POPULARITY
Categories
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Tulang-Tulang Terkilir Supaya Kita DisembuhkanDiambil dari: Mazmur 22:15 “Aku tercurah seperti air, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku.”Wonder Kids, saat Tuhan Yesus digantung di kayu salib, tubuh-Nya menanggung penderitaan yang sangat berat. Tangan dan kaki-Nya dipaku, tubuh-Nya tergantung, dan seluruh berat badan-Nya menarik ke bawah. Karena itulah, tubuh Yesus meregang dengan sangat kuat. Mazmur 22 menggambarkan keadaan ini dengan kata-kata, “segala tulangku terlepas dari sendinya.”Artinya, penderitaan Yesus bukan hanya soal luka di kulit atau darah yang keluar. Seluruh tubuh-Nya benar-benar menanggung rasa sakit yang dalam sekali. Bahu, tangan, dan bagian-bagian tubuh lain merasakan tekanan yang luar biasa. Ditambah lagi, Yesus sudah dicambuk, dipukul, dihina, dan sangat lemah sebelum penyaliban itu dimulai.Wah, Wonder Kids, ini menolong kita melihat betapa mahalnya keselamatan kita. Yesus tidak menyelamatkan kita dengan cara yang mudah. Ia rela menanggung rasa sakit yang sangat besar di tubuh-Nya sendiri. Semua itu Ia alami karena kasih-Nya kepada kita.Mazmur 22 juga menunjukkan sesuatu yang indah: jauh sebelum Yesus disalibkan, firman Tuhan sudah lebih dulu menggambarkan penderitaan itu. Jadi, apa yang terjadi pada Yesus bukan kecelakaan. Semua ada dalam rencana Allah. Yesus tahu apa yang akan Ia hadapi, tetapi Ia tetap rela menjalaninya demi menyelamatkan manusia berdosa.Lalu apa hasilnya bagi kita? Karena Yesus rela menderita, kita bisa menerima pengampunan dan hidup yang baru. Alkitab berkata bahwa Yesus menanggung dosa kita di tubuh-Nya di kayu salib supaya kita hidup untuk kebenaran. Jadi, penderitaan Yesus tidak sia-sia. Dari salib itu, Tuhan membuka jalan supaya kita diperdamaikan dengan Allah.Kadang-kadang kita bisa lupa betapa seriusnya dosa kita. Kita menganggap dosa hanya kesalahan kecil. Tetapi salib menunjukkan bahwa dosa begitu berat sampai Yesus harus menderita sedemikian besar. Namun, salib juga menunjukkan bahwa kasih Yesus lebih besar dari dosa kita.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menderita di kayu salib untuk menanggung dosaku. Terima kasih karena tidak ada penderitaan-Mu yang sia-sia. Tolong aku supaya tidak menganggap dosa hal yang kecil, tetapi sungguh menghargai kasih-Mu yang begitu besar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: setiap penderitaan Yesus di kayu salib menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu sangat besar dan keselamatanmu dibayar sangat mahal. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 13 Agustus 2026Bacaan: "Maka Engkau akan memanggil, dan aku pun akan menyahut; Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu." (Ayub 14:15)Renungan: Seorang ayah dan putrinya memiliki hubungan yang sangat dekat dan mereka menghabiskan banyak waktu bersama-sama. Lalu suatu hari, si ayah melihat perubahan dalam perilaku putrinya. Jika ia mengajaknya pergi berjalan-jalan, putrinya menyampaikan berbagai alasan untuk tidak pergi. Jika la menawari untuk mentraktir es krim di sebuah toko soda dekat rumah, putrinya menolak tawaran itu, namun mendorong si ayah untuk pergi sendiri. Jika si ayah berkata ia hendak pergi mengantarkan sesuatu ke luar kota dan mengajak putrinya itu untuk turut serta, dimana sebelumnya hal ini adalah sebuah kegiatan yang sangat disukai putrinya, maka kini putrinya itu memberi suatu alasan mengapa ia tak bisa pergi. Si ayah sangatlah bersedih hati karena kini putrinya itu sudah tidak mau menemaninya lagi, dan walaupun ia seringkali menyelidiki hati dan ingatannya, berusaha untuk mencari suatu kejadian yang mungkin telah merusak hubungan mereka, tetap saja ia tak dapat menemukan alasan bagi perilaku putrinya yang mendadak berubah seratus delapan puluh derajat. Suatu hari saat ulang tahunnya tiba, putrinya dengan bangga datang menghampiri sang ayah dan menghadiahinya sepasang sandal sulam yang cantik, sambil berkata, "Aku membuatnya sendiri, khusus untuk Ayah." Saat itulah, ia mengerti di mana putrinya berada selama tiga bulan terakhir. la berkata kepada putrinya, "Sayangku, aku sangat menyukai sepasang sandal sulam ini, tapi lain kali, biarlah aku membeli saja sandal sulam agar aku dapat menghabiskan bersamamu semua waktu yang kaugunakan untuk membuatnya. Karena, aku lebih senang berada bersamamu dari pada apa pun yang dapat kaubuat untukku." Demikian pulalah halnya dengan Bapa Sorgawi kita. la jauh lebih menyukai kehadiran kita, daripada pekerjaan atau perbuatan baik apa pun yang kita persembahkan kepada-Nya. Melayani pekerjaan Tuhan adalah suatu kegiatan yang sangat baik, menghadiri pertemuan-pertemuan ibadah memang harus dilakukan, namun jangan sampai semua hal yang tampaknya baik itu, membuat kita kehilangan waktu untuk bersekutu secara pribadi dengan Bapa Sorgawi kita, karena Dia jauh lebih menginginkan dan merindukan kehadiran kita dibandingkan dengan hal-hal baik yang dapat kita perbuat bagi-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jamahlah hatiku agar aku mau menyediakan waktuku yang terbaik untuk kuberikan pada-Mu dalam doa dan penyembahan ku. Amin. (Dod).
Akutnhom Reserve Bank aci weeu ye wëëu dhukcök puöl ke kääc 4.35 buɔtic, aci jal ciët tɛ̈n ke ye kɔc juaac ŋic latuëŋ luɛɛl ku ŋuɔ̈ɔ̈th yeen. Akuëën raan 132 acïi yiɛ̈ɛ̈kpiny rot nɔk baai Colombia ku akuën buɔt juëëc aci nyiääŋ piny keek ɣöntök ku got akuën tiɛm 1500 ku buɔt kadhiëëc ke ci ruuppiny.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bagaimana Tubuh Bereaksi terhadap Kehilangan DarahDiambil dari: Yohanes 19:28 “Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai untuk menggenapkan yang ada dalam Kitab Suci, berkatalah Ia: ‘Aku haus!'”Wonder Kids, sebelum paku ditancapkan ke tangan dan kaki-Nya, Tuhan Yesus sudah mengalami banyak penderitaan. Ia sangat tertekan di taman Getsemani, lalu dicambuk dengan kejam, dihina, dan dipermalukan. Semua itu membuat tubuh-Nya sangat lemah dan kehilangan banyak darah.Kalau seseorang kehilangan banyak darah, tubuhnya akan bereaksi. Jantungnya akan berdetak lebih cepat supaya darah yang tersisa tetap bisa mengalir. Orang itu bisa menjadi lemah, pusing, gemetar, dan sangat haus. Tubuhnya merasa sangat membutuhkan cairan karena darah yang hilang harus diganti. Itulah sebabnya, di kayu salib, Yesus berkata, “Aku haus.”Ini menunjukkan lagi bahwa penderitaan Yesus itu sungguh nyata. Yesus tidak hanya tampak menderita dari luar. Tubuh-Nya benar-benar menanggung rasa sakit, kelemahan, dan kehausan yang sangat berat. Yesus bukan menjalani semua itu seperti sandiwara. Ia sungguh menderita sebagai manusia sejati.Wah, Wonder Kids, ini membuat kita makin melihat betapa besar kasih Yesus. Ia rela menanggung semua itu untuk kita. Setiap rasa haus, setiap luka, setiap tetes darah, semuanya menunjukkan bahwa keselamatan kita bukan sesuatu yang murah. Yesus membayarnya dengan penderitaan yang nyata.Kadang-kadang saat kita haus atau sakit sedikit saja, kita sudah merasa tidak nyaman. Itu wajar. Tetapi renungan hari ini menolong kita berhenti sejenak dan memikirkan: betapa berat penderitaan Yesus di kayu salib. Ia tidak mundur. Ia tetap taat sampai akhir karena Ia mengasihi kita.Dan ada satu hal yang indah juga. Saat Yesus berkata, “Aku haus,” kita melihat bahwa Dia sungguh mengerti tubuh manusia. Jadi kalau kamu sakit, lemah, haus, atau capek, Yesus tahu rasanya. Dia bukan Tuhan yang jauh dari penderitaan manusia. Dia adalah Juruselamat yang pernah masuk ke dalam penderitaan itu sendiri.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena penderitaan-Mu sungguh nyata dan semua itu Engkau tanggung karena kasih-Mu kepadaku. Tolong aku supaya tidak menganggap salib-Mu hal yang biasa, tetapi belajar bersyukur, mengasihi-Mu, dan hidup bagi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: setiap penderitaan Yesus di kayu salib menunjukkan bahwa kasih-Nya kepadamu itu sungguh nyata dan sangat besar. Tuhan Yesus memberkati
Renungan D'Message || MEMATIKAN "AKU" II Ps. Steven Liem
Bismillah,2167. LUASNYA RAHMAT ALLAH UNTUKMURiyaadhush ShaalihiinBab 51 | HarapanHadits ke-418 | Abu Dzar -radhiyallahu anhuDari Abu Zar radhiyallahu anhu, beliau berkata, Nabi ﷺ bersabda,يقولُ اللَّهُ عزَّ وجَلّ: مَنْ جاءَ بِالحَسَنَةِ ، فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِها أَوْ أَزْيَدُ ، ومَنْ جاءَ بِالسَّيِّئَةِ ، فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ . وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْراً ، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعاً ، ومنْ تَقَرَّبَ مِنِّي ذرَاعاً، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ باعاً، وَمَنْ أَتاني يمشي ، أَتَيْتُهُ هَرْولَةً ، وَمَنْ لَقِيَني بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطِيئَةً لاَ يُشْرِكُ بِي شَيْئاً، لَقِيتُهُ بمثْلِها مغْفِرَةً » رواه مسلم."Allah ﷻberfirman, 'Barangsiapa melakukan satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya tau lebih. Dan barangsiapa melakukan keburukan, maka balasan satu keburukan adalah satu keburukan sepertinya atau Aku ampuni. Dan barang siapa mendekat kepadaKu satu jengkal, maka Aku mendekat kepadanya satu hasta. Barang Siapa mendekat kepadaKu satu hasta, maka Aku mendekat kepadanya satu depa. Barangsiapa mendatangiKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat. Barangsiapa menemuiKu dengan membawa kesalahan hampir sepenuh bumi, namun dia tidak menyekutukanKu dengan apa pun, maka Aku akan menemuinya dengan ampunan hampir sepenuh bumi juga'." (HR. Muslim)
Bismillah,2170. KEBAIKANMU TIDAK PERNAH SIA-SIA Riyaadhush ShaalihiinBab 51 | HarapanHadits ke-418 | Abu Dzar -radhiyallahu anhuDari Abu Zar radhiyallahu anhu, beliau berkata, Nabi ﷺ bersabda,يقولُ اللَّهُ عزَّ وجَلّ: مَنْ جاءَ بِالحَسَنَةِ ، فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِها أَوْ أَزْيَدُ ، ومَنْ جاءَ بِالسَّيِّئَةِ ، فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ . وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْراً ، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعاً ، ومنْ تَقَرَّبَ مِنِّي ذرَاعاً، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ باعاً، وَمَنْ أَتاني يمشي ، أَتَيْتُهُ هَرْولَةً ، وَمَنْ لَقِيَني بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطِيئَةً لاَ يُشْرِكُ بِي شَيْئاً، لَقِيتُهُ بمثْلِها مغْفِرَةً » رواه مسلم."Allah ﷻberfirman, 'Barangsiapa melakukan satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya tau lebih. Dan barangsiapa melakukan keburukan, maka balasan satu keburukan adalah satu keburukan sepertinya atau Aku ampuni. Dan barang siapa mendekat kepadaKu satu jengkal, maka Aku mendekat kepadanya satu hasta. Barang Siapa mendekat kepadaKu satu hasta, maka Aku mendekat kepadanya satu depa. Barangsiapa mendatangiKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat. Barangsiapa menemuiKu dengan membawa kesalahan hampir sepenuh bumi, namun dia tidak menyekutukanKu dengan apa pun, maka Aku akan menemuinya dengan ampunan hampir sepenuh bumi juga'." (HR. Muslim)
Bismillah,2171. KEMUDAHAN UNTUK MASUK SURGARiyaadhush ShaalihiinBab 51 | HarapanHadits ke-418 | Abu Dzar -radhiyallahu anhuDari Abu Zar radhiyallahu anhu, beliau berkata, Nabi ﷺ bersabda,يقولُ اللَّهُ عزَّ وجَلّ: مَنْ جاءَ بِالحَسَنَةِ ، فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِها أَوْ أَزْيَدُ ، ومَنْ جاءَ بِالسَّيِّئَةِ ، فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ . وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْراً ، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعاً ، ومنْ تَقَرَّبَ مِنِّي ذرَاعاً، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ باعاً، وَمَنْ أَتاني يمشي ، أَتَيْتُهُ هَرْولَةً ، وَمَنْ لَقِيَني بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطِيئَةً لاَ يُشْرِكُ بِي شَيْئاً، لَقِيتُهُ بمثْلِها مغْفِرَةً » رواه مسلم."Allah ﷻberfirman, 'Barangsiapa melakukan satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya tau lebih. Dan barangsiapa melakukan keburukan, maka balasan satu keburukan adalah satu keburukan sepertinya atau Aku ampuni. Dan barang siapa mendekat kepadaKu satu jengkal, maka Aku mendekat kepadanya satu hasta. Barang Siapa mendekat kepadaKu satu hasta, maka Aku mendekat kepadanya satu depa. Barangsiapa mendatangiKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat. Barangsiapa menemuiKu dengan membawa kesalahan hampir sepenuh bumi, namun dia tidak menyekutukanKu dengan apa pun, maka Aku akan menemuinya dengan ampunan hampir sepenuh bumi juga'." (HR. Muslim)
Bismillah,2172. JIKA KITA PUNYA HARAPANRiyaadhush ShaalihiinBab 51 | HarapanHadits ke-418 | Abu Dzar -radhiyallahu anhuDari Abu Zar radhiyallahu anhu, beliau berkata, Nabi ﷺ bersabda,يقولُ اللَّهُ عزَّ وجَلّ: مَنْ جاءَ بِالحَسَنَةِ ، فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِها أَوْ أَزْيَدُ ، ومَنْ جاءَ بِالسَّيِّئَةِ ، فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ . وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْراً ، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعاً ، ومنْ تَقَرَّبَ مِنِّي ذرَاعاً، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ باعاً، وَمَنْ أَتاني يمشي ، أَتَيْتُهُ هَرْولَةً ، وَمَنْ لَقِيَني بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطِيئَةً لاَ يُشْرِكُ بِي شَيْئاً، لَقِيتُهُ بمثْلِها مغْفِرَةً » رواه مسلم."Allah ﷻberfirman, 'Barangsiapa melakukan satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya tau lebih. Dan barangsiapa melakukan keburukan, maka balasan satu keburukan adalah satu keburukan sepertinya atau Aku ampuni. Dan barang siapa mendekat kepadaKu satu jengkal, maka Aku mendekat kepadanya satu hasta. Barang Siapa mendekat kepadaKu satu hasta, maka Aku mendekat kepadanya satu depa. Barangsiapa mendatangiKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat. Barangsiapa menemuiKu dengan membawa kesalahan hampir sepenuh bumi, namun dia tidak menyekutukanKu dengan apa pun, maka Aku akan menemuinya dengan ampunan hampir sepenuh bumi juga'." (HR. Muslim)
Bismillah,2173. SAAT KITA MENDEKAT KEPADA-NYARiyaadhush ShaalihiinBab 51 | HarapanHadits ke-418 | Abu Dzar -radhiyallahu anhuDari Abu Zar radhiyallahu anhu, beliau berkata, Nabi ﷺ bersabda,يقولُ اللَّهُ عزَّ وجَلّ: مَنْ جاءَ بِالحَسَنَةِ ، فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِها أَوْ أَزْيَدُ ، ومَنْ جاءَ بِالسَّيِّئَةِ ، فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ . وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْراً ، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعاً ، ومنْ تَقَرَّبَ مِنِّي ذرَاعاً، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ باعاً، وَمَنْ أَتاني يمشي ، أَتَيْتُهُ هَرْولَةً ، وَمَنْ لَقِيَني بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطِيئَةً لاَ يُشْرِكُ بِي شَيْئاً، لَقِيتُهُ بمثْلِها مغْفِرَةً » رواه مسلم."Allah ﷻberfirman, 'Barangsiapa melakukan satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya tau lebih. Dan barangsiapa melakukan keburukan, maka balasan satu keburukan adalah satu keburukan sepertinya atau Aku ampuni. Dan barang siapa mendekat kepadaKu satu jengkal, maka Aku mendekat kepadanya satu hasta. Barang Siapa mendekat kepadaKu satu hasta, maka Aku mendekat kepadanya satu depa. Barangsiapa mendatangiKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat. Barangsiapa menemuiKu dengan membawa kesalahan hampir sepenuh bumi, namun dia tidak menyekutukanKu dengan apa pun, maka Aku akan menemuinya dengan ampunan hampir sepenuh bumi juga'." (HR. Muslim)
Bismillah,2174. DOSAKU SANGAT BANYAK, APAKAH MASIH BISA DIAMPUNI? Riyaadhush ShaalihiinBab 51 | HarapanHadits ke-418 | Abu Dzar -radhiyallahu anhuDari Abu Zar radhiyallahu anhu, beliau berkata, Nabi ﷺ bersabda,يقولُ اللَّهُ عزَّ وجَلّ: مَنْ جاءَ بِالحَسَنَةِ ، فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِها أَوْ أَزْيَدُ ، ومَنْ جاءَ بِالسَّيِّئَةِ ، فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ . وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْراً ، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعاً ، ومنْ تَقَرَّبَ مِنِّي ذرَاعاً، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ باعاً، وَمَنْ أَتاني يمشي ، أَتَيْتُهُ هَرْولَةً ، وَمَنْ لَقِيَني بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطِيئَةً لاَ يُشْرِكُ بِي شَيْئاً، لَقِيتُهُ بمثْلِها مغْفِرَةً » رواه مسلم."Allah ﷻberfirman, 'Barangsiapa melakukan satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipatnya tau lebih. Dan barangsiapa melakukan keburukan, maka balasan satu keburukan adalah satu keburukan sepertinya atau Aku ampuni. Dan barang siapa mendekat kepadaKu satu jengkal, maka Aku mendekat kepadanya satu hasta. Barang Siapa mendekat kepadaKu satu hasta, maka Aku mendekat kepadanya satu depa. Barangsiapa mendatangiKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat. Barangsiapa menemuiKu dengan membawa kesalahan hampir sepenuh bumi, namun dia tidak menyekutukanKu dengan apa pun, maka Aku akan menemuinya dengan ampunan hampir sepenuh bumi juga'." (HR. Muslim)
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 8 Agustus 2026Bacaan: "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melintasi sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau au tidak akan dihanguskan, nyala api tidak akan membakar engkau." (Yesaya 43:2)Renungan: Untuk menghasilkan sebuah biola yang berkualitas dibutuhkan serangkain proses yang tidak mudah. Sang seniman awalnya memilih potongan kayu yang halus. Kemudian ia memulai memahat bagian depan dan belakang hingga memperoleh ketebalan yang diinginkan. Setelah itu, ia mulai membengkokkan dan menekan kayu itu. Seniman itu tahu persis seberapa kuat tekanan yang dibutuhkan agar kayu itu menjadi alat musik yang indah. Setelah selesai, ia pun menggoreskan inisial namanya di bagian belakang untuk menyempurnakan biola ciptaannya itu. Demikianlah Tuhan membentuk dan memproses hidup umat pilihan-Nya itu. Sekalipun umat itu harus dibawa Tuhan dan berjalan melewati tempat-tempat yang menyakitkan, tetapi Tuhan memberi jaminan bahwa semua itu tidak akan "mematahkan" hidup mereka. Umat Israel harus melewati air dan sungai, tetapi Tuhan berjanji menyertai mereka sehingga sungai pun tak akan menghanyutkan. Bahkan jika mereka melewati api, mereka tidak akan dihanguskan. Tuhan tahu persis seberapa kuat kita sanggup menanggung beban ketika kita ditekan, dibengkokkan, walaupun kita sendiri merasa seolah tak mampu memikulnya. Tuhan tidak akan membiarkan hidup kita rusak. Setiap tekanan yang kita lewati hanyalah bagian proses penyempurnaan dan setelahnya la menuliskan nama-Nya pada hidup kita. Kita adalah karya-Nya yang mulia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap masalah kehidupan yang aku terima. Dulu aku begitu rapuh. Tapi ketika hidupku semakin dekat pada-Mu, aku menjadi mengerti bahwa ketika aku mengandalkan-Mu saja, maka semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Theresia Tuti Andayani dan Lukas Martin Satryo Ariwibowo dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Habakuk 1: 12 - 2: 4; Mazmur tg 9: 8-9.10-11.12-13; Matius 17: 14-20.IMAN SEBESAR BIJI SESAWI Renungan kita pada ini bertema: Iman Sebesar Biji Sesawi. Ada kenyataanbahwa setelah sekian waktu mengikuti Sang Guru, Yesus Kristus, terbukti pararasul tidak dapat menyelesaikan suatu masalah yang mereka hadapi. Orang sakitdan kerasukan roh jahat tidak dapat mereka sembuhkan dan bebaskan dari rohjahat itu. Mereka jelas menyadari ada yang tidak beres dengan iman mereka,namun mereka tidak tahu persis apa sebenarnya yang tidak beres itu. Yesus Kristus menemukan bahwa yang kurang pada mereka ialah kekuatan,kualitas dan inti iman itu meski mereka hidup bersama-Nya setiap saat. Imandiumpamakan sebesar biji sesawi, yaitu meski kecil tetapi berisi, berkualitas,berkekuatan dan dikaruniai untuk tumbuh menjadi besar. Potensi yang sedemikianbesar itu akan mampu melakukan apa yang tidak mungkin. Dengan kekuatan itu,gunung juga dapat diperintahkan untuk berpindah tempatnya. Konkretnya, iman sebesar biji sesawi itu seperti apa? Aspek paling intiialah di dalam diri seorang beriman, Tuhan adalah penentu dan penggeraknya. Inimengikuti apa yang dikatakan oleh Santo Paulus, bahwa hidupnya adalah bukandirinya sendiri, tetapi Yesus Kristus yang hidup dalam di dalam dirinya.Misalnya Anda diminta oleh teman untuk membantu meringankan sakitnya. Andaberkeyakinan bahwa Tuhan yang akan berbuat semuanya. Anda berdoa dan memberikansegala perhatian untuk membantunya, tapi Tuhan tetap nomor satu yang diberikanruang atau kesempatan untuk melakukan bagian-Nya. Jika hanya kemampuan manusia yang diandalkan, akibatnya orang menjadi cepatmalas, bosan, marah dan menyerah. Mungkin Tuhan tidak diberikan ruang dankesempatan untuk melakukan apa yang menjadi bagian-Nya. Akhirnya kita akanmengeluh seperti para rasul, yaitu mengapa kita tak bisa menyembuhkan ataumenyelesaikan persoalan sendiri? Mungkin dari keheningan-Nya Tuhan hendak berbisik, kata-Nya, "Imanmu tidakkuat. Engkau tidak melibatkan Aku." Aspek berikutnya yang menandakan iman sebesar biji sesawi ialah kesadarandan kecintaan untuk mempertahankan iman yang sudah tumbuh di dalam diri kita.Meski kecilnya seperti biji sesawi, godaan untuk meremehkan atau lalaimerawatnya harus dapat dikalahkan. Santo Dominikus yang kita rayakan pada hariini, menekuni panggilannya dengan penuh perhatian dan tanpa kenal lelah dalamusaha untuk membuat Sabda Tuhan mengambil bagian dalam hidup manusia. Apa yangdilakukannya itu adalah sama dengan nabi Habakuk yang mengatakan bahwa imanadalah alasan satu-satunya bagi kita untuk hidup dalam kebenaran. Hanya denganitu iman kita dapat bertahan sampai akhir. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, Bunda-Mu dan juga Bunda kami, SantaPerawan Maria menjadi teladan bagi iman kami sehingga menjadi seperti bijisesawi yang sangat berguna. Tuntunlah kami untuk selalu meneladani iman Bunda Maria.Salam Maria... Dalam nama Bapa...
Police aci curra bɛi bei wɛt kën ke ci rot looi ke ye kɔɔc luui karɛɛc baai alɔŋ Melbourne tɛden Jëëc ye kɔɔc thɔ̈ɔ̈t thin. Akuëën juëëc tɛn 170 kɔc abiköök aci keek dot kam ciën ci riäinden mac dɔm ee wäänh deen English Channel
Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/cli77xv0u00bj01307mtm9zlp/commentsBismillah...MasyaAllah la hawlaa walaa quwwata ilaa billah. Barokallohfiikum(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” QS Ibrahim ayat 7PlaylistDzikir Sehari-hari https://open.firstory.me/playlists/cm0uaxwoc004301ur9bc1eoozJangan Takut Resign atau Dipecat https://open.firstory.me/playlists/cm0sxz0od026p01y2g31h4hqdMy Story Hijrah Riba https://open.firstory.me/playlists/cm0sx7wrt026301y2dr8z4ocsLunas Hutang Tanpa Tersiksa https://open.firstory.me/playlists/cm0sx1fat01eg01w5b46y01d9Tentang Karir dan Pekerjaan https://open.firstory.me/playlists/cm0sxsu8j02ic01u9dmxz4a9bAgar Doa Mudah Terkabul https://open.firstory.me/playlists/cm0t1z1pc01nd01w53982h7paKarakter Golongan Darah https://open.firstory.me/playlists/cm0sxwizm007401zr94jge8u7Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.Artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-MuProfil & dapatkan buku ku di msha.ke/riamarliana87 Powered by Firstory Hosting
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 5 Agustus 2026Bacaan: "Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu." (Filipi 1:3)Renungan: Ηanya dengan mengingat nama seseorang kita dapat memberikan beragam respons. Ada nama yang mungkin meninggalkan sakit hati, kebencian, kepahitan, atau rasa kecewa bagi kita. Namun, ada juga nama yang menghangatkan hati atau membawa sukacita bagi kita. Kesan-kesan itu tentunya tidak muncul tanpa alasan, melainkan berasal dari jejak-jejak yang mereka tinggalkan sebelumnya. Ketika Rasul Paulus mengingat jemaat di kota Filipi, hatinya dipenuhi syukur. Tiap kali ia berdoa bagi mereka, ia bersukacita. Ia juga sangat merindukan mereka. Alasannya ialah karena mereka memiliki persekutuan yang erat dalam Kristus sejak mereka mendengar Injil dan terus bertumbuh di dalamnya. Mereka juga tak henti-hentinya menunjukkan kasih dengan mendukung pelayanan Paulus, termasuk ketika ia dipenjarakan karena Kristus. Dukungan itu juga ditunjukkan dengan mengirimkan uang untuk mendukung pelayanan Paulus, bahkan mereka secara khusus mengutus Epafroditus untuk melayani keperluan Paulus. Tidak heran jika sang rasul berkata, "Kamu ada di dalam hatiku". Kira-kira, kesan apakah yang kita tinggalkan dalam kehidupan orang-orang? Apakah nama kita membangkitkan syukur dan sukacita di hati mereka? Ataukah sebaliknya? Selagi Tuhan memberi kita anugerah kehidupan, kita masih dapat melakukan berbagai perbuatan kasih, yang kelak akan meninggalkan jejak-jejak yang mendatangkan sukacita dalam hidup banyak orang. Seperti itulah seharusnya kehidupan yang dijalani oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kerima kasih karena Engkau telah memilih aku menjadi sahabat-Mu. Bantulah aku agar hidupku dapat menyerupai-Mu dalam berpikir, berkata-kata dan bertindak. Sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Ibu Monika Kusnandar (TB) Yohanes 14:21Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Profil yang CocokDiambil dari: Yohanes 14:7–8“Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”Wonder Kids, selama beberapa waktu ini kita sudah belajar banyak tentang siapa Yesus. Kita sudah melihat bahwa sifat-sifat Allah juga terlihat pada Yesus. Misalnya, Yesus tahu segala sesuatu, Yesus selalu menyertai umat-Nya, Yesus punya segala kuasa, Yesus tidak berubah, dan Yesus sudah ada sejak semula. Wah, makin lama makin jelas ya siapa Yesus itu sebenarnya.Di Perjanjian Lama, Allah disebut dengan banyak nama dan gelar yang mulia. Allah adalah Pencipta, Penebus, Raja, Hakim, Terang, Gembala, dan Juruselamat. Nah, yang menarik, gelar-gelar seperti itu juga dipakai untuk Yesus di Perjanjian Baru. Itu menunjukkan bahwa Yesus bukan sekadar orang baik atau guru yang luar biasa. Yesus sungguh cocok dengan “profil” Allah yang dinyatakan dalam firman Tuhan.Karena itu, saat Filipus berkata, “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami,” Yesus menjawab bahwa siapa yang sudah melihat Dia, sebenarnya sudah melihat Bapa. Tentu Yesus bukan sedang berkata bahwa Bapa dan Anak adalah Pribadi yang sama. Tetapi Yesus sedang menunjukkan bahwa Dia menyatakan Allah dengan sempurna. Kalau kita mau tahu seperti apa Allah itu, kita harus melihat kepada Yesus.Ini penting sekali, Wonder Kids. Kadang-kadang orang berkata ingin mengenal Tuhan, tetapi tidak sungguh mau datang kepada Yesus. Padahal Yesus adalah jalan untuk mengenal Bapa. Kita tidak bisa punya gambaran yang benar tentang Allah kalau kita menolak Yesus. Justru melalui Yesus, kita melihat kasih Allah, kekudusan Allah, kuasa Allah, dan keselamatan Allah.Jadi, semakin kita mengenal Yesus, semakin kita mengenal Allah. Dan semakin kita melihat bahwa semua bukti itu cocok, semakin kita punya alasan yang kuat untuk percaya bahwa Yesus sungguh adalah Anak Allah dan Tuhan yang sejati.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal yang paling kamu kagumi dari Yesus. Lalu katakan kepada Tuhan, “Terima kasih, Tuhan Yesus, karena melalui Engkau aku boleh mengenal Allah.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyatakan Bapa kepadaku. Terima kasih karena melalui Engkau aku bisa mengenal siapa Allah itu. Tolong aku supaya makin mengasihi-Mu, makin percaya kepada-Mu, dan makin melihat bahwa Engkau sungguh Tuhan yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kalau kamu ingin mengenal Allah dengan benar, lihatlah kepada Yesus, karena Dia menyatakan Bapa dengan sempurna. Tuhan Yesus memberkati
DANIEL (Daniel 1:3-5 NIV) Then the king ordered the chief to bring into the king’s service some of the Israelites from the royal family and the nobility— 4 young men without any physical defect, handsome, showing aptitude for every kind of learning, well informed, quick to understand, and qualified to serve in the king’s palace. He was to teach them the language and literature of the Babylonians. 5 The king assigned them a daily amount of food and wine from the king’s table. They were to be trained for three years, and after that they were to enter the king’s service. Your greatest ministry may happen in a place you never wanted to be. There’s a difference between having a resolve to follow God and merely dabbling in faith. (Daniel 1:8 NIV) But Daniel resolved not to defile himself with the royal food and wine, and he asked the chief official for permission not to defile himself this way. (Daniel 6:10 NIV) Now when Daniel learned that the decree had been published, he went home to his upstairs room where the windows opened toward Jerusalem. Three times a day he got down on his knees and prayed, giving thanks to his God, just as he had done before. He prayed “before” the crisis. That’s why he knew what to do during the crisis. When prayer is your habit, panic loses its power. (Philippians 4:6-7 NKJV) Be anxious for nothing, but in everything by prayer and supplication, with thanksgiving, let your requests be made known to God; 7 and the peace of God, which surpasses all understanding, will guard your hearts and minds through Christ Jesus. (Daniel 1:7 NIV) The chief official gave them new names: to Daniel, the name Belteshazzar; to Hananiah, Shadrach; to Mishael, Meshach; and to Azariah, Abednego. Hananiah – Yahweh has been gracious. Mishael – Who is what God is. Azariah – Yahweh has helped. Shadrach – Inspired of Aku. Meshach – Belonging to Aku. Abendnego – Servant of Nego. (Matthew 16:18 HCSB) And I also say to you that you are Peter, and on this rock I will build My church, and the forces of Hades will not overpower it. (2 Corinthians 5:17 NIV) Therefore, if anyone is in Christ, the new creation has come: The old has gone, the new is here! (2 Corinthians 4:8-9 NIV) We are hard-pressed on every side, but not crushed; perplexed, but not in despair; 9 persecuted, but not abandoned; struck down, but not destroyed. (Isaiah 43:1 ESV) Fear not, for I have redeemed you, I have called you by name, you are mine.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Apakah Yesus Lebih Rendah dari Allah? Diambil dari: Yohanes 14:28 “Kamu telah mendengar, bahwa Aku berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”Wonder Kids, ayat ini kadang membuat orang bingung. Yesus berkata, “Bapa lebih besar dari pada Aku.” Lalu ada yang bertanya, “Apakah itu berarti Yesus bukan Allah? Apakah Yesus lebih rendah dari Bapa?” Pertanyaan itu penting, jadi kita harus melihatnya dengan hati-hati.Kalau kita membaca seluruh Alkitab, kita tahu bahwa Yesus sungguh adalah Allah. Yesus memiliki sifat-sifat Allah, melakukan pekerjaan Allah, dan menerima penghormatan yang layak bagi Allah. Jadi ayat ini tidak berarti Yesus lebih rendah dalam sifat ke-Allahan-Nya. Lalu apa maksudnya?Yesus sedang berbicara tentang keadaan-Nya saat datang ke dunia sebagai manusia. Ketika Yesus menjadi manusia, Ia rela merendahkan diri-Nya. Ia datang bukan dalam kemuliaan surga yang penuh, tetapi dalam kerendahan. Ia lapar, lelah, menderita, dan taat kepada Bapa dalam tugas-Nya sebagai Juruselamat. Dalam keadaan itulah Bapa disebut “lebih besar,” bukan karena Yesus bukan Allah, tetapi karena Yesus sedang menjalankan peran-Nya dengan merendahkan diri.Coba bayangkan begini, Wonder Kids. Seorang raja bisa saja turun dari tahtanya, memakai pakaian sederhana, lalu datang menolong rakyatnya secara langsung. Waktu ia melakukan itu, ia tidak berhenti menjadi raja. Ia tetap raja, hanya saja ia sedang merendahkan diri untuk menjalankan tugas tertentu. Nah, itu menolong kita sedikit memahami apa yang dilakukan Yesus. Yesus tidak berhenti menjadi Allah, tetapi Ia rela datang dalam kerendahan sebagai manusia.Dan justru itu yang indah sekali. Karena Yesus rela merendahkan diri, kita bisa diselamatkan. Kalau Yesus hanya tinggal jauh di surga, kita tetap binasa dalam dosa. Tetapi Yesus datang, taat kepada Bapa, mati di kayu salib, lalu bangkit. Jadi ayat ini bukan membuat Yesus terlihat kecil, tetapi menunjukkan kerendahan hati-Nya yang luar biasa.Wonder Kids, ini juga mengajar kita untuk rendah hati. Yesus yang mulia saja rela merendahkan diri untuk taat kepada Bapa. Kalau begitu, kita pun harus belajar tidak sombong, tidak merasa diri paling hebat, tetapi mau taat kepada Tuhan dan melayani orang lain.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak berhenti menjadi Allah, tetapi rela datang ke dunia dalam kerendahan untuk menyelamatkanku. Tolong aku supaya tidak salah mengerti firman-Mu, tetapi makin mengenal siapa Engkau sebenarnya dan belajar rendah hati seperti Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus bukan lebih kecil dari Allah, tetapi Ia rela merendahkan diri supaya kita bisa diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 31 Juli 2026Bacaan: “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.” (Mazmur 94:19)Renungan: Setelah Elia mengalahkan 450 nabi Baal di gunung Karmel, dia seharusnya bersukacita. Tapi sehari kemudian, dia lari ketakutan karena ancaman Izebel. Elia duduk di bawah pohon arar dan berkata, “Cukuplah! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku.” Kekhawatiran, ketakutan, dan rasa gagal bertumpuk di hatinya. Di gua Horeb, Tuhan tidak langsung menegurnya. Tuhan memberi dia makan dan kesempatan beristirahat, lalu berbisik pelan: “Apakah yang kaulakukan di sini, hai Elia?” Di tengah kekhawatiran yang bertambah banyak, penghiburan Tuhan itulah yang menguatkan dan membangkitkan Elia lagi. Tuhan mengingatkan dia, “Aku masih punya pekerjaan untukmu.” Pemazmur Daud berkata jujur pada Tuhan, “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku." Kekhawatiran itu nyata. Soal uang, pekerjaan, keluarga, masa depan, kesehatan. Kadang datangnya bukan satu-satu, tapi bertumpuk. Namun Tuhan tetap menjanjikan penghiburan. Kata "penghiburan" di sini artinya "penguatan, dorongan, penenang". Bukan sekadar kata "sabar ya". Tapi hadirat Tuhan sendiri yang masuk dan menenangkan badai di dalam hati kita. Daud tidak berkata, "kekhawatiranku hilang". Tapi dia berkata, "Jiwaku disenangkan". Artinya, di tengah masalah yang sama, hati kita bisa tenang karena ada Tuhan. Sebagai pengikut Yesus, kita juga sering cemas, antara lain cemas masalah finansial, cemas masa depan, cemas keluarga. Tuhan tidak berjanji menghapus semua masalah. Tapi Dia berjanji menemani dan memberi kita kelegaan dalam Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Bagaimana caranya dapat penghiburan dan kelegaan dari Tuhan? Pertama jujur di dalam doa dengan menceritakan semua kekhawatiran kita seperti Daud pada Tuhan. Kedua membaca Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah surat cinta-Nya yang menghibur kita. Ketiga, diam dan rasakan hadirat-Nya. Seperti Elia, kadang Tuhan berbicara melalui bisikan yang lembut. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, saat ini kekhawatiranku bertambah banyak. Aku serahkan semuanya ke dalam tangan-Mu. Aku membutuhkan penghiburan-Mu. Tenangkanlah jiwaku. Ingatkan aku bahwa aku tidak sendiri. Engkau Allah yang melihat dan memelihara. Penuhilah hatiku dengan damai-Mu yang melampaui segala akal. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah yang Tidak BerubahDiambil dari: Maleakhi 3:6 “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah; dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.”Wonder Kids, segala sesuatu di dunia ini bisa berubah. Cuaca berubah, tubuh kita bertumbuh, perasaan kita bisa berubah, dan keadaan hidup juga bisa berubah. Kadang hari ini kita senang, besok kita sedih. Hari ini semuanya terasa mudah, besok bisa terasa sulit. Tetapi ada satu Pribadi yang tidak pernah berubah, yaitu Tuhan.Firman Tuhan berkata, “Aku, TUHAN, tidak berubah.” Artinya, Tuhan tetap sama. Kasih-Nya tidak berubah. Kebenaran-Nya tidak berubah. Kekudusan-Nya tidak berubah. Janji-Nya tidak berubah. Tuhan tidak tiba-tiba menjadi jahat, tidak tiba-tiba berhenti mengasihi, dan tidak pernah berubah menjadi kurang baik dari sebelumnya. Tuhan selalu sempurna.Ini sangat menghibur, Wonder Kids. Mengapa? Karena kita hidup di dunia yang terus berubah. Kadang-kadang orang bisa mengecewakan kita. Kadang keadaan bisa membuat kita takut. Tetapi Tuhan tidak pernah berubah. Jadi saat kita datang kepada-Nya, kita datang kepada Allah yang tetap setia.Dalam Alkitab, Tuhan juga menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang penuh kasih, pengampunan, belas kasihan, dan kebenaran. Kalau Tuhan bisa berubah, itu akan menakutkan. Tetapi karena Tuhan tidak berubah, kita tahu bahwa kita bisa benar-benar percaya kepada-Nya. Tuhan yang mengasihi anak-anak-Nya pada zaman dulu juga adalah Tuhan yang sama yang mengasihi kita hari ini.Tetapi renungan ini juga mengajar kita sesuatu. Kita sering berubah-ubah. Kadang kita semangat mengikut Tuhan, kadang malas. Kadang kita ingin hidup benar, kadang kita tergoda berbuat dosa. Karena itu, kita perlu terus datang kepada Tuhan yang tidak berubah, supaya Dia membentuk hidup kita makin serupa dengan kehendak-Nya.Wonder Kids, bukan berarti kita tidak boleh berubah sama sekali. Kita justru harus berubah menjadi lebih baik. Kita harus berubah dari pemarah menjadi lebih lembut, dari pembohong menjadi jujur, dari malas menjadi rajin, dari egois menjadi peduli. Tetapi perubahan kita harus menuju hidup yang makin menyerupai Tuhan yang sempurna.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal dalam hidupmu yang sering berubah-ubah, misalnya semangat berdoa, sikap taat, atau kebiasaan berkata jujur. Lalu mintalah Tuhan menolongmu menjadi lebih setia.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah berubah. Terima kasih karena kasih-Mu, kebaikan-Mu, dan janji-Mu selalu tetap. Tolong aku supaya saat hidup berubah-ubah, aku tetap percaya kepada-Mu dan belajar menjadi anak yang makin setia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat segala sesuatu berubah, Tuhan tetap sama—setia, baik, dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 29 Juli 2026Bacaan: “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” (Amsal 25:11)Renungan: Ada seorang bapak bernama Pak Adi. Ia mempunyai anak yang duduk di kelas 2 SMP. Saat pulang sekolah wajahnya kusut karena mendapat nilai jelek. Reaksi Pak Adi pertama hampir keluar kata-kata, “Dasar pemalas! Bodoh kamu!" Tetapi dia ingat Amsal 25:11. Dia menarik napas, memeluk anaknya dulu, lalu berkata pelan: “Nak, Papa kecewa sama nilainya. Tapi Papa bangga kamu masih mau cerita ke Papa. Yuk, kita cari jalan keluarnya untuk memperbaiki nilaimu." Malam itu anaknya menangis bukan karena dimarahi, tapi karena merasa diterima. Tiga bulan kemudian anaknya mendapat ranking 5 saat kenaikan kelas. Dia berkata, “Aku belajar karena kata-kata Papa waktu itu. Nggak bikin aku down, tapi bikin aku semangat.” Satu kalimat di waktu yang tepat, bisa mengubah arah hidup seseorang. Salomo dalam bacaan di atas memakai dua gambaran yang mahal yaitu apel emas dan pinggan perak. Dalam bacaan itu dijelaskan bahwa "perkataan yang diucapkan” ini adalah soal isinya yaitu benar, membangun, jujur, penuh kasih. Bukan gosip, bukan sindiran, bukan kebohongan. Sedangkan "tepat pada waktunya" adalah saat yang paling baik untuk dikatakan. Emas paling berharga kalau diberikan saat seseorang membutuhkan. Demikian juga ketika kita menghibur seseorang saat ia sedih, menegur seseorang saat ia bersikap sombong dan memuji seseorang saat ia putus asa. Perkataan "seperti buah apel emas di pinggan perak" merupakan isi dari perkataan dan cara penyampaian yang sama-sama baik dan tidak menyakitkan. Intinya adalah Tuhan mau kita jadi orang yang bukan hanya “benar” dalam berkata-kata tetapi juga “tepat” pada waktunya ketika seseorang membutuhkan perkataan itu. Sebagai pengikut Yesus, lidah kita adalah alat. Bisa jadi pedang atau bisa jadi obat, tergantung saat kita mengatakannya. Kalau kita mengatakannya saat marah, maka bisa saja menjadi pedang yang menusuk sampai lubuk hati terdalam. Tapi kalau kita mengatakannya dengan penuh kasih dan kesabaran, bisa menjadi obat ketika hati seseorang sedang galau dan sakit. Efesus 4:29 berkata, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun.” itu artinya kita harus bertanya dulu dalam hati kita sebelum bicara, “Apakah ini benar? Apakah ini perlu? Apakah ini tepat waktunya?” Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jagalah mulutku hari ini. Ajarilah aku untuk berpikir sebelum berbicara. Berikan aku hikmat untuk tahu kata apa yang harus diucapkan, dan kapan harus diam. Pakai perkataanku menjadi "apel emas" yang menguatkan orang di sekitarku, seperti Engkau yang selalu tahu kata yang tepat untuk dikatakan pada orang yang datang pada-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 27 Juli 2026Bacaan: “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” (Mazmur 37:5)Renungan: Pada tahun 2022 Dita melamar kerja di tujuh belas perusahaan tapi tidak ada satupun panggilan. Tabungannya mulai menipis. Teman-temannya sudah pada naik jabatan, menikah dan punya rumah. Dia mengeluh katanya, “Aku udah capek mengirim CV. Capek berharap. Capek bertanya pada Tuhan, ‘Kapan giliranku Tuhan?'” Suatu malam dia membuka Alkitab dan membaca Mazmur 37:5. Dia menangis dan akhirnya memutuskan, “Tuhan, aku menyerah. Aku serahkan CV-ku, masa depanku, rasa maluku, semuanya kepada Engkau. Aku percaya Engkau yang akan mengaturnya. Amin.” Dua minggu kemudian, tanpa dia melamar, ada HR dari perusahaan lama yang menghubunginya, “Kami butuh kamu. Gajinya dua kali lipat dari yang kamu minta.” Dia pun pada akhirnya sadar. Selama ini dialah yang memegang kendali hidupnya terlalu erat. Waktu ia melepaskannya dan menyerahkan pada Tuhan, Tuhan baru bisa bertindak. Daud menulis mazmur 37:5 ini ketika dia melihat orang jahat kelihatan sukses, sementara orang benar tertekan. Ada 3 langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan jawaban atas setiap doa kita. Pertama, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN” Kata "serahkan" Artinya kita menaruh setiap persoalan hidup kita di dalam tangan Tuhan. Kedua, “Dan percayalah kepada-Nya”. Setelah diserahkan, jangan diambil lagi dengan khawatir. Percaya sama dengan tenang menunggu Tuhan kerja. Ketiga, “Dan Ia akan bertindak” Ini adalah janji Tuhan. Bukan "mungkin". Tuhan pasti bertindak. Intinya adalah bagian kita menyerahkan dan bagian Tuhan bertindak. Mazmur 37:5 ini mengajak kita berhenti memegang setir yang bukan milik kita. Lepaskan, serahkan pada Tuhan dan percayalah bahwa Dia akan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib. Mungkin jawabannya tidak datang besok. Tapi waktu kita menyerahkan, beban di hati kita diangkat lebih dulu. Dan di waktu Tuhan yang tepat, Dia akan bertindak dengan cara yang jauh lebih baik dari rencana kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hari ini aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Aku lelah memegang semuanya sendiri. Aku percaya Engkau tahu yang terbaik untukku. Bertindaklah ya Tuhan, sesuai waktu dan cara-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 25 Juli 2026Bacaan: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Keluarga Pak Budi baru aja kena musibah. Usaha kecilnya bangkrut saat menjelang Natal. Tabungan habis untuk membayar utang. Malam itu di meja makan suasananya hening. Anak sulungnya berkata, “Pa, kita masih bisa makan nasi sama telur. Berarti Tuhan masih pelihara kita ya.” Istri Pak Budi menyambung, “Iya. Listrik masih menyala. Rumah masih ada. Kita masih lengkap 4 orang di sini.” Mereka tidak pura-pura bahagia. Tapi malam itu mereka memutuskan untuk berdoa dan mengucap syukur dahulu, sebelum memikirkan jalan keluarnya. Tiga bulan kemudian, pelan-pelan ada pintu berkat baru terbuka. Paulus menulis ayat ini kepada jemaat yang sedang tertekan. Dia tidak berkata, "Bersyukur kalau segala hal baik". Tetapi "bersyukur dalam segala hal". Ada 2 pesa penting dari bacaan tersebut. Pertama, “Mengucap syukurlah dalam segala hal”. Dalam segala hal itu artinya baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, berkecukupan maupun berkekurangan. Bersyukur bukan karena situasinya baik-baik saja, tetapi karena Tuhan kita tetap baik. Kedua, “Sebab itulah yang dikehendaki Allah”. Ini bukan saran, tetapi ini adalah kehendak Tuhan. Waktu kita bersyukur, kita sedang taat. Dan ketaatan akan membuka pintu berkat baru dan damai Tuhan. Bersyukur itu bukan menyangkal masalah. Bersyukur itu memilih fokus kepada Tuhan yang memegang masalah itu. Kita gampang bersyukur kalau gaji naik, anak lulus, badan sehat. Tapi bagaimana kalau dalam kerjaan bos tidak menyenangkan, target tidak tercapai, di-PHK? Yang terjadi adalah kita akan gampang mengeluh dan menyalahkan. Bagaimana jika dalam keluarga anak susah diatur, pasangan cuek, orang tua sakit? Rasanya capai dan tidak dihargai. Bagaimana juga di dalam iman? Doa udah lama tidak dijawab. Melihat orang lain diberkati, kita pun bertanya, "Tuhan, Engkau di mana?". 1 Tesalonika 5:18 mengajak kita memasang "kacamata bersyukur" tiap hari. Bukan bersyukur karena masalahnya, tapi bersyukur bahwa di tengah masalah Tuhan masih ada, Tuhan masih mengasihi, Tuhan masih bekerja. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau sering mengeluh dan lupa bersyukur. Hari ini aku mau taat pada firman-Mu. Aku mengucap syukur dalam segala hal, karena Engkau tetap baik. Ajarilah aku melihat kebaikan-Mu bahkan di tengah kesulitan dan isi hatiku dengan ucapan syukur. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 26 Juli 2026Bacaan: “Tetaplah berdoa.” (1 Tesalonika 5:17)Renungan: Ibu Ani, 42 tahun divonis dokter terkena kanker stadium 3. Hari pertama di rumah sakit dia menangis seharian. Takut, marah dan ia bertanya kepada Tuhan, “Kenapa aku Tuhan?” Dokter mengatakan bahwa Ibu Ani harus kemoterapi panjang. Biaya besar dan keluarganya juga panik. Tiap malam sebelum tidur, suaminya memegang tangannya dan bekata, “Bu, kita nggak bisa apa-apa. Tapi kita bisa berdoa. Yuk tetap berdoa.” Mereka mulai berdoa pendek 1 menit setiap bangun tidur. Doa 1 menit setiap mau ke rumah sakit. Doa 1 menit setiap efek kemoterapi datang. Setahun kemudian, hasil labnya membaik. Ibu Ani berkata, “Aku nggak tahu Tuhan sembuhkan karena apa. Tapi aku tahu, doa itu yang bikin aku nggak sendirian. Tuhan menemani aku di tiap jarum infus.” Penyakitnya belum tentu langsung sembuh, tapi hatinya disembuhkan terlebih dahulu, ada damai. Paulus tidak menuliskan dalam suratnya tersebut "berdoa kalau sempat" atau "berdoa kalau ada masalah besar". Tetapi tetaplah berdoa, artinya: terus-menerus, tidak putus dan menjadi gaya hidup. Doa bukan cuma acara 30 menit di kamar. Doa itu seperti napas rohani kita. Bangun tidur berdoa, di jalan macet berdoa, mendapat kabar baik berdoa syukur. Mendapat kabar buruk berdoa minta tolong. Tuhan tidak menyuruh kita berdoa yang panjang dan indah. Dia hanya mau hati kita tetap terjalin dengan-Nya. Kita semua punya "ruang rumah sakit" versi kita yaitu pertama sakit hati. Dikhianati teman dan disakiti keluarga, rasanya kita tidak bisa memaafkan. Kedua sakit jiwa. Kecemasan, overthinking, depresi. Pikiran berputar terus sepanjang malam. Ketiga sakit keadaan. Banyak hutang, pengangguran, anak yang jauh dari Tuhan, sudah usaha tapi mentok. Di titik itu kita sering berpikir, “Percuma berdoa. Tuhan tidak menjawab." Padahal dalam 1 Tesalonika 5:17 kita diingatkan jangan berhenti berdoa. Tetap berdoa bukan untuk "menyogok" Tuhan. Tapi supaya kita tetap memegang tangan-Nya saat kita berjalan di lembah kekelaman. Mungkin jawabannya belum datang, tapi kekuatan, damai, dan hikmat-Nya akan datang terlebih dahulu waktu kita berdoa. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku datang kepada-Mu dengan segala sakit penyakitku. Ajarilah aku untuk tetap berdoa, bahkan saat aku lelah dan tidak mengerti. Jangan biarkan aku menjauh dari-Mu. Pegang tanganku hari ini. Aku percaya, bersama-Mu semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Leave a comment and share your thoughts: https://open.firstory.me/user/cli77xv0u00bj01307mtm9zlp/commentsBismillah...MasyaAllah la hawlaa walaa quwwata ilaa billah. BarokallohfiikumPlaylist Dzikir Sehari-hari https://open.firstory.me/playlists/cm0uaxwoc004301ur9bc1eoozJangan Takut Resign atau Dipecat https://open.firstory.me/playlists/cm0sxz0od026p01y2g31h4hqdMy Story Hijrah Riba https://open.firstory.me/playlists/cm0sx7wrt026301y2dr8z4ocsLunas Hutang Tanpa Tersiksa https://open.firstory.me/playlists/cm0sx1fat01eg01w5b46y01d9Tentang Karir dan Pekerjaan https://open.firstory.me/playlists/cm0sxsu8j02ic01u9dmxz4a9bAgar Doa Mudah Terkabul https://open.firstory.me/playlists/cm0t1z1pc01nd01w53982h7paKarakter Golongan Darah https://open.firstory.me/playlists/cm0sxwizm007401zr94jge8u7Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.Artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-MuProfil & dapatkan buku ku di msha.ke/riamarliana87 Powered by Firstory Hosting
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah yang MahakuasaDiambil dari: Ayub 42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”Wonder Kids, Allah itu mahakuasa. Artinya, Tuhan sanggup melakukan semua yang sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Tidak ada yang terlalu sulit bagi Tuhan. Tidak ada yang bisa menghalangi rencana-Nya. Apa yang Tuhan kehendaki, pasti bisa Ia lakukan.Kadang-kadang orang bertanya dengan pertanyaan yang membingungkan, misalnya, “Apakah Tuhan bisa membuat sesuatu yang mustahil bahkan bagi diri-Nya sendiri?” Pertanyaan seperti itu terdengar pintar, tetapi sebenarnya tidak menolong. Mengapa? Karena Tuhan tidak melakukan hal yang bertentangan dengan diri-Nya sendiri. Tuhan tidak berdosa, Tuhan tidak berdusta, dan Tuhan tidak bertindak bodoh. Kuasa Tuhan bukan berarti Tuhan melakukan hal yang salah atau tidak masuk akal. Kuasa Tuhan berarti Tuhan sanggup melakukan semua yang baik, benar, dan sesuai dengan sifat-Nya.Ini sangat penting, Wonder Kids. Saat kita berkata Tuhan mahakuasa, itu bukan berarti Tuhan asal melakukan apa saja. Tuhan selalu bekerja dengan hikmat dan kebaikan. Jadi kuasa Tuhan bukan kuasa yang menakutkan bagi anak-anak-Nya, tetapi kuasa yang menolong, menjaga, dan menjalankan rencana-Nya yang sempurna.Kadang-kadang kita bertanya, “Kalau Tuhan mahakuasa, mengapa ada hal yang sulit terjadi? Mengapa ada sakit, sedih, atau masalah?” Itu pertanyaan yang berat. Kita tidak selalu tahu semua jawabannya. Tetapi kita tahu satu hal: Tuhan tetap berkuasa, dan Tuhan tetap punya tujuan yang baik. Dalam kitab Ayub, Ayub mengalami banyak kesulitan yang sangat besar, tetapi pada akhirnya ia belajar bahwa Tuhan tetap berkuasa atas semuanya.Jadi, saat hidup terasa membingungkan, kita tidak harus mengerti semuanya dulu untuk tetap percaya. Kita bisa berkata, “Tuhan, aku tidak mengerti, tetapi aku tahu Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan rencana-Mu tidak pernah gagal.” Itu iman yang indah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada satu hal yang membuatmu bingung atau takut hari ini, bawalah itu kepada Tuhan dan katakan, “Tuhan, Engkau mahakuasa. Tolong aku percaya kepada-Mu walaupun aku belum mengerti.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau mahakuasa dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Tolong aku supaya tetap percaya kepada-Mu saat hidup terasa sulit, membingungkan, atau menakutkan. Ajarku untuk bersandar pada kuasa dan kebaikan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak-Nya, dan rencana-Nya tidak pernah gagal. Tuhan Yesus memberkati.
Akuma bääny Trump aci weeu ye juäär kë ye ɣääth pan America ke jɛɛl pan Australian aci juäk yiic tɛn lɔn reel ye 10 ka ci juääk 12.5 buɔtic, Akuëën aa juëëk yam kënë abi jɔk mëne tääŋaköl kënë yic. Ee Pan Junup Thudan ke bɛny Kiir Mayardit aci lɛɛk raan pan Kenya lɔ̈n nada Junup Thudan aci rot guir ku bi kɔc cuɛ̈t ee thook ruön yic Penthiaar ku rou ruön kënë yiic këne aci jal bɛn waar ci keek naŋ ke cïk ciɔ̈k piny dɔɔr waar ke thääny ruön 2018.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 24 Juli 2026Bacaan: “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui.” (Yeremia 33:3)Renungan: Simone Biles adalah atlet senam terbaik di dunia. Di Olimpiade Tokyo tahun 2020, semua orang berharap dia akan meraih medali emas. Tetapi di tengah pertandingan tiba-tiba ia mengundurkan diri karena masalah kesehatan mental yang disebut "twisties" yaitu kondisi berbahaya di mana atlet kehilangan arah di udara. Kalau dipaksa bisa mengalami kelumpuhan. Dia memilih istirahat, ke konselor, dan berdoa. Tiga tahun kemudian dia kembali di Olimpiade Paris 2024 dan membawa pulang 3 medali emas. Dia mengatakan,“Kemenangan terbesar bukan medali, tetapi damai ketika aku berseru dan Tuhan memegang aku." Tuhan berbicara dalam bacaan di atas kepada nabi Yeremia ketika dia dalam penjara dan bangsanya akan mengalami kehancuran. Situasinya gelap total. Tetapi di saat seperti itu Tuhan menguatkannya melalui firman dan janjinya bahwa ketika ia berseru kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjawab dan memberikan jalan keluarnya. Yeremia 33:3 juga mengingatkan kita agar jangan mengambil keputusan apa-apa saat kondisi kita sedang panik. Berserulah dulu kepada Tuhan. Ceritakan semua masalah kita kepada-Nya. Dan tunggu, karena Tuhan suka menjawab dengan cara yang tidak pernah terpikirkan oleh kita. Ketika kita merasa tidak ada jalan keluar atas masalah kita, Tuhan mengajak kita masuk ke ruang rahasia, yaitu doa, maka kita akan keluar sebagai pemenang. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya Engkau memegang hidupku, bahkan waktu aku tidak kuat. Kini kupasrahkan diriku ke dalam tangan-Mu. Aku. Percaya, bersama Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 21 Juli 2026Bacaan: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41:10) Renungan: Ada seorang pemuda bernama Riko berusia 27 tahun. Pagi-pagi dia scroll instagram melihat teman-teman seangkatannya. Ada yang sudah menjadi manager, menikah, punya anak dan punya rumah. Siang harinya dia mendapat email, lamaran kerjanya ditolak lagi. Ini adalah penolakan yang ke-8 selama satu bulan ini. Malam harinya orang tuanya bertanya: “Kapan kerja? Kapan nikah?” Kemudian dia masuk kamar dan duduk di tempat tidurnya. Kepalanya penuh dan dia menjerit pelan, “Aku gagal. Aku ketinggalan. Aku sendirian.” Diapun takut akan masa depannya dan mulai bimbang dengan keputusan yang akan diambilnya. Ia merasa capek namun pura-pura kuat di depan orangnya. Saat hendak tidur tiba-tiba hatinya tergerak untuk membaca Alkitab. Pada saat ia membuka Alkitab, tanpa disengaja ia membaca Yesaya 41:10. Setelah membacanya ia menjadi tenang dan malam itu ia bisa tidur dengan nyenyak. Pada saat bangsa Israel hidup dalam pembuangan, mereka merasa takut, bimbang dan merasa dibuang oleh Tuhan. Tetapi melalui bacaan di atas Tuhan memberikan kekuatan kepada mereka. Ada 4 janji yang Tuhan nyatakan yaitu, pertama, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau”. Dalam hal ini Tuhan mau mengatakan bahwa apapun masalah yang dialami bangsa Israel saat itu, Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Allah selalu menyertai mereka. Kedua, “Janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu”. Kalimat ini mau menunjukkan kepada bangsa Israel bahwa Allah dekat pada bangsa Israel. Ketiga, “Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau”. Saat mereka lemah, Allah menguatkan. Saat mereka tidak punya harapan, Aku menolong mereka. Keempat, “Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku”. Tuhan mau mengingatkan bahwa tangan kanan-Nya penuh kuasa dan kemenangan. Tuhan tidak pernah berkata, "Hidupmu aman dan tidak ada masalah", tapi Dia berjanji, "Di tengah masalahmu, Aku menyertai, meneguhkan dan memegang engkau." Ketakutan kita dijawab dengan kehadiran Tuhan. Kebimbangan kita dijawab dengan janji Tuhan. Jadi ketika besok bangun pagi dan kecemasan muncul lagi, ingatlah bahwa kita tidak sedang berjuang sendirian. Ada tangan kanan Tuhan yang sedang memegang dan menuntun kita selangkah demi selangkah menuju kemenangan-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hari ini aku mengakui bahwa aku takut dan bimbang akan masa depanku. Tapi hari ini juga firman-Mu berkata, "Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau." Tolong pegang tanganku, Tuhan. Teguhkan hatiku yang lemah. Aku percaya Engkau Allahku dan Engkau tidak pernah meninggalkan aku. Amin. (Dod).
ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 18 Juli 2026Bacaan: “Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Markus 5:28)Renungan: Bethany Hamilton adalah seorang atlet selancar profesional. Pada usia 13 tahun, lengannya digigit hiu saat latihan di Hawaii. Dia hampir mati kehabisan darah. Dokter mengatakan karir selancarnya selesai. Banyak orang merasa kasihan dan berkata, "Sudahlah, berhenti saja." Tapi empat minggu kemudian dia sudah kembali ke papan selancarnya dengan 1 tangan. Waktu ditanya apa yang menguatkan dia, dia menjawab, "Saya tidak berdoa minta lengan saya kembali. Saya berdoa minta Tuhan pakai hidup saya. Asal saya bisa dekat dengan Dia, itu cukup." Pada akhirnya dia pun meraih juara dunia, punya keluarga, dan jadi kesaksian bahwa Tuhan sanggup memakai kekurangan menjadi kekuatan. Dia "menjamah jubah Yesus" di tengah luka, dan Tuhan beri dia kekuatan baru. Bacaan di atas mengisahkan tentang seorang perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan. Bayangkan: 12 tahun sakit, uang habis untuk biaya pengobatan, tetapi tidak sembuh, malah semakin parah. Secara agama dia najis. Tidak boleh memegang orang, hidupnya sendirian, malu dan putus asa. Tapi ketika dia mendengar tentang Yesus, muncullah iman di hatinya dengan berkata, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Ketika ia berhasil menjamah jubah Yesus, saat itu juga pendarahannya berhenti. Yesus berkata, "Imanmu telah menyelamatkan engkau." Yesus tidak hanya menyembuhkan tubuhnya, tapi juga memulihkan identitasnya. Sebagai pengikut Yesus, saat kita punya masalah kita sering meminta pertolongan ke dukun, orang pintar, curhat di medsos, curhat ke semua orang, cari motivasi. Tapi lupa datang dan menjamah Yesus. Yesus hari ini masih berjalan di tengah keramaian hidup kita. Dia tidak sibuk. Dia berhenti untuk satu orang yang beriman. Pertanyaannya: Maukah kita punya iman seperti perempuan itu? "Tuhan, aku tidak tahu jalan keluarnya. Tapi asal aku bisa dekat dengan-Mu, aku percaya Engkau sanggup menolong aku." Jangan tunggu kuat dulu baru datang kepada Tuhan. Datanglah dalam kelemahan. Karena di sanalah kuasa-Nya menjadi sempurna. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku datang seperti perempuan itu hari ini. Dengan iman kecil, dengan hati lelah, asal aku jamah Engkau saja, aku percaya ada kesembuhan. Jamah lukaku. Jamah kekuatiranku. Jamah hidupku. Aku tidak mau lari ke tempat lain lagi. Aku mau dekat dengan-Mu. Amin. (Dod).
Maka kata Yesus: "Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 17 Juli 2026Bacaan: Lalu kata Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" (Markus 10:51)Renungan: Helen Keller kehilangan penglihatan dan pendengaran sejak umur 19 bulan karena sakit. Dunianya gelap dan sunyi. Dia sering marah, memukul, dan merasa terkurung. Sampai datang seorang guru bernama Anne Sullivan. Hari yang mengubah hidup Helen adalah saat gurunya menaruh tangan Helen di bawah air mengalir sambil mengeja kata "w-a-t-e-r" di telapak tangannya. Saat itu Helen sadar bahwa segala sesuatu punya nama. Dia sadar ada dunia di luar kegelapannya. Helen kemudian berkata: “Saya lebih suka menjadi buta dan melihat dunia dengan hati, daripada punya dua mata tapi buta terhadap tujuan hidup.” Dari seorang yang "buta", Tuhan pakai dia jadi penulis, pembicara, dan menginspirasi jutaan orang. Bartimeus adalah seorang pengemis buta yang duduk di pinggir jalan Yerikho. Waktu ia mendengar Yesus lewat, dia berteriak minta tolong. Orang-orang menyuruhnya diam, tapi dia makin keras berteriak: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Yesus pun berhenti dan bertanya, "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Perhatikanlah dua hal: Pertama Yesus berhenti. Dia peduli pada satu orang yang berseru. Kedua, Yesus bertanya. Dia tahu apa yang diharapkan Bartimeus tetapi Dia mau Bartimeus jujur dan spesifik minta kepada-Nya. Bartimeus menjawab dengan jelas, "Supaya aku dapat melihat!" Dia tidak minta uang. Dia minta sumber dari segala berkat yaitu penglihatan. Dan seketika itu juga Bartimeus melihat, lalu mengikut Yesus. Kita juga sering "buta" seperti Bartimeus. Buta arah. Bingung tentang masa depan, kerja dan jodoh. Kita tidak tahu harus melangkah ke mana. Buta iman. Kita sudah lama berdoa tetapi belum dijawab. Akhirnya kita jadi tawar hati dan berhenti berharap. Buta akan kasih Tuhan. Kita mengalami luka hati dan kecewa menutupi mata kita, sehingga tidak bisa melihat Tuhan yang sedang bekerja memulihkan kita. Yesus hari ini masih bertanya hal yang sama kepada kita, "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Dia tidak mau jawaban umum seperti "berkati aku Tuhan". Dia mau kita jujur, "Tuhan, pulihkan hubunganku dengan anakku", "Tuhan, berikan aku pekerjaan", "Tuhan, sembuhkan lukaku", "Tuhan, supaya aku dapat melihat rencana-Mu". Kita diharapkan jangan diam karena takut atau malu. Berserulah karena Yesus yang sama yang menyembuhkan Bartimeus, juga mau menyembuhkan kita hari ini. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seperti Bartimeus aku berseru kepada-Mu hari ini, "Rabuni, supaya aku dapat melihat". Perlihatkan aku jalan-Mu, perlihatkan aku kasih-Mu, dan perlihatkan aku mujizat-Mu. Ampunilah aku yang sering menyerah dan diam karena tawar hati. Aku percaya Engkau mendengar dan sanggup memulihkan hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 16 Juli 2026Bacaan: "Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Lukas 5:4)Renungan: Waktu kecil Thomas Alfa Edison pernah dikeluarkan dari sekolah karena dianggap "terlalu bodoh". Gurunya berkata dia tidak bisa belajar. Waktu meneliti bola lampu, dia gagal ribuan kali. Wartawan bertanya: "Pak, bagaimana rasanya gagal ribuan kali?" Edison jawab: "Saya tidak gagal ribuan kali. Saya hanya menemukan ribuan cara yang tidak berhasil." Dia "bertolak ke tempat yang dalam" - terus mencoba walau semua orang berkata mustahil. Dari kegagalan itu lahirlah lampu pijar yang sampai hari ini menerangi dunia. Yang orang lihat gelap, tapi dia taat "menebar jala" terus, sampai akhirnya terang itu datang. Waktu itu Petrus sudah semalaman mencari ikan hasilnya mengecewakan. Ia capai, malu dan mau menyerah. Tetapi Yesus datang dan berkata, "Bertolaklah ke tempat yang dalam". Bertolak artinya bergerak. Jangan diam dalam kekecewaan. Tetap taat walau tidak masuk akal. Ke tempat yang dalam artinya menuju ke tempat yang berisiko, yang mungkin mustahil menurut manusia. Di sanalah mujizat akan terjadi. Tebarkanlah jalamu, artinya lakukan bagian kita dengan usaha dan iman, maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya juga. Yesus tidak menyuruh Petrus kerja lebih keras. Dia menyuruh Petrus taat di tempat yang benar bersama Dia. Kita sering seperti Petrus yang "semalaman tidak mendapat apa-apa." Dalam pelayanan kita sudah mewartakan Injil dan mendoakan orang, tapi tidak ada yang berubah. Akhirnya godaan datang yaitu perkataan, "Sudahlah, capek." Di dalam keluarga kita sudah menasihati anak, sudah berdoa untuk pasangan, tapi ternyata situasinya sama tidak berubah. Maka godaan adalah perkataan, "Percuma." Di dalam kehidupan ini kita sudah mengirim lamaran, sudah berusaha, tapi pintu berkat tetap tertutup. Akhirnya kecewa dan godaannya adalah kata-kata pasrah karena kecewa, "Mungkin bukan jalanku." Yesus hari ini berkata kepada kita juga, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Mungkin "tempat yang dalam" itu adalah: tetap mengasihi musuh, tetap jujur walau rugi, tetap memuji walau hati sakit, tetap percaya walau doa belum dijawab. Di tempat dangkal kita hanya dapat ikan kecil. Tapi di kedalaman bersama Yesus, ada berkat yang bisa "mengoyakkan jala". Jangan berhenti sebelum Yesus berkata berhenti. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku sering menyerah terlalu cepat. Hari ini aku mendengar suara-Mu, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Berikan aku keberanian untuk taat, bahkan saat tidak mengerti. Tolonglah aku agar mau menebar jala lagi bersama-Mu. Aku percaya Engkau sanggup mengubah kegagalanku menjadi kesuksesan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 15 Juli 2026Bacaan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Renungan: Nick Vujicic lahir tanpa tangan dan tanpa kaki. Waktu kecil dia sering dibully di sekolah. Dia sempat bertanya, "Tuhan, mengapa Engkau membuat aku seperti ini? Hidupku untuk apa? Pada umur 10 tahun dia mau bunuh diri. Tapi dia sadar dan mulai berpikir, "Kalau Tuhan bisa pakai segala sesuatu, berarti Dia juga bisa pakai tubuhku yang seperti ini." Nick kemudian belajar berenang, main bola, mengetik dengan jari kaki. Pelan-pelan dia mulai bicara di depan orang. Awalnya cuma 10 orang. Lalu 100, lalu ribuan orang. Sekarang Nick sudah keliling kepuluhan negara, menginspirasi jutaan orang. Dia berkata, "Saya tidak punya tangan untuk memeluk orang, tapi saya punya mulut untuk memberitahu mereka bahwa Tuhan mengasihi mereka." Yang tadinya dia menganggap dirinya sebagai kutukan, Tuhan ubah menjadi alat untuk mendatangkan kebaikan bagi banyak orang. "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu" artinya tidak ada kejadian yang kebetulan. Yang manis dan yang pahit, yang gagal dan yang berhasil, semua ada dalam tangan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan. Tuhan tidak mengatakan semua hal itu baik. Tapi Dia berjanji bisa mengubahnya menjadi lebih baik. Tuhan itu seperti seorang pelukis. Kita melihat coretan dari dekat. Tapi Tuhan sedang melukis gambar besar yang indah dari surga. Kita tidak perlu menunggu hidup menjadi "sempurna" dulu baru dipakai Tuhan. Mulai hari ini, bawalah semua kekurangan kita kepada Tuhan dan katakan pada-Nya, "Tuhan Engkau mau apa untuk hidupku ini? Aku siap untuk melakukan kehendak-Mu." Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering bertanya "kenapa aku" saat ada masalah. Hari ini aku percaya bahwa Engkau turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagiku. Pakailah hidupku, kekuranganku, bahkan lukaku, untuk menjadi berkat bagi orang lain. Aku mau mengasihi-Mu dan percaya pada indahnya rencana-Mu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 13 Juli 2026Bacaan: "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku." (Mazmur 27:10)Renungan: Pada tahun 1967, seorang laki-laki bernama Joni Eareckson umur 17 tahun meloncat ke danau untuk menyelam. Namun karena salah perhitungan, dia cedera tulang belakang. Sejak hari itu dia lumpuh dari leher ke bawah. Dunia Joni runtuh. Orang tuanya sedih, teman-temannya menjauh. Dia marah sama Tuhan. "Kenapa aku? Kenapa Tuhan izinkan ini?" Di tempat tidur rumah sakit, dia merasa benar-benar ditinggalkan. Fisiknya lemah, masa depannya gelap, dan dia merasa tidak ada yang mengerti. Tapi di titik paling hancur itu, Joni mulai membuka Alkitab. Mazmur 27:10 jadi pegangannya: "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku." Tuhan tidak menyembuhkan tubuhnya. Tapi Tuhan menyambut dia. Dari kursi roda, Joni menjadi pelukis dengan kuas di mulut, penulis 40 buku, dan pendiri yayasan yang menolong ribuan penyandang disabilitas di seluruh dunia. Dia berkata, "Tuhan tidak selalu mengeluarkan kita dari air, tapi Dia selalu masuk ke dalam air bersama kita." Daud menulis mazmur di atas ini saat dia dikejar-kejar, difitnah, bahkan mungkin ditinggal orang terdekatnya. "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku", ini merupakan kalimat yang paling menyakitkan. Keluarga seharusnya jadi tempat paling aman. Tapi Daud berkata, bahkan tempat paling aman itu mengecewakan. Kalimat selanjutnya, "...namun TUHAN menyambut aku", itu merupakan kalimat yang meneguhkan dan menguatkan karena itu berarti Tuhan mengumpulkan, merangkul dan membawanya pulang. Mazmur ini mengajarkan kita bahwa pengharapan tidak boleh hanya ditaruh di tangan manusia tetapi di tangan Tuhan. Manusia bisa gagal, bisa pergi, bisa melukai. Tapi Tuhan tidak pernah. Dia selalu jadi rumah yang tidak pernah menolak kita pulang. Sebagai pengikut Yesus kita pasti pernah merasa "ditinggalkan", antara lain ditinggalkan orang. Teman yang unfollow karena kita beda pilihan. Keluarga yang tidak mendukung panggilan kita. Rekan kerja yang menikam dari belakang. Rasanya sakit. Tapi ingat, Tuhan menyambut kita. Dia tidak pernah meng-unfollow kita. Kita juga mungkin pernah ditinggalkan harapan. Doa belum dijawab, pintu kerja tertutup dan rencana gagal. Rasanya Tuhan diam, tetapi ternyata dia tetap "menyambut" artinya Dia tetap dekat. Dia peluk kita di tengah penantian kita. Kita juga mungkin pernah ditinggalkan diri sendiri. Kita kecewa pada diri sendiri sehingga kita berkata, "Aku gagal lagi". Tapi Tuhan berkata, "Aku tidak meninggalkan kamu. Aku mengumpulkan kepingan harapanmu satu persatu." Sebagai pengikut Yesus, kita dipanggil juga untuk menjadi "tangan Tuhan yang menyambut". Ketika melihat rekan kerja yang dikucilkan, murid yang diabaikan, keluarga yang kesepian, jadilah rumah bagi mereka, karena kita sudah lebih dahulu disambut Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan aku. Ampunilah aku kalau aku sering mencari penerimaan di tempat yang salah. Hari ini aku mau pulang dan berlindung dalam pelukan-Mu. Pakailah aku juga untuk menyambut orang-orang di sekitarku yang merasa ditinggalkan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 Juli 2026Bacaan: "Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenang! Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27)Renungan: Pada tahun 1993, Nelson Mandela baru 3 tahun keluar dari penjara setelah 27 tahun dipenjara di Afrika Selatan. Negaranya sedang di ujung tanduk. Kulit putih takut kehilangan kuasa. Kulit hitam marah dan mau membalas dendam. Perang saudara hampir meledak setiap hari. Semua penasihatnya berkata, "Pakai kekuatan dan balas. Amankan posisi dulu." Tapi Mandela masuk ke ruangannya, berdoa, lalu mengambil keputusan yang membuat dunia kaget. Dia undang mantan sipir penjaranya makan siang di istana. Dia membentuk "Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi". Dia memilih mengampuni daripada membalas. Ketika ia ditanya mengapa berani ambil risiko sebesar itu, dia menjawab, "Saya sudah 27 tahun hidup dalam ketakutan dan kebencian. Saat saya keluar dari penjara, saya sadar kalau saya tidak melepaskan itu, maka saya masih di dalam penjara." Mandela memilih tenang di tengah badai, karena dia percaya ada panggilan yang lebih besar daripada rasa takutnya. Bacaan Injil di atas terjadi saat murid-murid ada di tengah danau Galilea. Angin kencang, ombak besar dan perahu hampir tenggelam. Mereka melihat "sesuatu" jalan di atas air dan berteriak ketakutan, mengira itu adalah hantu. Di titik paling panik itu, Yesus datang. Kalimat pertama-Nya bukan, "Aku akan meredakan badai", tetapi kalimat pertama-Nya adalah, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Yesus dalam hal ini mau mengingatkan bahwa sebelum Ia membereskan masalah kita, ketahuilah dulu siapa yang ada bersama kita. Badai boleh tetap ada. Tapi kalau "Aku ini" ada di perahu, maka kita tidak akan tenggelam. "Danau" kita saat ini mungkin berbeda, tetapi ombaknya sama kencang, yaitu pertama badai Ketidakpastian, contohnya dalam hal kerja, ekonomi, masa depan dll. Kita seperti para murid melihat gelombang, bukan melihat Yesus. Yesus berkata, 'Tenanglah! Aku pegang kendali hidupmu." Kedua badai hubungan. Ada luka, kecewa, pengkhianatan dll. Godaannya adalah kita mau membalas atau menghindar. Mandela mengajar kita memilih tenang dan memilih pengampunan, karena ada Yesus bersama kita. Ketiga badai batin. Ada kecemasan, kegagalan dan merasa tidak cukup. Kita berteriak dalam hati. Yesus datang dan berkata hal yang sama, "Tenanglah! Aku ini. Kamu tidak sendirian. Kita sering meminta Tuhan membereskan badainya dulu baru kita tenang. Tapi Tuhan minta kita percaya dulu bahwa Dia ada, barulah kita bisa tenang di tengah badai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering lebih fokus pada badai daripada kehadiran-Mu. Hari ini aku mau mendengar suara-Mu: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Mampukan aku seperti Mandela, untuk tidak dikuasai takut dan benci. Peganglah tanganku di tengah gelombang hidupku. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB) Lukas 7:9Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 11 Juli 2026Bacaan: "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni." (Lukas 6:37)Renungan: Pada tahun 1947, Corrie ten Boom baru bebas dari kamp konsentrasi Nazi. Keluarganya dibunuh karena menyembunyikan orang Yahudi. Suatu hari setelah perang, ada seorang pria datang ke KKR yang dia pimpin. Pria itu dulu adalah penjaga kamp tempat adik Corrie meninggal. Dia ulurkan tangan dan berkata: "Bisakah anda mengampuni saya?" Sekujur tubuh Corrie kaku. Ingatan tentang adiknya, tentang kamar gas, semua kembali. Dalam hati dia berteriak: "Tuhan, aku tidak bisa!" Lalu dia berdoa singkat: "Yesus, tolong aku." Dan dengan kekuatan dari Tuhan, dia menjabat tangan pria itu. Air matanya jatuh. Beberapa tahun kemudian Corrie menulis: "Pengampunan adalah tindakan kehendak, bukan perasaan. Begitu kita mau mengampuni, Tuhan yang memberi rasa damainya." Ada tiga perintah yang saling terkait dalam bacaan Injil di atas. Pertama, "Janganlah kamu menghakimi" Berhentilah menjadi hakim atas hidup orang lain. Kita tidak tahu semua cerita di balik kesalahan orang tersebut. Kedua, "Janganlah kamu menghukum". Berhentilah membalas. Jangan memenjarakan orang dengan perkataan dan sikap dingin kita. Ketiga, "Ampunilah dan kamu akan diampuni". Inilah kuncinya. Ukuran pengampunan kita ke orang sama dengan ukuran pengampunan Tuhan ke kita. Yesus tidak berkata "lupakan kejahatan". Dia berkata "ampunilah". Orang yang terus menghakimi dan tidak mengampuni, dia yang paling tersiksa duluan. Corrie bisa menjabat tangan musuhnya bukan karena dia kuat. Tapi karena dia memilih taat dulu pada Tuhan, baru kemudian Tuhan memberinya kekuatan. Hari ini Yesus bertanya ke kita: "Ada nama siapa yang masih kau tahan di hatimu untuk diampuni?" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena sering cepat menghakimi dan lambat mengampuni. Hari ini aku mau taat pada firman-Mu. Aku memilih mengampuni (sebutkan nama orang).... Isilah hatiku dengan kasih-Mu supaya aku bisa membebaskan orang lain, dan aku pun dibebaskan. Amin. (Dod).
Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 9 Juli 2026Bacaan: "Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." (Amsal 18:21)Renungan: Suatu hari seorang istri mengeluh karena minggu ini ia terlalu lelah. Kerjaan menumpuk, anak rewel minta ditemenin belajar. Suaminya pulang kerja terus rebahan main HP. Tanpa sadar ia kesal dan berkata kepada suaminya: "Kamu sih tahunya cuma enak-enak rebahan. Gak pernah mikirin rumah ini!" Suaminya pun diam. Malam itu suasana rumah menjadi dingin. Dua hari kemudian giliran ia yang sakit. Anak-anak yang biasanya deket dengannya menjadi takut karena melihat papa mamanya tegang. Ia pun tersadar. Satu kalimat emosinya malam itu "mematikan" suasana rumah selama dua hari. Padahal kalau ia bilang: "Pa, aku capek. Boleh tolong temenin anak belajar 30 menit?" pasti jawabannya berbeda. Amsal 18:21 ini berisi peringatan keras dari Raja Salomo tentang kuasa dari kata-kata: "Hidup dan mati dikuasai lidah". Di rumah, lidah kita bisa jadi sumber kehidupan atau sumber kematian. Dengan kata-kata kita bisa menghidupkan semangat pasangan, menguatkan anak yang gagal, memberkati keluarga. Tapi dengan kata-kata juga kita bisa melukai hati pasangan, mematikan semangat anak, dan merusak keharmonisan rumah. Rumah tangga kita adalah cermin dari apa yang sering kita ucapkan. Suka mengeluh, maka rumah penuh keluhan. Suka mengucap syukur dan menguatkan, maka rumah penuh damai. Keluarga adalah tempat pertama kita latihan memakai lidah. Tiga hal yang bisa kita latih mulai saat ini: 1. Ganti kritik dengan permintaan. Dari perkataan, "Aku sibuk, jadi lupa" menjadi "Sayang, boleh tolong ingetin aku ya" 2. Perbanyak kata penguat untuk anak. Perkataan, "Mama bangga kamu sudah berusaha", lebih menghidupkan daripada "Nilainya kok segitu-segitu aja".3. Doa berkat sebelum tidur. Ucapkan satu kalimat berkat untuk tiap anggota keluarga. Itu seperti menyiram tanaman di rumah. Ingat, anak-anak kita tidak akan ingat seberapa rapi rumah kita. Tapi mereka akan ingat: "Di rumah ini, kata-kata apa yang paling sering ia dengar." Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini lidahku sering melukai orang-orang yang paling aku kasihi di rumah. Ajarilah aku menjadi pembawa damai di tengah keluargaku. Berikan hikmat supaya setiap kata yang keluar dari mulutku adalah kata yang membangun, menguatkan, dan memberkati. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB) Yeremia 40:4Maka sekarang, lihatlah aku melepaskan engkau hari ini dari belenggu yang ada pada tanganmu itu. Jika engkau suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, marilah! Aku akan memperhatikan engkau. Tetapi jika engkau tidak suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, janganlah pergi! Lihat, seluruh negeri ini terbuka untuk engkau: engkau boleh pergi ke mana saja engkau pandang baik dan benar.
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 24 Juni 2026Bacaan: "Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka." (Lukas 6:31)Renungan: Seorang pria bercerita: "Waktu kecil, aku ingat suatu malam ketika Ibu menyiapkan makan malam setelah seharian kerja yang melelahkan. Saat itu, la menghidangkan telur dadar, sosis, dan beberapa biskuit gosong di hadapan ayahku. Aku menunggu reaksi kaget atau protes ayahku. Tapi, yang Ayah lakukan saat itu justru langsung mengambil biskuit itu, memakannya, sambil bertanya apa yang terjadi di sekolahku hari itu. Sesaat setelah itu, aku mendengar Ibu meminta maaf pada Ayah karena biskuitnya sedikit gosong. Dan Ayah menjawab: 'Tidak apa-apa Sayang, enak kok biskuitnya. Penasaran, aku pun bertanya pada Ayah mengenai apakah ia benar-benar menyukai biskuit gosong ketika kami hanya berdua di kamar. Ayah pun memelukku sambil menjawab: 'Ibumu sudah bekerja keras seharian dan ia sudah lelah. Lagipula, biskuit yang sedikit gosong juga tidak akan membuat perut Ayah atau perutmu sakit, kan?'" Dalam hidup keseharian, kita akan sering menemukan ketidaksempurnaan seperti itu. Biskuit gosong di atas adalah perlambang dari segala kelemahan/perbedaan orang-orang yang ada di sekitar kita. Orang tua kita mungkin bukanlah orang kaya yang bisa memberi kita berbagai macam fasilitas. Sahabat kita orangnya mungkin sedikit lemot. Teman sekolah kita mungkin punya hobi suka menggosip. Atau, rekan kantor kita mungkin ada yang maunya di zona aman terus, cenderung pasif, dan susah diajak maju. Tapi, coba lihat diri kita sendiri, bukankah kita juga punya kelemahan? Sebagai rekan kerja, misalnya, kita mungkin cenderung berani dan punya ambisi kuat, tapi di sisi lain kita mungkin adalah seorang pelupa. Atau sebagai sahabat, kita mungkin pinter, tapi di sisi lain kita orangnya kurang tepat waktu. Maka, lebih baik syukuri kelemahan dan perbedaan itu daripada mengeluhkan apalagi mengutukinya. Kita tidak mungkin berharap semua orang punya karakter yang baik dan sesuai keinginan kita. Menerima kelemahan orang-orang yang ada di sekitar kita dan perbedaan yang ada, adalah salah satu kunci penting buat menciptakan relasi atau hubungan yang sehat, selalu bertumbuh, dan bertahan lama. Yang penting bukan "biskuit gosongnya", tapi "relasi" kita dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati sehingga dapat menerima kekurangan orang-orang di sekitarku dan mampu memotivasi mereka untuk melangkah lebih maju. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 23 Juni 2026Bacaan: Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah." (Keluaran 4:10) Renungan: Rowan Atkinson lahir dalam keluarga ekonomi menengah dan mengalami banyak kesulitan ketika kanak-kanak karena masalah gagapnya. Di sekolah, ia sering kali di bully dan dianggap seperti alien. Ketika ia fokus di bidang ilmu pengetahuan, gurunya pun berkata kalo ia sama sekali tidak menonjol. Tapi di kemudian hari, ia berhasil membuktikan diri. la diterima di Universitas Oxford dan meraih gelar master dalam bidang teknik elektro. Setelah itu, ia mulai mengejar kemampuannya dalam bidang akting. Lagi-lagi karena masalah gagapnya, ia banyak ditolak oleh stasiun televisi. Tapi ia tidak pernah menyerah terhadap kemampuannya. la terus mengembangkan gaya komedinya sendiri dan akhirnya terciptalah karakter Mr. Bean yang mendunia. Rowan secara tidak langsung sudah membuktikan bahwa tanpa tubuh kekar dan wajah Hollywood pun, ia bisa menjadi aktor yang disayangi dan dihormati di dunia perfilman. Kisah hidup Mr. Bean bener-bener menunjukkan kalau hal yang terpenting untuk meraih keberhasilan adalah kemampuan, kerja keras, dan sikap pantang menyerah. Dalam Alkitab, ada juga seorang tokoh yang punya masalah dalam hal komunikasi. la adalah Musa. Waktu Tuhan memintanya memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, ia sendiri yang mengakui kelemahannya itu: "Ya, Tuhan, saya bukan orang yang pandai bicara, baik dahulu maupun sekarang, sesudah TUHAN bicara kepada saya. Saya berat lidah, bicara lambat dan tidak lancar." Tapi Tuhan sendiri kemudian yang meyakinkan dan memampukannya. Kelemahannya ini nggak jadi masalah sebab Musa sendiri akhirnya berhasil memimpin bangsa Israel selama puluhan tahun. Tidak ada orang yang lahir sempurna. Semua orang pasti punya kelemahannya masing-masing. Bahkan orang berhasil yang kita kenal sekarang pun pasti punya kelemahan. Yang kita lakukan seharusnya bukanlah fokus pada kelemahan, tapi pada kemampuan yang diimbangi dengan kerja keras, dan sikap pantang menyerah. Asal kita punya semua itu, ditambah dengan penyertaan Tuhan tentunya, maka kita bisa jadi apa pun yang kita mau. Tiap orang punya kelemahan, tapi tiap orang juga bisa berhasil. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan keterbatasanku ke dalam tangan-Mu. Aku percaya melalui berkat-Mu maka keterbatasanku akan Kau ubah menjadi kekuatanku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 19 Juni 2026Bacaan: Lalu kata malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." (Kejadian 16:9)Renungan: Bisakah kita membayangkan situasi ini? Di saat kita sedang menghadapi pergumulan besar, tiba-tiba Tuhan menjumpai kita melalui sebuah penglihatan. Apa yang kita harapkan dari perjumpaan itu? Tentu saja kita yang sakit, ingin Tuhan memberi mukjizat kesembuhan. Kita yang sedang kekurangan berharap Tuhan akan mencukupkan, bahkan memberikan kelimpahan. Kita yang tidak tahu jalan keluar, tentu berharap Tuhan akan memberikan petunjuk kepada kita. Perjumpaan dengan Tuhan sering dimaknai bahwa Tuhan pasti menjawab pergumulan umat-Nya. Sekarang kita beralih pada kisah Hagar yang pergi meninggalkan rumah Abraham dan Sara karena tidak tahan ditindas oleh nyonyanya itu. Ketika Hagar sampai di padang gurun, maka Malaikat Tuhan menjumpainya. Hagar mungkin membayangkan bahwa Tuhan akan memberikan tuan dan nyonya baru, yang lebih baik dari Sara. Hagar mungkin membayangkan bahwa Tuhan akan membawa ke tempat atau keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Nyatanya bukan seperti itu yang dikatakan oleh Tuhan. Tuhan berkata, "Kembalilah kepada nyonyamu...". Mendengar kalimat ini, Hagar mungkin berpikir kalau Tuhan menyuruh untuk kembali kepada nyonyanya, karena Tuhan akan melembutkan hati Sara supaya tidak menindas dia lagi. Tapi kalimat berikutnya sungguh mengejutkan, karena Tuhan berkata, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." (ay. 9). Bayangkan, disuruh kembali untuk ditindas lagi! Mengapa Tuhan menyuruh Hagar kembali kepada Sara? Karena prosesnya memang belum selesai! Tuhan memang mengizinkan Sara menindas Hagar, tapi pada saat yang sama Tuhan memberikan kekuatan kepada Hagar untuk kuat menanggung segala penindasan itu. Hal yang sama juga berlaku dalam hidup kita. Jika memang proses yang kita jalani belum selesai, jangan buru-buru keluar dari rencana Tuhan. Pastikan kita setia menjalani proses itu hingga tuntas. Percayalah kalau waktunya sudah tiba, Tuhan sendiri yang akan mengeluarkan kita dari semua proses itu dan karakter kita pun akan menjadi lebih indah dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk masalah yang Kau izinkan terjadi dalam hidupku. Aku percaya melalui masalah tersebut, Engkau sedang membentuk aku menjadi pribadi yang kuat dan tahan uji. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB) Yeremia 33:3Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.