Holy city of the Abrahamic religions
POPULARITY
Pd, Handoyo Salim (TB) 2 Samuel 11:1Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Kolam BetesdaDiambil dari: Yohanes 5:2 “Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya.”Wonder Kids, penulis Injil Yohanes juga menulis dengan teliti. Dalam Injilnya, Yohanes menceritakan bahwa di Yerusalem ada sebuah kolam bernama Betesda, dan kolam itu mempunyai lima serambi. Dulu ada orang yang meragukan cerita ini. Mereka berpikir mungkin Yohanes salah menulis, atau mungkin tempat itu sebenarnya tidak pernah ada.Tetapi kemudian, para peneliti menemukan bahwa memang ada tempat seperti yang Yohanes tulis. Mereka menemukan sisa-sisa kolam itu, dan ternyata gambarnya cocok dengan penjelasan Yohanes. Wah, ini menarik sekali. Sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab bukan cerita buatan, tetapi berbicara tentang tempat yang sungguh nyata dalam sejarah.Apa artinya untuk kita, Wonder Kids? Artinya, Tuhan memberi firman-Nya dengan benar dan dapat dipercaya. Kadang-kadang manusia cepat meragukan Alkitab hanya karena belum menemukan jawabannya. Tetapi sering kali, setelah diteliti lebih jauh, justru Alkitab terbukti benar. Jadi kita tidak perlu takut saat ada orang yang meragukan firman Tuhan. Tuhan tahu apa yang benar, dan kebenaran-Nya akan tetap berdiri.Di kolam Betesda itu juga Yohanes menceritakan bagaimana Yesus menyembuhkan seorang yang sudah lama sakit. Jadi tempat itu bukan hanya penting karena benar-benar ada, tetapi juga karena di sana Yesus menunjukkan kuasa dan kasih-Nya. Yesus bukan hanya tokoh dalam cerita, tetapi Tuhan yang sungguh hadir dan bekerja di dunia nyata.Kadang-kadang iman kita juga seperti terkubur oleh keraguan atau pertanyaan. Tetapi renungan hari ini mengingatkan kita bahwa firman Tuhan tetap kokoh. Saat kita belum mengerti semuanya, kita tetap bisa percaya kepada Tuhan dan terus belajar mengenal-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu punya satu pertanyaan tentang Alkitab, jangan simpan sendiri. Tanyakan kepada papa, mama, guru Sekolah Minggu, atau orang dewasa yang bisa menolongmu belajar firman Tuhan.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi, Onny Pekendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 2: 1-11; Mazmur tg 104: 1ab.24ac.29c-30.31.34; 1 Korintus 12: 3b-7.12-13; Yohanes 20: 19-23.HEMBUSAN SANG ILAHI Tema renungan kita pada hari iniMinggu, hari raya Pentakosta ini ialah: Hembusan Sang Ilahi. Ada sepasang suamiistri yang sudah berusia di atas 60 tahun. Anak-anak dan cucu sudah tinggal dirumahnya masing-masing. Sang istri menderita katarak pada kedua matanya yangmengakibatkan ia tidak bisa melihat sama sekali. Suami yang harus mendampingidan menolongnya setiap saat. Anak-anak dan cucu-cucu sering bergantian melayanijuga. Wanita itu dapat mengenal dengan persis dan menyebut namaorang yang sedang berada di dekatnya dan melayaninya dengan merasakan bau yangberbeda-beda dari setiap orang. Suami memberinya bau yang berbeda dari padaanak, mantu, dan cucu. Meskipun orang yang melayaninya tidak mengeluarkansuara, ia dapat memastikan siapa sebenarnya orang itu cukup dengan mengenal bauyang keluar dari tubuh orang tersebut. Ia berkata bahwa kemampuan ini bukankarena ia seorang yang hebat, tetapi karena suatu pembiasaan yang ia jalanisetiap saat sejak kedua matanya buta. Hubungan kita dengan Roh Kudus adalah seperti yang terjadidengan ibu yang buta itu dengan anggota keluarga yang melayaninya. Kita tidakbisa dan tidak akan melihat tampak konkret Roh Kudus seperti apa. Kalau dahuluGereja Perdana di Yerusalem, jemaat menyaksikan dengan mata sendiri Yesus yangbangkit berdiri di tengah-tengah mereka, berbicara dengan mereka, mengutusmereka, dan menghembusi Roh-Nya kepada mereka. Keadaan kita jauh berbeda. Kitahanya dapat mengetahui Roh Kudus dengan merasakan kehadirannya, yaitu bau-Nyayang sangat indah dan menarik kita semua kepada-Nya. Baunya Roh Kudus adalah bau cinta kasih Allah sendiri. RohKudus memberikan hembusan cinta kasih Tuhan ke dalam diri kita sehingga kitamendapatkan semangat baru dan kemampuan untuk berbicara yang dimengerti olehbanyak orang lain, terutama dalam saat-saat kesulitan dan krisis hidup kita.Dengan demikian diri kita penuh dengan semangat cinta untuk kita hembusi kedalam dunia ini, sehingga semua orang mendapatkan keharuman yang menyukakanhati. Di dalam dunia ini bercampur bau cinta atau benci, rajinatau malas, berani atau takut, pandai atau kurang pandai yang berbeda dari satuorang ke orang yang lain. Tetapi nafas cinta kasih Allah hanya satu, yangdihembuskan Roh Kudus, supaya mempersatukan dan menjiwai semua. Hembusankebencian manusia diatasi oleh hembusan cinta kasih Allah. Hembusan kemalasandan hilangnya semangat manusia, diatasi oleh hembusan kasih ilahi yangmencurahkan semangat baru. Dan seterusnya. Jadi hembusan sang ilahi adalah Roh Kudusyang berhembus untuk menyebarkan cinta kasih Allah dan kehidupan baru kepadakita semua. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah yang maha baik, kami bersyukur atashari Minggu Pentekosta ini yang membuka kesadaran dan batin kami akankehadiran-Mu tanpa henti melalui Roh Kudus-Mu. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...
Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
Sanherib mengepung Yerusalem, tetapi Tuhan melepaskan Hizkia
Hal apakah yang dapat kita pelajari dari kisah Simon yang datang dari Kirene ke Yerusalem, dan dipaksa untuk memikul Salib Kristus?Pertama. Dipaksa memikul salib itu tidak enak, tetapi Yesus datang dan mengenalkan diri-Nya sendiri pada Simon secara pribadi. Kedua. Pertemuan dengan Yesus dan Salib-Nya adalah sebuah pertukaran, hal ini harus dilakukan di setiap hari, dan bisa kita dapatkan hanya pada saat kita mau memikul salib-Nya.Ketiga. Salib yang kita pikul hari ini, akan menentukan bagaimana iman generasi anak-anak kita selanjutnya. Memikul salib memang tidak enak, tetapi jangan menolak, menyerah, apalagi meletakkan salib tersebut. Kita mungkin ingin memilih jalan yang jauh lebih mudah dan enak, tetapi Tuhan memilih jalan yang terbaik bagi anak-anakNya. Marilah kita kembali ke tempat kita tinggalkan salib kita, dan mulai mengiring Yesus lagi.—Bp. Soetjipto Koesno, “The Greatest Exchange.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 3 Mei 2026.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Matilda Riza Mashun dari Paroki Santo Agustinus di Keuskupan Agung Pontianak, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 7-21; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.10; Yohanes 15: 9-11.TINGGALAH SELALUDI DALAM KASIH-KU Renungan kita pada hari ini ialah: Tinggallah Selalu di Dalam Kasih-Ku. Inimerupakan kalimat yang datang dari Yesus sendiri ketika menyatakan diri-Nyasungguh sebagai pokok anggur bagi kita. Jaminan tinggal bersama Dia ialahkehidupan yang dapat menghasilkan buah berlimpah sehingga mendatangkan sukacita, kebahagiaan dan keselamatan. Para rasul-Nya yang mendengar langsungpengajaran ini telah membuktikan dirinya tinggal bersama Yesus dan berbuahsebagai saksi-saksi utama Tuhan Yesus Kristus kepada seluruh dunia, menjadipewarta Injil yang sejati. Untuk mewujudkan karya keselamatan sesuai dengan kehendak Bapa, Yesusmengundang mereka yang mengikuti dan percaya kepada-Nya untuk hidup di dalamDia. Hidup di dalam Dia membuat kita menikmati kasih-Nya yang amat besar danabadi. Kita menanggapi undangan dan jaminan dari Yesus dengan iman kita bahwakita siap, kita mau dan kita rindu untuk tinggal di dalam Dia. Di dalamkesibukan setiap hari dari pagi sampai malam, undangan ini akan selalu sangatmenggembirakan kita. Bagi mereka yang selalu menghayati dengan tulus kasihTuhan, undangan Yesus ini menjadi suatu bonus tersendiri bagi mereka. Misalnya, satu keluarga yang selalu hidup dalam damai, harmoni, dan penuhcinta, ketika menerima undangan ini, mereka tentu saja mengalami suatu pertumbuhan iman yang menggembirakan.Sebaliknya, suatu keluarga atau pribadi yang tidak atau sulit mengalami kasihdi dalam hidupnya, undangan dan jaminan Tuhan Yesus ini harus merupakaninisiatif Ilahi yang hendak membawa mereka kembali kepada Tuhan, dalam pelukankasih-Nya yang sangat indah. Mereka tidak usah malu, tidak perlu takut atau harus menghindari rasa kurangpercaya, karena yang mengundang dan memberikan jaminan adalah Tuhan sendiri.Mereka harus yakin bahwa cinta kasih Tuhan jauh lebih kuat dan pastimengalahkan semua kekurangan manusiawi tersebut. Cinta kasih Tuhan dapatmenyembuhkan dan memberikan semangat untuk memulai hidup yang baru. Atas dasar cinta kasih itu dan terutama dalam nama Tuhan Yesus Kristus,misalnya para rasul membuat konsili di Yerusalem, untuk memperkuat satuvisi-misi yang bersumber pada Yesus Kristus saja. Mereka berdiskusi, berdebatdan berselisih atas perbedaan-perbedaan yang ditemukan. Karena alasan cintakasih, mereka mencapai solusi dalam terang Roh Kudus, lalu sampailah merekapada keputusan yang memberikan keuntungan bagi Gereja. Marilah kita mengulangi lagi undangan Yesus tersebut: Tinggallah di dalamkasih-Ku. Kita tidak boleh menolaknya, tetapi dengan gembira menyambutnya! Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan yang maha baik, semoga cinta kasih dari-Mumenguasai hidup kami, dan kami dengan gembira menyambut undangan Yesus Putra-Muuntuk selalu tinggal di dalam kasih-Nya. Bapa kami yang ada di dalam surga.Dalam nama Bapa ...
*DUA SIMBOL IMAN KRISTEN*(Luk.24:13-35; Rom.6:4-6;)Kisah Yesus berjalan bersama dua orang murid-Nya menuju ke kampung Emaus yang terletak kira-kira 7 mil dari Yerusalem ini menjadi momen yang Tuhan kehendaki untuk menampakkan diri pasca hari kebangkitan-Nya. Percakapan Kleopas dan satu murid (nama tidak disebutkan) itu berisi pengharapan yang mulai pupus oleh karena mereka telah menaruh ekspektasi besar bahwa Yesuslah yang akan memimpin dan menolong bangsa Israel, tetapi Yesus telah mati disalib dan tidak ditemukan lagi tubuh-Nya di kuburannya.*Dua Simbol Kekristenan:*- Salib --> simbol kematian Yesus Kristus (kematian Yesus menghasilkan pengampunan dosa dan kehidupan kekal (secara roh). Kristus mati untuk melepaskan kuasa dosa yang telah membelenggu manusia. Mengapa salib? Sebab salib merupakan peristiwa penderitaan namun bila dilihat dari sisi rohani salib Kristus memberikan pembebasan dan pengampunan sehingga manusia lama - manusia berdosa kita sudah disalibkan / mati bersama-sama dengan Kristus)- Baptisan --> setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus harus dibaptis (dia yg sungguh-sungguh bertobat pasti mau meberi dirinya dibaptis, atau mungkin jika dia mau dibaptis tetapi cara hidupnya tidak mau berubah berarti dia suda mempermainkan kasih karunia dan kebenaran Allah). Bapto (Yn) = dicelupkanPercaya kepada Yesus dan baptisan itu tidak bisa dipisahkan sebab baptisan menjadi bukti karya Allah atas hidup manusia yang percaya kepada Kristus Yesus untuk mengalami pembasuhan, penyucian dan pengampunan. Maka kita disebut sebagai hamba-hamba Kristus yang mana kita melakukan kebenaran, bukan lagi perbuatan-perbuatan dosa.
*DUA SIMBOL IMAN KRISTEN*(Luk.24:13-35; Rom.6:4-6;)Kisah Yesus berjalan bersama dua orang murid-Nya menuju ke kampung Emaus yang terletak kira-kira 7 mil dari Yerusalem ini menjadi momen yang Tuhan kehendaki untuk menampakkan diri pasca hari kebangkitan-Nya. Percakapan Kleopas dan satu murid (nama tidak disebutkan) itu berisi pengharapan yang mulai pupus oleh karena mereka telah menaruh ekspektasi besar bahwa Yesuslah yang akan memimpin dan menolong bangsa Israel, tetapi Yesus telah mati disalib dan tidak ditemukan lagi tubuh-Nya di kuburannya.*Dua Simbol Kekristenan:*- Salib --> simbol kematian Yesus Kristus (kematian Yesus menghasilkan pengampunan dosa dan kehidupan kekal (secara roh). Kristus mati untuk melepaskan kuasa dosa yang telah membelenggu manusia. Mengapa salib? Sebab salib merupakan peristiwa penderitaan namun bila dilihat dari sisi rohani salib Kristus memberikan pembebasan dan pengampunan sehingga manusia lama - manusia berdosa kita sudah disalibkan / mati bersama-sama dengan Kristus)- Baptisan --> setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus harus dibaptis (dia yg sungguh-sungguh bertobat pasti mau meberi dirinya dibaptis, atau mungkin jika dia mau dibaptis tetapi cara hidupnya tidak mau berubah berarti dia suda mempermainkan kasih karunia dan kebenaran Allah). Bapto (Yn) = dicelupkanPercaya kepada Yesus dan baptisan itu tidak bisa dipisahkan sebab baptisan menjadi bukti karya Allah atas hidup manusia yang percaya kepada Kristus Yesus untuk mengalami pembasuhan, penyucian dan pengampunan. Maka kita disebut sebagai hamba-hamba Kristus yang mana kita melakukan kebenaran, bukan lagi perbuatan-perbuatan dosa.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yosefus dan YakobusDiambil dari: Yakobus 1:12 “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”Wonder Kids, pernahkah kamu mendengar nama Yakobus? Yakobus adalah adik Tuhan Yesus. Pada awalnya, Yakobus tidak langsung percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi setelah Yesus bangkit, hidup Yakobus berubah. Ia menjadi salah satu pemimpin penting dalam jemaat mula-mula di Yerusalem.Menariknya, tentang Yakobus ini bukan hanya Alkitab yang menulis. Seorang penulis sejarah Yahudi bernama Yosefus juga menuliskan tentang kematian Yakobus. Yosefus menceritakan bahwa Yakobus dibawa ke depan Mahkamah Agama lalu dihukum mati. Ini penting, karena catatan ini menolong kita melihat bahwa Yakobus benar-benar melayani, dan mati karena imannya kepada Tuhan.Coba pikirkan, Wonder Kids. Kalau seseorang dulu tidak percaya, lalu akhirnya rela hidup bagi Yesus, bahkan sampai mati karena percaya kepada-Nya, itu menunjukkan sesuatu yang besar. Yakobus berubah bukan karena dipaksa, tetapi karena ia sungguh yakin bahwa Yesus adalah Tuhan dan Mesias. Perubahan hidup Yakobus menjadi salah satu kesaksian yang kuat bahwa kebangkitan Yesus itu bukan cerita kosong.Tuhan juga bisa mengubah hati seseorang. Mungkin hari ini ada orang yang masih ragu, masih belum sungguh-sungguh percaya, atau masih setengah hati mengikut Yesus. Tetapi seperti Yakobus, Tuhan sanggup mengubahkan hati itu menjadi hati yang percaya dan setia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu bagian hidupmu yang masih sulit sungguh-sungguh taat kepada Yesus. Lalu berdoalah secara khusus dan minta Tuhan menolongmu percaya dan setia kepada-Nya.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sanggup mengubah hati manusia. Tolong aku supaya aku tidak ragu kepada-Mu, tetapi percaya dan setia mengikuti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan sanggup mengubah orang yang ragu menjadi orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christian Tandiary dan Thres Woen dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Katedral dan Arthur J. Homeric dari Paroki St. Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 1-7; Mazmur tg 33: 1-2.4-5.18-19; 1 Petrus 2: 4-9; Yohanes 14: 1-12.YESUS ADALAH JALAN BAGI KITA Tema renungan kita pada hariMinggu Paskah ke-5 ini ialah: Yesus Adalah Jalan Bagi Kita. Pada suatu hariMinggu pagi, seorang pastor bersiap untuk merayakan Misa di salah satu parokiyang berjarak 20 kilometer dari tempat ia tinggal di kota. Ia menyetir mobilmelewati jalan yang bekelok-kelok dengan kecepatan antara 60-80 km per jam.Tetapi pada saat tinggal 3 kilometer sampai di gereja , jalan yang menujugereja paroki ditutup. Ada kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh wargamasyarakat setempat. Semua kendaraan harus memilih jalan lain. Waktu untuk perayaan Misa tinggal20 menit. Ia harus mencari jalan lain, biarpun yang berukuran pas untukdilewati mobil, agar segera sampai di gereja. Awalnya ia kehabisan akal dan tidak tahu harus berbuat.Tetapi ia segera menyadari bahwa GPS (navigasi) di handphone dapat membantu. Iamenyetel GPS untuk mengarahkannya ke gereja. Dalam waktu kurang dari 10 menit iasudah berada di halaman parkir gereja, tepat waktunya untuk persiapan diri disakristi dan Misa akan segera dimulai. Ibarat GPS yang mengarahkan kitajalan dengan memakai suara, grafik arah jalan, peringatan dan pemberitahuanyang kita perlukan, GPS di dalam perjalanan iman kita juga melakukan pekerjaanyang sama. GPS dalam iman kita ialah Tuhan Yesus Kristus. Ia menyebutkanidentitas diri-Nya sebagai jalan yang kita lalui untuk sampai kepada tujuankita, yaitu keselamatan dan persatuan kita dengan Bapa di surga. Sebagai jalanbagi kita, Ia memberikan kita kebenaran yang menjadi makanan utama kita supayakita memiliki kehidupan yang sesungguhnya dan sepenuhnya. Kehidupan yangsempurna ialah di surga. Firman Tuhan hari ini palingkurang memberikan kita dua refleksi betapa fundamentalnya pendasaran iman kitapada Tuhan Yesus sebagai jalan kita. Pertama ialah Tuhan Yesus Kristus sebagaipenyelamat kita. Di tengah bahaya dan kesulitan yang menimpah hidup kita, Iamenjadi solusi dan jawaban sehingga kita tidak dapat binasa dan mati. Kejadiandi dalam Gereja Perdana di Yerusalem, adalah perpecahan di antara paraanggotanya. Tapi kuasa Allah datang untuk menyelamatkan Gereja denganditetapkannya enam orang diakon. Kedua ialah Tuhan Yesusmemberikan kita martabat yang tinggi, yaitu panggilan menjadi kudus. Iamerahmati kita sebagai bangunan rohani yang suci dan suatu imamat yang kudus.Dengan begitu, kita menerima dari-Nya tugas besar untuk menguduskan dunia.Bersama dengan Dia, kita akan membawa dunia ini dan segala ciptaan melaluijalan Yesus Kristus yang menuju kepada Bapa. Jalan kekudusan pertama-tamaberguna bagi kita sendiri, kemudian berguna juga bagi orang-orang yang kitalayani di dalam perutusan kita masing-masing. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur danmemuji-Mu karena Engkau senantiasa sebagai jalan kami untuk sampai kepada Bapa.Semoga kami tetap setia mengikuti jalan ini. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Stella Wijaya, Genesia Griselda Sudarjo, dan Priscilia Nini Wijaya dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Mamajang di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Yesaya 50: 4-7; Mazmur tg 22: 8-9.17-18a.19-20.23-24; Filipi 2: 6-11; Matius 21: 1-11.RAJA AGUNG YANGMENDERITA Renungan kita pada hari Minggu Palma ini bertema: RajaAgung Yang Menderita. Selamat memasuki pekan suci pada tahun ini! Kita sedangmenuju puncak seluruh persiapan pada masa Prapaskah yang terpusat pada tigahari suci: Kamis, Jumat, dan Sabtu, dengan finalnya di hari Minggu kebangkitan.Permulaan pekan suci ditandai dengan perayaan Minggu Palma pada hari ini. Kitasemua berada di bawah bimbingan Kristus tersalib sehingga dari hari minggu inisampai hari Sabtu suci, fokus perayaan kita ialah peristiwa-peristiwa suciYesus Kristus dari memasuki kota Yerusalem sebagai raja Agung hingga harusmenanggung penderitaan salib yang sangat keji. Dengan memandang Yesus tersalib sambil mengikuti seluruhnarasi kisah sengsara-Nya dalam ibadat hari ini, kita mendapatkan bimbingandari Yesus tentang pengalaman sengsara-Nya. Ia berbicara sendiri dengan kita.Ada yang mengikuti dengan membaca dan mendengar kisah itu. Ada lain yangmungkin mengikuti secara online karena berhalangan mengikuti perayaan di gereja.Kisah itu menandakan ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa yang maha kuasa. Kitayang mengikuti-Nya dibawa masuk ke dalam misteri sengsara-Nya ini. Jika kitatidak ikut ambil bagian, berarti kita tidak bersama dengan Dia pada saat-Nyayang sangat dramatis ini. Ia membuka pemahaman iman kita akan alasan dasarperutusan-Nya ke dalam dunia. Ia diutus Bapa ke dalam dunia dengan tugas utamayaitu melakukan kehendak Bapa melalui cara pengosongan diri-Nya. Konsekuensitindakan pengosongan diri itu ialah menjadi manusia bahkan yang paling hinademi mengangkat martabat manusia yang hina karena dosa dan pengaruh semangatduniawi. Ia lahir dalam keadaan paling hina, pelayanan publik-Nya dengankeberpihakan kepada yang hina dan kecil, dan dihukum mati dengan penghinaan kematianmelalui penyaliban diri-Nya. Bimbingan ini tidak sekedar mencerahkan pengetahuan imankita, tetapi juga membangun komitmen iman kita untuk menjadikan hidup kitamasing-masing sebagai perwujudan semangat pengosongan diri. Semangat ini perludiungkapkan secara nyata dalam perjuangan, persembahan diri, dan pengorbananuntuk menjawabi panggilan hidup kita masing-masing. Nabi Yesaya menasihatkankita bahwa dalam berkorban atas nama Tuhan dan demi kebaikan kita, kita tidakboleh malu dan takut dengan penderitaan yang kita alami, karena Tuhan bersamadengan kita. Yesus yang tersalib menjadi pegangan dan standar perjuangan ataupengorbanan kita. Standar ini sama sekali tidak mempermalukan atau merendahkankita sebagai pengikut-Nya, tetapi sungguh sebagai kekuatan kita. Siapa pun daripara pengikut Kristus yang mengalami penderitaan dalam tenang, sabar dankerelaan dalam nama Yesus Kristus, ia menghidupi semangat Yesus Kristus sangraja mulia yang menderita.Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Sang Raja, kuatkanlah iman kami untukselalu mengakui-Mu sebagai Raja yang sejati, sehingga hidup kami selalubertujuan untuk melakukan kehendak Bapa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Pembawa Renungan : RP. John Laba, SDB Pontianak Mat. 20:17-28
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah YESUS MENYEMBUHKAN DI KOLAMDiambil dari: Yohanes 5:6 & 8 “Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa sudah lama orang itu dalam keadaan demikian, berkatalah Ia kepadanya: ‘Maukah engkau sembuh?' … Kata Yesus kepadanya: ‘Bangunlah, angkat tilammu dan berjalanlah.'”Wonder Kids, ketika Yesus berada di Yerusalem untuk salah satu hari raya orang Yahudi, Ia datang ke sebuah kolam di dekat Pintu Gerbang Domba, di sebelah utara Bait Allah. Dulu, kolam itu dipakai oleh pelayanBait Allah untuk membersihkan domba-domba yang akan dipersembahkan sebagai korban.Lama-kelamaan, orang-orang percaya bahwa kolam itu bisa menyembuhkan penyakit. Suatu hari, Yesus melihat seorang laki-laki yang sudah sakit selama tiga puluh delapan tahun. Ia sudah lama menunggu di sana supaya bisa sembuh.Ketika Yesus bertanya apakah ia mau sembuh, orang itu mungkin bingung. Jelas Ia ingin sembuh karena itu ia berada di pinggir kolam. Ia tidak tahu siapa Yesus saat itu, sehingga orang lumpuh ini tidak berpikir Yesus bisa menyembuhkannya. Padahal, Yesus adalah Anak Domba Allah yang sejati, yang datang untuk menolong dan menyelamatkan manusia.Wonder Kids, saat kita membutuhkan pertolongan, kita perlu ingat dari mana pertolongan kita berasal. Kita boleh pergi ke dokter dan minum obat saat sakit, tetapi harapan terbesar kita tidak boleh hanya pada manusia atau benda. Harapan kita ada pada Yesus. Dokter, obat, makanan dan minuman adalah alat yang Tuhan pakai untuk menyembuhkan kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu sakit atau menghadapi masalah, tetaplah berdoa dan percaya kepada Tuhan. Ingatlah bahwa Yesuslah sumber pengharapan kita, bukan hanya obat atau pertolongan manusia.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah sumber pengharapan kami. Tolong aku supaya tidak hanya berharap pada hal-hal dunia ini, tetapi percaya penuh kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah pengharapan kita bukan pada kolam atau benda apa pun, tetapi pada Yesus Kristus yang hidup. Tuhan Yesus memberkati.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 297 (Matius 24:36-44): Yesus memberikan peringatan tentang kehancuran Yerusalem yang akan terjadi, dan bagaimana orang-orang yang percaya kepada Dia harus segera pergi meninggalkan Yerusalem jika bencana itu telah dekat. Tetapi Tuhan Yesus memberitakan hal yang lebih penting lagi, yaitu menjaga diri dari penghakiman Allah.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Waldetrudis MCFSM dan Suster Sisilia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 8: 22-23.27-30; Mazmur tg 84: 3.4.5.10.11; Markus 7: 1-13.LAIN DI TINDAKANLAIN DI BIBIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Lain Di TindakanLain Di Bibir. Seorang remaja perempuan sudah berpacaran tiga tahun denganpemuda yang sedang kuliah hukum. Akhir-akhir ini gadis itu menjadi kecewadengan sikap pemuda cakap dan pintar tersebut. Pemuda itu bicara sangat memikatdan membuat banyak janji, tetapi perwujudannya nol. Ia hanya akan menjadisangat terpukul jika cintanya hanya di bibir, dan akhirnya tidak bisa berwujudnyata. Ia selalu mengingatkan pacarnya: cinta bukan sekedar "lain di tindakanlain di bibir". Kritik remaja perempuan ini hanya suatu porsi kecil darikritik besar Yesus kepada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat di dalamkitab suci. Mereka turun dari Yerusalem ke tempat Yesus berada sekitar ratusankilometer dengan maksud membuktikan kalau Yesus dan pengikut-Nya melanggaraturan adat dan agama Yahudi. Aturan yang mereka tekankan ialah interpretasimanusia atas perintah Allah dari Musa. Contohnya mereka temukan para rasulYesus tidak mencuci tangan dahulu sebelum makan. Kemunafikan adalah kata yang pas bagi kaum farisi dan paraahli Taurat. Yesus langsung menyebutkan pelanggaran mereka yang terberat ialahmengkhianati firman Tuhan yang sebenarnya. Misalnya, perintah dari Musa untukmenghormati dan mengasihi orang tua, terlebih-lebih yang menderita dan sakit didalam keluarga sendiri. Biaya yang sebenarnya untuk mengobati anggota keluargaini, dialihkan untuk berbagai jenis pajak di rumah ibadat alias persembahan.Umat diharuskan untuk penuhi ini dan ternyata uangnya untuk kerakusan mereka.Jenis korupsi ini sudah menjadi mental hidup mereka bahkan mendarah-dagingsampai saat ini. Motivasi mereka ialah uang. Hidup agama mereka bukan untukmengudus manusia melalui kepatuhan pada firman Tuhan dan melakukankehendak-Nya, tetapi mendapatkan uang melalui praktik beragama. Untukmemperkuat strategi utama ini mereka harus mengarang-mengarang semua aturanpenampilan yang jumlahnya begitu banyak, termasuk yang disebutkan tadi ialahmencuci semua perkakas makan-minum dan tangan. Tampilan diri mereka harus suci,bibir dan mulut mereka harus berkata-kata bagus, dan gerak-gerik mereka harus sempurna.Orang-orang mesti percaya akan mereka dan terdorong untuk selalu taat pajakrumah ibadat. Ini yang sangat dilawan dan dikecam Yesus. Raja Salomo mengulangi kehendak Allah yang utama ialahtinggal selama-lamanya di bumi ini bersama umat manusia, tetapi bukan di dalamdiri manusia yang munafik seperti kaum farisi dan para ahli Taurat. Hanyakebenaranlah yang membuat kerajaan Allah besar di dunia bukan kemunafikan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,perkuatkanlah kami untuk mampu melawan semua kepalsuan yang kami hadapi.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 296 (Matius 24:29-35): Yesus mengatakan bahwa kehancuran Yerusalem menjadi tanda bahwa Anak Manusia bertakhta di atas segala bangsa. Ini merupakan nubuat yang telah dinyatakan di dalam Perjanjian Lama.
Kericuhan pecah di pusat Yerusalem saat kelompok Yahudi ultra-ortodoks atau Haredim memprotes rencana pemerintah Israel yang mempertimbangkan pendaftaran mereka ke dalam dinas militer. Bentrokan dengan polisi terjadi saat massa memblokir jalan dan terlibat aksi dorong-mendorong dengan aparat. Komunitas Haredim menentang wajib militer karena dianggap akan merusak cara hidup dan keyakinan religius mereka. Saat ini, sekitar 1,3 juta Yahudi ultra-ortodoks menentang kewajiban ini.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 295 (Matius 24:15-28): Yesus menyatakan apa yang akhirnya akan terjadi pada Yerusalem. Ini merupakan berita yang sebenarnya telah dinubuatkan oleh Allah sejak zaman Daniel, dan sekarang, ketika kesudahan Yerusalem sudah semakin dekat, Yesus Kristus memperingatkan mereka untuk terakhir kalinya.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PERJANJIAN BARU DARI ALLAHDiambil dari: Yeremia 31:31 (TB)“Sesungguhnya, Akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda.”Wonder Kids, Selama beberapa hari ini, kita sudah melihat bagaimana Yesus menggenapi banyak nubuat dalam Perjanjian Lama: Ia lahir dari keturunan yang tepat, lahir di Betlehem, masuk ke Yerusalem dengan keledai, dikhianati, disalibkan, dan bangkit pada hari ketiga.Hari ini kita melihat nubuat tentang apa yang akan dilakukan Mesias—dan itu terdapat dalam Yeremia 31:33–34. Di sana Tuhan berkata bahwa Ia akan membuat perjanjian baru dengan umat-Nya. Bukan lagi seperti perjanjian lama, di mana orang Israel harus mempersembahkan korban untuk menebus dosa mereka. Dalam perjanjian baru:Tuhan akan menulis hukum-Nya di dalam hati umat-Nya.Umat-Nya akan mengenal Tuhan secara pribadi.Tuhan akan mengampuni dosa dan tidak mengingatnya lagi.Bagaimana semua itu terjadi? Melalui Yesus! Yesus menjadi korban yang sempurna untuk menanggung dosa seluruh dunia. Karena pengorbanan-Nya, kita tidak lagi perlu mempersembahkan korban hewan. Bahkan, Tuhan memberi kita Roh Kudus supaya kita bisa mengenal Dia secara pribadi dan hidup dekat dengan-Nya. Inilah perjanjian baru—dan kita semua diundang masuk ke dalamnya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Ambil waktu untuk berdoa dan ucapkan dalam hati:“Tuhan, terima kasih untuk perjanjian baru-Mu. Aku mau mengenal Engkau lebih dekat.”Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih Engkau mengundang aku masuk ke dalam perjanjian baru lewat Yesus. Terima kasih karena Engkau mengampuni dosaku dan mau tinggal di dalam hatiku melalui Roh Kudus. Tolong aku hidup dekat dengan-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: karena Yesus, kita punya hubungan pribadi dengan Tuhan—ini adalah kabar terbaik yang bisa kita terima! Tuhan Yesus memberkati
Apa dan dimana "Yerusalem Baru" yang dinyatakan dalam kitab Wahyu? Apa relevansinya dengan kehidupan kita sebagai orang Kristen?
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ARGUMEN “TERPENUHI DENGAN SENGAJA”?Diambil dari: Amsal 19:21“Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.”Wonder Kids, Pernah nggak kalian membuat sesuatu “jadi kenyataan” hanya karena kalian sudah tahu sebelumnya? Misalnya, kalau ada teman bilang, “Kayaknya kamu akan makan roti selai kacang hari ini,” lalu kalian sengaja bikin roti selai kacang supaya perkataanmu terjadi terjadi. Mudah, kan?Ada orang yang berpikir Yesus juga begitu. Mereka bilang: “Mungkin Yesus tahu nubuat-nubuat Perjanjian Lama, lalu Ia sengaja melakukan semuanya supaya terlihat seperti Mesias.” Tapi… benarkah itu mungkin? Beberapa nubuat memang bisa “diwujudkan,” seperti naik keledai saat masuk Yerusalem. Namun ada banyak nubuat lain yang tidak mungkin dibuat manusia sendiri, seperti:– Yesus lahir di Betlehem.– Yesus berasal dari garis keturunan Abraham dan Daud.– Seorang sahabat mengkhianatinya.– Tentara Romawi membagi pakaiannya dan tidak mematahkan kaki-Nya.– Yesus mati dan bangkit kembali.Semua hal itu mustahil diatur oleh manusia. Itu hanya mungkin terjadi karena Yesus memang Mesias yang dijanjikan dan Allah sendiri yang menggenapinya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Ingat bahwa Yesus tidak sedang berpura-pura menjadi Mesias.Semua nubuat tergenapi karena Ia benar-benar Tuhan.Katakan kepada Tuhan:“Terima kasih karena Engkaulah Mesias yang dijanjikan.”Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menggenapi semua nubuat dengan sempurna. Tolong aku percaya penuh kepada-Mu dan menjawab keraguan orang lain dengan bijaksana. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak membuat nubuat itu terjadi—Ia menggenapinya karena Ia adalah Tuhan. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah RAJA YANG MENUNGGANGI KELEDAI MUDADiambil dari: Zakharia 9:9 (TB)“Bersorak-sorailah, hai puteri Sion… Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya, ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai…” Wonder Kids, Kitab Zakharia ditulis pada masa sulit bagi bangsa Israel.Setelah raja-raja Israel jatuh ke dalam dosa, bangsa itu terpecah dan akhirnya dijajah oleh banyak musuh. Namun Tuhan tidak menyerah pada umat-Nya. Pada zaman nabi Zakharia, orang Israel diizinkan kembali ke Yerusalem dan membangun Bait Allah. Di saat itulah Tuhan memberi nubuat yang luar biasa:Akan datang Raja sejati, bukan dengan pasukan besar, bukan dengan kekuatan perang, tetapi dengan kerendahan hati—mengendarai seekor keledai muda. Biasanya raja datang naik kuda perang, tetapi Raja yang dijanjikan Tuhan datang dengan damai. Siapa Raja itu? Yesus!Dalam Yohanes 12:14–15, Yesus masuk Yerusalem dengan menunggang keledai muda, tepat seperti yang dinubuatkan ratusan tahun sebelumnya. Inilah “sidik jari” kelima yang menunjukkan bahwa Yesus benar-benar Mesias. Yesus adalah Raja yang datang dengan lemah lembut, penuh kasih, bukan dengan kekerasan. Ia datang untuk membawa damai dan menyelamatkan dunia—bukan untuk berperang seperti raja dunia lainnya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pikirkan satu masa sulit yang pernah kamu alami.Bagaimana Tuhan memakainya untuk membuatmu lebih dekat kepada-Nya?Ucapkan syukur bahwa Yesus adalah Raja yang lembut dan peduli padamu.Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, Engkau adalah Raja yang datang dengan kerendahan hati dan kedamaian. Tolong aku selalu dekat kepada-Mu, bukan hanya saat keadaan sulit. Terima kasih karena Engkau Raja yang penuh kasih. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus adalah Raja sejati yang datang membawa damai, bukan perang. Tuhan Yesus memberkati
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 293 (Matius 23:34-39): Setelah menyatakan murka-Nya kepada ahli Taurat dan orang Farisi, Yesus melanjutkannya dengan pernyataan yang menakutkan, yaitu bahwa murka Tuhan akan dinyatakan kepada Israel karena pelanggaran para pemimpin mereka. Apakah hanya karena kesalahan pemimpin saja? Tidak. Tuhan murka kepada umat Israel secara keseluruhan.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Imelda Palma dan Agustinus Windu Aji dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 3: 22 - 4: 6; Mazmur tg 2: 7-8.10-11; Matius 4: 12-17.23-25.MENGIKUTI CAHAYABINTANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengikuti CahayaBintang. Peristiwa penampakan Tuhan, yang ditandai dengan kunjungan tiga orangmajus dari Timur yang memberikan persembahan mereka kepada bayi Yesus, masihkuat inspirasinya kepada kita. Tiga orang Majus itu akhirnya memilih jalan lainsetelah berjumpa dan mempersembahkan dirinya kepada Tuhan. Pilihan ini sangatbermakna dalam sebuah perjalanan iman. Pilihan jalan lain bermakna perubahan setelah orangberjumpa dengan Tuhan. Kekuatan dan karunia-Nya membuat seseorang tidak bisasama lagi seperti yang dulu. Di sini dapat kita pahami bahwa bintang yangmembimbing mereka sampai ke atas Bethlehem itu, tetap bercahaya dan membimbingmereka untuk berjalan terus di dalam hidupnya, yaitu di jalan baru yangdipilihnya itu. Bintang itu ialah Tuhan sendiri, yang dengan Roh-Nya mengaturdan menerangi setiap langkah kehidupan manusia. Tuhan Yesus adalah bintang kita. He is our star. Orang-orang zaman sekarang suka memilih bintangkesukaannya entah dalam olahraga entah dalam bidang lain seperti musik, filmdan selebritas. Namun terkait dengan panggilan hidup dan keselamatan jiwa-jiwakita, bintang kita hanya satu, yaitu Yesus Kristus, yang kenangan kelahirannyatelah kita rayakan dalam hari Natal yang baru saja berlalu. Perjalanan hidupkita sejak awal tahun baru 2026 ini sepantasnya berada di bawah bimbingancahaya bintang Yesus Kristus. Menurut inspirasi bacaan-bacaan kita pada hari ini, palingkurang ada tiga kekuatan cahaya bintang Yesus Kristus. Yang pertama ialahcahaya pertobatan. Kekuatan cahaya ini mampu mengubah hati dan budi yangcenderung berseberangan dengan jalan Yesus Kristus. Ini dimulai dengan Herodesdan seluruh Yerusalem yang ragu, heran atau kurang percaya dengan kehadiranYesus Sang Juru Selamat. Yesus sendiri, menurut Injil Matius pada hari ini,menyerukan pertobatan itu. Sudah waktunya untuk bertobat, dan jangan sampaiwaktu yang istimewa itu berlalu pergi tanpa ada pertobatan. Kedua ialah cahaya doa dan keteguhan hati. Sebuah hubunganyang dekat dan menyatu dengan Tuhan perlu dijamin oleh semangat doa dan iman.Tanpa kedua unsur ini, hubungan akan menjadi kaku dan akhirnya berhenti. SuratYohanes yang pertama dalam bacaan pertama menyebutnya sebagai permintaan danpermohonan kita kepada Tuhan, yang selalu menjadi isi doa-doa kita. Ketigaialah cahaya pelayanan. Yesus adalah bintang utama kita dalam pelayanan, danhari ini ia memberikan teladan dengan mengajar dan memberitakan Injil,melenyapkan sakit dan derita orang-orang, serta mengusir roh-roh jahat yangmenyiksa hidup orang-orang yang dirasuki. Pelayanan adalah kasih itu sendiri. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik,semoga kami senantiasa taat pada kehendak-Mu yaitu melakukan tugas-tugasKerajaan Allah yang sudah Engkau teladankan kepada kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Kisah Para Rasul 6: 8-10; 7: 54-59; Mazmur tg 31: 3cd-4.6.8ab.16bc.17; Matius 10: 17-22.JALAN SALIBSETELAH NATAL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jalan SalibSetelah Natal. Pada hari ini kita merayakan pesta Santo Stefanus, seorang muridYesus yang istimewa dan martir pertama Gereja. Dia salah satu para diakon yangterpilih untuk melayani urusan-urusan jasmani komunitas Gereja Perdana,sementara para rasul fokus pada pelayanan sabda dan doa, seperti yangdikisahkan dalam Kisah Para Rasul. Dengan suatu kenangan peristiwa kemartiran pada hari keduasetelah Natal ini, inspirasi yang pas buat kita ialah semangat hidup di dalamRoh Kudus. Misteri inkarnasi dapat kita masuki, memahami dan mengimaninyakarena bantuan Roh Kudus. Yesus Kristus yang terbaring sebagai bayi dalampalungan tahu jelas nasib-Nya nanti di puncak Golgota. Kandang Bethlehemdihubungkan dengan bukit Golgota, di mana jalan itu akan mulai dilalui olehYesus, sang juru selamat. Jadi kaitan kedua simbol tempat ini sebenarnyamengungkapkan alasan utama mengapa Putra Allah, Sabda kekal itu, menjadimanusia untuk menebus umat manusia dari perbudakan dosa dan kematian. Hasilnyaialah kehidupan baru dianugerahkan bagi semua pengikut Yesus Kristus yangadalah putra-putri Bapa. Yesus sedari awal hidupnya sudah memberikan pelajaran,dan ia memastikan jalan hidup-Nya, bahwa jalan kepada Bapa ialah jalan salib. Santo Stefanus sebagai yang pertama di dalam Gereja yangbaru saja berdiri di Yerusalem pada waktu itu, menikmati salib itu. Jika kitasemua memilih untuk berbagi di dalam kemuliaan Yesus Kristus, maka kita harusmemanggul salib kita setiap hari dan mengikuti Kristus melewati jalan yangtelah Ia lalui. Untuk memberikan semangat dan kekuatan kepada kita, Yesus terusterang saja berkata kepada para rasul, murid dan semua pengikut-Nya tentangrisiko dalam pilihan mengikuti Dia. Ini semua menjadi mungkin hanya di dalam terangdan bimbingan Roh Kudus. Pesan Natal sebenarnya berisi risiko sebagai para pengikutKristus itu. Yesus dari awal lahir-Nya memiliki risiko itu. Setiap orang yangdibaptis juga dibuat jelas tentang ini, bahwa risiko dan tujuan akhir darimengambil bagian dalam Kristus hanya akan dicapai melalui salib. Kemuliaan dankebahagiaan di dalam Kristus harus dibayar dahulu dengan suatu harga amatmahal, ialah pengorbanan diri dengan kematian, termasuk dalam cara mati demiKristus seperti yang dialami Santo Stefanus. Yesus berpesan bahwa Ia telah memberikan rahmat yangmemadai untuk setiap orang dalam memanggul salib dan membuat suatu pengorbanandalam hidup demi mendapatkan kemuliaan bersama Dia. Jadi tak akan ada salib,pengorbanan, dan penderitaan yang jelek atau hampa di dalam Kristus.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, kuatkanlah kami selalu dengan rahmat-Mu supaya kami memanggul salibkami dengan gembira dan dalam pengharapan. Kemuliaan kepada Bapa dan Purta danRoh Kudus... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Yesaya 9: 1-6; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.11-12.13; Titus 2: 11-14; Lukas 2: 1-14.LAHIRLAH RAJA DAMAI Renungan kita pada perayaan MalamNatal ini bertema: Lahirlah Raja Damai. Pada waktu itu suasana malam yang gelap. Aktivitas penduduk berhenti danorang-orang tenang di rumahnya. Dalam kesunyian hanya ada cahaya penerangan dirumah-rumah penduduk yang meramaikan malam itu. Hanya sedikit orang yangberaktivitas pada malam hari. Mereka itu di antaranya ialah para gembala ternakdi padang gurun. Mereka harus menjaga kawanan ternaknya. Namun ada satu aktivitas yangtidak biasa, yaitu perjalanan lumayan jauh, sekitar 250-an kilometer denganperjalanan menanjak dari wilayah Yudea ke Yerusalem. Perjalanan itu dilakukanoleh sepasang suami-istri, mereka adalah Yosef dan Maria. Wanita ini sedanghamil besar. Sesampai di Betlehem mereka tak menemui tempat bagi sang istri iniuntuk bersalin. Terpaksa mereka harus mencari tempat di luar kota, dan merekaharus berjalan sekitar 20an-kilometer lagi di malam hari. Lalu sampailah merekadi wilayah pinggiran yang merupakan padang rumput. Satu-satunya tempat yangtersedia untuk persalinan ialah kadang hewan yang mereka temukan. Lalu disitulah terjadi Natal yang pertama: Yesus Kristus Lahir. Di kampung Betlehem, masih dalamsuasana gelap itu, keberadaan para gembala adalah di sebuah bukit. SementaraYosef, Maria dan bayi Yesus ada di sebuah bukit yang lain. Jarak antara keduabukit itu kira-kira 5-6 kilometer. Teriakan orang dari bukit yang satu bisakedengaran di bukit yang lain. Seorang yang berdiri di bukit sana paling-palingkelihatan ukurannya seperti lidi. Apalagi malam yang pekat dan tak ada cahayapenerangan di kandang kelahiran itu, praktis tidak ada tanda-tanda yangditangkap para gembala. Tetapi kuasa surgawi membuka hati mereka melalui beritapara malaikat. Lalu mereka satu persatu bersama hewan-hewan mereka bergegas kekandang itu. Di situ terjadi penampakan Natal yang pertama: Yesus tampak kepadaorang-orang yang sangat sederhana dan dianggap pendosa, yaitu para gembala. Penampakan pertama Putra Allah,Yesus Kristus, ketika memasuki sejarah dunia ini ialah kepada kedua orangtua-Nya Yosef dan Maria. Mereka terpilih secara istimewa oleh Allah, meskitetap sederhana dan taat kepada Tuhan secara luar biasa. Penampakan kedua ialahpara gembala, yang juga terkenal miskin, sederhana dan pendosa. Bersama merekaialah domba-domba yang mewakili alam-lingkungan bumi ini. Setelah itu barumenyusul penampakan-Nya kepada semua orang yang lain. Jadi damai Natal ialah terangsurgawi tentang kehadiran Putra Allah yang memecah kepekatan malam, menampakkandiri kepada keluarga, menyatu dengan orang-orang sederhana, miskin, pendosa,dan akhirnya menyebarkan suka cita kepada seluruh dunia. Selamat hari Raya Natal bagimu semua.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan YesusKristus, semoga di malam ini saya dan keluarga atau komunitasku mendapat damaisejati dari-Mu supaya menguasai hidup kami setiap hari. Bapa kami yang ada disurga ... Dalam nama Bapa ...
Pdm. Handoyo Salim (TB) Yesaya 26: 3-4 Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahKOTA ALLAH YANG KUDUSMari kita membaca Firman Tuhan dariYOHANES 3: 29Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.Wonder Kids, Yohanes menggambarkan masa depan di kitab Wahyu.Ada pertempuran terakhir di mana kebaikan melawan kejahatan dan kekudusan melawan dosa. Kitab Wahyu menggambarkan naga, lubang dengan api menyala-nyala, tapi juga menunjukkan sesuatu yang sangat indah. Yohanes menulis di Wahyu 21:2: “Aku melihat kota yang kudus, Yerusalem baru, turun dari surga, dari Allah, yang berhias seperti pengantin perempuan untuk suaminya.”Di akhir kisah, Allah menunjukkan kepada Yohanes isi surga. Yohanes melihat upah indah yang akan diterima di masa depan. Yohanes berkata, surga begitu indah seperti pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.Surga milik Allah jauh lebih indah daripada semua hal di bumi.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, bagaimana keluargamu mempersiapkan hari Natal? Apakah kalian memasang pohon natal? Membuat kue? Kalian mungkin mempersiapkan segala sesuatu dengan baik untuk menyambut Natal. Nah, bayangkan: Allah juga sedang mempersiapkan rumahmu di surga dengan cara yang sangat baik untuk menyambutmu. Mari kita berdoaBapa, ajari aku untuk bersukacita dalam setiap peran yang Engkau berikan, dan tolong aku menyadari betapa indahnya memiliki Engkau di dalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, SEPERTI PENGANTIN PRIA YANG BERSUKACITA SAAT MELIHAT PENGANTIN WANITANYA, KITA JUGA SEHARUSNYA BERSUKACITA KETIKA ORANG-ORANG DATANG KEPADA YESUS. Tuhan Yesus memberkati
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Nancy Phanasta dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Makabe 2: 15-29; Mazmur tg 50: 1-2.5-6.14-15; Lukas 19: 41-44.RUMAH TUHAN YANGRUSAK Renungan pada hari ini bertema: Rumah Tuhan Yang Rusak. Adasuatu bencana banjir baru-baru ini yang menimpa sebuah desa yang didiami olehumat Katolik. Di situ berdiri sebuah gereja Paroki yang dibangun dengan swadayaumat, sekitar sepuluh tahun lalu. Setengah bagian bangunan gereja itu hancurditerjang banjir, bersama dengan banyak kerusakan dalam desa tersebut. Yangberdiri kokoh dan tidak terdampak apa-apa ialah menara lonceng yang dipuncaknyaada salib. Setiap umat Paroki dan pengunjung yang melihat kondisibangunan gereja yang rusak parah itu menunjukkan rasa sedih dan ikut berbagidalam duka bersama. Mereka mengenang saat-saat ketika mereka bergotong-royongmembangunnya. Mereka mengingat saat-saat indah ketika mereka beribadah bersamadalam rasa syukur dan kehangatn iman di antara imam dan para umatnya. Merekamencatat sudah begitu banyak perayaan sakramen-sakramen yang dilakukan di dalamgereja itu. Kita semua paham bahwa gereja merupakan tempat Tuhanberdiam. Di dalam pelayanan publik-Nya, Yesus Kristus menguduskan setiap tempatyang Ia masuki dan kunjungi. Bait suci tidak lagi hanya berpusat di satu tempatsaja, tetapi berada di dalam Yesus Kristus yang bergerak, berjalan danmenjangkau setiap rumah dan diri orang-orang yang menyambut-Nya. Yesus membawabait suci diri-Nya sendiri untuk menguduskan semua yang didatangi ataudijumpai. Pemujaan dan pemurnian rumah Allah dengan jelasditunjukkan oleh Matatias dan anak-anaknya yang beriman Yahudi, dalam bacaanpertama hari ini. Raja Antiochus Epifanes memaksakan orang Yahudi untukmeninggalkan penyembahannya kepada Tuhan Allah, dan mengikuti penyembahanberhala orang kafir. Matatias bersama kelompoknya melawan dengan keras pemaksaankehendak itu, bahwa mengikuti keinginan raja berarti hancur, sedangkanmengikuti Tuhan Allah berarti selamat. Yesus sendiri jatuh kasihan dan menjadi sedih sekalidengan tempat suci, rumah Tuhan di Yerusalem yang penuh dengan noda dosa karenaulah para pemuka agama dan umat yang tidak beriman dengan benar dan tulus.Akibat penodaan itu, rumah itu akan hancur rata dengan tanah. Sebenarnya Tuhansedang meramalkan bahwa kerajaan dunia ini yang diwakili oleh Yerusalem yangamat megah, pada saatnya akan hancur. Hal ini terjadi sekitar pada tahun 71Masehi, Yerusalem sungguh hancur oleh bangsa penjajah, yaitu bangsa Romawi. Selanjutnya dalam perjalanan waktu dan sampai detik ini,Yerusalem yang duniawi itu tidak pernah hidup di dalam damai suka cita.Gambaran ini amat cocok disamakan dengan diri setiap orang beriman yang ditimpadosa dan kedurhakaan. Kehancuran dan kebinasaan akan segera datang. Tuhanmenangisi keadaan kita yang penuh dengan dosa. Seharusnya kita sadari itu dankita harus segera berbalik kepada Tuhan dan menjadi anak-anak-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah, terimalahpengakuan diri kami yang kurang setia kepada-Mu dan ampunilah dosa-dosa kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Dewi Felani dari Paroki Santo Albertus de Trapani di Keuskupan Malang, Indonesia. Roma 8: 31b-39; Mazmur tg 109: 21-22.26-27.30-31; Lukas 13: 31-35.TIADA KETAKUTANDI DALAM TUHAN Renungan kita pada hari ini bertema: Tiada Ketakutan diDalam Tuhan. Seorang pemuda bercerita kepada teman-temannya di gereja,bagaimana dirinya mempertahankan imannya di tempat ia bekerja. Ia seorang yangtaat dan sungguh-sungguh beriman, namun teman-temannya yang tidak seimandengannya tidak menampilkan diri sebagai orang-orang beriman. Banyak yang sukamenghujat Allah. Ada yang berperilaku tidak manusiawi seperti menyebar fitnah,bertindak kasar dalam kata-kata dan tindakan, curang dan tidak adil. Pemuda ini berprinsip bahwa Tuhan yang ia imani dan yangmenyertai dia setiap saat, memberikannya rasa aman, kuat, dan percaya diri. Iatidak memiliki rasa takut apa pun, meski di sekelilingnya penuh dengan gayahidup yang berlawanan dengan Tuhan. Baginya, tidak ada ketakutan berada danbersama dengan Tuhan. Sesama karyawan di kantor yang berlaku kasar, berkatabohong, menyebarkan gosip atau penghinaan, dan yang berbuat curang, adalahrekan-rekan yang ia temui setiap hari. Ia tidak merasa asing bahkan terancamoleh mereka. Namun tidak sedikit pun kesempatan baginya untukterpengaruhi oleh mereka. Ia menggunakan kekuatan Tuhan, sehingga ia mampumempertahankan imannya dan mampu juga berelasi dengan mereka secara seimbangdan normal. Pengalaman seperti ini dialami oleh banyak orang di sekitar kita.Ini semua adalah pengalaman di dalam dunia nyata. Di dalam dunia tidak nyata,seperti keadaan dan kenyataan di luar jangkauan indra manusia, sering menjadigangguan tersendiri. Dunia hantu dan gaib diyakini ada di setiap kebudayaan. Banyak di antara kita yang atas nama Tuhan yang menyertai,sama sekali tidak takut dengan setan, hantu, dan kekuatan gaib. Mereka sungguhpercaya bahwa Tuhan Allah lebih kuat daripada semua kekuatan itu. Hanya dengannama Tuhan yang maha kudus, mereka terlindungi, dikuatkan dan diselamatkan.Selain itu, ada juga ancaman-ancaman yang mematikan seperti kekerasan fisik,perang, penyakit, dan bencana alam. Bagi orang-orang yang mengutamakan kekuatanTuhan dalam penyelenggaraan seluruh hidupnya, mereka sama sekali tidak gentardan goyah hidupnya. Tuhanlah yang menentukan nasib hidup mereka. Jadi warta gembira bagi kita hari ini adalah seperti yangdisampaikan oleh kedua bacaan hari ini. Santo Paulus di dalam suratnya kepadajemaat di Roma menegaskan bahwa hanya kasih Tuhan Yesus Kristus yangmenguatkan, melindungi dan menyelamatkan kita. Tidak ada satu pun kekuatan lainselain Tuhan yang dapat memisahkan dan menghancurkan kita. Demikian juga Injil,yang mengungkapkan bagaimana Yesus melangkah dengan pasti ke Yerusalem, tempattujuan-Nya yang sudah ditentukan Tuhan bagi-Nya. Ancaman dari Herodes tidakpernah membuatnya takut satu titik pun atau mundur selangkah. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, ajarilahkami menjadi orang-orang yang tidak takut kepada siapa pun selain Dikau. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
"Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh!
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 280 (Matius 21:1-11): Ketika rombongan Yesus semakin dekat Yerusalem, segala persiapan untuk menyatakan Dialah Sang Mesias harus dilakukan. Orang yang sangat banyak jumlahnya harus melihat Dia masuk ke Yerusalem dengan cara yang menggambarkan Dialah yang mereka nanti-nantikan. Dari manakah orang yang banyak jumlahnya itu? Mengapa Yesus harus masuk Yerusalem dengan pernyataan bahwa Dialah Sang Mesias?
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 279 (Matius 20:29-34): Yesus dan murid-murid tiba di Yerikho dan melaluinya untuk mencapai Yerusalem. Di situ ada dua orang buta yang terus berteriak-teriak memanggil Yesus. Mereka berseru dengan sangat tepat memanggil Dia, yaitu “Anak Daud”. Hanya Anak Daud yang sanggup memulihkan keadaan di bumi ini menjadi damai sejahtera!
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 277 (Matius 20:17-19): Tuhan Yesus kembali memberitakan tentang penderitaan-Nya. Kali ini adalah pemberitaan terakhir sebelum Dia masuk ke Yerusalem. Apakah yang ada dalam pikiran para murid sebelum Yesus masuk Yerusalem? Mereka begitu bergairah ingin melihat apa yang terjadi ketika Yesus masuk Yerusalem. Akankah Kerajaan Allah dinyatakan dengan sempurna setelah itu? Tetapi Yesus memberikan pesan penting mengenai salib sekali lagi.
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Lukas 10 : 30-3110:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. 10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
Bpk. Kin Liong (TB) Kisah Para Rasul 8 : 1Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 2 Juli 2025Bacaan: "Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu." (Amsal 4:24)Renungan: Beberapa tahun lalu kami ber 76 orang melakukan pelayanan ke Ambon. Saat mendoakan umat di sebuah Gereja, ada seorang ibu yang berbisik, "Pak, saya senang kalian datang kemari mendoakan kami. Saya bekerja di gereja ini dan saya difitnah macam-macam oleh umat di sini. Padahal hidup saya bersih. Semoga dengan dengan pelayanan di tempat kami, orang-orang di sini menjadi terbuka dan tidak main fitnah sembarangan." Ada banyak orang yang mengaku bahwa mereka anak-anak Tuhan, tetapi terkadang kehidupan mereka tidak bisa memberi kenyamanan bagi banyak orang. Mereka saling menjatuhkan, saling memfitnah dan saling mengancam satu dengan yang lain. Sehingga tanpa disadari, iblis bertepuk tangan karena melihat pengikut Yesus terpecah belah satu dengan yang lain. Padahal Yesus menghendaki agar sebagai anak-anak-Nya kita semua bersatu, seperti keluhanNya terhadap Yerusalem, "...Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau." (Luk 13:34b). Marilah kita tanggapi kerinduan Yesus itu dengan hidup rukun sebagai anak-anak-Nya, agar melalui kehadiran kita nama Yesus semakin dimuliakan. Tujuan iblis adalah memecah belah anak-anak Tuhan, tetapi Yesus menghendaki agar kita bersatu. Manakah yang sudah kita lakukan saat ini? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena sudah seringkali kehadiranku membuat nama-Mu dicela. Banyak orang di sekitarku sering merasa tidak nyaman dengan kehadiranku, bahkan orang-orang yang kukasihipun berusaha menghindar dariku. Penuhi aku dengan Roh-Mu, agar Roh-Mu mengubah hidupku, sehingga pancaran kasih dan damai-Mu tinggal dalam hidupku dan pada akhirnya melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 23 Juni 2025Bacaan: "Apabila engkau mendirikan rumah yang baru, maka haruslah engkau memagari sotoh rumahmu, supaya jangan kaudatangkan hutang darah kepada rumahmu itu, apabila ada seorang jatuh dari atasnya." (Ulangan 22:8) Renungan: "Sotoh" adalah atap rumah yang rata, dibuat dari tembok batu. Di bawah ini ada beberapa peristiwa yang dicatat di dalam Alkitab berhubungan dengan sotoh, yang mengingatkan kita kepada peristiwa penyelamatan, pemulihan. bahkan awal sebuah dosa yang mengerikan.Kisah penyelamatan adalah ketika dua pengintai yang dikirim Yosua untuk mengintai kota Yerikho disembunyikan oleh Rahab di sotoh rumahnya. Dan akhirnya kedua pengintai tersebut selamat dari pengejaran orang-orang Yerikho. Kisah pemulihan yang berhubungan dengan sotoh adalah peristiwa bagaimana Simson yang pada waktu itu sudah menjadi tawanan, dibawa ke dalam sebuah gedung yang penuh dengan orang serta para raja kota orang Filistin. Dan di atas sotoh gedung itu ada kira-kira tiga ribu orang. Simson yang pada waktu itu sedang diolok-olok berseru kepada Tuhan. Kemudian Tuhan berkenan memulihkan kekuatan Simson sehingga dia mampu merobohkan gedung tersebut. Alkitab mencatat yang mati dibunuh dalam peristiwa ini lebih banyak dari pada yang dibunuh Simson pada waktu hidupnya.Peristiwa sotoh yang berhubungan dengan awal dosa yang mengerikan adalah peristiwa Daud dan Batsyeba, yang bermula dari berjalan-jalan di atas sotoh istana. Samuel mencatat bahwa pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, Daud justru menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya, sementara dia beristirahat dan tinggal di istananya yang nyaman di Yerusalem. Suatu kali Daud berjalan-jalan di atas sotoh istana, dan dia melihat seorang perempuan cantik sedang mandi. Awal kejatuhan Daud dimulai ketika dia berada di tempat yang seharusnya dia tidak berada pada waktu itu, yakni di atas sotoh. Sebagai seorang raja, Daud menggunakan kekuasaannya untuk menjalankan niat jahatnya. Siapakah yang berani menolak perintah raja? Demikianlah yang terjadi dengan Batsyeba. Dia tidak berani menolak ketika suruhan Daud datang dan mengambil dia untuk dibawa ke istana Daud. Setelah Daud mengetahui bahwa Batsyeba mengandung, dia pun menggunakan kekuasaannya untuk memperdaya Uria, suami dari Batsyeba. Tindakan Daud ini berujung kepada kematian Uria. Semua rentetan kejahatan yang mengerikan ini bermula ketika Daud berada di sotoh. Belajar dari kisah Daud tersebut di atas, maka kita akan mengambil arti rohani dari ayat perenungan kita hari ini, "... maka haruslah engkau memagari sotoh rumahmu...... Semua kita, baik rohaniwan ataupun kaum awam rentan jatuh dalam dosa. Oleh karena itu, kita harus memagari sotoh kerohanian kita dengan hidup dekat Tuhan, memiliki hati yang takut Tuhan, serta kesadaran bahwa kita harus mempertanggungjawabkan kehidupan kita di hadapan Tuhan nanti. Mari pasang pagar yang kuat di sekitar sotoh kerohanian kita, sehingga kita tidak jatuh ke dalam dosa yang dapat berakibat kebinasaan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kesadaran bahwa aku harus mengawasi pikiran, perasaan, kehendak, serta tindakanku agar tidak melanggar firman-Mu. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Lukas 2: 25Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 16 Mei 2025Bacaan: "Dan kerajaan Yosafat amanlah, karena Allahnya mengaruniakan keamanan kepadanya di segala penjuru. Yosafat memerintah atas Yehuda. Ia berumur tiga puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Azuba, anak Silhi. Ia hidup mengikuti jejak Asa, ayahnya; ia tidak menyimpang dari padanya, dan melakukan apa yang benar di mata TUHAN." (2 Tawarikh 20:30-32)Renungan: Lord Cairns, merupakan salah satu pria tersibuk di Inggris, memberikan waktu 1,5 jam setiap hari untuk berdoa dan mempelajari Alkitab. Jenderal Havelock, bangun pada pukul 4 pagi untuk berdoa, jika waktu untuk berbaris pukul 6 pagi. Ia melakukan itu karena ia tidak mau kehilangan hal yang istimewa yaitu untuk bertemu dengan Tuhan sebelum ia pergi. Kedua tokoh ini dikenal sebagai orang-orang yang saleh, sekalipun mereka bukanlah para rohaniwan. Yosafat adalah seorang raja yang saleh, yang mengikuti jejak kesalehan Daud, nenek moyangnya. Ia mencari Tuhan dengan segenap hatinya. Berulang kali Alkitab mencatat perihal kesalehannya. Salah satunya adalah ketika ia tidak menyembah Baal seperti halnya kerajaan Israel di utara. Ia juga merobohkan semua bukit pengorbanan dan tiang berhala di seluruh Yehuda. Kesalehan lain dari Yosafat terlihat ketika ia bersama Yoram, raja Israel, hendak pergi berperang melawan bangsa Moab. Saat itu mereka kehabisan air, lalu mereka meminta petunjuk Tuhan kepada Nabi Elisa. Awalnya Elisa tidak bersedia menolong raja Israel, tetapi ia akhirnya menolongnya juga hanya karena ditemani oleh Yosafat, raja Yehuda! (2 Raj 3:14). Kesalehan Yosafat tetap dikenang, bahkan setelah ia meninggal. Sewaktu Yoram, anaknya yang menggantikannya sebagai raja Yehuda, tetap hidup dalam dosa penyembahan berhala dan membunuh semua anak-anak Yosafat yang lain, dikatakan bahwa ia tidak hidup saleh seperti ayahnya, Yosafat. Dan ketika Ahazia, raja Yehuda, mati, ia tetap dikuburkan secara layak, hanya karena ia adalah cucu Yosafat yang "mencari Tuhan dengan segenap hatinya" (2 Taw 22:9). Karena kesalehannya inilah maka Yosafat diberkati Tuhan secara luar biasa. Tuhan mengokohkan kerajaannya. Ketakutan yang dari Tuhan menimpa seluruh kerajaan di sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat. Dan, makin lama Yosafat makin kuat. Tuhan juga memberkati Yosafat dengan berkat-berkat materi. Sebab, dari antara orang-orang Filistin ada yang membawa persembahan dan perak sebagai upeti kepada Yosafat. Demikian juga orang-orang Arab, mereka membawa kambing dan domba dalam jumlah yang sangat besar kepada Yosafat. Bahkan seluruh rakyat Yehuda membawa persembahan kepada Yosafat sehingga ia menjadi kaya dan sangat terhormat. Hidup dalam kesalehan adalah cara untuk mendapatkan berkat-berkat Tuhan. Jika kita telah mencari Tuhan selama hidup kita, maka kita pun akan menerima berkat-berkat-Nya. Bukan saja berkat-berkat materi, tetapi juga berkat-berkat lainnya, seperti kehormatan yang Dia beri, serta perlindungan atas musuh yang akan mencelakakan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku menjadi orang yang saleh, yang selalu menaati firman-Mu di dalam seluruh hidupku. Amin. (Dod).Kencan Dengan Tuhan
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Daniel 6:11Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
Handoyo Salim - 2 Tawarikh 20:15 (TB) dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 19 Maret 2025Bacaan: Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." (2 Korintus 12:9) Renungan: Di dalam Alkitab ada kisah tentang Tuhan Yesus dielu-elukan di Yerusalem. Jika membaca kisah ini, mungkin ada beberapa pembaca Alkitab yang bertanya-tanya, mengapa Tuhan Yesus lebih memilih keledai untuk ditunggangi, bukannya kuda atau unta yang lebih kuat? Pertanyaan ini pastinya muncul karena bagi sebagian besar orang, keledai dianggap sebagai hewan yang lemah dan biasa-biasa saja. Tidak sama seperti kuda yang nampak kuat, gagah dan perkasa. Akan tetapi, hal ini dilakukan-Nya bukan tanpa sebab. la ingin menyatakan bahwa diri-Nya menyukai kesederhanaan. Nampaknya kesederhanaan sedari semula memang sudah menjadi bagian dari diri-Nya. Ketika la lahir, la tidak memilih tempat yang mewah dan nyaman, tetapi tempat yang sangat sederhana. Ia pun tidak memilih orang tua yang kaya raya, sebaliknya hanya seorang tukang kayu. Ketika melayani dari kota ke kota, la tidak mengendarai apa pun, tetapi lebih memilih untuk berjalan kaki. Ketika memilih murid-murid-Nya pun, Ia tidak memilih orang-orang terpandang, kaya raya, ataupun orang-orang suci. Sebaliknya, la lebih memilih orang-orang berdosa, miskin, yang tidak dianggap oleh dunia. Perlu diketahui bahwa Tuhan lebih memilih orang biasa untuk dijadikan luar biasa, agar kemuliaan-Nya dapat lebih dinyatakan kepada semua orang. Ketika melawan bangsa Filistin, Tuhan tidak memakai seseorang yang ahli dalam peperangan, justru la memilih seorang anak yang masih sangat muda dan tidak berpengalaman, yaitu Daud. Ketika mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir, Ia tidak memakai seseorang yang pandai berbicara. Sebaliknya, Ia memakai seorang yang berat lidah seperti Musa. Ia pun memakai Paulus yang dahulu adalah seorang penghujat, penganiaya, dan seorang yang ganas, untuk menjadi pewarta firman. Jika saat ini kita ragu untuk melayani Tuhan karena keterbatasan fisik atau kita merasa tidak memiliki cukup banyak uang, tidak cukup pintar, tidak fasih dalam berkata-kata, memiliki masa lalu yang kelam, dll. Ingat, sebelum kita, sudah banyak 'orang biasa' yang telah Tuhan pakai di dalam pekerjaan tangan-Nya. Tuhan mampu mengubahkan kekurangan kita menjadi kemuliaan-Nya, yang terpenting adalah kita bersedia dipakai oleh Tuhan! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena diriku berharga di mata-Mu. Dalam segala keterbatasanku, pakailah aku Tuhan seturut kehendak-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 26 Februari 2025Bacaan: Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria." (Lukas 17:14-16)Renungan: Yesus beserta dengan para muridNya berjumpa dengan sepuluh orang kusta dalam perjalanan masuk ke Yerusalem. Karena mereka sakit kusta, mereka harus menjaga jarak dengan orang lain, sebab mereka dalam keadaan najis. Untuk mendapatkan perhatian Yesus, mereka bersatu untuk berteriak-teriak dan berseru memanggil Yesus agar disembuhkan. Dengan belas kasihan yang besar, Yesus menyuruh mereka memperlihatkan diri kepada imam, untuk mendapatkan bukti kesembuhan. Ternyata di dalam perjalanan, mereka mengalami kesembuhan. Ketika mereka sadar bahwa mereka telah sembuh, salah satu dari mereka kembali kepada Yesus dan tersungkur dekat kaki Yesus untuk mengucap syukur. Kisah ini merupakan refleksi kehidupan bagi pengikut Yesus, yang setelah menerima banyak berkat dari Tuhan, malah melupakan Tuhan, bahkan tidak menggunakan berkat tersebut untuk kemuliaan Tuhan. Ketika kita bergumul, kita cenderung untuk bersatu dan tekun berdoa meminta pertolongan Tuhan. Memang benar perkataan yang mengatakan bahwa penderitaan membawa kita bersatu. Namun, setelah mendapatkan pertolongan, kita seperti kacang lupa kulit yang segera melupakan Tuhan dan tenggelam dalam berkat itu. Berapa banyak pengikut Yesus yang ketika tokonya mengalami kesulitan tekun berdoa, namun setelah Tuhan tolong, ia jadi lupa Tuhan dan tidak ke gereja lagi dengan alasan kesibukan di tokonya yang sudah punya cabang di mana-mana? Berapa banyak pengikut Yesus yang ketika kesulitan mencari pekerjaan lalu tekun berdoa, namun setelah mendapatkan pekerjaan, ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak bisa lagi ke gereja dan melayani? Jika saat ini kita telah menerima banyak berkat dan pertolongan Tuhan, segera kembali kepada-Nya mengucap syukur dan pakai berkat tersebut untuk memuliakan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah hatiku dengan ucapan syukur atas setiap berkat dan pertolongan-Mu, karena melalui berkat dan pertolongan-Mulah hidupku selalu baik-baik saja. Amin. (Dod).
Felix Witanto - 2 Samuel 11:1-2 (TB) Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
Dieter Nicolas - Daniel 6:10 (TB) (6-11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.