POPULARITY
Categories
26 tahun bukan waktu yang pendek untuk sebuah perjalanan panjang Radio Elshinta, ragam peristiwa menyertai perjalanan Elshinta dengan menyajikan berita dan fakta peristiwa. Sebagai radio berita tentu saja tantangan yang dihadapi menyajikan berita dengan cepat tepat dan akurat. Pentingnya peran Radio Elshinta sebagai rujukan informasi yang aktual membantu masyarakat untuk menghindari berita bohong atau hoax.Inilah penuturan Dosen dan Wartawan Senior, Norman Meoko
Pembawa Renungan : RP. Antonius Rajabana, OMI Jakarta Mrk. 7:31-37.
Pdt. Wigand Sugandi
Ulasan ini melaporkan kondisi terkisi aset saham Indonesia, emas, dan bitcoin yang mengalami anjlok cukup dalam. Kejatuhan aset-aset strategis ini justru menjadi peluang bagi anda calon investor baru yang memikirkan kapan memulai dan aset apa yang dimiliki.Podcast ini mengulas kondisi terkini IHSG, Bitcoin, dan Emas serta alasan mengapa kondisi "anjlok" justru merupakan waktu terbaik bagi investor pemula untuk membangun portofolio.Podcast ini mengajak anda untuk bersiap sebagai investor dengan ketiga aset yang dalam kondisi diskon. Simak ulasannya, pilih asetmu, dan jadilah investor cerdas yang berani ambil langkah saat yang lain ragu. Jangan tunggu nanti, mulailah saat diskon!
Tentu saja banyak belajar ya, teman-teman. Tapi yang kamu pelajari juga jangan hanya pelajaran yang formal-formal saja.Carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Bisa dengan mengambil sertifikasi, nongkrong di lingkungan pertemanan yang baik, ikut komunitas, ataupun organisasi-organisasi, baik di dalam maupun di luar kampus. Yang penting jangan organisasi teroris ya! Mendingan organisasi telolet, agar kamu bisa memahami bagaimana mengatur trayek bus yang bagus.
Pembawa Renungan : RD. Yustinus Kurniawan Karwayu Denpasar Bali Mrk. 4:21-25
Pembawa Renungan : RP. Agus Malo, CSSR Sumba Mrk. 3:31-35
Unlearning atau proses "tidak mempelajari" kembali adalah langkah awal yang krusial untuk pertumbuhan pribadi di era yang serba cepat ini. Seringkali, hambatan terbesar dalam kemajuan bukanlah kurangnya informasi baru, melainkan kegigihan kita dalam memegang teguh asumsi, kebiasaan, atau pengetahuan lama yang sudah tidak relevan lagi. Proses unlearn menuntut kerendahan hati untuk mengakui bahwa apa yang kita anggap benar di masa lalu mungkin tidak lagi efektif saat ini. Dengan secara sadar melepaskan pola pikir yang menghambat, kita menciptakan ruang mental yang diperlukan untuk menerima perspektif yang lebih segar dan inovatif. Setelah berhasil mengosongkan ruang tersebut, tahap selanjutnya adalah relearning atau belajar kembali dengan cara yang berbeda. Proses ini melibatkan pencarian informasi terkini, penguasaan keterampilan baru, serta pengadopsian pola pikir bertumbuh (growth mindset). Relearning bukan sekadar menumpuk pengetahuan, melainkan membangun fondasi pemahaman yang lebih kuat berdasarkan konteks zaman sekarang. Hal ini membutuhkan keberanian untuk mencoba, bereksperimen, dan bahkan mengalami kegagalan sebagai bagian dari proses pematangan intelektual. Fokus utamanya adalah pada fleksibilitas kognitif agar kita tetap mampu menavigasi perubahan dengan tangkas. Sebagai kesimpulan, kemampuan untuk terus-menerus melakukan siklus unlearn dan relearn adalah keterampilan hidup paling berharga di abad ke-21. Di dunia yang terus bertransformasi secara digital dan sosial, seseorang yang berhenti belajar akan dengan cepat tertinggal. Dengan menjadikan proses ini sebagai bagian dari identitas diri, kita tidak hanya menjadi individu yang lebih kompeten secara profesional, tetapi juga lebih bijaksana dalam memahami dinamika kehidupan yang kompleks. Menjadi pembelajar sepanjang hayat berarti selalu siap membuang yang usang dan memeluk yang baru demi pertumbuhan yang berkelanjutan.
Adaptasi telah menjadi mantra modern yang mengharuskan kita terus berlari mengejar perubahan tanpa henti, namun Barbara Stiegler mengingatkan adanya jurang pemisah yang berbahaya antara biologi dan teknologi. Tubuh manusia, yang merupakan produk evolusi jutaan tahun, bergerak secara lambat, sementara lingkungan digital dan pasar global yang kita ciptakan melesat dalam hitungan detik. Akibatnya, perintah politik untuk "beradaptasi" sering kali menjadi paksaan sistemis yang menuntut manusia untuk terus melakukan pembaruan diri layaknya perangkat lunak, menciptakan tekanan stres massal karena kita dipaksa melampaui ritme alami kemanusiaan kita sendiri. Di tengah tekanan tersebut, Ronald Heifetz menawarkan perspektif kepemimpinan adaptif yang membedakan masalah teknis dari tantangan adaptif yang sesungguhnya. Adaptasi yang sehat bukan berarti membuang seluruh identitas lama, melainkan sebuah proses selektif tentang apa yang harus dipertahankan dan apa yang harus dilepaskan agar kita dapat terus berkembang tanpa kehilangan arah. Hal ini menuntut kita untuk "naik ke balkon" guna melihat pola besar di tengah keriuhan, serta mengelola konflik secara orkestrasional agar perubahan perilaku kolektif dapat terjadi tanpa menghancurkan tatanan yang ada. Pada akhirnya, adaptasi sejati haruslah menjadi ruang demokrasi di mana manusia memiliki kedaulatan untuk menentukan arah perubahannya sendiri, bukan sekadar menjadi alat produktivitas bagi pasar. Kita harus berani menolak posisi sebagai "benda mati" yang dibentuk sistem dan mulai menghargai kembali akal, rasa, serta ritme hidup yang manusiawi. Menjadi adaptif yang sesungguhnya berarti memiliki keberanian untuk sesekali berhenti sejenak, mengambil napas, dan memastikan bahwa setiap langkah penyesuaian yang kita ambil adalah untuk memperkaya makna hidup, bukan sekadar untuk bertahan hidup dalam roda mesin yang tak pernah berhenti.
Bpk. Suranta Sembiring
Being the 911 at the office is…answering calls that start with “maaf ganggu”, dan hampir selalu berakhir dengan “makasih banget yaa
Pembawa Renungan : Christian Aditya Tangerang Mrk. 1:40-45.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 14 Januari 2026Bacaan: "Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah." (3 Yohanes 1:11) Renungan: Pada dasarnya manusia adalah makhluk peniru. Sejak lahir, kita belajar bicara, berjalan, melakukan sesuatu, dll, dari meniru orang tua dan orang di sekitar kita. Semakin besar, hal itu terus berlanjut. Saat remaja, kita suka meniru artis idola atau orang dewasa lainnya. Saat bekerja atau berbisnis, kita meniru orang yang kita anggap sukses. Dalam memilih model pakaian atau rambut, kita juga meniru. Dalam belajar sesuatu, kita pun banyak meniru. Banyak orang juga punya keinginan bisa seperti si ini atau si itu. Lagi-lagi itu juga meniru. Tuhan tidak pernah melarang kita meniru. Tuhan tahu dan la pun menciptakan kita sebagai makhluk sosial yang belajar dengan saling meniru. Namun, firman Tuhan di 3 Yohanes 1:11 ini mengingatkan kita untuk selektif dalam meniru. Tirulah hal yang baik, jangan yang jahat/buruk! Sederhana, tapi sangat penting diperhatikan. Ada banyak tokoh Alkitab juga peniru. Timotius adalah seorang peniru, tapi yang ia tiru adalah Lois, neneknya, Eunike, ibunya, dan kemudian Paulus. Melalui nenek dan ibunya, Timotius belajar memiliki iman kepada Allah. Melalui Paulus, Timotius belajar meniru bagaimana bisa memberikan ajaran Injil yang sehat dan bagaimana agar imannya dapat ia hidupi dengan sempurna. Paulus memang sosok yang patut ditiru. Meski demikian Paulus pun juga meniru, yaitu meniru teladan Kristus. Mari renungkan, siapa yang kehidupannya secara tidak sadar sudah kita tiru selama ini? Alangkah indah jika kita seperti Timotius, yang bisa menemukan sosok panutan yang tepat, yang kehidupannya berpadanan dengan teladan Kristus! Tapi, waspadalah jika kita ternyata lebih tergoda meniru sosok yang membuat kita memikirkan dan melakukan hal-hal yang salah, yang tidak sesuai teladan Kristus. Demikian pula, sadarilah juga bahwa bisa jadi ada orang yang juga meniru kita. Nah, apakah kita selama ini sudah memberikan teladan yang baik atau buruk? Itu kembali lagi, dimulai dari siapa yang kita tiru dan teladani dalam hidup ini. Semoga kita bisa meneladani yang baik dan bisa menjadi teladan yang baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dalam berteman, agar aku tidak salah memilih teman. Sehingga melalui hikmat-Mu aku mendapatkan teman yang bisa membawa aku lebih dekat pada-Mu. Amin. (Dod).
Cerita kehidupan pribadi Bhante Abhijato dan alasan mengapa beliau memilih menjadi bhikkhu.
Seni memandu kelompok bukan sekadar memimpin rapat, melainkan keterampilan menjaga keseimbangan antara dinamika manusia dan pencapaian tujuan bersama. Seorang fasilitator berperan sebagai arsitek struktur diskusi yang mencegah tim terjebak dalam pemikiran seragam atau "Group Think" yang merugikan. Dengan menciptakan ruang yang aman bagi setiap anggota untuk berekspresi tanpa takut dikritik, fasilitator memastikan bahwa proses pemecahan masalah berjalan secara objektif dan terhindar dari konflik emosional yang tidak perlu. Inti dari fasilitasi yang efektif terletak pada kemampuan memicu kreativitas melalui fase berpikir divergen. Fasilitator menerapkan aturan dasar yang ketat, seperti menunda penilaian terhadap ide di awal sesi dan mendorong pemikiran yang tidak biasa guna mengejar kuantitas gagasan. Dengan bantuan berbagai alat bantu seperti Brainwriting, Mind Mapping, atau Six Thinking Hats, kelompok diajak untuk mengeksplorasi perspektif baru dan membangun inovasi di atas ide rekan mereka sendiri. Proses kreatif ini sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap potensi solusi telah dieksplorasi secara maksimal sebelum kelompok melangkah ke tahap pengambilan keputusan. Terakhir, seni ini mencapai puncaknya pada fase berpikir konvergen, di mana ide-ide yang beragam disaring secara sistematis menjadi sebuah keputusan yang matang. Melalui penetapan kriteria keberhasilan yang jelas dan penggunaan teknik pengambilan keputusan yang objektif, seperti matriks keputusan berbobot atau analisis medan kekuatan, fasilitator membantu kelompok mencapai konsensus yang solid. Kesuksesan seorang fasilitator tercermin pada kemampuannya menyatukan berbagai perbedaan pendapat menjadi sebuah solusi terpadu yang didukung sepenuhnya oleh seluruh anggota, menciptakan hasil kolektif yang jauh lebih kuat daripada sekadar jumlah pemikiran individu.
Fasilitasi merupakan seni memandu sekelompok orang melalui proses diskusi atau perencanaan untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif. Berbeda dengan instruktur atau presenter yang berperan sebagai ahli materi dan pusat informasi, seorang fasilitator adalah ahli proses yang fokus pada dinamika kelompok daripada hasil keputusan akhir. Prinsip utama dalam peran ini adalah menjaga netralitas dan kesadaran bahwa sesi tersebut bukan tentang opini pribadi fasilitator, melainkan tentang bagaimana peserta berkolaborasi. Dengan berbagi kontrol kepada kelompok, fasilitator menciptakan ruang bagi sinergi dan ide-ide baru untuk muncul tanpa adanya dominasi sepihak. Seorang fasilitator yang terampil harus menguasai tiga bidang utama: mengelola proses agenda, menjadi sumber daya teknik pemecahan masalah, dan menjaga netralitas emosional. Keterampilan inti seperti mendengarkan aktif dan mengajukan pertanyaan terbuka sangat krusial untuk merangsang partisipasi serta menggali pemikiran mendalam dari anggota tim. Selain itu, fasilitator harus memiliki empati yang tinggi dan kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif guna melindungi anggota dari serangan pribadi. Dengan gaya kepemimpinan yang partisipatif, fasilitator memastikan setiap suara didengar sehingga konsensus yang dicapai benar-benar mencerminkan kesepakatan kolektif yang solid. Dalam konteks modern, tantangan fasilitasi meluas ke ranah virtual yang menuntut ketelitian ekstra dalam komunikasi dan pemeriksaan teknis secara rutin agar keterlibatan peserta tetap terjaga. Organisasi juga perlu bijak dalam memilih fasilitator, apakah menggunakan pihak internal yang memahami konteks perusahaan namun berisiko kurang objektif, atau pihak eksternal profesional yang membawa netralitas penuh meskipun memerlukan waktu adaptasi lebih lama. Pada akhirnya, keberhasilan seorang fasilitator ditentukan oleh kemampuannya untuk tampil jujur, menarik, dan informatif, sembari tetap menjaga jarak dari pengambilan keputusan konten demi kemajuan dan kemandirian kelompok yang dipandunya.
Pembawa Renungan : RD. Aloysius Wilar Manado Mrk. 1:14-20.
Bpk. Ichwan Cahyadi
NS:1. Pengamat Ekonomi Politik, Salamudin Daeng 2. Praktisi hukum dari pusat bantuan hukum masyarakat, Ralian Jawalsen
3 Prinsip Menjadi Murid Kristus - Ibu Sari - 4 Januari 2026 - GBI Sariwangi
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 5 Januari 2026Bacaan: "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. " (Matius 7:24-25)Renungan: Ada seorang dosen yang sangat pandai dan hebat dalam mengajar. Karena itu, berbagai universitas sering mengundangnya untuk mengajar. Suatu kali ia diundang mengajar di satu universitas yang ia belum pernah mengajar sebelumnya. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia diantar sopirnya pergi ke universitas itu. Di tengah perjalanan ia iseng berkata kepada sopirnya, "Sebenarnya hari ini saya lelah sekali. Saya tidak ingin mengajar." Sopirnya berkata, "Bapak tidak usah mengajar sore ini, biar saya saja yang menggantikan Bapak." "Lho, kamu bisa gantiin saya?" tanya dosen tersebut. "Iya Pak. Saya kan sudah mengantar Bapak puluhan kali dan Bapak mengajar yang itu-itu juga, jadi saya sudah hafal Pak. Saya pasti bisa. Lagipula universitas itu belum tahu bagaimana wajah Bapak, jadi tidak perlu khawatir, Pak!" jawab sopir itu dengan yakinnya. Akhirnya dosen itu pun setuju. Lalu mereka bertukar tempat, dosen menyetir mobil dan sopir duduk di belakang layaknya seorang dosen. Tiba di universitas tersebut, sopir yang berlagak seperti dosen itu masuk kelas dan langsung mengajar. Sedangkan dosen yang asli mendengar dan melihat dari luar apa yang diajarkan oleh sopir itu. Dan ternyata, dengan mendengar puluhan kali saja, sopir itu betul-betul bisa mengajar persis dari A sampai Z. Namun di akhir perkuliahan timbul masalah, yaitu ketika sampai di sesi tanya jawab. Seorang mahasiswa bertanya, "Pak, bagaimana menerapkan apa yang Bapak ajarkan itu ke dalam kehidupan sehari-hari?" Sopir itu bingung karena ia tidak bisa menjawab. Tetapi ia tidak habis akal. "Wah, ini pertanyaan yang sangat mudah. Saking mudahnya sopir saya saja bisa menjawabnya!" Lalu ia memanggil "sopirnya". Akhirnya "sopirnya" itu dengan mudah menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya. Seperti sopir itu, orang bisa memiliki banyak pengetahuan tanpa tahu mempraktikkannya. Sebagai anak-anak Tuhan kita bisa juga seperti sopir ini yang tahu banyak kebenaran firman Tuhan, tetapi berhenti hanya sampai di pengetahuan saja, tanpa mempraktikkannya. Yesus berfirman, "Setiap orang yang mendengar perkataanku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu." Perkataan ini diberikan oleh Yesus sebagai penutup dari khotbah di bukit. Oleh karena itu, mari kita menjadi orang yang bijaksana, yakni orang yang setelah mendengarkan firman Tuhan kemudian menjadi pelaku dari firman tersebut. Jauhkan diri dari menjadi orang bodoh, yang hanya mendengar tanpa mau melakukan. Keputusan ada di tangan kita masing-masing, mau menjadi orang bijak atau orang bodoh. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin menjadi orang yang bijaksana, dengan menjadi pelaku dari setiap firman Tuhan yang aku dengar setiap hari. Amin. (Dod).
Menjadi pemimpin itu ternyata bukan soal memindahkan bidak catur di atas papan kayu. Itu gaya lama. Gaya yang mengira semua kecerdasan hanya menumpuk di kepala sang komandan, sementara yang lain cuma pelaksana. Sekarang, zaman yang serba cepat ini menuntut kita berubah menjadi tukang kebun. Ingat: tukang kebun tidak pernah "menumbuhkan" tanaman—tanaman tumbuh sendiri secara organik. Tugas sang pemimpin hanyalah memastikan lingkungannya pas, tanahnya subur, dan airnya cukup agar kehidupan bisa mekar dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa. Di dalam kebun organisasi itu, sang pemimpin sibuk menjaga "iklim" agar tetap sehat. Ia harus berani meruntuhkan tembok-tembok penyekat atau silo yang membuat informasi mandek di satu pojok saja. Ia tidak lagi sibuk mendikte setiap daun harus tumbuh ke arah mana. Sebaliknya, ia memberikan kepercayaan penuh kepada mereka yang berada di garis depan untuk mengambil keputusan kilat saat badai datang. Syaratnya cuma satu: semua orang harus sudah memegang konteks besar yang sama—sebuah kesadaran bersama yang membuat instruksi dari atas tak lagi diperlukan untuk hal-hal teknis. Inilah masa depan kepemimpinan, terutama bagi para penggerak perubahan sosial di tanah air. Kita tidak bisa lagi bekerja sendirian seperti pahlawan kesiangan dalam struktur yang kaku. Masalah yang kita hadapi sudah berbentuk jaringan yang rumit, maka obatnya pun harus berupa ekosistem yang saling terhubung. Dengan menjadi tukang kebun yang tekun, kita sebenarnya sedang membangun sebuah sistem yang bukan hanya kuat menahan guncangan, tapi juga lentur dan mampu belajar dari ketidakpastian dunia yang makin tidak terprediksi ini.
In the midst of a series of disasters that hit Sumatra, efforts to restore the functioning of the ecosystem of Tesso Nilo National Park (TN) in Riau are becoming urgent. Unfortunately, this restoration effort faced severe challenges, especially the harsh rejection of anarchist actions from the peoples who already inhabited and cultivated the area. - Di tengah serangkaian bencana yang melanda Sumatera, upaya mengembalikan fungsi ekosistem Taman Nasional (TN) Tesso Nilo di Riau menjadi sangat mendesak. Sayangnya, upaya restorasi ini menghadapi tantangan berat, terutama penolakan keras yang diwarnai aksi anarkis dari masyarakat yang sudah mendiami dan menggarap kawasan tersebut.
Menjadi Muslim Anti Stres
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah MENJADI ANAK YANG BERHATI-HATIDiambil dari:1 Tesalonika 5:21 (TB)“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”Wonder Kids! Hari ini kita belajar tentang pentingnya mencari kebenaran.Di dunia ini, banyak informasi terdengar benar padahal tidak. Kadang ada orang yang bercerita sesuatu dengan meyakinkan, tapi apakah semuanya benar? Misalnya, ada seseorang bilang kalau kamu mengucapkan kata tertentu saat pesan makanan, kamu akan dapat bonus gratis. Kedengarannya menarik, tapi apakah itu benar? Kita tidak tahu sebelum mengeceknya. Itulah sebabnya kita tidak boleh mudah percaya sesuatu tanpa memeriksanya terlebih dahulu.Beberapa orang mengira bahwa percaya kepada Tuhan berarti percaya tanpa berpikir. Tetapi itu tidak benar. Tuhan tidak marah ketika kita bertanya, mencari, dan ingin memahami kebenaran. Justru Tuhan memberi kita banyak alasan untuk percaya kepada-Nya.Alkitab berkata dalam Amsal 8:17:“Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan aku.”Kalau kita sungguh-sungguh mencari kebenaran, kita akan menemukan Tuhan.Dan menemukan Tuhan jauh lebih berharga dari hal apa pun yang ditawarkan dunia. Cobalah ingat: adakah sesuatu yang pernah kamu dengar, tapi ternyata baru kamu percaya setelah kamu cek? Atau adakah hal tentang Tuhan yang membuatmu semakin yakin bahwa Dia nyata dan mengasihimu?Wonder Kids, hari ini kalau kamu mendengar suatu berita, gosip, atau informasi, jangan langsung percaya. Katakan dalam hatimu:“Tuhan, tolong aku membedakan yang benar dan yang tidak benar.”Mari kita berdoa, Tuhan, tolong aku menjadi anak yang mau mencari kebenaran. Ajari aku untuk menguji semua yang kudengar dan memegang apa yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonderkids, Tuhan sangat senang ketika kita mencari kebenaran, dan Dia berjanji menuntun kita menemukannya. Tuhan Yesus memberkati.
Pembawa Renungan : dr. Robert Reverger, SpKJ Denpasar Bali Yoh 1:1-18
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 31 Desember 2025Bacaan: "Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar, tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu." (Yesaya 59-1-2)Renungan: Banyak pengikut Yesus yang berdoa agar Tuhan menyertal kehidupannya, namun di sisi lain mereka kurang menghargai penyertaan Tuhan. Mungkin kita bertanya. "Kapan saya tidak menghargai penyertaan Tuhan?" Jawabnya adalah ketika kita tidak lagi hidup dalam ketaatan dan lebih memilih menuruti keinginan daging; ketika kita membenci orang lain dan tidak mau mengampuni; ketika kita berbohong; ketika kita mengabaikan jam-jam doa dan kesempatan untuk beribadah di gereja serta malas untuk membaca Firman Tuhan; ketika kita berdoa supaya usaha suami/ Istri diberkati dan anak-anak diberi ketaatan pada orang tua, pandai sehingga naik kelas, tetapi gadget telah menyita waktu dan perhatian kita terhadap suami/istri atau anak-anak; ketika kita menutup mata terhadap orang miskin, lemah dan menderita, dsb. Saat kita melakukan itu semua, itu artinya kita sedang tidak menghargai penyertaan Tuhan. Akibatnya adalah. "Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama (2 Tim 3:2-7). Marilah kita mengintrospeksi diri, kalau hari ini kesetiaan kita dengan pasangan mulai luntur; atau perhatian kita terhadap anak-anak mulai berkurang; atau anak-anak mulai memberontak terhadap kita, mungkin dalam hal ini kita harus lebih lagi menghargai penyertaan Tuhan terhadap hidup kita dan mensyukuri semua yang Tuhan berikan untuk kita. Ingatlah. Tuhan membutuhkan kita untuk menjadi saluran kasih bagi orang-orang di sekitar kita. Jangan sampai saluran kasih itu menjadi racun yang mematikan bagi kehidupan orang-orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berjanji untuk tidak pernah meninggalkan aku. Namun karena dosa dan kelalaianku, mengakibatkan aku menyembunyikan diri terhadap-Mu. Ajarilah aku untuk mulai menghargai setiap penyertaan dan berkat-berkat yang telah Kau curahkan kepadaku. Jangan biarkan nafsu duniawi menyita waktu ku untuk Engkau dan keluargaku. Yesus masuklah dalam diriku, dan kuasailah hati dan pikiranku, agar aku dapat menjadi saluran berkat bagi pasangan, anak-anak, orang tua dan sesamaku. Amin. (Dod).
Melalui perjumpaan malaikat pada Maria, Yusuf, para gembala, dan juga kehadiran mereka di kandang Betlehem kita dapat belajar,Ketaatan tidak selalu terasa nyaman, penggenapan janji Allah sering kali datang melalui jalan yang tidak mau kita pilih, dan kemuliaan Allah tidak selalu tampil dalam bentuk yang kita bayangkan sebelumnya.Kita bisa memegang teguh setiap janji-Nya yang pasti akan digenapi, walau kapan waktu-Nya kita tidak mengetahuinya. Saat kita dapat mempercayai kesetiaan-Nya di hidup ini, di sanalah iman berhenti menjadi teori, dan bertumbuh menjadi relasi yang yang menenangkan, percaya, dan juga taat.—dr. Paulus Rahardjo, “Seandainya Saya Menjadi Malaikat Natal.” Dibagikan di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, Tgl. 21 Desember 2025.
Khutbah Jum'at - Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA. hafizhahullahu.Judul : Menjadi Mukmin yang Tangguh.Sumber : YouTube.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahALLAH MENJADI MANUSIAMari kita membaca Firman Tuhan dariFILIPI 2: 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.Wonder Kids, lebih dari dua ribu tahun yang lalu, di malam yang penuh bintang, Tuhan Yesus lahir. Itu adalah momen yang sangat luar biasa!Allah yang Kudus, yang tinggal di surga, menjadi manusia. Ia lahir sebagai bayi kecil di tengah keluarga yang sederhana.Allah yang besar dan menciptakan alam semesta, menjadi bayi mungil. Ia yang berkuasa atas segalanya, memilih bergantung pada Maria, seorang perempuan muda, untuk menjaga-Nya sebagai bayi.Allah datang dari surga ke dunia untuk mendekat kepada kita dan menunjukkan jalan pulang ke surga.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, Ayo, baca kisah tentang kelahiran Tuhan Yesus di Lukas 1:26-38 dan Lukas 2:1-20. Kemudian, baca Yohanes 3:1-21 untuk tahu kenapa Tuhan Yesus datang ke dunia. Inilah arti Natal yang sesungguhnya.Mari kita berdoaTuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau merendahkan diri dan menjadi manusia. Ajar aku untuk memiliki hati yang rendah hati dan melayani orang lain seperti yang Engkau lakukan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, KITA HARUS MENELADANI SIKAP RENDAH HATI DAN PELAYANAN YESUS, YANG DATANG BUKAN UNTUK DILAYANI, TETAPI UNTUK MELAYANI. Tuhan Yesus memberkati
Mengubah Perseteruan Istri - Ibu Mertua Menjadi Keharmonisan
untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu,minyak untuk pesta ganti kain kabung,
Pembawa Renungan : Linda Wahjudi Denpasar Bali Mat 7:21.24-27
Pembawa Renungan : RD. Revi Tanod Manado Mat 8:5-11
Parents, banyak yang pengen anaknya jauh lebih baik dari orang tuanya.. Tapi berharap perubahan dari anak itu sulit, kalo orang tuanya sendiri belum berubah..Nah, di episode Podcast Curhat BaBu kali ini bersama Keke Kania, terungkap kalo banyak yang harus diupayakan oleh orang tua agar anak bisa tumbuh jadi versi terbaik dirinya. Mulai dari aktualisasi diri, menerapkan active listening, sampai memutus siklus trauma dari generasi sebelumnya.Teh Keke juga mempromosikan buku yang baru ia rilis, yakni ‘Can I Talk To You,' berisi obrolan-obrolan bermakna beliau bersama dua orang buah hatinya, juga cerita-cerita menarik di dalamnya. Simak sampai selesai buat obrolan-obrolan seru dan insightful ya!Timestamp:00:00 Opening02:50 Membangun kedekatan dengan orang tua dan mertua08:30 Menerapkan ‘active listening' dan aktualisasi diri13:45 Cara membuat anak bisa terbuka ke orang tua21:15 Gak bisa sekadar nanya ‘how was your day?' ke anak24:00 Kekhawatiran ketika anak tumbuh dewasa26:58 Gak nyiapin peninggalan investasi buat anak-anak30:43 Pentingnya nyontohin relationship yang baik ke anak38:05 Cerita yang ditulis di buku ‘Can I Talk To You?'42:46 Perspektif anak-anak dan ‘learning shutdown'45:42 Detail buku ‘Can I Talk To You?'Link pembelian buku Can I Talk To You: https://www.tokopedia.com/geometrymedia/can-i-talk-to-you-conversations-with-my-children-a-mother-s-reflection-kania-annisa-anggiani-1732946712951882907Website Keke Kania: https://www.kekekania.com/
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 26 November 2025Bacaan:"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja, tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah," (Yohanes 12:24)Renungan: Suatu ketika, ada seorang anak yang bertanya pada ibunya, "Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat yang sama?" Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, "Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita." Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum. "Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu bagaimana?" Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, "Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang." Si anak kembali tersenyum, lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang. "Makasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu." Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas, "Tidak, Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu." Ada berapa banyak orangtua di antara kita yang sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak? Jadi, adalah bijak bila semua orangtua tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari. Adalah bijak jika para orangtua membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak di saat orangtua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak-anaknya di dunia. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur atas anugrah kehidupanku ini. Ajarilah aku agar melalui hidupku ini banyak hal yang bisa dipelajari oleh orang-orang yang terdekat denganku sehingga mereka boleh menjadi sukses dan mandiri melalui kehidupan yang dicontoh dariku. Berilah aku kemampuan untuk terus memberkati banyak orang melalui keteladanan hidupku. Yesus, jadikan diriku seperti diri-Mu yang dapat membuat kehidupan ini menjadi lebih berarti. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 21 November 2025Bacaan: "Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu." (Yohanes 13:15)Renungan: Mother Teresa pernah menulis: "Tebarkan kasih ke manapun anda pergi. Mulailah dari dalam rumah anda sendiri. Berikan kasih anda kepada anak-anak anda, kepada istri atau suami anda, kepada tetangga anda. Jangan pernah membiarkan seseorang yang datang kepada anda pergi begitu saja tanpa ia merasa lebih baik dan lebih bahagia. Jadilah ekspresi hidup dari kebaikan-kebaikan Tuhan. Kebaikan hati di wajahmu, kebaikan hati dalam senyumanmu, kebaikan hati dengan salam hangatmu!" Apakah hari ini kita mampu memberikan senyuman yang terindah untuk anak, orang tua, pasangan teman dan orang-orang yang kita jumpai hari ini. Mampukah kita melakukannya terhadap orang yang sudah mengecewakan hati kita? Sadarkah kita bahwa begitu banyak kita mengecewakan hati Tuhan? Tetapi walau Tuhan sering kita kecewakan, Ia tetap memberikan berkat-Nya yang selalu baru kepada kita. Lakukanlah hal yang sama juga terhadap orang yang pernah mengecewakan kita. Senyuman dan sapaan kita akan membuka rahmat Allah masuk dalam hati mereka, sehingga hati mereka menjadi gelisah dan ingin berdamai dengan kita. Hari ini seseorang merindukan senyuman kita. Berikan senyuman yang paling indah untuknya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk tetap tersenyum sekalipun hatiku sakit karena perkataan dan perbuatan orang-orang yang ada di sekitarku. Semoga dengan senyum ketulusanku untuk mereka, tangan-Mu yang penuh kuasa menjamah mereka sehingga hati mereka gelisah dan mau berdamai denganku. Yesus, masuklah dalam hatiku dan hati mereka yang sudah mengecewakanku. Amin. (Dod).
Pdt Riand Yovindra
Pdt. Riand Yovindra
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 11 November 2025Bacaan: "Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar." (Yakobus 3:5)Renungani Salah satu peristiwa kebakaran yang besar adalah kebakaran yang terjadi di Provinsi Heilojiang, bagian timur laut Cina pada tanggal 6 Mei 1987. Kejadian itu diawali dengan peristiwa sederhana, seorang pekerja hutan membuang puntung rokok. Puntung rokok tersebut jatuh pada tumpahan minyak dari mesin pemotong semak belukar yang bocor. Timbul kebakaran besar yang membumihanguskan hutan seluas 650.000 hektar dan menewaskan lebih dari 200 orang. Kita lihat, bahwa api kecil dari puntung rokok ternyata dapat membesar dan membuat masalah yang sangat besar. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami masalah yang serupa. Seringkali masalah kecil menjadi besar karena kita tidak dapat menahan lidah kita. Marilah kita mulai berusaha untuk menahan setiap perkataan yang sekiranya dapat membuat orang lain kecewa. Ingatlah satu hal, bahwa kata sia-sia yang keluar dari mulut kita, kelak harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, kuasailah lidahku, agar tidak ada perkataan yang membuat orang lain kecewa, tersakiti dan merasa tidak nyaman bila ada dekat denganku. Jangan pula keluar perkataan najis dan kotor yang dapat mencemarkan kekudusan diriku. Yesus, urapilah mulut, bibir, lidah dan suaraku, agar setiap perkataan yang keluar dari mulutku dapat memberikan berkat dan motivasi yang membangun bagi setiap orang yang mendengarnya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 26 Oktober 2025Bacaan: "Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu." (Efesus 4:2)Renungan: Salah satu bagian dari doa Santo Fransiskus Asisi adalah, "Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai-Mu, di mana ada kebencian jadikanlah aku pembawa cinta kasih." Pepatah lain mengatakan, "Bila engkau memberikan sesuatu kepada seseorang, berikanlah sesuatu yang di luar perkiraannya." Saudara-saudara Yusuf gemetar ketakutan di hadapan Yusuf yang menjadi pembesar di Mesir. Mereka menyangka inilah saatnya Yusuf membalas perlakuan buruk mereka terhadapnya. Tetapi sungguh di luar dugaan yang mengagumkan, Yusuf memberi dan melakukan sesuatu yang di luar perkiraan mereka. Yusuf mengampuni dan mengasihi mereka. Sudahkah kita juga memiliki kelemah lembutan yang memampukan kita mengampuni dan selalu membawa damai di mana ada kebencian. Kenakanlah kasih dan berilah pengampunan sebanyak mungkin bagi mereka yang menyinggung perasaan kita, bahkan bagi orang yang pernah punya rencana jahat terhadap kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, hati yang penuh dengan damai dan pengampunan. Jangan biarkan kebencian dan amarah menguasai hatiku tetapi biarlah pengampunan-Mu menguasai hatiku sehingga melalui kehadiranku, aku dapat menghadirkan-Mu di tengah-tengah sesamaku. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : Yvonne & Joppy Taroreh Jakarta Luk. 13:1-9
Kencan Dengan Tuhan Sabtu, 25 Oktober 2025Bacaan: Yesaya 52:7 "Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!" Renungan: Lima belas tahun lalu tepatnya tanggal 25 Oktober 2010 setelah saya membeli handphone blackberry second, Tuhan menggerakkan saya untuk mengirim doa pagi untuk murid-murid, orang tua murid dan juga teman-teman yang juga memakai blackberry. Tujuan saya hanya sederhana, yaitu supaya saya dan mereka bisa meluangkan waktu beberapa menit untuk menyapa Tuhan. Setelah beberapa hari ada seorang murid yang memberikan komentar, "Pak Doddy, kenapa hanya doa pagi saja. Kenapa bapak gak buat satu paket, ada bacaan, renungan singkat dan doa singkat, sehingga kita bisa baca lengkap tiap hari." Kemudian saya pun memulai untuk mewujudkan usulan murid saya tersebut. Setiap hari dalam perjalan pulang pergi ke sekolah, di sekolah atau saat bertemu teman-teman, kalau ada kejadian menarik saya selalu tulis menjadi sebuah renungan harian yang saya beri nama "Kencan Dengan Tuhan". Terkadang kalau saya sedang kumpul dengan teman-teman dan kalau ada hal menarik, ada saja teman yang berkata, " Wah, hati-hati nih, besok bisa masuk Kencan Dengan Tuhan." Seiring berjalannya waktu saya pun mulai membeli buku-buku cerita singkat mengenai kehidupan yang menginspirasi dan sebagainya. Melalui kisah itu saya mengemas menjadi renungan singkat. Ternyata tanpa saya sadari ada banyak orang yang terberkati dengan renungan Kencan Dengan Tuhan. Banyak orang-orang baik hati yang Tuhan pilih menjadi kurir-kurir-Nya untuk juga menyebarkan renungan tersebut, sampai akhirnya pada tanggal 30 April 2021 melalui orang-orang yang baik, saya mendapatkan Rekor Indonesia Muri sebagai penulis naskah harian Kencan Dengan Tuhan. Tidak terasa hari ini sudah 15 tahun Kencan Dengan Tuhan menemani hari-hari banyak orang untuk memberi makanan bagi rohani mereka. Kita adalah kurir Tuhan. Sebagai kurir Tuhan yang baik, kita harus membawa sesuatu yang baik dalam diri kita. Sesuatu yang baik itu adalah firman Tuhan, bukan gosip, fitnah, cemoohan, berita dusta atau kata-kata yang menjatuhkan. Firman Tuhan akan menghibur, menguatkan dan menasihati orang, tetapi gosip dan "teman-temannya" tersebut akan menghancurkan orang. Sebagai kurir Tuhan yang baik, kita harus memastikan menjaga firman Tuhan itu hingga sampai kepada setiap orang. Kadang firman Tuhan ditolak gara-gara sang kurir yang berkelakuan buruk, sekalipun firman yang dibawanya adalah benar. Oleh sebab itu, mari, apa yang sudah ditanamkan dalam diri kita, yaitu karakter yang baik, kita wujudkan dalam sikap hidup dan perbuatan nyata sehari-hari. Saya sudah berusaha menjadi kurir Tuhan walau harus jatuh bangun. Kini saya mengajak kita semua yang setia membaca Kencan Dengan Tuhan, untuk juga menjadi kurir-kurir rohani sehingga banyak jiwa dibawa semakin dekat pada Tuhan. Terima kasih untuk kesetiaannya membaca renungan Kencan Dengan Tuhan selama 15 tahun ini. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah mulut, bibir, lidah dan suaraku dengan kuasa-Mu, agar setiap pemberitaan firman yang kusampaikan dapat diterima oleh setiap orang, sehingga mereka mendapatkan kelepasan, kesembuhan dan kelegaan. Perbaharui juga karakterku, agar melalui kehadiranku, nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 20 Oktober 2025Bacaan: "Jadi kami ini adalah utusan utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami: dalam nama Kristus kami meminta kepadamu berilah dirimu didamaikan dengan Allah." (2 Korintus 5:20)Renungan: Selama perang dunia II, ada sebuah Gereja kecil di Frankfurt Jerman yang rusak berat karena kena bom. Seusai perang, mulailah warga paroki memperbaiki Gereja tersebut. Salah satu yang hancur berserakan adalah patung Yesus. Syukurlah, akhirnya mereka dapat menemukan bagian-bagian patung tersebut kecuali kedua belah tangannya. Dalam sebuah pertemuan, mereka mendiskusikan dan memperdebatkan perlunya seorang pemahat untuk membuat kedua tangan yang baru bagi patung tersebut. Namun pada akhirnyamereka memutuskan untuk membiarkan patung tersebut tanpa tangan. Sebagai gantinya mereka menulis di bawah patung tersebut "Kristus Tidak Memiliki Tangan-Tangan Lagi Selain Tangan Kita." Semakin banyak warga Paroki dan orang-orang yang datang ke Gereja tersebut disadarkan bahwa sekarang karya Yesus di dunia ini harus dilaksanakan oleh mereka yang telah memilih untuk mengikuti Yesus. Kristus tidak memiliki tangan lagi, Ia hanya memiliki tangan kita di dunia ini untuk mengerjakan apa yang hari ini Ia ingin selesaikan. Kristus tak memiliki kaki lagi, Ia hanya memiliki kaki kita di dunia ini untuk mencari orang yang membutuhkan pertolongan-Nya. Kristus tak memiliki mulut lagi, Ia hanya memiliki mulut kita di dunia ini untuk menceritakan kepada orang semua kebaikan-Nya. Kristus hanya memiliki kita untuk tetap tinggal di dunia ini. Marilah kita menebar kasih kepada semua orang agar mereka tahu bahwa Yesus sungguh mengasihi mereka melalui kehadiran kita. Tuhan Yesus Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mencurahkan kasih-Mu yang terbesar dengan memberi Yesus Putera-Mu menjadi Tuhan dan Juruselamat kami. Melalui kehadiran Yesus kami diajarkan bagaimana mengasihi Allah dan sesama. Kini Yesus sudah tidak hadir lagi secara jasmani di dunia, namun kami percaya tugas menebar kasih yang sudah dilakukan Yesus belum selesai. Kini Ia menugaskan kami untuk menyelesaikan semua tugas itu. Curahkanlah Roh Cinta Kasih-Mu dalam hati kami, agar kami mampu menebar kasih-Mu pada sesama yang membutuhkan kasih kami, teristimewa orang-orang yang terdekat dengan kami; suami, istri, anak-anak, orang tua dan kekasih kami. Yesus jadikanlah hati kami seperti hatimu, hati yang mampu membagi cinta, perhatian dan tindakan kasih kepada siapapun juga. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 21 Oktober 2025Bacaan: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya." (Matius 13:31b) Renungan: Yesus memberikan suatu perumpamaan bahwa Kerajaan Sorga seumpama biji sesawi yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain. Hal ini mau menggambarkan bahwa bilamana hidup kekristenan kita sehari-hari tumbuh subur dengan nilai-nilai kebenaran firman Tuhan sehingga tidak ada lagi tipu daya, kemunafikan, dusta, kebohongan, dan segala sesuatu yang berbau tidak benar, maka hal itu akan menjadi daya tarik yang luar biasa bagi orang-orang yang belum percaya. Bilamana hidup kita dipenuhi dengan nilai-nilai hidup kristiani dan kuasa Tuhan, maka hidup kita akan menjadi berkat bagi banyak orang. Orang akan senang datang dan bergaul dengan kita. Mereka akan datang meminta nasihat dan jalan keluar. Mungkin mereka datang sekadar untuk curhat karena mereka yakin, kitalah tempat yang pas untuk itu. Apakah saat ini kehadiran kita memberikan kenyamanan sehingga banyak orang datang meminta nasihat, pertolongan dan doa? Atau kehadiran kita membuat orang lain tidak nyaman dan ingin cepat-cepat pergi meninggalkan kita? Mari kita undang Yesus masuk dalam hati kita yang terdalam, agar Ia menguasai seluruh keberadaan kita, sehingga kehadiran kita senantiasa dinantikan oleh banyak orang. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau sampai hari ini hidupku belum bertumbuh seperti yang Engkau kehendaki. Masih begitu banyak godaan dunia yang menyita waktu dan perhatianku terhadap orang lain. Ingatkan aku Yesus, agar hidupku bisa berarti bagi orang lain, sehingga melalui kehadiranku, nama-Mu semakin dimuiakan. Amin. (Dod).
Episod kali ini, yang keluar pada bulan Kebangsaan, kita sembang dengan Capt. Raeiz, seorang content creator yang juga merupakan juruterbang untuk TUDM.Instagram Thinker: https://www.instagram.com/thinker.studios/?hl=enHear us on Spotify: https://open.spotify.com/show/5KXoqorpVXT9sIVq8lYMyK
Pembawa Renungan : RD. Revi Tanod Manado Luk. 10:25-37
Pembawa Renungan : dr. Robert Reverger, SpKJDenpasar Bali Luk. 9:51-56
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 276 (Matius 20:1-16): Bagian ini melanjutkan tema “terdahulu menjadi terakhir dan terakhir menjadi terdahulu”. Tuhan Yesus mendidik para murid dengan memberikan perumpamaan mengenai pekerja-pekerja di kebun anggur. Kebun anggur dan pemiliknya adalah simbol Israel dan Allah yang memiliki Israel (Yes. 5:1-7). Dan pada bagian ini dikisahkan bahwa pemilik kebun anggur pergi mencari pekerja bagi kebun anggurnya.