POPULARITY
Categories
Ketika muncul dugaan teror terhadap aktivis dan influencer yang kritis terhadap pemerintah, pertanyaannya bukan lagi soal perbedaan pendapat, tapi soal jaminan rasa aman warga negara.Aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Republik Indonesia, dituntut hadir secara tegas, profesional, dan transparan. Langkah pertama yang krusial adalah menyelidiki secara menyeluruh setiap laporan ancaman, tanpa prasangka dan tanpa melihat posisi politik korban. Negara tidak boleh abai ketika ruang demokrasi terancam oleh intimidasi.Perlindungan terhadap korban juga harus menjadi prioritas, baik secara fisik maupun hukum. Di saat yang sama, aparat perlu menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara terbuka agar kepercayaan publik tetap terjaga.Kritik adalah bagian dari demokrasi, bukan kejahatan. Maka tugas aparat bukan membungkam suara, melainkan menjaga agar perbedaan pendapat bisa disampaikan tanpa rasa takut. Di situlah wibawa hukum diuji—bukan pada siapa yang dikritik, tapi pada keberpihakan terhadap keadilan.[TALK] Pengamat Politik Hukum Magister Hukum Universitas Sahid Jakarta, Saiful Anam & Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan
Wacana Pilkada via DPRD kembali menguji demokrasi. PDIP menolak, tapi jejak 2018 menyisakan tanda tanya. Apakah ini sikap prinsipil, strategi oposisi, atau sekadar “jastip suara”? Ketika suara rakyat dititipkan, siapa yang benar-benar memegang kendali?
Menyambut Tahun Baru 2026, harapan kembali disematkan. Harapan sederhana namun berat: kondisi negeri ini bisa lebih baik dari 2025. Pertanyaannya, apakah itu realistis atau justru utopis?Pergantian tahun selalu membawa optimisme. Namun optimisme tak hidup di ruang hampa. Ia bertemu dengan realitas—harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, stabilitas hukum, bencana alam, hingga kepercayaan publik terhadap negara. Di sinilah harapan diuji: apakah sekadar doa tahunan, atau komitmen bersama untuk berubah.Bagi sebagian masyarakat, berharap negeri ini membaik adalah sesuatu yang realistis. Dengan syarat: kebijakan publik lebih berpihak pada rakyat, penegakan hukum konsisten, dan negara hadir bukan hanya saat krisis, tetapi juga dalam keseharian. Harapan menjadi masuk akal ketika kerja nyata terlihat, bukan sekadar narasi.Namun bagi yang lelah oleh janji yang berulang, harapan itu terasa utopis. Ketika masalah struktural tak kunjung selesai dan suara warga kerap terabaikan, optimisme pun menipis. Tahun baru datang, tapi persoalan terasa tetap sama.Di antara realistis dan utopis, harapan seharusnya tetap hidup. Bukan sebagai angan-angan kosong, melainkan sebagai pengingat bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh pilihan hari ini—oleh pemimpin yang berani bertanggung jawab, dan oleh warga yang tak berhenti peduli.Tahun 2026 mungkin tak langsung sempurna. Tapi jika ada kemauan untuk memperbaiki, harapan itu bukan utopia. Ia adalah pekerjaan rumah bersama.Talk :: Budayawan, Sudirman & Analis Netnography Politik dari Pusat Literasi Komunikasi Politik Univ Nasional - Dr. Irfan Fauzi Arief MSI
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Agustinus Windu Aji dari Paroki Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 18-21; Mazmur tg 96: 1-2.11-12.13; Yohanes 1: 1-18.WAKTU YANGTERAKHIR Renungan kita pada hari ini bertema: Waktu Yang Terakhir.Awal dan akhir terjadi dalam sejarah kehidupan manusia. Tuhan adalah abadi dimana awal dan akhir sesungguhnya menyatu. Ketika penulis Surat Yohanes yangpertama mengatakan bahwa hari ini adalah waktu yang terakhir, ia sebenarnyamewartakan firman Tuhan sendiri yang mengingatkan kita tentang sejarah hidup kitadi dunia. Waktu yang terakhir dalam pemahaman paling sederhana ialahberkaitan dengan suatu jangka waktu yang habis dan berlalu pergi. Ukuran waktuyang kita pakai ialah detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Ketikasatu ukuran itu berakhir, sekaligus untuk menandakan selesainya aktivitas atauperistiwa kehidupan, kita biasanya menyebutkan dengan "waktunyaberakhir". Pada hari ini, tanggal 31 Desember, kita mengenangnyasebagai waktu yang terakhir dalam tahun 2025. Jangka waktu dari detik awal hinggapenghujung tahun 2025 akan mencapai titik terakhirnya pada pukul 00:00 tengahmalam. Seluruh hari ini akan diisi dengan berbagai kegiatan dari pribadi,keluarga atau komunitas yang mengusung tema ungkapan syukur dan pengharapanakan tahun baru. Tetapi bacaan-bacaan pada hari ini ingin mengajarkan kitabahwa refleksi kita tentang waktu yang terakhir tidak cukup dengan hanyamemperhitungkan sebuah jangka waktu peristiwa dan kegiatan hidup kita. Kitatidak cukup merenungkan hidup ini hanya di bagian permukaan, yaitu hari iniakan berlalu dan besok akan datang hari berikutnya. Kita sebenarnya hendakdiingatkan oleh firman Tuhan bahwa Tuhan berada di atas waktu. Bukan waktu yang menentukan nasib hidup yang ada awal danakhirnya, tetapi hanya Tuhan yang menentukannya. Seorang lelaki yang sudahlansia berkata begini: "Sayang sekali saya lahir lebih dahulu, jika sayalahir kemudian saya pasti menikmati semua kemudahan dan kemajuan pada zamanini." Sebaliknya seorang remaja juga berkata: "Yang membuat saya iriialah orang-orang dewasa lebih matang dan berhasil dalam usaha-usahanya." Kedua ungkapan hati ini adalah contoh cara pandang manusiayang sangat menggantungkan nasib hidupnya dengan waktu. Hal ini adalah bagiandari sikap hidup yang superfisial, atau menikmati hidup hanya di permukaansaja. Bagi orang-orang beriman, kehidupan dan tujuannya harus lebih mendalamdan bercita-cita mencapai puncak tertinggi. Cara hidup beriman itu adalah hidupdi dalam Tuhan yang sudah menjelma dari Sabda kekal menjadi manusia. Kitahendaknya hidup sebagai murid-murid Yesus yang sejati dan biarlah Dia yangmenuntun hidup kita. Kita diajarkan untuk mengikuti Tuhan yang menentukan hidupkita hari ini dan esok. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa ... Ya Bapa, berkatilah kami supaya kami dapat mengisi setiap waktu hidupkami dengan sikap dan cara yang sesuai dengan kehendak-Mu. Bapa kami yang adadi surga ... Dalam nama Bapa ...
Halo, Arek Niskalarasi!
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ari Hartanti dari Gereja Santo Mikhael, Paroki Pangkalan TNI-AU Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Yohanes 2: 12-17; Mazmur tg 96: 7-8a.8b-9.10; Lukas 2: 36-40.KASIH KEPADA ALLAH MENGALAHKAN KASIH KEPADA DUNIA Renungan kita pada hari ini bertema: Kasih Kepada AllahMengalahkan Kasih kepada Dunia. Surat Yohanes yang pertama dalam bacaan pertamahari ini mengajak umat beriman untuk memeriksa kembali arah kasih danketerikatan hidupnya. Penulis surat itu mengingatkan bahwa Yesus Kristus telahmengampuni dosa-dosa manusia melalui ketaatan-Nya yang penuh kasih, bahkansampai pada penderitaan dan kematian. Pengorbanan itu bukanlah sesuatu yang biasa, melainkantindakan penebusan yang mengubah relasi manusia dengan Allah. Kristusmenanggung hukuman yang seharusnya jatuh atas manusia, agar merekadiperdamaikan dengan Bapa dan memperoleh hidup yang baru. Karena itu, hiduporang beriman tidak lagi berdiri di atas dasar keinginan duniawi, melainkanatas kasih kepada Allah, Sang Penyelamat. Sebagai tanggapan atas kasih penebusan tersebut,Yohanes mengundang umat untuk memperkuat kasihnya kepada Tuhan, bukan kepadadunia dan segala yang ada di dalamnya. Dunia dalam pengertian surat inibukanlah ciptaan Allah yang baik, melainkan sistem keinginan manusia yang egoisdan menjauhkan hati dari Allah. Segala sesuatu yang berasal daridunia—keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup—tidak berasal dariBapa. Ketika manusia membiarkan dirinya dikuasai oleh dorongan itu, ia akankehilangan kasihnya kepada Tuhan. Keinginan daging menunjuk pada dorongan yang memanjakanhawa nafsu dan kesenangan diri tanpa kendali. Keinginan mata adalah sikap batinyang mudah tertarik pada hal-hal lahiriah, kedudukan, dan kepemilikan,seolah-olah kebahagiaan diukur dari apa yang tampak. Sementara keangkuhan hidupmencerminkan kesombongan yang berakar pada rasa cukup atas diri sendiri, tanpamembutuhkan Allah. Padahal semuanya ini bersifat sementara dan akan berlalu,sebab dunia dengan segala keinginannya sedang menuju kebinasaan. Sebaliknya,mereka yang tinggal dalam kasih Allah akan hidup untuk selama-lamanya. Kasih kepada Allah bukan sekadar perasaan religius,melainkan pilihan hidup yang nyata. Ia terwujud dalam ketaatan, kesetiaan, dankesediaan menata kembali prioritas hidup sesuai kehendak Tuhan. Kasih itumemberi arah baru bagi cara manusia memandang penderitaan, pengorbanan, danpelayanan. Salah satu teladan iman yang indah ditampilkan olehnabi perempuan Hana dalam Injil Lukas. Setelah mengalami pengalaman hidup yangtidak mudah, ia memilih untuk menetap di Bait Allah, berdoa dan berpuasa siangmalam. Hana tidak mencari penghiburan di dalam hal-hal duniawi, melainkanmempersembahkan hidupnya bagi Tuhan dalam kesetiaan dan pengharapan. KetikaYesus kecil dihadirkan di Bait Allah, Hana mampu mengenali karya keselamatanAllah dan memuji-Nya. Sikapnya menunjukkan bahwa hati yang terarah kepada Tuhanakan peka terhadap kehadiran-Nya. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahamurah, murnikanlah pikiran dan hati kami dari semuakeinginan dunia ini yang menjauhkan perhatian kami dari-Mu dan selamatkanlahkami dari segala pencobaan dunia ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus … Dalam nama Bapa …
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 29 Desember 2025Bacaan: "Dan kamu bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Ada sebuah kapal laut yang berlayar selama sekitar 3 tahun. Kapal laut tersebut dalam perjalanan menangkap ikan paus. Ayah dari seorang pelaut yang bekerja di kapal itu bertugas di mercusuar. Ia menanti putranya pulang karena memang sudah waktunya kapal penangkap ikan paus itu kembali pulang. Suatu malam terjadi badai besar, dan sang ayah tertidur. Waktu ia tertidur lampu mercusuar padam. Ketika terbangun, ia melihat ke tepi laut, dan melihat sebuah kapal laut yang telah karam. Segera ia bergegas turun dan melihat siapa yang masih hidup agar dapat ia selamatkan. Ternyata tubuh pertama yang ia temukan mengambang di tepi pantai adalah tubuh puteranya sendiri. Itu membawa dukacita besar baginya. la telah menantinya berhari-hari saat kepulangan itu, setelah puteranya pergi selama 3 tahun. Akhirnya, ketika putranya sudah dekat ke rumahnya, ia justru binasa karena ayahnya tertidur dan membiarkan lampu mercusuar padam. Ilustrasi ini mau mengingatkan bahwa saat ini banyak ayah dan ibu yang membiarkan lampu mercusuar "rohani"nya padam. Mereka hanya memberikan perhatian secara jasmani, kebutuhan sehari-hari dan sekolah, tetapi mereka belum mengajarkan firman Tuhan, belum berdoa ataupun menunjukkan kesaksian kehidupan kristiani bagi anak-anaknya. Sehingga banyak anak-anak yang akhirnya mengalami kekeringan rohani dan mudah jatuh dalam jerat dosa. Marilah semua ayah dan ibu untuk mulai menyalakan kembali "mercusuar rohani" dengan menanamkan benih-benih firman Allah dalam hati anak-anak anda, agar mereka bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Allah dan menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat dan dunia. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, saat ini banyak jiwa-jiwa muda yang terhilang daripada-Mu. Orang tua mereka terlalu sibuk bekerja mencari nafkah, sehingga kebutuhan rohani anak-anaknya terabaikan. Banyak di antara mereka yang menyatakan diri pengikut Yesus, tetapi hidup rohani mereka seperti pohon kering yang tidak pernah disiram air, sehingga batang-batangnya kering dan mudah patah. Nyalakanlah kembali ya Yesus, lampu mercusuar rohani para ayah dan ibu yang sudah mulai padam, agar anak-anak mereka tidak binasa karena jerat dan tipu daya kegelapan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 26 Desember 2025Bacaan: "Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah." (Ibrani 13:16)Renungan: Seorang pria sedang mengendarai mobilnya, ketika dia melihat seorang wanita setengah baya kebingungan di pinggir jalan karena mobilnya mogok. Pria ini melihat dia membutuhkan bantuan. Jadi dia menghentikan kendaraannya. Dia tersenyum saat mendekati wanita tersebut. Dia bisa melihat betapa ketakutannya wanita tersebut, mungkin karena pakaiannya yang lusuh. Dia mencoba menenangkannya, "Saya ingin membantu Anda, jangan khawatir. Saya Bryan Anderson." Ternyata ban mobil wanita itu kempes, jadi dia harus merangkak di bawah mobil untuk memasang dongkrak. Saat mengganti ban, pakaiannya menjadi kotor dan tangannya terluka. Ketika pekerjaannya selesai, wanita itu bertanya berapa yang dia harus bayar untuk bantuannya. Bryan tersenyum dan berkata, "Jika Anda benar-benar ingin membayar saya kembali, lain kali ketika anda melihat seseorang yang membutuhkan bantuan, berikanlah bantuan yang dibutuhkan orang itu. Dan ingatlah akan aku." Pada malam hari yang sama, wanita itu mampir ke sebuah kafe kecil. Dia melihat seorang pelayan, dalam kondisi hamil delapan bulan, sedang menyeka rambutnya yang basah dengan handuk. Pelayan ini memiliki senyum ramah yang manis, meskipun dia telah menghabiskan sepanjang hari untuk berdiri melayani orang-orang. Wanita itu bertanya-tanya di dalam hatinya bagaimana seseorang yang terlihat lusuh, bisa begitu baik, tersenyum ramah kepada para pembeli yang tidak dikenalnya. Lalu dia ingat Bryan. Selesai makan, wanita ini membayar dengan uang seratus dolar. Pelayan pergi untuk mengambil kembalian dan ketika dia kembali, wanita itu sudah pergi. Dia meninggalkan catatan di serbet: "Kamu tidak berhutang apa pun kepadaku. Seseorang pernah membantu saya, sama seperti sekarang saya membantu anda. Jika anda benar-benar ingin membayar saya kembali, jangan biarkan rantai cinta ini berakhir di anda, bantulah orang lain yang memerlukan bantuan." Pelayan itu menemukan empat lembar lagi ratusan dollar di bawah serbet. Malam itu, pelayan itu pulang lebih awal. Dia memikirkan wanita yang baik hati itu dan uang yang dia tinggalkan. Dia bertanya-tanya, bagaimana mungkin wanita itu bisa tahu, betapa dia dan suaminya sangat membutuhkan uang, apalagi sekarang, ketika bayinya akan segera lahir. Dia tahu bahwa suaminya mengkhawatirkan hal itu, jadi dengan senang hati dia menyampaikan kabar baik itu kepada suaminya. Dia mencium suaminya dan berbisik, "Sekarang semuanya akan baik-baik saja. Aku mencintaimu, Bryan Anderson." Firman Tuhan mengingatkan agar kita tidak lupa untuk berbuat baik dan memberikan bantuan. Berilah bantuan kepada orang yang betul-betul memerlukannya. Tapi kita juga harus ingat, jangan memberi bantuan yang dapat membuat orang menjadi malas bekerja dan manja. Berilah kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu yang senantiasa tergerak untuk membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan, sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod)
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. 1 Yohanes 1: 1-4; Mazmur tg 97: 1-2.5-6.11-12; Yohanes 20: 2-8.CINTA YANG DALAMDAN TAK BERAKHIR Tema renungan kita pada hari ini ialah: Cinta Yang DalamDan Tak Berakhir. Pada hari ini kita merayakan pesta Santo Yohanes, rasul danpengarang Injil. Injil bercerita bahwa Yohanes adalah adik rasul Yakobus yangdipanggil berdua oleh Yesus saat mereka bersama ayah Zebedeus sedang melaut diDanau Galilea. Yohanes selalu tampil bertiga Petrus dan Yakobus mendampingiYesus. Masih dalam suasana Natal, selain kita diperkenalkanprofil salib sebagai cara untuk mengambil bagian di dalam Kristus dan nantinyamencapai kemuliaan, kita juga diperkenalkan untuk mencapai kemuliaan kerajaanAllah melalui cinta yang dalam dan tak berakhir. Kita dapat katakan bahwa cintasejati atau genuine love itu sangatdikaitkan dengan Santo Yohanes rasul. Alasan yang sangat mendasari ini ialahInjil yang ditulisnya berisi ajaran cinta kasih yang sangat mendalam. Misalnya,tentang roti hidup dan gembala yang baik, yang berisi ajaran cinta kasih yangamat dalam maknanya. Alasan lain yang ditunjukkan Injil hari ini ialah karenaia yang paling pertama dari kalangan rasul dan murid Yesus yang mengerti danpercaya akan kebangkitan Yesus. Cintanya kepada Yesus begitu mendalam, sehinggadalam keadaan yang sulit dan mencemaskan pun pemahaman dan imannya kepada Tuhantidak pernah berkurang. Kekhususan rasul Yohanes ini terungkap dalam InjilKeempat bahwa rasul ini adalah yang paling dikasihi Tuhan. Ini adalah suatu pandanganyang sangat kuat dan mengikat, karena ia sendiri yang menuliskan itu. Pendapat yang lebih dapat diterima bersama ialah bahwadengan satu pribadi yang sangat dikasihi oleh Tuhan namun tak dijelaskanidentitas persisnya, bermaksud untuk menunjukkan semua pengikut Kristus: entahrasul dan murid, entah pria dan wanita, entah orang muda dan dewasa, entah yangsekolah atau terdidik dan tidak, entah orang tua dan anak-anak, semua ituadalah pribadi-pribadi yang dikasihi Tuhan. Berarti, saya secara pribadidikasihi oleh Tuhan. Anda juga dikasih Tuhan secara pribadi. Dia mendapatkan jugakasih secara pribadi dari Tuhan. Setiap orang pada dasarnya berhak dikasihioleh Tuhan maha pengasih. Adalah sungguh indah mengalami kasih dari Tuhan yangdiberikan ke pribadi kita masing-masing, dicurahkan dengan sempurna, dijaminkualitasnya sampai selamanya, dan tak bersyarat apa pun. Yang penting kasih itudatang ke dalam hidup pribadi Anda dan saya. Ketika setiap orang dalam setiapkesadarannya mengakui dicintai seperti ini, ia sesungguhnya sedang mengalamikasih yang sejati. Di dalam masa Natal ini, kiranya kita berusaha untukmenerima kasih itu dari Tuhan lebih daripada biasanya, persis pada saat-saatbersama Yesus dan keluarga Nazareth yang hidup penuh dalam kasih. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus dankeluarga Nazareth, kami ingin hidup dalam terang dan suasana keluarga-Mu yangtenang dan damai, maka anugerahkanlah kami rahmat ini ke dalamkeluarga-keluarga kami di dunia ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus ... Dalam nama Bapa ...
Renungan D'Message || KETIKA AKU MEMILIKI ORANGTUA YANG SULIT || Ps. Steven Liem
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 23 Desember 2025Bacaan: "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." (Kejadian 39:2)Renungan: Ada seorang pria miskin yang bekerja di sebuah istana sebagai pegawai rendahan. Ketika bekerja, ia sering melihat kapal-kapal yang lalu lalang sambil berkata dalam hati, "Suatu hari, aku juga pasti bisa berlayar seperti mereka." Kala itu, memang nama-nama seperti Columbus dan Vasco da Gama tengah berkibar karena pelayarannya. Raja sempat mendengar mimpinya itu, dan langsung mencibir, "Mana bisa? Memangnya dia siapa?" Akan tetapi kesempatan langka itu datang juga. la berkesempatan menjadi seorang awak kapal. Pelan tapi pasti ia lalu menjadi nahkoda kapal. Bahkan di kemudian hari menjadi orang yang mampu mengelilingi dunia. Dia adalah Ferdinand Magellan. Kamus Besar Bahasa Indonesia menulis bahwa kata 'tetapi' adalah kata penghubung antar kalimat untuk menyatakan hal yang bertolak belakang atau bertentangan. Walau di awal kalimat terdengar satu fase yang buruk, keadaan yang tidak baik, atau terdengar kondisi yang tidak menguntungkan asal ada kata 'tetapi', maka artinya bisa berbeda, bisa terbalik. Ferdinand Magellan punya mimpi yang besar, ia dijegal, ia kurang didukung tetapi kesempatan dalam hidup berkata lain. Yusuf dijual ke Mesir, tetapi Tuhan tetap menyertainya. Yusuf difitnah oleh isteri Potifar, kehidupannya berusaha dihentikan, karirnya ingin dijegal orang, kebahagiaannya dicegat, ia dijebloskan dalam penjara, ia berupaya dijatuhkan, tetapi dalam situasi sedemikian buruk, Alkitab berkata bahwa Tuhan tetap menyertai Yusuf. (Kejadian 39:21). Hasilnya ? Yusuf keluar sebagai pemenang. Tidak peduli seberapa buruk kondisi karir kita hari ini. Tidak peduli seberapa tidak menyenangkannya kehidupan pribadi kita saat ini, tetapi pastikan kita tetap disertai Tuhan. Pastikan perkenanan-Nya ada dalam hidup kita. Pastikan hadirat-Nya selalu ada di sepanjang hari-hari kita. Karena yang menentukan akhir hidup, bukan keadaan yang sekarang tetapi ditentukan oleh kebaikan, kuasa, kemurahan, dan berkat Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu berpikir positif atas setiap kejadian yang aku alami setiap hari. Jangan biarkan masalah membuat pikiranku berubah negatif. Aku percaya dibalik pikiran positif ku ada berkat baru yang Kau siapkan bagiku. Amin. (Dod).
Ketika bercuti di kampung neneknya di Damai, Sarawak, Luqman yang baru berusia 13 tahun mengikut pakcik-pakciknya memancing di sebuah tanjung. Namun perjalanan pulang bertukar menjadi mimpi ngeri apabila laluan hilang, hutan berubah wajah, hujan jatuh perlahan tanpa bunyi, dan bau kambing semakin kuat menusuk hidung.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Renungan D'Message || KETIKA NAMA BAIKMU DIRUSAK || Ps. Steven Liem
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 22 Desember 2025Bacaan: "Anak yang bijak mendatangkan sukacita kepada ayahnya, tetapi anak yang bebal adalah kedukaan bagi ibunya." (Amsal 10:1) Renungan: Fery tumbuh menjadi anak yang baik dan penurut. Namun, sejak ia beranjak menjadi seorang remaja, ia berubah menjadi anak pemberontak. Walau demikian, cinta sang ibu tidak pernah luntur. Ibunya sangat mengasihi dia dan dalam setiap doa, nama Fery tidak pernah dilupakan. Tidak peduli anaknya menutup telinga saat ia berbicara kepadanya, sang ibu akan tetap menasihatinya. Dengan linangan air mata, ia memohon kepada Tuhan untuk melindungi anaknya dari pergaulan yang buruk. Saat Fery sedang tertidur, ia berlutut di samping tempat tidurnya dan berdoa untuknya. Fery mengetahui semua yang dilakukan ibunya bagi dia. Jauh di dalam hatinya, ia sangat mengasihi ibunya. Namun, ia merasa bahwa sekarang ia telah menjadi seorang pemuda. Ia tidak mau mendengar nasihat-nasihat ibunya lagi. "Aku bosan mendengar ceramah ibu setiap hari, telingaku sakit mendengarnya, Bu. Aku sudah besar dan aku tahu apa yang aku perbuat." Suatu ketika, saat pulang sekolah, ia diajak oleh teman-temannya ke tempat pelacuran. "Tidak ada salahnya aku mencoba," pikirnya. Fery pergi bersama mereka. Tinggal beberapa meter lagi mereka akan masuk ke dalam rumah itu. Tiba-tiba ia teringat kepada ibunya. Nasihat-nasihat sang ibu terngiang dengan sangat jelas di telinga Fery. Bayangan ibunya yang sedang berlutut, dan berdoa sambil menangis terlintas dalam benaknya. "Bagaimana perasaan Ibu bila mengetahui aku datang ke tempat seperti ini? la pasti akan sangat sedih." Langkah-langkah kaki Fery semakin terasa berat. Ia memandang rumah itu. Rasa jijik menyelimuti dirinya. "Tidak, aku harus pulang!" Ia berbalik dan segera berlari meninggalkan tempat itu dan tidak pernah kembali lagi. Ketika membaca kisah di atas, sepertinya nasihat sang ibu sama sekali tidak kena pada sasaran. Namun pada akhirnya, ketika si anak diperhadapkan dengan godaan dunia, ia kembali teringat akan nasihat ibunya. Di sini Roh Kudus berperan dalam mengingatkan semua nasihat-nasihat yang diberikan kepada anak. Mendidik anak sangat penting tetapi kita jangan lupa ada bagian yang sangat penting, yaitu selalu mendoakan mereka. Amsal berkata supaya para orang tua menasihati anak-anak mereka untuk takut akan Tuhan. Mendidik anak ke jalan yang benar itu sangat penting. Ams 22:6 berkata, "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." Anak-anak adalah anugerah yang Tuhan berikan untuk dijaga. Didikan berupa nasihat yang baik akan menuntun dan mengarahkan mereka ke jalan yang benar. Marilah kita menanamkan ajaran-ajaran yang baik dan benar kepada anak-anak kita, supaya mereka hidup menurut kebenaran firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berkatilah kedua orang tuaku. Berilah aku hikmat-Mu sehingga apapun yang aku pikirkan, katakan dan perbuat pada akhirnya mampu membanggakan kedua orang tuaku. Amin. (Dod).
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahANUGERAHMari kita membaca Firman Tuhan dariAMSAL 8: 35Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.Wonder Kids, apakah kalian pernah bertukar barang? Misalnya, apakah kalian pernah melihat papa dan mama menukar mobil lama dengan mobil baru? Caranya begini: Kalau kamu memberikan barang ini kepadaku, aku akan memberikan barang itu kepadamu.Tahukah kalian? Ada agama yang mengajarkan manusia berusaha berbuat baik supaya bisa masuk surga. Mereka percaya kalau kita melakukan sesuatu untuk tuhan mereka, maka tuhan mereka akan melakukan sesuatu untuk kita.Tapi Kekristenan tidak seperti itu. Kita tidak bisa tukar-menukar dengan Allah, karena kita tidak punya apa-apa yang bisa ditawarkan kepada-Nya. Walaupun kita pergi ke Gereja, berdoa, membaca Alkitab, atau menolong orang lain, semua itu tidak cukup untuk 'ditukar' dengan anugerah Allah. Anugerah Allah adalah pemberian cuma-cuma, yang tidak tergantung dari perbuatan kita. Anugerah Allah diberikan karena Allah penuh kasih dan kemurahan hati.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, saat Natal hampir tiba, banyak orang melihat Kekristenan. Gunakan waktu Natal untuk menceritakan tentang Tuhan Yesus. Ceritakan mengapa Dia datang ke dunia. Tunjukkan sukacita dan kasih kalian lewat tindakan kalian, bukan hanya kata-kata. Ketika kalian hidup dengan sukacita dari Tuhan Yesus, orang-orang akan melihat hal itu!Mari kita berdoaBapa, terima kasih karena Engkau adalah sumber kehidupan. Tolong aku selalu mencari Engkau dan menemukan kebijaksanaan dalam setiap langkahku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, KETIKA KITA MENCARI DAN MENERIMA KEBIJAKSANAAN, KITA AKAN MENEMUKAN HIDUP YANG SEJATI DAN KASIH KARUNIA DARI TUHAN. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 21 Desember 2025Bacaan: "Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya." (Galatia 6: 7)Renungan: Gary Player adalah seorang pegolf yang lain dari yang lain. Jika pegolf rata-rata memiliki tubuh yang tinggi, Gary justru memiliki tubuh yang mungil. Ketika Gary masuk ke lapangan, komentator selalu berkata, "Si Kecil Gary". Pada tahun 1978, Gary berhasil memenangkan kejuaraan The Golf Masters. Memang tubuhnya hanya setengah dari pegolf yang lain. Namun yang menjadi rahasia kemenangannya adalah dia bekerja lebih keras dari pada pegolf yang lain. Ketika pegolf lain beristirahat, maka dia tetap berlatih untuk menyempurnakan pukulan-pukulannya. Karena kerja kerasnya itulah Gary mampu memenangkan tiga medali emas pada The Masters berikutnya selama tiga kali berturut-turut. Banyak orang menganggap bahwa Gary adalah seorang yang beruntung. Namun kenyataannya, tidak sama sekali. Gary berkata, "Semakin keras saya berlatih, semakin mujur saya." Kesuksesan bukan terletak pada suatu kebetulan. Tidak mungkin orang menuai tanpa menabur terlebih dahulu. Semakin banyak menabur maka semakin banyak pula dia akan menuai. Kesuksesan dan keberuntungan akan datang pada mereka yang berusaha keras untuk bekerja dan memberikan yang terbaik dari diri mereka. Kesuksesan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan kapasitas diri kita. Ketekunan, kegigihan, kesabaran dan hikmat adalah sesuatu yang mutlak diperlukan. Kemujuran adalah saat di mana kesempatan bertemu dengan kesiapan. Siapkan diri kita dengan pondasi kesuksesan dan ketrampilan yang terus diasah, maka kesempatan dan kemujuran itu akan selalu berpihak pada kita. Dan jangan lupa, apapun pekerjaan kita, lakukanlah sesuai dengan Firman Tuhan sebab itulah kunci keberuntungan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan semangat yang baru dan kerajinan yang baru, sehingga apapun yang aku kerjakan dapat menghasilkan kesuksesan yang berguna bagi banyak orang. Amin. (Dod).
Dalam dunia manajemen dan penyelesaian masalah, metode "5 Whys" telah lama menjadi primadona karena kesederhanaannya. Kita diajarkan bahwa dengan bertanya "mengapa" sebanyak lima kali, kita akan secara otomatis sampai pada akar penyebab masalah. Namun, dalam realitas organisasi yang kompleks, metode linear ini sering kali gagal menangkap gambaran besar. Masalah di dunia nyata jarang sekali menyerupai rantai lurus; mereka lebih mirip jaring labirin yang saling bertautan, di mana satu kejadian dipicu oleh berbagai faktor yang saling memengaruhi secara simultan. Kelemahan utama dari pendekatan 5 Whys yang tradisional adalah kecenderungannya untuk mencari satu penyebab tunggal atau "peluru perak." Sering kali, tim berhenti pada jawaban yang nyaman seperti "kesalahan manusia" atau "kurangnya pelatihan." Padahal, dalam kacamata systems thinking, manusia hanyalah komponen dalam sebuah sistem. Jika kita hanya menyalahkan individu tanpa memperbaiki desain sistem di belakangnya, kita sebenarnya hanya sedang memadamkan api sementara, sementara puntung rokok yang menyebabkannya masih terus menyala di sudut yang tidak terlihat. James C. Paterson dalam konsep "Beyond the Five Whys" mengajak kita untuk beranjak dari pemikiran linear menuju pemikiran sistemik. Alih-alih hanya mengikuti satu jalur tanya-jawab, kita didorong untuk melihat masalah melalui "tiga kaki" penyebab: penyebab langsung, kegagalan deteksi, dan kelemahan sistemik atau budaya. Dengan cara ini, seorang fasilitator dapat membantu tim melihat bahwa sebuah kesalahan teknis bisa jadi berakar dari kebijakan anggaran yang kaku atau budaya kerja yang mengabaikan keselamatan demi kecepatan. Penerapan "Beyond 5 Whys" yang efektif menuntut ketegasan logika yang kita sebut sebagai "Uji Balik" atau Reverse Test. Sebuah rantai penyebab hanya dianggap valid jika kita bisa membacanya dari arah berlawanan menggunakan logika "Jika-Maka." Jika kita mengatakan "kabel putus menyebabkan mesin mati," maka secara logika "mesin mati harus bisa dijelaskan oleh kabel yang putus." Jika ada celah dalam logika ini, berarti ada faktor tersembunyi yang belum terungkap, dan di situlah kedalaman analisis dimulai. Salah satu tantangan terbesar bagi seorang fasilitator adalah menghindari "lompatan logika" yang prematur. Peserta sering kali ingin cepat-cepat menyimpulkan bahwa masalahnya adalah "budaya perusahaan yang buruk." Meskipun mungkin benar, jawaban tersebut terlalu abstrak untuk diperbaiki. Pendekatan yang mendalam memaksa kita untuk menelusuri tangga penyebab setapak demi setapak—dari suhu ruangan yang panas, menuju AC yang mati, hingga pemotongan anggaran perawatan—sehingga solusi yang dihasilkan bersifat konkret dan dapat dieksekusi. Selain itu, kita harus menyadari bahwa satu masalah bisa memiliki banyak akar penyebab yang bercabang. Dalam systems thinking, kita tidak hanya mencari satu jalur "Why," tetapi membangun sebuah pohon penyebab. Sebuah kegagalan operasional mungkin disebabkan oleh kombinasi antara desain alat yang buruk DAN kelelahan staf DAN prosedur yang ambigu. Dengan mengakui multi-kausalitas ini, organisasi tidak lagi terjebak pada solusi dangkal yang hanya mengobati satu gejala saja. Pergeseran dari 5 Whys biasa menuju analisis yang lebih dalam juga berdampak pada budaya organisasi. Ketika fokus beralih dari "siapa yang salah" menjadi "mengapa sistem ini membiarkan kesalahan terjadi," rasa takut akan digantikan oleh rasa ingin tahu. Karyawan akan lebih terbuka melaporkan anomali karena mereka tahu bahwa tujuan analisis ini adalah untuk membangun lingkungan kerja yang lebih tangguh, bukan untuk mencari kambing hitam di akhir sesi rapat. Seorang fasilitator profesional berperan sebagai "detektif sistem" yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan sakti untuk menggali lebih dalam. Pertanyaan seperti "Apa yang membuat tindakan ini terasa masuk akal bagi operator saat itu?" dapat membuka tabir tentang tekanan kerja atau instruksi yang membingungkan. Tugas fasilitator bukan memberikan jawaban, melainkan menjaga agar senter analisis tetap menyoroti sudut-sudut organisasi yang paling gelap dan paling jarang diperiksa. Pada akhirnya, efektivitas dari metode "Beyond 5 Whys" diukur dari ketahanan solusi yang dihasilkan. Jika masalah yang sama tidak lagi muncul dalam enam bulan ke depan, berarti kita telah berhasil menyentuh akar sistemiknya. Namun, jika masalah terus berulang dengan aktor yang berbeda, itu adalah sinyal bahwa kita masih bermain-main di permukaan. Kedalaman adalah kunci dari keberlanjutan, dan keberlanjutan adalah tujuan akhir dari setiap upaya perbaikan sistem. Sebagai penutup, memahami logika di balik pertanyaan "mengapa" adalah tentang melatih kerendahan hati untuk mengakui bahwa dunia ini tidak sesederhana yang terlihat. Dengan melampaui angka lima dan melangkah menuju pemahaman sistemik, kita tidak hanya memperbaiki proses, tetapi juga sedang meningkatkan kecerdasan kolektif organisasi kita. Mari kita berhenti hanya bertanya "mengapa" dan mulai bertanya "bagaimana sistem ini bekerja," agar setiap solusi yang kita lahirkan benar-benar menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih baik.
Operasi tangkap tangan kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi.Kali ini, yang terjaring adalah oknum penegak hukum—pilar yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keadilan dan integritas hukum di negeri ini.OTT ini bukan sekadar penindakan, tapi juga alarm keras bagi sistem penegakan hukum kita. Ketika aparat yang diberi kewenangan justru menyalahgunakannya, kepercayaan publik ikut dipertaruhkan. Pertanyaannya kemudian, mengapa kasus seperti ini terus berulang? Dan yang lebih penting, bagaimana mencegahnya agar tidak terjadi lagi?Penguatan pengawasan internal menjadi kunci pertama. Lembaga penegak hukum perlu memastikan sistem kontrol berjalan efektif, transparan, dan bebas kompromi.Kedua, integritas tidak cukup diajarkan—ia harus ditegakkan. Rekrutmen, promosi, hingga penempatan jabatan harus berbasis rekam jejak dan merit, bukan relasi atau kepentingan.Ketiga, hukuman yang tegas dan konsisten bagi pelanggar menjadi pesan penting bahwa tidak ada ruang toleransi bagi korupsi, siapa pun pelakunya.Dan terakhir, perlindungan bagi pelapor harus diperkuat, agar budaya diam bisa diubah menjadi budaya berani melapor.OTT KPK seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh, bukan sekadar sensasi sesaat.Karena keadilan hanya akan bermakna, jika mereka yang menegakkannya juga bersih dan berintegritas.TALK :: Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan & Pegiat Antikorupsi Lembaga Koordinasi Pemberantasan Korupsi (LKPK) - Bejo Suhendro
Menjadi seorang Listening Leader bukan sekadar tentang diam saat orang lain berbicara, melainkan sebuah kompetensi strategis yang mengubah dinamika organisasi. Menurut Janie van Hool, Listening Leader adalah pemimpin yang secara aktif menciptakan kondisi di mana orang lain merasa aman secara psikologis untuk berkontribusi. Di tengah era digital yang penuh distraksi, kemampuan untuk benar-benar hadir (presence) menjadi langka namun krusial. Pemimpin jenis ini memahami bahwa mendengarkan adalah fondasi dari kepercayaan; tanpa kemampuan untuk mendengar apa yang tersirat di balik kata-kata—emosi, ketakutan, dan harapan tim—seorang pemimpin akan kehilangan koneksi dengan realitas yang ada di lapangan, yang pada akhirnya menghambat inovasi dan keterlibatan karyawan. Metodologi menjadi Listening Leader menuntut disiplin kognitif yang ketat, dimulai dari kemampuan mendengar diri sendiri (mindfulness) untuk mengelola bias internal yang sering menghakimi. Van Hool memperkenalkan teknik praktis seperti Speaker/Listener Technique untuk memastikan pemahaman yang akurat tanpa interpretasi dini, serta penggunaan "pertanyaan yang berminat" (interested questions) untuk menggali kedalaman percakapan. Lebih jauh lagi, pemimpin ini juga harus terampil dalam aspek penyampaian pesan; mereka menggunakan struktur komunikasi yang jelas (Logos, Ethos, Pathos) dan menguasai dinamika vokal (VAPER: Volume, Articulation, Pitch, Emphasis, Rate) agar diri mereka sendiri layak untuk didengar. Ini mematahkan mitos bahwa mendengarkan adalah aktivitas pasif, melainkan sebuah pertukaran energi yang dinamis dan terencana. Pada akhirnya, dampak dari kepemimpinan yang mendengarkan melampaui kepuasan karyawan semata; ini adalah tentang efisiensi bisnis dan kelincahan organisasi. Ketika pemimpin mendengarkan dengan empati kognitif—memahami perspektif tanpa larut dalam emosi—mereka dapat meredakan resistensi terhadap perubahan dan menavigasi konflik dengan lebih elegan. Listening Leadership berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan strategi perusahaan dengan eksekusi di lapangan. Dengan memvalidasi pengalaman manusia di dalam tim, seorang pemimpin tidak hanya mendapatkan loyalitas, tetapi juga membuka pintu bagi solusi-solusi kreatif yang mungkin terlewatkan dalam budaya kerja yang hanya berfokus pada hierarki dan instruksi satu arah.
Seni framing dalam negosiasi sejatinya mirip dengan pekerjaan seorang fotografer profesional; realitas objeknya sama, namun angle atau sudut pengambilan gambar menentukan apakah hasilnya sebuah kekacauan yang membosankan atau mahakarya yang memikat. Dalam keseharian, framing bukanlah tentang memanipulasi kebenaran, melainkan tentang memilih bingkai mana yang paling tepat untuk menyajikan fakta agar diterima dengan baik oleh lawan bicara. Sebuah gelas yang berisi air setengah bisa dibingkai sebagai "hampir habis" untuk memicu urgensi, atau "setengah penuh" untuk membangun optimisme. Kemampuan untuk menyoroti aspek tertentu dari sebuah masalah—dan membiarkan aspek lain menjadi latar belakang—adalah kunci untuk mengubah resistensi menjadi kooperasi tanpa mengubah fakta dasar sedikitpun. Dalam konteks profesional dan pekerjaan, framing berfungsi sebagai mekanisme saving face (menjaga muka) yang paling ampuh. Seringkali, kebuntuan dalam rapat direksi atau konflik antar-divisi terjadi bukan karena substansi masalahnya, melainkan karena ego yang terancam oleh penyampaian yang terlalu tumpul. Seorang negosiator ulung tidak akan mengatakan, "Ide Anda gagal total," yang memicu pertahanan diri; sebaliknya, ia akan membingkainya kembali menjadi, "Kita telah menemukan cara yang belum berhasil, mari gunakan data ini untuk memitigasi risiko di fase berikutnya." Dengan mengubah narasi dari "kesalahan personal" menjadi "pembelajaran sistemik," kita mengizinkan rekan kerja atau atasan untuk menyetujui solusi baru tanpa merasa kehilangan wibawa, mengubah dinamika "Anda vs Saya" menjadi "Kita vs Masalah." Pada akhirnya, penguasaan teknik framing melampaui sekadar taktik taktis untuk memenangkan perdebatan; ia adalah manifestasi tertinggi dari empati strategis. Baik saat menegosiasikan gaji, menyelesaikan konflik sumber daya alam, atau sekadar memutuskan tujuan liburan keluarga, framing memaksa kita untuk masuk ke dalam sepatu orang lain dan melihat dunia dari lensa ketakutan serta harapan mereka. Ketika kita membingkai proposisi kita sebagai jawaban atas kebutuhan mereka—bukan sekadar tuntutan ego kita—kita tidak sedang mengalahkan lawan, melainkan sedang merangkul mitra. Inilah esensi negosiasi yang elegan: mencapai tujuan sendiri dengan cara membuat orang lain merasa bahwa merekalah yang menang.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 17 Desember 2025Renungan: "Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!" (1 Korintus 6:15) Renungan: Pernahkah kita tinggal di dalam satu rumah selama bertahun-tahun lamanya, di mana di dalam rumah itu terjadi banyak kenangan manis bersama keluarga? Di mana di dalam rumah itu pernah hidup salah satu anggota keluarga kita yang begitu kita cintai, namun kini telah tiada? Bagaimanakah perasaan kita ketika kita harus meninggalkan rumah itu dan pindah ke daerah lain? Apa yang akan kita rasakan ketika harus melupakan untuk selamanya semua memori akan rumah tersebut? Namun itu semua akan menjadi semakin berat ketika kita harus meninggalkannya karena suatu paksaan. Misalnya ketika batas waktu kontrak sudah habis dan kita tidak mampu untuk memperpanjang. Atau ketika kita kehilangan rumah akibat banjir besar, kebakaran, dan bencana lainnya. Kita tidak menginginkan hal itu terjadi, kita tetap sangat ingin tinggal di dalam rumah tersebut, namun kita terpaksa merelakan kehilangan semua yang manis itu. Dan lagi jika rumah yang dulu kita tempati kini dipakai menjadi sarang kejahatan, seperti diubah menjadi tempat perjudian oleh pemilik yang baru, atau menjadi tempat yang diisi oleh hal-hal yang tidak baik lainnya. Bukankah akan terasa sangat menyakitkan? Hal yang sama juga bisa dirasakan oleh Roh Kudus. Dikatakan di dalam 1 Kor 6:19, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" Firman Tuhan berkata bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus sendiri, yang artinya tubuh kita merupakan tempat kediaman Roh Kudus. Dalam bahasa lainnya, tubuh kita adalah rumah-Nya Roh Kudus. Bayangkan betapa kita mendukakan hati Roh Kudus ketika kita "mengusirNya" dari rumahNya sendiri. Dengan cara apa? Dengan mengisinya melalui segala tindakan jahat dan keji di hadapan Tuhan! Percabulan menjadi contoh dari hal ini. Ketika kita mengotori diri kita dengan percabulan. secara otomatis kita telah mengusir Roh Kudus dari dalam tubuh kita. Paulus mengatakan bahwa kita telah dibeli oleh darah Kristus, dan karenanya kita telah lunas dibayar! Jadi perintah Tuhan selanjutnya adalah agar kita bisa memuliakan-Nya dengan tubuh kita, membuat-Nya tetap nyaman tinggal di dalam kita, dan bukan mengusir Nya keluar dengan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan-Nya! Jadilah pekerja Tuhan yang melayani Tuhan dan memuliakan Dia lewat pekerjaan tubuh kita, sehingga Roh Kudus tidak perlu didukakan hati-Nya oleh tindakan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Ya Allah Roh Kudus, berdiamlah selalu di dalam hatiku, teruslah bernaung dan menjadi Juru Mudi dalam hidupku. Amin. (Dod).
Rekrutmen yang adil tidak hanya diukur dari prosedur yang terlihat terbuka, tetapi dari kesetaraan akses sejak awal. Ketika relasi keluarga atau kedekatan personal menjadi jalur masuk informal, proses seleksi kehilangan objektivitasnya.Dalam konteks ini, nepotisme bukan sekadar persoalan etika individu, melainkan kegagalan sistemik dalam menjamin prinsip meritokrasi.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 16 Desember 2025Bacaan: Katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (Ayub 1:21 )Renungan: Suatu ketika ada seseorang yang kehilangan orang yang sangat dikasihinya, yaitu ayah angkatnya. Bagian yang paling membuat kejadian ini begitu menyakitkan adalah ketika ayah angkatnya meninggal ia sedang berada di Israel. Ketika ia kembali dari Israel, ayah angkatnya sudah dimakamkan, dan yang bisa ia lihat hanyalah tanah pemakamannya. Waktu itu ia berpikir bahwa Tuhan kejam sekali. Ia berdoa di beberapa gereja yang dikunjunginya di Israel untuk kesembuhan beliau dari sakit kanker hidungnya, namun Tuhan malah mengambil nyawanya. Awalnya ia marah, kecewa, sedih, dan sakit hati, namun ia mendengarkan beberapa nasihat keluarga dan sahabat. Mereka semua berkata bahwa Tuhan mengambilnya di saat yang paling tepat, yaitu ketika ia tidak ada. Mungkin Tuhan tidak ingin ia terlalu bersedih melihat kematiannya. Di sisi lain, Tuhan juga sudah mengakhiri penderitaan yang beliau alami karena kankernya. Ketika peristiwa ini terjadi, beberapa sahabat mengingatkannya akan kisah Ayub. Memang tidak akan pernah ada bencana terbesar yang terjadi di dalam sebuah keluarga dari pada bencana yang Ayub alami. Kehilangan harta kekayaan, mengalami penyakit kulit yang menjijikkan, dan kematian dari kesepuluh anak-anaknya dalam sekejap saja. Namun apa yang menjadi reaksi Ayub ketika hal ini terjadi sungguh mengejutkan. Ayub mengoyakkan jubahnya, mencukur rambut kepalanya, bersujud sambil menyembah dan dengan lantang berseru, "TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Bukankah ini merupakan suatu hal yang sangat luar biasa? Dalam keadaan hati yang sangat sesak dan duka yang mendalam, Ayub masih menyadari bahwa segala sesuatunya adalah milik Tuhan. Termasuk dirinya sendiri, kekayaan, maupun anak-anaknya. Dari pelajaran akan kisah Ayub ini ia akhirnya mulai mencoba mengerti bahwa memang Tuhan tahu yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Setiap nyawa manusia ada di tangan-Nya, dan Dialah yang empunya segalanya. Karena itu, ia belajar untuk mengucap syukur dan percaya bahwa saat ini ayah angkatnya sudah mengalami kebahagiaan bersama dengan Tuhan. Rasa kehilangan dan kesepian memang ia alami, tetapi pengalaman intim bersama Tuhan dapat memulihkan kondisi hatinya seperti semula. Penuh sukacita dalam kuasa Tuhan! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hiburkanlah setiap hati yang saat ini sedang mengalami kedukaan. Berikan kekuatan bagi mereka untuk tetap melanjutkan kehidupan ini tanpa kesedihan yang berlarut-larut. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Erna Lolan dan Hendrik Monteiro dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Zefanya 3: 1-2.9-13; Mazmur tg 34: 2-3.6-7.17-18.19.23; Matius 21: 28-32.KESELAMATAN KEPADA SEMUA ORANG YANG HINA DINA Tema renungan kita pada hari ini ialah: KeselamatanKepada Semua orang Yang Hina Dina. Nabi Zefanya menubuatkan sesuatu yang kerapterasa terbalik dari logika dunia. Ia menyampaikan bahwa Tuhan tidak berpihakpada kesombongan, kekuasaan yang menindas, atau rasa aman palsu yang dibangunmanusia atas kekuatan dirinya sendiri. Justru Tuhan berjanji meninggalkan “sisaumat yang rendah hati dan miskin”, mereka yang tidak lagi mengandalkan kuasa,jabatan, atau nama besar, melainkan berharap sepenuhnya pada Tuhan.Keselamatan, menurut nubuat ini, lahir dari kerendahan hati, bukan darikeangkuhan. Zefanya dengan tegas mengingatkan bahwa orang-orangcongkak dan berkuasa yang menyalahgunakan kekuatan tidak hidup dalam berkatTuhan. Kekuasaan yang dipakai untuk menindas sesama justru menjauhkan manusiadari wajah Allah. Tuhan tidak terkesan oleh tampilan luar yang megah, tetapimemandang hati yang jujur dan remuk. Di hadapan-Nya, kesombongan adalah tembokyang menghalangi rahmat, sementara kerendahan hati membuka jalan bagikeselamatan. Pesan ini ditegaskan kembali oleh Yesus Kristus dalampewartaan-Nya. Yesus berkali-kali menunjukkan bahwa Kerajaan Allah dekat denganmereka yang tertindas, lapar, menangis, dan dianiaya. Ia berkata bahwa ketikaorang-orang kecil berseru kepada Allah, jeritan mereka tidak pernah diabaikan.Tuhan bukan Allah yang jauh dan tuli, tetapi Allah yang segera datang menolongketika ketidakadilan membuat manusia tak berdaya. Yesus sendiri hidup di tengah orang-orang yangdipinggirkan. Ia makan bersama pemungut cukai, menyentuh orang sakit, danmembela mereka yang diremehkan. Dalam setiap tindakan-Nya, Yesus menyingkapkanwajah Allah yang berpihak pada mereka yang tidak memiliki siapa-siapa selainTuhan. Di mata dunia mereka hina, tetapi di mata Allah mereka berharga dandikasihi. Kita dapat membayangkan seorang buruh kecil yang haknyadirampas, suaranya diabaikan karena tidak punya kuasa atau relasi. Ketika iaakhirnya hanya bisa berdoa dalam diam, Tuhan bekerja dengan cara yang tidakdisangka: hati orang-orang berubah, kebenaran terungkap, dan jalan keadilandibuka sedikit demi sedikit. Bukan karena kekuatannya, tetapi karena ia berserukepada Allah dengan hati yang jujur dan rendah serta penuh harapan. Keselamatan yang dijanjikan Tuhan bukan milik merekayang merasa paling kuat, melainkan milik mereka yang berani berharap kepadaAllah di tengah kelemahan dan kesulitan. Dalam kerendahan hati itulah, Tuhanmenyatakan keselamatan-Nya kepada semua orang yang hina dina. Marilah kita berdoa … Dalamnama Bapa … Ya Allah maha kuasa, mampukanlah kami berbuat seperti Yesus Kristusyang sangat berbelas kasih kepada orang-orang yang susah dan mederita.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam nama Bapa …
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahJANJI FIRMAN TUHANMari kita membaca Firman Tuhan dariYESAYA 9: 6Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.Wonder Kids, aku suka sekali kartu Natal!Kartu Natal itu seperti janji yang dicetak di atas kertas. Di dalamnya ada kebenaran yang indah tentang alasan kita merayakan kelahiran Tuhan Yesus lebih dari dua ribu tahun lalu:• Tuhan Yesus datang sebagai manusia, seperti kita, supaya kita bisa menjadi serupa Dia.• Malaikat masih bernyanyi dan bintang masih memanggil kita.• Allah sangat mengasihi kita, seolah-olah kita adalah satu-satunya yang Ia kasihi.Kartu Natal mengingatkan kita akan kasih Allah.Yohanes 3:16 berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal - Yohanes 3: 16”. MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, catat ucapan selamat Natal yang kamu terima tahun ini. Berapa banyak janji indah yang bisa kamu temukan dari ucapan selamat Natal tersebut? Jangan lupa doakan setiap orang yang mengirimkan ucapan selamat Natal tersebut. Ketika kamu mengirimkan ucapan selamat Natal, doakan penerima dan keluarganya juga. Mari kita berdoaTuhan Yesus, terima kasih atas karunia-Mu sebagai Penasihat Ajaib dan Raja Damai. Ajari aku untuk hidup dalam kasih dan damai. Kiranya aku dapat berbagi kasih dan kebaikan-Mu kepada teman-temanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, TUHAN YESUS ADALAH RAJA YANG MEMBAWA DAMAI DAN KASIH UNTUK SEMUA ORANG. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahMEMILIH UNTUK MENGAMPUNIMari kita membaca Firman Tuhan dariAMSAL 15: 9Jalan orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihi-Nya.Wonder Kids, pernahkah kamu disakiti?Mungkin orang tuamu pernah memarahimu padahal itu bukan salahmu. Atau gurumu tidak memperhatikanmu. Mungkin temanmu berhutang tapi membeli HP baru, atau kamu tidak diundang ke pesta ulang tahun teman. Itu membuat hatimu terluka dan kamu merasa marah.Sebagian dari dirimu ingin menangis, tapi sebagian lagi ingin marah atau melawan. Hatimu seperti terbakar oleh api kemarahan.Sekarang, kamu harus memilih:Apakah kamu akan memadamkan api di hati ini, atau malah membuatnya makin besar? Apakah kamu akan memaafkan dan melupakan, atau memilih untuk membalas dendam?Ingat, Wonder Kids:Balas dendam itu tidak baik, dan malah membuat hatimu semakin penuh dengan kemarahan. Tapi jika kamu memilih untuk mengampuni, hatimu akan terasa lebih ringan.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, jika kamu marah kepada seseorang, buatlah kartu Natal untuknya. Saat membuat kartu, berdoalah agar TUHAN membantumu mengampuni orang itu. Ketika kamu memberi kartunya, lepaskan semua amarahmu kepada TUHAN. Mari kita berdoaBapa, ajariku untuk mencintai jalan yang benar dan menjauhkan diriku dari jalan yang jahat. Bimbinglah langkahku agar selalu berkenan di hadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, TUHAN MENYUKAI ORANG YANG MEMILIH UNTUK HIDUP DENGAN CARA YANG BAIK DAN BENAR. Tuhan Yesus memberkati
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahSETIAP ANAK MEMILIKI NAMAMari kita membaca Firman Tuhan dariYOHANES 10: 14Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal AkuWonder Kids, tahukah kalian? Ketika seorang gembala memandang dombanya, dia mengenal setiap domba dengan baik. Setiap domba istimewa dan unik, bahkan gembala memanggil mereka dengan nama masing-masing.Kita sering melihat sekelompok orang sebagai kerumunan. Tapi Tuhan Yesus tidak seperti itu. Tuhan Yesus adalah Gembala yang Baik. Dia mengenal setiap orang dengan baik. Setiap wajah unik, spesial, dan memiliki cerita. Tuhan Yesus tahu nama setiap anak-Nya, termasuk namamu.Wonder Kids, Tuhan Yesus adalah Gembala yang selalu mengingat kita. Ia mengenal kita, tidak pernah melupakan kita, dan selalu memelihara kita dengan kasih.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, sebelas hari lagi kita akan memperingati hari Natal. Pilihlah satu orang setiap hari untuk didoakan. Pilih orang yang selama ini belum pernah kamu doakan. Tidak masalah jika kamu tidak mengetahui keperluan setiap orang, karena Allah mengetahuinya. Allah juga adalah Gembala bagi mereka.Mari kita berdoaTuhan Yesus, Engkau adalah Gembalaku yang baik. Ajar aku untuk mendengar suara-Mu dan mengikuti-Mu dengan setia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, TUHAN YESUS ADALAH GEMBALA YANG BAIK YANG MENJAGA DAN MENGASIHI KITA SEPERTI DOMBA-NYA. Tuhan Yesus memberkati
Paradoks di dalam Alkitab yang dapat menjadi prinsip hidup dalam Kerajaan Allah adalah,Pertama. Untuk hidup kita harus mati, yang berbicara tentang bertobat dan meninggalkan kehidupan lama untuk beralih menjadi ciptaan baru, yang mau hidup berdasarkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Kedua. Ketika kita lemah justru kita kuat yang berbicara tentang meluluhkan ego, meningkatkan kebergantungan kita pada Dia, serta nantinya membuka lebar pintu kuasa-Nya untuk dinyatakan di dalam hidup kita. Ketiga. Memberi lebih membahagiakan daripada menerima. Keempat. Untuk menjadi besar harus menjadi pelayan, hiduplah rendah hati. Kelima. Orang miskin di hadapan Allah memiliki Kerajaan Surga, milikilah sikap selalu membutuhkan Dia, apa pun keadaan yang sedang kita alami. Kristus menjadi lemah untuk menguatkan kita, mati agar kita hidup, memberi diri-Nya agar kita dapat menjadi kaya di dalam kasih, serta rela menjadi Hamba untuk menyelamatkan kita. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Paradoks dalam Alkitab” di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 7 Desember 2025.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahANAK-ANAK-NYAMari kita membaca Firman Tuhan dariYOHANES 1: 12Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;Wonder Kids, Tahukah kamu bahwa kamu bisa menjadi anak Allah? Kamu tidak harus sempurna, tidak harus punya nilai bagus terus, atau selalu jadi anak paling baik. Allah menerima kita bukan karena kita hebat, tapi karena kita percaya kepada Tuhan Yesus.Alkitab berkata, “Semua orang yang menerima Tuhan Yesus dan percaya kepada-Nya, diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah.”Apa artinya menjadi anak Allah?• Kamu memiliki Bapa di surga yang selalu menyayangimu.• Kamu punya keluarga rohani di dalam gereja.• Kamu punya warisan di surga, tempat yang disiapkan Tuhan untukmu.Menjadi anak Allah adalah anugerah, bukan hasil dari perbuatan kita. Sama seperti bayi tidak bisa memilih siapa orang tuanya, kita juga tidak bisa memilih untuk jadi anak Allah dengan usaha sendiri. Itu adalah pemberian dari Allah.MARI BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANCoba bayangkan ini: Seorang anak diadopsi oleh keluarga baru. Ia diberi nama keluarga itu, dirawat dengan kasih sayang, dan dijanjikan rumah yang aman. Begitu juga dengan kita. Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus:• Kita diberi identitas baru sebagai anak Allah.• Kita dipelihara oleh kasih-Nya.• Kita dijanjikan tempat di surga.Hari ini, renungkan betapa bersyukurnya kita karena boleh menjadi bagian dari keluarga Allah.Mari kita berdoa,Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menjadikanku anak-Mu. Ajar aku untuk hidup sesuai dengan kehendak-Mu, dan bersyukur atas anugerah yang besar ini. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.Wonder Kids, Kamu bukan anak sembarangan. Kamu adalah anak Allah yang dikasihi, dipilih, dan dijaga oleh-Nya. Jangan lupa bersyukur hari ini karena kamu tidak sendirian—kamu adalah bagian dari keluarga Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
broadcaster angel said “they didn't choose you because you're not enough, they didn't choose you because you're too much for their small world.”podcast ini adalah perjalanan tentang nilai, cinta, dan keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri, bahkan ketika tidak dipilih.Karena pada akhirnya, bukan tentang siapa yang memilihmu, tapi tentang bagaimana kamu tetap memilih dirimu sendiri.
Dalam mitologi Yunani, Raja Midas mendapat berkah dari dewa Dionysos: segala yang disentuhnya akan berubah menjadi emas. Midas bergembira. Ia menyentuh pohon, batu, bahkan istananya—semua berkilau keemasan. Namun kegembiraan itu tak berlangsung lama. Ketika ia hendak makan, roti berubah jadi emas. Anggur mengeras di tangannya. Yang terburuk: ketika ia memeluk putrinya, sang buah hati membeku menjadi patung emas. Apa yang semula tampak sebagai berkah justru menjadi kutukan paling mengerikan. Seperti itulah sawit!
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 12 Desember 2025Bacaan: Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23) Renungan: Sebelum era permainan digital menjadi sangat canggih, semua dimulai dengan permainan yang sederhana yang diciptakan oleh seorang ilmuwan Amerika Serikat yang bernama William Higinbotham. Video game pertama di dunia yang dibuat secara grafik tersebut benama "Tennis For Two", pada tahun 1958. Permainan ini dapat dimainkan oleh dua orang yang akan melakukan simulasi pertandingan tenis dan ping pong yang ditampilkan pada sebuah siloskop. Hal menarik dari game pertama di dunia ini adalah tujuan awal dibuatnya yang tidak dimaksudkan untuk keperluan komersial. Permainan ini tadinya bukan untuk dijual secara umum. Awalnya dibuat untuk dimainkan para pengunjung Laboratorium Nasional Brookhaven, di mana William bekerja, agar mereka tidak bosan selama berkunjung. Siapa sangka bahwa hal sederhana yang awalnya hanya diciptakan untuk menghilangkan kebosanan, ternyata menjadi cikal bakal banyak video game. Pencapaian dan penemuan besar memang sering diawali dengan hal kecil, juga kegagalan. Kita tidak bisa berharap untuk memperoleh hasil yang besar dan menakjubkan hanya dengan sekali usaha. Tidak ada yang instan, baik di dalam pekerjaan, kuliah, keluarga, dan pelayanan. Segala jenis pencapaian dan kesuksesan yang kita harapkan terjadi melalui berbagai tantangan dan kesulitan. Jangan lelah mencoba. Jangan hanya sekali atau dua kali kegagalan membuat kita lemah iman dan semangat, sehingga tidak mau mencoba lagi. Mintalah kekuatan dari Tuhan, sehingga mampu meneruskan usaha kita yang mengalami kegagalan. Coba lagi dengan melakukan perubahan, dalam arti mempelajari kesalahan kita dan menghindarinya pada usaha selanjutnya. Kerjakan bersama Tuhan dan seperti untuk Tuhan. Ketika kita mengerjakan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan, maka kita akan mendapatkan kekuatan baru. Kita harus semakin bersemangat mengerjakan hal tersebut dan berikan yang terbaik untuk Dia. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas talenta dan bakat yang Engkau berikan kepadaku. Bantulah aku untuk mengembangkannya sesuai kehendak-Mu, sehingga melalui talenta dan bakatku, aku dapat memberkati banyak orang dan semakin memuliakan nama-Mu. Amin. (Dod).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Elan Parera dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 48: 17-19; Mazmur tg 1: 1-2.3.4.6; Matius 11: 16-19.SENADA, SEIRING,DAN SEJALAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Senada, Seiringdan Sejalan. Seoranganak kecil diajak ayahnya untuk belajar berjalan di jalan setapak. Ayahnyamemegang tangan si kecil, menuntun pelan-pelan. Bila anak itu mengikuti langkahayahnya—senada, seiring, dan sejalan—mereka tiba di tujuan dengan aman, bahkanmenikmati perjalanan. Tetapi bila anak itu menarik diri, menolak, ataumelangkah ke arah lain, ia bisa tersandung atau tersesat. Ayahnya tetapmengasihi, tetapi perjalanan menjadi sulit. Begitu pula Tuhan: kasih-Nya selalu lebih dulumengulurkan tangan. Pertanyaannya, apakah kita mau berjalan seiring dengan-Nya?Saat kita memilih taat, kita menemukan bahwa kehendak Tuhan selalu membawa padasukacita dan keselamatan. Tuhanmenghadirkan dunia dan seluruh perjalanan hidup manusia dalam irama kasih yangtak pernah putus. Segala sesuatu disediakan-Nya dengan kelimpahan: dari nafasyang kita hirup setiap pagi hingga kekuatan batin yang menguatkan langkah kitadalam kesulitan. Bacaan Kitab Suci sering menunjukkan bahwa kasih Tuhanitu bukan hanya pemberian, tetapi juga ajakan lembut agar manusia hidup dalamkeharmonisan dengan-Nya. Perintah-perintah Tuhan bukanlah beban, melainkan talipengikat yang menyatukan manusia dengan sumber hidupnya. Ketika Tuhanmemerintah dengan kasih, manusia diajak untuk menanggapi dengan kepatuhan penuhsyukur. Namun Yesus mengingatkan bahwa tidak selalu terjadikeselarasan antara kehendak Tuhan dan respons manusia. Ia mengambil contoh yangsangat sederhana tetapi menyentuh: para pemain musik meniupkan lagu gembira,tetapi orang-orang tidak menari; mereka memainkan lagu duka, tetapi tidak adayang meratap. Gambaran ini menunjukkan ketidaksesuaian batin manusia—seolahnada Tuhan mengalun, tetapi hati manusia memilih diam. Tuhan berbicara, tetapimanusia tidak mendengar; Tuhan mengajak, tetapi manusia tidak melangkah. Ketikatidak ada keselarasan, rahmat yang sebenarnya hendak mengalir pun terhambatoleh penolakan atau kelambanan hati manusia. Padahal, bila kehendak Tuhan dan kepatuhan manusiabertemu, akan lahir sebuah harmoni yang menghadirkan sukacita sejati. Ketaatanbukanlah kehilangan kebebasan, melainkan penyesuaian diri dengan rancanganterbaik yang Tuhan siapkan. Ketika manusia berjalan seiring dan sejalan denganfirman-Nya, hidup menjadi lebih ringan. Ada rasa aman dalam setiap langkah,sebab manusia tahu ia sedang bergerak dalam arah yang benar. Di sanalahkeselamatan bukan sekadar janji jauh, tetapi pengalaman sehari-hari yang memberikandamai. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan, bantulah danmampukanlah kami agar kami selalu berusaha untuk sejalan dengan kehendak-Mu danakhirnya mencapai keselamatan yang Engkau sudah tetapkan bagi kami. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga besar. Judul renungan hari ini adalahBERDOALAHMari kita membaca Firman Tuhan dariYAKOBUS 5: 13Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!Wonder Kids, apakah kamu ingin tahu bagaimana cara berdoa lebih baik? Caranya adalah dengan berdoa! Tidak perlu kuatir tentang isi doamu, cukup berdoa. Pelajaran doa di Sekolah Minggu memang bagus, tapi kamu akan lebih mahir jika kamu sering mempraktekkan doa sendiri.Kamu bisa berdoa kapan saja dan di mana saja. Saat sedang duduk atau berdiri, ucapkan doamu di dalam hati atau dengan suara. Tidak masalah bagaimana kamu berdoa, yang penting kamu mau berdoa. Ingat, lebih baik berdoa dengan canggung daripada tidak berdoa sama sekali.Allah selalu mendengar setiap doa.Semakin sering kamu berdoa, semakin mudah bagi kamu untuk melakukannya. Lama-kelamaan, doa akan terasa seperti bicara dengan sahabat terbaikmu.MARI KITA BERTUMBUH DI DALAM ANUGERAH TUHANWonder Kids, apa yang membuatmu ingin berdoa? Apakah alam semesta? Orang-orang yang disekitarmu? Bintang yang menyala di atas pohon Natal? Tuliskan hal-hal yang membuatmu ingin berdoa di buku harianmu, berikut isi doamu. Setiap minggu baca lagi tulisanmu dan lihat bagaimana Allah telah menyatakan diri di dalam hidupmu.Mari kita berdoaBapa yang baik, saat aku dalam kesulitan, ajari aku untuk berdoa. Ketika aku bahagia, tolong aku untuk menyanyikan pujian kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, KETIKA KITA MERASA SEDIH ATAU BAHAGIA, MARI BELAJAR UNTUK SELALU BERDOA KEPADA TUHAN. Tuhan Yesus memberkati
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 9 Desember 2025Bacaan: "Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Markus 11:25)Renungan: Ketika kita mengampuni seseorang, kita menyuruhnya pergi dan melepaskannya ke dalam tangan Allah, satu-satunya Hakim. Dengan berbut demikian, kita memilih untuk tidak lagi menjadi hakim atas orang tersebut. Mengampuni bukanlah hanya masalah perasaan, melainkan keputusan untuk mau atau tidaknya mengampuni. Ketika kita menyadari bahwa semua manusia tidak luput dari kesalahan dan kita memutuskan untuk memaafkan, itulah pengampunan yang sebenarnya. Seseorang berkata, "Mengampuni berarti melupakan suatu pelanggaran dan memperlakukan orang yang melanggar sebagai tidak bersalah." Begitu kita mengampuni, kita akan merasa damai dan bebas. Mengampuni adalah kunci untuk memancarkan dan menciptakan sukacita di hati. Tuhan sudah mengampuni dosa kita dengan pengorbanan-Nya di kayu salib, kini tugas kita adalah melanjutkan pengampunan itu kepada orang yang pernah menyakitkan kita. Kalau Yesus yang adalah Allah mau mengampuni kita, lalu siapakah kita jika kita tetap berkeras hati untuk tetap menyimpan dendam dan tidak mau mengampuni? Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk pengorbanan-Mu di kayu salib. Hal itu Kau lakukan karena cinta-Mu kepadaku agar aku dapat dibebaskan dari belenggu dosa. Kini ajarilah aku untuk mengampuni seseorang yang telah melukai hatiku. Dia juga telah menghancurkan hidupku. Namun kini aku mengerti bahwa jika Engkau izinkan hal itu terjadi atas diriku, maka sesungguhnya Engkau sedang mempersiapkan aku menjadi pribadi yang tangguh dan tahan uji. Amin. (Dod).
Di tengah kondisi darurat pascabanjir dan longsor di Aceh, Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan tegas bahwa kepala daerah yang meninggalkan daerahnya saat warganya tengah terdampak bencana — termasuk untuk kepentingan ibadah umrah — harus segera ditindak.Dalam rapat koordinasi penanganan bencana, Presiden bahkan meminta Kementerian Dalam Negeri untuk mencopot Mirwan M.S. dari jabatan Bupati Aceh Selatan. Sikap Presiden ini memicu perdebatan luas soal tanggung jawab moral dan hukum pejabat publik di saat krisis melanda.Sejauh mana kewajiban kepala daerah untuk selalu hadir dan memimpin langsung saat bencana? Kapan sanksi keras layak dijatuhkan, dan apa dasar hukumnya?Kami akan membahasnya bersama Pakar Otonomi Daerah IPDN, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 8 Desember 2025Bacaan: "Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepadamu, ke dalam bait Mu yang kudus." (Yunus 2:7) Renungan: Ketika Yunus berada dalam perut ikan, ia pun memanjatkan doanya, "Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepadamu, ke dalam bait Mu yang kudus." Tidak dapat dibayangkan bagaimana perih dan letihnya hati Yunus ketika ia memanjatkan doa tersebut. Doa itu menyadarkan kita, bahwa terkadang kita hanya ingat kepada Tuhan saat melalui masa sukar dan penderitaan. Menariknya, kasih Tuhan itu tidak dibatasi dengan kesalahan kita. Keluarbiasaan kasih Tuhan itu digambarkan melalui kisah seorang anak hilang yang pergi menghabiskan harta bapanya, setelah kehabisan uang dan mengalami penderitaan, ia pun kembali kepada bapanya dan bapanya menerimanya dengan penuh sukacita. Itulah gambaran kasih Tuhan, suatu hal yang sulit diterima oleh akal manusia. Kasih Tuhan tidak terhalang oleh apapun. Tuhan tidak menutup telinga di saat kita benar-benar tertekan, terdesak, butuh pertolongan-Nya dan merasakan keletihan jiwa.Ketika keletihan jiwa menerpa kita, seruan kepada Tuhan menjadi kemenangan yang akan menghampiri hidup kita. Adalah baik jika kita mengingat Tuhan ketika jiwa kita merasa letih. Tetapi lebih baik lagi, jika dalam keadaan aman dan nyaman, kita tetap memelihara hubungan dengan-Nya. Jangan hanya saat genting dan bahaya menyerang, kita baru berseru kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa: Tuhan Yesus, berikanlah kekuatan kepadaku saat aku mengalami keletihan jiwa. Ampuni aku kalau terkadang aku hanya mengingat dan mencari Engkau saat hidupku dalam bahaya dan terdesak oleh berbagai masalah. Kini sendengkanlah telinga-Mu dan dengarlah seruanku di masa kesesakanku ini. Jangan biarkan aku putus asa dalam menghadapi masalahku ini tetapi bersegeralah menolong aku. Yesus, kasihanilah aku yang saat ini mengalami keletihan jiwa. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 Desember 2025Bacaan: "Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah." (Mazmur 37:11)Renungan: Kerendahan hati merupakan kualitas karakter yang diajarkan oleh Tuhan. Banyak hal yang bisa menjadi ujian apakah kita memiliki kerendahan hati atau tidak. Ketika berhadapan dengan seseorang yang pengetahuannya tidak sebanyak yang kita punya, apakah kita mau mendengarkan pendapatnya? Apakah dengan rela kita mau diajar oleh orang yang usianya lebih muda dan pendidikannya lebih rendah dari kita? Ketika direndahkan, apakah kita berusaha membuktikan kehebatan kita? Kalau mau jujur, sesungguhnya tidaklah mudah untuk memiliki kerendahan hati, Di dalam diri manusia yang sudah dikuasai oleh tabiat dosa, selalu ada keinginan untuk menjadi yang utama, lebih hebat, menganggap diri paling hebat dan paling benar. Kerendahan hati terbentuk melalui tekad yang kuat, lalu melatih diri setiap hari dengan pertolongan Roh Kudus. Yesus yang adalah Putra Allah telah memberikan contoh kerendahan hati yang luar biasa, sehingga Ia mau turun ke dunia menjadi manusia dan menderita sampai wafat di kayu salib. Kalau Yesus yang adalah Allah saja mau bersikap rendah hati, lalu mengapa manusia yang hanya ciptaan Allah selalu cenderung bersikap tinggi hati? Mari kita terus melatih diri untuk bisa memiliki kerendahan hati, karena Tuhan akan meninggikan orang-orang yang rendah hati. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah kerendahan hati dalam diriku, agar kehadiranku dapat menjadi sabda yang hidup bagi orang-orang di sekitarku. Jangan biarkan kesombongan menguasaiku, karena aku hanyalah sebutir debu di hadapan-Mu. Yesus, biarkan aku semakin direndahkan agar Engkau semakin ditinggikan. Amin. (Dod).
Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 30 November 2025Bacaan: "Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia." (2 Tawarikh 16:9)Renungan: Tidak sedikit pengikut Yesus yang menganggap bahwa beribadah ke gereja di hari Minggu bukanlah keharusan. Hari Minggu sering dijadikan hari istirahat dan bersenang-senang setelah bekerja atau belajar selama 6 hari penuh. Kalaupun ke gereja, tidak sedikit yang datang terlambat. Seolah-olah beribadah di gereja bukan hal penting, sehingga bisa diremehkan. Padahal kita kalau berangkat ke tempat kerja atau sekolah lebih awal agar tidak terlambat. Mungkin juga kita akan memaksakan diri untuk tetap bekerja atau sekolah meskipun sakit, karena takut pada pimpinan atau takut ketinggalan pelajaran. Bagaimana dengan beribadah di gereja? Apakah kita juga sudah menerapkan ketaatan dan kedisiplinan yang sama untuk beribadah? Kerinduan yang besar untuk datang bersekutu dengan Tuhan melalui ibadah, merupakan salah satu patokan untuk mengukur kasih dan ketaatan kita kepada Tuhan. Jika kita menjadikan Tuhan sebagai harta yang paling berharga, maka hati kita akan melekat kepada-Nya, kita akan rindu bersekutu dengan Dia. Kehadiran untuk beribadah di gereja tidak dapat digantikan dengan apapun. Ketika kita datang untuk beribadah, kita telah menunjukkan kasih dan ketaatan kita kepada Tuhan, bahwa kita menghormati Dia lebih dari yang lain. Gantikan kemalasan dengan ketaatan, karena Tuhan mengasihi orang yang bersungguh hati kepada-Nya. "Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia." (2 Taw 16:9). Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, dari lubuk hatiku yang terdalam aku sungguh membutuhkan Engkau, tetapi godaan dunia kerap berusaha menjauhkan aku daripada-Mu sehingga aku melalaikan jam-jam ibadah dan jam doaku. Aku mengatakan bahwa aku mengasihi-Mu, tetapi sangat sedikit waktu yang kuberikan pada-Mu. Aku terlalu perhitungan waktu untuk-Mu, tetapi untuk hal-hal dunia, aku rela memberikan seluruh waktuku padanya. Yesus tambahkan cintaku pada-Mu, sehingga aku dapat memberikan waktu terbaikku untuk-Mu dan bukan sisa waktuku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 25 November 2025Bacaan: "Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong." (Mazmur 34:16) Renungan: Suatu hari dua murid Yesus sedang berjalan menuju Emaus. Mereka sibuk membahas apa yang sedang terjadi setelah Yesus wafat di kayu salib. Dalam perjalanan tersebut tiba-tiba Tuhan Yesus datang mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka, namun mereka tidak mengenal Dia. Sungguh sangat mengherankan bagaimana mungkin mereka berdua tidak mengenal Yesus, padahal baru 3 hari Yesus meninggalkan mereka. Rupanya ada sesuatu yang menghalangi mata mereka sehingga mereka tidak mengenal Tuhan Yesus. Sebagai murid yang ditinggal oleh gurunya, wajar bila mereka merasa ketakutan, sedih, kecewa dan hilang harapan. Rasa bingung dan putus asa itulah yang telah menutupi pandangan mereka sehingga mereka tidak mengenali Tuhan Yesus. Masalah yang menimpa kehidupan kita, bisa menghalangi kita memandang Tuhan. Tuhan seolah hilang dalam hidup kita. Kalau kita jauh dari Tuhan pun, Ia seolah terlihat kecil. Oleh sebab itu, selalulah berusaha untuk mendekat kepada Tuhan. Ketika kita terus mengarahkan pandangan kepada Tuhan, kita akan bertambah kuat. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah menjauh, kita lah yang tidak setia. Tuhan selalu mengarahkan pandangan-Nya kepada kita anak-anak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, ketika masalah silih berganti menerpa hidupku, terkadang aku tidak bisa melihat bahwa Engkau ada di sampingku. Bahkan aku sering merasa bahwa Engkau meninggalkan aku dan membiarkan aku menjalani hidup ini sendirian. Ampuni aku Yesus, karena kini kutahu bahwa Engkau adalah Allah yang setia, yang selalu ada untuk setiap orang yang senantiasa mencari Engkau. Yesus, Engkaulah andalanku. Amin. (Dod).
Kaum Predator alias Yautja seringkali digambarkan sebagai ras pemburu bengis dan handal. Tapi Predator: Badlands ini bikin protagonis Yautja-nya jadi figur yang relatable dan mudah untuk didukung. The role reversal is unique, but also refreshing. Simak pembahasannya di PretelinPanel kali ini!
Financial planning can feel stressful for any parent. When it comes to saving for your child's future, knowing your options helps make informed decisions. And teaching your kid healthy money habits can be part of the process. - Perencanaan keuangan dapat membuat stres bagi orang tua mana pun. Ketika datang untuk menabung untuk masa depan anak Anda, mengetahui pilihan Anda membantu membuat keputusan yang tepat. Dan mengajarkan anak Anda kebiasaan uang yang sehat dapat menjadi bagian dari proses.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 12 November 2025Bacaan: "Hati raja seperti batang air di dalam tangan Tuhan, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini," (Amsal 21:1)Renungan: Suatu ketika untuk mendorong anak laki-lakinya belajar piano lebih giat, seorang ibu membawa anaknya ke konser Paderewski. Setelah mereka duduk, si ibu melihat sahabatnya dan menghampirinya untuk memberi salam. Si anak laki kecil itu meninggalkan tempat duduknya dan berjalan sendirian serta naik ke atas panggung. Ketika lampu mulai redup dan konser akan segera mulai, si ibu kembali ke tempat duduknya tetapi tidak menemukan anaknya. Tiba-tiba tirai terbuka dan si ibu terkejut karena melihat anaknya duduk di depan piano dan tanpa merasa salah memainkan lagu "Twinkle, Twinkle Little Star." Pada saat itu Paderewski, sang pianis ternama naik ke panggung. Ia segera menghampiri anak kecil itu dan berkata, "Jangan berhenti, teruslah bermain.". Kemudian Paderewski menggunakan tangan kirinya dan mulai mengisi bagian bass. Segera tangan kanannya ke sisi dekat anak kecil itu dan ia melengkapi si anak kecil memainkan obbligato. Bersama dengan sang pianis besar, anak kecil yang baru belajar piano ini mengubah situasi gelisah menjadi pengalaman yang mengesankan. Para penontonpun terpesona. Cerita di atas juga sering kita alami dalam hidup kita. Apa yang dapat kita kerjakan, sulit mendapat penghargaan. Kita telah berusaha sekuat tenaga, tetapi hasilnya bukanlah musik yang indah. Hari ini kita diajak untuk mulai memercayakan setiap pekerjaan kita kepada campur tangan Tuhan. Jika itu kita lakukan, maka hasil kerja dalam hidup kita akan menjadi lebih indah. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, kupercayakan setiap tugas yang saat ini kulakukan kepadamu. Beracaralah dalam setiap tugas harianku, jangan biarkan aku memakai pikiranku sendiri, tetapi bekerjalah bersama denganku. Aku percaya, semua hasil pekerjaanku akan menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 10 November 2025Bacaan: "Selidikilah aku, ya Allah dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku." (Mazmur 139:23)Renungan: Colton Harris yang berusia 20 tahun, terkenal sebagai seorang penjahat dengan julukan "bandit bertelanjang kaki", dikarenakan kebiasaannya bertelanjang kaki pada waktu melakukan kejahatan. Masa kecilnya dipenuhi dengan hal-hal yang menyedihkan, karena ia mengalami penyiksaan dan diabaikan orang tuanya, sehingga sering tetangganya menghubungi departemen perlindungan anak. Ketika ayah tirinya meninggal pada waktu ia berusia 7 tahun, ibunya sering mabuk dan membiarkan ia lapar, serta memperlakukannya dengan tidak baik. Sejak dari situ ia mulai menjalani kehidupan yang liar di luar rumah. Pada usia 12 tahun, ia mulai mencuri makanan, selimut, air minum, dan kemudian menyembunyikan diri di hutan selama beberapa hari. Masa lalu yang begitu menyedihkan ini akhirnya menghantarnya menjadi bandit besar yang terkenal. Begitulah masa lalu bisa memengaruhi pembentukan masa depan kita. Kita tidak dapat mengubah masa lalu. Namun cara kita menanggapi masa lalu akan menentukan masa depan kita. Jika kita mengundang Yesus masuk untuk menguasai masa lalu kita dan membiarkan Dia mengubah hidup kita, maka hidup kita di masa sekarang akan menjadi berkat bagi banyak orang. Tetapi jika kita tetap hidup dalam masa lalu dan mengeraskan hati untuk bertahan dan tidak mau membiarkan Tuhan mengubahnya, maka hidup kita di masa sekarang akan menjadi kutuk bagi diri sendiri dan orang lain. Maukah kita bekerjasama dengan Tuhan agar Ia menguasai masa lalu kita sehingga kita bisa mengampuni orang-orang di masa lalu yang membuat kita pernah dikecewakan, disakiti, dimanja berlebihan, dibiarkan hidup kering tanpa kasih? Kalau kita mau, maka hidup kita di masa kini dan masa depan akan menjadi hidup yang penuh berkat bukan hanya bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, telusurilah masa laluku dan masuklah di dalamnya. Angkat semua pengalaman-pengalaman pahit di masa lalu dan ubahlah setiap tetes air mata penderitaan, kekecewaan, kering tanpa kasih menjadi permata berharga di masa kini dan di masa depanku, sehingga hidupku diubahkan dengan kasih dan pengampunan. Yesus, jadikan hatiku seperti hati-Mu. Amin (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 9 November 2025Bacaan: "Tetapi jikalau seorang janda mempunyai anak atau cucu, hendaklah mereka itu pertama-tama belajar berbakti kepada kaum keluarganya sendiri dan membalas budi orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan kepada Allah." (1 Tim 5:4)Renungan: Beberapa tahun lalu mama saya jatuh dari tangga rumah sehingga ada tulang di kakinya yang patah yang membuat beliau tidak bisa berjalan. Ketika saya pulang ke rumah untuk menengoknya, sambil mengobrol mama saya bercerita, "Nang (panggilan kesayangan untuk anak laki-laki), hari sabtu lalu waktu mama mau berobat, mama digendong Rommy (adik saya laki-laki yang kebetulan bertubuh besar), Mama bilang ke Rommy, dulu waktu kamu kecil mama yang selalu gendong kamu, sekarang ketika mama tidak bisa jalan, gantian kamu yang gendong mama." Saya hanya terdiam menahan tangis sambil memandang wajah mama saya yang terlihat ceria tetapi terbalut sedikit kesedihan. Setiap kita mempunyai cerita yang berbeda-beda tentang mama kita masing-masing, wanita yang telah melahirkan dan yang telah membesarkan kita. Sejenak mari kita mengingat lagi perjuangan seorang mama untuk membesarkan anak-anaknya. Ia bangun pada waktu subuh untuk menyediakan makanan bagi kita, ia mencuci pakaian dan menyediakan semua keperluan kita ketika hendak berangkat ke sekolah. Ia mengajari kita menjadi anak yang mandiri dan bermartabat, ia merangkul dan membenamkan kepala kita ke dadanya, ketika kita menangis. Sungguh, seorang mama adalah wanita spesial yang dikaruniakan Tuhan. Tak dapat kita membandingkannya dengan wanita lain manapun. Bersyukurlah untuk mama kita, kasihi dan hormatilah dia, terutama di saat hari tuanya dan saat ia sudah tidak berdaya lagi. Mintalah agar Tuhan melimpahkan berkatnya untuk mama kita, seorang wanita perkasa yang Tuhan hadiahkan untuk kita anak-anaknya. Tuhan memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk mama yang telah Kau berikan padaku. Berkatilah ia selalu dan hiburlah hatinya di saat ia sendiri ketika anak-anaknya satu persatu meninggalkan rumah untuk memulai hidup berkeluarga. Jangan biarkan kesepian menghancurkan pikirannya sehingga ia mulai pikun dan tak berdaya. Temanilah ia di saat kami anak-anaknya jauh darinya. Hiburlah hatinya di saat ia mengalami penolakan dari anak-anaknya. Hapuslah airmatanya di saat ia mulai dilupakan anak-anaknya. Yesus, peluklah mamaku di saat tidak ada lagi orang-orang di sekitarnya yang dapat menjadi sandaran hidupnya. Biarlah dalam keadaan apapun, senyumnya selalu menghias di bibirnya sebagai tanda Engkau senantiasa ada untuknya. Dan kalau saat ini ia sudah kembali kepada-Mu, tempatkanlah ia di surga-Mu yang mulia. Amin. (Dod).
Ketika perut terasa nyeri, kembung, atau terasa panas seperti terbakar akibat asam lambung naik, kita membutuhkan solusi yang cepat dan efektif. Jus ramuan herbal kilat ini dirancang khusus untuk meredakan gejala tersebut dengan cepat. Terbuat dari campuran bahan alami seperti madu, lidah buaya, jahe, kunyit, sereh, dan daun pandan. Jus ini bekerja dengan cara menenangkan perut, mengurangi peradangan, dan menstabilkan asam lambung. Madu berfungsi melapisi dinding lambung agar tidak teriritasi, sementara lidah buaya membantu menyejukkan dan memperbaiki jaringan lambung yang meradang.Jahe dan kunyit berperan sebagai antiinflamasi alami yang mengurangi rasa nyeri dan perih, sedangkan sereh dan pandan membantu menenangkan saraf dan mengurangi ketegangan. Selain cepat meredakan gejala, jus herbal ini juga mudah dibuat dan aman dikonsumsi saat kondisi darurat. Jika asam lambung mendadak naik atau perut tiba-tiba terasa sakit, cukup minum segelas jus herbal hangat ini untuk mendapatkan efek menenangkan dan meredakan rasa tidak nyaman. Ramuan ini tidak hanya efektif untuk mengatasi gejala GERD, tetapi juga membantu memperlancar pencernaan dan mencegah kambuhnya gangguan lambung. Dengan rutin mengonsumsinya, tubuh akan terasa lebih nyaman, dan aktivitas sehari-hari pun bisa dilanjutkan tanpa gangguan.
Pembawa Renungan : Erna Kusuma Tangerang Luk. 12:1-7;