Podcasts about melalui

  • 503PODCASTS
  • 1,611EPISODES
  • 21mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Feb 24, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about melalui

Show all podcasts related to melalui

Latest podcast episodes about melalui

Ini Koper
#865 Transformasi Keterlibatan Pembelajaran

Ini Koper

Play Episode Listen Later Feb 24, 2026 6:11


Keterlibatan pembelajaran atau learning engagement saat ini tidak lagi dipandang hanya sebagai metrik kehadiran atau penyelesaian modul, melainkan sebagai pilar strategis yang menentukan daya saing sebuah organisasi. Transformasi ini mengharuskan tim Pembelajaran dan Pengembangan (L&D) untuk bergeser dari sekadar penyedia pelatihan menjadi mitra bisnis yang proaktif. Keterlibatan yang sesungguhnya terjadi ketika karyawan merasa bahwa pembelajaran bukanlah beban tambahan, melainkan kebutuhan intelektual dan emosional yang selaras dengan tujuan besar perusahaan. Dengan membangun budaya di mana pembelajaran dianggap berharga dan relevan, organisasi dapat memastikan bahwa setiap investasi dalam pengembangan bakat memberikan dampak nyata pada hasil bisnis. Untuk mencapai tingkat keterlibatan yang tinggi, diperlukan pendekatan sistematis yang dimulai dari dukungan kuat para pemimpin eksekutif hingga pemilihan teknologi yang tepat. Langkah-langkah strategis seperti mendapatkan komitmen manajemen atas dan merancang strategi pembelajaran yang modern sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan. Selain itu, keterlibatan dapat diperkuat melalui peran 'Juara Pembelajaran' internal dan teknik pemasaran yang kreatif guna membangun antusiasme karyawan. Ketika teknologi yang digunakan bersifat intuitif dan materi pembelajaran disajikan secara ringkas di dalam alur kerja sehari-hari, hambatan dalam belajar akan berkurang, sehingga mendorong partisipasi yang lebih aktif dan konsisten. Pada akhirnya, tujuan utama dari keterlibatan pembelajaran yang lebih baik adalah untuk memberdayakan individu dalam mengembangkan karier mereka sekaligus menutup jurang keterampilan organisasi. Dengan menghubungkan aktivitas belajar langsung dengan peluang mobilitas internal dan peningkatan profesionalisme, karyawan akan merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk terus berkembang. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) juga memainkan peran kunci dalam menyajikan pengalaman yang personal dan berbasis data. Melalui konsistensi dalam menerapkan prinsip-prinsip ini, organisasi tidak hanya akan memiliki tenaga kerja yang lebih terampil, tetapi juga membangun ketahanan jangka panjang di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Ini Koper
#867 Sekilas Belajar dari Leonardo da Vinci

Ini Koper

Play Episode Listen Later Feb 24, 2026 6:16


Leonardo da Vinci sering kali hanya dikenal sebagai seniman jenius masa Renaisans, namun Fritjof Capra mengungkapkan dimensi yang jauh lebih mendalam: Leonardo sebagai perintis sains sistemik. Berbeda dengan paradigma mekanistik yang mendominasi revolusi ilmiah abad ke-17 yang melihat dunia sebagai mesin, Leonardo memandang alam sebagai entitas organik yang hidup dan saling terhubung. Bagi Leonardo, setiap fenomena—mulai dari pusaran air hingga struktur anatomi manusia—adalah manifestasi dari pola-pola dasar yang sama, menjadikannya pemikir pertama yang memahami bahwa rahasia kehidupan terletak pada hubungan antar bagian dalam satu kesatuan yang harmonis. Keunikan metode Leonardo terletak pada integrasi tanpa batas antara pengamatan empiris yang tajam dan ekspresi artistik sebagai instrumen penelitian ilmiah. Melalui ribuan halaman buku catatannya, ia mendokumentasikan bagaimana dinamika fluida dalam aliran sungai mencerminkan sirkulasi darah di jantung manusia atau pola pertumbuhan pada tanaman. Seni baginya bukan sekadar pencarian estetika, melainkan sebuah cara untuk "melihat" dan memetakan kompleksitas alam yang tidak terjangkau oleh logika linear. Pendekatan visual ini memungkinkannya menangkap detail fungsional yang melampaui zamannya, membuktikan bahwa sains dan seni sebenarnya adalah satu kesatuan dalam upaya manusia memahami realitas secara utuh. Di tengah krisis ekologi dan kompleksitas tantangan global abad ke-21, warisan intelektual Leonardo menawarkan perspektif yang sangat krusial melalui cara pandang holistik. Capra menegaskan bahwa untuk mengatasi masalah sistemik saat ini, kita perlu beralih dari pemikiran reduksionis menuju pemahaman tentang keterkaitan antar sistem, persis seperti yang dilakukan Leonardo lima abad silam. Dengan mengadopsi etika yang menghargai kehidupan dan prinsip desain yang terinspirasi oleh alam (biomimikri), kita dapat membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. Leonardo da Vinci bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan kompas bagi sains masa depan yang lebih integratif, manusiawi, dan selaras dengan alam semesta.

Ini Koper
#868 Fotografi bagi Pemula

Ini Koper

Play Episode Listen Later Feb 24, 2026 5:08


Fotografi bukan sekadar aktivitas menekan tombol rana, melainkan sebuah bentuk seni yang memadukan penguasaan teknologi dengan kepekaan rasa yang mendalam. Secara etimologis, istilah fotografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti "melukis dengan cahaya," sebuah deskripsi yang secara akurat menggambarkan bagaimana seorang fotografer menangkap spektrum visual untuk dibekukan menjadi memori abadi. Dalam prosesnya, seorang fotografer harus mampu menjembatani realitas objektif yang ada di depan mata dengan visi subjektif yang ingin disampaikan kepada penonton, sehingga sebuah gambar tidak hanya menjadi rekaman peristiwa, tetapi juga medium pengantar emosi yang mampu melampaui keterbatasan kata-kata. Seiring dengan perkembangan zaman, medium fotografi telah bertransformasi secara drastis dari penggunaan lempengan kimiawi dan film analog menuju sensor digital yang sangat canggih. Kehadiran kamera film dengan kontrol manual seperti Lomo MC-A hingga kamera mirrorless modern seperti Fujifilm X-T30 menunjukkan bahwa meskipun alat terus berevolusi, inti dari fotografi tetap terletak pada kemampuan manusia dalam membaca cahaya dan momen. Kemudahan teknologi digital memang telah mendemokratisasi akses terhadap seni ini, namun di sisi lain, hal tersebut juga menuntut fotografer untuk tetap mempertahankan kedisiplinan dan ketajaman intuisi agar karya yang dihasilkan tidak sekadar menjadi artefak visual yang hambar di tengah banjirnya informasi gambar di era media sosial. Lebih jauh lagi, fotografi memiliki peran krusial sebagai saksi sejarah dan alat narasi yang memiliki kekuatan besar dalam mengubah perspektif dunia. Melalui lensa, para fotografer mampu mendokumentasikan realitas pahit di medan konflik, menangkap keindahan dalam dunia fashion seperti yang dilakukan oleh Brianna Capozzi, hingga mengabadikan momen-momen kecil yang sering terlewatkan dalam kehidupan sehari-hari. Fotografi memiliki kemampuan unik untuk membekukan waktu, memberikan keabadian pada hal-hal yang fana, dan memungkinkan kita untuk melihat dunia dari sudut pandang yang benar-benar berbeda. Pada akhirnya, fotografi adalah sebuah dialog visual yang terus berlanjut antara sang fotografer, subjek, dan pemirsa, yang mampu melintasi batas ruang dan waktu.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-1 masa Prapaskah, 24 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 23, 2026 8:12


Dibawakan oleh Suster Wilhelmina OSA dari Komunitas Suster Santo Agustinus di Paroki Santo Yusuf Karang Pilang, Keuskupan Surabaya, Indonesia. Yesaya 55: 10-11; Mazmur tg 34: 4-5.6-7.16-17.18-19; Matthew 6: 7-15.BUAH BERLIMPAH DARIFIRMAN TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Buah BerlimpahDari Firman Tuhan. Karya Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa memuncakpada kehadiran Putra Allah menjadi manusia di dalam Yesus Kristus. Karya nyataIlahi ini menjadi tema besar untuk direnungkan terus-menerus di dalam hatisetiap orang beriman, dan khususnya semakin kuat di dalam masa Pra Paskah.  Ini untuk memperkuat iman kita akan peristiwa YesusKristus yang kita rayakan pada hari Paskah. Kita yang merayakan Paskah, yangdipersiapkan melalui Pra Paskah, mengalami suatu keistimewaan denganberpartisipasi dalam peristiwa Kristus. Yesus senantiasa menegaskan prinsippengorbanan diri-Nya yaitu demi melakukan kehendak Bapa sampai tuntas di duniaini. Pengorbanan itu menandakan betapa setiap dari kita bukan sekedar umat ataupengikut-pengikut-Nya, tetapi sebagai saudara-saudari-Nya sendiri. Ia sendiri berkatabahwa cinta yang paling besar ialah pengorbanan diri seseorang demi kebaikandan keselamatan saudara-saudarinya.  Kita sebagai anak-anak Allah melalui sakramen pembaptisandan juga menjadi putra-putri-Nya terkasih memiliki martabat istimewa yaitu satupersaudaraan dengan Yesus Kristus. Bersama dia, kita menyapa Allah di surgasebagai Bapa yang menjadi milik bersama. Semua pengikut Kristus mempertegaspersaudaraannya dengan Yesus, martabatnya sebagai putra-putri Allah, dan dalammemperlakukan Allah sebagai seorang Bapa. Ungkapan hubungan yang intim ini kitadoakan senantiasa di dalam doa “Bapa Kami”. Di dalam masa Pra Paskah, tentu kita berdoa “Bapa Kami”dengan kualitas iman yang terbaik, sebagai salah satu bentuk disiplin dalampraktik kesalehan kita. Doa ini menegaskan persaudaraan kita dengan Kristus,ketika bersama dengan Dia kita menyapa Allah sebagai “Bapa kami”. Sekian banyakdoa ini kita ucapkan dalam satu hari menandakan kalau Bapa yang satu di dalamsurga membuahkan karunia-Nya di dalam diri kita semua yang tetap dekat denganDia, karena persekutuan kita dengan Yesus Kristus. Kelimpahan buah di dalam diri kita tetap dijamin olehkarunia firman Allah yang hadir untuk menerangi, menguatkan, dan membaharuihidup setiap orang beriman. Yesus tidak hadir lagi dalam tubuh-Nya saat ini,tetapi di dalam firman-Nya. Melalui firman itu, kita masing-masing bertumbuhdan berbuah, khususnya dalam bentuk doa-doa yang menyatukan kita dengan Bapa disurga. Doa mengungkapkan apa yang kita lakukan dalam berpuasa, sepertimengampuni dan menahan diri tidak jatuh ke dalam pencobaan. Melalui doa pula kitaungkapkan niat untuk berbuat baik kepada sesama. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa maha baik,utuslah Roh-Mu untuk membantu kami berdoa seperti Yesus Kristus. Kemuliaan...Dalam nama Bapa...

Ini Koper
#860 Dialektika antara Energi dan Entropi

Ini Koper

Play Episode Listen Later Feb 22, 2026 6:41


Energi sering kali dipahami sebagai mata uang alam semesta yang kekal, namun perannya jauh lebih mendalam sebagai arsitek utama keteraturan. Berdasarkan Hukum Pertama Termodinamika, energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, ia hanya berubah bentuk sambil terus berupaya mencari titik potensial terendah demi mencapai stabilitas sistem. Dalam perspektif ini, energi bertindak sebagai kekuatan yang mengikat atom-atom dalam struktur yang rapi dan kaku, meminimalkan fluktuasi demi menciptakan bentuk-bentuk materi yang solid dan terorganisir. Tanpa dominasi energi, struktur-struktur kompleks di alam semesta tidak akan pernah memiliki fondasi untuk berdiri tegak melawan gempuran ketidakpastian fisik. Di sisi lain, entropi muncul sebagai pesaing abadi yang mewakili dorongan alam menuju kebebasan, probabilitas maksimum, dan ketidakteraturan. Jika energi berupaya membangun struktur, maka entropi adalah ukuran dari degradasi kualitas energi tersebut dan manifestasi dari "panah waktu" yang tak terelakkan. Hukum Kedua Termodinamika menegaskan bahwa dalam setiap proses fisik yang terjadi secara alami, entropi total akan selalu meningkat, mencerminkan fakta statistik bahwa keadaan acak jauh lebih mungkin terjadi daripada keadaan teratur. Entropi bukan sekadar kekacauan tanpa makna, melainkan konsekuensi dari alam semesta yang secara inheren bergerak menuju distribusi yang paling merata, yang pada akhirnya mengikis setiap tatanan yang telah dibangun dengan susah payah. Eksistensi alam semesta sesungguhnya adalah hasil dari kompetisi tanpa henti antara kedua besaran ini, sebuah dialektika fisik yang dipandu oleh suhu sebagai wasit utamanya. Melalui konsep energi bebas, kita dapat melihat bagaimana materi berubah fase—dari kristal yang kaku menjadi gas yang liar—ketika pengaruh entropi mulai mengalahkan tarikan energi seiring dengan meningkatnya suhu. Bahkan kehidupan itu sendiri merupakan anomali indah di mana organisme mampu menunda kekalahan terhadap entropi dengan terus-menerus mengonsumsi energi berkualitas tinggi dari lingkungan. Memahami energi dan entropi berarti memahami mekanisme dasar yang menggerakkan segala sesuatu, mulai dari detak jantung manusia hingga nasib akhir kosmos yang luas.

METRO TV
Pengedar Ganja 18 Kg Ditangkap di Kebon Jeruk Jakarta - Headline News Edisi News MetroTV 7416

METRO TV

Play Episode Listen Later Feb 21, 2026 1:41


Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap seorang pengedar narkoba jenis ganja di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita 18 kilogram ganja siap edar. Penangkapan ini dilakukan setelah petugas menemukan 10 bungkus ganja yang telah dibungkus rapat di lokasi pertama. Melalui hasil penyelidikan lebih lanjut, petugas menemukan tambahan 8 paket ganja di sebuah rumah kosong di Tanjung Duren Utara. Tersangka dan barang bukti kini dibawa ke Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ini Koper
#857 Pola Pikir Pembelajar dalam Kepemimpinan Modern

Ini Koper

Play Episode Listen Later Feb 21, 2026 6:43


Di era digital yang penuh dengan disrupsi dan ketidakpastian, memiliki pola pikir pembelajar bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan strategis untuk mempertahankan relevansi. Konsep prowess atau kecakapan yang diperkenalkan oleh Lilian Ajayi Ore dan Marshall Goldsmith menekankan bahwa pembelajaran adalah perjalanan tanpa akhir menuju keunggulan, yang melampaui sekadar penguasaan teknis statis. Melalui kerangka "WIN Mindset"—Kemauan (Willingness), Intensionalitas (Intentionality), dan Pembinaan (Nurturing)—seorang pemimpin diajak untuk terus membuka diri terhadap pengetahuan baru, mengaplikasikannya dengan tujuan yang jelas, dan menumbuhkan rasa ingin tahu sebagai mesin penggerak pertumbuhan eksponensial. Fondasi dari pola pikir ini berakar kuat pada kepemimpinan diri yang autentik dan keberanian untuk menghadapi hambatan internal. Sebelum mampu membina orang lain, seorang pemimpin harus terlebih dahulu menguasai "Leadership in Action Pyramid" yang dimulai dari perawatan diri dan penyelarasan tindakan dengan tujuan hidup yang mendalam. Dengan mengintegrasikan model "Triple A"—Tindakan, Ambisi, dan Aspirasi—pemimpin dapat mendekode rasa takut dan mengubah kegagalan menjadi motivasi intrinsik. Hal ini memastikan bahwa potensi individu maupun organisasi tidak terbuang sia-sia, melainkan dikelola secara proaktif untuk mencapai visi masa depan yang lebih bermakna. Pada akhirnya, keberhasilan sejati dari pola pikir pembelajar diukur dari kemampuannya untuk menginspirasi dan menciptakan warisan melalui pembinaan orang lain atau Coaching Prowess. Pemimpin pembelajar bertindak sebagai pengganda kekuatan (force multiplier) yang tidak merasa terancam oleh bakat baru, melainkan dengan dermawan membagikan ilmu dan menciptakan keamanan psikologis bagi timnya untuk bereksperimen. Dengan membangun budaya organisasi yang menghargai pertumbuhan kolektif, pemimpin memastikan bahwa transformasi tidak hanya berhenti pada level individu, tetapi menjadi energi yang menggerakkan seluruh ekosistem untuk terus beradaptasi dan berkembang di tengah perubahan zaman.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu sesudah Rabu Abu, 21 Februari 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Feb 20, 2026 8:02


Dibawakan oleh Sr Tania MCFSM dan Sr Dominika MCFSM dari Komunitas Suster MCFSM Santa Teresa Kalkuta Bekasi di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Yesaya 58: 9b-14; Mazmur tg 86: 1-2.3-4.5-6; Lukas 5: 27-32.PUASA BERBUAHPEMBAHARUAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Puasa BerbuahPembaharuan. Kemarin kita diterangi dalam renungan bahwa puasa kita di dalammasa Pra Paskah ini dilakukan melalui beramal dan berdoa. Ini merupakancara-cara kita berpuasa. Lalu hal berikut yang amat penting ialah buah atauhasil melakukan puasa. Apakah yang didapatkan setelah melakukan puasa? Hari inikita merenungkan bahwa dengan berpuasa orang mendapatkan pembaharuan hidup. Nabi Yesaya mengatakan bahwa orang yang berhentimenyusahkan dan menyakiti sesamanya, lalu berbalik untuk berbuat baik danberamal kasih kepada sesamanya itu, pembaharuan yang ia peroleh adalah TuhanAllah berkenan kepadanya. Tuhan akan menuntunnya senantiasa. Tuhan akanmemuaskan semua kepentingannya untuk menjadi bahagia dan selamat di dalamkehidupannya. Pembaharuan ini berkaitan dengan kehidupan rohaninya yangberkembang, di mana hubungannya dengan Tuhan ialah dalam satu keterikatan yangmenyatu. Dasarnya ialah karena ia melakukan semua perbuatan Tuhan sendiri. Yang digambarkan oleh Yesaya ini terungkap dengan sangatjelas dalam pengalaman orang-orang yang mengalami sendiri hidup dan bekerjabersama Yesus Kristus. Kita semua yang berada di dalam Gereja saat ini jugadalam situasi yang berbeda-beda memiliki pengalaman ini, terlebih-lebih selamamasa Pra Paskah, kita ingin memantapkan dan memperkuat hubungan kita denganTuhan untuk semakin menyatu dengan-Nya. Syaratnya ialah bertahan dalam iman dankesetiaan menjadi murid-murid Tuhan yang baik seperti para rasul. Pembaharuan hidup yang dampaknya kuat bagi diri seseorangatau dalam suatu kebersamaan dengan orang lain ialah pertobatan. Tandanya ialahorang meninggalkan hidup yang lama dalam kegelapan dosa dan memilih hidup barudi dalam Tuhan. Melalui berpuasa, yaitu pengalaman berjumpa dan hidup bersamadengan Tuhan, kekuatan pengaruh-Nya dapat mengubah jalan hidup seseorang.Pengalaman ini ditunjukkan oleh Lewi, si pemungut cukai yang bertemu denganYesus dan selanjutnya mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Si pemungutcukai ini kemudian menjadi salah satu dari ke-12 rasul Yesus. Jika puasa dalam masa Pra Paskah ini belum menunjukkantanda-tanda akan ada pertobatan di dalam diri Anda dan keluarga atau kelompokAnda, memasuki minggu pertama Pra Paskah kiranya dapat dibuatkan suatuperencanaan dalam menata kehidupan baik pribadi maupun bersama. Perencanaan itumesti dapat dikonkretkan untuk suatu pertobatan yang kemudian diwujudkan.  Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Allah maha rahim,terangi perjalanan hidup kami pribadi dan bersama di dalam masa Pra Paskah ini,sehingga kami berjalan di dalam terang untuk pertobatan kami. Kemuliaan kepadaBapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

Ini Koper
#853 Mekanisme Bursa Karbon dan Pajak Emisi

Ini Koper

Play Episode Listen Later Feb 19, 2026 6:12


Mekanisme bursa karbon dan pajak emisi merupakan dua instrumen nilai ekonomi karbon yang dirancang untuk menekan pelepasan gas rumah kaca ke atmosfer dengan cara memberikan harga pada setiap unit emisi yang dihasilkan. Bursa karbon beroperasi melalui sistem cap and trade, di mana pemerintah menetapkan batas atas (cap) emisi bagi sektor tertentu dan menerbitkan izin atau kuota emisi. Di sisi lain, pajak emisi atau pajak karbon adalah pungutan langsung yang dikenakan atas kandungan karbon atau jumlah emisi yang dilepaskan. Kedua instrumen ini bertujuan untuk menginternalisasi biaya kerusakan lingkungan ke dalam biaya produksi, sehingga pelaku usaha terdorong untuk beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan. Dalam operasional bursa karbon, perusahaan yang berhasil menekan emisinya di bawah batas yang ditentukan akan memiliki kelebihan kuota yang dapat dijual kepada perusahaan lain yang emisinya melampaui batas. Proses perdagangan ini menciptakan harga pasar bagi karbon dan memberikan insentif finansial bagi perusahaan yang lebih efisien dan inovatif dalam penggunaan energi. Sebaliknya, bagi perusahaan yang memiliki emisi tinggi dan tidak melakukan mitigasi, mereka akan menghadapi beban biaya tambahan dengan membeli kredit karbon dari pasar atau dari proyek-proyek penyerapan karbon seperti reboisasi hutan. Hal ini memastikan bahwa secara kolektif, total emisi nasional tetap terjaga dalam batas yang telah ditetapkan. Sementara itu, pajak emisi berfungsi sebagai instrumen pelengkap atau alternatif yang memberikan kepastian harga bagi setiap unit polusi yang dihasilkan. Di Indonesia, sistem ini sering dipadukan menjadi mekanisme cap and tax, di mana pajak dikenakan jika suatu entitas gagal memenuhi kewajiban batas emisinya melalui bursa karbon. Pendapatan yang dihimpun dari pajak karbon ini dapat dialokasikan kembali oleh negara untuk mendanai investasi hijau, pengembangan energi terbarukan, serta program adaptasi perubahan iklim bagi masyarakat yang terdampak. Melalui sinergi antara perdagangan dan perpajakan karbon ini, diharapkan tercipta transisi ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengorbankan pertumbuhan industri secara keseluruhan.

Renungan Anak GKY Mabes
Anak di Kota Nain (20 Februari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Feb 19, 2026 2:59


Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ANAK DI KOTA NAINDiambil dari: Lukas 7:14–15 (TB)“Maka Yesus menghampiri usungan itu dan menyentuhnya; sedang para pengusung berhenti. Lalu Ia berkata: ‘Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!' Maka bangkitlah orang mati itu lalu duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.”Wonder Kids, hari ini kita melihat satu kisah yang hanya dicatat oleh Lukas. Yesus datang ke sebuah kota bernama Nain. Di sana ada seorang ibu yang sedang sangat sedih. Ia adalah seorang janda, seorang janda artinya ia sudah tidak memiliki suami lagi dan sekarang anak laki-laki satu-satunya telah meninggal. Bagi ibu ini, kehilangan anak berarti kehilangan segalanya. Ia tidak punya suami, tidak punya penolong, dan tidak punya masa depan.Ketika Yesus melihat ibu itu, Alkitab berkata Yesus tergerak oleh belas kasihan. Yesus tidak menunggu diminta. Ia mendekat, menyentuh usungan jenazah, dan berkata, “Hai anak muda, bangkitlah!” Anak itu hidup kembali, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.Yesus bukan hanya menunjukkan kuasa-Nya, tetapi juga menunjukkan hati-Nya yang penuh kasih. Yesus peduli pada orang yang tidak punya siapa-siapa. Ia melihat air mata yang orang lain mungkin abaikan. Melalui kisah ini, Lukas ingin kita tahu: Yesus bukan hanya kuat, Yesus juga lembut dan penuh belas kasihan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Perhatikan orang di sekitarmu yang sedang sedih atau kesepian. Doakan mereka, dan jika bisa, tunjukkan perhatian kecil—senyum, sapaan, atau bantuan sederhana.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau peduli pada orang yang sedih dan terluka. Ajari aku memiliki hati yang penuh belas kasihan seperti Engkau. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus melihat air mata kita dan peduli pada hati kita. Tuhan Yesus memberkati.

Ini Koper
#852 Mendinginkan Bumi, Menghangatkan Ekonomi

Ini Koper

Play Episode Listen Later Feb 17, 2026 6:28


Selama berabad-abad, rumus ekonomi dunia itu sederhana tapi merusak: jika ingin ekonomi panas membara, cerobong asap juga harus mengepul hitam. Pertumbuhan ekonomi selalu dibayar dengan pemanasan global. Namun, paradigma usang itu kini sedang dibalik total. Mendinginkan bumi bukan lagi beban biaya, melainkan peluang bisnis raksasa. Inilah era di mana "hijau" bukan sekadar warna daun, tapi warna uang dolar yang mengalir deras ke kantong mereka yang peduli lingkungan. Mekanismenya ada pada transformasi nilai. Hutan yang dulu hanya bernilai saat ditebang menjadi kayu, kini justru bernilai mahal saat dibiarkan berdiri tegak menyerap karbon. Teknologi yang dulu mahal seperti panel surya dan mobil listrik, kini menjadi primadona pasar saham. Melalui perdagangan karbon, perusahaan yang berhasil menurunkan suhu bumi mendapatkan insentif finansial yang nyata. Mereka "menjual" dinginnya bumi kepada industri yang masih "panas", menciptakan siklus ekonomi baru yang saling menguntungkan. Indonesia berdiri di garis depan peluang ini. Kita punya modal alam yang dicari seluruh dunia: hutan tropis, mangrove, dan lahan gambut. Jika kita cerdas mengelolanya, kita tidak perlu memilih antara lingkungan atau kemajuan. Kita bisa mendapatkan keduanya. Dengan regulasi yang tepat dan teknologi yang mumpuni, kita bisa menjadi super power baru. Mendinginkan suhu bumi untuk anak cucu, sambil menghangatkan mesin ekonomi rakyat hari ini.

Alex Nanlohy's Podcast
KUAT MELALUI KOMUNITAS ROHANI - MAZMUR 105:3-4

Alex Nanlohy's Podcast

Play Episode Listen Later Feb 17, 2026 117:23


KUAT MELALUI KOMUNITAS ROHANI - MAZMUR 105:3-4

SAMAS - Sapaan Damai Sejahtera
Memancarkan Kemuliaan Melalui Hidup

SAMAS - Sapaan Damai Sejahtera

Play Episode Listen Later Feb 15, 2026 10:04


Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!

Ini Koper
#848 Menulis Laporan ala Diplomat

Ini Koper

Play Episode Listen Later Feb 15, 2026 6:20


Penulisan laporan bagi donor atau klien bukan sekadar pemenuhan kewajiban administrasi, melainkan sebuah bentuk pertanggungjawaban moral atas "utang janji" yang telah disepakati dalam kontrak. Filosofi utamanya adalah akuntabilitas, di mana setiap rupiah yang dikelola dianggap memiliki tanggung jawab yang besar. Dalam konteks ini, kejujuran menjadi fondasi yang tidak boleh ditawar; sekali sebuah lembaga memanipulasi data atau menyembunyikan fakta, reputasi dan kepercayaan yang telah dibangun bertahun-tahun dapat hancur seketika. Oleh karena itu, laporan harus disusun dengan integritas tinggi sebagai upaya mencicil kepercayaan yang telah diberikan oleh pihak penyandang dana. Secara teknis, laporan donor berfungsi sebagai alat diplomasi strategis yang menuntut penggunaan bahasa yang formal, elegan, dan profesional. Penulis laporan harus memiliki kepekaan untuk mematuhi format dan kerangka kerja logis (logframe) yang telah ditentukan tanpa mencoba menjadi terlalu "kreatif" yang justru mempersulit proses verifikasi. Hal ini penting karena staf donor juga memiliki tanggung jawab untuk melaporkan keberhasilan proyek kepada atasan mereka. Dengan menyajikan laporan yang runtut, menggunakan istilah yang konsisten, dan menyertakan lampiran yang kuat, lembaga secara tidak langsung membantu donor untuk terlihat sukses dan kompeten di depan para pemangku kepentingan mereka sendiri. Esensi dari laporan yang bermutu tinggi terletak pada kemampuannya untuk menunjukkan dampak (outcome), bukan sekadar daftar kegiatan (output). Donor pada dasarnya sedang "membeli" perubahan positif di masyarakat, sehingga laporan harus mampu menceritakan bagaimana bantuan tersebut mengubah hidup penerima manfaat melalui data statistik dan bukti nyata di lapangan. Apabila terjadi kendala atau kegagalan, laporan yang baik tidak hanya memberikan alasan, melainkan membungkusnya dengan strategi mitigasi yang solutif. Melalui pendekatan yang jujur namun tetap berorientasi pada solusi, tantangan di lapangan justru menjadi bukti kematangan lembaga dalam mengelola proyek dan menjaga keberlanjutan dampak di masa depan.

Ini Koper
#845 Sekilas Mengenal Tenure Facility

Ini Koper

Play Episode Listen Later Feb 13, 2026 7:38


The Tenure Facility, yang berbasis di Stockholm, Swedia, berdiri sebagai mekanisme keuangan internasional independen pertama yang secara khusus didedikasikan untuk menjamin hak atas tanah dan hutan bagi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal (IPLCs). Dengan visi menciptakan dunia di mana hak-hak komunitas ini diakui dan dihormati, lembaga ini memposisikan dirinya bukan sekadar sebagai pemberi dana, melainkan sebagai mitra strategis yang mempercepat implementasi undang-undang reformasi tenurial yang seringkali berjalan lambat. Misi utamanya adalah memberikan hibah dan bantuan teknis secara langsung, cepat, dan fleksibel kepada organisasi masyarakat adat, memungkinkan mereka untuk mengamankan wilayah leluhur dari ancaman eksternal serta membangun fondasi bagi kesejahteraan manusia dan keadilan global. Operasional lembaga ini berlandaskan pada kerangka kerja strategis "Secure, Sustain, Share" yang dirancang untuk menciptakan dampak sistemik dan berkelanjutan. Fase Secure berfokus pada percepatan pengakuan legalitas tanah melalui pemetaan partisipatif dan advokasi kebijakan, sementara Sustain memastikan penguatan tata kelola kelembagaan lokal agar hak yang telah diperoleh dapat dipertahankan dan dikelola dengan baik. Uniknya, pendekatan ini didukung oleh model pendanaan langsung (direct access) yang memangkas birokrasi perantara internasional, memberikan otonomi penuh kepada mitra lokal di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Melalui pilar Share, Tenure Facility memfasilitasi pertukaran pengetahuan lintas benua, memungkinkan komunitas adat untuk saling belajar strategi adaptif dan memperkuat posisi tawar mereka di panggung global. Dalam peta geopolitik lingkungan saat ini, Tenure Facility memainkan peran krusial dengan menempatkan kepastian tenurial sebagai solusi berbasis alam (Nature-Based Solution) yang paling efektif dalam memitigasi perubahan iklim. Berbeda dengan lembaga donor konvensional, mereka berani mengambil risiko terukur di wilayah konflik dan politik sensitif untuk menjembatani kesenjangan antara pendanaan iklim global, seperti Green Climate Fund (GCF), dengan realitas di tingkat tapak. Dengan membuktikan secara empiris bahwa hutan yang dikelola oleh masyarakat adat memiliki tingkat deforestasi terendah, Tenure Facility tidak hanya memperjuangkan hak asasi manusia, tetapi juga menawarkan strategi konservasi yang efisien dan berdampak jangka panjang bagi kesehatan planet bumi.

TEMAN MALAM AUDIO
Tangis yang Dipertanyakan: Testimoni Warga Tentang Dugaan Manipulasi Donasi

TEMAN MALAM AUDIO

Play Episode Listen Later Feb 13, 2026 82:25


Tangis yang Dipertanyakan: Testimoni Warga Tentang Dugaan Manipulasi DonasiPodcast ini menghadirkan kumpulan kesaksian warga yang angkat suara mengenai dugaan praktik sadfishing donasi yang terjadi di Threads sepanjang 2024 hingga 2026. Berawal dari cerita penuh empati dan unggahan yang menyentuh hati, muncul pertanyaan demi pertanyaan tentang keaslian narasi, alur donasi, dan sosok bernama Linda yang disebut-sebut berada di baliknya.Melalui sudut pandang para saksi, pendukung, hingga pihak yang merasa dirugikan, episode demi episode akan mengupas kronologi, pola komunikasi, serta dinamika sosial yang membuat banyak orang tergerak untuk berdonasi. Apa yang sebenarnya terjadi. Di mana titik awal kecurigaan muncul. Dan bagaimana dampaknya terhadap kepercayaan publik.Podcast ini tidak bertujuan menghakimi, melainkan menghadirkan ruang dengar yang jernih bagi publik untuk memahami berbagai sisi cerita. Semua disajikan berdasarkan testimoni, data percakapan, dan jejak digital yang beredar di ruang publik.Karena di era digital, empati bisa menjadi kekuatan. Namun ketika empati dipertanyakan, kebenaran layak untuk dicari bersama.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Aisyah Kirana invites reflections on rice culture through rice glue - Aisyah Kirana Mengajak Refleksi tentang Budaya Nasi melalui Lem Nasi

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Feb 11, 2026 9:40


For Aisyah Kirana, “glue nasi” is not just an adhesive, but a medium to tell Indonesians' emotional connection to their staple food. - Bagi Aisyah Kirana, “lem nasi” bukan sekadar perekat, tetapi medium untuk menceritakan hubungan emosional orang Indonesia dengan makanan pokok mereka.

METRO TV
Dewan Pers dan Kominfo Gelar Konvensi Nasional Media 2026 - Headline News Edisi News MetroTV 7313

METRO TV

Play Episode Listen Later Feb 9, 2026 2:00


MetroTV, Jelang perayaan Hari Pers Nasional, Dewan Pers dan Kementerian Komunikasi dan Digital menggelar Konvensi Nasional Media 2026. Melalui konvensi ini, diharapkan dapat menjadi momentum untuk menjaga kebebasan dan keutuhan pers.Konvensi Nasional Media Hari Pers Nasional 2026 yang bertajuk Pers, AI, dan Transformasi Digital: Membantu Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik berlangsung di Serang, Banten, pada Minggu siang.

Renungan Anak GKY Mabes
Pekerja Kebun Anggur (10 Februari)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Feb 9, 2026 3:16


Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah PEKERJA KEBUN ANGGURDiambil dari: Matius 20:1 (TB)“Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar untuk mempekerjakan pekerja-pekerja bagi kebun anggurnya.”Wonder Kids, Pada zaman Yesus, banyak orang bekerja di kebun anggur. Biasanya, seseorang yang bekerja seharian penuh akan dibayar satu dinar, yaitu upah yang cukup untuk hidup sehari. Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang seorang pemilik kebun anggur. Ia mempekerjakan beberapa orang pagi-pagi sekali. Lalu beberapa jam kemudian, ia mempekerjakan orang lain lagi. Bahkan menjelang sore, ia masih mempekerjakan pekerja baru.Saat hari kerja selesai, semua pekerja itu dibayar dengan upah yang sama. Pekerja yang bekerja sejak pagi menjadi marah. Mereka merasa itu tidak adil. Tetapi pemilik kebun berkata, “Aku tidak berbuat salah kepadamu. Bukankah kita sudah sepakat? Aku berhak bermurah hati.”Melalui cerita ini, Yesus mengajarkan bahwa kasih karunia Tuhan bukan soal siapa yang paling lama bekerja. Keselamatan adalah pemberian Tuhan, bukan upah karena usaha kita.Tuhan selalu adil, tetapi Ia juga sangat murah hati. Tidak ada satu pun dari kita yang pantas menerima kasih Tuhan—tetapi Ia memberikannya dengan sukacita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Jika kamu melihat teman mendapat sesuatu yang lebih dulu atau lebih banyak, latih hatimu untuk bersyukur dan percaya bahwa Tuhan juga mengasihimu.Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu baik dan murah hati. Tolong aku untuk tidak iri hati, tetapi belajar bersyukur atas setiap kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Kasih Tuhan bukan soal adil atau tidak—kasih Tuhan selalu lebih besar dari yang kita pantas terima. Tuhan Yesus memberkati.

Center for International Forestry Research (CIFOR)
Mengapa harus ayah? Stunting, gender, dan peran ayah dalam keluarga

Center for International Forestry Research (CIFOR)

Play Episode Listen Later Feb 3, 2026 22:09


Siapa sangka, salah satu akar masalah stunting bukan hanya soal makanan, tetapi juga ketimpangan peran gender di dalam keluarga. Di episode perdana Bincang Hutan 2026, kami mengajak Anda menyelami perjalanan CIFOR–ICRAF dalam mendukung program pemerintah daerah untuk memperkuat peran ayah dalam ketahanan pangan dan gizi keluarga. Salah satu praktik yang dibahas dalam episode ini berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui inisiatif GASELOR (Gerakan Ayah sebagai Konselor) Pangan dan Gizi. Melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan pemuka agama, GASELOR mendorong praktik pengasuhan yang lebih setara—menegaskan bahwa peran ayah sangat menentukan tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga. Pendekatan ini dilakukan lewat pelatihan, pendampingan, serta penyusunan bersama panduan praktis yang kontekstual. Bagaimana mengubah cara pandang dan perilaku di tengah masyarakat yang patriarkis? Simak perbincangan inspiratif bersama Pak Jusuf Amnifu dan Laeli Sukmahayani, hanya di Bincang Hutan.

Ini Koper
#840 Menjemput Makna dalan Narasi

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 28, 2026 6:42


Barangkali kita perlu menyadari bahwa laporan-laporan yang tebal sering kali menjadi makam bagi kegairahan kerja di lapangan; di sana, angka-angka berderet bisu seperti nisan yang kehilangan detak jantungnya. Di sinilah storytelling hadir bukan sekadar sebagai hiasan atau pemanis di akhir program, melainkan sebagai sebuah ikhtiar untuk menjemput kembali kemanusiaan yang sering kali terselip di balik statistik yang kering. Melalui seni bercerita, kita diajak untuk menangkap jejak yang lebih dalam: membedakan antara keriuhan kegiatan yang bersifat sementara dengan sebuah hasil (outcomes)—yakni perubahan permanen yang kini menetap dalam napas dan martabat masyarakat. Dalam sebuah ruang pembelajaran, bercerita kemudian berubah menjadi alat untuk memanen makna melalui percakapan yang jujur dan reflektif. Kita memasuki sebuah labirin identifikasi hasil, di mana pertemuan dengan "Liyan" atau pihak lain—seperti simulasi peran dengan penyandang dana—menjadi sebuah proses belajar bersama (co-learning) untuk menyelaraskan tatapan. Sering kali, apa yang kita banggakan sebagai pencapaian besar dalam isu gender atau kedaulatan pangan, di mata pihak luar hanyalah sebuah kewajaran administratif; di titik inilah kita belajar bersama untuk memisahkan mana yang sekadar "upacara" kegiatan dan mana yang merupakan substansi perubahan yang menyentuh realitas di meja makan warga. Pada akhirnya, keharusan untuk mempresentasikan hasil diskusi dalam bentuk cerita adalah sebuah cara untuk menginternalisasi pemahaman ke dalam sanubari tim itu sendiri. Ketika sebuah narasi disusun dengan menyertakan suara asli dari bawah—sebuah kutipan getir atau manis dari warga di pelosok—dampak yang tadinya abstrak menjadi sesuatu yang berdenyut dan nyata. Ini adalah sebuah pergeseran pola pikir (mindset shift) yang fundamental: sebuah ajakan untuk berhenti merasa cukup hanya dengan menjadi "sibuk" dan mulai belajar untuk menjadi "berarti", memastikan bahwa setiap perubahan yang terjadi tidak akan hilang ditelan waktu karena telah dipahami dan diceritakan dengan penuh penghayatan.

Ini Koper
#841 Memahami Esensi Outcome Harvestiing

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 28, 2026 5:50


Dalam dunia pemantauan dan evaluasi tradisional, keberhasilan seringkali diukur secara kaku melalui perbandingan antara hasil aktual dengan target yang telah ditetapkan di awal program. Namun, dalam intervensi sosial yang dinamis seperti advokasi kebijakan atau pembangunan perdamaian, perubahan jarang sekali mengikuti jalur linier yang dapat diprediksi. Di sinilah Outcome Harvesting (OH) muncul sebagai pendekatan alternatif yang revolusioner. Berbeda dengan metode konvensional, OH bekerja secara terbalik dengan mengidentifikasi apa yang sebenarnya telah berubah di lapangan—baik yang direncanakan maupun tidak—sebelum menarik garis mundur untuk menentukan bagaimana sebuah intervensi berkontribusi terhadap perubahan tersebut. Pentingnya Outcome Harvesting terletak pada kemampuannya untuk menavigasi kompleksitas dan ketidakpastian. Dalam lingkungan di mana banyak aktor dan faktor saling berinteraksi, mengklaim atribusi tunggal atas sebuah perubahan seringkali tidak akurat. OH menggeser fokus dari "atribusi" menjadi "kontribusi," yang memungkinkan organisasi untuk mengakui peran mereka sebagai salah satu pemicu perubahan di antara sekian banyak pengaruh lainnya. Hal ini tidak hanya memberikan potret keberhasilan yang lebih jujur dan bernuansa, tetapi juga menangkap hasil-hasil tak terduga yang seringkali justru menjadi pencapaian paling signifikan dalam sebuah program namun luput dari radar indikator kinerja standar. Secara operasional, proses "memanen" hasil ini melibatkan pengumpulan deskripsi konkret tentang perubahan perilaku, hubungan, kebijakan, atau praktik dari aktor-aktor sosial yang menjadi sasaran. Melalui enam langkah sistematis—mulai dari desain panen hingga penggunaan temuan—metode ini menekankan pada bukti nyata dan verifikasi melalui pihak ketiga yang independen untuk menjamin kredibilitas data. Pada akhirnya, Outcome Harvesting bukan sekadar alat pelaporan bagi donor, melainkan instrumen pembelajaran strategis yang membantu para praktisi memahami mekanisme perubahan secara mendalam, sehingga mereka dapat mengadaptasi strategi dengan lebih lincah demi dampak yang lebih luas.

Ini Koper
#834 Deep Human, Cara "Melawan" Kecerdasan Buatan

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 25, 2026 5:59


Di tengah badai kecerdasan buatan (AI) yang mendisrupsi segala sendi kehidupan, kita sering kali lupa bahwa teknologi berevolusi jauh lebih cepat daripada kesadaran manusia itu sendiri. Deep Human hadir sebagai kompas di era digital ini, menegaskan bahwa cara terbaik untuk menghadapi masa depan bukanlah dengan bersaing menjadi lebih "pintar" secara teknis layaknya mesin, melainkan dengan menggali kedalaman sisi kemanusiaan kita yang paling otentik. Buku ini bukan sekadar panduan karier, melainkan sebuah manifesto untuk menemukan kembali jati diri yang sering tersesat di tengah hiruk-pikuk algoritma dan distraksi massal. Inti dari konsep ini adalah penguasaan lima "Superskills"—fokus, kesadaran diri, empati, komunikasi kompleks, dan ketangguhan adaptif—yang merupakan benteng terakhir yang mustahil ditiru oleh silikon dan kabel. Melalui pendekatan "Roots & Wings" (Akar dan Sayap), kita diajak untuk menghujamkan akar nilai-nilai internal yang kuat agar tidak mudah goyah oleh perubahan, sembari membentangkan sayap interaksi sosial yang luwes untuk terbang tinggi di dunia yang makin kompleks. Ini adalah ajakan untuk beralih dari mode autopilot yang mekanis menuju kehidupan yang penuh kesadaran dan kehadiran utuh dalam setiap momen. Pada akhirnya, menjadi Deep Human adalah tentang keberanian untuk tetap relevan dengan cara yang paling manusiawi: memiliki hati dan mengejar makna. Di masa depan di mana data adalah mata uang baru, empati dan koneksi mendalam akan menjadi barang mewah yang paling dicari di pasar global. Dengan memadukan riset neurosains terkini dan kebijaksanaan praktis, kita dipandu untuk tidak hanya sekadar bertahan hidup di tengah ketidakpastian VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), tetapi juga tumbuh mekar menjadi versi manusia yang lebih "dalam" dan tak tergantikan.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 25 Januari 2026 - Mengalirkan Berkat Tuhan Melalui Tindakan Kasih

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 24, 2026 5:12


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 25 Januari 2026Bacaan: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. " (Yohanes 15:12)Renungan: Apakah kita pernah melihat anak kecil menangis tapi tangisannya segera berhenti saat ia didekap ibunya? Apakah kita pernah merasakan betapa leganya ketika kita melakukan kesalahan di tempat kerja tapi ternyata reaksi bos kita hanya berkata "Sudah, tidak apa-apa. Lain kali lebih hati-hati"? Apakah kita pernah merasakan saat seorang mau mendengarkan keluh kesah kita dengan penuh empati? Atau lihatlah betapa merdekanya hati seorang yang diampuni kesalahannya. Kesedihan istri diobati oleh ucapan lembut penuh kasih dari sang suami. Rasa lelah dan stres suami mendadak hilang karena sambutan hangat istri begitu ia tiba di rumah, dsb. Banyak pengikut Yesus bingung bagaimana cara mengalirkan kuasa Allah. Sebagian lagi berpikir bahwa orang yang dapat mengalirkan kuasa Allah itu hanyalah orang yang punya karunia tertentu, memenuhi standar rohani tertentu, telah mengikuti pelatihan tertentu, terlibat pelayanan tertentu atau memiliki jabatan rohani tertentu. Padahal sesungguhnya mengalirkan kuasa Allah bisa dimulai dengan satu langkah sederhana, yaitu MENGASIHI. Dan mengasihi juga tidak selalu tentang hal-hal yang begitu besar atau dramatis, tapi bisa dimulai dengan melakukan hal-hal seperti di atas. Kebutuhan utama manusia adalah dikasihi. Dikasihi berarti diterima dan dihargai apa adanya, sebagai sesama manusia yang butuh disayangi, didengarkan, diperlakukan baik, dan dihargai. Bukankah itu juga yang kita inginkan? Kadang kita terlalu rumit memikirkan bagaimana mengalirkan kasih dan kuasa Allah. Tuhan tak akan memerintahkan sesuatu yang tak bisa kita lakukan. Ketika kita mau dengan tulus mengasihi, bisa dimulai dari melakukan tindakan-tindakan sederhana yang didasari kasih dan menunjukkan penerimaan, penghargaan serta kepedulian/empati terhadap orang lain. Ketika kita mampu melakukan hal tersebut, sesungguhnya kita sedang mengalirkan kasih sorgawi yang memulihkan hidup mereka. Jadi, mari kita mulai mengasihi, mulailah dari mengasihi orang-orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa kasih-Mu, sehingga aku mampu menjadi tanda kehadiran-Mu bagi mereka yang sedang mengalami pergumulan dalam hidupnya. Amin. (Dod).

Ini Koper
#830 Taktik Negosiasi Sam Nelson dalam Serial "Hijack"

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 21, 2026 6:05


Sam Nelson dalam serial Hijack mendefinisikan ulang negosiasi krisis dengan membawa logika korporat yang dingin ke dalam situasi hidup dan mati di kabin pesawat. Alih-alih memposisikan diri sebagai pahlawan yang konfrontatif, ia menggunakan konsep reframing atau pembingkaian ulang untuk menyelaraskan kepentingan antara dirinya dan para pembajak melalui narasi tunggal: "semua orang ingin pulang dengan selamat." Teknik ini sangat efektif karena mampu mengubah dinamika dari permusuhan menjadi kerja sama semu, di mana Sam memposisikan dirinya bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai "fasilitator" yang membantu rencana pembajak tetap berjalan mulus tanpa kekacauan yang tidak perlu. Pada level psikologis, Sam menerapkan tactical empathy atau empati taktis guna mengendalikan suasana emosional lawan tanpa harus bersimpati pada tindakan kriminal mereka. Melalui metode labeling dan mirroring, ia secara aktif memvalidasi perasaan stres atau tekanan yang dialami para pembajak untuk membuat mereka merasa didengar, yang secara biologis terbukti mampu menurunkan kadar kortisol dan agresi lawan bicara. Selain itu, ia mahir menggunakan frame control dengan memberikan ilusi pilihan kepada lawan; taktik ini membiarkan para pembajak merasa tetap memiliki otoritas dan kendali, padahal setiap opsi yang diberikan sebenarnya telah dirancang Sam untuk memitigasi risiko bagi para penumpang. Kekuatan pamungkas dari strategi Sam terletak pada ketajaman observasi untuk mengumpulkan informasi rahasia dan memetakan keretakan internal dalam kelompok lawan melalui prinsip divide and conquer. Dengan mengidentifikasi anggota pembajak yang memiliki keraguan atau ketidakstabilan mental, ia mampu menyisipkan benih ketidakpercayaan di antara mereka dan memanfaatkan momen tersebut sebagai daya tawar atau leverage yang krusial. Secara keseluruhan, teknik yang ditunjukkan Sam mengajarkan bahwa negosiasi kelas dunia bukanlah tentang adu kekuatan fisik atau ancaman, melainkan tentang ketenangan dalam mengelola variabel tak terduga (Black Swan) serta kemampuan untuk menjaga kendali narasi di bawah tekanan yang ekstrem.

Ini Koper
#827 Corporate University dan Transformasi Organisasi

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 21, 2026 6:22


Penetapan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 52 Tahun 2026 menandai era baru transformasi sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Kehutanan melalui pendekatan Corporate University (CorpU). Langkah strategis ini bukan sekadar perubahan nomenklatur dari sistem pelatihan konvensional, melainkan sebuah mandat untuk menyelaraskan setiap program pengembangan kompetensi dengan visi besar negara, khususnya Asta Cita Keempat. Dengan mengintegrasikan pembelajaran ke dalam rencana strategis organisasi, CorpU berfungsi sebagai mesin penggerak yang memastikan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki kapabilitas yang relevan untuk menghadapi tantangan kompleks di sektor kehutanan secara adaptif, profesional, dan berbasis kinerja. Keberhasilan implementasi Kemenhut CorpU bersandar pada struktur tata kelola yang kuat dan pembagian peran yang kolaboratif antara Chief of Learning Officer (CLO) dan Chief of Group Skill (CGS). Melalui model pembelajaran 70:20:10, pengembangan SDM tidak lagi terbatas pada ruang kelas formal, melainkan lebih banyak berfokus pada pengalaman nyata di lapangan serta interaksi sosial seperti pendampingan (mentoring) dan coaching. Setiap unit eselon satu, di bawah komando para Dirjen selaku CGS, bertanggung jawab langsung dalam memetakan rumpun keahlian teknis yang dibutuhkan, sehingga ekosistem pembelajaran yang tercipta benar-benar tajam dalam menjawab kebutuhan operasional riil dan mendukung manajemen talenta yang lebih terukur. Dalam jangka panjang, Kemenhut CorpU diharapkan mampu membangun budaya belajar berkelanjutan yang akan meningkatkan efektivitas organisasi secara menyeluruh. Dengan dukungan teknologi seperti Learning Experience Platform dan manajemen pengetahuan yang terdigitalisasi, aset intelektual kementerian akan tetap terjaga dan terus berkembang meskipun terjadi suksesi kepemimpinan maupun pergantian generasi pegawai. Transformasi ini pada akhirnya bertujuan untuk memberikan dampak nyata bagi publik, mulai dari efisiensi tata kelola hutan hingga penguatan penegakan hukum kehutanan, yang semuanya bermuara pada kedaulatan dan kelestarian sumber daya alam Indonesia bagi generasi mendatang.

Ini Koper
#825 Hakikat Pembelajaran dalam Kehidupan Manusia

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 21, 2026 6:19


Belajar merupakan proses berkelanjutan yang melampaui batasan dinding kelas atau jenjang pendidikan formal. Pada hakikatnya, belajar adalah sebuah transformasi fundamental dalam cara seseorang memproses informasi, mengasah persepsi, dan merespons dunia di sekitarnya. Ini bukan sekadar tentang pengumpulan data atau fakta ke dalam memori, melainkan tentang pengembangan kapasitas diri untuk memahami realitas yang lebih kompleks. Sejak lahir hingga akhir hayat, setiap interaksi dan pengalaman menjadi guru yang membentuk karakter serta cara pandang manusia terhadap eksistensinya. Proses pembelajaran yang efektif melibatkan rasa ingin tahu yang mendalam dan keberanian untuk menghadapi ketidaktahuan. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, kemampuan untuk memilah pengetahuan yang relevan menjadi sangat krusial. Belajar sering kali melibatkan siklus mencoba, mengalami kegagalan, dan melakukan refleksi untuk menemukan pemahaman yang lebih baik. Melalui proses adaptasi ini, seseorang tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mengasah kecerdasan emosional dan ketangguhan mental yang diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. Dampak akhir dari pembelajaran yang sejati adalah pertumbuhan pribadi yang bermuara pada kontribusi sosial. Ilmu yang didapat secara teoretis akan menemukan makna sesungguhnya ketika diterapkan untuk memecahkan masalah atau membantu sesama. Belajar memberdayakan individu untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri, memperluas cakrawala berpikir, dan membuka peluang-peluang baru yang sebelumnya tidak terbayangkan. Pada akhirnya, menjadi pembelajar sepanjang hayat adalah kunci bagi manusia untuk tetap relevan, bijaksana, dan bermakna dalam perjalanan hidup yang dinamis.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 18 Januari 2026 - Tetap tekun berdoa dan berbuat baik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 18, 2026 5:22


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 18 Januari 2026Bacaan: "Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya! " (Daniel 6:6)Renungan: Setiap orang pasti memiliki masalah. Kalau seseorang ditanya apa masalahmu saat ini, beragam jawaban diberikan. Kalau kita bertanya pada seorang siswa, biasanya ia menjawab masalahnya seputar pelajaran di sekolah dan teman-temannya. Kalau kita bertanya pada seorang karyawan, biasanya ia menjawab masalahnya seputar keuangan dan pekerjaannya. Kalau kita bertanya pada orang tua, mereka menjawab masalahnya seputar keluarga dan anak. Kalau kita bertanya pada seorang jomblo, masalahnya pasti seputar cinta dan pasangan hidup. Namun, pernahkah kita bertemu orang yang mengalami masalah karena giat berdoa? Mungkin belum pernah, namun ada satu orang yang mengalaminya. Daniel namanya. Daniel mengalami masalah bukan karena berdosa tapi karena berdoa. Aneh, bukan? Bagaimana mungkin melakukan hal yang baik justru kena masalah? Namun itulah proses kehidupan yang harus dialami oleh Daniel. Jika kita mendapat ganjaran atas kesalahan yang kita buat, itu hal yang wajar. Namun jika kita mendapat masalah atas kebaikan yang kita lakukan, tidak semua kita bisa menerima kenyataan itu. Gua singa yang dihadapi Daniel sekaligus menjadi ujian imannya. Hasilnya, kualitas Daniel teruji! Melalui peristiwa itu, raja Darius dan seluruh rakyat Babel membuktikan betapa dahsyat dan luar biasa Allah Daniel! Jika kita sudah melakukan hal baik namun kita justru mendapatkan yang buruk, jangan putus asa. Jangan berburuk sangka. Apalagi kita berpendapat bahwa Tuhan tidak adil. Jangan berpikir bahwa kebaikan yang kita lakukan sia-sia belaka dan tidak menghasilkan apa-apa. Hari ini kita belum tahu, namun suatu saat nanti kita akan melihat rencana Tuhan yang sempurna atas hidup kita. Karena itu, jangan jemu-jemu berbuat baik. Ada waktunya kita menuai dari apa yang kita tabur saat ini. Bahkan, kebaikan yang kita tabur akan dilipatgandakan oleh Tuhan pada saatnya nanti. Bukankah Daniel diangkat menjadi orang penting di kerajaan Babel pada akhirnya? Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan belas kasih-Mu, sehingga aku mampu menjalankan perintah-Mu untuk membagikan kasih-Mu pada sesamaku. Ajarilah aku melakukannya dengan tulus tanpa mengharapkan balasan dari siapapun. Amin. (Dod).

Ini Koper
#822 Apa itu Rights-Based Approach?

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 18, 2026 9:56


Kita sering kali terjebak dalam romantisme kedermawanan, di mana kemiskinan dipandang sebagai sebuah nasib buruk yang harus disembuhkan dengan segelas air atau sebungkus roti. Namun, pendekatan berbasis hak atau Rights-Based Approach (RBA) hadir untuk merobek selubung filantropi yang pasif itu. Di sini, kemiskinan dipahami bukan sebagai kelangkaan materi semata, melainkan sebagai sebuah ketidakadilan yang lahir dari rapuhnya tatanan kekuasaan. Ia memindahkan fokus kita dari sekadar "memberi bantuan" menuju "menuntut keadilan," mengubah wajah orang-orang yang papa dari sekadar penerima belas kasihan menjadi pemilik hak yang sah atas martabatnya sendiri. Inti dari gerakan ini adalah dialektika antara pemegang hak (rights-holders) dan pemegang kewajiban (duty-bearers). Rakyat jelata, dalam kacamata RBA, adalah subjek yang berdaulat, sementara negara dan institusi-institusi besar adalah pelayan yang memikul tanggung jawab moral sekaligus hukum. Melalui analisis kekuasaan yang tajam, pendekatan ini menggugat mengapa sebuah kebijakan justru meminggirkan mereka yang seharusnya dilindungi. Masyarakat tidak lagi duduk diam menunggu sisa-sisa pembangunan, melainkan didorong untuk menjadi sutradara bagi nasib mereka sendiri—belajar berorganisasi, melakukan advokasi, dan menagih janji-janji konstitusi yang sering kali terlupakan di meja-meja kekuasaan. Pada akhirnya, RBA adalah sebuah ikhtiar untuk mencari solusi yang bukan sekadar "plester" pada luka yang membusuk, melainkan sebuah transformasi struktural yang permanen. Ia tidak hanya bicara tentang perut yang kenyang, tapi tentang kepala yang tegak dan suara yang didengar. Ketika kebijakan berhasil diubah dan sistem peradilan mulai berpihak pada yang marginal, di sanalah martabat manusia dipulihkan kembali. RBA mengingatkan kita bahwa pembangunan tanpa keadilan hanyalah sebuah kemegahan di atas pasir; ia rapuh dan tidak memiliki ruh. Hanya melalui pengakuan atas hak-hak inilah, manusia bisa benar-benar merdeka dari belenggu ketidakberdayaan.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 17 Januari 2026 - Pertemanan yang baik dan saling membentuk

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 16, 2026 5:02


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 17 Januari 2026Bacaan: "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." (Amsal 27:17)Renungan: Amsal 27:17 berkata, "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." Jika tidak ada besi yang lain, besi kita tidak akan pernah tajam. Jika tidak ada orang lain, karakter kita tidak akan terbentuk. Tanpa kita sadari, karakter kita selalu diasah, dibentuk, dan dipertajam oleh orang-orang di sekitar kita. Bukan saja oleh orang-orang baik dan menyenangkan, tapi juga dibentuk oleh "orang-orang sulit dan menjengkelkan." Terkadang kita protes dengan Tuhan, mengapa Dia menempatkan orang-orang yang sedemikian menyebalkan di sekeliling kita. Sekarang kita tahu bahwa tanpa "orang-orang sulit" karakter kita juga "sulit" terbentuk! Teman yang keras mengajarkan kita untuk jadi orang yang berani dan bersikap tegas. Teman yang lembut mengajarkan kita akan cinta dan keluwesan. Kalaupun kita dikelilingi orang-orang yang berperangai buruk, kita tetap bisa belajar dari mereka, tentu saja dalam arti kita jangan sampai seperti mereka. Teman yang cuek justru mengajarkan kepedulian dengan sesama. Teman yang sombong itu membuat kita tidak nyaman, itu sebabnya kita mau belajar rendah hati. Kita mungkin pernah dikecewakan oleh teman kita yang mengumbar janji, tapi biarlah hal itu mengajarkan kepada kita untuk hati-hati dalam perkataan. Kita mungkin pernah dikhianati, itu menyakitkan, karena itu kita ingin menjadi orang yang setia. Bukankah benar bahwa karakter kita bisa terbentuk karena orang-orang dengan berbagai karakter yang ada di sekeliling kita? Yang terpenting adalah kita bisa belajar dari pengalaman hidup yang terjadi bersama mereka. Ambil hal yang baik dan positif, jauhi hal-hal yang buruk. Sekarang kita tidak perlu protes kepada Tuhan, "Mengapa Engkau menempatkan orang-orang menjengkelkan ini di sekelilingku?" Ada dua alasan. Pertama, jelas semua orang itu akan membentuk karakter kita. Kedua. jangan-jangan di mata orang lain kita justru termasuk orang yang menjengkelkan juga. Pertemanan itu indah. Jadilah berkat bagi teman-teman kita, pada saat yang sama kita juga terberkati dalam pertemanan itu karena karakter kita juga terbentuk dari pertemanan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk orang-orang baik dan orang-orang yang menjengkelkan yang senantiasa Kau hadirkan dalam hidupku. Melalui kehadiran mereka karakterku sebagai anak-Mu yang baik dapat terbentuk. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-1 masa biasa, 17 Januari 2026, Peringatan Santo Antonius, Abas

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jan 16, 2026 7:51


Dibawakan oleh Yustina Armastiti dan Ignasius Sunaryo dari Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 1 Samuel 9: 1-4.17-19; 20: 1a; Mazmur tg 21: 2-3.4-5.6-7; Markus 2: 13-17.JURUS MENGUBAHSI PENDOSA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Jurus Mengubah SiPendosa. Keberpihakan Yesus kepada orang sakit, lumpuh, miskin, kerasukan rohjahat sama kuat dengan belas kasih-Nya kepada orang-orang berdosa. Para pendosaadalah mereka yang sedang sakit secara rohani. Pendosa publik seperti pencuri,pemerkosa, prostitusi, dan pemungut bea, mengalami sakit yang parah karenadikucilkan oleh masyarakat. Mereka sama dengan sampah. Pendosa publik sebenarnya ialah mereka yang berdosa ditengah masyarakat bahkan keluarganya sendiri secara terang-terangan. Merekadikontrol sebuah sistem yang berlaku. Pria atau wanita prostitusi misalnya,mereka dikontrol oleh beban hidup dan sistem kehidupan masyarakat. Injil hariini memperkenalkan kita seorang pendosa publik, yaitu Lewi anak Alfeus, sipemungut bea rakyat karena ia adalah pelayan bangsa penjajah, Romawi.  Tentu saja ia dianggap sangat berdosa karena dalammemungut pajak ia banyak berbuat curang soal pungutan uang dan barang.Masyarakat sangat membencinya, tetapi ia tetap berbuat dosa karena ada hukumyang melindunginya. Lewi ini dikenal dalam lingkaran kedua belas rasul dengannama Matius. Penginjil Matius menyebutnya sebagai si pemungut cukai. Dosapublik sangat menyakitkan masyarakat dan pendosa sendiri tidak bisa menghindariitu. Oleh karena itu Yesus harus turun tangan. Jurus yang Iapakai ialah datang bertemu langsung, memanggil dia dengan namanya, dan tidaksekedar mengajak tetapi memerintahkan untuk menghentikan perbuatannya itu. Inimengandung arti, dosa yang tidak hanya mencelakakan diri sendiri tetapi sangatmerugikan orang banyak dan menjadi dosa serius, harus dihentikan. Dosa besaryang serius jangan dibiarkan berkembang dan menyebar. Kalau dibiarkan, itunamanya berkolaborasi dengan penjahat atau bekerja sama dengan setan.  Israel sebagai bangsa tidak dibiarkan terus berkeraskepala dan berdosa. Tuhan Allah menghentikan ini dengan menjadikan Saul sebagairaja atas mereka. Satu sistem baru diubah demi kebaikan dan sistem lama harusditinggalkan. Yesus mengubah pribadi pendosa seperti Lewi, demikian juga banyakorang lain termasuk Paulus, karena mereka ini berpotensi dalam kejahatan yangbesar dan merugikan banyak orang. Mereka harus dipakai secara positif untuksistem baru dalam beriman yang Yesus jalankan.  Melalui pembaptisan, Yesus Kristus membuat kita menjadibagian dari sistem baru yang Ia bangun. Dosa-dosa yang kita perbuat setelahpembaptisan beraneka dan banyak, tetapi Tuhan Yesus punya jurus untuk mengubahhidup kita. Gereja menjalankan tugas ini dengan menjadi sarana bagi perubahandiri umatnya. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus,bebaskanlah kami dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan negatif yang seringmenjerumuskan kami ke dalam dosa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam nama Bapa ...

LEGASI.tv Podcast
Mazmur 19 Wahyu TUHAN Itu Nyata Melalui Ciptaan-Nya & Taurat-Nya (Secara Mutlak, Melalui Anak-Nya!)

LEGASI.tv Podcast

Play Episode Listen Later Jan 16, 2026 58:11


"Seluruh langit mengakui kemuliaan Allah; dan cakerawala menunjukkan ciptaan-Nya... [dan] Taurat TUHAN sempurna, mengubah jiwa" (Mazmur 19:1, 7a)

Podkes Kanal KPK
#242 - Integritas = Fondasi?

Podkes Kanal KPK

Play Episode Listen Later Jan 15, 2026 26:16


Pencegahan korupsi perlu berjalan dari dalam sistem, bukan hanya lewat penindakan. Melalui pelatihan Penguatan Intergitas, KPK berupaya menanamkan nilai kejujuran dan tata kelola yang bersih agar korupsi tidak tumbuh sejak awal, baik di sistem maupun pada tiap individu.

melalui kpk pencegahan
Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 14 Januari 2026 - Mencari dan menjadi teladan yang baik

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 13, 2026 5:12


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 14 Januari 2026Bacaan: "Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah." (3 Yohanes 1:11) Renungan: Pada dasarnya manusia adalah makhluk peniru. Sejak lahir, kita belajar bicara, berjalan, melakukan sesuatu, dll, dari meniru orang tua dan orang di sekitar kita. Semakin besar, hal itu terus berlanjut. Saat remaja, kita suka meniru artis idola atau orang dewasa lainnya. Saat bekerja atau berbisnis, kita meniru orang yang kita anggap sukses. Dalam memilih model pakaian atau rambut, kita juga meniru. Dalam belajar sesuatu, kita pun banyak meniru. Banyak orang juga punya keinginan bisa seperti si ini atau si itu. Lagi-lagi itu juga meniru. Tuhan tidak pernah melarang kita meniru. Tuhan tahu dan la pun menciptakan kita sebagai makhluk sosial yang belajar dengan saling meniru. Namun, firman Tuhan di 3 Yohanes 1:11 ini mengingatkan kita untuk selektif dalam meniru. Tirulah hal yang baik, jangan yang jahat/buruk! Sederhana, tapi sangat penting diperhatikan. Ada banyak tokoh Alkitab juga peniru. Timotius adalah seorang peniru, tapi yang ia tiru adalah Lois, neneknya, Eunike, ibunya, dan kemudian Paulus. Melalui nenek dan ibunya, Timotius belajar memiliki iman kepada Allah. Melalui Paulus, Timotius belajar meniru bagaimana bisa memberikan ajaran Injil yang sehat dan bagaimana agar imannya dapat ia hidupi dengan sempurna. Paulus memang sosok yang patut ditiru. Meski demikian Paulus pun juga meniru, yaitu meniru teladan Kristus. Mari renungkan, siapa yang kehidupannya secara tidak sadar sudah kita tiru selama ini? Alangkah indah jika kita seperti Timotius, yang bisa menemukan sosok panutan yang tepat, yang kehidupannya berpadanan dengan teladan Kristus! Tapi, waspadalah jika kita ternyata lebih tergoda meniru sosok yang membuat kita memikirkan dan melakukan hal-hal yang salah, yang tidak sesuai teladan Kristus. Demikian pula, sadarilah juga bahwa bisa jadi ada orang yang juga meniru kita. Nah, apakah kita selama ini sudah memberikan teladan yang baik atau buruk? Itu kembali lagi, dimulai dari siapa yang kita tiru dan teladani dalam hidup ini. Semoga kita bisa meneladani yang baik dan bisa menjadi teladan yang baik. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat dalam berteman, agar aku tidak salah memilih teman. Sehingga melalui hikmat-Mu aku mendapatkan teman yang bisa membawa aku lebih dekat pada-Mu. Amin. (Dod).

Ini Koper
#810 Pertarungan Antara Kapitalisme dan Bumi

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 13, 2026 6:28


Konflik mendasar antara kapitalisme dan krisis iklim terletak pada benturan antara logika pertumbuhan ekonomi tanpa batas dengan batasan ekologis planet bumi yang terbatas. Naomi Klein dalam pemikirannya menegaskan bahwa krisis iklim bukan sekadar masalah lingkungan yang bersifat teknis, melainkan kegagalan sistemik dari model ekonomi pasar bebas yang secara inheren mengutamakan akumulasi laba di atas keberlangsungan hidup. Sistem ekstraktivisme yang agresif telah membuat kebijakan perdagangan internasional sering kali mengesampingkan regulasi iklim, sehingga menciptakan situasi di mana pengejaran kekayaan korporasi menjadi penghalang utama bagi tindakan kolektif yang mendesak untuk menyelamatkan ekosistem dunia. Hambatan besar lainnya dalam menangani krisis ini muncul dari fenomena "pemikiran ajaib", yaitu keyakinan semu bahwa teknologi canggih atau kedermawanan miliarder hijau akan menjadi juru selamat tanpa perlu mengubah struktur dasar kapitalisme. Solusi seperti rekayasa geoteknologi atau mekanisme pasar sering kali dipandang sebagai cara untuk mempertahankan status quo industri bahan bakar fosil sambil menunda perubahan radikal yang sebenarnya dibutuhkan oleh sains. Klein menunjukkan bahwa selama motif keuntungan tetap menjadi penggerak utama dalam pengambilan keputusan global, transisi menuju ekonomi rendah karbon akan selalu terhambat oleh kepentingan finansial yang sangat kuat dan lobi industri yang mencoba menghindari regulasi ketat. Namun, di tengah ancaman keruntuhan ekologi yang nyata, muncul harapan melalui gerakan mobilisasi akar rumput global yang menuntut keadilan transisi. Melalui gerakan "Blockadia" dan kampanye divestasi, masyarakat mulai menekan institusi besar untuk menarik dukungan finansial dari industri perusak iklim dan beralih ke investasi hijau yang berkelanjutan. Perjuangan ini menuntut perubahan paradigma total melalui konsep seperti "Rencana Marshall untuk Bumi", yang tidak hanya bertujuan menurunkan emisi tetapi juga memperbaiki ketimpangan sosial-ekonomi. Pada akhirnya, mengatasi krisis iklim berarti memilih untuk meninggalkan sistem yang eksploitatif demi membangun tatanan hidup yang menghormati kesehatan regeneratif bumi dan menjamin masa depan bagi generasi mendatang.

Ini Koper
#811 Uang Ratusan Juta Menanti Anak Muda Indonesia!

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 13, 2026 6:38


Seringkali ide brilian anak muda untuk menyelamatkan lingkungan hanya berakhir sebagai wacana karena terbentur masalah modal. Kini, alasan tersebut tidak lagi berlaku karena Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) hadir membawa solusi nyata. Melalui sinergi kuat antara Kementerian Keuangan, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah telah menyiapkan dana ribuan miliar rupiah yang berasal dari kerja sama internasional untuk mendukung aksi nyata generasi muda di seluruh pelosok negeri. Peluang ini terbuka lebar dalam bentuk "Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan" dengan nilai hibah mulai dari 30 juta hingga 750 juta rupiah per proyek. Menariknya, ini bukanlah pinjaman melainkan hibah murni yang tidak perlu dikembalikan, asalkan digunakan sesuai rencana aksi. Baik itu program bank sampah di desa, restorasi hutan bersama Kementerian Kehutanan, hingga kampanye energi terbarukan, semua kelompok pemuda, mahasiswa, maupun komunitas lokal dapat mengaksesnya melalui proses pendaftaran online yang transparan, tanpa pungli, dan tanpa calo. Jangan biarkan krisis iklim merampas masa depan kita tanpa perlawanan. Inilah saatnya mengubah kegelisahan menjadi tindakan konkret dengan dukungan penuh dari negara. Segera bentuk kelompokmu, susun rencana aksi yang berdampak, dan daftarkan melalui laman resmi BPDLH. Masa depan bumi ada di tangan mereka yang berani mengambil inisiatif hari ini—buktikan bahwa anak muda Indonesia bukan sekadar penonton, melainkan motor utama solusi perubahan iklim dunia!

Ini Koper
#812 Tahapan Belajar Menuju Deep Learning

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 13, 2026 6:52


Pembelajaran pada tingkat awal, yang sering disebut sebagai surface learning, merupakan tahap di mana individu berfokus pada penghafalan fakta dan data tanpa pemahaman mendalam tentang keterkaitan antar konsep. Pada level ini, informasi diterima secara pasif dan cenderung bersifat sementara karena tujuannya hanya untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, seperti lulus ujian atau mengikuti prosedur dasar. Namun, ketika pelajar mulai mencari relevansi antara materi dengan efisiensi kerja atau pencapaian target tertentu, mereka memasuki tahap strategic learning. Meskipun pada tahap ini pengetahuan mulai diaplikasikan secara praktis, motivasinya masih terbatas pada hasil instan dan belum menyentuh perubahan pola pikir yang mendasar. Transisi menuju deep learning yang sesungguhnya terjadi saat pelajar mulai mengaktifkan pengetahuan mereka melalui refleksi kritis. Pada tahap ini, individu tidak lagi sekadar bertanya tentang cara melakukan sesuatu, tetapi mulai menggugat asumsi-asumsi lama dan melakukan proses unlearning untuk memberi ruang bagi perspektif baru. Proses ini melibatkan emosi dan rasa ingin tahu yang besar, di mana pelajar menghubungkan informasi baru dengan pengalaman nyata yang mereka hadapi. Melalui diskusi mendalam dan evaluasi terhadap kegagalan atau keberhasilan masa lalu, mental model seseorang mulai bergeser, memungkinkan terciptanya pemahaman yang lebih kokoh dan bermakna. Pada puncaknya, pembelajaran mencapai level transformatif di mana individu mampu melakukan sintesis dari berbagai informasi yang kompleks menjadi solusi yang inovatif. Level ini sangat krusial dalam lingkungan global dan multi-level, karena menuntut kemampuan untuk menciptakan strategi yang berlaku secara universal namun tetap adaptif terhadap konteks lokal. Output akhir dari pembelajaran tingkat tinggi ini bukan hanya sekadar tumpukan catatan, melainkan perubahan perilaku yang permanen dan lahirnya kerangka berpikir baru yang mandiri. Dengan demikian, pembelajaran bukan lagi menjadi sebuah peristiwa sekali jalan, melainkan sebuah perjalanan kognitif yang terus berevolusi demi menciptakan dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Ini Koper
#803 Bagaimana Merencanakan Fasilitasi Pertemuan?

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 12, 2026 6:26


Perencanaan fasilitasi dimulai dengan menetapkan fondasi yang kuat melalui pemahaman tujuan dan pengenalan mendalam terhadap profil peserta. Fasilitator harus berkolaborasi erat dengan klien untuk merumuskan tujuan menggunakan kerangka SMART agar target pertemuan tetap realistis dan tidak berlebihan. Selain itu, pembuatan profil audiens sangat penting untuk menyesuaikan teknik fasilitasi dengan berbagai preferensi belajar peserta, seperti gaya visual, auditori, hingga kinestetik. Dengan menyelaraskan harapan klien dan kebutuhan unik para peserta, fasilitator dapat menciptakan kerangka kerja yang inklusif dan terarah sejak awal. Langkah berikutnya adalah menyusun struktur pertemuan yang sistematis melalui agenda yang efektif dan pengaturan logistik yang mendukung interaksi. Agenda harus disusun berdasarkan urutan kepentingan agar topik-topik krusial dibahas saat energi peserta masih tinggi, lengkap dengan estimasi waktu yang realistis untuk setiap aktivitas. Secara paralel, lingkungan fisik seperti konfigurasi tempat duduk—baik itu bentuk meja bundar, huruf U, maupun Chevron—harus dipilih sesuai kebutuhan kolaborasi. Kesiapan teknologi, pencahayaan, hingga kenyamanan suhu ruangan juga menjadi faktor penentu yang harus dipastikan agar suasana pertemuan tetap kondusif bagi seluruh partisipan. Sebagai tahap akhir, keberhasilan fasilitasi sangat bergantung pada efisiensi sesi dan kesiapan pribadi sang fasilitator sebelum pertemuan dimulai. Pemberian tugas pra-kerja (pre-work) kepada peserta menjadi strategi kunci untuk menghemat waktu diskusi, terutama pada pertemuan virtual yang cenderung singkat. Di sisi lain, fasilitator wajib mematangkan persiapan diri melalui latihan pembukaan di depan cermin, penguasaan transisi antar topik, serta penyediaan toolkit lengkap berisi perlengkapan darurat seperti spidol dan catatan tempel. Melalui kombinasi antara perencanaan teknis yang detail dan kesiapan mental yang matang, seorang fasilitator dapat mengelola pertemuan dengan percaya diri untuk mencapai hasil yang maksimal.

Ini Koper
#805 Menciptakan Rapat Menjadi Mesin Ide

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 12, 2026 5:54


Seni memandu kelompok bukan sekadar memimpin rapat, melainkan keterampilan menjaga keseimbangan antara dinamika manusia dan pencapaian tujuan bersama. Seorang fasilitator berperan sebagai arsitek struktur diskusi yang mencegah tim terjebak dalam pemikiran seragam atau "Group Think" yang merugikan. Dengan menciptakan ruang yang aman bagi setiap anggota untuk berekspresi tanpa takut dikritik, fasilitator memastikan bahwa proses pemecahan masalah berjalan secara objektif dan terhindar dari konflik emosional yang tidak perlu. Inti dari fasilitasi yang efektif terletak pada kemampuan memicu kreativitas melalui fase berpikir divergen. Fasilitator menerapkan aturan dasar yang ketat, seperti menunda penilaian terhadap ide di awal sesi dan mendorong pemikiran yang tidak biasa guna mengejar kuantitas gagasan. Dengan bantuan berbagai alat bantu seperti Brainwriting, Mind Mapping, atau Six Thinking Hats, kelompok diajak untuk mengeksplorasi perspektif baru dan membangun inovasi di atas ide rekan mereka sendiri. Proses kreatif ini sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap potensi solusi telah dieksplorasi secara maksimal sebelum kelompok melangkah ke tahap pengambilan keputusan. Terakhir, seni ini mencapai puncaknya pada fase berpikir konvergen, di mana ide-ide yang beragam disaring secara sistematis menjadi sebuah keputusan yang matang. Melalui penetapan kriteria keberhasilan yang jelas dan penggunaan teknik pengambilan keputusan yang objektif, seperti matriks keputusan berbobot atau analisis medan kekuatan, fasilitator membantu kelompok mencapai konsensus yang solid. Kesuksesan seorang fasilitator tercermin pada kemampuannya menyatukan berbagai perbedaan pendapat menjadi sebuah solusi terpadu yang didukung sepenuhnya oleh seluruh anggota, menciptakan hasil kolektif yang jauh lebih kuat daripada sekadar jumlah pemikiran individu.

Ini Koper
#799 Ko-Investasi: Strategi Membangun Kemandirian Ekosistem Sosial

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 11, 2026 6:43


Ko-investasi mewakili sebuah pergeseran paradigma fundamental dari mentalitas ketergantungan donor menuju kemandirian yang berkelanjutan. Dalam dunia wirausaha sosial, kita tidak lagi memandang kontribusi finansial sebagai "sumbangan" semata, melainkan sebagai undangan bagi para pemangku kepentingan untuk memiliki skin in the game. Dengan melakukan reframing dari konsep "berbayar" menjadi "ko-investasi ekosistem", kita sebenarnya sedang membangun infrastruktur bersama di mana setiap pihak berbagi tanggung jawab atas keberlanjutan dampak. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kontribusi yang masuk adalah manifestasi dari komitmen serius untuk memperkuat fondasi kolaborasi, bukan sekadar pemberian sekali putus yang rentan terhadap fluktuasi minat donor. Keberhasilan ko-investasi sangat bergantung pada ketajaman value proposition yang kita tawarkan kepada para kolaborator. Kita harus mampu mengartikulasikan nilai nyata yang tidak bisa ditemukan di tempat lain, seperti akses ke jaringan yang telah terkurasi secara profesional, metodologi kolaborasi yang teruji, hingga dukungan pasca-kegiatan yang berkelanjutan. Ketika para ecosystem builder melihat bahwa investasi mereka menghasilkan return berupa efektivitas dampak dan efisiensi operasional, mereka tidak akan ragu untuk beralih dari peran penyumbang pasif menjadi mitra strategis. Di sini, profesionalisme menjadi kunci; kemandirian finansial bukanlah pengkhianatan terhadap misi sosial, melainkan bentuk tanggung jawab tertinggi agar dampak yang kita cita-citakan tidak terhenti saat aliran hibah mengering. Pada akhirnya, ko-investasi adalah tentang membangun kedaulatan dan martabat dalam ekosistem perubahan sosial. Melalui diferensiasi model kontribusi yang adil—seperti mekanisme pay-it-forward di mana entitas yang lebih matang mendukung mereka yang berada di tahap awal—kita menciptakan sirkulasi ekonomi yang sehat dan inklusif. Transformasi ini mengubah posisi kita dari pemohon bantuan menjadi pemimpin ekosistem yang memfasilitasi kemajuan bersama. Dengan mengadopsi semangat ko-investasi, kita memastikan bahwa wirausaha sosial bukan lagi sebuah proyek jangka pendek, melainkan sebuah warisan (legacy) yang kokoh, adaptif, dan mampu terus berinovasi demi kesejahteraan masyarakat luas secara mandiri.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 10 Januari 2026 - Tekun dalam Doa dan Percaya PadaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jan 10, 2026 4:48


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 10 Januari 2026Bacaan: "Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." (Lukas 19:5) Renungan: Zakheus, seorang pemungut cukai, sangat penasaran ketika mendengar bahwa Tuhan Yesus datang ke kotanya. Mungkin saja Zakheus sudah sering mendengar cerita orang-orang tentang Tuhan Yesus, namun ia belum pernah melihat seperti apakah Tuhan Yesus itu. Karena badannya yang pendek dan banyak orang yang mengerubungi Tuhan Yesus, la harus berlari dan memanjat pohon ara untuk dapat melihat Tuhan Yesus. Sepertinya Zakheus tidak berharap lebih selain hanya untuk melihat Tuhan Yesus. Rasa penasarannya mungkin sudah terjawab, namun Tuhan Yesus tidak berhenti sampai di situ saja. Tuhan Yesus melihat Zakheus di atas pohon ara, lalu berbicara kepadanya, dan menginginkan perjumpaan yang lebih pribadi dengannya di rumah Zakheus. Zakheus merespons permintaan Tuhan Yesus dengan segera turun dari pohon dan menerima Tuhan Yesus di rumahnya dengan sukacita. Menerima Tuhan Yesus di rumahnya mengundang cibiran dari banyak orang yang tidak menyukai dirinya. Namun sepertinya Zakheus tidak terlalu mempedulikannya, karena ia sudah lama menantikan untuk bisa berjumpa dengan Tuhan Yesus. Bahkan melalui perjumpaan ini, Zakheus mengalami pertobatan dan perubahan hidup yang dengan rela membagikan hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan harta jika ada orang yang ia peras melalui pekerjaannya. Suatu "hadiah tidak terduga" diterima Zakheus. Bukan hanya melihat, namun ia berjumpa dan mengalami pertobatan di dalam Tuhan Yesus. Dalam berdoa, kita terbiasa untuk menyampaikan permintaan dan harapan kita kepada Tuhan. Kita berharap agar Tuhan menjawab sesuai permintaan kita. Namun terkadang Tuhan menjawabnya melebihi dari yang kita doakan. Melalui anugerah-Nya, Tuhan akan menjawab doa-doa kita dan membawa kita semakin dekat dan memuliakan-Nya. Seperti Zakheus yang dengan gigih hanya ingin melihat Tuhan Yesus, namun ia mendapatkan "hadiah" terindah, yaitu keselamatan bagi dirinya dan seisi rumahnya. Yang penting adalah kita tekun di dalam doa-doa kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk berkat-berkat-Mu yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya. Aku menjadi semakin yakin untuk memercayai-Mu. Amin. (Dod).

Ini Koper
#789 Memperkuat Gerakan LIngkungan Hidup

Ini Koper

Play Episode Listen Later Jan 8, 2026 6:49


Farah Sofa, aktivis perubahan sosial, menulis WALHI harus berubah karena dinamika diseminasi informasi saat ini telah melampaui kecepatan metode komunikasi tradisional yang selama ini digunakan. Sebagai garda terdepan perlindungan lingkungan di Indonesia, WALHI tidak lagi cukup hanya berperan sebagai lembaga pengawas (watchdog), melainkan harus bertransformasi menjadi sebuah ekosistem digital yang inklusif. Perubahan ini mendesak agar organisasi tidak kehilangan relevansi di mata basis massanya, di mana dukungan masyarakat harus dikelola bukan sekadar sebagai pengikut pasif, melainkan sebagai manifestasi kepercayaan yang aktif terhadap nilai-nilai fundamental perjuangan ekologis. Transformasi tersebut harus dimulai dari cara WALHI berkomunikasi, yakni dengan melakukan humanisasi narasi dan simplifikasi jargon teknis yang selama ini sering menghambat pemahaman publik. WALHI perlu menutup "kesenjangan dampak" dengan memberikan transparansi penuh atas hasil setiap advokasi, termasuk berani membagikan analisis kegagalan sebagai bahan pembelajaran kolektif. Dengan memutakhirkan data secara real-time dan mengubah pendukung menjadi ko-kreator, WALHI dapat membangun benteng organisasi yang lebih tangguh karena setiap individu dari berbagai profesi merasa memiliki peran strategis dalam merumuskan strategi gerakan. Secara internal, WALHI harus merombak arsitektur organisasinya dari bentuk federasi yang cenderung terfragmentasi menjadi sebuah ekosistem yang terintegrasi melalui platform pertukaran pengetahuan digital. Penguatan ini melibatkan pemanfaatan alumni sebagai cadangan strategis melalui program mentor serta penerapan model pendanaan yang lebih resilien, seperti advokasi dukungan inti yang tidak terikat. Melalui langkah-langkah sistemik ini, WALHI akan mampu menghadapi tantangan politik dan lingkungan yang semakin kompleks di masa depan, memastikan bahwa gerakan ini tetap menjadi kekuatan rakyat yang signifikan dan tidak dapat diabaikan.

TanadiSantosoBWI
Lead with a Story

TanadiSantosoBWI

Play Episode Listen Later Jan 6, 2026 25:18


Di episode "Lead with a Story", Tanadi Santoso mengajak kita kembali ke akar paling dasar dari komunikasi manusia, jauh sebelum bisnis, sebelum tulisan, semuanya dimulai dari kalimat sederhana yang super kuat: "Let me tell you a story". Episode ini bukan hanya review buku, tetapi juga mengingatkan kita bahwa leadership yang hebat seringnya bukan datang dari instruksi melainkan dari cerita yang tepat.Episode ini akan membahas kenapa storytelling begitu efektif untuk memimpin. Melalui rangkuman 10 alasan yang praktis, seperti storytelling itu sederhana, timeless, lintas demografi, menular, mudah diingat, inspiratif, cocok untuk semua tipe pembelajar, dan bahkan bikin orang otomatis masuk "mode belajar" saat mendengar cerita. Episode ini juga menarik karena menunjukkan bagaimana cerita membentuk dan menguatkan budaya organisasi, bukan hanya slogan. Ada kisah Tom Watson (IBM) yang tetap balik ambil badge karena dia sendiri yang membuat aturannya, dan cerita-cerita seperti ini yang kemudian menjadi seperti sebuah standar di perusahaan. Selain itu juga membahas tentang cerita yang menginspirasi dan memotivasi seperti sebuah kisah pelari maraton di Mexico City yang tetap menyelesaikan lomba walau lututnya cedera, lalu mengucapkan kalimat yang "mengunci" makna komitmen. Akhirnya ia dikirim negaranya untuk menuntaskan tugas bukan untuk berhenti di rumah sakit. Cerita seperti ini bukan soal olahraga tetapi tentang daya tahan mental yang bisa kita gunakan untuk leadership sehari-hari.Episode ini ingin mengajak kita agar dapat memimpin dengan cara yang lebih manusiawi, lebih menggerakkan, dan lebih mudah diingat orang melalui berbagai cerita yang menginspirasi termasuk kisah tentang mobil tua dan juga berbagai contoh bagaimana metafor dan analogi membuat pesan jadi lebih hidup.

AWR Indonesian - Daily Devotional
MENGEMUDI MELALUI BADAI SALJU KEHIDUPAN

AWR Indonesian - Daily Devotional

Play Episode Listen Later Dec 28, 2025 6:42


Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga.

SPESIAL DIALOG CLASSY FM
KANAL BRI - BRI Peduli Renovasi TK Mekar Sari Senilai Rp147 Juta

SPESIAL DIALOG CLASSY FM

Play Episode Listen Later Dec 25, 2025 1:32


PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan nasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau BRI Peduli. Langkah konkret yang baru saja direalisasikan oleh BRI Regional Office (RO) Padang adalah penyaluran bantuan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan secara menyeluruh untuk Taman Kanak-Kanak (TK) Mekar Sari di Kota Padang, Sumatera Barat.Department Head Logistic & General Affair BRI RO Padang, Aditya Martha Pratama menyerahkan bantuan senilai Rp147 juta, yang bertujuan untuk menghadirkan fasilitas yang layak, aman, dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pengajar.Bantuan tersebut dialokasikan untuk renovasi fisik dan pengadaan fasilitas penunjang yang signifikan. Aditya menegaskan bahwa program ini adalah bukti kehadiran BRI tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan pendidikan.Melalui revitalisasi ini, TK Mekar Sari kini memiliki wajah baru yang lebih kondusif, dan diharapkan mampu meningkatkan antusiasme para siswa dalam menuntut ilmu setiap harinya.

SPESIAL DIALOG CLASSY FM
KANAL BRI - BRI Gelar "Satukan Langkah untuk Sumatra", Himpun Donasi Rp50 Miliar

SPESIAL DIALOG CLASSY FM

Play Episode Listen Later Dec 25, 2025 2:05


BRI Group sebagai bagian dari Danantara melaksanakan aksi kemanusiaan bertajuk "Satukan Langkah untuk Sumatra", yang bertujuan membantu masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra. Aksi kemanusiaan tersebut sekaligus merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-130 BRI yang dilaksanakan secara sederhana di Kantor Pusat BRI, Jakarta.Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan kegiatan "Satukan Langkah untuk Sumatra" merupakan inisiatif kolektif yang lahir dari semangat solidaritas dan kepedulian sosial seluruh elemen di BRI Group. Sebanyak 5.000 peserta ambil bagian dalam kegiatan jalan  sehat yang menempuh jarak sekitar 5 kilometer atau setara dengan 7.500 langkah. Setiap langkah peserta dikonversi menjadi donasi senilai Rp1.300.Melalui mekanisme tersebut, kegiatan ini diproyeksikan dapat menghimpun dana hingga Rp50 miliar, yang akan disalurkan ke pembangunan infrastruktur pascabencana yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana Sumatra.Di Provinsi Aceh, BRI menyiapkan program renovasi fasilitas pendidikan, puskesmas, layanan publik, serta perbaikan sistem air bersih dan sanitasi. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Utara, BRI akan melakukan renovasi sekolah dasar/negeri dan Puskesmas yang terdampak banjir/longsor, serta perbaikan sarana air bersih dan sanitasi.Lalu di Sumatra Barat, upaya pemulihan difokuskan pada perbaikan dan renovasi ruang kelas sekolah, fasilitas kesehatan tingkat pertama, serta rehabilitasi drainase dan akses jalan lingkungan. Selain itu, bantuan juga akan disalurkan untuk pembangunan hunian sementara khususnya di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Culture: Kamila Andini's Before, Now & Then highlights stories of Indonesian women, available on On Demand - Budaya: Before, Now & Then Karya Kamila Andini Sorot Kisah Perempuan Indonesia, Tayang di On Demand

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Dec 22, 2025 19:08


Through her work, Kamila Andini captures the stories of women's lives in the 1960s, as a bridge connecting the past and the present. - Melalui karyanya, Kamila Andini memotret kisah kehidupan wanita pada masa tahun 1960-an, menjadi jembatan menghubungkan masa lalu dan kini.

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Community: Indonesian diaspora in Australia shares identity stories through meaningful objects - Komunitas: Diaspora Indonesia di Australia Berbagi Cerita Identitas lewat Barang Bermakna

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Dec 16, 2025 11:45


At the 'Barang-Bareng' event, members of the Indonesian diaspora and those with connections to Indonesia gathered to share identity stories through meaningful objects. - Melalui acara 'Barang-Bareng', anggota diaspora Indonesia dan mereka yang memiliki hubungan dengan Indonesia berkumpul dan berbagi cerita identitas mereka melalui barang-barang bermakna.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 4 Desember 2025 - Berkat lewat perkataan lidah

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Dec 3, 2025 3:52


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 4 Desember 2025Bacaan: "Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah." (Yakobus 3:9)Renungan: Di dalam kitab Talmud Yahudi diceritakan ada seorang raja yang mengutus 2 orang pelawak untuk suatu tugas. Raja itu berkata, "Hai, Simon, si bodoh, pergilah dan carikan bagiku sesuatu yang paling baik di dunia ini. Dan kamu, si John yang bebal, pergilah carikan bagiku sesuatu yang paling buruk di dunia ini!" Kedua pelawak itu kembali dengan membawa bungkusannya masing-masing. Simon menyembah Raja dan berkata, "Lihat, tuanku, yang paling baik di dunia ada ini," Lalu Simon membuka bungkusan yang dibawanya itu, yang berisi sebuah lidah. Kemudian John menyembah Raja dan berkata, "Lihatlah, tuanku, yang paling buruk di dunia ada ini." Lalu John membuka bungkusan yang dibawanya, berisi sebuah lidah yang lain. Lidah dapat berguna menjadi alat yang baik. Melalui lidah, nama Tuhan dipuji dan dibesarkan. Tetapi lidah juga dapat menjadi alat yang buruk. Melalui lidah manusia dapat mengutuk, memfitnah, mencaci maki dan merendahkan martabat orang lain. Sebagai pengikut Yesus, kita harus berhati-hati dalam menggunakan lidah, karena setiap perkataan yang kita ucapkan harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan kelak. Mampukan kita menjaga kekudusan lidah kita, sehingga melalui perkataan kita, nama Tuhan semakin dimuliakan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur atas lidah yang Kau berikan padaku. Kuduskan lidahku, agar perkataan yg keluar dari mulutku, dapat membawa kesembuhan, kelepasan dan damai sejahtera bagi banyak orang. Jangan biarkan lidahku membuat banyak air mata mengalir dan hati terluka. Tetapi biarlah dengan lidahku semakin banyak senyuman yang terlihat dari banyak orang. Amin. (Dod).

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia
Rianti Cartwright Instills a Love for Indonesian Culture from an Early Age Through Batik Pertama Kara - Rianti Cartwright Tanamkan Cinta Budaya Indonesia Sejak Dini Lewat Buku Batik Pertama Kara

SBS Indonesian - SBS Bahasa Indonesia

Play Episode Listen Later Nov 5, 2025 10:49


Through Kara's story, children are invited to discover the magic and meaning of batik in a fun,safe and inspiring way. - Melalui karakter Kara, anak-anak diajak mengenal keindahan batik dengan cara yang aman dan menyenangkan.