POPULARITY
Categories
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 12 Juni 2026Bacaan: "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." (Amsal 24:16)Renungan: Kita mungkin sering mendengar kisah Thomas Alva Edison yang konon mengalami 1000 kegagalan sebelum akhirnya berhasil menciptakan bola lampu. Kita juga mendengar tentang JK Rowling yang naskah Harry Potter karangannya ditolak banyak penerbit sebelum akhirnya diterbitkan satu penerbit kecil dan sukses menjadikannya penulis terkaya dalam sejarah. Kita juga mendengar kisah Soichiro Honda yang berkali-kali gagal, terkena bencana alam, perang, dsb, sebelum akhirnya bisa mendirikan perusahaan otomotif Honda. Jika bertanya kepada para tokoh sukses, hampir selalu mereka mengalami lebih banyak kegagalan daripada keberhasilan. Di sinilah uniknya. Mereka bisa mengalami banyak kegagalan (dan berusaha lagi), tapi hanya dibutuhkan satu keberhasilan untuk mereka dapat sukses membuat perubahan besar. Kegagalan juga sering kali menjadi pengalaman penting yang menjadi titik balik orang meraih keberhasilannya. Sayang, lebih banyak orang yang begitu takut dan berusaha menghindari kegagalan. Banyak orang takut melakukan sesuatu yang berpotensi membuat mereka dikritik. Banyak orang tidak berani mencoba hal yang belum pernah dilakukan orang lain, sehingga ada kemungkinan untuk gagal. Dan salah satu cara yang sering dilakukan orang untuk menghindari hal-hal tersebut adalah dengan tak mau mencoba, tak mau berusaha, dan memilih diam. Banyak orang merasa mengalami satu kegagalan akan membuat mereka gagal selamanya. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Kegagalan bukanlah kata akhir. Amsal berkata, orang benar pun bisa jatuh atau gagal. Tak hanya sekali, tapi tujuh kali. Dalam budaya Yahudi, tujuh kali menunjukkan jumlah tak terhingga. Artinya, sekalipun kita sudah hidup benar, meski kita sudah melakukan yang terbaik, kegagalan masih bisa terjadi. Tapi, poin pentingnya adalah kita masih bisa bangkit kembali. Berapa kali Yusuf diperlakukan tak adil? Berapa banyak Daud hampir mati terbunuh? Jumlah masalah mereka jauh lebih banyak dari jumlah kemenangan mereka! Tapi, karena mereka tetap bangkit, maka kita kini mengenang mereka sebagai pribadi yang berkemenangan. Kita pun bisa mengalaminya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku semangat untuk bangkit lagi saat aku jatuh terpuruk karena suatu masalah. Jangan biarkan masalah membuat aku meragukan kuasa-Mu. Yesus, Engkaulah andalanku. Amin. (Dod).
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Pdt. Rubin Ong (TB) 2 Samuel 5:19-20bertanyalah Daud kepada TUHAN: "Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?" TUHAN menjawab Daud: "Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu."Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: "TUHAN telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos." Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim.
Usul Tafsir Kitab Fauzul Kabeer EP21 - Maulana Abdul Hadi Yaakob - Mengetahui tentang sebab-sebab turun ayat al-Quran
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 Juni 2026Bacaan: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran." (2 Timotius 4:2)Renungan: Ada seorang tentara yang bercerita bahwa selama karir militernya, sudah berkali-kali ia ditugaskan ke daerah konflik. Setiap kali akan berangkat, kesedihan mendalam dirasakannya karena harus berpisah dengan keluarga. Hal yang membuatnya sedih bukanlah perpisahan itu sendiri, melainkan kenyataan kalau ia bisa saja kelak pulang tinggal nama karena gugur dalam tugas. Namun, ia amat memahami tugas dan kewajibannya sebagai tentara sehingga ia tetap berangkat menunaikan tugas. Seperti tentara yang selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan padanya, demikian juga kita sebagai orang percaya harus selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan oleh Tuhan. Salah satu tugas tersebut adalah memberitakan firman. Sayangnya, banyak orang percaya yang masih beranggapan bahwa tugas tersebut merupakan tugas pastor, biarawan, biarawati, guru agama, dan para aktivis gereja. Pemikiran ini tentu saja keliru! Sebab, sesungguhnya Tuhan mempercayakan tugas memberitakan firman kepada semua orang yang telah menerima keselamatan kekal dari-Nya. Artinya, apapun profesi yang kita geluti, memberitakan firman dalam kehidupan sehari-hari adalah keharusan. Sekalipun kita adalah seorang ibu rumah tanggap sepenuh waktu, kita juga harus melakukannya. Memberitakan firman tidak identik dengan pengkhotbah mimbar, akan tetapi hal yang Tuhan inginkan adalah kita menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada orang-orang di sekitar kita, melalui tutur kata; sikap dan perbuatan; pola pikir; etos kerja; dan seluruh hidup kita. Singkat kata, memberitakan firman adalah menunjukkan kehidupan yang mencerminkan kasih dan karakter Kristus. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak melakukan panggilan Tuhan, yaitu memberitakan firman-Nya sampai keujung bumi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah seluruh keberadaan diriku, agar melalui pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku aku dapat mewartakan kasih-Mu, sehingga banyak orang semakin mengenal Engkau sebagai Sang Sumber Kasih dan keselamatan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 6 Juni 2026Bacaan: "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." (1 Timotius 4:8)Renungan: Selama ini orang berpendapat bahwa pergi beribadah ke gereja hanya merupakan wujud rutinitas keagamaan. Bila kita termasuk orang yang berpendapat seperti itu, maka berubahlah. Sebab ada penelitian yang menyatakan bahwa pergi beribadah ke gereja berdampak positif pada kesehatan. Salah satunya mampu menurunkan tekanan darah. Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan ketenangan yang diperoleh seseorang saat ada di gereja dan melakukan penyerahan diri kepada Tuhan. Rasul Paulus memang hidup berabad-abad silam, tetapi ternyata ia juga sependapat bahwa ibadah amat bermanfaat bagi yang melakukannya. Itu yang dimaksudkannya dalam kalimat "ibadah itu berguna dalam segala hal." Seharusnya memang ibadah tidak boleh dipandang sebagai kewajiban yang harus dilakukan setiap orang demi membuktikan dirinya memiliki agama, melainkan salah satu kebutuhan utama yang harus dilakukan demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik secara jasmani maupun rohani. Akan tetapi kesadaran bahwa beribadah merupakan kebutuhan utama juga harus diikuti oleh sikap yang benar ketika melakukannya. Firman Tuhan mengajarkan bahwa ibadah tidak semata-mata hadir di tempat ibadah, melainkan juga kesediaan kita untuk merendahkan diri kepada-Nya, mengaku dosa, mengampuni sesama, menyerahkan semua persoalan pada kehendak Tuhan, serta percaya bahwa campur tangan kuasa Tuhan akan membuat segala perkara berakhir dengan baik. Jika kita melakukannya, tentu tidak ada lagi alasan bagi kita untuk merasa khawatir. Saat itu terjadi, kita akan lebih damai sejahtera dan bersukacita. Pada gilirannya, sukacita dan damai sejahtera itulah yang akan membuat tubuh kita sehat. "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang" (Ams. 17:22). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bukalah hatiku agar aku senantiasa mau datang ke rumah-Mu untuk ibadah tanpa paksaan tetapi karena aku membutuhkan Engkau. Amin. (Dod).
Support the show: https://www.suria.my/See omnystudio.com/listener for privacy information.
Usul Tafsir Kitab Fauzul Kabeer EP17 - Maulana Abdul Hadi Yaakob - Menjelaskan sebab sulitnya memahami makna susunan Quran
Sebab terkadang, kebahagiaan terbesar bukan tentang memiliki sesuatu yang sempurna. Tapi tentang menemukan seseorang yang membuat kita merasa cukup.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 2 Juni 2026Bacaan: "Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab la akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu." (1 Korintus 3:13)Renungan: Lance Armstrong adalah pembalap sepeda yang berhasil memenangi 7 kali kejuaraan Lance Tour de France, sehingga ia dianggap salah satu legenda olahraga dunia. Sayangnya situasi berubah drastis setelah Badan Anti Doping Amerika Serikat mendapati bahwa Armstrong positif menggunakan doping selama kejuaraan Tour de France periode 1999-2005. Itu berarti prestasi Armstrong telah didapat dengan cara tidak benar. Akibatnya, 7 gelarnya dicopot, posisinya sebagai direktur yayasan kanker ditanggalkan, dan kontrak dengan perusahaan alat olahraga Nike diputus. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Meski kita telah berhati-hati, kesalahan pasti akan terjadi. Hal ini alamiah, sebab pada dasarnya manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Ketika kita melakukan kesalahan yang tidak disengaja, hal itu tentu masih bisa dimaafkan. Namun, bagaimana jika kesalahan tersebut adalah sesuatu yang disengaja? Sebenarnya untuk kesalahan yang disengaja, hal tersebut dapat dimaafkan apabila orang yang melakukannya bersedia mengakuinya dengan jujur dan mau berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi. Kalau ini yang terjadi, maka firman Tuhan dalam Amsal 28:13 yaitu, "Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayang," akan menjadi kenyataan dalam hidupnya. Sayangnya tidak semua orang yang sengaja melakukan kesalahan bersikap serupa, daripada mengaku, mereka malah berusaha menutup-nutupi kesalahannya dengan berbagai cara. Malahan, demi lebih meyakinkan orang, bersumpah demi nama Tuhanpun berani dilakukan. Menutupi kesalahan adalah perbuatan sia-sia. Sebab setiap kesalahan pasti akan terungkap seiring berjalannya waktu. Di sisi lain, upaya menutupi kesalahan hanya akan memberikan beban psikologis yang akan membuat kita tidak merasa damai sejahtera. Jadi, jika kita melakukan kesalahan, pilihan terbaik adalah mau mengakuinya dengan jujur. Pertanyaannya, bersediakah kita dengan segala kerendahan hati melakukannya? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering melakukan kesalahan dan berusaha untuk kututupi. Bantulah aku agar aku dapat terbuka untuk mengakui setiap kesalahan yang aku perbuat agar damai sejahtera-Mu kembali menguasaiku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahKetelitian Lukas: Gelar, Negara, dan Banyak LagiDiambil dari: Kisah Para Rasul 1:3 “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”Wonder Kids, Lukas adalah penulis Alkitab yang sangat teliti. Dalam kitab Kisah Para Rasul, ia menulis banyak nama jabatan, nama tempat, nama kota, bahkan urutan perjalanan dengan sangat hati-hati. Dan yang menarik, berkali-kali para peneliti menemukan bahwa Lukas menulis dengan tepat. Ia benar saat menyebut gelar seseorang, benar saat menuliskan nama daerah, dan benar saat menggambarkan berbagai tempat.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kalau seseorang teliti dan dapat dipercaya dalam hal-hal kecil, kita punya alasan untuk percaya saat ia juga menulis hal-hal yang lebih besar. Lukas tidak asal bercerita. Ia menulis dengan hati-hati supaya pembacanya tahu bahwa berita tentang Yesus berdiri di dunia yang nyata, bukan di dunia dongeng.Tetapi tentu yang paling penting bukan hanya soal nama kota atau jabatan orang. Yang paling penting adalah berita yang Lukas sampaikan tentang Yesus. Lukas menulis bahwa Yesus yang sudah mati itu hidup kembali. Dan bukan hanya hidup kembali diam-diam, tetapi Ia menunjukkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya dengan banyak tanda. Yesus benar-benar bangkit!Jadi, ketelitian Lukas dalam hal-hal sejarah menolong kita semakin yakin bahwa berita besarnya juga layak dipercaya. Kalau Lukas begitu cermat menulis hal-hal kecil, kita tidak perlu cepat-cepat meragukan saat ia menulis tentang kebangkitan Yesus. Tuhan memakai Lukas untuk memberi kita catatan yang dapat dipercaya.Wonder Kids, ini juga mengajarkan kita untuk hidup jujur dan teliti. Tuhan senang saat kita sungguh-sungguh dalam tugas kita, tidak asal-asalan, dan mau setia dalam hal kecil. Kesetiaan dalam hal kecil bisa menjadi bagian dari hidup yang menyenangkan Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu membaca Alkitab hari ini, perhatikan satu detail kecil yang biasanya kamu lewatkan. Lalu katakan, “Tuhan, terima kasih karena firman-Mu benar sampai pada hal-hal kecil.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi firman-Mu dengan benar dan dapat dipercaya. Tolong aku untuk percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan juga belajar setia dalam hal-hal kecil. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: firman Tuhan dapat dipercaya dalam hal-hal kecil maupun hal-hal besar, termasuk berita yang mulia bahwa Yesus sungguh bangkit. Tuhan Yesus memberkati.
Mencermati cepatnya pembebasan sembilan Warga Negara Indonesia yang sempat ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, publik mulai bertanya: seberapa besar sebenarnya daya tawar Indonesia di panggung internasional?Pemerintah Indonesia menyebut pembebasan itu merupakan hasil diplomasi intensif dan koordinasi lintas negara. Para relawan yang sebelumnya ditahan di fasilitas penahanan Israel akhirnya dibebaskan dan dipulangkan melalui Istanbul, Turki.Di tengah hubungan diplomatik Indonesia dan Israel yang tidak resmi, langkah cepat pembebasan ini dinilai menarik. Sebab, Indonesia tetap memiliki sejumlah instrumen pengaruh. Mulai dari posisi politik luar negeri yang konsisten mendukung Palestina, kekuatan diplomasi di forum internasional, hingga jejaring hubungan dengan negara-negara Timur Tengah dan organisasi kemanusiaan global.Indonesia juga selama ini dikenal aktif dalam isu kemanusiaan dan perdamaian dunia. Sikap politik yang konsisten terhadap Palestina memberi Indonesia legitimasi moral yang cukup kuat di mata banyak negara berkembang dan dunia Islam.Namun di sisi lain, kasus ini juga memunculkan kritik publik. Sebagian menilai respons pemerintah belum cukup keras terhadap tindakan Israel terhadap para relawan. Reaksi itu ramai muncul di media sosial dan forum publik daring.Lalu pertanyaannya, apakah cepatnya pembebasan ini murni karena kekuatan diplomasi Indonesia? Atau justru karena tekanan internasional yang lebih luas terhadap Israel, terutama setelah sorotan global terhadap penahanan relawan kemanusiaan dari berbagai negara?Yang jelas, peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa perlindungan WNI di luar negeri tidak hanya bergantung pada hubungan diplomatik formal, tetapi juga pada kemampuan membangun jaringan internasional, tekanan opini global, dan posisi politik Indonesia dalam isu kemanusiaan dunia.Dan kini, tantangan berikutnya adalah: mampukah Indonesia mengubah pengaruh moral itu menjadi daya tawar politik yang lebih nyata di level global?TALK :: Pakar Hubungan Internasional Universitas Nasional Jakarta, Dr Robi Nurhadi & Pengamat Timur Tengah yang juga Pendiri situs Albalad.Co, Faisal Asegaf
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Betapa Ajaibnya Tubuh KitaDiambil dari: Ibrani 3:4 “Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah.”Wonder Kids, saat kita berjalan di taman atau di jalan, kita bisa melihat banyak hal yang indah. Ada pohon, batu, sinar matahari, dan angin yang terasa di kulit kita. Tetapi pernahkah kamu berhenti dan memikirkan tubuhmu sendiri? Tubuhmu juga sangat luar biasa. Jantungmu berdetak, paru-parumu bernapas, matamu melihat, telingamu mendengar, dan semua itu bekerja dengan teratur.Kalau kamu melihat sebuah jam, kamu tahu bahwa jam itu tidak muncul begitu saja. Ada orang yang membuatnya. Jam punya bagian-bagian yang rumit, tetapi semuanya bekerja bersama. Nah, tubuh manusia jauh lebih rumit daripada jam. Tubuh kita memiliki banyak bagian yang bekerja bersama dengan sangat teratur. Itu menunjukkan bahwa tubuh kita bukan hasil kebetulan. Tuhanlah yang merancangnya dengan ajaib.Firman Tuhan dalam Ibrani 3:4 berkata bahwa setiap rumah ada pembangunnya, tetapi Allah adalah pembangun segala sesuatu. Artinya, kalau kita melihat sesuatu yang teratur dan luar biasa, kita tahu ada Pribadi yang merancangnya. Begitu juga saat kita melihat tubuh manusia dan seluruh ciptaan, kita diingatkan bahwa Tuhan adalah Pencipta yang bijaksana dan penuh kuasa.Wonder Kids, kadang-kadang kita terlalu biasa dengan tubuh yang Tuhan beri. Kita bisa lupa bersyukur untuk tangan yang bisa menolong, kaki yang bisa berjalan, mulut yang bisa berbicara, dan otak yang bisa berpikir. Padahal semua itu adalah hadiah dari Tuhan. Tubuh kita bukan milik kita untuk dipakai sembarangan, tetapi pemberian Tuhan yang harus kita syukuri dan gunakan dengan benar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih tiga bagian tubuhmu yang paling ingin kamu syukuri hari ini. Lalu ucapkan kepada Tuhan, “Terima kasih, Tuhan, untuk tubuh yang Engkau ciptakan dengan ajaib.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakanku dengan indah dan ajaib. Tolong aku untuk bersyukur atas tubuh yang Engkau berikan dan memakainya untuk melakukan hal-hal yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: tubuhmu yang ajaib mengingatkan bahwa kamu diciptakan oleh Tuhan yang hebat dan penuh hikmat. Tuhan Yesus memberkati.
Usul Tafsir Kitab Fauzul Kabeer EP10 - Maulana Abdul Hadi Yaakob - Sebab Meringan-ringankan Hukum
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 19 Mei 2026Bacaan: "Karena jika aku memberitakan Injil,... Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil." (1 Korintus 9:16)Renungan: Rasul Paulus adalah salah satu rasul luar biasa, yang dipakai Allah. Kehidupannya semula adalah musuh Allah. Namun, pada akhirnya ia berbalik menjadi saksi Allah. Keberanian dan kegigihan Paulus memberitakan Injil sangat besar. Keberhasilan pelayanan Paulus tidak hanya pada dirinya sendiri, tetapi juga terhadap orang-orang hebat yang ia didik, seperti Timotius dan Titus. Ada beberapa teladan didikan Paulus yang dapat kita ambil, pertama, Paulus berani menyuarakan kebenaran Injil. Paulus tidak pernah takut mati dalam memberitakan Injil Kristus. la sangat berani bahkan ia menulis dalam Filipi 1:21 "karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan". Saat Paulus di penjara pun ia berani memberitakan Injil dan beberapa orang menjadi percaya kepada Kristus. Kedua, Paulus memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan. Oleh karena relasinya dekat dengan Tuhan, ia tidak pernah khawatir. la yakin segala perkara dapat ia tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadanya (Flp. 4:13). Ketiga, Paulus mampu memberi keteladanan yang baik. "Tetapi hendaklah terus menjadi teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu" (1 Tim. 4:12). Teladan hidup Paulus mengajarkan kita untuk tidak ragu dalam melayani Tuhan dan berbicara tentang kasih-Nya kepada orang lain. Karena itu, mari jangan ragu menyediakan diri untuk melayani Tuhan dengan berkaca dari teladan Paulus. Meskipun ia berlatar belakang yang jauh dari Allah, ia berbalik menjadi pemberita Injil yang luar biasa. Meskipun masa lalu kita penuh dosa dan kesalahan, seperti Paulus, kita dapat menjadi "alat" Tuhan untuk memberitakan Injil sebagai didikan yang harus dilakukan dan dikerjakan sepanjang hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan Roh-Mu yang kudus, agar seluruh keberadaan diriku dapat mencerminkan kehadiran-Mu sendiri. Amin. (Dod).
Seri kali ini kita akan belajar bagaimana setelah Raja Nebukadnezar selesai, hidupnya selesai sebab dia sudah tahu Allah Israel; Allahnya Daniel, tetapi kemudian menjadi murtad kembali, kemudian Allah menghapuskan apa yang sudah Nebukadnezar bangun, kemudian naik kerajaan baru yang dipimpin oleh Belsyazar, yang ternyata ia sendiri melakukan hal yang sama yang dilakukan oleh pemimpin terdahulunya, Raja Nebukadnezar. Mengetahui sesuatu dan bertindak sesuai apa yang diketahui itu ialah dua hal yang berbeda. Sebab kita bisa tahu tentang Allah, namun belum tentu kita menghormati dan menyembah Allah. Dan itulah yang dilakukan oleh Belsyazar. Lalu apa yang Allah lakukan kepada penerus Raja Babel ini? Yang sebenarnya banyak hubungan dengan kehidupan dan pengiringan kita saat ini kepada Allah. Temukan jawabannya dalam Seri 4 - Teguh Hati | Ps. Charles Bessie, Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Efesus 5: 8-9Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Galatia 5:16-17Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Plinius Muda? Diambil dari: 2 Korintus 12:10 “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang seorang tokoh bernama Plinius Muda. Ia adalah seorang pejabat Romawi yang hidup pada zaman gereja mula-mula. Plinius Muda bukan orang Kristen. Bahkan, ia tidak suka kepada orang-orang Kristen. Tetapi ia pernah menulis surat tentang mereka, dan surat itu masih disimpan sampai sekarang.Dalam salah satu suratnya, Plinius Muda menceritakan bahwa orang-orang Kristen tetap setia kepada Kristus. Mereka berkumpul untuk menyanyi bagi Kristus dan hidup dengan sungguh-sungguh. Ini penting sekali, karena dari surat itu kita bisa melihat bahwa sejak awal, orang Kristen memang benar-benar percaya kepada Yesus dan beribadah kepada-Nya.Plinius Muda mungkin tidak mengerti mengapa orang-orang Kristen begitu setia. Bagi dia, mungkin itu aneh. Tetapi bagi orang-orang percaya, kekuatan mereka bukan berasal dari diri sendiri. Kekuatan mereka datang dari Tuhan. Itulah sebabnya firman Tuhan dalam 2 Korintus 12:10 berkata, “jika aku lemah, maka aku kuat.” Saat kita merasa lemah, takut, atau sedih, Tuhan bisa memberi kekuatan supaya kita tetap setia.Wonder Kids, mungkin kamu juga pernah merasa lemah. Mungkin kamu takut diejek karena percaya kepada Yesus. Mungkin kamu merasa sulit untuk tetap jujur, tetap baik, atau tetap taat. Tetapi ingat, Tuhan bisa memberi kekuatan pada saat kita merasa lemah. Kita tidak harus menjadi kuat dengan kekuatan kita sendiri. Kita bisa bersandar kepada Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu merasa lemah atau takut hari ini, berhentilah sebentar dan berdoalah singkat, “Tuhan Yesus, tolong kuatkan aku untuk tetap setia kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena saat aku lemah, Engkau bisa membuatku kuat. Tolong aku untuk tidak mengandalkan diriku sendiri, tetapi bersandar kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu lemah, Tuhan Yesus sanggup memberi kamu kekuatan untuk tetap setia. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 8 Mei 2026Bacaan: "Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh." (Amsal 12:16)Renungan: Biasanyasakit hati diawali rasa kecewa. Kadang perkataan yang mungkin tidak sengaja terucap dari orang terdekat sering membuat hati diri sendiri terluka. Umumnya, reaksi kebanyakan orang menanggapi rasa sakit itu adalah membalasnya secara spontan tanpa disengaja. Sebagian lagi ada yang membalasnya dengan halus tetapi terasa lebih menyakitkan bagi yang bersangkutan. Mungkin kebanyakan beranggapan membalaskan sakit hati seakan mengobati. Faktanya sebaliknya! Menyakiti kembali justru mendatangkan ketidaksejahteraan dalam hati, bahkan menimbulkan akar kepahitan yang sulit terobati. Dari berbagai kasus penyakit kronis yang sulit disembuhkan ternyata dapat berawal dari sakit hati yang sulit terobati. Mengapa? Sebab saat sakit hati tubuh kita meresponnya dengan melepaskan hormon kortisol yang membuat diri sendiri stres berkepanjangan. Sebaliknya, bila kita bisa mengelola dengan baik, bahkan mengabaikannya akan membawa pengaruh baik bagi diri sendiri. Saat kita melupakan dan mengabaikan sakit hati, kemudian menggantinya dengan melupakan dan berusaha bersukacita, hormon endorphin lebih banyak dikeluarkan oleh tubuh. Hormon endorphin membuat tubuh kita lebih imun, tahan terhadap serangan penyakit. Rasanya memang mustahil manusia tidak sakit hati. Namun bukan hal mustahil kita menyikapinya dengan benar. Contoh pengalaman Yusuf. Walau ia disakiti oleh saudara-saudaranya hingga berdampak hidupnya susah, Yusuf memilih untuk mengabaikannya kemudian belajar untuk memahami bahwa ada Tuhan yang adil kepada setiap orang. Jadi, daripada kita menyakiti diri sendiri dengan merespons secara negatif setiap cemooh yang terlontar dari mulut orang lain, alangkah bijaknya kita respons secara positif. Abaikan dan tidak membalasnya, kemudian bawa rasa sakit hati kita kepada Tuhan dengan mendoakan orang yang bersangkutan. Niscaya hidup kita diberkati. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah rasa sakit hatiku terhadap seseorang yang telah mengecewakan hatiku. Aku mau mengampuninya agar hatiku bebas merdeka sehingga damai-Mu kembali menguasai hatiku. Amin. (Dod).
Bpk. Kin Liong (TB) Roma 2:14-15 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tacitus dan Kebakaran di RomaDiambil dari: 1 Petrus 3:17 “Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi tentang Tacitus, seorang penulis sejarah Romawi. Tacitus menulis bahwa pada zaman Kaisar Nero, kota Roma pernah mengalami kebakaran besar. Setelah itu, Nero menuduh orang-orang Kristen sebagai penyebabnya. Padahal, orang-orang Kristen bukan pelakunya. Mereka dijadikan kambing hitam supaya orang lain tidak curiga kepada Nero.Tacitus juga menulis bahwa orang-orang Kristen disebut demikian karena mereka adalah pengikut Kristus. Kristus sendiri, kata Tacitus, pernah dihukum mati pada zaman Pontius Pilatus. Jadi dari catatan ini, kita melihat dua hal penting: Yesus sungguh hidup dalam sejarah, dan orang-orang yang percaya kepada-Nya benar-benar pernah mengalami penderitaan karena iman mereka.Wonder Kids, mungkin kamu belum pernah mengalami penderitaan seperti orang Kristen pada zaman dulu. Tetapi bisa saja kamu pernah diejek karena berbuat benar, atau dianggap aneh karena memilih jujur, taat, dan tidak ikut-ikutan berbuat salah. Kadang-kadang melakukan yang benar memang tidak mudah. Tetapi firman Tuhan mengingatkan bahwa lebih baik menderita karena berbuat baik daripada karena berbuat jahat.Orang-orang Kristen pada zaman dulu tetap setia walaupun diperlakukan tidak adil. Mengapa? Karena mereka tahu bahwa Yesus juga pernah menderita. Yesus tidak membalas dengan kejahatan. Ia tetap taat kepada Bapa. Karena itu, saat kita mengalami hal yang tidak enak karena mau ikut Tuhan, kita bisa ingat bahwa Tuhan Yesus mengerti dan menolong kita untuk tetap setia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ingat satu kejadian saat kamu pernah diejek, disalahpahami, atau merasa tidak enak karena memilih melakukan yang benar. Lalu berdoalah dan minta Tuhan memberi kamu hati yang tetap setia.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tahu rasanya menderita dan diperlakukan tidak adil. Tolong aku supaya tetap berani melakukan yang benar dan tidak takut mengikuti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: walaupun doing yang benar kadang tidak mudah, Tuhan Yesus selalu menolong anak-Nya untuk tetap setia. Tuhan Yesus memberkati.
*DUA SIMBOL IMAN KRISTEN*(Luk.24:13-35; Rom.6:4-6;)Kisah Yesus berjalan bersama dua orang murid-Nya menuju ke kampung Emaus yang terletak kira-kira 7 mil dari Yerusalem ini menjadi momen yang Tuhan kehendaki untuk menampakkan diri pasca hari kebangkitan-Nya. Percakapan Kleopas dan satu murid (nama tidak disebutkan) itu berisi pengharapan yang mulai pupus oleh karena mereka telah menaruh ekspektasi besar bahwa Yesuslah yang akan memimpin dan menolong bangsa Israel, tetapi Yesus telah mati disalib dan tidak ditemukan lagi tubuh-Nya di kuburannya.*Dua Simbol Kekristenan:*- Salib --> simbol kematian Yesus Kristus (kematian Yesus menghasilkan pengampunan dosa dan kehidupan kekal (secara roh). Kristus mati untuk melepaskan kuasa dosa yang telah membelenggu manusia. Mengapa salib? Sebab salib merupakan peristiwa penderitaan namun bila dilihat dari sisi rohani salib Kristus memberikan pembebasan dan pengampunan sehingga manusia lama - manusia berdosa kita sudah disalibkan / mati bersama-sama dengan Kristus)- Baptisan --> setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus harus dibaptis (dia yg sungguh-sungguh bertobat pasti mau meberi dirinya dibaptis, atau mungkin jika dia mau dibaptis tetapi cara hidupnya tidak mau berubah berarti dia suda mempermainkan kasih karunia dan kebenaran Allah). Bapto (Yn) = dicelupkanPercaya kepada Yesus dan baptisan itu tidak bisa dipisahkan sebab baptisan menjadi bukti karya Allah atas hidup manusia yang percaya kepada Kristus Yesus untuk mengalami pembasuhan, penyucian dan pengampunan. Maka kita disebut sebagai hamba-hamba Kristus yang mana kita melakukan kebenaran, bukan lagi perbuatan-perbuatan dosa.
*DUA SIMBOL IMAN KRISTEN*(Luk.24:13-35; Rom.6:4-6;)Kisah Yesus berjalan bersama dua orang murid-Nya menuju ke kampung Emaus yang terletak kira-kira 7 mil dari Yerusalem ini menjadi momen yang Tuhan kehendaki untuk menampakkan diri pasca hari kebangkitan-Nya. Percakapan Kleopas dan satu murid (nama tidak disebutkan) itu berisi pengharapan yang mulai pupus oleh karena mereka telah menaruh ekspektasi besar bahwa Yesuslah yang akan memimpin dan menolong bangsa Israel, tetapi Yesus telah mati disalib dan tidak ditemukan lagi tubuh-Nya di kuburannya.*Dua Simbol Kekristenan:*- Salib --> simbol kematian Yesus Kristus (kematian Yesus menghasilkan pengampunan dosa dan kehidupan kekal (secara roh). Kristus mati untuk melepaskan kuasa dosa yang telah membelenggu manusia. Mengapa salib? Sebab salib merupakan peristiwa penderitaan namun bila dilihat dari sisi rohani salib Kristus memberikan pembebasan dan pengampunan sehingga manusia lama - manusia berdosa kita sudah disalibkan / mati bersama-sama dengan Kristus)- Baptisan --> setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus harus dibaptis (dia yg sungguh-sungguh bertobat pasti mau meberi dirinya dibaptis, atau mungkin jika dia mau dibaptis tetapi cara hidupnya tidak mau berubah berarti dia suda mempermainkan kasih karunia dan kebenaran Allah). Bapto (Yn) = dicelupkanPercaya kepada Yesus dan baptisan itu tidak bisa dipisahkan sebab baptisan menjadi bukti karya Allah atas hidup manusia yang percaya kepada Kristus Yesus untuk mengalami pembasuhan, penyucian dan pengampunan. Maka kita disebut sebagai hamba-hamba Kristus yang mana kita melakukan kebenaran, bukan lagi perbuatan-perbuatan dosa.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Tuti Budiman dari Gereja St. Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 14: 5-18; Mazmur tg 115: 1-2.3-4.15-16; Yohanes 14: 21-26.YANG TEKUN, YANGBERHASIL Renungan kita pada hari ini bertema: Yang Tekun, Yang Berhasil. Ada suamidan istri sering bertengkar soal bagaimana mendidik dan membesarkan kedua anakmereka yang masih kelas 4 dan 1 SD. Istri ingin supaya kedua anak ini cerdasdan pandai maka les tambahan di luar jam sekolah diikuti dengan serius. Yang iakejar ialah kepandaian kedua anaknya. Sementara suami tidak terlalu mementingkankecerdasan, tetapi ia lebih menginginkan anak-anaknya tekun. Menghadapi persoalan seperti ini, Tuhan Yesus Kristus terutama melalui Injilpada hari ini akan berkata bahwa ketekunan-lah yang lebih diperlukan. Yesusberkata bahwa Roh Kudus yang akan diutus-Nya adalah penghibur dan guru kita.Dan kita yang dibimbing oleh Roh Kudus adalah anak-anak atau murid-murid yangmesti tekun mengikuti dan belajar di bawah bimbingan-Nya. Kita bukan bercita-cita menjadi orang pandai dan cerdas bersama Roh Kudus.Sebab kalau kita semua ini menjadi cerdas dan pandai, bisa jadi banyak di antara kita ingin menyaingi Roh Kudus,atau bahkan Roh Kudus menjadi bingung untuk membimbing dan mengajari kita satuper satu. Jadi keutamaan yang penting sekali bagi kita ialah ketekunan, dan bukankepandaian atau kecerdasan. Pengalaman hidup Gereja Perdana membuktikan bahwapara rasul itu bukan orang pandai dan cerdas. Tetapi karena mereka tekun danberkomitmen kepada Yesus Kristus mereka menjadi mampu, matang dan menguasaisemua ilmu tentang Yesus Kristus. Paulus dan Barnabas tekun untuk teguh kepada Yesus Kristus dan Injil-Nyabiarpun mereka berhadapan dengan orang-orang pandai dan cerdas dari kultur yangberbeda sama sekali dari mereka. Mereka hadirkan ketekunan sebagai bentuk kesaksianyang sangat kuat, supaya meyakinkan semua orang Kristen yang baru dibaptisbahwa hanya ketekunan dalam iman yang bisa membuat mereka bertahan dan bisamembela imannya. Ketekunan itu harus mulai dari diri sendiri karena ada kemauan untukmencapai suatu tujuan yang baik dan benar. Melalui kombinasi kerajinan, fokus dan semangat, seseorang dapatmencapai hasil yang diinginkan. Orang yang pandai matematika karena ia pernahdan terus menerus menekuni bidang itu. Seorang atlet sepak bola menekuni teknikpaling sederhana seiring dengan latihan fisik yang terus-menerus sampai menjadiseorang pemain hebat. Demikian juga jika kita menekuni diri kita sebagai putra dan putri Allah,kita bakal berhasil menikmati apa yang dikatakan oleh Yesus, yaitu mendudukitempat di rumah Bapa di surga yang telah disediakan bagi kita masing-masing. Marilah kita berdoa. Dalamnama Bapa... Ya Yesus, semoga kami senantiasa tekun dan setia dalam bimbingandan ajaran Roh Kudus demi menjadi murid-murid-Mu yang sejati, kini dansepanjang masa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 3 Mei 2026Bacaan: "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu." (Efesus 4:32)Renungan: Ada pepatah berkata, "Lebih mudah membangun daripada mempertahankan. Pepatah ini menggambarkan hubungan atau relasi antar manusia. Untuk menjalin relasi dengan orang lain bukan hal yang mudah, tetapi justru lebih mudah untuk menghancurkan relasi tersebut. Kenyataannya memang untuk mempertahankan relasi itu cukup sulit, karena kebanyakan orang hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri. Hal inilah yang sering menjadi awal dari perpecahan. Permasalahan inilah yang menjadi keprihatinan Rasul Paulus terhadap orang-orang Kristen di Efesus. Relasi di dalam jemaat Efesus kala itu adalah relasi yang baru terbentuk sehingga memiliki resiko yang tinggi terhadap munculnya konflik dan perpecahan. Rasul Paulus menasihati mereka untuk membuang segala rasa sakit hati di antara satu dengan yang lain sebagai umat Tuhan. Mereka harus melandaskan hidup mereka dengan mengingat akan kasih Kristus yang telah diberikan kepada mereka. Harapan Paulus dengan berlandaskan kasih Kristus, dapat terbangun keramahan untuk saling merangkul dan sikap saling mengampuni. Akhirnya dapat terwujud kehidupan bersama sebagai Tubuh Kristus. Hal yang sama juga Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita sehari-hari. Membangun relasi dengan orang-orang yang berbeda latar belakang keluarga, pendidikan, lingkungan dsb, bukan hal mudah karena setiap orang mempunyai ego masing-masing. Namun kita harus menyadari bahwa salah satu hal terindah dalam kehidupan adalah terjalinnya relasi yang baik antar sesama. Sebab itu ciptakanlah relasi yang dapat bertahan dan menyatu membentuk ikatan yang menghidupkan. Landaskan kehidupan ini dengan kasih Kristus, kasih yang mengajarkan keramahan dan saling memaafkan. Dengan demikian kita mampu membangun relasi yang indah, termasuk dengan mereka yang di luar Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku agar dapat menerima setiap orang apa adanya sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Siapakah Yosefus? Diambil dari: Roma 15:4 “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”Wonder Kids, hari ini kita akan belajar tentang seorang tokoh bernama Yosefus. Yosefus adalah seorang penulis sejarah Yahudi yang hidup pada zaman yang tidak terlalu jauh dari masa Tuhan Yesus. Ia bukan penulis Alkitab, dan ia juga bukan salah satu murid Yesus. Tetapi ia menulis tentang banyak hal yang terjadi pada zaman itu, termasuk tentang Yesus.Yosefus adalah seorang imam dan juga orang Farisi. Ia menulis buku sejarah tentang bangsa Yahudi. Menariknya, walaupun Yosefus bukan pengikut Tuhan Yesus, ia tetap menuliskan hal-hal tentang Yesus dan tentang orang-orang Kristen mula-mula. Ini penting, karena catatan Yosefus menolong kita melihat bahwa Yesus benar-benar hidup dalam sejarah, bukan tokoh dongeng atau cerita buatan manusia.Bayangkan kalau ada satu peristiwa besar di sekolah atau di gerejamu. Lalu bukan hanya teman dekatmu yang menceritakannya, tetapi juga orang lain yang bukan bagian dari kelompokmu ikut menulis tentang peristiwa itu. Tentu itu membuat cerita itu makin kuat, bukan? Begitu juga dengan Yesus. Bukan hanya Alkitab yang bersaksi tentang-Nya, tetapi juga ada catatan sejarah lain yang meneguhkan bahwa Yesus sungguh pernah hidup.Wonder Kids, ini menolong kita untuk semakin yakin bahwa iman Kristen berdiri di atas kebenaran. Kita percaya kepada Yesus bukan karena cerita yang dibuat-buat, tetapi karena Dia benar-benar datang ke dunia, hidup di tengah manusia, mati, dan bangkit. Tuhan memberi kita banyak kesaksian supaya iman kita makin teguh.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Coba ceritakan kepada satu orang di rumahmu mengapa kamu percaya bahwa Yesus bukan tokoh dongeng, melainkan sungguh hidup dalam sejarah.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh datang ke dunia ini untuk menyelamatkanku. Tolong aku untuk semakin yakin kepada-Mu dan berani percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan tokoh cerita, tetapi Juruselamat yang sungguh hidup dan datang untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 2 Mei 2026Bacaan: "Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan" (2 Tesalonika 3:10) Renungan: Pengkotbah mengatakan segala sesuatu ada waktunya, termasuk di dalamnya adalah waktu bekerja, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya." Ini berarti selagi masih ada kesempatan untuk bekerja, manusia diwajibkan untuk melakukan pekerjaannya guna memenuhi kebutuhan sandang dan pangannya. Bahkan di dalam kitab Amsal manusia diminta belajar dari semut tentang bagaimana harus bekerja, yakni tidak boleh malas. Selagi masih ada kesempatan untuk mengumpulkan makanan, semut akan mengumpulkan makanannya pada waktunya (Ams. 6:6-8). Peristiwa tentang "Manna" di padang gurun Sin memberikan pengajaran kepada umat Israel agar mereka tidak bermalas-malasan bekerja, mengambil berkat yang sudah Tuhan sediakan menurut keperluan mereka. Setiap pagi Tuhan selalu menyediakan manna bagi umat Israel. Mereka boleh mengambil sesuai kebutuhan masing-masing sehingga mereka tidak akan kelaparan. Akan tetapi, ketersediaan manna tersebut ada batas waktunya. Manna disediakan pada waktu pagi hari. Kalau mereka terlambat bangun untuk menyambut berkat yang sudah Tuhan sediakan, maka mereka akan kehilangan kesempatan karena manna akan menjadi cair ketika matahari panas. Pengajaran yang sama juga ditujukan untuk umat Tuhan masa kini. Di dalam kehidupan sehari-hari, sesungguhnya Tuhan juga sudah menyediakan berkat di sekitar kita. Untuk menyambut atau tidaknya, kembali kepada diri kita masing-masing. Hal yang jelas kita tidak boleh malas. Alkitab mengatakan, "...jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan," (2 Tes. 3:10). Jadi, jika kita ingin mendapatkan berkat yang sudah Tuhan sediakan, maka kita harus mau bekerja pada waktunya. Tuhan sebagai penyedia berkat sudah memberikan berkat-Nya setiap hari. Bagian kita adalah bekerja dengan rajin dan sungguh-sungguh untuk menyambut berkat Tuhan sebelum terlambat. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah kerajinan dalam diriku, sehingga aku semakin semangat bekerja untuk menerima setiap berkat-Mu. Amin. (Dod).
Kita semua hidup di kelilingi oleh data. Data menjadi ketergantungan sebab kadang tidak adanya data dan informasi bagi kita, itu bisa menjadi ancaman sebab kurangnya data atau informasi yang ingin kita ketahui. Sebab kurangnya data dan informasi membuat kita tidak bisa memberi analisa, memberi penilaian dan kesimpulan. Kalau ada data tetapi tidak cukup lengkap, maka kita masih bisa dapat memberi sedikit analisa dan jawaban, tetapi bagaimana kalau tidak ada data atau informasi sama sekali yang kita terima? Dan itulah yang terjadi dalam istana Babel. Ketika raja bermimpi, dan ia memanggil semua orang pintar dan para ahli berpengetahuan bijaksana, ketika ia meminta untuk menceritakan tentang mimpinya dan apa makna dari mimpi tersebut. Dan yang menarik bahwa ia tidak mau memberi tahu tentang mimpi tersebut kepada para ahli, dan hanya mau menerima makna dan arti mimpi langsung dari mereka. Tidak ada yang mampu menjawab raja sebab itu hal yang mustahil untuk dilakukan. Tetapi tidak dengan Daniel dan ketiga sahabatnya. Ancaman yang diberi kepada mereka yang tidak mampu memberi tahu makna dan arti dari mimpi raja maka akan di bunuh. Tetapi tidak dengan Daniel dan ketiga sahabatnya. Lalu hal apa yang menarik dan terjadi kepada Daniel dan ketiga sahabatnya? Temukan jawabannya dalam Seri 2 - Teguh Hati | Ps. Charles Bessie. Gembala Senior Gereja C3 Reach Pemulihan Kupang. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Yohanes Sukardi dan Onny Pakendek dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 13: 13-25; Mazmur tg 89: 2-3.21-22.25.27; Yohanes 13: 16-20.GEMBALA YANGBAIK MENCERAHKAN PENGERTIAN Renungan kita pada hari ini bertema:Gembala yang Baik Mencerahkan Pengertian. Sang Gembala Yesus Kristus menerangidunia dan hati kita dengan firman-Nya. Jika firman itu hanya sampai padatelinga manusia, pekerjaan evangelisasi itu dianggap masih sangat mentah. Darimendengar, kemampuan kita perlu berkembang sampai pada pengertian. Tuhan terusberperan membuat kita mengerti Dia, yaitu melalui firman-Nya yang disampaikanitu. Sejak pembaptisan kita dicurahkan Roh Kudus dan melalui Sakramen Penguatankita diurapi kepenuhannya. Salah satu karunia yang diberikan kepada kita ialah karuniapengertian. Di dalam Injil pada hari ini Tuhan Yesus gembala yang baikmengajarkan kita bahwa dengan mengerti pengajaran-Nya kita menjadi orang-orangyang terberkati. Ia sangat berkenan kepada orang-orang yang tidak hanyamendengarkan, tetapi juga mengerti. Sebab melalui pengertian itulah sikap orangterbentuk dan dari sana ia mulai bersikap dan bertindak. Tidak berarti bahwa tak ada sama sekali pengertian pada setiap manusia,kelompok orang atau sebuah kultur. Yang sering menjadi soal ialah bahwapengertian manusia terbatas dan cenderung berbeda-beda atas sesuatu hal. Apalagi dalam soal ajaraniman tertentu, bahaya kurang pengertian dan penafsiran yang berbeda-beda seringberakibat pada konflik sosial di antara kita. Hal ini sungguh menjadi pengalaman Santo Paulus. Ia mengalami bagaimanaYesus membuat pemikiran dan pengertiannya menjadi baru. Kini giliran Paulusyang mencerahkan pikiran dan pengertian orang-orang yang belum tahu apa-apatentang Yesus Kristus. Sering urusan menjelaskan orang-orang dari tidak tahuuntuk mendapatkan suatu pengertian dasar akan suatu ajaran baru menjadi tugasyang lebih muda. Sedangkan memberikan pemahaman kepada orang-orang yang sudah mempunyaipemikiran sendiri akan menjadi lebih sulit. Bagi kita, pengertian tentang Tuhan Yesus Kristus dan segala hal mengenaiiman kita memang sudah ada dengan ukuran berbeda-beda dari seorang ke oranglain. Tetapi urusan mencerahkan atau menyegarkan pengertian itu merupakan suatuhal yang lain. Lalu bagaimana caranya? Mungkin usulan ini sangatlah sederhana,tapi siapa tahu bisa sangat berguna. Anak sekolah harus membaca satu bukupelajaran sepuluh kali untuk bisa hadapi ujian, daripada membaca sepuluh bukusatu kali saja. Maka hal yang sama, kita mesti bertemu dan belajar pada Yesusberulang-ulang dan banyak kali. Tidak efektif kalau hanya sesekali atau jarang. Hendaklah kita saling mengajarkan untuk mengembangkan pengertian di antarakita. Bagi yang lebih mengerti, usahakan untuk mengajarkan yang belum. Yangbelum mengerti hendaknya meminta kepada mereka yang lebih mengerti. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik, terima kasih berlimpah atas Putera-MuYesus Kristus yang menjadi gembala yang baik bagi kami. Ajarilah kami untukmenjadi gembala yang baik seperti Dia. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Matius 24:37-38 & 42"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 22 April 2026Bacaan: "Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi... dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah." (Kejadian 5:22; 6:9)Renungan: Pergaulan adalah hal yang menjadi kebutuhan manusia. Rasanya tidak mungkin kita hidup tanpa pergaulan. Dengan bergaul kita akan dapat hidup memberi dan menerima, saling menopang dan mendukung. Kita dapat mengenal orang lain lebih dalam, memahami suka-duka hidupnya, mengenal watak dan karakternya, sisi terang dan gelapnya. Bergaul itu baik, tapi kita diminta untuk bersikap bijaksana memilih pergaulan yang sehat. Sebab bergaul dengan orang yang tidak tepat, dapat menyeret kita dalam masalah yang besar, bahkan dapat menghancurkan hidup kita sendiri. Dua orang tokoh besar Perjanjian Lama, Henokh dan Nuh hidup bergaul dengan Tuhan Allah. Henokh panjang umur dan Nuh terpilih menjadi keluarga yang diselamatkan ketika dunia makin bertambah-tambah dalam dosa. Hidup bergaul dengan Allah membuat iman kita akan terus terpelihara. Pemazmur mengatakan "Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair" (Mzm. 63:2). Apakah kita juga selalu merindukan Tuhan dan bergaul akrab dengan Dia? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bantulah aku agar dapat memelihara dan menjalin hubungan yang akrab dengan-Mu. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB) Ibrani 10:35-36 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 7 April 2026Bacaan: "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku." (Amsal 30:8-9) Renungan: Di dalam Alkitab, kekayaan dipandang sebagai sesuatu yang netral, tidak dipuji tetapi juga tidak dicela. Artinya, benar-tidaknya suatu kekayaan tergantung pada sikap seseorang terhadapnya, apakah ia menjadi orang benar atau menjadi orang yang tidak benar dengan kekayaannya itu. Jika seseorang bergantung pada kekayaannya melebihi ketergantungannya kepada Tuhan, maka pada saat itulah suatu kekayaan menjadi tidak benar. Sebaliknya, jika seseorang dapat mengendalikan kekayaan itu dan memanfaatkannya untuk memuliakan Tuhan dan memberkati sesama, maka pada saat itulah kekayaaan tersebut menjadi benar. Jadi, kekayaan itu sendiri tidaklah salah, yang salah adalah sikap orang yang bergantung kepada kekayaannya. Alkitab tidak pernah mengecam kekayaan itu sendiri, tetapi mengecam sikap hati orang yang hanya bergantung pada kekayaannya. Ada banyak tokoh di Alkitab yang kaya. Sebagian mempergunakan kekayaan tersebut dengan baik, artinya tidak membuat mereka jauh dari Tuhan. Sebagian lagi adalah sebaliknya, mereka justru jauh dari Tuhan karena kekayaannya. Contoh tokoh Alkitab yang kaya namun tidak membuat mereka jauh dari Tuhan adalah Abraham, Ishak, Yakub, dan Ayub. Mereka diberkati oleh Tuhan sehingga menjadi orang-orang yang kaya di tengah masyarakat sezaman mereka. Tetapi, hati mereka tetap teguh berpaut kepada Tuhan. Demikian juga dengan Ayub, sekalipun ia adalah orang kaya, ia tidak bergantung pada kekayaannya. Terbukti, ketika ia dicobai dengan sangat berat dengan hilangnya seluruh harta kekayaannya dalam sekejap, ia tidak meninggalkan Tuhan. Namun banyak juga tokoh Alkitab yang kaya sehingga membuat mereka menjadi jauh dari Tuhan atau tidak datang kepada Tuhan. Contohnya adalah Hizkia, raja Yehuda. Secara keseluruhan, Hizkia termasuk orang yang benar di mata Tuhan, karena ia tidak menyembah berhala dan tetap berpaut kepada Tuhan. Namun ia tidak benar dalam hal kekayaan. Ketika dia diberkati Tuhan dengan kekayaan dan kerajaan yang kokoh, ia justru memamerkan kekayaannya itu kepada orang-orang Babel (2 Raj 20:12-18). Bukan hanya kekayaan, kemiskinan pun bisa membuat seseorang jauh dari Tuhan. Menarik menyimak doa Agur bin Yake. Ia memohon kepada Tuhan agar tidak diberikan kekayaan maupun kemiskinan. Sebab, jika ia kaya ia akan menyombongkan diri terhadap Tuhan, dan ketika ia miskin ia akan mengutuki Tuhan. Agur bin Yake menyadari bahwa banyak orang yang bersikap tidak benar kepada Tuhan karena kekayaan mereka, dan karena kemiskinan mereka! Namun makna doa Agur bin Yake adalah agar kita tetap cinta Tuhan, baik ketika masih miskin maupun ketika sudah kaya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku tetap takut dan setia kepada-Mu, baik ketika masih miskin maupun sesudah kaya. Amin. (Dod)
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 April 2026Bacaan: "Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut." (1 Yohanes 3:14)Renungan: Ada begitu banyak ayat Alkitab yang meneriakkan kata kasih agar yang tak mendengar dapat mendengar, dan yang tak mau mendengar menjadi terusik sehingga mau mendengar. Kasih adalah ciri khas dari kehidupan kekristenan, yang membedakan kita dengan dunia ini. Mengasihi bukanlah pilihan bagi para pengikut Kristus, melainkan sebuah keharusan, yang sama halnya seperti manusia dengan makanan. Mau tidak mau, atau enak tidak enak, manusia akan tetap makan agar dapat bertahan hidup. Jadi baik atau tidak baik situasi, kondisi dan tempatnya, kita harus tetap dapat mengasihi. Namun bila akhirnya kita menjadikan kasih sebagai sebuah pilihan, maka hari ini ada begitu banyak orang yang kita bunuh. Ya, menjadi pembunuh, itulah hasil akhir dari pilihan kita, karena kita gagal menjadi penunjuk jalan bagi orang-orang "dunia" untuk menuju kepada jalan kebenaran dan hidup. Inilah alasan mengapa kasih menjadi begitu penting, sehingga firman-Nya terus menggedor hati kita agar kita hidup sebagai anak-anak terang yang memancarkan kasih-Nya. Sebab, seperti apa dan bagaimana kita hidup, maka seperti itulah orang akan memandang Kristus. Jika kita hidup sebagai pemarah atau pendendam, maka seperti itulah Kristus di hadapan orang-orang yang tidak mengenal-Nya. Kristus yang adalah Kasih, berubah menjadi Pribadi yang buruk karena keangkuhan, keegoisan, dan kegengsian kita yang tidak mau mengampuni. Di dalam Kristus, hal mengasihi bukan lagi sebuah kemustahilan. Untuk itu, jika kita masih merasakan sebaliknya, maka sesungguhnya la tidak ada di dalam kita, dan kita tidak pernah mengenal-Nya. Saat dunia membutuhkan alasan atau syarat untuk mengasihi, la justru mengajarkan kita untuk mengasihi tanpa syarat, sama seperti Dia yang mengasihi kita tanpa syarat. Maukah kita belajar mengasihi? Selamat Paskah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin belajar memiliki kasih yang Engkau ajarkan kepadaku, agar aku dapat mengasihi tanpa mencari alasan untuk apa aku mengasihi. Amin. (Dod).
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Matius 26:26-29Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu i dalam Kerajaan Bapa-Ku."
Pdm. Handoyo Salim (TB) Roma 1: 21 & 24 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 26 Maret 2026Bacaan: "Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana." (1 Raja-raja 19:3)Renungan: Pernahkah kita kehilangan kekuatan iman ketika diperhadapkan pada suatu keadaan yang tidak terlalu genting? Seringkali kita menghadapi situasi sulit yang sangat menantang iman dan mampu melewatinya dengan iman yang terfokus pada Tuhan. Namun, ada kalanya kita mengalami kekhawatiran dan ketakutan hanya karena persoalan kecil. Di gunung Karmel, Elia menantang Raja Ahab beserta 400 orang Nabi Baal untuk membuktikan kehebatan Tuhan. Elia memanjatkan doa yang super beriman, "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah... dan bahwa aku ini hamba Mu... Jawablah aku, ya TUHAN, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah." Lalu, turunlah api menyambar habis korban bakaran Elia dan ia membunuh ke 400 Nabi Baal tersebut. Namun keesokan harinya, ia lari ketakutan ketika mendengar ancaman Izebel, dan berkata, "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku." Elia berdiri teguh di puncak gunung Karmel mendeklarasikan fokus dan kekuatan imannya kepada Tuhan dan meyakini 100% akan jawaban doanya. Namun imannya jatuh seketika di titik nol hanya karena ancaman seorang perempuan. Ia menjadi putus asa dan ingin mati rasanya. Demikian pula Abraham, ia melakukan hal yang sama ketika ia berbohong tentang Sara di hadapan Firaun karena berusaha menyelamatkan nyawanya. Daud yang menuliskan pujian yang indah tentang kesetiaan Tuhan yang besar dalam hidupnya, namun juga yang menyerukan, "Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mzm 22:2). Musa yang menjadi pemimpin besar yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan perbuatan tangan Tuhan yang besar, namun ia pun berseru-seru kepada Tuhan ketika berada di Masa dan Meriba, "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu?" Nabi Elia, Raja Daud, dan Musa adalah pahlawan-pahlawan iman yang dipakai oleh Tuhan untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya, akan tetapi hal ini tidaklah menjadikan mereka manusia super rohani tanpa kegagalan. Dengan demikian, kita tidak perlu berkecil hati ketika tapak perjalanan iman kita bagai grafik yang menurun secara drastis. Saat-saat kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutan tidak mampu kita halau, apakah yang harus kita lakukan selanjutnya? Nyatakan kepada Tuhan segala kelemahan iman kita dan tetaplah berdiri di gunung Tuhan. Dengan kata lain, iman kita boleh limbung namun tidaklah mati. Demikianlah Tuhan berkata setelah Elia menyampaikan ketakutannya, "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Kita tidak berdiam diri ketika kondisi iman kita tercekik, namun kita harus bangkit dan meraih kekuatan Tuhan untuk menjalani hari-hari yang penuh tantangan dan menyadari la selalu setia di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mohon kekuatan untuk bisa bangkit ketika imanku runtuh, sehingga aku sanggup menapaki jalan kehidupanku sampai akhir. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 25 Maret 2026Bacaan: "Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami." (2 Korintus 4:17)Renungan: Suatu hari seseorang bermimpi bertemu Tuhan. Tuhan bertanya, "Mengapa engkau bersedih?" Orang itu menjawab, "Tuhan, hidupku penuh dengan penderitaan, rasanya aku tidak dapat menatap hari esok." Lalu tuhan duduk di sampingnya, meraih tangannya dengan penuh kasih dan berkata, "Biarkan Aku menjelaskan padamu dan engkau akan mengerti. Setiap penderitaan merupakan batu pijakan yang harus engkau tapaki setiap hari. Setiap kali engkau melalui sebuah penderitaan, itu merupakan batu pijakan yang akan membawamu naik lebih tinggi. Jalan kehidupan bagaikan perjalanan mendaki sebuah gunung. Ada batu-batu terjal berupa kesulitan dan penderitaan yang harus dijadikan tempat berpijak. Ketika engkau mengalami masalah, Aku Sang Batu Karang akan menopangmu. Setiap batu pijakan yang engkau lalui akan membuat jiwamu semakin kuat. Memang batu-batu itu cukup banyak dan terasa menyakitkan, tapi karakter dan imanmu akan terbentuk. Aku tahu bahwa engkau lelah, karena Akupun sudah melalui jalan ini dan Aku meninggalkan kisah perjalananku agar engkau tetap kuat. Tetaplah mendaki dengan tekun ke tempat yang penuh kemuliaan. Ingatlah, bahwa Aku menyertai langkahmu." Jika saat ini kita sedang melalui batu-batu terjal berupa penderitaan, tekanan, aniaya, cemooh, penyakit, ketidakadilan dll, jadikan itu sebagai batu pijakan dan bukan batu sandungan. Banyak orang percaya yang tersandung, jatuh dan tidak mau bangkit lagi karena menilai kesulitan hidup dengan cara penilaian mereka sendiri dan bukan dengan cara penilaian Tuhan. Pegang erat janji Tuhan dan jangan lagi menganggap janji-janji Tuhan sebagai cerita dongeng belaka. Mereka yang percaya pada tuntunan, penyertaan dan pertolongan Tuhan akan mengalami kuasa-Nya. Pergumulan hidup hendaknya menjadi batu pijakan yang harus anda lalui untuk naik lebih tinggi. Jangan menyerah ketika beban hidup terasa semakin berat. Di saat kita tidak berdaya, pandang Yesus Sang Batu Karang kehidupan di mana kita bisa berlindung dan mengalami kemenangan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau mau menjadi batu karang dalam kehidupanku. Ada begitu banyak batu-batu kerikil yang harus kulalui dalam perjalanan hidup ini. Terkadang aku tidak sanggup untuk melaluinya. Tapi aku bersyukur karena Engkau telah lebih dulu menjalaninya, sehingga kalau saat ini aku menjalaninya, Engkau dapat memberi kekuatan khusus kepadaku. Berilah Roh kekuatan Mu ya Yesus, sehingga aku dapat melalui perjalanan hidupku ini dengan tetap setia memegang tanganMu sampai aku tiba pada kesudahannya dan berkumpul bersamaMu di surga. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 23 Maret 2026Bacaan: "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)Renungan: Tidak ada yang lebih menyedihkan selain kehilangan orang-orang yang kita kasihi dan yang sangat dekat dengan kita. Ketika terjadi sesuatu yang tidak pernah disangka sebelumnya maka tanda tanya besar yang bernada kecewa muncul, "Mengapa Tuhan?" Hal ini juga dialami Catherine Marshall. Ia sangat terpukul oleh kematian suaminya Peter Marshall. Meskipun saat itu banyak sekali orang yang berdoa untuk kesembuhan Peter Marshall, tetapi tetap juga ia meninggal dan meninggalkan istri dan anaknya. Catherine seakan kehilangan segalanya, tetapi justru di saat-saat yang sulit seperti itu ia merasakan suatu pengalaman akan kehadiran Tuhan yang tidak hanya memberikan penghiburan setiap waktu kepadanya melainkan juga memberikan kekuatan untuk menanggung semuanya. Pengalaman akan kehadiran Tuhan tersebut membuatnya memanjatkan doa syukur atas cara-cara Tuhan yang tidak terpahami di dalam menyadarkan dia akan kebutuhan yang sesungguhnya. Tuhan pun tahu bagaimana caranya agar kita menemukan kebutuhan jiwa kita, kebutuhan akan penghiburan dan kekuatan yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Mother Teresa berkata, "Pastikan bahwa engkau mengizinkan anugerah Allah bekerja dalam jiwamu dengan menerima apa saja yang Ia berikan dan merelakan apa saja yang Dia ambil darimu." Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, jangan biarkan kekecewaan menguasaiku ketika salah satu berkat yang Kau berikan terambil dari kehidupanku, tetapi biarlah ucapan syukur senantiasa keluar dari mulutku. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) 2 Korintus 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 19 Maret 2026Bacaan: "Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. " (Mazmur 16:9) Renungan: Darcie seorang bayi yang berusia delapan bulan menderita tujuh tumor yang berisiko kanker dalam tubuhnya. Namun, bayi yang tidak mengerti akan apa yang terjadi pada dirinya, selalu tersenyum. Bahkan orang tuanya mengatakan senyum Darcie itu yang selalu memberi mereka kekuatan. Senyum Darcie tidak pernah lepas dari bibir mungilnya. la juga jarang menangis. Pada akhirnya dengan mujizat Tuhan, Darcie telah mengalami kesembuhan total dari tumor-tumor itu. Kita sering menjumpai tulisan-tulisan "senyum itu sehat", "senyum itu indah", "senyum membawa kebahagiaan", dan sebagainya. Tulisan ini ingin memberitahu kita betapa pentingnya senyum yang lahir dari hati, bagi hidup kita. Namun, sepertinya kita kurang memahami bagaimana cara mengekspresikan diri melalui senyum bahagia jika kondisi hati kita sedang galau. Kita adalah orang-orang yang sudah dewasa, berbeda dengan Darcie. Terkadang kita perlu bersikap seperti anak kecil yang seolah-olah tidak mengetahui masalah apa yang terjadi dan hanya tetap tersenyum. Seperti Darcie, karena ia adalah anak kecil, yang biasanya menangis di saat ia menderita sakit, namun yang terjadi adalah ia selalu menghiasi wajahnya dengan senyuman. la sepertinya telah mengabaikan rasa sakitnya dan memberikan semangat kepada orang tuanya melalui senyum manisnya, walau ia sendiri belum mengerti apa itu tersenyum. Kita harus berusaha bagaimana cara menjaga kondisi hati agar tetap bahagia. Seseorang yang menderita cacat kaki pernah ditanyai oleh seorang teman, "Bagaimana kamu bisa berani menghadapi dunia yang kejam ini dan memiliki begitu banyak teman?" "Penyakit ini hanya menyentuh kakiku dan tidak akan pernah menyentuh hatiku," jawabnya. Keadaan yang paling sulit untuk membuat kita tersenyum adalah saat sakit, entah itu sakit secara fisik maupun sakit hati dan perasaan. Lalu mengapa kita harus tetap tersenyum di kala sedang sakit? Karena dengan senyum yang berasal dari hati akan membuat kita menjadi jauh lebih baik. Kita juga dapat menaklukkan sakit yang kita hadapi. Hanya dengan usaha untuk tetap menjaga hati agar tenang, maka kita bisa berbahagia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Engkau adalah sumber sukacitaku. Aku mohon berikan kedamaian di hatiku agar mampu tersenyum bahagia sekalipun keadaan menyakitkan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 15 Maret 2026Bacaan: "Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, (1 Petrus 1:24-25)tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu."Renungan: Alkisah ada seorang pengusaha kaya yang mendirikan sebuah pabrik kertas yang besar. Ketika segala sesuatu telah siap untuk beroperasi sesuai dengan rencana, pengusaha itu lantas memerintahkan kepada orang kepercayaannya untuk menuliskan di gerbang pabrik itu sebuah kata, yaitu "Relinquenda" yang artinya "Aku akan meninggalkannya!" Pengusaha itu telah bersusah payah bertahun-tahun mengumpulkan modal untuk membangunnya dan dengan keberhasilannya membangun pabrik itu, ia dikagumi oleh kawan-kawannya dan dipuja oleh masyarakat. Pengusaha itu amat yakin bahwa ia akan memperoleh keuntungan yang besar, tetapi mengapa ia harus menuliskan kata "Relinquenda" di gerbang pabriknya yang megah dan besar itu? Ternyata ia sadar bahwa pada suatu ketika ia akan pergi menghadap Tuhannya dan segalanya akan ditinggalkannya. Di dalam keberhasilan hidup kadang kita lupa diri dan selalu menyombongkan keberhasilan yang telah kita capai. Kita lupa bahwa apa yang kita capai hanyalah kepercayaan yang sifatnya sementara. Jika kita renungkan tindakan pengusaha yang menuliskan kata "Relinquenda" di gerbang pabriknya, tentu harus diakui bahwa tindakannya itu sungguh arif sebab ternyata suka atau tidak suka, segala sesuatu akan kita tinggalkan. Banyak orang yang terikat pada dunia ini. Kita menganggap bahwa harta kekayaan adalah segala-galanya. Kita bahkan tidak segan-segan melakukan perbuatan jahat demi memperoleh kekayaan atau demi mempertahankan kekuasaan. Kita lupa bahwa semuanya hanya sementara dan akan ditinggalkan. Baik kita orang tak berharta ataupun orang berharta dan berkuasa, marilah kita bersikap arif. Tuliskanlah "Relinquenda" di atas seluruh kekayaan dan kekuasaan kita karena semua itu akan kita tinggalkan. Marilah kita memuliakan Kristus di atas segala yang kita kasihi dan di atas segala yang kita miliki sebab hanya dengan demikian kita akan berkenan kepada-Nya. Harta kekayaan serta kedudukan bersifat sementara. Sebab itu selama kita masih berada di dunia ini, kejarlah terutama harta rohani yang sifatnya kekal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah aku dari keterikatan dengan hal-hal duniawi agar ketika semua harus kutinggalkan, hatiku tetap bebas merdeka karena hatiku hanya terikat pada-Mu saja. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 12 Maret 2026Bacaan: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)Renungan: Suatu hari, seorang Pastor pergi ke rumah sakit untuk menjenguk umatNya yang bernama Ruth. Ruth dan suaminya telah melayani di gereja selama lebih dari duapuluh tahun. Sang Pastor merasa bahwa wanita tersebut tidak sepantasnya menderita kanker paru-paru stadium akhir yang tak dapat dioperasi. la tak pernah merokok atau melakukan apa pun yang biasanya berkaitan dengan penyakit paru-paru. Banyaknya kemoterapi yang menyakitkan, telah menunjukkan akibatnya dan kini perawatan itu telah ditinggalkan. Ruth hanya dapat menunggu kematian yang tak terelakkan. Sang Pastor segera berdoa dalam hatinya, memohon petunjuk Roh kudus tentang apa yang harus dia doakan dan katakan kepada Ruth. Namun ia segera menyadari bahwa Tuhan menuntun dia ke kamar Ruth justru untuk mendengarkan, bukan berbicara. Selain rambut rontok, Ruth tidak menunjukkan tanda-tanda menderita kanker stadium akhir. la memancarkan kedamaian saat ia mulai bercerita kepada sang Pastor. Betapa bersyukurnya dia karena Tuhan mengizinkannya mengalami penderitaan ini. "Sebelum ini, saya selalu menjadi seorang Martha, terlalu sibuk melayani sehingga tidak bisa mengambil waktu untuk duduk di kaki Yesus, namun Tuhan menggunakan kanker ini untuk memperlambat saya supaya saya dapat mengenal Dia dengan cara-cara yang tak saya lakukan sebelumnya," katanya. Tidak berapa lama kemudian, sang Pastor meninggalkan kamar Ruth dengan perasaan dikuatkan, bukan lagi bersedih. Sebelumnya, ia memang bertanya kepada Tuhan, mengapa Ruth harus menderita. Padahal, Ruth sendiri justru bersyukur kepada-Nya atas pengalamannya itu. Tuhan memang tidak pernah mencobai kita melampaui kekuatan kita, karena Dia adalah Allah yang baik dan selalu baik apa yang Dia kerjakan. Jika Allah mengizinkan sesuatu terjadi dalam kehidupan kita, percayalah bahwa Dia selalu merancangkannya untuk kebaikan kita dan bukan untuk menyengsarakan kita. Jadi, percayalah selalu bahwa apa yang semula digunakan musuh untuk menghancurkan kita, justru dapat digunakan Tuhan untuk kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas suka dan duka hidup yang aku alami. Aku percaya dalam keadaan apapun Engkau selalu ada untukku. Sebab rancangan-Mu pada akhirnya selalu indah untukku. Amin. (Dod).
Bp. Andrew S (TB) Yohanes 4:9Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria? " (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 9 Maret 2026Bacaan: "Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan." (Efesus 5:17)Renungan: Seorang anak kecil diberikan puzzle oleh Ibunya sambil berkata, "Nak, kalau kamu merangkainya dengan benar kamu akan mendapatkan gambar anak panda kesenanganmu." Sang anak mulai merangkainya sedikit demi sedikit dan sang ibu melihat disampingnya. Sang Ibu memberikan nasihat-nasihat kepada anaknya tentang bagaimana merangkai puzzle yang benar. Tetapi sang anak tidak mau taat. Ia seenaknya sendiri menaruh potongan puzzle itu tidak pada tempatnya. Sedikit demi sedikit potongan itu dirangkai dengan seenaknya sendiri, tetapi terangkai berantakan. Sang anak tidak melihat sedikitpun gambar anak panda pada rangkaian puzzle-nya itu. Sang anak pun mulai marah kepada ibunya. la berkata dengan kasar, "Ibu bohong, aku sudah lama merangkai puzzle ini yang katanya dapat menjadi gambar anak panda kesayanganku tetapi lihatlah gambar apa ini??" Sang ibu kemudian membongkar semua potongan puzzle yang dirangkai secara salah oleh anaknya itu. Saat itu sang anak pun tambah marah kepada ibunya, "Ibu jahat, mengapa ibu membongkar dan menyia-nyiakan hasil karyaku?" la kemudian membanting semua potongan puzzle itu ke lantai. Ibunya sangat sedih melihat hal itu. Tetapi sang ibu kemudian mulai membujuk anaknya lagi dengan lembut, "Nak mari ibu bantu menyusun yang benar."Sang anak pun sedikit demi sedikit menuruti ibunya. Memang kadang beberapa potongan dibongkar oleh ibunya dan sang anakpun mulai ngambek, tetapi karena ia mendengarkan nasihat ibunya maka ia pun mulai terhibur dan menyusun potongan-potongan itu sesuai dengan nasihat ibunya. Akhirnya jadilah puzzle itu. Sang anak melihat betapa indahnya gambar anak panda pemberian ibunya yang terbentuk saat potongan puzzle terakhir diletakkan. Sang anak lalu memeluk ibunya dan berkata "Terima kasih Ibu, ternyata ini benar-benar sebuah gambar yang sangat indah, aku mencintaimu Ibu." Kehidupan ini terdiri dari banyak pecahan puzzle yang apabila disatukan akan membentuk sebuah lukisan yang indah. Ada kepingan kesedihan, kepingan sukacita, kepingan kecewa dan berbagai kepingan yang lain. Namun, jika kita mau menjadi seperti anak kecil pada cerita di atas yang pada akhirnya menuruti apa kata ibunya, walaupun tidak sesuai dengan hatinya, maka di akhir setiap kehidupan kita, kita akan menemukan sebuah gambar yang indah yang dapat digunakan untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus. Jadi, jangan pernah lari dari apa yang Tuhan mau dalam kehidupan kita. Tetaplah setia dan taat walaupun itu tidak sesuai dengan apa yang kita mau. Jangan berhenti merangkai kehidupan ini dan jangan merangkai kehidupan ini seorang diri, karena kita tidak akan pernah menghasilkan kehidupan yang indah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bimbinglah setiap langkahku, agar aku selalu ada di jalan-Mu, sehingga aku tidak tersesat. Jangan biarkan kesombongan menguasaiku sehingga aku tidak mau taat pada perintah-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 10 Maret 2026Bacaan: "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat." (Yakobus 3:16)Renungan: Ada dua bersaudara dari keluarga yang berkecukupan. Setelah kematian kedua orang tuanya, mereka kini harus membagi harta warisan yang ditinggalkan. Namun setelah harta tersebut dibagikan, kedua bersaudara ini tidak pernah hidup rukun dan damai. Sang kakak menuding bahwa adiknya mewarisi lebih banyak dari yang dimilikinya. Sang adik juga menuding hal yang sama terhadap kakaknya. Mereka sudah melewati berbagai proses hukum, namun tetap saja persoalan mereka tak dapat diatasi secara memuaskan. Semua nasihat tak pernah berhasil. Setelah mencari dan mencari akhirnya mereka menemukan seorang guru yang bijak. Kedua bersaudara tersebut datang ke hadapannya dengan harapan bahwa duri yang selama ini menusuk daging dan menghancurkan hubungan persaudaraan mereka dapat dikeluarkan. Sang bijak bertanya kepada sang kakak, "Anda yakin bahwa harta yang dimiliki adikmu melebihi warisan yang engkau terima?" Sang kakak dengan penuh yakin menjawab, "Sungguh demikian!" Sang bijak lalu berpaling kepada sang adik dan mengulangi pertanyaan yang sama, "Anda yakin bahwa kakakmu mewarisi harta peninggalan orang tua lebih dari pada yang anda peroleh?" Dengan keyakinan yang sama sang adik menjawab, "Ya demikianlah!" Sang bijak lalu memberikan sebuah perintah kepada keduanya, "Kumpulkan semua harta yang telah diterima masing-masing dan serahkan itu kepada yang lain." Sang kakak menyerahkan semua harta warisan yang diperolehnya kepada adiknya, demikian pula sang adik menyerahkan harta warisan yang diperolehnya kepada sang kakak. Sejak itu tak ada lagi pertentangan akibat harta warisan di antara mereka berdua. Iri hati adalah sebuah perasaan tidak puas yang timbul akibat keuntungan atau kesuksesan orang lain. Iri hati membuat orang merasa tidak nyaman ketika ada orang lain yang lebih darinya. Kita cenderung memaklumi perasaan iri hati sebagai sesuatu yang wajar, tapi berhati-hatilah. Iri hati biasanya muncul sedikit demi sedikit, lalu terus membesar dengan tingkat kebencian dan tingkat kejahatan yang semakin besar pula apabila dibiarkan berdiam dalam diri kita. Iri hati mampu mengubah kasih menjadi kebencian, dan akibatnya melumpuhkan iman dalam kehidupan kita. Jadi, stop untuk iri hati, karena jika kita sedikit saja mengijinkannya masuk, maka seluruh kehidupan kita pun perlahan tapi pasti akan menjadi hancur. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampuni aku karena di hatiku masih ada sifat iri hati karena keberhasilan orang lain lebih dari aku. Hatiku begitu tidak nyaman dengan perasaan ini. Penuhilah aku dengan Roh-Mu agar sifat iri hati ini dapat keluar dari dalam diriku, sehingga damai sejahtera-Mu dapat tinggal di dalam hatiku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 8 Maret 2026Bacaan: "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." (Yakobus 2:26)Renungan: Suatu hari, seorang ilmuwan bertanya kepada guru agamanya, "Pak, apakah inti yang terpenting dalam agama?" "Jangan melakukan segala dosa, sebaliknya jalankan semua amal dan kebaikan," jawab sang guru agama. Ilmuwan itu menganggap bahwa itu adalah jawaban standar yang terlalu luas dan kurang jelas. Karena itu dia berkata "Apa yang Bapak katakan itu terlalu sederhana. Anak berusia tiga tahun pun tahu dengan jawaban seperti itu," ujarnya. "Memang anak kecil juga akan mengerti, tetapi orang tua yang telah berusia delapan puluh tahun belum tentu bisa melakukannya," jawab sang guru. Banyak motivator, buku-buku laris, dan seminar yang memberi kita penjelasan bagaimana menempuh jalan sukses. Namun, hanya sebagian orang saja yang benar-benar mengecap kesuksesan. Setiap minggu, juga banyak hamba Tuhan di gereja, mulai dari Pastor ataupun Pendeta yang membagikan rahasia hidup dalam kedamaian, sukacita dan keberhasilan, namun, mengapa hanya sebagian kecil saja yang hidupnya berubah setelah mendengar kotbah dari mimbar? Di Alkitab, juga banyak rahasia untuk memperoleh keberhasilan dalam segala hal, namun mengapa orang yang rajin membaca Alkitab sekalipun, hidupnya bahkan tidak berubah? Jawabannya adalah, karena kita sering kali hanya sebatas membaca dan tahu, tetapi tidak berlanjut melakukannya dalam tindakan nyata. Seseorang berkata, "Tindakan tidak selalu membawa kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa tindakan." Berapa banyak kita mendengar tentang seseorang yang ingin kaya, ingin terkenal, ingin pintar, tetapi ia sendiri tidak melakukan apa-apa. No action, talk only. Segudang ilmu dan pengetahuan tidak akan berguna bila kita tidak menggunakannya. Tindakan nyata memang selalu lebih efektif dan membuat kita memiliki kemampuan dan keberhasilan yang lebih, dari pada orang yang hanya mempelajari teori saja. Jadi, mari jangan hanya mendengar kotbah dan membaca Alkitab saja, tapi mari melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, supaya hidup kita selalu dipenuhi dengan keberhasilan dan kedamaian. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah aku pribadi yang dewasa, bukan hanya dalam usia tetapi dalam pikiran, perkataan, tindakan dan karakterku. Amin. (Dod).
Pdt. Dieter Nicolas (TB) Matius 11:30"Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan"