POPULARITY
Categories
Pembawa Renungan: RD. Dwi Joko SurabayaMat 18:1-5.10.12-14
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 10 Agustus 2026Bacaan: Kata perempuan Samaria Itu kepada-Nya, "Bagaimana mungkin Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang perempuan Samaria?" Adapun orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria." (Yohanes 4:9)Renungan: Suatu ketika seorang bernama jo menceritakan masa lalunya dan bagaimana Kristus mengubah hidupnya. Ia adalah seorang pria yang suka berkelahi, berbicara kasar, mabuk-mabukan dan suka menyeleweng. Akibatnya, semua orang malas berhubungan dengannya. Istrinya hampir minta cerai karena tak tahan dengan kelakuannya. Jo lalu bertemu satu orang saat makan di warung dan mereka berbicara cukup lama. Orang ini bersaksi tentang Yesus dan imannya. Jo terbuka dengan Injil, belajar Alkitab, dan dibaptis. Seiring dengan pertumbuhan imannya, Jo mulai berbicara dengan sopan, mampu mengendalikan emosi, dan mengasihi istrinya. Sering kali orang yang kita sangka tertutup dan menolak pewartaan Injil, ternyata sangat terbuka untuk menerima pewartaan Injil tersebut. Pada zaman Yesus, laki-laki tidak berbicara kepada perempuan di depan umum, terutama seorang Rabi. Orang Samaria dibenci orang Yahudi karena beberapa alasan. Perempuan Samaria yang diajak bicara oleh Yesus adalah orang bermasalah, hatinya telah mengalami banyak penderitaan. Orang-orang melihat perempuan ini sebagai sosok yang harus dihindari. Yesus melihatnya sebagai sosok yang harus diperhatikan dan dikasihi. Hasilnya, bukan hanya perempuan ini percaya kepada Yesus, tapi banyak orang Sikhar menerima pewartaan Injil yang disampaikan wanita tersebut. Yesus adalah Sang Pembuka Mata. Marilah kita menjadi seperti Yesus. Kita tahu ada orang yang hidupnya berantakan, buruk kelakuannya dan dijauhi banyak orang. pandanglah mereka seperti Yesus memandang kita. Mari sediakan waktu untuk menemui dan berbicara dengan mereka, lakukan tindakan kasih sesuai kebutuhan mereka, dan mohonlah kepada Tuhan untuk menjamah hati mereka sehingga hidup mereka bisa berubah dan berbuah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bukalah hatiku agar hatiku selalu terpaut pada-Mu, sehingga apa yang kupikirkan, kurasakan, ku katakan dan kuperbuat sesuai dengan kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 9 Agustus 2026Bacaan: Jawab Hizkia kepada Yesaya, "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Namun, pikirnya, "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" (2 Raja-raja 20:19)Renungan: Hizkia mendapat takhta kerajaan Israel di usia yang terbilang muda, 25 tahun. la "berperilaku" baik dibanding dengan raja-raja yang pernah memerintah sebelumnya. la takut akan Tuhan dan berusaha membawa umat Israel kembali hidup di jalan Tuhan. la melakukan banyak pembaruan radikal dan menghidupkan kembali berbagai perayaan yang bertahun-tahun terlupakan. Hingga suatu ketika Hizkia sakit keras dan ia dinubuatkan akan mati. la pun berseru-seru kepada Tuhan memohon belas kasihan-Nya. Doanya dijawab. Tuhan menyembuhkannya, menambah masa hidupnya 15 tahun lagi. Selama 15 tahun itu pula Tuhan membuat kerajaannya begitu kuat dan disegani. Sayang, semua ini membuat Hizkia berubah menjadi tinggi hati. Tujuan hidupnya tidak lagi memuliakan Tuhan, sebaliknya mencari pujian bagi dirinya sendiri. la lupa diri bahwa semua pencapaiannya adalah berasal dari Tuhan. Hati manusia memang rentan berubah karena sebuah situasi. Ketika dalam situasi tertekan, ia tampak mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Hatinya dilimpahi sukacita besar karena semua pertolongan dan berkat Tuhan. Namun, betapa sulitnya menjaga hati tetap murni. Jika tidak waspada, hati lambat laun berubah. Jika tidak waspada, hati mudah terbuai oleh pujian orang-orang di sekitarnya. Jika sudah demikian, ia pun mulai lupa diri dan lupa kepada Tuhan. Semua pencapaian yang diperolehnya pun diakui sebagai usaha pribadi dan bukan lagi karena berkat dari Tuhan. Dari lupa diri ia menjadi keras hati. Setiap teguran firman Tuhan yang berusaha mengingatkannya pun tidak lagi dihormatinya. Jika sudah begini, ia tak lama lagi pasti direndahkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jagalah hatiku agar senantiasa terarah pada-Mu saja. Jangan biarkan godaan dunia membelokkan hatiku kepadanya agar damai-Mu senantiasa ada padaku. Amin. (Dod).
Podcast Serial : Penyakit Hati Ke-21, Eps. 29Pemateri : Ustadz Abu SaifJudul : Menuruti Hawa Nafsu
On August 12, 2026, daylight will vanish along a path crossing Greenland, Iceland, Spain, and beyond—and old stories say the Moon may not be the only thing responsible. In this Thursday Thrills episode, Henrique Couto follows the monsters once blamed for eating the sun: celestial dragons driven off by drums, the severed immortal head Rahu, the Norse wolves Sköll and Hati, a ravenous black squirrel, and the Eternal Bat that gnaws at the edge of the world.It is a fun, eerie ride through solar eclipse folklore, ancient mythology, totality, strange animal behavior, doomsday legends, and the oldest fear in the sky: what if the sun does not come back? Plus, learn where the 2026 total solar eclipse will be visible and how to watch it safely without letting an actual eye injury become the scariest part of the day.
HATI SEMPIT HIDUP TERHIMPITUstadz Arian FaqihKAJIAN MT AL-KHANSATerbuka untuk umum MUSLIMAHKamis, 06 Agustus 2026 / 23 Safar 1448HPukul 08:00 - 11:00 WIBdi Masjid As-Sofia, BogorSiapa saja yang menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) Masjid As-Sofia, Jl. RE. Martadinata 46-48, Kel. Ciwaringin, Kota Bogor, Phone: 0811 1226 242, Sedekah JariyahBSI 7158 607 195 a.n. Masjid As-SofiaBSI 7329 455 135 a.n. Majelis Ilmu BY MEWakaf Peralatan Live StreamingBSI 7149 665 026 a.n. DiMediaTVLIVE Streaming: - Youtube.com/@DiMediaTV - https://youtube.com/live/p-f2sNpZTzs?feature=share- Youtube.com/@assofiamasjid - https://youtube.com/live/yQ44gqxpTIY?feature=share- IG @DiMediaTV- IG @MasjidAsSofia- Facebook DiMediaPage - https://www.facebook.com/events/2266684530747476/- Tiktok DiMediaTV-- Spotify: Dimedia Radio "Di era informasi sekarang ini penting memanfaatkan media untuk dakwah dan menghadapi opini negatif. Kita manfaatkan semua sarana dan prasana untuk menyiarkan Islam dengan baik, dan lakukan klarifikasi atau membantah jika ada fitnah terhadap Islam." (KH Didin Hafidhuddin).Mari beramal jariyah bagi tersebarnya ilmu, dakwah & perjuangan dijalan Allah melalui donasi biaya operasional dan wakaf peralatan LIVE Streaming, via QRIS atau transfer ke Rekening BSI 7149 665 026 an. DiMediaTV. #DiMediaTV #masjidassofia #dimediaradio #DiMedia #AlKhansa #sahabatalkhansa #live #livestream #livestreaming #kajianbogor #kajianislami #kajianmuslimah #nasehatislami #nasehat #infokajianbogor #infokajian #infokajiansunnah #obs #obsstudio #obsstudiolive #obslivestream #obslive #sonya7r3 #sonya7riii Jadikan Dakwah Sebagai Poros dari Aktifitas kita sehari-hari sebagaimana Rasulallah SAW, oleh sebab itu jadikan video ini sebagai amal jariyah dakwah Anda juga dengan cara "Like, Comment, Save, Subscribe & Share" ----- takwa,ketakwaan,taat,kataatan, khutbah,khotbah,tausiah,tausiyah,ceramah,kajian,dimedia,dimediatv,dimedia tv,masjid assofia,masjid assofia bogor,Obs,Obs Live Stream,Obs Live,Obs Studio,Obs Studio Live,Sony A7R3,Sony A7RIII,alkhansa,mt alkhansa bogor,sahabat alkhansa,
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS
Menjaga Ketenangan Hati dan Keikhlasan Niat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Minnah ‘Alim Ar-Raqib. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 13 Safar 1448 H / 28 Juli 2026 M. Kajian Hadtis Tentang Menjaga Ketenangan Hati dan Keikhlasan Niat Pembahasan hadits-hadits pilihan dari kitab […] Tulisan Menjaga Ketenangan Hati dan Keikhlasan Niat ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 6 Agustus 2026Bacaan: "... tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN akan mencari seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN menetapkannya sebagai pemimpin atas umat-Nya, karena engkau tidak menaati apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu" (1 Samuel 13:14)Renungan: Betapa cepatnya hati manusia itu berubah. Ada orang yang tadinya menjalani hidup sederhana dan rendah hati, tapi di kemudian hari, hatinya berubah menjadi begitu sombong setelah ia mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ada orang yang tadinya kurang percaya diri dan merasa lemah, tetapi siapa sangka ia bisa menjadi seorang diktator kejam ketika berkuasa. Seperti itulah hati manusia, gampang berubah. Bisa jadi perubahan hatinya itu menjadi petunjuk bahwa ia tidak rela kehilangan rasa nyaman maupun kekuasaan yang didapatnya selama ini. Saul begitu rendah hati ketika Tuhan menunjuknya menjadi raja Israel. Sebenarnya, ia adalah orang yang diurapi Tuhan dengan janji pengokohan kerajaan Israel. Awalnya, Saul memang seorang yang taat dan rendah hati. Namun, ia lupa bahwa hati itu gampang berubah. Itu terjadi ketika ia tidak sabar menanti kedatangan Samuel dan dengan lancang mempersembahkan korban bakaran yang bukan menjadi tugasnya. Saul begitu angkuh. Ia menjadikan kedudukannya menjadi alasan bahwa ia bisa berbuat apa saja termasuk mengambil tugas keimaman. Sikapnya yang tidak sabar, angkuh, dan tidak taat dinilai Tuhan sebagai penolakan kepada Tuhan. Saul pun harus menerima konsekuensi: ditolak sebagai raja dan kehilangan janji Tuhan. la kehilangan apa yang coba ia pertahankan dengan kuat. Sikap Saul mengingatkan kepada kita bahwa bukan persembahan atau ritual agamawi yang memperkenan hati Tuhan. Tuhan lebih menyukai kasih setia dan ketaatan kepada firman-Nya. Mari renungkan: Hati manusia itu rapuh, gampang berubah oleh situasi. Bahkan hidup dalam berkat pun, jika tidak diwaspadai, bisa berubah menjadi angkuh dan melupakan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati agar hatiku tetap terpaut pada-Mu dan tidak pernah berubah. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan: RP. John Laba, SDB Tangerang Mat. 15:21-28.
Apakah yang sebenarnya sampai ke hati anak-anak muda — aktiviti yang menarik, atau mesej di sebaliknya?Dalam bengkel bersama pemimpin belia ini, Rev Dr Kenneth Chin mencabar kita untuk menilai semula cara kita melayani golongan muda. Bukan aktiviti yang utama — tetapi kandungannya. Permainan, acara, dan pembungkusan yang kreatif mungkin menarik ramai orang, tetapi hanya "isi" mesej yang mengubah hidup. Jadi, jangan tertekan dengan pembungkusan; fokuslah kepada apa yang benar-benar masuk ke dalam hati.Rev Dr Kenneth turut berkongsi beberapa perkara penting yang boleh diusahakan oleh setiap pemimpin belia untuk menjangkau generasi ini dengan lebih berkesan.Dengarkan, ambil nota, dan teruslah dikuatkan — isi lebih penting daripada gaya, mesej lebih penting daripada kaedah.________________________________What actually reaches the hearts of young people — the exciting programs we run, or the message behind them?In this workshop with youth leaders, Rev Dr Kenneth Chin challenges us to rethink how we do youth ministry. It's not about the activity — it's about the content. The games, events, and creative packaging may draw a crowd, but only the "meat" of the message transforms lives. So don't stress over the wrapping; focus on what actually enters the heart.Rev Dr Kenneth also shares practical key points every youth leader can work on to reach this generation more effectively.Listen in, take notes, and be encouraged — substance over style, message over method.
Ustadz Abdullah Zaen M.A. - Amalan Hati #32: Ciri Orang Bertakwa
Ustadz Abdullah Zaen M.A. - Kaidah 1: Hati Perlu Dirawat, Seperti Tubuh
Ustadz Abdullah Zaen M.A. - Kaidah 3: Hati Sulit Menampung Dua Hal yang Kontradiktif
Ustadz Abdullah Zaen M.A. - Kaidah 7: Hati yang Sehat akan Menikmati SUrga Dunia
Sejak semula, tujuan hukum Tuhan bukan sekadar mengatur perilaku manusia, tetapi membentuk hati yang mengasihi Allah.Yesus datang bukan untuk mengganti Taurat, melainkan mengembalikan tujuan aslinya—mengubah hati, karena dari hatilah lahir seluruh kehidupan.
Ustadz Abdullah Zaen M.A. - Kajian Adab dan Akhlak: Akibat Tidak Rendah Hati
A Lan Hati Ikhlas Vs Riya' - Bolehkah Menampakkan A L
Mengobati Kegelisahan Hati dengan I N
The One Piece fandom is in absolute chaos right now, and we are here for all of it.First up, Scopper Gaban has finally arrived in the anime. After 25 years of waiting, the Roger Pirates' left-hand man steps into the main story. We're breaking down what his appearance means, his brief clash with Luffy, and that flashback that reminds us just how wild the Roger era really was.Then, Luffy and Zoro freed Loki. The Accursed Prince's chains are off. Hajrudin warned them not to do it. Luffy did it anyway. Now Loki is standing with Ragnir in hand while the Holy Knights move in the shadows. We're talking about what this means for Elbaf and why Luffy's decision could change everything.And finally, the hot take that's going to get us ratio'd: Shamrock Figarland is a more compelling character than Shanks. Same face. None of the warmth. Commander of the Holy Knights. Son of Garling. Shanks without the moral compass. We're breaking down why we think Shamrock is the dark twin Shanks never could be, and why that makes him way more interesting. Plus, we dive into the Norse mythology connections—Sköll and Hati—and what that could mean for the twins' dynamic.No recaps. Just reactions, theories, and the takes that are going to get people talking.Come fight us in the comments. We know you want to.Follow The Anime Alchemists for weekly deep dives.---#OnePiece #ElbafArc #ScopperGaban #Loki #Shamrock #Shanks #Figarland #HolyKnights #OnePieceTheories #AnimePodcast #AnimeAlchemists
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 30 Juli 2026Bacaan: "Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan kokoh kedudukannya, ia membunuh semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel dengan pedang." (2 Tawarikh 21:4)Renungan: Abraham Lincoln, mantan Presiden Amerika Serikat, pernah berkata, "Bila Anda ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan." Pernyataan ini telah teruji kepada banyak orang dalam berbagai situasi. Bahwa banyak orang yang tadinya bersikap rendah hati, sederhana, dan tulus, tetapi berubah menjadi sombong, egois, dan serakah ketika mereka berkuasa. Kekuasaan menyingkapkan sifat asli mereka. Mereka menggunakannya sebagai alat untuk mengendalikan, bahkan menindas orang lain demi kepentingan sendiri. Sebagai anak sulung, Yoram mewarisi kerajaan Yehuda dari ayahnya. Sedangkan untuk adik-adiknya, sang ayah memberikan berbagai barang berharga, juga beberapa kota untuk mereka kuasai. Seiring waktu, ketika kedudukannya sebagai raja semakin kokoh, Yoram membunuh semua adik-adiknya, juga beberapa pembesar Israel. Ia memandang mereka sebagai ancaman yang harus ditumpas agar jabatannya tetap kokoh. Namun, ia hanya berkuasa delapan tahun dengan dua tahun penderitaan hebat karena sakit. Hukuman itu telah dinubuatkan Nabi Elia sebelumnya, tetapi Yoram mengabaikannya. la mati sebagai orang yang dibenci oleh rakyatnya sehingga ia bahkan tidak dikuburkan dalam pekuburan raja-raja. Sesungguhnya, kekuasaan itu ibarat sebuah pisau tajam. Sangat bermanfaat jika berada di tangan yang tepat, tetapi sangat berbahaya di tangan yang salah. Kekuasaan dapat digunakan untuk menyejahterakan atau menyengsarakan banyak orang. Dalam kapasitas yang beragam, kita semua memiliki kekuasaan. Kiranya kita mempergunakannya seturut kehendak Allah, demi kebaikan banyak orang. Karena sesungguhnya, Dialah pemilik kekuasaan sejati, termasuk atas hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati yang tulus agar saat Engkau memercayakan aku menjabat satu jabatan tertentu aku tetap rendah hati dan menjalankan tugas itu sesuai kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Podcast Serial : Penyakit Hati Ke-20, Eps. 28Pemateri : Ustadz Abu SaifJudul : Asy-Syamaatah (Bahagia Diatas Penderitaan Orang Lain)
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 28 Juli 2026Bacaan: “Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu.” (Amsal 3:29)Renungan: Daud dikejar-kejar oleh Raja Saul selama bertahun-tahun. Saul iri hati dan mau membunuh Daud. Suatu hari Tuhan memberi Daud kesempatan emas. Saul masuk ke gua untuk buang hajat dan ternyata itu gua yang sama tempat Daud dan pasukannya bersembunyi. Pasukan Daud berbisik, “Ini saatnya untuk membunuh dia sekarang!” Daud bisa saja merencanakan kejahatan. Dia punya alasan, "Saul musuhku. Dia yang lebih dahulu menyakiti aku!" Tapi apa yang Daud lakukan? Dia hanya memotong punca jubah Saul secara diam-diam. Dan setelah itu hatinya berdebar karena merasa bersalah. Daud berkata: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, orang yang diurapi TUHAN.” Daud punya kesempatan untuk membalas. Tapi dia memilih tidak merencanakan kejahatan terhadap "sesamanya" yang tinggal dengan tentram, bahkan terhadap orang yang membencinya. Penulis Amsal menulis ini bukan sekadar teori. Tetapi ini adalah praktik hidup. Ada 3 hal penting yang disampaikan dalam Amsal 3:29. Pertama, “Janganlah merencanakan kejahatan”. Kejahatan dimulai dari hati. Niat menjatuhkan, menyimpan bukti untuk menyerang, menyusun kata-kata untuk menyakiti. Kedua, “Terhadap sesamamu”. Sesama adalah orang yang Tuhan tempatkan dekat dengan kita yaitu keluarga, teman sekerja, teman sepelayanan dan tetangga. Mereka itu adalah orang-orang yang harusnya kita jaga dan lindungi. Ketiga, “Sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu”. Orang itu percaya dan tidak curiga terhadap kita. Tuhan mau kita menjadi tempat yang aman bagi sesama, bukan tempat yang menusuk dari belakang. Saat ini kita tidak memegang tombak seperti Saul. Tapi kita memegang HP dan mulut. Ternyata HP dan mulut mampu menusuk sampai kedalaman hati yang membuat hubungan kita dengan sesama menjadi rusak. Contohnya di media sosial, ada orang yang menyakiti kita, maka kita screenshot chatnya dan kita sebarluaskan agar dia dipermalukan. Di pekerjaan, ada rekan kerja yang membuat kita tidak nyaman, lalu kita memfitnah dan merancangkan yang buruk terhadapnya supaya ia disingkirkan dari tempat kita bekerja. Menjadi pengikut Yesus artinya memilih memberkati, bahkan ketika kita punya 1001 alasan dan kesempatan untuk melukai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seperti Daud, ajarilah aku menjaga hatiku. Ampunilah aku kalau ada rencana jahat atau kepahitan terhadap sesamaku. Berikan aku hati yang mau mengampuni dan tangan yang memberkati, sehingga hidupku bisa memberkati sesamaku. Amin. (Dod).
Tertekan atau bersabar?
Podcast Serial : Penyakit Hati Ke-19, Eps. 27Pemateri : Ustadz Abu SaifJudul : Ingkar Janji
Mazungumzo na Imani Mhingo, Mtaalamu wa Elimu ya Fedha na Mitaji ya dhamana kutoka Benki ya CRDB kuhusu elimu ya hisa; nani anatakiwa kuwa na hisa? uvumi upi usio wa kweli kuhusu hisa? Angalizo na namna ya kutengeneza faida kwa njia ya umiliki wa hisa.Support the showMsemaji Mkuu wa Serikali
Podcast Serial : Penyakit Hati Ke-18, Eps. 26Pemateri : Ustadz Abu SaifJudul : Hati Lalai
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Gregorius Danar Damanihuruk and Aldi Noel Silalahi dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 3: 14-17; Mazmur tg: Yer 31: 10.11-12ab.13; Matius 13: 18-23.MENDENGAR DAN MENGERTI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mendengar Dan Mengerti. Adapertanyaan yang sering diutarakan kepada umat dan juga para imam yang bunyinyakira-kira begini: mengapa di dalam sesi pengajaran, renungan, dan homili, parapendengar tidak cukup betah dalam mendengar namun mereka lebih sering kedapatanmengantuk? Lihat saja pada waktu imam memberikan homili dalam misa, cukupbanyak umat yang mengantuk. Ada begitu banyak alasan. Kesalahan atau kekurangan dapat diuraikan dandidaftar, baik itu dari pihak imam maupun umat. Baik itu dari pihak pewartamaupun dari pendengar. Cukup banyak orang mengatakan bahwa umat atau pendengarrupanya dapat mendengarkannya tetapi tidak mengerti. Ini dipandang sebagaisalah satu penyebab mereka mengantuk. Dua kemampuan intelektual ini, mendengardan mengerti, sama-sama berperan penting dalam pertumbuhan kejiwaan,kerohanian, dan hidup sosial seseorang. Mendengar merupakan kegiatan yang ditopang oleh indra telinga, oleh karenaitu harus menjadi yang pertama menerima pesan yang datang. Kegiatan ini samaseperti melihat dengan mata dan merasakan dengan kulit. Pesan yang datang dandidengar masih mentah. Kita merasakan sentuhan seperti terkena air pada kulitkita. Perasaan ini belum berarti apa-apa sebelum ia diproses di dalam otaksehingga menjadi sebuah pikiran. Di sini baru bisa terjadi pemahaman ataupengertian. Sebuah pengertian baru dibuat dari proses mendengar yang kemudiandiolah oleh pikiran, yang akhirnya membentuk sikap, perilaku dan cara hidupyang baru pula. Itulah sebabnya Yesus sangat tegas mengatakan bahwa seorang pribadi yangbaik ialah ia yang dapat mendengar dan mengerti Sabda Tuhan yang disampaikankepadanya. Kalau ia hanya mendengar, ia baru setengah baik. Ia juga tidak bisalangsung mengerti jika belum mendengar Sabda itu. Orang seperti ini diumpamakansebagai tanah yang baik, yaitu kemampuannya untuk mendengar dan mengerti secarabaik, sehingga ketika Sabda Tuhan datang kepadanya Sabda itu akan tumbuh danberbuah banyak di dalam hidupnya. Dalam proses mendengar dan mengerti itu kita mesti dapat menghindaribeberapa hal ini: hati dan pikiran kita seperti jalanan besar dan kecil di manasabda Tuhan jatuh di situ lalu burung dan ayam datang memakannya, akhirnyasabda Tuhan tidak tumbuh. Kita juga seperti bebatuan dengan tanah tipis diatasnya, di mana sabda Tuhan tumbuh tapi tidak berakar, akhirnya layu ketikakena panas matahari dan mati. Hati dan pikiran kita seperti duri-duri dan semakbelukar, di mana sabda Tuhan akan terhimpit dan terancam mati. Denganmenghindari semua itu, yang tinggal adalah diri kita sebagai tanah yang subur. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Allah maha kuasa, jadikanlah diri kami tanah subur supayaSabda-Mu bertumbuh subur dan akhirnya berbuah melimpah. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 23 Juli 2026Bacaan: “Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam.” (Mazmur 4:5)Renungan: Suatu hari di jam sebelas malam, Andrea baru saja membaca chat dari teman kantor di grup. Temannya menyindir dia di depan bosnya. Darahnya langsung naik. Jempolnya sudah mau mengetik balasan panjang, sebagai pelampiasan kemarahannya. Tapi kemudian dia ingat bahwa besok mereka akan ketemu lagi di kantor. Kalau dia membalas malam ini, pasti besok pagi akan menyesel. Akhirnya dia meletakkan HPnya kemudian ke kamar, tutup mata, dan berbicara dalam hati kepada Tuhan, “Tuhan, aku marah banget dan sakit sekali hati ini. Tapi aku tidak mau berdosa karena marah ini." Pagi harinya, kepalanya lebih tenang. Dia bisa menyelesaikan masalah itu dengan cara yang benar. Malam itu dia belajar, marah boleh, tapi jangan sampai marah menguasai hati ini. Daud menulis mazmur ini waktu dikejar-kejar musuh dan difitnah. Dia juga marah, kecewa, sakit hati. Tetapi dia diberi 3 nasihat. Pertama, “Biarlah kamu marah” Marah itu manusiawi. Yesus juga pernah marah. Kedua, “Tetapi jangan berbuat dosa”. Bahayanya di sini. Marah bisa jadi memaki, balas dendam dan fitnah. Itulah yang membuat kita berdosa. Ketiga, “Berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam”. Artinya bawalah permasalahan kita kepada Tuhan dulu. Kita belajar mendiamkan mulut dan menenangkan hati sambil mengevaluasi di hadapan Tuhan sebelum bertindak. Intinya: Jangan mengambil keputusan saat kita sedang emosi. Mazmur 4:5 mengajar kita untuk "pause". Sebelum chat, sebelum berbicara, sebelum mengambil keputusan, diamlah dahulu kemudian bawalah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku adalah manusia yang gampang marah dan gampang salah langkah. Ampunilah aku kalau selama ini aku cepat melampiaskan amarah sehingga menjadi berdosa. Ajarilah aku seperti Daud, saat marah, aku datang kepada-Mu dahulu, bukan ke orang lain. Tolonglah aku untuk diam, berpikir, dan bicara dengan-Mu sebelum aku bertindak. Yesus, tolong jaga hati dan mulutku hari ini. Amin. (Dod).
On Monday, news broke that Sam Neill had passed away at the age of 78, surrounded by his family. - Pada hari Senin, tersiar kabar bahwa Sam Neill telah meninggal dunia pada usia 78 tahun dengan didampingi oleh keluarganya.
Pembawa Renungan: RD. Dwi Joko Surabaya Mat 11:20-24.
Allah Melihat Hati dan Amalmu adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Minnah ‘Alim Ar-Raqib. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 22 Muharram 1448 H / 7 Juli 2026 M. Kajian Tentang Allah Melihat Hati dan Amalmu Al-Mundziri rahimahullah berkata: وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ […] Tulisan Allah Melihat Hati dan Amalmu ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Satu ekor tapir yang tewas di Mesuji membongkar jarak lama antara kepedulian kota dan kenyataan hidup di pinggir hutan — dan pola yang sama ternyata terjadi di banyak negara lain.
Following the Socceroos' elimination by Egypt in the Round of 32 at the FIFA World Cup 2026, Indonesian diaspora supporters of the team expressed their "heartbroken". Why do they support the Australian team, and which team are they backing next? - Menyusul terjegalnya Socceroos oleh Mesir dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026, diaspora Indonesia pendukung Socceroos mengaku "patah hati". Mengapa mereka mendukung tim Australia dan tim mana yang mereka unggulkan berikutnya?Listen to SBS Indonesian on Mondays, Wednesdays, Fridays and Sundays at 3pm.Follow us on Facebook and Instagram, and subscribe to our podcasts. - Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 7 Juli 2026Bacaan: "Manusia itu menjawab: 'Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.'" (Kejadian 3:12)Renungan: Suatu kali Anna ditegur atasan karena laporan keuangan telat. Anna sebenarnya yang salah karena ia lupa mengingatkan tim. Tapi apa jawaban pertama Anna? "Pak, si Yordan yang pegang datanya. Saya sudah bilang kok, tapi dia tidak kirim-kirim." Selesai bicara Anna menjadi lega. Rasanya beban pindah ke Yordan. Malamnya barulah Anna sadar. Ia baru saja melakukan hal yang sama seperti Adam di taman Eden. Menyalahkan orang lain supaya ia tidak terlihat salah. Kejadian 3:12 ini terjadi sesaat setelah Adam dan Hawa makan buah terlarang. Tuhan datang dan bertanya. Seharusnya ini momen pertobatan. Tapi lihat jawaban Adam. Pertama, ia menyalahkan Tuhan dengan berkata, "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku." Seolah Tuhan yang salah kasih pasangan. Kedua, ia menyalahkan orang lain, "Dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan. " Adam tidak berani bertanggung jawab dalam hal ini. Dosa pertama manusia bukan hanya tidak taat pada perintah Tuhan. Dosa pertama juga "tidak mau mengakui salah". Dari taman Eden sampai kantor, rumah, dan sekolah kita hari ini, polanya sama. Hati kita lebih memilih membela diri daripada jujur di hadapan Tuhan dan sesama. Di zaman sekarang kita punya 1001 cara untuk "melempar kesalahan": "Grup WA yang tidak dibaca, sinyal jelek, anak yang rewel, pasangan yang tidak mengerti, sistem yang ribet dsb." Tapi Tuhan hari ini mengajak kita untuk berhenti jadi "Adam". Keberanian berkata "Tuhan, aku salah" adalah awal pemulihan. Di keluarga: minta maaf dulu sebelum menjelaskan. Di kantor: akui bagian kita sebelum menunjuk orang. Di hadapan Tuhan: buka hati apa adanya, jangan berdalih. Ingatlah, Tuhan tidak mencari orang yang sempurna. Tuhan mencari orang yang jujur dan mau diperbaiki. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Ampuni aku yang sering seperti Adam. Lebih cepat menyalahkan orang lain daripada mengakui kesalahanku sendiri. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 6 Juli 2026Bacaan: Lalu berkatalah yang seorang kepada yang lain: "Tidak patut yang kita lakukan ini. Hari ini ialah hari kabar baik, tetapi kita ini tinggal diam saja. Apabila kita menanti sampai terang pagi, maka hukuman akan menimpa kita. Jadi sekarang, marilah kita pergi menghadap untuk memberitahukan hal itu ke istana raja." (2 Raja-raja 7:9)Renungan: Di zaman Israel kuno, salah satu penyakit yang paling ditakuti adalah kusta. Mengapa? Karena penyakit ini tak hanya memberikan rasa sakit secara fisik, tapi juga menyerang mental penderitanya. Bagaimana tidak? Orang kusta akan dicap sebagai orang yang kena tulah dan dikutuk Allah. Orang kusta juga diasingkan dan begitu direndahkan. Bacaan kita hari ini sungguh menarik untuk kita renungkan. Orang kusta yang selama ini diremehkan justru menjadi pahlawan Israel. Sementara rakyat Israel mengalami kelaparan hebat, orang-orang kusta inilah yang memberi tahu mereka bahwa tentara Aram sudah meninggalkan perkemahannya dan meninggalkan banyak perbekalan. Padahal bisa saja orang-orang kusta itu "balas dendam" dan membiarkan rakyat Israel kelaparan sementara mereka bisa menikmati makanan secara berlimpah. Bisa kita bayangkan betapa malunya rakyat Israel saat mengetahui bahwa orang-orang kusta inilah yang menolong mereka dengan mengabarkan berita baik itu. Orang-orang yang selama ini mereka rendahkan justru menjadi pahlawan bagi mereka. Apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini? Janganlah kita suka meremehkan, merendahkan, melakukan hal yang jahat, atau memusuhi seseorang. Kita tidak pernah tahu bahwa orang yang kita jahati adalah orang yang kelak kita mintai pertolongan! Bayangkan betapa malunya kita jika hal itu sampai terjadi. Lebih malu lagi kalau orang itu bersedia menolong kita! Orang yang kita remehkan, bisa saja kelak menjadi orang terhormat. Orang yang kita anggap bawahan, bisa saja menjadi atasan kita. Orang yang kita sangka buruk, bisa saja ternyata adalah orang baik yang tidak pernah memamerkan kebaikannya. Orang yang kita jahati, bisa saja orang itu membalasnya dengan berbuat baik kepada kita. Karena itu marilah kita tidak jemu-jemu berbuat baik kepada setiap orang. Singkirkan prasangka-prasangka dan penilaian lahiriah yang nyatanya sering terbukti salah itu. Kita tidak pernah tahu bahwa kita sedang menabur kebaikan yang suatu kali kelak akan kita tuai pada waktu yang tepat. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati seperti hati-Mu. Hati yang bisa menerima setiap orang apa adanya dan tidak menganggap rendah mereka. Amin. (Dod).
Pada hari ke-22 Piala Dunia FIFA, Portugal mengungguli Kroasia dalam laga perpisahan Luka Modrić, Spanyol menang mudah atas Austria, dan Swiss mengalahkan Aljazair untuk melaju ke babak 16 besar.Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
Khutbah Jumat Singkat: Hati Sebagai Bejana Ilmu ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada 11 Muharram 1448 H / 26 Juni 2026 M. Khutbah Jumat Pertama: Hati Sebagai Bejana Ilmu Di antara sekian banyak nikmat yang Allah Subhanahu wa […] Tulisan Khutbah Jumat Singkat: Hati Sebagai Bejana Ilmu ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
On the first hour of the Shelley Wynter Show, Shelley talks about attending a funeral of a good friend whose also in the radio industry. Shelley also talks about a Supreme Court ruling and the history of Hati in 1804 and why it's so important today.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 29 Juni 2026Bacaan: "Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri." (Amsal 11:12)Renungan: Apakah kita pernah tidak senang hati bahkan marah jika digosipkan? Fakta yang terjadi adalah kita justru suka menggosipkan orang lain. Ini hal yang mengherankan, kita melakukan sesuatu kepada orang lain untuk hal yang tidak kita inginkan terjadi pada diri kita. Lagipula, sebenarnya kita semua tahu bahwa gosip itu tidak lebih dari sampah. Bagaimana seharusnya pengikut Yesus menangani gosip atau sampah ini? Ada analogi menarik berkenaan dengan hal itu. Ada tiga tipe manusia berkaitan dengan sampah. Pertama, tipe menebarkan. Ada orang yang tidak menaruh sampah pada tempat yang seharusnya. Bahkan, ada orang yang suka membuang sampah sembarangan dan menebarkan sampah di sepanjang jalan yang ia lalui. Dalam dunia gosip, orang seperti ini akan menyebarkan gosip kapan pun, di mana pun, dan kepada siapa pun. Bahkan orang seperti ini bisa menggosipkan sesuatu kepada orang yang baru dikenalnya! Hebat, bukan? Kedua, tipe mengumpulkan. Ada orang tertentu yang suka mengumpulkan sampah. Sampah yang mestinya dibuang, malah dikoleksi. Orang tipe ini tidak selalu menjadi biang gosip, namun yang jelas orang seperti ini suka mengumpulkan berita-berita gosip terbaru. Bayangkan penderitaan batin yang harus ditanggung seseorang yang sedang digosipkan. Sebagai pengikut Yesus kita seharusnya memilih tipe yang ketiga, yaitu tipe membuang. Orang yang sadar lingkungan, tidak akan membiarkan sampah berserakan di jalan. la akan mengambil sampah itu dan membuang ke tempat yang seharusnya. Soal gosip, orang tipe ini sebisa mungkin menghindari gosip. Namun, kalaupun akhirnya ia mendengar sebuah gosip, maka ia akan segera membuang "sampah" itu pada tempatnya dan tidak membiarkan berita itu tersebar ke mana-mana. Gosip itu seperti mata rantai. Kita bisa memutuskan mata rantai yang saling terkait itu dengan bersikap diam. Diam membuat gosip akan berhenti dengan sendirinya. Hari ini, jika ada yang menebarkan "sampah gosip" di depan kita, kita tahu apa yang harus dilakukan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku pikiran dan hati yang jernih sehingga aku dipenuhi dengan damai sejahtera-Mu dan tidak ada keinginan untuk menggosipkan orang-orang yang ada di sekitarku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 24 Juni 2026Bacaan: "Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka." (Lukas 6:31)Renungan: Seorang pria bercerita: "Waktu kecil, aku ingat suatu malam ketika Ibu menyiapkan makan malam setelah seharian kerja yang melelahkan. Saat itu, la menghidangkan telur dadar, sosis, dan beberapa biskuit gosong di hadapan ayahku. Aku menunggu reaksi kaget atau protes ayahku. Tapi, yang Ayah lakukan saat itu justru langsung mengambil biskuit itu, memakannya, sambil bertanya apa yang terjadi di sekolahku hari itu. Sesaat setelah itu, aku mendengar Ibu meminta maaf pada Ayah karena biskuitnya sedikit gosong. Dan Ayah menjawab: 'Tidak apa-apa Sayang, enak kok biskuitnya. Penasaran, aku pun bertanya pada Ayah mengenai apakah ia benar-benar menyukai biskuit gosong ketika kami hanya berdua di kamar. Ayah pun memelukku sambil menjawab: 'Ibumu sudah bekerja keras seharian dan ia sudah lelah. Lagipula, biskuit yang sedikit gosong juga tidak akan membuat perut Ayah atau perutmu sakit, kan?'" Dalam hidup keseharian, kita akan sering menemukan ketidaksempurnaan seperti itu. Biskuit gosong di atas adalah perlambang dari segala kelemahan/perbedaan orang-orang yang ada di sekitar kita. Orang tua kita mungkin bukanlah orang kaya yang bisa memberi kita berbagai macam fasilitas. Sahabat kita orangnya mungkin sedikit lemot. Teman sekolah kita mungkin punya hobi suka menggosip. Atau, rekan kantor kita mungkin ada yang maunya di zona aman terus, cenderung pasif, dan susah diajak maju. Tapi, coba lihat diri kita sendiri, bukankah kita juga punya kelemahan? Sebagai rekan kerja, misalnya, kita mungkin cenderung berani dan punya ambisi kuat, tapi di sisi lain kita mungkin adalah seorang pelupa. Atau sebagai sahabat, kita mungkin pinter, tapi di sisi lain kita orangnya kurang tepat waktu. Maka, lebih baik syukuri kelemahan dan perbedaan itu daripada mengeluhkan apalagi mengutukinya. Kita tidak mungkin berharap semua orang punya karakter yang baik dan sesuai keinginan kita. Menerima kelemahan orang-orang yang ada di sekitar kita dan perbedaan yang ada, adalah salah satu kunci penting buat menciptakan relasi atau hubungan yang sehat, selalu bertumbuh, dan bertahan lama. Yang penting bukan "biskuit gosongnya", tapi "relasi" kita dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati sehingga dapat menerima kekurangan orang-orang di sekitarku dan mampu memotivasi mereka untuk melangkah lebih maju. Amin. (Dod).
Tiga Amalan Penjaga Hati dari Hasad dan Khianat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Minnah ‘Alim Ar-Raqib. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 23 Dzulhijjah 1447 H / 9 Juni 2026 M. Kajian Tentang Tiga Amalan Penjaga Hati dari Hasad dan Khianat Setelah menyelesaikan […] Tulisan Tiga Amalan Penjaga Hati dari Hasad dan Khianat ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 17 Juni 2026Bacaan: "Sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yarig benar itu tersiksa." (2 Petrus 2:8)Renungan: Satu pepatah berkata, "Burung yang sejenis akan berkumpul bersama-sama. Burung yang sejenis akan hinggap di dahan yang sama." Pepatah ini sungguh benar adanya. Kalau kita amati sekumpulan burung yang berhenti di sebuah dahan pohon, ternyata memang adalah burung yang jenisnya sama. Burung yang terbang secara bersama-sama juga adalah burung dengan jenis yang sama. Bukankah kita tidak pernah menjumpai burung gereja, burung kakatua, burung walet, atau burung elang terbang secara bersama-sama dan berhenti di dahan yang sama? Manusia juga sama. Dalam sebuah kelompok pergaulan, kita juga sering menjumpai hal seperti itu. Manusia berkelompok menurut jenis yang sama. Memiliki tujuan yang sama. Memiliki niat yang sama. Memiliki hobi yang sama. Bahkan, kerap kali memiliki karakter dan tabiat yang sama. Itu sebabnya kalau mau sukses, tentukan seperti apa pergaulan dan komunitas yang tepat. Kita akan sulit sukses jika kita bergaul bersama para pengangguran, orang yang bermalas-malasan, atau kumpulan orang yang tidak punya tujuan hidup. Sebab suka tidak suka, kita akan terpengaruh dan menjadi sejenis dengan perkumpulan kita. Lot adalah orang benar. Firman Tuhan di dalam 2 Petrus 2:8 dengan jelas menyatakan hal itu. Sayang, Lot berada dalam kumpulan orang berdosa. Tak heran jika jiwanya tersiksa karena berada dalam perkumpulan orang-orang yang jahat. Tak hanya jiwa Lot yang tersiksa, tapi lama kelamaan tabiat Lot pun menjadi semakin mirip dengan orang-orang Sodom yang amoral! Hati-hati dengan pergaulan kita. Jangan remehkan hal ini. Jangan anggap bahwa kita bisa berjaga-jaga dan tidak akan menjadi sama dengan mereka. Sehebat apapun kita menjaga diri, sedikit banyak kita akan terpengaruh dengan apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, dan semua hal yang terjadi di depan mata kita secara terus menerus. Pilihlah kumpulan orang yang baik dan benar, maka kita pun akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat agar aku dapat bijaksana memilih teman yang dapat memberkati kepribadianku, sehingga hidupku pun dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 14 Juni 2026Bacaan: Sikap yang tenang memanjangkan umur; iri hati memendekkannya." (Amsal 14:30)Renungan: Kesehatan tubuh kita memang sangat berkaitan dengan suasana hati kita. Ini bukan karena faktor makanan atau gaya hidup yang tidak sehat saja, melainkan lebih dari itu, yaitu tidak menjaga hati. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres dan kondisi emosional yang tidak seimbang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik seseorang. Hal ini disebabkan oleh adanya hubungan yang kompleks antara pikiran, emosi, dan tubuh manusia. Ketika seseorang mengalami stres atau ketidakseimbangan emosional, sistem kekebalan tubuhnya dapat terpengaruh, meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit. Hati yang tenang merupakan kondisi ketika ia tenang, damai, dan tenteram. Amsal 4:23 menyatakan "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan". Hati yang tenang dapat diartikan sebagai hati yang kudus, bebas dari dosa seperti kepahitan, dendam, iri hati, kesombongan. Tuhan mengingatkan kita untuk menjaga hati karena hati yang bersih membawa ketenangan. Orang benar merasakan damai sejahtera, ketenangan, dan ketenteraman abadi karena "Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya (Yes. 32:17). Karena itu, menjaga hati agar tetap bersih dan penuh dengan kebenaran adalah kunci untuk mencapai ketenangan batin. Mari kita berusaha hidup benar sehingga hidup kita menjadi tenang dan tentram. Biarlah kita selalu menjaga hati kita agar tetap tenang dan serahkanlah segala kekhawatiran kita kepada Tuhan karena Tuhan yang lebih mengetahui segala isi hati kita. Sementara itu, kita juga berjalan di dalam kebenaran firman-Nya. Itulah yang akan menyegarkan tubuh, jiwa, dan hati kita. Hanya dekat Tuhan saja hati kita akan tenang karena hati yang tenang akan memperoleh kesegaran jiwa dan raga. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah kepahitan dari dalam hatiku, agar damai sejahtera-Mu menguasai hatiku. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : RP. Rudi Rahkito Jati, OMI Tarakan – Kalimantan UtaraMrk 12:38-44
Pembawa Renungan : RD. Adam SuncokoVikjen Keuskupan Malang Mrk 10:32-45