POPULARITY
Categories
Dhammasākacchā oleh Bhante Mahā Dhammadhiro usai dana makan di Vihāra Buddharatana Medan
Yang pernah dikisahkan oleh Radulullah
Pelajaran apa yang dapat dipetik dari Matius 14:22-33, di mana perahu para murid diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal?Pertama. Perjalanan yang sesuai kehendak Tuhan, belum tentu bebas dari masalah. Kedua. Tuhan hadir dalam badai, Dia tidak membiarkan kita menghadapi sendirian. Ketiga. Kehadiran Yesus sering tidak dikenali. Keempat. Kepanikan dan ketakutan menutup mata iman, tetapi ketenangan mencelikkannya. Kelima. Iman diawali dengan langkah berani. Keenam. Iman menjadi nyata, saat dijalani. Ketujuh. Goyah dan runtuhnya iman, karena kita memiliki fokus yang salah selama ini. Kedelapan. Pertolongan Tuhan selalu tepat waktu, dan tidak pernah terlambat. Kesembilan. Mukjizat memang terjadi, tetapi tanggung jawab awal jangan dilupakan. Kesepuluh. Masa krisis sering kali membawa pewahyuan dan pengenalan yang baru tentang siapa Pribadi Tuhan. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Iman di tengah Krisis.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 21 Juni 2026.
Pembawa Renungan: Albertus Gregory Tan - Jakarta Pengantar Renungan: Magdalena Jamlean - Tangerang Sound Editing: Indah Larasati Sirait - Cibinong Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Yohanes 20: 1.11-18
Menjadi seorang percaya bukan hanya tentang menerima keselamatan saja tetapi juga mempersiapkan diri sebagai mempelai Kristus yang setia, hidup dalam kasih dan kekudusan, serta terus membangun hubungan yang karib bersama dengan Tuhan di setiap harinya.Marilah kita hidup dengan pengharapan akan kedatangan-Nya, sambil terus bertumbuh menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Jadilah kuat, karena kita ini adalah mempelai Kristus dan hiduplah selaras dengan nilai siapa diri kita di hadapan-Nya. —Pdt. Agus Lianto, “Dipanggil menjadi Mempelai Kristus.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu pagi di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 14 Juni 2026.
Pelajaran apa yang dapat dipetik dari Matius 14:22-33, di mana perahu para murid diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal?Pertama. Perjalanan yang sesuai kehendak Tuhan, belum tentu bebas dari masalah. Kedua. Tuhan hadir dalam badai, Dia tidak membiarkan kita menghadapi sendirian. Ketiga. Kehadiran Yesus sering tidak dikenali. Keempat. Kepanikan dan ketakutan menutup mata iman, tetapi ketenangan mencelikkannya. Kelima. Iman diawali dengan langkah berani. Keenam. Iman menjadi nyata, saat dijalani. Ketujuh. Goyah dan runtuhnya iman, karena kita memiliki fokus yang salah selama ini. Kedelapan. Pertolongan Tuhan selalu tepat waktu, dan tidak pernah terlambat. Kesembilan. Mukjizat memang terjadi, tetapi tanggung jawab awal jangan dilupakan. Kesepuluh. Masa krisis sering kali membawa pewahyuan dan pengenalan yang baru tentang siapa Pribadi Tuhan. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Iman di tengah Krisis.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu pagi di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 21 Juni 2026.Youtube :https://www.youtube.com/watch?v=36P3X6zrFAg
Bagaimana caranya agar doa dapat membawa kemenangan di dalam hidup kita?Pertama. Membangun kehidupan doa yang konsisten, apa pun musimnya di hidup kita. Kedua. Doa harus disertai dengan iman dan ketaatan, tidak sekadar menaikkan doa bising—cara kita berdoa dan mengeluh memiliki frekuensi nada yang sama di hadapan Tuhan. Ketiga. Menaikkan doa yang menyatakan kebesaran Tuhan dengan sikap percaya, Dia masih sanggup untuk menepati semua yang sudah dijanjikan di dalam hidup kita.Kalau hari-hari ini kita berada di titik terendah dan tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat.. tetaplah berseru dan berharap pada Tuhan. Dia masih sanggup mendengar setiap permohonan doa dan menolong hidup kita.—Pdt. Gunawan Iskandar, “Prayer brings Victory.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu pagi di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 7 Juni 2026.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 316 (Matius 28:9-20): Setelah para malaikat memberitakan berita kebangkitan Yesus kepada beberapa perempuan yang mau mengunjungi kubur Yesus, sekarang Yesus sendiri berjumpa dengan para perempuan itu. Yesus memberikan pesan kepada mereka, sama seperti yang pernah dikatakan-Nya sebelum Dia mati, yaitu bahwa Dia akan mendahului para murid ke Galilea.
APRESIASI DISAMPAIKAN OLEH WAKIL MENTERI HAJI DAN UMRAH RI DAHNIL ANZAR SIMANJUNTAK KEPADA SELURUH PETUGAS HAJI INDONESIA YANG TELAH MENUNTASKAN PELAYANAN KEPADA PARA JEMAAH HAJI INDONESIA DI TANAH SUCI(BEH/MCH 2026)
Ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan oleh petugas Haji Sektor 5 Madinah kepada Jemaah yang telah bekerja sama dengan petugas. Sementara itu kehadiran petugas sejak proses kedatangan, pengantaran ke kamar, distribusi konsumsi hingga pendampingan ibadah mendapat respons positif dari para Jemaah.
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Apa Yang Telah Kau Siapkan
Bagaimana Daud bisa mengakhiri hidupnya dengan finishing well / baik hingga akhir?* Daud menang atas segala kepahitan di hidupnya yang dapat menguras energi batin, merusak hubungan, dan mengubah karakter menjadi kurang baik. * Daud setia atas perkara kecil dan memaksimalkan kesempatan yang ada di tangannya, sabar menunggu waktu Tuhan, dan percaya penyertaan-Nya. * Daud tidak membenci musuhnya, mau merendahkan diri untuk mengakui dosa, serta memenuhi hidupnya dengan pujian dan penyembahan. “Tidak ada yang lebih tragis dari mencapai akhir kehidupan dan menyadari bahwa selama ini kita menempuh jalan yang salah.” (Watchman Nee). —Pdt. Andreas Rahardjo, “Finishing Well.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 31 Mei 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan perdana di bulan Juni 2026 dengan performa positif. Pada perdagangan Selasa pagi, indeks saham domestik dibuka melesat sebesar 82,62 poin atau menguat 1,35 persen ke level 6.210, sekaligus membalikkan arah tren koreksi yang sempat terjadi sepanjang bulan lalu. Nilai transaksi pada menit-menit awal perdagangan tercatat telah menembus Rp653,25 miliar dengan volume mencapai 494,58 juta lembar saham. Memasuki pekan pertama bulan ini, pergerakan indeks diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang tengah mencermati rilis sejumlah data makroekonomi utama, kebijakan strategis domestik terkait BUMN khusus ekspor, serta dinamika geopolitik global.
“Mountain of God” berbicara tentang gunung Tuhan, yang kudus dan di atas segalanya. Dan gunung Tuhan ini berbicara tentang hadirat-Nya yang tidak hanya kita dapatkan di hari Minggu saja, tetapi juga harus dipertahankan untuk kita hidupi di dalamnya, di setiap harinya.Apa pun musim kehidupan yang sedang dilalui, baik dalam keadaan suka maupun duka, jangan pernah meninggalkan / keluar dari hadirat Tuhan karena di sanalah ada damai sejahtera dan Dia bertakhta atas kehidupan kita.Life is not a dine and shop experience, it's mountain climbing—it is only the courageous can make it to the top.Hanya mereka yang memiliki tekad yang kuat dan mau untuk terus naik, yang tetap memiliki iman yang teguh pada Tuhan.. merekalah yang akan mengalami pertolongan dari Tuhan.—Sdri. Cindy Widjaja, “Mountain of God.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, Tgl. 24 Mei 2026.
Bagaimana Tuhan berbicara pada kita?Pertama. Melalui kebenaran firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab. Kedua. Suara Roh Kudus yang berbicara di dalam hati. Ketiga. Melalui khotbah, nasihat rohani, atau orang lain. Keempat. Damai sejahtera dari Tuhan. Kelima. Mimpi dan penglihatan. Keenam. Melalui keadaan yang terjadi di dalam kehidupan. Milikilah sikap siap untuk mendengar suara Tuhan, menyiapkan hidup, dan mau menaati suara-Nya. Tujuan dari mendengar suara Tuhan adalah agar kita dapat mengenal-Nya lebih karib, dan ada berkat jika kita mengenal Dia:Ada sukacita dan kepastian di hati, merasa dikasihi dan diterima, mengalami penyertaan-Nya, serta kita memiliki tujuan hidup. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Mendengar Suara Tuhan.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, Tgl. 17 Mei 2026.
Hampir tiga dekade setelah laporan penting Bringing Them Home tentang Generasi yang Dicuri, pemerintah baru mengimplementasikan enam persen dari rekomendasi tersebut.
Ketika masa golden age anak berlalu dengan cepat, apakah ayah mau menjaga setiap menitnya?
Tercatat hingga Minggu, 10 Mei 2026 pukul 23.50 Waktu Arab Saudi, atau Senin dini hari pukul 03.50 Waktu Indonesia Barat, sebanyak seratus tiga puluh satu ribu dua ratus jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci.BEH/MCH2026
Tanah Suci terus bertambah. Hingga saat ini, sebanyak 123 ribu jamaah telah tiba di Makkah untuk menunaikan rangkaian ibadah haji. Proses kedatangan terus berlangsung secara bertahap dengan pengawasan dan pelayanan yang terkoordinasi.
HINGGA SABTU 9 MEI PUKUL 03.00 WIB DINI HARI sebanyak 115 ribu 300 jemaah dari 297 kloter telah tiba di Tanah Suci, atau sekitar 56,71 persen dari total rencana kedatangan.(BEH/MCH2026)
Hal apakah yang dapat kita pelajari dari kisah Simon yang datang dari Kirene ke Yerusalem, dan dipaksa untuk memikul Salib Kristus?Pertama. Dipaksa memikul salib itu tidak enak, tetapi Yesus datang dan mengenalkan diri-Nya sendiri pada Simon secara pribadi. Kedua. Pertemuan dengan Yesus dan Salib-Nya adalah sebuah pertukaran, hal ini harus dilakukan di setiap hari, dan bisa kita dapatkan hanya pada saat kita mau memikul salib-Nya.Ketiga. Salib yang kita pikul hari ini, akan menentukan bagaimana iman generasi anak-anak kita selanjutnya. Memikul salib memang tidak enak, tetapi jangan menolak, menyerah, apalagi meletakkan salib tersebut. Kita mungkin ingin memilih jalan yang jauh lebih mudah dan enak, tetapi Tuhan memilih jalan yang terbaik bagi anak-anakNya. Marilah kita kembali ke tempat kita tinggalkan salib kita, dan mulai mengiring Yesus lagi.—Bp. Soetjipto Koesno, “The Greatest Exchange.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 3 Mei 2026.
Ihsan Faisal (Kepala Daerah Kerja Mekah) menyampaikan bahwa seluruh fasilitas akomodasi bagi jemaah haji telah disiapkan sesuai dengan jumlah kedatangan jemaah. Persiapan ini mencakup ketersediaan hotel, layanan pendukung, serta pengaturan penempatan agar jemaah dapat beristirahat dengan nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat - Agama Islam Telah Sempurna
Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat - Telah Datang Zamannya Bag. 2
Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat - Telah Datang Zamannya Bag. 2
Kita hidup di dalam dunia yang bising dan penuh dengan aktivitas. Banyak orang berpikir kalau kita hanya berdiam diri saja, maka kita akan dianggap tidak produktif. Tetapi dari Mazmur 46:11, kita dapat belajar untuk berdiam diri dan mengenal Tuhan lebih dalam. Apa maksudnya?Pertama. Berdiam Diri bukanlah tanda kelemahan. Kedua. Berdiam Diri bukan berarti mengalami kemunduran, tetapi meningkat. Ketiga. Berdiam Diri adalah waktu mengalami kesembuhan dan pertumbuhan. Keempat. Berdiam Diri adalah persiapan untuk mendengar suara Tuhan. Kelima. Berdiam Diri adalah jalan untuk mendapat damai sejahtera.Marilah belajar untuk tenang dan mendengar suara-Nya. Biarlah setiap keputusan dan tindakan kita keluar dari masa hening, di mana ada tuntunan dan arahan terbaik dari-Nya.—Pdt. Andreas Rahardjo, “Mazmur 46.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 19 April 2026.
Ustadz Najmi Umar Bakkar - Telah Mati Sebelum Mati
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Apa Yang Telah Kau Siapkan
Khutbah Jum'at - Ustadz Haidar Askarulqohar, Lc. hafizhahullahu.Judul : Allah Telah Menjamin Rezeki Kita.Sumber : YouTube.
Ustadz Najmi Umar Bakkar - Tanda Allah Telah Berpaling dari Hamba
Salib Kristus dan kebangkitan-Nya adalah karya sempurna serta memberi kemenangan terbesar di hidup kita. Tetapi, bagaimana realitasnya? Kemenangan seperti apa yang kita dapatkan?Pertama. Hidup tidak dikuasai dosa, yang membuat kita bebas untuk melakukan dan menjadi yang terbaik, serta dimampukan untuk hidup mulia seperti Kristus. Kedua. Hidup dalam damai sejahtera: Kita telah berdamai dengan Allah, dan Kristus telah mengalahkan kematian. Hati dan pikiran kita tetap jernih dan berhikmat untuk mengarungi dunia yang bergejolak dengan keyakinan. Ketiga. Hidup sepenuhnya bagi Allah. Memuliakan Dia dengan cara menjadi serupa dengan-Nya dalam keseharian, serta mengarahkan pada apa yang sebenarnya kita impikan: Hidup berarti, terhormat, dan memiliki nilai kekal. Kristus telah membeli kita dengan harga yang mahal (1 Petrus 1:18-19), karena itu hormati dan hargailah diri kita dengan menyerahkan hidup kita seutuhnya bagi Tuhan. Amin. —Pdt. Agus Lianto, “Kemenangan Terbesar.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu Paskah di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 5 April 2026.
Pdt. Rully Simorangkir
Hari-hari ke depan semuanya serba tidak menentu, tetapi Tuhan mengatakan agar kita tidak perlu kuatir karena selain tidak ada manfaatnya, juga menambah buruk situasi. Selain itu, jangan sampai pekerjaan menggantikan posisi Tuhan yang seharusnya tetap menempati tempat yang terutama di hidup kita. Jangan pula menjadikan Tuhan dan pemeliharaan-Nya yang setia sebagai alasan bagi kita untuk bermalas-malasan serta tidak mau rajin dalam bekerja keras, dengan penuh tanggung jawab.Hal apa yang terlihat dapat menenggelamkan kita, sudah berada di bawah kaki dari Tuhan Yesus. Dia pasti akan memberi kita hikmat dan kekuatan untuk dapat melalui setiap musim di dalam hidup ini, dan membawa kemuliaan hanya bagi nama-Nya.—Pdt. Anugerah Saron, “Secure in His Provision.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 29 Maret 2026.
Apakah seseorang bisa hidup tanpa lagi dikuasai oleh keinginan dosa, meskipun masih berada di dunia yang penuh dengan godaan dan berbagai tantangan hidup?Simak obrolannya yang asik bersama narasumber kita yang luar biasa Ps. Agus Rianto hanya di OASIS (Obrolan Asik Seputar Injil Surgawi).
Kitab Pengkhotbah adalah kitab yang sering dihindari, tetapi darinya kita dapat belajar bahwa hidup ini misteri dan tidak dapat dipahami, rapuh dan tidak sekuat yang kita kira, hidup ini tidak bisa diprediksi, dan juga tidak selalu adil. Tetapi kita masih dapat meresponi dengan percaya pada kedaulatan Allah—hidup kita berada di dalam tangan-Nya, belajar mensyukuri dan menikmati hidup sebagai pemberian-Nya, serta melakukan yang terbaik, selama kita masih diberi waktu dan kesempatan oleh-Nya. —Pdt. Drs. Gani Wiyono, M.Th., “Menghadapi Realitas Hidup di Bawah Matahari.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 22 Maret 2026.
Having not lived in their homeland for decades, Indonesian diaspora shares the reasons behind their decision to change—or keep—their citizenship status. - Telah puluhan tahun tidak lagi tinggal di tanah air, diaspora Indonesia menceritakan alasan di balik keputusan mereka dalam memilih status kewarganegaraannya.
“…dinyatakan oleh Roh Kudus …ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia menyambut Yesus, Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, sesuai firman-Mu…mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu”
“…dinyatakan oleh Roh Kudus …ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia menyambut Yesus, Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, sesuai firman-Mu…mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu”
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Desember 2025Bacaan: Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku." (Lukas 15:29)Renungan: Di dalam kisah anak yang hilang, kita mendapat kesan bahwa si anak sulung lebih baik dari adiknya, karena ia tidak meminta warisan, tidak pergi dari rumah dan tidak menghabiskan hartanya. Bahkan, si anak sulung berani mengklaim bahwa dirinya adalah anak yang taat dan rajin bekerja kepada sang ayah. Mungkin keburukannya hanyalah ia merasa iri kepada adiknya yang itu pun mungkin bisa kita maklumi. Namun, melalui respons sang ayah, kita belajar bahwa sesungguhnya anak yang hilang bukan saja si anak bungsu, melainkan si anak sulung juga, karena ia sebagai anak namun tidak merasa atau menempatkan dirinya sebagai anak. Sebagai anak, ia pun turut memiliki apa yang dimiliki oleh sang ayah, dan sebagai anak yang baik seharusnya ia turut bersukacita dengan sang ayah karena adiknya telah kembali. Namun, si anak sulung menempatkan dirinya sebagai orang upahan, dengan merasa ketaatan dan kerajinannya bekerja untuk sang ayah patut diberi upah atau penghargaan. Mental demikian kadang dimiliki oleh para pengikut Yesus. Sebagai anak-anak Tuhan, kita seringkali mengklaim perbuatan baik, masa pelayanan, pengorbanan waktu kita untuk Tuhan, dll. kepada Dia dan menuntut Tuhan menjawab doa kita sesuai dengan apa yang kita mau. Kita menjadikan Tuhan berhutang atas kebaikan kita. Padahal, Tuhan tidak pernah berhutang kepada kita, karena apa yang la berikan jauh lebih besar dari apa yang mampu kita berikan kepada-Nya. Sebagai Bapa, la tidak ingin kita menjadi anak-anak-Nya yang bermental upahan. Karena apa yang dimiliki oleh Bapa telah diberikan kepada kita untuk dikelola sebaik-baiknya untuk menjadi kemuliaan-Nya. Apa yang menjadi sukacita Bapa, itu juga yang harus menjadi sukacita kita. Sosok ayah dalam perumpamaan ini menggambarkan kasih Bapa yang begitu besar kepada anak-anak-Nya, sehingga la tetap mau menerima anak-anak-Nya yang mau bertobat. Dengan kasih-Nya yang begitu besar, la memanggil kita untuk kembali dan memiliki hidup sejati sebagai anak-anak-Nya, bukan dengan mental seorang upahan. Tuhan Yesus memberkati. DOATuhan Yesus, biarlah aku hidup sebagai anak-anak-Mu yang sejati, bukan sebagai anak dengan mental upahan. Amin. (Dod).
Setelah puluhan tahun berjuang akhirnya Timor Leste secara resmi bergabung dengan ASEAN sebagai negara anggota ke-11.
Sebuah buku harian veteran perang Tiongkok yang telah lama hilang telah ditemukan, merinci keterlibatan Tiongkok dalam D-Day. Penemuan ini sungguh menakjubkan.
John Cheong-Holdaway is a creative producer, musician, and economist who recently received an Award from the Indonesian Consul General Republic of Indonesia in Melbourne on the 17 Aug 2025. This award is a part of and given at the 80th Indonesian Independence Day celebration. What did John do to earn this Award? - John Cheong-Holdaway adalah seorang produser kreatif, musisi, dan ekonom, yang baru-baru ini menerima Penghargaan dari Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne pada 17 Agustus 2025. Penghargaan ini merupakan bagian dari dan diberikan pada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Apa yang John lakukan untuk mendapatkan penghargaan ini?
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmen dalam mendorong UMKM naik kelas di Indonesia. Melalui platform digital LinkUMKM, BRI menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang menyeluruh, mulai dari pemetaan kapasitas usaha hingga pendampingan dan pelatihan berbasis kebutuhan.LinkUMKM dirancang sebagai jawaban atas tantangan utama pengusaha UMKM, yakni keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan, dan dukungan pengembangan yang sesuai dengan tahapan usaha mereka. Sejak diluncurkan, platform ini tumbuh menjadi pusat pemberdayaan digital bagi UMKM, yang kini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 12,9 juta UMKM di seluruh Indonesia.Salah satu fitur unggulan dalam platform ini adalah Self-Assessment Naik Kelas, alat bantu skoring digital yang membantu UMKM mengetahui kelas usahanya secara lebih objektif. Dengan mengetahui hasil skoring, UMKM dapat mengikuti pelatihan yang tepat sasaran sesuai modul yang direkomendasikan. Melalui LinkUMKM, pengusaha UMKM juga berkesempatan mendapatkan berbagai akses pembinaan, informasi, serta dukungan untuk mendorong bisnisnya naik kelas.Hingga akhir Juni 2025, tercatat lebih dari 9,9 juta UMKM telah melakukan menggunakan fitur skoring digital melalui LinkUMKM untuk mengenali posisi usahanya mulai dari kategori UMKM tradisional, berkembang, hingga modern. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa LinkUMKM merupakan wujud konkret komitmen BRI dalam memberdayakan UMKM secara sistematis dan berkelanjutan.“LinkUMKM kami kembangkan sebagai solusi digital yang menyeluruh. Tidak hanya memetakan posisi UMKM, tetapi juga mengarahkan langkah pengembangan melalui pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing UMKM,” ujar Akhmad.“Transformasi UMKM bukan proses instan. Tapi dengan pendekatan berbasis data dan dukungan teknologi, kami memastikan setiap UMKM memiliki peluang yang sama untuk naik kelas,” tambahnya.Tidak hanya menyediakan fitur Self-Assessment Naik Kelas untuk memetakan tingkat kesiapan usaha, LinkUMKM juga menghadirkan beragam fitur pendukung yang saling terhubung. Salah satunya adalah UMKM Smart, yang memberikan rekomendasi pengembangan spesifik berdasarkan hasil skoring mandiri pengusaha. Selain itu, tersedia fitur Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi bisnis yang mempertemukan UMKM dengan para mentor dan coach professional.Selain itu juga terdapat fitur Etalase, yaitu etalase digital yang memperluas akses pemasaran produk UMKM ke segmen pasar yang lebih luas. Platform ini juga terhubung langsung dengan jaringan Rumah BUMN untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kapabilitas UMKM. LinkUMKM juga menyediakan fitur Komunitas sebagai ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman antar UMKM. Tak kalah penting, melalui kanal Media, LinkUMKM menyajikan berbagai informasi inspiratif, berita terkini, dan infografis edukatif yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha mikro.Pengusaha UMKM juga dapat mengikuti pelatihan daring maupun luring di LinkUMKM dengan materi pelatihan yang disusun berbasis kebutuhan nyata, lebih dari 690 modul pembelajaran tersedia untuk mendukung penguatan soft dan hard competency. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pengusaha mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kelas dan kondisi usahanya. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih tepat sasaran, aplikatif, dan berdampak langsung pada kemajuan bisnis.“Melalui LinkUMKM, BRI tidak hanya mendampingi pengusaha mengenali kapasitas dirinya, tetapi juga menyediakan jalur pertumbuhan yang nyata dari tradisional, menjadi berkembang, dan menuju modern. Dengan fondasi ini, UMKM Indonesia dapat semakin tangguh menghadapi tantangan zaman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Akhmad.
Data terbaru mengungkapkan bahwa Northern Territory adalah yurisdiksi dengan kinerja terburuk di negara ini dalam hal Menutup Kesenjangan.
Classy People, konon katanya, pemimpin perempuan identik dengan kepemimpinan yang hangat dan penuh toleransi, namun juga punya bentuk tegasnya sendiri. Telah hadir dalam Program The Art of Leadership, Ibu Kepala Perwakilan BKKBN Sumatra Barat untuk berbagi cerita isnpiratif beliau sebagai seorang pemimpin perempuan.Cermati The Art of Leadership bersama Ibu Dra. Mardalena Wati Yulia, M.Si selaku Kepala Perwakilan BKKBN Sumatra Barat only on Classy FM!
Pdm. Handoyo Salim (TB) Kidung Agung 2:4 "Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta."
We got to interview Telah about our shadow program. This is Telah's amazing facility that is for sale in Illinois. https://www.facebook.com/share/18VaNbDcEb/?mibextid=WC7FNe
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 27 Februari 2025Bacaan: Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu." (Lukas 15:29-31)Renungan: Di dalam kisah anak yang hilang ada dua tokoh yang patut kita perhatikan juga selain si bungsu, yaitu si anak sulung dan sang ayah. Dalam kisah ini, kita mendapat kesan bahwa si anak sulung lebih baik dari adiknya, karena ia tidak meminta warisan, tidak pergi dari rumah dan tidak menghabiskan hartanya. Bahkan, si anak sulung berani mengklaim bahwa dirinya adalah anak yang taat dan rajin bekerja kepada sang ayah. Mungkin keburukannya hanyalah ia merasa iri kepada adiknya yang itu pun mungkin bisa kita maklumi. Namun, melalui respons sang ayah, kita belajar bahwa sesungguhnya anak yang hilang bukan saja si anak bungsu, melainkan si anak sulung juga, karena ia sebagai anak namun tidak merasa atau menempatkan dirinya sebagai anak. Sebagai anak, ia pun turut memiliki apa yang dimiliki oleh sang ayah, dan sebagai anak yang baik seharusnya ia turut bersukacita dengan sang ayah karena adiknya telah kembali. Namun, si anak sulung menempatkan dirinya sebagai orang upahan, dengan merasa ketaatan dan kerajinannya bekerja untuk sang ayah patut diberi upah atau penghargaan. Mental dermikian kadang dimiliki oleh para pengikut Yesus. Sebagai anak-anak Tuhan, kita sering kali mengklaim perbuatan baik, masa pelayanan, pengorbanan waktu kita untuk Tuhan. Oleh karena itu sering kita menuntut Tuhan menjawab doa kita sesuai dengan apa yang kita mau. Kita menjadikan Tuhan berhutang atas kebaikan kita. Padahal, Tuhan tidak pernah berhutang kepada kita, karena apa yang la berikan jauh lebih besar dari apa yang mampu kita berikan kepada-Nya. Sebagai Bapa, Ia tidak ingin kita menjadi anak-anak-Nya yang bermental upahan. Sosok ayah dalam perumpamaan ini menggambarkan kasih Bapa yang begitu besar kepada anak-anak-Nya, sehingga la tetap mau menerima anak-anak-Nya yang mau bertobat. Dengan kasih-Nya yang begitu besar, Ia memanggil kita untuk kembali dan memiliki hidup sejati sebagai anak-anak-Nya, bukan dengan mental seorang upahan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hidupku sebagai anak-anak-Mu yang sejati, bukan sebagai anak dengan mental upahan. Amin. (Dod).
The Hale-Bopp Comet was a sight to behold. However, no one could have guessed what would happen as it would travel across the US. This week I'll tell you all about Ti and Do, TELAH, and what it's like to be part of one of the most obscure religious cults of the 70's.allthatsinteresting.com, history.com