POPULARITY
Categories
While performing tawaf, Marina Yusoff felt her shoulder gently held by a wrinkled hand. Moments later, amidst the sea of pilgrims, she found herself being "guided" into Hijir Ismail a place she had been hoping to enter for days.Who was the mysterious elderly woman? Marina never got to see her face check on her.Beyond this unforgettable moment, Marina also shares her Hajj journey, the lessons she learnt, and the blessings she experienced while answering Allah's call.
Bismillah,Apakah Tetap Puasa Asyura Ketika Safar?(Should we still fast Ashura while travelling?)Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Pendek dari Kajian Tematik“Hari Yang Shalih”
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 21 Juni 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik baru. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus. Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan. Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah setiap kebaikan yang sedang aku rencanakan maupun yang akan aku lakukan, sehingga semua nya itu aku lakukan dengan tulus hati tanpa ada rencana yang tidak baik di baliknya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 20 Juni 2026Bacaan: "Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?" (Roma 10:14)Renungan: Shoichi Yokoi adalah salah satu serdadu Jepang yang bertempur di Perang Dunia II. Pada tahun 1944, Yokoi berada di Guam saat pasukan Amerika menyerang dan merebut pulau itu. Yokoi enggan menyerah dan memilih bersembunyi di hutan dengan beberapa temannya. Meski satu persatu temannya pergi atau wafat, Yokoi terus bertahan di hutan itu hingga 27 tahun, tanpa tahu Jepang telah menyerah pada 1945. Ketika ditemukan oleh beberapa nelayan, Yokoi sempat memberontak karena mengira ia akan ditawan musuh (sesuatu yang dianggap memalukan bagi prajurit Jepang). Sampai akhimya ia diberi tahu bahwa perang sudah berakhir beberapa dekade lalu. Saat Proklamasi Kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945, mereka yang tinggal di pedesaan apalagi yang berada di pulau-pulau paling ujung Indonesia jelas belum tahu bahwa mereka telah menjadi bangsa merdeka. Teknologi dan komunikasi masih jauh dari saat ini. Harus ada orang yang memberi tahu mereka. Hingga akhirnya, cepat atau lambat berita tentang kemerdekaan Indonesia sampai ke telinga rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kini semua rakyat Indonesia telah mengetahui bahwa mereka adalah bagian dari sebuah bangsa yang berdaulat. Demikian pula dengan berita tentang kemerdekaan yang lebih penting, yakni kemerdekaan manusia dari kutuk dosa. Dua ribu tahun lalu, di atas kayu salib, Yesus telah memerdekakan kita dari belenggu dosa. Namun hingga kini, masih banyak orang yang belum pernah mendengar kabar tentang hal itu. Seperti prajurit Yokoi tadi, mereka masih hidup dalam ketakutan, ketidakpastian, dan penderitaan. Ya, inilah tugas kita! Kita harus menyebarkan kabar tentang keselamatan itu kepada mereka yang belum juga mendengarnya. Cukup beritahukan kabar gembira ini kepada mereka. Jelaskan ketika mereka ingin lebih tahu tentang siapa Yesus. Tunjukkan kasih-Nya melalui sikap hidup kita. Mengenai respons mereka, itu urusan mereka dengan Tuhan. Inilah yang Tuhan mau untuk kita lakukan? Tuhan pun berjanji bahwa la akan menyertai kita, yang artinya la akan memampukan kita. Jadi, tunggu apa lagi? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kemauan untuk memberitakan tentang kasih-Mu kepada orang lain melalui perkataan dan perbuatanku, sehingga semakin banyak orang mengenal Engkau melalui kehadiranku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 16 Juni 2026Bacaan: Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" (Markus 4:38)Renungan: Ada satu pertanyaan, "Kapan seseorang dikatakan tidak peduli?" Jawabnya adalah, "Ketika ia tidak mau tahu dengan apa yang terjadi, la menolak memahami, ia acuh, dan menganggap orang lain tidak penting." Orang yang tak peduli juga egois dan memikirkan dirinya sendiri. Sikap seperti itu tentu sangat jauh dari karakter Yesus. Namun, Alkitab mencatat bahwa setidaknya dua kali Yesus dituduh sebagai pribadi yang tidak peduli. Mereka yang mengatakan demikian adalah orang-orang terdekat-Nya. Yang pertama adalah para murid-Nya sendiri. Ketika badai menerjang perahu mereka dan Yesus tidur di buritan, para murid membangunkan-Nya dan menyebut-Nya tidak peduli (Mrk. 4:38). Yang kedua adalah Marta. Meski tidak termasuk ke dalam 12 murid, Marta adalah salah satu sahabat terdekat Yesus. Saat itu, Marta kerepotan menjamu para murid dan ia merasa kesal karena melihat Maria, saudarinya, hanya duduk mendengarkan Yesus mengajar. la menyebut Yesus tidak peduli melihat dirinya repot sementara Maria tidak membantunya (Luk. 10:40). Mengapa mereka bisa berpikir Yesus tak peduli? Di mata para murid, mereka merasa Yesus hanya peduli diri-Nya sendiri karena tetap tidur saat semuanya sibuk menguras perahu yang kemasukan air. Di mata Marta, Yesus tidak menganggap penting susah payah Marta dalam menjamu para tamunya itu. Respons Yesus terhadap tuduhan itu memberi alasan sebenarnya. Kekhawatiran (Luk. 10:41) dan ketakutan (Mrk. 4:40) membuat mereka merasa Yesus seolah tidak peduli. Demikian juga ketika kita merasa Tuhan diam saja, ketika kita merasa Tuhan bahkan tidak peduli pada kita. Daripada menuduh Dia, periksalah diri kita. Bukankah kekhawatiran dan ketakutan kita yang bicara demikian? Kekhawatiran sering kali muncul karena kita tidak mengenal Tuhan dengan benar. Karena itulah, Yesus berkata, daripada khawatir, carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya (Mat. 6:33). Orang yang tidak mengenal Allah akan sibuk dengan kekhawatirannya (Mat. 6:31-32). Namun, ketika kita benar-benar mengenal Allah, kita tahu bahwa la tidak akan membiarkan kita. Kita juga akan bisa melihat apa yang ada di hadapan kita dengan cara yang benar. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah aku dari rasa ketakutan dan kekhawatiran yang menyebabkan aku meragukan kuasa-Mu. Tambahkan imanku sehingga aku percaya bahwa Engkau lebih besar dari ketakutan dan kekhawatiranku. Amin. (Dod).
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A - Fiqih Basmalah Ketika Sholat Ustadz Ammi Nur Baits
Setelah sekian lama jeda sejak awal dibentuk pada tahun 2016-2017, Sugerio Podcast akhirnya kembali. Musuh terbesar ternyata bukan waktu, melainkan sisi perfeksionisme diri yang seringkali menghambat kita untuk berprogres.Di episode comeback ini, saya (Rio Hafandi) berbagi cerita tentang culture shock setelah hampir 6 bulan pindah dari Padang ke Jakarta. Dari yang biasanya ke kantor cuma butuh waktu 5 menit, sekarang harus bersahabat dengan perjalanan 45 hingga 60 menit setiap harinya karena memilih tinggal di pinggiran kota.Ternyata, waktu di jalan tidak harus sia-sia. Di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota, saya justru belajar tentang Slow Living melalui 3 fase perjalanan:Fase Tenang (Murottal & Kajian): Menurunkan hormon stres dan membersihkan "sampah" pikiran.Fase Internal Journaling (Self-Inquiry): Belajar rutin menanyakan kabar dan memvalidasi emosi diri sendiri.Fase Switching Identity (The Third Space): Konsep dari Dr. Adam Fraser tentang pentingnya berganti "kostum jiwa". Melepas beban karyawan sebelum sampai di rumah agar tidak membawa residu target kantor ke hadapan istri dan anak, begitu pula sebaliknya.Untuk kamu yang hari ini sedang terjebak macet atau berdesakan di KRL, mari sejenak melihat waktu tersebut sebagai kesempatan terbaik untuk kembali jujur pada diri sendiri.Selamat mendengarkan, dan selamat melanjutkan perjalanan.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 14 Juni 2026Bacaan: Sikap yang tenang memanjangkan umur; iri hati memendekkannya." (Amsal 14:30)Renungan: Kesehatan tubuh kita memang sangat berkaitan dengan suasana hati kita. Ini bukan karena faktor makanan atau gaya hidup yang tidak sehat saja, melainkan lebih dari itu, yaitu tidak menjaga hati. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres dan kondisi emosional yang tidak seimbang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik seseorang. Hal ini disebabkan oleh adanya hubungan yang kompleks antara pikiran, emosi, dan tubuh manusia. Ketika seseorang mengalami stres atau ketidakseimbangan emosional, sistem kekebalan tubuhnya dapat terpengaruh, meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit. Hati yang tenang merupakan kondisi ketika ia tenang, damai, dan tenteram. Amsal 4:23 menyatakan "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan". Hati yang tenang dapat diartikan sebagai hati yang kudus, bebas dari dosa seperti kepahitan, dendam, iri hati, kesombongan. Tuhan mengingatkan kita untuk menjaga hati karena hati yang bersih membawa ketenangan. Orang benar merasakan damai sejahtera, ketenangan, dan ketenteraman abadi karena "Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya (Yes. 32:17). Karena itu, menjaga hati agar tetap bersih dan penuh dengan kebenaran adalah kunci untuk mencapai ketenangan batin. Mari kita berusaha hidup benar sehingga hidup kita menjadi tenang dan tentram. Biarlah kita selalu menjaga hati kita agar tetap tenang dan serahkanlah segala kekhawatiran kita kepada Tuhan karena Tuhan yang lebih mengetahui segala isi hati kita. Sementara itu, kita juga berjalan di dalam kebenaran firman-Nya. Itulah yang akan menyegarkan tubuh, jiwa, dan hati kita. Hanya dekat Tuhan saja hati kita akan tenang karena hati yang tenang akan memperoleh kesegaran jiwa dan raga. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, lepaskanlah kepahitan dari dalam hatiku, agar damai sejahtera-Mu menguasai hatiku. Amin. (Dod).
Ustadz Najmi Umar Bakkar - Renungan Diri Ketika Do A Belum
Ustadz Abu Haidar As Sundawy - Ketika Wanita Keluar Rumah - Ustadz Abu Haidar
Ketika seorang presiden berlatar militer menerbitkan regulasi kehutanan yang paling ambisius dalam sejarah Indonesia, pertanyaannya bukan sekadar soal hutan — melainkan soal siapa yang akan menentukan nasib iklim bumi.
Bismillah,Sering Marah Ketika PMSUstadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Pendek dari Kajian Tadzkiratus Saami'“Buah yang Anda Dapatkan dari Ibadah Haji & Qurban”
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Ketika Rasulullah Di Rumah -Ustadz Ali Hasan
Ustadz Ammi Nur Baits - Ketika Langit Pecah
Negeri Sembilan tiba-tiba membubarkan DUN pada lewat malam. Pada masa yang sama, krisis takhta melibatkan Undang, Yang Dipertuan Besar dan sistem Adat Perpatih semakin rumit dengan campur tangan mahkamah, politik dan pelbagai tafsiran perlembagaan.Dalam episod kali ini, kami cuba merungkai:▪️ Apa sebenarnya yang berlaku dalam krisis Negeri Sembilan?▪️ Kenapa DUN dibubarkan secara mengejut?▪️ Apa maksud sistem Undang, Luak dan Adat Perpatih?▪️ Mengapa isu "duduk semeja dengan DAP" menjadi polemik di Johor?▪️ Apa kesan perpecahan terbaru antara PAS dan Bersatu terhadap masa depan pembangkang?Di sebalik segala drama politik, persoalan paling penting masih belum terjawab — KENAPA?Ketika rakyat berdepan cabaran ekonomi, kos sara hidup dan ketidaktentuan masa depan, adakah politik negara sedang dipandu oleh prinsip dan dasar, atau sekadar percaturan kuasa?
Ketika menuntut di sebuah institusi kerajaan di pinggir Kuala Lumpur, Bob sering mendengar cerita tentang sebatang pokok besar yang dikatakan mempunyai sejarah misteri. Namun segalanya berubah apabila dia mendengar kisah lama daripada seorang bilal masjid, sebelum tersedar bahawa lelaki yang ditemuinya itu sebenarnya telah lama meninggal dunia. Pada malam yang sama, Bob dan rakannya terlihat seorang gadis yang mereka kenali berjalan berhampiran pokok tersebut. Tetapi semakin lama mereka memerhati, semakin jelas bahawa gadis itu mungkin bukan Melati yang sebenar. Apakah rahsia yang tersembunyi di sebalik pokok besar itu, dan siapakah sebenarnya yang mereka temui pada malam tersebut?See omnystudio.com/listener for privacy information.
Bismillah,Saudaraku, di tengah-tengah masyarakat bisa kita jumpai orang yang sombong dan pelit itu sahabatan, kenapa demikian? Karena sifat pelit itu bisa menular. Orang yang pelit akan mengajak orang jadi pelit, dan itu merusak diri kita. Semoga Allah Ta'ala jauhkan kita dari sifat pelit dan berbangga-banggaMari kita simak cuplikan Kajian Rutin Riyaadhus Shaalihiin |yang disampaikan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri dengan judul “2092. TAPI AKU MERASA BERAT”berikut ini.Ingin tau lebih banyak soal zakat?InsyaAllah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 0822-1121-1136Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A - Sunnah Atau Bid Ah!! Hukum Membaca Doa Qunut Ketika Sholat Subuh Ustadz Ammi Nur Baits
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 10 Juni 2026Bacaan: Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu." (1 Korintus 10:13)Renungan: Ketika seorang guru memberi pertanyaan kepada muridnya, sesungguhnya guru tersebut bertanya bukan karena tidak tahu. Sang guru bertanya untuk menguji seperti apa pemahaman muridnya. Guru tersebut sebenarnya sudah punya jawaban dari pertanyaan yang ia berikan. Demikian juga halnya dengan hidup kita. Ketika Tuhan mengizinkan masalah, pergumulan, dan persoalan hidup datang dalam hidup kita, sesungguhnya Tuhan pun sudah punya solusi untuk tiap masalah yang kita hadapi. Dalam 1 Korintus 10:13 dikatakan, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. " Artinya, Tuhan sudah menakar masalah kita dan memastikan bahwa ujian hidup itu sudah terukur. Seorang guru tidak mungkin memberikan soal siswa SMU kepada siswa SD, bukan? Demikianlah Tuhan sudah mengetahui bahwa masalah kita ada di dalam kesanggupan kita. Berikutnya dikatakan bahwa, "Pada waktu kamu dicobai la akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." Kita yang dicobai, tapi Tuhan yang memberikan jalan keluar. Itu sebabnya, saat kita menghadapi masalah maka sudah seharusnya alamat pertama yang kita tuju adalah Tuhan. Ayat tersebut berkata dengan jelas bahwa Tuhanlah yang akan memberi jalan keluar, bukan orang lain, bukan juga diri kita sendiri. Tuhan memberi jalan keluar karena jawaban dari segala persoalan hidup kita sudah ada di tangan-Nya. Jika kita masih mencari-cari jawaban di luar Tuhan, alangkah bodohnya kita. Apakah saat ini kita sedang berhadapan dengan masalah besar? Jangan takut. Jangan khawatir. Serahkan masalah kita kepada Tuhan. Percayalah kepada-Nya dan jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. Ketika kita mengandalkan Tuhan, kita akan melihat bagaimana dengan cara ajaib Tuhan akan menolong dan memberikan jalan keluar kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu yang menguatkan hatiku. Tambahkanlah imanku agar aku semakin percaya dan mengandalkan Engkau saat masalah melanda hidupku. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 9 Juni 2026Bacaan: "Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami." (2 Korintus 5:20)Renungan: Sebelum sebuah film diluncurkan, biasanya produsen film akan meluncurkan lebih dulu trailernya. Di trailer yang biasanya hanya berdurasi 1-3 menit ini, ditampilkan cuplikan-cuplikan sebuah film yang dimaksudkan untuk membuat orang tertarik menonton filmnya. Membuat trailer ini tak mudah. Narasi yang disampaikan, cuplikan adegan yang dipilih ditampilkan, musik yang ditampilkan, harus menarik dan membuat orang yang melihat penasaran untuk menonton. Tidak heran, untuk film yang sudah ditunggu-tunggu banyak orang, trailernya bisa dirilis sejak setahun sebelum filmnya tayang, dibuat dalam beberapa versi, dan menjadi pembahasan tersendiri oleh para fans film itu. Bahkan ada penghargaan untuk trailer terbaik di beberapa festival film. Jika trailernya menarik, filmnya juga harus benar-benar menarik atau orang akan merasa tertipu. Sebaliknya, film bagus tapi trailernya buruk juga patut disayangkan. Sadarkah kita bahwa kehidupan kita juga ibarat sebuah trailer film? Orang-orang melihat hidup kita, bagaimana sikap dan karakter kita, bagaimana keputusan-keputusan kita, cara kita merespons segala sesuatu, dan prioritas hidup kita. Sebagai pengikut Kristus, semua itu ibarat trailer tentang Kristus yang kita ikuti. Alkitab berkata bahwa kita adalah utusan Kristus (2 Kor. 5:20). Orang percaya adalah ibarat surat Kristus yang bisa dibaca semua orang (2 Kor. 3:2-3). Sebelum benar-benar mengenal Kristus, maka orang dunia akan melihat terlebih dulu hidup kita, sikap kita, dan keputusan-keputusan yang kita buat. Apakah ucapan kita membuat orang tertarik datang pada Kristus? Ataukah tindakan kita justru membuat orang ilfeel dengan Kristus dan kekristenan? Melalui kitalah, orang dunia mendapatkan kesan pertama tentang Kristus. Dan jika trailer film kadang lebih menarik dari film aslinya, tidak demikian dengan Kristus. Ketika seseorang tertarik melihat hidup seorang Kristen yang dipenuhi damai sejahtera, sukacita, dan kasih, sehingga ia membuka hati untuk Kristus secara pribadi, maka ia akan mendapati hal yang jauh lebih indah lagi! Nah, sudahkah kita menjalankan peran kita sebagai trailernya Tuhan? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah aku alat-Mu, sehingga melalui kehadiranku banyak orang tertarik untuk mengenal dan mengikut-Mu. Amin.
Renungan D'Message || KETIKA HARAPANKU TIDAK JADI KENYATAAN II Ps. Steven Liem
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Elan Parera, Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komuntias Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. Ulangan 8: 2-3.14b-16a; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; 1 Korintus 10: 16-17; Yohanes 6: 51-58.KITA HIDUP OLEH TUBUH DAN DARAHKRISTUS Tema renungan kita pada hariMinggu ini ialah: Kita Hidup Oleh Tubuh Dan Darah Kristus. Hari Raya Tubuh danDarah Kristus yang Mahakudus mengundang kita untuk merenungkan kebenaran yangmendalam: Kristus tidak hanya mengajar kita dari kejauhan. Dia memberikandiri-Nya sepenuhnya kepada kita. Dalam Ekaristi, Yesus menjadi makanan danminuman kita sehingga kita dapat memiliki hidup di dalam Dia dan melanjutkanperjalanan kita dengan kekuatan, harapan, dan kasih. Dalam Injil, Yesus berkata terusterang bahwa tubuh-Nya sebagai daging Anak Manusia dan darah-Nya adalah makananyang sepatutnya kita santap. Ini mengungkapkan lebih dari sekadar kuasa-Nyauntuk menyediakan makanan materi, tetapi suatu karunia yang lebih dalam. Sama seperti orang-orang dipelihara secarafisik, Kristus memelihara kita secara rohani melalui Tubuh dan Darah-Nya.Manusia lapar akan banyak hal seperti: penerimaan, kedamaian, makna,pengampunan, dan cinta. Tidak ada suatu pemberian dari dunia ini yang dapatsepenuhnya memuaskan rasa lapar Kita. Hanya Kristus yang dapat memenuhikerinduan terdalam hati manusia. Ekaristi mengingatkan kita bahwa Tuhan memahamikelemahan kita. Kita sering menjadi lelah, putus asa, dan terbebani olehpergumulan hidup. Kadang-kadang kita mungkin merasa tidak memadai dalampanggilan, tanggung jawab keluarga, pelayanan, studi, atau pekerjaan kita.Namun Yesus tidak membiarkan kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri.Setiap kali kita menerima Ekaristi dengan iman, Dia berbagi hidup-Nya sendiridengan kita. Kesabaran-Nya memperkuat ketidaksabaran kita. Kasih-Nya menyembuhkanhati kita yang terluka. Keberaniannya menopang kita ketika kita merasa takut. Ekaristi juga merupakan panggilan untuk menjadi apayang kita terima. Kita menerima Tubuh Kristus supaya kita dapat menjadi TubuhKristus bagi orang lain. Roti yang dipecahkan untuk kita menantang kita untukberbagi diri kita dengan murah hati. Cawan keselamatan mengundang kita untukmencurahkan hidup kita dalam pelayanan, belas kasihan, dan pengampunan.Dipelihara oleh Kristus, kita diutus untuk memelihara orang lain melaluikata-kata, kehadiran, dan tindakan kebaikan kita. Ada seorang bapa berbagi cerita tentang Ekaristiharian dan mingguan yang menopang dirinya dan keluarga. Beban hidup dantanggung jawab memelihara keluarga merupakan tugas setiap hari yang tidak bolehdiabaikan. Maka setiap kali menghadiri Ekaristi menjadi kesempatan untukmenerima Tuhan Yesus dan membawa Dia ke dalam setiap situasi dan kegiatanhidupnya. Seperti bapa itu, kita sering menemukan bahwa kekuatan kita tidakmencukupi. Ekaristi mengingatkan kita bahwa kita tidak ditopang oleh upaya kitasaja. Kita hidup oleh Kristus sendiri. Dia memberi kita makan sehingga kitadapat melanjutkan perjalanan kita dengan setia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Tuhan Yesus, Engkau berikan kepada kami Tubuhdan Darah-Mu sebagai makanan hidup yang kekal. Ketika kami lemah, kuatkan kami.Ketika kami putus asa, perbarui harapan kami. Ketika kami tergoda untuk hanyamengandalkan diri kami sendiri, ingatkan kami bahwa Engkau selalu bersama kami.Semoga setiap Ekaristi memperdalam persatuan kami dengan-Mu dan mengubah kamimenjadi instrumen kasih-Mu kepada orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa …
Bab Berihlal Ketika Berangkat Menuju Mina merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 7 Dzulhijjah 1447 H / 24 Mei 2026 M. Kajian Hadits Tentang Bab Berihlal Ketika Berangkat Menuju Mina Kajian kali ini memasuki bab berihlal ketika kendaraan […] Tulisan Bab Berihlal Ketika Berangkat Menuju Mina ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 2 Juni 2026Bacaan: "Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab la akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu." (1 Korintus 3:13)Renungan: Lance Armstrong adalah pembalap sepeda yang berhasil memenangi 7 kali kejuaraan Lance Tour de France, sehingga ia dianggap salah satu legenda olahraga dunia. Sayangnya situasi berubah drastis setelah Badan Anti Doping Amerika Serikat mendapati bahwa Armstrong positif menggunakan doping selama kejuaraan Tour de France periode 1999-2005. Itu berarti prestasi Armstrong telah didapat dengan cara tidak benar. Akibatnya, 7 gelarnya dicopot, posisinya sebagai direktur yayasan kanker ditanggalkan, dan kontrak dengan perusahaan alat olahraga Nike diputus. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Meski kita telah berhati-hati, kesalahan pasti akan terjadi. Hal ini alamiah, sebab pada dasarnya manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Ketika kita melakukan kesalahan yang tidak disengaja, hal itu tentu masih bisa dimaafkan. Namun, bagaimana jika kesalahan tersebut adalah sesuatu yang disengaja? Sebenarnya untuk kesalahan yang disengaja, hal tersebut dapat dimaafkan apabila orang yang melakukannya bersedia mengakuinya dengan jujur dan mau berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi. Kalau ini yang terjadi, maka firman Tuhan dalam Amsal 28:13 yaitu, "Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayang," akan menjadi kenyataan dalam hidupnya. Sayangnya tidak semua orang yang sengaja melakukan kesalahan bersikap serupa, daripada mengaku, mereka malah berusaha menutup-nutupi kesalahannya dengan berbagai cara. Malahan, demi lebih meyakinkan orang, bersumpah demi nama Tuhanpun berani dilakukan. Menutupi kesalahan adalah perbuatan sia-sia. Sebab setiap kesalahan pasti akan terungkap seiring berjalannya waktu. Di sisi lain, upaya menutupi kesalahan hanya akan memberikan beban psikologis yang akan membuat kita tidak merasa damai sejahtera. Jadi, jika kita melakukan kesalahan, pilihan terbaik adalah mau mengakuinya dengan jujur. Pertanyaannya, bersediakah kita dengan segala kerendahan hati melakukannya? Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering melakukan kesalahan dan berusaha untuk kututupi. Bantulah aku agar aku dapat terbuka untuk mengakui setiap kesalahan yang aku perbuat agar damai sejahtera-Mu kembali menguasaiku. Amin. (Dod).
Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Subagyo, menyoroti turunnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di berbagai daerah setelah pemerintah menerapkan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Menurutnya, kebijakan tersebut menimbulkan hambatan rantai pasok ekspor yang berdampak langsung pada harga TBS di tingkat petani.Hal tersebut disampaikan Firman Subagyo dalam wawancara bersama Radio Elshinta pada Sabtu (30/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama merosotnya harga TBS adalah terjadinya bottleneck atau antrean ekspor akibat seluruh ekspor crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) harus melalui PT DSI.“Terjadi bottleneck atau antrean ekspor. Dengan sistem satu pintu, seluruh ekspor CPO dan PKO harus melalui DSI terlebih dahulu. Sementara kapasitas gudang, kapal, perizinan, dan sumber daya manusia yang dimiliki masih sangat terbatas,” kata Firman kepada Radio Elshinta.Akibat keterbatasan tersebut, lanjutnya, stok CPO di sejumlah pabrik kelapa sawit menumpuk karena tidak dapat segera diekspor seperti sebelumnya. Kondisi itu membuat perusahaan mengurangi pembelian TBS dari petani maupun mitra plasma.“Ketika stok CPO menumpuk dan tangki penyimpanan penuh, pabrik terpaksa mengurangi serapan TBS dari petani. Jika pabrik tidak lagi menyerap hasil panen secara optimal, maka harga TBS langsung jatuh mengikuti mekanisme pasar,” ujarnya.Firman mengungkapkan, sebelum kebijakan ekspor satu pintu diterapkan, harga TBS di sejumlah daerah masih berada pada kisaran Rp3.500 hingga Rp3.700 per kilogram. Namun kini harga tersebut turun menjadi sekitar Rp2.500 hingga Rp2.700 per kilogram.Menurutnya, penurunan harga yang cukup tajam ini berpotensi mengurangi pendapatan jutaan petani sawit yang selama ini bergantung pada stabilitas harga TBS.Data pemerintah juga menunjukkan dampak kebijakan tersebut mulai dirasakan luas di lapangan. Tercatat sebanyak 139 pabrik kelapa sawit telah menurunkan harga pembelian TBS dari petani.Firman meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi kebijakan ekspor satu pintu agar tidak menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan terhadap sektor perkebunan sawit nasional.“Kita harus memastikan kebijakan yang dibuat tidak merugikan petani. Sawit merupakan salah satu tulang punggung ekonomi nasional dan sumber penghidupan jutaan masyarakat di daerah,” tegasnya.Ia berharap pemerintah dapat segera mencari solusi untuk memperlancar proses ekspor, meningkatkan kapasitas operasional DSI, serta menjaga stabilitas harga TBS agar kesejahteraan petani sawit tetap terjaga.
When we're exposed to events or ideologies that go against our own beliefs, we can feel what experts call 'political grief'. Some say it's playing a role in the growing polarisation of our society. - Ketika kita dihadapkan pada peristiwa atau ideologi yang bertentangan dengan keyakinan kita, kita dapat merasakan apa yang oleh para ahli disebut 'duka politik'. Beberapa orang mengatakan hal ini berperan dalam meningkatnya polarisasi dalam masyarakat kita.Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
SJV: A relatively new band but with high aspirations When someone loves what they do, no matter how challenging it is, they will definitely do it. That's what happened in the life of Jessie Paath, a wife, mother of her children, working three jobs, and also the vocalist of the SJV band (Sedulur Jawa Victoria). - Ketika seseorang menyukai apa yang dikerjakan, seberapa berat pun tantangannya, pasti akan dilakukan. Itulah yang terjadi dalam hidup seorang Jessie Paath, seorang istri, ibu dari anaknya, mempunyai tiga pekerjaan yang juga sebagi vokalis dari band SJV (Sedulur Jawa Victoria).
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik dari Keuskupan Surabaya, Indonesia. 1 Petrus 1: 18-25; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; Markus 10: 32-45.KITA SUDAH DITEBUS DENGAN DARAH YANG MAHAL Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kita SudahDitebus dengan Darah yang Mahal. SantoPetrus, sebagai pemimpin para rasul dan kepala Gereja perdana, memberikankeyakinan yang kuat kepada umat bahwa keselamatan manusia bukanlah sesuatu yangmurah atau biasa saja. Dalam suratnya, ia menegaskan bahwa kita telah ditebusbukan dengan emas atau perak, melainkan dengan darah Kristus yang mahal. Yesusmenunjukkan kasih yang paling sempurna ketika Ia rela menerima penderitaan,hukuman, dan wafat di kayu salib demi menyelamatkan manusia dari dosa. Salibbukan tanda kekalahan, tetapi tanda cinta Allah yang begitu besar kepada dunia. Petrus sendiri menyaksikan langsung bagaimana Yesusmenjalani sengsara-Nya. Ia melihat Guru yang tidak bersalah itu dihina,dicambuk, dan akhirnya disalibkan. Pengalaman itu mengubah hidup Petrus secaratotal. Ia yang dahulu pernah takut dan menyangkal Yesus, akhirnya menjadipewarta yang berani. Ia memahami bahwa kasih Kristus bukan sekadar kata-kata,melainkan pengorbanan yang nyata. Karena itu, Petrus ingin agar setiap orangKristen hidup dengan keyakinan bahwa mereka sangat berharga di mata Allah. Kasih Kristus yang begitu besar seharusnya menggerakkanhati kita untuk hidup dalam kasih pula. Yesus tidak hanya mengajarkan kasih,tetapi Ia sendiri melaksanakannya sampai tuntas. Para rasul dan murid mengikutiteladan itu. Mereka menghadapi ancaman, penolakan, penjara, bahkan kematiandemi mempertahankan iman mereka kepada Kristus. Banyak dari mereka akhirnyawafat sebagai martir. Mereka percaya sudah menjadi milik Tuhan yang telahmenebus mereka dengan darah-Nya sendiri. Kesadaran bahwa kita ditebus dengan harga yang mahalharus membentuk sikap hidup kita setiap hari. Kita bukan orang yang tidakberarti. Kita dicintai dan diselamatkan oleh Kristus sendiri. Karena itu, hidupkita tidak boleh dipakai untuk dosa, kebencian, atau sikap acuh terhadapsesama. Setiap tindakan kasih, pengampunan, kesabaran, dan pengorbanan kecilyang kita lakukan menjadi jawaban atas kasih besar yang sudah lebih dahuludiberikan Tuhan kepada kita. Sikap Kristen yang benar ialah menjaga hati agar tidakmengecewakan Yesus. Kita berusaha menjalankan perintah-perintah-Nya bukankarena takut dihukum, tetapi karena kita mengasihi Dia. Orang yang sadar bahwadirinya telah ditebus darah Kristus akan berjuang hidup setia, jujur, dan penuhkasih. Ketika jatuh dalam dosa, ia akan bangkit kembali dan memohon belas kasihTuhan, sebab ia tahu bahwa Kristus telah menyerahkan hidup-Nya demi dirinya. Mari kita memandang salib Kristus dengan hati yangpenuh syukur. Di sana kita melihat harga diri manusia yang sesungguhnya. Tuhansendiri rela menyerahkan nyawa-Nya agar manusia memperoleh hidup. Makajanganlah kita menyia-nyiakan kasih sebesar itu. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah, kami bersyukur atas kasih-Mu yang amat mulia dan besar untukmenyelamatkan kami melalui pengorbanan diri Tuhan Yesus Kristus. Semoga kamisenantiasa menghayati kasih yang sama. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan RohKudus … Dalam nama Bapa …
[PNG Eps. 6 "Apakah Hidupku Jadi Lebih Baik Ketika Ikut Tuhan?" bersama RD. Fransiskus Xaverius Gunawan]Hi Algonerz!Pernahkah muncul dalam pikiranmu, di tengah dunia yang makin maju, semua serba mudah dan tersedia, kamu mulai bertanya, apakah aku butuh Tuhan? Atau.. Apakah hidupku jadi lebih baik ketika ikut Tuhan, disaat tanpa Tuhan hidupku baik-baik saja?Lewat obrolan bareng RD. Fransiskus Xaverius Gunawan, kamu akan menemukan jawaban dari pergumulan iman ini. Yuk, sediakan waktu untuk mendengar dan jujur pada diri sendiri tentang kondisi iman kita sekarang iniSudah siap ikut obrolan ini?
Ketika seorang mantan pengkritik keras masuk ke dalam kabinet yang diisi wajah-wajah lama, pertanyaannya bukan soal apa yang akan dia lakukan — melainkan apa yang tidak lagi bisa dilakukan orang lain di sekitarnya.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 24 Mei 2026Bacaan: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya." (Yohanes 4:34)Renungan: Suatu malam ada seorang pemuda pulang dari latihan drama kemalaman. Semua warung tenda kebanyakan sudah tutup, padahal dia lapar. Akhirnya, ia pun terpaksa makan mie goreng di salah satu warung tenda yang bukan langganannya. Ternyata, ketika subuh perutnya diare. Akibatnya, dia berkali-kali buang air besar, sehingga menjadi kurang tidur dan badannya sangat lemas. Ia pun memutuskan berobat ke dokter dan minta surat izin untuk tidak bekerja. Ia pun kemudian istirahat seharian dan berpantang makan beberapa jenis makanan. Fisik kita yang semula sehat dapat jatuh sakit atau kondisi drop karena mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat, demikian halnya tubuh rohani kita. Untuk itu, demi menjaga tubuh jasmani dan rohani senantiasa sehat, kita harus mengonsumsi makanan yang sehat, bersih, dan bergizi. Rahasia Yesus bisa sehat rohani dan jasmani meski kegiatan sangat padat dan menghadapi berbagai pergumulan adalah Dia melakukan kehendak Bapa yang mengutus diri-Nya dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Artinya, Yesus melakukan kebenaran firman Tuhan. Hal ini juga berlaku bagi kita sebagai orang percaya. Kalau kita ingin rohani yang sehat, maka kita harus senantiasa melakukan kebenaran firman-Nya dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita menolak memasukkan segala sesuatu yang bisa bikin rohani sakit seperti iri hati, amarah, perselisihan, atau percabulan. Makanan rohani sama pentingnya dengan makanan jasmani. Jangan sampai rohani sakit, bahkan mati karena kita enggan mempraktikkan firman Tuhan. Karena itu pastikan diri sendiri merenungkan firman-Nya dan berdoa. Jangan sampai kita 'rajin' membaca berita yang disuguhkan oleh media sosial, tetapi kita jarang membaca firman Tuhan. Ketika asupan rohani kita cukup, kita akan mampu menghadapi tantangan hidup. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu kehidupan rohaniku bertumbuh. Mampukan aku untuk dapat memberikan makan bagi rohaniku sehingga aku dapat menjalani hidup ini penuh dengan ketenangan, karena aku tahu bersama dengan Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).
Ketika seorang presiden mengundang profesor dan insinyur ke meja keamanan nasionalnya, ia tidak sedang menggelar rapat — ia sedang merancang ulang arsitektur kedaulatan sebuah bangsa.
Ketika negara memilih reformasi yang paling aman secara politik, apakah mungkin negara sedang menunjukan political will-nya dalam mereformasi tubuhnya? Mungkin belum cukup.
KATA PEMRED #28PinterPolitik.comPada 7 Mei 2026, di sebuah ruangan di Jakarta, sesuatu yang lebih besar daripada rilis resminya sedang dimulai. Sekitar 60 pimpinan holding BUMN berkumpul. Yang memimpin bukan Menteri, melainkan seorang Chief Technology Officer, Sigit Puji Santosa. Yang dibicarakan kelihatan teknis: sovereign AI, sovereign cloud, kesiapan keamanan siber pasca-kuantum, satu gugus tugas bersama bernama Danantara Digital Transformation Task Force.Pertanyaan yang lebih sulit datang belakangan. Apa, sebenarnya, yang dimulai pada hari itu?
Pembawa Renungan: Erna Kusuma Tangerang Yoh. 17:1-11a.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 17 Mei 2026Bacaan: Jawab Hizkia kepada Yesaya, "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Namun, pikirnya, "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" (2 Raja-raja 20:19)Renungan: Hizkia mendapat takhta kerajaan Israel di usia yang terbilang muda, 25 tahun. la "berperilaku" baik dibanding dengan raja-raja yang pernah memerintah sebelumnya. la takut akan Tuhan dan berusaha membawa umat Israel kembali hidup di jalan Tuhan. la melakukan banyak pembaruan radikal dan menghidupkan kembali berbagai perayaan yang bertahun-tahun terlupakan. Sungguh sebuah catatan kehidupan yang menakjubkan, bukan?Hingga suatu ketika Hizkia sakit keras dan ia dinubuatkan akan mati. la pun berseru-seru kepada Tuhan memohon belas kasihan-Nya. Doanya dijawab. Tuhan menyembuhkannya, menambah masa hidupnya 15 tahun lagi. Pengalaman rohani yang mengagumkan, bukan? Selama 15 tahun itu pula Tuhan membuat kerajaannya begitu kuat dan disegani. Sayang, semua ini membuat Hizkia berubah tinggi hati. Tujuan hidupnya tidak lagi memuliakan Tuhan, sebaliknya mencari pujian bagi dirinya sendiri. la lupa diri bahwa semua pencapaiannya adalah berasal dari Tuhan semata. Hati manusia memang rentan berubah karena sebuah situasi. Ketika dalam situasi tertekan, ia tampak mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Hatinya dilimpahi sukacita besar karena semua pertolongan dan berkat Tuhan. Namun, betapa sulitnya menjaga hati tetap murni. Jika tidak waspada, hati lambat laun berubah. Jika tidak waspada, hati mudah terbuai oleh pujian orang-orang di sekitarnya. Jika sudah demikian, ia pun mulai lupa diri dan lupa kepada Tuhan. Semua pencapaian yang diperolehnya pun diakui sebagai usaha pribadi dan bukan lagi karena berkat dari Tuhan. Dari lupa diri ia menjadi keras hati. Setiap teguran firman Tuhan yang berusaha mengingatkannya pun tidak lagi dihormatinya. Jika sudah begini, ia tidak lama lagi pasti direndahkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku sering mencuri kemuliaan-Mu. Ketika aku susah aku datang pada-Mu. Ketika aku dipulihkan aku merasa itu adalah hasil usahaku sendiri. Ampunilah aku Yesus, karena aku orang berdosa. Amin. (Dod).
Ketika seorang menteri merespons tragedi kereta yang menewaskan 16 orang dengan mengusulkan pemindahan gerbong perempuan — bukan memperbaiki perlintasan — kita bukan hanya sedang menghadapi masalah kebijakan. Kita juga menghadapi masalah berpikir. Solusinya: filsafat. Sayangnya kelas filsafat belum diwajibkan di level pendidikan menengah atas. Bahkan, di level perguruan tinggi, prodinya mau dimatikan! Weh!
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 10 Mei 2026Bacaan: "Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi oreng yang pandai, berdiam diri." (Amsal 11:12)Renungan: Pada tahun 2020, perusahaan sepeda asal Belanda, VanMoof memutuskan akan menjual 90% barangnya secara online. Tentu saja, dalam berjualan online sangat penting untuk memastikan barang yang dikirimkan bisa tiba ke tangan konsumen dalam kondisi tetap sempurna. Apalagi penjualan mereka adalah ke seluruh dunia. Mereka amati banyak konsumen kompetitor mereka kecewa karena sepeda mereka tiba dalam kondisi cacat. Muncullah ide yang cukup unik. Mereka mengirim sepeda dengan boks kardus yang sangat besar, kira-kira seukuran boks TV layar datar ukuran 50 inch. Nah, di bagian depan boks itu, dicetak gambar TV selain tentu juga sepeda. Sepintas boks itu lebih mirip boks TV daripada sepeda, dan memang itulah tujuannya. Faktanya, pihak ekspedisi akan lebih berhati-hati jika mengirimkan TV. Dengan mendesain boks mereka mirip boks TV, maka sepeda mereka diperlakukan dengan lebih hati-hati, selayaknya membawa TV. Ketika kita sadar apa yang berada di dalam sebuah boks, maka sikap kita terhadap boks itu juga akan menyesuaikan. Sikap saat membawa boks berisi kue ulang tahun akan berbeda dengan sikap saat membawa boks berisi kue kering. Sikap saat membawa boks bertuliskan "Barang Pecah Belah" atau "Jangan Ditumpuk" akan beda dengan sikap saat membawa boks berisi boneka. Apakah hal serupa juga kita lakukan saat menilai manusia? Jika kita tahu bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:27), akankah kita bersikap semena-mena pada sesama? Jika kita mengimani Kristus telah mati demi menebus umat manusia, sadarkah kita jika itu berarti tiap manusia amatlah berharga? Dunia menilai manusia hanya dari sisi luarnya saja. Namun, anak Tuhan mesti melihat dengan cara yang berbeda. Lihat sesama kita seperti cara Tuhan memandang mereka. Bukan hanya melihat dari tampilan luar, tapi melihat mereka sebagai jiwa-jiwa yang harus dikasihi dan dihargai sebagai sesama ciptaan Tuhan yang mulia dan berharga. Pandang juga diri kita dengan cara yang sama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku kemampuan untuk bisa melihat sesamaku seperti Engkau melihat mereka baik adanya, sehingga aku selalu melihat sesamaku dengan kacamata positif. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 9 Mei 2026Bacaan: "Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: " Tuhan, tolonglah aku! " (Matius 14:30)Renungan: Seorang atlet terkadang bisa bermain dengan sangat bagus. Sebut saja pemain badminton. Ketika bermain sedang bagus, permainannya terlihat sedemikian sempurna. Musuh pun kesulitan dibuatnya. Dia pun menjadi pemenang. Namun, kadang pemain badminton yang sama juga bisa bermain sangat buruk. Tidak memainkan pola permainan yang tepat. Permainan yang mudah ditebak oleh lawan. Bahkan, kerap melakukan kesalahan sendiri yang akhirnya menambah poin untuk lawan. Atlet terbaik sekelas dunia pun bisa mengalami hal-hal seperti ini. Jika demikian, apakah mereka harus gantung raket dan gantung sepatu? Tentu tidak! Bukannya menyerah, tapi mereka harus berlatih lebih keras sambil memperbaiki apa yang kurang dari permainan mereka yang sebelumnya. Perjalanan iman kita pun bisa mengalami seperti itu. Iman kita bisa naik turun. Ada waktunya kita punya iman yang sedemikian besar, tapi terkadang kita bahkan tidak punya iman sama sekali. Ada saat di mana kita bisa melangkah dengan sedemikian pasti, tapi ada saat kita dipenuhi dengan keraguan dan kebimbangan. Petrus dalam bacaan kita hari ini juga seperti itu. Ada waktu Petrus bisa punya iman yang sedemikian besar dan itu bisa membuatnya berjalan di atas air! Tapi saat ia merasakan hembusan angin, imannya tiba-tiba drop dan ia dipenuhi dengan kebimbangan sehingga akhirnya mulai tenggelam dalam air. Dalam situasi tenggelam itu, Yesus pun hadir. Ada hal penting yang bisa kita pelajari dari kisah ini. Jangan pernah menyombongkan diri seolah-olah kita tidak akan bisa lemah iman. Tentu bukan maksud untuk mengatakan bahwa iman yang lemah itu baik. Justru kita harus menyadari bahwa kita butuh kasih karunia Tuhan, bahkan dalam hal iman! Itu sebabnya murid-murid pun pernah meminta kepada Yesus, "Tambahkanlah iman kami" (Luk 17:5). Kabar baiknya, di saat kita lemah iman sesungguhnya Tuhan tidak pernah membiarkan kita tenggelam. Dia akan menyatakan menguatkan, meneguhkan, dan menyatakan pertolongan tepat pada waktu-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tambahkanlah imanku, sehingga dalam situasi apapun aku tetap setia mengiringi Engkau. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 7 Mei 2026Bacaan: "Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel." (2 Samuel 15:6)Renungan: Kita sering mendengar peribahasa ada udang di balik batu. Jika seseorang terlihat baik, belum tentu ia benar-benar baik. Kita tidak pernah tahu kalau saja ia punya maksud tersembunyi. Berbuat baik, tapi tidak tulus, Berbuat baik tapi ada maunya. Bukan berarti kita harus curiga kalau melihat seseorang melakukan perbuatan baik. Daripada sibuk menilai dan mencari tahu motivasi orang dalam melakukan kebaikan, lebih baik kita menjaga hati kita supaya tidak melakukan hal seperti ini. Setiap kali kita akan melakukan perbuatan baik, cobalah kita jujur kepada diri kita sendiri, "Apakah kita melakukan kebaikan karena didasari kasih yang tulus, ataukah sebenarnya kita punya agenda tersembunyi?" Absalom itu punya modal yang komplit untuk menjadi pemimpin besar Israel. Punya perawakan yang gagah, elok rupanya, cakap, dan terutama: pintar mengambil hati rakyat! Maka rakyat pun tertarik dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Absalom. Betapa tidak? Dengan telaten Absalom mengambil hati rakyat Israel dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Tidak main-main, "udang itu bersembunyi di balik batu" hingga empat tahun! Betapa telatennya Absalom membangun citranya demi mengumpulkan massa. Begitu mayoritas orang Israel berpihak kepadanya, barulah ketahuan sifat asli Absalom, yaitu ia ingin memberontak dan mengkudeta ayahnya sendiri! Perbuata baik tanpa disertai dengan ketulusan itu berbahaya. Cobalah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita tulus dalam melakukan kebaikan, ataukah sebenarnya kita punya maksud tersembunyi? Sebagai anak-anak Tuhan, sungguh tidak pantas kalau kebaikan kita sebenarnya memiliki agenda terselubung. Bagaimana mungkin kita berharap Tuhan memberkati kebaikan yang kita lakukan, jika sebenarnya kita punya maksud yang tersembunyi, terlebih lagi jika kita punya maksud yang jahat seperti halnya yang dilakukan oleh Absalom! Jadilah orang yang baik tapi tulus. Menolong tanpa pamrih. Memberi tanpa berharap imbalan, Murah hati tanpa berharap kembali. Ketika kita tulus dalam berbuat baik, maka Tuhan sendiri yang akan membalas setiap kebaikan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, murnikanlah hatiku saat melakukan perbuatan baik, sehingga kebaikan yang aku lakukan semata-mata hanya untuk kemuliaan nama-Mu dan bukan untuk menyombongkan diriku sendiri. Amin. (Dod).
PERWIRA (The Indonesian Society in Victoria), which actively organizes cultural events, will host Mahasuara at Prahran Market, Melbourne, on the 2nd of May 2026. This festival will feature Dangdut Koplo and Bollywood music. It will also feature stalls of Indonesian food, especially traditional Indonesian cuisine. - PERWIRA (Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria) yang aktif menyelenggarakan acara-acara budaya itu, pada tanggal 2 Mei 2026 akan menyelenggarakan Mahasuara di Prahran Square, Melbourne. Yaitu festival musik Dangdut Koplo dan musik Bollywood. Yang diramaikan pula dengan stal-stal makanan khas Indonesia terutamanya.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 25 April 2026Bacaan: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan...." (Yohanes 14:12)Renungan: Ada kisah lima bersaudara yang pergi mengunjungi saudara perempuan mereka yang menikah dengan seorang anak raja dan tinggal di seberang danau. Ketika mereka hendak pulang, keluarga raja ini membawakan oleh-oleh dengan pesan, jangan dibuka sebelum tiba di rumah. Barang-barang ini sangat berharga. Empat orang di antara mereka percaya dan menaatinya. Sementara itu seorang tidak percaya jika itu barang berharga. Apalagi hanya dibungkus dengan daun. Di tengah perjalanan ia membuka bungkusan itu, ternyata hanya kunyit. Lalu dicampakkannya kunyit itu sebab di kampung mereka sangat banyak kunyit. Sementara yang lain baru membuka bungkusan itu setibanya mereka di rumah. Betapa terkejutnya mereka sebab ternyata bungkusan itu berisi emas. Percaya kepada Tuhan, berarti percaya dan taat melakukan firman-Nya. Percaya tetapi tidak taat pada kehendak-Nya, itu sama saja berbohong dan merugikan diri sendiri. Kesungguhan kita memercayai Tuhan tercermin dari apa yang kita perbuat. Mari kita memelihara semangat kita untuk terus percaya dan taat kepada Tuhan Yesus, walau kadang jalan hidup ini sukar kita pahami. Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, bantulah aku agar tetap taat dan setia kepada-Mu di dalam setiap musim hidupku. Amin. (Dod).
Sejumlah fokus kebijakan Presiden Prabowo kini semakin signifikan usai gejolak perang di Iran. Bagaimana kita memaknainya?
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 21 April 2026Bacaan: Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini." (Lukas 23:4)Renungan: Gediminas Kirkilas, salah seorang Perdana Menteri Lithuania harus membayar denda sebesar 290 euro. la tertangkap tangan merokok di tempat umum, di sebuah bar di Klaipedia. Kirkilaslah yang mengusulkan larangan dikenakan denda bagi orang yang merokok di tempat umum. Ia tidak memungkiri pelanggaran yang dilakukannya dan ia segera membayar denda tersebut. Orang yang bersalah tentu harus menanggung sanksi yang berlaku. Kita kembali diingatkan akan pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Mengapa Ia mau mati di kayu salib? Apakah la melakukan kesalahan? Sama sekali tidak benar! la mati justru karena menanggung dosa dunia ini. Ketika la diadili oleh Pontius Pilatus, di hadapan para imam kepala dan orang banyak, Pilatus berkata: "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini." Namun orang banyak tetap menghukum Yesus dan menyalibkan Dia. Ya, betapa pun Tuhan Yesus tak bersalah, la menerima kematian di kayu salib sebagai hukuman. Hanya karena cinta-Nya demi keselamatan umat manusia, la menerimanya. Adakah cinta kasih kita kepada-Nya sebesar cinta kasih Tuhan Yesus kepada kita? Mari kita wujudkan cinta kasih itu kepada sesama kita. Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, terima kasih atas cinta-Mu yang begitu besar padaku sehingga Engkau mau mati untukku. Ubahlah aku untuk hidup lebih baik lagi sehingga aku dapat menghargai pengorbanan-Mu di kayu salib. Amin. (Dod).
Ketika perang tak lagi sekadar strategi, melainkan dibungkus sebagai mandat suci, yang dipertaruhkan bukan hanya kemenangan—tapi juga kemampuan manusia untuk meredam eskalasi konflik.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 20 April 2026Bacaan: "Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya." (2 Raja-raja 7:2)Renungan: Di sebuah desa, ada seorang ibu yang mulai rajin berdoa karena mendengar Pastor di gerejanya berkhotbah mengenai iman sebesar biji sesawi yang bisa memindahkan gunung. Ia berdoa agar anaknya yang sudah lama sakit bisa sembuh. Namun, setelah sebulan berdoa, tidak terjadi apa-apa. Ia pun menceritakan masalah tersebut kepada Pastornya. Akhirnya Pastornya sepakat berdoa bersama sang ibu di depan anak itu. Ketika selesai mengucapkan "Amin" dan melihat anaknya tidak sembuh, lantas sang ibu berkata, "Benar kan Pastor, dari awal pun saya sudah menduga bahwa hal itu tidak akan mungkin terjadi." Sambil menggelengkan kepala, sang Pastor pun berkata, "Lha Ibu saja tidak yakin, bagaimana mungkin itu terjadi?" Ibu itu hanya salah seorang dari sekian banyak orang percaya yang sikapnya seperti itu. Mereka mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi sering kali tidak memercayai bahwa Tuhan mau dan mampu menolong mereka. Memang tidak mudah untuk percaya di dalam situasi yang sulit, seperti seorang perwira yang menjadi ajudan raja di dalam kisah "krisis Samaria". Krisis Samaria terjadi karena saat itu Samaria dikepung oleh pasukan Aram. Harga pangan langsung melonjak tinggi. Seperempat kab tahi merpati saja harganya lima syikal perak (2 Raj 6:25). Bahkan, karena krisis itu, sampai terjadi peristiwa kanibalisme. Sungguh mengerikan! Raja tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi krisis ini. Sayangnya, bukannya dia mengaku salah karena tidak bisa bertanggung jawab untuk menyejahterakan rakyat, malah dia menyalahkan Elisa. Bahkan dia berniat membunuh Elisa. Lebih parah lagi, raja menyalahkan Tuhan atas terjadinya krisis Samaria yang sangat hebat itu. Jelas, raja tidak memercayai bahwa Tuhan sanggup menolong mereka. Sebagai seorang nabi, Elisa harus meyakinkan raja bahwa krisis itu akan segera berakhir, sehingga harga pangan menurun dan terjangkau oleh rakyat jelata. Tetapi sayangnya, ketidakpercayaan itu kini beralih kepada perwira yang menjadi ajudan raja. Perkataannya sangat jelas menunjukkan ketidakpercayaannya, "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Karena ketidakpercayaannya itu, maka ia tidak menikmati berkat Tuhan, bahkan ia akhirnya meninggal karena terinjak-injak oleh orang banyak. Kepercayaan akan memengaruhi sikap hidup seseorang, sekaligus memengaruhi hasil dari apa yang diharapkan. Orang yang percaya akan menunjukkan sikap hormat kepada Tuhan dan antusias di dalam berdoa. Tuhan pun tidak akan tinggal diam, pada waktu yang tepat la akan memenuhi apa yang diharapkan orang tersebut. Kalau saat ini kita sedang terhimpit masalah, entah itu penyakit yang tak kunjung sembuh atau kesulitan keuangan, jangan sekali-kali meragukan Tuhan. Percayalah dengan segenap hati bahwa Tuhan akan menunjukkan kasih dan kuasa-Nya. Percayalah sampai mujizat itu menjadi nyata! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, saat aku tidak melihat jalan-Mu dan tidak mengerti rencana-Mu, biarlah hatiku tetap percaya dan mengandalkan-Mu selalu. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 April 2026Bacaan: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2) Renungan: Seorang wanita mendatangi George Crane untuk berkonsultasi, karena ia membaca artikel yang ditulis oleh George Crane di salah satu surat kabar. la bercerita tentang suaminya dengan kebencian yang sangat besar. la berkata bahwa ia tidak tahan lagi hidup dengan suaminya dan akan segera minta diceraikan. Tetapi sebelum ia diceraikan, ia harus membuat rencana balas dendam atas semua rasa sakit yang dialaminya. George Crane berpikir sejenak, kemudian ia berkata, "Nyonya, sekarang pulanglah seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bersabarlah sedikit waktu lagi agar Anda dapat membalaskan sakit hati itu. Saran saya, cobalah untuk menunjukkan seolah-olah Anda sangat mencintainya. Setiap pagi berikan ia secangkir kopi dan roti, sambil mengatakan bahwa Anda mengasihinya. Ketika ia melakukan sesuatu yang tidak baik, cobalah untuk tersenyum kepadanya. Berusahalah sabar untuk mendengar keluh kesah atau petualangan-petualangannya sepanjang hari, sehingga ia berpikir bahwa Anda sangat mengerti akan dia. Kemudian setelah dua bulan, barulah Anda menyatakan bahwa Anda ingin bercerai dengannya. Itu akan menjadi seperti sebuah bom yang menghancurkan hatinya." "Wah, ide Anda bagus sekali Pak." sahut wanita itu. Kemudian wanita itu pulang dengan suatu rencana yang jitu. Dua bulan kemudian wanita itu kembali menemui George Crane. Setelah ia duduk, George Crane bertanya, "Apakah sekarang Anda siap menceraikan suami Anda?" "Bercerai? Saya tidak akan pernah menceraikan suami saya Pak. Sekarang saya benar-benar mengasihinya!" jawabnya dengan yakin. Jika kita menginginkan situasi yang lebih baik di rumah atau di kantor, kita tidak perlu menuntut orang lain untuk berubah terlebih dulu, mulailah perubahan itu dari diri kita sendiri. Ketika kita menunjukkan bahwa kita mau memulai perubahan dari diri kita sendiri, maka itu akan memberi inspirasi dan memotivasi orang-orang di sekitar kita untuk berubah. Pada awalnya perubahan yang kita mulai memang akan membuat orang lain bertanya-tanya, apa gerangan yang terjadi sehingga ia yang tadinya sangat cerewet kini jadi lebih bisa menguasai lidahnya; dia yang tadinya kasar, kini lebih lemah lembut, dia yang tadinya cuek habis, kini mulai perhatian; dia yang tadinya pelit, kini mulai murah hati; dia yang tadinya pemalas, kini mulai rajin, dan seterusnya. Tetapi, seiring dengan perubahan yang kita mulai, orang-orang di sekeliling kita juga akan mulai berubah. Marilah kita berubah dari hari ke hari menjadi pribadi yang karakternya semakin serupa dengan Kristus. "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Rm 12:2). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku mau dibentuk supaya menjadi seperti Yesus di dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Baharuilah hati dan pikiranku setiap hari. Amin. (Dod).
Pdt. Wigand Sugandi
Masyarakat yang cerdas tak akan patuhi hukum yang buruk. "Good people disobey bad law," kata pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK)—Bivitri Susanti.Ketika itu terjadi, legitimasi hukum pun terguncang. Lantas bagaimana kita harus menyikapinya?Pahami penjelasan Bibip (panggilan akrab Bivitri) dalam episode ini selengkapnya:0:00:00 - Intro0:02:18 - Kenapa belajar hukum0:05:56 - Titik balik0:09:20 - Dualisme hukum0:17:29 - Legal vs Legalistik0:20:35 - Kaitan hukum & pendidikan0:30:56 - Kepatuhan vs Ketertiban0:41:08 - Kriminalisasi kebijakan0:50:09 - Makna & strategi aktivisme1:00:42 - Cara berpikir1:09:53 - Board of Peace1:19:44 - Populisme & dampaknya1:24:22 - “Saya masih optimis”1:29:11 - Feodalisme1:31:04 - Ide besar, jangan sempit tafsir#Endgame #GitaWirjawan #BivitriSusanti------------------Buku yang saya tulis, ‘What It Takes: Southeast Asia', sekarang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dapatkan di sini:https://books.endgame.idSudah baca? Tinggalkan review-mu di sini:https://www.goodreads.com/book/show/241922036-what-it-takes------------------Episode lain yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/jrpsebCJ0_o?si=ADhUv9oqXiJIEA2qhttps://youtu.be/Yw1Ivy1VqUo?si=r-_iaE18AcaXkoK-https://youtu.be/_A6x_21ojD0?si=BzrxU7PcZGcBla78------------------Special thanks to our ‘Future Narrators' channel members:Mariko Yoshihara, Yemotto IBRAHIM, hobi kluyuran, Fajar Prasetyo, Dyah Firgiani, keetkaat, Excel-lent, Arie Gunardi, Yayi Trisnawati D, Teddy Chow, Wwertyssnb, Crispy_Cracker58, Priyanithi Dharsania Negara, Widi Aphrian, hndraable, hendro trihatmojo, Muhammad Taufik Evendi, QunÔºáan Syukrilah, azam adnani, Charles Andrew Tang, Ariyo Arinsa Putra, Reda Bellarbi, Jaz Simbolon, Muhammad Ismail Mubarak, Stefanus B. W., KATE WOLSKA, pixelcadet, Itje Chodidjah, Geralt Fajar Bukan, Jack Duan, Elmi CK Ong, Lucy March, Anggun Noventina, Irawan Purwono, Krishna Putra, Agnes Pranindita, Darso Arafa, nazaruddin nasir, 747sgw, benget yakub, Patricia S, ferra febrianti, De Guda Kessa, Gusko Adnyana, mjk939, Jerry Budiman, Mawan Darmawan, diah anggraini, Ainur Rofiq, Adrian Baskoro, Bambang Haryanto, Ezwan Zakaria, Marilyn C, Kianti Darusman, Revolution R, liza dewi, Joanna FKG, Susanto Uno, Taswin Munier, M Firaldi Akbar Zulkarnain, Super ‚ÄúBuupy Pub‚Äù Bondon, Ferdy Reza, Elnasdi Moda, Hendry Ahen, Aria Widyanto, Ilham R, Ayu Arman, Haju Ara Podcast, Flores Exotic Tours, Meilisva AA Taniel, nonik martyastuti, Niki S, Anita Amalia, hardianiati, Salwaluna Maryam, Dewi Risnawati, birgietta katherine, Derry Harnanda, Aleyandra Rizka Amalia, Ridwan Sakidja, Rita Sahara, Sanityas Prawatyani, Teddy Sutendi, erna girirachman, Alvin Rivaldi, Ronny Wijaya, Sam K Nugraha, Arif R3 Vibration, FBC Ponto, Stella sinaga, chandrawati Saragih, Kawal Jakarta, Elmi Dignity, Yufud Rahayun, Calvin Go, Freddy Wijaya, Toto Parminto, Bambang Made, Nova Rahayu Yusuf, Oktavianto Dwi Wicaksono, Muhi Futon, Sophia Alizsa, fsoenardi, Hadzunda Laga, ULFA, R K, Dina Siswa, Daniel Tagu Dedo, adam fadrian, muhammad afif, Okvina Juita, Yoggi Dinata, Nofliyana, NOVEDY HUSAINI, Kacamata Indra, Asyraf Mursalina, Cindy Permatasari, tanto thesman, Jarry Rinaldy, RACHMAD ARIFUDDIN AMKL, eka nurlita, Arief widyanto
Pembawa Renungan : Erna Kusuma TangerangYoh. 5:1-3a.5-16