POPULARITY
Categories
Menjadi seorang percaya bukan hanya tentang menerima keselamatan saja tetapi juga mempersiapkan diri sebagai mempelai Kristus yang setia, hidup dalam kasih dan kekudusan, serta terus membangun hubungan yang karib bersama dengan Tuhan di setiap harinya.Marilah kita hidup dengan pengharapan akan kedatangan-Nya, sambil terus bertumbuh menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Jadilah kuat, karena kita ini adalah mempelai Kristus dan hiduplah selaras dengan nilai siapa diri kita di hadapan-Nya. —Pdt. Agus Lianto, “Dipanggil menjadi Mempelai Kristus.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu pagi di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 14 Juni 2026.
Pelajaran apa yang dapat dipetik dari Matius 14:22-33, di mana perahu para murid diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal?Pertama. Perjalanan yang sesuai kehendak Tuhan, belum tentu bebas dari masalah. Kedua. Tuhan hadir dalam badai, Dia tidak membiarkan kita menghadapi sendirian. Ketiga. Kehadiran Yesus sering tidak dikenali. Keempat. Kepanikan dan ketakutan menutup mata iman, tetapi ketenangan mencelikkannya. Kelima. Iman diawali dengan langkah berani. Keenam. Iman menjadi nyata, saat dijalani. Ketujuh. Goyah dan runtuhnya iman, karena kita memiliki fokus yang salah selama ini. Kedelapan. Pertolongan Tuhan selalu tepat waktu, dan tidak pernah terlambat. Kesembilan. Mukjizat memang terjadi, tetapi tanggung jawab awal jangan dilupakan. Kesepuluh. Masa krisis sering kali membawa pewahyuan dan pengenalan yang baru tentang siapa Pribadi Tuhan. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Iman di tengah Krisis.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu pagi di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 21 Juni 2026.Youtube :https://www.youtube.com/watch?v=36P3X6zrFAg
Bagaimana caranya agar doa dapat membawa kemenangan di dalam hidup kita?Pertama. Membangun kehidupan doa yang konsisten, apa pun musimnya di hidup kita. Kedua. Doa harus disertai dengan iman dan ketaatan, tidak sekadar menaikkan doa bising—cara kita berdoa dan mengeluh memiliki frekuensi nada yang sama di hadapan Tuhan. Ketiga. Menaikkan doa yang menyatakan kebesaran Tuhan dengan sikap percaya, Dia masih sanggup untuk menepati semua yang sudah dijanjikan di dalam hidup kita.Kalau hari-hari ini kita berada di titik terendah dan tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat.. tetaplah berseru dan berharap pada Tuhan. Dia masih sanggup mendengar setiap permohonan doa dan menolong hidup kita.—Pdt. Gunawan Iskandar, “Prayer brings Victory.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu pagi di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 7 Juni 2026.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 316 (Matius 28:9-20): Setelah para malaikat memberitakan berita kebangkitan Yesus kepada beberapa perempuan yang mau mengunjungi kubur Yesus, sekarang Yesus sendiri berjumpa dengan para perempuan itu. Yesus memberikan pesan kepada mereka, sama seperti yang pernah dikatakan-Nya sebelum Dia mati, yaitu bahwa Dia akan mendahului para murid ke Galilea.
APRESIASI DISAMPAIKAN OLEH WAKIL MENTERI HAJI DAN UMRAH RI DAHNIL ANZAR SIMANJUNTAK KEPADA SELURUH PETUGAS HAJI INDONESIA YANG TELAH MENUNTASKAN PELAYANAN KEPADA PARA JEMAAH HAJI INDONESIA DI TANAH SUCI(BEH/MCH 2026)
Ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan oleh petugas Haji Sektor 5 Madinah kepada Jemaah yang telah bekerja sama dengan petugas. Sementara itu kehadiran petugas sejak proses kedatangan, pengantaran ke kamar, distribusi konsumsi hingga pendampingan ibadah mendapat respons positif dari para Jemaah.
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Apa Yang Telah Kau Siapkan
Bagaimana Daud bisa mengakhiri hidupnya dengan finishing well / baik hingga akhir?* Daud menang atas segala kepahitan di hidupnya yang dapat menguras energi batin, merusak hubungan, dan mengubah karakter menjadi kurang baik. * Daud setia atas perkara kecil dan memaksimalkan kesempatan yang ada di tangannya, sabar menunggu waktu Tuhan, dan percaya penyertaan-Nya. * Daud tidak membenci musuhnya, mau merendahkan diri untuk mengakui dosa, serta memenuhi hidupnya dengan pujian dan penyembahan. “Tidak ada yang lebih tragis dari mencapai akhir kehidupan dan menyadari bahwa selama ini kita menempuh jalan yang salah.” (Watchman Nee). —Pdt. Andreas Rahardjo, “Finishing Well.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 31 Mei 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan perdana di bulan Juni 2026 dengan performa positif. Pada perdagangan Selasa pagi, indeks saham domestik dibuka melesat sebesar 82,62 poin atau menguat 1,35 persen ke level 6.210, sekaligus membalikkan arah tren koreksi yang sempat terjadi sepanjang bulan lalu. Nilai transaksi pada menit-menit awal perdagangan tercatat telah menembus Rp653,25 miliar dengan volume mencapai 494,58 juta lembar saham. Memasuki pekan pertama bulan ini, pergerakan indeks diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang tengah mencermati rilis sejumlah data makroekonomi utama, kebijakan strategis domestik terkait BUMN khusus ekspor, serta dinamika geopolitik global.
“Mountain of God” berbicara tentang gunung Tuhan, yang kudus dan di atas segalanya. Dan gunung Tuhan ini berbicara tentang hadirat-Nya yang tidak hanya kita dapatkan di hari Minggu saja, tetapi juga harus dipertahankan untuk kita hidupi di dalamnya, di setiap harinya.Apa pun musim kehidupan yang sedang dilalui, baik dalam keadaan suka maupun duka, jangan pernah meninggalkan / keluar dari hadirat Tuhan karena di sanalah ada damai sejahtera dan Dia bertakhta atas kehidupan kita.Life is not a dine and shop experience, it's mountain climbing—it is only the courageous can make it to the top.Hanya mereka yang memiliki tekad yang kuat dan mau untuk terus naik, yang tetap memiliki iman yang teguh pada Tuhan.. merekalah yang akan mengalami pertolongan dari Tuhan.—Sdri. Cindy Widjaja, “Mountain of God.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, Tgl. 24 Mei 2026.
Bagaimana Tuhan berbicara pada kita?Pertama. Melalui kebenaran firman Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab. Kedua. Suara Roh Kudus yang berbicara di dalam hati. Ketiga. Melalui khotbah, nasihat rohani, atau orang lain. Keempat. Damai sejahtera dari Tuhan. Kelima. Mimpi dan penglihatan. Keenam. Melalui keadaan yang terjadi di dalam kehidupan. Milikilah sikap siap untuk mendengar suara Tuhan, menyiapkan hidup, dan mau menaati suara-Nya. Tujuan dari mendengar suara Tuhan adalah agar kita dapat mengenal-Nya lebih karib, dan ada berkat jika kita mengenal Dia:Ada sukacita dan kepastian di hati, merasa dikasihi dan diterima, mengalami penyertaan-Nya, serta kita memiliki tujuan hidup. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Mendengar Suara Tuhan.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, Tgl. 17 Mei 2026.
Hampir tiga dekade setelah laporan penting Bringing Them Home tentang Generasi yang Dicuri, pemerintah baru mengimplementasikan enam persen dari rekomendasi tersebut.
Ketika masa golden age anak berlalu dengan cepat, apakah ayah mau menjaga setiap menitnya?
Tercatat hingga Minggu, 10 Mei 2026 pukul 23.50 Waktu Arab Saudi, atau Senin dini hari pukul 03.50 Waktu Indonesia Barat, sebanyak seratus tiga puluh satu ribu dua ratus jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci.BEH/MCH2026
Tanah Suci terus bertambah. Hingga saat ini, sebanyak 123 ribu jamaah telah tiba di Makkah untuk menunaikan rangkaian ibadah haji. Proses kedatangan terus berlangsung secara bertahap dengan pengawasan dan pelayanan yang terkoordinasi.
HINGGA SABTU 9 MEI PUKUL 03.00 WIB DINI HARI sebanyak 115 ribu 300 jemaah dari 297 kloter telah tiba di Tanah Suci, atau sekitar 56,71 persen dari total rencana kedatangan.(BEH/MCH2026)
Hal apakah yang dapat kita pelajari dari kisah Simon yang datang dari Kirene ke Yerusalem, dan dipaksa untuk memikul Salib Kristus?Pertama. Dipaksa memikul salib itu tidak enak, tetapi Yesus datang dan mengenalkan diri-Nya sendiri pada Simon secara pribadi. Kedua. Pertemuan dengan Yesus dan Salib-Nya adalah sebuah pertukaran, hal ini harus dilakukan di setiap hari, dan bisa kita dapatkan hanya pada saat kita mau memikul salib-Nya.Ketiga. Salib yang kita pikul hari ini, akan menentukan bagaimana iman generasi anak-anak kita selanjutnya. Memikul salib memang tidak enak, tetapi jangan menolak, menyerah, apalagi meletakkan salib tersebut. Kita mungkin ingin memilih jalan yang jauh lebih mudah dan enak, tetapi Tuhan memilih jalan yang terbaik bagi anak-anakNya. Marilah kita kembali ke tempat kita tinggalkan salib kita, dan mulai mengiring Yesus lagi.—Bp. Soetjipto Koesno, “The Greatest Exchange.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 3 Mei 2026.
Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat - Telah Datang Zamannya Bag. 2
Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat - Agama Islam Telah Sempurna
Ihsan Faisal (Kepala Daerah Kerja Mekah) menyampaikan bahwa seluruh fasilitas akomodasi bagi jemaah haji telah disiapkan sesuai dengan jumlah kedatangan jemaah. Persiapan ini mencakup ketersediaan hotel, layanan pendukung, serta pengaturan penempatan agar jemaah dapat beristirahat dengan nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat - Telah Datang Zamannya Bag. 2
Kita hidup di dalam dunia yang bising dan penuh dengan aktivitas. Banyak orang berpikir kalau kita hanya berdiam diri saja, maka kita akan dianggap tidak produktif. Tetapi dari Mazmur 46:11, kita dapat belajar untuk berdiam diri dan mengenal Tuhan lebih dalam. Apa maksudnya?Pertama. Berdiam Diri bukanlah tanda kelemahan. Kedua. Berdiam Diri bukan berarti mengalami kemunduran, tetapi meningkat. Ketiga. Berdiam Diri adalah waktu mengalami kesembuhan dan pertumbuhan. Keempat. Berdiam Diri adalah persiapan untuk mendengar suara Tuhan. Kelima. Berdiam Diri adalah jalan untuk mendapat damai sejahtera.Marilah belajar untuk tenang dan mendengar suara-Nya. Biarlah setiap keputusan dan tindakan kita keluar dari masa hening, di mana ada tuntunan dan arahan terbaik dari-Nya.—Pdt. Andreas Rahardjo, “Mazmur 46.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 19 April 2026.
Ustadz Najmi Umar Bakkar - Telah Mati Sebelum Mati
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Apa Yang Telah Kau Siapkan
Khutbah Jum'at - Ustadz Haidar Askarulqohar, Lc. hafizhahullahu.Judul : Allah Telah Menjamin Rezeki Kita.Sumber : YouTube.
Ustadz Najmi Umar Bakkar - Tanda Allah Telah Berpaling dari Hamba
Salib Kristus dan kebangkitan-Nya adalah karya sempurna serta memberi kemenangan terbesar di hidup kita. Tetapi, bagaimana realitasnya? Kemenangan seperti apa yang kita dapatkan?Pertama. Hidup tidak dikuasai dosa, yang membuat kita bebas untuk melakukan dan menjadi yang terbaik, serta dimampukan untuk hidup mulia seperti Kristus. Kedua. Hidup dalam damai sejahtera: Kita telah berdamai dengan Allah, dan Kristus telah mengalahkan kematian. Hati dan pikiran kita tetap jernih dan berhikmat untuk mengarungi dunia yang bergejolak dengan keyakinan. Ketiga. Hidup sepenuhnya bagi Allah. Memuliakan Dia dengan cara menjadi serupa dengan-Nya dalam keseharian, serta mengarahkan pada apa yang sebenarnya kita impikan: Hidup berarti, terhormat, dan memiliki nilai kekal. Kristus telah membeli kita dengan harga yang mahal (1 Petrus 1:18-19), karena itu hormati dan hargailah diri kita dengan menyerahkan hidup kita seutuhnya bagi Tuhan. Amin. —Pdt. Agus Lianto, “Kemenangan Terbesar.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu Paskah di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 5 April 2026.
Pdt. Rully Simorangkir
Hari-hari ke depan semuanya serba tidak menentu, tetapi Tuhan mengatakan agar kita tidak perlu kuatir karena selain tidak ada manfaatnya, juga menambah buruk situasi. Selain itu, jangan sampai pekerjaan menggantikan posisi Tuhan yang seharusnya tetap menempati tempat yang terutama di hidup kita. Jangan pula menjadikan Tuhan dan pemeliharaan-Nya yang setia sebagai alasan bagi kita untuk bermalas-malasan serta tidak mau rajin dalam bekerja keras, dengan penuh tanggung jawab.Hal apa yang terlihat dapat menenggelamkan kita, sudah berada di bawah kaki dari Tuhan Yesus. Dia pasti akan memberi kita hikmat dan kekuatan untuk dapat melalui setiap musim di dalam hidup ini, dan membawa kemuliaan hanya bagi nama-Nya.—Pdt. Anugerah Saron, “Secure in His Provision.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 29 Maret 2026.
Apakah seseorang bisa hidup tanpa lagi dikuasai oleh keinginan dosa, meskipun masih berada di dunia yang penuh dengan godaan dan berbagai tantangan hidup?Simak obrolannya yang asik bersama narasumber kita yang luar biasa Ps. Agus Rianto hanya di OASIS (Obrolan Asik Seputar Injil Surgawi).
Kitab Pengkhotbah adalah kitab yang sering dihindari, tetapi darinya kita dapat belajar bahwa hidup ini misteri dan tidak dapat dipahami, rapuh dan tidak sekuat yang kita kira, hidup ini tidak bisa diprediksi, dan juga tidak selalu adil. Tetapi kita masih dapat meresponi dengan percaya pada kedaulatan Allah—hidup kita berada di dalam tangan-Nya, belajar mensyukuri dan menikmati hidup sebagai pemberian-Nya, serta melakukan yang terbaik, selama kita masih diberi waktu dan kesempatan oleh-Nya. —Pdt. Drs. Gani Wiyono, M.Th., “Menghadapi Realitas Hidup di Bawah Matahari.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 22 Maret 2026.
Having not lived in their homeland for decades, Indonesian diaspora shares the reasons behind their decision to change—or keep—their citizenship status. - Telah puluhan tahun tidak lagi tinggal di tanah air, diaspora Indonesia menceritakan alasan di balik keputusan mereka dalam memilih status kewarganegaraannya.
“…dinyatakan oleh Roh Kudus …ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia menyambut Yesus, Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, sesuai firman-Mu…mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu”
“…dinyatakan oleh Roh Kudus …ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia menyambut Yesus, Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, sesuai firman-Mu…mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu”
Indonesia berkomitmen pada agenda global 2030 untuk mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat, termasuk mencapai target 95-95-95 yaitu:95% orang yang hidup dengan HIV mengetahui status mereka;95% dari mereka yang terdiagnosis menerima pengobatan antiretroviral (ARV);95% dari mereka yang menjalani pengobatan mencapai supresi virus.Meskipun telah mencapai kemajuan penting, Indonesia masih menghadapi berbagai gangguan dan tantangan struktural seperti perubahan dalam pembiayaan kesehatan, integrasi layanan dalam jaminan kesehatan nasional, kesenjangan sumber daya manusia, hambatan geografis, ketidaksetaraan dalam akses terhadap layanan berkualitas, serta stigma dan diskriminasi yang terus berlanjut.Tinjauan Program Bersama dan rangkuman program nasional baru-baru ini telah menghasilkan temuan penting tentang pencapaian, kesenjangan, dan rekomendasi untuk memperkuat respons. Wawasan ini perlu dikomunikasikan kepada publik dalam bahasa yang jelas dan mudah dipahami, sehingga masyarakat memahami posisi Indonesia dan apa yang masih perlu dilakukan untuk mencapai target 95-95-95 dan 2030.Apakah strategi kita sudah cukup tajam? Apakah sistem kita siap mendukung percepatan? Apakah komitmen semua pihak kuat untuk memastikan target 2030 benar-benar tercapai? Kita akan berbincang lebih jauh soal ini.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Desember 2025Bacaan: Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku." (Lukas 15:29)Renungan: Di dalam kisah anak yang hilang, kita mendapat kesan bahwa si anak sulung lebih baik dari adiknya, karena ia tidak meminta warisan, tidak pergi dari rumah dan tidak menghabiskan hartanya. Bahkan, si anak sulung berani mengklaim bahwa dirinya adalah anak yang taat dan rajin bekerja kepada sang ayah. Mungkin keburukannya hanyalah ia merasa iri kepada adiknya yang itu pun mungkin bisa kita maklumi. Namun, melalui respons sang ayah, kita belajar bahwa sesungguhnya anak yang hilang bukan saja si anak bungsu, melainkan si anak sulung juga, karena ia sebagai anak namun tidak merasa atau menempatkan dirinya sebagai anak. Sebagai anak, ia pun turut memiliki apa yang dimiliki oleh sang ayah, dan sebagai anak yang baik seharusnya ia turut bersukacita dengan sang ayah karena adiknya telah kembali. Namun, si anak sulung menempatkan dirinya sebagai orang upahan, dengan merasa ketaatan dan kerajinannya bekerja untuk sang ayah patut diberi upah atau penghargaan. Mental demikian kadang dimiliki oleh para pengikut Yesus. Sebagai anak-anak Tuhan, kita seringkali mengklaim perbuatan baik, masa pelayanan, pengorbanan waktu kita untuk Tuhan, dll. kepada Dia dan menuntut Tuhan menjawab doa kita sesuai dengan apa yang kita mau. Kita menjadikan Tuhan berhutang atas kebaikan kita. Padahal, Tuhan tidak pernah berhutang kepada kita, karena apa yang la berikan jauh lebih besar dari apa yang mampu kita berikan kepada-Nya. Sebagai Bapa, la tidak ingin kita menjadi anak-anak-Nya yang bermental upahan. Karena apa yang dimiliki oleh Bapa telah diberikan kepada kita untuk dikelola sebaik-baiknya untuk menjadi kemuliaan-Nya. Apa yang menjadi sukacita Bapa, itu juga yang harus menjadi sukacita kita. Sosok ayah dalam perumpamaan ini menggambarkan kasih Bapa yang begitu besar kepada anak-anak-Nya, sehingga la tetap mau menerima anak-anak-Nya yang mau bertobat. Dengan kasih-Nya yang begitu besar, la memanggil kita untuk kembali dan memiliki hidup sejati sebagai anak-anak-Nya, bukan dengan mental seorang upahan. Tuhan Yesus memberkati. DOATuhan Yesus, biarlah aku hidup sebagai anak-anak-Mu yang sejati, bukan sebagai anak dengan mental upahan. Amin. (Dod).
Ternyata setelah berusia (alias tua ha ha ha) ada satu hal yang saya temukan bahwa jam terbang itu benar adanya. Banyak melihat. Bukannya lebih hebat, tapi karena pernah melihat atau melaluinya saja. Mudah-mudahan menjadi semakin bijak (wise), bukan semakin sok tahu dan menyebalkan. Ha ha ha.
Setelah puluhan tahun berjuang akhirnya Timor Leste secara resmi bergabung dengan ASEAN sebagai negara anggota ke-11.
Sebuah buku harian veteran perang Tiongkok yang telah lama hilang telah ditemukan, merinci keterlibatan Tiongkok dalam D-Day. Penemuan ini sungguh menakjubkan.
John Cheong-Holdaway is a creative producer, musician, and economist who recently received an Award from the Indonesian Consul General Republic of Indonesia in Melbourne on the 17 Aug 2025. This award is a part of and given at the 80th Indonesian Independence Day celebration. What did John do to earn this Award? - John Cheong-Holdaway adalah seorang produser kreatif, musisi, dan ekonom, yang baru-baru ini menerima Penghargaan dari Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne pada 17 Agustus 2025. Penghargaan ini merupakan bagian dari dan diberikan pada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80. Apa yang John lakukan untuk mendapatkan penghargaan ini?
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmen dalam mendorong UMKM naik kelas di Indonesia. Melalui platform digital LinkUMKM, BRI menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang menyeluruh, mulai dari pemetaan kapasitas usaha hingga pendampingan dan pelatihan berbasis kebutuhan.LinkUMKM dirancang sebagai jawaban atas tantangan utama pengusaha UMKM, yakni keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan, dan dukungan pengembangan yang sesuai dengan tahapan usaha mereka. Sejak diluncurkan, platform ini tumbuh menjadi pusat pemberdayaan digital bagi UMKM, yang kini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 12,9 juta UMKM di seluruh Indonesia.Salah satu fitur unggulan dalam platform ini adalah Self-Assessment Naik Kelas, alat bantu skoring digital yang membantu UMKM mengetahui kelas usahanya secara lebih objektif. Dengan mengetahui hasil skoring, UMKM dapat mengikuti pelatihan yang tepat sasaran sesuai modul yang direkomendasikan. Melalui LinkUMKM, pengusaha UMKM juga berkesempatan mendapatkan berbagai akses pembinaan, informasi, serta dukungan untuk mendorong bisnisnya naik kelas.Hingga akhir Juni 2025, tercatat lebih dari 9,9 juta UMKM telah melakukan menggunakan fitur skoring digital melalui LinkUMKM untuk mengenali posisi usahanya mulai dari kategori UMKM tradisional, berkembang, hingga modern. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa LinkUMKM merupakan wujud konkret komitmen BRI dalam memberdayakan UMKM secara sistematis dan berkelanjutan.“LinkUMKM kami kembangkan sebagai solusi digital yang menyeluruh. Tidak hanya memetakan posisi UMKM, tetapi juga mengarahkan langkah pengembangan melalui pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing UMKM,” ujar Akhmad.“Transformasi UMKM bukan proses instan. Tapi dengan pendekatan berbasis data dan dukungan teknologi, kami memastikan setiap UMKM memiliki peluang yang sama untuk naik kelas,” tambahnya.Tidak hanya menyediakan fitur Self-Assessment Naik Kelas untuk memetakan tingkat kesiapan usaha, LinkUMKM juga menghadirkan beragam fitur pendukung yang saling terhubung. Salah satunya adalah UMKM Smart, yang memberikan rekomendasi pengembangan spesifik berdasarkan hasil skoring mandiri pengusaha. Selain itu, tersedia fitur Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi bisnis yang mempertemukan UMKM dengan para mentor dan coach professional.Selain itu juga terdapat fitur Etalase, yaitu etalase digital yang memperluas akses pemasaran produk UMKM ke segmen pasar yang lebih luas. Platform ini juga terhubung langsung dengan jaringan Rumah BUMN untuk mendukung peningkatan kapasitas dan kapabilitas UMKM. LinkUMKM juga menyediakan fitur Komunitas sebagai ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman antar UMKM. Tak kalah penting, melalui kanal Media, LinkUMKM menyajikan berbagai informasi inspiratif, berita terkini, dan infografis edukatif yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha mikro.Pengusaha UMKM juga dapat mengikuti pelatihan daring maupun luring di LinkUMKM dengan materi pelatihan yang disusun berbasis kebutuhan nyata, lebih dari 690 modul pembelajaran tersedia untuk mendukung penguatan soft dan hard competency. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pengusaha mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kelas dan kondisi usahanya. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih tepat sasaran, aplikatif, dan berdampak langsung pada kemajuan bisnis.“Melalui LinkUMKM, BRI tidak hanya mendampingi pengusaha mengenali kapasitas dirinya, tetapi juga menyediakan jalur pertumbuhan yang nyata dari tradisional, menjadi berkembang, dan menuju modern. Dengan fondasi ini, UMKM Indonesia dapat semakin tangguh menghadapi tantangan zaman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Akhmad.
Data terbaru mengungkapkan bahwa Northern Territory adalah yurisdiksi dengan kinerja terburuk di negara ini dalam hal Menutup Kesenjangan.
Classy People, konon katanya, pemimpin perempuan identik dengan kepemimpinan yang hangat dan penuh toleransi, namun juga punya bentuk tegasnya sendiri. Telah hadir dalam Program The Art of Leadership, Ibu Kepala Perwakilan BKKBN Sumatra Barat untuk berbagi cerita isnpiratif beliau sebagai seorang pemimpin perempuan.Cermati The Art of Leadership bersama Ibu Dra. Mardalena Wati Yulia, M.Si selaku Kepala Perwakilan BKKBN Sumatra Barat only on Classy FM!
Pdm. Handoyo Salim (TB) Kidung Agung 2:4 "Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta."
Orang-orang ini membawa sinar matahari kasih penyembuhan Tuhan ke dalam kamarnya, dan itu menghangatkan hatinya sekali lagi.
We got to interview Telah about our shadow program. This is Telah's amazing facility that is for sale in Illinois. https://www.facebook.com/share/18VaNbDcEb/?mibextid=WC7FNe
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 27 Februari 2025Bacaan: Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu." (Lukas 15:29-31)Renungan: Di dalam kisah anak yang hilang ada dua tokoh yang patut kita perhatikan juga selain si bungsu, yaitu si anak sulung dan sang ayah. Dalam kisah ini, kita mendapat kesan bahwa si anak sulung lebih baik dari adiknya, karena ia tidak meminta warisan, tidak pergi dari rumah dan tidak menghabiskan hartanya. Bahkan, si anak sulung berani mengklaim bahwa dirinya adalah anak yang taat dan rajin bekerja kepada sang ayah. Mungkin keburukannya hanyalah ia merasa iri kepada adiknya yang itu pun mungkin bisa kita maklumi. Namun, melalui respons sang ayah, kita belajar bahwa sesungguhnya anak yang hilang bukan saja si anak bungsu, melainkan si anak sulung juga, karena ia sebagai anak namun tidak merasa atau menempatkan dirinya sebagai anak. Sebagai anak, ia pun turut memiliki apa yang dimiliki oleh sang ayah, dan sebagai anak yang baik seharusnya ia turut bersukacita dengan sang ayah karena adiknya telah kembali. Namun, si anak sulung menempatkan dirinya sebagai orang upahan, dengan merasa ketaatan dan kerajinannya bekerja untuk sang ayah patut diberi upah atau penghargaan. Mental dermikian kadang dimiliki oleh para pengikut Yesus. Sebagai anak-anak Tuhan, kita sering kali mengklaim perbuatan baik, masa pelayanan, pengorbanan waktu kita untuk Tuhan. Oleh karena itu sering kita menuntut Tuhan menjawab doa kita sesuai dengan apa yang kita mau. Kita menjadikan Tuhan berhutang atas kebaikan kita. Padahal, Tuhan tidak pernah berhutang kepada kita, karena apa yang la berikan jauh lebih besar dari apa yang mampu kita berikan kepada-Nya. Sebagai Bapa, Ia tidak ingin kita menjadi anak-anak-Nya yang bermental upahan. Sosok ayah dalam perumpamaan ini menggambarkan kasih Bapa yang begitu besar kepada anak-anak-Nya, sehingga la tetap mau menerima anak-anak-Nya yang mau bertobat. Dengan kasih-Nya yang begitu besar, Ia memanggil kita untuk kembali dan memiliki hidup sejati sebagai anak-anak-Nya, bukan dengan mental seorang upahan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hidupku sebagai anak-anak-Mu yang sejati, bukan sebagai anak dengan mental upahan. Amin. (Dod).
The Hale-Bopp Comet was a sight to behold. However, no one could have guessed what would happen as it would travel across the US. This week I'll tell you all about Ti and Do, TELAH, and what it's like to be part of one of the most obscure religious cults of the 70's.allthatsinteresting.com, history.com
With family: 1 Chronicles 7–8; Hebrews 11 1 Chronicles 7–8 (Listen) Descendants of Issachar 7 The sons1 of Issachar: Tola, Puah, Jashub, and Shimron, four. 2 The sons of Tola: Uzzi, Rephaiah, Jeriel, Jahmai, Ibsam, and Shemuel, heads of their fathers' houses, namely of Tola, mighty warriors of their generations, their number in the days of David being 22,600. 3 The son2 of Uzzi: Izrahiah. And the sons of Izrahiah: Michael, Obadiah, Joel, and Isshiah, all five of them were chief men. 4 And along with them, by their generations, according to their fathers' houses, were units of the army for war, 36,000, for they had many wives and sons. 5 Their kinsmen belonging to all the clans of Issachar were in all 87,000 mighty warriors, enrolled by genealogy. Descendants of Benjamin 6 The sons of Benjamin: Bela, Becher, and Jediael, three. 7 The sons of Bela: Ezbon, Uzzi, Uzziel, Jerimoth, and Iri, five, heads of fathers' houses, mighty warriors. And their enrollment by genealogies was 22,034. 8 The sons of Becher: Zemirah, Joash, Eliezer, Elioenai, Omri, Jeremoth, Abijah, Anathoth, and Alemeth. All these were the sons of Becher. 9 And their enrollment by genealogies, according to their generations, as heads of their fathers' houses, mighty warriors, was 20,200. 10 The son of Jediael: Bilhan. And the sons of Bilhan: Jeush, Benjamin, Ehud, Chenaanah, Zethan, Tarshish, and Ahishahar. 11 All these were the sons of Jediael according to the heads of their fathers' houses, mighty warriors, 17,200, able to go to war. 12 And Shuppim and Huppim were the sons of Ir, Hushim the son of Aher. Descendants of Naphtali 13 The sons of Naphtali: Jahziel, Guni, Jezer and Shallum, the descendants of Bilhah. Descendants of Manasseh 14 The sons of Manasseh: Asriel, whom his Aramean concubine bore; she bore Machir the father of Gilead. 15 And Machir took a wife for Huppim and for Shuppim. The name of his sister was Maacah. And the name of the second was Zelophehad, and Zelophehad had daughters. 16 And Maacah the wife of Machir bore a son, and she called his name Peresh; and the name of his brother was Sheresh; and his sons were Ulam and Rakem. 17 The son of Ulam: Bedan. These were the sons of Gilead the son of Machir, son of Manasseh. 18 And his sister Hammolecheth bore Ishhod, Abiezer, and Mahlah. 19 The sons of Shemida were Ahian, Shechem, Likhi, and Aniam. Descendants of Ephraim 20 The sons of Ephraim: Shuthelah, and Bered his son, Tahath his son, Eleadah his son, Tahath his son, 21 Zabad his son, Shuthelah his son, and Ezer and Elead, whom the men of Gath who were born in the land killed, because they came down to raid their livestock. 22 And Ephraim their father mourned many days, and his brothers came to comfort him. 23 And Ephraim went in to his wife, and she conceived and bore a son. And he called his name Beriah, because disaster had befallen his house.3 24 His daughter was Sheerah, who built both Lower and Upper Beth-horon, and Uzzen-sheerah. 25 Rephah was his son, Resheph his son, Telah his son, Tahan his son, 26 Ladan his son, Ammihud his son, Elishama his son, 27 Nun4 his son, Joshua his son. 28 Their possessions and settlements were Bethel and its towns, and to the east Naaran, and to the west Gezer and its towns, Shechem and its towns, and Ayyah and its towns; 29 also in possession of the Manassites, Beth-shean and its towns, Taanach and its towns, Megiddo and its towns, Dor and its towns. In these lived the sons of Joseph the son of Israel. Descendants of Asher 30 The sons of Asher: Imnah, Ishvah, Ishvi, Beriah, and their sister Serah. 31 The sons of Beriah: Heber, and Malchiel, who fathered Birzaith. 32 Heber fathered Japhlet, Shomer, Hotham, and their sister Shua. 33 The sons of Japhlet: Pasach, Bimhal, and Ashvath. These are the sons of Japhlet. 34 The sons of Shemer his brother: Rohgah, Jehubbah, and Aram. 35 The sons of Helem his brother: Zophah, Imna, Shelesh, and Amal. 36 The sons of Zophah: Suah, Harnepher, Shual, Beri, Imrah. 37 Bezer, Hod, Shamma, Shilshah, Ithran, and Beera. 38 The sons of Jether: Jephunneh, Pispa, and Ara. 39 The sons of Ulla: Arah, Hanniel, and Rizia. 40 All of these were men of Asher, heads of fathers' houses, approved, mighty warriors, chiefs of the princes. Their number enrolled by genealogies, for service in war, was 26,000 men. A Genealogy of Saul 8 Benjamin fathered Bela his firstborn, Ashbel the second, Aharah the third, 2 Nohah the fourth, and Rapha the fifth. 3 And Bela had sons: Addar, Gera, Abihud, 4 Abishua, Naaman, Ahoah, 5 Gera, Shephuphan, and Huram. 6 These are the sons of Ehud (they were heads of fathers' houses of the inhabitants of Geba, and they were carried into exile to Manahath): 7 Naaman,5 Ahijah, and Gera, that is, Heglam, who fathered6 Uzza and Ahihud. 8 And Shaharaim fathered sons in the country of Moab after he had sent away Hushim and Baara his wives. 9 He fathered sons by Hodesh his wife: Jobab, Zibia, Mesha, Malcam, 10 Jeuz, Sachia, and Mirmah. These were his sons, heads of fathers' houses. 11 He also fathered sons by Hushim: Abitub and Elpaal. 12 The sons of Elpaal: Eber, Misham, and Shemed, who built Ono and Lod with its towns, 13 and Beriah and Shema (they were heads of fathers' houses of the inhabitants of Aijalon, who caused the inhabitants of Gath to flee); 14 and Ahio, Shashak, and Jeremoth. 15 Zebadiah, Arad, Eder, 16 Michael, Ishpah, and Joha were sons of Beriah. 17 Zebadiah, Meshullam, Hizki, Heber, 18 Ishmerai, Izliah, and Jobab were the sons of Elpaal. 19 Jakim, Zichri, Zabdi, 20 Elienai, Zillethai, Eliel, 21 Adaiah, Beraiah, and Shimrath were the sons of Shimei. 22 Ishpan, Eber, Eliel, 23 Abdon, Zichri, Hanan, 24 Hananiah, Elam, Anthothijah, 25 Iphdeiah, and Penuel were the sons of Shashak. 26 Shamsherai, Shehariah, Athaliah, 27 Jaareshiah, Elijah, and Zichri were the sons of Jeroham. 28 These were the heads of fathers' houses, according to their generations, chief men. These lived in Jerusalem. 29 Jeiel7 the father of Gibeon lived in Gibeon, and the name of his wife was Maacah. 30 His firstborn son: Abdon, then Zur, Kish, Baal, Nadab, 31 Gedor, Ahio, Zecher, 32 and Mikloth (he fathered Shimeah). Now these also lived opposite their kinsmen in Jerusalem, with their kinsmen. 33 Ner was the father of Kish, Kish of Saul, Saul of Jonathan, Malchi-shua, Abinadab and Eshbaal; 34 and the son of Jonathan was Merib-baal; and Merib-baal was the father of Micah. 35 The sons of Micah: Pithon, Melech, Tarea, and Ahaz. 36 Ahaz fathered Jehoaddah, and Jehoaddah fathered Alemeth, Azmaveth, and Zimri. Zimri fathered Moza. 37 Moza fathered Binea; Raphah was his son, Eleasah his son, Azel his son. 38 Azel had six sons, and these are their names: Azrikam, Bocheru, Ishmael, Sheariah, Obadiah, and Hanan. All these were the sons of Azel. 39 The sons of Eshek his brother: Ulam his firstborn, Jeush the second, and Eliphelet the third. 40 The sons of Ulam were men who were mighty warriors, bowmen, having many sons and grandsons, 150. All these were Benjaminites. Footnotes [1] 7:1 Syriac (compare Vulgate); Hebrew And to the sons [2] 7:3 Hebrew sons; also verses 10, 12, 17 [3] 7:23 Beriah sounds like the Hebrew for disaster [4] 7:27 Hebrew Non [5] 8:7 Hebrew and Naaman [6] 8:7 Or Gera; he carried them into exile and fathered [7] 8:29 Compare 9:35; Hebrew lacks Jeiel (ESV) Hebrews 11 (Listen) By Faith 11 Now faith is the assurance of things hoped for, the conviction of things not seen. 2 For by it the people of old received their commendation. 3 By faith we understand that the universe was created by the word of God, so that what is seen was not made out of things that are visible. 4 By faith Abel offered to God a more acceptable sacrifice than Cain, through which he was commended as righteous, God commending him by accepting his gifts. And through his faith, though he died, he still speaks. 5 By faith Enoch was taken up so that he should not see death, and he was not found, because God had taken him. Now before he was taken he was commended as having pleased God. 6 And without faith it is impossible to please him, for whoever would draw near to God must believe that he exists and that he rewards those who seek him. 7 By faith Noah, being warned by God concerning events as yet unseen, in reverent fear constructed an ark for the saving of his household. By this he condemned the world and became an heir of the righteousness that comes by faith. 8 By faith Abraham obeyed when he was called to go out to a place that he was to receive as an inheritance. And he went out, not knowing where he was going. 9 By faith he went to live in the land of promise, as in a foreign land, living in tents with Isaac and Jacob, heirs with him of the same promise. 10 For he was looking forward to the city that has foundations, whose designer and builder is God. 11 By faith Sarah herself received power to conceive, even when she was past the age, since she considered him faithful who had promised. 12 Therefore from one man, and him as good as dead, were born descendants as many as the stars of heaven and as many as the innumerable grains of sand by the seashore. 13 These all died in faith, not having received the things promised, but having seen them and greeted them from afar, and having acknowledged that they were strangers and exiles on the earth. 14 For people who speak thus make it clear that they are seeking a homeland. 15 If they had been thinking of that land from which they had gone out, they would have had opportunity to return. 16 But as it is, they desire a better country, that is, a heavenly one. Therefore God is not ashamed to be called their God, for he has prepared for them a city. 17 By faith Abraham, when he was tested, offered up Isaac, and he who had received the promises was in the act of offering up his only son, 18 of whom it was said, “Through Isaac shall your offspring be named.” 19 He considered that God was able even to raise him from the dead, from which, figuratively speaking, he did receive him back. 20 By faith Isaac invoked future blessings on Jacob and Esau. 21 By faith Jacob, when dying, blessed each of the sons of Joseph, bowing in worship over the head of his staff. 22 By faith Joseph, at the end of his life, made mention of the exodus of the Israelites and gave directions concerning his bones. 23 By faith Moses, when he was born, was hidden for three months by his parents, because they saw that the child was beautiful, and they were not afraid of the king's edict. 24 By faith Moses, when he was grown up, refused to be called the son of Pharaoh's daughter, 25 choosing rather to be mistreated with the people of God than to enjoy the fleeting pleasures of sin. 26 He considered the reproach of Christ greater wealth than the treasures of Egypt, for he was looking to the reward. 27 By faith he left Egypt, not being afraid of the anger of the king, for he endured as seeing him who is invisible. 28 By faith he kept the Passover and sprinkled the blood, so that the Destroyer of the firstborn might not touch them. 29 By faith the people crossed the Red Sea as on dry land, but the Egyptians, when they attempted to do the same, were drowned. 30 By faith the walls of Jericho fell down after they had been encircled for seven days. 31 By faith Rahab the prostitute did not perish with those who were disobedient, because she had given a friendly welcome to the spies. 32 And what more shall I say? For time would fail me to tell of Gideon, Barak, Samson, Jephthah, of David and Samuel and the prophets—33 who through faith conquered kingdoms, enforced justice, obtained promises, stopped the mouths of lions, 34 quenched the power of fire, escaped the edge of the sword, were made strong out of weakness, became mighty in war, put foreign armies to flight. 35 Women received back their dead by resurrection. Some were tortured, refusing to accept release, so that they might rise again to a better life. 36 Others suffered mocking and flogging, and even chains and imprisonment. 37 They were stoned, they were sawn in two,1 they were killed with the sword. They went about in skins of sheep and goats, destitute, afflicted, mistreated—38 of whom the world was not worthy—wandering about in deserts and mountains, and in dens and caves of the earth. 39 And all these, though commended through their faith, did not receive what was promised, 40 since God had provided something better for us, that apart from us they should not be made perfect. Footnotes [1] 11:37 Some manuscripts add they were tempted (ESV) In private: Amos 5; Luke 1:1–38 Amos 5 (Listen) Seek the Lord and Live 5 Hear this word that I take up over you in lamentation, O house of Israel: 2 “Fallen, no more to rise, is the virgin Israel; forsaken on her land, with none to raise her up.” 3 For thus says the Lord GOD: “The city that went out a thousand shall have a hundred left, and that which went out a hundred shall have ten left to the house of Israel.” 4 For thus says the LORD to the house of Israel: “Seek me and live;5 but do not seek Bethel, and do not enter into Gilgal or cross over to Beersheba; for Gilgal shall surely go into exile, and Bethel shall come to nothing.” 6 Seek the LORD and live, lest he break out like fire in the house of Joseph, and it devour, with none to quench it for Bethel,7 O you who turn justice to wormwood1 and cast down righteousness to the earth! 8 He who made the Pleiades and Orion, and turns deep darkness into the morning and darkens the day into night, who calls for the waters of the sea and pours them out on the surface of the earth, the LORD is his name;9 who makes destruction flash forth against the strong, so that destruction comes upon the fortress. 10 They hate him who reproves in the gate, and they abhor him who speaks the truth.11 Therefore because you trample on2 the poor and you exact taxes of grain from him, you have built houses of hewn stone, but you shall not dwell in them; you have planted pleasant vineyards, but you shall not drink their wine.12 For I know how many are your transgressions and how great are your sins— you who afflict the righteous, who take a bribe, and turn aside the needy in the gate.13 Therefore he who is prudent will keep silent in such a time, for it is an evil time. 14 Seek good, and not evil, that you may live; and so the LORD, the God of hosts, will be with you, as you have said.15 Hate evil, and love good, and establish justice in the gate; it may be that the LORD, the God of hosts, will be gracious to the remnant of Joseph. 16 Therefore thus says the LORD, the God of hosts, the Lord: “In all the squares there shall be wailing, and in all the streets they shall say, ‘Alas! Alas!' They shall call the farmers to mourning and to wailing those who are skilled in lamentation,17 and in all vineyards there shall be wailing, for I will pass through your midst,” says the LORD. Let Justice Roll Down 18 Woe to you who desire the day of the LORD! Why would you have the day of the LORD? It is darkness, and not light,19 as if a man fled from a lion, and a bear met him, or went into the house and leaned his hand against the wall, and a serpent bit him.20 Is not the day of the LORD darkness, and not light, and gloom with no brightness in it? 21 “I hate, I despise your feasts, and I take no delight in your solemn assemblies.22 Even though you offer me your burnt offerings and grain offerings, I will not accept them; and the peace offerings of your fattened animals, I will not look upon them.23 Take away from me the noise of your songs; to the melody of your harps I will not listen.24 But let justice roll down like waters, and righteousness like an ever-flowing stream. 25 “Did you bring to me sacrifices and offerings during the forty years in the wilderness, O house of Israel? 26 You shall take up Sikkuth your king, and Kiyyun your star-god—your images that you made for yourselves, 27 and I will send you into exile beyond Damascus,” says the LORD, whose name is the God of hosts. Footnotes [1] 5:7 Or to bitter fruit [2] 5:11 Or you tax (ESV) Luke 1:1–38 (Listen) Dedication to Theophilus 1 Inasmuch as many have undertaken to compile a narrative of the things that have been accomplished among us, 2 just as those who from the beginning were eyewitnesses and ministers of the word have delivered them to us, 3 it seemed good to me also, having followed all things closely for some time past, to write an orderly account for you, most excellent Theophilus, 4 that you may have certainty concerning the things you have been taught. Birth of John the Baptist Foretold 5 In the days of Herod, king of Judea, there was a priest named Zechariah,1 of the division of Abijah. And he had a wife from the daughters of Aaron, and her name was Elizabeth. 6 And they were both righteous before God, walking blamelessly in all the commandments and statutes of the Lord. 7 But they had no child, because Elizabeth was barren, and both were advanced in years. 8 Now while he was serving as priest before God when his division was on duty, 9 according to the custom of the priesthood, he was chosen by lot to enter the temple of the Lord and burn incense. 10 And the whole multitude of the people were praying outside at the hour of incense. 11 And there appeared to him an angel of the Lord standing on the right side of the altar of incense. 12 And Zechariah was troubled when he saw him, and fear fell upon him. 13 But the angel said to him, “Do not be afraid, Zechariah, for your prayer has been heard, and your wife Elizabeth will bear you a son, and you shall call his name John. 14 And you will have joy and gladness, and many will rejoice at his birth, 15 for he will be great before the Lord. And he must not drink wine or strong drink, and he will be filled with the Holy Spirit, even from his mother's womb. 16 And he will turn many of the children of Israel to the Lord their God, 17 and he will go before him in the spirit and power of Elijah, to turn the hearts of the fathers to the children, and the disobedient to the wisdom of the just, to make ready for the Lord a people prepared.” 18 And Zechariah said to the angel, “How shall I know this? For I am an old man, and my wife is advanced in years.” 19 And the angel answered him, “I am Gabriel. I stand in the presence of God, and I was sent to speak to you and to bring you this good news. 20 And behold, you will be silent and unable to speak until the day that these things take place, because you did not believe my words, which will be fulfilled in their time.” 21 And the people were waiting for Zechariah, and they were wondering at his delay in the temple. 22 And when he came out, he was unable to speak to them, and they realized that he had seen a vision in the temple. And he kept making signs to them and remained mute. 23 And when his time of service was ended, he went to his home. 24 After these days his wife Elizabeth conceived, and for five months she kept herself hidden, saying, 25 “Thus the Lord has done for me in the days when he looked on me, to take away my reproach among people.” Birth of Jesus Foretold 26 In the sixth month the angel Gabriel was sent from God to a city of Galilee named Nazareth, 27 to a virgin betrothed2 to a man whose name was Joseph, of the house of David. And the virgin's name was Mary. 28