POPULARITY
Categories
Salam Ramadan! Ramadan Kareem buat semua pendengar TTYL!Trio kegemaran korang kembali lagi seperti sabut yang timbul timbul tenggelam.Jadi untuk menemani korang dalam bulan Ramadan yang penuh barokah ini, kami kembali dengan topik yang mencabar iman korang seperti :Coach orang bercerai?Perihal sembang kacipThread banyak gossipGeng ‘baik beli'Baju raya local brand mahal nak mam???Korang MC atau NPC?Announcement — live podcast @ SACC Mall & Iftar TTYL 2026!*IFTAR TTYL 2026*For more info, WhatsApp 0133287275or simply click linkhttps://wa.link/1xgb7j
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 20 Februari 2026Bacaan: Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka." (Keluaran 3:7) Renungan: Seorang warga Perancis yang bernama Charney telah membuat kecewa Napoleon. Oleh karena itu dia dimasukkan ke dalam penjara. Dia merasa telah ditinggalkan oleh teman-temannya dan dilupakan oleh setiap orang di luar penjara. Dalam kesendirian dan keputusasaannya. Charney mengambil sebuah batu dan menggoreskannya pada dinding selnya dengan tulisan, "Tak seorang pun peduli". Suatu hari sebuah tunas hijau tumbuh menembus lantai penjara di tempat bekas sebuah batu yang telah diambilnya tersebut. Tunas itu menjulur ke arah terang yang masuk melalui jendela kecil di selnya. Setiap hari saat ada kesempatan keluar sel, Charney membawa air untuk menyirami tunas itu. Tunas itu terus bertumbuh dan akhirnya menjadi sebuah tanaman. Beberapa hari kemudian tanaman itu mengeluarkan sebuah kuncup bunga indah berwarna biru. Hari berganti hari, kuncup bunga itu akhirnya mekar dengan sangat indahnya. Di tengah-tengah kesendiriannya, Charney menghayati pertumbuhan tunas itu menjadi sebuah tanaman yang berbunga indah dan kemudian di atas goresan yang pertama, ia menggores dinding itu lagi dengan batu yang sama dengan sebuah tulisan, "Allah peduli". Tulisan itu bukan sekadar tulisan tanpa makna, tetapi Allah benar-benar mempunyai berkat bagi "tahanan itu". Di sel yang lain, seorang tahanan mempunyai anak perempuan yang diizinkan mengunjungi para tahanan. Dia juga menengok ke arah sel di mana Charney ditempatkan. Perempuan ini juga mendengar kasih Charney kepada sebuah tanaman yang tumbuh di selnya. Berita tersebut kemudian disampaikan kepada Ratu Josephine yang terkenal ramah. Ratu berkata, "Seorang yang mengasihi dengan sungguh dan memelihara sebuah bunga tidak akan menjadi seorang yang jahat." Sang Ratu kemudian membujuk Napoleon untuk membebaskan Charney dan Charney pun dibebaskan. Charney membawa bunganya ke rumah dan dengan hati-hati memelihara bunga tersebut. Hal itulah yang mengajarnya untuk percaya kepada Allah dan kepedulianNya terhadap orang lemah. Mungkin saat ini kita sedang mengalami pergumulan yang berat. Kira sedang mengalami kejatuhan dan kita merasa tidak ada orang yang peduli terhadap kita. Ingatlah bahwa Allah peduli kepada kita. Allah peduli akan pergumulan yang kita alami. Allah yang tidak berubah itu, yang telah mempedulikan umat Israel dalam penderitaan mereka di Mesir, Ia juga akan mempedulikan kita. Belajarlah akan kepedulian Allah terhadap alam semesta. Burung pipit dan bunga bakung pun dipedulikan Allah, masakan Allah tidak mempedulikan kita? Jangan berharap pada manusia, tetapi percayalah kepada Allah dan kepedulian-Nya kepada kita, serta nantikan pertolongan dan berkat-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku jika aku kurang percaya kepada-Mu. Sekarang aku bertambah yakin bahwa Engkau peduli terhadap umat-Mu yang mengalami pergumulan berat, termasuk kepadaku. Amin. (Dod).
Bismillah,Kabar Gembira bagi Seorang Ibu di RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahullah-Video Tanya Jawab dari Kajian Riyaadhus Shaalihiin No. 2026“Ingin Rasanya Beribadah Bersama Ayah”
Seorang pelajar perempuan berkongsi pengalaman ngeri ketika menyambung pengajian di Kuala Lumpur. Bermula dengan gangguan aneh di hostel, perubahan fizikal yang mendadak, hingga satu malam dia rebah dan dirasuk sesuatu yang hampir meragut nyawanya. Dalam sesi ruqyah, satu suara misteri mengaku dihantar untuk “membunuh”. Apa yang berlaku selepas itu mengubah hidupnya selama-lamanya, termasuk kehilangan memori dan pemergian sahabat yang paling banyak membantunya. See omnystudio.com/listener for privacy information.
Mengadopsi mindset reporting yang benar berarti melakukan transformasi fundamental dalam cara kita memandang tugas administratif. Pelaporan tidak boleh lagi dianggap sekadar beban birokrasi atau ritual akhir bulan untuk menggugurkan kewajiban, melainkan harus dilihat sebagai instrumen komunikasi strategis yang vital. Seorang profesional dengan pola pikir ini memahami bahwa setiap laporan adalah kesempatan untuk menerjemahkan data mentah menjadi narasi yang bermakna, memberikan kejelasan di tengah kompleksitas operasional, dan mengubah aktivitas rutin menjadi nilai tambah bagi organisasi. Inti dari pelaporan yang efektif adalah jembatan yang dibangunnya antara eksekusi di lapangan dan pengambilan keputusan di tingkat manajerial. Laporan yang baik tidak hanya menyajikan "apa yang terjadi", tetapi juga menjawab "mengapa itu terjadi" dan "apa dampaknya", sehingga mengubah informasi pasif menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti (actionable insights). Dengan menyajikan fakta yang jujur, analisis risiko yang tajam, dan rekomendasi solusi, pelaporan menjadi alat navigasi utama yang memungkinkan para pemimpin untuk mengambil keputusan berbasis bukti, bukan sekadar asumsi atau firasat. Pada akhirnya, tujuan tertinggi dari mindset reporting adalah membangun budaya kepercayaan dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Transparansi dalam melaporkan kegagalan sama pentingnya dengan merayakan keberhasilan; hal ini menciptakan keamanan psikologis dan akuntabilitas yang sehat dalam tim. Ketika laporan digunakan sebagai alat pembelajaran (bukan alat penghukuman) dan sarana untuk memprediksi tren masa depan, organisasi tersebut tidak hanya menjadi lebih efisien, tetapi juga lebih tangguh dalam menghadapi perubahan zaman.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah BENIH YANG BERTUMBUHDiambil dari: Markus 4:28 (TB)“Dengan sendirinya tanah itu mengeluarkan hasil: mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.”Wonder Kids, hari ini Yesus menceritakan perumpamaan tentang benih yang bertumbuh. Seorang petani menanam benih di tanah. Setiap hari, petani itu tidur dan bangun. Benih itu bertumbuh sedikit demi sedikit. Yang menarik, petani itu tidak tahu bagaimana benih itu bisa tumbuh. Benih itu tumbuh dengan sendirinya. Pertama muncul tangkai, lalu bulir, dan akhirnya bulir yang penuh berisi.Petani bisa menanam benih, tetapi ia tidak bisa memaksa benih itu tumbuh lebih cepat. Yesus mengajarkan bahwa kerajaan Allah bekerja seperti itu. Kita bisa menanam—belajar firman Tuhan, berdoa, berbuat baik— tetapi Tuhanlah yang membuat kita bertumbuh.Alkitab juga berkata: “Bukan yang menanam atau yang menyiram yang penting, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” (1 Korintus 3:7)Kadang kita ingin semuanya terjadi cepat. Kita ingin segera berubah, ingin segera bisa, ingin segera melihat hasil. Tetapi Tuhan bekerja sesuai waktu-Nya, bukan waktu kita. Bagian kita adalah percaya dan sabar.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika ada hal yang terasa lama atau sulit, ingatlah bahwa Tuhan sedang bekerja, meskipun kita belum melihat hasilnya.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau membuat aku bertumbuh. Tolong aku belajar sabar dan percaya pada waktu-Mu. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan membuat kita bertumbuh sedikit demi sedikit, tepat pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Seorang juru masak (chef) berpengalaman asal Jakarta yang saat ini berkarir di kapal pesiar Cunard, menjelaskan suka duka bekerja di laut lepas.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Yulia Bela MCFSM dan Suster Tania MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 11: 4-13; Mazmur tg 106: 3-4.35-36.37.40; Markus 7: 24-30.PERSEKUTUANADALAH PANGGILAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Persekutuan AdalahPanggilan. Seorang bapak berusia 75 tahun meminta Pastor Paroki untuk dibaptismenjadi seorang Katolik. Hidupnya selama ini sebagai orang yang tidak beragama.Pastor memberikan persiapan khusus kepadanya sebelum dibaptis. Tidak lamasetelah mengikuti katekumen, istrinya yang berusia 72 tahun juga meminta untukdibaptis. Maka Pastor Paroki memberikan persiapan kepada mereka bersama-sama.Mereka berkata: tidak ada terlambat dalam beriman kepada Tuhan. Langkah yang diambil oleh pasutri lansia itu merupakansebuah perwujudan persekutuan sebagai panggilan. Tuhan tidak membutuhkanpersekutuan, tapi kita yang membutuhkan supaya kita dapat bersatu dengan-Nya.Panggilan kita manusia di dunia ini sampai ke titik persekutuan itu. Namun halini tidak mudah. Kegagalan raja Salomo dalam mempertahankan persekutuan denganTuhan adalah salah satu contohnya. Ia tidak mengikuti teladan ayahnya, rajaDaud. Dosa Salomo terbesar yang membuat ia dikutuk oleh Allahialah mengikuti kehendak para istrinya yang berlatarbelakang tidak berimankepada Tuhan. Para istri menyembah dewa-dewa. Murka Tuhan menggoyahkankerajaannya. Pada saat kerajaan itu dilanjutkan oleh putra Salomo, kerajaan itumengalami perpecahan besar. Hukuman atas dosa melawan Roh Kudus ialahkehancuran dan tidak dapat diampuni, begitu kata Yesus dalam kitab suci. Salomo sangat jelas memperlihatkan suatu perpecahan ataspersekutuan yang sudah diwariskan dengan mantap, dengan paling kentara ialahpemisahan antara yang kafir dan yang percaya. Ada suatu pemahaman bahwa kafiritu paling jahat dan tak bisa berpaling kepada Allah. Orang beragama kalaumasuk ruang hidup, bersentuhan, dan berinteraksi atau berkomunikasi dengan yangkafir sudah langsung menajiskan diri mereka. Tidak ada kemungkinan untukterjadi relasi satu titik pun dengan mereka yang berlainan kepercayaan dengannya. Justru di sini yang menciptakan perpecahan ialahorang-orang beragama. Orang kafir hanya berusaha untuk hidup baik sebagaimanusia dan mengusahakan kelayakan hidup di dunia ini. Dalam sanubarinyatersimpan benih-benih iman yang tinggal menunggu saatnya untuk terbuka, lalumereka memandang dan percaya kepada Allah. Yesus merintis jalan terbuka bagimereka. Ia membuka hati orang kafir, melebarkan jalan baginya untuk percayakepada Tuhan. Yesus jauh lebih bijaksana daripada Salomo, karena ia menyatukanorang beragama dengan mereka yang dipandang kafir. Tugas yang sama yang mestikita lanjutkan pada saat ini. Saat ini tidak cocok untuk memandang orang lainkafir!Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah mahabijaksana, berikanlah kami hati yang bijaksana sehingga kami dapat menciptakandan mempertahankan persekutuan hidup di antara kami, dan bukan merusaknyadengan perpecahan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Waldetrudis MCFSM dan Suster Sisilia MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. 1 Raja-Raja 8: 22-23.27-30; Mazmur tg 84: 3.4.5.10.11; Markus 7: 1-13.LAIN DI TINDAKANLAIN DI BIBIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Lain Di TindakanLain Di Bibir. Seorang remaja perempuan sudah berpacaran tiga tahun denganpemuda yang sedang kuliah hukum. Akhir-akhir ini gadis itu menjadi kecewadengan sikap pemuda cakap dan pintar tersebut. Pemuda itu bicara sangat memikatdan membuat banyak janji, tetapi perwujudannya nol. Ia hanya akan menjadisangat terpukul jika cintanya hanya di bibir, dan akhirnya tidak bisa berwujudnyata. Ia selalu mengingatkan pacarnya: cinta bukan sekedar "lain di tindakanlain di bibir". Kritik remaja perempuan ini hanya suatu porsi kecil darikritik besar Yesus kepada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat di dalamkitab suci. Mereka turun dari Yerusalem ke tempat Yesus berada sekitar ratusankilometer dengan maksud membuktikan kalau Yesus dan pengikut-Nya melanggaraturan adat dan agama Yahudi. Aturan yang mereka tekankan ialah interpretasimanusia atas perintah Allah dari Musa. Contohnya mereka temukan para rasulYesus tidak mencuci tangan dahulu sebelum makan. Kemunafikan adalah kata yang pas bagi kaum farisi dan paraahli Taurat. Yesus langsung menyebutkan pelanggaran mereka yang terberat ialahmengkhianati firman Tuhan yang sebenarnya. Misalnya, perintah dari Musa untukmenghormati dan mengasihi orang tua, terlebih-lebih yang menderita dan sakit didalam keluarga sendiri. Biaya yang sebenarnya untuk mengobati anggota keluargaini, dialihkan untuk berbagai jenis pajak di rumah ibadat alias persembahan.Umat diharuskan untuk penuhi ini dan ternyata uangnya untuk kerakusan mereka.Jenis korupsi ini sudah menjadi mental hidup mereka bahkan mendarah-dagingsampai saat ini. Motivasi mereka ialah uang. Hidup agama mereka bukan untukmengudus manusia melalui kepatuhan pada firman Tuhan dan melakukankehendak-Nya, tetapi mendapatkan uang melalui praktik beragama. Untukmemperkuat strategi utama ini mereka harus mengarang-mengarang semua aturanpenampilan yang jumlahnya begitu banyak, termasuk yang disebutkan tadi ialahmencuci semua perkakas makan-minum dan tangan. Tampilan diri mereka harus suci,bibir dan mulut mereka harus berkata-kata bagus, dan gerak-gerik mereka harus sempurna.Orang-orang mesti percaya akan mereka dan terdorong untuk selalu taat pajakrumah ibadat. Ini yang sangat dilawan dan dikecam Yesus. Raja Salomo mengulangi kehendak Allah yang utama ialahtinggal selama-lamanya di bumi ini bersama umat manusia, tetapi bukan di dalamdiri manusia yang munafik seperti kaum farisi dan para ahli Taurat. Hanyakebenaranlah yang membuat kerajaan Allah besar di dunia bukan kemunafikan. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,perkuatkanlah kami untuk mampu melawan semua kepalsuan yang kami hadapi.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...
Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Suster Yulia MCFSM dan Suster Clarisa MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santo Aloysius Gonzaga Palangkaraya di Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indonesia. Sirakh 47: 2-11; Mazmur tg 18: 31.47.50.51; Markus 6: 14-29.KATA HATI KITA Renungan kita pada hari ini bertema: Kata Hati Kita.Seorang pemuda disukai tiga orang teman wanitanya. Masing-masing mempunyaikeinginan yang sama, yaitu supaya dikawini pemuda itu. Dalam keadaan dilema, iaberkonsultasi dengan orang tuanya. Bapa dan ibunya memberikan semuapertimbangan yang diperlukan. Kemudian anaknya diberikan segala kebebasan untukmemutuskan. Ibu berkata, "Dengarkan kata hatimu, dan tentukan pilihan yangterbaik." Umumnya kita mengerti kata hati kita sebagai kebenaranyang memiliki tuntutan moral yang tinggi. Kata hati sebagai keputusan terakhirsetelah melalui berbagai pertimbangan dan analisa. Diskusi, pembahasan dankonsultasi pada umumnya berguna untuk memberikan pencerahan dan pemahaman yanglebih luas. Usulan atau kritikan juga sering kita jadikan sebagai faktor yangdiperlukan untuk memberikan keseimbangan dalam pemikiran dan pembahasan. Padaakhirnya keputusan itu memang benar-benar hasil dari kata hati yang jujur danjernih. Kita mengetahui bahwa kata hati itu adalah suara hatinurani kita. Tuhan memilih untuk tinggal di dalam hati nurani kita. Maka ketikakita memikirkan dengan tenang, damai, positif dan dalam suasana berdoa, katahati nurani kita tentu akan berisi kebaikan, pujian dan syukur kepada Tuhan,kebenaran yang membebaskan, dan suka cita yang membawa kedamaian. Sebaliknya,jika kita diliputi kebencian, kemarahan, kesombongan dan hawa nafsu, kata hatinurani akan berisi kejahatan dan dosa. Kata hati kita sangat bergantung padaniat, intensi, dan perasaan kita sebagai manusia. Bacaan-bacaan kita pada hari ini menggambarkan dua contohkata hati nurani yang sangat berlawanan. Yang pertama ialah kata hati seorangyang beriman, yang diwakili oleh raja Daud. Ini adalah sebuah gambaran orangberiman yang menyadari diri sebagai orang berdosa, tetapi imannya kepada Tuhansemakin bertambah. Ia percaya akan belas kasih Tuhan untuk mengampuninya, dania lebih percaya lagi bahwa hidupnya sangat dirahmati dan diberkati oleh Tuhan.Pada gilirannya, ia akan menjadi berkat dan penyalur rahmat bagi orang lain. Yang kedua ialah kata hati seorang yang tidak beriman danyang hidup dalam sebuah sistem hukum rimba. Sistem hidup ini membenarkan merekayang kuat dan berkuasa mematikan mereka yang lemah dan yang membawa kebenaran.Herodes memiliki kata hati yang jahat dan penuh dosa. Tidak ada kasih dankebenaran di dalam hatinya. Kata hatinya memerintahkan dia untuk melakukankebohongan dari pada kebenaran, kegelapan dari pada terang, kekacauan dari padakedamaian, kebencian dari pada cinta. Setiap niat dan perbuatan jahatdiproduksi dari kata hati yang jahat. Kita dapat bertanya pada diri kita sendiri: keadaan sayasaat ini, apakah diwarnai kata hati yang baik dan benar, ataukah kata hati yangsalah dan jahat? Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus,murnikanlah hati kami supaya kami kembali hidup dalam kebenaran-Mu, denganselalu mendengar bisikan nurani kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kesaksian Perbedaan Dalam InjilDiambil dari: Lukas 1:1–2 (TB)“Banyak orang telah menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah digenapi di antara kita, sesuai dengan yang telah disampaikan kepada kita oleh mereka yang sejak semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.”Wonder Kids, Ada orang yang berkata bahwa Alkitab tidak benar karena ada perbedaan cerita di dalam Injil. Misalnya, Injil Lukas dan Injil Markus menceritakan kisah yang mirip, tetapi dengan kata-kata yang tidak sama persis.Apakah itu berarti Alkitab salah? Tidak.Coba bayangkan ada satu peristiwa besar di keluargamu. Kakakmu menceritakannya dengan satu cara, dan orang tuamu menceritakannya dengan cara yang sedikit berbeda. Ceritanya tidak sama persis, tetapi peristiwanya tetap sama dan benar.Begitu juga dengan Injil. Para penulis Injil adalah saksi mata atau mendengar langsung dari saksi mata. Mereka menulis dari sudut pandang yang berbeda, tetapi pesan utamanya selalu sama: Yesus melakukan mujizat, mengampuni dosa, mengajarkan kebenaran, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian.Seorang ahli Alkitab bernama Daniel B. Wallace pernah ditantang untuk menjawab semua perbedaan dalam Injil. Jawabannya sederhana: Justru perbedaan kecil itu menunjukkan bahwa para penulis Injil tidak bersekongkol atau bekerjasama. Mereka menulis dengan jujur apa yang mereka lihat dan dengar.Dan yang luar biasa, pesan utama Injil tidak pernah berubah. Yesus adalah Juruselamat dunia.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Kalau kamu mendengar orang meragukan Alkitab karena ada perbedaan cerita, ingatlah bahwa kebenaran utama Injil tetap sama. Percayalah bahwa Tuhan memakai banyak orang untuk menyampaikan satu kebenaran yang besar.Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih untuk Alkitab yang Engkau berikan. Tolong aku untuk tidak bingung atau ragu hanya karena perbedaan kecil, tetapi percaya bahwa firman-Mu adalah benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: perbedaan kecil dalam Injil tidak mengubah kebenaran besar—Yesus mengasihimu dan datang untuk menyelamatkanmu. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 1 Februari 2026Bacaan: Tetapi kata raja: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?" (2 Samuel 16:10) Renungan: Truk sampah adalah truk yang digunakan untuk mengangkut sampah dari tempat-tempat sampah di pinggiran jalan raya menuju Tempat Pembuangan Akhir. Truk sampah selalu menebarkan aroma tak sedap di sepanjang jalan yang dia lalui. Kadang-kadang, kalau terlalu penuh dan pekerja pemungut sampahnya bekerja seenaknya, maka beberapa sampah, khususnya sampah plastik berjatuhan bahkan beterbangan ke mana-mana. Sehingga, aroma tak sedap itu tidak mudah berlalu dari tempat di mana sampah itu jatuh, sekalipun truk sampah itu sudah berlalu. Semakin penuh truk itu dengan sampah, semakin mudah sampah-sampah itu beterbangan. Kita bisa belajar sesuatu dari truk sampah. Karena diisi bahkan dipenuhi oleh sampah, maka ke manapun truk itu berada, hanya aroma tak sedap yang dia sebarkan, bahkan kadang sebagian sampah yang dia sebarkan. Di pihak lain, tidak mungkin ada orang yang mau terus menampung bau tak sedap atau menerima sampah tersebut. Demikian juga di dalam kehidupan kita, banyak orang yang hidupnya diisi bahkan dipenuhi dengan "sampah". Sehingga, ke manapun dia berada, baunya hanya bau "sampah". "Sampah-sampah" itu adalah kekuatiran, kegelisahan, kekecewaan, frustasi, kemarahan, kebencian dan dendam. "Sampah" itu tidak mungkin disembunyikan dan semakin banyak dia menampung "sampalı", maka dia semakin cepat membutuhkan tempat untuk membuangnya. Oleh sebab itu, tidak heran kalau di jalan-jalan, "sampah-sampah" itu bisa beterbangan dalam bentuk caci-maki, pertengkaran, dan perbuatan buruk lainnya. Kadang kitalah yang menjadi tempat pembuangan sampah-sampah itu. Hanya karena motor yang kita kendarai hampir menabrak mobilnya yang tiba-tiba mengambil jalur kita, dia marah dan mengeluarkan caci-maki yang sulit dihentikan. Seorang ibu pun bisa marah-marah kepada sopir angkot karena uang kembaliannya kurang lima ratus rupiah. Bahkan tanpa sebab seorang penyeberang jalan juga bisa marah-marah kepada kita sekalipun dia yang seenaknya menyeberang jalan. Tetapi, sebagaimana orang tidak mau menerima sampah, demikian juga seharusnya kita tidak perlu menerima caci-maki dan kemarahan itu di dalam hati kita. Jika kita menerimanya, maka lambat atau cepat kita juga akan membuang caci-maki dan kemarahan kepada orang lain. Dalam hal ini, Daud memberikan teladannya kepada kita. Ketika Simei mengutukinya, Daud berkata, "Biarkanlah dia dan biarkanlah ia mengutuk...." Sedangkan Abisai malah bereaksi keras, "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkan aku menyeberang dan memenggal kepalanya." Menarik sekali sikap Daud, dia, tidak menyimpan perkataan kutuk itu di dalam hatinya, tetapi dia mengharapkan sesuatu yang baik dari Tuhan untuk menggantikan perkataan kutuk tersebut. Cara seperti itu sedikit banyak menolongnya untuk sanggup melanjutkan perjalanan yang penuh perjuangan itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hati yang mampu menolak perkataan dan tindakan yang menyakitkan dan menerima yang baik dan membangun. Amin. (Dod).
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Kasus Hogi Minaya di Sleman kembali memantik perdebatan soal rasa keadilan dan ketepatan penerapan hukum pidana. Seorang warga yang mengejar pelaku penjambretan terhadap istrinya sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sleman, hingga menuai sorotan DPR RI dan kritik dari dua mantan Kapolda dalam rapat Komisi III bersama Kapolres Sleman. DPR menilai terdapat kekeliruan dalam penerapan pasal pada kasus tersebut. Lalu, bagaimana kapabilitas penegakan hukum dalam menangani perkara ini? Simak analisis Pakar Hukum Pidana, Abdul Fickar Hajar.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Jovita dan Agus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Titus 1: 1-5; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.7-8a.10; Lukas 10: 1-9.KEPERCAYAAN ANTARA GURU DAN MURID Renungan kita pada hari ini bertema: Kepercayaan AntaraGuru dan Murid. Kepercayaan antara guru dan murid adalah fondasi yang membuatsebuah panggilan bertumbuh, sebuah perutusan menjadi kuat, dan pewartaanmenjadi berbuah. Kita melihat hal ini dengan jelas dalam relasi Santo Paulusdengan dua muridnya, Timotius dan Titus. Paulus bukan hanya “mengajar”, tetapimempercayakan tugas, menaruh harapan, dan membentuk karakter rohani mereka. Demikian juga Yesus ketika mengutus tujuh puluh muriduntuk pergi berdua-dua: Ia tidak hanya memberi perintah, tetapi memberikankepercayaan bahwa mereka mampu membawa damai, menyembuhkan, dan mewartakanKerajaan Allah. Dalam iman, kepercayaan bukan sekadar perasaan aman, melainkankeputusan untuk berjalan bersama dalam kebenaran dan misi. Keunggulan terbesar dari kepercayaan adalah lahirnyakekuatan batin untuk bertanggung jawab. Seorang murid yang dipercaya akanmerasa hidupnya bermakna: ia berani melangkah, tidak mudah menyerah, dan maubelajar dari kesalahan. Kepercayaan juga menciptakan ruang untukbertumbuh—murid tidak takut gagal karena ia tahu ia dibimbing, bukan dihakimi.Selain itu, kepercayaan memperkuat kesatuan visi: guru dan murid melayani bukanuntuk nama diri, melainkan untuk misi Tuhan. Maka, ketika Paulus mengutusTimotius dan Titus dalam pelayanan Gereja perdana, ia sedang menegaskan bahwakepercayaan dapat menghidupkan keberanian, kesetiaan, dan ketekunan dalamtugas. Namun, kepercayaan adalah sesuatu yang rapuh dan harusdijaga. Agar kepercayaan tidak hilang, yang paling penting adalah kejujuran,konsistensi, dan kerendahan hati. Kepercayaan runtuh bukan hanya karenakesalahan besar, tetapi sering karena kebiasaan kecil: tidak menepati janji,tidak transparan, menutupi kebenaran, atau mulai bekerja dengan motivasi ganda.Kepercayaan juga harus dipelihara lewat komunikasi yang jelas—seperti Paulusyang terus menulis surat, meneguhkan, mengingatkan, dan mengarahkan Timotiusdan Titus. Jika hubungan guru-murid tidak dirawat, maka jarak akan tumbuh,salah paham mudah terjadi, dan misi perlahan kehilangan daya rohaninya. Berikut contoh-contoh sederhana. Seorang guru memberi tugas nyata kepada murid, lalumendampingi dengan evaluasi yang sehat. Seorang pembina meminta murid memimpindoa atau membuat pelayanan kecil, lalu setelah selesai, guru tidak langsungmengkritik, tetapi mengapresiasi dulu, kemudian memberi koreksi dengan kasih:jelas, konkret, dan membangun. Murid pun belajar bahwa ia dipercaya, tetapitetap diarahkan agar bertumbuh. Inilah semangat Yesus yang mengutus murid-muridberdua-dua: ada tanggung jawab, ada dukungan, dan ada kebersamaan. Kepercayaanyang sejati bukan membiarkan orang berjalan sendiri, melainkan membuat orangberani berjalan karena tahu ia tidak berjalan sendirian.Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahakasih, kuatkanlah iman kami pada setiap bentukpenyelenggaraan-Mu kepada kami, sehingga bertumbuhlah kepercayaan kamikepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ARGUMEN “TERPENUHI DENGAN SENGAJA”?Diambil dari: Amsal 19:21“Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.”Wonder Kids, Pernah nggak kalian membuat sesuatu “jadi kenyataan” hanya karena kalian sudah tahu sebelumnya? Misalnya, kalau ada teman bilang, “Kayaknya kamu akan makan roti selai kacang hari ini,” lalu kalian sengaja bikin roti selai kacang supaya perkataanmu terjadi terjadi. Mudah, kan?Ada orang yang berpikir Yesus juga begitu. Mereka bilang: “Mungkin Yesus tahu nubuat-nubuat Perjanjian Lama, lalu Ia sengaja melakukan semuanya supaya terlihat seperti Mesias.” Tapi… benarkah itu mungkin? Beberapa nubuat memang bisa “diwujudkan,” seperti naik keledai saat masuk Yerusalem. Namun ada banyak nubuat lain yang tidak mungkin dibuat manusia sendiri, seperti:– Yesus lahir di Betlehem.– Yesus berasal dari garis keturunan Abraham dan Daud.– Seorang sahabat mengkhianatinya.– Tentara Romawi membagi pakaiannya dan tidak mematahkan kaki-Nya.– Yesus mati dan bangkit kembali.Semua hal itu mustahil diatur oleh manusia. Itu hanya mungkin terjadi karena Yesus memang Mesias yang dijanjikan dan Allah sendiri yang menggenapinya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Ingat bahwa Yesus tidak sedang berpura-pura menjadi Mesias.Semua nubuat tergenapi karena Ia benar-benar Tuhan.Katakan kepada Tuhan:“Terima kasih karena Engkaulah Mesias yang dijanjikan.”Mari kita berdoa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menggenapi semua nubuat dengan sempurna. Tolong aku percaya penuh kepada-Mu dan menjawab keraguan orang lain dengan bijaksana. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak membuat nubuat itu terjadi—Ia menggenapinya karena Ia adalah Tuhan. Tuhan Yesus memberkati
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Samuel 18: 6-9; 19: 1-7; Mazmur tg 56: 2-3.9-10a.10b-11.12-13; Markus 3: 7-12.PEMENANG TETAP RENDAH HATI Renungan kita pada hari ini bertema: Pemenang Tetap RendahHati. Seorang perawat di rumah sakit bekerja dengan sangat baik—pasien merasatertolong, keluarga pasien berterima kasih, bahkan rekan kerja memujinya. Namunia tidak sibuk mencari pujian atau membandingkan dirinya dengan orang lain. Iatetap datang tepat waktu, tetap menolong dengan sabar, tetap sopan kepadapetugas kebersihan, satpam, dan siapa pun. Ketika ada yang iri atau bersikaptidak adil kepadanya, ia memilih tetap bekerja benar dan menyerahkan hasilnyakepada Tuhan. Ini merupakan contoh nyata seorang pemenang tetap rendah hati. Dalam kisah Raja Daud, kita melihat sebuah kemenangan yangtidak melahirkan kesombongan. Daud berhasil mengalahkan musuh dan membawasukacita bagi bangsa, namun justru di saat itulah ancaman muncul dari dalam:Raja Saul mulai merasa terancam dan merencanakan pembunuhan terhadap “rajabaru” yang sedang dipersiapkan Tuhan. Secara manusiawi, Daud punya alasan untuk membalas,mempertahankan diri dengan cara keras, atau menunjukkan kuasa. Tetapi Daudmemilih jalan yang lebih dalam: ia tetap merendah, tidak membesar-besarkandiri, dan tidak menyepelekan orang lain, bahkan terhadap Saul yang melukaihatinya. Ia tetap menganggap Saul sebagai yang diurapi Tuhan. Kerendahan hati Daud bukan kelemahan, melainkan kekuatanrohani yang lahir dari kesadaran bahwa hidupnya bukan miliknya sendiri. Daudtahu, keberhasilan dalam perang bukan semata karena strategi atau kehebatannya,tetapi karena Tuhan yang memegang kendali. Ia tidak menjadikan kemenangansebagai panggung untuk meninggikan diri, melainkan sebagai kesempatan untuksemakin bergantung kepada Allah. Ketika seseorang yakin bahwa Tuhanlah sumberkemenangan, maka ia tidak akan merasa perlu merendahkan orang lain agar dirinyatampak lebih tinggi. Sikap ini makin terang ketika kita memandang Yesus Kristus.Dalam Injil, roh-roh jahat mengenali dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah.Namun Yesus justru menegur mereka agar tidak menyebarkan berita itu. Mengapa?Karena pengakuan tentang diri-Nya harus dinyatakan pada saat dan tempat yangtepat, sesuai rencana keselamatan dari Bapa. Yesus tidak mengejar popularitas,tidak membangun pengaruh dengan sensasi, dan tidak mencari pengakuan dari suarayang salah. Ia menunjukkan bahwa kebenaran tidak perlu dipaksakan lewatkemegahan, tetapi harus lahir dari kehendak Allah yang teratur dan penuhhikmat. Yesus kemudian terus berkeliling untuk bekerja tanpa henti,mewujudkan tugas-tugas yang berasal dari Bapa: mewartakan Kerajaan Allah,menyembuhkan, membebaskan, dan membangun iman. Ia tidak berhenti hanya karenatelah dikenal, dipuji, atau diakui. Ia tetap berjalan dalam kerendahan hati,karena fokus-Nya bukan prestasi pribadi, melainkan kehendak Bapa. Inilahpelajaran rohani berharga: bekerja dengan rendah hati berarti tetap setia padamisi, bukan menjaga citra, bukan mengejar keunggulan, bukan mencari tepuktangan manusia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Ya Tuhan Yesus, semoga ajaran cinta kasihdari-Mu selalu menerangi dan menuntun kami untuk bersikap rendah hati di dalamkata dan tindakan kami. Salam Maria, penuh rahmat … Dalam nama Bapa …
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Dikhianati Seorang TemanDiambil dari: Mazmur 41:10 “Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan roti bersama-sama dengan aku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.”Wonder Kids, Saat jam makan siang di sekolah, kita biasanya duduk bersama siapa? Biasanya bersama teman-teman dekat kita. Makan bersama adalah waktu yang menyenangkan—kita bercanda, berbagi cerita, dan menikmati makanan bersama. Kita jarang makan dengan orang yang tidak kita sukai atau tidak kita percaya. Karena itu, dikhianati oleh teman sendiri adalah hal yang sangat menyakitkan. Raja Daud pernah mengalaminya. Ketika ia menulis Mazmur 41, ia sedang mengalami masa sulit. Ia merasa musuh-musuhnya senang melihat kesusahannya. Bahkan orang yang dekat dengannya, yang pernah makan bersama dia, ternyata mengkhianatinya. Meski begitu, Daud tetap percaya bahwa Tuhan akan memelihara dirinya.Yesus juga mengalami hal yang sama. Pada malam sebelum Ia disalibkan, Yesus sedang makan dengan para murid-Nya. Di saat yang sangat berat itu, Yesus tahu salah satu murid terdekat—Yudas—akan mengkhianati Dia. Yesus bahkan mengutip Mazmur 41 untuk menunjukkan bahwa apa yang terjadi sudah dinubuatkan sejak dulu. Pengkhianatan oleh Yudas adalah “sidik jari” keenam yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias.Yesus memahami rasa sakit ditinggalkan, dikhianati, dan dilukai oleh orang yang dekat.Itu sebabnya ketika kamu dikhianati atau dikecewakan teman, Yesus mengerti perasaanmu.Dia pernah mengalaminya, dan Dia ada untuk menolongmu.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Jika kamu pernah terluka karena teman, ceritakan kepada Tuhan. Katakan:“Tuhan, Engkau tahu rasanya disakiti. Tolong sembuhkan hatiku dan ajari aku menjadi teman yang setia.”Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau mengerti rasaku ketika aku disakiti oleh orang yang dekat denganku. Tolong aku belajar setia dalam persahabatan dan mengampuni seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus memahami rasa sakitmu, dan Dia selalu setia—bahkan ketika manusia mengecewakan. Tuhan Yesus memberkati.
Di episode kali ini, kita akan mengulik perjalanan inspiratif Dentia Mayasari yang berani keluar dari zona nyaman untuk membangun surf camp hingga mendirikan sekolah "Bali Wise". Ia juga berbagi kisah seru di balik partisipasinya dalam MasterChef Indonesia dan tantangan membangun dapur profesional di Sawangan demi mendukung misi sosialnya. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioOTP #56 DEDIKASI SEORANG MASTERCHEF UNTUK PEREMPUAN! WITH DENTIA MAYASARI | ONTHEPASEnjoy the show!Instagram:Dentia Mayasari https://www.instagram.com/dentia_mayasari/?hl=enDON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !On The Pas is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioInstagram: https://www.instagram.com/onthepasbali/TikTok: https://www.tiktok.com/@onthepasLet's talk some more:https://www.instagram.com/renaldykhttps://www.instagram.com/backdraft_projecthttps://www.instagram.com/mariojreynaldi#OnThePasPodcast #BaliPodcast #RayJansonRadio #FnBPodcast #PodcastAfterService #MasterChef
Keperkasaan Allah dalam Kemanusiaan Kristus ditujukan pada Yesus dalam status sebagai manusia. Dinyatakan melalui kasih, ketaatan, dan juga kelemahlembutan. Diwujudkan dalam kekuatan untuk menanggung segala sesuatu dengan sabar dan bertekun. Keperkasaan Allah Menghancurkan Kuasa Dosa dan Maut dinyatakan oleh kematian Kristus sebagai manusia. Setelah hancurnya kuasa perbudakan dosa dan maut, jangan menyerahkan kembali tubuh kita pada perhambaan dosa, tetapi gunakanlah untuk senjata kebenaran Allah.Kuasa-Nya Sempurna dalam Kelemahan Kita, merupakan sarana bagi kita untuk menerima anugerah dan kuasa Allah. Seorang yang perkasa di dalam iman akan dikenal karena kerapuhan dan kelembutannya, bukan dari superioritas atau sikap menguasai orang lain.—Pdt. Agus Lianto, “Keperkasaan-Nya dalam Kita.” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 11 Januari 2026.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Jovita dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 4: 1-11; Mazmur tg 44: 10-11.14-15.24-25; Markus 1: 40-45.TUHAN MEMULIHKAN KITA Tema renungan kita pada ini ialah: Tuhan MemulihkanKita. Kebutuhan akan pemulihan di dalam kehidupan adalah mutlak. Tuhan sendiriyang menghendaki pemulihan dan kita diperintahkan untuk menjalani pemulihan itu.Tuhan memulihkan kita dari keadaan sebagai pendosa dan orang yang menderitakesulitan atau sakit. Kita juga wajib memulihkan diri kita sendiri dan sesamakita yang perlu dipulihkan. Seorang bapak mengisi lima hari setiap minggu denganbekerja sangat fokus dan penuh dedikasi. Ia memiliki sedikit sekali waktubersama istri dan anak-anaknya. Pekerjaan yang sangat banyak itu membuatdirinya sangat lelah ketika sudah berada di rumah. Meski begitu ia masih terusbekerja di rumah. Kekurangan yang membuatnya menderita ialah tidak adakesempatan untuk bersama keluarga. Maka ia memulihkan dirinya dari kesulitanitu dengan menyempatkan diri secara penuh bersama keluarga selama akhirpekan. Bacaan hari ini dari kitab pertama Samuelmenggambarkan tentang kekalahan pasukan Israel dari peperangan melawan bangsaFilistin. Puluhan ribu tentaranya mati dibunuh. Bangsa Israel harus mengakuidiri tidak berdaya dan menerima kekalahan itu sebagai tanda kerapuhan manusiadan kedosaan. Sebagai bangsa yang ber-Tuhan, mereka harus menarik diri untukmemulihkan diri mereka dan memulihkan huhungan mereka dengan Tuhan yang sudahrusak akibat ketidaktaatan mereka. Yesus menyembuhkan orang kusta merupakan bagian daritugas-Nya sebagai Penyelamat, untuk mentahirkan umat pilihan-Nya dariborok-borok sakit mengerikan, yang membuat mereka tersiksa sekian lama. Bagikita saat ini, pemulihan sebuah kehidupan pribadi, keluarga, kelompok, danbangsa menjadi sebuah kebutuhan. Upaya untuk mewujudkan suatu pemulihan hidupdi dalam dunia ini hanya dapat berhasil baik kalau dilakukan dengan kuasaAllah. Kita meminta campur tangan Tuhan Yesus untukmentahirkan atau memulihkan hidup kita dalam segala aspek. Seseorang secarapribadi memohon untuk pemulihan atas sakit jasmani atau rohani yang sedangmenderanya. Mungkin pemulihan sangat diperlukan sebuah kehidupan keluarga,kampung, desa, kota, atau wilayah. Mungkin suatu kebutuhan pemulihan lebihdiperlukan oleh sebuah bangsa atas kondisi ekonomi atau keamanan bagi segenapmasyarakatnya. Tuhan berkuasa memulihkan hidup kita. Namun ini menuntutadanya permohonan yang disampaikan kepada-Nya. Dengan mendapatkan pemulihan,kita dapat kembali bekerja, mendapatkan lagi semangat hidup, bangun dariketerpurukan, dan mengalami hidup baru. Dalam mengawali tahun 2026 ini,hendaklah kita meminta rahmat pemulihan dari Tuhan, agar dapat membuat hidupkita lebih baik lagi dari pada sebelumnya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha kuasa,inilah diri kami, baharuilah kami sesuai dengan kehendak-Mu. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa …
Media dalam fasilitasi adalah instrumen vital yang mampu menghidupkan suasana pertemuan dari pasif menjadi dinamis melalui visualisasi ide yang terstruktur. Kekuatannya bukan terletak pada kecanggihan teknologi semata, melainkan pada ketepatan pemilihan yang didasarkan pada analisis kebutuhan yang matang sebelum sesi dimulai. Seorang fasilitator harus mempertimbangkan profil audiens agar materi tidak memberikan beban kognitif berlebih, serta menilai kondisi fisik ruangan untuk memastikan alat bantu visual yang dipilih benar-benar menjadi jembatan pemahaman, bukan justru menjadi penghambat komunikasi. Pemilihan media berdasarkan tingkat interaktivitasnya merupakan kunci untuk menjaga ritme dan energi selama proses fasilitasi berlangsung. Alat bantu dengan interaktivitas tinggi, seperti flipchart yang diisi langsung oleh peserta, sangat unggul dalam menangkap aspirasi secara nyata dan fleksibel tanpa ketergantungan pada listrik melalui aturan penulisan yang ringkas. Di sisi lain, media digital seperti presentasi PowerPoint atau video streaming memberikan struktur formal dan stimulasi visual yang kuat, asalkan tetap mematuhi kaidah sederhana seperti format 6x6 untuk menghindari kejenuhan audiens. Penggunaan media yang bervariasi ini memungkinkan fasilitator untuk menyesuaikan pendekatan dengan dinamika kelompok di setiap tahap pertemuan. Pada akhirnya, efektivitas media dalam fasilitasi sangat bergantung pada kemampuan fasilitator untuk tetap mengutamakan interaksi manusia di atas alat bantu teknis. Aturan umum seperti menjaga kontak mata dengan peserta minimal 80% dari waktu bicara dan selalu menyiapkan rencana cadangan adalah hal mutlak untuk menjaga kelancaran sesi apabila terjadi kegagalan teknologi. Media hanyalah sarana untuk membantu kelompok mencapai tujuan mereka secara visual, namun keberhasilan sejati tetap ditentukan oleh bagaimana alat-alat tersebut memicu kolaborasi dan partisipasi aktif antarindividu di dalam ruangan.
Seni memandu kelompok bukan sekadar memimpin rapat, melainkan keterampilan menjaga keseimbangan antara dinamika manusia dan pencapaian tujuan bersama. Seorang fasilitator berperan sebagai arsitek struktur diskusi yang mencegah tim terjebak dalam pemikiran seragam atau "Group Think" yang merugikan. Dengan menciptakan ruang yang aman bagi setiap anggota untuk berekspresi tanpa takut dikritik, fasilitator memastikan bahwa proses pemecahan masalah berjalan secara objektif dan terhindar dari konflik emosional yang tidak perlu. Inti dari fasilitasi yang efektif terletak pada kemampuan memicu kreativitas melalui fase berpikir divergen. Fasilitator menerapkan aturan dasar yang ketat, seperti menunda penilaian terhadap ide di awal sesi dan mendorong pemikiran yang tidak biasa guna mengejar kuantitas gagasan. Dengan bantuan berbagai alat bantu seperti Brainwriting, Mind Mapping, atau Six Thinking Hats, kelompok diajak untuk mengeksplorasi perspektif baru dan membangun inovasi di atas ide rekan mereka sendiri. Proses kreatif ini sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap potensi solusi telah dieksplorasi secara maksimal sebelum kelompok melangkah ke tahap pengambilan keputusan. Terakhir, seni ini mencapai puncaknya pada fase berpikir konvergen, di mana ide-ide yang beragam disaring secara sistematis menjadi sebuah keputusan yang matang. Melalui penetapan kriteria keberhasilan yang jelas dan penggunaan teknik pengambilan keputusan yang objektif, seperti matriks keputusan berbobot atau analisis medan kekuatan, fasilitator membantu kelompok mencapai konsensus yang solid. Kesuksesan seorang fasilitator tercermin pada kemampuannya menyatukan berbagai perbedaan pendapat menjadi sebuah solusi terpadu yang didukung sepenuhnya oleh seluruh anggota, menciptakan hasil kolektif yang jauh lebih kuat daripada sekadar jumlah pemikiran individu.
Fasilitasi merupakan seni memandu sekelompok orang melalui proses diskusi atau perencanaan untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif. Berbeda dengan instruktur atau presenter yang berperan sebagai ahli materi dan pusat informasi, seorang fasilitator adalah ahli proses yang fokus pada dinamika kelompok daripada hasil keputusan akhir. Prinsip utama dalam peran ini adalah menjaga netralitas dan kesadaran bahwa sesi tersebut bukan tentang opini pribadi fasilitator, melainkan tentang bagaimana peserta berkolaborasi. Dengan berbagi kontrol kepada kelompok, fasilitator menciptakan ruang bagi sinergi dan ide-ide baru untuk muncul tanpa adanya dominasi sepihak. Seorang fasilitator yang terampil harus menguasai tiga bidang utama: mengelola proses agenda, menjadi sumber daya teknik pemecahan masalah, dan menjaga netralitas emosional. Keterampilan inti seperti mendengarkan aktif dan mengajukan pertanyaan terbuka sangat krusial untuk merangsang partisipasi serta menggali pemikiran mendalam dari anggota tim. Selain itu, fasilitator harus memiliki empati yang tinggi dan kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif guna melindungi anggota dari serangan pribadi. Dengan gaya kepemimpinan yang partisipatif, fasilitator memastikan setiap suara didengar sehingga konsensus yang dicapai benar-benar mencerminkan kesepakatan kolektif yang solid. Dalam konteks modern, tantangan fasilitasi meluas ke ranah virtual yang menuntut ketelitian ekstra dalam komunikasi dan pemeriksaan teknis secara rutin agar keterlibatan peserta tetap terjaga. Organisasi juga perlu bijak dalam memilih fasilitator, apakah menggunakan pihak internal yang memahami konteks perusahaan namun berisiko kurang objektif, atau pihak eksternal profesional yang membawa netralitas penuh meskipun memerlukan waktu adaptasi lebih lama. Pada akhirnya, keberhasilan seorang fasilitator ditentukan oleh kemampuannya untuk tampil jujur, menarik, dan informatif, sembari tetap menjaga jarak dari pengambilan keputusan konten demi kemajuan dan kemandirian kelompok yang dipandunya.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Veronika Retno Wijayanti dan Roland Modestus Jemuru dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 1: 1-8; Mazmur tg 116: 12-13.14.17.18-19; Markus 1: 14-20.PERTOBATAN DANMISI APOSTOLIK Renungan kita pada hari ini bertema: Pertobatan DanMisi Apostolik. Seorang remaja bertemu Pastor Paroki di halaman gereja setelahmengikuti misa pagi. Setelah ia mendengar homili dalam misa itu tentangpertobatan, ia lalu bertanya kepada imam yang sangat ia kagumi. "Berapabanyak kali Tuhan Yesus berbicara tentang pertobatan?" Ia kemudianmendapatkan jawaban bahwa ajaran dan pembicaraan Tuhan Yesus tentang pertobatansangat banyak. Remaja itu kemudian menyimpulkan sendiri apa yangmenjadi keyakinannya, "Kalau demikian pertobatan itu harus dilakukandengan usaha yang sungguh-sungguh dan dengan segala kekuatan yang ada, tidakhanya dari diri sendiri tetapi juga diperlukan bantuan orang lain." Pastormemahami bahwa remaja itu memiliki keyakinan yang benar, maka ia berkata:"Pergi dan wujudkan itu dan kamu akan mendapatkan suatu kehidupanbaru." Memang sangat benar apa yang diyakini remaja tersebut.Pertobatan adalah bagian dari misi utama Yesus Kristus. Sebagai suatu tugasyang besar, seruan dan perintah untuk bertobat sudah disampaikan jauh sebelumYesus lahir ke dalam dunia, yaitu zaman perjanjian lama. Suara terakhir yangsangat lantang menyerukan pertobatan sebelum Yesus Kristus ialah YohanesPembaptis. Yesus sendiri adalah Sabda Hidup yang berbicara sekaligus mengampunidosa-dosa dan mengaruniakan pertobatan bagi orang agar ia dapat memasuki kehidupanbaru. Tuhan Yesus mewartakan firman-Nya kepada kita pada hariini bahwa misi pertobatan yang besar itu akan dituntaskan selama karyapublik-Nya di dunia. Bukti penuntasan misi itu ialah penderitaan dan wafat-Nyauntuk menyelamatkan dunia dan umat manusia. Tindakan radikal Tuhan Yesus inidijelaskan secara terbuka, pertama-tama kepada para rasul yang terpilih. Keduabelas rasul dan para murid adalah orang-orang pertama yang menerima ajaranbesar tentang pertobatan. Di pundak mereka ada misi apostolik dengan tugas besaruntuk pertobatan bagi setiap orang dan semua bangsa. Gereja kita dalam beberapa tahun terakhir, melalui paraPausnya, mendorong segenap umatnya untuk pertobatan ekologi. Rusaknya bumisebagai rumah bersama sudah sangat mendesak untuk dirawat dan dipelihara. Misiapostolik Gereja dengan pesan pertobatan seperti ini mencakup semua tempat danorang-orang di dunia saat ini. Gereja Katolik selalu hadir sebagai nabi yangberbicara dan menyerukan pertobatan, dan suara Gereja selalu menjangkau segenapumat manusia. Antara pertobatan dan misi apostolik terdapat suatukaitan yang tidak bisa dipisahkan. Pertobatan adalah cara kerja dan isi yangdibawa oleh Misi Gereja.Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa ... Ya Tuhan, berkatilah kami supaya kami selalu tekun di dalammengusahakan pertobatan kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Tarsisius Agung Marsono dan Agnes Amariliani dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 5: 5-13; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; Lukas 5: 12-16.MENGALAHKANDUNIA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mengalahkan Dunia.Seorang anak SD kelas 3, laki-laki, dengan bangganya berkata kepada ibunya:“Ma, aku sudah bisa memanjat mangga dan memetik buah yang matang.” Biasanya sianak hanya melihat dengan iri orang-orang yang lebih besar yang memetik. Iaingin sekali melakukan yang sama, tetapi masih merasa takut. Ia merasa sangatgembira kalau memanjat sendiri dan memetiknya. Suatu saat ketika tidak dilihatoleh siapa pun, ia memanjat dan berhasil sampai di atas. Ia menjadi begitusenang. Pengalaman sederhana anak itu merupakan satu contohkemampuan mengalahkan dunia. Di dalam dunia ini berkumpullah aneka macamkesulitan seperti kebodohan, kemalasan, kebosanan, kejahatan, sakit, derita,kebohongan dan lain sebagainya. Anak SD itu paling kurang sudah menempuh satulangkah maju, yaitu menang melawan ketakutan dan kurang percaya diri.Pengalaman kecil itu membukakan kita sebuah cakrawala kesempatan dan pengalamanuntuk mencapai kemajuan demi kemajuan dalam mengalahkan berbagai kesulitan, supayahidup kita dapat melewati aneka tantangan dan halangan, dan akhirnya mencapaitujuan yang diharapkan. Tuhan sebenarnya punya rencana untuk mengalahkan dunia,yaitu sejak manusia jatuh pertama kali ke dalam dosa, yang akibatnya ialahseluruh isi dunia, termasuk pribadi-pribadi manusia terkena virus dosa. RencanaTuhan itu disebut the plan of salvation, rencanakeselamatan. Realisasi rencana itu sudah nyata, yaitu terjadinya inkarnasi yangditandai dengan peristiwa besar kelahiran Yesus Kristus, yang baru saja kitarayakan peringatannya. Latar belakang dasar dan besar inilah yang selalumenjadi pegangan kita untuk setiap usaha atau proyek kita dalam mengalahkandunia. Setiap kita atau keluarga dan kelompok telah mendapatkan kekuatanperutusan dari Yesus Kristus untuk mengalahkan dunia. Yesus meyakinkan kitauntuk dapat mengalahkan dunia seperti Dia. Hal itu dikatakan dengan jelas oleh surat pertama SantoYohanes pada hari ini, yaitu “Orang yang mengalahkan dunia adalah dia yangpercaya pada Yesus sebagai Anak Allah”. Yesus sendiri sudah buktikan itu dalamsetiap perkataan dan perbuatan-Nya, misalnya yang Ia lakukan dengan mengalahkansakit kusta, sehingga penderita itu menjadi tahir. Seorang kepala sekolahberhasil disiplinkan beberapa gurunya yang melanggar aturan, ia kalahkan duniakecurangan di sekolah yang dilakukan oleh oknum guru tertentu. Seorang wartawankalahkan arus kebohongan yang berembus kuat oleh sebagian anggota masyarakat,dengan memberitakan kebenaran fakta suatu peristiwa. Setiap dari kita mampu mengalahkan dunia melalui pekerjaandan profesi kita, dan yang sangat dibutuhkan ialah kemauan dan eksekusinya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan, semogakami semakin menjadi jujur dan tulus dalam perkataan dan tindakan. Bapa kamiyang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Bismillah,1956. KALA NALURI SEORANG IBU HILANGRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Hajj: 1-2Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ2. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.(QS. Al-Hajj: 1-2)
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Seorang fresh graduate ditempatkan di rumah sewa kosong semasa outstation di Kelantan. Setiap malam, ada “sesuatu” berdiri di hujung katilnya. Bunyi asah pisau, ketawa hilaian, dan satu makhluk hitam bermata merah akhirnya muncul… dengan satu tujuan.. mengeluarkannya dari Islam. Rumah ini bukan kosong. Ia berpenghuni.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 5 Januari 2026Bacaan: "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. " (Matius 7:24-25)Renungan: Ada seorang dosen yang sangat pandai dan hebat dalam mengajar. Karena itu, berbagai universitas sering mengundangnya untuk mengajar. Suatu kali ia diundang mengajar di satu universitas yang ia belum pernah mengajar sebelumnya. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia diantar sopirnya pergi ke universitas itu. Di tengah perjalanan ia iseng berkata kepada sopirnya, "Sebenarnya hari ini saya lelah sekali. Saya tidak ingin mengajar." Sopirnya berkata, "Bapak tidak usah mengajar sore ini, biar saya saja yang menggantikan Bapak." "Lho, kamu bisa gantiin saya?" tanya dosen tersebut. "Iya Pak. Saya kan sudah mengantar Bapak puluhan kali dan Bapak mengajar yang itu-itu juga, jadi saya sudah hafal Pak. Saya pasti bisa. Lagipula universitas itu belum tahu bagaimana wajah Bapak, jadi tidak perlu khawatir, Pak!" jawab sopir itu dengan yakinnya. Akhirnya dosen itu pun setuju. Lalu mereka bertukar tempat, dosen menyetir mobil dan sopir duduk di belakang layaknya seorang dosen. Tiba di universitas tersebut, sopir yang berlagak seperti dosen itu masuk kelas dan langsung mengajar. Sedangkan dosen yang asli mendengar dan melihat dari luar apa yang diajarkan oleh sopir itu. Dan ternyata, dengan mendengar puluhan kali saja, sopir itu betul-betul bisa mengajar persis dari A sampai Z. Namun di akhir perkuliahan timbul masalah, yaitu ketika sampai di sesi tanya jawab. Seorang mahasiswa bertanya, "Pak, bagaimana menerapkan apa yang Bapak ajarkan itu ke dalam kehidupan sehari-hari?" Sopir itu bingung karena ia tidak bisa menjawab. Tetapi ia tidak habis akal. "Wah, ini pertanyaan yang sangat mudah. Saking mudahnya sopir saya saja bisa menjawabnya!" Lalu ia memanggil "sopirnya". Akhirnya "sopirnya" itu dengan mudah menjawab pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya. Seperti sopir itu, orang bisa memiliki banyak pengetahuan tanpa tahu mempraktikkannya. Sebagai anak-anak Tuhan kita bisa juga seperti sopir ini yang tahu banyak kebenaran firman Tuhan, tetapi berhenti hanya sampai di pengetahuan saja, tanpa mempraktikkannya. Yesus berfirman, "Setiap orang yang mendengar perkataanku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu." Perkataan ini diberikan oleh Yesus sebagai penutup dari khotbah di bukit. Oleh karena itu, mari kita menjadi orang yang bijaksana, yakni orang yang setelah mendengarkan firman Tuhan kemudian menjadi pelaku dari firman tersebut. Jauhkan diri dari menjadi orang bodoh, yang hanya mendengar tanpa mau melakukan. Keputusan ada di tangan kita masing-masing, mau menjadi orang bijak atau orang bodoh. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin menjadi orang yang bijaksana, dengan menjadi pelaku dari setiap firman Tuhan yang aku dengar setiap hari. Amin. (Dod).
Seorang pelajar sekolah teknik berkongsi pengalaman ngeri ketika tinggal di asrama yang menyimpan rahsia gelap. Bermula dengan pesanan senior supaya menjaga mulut dan menjauhi bilik-bilik berkunci, gangguan aneh mula berlaku apabila seorang pelajar hilang dan ditemui dalam keadaan tidak masuk akal. Dari kelibat makhluk tanpa kepala yang muncul di tengah malam, sehinggalah terbongkarnya tragedi lama di dorm terlarang, kisah ini menjadi peringatan bahawa ada tempat dan kata-kata yang tidak sepatutnya dipandang ringan.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Di episode kali ini, kita akan ngobrol bareng salah satu juara dunia Mixologist kebanggaan Bali, Aris Sanjaya Putra. Seorang risk taker dari awal karir di bar daerah Singaraja, sampai akhir nya keliling dunia untuk bar take over. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioOTP #54 HIDUP DARI WORLD CLASS BARTENDER! WITH ARIS SANJAYA PUTRA | ONTHEPASEnjoy the show!Instagram:Aris Sanjaya Putra https://www.instagram.com/aris_sanjaya5154/ DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !On The Pas is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioInstagram: https://www.instagram.com/onthepasbali/TikTok: https://www.tiktok.com/@onthepasLet's talk some more:https://www.instagram.com/renaldykhttps://www.instagram.com/backdraft_projecthttps://www.instagram.com/mariojreynaldi#OnThePasPodcast #BaliPodcast #RayJansonRadio #FnBPodcast #PodcastAfterService #Bartender
Pola pikir Design Thinking pada dasarnya adalah sebuah paradigma yang berpusat pada manusia, di mana empati menjadi fondasi utama dalam setiap proses inovasi. Alih-alih berfokus pada kecanggihan teknologi atau keuntungan finansial semata, pola pikir ini menuntut kita untuk memahami kebutuhan, perasaan, dan tantangan nyata yang dihadapi oleh pengguna. Dengan menempatkan manusia sebagai titik awal, setiap solusi yang dihasilkan bukan hanya menjadi jawaban atas masalah teknis, melainkan juga memberikan nilai emosional dan praktis yang mendalam bagi kehidupan sehari-hari. Selain aspek empati, Design Thinking juga melibatkan kemampuan untuk menerima ketidakpastian dan merangkul proses eksplorasi yang tidak linear. Seorang praktisi Design Thinking harus merasa nyaman berada dalam situasi yang belum jelas dan berani menunda penilaian instan untuk memberikan ruang bagi ide-ide kreatif berkembang. Melalui siklus pembuatan purwarupa (prototyping) dan pengujian berulang, kegagalan tidak lagi dipandang sebagai akhir, melainkan sebagai sumber data berharga yang memungkinkan kita untuk belajar dan menyempurnakan ide secara cepat dengan risiko yang minimal. Pada akhirnya, penerapan pola pikir ini mampu mentransformasi budaya organisasi dengan menumbuhkan kepercayaan diri kreatif bagi setiap individu tanpa memandang latar belakang profesinya. Design Thinking meruntuhkan sekat-sekat hierarki melalui kolaborasi lintas disiplin dan mendorong semangat untuk segera bertindak daripada sekadar berteori secara abstrak. Dengan menjadikan pola pikir ini sebagai kompas, kita dapat lebih adaptif, inovatif, dan tangguh dalam menghadapi tantangan dunia modern yang semakin kompleks dan dinamis.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 2 Januari 2026Bacaan: "Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian." (2 Korintus 5:16)Renungan: Suatu ketika ada seorang anak kecil yang berjualan bolpoin di sebuah bus kota. Anak ini terlihat sangat sederhana dan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dengan gigih anak ini menjajakan bolpoinnya kepada setiap penumpang yang sangat padat di dalam bus kota itu. Seorang pengusaha membeli bolpoin anak kecil itu dengan membayar uang Rp. 10.000,-. Si anak kecil itu belum sempat memberikan bolpoinnya karena situasi yang sangat berdesak-desakan di dalam bus, tapi si pengusaha sudah melompat keluar bus kota. Si anak kecil segera berusaha melompat juga keluar bus dan segera menghampiri si pengusaha, "Maaf Pak, ini bolpoin Bapak, dan ini kembaliannya. Saya mohon maaf Pak, tadi padat sekali di dalam bus. Saya tidak bisa segera memberikan bolpoin kepada Bapak." Pengusaha itu menjawab, "Tidak apa-apa Nak, kamu adalah seorang pengusaha seperti juga aku, kadang kala hal-hal yang seperti ini juga terjadi padaku. Dan kamu adalah seorang pengusaha yang bertanggung jawab." Bertahun-tahun telah lewat. Pada suatu acara sosial malam itu, seorang pemuda mendatangi seorang pengusaha dan berkata, "Pak, saya ingin mengingatkan kembali peristiwa beberapa tahun yang lalu. Saya adalah anak kecil yang pernah menjual bolpoin di bus kepada Bapak. Sekarang ini saya telah menjadi seorang pengusaha yang sukses. Saya berterima kasih kepada Bapak karena kata-kata Bapak yang mengatakan bahwa saya adalah seorang pengusaha yang bertanggung jawab. Kata-kata itu telah membuat saya menjadi percaya diri dan itu adalah modal terbesar saya. Kata-kata Bapak itu telah mendorong saya untuk berlaku sebagai seorang pengusaha yang jujur dan bertanggung jawab, dan inilah yang membawa saya terus naik di dalam menjalankan bisnis saya." Setiap kita bisa salah menilai orang, dan penilaian kita yang salah atau yang negatif, bisa memberikan dampak yang buruk kepada orang lain. Jika orang tersebut belum dewasa pemikirannya, maka penilaian atas dirinya yang negatif, bisa saja membentuk karakternya menjadi orang yang negatif juga. Dia bisa menjadi orang yang minder, tertutup, patah semangat, atau menjadi orang yang membenci semua orang dan pendendam. Rasul Paulus pun tidak luput dari masalah ini, ia pernah salah di dalam menilai Yesus. la menilai Yesus menurut ukuran manusia, bukan melihat dengan kacamata Tuhan. "Sebab itu, kami tidak lagi menilai seorang pun juga menurut ukuran manusia. Jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian." Mari kita belajar menilai orang lain sebagaimana Tuhan menilai kita, yaitu sebagai ciptaan-Nya yang berharga, yang layak dikasihi, sehingga Yesus mau mati bagi kita. Biarlah perkataan-perkataan kita selalu positif dan membangun orang lain, menumbuhkan semangat untuk melakukan hal-hal yang baik dan berguna. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, awasilah mulutku, berjagalah pada pintu bibirku. Biarlah perkataan-perkataanku senantiasa membangun dan menguatkan sesamaku. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agustinus Windu Aji dari Paroki Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 18-21; Mazmur tg 96: 1-2.11-12.13; Yohanes 1: 1-18.WAKTU YANGTERAKHIR Renungan kita pada hari ini bertema: Waktu Yang Terakhir.Awal dan akhir terjadi dalam sejarah kehidupan manusia. Tuhan adalah abadi dimana awal dan akhir sesungguhnya menyatu. Ketika penulis Surat Yohanes yangpertama mengatakan bahwa hari ini adalah waktu yang terakhir, ia sebenarnyamewartakan firman Tuhan sendiri yang mengingatkan kita tentang sejarah hidup kitadi dunia. Waktu yang terakhir dalam pemahaman paling sederhana ialahberkaitan dengan suatu jangka waktu yang habis dan berlalu pergi. Ukuran waktuyang kita pakai ialah detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Ketikasatu ukuran itu berakhir, sekaligus untuk menandakan selesainya aktivitas atauperistiwa kehidupan, kita biasanya menyebutkan dengan "waktunyaberakhir". Pada hari ini, tanggal 31 Desember, kita mengenangnyasebagai waktu yang terakhir dalam tahun 2025. Jangka waktu dari detik awal hinggapenghujung tahun 2025 akan mencapai titik terakhirnya pada pukul 00:00 tengahmalam. Seluruh hari ini akan diisi dengan berbagai kegiatan dari pribadi,keluarga atau komunitas yang mengusung tema ungkapan syukur dan pengharapanakan tahun baru. Tetapi bacaan-bacaan pada hari ini ingin mengajarkan kitabahwa refleksi kita tentang waktu yang terakhir tidak cukup dengan hanyamemperhitungkan sebuah jangka waktu peristiwa dan kegiatan hidup kita. Kitatidak cukup merenungkan hidup ini hanya di bagian permukaan, yaitu hari iniakan berlalu dan besok akan datang hari berikutnya. Kita sebenarnya hendakdiingatkan oleh firman Tuhan bahwa Tuhan berada di atas waktu. Bukan waktu yang menentukan nasib hidup yang ada awal danakhirnya, tetapi hanya Tuhan yang menentukannya. Seorang lelaki yang sudahlansia berkata begini: "Sayang sekali saya lahir lebih dahulu, jika sayalahir kemudian saya pasti menikmati semua kemudahan dan kemajuan pada zamanini." Sebaliknya seorang remaja juga berkata: "Yang membuat saya iriialah orang-orang dewasa lebih matang dan berhasil dalam usaha-usahanya." Kedua ungkapan hati ini adalah contoh cara pandang manusiayang sangat menggantungkan nasib hidupnya dengan waktu. Hal ini adalah bagiandari sikap hidup yang superfisial, atau menikmati hidup hanya di permukaansaja. Bagi orang-orang beriman, kehidupan dan tujuannya harus lebih mendalamdan bercita-cita mencapai puncak tertinggi. Cara hidup beriman itu adalah hidupdi dalam Tuhan yang sudah menjelma dari Sabda kekal menjadi manusia. Kitahendaknya hidup sebagai murid-murid Yesus yang sejati dan biarlah Dia yangmenuntun hidup kita. Kita diajarkan untuk mengikuti Tuhan yang menentukan hidupkita hari ini dan esok. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa ... Ya Bapa, berkatilah kami supaya kami dapat mengisi setiap waktu hidupkami dengan sikap dan cara yang sesuai dengan kehendak-Mu. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa ...
Kecerdasan kolaborasi, atau Collaborative Intelligence (CQ), menandai pergeseran fundamental dalam cara kita memandang potensi manusia di era ekonomi koneksi. Alih-alih hanya mengandalkan kecerdasan intelektual individu (IQ) yang bersifat kompetitif, CQ menekankan pada kemampuan untuk berpikir bersama orang lain yang memiliki pola pikir berbeda. Di tengah kompleksitas tantangan global saat ini, keberhasilan sebuah organisasi tidak lagi ditentukan oleh satu individu jenius yang dominan, melainkan oleh seberapa efektif energi intelektual kolektif dapat disinergikan untuk menciptakan solusi inovatif yang melampaui kapasitas pemikiran mandiri. Inti dari kecerdasan kolaborasi terletak pada penghormatan terhadap keragaman kognitif dan pemahaman mendalam tentang bagaimana setiap individu memproses informasi secara unik. Melalui pengenalan pola belajar sensorik—seperti visual, auditori, dan kinestetik—serta pemetaan bakat berpikir yang spesifik, sebuah tim dapat memitigasi konflik yang sering kali muncul akibat kesalahpahaman gaya komunikasi. Dengan menjadi "penerjemah kognitif" bagi satu sama lain, anggota tim belajar untuk tidak sekadar menoleransi perbedaan, tetapi memanfaatkannya sebagai aset strategis untuk memperkaya perspektif dan menutupi titik buta (blind spots) kognitif masing-masing individu. Pada akhirnya, penerapan kecerdasan kolaborasi menuntut transformasi gaya kepemimpinan dari kontrol dan komando menjadi fasilitasi dan inklusi. Seorang pemimpin yang cerdas secara kolaboratif fokus pada penciptaan keamanan psikologis, di mana setiap anggota tim merasa bebas untuk berkontribusi tanpa rasa takut. Dengan mengintegrasikan kecerdasan kolaborasi ke dalam budaya organisasi, perusahaan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun ketahanan terhadap perubahan zaman. Kecerdasan kolaborasi adalah kunci utama untuk mengubah perbedaan cara berpikir menjadi kekuatan pendorong bagi kemajuan kolektif yang berkelanjutan.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 25 Desember 2025Bacaan: Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu." (Matius 2:16) Renungan: Suatu ketika pada tanggal 25 Desember yang berkabut, sebuah kapal besar menabrak kapal yang lebih kecil. Kapal kecil mengalami kerusakan berat dan terpaksa diseret kembali ke Inggris. Pemilik kapal kecil lalu mengadukan perkara tabrakan tersebut ke pengadilan. Para saksi mata melihat bahwa kapal besar itu memang menabrak kapal kecil. Tetapi kapten kapal besar mengatakan bahwa beberapa saat sebelum terjadi tabrakan, kapalnya telah mengirimkan sinyal kepada kapal kecil. Hakim bertanya, "Siapa yang bertugas mengirim sinyal?" Seorang kelasi muda maju dan berkata, "Saya, Pak Hakim." Hakim bertanya kepada kelasi muda tersebut, "Coba beritahu saya, apa isi sinyal yang Anda kirimkan." Kelasi muda itu menjawab dengan muka merah, "MERRY CHRISTMAS & HAPPY NEW YEAR!" Mungkin kita tersenyum mendengar kisah ini, dan berpikir alangkah cerobohnya kelasi muda itu. Suatu tindakan yang sulit kita terima dengan akal sehat. Natal yang pertama pun tidak mendatangkan berkat bahkan merugikan bagi banyak orang! Mulanya Herodes mau memanfaatkan orang Majus, tetapi ketaatan orang Majus pada suara Tuhan menggagalkan rencana jahat Herodes. Kemudian ia membunuh semua anak-anak di Betlehem yang berusia di bawah 2 tahun karena ia tidak tahu kapan persisnya bayi Yesus itu dilahirkan. Apa yang diberikan Herodes kepada Tuhan Yesus pada Natal pertama? Kematian bayi-bayi yang tidak berdosa! Apa yang dilakukan oleh Herodes ini mirip dengan yang dilakukan oleh Firaun dalam Keluaran 1:15-22. Herodes mengulang kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh Firaun, yang mengakibatkan banyak orang kehilangan anak-anak mereka. Baik Herodes maupun Firaun adalah orang-orang yang melawan dan berusaha menggagalkan rencana Allah, tetapi merekalah yang akhirnya gagal, karena rencana Allah tidak mungkin gagal. Terkadang kita memberikan hadiah kepada Yesus, sama seperti sang kelasi muda dan Herodes, yaitu kematian iman dan bencana bagi orang lain. Kalau kita mau jujur dan menengok kembali kehidupan kita, sadar atau tidak sadar seringkali hal seperti itu juga yang kita lakukan saat kita merayakan Natal. Maksud kita merayakan dan mengucapkan "Selamat Natal" tetapi ternyata ada orang-orang yang kecewa dan dirugikan, misalnya oleh panitia Natal, oleh sikap kita yang glamour di dalam merayakannya atau sikap acuh tak acuh kita pada saudara yang berkekurangan. Dengan demikian Natal sudah kehilangan makna yang sesungguhnya, yaitu untuk mendatangkan sukacita dan damai sejahtera di bumi. Marilah pada hari Natal ini kita minta agar Tuhan memperbaharui seluruh keberadaan kita sehingga melalui kehadiran kita banyak orang diberkati dan nama Tuhan semakin dimuliakan. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu untuk selalu mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu. Perbaharuilah seluruh keberadaanku agar melalui kehadiranku banyak orang diberkati dan nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Kepemimpinan di era disruptif menuntut pergeseran paradigma yang fundamental dari model tradisional yang kaku menuju pendekatan yang jauh lebih dinamis. Di tengah lingkungan yang dikenal sebagai VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), seorang pemimpin tidak lagi bisa hanya mengandalkan pengalaman masa lalu atau struktur komando satu arah. Sebaliknya, disrupsi yang dipicu oleh Revolusi Industri 4.0 memaksa para pemimpin untuk memahami bahwa inovasi bukanlah sebuah peristiwa tunggal, melainkan proses berkelanjutan yang memerlukan kesiapan mental untuk menghadapi ketidakpastian sebagai norma baru dalam menjalankan organisasi. Kunci keberhasilan dalam menavigasi era ini terletak pada apa yang disebut sebagai leadership agility atau kelincahan kepemimpinan yang dipadukan dengan kecerdasan emosional yang tinggi. Pemimpin yang adaptif harus memiliki kemampuan untuk unlearn—berani meninggalkan praktik-praktik lama yang sudah tidak relevan—dan relearn untuk menguasai kompetensi digital serta sosial yang baru. Kecerdasan sosial menjadi krusial karena di dunia yang semakin didominasi oleh mesin dan kecerdasan buatan, kemampuan manusia untuk berempati, membangun koneksi mendalam, dan menginspirasi tim lintas generasi menjadi pembeda utama yang tidak dapat digantikan oleh teknologi manapun. Pada akhirnya, kepemimpinan disruptif bukan sekadar tentang penguasaan teknologi, melainkan tentang transformasi budaya dan karakter. Seorang pemimpin masa kini harus bertransformasi dari sosok bos yang memerintah menjadi mentor yang kolaboratif, yang mampu menciptakan ruang bagi kreativitas dan kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Meskipun cara kerja dan strategi bisnis berubah secara radikal, integritas tetap menjadi fondasi yang tidak boleh goyah. Dengan menjaga keseimbangan antara inovasi yang agresif dan nilai-nilai moral yang kokoh, seorang pemimpin akan mampu membawa organisasinya tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah badai perubahan.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 15 Desember 2025Bacaan: "Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (Efesus 5:22, 25)Renungan: Ada sebuah kisah nyata yang terjadi di India. Seorang pria terjangkit penyakit polio saat kecil, sehingga ia tidak bisa berjalan. Sepanjang masa hidupnya, ia hanya duduk di atas kursi roda. Namun ia tidak pernah merasa berbeda dari orang-orang yang lain. la selalu mempertahankan sikap hidup yang positif karena arahan dari ibunya. Dia bahkan mendapat pekerjaan di sebuah bank dengan posisi yang bagus. Suatu ketika saudara laki-lakinya mendaftarkannya di kolom mencari jodoh untuk penyandang disabilitas: Seorang pria berusia 37 tahun dengan pekerjaan di sebuah bank mencari pasangan hidup. Kasta tidak menjadi masalah. Merespons iklannya, datanglah seorang wanita bersama keluarganya. Pada pertemuan pertama mereka, wanita itu menyatakan bahwa dia ingin menikah dengan pria itu. Tangan wanita itu cacat dan dia selalu menutupinya dengan selendang atau 'dupatta'. Dia tidak pernah membiarkan tangannya terlihat di foto mana pun. Mereka pindah ke rumah mereka sendiri setelah mereka memiliki seorang anak. Pria itu berkata, "Jika kami harus berlari di belakang putri kami atau saya perlu meraih sesuatu di rak, dia adalah penyelamat saya dan jika dia membutuhkan bantuan dengan surat-suratnya, tugas bank atau memotong sayuran, saya yang akan ambil alih. Perlahan-lahan, kami bersama-sama membangun hidup kami yang sederhana dan indah." Suatu ketika mereka melakukan perjalanan ke luar negeri yang pertama kali, yaitu ke Swiss. "Istriku sangat ketakutan saat pesawat lepas landas dan mendarat sehingga dia mencengkeram lenganku erat-erat sepanjang waktu. Saya menikmati saat-saat ini setiap menitnya! Jadi kunci dasar dari sebuah pernikahan yang berbahagia adalah: kepercayaan, cinta, dan rasa hormat. Dan kami sudah menjalaninya selama 29 tahun dengan menjadi bagian yang saling melengkapi satu terhadap yang lain. Jadi kalian harus mempercayai kata-kata saya ini!" Kunci rumah tangga yang berbahagia menurut pasangan ini adalah: kepercayaan, cinta dan rasa hormat! Percaya kepada pasangan kita, bahwa dia mengasihi kita dengan tulus dan tidak hanya berlaku manis di depan kita saja. Sang istri percaya bahwa suaminya adalah tempat perlindungan yang aman. Sang suami siap berkorban demi istri dan anak-anaknya. Kasihilah pasangan kita bagaikan kita mengasihi diri kita sendiri dan hormatilah pasangan kita dengan tidak merendahkan kekurangannya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berkatilah keluargaku. Hadirlah di tengah-tengah keluargaku sehingga kami saling mengasihi satu dengan yang lain. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi (TB) Murid Lukas 10:40sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 14 Desember 2025Bacaan: "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." (Amsal 17:17) Renungan: Semua orang bisa memiliki teman, tetapi tidak semua orang bisa memiliki sahabat sejati. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang paling indah di antara hubungan antar manusia yang ada, di luar hubungan keluarga, terutama hubungan suami-istri. Hubungan ini menjadi indah, sebab bukan darah yang mempersatukan, yang membuatnya dekat dan mengerti satu sama lain, melainkan Tuhanlah yang meleburkannya menjadi satu. Sahabat adalah kado istimewa dari Tuhan bagi kita. Inilah yang membuat sahabat menjadi seorang yang sangat berharga dan berarti. Beberapa waktu lalu, sekelompok wanita merelakan rambut mereka untuk dicukur sampai habis. Tindakan tersebut bukan untuk mencari sensasi, tetapi guna memberikan dukungan kepada salah seorang sahabat mereka yang menderita kanker payudara. Saat salah seorang di antara mereka mengusulkan ide untuk mencukur rambut, tidak ada seorang pun yang menolak. Justru mereka senang bisa melakukan sesuatu yang dapat membuat sahabat mereka bahagia, sekalipun harus kehilangan "mahkota" yang membanggakan itu. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh sahabat sejati. Sahabat sejati tidak akan memikirkan untung dan rugi ketika melakukan sesuatu untuk sahabatnya. Persahabatan sejati adalah persahabatan yang tulus tanpa imbalan. Take and give terjadi secara natural di dalamnya. Memperoleh sahabat seperti ini, bagai mencari sebuah jarum di dalam tumpukan jerami. Berhubung saat ini banyak orang telah disibukkan dengan segudang aktivitas, mungkin hanya akan ada segelintir orang yang beruntung memiliki sahabat sejati, yaitu orang yang selalu ada setiap saat, baik suka maupun duka; yang mengerti tanpa harus lebih dahulu diungkapkan; yang rela memberi tanpa menimbang untung dan rugi. Baik tua ataupun muda, kita semua membutuhkan seorang sahabat selain keluarga, sebagai tempat yang tepat untuknya bernaung, melepaskan kasih sayang, serta meluapkan kesedihan dan amarahnya. Namun, sayangnya tidak semua orang bersedia menjadikan dirinya sahabat sejati bagi orang lain. Orang-orang yang demikian, adalah orang-orang yang belum teruji kesetiaan dan pengorbanannya. Keakuan pun masih menjadi bagian dari dirinya. Sampai kapan pun, kita tidak akan pernah dapat memiliki sahabat sejati, jika kita tidak terlebih dahulu menjadi seorang sahabat bagi orang lain. Memang tidaklah mudah membangun hubungan persahabatan. Selain dibutuhkan proses yang panjang, pengorbanan yang besar pun dibutuhkan untuk menjadikan hubungan tersebut utuh dan semakin murni. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena selama ini telah bersikap egois kepada sahabatku. Ubahlah aku menjadi sahabat yang baik dan sejati bagi sahabatku. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi
As reported, in Australia, around 7.6 million tonnes of food is wasted every year. One female-founder has developed a solution in a box. - Sebagaimana dilaporkan, di Australia sekitar 7,6 juta ton makanan terbuang setiap tahunnya. Seorang pendiri start up wanita berhasil mengembangkan solusi komprehensif untuk masalah ini.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 18 November 2025Bacaan: ".....Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu......" (Mazmur 95:7-8)Renungan: Menurut para gembala domba di Israel, menuntun domba-domba ke sumber air dan padang yang berumput hijau sangatlah mudah. Begitu juga saat hendak meninggalkan sumber air dan rumput. Hal ini amat berbeda dengan menggembalakan kambing. Seorang gembala kambing pasti akan dibuat repot apabila kambing sedang melihat sesuatu yang diinginkannya. Domba lebih taat pada panggilan gembalanya, sedang kambing sekalipun tongkat dan cambuk melekat di tubuhnya, ia tetap membandel. Menurut gembala domba, hanya satu keadaan yang bisa membuat domba tidak taat, yaitu pada saat ia sakit. Jika domba dalam keadaan sakit, ia tidak dapat menuruti suara gembalanya dan ia akan mengikuti suara siapa saja. Begitu juga dengan kita manusia, jika dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lagi bisa mendengarkan suara Yesus Sang Gembala Yang Baik dan menuruti kehendak-Nya, itu pertanda ada sesuatu yang salah dengan hidup kerohanian kita, yaitu hidup rohani kita sedang sakit. Jika demikian tentu kita perlu memulihkan iman kita agar tidak tersesat. Karena itu, jika kita sudah hidup jauh dari Tuhan, kita perlu memeriksa diri dan mendengarkan firman-Nya. Jika tidak, lama kelamaan kita akan berubah seperti sifat kambing yang susah diatur, tidak dapat mendengarkan suara gembalanya dan selalu menerima cambukan. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku sering tergoda oleh suara bujukan si jahat untuk melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendakMu, mencuri, menyontek, terikat dengan judi, mabuk, pornografi, narkoba, sex bebas, malas berdoa, keras kepala dan dendam. Ampuni aku Tuhan, karena rohaniku sedang sakit dan aku butuh Engkau untuk memulihkannya. Yesus, tolong aku, agar aku jangan sampai terjerembab masuk dalam jurang maut yang akan membinasakanku. Kuasai aku Yesus, dan sadarkan aku, bahwa aku adalah anak kesayangan-Mu. Amin. (Dod).
Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.