POPULARITY
Categories
Membangun brand untuk Gen Z memang tidak mudah. Tren berubah cepat, perhatian audiens semakin pendek, dan kompetisi semakin ketat setiap harinya.Kali ini kami berbincang dengan founder Byneeth, brand yang didirikan sejak masih kuliah dan berhasil berkembang menjadi salah satu brand yang dekat dengan generasi muda saat ini. Selengkapnya di episode ini!
Pembawa Renungan : Aji W. Suteja SurabayaMat 11:25-27
AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS
Pembawa Renungan: RD. Dwi Joko Surabaya Mat 11:20-24.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 Juli 2026Bacaan: "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian." (Efesus 6:1)Renungan: Dimas adalah murid kelas 4 SD. Suatu hari gurunya memberi tugas membuat video tentang "Tokoh Panutanku". Teman-temannya memih pemain bola, youtuber, artis dll. Ketika tiba giliran Dimas presentasi, dia maju sambil membawa foto. "Itu siapa?" tanya temannya. "Itu Bapakku," jawab Dimas. "Setiap pagi Bapak bangun jam 5 buat antar aku sekolah. Kalau aku sakit, Bapak begadang menjaga aku. Kalau aku nakal, Bapak tetap doain aku." Teman-temannya terdiam. Ada yang ketawa kecil. Tapi Bu Guru bilang, "Itu pahlawan yang paling hebat, Dim." Malamnya Dimas cerita ke Bapaknya. Bapaknya memeluk Dimas sambil berkata, "Nak, Bapak juga belajar jadi orang tua yang baik dari Tuhan." Sejak itu Dimas menjadi anak yang lebih taat. Kalau disuruh belajar, dia tidak menjawab "nanti". Kalau disuruh membantu mencuci piring, dia langsung melakukannya. Taatilah orang tuamu di dalam Tuhan artinya mendengar dan melakukan apa yang orang tua minta, selama itu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Mengapa? Karena "haruslah demikian". Tuhan memberikan orang tua sebagai wakil-Nya di dalam keluarga. Melalui mereka Tuhan memberi kita makan, sekolah, nasihat, dan doa. Taat bukan karena takut dimarahi tapi karena kita mengasihi Tuhan. Anak zaman sekarang terlalu pandai. Mereka bisa buka HP sendiri dan bisa mencari jawaban di Google. Tapi kadang karena "merasa lebih tahu", mereka jadi sering meremehkan orang tua. Mereka susah mendengarkan nasihat orang tua. Kalau orang tua bicara, mereka menjawab "Tau... Tau..." tapi sambil main HP. Mereka juga suka membantah. Disuruh belajar jawabnya, "Ah ntar", disuruh beresin kamar jawabnya, "Ribet". Mereka juga kurang menghargai orang tua. Lupa mengucapkan terima kasih untuk makanan, baju, uang sekolah dll. Taat itu bukan berarti jadi anak penakut. Taat itu berarti jadi anak yang pintar, karena tahu siapa yang Tuhan pakai untuk menjaganya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk Papa dan Mama yang Engkau berikan kepadaku. Ampuni aku kalau sering membantah dan membuat mereka sedih. Ajarilah aku menjadi anak yang taat, seperti Yesus yang juga taat kepada Maria dan Yusuf. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB Roma 4:5Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran
Simak pembahasannya bersama Dr. Ning Rahayu, M.Si., Dosen Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal (Pajak) Universitas Indonesia sekaligus Pakar Kebijakan Fiskal UI, dalam perbincangan yang dipandu oleh Haryo Ristamaji, Pemimpin Redaksi Radio Elshinta hanya di Youtube Radio Elshinta.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 Juli 2026Bacaan: "Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." (Matius 14:16)Renungan: Suatu kali di sebuah komplek perumahan terjadi kebanjiran. Air masuk ke rumah warga. Semua panik. Ada ibu-ibu bawa anak kecil, ada kakek yang tidak bisa jalan. Di grup RT langsung ramai. Ada yang bilang: "Lapor kelurahan aja", "Tunggu bantuan datang", "Kita kan tidak punya perahu". Semuanya punya alasan kenapa "tidak bisa" bergerak sekarang. Tiba-tiba Pak RT ambil ember, galon kosong, dan teriak: "Yang bisa berenang, ikut saya! Kita evakuasi dulu yang anak kecil dan lansia. Soal makan nanti kita pikir bareng." Warga yang tadinya diam jadi ikut. Ada yang masak mie di pos ronda, ada yang buka dapur, ada yang kumpulin pakaian layak pakai. Sore itu semua warga selamat dan dapat makan. Bantuan dari kelurahan baru datang malam. Pak RT bilang, "Kalau kita menunggu bantuan dulu, orang bisa keburu lapar dan kedinginan. Kasih dulu apa yang kita punya." Peristiwa dalam Injil Matius 14:16 terjadi saat 5000 orang kelaparan di tempat yang sepi. Para murid melihat masalahnya besar dan mereka memberikan jalan keluar dengan berkata, "Suruh mereka pergi, supaya mereka dapat mencari makan sendiri." Pola pikir mereka adalah, "Masalah terlalu besar. Bukan kapasitas saya. Biar orang lain." Tetapi Yesus mengingatkan mereka dengan berkata, "Tidak perlu mereka pergi, kamu yang harus memberi mereka makan." Yesus tidak minta mereka mencetak uang atau buka supermarket. Dia minta mereka menyerahkan apa yang ada pada mereka, dalam hal ini 5 roti 2 ikan. Hasilnya? Semua kenyang, bahkan sisa 12 bakul. Sebagai pengikut Yesus terkadang saat ada orang yang membutuhkan pertolongan kita berkata, "Tidak bisa. Tidak cukup. Bukan urusan saya. Sudah ada pemerintah biar mereka yang menangani." Hari ini Tuhan mengingatkan kita bahwa hal kecil yang kita lakukan dengan ketulusan hati, maka akan menjadi berkat yang luar biasa. Mari kita belajar untuk percaya bahwa Tuhan kita Yesus Kristus lebih besar dari masalah yang ada di sekitar kita. Kalau kita percaya penuh pada-Nya maka akan selalu ada jalan keluar untuk setiap permasalahan yang ada di sekitar kita atau yang kita alami. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini aku cepat berkata "tidak bisa" dan menyuruh orang lain pergi. Buka mataku untuk melihat kebutuhan di sekitarku dan ajarilah aku agar mau memberi dulu apa yang ada di tanganku: waktu, harta, tenaga, dan kasih. Pakailah aku untuk jadi jawaban doa bagi sesama. Amin. (Dod).
Pemerintah di berbagai daerah saat ini ramai-ramai mengelola sampah untuk menjadi energi listrik.
Menjadi seorang percaya bukan hanya tentang menerima keselamatan saja tetapi juga mempersiapkan diri sebagai mempelai Kristus yang setia, hidup dalam kasih dan kekudusan, serta terus membangun hubungan yang karib bersama dengan Tuhan di setiap harinya.Marilah kita hidup dengan pengharapan akan kedatangan-Nya, sambil terus bertumbuh menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Jadilah kuat, karena kita ini adalah mempelai Kristus dan hiduplah selaras dengan nilai siapa diri kita di hadapan-Nya. —Pdt. Agus Lianto, “Dipanggil menjadi Mempelai Kristus.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu pagi di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 14 Juni 2026.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 3 Juli 2026Bacaan: ".... yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau yang tidak khawatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." (Yeremia 17:8)Renungan: Jika kita melihat sebatang pohon, biasanya terdiri dari akar, batang pohon, ranting, daun, bunga, bahkan buah. Buah memiliki musim tertentu. Jika belum musimnya, buah tidak akan terlihat. Demikian juga halnya dengan bunga atau daun yang bisa rontok, bahkan gundul. Ranting juga bisa jadi kering dan jatuh. Seolah ada musim-musim tertentu ketika ranting, daun, bunga, maupun buah "bekerja", tapi ada waktunya bagi mereka untuk "cuti kerja". Bagian pohon yang tidak pernah berhenti bekerja adalah akar! Akar memang tidak terlihat, tapi justru akar inilah yang menjaga kelangsungan sebatang pohon. Kita boleh memotong ranting, dahan, bahkan batang pohon, tapi selama masih ada akar maka pohon tersebut tetap hidup. Akar akan terus bekerja tanpa kenal musim. Akarlah yang menumbuhkan tunas-tunas baru pada waktunya. Tipe orang itu ada macam-macam. Ada yang NATO, No Action Talk Only. Tipe ini bicaranya lantang, tapi tidak ada tindakan sama sekali. Omong doang! Ada juga tipe daun, memang dia bekerja tapi gampang sekali rontok kalau ada goncangan. Ada tipe yang menonjol dalam bekerja tapi tidak konsisten. Ibarat pohon, maka orang tipe ini adalah bunga atau buah, berkontribusi tapi waktu-waktu tertentu saja. Yang paling bagus adalah tipe akar. Tidak banyak omong, tidak koar-koar, tapi bekerja terus tiada henti. Tidak banyak janji, tapi memberi bukti. Tidak terlihat tapi sangat berkontribusi, bahkan berpengaruh besar pada kelangsungan perusahaan, komunitas atau pelayanan. Terus terang, pekerja tipe akar ini hanya sedikit, bahkan langka. Di dalam sebuah instansi, perusahaan, komunitas, organisasi, bahkan pelayanan, semoga kita adalah orang-orang tipe akar. Tak banyak bicara tapi hasil terlihat jelas. Firman Tuhan dalam Yeremia 17:8 berkata, "la akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." Jadilah akar yang bisa menopang pohon untuk bisa melewati tahun kering, bahkan membuat daun tetap hijau dan tidak berhenti menghasilkan buah. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, pakailah aku menjadi alat-Mu, sehingga kehadiranku bisa memberkati keluargaku, tempat di mana aku bekerja dan melayani. Amin. (Dod).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan terhadap Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby terkait dugaan suap dalam praktik jual beli jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).
Menjadi Duta-Duta Kristus - Pdt. Minggus Dilla - 28 Juni 2026 - GBI Sariwangi
Many therapies now use pets, especially dogs, to provide comfort or calm to the patient. Why animals? The theory is that animals, are a source of calming, non-judgmental support and can help make communication and social interaction easier. Particularly dogs are easily trained compared to other animals. However, other animals such as horses or dolphins also often used too. - Saat ini, banyak terapi yang melibatkan hewan peliharaan—terutama anjing—untuk memberikan rasa nyaman atau ketenangan bagi pasien. Mengapa hewan? Teorinya adalah bahwa hewan dapat menjadi sumber dukungan yang menenangkan dan tidak menghakimi, serta mampu mempermudah komunikasi dan interaksi sosial. Anjing, khususnya, lebih mudah dilatih dibandingkan hewan lainnya. Meski demikian, hewan lain seperti kuda atau lumba-lumba juga sering digunakan.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 30 Juni 2026Bacaan: "Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah bukan dari diri kami." (2 Korintus 4:7)Renungan: Pernahkah kita menunggu seorang kurir untuk mengirimkan suatu barang yang kita pesan? Jika kita menunggu kiriman barang penting yang harus segera digunakan, apakah penampilan kurir tersebut menentukan kita akan menerima barang itu atau tidak? Akankah kita menolak sebuah paket jika kurirnya lusuh dan bau keringat? Nyatanya, beberapa jam setelah paket di tangan, kita sudah lupa wajah si kurir. Apa ini berarti pesan lebih penting dari pembawa pesan? Tidak juga. Tanpa ada yang membawakannya, pesan tak akan tersampaikan. Cara kita membawakan pesan juga tetap penting. Berita buruk terasa makin buruk jika dibawakan dengan cara buruk. Sebaliknya, berita buruk yang dibawakan dengan empati dan sopan minimal akan diterima lebih baik, meski tetap menyakitkan. Sadarkah kita bahwa kita semua adalah pembawa pesan? Pesan yang kita bawa adalah kabar baik, yaitu pesan Injil. Karena itu kabar baik, kita sudah punya modal bagus untuk menyampaikan pesan itu. Tapi, sering kali kita memilih untuk tidak menyampaikan pesan itu. Kita beralasan diri kita masih belum cukup baik. Kita merasa tidak pandai bicara. Atau kita merasa pesan Injil itu tidak mendesak untuk disampaikan. Untuk menyampaikan sebuah pesan dengan efektif, kemampuan bicara yang baik, penampilan yang meyakinkan, atau reputasi kita yang menonjol memang membantu. Namun ingat, apa yang harus kita sampaikan bukanlah pesan biasa. Kita menyampaikan pesan Injil yang berkuasa. Pesan itu lebih penting dari si pembawa pesan, karena yang harus ditonjolkan dalam pesan itu adalah pesan Injil Kristus, bukan diri kita. Tidak ada yang tahu nama gadis kecil budak Naaman, tapi semua tahu bagaimana kuasa Tuhan bekerja untuk menyembuhkan Naaman karena pesan yang disampaikan gadis kecil itu. Orang kerasukan setan di Gerasa atau perempuan dengan lima suami di Samaria bukanlah siapa-siapa. Namun, mereka dipakai Tuhan menjadi penginjil yang efektif (Mrk. 5:20, Yoh. 4:39). Kita juga adalah pembawa pesan, kewajiban kita adalah menyampaikan pesan itu melalui sikap, perbuatan dan perkataan kira. Jangan menunggu diri kita sempurna untuk bercerita tentang Tuhan kita yang sempurna. Dialah fokus utamanya, bukan diri kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah seluruh keberadaan diriku, agar aku dapat Kau pakai menjadi alat-Mu untuk memberitakan Injil-Mu melalui sikap, perkataan dan perbuatanku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus Sang NabiDiambil dari: Yesaya 6:8 “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: ‘Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?' Maka sahutku: ‘Ini aku, utuslah aku!'”Wonder Kids, ketika Yesus bertanya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” ada orang yang menjawab bahwa Yesus adalah salah satu nabi. Mengapa mereka berpikir begitu? Karena Yesus memang berbicara seperti nabi. Yesus menyampaikan kebenaran dari Allah. Yesus menegur dosa. Yesus mengajar orang untuk bertobat. Yesus juga memberitakan firman Tuhan dengan berani.Dalam Perjanjian Lama, nabi adalah orang yang diutus Tuhan untuk menyampaikan pesan-Nya. Kadang-kadang pesan itu berisi teguran keras. Kadang-kadang berisi penghiburan dan janji. Menjadi nabi bukan tugas yang mudah, karena sering kali orang tidak suka mendengar kebenaran. Tetapi para nabi tetap harus setia menyampaikan apa yang Tuhan katakan. Jadi, orang-orang melihat sesuatu yang benar saat mereka berkata bahwa Yesus seperti nabi. Yesus memang menyampaikan firman Allah dengan kuasa. Tetapi itu belum cukup. Yesus bukan hanya salah satu nabi. Yesus jauh lebih besar daripada nabi-nabi itu.Mengapa? Karena nabi hanya menyampaikan pesan dari Tuhan, tetapi Yesus adalah Firman itu sendiri. Nabi menunjuk orang kepada Allah, tetapi Yesus datang dari Allah sebagai Anak-Nya yang tunggal. Nabi memberitakan jalan keselamatan, tetapi Yesus sendiri adalah jalan itu. Seperti yang Yesus katakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Jadi Yesus bukan hanya pembawa berita dari Allah. Yesus adalah Juruselamat yang datang membawa keselamatan itu sendiri.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang mau menerima Yesus hanya sebagai guru yang baik atau nabi yang hebat. Tetapi Tuhan mau kita mengenal Yesus dengan benar. Kalau Yesus hanya nabi, maka kita cukup mendengar ajaran-Nya. Tetapi karena Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat, kita harus percaya kepada-Nya, mengasihi-Nya, dan mengikut Dia.Dan ada satu hal lagi yang indah. Allah mengutus para nabi untuk menyampaikan firman-Nya, tetapi Allah mengutus Yesus untuk menyelamatkan dunia. Yohanes 3:16 berkata bahwa Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Jadi di dalam Yesus, kita melihat kasih Allah yang paling besar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bukan hanya nabi yang membawa pesan dari Allah, tetapi Juruselamat yang datang menyelamatkanku. Tolong aku sungguh percaya kepada-Mu.” Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyampaikan kebenaran Allah dan Engkau sendiri adalah Juruselamat yang sejati. Tolong aku supaya tidak mengenal Engkau dengan setengah-setengah, tetapi sungguh percaya dan mengikut Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus memang menyampaikan firman Allah seperti nabi, tetapi Dia jauh lebih besar, karena Dia adalah Anak Allah dan Juruselamat yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 20 Juni 2026Bacaan: "Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?" (Roma 10:14)Renungan: Shoichi Yokoi adalah salah satu serdadu Jepang yang bertempur di Perang Dunia II. Pada tahun 1944, Yokoi berada di Guam saat pasukan Amerika menyerang dan merebut pulau itu. Yokoi enggan menyerah dan memilih bersembunyi di hutan dengan beberapa temannya. Meski satu persatu temannya pergi atau wafat, Yokoi terus bertahan di hutan itu hingga 27 tahun, tanpa tahu Jepang telah menyerah pada 1945. Ketika ditemukan oleh beberapa nelayan, Yokoi sempat memberontak karena mengira ia akan ditawan musuh (sesuatu yang dianggap memalukan bagi prajurit Jepang). Sampai akhimya ia diberi tahu bahwa perang sudah berakhir beberapa dekade lalu. Saat Proklamasi Kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945, mereka yang tinggal di pedesaan apalagi yang berada di pulau-pulau paling ujung Indonesia jelas belum tahu bahwa mereka telah menjadi bangsa merdeka. Teknologi dan komunikasi masih jauh dari saat ini. Harus ada orang yang memberi tahu mereka. Hingga akhirnya, cepat atau lambat berita tentang kemerdekaan Indonesia sampai ke telinga rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kini semua rakyat Indonesia telah mengetahui bahwa mereka adalah bagian dari sebuah bangsa yang berdaulat. Demikian pula dengan berita tentang kemerdekaan yang lebih penting, yakni kemerdekaan manusia dari kutuk dosa. Dua ribu tahun lalu, di atas kayu salib, Yesus telah memerdekakan kita dari belenggu dosa. Namun hingga kini, masih banyak orang yang belum pernah mendengar kabar tentang hal itu. Seperti prajurit Yokoi tadi, mereka masih hidup dalam ketakutan, ketidakpastian, dan penderitaan. Ya, inilah tugas kita! Kita harus menyebarkan kabar tentang keselamatan itu kepada mereka yang belum juga mendengarnya. Cukup beritahukan kabar gembira ini kepada mereka. Jelaskan ketika mereka ingin lebih tahu tentang siapa Yesus. Tunjukkan kasih-Nya melalui sikap hidup kita. Mengenai respons mereka, itu urusan mereka dengan Tuhan. Inilah yang Tuhan mau untuk kita lakukan? Tuhan pun berjanji bahwa la akan menyertai kita, yang artinya la akan memampukan kita. Jadi, tunggu apa lagi? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kemauan untuk memberitakan tentang kasih-Mu kepada orang lain melalui perkataan dan perbuatanku, sehingga semakin banyak orang mengenal Engkau melalui kehadiranku. Amin. (Dod).
Menjadi dewasa ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Di episode ini, kita ngobrol tentang lelahnya menghadapi tuntutan hidup, tanggung jawab yang terus bertambah, dan kenyataan bahwa meski capek, hidup tetap harus berjalan.
Menjadi haji mabrur tidak berhenti saat jemaah haji meninggalkan Tanah Suci. Justru, hal tersebut dimulai ketika jemaah kembali ke Tanah Air. Karena itu, sangat penting bagi jemaah untuk menjaga kedisiplinan serta mengamalkan nilai-nilai sosial yang telah diperoleh selama menjalankan ibadah haji. (BEH/MCH 2026)#ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI
Renungan D'Message || TIDAK CUKUP MENJADI BAIK II Ps. Steven Liem
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A - Menjadi Pedagang Sukses Dunia Akhirat Ustadz Ammi Nur Baits
Renungan D'Message || DIPANGGIL MENJADI BERBEDA II Ps. Steven Liem
Bandara Jeddah dan Kota Madinah menjadi dua titik utama pergerakan jemaah haji Indonesia saat ini. Ribuan jemaah mulai bersiap pulang ke Tanah Air, sementara ribuan lainnya memasuki fase ibadah dan pemulihan di Kota Nabi setelah menjalani puncak haji. LAPORAN BHERY HAMZAH(BEH-MCH/2026)
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 13 Juni 2026Bacaan: "Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. " (Kisah Para Rasul 9:23)Renungan: Bukan hal mudah orang dapat menerima perubahan sesamanya dari tidak baik menjadi baik. Ibarat orang pernah punya "borok" (luka), sekalipun sudah sembuh, kebanyakan orang selalu melihat bekas lukanya daripada sembuhnya. Demikian juga, orang yang pernah berbuat salah dan sudah bertobat, kesalahan masa lalunya selalu dilihat dan diingat. Menjadi orang yang diragukan dan selalu dilihat kesalahan-kesalahan pada masa lalunya memang sangat tidak enak. Karena keadaan ini bisa mengganggu semangat yang bersangkutan dalam berkarya. Jangankan kita, pertobatan Saulus juga pernah diragukan. Pada masa lalu, Saulus memang penganiaya jemaat Tuhan, banyak merusak rumah ibadah dan membunuh orang-orang yang percaya kepada Kristus. Akan tetapi setelah Saulus bertemu Tuhan Yesus dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap para pengikut Kristus, Saulus bertobat. Kemudian, ia memberitakan bahwa Yesus adalah anak Allah. Akibatnya, orang-orang yang pernah melihat dan mengenal latar belakang Saulus heran, setengah tidak percaya alias ragu akan perbuatannya. Bahkan orang-orang Yahudi juga merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. Akan tetapi, sekalipun Saulus diragukan pertobatannya dan hendak dibunuh, ia tetap bekerja memberitakan Injil. Hasilnya, jemaat bertumbuh. Jemaat di seluruh Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Oleh pertolongan Roh Kudus jumlahnya terus bertambah. Apakah pertobatan kita diragukan dan mereka selalu melihat kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang kita perbuat pada masa lalu? Kalaupun demikian, janganlah situasi tersebut membuat diri sendiri kehilangan semangat untuk terus bekerja. Tunjukkan perubahan kita dengan tetap bekerja sepenuh hati dalam situasi apapun, dan percayalah Roh Kudus akan menolong kita untuk meraih keberhasilan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuduskanlah pikiranku, sehingga aku tetap melihat dan berpikir hal yang baik dari setiap pribadi yang sudah bertobat. Jadikanlah mataku seperti mata-Mu, mata yang selalu melihat hal yang baik dalam diri setiap orang. Amin. (Dod).
Tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya mereda. Di saat yang sama, gelombang PHK di berbagai sektor terus bertambah, sementara daya beli masyarakat masih menghadapi tantangan. Sektor riil diharapkan dapat menopang roda perekonomian. Bagaimana sektor riil dapat bertahan dan apa yang harus segera dilakukan pemerintah [Talk] : Anggota Komisi IV DPR RI Prof Rohmin Dahuri
Ustadz Erwandi Tarmizi - Menjadi Muslim Cerdas Di Era Transaksi Digital
Ustadz Abu Haidar As Sundawy - Menjadi Orang Tua Yang Bahagia Dunia Akhirat - Ustadz Abu Haidar As Sundawy
Ustadz Abdullah Zaen M.A - Kajian Islam Menjadi Pembisik Yang Baik (Bagian 2) - Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A - Menjadi Sarjana Yang Dicintai Allah - Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A - Cara Menjadi Wanita Kuat Dengan Keikhlasan Ustadz Ammi Nur Baits
Kawasan Mina masih menjadi salah satu titik krusial dalam layanan haji. Hal tersebut disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi, menanggapi masukan dari DPR mengenai keterbatasan kapasitas tenda dan lahan di Mina. (BEH/MCH2026)#ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI
Ustadz Nizar Saad Jabal, Lc., M.Pd. - Kiat-kiat Menjadi Orang Jujur Dan Ikhlas
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 9 Juni 2026Bacaan: "Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami." (2 Korintus 5:20)Renungan: Sebelum sebuah film diluncurkan, biasanya produsen film akan meluncurkan lebih dulu trailernya. Di trailer yang biasanya hanya berdurasi 1-3 menit ini, ditampilkan cuplikan-cuplikan sebuah film yang dimaksudkan untuk membuat orang tertarik menonton filmnya. Membuat trailer ini tak mudah. Narasi yang disampaikan, cuplikan adegan yang dipilih ditampilkan, musik yang ditampilkan, harus menarik dan membuat orang yang melihat penasaran untuk menonton. Tidak heran, untuk film yang sudah ditunggu-tunggu banyak orang, trailernya bisa dirilis sejak setahun sebelum filmnya tayang, dibuat dalam beberapa versi, dan menjadi pembahasan tersendiri oleh para fans film itu. Bahkan ada penghargaan untuk trailer terbaik di beberapa festival film. Jika trailernya menarik, filmnya juga harus benar-benar menarik atau orang akan merasa tertipu. Sebaliknya, film bagus tapi trailernya buruk juga patut disayangkan. Sadarkah kita bahwa kehidupan kita juga ibarat sebuah trailer film? Orang-orang melihat hidup kita, bagaimana sikap dan karakter kita, bagaimana keputusan-keputusan kita, cara kita merespons segala sesuatu, dan prioritas hidup kita. Sebagai pengikut Kristus, semua itu ibarat trailer tentang Kristus yang kita ikuti. Alkitab berkata bahwa kita adalah utusan Kristus (2 Kor. 5:20). Orang percaya adalah ibarat surat Kristus yang bisa dibaca semua orang (2 Kor. 3:2-3). Sebelum benar-benar mengenal Kristus, maka orang dunia akan melihat terlebih dulu hidup kita, sikap kita, dan keputusan-keputusan yang kita buat. Apakah ucapan kita membuat orang tertarik datang pada Kristus? Ataukah tindakan kita justru membuat orang ilfeel dengan Kristus dan kekristenan? Melalui kitalah, orang dunia mendapatkan kesan pertama tentang Kristus. Dan jika trailer film kadang lebih menarik dari film aslinya, tidak demikian dengan Kristus. Ketika seseorang tertarik melihat hidup seorang Kristen yang dipenuhi damai sejahtera, sukacita, dan kasih, sehingga ia membuka hati untuk Kristus secara pribadi, maka ia akan mendapati hal yang jauh lebih indah lagi! Nah, sudahkah kita menjalankan peran kita sebagai trailernya Tuhan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah aku alat-Mu, sehingga melalui kehadiranku banyak orang tertarik untuk mengenal dan mengikut-Mu. Amin.
MENJADI TEMPAT PULANGKajian Inspiratif Keluarga & Mental Healing IslamiRatu Anandita & Mario IrwinsyahKAJIAN MT AL-KHANSATerbuka untuk umumAhad, 07 Juni 2026 / 21 Dzulhijjah 1447HPukul 08:00 - 11:00 WIBdi Masjid As-Sofia, Bogorمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًايَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا,سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ . رَوَاهُ مُسْلِم Siapa saja yang menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim) LIVE Streaming: - Youtube.com/@DiMediaTV - https://youtube.com/live/aYETfpHwh68?feature=share- Youtube.com/@assofiamasjid - https://youtube.com/live/TmaDzKFQHsQ?feature=share- IG @DiMediaTV- IG @MasjidAsSofia- FB DiMediaPage - https://www.facebook.com/events/984235744320640/- Tiktok DiMediaTV-- Spotify: Dimedia Radio Masjid As-Sofia, Jl. RE. Martadinata 46-48, Kel. Ciwaringin, Kota Bogor, Phone: 0811 1226 242, IG @MasjidAsSofia Rekening Donasi:BSI 7265 516 078 a.n. Masjid As Sofia (Operasional Masjid) Mari beramal jariyah bagi tersebarnya ilmu, dakwah & perjuangan dijalan Allah melalui donasi biaya operasional dan wakaf peralatan LIVE Streaming, via QRIS atau transfer ke Rekening BSI 7149 665 026 an. DiMediaTV. "Di era informasi sekarang ini penting memanfaatkan media untuk dakwah dan menghadapi opini negatif. Kita manfaatkan semua sarana dan prasana untuk menyiarkan Islam dengan baik, dan lakukan klarifikasi atau membantah jika ada fitnah terhadap Islam." (KH Didin Hafidhuddin).#DiMediaTV #masjidassofia #dimediaradio #DiMedia #AlKhansa #sahabatalkhansa #live #livestream #livestreaming #kajianbogor #kajianislami #kajianmuslimah #nasehatislami #nasehat #infokajianbogor #infokajian #infokajiansunnah #obs #obsstudio #obsstudiolive #obslivestream #obslive Jadikan Dakwah Sebagai Poros dari Aktifitas kita sehari-hari sebagaimana Rasulallah SAW, oleh sebab itu jadikan video ini sebagai amal jariyah dakwah Anda juga dengan cara "Like, Comment, Save, Subscribe & Share" ----- takwa,ketakwaan,taat,kataatan, khutbah,khotbah,tausiah,tausiyah,ceramah,kajian,dimedia,dimediatv,dimedia tv,masjid assofia,masjid assofia bogor,Obs,Obs Live Stream,Obs Live,Obs Studio,Obs Studio Live,alkhansa,mt alkhansa bogor,sahabat alkhansa,
Pembawa Renungan : RP. Rudi Rahkito Jati, OMI Tarakan – Kalimantan UtaraMrk 12:38-44
Bpk. Suranta Sembiring
Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya mendapat banyak keistimewaan di pemerintahan Prabowo Subianto. Sebagai Sekretaris Kabinet, perannya sudah melebihi tugas seorang “perdana menteri”. Menjadi tentara, Teddy mendapat karpet merah menapak pangkat yang lebih tinggi, bahkan dengan perubahan peraturan. Mengapa Teddy bisa begitu dominan, dan apa saja konsekuensi yang bisa timbul bagi pelaksanaan jalannya pemerintahan?- - -Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital.Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
Pembawa Renungan : RD. Adam SuncokoVikjen Keuskupan Malang Mrk 10:32-45
National Volunteer Week runs from May 18 to 24 where millions of volunteers across Australia celebrate tips sharing their joy in contributing back to the community. - Pekan Relawan Nasional berlangsung dari tanggal 18 hingga 24 Mei dimana jutaan sukarelawan di seluruh Australia merayakan kiat berbagi kegembiraan mereka dalam berkontribusi kembali kepada komunitas.
This year Australia celebrates National Volunteer Week on 18-24 May 2026. Why do people like to volunteer? What are the benefits of being a volunteer? - Tahun ini Australia merayakan Pekan Relawan Nasional pada tanggal 18-24 Mei 2026. Mengapa orang suka menjadi relawan? Apa manfaat menjadi relawan?
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 19 Mei 2026Bacaan: "Karena jika aku memberitakan Injil,... Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil." (1 Korintus 9:16)Renungan: Rasul Paulus adalah salah satu rasul luar biasa, yang dipakai Allah. Kehidupannya semula adalah musuh Allah. Namun, pada akhirnya ia berbalik menjadi saksi Allah. Keberanian dan kegigihan Paulus memberitakan Injil sangat besar. Keberhasilan pelayanan Paulus tidak hanya pada dirinya sendiri, tetapi juga terhadap orang-orang hebat yang ia didik, seperti Timotius dan Titus. Ada beberapa teladan didikan Paulus yang dapat kita ambil, pertama, Paulus berani menyuarakan kebenaran Injil. Paulus tidak pernah takut mati dalam memberitakan Injil Kristus. la sangat berani bahkan ia menulis dalam Filipi 1:21 "karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan". Saat Paulus di penjara pun ia berani memberitakan Injil dan beberapa orang menjadi percaya kepada Kristus. Kedua, Paulus memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan. Oleh karena relasinya dekat dengan Tuhan, ia tidak pernah khawatir. la yakin segala perkara dapat ia tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadanya (Flp. 4:13). Ketiga, Paulus mampu memberi keteladanan yang baik. "Tetapi hendaklah terus menjadi teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu" (1 Tim. 4:12). Teladan hidup Paulus mengajarkan kita untuk tidak ragu dalam melayani Tuhan dan berbicara tentang kasih-Nya kepada orang lain. Karena itu, mari jangan ragu menyediakan diri untuk melayani Tuhan dengan berkaca dari teladan Paulus. Meskipun ia berlatar belakang yang jauh dari Allah, ia berbalik menjadi pemberita Injil yang luar biasa. Meskipun masa lalu kita penuh dosa dan kesalahan, seperti Paulus, kita dapat menjadi "alat" Tuhan untuk memberitakan Injil sebagai didikan yang harus dilakukan dan dikerjakan sepanjang hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan Roh-Mu yang kudus, agar seluruh keberadaan diriku dapat mencerminkan kehadiran-Mu sendiri. Amin. (Dod).
KATA PEMRED #28PinterPolitik.comPada 7 Mei 2026, di sebuah ruangan di Jakarta, sesuatu yang lebih besar daripada rilis resminya sedang dimulai. Sekitar 60 pimpinan holding BUMN berkumpul. Yang memimpin bukan Menteri, melainkan seorang Chief Technology Officer, Sigit Puji Santosa. Yang dibicarakan kelihatan teknis: sovereign AI, sovereign cloud, kesiapan keamanan siber pasca-kuantum, satu gugus tugas bersama bernama Danantara Digital Transformation Task Force.Pertanyaan yang lebih sulit datang belakangan. Apa, sebenarnya, yang dimulai pada hari itu?
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 16 Mei 2026Bacaan: "la ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikan kepada dia. " (Lukas 15:16)Renungan: Hidup manusia sering diibaratkan seperti putaran roda. Kadang di bawah, kadang di atas. Kadang susah, kadang senang. Sering kali, keadaan ini merupakan akibat dari pilihan-pilihan yang kita buat. Kondisi yang dialami si anak bungsu dalam perumpamaan Tuhan Yesus ini menunjukkan kebenaran ini. Tadinya ia tinggal di rumah bapanya yang menyenangkan serta mengalami berbagai kelimpahan. Kemudian dengan lancangnya ia meminta bagian warisannya, lalu menghamburkannya di negeri yang jauh sesuka hatinya. Saat hartanya habis, semua temannya pun menghilang. Tak ada yang peduli padanya, sekalipun sekadar memberinya ampas makanan babi untuk disantap. Kesusahannya ini adalah buah dari pilihan yang buruk, egois, tanpa pikir panjang, serta tak menghormati bapanya. Syukurnya, saat kondisinya begitu mengenaskan, ia mengingat kebaikan hati bapanya. la pun memilih untuk kembali kepada sang bapa, mengharapkan belas kasihannya. Menjadi pelayan pun ia rela. Namun, ternyata bukan ampas atau remah-remah yang ia terima dari bapanya. Melainkan yang terbaik. la diterima sepenuhnya. Hidupnya dipulihkan. Ini adalah gambaran Allah yang senantiasa menyambut ketika kita berbalik kepada-Nya. Tangan-Nya terbuka merangkul kita. Bahkan jika kita telah membuat berbagai keputusan atau pilihan yang buruk, lalu membuat hidup kita terpuruk, Dia tetap tidak mengutuk. Dia menerima kita dengan penuh kasih. Dia tidak menawari kita hal-hal yang serupa ampas, atau pemberian setengah hati. Melainkan pemberian terbaik. Segala yang Dia punyai. Bahkan hidup-Nya sendiri. Sepantasnyalah kita menghormati serta mengasihi-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau menerima aku apa adanya. Ajarilah aku untuk selalu setia pada-Mu sebagaimana Engkau setia mendampingi hidupku. Amin. (Dod).
Pada 17 April 2026, diprakarsai oleh William Young, Dewan Direksi IndOzGroups dan berkolaborasi dengan FGMFI (Full Gospel Business Men's Fellowship International) dan IKA BiNus Australia, mereka menyelenggarakan sesi Rahasia Investasi Sukses di Konsulat Jenderal Indonesia di Melbourne.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 13 Mei 2026Bacaan: Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut..." (Lukas 16:23)Renungan: Sebuah kisah kuno menceritakan tentang seorang pengemis yang tanpa sengaja menyenggol wanita kaya. Wanita tersebut marah besar. Sambil berteriak dia berkata, "Pengemis bodoh! Apakah kamu tidak tahu saya?" Pengemis tersebut dengan ketakutan berkata, "Maaf Nyonya. Saya benar-benar tidak tahu siapa Anda." Wanita tersebut berkata dengan sombongnya, "Saya adalah orang terkaya di kota ini!" Dengan polosnya, pengemis tadi menjawab, "Maaf Nyonya, setahu saya orang yang paling kaya di kota ini adalah tukang kayu yang tinggal di ujung jalan. la sering sekali mengundang pengemis seperti saya ini untuk makan bersama di rumahnya." Wanita kaya tersebut menjadi malu. Untuk menentukan kaya tidaknya seseorang, kita selalu mengukurnya dengan sebanyak apa materi yang dimilikinya. Entahkah itu perusahaan, aset, barang-barang mewah, uang, dan kekayaan lainnya. Padahal ukuran kekayaan yang sebenarnya tidak ditentukan dari apa yang dimilikinya, melainkan apa yang telah dibagikannya. Apa gunanya kita punya banyak hal tapi menyimpan semuanya itu untuk diri kita sendiri? Apa gunanya kaya benda tapi miskin hati? Kekayaan sejatinya tidak diukur dari seberapa banyak yang kita simpan, tapi seberapa banyak yang kita bagikan. Ingatlah perumpamaan Yesus tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin. Sungguh tragis apa yang dialami oleh orang kaya itu. Setelah ia mati, ia berada dalam neraka yang penuh dengan penderitaan. Kekayaan yang selama ini ia banggakan ternyata tidak bisa menyelamatkannya. Berulang kali Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang murah hati, bukan bersikap pelit atau kikir. Toh, kalau kita nanti mati, semua harta benda yang selama ini kita simpan dan genggam erat, tidak ada yang bisa kita bawa. Lalu apa gunanya itu? Justru saat kita punya kesempatan untuk berbagi. lakukanlah hal tersebut dengan sukacita. Ada yang lebih penting dari sekadar mengejar sukses, yaitu memiliki hidup yang bermakna untuk sesama. Ada yang lebih penting daripada sekadar kaya materi, yaitu kaya hati. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kemurahan hati-Mu, sehingga aku selalu tergerak untuk menolong orang yang menderita. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan: RD. Yohanes I Made Pantyasa ManadoYoh 15:26-16:4a.
Ada 2 hal yang penting untuk menjadi pemimpin yang berhasil :1) Stewardship / pengelolaan (Mat 25:14-15)Mempercayakan : Menyerahkan sesuatu yang bernilai dengan harpan dikelola, bukan disimpan.-Temukan talenta kita-Temukan kekuatan kita-Temukan fokus kita2) Relationship / hubungan (Mat 25:27)-Bangun pertemanan-Bangun perjalanan-Bangun ketulusan
Seri pembahasan tema "Menjadi murid Kristus": Makna Darah Kristus dalam proses kita menjadi murid Kristus.
Hidangan favorit yang dinikmati oleh masyarakat Turkiye dan Yunani telah memicu ketegangan budaya baru antara kedua negara.