POPULARITY
Categories
Tidur adalah aktivitas keseharian yang bisa jadi paling berpengaruh pada kesehatan kita. Seperti apa tidur yang ideal dan mitos apa saja yang dipatahkan tentang tidur? Ikuti perbincangan dengan Vishal Dasani, Certified Sleep & Recovery. #cauldroncontent #uncensored #uncensoredwithandinieffendi #podcast #podcastindonesia #andinieffendi #vishaldasani #tidur #sleep #olahraga #deepsleep #howtosleepfaster #exercises #sport #brain #sports #protein #relax #emotional #napping #ngorok #tidurberkualitas— Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya.୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧ ☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆https://www.instagram.com/cauldroncontent/ https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw ☆ Dengarkan juga podcast kami ☆ https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34 https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280 ☆ Host Andini Effendi☆https://www.instagram.com/andinieffendi/ ☆ Vishal Dasani ☆ https://www.instagram.com/vishal.dasani/☆ Wardrobe by Lanivatti☆ https://www.instagram.com/lanivatti_official/ ☆ Location at Addition living ☆ https://www.instagram.com/addition.living/— Time stamp 00.00 Intro06.40 Capek berlebihan bikin susah tidur 11.55 Tidur lama ≠ tidur berkualitas17.50 Bangun tengah malam itu normal? Ini alasannya!19.30 Ngorok itu normal atau perlu dikhawatirkan? 23.10 Fakta alkohol29.20 Rumus tidur 3+1 39.40 Tidur siang cukup 30 menit 42.56 Mimpi itu emotional healing50.10 Mitos tentang tidur
Ketika seseorang percaya kepada Yesus Kristus, Roh Kudus hadir dalam hidupnya. Namung sayangnya, tidak semua orang Kristen mengerti peran dan persekutuan pribadi dengan Roh Kudus! Seperti apa sih contoh praktis kita mendukakan Roh Kudus? Yuk kenali dan ketahui ciri-cirinya dan cara mengatasinya melalui siaran podcast episode "JANGAN MENDUKAKAN ROH KUDUS"
Bismillah,262. AGAR TERASA SEPERTI DI TAMAN SURGAKajian WanitaKitab Al-Wabilush ShayyibDalam Sunan at-Tirmidzi, dari Anas Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ""Jika kalian melewati taman Surga, maka singgahlah kalian." Para Shahabat bertanya, "Apa taman Surga itu?" Beliau men-jawab, "Halaqah-halagah (majelis) dzikir."
Pemerintah diprotes habis-habisan karena menonaktifkan 13,5 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Seperti yang sudah-sudah, protes harus sampai viral dulu, baru pemerintah bergerak membenahi. Kepesertaan belasan juta warga itu akhirnya direaktivasi, tak lupa dengan memberi dalih soal pemutakhiran data nasional oleh Kementerian Sosial.Dampak buruk kekacauan ini ditanggung warga miskin yang harusnya dilindungi negara, dibayar lewat kepanikan ratusan pasien gagal ginjal yang tak dapat mengakses layanan cuci darah. Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menemukan setidaknya 150 kasus di berbagai daerah seperti Banten, Bekasi, Cirebon, Yogyakarta, Aceh, Kendari hingga Papua. Tercatat ada 200 ribu lebih pasien cuci darah berdasarkan data Kementerian Kesehatan, mayoritas bergantung pada skema PBI.Dampak nyata serupa juga dialami warga miskin lain yang sedang berjuang melawan penyakit-penyakit berat berbiaya mahal. Kasus tersebut seolah menguatkan pernyataan miris bahwa orang miskin dilarang sakit.Apa yang salah dari kasus BPJS kali ini? Mengapa persoalan klasik seperti pendataan tak kunjung ketemu solusi? Bagaimana mengurainya?Di Ruang Publik kita akan bahas topik ini bersama Sekjen Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Peter Petrus Hariyanto dan Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 19 Februari 2026Bacaan: "Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: 'Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku..." (Yosua 7:20)Renungan: Salah satu penghambat kesuksesan bagi sebagian orang adalah keinginan mereka menggunakan jalan pintas. Memang mungkin jalan pintas bisa saja berhasil untuk sementara waktu, tetapi tidak dalam jangka panjang. Hal ini seperti terjadi dalam lomba marathon yang diselenggarakan di Boston. Jaqueline Gareau, seorang peserta wanita sedang dalam Marathon garis finish, tiba-tiba melihat seorang pelari wanita lain mendahuluinya. Dia adalah Ruiz. Rupanya Ruiz menyelinap dan memotong lintasan sehingga dia dapat menyelesaikan finish dengan stamina yang masih segar. Kemenangan Ruiz ini mengantarnya menuju lomba Marathon di New York. Ruiz pun kembali melakukan kecurangan dengan menyelinap dan memotong jalur. Kali ini Ruiz tidak dapat mengelak. Panitia mendiskualifikasi Ruiz dan menyerahkan medalinya pada Gaseau. Dalam Alkitab kita juga mengenal tokoh yang bernama Akhan yang ingin kaya dalam waktu singkat dengan menyimpan barang jarahan yang dikhususkan di tendanya. Akhan ingin mengambil keuntungan, tetapi dia tidak menyadari bahwa perbuatannya itu mendatangkan malapetaka bagi yang lain. Setelah perbuatannya diketahui, Yosua menghukum Akhan dengan merajamnya hingga mati. Sebenarnya, Tuhan telah berjanji untuk memberkati bangsa Israel dengan kemakmuran dan kelimpahan. Namun ketidaksabaran Akhan membuatnya gagal bahkan harus merasakan hukuman mati. Kesuksesan memerlukan proses dan proses itu membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Sesuatu yang instan tidaklah baik. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 20:21 "Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati. "Tuhan juga tidak akan memberikan keberhasilan dalam sekejap. Tuhan memberkati kita setahap demi setahap. Kita harus melangkah bersama Tuhan dengan sabar dan penuh keyakinan. Kta harus menjalani setiap proses yang ada, menyelesaikan masalah-masalah, melalui berbagai rintangan, dan gigih berjuang di saat-saat yang sulit. Kita harus terus belajar mengembangkan diri dan memperbesar kemampuan kita. Asalkan kita tekun, maka keberhasilan tinggal masalah waktu saja. Semakin banyak kita menabur semakin besar tuaian kita. Semakin cepat kita bertindak maka semakin cepat pula kita akan memperoleh hasilnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kesabaran dan kejujuran dalam melaksanakan setiap tugas yang dipercayakan padaku. Jangan biarkan aku berbuat curang sehingga menjadi baru sandungan bagi berkat-Mu untuk tercurah atas diriku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 18 Februari 2026Bacaan: "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah meka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar." (Kejadian 50:20)Renungan: Suatu hari, seorang ahli kimia berkebangsaan Jerman, Christian Friedich Schon bein sedang bereksperimen dengan pekerjaannya di dapur saat istrinya tidak ada di rumah, karena istrinya melarangnya dia bekerja di dapur. Tanpa sengaja, dia menumpahkan cairan asam sulfur dan asam nitrat. Supaya tidak ketahuan, dia segera mengelap dengan celemek yang terbuat dari katun lalu menggantung celemek itu di dekat perapian untuk mengeringkannya. Tidak di duga, celek itu meledak dengan dahsyat. Ledakan itu terjadi karena campuran cellulose mengalami reaksi kimia yang dinamakan nitrasi. Temuan itu kemudian dinamakan nitrocellulose, yaitu bubuk mesiu yang tidak berasap. Dia kemudian memperbanyaknya dan menjualnya dan mendapatkan banyak uang. Kekeliruan dan kegagalan yang tidak disengaja seringkali mendatangkan manfaat yang tidak kita duga sebelumnya. Seperti yang terjadi pada Yusuf. Yusuf diperlakukan semena-mena oleh Saudaranya. Dia dimasukkan dalam sumur, dijual dan dibertahukan sudah mati. Bagi orang awam, hal itu mungkin sebuah kekeliruan yang fatal. Tetapi tidak bagi Yusuf. Yusuf sadar betul bahwa peristiwa itu adalah cara Tuhan untuk menggenapi janjinya menjadi pemimpin Mesir dan melakukan suatu pekerjaan besar yang belum pernah dilakukan oleh siapapun. Demikian pula dalam perjalanan hidup kita. Seringkali apa yang tidak kita harapkan terjadi begitu saja. Kita mungkin akan sedih kecewa dan tidak dapat menerima kenyataan saat itu. Namun tahukah kita bahwa dalam kegagalan-kegagalan itu, Tuhan juga turut bekerja untuk mendatangkan sesuatu yang baik yang mungkin tidak kita duga sebelumnya? Tetap berpikir positif di tengah situasi yang negatif sangatlah penting bagi kita. Kita harus bersabar dan melakukan yang terbaik untuk mengubah keadaan. Kita harus memetik manfaat yang sebanyak-banyaknya dari setiap peristiwa. Percayalah, bahwa tidak semua kegagalan itu buruk. Tetapi yakinlah bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah baik bagi kita, sebab jika kita mampu jeli dan dapat mengendalikannya, maka kegagalan dan masalah itu justru menjadi titik balik kita meraih keberhasilan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat-Mu agar aku tetap dapat berpikir positif di tengah situasi yang negatif. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Mazmur 133: 1-3Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
Bismillah,Seperti Pahala Berhijrah ke Rasulullah ﷺ(Bearing the reward of migrating to the Messenger of Allah -Ta'ala-)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Animasi dari Kajian Tematik:“Bulan Sya'ban Serasa Dianaktirikan”
Bismillah,2006. MENYIKAPI SUAMI YANG SEPERTI ROLLER COASTERRiyaadhush ShaalihiinTanya Jawab
Sebuah benih yang kecil ternyata mempunyai sebuah potensi untuk menghasilkan kehidupan yang besar. Seperti layaknya biji sesawi, yang bentuknya sangat kecil tetapi memiliki potensi menghasilkan kehidupan. Dalam kehidupan kita, Allah sudah memberi masing-masing kita "benih." Tetapi persoalannya, yang membedakan satu orang dengan orang yang lain ialah bukan banyaknya benih, sebab ada orang yang memiliki segenggam benih, ada yang memiliki satu karung benih, tetapi yang membedakan mereka ialah "tangan yang menabur." Sebab benih akan tetap menjadi benih yang sama, kecuali benih itu di tabur lalu kemudian dia menghasilkan potensi yang ada di dalam benih. Sebab jikalau benih itu tidak di taburkan, ia akan tetap pada jumlah yang sama, tidak menghasilkan dan tetaplah benih. Masalah yang sering kita alami, ada banyak benih yang Tuhan taruh dalam hidup kita berupa potensi, skil, talenta, karunia, "waktu & kesempatan," tetap menjadi hal yang sama, keadaan yang sama, kecuali kita mau menaburkan sesuatu. Lalu apa yang harus kita lakukan, ketika Allah menaruh benih kepada setiap kita untuk ditaburkan? Mari simak sebab dalam Seri 1 - Benih, Ps. Charles Bessie, kita akan mendapatkan prinsip dalam menabur benih yang Allah percayakan bagi kita. Selamat mendengarkan, silahkan dibagikan. Tuhan Yesus memberkati.
Menjelang bulan suci Ramadan tahun ini, berbagai laporan dari pasar tradisional di sejumlah daerah menunjukkan adanya tekanan kenaikan harga beberapa komoditas pangan pokok seperti telur ayam, bawang, cabai, dan daging seiring meningkatnya permintaan musiman// Fenomena ini berpotensi berdampak langsung pada daya beli masyarakat, terutama pada kelompok rumah tangga berpendapatan rendah yang masih sangat bergantung pada pasar tradisional untuk kebutuhan harian// Seperti apa tantangan utama yang dihadapi pedagang dalam menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menahan laju kenaikan harga di pasar tradisional? Talk: Sekretaris Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas), Andrian Lame Muhar
Episode PutCast kali ini kita kedatangan kiai M. Faizi, seorang pendakwah dari Madura yang menggandrungi puisi dan punya hobi naik bis. Seperti apakah awal mula perjalanan kiai nyentrik satu ini? Simak selengkapnya dengan mendengarkan episode kali ini.
Pertemuan tersebut dinilai sebagai langkah strategis membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan umat, terutama di tengah isu global yang sensitif seperti Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian serta keterlibatan Indonesia dalam isu Palestina. Seperti apa pembahasannya? NS : Sekretaris Jenderal MUI, Buya H Amirsyah Tambunan
Media Partner - Kembali bersama Stigma kali ini dengan Pameran Stigma 6.0: ‘Bali Not For Sale' di Rumah Tanjung Bungkak (RTB) yang menghadirkan berbagai kalangan perupa dan pekerja seni Bali serta yang berdomisili Bali mengekspresikan keresahan akan apa yang terjadi di Bali berhubungan dengan problema lingkungan sekitarnya. Kali ini kita kehadiran Skinner Ohrami, Geed Saputra, I Nyoman Juliartawan, Florica Chua, Bianca Adrina, dan Christy Mawar. Seperti apa saja ungkapan ekspresi mereka? Yuk, didengerin!
Media Partner - Kembali bersama Stigma kali ini dengan Pameran Stigma 6.0: ‘Bali Not For Sale' di Rumah Tanjung Bungkak (RTB) yang menghadirkan berbagai kalangan perupa dan pekerja seni Bali serta yang berdomisili Bali mengekspresikan keresahan akan apa yang terjadi di Bali berhubungan dengan problema lingkungan sekitarnya. Kali ini kita kehadiran Skinner Ohrami, Geed Saputra, I Nyoman Juliartawan, Florica Chua, Bianca Adrina, dan Christy Mawar. Seperti apa saja ungkapan ekspresi mereka? Yuk, didengerin!
Media Partner - Kembali bersama Stigma kali ini dengan Pameran Stigma 6.0: ‘Bali Not For Sale' di Rumah Tanjung Bungkak (RTB) yang menghadirkan berbagai kalangan perupa dan pekerja seni Bali serta yang berdomisili Bali mengekspresikan keresahan akan apa yang terjadi di Bali berhubungan dengan problema lingkungan sekitarnya. Kali ini kita kehadiran Skinner Ohrami, Geed Saputra, I Nyoman Juliartawan, Florica Chua, Bianca Adrina, dan Christy Mawar. Seperti apa saja ungkapan ekspresi mereka? Yuk, didengerin!
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).
Kenriz Masih Seperti yang Dulu | Meet Nite Live#Kenriz #Game #Musisi #MeetNiteLive #Viral #SocialMedia #Trending #Guru #Pendidikan #Siswa
Like in most countries, public transport in Australia is the cheapest way to get around. It includes trams, buses, trains and ferry services. And each state or territory has its own transport network. However, navigating Australia's public transport system with ease requires knowing the basics around how it works and what to expect. - Seperti di kebanyakan negara, transportasi umum di Australia adalah cara termurah untuk berkeliling. Ini termasuk trem, bus, kereta api, dan layanan feri. Dan setiap negara bagian atau teritori memiliki jaringan transportasi sendiri. Namun, menavigasi sistem transportasi umum Australia dengan mudah membutuhkan pengetahuan dasar-dasar seputar cara kerjanya dan apa yang diharapkan.
Fenomena lubang raksasa yang terjadi di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, terus meluas hingga setengah badan jalan tergerus.Seperti apa kondisi terkininya? Berikut liputan jurnalis Metro TV, Muhammad Zakaria, dari Aceh Tengah, Aceh.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 26 Januari 2026Bacaan: "Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu." (Amsal 27:19)Renungan: Banyak orang berusaha mengetahui karakter seseorang bahkan karakternya sendiri. Mulai dari yang agak ilmiah seperti tes psikologi hingga ke yang berbau mitos (bentuk wajah ini karakternya sabar, tanggal lahir ini punya sifat pendendam, dll). Padahal, sebenarnya melihat karakter asli seseorang itu bukan hal yang sulit. Caranya cukup dengan melihat bagaimana respons sikapnya saat berada dalam tekanan masalah. Sebagai pemimpin, Saul dan Daud pernah menghadapi situasi sulit. Tapi, respons mereka sangat berbeda. Ketika Goliat menantang pasukan Saul, Saul justru membuat sayembara dan bukan memohon pertolongan kepada Tuhan. Tampak bahwa Saul lebih mengandalkan manusia. Kenekadan Saul membakar korban akibat tak sabar menunggu Samuel juga karena ia takut rakyatnya meninggalkannya. Sekali lagi, ia lebih bersandar pada manusia. Berbeda dengan Daud. Saat menghadapi tekanan karena keluarganya dan keluarga pasukannya ditawan musuh, Daud memilih mencari Allah. Dalam masa-masa pelarian dan menghadapi berbagai masalah, kita juga bisa melihat mazmur-mazmurnya yang bukan hanya memohon pertolongan Allah tapi percaya pada-Nya. Bagaimana karakter kita ketika masalah datang? Apakah kita tetap beriman pada-Nya? Apakah kita tetap setia berjalan dalam kebenaran? Ataukah masalah justru membuat kita kecewa dan kemudian memilih menempuh cara-cara dunia? Filsuf Romawi, Marcus Aurellius berkata, "Hal-hal buruk hanya bisa menghancurkanmu ketika hal-hal tersebut sudah menghancurkan karaktermu." Biarlah iman kita selalu lebih besar dari masalah kita, karena kita sendiri punya Tuhan yang jauh lebih hebat dari segala masalah yang kita hadapi. Andalkan Dia saat masalah datang. Berjalanlah dengan kekuatan dari-Nya dan bukan dengan kekuatan sendiri. Ikuti kehendak-Nya dan bukan keinginan sendiri. Biarlah masalah justru membuat kita tekun, tahan uji, dan berpengharapan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuduskanlah diriku agar dari hari ke hari karakterku semakin serupa dengan-Mu, sehingga walau masalah mendera hidupku aku tetap bersikap penuh kerendahan hati. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ARGUMEN KEBETULAN?Diambil dari: Kisah Para Rasul 3:18 (TB)“...Allah telah menggenapi apa yang dari dahulu Ia firmankan dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias-Nya harus menderita.”Wonder Kids, Kadang-kadang, orang berpikir bahwa nubuat dalam Alkitab digenapi oleh Yesus hanya karena kebetulan. Seperti menebak hasil lemparan koin—kadang benar, kadang salah. Tapi ada satu ahli matematika bernama Peter W. Stoner yang mencoba menghitung kemungkinan seseorang menggenapi hanya delapan nubuat dalam Perjanjian Lama. Hasilnya mengejutkan: kemungkinannya hanya satu banding seratus juta miliar! Bayangkan seperti ini: Seolah-olah kita menandai satu koin, lalu mencampurnya dengan seratus juta miliar koin lainnya, lalu semua koin itu ditaruh di sebuah tanah kosong. Kemudian seseorang yang ditutup matanya disuruh mengambil satu koin saja dan ternyata yang dia ambil adalah koin yang ditandai itu. Hampir tidak mungkin, bukan? Kaoin begitu banyak dan orang yang mengambil matanya ditutup. Dia tidak bisa memilih, dia tidak bisa melihat koin yang ditandai. Dan Yesus bukan hanya menggenapi delapan nubuat—Ia menggenapi puluhan nubuat dalam hidup-Nya, kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya. Itu sebabnya kita percaya:Yesus bukan kebetulan. Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Allah merencanakan semuanya dengan penuh kasih dari sejak dahulu. Dan sama seperti Allah tidak bekerja secara kebetulan dalam hidup Yesus, Allah juga bekerja dengan tujuan dalam hidupmu.Mari kita berdoa:Tuhan, tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Terima kasih karena Engkau mengasihi aku dengan sengaja dan punya rencana yang indah untuk hidupku. Tolong aku mempercayai rencana-Mu setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin. Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Bayangkan betapa besar kuasa Allah yang mengatur semuanya dengan tepat. Katakan pada Tuhan: “Tuhan, hidupku bukan kebetulan. Engkau punya rencana buatku.” Tuhan Yesus memberkati.
Longsor melanda Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu pagi. Enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 84 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Seperti apa kondisi terkini di lokasi bencana dan upaya evakuasi yang dilakukan? Berikut laporan selengkapnya dari Agus Sachir
Seperti mutiara yang ditebus dengan harga mahal, demikianlah hidup kita di mata Tuhan. Nilai hidup bukan ditentukan oleh performa, posisi, atau penilaian dunia melainkan oleh cara Tuhan memandang kita.Simak obrolannya yang asik bersama narasumber kita yang luar biasa Ps. Tjandra Kusumo hanya di OASIS (Obrolan Asik Seputar Injil Surgawi).
Sinyal pemilihan kepala daerah (pilkada) kembali dipilih DPRD belakangan kian menguat. Hampir seluruh parpol di parlemen menyatakan dukungan, di antaranya Gerindra, PKB, Nasdem, dan Demokrat. Dalih yang mereka sodorkan yakni sistem pemilihan langsung butuh anggaran besar, rawan politik uang, dan ongkos politik tinggi bagi calon kepala daerah.Sejatinya, upaya kembali ke pilkada oleh DPRD sudah pernah dicoba dan berhasil lewat pengesahan UU Nomor 22 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Namun, RI1 yang kala itu dijabat Presiden SBY, mencabutnya dengan meneken peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu). Anehnya, kini Demokrat, partai yang didirikan SBY, pindah haluan mendukung pilkada oleh DPRD.Masyarakat sipil tetap konsisten menolak, karena usulan tersebut menerabas konstitusi dan merupakan langkah mundur demokrasi. Seperti apa bahayanya jika pilkada kembali ke sistem lama? Apa saja implikasi berikutnya apabila pilkada lewat DPRD disepakati? Bagaimana perkembangan terkini pembahasannya di parlemen?Kita akan bahas topik ini bersama Manajer Program Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Violla Reininda dan Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB M. Khozin.
Khotbah MDC Surabaya satelit Ciputra World, oleh Pdt. Betuel Himawan - Seperti untuk Tuhan.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 20 Januari 2026Bacaan: ".... Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu." (2 Tawarikh 20:12)Renungan: Pada saat seorang pasien berobat ke rumah sakit harus siap dengan vonis apapun. Walau demikian, ada satu jenis vonis yang membuat siapapun tidak siap untuk menerimanya, yaitu jika pasien divonis penyakit terminal. Penyakit terminal adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami sakit yang tidak mempunyai harapan untuk sembuh yang diakibatkan kegagalan organ atau multiorgan sehingga sangat dekat proses kematian. Penyakit terminal bermacam-macam mulai kanker, alzheimer, komplikasi, dsb. Inti dari penyakit terminal adalah dokter sudah angkat tangan dan pasien hanya tinggal tunggu waktu kapan kematian datang menjemput. Sudah tidak ada sesuatu yang bisa dilakukan atau diupayakan lagi. Masalah dan tantangan hidup bisa terjadi kepada siapa saja. Namun selama kita masih bisa melakukan sesuatu untuk menghadapi masalah tersebut, kita tidak perlu khawatir. Tapi bagaimana jika semua jalan sudah buntu, sudah mentok, dan kita bahkan tidak tahu apa yang harus kita lakukan lagi? Seperti penyakit terminal, ini keadaan yang sangat gawat. Raja Yosafat pernah menghadapi "masalah terminal" seperti itu. Kerajaan Yehuda diserang oleh bani Moab, bani Amon, dan sepasukan orang Meunim. Menghadapi satu musuh saja berat, sekarang harus berhadapan dengan tiga musuh sekaligus dengan laskar yang sangat besar. Yosafat takut. Yosafat bahkan berada pada satu titik di mana ia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan. Walau demikian masih ada satu hal yang bisa dilakukan Yosafat yaitu berseru kepada Tuhan! Justru ini adalah solusi terbaik untuk permasalahan yang dihadapinya. Terbukti, Tuhan ganti berperang bagi Yosafat dan memberi kemenangan besar kepada bangsa Yehuda. Jika saat ini kita dihadapkan dengan masalah yang rumit, yang mana kita bahkan tidak tahu lagi harus melakukan apa- apa, ingatlah bahwa kita masih punya Tuhan. Berserulah dan berharaplah kepada-Nya, maka pertolongan-Nya akan datang tepat pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya apapun masalah yang aku hadapi saat ini, kalau aku mau setia datang pada-Mu, maka semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Seperti biji, dalam circle pertemanan pasti ada up and downnya. Emang bisa kompak terus?
Setahun berjalan, pemerintah tak kunjung mempublikasikan hasil evaluasi komprehensif atas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gelombang kritik publik malah dibalas Presiden Prabowo dengan klaim tingkat keberhasilan MBG mencapai 99,99, yang kembali ditegaskan saat retret kabinet di Hambalang, Bogor pada Selasa (06/01). Prabowo mengklaim 55 juta orang telah dijangkau, ini setara memberi makan populasi negara Myanmar.Anggaran MBG tahun ini ditambah lima kali lipat ketimbang tahun lalu. Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut tambahan anggaran digunakan untuk membenahi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG, misalnya dengan sertifikasi chef dan akreditasi dapur. Selain itu, ada rencana pembangunan 18 ribu lebih dapur MBG dan pemberian insentif Rp6 juta per hari untuk dapur MBG level A.Apakah proyek MBG layak mendapat gelontoran dana jumbo? Padahal, banyak kritik maupun temuan yang belum direspons atau ditindaklanjuti. Termasuk temuan terbaru Indonesia Corruption Watch (ICW) yang mengungkap seratusan yayasan atau mitra SPPG diduga terkoneksi dengan lingkaran pejabat.Seperti apa gambaran lengkapnya? Bagaimana pula dengan tata kelola dan kualitas pemenuhan gizi di proyek MBG?Nah, kita akan bahas topik ini bersama Dokter dan Ahli Gizi Masyarakat Tan Shot Yen.
Hai Tetangga kesayangan!Di Daniel Tetangga Kamu kali ini, Daniel ngobrol bareng Dr. Garth Graham tentang tantangan membesarkan anak di era digital. Mulai dari pentingnya bikin family plan bareng, menetapkan batasan yang sehat, sampai menemukan keseimbangan antara screen time dan kehidupan nyata.Lewat obrolan yang jujur dan reflektif, Dr. Garth Graham mengingatkan bahwa peran orang tua bukan cuma soal memberi aturan, tapi juga memberi contoh. Karena anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang kita ucapkan, tapi dari apa yang mereka lihat setiap hari.Obrolan ini membuka perspektif baru tentang pola asuh, kebiasaan digital, dan nilai keluarga yang relevan dengan kehidupan orang tua masa kini.Seperti apa obrolannya? Yuk tonton di sini!Dapatkan Merchandise Daniel Tetangga Kamu di sini:https://tokopedia.link/dmnmerch
Dunia ini tidak mengenal hasil besar yang lahir secara tiba-tiba tanpa ada guncangan kecil di titik awalnya. Sains menyebutnya sebagai Butterfly Effect atau Efek Kupu-Kupu; sebuah metafora di mana kepakan sayap kecil di satu belahan dunia bisa memicu tornado di belahan dunia lainnya. Dalam setiap organisasi maupun kehidupan pribadi, prinsip ini berlaku mutlak: jangan pernah meremehkan hal sepele, seperti baut roda yang kendor pada mobil mewah. Goncangan kecil pada baut yang diabaikan itu bukan hanya bisa merusak kendaraan, tapi juga menghancurkan keselamatan, membuktikan bahwa satu kesalahan kecil di awal bisa mengubah segalanya di akhir. Kekuatan dampak yang besar sebenarnya terletak pada akumulasi dan momentum, sebagaimana dijelaskan dalam konsep Atomic Habits dan Efek Domino. Jika kita mampu memberikan guncangan positif meski hanya sebesar satu persen saja setiap hari, dalam setahun kita akan tumbuh menjadi 37 kali lipat lebih hebat. Secara fisik, satu domino kecil memiliki energi yang cukup untuk menjatuhkan domino lain yang berukuran satu setengah kali lebih besar, hingga akhirnya domino ke-29 mampu merobohkan gedung pencakar langit. Masalah utamanya seringkali adalah ketakutan kita untuk menjatuhkan domino pertama; kita terlalu lama memandangi raksasa di depan mata tanpa menyadari bahwa guncangan kecil di langkah awal adalah kunci pembuka jalan. Pada akhirnya, perubahan yang meledak hanyalah masalah mencapai Tipping Point atau titik jungkit. Seperti batu yang dilemparkan ke kolam tenang, tindakan kecil seperti senyum pada bawahan atau kedisiplinan bangun pagi akan menciptakan riak yang terus merambat hingga ke tepian. Menggunakan Prinsip Pareto, kita cukup fokus pada 20 persen tindakan vital yang mampu menggerakkan 80 persen hasil. Dampak besar bukanlah sebuah keajaiban atau sulap, melainkan manufaktur harapan yang dikerjakan melalui konsistensi langkah-langkah kecil. Jadi, mulailah sekarang, karena tornado yang dahsyat pun selalu dimulai dari satu kepakan sayap yang ringkih. Silakan memulai langkah-langkah kecil.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 15 Januari 2026Bacaan: "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya." (Mazmur 37:23-24) Renungan: Apakah kita pernah mendengar seorang pengikut Kristus atau mungkin kita sendiri mengeluh seperti ini, "Semenjak saya jadi pengikut Yesus, mengapa justru masalah datang silih berganti? Dulu ketika saya belum bertobat, malah tidak mengalami berbagai macam masalah seperti sekarang ini." Sebenarnya itu keluhan yang berlebihan. Coba jujur kepada diri sendiri, benarkah saat kita belum mengikut Yesus kita tidak pernah mengalami masalah sama sekali? Tidak, bukan? Lalu mengapa ada pengikut Yesus yang mengeluh seperti itu? Sederhana, saat memutuskan mengikut Yesus yang muncul di benak pikirannya adalah kehidupan tanpa masalah dan diberkati secara berlimpah-limpah. Maka ketika ia sudah jadi pengikut Yesus dan tetap mengalami masalah, ia pun menjadi kecewa dan melebih-lebihkan masalah serta pergumulan hidupnya. Kenapa makin dekat dengan Tuhan, masalah kita seakan makin banyak? Dekat Tuhan memang ada masalah, tapi jauh dengan Yesus bukan berarti tanpa masalah. Lalu apa bedanya? Bedanya, kalau dekat Yesus kita bisa saja menghadapi masalah, bahkan mengalami jatuh dan gagal, tapi kita tidak akan dibiarkan jatuh tergeletak, sebab Tuhan akan selalu menopang kita! Bagaimana jika kita menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan? Saat kita jatuh, selesai sudah! Seperti yang tertulis dalam Mazmur 73:19, ketika orang fasik jatuh maka mereka binasa dalam sekejap mata, habis oleh karena kedahsyatan. Jangan sampai kita memiliki pandangan yang keliru dalam hal mengikut Yesus, seolah-olah mengikut Yesus berarti tidak mengalami masalah. Kita bisa sakit. Kita bisa bangkrut. Kita bisa jatuh. Kita bisa gagal. Tapi bersama Tuhan, kita jatuh dan bangkit kembali. Kita gagal dan diberikan semangat untuk bangun lagi. Kita bangkrut, tapi Tuhan menolong dan memulihkan lagi. Kita sakit, tapi Tuhan menyembuhkan. Derigan iman seperti ini, kita tidak akan menjadi pengikut Yesus yang cengeng, yang sedikit-sedikit mengeluhkan keadaan, bahkan menyalahkan Tuhan. Jadilah dewasa dalam Tuhan dan jangan pernah menjauhkan diri dari kasih karunia-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada untukku. Ajarilah aku percaya bahwa bersama Engkau apapun masalah yang ku hadapi, selalu ada jalan keluarnya ketika aku hanya berharap pada-Mu. Amin. (Dod).
Kita saat ini hidup dalam paradoks yang aneh: kita memiliki data ilmiah terlengkap tentang kerusakan planet, namun gaya hidup kita tetap terjebak dalam kelumpuhan yang disebut Melissa Lane sebagai "inersia imajinasi". Seperti penghuni gua dalam alegori Plato yang terpaku pada bayang-bayang di dinding, kita seringkali menganggap kenyamanan konsumerisme sebagai satu-satunya realitas, sementara krisis iklim yang nyata hanya dianggap sebagai berita lalu di layar ponsel. Mengeksplorasi konsep Eco-Republic adalah langkah pertama untuk memutus rantai inersia ini, mengajak kita keluar dari gua kenyamanan semu menuju cahaya kebenaran ekologis yang menuntut keberanian untuk berpikir secara berbeda. Inti dari penjelajahan ini terletak pada pembedahan terhadap Pleonexia—sebuah istilah Yunani kuno untuk nafsu serakah yang tidak pernah puas—yang kini telah menjadi bahan bakar utama ekonomi global. Melissa Lane menawarkan "kompas" filsafat kuno untuk membantu kita melakukan Carbon Detox secara mental, yakni sebuah proses reorientasi jiwa agar kita kembali mampu mencintai hal-hal yang tidak merusak bumi. Dengan mempelajari Eco-Republic, kita diajak untuk melihat bahwa keadilan bukan hanya soal hukum antarmanusia, melainkan harmoni antara keinginan, nalar, dan daya dukung alam, sehingga kita bisa mendefinisikan ulang apa itu "hidup yang baik" tanpa harus menghancurkan rumah kita sendiri. Pada akhirnya, memahami Eco-Republic bukan berarti kita diajak untuk kembali ke masa lalu yang primitif atau hidup dalam penderitaan, melainkan untuk melangkah maju menuju peradaban yang lebih cerdas dan beradab. Ini adalah undangan bagi setiap warga negara untuk bertransformasi dari sekadar "konsumen" menjadi "penjaga ekosistem" yang sadar akan tanggung jawab lintas generasi. Dengan menjelajahi gagasan ini, kita mulai membangun harapan bahwa keberlanjutan bukanlah sebuah pengorbanan yang berat, melainkan sebuah bentuk kebebasan sejati yang membebaskan kita dari perbudakan keinginan yang tak ada ujungnya, demi masa depan bumi yang lebih sejuk dan adil.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Renungan hari ini berjudul MELIHAT BUKTI-BUKTIDiambil dari: 2 Korintus 10:5 “Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.”Wonder Kids, Selama puluhan tahun, para mata-mata memakai peralatan canggih untuk mencari bukti—kamera mungil, alat penyadap yang tersembunyi, bahkan kode-kode rahasia.Detektif juga melakukan hal yang sama. Mereka mencari petunjuk untuk menemukan kebenaran. Seperti mata-mata dan detektif, orang yang mencari kebenaran harus mengikuti bukti. Kadang, pada awalnya suatu kasus terlihat seperti mengarah ke satu kesimpulan.Tapi setelah diselidiki lebih dalam, ternyata bukti-buktinya menunjukkan hal yang berbeda dari dugaan awal. Banyak orang yang ingin menyerang Alkitab melakukan hal yang sama.Mereka mengumpulkan bukti yang terdengar meyakinkan pada awalnya.Namun, ketika bukti itu diperiksa dengan lebih teliti, kesimpulan yang benar justru semakin menunjukkan bahwa firman Tuhan itu kokoh dan dapat dipercaya.Dalam 2 Korintus 10:5, Paulus mengingatkan bahwa ada ide-ide di dunia yang menolak kebenaran Allah. Ketika kita menghadapi pemikiran yang menentang iman kita, jangan takut.Ikuti bukti yang benar, dan kita akan melihat bahwa kebenaran Allah menghancurkan semua argumen yang salah. Semakin kita mempelajari firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, semakin kita menemukan bahwa Alkitab berdiri teguh di atas kebenaran.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau ada hal tentang Alkitab yang kamu tidak mengerti atau kamu dengar dari orang lain, jangan langsung bingung.Tanyakan, selidiki, dan lihat bukti-buktinya.Mintalah Tuhan menolongmu melihat kebenaran.Mari kita berdoa:Bapa di surga, tolong aku mengikuti bukti yang benar dan memegang kebenaran-Mu. Ajar aku menaklukkan pikiranku kepada Kristus dan tidak mudah bingung oleh pendapat orang. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kebenaran Tuhan selalu kuat, bahkan ketika diuji. Tuhan Yesus memberkati
Bismillah,SEPERTI HIJRAH KE RASULULLAH ﷺ(As if migrating to the messenger of الله)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Animasi dari Kajian Tadzkiratus Saami' No. 17“Ilmu, Antara Kecerdasan & Hati”
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 5 Januari 2026Bacaan: "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. " (Matius 7:24-25)Renungan: Ada seorang dosen yang sangat pandai dan hebat dalam mengajar. Karena itu, berbagai universitas sering mengundangnya untuk mengajar. Suatu kali ia diundang mengajar di satu universitas yang ia belum pernah mengajar sebelumnya. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia diantar sopirnya pergi ke universitas itu. Di tengah perjalanan ia iseng berkata kepada sopirnya, "Sebenarnya hari ini saya lelah sekali. Saya tidak ingin mengajar." Sopirnya berkata, "Bapak tidak usah mengajar sore ini, biar saya saja yang menggantikan Bapak." "Lho, kamu bisa gantiin saya?" tanya dosen tersebut. "Iya Pak. Saya kan sudah mengantar Bapak puluhan kali dan Bapak mengajar yang itu-itu juga, jadi saya sudah hafal Pak. Saya pasti bisa. Lagipula universitas itu belum tahu bagaimana wajah Bapak, jadi tidak perlu khawatir, Pak!" jawab sopir itu dengan yakinnya. Akhirnya dosen itu pun setuju. Lalu mereka bertukar tempat, dosen menyetir mobil dan sopir duduk di belakang layaknya seorang dosen. Tiba di universitas tersebut, sopir yang berlagak seperti dosen itu masuk kelas dan langsung mengajar. Sedangkan dosen yang asli mendengar dan melihat dari luar apa yang diajarkan oleh sopir itu. Dan ternyata, dengan mendengar puluhan kali saja, sopir itu betul-betul bisa mengajar persis dari A sampai Z. Namun di akhir perkuliahan timbul masalah, yaitu ketika sampai di sesi tanya jawab. Seorang mahasiswa bertanya, "Pak, bagaimana menerapkan apa yang Bapak ajarkan itu ke dalam kehidupan sehari-hari?" Sopir itu bingung karena ia tidak bisa menjawab. Tetapi ia tidak habis akal. "Wah, ini pertanyaan yang sangat mudah. Saking mudahnya sopir saya saja bisa menjawabnya!" Lalu ia memanggil "sopirnya". Akhirnya "sopirnya" itu dengan mudah menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya. Seperti sopir itu, orang bisa memiliki banyak pengetahuan tanpa tahu mempraktikkannya. Sebagai anak-anak Tuhan kita bisa juga seperti sopir ini yang tahu banyak kebenaran firman Tuhan, tetapi berhenti hanya sampai di pengetahuan saja, tanpa mempraktikkannya. Yesus berfirman, "Setiap orang yang mendengar perkataanku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu." Perkataan ini diberikan oleh Yesus sebagai penutup dari khotbah di bukit. Oleh karena itu, mari kita menjadi orang yang bijaksana, yakni orang yang setelah mendengarkan firman Tuhan kemudian menjadi pelaku dari firman tersebut. Jauhkan diri dari menjadi orang bodoh, yang hanya mendengar tanpa mau melakukan. Keputusan ada di tangan kita masing-masing, mau menjadi orang bijak atau orang bodoh. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin menjadi orang yang bijaksana, dengan menjadi pelaku dari setiap firman Tuhan yang aku dengar setiap hari. Amin. (Dod).
Power Breakfast pagi ini adalah analis komunikasi politik sekaligus pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio.Seperti apa kesibukan beliau di pagi hari?Ikuti obrolannya dalam Power Breakfast, Senin, 5 Januari 2025, pukul 07.00 wib.
Kabar baik kembali datang dari Aceh Tamiang. Seperti daerah lain, Senin pagi, 5 Januari 2026, sejumlah sekolah di Aceh Tamiang juga siap melaksanakan pembelajaran semester genap. Salah satu capaian sangat berarti dari proses penanganan pascabencana.Mendikdasmen Abdul Mu'ti akan membuka awal semester genap dari SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang.
Pdm. Handoyo Salim (TB) Filipi 2: 5-8Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 3 Januari 2026Bacaan: "Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus." (2 Petrus 1:10-11)Renungan: "Quo vadis Domine" adalah kalimat berbahasa Latin yang sangat terkenal. Kisahnya berawal dari pinggiran Kota Roma kuno, tahun 60-an Masehi. Pada masa itu yang memerintah Kerajaan Romawi adalah Kaisar Nero. Kaisar Nero adalah kaisar yang terkenal paling kejam dalam sejarah kekristenan. Dia melakukan penganiayaan dan pembunuhan orang-orang Kristen dengan cara-cara yang teramat kejam dan tidak manusiawi. Seperti dengan memberikan orang-orang Kristen kepada binatang-binatang buas, dan ini dipertontonkan. Atau dijadikan gladiator untuk saling membunuh di suatu arena yang juga dipertontonkan. Selain itu banyak orang Kristen yang diikat di tiang-tiang dan dibakar hidup-hidup sebagai hiasan dan sebagai obor penerang taman rekreasi Kaisar Nero di malam hari, dll. Pada masa itu Rasul Petrus melayani di Roma. Oleh para pengikutnya Petrus diminta pergi menyelamatkan dirinya, keluar dari kota Roma. Petrus mengikuti permintaan itu. Namun ketika dia sudah berada di pinggiran kota Roma, melewati Via Appia Antica dia melihat penampakan Yesus. Petrus terkejut, berlutut dan bertanya, "Quo vadis Domine?" Yang arti harafiahnya, "Hendak ke manakah Engkau pergi Tuhan?"Yesus menjawab, "Eo Romam crucifigi iterum." Yang artinya, "Aku pergi ke Roma untuk disalibkan kedua kalinya." Seketika itu juga Petrus sadar bahwa dia telah lari dari tanggung jawabnya. Petrus mengerti bahwa dia harus berkorban dan mati bagi Yesus. Dia menangis, menyesal, meminta ampun, bangkit, dan berputar kembali ke kota Roma. Akhir kisahnya kita tahu, Petrus ditangkap dan disalibkan dengan posisi kepala di bawah. Hari ini, ingatlah akan panggilanNya atas hidup kita. Kita semua dipanggil untuk menjadi anak-anak-Nya yang setia melayani Dia. Bagi kita yang telah jauh meninggalkan panggilan dari Tuhan, mari berbalik. Jangan teruskan perjalanan kita yang semakin menjauh dari-Nya, tetapi berputarlah dan kembali kepada-Nya. Walaupun ada banyak tantangan dan rintangan, teguhlah terhadap panggilan kita! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin tetap teguh dalam menjalani panggilan-Mu atas hidupku. Walaupun banyak tantangan dan rintangan aku tetap akan maju. Berkatilah niatku ini Yesus. Amin. (Dod).
Seperti biasa, di penghujung tahun kami akan mengilas balik hal-hal menarik dan memorable yang terjadi di sepakbola Jerman. Kira-kira apa momen favorit kalian tahun ini? Selain itu kami juga membahas sedikit transfer terkini dari Bundesliga
Sudah seabad Ahmadiyah menjadi bagian dari Indonesia. Jejaknya nyata di Nusantara, termasuk mendukung perjuangan kemerdekaan republik ini. Jemaatnya berkembang dari Aceh sampai Papua dan hidup berdampingan di tengah masyarakat majemuk.Namun, sejarah dan kontribusi itu tak menjamin kesetaraan hak. Diskriminasi dan persekusi terus terjadi, karena para Ahmadi -sebutan bagi warga Ahmadiyah- dituduh sesat dan bukan bagian dari Islam. Ironisnya, negara melanggengkan ketidakadilan ini melalui aturan diskriminatif dan pembiaran atas kekerasan yang berulang.Situasi itu kembali terlihat saat pelaksanaan Jalsah Salanah Ahmadiyah 2025 di sejumlah daerah. Seperti apa kisahnya? Simak selengkapnya di SAGA KBR.—Editorial: Wahyu Setiawan, Ninik Yuniati, MalikaSound Designer: Bintang Elian
Ada kabar baik datang dari Pengadilan Kanton Zug, Swiss, yang mengabulkan gugatan empat warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu, terhadap perusahaan semen raksasa Holcim. Putusan pengadilan Swiss sekaligus membuka jalan bagi warga Pulau Pari menuntut kompensasi dari Holcim atas dampak perubahan iklim yang mereka derita, pendanaan untuk perlindungan banjir, serta penurunan emisi karbon secara cepat.Putusan tersebut dianggap preseden penting bagi publik ke depannya, untuk menagih tanggung jawab korporasi besar terhadap krisis iklim. Di konteks nasional, hal itu kian relevan dengan bencana ekologis Sumatra akibat masifnya perusakan lingkungan yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar. Bagaimana perjuangan warga Pulau Pari menggugat perusahaan multinasional hingga ke Swiss? Seperti apa proses selanjutnya? Apa saja implikasi gugatan ini dalam upaya mewujudkan keadilan iklim? Bagaimana konsekuensi putusan pengadilan terhadap hukum nasional? Apa respons wakil rakyat?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Penggugat/Warga Pulau Pari Asmania, Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Suci Fitria Tanjung, dan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri.
Dalam mitologi Yunani, Raja Midas mendapat berkah dari dewa Dionysos: segala yang disentuhnya akan berubah menjadi emas. Midas bergembira. Ia menyentuh pohon, batu, bahkan istananya—semua berkilau keemasan. Namun kegembiraan itu tak berlangsung lama. Ketika ia hendak makan, roti berubah jadi emas. Anggur mengeras di tangannya. Yang terburuk: ketika ia memeluk putrinya, sang buah hati membeku menjadi patung emas. Apa yang semula tampak sebagai berkah justru menjadi kutukan paling mengerikan. Seperti itulah sawit!
Sayadaw Kheminda melanjutkan pembahasan Kitab Buddhavamsa. Di kelas ini beliau menjelaskan makna setiap kata di Bab II Kitab Buddhavamsa Stanza 107-124 hanya berdasarkan Kitab Komentar.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 23 November 2025Bacaan: "Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian." (2 Korintus 7:10)Renungan: Perjalanan hidup kita adalah seperti sebuah proses. Seperti sebuah benda yang begitu indah dan berharga mahal, harus melalui suatu proses yang tidak mudah: diolah, diremukkan dan dibentuk. Oleh karena itu kita harus melewati berbagai tekanan, kesulitan, masalah, penyakit dan juga penderitaan, dan kesemuanya itu terkadang membawa kita kepada dukacita. Namun bila kita mampu menguasai diri dan mengaturnya dengan baik, serta membiarkan tangan Tuhan bekerja dalam hidup kita, kehidupan kita akan menjadi luar biasa dan berbeda. Tuhan tidak menghendaki kita bersedih atau berduka karena masalah yang ada. Justru DIA ingin memakai dukacita yang kita alami ini sebagai sarana yang membawa kita pada sebuah kehidupan yang lebih baik lagi. Oleh karena itu firman-Nya mengatakan: "Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur." (Mat 5:4). Tidak semua bentuk dukacita dapat membawa kebaikan, hanya ketika kita membawa dukacita itu kepada Tuhan, maka dukacita itu akan menjadi suatu kebaikan bagi kita. Tanpa adanya perasaan dukacita dan penyesalan tidak akan pernah ada pertobatan. Dan tanpa pertobatan kitapun tidak akan pernah menerima anugerah pengampunan dan kasih karunia dari Tuhan. Mari kita bawa semua permasalahan dan kesulitan hidup ini kepada Tuhan; dan biarlah DIA yang menyelesaikannya dengan caraNYA dan bukan dengan cara kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku percaya melalui penderitaan dan permasalahan hidup ini, Engkau mau membentuk aku menjadi pribadi yang tegar dan tahan uji, seperti emas yang murni yang harus dibakar di perapian agar menjadi berharga. Kini kuserahkan semua beban hidupku pada-Mu, selesaikanlah semuanya dengan caramu dan bukan dengan caraku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 20 November 2025Bacaan: "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan." (Yesaya 55:8)Renungan: Di suatu desa kecil hiduplah seorang pembuat mainan kayu untuk anak-anak bernama Ebun. Ia mempunyai seorang anak perempuan dan ia membuatkannya sebuah boneka kayu yang sangat indah. Pada suatu hari bonekanya patah, ia menangis dan berlari kepada ayahnya dan menceritakan tentang nasib bonekanya. Sang ayah kemudian meminta boneka itu untuk diperbaikinya. Si gadis kecil berkata, "Tidak ayah, kau tidak mengerti. Aku ingin tangan yang satu lagi dipotong kemudian dipelitur, setelah itu dilem atau dipaku untuk menyambungnya kembali." Sang ayah berusaha menjelaskan pada anak gadisnya agar ia meninggalkan saja bonekanya untuk diperbaiki, karena sang ayah tahu apa yang harus dilakukannya. Tetapi sang anak tidak sabar dan berkata pada ayahnya, "Ayah, kau tidak mengerjakan sesuai dengan cara yang aku inginkan, kau terlalu lambat." Sehabis berkata demikian, si gadis kecil mengambil bonekanya dan meninggalkan ayahnya di bengkel kerja. Seperti juga gadis kecil tersebut, kebanyakan dari kita juga membawa segala persoalan kita pada Tuhan dan kita mencoba mengatur Tuhan untuk menyelesaikannya sesuai dengan keinginan kita. Hal ini pada akhirnya hanya menimbulkan kekecewaan di hati kita. Sering kita tidak menyadari bahwa Tuhan lebih tahu apa yang harus Dia buat. Mari kita serahkan segala permasalahan hidup kita pada-Nya, dan biarkan Dia bekerja menurut cara-Nya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan permasalahan yang saat ini mendera kehidupanku. Bantulah aku untuk menyelesaikannya dengan cara-Mu sendiri dan bukan dengan caraku. Sebab aku percaya, cara-Mu akan memberikan hasil yang terbaik. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 6 November 2025Bacaan: "Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." (2 Timotius 2:13)Renungan: Ada sebuah lagu rohani berjudul Kau rangkai air mataku. Liriknya sebagai berikut: Kau rangkai air mataku jadi permata, Kau ubah kabut hitamku menjadi sutra. Kepahitan kesukaran Kau ubah jadi bintang-bintang. Kau rangkai air mata jadi permata. Betapa beda jalan-Mu dari jalanku. Seperti langit dan bumi jaraknya. Tak pernah ku punya teman setia seperti Tuhan. Kau rangkai air mata jadi permata. Yesus oh Yesus. Yesus oh Yesus. Tak pernah ku punya teman setia seperti Tuhan. Kau rangkai air mata jadi permata." Banyak di antara kita berusaha untuk mencari sahabat atau teman sebanyak mungkin. Akan tetapi banyak juga yang pada akhirnya mengalami kekecewaan. Pengalaman dikecewakan itu sungguh menyakitkan, sehingga bisa saling menyakiti satu dengan yang lain. Hari ini rasul Paulus mengingatkan kita bahwa ada seorang sahabat yang tetap setia kepada kita walaupun kita sering tidak setia pada-Nya. Dia adalah Yesus. Yesus selalu siap untuk mendengarkan keluh kesah kita. Tetapi terkadang kesempatan itu terlewatkan begitu saja, karena kita tidak tahan untuk duduk diam di hadirat-Nya. Hati kita lebih terpaut dengan manusia sehingga sulit untuk membiarkan Tuhan masuk dalam hati kita. Apapun masalah yang saat ini kita hadapi, belajarlah untuk menjadikan Yesus sebagai sahabat. Dia adalah teman yang setia ketika teman dan sahabat lain meninggalkan kita. Jika kita mau menjadikan Yesus sahabat kita, maka Dia akan merangkai tiap tetesan air mata kita menjadi permata yang indah. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, buka hatiku agar aku mau menjadikan Engkau sebagai sahabatku. Begitu banyak air mata pergumulan hidupku menetes sia-sia ketika aku datang pada manusia. Kini kupersembahkan tiap tetesan air mata pergumulan hidupku dalam kirbat-Mu, ubahlah tiap tetesan air mataku menjadi rangkaian permata yang indah yang akan memberikan kelegaan bagi hidupku. Yesus, Engkaulah andalanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 31 Oktober 2025Bacaan: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus." (Matius 28:19)Renungan: Suatu ketika ada 4 orang yang berjalan melewati hutan. Tiba-tiba mereka sampai pada sebuah tembok yang tinggi. Berdasarkan kesepakatan, mereka mendirikan sebuah tangga untuk melihat apa yang ada di seberang sana. Ketika orang pertama naik dan melihatnya, dia bersorak kegirangan. Hal yang sama terjadi pada orang kedua dan ketiga. Ketika orang yang keempat menaiki tangga itu dan mencapai puncak tembok, dia tersenyum karena apa yang dilihatnya, taman yang hijau dan rimbun dengan pohon buah-buahan yang beraneka, sungai dengan ikan, binatang buas dan jinak yang begitu banyak. Seperti tiga teman lainnya, orang keempat itupun berusaha untuk melompat. Tetapi dia kemudian ingat akan keluarganya, teman-temannya dan tetangganya. Oleh karena itu dia pulang untuk berbagi berita gembira yang dia temukan itu dengan mereka. Banyak di antara kita yang mengalami kebaikan Tuhan, tetapi tidak berani untuk bersaksi tentang itu semua. Tuhan Yesus bersabda, "Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku." Ini adalah tugas perutusan Yesus pada kita untuk memberitakan kasih Tuhan kepada banyak orang yang belum mengenal-Nya. Oleh karena itu, apapun kebaikan Tuhan yang telah kita terima, Tuhan mau supaya kita menceritakannya kepada orang lain, agar orang lain pun diberkati dengan kesaksian hidup kita, sehingga nama Tuhan dimuliakan dan Kerajaan-Nya semakin meluas di dunia ini. Maukah kita bersaksi menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang lain? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah lidah yang kelu dari mulutku, agar aku mampu mewartakan kasih-Mu pada orang lain, terutama mereka yang belum mengenal Engkau. Urapilah mulut, bibir, lidah dan suaraku menjadi mulut, bibir, lidah dan suara-Mu sendiri, sehingga kehadiranku dapat membawa kebaikan bagi orang lain. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 22 Oktober 2025Bacaan: "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib, ajaib apa yang Kauperbuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya." (Mzm 139:13-14) Renungan: Pernahkah kita mendengar lagu "Nobody's Child?" Lagu ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki buta yang tinggal di panti asuhan. la mengatakan bahwa, "Aku bukan anak siapapun. Seperti bunga, aku tumbuh liar, tanpa ciuman ibu, tanpa senyuman bapa. Tak ada yang menginginkan aku, aku bukan anak siapa-siapa. Orang-orang datang mencari anak, lalu membawanya seperti anak sendiri, tapi mereka seolah-olah melewati aku, dan aku ditinggal di sini seorang diri. Kutahu, mereka ingin mengambil aku, tapi kalau mereka melihat aku buta, mereka selalu mengambil anak lain dan aku ditinggal seorang diri. Tiada tangan ibu yang mendekap aku, atau menghibur aku bila aku menangis. Kadang-kadang kesunyian mencekam sehingga kuingin mati saja. Maka aku akan berjalan di lorang-lorong surga, di mana semua orang buta dapat melihat. Dan seperti semua anak lainnya, akupun akan punya rumah." Anak adalah anugerah yang indah dari Tuhan, yang terkadang dibungkus dengan kertas bermotif indah, namun tak jarang terbungkus dengan kertas buram tanpa motif. Tetapi apapun keadaannya, seorang anak tidak hadir begitu saja. Ia berharga dan keberadaannya selalu membawa pesan atau pembelajaran tersendiri yang akan mendewasakan iman dan karakter orang tua, khususnya yang memiliki anak cacat. Tidak ada satupun orang tua yang menghendaki anaknya lahir dengan kondisi yang cacat. Tapi apapun kenyataannya, anak adalah berkat dari Tuhan kepada pasangan suami istri yang harus dirawat dan dibesarkan dalam cinta kasih. Jangan pernah membuang anak yang cacat, karena nilai dan kejadian mereka sama dahsyatnya dengan anak normal. Percayalah bahwa Tuhan juga menaruh benih yang baik di dalam hidup mereka, sehingga mereka dapat bertumbuh menjadi anak-anak yang memiliki keistimewaan sendiri. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk anak-anak yang telah Kau berikan padaku sebagai hadiah istimewa untukku. Bantu aku untuk menerima, menjaga dan merawat hadiah itu dengan baik, apapun keadaannya dia saat ini, agar ketika tiba saatnya Engkau menanyakan keadaan dan keberadaannya, aku dapat memberikan pertanggungjawaban yang benar pada-Mu. Yesus, berilah aku kuasa penuh untuk mendidik anak-anakku. Amin. (Dod).