POPULARITY
Categories
Workshop "Menuju IKN Impian 2045" yang melibatkan 120 ASN Muda Kedeputian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) OIKN merupakan langkah transformatif dalam membangun landasan kepemimpinan yang tangguh. Melalui pendekatan Asset-Based Thinking pada hari pertama, para peserta diajak untuk tidak hanya memahami visi makro IKN sebagai kota dunia, tetapi juga mengenali kekuatan internal mereka sebagai Ecosystem Builder. Penemuan karakter unik seperti Adventure hingga Adaptive Servant Leader yang dipadukan dengan ekspresi kreatif Slam Poetry berhasil meruntuhkan sekat-sekat birokrasi, menciptakan keintiman tim, dan menyatukan impian pribadi peserta dengan visi besar pembangunan ibu kota yang hijau dan berkelanjutan. Memasuki fase kritis di hari kedua, dinamika pembelajaran bergeser pada ketajaman analisis risiko melalui metode Reverse Thinking atau Pre-Mortem. Peserta ditantang untuk membayangkan skenario kegagalan IKN di tahun 2045 guna mengidentifikasi "bom waktu" berupa kekhawatiran sosial-lingkungan, data yang mengganggu, serta ide-ide kebijakan yang masih kabur. Proses berpikir terbalik ini terbukti efektif dalam memicu lahirnya inovasi konkret yang responsif terhadap tantangan zaman. Keberhasilan kolaborasi peserta menghasilkan tiga inisiatif strategis—StunZero, Naik Kelas Bersama, dan Kaizen Workshop—yang secara resmi diadopsi oleh pimpinan untuk diimplementasikan pada tahun 2026 sebagai solusi nyata atas kompleksitas pembangunan di lapangan. Pada akhirnya, keberhasilan workshop ini memberikan pesan kuat bahwa kebahagiaan dan antusiasme peserta adalah energi utama dalam menghadapi ketidakpastian birokrasi yang kompleks. Meskipun terdapat tantangan dalam efisiensi tata waktu, hasil nyata berupa adopsi inovasi menunjukkan bahwa ASN Muda LHSDA memiliki kapasitas untuk menjadi penggerak perubahan yang lincah. Rekomendasi strategis untuk membudayakan autonomous learning dan peran pimpinan sebagai pelatih menjadi kunci agar semangat inovasi ini tidak berhenti di ruang workshop, melainkan menjadi nafas baru dalam keseharian kerja menuju tahun 2025 dan seterusnya, demi memastikan IKN tetap menjadi superhub ekonomi yang resilien dan inklusif.
Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga.
Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga.
Kecerdasan kolaborasi, atau Collaborative Intelligence (CQ), menandai pergeseran fundamental dalam cara kita memandang potensi manusia di era ekonomi koneksi. Alih-alih hanya mengandalkan kecerdasan intelektual individu (IQ) yang bersifat kompetitif, CQ menekankan pada kemampuan untuk berpikir bersama orang lain yang memiliki pola pikir berbeda. Di tengah kompleksitas tantangan global saat ini, keberhasilan sebuah organisasi tidak lagi ditentukan oleh satu individu jenius yang dominan, melainkan oleh seberapa efektif energi intelektual kolektif dapat disinergikan untuk menciptakan solusi inovatif yang melampaui kapasitas pemikiran mandiri. Inti dari kecerdasan kolaborasi terletak pada penghormatan terhadap keragaman kognitif dan pemahaman mendalam tentang bagaimana setiap individu memproses informasi secara unik. Melalui pengenalan pola belajar sensorik—seperti visual, auditori, dan kinestetik—serta pemetaan bakat berpikir yang spesifik, sebuah tim dapat memitigasi konflik yang sering kali muncul akibat kesalahpahaman gaya komunikasi. Dengan menjadi "penerjemah kognitif" bagi satu sama lain, anggota tim belajar untuk tidak sekadar menoleransi perbedaan, tetapi memanfaatkannya sebagai aset strategis untuk memperkaya perspektif dan menutupi titik buta (blind spots) kognitif masing-masing individu. Pada akhirnya, penerapan kecerdasan kolaborasi menuntut transformasi gaya kepemimpinan dari kontrol dan komando menjadi fasilitasi dan inklusi. Seorang pemimpin yang cerdas secara kolaboratif fokus pada penciptaan keamanan psikologis, di mana setiap anggota tim merasa bebas untuk berkontribusi tanpa rasa takut. Dengan mengintegrasikan kecerdasan kolaborasi ke dalam budaya organisasi, perusahaan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun ketahanan terhadap perubahan zaman. Kecerdasan kolaborasi adalah kunci utama untuk mengubah perbedaan cara berpikir menjadi kekuatan pendorong bagi kemajuan kolektif yang berkelanjutan.
Melalui perjumpaan malaikat pada Maria, Yusuf, para gembala, dan juga kehadiran mereka di kandang Betlehem kita dapat belajar,Ketaatan tidak selalu terasa nyaman, penggenapan janji Allah sering kali datang melalui jalan yang tidak mau kita pilih, dan kemuliaan Allah tidak selalu tampil dalam bentuk yang kita bayangkan sebelumnya.Kita bisa memegang teguh setiap janji-Nya yang pasti akan digenapi, walau kapan waktu-Nya kita tidak mengetahuinya. Saat kita dapat mempercayai kesetiaan-Nya di hidup ini, di sanalah iman berhenti menjadi teori, dan bertumbuh menjadi relasi yang yang menenangkan, percaya, dan juga taat.—dr. Paulus Rahardjo, “Seandainya Saya Menjadi Malaikat Natal.” Dibagikan di Ibadah Minggu MDC Graha Pemulihan, Tgl. 21 Desember 2025.
Seringkali kita menuntut anak autistik untuk fokus, tapi tahukah Moms & Dads bahwa yang lebih penting adalah membantu mereka belajar regulasi diri?
BRI Group sebagai bagian dari Danantara melaksanakan aksi kemanusiaan bertajuk "Satukan Langkah untuk Sumatra", yang bertujuan membantu masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra. Aksi kemanusiaan tersebut sekaligus merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-130 BRI yang dilaksanakan secara sederhana di Kantor Pusat BRI, Jakarta.Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan kegiatan "Satukan Langkah untuk Sumatra" merupakan inisiatif kolektif yang lahir dari semangat solidaritas dan kepedulian sosial seluruh elemen di BRI Group. Sebanyak 5.000 peserta ambil bagian dalam kegiatan jalan sehat yang menempuh jarak sekitar 5 kilometer atau setara dengan 7.500 langkah. Setiap langkah peserta dikonversi menjadi donasi senilai Rp1.300.Melalui mekanisme tersebut, kegiatan ini diproyeksikan dapat menghimpun dana hingga Rp50 miliar, yang akan disalurkan ke pembangunan infrastruktur pascabencana yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana Sumatra.Di Provinsi Aceh, BRI menyiapkan program renovasi fasilitas pendidikan, puskesmas, layanan publik, serta perbaikan sistem air bersih dan sanitasi. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Utara, BRI akan melakukan renovasi sekolah dasar/negeri dan Puskesmas yang terdampak banjir/longsor, serta perbaikan sarana air bersih dan sanitasi.Lalu di Sumatra Barat, upaya pemulihan difokuskan pada perbaikan dan renovasi ruang kelas sekolah, fasilitas kesehatan tingkat pertama, serta rehabilitasi drainase dan akses jalan lingkungan. Selain itu, bantuan juga akan disalurkan untuk pembangunan hunian sementara khususnya di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan nasional melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau BRI Peduli. Langkah konkret yang baru saja direalisasikan oleh BRI Regional Office (RO) Padang adalah penyaluran bantuan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan secara menyeluruh untuk Taman Kanak-Kanak (TK) Mekar Sari di Kota Padang, Sumatera Barat.Department Head Logistic & General Affair BRI RO Padang, Aditya Martha Pratama menyerahkan bantuan senilai Rp147 juta, yang bertujuan untuk menghadirkan fasilitas yang layak, aman, dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pengajar.Bantuan tersebut dialokasikan untuk renovasi fisik dan pengadaan fasilitas penunjang yang signifikan. Aditya menegaskan bahwa program ini adalah bukti kehadiran BRI tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan pendidikan.Melalui revitalisasi ini, TK Mekar Sari kini memiliki wajah baru yang lebih kondusif, dan diharapkan mampu meningkatkan antusiasme para siswa dalam menuntut ilmu setiap harinya.
Check Up Kesehatan Mental dan Join sesi konseling disini : https://linktr.ee/psikologidDi episode ini, kita akan mengenal mindfulness sebagai sebuah praktik sederhana untuk hadir sepenuhnya di saat ini. Melalui pembahasan pendahuluan, episode ini mengajak pendengar memahami apa itu mindfulness, mengapa kesadaran penuh penting dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana napas dapat menjadi jangkar untuk kembali pada momen sekarang.Cocok bagi kamu yang baru mulai mengenal mindfulness maupun yang ingin kembali ke dasar, episode ini menjadi ruang untuk melambat sejenak, menyadari pikiran dan perasaan tanpa menghakimi, serta membangun hubungan yang lebih sadar dengan diri sendiri. Dengarkan dengan santai, bernapaslah dengan sadar, dan izinkan dirimu hadir sepenuhnya.
Chaos dalam perspektif sains modern, sebagaimana diuraikan oleh J. Doyne Farmer dalam Making Sense of Chaos, bukanlah sekadar kekacauan tanpa arah, melainkan manifestasi dari sistem kompleks yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kondisi awal atau yang dikenal sebagai "efek kupu-kupu". Berbeda dengan teori ekonomi konvensional yang sering kali terpaku pada pencapaian titik keseimbangan atau equilibrium statis, realitas dunia saat ini lebih menyerupai organisme hidup yang dinamis dan non-linear. Dalam sistem seperti ini, perubahan kecil di satu sudut dapat memicu gelombang besar di tempat lain, menjadikan prediksi jangka panjang yang kaku menjadi tidak relevan. Melalui pendekatan Agent-Based Modeling (ABM), Farmer mengajak kita melihat ekonomi dan organisasi sebagai kumpulan interaksi antar-agen individu yang membentuk pola-pola besar yang tak terduga. Pendekatan ini menggeser fokus dari sekadar hasil akhir menuju pemahaman tentang struktur interaksi dan perilaku agen di dalamnya. Dengan menyadari bahwa krisis atau fluktuasi pasar adalah bagian alami dari sistem yang kompleks, kita diajak untuk tidak lagi memandang gangguan sebagai kerusakan sistem, melainkan sebagai proses penataan ulang yang konstan dalam sebuah ekosistem yang luas. Dalam konteks kepemimpinan, pemahaman terhadap teori chaos menuntut pergeseran paradigma dari kontrol ketat menuju adaptabilitas dan resiliensi. Seorang pemimpin masa kini tidak lagi bertindak sebagai "operator mesin" yang bisa mengatur segala variabel secara presisi, melainkan sebagai "penjaga ekosistem" yang fokus pada kesehatan interaksi di bawahnya. Kepemimpinan di tengah chaos memerlukan kerendahan hati untuk mengakui keterbatasan prediksi, sekaligus keberanian untuk membangun organisasi yang tangguh dan mampu "menari" di tengah badai ketidakpastian agar tetap relevan dan inovatif.
Through her work, Kamila Andini captures the stories of women's lives in the 1960s, as a bridge connecting the past and the present. - Melalui karyanya, Kamila Andini memotret kisah kehidupan wanita pada masa tahun 1960-an, menjadi jembatan menghubungkan masa lalu dan kini.
Kementerian Agama terus bergerak cepat dalam menangani dampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Salah satu fokus utama adalah memulihkan lembaga pendidikan keagamaan, pondok pesantren, dan rumah ibadah yang rusak akibat bencana. Melalui program Kemenag Peduli, bantuan kemanusiaan telah disalurkan untuk membantu para korban. Namun, upaya pemulihan masih terus dilakukan untuk mengembalikan fungsi lembaga pendidikan dan tempat ibadah. Lalu apa langkah strategis Kementerian Agama dalam memulihkan lembaga pendidikan keagamaan, pondok pesantren, dan rumah ibadah serta layanan keagamaan lainnya? Talk Highlight bersama Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Keme teriak Agama RI Dr. Thobib Al Asyhar.
Era disrupsi yang bersifat BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible) menuntut pemimpin untuk meninggalkan pola pikir kontrol kaku dan beralih ke stabilitas yang adaptif. Landasan utama dalam transisi ini adalah penciptaan keamanan psikologis, di mana pemimpin mengkurasi "kegagalan cerdas" sebagai bahan bakar inovasi sekaligus menjaga kejernihan berpikir di tengah badai kecemasan. Dengan menekan insting impulsif dan mengandalkan nalar strategis, seorang pemimpin mampu bertindak sebagai jangkar yang memberikan arah jelas bagi organisasi, memastikan bahwa setiap keputusan tidak lahir dari rasa takut, melainkan dari pemahaman mendalam atas dinamika yang berubah. Keberhasilan organisasi di tengah ketidakpastian kini sangat bergantung pada kemampuan pemimpin dalam mengorkestrasi talenta dan menggali potensi manusia yang tersembunyi. Tidak lagi mencari "bakat ajaib" yang sudah jadi, pemimpin masa kini harus fokus pada pengembangan karakter dan kemampuan belajar tim sebagai modalitas utama untuk melampaui batas kemampuan lama. Melalui pemetaan jenius kerja yang tepat, setiap individu dapat ditempatkan pada area yang memberikan energi maksimal bagi mereka, sehingga kolaborasi menjadi lebih efisien dan risiko kelelahan mental akibat tuntutan disrupsi yang terus-menerus dapat diminimalisir secara signifikan. Pada akhirnya, kunci kepemimpinan yang berkelanjutan di era disrupsi terletak pada pergeseran paradigma dari perintah menuju inspirasi. Pemimpin harus mampu melepaskan obsesi terhadap kendali mikro dan mulai membangun otonomi berbasis kepercayaan mutlak, di mana setiap pekerjaan dihubungkan dengan makna dan tujuan yang lebih besar. Dengan berperan sebagai pelayan yang memfasilitasi pertumbuhan, pemimpin tidak hanya membangun organisasi yang tangguh terhadap guncangan eksternal, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mampu menginspirasi setiap anggotanya untuk terus berinovasi dan menciptakan masa depan secara proaktif.
Platform Thinking adalah revolusi paradigma dari model bisnis "pipa" yang linier menuju model "ekosistem" yang dinamis. Alih-alih hanya memproduksi barang dan mengirimkannya ke konsumen, cara berpikir ini fokus pada pembangunan infrastruktur yang mengorkestrasi interaksi antara berbagai pihak. Sebagaimana ditekankan oleh Daniel Trabucchi dan Tommaso Buganza, ini bukan sekadar soal teknologi, melainkan kemampuan untuk menempatkan mekanisme berbasis platform sebagai jantung transformasi. Nilai tidak lagi diciptakan secara sepihak oleh produsen, melainkan lahir dari pertemuan dan kolaborasi antar pengguna di dalam ruang yang disediakan. Kekuatan utama dari pendekatan ini terletak pada "efek jaringan", di mana nilai sebuah layanan akan terus meningkat secara eksponensial seiring bertambahnya jumlah partisipan. Di era digital saat ini, keunggulan kompetitif tidak lagi ditentukan oleh seberapa banyak aset yang dimiliki, melainkan seberapa luas akses yang bisa diberikan. Dengan meminimalkan hambatan interaksi (frictionless interaction), platform mampu mengubah data menjadi bahan bakar untuk mencocokkan kebutuhan pengguna secara presisi. Hal ini menciptakan ekosistem yang cerdas, adaptif, dan mampu tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan organisasi tradisional yang kaku. Dalam skala sosial, Platform Thinking menjadi kunci keberlanjutan karena ia memberdayakan setiap individu untuk menjadi agen perubahan. Melalui mekanisme pertukaran peran (side-switching), seseorang yang hari ini menjadi penerima manfaat bisa berubah menjadi pemberi solusi di hari esok. Dengan mengalihkan fokus dari kompetisi menuju orkestrasi kebaikan, kita dapat membangun jembatan kolaborasi yang menyatukan berbagai sumber daya untuk dampak yang lebih luas. Berpikir platform pada akhirnya adalah tentang kerendahan hati untuk melayani ekosistem dan komitmen untuk memperbesar keberhasilan orang lain demi kemajuan bersama.
Strategi baru LATIN 2026-2030 menandai transformasi fundamental dari sebuah lembaga swadaya masyarakat konvensional menjadi sebuah Ecosystem Builder melalui inisiatif ambisius WAKANDA 2045 (Wana Kanaya Sembada). Perubahan ini didorong oleh kesadaran akan masalah kronis dalam tata kelola kehutanan masyarakat, seperti fragmentasi gerakan, ketergantungan akut pada dana hibah, serta ketimpangan akses terhadap pasar dan teknologi. Dengan mengusung filosofi The Mycelium Effect, LATIN tidak lagi hanya berperan sebagai pendamping di tingkat tapak, melainkan sebagai arsitek yang membangun "Ladang Sosial"—sebuah infrastruktur pendukung yang memungkinkan ribuan komunitas hutan, startup hijau, dan pemerintah untuk berkolaborasi secara mandiri, berdaulat, dan otonom. Keberhasilan strategi ini bertumpu pada pembangunan empat pilar kedaulatan yang terintegrasi melalui teknologi digital dan inovasi kebijakan. LATIN membangun kedaulatan data melalui WAKANDA Open-Source Tech Stack dan kedaulatan ekonomi lewat Nusantara Carbon and Biodiversity Exchange berbasis blockchain untuk memastikan nilai ekonomi mengalir langsung ke desa. Di sisi lain, kedaulatan pengetahuan diperkuat melalui Decentralized Forest Academy, sementara kedaulatan politik diupayakan melalui mekanisme Policy Sandbox untuk menguji coba regulasi inovatif. Melalui keempat pilar ini, LATIN menyediakan "sistem operasi" bagi komunitas forestri agar mampu mengelola sumber daya mereka tanpa hambatan perantara tradisional. Secara internal, LATIN memantapkan transformasinya dengan mengadopsi struktur Ecocracy yang mengedepankan transparansi radikal dan ketangkasan unit kerja. Dengan beralih ke model pendanaan Blended Finance, organisasi ini meminimalkan ketergantungan pada hibah dan mulai mengandalkan pendapatan mandiri dari layanan platform serta lisensi teknologi. Peta jalan menuju tahun 2030 ini bukan sekadar rencana kerja, melainkan upaya menciptakan peradaban baru di mana hutan dikelola secara regeneratif oleh masyarakat yang berdaulat secara ekonomi dan hukum. Akhirnya, LATIN bermutasi menjadi sebuah Ecosystem Enterprise yang menjadi motor penggerak bagi masa depan hijau Nusantara yang lebih adil dan berkelanjutan.
Negosiasi feminin mendefinisikan ulang paradigma pertukaran kepentingan yang selama ini didominasi oleh gaya agresif dan kompetitif yang sering disebut sebagai model "Alpha". Alih-alih memandang meja perundingan sebagai medan tempur untuk mendominasi lawan, pendekatan ini mengedepankan kecerdasan emosional, empati, dan kolaborasi sebagai kekuatan strategis utama. Dengan fokus pada pembangunan hubungan jangka panjang dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan mitra tutur, negosiasi feminin mengubah transaksi yang awalnya terasa dingin dan mekanis menjadi sebuah dialog yang transformatif dan manusiawi. Merujuk pada prinsip yang dikembangkan oleh Cindy Watson, inti dari strategi ini adalah upaya untuk beralih dari mentalitas kelangkaan menuju mentalitas kelimpahan, di mana tujuannya adalah memperbesar nilai bersama daripada sekadar berebut sumber daya yang terbatas. Melalui praktik radical curiosity dan pendengaran aktif, seorang negosiator mampu menggali motivasi fundamental di balik tuntutan lahiriah, sehingga solusi kreatif yang bersifat win-win dapat tercipta secara organik. Intuisi dan fleksibilitas juga berperan krusial dalam menavigasi kebuntuan, memungkinkan terciptanya kesepakatan inovatif yang tidak hanya adil secara logika, tetapi juga kokoh secara relasional. Lebih jauh lagi, negosiasi feminin berfungsi sebagai instrumen inklusi sosial yang efektif dalam meruntuhkan bias gender serta hambatan struktural yang sering kali membungkam kelompok marginal. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai seperti transparansi dan penghargaan terhadap perbedaan, pendekatan ini menciptakan ruang bagi setiap suara untuk memiliki resonansi di meja perundingan. Pada akhirnya, keberhasilan sejati dalam negosiasi feminin tidak lagi diukur dari kemenangan sepihak atas orang lain, melainkan dari terciptanya harmoni dan manfaat kolektif yang berkelanjutan, baik dalam konteks profesional maupun kehidupan pribadi.
Pernahkah Anda melihat program kerja yang brilian gagal dieksekusi hanya karena penyampaian yang kurang meyakinkan, atau konflik di lapangan memanas gara-gara kesalahpahaman kecil? Di dunia profesional yang penuh tekanan dan dinamika tinggi, kemampuan teknis saja tidak lagi cukup menjadi modal kesuksesan. Komunikasi interpersonal adalah "jembatan tak terlihat" yang paling krusial; jembatan inilah yang menentukan apakah ide-ide hebat Anda akan didengar, diterima, dan didukung, atau justru menguap begitu saja di tengah birokrasi dan ego sektoral. Lebih dari sekadar "bakat ngobrol", komunikasi interpersonal adalah serangkaian keterampilan strategis yang bisa dipelajari dan dikuasai. Bayangkan jika Anda memiliki kemampuan untuk membaca bahasa tubuh yang tak terucap dari lawan bicara, menyulap data teknis yang membosankan menjadi presentasi yang bercerita, melakukan pitching ide yang membuat atasan langsung setuju, hingga memfasilitasi rapat panas menjadi kesepakatan yang produktif. Ini bukan sihir, melainkan aplikasi nyata dari komunikasi yang efektif yang mengubah Anda dari sekadar pelaksana tugas menjadi pemimpin yang berpengaruh. Jangan biarkan karir dan dampak kerja Anda terhambat hanya karena dinding komunikasi yang kaku. Melalui pembahasan ini, kita akan menyelami teknik-teknik praktis—mulai dari seni mendengar, persuasi, hingga navigasi konflik—yang jarang diajarkan di bangku kuliah namun menjadi penentu utama di lapangan kerja. Simaklah dengan pikiran terbuka, karena satu perubahan kecil dalam cara Anda berinteraksi hari ini, bisa menjadi kunci pembuka pintu peluang besar di masa depan.
At the 'Barang-Bareng' event, members of the Indonesian diaspora and those with connections to Indonesia gathered to share identity stories through meaningful objects. - Melalui acara 'Barang-Bareng', anggota diaspora Indonesia dan mereka yang memiliki hubungan dengan Indonesia berkumpul dan berbagi cerita identitas mereka melalui barang-barang bermakna.
Beta membahas tujuan pendidikan
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Oliva Ivania dan Meri Kaona dari Komunitas Kongregasi Bunda Hati Tersuci Maria di Keuskupan Maumere, Indonesia. Yesaya 30: 19-21.23-26; Mazmur tg 147: 1-2.3-4.5-6; Matius 9: 35 - 10: 1.6-8.YESUS MEMANGGIL DAN MEMBERI KITAKUASA-NYA Renungan kita pada hari ini bertema: Yesus Memanggildan Memberi Kita Kuasa-Nya. Ada seorang perawat yang bekerja di ruang gawatdarurat rumah sakit. Setiap hari ia melihat orang datang dengan berbagai lukadan kecemasan. Suatu malam, seorang pasien tua masuk dalam keadaan panik karenatidak ada keluarga yang menemaninya. Perawat itu duduk sebentar, menggenggamtangan pasien itu, dan berkata, “Saya di sini, Bapak tidak sendirian.” Kalimatitu sederhana, tetapi membuat pasien itu tenang. Perawat itu mungkin merasahanya melakukan tugas kecil, tetapi sesungguhnya ia sedang menjadi “gembala”yang hadir bagi seorang domba yang tersesat. Melalui dirinya, Allah berbicara: “Inilahjalannya, ikutilah jalan ini—jalan belas kasih.” Di dalam Injil hari ini, kita melihat Yesus memandangkerumunan orang banyak dengan hati yang tergerak oleh belas kasih. Ia melihatmereka seperti domba tanpa gembala—lelah, tersesat, dan haus akan pengharapan.Pandangan Yesus ini lebih dari sekadar simpati; Ia melihat kebutuhan terdalammanusia, dan Ia merespons dengan tindakan. Yesus tidak tinggal diam melihatdunia yang terluka, tetapi Ia hadir sebagai Gembala Sejati yang menuntun,memulihkan, dan mencurahkan hidup. Selanjutnya, Yesus memanggil dua belas murid-Nya. Iatidak hanya memilih mereka, tetapi juga memberi mereka kuasa untukmelakukan pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya hanya dilakukan oleh-Nya:menyembuhkan, memulihkan, menghalau roh jahat, dan mewartakan bahwa KerajaanAllah sudah dekat. Dengan tindakan ini, Yesus mempercayakan misi-Nya kepadapara murid. Mereka tidak berjalan dengan kekuatan sendiri, melainkan membawakuasa yang berasal dari Tuhan. Di sinilah kita melihat bahwa panggilan selaludisertai dengan perlengkapan dari Allah. Panggilan Yesus pada zaman para rasul terus berlanjuthingga hari ini. Setiap orang yang percaya, apa pun profesinya, dipanggil untukmenjadi tanda kehadiran Kerajaan Allah. Ada yang dipanggil menjadi gembaladalam Gereja, ada yang menjadi pendidik, tenaga kesehatan, pelayan sosial, atauanggota keluarga yang setia. Dalam setiap panggilan itu, Yesus memberikankuasa-Nya: kuasa untuk mengasihi lebih besar, untuk bertahan dalam kesulitan,untuk menyembuhkan luka batin orang lain, serta untuk menjadi pembawa damai.Kita tidak diutus sendirian; Roh Kuduslah yang bekerja melalui kita. Sering kali, panggilan Tuhan datang dalam situasi yangtampaknya biasa saja. Sebuah kata kecil, kebutuhan seorang saudara, atau seruandari orang yang terluka bisa menjadi undangan bagi kita untuk bertindak. Yesusmemanggil kita bukan karena kita sempurna, tetapi karena Ia ingin menyatakankuasa-Nya melalui keterbatasan kita. Seperti para murid yang sederhana namundiutus untuk karya besar, begitu pula kita dipanggil untuk menyatakan wajahAllah di tengah dunia: menghadirkan pengharapan, membawa sukacita, danmenyembuhkan yang terluka. Marilah kita berdoa. Dalam namaBapa … Ya Allah mahakuasa, penuhilah kami kuasa Roh-Mu dan mampukanlah kamiuntuk menjalankan kehendak-Mu seperti yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus,Tuhan dan Guru kami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus … Dalam namaBapa …
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 4 Desember 2025Bacaan: "Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah." (Yakobus 3:9)Renungan: Di dalam kitab Talmud Yahudi diceritakan ada seorang raja yang mengutus 2 orang pelawak untuk suatu tugas. Raja itu berkata, "Hai, Simon, si bodoh, pergilah dan carikan bagiku sesuatu yang paling baik di dunia ini. Dan kamu, si John yang bebal, pergilah carikan bagiku sesuatu yang paling buruk di dunia ini!" Kedua pelawak itu kembali dengan membawa bungkusannya masing-masing. Simon menyembah Raja dan berkata, "Lihat, tuanku, yang paling baik di dunia ada ini," Lalu Simon membuka bungkusan yang dibawanya itu, yang berisi sebuah lidah. Kemudian John menyembah Raja dan berkata, "Lihatlah, tuanku, yang paling buruk di dunia ada ini." Lalu John membuka bungkusan yang dibawanya, berisi sebuah lidah yang lain. Lidah dapat berguna menjadi alat yang baik. Melalui lidah, nama Tuhan dipuji dan dibesarkan. Tetapi lidah juga dapat menjadi alat yang buruk. Melalui lidah manusia dapat mengutuk, memfitnah, mencaci maki dan merendahkan martabat orang lain. Sebagai pengikut Yesus, kita harus berhati-hati dalam menggunakan lidah, karena setiap perkataan yang kita ucapkan harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan kelak. Mampukan kita menjaga kekudusan lidah kita, sehingga melalui perkataan kita, nama Tuhan semakin dimuliakan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku bersyukur atas lidah yang Kau berikan padaku. Kuduskan lidahku, agar perkataan yg keluar dari mulutku, dapat membawa kesembuhan, kelepasan dan damai sejahtera bagi banyak orang. Jangan biarkan lidahku membuat banyak air mata mengalir dan hati terluka. Tetapi biarlah dengan lidahku semakin banyak senyuman yang terlihat dari banyak orang. Amin. (Dod).
Bantuan logistik untuk korban bencana di Sumatera Barat hari ini dikirimkan melalui metode air dropping, menggunakan sejumlah helikopter milik TNI, BNPB, dan Basarnas.Penerbangan dilakukan dari Landasan Udara Sutan Sjahrir, Kota Padang.Sejumlah wilayah terisolasi menjadi sasaran pengiriman, di antaranya Kabupaten Padang Pariaman, Maligi dan Talamau di Pasaman Barat, Pesisir Selatan, serta Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Hello Listeners!Di episode kali ini Wulan ngobrol-ngobrol dengan penyanyi kelahiran Singapura berdarah Indonesia yang beberapa waktu lalu sempat hadir di Bingkai Karya segment International, Kini kembali dengan karya yang mengangkat tema rasa perih akibat pengkhianatan dan ketidakpercayaan ketika cinta berubah menjadi luka. Episode kali ini kita ditemani Roziana CindyRoziana Cindy adalah penyanyi Singapura berdarah Indonesia yang musiknya banyak dipengaruhi oleh warna budaya Asia Tenggara. Sejak awal kariernya, Roziana dikenal sebagai sosok multitalenta di bidang musik, televisi, akting, modeling dan juga sukses sebagai pebisnis muda. Single pertama Roziana yang berjudul “Paling Sejati” (2024), yang diproduseri oleh Ade Govinda beberapa lalu sempat hadir di Podcast Bingkai Karya bersama Lusiana. Setelah debut dengan “Paling Sejati” pada tahun 2024 dan melanjutkannya dengan “Tinggalkan Luka” pada April 2025, Roziana Cindy kembali dengan single terbarunya berjudul “Teganya”. Sebuah lagu tentang rasa perih akibat pengkhianatan dan ketidakpercayaan ketika cinta berubah menjadi luka. Dalam single “Teganya” menggambarkan kisah cinta yang dulu menenangkan namun berakhir dengan kekecewaan. Melalui paduan melodi melankolis dan penghayatan vokal yang kuat, lagu ini menciptakan atmosfer yang intim dan menyentuh bagi siapa saja yang pernah mencintai, dikhianati, terluka dan tersakiti.Untuk Cerita lebih lengkapnya yuk dengarkan obrolan Langsung di Channel Podcast Bingkai Suara Season 7 di Spotify, Apple Podcast, Youtube atau kunjungi website kita di www.bingkaikarya.com
Kontak mata itu penting, tapi tahukah Moms & Dads? Anak autistik membutuhkan lebih dari sekadar melihat mata lawan bicara. Melalui latihan membaca ekspresi wajah dan memahami intensi, anak-anak ini dapat mengembangkan kemampuan sosial yang lebih dinamis. Mari berbagi pengalaman!
Bismillah,Saudaraku, berzakat bukan hanya tentang memberi sebagian harta kita, tetapi tentang mencapai tujuan besar yang lebih mendalam. Melalui zakat, kita berikhtiar membersihkan jiwa, mempererat ikatan persaudaraan, dan menebar kebaikan.*Cuplikan kajian Riyaadush Shaalihin Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri “1585. Tujuan Besar Bersedekah”.Ingin tahu lebih dalam tentang zakat dan bagaimana zakat dapat membersihkan harta dan jiwa kita serta menebarkan kebaikan?InsyaAllah, bisa menghubungi LAZ Muhajir melalui 081288388501.Ikhtiarkan kewajiban harta Anda dengan berzakat, untuk menyucikan tiap harta yang dititipkan dan membersihkan hati serta jiwa.Nikmati juga kemudahan berzakat melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) nomor rekening 1111091036 atas nama LAZ Muhajir.Zakat bersihkan jiwa, tebarkan kebaikan.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Ratna dan Raymond dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Daniel 5: 1-6.13-14.16-17.23-28; Mazmur tg: T.Dan 3: 62.63.64.65.66.67; Lukas 21: 12-19.SELURUH PRIBADI MANUSIA DISELAMATKAN Renungan kita pada hari ini bertema: SeluruhPribadi Manusia Diselamatkan. Kitab Daniel pada hari ini menggambarkan rajaBelsasar dan para tamunya yang sedang berpesta tampak ketakutan luar biasa.Mereka melihat sabda Tuhan yang diungkapkan sebegitu provokatif, yaitupenglihatan sebuah tangan misterius sedang menulis firman Tuhan di dinding(Daniel 5,5dst). Lalu raja sangat ingin tahu makna kata-kata di dinding itu. Iameminta pemuda Daniel orang Yahudi itu untuk menjelaskannya. Tuhan juga menulis aneka macamsabda-Nya di dunia ini melalui tulisan-tulisan para utusan-Nya. Mereka telahmenulis sabda Tuhan pada gulungan-gulungan berbahan kulit dan daun kayu, yangkemudian dibaharui menjadi kitab suci. Sabda Tuhan itu, dalam prosespenulisannya, ditulis dengan cara yang luar biasa bahkan agak provokatif.Selanjutnya firman itu hidup dengan begitu luar biasa dalam diri orang-orangyang percaya, ketika mereka mendengarkan Sabda dengan sangat baik dan setia,lalu mewartakannya. Berbeda suasananya dengan tulisanfirman Tuhan pada dinding yang dibaca raja Belsasar, kita memiliki kitab sucidi ruangan atau di atas meja-meja kita. Kitab suci- kitab suci itu telahmenghuni tempatnya di sana sekian waktu tertentu. Kita sering tidak menyadarikapan kita suci itu ditulis, penulisannya bagaimana, berapa lama menulisnya dansiapa saja yang menulis. Pertanyaan yang lebih serius dan mendalam adalahtentang isi dan makna kitab suci persisnya seperti apa. Karena banyak dari kitakurang membaca, maka kurang juga memahaminya. Kalau memang pernah atau suka membaca,seseorang dapat menemukan sejumlah pesan yang ada di dalamnya. Jika memang adabegitu banyak yang tidak dipahami, itu adalah pengalaman umum. Dari situ datangrasa ingin tahu. Karena jika orang tidak pernah atau tidak suka membacanya,tentu rasa ingin tahu tidak ada juga. Raja memberikan contoh, yaitu bahwa kitamemang perlu mempunyai rasa ingin tahu dan bertanya tentang firman Tuhan. Paramurid dan rasul Yesus juga selalu bertanya kepada Sang Guru, isi dan makna firmanTuhan. Pada hari-hari ini, merekabertanya tentang akhir zaman dan mereka memperoleh jawaban yang tegas dan pastidari Yesus. Hari ini jawaban Yesus lebih tegaslagi, yaitu harga akhir zaman bagi para pengikut amat mahal. Harga itu berupapengorbanan diri dengan rela untuk mengikuti teladan sang Guru agung YesusKristus. Sehelai rambut juga harganya sama dengan seluruh diri kitamasing-masing. Seluruh diri itu begitu mahal dan penting untuk diselamatkan.Melalui semua bentuk kesulitan, penderitaan dan penganiayaan, setiap bagian danseluruh diri kita ditakdirkan untuk selamat. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Allahmaha mulia, semangatilah kami untuk selalu memiliki rasa ingin tahu akan setiapfirman dan kehendak-Mu. Kemuliaan kepada Bapa... Dalam nama Bapa...
Melalui bergantung pada kuasa dari Kristus, Jenderal Perkasa Bala Tentara Surga, setiap prajurit salib yang sejati dapat menerima kekuatan dan keberanian untuk mengatasi rintangan-rintangan yang tampaknya tidak dapat diatasi."
Melalui bergantung pada kuasa dari Kristus, Jenderal Perkasa Bala Tentara Surga, setiap prajurit salib yang sejati dapat menerima kekuatan dan keberanian untuk mengatasi rintangan-rintangan yang tampaknya tidak dapat diatasi."
Jembatan “Dukuh Atas Donat”, sebuah konsep integrasi transportasi yang tengah mendapat sorotan karena desainnya yang futuristik dan potensinya mengubah cara masyarakat bergerak di kawasan transit tersibuk ibu kota. Para host membedah asal-usul gagasan ini, alasan mengapa Dukuh Atas kembali menjadi titik perhatian pembangunan, hingga bagaimana proyek ini dijajaki dari 2021 dan kini memasuki tahap finalisasi bersama MRT Jakarta dan Urban Renaissance Agency Jepang.Melalui diskusi berbasis kajian teknis dan referensi resmi, episode ini memaparkan konteks kebutuhan jembatan tersebut, kondisi eksisting empat kuadran Dukuh Atas, hingga proyeksi lonjakan penumpang yang membuat konektivitas baru menjadi urgensi. Pembahasan juga menyinggung bagaimana infrastruktur ini dirancang sebagai pusat pejalan kaki yang lebih aman, efisien, dan terintegrasi dengan moda transportasi multimoda di sekitarnya.Episode ini akan membuka perspektif baru tentang bagaimana infrastruktur dapat membentuk masa depan mobilitas kota. Dengarkan selengkapnya dan temukan alasan mengapa “Dukuh Atas Donat” bisa menjadi salah satu proyek paling menentukan dalam perjalanan transformasi transportasi Jakarta.
Mewaspadai aksi jaringan teroris yang merekrut anak melalui ruang digital, apa yang harus dilakukan? Narasumber: 1. Wakil Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Lia Latifah 2. Sosiolog Universitas Katolik (Unika), Soegijapranata Semarang, Hermawan Pancasiwi
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Johanes Bambang dan Julia Ayuningtias dari Paroki Katedral Roh Kudus di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 2 Makabe 6: 18-31; Mazmur tg 3: 2-3.4-5.6-7; Lukas 19: 1-10.TUHAN DATANG KEHATI DAN RUMAH KITA Renungan kita pada hari ini bertema: Tuhan Datang Ke HatiDan Rumah Kita. Banyak orang mengakui bahwa panggilan telepon ke ponsel pribadiyang hanya muncul nomor tetapi tidak ada identitas foto dan nama, langsung sajadiabaikan. Alasan yang umum diberikan ialah karena penelepon itu orang asingatau tidak dikenal. Ada berbagai prasangka buruk yang dikenakan kepadaorang-orang asing, misalnya penelepon yang tidak punya identitas, tamu yangtiba-tiba datang tanpa pemberitahuan lebih dahulu, dan orang tersesat yangsempat datang kepada kita. Marilah kita bayangkan sejenak, sekiranya orang asing ituadalah Tuhan Yesus. Reaksi kita mungkin akan sama seperti kita lakukan kepadaorang-orang asing lainnya. Namun karena Tuhan Yesus berkehendak untuk membawakabar baik kepada kita, Ia tentu memberikan tanda spesial-Nya, supaya kitadapat mengenal Dia. Seperti yang terjadi dengan Zakeus, Tuhan yang pertamamemberikan tanda. Tanda itu dimulai dengan kabar tentang Ia masuk ke dalam kotadan berjalan-jalan di dalam kota. Selanjutnya, melalui semua gerakan, sapaan,dan kata-kata-Nya itu. orang-orang menjadi tertarik dan mulai berdatangankepada-Nya. Ia berkata kepada Zakeus di kota Yeriko bahwa Ia akandatang ke rumah orang kaya pemungut bea dan pendosa berat itu. Begitu ia datangke sana, baik rumah maupun pribadi si pendosa dikuduskan. Ada keselamatanterjadi dalam kehidupan Zakeus. Bunda Maria didatangi oleh Roh Kudus danmenjadikannya Bunda Allah. Kita juga didatangi karunia ilahi melalui kelahiran kita di dunia, kepada suatukelahiran baru dalam iman ketika kita dibaptis di dalam rumah Allah, yaituGereja. Itu adalah peristiwa persembahan keluarga, budaya dan masyarakat dalambentuk seorang anak manusia kepada Tuhan. Melalui pembaptisan itu, diri kita resmi menjadi rumahAllah. Keluarga kita di rumah masing-masing merupakan kumpulan rumah-rumahAllah dari setiap anggota keluarga. Pribadi maupun keluarga itu kemudianterikat dengan Gereja yang menjadi persekutuan bersama satu tubuh dengan Yesussebagai kepala. Setiap kali kita berkumpul dan beribadah di Gereja, itu adalahkesempatan persekutuan satu rumah Allah utuh, satu dan universal. Setelahberibadat, kita kembali ke rutinitas masing-masing dalam persekutuan dan keterikatantersebut. Sekiranya kita mengalami hidup dalam dosa karena anekasebab, baik dosa berat maupun ringan, banyak maupun sedikit, keterikatan itumenjadi terganggu bahkan luka. Yesus pasti kasihan dan menaruh kuasa-Nya untukmemperbaiki itu dengan mendatangi baik pribadi maupun keluarga kita. Yangpenting kita terbuka dan menerimanya masuk ke dalam diri kita dan rumahkeluarga kita.Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus,datanglah dan tinggal di dalam diriku, dan penuhilah diriku dengan damai,kehadiran-Mu dan segala kebaikan. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus... Dalam nama Bapa ...
Dalam dunia yang semakin terfragmentasi dan "tribal", kita dihadapkan pada paradoks besar: konektivitas digital yang tak terbatas seringkali diiringi dengan epidemi kesepian yang mendalam. "Orchestrating Connection" karya David Homan dan Noah Askin hadir sebagai jawaban atas krisis koneksi ini. Buku ini menantang gagasan "networking" tradisional yang seringkali terasa transaksional dan tidak autentik. Sebaliknya, Homan dan Askin mengusulkan metafora yang kuat: alih-alih menjadi musisi solo yang terisolasi di atas panggung, kita harus bercita-cita menjadi seorang konduktor, yang secara sengaja menyatukan beragam suara untuk menciptakan sebuah simfoni yang harmonis. Inti dari argumen mereka adalah pergeseran dari sekadar mengumpulkan kontak menjadi membangun "komunitas yang bertujuan" (purposeful community). Ini adalah sekelompok individu yang terikat bukan oleh kenyamanan demografis atau kesamaan yang dangkal, melainkan oleh seperangkat nilai-nilai inti yang sama, kepercayaan yang mendalam, dan komitmen terhadap tujuan yang lebih besar. Buku ini berfungsi sebagai cetak biru praktis untuk merancang dan memelihara ekosistem semacam itu, dimulai dengan langkah fundamental untuk setiap individu: pertama-tama "menemukan melodi Anda" atau mengartikulasikan tujuan pribadi Anda. Homan dan Askin tidak hanya berhenti pada teori. Mereka menyediakan kerangka kerja yang dapat ditindaklanjuti, termasuk alat-alat seperti "Impact Ask" (Permintaan Dampak) untuk mengartikulasikan kebutuhan Anda secara efektif. Seluruh model ini ditopang oleh lima prinsip inti: Keberagaman (Diversity), Kerentanan (Vulnerability), Rasa Ingin Tahu (Curiosity), Kemurahan Hati (Generosity), dan Rasa Syukur (Gratitude). Melalui praktik-praktik yang disengaja, seperti "Menghormati Rantai Koneksi," "Orchestrating Connection" menawarkan panduan inspiratif untuk mengubah cara kita berhubungan, menjauh dari isolasi menuju kehidupan yang lebih kaya, lebih bermakna, dan benar-benar terhubung.
Ketika kita memikirkan jamur, kita sering membayangkan sosok kecil yang muncul di tanah hutan setelah hujan. Namun, 'kehebatan' jamur justru terletak pada apa yang tidak kita lihat. Jamur yang kita petik hanyalah 'buah', organ reproduksi sesaat. Organisme yang sebenarnya adalah jaringan bawah tanah yang masif dan tersembunyi—miselium—sebuah matriks cerdas berupa benang-benang halus yang bisa membentang seluas hektaran. Ini bukanlah tanaman; ini adalah anggota dari kerajaan kehidupannya sendiri, Kerajaan Fungi, yang beroperasi sebagai sistem pencernaan dan jaringan koneksi raksasa di planet ini. Kehebatan kedua jamur terletak pada perannya sebagai penghubung universal. Jaringan miselium ini berfungsi sebagai 'jaringan internet' biologis pertama di Bumi, yang sering disebut sebagai 'Wood Wide Web'. Melalui kemitraan simbiotik yang disebut mikoriza, jamur menjalin dirinya dengan akar-akar pohon dan tanaman. Dalam tarian kerja sama ini, jamur bertindak sebagai penambang ulung, menyerap mineral dan air dari tanah untuk diberikan kepada tanaman. Sebagai imbalannya, tanaman 'membayar' jamur dengan gula hasil fotosintesis. Ini adalah sistem perdagangan kuno yang menopang kesehatan dan vitalitas seluruh ekosistem hutan. Puncak dari kehebatan jamur adalah perannya sebagai arsitek dunia terestrial. Ratusan juta tahun yang lalu, kehidupan hanya ada di lautan, sementara daratan adalah batu yang tandus dan tidak ramah. Tanaman tidak bisa menaklukkan daratan sendirian; mereka tidak memiliki cara untuk 'memakan' batu. Mereka membutuhkan mitra. Jamurlah yang menjadi mitra tersebut. Melalui aliansi simbiotik purba, jamur bertindak sebagai antarmuka antara kehidupan dan geologi, melarutkan mineral dan menciptakan kantong-kantong nutrisi pertama. Kemitraan inilah yang memungkinkan tanaman untuk berakar, dan dalam prosesnya, jamur menciptakan tanah pertama di planet ini. Mereka tidak hanya hidup di dunia kita; mereka membangunnya.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Mandalina Salawa dan Denny Surijanto dari Komunitas Pukat Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Kebijaksanaan 6: 1-11; Mazmur tg 82: 3-4.6-7; Lukas 17: 11-19.KESEMBUHAN YANGUTUH Renungan kita pada hari ini bertema: Kesembuhan Yang Utuh.Dua orang sahabat karib harus menghadapi kenyataan pahit putus persahabatanmereka. Sebabnya ialah salah satunya telah meminjam uang temannya dan berjanjiuntuk mengembalikan, ternyata tidak ia lakukan. Lebih dari tiga kali iameminjam, dan tidak pernah ia kembalikan. Melalui cara kekeluargaan, akhirnyasegala utang dilunasi. Namun karena hubungan itu sudah terlanjur luka olehkonflik, mereka tidak lagi saling menerima. Pertemanan itu menjadi dingin dankaku. Sekiranya setelah pelunasan utang tersebut, mereka dapatsaling mengerti, saling menerima dan tulus mengakui satu sama lain, makapertemanan mereka mendapatkan pemulihan yang utuh. Luka yang sudah terjadi diantara keduanya dapat sembuh total. Namun tidak demikian. Faktor tindakanmenerima dan mengakui satu sama lain setelah penyelesaian atau solusi terhadapmasalah yang ada, merupakan hal yang sangat mendasar. Yesus sebenarnya sedangmengajarkan kita tiga dimensi kesembuhan untuk mencapai kepenuhannya. Dimensi pertama ialah penyembuhan luka. Penyakit kustahilang dan masing-masingnya telah bersih. Dari contoh kisah dua sahabat tadi,pada waktu pelunasan utang dilaksanakan, di situ terjadilah kesembuhan atasluka-lukanya. Kita mengalami banyak kesembuhan luka di dalam hidup, dan hal itumelepaskan beban hidup kita. Luka atau penyakit pada tubuh berhasildihilangkan. Kita dimaafkan oleh orang lain, atau sebaliknya kita memaafkansesama, juga termasuk di dalam tahap penyembuhan kategori ini. Dimensi kedua ialah suatu tahap penyembuhan sosial danpersekutuan sebagai saudara atau sesama teman. Yesus membuat mujisatpenyembuhan yang menyatukan dua golongan orang yang pada dasarnya salingbermusuhan, Yahudi dan Samaria. Yesus juga meminta mereka supaya melaporkandirinya ke imam, supaya mereka dapat diterima kembali sebagai anggota komunitasdan masyarakat. Kesembuhan ini sangat memperkuat harga diri seseorang sebagaibagian dari sesama, lingkungan, dan kebudayaannya. Dimensi ketiga ialah tahap penyembuhan iman. Tidak banyakorang sadar untuk melakukan tindakan penyembuhan ini, yaitu karena mereka lupauntuk bersyukur, memuliakan Tuhan, dan menyerahkan hidupnya untuk dipakai olehTuhan. Ini bertujuan supaya imam mereka kuat dan tetap rendah hati mengandalkanTuhan di dalam hidupnya. Sebab bisa saja terjadi, setelah orang menjadi sembuhlukanya dan senang secara sosial, ternyata ia menjadi sombong dan lupa akanTuhan. Ia sudah tidak menganggap penting berterima kasih. Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa... Bapa maha rahim,penuhilah kami dengan rahmat belas kasih supaya kami dapat mewartakan rahmatitu dengan penuh semangat dan terbuka kepada sesama kami. Kemuliaan kepadaBapa... Dalam nama Bapa...
Sangatlah penting bagi kita untuk dapat “Menjaga Hati Nurani” agar tidak menjadi tumpul dan keras, apalagi sampai mengalami kematian. Tetapi bagaimana caranya memulihkan Hati Nurani yang mengeras?• Melalui pertobatan.• Mengisi hati dan hidup kita dengan kebenaran firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab.• Bergaul dengan seseorang / komunitas yang takut akan Tuhan.• Menolak kompromi dengan dosa yang kecil sekalipun. Ketika Hati Nurani kita murni, maka kita akan mendapat berkat yakni dapat merasakan hadirat Tuhan dan juga di dalam hadirat-Nya ada berkat Bapa yang terbaik, yang telah disediakan bagi kita anak-anakNya. Amin. It's good to feel clean inside ourself. Adalah baik adanya, saat kita dapat merasa bersih dan tidak ada tuduhan di dalam Hati Nurani kita.—Pdt. Andreas Rahardjo, Menjaga Hati Nurani.
Through Kara's story, children are invited to discover the magic and meaning of batik in a fun,safe and inspiring way. - Melalui karakter Kara, anak-anak diajak mengenal keindahan batik dengan cara yang aman dan menyenangkan.
Dalam episode ini, Tanadi Santoso mengajak kita merenung pada satu pertanyaan mendasar yang jarang kita pikirkan: "Sebenarnya, Anda dibayar untuk apa?" Pertanyaan sederhana dari seorang coach ini menjadi pintu masuk menuju perjalanan menemukan makna di balik pekerjaan dan talenta kita. Bukan sekadar soal jabatan, uang, atau status, tapi tentang menemukan esensi dari kontribusi yang benar-benar membuat hidup dan karier kita bernilai.Tanadi membagikan kisah personalnya, dari perenungan panjang hingga akhirnya menemukan bahwa dirinya "dibayar untuk menginspirasi orang lain." Sebuah kesadaran yang tidak muncul begitu saja, melainkan lahir dari pengalaman sebagai pemimpin, dosen, dan trainer yang terus bertumbuh. Ia kemudian menjelaskan tiga inti dari pekerjaan bermakna: menginspirasi orang lain, menunjukkan jalan, dan memberi tanda arah agar orang lain juga bisa berkembang.Dari sinilah muncul pesan kuat bahwa kekuatan sejati tidak selalu datang dari apa yang kita lakukan, tapi dari mengapa kita melakukannya. Melalui kisahnya tentang membuat ratusan review buku hingga meraih rekor MURI, Tanadi menunjukkan bahwa ketika kita hidup sesuai kekuatan kita, hasilnya bisa jauh melampaui sekadar materi.Episode ini juga mengajak pendengar melihat ulang cara mereka memaknai pekerjaan. Dari penjual sepeda motor hingga kurir pengiriman, setiap profesi punya makna lebih besar ketika dijalankan dengan kesadaran membantu orang lain. Ketika seseorang bekerja bukan sekadar untuk cuan, tapi untuk memberi nilai, maka pekerjaan itu menjadi panggilan. "Soar with Your Strengths" adalah undangan untuk berhenti mengejar kesempurnaan di semua hal, dan mulai terbang dengan kekuatan terbaik yang sudah kita miliki.
Pernah merasa sulit memaafkan diri sendiri? Atau terus dihantui rasa bersalah, kecewa, dan penyesalan yang belum selesai?Episode kali ini akan mengajak kamu untuk berdamai dengan diri sendiri — bukan lewat teori rumit, tapi melalui proses self hypnotherapy ringan yang bisa kamu lakukan sendiri, di mana pun, kapan pun.
Kencan Dengan Tuhan Sabtu, 25 Oktober 2025Bacaan: Yesaya 52:7 "Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!" Renungan: Lima belas tahun lalu tepatnya tanggal 25 Oktober 2010 setelah saya membeli handphone blackberry second, Tuhan menggerakkan saya untuk mengirim doa pagi untuk murid-murid, orang tua murid dan juga teman-teman yang juga memakai blackberry. Tujuan saya hanya sederhana, yaitu supaya saya dan mereka bisa meluangkan waktu beberapa menit untuk menyapa Tuhan. Setelah beberapa hari ada seorang murid yang memberikan komentar, "Pak Doddy, kenapa hanya doa pagi saja. Kenapa bapak gak buat satu paket, ada bacaan, renungan singkat dan doa singkat, sehingga kita bisa baca lengkap tiap hari." Kemudian saya pun memulai untuk mewujudkan usulan murid saya tersebut. Setiap hari dalam perjalan pulang pergi ke sekolah, di sekolah atau saat bertemu teman-teman, kalau ada kejadian menarik saya selalu tulis menjadi sebuah renungan harian yang saya beri nama "Kencan Dengan Tuhan". Terkadang kalau saya sedang kumpul dengan teman-teman dan kalau ada hal menarik, ada saja teman yang berkata, " Wah, hati-hati nih, besok bisa masuk Kencan Dengan Tuhan." Seiring berjalannya waktu saya pun mulai membeli buku-buku cerita singkat mengenai kehidupan yang menginspirasi dan sebagainya. Melalui kisah itu saya mengemas menjadi renungan singkat. Ternyata tanpa saya sadari ada banyak orang yang terberkati dengan renungan Kencan Dengan Tuhan. Banyak orang-orang baik hati yang Tuhan pilih menjadi kurir-kurir-Nya untuk juga menyebarkan renungan tersebut, sampai akhirnya pada tanggal 30 April 2021 melalui orang-orang yang baik, saya mendapatkan Rekor Indonesia Muri sebagai penulis naskah harian Kencan Dengan Tuhan. Tidak terasa hari ini sudah 15 tahun Kencan Dengan Tuhan menemani hari-hari banyak orang untuk memberi makanan bagi rohani mereka. Kita adalah kurir Tuhan. Sebagai kurir Tuhan yang baik, kita harus membawa sesuatu yang baik dalam diri kita. Sesuatu yang baik itu adalah firman Tuhan, bukan gosip, fitnah, cemoohan, berita dusta atau kata-kata yang menjatuhkan. Firman Tuhan akan menghibur, menguatkan dan menasihati orang, tetapi gosip dan "teman-temannya" tersebut akan menghancurkan orang. Sebagai kurir Tuhan yang baik, kita harus memastikan menjaga firman Tuhan itu hingga sampai kepada setiap orang. Kadang firman Tuhan ditolak gara-gara sang kurir yang berkelakuan buruk, sekalipun firman yang dibawanya adalah benar. Oleh sebab itu, mari, apa yang sudah ditanamkan dalam diri kita, yaitu karakter yang baik, kita wujudkan dalam sikap hidup dan perbuatan nyata sehari-hari. Saya sudah berusaha menjadi kurir Tuhan walau harus jatuh bangun. Kini saya mengajak kita semua yang setia membaca Kencan Dengan Tuhan, untuk juga menjadi kurir-kurir rohani sehingga banyak jiwa dibawa semakin dekat pada Tuhan. Terima kasih untuk kesetiaannya membaca renungan Kencan Dengan Tuhan selama 15 tahun ini. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah mulut, bibir, lidah dan suaraku dengan kuasa-Mu, agar setiap pemberitaan firman yang kusampaikan dapat diterima oleh setiap orang, sehingga mereka mendapatkan kelepasan, kesembuhan dan kelegaan. Perbaharui juga karakterku, agar melalui kehadiranku, nama-Mu semakin dimuliakan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 20 Oktober 2025Bacaan: "Jadi kami ini adalah utusan utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami: dalam nama Kristus kami meminta kepadamu berilah dirimu didamaikan dengan Allah." (2 Korintus 5:20)Renungan: Selama perang dunia II, ada sebuah Gereja kecil di Frankfurt Jerman yang rusak berat karena kena bom. Seusai perang, mulailah warga paroki memperbaiki Gereja tersebut. Salah satu yang hancur berserakan adalah patung Yesus. Syukurlah, akhirnya mereka dapat menemukan bagian-bagian patung tersebut kecuali kedua belah tangannya. Dalam sebuah pertemuan, mereka mendiskusikan dan memperdebatkan perlunya seorang pemahat untuk membuat kedua tangan yang baru bagi patung tersebut. Namun pada akhirnyamereka memutuskan untuk membiarkan patung tersebut tanpa tangan. Sebagai gantinya mereka menulis di bawah patung tersebut "Kristus Tidak Memiliki Tangan-Tangan Lagi Selain Tangan Kita." Semakin banyak warga Paroki dan orang-orang yang datang ke Gereja tersebut disadarkan bahwa sekarang karya Yesus di dunia ini harus dilaksanakan oleh mereka yang telah memilih untuk mengikuti Yesus. Kristus tidak memiliki tangan lagi, Ia hanya memiliki tangan kita di dunia ini untuk mengerjakan apa yang hari ini Ia ingin selesaikan. Kristus tak memiliki kaki lagi, Ia hanya memiliki kaki kita di dunia ini untuk mencari orang yang membutuhkan pertolongan-Nya. Kristus tak memiliki mulut lagi, Ia hanya memiliki mulut kita di dunia ini untuk menceritakan kepada orang semua kebaikan-Nya. Kristus hanya memiliki kita untuk tetap tinggal di dunia ini. Marilah kita menebar kasih kepada semua orang agar mereka tahu bahwa Yesus sungguh mengasihi mereka melalui kehadiran kita. Tuhan Yesus Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mencurahkan kasih-Mu yang terbesar dengan memberi Yesus Putera-Mu menjadi Tuhan dan Juruselamat kami. Melalui kehadiran Yesus kami diajarkan bagaimana mengasihi Allah dan sesama. Kini Yesus sudah tidak hadir lagi secara jasmani di dunia, namun kami percaya tugas menebar kasih yang sudah dilakukan Yesus belum selesai. Kini Ia menugaskan kami untuk menyelesaikan semua tugas itu. Curahkanlah Roh Cinta Kasih-Mu dalam hati kami, agar kami mampu menebar kasih-Mu pada sesama yang membutuhkan kasih kami, teristimewa orang-orang yang terdekat dengan kami; suami, istri, anak-anak, orang tua dan kekasih kami. Yesus jadikanlah hati kami seperti hatimu, hati yang mampu membagi cinta, perhatian dan tindakan kasih kepada siapapun juga. Amin. (Dod).
This Kawanua event is not just entertainment, but also a journey into the beauty of Indonesian culture. Celebrating pride as part of Indonesia's rich diversity. - Acara Kawanua kali ini tidak hanya sekedar hiburan melainkan juga sebuah perjalanan menelusuri indahnya budaya Indonesia. Merayakan kebanggaan sebagai bagian dari Indonesia yang kaya akan keanekaragaman.
Al-Quran memiliki kekuatan yang luar biasa untuk merubah kehidupan manusia ke arah yang lebih baik, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surah Al-Isra ayat 82 yang menyatakan bahwa Al-Quran adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Melalui tadabbur dan pengamalan isi kandungannya, seseorang dapat mengalami transformasi spiritual, moral, dan sosial yang mendalam, sesuai dengan teladan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup utama. Dengan mempelajari dan mengamalkan ajaran-ajaran suci ini, hati menjadi tenang, akhlak mulia terbentuk, dan kehidupan dunia maupun akhirat menjadi lebih bermakna dan berkah.
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 17 September 2025Bacaan: "Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri." (Roma 14:7)Renungan: Ada seorang ibu yang seringkali pergi ke kantor pos untuk mengirim surat, paket atau wesel pos. Suatu hari ketika tiba di kantor pos, ia melihat antrean yang begitu panjang. Begitu banyak orang yang menunggu giliran untuk dilayani. Sebenarnya ia hanya membutuhkan beberapa perangko. Seseorang yang memperhatikan sang ibu kemudian berkata. "Kenapa ibu tidak memakai mesin perangko saja? Ibu bisa mendapatkan perangko yang ibu inginkan tanpa harus ikut mengantre." Ibu tersebut menjawab, "Ya, aku tahu. Tapi mesin itu tidak bisa menyapaku dan menanyakan penyakit rematikku." Dampak kemajuan di bidang teknologi ini semakin mendorong orang untuk bersikap individualistis. Orang bisa melakukan transaksi bisnis dengan cepat melalui internet. Melalui mesin kita dapat memesan makanan, mengukur tekanan darah, mengambil uang tanpa berhubungan langsung dengan seseorang. Hal inipun telah merambat dalam hal rohani, sehingga orang menganggap tidak perlu lagi ke gereja, karena mereka bisa mendengarkan khotbah melalui, radio atau televisi. Namun di luar itu semua, kita juga perlu tahu bahwa banyak orang yang membutuhkan perhatian dan sentuhan kasih kita. Ada orang yang ingin mendengar kita menanyakan bagaimana keadaan mereka, pergumulan apa yang sedang mereka hadapi, bantuan apa yang dapat kita berikan atau bisa saja mereka merasa diberkati hanya dengan melihat senyuman kita. Oleh karena, sudahkah hari ini kita menyapa suami, istri, orang tua, anak-anak, atau sahabat? Atau sudahkan kita memberikan senyum kita yang terbaik untuk orang-orang yang kita temui hari ini? Kalau belum, lakukanlah, karena Yesus membutuhkan sapaan dan senyuman kita hari ini untuk menjadi berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, aku rindu untuk mendengar sapaan, senyuman, nasihat, cerita dari pasanganku, orang tuaku, anak-anakku. Aku tahu, di luar sana banyak orang yang mengalami kerinduan sepertiku. Maka bantu aku agar aku mampu menyapa dan sekadar memberi senyuman terbaikku bagi mereka. Kirimkanlah hari ini seseorang yang dapat kuberkati dengan sapaan dan senyumanku. Amin. (Dod).
TEMU LAWAK 2025 adalah acara tahunan PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia) Victoria, yang kali ini akan diselenggarakan pada tanggal 23 Agustus nanti di National Theatre, Carlisle Street, St Kilda VIC 3182.
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 17 Agustus 2025Bacaan: "Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus." (Yudas 1:20)Renungan: Sebuah desa di Vietnam Selatan tahun 1968 mengalami mujizat pertolongan Tuhan yang luar biasa. Di dalam kegelapan, satu batalyon dari seribu batalyon tentara Viet Congyang ada di daerah itu, memasuki desa dan memperingatkan, "Besok adalah giliran desa ini. Jadi, jika kalian merasa harus meninggalkan desa ini, tinggalkanlah sekarang juga." Sebagian besar penduduk desa adalah orang Kristen. Mereka saling mencari, dan bertemu satu sama lain. Mesakipun jumlah mereka jauh lebih kecil dibandingkan pasukan tentara yang sangat banyak, namun mereka memutuskan untuk berdoa dan meminta pertolongan Tuhan tanpa harus keluar dari desa itu. Mereka bernyanyi dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Keesokan harinya ketika senja, mereka melihat dengan jelas para musuh bergerak ke arah pinggiran desa. Beberapa hari kemudian, sebagian tentara Viet Cong tertangkap dan dibawa masuk ke desa untuk dipenjarakan. Ketika para tentara itu ditanya apa yang terjadi, mereka menjawab, "Ketika kami mulai menyerang desa ini dengan tembakan, kami melihat desa ini dikelilingi makhluk-makhluk berpakaian putih dan bercahaya. Ketika kami menembak mereka, mereka malah bertambah besar dan semakin bercahaya. Mereka bergerak untuk menyerang kami dan mereka tidak bisa jatuh. Itu sebabnya kami berlari ke arah pinggiran desa tanpa berhenti. Melalui doa Tuhan membuat musuh mereka seperti asap tertiup angin dan mejelah bagaikan lilin dalam api. Jangan padamkan semangat untuk berdoa, karena melalui doa banyak hal bisa terjadi. Kita tidak bisa mengubah keadaan yang sulit dengan kekuatan sendiri. Banyak hal yang membuat kita merasa takut dan gentar. Tetapi melalui doa, kita dimampukan untuk menghadapi setiap kesulitan. Jika saat ini kita berada dalam ketakutan atau kegelisahan karena penyakit, ekonomi, ujian, dikhianati pasangan, masalah keluarga, hutang piutang dan sebagainya, datanglah kepada Tuhan dalam doa. Yakobus 5:16b berkata, "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." Doa mampu menarik kuasa Tuhan. Ketika kekuatan, kekayaan atau kehebatan manusia tidak bisa menolong, carilah kekuatan Tuhan di dalam doa. Kita adalah pribadi yang dikasihi Tuhan, jadi Tuhan siap untuk menolong kita asalkan hati kita terbuka untuk percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, terima kasih atas jaminan yang Engkau janjikan dan akan aku peroleh ketika aku berdoa. Ajarilah aku untuk percaya pada kuasa-Mu. Jangan biarkan aku bermain dengan logikaku ketika meminta pertolongan-Mu untuk menyelesaikan masalahku, tetapi biarlah imanku yang berperan agar kuasa-Mu dapat bekerja secara leluasa di dalam kehidupanku. Amin. (Dod).
On Friday, August 15, MAV (Multicultural Arts Victoria) will launch its Newprint 4 Program. What exactly is this program? - Pada hari Jumat, 15 Agustus MAV (Multicultural Arts Victoria) akan meluncurkan Program Newprint 4. Apa sebenarnya program tersebut?
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 15 Agustus 2025Bacaan: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." (Matius 2:2)Renungan: Komet adalah benda angkasa yang beredar mengelilingi matahari. Ia bercahaya seperti bintang, bagian tengahnya bercahaya terang dan berekor panjang menyerupai kabut. Bila sedang mendekati bumi, komet akan kelihatan berekor dan akan kelihatan bergerak ke arah yang berlawanan dengan ekornya sehingga terlihat menunjuk arah tertentu. Komet bila terlihat di bumi bisa berlangsung selama lebih dari seminggu. Dengan keberadaan seperti itu, banyak ahli memerkirakan kometlah yang dilihat para majus. Segala usaha para ahli untuk mengungkap misteri bintang natal ini patut dihargai dan bisa terus menerus dilakukan, paling tidak sedikit memuaskan rasa haus akan ilmu pengetahuan. Tetapi, ada hal yang tidak boleh dilupakan tentang keberadaan bintang yang masih misterius tersebut, yaitu bahwa bintang tersebut dipakai Tuhan untuk menuntun orang-orang majus menemukan Yesus. Keberadaan orang majus yang adalah orang-orang non Yahudi atau orang-orang yang dianggap kafir menunjukkan bahwa segala bangsa akan datang mencari Yesus. Kalau bintang saja bisa Allah pakai untuk membuat orang mencari dan bertemu dengan Yesus, maka hal yang sama pun bisa Allah kerjakan dalam diri kita. Melalui kehadiran kita, Allah mau supaya semakin banyak orang bertemu dan mengenal Yesus Putera-Nya. Sudahkah kehadiran kita membuat orang terpikat dan haus untuk mencari dan mengenal Yesus? Atau justru sebaliknya kehadiran kita justru menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk mengenal Yesus, sehingga nama Yesus dicela? Mari, jangan kalah dengan bintang Timur di Betlehem. Tuhan rindu memakai kita untuk menjadi alat-Nya. Tuhan Yesus memberkatiDoa: Tuhan Yesus, terima kasih atas bintang terang di Betlehem. Melalui bintang itu banyak orang dari berbagai bangsa datang menyembah-Mu. Akupun rindu untuk Kau pakai seperti bintang di Betlehem agar semakin banyak orang mengenal Engkau. Urapilah seluruh keberadaan diriku, agar kehadiranku dapat menjadi tanda kehadiran-Mu sendiri, sehingga melalui kehadiranku nama-Mu semakin dimuliakan dan semakin banyak orang mencari, mengenal dan mengakui Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 14 Agustus 2025Bacaan: "Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Matius 7:2)Renungan: Banyak di antara kita mempunyai kebiasaan lebih cepat melihat kejelekan di dalam diri orang lain dan mulai menghakimi mereka habis-habisan. Seseorang pernah bertanya, "Sewaktu berdiri di pintu sorga, apakah anda lebih suka dinyatakan terlalu sering mengampuni atau terlalu sering menghakimi." Manusia selalu lebih cepat melihat kesalahan dan kelemahan di dalam diri sesamanya daripada melihat kelebihan dan hal-hal positif yang ada pada mereka. Yesus berkata kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang datang membawa wanita yang kedapatan berbuat zinah, "Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Betapa kerasnya pernyataan Yesus itu. Melalui hal ini Yesus ingin mengajarkan agar kita jangan mudah menghakimi orang lain dan mengabaikan kesalahan dan dosa kita sendiri. Alangkah baiknya jika masing-masing orang belajar melihat kelemahan yang ada di dalam dirinya serta berusaha memperbaikinya dan tidak hanya menuntut orang lain untuk berubah. Ingatlah, semakin banyak kita menilai dan menghakimi orang lain, semakin kita tidak dapat melihat kesalahan kita sendiri dan dengan demikian semakin besar pula pelanggaran kita. Kita tidak lebih baik dari sesama kita, sebab itu jangan biasakan diri menghakimi orang lain. Tuhanlah yang akan menghakimi masing-masing orang, maka berusahalah hidup benar dan tidak bercacat di hadapan-Nya dengan memerhatikan cara hidup kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati.Doa: Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk melihat hal-hal yang positif dari orang lain dan lepaskan kecenderunganku untuk menghakimi orang lain. Ingatkanlah aku bahwa penghakiman adalah hak-Mu sendiri dan bukan hakku. Yesus, kuduskan hati dan pikiranku setiap saat. Amin. (Dod).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmen dalam mendorong UMKM naik kelas di Indonesia. Melalui platform digital LinkUMKM, BRI menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang menyeluruh, mulai dari pemetaan kapasitas usaha hingga pendampingan dan pelatihan berbasis kebutuhan.LinkUMKM dirancang sebagai jawaban atas tantangan utama pengusaha UMKM, yakni keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan, dan dukungan pengembangan yang sesuai dengan tahapan usaha mereka. Sejak diluncurkan, platform ini tumbuh menjadi pusat pemberdayaan digital bagi UMKM, yang kini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 12,9 juta UMKM di seluruh Indonesia.Salah satu fitur unggulan dalam platform ini adalah Self-Assessment Naik Kelas, alat bantu skoring digital yang membantu UMKM mengetahui kelas usahanya secara lebih objektif. Dengan mengetahui hasil skoring, UMKM dapat mengikuti pelatihan yang tepat sasaran sesuai modul yang direkomendasikan. Melalui LinkUMKM, pengusaha UMKM juga berkesempatan mendapatkan berbagai akses pembinaan, informasi, serta dukungan untuk mendorong bisnisnya naik kelas.Hingga akhir Juni 2025, tercatat lebih dari 9,9 juta UMKM telah melakukan menggunakan fitur skoring digital melalui LinkUMKM untuk mengenali posisi usahanya mulai dari kategori UMKM tradisional, berkembang, hingga modern. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa LinkUMKM merupakan wujud konkret komitmen BRI dalam memberdayakan UMKM secara sistematis dan berkelanjutan.“LinkUMKM kami kembangkan sebagai solusi digital yang menyeluruh. Tidak hanya memetakan posisi UMKM, tetapi juga mengarahkan langkah pengembangan melalui pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing UMKM,” ujar Akhmad.“Transformasi UMKM bukan proses instan. Tapi dengan pendekatan berbasis data dan dukungan teknologi, kami memastikan setiap UMKM memiliki peluang yang sama untuk naik kelas,” tambahnya.Tidak hanya menyediakan fitur Self-Assessment Naik Kelas untuk memetakan tingkat kesiapan usaha, LinkUMKM juga menghadirkan beragam fitur pendukung yang saling terhubung. Salah satunya adalah UMKM Smart, yang memberikan rekomendasi pengembangan spesifik berdasarkan hasil skoring mandiri pengusaha. Selain itu, tersedia fitur Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi bisnis yang mempertemukan UMKM dengan para mentor dan coach professional.Selain itu juga terdapat fitur Etalase, yaitu etalase digital yang memperluas akses pemasaran produk UMKM ke segmen pasar yang lebih luas. Platform ini juga terhubung langsung dengan jaringan Rumah BUMN untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kapabilitas UMKM. LinkUMKM juga menyediakan fitur Komunitas sebagai ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman antar UMKM. Tak kalah penting, melalui kanal Media, LinkUMKM menyajikan berbagai informasi inspiratif, berita terkini, dan infografis edukatif yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha mikro.Pengusaha UMKM juga dapat mengikuti pelatihan daring maupun luring di LinkUMKM dengan materi pelatihan yang disusun berbasis kebutuhan nyata, lebih dari 690 modul pembelajaran tersedia untuk mendukung penguatan soft dan hard competency. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pengusaha mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kelas dan kondisi usahanya. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih tepat sasaran, aplikatif, dan berdampak langsung pada kemajuan bisnis.“Melalui LinkUMKM, BRI tidak hanya mendampingi pengusaha mengenali kapasitas dirinya, tetapi juga menyediakan jalur pertumbuhan yang nyata dari tradisional, menjadi berkembang, dan menuju modern. Dengan fondasi ini, UMKM Indonesia dapat semakin tangguh menghadapi tantangan zaman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Akhmad.
The Australia—Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) is the Australia—Indonesia Institute's flagship program with the support of the Australian Government. - Program Pertukaran Pemuda Australia–Indonesia (AIYEP) adalah program unggulan Australia–Indonesia Institute dengan dukungan Pemerintah Australia.