POPULARITY
Categories
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Pemerintah diprotes habis-habisan karena menonaktifkan 13,5 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Seperti yang sudah-sudah, protes harus sampai viral dulu, baru pemerintah bergerak membenahi. Kepesertaan belasan juta warga itu akhirnya direaktivasi, tak lupa dengan memberi dalih soal pemutakhiran data nasional oleh Kementerian Sosial.Dampak buruk kekacauan ini ditanggung warga miskin yang harusnya dilindungi negara, dibayar lewat kepanikan ratusan pasien gagal ginjal yang tak dapat mengakses layanan cuci darah. Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menemukan setidaknya 150 kasus di berbagai daerah seperti Banten, Bekasi, Cirebon, Yogyakarta, Aceh, Kendari hingga Papua. Tercatat ada 200 ribu lebih pasien cuci darah berdasarkan data Kementerian Kesehatan, mayoritas bergantung pada skema PBI.Dampak nyata serupa juga dialami warga miskin lain yang sedang berjuang melawan penyakit-penyakit berat berbiaya mahal. Kasus tersebut seolah menguatkan pernyataan miris bahwa orang miskin dilarang sakit.Apa yang salah dari kasus BPJS kali ini? Mengapa persoalan klasik seperti pendataan tak kunjung ketemu solusi? Bagaimana mengurainya?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama Sekjen Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Peter Petrus Hariyanto dan Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar.
Konflik besar tidak pernah Meletus di Iran meski tensi geopolitik terus meningkat. Mengapa demikian?
Negara panen Rp300 T dari sawit ilegal & aset koruptor. Mengapa “uang panas” ini bisa buat LPDP dan program-program lain “menyala”?
Tragedi anak 10 tahun (YBR) tewas bunuh diri di Ngada, NTT sungguh menyayat hati. Dia putus asa karena ibunya tak mampu membelikan buku dan pena seharga Rp10 ribu. Belakangan terungkap keluarga YBR hidup miskin, tetapi tak mendapatkan bantuan sosial. Beasiswa Program Indonesia Pintar yang mestinya YBR terima pun tak bisa disalurkan karena alasan administrasi. Sementara, YBR harus membayar uang sekolah sebesar Rp1.220.000 per tahun, ibunya baru bisa mencicil Rp500.000. Setiap hari sepulang sekolah, guru selalu mengingatkan ke semua siswa yang masih kurang bayar soal kewajiban ini. Kematian YBR melukai rasa kemanusiaan. Tragedi tersebut mematahkan narasi "wah" pemerintah soal keberhasilan proyek beranggaran jumbo MBG, juga menumpulkan klaim soal angka kemiskinan turun. Masalah klasik soal akurasi data kemiskinan turut tersingkap. Luputnya keluarga YBR dari daftar penerima bantuan sosial menunjukkan bobroknya sistem pendataan di tingkat desa atau daerah (DTKS).Siapa saja yang harus bertanggung jawab atas tragedi ini? Mengapa sistem sosial dan pendidikan kita gagal mencegahnya? Pembenahan seperti apa yang harus segera dilakukan agar anak-anak rentan seperti YBR bisa mendapat perlindungan?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama Pemerhati Anak dan Pendidikan, Retno Listyarti.
Maraknya industri romansa dinilai mulai menjadi disrupsi ekonomi. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Mengadopsi mindset reporting yang benar berarti melakukan transformasi fundamental dalam cara kita memandang tugas administratif. Pelaporan tidak boleh lagi dianggap sekadar beban birokrasi atau ritual akhir bulan untuk menggugurkan kewajiban, melainkan harus dilihat sebagai instrumen komunikasi strategis yang vital. Seorang profesional dengan pola pikir ini memahami bahwa setiap laporan adalah kesempatan untuk menerjemahkan data mentah menjadi narasi yang bermakna, memberikan kejelasan di tengah kompleksitas operasional, dan mengubah aktivitas rutin menjadi nilai tambah bagi organisasi. Inti dari pelaporan yang efektif adalah jembatan yang dibangunnya antara eksekusi di lapangan dan pengambilan keputusan di tingkat manajerial. Laporan yang baik tidak hanya menyajikan "apa yang terjadi", tetapi juga menjawab "mengapa itu terjadi" dan "apa dampaknya", sehingga mengubah informasi pasif menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti (actionable insights). Dengan menyajikan fakta yang jujur, analisis risiko yang tajam, dan rekomendasi solusi, pelaporan menjadi alat navigasi utama yang memungkinkan para pemimpin untuk mengambil keputusan berbasis bukti, bukan sekadar asumsi atau firasat. Pada akhirnya, tujuan tertinggi dari mindset reporting adalah membangun budaya kepercayaan dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Transparansi dalam melaporkan kegagalan sama pentingnya dengan merayakan keberhasilan; hal ini menciptakan keamanan psikologis dan akuntabilitas yang sehat dalam tim. Ketika laporan digunakan sebagai alat pembelajaran (bukan alat penghukuman) dan sarana untuk memprediksi tren masa depan, organisasi tersebut tidak hanya menjadi lebih efisien, tetapi juga lebih tangguh dalam menghadapi perubahan zaman.
Mengapa margin bisnis sering kali menyusut tanpa disadari? Fokus yang berlebihan pada pendapatan (revenue) sering membuat para pemimpin perusahaan mengabaikan kebocoran strategis yang mengikis profitabilitas secara bertahap. Episode ini membedah tiga kesalahan strategis fundamental yang sering dilakukan oleh manajemen puncak dan memberikan panduan taktis untuk memitigasi risiko tersebut. Relevan bagi pemilik bisnis dan CEO yang ingin menjaga relevansi serta daya saing perusahaan di pasar yang dinamis.
Mengapa Aku Memilih Dakwah Salafiyyah? adalah tabligh akbar yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Muhammad Hisyam Thahiri dan diterjemahkan oleh Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah Hafidzahumullah pada Sabtu, 19 Sya’ban 1447 H / 7 Februari 2026 M. Tabligh Akbar Tentang Mengapa Aku Memilih Dakwah Salafiyyah? Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabat Radhiyallahu ‘Anhum berada di atas petunjuk dan jalan yang […] Tulisan Mengapa Aku Memilih Dakwah Salafiyyah? ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 13 Februari 2026Bacaan: "Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya." (Kejadian 40:23)Renungan: Suatu kali seorang karyawan terlibat dalam sebuah proyek yang sangat sulit. Dengan tekun ia mengerjakan proyek itu, hingga akhirnya ia berhasil membawa divisinya memperoleh penghargaan. Sebagai tanda penghargaan, ia dijanjikan akan dikirim pelatihan ke Hong Kong. Namun hal itu tidak pernah terjadi. Setahun kemudian ia kembali terlibat dalam sebuah proyek berat. Sekali lagi ia berhasil memecahkannya. la kembali dijanjikan akan dikirim pelatihan ke luar negeri, kali ini ke Singapura. Namun hal serupa kembali terulang. la lagi-lagi tidak menerima penghargaan apapun atas usahanya. Namun karyawan tersebut tetap bekerja dengan setia. Empat tahun kemudian, ia dikirim ke Hong Kong, dan dua bulan kemudian Tuhan memberinya berkat sehingga ia dapat mengajak istrinya untuk menghabiskan liburan akhir tahun di Singapura. Saat Yusuf bisa menerangkan arti dari mimpi juru minuman, ia berpesan kepada orang itu agar mengingatnya dan menyampaikan perkaranya kepada Firaun agar ia bisa keluar dari penjara, tetapi juru minum malah melupakannya. Selama dua tahun, mungkin Yusuf bertanya-tanya, "Mengapa tidak ada pertolongan? Bagaimana keadaan orang yang sudah aku tolong itu? Apakah ia menyampaikan pesanku kepada raja?" Yusuf benar-benar merasa dilupakan, dan diperlakukan tidak adil. Beruntung, ia tidak putus asa dan tetap menaruh harapan kepada Allah. Dan yang terpenting adalah, ia tetap bekerja dengan baik. Yusuf sama sekali tidak mengurangi kualitas kerjanya selama di penjara. Sampai akhirnya, pertolongan dari Allah tiba, la bukan saja dibebaskan, tapi juga diangkat menjadi orang kepercayaan raja. Manusia bisa lupa, bisa lalai dan melupakan kita. Tidak peduli seberapa kecewanya kita terhadap orang tua, anak, sahabat, pimpinan dan rekan kerja, tapi jangan pernah tawar hati terhadap Allah. Dia tidak pernah melupakan jerih lelah kita. Dia selalu memperhitungkan pengorbanan kita. Dan yakinlah, Allah akan memberi upah tepat pada waktunya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena pernah tawar hati pada-Mu, padahal Engkau tidak pernah berbuat salah padaku. Hal ini diakibatkan karena perlakuan orang lain yang mengecewakanku. Amin. (Dod).
Apa yang membuat sebuah buku berusia ribuan tahun tetap relevan di era digital? Temukan rahasia mengapa Alkitab masih menjadi panduan hidup yang powerful dan bagaimana cara memulai perjalanan eksplorasi yang akan mengubah perspektif Anda tentang kehidupan
Apa yang membuat sebuah buku berusia ribuan tahun tetap relevan di era digital? Temukan rahasia mengapa Alkitab masih menjadi panduan hidup yang powerful dan bagaimana cara memulai perjalanan eksplorasi yang akan mengubah perspektif Anda tentang kehidupan
Pesona Tiongkok dalam politik internasional dinilai bisa berdampak pada erosi hubungannya dengan Rusia. Mengapa demikian?
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 Februari 2026Bacaan: "Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang." (1 Korintus 1:26)Renungan: Ada seorang pemuda yang telah berumur masih terus mencari pasangan hidup yang ideal. Suatu hari, ia menemukannya. Si gadis cantik dan pintar namun ia tidak jadi menikahinya sebab gadis itu tidak bisa memasak! Lalu ia mencari lagi dan akhirnya menemukan gadis yang bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Bahkan si gadis pandai memasak. Ya, masakannya luar biasa lezat karena ia punya usaha restoran sendiri. Hebat bukan? Namun pemuda ini tak bisa menikahinya karena sang wanita tak pandai merawat diri. la tidak bisa make up sendiri, memakai pakaian pun tak pernah mengikuti mode dan tren yang ada. Jadi pemuda itu pun pergi meninggalkannya. la mencari lagi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan sampai akhirnya menemukan seorang gadis yang menurutnya sangat sempurna. la begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, dan yang terpenting ia begitu cerdas. la sempurna! Tapi, pemuda ini tak bisa menikahinya. Mengapa? Sebab gadis ini sedang mencari pria yang sempurna ! Ada orang yang juga demikian, ia mencari perusahaan yang sempurna. la ingin punya pendapatan seperti yang diharapkan. la mau memiliki atasan dan teman kerja yang ideal, yang semuanya sesuai dengan kriterianya. Apa itu mungkin? Sepertinya tidak. Mengapa? Karena dunia penuh dengan kekurangan di sana-sini. Ketidaksesuaian yang ada sudah semestinya tidak membuat kita stress, namun menyikapinya dengan bijak. Misalnya, teman kerja yang tak bersahabat, yang tak sempurna dapat memacu kita untuk belajar memahami orang, belajar bersabar, dan seterusnya. Renungkanlah, Allah pun saat menerima kita, la tidak melihat dan tidak mencari kesempurnaan dalam diri kita, lalu mengapa kita malah menuntut agar orang di sekitar kita sempurna? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau menerima aku apa adanya. Ajarilah aku agar akupun dapat menerima keberadaan orang-orang di sekitarku apa adanya. Amin. (Dod).
Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset mulai dibahas Komisi III DPR bersama Badan Keahlian DPR sejak pertengahan Januari lalu. RUU ini masuk prioritas legislasi nasional di 2026.Nasibnya terkatung-katung hampir dua dekade sejak diusulkan pada masa pemerintahan Presiden SBY. Desakan agar rancangan tersebut segera dibahas dan disahkan terus menguat, termasuk saat demo akbar Agustus 2025 lalu. Harapannya bisa menjadi terobosan dalam upaya pemberantasan korupsi.Urgensi ini menilik laporan pemulihan aset Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2020–2024 yang mencapai sekitar Rp2,5 triliun. Capaian yang sangat kecil dibanding kerugian negara yang pada 2024 saja ditaksir Rp45,7 triliun. Artinya, ada celah besar antara uang yang dirampas koruptor dengan nominal yang kembali ke kas publik.Di sisi lain, banyak catatan atas draf regulasi ini, misalnya, potensi penyalahgunaan wewenang, salah sita, alat represi politik, hingga rentan pelanggaran HAM. Berbagai catatan tersebut berulang kali muncul tanpa arah penyelesaian yang jelas.Mengapa begitu sulit mengegolkan RUU Perampasan Aset? Siapa saja yang bakal dirugikan jika skema perampasan aset disahkan? Apakah RUU ini layak didukung sebagai terobosan baru pemberantasan korupsi? Bagaimana peluangnya disahkan di 2026?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama eks-Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang.
Although we enjoy our own arts and culture, we often neglect to give serious attention to what we love. - Walau kita merasa senang akan seni budaya kita sendiri, namun sering kita tidak memberikan perhatian yang serius terhadap apa yang kita gemari itu.
Nearly half of Australia's LGBTIQ+ workers say they have faced discrimination and harassment in the past year. - Hampir setengah dari pekerja LGBTIQ+ di Australia mengatakan mereka telah menghadapi diskriminasi dan pelecehan dalam setahun terakhir.
Siapa sangka, salah satu akar masalah stunting bukan hanya soal makanan, tetapi juga ketimpangan peran gender di dalam keluarga. Di episode perdana Bincang Hutan 2026, kami mengajak Anda menyelami perjalanan CIFOR–ICRAF dalam mendukung program pemerintah daerah untuk memperkuat peran ayah dalam ketahanan pangan dan gizi keluarga. Salah satu praktik yang dibahas dalam episode ini berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui inisiatif GASELOR (Gerakan Ayah sebagai Konselor) Pangan dan Gizi. Melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan pemuka agama, GASELOR mendorong praktik pengasuhan yang lebih setara—menegaskan bahwa peran ayah sangat menentukan tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga. Pendekatan ini dilakukan lewat pelatihan, pendampingan, serta penyusunan bersama panduan praktis yang kontekstual. Bagaimana mengubah cara pandang dan perilaku di tengah masyarakat yang patriarkis? Simak perbincangan inspiratif bersama Pak Jusuf Amnifu dan Laeli Sukmahayani, hanya di Bincang Hutan.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?" (2 Samuel 16:10) Renungan: Truk sampah adalah truk yang digunakan untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat sampah di pinggiran jalan raya menuju Tempat Pembuangan Akhir. Truk sampah selalu menebarkan aroma tak sedap di sepanjang jalan yang dia lalui. Kadang-kadang, kalau terlalu penuh dan pekerja pemungut sampahnya bekerja seenaknya, maka beberapa sampah, khususnya sampah plastik berjatuhan bahkan beterbangan ke mana-mana. Sehingga, aroma tak sedap itu tidak mudah berlalu dari tempat di mana sampah itu jatuh, sekalipun truk sampah itu sudah berlalu. Semakin penuh truk itu dengan sampah, semakin mudah sampah-sampah itu beterbangan. Kita bisa belajar sesuatu dari truk sampah. Karena diisi bahkan dipenuhi oleh sampah, maka ke manapun truk itu berada, hanya aroma tak sedap yang dia sebarkan, bahkan kadang sebagian sampah yang dia sebarkan. Di pihak lain, tidak mungkin ada orang yang mau terus menampung bau tak sedap atau menerima sampah tersebut. Demikian juga di dalam kehidupan kita, banyak orang yang hidupnya diisi bahkan dipenuhi dengan "sampah". Sehingga, ke manapun dia berada, baunya hanya bau "sampah". "Sampah-sampah" itu adalah kekuatiran, kegelisahan, kekecewaan, frustasi, kemarahan, kebencian dan dendam. "Sampah" itu tidak mungkin disembunyikan dan semakin banyak dia menampung "sampalı", maka dia semakin cepat membutuhkan tempat untuk membuangnya. Oleh sebab itu, tidak heran kalau di jalan-jalan, "sampah-sampah" itu bisa beterbangan dalam bentuk caci-maki, pertengkaran, dan perbuatan buruk lainnya. Kadang kitalah yang menjadi tempat pembuangan sampah-sampah itu. Hanya karena motor yang kita kendarai hampir menabrak mobilnya yang tiba-tiba mengambil jalur kita, dia marah dan mengeluarkan caci-maki yang sulit dihentikan. Seorang ibu pun bisa marah-marah kepada sopir angkot karena uang kembaliannya kurang lima ratus rupiah. Bahkan tanpa sebab seorang penyeberang jalan juga bisa marah-marah kepada kita sekalipun dia yang seenaknya menyeberang jalan. Tetapi, sebagaimana orang tidak mau menerima sampah, demikian juga seharusnya kita tidak perlu menerima caci-maki dan kemarahan itu di dalam hati kita. Jika kita menerimanya, maka lambat atau cepat kita juga akan membuang caci-maki dan kemarahan kepada orang lain. Dalam hal ini, Daud memberikan teladannya kepada kita. Ketika Simei mengutukinya, Daud berkata, "Biarkanlah dia dan biarkanlah ia mengutuk...." Sedangkan Abisai malah bereaksi keras, "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkan aku menyeberang dan memenggal kepalanya." Menarik sekali sikap Daud, dia, tidak menyimpan perkataan kutuk itu di dalam hatinya, tetapi dia mengharapkan sesuatu yang baik dari Tuhan untuk menggantikan perkataan kutuk tersebut. Cara seperti itu sedikit banyak menolongnya untuk sanggup melanjutkan perjalanan yang penuh perjuangan itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang mampu menolak perkataan dan tindakan yang menyakitkan dan menerima yang baik dan membangun. Amin. (Dod).
Dua bulan pascabencana Sumatra, ratusan korban belum ditemukan dan pemulihan berjalan lamban. Ratusan ribu warga terpaksa bertahan di tenda pengungsian, lantaran hunian sementara (huntara) yang siap ditempati belum mencapai 1.000 unit. Mengapa proses penanganan dan pemulihan tersendat? Bagaimana kinerja Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang dibentuk Presiden Prabowo?Di sisi lain, negara mulai mengejar pertanggungjawaban korporasi yang merusak lingkungan, bagian dari penyebab bencana ekologis Sumatra. Enam perusahaan digugat dengan nilai Rp4,8 triliun, dan 28 izin usaha dicabut, termasuk PT Toba Pulp Lestari. Padahal, desakan pencabutan izin sudah disuarakan selama puluhan tahun oleh masyarakat adat dan pegiat lingkungan. Apakah upaya penindakan dan langkah hukum ini cukup?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Dr. Avianto Amri, ST, MRes dan Kepala Divisi Kampanye Eksekutif Nasional WALHI Uli Arta Siagian.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Sadarkah kalau pembunuh senyap adalah di piring kita sehari - hari? Ilmuwan Nutrisi, Biomedical, dan Makanan, Felix Zulhendri mengupas tuntas isi perut orang Indonesia. Mengapa banyak yang cuci darah di usia muda? Apa hubungannya antara gula dengan demensia?#cauldroncontent #andinieffendi #uncensoredwithandinieffendi #podcastindonesia #felixzulhendri #ultraprocessedfoods #rokok #edukasikesehatan #politics #darkside #kesehatan —Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya. ୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧ ☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆ https://www.instagram.com/cauldroncontent/ https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw ☆ Dengarkan juga podcast kami ☆ https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34 https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280 ☆ Host Andini Effendi ☆ https://www.instagram.com/andinieffendi/ ☆ Felix Zulhendri ☆ https://www.instagram.com/felix.zulhendri.phd/ ☆ Wardrobe by loveandflair ☆ https://www.instagram.com/loveandflair/ ☆ Location at Addition living ☆ https://www.instagram.com/addition.living/ —Time stamp 00.0005.15 Usia muda sudah cuci darah 08.10 Vape lebih berbahaya daripada rokok 09.25 Kerupuk = gula yang digoreng 16.26 Kolesterol bukan sumber utama penyakit jantung 19.27 Alasan gorengan bikin nagih 25.05 Makanan penyebab ADHD dan emosi 30.30 Manfaat lebah yang jarang diketahui 38.40 Madu dipasaran itu gula? 44.59 Teknik rokok dipakai untuk membuat makanan adiktif 48.15 Kepentingan publik kalah oleh kepentingan perusahaan
Wacana penempatan Polri di bawah kementerian kembali menguat dan menuai penolakan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menyatakan keberatannya, sementara perdebatan publik terus bergulir.Dalam wawancara Radio Elshinta edisi pagi (27 Januari 2026), Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr. Chairul Huda mengulas persoalan ini dari sisi konstitusional dan historis. Ia menegaskan bahwa Polri sejak awal ditempatkan langsung di bawah Presiden untuk menjaga netralitas dan independensi penegakan hukum.Apa risiko jika Polri berada di bawah kementerian? Mengapa persoalan utama Polri justru ada pada kultur dan pengawasan, bukan struktur kelembagaan? Simak analisis lengkapnya hanya di Radio Elshinta.
Nearly one-thousand people have been recognised for a lifetime of dedication and service in their fields. - Hampir seribu orang telah diakui atas dedikasi dan pengabdian seumur hidup mereka di bidangnya.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Febri dan Rea dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Samuel 6: 12b-15.17-19; Mazmur tg 24: 7.8.9.10; Markus 3: 31-35.BERSUKA CITALAH,TUHAN ADA! Renungan kita hari ini bertema: Bersuka Citalah, TuhanAda! Orang-orang beriman berkeyaninan bahwa Tuhan ada. Tuhan juga bekerja untukmelindungi, memelihara dan menyelamatkan umat manusia. Bukti-bukti bahwa Tuhanitu ada dan senantiasa bekerja untuk kita tak diragukan lagi, yaitu di dalamkitab suci dengan semua narasi dan penjelasannya. Orang-orang beriman perluselalu membaca dan merenungkan kitab suci agar mereka semakin beriman bahwaTuhan ada dan tetap bekerja. Pengakuan bahwa Tuhan ada, selain melalui membaca danmendengar firman Tuhan, ada banyak cara lain yang dipakai oleh orang-orangberiman. Salah satunya ialah dengan hidup di dalam suka cita. Meskipun kitatidak luput dari dosa dan penderitaan hidup, suka cita selalu menjadi kekuatanyang sangat kita perlukan. Pada hari ini kita diajarkan untuk memperkuat danmenambah suka cita kita. Mengapa? Karena sering suka cita kita cepat berlalu pergi, terbangbersama angin, hilang ditelan musim. Bila pekerjaan dan kesibukan menumpuk,suka cita hilang. Bila jatuh sakit dan menemukan kesulitan, suka cita menjauhdari kita. Bila tersaingi dalam mengejar rezeki, prestasi, dan kemajuan sukacita sepertinya susah dihadirkan. Bila datang kegagalan, suka cita menghilangentah ke mana perginya. Daud yang sudah memasuki kota suci, kini bersama seluruhumat membawa masuk tabut Tuhan ke kota itu. Sambutan gembira Daud dan rakyatnyatentu luar biasa. Semua unsur dan elemen untuk pesta raya lengkap. Sukacitamereka penuh. Semua bersuka cita karena Tuhan ada bersama mereka. Yesus Kristusmeyakinkan kita bahwa Ia bersama dengan kita. Ia meyakinkan kita bahwa firmanyang Ia sampaikan itu masuk ke dalam diri setiap orang yang mendengarnya. Danketika dilaksanakan di dalam hidup mereka, suka cita tumbuh sehat danberkembang di dalam mereka. Firman itu adalah pribadi Tuhan sendiri, demikian katapenginjil Yohanes. Dia masuk dan tinggal di dalam kita, lalu merangkul danmenyatukan kita semua sebagai saudara dan saudari di dalam Yesus Kristus. Disini letak suka cita yang besar karena kita semua bersatu sebagai satu umat.Sebaliknya perpecahan, terkotak-kotak, dan klaim bahwa kelompok yang satu lebihbaik dan istimewa daripada kelompok lain, itu kehilangan nilai suka citanya. Satu pengalaman yang selalu memperkuat suka cita kitaialah Ekaristi. Kita menerima Firman melalui bacaan-bacaan dan renungan, yangmemuncak dalam Komuni Kudus di mana Firman tadi menjadi daging untuk santapankita. Pada saat itu suka cita kita menjadi penuh. Jadi kalau ingin memenuhidiri dengan suka cita Tuhan, datang ke Ekaristi. Tak ada cara yang lain. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Bapa maha murah,semoga kami diberkati dengan suka cita yang penuh dengan selalu merayakanEkaristi di dalam Gereja-Mu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ...Dalam nama Bapa ...
Untuk kesekian kalinya pemerintah berupaya melibatkan TNI dalam pemberantasan terorisme. Dalam draf Perpres yang beredar di publik, kewenangan militer disebutkan melingkupi tiga aspek: penangkalan, penindakan, dan pemulihan. Padahal, sejumlah aspek ini menjadi ranah kementerian dan lembaga lain, seperti Badan Intelijen Negara, Densus 88 Antiteror, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Agama, dan instansi terkait lainnya.Tak cuma itu, pencegahan terorisme mestinya bukan diatur melalui perpres, melainkan peraturan pemerintah, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.Berulang kali gagasan pelibatan TNI dalam penanganan terorisme didorong, berulang kali pula ditolak banyak kalangan karena mengancam HAM dan supremasi sipil. Mengapa pemerintah getol mendorong hal ini? Apa saja bahayanya jika militer cawe-cawe dalam penanganan terorisme?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) 2011-2013 Soleman B. Ponto dan Wakil Direktur Imparsial Husein Ahmad.
Investasi franchise sering kali dianggap sebagai jalur aman berbisnis, namun realitas di lapangan menunjukkan hasil yang beragam. Episode ini membahas anatomi keberhasilan dan kegagalan franchise di Indonesia secara objektif.Kami membongkar alasan di balik keuntungan eksponensial beberapa merek, sekaligus mengidentifikasi titik lemah yang sering membuat mitra merugi. Simak panduan lengkap dan checklist persiapan sebelum Anda mengambil keputusan investasi besar. Relevan untuk pengusaha pemula dan profesional yang ingin beralih ke dunia bisnis.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Samuel 18: 6-9; 19: 1-7; Mazmur tg 56: 2-3.9-10a.10b-11.12-13; Markus 3: 7-12.PEMENANG TETAP RENDAH HATI Renungan kita pada hari ini bertema: Pemenang Tetap RendahHati. Seorang perawat di rumah sakit bekerja dengan sangat baik—pasien merasatertolong, keluarga pasien berterima kasih, bahkan rekan kerja memujinya. Namunia tidak sibuk mencari pujian atau membandingkan dirinya dengan orang lain. Iatetap datang tepat waktu, tetap menolong dengan sabar, tetap sopan kepadapetugas kebersihan, satpam, dan siapa pun. Ketika ada yang iri atau bersikaptidak adil kepadanya, ia memilih tetap bekerja benar dan menyerahkan hasilnyakepada Tuhan. Ini merupakan contoh nyata seorang pemenang tetap rendah hati. Dalam kisah Raja Daud, kita melihat sebuah kemenangan yangtidak melahirkan kesombongan. Daud berhasil mengalahkan musuh dan membawasukacita bagi bangsa, namun justru di saat itulah ancaman muncul dari dalam:Raja Saul mulai merasa terancam dan merencanakan pembunuhan terhadap “rajabaru” yang sedang dipersiapkan Tuhan. Secara manusiawi, Daud punya alasan untuk membalas,mempertahankan diri dengan cara keras, atau menunjukkan kuasa. Tetapi Daudmemilih jalan yang lebih dalam: ia tetap merendah, tidak membesar-besarkandiri, dan tidak menyepelekan orang lain, bahkan terhadap Saul yang melukaihatinya. Ia tetap menganggap Saul sebagai yang diurapi Tuhan. Kerendahan hati Daud bukan kelemahan, melainkan kekuatanrohani yang lahir dari kesadaran bahwa hidupnya bukan miliknya sendiri. Daudtahu, keberhasilan dalam perang bukan semata karena strategi atau kehebatannya,tetapi karena Tuhan yang memegang kendali. Ia tidak menjadikan kemenangansebagai panggung untuk meninggikan diri, melainkan sebagai kesempatan untuksemakin bergantung kepada Allah. Ketika seseorang yakin bahwa Tuhanlah sumberkemenangan, maka ia tidak akan merasa perlu merendahkan orang lain agar dirinyatampak lebih tinggi. Sikap ini makin terang ketika kita memandang Yesus Kristus.Dalam Injil, roh-roh jahat mengenali dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah.Namun Yesus justru menegur mereka agar tidak menyebarkan berita itu. Mengapa?Karena pengakuan tentang diri-Nya harus dinyatakan pada saat dan tempat yangtepat, sesuai rencana keselamatan dari Bapa. Yesus tidak mengejar popularitas,tidak membangun pengaruh dengan sensasi, dan tidak mencari pengakuan dari suarayang salah. Ia menunjukkan bahwa kebenaran tidak perlu dipaksakan lewatkemegahan, tetapi harus lahir dari kehendak Allah yang teratur dan penuhhikmat. Yesus kemudian terus berkeliling untuk bekerja tanpa henti,mewujudkan tugas-tugas yang berasal dari Bapa: mewartakan Kerajaan Allah,menyembuhkan, membebaskan, dan membangun iman. Ia tidak berhenti hanya karenatelah dikenal, dipuji, atau diakui. Ia tetap berjalan dalam kerendahan hati,karena fokus-Nya bukan prestasi pribadi, melainkan kehendak Bapa. Inilahpelajaran rohani berharga: bekerja dengan rendah hati berarti tetap setia padamisi, bukan menjaga citra, bukan mengejar keunggulan, bukan mencari tepuktangan manusia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan Yesus, semoga ajaran cinta kasihdari-Mu selalu menerangi dan menuntun kami untuk bersikap rendah hati di dalamkata dan tindakan kami. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …
Bismillah,1975. MENGAPA ANDA MERASA AMAN DARI AZAB ALLAH ﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. At-Tur: 25-28Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَآءَلُونَ25. Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya.قَالُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِىٓ أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ26. Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)".فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ27. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ28. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.(QS. At-Tur: 25-28)
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agnes Ambariliani dan Tarsisius Agung Marsono dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 17: 32-33.37.40-51; Mazmur tg 144: 1.2.9-10; Markus 3: 1-6.KEJAHATAN MELAWAN KEBAIKAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kejahatan MelawanKebaikan. Dalam sejarah manusia, kita berkali-kali melihat benturan besarantara kejahatan melawan kebaikan. Kisah Daud melawan Goliat dalam PerjanjianLama adalah gambaran yang sangat kuat: seorang muda kecil, tanpa baju zirah dantanpa senjata perang yang “layak”, berdiri di hadapan raksasa bersenjatalengkap. Secara manusiawi, itu seperti perlawanan yang mustahil. Namun Daudtidak maju dengan kekuatannya sendiri; ia maju dengan iman, dengan keberanianyang lahir dari keyakinan bahwa hidup ini berada dalam tangan Allah. Di sinikita melihat bahwa kejahatan sering tampil mengintimidasi, besar, keras, danpenuh ancaman, tetapi kebaikan memiliki daya yang lebih dalam: kebenaran yangberasal dari Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, benturan itu tampak lebih kelam. KaumFarisi, Herodian, dan para pemuka agama bersatu melawan Yesus bukan karenaYesus melakukan kejahatan, tetapi justru karena Ia membawa terang yangmenyingkapkan kepalsuan. Kejahatan sering takut pada kebenaran, sebab kebenaranmembuka topengnya. Maka Yesus dihadang dengan berbagai cara: fitnah, jebakan,manipulasi massa, hingga hukuman mati. Secara lahiriah, kebaikan seolahkalah—sang Putra Allah disalibkan. Tetapi kebaikan bukan menurut ukuran dunia.Kebaikan menang karena Yesus tidak membalas kebencian dengan kebencian; Iamenaklukkan kekerasan dengan kasih, dan maut dengan kebangkitan. Mengapa dalam “perang” ini kebaikan selalu menang? Pertama,karena kebaikan berakar pada Allah yang kekal, sedangkan kejahatan adalahpenyimpangan yang rapuh. Kedua, karena kebaikan menyatukan, sementara kejahatanpada akhirnya menghancurkan dirinya sendiri: ia bertumbuh lewat dusta, tetapidusta selalu memerlukan dusta baru, sampai akhirnya runtuh oleh kontradiksi.Ketiga, kebaikan memiliki daya hidup yang kreatif—ia membangun, memulihkan, danmemberi harapan—sedangkan kejahatan hanya mampu merusak dan mengosongkan. Makaketika kebaikan tampak kalah sementara, sebenarnya ia sedang menanam benihkemenangan yang lebih besar dan lebih murni. Mengapa kejahatan itu kalah, tetapi tidak pernah menyerah?Karena kejahatan tidak memiliki “hidup” sejati; ia hidup dari menempel padayang baik dan memutarbalikkannya. Ia tidak dapat mencipta, hanya dapatmemalsukan. Sebab itu ia terus melawan Tuhan, manusia, dan bahkan tatanan alamsemesta, karena dalam perlawanan itulah ia mencoba bertahan. Kejahatan jugatumbuh dari kesombongan: ia ingin menjadi pusat, ingin menguasai, ingin diakui.Maka ia tidak berhenti, sebab berhenti berarti mengakui bahwa dirinya bukanTuhan. Di sinilah tragisnya: kejahatan terus berjuang, tetapi setiap perjuanganitu justru memperlihatkan bahwa ia tidak memiliki kemenangan yang final. Namun kita juga harus jujur: kejahatan tidak hanya ada “diluar” sana, pada musuh besar atau sistem yang jahat, melainkan juga mengintaidalam hati manusia: iri, dendam, manipulasi, egoisme, ketidakadilan kecil yangdianggap biasa. Kejahatan sering kalah dalam skala besar karena Tuhan setia,tetapi ia tetap bertahan dalam skala kecil karena manusia bisa lengah. Karenaitu, kemenangan kebaikan bukan sekadar kisah heroik Daud atau Yesus; ia menjadipanggilan rohani harian: memilih jujur ketika mudah berbohong, memilihmengampuni ketika hati ingin membalas, memilih merawat ketika dunia terbiasamerusak. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Allah yang mahabenar dan mahabaik, di dalamDikau kami berlindung dan pada-Mu kami bersandar untuk selalu diberkati denganpemberian-Mu yang baik dan benar. Bapa kami yang ada di surga … Dalam nama Bapa…
Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:https://www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes------------------Mengupas cerita di balik layar Danantara langsung bersama sang CIO, Pandu SjahrirPercakapan yang diramu untuk menjawab rasa penasaran kita semua: Apa sebenernya yang dilakukan Danantara? Mengapa penting? Bagaimana ejawantah ide dan gagasan yang dibawa? Siapa saja orang-orang di baliknya?#Endgame #GitaWirjawan #PanduSjahrirTopik selengkapnya:00:00 - Intro01:08 - Masuk ke ‘kampus militer'-nya ekonomi05:36 - Pentingya berjejaring08:35 - 5 nilai yang diajarkan orang tua Pandu13:31 - Danantara17:28 - Yang dicari dari investasi23:05 - Passion Pandu sesungguhnya: Pendidikan dan Guru27:06 - Patahkan mitos tentang Danantara38:27 - Korupsi43:19 - Ketahanan Pangan46:51 - Ketahanan Energi54:02 - Kenapa investasi asing itu penting1:04:46 - Harus lihat 50—100 tahun ke depan1:11:25 - Narasi dari Asia Tenggara1:17:03 - Waste to Energy------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/Ss6ud71pmvQ?si=4fgqA2LlfICPLpArhttps://youtu.be/lpQrUTWXHZU?si=1gpeWZBUH6lydFeYhttps://youtu.be/Ne6hcWoWzDo?si=bvlj1YiMlSWqDL-g------------------
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah KOTA KECIL BETLEHEMDiambil dari: Mikha 5:2 (TB)“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak zaman purbakala.” Wonder Kids, Betlehem mungkin terdengar seperti kota yang penting karena Raja Daud lahir di sana dan kisah Rut terjadi di sana. Tetapi pada zaman Perjanjian Lama, Betlehem hanyalah kota kecil, sederhana, bahkan tidak dianggap istimewa. Itulah sebabnya nubuat dari Nabi Mikha mengejutkan banyak orang: Mesias—Raja yang dijanjikan Tuhan—akan lahir di Betlehem? Bukankah kota itu terlalu kecil dan tidak berarti? Tetapi Tuhan memang sering bekerja dengan cara yang tidak kita duga. Ketika nabi Samuel mencari raja baru untuk Israel, Daud pun dianggap terlalu muda dan tidak penting. Namun justru dialah yang Tuhan pilih. Mengapa?Karena Tuhan suka memakai yang kecil dan lemah untuk menunjukkan betapa besar kuasa-Nya. Ketika kita merasa tidak mampu, Tuhan bisa memakai hidup kita untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Dan ketika Yesus lahir, hal itu menggenapi nubuat Mikha.Mesias benar-benar lahir di Betlehem, kota kecil yang Tuhan pilih untuk menggenapi rencana besar-Nya. Ini menjadi “sidik jari keempat” yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Tuhan tidak perlu tempat besar, orang hebat, atau hal-hal yang luar biasa untuk bekerja. Ia sering mulai dari hal yang kecil—bahkan dari kota kecil bernama Betlehem.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau kamu pernah merasa kecil, tidak penting, atau tidak mampu, ingatlah Betlehem.Katakan pada Tuhan:“Pakailah aku, Tuhan, walaupun aku kecil.”Mari kita berdoa:Tuhan, ketika aku merasa kecil dan tidak berarti, ingatkan aku bahwa Engkau memakai Daud dan Betlehem untuk melakukan hal besar. Tolong aku percaya bahwa Engkau juga bisa memakai hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan senang memakai hal yang kecil untuk melakukan hal yang besar. Tuhan Yesus memberkati.
Pembawa Renungan : F.X Warindrayana, S.T.B Y - Yogyakarta Mrk. 2:18-22.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 19 Januari 2026Bacaan: "Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan "Tuhan setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Lukas 19:8)Renungan: Ketika merayakan ulang tahun, selalu ada momen tiup lilin. Di momen tiup lilin inilah biasanya ada sedikit masalah: bingung cari korek api. Hal ini sering terjadi ketika yang hadir tidak ada yang merokok. Beda cerita kalau perayaan tersebut dihadiri oleh perokok, tentu saja sangat mudah mendapatkan korek api. Kita tidak mungkin bisa memberikan apa yang tidak kita punya. Jika Anda minta korek api kepada saya, jelas saya sulit untuk memberikannya. Bukan karena saya pelit, tapi karena saya memang tidak merokok. Sebaliknya, jika Anda memintanya kepada perokok, dengan mudah Anda mendapatkannya. Mengapa? Karena setiap saat mereka membawanya! Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang menarik pajak lebih dari jumlah yang seharusnya. Suka memeras dan bertindak semena-mena terhadap rakyat. Sulit bagi Zakheus untuk berbuat baik kepada orang lain. Tapi begitu berjumpa dengan Yesus dan mengalami kasih-Nya, tiba-tiba saja Zakheus jadi murah hati. la membagi-bagikan uangnya kepada orang miskin. la mengembalikan uang berkali-kali lipat kepada orang yang telah ia peras. Bagaimana mungkin tiba-tiba Zakheus jadi murah hati? Sebenarnya ini bukan terjadi secara tiba-tiba, sebab sebelumnya Zakheus lebih dulu menerima kemurahan hati Tuhan. la menerima kasih, sebab itu ia bisa memberikan kasih itu kepada orang lain. Kisah tersebut di atas mungkin bisa menjawab pertanyaan, "Mengapa saya sulit mengasihi? Mengapa saya tidak bisa mengampuni?" Bukan karena kita memiliki watak keras. Bukan karena kita pendendam. Bukan juga karena kesalahan orang tersebut sangatlah besar. Tapi jawabannya adalah karena kita tidak mengalami kasih Allah. Kita tidak mungkin memberi dari sesuatu yang tidak kita punya. Kita tidak mungkin bisa mengasihi orang lain selama kita sendiri belum mengalami kasih Tuhan. Kita sulit mengampuni karena kita belum membuka hati untuk menerima pengampunan Tuhan. Begitu kita mengalami kasih Tuhan, mengasihi dan mengampuni bukan lagi menjadi sebuah kemustahilan, bahkan tidak lagi menjadi hal yang sulit bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, hati yang mau mengampuni, mengasihi dan menerima setiap orang apa adanya sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).
The Australian New Year's resolution phenomenon often ends in failure in no time, as revealed by the latest research from MyFitnessPal. - Fenomena resolusi tahun baru di Australia sering kali berakhir dengan kegagalan dalam waktu singkat, sebagaimana diungkapkan oleh riset terbaru dari MyFitnessPal.
Merawat berarti pelihara, mengurus dan menjaga. Sedang berbicara bahwa apa yang kita rawat ini lebih penting dari yang lain. Untuk itulah kita mengurus, menjaga dan memelihara dengan baik. Dan ketika kita "merawat" sesuatu, kita sedang berkata bahwa apa yang kita rawat ini: mulia, berharga dan mahal. Mengapa demikian sebab sesuatu yang kita rawat dengan baik pasti membutuhkan yang namanya usaha, tenaga dan waktu lebih yang diberikan, sebab tidak ada yang namanya merawat tanpa usaha. Sebab tujuan dari kesemua itu ialah hasil baik yang kita inginkan. Lalu apakah hati kita, yang merupakan inti dari segala sesuatu, sudah kita rawat sesuai dengan deskripsi diatas? Atau justru kita hanya pandai merawat segala sesuatu yang bukan tentang hati, tetapi hanya tentang kesenangan daging kita? Mari simak bagaimana caranya merawat hati, dalam Seri 1 - Merawat Hati | Ps. Charles Bessie. Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Bismillah,1967. MENGAPA IA MENDAPATKAN DUA SURGA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Ar-Rahman: 46Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِDan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.(QS. Ar-Rahman: 46)
Kita saat ini hidup dalam paradoks yang aneh: kita memiliki data ilmiah terlengkap tentang kerusakan planet, namun gaya hidup kita tetap terjebak dalam kelumpuhan yang disebut Melissa Lane sebagai "inersia imajinasi". Seperti penghuni gua dalam alegori Plato yang terpaku pada bayang-bayang di dinding, kita seringkali menganggap kenyamanan konsumerisme sebagai satu-satunya realitas, sementara krisis iklim yang nyata hanya dianggap sebagai berita lalu di layar ponsel. Mengeksplorasi konsep Eco-Republic adalah langkah pertama untuk memutus rantai inersia ini, mengajak kita keluar dari gua kenyamanan semu menuju cahaya kebenaran ekologis yang menuntut keberanian untuk berpikir secara berbeda. Inti dari penjelajahan ini terletak pada pembedahan terhadap Pleonexia—sebuah istilah Yunani kuno untuk nafsu serakah yang tidak pernah puas—yang kini telah menjadi bahan bakar utama ekonomi global. Melissa Lane menawarkan "kompas" filsafat kuno untuk membantu kita melakukan Carbon Detox secara mental, yakni sebuah proses reorientasi jiwa agar kita kembali mampu mencintai hal-hal yang tidak merusak bumi. Dengan mempelajari Eco-Republic, kita diajak untuk melihat bahwa keadilan bukan hanya soal hukum antarmanusia, melainkan harmoni antara keinginan, nalar, dan daya dukung alam, sehingga kita bisa mendefinisikan ulang apa itu "hidup yang baik" tanpa harus menghancurkan rumah kita sendiri. Pada akhirnya, memahami Eco-Republic bukan berarti kita diajak untuk kembali ke masa lalu yang primitif atau hidup dalam penderitaan, melainkan untuk melangkah maju menuju peradaban yang lebih cerdas dan beradab. Ini adalah undangan bagi setiap warga negara untuk bertransformasi dari sekadar "konsumen" menjadi "penjaga ekosistem" yang sadar akan tanggung jawab lintas generasi. Dengan menjelajahi gagasan ini, kita mulai membangun harapan bahwa keberlanjutan bukanlah sebuah pengorbanan yang berat, melainkan sebuah bentuk kebebasan sejati yang membebaskan kita dari perbudakan keinginan yang tak ada ujungnya, demi masa depan bumi yang lebih sejuk dan adil.
Cerita kehidupan pribadi Bhante Abhijato dan alasan mengapa beliau memilih menjadi bhikkhu.
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Indonesia bukanlah sebuah proyek dengan tenggat waktu, melainkan sebuah entitas yang hidup dalam Infinite Game—permainan tanpa garis finis. Seringkali kita terjebak dalam pola pikir jangka pendek, di mana kesuksesan hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi tahunan atau kemenangan politik sesaat. Padahal, esensi sebuah bangsa bukanlah tentang mengalahkan negara lain dalam sebuah kompetisi global, melainkan tentang kemampuan untuk terus bertahan dan menjadi lebih baik dari hari kemarin. Dalam kacamata ini, tantangan yang kita hadapi saat ini bukanlah tanda kegagalan, melainkan dinamika dalam perjalanan panjang untuk menjaga agar "permainan" Indonesia ini tetap berjalan hingga generasi-generasi mendatang. Alasan mengapa Indonesia sangat relevan dengan konsep Infinite Game terletak pada Just Cause atau tujuan mulia yang kita miliki: Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Di dunia yang semakin terpolarisasi, kemampuan untuk menyatukan ribuan pulau dan keberagaman budaya adalah sebuah keunggulan strategis yang tidak ternilai. Masalah-masalah kronis seperti birokrasi yang lamban atau isu integritas harus dipandang sebagai hambatan operasional, bukan akhir dari cerita. Fokus utama kita seharusnya bukan pada mencari kemenangan mutlak atas masalah tersebut dalam satu malam, melainkan pada pembangunan fondasi kepercayaan (trust) dan ketangguhan yang memungkinkan bangsa ini tetap utuh meski badai ketidakpastian global datang silih berganti. Bagi generasi muda, memahami Infinite Game berarti mengubah orientasi hidup dari sekadar mengejar kesuksesan materi yang instan menuju kontribusi yang berkelanjutan. Kepemimpinan masa depan tidak lagi tentang siapa yang paling pintar atau paling berkuasa di ruangan, melainkan tentang siapa yang paling mampu membangun "lingkaran keselamatan" bagi orang-orang di sekitarnya. Dengan semangat manufacturing hope, ketidakpastian masa depan justru menjadi peluang bagi anak muda untuk berinovasi melalui semangat gotong royong. Selama kita tetap memegang teguh alasan "mengapa" kita berdiri sebagai satu bangsa, Indonesia akan selalu memiliki energi yang cukup untuk terus melangkah dalam permainan tanpa batas ini.
Mengapa memenangkan peperangan di dalam pikiran merupakan hal yang sangat penting?Karena kualitas dari apa yang kita pikirkan nantinya akan menentukan bagaimana kualitas dari hidup kita. Selain itu kita juga tidak akan dapat memiliki dan menjalani kehidupan positif, bila apa yang ada di dalam pikiran kita selama ini isinya negatif. Setiap pergumulan yang sedang dihadapi, setting / pengaturannya itu bermula dari dalam pikiran kita masing-masing.Bagaimana kita dapat menang?Pikiran kita harus diprogram dan dikalibrasi ulang sesuai kebenaran firman-Nya, lawanlah setiap pikiran negatif, memilih untuk berpikir yang baik (Filipi 4:8), jagalah hati dan pikiran kita. Kemenangan di dalam pikiran kita, akan membawa kemenangan di dalam hidup kita. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Memenangkan Peperangan di dalam Pikiran.” Dibagikan di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, Tgl. 4 Januari 2026.
Having not lived in their homeland for decades, Indonesian diaspora shares the reasons behind their decision to change—or keep—their citizenship status. - Telah puluhan tahun tidak lagi tinggal di tanah air, diaspora Indonesia menceritakan alasan di balik keputusan mereka dalam memilih status kewarganegaraannya.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 289 (Matius 22:34-40): Orang-orang Farisi berkumpul dan seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus. Ini ditulis Matius di tengah-tengah tanya jawab Yesus dengan orang-orang yang ingin menjebak Dia. Tetapi kemungkinan orang ini bukan ingin menjebak Yesus. Mengapa tidak?
Sorotan publik terhadap kerusakan lingkungan di Sumatera semakin deras setelah terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Mengapa ini momentum ‘Green Leviathan' untuk Prabowo?
MISTERI RATAP TANGIS DI RAMA - Mengapa Rahel menangisi anak-anaknya? Ada apa dengan Yeremia & Yesus?KONVENSI INJIL INTERNASIONAL 2025Rabu-Minggu, 1-5 Okt 2025 - RMCI Kemayoran, Jakarta PusatApakah HARI NATAL selalu identik dengan kabar SUKACITA? Mengapa ada TANGISAN RAHEL dalam konteks KELAHIRAN YESUS? Apa hubungan antara RAHEL, YEREMIA, dan YESUS? Mari temukan jawabannya dalam khotbah kali ini.
Baca buku saya, 'What It Takes: Southeast Asia', sekarang di:https://sgpp.me/what-it-takes-ytatau di Periplus: https://sgpp.me/what-it-takes-periplus------------Ini adalah kali pertama Rocky Gerung, Tom Lembong, dan Gita Wirjawan berada dalam satu panggung. Membahas konsep dan praktik meritokrasi, refleksinya dari paradoks meritokrasi di Tiongkok (sebagai sebuah negara autokrasi), serta pengejawantahannya di awal sejarah Indonesia sebagai sebuah negara-bangsa.Topik selengkapnya:00:00 - Intro01:09 - Meritokrasi di negara otokrasi07:54 - Bisakah meritokrasi dikendalikan medioker?15:59 - Mengapa muncul gejala federalisme?25:42 - Mitos rakyat Indonesia tidak pintar32:52 - Debat Gita-Rocky42:11 - Autokrasi tanda negara sekarat47:15 - Suburkan dialektika dalam kurikulum publik52:40 - Tuhan berjenakaDirekam 20 September 2025; bagian dari Endgame Town Hall 2025.#RockyGerung #TomLembong #GitaWirjawan-----------------Tonton juga episode Rocky Gerung sebelumnya di Endgame:https://youtu.be/3Zsw5RTbQi0?si=8RtOeDgdMyZYBEZthttps://youtu.be/LsmfczRIXT8?si=tsJyA757pSVClPsqhttps://youtu.be/BSwlImumegY?si=bUfMpiailYrrxlSF------------------Special thanks to our ‘Future Narrators' channel members:Mariko Yoshihara, Yemotto IBRAHIM, hobi kluyuran, Fajar Prasetyo, Dyah Firgiani, keetkaat, Excel-lent, Arie Gunardi, Yayi Trisnawati D, Teddy Chow, Wwertyssnb, Crispy_Cracker58, Priyanithi Dharsania Negara, Widi Aphrian, hndraable, hendro trihatmojo, QunÔºáan Syukrilah, azam adnani, Charles Andrew Tang, Ariyo Arinsa Putra, Reda Bellarbi, Jaz Simbolon, Muhammad Ismail Mubarak, Wahyu Jaka, Stefanus B. W., KATE WOLSKA, pixelcadet, Itje Chodidjah, Geralt Fajar Bukan, Jack Duan, Lucy March, auliaali05, Anggun Noventina, Irawan Purwono, Krishna Putra, Agnes Pranindita, Darso Arafa, nazaruddin nasir, 747sgw, benget yakub, Patricia S, ferra febrianti, De Guda Kessa, Gusko Adnyana, mjk939, Jerry Budiman, Mawan Darmawan, Muhammad Naufal, diah anggraini, Ainur Rofiq, Adrian Baskoro, Bambang Haryanto, Ezwan Zakaria, Marilyn C, Kianti Darusman, Revolution R, Joanna FKG, Susanto Uno, Taswin Munier, M Firaldi Akbar Zulkarnain, Super „Buupy Pub” Bondon, Ferdy Reza, Elnasdi Moda, Hendry Ahen, Aria Widyanto, Ayu Arman, Ilham R, Haju Ara Podcast, Meilisva AA Taniel, Flores Exotic Tours, nonik martyastuti, Niki S, Anita Amalia, hardianiati, Maya, Dewi Risnawati, birgietta katherine, Derry Harnanda, Aleyandra Rizka Amalia, Ridwan Sakidja, Rita Sahara, Sanityas Prawatyani, Teddy Sutendi, erna girirachman, Alvin Rivaldi, Ronny Wijaya, Sam K Nugraha, Arif R3 Vibration, FBC Ponto, Stella sinaga, Muhammad Rizal Akbar, KP, Kawal Jakarta, vava vivi, Yufud Rahayun, Calvin Go, Freddy Wijaya, Toto Parminto, Bambang Made, Nova Rahayu Yusuf, Oktavianto Dwi Wicaksono, Muhi Futon, Sophia Alizsa
The Rare Earth Elements (REE), consisting of 17 lanthanides including Scandium (Sc) and Itrium (Y), are a group of metals that have unique magnetic, catalytic, and luminescent properties. This element has become very important in this modern age. - Unsur-unsur Tanah Jarang (REE), yang terdiri dari 17 lantanida termasuk Skandium (Sc) dan Itrium (Y), adalah kelompok logam yang memiliki sifat magnetik, katalitik, dan luminescent yang unik. Elemen ini menjadi sangat penting pada jaman modern ini.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 13 November 2025Bacaan: "Serahkanlah khawatirmu kepada Tuhan, maka la akan memelihara engkau!......." (Mazmur 55:23)Renungan: Suatu ketika setelah keluar dari halte bus Transjakarta, saya melintasi jembatan penyeberangan. Dari jauh saya melihat seorang pemuda berusia sekitar 18 tahun sedang lelap tertidur di atas jembatan penyeberangan sehingga sedikit menghalangi orang untuk lewat. Dia tertidur pulas seolah-olah tidak ada beban dalam hidupnya, walaupun hanya tertidur di atas lempengan baja yang penuh debu dengan banyaknya orang yang lalu lalang. Ada banyak di antara kita yang justru diberkati Tuhan dengan tempat tidur yang empuk, AC yang dingin justru tidak bisa menikmati tidur. Banyak alasan yang membuat orang sukar tidur, antara lain karena sakit penyakit, dikejar-kejar hutang, usaha yang mengalami kebangkrutan, perasaan bersalah, kecemasan akan hari esok, takut hartanya dicuri orang, was-was akan nilai ulangan dan ujian, dikhianati pasangan, takut ketahuan korupsi, merencanakan sesuatu yang jahat untuk orang lain dan sebagainya. Hal yang paling utama dari penyebab orang susah untuk tidur adalah jiwa yang tertekan dan kegelisahan hati. Masalah kita tidak jauh lebih besar dari orang-orang yang hidup di kolong jembatan, pinggir jalan, para pengemis dan gelandangan. Lalu mengapa mereka bisa tidur nyenyak sedangkan kita susah untuk tidur? Nikmatilah hidup ini sebagai hadiah dari Tuhan, karena hidup ini hadiah maka jalani dengan baik, agar Sang Pemberi hadiah senang dan senantiasa memelihara kita. Untuk itu, maukah kita tidur nyenyak? Kalau kita mau, ikut sertakanlah Tuhan dalam setiap pergumulan hidup kita, takutlah akan Tuhan dan berharaplah kepada-Nya seperti firman-Nya, "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, Engkau mengetahui kegelisahan dan ketakutanku saat ini. Ada banyak kekhawatiran dalam hidupku yang membuat aku sulit untuk tidur. Ampuni aku Tuhan, karena ketakutanku ternyata lebih besar dari kemampuan-Mu untuk menolong aku. Peluk aku sebentar saja Tuhan, karena aku lelah menghadapi hidup ini. Biar kekuatan-Mu masuk dan menguasaiku sehingga ada pengharapan di tengah jalan yang buntu. Amin. (Dod).