POPULARITY
Categories
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak membawa berkah bagi keluarga petani dan perajin kecil di berbagai desa di tanah air. Selain pendapatan semakin meningkat, mereka bisa membantu tetangga yang menganggur dengan membuka lapangan kerja baru.Bahkan karena sibuk bekerja di dapur MBG, mereka pun sembuh dari bermain judi online, karena waktunya sibuk bekerja baik sebagai pemasok di dapur MBG atau sebagai pekerja langsung di dapur MBG.Hal itu pula yang dirasakan Sumarti, seorang nenek perajin tahu dari Desa Sidorejo, Kecamatan Kebon Sari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Sebagai perajin tahu, selama ini dia hanya bisa menjual maksimal dua ember tahu buatannya di pasar desa. Namun sejak menjadi pemasok tahu ke SPPG di desanya, nenek Sumarti kini bisa tersenyum. Dengan dibantu menantunya, Dwiyono alias Geye, pabrik tahunya semakin berkembang. Jika semula hanya mampu memproduksi 50 kg kedelai per hari, kini dia mampu memproduksi 2 kwintal kedelai dalam sehari. "Alhamdulah penghasilan meningkat, karyawan juga nambah," ujarnya. Namun yang paling membahagiakan nenek Sumarti adalah kebiasaan menantunya yang selama ini menjadi penjudi online sekarang benar-benar sembuh, lantaran sang menantu siang dan malam harus kerja memproduksi tahu untuk dapur MBG di desanya. "Sekarang benar-benar insyaf karena gak punya waktu lagi untuk judi online," tambah nenek Sumarti gembira.Nenek Sumarti juga mengakui penghasilan sebagai pemasok tahu untuk program MBG meningkat luar biasa bahkan hingga 400 persen. Apalagi dengan sistem pembayaran yang cash setiap hari. "Alhamdulah berkah program MBG, saya bisa beli mesin pompa sibel untuk pengairan di sawah, bisa beli mobil untuk alat transportasi ke dapur MBG," kata Sumarti.Terkait insyafnya para penjudi online karena sibuk bekerja di dapur MBG dibenarkan oleh kepala Desa Sidorejo, Ana Setyawati. Menurut Ana, ketika mereka bekerja di dapur MBG dan juga bekerja di tempat usaha para suplier, dapur MBG benar-benar mengurangi pengangguran, dan juga menyembuhkan kebiasaan judi online di desanya.
Yayak Surayak tak pernah mengira, jika usaha beternak itik dan membuat telur asin yang dilakukannya ternyata bisa mensejahterakan keluarga dan warga sekitar. Sebab, selama ini ia hanya bisa menjual 100-200 butir telur asin dalam seminggu dan sekarang setelah menjadi pemasok dapur MBG ia bisa menjual 3000-5000 butir tiap minggu atau naik 2900-4900 persen."Alhamdulillah, sejak adanya MBG di sini, peternak itik seperti kami menjadi sangat terbantu. Kalau selama ini kami hanya bisa menjual 100 sampai 200 butir telur per minggu, sekarang sekali kirim bisa 3.000 sampai 5.000 butir telur asin dan langsung dibayarkan," kata Yayak saat ditemui di rumahnya di Dusun Penjalinan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (20/12).Usaha tersebut membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Jika semula cukup membuat telur asin sendirian, ia kini tak mampu lagi mengerjakannya dengan tenaga sendiri. Ia mulai mempekerjakan ibu-ibu tetangga di sekitar rumahnya. "Sekarang ada 4 sampai 5 orang yang membantu, sementara satu orang lagi untuk packing," ujarnya. Telur asin untuk menu MBG yang diminta SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi) biasanya tidak terlalu asin. Karena itu prosesnya menjadi lebih cepat. Jika telur asin yang dijual di pasar umum biasanya memerlukan waktu 12 sampai 15 hari untuk pengasinan, telur asin untuk MBG hanya memerlukan waktu 7 sampai 8 hari. "Waktu pengasinannya lebih cepat, supaya tidak terlalu asin," kata Yayak.Dengan bertambahnya permintaan telur asin dari beberapa dapur MBG di Kecamatan Sumber Sari, Yayak mulai berpikir untuk menyiapkan stok telur yang lebih banyak. Dia kini mulai memperbesar kandang dan menambah jumlah itik yang dipeliharanya. "Kita tambah bebeknya, kita kembangkan usaha peternakannya dulu," ujarnya.Karena peningkatan omset yang dia rasakan, Yayak sangat berharap agar program MBG terus berlanjut. "Sebab, perajin kecil seperti saya ini sangat terbantu, karena omsetnya naik sampai 3000 persen, perputarannya cepat, dan sampai ke kami-kami ini. Selain itu, banyak warga yang bisa bekerja," ucapnya.
Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, menuai apresiasi masyarakat. Selain berlangsung meriah dan tertib, acara diisi dengan doa bersama serta penggalangan donasi kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatera, dikutip dari keterangan yang disampaikan Dis Kominfotik DKI Jakarta. Santoso (38), warga Jakarta Selatan, menilai perayaan tahun baru kali ini terasa sederhana, namun tetap hangat dan bermakna.“Meskipun sederhana, acaranya tetap meriah. Harapan saya dan warga Jakarta, ke depan kota ini semakin jaya dan sukses. Harapan yang belum tercapai tahun ini semoga bisa terwujud di tahun depan,” tuturnya di sekitar Bundaran HI, Rabu (31/12/2025) malam. Santoso juga menyambut positif penggalangan donasi yang dilakukan dalam rangkaian acara tersebut. Menurutnya, bantuan yang terkumpul akan sangat berarti bagi warga terdampak bencana. “Semoga mereka diberi ketabahan dan kekuatan, dan Allah mengganti kesedihan mereka dengan kebaikan,” harapnya.Apresiasi serupa disampaikan Nana (18), warga Jakarta Pusat. Ia menilai keputusan Pemprov DKI Jakarta menyertakan unsur solidaritas dalam perayaan tahun baru merupakan langkah yang tepat. “Saudara kita di Aceh dan Sumatera sedang sangat membutuhkan bantuan. Jika perayaannya terlalu mewah, rasanya kurang menghargai korban bencana. Terima kasih untuk gubernur, wakil gubernur, dan masyarakat yang sudah berdonasi,” tutur Nana.Sementara itu, Nisa (32), warga Jakarta Pusat, menilai perayaan tahun baru kali ini berhasil memadukan euforia pergantian tahun dengan empati terhadap korban bencana. “Acara ini seru, tapi tetap menunjukkan kepedulian. Doa bersama dan donasi yang besar mencerminkan empati masyarakat Jakarta. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara kita di Aceh dan Sumatera,” ujarnya. (Ter)
Seperti biasa, di penghujung tahun kami akan mengilas balik hal-hal menarik dan memorable yang terjadi di sepakbola Jerman. Kira-kira apa momen favorit kalian tahun ini? Selain itu kami juga membahas sedikit transfer terkini dari Bundesliga
MetroTV, Sepanjang tahun 2025, Polresta Bandung telah menyelesaikan 94 persen kasus tindak pidana serta keluhan masyarakat melalui program Lapor Pak Kapolresta. Selain itu, puluhan tersangka pelaku kriminal juga berhasil diringkus, termasuk pelaku tambang ilegal yang merugikan negara.
MetroTV, Konser perayaan 42 tahun Slank yang digelar di Bali berhasil menggalang dana kemanusiaan sebesar Rp500 juta. Seluruh hasil penjualan tiket konser didedikasikan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Selain konser, penggalangan dana juga dilakukan melalui lelang barang pribadi personel Slank sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Seaworld Ancol menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu libur Natal dan Tahun Baru. Selain menikmati berbagai koleksi hewan laut, pengunjung juga dapat berinteraksi secara langsung dengan beberapa satwa, menciptakan pengalaman edukatif dan menyenangkan. Kegiatan ini menarik ribuan pengunjung setiap harinya, yang datang untuk bersantai, belajar, sekaligus mengabadikan momen liburan mereka.HEINRICH TERRA - JURNALIS METRO TV#SeaworldAncol #LiburanNataru #WisataAncol #HewanLaut #InteraksiSatwa #LiburAkhirTahun #DestinasiWisata #EdukasiAnak #WisataKeluarga #PengalamanSeru
Kawasan Malioboro Yogyakarta masih menjadi daya tarik wisatawan saat libur panjang Natal dan Tahun Baru. Selain berbelanja, wisatawan juga dapat menikmati kuliner khas Yogyakarta.#Malioboro #Yogyakarta #WisataYogyakarta #KulinerYogyakarta #LiburNataru #DestinasiWisata
BRI Group sebagai bagian dari Danantara melaksanakan aksi kemanusiaan bertajuk "Satukan Langkah untuk Sumatra", yang bertujuan membantu masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra. Aksi kemanusiaan tersebut sekaligus merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-130 BRI yang dilaksanakan secara sederhana di Kantor Pusat BRI, Jakarta.Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan kegiatan "Satukan Langkah untuk Sumatra" merupakan inisiatif kolektif yang lahir dari semangat solidaritas dan kepedulian sosial seluruh elemen di BRI Group. Sebanyak 5.000 peserta ambil bagian dalam kegiatan jalan sehat yang menempuh jarak sekitar 5 kilometer atau setara dengan 7.500 langkah. Setiap langkah peserta dikonversi menjadi donasi senilai Rp1.300.Melalui mekanisme tersebut, kegiatan ini diproyeksikan dapat menghimpun dana hingga Rp50 miliar, yang akan disalurkan ke pembangunan infrastruktur pascabencana yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana Sumatra.Di Provinsi Aceh, BRI menyiapkan program renovasi fasilitas pendidikan, puskesmas, layanan publik, serta perbaikan sistem air bersih dan sanitasi. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Utara, BRI akan melakukan renovasi sekolah dasar/negeri dan Puskesmas yang terdampak banjir/longsor, serta perbaikan sarana air bersih dan sanitasi.Lalu di Sumatra Barat, upaya pemulihan difokuskan pada perbaikan dan renovasi ruang kelas sekolah, fasilitas kesehatan tingkat pertama, serta rehabilitasi drainase dan akses jalan lingkungan. Selain itu, bantuan juga akan disalurkan untuk pembangunan hunian sementara khususnya di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
Program Sepekan Menteri Agama merangkum aktivitas Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, selama sepekan terakhir.Agenda dimulai dengan Anugerah KUA 2025 sebagai apresiasi peningkatan layanan keagamaan. Kementerian Agama juga memperkuat kerja sama dengan BP Taskin untuk pengentasan kemiskinan melalui pendekatan keagamaan.Selain itu, perhatian difokuskan pada pemenuhan logistik serta pemulihan rumah ibadah dan lembaga pendidikan di Sumatra pascabencana, sebagai bagian dari komitmen pelayanan dan kemanusiaan.
Kontingen Indonesia menutup ajang SEA Games dengan capaian membanggakan. Merah Putih berhasil finis di peringkat kedua klasemen akhir perolehan medali, menunjukkan konsistensi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama olahraga Asia Tenggara.Prestasi ini diraih lewat kontribusi signifikan dari sejumlah cabang unggulan, seperti atletik, angkat besi, bulu tangkis, pencak silat, hingga renang. Para atlet muda tampil kompetitif, bahkan mampu menggeser dominasi beberapa negara pesaing di nomor-nomor krusial. Hasil ini sekaligus menegaskan efektivitas pembinaan atlet usia muda yang selama ini menjadi fokus utama.Namun di balik capaian tersebut, evaluasi tetap menjadi hal penting. Masih terdapat beberapa cabang olahraga yang belum memenuhi target, baik dari sisi perolehan medali maupun performa teknis. Faktor regenerasi atlet, kedalaman skuad, serta kesiapan mental di laga penentuan menjadi catatan yang perlu diperbaiki.Selain itu, konsistensi pembinaan jangka panjang, peningkatan kualitas sport science, serta kompetisi berjenjang dinilai perlu diperkuat agar prestasi tidak hanya bersifat momentum. SEA Games memang ajang regional, tetapi hasil di sini menjadi fondasi penting menuju level yang lebih tinggi seperti Asian Games dan Olimpiade.Dengan finis di posisi kedua, Indonesia patut berbangga. Namun lebih dari sekadar peringkat, capaian ini harus dijadikan bahan evaluasi dan pijakan strategis untuk melahirkan prestasi yang lebih besar di masa depan. Karena target sesungguhnya bukan hanya unggul di Asia Tenggara, tetapi juga bersaing di panggung dunia.TALK :: Pemerhati Olahraga, yang juga mantan Wartawan Olahraga Kompas, Jimmy S Harianto & Sekjen Masyarakat Sepakbola Indonesia, Ch Ambong
Peraturan kepolisian yang mengatur 17 jabatan sipil untuk anggota Polri memantik polemik.Perpol ini dituding menentang putusan MK yang melarang polisi duduki jabatan sipil, kecuali mundur atau pensiun.Selain itu dianggap berlawanan dengan semangat reformasi Polri yang digaungkan pemerintah.Ada apa di balik penerbitan perpol?
Dalam dunia manajemen dan penyelesaian masalah, metode "5 Whys" telah lama menjadi primadona karena kesederhanaannya. Kita diajarkan bahwa dengan bertanya "mengapa" sebanyak lima kali, kita akan secara otomatis sampai pada akar penyebab masalah. Namun, dalam realitas organisasi yang kompleks, metode linear ini sering kali gagal menangkap gambaran besar. Masalah di dunia nyata jarang sekali menyerupai rantai lurus; mereka lebih mirip jaring labirin yang saling bertautan, di mana satu kejadian dipicu oleh berbagai faktor yang saling memengaruhi secara simultan. Kelemahan utama dari pendekatan 5 Whys yang tradisional adalah kecenderungannya untuk mencari satu penyebab tunggal atau "peluru perak." Sering kali, tim berhenti pada jawaban yang nyaman seperti "kesalahan manusia" atau "kurangnya pelatihan." Padahal, dalam kacamata systems thinking, manusia hanyalah komponen dalam sebuah sistem. Jika kita hanya menyalahkan individu tanpa memperbaiki desain sistem di belakangnya, kita sebenarnya hanya sedang memadamkan api sementara, sementara puntung rokok yang menyebabkannya masih terus menyala di sudut yang tidak terlihat. James C. Paterson dalam konsep "Beyond the Five Whys" mengajak kita untuk beranjak dari pemikiran linear menuju pemikiran sistemik. Alih-alih hanya mengikuti satu jalur tanya-jawab, kita didorong untuk melihat masalah melalui "tiga kaki" penyebab: penyebab langsung, kegagalan deteksi, dan kelemahan sistemik atau budaya. Dengan cara ini, seorang fasilitator dapat membantu tim melihat bahwa sebuah kesalahan teknis bisa jadi berakar dari kebijakan anggaran yang kaku atau budaya kerja yang mengabaikan keselamatan demi kecepatan. Penerapan "Beyond 5 Whys" yang efektif menuntut ketegasan logika yang kita sebut sebagai "Uji Balik" atau Reverse Test. Sebuah rantai penyebab hanya dianggap valid jika kita bisa membacanya dari arah berlawanan menggunakan logika "Jika-Maka." Jika kita mengatakan "kabel putus menyebabkan mesin mati," maka secara logika "mesin mati harus bisa dijelaskan oleh kabel yang putus." Jika ada celah dalam logika ini, berarti ada faktor tersembunyi yang belum terungkap, dan di situlah kedalaman analisis dimulai. Salah satu tantangan terbesar bagi seorang fasilitator adalah menghindari "lompatan logika" yang prematur. Peserta sering kali ingin cepat-cepat menyimpulkan bahwa masalahnya adalah "budaya perusahaan yang buruk." Meskipun mungkin benar, jawaban tersebut terlalu abstrak untuk diperbaiki. Pendekatan yang mendalam memaksa kita untuk menelusuri tangga penyebab setapak demi setapak—dari suhu ruangan yang panas, menuju AC yang mati, hingga pemotongan anggaran perawatan—sehingga solusi yang dihasilkan bersifat konkret dan dapat dieksekusi. Selain itu, kita harus menyadari bahwa satu masalah bisa memiliki banyak akar penyebab yang bercabang. Dalam systems thinking, kita tidak hanya mencari satu jalur "Why," tetapi membangun sebuah pohon penyebab. Sebuah kegagalan operasional mungkin disebabkan oleh kombinasi antara desain alat yang buruk DAN kelelahan staf DAN prosedur yang ambigu. Dengan mengakui multi-kausalitas ini, organisasi tidak lagi terjebak pada solusi dangkal yang hanya mengobati satu gejala saja. Pergeseran dari 5 Whys biasa menuju analisis yang lebih dalam juga berdampak pada budaya organisasi. Ketika fokus beralih dari "siapa yang salah" menjadi "mengapa sistem ini membiarkan kesalahan terjadi," rasa takut akan digantikan oleh rasa ingin tahu. Karyawan akan lebih terbuka melaporkan anomali karena mereka tahu bahwa tujuan analisis ini adalah untuk membangun lingkungan kerja yang lebih tangguh, bukan untuk mencari kambing hitam di akhir sesi rapat. Seorang fasilitator profesional berperan sebagai "detektif sistem" yang menggunakan pertanyaan-pertanyaan sakti untuk menggali lebih dalam. Pertanyaan seperti "Apa yang membuat tindakan ini terasa masuk akal bagi operator saat itu?" dapat membuka tabir tentang tekanan kerja atau instruksi yang membingungkan. Tugas fasilitator bukan memberikan jawaban, melainkan menjaga agar senter analisis tetap menyoroti sudut-sudut organisasi yang paling gelap dan paling jarang diperiksa. Pada akhirnya, efektivitas dari metode "Beyond 5 Whys" diukur dari ketahanan solusi yang dihasilkan. Jika masalah yang sama tidak lagi muncul dalam enam bulan ke depan, berarti kita telah berhasil menyentuh akar sistemiknya. Namun, jika masalah terus berulang dengan aktor yang berbeda, itu adalah sinyal bahwa kita masih bermain-main di permukaan. Kedalaman adalah kunci dari keberlanjutan, dan keberlanjutan adalah tujuan akhir dari setiap upaya perbaikan sistem. Sebagai penutup, memahami logika di balik pertanyaan "mengapa" adalah tentang melatih kerendahan hati untuk mengakui bahwa dunia ini tidak sesederhana yang terlihat. Dengan melampaui angka lima dan melangkah menuju pemahaman sistemik, kita tidak hanya memperbaiki proses, tetapi juga sedang meningkatkan kecerdasan kolektif organisasi kita. Mari kita berhenti hanya bertanya "mengapa" dan mulai bertanya "bagaimana sistem ini bekerja," agar setiap solusi yang kita lahirkan benar-benar menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih baik.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Meskipun hingga saat ini KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai siapa yang ditangkap, KPK telah menyegel ruang kerja Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, serta beberapa ruang kerja di Dinas Cipta Karya dan Dinas Binamarga Kabupaten Bekasi. Selain itu, ruang kerja Kadis BUDPOR dan Sekdis BUDPOR juga turut disegel. KPK telah mengamankan sekitar sepuluh orang dalam operasi tangkap tangan ini. Hingga saat ini, rincian lebih lanjut mengenai kasus dan pihak-pihak yang diamankan belum diumumkan. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan keterangan tertulis bahwa proses penyidikan terus berjalan.
Learn casual ways to invite your friends to go to the beach. Plus, find out the number one danger on Australian beaches and how to stay safe when swimming in the sea. - Mari belajar cara santai untuk mengajak teman-teman Anda pergi ke pantai. Selain itu, ketahui bahaya nomor satu di pantai-pantai Australia dan cara tetap aman saat berenang di laut.
Rencana pemerintah untuk menetapkan status Hutan Adat seluas ±1,47 juta hektar pada periode 2025–2029 merupakan langkah strategis yang mencerminkan komitmen negara pasca-Putusan MK No. 35/PUU-X/2012. Angka ini bukan sekadar target statistik, melainkan representasi dari 95 usulan komunitas adat yang secara administratif telah lengkap namun tertunda penetapannya. Momentum ini menjadi ujian kredibilitas bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa pengembalian hak pengelolaan hutan kepada masyarakat adat bukan hanya wacana politik, melainkan upaya nyata dalam mewujudkan keadilan agraria dan perlindungan ekologis berbasis kearifan lokal di tengah ancaman krisis iklim global. Namun, realisasi target tersebut menghadapi tantangan struktural yang signifikan, terutama terkait "leher botol" administrasi di tingkat pemerintah daerah. Ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk proses identifikasi dan verifikasi subjek Masyarakat Hukum Adat (MHA) sering kali menjadi penghambat utama, mengingat minimnya alokasi dana dan komitmen politik di tingkat lokal. Situasi ini diperparah oleh konflik tenurial yang tumpang tindih dengan izin konsesi korporasi, menjadikan proses pengakuan hak sering kali terjebak dalam sengkarut birokrasi yang mahal dan berlarut-larut, seolah menyandera hak konstitusional masyarakat adat pada prosedur administratif yang kaku dan berbelit. Untuk memecah kebuntuan ini, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penetapan Hutan Adat melalui SK Menteri Kehutanan No. 144/2025 menawarkan harapan baru sebagai instrumen penerobos sekat sektoral. Keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada keberanian pemerintah pusat untuk melakukan intervensi fiskal dan menyederhanakan syarat pengakuan subjek cukup melalui SK Kepala Daerah, tanpa harus menunggu Peraturan Daerah yang rumit. Selain itu, integrasi isu Hutan Adat ke dalam narasi perubahan iklim global membuka peluang akses pendanaan internasional, yang dapat menutupi defisit anggaran domestik dan memastikan bahwa masyarakat adat diakui secara de facto dan de jure sebagai garda terdepan dalam penjagaan hutan tropis Indonesia.
di musim ini sudah ada 5 pergantian pelatih di Bundesliga. Angka yang meningkat jika dibanding musim sebelumnya. Tapi ada kecenderungan yang berbeda di musim ini. Kira-kira apa itu dan bagaimana rapor para pelatih baru di 5 tim tersebut? Selain itu kami juga membahas keistimewaan Lennart Karl, kekhawatiran di Dortmund serta para tim yang terpengaruh dengan AFCON
Para Ahli Gizi di setiap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) harus kreatif dalam menyusun menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain harus sesuai dengan kandungan gizi, Ahli Gizi juga perlu memahami harga bahan baku pangan, sehingga dapat memilih bahan baku pangan yang bagus dengan harga terjangkau. Dengan pemahaman ini, program MBG bisa menjadi instrumen pengendali harga bahan baku pangan di tengah masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor solar mulai tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi nasional. Target tersebut disampaikan saat pengarahan kepada kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara.Selain solar, Presiden juga menargetkan penghentian impor bensin dalam empat tahun ke depan guna memperkuat ruang fiskal dan mendorong pembangunan daerah hingga tingkat kabupaten.#PrabowoSubianto #KemandirianEnergi #ImporBBM #EnergiNasional #PembangunanDaerah
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 14 Desember 2025Bacaan: "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." (Amsal 17:17) Renungan: Semua orang bisa memiliki teman, tetapi tidak semua orang bisa memiliki sahabat sejati. Hubungan persahabatan adalah hubungan yang paling indah di antara hubungan antar manusia yang ada, di luar hubungan keluarga, terutama hubungan suami-istri. Hubungan ini menjadi indah, sebab bukan darah yang mempersatukan, yang membuatnya dekat dan mengerti satu sama lain, melainkan Tuhanlah yang meleburkannya menjadi satu. Sahabat adalah kado istimewa dari Tuhan bagi kita. Inilah yang membuat sahabat menjadi seorang yang sangat berharga dan berarti. Beberapa waktu lalu, sekelompok wanita merelakan rambut mereka untuk dicukur sampai habis. Tindakan tersebut bukan untuk mencari sensasi, tetapi guna memberikan dukungan kepada salah seorang sahabat mereka yang menderita kanker payudara. Saat salah seorang di antara mereka mengusulkan ide untuk mencukur rambut, tidak ada seorang pun yang menolak. Justru mereka senang bisa melakukan sesuatu yang dapat membuat sahabat mereka bahagia, sekalipun harus kehilangan "mahkota" yang membanggakan itu. Hal ini hanya dapat dilakukan oleh sahabat sejati. Sahabat sejati tidak akan memikirkan untung dan rugi ketika melakukan sesuatu untuk sahabatnya. Persahabatan sejati adalah persahabatan yang tulus tanpa imbalan. Take and give terjadi secara natural di dalamnya. Memperoleh sahabat seperti ini, bagai mencari sebuah jarum di dalam tumpukan jerami. Berhubung saat ini banyak orang telah disibukkan dengan segudang aktivitas, mungkin hanya akan ada segelintir orang yang beruntung memiliki sahabat sejati, yaitu orang yang selalu ada setiap saat, baik suka maupun duka; yang mengerti tanpa harus lebih dahulu diungkapkan; yang rela memberi tanpa menimbang untung dan rugi. Baik tua ataupun muda, kita semua membutuhkan seorang sahabat selain keluarga, sebagai tempat yang tepat untuknya bernaung, melepaskan kasih sayang, serta meluapkan kesedihan dan amarahnya. Namun, sayangnya tidak semua orang bersedia menjadikan dirinya sahabat sejati bagi orang lain. Orang-orang yang demikian, adalah orang-orang yang belum teruji kesetiaan dan pengorbanannya. Keakuan pun masih menjadi bagian dari dirinya. Sampai kapan pun, kita tidak akan pernah dapat memiliki sahabat sejati, jika kita tidak terlebih dahulu menjadi seorang sahabat bagi orang lain. Memang tidaklah mudah membangun hubungan persahabatan. Selain dibutuhkan proses yang panjang, pengorbanan yang besar pun dibutuhkan untuk menjadikan hubungan tersebut utuh dan semakin murni. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena selama ini telah bersikap egois kepada sahabatku. Ubahlah aku menjadi sahabat yang baik dan sejati bagi sahabatku. Amin. (Dod).
Pasca banjir bandang di Aceh Tamiang, akses listrik di sejumlah desa belum merata. Di Desa Kesehatan, listrik hanya menyala sebentar sebelum maghrib dan warga terpaksa mengandalkan penerangan dari HP, senter, dan lampu tenaga surya. Selain itu, ketersediaan air bersih dan fasilitas MCK masih minim, meski dapur umum dan bantuan logistik dari relawan dan kelompok pribadi sudah hadir. Pemerintah dinilai belum maksimal menyalurkan bantuan. Laporan lengkap disampaikan jurnalis Metro TV Heinrich Terra dengan juru kamera Maulana Ridwan, memberikan update kondisi darurat dan perjuangan warga di tengah keterbatasan pasca banjir.#AcehTamiang #BanjirAceh #ListrikPadam #BantuanBencana #RelawanAceh #InfoBencana
Polda Jawa Tengah mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Sebanyak 13.500 item bantuan dikirim menggunakan lima truk dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Selain itu, Polda Jateng juga menyalurkan donasi Rp 2,2 miliar dan mengirim 15 personel tenaga medis untuk memperkuat pelayanan kesehatan di lokasi bencana.#BencanaIndonesia #BantuanKemanusiaan #PoldaJateng #SumateraUtara #Aceh #SumateraBarat #MetroTV #polripeduli
Kementerian Pertahanan berencana menambah tentara di tiga kota strategis yang disebut sebagai "center of gravity" yaitu Jakarta, Aceh, dan Papua. Dalihnya demi stabilitas nasional di tengah meningkatnya potensi ancaman terhadap aktivitas sosial, ekonomi, dan pembangunan.Jakarta dipilih karena pusat pemerintahan, Aceh sebagai wilayah terluar sisi barat RI, dan Papua karena butuh pengamanan khusus, terkait juga dengan kondisi geopolitik yang masih bergejolak di sana.Selain itu, pemerintah menargetkan pembangunan 150 batalion tiap tahun, dengan dalih mengamankan industri strategis yang dianggap berkaitan dengan kedaulatan negara, seperti kilang minyak Pertamina.Berbagai langkah ini ditengarai sarat kepentingan politik. Muncul pula kekhawatiran bakal memantik trauma masa lalu saat Orde Baru memberlakukan darurat militer dan daerah operasi militer (DOM).Seberapa urgen penambahan tentara di Jakarta, Aceh, dan Papua? Bagaimana dengan target seratusan batalion per tahun? Apa saja yang perlu diwaspadai dari berbagai kebijakan tersebut? Bagaimana respon wakil rakyat?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) 2011-2013 Soleman B. Ponto, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, dan Plt Kepala Divisi Hukum KontraS Muhammad Yahya Ihyaroza.
"The Wealth Ladder" mengajak kita memahami sebuah konsep yang mengatakan bahwa setiap orang berada pada level kekayaan yang berbeda, dan setiap levelnya punya cara berpikir, kebiasaan, serta perilaku finansial yang semestinya berbeda pula. Dalam episode ini, Tanadi Santoso membedah salah satu buku favoritnya yang mengajarkan konsep tersebut yaitu "The Wealth Ladder".Episode ini akan mengajak kita memahami tentang bagaimana total aset, bukan hanya uang tunai, menentukan posisi kita dalam tangga kekayaan. Mulai dari lower class hingga super rich, setiap level memiliki "kebebasan" yang berbeda, mulai dari grocery freedom, restaurant freedom, travel freedom, bahkan hingga impact freedom. Tanadi Santoso mengajak kita melihat fenomena yang sering terjadi, seperti orang yang sudah berada di level tinggi tetapi masih hidup seperti di level rendah atau bahkan sebaliknya, melakukan keputusan keuangan seperti orang super kaya padahal aset masih terbatas.Selain itu, episode ini juga memperluas konsep level ke aspek lain seperti intelektual, keahlian, dan jabatan. Kita akan memahami bahwa "tidak nyambung" dalam percakapan atau kolaborasi seringkali terjadi tidak selalu karena perbedaan karakter, tetapi bisa karena perbedaan level kapasitas.
Banjir melanda Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Pidie akibat hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Di Aceh Tenggara, banjir mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang dilaporkan hilang. Selain itu, sedikitnya 50 kepala keluarga yang setara dengan 113 jiwa terpaksa mengungsi di tiga lokasi yang aman.Bencana ini melanda 16 kecamatan di Aceh Tenggara, dengan lokasi terdampak terparah di Gampong Uning Segugur dan Gampong Leuser. Pemerintah dan tim penyelamat terus berusaha memberikan bantuan kepada korban dan memastikan keselamatan para pengungsi.#BanjirAcehTenggara #BencanaAceh #AcehTenggara #BanjirPidie
Ruang aman bagi perempuan kian menyempit di era digitalisasi. Lihat saja laporan kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) ke Komnas Perempuan pada 2024 yang mencapai 1.791 kasus. Naik 40,8 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini menjadikan 2024 sebagai tahun dengan jumlah kasus KBGO terbanyak.Selain itu, SAFEnet menerima 665 aduan selama Kuartal II 2025, mayoritas berupa ancaman penyebaran konten dengan total 312 kasus.Realita ini menunjukkan sejumlah regulasi seperti UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual hingga UU ITE gagal mencegah kasus-kasus KBGO.Karenanya dalam Kampanye 16 Hari Antikekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang dimulai 25 November hingga 10 Desember 2025, urgensi perlindungan perempuan, termasuk di ranah digital, kencang disuarakan.Mengapa kasus-kasus KBGO marak terjadi? Seperti apa dampak berantainya pada korban? Bagaimana komitmen negara dalam melindungi hak-hak perempuan? Bagaimana mengembalikan ruang digital yang aman dan ramah perempuan?Di Ruang Publik KBR kita akan bahas topik ini bersama Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Pekerja dan Tindak Pidana Perdagangan Orang KemenPPPA Prijadi Santoso, Direktur Eksekutif SAFEnet Nenden Sekar Arum, dan Sekretaris Paguyuban Korban Undang-Undang ITE (Paku ITE) Anindya Shabrina.
Sebanyak 100 abang becak lanjut usia di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menerima bantuan becak listrik dan paket sembako yang diberikan secara langsung atas nama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Selasa (25/11). Penyerahan berlangsung di Pendopo Grahama Jatama Pemkab Mojokerto. Bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Disebutkan, seluruh becak listrik tersebut dibeli menggunakan dana pribadi Presiden Prabowo, bukan berasal dari anggaran negara. Program ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap para pengayuh becak manual yang sebagian besar telah berusia lanjut. Wakil Ketua Yayasan GSN, Nani Sudariyati, menjelaskan bahwa produksi becak listrik ini masih terbatas karena teknologi dan pabrikasinya tergolong baru. “Jangan lupa, ini adalah yang pertama di dunia. Jadi pabriknya kan tidak bisa langsung cepat karena ini masih baru juga. Dulu kami pesan ke PT LEN, sekarang ini juga masih ada di PT LEN, BUMN, dan PT Pindad,” ujar Nani. Ia juga menambahkan bahwa PT Pindad yang biasanya memproduksi alutsista kini turut memproduksi sebagian unit becak listrik tersebut. “Pindad ini biasanya bikin senjata, peluru, tembakan, mortir. Sekarang harus bikin sebagian becak listrik. Jadi produksinya terus terang tidak bisa cepat,” jelasnya. Hingga saat ini, menurut Nani, jumlah becak listrik yang telah disalurkan secara nasional mencapai 2.312 unit, dan ditargetkan mencapai 5.000 unit hingga akhir tahun. Ia menegaskan kembali bahwa setiap unit becak listrik yang nilainya mencapai Rp22 juta tidak boleh diperjualbelikan oleh para penerima. “Becak ini tidak boleh dijual dan harus dirawat dengan baik oleh penerima,” tegasnya. Selain pembagian becak listrik, paket sembako juga diberikan kepada para lansia di sekitar lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para abang becak lansia dan mendukung kemudahan mereka dalam mencari nafkah dengan lebih aman, sehat, dan efisien.
JOMBANG – Sebanyak 100 orang tukang becak lanjut usia di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penyerahan dilakukan di Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (24/11/2025), dan mendapat pendampingan langsung dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).Sebelum diserahkan, para tukang becak terlebih dahulu melakukan uji coba atau test drive mengelilingi Alun-Alun Jombang. Wakil Ketua Yayasan GSN, Nalli Sudariyati, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pribadi Presiden Prabowo yang prihatin melihat banyak tukang becak yang sudah berusia lanjut namun masih harus mengayuh becak secara manual.Menurut Nalli, program bantuan becak listrik ini telah berjalan sejak tahun 2024. Jika dihitung sejak awal pelaksanaan hingga 2025, total bantuan telah mencapai sekitar 2.000 unit becak listrik.“Semua becak ini berasal dari kantong pribadi Bapak Presiden Prabowo. Beliau sedih melihat para tukang becak yang mayoritas sudah lansia, tetapi masih harus bekerja keras,” ujar Nalli dalam keterangannya di Jombang.Nalli juga menjelaskan bahwa pemesanan becak listrik melibatkan dua BUMN strategis, yaitu PT Len dan PT Pindad. Hingga akhir 2025, ribuan unit telah diproduksi secara bertahap untuk disalurkan kepada para tukang becak di berbagai daerah.Ia berharap bantuan becak listrik dapat meringankan beban ekonomi para pengemudi becak sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kecepatan layanan bagi penumpang. Selain becak listrik, para penerima manfaat juga memperoleh paket sembako.Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, termasuk Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Anggota DPRD Jawa Timur, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Jombang – Sebanyak 20 abang becak lanjut usia sore ini melakukan uji coba (test drive) becak listrik bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Uji coba berlangsung di area Pendopo Alun-Alun Jombang, Jawa Timur, dimulai dengan berkeliling luar pendopo dan kembali lagi ke area pendopo.Bantuan sosial ini disambut suka cita oleh para abang becak. Para penerima, yang rata-rata berusia 60 hingga 80 tahun, mengaku sangat bergembira karena kini dapat bekerja tanpa harus mengayuh becak secara manual seperti yang mereka lakukan selama ini.Mereka menilai becak listrik buatan dalam negeri tersebut sangat membantu, karena dapat mengurangi beban fisik dan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan serta perekonomian keluarga.Sebelumnya, prosesi penyerahan becak listrik telah dilakukan di Pendopo Kabupaten Jombang. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Jombang Wansur, Wakil Ketua GSN, Ketua DPRD Jombang, serta Anggota DPRD Jawa Timur.Selain becak listrik, para abang becak juga menerima paket sembako, serta perlengkapan lain seperti charger untuk mengisi daya becak. Diketahui, becak listrik tersebut memiliki nilai sekitar Rp 22 juta, setara dengan harga sepeda motor pada umumnya.Hingga acara berakhir, para abang becak masih tampak memadati kawasan pendopo Jombang untuk mencoba kendaraan baru mereka.Demikian laporan FD Lesmana, langsung dari Jombang, Jawa Timur. Kembali ke Jakarta.
Sebanyak 100 tukang becak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengikuti prosesi serah terima bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan melalui pendampingan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) dalam kegiatan bakti sosial yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Jombang, Minggu siang. Di lokasi acara, ratusan becak listrik tampak memenuhi halaman pendopo. Deretan becak tersebut sebelumnya telah disiapkan panitia dan akan diserahkan secara simbolis kepada para penerima manfaat yang hari ini mengikuti prosesi sambil menyimak sambutan dari Wakil Ketua Umum GSN. Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Bupati Jombang Manudin, Ketua DPRD Jombang, anggota DPRD Jatim, serta sejumlah legislator Kabupaten Jombang. Selain menerima becak listrik, para tukang becak juga mendapatkan paket bantuan berupa beras, sembako, serta bingkisan lain yang dibagikan langsung di lokasi kegiatan. Dalam sambutannya, Wakil Ketua GSN menjelaskan bahwa pemberian becak listrik dari Presiden Prabowo ini bertujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian para tukang becak khususnya mereka yang sudah berusia lanjut serta mendorong pengurangan polusi udara dengan penggunaan kendaraan berbasis tenaga listrik. Bantuan tersebut disambut antusias oleh para penerima manfaat yang mengaku terbantu dengan fasilitas baru ini karena dapat meringankan biaya operasional harian dan mendukung peningkatan pendapatan keluarga. Usai rangkaian sambutan, prosesi penyerahan simbolis dilanjutkan dengan pembagian becak listrik kepada masing-masing tukang becak.
Di episode kali ini, kita akan ngobrolin challenge berkebun di tengah tantangan Global Warming yang bikin cuaca jadi susah diprediksi, dari panas ekstrem sampai tiba-tiba hujan deras. Selain itu, Chef Andrew Fahludza juga bakal cerita soal visinya mengembalikan Bali ke kondisi asri seperti dulu, serta pengalaman seru kolaborasi masaknya bareng Nyokap yang sudah lama jadi mimpinya. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioOTP #48 BERKEBUN DI TENGAH GLOBAL WARMING! WITH ANDREW FAHLUDZA | ONTHEPASEnjoy the show!Instagram:Andrew Fahludza https://www.instagram.com/chef_andrewfahludza/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !On The Pas is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioInstagram: https://www.instagram.com/onthepasbali/TikTok: https://www.tiktok.com/@onthepasLet's talk some more:https://www.instagram.com/renaldykhttps://www.instagram.com/backdraft_projecthttps://www.instagram.com/mariojreynaldi#OnThePasPodcast #BaliPodcast #RayJansonRadio #FnBPodcast #PodcastAfterService #AndrewFahluza #GlobalWarming
Audio Siar Keluar Sekejap Episod 179 menampilkan Dato' Seri Amirudin Shari, Menteri Besar Selangor, meneliti intipati Belanjawan Selangor 2026, termasuk keutamaan pendidikan negeri, strategi pembangunan ekonomi, serta komitmen terhadap kebajikan rakyat.Perbincangan turut menyentuh dinamika politik pasca Pemilihan PKR, termasuk isu perpecahan dalaman, persaingan kepimpinan, serta naratif “Hiruk dan Damai” yang terus membentuk perjalanan parti pada era semasa.Episod ini juga merungkai perkembangan terkini PRN Sabah, termasuk implikasinya terhadap politik nasional dan hubungan antara kerajaan negeri serta persekutuan.Selain itu, Dato' Seri Amirudin memberi respons terhadap dakwaan mengenai konsesi parkir yang dikaitkan dengan kerabat Selangor, serta isu melibatkan pegawai Menteri Besar yang didakwa hidup mewah.Ingin jenama anda dikenali oleh ribuan pendengar? Taja episod Keluar Sekejap 2025!Hubungi +6011-1919 1783 atau emel commercial@ksmedia.my.TIMESTAMP00:00 Intro 1:20 Refleksi EP Toh Puan Naimah5:00 Refleksi EP Zafrul7:40 Belanjawan Selangor 202611:15 Pendidikan Selangor20:33 Fokus Ekonomi Semikonduktor30:36 Tenaga Nuklear35:45 Sektor Baru Ekonomi Selangor38:20 Reformasi PBT44:25 Pendapatan Kerajaan Selangor48:35 PRN Sabah1:07:33 Masalah Dalaman PKR1:28:46 Nurul Izzah Bakal MB Selangor?1:35:45 Isu Konsesi Parkir1:45:50 Isu Pegawai MB
kami akan hadirkan beragam informasi kegiatan Menteri Agama, diantaranya Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Agama dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), untuk menghadirkan MORA, One Stop Service dalam memperkuat keamanan siber dan layanan digital Kemenag.Kami juga akan hadirkan pemikiran Menteri Agama tentang Ekoteologi, konsep yang mengajarkan kita untuk mencintai alam sebagai bagian dari ibadah.Selain itu, kita akan sajikan pandangan Menteri Agama tentang perkembangan Madrasah di Indonesia yang menurut Menteri Agama lebih kompetitif dalam melahirkan generasi Bangsa . Kita juga akan membahas tentang Hari Toleransi Internasional, dan bagaimana kita dapat memperkuat nilai toleransi di Indonesia.Dan masih banyak lagi, termasuk tentang potensi Wakaf dan dana Keagamaan untuk pengentasan kemiskinan, Lomba Semarak Kongres Rohis Nasional I, dan Milad ke-113 PP Muhammadiyah juga kami hadirkan dalam Sepekan Menteri Agama di Radio Elshinta
Sejumlah guru di Aleppo menggelar aksi unjuk rasa menuntut kenaikan gaji dan tunjangan hidup. Para guru membawa bendera Suriah dan poster berisi pesan tentang martabat serta krisis pendidikan yang tengah melanda negara tersebut.Mereka menegaskan bahwa aksi ini bukan untuk menentang pemerintah, melainkan untuk memperjuangkan hak yang selama ini dianggap diabaikan. Selain menuntut penyesuaian gaji dengan pekerja sektor publik lainnya, para guru juga mendesak pemberhentian Menteri Pendidikan.#Suriah #GuruDemo #Aleppo #KrisisPendidikan #UnjukRasa #BeritaTerkini #HakGuru
Sempet tau gak berita pencurian di Louvre Museum, Paris? Jenaka banget sih itu sampe jadi bahan obrolan Imam dan Cisca soal pengalaman kehilangan. Jangan baper, ini sungguh episode kisah kriminal. Pernah juga kah kecurian?
Podcast ini menyajikan panduan komprehensif mengenai konsep "Ibu yang Tegar" sebagai pilar kebahagiaan keluarga, mengintegrasikan perspektif Islam dan psikologi modern. Definisi tegar dijelaskan sebagai ketabahan, konsistensi, dan kekuatan iman yang berasal dari karunia Allah. Dokumen ini mengidentifikasi karakteristik orang-orang yang dijanjikan ketegaran dalam Al-Qur'an dan menyajikan teladan ketegaran dari para ibu seperti Hajar dan Khadijah. Selain itu, sumber ini juga membahas ketegaran dalam konteks parenting modern, menekankan pentingnya regulasi emosi ibu sebagai fondasi stabilitas anak. Untuk membantu para ibu, disertakan 14 langkah praktis untuk mencapai ketegaran, mencakup peningkatan spiritualitas, self-care, dan komunikasi yang sehat dengan suami.
Pada era modern yang serba terhubung, sebuah paradoks ironis muncul: semakin banyak "teman" yang kita miliki di dunia maya, semakin banyak dari kita yang merasa terisolasi secara emosional. Persahabatan, yang dulu terasa sebagai bagian alami dari kehidupan, kini terasa "liar" dan penuh tantangan. Dulu, ikatan terbentuk secara pasif melalui kedekatan di lingkungan atau tempat kerja. Sekarang, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa merawat hubungan yang bermakna membutuhkan upaya sadar yang jauh lebih besar di tengah tuntutan hidup yang tak henti-hentinya. Akar dari kesulitan ini terletak pada perubahan struktural dalam masyarakat kita. Kita telah beralih dari model komunitas "lingkaran konsentris"—di mana keluarga, tetangga, dan rekan kerja saling tumpang tindih—ke "model jeruji" yang individualistis. Dalam model baru ini, kita berada di pusat, dan setiap lingkaran pertemanan (kantor, hobi, sekolah lama) terpisah satu sama lain. Beban untuk memelihara setiap ikatan ini jatuh sepenuhnya pada kita sebagai individu, tanpa "lem sosial" dari komunitas yang terintegrasi. Ditambah dengan mobilitas geografis yang tinggi dan jadwal hidup yang semakin tidak sinkron, persahabatan modern menjadi rapuh dan mudah menghilang jika tidak dirawat secara aktif. Selain tantangan struktural, tuntutan psikologis persahabatan modern juga meningkat. Hubungan yang pasif tidak lagi cukup; kita dituntut untuk menjadi "inisiator" atau "penyala api"—mereka yang proaktif mengambil tanggung jawab untuk merencanakan dan menjangkau. Lebih jauh lagi, kita membutuhkan "pola pikir yang fleksibel" untuk menerima bahwa persahabatan akan berubah bentuk seiring berjalannya waktu, menggantikan ekspektasi kaku dengan penerimaan yang matang. Pada akhirnya, persahabatan menjadi lebih sulit karena ia telah bergeser dari sesuatu yang terjadi secara alami menjadi sebuah praktik sadar—sebuah keterampilan yang harus dipelajari dan diasah dengan sengaja.
Dalam episode podcast kali ini, Tanadi Santoso mengajak kita memahami makna yang paling mendasar dari uang. Lewat ulasan buku The Price of Money, kita diajak menelusuri perjalanan uang dari zaman barter, emas, hingga era digital, dan memahami mengapa uang bisa mengatur hampir seluruh aspek kehidupan modern.Tanadi Santoso membahas konsep tentang enam karakteristik uang, dari fungibility hingga scarcity dan bagaimana emas pernah menjadi simbol paling sempurna dari nilai yang dipercaya dunia. Namun, sejak 1971 ketika Amerika Serikat memutuskan hubungan antara uang dan emas, segalanya berubah. Uang bisa diciptakan "dari udara", dan sejak itu, inflasi, krisis, hingga ledakan hutang global menjadi babak baru dalam kisah ekonomi dunia.Selain itu, Tanadi Santoso juga menjelaskan bagaimana pencetakan uang tanpa batas, pandemi COVID, dan perilaku berhutang membentuk ekonomi global kita hari ini. Ia juga mengajak kita untuk merenungkan, apakah uang benar-benar mencerminkan nilai kita, atau hanya simbol sementara dari sesuatu yang jauh lebih dalam seperti kepercayaan, produktivitas, dan nilai diri.Tanadi Santoso juga membahas tujuh prinsip penting dari The Economy Survival Guide yang relevan untuk siapa pun yang ingin bertahan di dunia yang terus berubah. Mulai dari "jangan bergantung pada pemerintah" hingga "pahami nilai dirimu sendiri", setiap poinnya menyaadarkan kita bahwa bertahan dalam dunia keuangan bukan soal menjadi kaya, tapi tentang menjadi bijak terhadap uang.
Baca buku saya, 'What It Takes: Southeast Asia', sekarang di:https://sgpp.me/what-it-takes-ytatau di Periplus: https://sgpp.me/what-it-takes-periplus--------------Dua alumni Pangudi Luhur yang mendunia kembali duduk di bangku sekolah untuk berbicara tentang peran pendidikan dalam hidup mereka masing-masing, serta bagaimana Indonesia harus menata pendidikan ke depan.Selain itu, Helman dan Gita juga menyentuh isu regional, termasuk budaya etos kerja, argumentasi, hingga meritokrasi.---------------About the host: Gita is an Indonesian entrepreneur and educator. He is the founding partner of Ikhlas Capital and the chairman of Ancora Group. Currently, he is teaching at Stanford as a visiting scholar with Stanford's Precourt Institute for Energy; and a fellow at the Harvard Kennedy School's Belfer Center for Science and International Affairs.
Di episode kali ini, Jun Macho akan bercerita tentang kultur industri F&B di Vietnam yang sangat kompetitif dan memiliki keunikan tersendiri. Ia membahas mentalitas bisnis di sana yang sangat mengutamakan image dan branding, bahkan sebelum produknya diluncurkan. Selain itu, Jun juga menceritakan tantangan dalam mengelola staf dengan kultur kerja yang "frontal" dan sangat berbeda dari Indonesia. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioOTP #44 "NAK BALI JADI CHEF DI VIETNAM!" WITH JUN MACHO | ONTHEPASEnjoy the show!Instagram:Jun Macho https://www.instagram.com/junmacho/DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !On The Pas is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioInstagram: https://www.instagram.com/onthepasbali/TikTok: https://www.tiktok.com/@onthepasLet's talk some more:https://www.instagram.com/renaldykhttps://www.instagram.com/backdraft_projecthttps://www.instagram.com/mariojreynaldi#OnThePasPodcast #BaliPodcast #RayJansonRadio #FnBPodcast #PodcastAfterService #DennyAlan #JunMacho #Vietnam
Baca buku saya, 'What It Takes: Southeast Asia', sekarang di:https://sgpp.me/what-it-takes-ytatau di Periplus: https://sgpp.me/what-it-takes-periplus---------------Gen Z kedua yang hadir di siniar Endgame, Rian Fahardhi membahas bagaimana tantangan dan potensi yang dimiliki pemuda Indonesia hari ini. Selain itu, Rian juga mengupas berbagai polemik pendidikan serta solusi-solusi yang dimungkinkan untuk mengentaskan itu semua. Ia bercerita tentang bagaimana kepeduliannya terhadap isu kepemudaan dan pendidikan memantiknya untuk membentuk inisiasi Distrik Berisik dan Sekolah Tanah Air.Dalam percakapan ini, Rian menekankan pentingnya diskursus dan empati lintas generasi untuk masa depan yang lebih baik.#Endgame #GitaWirjawan #RianFahardhi ---------------Episode lainnya yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/FZ8S9ug5DsQ?si=cmQAQ-2CyS2e1ULUhttps://youtu.be/8VgOjyMl9YQ?si=c7ts08Dx1uLwWg53https://youtu.be/TTxxp--l4I4?si=kOh1aPnobqc_vbkYv---------------Jelajahi dan jadi bagian dari komunitas kamihttps://www.instagram.com/gamechangers.id/---------------Untuk ajakan kolaborasi dan kerja sama, hubungi kami di sini:https://sgpp.me/contactus---------------
Ketika perut terasa nyeri, kembung, atau terasa panas seperti terbakar akibat asam lambung naik, kita membutuhkan solusi yang cepat dan efektif. Jus ramuan herbal kilat ini dirancang khusus untuk meredakan gejala tersebut dengan cepat. Terbuat dari campuran bahan alami seperti madu, lidah buaya, jahe, kunyit, sereh, dan daun pandan. Jus ini bekerja dengan cara menenangkan perut, mengurangi peradangan, dan menstabilkan asam lambung. Madu berfungsi melapisi dinding lambung agar tidak teriritasi, sementara lidah buaya membantu menyejukkan dan memperbaiki jaringan lambung yang meradang.Jahe dan kunyit berperan sebagai antiinflamasi alami yang mengurangi rasa nyeri dan perih, sedangkan sereh dan pandan membantu menenangkan saraf dan mengurangi ketegangan. Selain cepat meredakan gejala, jus herbal ini juga mudah dibuat dan aman dikonsumsi saat kondisi darurat. Jika asam lambung mendadak naik atau perut tiba-tiba terasa sakit, cukup minum segelas jus herbal hangat ini untuk mendapatkan efek menenangkan dan meredakan rasa tidak nyaman. Ramuan ini tidak hanya efektif untuk mengatasi gejala GERD, tetapi juga membantu memperlancar pencernaan dan mencegah kambuhnya gangguan lambung. Dengan rutin mengonsumsinya, tubuh akan terasa lebih nyaman, dan aktivitas sehari-hari pun bisa dilanjutkan tanpa gangguan.
Hai Tetangga Kesayangan! Di episode kali ini, Gue akan ngobrol bareng Ubay yang akan menceritakan tentang perjalanan karirnya setelah ia lulus dari Indonesian Idol hingga megikuti audisi menjadi vokalis Nidji.Ubay juga menceritakan tentang tekanan besar yang ia alami setelah menggantikan Giring, bagaimana rasanya selalu dibandingin, sampai momen di mana ia sempat kepikiran buat mundur dari Nidji.Selain itu ternyata Ubay menyimpan kisah pilu saat ia harus kehilangan sang Ayah tercinta.Tonton kisah perjalanan hidup Ubay 'Nidji' yuk!
Di episode kali ini, kita akan membahas pentingnya kolaborasi antara produk yang bagus dan tim service yang unggul, serta pengalaman seru dan 'keras' bekerja di industri hospitality yang membentuk mental! Selain itu, akan ada juga bahasan tentang tren kuliner Asia yang lagi naik daun dan bagaimana restoran di daerah wisata bisa mencapai turnover gila dengan konsep family style yang tepat. Tonton video selengkapnya di #RayJansonRadioOTP #43 "DARI NUSA DUA SAMPE CANGGU, RESTONYA RAME SEMUA!" WITH DENNY ALAN & DENY KRISNA | ONTHEPASEnjoy the show!Instagram:Denny Alan https://www.instagram.com/dennyalans/ Deny Krisna https://www.instagram.com/denykrisna_27/ DON'T FORGET TO LIKE AND SUBSCRIBE !On The Pas is available on:Spotify: https://spoti.fi/2lEDF01Apple Podcast: https://apple.co/2nhtizqGoogle Podcast: https://bit.ly/2laege8iAnchor App: https://anchor.fm/ray-janson-radioInstagram: https://www.instagram.com/onthepasbali/TikTok: https://www.tiktok.com/@onthepasLet's talk some more:https://www.instagram.com/renaldykhttps://www.instagram.com/backdraft_projecthttps://www.instagram.com/mariojreynaldi#OnThePasPodcast #BaliPodcast #RayJansonRadio #FnBPodcast #PodcastAfterService #DennyAlan #DenyKrisna #Hospitality #F&BNusaDua
Baca buku saya, 'What It Takes: Southeast Asia', sekarang di:https://sgpp.me/what-it-takes-ytatau di Periplus: https://sgpp.me/what-it-takes-periplus-----------------------------Dwiki Dharmawan bercerita tentang 40 tahun perjalanannya di industri musik Indonesia. Selain itu, beliau juga membahas nilai-nilai filosofis yang bisa kita petik dari jazz serta peran musik dalam diplomasi.#Endgame #GitaWirjawan #DwikiDharmawan ---------------Episode lainnya yang mungkin Anda sukai:https://youtu.be/MvwN7lWib-Ihttps://youtu.be/TPwUGxkuY_shttps://youtu.be/utiTCJVuEnE---------------Jelajahi dan jadi bagian dari komunitas kamihttps://endgame.id/---------------Untuk ajakan kolaborasi dan kerja sama, hubungi kami di sini:https://sgpp.me/contactus---------------
Hai Tetangga Kesayangan! Di episode kali ini, kita ngobrol bareng sutradara legendaris Riri Riza, yang membagikan cerita seru di balik film Rangga & Cinta.Dari proses kreatif, cerita Rangga & Cinta, sampai momen-momen tak terlupakan di balik layar semua diungkap di sini!Selain itu, Riri Riza akan sharing perjalanan hidupnya menjadi Sutradara.Buat yang sedang belajar menjadi Sutradara, yuk tonton podcast bareng Riri Riza.Kalau kamu pecinta film, atau tumbuh bareng kisah Rangga & Cinta, wajib banget nonton episode ini sampai habis!
Baca buku saya, 'What It Takes: Southeast Asia', sekarang di:https://sgpp.me/what-it-takes-ytatau di Periplus: https://sgpp.me/what-it-takes-periplus------------------------------------------------Great news! Endgame Podcast meraih peringkat ke-4 dari 100 podcast terbaik Indonesia versi FeedSpot. Lihat daftarnya di sini: https://podcast.feedspot.com/indonesia_podcasts/-------------------------------------------------Roderick Purwana adalah Managing Partner dari East Ventures, sebuah perusahaan modal ventura terkemuka di Asia Tenggara. Dengan pengalaman di dunia investasi, teknologi, dan keuangan, ia telah mendampingi ratusan perusahaan rintisan dan berperan aktif mendorong inovasi serta pembangunan ekonomi di kawasan.Dalam episode ini, Roderick membahas hal-hal yang dapat membantu pertumbuhan nasional dan kawasan—mulai dari pendidikan, investasi, peningkatan produktivitas, hingga sektor-sektor mana saja yang perlu digenjot.Selain itu, Roderick dan Gita juga mengupas topik-topik yang dekat dengan kewirausahaan. Beberapa di antaranya ialah tiga karakter yang dimiliki para founder sukses, manajemen risiko dan kepercayaan (trust) sebagai kunci suburnya investasi, serta pentingnya meningkatkan etos kerja.#Endgame #GitaWirjawan #EastVentures-------------------------------------------------------Episode lainnya yang mungkin Anda sukai:https://www.youtube.com/playlist?list=PL-hh_bKgnJ6FqDJwTs5YB3xMvQrFCDSoJJelajahi dan jadi bagian dari komunitas kamihttps://endgame.id/Untuk ajakan kolaborasi dan kerja sama, hubungi kami di sini:https://sgpp.me/contactus
Kalau Sebelum ini kami ber-podcast di PERPUSTAKAAN NEGERI SABAH Cawangan HQ, kali ini kami terming jauh ke TAWAU!dan podcast kali ini kami bersama 3 guest yang sangat mantap. Pengarah PERPUSTAKAAN NEGERI SABAH, Tn George Yih Ching Yaw, Penulis, pengkarya terminal Sabah, Dr Isa Romti dan Wail Rakyat Wanita DUN Kukusan, Datuk Rina Hj Jainal.dengan Tajuk ; Nota Dari Meja Profesional: Buku Kerjaya dan Kisahku, Kami merungkai buku-buku kegemaran mereka dan bagaimana buku itu memberi impad kapad kehidupan mereka dari dulu hingga kini.Selain tu kami juga sempat berkenalan dengan mereka.Jom kenali mereka di Podcast bersama kami, di night@thelibrary hari ini!out on Spotify and YouTube!Enjoy the episode guys !#maryangelasipaun #jamilinais #georgeyih #podcast #perpustakaannegerisabah #library #nightatthelibrary
Hai Tetangga Kesayangan!Di episode kali ini, Kemal Palevi buka-bukaan soal perubahan hidupnya setelah menikah! Dari cowok santai yang hidupnya penuh komedi, sekarang harus menghadapi realita rumah tangga. Kira-kira apa aja yang perubahan yang dilalui Kemal?Buat kamu yang masih jomblo atau lagi mikir buat nikah, obrolan ini wajib kamu tonton! Banyak insight dan tentu aja bumbu candaan khas Kemal.Selain itu Kemal Palevi cerita tentang filmnya "Jadi Tuh Barang". Penasaran sama keseruannya? Tonton sekarang yuk!
Besides the official ceremony at the Indonesian Consulate General in Victoria and Tasmania in Melbourne, the flag-raising ceremony for the 80th Anniversary of Indonesian Independence, the most eagerly awaited event for the Indonesian diaspora is the flag-raising ceremony at Federation Square, followed by entertainment. - Selain upacara resmi di KONJEN RI untuk Victoria dan Tasmania di Melbourne, acara penaikan bendera HUT ke-80 Kemerdekaan RI, yang sangat ditunggu oleh diaspora Indonesia adalah upacara penaikan bendera di Federation Square yang dilanjutkan dengan acara hiburan.