Podcasts about Hari

  • 3,450PODCASTS
  • 15,288EPISODES
  • 23mAVG DURATION
  • 4DAILY NEW EPISODES
  • Aug 3, 2026LATEST
Hari

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about Hari

Show all podcasts related to hari

Latest podcast episodes about Hari

Muslim Generation
ABAH – Hadiah Puji

Muslim Generation

Play Episode Listen Later Aug 3, 2026 20:57


Tahlil 40 Hari alm.Bpk Komar Talaga – Cikupa Tgl 09 – September – 2018

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 3 Agustus 2026 - Baik di Mata Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 2, 2026 4:24


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 3 Agustus 2026Bacaan: Aku tahu segala pekerjaanmu. Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!" (Wahyu 3:1)Renungan: Semua orang tentunya ingin memiliki reputasi yang baik. Reputasi atau nama baik ini tidak datang begitu saja, melainkan sebagai hasil perbuatan atau tindakan kita. Namun, banyak orang ingin dikenal dengan reputasi yang baik sekalipun sebenarnya hidup mereka berbeda dengan yang dicitrakan di depan orang lain. Mereka lebih khawatir tentang anggapan orang dibandingkan fakta yang sebenarnya. Bahkan ada tokoh publik yang membayar konsultan untuk melekatkan citra tertentu pada diri mereka. Berbagai lembaga atau perusahaan melakukan banyak cara, bahkan membayar biaya iklan yang mahal demi mendapatkan reputasi yang baik, tentunya dengan tujuan memperoleh untung yang lebih besar. Kita dapat menjalani hidup bersandiwara di hadapan manusia dengan hanya menampilkan hal-hal yang baik sambil menyembunyikan sifat buruk kita. Namun, semua ini tak dapat kita tutupi dari Allah Yang Maha Tahu. Pendapat-Nya tentang kitalah yang terpenting dan paling menentukan. Orang-orang menilai jemaat di Sardis sebagai gereja yang hidup. Namun, Tuhan menilai mereka sebagai gereja yang mati. Sekalipun mereka melakukan berbagai macam pelayanan, tetapi ternyata tak satu pun pekerjaan itu beres menurut Tuhan. Karenanya, Dia meminta mereka untuk bangun, serta menguatkan apa yang masih tersisa yang masih dapat diperjuangkan. Tuhan memperingatkan agar mereka bertobat serta kembali kepada firman yang telah mereka terima sebelumnya. Sehebat apa pun anggapan orang tentang diri, keluarga, karir, atau pelayanan kita, semuanya tak berarti jika Tuhan menilai sebaliknya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dalam berkata-kata dan bertindak, agar aku tetap ada di jalan-Mu sehingga orang bisa menilai aku baik sesuai dengan penilaian-Mu. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan Perbudakan (3 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 2, 2026 4:52


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan PerbudakanDiambil dari: Galatia 3:28 “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang satu hal, yaitu perbudakan. Pada zaman dulu, perbudakan ada di banyak tempat. Ada orang yang diperlakukan seperti milik orang lain. Tentu itu sangat menyedihkan dan tidak sesuai dengan hati Tuhan.Lalu ada orang yang bertanya, “Kalau Yesus sungguh sempurna, mengapa Ia tidak langsung menghapus perbudakan saat itu juga?” Pertanyaan itu tidak ringan. Tetapi kita perlu melihat dengan teliti apa yang Yesus lakukan.Yesus datang bukan untuk sekadar memperbaiki sedikit bagian luar hidup manusia. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Dan dosa itulah akar dari banyak kejahatan, termasuk perbudakan, kekerasan, kesombongan, dan ketidakadilan. Jadi Yesus bekerja dari bagian yang paling dalam: hati manusia.Ketika seseorang sungguh diubah oleh Yesus, cara dia memandang orang lain juga berubah. Ia tidak lagi melihat orang lain sebagai barang, alat, atau orang yang lebih rendah. Ia belajar melihat sesamanya sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan dan berharga di hadapan-Nya. Itulah sebabnya firman Tuhan berkata bahwa di dalam Kristus tidak ada hamba atau orang merdeka, karena semua sama-sama satu di dalam Kristus.Ini bukan berarti Yesus setuju dengan perbudakan. Justru ajaran Yesus menghancurkan akar dosa yang membuat perbudakan bisa hidup. Yesus mengajar manusia untuk mengasihi sesama, memperlakukan orang lain dengan hormat, dan hidup dalam kebenaran. Kalau hati manusia sungguh tunduk kepada Kristus, maka ia tidak akan mau menindas, merendahkan, atau memperbudak orang lain.Wonder Kids, mungkin hari ini kita tidak hidup dalam zaman perbudakan seperti dulu. Tetapi kita tetap bisa berdosa dengan merendahkan orang lain. Misalnya, mengejek teman, merasa diri lebih hebat, mempermainkan orang yang lemah, atau bersikap kasar kepada orang yang berbeda dari kita. Tuhan tidak mau kita hidup seperti itu. Tuhan mau kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.Jadi, renungan hari ini mengingatkan bahwa Yesus datang untuk mengubah hati kita. Dan saat hati diubah, hidup kita juga berubah. Kita belajar melihat orang lain dengan kasih, hormat, dan kebaikan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu orang yang sering kamu abaikan, remehkan, atau mungkin kurang kamu sukai. Hari ini, cobalah perlakukan dia dengan lebih baik, lebih sopan, dan lebih penuh kasih.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Tolong aku supaya tidak merendahkan atau menyakiti orang lain, tetapi belajar mengasihi sesama seperti Engkau mengasihiku. Ubah hatiku supaya hidupku menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus datang bukan hanya untuk mengubah aturan di luar, tetapi untuk mengubah hati kita supaya kita belajar mengasihi sesama dengan benar. Tuhan Yesus memberkati

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-18 masa biasa, 3 Agustus 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Aug 2, 2026 8:45


Dibawakan oleh Karolina dan Agustinus dari Paroki Kristus Raja Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Yeremia 28: 1-17; Mazmur tg 119: 29.43.79.80.95.102; Matius 14: 22-36.TUHAN YANG DITAKUTI, BUKAN HANTU                                       Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan yang Ditakuti, Bukan Hantu.Di dalam masa kesulitan ekonomi lantara musim panas dan kering yang panjang,doa seorang petani dan keluarganya ialah begini: "Ya Tuhan, jangan biarkankami lapar dan haus." Rumusan doa itu disebarkan ke group Whatsapp diParoki, sehingga dalam waktu dekat sudah sekian banyak keluarga petani berdoademikian. Tuhan mendengar doa-doa mereka, sehingga tampaknya di masa yang sulititu para petani tidak kehabisan sumber makanan yang didapatkan dari lahangarapan mereka.                                                             Di dalam kitab suci perjanjian lama dikisahkan bagaimana umat Allah yangmengembara di padang gurun sering mengalami kelaparan karena ketiadaan makanan.Karena itu Tuhan menyediakan mereka manna dan daging, meski tidak cukupmemuaskan mereka. Mereka tetap saja mengeluh dan protes karena hidup sebagaipengembara memang penuh kesulitan dan penderitaan. Yesus Kristus jatuh kasihan pada banyak sekali orang yang mengikuti danmendengarkan Dia. Ia sangat memberikan perhatian kepada semua orang yang sedangmengalami kesulitan, tidak hanya mereka yang lapar dan haus, tetapi semuakebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani. Salah satu kebutuhan rohani ituialah rasa takut, yang harus diatasi dengan rasa damai, tenang dan penuhkepercayaan kepada Tuhan dan diri kita sebagai orang-orang beriman.  Pada umumnya, orang-orang menjadi kawatir, ragu, takut, dan tidak percayaketika cobaan dan kesulitan datang menimpa mereka. Di dalam Injil hari ini,dikisahkan bahwa para rasul berada di dalam perahu yang diganggu oleh anginkencang dan gelombang yang ganas. Dalam keadaan yang sulit seperti itu Tuhandatang untuk membantu mereka. Mereka menjadi takut karena menyangka bahwa ituadalah hantu. Umat Israel yang sudah sekian lamanya hidup dalam pembuangan,didatangi oleh suatu kabar yang membuat kaget, yaitu pembebasan dan kembalinyamereka ke tanah airnya.  Rasa takut manusia kepada Tuhan merupakan suatu tanda ia beriman denganbenar. Tuhan datang untuk memperhatikan dan menyelamatkan, sehingga ketakutanini sangat berguna untuk membantu kita agar kita bersiap diri dengansebaik-baiknya, sehingga Ia menemukan kita dalam keadaan beriman yang benar,bersiap untuk menyambut-Nya, dan sedang tekun dalam tugas-tugas kita. Ketakutanseperti ini sangat bertentangan dengan jenis ketakutan kepada pihak lain yangbukan Tuhan, seperti hantu, setan, dan pengaruh lain yang hanya bermaksud untukmengganggu dan mencobai kita. Untuk kehidupan iman yang sesungguhnya dankeselamatan, kita harus takut kepada Tuhan, bukan hantu. Tuhan ada bersama kitauntuk menolong kita, sedangkan hantu tidak. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Di dalam kasih dan kemurahan-Mu, ya Bapa, kami ingin menaruhsegala keperluan kami, khususnya pada hari ini, supaya kami dapat menerimaberkat-berkat-Mu dalam sepanjang hari ini. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra danRoh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Saturday Morning with Jack Tame
Catherine Raynes: Ransom and The Social Circle

Saturday Morning with Jack Tame

Play Episode Listen Later Aug 1, 2026 4:25 Transcription Available


Ransom by Daniel Silva Alice Winter, one of Britain's most dazzling socialites, seemingly has the perfect life—a lavish home in posh Knightsbridge, a grand estate in Devon, millions of followers on social media who eagerly await her next post. But when she disappears without a trace while on holiday with three old friends from Cambridge, her desperate husband, the real estate baron Edward Knight, turns to none other than Gabriel Allon to find her. He soon discovers that Alice Winter is not the woman she appears to be, that she has a reckless side, that she has secrets. But Edward Knight has a secret too, a secret so dangerous that Gabriel will have no choice but to return to the life he thought he had left behind. An old enemy lurks there, waiting for him to make one misstep, waiting for the perfect moment to exact vengeance. The Social Circle by Sophie Wan When Maggie Tang arrives as a transfer student at UC Berkeley in 2005, she has no idea how her life is about to change. In the hallway of her dingy apartment building, she meets Adam, Charles, Hari, and Priya, the friends with whom she'll create Circle, the world's first major social media platform. But navigating her creative ambitions alongside love and friendship isn't so simple, and when they inevitably collide, Maggie exits Circle in dramatic fashion. A decade later, Maggie is struggling with a new venture when she receives an invitation to celebrate Circle's tenth anniversary on a private European island, everyone back together again. While she's still bitter about how things ended, her company desperately needs the publicity, and deep down, Maggie can't resist the handwritten plea at the bottom—Come, please. Between boat rides and beach days, bit by bit the reunion begins to feel like old times. But the journalist writing a retrospective on Circle is eager for a scoop, which means they can't tiptoe around the past forever. And when a new truth is revealed about their fallout all those years ago, Maggie will have to decide whether to run again or fight for this second chance with the people she once loved most. LISTEN ABOVE See omnystudio.com/listener for privacy information.

Radio Elshinta
Hari ASI Sedunia: Mengapa ASI Eksklusif Masih Jadi Tantangan?

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Aug 1, 2026 30:10


Setiap 1 Agustus, dunia memperingati Hari ASI Sedunia sebagai momentum untuk memperkuat dukungan terhadap pemberian air susu ibu sebagai fondasi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Tahun ini, tema global yang diangkat adalah "Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works", yang mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat berbagai upaya yang telah terbukti mendukung keberhasilan menyusui. Di Indonesia, berbagai kebijakan telah diterapkan, mulai dari promosi ASI eksklusif, inisiasi menyusu dini, penyediaan ruang laktasi, hingga regulasi yang melindungi ibu menyusui. Lalu, mengapa cakupan ASI eksklusif belum optimal meski dukungan dan kebijakan terus diperkuat? Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia, Dr. dr. Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, Sp.A, Subsp Neo (K)

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 1 Agustus 2026 - Iman yang nyata lewat tindakan yang memuliakan Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 31, 2026 3:52


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 1 Agustus 2026Bacaan: "Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5)Renungan: Saat Yesus sedang mengajar di sebuah rumah di Kapernaum, datang kepada-Nya empat orang menggotong seorang yang lumpuh. Harapan dari orang-orang itu ialah kesembuhan bagi si lumpuh. Mereka pulang dengan harapan yang telah terpenuhkan. Yesus mengampuni dosa, lalu menyembuhkan kaki si lumpuh. Alkitab menuliskan ada satu hal terjadi sebelum kesembuhan dinyatakan. Satu hal yang Yesus lakukan sebelum Dia menyembuhkan si lumpuh. Yesus melihat iman mereka. Artinya, orang-orang itu memiliki iman yang dapat dilihat. Terlihatnya iman dikarenakan adanya perbuatan. Di rumah itu penuh berkerumun orang-orang, bahkan sampai depan pintu. Namun, kondisi itu tidak juga mengurungkan niat mereka untuk masuk. Saat tidak didapati juga jalan untuk masuk, mereka membuka atap rumah, lalu menurunkan si lumpuh. Sejauh itu mereka berbuat karena segenap hati percaya kepada Yesus. Pada kita ada juga harapan. Ada aspek-aspek kehidupan yang kita inginkan untuk Tuhan turun tangan, seperti keuangan, kesehatan atau hubungan rumah tangga. Pertanyaannya, apakah kita memiliki iman yang dapat dilihat? Dapatkah Tuhan menemukan perbuatan yang menunjukkan bahwa segenap hati kita percaya kepada-Nya? Tanpa perbuatan, hakikat iman adalah mati, atau dapat dikatakan, sama sekali tidak ada iman. Bagi kita yang rindu melihat harapan menjadi kenyataan, nyatakanlah iman kita! Berbuatlah sesuatu, jangan hanya berdiam! Cara paling sederhana kita memperlihatkan iman ialah tidak berhenti berdoa kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk mempraktikkan imanku melalui perbuatan baikku. Sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).

Krishna Kirtan and Mantra Chanting
Govinda Narayana gesungen von Aditi

Krishna Kirtan and Mantra Chanting

Play Episode Listen Later Jul 31, 2026 7:12


Govinda Narayana Govinda Narayana ist ein Krishna Kirtan: Krishna wird angerufen als Govinda Gopala, also als guter Hirte. Er ist für alles Naras, also alle Wesen da. Er ist Hari, strahlend und leuchtend. In diesem Kirtan wird Gott angerufen als Govinda, als guter Hirte, als Gopala, als der Schützer aller Wesen, als Narayana, als der, der in allen ist, als Hari, der, der leuchtet und strahlend ist, voller Liebe. Er ist Ananda, er führt zur Freude, und er ist derjenige, den wir überall wahrnehmen und erfahren können. Text Govinda Narayana,Gopala Narayana Govinda Gopala NarayanaHari Govinda Gopala Narayana Der Beitrag Govinda Narayana gesungen von Aditi erschien zuerst auf Yoga Vidya Blog - Yoga, Meditation und Ayurveda.

Mantra Singen, Kirtan, spirituelle Lieder
Govinda Narayana gesungen von Aditi

Mantra Singen, Kirtan, spirituelle Lieder

Play Episode Listen Later Jul 31, 2026 7:12


Govinda Narayana Govinda Narayana ist ein Krishna Kirtan: Krishna wird angerufen als Govinda Gopala, also als guter Hirte. Er ist für alles Naras, also alle Wesen da. Er ist Hari, strahlend und leuchtend. In diesem Kirtan wird Gott angerufen als Govinda, als guter Hirte, als Gopala, als der Schützer aller Wesen, als Narayana, als der, der in allen ist, als Hari, der, der leuchtet und strahlend ist, voller Liebe. Er ist Ananda, er führt zur Freude, und er ist derjenige, den wir überall wahrnehmen und erfahren können. Text Govinda Narayana,Gopala Narayana Govinda Gopala NarayanaHari Govinda Gopala Narayana Der Beitrag Govinda Narayana gesungen von Aditi erschien zuerst auf Yoga Vidya Blog - Yoga, Meditation und Ayurveda.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-17 masa biasa, 1 Agustus 2026, Peringatan Santo Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 31, 2026 6:21


Dibawakan oleh Cathy Devina Siregar dan Rahel Septria dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 26: 11-16.24; Mazmur tg 69: 15-16.30-31.33-34; Matius 14: 1-12MATI DEMI KEBENARAN         Tema renungan kita pada hari ini ialah: Mati Demi Kebenaran. Di gerbangsebuah kota, ada patung terkenal yang bernama "Anak di Pundak Ibu"untuk memberi makna kota tersebut. Pada zaman dahulu kota itu dibela olehseorang pemuda yang memimpin segenap masyarakat untuk melawan para musuh yangingin menduduki kota. Meskipun kota ini berhasil dipertahankan, tetapi pemudaini mati terbunuh dalam perang. Ibunya sendiri yang menaruh putranya di pundak,memikulnya dan membawa ke tengah kota untuk dihormati oleh semua orang. Bunda Maria melahirkan, membesarkan, sampai menyaksikan sendiri putranyaYesus Kristus dihukum mati lalu meniduri jenasah Yesus di pangkuannya (la pieta dari Michaelangelo). Mariamenyaksikan langsung Anak Domba Allah yang dikorbankan karena mempertahankankebenaran dari pihak-pihak yang anti kebenaran. Keponakan Maria, YohanesPembaptis, juga lebih dahulu rela untuk dibunuh oleh penguasa jahat demi menegakkankebenaran. Menyusul Yesus dan Yohanes Pembaptis ialah banyak pria dan wanitasepanjang zaman telah rela mengorbankan nyawanya karena mempertahankankebenaran yang berasal dari Tuhan. Para pahlawan adalah orang-orang yang matidemi kebenaran. Lalu pertanyaannya: apakah kebenaran itu harus dibayar dengan kematian?Jawaban paling pertama ialah bahwa pihak yang melawan kebenaran yaituorang-orang jahat berpotensi sangat kuat di dunia ini, yang tujuannya ialahmenghilangkan kebenaran dan segala yang baik. Salah satu targetnya yang utamaialah membinasakan orang-orang yang berjuang dalam kebenaran, yangmempertahankan kebenaran dan yang menghidupi kebenaran.  Jawaban lain, jika memang tidak ada penentang berpotensi kuat bahkan pihakyang melawan kebenaran itu sangat lemah, kebenaran itu masih harusdipertahankan di dunia ini. Ancaman penumpahan darah tidak relevan. Ancamannyalebih rohani, sebenarnya sebagai tantangan untuk menghidupi kebenaran itu,memberikan kesaksian dan membuat banyak orang lain hidup di dalam kebenaranjuga. Di sini orang perlu mematikan kemalasan, kebosanan, masa bodoh, egois,lupa dan kekurangan-kekurangan pribadi lainnya. Kebenaran itu pada prinsipnya ialah sesuai kenyataan atau fakta. Maka iaberlawanan dengan bukan nyata atau bukan fakta. Kebenaran juga sesuai aturan,norma, moral; maka berlawanan dengan pelanggaran aturan. Kebenaran itu ialahmelakukan kehendak dan perintah Allah; maka berlawanan dengan kehendak bukandari Tuhan. Jadi marilah kita pertahankan kebenaran kita, bahkan sampai kita mati. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan yang maha kuasa, semoga usaha-usaha kami untukmempertahankan kebenaran dan memberikan kesaksian tentang itu kepada setiaporang di sekitar kami, dapat selalu berkenan kepada-Mu. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-17 masa biasa, 30 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 30, 2026 6:08


Dibawakan oleh Joel Butar Butar dan Nabiana Butar Butar dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 18: 1-6; Mazmur tg 146: 2abc.2c-4.5-6; Matius 13: 47-53.TUHAN YANG MENENTUKAN DI AKHIR                    Tema renungan kita pada hari ini ialah: Tuhan Yang Menentukan di Akhir.Kita sering mengambil sikap pasrah ketika suatu persoalan yang dihadapi takkunjung mendapatkan solusi. Pasrah berarti menyerah dan berhenti untukmelanjutkan entah itu pembicaraan atau perbuatan. Pasrah bukan putus asaditambah dengan kekecewaan dan kesedihan. Orang yang pasrah masih memilikiruang yang cukup untuk berharap, bahwa solusi bisa datang dari luar dirinyaseperti waktu, orang lain, keberuntungan, dan Tuhan. Yang paling umum ialah pasrah kita kepada Tuhan. Misalnya pertengkaranantara dua pihak yang tak kunjung selesai. Solusi dari aspek kekeluargaan,keagamaan dan hukum sipil sudah tak mampu menyelesaikannya. Pihak yang merasatidak beruntung selalu mempersoalkan sehingga masalah semakin berlarut-larut.Karena yakin tak ada gunanya lagi berusaha, mereka memilih pasrah saja. Harapanterakhir ialah pada Tuhan yang memutuskan dan mengadili. Pengadilannya nantisetelah kematian, di mana setiap orang akan diadili menurut perilaku dalamkehidupannya di dunia. Contoh ini menggambarkan bagaimana Tuhan yang menentukan di akhirperjalanan hidup kita, atas persoalan-persoalan yang kita hadapi. Yesusmemberikan kita perumpamaan yang pas untuk ini, yaitu bahwa pada akhirnyapengadilan di surga itu akan memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah.Tuhan mempunyai strategi yang begitu bijaksana. Ia tidak memberikan keputusanbesar dan terakhir ketika masih ada waktu bagi manusia untuk berproses. Tuhanmempunyai kesabaran dan toleransi supaya manusia yang terlanjur jelek danberdosa dapat bertobat sebelum kematiannya.                                                                                                                           Strategi ini tentu saja berbanding terbalik dengan cara kita manusia yangingin menikmati siapa yang menang dan siapa yang kalah di dunia. Seakan-akansuka cita kemenangan yang dicapai sudah final atau kesedihan karena kalah sudahselesai. Padahal itu hanyalah sepotong-sepotong persoalan yang tidak bisadikatakan final. Standar pengadilan kita memang hanya untuk memenuhi tuntutanhidup di dunia ini, sedangkan pengadilan yang jauh lebih tinggi dan final ialahstandarnya Tuhan. Karena itu penentuannya adalah dari Tuhan. Menurut nabi Yeremia, selama kita hidup di dunia ini, hidup kita hendaknyamengikuti penentuan Tuhan, seperti cara tukang periuk membentuk ukiran-ukirandari tanah liat. Melalui kehendak dan kebijaksanaan-Nya, Tuhan ingin membentukkita dalam kata dan perbuatan kita setiap hari sehingga kita dapat mengalamibagaimana Ia menentukan hidup kita dari saat ke saat, sejak bangun pagi hinggakita tidur pada malam hari. Ini adalah cara hidup kita menuju kepadapenentuan-Nya yang terakhir atas diri kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga kami senantiasa menantikansaat terakhir penentuan-Mu dengan penuh iman dan pengharapan. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

The Bugle
An AI Odyssey

The Bugle

Play Episode Listen Later Jul 29, 2026 54:00


Joining Andy this week on issue 4387 of The Bugle is Tiff Stevenson and from across the pacific Hari Kondabolu. As they report on Elon Musk's plans to remake an accurate portrayal of Homer's An Odyssey following the release of Christopher Nolan's cinematic blockbuster. Elsewhere the Bugle catch up of the actions of the 47th US President, the Italian con man who tricked tourists for years, Andy Burnham's first few days in office and the Commonwealth Games!

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 30 Juli 2026 - Tetap Rendah Hati dan melayani seturut kehendakNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 29, 2026 4:50


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 30 Juli 2026Bacaan: "Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan kokoh kedudukannya, ia membunuh semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel dengan pedang." (2 Tawarikh 21:4)Renungan: Abraham Lincoln, mantan Presiden Amerika Serikat, pernah berkata, "Bila Anda ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan." Pernyataan ini telah teruji kepada banyak orang dalam berbagai situasi. Bahwa banyak orang yang tadinya bersikap rendah hati, sederhana, dan tulus, tetapi berubah menjadi sombong, egois, dan serakah ketika mereka berkuasa. Kekuasaan menyingkapkan sifat asli mereka. Mereka menggunakannya sebagai alat untuk mengendalikan, bahkan menindas orang lain demi kepentingan sendiri. Sebagai anak sulung, Yoram mewarisi kerajaan Yehuda dari ayahnya. Sedangkan untuk adik-adiknya, sang ayah memberikan berbagai barang berharga, juga beberapa kota untuk mereka kuasai. Seiring waktu, ketika kedudukannya sebagai raja semakin kokoh, Yoram membunuh semua adik-adiknya, juga beberapa pembesar Israel. Ia memandang mereka sebagai ancaman yang harus ditumpas agar jabatannya tetap kokoh. Namun, ia hanya berkuasa delapan tahun dengan dua tahun penderitaan hebat karena sakit. Hukuman itu telah dinubuatkan Nabi Elia sebelumnya, tetapi Yoram mengabaikannya. la mati sebagai orang yang dibenci oleh rakyatnya sehingga ia bahkan tidak dikuburkan dalam pekuburan raja-raja. Sesungguhnya, kekuasaan itu ibarat sebuah pisau tajam. Sangat bermanfaat jika berada di tangan yang tepat, tetapi sangat berbahaya di tangan yang salah. Kekuasaan dapat digunakan untuk menyejahterakan atau menyengsarakan banyak orang. Dalam kapasitas yang beragam, kita semua memiliki kekuasaan. Kiranya kita mempergunakannya seturut kehendak Allah, demi kebaikan banyak orang. Karena sesungguhnya, Dialah pemilik kekuasaan sejati, termasuk atas hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati yang tulus agar saat Engkau memercayakan aku menjabat satu jabatan tertentu aku tetap rendah hati dan menjalankan tugas itu sesuai kehendak-Mu. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Allah yang Tidak Berubah (30 Juli)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jul 29, 2026 4:43


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Allah yang Tidak BerubahDiambil dari: Maleakhi 3:6 “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah; dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.”Wonder Kids, segala sesuatu di dunia ini bisa berubah. Cuaca berubah, tubuh kita bertumbuh, perasaan kita bisa berubah, dan keadaan hidup juga bisa berubah. Kadang hari ini kita senang, besok kita sedih. Hari ini semuanya terasa mudah, besok bisa terasa sulit. Tetapi ada satu Pribadi yang tidak pernah berubah, yaitu Tuhan.Firman Tuhan berkata, “Aku, TUHAN, tidak berubah.” Artinya, Tuhan tetap sama. Kasih-Nya tidak berubah. Kebenaran-Nya tidak berubah. Kekudusan-Nya tidak berubah. Janji-Nya tidak berubah. Tuhan tidak tiba-tiba menjadi jahat, tidak tiba-tiba berhenti mengasihi, dan tidak pernah berubah menjadi kurang baik dari sebelumnya. Tuhan selalu sempurna.Ini sangat menghibur, Wonder Kids. Mengapa? Karena kita hidup di dunia yang terus berubah. Kadang-kadang orang bisa mengecewakan kita. Kadang keadaan bisa membuat kita takut. Tetapi Tuhan tidak pernah berubah. Jadi saat kita datang kepada-Nya, kita datang kepada Allah yang tetap setia.Dalam Alkitab, Tuhan juga menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang penuh kasih, pengampunan, belas kasihan, dan kebenaran. Kalau Tuhan bisa berubah, itu akan menakutkan. Tetapi karena Tuhan tidak berubah, kita tahu bahwa kita bisa benar-benar percaya kepada-Nya. Tuhan yang mengasihi anak-anak-Nya pada zaman dulu juga adalah Tuhan yang sama yang mengasihi kita hari ini.Tetapi renungan ini juga mengajar kita sesuatu. Kita sering berubah-ubah. Kadang kita semangat mengikut Tuhan, kadang malas. Kadang kita ingin hidup benar, kadang kita tergoda berbuat dosa. Karena itu, kita perlu terus datang kepada Tuhan yang tidak berubah, supaya Dia membentuk hidup kita makin serupa dengan kehendak-Nya.Wonder Kids, bukan berarti kita tidak boleh berubah sama sekali. Kita justru harus berubah menjadi lebih baik. Kita harus berubah dari pemarah menjadi lebih lembut, dari pembohong menjadi jujur, dari malas menjadi rajin, dari egois menjadi peduli. Tetapi perubahan kita harus menuju hidup yang makin menyerupai Tuhan yang sempurna.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal dalam hidupmu yang sering berubah-ubah, misalnya semangat berdoa, sikap taat, atau kebiasaan berkata jujur. Lalu mintalah Tuhan menolongmu menjadi lebih setia.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah berubah. Terima kasih karena kasih-Mu, kebaikan-Mu, dan janji-Mu selalu tetap. Tolong aku supaya saat hidup berubah-ubah, aku tetap percaya kepada-Mu dan belajar menjadi anak yang makin setia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat segala sesuatu berubah, Tuhan tetap sama—setia, baik, dan layak dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 29 Juli 2026 - Perkataan yang tepat dan jadi berkat bagi yang menerima

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 28, 2026 6:10


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 29 Juli 2026Bacaan: “Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” (Amsal 25:11)Renungan: Ada seorang bapak bernama Pak Adi. Ia mempunyai anak yang duduk di kelas 2 SMP. Saat pulang sekolah wajahnya kusut karena mendapat nilai jelek. Reaksi Pak Adi pertama hampir keluar kata-kata, “Dasar pemalas! Bodoh kamu!" Tetapi dia ingat Amsal 25:11. Dia menarik napas, memeluk anaknya dulu, lalu berkata pelan: “Nak, Papa kecewa sama nilainya. Tapi Papa bangga kamu masih mau cerita ke Papa. Yuk, kita cari jalan keluarnya untuk memperbaiki nilaimu." Malam itu anaknya menangis bukan karena dimarahi, tapi karena merasa diterima. Tiga bulan kemudian anaknya mendapat ranking 5 saat kenaikan kelas. Dia berkata, “Aku belajar karena kata-kata Papa waktu itu. Nggak bikin aku down, tapi bikin aku semangat.” Satu kalimat di waktu yang tepat, bisa mengubah arah hidup seseorang. Salomo dalam bacaan di atas memakai dua gambaran yang mahal yaitu apel emas dan pinggan perak. Dalam bacaan itu dijelaskan bahwa "perkataan yang diucapkan” ini adalah soal isinya yaitu benar, membangun, jujur, penuh kasih. Bukan gosip, bukan sindiran, bukan kebohongan. Sedangkan "tepat pada waktunya" adalah saat yang paling baik untuk dikatakan. Emas paling berharga kalau diberikan saat seseorang membutuhkan. Demikian juga ketika kita menghibur seseorang saat ia sedih, menegur seseorang saat ia bersikap sombong dan memuji seseorang saat ia putus asa. Perkataan "seperti buah apel emas di pinggan perak" merupakan isi dari perkataan dan cara penyampaian yang sama-sama baik dan tidak menyakitkan. Intinya adalah Tuhan mau kita jadi orang yang bukan hanya “benar” dalam berkata-kata tetapi juga “tepat” pada waktunya ketika seseorang membutuhkan perkataan itu. Sebagai pengikut Yesus, lidah kita adalah alat. Bisa jadi pedang atau bisa jadi obat, tergantung saat kita mengatakannya. Kalau kita mengatakannya saat marah, maka bisa saja menjadi pedang yang menusuk sampai lubuk hati terdalam. Tapi kalau kita mengatakannya dengan penuh kasih dan kesabaran, bisa menjadi obat ketika hati seseorang sedang galau dan sakit. Efesus 4:29 berkata, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun.” itu artinya kita harus bertanya dulu dalam hati kita sebelum bicara, “Apakah ini benar? Apakah ini perlu? Apakah ini tepat waktunya?” Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jagalah mulutku hari ini. Ajarilah aku untuk berpikir sebelum berbicara. Berikan aku hikmat untuk tahu kata apa yang harus diucapkan, dan kapan harus diam. Pakai perkataanku menjadi "apel emas" yang menguatkan orang di sekitarku, seperti Engkau yang selalu tahu kata yang tepat untuk dikatakan pada orang yang datang pada-Mu. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-17 masa biasa, 29 Juli 2026, Peringatan Santa dan Santo Marta, Maria dan Lazarus

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 28, 2026 7:06


Dibawakan oleh Beatris Julia Siahaan dan Priscilla Emanuel Mutu Pambudi dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. 1 Yohanes 4: 7-16; Mazmur tg 34: 2-3.4-5.6-7.8-9.10-11; Yohanes 11: 19-27.MENGATASI KEKAWATIRAN Renungan kita pada hari ini bertema: Mengatasi Kekawatiran. Ada seorangwanita bernama Marta, yang sudah kawin dengan seorang suami yang sangat sabar,penyayang dan bertanggung jawab. Mereka dikaruniai tiga anak. Marta berceritabahwa tahun-tahun pertama hidup berkeluarga, suaminya yang sangat baik itusangat membantunya untuk mengatasi sikap bawaannya yang selalu kawatir. Banyakhal ia kawatirkan sehingga membuatnya dirinya sangat tertutup. Tetapi denganberjalannya waktu, sifat itu akhirnya berubah. Ibu Marta melihat dirinya bukan sebagai satu-satunya manusia yang pernahsangat tersiksa oleh sifat kawatirnya, tetapi ia menemukan bahwa profil Martadi dalam Injil juga memiliki sifat kawatir yang sama. Jadi rasa kawatir adalahsangat manusiawi dan setiap manusia memilikinya. Marta di dalam Injil, palingkurang disebutkan dalam dua peristiwa ketika ia ditegur oleh Yesus Kristuskarena sifat kawatirnya yang berakibat pada penghayatan iman yang rapuh. Iapernah ditegur oleh Yesus ketika ia begitu sibuk dengan pekerjaan di rumahuntuk melayani Yesus yang bertamu, sementara Maria saudarinya duduk dekatYesus. Ia juga pernah ditegur oleh Yesus ketika ia tidak yakin bahwa saudaranyaLazarus pasti bangkit dari kematian hanya dengan jalan iman kepada Kristus.  Rasa kawatir juga ditunjukkan oleh nabi Yeremia, ketika ia memang menyukurikelahirannya ke dunia dari ibunya, tetapi ia sangat kawatir dengan hidupnyasebagai seorang abdi Allah yang tidak sanggup menghadapi musuh-musuhnya. Iasepertinya hilang keyakinan kepada Tuhan. Pengalaman-pengalaman kekawatiranyang kita sebutkan ini cukup memberikan kita gambaran bahwa sifat kawatirmemiliki kekurangan yang harus diatasi. Sebab kalau tidak diatasi, ia akanmenjadi ketakutan yang pasti lebih merugikan dari pada menjadi berkat. Sifat kawatir mesti diatasi supaya kita dapat menjadi orang yang terbukadan mengisi hidup kita dengan berbagai inisiatif serta kreativitas dalammembawa kebaikan bagi hidup bersama. Perlu diingat bahwa, satu saja rasakawatir yang menguasai dirimu, Anda sudah menghilangkan satu kesempatan untukberbuat baik. Sifat kawatir juga mesti dapat kita atasi supaya kita semakinmemiliki keyakinan kepada Tuhan yang selain menyertai kita setiap saat, tetapisedang bekerja di dalam diri kita. Satu rasa kawatir saja, sudah menjauhkankita satu meter dari Tuhan yang sesungguhnya berada bersama kita. Santa Marta, demikian juga Maria dan Lazarus yang kita rayakan hari inimengingatkan kita satu hal ini: yaitu bahwa meskipun kita kawatir akan siapadan apa saja di dalam hidup kita, satu hal yang tidak boleh hilang dari kitaialah selalu memandang dan mendengarkan Tuhan yang menegur, menyapa danmenerangi hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kami mohon supaya hidup danpekerjaan-pekerjaan kami senantiasa berada di dalam penyelenggaraan-Mu. Bapakami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Max Rockatansky
Eps 69: 280 hari.

Max Rockatansky

Play Episode Listen Later Jul 28, 2026 16:59


untuk baikmu, aku berterimakasih. untuk salahku, aku minta maaf.selamat melanjutkan hidup, u deserve better.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 28 Juli 2026 - Menjaga hati dan menjadi berkat untuk sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 27, 2026 5:42


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 28 Juli 2026Bacaan: “Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu.” (Amsal 3:29)Renungan: Daud dikejar-kejar oleh Raja Saul selama bertahun-tahun. Saul iri hati dan mau membunuh Daud. Suatu hari Tuhan memberi Daud kesempatan emas. Saul masuk ke gua untuk buang hajat dan ternyata itu gua yang sama tempat Daud dan pasukannya bersembunyi. Pasukan Daud berbisik, “Ini saatnya untuk membunuh dia sekarang!” Daud bisa saja merencanakan kejahatan. Dia punya alasan, "Saul musuhku. Dia yang lebih dahulu menyakiti aku!" Tapi apa yang Daud lakukan? Dia hanya memotong punca jubah Saul secara diam-diam. Dan setelah itu hatinya berdebar karena merasa bersalah. Daud berkata: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, orang yang diurapi TUHAN.” Daud punya kesempatan untuk membalas. Tapi dia memilih tidak merencanakan kejahatan terhadap "sesamanya" yang tinggal dengan tentram, bahkan terhadap orang yang membencinya. Penulis Amsal menulis ini bukan sekadar teori. Tetapi ini adalah praktik hidup. Ada 3 hal penting yang disampaikan dalam Amsal 3:29. Pertama, “Janganlah merencanakan kejahatan”. Kejahatan dimulai dari hati. Niat menjatuhkan, menyimpan bukti untuk menyerang, menyusun kata-kata untuk menyakiti. Kedua, “Terhadap sesamamu”. Sesama adalah orang yang Tuhan tempatkan dekat dengan kita yaitu keluarga, teman sekerja, teman sepelayanan dan tetangga. Mereka itu adalah orang-orang yang harusnya kita jaga dan lindungi. Ketiga, “Sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu”. Orang itu percaya dan tidak curiga terhadap kita. Tuhan mau kita menjadi tempat yang aman bagi sesama, bukan tempat yang menusuk dari belakang. Saat ini kita tidak memegang tombak seperti Saul. Tapi kita memegang HP dan mulut. Ternyata HP dan mulut mampu menusuk sampai kedalaman hati yang membuat hubungan kita dengan sesama menjadi rusak. Contohnya di media sosial, ada orang yang menyakiti kita, maka kita screenshot chatnya dan kita sebarluaskan agar dia dipermalukan. Di pekerjaan, ada rekan kerja yang membuat kita tidak nyaman, lalu kita memfitnah dan merancangkan yang buruk terhadapnya supaya ia disingkirkan dari tempat kita bekerja. Menjadi pengikut Yesus artinya memilih memberkati, bahkan ketika kita punya 1001 alasan dan kesempatan untuk melukai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seperti Daud, ajarilah aku menjaga hatiku. Ampunilah aku kalau ada rencana jahat atau kepahitan terhadap sesamaku. Berikan aku hati yang mau mengampuni dan tangan yang memberkati, sehingga hidupku bisa memberkati sesamaku. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-17 masa biasa, 28 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 27, 2026 6:58


Dibawakan oleh Christopher dan Matve Audre Sembiring dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 14: 17-22; Mazmur tg 79: 8.9.11.13; Matius 13: 36-43.DUNIA NYATA ADALAH MEDAN KITA BERJUANG Tema renungan kita pada hari ini ialah: Dunia Nyata adalah Medan KitaBerjuang. Ada seorang mahasiswa yang sedang kuliah di kota menelepon orangtuanya di kampung. Ia bercerita tentang banyaknya godaan yang mengganggunya,seperti pergaulan bebas laki-laki dan perempuan, perkelahian di antara teman,malas atau bosan belajar, dan banyak pengaruh jahat lainnya. Bapanya yangberbicara di telepon menanggapi, "Kami di kampung juga banyak gangguanseperti bertengkar dengan ibumu, adik-adikmu malas bekerja dan belajar dansinyal telepon yang hilang muncul sesukanya." Kehidupan kita sangat nyata penuh dengan gangguan. Dunia ini dan setiappribadi manusia yang mendiaminya menjadi pilihan Yesus Kristus yang diutus olehBapa ke dalam dunia. Ia rela mati demi kebaikan kita. Dosa, pengaruh jahat,gangguan dan kesulitan apa pun jenisnya selalu membuat hidup kita tidak damaidan tenang. Semua itu adalah lalang-lalang yang mengganggu hidup kita sebagaipengikut Kristus. Tidak ada seorang pun yang bebas dari gangguan apa pun didalam dunia ini.   Namun Yesus tidak pernah menyerah atau berhenti memperhatikan kita. Andaberusaha berbuat baik dan senantiasa teratur dalam setiap kondisimu, namun disekitarmu tetap saja ada orang yang tidak puas, tidak setuju, tidak menyukai,masa bodoh, dan iri dengan dirimu. Semua itu adalah lalang yang tidak pernahmembuatmu bebas. Namun Yesus Kristus tidak lepas kontrol atas dirimu, dan RohKudus setia mendampingimu. Itu adalah kenyataan di dunia ini.  Kenyataan di dunia ini tak bisa kita hindari. Kita hanya bisa mengambilsikap dan memiliki kemampuan yang dibekali dengan semua ajaran kebenaran dankebaikan dari Tuhan. Seperti nabi Yeremia yang meratapi kehidupan nyata iniyang rusak berantakan karena dosa dan sangat berharap belas kasih Allah, kitajuga berusaha untuk selalu optimis untuk kehidupan yang lebih baik. Sikap inimendukung rasa betah dan tetap berusaha aktif untuk membarui diri dan duniatempat kita berada. Orang mesti terlepas dari angan-angan, khayalan dan mimpiyang bisa membuatnya pesimis dan anti akan dunia nyata ini. Bermimpi untuk terlepas dari dunia nyata ini hanya karena tidak tahandengan situasinya saat ini, mungkin bisa disamakan dengan empat roda mobil yangberputar di atas bahu jalan berbatu dan aspal. Roda belakang terus sajabermimpi atau berkhayal: saya ingin berada di posisi depan biar tiba duluan,tapi kapan ya saya bisa... Banyak dari kita sering jatuh dalam angan-anganseperti ini, yang berarti bahwa mereka tidak betah, tidak optimis dan realististentang hidupnya di dunia ini. Semoga Anda dan saya tidak seperti ini, tetapitetap realistis dan optimis karena Tuhan ada bersama dengan kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah Bapa maha murah, semoga Roh Kudus senantiasamemampukan kami untuk membarui dunia dan hidup kami, dan kesetiaan kami kepadaYesus Kristus tidak pernah pudar dari iman yang telah kami akui. Kemuliaankepada Bapa... Dalam nama Bapa...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 27 Juli 2026 - Serahkan dan Percaya padaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 26, 2026 5:25


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 27 Juli 2026Bacaan: “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” (Mazmur 37:5)Renungan: Pada tahun 2022 Dita melamar kerja di tujuh belas perusahaan tapi tidak ada satupun panggilan. Tabungannya mulai menipis. Teman-temannya sudah pada naik jabatan, menikah dan punya rumah. Dia mengeluh katanya, “Aku udah capek mengirim CV. Capek berharap. Capek bertanya pada Tuhan, ‘Kapan giliranku Tuhan?'” Suatu malam dia membuka Alkitab dan membaca Mazmur 37:5. Dia menangis dan akhirnya memutuskan, “Tuhan, aku menyerah. Aku serahkan CV-ku, masa depanku, rasa maluku, semuanya kepada Engkau. Aku percaya Engkau yang akan mengaturnya. Amin.” Dua minggu kemudian, tanpa dia melamar, ada HR dari perusahaan lama yang menghubunginya, “Kami butuh kamu. Gajinya dua kali lipat dari yang kamu minta.” Dia pun pada akhirnya sadar. Selama ini dialah yang memegang kendali hidupnya terlalu erat. Waktu ia melepaskannya dan menyerahkan pada Tuhan, Tuhan baru bisa bertindak. Daud menulis mazmur 37:5 ini ketika dia melihat orang jahat kelihatan sukses, sementara orang benar tertekan. Ada 3 langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan jawaban atas setiap doa kita. Pertama, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN” Kata "serahkan" Artinya kita menaruh setiap persoalan hidup kita di dalam tangan Tuhan. Kedua, “Dan percayalah kepada-Nya”. Setelah diserahkan, jangan diambil lagi dengan khawatir. Percaya sama dengan tenang menunggu Tuhan kerja. Ketiga, “Dan Ia akan bertindak” Ini adalah janji Tuhan. Bukan "mungkin". Tuhan pasti bertindak. Intinya adalah bagian kita menyerahkan dan bagian Tuhan bertindak. Mazmur 37:5 ini mengajak kita berhenti memegang setir yang bukan milik kita. Lepaskan, serahkan pada Tuhan dan percayalah bahwa Dia akan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib. Mungkin jawabannya tidak datang besok. Tapi waktu kita menyerahkan, beban di hati kita diangkat lebih dulu. Dan di waktu Tuhan yang tepat, Dia akan bertindak dengan cara yang jauh lebih baik dari rencana kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hari ini aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Aku lelah memegang semuanya sendiri. Aku percaya Engkau tahu yang terbaik untukku. Bertindaklah ya Tuhan, sesuai waktu dan cara-Mu. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-17 masa biasa, 27 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 26, 2026 7:55


Dibawakan oleh Bebby Antonia dan Bianca Maria Talita dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 13: 1-11; Mazmur tg: Ul 32: 18-19.20-21; Matius 13: 31-35.KITA SEPERTI BIJI SESAWI DAN RAGI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kita Seperti Biji Sesawi dan Ragi.Ada satu persahabatan yang bukan terjadi di antara sesama manusia, tetapi diantara biji sesawi dan ragi. Mereka berdua dijual di toko, tetapi letaknyatidak kentara. Pada suatu pagi si biji sesawi berkata kepada temannya:"Semoga hari ini saya bernasib baik." Temannya menanggapi,"Maksudmu nasib baik apa?". Biji sesawi menjawab: "Semoga adapembeli yang membeli aku." Mereka berdua sepakat bahwa mereka memang harusberguna ketika dipakai manusia.  Kedua benda ini tidak bergerak, dibungkus rapat, berukuran kecil, dantersembunyi dari semua benda lain di sekitarnya. Kalau Anda adalah seseorangyang sempat berada di toko namun tidak ingin membeli sesuatu, yang tampakpadamu ialah barang-barang yang besar dan mencolok. Anda tidak pernahmeluangkan waktu sedikit pun untuk berpikir dan melihat benda-benda kecilseperti biji sesawi atau ragi. Hanya orang yang memiliki maksud tertentu atasbenda-benda kecil itu, akan berusaha menemukan dan membelinya. Selanjutnyamereka akan digunakan sesuai dengan maksud orang tersebut. Yesus menjadikan kerajaan Allah sebagai inti pengajaran-Nya kepadaorang-orang yang kian hari kian bertambah mengikuti dan mendengar-Nya.Pengajaran seperti itu tidak pernah mereka dapatkan sebelumnya sejak zamanAbraham dan para nabi. Seperti apa kerajaan Allah itu tak pernah merekabayangkan. Padahal Yesus adalah personifikasi kerajaan itu sendiri yang sedangberbicara dan berada bersama mereka. Jika suatu pengajaran baru hendakdimasukkan ke dalam hati dan pribadi manusia yang masih polos, pengajaran ituharus mulai dari yang paling kecil dan sederhana. Bagi mereka yang sudah penuhdengan pengetahuan dan keyakinan lama seperti orang-orang Yahudi, hal tentangkerajaan Allah mesti diajarkan dengan sangat rumit dan penuh kesabaran. Banyak perumpamaan dipakai Yesus dengan benda-benda yang sudah biasa dansederhana supaya kerumitan itu dapat diuraikan. Jika setiap hari Anda membacadan dengarkan firman Tuhan, gambaran biji sesawi dan ragi ini cukup untukmenjelaskan bahwa firman yang Anda terima tersembunyi di dalam pikiran danhatimu, tetapi punya potensi untuk hidup yang membaharui dirimu. Jika Andamenerima Komuni Kudus secara rutin, atau dengan teratur melakukan pengakuandosa, profil biji sesawi dan ragi cukup memberimu kesadaran bahwa potensipertumbuhan iman sungguh nyata dan buah-buahnya tinggal dipanen pada masa yangtepat. Tuhan menaruh aspek-aspek kerajaan-Nya di dalam diri kita dalam anekaperistiwa dan bentuk. Semua itu meski tersembunyi di dalam diri kita, merekasedang bertumbuh dan dipelihara Tuhan meski sering di luar kesadaran kita. Didalam saat-saat sulit, pencobaan, perjuangan, dan pengungkapan diri kita, semuaitu akan tampil untuk membantu kita berbicara, berbuat dan bersikap.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, semoga diri kami menjadi tempat yang layakbagi tumbuhnya Kerajaan Allah. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...

MDC Surabaya
Soetjipto Koesno - What Happened to Nicodemus? (Graha Pemulihan)

MDC Surabaya

Play Episode Listen Later Jul 26, 2026 48:39


Nikodemus adalah contoh seseorang yang memiliki kisah hidup sempurna, tetapi masih merasa ada yang kurang di dalam hidupnya. Melalui perjumpaannya bersama Tuhan Yesus di malam hari, kita dapat belajar bersama tentang apa makna Kelahiran Baru di hidup kita:* Merupakan pintu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Caranya dengan mendengar dan menerima benih firman Allah, percaya pada Yesus Kristus, dan bertobat serta meninggalkan perbuatan dosa. * Adalah Kasih Karunia dari Allah, bukan hasil usaha dan kekuatan manusia. * Lahir Baru menghasilkan pengikut Kristus, yang berani untuk memberitakan Injil Keselamatan. Hari-hari ini apakah nama Yesus masih menggetarkan hati dan memiliki arti di dalam hidup kita? Apakah kita masih mengingat pengalaman Kelahiran Baru dan memiliki kerinduan agar orang lain dapat mengenal Yesus, serta merasakan kasih dan kebaikan-Nya?—Bp. Soetjipto Koesno, “What Happened to Nicodemus?” Dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 5 Juli 2026.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 26 Juli 2026 - Tetaplah Berdoa

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 25, 2026 5:09


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 26 Juli 2026Bacaan: “Tetaplah berdoa.” (1 Tesalonika 5:17)Renungan: Ibu Ani, 42 tahun divonis dokter terkena kanker stadium 3. Hari pertama di rumah sakit dia menangis seharian. Takut, marah dan ia bertanya kepada Tuhan, “Kenapa aku Tuhan?” Dokter mengatakan bahwa Ibu Ani harus kemoterapi panjang. Biaya besar dan keluarganya juga panik. Tiap malam sebelum tidur, suaminya memegang tangannya dan bekata, “Bu, kita nggak bisa apa-apa. Tapi kita bisa berdoa. Yuk tetap berdoa.” Mereka mulai berdoa pendek 1 menit setiap bangun tidur. Doa 1 menit setiap mau ke rumah sakit. Doa 1 menit setiap efek kemoterapi datang. Setahun kemudian, hasil labnya membaik. Ibu Ani berkata, “Aku nggak tahu Tuhan sembuhkan karena apa. Tapi aku tahu, doa itu yang bikin aku nggak sendirian. Tuhan menemani aku di tiap jarum infus.” Penyakitnya belum tentu langsung sembuh, tapi hatinya disembuhkan terlebih dahulu, ada damai. Paulus tidak menuliskan dalam suratnya tersebut "berdoa kalau sempat" atau "berdoa kalau ada masalah besar". Tetapi tetaplah berdoa, artinya: terus-menerus, tidak putus dan menjadi gaya hidup. Doa bukan cuma acara 30 menit di kamar. Doa itu seperti napas rohani kita. Bangun tidur berdoa, di jalan macet berdoa, mendapat kabar baik berdoa syukur. Mendapat kabar buruk berdoa minta tolong. Tuhan tidak menyuruh kita berdoa yang panjang dan indah. Dia hanya mau hati kita tetap terjalin dengan-Nya. Kita semua punya "ruang rumah sakit" versi kita yaitu pertama sakit hati. Dikhianati teman dan disakiti keluarga, rasanya kita tidak bisa memaafkan. Kedua sakit jiwa. Kecemasan, overthinking, depresi. Pikiran berputar terus sepanjang malam. Ketiga sakit keadaan. Banyak hutang, pengangguran, anak yang jauh dari Tuhan, sudah usaha tapi mentok. Di titik itu kita sering berpikir, “Percuma berdoa. Tuhan tidak menjawab." Padahal dalam 1 Tesalonika 5:17 kita diingatkan jangan berhenti berdoa. Tetap berdoa bukan untuk "menyogok" Tuhan. Tapi supaya kita tetap memegang tangan-Nya saat kita berjalan di lembah kekelaman. Mungkin jawabannya belum datang, tapi kekuatan, damai, dan hikmat-Nya akan datang terlebih dahulu waktu kita berdoa. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku datang kepada-Mu dengan segala sakit penyakitku. Ajarilah aku untuk tetap berdoa, bahkan saat aku lelah dan tidak mengerti. Jangan biarkan aku menjauh dari-Mu. Pegang tanganku hari ini. Aku percaya, bersama-Mu semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 25 Juli 2026 - Bersyukur dalam segala hal

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 25, 2026 6:08


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 25 Juli 2026Bacaan: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Keluarga Pak Budi baru aja kena musibah. Usaha kecilnya bangkrut saat menjelang Natal. Tabungan habis untuk membayar utang. Malam itu di meja makan suasananya hening. Anak sulungnya berkata, “Pa, kita masih bisa makan nasi sama telur. Berarti Tuhan masih pelihara kita ya.” Istri Pak Budi menyambung, “Iya. Listrik masih menyala. Rumah masih ada. Kita masih lengkap 4 orang di sini.” Mereka tidak pura-pura bahagia. Tapi malam itu mereka memutuskan untuk berdoa dan mengucap syukur dahulu, sebelum memikirkan jalan keluarnya. Tiga bulan kemudian, pelan-pelan ada pintu berkat baru terbuka. Paulus menulis ayat ini kepada jemaat yang sedang tertekan. Dia tidak berkata, "Bersyukur kalau segala hal baik". Tetapi "bersyukur dalam segala hal". Ada 2 pesa penting dari bacaan tersebut. Pertama, “Mengucap syukurlah dalam segala hal”. Dalam segala hal itu artinya baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, berkecukupan maupun berkekurangan. Bersyukur bukan karena situasinya baik-baik saja, tetapi karena Tuhan kita tetap baik. Kedua, “Sebab itulah yang dikehendaki Allah”. Ini bukan saran, tetapi ini adalah kehendak Tuhan. Waktu kita bersyukur, kita sedang taat. Dan ketaatan akan membuka pintu berkat baru dan damai Tuhan. Bersyukur itu bukan menyangkal masalah. Bersyukur itu memilih fokus kepada Tuhan yang memegang masalah itu. Kita gampang bersyukur kalau gaji naik, anak lulus, badan sehat. Tapi bagaimana kalau dalam kerjaan bos tidak menyenangkan, target tidak tercapai, di-PHK? Yang terjadi adalah kita akan gampang mengeluh dan menyalahkan. Bagaimana jika dalam keluarga anak susah diatur, pasangan cuek, orang tua sakit? Rasanya capai dan tidak dihargai. Bagaimana juga di dalam iman? Doa udah lama tidak dijawab. Melihat orang lain diberkati, kita pun bertanya, "Tuhan, Engkau di mana?". 1 Tesalonika 5:18 mengajak kita memasang "kacamata bersyukur" tiap hari. Bukan bersyukur karena masalahnya, tapi bersyukur bahwa di tengah masalah Tuhan masih ada, Tuhan masih mengasihi, Tuhan masih bekerja. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau sering mengeluh dan lupa bersyukur. Hari ini aku mau taat pada firman-Mu. Aku mengucap syukur dalam segala hal, karena Engkau tetap baik. Ajarilah aku melihat kebaikan-Mu bahkan di tengah kesulitan dan isi hatiku dengan ucapan syukur. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Biasa ke-17 tanggal 26 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 25, 2026 10:13


Dibawakan oleh Argita Febiola Oposumbu, Desi Manuela Widyotomo, Bianca Maria Talita, dan Bella Claudia Simanjuntak dari Paroki Santo Yohanes Pemandi di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. 1 Raja-Raja 3: 5.7-12; Mazmur tg 119: 57.72.76-77.127-128; Roma 8: 28-30; Matius 13: 44-52.PENGORBANAN YANG BIJAKSANA Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-17 ini ialah: Pengorbanan yangBijaksana. Ada suatu kejadian ketika seorang pemuda yang sangat mencintai gadisyang ditaksirnya sekian lama, ingin melamar wanita muda tersebut. Lamaran ituingin dilakukan di sebuah jembatan di atas sungai yang luas dan dalam, sertadisaksikan banyak orang di sekitar situ, dengan pemandangan yang begitu indah.Si pemuda membawa cincin, bunga dan sebuah bingkisan berharga. Tetapi sebelum menyatakan lamarannya, gadis cantik itu meminta supayapemuda itu terjun ke sungai untuk membuktikan cintanya itu. Si pemuda segeramenggeletakkan semua barang bawaannya, membuka sepatu dan terjun. Sesaatkemudian ia kembali ke jembatan dalam kondisi basah kuyup dan hendak menyatakanlamarannya. Tetapi alangkah kagetnya pemuda itu dan semua orang di sekitarnya,ternyata gadis itu menolak lamaran pemuda yang sudah berkorban menyiapkansegala sesuatu dan terjun ke sungai. Yang terjadi dengan kisah itu adalah contoh sebuah pengorbanan yangsia-sia. Baik gadis itu maupun si pemuda terlanjur melakukan pengorbanan,tetapi hasil akhirnya kosong. Ada begitu banyak pengalaman tentang pengorbananyang sia-sia yang ada di sekitar kita. Ada orang yang bekerja dengan modalkemauan yang baik, tetapi mereka tidak didukung oleh sumber daya baik manusiamaupun materi pendukung, maka pekerjaan itu sia-sia saja. Ada yang bekerja atauberbuat dengan dukungan sumber daya cukup bahkan memadai, tetapi tidak mencapaitujuan yang sudah direncanakan, itu pun pekerjaan yang sia-sia. Sebagian orang lebih cenderung santai, tidak fokus, malas dan menunda-nundauntuk bekerja dengan maksimal, akhirnya pekerjaan dan hasilnya yang diinginkanmenjadi sia-sia saja. Sebagian lagi yang memberikan pengorbanannya dalamberusaha dan bekerja namun hanya dalam kesempatan tertentu saja, sedangkan padakesempatan selanjutnya pekerjaan tersebut berhenti. Padahal yang sangatdiperlukan ialah konsistensi dan kontinuitas. Ini juga merupakan suatupengorbanan yang sia-sia. Masih ada banyak contoh lainnya yang serupa. Hari ini kita diajarkan untuk mengatasi semua pekerjaan atau pengorbananyang sia-sia itu dengan suatu pengorbanan yang bijaksana. Suatupengorbanan  yang bijaksana menuntut kitauntuk fokus kepada tujuan tertinggi yang hendak kita capai. Segala pengorbanankita hanya untuk mencapai tujuan itu. Bagi kita orang beriman dan para pengikutKristus, tujuan kita terutama ialah Kerajaan Allah. Raja Salomo memintakebijaksanaan dari Kerajaan itu dan Allah memberikan itu kepadanya. Kitasebagai pengikut Kristus sudah terpanggil untuk tujuan yang tertinggi itu, olehkarena itu kita berkorban sekuat-kuatnya untuk mencapainya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah, pandanglah dan berkatilah kami, sehingga denganperayaan hari Minggu ini kami dapat menjadi anak-anak-Mu yang tekun dalam jalanyang menuju kepada-Mu. Bapa Kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-16 masa biasa, 25 Juli 2026, Pesta Santo Yakobus, Rasul

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 24, 2026 7:30


Dibawakan oleh Joafina Paramita Silalahi dan Isaura Joansari Gultom dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. 2 Korintus 4: 7-15; Mazmur tg 126: 1-2ab.2cd-3.4-5.6; Matius 20: 20-28.HAK UNTUK SEBUAH POSISI Renungan kita pada hari ini bertema: Hak Untuk Sebuah Posisi. Marilah kitaberpikir sejenak dengan ilustrasi ini. Anda tiba di rumah dari suatu keperluandi luar. Saat pintu dibuka, Anda langsung menemukan seorang asing sedang dudukdi meja makan, menempati kursi yang biasa Anda pakai, dan sangat menikmatihidangan yang ada. Apa pikiran dan perasaan Anda tentang kejadian itu? Huff!Beraninya orang itu memasuki rumah tanpa ijin ya! Ilustrasi itu menggambarkan betapa penting dan sangat pribadi bahwa kitamasing-masing berhak atas posisi yang menjadi milik kita. Kita memiliki banyakposisi entah saat kita berdiri, duduk, berbaring, dan berada. Itu adalah hakasasi bahwa tempat dan ruang yang melingkupi kita adalah hak milik kita. Jikaseseorang sengaja mendesak atau menekan kita keluar dari posisi tersebut, pastiterjadi ketegangan. Reaksi yang kita berikan biasanya keras dan menolak. Tidakmudah bagi setiap orang untuk melepaskan hak milik posisinya diambil orang laindengan tidak melalui suatu cara yang layak dan beradab. Jadi di dunia ini keinginan dan kenyataan untuk mempunyai posisi sudahmenjadi pemahaman bersama bahwa setiap pribadi berhak atasnya di satu pihak danketersediaan posisi tersebut di lain pihak, yang menjadi kewajiban dari oranglain untuk menyediakannya. Kita mendengar kejadian dua rasul kakak-beradikYakobus dan Yohanes, dengan bantuan ibunya, menginginkan posisi keduanya didalam kerajaan Allah. Tidak salah jika mereka meng-claim haknya itu, karena memang itu adalah harga dari mengikutiKristus.  Namun pada saat yang sama Tuhan Yesus mengajarkan bahwa penuntutan hakbukan suatu hal yang otomatis jadi. Suatu penuntutan hak hanya dapatterfasilitasi jika hak itu tepat dengan kewajiban yang dilakukan orang lain.Suatu penuntutan hak tidak boleh sebagai suatu tindakan buta, artinya hanyadipandang sebagai satu-satunya tindakan yang berdiri sendiri. Yesus mengajarkanbahwa hak dasar kita untuk mendapatkan tempat di dalam kerajaan Allahbergantung pada syarat ini: Kita harus menjalankan dahulu suatu kewajiban dasar, yaitu meminum cawanpahit yang juga diminum oleh Yesus. Itu adalah cara penyangkalan diri melaluihidup yang rendah hati, menanggung aneka kesulitan dan penderitaan. Allah Bapayang berkenan atas semua penyangkalan diri itu, bakal menyediakan posisi yangpantas bagi kita di dalam kerajaan-Nya. Salah satu cara penyangkalan diri yangpaling konkret dilakukan ialah melayani tanpa pamrih dan bukan dilayani. SantoPaulus dalam surat keduanya kepada jemaat di Korintus menyebutnya sebagaikematian atas tubuh kita yang selalu ingin diutamakan atas dasar nafsu dankeinginan daging. Kematian tubuh memberikan kehidupan bagi roh kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, murnikanlah hati kami dari setiap kecongkakan dannafsu untuk menang sendiri. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Radio Elshinta
Hari Anak Nasional 2026

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Jul 23, 2026 33:42


Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia memperingatai Hari Anak Nasional. Peringatan HAN 2026 berfokus pada pemenuhan hak anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, baik di keluarga, sekolah, maupun ruang digital. Tahun ini, pemerintah mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" yang disertai peluncuran kampanye Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas #RANA).Apa catatan dari para Stake Holder Perlindungan Anak, untuk Peringatan Hari Anak, 2026. Yang menjadi sorotan dari tahun ke tahun adalah meningkatnya kasus kekerasan pada Anak, termasuk kejahatan seksual pada anak, baik dirunag bermain, ruang keluarga, ruang belajar bahkan ruang digital. Angka tersebut tidak pernah turun, cenderung naik. Apa masukan rekomendasi KomnasPA pada Pemerintah terkait hal itu..? Narasumber : Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Agustinus Sirait, S.E.

Elshinta Semarang
Refleksi Hari Anak Nasional 2026: Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat Menciptakan Ruang Aman Bagi Anak

Elshinta Semarang

Play Episode Listen Later Jul 23, 2026 17:05


Hari Anak Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa perlindungan anak masih menghadapi tantangan besar. Di Jawa Tengah, persoalan kekerasan terhadap anak menjadi perhatian serius, terutama setelah Komnas Perlindungan Anak menyebut sekitar 65 persen kasus kekerasan anak yang ditemukan terjadi di lingkungan pondok pesantren atau boarding school. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Lia Latifah, yang menyebut tingginya angka tersebut menjadi catatan penting untuk memperkuat pengawasan dan pencegahan di lingkungan pendidikan. Bagaimana kondisi sebenarnya di Jawa Tengah, apa faktor yang menyebabkan kasus kekerasan anak terus terjadi, dan langkah apa yang harus dilakukan untuk menciptakan ruang aman bagi anak? Simak Talk Bersama Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah, Dhony Fajar Fauzi, SH, MH.

Radio Elshinta
Hari Anak Nasional: Kasus Kekerasan dan Kejahatan Seksual terhadap Anak Masih Terjadi, Apa Solusinya?

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Jul 23, 2026 13:29


Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 ke-42 yang mengusung tema "Sayangi Anak, Lindungi Anak untuk Membangun Masa Depan Bangsa" kembali dibayangi oleh catatan kelam di berbagai penjuru tanah air.Masih tingginya angka kasus kekerasan dan kejahatan seksual yang menargetkan generasi penerus bangsa, menunjukkan bahwa ruang aman bagi anak di berbagai lini masih rapuh. Realitas pahit ini memicu desakan kuat dari berbagai pihak untuk mengevaluasi sistem perlindungan anak dan merumuskan solusi konkret guna memutus mata rantai kekerasan secara permanen.Hari Anak Nasional: Kasus Kekerasan dan Kejahatan Seksual terhadap Anak Masih Terjadi, Apa Solusinya?Sosiolog Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Hermawan Pancasiwi&Koodinator Komunitas Peduli Pendidikan Jawa Barat, M.S. Iriyanto

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 23 Juli 2026 - Jaga Hati dan Perkataan, Kendalikan Diri

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 22, 2026 6:32


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 23 Juli 2026Bacaan: “Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam.” (Mazmur 4:5)Renungan: Suatu hari di jam sebelas malam, Andrea baru saja membaca chat dari teman kantor di grup. Temannya menyindir dia di depan bosnya. Darahnya langsung naik. Jempolnya sudah mau mengetik balasan panjang, sebagai pelampiasan kemarahannya. Tapi kemudian dia ingat bahwa besok mereka akan ketemu lagi di kantor. Kalau dia membalas malam ini, pasti besok pagi akan menyesel. Akhirnya dia meletakkan HPnya kemudian ke kamar, tutup mata, dan berbicara dalam hati kepada Tuhan, “Tuhan, aku marah banget dan sakit sekali hati ini. Tapi aku tidak mau berdosa karena marah ini." Pagi harinya, kepalanya lebih tenang. Dia bisa menyelesaikan masalah itu dengan cara yang benar. Malam itu dia belajar, marah boleh, tapi jangan sampai marah menguasai hati ini. Daud menulis mazmur ini waktu dikejar-kejar musuh dan difitnah. Dia juga marah, kecewa, sakit hati. Tetapi dia diberi 3 nasihat. Pertama, “Biarlah kamu marah” Marah itu manusiawi. Yesus juga pernah marah. Kedua, “Tetapi jangan berbuat dosa”. Bahayanya di sini. Marah bisa jadi memaki, balas dendam dan fitnah. Itulah yang membuat kita berdosa. Ketiga, “Berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam”. Artinya bawalah permasalahan kita kepada Tuhan dulu. Kita belajar mendiamkan mulut dan menenangkan hati sambil mengevaluasi di hadapan Tuhan sebelum bertindak. Intinya: Jangan mengambil keputusan saat kita sedang emosi. Mazmur 4:5 mengajar kita untuk "pause". Sebelum chat, sebelum berbicara, sebelum mengambil keputusan, diamlah dahulu kemudian bawalah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku adalah manusia yang gampang marah dan gampang salah langkah. Ampunilah aku kalau selama ini aku cepat melampiaskan amarah sehingga menjadi berdosa. Ajarilah aku seperti Daud, saat marah, aku datang kepada-Mu dahulu, bukan ke orang lain. Tolonglah aku untuk diam, berpikir, dan bicara dengan-Mu sebelum aku bertindak. Yesus, tolong jaga hati dan mulutku hari ini. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 22 Juli 2026 - Buang segala akar kepahitanm hadirkan damai

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 21, 2026 4:22


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 22 Juli 2026Bacaan: “Segala kepahitan, kegeraman dan kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.” (Efesus 4:31)Renungan: Desmond Tutu adalah Uskup Afrika Selatan. Waktu rezim Apartheid berakhir, Afrika Selatan penuh luka. Kulit hitam benci kulit putih. Kulit putih takut dengan kulit hitam. Kalau membalas dendam maka negara itu akan hancur. Kemudian dibentuklah "Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi". Tugasnya: mendengar kesaksian korban, dan memberi kesempatan pelaku untuk mengaku. Banyak orang bertanya ke Uskup Tutu, “Mengapa harus mengampuni? Mereka pantas dihukum!” Dia menjawab: “Kalau kita terus menyimpan kepahitan, yang dipenjara bukan mereka. Tapi hati kita sendiri.” Dia memiilih "membuang" kebencian, supaya bangsa itu bisa sembuh. Dan hal itu pada akhirnya menyelamatkan Afrika Selatan dari perang saudara. Paulus menulis bacaan di atas kepada jemaat di Efesus. Dia berkata kalau mau hidup baru di dalam Kristus, ada enam sampah yang harus dibuang dari dalam hati yaitu kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, fitnah dan segala kejahatan. Kata kuncinya, “hendaklah dibuang”. Ini adalah satu keputusan yang tidak bisa ditawar. Kenapa harus dibuang? Karena enam sampah ini dapat merusak hubungan kita dengan Tuhan dan dengan sesama. Roh Kudus tidak bisa tinggal di hati yang penuh sampah. Dia hanya dapat tinggal di dalam hati yang penuh damai dan mau mengampuni. Mengampuni bukan berarti "yang dia lakukan benar". Mengampuni artinya: "Menyerahkan semuanya ke tangan Tuhan, sehingga kita bisa menjadi pribadi yang bebas". Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku membawa semua kepahitan, kemarahan, dan fitnah dalam hatiku kepada-Mu. Hari ini aku mau membuang itu semua. Ampunilah aku karena sudah menyimpan luka itu terlalu lama. Kini isi hatiku dengan kasih-Mu. Berilah aku hati yang baru dan mudah mengampuni seperti Engkau selalu mengampuni aku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 21 Juli 2026 - Jangan Takut, Tuhan selalu menyertai

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 20, 2026 6:20


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 21 Juli 2026Bacaan: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41:10) Renungan: Ada seorang pemuda bernama Riko berusia 27 tahun. Pagi-pagi dia scroll instagram melihat teman-teman seangkatannya. Ada yang sudah menjadi manager, menikah, punya anak dan punya rumah. Siang harinya dia mendapat email, lamaran kerjanya ditolak lagi. Ini adalah penolakan yang ke-8 selama satu bulan ini. Malam harinya orang tuanya bertanya: “Kapan kerja? Kapan nikah?” Kemudian dia masuk kamar dan duduk di tempat tidurnya. Kepalanya penuh dan dia menjerit pelan, “Aku gagal. Aku ketinggalan. Aku sendirian.” Diapun takut akan masa depannya dan mulai bimbang dengan keputusan yang akan diambilnya. Ia merasa capek namun pura-pura kuat di depan orangnya. Saat hendak tidur tiba-tiba hatinya tergerak untuk membaca Alkitab. Pada saat ia membuka Alkitab, tanpa disengaja ia membaca Yesaya 41:10. Setelah membacanya ia menjadi tenang dan malam itu ia bisa tidur dengan nyenyak. Pada saat bangsa Israel hidup dalam pembuangan, mereka merasa takut, bimbang dan merasa dibuang oleh Tuhan. Tetapi melalui bacaan di atas Tuhan memberikan kekuatan kepada mereka. Ada 4 janji yang Tuhan nyatakan yaitu, pertama, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau”. Dalam hal ini Tuhan mau mengatakan bahwa apapun masalah yang dialami bangsa Israel saat itu, Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Allah selalu menyertai mereka. Kedua, “Janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu”. Kalimat ini mau menunjukkan kepada bangsa Israel bahwa Allah dekat pada bangsa Israel. Ketiga, “Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau”. Saat mereka lemah, Allah menguatkan. Saat mereka tidak punya harapan, Aku menolong mereka. Keempat, “Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku”. Tuhan mau mengingatkan bahwa tangan kanan-Nya penuh kuasa dan kemenangan. Tuhan tidak pernah berkata, "Hidupmu aman dan tidak ada masalah", tapi Dia berjanji, "Di tengah masalahmu, Aku menyertai, meneguhkan dan memegang engkau." Ketakutan kita dijawab dengan kehadiran Tuhan. Kebimbangan kita dijawab dengan janji Tuhan. Jadi ketika besok bangun pagi dan kecemasan muncul lagi, ingatlah bahwa kita tidak sedang berjuang sendirian. Ada tangan kanan Tuhan yang sedang memegang dan menuntun kita selangkah demi selangkah menuju kemenangan-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hari ini aku mengakui bahwa aku takut dan bimbang akan masa depanku. Tapi hari ini juga firman-Mu berkata, "Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau." Tolong pegang tanganku, Tuhan. Teguhkan hatiku yang lemah. Aku percaya Engkau Allahku dan Engkau tidak pernah meninggalkan aku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 20 Juli 2026 - Saling mengasihi dan menghargai dengan sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 19, 2026 5:50


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 20 Juli 2026Bacaan: “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” (Roma 12:10)Renungan: Mother Teresa ketika tinggal di Kalkuta, dia sering berjalan kaki mengelilingi gang kumuh. Dia memungut orang yang sekarat di pinggir jalan, membersihkan lukanya dan memberinya makan. Suatu hari ada seorang wartawan yang bertanya: “Kenapa Ibu melakukan semua ini?”Jawabnya sederhana, “Karena setiap orang itu adalah Yesus yang menyamar. Dan saya mau mendahului menghormati Dia.” Ia tidak menunggu orang lain lebih dulu sopan. Ia tidak menunggu orang miskin itu "layak" dihormati. Dia yang lebih dulu memberi hormat dengan mencuci kaki, memeluk dan memanggil mereka dengan namanya. Dari kasih kecil yang mendahului itu, ribuan orang di seluruh dunia tersentuh dan ikut melayani. Paulus memberi dua kunci untuk hidup bersaudara. Pertama saling mengasihi sebagai saudara. Bukan kasih karena cocok, tapi karena kita satu keluarga di dalam Kristus. Kedua saling mendahului dalam memberi hormat. Kata “mendahului” artinya berlomba. Siapa yang lebih dulu menghargai dan memuliakan orang lain. Intinya: Jangan tunggu dihormati dulu baru menghormati. Jangan tunggu disapa dulu baru menyapa. Di kerajaan Allah, yang "menang" adalah yang paling dulu mengasihi. Sebagai pengikut Yesus, mungkin ayat ini menampar kita di tiga area yaitu pertama di Gereja / Komunitas. Kita sering pilih-pilih teman. Dekat sama yang sekelompok, seumuran, sepelayanan. Sedangkan yang beda pendapat, kita cuek. Padahal kita dipanggil saling mengasihi sebagai saudara. Kedua di Rumah & Kantor. Kita mau dihargai. Mau didengar. Mau diapresiasi. Tetapi kita menunggu orang lain mulai duluan. Akibatnya semua diam dan saling menunggu. Di Media Sosial. Gampang komen pedas, gampang menjatuhkan. Padahal kita dipanggil mendahului memberi hormat, bukan mendahului menghakimi. Roma 12:10 ini mengajak kita jadi pembuka jalan. Mendahului minta maaf. Mendahului memuji. Mendahului melayani tanpa pamrih. Mendahului menghargai orang yang tidak populer dan sebagainya. Karena saat kita mendahului mengasihi, kita sedang memperlihatkan seperti apa keluarga Allah itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering menunggu orang lain mengasihi aku dulu. Ajarilah aku mengasihi sebagai saudara, bahkan kepada yang sulit kukasihi. Berikanlah aku hati yang mau mendahului dalam memberi hormat. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 19 Juli 2026 - Berinisiatif... lakukan lebih dahulu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 18, 2026 6:20


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 19 Juli 2026Bacaan: “Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” (Lukas 6:31)Renungan: Fred Rogers adalah seorang pembawa acara TV anak-anak di Amerika selama 33 tahun. Acaranya sederhana: dia duduk, ganti sepatu, nyanyi, ngobrol dengan anak-anak. Suatu hari dia diundang ke Senat AS untuk meminta dana bagi TV publik anak-anak. Semua orang pikir dia akan kalah, karena waktu bicaranya cuma 6 menit. Tapi dia tidak bicara data. Dia cerita tentang anak yang merasa tidak dicintai, lalu berkata: “Saya ingin anak-anak tahu bahwa mereka dicintai apa adanya.” Anggota Senat yang awalnya mau potong dana, langsung menyetujui 20 juta dolar. Kenapa? Karena Rogers memperlakukan mereka seperti dia ingin diperlakukan, dengan hormat, tulus, dan tidak menghakimi. Lukas 6:31 ini merupakan "Aturan Emas" yang dikatakan Yesus di atas bukit. Kalimatnya pendek, tapi sungguh bermakna, “Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” Yesus tidak berkata, "Perlakukan orang seperti mereka memperlakukan kamu". Dia berkata, "Perlakukan seperti kamu ingin diperlakukan". Ini kasih yang aktif. Namun aturan ini paling susah dipraktikkan di tiga tempat yaitu pertama, di Media Sosial. Kita mau dihargai pendapatnya, tapi kita gampang menghakimi dan nyinyir di kolom komentar. Kita mau dimengerti, tapi kita cepat menyimpulkan orang. Kedua, di Keluarga dan Kantor. Kita mau disupport saat capek, tapi kita pelit memuji orang lain. Kita mau dimaafkan saat salah, tapi kita susah mengampuni. Ketiga, ke orang yang menyakiti kita. Kita mau diberi kesempatan kedua, tapi kita menutup pintu untuk orang yang pernah melukai kita. Yesus menantang kita hari ini: Jangan jadi cermin yang hanya memantulkan perlakuan orang. Jadilah lampu yang menyalakan kebaikan duluan. Mungkin hari ini ada orang yang perlu kita perlakukan seperti kita ingin diperlakukan yaitu kita meminta maaf duluan, membelikan kopi rekan kerja, diam dan mendengarkan pasangan kita dan senyum ke tukang ojek dll. Karena saat kita menabur perlakuan yang kita mau terima, kita sedang mencerminkan kehadiran Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering menuntut orang lain berubah dulu, baru aku berubah. Hari ini ajarilah aku hidup dengan Aturan Emas-Mu untuk memperlakukan orang lain dengan baik sebagaimana aku mau diperlakukan dengan baik oleh orang lain. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 18 Juli 2026 - Datang padaNya dalam kelemahan, mohon kekuatan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 17, 2026 5:15


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 18 Juli 2026Bacaan: “Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Markus 5:28)Renungan: Bethany Hamilton adalah seorang atlet selancar profesional. Pada usia 13 tahun, lengannya digigit hiu saat latihan di Hawaii. Dia hampir mati kehabisan darah. Dokter mengatakan karir selancarnya selesai. Banyak orang merasa kasihan dan berkata, "Sudahlah, berhenti saja." Tapi empat minggu kemudian dia sudah kembali ke papan selancarnya dengan 1 tangan. Waktu ditanya apa yang menguatkan dia, dia menjawab, "Saya tidak berdoa minta lengan saya kembali. Saya berdoa minta Tuhan pakai hidup saya. Asal saya bisa dekat dengan Dia, itu cukup." Pada akhirnya dia pun meraih juara dunia, punya keluarga, dan jadi kesaksian bahwa Tuhan sanggup memakai kekurangan menjadi kekuatan. Dia "menjamah jubah Yesus" di tengah luka, dan Tuhan beri dia kekuatan baru. Bacaan di atas mengisahkan tentang seorang perempuan yang sudah 12 tahun sakit pendarahan. Bayangkan: 12 tahun sakit, uang habis untuk biaya pengobatan, tetapi tidak sembuh, malah semakin parah. Secara agama dia najis. Tidak boleh memegang orang, hidupnya sendirian, malu dan putus asa. Tapi ketika dia mendengar tentang Yesus, muncullah iman di hatinya dengan berkata, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Ketika ia berhasil menjamah jubah Yesus, saat itu juga pendarahannya berhenti. Yesus berkata, "Imanmu telah menyelamatkan engkau." Yesus tidak hanya menyembuhkan tubuhnya, tapi juga memulihkan identitasnya. Sebagai pengikut Yesus, saat kita punya masalah kita sering meminta pertolongan ke dukun, orang pintar, curhat di medsos, curhat ke semua orang, cari motivasi. Tapi lupa datang dan menjamah Yesus. Yesus hari ini masih berjalan di tengah keramaian hidup kita. Dia tidak sibuk. Dia berhenti untuk satu orang yang beriman. Pertanyaannya: Maukah kita punya iman seperti perempuan itu? "Tuhan, aku tidak tahu jalan keluarnya. Tapi asal aku bisa dekat dengan-Mu, aku percaya Engkau sanggup menolong aku." Jangan tunggu kuat dulu baru datang kepada Tuhan. Datanglah dalam kelemahan. Karena di sanalah kuasa-Nya menjadi sempurna. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku datang seperti perempuan itu hari ini. Dengan iman kecil, dengan hati lelah, asal aku jamah Engkau saja, aku percaya ada kesembuhan. Jamah lukaku. Jamah kekuatiranku. Jamah hidupku. Aku tidak mau lari ke tempat lain lagi. Aku mau dekat dengan-Mu. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 17 Juli 2026 - Percaya dan Berseru kepadaNya, Dia Pulihkan Hidupmu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 16, 2026 6:20


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 17 Juli 2026Bacaan: Lalu kata Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" (Markus 10:51)Renungan: Helen Keller kehilangan penglihatan dan pendengaran sejak umur 19 bulan karena sakit. Dunianya gelap dan sunyi. Dia sering marah, memukul, dan merasa terkurung. Sampai datang seorang guru bernama Anne Sullivan. Hari yang mengubah hidup Helen adalah saat gurunya menaruh tangan Helen di bawah air mengalir sambil mengeja kata "w-a-t-e-r" di telapak tangannya. Saat itu Helen sadar bahwa segala sesuatu punya nama. Dia sadar ada dunia di luar kegelapannya. Helen kemudian berkata: “Saya lebih suka menjadi buta dan melihat dunia dengan hati, daripada punya dua mata tapi buta terhadap tujuan hidup.” Dari seorang yang "buta", Tuhan pakai dia jadi penulis, pembicara, dan menginspirasi jutaan orang. Bartimeus adalah seorang pengemis buta yang duduk di pinggir jalan Yerikho. Waktu ia mendengar Yesus lewat, dia berteriak minta tolong. Orang-orang menyuruhnya diam, tapi dia makin keras berteriak: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Yesus pun berhenti dan bertanya, "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Perhatikanlah dua hal: Pertama Yesus berhenti. Dia peduli pada satu orang yang berseru. Kedua, Yesus bertanya. Dia tahu apa yang diharapkan Bartimeus tetapi Dia mau Bartimeus jujur dan spesifik minta kepada-Nya. Bartimeus menjawab dengan jelas, "Supaya aku dapat melihat!" Dia tidak minta uang. Dia minta sumber dari segala berkat yaitu penglihatan. Dan seketika itu juga Bartimeus melihat, lalu mengikut Yesus. Kita juga sering "buta" seperti Bartimeus. Buta arah. Bingung tentang masa depan, kerja dan jodoh. Kita tidak tahu harus melangkah ke mana. Buta iman. Kita sudah lama berdoa tetapi belum dijawab. Akhirnya kita jadi tawar hati dan berhenti berharap. Buta akan kasih Tuhan. Kita mengalami luka hati dan kecewa menutupi mata kita, sehingga tidak bisa melihat Tuhan yang sedang bekerja memulihkan kita. Yesus hari ini masih bertanya hal yang sama kepada kita, "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Dia tidak mau jawaban umum seperti "berkati aku Tuhan". Dia mau kita jujur, "Tuhan, pulihkan hubunganku dengan anakku", "Tuhan, berikan aku pekerjaan", "Tuhan, sembuhkan lukaku", "Tuhan, supaya aku dapat melihat rencana-Mu". Kita diharapkan jangan diam karena takut atau malu. Berserulah karena Yesus yang sama yang menyembuhkan Bartimeus, juga mau menyembuhkan kita hari ini. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seperti Bartimeus aku berseru kepada-Mu hari ini, "Rabuni, supaya aku dapat melihat". Perlihatkan aku jalan-Mu, perlihatkan aku kasih-Mu, dan perlihatkan aku mujizat-Mu. Ampunilah aku yang sering menyerah dan diam karena tawar hati. Aku percaya Engkau mendengar dan sanggup memulihkan hidupku. Amin. (Dod).

The Real Deal with Courtney Harden
EP 370 featuring CrossFit Podcaster Amanda Hari

The Real Deal with Courtney Harden

Play Episode Listen Later Jul 16, 2026 62:21 Transcription Available


New episode featuring returning guest CrossFit/YouTube Podcaster Amanda HariBecome a supporter of this podcast: https://www.spreaker.com/podcast/the-real-deal-with-courtney-harden--3678816/support.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 16 Juli 2026 - Bertolak ke tempat yang dalam

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 15, 2026 5:50


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 16 Juli 2026Bacaan: "Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Lukas 5:4)Renungan: Waktu kecil Thomas Alfa Edison pernah dikeluarkan dari sekolah karena dianggap "terlalu bodoh". Gurunya berkata dia tidak bisa belajar. Waktu meneliti bola lampu, dia gagal ribuan kali. Wartawan bertanya: "Pak, bagaimana rasanya gagal ribuan kali?" Edison jawab: "Saya tidak gagal ribuan kali. Saya hanya menemukan ribuan cara yang tidak berhasil." Dia "bertolak ke tempat yang dalam" - terus mencoba walau semua orang berkata mustahil. Dari kegagalan itu lahirlah lampu pijar yang sampai hari ini menerangi dunia. Yang orang lihat gelap, tapi dia taat "menebar jala" terus, sampai akhirnya terang itu datang. Waktu itu Petrus sudah semalaman mencari ikan hasilnya mengecewakan. Ia capai, malu dan mau menyerah. Tetapi Yesus datang dan berkata, "Bertolaklah ke tempat yang dalam". Bertolak artinya bergerak. Jangan diam dalam kekecewaan. Tetap taat walau tidak masuk akal. Ke tempat yang dalam artinya menuju ke tempat yang berisiko, yang mungkin mustahil menurut manusia. Di sanalah mujizat akan terjadi. Tebarkanlah jalamu, artinya lakukan bagian kita dengan usaha dan iman, maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya juga. Yesus tidak menyuruh Petrus kerja lebih keras. Dia menyuruh Petrus taat di tempat yang benar bersama Dia. Kita sering seperti Petrus yang "semalaman tidak mendapat apa-apa." Dalam pelayanan kita sudah mewartakan Injil dan mendoakan orang, tapi tidak ada yang berubah. Akhirnya godaan datang yaitu perkataan, "Sudahlah, capek." Di dalam keluarga kita sudah menasihati anak, sudah berdoa untuk pasangan, tapi ternyata situasinya sama tidak berubah. Maka godaan adalah perkataan, "Percuma." Di dalam kehidupan ini kita sudah mengirim lamaran, sudah berusaha, tapi pintu berkat tetap tertutup. Akhirnya kecewa dan godaannya adalah kata-kata pasrah karena kecewa, "Mungkin bukan jalanku." Yesus hari ini berkata kepada kita juga, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Mungkin "tempat yang dalam" itu adalah: tetap mengasihi musuh, tetap jujur walau rugi, tetap memuji walau hati sakit, tetap percaya walau doa belum dijawab. Di tempat dangkal kita hanya dapat ikan kecil. Tapi di kedalaman bersama Yesus, ada berkat yang bisa "mengoyakkan jala". Jangan berhenti sebelum Yesus berkata berhenti. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku sering menyerah terlalu cepat. Hari ini aku mendengar suara-Mu, "Bertolaklah ke tempat yang dalam." Berikan aku keberanian untuk taat, bahkan saat tidak mengerti. Tolonglah aku agar mau menebar jala lagi bersama-Mu. Aku percaya Engkau sanggup mengubah kegagalanku menjadi kesuksesan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 15 Juli 2026 - Tak menunggu sempurna untuk melayani Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 14, 2026 5:00


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 15 Juli 2026Bacaan: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28) Renungan: Nick Vujicic lahir tanpa tangan dan tanpa kaki. Waktu kecil dia sering dibully di sekolah. Dia sempat bertanya, "Tuhan, mengapa Engkau membuat aku seperti ini? Hidupku untuk apa? Pada umur 10 tahun dia mau bunuh diri. Tapi dia sadar dan mulai berpikir, "Kalau Tuhan bisa pakai segala sesuatu, berarti Dia juga bisa pakai tubuhku yang seperti ini." Nick kemudian belajar berenang, main bola, mengetik dengan jari kaki. Pelan-pelan dia mulai bicara di depan orang. Awalnya cuma 10 orang. Lalu 100, lalu ribuan orang. Sekarang Nick sudah keliling kepuluhan negara, menginspirasi jutaan orang. Dia berkata, "Saya tidak punya tangan untuk memeluk orang, tapi saya punya mulut untuk memberitahu mereka bahwa Tuhan mengasihi mereka." Yang tadinya dia menganggap dirinya sebagai kutukan, Tuhan ubah menjadi alat untuk mendatangkan kebaikan bagi banyak orang. "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu" artinya tidak ada kejadian yang kebetulan. Yang manis dan yang pahit, yang gagal dan yang berhasil, semua ada dalam tangan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan. Tuhan tidak mengatakan semua hal itu baik. Tapi Dia berjanji bisa mengubahnya menjadi lebih baik. Tuhan itu seperti seorang pelukis. Kita melihat coretan dari dekat. Tapi Tuhan sedang melukis gambar besar yang indah dari surga. Kita tidak perlu menunggu hidup menjadi "sempurna" dulu baru dipakai Tuhan. Mulai hari ini, bawalah semua kekurangan kita kepada Tuhan dan katakan pada-Nya, "Tuhan Engkau mau apa untuk hidupku ini? Aku siap untuk melakukan kehendak-Mu." Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering bertanya "kenapa aku" saat ada masalah. Hari ini aku percaya bahwa Engkau turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagiku. Pakailah hidupku, kekuranganku, bahkan lukaku, untuk menjadi berkat bagi orang lain. Aku mau mengasihi-Mu dan percaya pada indahnya rencana-Mu. Amin. (Dod).

Libros para Emprendedores

¿Te gustaría trabajar una hora seguida en algo importante sin que tu propia cabeza te saque de ahí cada tres minutos? ¿Te gustaría volver a meterte tanto en algo que el tiempo desaparece sin enterarte? Llevas un tiempo notando que te cuesta concentrarte más que antes. Que empiezas tres cosas y no terminas ninguna. Que coges el teléfono para mirar una cosa y veinte minutos después sigues ahí. Y te dices: tengo que tener más disciplina. En este episodio resumimos El valor de la atención (Stolen Focus, 2022), de Johan Hari, periodista británico que se fue tres meses a una playa sin teléfono ni internet para entender qué nos está pasando, y que entrevistó a más de 250 científicos y expertos del mundo para escribir este libro. La tesis que lo cambia todo: no vivimos en una época de personas débiles sin disciplina. Vivimos en un sistema diseñado para echar ácido sobre nuestra atención, todos los días. Y luego encima nos dicen que es culpa nuestra. Hari identifica 12 fuerzas reales, medidas y estudiadas, que nos están robando la capacidad de concentrarnos. No son excusas: son mecanismos. Solo dos o tres tienen que ver con la tecnología. El resto son algo más profundo: cómo dormimos, cómo comemos, cómo criamos, cómo hemos organizado nuestro trabajo y nuestra vida. En este episodio vas a llevarte: ✅ Por qué la multitarea no existe y qué te cuesta cada vez que tu cerebro salta entre tareas (el «costo del cambio») ✅ Qué es el estado de flow, por qué es el modo más productivo y más placentero de trabajar, y por qué el teléfono lo destruye ✅ Por qué leer en pantalla te hace comprender y recordar menos que en papel («inferioridad de pantalla») y cómo ese hábito contamina todo lo que lees ✅ Cómo tu distracción es el modelo de negocio de las grandes plataformas y por qué la fuerza de voluntad sola no gana esta partida ✅ Por qué el aburrimiento es la materia prima de la creatividad y qué estamos matando cuando llenamos cada hueco con pantalla Este episodio forma parte del bloque Atención, donde durante varias semanas exploramos los mejores libros sobre concentración, foco y trabajo profundo. La semana anterior revisamos Range, de David Epstein; la próxima semana continuamos con Cuatro Mil Semanas, de Oliver Burkeman.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 14 Juli 2026 - Menjadi Anak yang Taat

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 13, 2026 5:07


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 14 Juli 2026Bacaan: "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian." (Efesus 6:1)Renungan: Dimas adalah murid kelas 4 SD. Suatu hari gurunya memberi tugas membuat video tentang "Tokoh Panutanku". Teman-temannya memih pemain bola, youtuber, artis dll. Ketika tiba giliran Dimas presentasi, dia maju sambil membawa foto. "Itu siapa?" tanya temannya. "Itu Bapakku," jawab Dimas. "Setiap pagi Bapak bangun jam 5 buat antar aku sekolah. Kalau aku sakit, Bapak begadang menjaga aku. Kalau aku nakal, Bapak tetap doain aku." Teman-temannya terdiam. Ada yang ketawa kecil. Tapi Bu Guru bilang, "Itu pahlawan yang paling hebat, Dim." Malamnya Dimas cerita ke Bapaknya. Bapaknya memeluk Dimas sambil berkata, "Nak, Bapak juga belajar jadi orang tua yang baik dari Tuhan." Sejak itu Dimas menjadi anak yang lebih taat. Kalau disuruh belajar, dia tidak menjawab "nanti". Kalau disuruh membantu mencuci piring, dia langsung melakukannya. Taatilah orang tuamu di dalam Tuhan artinya mendengar dan melakukan apa yang orang tua minta, selama itu tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Mengapa? Karena "haruslah demikian". Tuhan memberikan orang tua sebagai wakil-Nya di dalam keluarga. Melalui mereka Tuhan memberi kita makan, sekolah, nasihat, dan doa. Taat bukan karena takut dimarahi tapi karena kita mengasihi Tuhan. Anak zaman sekarang terlalu pandai. Mereka bisa buka HP sendiri dan bisa mencari jawaban di Google. Tapi kadang karena "merasa lebih tahu", mereka jadi sering meremehkan orang tua. Mereka susah mendengarkan nasihat orang tua. Kalau orang tua bicara, mereka menjawab "Tau... Tau..." tapi sambil main HP. Mereka juga suka membantah. Disuruh belajar jawabnya, "Ah ntar", disuruh beresin kamar jawabnya, "Ribet". Mereka juga kurang menghargai orang tua. Lupa mengucapkan terima kasih untuk makanan, baju, uang sekolah dll. Taat itu bukan berarti jadi anak penakut. Taat itu berarti jadi anak yang pintar, karena tahu siapa yang Tuhan pakai untuk menjaganya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk Papa dan Mama yang Engkau berikan kepadaku. Ampuni aku kalau sering membantah dan membuat mereka sedih. Ajarilah aku menjadi anak yang taat, seperti Yesus yang juga taat kepada Maria dan Yusuf. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 13 Juli 2026 - Merangkul dan menyambut sesama yang terabaikan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 12, 2026 6:41


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 13 Juli 2026Bacaan: "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku." (Mazmur 27:10)Renungan: Pada tahun 1967, seorang laki-laki bernama Joni Eareckson umur 17 tahun meloncat ke danau untuk menyelam. Namun karena salah perhitungan, dia cedera tulang belakang. Sejak hari itu dia lumpuh dari leher ke bawah. Dunia Joni runtuh. Orang tuanya sedih, teman-temannya menjauh. Dia marah sama Tuhan. "Kenapa aku? Kenapa Tuhan izinkan ini?" Di tempat tidur rumah sakit, dia merasa benar-benar ditinggalkan. Fisiknya lemah, masa depannya gelap, dan dia merasa tidak ada yang mengerti. Tapi di titik paling hancur itu, Joni mulai membuka Alkitab. Mazmur 27:10 jadi pegangannya: "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku." Tuhan tidak menyembuhkan tubuhnya. Tapi Tuhan menyambut dia. Dari kursi roda, Joni menjadi pelukis dengan kuas di mulut, penulis 40 buku, dan pendiri yayasan yang menolong ribuan penyandang disabilitas di seluruh dunia. Dia berkata, "Tuhan tidak selalu mengeluarkan kita dari air, tapi Dia selalu masuk ke dalam air bersama kita." Daud menulis mazmur di atas ini saat dia dikejar-kejar, difitnah, bahkan mungkin ditinggal orang terdekatnya. "Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku", ini merupakan kalimat yang paling menyakitkan. Keluarga seharusnya jadi tempat paling aman. Tapi Daud berkata, bahkan tempat paling aman itu mengecewakan. Kalimat selanjutnya, "...namun TUHAN menyambut aku", itu merupakan kalimat yang meneguhkan dan menguatkan karena itu berarti Tuhan mengumpulkan, merangkul dan membawanya pulang. Mazmur ini mengajarkan kita bahwa pengharapan tidak boleh hanya ditaruh di tangan manusia tetapi di tangan Tuhan. Manusia bisa gagal, bisa pergi, bisa melukai. Tapi Tuhan tidak pernah. Dia selalu jadi rumah yang tidak pernah menolak kita pulang. Sebagai pengikut Yesus kita pasti pernah merasa "ditinggalkan", antara lain ditinggalkan orang. Teman yang unfollow karena kita beda pilihan. Keluarga yang tidak mendukung panggilan kita. Rekan kerja yang menikam dari belakang. Rasanya sakit. Tapi ingat, Tuhan menyambut kita. Dia tidak pernah meng-unfollow kita. Kita juga mungkin pernah ditinggalkan harapan. Doa belum dijawab, pintu kerja tertutup dan rencana gagal. Rasanya Tuhan diam, tetapi ternyata dia tetap "menyambut" artinya Dia tetap dekat. Dia peluk kita di tengah penantian kita. Kita juga mungkin pernah ditinggalkan diri sendiri. Kita kecewa pada diri sendiri sehingga kita berkata, "Aku gagal lagi". Tapi Tuhan berkata, "Aku tidak meninggalkan kamu. Aku mengumpulkan kepingan harapanmu satu persatu." Sebagai pengikut Yesus, kita dipanggil juga untuk menjadi "tangan Tuhan yang menyambut". Ketika melihat rekan kerja yang dikucilkan, murid yang diabaikan, keluarga yang kesepian, jadilah rumah bagi mereka, karena kita sudah lebih dahulu disambut Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan aku. Ampunilah aku kalau aku sering mencari penerimaan di tempat yang salah. Hari ini aku mau pulang dan berlindung dalam pelukan-Mu. Pakailah aku juga untuk menyambut orang-orang di sekitarku yang merasa ditinggalkan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 12 Juli 2026 - Tetap tenang dan percaya padaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 11, 2026 5:25


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 Juli 2026Bacaan: "Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenang! Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27)Renungan: Pada tahun 1993, Nelson Mandela baru 3 tahun keluar dari penjara setelah 27 tahun dipenjara di Afrika Selatan. Negaranya sedang di ujung tanduk. Kulit putih takut kehilangan kuasa. Kulit hitam marah dan mau membalas dendam. Perang saudara hampir meledak setiap hari. Semua penasihatnya berkata, "Pakai kekuatan dan balas. Amankan posisi dulu." Tapi Mandela masuk ke ruangannya, berdoa, lalu mengambil keputusan yang membuat dunia kaget. Dia undang mantan sipir penjaranya makan siang di istana. Dia membentuk "Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi". Dia memilih mengampuni daripada membalas. Ketika ia ditanya mengapa berani ambil risiko sebesar itu, dia menjawab, "Saya sudah 27 tahun hidup dalam ketakutan dan kebencian. Saat saya keluar dari penjara, saya sadar kalau saya tidak melepaskan itu, maka saya masih di dalam penjara." Mandela memilih tenang di tengah badai, karena dia percaya ada panggilan yang lebih besar daripada rasa takutnya. Bacaan Injil di atas terjadi saat murid-murid ada di tengah danau Galilea. Angin kencang, ombak besar dan perahu hampir tenggelam. Mereka melihat "sesuatu" jalan di atas air dan berteriak ketakutan, mengira itu adalah hantu. Di titik paling panik itu, Yesus datang. Kalimat pertama-Nya bukan, "Aku akan meredakan badai", tetapi kalimat pertama-Nya adalah, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Yesus dalam hal ini mau mengingatkan bahwa sebelum Ia membereskan masalah kita, ketahuilah dulu siapa yang ada bersama kita. Badai boleh tetap ada. Tapi kalau "Aku ini" ada di perahu, maka kita tidak akan tenggelam. "Danau" kita saat ini mungkin berbeda, tetapi ombaknya sama kencang, yaitu pertama badai Ketidakpastian, contohnya dalam hal kerja, ekonomi, masa depan dll. Kita seperti para murid melihat gelombang, bukan melihat Yesus. Yesus berkata, 'Tenanglah! Aku pegang kendali hidupmu." Kedua badai hubungan. Ada luka, kecewa, pengkhianatan dll. Godaannya adalah kita mau membalas atau menghindar. Mandela mengajar kita memilih tenang dan memilih pengampunan, karena ada Yesus bersama kita. Ketiga badai batin. Ada kecemasan, kegagalan dan merasa tidak cukup. Kita berteriak dalam hati. Yesus datang dan berkata hal yang sama, "Tenanglah! Aku ini. Kamu tidak sendirian. Kita sering meminta Tuhan membereskan badainya dulu baru kita tenang. Tapi Tuhan minta kita percaya dulu bahwa Dia ada, barulah kita bisa tenang di tengah badai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering lebih fokus pada badai daripada kehadiran-Mu. Hari ini aku mau mendengar suara-Mu: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Mampukan aku seperti Mandela, untuk tidak dikuasai takut dan benci. Peganglah tanganku di tengah gelombang hidupku. Amin. (Dod).

Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners)
223 Hari Satelit Palapa dan Perkembangan Komunikasi | Palapa Satellite Day and the Development of Communication

Bahasa Indonesia Bersama Windah (for intermediate Indonesian language learners)

Play Episode Listen Later Jul 10, 2026 6:32


https://www.patreon.com/windahTranskrip: https://www.patreon.com/windah/posts/223-hari-satelit-163431020?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkTerjemahan: https://www.patreon.com/windah/posts/eng-223-hari-dan-163430948?utm_medium=clipboard_copy&utm_source=copyLink&utm_campaign=postshare_creator&utm_content=join_linkDi episode ini, aku membahas hari Satelit Palapa, yaitu satelit pertama di Indonesia, dan juga perkembangan teknologi komunikasi secara umum. Selamat mendengarkan!Sumber gambar: Edi Wahyono di detik.comTerima kasih banyak atas dukungannya untuk:SAHABAT WINDAHAkiramJayNyong Jago Bob GenericJohn nyMartin JankovskýWilliam ChenDawid GerstelDnsSebastianAlexander ScholtesJrobabuja11 RoboNicholai LidowAliteJack William HusbandsAndre ChampouxDemiKatherine WalkerLino ArboledaLeon KwekCameron Edinger-ReeveIsmail OtchiChrisRussell BarlowMary Pope帥志 Shuai Chih LinBjornrappangeHossein KhoshtaghazaParis LuckowskiMatthew O'ConnorRussell OgdenYaszalixBart van de KampArthur NazaryanDaniel KaposiEmily HuangBenjamin SayHa Nguyen Jena StringerFrédéric UhrweillerQuran and sunnahEdward HearnJennifer Foley태용 심Cameron ClarkOxana SaimoAudrey DeliviaJohn RichardsonMarkRuby den BoerTata HelenkiRowenaRolandJoey ProwCarmen ChuiAngelia OngCatherine Collier AntjeChanatip TatiyakaroonwongHariyanto H.kaydee donkersDavid McLeanTomo振 袁Bali SamRuRu_pagino GroenevelJeshua MorrisseDaniel GrahamKartikaTed ChanTomiGiacomo GrisonGeorgeJulia LDerynAndrewAndrew Joesoef宇豪 蔡JoeSLMatt潤菁 李John辰浩 金Vikke SEllyGeorgeTEMAN WINDAHJohn McBrideP. Clayton D. Causey, CT  Vanessa HackJohn ShumLuis PaezCraig RedriffMariusCharlotteJonny 5Jose LorenzoJeremyLulunMadeleine MillerAngelo CaonRossi von der BorchSicily FiennesMeredith R NormanTim DoolingDevin NailAlissa Sjuryadi-TrowbridgeBillEric EmerTarquam James McKennaAmanda BlossStephen MBen HarrisonNaota YanagiharaHans WagnerJustin WilsonZane RubaiiBenjaminAlexH HMatt WintersAlec MitchellVinceBertiAtsuko MaenoMosaStephen GrahamColleen Thornton-WardAilise Sweeney-LoweJimmyYng KenjicnxuFlorian HopfKurt VerschuerenJoakimRyosuke SudaBerberJeroen VellekoopMatthewTakeshi YamafujiNatePatrickMiquelFeeJingle YanMathias朗 桑田Ben PlayfordLauraKenji YanaguRicky ZhangVacanza Tropicale惠羽 蔡Sophie Hoestereyこ ぱるDouglas HerrickTim SomervilleFSF BEddoMarc EberJin Kimivy babyDevlin KuyekDawn TanNeoKimchiSpiritPaulie MoraPaula BradleyRoman PicardMartin AwalYohiEnrico WelderYoichiroKatoRoanna MTacoButter동원 이MojaNabi KunisadaTDaniel Tanlego meister昭儒 吳Thanh-Nhi VoJ YonkmanMarjaAndrea Deckeroc RMatteo FarciJohan MiFrankMichael SpagonIsabel TeoMasaDannyMark SeemanpillaiNicky BrownEstelle蕾 戴倫 阿David Kasakeijan-RossTakuAniek ReindersPhilippАндрій Шпакyeongeun ohPENDENGAR SETIAColumba TierneyHH JorgensenAmina AljehaniCamilleAninda P.A.F拓也 高山匠海 杉本 Iga KomarJaime NoriegaEdmund TanАндрей ТутаевAzharra Al FaridLitaTwindadfrankStephen Wellesley-SquiresAnnayi xue sunEdwin HantsonGabriel Adler

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 11 Juli 2026 - Nyatakan Kasih dengan Pengampunan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 10, 2026 5:37


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 11 Juli 2026Bacaan: "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni." (Lukas 6:37)Renungan: Pada tahun 1947, Corrie ten Boom baru bebas dari kamp konsentrasi Nazi. Keluarganya dibunuh karena menyembunyikan orang Yahudi. Suatu hari setelah perang, ada seorang pria datang ke KKR yang dia pimpin. Pria itu dulu adalah penjaga kamp tempat adik Corrie meninggal. Dia ulurkan tangan dan berkata: "Bisakah anda mengampuni saya?" Sekujur tubuh Corrie kaku. Ingatan tentang adiknya, tentang kamar gas, semua kembali. Dalam hati dia berteriak: "Tuhan, aku tidak bisa!" Lalu dia berdoa singkat: "Yesus, tolong aku." Dan dengan kekuatan dari Tuhan, dia menjabat tangan pria itu. Air matanya jatuh. Beberapa tahun kemudian Corrie menulis: "Pengampunan adalah tindakan kehendak, bukan perasaan. Begitu kita mau mengampuni, Tuhan yang memberi rasa damainya." Ada tiga perintah yang saling terkait dalam bacaan Injil di atas. Pertama, "Janganlah kamu menghakimi" Berhentilah menjadi hakim atas hidup orang lain. Kita tidak tahu semua cerita di balik kesalahan orang tersebut. Kedua, "Janganlah kamu menghukum". Berhentilah membalas. Jangan memenjarakan orang dengan perkataan dan sikap dingin kita. Ketiga, "Ampunilah dan kamu akan diampuni". Inilah kuncinya. Ukuran pengampunan kita ke orang sama dengan ukuran pengampunan Tuhan ke kita. Yesus tidak berkata "lupakan kejahatan". Dia berkata "ampunilah". Orang yang terus menghakimi dan tidak mengampuni, dia yang paling tersiksa duluan. Corrie bisa menjabat tangan musuhnya bukan karena dia kuat. Tapi karena dia memilih taat dulu pada Tuhan, baru kemudian Tuhan memberinya kekuatan. Hari ini Yesus bertanya ke kita: "Ada nama siapa yang masih kau tahan di hatimu untuk diampuni?" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena sering cepat menghakimi dan lambat mengampuni. Hari ini aku mau taat pada firman-Mu. Aku memilih mengampuni (sebutkan nama orang).... Isilah hatiku dengan kasih-Mu supaya aku bisa membebaskan orang lain, dan aku pun dibebaskan. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 10 Juli 2026 - Menjadi Berkat bagi sesama yang membutuhkan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 9, 2026 6:41


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 10 Juli 2026Bacaan: "Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." (Matius 14:16)Renungan: Suatu kali di sebuah komplek perumahan terjadi kebanjiran. Air masuk ke rumah warga. Semua panik. Ada ibu-ibu bawa anak kecil, ada kakek yang tidak bisa jalan. Di grup RT langsung ramai. Ada yang bilang: "Lapor kelurahan aja", "Tunggu bantuan datang", "Kita kan tidak punya perahu". Semuanya punya alasan kenapa "tidak bisa" bergerak sekarang. Tiba-tiba Pak RT ambil ember, galon kosong, dan teriak: "Yang bisa berenang, ikut saya! Kita evakuasi dulu yang anak kecil dan lansia. Soal makan nanti kita pikir bareng." Warga yang tadinya diam jadi ikut. Ada yang masak mie di pos ronda, ada yang buka dapur, ada yang kumpulin pakaian layak pakai. Sore itu semua warga selamat dan dapat makan. Bantuan dari kelurahan baru datang malam. Pak RT bilang, "Kalau kita menunggu bantuan dulu, orang bisa keburu lapar dan kedinginan. Kasih dulu apa yang kita punya." Peristiwa dalam Injil Matius 14:16 terjadi saat 5000 orang kelaparan di tempat yang sepi. Para murid melihat masalahnya besar dan mereka memberikan jalan keluar dengan berkata, "Suruh mereka pergi, supaya mereka dapat mencari makan sendiri." Pola pikir mereka adalah, "Masalah terlalu besar. Bukan kapasitas saya. Biar orang lain." Tetapi Yesus mengingatkan mereka dengan berkata, "Tidak perlu mereka pergi, kamu yang harus memberi mereka makan." Yesus tidak minta mereka mencetak uang atau buka supermarket. Dia minta mereka menyerahkan apa yang ada pada mereka, dalam hal ini 5 roti 2 ikan. Hasilnya? Semua kenyang, bahkan sisa 12 bakul. Sebagai pengikut Yesus terkadang saat ada orang yang membutuhkan pertolongan kita berkata, "Tidak bisa. Tidak cukup. Bukan urusan saya. Sudah ada pemerintah biar mereka yang menangani." Hari ini Tuhan mengingatkan kita bahwa hal kecil yang kita lakukan dengan ketulusan hati, maka akan menjadi berkat yang luar biasa. Mari kita belajar untuk percaya bahwa Tuhan kita Yesus Kristus lebih besar dari masalah yang ada di sekitar kita. Kalau kita percaya penuh pada-Nya maka akan selalu ada jalan keluar untuk setiap permasalahan yang ada di sekitar kita atau yang kita alami. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau selama ini aku cepat berkata "tidak bisa" dan menyuruh orang lain pergi. Buka mataku untuk melihat kebutuhan di sekitarku dan ajarilah aku agar mau memberi dulu apa yang ada di tanganku: waktu, harta, tenaga, dan kasih. Pakailah aku untuk jadi jawaban doa bagi sesama. Amin. (Dod).

Geobreeze Travel
How to Earn Points on Your Investments Hari from Silo | Ep 298

Geobreeze Travel

Play Episode Listen Later Jul 7, 2026 31:06


(Disclaimer: Click 'more' to see ad disclosure) Geobreeze Travel is part of an affiliate sales network and receives compensation for sending traffic to partner sites, such as MileValue.com. This compensation may impact how and where links appear on this site. This site does not include all financial companies or all available financial offers. Terms apply to American Express benefits and offers. Enrollment may be required for select American Express benefits and offers. Visit americanexpress.com to learn more.  ➤ Free points 101 course (includes hotel upgrade email template)https://geobreezetravel.com/freecourse  ➤ Free credit card consultations https://airtable.com/apparEqFGYkas0LHl/shrYFpUr2zutt5515 ➤ Seats.Aero: https://geobreezetravel.com/seatsaero ➤ Request a free personalized award search tutorial: https://go.geobreezetravel.com/ast-form If you are interested in supporting this show when you apply for your next card, check out https://geobreezetravel.com/cards and if you're not sure what card is right for you, I offer free credit card consultations athttps://geobreezetravel.com/consultations!Timestamps:00:00 Points To Real Travel00:18 Meet Silo Markets02:11 Founders Backgrounds04:10 From Bonds To Points04:57 Investing Basics Buy Hold07:29 Fees Plans And Caps08:39 Earning Rates And Safety10:37 Redeeming Points And Perks12:00 Moving Accounts To Silo15:35 Choosing A Brokerage Wisely18:35 ETFs And Real Estate20:36 Platform Walkthrough Demo23:46 Rewards Portal Transfer Partners26:18 Subscriptions Terms And Promos29:29 Funding Round And Wrap UpYou can find Julia at: ➤ Free course: https://julia-s-school-9209.thinkific.com/courses/your-first-points-redemption➤ Website: https://geobreezetravel.com/➤ Instagram: https://www.instagram.com/geobreezetravel/➤ Credit card links: https://www.geobreezetravel.com/cards➤ Patreon: https://www.patreon.com/geobreezetravelYou can find Silo at:➤ Website: https://silomarkets.com/➤ Email: support@silomarkets.com Opinions expressed here are the author's alone, not those of any bank, credit card issuer, hotel, airline, or other entity. This content has not been reviewed, approved or otherwise endorsed by any of the entities included within the post. The content of this video is accurate as of the posting date. Some of the offers mentioned may no longer be available.

Fabulously Keto
263: Amanda King & Hari Kuhan – Metabolic Drugs for Cancer

Fabulously Keto

Play Episode Listen Later Jul 1, 2026 88:41


Amanda King & Hari Kuhan Integrative oncologist Dr Hari Kuhan and metabolic nutritionist Amanda King join Jackie to talk metabolic therapy for cancer, why the ketogenic diet stresses cancer cells, and what’s in their new book, Metabolic Drugs for Cancer. “Apply the brakes on a growing cancer. Anything above that obviously is a blessing and brilliant, but that's the number one.” — Dr Hari Kuhan “The ketogenic diet causes stress on cancer cells, and stressed cancer cells are weaker.” — Amanda King About Hari Kuhan Dr Hari Kuhan completed his undergraduate medical training at Imperial College London, where he also obtained a BSc in Surgery and Anaesthesia. He carried out his foundation and core medical training in Central London, with appointments at St Mary’s Hospital and St Bartholomew’s Hospital. Over time, he built substantial expertise in Medical Oncology, working at leading institutions including St Bartholomew’s, University College London, and the Royal Marsden Hospital. He then pursued a research fellowship at Barts Cancer Institute, London funded by Stand Up to Cancer and HCA Healthcare, focusing on metabolic vulnerabilities in cancer stem cells and circulating tumour cells through the use of repurposed medicines and Vitamin C. Expanding his reach into translational and clinical development, Dr Kuhan joined the Sarah Cannon Research Institute UK (Harley Street), London where he served as lead sub-investigator on multiple Phase I and II solid tumour trials, and became adept at integrating next-generation sequencing outputs into therapeutic decision-making. Motivated by both scientific innovation and patient-centred care, Dr Kuhan co-founded Lucio Health with long-time associate Raphael Swery, united by a vision to reshape cancer care for the 21st century. Together, they established a clinic that integrates precision oncology, metabolic targeting, repurposed medicines, and evidence-based integrative strategies—pioneering a personalised model that moves beyond the limitations of conventional, one-size-fits-all approaches. At Lucio Health, cutting-edge AI-driven platforms interpret complex mutational and molecular data, while functional sensitivity testing of blood and tissue samples reveals how an individual’s cancer responds to a wide range of agents in real time. These insights are then integrated with metabolic and genomic profiling to create multi-layered, personalised roadmaps for each patient—designed not only to identify the most promising treatments, but also to avoid those unlikely to help. The ambition of Lucio Health is to bridge the gap between laboratory science and lived patient experience: translating the latest advances in genomics, artificial intelligence, and metabolic oncology into practical, compassionate, and highly individualised care pathways. It is a clinic built on the belief that cancer treatment should be as unique as the patient facing it, combining clarity and scientific precision with humanity and hope. About Amanda King After earning her BSc through the Open University that combined Human Biology with Psychology and Counselling, Amanda King advanced her clinical training through the College of Naturopathic Medicine in London, qualifying as a Nutritional Therapist in 2022 and as a Naturopathic Practitioner in 2024. Most recently, she completed the Practitioner Master Course in Integrative Metabolic Oncology with the Metabolic Terrain Institute of Health under Dr Nasha Winters, further deepening her expertise in terrain-focused cancer care. Over the past decade, Amanda has honed her practice at the intersection of nutrigenomics, methylation science and epigenetics, integrating advanced lab diagnostics with personalised nutrition, therapeutic ketogenic and ancestral diets, and targeted supplementation to optimise each patient’s metabolic landscape. A certified nutrigenomics practitioner with training in Integrative and Gestalt psychotherapy, she is widely regarded for translating complex genomic and hormonal data such as DNA methylation panels and DUTCH hormone testing into pragmatic nutrition and lifestyle protocols that address both biochemical individuality and psychological wellbeing. In her integrative oncology nutrition practice, Amanda delivers bespoke protocols that weave together diet, lifestyle optimisation, mindset coaching and evidence-based complementary therapies, empowering patients to navigate cancer with clarity and agency. Committed to reshaping the dialogue around food as medicine, she collaborates with metabolic oncologists, functional laboratories and patient-advocacy groups worldwide to expand access to precision, nutrition-centred oncology care and to generate rigorous outcome data that will elevate the standard of integrative cancer support. Amanda’s Top Tips       Prioritise your sleep — it affects everything else.       Try Byron Katie’s “The Work” (thework.com) to question your stressful thoughts when you wake at 3am.       Take regular breaks completely off-grid, away from your phone a Hari’s Top Tips       When a spark of inspiration to change something hits, ride it — don’t wait for the perfect moment.       Educate yourself about your condition: ask questions, look into your scan reports, tumour markers, mutations, and trial options rather than accepting “there’s nothing you can do.”       Make time to step away from the daily grind and be present with your family — don’t let life become just work and stress. Their Book Metabolic Drugs for Cancer – Amanda King and Dr Hari Kuhan Resources Mentioned       Hacking Chemo: Using Ketogenic Diet, Therapeutic Fasting and a Kickass Attitude to Power through Cancer – Martha Tettenborn       Loving What Is: Four Questions That Can Change Your Life – Byron Katie (referenced as “The Work,” thework.com)       The Metabolic Nutritionist Substack (Amanda’s, ~33,000 subscribers)       Optimized Health Substack (Amanda, co-written with Travis Christofferson) Connect with Amanda King       Website: amandakingnd.com (also: themetabolicnutritionist.com / linktr.ee/amandakingnd)       Instagram: @the.metabolic.nutritionist       Facebook: the.metabolic.nutritionist       LinkedIn: Amanda King       YouTube: @the.metabolic.nutritionist       Email: nutrition@amandakingnd.com Connect with Hari Kuhan       Website: luciohealth.com       Email: info@luciohealth.com The Fabulously Keto Diet & Lifestyle Journal: A 12-week journal to support new habits – Jackie Fletcher If you have enjoyed listening to this episode – Leave us a review By leaving us a review on your favourite podcast platform, you help us to be found by others. Connect with us on social media https://www.instagram.com/FabulouslyKeto1 https://twitter.com/FabulouslyKeto https://www.youtube.com/@FabulouslyKeto Facebook Group: https://www.facebook.com/groups/FabulouslyKeto Music by Bob Collum Recommend a guest We would love to know if you have a favourite guest you would like us to interview. Let us know who you would like to hear of if you have a particular topic you would like us to cover. https://fabulouslyketo.com/recommend-a-guest We sometimes get a small commission on some of the links, this goes towards the costs of producing the podcast.

Sound Bhakti
Bhajans: With Pandava Sena | HG Vaisesika Dasa | UK | 20 Jun 2026

Sound Bhakti

Play Episode Listen Later Jun 22, 2026 29:53


Nārada Muni Bājāya Vīṇā - 6 śrī-kṛṣṇa-nāma, rasane sphuri', purā'lo āmāra āśa śrī-rūpa-pade, yācaye ihā, bhakativinoda-dāsa The holy name of Kṛṣṇa has fulfilled all my desires by thus manifesting on everyone's tongue. Bhaktivinoda, the humble servant of the Lord, therefore prays at the feet of Śrī Rūpa Goswāmī that the chanting of Hari-nām may always continue in this way. ------------------------------------------------------------ To connect with His Grace Vaiśeṣika Dāsa, please visit https://www.fanthespark.com/next-steps/ask-vaisesika-dasa/?utm_source=youtube&utm_medium=video&utm_campaign=launch2025 https://vaisesikadasayatra.blogspot.com/ ------------------------------------------------------------ Add to your wisdom literature collection: https://iskconsv.com/book-store/?utm_source=youtube&utm_medium=video&utm_campaign=launch2025 https://www.bbtacademic.com/books/?utm_source=youtube&utm_medium=video&utm_campaign=launch2025 https://thefourquestionsbook.com/?utm_source=youtube&utm_medium=video&utm_campaign=launch2025 ------------------------------------------------------------ Join us live on Facebook: https://www.facebook.com/FanTheSpark/ Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast/sound-bhakti/id1132423868 For the latest videos, subscribe https://www.youtube.com/@FanTheSpark For the latest in SoundCloud: https://soundcloud.com/fan-the-spark ------------------------------------------------------------ #bhajan #vaishnavasongs #spiritualmusic #spiritualawakening #soul #spiritualexperience #spiritualpurposeoflife #spiritualgrowthlessons #secretsofspirituality #vaisesikaprabhu #vaisesikadasa #vaisesikaprabhulectures #spirituality #bhaktiyoga #krishna #spiritualpurposeoflife #krishnaspirituality #spiritualusachannel #whybhaktiisimportant #whyspiritualityisimportant #vaisesika #spiritualconnection #thepowerofspiritualstudy #selfrealization #spirituallectures #spiritualstudy #spiritualquestions #spiritualquestionsanswered #trendingspiritualtopics #fanthespark #spiritualpowerofmeditation #spiritualteachersonyoutube #spiritualhabits #spiritualclarity #bhagavadgita #srimadbhagavatam #spiritualbeings #kttvg #keepthetranscendentalvibrationgoing #spiritualpurpose

We Study Billionaires - The Investor’s Podcast Network
TIP825: Meta, Adobe, Booking Holdings w/ Stig Brodersen, Tobias Carlisle & Hari Ramachandra

We Study Billionaires - The Investor’s Podcast Network

Play Episode Listen Later Jun 21, 2026 60:51


In today's episode, Stig Brodersen is joined by Tobias Carlisle and Hari Ramachandra for a new round of stock pitches. Hari makes the case for Meta as a leading AI-powered advertising platform. Tobias breaks down Booking Holdings and whether its travel moat can withstand the rise of AI assistants. Stig analyzes Adobe, exploring the durability of its creative software ecosystem amid rapid technological change. IN THIS EPISODE YOU'LL LEARN: (00:00:00) Intro(00:02:31) Why Hari is bullish on Meta (Ticker: META), highlighting its advertising dominance, network effects, and long-term monetization potential.(00:03:38) The bear case for Meta, including massive AI infrastructure spending, uncertain returns on capital, and execution risk around AI monetization.(00:14:27) Why Tobias is bullish on Booking Holdings (Ticker: BKNG), emphasizing its capital-light business model and robust travel ecosystem.(00:18:46) The bear case for Booking Holdings, including AI-driven loss of customer mindshare, and potential pressure on its role in the travel booking value chain.(00:27:43) Why Stig is bullish on Adobe, focusing on its switching costs and subscription-based revenue model (Ticker: NASDAQ: ADBE).(00:37:21) The bear case for Adobe, including AI-generated content and the increasing competition from tools like Canva and LLMs. Disclaimer: Slight discrepancies in the timestamps may occur due to podcast platform differences. BOOKS AND RESOURCES Join the exclusive ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠TIP Mastermind Community⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠. Stig Brodersen's Portfolio and Track Record.  Our valuation model of Adobe. Our valuation model of Meta. Our valuation model of Booking Holding.com. Check out the Mastermind Discussion Q1, 2026 | Video. Check out the Mastermind Discussion Q4, 2025 | Video. Check out the Mastermind Discussion Q3, 2025 | Video. Check out the Mastermind Discussion Q2, 2025 | Video. Check out the Mastermind Discussion Q1, 2025 | Video. Tobias Carlisle's podcast, The Acquirers Podcast. Tobias' ETF, ⁠ZIG⁠. Tobias' ETF, ⁠Deep⁠. Tweet to ⁠Tobias Carlisle⁠. Hari's ⁠Blog⁠. Tweet to ⁠Hari⁠. Related ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠books⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠ mentioned in the podcast. Ad-free episodes on our ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Premium Feed⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠. NEW TO THE SHOW? Get smarter about valuing businesses through ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠The Intrinsic Value Newsletter⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠. Check out ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠The Investor's Podcast Starter Packs⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠. Follow our official social media accounts: ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠X⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠ | ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠LinkedIn⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠ | ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Facebook⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠. Try our tool for picking stock winners and managing our portfolios: ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠TIP Finance⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠. Enjoy exclusive perks from our ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠favorite Apps and Services⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠. Learn how to better start, manage, and grow your business with the ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠best business podcasts⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠. SPONSORS Support our free podcast by supporting our sponsors: Plus500 Netsuite Vanta Shopify References to any third-party products, services, or advertisers do not constitute endorsements, and The Investor's Podcast Network is not responsible for any claims made by them Learn more about your ad choices. Visit megaphone.fm/adchoices Support our show by becoming a premium member! https://theinvestorspodcastnetwork.supportingcast.fm