalam politik Indonesia: banyak ajudan justru melesat menjadi elite negara—dari Try Sutrisno, Budi Gunawan, hingga Teddy Indra Wijaya. Mengapa kedekatan dengan pusat kekuasaan kerap menjadi jalan sunyi menuju puncak politik?
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa seorang individu yang biasanya tenang bisa mendadak berubah menjadi agresif di tengah kerumunan, atau mengapa kita sering kali merasa terbebani untuk "ikut-ikutan" tren meskipun hati nurani berbisik sebaliknya? Psikologi Sosial hadir sebagai kacamata ajaib yang mampu menyingkap rahasia di balik perilaku keseharian yang sering kita anggap remeh. Ilmu ini bukan sekadar deretan teori kaku di ruang kelas, melainkan sebuah petualangan mendalam untuk memahami bagaimana kehadiran orang lain—baik secara nyata maupun sekadar bayangan dalam pikiran—memiliki kekuatan luar biasa untuk memahat pikiran, perasaan, dan setiap tindakan kita hingga ke inti yang paling personal. Di jantung ilmu ini, kita akan diajak menyaksikan sebuah tarian rumit antara keunikan karakter diri kita dengan situasi sosial yang mengepung kita setiap harinya. Kita akan belajar bagaimana otak kita bekerja dengan sangat cepat melalui "jalan pintas" mental untuk menilai orang lain, serta menyadari bahwa identitas kita sebenarnya adalah sebuah mosaik indah yang disusun oleh kelompok-kelompok tempat kita bernaung. Mempelajari Psikologi Sosial berarti kita mulai mengenali "arsitektur" tak kasat mata dari hubungan antarmanusia, mulai dari keajaiban empati yang mampu menyelamatkan nyawa hingga dinamika prasangka yang sering kali memisahkan kita, memberikan sebuah kejelasan di tengah dunia yang penuh dengan tekanan dan pengaruh sosial yang membingungkan. Pada akhirnya, mendengarkan gagasan-gagasan Psikologi Sosial bukan hanya tentang menambah tumpukan wawasan, melainkan tentang upaya merebut kembali kendali atas cara kita hidup dan berinteraksi dengan sesama. Dengan memahami pola-pola konformitas, kekuatan otoritas, hingga rahasia di balik daya tarik antarmanusia, kita bertransformasi dari sekadar "bidak" yang digerakkan oleh arus menjadi individu yang jauh lebih sadar, empati, dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Mari kita mulai menjelajahi narasi besar tentang kemanusiaan ini, karena dengan memahami mengapa kita bertindak sedemikian rupa, kita sebenarnya sedang membuka pintu untuk menciptakan hubungan yang lebih sehat, kepemimpinan yang lebih efektif, dan dunia yang jauh lebih harmonis bagi kita semua.
Terkadang salib menjadi hal yang biasa, kadang salib kehilangan makna. Terkadang sesuatu yang utama, menjadi biasa dikarenakan tidak diingatkan, direfleksi & direnungkan maknanya. Dalam seri ini kita akan belajar bagaimana kuasa di balik salib. Lalu mengapa salib? Mengapa Allah di dalam Yesus Kristus, memilih merangkul salib untuk kita semua? Mengapa tidak dengan cara yang lain? Sebab terkadang menurut kita salib adalah lambang kelemahan, kematian, sesuatu yang menjadi momok tidak baik, tetapi Yesus memilih mengambil jalan naik ke salib untuk kita semua. Lalu apa kuasa sebenarnya di balik salib? Simak dan temukan jawabannya dalam Seri 1 - Kuasa Salib | Ps. Charles Bessie, Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Two Indonesian government scholarship recipients studying at the University of Melbourne share their experiences choosing the LPDP program, their time in Australia, and their views on the post-study service obligation amid a viral controversy. - Dua penerima beasiswa LPDP yang sedang studi di University of Melbourne berbagi pengalaman memilih LPDP, menjalani studi di Australia, dan pandangan mereka soal sistem pengabdian pascastudi di tengah polemik yang viral.
OTT Bupati Pekalongan menyoroti masalah serius tata kelola anggaran di daerah. Mengapa kasus korupsi kepala daerah masih terus terjadi, dan apa dampaknya bagi pelayanan publik? Simak pembahasannya di episode ini.Talk: - Manajer Riset Forum Indonesia untuk Transparansi Anggara (FITRA), Badiul Hadi - Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch, Iskandar Sitorus
Dari ruang praktik hingga ruang kekuasaan, dokter Indonesia pernah menjadi arsitek bangsa, teknokrat, hingga diplomat. Namun, di balik legitimasi rasional dan etika profesi, mereka jarang mencapai puncak politik. Mengapa demikian?
Kalau iblis menyerang orang kristen, maka apa yang akan dia serang? Sebab iblis pasti akan menyerang & menganggu kita, bahkan dalam kehidupan kita selalu ada cobaan, gangguan, serangan yang kalau kita peka itulah salah satu cara iblis untuk menyerang kita. Lalu yang menjadi pertanyaannya, apa titik utama iblis menyerang kita orang kristen? Jawabannya ialah iman. Mengapa iman, sebab itu adalah pusat paling utama orang kristen yang selalu diuji setiap harinya, yang kalau tidak kita jaga baik-baik itu dapat mengganggu perjalanan kita dalam kekristenan dan dalam mengikut Allah. Seri kali ini kita akan belajar dalam sub tema: "Benih yang terpenting & terutama," menolong kita bahwa iman menjadi kunci utama kita dalam berjalan bersama Allah, sebab tanpa iman: seseorang akan cenderung berhenti dalam perjalanan kekristenannya. Lalu bagaimana agar menjaga iman kita tetap kuat & bertumbuh di musim seperti ini? Jawabannya ada dalam Seri 3 - Benih, Ps. Charles Bessie - Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Impor batu bara kokas dari AS dinilai sebagai langkah strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku vital demi memperkuat industri baja dan mempercepat transformasi industri nasional.
"Ya Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Mengapa Engkau terlalu jauh untuk menolongku, dan untuk mendengar kata-kata rintihanku? Ya Allahku, aku meratap sepanjang siang, tetapi Engkau tidak mendengar, dan semalaman aku tidak berhenti merayu" (Mazmur 22:1-2)
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Pemerintah diprotes habis-habisan karena menonaktifkan 13,5 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Seperti yang sudah-sudah, protes harus sampai viral dulu, baru pemerintah bergerak membenahi. Kepesertaan belasan juta warga itu akhirnya direaktivasi, tak lupa dengan memberi dalih soal pemutakhiran data nasional oleh Kementerian Sosial.Dampak buruk kekacauan ini ditanggung warga miskin yang harusnya dilindungi negara, dibayar lewat kepanikan ratusan pasien gagal ginjal yang tak dapat mengakses layanan cuci darah. Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menemukan setidaknya 150 kasus di berbagai daerah seperti Banten, Bekasi, Cirebon, Yogyakarta, Aceh, Kendari hingga Papua. Tercatat ada 200 ribu lebih pasien cuci darah berdasarkan data Kementerian Kesehatan, mayoritas bergantung pada skema PBI.Dampak nyata serupa juga dialami warga miskin lain yang sedang berjuang melawan penyakit-penyakit berat berbiaya mahal. Kasus tersebut seolah menguatkan pernyataan miris bahwa orang miskin dilarang sakit.Apa yang salah dari kasus BPJS kali ini? Mengapa persoalan klasik seperti pendataan tak kunjung ketemu solusi? Bagaimana mengurainya?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama Sekjen Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Peter Petrus Hariyanto dan Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar.
Konflik besar tidak pernah Meletus di Iran meski tensi geopolitik terus meningkat. Mengapa demikian?
Negara panen Rp300 T dari sawit ilegal & aset koruptor. Mengapa “uang panas” ini bisa buat LPDP dan program-program lain “menyala”?
Tragedi anak 10 tahun (YBR) tewas bunuh diri di Ngada, NTT sungguh menyayat hati. Dia putus asa karena ibunya tak mampu membelikan buku dan pena seharga Rp10 ribu. Belakangan terungkap keluarga YBR hidup miskin, tetapi tak mendapatkan bantuan sosial. Beasiswa Program Indonesia Pintar yang mestinya YBR terima pun tak bisa disalurkan karena alasan administrasi. Sementara, YBR harus membayar uang sekolah sebesar Rp1.220.000 per tahun, ibunya baru bisa mencicil Rp500.000. Setiap hari sepulang sekolah, guru selalu mengingatkan ke semua siswa yang masih kurang bayar soal kewajiban ini. Kematian YBR melukai rasa kemanusiaan. Tragedi tersebut mematahkan narasi "wah" pemerintah soal keberhasilan proyek beranggaran jumbo MBG, juga menumpulkan klaim soal angka kemiskinan turun. Masalah klasik soal akurasi data kemiskinan turut tersingkap. Luputnya keluarga YBR dari daftar penerima bantuan sosial menunjukkan bobroknya sistem pendataan di tingkat desa atau daerah (DTKS).Siapa saja yang harus bertanggung jawab atas tragedi ini? Mengapa sistem sosial dan pendidikan kita gagal mencegahnya? Pembenahan seperti apa yang harus segera dilakukan agar anak-anak rentan seperti YBR bisa mendapat perlindungan?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama Pemerhati Anak dan Pendidikan, Retno Listyarti.
Maraknya industri romansa dinilai mulai menjadi disrupsi ekonomi. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Mengadopsi mindset reporting yang benar berarti melakukan transformasi fundamental dalam cara kita memandang tugas administratif. Pelaporan tidak boleh lagi dianggap sekadar beban birokrasi atau ritual akhir bulan untuk menggugurkan kewajiban, melainkan harus dilihat sebagai instrumen komunikasi strategis yang vital. Seorang profesional dengan pola pikir ini memahami bahwa setiap laporan adalah kesempatan untuk menerjemahkan data mentah menjadi narasi yang bermakna, memberikan kejelasan di tengah kompleksitas operasional, dan mengubah aktivitas rutin menjadi nilai tambah bagi organisasi. Inti dari pelaporan yang efektif adalah jembatan yang dibangunnya antara eksekusi di lapangan dan pengambilan keputusan di tingkat manajerial. Laporan yang baik tidak hanya menyajikan "apa yang terjadi", tetapi juga menjawab "mengapa itu terjadi" dan "apa dampaknya", sehingga mengubah informasi pasif menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti (actionable insights). Dengan menyajikan fakta yang jujur, analisis risiko yang tajam, dan rekomendasi solusi, pelaporan menjadi alat navigasi utama yang memungkinkan para pemimpin untuk mengambil keputusan berbasis bukti, bukan sekadar asumsi atau firasat. Pada akhirnya, tujuan tertinggi dari mindset reporting adalah membangun budaya kepercayaan dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Transparansi dalam melaporkan kegagalan sama pentingnya dengan merayakan keberhasilan; hal ini menciptakan keamanan psikologis dan akuntabilitas yang sehat dalam tim. Ketika laporan digunakan sebagai alat pembelajaran (bukan alat penghukuman) dan sarana untuk memprediksi tren masa depan, organisasi tersebut tidak hanya menjadi lebih efisien, tetapi juga lebih tangguh dalam menghadapi perubahan zaman.
Mengapa margin bisnis sering kali menyusut tanpa disadari? Fokus yang berlebihan pada pendapatan (revenue) sering membuat para pemimpin perusahaan mengabaikan kebocoran strategis yang mengikis profitabilitas secara bertahap. Episode ini membedah tiga kesalahan strategis fundamental yang sering dilakukan oleh manajemen puncak dan memberikan panduan taktis untuk memitigasi risiko tersebut. Relevan bagi pemilik bisnis dan CEO yang ingin menjaga relevansi serta daya saing perusahaan di pasar yang dinamis.
Mengapa Aku Memilih Dakwah Salafiyyah? adalah tabligh akbar yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Muhammad Hisyam Thahiri dan diterjemahkan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah Hafidzahumullah pada Sabtu, 19 Sya’ban 1447 H / 7 Februari 2026 M. Tabligh Akbar Tentang Mengapa Aku Memilih Dakwah Salafiyyah? Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat Radhiyallahu ‘Anhum berada di atas petunjuk dan jalan yang […] Tulisan Mengapa Aku Memilih Dakwah Salafiyyah? ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 13 Februari 2026Bacaan: "Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya." (Kejadian 40:23)Renungan: Suatu kali seorang karyawan terlibat dalam sebuah proyek yang sangat sulit. Dengan tekun ia mengerjakan proyek itu, hingga akhirnya ia berhasil membawa divisinya memperoleh penghargaan. Sebagai tanda penghargaan, ia dijanjikan akan dikirim pelatihan ke Hong Kong. Namun hal itu tidak pernah terjadi. Setahun kemudian ia kembali terlibat dalam sebuah proyek berat. Sekali lagi ia berhasil memecahkannya. la kembali dijanjikan akan dikirim pelatihan ke luar negeri, kali ini ke Singapura. Namun hal serupa kembali terulang. la lagi-lagi tidak menerima penghargaan apapun atas usahanya. Namun karyawan tersebut tetap bekerja dengan setia. Empat tahun kemudian, ia dikirim ke Hong Kong, dan dua bulan kemudian Tuhan memberinya berkat sehingga ia dapat mengajak istrinya untuk menghabiskan liburan akhir tahun di Singapura. Saat Yusuf bisa menerangkan arti dari mimpi juru minuman, ia berpesan kepada orang itu agar mengingatnya dan menyampaikan perkaranya kepada Firaun agar ia bisa keluar dari penjara, tetapi juru minum malah melupakannya. Selama dua tahun, mungkin Yusuf bertanya-tanya, "Mengapa tidak ada pertolongan? Bagaimana keadaan orang yang sudah aku tolong itu? Apakah ia menyampaikan pesanku kepada raja?" Yusuf benar-benar merasa dilupakan, dan diperlakukan tidak adil. Beruntung, ia tidak putus asa dan tetap menaruh harapan kepada Allah. Dan yang terpenting adalah, ia tetap bekerja dengan baik. Yusuf sama sekali tidak mengurangi kualitas kerjanya selama di penjara. Sampai akhirnya, pertolongan dari Allah tiba, la bukan saja dibebaskan, tapi juga diangkat menjadi orang kepercayaan raja. Manusia bisa lupa, bisa lalai dan melupakan kita. Tidak peduli seberapa kecewanya kita terhadap orang tua, anak, sahabat, pimpinan dan rekan kerja, tapi jangan pernah tawar hati terhadap Allah. Dia tidak pernah melupakan jerih lelah kita. Dia selalu memperhitungkan pengorbanan kita. Dan yakinlah, Allah akan memberi upah tepat pada waktunya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena pernah tawar hati pada-Mu, padahal Engkau tidak pernah berbuat salah padaku. Hal ini diakibatkan karena perlakuan orang lain yang mengecewakanku. Amin. (Dod).
Apa yang membuat sebuah buku berusia ribuan tahun tetap relevan di era digital? Temukan rahasia mengapa Alkitab masih menjadi panduan hidup yang powerful dan bagaimana cara memulai perjalanan eksplorasi yang akan mengubah perspektif Anda tentang kehidupan
Apa yang membuat sebuah buku berusia ribuan tahun tetap relevan di era digital? Temukan rahasia mengapa Alkitab masih menjadi panduan hidup yang powerful dan bagaimana cara memulai perjalanan eksplorasi yang akan mengubah perspektif Anda tentang kehidupan
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 Februari 2026Bacaan: "Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang." (1 Korintus 1:26)Renungan: Ada seorang pemuda yang telah berumur masih terus mencari pasangan hidup yang ideal. Suatu hari, ia menemukannya. Si gadis cantik dan pintar namun ia tidak jadi menikahinya sebab gadis itu tidak bisa memasak! Lalu ia mencari lagi dan akhirnya menemukan gadis yang bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Bahkan si gadis pandai memasak. Ya, masakannya luar biasa lezat karena ia punya usaha restoran sendiri. Hebat bukan? Namun pemuda ini tak bisa menikahinya karena sang wanita tak pandai merawat diri. la tidak bisa make up sendiri, memakai pakaian pun tak pernah mengikuti mode dan tren yang ada. Jadi pemuda itu pun pergi meninggalkannya. la mencari lagi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai akhirnya menemukan seorang gadis yang menurutnya sangat sempurna. la begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, dan yang terpenting ia begitu cerdas. la sempurna! Tapi, pemuda ini tak bisa menikahinya. Mengapa? Sebab gadis ini sedang mencari pria yang sempurna ! Ada orang yang juga demikian, ia mencari perusahaan yang sempurna. la ingin punya pendapatan seperti yang diharapkan. la mau memiliki atasan dan teman kerja yang ideal, yang semuanya sesuai dengan kriterianya. Apa itu mungkin? Sepertinya tidak. Mengapa? Karena dunia penuh dengan kekurangan di sana-sini. Ketidaksesuaian yang ada sudah semestinya tidak membuat kita stress, namun menyikapinya dengan bijak. Misalnya, teman kerja yang tak bersahabat, yang tak sempurna dapat memacu kita untuk belajar memahami orang, belajar bersabar, dan seterusnya. Renungkanlah, Allah pun saat menerima kita, la tidak melihat dan tidak mencari kesempurnaan dalam diri kita, lalu mengapa kita malah menuntut agar orang di sekitar kita sempurna? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau menerima aku apa adanya. Ajarilah aku agar akupun dapat menerima keberadaan orang-orang di sekitarku apa adanya. Amin. (Dod).
Pesona Tiongkok dalam politik internasional dinilai bisa berdampak pada erosi hubungannya dengan Rusia. Mengapa demikian?
Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset mulai dibahas Komisi III DPR bersama Badan Keahlian DPR sejak pertengahan Januari lalu. RUU ini masuk prioritas legislasi nasional di 2026.Nasibnya terkatung-katung hampir dua dekade sejak diusulkan pada masa pemerintahan Presiden SBY. Desakan agar rancangan tersebut segera dibahas dan disahkan terus menguat, termasuk saat demo akbar Agustus 2025 lalu. Harapannya bisa menjadi terobosan dalam upaya pemberantasan korupsi.Urgensi ini menilik laporan pemulihan aset Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2020–2024 yang mencapai sekitar Rp2,5 triliun. Capaian yang sangat kecil dibanding kerugian negara yang pada 2024 saja ditaksir Rp45,7 triliun. Artinya, ada celah besar antara uang yang dirampas koruptor dengan nominal yang kembali ke kas publik.Di sisi lain, banyak catatan atas draf regulasi ini, misalnya, potensi penyalahgunaan wewenang, salah sita, alat represi politik, hingga rentan pelanggaran HAM. Berbagai catatan tersebut berulang kali muncul tanpa arah penyelesaian yang jelas.Mengapa begitu sulit mengegolkan RUU Perampasan Aset? Siapa saja yang bakal dirugikan jika skema perampasan aset disahkan? Apakah RUU ini layak didukung sebagai terobosan baru pemberantasan korupsi? Bagaimana peluangnya disahkan di 2026?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama eks-Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang.
Although we enjoy our own arts and culture, we often neglect to give serious attention to what we love. - Walau kita merasa senang akan seni budaya kita sendiri, namun sering kita tidak memberikan perhatian yang serius terhadap apa yang kita gemari itu.
Nearly half of Australia's LGBTIQ+ workers say they have faced discrimination and harassment in the past year. - Hampir setengah dari pekerja LGBTIQ+ di Australia mengatakan mereka telah menghadapi diskriminasi dan pelecehan dalam setahun terakhir.
Siapa sangka, salah satu akar masalah stunting bukan hanya soal makanan, tetapi juga ketimpangan peran gender di dalam keluarga. Di episode perdana Bincang Hutan 2026, kami mengajak Anda menyelami perjalanan CIFOR–ICRAF dalam mendukung program pemerintah daerah untuk memperkuat peran ayah dalam ketahanan pangan dan gizi keluarga. Salah satu praktik yang dibahas dalam episode ini berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui inisiatif GASELOR (Gerakan Ayah sebagai Konselor) Pangan dan Gizi. Melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan pemuka agama, GASELOR mendorong praktik pengasuhan yang lebih setara—menegaskan bahwa peran ayah sangat menentukan tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga. Pendekatan ini dilakukan lewat pelatihan, pendampingan, serta penyusunan bersama panduan praktis yang kontekstual. Bagaimana mengubah cara pandang dan perilaku di tengah masyarakat yang patriarkis? Simak perbincangan inspiratif bersama Pak Jusuf Amnifu dan Laeli Sukmahayani, hanya di Bincang Hutan.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?" (2 Samuel 16:10) Renungan: Truk sampah adalah truk yang digunakan untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat sampah di pinggiran jalan raya menuju Tempat Pembuangan Akhir. Truk sampah selalu menebarkan aroma tak sedap di sepanjang jalan yang dia lalui. Kadang-kadang, kalau terlalu penuh dan pekerja pemungut sampahnya bekerja seenaknya, maka beberapa sampah, khususnya sampah plastik berjatuhan bahkan beterbangan ke mana-mana. Sehingga, aroma tak sedap itu tidak mudah berlalu dari tempat di mana sampah itu jatuh, sekalipun truk sampah itu sudah berlalu. Semakin penuh truk itu dengan sampah, semakin mudah sampah-sampah itu beterbangan. Kita bisa belajar sesuatu dari truk sampah. Karena diisi bahkan dipenuhi oleh sampah, maka ke manapun truk itu berada, hanya aroma tak sedap yang dia sebarkan, bahkan kadang sebagian sampah yang dia sebarkan. Di pihak lain, tidak mungkin ada orang yang mau terus menampung bau tak sedap atau menerima sampah tersebut. Demikian juga di dalam kehidupan kita, banyak orang yang hidupnya diisi bahkan dipenuhi dengan "sampah". Sehingga, ke manapun dia berada, baunya hanya bau "sampah". "Sampah-sampah" itu adalah kekuatiran, kegelisahan, kekecewaan, frustasi, kemarahan, kebencian dan dendam. "Sampah" itu tidak mungkin disembunyikan dan semakin banyak dia menampung "sampalı", maka dia semakin cepat membutuhkan tempat untuk membuangnya. Oleh sebab itu, tidak heran kalau di jalan-jalan, "sampah-sampah" itu bisa beterbangan dalam bentuk caci-maki, pertengkaran, dan perbuatan buruk lainnya. Kadang kitalah yang menjadi tempat pembuangan sampah-sampah itu. Hanya karena motor yang kita kendarai hampir menabrak mobilnya yang tiba-tiba mengambil jalur kita, dia marah dan mengeluarkan caci-maki yang sulit dihentikan. Seorang ibu pun bisa marah-marah kepada sopir angkot karena uang kembaliannya kurang lima ratus rupiah. Bahkan tanpa sebab seorang penyeberang jalan juga bisa marah-marah kepada kita sekalipun dia yang seenaknya menyeberang jalan. Tetapi, sebagaimana orang tidak mau menerima sampah, demikian juga seharusnya kita tidak perlu menerima caci-maki dan kemarahan itu di dalam hati kita. Jika kita menerimanya, maka lambat atau cepat kita juga akan membuang caci-maki dan kemarahan kepada orang lain. Dalam hal ini, Daud memberikan teladannya kepada kita. Ketika Simei mengutukinya, Daud berkata, "Biarkanlah dia dan biarkanlah ia mengutuk...." Sedangkan Abisai malah bereaksi keras, "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkan aku menyeberang dan memenggal kepalanya." Menarik sekali sikap Daud, dia, tidak menyimpan perkataan kutuk itu di dalam hatinya, tetapi dia mengharapkan sesuatu yang baik dari Tuhan untuk menggantikan perkataan kutuk tersebut. Cara seperti itu sedikit banyak menolongnya untuk sanggup melanjutkan perjalanan yang penuh perjuangan itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang mampu menolak perkataan dan tindakan yang menyakitkan dan menerima yang baik dan membangun. Amin. (Dod).
Dua bulan pascabencana Sumatra, ratusan korban belum ditemukan dan pemulihan berjalan lamban. Ratusan ribu warga terpaksa bertahan di tenda pengungsian, lantaran hunian sementara (huntara) yang siap ditempati belum mencapai 1.000 unit. Mengapa proses penanganan dan pemulihan tersendat? Bagaimana kinerja Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang dibentuk Presiden Prabowo?Di sisi lain, negara mulai mengejar pertanggungjawaban korporasi yang merusak lingkungan, bagian dari penyebab bencana ekologis Sumatra. Enam perusahaan digugat dengan nilai Rp4,8 triliun, dan 28 izin usaha dicabut, termasuk PT Toba Pulp Lestari. Padahal, desakan pencabutan izin sudah disuarakan selama puluhan tahun oleh masyarakat adat dan pegiat lingkungan. Apakah upaya penindakan dan langkah hukum ini cukup?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Dr. Avianto Amri, ST, MRes dan Kepala Divisi Kampanye Eksekutif Nasional WALHI Uli Arta Siagian.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Sadarkah kalau pembunuh senyap adalah di piring kita sehari - hari? Ilmuwan Nutrisi, Biomedical, dan Makanan, Felix Zulhendri mengupas tuntas isi perut orang Indonesia. Mengapa banyak yang cuci darah di usia muda? Apa hubungannya antara gula dengan demensia?#cauldroncontent #andinieffendi #uncensoredwithandinieffendi #podcastindonesia #felixzulhendri #ultraprocessedfoods #rokok #edukasikesehatan #politics #darkside #kesehatan —Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya. ୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧ ☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆ https://www.instagram.com/cauldroncontent/ https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw ☆ Dengarkan juga podcast kami ☆ https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34 https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280 ☆ Host Andini Effendi ☆ https://www.instagram.com/andinieffendi/ ☆ Felix Zulhendri ☆ https://www.instagram.com/felix.zulhendri.phd/ ☆ Wardrobe by loveandflair ☆ https://www.instagram.com/loveandflair/ ☆ Location at Addition living ☆ https://www.instagram.com/addition.living/ —Time stamp 00.0005.15 Usia muda sudah cuci darah 08.10 Vape lebih berbahaya daripada rokok 09.25 Kerupuk = gula yang digoreng 16.26 Kolesterol bukan sumber utama penyakit jantung 19.27 Alasan gorengan bikin nagih 25.05 Makanan penyebab ADHD dan emosi 30.30 Manfaat lebah yang jarang diketahui 38.40 Madu dipasaran itu gula? 44.59 Teknik rokok dipakai untuk membuat makanan adiktif 48.15 Kepentingan publik kalah oleh kepentingan perusahaan
Wacana penempatan Polri di bawah kementerian kembali menguat dan menuai penolakan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menyatakan keberatannya, sementara perdebatan publik terus bergulir.Dalam wawancara Radio Elshinta edisi pagi (27 Januari 2026), Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr. Chairul Huda mengulas persoalan ini dari sisi konstitusional dan historis. Ia menegaskan bahwa Polri sejak awal ditempatkan langsung di bawah Presiden untuk menjaga netralitas dan independensi penegakan hukum.Apa risiko jika Polri berada di bawah kementerian? Mengapa persoalan utama Polri justru ada pada kultur dan pengawasan, bukan struktur kelembagaan? Simak analisis lengkapnya hanya di Radio Elshinta.
Nearly one-thousand people have been recognised for a lifetime of dedication and service in their fields. - Hampir seribu orang telah diakui atas dedikasi dan pengabdian seumur hidup mereka di bidangnya.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Febri dan Rea dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 6: 12b-15.17-19; Mazmur tg 24: 7.8.9.10; Markus 3: 31-35.BERSUKA CITALAH,TUHAN ADA! Renungan kita hari ini bertema: Bersuka Citalah, TuhanAda! Orang-orang beriman berkeyaninan bahwa Tuhan ada. Tuhan juga bekerja untukmelindungi, memelihara dan menyelamatkan umat manusia. Bukti-bukti bahwa Tuhanitu ada dan senantiasa bekerja untuk kita tak diragukan lagi, yaitu di dalamkitab suci dengan semua narasi dan penjelasannya. Orang-orang beriman perluselalu membaca dan merenungkan kitab suci agar mereka semakin beriman bahwaTuhan ada dan tetap bekerja. Pengakuan bahwa Tuhan ada, selain melalui membaca danmendengar firman Tuhan, ada banyak cara lain yang dipakai oleh orang-orangberiman. Salah satunya ialah dengan hidup di dalam suka cita. Meskipun kitatidak luput dari dosa dan penderitaan hidup, suka cita selalu menjadi kekuatanyang sangat kita perlukan. Pada hari ini kita diajarkan untuk memperkuat danmenambah suka cita kita. Mengapa? Karena sering suka cita kita cepat berlalu pergi, terbangbersama angin, hilang ditelan musim. Bila pekerjaan dan kesibukan menumpuk,suka cita hilang. Bila jatuh sakit dan menemukan kesulitan, suka cita menjauhdari kita. Bila tersaingi dalam mengejar rezeki, prestasi, dan kemajuan sukacita sepertinya susah dihadirkan. Bila datang kegagalan, suka cita menghilangentah ke mana perginya. Daud yang sudah memasuki kota suci, kini bersama seluruhumat membawa masuk tabut Tuhan ke kota itu. Sambutan gembira Daud dan rakyatnyatentu luar biasa. Semua unsur dan elemen untuk pesta raya lengkap. Sukacitamereka penuh. Semua bersuka cita karena Tuhan ada bersama mereka. Yesus Kristusmeyakinkan kita bahwa Ia bersama dengan kita. Ia meyakinkan kita bahwa firmanyang Ia sampaikan itu masuk ke dalam diri setiap orang yang mendengarnya. Danketika dilaksanakan di dalam hidup mereka, suka cita tumbuh sehat danberkembang di dalam mereka. Firman itu adalah pribadi Tuhan sendiri, demikian katapenginjil Yohanes. Dia masuk dan tinggal di dalam kita, lalu merangkul danmenyatukan kita semua sebagai saudara dan saudari di dalam Yesus Kristus. Disini letak suka cita yang besar karena kita semua bersatu sebagai satu umat.Sebaliknya perpecahan, terkotak-kotak, dan klaim bahwa kelompok yang satu lebihbaik dan istimewa daripada kelompok lain, itu kehilangan nilai suka citanya. Satu pengalaman yang selalu memperkuat suka cita kitaialah Ekaristi. Kita menerima Firman melalui bacaan-bacaan dan renungan, yangmemuncak dalam Komuni Kudus di mana Firman tadi menjadi daging untuk santapankita. Pada saat itu suka cita kita menjadi penuh. Jadi kalau ingin memenuhidiri dengan suka cita Tuhan, datang ke Ekaristi. Tak ada cara yang lain. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa maha murah,semoga kami diberkati dengan suka cita yang penuh dengan selalu merayakanEkaristi di dalam Gereja-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...
Investasi franchise sering kali dianggap sebagai jalur aman berbisnis, namun realitas di lapangan menunjukkan hasil yang beragam. Episode ini membahas anatomi keberhasilan dan kegagalan franchise di Indonesia secara objektif.Kami membongkar alasan di balik keuntungan eksponensial beberapa merek, sekaligus mengidentifikasi titik lemah yang sering membuat mitra merugi. Simak panduan lengkap dan checklist persiapan sebelum Anda mengambil keputusan investasi besar. Relevan untuk pengusaha pemula dan profesional yang ingin beralih ke dunia bisnis.
Untuk kesekian kalinya pemerintah berupaya melibatkan TNI dalam pemberantasan terorisme. Dalam draf Perpres yang beredar di publik, kewenangan militer disebutkan melingkupi tiga aspek: penangkalan, penindakan, dan pemulihan. Padahal, sejumlah aspek ini menjadi ranah kementerian dan lembaga lain, seperti Badan Intelijen Negara, Densus 88 Antiteror, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Agama, dan instansi terkait lainnya.Tak cuma itu, pencegahan terorisme mestinya bukan diatur melalui perpres, melainkan peraturan pemerintah, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.Berulang kali gagasan pelibatan TNI dalam penanganan terorisme didorong, berulang kali pula ditolak banyak kalangan karena mengancam HAM dan supremasi sipil. Mengapa pemerintah getol mendorong hal ini? Apa saja bahayanya jika militer cawe-cawe dalam penanganan terorisme?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) 2011-2013 Soleman B. Ponto dan Wakil Direktur Imparsial Husein Ahmad.
Bismillah,1975. MENGAPA ANDA MERASA AMAN DARI AZAB ALLAH ﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. At-Tur: 25-28Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَآءَلُونَ25. Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya.قَالُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِىٓ أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ26. Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)".فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ27. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ28. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.(QS. At-Tur: 25-28)
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Samuel 18: 6-9; 19: 1-7; Mazmur tg 56: 2-3.9-10a.10b-11.12-13; Markus 3: 7-12.PEMENANG TETAP RENDAH HATI Renungan kita pada hari ini bertema: Pemenang Tetap RendahHati. Seorang perawat di rumah sakit bekerja dengan sangat baik—pasien merasatertolong, keluarga pasien berterima kasih, bahkan rekan kerja memujinya. Namunia tidak sibuk mencari pujian atau membandingkan dirinya dengan orang lain. Iatetap datang tepat waktu, tetap menolong dengan sabar, tetap sopan kepadapetugas kebersihan, satpam, dan siapa pun. Ketika ada yang iri atau bersikaptidak adil kepadanya, ia memilih tetap bekerja benar dan menyerahkan hasilnyakepada Tuhan. Ini merupakan contoh nyata seorang pemenang tetap rendah hati. Dalam kisah Raja Daud, kita melihat sebuah kemenangan yangtidak melahirkan kesombongan. Daud berhasil mengalahkan musuh dan membawasukacita bagi bangsa, namun justru di saat itulah ancaman muncul dari dalam:Raja Saul mulai merasa terancam dan merencanakan pembunuhan terhadap “rajabaru” yang sedang dipersiapkan Tuhan. Secara manusiawi, Daud punya alasan untuk membalas,mempertahankan diri dengan cara keras, atau menunjukkan kuasa. Tetapi Daudmemilih jalan yang lebih dalam: ia tetap merendah, tidak membesar-besarkandiri, dan tidak menyepelekan orang lain, bahkan terhadap Saul yang melukaihatinya. Ia tetap menganggap Saul sebagai yang diurapi Tuhan. Kerendahan hati Daud bukan kelemahan, melainkan kekuatanrohani yang lahir dari kesadaran bahwa hidupnya bukan miliknya sendiri. Daudtahu, keberhasilan dalam perang bukan semata karena strategi atau kehebatannya,tetapi karena Tuhan yang memegang kendali. Ia tidak menjadikan kemenangansebagai panggung untuk meninggikan diri, melainkan sebagai kesempatan untuksemakin bergantung kepada Allah. Ketika seseorang yakin bahwa Tuhanlah sumberkemenangan, maka ia tidak akan merasa perlu merendahkan orang lain agar dirinyatampak lebih tinggi. Sikap ini makin terang ketika kita memandang Yesus Kristus.Dalam Injil, roh-roh jahat mengenali dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah.Namun Yesus justru menegur mereka agar tidak menyebarkan berita itu. Mengapa?Karena pengakuan tentang diri-Nya harus dinyatakan pada saat dan tempat yangtepat, sesuai rencana keselamatan dari Bapa. Yesus tidak mengejar popularitas,tidak membangun pengaruh dengan sensasi, dan tidak mencari pengakuan dari suarayang salah. Ia menunjukkan bahwa kebenaran tidak perlu dipaksakan lewatkemegahan, tetapi harus lahir dari kehendak Allah yang teratur dan penuhhikmat. Yesus kemudian terus berkeliling untuk bekerja tanpa henti,mewujudkan tugas-tugas yang berasal dari Bapa: mewartakan Kerajaan Allah,menyembuhkan, membebaskan, dan membangun iman. Ia tidak berhenti hanya karenatelah dikenal, dipuji, atau diakui. Ia tetap berjalan dalam kerendahan hati,karena fokus-Nya bukan prestasi pribadi, melainkan kehendak Bapa. Inilahpelajaran rohani berharga: bekerja dengan rendah hati berarti tetap setia padamisi, bukan menjaga citra, bukan mengejar keunggulan, bukan mencari tepuktangan manusia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan Yesus, semoga ajaran cinta kasihdari-Mu selalu menerangi dan menuntun kami untuk bersikap rendah hati di dalamkata dan tindakan kami. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …
Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:https://www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes------------------Mengupas cerita di balik layar Danantara langsung bersama sang CIO, Pandu SjahrirPercakapan yang diramu untuk menjawab rasa penasaran kita semua: Apa sebenernya yang dilakukan Danantara? Mengapa penting? Bagaimana ejawantah ide dan gagasan yang dibawa? Siapa saja orang-orang di baliknya?#Endgame #GitaWirjawan #PanduSjahrirTopik selengkapnya:00:00 - Intro01:08 - Masuk ke ‘kampus militer'-nya ekonomi05:36 - Pentingya berjejaring08:35 - 5 nilai yang diajarkan orang tua Pandu13:31 - Danantara17:28 - Yang dicari dari investasi23:05 - Passion Pandu sesungguhnya: Pendidikan dan Guru27:06 - Patahkan mitos tentang Danantara38:27 - Korupsi43:19 - Ketahanan Pangan46:51 - Ketahanan Energi54:02 - Kenapa investasi asing itu penting1:04:46 - Harus lihat 50—100 tahun ke depan1:11:25 - Narasi dari Asia Tenggara1:17:03 - Waste to Energy------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/Ss6ud71pmvQ?si=4fgqA2LlfICPLpArhttps://youtu.be/lpQrUTWXHZU?si=1gpeWZBUH6lydFeYhttps://youtu.be/Ne6hcWoWzDo?si=bvlj1YiMlSWqDL-g------------------
Pembawa Renungan : F.X Warindrayana, S.T.B Y - Yogyakarta Mrk. 2:18-22.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 19 Januari 2026Bacaan: "Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan "Tuhan setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Lukas 19:8)Renungan: Ketika merayakan ulang tahun, selalu ada momen tiup lilin. Di momen tiup lilin inilah biasanya ada sedikit masalah: bingung cari korek api. Hal ini sering terjadi ketika yang hadir tidak ada yang merokok. Beda cerita kalau perayaan tersebut dihadiri oleh perokok, tentu saja sangat mudah mendapatkan korek api. Kita tidak mungkin bisa memberikan apa yang tidak kita punya. Jika Anda minta korek api kepada saya, jelas saya sulit untuk memberikannya. Bukan karena saya pelit, tapi karena saya memang tidak merokok. Sebaliknya, jika Anda memintanya kepada perokok, dengan mudah Anda mendapatkannya. Mengapa? Karena setiap saat mereka membawanya! Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang menarik pajak lebih dari jumlah yang seharusnya. Suka memeras dan bertindak semena-mena terhadap rakyat. Sulit bagi Zakheus untuk berbuat baik kepada orang lain. Tapi begitu berjumpa dengan Yesus dan mengalami kasih-Nya, tiba-tiba saja Zakheus jadi murah hati. la membagi-bagikan uangnya kepada orang miskin. la mengembalikan uang berkali-kali lipat kepada orang yang telah ia peras. Bagaimana mungkin tiba-tiba Zakheus jadi murah hati? Sebenarnya ini bukan terjadi secara tiba-tiba, sebab sebelumnya Zakheus lebih dulu menerima kemurahan hati Tuhan. la menerima kasih, sebab itu ia bisa memberikan kasih itu kepada orang lain. Kisah tersebut di atas mungkin bisa menjawab pertanyaan, "Mengapa saya sulit mengasihi? Mengapa saya tidak bisa mengampuni?" Bukan karena kita memiliki watak keras. Bukan karena kita pendendam. Bukan juga karena kesalahan orang tersebut sangatlah besar. Tapi jawabannya adalah karena kita tidak mengalami kasih Allah. Kita tidak mungkin memberi dari sesuatu yang tidak kita punya. Kita tidak mungkin bisa mengasihi orang lain selama kita sendiri belum mengalami kasih Tuhan. Kita sulit mengampuni karena kita belum membuka hati untuk menerima pengampunan Tuhan. Begitu kita mengalami kasih Tuhan, mengasihi dan mengampuni bukan lagi menjadi sebuah kemustahilan, bahkan tidak lagi menjadi hal yang sulit bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, hati yang mau mengampuni, mengasihi dan menerima setiap orang apa adanya sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).
The Australian New Year's resolution phenomenon often ends in failure in no time, as revealed by the latest research from MyFitnessPal. - Fenomena resolusi tahun baru di Australia sering kali berakhir dengan kegagalan dalam waktu singkat, sebagaimana diungkapkan oleh riset terbaru dari MyFitnessPal.
Having not lived in their homeland for decades, Indonesian diaspora shares the reasons behind their decision to change—or keep—their citizenship status. - Telah puluhan tahun tidak lagi tinggal di tanah air, diaspora Indonesia menceritakan alasan di balik keputusan mereka dalam memilih status kewarganegaraannya.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 289 (Matius 22:34-40): Orang-orang Farisi berkumpul dan seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus. Ini ditulis Matius di tengah-tengah tanya jawab Yesus dengan orang-orang yang ingin menjebak Dia. Tetapi kemungkinan orang ini bukan ingin menjebak Yesus. Mengapa tidak?
Sorotan publik terhadap kerusakan lingkungan di Sumatera semakin deras setelah terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Mengapa ini momentum ‘Green Leviathan' untuk Prabowo?
MISTERI RATAP TANGIS DI RAMA - Mengapa Rahel menangisi anak-anaknya? Ada apa dengan Yeremia & Yesus?KONVENSI INJIL INTERNASIONAL 2025Rabu-Minggu, 1-5 Okt 2025 - RMCI Kemayoran, Jakarta PusatApakah HARI NATAL selalu identik dengan kabar SUKACITA? Mengapa ada TANGISAN RAHEL dalam konteks KELAHIRAN YESUS? Apa hubungan antara RAHEL, YEREMIA, dan YESUS? Mari temukan jawabannya dalam khotbah kali ini.
Baca buku saya, 'What It Takes: Southeast Asia', sekarang di:https://sgpp.me/what-it-takes-ytatau di Periplus: https://sgpp.me/what-it-takes-periplus------------Ini adalah kali pertama Rocky Gerung, Tom Lembong, dan Gita Wirjawan berada dalam satu panggung. Membahas konsep dan praktik meritokrasi, refleksinya dari paradoks meritokrasi di Tiongkok (sebagai sebuah negara autokrasi), serta pengejawantahannya di awal sejarah Indonesia sebagai sebuah negara-bangsa.Topik selengkapnya:00:00 - Intro01:09 - Meritokrasi di negara otokrasi07:54 - Bisakah meritokrasi dikendalikan medioker?15:59 - Mengapa muncul gejala federalisme?25:42 - Mitos rakyat Indonesia tidak pintar32:52 - Debat Gita-Rocky42:11 - Autokrasi tanda negara sekarat47:15 - Suburkan dialektika dalam kurikulum publik52:40 - Tuhan berjenakaDirekam 20 September 2025; bagian dari Endgame Town Hall 2025.#RockyGerung #TomLembong #GitaWirjawan-----------------Tonton juga episode Rocky Gerung sebelumnya di Endgame:https://youtu.be/3Zsw5RTbQi0?si=8RtOeDgdMyZYBEZthttps://youtu.be/LsmfczRIXT8?si=tsJyA757pSVClPsqhttps://youtu.be/BSwlImumegY?si=bUfMpiailYrrxlSF------------------Special thanks to our ‘Future Narrators' channel members:Mariko Yoshihara, Yemotto IBRAHIM, hobi kluyuran, Fajar Prasetyo, Dyah Firgiani, keetkaat, Excel-lent, Arie Gunardi, Yayi Trisnawati D, Teddy Chow, Wwertyssnb, Crispy_Cracker58, Priyanithi Dharsania Negara, Widi Aphrian, hndraable, hendro trihatmojo, QunÔºáan Syukrilah, azam adnani, Charles Andrew Tang, Ariyo Arinsa Putra, Reda Bellarbi, Jaz Simbolon, Muhammad Ismail Mubarak, Wahyu Jaka, Stefanus B. W., KATE WOLSKA, pixelcadet, Itje Chodidjah, Geralt Fajar Bukan, Jack Duan, Lucy March, auliaali05, Anggun Noventina, Irawan Purwono, Krishna Putra, Agnes Pranindita, Darso Arafa, nazaruddin nasir, 747sgw, benget yakub, Patricia S, ferra febrianti, De Guda Kessa, Gusko Adnyana, mjk939, Jerry Budiman, Mawan Darmawan, Muhammad Naufal, diah anggraini, Ainur Rofiq, Adrian Baskoro, Bambang Haryanto, Ezwan Zakaria, Marilyn C, Kianti Darusman, Revolution R, Joanna FKG, Susanto Uno, Taswin Munier, M Firaldi Akbar Zulkarnain, Super „Buupy Pub” Bondon, Ferdy Reza, Elnasdi Moda, Hendry Ahen, Aria Widyanto, Ayu Arman, Ilham R, Haju Ara Podcast, Meilisva AA Taniel, Flores Exotic Tours, nonik martyastuti, Niki S, Anita Amalia, hardianiati, Maya, Dewi Risnawati, birgietta katherine, Derry Harnanda, Aleyandra Rizka Amalia, Ridwan Sakidja, Rita Sahara, Sanityas Prawatyani, Teddy Sutendi, erna girirachman, Alvin Rivaldi, Ronny Wijaya, Sam K Nugraha, Arif R3 Vibration, FBC Ponto, Stella sinaga, Muhammad Rizal Akbar, KP, Kawal Jakarta, vava vivi, Yufud Rahayun, Calvin Go, Freddy Wijaya, Toto Parminto, Bambang Made, Nova Rahayu Yusuf, Oktavianto Dwi Wicaksono, Muhi Futon, Sophia Alizsa
The Rare Earth Elements (REE), consisting of 17 lanthanides including Scandium (Sc) and Itrium (Y), are a group of metals that have unique magnetic, catalytic, and luminescent properties. This element has become very important in this modern age. - Unsur-unsur Tanah Jarang (REE), yang terdiri dari 17 lantanida termasuk Skandium (Sc) dan Itrium (Y), adalah kelompok logam yang memiliki sifat magnetik, katalitik, dan luminescent yang unik. Elemen ini menjadi sangat penting pada jaman modern ini.