Podcasts about matius

  • 188PODCASTS
  • 4,588EPISODES
  • 13mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Aug 12, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about matius

Show all podcasts related to matius

Latest podcast episodes about matius

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-19 masa biasa, 13 Agustus 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 12, 2026 8:45


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yehezkiel 12: 1-12; Mazmur tg 78: 56-59.61-62; Matius 18: 21 - 19: 1.JIWA BESAR PENGAMPUN          Renungan kita pada hari ini bertema: Jiwa Besar Pengampun. Ada seorangmurid kelas 5 SD pada suatu pagi berkata kepada orang tuanya bahwa ia tidak maulagi masuk sekolah. Ia berkata demikian sambil menangis dan ketakutan. Setelahmenyelidikinya, mereka menjadi tahu bahwa anak ini takut diejek, dihina ataudibully lagi oleh teman-temannya di sekolah. Ia sudah berusaha sabar terhadapmereka, bermain dengan mereka, bahkan berbagi jajan dengan mereka, tetapi tetapsaja ia disakiti. Ia ingin saja berhenti sekolah. Orang tuanya ikut bersedihdan berusaha untuk menyelesaikan masalah itu dengan pihak sekolah. Pengalaman pahit murid itu jangan dianggap sekedar human error ataukekeliruan manusiawi, tetapi sebuah pola pergaulan jelek di sekolah yang harusdiperbaiki. Mungkin Anda sendiri pernah menjadi korban suatu pola perbuatanjahat seperti yang dialami murid tersebut. Dalam menghadapi kesulitan sepertiitu, ada orang yang mampu menyelesaikannya dengan kemampuannya sendiri, tetapiyang lain tidak mampu, sehingga mereka membutuhkan bantuan orang lain untukmengatasinya dengan segera. Cara penyelesaiannya dapat berupa pendekatanreaktif dan represif, yang berarti bahwa harus dilawan juga dengan kekerasan,tetapi dapat juga berupa pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Satu ajaran Kristiani yang selalu dekat di hati para pengikut Kristusketika mengalami peristiwa hidup seperti ini, ialah memiliki jiwa besar sebagaiseorang pengampun dan rela untuk mengampuni. Nabi Yehezkiel di dalam bacaanpertama menggambarkan suatu tindakan memberikan ampun melalui sebuah sikapmenolak kekerasan tetapi juga bukan suatu sikap pasif atau diam. Ia mengajarkansebuah sikap mengalah dan menjadikan diri sebagai korban dari perbuatan orang-orangjahat. Ini untuk mengingatkan bahwa mereka juga pada saatnya akan mengalamikesusahan yang setimpal dengan perbuatannya itu. Cara mengampuni seperti inisama dengan mengatakan: Tuhan ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apayang mereka perbuat. Tuhan Yesus mengajarkan ungkapan jiwa yang besar dalam mengampuni, yaitudengan pernyataan dan tindakan yang sangat eksplisit. Pihak yang berlaku jahatperlu melihat dan mengalami kalau kata-kata dan tindakan Anda sungguhmengampuni. Pengampunan seperti ini tidak boleh diukur sampai berapa kali yaitusecara kuantitas, dan juga secara kualitas seperti batas kesabaran, kelelahan,kebosanan, dan menyerah. Yesus menangkap kecenderungan pembatasan ini ada padapara murid-Nya dan kita semua. Oleh karena itu Ia menegaskan bahwa suatu jiwayang besar dalam memberikan pengampunan ialah yang tidak memperhitungkanbatasan baik jumlah maupun kualitasnya. Hal ini disebutkan-Nya sebagaipengampunan 70 kali 7 kali. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, lembutkan hati kami supaya kami dapat mengampunitanpa batas. Apabila kami tidak kuat lagi mengampuni, berilah kami Roh-Mu yangmembuat kami mampu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalamnama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-19 masa biasa, 12 Agustus 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 11, 2026 7:31


Dibawakan oleh Agnes Ambaryuliani dan Nikolas Rangga Agamwicaksana dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yehezkiel 9: 1-7; 10: 18-22; Mazmur tg 113: 1-2.3-4.5-6; Matius 18: 15-20.BERKUMPUL DALAM NAMA TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Berkumpul Dalam Nama Tuhan. Adasekelompok remaja sedang memasuki sebuah toko yang berjual barang-barangelektronik dan ponsel. Mereka ingin sekali memiliki ponsel terbaru, tetapikarena tidak ada uang untuk membeli, mereka nekat untuk mencuri. Merekamengatur sedemikian supaya aksinya lancar dan tidak membuat keributan. Tetapi sebelum melakukan aksi mencuri, ketua kelompok mengajak semua untukberkumpul. Ia ingin supaya mereka berdoa dahulu sebelum mencuri ponsel-ponselyang diinginkan mereka. Namun ketika mereka akan segera berdoa, salah seorangdari mereka berkata: "Ini tidak masuk di akal. Mana mungkin kita berdoauntuk mencuri, Tuhan pasti tidak mengizinkan kita." Akhirnya mereka semuatidak jadi mencuri dan masing-masing bubar.   Berkumpulnya orang-orang untuk berdoa selalu dilandasi motivasi yang baikdan untuk mencapai tujuan yang baik pula. Apa yang dikatakan oleh Injil tadisungguh benar, bahwa Tuhan hadir di dalam pertemuan orang-orang atas kuasa dannama-Nya. Jika ada pertemuan yang motivasinya ialah kekacauan, keributan dankekerasan, maka pertemuan itu sangat jelas tidak berkenan kepada Tuhan. Berkumpul dalam nama Tuhan memiliki beberapa unsur dasar yang selalu kitalakukan. Unsur penyebutan nama Tuhan merupakan yang paling kentara dan gampang.Doa yang singkat, seruan nama-Nya yang kudus, sebuah nyanyian pujian adalahcontoh-contoh kita berkumpul dalam nama Tuhan. Tuhan hadir bersama kita dalamkesempatan seperti ini bukan untuk kejahatan dan dosa.  Unsur berkumpul sebagai komunitas gerejani merupakan kegiatan yang lebihformal dan berwibawa. Di sini ada perayaan-perayaan liturgis, sakramental danberbagai doa devosional. Tuhan menyentuh kita melalui sakramen-sakramen dan Iamemberkati kita yang menerimanya. Unsur yang menjadi tanda formal dan berwibawakegiatan ini ialah imam yang menjadi representasi Kristus sendiri. Tugas imamialah menjembatani  umat Allah denganTuhan. Unsur kasih merupakan suatu ungkapan nyata bagaimana Tuhan berbuat danterlibat dalam karya cinta kasih yang dilakukan orang-orang beriman. Rapatuntuk merencanakan sebuah program pemberdayaan keluarga-keluarga miskin, inimerupakan contoh bertemu dalam nama Tuhan. Pertemuan untuk membahas danmembaharui hubungan antar pribadi, termasuk dengan koreksi persaudaraan, itujuga bagian dari berkumpul dalam nama Tuhan. Intinya, Tuhan hadir di dalampertemuan orang-orang beriman dan Ia yang menjiwai mereka. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, mampukanlah kami selalu di dalamkehidupan bersama kami tiap hari, khususnya ketika kami menjalankan kehendak-Musecara bersama-sama, di mana Engkau sendiri hadir dan terlibat dalam kegiatan-kegiatankami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-19 masa biasa, 11 Agustus 2026, Peringatan Santa Klara, Perawan

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 10, 2026 8:12


Dibawakan oleh Katarina dan Agustinus dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yehezkiel 2: 8 - 3: 4; Mazmur tg 119: 14.24.72.103.111.131; Matius 18: 1-5.10.12-14.ANAK-ANAK YANG MEMBANGGAKAN Renungan kita pada hari ini bertema: Anak-Anak Yang Membanggakan. Adasebuah reuni para alumni SD. Semua hadirin terdiri dari para petani, buruh,pegawai pemerintah, guru, rohaniwan, bahkan bupati untuk kabupaten setempat. Diantara semua ini, ada satu tamu yang sangat spesial, yaitu seorang lelaki tuaberusia 88 tahun, ia adalah kepala sekolah pertama sekolah dasar tersebut.Semua alumni memiliki kenangan indah tentang sang kepala sekolah.                                                        Semua alumni masih tetap mengingat bagaimana mantan guru mereka tersebutselalu memperlakukan setiap murid sebagai anaknya sendiri. Intinya, gurutersebut selalu menganggap setiap muridnya sebagai anak yang membanggakan.Setiap anak memiliki potensi dan bakat yang patut dikembangkan selanjutnya. Iaselalu memakai pendekatan persuasif untuk mengarahkan dan memperbaiki perilakumereka yang nakal atau kurang baik. Setiap selesai memberikan nasihat ataukoreksinya, ia selalu berkata begini: "Kamu anak yang membanggakan."   Setiap anak di dalam keluarga, Gereja dan masyarakat kita sangat memerlukanperlakuan yang positif dan sehat. Dengan perlakuan ini, mereka akan tumbuhsecara positif dan sehat, sehingga mengurangi atau mematikan perilaku merekayang tidak disiplin atau di luar batas kewajaran. Mantan guru dan kepalasekolah tersebut sebenarnya mempraktikkan perbuatan Yesus sendiri yang menerimaanak-anak dan memberkati mereka. Yesus menempatkan anak kecil di tengah-tengahkita agar mengajarkan kita tentang menghargai dan memelihara kehidupan yangmenjadi karunia terindah Tuhan bagi kita. Sikap-sikap yang patuh, semangat belajar dan mengikuti disiplin hidupmerupakan sikap hidup yang melawan keras kepala dan hidup yang kacau.Kerendahan hati dan taat kepada Tuhan adalah semangat yang mengalahkankecongkakan, ingat diri, dan kekerasan. Kerajaan Surga disediakan bagiorang-orang yang hidup dalam semangat anak kecil seperti ini. Kita perlubelajar bahwa proses terjadinya sesuatu memang harus berawal dari yang kecildan lemah. Tuhan Allah memakai proses natural kita untuk mendirikan kerajaan-Nyadi dalam dunia. Iman kita tumbuh dari awal untuk menjadi dewasa. Kita dapat memiliki ide dan pemikiran tertentu, yang terbentuk darikumpulan fakta dan pengalaman kecil yang berbeda-beda. Sebuah bangunan rumahterbentuk dari elemen semen, pasir, batu dan genteng. Seorang profesor telahmelalui pengalaman belajar dan latihan dari kecil dan semua masa belajarnya.Jadi yang kecil, permulaan dan muda harus membuat kita bangga. Hendaknya kitasyukuri bahwa semua itu sudah dan seterusnya ikut membentuk diri kita sepertiapa adanya kita pada setiap waktu hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Berkatilah kami untuk hari ini, supaya setiap pengalamanyang terjadi hari ini menandakan bahwa Engkau senantiasa setia di dalamkehendak-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-19 tanggal 9 Agustus 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 8, 2026 13:34


Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi, Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Santa Maria Assumpta, Paroki Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. 1 Raja-Raja 19: 9a.11-13a; Mazmur tg 85: 9ab-10.11-12.13-14; Roma 9: 1-5; Matius 14: 22-33.TUHAN INGIN KITA JUGA MENERJANG BADAI KEJAHATAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Ingin Kita Juga MenerjangBadai Kejahatan. Ada dua bocah, kakak dan adik, sedang bermain di tepi lautpada saat ombak sedang besar dan memecah di pasir dengan bunyi yang keras. Sangibu duduk di bawah pohon sedang mengawasi mereka. Ibu berpesan bahwa merekaagar tidak boleh masuk ke dalam laut untuk bermain dengan ombak, karena akanmembahayakan mereka. Mereka bermain saja di tepi dengan ombak yang memecah dipasir. Mereka harus saling menjaga satu sama lain. Menurut tradisi dan kepercayaan Yahudi, khususnya pada waktu Yesus masihhidup, gelombang laut, ombak, dan angin di permukaan laut adalah tanda setandan roh jahat sedang mengancam untuk menyerang siapa pun yang ada di situ.Ancaman ini dialami oleh rasul Petrus ketika ia ingin menemui Yesus denganberjalan di atas air yang sedang dikuasai penguasa jahat tersebut. Yesussendiri menginjak dan menerjang air itu dan berjalan di atasnya. Ia sedangmenuju kepada para rasul-Nya yang sedang ketakutan dengan ancaman tersebut. Kalau pengalaman Petrus dan para rasul lainnya di laut, pengalaman Eliajustru di daratan, di gunung dan khususnya di dalam gua batu. Di sana juga adapenguasa jahat yang mengancam dia. Ada tiga simbol berkuasanya Setan dan rohjahat, yaitu angin ribut, gempa bumi dan api. Semuanya mencobai dan hendakmenguasai Elia, tetapi nabi yang sangat kuat imannya ini tidak memberikanperhatian apa pun kepada godaan si jahat. Akhirnya ia dapat berjumpa denganTuhan yang berada di dalam angin sepoi basa, dan ia diberikan perutusannya. Baik Petrus maupun Elia akhirnya melewati cobaan yang serius untuk dapatbertemu dengan Tuhan. Justru ketika cobaan dan ancaman memang amat besar danmengerikan, Tuhan Yesus memberikan kita kekuatan supaya kita dapat menerjangdan mengalahkannya. Jika kita kehilangan iman, keberanian, dan kuasa yang sudahdiberikan kepada kita, kita akan jatuh dan binasa. Badai kejahatan mengancamkita dalam waktu yang tidak tentu, karena penguasa jahat mempunyai kehendaknyasendiri yang tidak pernah kita duga. Oleh karena itu kita harus tetap waspadadan bertumbuh sehat di dalam iman. Menurut bacaan-bacaan kita hari ini, setan atau penguasa jahat mengancamkita baik pada saat manusia seorang diri saja seperti Elia maupun sedangbersama saudara atau teman seperti para rasul Yesus. Ancaman itu dapatmenyerang kita pada saat sedang berdoa seperti Elia atau juga pada saat kitasedang bekerja seperti para rasul yang berada di dalam perahu mereka. Di dalamsituasi dan waktu apa pun ancaman itu datang, perintah Tuhan harus kita jalani,yaitu menginjak dan menerjangnya, sehingga kita dapat berjalan bebas dantenang. Menurut Santo Paulus, kita melakukan itu hanya demi kemuliaan Tuhan.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga perayaan hari Minggu ini memperkuat imankami dan semakin taat kepada-Mu. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam namaBapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-18 masa biasa, 8 Agustus 2026, Peringatan Santo Dominikus, Imam

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 7, 2026 8:27


Dibawakan oleh Theresia Tuti Andayani dan Lukas Martin Satryo Ariwibowo dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Habakuk 1: 12 - 2: 4; Mazmur tg 9: 8-9.10-11.12-13; Matius 17: 14-20.IMAN SEBESAR BIJI SESAWI Renungan kita pada ini bertema: Iman Sebesar Biji Sesawi. Ada kenyataanbahwa setelah sekian waktu mengikuti Sang Guru, Yesus Kristus, terbukti pararasul tidak dapat menyelesaikan suatu masalah yang mereka hadapi. Orang sakitdan kerasukan roh jahat tidak dapat mereka sembuhkan dan bebaskan dari rohjahat itu. Mereka jelas menyadari ada yang tidak beres dengan iman mereka,namun mereka tidak tahu persis apa sebenarnya yang tidak beres itu.  Yesus Kristus menemukan bahwa yang kurang pada mereka ialah kekuatan,kualitas dan inti iman itu meski mereka hidup bersama-Nya setiap saat. Imandiumpamakan sebesar biji sesawi, yaitu meski kecil tetapi berisi, berkualitas,berkekuatan dan dikaruniai untuk tumbuh menjadi besar. Potensi yang sedemikianbesar itu akan mampu melakukan apa yang tidak mungkin. Dengan kekuatan itu,gunung juga dapat diperintahkan untuk berpindah tempatnya. Konkretnya, iman sebesar biji sesawi itu seperti apa? Aspek paling intiialah di dalam diri seorang beriman, Tuhan adalah penentu dan penggeraknya. Inimengikuti apa yang dikatakan oleh Santo Paulus, bahwa hidupnya adalah bukandirinya sendiri, tetapi Yesus Kristus yang hidup dalam di dalam dirinya.Misalnya Anda diminta oleh teman untuk membantu meringankan sakitnya. Andaberkeyakinan bahwa Tuhan yang akan berbuat semuanya. Anda berdoa dan memberikansegala perhatian untuk membantunya, tapi Tuhan tetap nomor satu yang diberikanruang atau kesempatan untuk melakukan bagian-Nya. Jika hanya kemampuan manusia yang diandalkan, akibatnya orang menjadi cepatmalas, bosan, marah dan menyerah. Mungkin Tuhan tidak diberikan ruang dankesempatan untuk melakukan apa yang menjadi bagian-Nya. Akhirnya kita akanmengeluh seperti para rasul, yaitu mengapa kita tak bisa menyembuhkan ataumenyelesaikan persoalan sendiri? Mungkin dari keheningan-Nya Tuhan  hendak berbisik, kata-Nya, "Imanmu tidakkuat. Engkau tidak melibatkan Aku." Aspek berikutnya yang menandakan iman sebesar biji sesawi ialah kesadarandan kecintaan untuk mempertahankan iman yang sudah tumbuh di dalam diri kita.Meski kecilnya seperti biji sesawi, godaan untuk meremehkan atau lalaimerawatnya harus dapat dikalahkan. Santo Dominikus yang kita rayakan pada hariini, menekuni panggilannya dengan penuh perhatian dan tanpa kenal lelah dalamusaha untuk membuat Sabda Tuhan mengambil bagian dalam hidup manusia. Apa yangdilakukannya itu adalah sama dengan nabi Habakuk yang mengatakan bahwa imanadalah alasan satu-satunya bagi kita untuk hidup dalam kebenaran. Hanya denganitu iman kita dapat bertahan sampai akhir. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, Bunda-Mu dan juga Bunda kami, SantaPerawan Maria menjadi teladan bagi iman kami sehingga menjadi seperti bijisesawi yang sangat berguna. Tuntunlah kami untuk selalu meneladani iman Bunda Maria.Salam Maria... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-18 masa biasa, 7 Agustus 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 6, 2026 7:59


Dibawakan oleh Lusia Uki Marina Lusi dan Yohanes Pryojatmiko dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Nahum 1: 15; 2: 2; 3: 1-3.6-7; Mazmur tg: Ul 32: 35cd-36ab.39abcd.41; Matius 16: 24-28.JIKA HIDUP INI BISA DITUKAR                                        Renungan kita pada hari ini bertema: Jika Hidup Ini Bisa Ditukar.Pertukaran barang di zaman dahulu dengan sistem barter, terjadi misalnya pisangdibawa dari gunung ditukar dengan ikan dari pantai. Zaman telah berubah dansistem pertukaran ikut berubah, sehingga istilahnya bukan lagi tukar menukarbarang, tetapi membeli barang. Kita memakai uang untuk membeli barang yangdijual di pasar, toko dan pusat-pusat perbelanjaan.  Apakah hidup seseorang bisa ditukar atau dibeli mengikuti cara seperti ini?Misalnya, seseorang pergi ke seorang pemegang uang, lalu ia diambil oleh orangkaya tersebut dan sejumlah uang berpindah tangan ke keluarga orang yang dibelitersebut. Mungkin bisa saja terjadi, namun kejadian itu dapat digolongkansebagai sesuatu tindakan tidak normal bahkan kriminalitas. Pertukaran jenis ini terjadi dalam konteks pasar dan perdagangan. TuhanYesus mengajarkan satu jenis pertukaran hidup, tetapi tidak sebagai sebuahperdagangan. Ia menghadirkan sebuah gaya hidup baru demi meraih keselamatanjiwa dan raga bagi umat manusia. Kepada mereka yang memilih untukmengikuti-Nya, syarat utamanya ialah melakukan sebuah pertukaran hidup, yaituperubahan pribadi dan semangat hidupnya.  Gaya dan semangat duniawi yang membuat kita mementingkan diri kita saja danhidup serba gampang serta ingin selalu dilayani, ditukar dengan gaya hidup barudari Yesus ialah penyangkalan diri. Tanda utamanya ialah memanggul salib. Inimelengkapi apa yang sudah dilakukan oleh Tuhan, yaitu membeli kita dari duniaini dengan harga yang mahal sekali. Kita dijadikan milik-Nya dengan ditandaipembaptisan dan kita menjadi bagian dalam Gereja. Jadi kita mengalami suatupertukaran hidup yang mencakup kepemilikan Tuhan atas diri kita dan gaya hidupdunia ini ditukar dengan gayanya Yesus Kristus yaitu penyangkalan diri. Ini bukan berarti dunia, budaya dan hidup sosial tidak lagi sebagai bagiandari hidup kita, atau sebaliknya kita sendiri kehilangan status di dunia ini.Kita sebenarnya masih mengalami dan memiliki semua, tetapi diri kita telahbertukar kualitasnya menjadi lebih tinggi, yaitu sebagai para pengikut Kristus.Martabat ini sudah kita miliki dan kita merasakan betapa berartinya kita.Buktinya kita berjanji untuk setia kepada Tuhan dalam kata dan perbuatan kita. Namun hal ini tidak membuat kita selaluluput dari godaan dan dosa. Justru tantangan besar bagi putra dan putri Allahialah mempertahankan martabatnya itu. Nabi Nahum dalam pewartaannya mengatakanbahwa, Tuhan selalu ingin memulihkan hidup manusia yang telah rusak karenadosa. Sebagai putra dan putri Allah, kita menjadi istimewa karena selaludipulihkan oleh Tuhan yang maha baik.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... ya Bapa, kami ingin menguduskan diri kami melalui perkataandan perbuatan kami, dan semoga pada hari ini hidup kami berkenan kepada-Mu.Salam Maria... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-18 masa biasa, 6 Agustus 2026, Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 5, 2026 8:03


Dibawakan oleh Renny Wulansari Marselina dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Daniel 7: 9-10.13-14; Mazmur tg 97: 1-2.5-6.9; 2 Petrus 1: 16-19; Matius 17: 1-9.MATA DAN TELINGA YANG BERJAGA Renungan kita pada hari ini bertema: Mata dan Telinga Yang Berjaga. Seorangpemuda untuk kali ketiganya berpacaran dan ia berpikir kalau kali ini mestimemberikan hasil positif. Dua kali sebelumnya selalu berakhir dengan kesedihanlantaran ada banyak ketidak-sesuaian. Ia mengevaluasi diri dan mengetahui bahwaada sisi negatif dari dirinya yang ikut menyebabkan kegagalan pacaran selamadua kali. Lalu ia bicarakan itu dengan kedua orang tuanya. Nasihat kedua orangtuanya begini: keputusan hati kita untuk berkata dan bertindak sangatbergantung pada kemampuan melihat dan mendengar.  Mata dan telinga kita harus senantiasa aktif untuk mendapatkan kenyataantentang orang lain yang kita kasihi. Ketika melihat bahwa orang di sampingmusedang sibuk dengan berbagai pekerjaan, atau ketika telinga mendengar kalauorang tersebut suaranya sudah tidak berdaya, keputusan hatimu akan menentukantindakan untuk memperhatikan dia. Pemuda itu mengamini nasihat itu dan bertekatuntuk membuat kesempatan pacaran yang ketiga kali itu berbuah baik dan bisameningkat menjadi hubungan ke jenjang perkawinan. Pada hari pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya ini, Sabda Tuhanmengajarkan kita untuk mengalami kemuliaan dan kebesaran Tuhan melalui matakita yang melihat dan telinga kita yang mendengar. Ketiga bacaan menggambarkanpenglihatan dan pendengaran fisik yang dialami oleh nabi Daniel, rasul Petrusdan kedua rekannya. Mereka melihat penampakan Tuhan dan mendengar suara yangdatang langsung dari Tuhan. Suatu pengalaman iman yang secara langsung sepertiini sangat didambakan oleh banyak dari kita. Kita bagaikan terangkat setinggigunung Tabor tempat para rasul menyaksikan penampakan kemuliaan Tuhan. Saat ini hampir semua pengalaman iman kita ialah kejadian-kejadian tidaklangsung namun dipertandai secara langsung. Yesus bersabda dan menampakkankemuliaan-Nya melalui diri Bapa Suci, atau seorang imam, atau seorang saudarayang berbuat baik dan mengasihi kita. Yesus hadir secara pribadi langsungtetapi diperlambangkan oleh Roti Ekaristi yang selalu kita sembah dan santap.Yesus juga berdiri di mimbar dan bersabda secara langsung tetapi ditandai olehseorang pewarta. Pengalaman-pengalaman seperti ini sangat bernilai tinggi danmembantu pertumbuhan iman kita. Mata dan telinga kita sangat berperan untukpertumbuhan iman ini. Yang menjadi masalah ialah jika kita tidak mendengar dan melihat dengansuatu perhatian yang baik, kita tentu saja akan kehilangan pengalaman akankemuliaan Tuhan yang hadir di dalam diri sesama, alam lingkungan, dan peristiwahidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... ya Yesus yang baik, semoga kami selalu ingin melihat danmendengarkan Dikau dalam setiap situasi hidup kami. Salam Maria, penuh rahmat... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-18 masa biasa, 5 Agustus 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 4, 2026 9:14


Dibawakan oleh JM Runtiti Rahayu dan Paulus Kardiman dari Gereja Kristus Raja, Paroki Baciro Yogyakarta, di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yeremia 31: 1-7; Mazmur tg 31: 10.11-12ab.13; Matius 15: 21-28.TUHAN MENDENGAR TERIAKAN KITA                   Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Mendengar Teriakan Kita. Adaseorang teman bercerita tentang mimpinya beberapa waktu lalu. Setan berusahamencobai dia dan membawanya pergi ke berbagai tempat. Setan menunjukkankepadanya tempat-tempat yang amat bagus dan menyenangkan. Setan berkatakepadanya bahwa ia mesti segera memutuskan untuk tinggal bersamanya, dan semuakeindahan yang telah dilihatnya itu akan menjadi jaminan bagi seluruh hidupnya.Ia pasti hidup bahagia yang tiada batasnya.  Tetapi orang itu menolak. Ia memberikan alasan kepada Setan bahwa Tuhansudah lebih dahulu memilikinya, anggota-anggota keluarganya dan teman-temannya.Lebih baik Setan pergi menggodai orang lain, bukan dirinya. Setan marah sekalidan mengancam akan menghancurkan dia. Setan membawa dia persis di tepi jurangdan ia sendiri dapat melihat jauh ke bawah yang tidak ada ujungnya. Ia akandijatuhkan di situ sebagai hukuman dari Setan.  Saat ia mulai jatuh, ia berteriak sekeras-keras dengan menyebut nama TuhanYesus. Segera ada Malaikat Tuhan dengan sayapnya yang sangat kokoh, melebihsayapnya Setan, memegang dia lalu membawanya ke sebuah pendaratan, yaitu dirumahnya sendiri. Ia selamat dari kuasa Setan dan ia terbangun dari mimpinyaitu. Ia telah berhasil mengalahkan Setan. Tuhan selalu menjadi tujuan pengaduan dan teriakan kita, baik itu berupaungkapan dari dalam hati maupun dengan suara normal atau lantang. Ada begitubanyak teriakan minta tolong dari dunia ini dan Tuhan mendengar semuanya lalumemberikan jawaban-Nya. Kita selalu mengadu, memanggil dan meneriak memanggilnama-Nya, atau menangis dan memohon dengan sangat kepada-Nya, yang berartibahwa kita sangat bergantung kepada-Nya.  Hari ini juga kita diberitahu dalam Injil, bahwa melalui teriakan mintatolong, perempuan yang bukan beriman Yahudi itu mendapatkan pertolongan YesusKristus. Imannya kepada Yesus membantu menyembuhkan anaknya dari cengkeramanroh jahat. Sungguh, berteriak minta tolong kepada Tuhan itu penting danmendesak. Sama urgennya dengan mengadu dan meminta tolong kepada sesama atassuatu kebutuhan yang mendesak. Musibah bencana alam, kebakaran, kecelakaan,sakit, kelaparan merupakan contoh kebutuhan urgen di sekitar kita, di sampingbanyak masalah lain sejenis. Sebagai anak-anak Tuhan, hendaknya kita tidakmenahan diri dan pasif baik untuk meminta pertolongan, maupun membuka diriuntuk memberikan pertolongan. Hendaklah kita tidak menyimpan rapat-rapatteriakan kita minta tolong dan membiarkan saja teriakan sesama kita hanyaseperti angin lalu. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan Allah yang maha murah, penuhilah hati dan pikiran kamidengan rahmat kemurahan hati sehingga kami dapat memberikan perhatian yangsesuai dengan kebutuhan saudara dan saudara kami yang mengalami kesulitan.Kemuliaan kepada Bapa ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-18 masa biasa, 4 Agustus 2026, Peringatan Santo Yohanes Maria Vianey, Imam

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 3, 2026 7:35


Dibawakan oleh Karolina dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yeremia 30: 1-2.12-15.18-22; Mazmur tg 102: 16-21.29.22-23; Matius 15: 1-2.10-14.JANGANLAH YANG BUTA MENUNTUN YANG BUTA Renungan kita pada hari ini bertema: Janganlah yang Buta Menuntun yangButa. Yohanes Maria Vianey adalah seorang Santo yang mempertemukan dua kutubkualitas pribadi manusia, yaitu kerapuhan dan kebijaksanaan. Selama prosespembinaan dan sampai menjadi seorang imam, ia dikenal sangat rapuh karenakemampuan intelektualnya sangat rendah.  Akibatnya ia bukan hanya diberikan pekerjaan yang sederhana, tetapi jugasecara alamiah tidak diperhitungkan atau diharapkan untuk berbuat banyak bagiorang lain. Maka wajar ia diremehkan dengan ujaran seperti ini: "Janganlahorang buta menuntun orang buta". Ia seorang manusia yang bodoh, mana bisaia sebagai imam untuk mengajar dan menuntun orang lain? Tetapi karena Tuhan hendak mengangkat orang-orang kecil, Yohanes mendapatberkat yang istimewa. Di suatu paroki terpencil ia abdikan hidupnya, ia penuhdengan kebijaksanaan dan kasih Tuhan. Orang-orang datang dari seluruh penjuruPrancis dan dunia untuk mencarinya supaya dilayani pengakuan dosa, diberikannasihat, didoakan, dan diberkati. Bagi Gereja kita, Santo dari desa L'ArchPrancis ini adalah pelindung para imam, khususnya pastor paroki. Tugas utama Yohanes Maria Vianney ialah menuntun umat beriman kepada Tuhan.Pekerjaan ini sama dengan membimbing, mengarahkan dan mengajarkan. Yangmenuntun pasti seseorang yang memiliki kualitas lebih dan dipercayai untukmelakukannya. Sebuah bimbingan, pengajaran atau tuntunan tidak dapat terjadikalau tidak ada kepercayaan.  Tugas ini sangat mengandalkan dua kekuatan besar di dalam diri kita, yaituakal budi sebagai faktor intelektual dan iman yang menjadi kebijaksanaan Ilahi.Nabi Yeremia menggunakan dua kekuatan ini untuk membuka kesadaran dankepercayaan umat Israel tentang hukuman dan berkat yang layak diberikan. Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat dikecam Yesus karena selain merekaterang-terangan menolak Yesus, mereka juga menuntun orang lain bukan kepadakeselamatan tetapi kebinasaan. Mereka tidak seperti Yeremia, Yohanes MariaVianey dan Yesus Kristus, sang Guru yang agung. Mereka yang buta tentang imanyang benar menuntun banyak orang lain yang ingin bertumbuh dalam iman yangbenar dan yang masih perlu banyak belajar untuk lebih beriman. Maka tantangan kita yang amat besar saat ini ialah mencukupi diri kitadengan kualitas intelektual dan iman sebagai pengikut Kristus, sehingga kitatidak jatuh dalam kesalahan menjadi penyebab orang lain jatuh ke dalam dosa. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan dan Allah kami, semoga perkataan dan perbuatan kamisdapat berguna menjadi tuntunan yang benar bagi sesama kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Alex Nanlohy's Podcast
HOSANNA TO THE KING - Matius 21:1-11 (MINGGU PALMARUM)

Alex Nanlohy's Podcast

Play Episode Listen Later Aug 2, 2026 33:31


HOSANNA TO THE KING - Matius 21:1-11

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-18 masa biasa, 3 Agustus 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 2, 2026 8:45


Dibawakan oleh Karolina dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yeremia 28: 1-17; Mazmur tg 119: 29.43.79.80.95.102; Matius 14: 22-36.TUHAN YANG DITAKUTI, BUKAN HANTU                                       Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan yang Ditakuti, Bukan Hantu.Di dalam masa kesulitan ekonomi lantara musim panas dan kering yang panjang,doa seorang petani dan keluarganya ialah begini: "Ya Tuhan, jangan biarkankami lapar dan haus." Rumusan doa itu disebarkan ke group Whatsapp diParoki, sehingga dalam waktu dekat sudah sekian banyak keluarga petani berdoademikian. Tuhan mendengar doa-doa mereka, sehingga tampaknya di masa yang sulititu para petani tidak kehabisan sumber makanan yang didapatkan dari lahangarapan mereka.                                                             Di dalam kitab suci perjanjian lama dikisahkan bagaimana umat Allah yangmengembara di padang gurun sering mengalami kelaparan karena ketiadaan makanan.Karena itu Tuhan menyediakan mereka manna dan daging, meski tidak cukupmemuaskan mereka. Mereka tetap saja mengeluh dan protes karena hidup sebagaipengembara memang penuh kesulitan dan penderitaan. Yesus Kristus jatuh kasihan pada banyak sekali orang yang mengikuti danmendengarkan Dia. Ia sangat memberikan perhatian kepada semua orang yang sedangmengalami kesulitan, tidak hanya mereka yang lapar dan haus, tetapi semuakebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani. Salah satu kebutuhan rohani ituialah rasa takut, yang harus diatasi dengan rasa damai, tenang dan penuhkepercayaan kepada Tuhan dan diri kita sebagai orang-orang beriman.  Pada umumnya, orang-orang menjadi kawatir, ragu, takut, dan tidak percayaketika cobaan dan kesulitan datang menimpa mereka. Di dalam Injil hari ini,dikisahkan bahwa para rasul berada di dalam perahu yang diganggu oleh anginkencang dan gelombang yang ganas. Dalam keadaan yang sulit seperti itu Tuhandatang untuk membantu mereka. Mereka menjadi takut karena menyangka bahwa ituadalah hantu. Umat Israel yang sudah sekian lamanya hidup dalam pembuangan,didatangi oleh suatu kabar yang membuat kaget, yaitu pembebasan dan kembalinyamereka ke tanah airnya.  Rasa takut manusia kepada Tuhan merupakan suatu tanda ia beriman denganbenar. Tuhan datang untuk memperhatikan dan menyelamatkan, sehingga ketakutanini sangat berguna untuk membantu kita agar kita bersiap diri dengansebaik-baiknya, sehingga Ia menemukan kita dalam keadaan beriman yang benar,bersiap untuk menyambut-Nya, dan sedang tekun dalam tugas-tugas kita. Ketakutanseperti ini sangat bertentangan dengan jenis ketakutan kepada pihak lain yangbukan Tuhan, seperti hantu, setan, dan pengaruh lain yang hanya bermaksud untukmengganggu dan mencobai kita. Untuk kehidupan iman yang sesungguhnya dankeselamatan, kita harus takut kepada Tuhan, bukan hantu. Tuhan ada bersama kitauntuk menolong kita, sedangkan hantu tidak. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Di dalam kasih dan kemurahan-Mu, ya Bapa, kami ingin menaruhsegala keperluan kami, khususnya pada hari ini, supaya kami dapat menerimaberkat-berkat-Mu dalam sepanjang hari ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Pertanyaan tentang Neraka dan Dosa (2 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 1, 2026 4:58


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pertanyaan tentang Neraka dan DosaDiambil dari Matius 5:30 “Dan jika tangan kananmu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang hal yang cukup serius, yaitu dosa dan hukuman dosa. Mungkin ada orang bertanya begini: “Kalau Tuhan itu kasih, mengapa ada neraka? Mengapa dosa harus dihukum?” Pertanyaan itu memang berat, tetapi firman Tuhan menolong kita memikirkannya dengan benar.Pada mulanya, Tuhan menciptakan manusia untuk hidup dekat dengan-Nya. Manusia diciptakan segambar dengan Allah, supaya mengenal Dia, mengasihi Dia, dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Jadi, sejak awal, manusia dibuat untuk menikmati hubungan yang indah dengan Tuhan. Itulah keadaan yang benar dan baik.Tetapi dosa merusak semuanya. Dosa bukan hal kecil. Dosa bukan cuma salah sedikit lalu selesai. Dosa adalah pemberontakan terhadap Tuhan. Dosa membuat manusia menjauh dari Allah, melawan kehendak-Nya, dan hidup menurut cara sendiri. Karena itu, dosa membawa hukuman. Bukan karena Tuhan kejam, tetapi karena Tuhan itu suci dan adil.Coba pikirkan begini, Wonder Kids. Kalau seseorang benar-benar baik dan adil, ia tidak akan berkata bahwa kejahatan itu tidak apa-apa. Justru karena Tuhan baik, Dia tidak bisa berpura-pura bahwa dosa bukan masalah. Kalau Tuhan menganggap dosa sepele, itu berarti Tuhan tidak sungguh kudus dan tidak sungguh adil. Tetapi Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan sempurna dalam kasih dan juga sempurna dalam keadilan.Itulah sebabnya Yesus berbicara dengan sangat serius tentang dosa. Dalam Matius 5:30, Yesus memakai kata-kata yang keras untuk menunjukkan bahwa dosa itu berbahaya sekali. Yesus tidak sedang mengajarkan kita benar-benar melukai tubuh kita, tetapi Yesus mau kita mengerti bahwa dosa harus diperangi dengan sungguh-sungguh. Lebih baik kehilangan sesuatu yang kita suka daripada terus hidup dalam dosa dan menjauh dari Tuhan.Tetapi syukur kepada Tuhan, kabar Alkitab tidak berhenti pada hukuman. Tuhan yang adil juga adalah Tuhan yang penuh kasih. Karena itu, Tuhan mengutus Yesus untuk menanggung hukuman dosa bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. Jadi, saat kita memikirkan neraka dan dosa, kita juga harus melihat salib. Di salib kita melihat betapa seriusnya dosa, tetapi juga betapa besar kasih Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan apakah ada dosa yang sedang kamu pelihara atau anggap enteng. Bawalah itu kepada Tuhan dan katakan dengan jujur, “Tuhan, tolong aku membenci dosa dan sungguh-sungguh bertobat.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang kudus, adil, dan penuh kasih. Tolong aku supaya tidak menganggap dosa sebagai hal kecil, tetapi sungguh bertobat dan datang kepada Yesus yang sudah menanggung hukuman dosaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: dosa itu serius, tetapi kasih Tuhan di dalam Yesus lebih besar bagi orang yang mau bertobat dan percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-18 tanggal 2 Agustus 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 1, 2026 12:11


Dibawakan oleh Kristina dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yesaya 55: 1-3; Mazmur tg 145: 8-9.15-16.17-18; Roma 8: 35.37-39; Matius 14: 13-21.TUGAS KITA IALAH BERBAGI Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-18 ini ialah: Tugas Kita IalahBerbagi. Ada seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diberikan sebuah apel yangdibawa orang tuanya dari luar negeri. Ibu meminta dia untuk memberikan sebagiankepada adiknya perempuan yang berusia 9 tahun. Sebelum melakukan itu, iabertanya dahulu kepada ibunya: "Ma, sebaiknya aku bagi sama adik, atauberikan adik apel ini?"  Ibunya agakbingung dengan pertanyaan anaknya itu. Maka anak itu menjelaskan kepada ibunya, bahwa kalau ia membagi apel itumaka ia akan membagikannya menjadi dua bagian, bisa sama besar atau tidak samabesar bagian-bagiannya untuk dirinya dan untuk adiknya. Sedangkan kalau iamemberikan apel itu, berarti ada kemungkinan ia dapat memberikan semuanya, atautidak memberikan sama sekali. Ibu sangat bangga dengan kemampuan berpikiranaknya tersebut. Bersama ibu tersebut, kita semua dapat memberikan apresiasidan persetujuan kita kepada bocah laki-laki tersebut. Ada sebagian dari kita memiliki keyakinan sebagai dasar perbuatan kasihkepada orang lain, yaitu tanggung jawab atau tugas kita untuk berbagikarunia-karunia yang ada pada kita. Tuhan yang mempunyai kekuasaan dankemampuan untuk memberikan kita yang pantas dan tepat sesuai dengan keadaan danpanggilan kita masing-masing. Bagi kita, sesungguhnya kita  tidak perlu merepotkan diri untuk memberi danberusaha sekuat tenaga untuk memberi, tetapi kita perlu cukup kebaikan dankemurahan hati untuk berbagi yang sudah kita miliki. Keyakinan seperti ini sangatlah penting karena hal ini sejalan denganperutusan kita sebagai para pengikut Kristus. Karunia dari Tuhan bagi kitaadalah cukup kepada setiap orang untuk dapat menjalani hidupnya di dalam duniaini. Santo Paulus berkata di dalam suratnya kepada jemaat di Roma, bahwakarunia itu berwujud dalam kasih Kristus kepada kita. Kitab nabi Yesaya dalambacaan pertama hari ini menegaskan hal yang sama, yaitu karunia perjanjianabadi antara Tuhan dengan kita berwujud dalam kasih setia yang teguh, yangtelah dijanjikan sejak dahulu seperti yang dilakukan-Nya kepada Daud. Dengan menyadari bahwa kita memiliki karunia-karunia tersebut, kitahendaknya percaya diri untuk dapat membagikannya. Meskipun yang ada pada kitahanya sedikit seperti lima roti dan dua ikan, yang dikisahkan di dalam Injilpada hari ini, kita tentu rela untuk membagikannya. Persoalan apakah mencukupikita sendiri dan orang lain jika yang sedikit itu dibagi-bagikan, hal ituadalah pekerjaan-Nya Tuhan yang memberikan. Tuhan berkuasa melakukannya. Tuhan berkenan melipatgandakan itu ketika kita memiliki semangat kasih,suka cita, dan rela untuk berbagi, sehingga tanpa kita duga, keajaiban ataumujizat terjadi. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, kuatkanlah semangat kami untuk giat dan bersukacita berbagi karunia kepada sesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-17 masa biasa, 1 Agustus 2026, Peringatan Santo Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 31, 2026 6:21


Dibawakan oleh Cathy Devina Siregar dan Rahel Septria dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 26: 11-16.24; Mazmur tg 69: 15-16.30-31.33-34; Matius 14: 1-12MATI DEMI KEBENARAN         Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mati Demi Kebenaran. Di gerbangsebuah kota, ada patung terkenal yang bernama "Anak di Pundak Ibu"untuk memberi makna kota tersebut. Pada zaman dahulu kota itu dibela olehseorang pemuda yang memimpin segenap masyarakat untuk melawan para musuh yangingin menduduki kota. Meskipun kota ini berhasil dipertahankan, tetapi pemudaini mati terbunuh dalam perang. Ibunya sendiri yang menaruh putranya di pundak,memikulnya dan membawa ke tengah kota untuk dihormati oleh semua orang. Bunda Maria melahirkan, membesarkan, sampai menyaksikan sendiri putranyaYesus Kristus dihukum mati lalu meniduri jenasah Yesus di pangkuannya (la pieta dari Michaelangelo). Mariamenyaksikan langsung Anak Domba Allah yang dikorbankan karena mempertahankankebenaran dari pihak-pihak yang anti kebenaran. Keponakan Maria, YohanesPembaptis, juga lebih dahulu rela untuk dibunuh oleh penguasa jahat demi menegakkankebenaran. Menyusul Yesus dan Yohanes Pembaptis ialah banyak pria dan wanitasepanjang zaman telah rela mengorbankan nyawanya karena mempertahankankebenaran yang berasal dari Tuhan. Para pahlawan adalah orang-orang yang matidemi kebenaran. Lalu pertanyaannya: apakah kebenaran itu harus dibayar dengan kematian?Jawaban paling pertama ialah bahwa pihak yang melawan kebenaran yaituorang-orang jahat berpotensi sangat kuat di dunia ini, yang tujuannya ialahmenghilangkan kebenaran dan segala yang baik. Salah satu targetnya yang utamaialah membinasakan orang-orang yang berjuang dalam kebenaran, yangmempertahankan kebenaran dan yang menghidupi kebenaran.  Jawaban lain, jika memang tidak ada penentang berpotensi kuat bahkan pihakyang melawan kebenaran itu sangat lemah, kebenaran itu masih harusdipertahankan di dunia ini. Ancaman penumpahan darah tidak relevan. Ancamannyalebih rohani, sebenarnya sebagai tantangan untuk menghidupi kebenaran itu,memberikan kesaksian dan membuat banyak orang lain hidup di dalam kebenaranjuga. Di sini orang perlu mematikan kemalasan, kebosanan, masa bodoh, egois,lupa dan kekurangan-kekurangan pribadi lainnya. Kebenaran itu pada prinsipnya ialah sesuai kenyataan atau fakta. Maka iaberlawanan dengan bukan nyata atau bukan fakta. Kebenaran juga sesuai aturan,norma, moral; maka berlawanan dengan pelanggaran aturan. Kebenaran itu ialahmelakukan kehendak dan perintah Allah; maka berlawanan dengan kehendak bukandari Tuhan. Jadi marilah kita pertahankan kebenaran kita, bahkan sampai kita mati. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga usaha-usaha kami untukmempertahankan kebenaran dan memberikan kesaksian tentang itu kepada setiaporang di sekitar kami, dapat selalu berkenan kepada-Mu. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 31 Juli 2026 - Serahkan Kuatirmu, Dia beri penghiburan dan kekuatan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 30, 2026 5:46


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 31 Juli 2026Bacaan: “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.” (Mazmur 94:19)Renungan: Setelah Elia mengalahkan 450 nabi Baal di gunung Karmel, dia seharusnya bersukacita. Tapi sehari kemudian, dia lari ketakutan karena ancaman Izebel. Elia duduk di bawah pohon arar dan berkata, “Cukuplah! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku.” Kekhawatiran, ketakutan, dan rasa gagal bertumpuk di hatinya. Di gua Horeb, Tuhan tidak langsung menegurnya. Tuhan memberi dia makan dan kesempatan beristirahat, lalu berbisik pelan: “Apakah yang kaulakukan di sini, hai Elia?” Di tengah kekhawatiran yang bertambah banyak, penghiburan Tuhan itulah yang menguatkan dan membangkitkan Elia lagi. Tuhan mengingatkan dia, “Aku masih punya pekerjaan untukmu.” Pemazmur Daud berkata jujur pada Tuhan, “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku." Kekhawatiran itu nyata. Soal uang, pekerjaan, keluarga, masa depan, kesehatan. Kadang datangnya bukan satu-satu, tapi bertumpuk. Namun Tuhan tetap menjanjikan penghiburan. Kata "penghiburan" di sini artinya "penguatan, dorongan, penenang". Bukan sekadar kata "sabar ya". Tapi hadirat Tuhan sendiri yang masuk dan menenangkan badai di dalam hati kita. Daud tidak berkata, "kekhawatiranku hilang". Tapi dia berkata, "Jiwaku disenangkan". Artinya, di tengah masalah yang sama, hati kita bisa tenang karena ada Tuhan. Sebagai pengikut Yesus, kita juga sering cemas, antara lain cemas masalah finansial, cemas masa depan, cemas keluarga. Tuhan tidak berjanji menghapus semua masalah. Tapi Dia berjanji menemani dan memberi kita kelegaan dalam Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Bagaimana caranya dapat penghiburan dan kelegaan dari Tuhan? Pertama jujur di dalam doa dengan menceritakan semua kekhawatiran kita seperti Daud pada Tuhan. Kedua membaca Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah surat cinta-Nya yang menghibur kita. Ketiga, diam dan rasakan hadirat-Nya. Seperti Elia, kadang Tuhan berbicara melalui bisikan yang lembut. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, saat ini kekhawatiranku bertambah banyak. Aku serahkan semuanya ke dalam tangan-Mu. Aku membutuhkan penghiburan-Mu. Tenangkanlah jiwaku. Ingatkan aku bahwa aku tidak sendiri. Engkau Allah yang melihat dan memelihara. Penuhilah hatiku dengan damai-Mu yang melampaui segala akal. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-17 masa biasa, 30 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 30, 2026 6:08


Dibawakan oleh Joel Butar Butar dan Nabiana Butar Butar dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 18: 1-6; Mazmur tg 146: 2abc.2c-4.5-6; Matius 13: 47-53.TUHAN YANG MENENTUKAN DI AKHIR                    Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Yang Menentukan di Akhir.Kita sering mengambil sikap pasrah ketika suatu persoalan yang dihadapi takkunjung mendapatkan solusi. Pasrah berarti menyerah dan berhenti untukmelanjutkan entah itu pembicaraan atau perbuatan. Pasrah bukan putus asaditambah dengan kekecewaan dan kesedihan. Orang yang pasrah masih memilikiruang yang cukup untuk berharap, bahwa solusi bisa datang dari luar dirinyaseperti waktu, orang lain, keberuntungan, dan Tuhan. Yang paling umum ialah pasrah kita kepada Tuhan. Misalnya pertengkaranantara dua pihak yang tak kunjung selesai. Solusi dari aspek kekeluargaan,keagamaan dan hukum sipil sudah tak mampu menyelesaikannya. Pihak yang merasatidak beruntung selalu mempersoalkan sehingga masalah semakin berlarut-larut.Karena yakin tak ada gunanya lagi berusaha, mereka memilih pasrah saja. Harapanterakhir ialah pada Tuhan yang memutuskan dan mengadili. Pengadilannya nantisetelah kematian, di mana setiap orang akan diadili menurut perilaku dalamkehidupannya di dunia. Contoh ini menggambarkan bagaimana Tuhan yang menentukan di akhirperjalanan hidup kita, atas persoalan-persoalan yang kita hadapi. Yesusmemberikan kita perumpamaan yang pas untuk ini, yaitu bahwa pada akhirnyapengadilan di surga itu akan memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah.Tuhan mempunyai strategi yang begitu bijaksana. Ia tidak memberikan keputusanbesar dan terakhir ketika masih ada waktu bagi manusia untuk berproses. Tuhanmempunyai kesabaran dan toleransi supaya manusia yang terlanjur jelek danberdosa dapat bertobat sebelum kematiannya.                                                                                                                           Strategi ini tentu saja berbanding terbalik dengan cara kita manusia yangingin menikmati siapa yang menang dan siapa yang kalah di dunia. Seakan-akansuka cita kemenangan yang dicapai sudah final atau kesedihan karena kalah sudahselesai. Padahal itu hanyalah sepotong-sepotong persoalan yang tidak bisadikatakan final. Standar pengadilan kita memang hanya untuk memenuhi tuntutanhidup di dunia ini, sedangkan pengadilan yang jauh lebih tinggi dan final ialahstandarnya Tuhan. Karena itu penentuannya adalah dari Tuhan. Menurut nabi Yeremia, selama kita hidup di dunia ini, hidup kita hendaknyamengikuti penentuan Tuhan, seperti cara tukang periuk membentuk ukiran-ukirandari tanah liat. Melalui kehendak dan kebijaksanaan-Nya, Tuhan ingin membentukkita dalam kata dan perbuatan kita setiap hari sehingga kita dapat mengalamibagaimana Ia menentukan hidup kita dari saat ke saat, sejak bangun pagi hinggakita tidur pada malam hari. Ini adalah cara hidup kita menuju kepadapenentuan-Nya yang terakhir atas diri kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami senantiasa menantikansaat terakhir penentuan-Mu dengan penuh iman dan pengharapan. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-17 masa biasa, 31 Juli 2026, Peringatan Santo Ignasius Loyola, Imam

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 30, 2026 7:15


Dibawakan oleh Rossy Paulina Sitohang dan Daisy Manuela Widitomo dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 26: 1-9; Mazmur tg 69: 5.8-10.14; Matius 13: 54-58.PERAYAAN IMAN Renungan kita pada hari ini bertema: Perayaan Iman. Seseorang dikatakanberiman dengan baik kalau dalam dirinya terpenuhi tiga unsur ini: pengetahuan,perayaan dan praktik atau penghayatan iman. Pengetahuan berisi doktrin, ajaranatau dogma-dogma. Perayaan berwujud pada ibadat, sakramen, doa dandevosi-devosi. Penghayatan terungkap dalam kesaksian, dedikasi dan pengabdianiman itu dalam kehidupan nyata.                                                                                                         Khususnya tentang perayaan iman, institusi atau penetapan waktu, tata cara,tempat dan partisipasi merupakan unsur-unsur dasarnya. Penetapan dimaksudkanuntuk dirayakan bersama dan dalam persekutuan umat.  Institusi perayaan-perayaan iman dalam perjanjian lama dimulai oleh Musadan diteruskan dalam masa para nabi dan para imam. Di dalam bacaan kita hariini oleh nabi Yeremia, digambarkan bagaimana Yeremia berdiri di pelataran rumahTuhan dan menyampaikan Sabda Tuhan kepada semua pemuka agama dan umat Allah.Umat berkumpul untuk bersyukur, bersujud dan menyembah Tuhan Allah. Nabimemiliki tugas untuk memberikan pewartaan Sabda Tuhan. Kebenaran dan kebaikandari Sabda Tuhan itu akan menentukan apakah para pendengar itu adalah umatAllah yang baik atau sebaliknya pendosa yang melawan Tuhan.  Hukum Tuhan menetapkan ini sebagai perintah ketiga, yaitu kuduskanlah hariTuhan. Gereja memberikan ketetapannya tidak hanya berupa hari Minggu wajib,tetapi juga sejumlah hari raya dan pesta. Karena sebagai perintah Tuhan, makasifatnya ialah kewajiban. Tanpa menjalankannya berarti bersalah melawan Tuhan.Selain itu ada praktik devosi oleh anggota-anggota Gereja, meski bukankewajiban, tetapi sangat berguna untuk menyemangati iman kita. Misalnya doarosario dan lagu-lagu rohani ternyata sangat membantu menguatkan iman kita. Salah satu perayaan iman yang merupakan kewajiban kita ialah perayaan SabdaTuhan. Perayaan dibuat ketika Sabda Tuhan itu dibacakan, diperdengarkan,direnungkan dan dibagikan. Ibadat sabda di lingkungan, kapel atau gereja entahada ekaristi atau tanpa ekaristi merupakan kesempatan perayaan Sabda itu.Sinagoga ialah tempat Sabda Tuhan dirayakan menurut tata cara Yahudi. Namunketika Yesus hendak melakukan perayaan Sabda itu di tempat asalnya, orang-orangdari kalangan-Nya justru menolak dan tidak mau Sabda itu dirayakan. Akibatnya,tidak ada berkat Tuhan dan perbuatan Allah turun ke atas mereka.  Perayaan iman itu bertujuan selain memuji dan memuliakan Tuhan, ialahmembuka diri kita untuk mendapatkan berkat-berkat dari Tuhan. Marilah kitabersemangat selalu merayakan iman kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga semangat kami selalu murniuntuk membuat Sabda-Mu mengakar dan bertumbuh di dalam hidup kami. Kemuliaankepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Alex Nanlohy's Podcast
SEMBAH DAN PUJILAH YESUS - MATIUS 2:1-12

Alex Nanlohy's Podcast

Play Episode Listen Later Jul 29, 2026 35:30


Matius 2:1-12

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-17 masa biasa, 28 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 27, 2026 6:58


Dibawakan oleh Christopher dan Matve Audre Sembiring dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 14: 17-22; Mazmur tg 79: 8.9.11.13; Matius 13: 36-43.DUNIA NYATA ADALAH MEDAN KITA BERJUANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Dunia Nyata adalah Medan KitaBerjuang. Ada seorang mahasiswa yang sedang kuliah di kota menelepon orangtuanya di kampung. Ia bercerita tentang banyaknya godaan yang mengganggunya,seperti pergaulan bebas laki-laki dan perempuan, perkelahian di antara teman,malas atau bosan belajar, dan banyak pengaruh jahat lainnya. Bapanya yangberbicara di telepon menanggapi, "Kami di kampung juga banyak gangguanseperti bertengkar dengan ibumu, adik-adikmu malas bekerja dan belajar dansinyal telepon yang hilang muncul sesukanya." Kehidupan kita sangat nyata penuh dengan gangguan. Dunia ini dan setiappribadi manusia yang mendiaminya menjadi pilihan Yesus Kristus yang diutus olehBapa ke dalam dunia. Ia rela mati demi kebaikan kita. Dosa, pengaruh jahat,gangguan dan kesulitan apa pun jenisnya selalu membuat hidup kita tidak damaidan tenang. Semua itu adalah lalang-lalang yang mengganggu hidup kita sebagaipengikut Kristus. Tidak ada seorang pun yang bebas dari gangguan apa pun didalam dunia ini.   Namun Yesus tidak pernah menyerah atau berhenti memperhatikan kita. Andaberusaha berbuat baik dan senantiasa teratur dalam setiap kondisimu, namun disekitarmu tetap saja ada orang yang tidak puas, tidak setuju, tidak menyukai,masa bodoh, dan iri dengan dirimu. Semua itu adalah lalang yang tidak pernahmembuatmu bebas. Namun Yesus Kristus tidak lepas kontrol atas dirimu, dan RohKudus setia mendampingimu. Itu adalah kenyataan di dunia ini.  Kenyataan di dunia ini tak bisa kita hindari. Kita hanya bisa mengambilsikap dan memiliki kemampuan yang dibekali dengan semua ajaran kebenaran dankebaikan dari Tuhan. Seperti nabi Yeremia yang meratapi kehidupan nyata iniyang rusak berantakan karena dosa dan sangat berharap belas kasih Allah, kitajuga berusaha untuk selalu optimis untuk kehidupan yang lebih baik. Sikap inimendukung rasa betah dan tetap berusaha aktif untuk membarui diri dan duniatempat kita berada. Orang mesti terlepas dari angan-angan, khayalan dan mimpiyang bisa membuatnya pesimis dan anti akan dunia nyata ini. Bermimpi untuk terlepas dari dunia nyata ini hanya karena tidak tahandengan situasinya saat ini, mungkin bisa disamakan dengan empat roda mobil yangberputar di atas bahu jalan berbatu dan aspal. Roda belakang terus sajabermimpi atau berkhayal: saya ingin berada di posisi depan biar tiba duluan,tapi kapan ya saya bisa... Banyak dari kita sering jatuh dalam angan-anganseperti ini, yang berarti bahwa mereka tidak betah, tidak optimis dan realististentang hidupnya di dunia ini. Semoga Anda dan saya tidak seperti ini, tetapitetap realistis dan optimis karena Tuhan ada bersama dengan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah Bapa maha murah, semoga Roh Kudus senantiasamemampukan kami untuk membarui dunia dan hidup kami, dan kesetiaan kami kepadaYesus Kristus tidak pernah pudar dari iman yang telah kami akui. Kemuliaankepada Bapa... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Reading and meditation on the Word of God on Monday of the 17th week in ordinary time, July 27, 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 26, 2026 7:17


Delivered by Ria from the Parish of Good Shepherd in the Diocese of Surabaya, Indonesia. Jeremiah 13: 1-11; Rs psalm: Deut 32: 18-19.20-21; Matius 13: 31-35.WE ARE LIKE MUSTARD SEED AND YEAST The theme for our meditation today is: We Are LikeMustard Seed and Yeast. There was a friendship that was not between humanbeings, but between mustard seed and yeast. They both were kept in a shop, butit was not easy to locate them among the many big things being displayed. Onemorning the mustard seed said to his friend: "Hopefully today I have agood fortune." His friend responded, "What do you mean goodfortune?" Mustard seed replied: "Hopefully a buyer will buy me."They both agreed that they must indeed be useful when they are used by men. Both are immobile, wrapped securely in plastics, smallin size, and unnoticed among all other objects around them. If you were someonewho was in the shop but didn't want to buy anything, what you saw weredefinitely big and attractive things. You never took a slightest time to thinkand see small objects such as mustard seed or yeast. Only people who havespecific purpose for small objects, will try to find and buy them. Then theywill eventually be used according to those people's intentions. Jesus had made the Kingdom of God as the core of Histeaching to people who increasingly followed and heard Him day after day. Theyhad never received such teachings before from the time of Abraham and prophets.They never imagined what the kingdom of God looked like. However, Jesus was thepersonification of the Kingdom itself, He who was speaking and being with them.If there is a new teaching to be inserted into the hearts of people who arestill innocent, the teaching must start from the smallest and simplestbeginning. For those who are already full with knowledge and beliefs such asthe leaders of the Jews, things about the Kingdom of God must be taught withextreme complexity and patience. In using parables in His teaching, Jesus made use ofthings that were familiar and simple to the common understanding of the people,so that the complexity and the depth of divine message can be accepted by Hislisteners. If every day you read and listen to the word of God, this profile ofmustard seeds and yeast are enough to explain that this Word is preserved inyour mind and heart, and this will be the the power of God to renew yourself.If you regularly receive the Holy Communion, or regularly make yourconfessions, the profile of mustard seeds and yeast are enough to make you knowabout the growth of your faith though apparently hidden but real and will bearfruits in its proper time. The Lord puts His kingdom in us through variousevents and forms. All of these, even though hidden within us, are growing andnurtured by Him with or without our knowledge. When times of difficulty, trial,struggle, and sickness come, the power of His Kingdom will come out to help usspeak, act and behave.Let'spray. In the name of the Father ... O Lord Jesus, may we be a worthy place forthe growth of the Kingdom of God. Our Father who art in heaven ... In the nameof the Father ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-17 masa biasa, 27 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 26, 2026 7:55


Dibawakan oleh Bebby Antonia dan Bianca Maria Talita dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 13: 1-11; Mazmur tg: Ul 32: 18-19.20-21; Matius 13: 31-35.KITA SEPERTI BIJI SESAWI DAN RAGI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kita Seperti Biji Sesawi dan Ragi.Ada satu persahabatan yang bukan terjadi di antara sesama manusia, tetapi diantara biji sesawi dan ragi. Mereka berdua dijual di toko, tetapi letaknyatidak kentara. Pada suatu pagi si biji sesawi berkata kepada temannya:"Semoga hari ini saya bernasib baik." Temannya menanggapi,"Maksudmu nasib baik apa?". Biji sesawi menjawab: "Semoga adapembeli yang membeli aku." Mereka berdua sepakat bahwa mereka memang harusberguna ketika dipakai manusia.  Kedua benda ini tidak bergerak, dibungkus rapat, berukuran kecil, dantersembunyi dari semua benda lain di sekitarnya. Kalau Anda adalah seseorangyang sempat berada di toko namun tidak ingin membeli sesuatu, yang tampakpadamu ialah barang-barang yang besar dan mencolok. Anda tidak pernahmeluangkan waktu sedikit pun untuk berpikir dan melihat benda-benda kecilseperti biji sesawi atau ragi. Hanya orang yang memiliki maksud tertentu atasbenda-benda kecil itu, akan berusaha menemukan dan membelinya. Selanjutnyamereka akan digunakan sesuai dengan maksud orang tersebut. Yesus menjadikan kerajaan Allah sebagai inti pengajaran-Nya kepadaorang-orang yang kian hari kian bertambah mengikuti dan mendengar-Nya.Pengajaran seperti itu tidak pernah mereka dapatkan sebelumnya sejak zamanAbraham dan para nabi. Seperti apa kerajaan Allah itu tak pernah merekabayangkan. Padahal Yesus adalah personifikasi kerajaan itu sendiri yang sedangberbicara dan berada bersama mereka. Jika suatu pengajaran baru hendakdimasukkan ke dalam hati dan pribadi manusia yang masih polos, pengajaran ituharus mulai dari yang paling kecil dan sederhana. Bagi mereka yang sudah penuhdengan pengetahuan dan keyakinan lama seperti orang-orang Yahudi, hal tentangkerajaan Allah mesti diajarkan dengan sangat rumit dan penuh kesabaran. Banyak perumpamaan dipakai Yesus dengan benda-benda yang sudah biasa dansederhana supaya kerumitan itu dapat diuraikan. Jika setiap hari Anda membacadan dengarkan firman Tuhan, gambaran biji sesawi dan ragi ini cukup untukmenjelaskan bahwa firman yang Anda terima tersembunyi di dalam pikiran danhatimu, tetapi punya potensi untuk hidup yang membaharui dirimu. Jika Andamenerima Komuni Kudus secara rutin, atau dengan teratur melakukan pengakuandosa, profil biji sesawi dan ragi cukup memberimu kesadaran bahwa potensipertumbuhan iman sungguh nyata dan buah-buahnya tinggal dipanen pada masa yangtepat. Tuhan menaruh aspek-aspek kerajaan-Nya di dalam diri kita dalam anekaperistiwa dan bentuk. Semua itu meski tersembunyi di dalam diri kita, merekasedang bertumbuh dan dipelihara Tuhan meski sering di luar kesadaran kita. Didalam saat-saat sulit, pencobaan, perjuangan, dan pengungkapan diri kita, semuaitu akan tampil untuk membantu kita berbicara, berbuat dan bersikap.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, semoga diri kami menjadi tempat yang layakbagi tumbuhnya Kerajaan Allah. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus yang Mahakuasa (27 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 26, 2026 4:17


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang MahakuasaDiambil dari: Matius 28:18 “Yesus mendekati mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar bahwa Yesus itu mahakuasa. Artinya, Yesus memiliki kuasa yang sangat besar. Tidak ada yang terlalu sulit bagi-Nya. Tidak ada yang bisa mengalahkan kuasa-Nya. Yesus bukan hanya guru yang pandai atau nabi yang hebat. Yesus adalah Tuhan yang penuh kuasa.Di dalam Injil, kita melihat banyak contohnya. Yesus mengajar dengan kuasa. Yesus mengusir roh jahat. Yesus menyembuhkan orang sakit. Yesus meredakan badai. Yesus bahkan membangkitkan orang mati. Wah, semua itu menunjukkan bahwa kuasa Yesus bukan kuasa biasa.Yang menarik, para nabi dan rasul juga pernah melakukan mujizat. Tetapi ada perbedaan yang sangat penting. Para nabi dan rasul melakukan semuanya dengan kuasa dari Tuhan. Mereka berdoa dan Tuhan yang bekerja. Sedangkan Yesus bertindak dengan otoritas-Nya sendiri. Yesus tidak hanya meminta kuasa dari luar diri-Nya seperti manusia biasa. Ia bertindak sebagai Pribadi yang sungguh berkuasa.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau Yesus hanya manusia biasa, Ia tidak mungkin berkata bahwa segala kuasa di sorga dan di bumi diberikan kepada-Nya. Tetapi karena Yesus adalah Anak Allah, perkataan itu benar. Yesus memang layak menerima segala kuasa.Kadang-kadang kita merasa hidup ini berat. Mungkin ada masalah di rumah, di sekolah, atau di dalam hati kita. Kita bisa merasa lemah, takut, atau tidak sanggup. Tetapi renungan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus yang kita percaya adalah Tuhan yang mahakuasa. Jadi kita tidak perlu hidup dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kita bisa datang kepada Yesus dan percaya bahwa Dia sanggup menolong kita.Dan yang paling indah, Yesus memakai kuasa-Nya bukan untuk menindas, tetapi untuk menyelamatkan. Yesus yang mahakuasa itu rela mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Jadi kuasa Yesus adalah kuasa yang penuh kasih.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu menghadapi sesuatu yang terasa sulit hari ini, berdoalah dengan sederhana, “Tuhan Yesus, Engkau berkuasa. Tolong aku percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang mahakuasa. Terima kasih karena kuasa-Mu begitu besar, tetapi juga penuh kasih. Tolong aku supaya tidak takut menghadapi hidup ini, tetapi percaya bahwa Engkau sanggup menolongku dalam segala hal. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus adalah Tuhan yang mahakuasa, dan kuasa-Nya yang besar dipakai untuk menolong dan menyelamatkan anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

MDC Surabaya
Andreas Rahardjo - Iman di tengah Krisis (Graha Pemulihan)

MDC Surabaya

Play Episode Listen Later Jul 25, 2026 40:20


Pelajaran apa yang dapat dipetik dari Matius 14:22-33, di mana perahu para murid diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal?Pertama. Perjalanan yang sesuai kehendak Tuhan, belum tentu bebas dari masalah. Kedua. Tuhan hadir dalam badai, Dia tidak membiarkan kita menghadapi sendirian. Ketiga. Kehadiran Yesus sering tidak dikenali. Keempat. Kepanikan dan ketakutan menutup mata iman, tetapi ketenangan mencelikkannya. Kelima. Iman diawali dengan langkah berani. Keenam. Iman menjadi nyata, saat dijalani. Ketujuh. Goyah dan runtuhnya iman, karena kita memiliki fokus yang salah selama ini. Kedelapan. Pertolongan Tuhan selalu tepat waktu, dan tidak pernah terlambat. Kesembilan. Mukjizat memang terjadi, tetapi tanggung jawab awal jangan dilupakan. Kesepuluh. Masa krisis sering kali membawa pewahyuan dan pengenalan yang baru tentang siapa Pribadi Tuhan. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Iman di tengah Krisis.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 21 Juni 2026.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-17 tanggal 26 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 25, 2026 10:13


Dibawakan oleh Argita Febiola Oposumbu, Desi Manuela Widyotomo, Bianca Maria Talita, dan Bella Claudia Simanjuntak dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. 1 Raja-Raja 3: 5.7-12; Mazmur tg 119: 57.72.76-77.127-128; Roma 8: 28-30; Matius 13: 44-52.PENGORBANAN YANG BIJAKSANA Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-17 ini ialah: Pengorbanan yangBijaksana. Ada suatu kejadian ketika seorang pemuda yang sangat mencintai gadisyang ditaksirnya sekian lama, ingin melamar wanita muda tersebut. Lamaran ituingin dilakukan di sebuah jembatan di atas sungai yang luas dan dalam, sertadisaksikan banyak orang di sekitar situ, dengan pemandangan yang begitu indah.Si pemuda membawa cincin, bunga dan sebuah bingkisan berharga. Tetapi sebelum menyatakan lamarannya, gadis cantik itu meminta supayapemuda itu terjun ke sungai untuk membuktikan cintanya itu. Si pemuda segeramenggeletakkan semua barang bawaannya, membuka sepatu dan terjun. Sesaatkemudian ia kembali ke jembatan dalam kondisi basah kuyup dan hendak menyatakanlamarannya. Tetapi alangkah kagetnya pemuda itu dan semua orang di sekitarnya,ternyata gadis itu menolak lamaran pemuda yang sudah berkorban menyiapkansegala sesuatu dan terjun ke sungai. Yang terjadi dengan kisah itu adalah contoh sebuah pengorbanan yangsia-sia. Baik gadis itu maupun si pemuda terlanjur melakukan pengorbanan,tetapi hasil akhirnya kosong. Ada begitu banyak pengalaman tentang pengorbananyang sia-sia yang ada di sekitar kita. Ada orang yang bekerja dengan modalkemauan yang baik, tetapi mereka tidak didukung oleh sumber daya baik manusiamaupun materi pendukung, maka pekerjaan itu sia-sia saja. Ada yang bekerja atauberbuat dengan dukungan sumber daya cukup bahkan memadai, tetapi tidak mencapaitujuan yang sudah direncanakan, itu pun pekerjaan yang sia-sia. Sebagian orang lebih cenderung santai, tidak fokus, malas dan menunda-nundauntuk bekerja dengan maksimal, akhirnya pekerjaan dan hasilnya yang diinginkanmenjadi sia-sia saja. Sebagian lagi yang memberikan pengorbanannya dalamberusaha dan bekerja namun hanya dalam kesempatan tertentu saja, sedangkan padakesempatan selanjutnya pekerjaan tersebut berhenti. Padahal yang sangatdiperlukan ialah konsistensi dan kontinuitas. Ini juga merupakan suatupengorbanan yang sia-sia. Masih ada banyak contoh lainnya yang serupa. Hari ini kita diajarkan untuk mengatasi semua pekerjaan atau pengorbananyang sia-sia itu dengan suatu pengorbanan yang bijaksana. Suatupengorbanan  yang bijaksana menuntut kitauntuk fokus kepada tujuan tertinggi yang hendak kita capai. Segala pengorbanankita hanya untuk mencapai tujuan itu. Bagi kita orang beriman dan para pengikutKristus, tujuan kita terutama ialah Kerajaan Allah. Raja Salomo memintakebijaksanaan dari Kerajaan itu dan Allah memberikan itu kepadanya. Kitasebagai pengikut Kristus sudah terpanggil untuk tujuan yang tertinggi itu, olehkarena itu kita berkorban sekuat-kuatnya untuk mencapainya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah, pandanglah dan berkatilah kami, sehingga denganperayaan hari Minggu ini kami dapat menjadi anak-anak-Mu yang tekun dalam jalanyang menuju kepada-Mu. Bapa Kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-16 masa biasa, 25 Juli 2026, Pesta Santo Yakobus, Rasul

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 24, 2026 7:30


Dibawakan oleh Joafina Paramita Silalahi dan Isaura Joansari Gultom dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. 2 Korintus 4: 7-15; Mazmur tg 126: 1-2ab.2cd-3.4-5.6; Matius 20: 20-28.HAK UNTUK SEBUAH POSISI Renungan kita pada hari ini bertema: Hak Untuk Sebuah Posisi. Marilah kitaberpikir sejenak dengan ilustrasi ini. Anda tiba di rumah dari suatu keperluandi luar. Saat pintu dibuka, Anda langsung menemukan seorang asing sedang dudukdi meja makan, menempati kursi yang biasa Anda pakai, dan sangat menikmatihidangan yang ada. Apa pikiran dan perasaan Anda tentang kejadian itu? Huff!Beraninya orang itu memasuki rumah tanpa ijin ya! Ilustrasi itu menggambarkan betapa penting dan sangat pribadi bahwa kitamasing-masing berhak atas posisi yang menjadi milik kita. Kita memiliki banyakposisi entah saat kita berdiri, duduk, berbaring, dan berada. Itu adalah hakasasi bahwa tempat dan ruang yang melingkupi kita adalah hak milik kita. Jikaseseorang sengaja mendesak atau menekan kita keluar dari posisi tersebut, pastiterjadi ketegangan. Reaksi yang kita berikan biasanya keras dan menolak. Tidakmudah bagi setiap orang untuk melepaskan hak milik posisinya diambil orang laindengan tidak melalui suatu cara yang layak dan beradab. Jadi di dunia ini keinginan dan kenyataan untuk mempunyai posisi sudahmenjadi pemahaman bersama bahwa setiap pribadi berhak atasnya di satu pihak danketersediaan posisi tersebut di lain pihak, yang menjadi kewajiban dari oranglain untuk menyediakannya. Kita mendengar kejadian dua rasul kakak-beradikYakobus dan Yohanes, dengan bantuan ibunya, menginginkan posisi keduanya didalam kerajaan Allah. Tidak salah jika mereka meng-claim haknya itu, karena memang itu adalah harga dari mengikutiKristus.  Namun pada saat yang sama Tuhan Yesus mengajarkan bahwa penuntutan hakbukan suatu hal yang otomatis jadi. Suatu penuntutan hak hanya dapatterfasilitasi jika hak itu tepat dengan kewajiban yang dilakukan orang lain.Suatu penuntutan hak tidak boleh sebagai suatu tindakan buta, artinya hanyadipandang sebagai satu-satunya tindakan yang berdiri sendiri. Yesus mengajarkanbahwa hak dasar kita untuk mendapatkan tempat di dalam kerajaan Allahbergantung pada syarat ini: Kita harus menjalankan dahulu suatu kewajiban dasar, yaitu meminum cawanpahit yang juga diminum oleh Yesus. Itu adalah cara penyangkalan diri melaluihidup yang rendah hati, menanggung aneka kesulitan dan penderitaan. Allah Bapayang berkenan atas semua penyangkalan diri itu, bakal menyediakan posisi yangpantas bagi kita di dalam kerajaan-Nya. Salah satu cara penyangkalan diri yangpaling konkret dilakukan ialah melayani tanpa pamrih dan bukan dilayani. SantoPaulus dalam surat keduanya kepada jemaat di Korintus menyebutnya sebagaikematian atas tubuh kita yang selalu ingin diutamakan atas dasar nafsu dankeinginan daging. Kematian tubuh memberikan kehidupan bagi roh kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, murnikanlah hati kami dari setiap kecongkakan dannafsu untuk menang sendiri. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-16 masa biasa, 24 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 23, 2026 6:22


Dibawakan oleh Gregorius Danar Damanihuruk and Aldi Noel Silalahi dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 3: 14-17; Mazmur tg: Yer 31: 10.11-12ab.13; Matius 13: 18-23.MENDENGAR DAN MENGERTI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mendengar Dan Mengerti. Adapertanyaan yang sering diutarakan kepada umat dan juga para imam yang bunyinyakira-kira begini: mengapa di dalam sesi pengajaran, renungan, dan homili, parapendengar tidak cukup betah dalam mendengar namun mereka lebih sering kedapatanmengantuk? Lihat saja pada waktu imam memberikan homili dalam misa, cukupbanyak umat yang mengantuk.  Ada begitu banyak alasan. Kesalahan atau kekurangan dapat diuraikan dandidaftar, baik itu dari pihak imam maupun umat. Baik itu dari pihak pewartamaupun dari pendengar. Cukup banyak orang mengatakan bahwa umat atau pendengarrupanya dapat mendengarkannya tetapi tidak mengerti. Ini dipandang sebagaisalah satu penyebab mereka mengantuk. Dua kemampuan intelektual ini, mendengardan mengerti, sama-sama berperan penting dalam pertumbuhan kejiwaan,kerohanian, dan hidup sosial seseorang. Mendengar merupakan kegiatan yang ditopang oleh indra telinga, oleh karenaitu harus menjadi yang pertama menerima pesan yang datang. Kegiatan ini samaseperti melihat dengan mata dan merasakan dengan kulit. Pesan yang datang dandidengar masih mentah. Kita merasakan sentuhan seperti terkena air pada kulitkita. Perasaan ini belum berarti apa-apa sebelum ia diproses di dalam otaksehingga menjadi sebuah pikiran. Di sini baru bisa terjadi pemahaman ataupengertian. Sebuah pengertian baru dibuat dari proses mendengar yang kemudiandiolah oleh pikiran, yang akhirnya membentuk sikap, perilaku dan cara hidupyang baru pula. Itulah sebabnya Yesus sangat tegas mengatakan bahwa seorang pribadi yangbaik ialah ia yang dapat mendengar dan mengerti Sabda Tuhan yang disampaikankepadanya. Kalau ia hanya mendengar, ia baru setengah baik. Ia juga tidak bisalangsung mengerti jika belum mendengar Sabda itu. Orang seperti ini diumpamakansebagai tanah yang baik, yaitu kemampuannya untuk mendengar dan mengerti secarabaik, sehingga ketika Sabda Tuhan datang kepadanya Sabda itu akan tumbuh danberbuah banyak di dalam hidupnya. Dalam proses mendengar dan mengerti itu kita mesti dapat menghindaribeberapa hal ini: hati dan pikiran kita seperti jalanan besar dan kecil di manasabda Tuhan jatuh di situ lalu burung dan ayam datang memakannya, akhirnyasabda Tuhan tidak tumbuh. Kita juga seperti bebatuan dengan tanah tipis diatasnya, di mana sabda Tuhan tumbuh tapi tidak berakar, akhirnya layu ketikakena panas matahari dan mati. Hati dan pikiran kita seperti duri-duri dan semakbelukar, di mana sabda Tuhan akan terhimpit dan terancam mati. Denganmenghindari semua itu, yang tinggal adalah diri kita sebagai tanah yang subur. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Allah maha kuasa, jadikanlah diri kami tanah subur supayaSabda-Mu bertumbuh subur dan akhirnya berbuah melimpah. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus yang Hadir di Mana-Mana (23 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 22, 2026 3:50


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus yang Hadir di Mana-ManaDiambil dari: Matius 28:20 “... Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”Wonder Kids, kadang-kadang orang bertanya begini: “Kalau Yesus itu sungguh Allah, mengapa Dia juga bisa ada di bumi sebagai manusia?” Pertanyaan itu memang tidak mudah. Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa saat Yesus datang ke dunia, Ia sungguh menjadi manusia tanpa berhenti menjadi Allah. Itu adalah salah satu hal yang sangat besar dan ajaib tentang Yesus.Sesudah Yesus bangkit dan naik ke surga, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan selalu menyertai mereka sampai akhir zaman. Wah, itu luar biasa sekali. Manusia biasa tidak bisa berkata begitu dengan benar. Manusia hanya bisa ada di satu tempat pada satu waktu. Tetapi Yesus berkata bahwa Ia menyertai semua murid-Nya di segala tempat dan di segala zaman.Itu berarti Yesus bukan hanya dekat kepada murid-murid zaman dulu. Yesus juga dekat kepada kita hari ini. Saat kamu ada di rumah, di sekolah, di gereja, atau bahkan saat sendirian, Yesus tidak jauh. Ia mengetahui keadaanmu, mendengar doamu, dan sanggup menolongmu.Ini sangat menghibur, Wonder Kids. Kadang-kadang kita merasa sendiri. Mungkin saat sedang takut, sedih, sakit, atau bingung, kita merasa tidak ada yang benar-benar mengerti. Tetapi firman Tuhan berkata bahwa Yesus menyertai kita senantiasa. Itu berarti kita tidak pernah benar-benar sendirian.Tetapi kehadiran Yesus juga mengingatkan kita untuk hidup sungguh-sungguh bagi-Nya. Kalau Yesus selalu menyertai kita, berarti kita tidak bisa hidup sembarangan. Tuhan melihat hidup kita. Tuhan tahu pikiran kita. Dan Tuhan mau kita tetap setia walaupun tidak ada orang lain yang melihat.Jadi, Wonder Kids, Yesus yang naik ke surga bukan berarti Yesus jadi jauh. Justru karena Dia adalah Tuhan yang mulia, Dia bisa menyertai semua anak-Nya. Ini salah satu bukti indah bahwa Yesus sungguh lebih dari manusia biasa. Yesus adalah Tuhan yang hidup.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa sendirian atau takut hari ini, ucapkan pelan-pelan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu menyertaiku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkanku. Terima kasih karena Engkau selalu menyertaiku di mana pun aku berada. Tolong aku supaya percaya kepada-Mu, tidak takut, dan hidup setia karena Engkau selalu dekat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya Tuhan yang pernah datang ke dunia, tetapi Tuhan yang tetap hidup dan selalu menyertai anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-16 masa biasa, 23 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 22, 2026 9:29


Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Onny Pakendek dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Yeremia 2: 1-3.7-8.12-13; Mazmur tg 36: 6-7ab.8-11; Matius 13: 10-17.CARA UNTUK MENGERTI DIA           Renungan kita pada hari ini bertema: Cara Untuk Mengerti Dia. Ada tigagadis jatuh cinta kepada satu pemuda yang hampir seumur dengan mereka.Masing-masing gadis berusaha tampil sebaik mungkin untuk memenangkan pujaanhatinya itu. Kadang mereka bersaing kurang sehat karena yang satu menonjolkankejelekan temannya yang lain. Kadang-kadang mereka bersaing sehat dan positifseperti menunjukkan siapa dirinya sebenarnya.  Pemuda itu juga mempunyai strategi untuk tampil secara positif kepadamasing-masing gadis yang menyukainya. Sekian waktu berjalan, masing-masing darimereka menjadi bosan dan lelah. Khususnya ketiga gadis itu, masing-masing darimereka justru bingung tentang siapa sesungguhnya yang pantas dipilih, karenatidak mungkin ketiga-tiganya dipilih. Mereka bertiga berdiskusi tentang ini,dan mereka akhirnya sepakat bahwa pemuda itu mempunyai caranya sendiri untukmengerti dan memilih salah satu yang dicintainya.  Ilustrasi ini menunjukkan seperti apa cinta itu diungkapkan. Ungkapan diriseseorang tentu memiliki kekhasan sehingga orang lain yang mendapatkan kesannyasesuai dengan daya tariknya. Seorang pemain gitar tampil begitu berbakat, makamereka yang mempunyai kesukaan dengan musik tertarik kepadanya. Ungkapan diriseseorang itu bertujuan untuk membuat orang lain mengerti tentang dia danmendukung dia. Kalau hal ini merupakan tindakan manusia yang layak untuk diapresiasi,justru tindakan kasih Tuhan yang jauh lebih meyakinkan dan menarik perhatiankita. Ia telah lebih dahulu mengungkapkan diri-Nya kepada manusia. Kualitas dankekuatan ungkapan cintanya jauh melebihi ungkapan manusia, karena Tuhan ituberinkarnasi. Ia membuat yang suci, mulia dan sempurna masuk ke dalam hidupkita di dunia. Ia mengungkapkan diri untuk menguduskan dunia dan kita semua.  Kepada bangsa Israel, Allah mengungkapkan diri-Nya sebagai Tuhan yangberbaik hati ketika umat-Nya taat dan beriman dengan benar, tetapi juga Tuhanyang menghukum kalau mereka melawan dan berbuat dosa. Yesus juga membuat parapendengar-Nya mengerti Dia melalui pengajaran-Nya. Ia memakaiperumpamaan-perumpamaan, agar mereka mengerti bahwa Ia sangat memperhatikanmereka yang kecil, rendah hati, menderita, terasing dan teraniaya. Ia jugamembuka pemahaman kepada orang-orang besar, penguasa, kaya, congkak, namunmereka tidak rela menerima dan mengerti Dia.  Jadi kita memiliki tugas untuk selalu ingin mengerti Tuhan yangmengungkapkan diri-Nya melalui firman-Nya dan ungkapan iman kita. Tetapi kitajuga mempunyai tugas yang sama pentingnya yaitu membuat sesama kita dapatmengerti kita. Ini adalah juga cara kita melayani orang lain. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami untuk selalu memilikipengertian yang baik dalam berhubungan dengan sesama kami. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-16 masa biasa, 21 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 20, 2026 9:49


Dibawakan oleh Veronika Genua dari Paroki St. Martinus Roworeke di Keuskupan Agung Ende, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 85: 2-4.5-6.7-8; Matius 12: 49-50.TONGKAT KUASA TUHAN         Renungan kita pada hari ini bertema: Tongkat Kuasa Tuhan. Tradisi dalambanyak budaya politik menjadikan tongkat sebagai simbol kekuasaan. Kitamengingat Musa memakai tongkat untuk menampilkan kuasa Allah yang bekerja dalamdirinya untuk memimpin bangsa dan umat Allah. Para raja dan presidennegara-negara juga memakai tongkat dengan makna simbolik kekuasaan yang merekamiliki. Di dalam Gereja, tongkat uskup juga memiliki makna serupa.  Tongkat yang terbuat dari bahan entah kayu entah logam sangat melekatdengan kekuasaan atau otoritas orang yang memakainya. Bahkan rotan ataupotongan kayu lurus yang dipakai bapak atau ibu di rumah cukup memberikanpemahaman bahwa jika anak-anak melanggar aturan hukumannya ialah pukulan dengankayu itu. Dalam semua pemandangan dengan tongkat ini, kita dapat mengerti lebihlanjut mengapa Tuhan selalu mengungkapkan di dalam kitab suci kuasa-Nya yangdisimbolkan dengan tongkat.  Ia berkata dalam nubuat Mikha dalam bacaan pertama hari ini bahwa Iamenggembalakan umat-Nya dengan tongkat-Nya. Yesus sang gembala yang baik jugamenjalankan tugas penggembalaan itu dengan memakai tongkat imam agung, yanghingga saat ini disimbolkan pada Paus dan para uskup. Dengan tongkat itu,tugas-tugas sebagai pemimpin dan gembala memiliki legitimasi dan kekuatan untukmendapatkan ketaatan atau kepatuhan dari orang-orang yang dipimpin. Tongkat kuasa Tuhan, memiliki fungsi untuk suatu pemurnian dan pembebasanmanusia dari kuasa kegelapan dan dosa. Setan dan penguasa kegelapan ketikaberhadapan dengan kuasa Allah yang dilambangkan dengan tongkat, ia menjadiketakutan. Itu terbukti dalam setiap tindakan Yesus yang selalu hadir melaluikata-kata dan hardikan, yang langsung membuat para setan menjadi takut danmemohon untuk tidak disiksa. Berkat tongkat kuasa Tuhan itu, segala dosa kitadapat dicampakkan ke dalam dasar laut, demikian kata nabi Mikha. Jadi kita mesti memandang tongkat saat ditunjukkan kepada kita apakah dalamposisi dipegang, dijadikan penopang pada saat berdiri, atau saat menunjukkandan menegaskan sesuatu dalam suatu proses pengajaran. Yesus menunjuk dengansegala kuasa yang ada pada-Nya, ketika Ia mengajarkan bahwa para murid danrasul sesungguhnya adalah ibu-Nya, dan saudara-saudara-Nya. Penegasan ituberisi suatu ajaran yang penuh kewibawaan dan prinsip. Ajaran itu ialah bahwamelaksanakan kehendak Allah merupakan tugas utama setiap pengikut Kristus.Tongkat kuasa Yesus itu sampai detik ini berada pada tangan Paus dan Uskup ditempat kita masing-masing. Kita harus mendengar dan mengikuti Bapa Suci danUskup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, semoga kesetiaan dan ketaatan kami kepada Gerejasenantiasa kuat dan bertahan, khususnya melalui ketaatan kami kepada Bapa Sucidan Uskup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-16 masa biasa, 20 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 19, 2026 7:37


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 6: 1-4.6-8; Mazmur tg 50: 5-6.8-9.16bc.17.21.23; Matius 12: 38-42.KETIDAKSETIAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketidaksetiaan. Ada seorang lelakimendapat tugas dari perusahaan untuk bekerja jauh dari rumah dan di luar kotaselama tiga sampai enam bulan. Selama waktu tersebut ia tidak kembali ke rumahdan keluarganya. Komunikasi dengan sang istri dan anak-anaknya tetap dilakukanmelalui pesan-pesan singkat online dan telepon video.  Pada saat ia kembali ke rumah setelah tugas tersebut, hampir semua keadaandi rumah normal dan baik, kecuali dua anjing kesayangannya yang sudah tidakakrab lagi dengannya. Kedua anjing sangat tidak menghiraukannya, meskipun iaingin bermain-main dengan mereka. Anak bungsunya yang berusia delapan tahunberkata kepadanya: "Masalahnya Bapak sudah lama tidak dekat dan bermaindengan mereka, maka mereka menjadi asing dengan Bapak."   Banyak faktor di dalam hidup kita yang menjadi penyebab sikap tidak setiadi antara kita, dan salah satunya ialah orang-orang tidak dekat satu sama lain,tidak berkomunikasi, tidak ada berita dan tidak ada jalinan perhatian di antaramereka. Hal ini juga terjadi antara manusia dengan Tuhan Allah. Ada sejarahpanjang dan banyak tentang manusia yang tidak setia dengan Tuhan yang berakibatpada hukuman dijatuhkan kepada mereka yang tidak setia. Tuhan Yesus diutus Bapake dalam dunia untuk mengembalikan mereka kepada kesetiaan dan iman yang benar.Umat beriman, dan khususnya Israel diharapkan sebagai yang pertama memperbaikihubungan yang telah rusak ini. Tetapi mereka malah tidak mau mengenal dan mengakui Yesus. Mereka memintatanda-tanda yang menurut mereka harus membuat mereka percaya. Ini yang membuatYesus melawan mereka dengan tegas. Mereka dengan terang-terangan melawan Tuhandengan menolak dan tidak mengakui bahwa Yesus adalah wujud Allah sendiri yangmereka percaya. Ini adalah dosa ketidaksetiaan yang amat besar. Mereka lebihmemilih materi, uang, posisi, kenikmatan daging, status sosial, ketenaran, laluTuhan dilupakan. Menurut Yesus sendiri, dosa ini adalah dosa melawan Roh Kudus,dan tidak dapat diampuni.  Godaan untuk menyangkal Tuhan dengan menjadikannya bukan utama danprioritas di dalam hidup kita sungguh sangat besar. Pada umumnya ada tigagodaan besar yang mengancam kita setiap saat dan di mana saja, yaitu harta,kekuasaan dan nafsu kedagingan.  Nubuatnabi Mikha mengatakan bahwa kita perlu tulus tentang diri kita: apakah kitadapat mengalahkan godaan itu atau sebaliknya kita yang selalu dikalahkanolehnya, karena dunia di sekeliling kita menjadi saksinya. Kalau kita tetapbersama Tuhan dan memberikan diri untuk dibimbing Roh Kudus, kita yangmengalahkan godaan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan maha kuasa, semoga Roh-Mu membantu kami untuksenantiasa setia di jalan Putra-Mu Yesus Kristus, dan jauhkanlah kami darisegala godaan yang menyebabkan kami semakin jauh dari jalan-Mu. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Reading and meditation on the Word of God on Monday of the 16th week in ordinary time, July 20, 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 19, 2026 6:35


Delivered by Evelyn Lumanta from the Parish of Santo Laurensius in the Diocese of Bandung, Indonesia. Micah 6: 1-4.6-8; Rs psalm 50: 5-6.8-9.16bc.17.21.23; Matius 12: 38-42.UNFAITHFULNESS The theme for our meditation today is: Unfaithfulness.There was a man who got a job from the company to work outside the city forthree to six months. During this time he did not return to his home and family.Communication with his wife and children was done via online messages and videocalls. When he returned home after finishing the job, hefound out that almost everything in the house was normal and good, except forhis two beloved dogs who were no longer familiar with him. The two dogs reallyignored him, even though he wanted to play with them. His youngest son, eightyears old, said this to him: "The problem is that you haven't been closeand played with them, so they have become strangers to you." Infidelity happens in our relationship with oneanother is caused by many factors, and one of them is that people are not closeto each other, they do not communicate, there is no news shared and there is nosharing of attention between them. This also happens between us and the Lord.There is a long history about people who have been unfaithful to God which inthe end they must be subjected to the punishment imposed on them because oftheir infidelity. The Lord Jesus was sent by the Father into the world to bringthem back to faithfulness and true faith. The people of God, and especially theIsraelites, were expected to be the first to renew this broken relationship andto walk on the new way initiated by Jesus Christ. However they did not even want to know and acknowledgeJesus. They asked for signs that could help them to believe in Jesus Christ.This is what made Jesus gave them a very strong reaction. They openly opposedGod by rejecting and not recognizing that Jesus was sent by God whom theybelieved according to the faith of their fathers. This is a great sin ofunfaithfulness. They preferred such worldly things like money, position, fleshpleasure, social status, fame, then God alone and His teachings brought by Jesusof Nazareth was not their priority. According to Jesus Christ, this sin is asin against the Holy Spirit, and it will never be forgiven. The temptation to deny God by making Him not ourpriority in life is really very big. In general there are three greattemptations that threaten us any time and anywhere in this world namely money,power and flesh. The prophet Micah said that we need to be sincere aboutourselves: whether we can overcome the temptation or we are always overcome byit, the world around us is the witness. If we stay with God and let ourselvesto be guided by the Holy Spirit, we are the ones who overcome temptation. Let'spray. In the name of the Father ... Our almighty God, may Your Spirit help usto be faithful always in the way of Your Son Jesus Christ, and keep us from alltemptations that cause us to be away from Your path. Hail Mary, full of grace... In the name of the Father ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-16, 19 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 18, 2026 11:43


Dibawakan oleh Eduardus Bala, Yuliana dan Wiliam Aleksander Nopan dari Paroki Santo Arnoldus Jansen Tanjung Isui di Keuskupan Agung Samarinda, Indonesia. Kebijaksanaan 12: 13.16-19; Mazmur tg 86: 5-6.9-10.15-16a; Roma 8: 26-27; Matius 13: 24-30.MUSUH MEMBERIKAN KITA KESEMPATAN Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-16 ini ialah: Musuh MemberikanKita Kesempatan. Seorang siswa SMA mendapatkan pujian dan hadiah dari orangtuanya karena mendapatkan nilai-nilai rapor yang bagus. Padahal semua di dalamkeluarga masih mengingat, bahwa nilai prestasinya di waktu permulaan sekolahjauh dari harapan. Ia bahkan memiliki sejumlah nilai merah. Mengapa ia berubah begitu cepat dengan prestasinya itu setelah naik kelasdua dan kelas tiga? Apakah ia bermain curang pada waktu ujian demi mendapatkannilai-nilai yang memuaskan? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan umum yang selaluditujukan kepadanya. Kepada semua yang bertanya, siswa tersebut menjawab dengansangat bijaksana, katanya: "Setiap temanku mendapat nilai lebih baik daripada aku, aku selalu tertantang untuk menjadi seperti dia, bahkan harusmelebihi dia." Ia tetap mengikuti prinsip itu selama belajar di SMA. Pengalaman si remaja itu merupakan sebuah contoh kompetisi yang sehat. Adajuga kompetisi atau perlawanan yang tidak sehat, yang melalui cara yang tidakbaik dan dengan tujuan yang tidak baik pula. Di dalam setiap kompetisi,masing-masing pihak yang bersaing menganggap lawannya sebagai musuh. Ada musuhyang menjadi teman persaingan atau perjuangan, sehingga kita dapat dibantuuntuk meraih kemajuan dan kesuksesan. Musuh dalam kualitas seperti ini adalahmusuh yang baik, yang memberikan kita kesempatan untuk menjadi lebih baik.  Tetapi ada musuh yang menjadi lawan mematikan, yang karena didasari olehkebencian, marah dan iri hati, sehingga kita tidak mendapatkan bantuan untukmaju, tetapi sebaliknya kerugian dan bahkan kebinasaan. Secara kodrati danmengikuti akal sehat, kita ingin memiliki musuh yang baik. Tuhan sendiritermasuk dalam kategori musuh kita yang baik. Kita adalah orang-orang yangberdosa. Setiap menyadari diri sebagai orang berdosa, kita harus dapat melihatTuhan sebagai musuh kita yang baik, yang sabar terhadap kita dan menyediakansegala kesempatan supaya kita dapat bertobat dan kembali kepada-Nya. Perumpamaan tentang hidup berdampingan antara penabur benih dan musuhnyayaitu penabur lalang, kemudian antara benih yang tumbuh bersama dengan musuhnyalalang, sangat jelas mengajarkan kita tentang peran musuh yang membantu kita didalam hidup ini. Anggota keluarga sendiri, teman atau orang yang tidak kitakenal dapat menjadi musuh-musuh kita yang baik. Bahkan jika kita memang tidakdapat menghindari adanya musuh yang tidak baik atau yang mematikan, inimerupakan juga pengalaman Tuhan Yesus sendiri dan para martir yang sudahmendahului kita. Musuh yang demikian membuka kesempatan bagi kita untuk meminumpiala penderitaan seperti Yesus Kristus. Dalam hal ini, kita sepantasnyabersyukur dan mendoakan musuh-musuh kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami sehingga kami dapat hidup dalamkebenaran dan kebijaksanaan-Mu. Semoga kami menjadi sesama yang baik bagiorang-orang di sekitar kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-15 masa biasa, 18 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 17, 2026 6:49


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Komunitas Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 2: 1-5; Mazmur tg 10: 1-2.3-4.7-8.14; Matius 12: 14-21.TUHAN SEDANG TIDAK BERSEMBUNYI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Sedang Tidak Bersembunyi.Tahun ajaran untuk sekolah-sekolah sampai tingkat menengah baru saja dimulaidalam minggu ini. Pada umumnya kegiatan belajar-mengajar berlangsung di tengahmusim panas dan kering yang dapat memberi dampak kurang baik dalam kegiatan paramurid dan guru di sekolah. Hawa yang panas mereka rasakan baik di dalam ruangankelas maupun di luar dan terlebih-lebih saat mereka bermain di lapangan. Di desa-desa pelosok, para murid berjalan kaki setiap hari dari rumah dansekolah. Mereka ditimpah panas terik dan bermandi debu di sepanjang jalan. Tidakjarang mereka sakit karena cuaca yang panas dan kering itu. Ada seorang siswaSMP menulis di halaman media sosialnya, berupa tantangan yang ditujukan kepadaTuhan. Ia berkata begini: "Ini adalah ancaman yang serius terhadapkehidupan. Tuhan sepertinya sedang sembunyi dan tidak berada di dekat kitauntuk menolong kita." Ungkapan hati siswa ini mewakili perasaan susah, kuatir, kurang sabar danpesimis banyak orang di dalam dunia saat ini. Perasaan-perasaan ini merupakansesuatu yang wajar bagi kita manusia dan tidak ada salahnya kalau kitamenyampaikan keluhan atau desakan kepada Tuhan untuk membantu kita. Peristiwayang dikisahkan di dalam Injil tentang Yesus meredakan angin topan dangelombang ganas yang hampir membinasakan para murid-Nya, sangat jelasmemberikan kita keyakinan bahwa Tuhan tidak diam atau bersembunyi. Injil kita pada hari ini juga menggambarkan bagaimana Yesus memilihmenghindar dan bersembunyi, pada saat ancaman musuh dan kejahatan ada di depanmata. Ada persekongkolan yang merancang kejahatan atas diri Yesus dan seluruhkarya-Nya, tetapi Yesus menyingkirkan diri. Jika seorang pimpinan atau kepalamemilih untuk meninggalkan tanggung jawabnya, maka kita dapat memahaminya bahwapekerjaan, perjuangan atau tugasnya gagal.  Sekiranya hidup kita di dunia ini hanya memusatkan perhatian kepadakekerasan, kejahatan dan ancaman musuh, kita adalah makhluk yang hidup dalamketakutan dan dunia ini adalah seperti rimba raya yang mengerikan. Tuhan memangdipandang atau dipahami berdiam dan bersembunyi, tetapi Ia sesungguhnya berdiamdi dalam hati kita. Ia mengisi ruang-ruang pemahaman dan keyakinan iman kita.Ia bekerja sebagai Roh Kudus yang tak kelihatan, tetapi menyediakan segalasesuatu baik sebagai kata maupun tindakan, sehingga kita menjadi mampu untukmenghadapi musuh-musuh. Hidup kita sebenarnya tetap berpusat pada kerajaan Allah dan jalan yangkita lalui ialah jalan Yesus Kristus. Jika sampai detik ini kita dapatmenikmati hidup di tengah suasana yang tidak baik dengan suatu cara penyesuaiandiri untuk kenyataan hidup yang baru, ini merupakan jalan yang diberikan Tuhankepada kita. Ia sesungguhnya berada bersama kita dan membimbing hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, di dalam tanganmu kami menaruh segala harapan dannasib hidup kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-15 masa biasa, 17 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 16, 2026 9:38


Dibawakan oleh Theresia Keneka Muli dan Mateus Nong Mus dari Paroki Harapan Indah Bekasi, Gereja Santo Albertus Agung di Keuskupan Agung Jakarta. Yesaya 38: 1-6.21-22.7-8; Mazmur tg: Yes 38: 10.11.12abc.16; Matius 12: 1-8.ANTARA BELAS KASIH DAN PERSEMBAHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Antara Belas Kasih dan Persembahan.Ada banyak umat Katolik sudah tidak lagi melakukan pengakuan dosa. Hal initerwakili oleh seorang pemuda yang berbicara dengan pastor parokinya, bahwa iasendiri dan teman-teman tidak menganggap penting untuk melakukan pengakuan dosakepada seorang imam Katolik. Pemuda itu memberikan alasannya, bahwa pengakuandosa langsung kepada Tuhan sudah cukup dan terjamin aman. Pengakuan dosamelalui imam justru tidak masuk di akalnya. Pengakuan dosa merupakan suatu perbuatan yang bukan sekedar berdoa kepadaTuhan untuk menyampaikan dosa-dosa dan meminta pengampunan, tetapi yang menjadiintinya ialah terjadi rekonsiliasi dan pertobatan. Doa mohon pengampunan itubukan sebuah sakramen tobat. Doa ini sama dengan semua jenis persembahan yangkita lakukan, yaitu memberikan sesuatu sebagai bukti iman dan kasih kita kepadaTuhan. Ini sama dengan memberikan sesuatu kepada orang yang kita kasihi untukmenghormati dan menyenangkannya.  Persembahan itu semata-mata perbuatan manusia, maka sangat bergantung padakehendak bebas, pilihan atau selera masing-masing orang. Sering persembahan itudiatur atau dilembagakan demi memenuhi keinginan pihak penguasa atau parapemimpin, maka dibuatlah aturannya. Ada jumlah yang mesti dipenuhi, misalnyaderma harus sepersepuluh dari penghasilan. Korban bakaran dan sembelihan harusberjumlah sekian dan kondisi hewan persembahan itu cacat atau tidak dansebagainya.  Tuhan Yesus Kristus menggantikan semuanya itu dengan persembahan diri-Nyasendiri. Yang dibuat oleh Tuhan ini adalah perbuatan Tuhan bagi kita manusia,yang bukan sebagai persembahan tetapi sebagai belas kasih. Tuhan mengasihi kitadengan mengorbankan diri-Nya. Bapa Allah berbelas kasih dan sangat menyayangikita manusia maka Ia memberikan Anak-Nya sendiri bagi kita. Perbuatan Yesusdalam berbelas kasih ialah menolong dan menyelamatkan kita manusia dari segalabentuk perbudakan dosa, kejahatan dan kematian.  Belas kasih dari Tuhan dan kewajiban kita untuk melakukannya, merupakansebuah ibadat yang melebihi hari sabat dan persembahan lainnya ketika nasibhidup manusia sangat menuntut untuk diperhatikan. Inilah yang ingin Yesusperbaiki, ketika belas kasih diremehkan atau bahkan ditiadakan, sementarapersembahan dan hari sabat dipatuhi secara berlebihan. Bagi kita umat beriman,persembahan dan ibadat tidak perlu dihilangkan dari hidup kita, artinya kitatetap memerlukannya. Tetapi pada saat belas kasih itu diperlukan, kita tidakboleh menggantikannya dengan sekedar mempersembahkan doa-doa kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Kuatkanlah dan penuhilah kami dengan kuasa-Mu ya Allah,supaya kami dapat memberikan yang sesungguhnya sebagai belas kasih dan sebagai persembahan di dalam penghayatan iman kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Daily Fresh Juice
Fresh Juice 12 Juli 2026 Matius 13:1-23 : Sediakanlah Lahan Hatimu untuk Sabda Tuhan

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Jul 11, 2026


Pembawa Renungan: RP. Siprianus Smakur Tukan SSCC Paroki Santo Damian, Bengkong, BatamMatius 13:1-23

untuk matius fresh juice sabda tuhan
Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 12 Juli 2026 - Tetap tenang dan percaya padaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 11, 2026 5:25


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 Juli 2026Bacaan: "Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenang! Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27)Renungan: Pada tahun 1993, Nelson Mandela baru 3 tahun keluar dari penjara setelah 27 tahun dipenjara di Afrika Selatan. Negaranya sedang di ujung tanduk. Kulit putih takut kehilangan kuasa. Kulit hitam marah dan mau membalas dendam. Perang saudara hampir meledak setiap hari. Semua penasihatnya berkata, "Pakai kekuatan dan balas. Amankan posisi dulu." Tapi Mandela masuk ke ruangannya, berdoa, lalu mengambil keputusan yang membuat dunia kaget. Dia undang mantan sipir penjaranya makan siang di istana. Dia membentuk "Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi". Dia memilih mengampuni daripada membalas. Ketika ia ditanya mengapa berani ambil risiko sebesar itu, dia menjawab, "Saya sudah 27 tahun hidup dalam ketakutan dan kebencian. Saat saya keluar dari penjara, saya sadar kalau saya tidak melepaskan itu, maka saya masih di dalam penjara." Mandela memilih tenang di tengah badai, karena dia percaya ada panggilan yang lebih besar daripada rasa takutnya. Bacaan Injil di atas terjadi saat murid-murid ada di tengah danau Galilea. Angin kencang, ombak besar dan perahu hampir tenggelam. Mereka melihat "sesuatu" jalan di atas air dan berteriak ketakutan, mengira itu adalah hantu. Di titik paling panik itu, Yesus datang. Kalimat pertama-Nya bukan, "Aku akan meredakan badai", tetapi kalimat pertama-Nya adalah, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Yesus dalam hal ini mau mengingatkan bahwa sebelum Ia membereskan masalah kita, ketahuilah dulu siapa yang ada bersama kita. Badai boleh tetap ada. Tapi kalau "Aku ini" ada di perahu, maka kita tidak akan tenggelam. "Danau" kita saat ini mungkin berbeda, tetapi ombaknya sama kencang, yaitu pertama badai Ketidakpastian, contohnya dalam hal kerja, ekonomi, masa depan dll. Kita seperti para murid melihat gelombang, bukan melihat Yesus. Yesus berkata, 'Tenanglah! Aku pegang kendali hidupmu." Kedua badai hubungan. Ada luka, kecewa, pengkhianatan dll. Godaannya adalah kita mau membalas atau menghindar. Mandela mengajar kita memilih tenang dan memilih pengampunan, karena ada Yesus bersama kita. Ketiga badai batin. Ada kecemasan, kegagalan dan merasa tidak cukup. Kita berteriak dalam hati. Yesus datang dan berkata hal yang sama, "Tenanglah! Aku ini. Kamu tidak sendirian. Kita sering meminta Tuhan membereskan badainya dulu baru kita tenang. Tapi Tuhan minta kita percaya dulu bahwa Dia ada, barulah kita bisa tenang di tengah badai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering lebih fokus pada badai daripada kehadiran-Mu. Hari ini aku mau mendengar suara-Mu: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Mampukan aku seperti Mandela, untuk tidak dikuasai takut dan benci. Peganglah tanganku di tengah gelombang hidupku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 10 Juli 2026 - Menjadi Berkat bagi sesama yang membutuhkan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 9, 2026 6:41


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 Juli 2026Bacaan: "Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." (Matius 14:16)Renungan: Suatu kali di sebuah komplek perumahan terjadi kebanjiran. Air masuk ke rumah warga. Semua panik. Ada ibu-ibu bawa anak kecil, ada kakek yang tidak bisa jalan. Di grup RT langsung ramai. Ada yang bilang: "Lapor kelurahan aja", "Tunggu bantuan datang", "Kita kan tidak punya perahu". Semuanya punya alasan kenapa "tidak bisa" bergerak sekarang. Tiba-tiba Pak RT ambil ember, galon kosong, dan teriak: "Yang bisa berenang, ikut saya! Kita evakuasi dulu yang anak kecil dan lansia. Soal makan nanti kita pikir bareng." Warga yang tadinya diam jadi ikut. Ada yang masak mie di pos ronda, ada yang buka dapur, ada yang kumpulin pakaian layak pakai. Sore itu semua warga selamat dan dapat makan. Bantuan dari kelurahan baru datang malam. Pak RT bilang, "Kalau kita menunggu bantuan dulu, orang bisa keburu lapar dan kedinginan. Kasih dulu apa yang kita punya." Peristiwa dalam Injil Matius 14:16 terjadi saat 5000 orang kelaparan di tempat yang sepi. Para murid melihat masalahnya besar dan mereka memberikan jalan keluar dengan berkata, "Suruh mereka pergi, supaya mereka dapat mencari makan sendiri." Pola pikir mereka adalah, "Masalah terlalu besar. Bukan kapasitas saya. Biar orang lain." Tetapi Yesus mengingatkan mereka dengan berkata, "Tidak perlu mereka pergi, kamu yang harus memberi mereka makan." Yesus tidak minta mereka mencetak uang atau buka supermarket. Dia minta mereka menyerahkan apa yang ada pada mereka, dalam hal ini 5 roti 2 ikan. Hasilnya? Semua kenyang, bahkan sisa 12 bakul. Sebagai pengikut Yesus terkadang saat ada orang yang membutuhkan pertolongan kita berkata, "Tidak bisa. Tidak cukup. Bukan urusan saya. Sudah ada pemerintah biar mereka yang menangani." Hari ini Tuhan mengingatkan kita bahwa hal kecil yang kita lakukan dengan ketulusan hati, maka akan menjadi berkat yang luar biasa. Mari kita belajar untuk percaya bahwa Tuhan kita Yesus Kristus lebih besar dari masalah yang ada di sekitar kita. Kalau kita percaya penuh pada-Nya maka akan selalu ada jalan keluar untuk setiap permasalahan yang ada di sekitar kita atau yang kita alami. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini aku cepat berkata "tidak bisa" dan menyuruh orang lain pergi. Buka mataku untuk melihat kebutuhan di sekitarku dan ajarilah aku agar mau memberi dulu apa yang ada di tanganku: waktu, harta, tenaga, dan kasih. Pakailah aku untuk jadi jawaban doa bagi sesama. Amin. (Dod).

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #316: Segala Kuasa telah Diberikan Kepada Yesus

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Jun 28, 2026 14:02


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 316 (Matius 28:9-20): Setelah para malaikat memberitakan berita kebangkitan Yesus kepada beberapa perempuan yang mau mengunjungi kubur Yesus, sekarang Yesus sendiri berjumpa dengan para perempuan itu. Yesus memberikan pesan kepada mereka, sama seperti yang pernah dikatakan-Nya sebelum Dia mati, yaitu bahwa Dia akan mendahului para murid ke Galilea.

Daily Fresh Juice
Fresh Juice 22 Juni 2026 – Matius 7:1-5 : Memahami Bukan Menghakimi

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Jun 21, 2026


Pembawa Renungan: Ria Angelia Wibisono - Jakarta Pengantar Renungan: Kalvin Laia - Gunungsitoli Sound Editing: Aris Kurniyawan - Jakarta Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Mat 7:1-5.

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #315: Berita Kebangkitan Yesus

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Jun 21, 2026 15:34


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 315 (Matius 27:57 - 28:8): Setelah Yesus mati, seorang pengikut Yesus yang terpandang, yaitu Yusuf dari Arimatea, meminta mayat Yesus untuk dikuburkan di dalam gua tempat pemakaman yang dimilikinya. Dia memberikan penghormatannya untuk Gurunya dengan cara membaringkan Yesus di dalam kuburan itu. Sekarang seolah-olah pengharapan dari para murid telah habis bersamaan dengan terbaringnya mayat Yesus di dalam kuburan milik Yusuf ini.  

Daily Fresh Juice
Fresh Juice oleh OMK 21 Juni 2026 – Matius 10:26-33 : Jangan Takut Hidup Benar

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Jun 20, 2026


Pembawa Renungan : Ima Kristanti - Kota Batu Pengantar Renungan : Bobby Arianto - Semarang Sound Editing : Aris Kurniawan - Jakarta Cover Editing : Anastasia Sonia - Jakarta Mat. 10:26-33.

Daily Fresh Juice
Fresh Juice oleh OMK  20 Juni 2026 – Matius 6: 24-34 – Janganlah Khawatir, Hai Kamu Yang Kurang Percaya!

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Jun 19, 2026


Pembawa Renungan : Primona Valentina Tarihoran – Jakarta Pengantar Renungan : Oskarius Nelson Bhato - Ende Sound Editing :  Indah Larasati Sirait - Cibinong, Bogor Cover Editing : Anastasia Sonia – Jakarta Mat 6:24-34

Daily Fresh Juice
Fresh Juice 19 Juni 2026 – Matius 6:19-23 : Di mana Hartamu, Di situ juga Hatimu

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Jun 18, 2026


Pembawa Renungan : RD. Ronnie LuniSabah MalaysiaMat 6:19-23.

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #314: Kematian Anak Manusia

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Jun 14, 2026 13:46


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 314 (Matius 27:45-56): Beberapa tanda besar terjadi menjelang kematian Yesus Kristus. Tanda pertama adalah kegelapan. Matahari tertutup, entah oleh awan tebal atau oleh gerhana. Kegelapan selalu menjadi tanda Allah yang marah, atau tanda kehadiran Allah yang menyatakan penghakiman. Martin Luther mengatakan bahwa kegelapan, awan yang tebal, dan asap menunjukkan ketersembunyian Allah. Allah menyembunyikan diri-Nya karena pemberontakan dan dosa manusia. 

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #313: Tiga Kelompok Orang

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Jun 7, 2026 13:25


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 313 (Matius 27:38-44): Di atas kayu salib Yesus tetap menerima hinaan demi hinaan dari orang-orang yang ada di sekitar Dia. Pertama-tama adalah dua orang penyamun yang ada di sebelah kanan dan di sebelah kiri-Nya. Kedua penyamun ini menghina Dia dan menyindir Dia, tetapi satu orang bertobat dan menegur temannya. 

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #312: Yesus Disalib

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later May 31, 2026 12:46


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 312 (Matius 27:27-37): Setelah diputuskan bersalah, Yesus disesah oleh Pilatus, dan setelah itu Pilatus menyerahkan Yesus kepada para tentara untuk disalibkan. Maka dimulailah penderitaan Yesus Kristus di dalam jalan menuju bukit Golgota. Setelah dicambuk dengan sangat keji, Yesus harus menanggung olok-olok dari para serdadu Romawi. Mereka semua berkumpul untuk memulai proses penobatan Yesus menjadi raja. 

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 28 Mei 2026 - Luangkan Waktu untuk Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 27, 2026 4:48


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 Mei 2026Bacaan: "Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia." (Matius 4:20)Renungan: Seorang pria menolak setiap kali ia diajak oleh sahabat-sahabatnya untuk pergi ke gereja. "Aku sibuk bekerja. Aku tidak punya waktu," katanya. Sehari-hari pria itu mengelola toko sembako. la tidak mau libur pada hari Minggu, karena pada hari inilah para pengunjung sangat ramai. Itu sebabnya, bagi pria tersebut pergi gereja pada hari Minggu seperti melewatkan keuntungan yang sangat besar. Berbeda dengan pria tersebut, saat Yesus berjalan menyusuri danau Galilea, Dia melihat dua bersaudara Simon Petrus dan Andreas. Keduanya nelayan, sedang menebar jala untuk menangkap ikan. Kata Yesus kepadanya, "Mari, ikutlah Aku." Segera mereka meninggalkan jalanya untuk mengikut Yesus. Kemudian dilihat-Nya juga dua bersaudara lain, Yakobus dan Yohanes sedang membereskan jala mereka. Yesus memanggil mereka, lalu segera mereka meninggalkan perahu. Persamaan mereka adalah kaki mereka tidak terjerat jala. Jala adalah alat untuk menangkap ikan. Dalam kehidupan sehari-hari jala digambarkan sebagai berkat Tuhan. Menakjubkan saat dipanggil oleh Yesus, mereka segera mengikut Yesus. Sementara saat ini banyak orang percaya kakinya 'terjerat jala. Setiap hari terlalu sibuk mengejar berkat sampai tidak punya waktu untuk beribadah, apalagi melayani Tuhan. Berkat seolah menahan kaki hingga tidak bisa melangkah memenuhi panggilan Tuhan atas hidup mereka. Setiap orang memiliki panggilannya masing-masing. Apapun panggilan Tuhan, ketahuilah ada hal-hal mulia yang Tuhan ingin kita lakukan dalam panggilan tersebut. Itu sebabnya, dalam mengikut Kristus jangan biarkan diri terlalu sibuk mengejar berkat. Namun, "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua akan ditambahkan..." (Mat. 6:33). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang telah Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu mengucap syukur atas berkat-berkat itu dengan cara meluangkan waktuku yang terbaik untuk senantiasa berkencan dengan-Mu dan melayani-Mu. Amin. (Dod).

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #311: Yesus, Pilatus dan Barabas

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later May 24, 2026 14:08


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 311 (Matius 27:11-26): Karena para imam kepala dan tua-tua Israel tidak memiliki kuasa politik, maka setiap keputusan hukuman mati harus datang dari otoritas Romawi. Itulah sebabnya mereka menyerahkan Yesus kepada Pilatus untuk dihukum mati. Bagaimana cara mereka mendesak Pilatus untuk menghukum mati Yesus?

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #310: Kematian Yudas

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later May 17, 2026 12:55


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 310 (Matius 27:1-10): Sebelum Yesus Kristus mati di kayu salib, Yudas sang pengkhianat lebih dulu mati. Dialah murid pertama yang mengalami kematian, tetapi, berbeda dengan kematian murid-murid yang lain, kematian Yudas adalah kematian dari keserakahan dan keberdosaan yang sangat besar. Dia menjual Orang Benar agar dihukum dan dimatikan dengan tidak adil. Apakah setelah seseorang berdosa dia bisa melarikan diri dari dosanya dengan selamat?

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #309: Ketakutan Petrus

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later May 10, 2026 11:40


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 309 (Matius 26:69-75): Petrus, yang semula berjanji setia sampai mati demi Yesus (Mat. 26:35), ternyata gagal memenuhi janjinya itu. Belum satu hari berlalu dari saat dia berjanji rela mati bagi Tuhan, ternyata dia telah menyangkal Tuhan. Petrus begitu takut karena keadaan yang terjadi. Sang Mesias yang diharap-harapkan ternyata begitu lemah dan rapuh. Dia dengan mudah ditangkap, tanpa perlawanan, tanpa bantuan apa pun dari surga.