POPULARITY
Categories
Usul Tafsir Kitab Fauzul Kabeer EP58 - Maulana Abdul Hadi Yaakob - Apakah sebab 'ijaz (yang melemahkan aqal) tentang Quran
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Pembohong, Gila, atau Tuhan? Diambil dari: Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”Wonder Kids, ada seorang penulis Kristen bernama C.S. Lewis yang pernah menjelaskan sesuatu yang sangat penting tentang Yesus. Ia berkata kira-kira begini: kalau Yesus berkata bahwa Dia adalah Anak Allah, maka hanya ada beberapa kemungkinan. Bisa saja Yesus berbohong. Bisa saja Yesus gila. Atau, memang Yesus benar-benar adalah Tuhan.Mari kita pikirkan bersama. Apakah Yesus berbohong? Tidak. Orang yang berbohong biasanya ingin mencari keuntungan untuk dirinya sendiri. Tetapi Yesus justru hidup dalam kasih, kebenaran, dan pengorbanan. Ia tidak memakai orang lain untuk kepentingan-Nya sendiri. Ia malah rela menderita dan mati di kayu salib. Itu bukan hidup seorang pembohong.Lalu, apakah Yesus gila? Juga tidak. Yesus berbicara dengan hikmat yang luar biasa. Ia tenang, penuh kasih, tahu apa yang Ia lakukan, dan mengerti hati manusia. Hidup-Nya tidak kacau. Justru hidup Yesus sangat benar, indah, dan penuh kuasa. Itu bukan tanda orang yang kehilangan akal.Kalau begitu, tinggal satu jawaban yang paling masuk akal: Yesus berkata benar. Yesus memang adalah Tuhan. Yesus bukan hanya guru yang baik. Yesus bukan cuma orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa.Wonder Kids, ini penting sekali. Kadang-kadang orang ingin membuat Yesus terasa “aman,” misalnya hanya menyebut-Nya guru yang bijaksana atau orang baik. Tetapi Yesus tidak memberi kita pilihan itu. Kalau kita sungguh mendengar perkataan-Nya, kita harus mengambil keputusan: apakah kita menolak-Nya, atau percaya kepada-Nya sebagai Tuhan?Firman Tuhan dalam Roma 10:9 berkata bahwa kalau kita mengaku Yesus adalah Tuhan dan percaya bahwa Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati, kita akan diselamatkan. Jadi, yang Tuhan mau bukan hanya kita kagum kepada Yesus, tetapi sungguh percaya kepada-Nya dengan hati dan mulut kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, aku percaya Engkau bukan pembohong atau orang gila. Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau berkata benar tentang diri-Mu. Terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang datang menyelamatkanku. Tolong aku supaya sungguh percaya kepada-Mu dengan segenap hatiku dan berani mengaku bahwa Engkaulah Tuhanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan pembohong atau orang gila, tetapi Tuhan yang sejati dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Sebab-Sebab Perpecahan Umat Islam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Burhan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 28 Muharram 1448 H / 13 Juli 2026 M. Kajian Tentang Sebab-Sebab Perpecahan Umat Islam Pembahasan sebelumnya telah mengulas faedah ketiga dari sebagian kisah Nabi […] Tulisan Sebab-Sebab Perpecahan Umat Islam ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Usul Tafsir Kitab Fauzul Kabeer EP54 - Maulana Abdul Hadi Yaakob - Sebab pemilihan wazan dan tajuk khafiah yang baru
Bismillah,280. JAGALAH CAHAYA HATIMUKajian WanitaKitab Al Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan berdzikirHati bisa berkarat karena dua hal: kelalaian dan dosa-dosa. Pembersihnya juga ada dua: istighfar dan dzikir. Siapa yang lalainya lebih banyak maka karatnya akan menutupi hatinya, dan karatnya itu sesuai dengan kelalaiannya. Apabila hati berkarat, segala sesuatu tidak akan menjadi jelas sehingga ia melihat kebathilan sebagai sebuah kebenaran dan kebenaran sebagai sebuah kebathilan. Sebab, ketika hati dikerumuni oleh karat, menjadi gelaplah hati itu dan hakikat dari sesuatu tidak nampak baginya sebagaimana aslinya.Apabila hati telah dikerumuni oleh karat dan menjadi hitam serta ditutupi oleh kegelapan, maka akan rusaklah pandangan dan pemahamannya sehingga ia tidak akan menerima kebenaran dan tidak mengingkari kebathilan. Inilah hukuman terberat bagi hati. Sumbernya adalah kelalaian dan mengikuti hawa nafsu karena keduanya (lalai dan mengikuti hawa nafsu) akan menghapus cahaya hati dan membutakan penglihatannya.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Raja Orang YahudiDiambil dari: Yohanes 19:21 “Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: ‘Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.'”Wonder Kids, salah satu hal penting tentang Tuhan Yesus adalah bahwa Ia disebut Raja orang Yahudi. Waktu Yesus disalibkan, di atas kepala-Nya dipasang tulisan tentang siapa Dia. Tulisan itu berbunyi bahwa Yesus adalah Raja orang Yahudi. Menariknya, tulisan seperti itu dicatat dalam keempat Injil. Jadi, hal ini dianggap sangat penting.Mengapa itu penting? Karena gelar itu menunjukkan hubungan Yesus dengan para pemimpin Yahudi dan juga dengan pemerintah Romawi. Romawi biasanya tidak akan menghukum mati seseorang hanya karena mengajar atau bercerita. Tetapi kalau seseorang dianggap mengaku sebagai raja, itu menjadi masalah besar. Sebab itu berarti ada hubungan dengan kuasa, pemerintahan, dan ancaman terhadap kekuasaan yang sedang ada.Para imam kepala tidak suka tulisan itu. Mereka ingin tulisan itu diubah menjadi, “Orang ini berkata bahwa Ia Raja orang Yahudi.” Mereka tidak mau mengakui bahwa Yesus sungguh adalah Raja. Tetapi justru di situlah kita melihat sesuatu yang besar. Walaupun banyak orang menolak-Nya, Yesus tetap adalah Raja yang sejati.Wonder Kids, Yesus bukan raja seperti raja dunia yang memerintah dengan dosa, kesombongan, atau kekerasan. Yesus adalah Raja yang datang dengan kebenaran, kasih, dan pengorbanan. Ia bahkan rela mati di kayu salib. Itu sebabnya kerajaan-Nya berbeda dari kerajaan dunia ini. Tetapi tetap saja, Dia adalah Raja.Kadang-kadang orang ingin Yesus hanya menjadi penolong saat susah, guru saat butuh nasihat, atau teman saat merasa sendirian. Memang Yesus menolong, mengajar, dan dekat dengan kita. Tetapi Yesus bukan hanya itu. Yesus juga adalah Raja. Artinya, kita tidak hanya datang kepada-Nya untuk ditolong, tetapi juga untuk taat kepada-Nya.Kalau Yesus adalah Raja, maka hidup kita juga harus tunduk kepada-Nya. Kita perlu bertanya: apakah aku mau mengikuti perintah Raja Yesus? Apakah aku mau hidup dengan cara yang menyenangkan Dia? Raja yang baik layak ditaati, dan Yesus adalah Raja yang paling baik.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, Engkau adalah Rajaku. Tolong aku bukan hanya meminta pertolongan-Mu, tetapi juga mau taat kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Raja yang sejati. Terima kasih karena Engkau memerintah dengan kasih dan kebenaran. Tolong aku supaya mau tunduk kepada-Mu, percaya kepada-Mu, dan hidup sebagai anak yang taat kepada Raja yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan hanya Penolong dan Guru, tetapi juga Raja yang sejati dan layak ditaati. Tuhan Yesus memberkati.
Sebab itu kamu harus tahu, bahwa keselamatan yang dari pada Allah ini disampaikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan mendengarnya."
Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
Bismillah,279. CARA MENGHILANGKAN KARAT HATIMUKajian WanitaKitab Al Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan berdzikirTidak diragukan bahwa hati itu bisa berkarat sebagaimana timah dan perak berkarat, dan pembersihnya adalah dzikir, karena sesungguhnya dzikir itu akan membersihkannya hingga seperti cermin yang putih bersih. Apabila dzikir ditinggalkan, hati pun akan berkarat; dan apabila berdzikir, hati pun akan bersih dari karatnya.Hati bisa berkarat karena dua hal: kelalaian dan dosa-dosa. Pembersihnya juga ada dua: istighfar dan dzikir. Siapa yang lalainya lebih banyak maka karatnya akan menutupi hatinya, dan karatnya itu sesuai dengan kelalaiannya. Apabila hati berkarat, segala sesuatu tidak akan menjadi jelas sehingga ia melihat kebathilan sebagai sebuah kebenaran dan kebenaran sebagai sebuah kebathilan. Sebab, ketika hati dikerumuni oleh karat, menjadi gelaplah hati itu dan hakikat dari sesuatu tidak nampak baginya sebagaimana aslinya.
Support the show: https://www.suria.my/See omnystudio.com/listener for privacy information.
Perlombaan jiwa dan kasih karunia Allah. Allah menciptakan kita semua, sebagai makhluk dinamis yang selalu bergerak ke depan, sebab tanpa disuruh kita semua hidup akan bergerak maju secara dinamis, untuk mengejar dan menjawab pertanyaan hidup kita yaitu untuk apa kita hidup di dunia ini, dan mencapai tujuan hidup kita. Sebab orang yang benar-benar hidup maka pasti pertanyaan ini akan muncul dalam dirinya, yaitu untuk apa saya hidup, apa tujuan saya dan apa pengejaran hidup dan nilai-nilai yang menarik dan mengendalikan hidup saya? Dan setelah saya selesai di dunia ini, kemana saya akan pergi? Ini adalah pertanyaan penting, sebab dalam menjalani hidup ini, ketika kita bergerak mencari, dan mengejar tujuan yang ada di depan, dalam pengejaran jiwa kita, Allah tahu karena Dia yang menciptakan kita dengan "pergerakan" maju tersebut, maka Allah mengingatkan kita dengan sebuah bahaya, yang jikalau kita tidak berhati-hati dalam pengejaran jiwa kita, maka kita akan tersesat. Lalu apa bahaya tersebut? Sebab semua kita pasti memiliki pengejaran kita masing-masing, lalu apakah kita tidak mau mengetahui bahaya tersebut? Cari tahu dalam Seri 1 - Race & Grace | Ps. Charles Bessie. Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Novita Making dari Paroki Santo Laurensius Hadakewa di Keuskupan Larantuka, Indonesia. 2 Raja-Raja 25: 1-12; Mazmur tg 137: 1-2.3.4-5.6; Matius 8: 1-4.PENTAHIRAN KITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: PentahiranKita. Setiap dari kita mendambakan kehidupan yang baik dan sehat. Kesehatanmenjadi salah satu prioritas dalam menjalani kehidupan ini, sebab dengankesehatan yang baik dan tubuh yang kuat maka aktivitas-aktivitas kita di dalamdunia saat ini akan berjalan dengan baik pula. Kita memang mempunyai segalacara untuk memperoleh kesehatan yang kita inginkan, namun tubuh kita sebagaimanusia tetap ada keterbatasannya. Hidup di zaman ini yang sangat maju dengankecanggihannya ternyata membawa sakit kepada banyak manusia, baik fisik maupunmental, tubuh maupun jiwa. Yang lebih rentan ialah jiwa. Jiwa manusia mulaiterikat pada hal dan barang duniawi lalu memberi ruang kepada Iblis untukmembuat nyaman pada manusia serta menutup kesempatan bagi manusia untuk bersatudengan Allah. Manusia mulai kurang percaya pada Allah dan terus memakai pikirandan ide-idenya sendiri sehingga membuatnya terkenal. Tanpa disadari hal inimenciptakan keterpisahan dirinya dari Allah. Manusia lebih memilih kehidupan dengan gayanyayang instan namun ternyata melukai jiwanya sendiri. Jiwa ini perlahan mengalamikehilangan apa yang dituntut oleh Allah, yaitu dasar iman dan buah-buah Roh.Kedamaian, suka cita dan kasih diganti dengan amarah, benci, keserakahan. Inimerupakan sakit dalam kehidupan masa kini. Kita perlu sembuh. Kita butuhpentahiran. Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini menjamahdan menyembuhkan orang yang sakit kusta yang datang memohon dengan penuhkerendahan hati dan iman yang besar. Ia rindu untuk sembuh. Sakit kusta adalahsakit yang sangat menyakitkan dan dijauhi oleh orang-orang di sekitar, dibuangatau disingkirkan. Ia sesungguhnya sakit fisik dan metal, tubuh dan jiwanya.Tuhan Yesus hadir dengan belaskasih-Nya yang merangkul, memberkati danmenyembuhkan dengan kasih-Nya. Untuk sembuh, kita perlu belajar dari orang sakitkusta tersebut. Kita perlu menyadari bahwa kita juga orang-orang sakit. Kitaorang-orang berdosa. Kita perlu Tuhan Yesus. Kita mohon dengan tulusbelaskasih-Nya, kita datang kepada-Nya dengan iman yang besar dansungguh-sungguh lalu memberikan diri kita untuk disembuhkan dari sakit,kelemahan dan kedosaan. Setelah sembuh, hendaklah kita selalu menjaga relasidengan Allah agar tidak kembali goyah dan rusak seperti sebelumnya, tetapi kitamenjadi saksi-saksi-Nya di dalam dunia saat ini. Sebab dengan jamahan Tuhanyang menyembuhkan itu, beban hidup kita menjadi ringan dan tahirlah kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah Bapa, kami bersyukur atas sabda-Mu yang hidupdalam diri Yesus yang adalah palung sungai yang menyegarkan jiwa kami yang hausakan kehadiran-Mu. Kami mohon, tetapkanlah selalu di dasar hati kami semangat membacadan merenungkan firman-Mu sebagai jalan, kebenaran dan hidup kami agar kamitidak sakit lagi, sebab firman-Mu sungguh menyembuhkan kami. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Juni 2026Bacaan: "Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian." (Lukas 6:33)Renungan: Senyum adalah salah satu gestur universal manusia. Bahasa manusia boleh berbeda-beda, budaya juga bisa beragam macamnya, tapi di hampir semua tempat, senyuman dimengerti sebagai tanda kegembiraan, keramahan, dan penerimaan. Ketika kita melakukan kebaikan kepada seseorang, maka senyuman dan ucapan terima kasih darinya bukanlah hal yang mengejutkan. Namun ketika kita melakukan kesalahan, ketika kita menumpahkan minuman ke baju seseorang, kita datang terlambat ke satu pertemuan penting, kita berbelok di tikungan yang salah saat mengantarkan seseorang yang sedang buru-buru, tapi orang itu tetap memberikan senyuman, maka perasaan kita akan sangat berbeda dengan situasi pertama tadi. Kita jelas lebih lega. Senyuman itu menjadi lebih berkesan karena kita akan mengingat orang tersebut sebagai orang yang baik, sabar, rendah hati, dst. Ketika kebaikan tampak sulit didapatkan tapi kita justru menerimanya, saat itu akan menjadi momen yang tak terlupakan. Inilah yang diajarkan Yesus kepada kita. Bukan hanya berbuat baik kepada mereka yang baik kepada kita, tapi juga kepada mereka yang telah melukai atau berbuat jahat pada kita. Bukan memberi sesuai apa yang diperintahkan, tapi memberi lebih dari itu. Bukan memberkati dan mendoakan orang yang kita sayangi saja, tapi memberkati dan mendoakan mereka yang mengutuki dan memusuhi kita. Jika itu semua yang kita lakukan, percayalah tindakan itu akan jauh lebih diingat orang. Itulah sesungguhnya yang disebut hidup yang menjadi berkat. Jika kita ingin hidup kita bisa menjadi berkat bagi orang lain, itu tidak cukup dengan banyak memberi atau berbuat baik saja. Tapi, berilah, nyatakan kasih, dan buatlah kebaikan juga kepada mereka yang seolah tidak pantas untuk menerimanya, yaitu mereka yang membenci, memusuhi, dan menyakiti kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan cinta-Mu, agar aku dapat membagikan cinta-Mu itu kepada orang lain tanpa memandang apakah dia baik bagiku atau mengecewakanku. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB) 2 Tesalonika 3: 6-7Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 17 Juni 2026Bacaan: "Sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yarig benar itu tersiksa." (2 Petrus 2:8)Renungan: Satu pepatah berkata, "Burung yang sejenis akan berkumpul bersama-sama. Burung yang sejenis akan hinggap di dahan yang sama." Pepatah ini sungguh benar adanya. Kalau kita amati sekumpulan burung yang berhenti di sebuah dahan pohon, ternyata memang adalah burung yang jenisnya sama. Burung yang terbang secara bersama-sama juga adalah burung dengan jenis yang sama. Bukankah kita tidak pernah menjumpai burung gereja, burung kakatua, burung walet, atau burung elang terbang secara bersama-sama dan berhenti di dahan yang sama? Manusia juga sama. Dalam sebuah kelompok pergaulan, kita juga sering menjumpai hal seperti itu. Manusia berkelompok menurut jenis yang sama. Memiliki tujuan yang sama. Memiliki niat yang sama. Memiliki hobi yang sama. Bahkan, kerap kali memiliki karakter dan tabiat yang sama. Itu sebabnya kalau mau sukses, tentukan seperti apa pergaulan dan komunitas yang tepat. Kita akan sulit sukses jika kita bergaul bersama para pengangguran, orang yang bermalas-malasan, atau kumpulan orang yang tidak punya tujuan hidup. Sebab suka tidak suka, kita akan terpengaruh dan menjadi sejenis dengan perkumpulan kita. Lot adalah orang benar. Firman Tuhan di dalam 2 Petrus 2:8 dengan jelas menyatakan hal itu. Sayang, Lot berada dalam kumpulan orang berdosa. Tak heran jika jiwanya tersiksa karena berada dalam perkumpulan orang-orang yang jahat. Tak hanya jiwa Lot yang tersiksa, tapi lama kelamaan tabiat Lot pun menjadi semakin mirip dengan orang-orang Sodom yang amoral! Hati-hati dengan pergaulan kita. Jangan remehkan hal ini. Jangan anggap bahwa kita bisa berjaga-jaga dan tidak akan menjadi sama dengan mereka. Sehebat apapun kita menjaga diri, sedikit banyak kita akan terpengaruh dengan apa yang kita lihat, apa yang kita dengar, dan semua hal yang terjadi di depan mata kita secara terus menerus. Pilihlah kumpulan orang yang baik dan benar, maka kita pun akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat agar aku dapat bijaksana memilih teman yang dapat memberkati kepribadianku, sehingga hidupku pun dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (Dod).
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A - 10 Sebab Penggugur Dosa Amalan Yang Menghapus Dosa-Dosa - Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., M.A
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc - 6 Sebab Mengapa Sulit Bagi Kita Menerima Hidayah - Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Berita SalibDiambil dari: 1 Korintus 1:18 “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”Wonder Kids, ada orang yang menolak berita tentang Yesus di kayu salib. Mereka berpikir, “Mana mungkin keselamatan datang dari seseorang yang mati di salib?” Bagi mereka, salib terlihat lemah, memalukan, dan aneh. Karena itu, mereka merasa cerita tentang Yesus tidak masuk akal.Memang, kalau dilihat hanya dengan pikiran manusia, salib bisa terlihat seperti kekalahan. Orang mungkin berpikir bahwa seorang raja seharusnya menang dengan kekuatan besar, bukan dengan mati. Tetapi justru di situlah cara kerja Allah yang luar biasa. Yesus datang bukan untuk menyelamatkan manusia dengan pedang atau kekuasaan dunia, tetapi dengan menyerahkan diri-Nya untuk menanggung dosa kita.Firman Tuhan dalam 1 Korintus 1:18 berkata bahwa berita salib adalah kebodohan bagi orang yang tidak percaya. Tetapi bagi orang yang diselamatkan, berita itu adalah kekuatan Allah. Mengapa? Karena di kayu salib, Yesus melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan sendiri. Kita tidak bisa membersihkan dosa kita. Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri. Tetapi Yesus bisa. Yesus mati menggantikan kita supaya kita diampuni dan diperdamaikan dengan Allah.Wonder Kids, salib memang bukan cerita yang membuat orang berkata, “Wah, hebat seperti pahlawan super!” Salib adalah berita tentang kasih yang rela berkorban. Salib menunjukkan betapa seriusnya dosa kita, tetapi juga betapa besar kasih Tuhan kepada kita. Yesus rela menanggung penderitaan supaya kita bisa hidup.Kadang-kadang orang ingin Yesus yang hebat menurut dunia: kuat, terkenal, dan menang dengan cara yang kelihatan megah. Tetapi Yesus datang dengan jalan salib. Dan justru karena itulah kita punya keselamatan yang sejati. Salib bukan kelemahan Tuhan. Salib adalah jalan keselamatan yang penuh kuasa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela mati di kayu salib untuk menanggung dosaku. Tolong aku menghargai kasih-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena berita salib adalah kabar keselamatan bagiku. Tolong aku supaya tidak malu pada salib-Mu, tetapi percaya bahwa di sanalah Engkau menunjukkan kasih dan kuasa-Mu yang besar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: salib mungkin terlihat lemah bagi dunia, tetapi bagi anak-anak Tuhan, salib adalah bukti kasih dan kekuatan Allah yang menyelamatkan. Tuhan Yesus memberkati.
Ustadz Najmi Umar Bakkar - 10 Sebab Selalu Merasa Miskin Dan Kurang Harta
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 12 Juni 2026Bacaan: "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." (Amsal 24:16)Renungan: Kita mungkin sering mendengar kisah Thomas Alva Edison yang konon mengalami 1000 kegagalan sebelum akhirnya berhasil menciptakan bola lampu. Kita juga mendengar tentang JK Rowling yang naskah Harry Potter karangannya ditolak banyak penerbit sebelum akhirnya diterbitkan satu penerbit kecil dan sukses menjadikannya penulis terkaya dalam sejarah. Kita juga mendengar kisah Soichiro Honda yang berkali-kali gagal, terkena bencana alam, perang, dsb, sebelum akhirnya bisa mendirikan perusahaan otomotif Honda. Jika bertanya kepada para tokoh sukses, hampir selalu mereka mengalami lebih banyak kegagalan daripada keberhasilan. Di sinilah uniknya. Mereka bisa mengalami banyak kegagalan (dan berusaha lagi), tapi hanya dibutuhkan satu keberhasilan untuk mereka dapat sukses membuat perubahan besar. Kegagalan juga sering kali menjadi pengalaman penting yang menjadi titik balik orang meraih keberhasilannya. Sayang, lebih banyak orang yang begitu takut dan berusaha menghindari kegagalan. Banyak orang takut melakukan sesuatu yang berpotensi membuat mereka dikritik. Banyak orang tidak berani mencoba hal yang belum pernah dilakukan orang lain, sehingga ada kemungkinan untuk gagal. Dan salah satu cara yang sering dilakukan orang untuk menghindari hal-hal tersebut adalah dengan tak mau mencoba, tak mau berusaha, dan memilih diam. Banyak orang merasa mengalami satu kegagalan akan membuat mereka gagal selamanya. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Kegagalan bukanlah kata akhir. Amsal berkata, orang benar pun bisa jatuh atau gagal. Tak hanya sekali, tapi tujuh kali. Dalam budaya Yahudi, tujuh kali menunjukkan jumlah tak terhingga. Artinya, sekalipun kita sudah hidup benar, meski kita sudah melakukan yang terbaik, kegagalan masih bisa terjadi. Tapi, poin pentingnya adalah kita masih bisa bangkit kembali. Berapa kali Yusuf diperlakukan tak adil? Berapa banyak Daud hampir mati terbunuh? Jumlah masalah mereka jauh lebih banyak dari jumlah kemenangan mereka! Tapi, karena mereka tetap bangkit, maka kita kini mengenang mereka sebagai pribadi yang berkemenangan. Kita pun bisa mengalaminya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku semangat untuk bangkit lagi saat aku jatuh terpuruk karena suatu masalah. Jangan biarkan masalah membuat aku meragukan kuasa-Mu. Yesus, Engkaulah andalanku. Amin. (Dod).
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Pdt. Rubin Ong (TB) 2 Samuel 5:19-20bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab Daud: "Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu."Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: "TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos." Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim.
Usul Tafsir Kitab Fauzul Kabeer EP21 - Maulana Abdul Hadi Yaakob - Mengetahui tentang sebab-sebab turun ayat al-Quran
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 Juni 2026Bacaan: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran." (2 Timotius 4:2)Renungan: Ada seorang tentara yang bercerita bahwa selama karir militernya, sudah berkali-kali ia ditugaskan ke daerah konflik. Setiap kali akan berangkat, kesedihan mendalam dirasakannya karena harus berpisah dengan keluarga. Hal yang membuatnya sedih bukanlah perpisahan itu sendiri, melainkan kenyataan kalau ia bisa saja kelak pulang tinggal nama karena gugur dalam tugas. Namun, ia amat memahami tugas dan kewajibannya sebagai tentara sehingga ia tetap berangkat menunaikan tugas. Seperti tentara yang selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan padanya, demikian juga kita sebagai orang percaya harus selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan oleh Tuhan. Salah satu tugas tersebut adalah memberitakan firman. Sayangnya, banyak orang percaya yang masih beranggapan bahwa tugas tersebut merupakan tugas pastor, biarawan, biarawati, guru agama, dan para aktivis gereja. Pemikiran ini tentu saja keliru! Sebab, sesungguhnya Tuhan mempercayakan tugas memberitakan firman kepada semua orang yang telah menerima keselamatan kekal dari-Nya. Artinya, apapun profesi yang kita geluti, memberitakan firman dalam kehidupan sehari-hari adalah keharusan. Sekalipun kita adalah seorang ibu rumah tanggap sepenuh waktu, kita juga harus melakukannya. Memberitakan firman tidak identik dengan pengkhotbah mimbar, akan tetapi hal yang Tuhan inginkan adalah kita menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada orang-orang di sekitar kita, melalui tutur kata; sikap dan perbuatan; pola pikir; etos kerja; dan seluruh hidup kita. Singkat kata, memberitakan firman adalah menunjukkan kehidupan yang mencerminkan kasih dan karakter Kristus. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak melakukan panggilan Tuhan, yaitu memberitakan firman-Nya sampai keujung bumi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah seluruh keberadaan diriku, agar melalui pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku aku dapat mewartakan kasih-Mu, sehingga banyak orang semakin mengenal Engkau sebagai Sang Sumber Kasih dan keselamatan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 6 Juni 2026Bacaan: "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." (1 Timotius 4:8)Renungan: Selama ini orang berpendapat bahwa pergi beribadah ke gereja hanya merupakan wujud rutinitas keagamaan. Bila kita termasuk orang yang berpendapat seperti itu, maka berubahlah. Sebab ada penelitian yang menyatakan bahwa pergi beribadah ke gereja berdampak positif pada kesehatan. Salah satunya mampu menurunkan tekanan darah. Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan ketenangan yang diperoleh seseorang saat ada di gereja dan melakukan penyerahan diri kepada Tuhan. Rasul Paulus memang hidup berabad-abad silam, tetapi ternyata ia juga sependapat bahwa ibadah amat bermanfaat bagi yang melakukannya. Itu yang dimaksudkannya dalam kalimat "ibadah itu berguna dalam segala hal." Seharusnya memang ibadah tidak boleh dipandang sebagai kewajiban yang harus dilakukan setiap orang demi membuktikan dirinya memiliki agama, melainkan salah satu kebutuhan utama yang harus dilakukan demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik secara jasmani maupun rohani. Akan tetapi kesadaran bahwa beribadah merupakan kebutuhan utama juga harus diikuti oleh sikap yang benar ketika melakukannya. Firman Tuhan mengajarkan bahwa ibadah tidak semata-mata hadir di tempat ibadah, melainkan juga kesediaan kita untuk merendahkan diri kepada-Nya, mengaku dosa, mengampuni sesama, menyerahkan semua persoalan pada kehendak Tuhan, serta percaya bahwa campur tangan kuasa Tuhan akan membuat segala perkara berakhir dengan baik. Jika kita melakukannya, tentu tidak ada lagi alasan bagi kita untuk merasa khawatir. Saat itu terjadi, kita akan lebih damai sejahtera dan bersukacita. Pada gilirannya, sukacita dan damai sejahtera itulah yang akan membuat tubuh kita sehat. "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang" (Ams. 17:22). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bukalah hatiku agar aku senantiasa mau datang ke rumah-Mu untuk ibadah tanpa paksaan tetapi karena aku membutuhkan Engkau. Amin. (Dod).
Support the show: https://www.suria.my/See omnystudio.com/listener for privacy information.
Usul Tafsir Kitab Fauzul Kabeer EP17 - Maulana Abdul Hadi Yaakob - Menjelaskan sebab sulitnya memahami makna susunan Quran
Sebab terkadang, kebahagiaan terbesar bukan tentang memiliki sesuatu yang sempurna. Tapi tentang menemukan seseorang yang membuat kita merasa cukup.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 2 Juni 2026Bacaan: "Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab la akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu." (1 Korintus 3:13)Renungan: Lance Armstrong adalah pembalap sepeda yang berhasil memenangi 7 kali kejuaraan Lance Tour de France, sehingga ia dianggap salah satu legenda olahraga dunia. Sayangnya situasi berubah drastis setelah Badan Anti Doping Amerika Serikat mendapati bahwa Armstrong positif menggunakan doping selama kejuaraan Tour de France periode 1999-2005. Itu berarti prestasi Armstrong telah didapat dengan cara tidak benar. Akibatnya, 7 gelarnya dicopot, posisinya sebagai direktur yayasan kanker ditanggalkan, dan kontrak dengan perusahaan alat olahraga Nike diputus. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Meski kita telah berhati-hati, kesalahan pasti akan terjadi. Hal ini alamiah, sebab pada dasarnya manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Ketika kita melakukan kesalahan yang tidak disengaja, hal itu tentu masih bisa dimaafkan. Namun, bagaimana jika kesalahan tersebut adalah sesuatu yang disengaja? Sebenarnya untuk kesalahan yang disengaja, hal tersebut dapat dimaafkan apabila orang yang melakukannya bersedia mengakuinya dengan jujur dan mau berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi. Kalau ini yang terjadi, maka firman Tuhan dalam Amsal 28:13 yaitu, "Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayang," akan menjadi kenyataan dalam hidupnya. Sayangnya tidak semua orang yang sengaja melakukan kesalahan bersikap serupa, daripada mengaku, mereka malah berusaha menutup-nutupi kesalahannya dengan berbagai cara. Malahan, demi lebih meyakinkan orang, bersumpah demi nama Tuhanpun berani dilakukan. Menutupi kesalahan adalah perbuatan sia-sia. Sebab setiap kesalahan pasti akan terungkap seiring berjalannya waktu. Di sisi lain, upaya menutupi kesalahan hanya akan memberikan beban psikologis yang akan membuat kita tidak merasa damai sejahtera. Jadi, jika kita melakukan kesalahan, pilihan terbaik adalah mau mengakuinya dengan jujur. Pertanyaannya, bersediakah kita dengan segala kerendahan hati melakukannya? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering melakukan kesalahan dan berusaha untuk kututupi. Bantulah aku agar aku dapat terbuka untuk mengakui setiap kesalahan yang aku perbuat agar damai sejahtera-Mu kembali menguasaiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 19 Mei 2026Bacaan: "Karena jika aku memberitakan Injil,... Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil." (1 Korintus 9:16)Renungan: Rasul Paulus adalah salah satu rasul luar biasa, yang dipakai Allah. Kehidupannya semula adalah musuh Allah. Namun, pada akhirnya ia berbalik menjadi saksi Allah. Keberanian dan kegigihan Paulus memberitakan Injil sangat besar. Keberhasilan pelayanan Paulus tidak hanya pada dirinya sendiri, tetapi juga terhadap orang-orang hebat yang ia didik, seperti Timotius dan Titus. Ada beberapa teladan didikan Paulus yang dapat kita ambil, pertama, Paulus berani menyuarakan kebenaran Injil. Paulus tidak pernah takut mati dalam memberitakan Injil Kristus. la sangat berani bahkan ia menulis dalam Filipi 1:21 "karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan". Saat Paulus di penjara pun ia berani memberitakan Injil dan beberapa orang menjadi percaya kepada Kristus. Kedua, Paulus memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan. Oleh karena relasinya dekat dengan Tuhan, ia tidak pernah khawatir. la yakin segala perkara dapat ia tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadanya (Flp. 4:13). Ketiga, Paulus mampu memberi keteladanan yang baik. "Tetapi hendaklah terus menjadi teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu" (1 Tim. 4:12). Teladan hidup Paulus mengajarkan kita untuk tidak ragu dalam melayani Tuhan dan berbicara tentang kasih-Nya kepada orang lain. Karena itu, mari jangan ragu menyediakan diri untuk melayani Tuhan dengan berkaca dari teladan Paulus. Meskipun ia berlatar belakang yang jauh dari Allah, ia berbalik menjadi pemberita Injil yang luar biasa. Meskipun masa lalu kita penuh dosa dan kesalahan, seperti Paulus, kita dapat menjadi "alat" Tuhan untuk memberitakan Injil sebagai didikan yang harus dilakukan dan dikerjakan sepanjang hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan Roh-Mu yang kudus, agar seluruh keberadaan diriku dapat mencerminkan kehadiran-Mu sendiri. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Efesus 5: 8-9Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Galatia 5:16-17Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 8 Mei 2026Bacaan: "Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh." (Amsal 12:16)Renungan: Biasanyasakit hati diawali rasa kecewa. Kadang perkataan yang mungkin tidak sengaja terucap dari orang terdekat sering membuat hati diri sendiri terluka. Umumnya, reaksi kebanyakan orang menanggapi rasa sakit itu adalah membalasnya secara spontan tanpa disengaja. Sebagian lagi ada yang membalasnya dengan halus tetapi terasa lebih menyakitkan bagi yang bersangkutan. Mungkin kebanyakan beranggapan membalaskan sakit hati seakan mengobati. Faktanya sebaliknya! Menyakiti kembali justru mendatangkan ketidaksejahteraan dalam hati, bahkan menimbulkan akar kepahitan yang sulit terobati. Dari berbagai kasus penyakit kronis yang sulit disembuhkan ternyata dapat berawal dari sakit hati yang sulit terobati. Mengapa? Sebab saat sakit hati tubuh kita meresponnya dengan melepaskan hormon kortisol yang membuat diri sendiri stres berkepanjangan. Sebaliknya, bila kita bisa mengelola dengan baik, bahkan mengabaikannya akan membawa pengaruh baik bagi diri sendiri. Saat kita melupakan dan mengabaikan sakit hati, kemudian menggantinya dengan melupakan dan berusaha bersukacita, hormon endorphin lebih banyak dikeluarkan oleh tubuh. Hormon endorphin membuat tubuh kita lebih imun, tahan terhadap serangan penyakit. Rasanya memang mustahil manusia tidak sakit hati. Namun bukan hal mustahil kita menyikapinya dengan benar. Contoh pengalaman Yusuf. Walau ia disakiti oleh saudara-saudaranya hingga berdampak hidupnya susah, Yusuf memilih untuk mengabaikannya kemudian belajar untuk memahami bahwa ada Tuhan yang adil kepada setiap orang. Jadi, daripada kita menyakiti diri sendiri dengan merespons secara negatif setiap cemooh yang terlontar dari mulut orang lain, alangkah bijaknya kita respons secara positif. Abaikan dan tidak membalasnya, kemudian bawa rasa sakit hati kita kepada Tuhan dengan mendoakan orang yang bersangkutan. Niscaya hidup kita diberkati. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah rasa sakit hatiku terhadap seseorang yang telah mengecewakan hatiku. Aku mau mengampuninya agar hatiku bebas merdeka sehingga damai-Mu kembali menguasai hatiku. Amin. (Dod).
Bpk. Kin Liong (TB) Roma 2:14-15 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 3 Mei 2026Bacaan: "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:32)Renungan: Ada pepatah berkata, "Lebih mudah membangun daripada mempertahankan. Pepatah ini menggambarkan hubungan atau relasi antar manusia. Untuk menjalin relasi dengan orang lain bukan hal yang mudah, tetapi justru lebih mudah untuk menghancurkan relasi tersebut. Kenyataannya memang untuk mempertahankan relasi itu cukup sulit, karena kebanyakan orang hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri. Hal inilah yang sering menjadi awal dari perpecahan. Permasalahan inilah yang menjadi keprihatinan Rasul Paulus terhadap orang-orang Kristen di Efesus. Relasi di dalam jemaat Efesus kala itu adalah relasi yang baru terbentuk sehingga memiliki resiko yang tinggi terhadap munculnya konflik dan perpecahan. Rasul Paulus menasihati mereka untuk membuang segala rasa sakit hati di antara satu dengan yang lain sebagai umat Tuhan. Mereka harus melandaskan hidup mereka dengan mengingat akan kasih Kristus yang telah diberikan kepada mereka. Harapan Paulus dengan berlandaskan kasih Kristus, dapat terbangun keramahan untuk saling merangkul dan sikap saling mengampuni. Akhirnya dapat terwujud kehidupan bersama sebagai Tubuh Kristus. Hal yang sama juga Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita sehari-hari. Membangun relasi dengan orang-orang yang berbeda latar belakang keluarga, pendidikan, lingkungan dsb, bukan hal mudah karena setiap orang mempunyai ego masing-masing. Namun kita harus menyadari bahwa salah satu hal terindah dalam kehidupan adalah terjalinnya relasi yang baik antar sesama. Sebab itu ciptakanlah relasi yang dapat bertahan dan menyatu membentuk ikatan yang menghidupkan. Landaskan kehidupan ini dengan kasih Kristus, kasih yang mengajarkan keramahan dan saling memaafkan. Dengan demikian kita mampu membangun relasi yang indah, termasuk dengan mereka yang di luar Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku agar dapat menerima setiap orang apa adanya sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 2 Mei 2026Bacaan: "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan" (2 Tesalonika 3:10) Renungan: Pengkotbah mengatakan segala sesuatu ada waktunya, termasuk di dalamnya adalah waktu bekerja, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya." Ini berarti selagi masih ada kesempatan untuk bekerja, manusia diwajibkan untuk melakukan pekerjaannya guna memenuhi kebutuhan sandang dan pangannya. Bahkan di dalam kitab Amsal manusia diminta belajar dari semut tentang bagaimana harus bekerja, yakni tidak boleh malas. Selagi masih ada kesempatan untuk mengumpulkan makanan, semut akan mengumpulkan makanannya pada waktunya (Ams. 6:6-8). Peristiwa tentang "Manna" di padang gurun Sin memberikan pengajaran kepada umat Israel agar mereka tidak bermalas-malasan bekerja, mengambil berkat yang sudah Tuhan sediakan menurut keperluan mereka. Setiap pagi Tuhan selalu menyediakan manna bagi umat Israel. Mereka boleh mengambil sesuai kebutuhan masing-masing sehingga mereka tidak akan kelaparan. Akan tetapi, ketersediaan manna tersebut ada batas waktunya. Manna disediakan pada waktu pagi hari. Kalau mereka terlambat bangun untuk menyambut berkat yang sudah Tuhan sediakan, maka mereka akan kehilangan kesempatan karena manna akan menjadi cair ketika matahari panas. Pengajaran yang sama juga ditujukan untuk umat Tuhan masa kini. Di dalam kehidupan sehari-hari, sesungguhnya Tuhan juga sudah menyediakan berkat di sekitar kita. Untuk menyambut atau tidaknya, kembali kepada diri kita masing-masing. Hal yang jelas kita tidak boleh malas. Alkitab mengatakan, "...jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan," (2 Tes. 3:10). Jadi, jika kita ingin mendapatkan berkat yang sudah Tuhan sediakan, maka kita harus mau bekerja pada waktunya. Tuhan sebagai penyedia berkat sudah memberikan berkat-Nya setiap hari. Bagian kita adalah bekerja dengan rajin dan sungguh-sungguh untuk menyambut berkat Tuhan sebelum terlambat. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah kerajinan dalam diriku, sehingga aku semakin semangat bekerja untuk menerima setiap berkat-Mu. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Matius 24:37-38 & 42"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 22 April 2026Bacaan: "Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi... dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah." (Kejadian 5:22; 6:9)Renungan: Pergaulan adalah hal yang menjadi kebutuhan manusia. Rasanya tidak mungkin kita hidup tanpa pergaulan. Dengan bergaul kita akan dapat hidup memberi dan menerima, saling menopang dan mendukung. Kita dapat mengenal orang lain lebih dalam, memahami suka-duka hidupnya, mengenal watak dan karakternya, sisi terang dan gelapnya. Bergaul itu baik, tapi kita diminta untuk bersikap bijaksana memilih pergaulan yang sehat. Sebab bergaul dengan orang yang tidak tepat, dapat menyeret kita dalam masalah yang besar, bahkan dapat menghancurkan hidup kita sendiri. Dua orang tokoh besar Perjanjian Lama, Henokh dan Nuh hidup bergaul dengan Tuhan Allah. Henokh panjang umur dan Nuh terpilih menjadi keluarga yang diselamatkan ketika dunia makin bertambah-tambah dalam dosa. Hidup bergaul dengan Allah membuat iman kita akan terus terpelihara. Pemazmur mengatakan "Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair" (Mzm. 63:2). Apakah kita juga selalu merindukan Tuhan dan bergaul akrab dengan Dia? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku agar dapat memelihara dan menjalin hubungan yang akrab dengan-Mu. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB) Ibrani 10:35-36 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 7 April 2026Bacaan: "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku." (Amsal 30:8-9) Renungan: Di dalam Alkitab, kekayaan dipandang sebagai sesuatu yang netral, tidak dipuji tetapi juga tidak dicela. Artinya, benar-tidaknya suatu kekayaan tergantung pada sikap seseorang terhadapnya, apakah ia menjadi orang benar atau menjadi orang yang tidak benar dengan kekayaannya itu. Jika seseorang bergantung pada kekayaannya melebihi ketergantungannya kepada Tuhan, maka pada saat itulah suatu kekayaan menjadi tidak benar. Sebaliknya, jika seseorang dapat mengendalikan kekayaan itu dan memanfaatkannya untuk memuliakan Tuhan dan memberkati sesama, maka pada saat itulah kekayaaan tersebut menjadi benar. Jadi, kekayaan itu sendiri tidaklah salah, yang salah adalah sikap orang yang bergantung kepada kekayaannya. Alkitab tidak pernah mengecam kekayaan itu sendiri, tetapi mengecam sikap hati orang yang hanya bergantung pada kekayaannya. Ada banyak tokoh di Alkitab yang kaya. Sebagian mempergunakan kekayaan tersebut dengan baik, artinya tidak membuat mereka jauh dari Tuhan. Sebagian lagi adalah sebaliknya, mereka justru jauh dari Tuhan karena kekayaannya. Contoh tokoh Alkitab yang kaya namun tidak membuat mereka jauh dari Tuhan adalah Abraham, Ishak, Yakub, dan Ayub. Mereka diberkati oleh Tuhan sehingga menjadi orang-orang yang kaya di tengah masyarakat sezaman mereka. Tetapi, hati mereka tetap teguh berpaut kepada Tuhan. Demikian juga dengan Ayub, sekalipun ia adalah orang kaya, ia tidak bergantung pada kekayaannya. Terbukti, ketika ia dicobai dengan sangat berat dengan hilangnya seluruh harta kekayaannya dalam sekejap, ia tidak meninggalkan Tuhan. Namun banyak juga tokoh Alkitab yang kaya sehingga membuat mereka menjadi jauh dari Tuhan atau tidak datang kepada Tuhan. Contohnya adalah Hizkia, raja Yehuda. Secara keseluruhan, Hizkia termasuk orang yang benar di mata Tuhan, karena ia tidak menyembah berhala dan tetap berpaut kepada Tuhan. Namun ia tidak benar dalam hal kekayaan. Ketika dia diberkati Tuhan dengan kekayaan dan kerajaan yang kokoh, ia justru memamerkan kekayaannya itu kepada orang-orang Babel (2 Raj 20:12-18). Bukan hanya kekayaan, kemiskinan pun bisa membuat seseorang jauh dari Tuhan. Menarik menyimak doa Agur bin Yake. Ia memohon kepada Tuhan agar tidak diberikan kekayaan maupun kemiskinan. Sebab, jika ia kaya ia akan menyombongkan diri terhadap Tuhan, dan ketika ia miskin ia akan mengutuki Tuhan. Agur bin Yake menyadari bahwa banyak orang yang bersikap tidak benar kepada Tuhan karena kekayaan mereka, dan karena kemiskinan mereka! Namun makna doa Agur bin Yake adalah agar kita tetap cinta Tuhan, baik ketika masih miskin maupun ketika sudah kaya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku tetap takut dan setia kepada-Mu, baik ketika masih miskin maupun sesudah kaya. Amin. (Dod)
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 April 2026Bacaan: "Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut." (1 Yohanes 3:14)Renungan: Ada begitu banyak ayat Alkitab yang meneriakkan kata kasih agar yang tak mendengar dapat mendengar, dan yang tak mau mendengar menjadi terusik sehingga mau mendengar. Kasih adalah ciri khas dari kehidupan kekristenan, yang membedakan kita dengan dunia ini. Mengasihi bukanlah pilihan bagi para pengikut Kristus, melainkan sebuah keharusan, yang sama halnya seperti manusia dengan makanan. Mau tidak mau, atau enak tidak enak, manusia akan tetap makan agar dapat bertahan hidup. Jadi baik atau tidak baik situasi, kondisi dan tempatnya, kita harus tetap dapat mengasihi. Namun bila akhirnya kita menjadikan kasih sebagai sebuah pilihan, maka hari ini ada begitu banyak orang yang kita bunuh. Ya, menjadi pembunuh, itulah hasil akhir dari pilihan kita, karena kita gagal menjadi penunjuk jalan bagi orang-orang "dunia" untuk menuju kepada jalan kebenaran dan hidup. Inilah alasan mengapa kasih menjadi begitu penting, sehingga firman-Nya terus menggedor hati kita agar kita hidup sebagai anak-anak terang yang memancarkan kasih-Nya. Sebab, seperti apa dan bagaimana kita hidup, maka seperti itulah orang akan memandang Kristus. Jika kita hidup sebagai pemarah atau pendendam, maka seperti itulah Kristus di hadapan orang-orang yang tidak mengenal-Nya. Kristus yang adalah Kasih, berubah menjadi Pribadi yang buruk karena keangkuhan, keegoisan, dan kegengsian kita yang tidak mau mengampuni. Di dalam Kristus, hal mengasihi bukan lagi sebuah kemustahilan. Untuk itu, jika kita masih merasakan sebaliknya, maka sesungguhnya la tidak ada di dalam kita, dan kita tidak pernah mengenal-Nya. Saat dunia membutuhkan alasan atau syarat untuk mengasihi, la justru mengajarkan kita untuk mengasihi tanpa syarat, sama seperti Dia yang mengasihi kita tanpa syarat. Maukah kita belajar mengasihi? Selamat Paskah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin belajar memiliki kasih yang Engkau ajarkan kepadaku, agar aku dapat mengasihi tanpa mencari alasan untuk apa aku mengasihi. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Matius 26:26-29Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu i dalam Kerajaan Bapa-Ku."
Pdm. Handoyo Salim (TB) Roma 1: 21 & 24 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 26 Maret 2026Bacaan: "Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana." (1 Raja-raja 19:3)Renungan: Pernahkah kita kehilangan kekuatan iman ketika diperhadapkan pada suatu keadaan yang tidak terlalu genting? Seringkali kita menghadapi situasi sulit yang sangat menantang iman dan mampu melewatinya dengan iman yang terfokus pada Tuhan. Namun, ada kalanya kita mengalami kekhawatiran dan ketakutan hanya karena persoalan kecil. Di gunung Karmel, Elia menantang Raja Ahab beserta 400 orang Nabi Baal untuk membuktikan kehebatan Tuhan. Elia memanjatkan doa yang super beriman, "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah... dan bahwa aku ini hamba Mu... Jawablah aku, ya TUHAN, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah." Lalu, turunlah api menyambar habis korban bakaran Elia dan ia membunuh ke 400 Nabi Baal tersebut. Namun keesokan harinya, ia lari ketakutan ketika mendengar ancaman Izebel, dan berkata, "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku." Elia berdiri teguh di puncak gunung Karmel mendeklarasikan fokus dan kekuatan imannya kepada Tuhan dan meyakini 100% akan jawaban doanya. Namun imannya jatuh seketika di titik nol hanya karena ancaman seorang perempuan. Ia menjadi putus asa dan ingin mati rasanya. Demikian pula Abraham, ia melakukan hal yang sama ketika ia berbohong tentang Sara di hadapan Firaun karena berusaha menyelamatkan nyawanya. Daud yang menuliskan pujian yang indah tentang kesetiaan Tuhan yang besar dalam hidupnya, namun juga yang menyerukan, "Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mzm 22:2). Musa yang menjadi pemimpin besar yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan perbuatan tangan Tuhan yang besar, namun ia pun berseru-seru kepada Tuhan ketika berada di Masa dan Meriba, "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu?" Nabi Elia, Raja Daud, dan Musa adalah pahlawan-pahlawan iman yang dipakai oleh Tuhan untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya, akan tetapi hal ini tidaklah menjadikan mereka manusia super rohani tanpa kegagalan. Dengan demikian, kita tidak perlu berkecil hati ketika tapak perjalanan iman kita bagai grafik yang menurun secara drastis. Saat-saat kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan tidak mampu kita halau, apakah yang harus kita lakukan selanjutnya? Nyatakan kepada Tuhan segala kelemahan iman kita dan tetaplah berdiri di gunung Tuhan. Dengan kata lain, iman kita boleh limbung namun tidaklah mati. Demikianlah Tuhan berkata setelah Elia menyampaikan ketakutannya, "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Kita tidak berdiam diri ketika kondisi iman kita tercekik, namun kita harus bangkit dan meraih kekuatan Tuhan untuk menjalani hari-hari yang penuh tantangan dan menyadari la selalu setia di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mohon kekuatan untuk bisa bangkit ketika imanku runtuh, sehingga aku sanggup menapaki jalan kehidupanku sampai akhir. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 25 Maret 2026Bacaan: "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami." (2 Korintus 4:17)Renungan: Suatu hari seseorang bermimpi bertemu Tuhan. Tuhan bertanya, "Mengapa engkau bersedih?" Orang itu menjawab, "Tuhan, hidupku penuh dengan penderitaan, rasanya aku tidak dapat menatap hari esok." Lalu tuhan duduk di sampingnya, meraih tangannya dengan penuh kasih dan berkata, "Biarkan Aku menjelaskan padamu dan engkau akan mengerti. Setiap penderitaan merupakan batu pijakan yang harus engkau tapaki setiap hari. Setiap kali engkau melalui sebuah penderitaan, itu merupakan batu pijakan yang akan membawamu naik lebih tinggi. Jalan kehidupan bagaikan perjalanan mendaki sebuah gunung. Ada batu-batu terjal berupa kesulitan dan penderitaan yang harus dijadikan tempat berpijak. Ketika engkau mengalami masalah, Aku Sang Batu Karang akan menopangmu. Setiap batu pijakan yang engkau lalui akan membuat jiwamu semakin kuat. Memang batu-batu itu cukup banyak dan terasa menyakitkan, tapi karakter dan imanmu akan terbentuk. Aku tahu bahwa engkau lelah, karena Akupun sudah melalui jalan ini dan Aku meninggalkan kisah perjalananku agar engkau tetap kuat. Tetaplah mendaki dengan tekun ke tempat yang penuh kemuliaan. Ingatlah, bahwa Aku menyertai langkahmu." Jika saat ini kita sedang melalui batu-batu terjal berupa penderitaan, tekanan, aniaya, cemooh, penyakit, ketidakadilan dll, jadikan itu sebagai batu pijakan dan bukan batu sandungan. Banyak orang percaya yang tersandung, jatuh dan tidak mau bangkit lagi karena menilai kesulitan hidup dengan cara penilaian mereka sendiri dan bukan dengan cara penilaian Tuhan. Pegang erat janji Tuhan dan jangan lagi menganggap janji-janji Tuhan sebagai cerita dongeng belaka. Mereka yang percaya pada tuntunan, penyertaan dan pertolongan Tuhan akan mengalami kuasa-Nya. Pergumulan hidup hendaknya menjadi batu pijakan yang harus anda lalui untuk naik lebih tinggi. Jangan menyerah ketika beban hidup terasa semakin berat. Di saat kita tidak berdaya, pandang Yesus Sang Batu Karang kehidupan di mana kita bisa berlindung dan mengalami kemenangan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau mau menjadi batu karang dalam kehidupanku. Ada begitu banyak batu-batu kerikil yang harus kulalui dalam perjalanan hidup ini. Terkadang aku tidak sanggup untuk melaluinya. Tapi aku bersyukur karena Engkau telah lebih dulu menjalaninya, sehingga kalau saat ini aku menjalaninya, Engkau dapat memberi kekuatan khusus kepadaku. Berilah Roh kekuatan Mu ya Yesus, sehingga aku dapat melalui perjalanan hidupku ini dengan tetap setia memegang tanganMu sampai aku tiba pada kesudahannya dan berkumpul bersamaMu di surga. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 23 Maret 2026Bacaan: "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)Renungan: Tidak ada yang lebih menyedihkan selain kehilangan orang-orang yang kita kasihi dan yang sangat dekat dengan kita. Ketika terjadi sesuatu yang tidak pernah disangka sebelumnya maka tanda tanya besar yang bernada kecewa muncul, "Mengapa Tuhan?" Hal ini juga dialami Catherine Marshall. Ia sangat terpukul oleh kematian suaminya Peter Marshall. Meskipun saat itu banyak sekali orang yang berdoa untuk kesembuhan Peter Marshall, tetapi tetap juga ia meninggal dan meninggalkan istri dan anaknya. Catherine seakan kehilangan segalanya, tetapi justru di saat-saat yang sulit seperti itu ia merasakan suatu pengalaman akan kehadiran Tuhan yang tidak hanya memberikan penghiburan setiap waktu kepadanya melainkan juga memberikan kekuatan untuk menanggung semuanya. Pengalaman akan kehadiran Tuhan tersebut membuatnya memanjatkan doa syukur atas cara-cara Tuhan yang tidak terpahami di dalam menyadarkan dia akan kebutuhan yang sesungguhnya. Tuhan pun tahu bagaimana caranya agar kita menemukan kebutuhan jiwa kita, kebutuhan akan penghiburan dan kekuatan yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Mother Teresa berkata, "Pastikan bahwa engkau mengizinkan anugerah Allah bekerja dalam jiwamu dengan menerima apa saja yang Ia berikan dan merelakan apa saja yang Dia ambil darimu." Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, jangan biarkan kekecewaan menguasaiku ketika salah satu berkat yang Kau berikan terambil dari kehidupanku, tetapi biarlah ucapan syukur senantiasa keluar dari mulutku. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) 2 Korintus 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.