Podcasts about yohanes

  • 245PODCASTS
  • 4,740EPISODES
  • 12mAVG DURATION
  • 1DAILY NEW EPISODE
  • Jun 18, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about yohanes

Show all podcasts related to yohanes

Latest podcast episodes about yohanes

Renungan Anak GKY Mabes
Bukti Tentang Siapa Yesus (19 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 18, 2026 5:09


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Bukti Tentang Siapa YesusDiambil dari: Yohanes 18:4–5  “Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: ‘Siapakah yang kamu cari?' Jawab mereka: ‘Yesus dari Nazaret.' Kata-Nya kepada mereka, ‘Akulah Dia.' Yudas yang menghianati Dia berdiri juga di situ bersama mereka.”Wonder Kids, pada zaman Tuhan Yesus, orang-orang Yahudi sudah lama menantikan Mesias, yaitu Raja dan Juruselamat yang dijanjikan Allah. Mereka membaca Kitab Suci dan menunggu kapan janji itu digenapi. Tetapi saat Yesus datang, tidak semua orang mau percaya kepada-Nya. Ada yang mengira Yesus hanya guru yang baik. Ada yang menganggap Yesus hanya nabi. Ada juga yang menolak-Nya sama sekali.Mengapa begitu? Karena banyak orang ingin menentukan sendiri siapa Yesus menurut pikiran mereka. Mereka tidak mau sungguh-sungguh melihat semua bukti tentang Yesus. Padahal, kalau kita memperhatikan hidup Yesus, perkataan-Nya, mujizat-Nya, cara-Nya mengasihi orang, dan bagaimana Ia menggenapi janji-janji Allah, kita bisa melihat bahwa Yesus bukan orang biasa. Yesus adalah Anak Allah yang datang ke dunia.Yesus tidak datang sambil berkata sembarangan, “Percaya saja pada-Ku.” Sebaliknya, hidup Yesus penuh dengan bukti. Ia mengajar dengan kuasa, melakukan mujizat, mengampuni dosa, menggenapi nubuat, lalu akhirnya rela mati dan bangkit. Semua itu menunjukkan identitas-Nya. Jadi, untuk mengenal siapa Yesus sebenarnya, kita tidak cukup hanya mendengar pendapat orang. Kita harus melihat kepada Yesus sendiri seperti yang dinyatakan dalam firman Tuhan.Dalam Yohanes 18, saat orang-orang datang menangkap Yesus, Yesus justru maju ke depan. Ia tahu apa yang akan terjadi pada-Nya. Ia tidak lari. Ia tidak bersembunyi. Itu menunjukkan bahwa Yesus sungguh tahu siapa diri-Nya dan sungguh datang untuk menjalankan rencana Bapa. Yesus bukan korban yang bingung. Yesus adalah Juruselamat yang dengan rela menyerahkan diri-Nya bagi kita.Wonder Kids, kadang-kadang orang di sekitarmu bisa punya banyak pendapat tentang Yesus. Tetapi pertanyaan yang paling penting bukan “Kata orang siapa Yesus itu?” melainkan “Menurutmu, siapakah Yesus?” Apakah kamu hanya tahu tentang Yesus? Ataukah kamu sungguh percaya bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamatmu?Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ambil waktu sebentar dan katakan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, tolong aku mengenal Engkau bukan hanya dari kata orang, tetapi dari firman-Mu. Aku mau sungguh percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menunjukkan dengan jelas siapa diri-Mu. Tolong aku supaya tidak bingung oleh pendapat orang, tetapi sungguh mengenal Engkau melalui firman-Mu dan percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak perlu dibuat cocok dengan pendapat manusia, karena Dia sudah menunjukkan dengan jelas bahwa Dia adalah Anak Allah dan Juruselamat dunia. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Berputar-putar dalam Alasan (15 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 14, 2026 4:21


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Berputar-putar dalam AlasanDiambil dari: Yohanes 8:28  “Maka kata Yesus: ‘Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.'”Wonder Kids, kadang-kadang ada orang yang berkata, “Aku tidak mau percaya Alkitab, karena Alkitab memakai Alkitab untuk membuktikan dirinya sendiri.” Maksudnya, mereka merasa itu seperti berputar-putar. Seolah-olah kita berkata, “Alkitab benar karena Alkitab berkata begitu.” Memang, kalau hanya begitu saja, itu kurang kuat.Tetapi sebenarnya, saat kita percaya Alkitab, kita tidak hanya melihat satu ayat lalu langsung selesai. Kita melihat banyak hal bersama-sama. Kita melihat bahwa Alkitab ditulis dalam sejarah yang nyata. Kita melihat nama tempat, tokoh, dan peristiwa yang cocok dengan kenyataan. Kita melihat bagaimana berita tentang Yesus muncul sangat awal. Kita juga melihat banyak kesaksian dari luar Alkitab yang menolong kita mengetahui bahwa Yesus sungguh hidup.Jadi, kita tidak percaya secara buta atau asal percaya. Kita punya alasan untuk percaya. Tetapi kita juga harus ingat bahwa pada akhirnya, mengenal Yesus bukan hanya soal menang debat. Banyak orang melihat bukti, tetapi tetap tidak mau percaya. Mengapa? Karena masalahnya bukan hanya di kepala, tetapi juga di hati.Dalam Yohanes 8:28, Yesus berkata bahwa orang akan tahu siapa Dia ketika mereka melihat apa yang Yesus lakukan dan bahwa Ia datang dari Bapa. Artinya, Yesus tidak asal bicara. Seluruh hidup, perkataan, dan karya-Nya menunjukkan siapa Dia sebenarnya. Jadi saat kita bertanya, “Bagaimana kita tahu Yesus itu benar?” kita melihat kepada seluruh diri Yesus, bukan hanya satu kalimat saja.Wonder Kids, ini mengajarkan kita dua hal. Pertama, kita boleh belajar dan mencari alasan yang benar untuk percaya. Kedua, kita juga perlu hati yang mau tunduk kepada Tuhan. Orang yang sombong bisa terus mencari alasan untuk menolak. Tetapi orang yang rendah hati akan mau datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, tolong aku mengenal kebenaran-Mu.”Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu punya pertanyaan tentang mengapa Alkitab dapat dipercaya, coba tuliskan satu pertanyaanmu lalu tanyakan kepada guru Sekolah Minggu, orang tua, atau pembimbing rohanimu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak menyuruhku percaya dengan asal-asalan. Tolong aku supaya mau belajar dengan sungguh-sungguh dan juga punya hati yang rendah untuk percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman kepada Yesus bukan asal percaya, tetapi percaya dengan alasan yang benar dan hati yang mau tunduk kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan “Secret Mark” (13 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 12, 2026 4:23


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan “Secret Mark”Diambil dari: Yohanes 14:1  “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”Wonder Kids, kadang-kadang ada orang yang berkata, “Mungkin ada kitab rahasia tentang Yesus yang menunjukkan bahwa Yesus sebenarnya tidak seperti yang diajarkan Alkitab.” Salah satu hal yang pernah dibicarakan orang adalah tulisan yang disebut “Secret Mark.” Ada yang menganggap tulisan ini sangat penting, bahkan lebih benar daripada Injil Markus yang ada di Alkitab.Tetapi setelah diteliti, ternyata tidak ada bukti kuat bahwa tulisan itu sungguh asli dan bisa dipercaya. Bahkan banyak ahli justru meragukannya. Jadi, kita tidak punya alasan yang kuat untuk percaya bahwa ada “rahasia besar” tentang Yesus yang tersembunyi lalu baru ditemukan belakangan.Nah, ini penting, Wonder Kids. Kadang-kadang sesuatu yang terdengar misterius atau rahasia memang bisa membuat orang penasaran. Tetapi tidak semua yang terdengar heboh itu benar. Tuhan tidak membangun iman kita di atas gosip, cerita aneh, atau dokumen yang tidak jelas. Tuhan memberi kita firman-Nya yang kokoh dan dapat dipercaya.Yang kita tahu dengan jelas adalah ini: ada banyak bukti yang kuat bahwa Injil-injil dalam Alkitab dapat dipercaya. Di sanalah kita belajar bahwa Yesus sungguh hidup, sungguh mati di kayu salib untuk dosa kita, dan sungguh bangkit. Jadi kita tidak perlu gelisah saat ada orang membawa cerita-cerita aneh tentang Yesus. Kita bisa tetap tenang dan berpegang pada firman Tuhan.Firman Tuhan dalam Yohanes 14:1 berkata, “Janganlah gelisah hatimu.” Mengapa? Karena Yesus sendiri meminta kita percaya kepada-Nya. Saat dunia penuh suara yang membingungkan, kita tidak perlu panik. Kita tetap bisa berkata, “Aku mau percaya kepada Yesus yang dinyatakan dalam firman Tuhan.”Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu mendengar hal yang membuatmu bingung tentang Tuhan atau Alkitab, jangan langsung takut. Katakan kepada orang dewasa yang bisa membimbingmu, lalu berdoalah, “Tuhan, tolong aku tetap berpegang pada firman-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena firman-Mu benar dan dapat dipercaya. Tolong aku supaya tidak mudah bingung oleh hal-hal yang aneh atau menakutkan, tetapi tetap percaya kepada-Mu dengan hati yang tenang. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: kamu tidak perlu takut pada cerita yang membingungkan, karena firman Tuhan tetap kokoh dan Yesus tetap dapat dipercaya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan Apolonius dari Tiana (11 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 10, 2026 2:58


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Apolonius dari TianaDiambil dari: Yohanes 14:12  “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.”Wonder Kids, ada orang yang mencoba membandingkan Yesus dengan tokoh-tokoh lain dari zaman dahulu yang katanya juga melakukan hal-hal luar biasa. Salah satu nama yang kadang disebut adalah Apolonius dari Tiana. Ada cerita-cerita yang dibuat tentang dia, dan beberapa orang berkata, “Lihat, mungkin Yesus tidak istimewa, karena ada tokoh lain yang mirip.”Tetapi kalau kita melihat lebih teliti, perbandingan itu tidak kuat. Cerita tentang Apolonius ditulis jauh lebih belakangan, setelah zaman Yesus. Selain itu, banyak bagian ceritanya terdengar seperti kisah yang dibesar-besarkan untuk membuat dia tampak hebat. Berbeda dengan Injil, yang ditulis jauh lebih dekat dengan kehidupan Yesus dan didasarkan pada kesaksian para saksi.Yang lebih penting lagi, Yesus tidak sama dengan tokoh mana pun. Yesus bukan hanya melakukan mujizat. Yesus mengajar dengan kuasa, mengampuni dosa, menyatakan diri sebagai Anak Allah, mati di kayu salib untuk menanggung dosa manusia, lalu bangkit dari kematian. Tidak ada tokoh lain yang seperti Yesus. Yesus itu unik. Yesus tidak bisa disamakan dengan orang lain.Kadang-kadang orang memang mencoba membuat Yesus terlihat biasa saja, seolah-olah Dia hanya salah satu tokoh hebat di antara banyak tokoh lain. Tetapi firman Tuhan menunjukkan bahwa Yesus jauh lebih besar. Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan siapa pun membuat Yesus terlihat kecil di mata kita.Wonder Kids, saat kamu mendengar orang membandingkan Yesus dengan tokoh lain, ingatlah ini: Yesus bukan sekadar orang hebat. Yesus adalah Anak Allah yang datang untuk menyelamatkan manusia berdosa. Hanya Yesus yang mati bagi dosa kita dan bangkit untuk memberi hidup yang kekal.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Ucapkan kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak sama dengan siapa pun. Tolong aku untuk mengenal Engkau dengan benar dan semakin percaya kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau unik, mulia, dan tidak dapat disamakan dengan siapa pun. Tolong aku supaya tidak bingung oleh perkataan orang lain, tetapi tetap percaya bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamatku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tidak sama dengan tokoh mana pun di dunia ini, karena hanya Dia Anak Allah dan Juruselamat yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada Hari Minggu, Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, 7 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 6, 2026 13:38


Dibawakan oleh Elan Parera, Hendrik Monteiro dan Mery Kaona dari Komuntias Kongregasi Hati Tersuci Maria Keuskupan Maumere, Indonesia. Ulangan 8: 2-3.14b-16a; Mazmur tg 147: 12-13.14-15.19-20; 1 Korintus 10: 16-17; Yohanes 6: 51-58.KITA HIDUP OLEH TUBUH DAN DARAHKRISTUS Tema renungan kita pada hariMinggu ini ialah: Kita Hidup Oleh Tubuh Dan Darah Kristus. Hari Raya Tubuh danDarah Kristus yang Mahakudus mengundang kita untuk merenungkan kebenaran yangmendalam: Kristus tidak hanya mengajar kita dari kejauhan. Dia memberikandiri-Nya sepenuhnya kepada kita. Dalam Ekaristi, Yesus menjadi makanan danminuman kita sehingga kita dapat memiliki hidup di dalam Dia dan melanjutkanperjalanan kita dengan kekuatan, harapan, dan kasih. Dalam Injil, Yesus berkata terusterang bahwa tubuh-Nya sebagai daging Anak Manusia dan darah-Nya adalah makananyang sepatutnya kita santap. Ini mengungkapkan lebih dari sekadar kuasa-Nyauntuk menyediakan makanan materi, tetapi suatu karunia yang lebih dalam. Sama seperti orang-orang dipelihara secarafisik, Kristus memelihara kita secara rohani melalui Tubuh dan Darah-Nya.Manusia lapar akan banyak hal seperti: penerimaan, kedamaian, makna,pengampunan, dan cinta. Tidak ada suatu pemberian dari dunia ini yang dapatsepenuhnya memuaskan rasa lapar Kita. Hanya Kristus yang dapat memenuhikerinduan terdalam hati manusia. Ekaristi mengingatkan kita bahwa Tuhan memahamikelemahan kita. Kita sering menjadi lelah, putus asa, dan terbebani olehpergumulan hidup. Kadang-kadang kita mungkin merasa tidak memadai dalampanggilan, tanggung jawab keluarga, pelayanan, studi, atau pekerjaan kita.Namun Yesus tidak membiarkan kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri.Setiap kali kita menerima Ekaristi dengan iman, Dia berbagi hidup-Nya sendiridengan kita. Kesabaran-Nya memperkuat ketidaksabaran kita. Kasih-Nya menyembuhkanhati kita yang terluka. Keberaniannya menopang kita ketika kita merasa takut. Ekaristi juga merupakan panggilan untuk menjadi apayang kita terima. Kita menerima Tubuh Kristus supaya kita dapat menjadi TubuhKristus bagi orang lain. Roti yang dipecahkan untuk kita menantang kita untukberbagi diri kita dengan murah hati. Cawan keselamatan mengundang kita untukmencurahkan hidup kita dalam pelayanan, belas kasihan, dan pengampunan.Dipelihara oleh Kristus, kita diutus untuk memelihara orang lain melaluikata-kata, kehadiran, dan tindakan kebaikan kita. Ada seorang bapa berbagi cerita tentang Ekaristiharian dan mingguan yang menopang dirinya dan keluarga. Beban hidup dantanggung jawab memelihara keluarga merupakan tugas setiap hari yang tidak bolehdiabaikan. Maka setiap kali menghadiri Ekaristi menjadi kesempatan untukmenerima Tuhan Yesus dan membawa Dia ke dalam setiap situasi dan kegiatanhidupnya. Seperti bapa itu, kita sering menemukan bahwa kekuatan kita tidakmencukupi. Ekaristi mengingatkan kita bahwa kita tidak ditopang oleh upaya kitasaja. Kita hidup oleh Kristus sendiri. Dia memberi kita makan sehingga kitadapat melanjutkan perjalanan kita dengan setia. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa … Tuhan Yesus, Engkau berikan kepada kami Tubuhdan Darah-Mu sebagai makanan hidup yang kekal. Ketika kami lemah, kuatkan kami.Ketika kami putus asa, perbarui harapan kami. Ketika kami tergoda untuk hanyamengandalkan diri kami sendiri, ingatkan kami bahwa Engkau selalu bersama kami.Semoga setiap Ekaristi memperdalam persatuan kami dengan-Mu dan mengubah kamimenjadi instrumen kasih-Mu kepada orang lain. Kemuliaan kepada Bapa dan Putradan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa …

Renungan Anak GKY Mabes
Teka-Teki Gulungan Laut Mati (6 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 5, 2026 3:29


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Teka-Teki Gulungan Laut Mati Diambil dari: Matius 11:4–5  “Jawab Yesus kepada mereka: ‘Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.'”Wonder Kids, pernahkah kamu merasa bingung lalu bertanya, “Benarkah Yesus itu Mesias?” Yohanes Pembaptis juga pernah berada dalam keadaan yang sulit. Saat ia dipenjara, ia mengutus murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus, “Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan orang lain?” Itu pertanyaan yang jujur.Lalu bagaimana Yesus menjawab? Yesus tidak marah. Yesus menjawab dengan menunjukkan apa yang sedang Ia kerjakan. Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang sakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan, dan kabar baik diberitakan kepada orang miskin. Jawaban Yesus menunjukkan bahwa Dialah Mesias yang sudah dijanjikan Allah.Menariknya, para peneliti juga menemukan gulungan-gulungan kuno yang menolong kita melihat bahwa orang-orang Yahudi pada zaman itu memang sedang menantikan karya besar dari Mesias. Jadi saat Yesus menjawab seperti itu, jawaban-Nya bukan asal-asalan. Yesus sedang menunjukkan bahwa janji Allah sedang digenapi di dalam diri-Nya.Wonder Kids, ini mengajarkan kita sesuatu yang penting. Saat kita punya keraguan atau pertanyaan, kita tidak perlu lari dari Tuhan. Yohanes membawa pertanyaannya kepada Yesus. Dan Yesus menjawab dengan menunjukkan kebenaran. Tuhan tidak takut pada pertanyaan yang jujur. Tuhan mau kita datang kepada-Nya dan melihat siapa Dia sebenarnya.Kadang-kadang kita juga bisa ragu. Mungkin kita bertanya, “Apakah Yesus sungguh mendengar doaku?” atau “Apakah Tuhan sungguh bekerja?” Saat itu terjadi, lihatlah kembali kepada Yesus. Lihat firman-Nya. Lihat apa yang sudah Ia lakukan. Yesus adalah Juruselamat yang dijanjikan, dan Dia tidak pernah berubah.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada satu pertanyaan atau keraguan di hatimu, katakan itu dengan jujur kepada Tuhan dalam doa. Lalu bacalah satu kisah tentang Yesus dalam Injil dan perhatikan apa yang Yesus lakukan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Tolong aku supaya saat aku ragu atau bingung, aku datang kepada-Mu dan belajar percaya kepada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: saat kamu punya pertanyaan, datanglah kepada Yesus, karena Dialah Mesias yang sejati dan jawaban yang kamu butuhkan. Tuhan Yesus memberkati.

Alex Nanlohy's Podcast
Part 1 - RECONNECTING WITH SELF

Alex Nanlohy's Podcast

Play Episode Listen Later Jun 4, 2026 36:08


ROMA 3:23, MAZMUR 51:7, YOHANES 9:1-3

Alex Nanlohy's Podcast
OUR LIFE FOR HIS SHEEP - YOHANES 10:1-16

Alex Nanlohy's Podcast

Play Episode Listen Later Jun 3, 2026 55:19


Yohanes 10:1-16

Renungan Anak GKY Mabes
Ketelitian Yohanes: Sumur Yakub (1 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 31, 2026 3:53


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Sumur Yakub Diambil dari: Yohanes 4:5–6  “Maka sampailah Ia ke suatu kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.”Wonder Kids, di Yohanes 4 kita membaca cerita tentang Yesus bertemu dengan seorang perempuan Samaria di dekat sumur Yakub. Yohanes menuliskan tempat itu dengan jelas, seolah-olah ia ingin kita tahu bahwa ini bukan cerita khayalan. Dan memang, tempat itu dikenal dalam sejarah. Jadi sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab berbicara tentang tempat yang nyata dan peristiwa yang sungguh terjadi.Tetapi yang lebih indah dari sekadar tempatnya adalah apa yang Yesus lakukan di sana. Yesus sengaja datang ke daerah Samaria dan duduk di dekat sumur itu. Lalu datanglah seorang perempuan untuk menimba air. Biasanya orang Yahudi dan orang Samaria tidak akrab. Bahkan sering saling menjauh. Tetapi Yesus justru berbicara kepadanya. Yesus tidak menjauh seperti banyak orang lain. Yesus datang mendekat.Perempuan itu sebenarnya datang untuk mengambil air biasa. Tetapi Yesus ingin menunjukkan bahwa ia membutuhkan sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu air hidup. Air dari sumur hanya bisa menghilangkan haus untuk sementara. Tetapi Yesus bisa memberi kehidupan yang sejati. Yesus bisa memuaskan hati yang kosong dan menyelamatkan orang berdosa.Wonder Kids, ini sangat menghibur. Kadang-kadang kita juga seperti perempuan itu. Di luar kelihatannya biasa saja, tetapi di dalam hati bisa ada rasa takut, sedih, malu, atau kosong. Mungkin orang lain tidak tahu. Tetapi Yesus tahu. Yesus tahu isi hati kita dan tetap mau datang kepada kita. Yesus tidak jijik kepada orang berdosa yang mau datang kepada-Nya. Ia justru datang untuk menyelamatkan.Jadi, saat kita membaca kisah ini, kita bukan hanya belajar bahwa sumur Yakub itu benar-benar ada. Kita juga belajar bahwa Yesus sungguh mengasihi orang yang haus akan kasih dan keselamatan. Yesus tahu siapa kita, tetapi Ia tetap mau menolong kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Datanglah kepada Tuhan dalam doa dan katakan dengan jujur satu hal yang ada di hatimu hari ini, entah itu sedih, takut, malu, atau bingung. Ceritakan itu kepada Yesus.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengenalku dan tetap mau datang kepadaku. Tolong aku supaya datang kepada-Mu saat hatiku haus dan kosong, karena hanya Engkau yang bisa memberi hidup yang sejati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus tahu isi hatimu, dan Dia tetap mengasihimu serta mau memberi hidup yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Anak GKY Mabes
Ketelitian Yohanes: Kolam Siloam (31 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 30, 2026 4:49


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Kolam SiloamDiambil dari: Yohanes 9:7 “dan berkata kepadanya: ‘Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.' Siloam artinya: Yang Diutus. Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.”Wonder Kids, dalam Injil Yohanes ada cerita tentang seorang yang buta sejak lahir. Tuhan Yesus bertemu dengan dia, lalu menyuruhnya pergi membasuh diri di kolam Siloam. Dulu ada orang yang mungkin mengira tempat ini hanya bagian dari cerita. Tetapi kemudian para peneliti menemukan bahwa kolam Siloam itu benar-benar ada. Jadi sekali lagi kita melihat bahwa Yohanes menulis dengan teliti dan Alkitab berbicara tentang tempat yang nyata.Kolam Siloam pada zaman itu memang penting. Tempat itu dipakai oleh banyak orang, dan airnya sangat berarti bagi kehidupan mereka. Yohanes tidak sedang menulis dongeng. Ia mencatat peristiwa yang sungguh terjadi di dunia nyata. Dan di tempat nyata itu, Yesus melakukan mujizat yang nyata.Tetapi yang paling penting bukan hanya bahwa kolam itu ada. Yang paling penting adalah siapa Yesus itu. Dalam cerita ini, Yesus menunjukkan kuasa-Nya atas kebutaan. Murid-murid sempat berpikir bahwa kebutaan orang itu pasti langsung berhubungan dengan dosa tertentu. Tetapi Yesus menunjukkan bahwa pekerjaan Allah bisa dinyatakan melalui hidup orang itu. Lalu Yesus menyembuhkan dia.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga mudah salah menilai. Kita melihat seseorang yang susah, sakit, atau berbeda, lalu cepat-cepat berpikir yang tidak benar. Tetapi Tuhan Yesus mengajar kita untuk melihat dengan hati yang benar. Yesus penuh kuasa, tetapi juga penuh belas kasihan. Dia bukan hanya tahu masalah orang itu, tetapi juga menolongnya.Dan ada satu hal lagi yang indah. Orang buta itu taat pada perkataan Yesus. Ia pergi ke kolam Siloam dan membasuh diri. Lalu ia sembuh. Ini mengingatkan kita bahwa saat Tuhan berbicara, kita perlu taat. Kadang-kadang kita belum mengerti semuanya, tetapi kita tetap bisa percaya dan melakukan apa yang Tuhan mau.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pikirkan satu hal yang Tuhan mau kamu taati hari ini, entah itu berkata jujur, meminta maaf, atau mendengar orang tua. Lalu lakukan itu dengan sungguh-sungguh.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau penuh kuasa dan penuh kasih. Tolong aku supaya tidak cepat menilai orang lain, tetapi belajar taat kepada-Mu dan percaya pada firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus yang bekerja di tempat nyata pada zaman dulu juga sanggup bekerja nyata dalam hidupmu hari ini. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu, Hari Raya Tritunggal Mahakudus, 31 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 30, 2026 12:07


Dibawakan oleh Genesia Grizelda Sudarju, Pricillia Nini Wijaya dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Mamajang dan Arthur J. Homeric dari Paroki Santo Yosef Pekerja Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kejadian 34: 4b-6.8-9; Mazmur tg T.Dan 3: 52.53.54.55.56; 2 Korintus 13: 11-13; Yohanes 3: 16-18.ALLAH YANG TRITUNGGAL Tema renungan kita hari ini Minggu, Hari Raya TritunggalMahakudus ialah: Allah Yang Tritunggal. Mario, seorang murid kelas 5 SD sedangmengerjakan PR namun karena ia tak menemukan jawaban, lalu ia bertanya kepadabapanya: “Papa, Tuhan Allah itu satu tetapi punya tiga pribadi, apamaksudnya?'” Bapak itu diam sejenak dan menjawab, “Itu sulit sekali untukdijawab nak. Tanyakan itu ke Mamamu di sana.” Mario dekati ibunya, “Mah, ‘Tuhanitu satu tetapi punya tiga pribadi, apa maksudnya?'” Jawab ibu, “Mama tak bisajawab, pekerjaan masih banyak. Kamu belajar saja di sana ya!” Esok harinya di sekolah, Mario melaporkan kepada guru, “BuGuru, tak ada jawaban. Bapak dan ibuku tak bisa menjawab. Kalau Bu Guru,jawabnya apa ya?” Guru itu diam sejenak, lalu menjawab: “Jawabnya nanti saja yaMario. Lebih baik marilah kita lanjutkan pelajaran.” Mario merasa kecewa. Dibuku tulisnya ia menjawab sendiri pertanyaan itu kira-kira begini: Kitabertanya terus saja tentang artinya Tritunggal mahakudus, jawabannya tak mestididapat sekarang, atau mungkin tak perlu tahu juga. Yang penting bisa sebutnama-Nya dan percaya.” Kesulitan umum orang beriman ialah tak sepenuhnyamengetahui dan mengerti  bagaimana atauseperti apa Tritunggal itu. Satu Allah tiga pribadi ada dalam hafalan kita.Kita menyebut nama-Nya di dalam doa-doa dan ibadat. Kita rayakan pesta dan hariraya-Nya. Kita beriman kepada-Nya sejak pembaptisan dan ditetapkan oleh-Nya didalam Sakramen Penguatan. Tetapi pengetahuan kita terbatas tentang Dia. Kitasempat dengar dan belajar di sana sini, tetap saja kita tak puas. Jadijawabannya tak mesti sekarang, atau mungkin tak perlu juga mendapatkan jawabanyang sungguh memuaskan. Bagaimana atau seperti apa keadaan dan kehidupan satuAllah tiga pribadi secara persis tak ada yang tahu. Tak ada kitab suci dantradisi tersendiri tentang mereka. Kita hanya tahu dalam definisi tertentukarena Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan dan mengajarkan di dalam Injil. Diamengatakan itu sebagai misteri besar iman kita, yaitu persekutan tritunggalyang tak dapat terpisahkan. Tugasnya Yesus ialah menyatakan kemuliaan Allah itukepada kita: Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus, dan untuk mempersatukankita semua dengan Tuhan di dalam satu persekutuan kasih. Persekutan kasih didunia ialah Gereja. Tujuan terakhir yang akan dicapai oleh kita orang-orangberiman ialah memasuki persekutuan sempurna di dalam kemuliaan abadi Tritunggalitu. Perutusan dari Yesus dan Roh Kudus sama, karena Yesus katakan kepada paramurid dan kita semua bahwa Roh Kuduslah yang akan mengajarkan kita dalam semuakebenaran. Yang dimaksudkan ialah kebenaran tentang Allah, misteri agungTritunggal suci. Meskipun pengetahuan kita terbatas tentang Tritunggal kudusitu, yang penting kita tak boleh hilang iman dan kesetiaan kita kepada-Nya. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tritunggal suci, semoga Allah Bapamelindungi dan memenuhi kami dengan segala kemurahan, semoga Allah Putramempersatukan dan menyelamatkan kami sebagai satu kawanan umat kesayangan-Mu,dan semoga Allah Roh Kudus terus mengajarkan dan menerangi kami dalam segalakebenaran tentang kebesaran kemuliaan-Mu. Kemuliaan kepada Bapa ... Dalam namaBapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Ketelitian Yohanes: Kolam Betesda (30 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 29, 2026 4:27


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Ketelitian Yohanes: Kolam BetesdaDiambil dari: Yohanes 5:2 “Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya.”Wonder Kids, penulis Injil Yohanes juga menulis dengan teliti. Dalam Injilnya, Yohanes menceritakan bahwa di Yerusalem ada sebuah kolam bernama Betesda, dan kolam itu mempunyai lima serambi. Dulu ada orang yang meragukan cerita ini. Mereka berpikir mungkin Yohanes salah menulis, atau mungkin tempat itu sebenarnya tidak pernah ada.Tetapi kemudian, para peneliti menemukan bahwa memang ada tempat seperti yang Yohanes tulis. Mereka menemukan sisa-sisa kolam itu, dan ternyata gambarnya cocok dengan penjelasan Yohanes. Wah, ini menarik sekali. Sekali lagi kita melihat bahwa Alkitab bukan cerita buatan, tetapi berbicara tentang tempat yang sungguh nyata dalam sejarah.Apa artinya untuk kita, Wonder Kids? Artinya, Tuhan memberi firman-Nya dengan benar dan dapat dipercaya. Kadang-kadang manusia cepat meragukan Alkitab hanya karena belum menemukan jawabannya. Tetapi sering kali, setelah diteliti lebih jauh, justru Alkitab terbukti benar. Jadi kita tidak perlu takut saat ada orang yang meragukan firman Tuhan. Tuhan tahu apa yang benar, dan kebenaran-Nya akan tetap berdiri.Di kolam Betesda itu juga Yohanes menceritakan bagaimana Yesus menyembuhkan seorang yang sudah lama sakit. Jadi tempat itu bukan hanya penting karena benar-benar ada, tetapi juga karena di sana Yesus menunjukkan kuasa dan kasih-Nya. Yesus bukan hanya tokoh dalam cerita, tetapi Tuhan yang sungguh hadir dan bekerja di dunia nyata.Kadang-kadang iman kita juga seperti terkubur oleh keraguan atau pertanyaan. Tetapi renungan hari ini mengingatkan kita bahwa firman Tuhan tetap kokoh. Saat kita belum mengerti semuanya, kita tetap bisa percaya kepada Tuhan dan terus belajar mengenal-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu punya satu pertanyaan tentang Alkitab, jangan simpan sendiri. Tanyakan kepada papa, mama, guru Sekolah Minggu, atau orang dewasa yang bisa menolongmu belajar firman Tuhan.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 28 Mei 2026 - Luangkan Waktu untuk Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 27, 2026 4:48


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 28 Mei 2026Bacaan: "Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia." (Matius 4:20)Renungan: Seorang pria menolak setiap kali ia diajak oleh sahabat-sahabatnya untuk pergi ke gereja. "Aku sibuk bekerja. Aku tidak punya waktu," katanya. Sehari-hari pria itu mengelola toko sembako. la tidak mau libur pada hari Minggu, karena pada hari inilah para pengunjung sangat ramai. Itu sebabnya, bagi pria tersebut pergi gereja pada hari Minggu seperti melewatkan keuntungan yang sangat besar. Berbeda dengan pria tersebut, saat Yesus berjalan menyusuri danau Galilea, Dia melihat dua bersaudara Simon Petrus dan Andreas. Keduanya nelayan, sedang menebar jala untuk menangkap ikan. Kata Yesus kepadanya, "Mari, ikutlah Aku." Segera mereka meninggalkan jalanya untuk mengikut Yesus. Kemudian dilihat-Nya juga dua bersaudara lain, Yakobus dan Yohanes sedang membereskan jala mereka. Yesus memanggil mereka, lalu segera mereka meninggalkan perahu. Persamaan mereka adalah kaki mereka tidak terjerat jala. Jala adalah alat untuk menangkap ikan. Dalam kehidupan sehari-hari jala digambarkan sebagai berkat Tuhan. Menakjubkan saat dipanggil oleh Yesus, mereka segera mengikut Yesus. Sementara saat ini banyak orang percaya kakinya 'terjerat jala. Setiap hari terlalu sibuk mengejar berkat sampai tidak punya waktu untuk beribadah, apalagi melayani Tuhan. Berkat seolah menahan kaki hingga tidak bisa melangkah memenuhi panggilan Tuhan atas hidup mereka. Setiap orang memiliki panggilannya masing-masing. Apapun panggilan Tuhan, ketahuilah ada hal-hal mulia yang Tuhan ingin kita lakukan dalam panggilan tersebut. Itu sebabnya, dalam mengikut Kristus jangan biarkan diri terlalu sibuk mengejar berkat. Namun, "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua akan ditambahkan..." (Mat. 6:33). Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat yang telah Kau berikan padaku. Ajarilah aku untuk selalu mengucap syukur atas berkat-berkat itu dengan cara meluangkan waktuku yang terbaik untuk senantiasa berkencan dengan-Mu dan melayani-Mu. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-8 masa biasa, 25 Mei 2026, Peringatan Santa Perawan Maria Bunda Gereja

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 24, 2026 8:08


Dibawakan oleh Hartini dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Kejadian 3: 9-15.20; Mazmur tg 87: 1-2.3.5.6-7; Yohanes 19: 25-34.KARUNIA SEORANG IBU Tema renungan kita pada hari ini ialah: Karunia Seorang Ibu. Pada suatuhari Minggu yang jatuh pada "Hari Para Bapak" sedunia, imam yangmemimpin Misa mengundang para bapak untuk maju ke dekat altar sebelum berkatpenutup Misa. Mereka didoakan dan diberkati khusus oleh imam. Pada waktu ituada tiga bapak menangis haru dan terlihat oleh imam yang sedang mendoakanmereka.                                      Imam itu bertemu mereka di luar gereja setelah misa selesai. Satu persatudari mereka ditanyakan alasan mereka menangis waktu berada di depannya. Merekasemua menjawab bahwa istrinya memaksa mereka maju ke depan dengan ancaman yangberbeda-beda. Kalau mereka tidak mau maju, sanksi akan diberikan tanpa ampun.Yang satu diancam tidak boleh masuk rumah setelah kembali dari misa. Yang laindiancam tidak ditemani kalau diajak untuk pergi berdua. Yang lain lagi diancamtidak disiapkan makanan favoritnya.  Ancaman-ancaman ini sungguh serius. Seorang istri dan ibu adalah kunci bagirumah, makanan dan relasi. Jika ketiga unsur ditiadakan, bagaimana jadinyadengan seorang suami dan bapak, bahkan kehidupan kita yang sesungguhnya! Ketigabapak yang menangis seharusnya bukan karena istri mereka galak, tetapisesungguhnya mereka sangat sedih dan sakit untuk kehilangan bagian kehidupanyang dibawa dan dihidupi oleh para istrinya. Jadi para istri atau wanita iniadalah representasi dari kebaikan Allah untuk melawan semua bentuk kejahatanyang ingin merusak dan membinasakan kehidupan. Kita berbahagia di hari peringatan Bunda Maria sebagai Bunda Gereja ini,yang merupakan perayaan untuk menghormati dan memuliakan peran ke-Ibuan untukseluruh Gereja. Pada prinsipnya Gereja disebut ibu dengan alasan palingkentara, ialah karena Bunda Maria dipercayakan oleh Putra-nya sendiri, YesusKristus yang adalah kepala Gereja, sebagai bunda Gereja. Yesus nyatakan itusecara langsung dan pribadi ketika Ia bergantung di atas salib dan sesaat lagiakan wafat. Ia berkata kepada seorang murid yang dikasihi-Nya: “Inilah ibu-mu”! Gereja sebagai ibu memiliki tanggung jawab maha penting untuk melindungidan mengarahkan setiap anggotanya ke jalan keselamatan. Maria tentu bekerjasama dengan Yesus Kristus, sang Kepala Gereja, untuk membuat Gereja dan seluruhanggotanya hidup dalam iman, kasih dan pengharapan yang kuat. Sebagai ibu,Maria menjiwai seluruh Gereja sepanjang jalan tersebut. Meskipun ancaman setandan musuh-musuh tak pernah berhenti untuk mencelakakan dan menghancurkanGereja, ibu Gereja memiliki kekuatan untuk bertahan dan melawannya. Perlawananitu tidak pernah berhenti selama dunia ini masih berputar, seperti yangdiwartakan oleh bacaan pertama hari ini. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Bunda Maria selalu bersama dengan kami didalam segala kesulitan kami, khususnya dalam saat-saat kesulitan dan ancamanmusuh yang mematikan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 24 Mei 2026 - Merenungkan Firman Tuhan dan melakukannya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 23, 2026 5:19


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 24 Mei 2026Bacaan: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya." (Yohanes 4:34)Renungan: Suatu malam ada seorang pemuda pulang dari latihan drama kemalaman. Semua warung tenda kebanyakan sudah tutup, padahal dia lapar. Akhirnya, ia pun terpaksa makan mie goreng di salah satu warung tenda yang bukan langganannya. Ternyata, ketika subuh perutnya diare. Akibatnya, dia berkali-kali buang air besar, sehingga menjadi kurang tidur dan badannya sangat lemas. Ia pun memutuskan berobat ke dokter dan minta surat izin untuk tidak bekerja. Ia pun kemudian istirahat seharian dan berpantang makan beberapa jenis makanan. Fisik kita yang semula sehat dapat jatuh sakit atau kondisi drop karena mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak sehat, demikian halnya tubuh rohani kita. Untuk itu, demi menjaga tubuh jasmani dan rohani senantiasa sehat, kita harus mengonsumsi makanan yang sehat, bersih, dan bergizi. Rahasia Yesus bisa sehat rohani dan jasmani meski kegiatan sangat padat dan menghadapi berbagai pergumulan adalah Dia melakukan kehendak Bapa yang mengutus diri-Nya dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Artinya, Yesus melakukan kebenaran firman Tuhan. Hal ini juga berlaku bagi kita sebagai orang percaya. Kalau kita ingin rohani yang sehat, maka kita harus senantiasa melakukan kebenaran firman-Nya dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita menolak memasukkan segala sesuatu yang bisa bikin rohani sakit seperti iri hati, amarah, perselisihan, atau percabulan. Makanan rohani sama pentingnya dengan makanan jasmani. Jangan sampai rohani sakit, bahkan mati karena kita enggan mempraktikkan firman Tuhan. Karena itu pastikan diri sendiri merenungkan firman-Nya dan berdoa. Jangan sampai kita 'rajin' membaca berita yang disuguhkan oleh media sosial, tetapi kita jarang membaca firman Tuhan. Ketika asupan rohani kita cukup, kita akan mampu menghadapi tantangan hidup. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku rindu kehidupan rohaniku bertumbuh. Mampukan aku untuk dapat memberikan makan bagi rohaniku sehingga aku dapat menjalani hidup ini penuh dengan ketenangan, karena aku tahu bersama dengan Engkau semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Pentakosta, 24 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 23, 2026 13:21


Dibawakan oleh Maria Saraswati Sukardi, Onny Pekendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. Kisah Para Rasul 2: 1-11; Mazmur tg 104: 1ab.24ac.29c-30.31.34; 1 Korintus 12: 3b-7.12-13; Yohanes 20: 19-23.HEMBUSAN SANG ILAHI Tema renungan kita pada hari iniMinggu, hari raya Pentakosta ini ialah: Hembusan Sang Ilahi. Ada sepasang suamiistri yang sudah berusia di atas 60 tahun. Anak-anak dan cucu sudah tinggal dirumahnya masing-masing. Sang istri menderita katarak pada kedua matanya yangmengakibatkan ia tidak bisa melihat sama sekali. Suami yang harus mendampingidan menolongnya setiap saat. Anak-anak dan cucu-cucu sering bergantian melayanijuga.   Wanita itu dapat mengenal dengan persis dan menyebut namaorang yang sedang berada di dekatnya dan melayaninya dengan merasakan bau yangberbeda-beda dari setiap orang. Suami memberinya bau yang berbeda dari padaanak, mantu, dan cucu. Meskipun orang yang melayaninya tidak mengeluarkansuara, ia dapat memastikan siapa sebenarnya orang itu cukup dengan mengenal bauyang keluar dari tubuh orang tersebut. Ia berkata bahwa kemampuan ini bukankarena ia seorang yang hebat, tetapi karena suatu pembiasaan yang ia jalanisetiap saat sejak kedua matanya buta.     Hubungan kita dengan Roh Kudus adalah seperti yang terjadidengan ibu yang buta itu dengan anggota keluarga yang melayaninya. Kita tidakbisa dan tidak akan melihat tampak konkret Roh Kudus seperti apa. Kalau dahuluGereja Perdana di Yerusalem, jemaat menyaksikan dengan mata sendiri Yesus yangbangkit berdiri di tengah-tengah mereka, berbicara dengan mereka, mengutusmereka, dan menghembusi Roh-Nya kepada mereka. Keadaan kita jauh berbeda. Kitahanya dapat mengetahui Roh Kudus dengan merasakan kehadirannya, yaitu bau-Nyayang sangat indah dan menarik kita semua kepada-Nya. Baunya Roh Kudus adalah bau cinta kasih Allah sendiri. RohKudus memberikan hembusan cinta kasih Tuhan ke dalam diri kita sehingga kitamendapatkan semangat baru dan kemampuan untuk berbicara yang dimengerti olehbanyak orang lain, terutama dalam saat-saat kesulitan dan krisis hidup kita.Dengan demikian diri kita penuh dengan semangat cinta untuk kita hembusi kedalam dunia ini, sehingga semua orang mendapatkan keharuman yang menyukakanhati. Di dalam dunia ini bercampur bau cinta atau benci, rajinatau malas, berani atau takut, pandai atau kurang pandai yang berbeda dari satuorang ke orang yang lain. Tetapi nafas cinta kasih Allah hanya satu, yangdihembuskan Roh Kudus, supaya mempersatukan dan menjiwai semua. Hembusankebencian manusia diatasi oleh hembusan cinta kasih Allah. Hembusan kemalasandan hilangnya semangat manusia, diatasi oleh hembusan kasih ilahi yangmencurahkan semangat baru. Dan seterusnya. Jadi hembusan sang ilahi adalah Roh Kudusyang berhembus untuk menyebarkan cinta kasih Allah dan kehidupan baru kepadakita semua. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah yang maha baik, kami bersyukur atashari Minggu Pentekosta ini yang membuka kesadaran dan batin kami akankehadiran-Mu tanpa henti melalui Roh Kudus-Mu. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-7 Paskah, 23 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 22, 2026 8:26


Dibawakan oleh Novy Laurens dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus Katedral di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 28: 16-20.30-31; Mazmur tg 11: 4.5.7; Yohanes 21: 20-25.CAMPUR TANGANYANG DIPERLUKAN Renungan kita pada hari ini bertema: Campur Tangan Yang Diperlukan. Adaseorang bocah laki-laki berusia 7 tahun sedang bermain sepeda. Ia melajukansepedanya dengan kencang melalui lorong-lorong kecil di sekitar rumah, sebelumkembali ke halaman rumah. Pada saat hendak memasuki halaman ia kehilangankeseimbangan sehingga terjatuh di got. Ia berhasil keluar dari got tetapi iatidak bisa mengangkat sendiri sepedanya dari dalam got. Ia tidak menangis dan berusaha menahan sakit. Kemudian ia hanya diam danterus memandang sepedanya di dalam got itu. Ia tidak mau berteriak kepadabapaknya yang ada di samping rumah dan sedang mengerjakan sesuatu karena iatakut dimarahi. Ketika bapak tahu bahwa anaknya sedang menghadapi masalah, iadatang kepada anaknya. Anak itu mulai menangis saat bapaknya mendekatinya danmembantu mengangkat sepedanya dari dalam got.   Tindakan sang bapak ini adalah sebuah contoh mencampuri urusan atau campurtangan pada momen yang tepat dan benar. Anaknya sungguh sedang membutuhkansebuah pertolongan, dan pada saat itu datang tindakan turun tangan. Untuk rasulPetrus, jelas bahwa ia ditegur oleh Yesus karena ia mencampuri urusan muridlain yang dikasihi Tuhan dan urusan Yesus sendiri. Menurut Yesus, Petrusharusnya mengurusi saja dulu kepentingannya, sebelum sibuk dengan kepentinganorang lain. Dengan kata lain, momennya tidak tepat untuk campur tangan. Inijuga terjadi dengan kepentingan kekuasaan Romawi dan agama Yahudi yang salingcampur urusan atau tarik-menarik dalam penderitaan yang dialami oleh Paulussaat ia berada di Roma.  Campur tangan atas kepentingan sesama pada dasarnya memang tidak bisadihindari. Itu bagian dari memberikan perhatian. Namun supaya dapat menjadisuatu perbuatan yang sangat positif dan sebagai suatu pelayanan, mestinya kitabisa menghindari dua ekstrem yang membuat campur tangan itu menjadi tindakanyang salah dan berakibat buruk bagi kita sendiri dan orang lain. Ekstrem pertama ialah campur tangan yang tidak perlu, atau tepatnya yangberlebihan dan salah tempat dan waktunya. Seorang yang sedang gelisah dansedih, kita justru melibatkan dia dalam diskusi sesuatu hal yang membuat diabertambah kacau pikiran dan hatinya. Kedua ialah tidak berbuat apa-apa atausama sekali tidak campur tangan. Seorang teman menyesal sekali karena tidakbisa membantu rekannya, padahal sebenarnya ia bisa. Akibatnya rekan itumenderita kecelakaan lebih parah.  Jadi,dengan menghindari dua ekstrem ini tinggal satu pilihan saja, yaitu tindakancampur tangan yang diperlukan, pada waktu dan tempat yang benar, sesuai dengankebutuhan atau kepentingannya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Dengarkanlah doa kami yang memohon kepada-Mu, ya Tuhan,supaya kami selalu saling memberikan perhatian demi meningkatkan kualitas hidupkami lebih baik dalam relasi dan kerja sama di antara kami. Salam Maria, penuhrahmat ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-7 Paskah, 22 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 21, 2026 9:31


Dibawakan oleh Elisabeth Yunyun Sinsur dari Paroki Santo Albertus de Trapani di Keuskupan Malang, Indonesia. Kisah Para Rasul 25: 13-21; Mazmur tg 103: 1-2.11-12.19-20ab; Yohanes 21: 15-19.PEMBENARAN KITADARI TUHAN          Renungan kita pada hari ini bertema: Pembenaran Kita Dari Tuhan. Adaseorang remaja SMP bernama Thomas yang dikenal sangat nakal baik di rumahmaupun di sekolahnya. Ia sudah menerima berbagai jenis hukuman. Hampir semuaorang menganggapnya jelek. Hanya kedua orang tuanya yang masih memiliki harapanbahwa Thomas dapat berubah pada suatu waktu kelak. Ibunya berpesan, bahwa saatpergi dan pulang dari sekolah ia harus sempatkan diri masuk ke gereja danberdoa, mengingat ia selalu melewati jalan di depan gereja. Pada suatu hari terjadi keributan di kelas dan sekali lagi Thomas yangdituduh sebagai pelaku utamanya, padahal sebetulnya tidak seperti itu. Iamerasa sangat disudutkan. Semua menyalahkan dia. Ketika selesai sekolah iamasuk gereja dan berdoa. Ia berseru kepada Tuhan: "Ya Yesus, saya nakaldan saya sangat sedih dengan semua perbuatan saya. Tetapi tidak semua kesalahanberasal dari saya. Hanya saya gampang sekali dituduh melakukan semua kesalahandan kekacauan. Saya ingin menyerahkan semua ini kepada Tuhan sebagai pengadilkuyang benar, karena di dunia ini tidak semua pengadilan itu benar". Pengalaman Thomas ini adalah juga pengalaman Yesus Kristus dan Santo Paulusdahulu. Mereka tidak mendapat pembenaran dari dunia ini, maka mereka datangkepada Allah pemegang kebenaran mutlak untuk mengadukan perkara pembuktiankebenaran. Pembenaran dunia ini sungguh berlawanan dengan pembenaran Tuhan,karena perhitungan dan keputusan pengadilan di dunia ini sering dipengaruhioleh nafsu duniawi dan kepentingan sesaat manusia. Singkatnya, jika kitamempertahankan pembenaran dari Tuhan risikonya ialah kita pasti bertahan untukmenanggung penderitaan di dunia ini.  Ada juga jenis pengadilan lain yang dialami oleh Santo Petrus, rasul Yesusyang pertama. Yesus mengadili dia secara khusus. Kalau Yesus sendiri yangmengadili, maka akan langsung diketahui orang itu benar atau salah. Petrusdiinterogasi soal ketulusan, iman dan komitmennya untuk mengikuti Kristus. Ia harushadapi pengadilan itu supaya komitmennya dibuktikan dan tugas penting yang iaambil. Setiap pengadilan harus taat pada syarat fundamentalnya yaitu objektivitas.Nurani banyak orang dan publik yang membentuk objektivitas itu. Sedangkan suarasatu atau dua orang saja akan sangat subjektif dan itu tidak bisa menjadikebenaran. Iman kita mengajarkan bahwa kehendak Tuhan didapatkan melaluipendapat bersama dalam Gereja yang difasilitasi oleh para pemimpinnya. Disinilah kita mendapatkan pembenaran atas penghayatan iman kita. Misalnya, Andamendapatkan absolusi dalam pengakuan dosa yang diberikan oleh Gereja melaluiseorang bapak pengakuan, itu merupakan pembenaran bagi diri Anda. Tuhanmembenarkan kita di dunia ini melalui sarana dan tindakan Gereja. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha baik, tambahkanlah keberanian dan kekuatan agarkami dapat menghadapi aneka macam kesulitan dan pengaruh jahat di dalam duniaini.  Salam Maria, penuh rahmat ... Dalamnama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-7 Paskah, 21 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 20, 2026 9:36


Dibawakan oleh Agustina Maria Nawang Mulan dari Paroki Santa Maria Assumpta Klaten di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Kisah Para Rasul 22: 30; 23: 6-11; Mazmur tg 16: 1-2a.5.7-8.9-10.11; Yohanes 17: 20-26.SEMOGA KITA BERSATU Renungan kita pada hari ini bertema: Semoga Kita Bersatu.  Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahunsedang berdoa di dalam kamarnya. Kedua orang tuanya mendengar dari luar kamarsepertinya anak itu sedang berbicara dengan seseorang. Mereka mengintip dilubang pintu, dan melihat anaknya memandang ke atas dengan kedua tangannyaterbuka. Ia berseru di dalam doanya: "Tuhan Yesus, aku sering berdoakepada-Mu, tapi aku belum pernah mendengar Engkau berdoa untuk aku. Sekarangaku ingin dengar doamu untuk aku." Bocah itu sebenarnya ingin mengetahui apakah Tuhan Yesus mendoakan kitamanusia. Ini juga sering menjadi pertanyaan dari banyak orang di antara kita.Pada hari ini bacaan Injil kita menguraikan tentang sebuah doa Yesus yangsangat spesial, yaitu ia berdoa supaya terciptalah persatuan di antara Allahdan manusia dan di antara manusia dengan sesamanya. Jadi Yesus berdoa bagisetiap pribadi kita dan semua orang yang ada di sekitar kita, semoga kitabersatu. Mengapa doa-Nya adalah semoga kita bersatu dan bukan kita harusbersatu?    Alasan paling kentara ialah bahwa Tuhan memberikan kebebasan kepada setiapmanusia untuk memilih persatuan atau memilih perpecahan. Ini sama dengankebebasan memilih untuk menaati Dia atau melawan Dia. Hidup kita adalah arenabermain dan berjuang untuk menentukan siapa yang memilih Tuhan dan siapa yangtidak. Jadi kebebasan manusia ialah karunia kodrati yang ikut menentukankondisi iman dan pertumbuhan rohani kita. Alasan lain yang mungkin kurang kita sadari ialah bahwa persiapan sebagaiunsur yang sangat penting dalam hidup kita. Doa Yesus semoga kita bersatu hendaknyamendorong kita untuk menyiapkan suatu persekutuan yang sejati di antara kitaputra dan putri Allah. Persiapan ini berguna untuk meningkatkan selera kitamerindukan suatu persatuan abadi di surga. Maka kita tidak boleh menganggapremeh atau bermain-main dengan setiap jenis persatuan yang kita bangunbersama-sama di dunia ini. Tuhan kecewa kalau kita meremehkannya. Alasan yang paling tinggi nilainya ialah bahwa Tuhan Allah itu esa dantempat Ia berdiam ialah satu saja selamanya, di surga. Untuk sampai ke sanakita harus melewati perjalanan dan proses panjang. Tidak ada permainan sulapatau transportasi kilat untuk bisa sampai di sana. Kalau seandainya tak adaproses maka cukup satu saja mujisat untuk membawa semua orang bersatu di surga.Tetapi ada prosesnya, maka kita memakai “semoga kita bersatu”.  Kita diberi karunia untuk memiliki pengharapan. Tuhan tidak menghilangkanpengharapan kita dan menggantinya dengan harus. Oleh karena itu doa-doa selaluberupa “semoga”, “kiranya” dan “akan”, sebagai tanda pengharapan kita.  Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Allah, semoga Roh Kudus yang diutus kepada kamimempersatukan kami di dunia ini dan mempersiapkan kami untuk persatuan yangabadi bersama-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-7 Paskah, 20 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 19, 2026 8:44


Dibawakan oleh Fanny Hartono dari Paroki Gembala Yang Baik di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 20: 28-38; Mazmur tg 68: 29-30.33-35a.35b-36c; Yohanes 17: 11b-19.BERBAGI KARUNIA ROHKUDUS Renungan kita pada hari ini bertema: Berbagi Karunia Roh Kudus. Ada satukelompok orang muda masuk ke dalam gereja untuk berdoa. Mereka berjumlah tujuhorang, empat perempuan dan tiga laki-laki. Mereka semua heran dengan dekorasidi samping altar berupa gambar tujuh karunia Roh Kudus. Masing-masing memilihsatu karunia Roh yang dianggapnya paling cocok dengan karakter dan keadaanpribadinya, yaitu karunia kebijaksanaan, pengertian, nasihat, pengetahuan,kesalehan, keperkasaan (kekuatan), dan takut akan Tuhan. Setelah berdoa, merekakembali dengan hati yang penuh gembira.   Ada sebuah niat yang baik dan mulia dari mereka sebagai satu kelompok orangmuda Katolik dan sebagai pribadi masing-masing. Mereka ingin memberikankesaksian kepada orang muda Katolik lain, supaya membawa semua orang mudaKatolik di dalam persekutuan dan persaudaraan Kristiani yang baik. Mereka jugaingin menjadi rasul-rasul Kristus yang dengan rela dan tekun berbagikarunia-karunia Roh Kudus kepada sesamanya, khususnya di tempat mereka hidupdan bertumbuh. Mereka menjadi berguna kalau mereka berbagi karunia Roh Kudus. Mengapa harus berbagi Roh Kudus? Ada beberapa alasan mendasar. Pertamakarena Tuhan Allah sendiri sudah berbagi dari diri-Nya sendiri. Tuhan Allahberbagi hidup-Nya dengan manusia sehingga Putra Allah menjadi Yesus Kristus,kemudian Yesus sendiri mengutus Roh-Nya bagi kita. Allah sudah berbagi, makakita harus juga bisa berbagi. Tujuan utama berbagi ini ialah supaya persatuandan kesatuan itu dapat diwujudkan, seperti inti doa Yesus yang diwartakanbacaan Injil pada hari ini. Berbagi karunia Roh bertujuan untuk persatuan. Kedua, Roh Kudus bergerak dan berkegiatan. Ia menggerakkan setiap pribadidalam Gereja Perdana lalu menginisiatifkan kegiatan-kegiatan mereka sehinggamereka tidak tinggal diam atau bersembunyi. Santo Paulus harus bergerak danberpindah dari satu tempat ke tempat lain, karena ia harus mengembangkan Gerejake seluruh pelosok bumi. Kita juga dipenuhi dan digerakkan oleh Roh Kudus agarkita dapat berbagi kasih karunia Tuhan kepada orang lain. Ketiga, Gereja itu inklusif dan menaati perintah Yesus untuk menjadikanseluruh bangsa murid-murid-Nya. Maka tak ada cara lain yang paling pas kecualimenggerakkan setiap pengikut Kristus untuk berbagi karunia-karunia Roh Kudus,yaitu menyampaikan segala kebaikan, suka cita dan kebenaran kepada seluruhdunia. Berbagi kepada sesama di dalam persekutuan Yesus Kristus merupakan hukumyang tidak dilalaikan. Berbagi kepada sesama manusia yang lain merupakan perwujudantugas Gereja kita yang apostolik. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Yesus Kristus, di dalam saat-saat penantian datangnya RohKudus, kami menaruh iman kami kepada-Mu sebagai guru dan Tuhan kami. Kuatkanlahkami dengan berkat dan kasih-Mu supaya dalam penantian ini kami selalu fokusdengan penuh devosi dan mawas diri. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam namaBapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-7 Paskah, 19 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 18, 2026 9:23


Dibawakan oleh Arthur J. Homeric dari Paroki Santo Yoseph Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 20: 17-27; Mazmur tg 68: 10-11.20-21; Yohanes 17: 1-11a.MEMELUKKEMULIAAN TUHAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Memeluk Kemuliaan Tuhan. Adaseorang pemuda bercerita bahwa ia menjaga relasi dengan pacarnya melalui LDR(long distance relationship). Pacarnya tinggal di rumahnya yang dekat dengangereja, sehinnga ia sering berbagi foto-foto kegiatan doa rosario, pelayanan digereja dan perayaan Misa. Ini berbeda dari si pemuda yang tinggal di pelosokyang jauh sekali dari gereja. Kunjungan Pastor Paroki di kampung itu nyaristidak terjadi. Kehidupan rohani umat di situ amat kering.  Setiap kali mendapat foto-foto kegiatan rohani dari pacarnya, ia mengangkatsalib Tuhan Yesus dan merapatkan ke tubuhnya atau memeluknya. Ia sering jugamenggenggam erat rosario dan mengecupnya. Ia menjadikan salib Tuhan Yesussebagai tanda relasi dan perasaan dekat sekali dengan Tuhan. Bagi dia iniadalah ungkapan memeluk kemuliaan Tuhan. Jika kita memeluk salib, kita memeluk kemuliaan Tuhan. Santo Paulusmengalami betapa penderitaan salib menjadi makanannya tiap hari. Roh Kudusmenolong dia dan kita semua untuk dapat memeluk dan menanggung salib di dalamhidup kita. Ada orang yang siap untuk itu seperti Santo Paulus, namun adabanyak yang tidak siap. Maka Tuhan Yesus mendoakan mereka yang tidak siapdengan salibnya, agar mereka tidak usah kuatir atau takut. Ia selalu menolongmereka untuk memanggul salibnya. Doa Yesus direalisasikan melalui Roh Kudus yang menolong kita memikul salibkita masing-masing. Roh Kudus membantu kita untuk menyukai salib, memeluknya,dan memikulnya. Kita harus memeluk dahulu sebelum memikulnya. Itu berarti kitamau dan menyanggupinya. Kalau memeluk sesuatu atau seseorang, berarti kitamenyayanginya, dan kita berhati-hati supaya ia tidak jatuh. Kita sayang akansalib yang kita pikul dan tetap menjaganya supaya tidak jatuh atau berpindah keorang lain. Salib merupakan kemenangan dan kemuliaan kita. Melalui salib terjadipenaklukan terhadap dosa dan tercapai keselamatan sebagai kebenaran bagi kita.Memeluk kemuliaan Tuhan berarti apa? Pertama, karena Yesus sendiri menyatakankemuliaan itu kepada kita, khususnya saat Ia mendoakan kita. Kedua, Yesusmempersembahkan kelimpahan hidup tanpa batas dan ini menggambarkan sebuahkemuliaan Tuhan. Kemuliaan Tuhan bermakna berlimpah-limpah kemurahan dankebaikan-Nya. Ketiga, dengan demikian kita mengenal Tuhan secara pribadi. Seseorang dapatdikenal secara pribadi dan mendalam melalui penderitaan hidupnya. Kita mengenalTuhan Yesus secara pribadi dan mendalam melalui penderitaan dan salib-Nya.Keempat, kita juga mengalami kemuliaan Tuhan melalui pelayanan kepadaorang-orang yang menderita. Salib menandakan Yesus Kristus bersatu denganmanusia yang berdosa dan menderita. Jadi kita memeluk kemuliaan Tuhan padadasarnya ialah kita mengalami Tuhan dengan sangat nyata di dalam hidup kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan yang maha baik, bantulah kami untuk selalumengutamakan kemuliaan-Mu di dalam semua usaha dan tugas kami. Salam Maria,penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-7 Paskah, 18 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 17, 2026 7:41


Dibawakan oleh Erlin dari Paroki Santo Yoseph Gotong-Gotong di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. Kisah Para Rasul 19: 1-8; Mazmur tg 68: 2-3.4-5ac.6-7b; Yohanes 16: 29-33.ROH KUDUSMENOLONG KITA MEMANGGUL SALIB Tema renungan kita pada hari ini ialah: Roh Kudus Menolong Kita MemanggulSalib. Di dalam pelajaran agama, seorang murid bertanya kepada gurunya: “Kitasedang dalam masa Paskah dan menanti dengan suka cita datangnya Roh Kudus padahari Pentakosta, tapi kenapa pelajarannya tentang salib dan penderitaan? Dimana gembiranya Bu?”  Ibu guru yang sudah berpengalaman itu menjawab dengan memakai analogi ibuyang sedang hamil. Persis ibu anak yang bertanya itu sedang hamil adiknya yangkedua. “Kalian di rumah sedang gembira menantikan kelahiran adikmu kan? Itu adalahkabar gembira. Tapi ibumu menanggung beban berat setiap hari, dan terlebih laginanti saat melahirkan. Semua itu adalah salib dan penderitaan. Tapi setelahmelahirkan, kalian pasti  menjadi lebihgembira daripada sekarang.”   Murid itu terdiam dan setuju. Kita semua juga setuju bahwa salib yangdiberikan  Tuhan memang sesuai dengankemampuan kita masing-masing, dan itu adalah beban yang membuat kita menderita.Tetapi kita mesti memanggulnya setiap hari, lalu sampai pada saatnya kitabersuka cita karena salib itu menjadi jaminan untuk kita menjadi gembirabersama Tuhan. Di akhir sebuah penderitaan dan salib ada kebahagiaan yang lebihbesar daripada sebelumnya. Roh Kudus memiliki tugas perutusan untuk mengajarkan kita dalam segalakebenaran. Salah satunya ialah kebenaran salib. Yang dimaksudkan kebenaransalib ialah penderitaan dan duka bersama Yesus Kristus menjadi pembenaran bagikita, karena melalui itu kita dibebaskan dari dosa dan kita diperkenankan masukke dalam kemuliaan Tuhan. Salib itu suatu kemenangan dan kemuliaan. Kitahendaknya tidak melihatnya sebagai penderitaan yang sia-sia, suatu kebodohandan skandal. Yesus telah memanggul salib dan dengan itu Ia menaklukkan dunia.Jadi kita tidak usah kuatir atau malu dengan salib. Yesus memberikan kita karunia terbaik, ialah Roh-Nya sendiri dan ituberarti kita dibaptis dalam Roh Kudus. Kita semua sudah menerimanya melaluisakramen baptis. Karunia yang sama juga yang diterima Apollos danteman-temannya dalam kisah penginjilan Gereja Perdana. Ada penumpangan tangan saatkita menerima Sakramen Penguatan sehingga kita dipenuhi Roh Kudus. Kita akanmembaharui pencurahan Roh Kudus itu pada hari raya Pentakosta nanti. Roh Kudus itulah yang membuat kita mampu menghadapi banyak rintangan dankesulitan yang ada di depan kita. Dalam memikul salib masing-masing, Roh Kudushadir bersama kita. Setelah melewati kesulitan dan penderitaan itu, Roh Kudusjuga tetap bersama kita dalam segala suka cita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Allah Bapa yang maha kuasa, semoga kami tetap dalamkerinduan dan semangat untuk menyambut Roh Kudus-Mu, dan terima kasih karenaYesus Putra-Mu tetap menjadi bagi kami jalan yang benar dan pasti untuk sampaikepada-Mu. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Surat-Surat Ignatius (18 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 17, 2026 4:00


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Surat-Surat IgnatiusDiambil dari: Yohanes 11:25 “Jawab Yesus: ‘Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.'”Wonder Kids, hari ini kita belajar tentang seorang tokoh gereja mula-mula bernama Ignatius. Ignatius adalah seorang pemimpin jemaat yang hidup tidak lama setelah zaman para rasul. Ia menulis beberapa surat yang sangat penting bagi orang Kristen pada masa itu. Dalam surat-suratnya, Ignatius menegaskan bahwa Yesus sungguh-sungguh manusia dan sungguh-sungguh Allah.Mengapa itu penting? Karena pada waktu itu ada orang-orang yang mengajarkan hal yang salah. Mereka berkata bahwa Yesus hanya kelihatan seperti manusia, tetapi sebenarnya tidak sungguh-sungguh menderita atau mati. Ignatius melawan ajaran itu. Ia menulis dengan tegas bahwa Yesus benar-benar lahir, benar-benar menderita, benar-benar disalibkan, benar-benar mati, dan benar-benar bangkit. Jadi, iman Kristen bukan cerita pura-pura, tetapi kebenaran yang sungguh terjadi.Yang lebih kuat lagi, Ignatius bukan hanya menulis tentang Yesus. Ia sendiri rela menderita karena imannya. Bahkan ia tetap setia kepada Tuhan Yesus walaupun harus menghadapi kematian. Itu menunjukkan bahwa Ignatius sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang hidup. Orang yang rela tetap setia sampai akhir menunjukkan bahwa imannya bukan main-main.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa percaya kepada Yesus bukan hanya soal tahu jawaban yang benar. Percaya kepada Yesus berarti sungguh yakin bahwa Dia hidup, lalu tetap setia kepada-Nya. Mungkin kita tidak menghadapi bahaya besar seperti Ignatius, tetapi kita tetap perlu berani mengikut Yesus saat diejek, saat sulit taat, atau saat harus memilih yang benar.Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup.” Itu berarti orang yang percaya kepada Yesus memiliki pengharapan yang besar. Karena Yesus hidup, kita juga boleh hidup dengan berani dan setia kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan dalam doamu, “Tuhan Yesus, tolong aku percaya kepada-Mu dengan sungguh-sungguh dan tetap setia walaupun tidak mudah.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh hidup dan Engkau adalah kebangkitan dan hidup. Tolong aku supaya tidak hanya tahu tentang Engkau, tetapi sungguh percaya dan setia mengikut Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sungguh hidup, sungguh bangkit, dan anak-anak Tuhan dipanggil untuk percaya kepada-Nya dengan setia. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Paskah ke-7, 17 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 16, 2026 10:55


Dibawakan oleh Thres Woen, Celine, Maria Delie dan Bryan dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus, Katedral, di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 1: 12-14; Mazmur tg 27: 1.4.7-8a; 1 Petrus 4: 13-16; Yohanes 17: 1-11a.SEMUA SEHATI DI DALAM DOA Tema renungan kita pada hariMinggu Paskah ke-7 ini ialah: Semua Sehati di Dalam Doa. Anjing dan kucingselalu berkumpul dan menjadi teman di belakang gereja. Makanan sisa dari dapurpastoran dan dari kantin paroki mempersatukan mereka. Tetapi ketika sedang adarenovasi gedung pastoran dan kantin paroki semua kegiatan memasak dan penjualanmakanan berhenti untuk sementara. Maka tidak ada makanan lagi bagi anjing dankucing.  Kucing berkata kepada temannya:"Bagaimana caranya ya, untuk mendapatkan makanan, karena suplai makanandari dapur dan kantin nyaris tidak ada. Di manakah ibu-ibu dan kakak-kakak yangbiasanya memasak dan menjual di kantin?" Anjing yang mengerti keluhankucing, langsung menjawab: "Kamu tidak tahu? Mereka selalu memesan makananpakai online. Itu namanya dunia online. Makanya harus melek online danrajin-rajin ikut ke mana mereka pergi, kamu akan dapat makanan." Binatang-binatang dapat mengalamikehilangan kita. Tetapi Kita hanya berpindah dari gereja atau kapel ke ruangpublik media online. Dalam zaman sekarang, kita selalu berinteraksi secaraonline. Bahkan kegiatan rohani seperti berdoa, sharing iman, Misa Kudus danpengajaran iman dapat dilakukan melalui media online. Gereja kecil adalah hatikita masing-masing dan media online menjadi bangunan gereja virtual yang dapatmempertemukan setiap orang beriman yang bersama-sama ungkapkan imannya. Semangat kita untuk berdoasetelah hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus dan menantikan Pentakosta tetapberkobar. Kita semua menjadi sehati dalam berdoa sebagai syarat yang harus kitapenuhi untuk menantikan pencurahan Roh Kudus. Kita mengikuti teladan para rasuldan Bunda Maria yang telah melakukan itu di dalam salah satu ruangan di kotaYerusalem, lebih dari 2000 tahun yang lalu. Persiapan untuk menyambut Roh Kudusharus dalam bentuk berdoa bersama dengan satu hati, dan bukan dengankegiatan-kegiatan lain yang bukan berdoa. Pada hari ini Tuhan Yesusmengajarkan kita tentang berdoa dengan sepenuh hati kita sendiri dan sehatidengan saudara-saudari seiman. Berdoa sebagai pribadi yang sungguh-sungguhtekun akan membuat doa bersama sebagai satu Gereja menjadi mantap dan berkenankepada Tuhan. Terlebih-lebih karena di dalam doa bersama itu selalu adakehadiran Bunda Maria sebagai Bunda Gereja, partisipasi aktif kita di dalam doabersama harus menjadi sebuah disposisi rohani yang terbaik. Sebagai Ibu yangpenuh perhatian, ia tentu mengingatkan atau menegur kita kalau sikap kitaberdoa tidak sesuai dengan tata cara Gerejawi yang benar. Dengan semangat berdoa sepertiini, kita dapat mewujudkan apa yang dikatakan Yesus di dalam Injil hari ini,yaitu: kita dapat mengenal Bapa sebagai satu-satunya Allah yang benar danmengenal Yesus Kristus yang telah diutus Bapa. Roh Kudus membantu kita untukbertumbuh dalam semangat doa seperti ini. Marilahkita berdoa. Dalam nama... Ya Bapa di surga, jadikanlah kami para pendoa yangbaik agar kami bertumbuh menjadi anggota-anggota Gereja-Mu yang senantiasamemuliakan Dikau dengan doa-doa kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalamnama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Readings and meditation on the Word of God on the Seventh Sunday of Easter, May 17th, 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 16, 2026 11:03


Delivered by Greg and Kezia from the Parish of Sacred Heart of Jesus Cathedral and Dwi Setyo from the Parish of the Assumption of Mary Mamajang in the Archdiocese of Makassar, Indonesia. Acts of the Apostles 1: 12-14; Rs psalm 27: 1.4.7-8a; 1 Petrus 4: 13-16; Yohanes 17: 1-11a.ALL IS ONE HEART IN PRAYER The theme for our meditation on this 7thSunday of Easter is: All Is One Heart in Prayer. There were a dog and a catalways gathered as friends behind the church. Leftover food from the rectorykitchen and the parish canteen made them together. But when renovations wereunderway at the rectory and parish canteen, all cooking and food salestemporarily stopped. So there was no more food for the dog and cat. The cat asked his friend, "How can I get food,because the kitchen and canteen are barely stocked? Where are the mothers andsisters who usually cook and sell food in the canteen?" The dog,understanding the cat's plight, immediately replied, "Don't you know? Theyalways order food online. That's the online world. So you have to be onlineuser too and diligently follow them wherever they go, and you'll getfood." Animals can experience our loss. We normally move fromthe church or chapel to the public space of online media. In the today'slifestyle, we constantly interact online. Even spiritual activities likeprayer, faith sharing, Holy Mass, and catechesis can be done online. The smallchurch is the heart of every one of us and online media has become a virtualchurch that bring us together to express their faith. Our spirit of prayer after the Ascension of Jesus and in waiting the day of Pentecost continuesto grow with joyful expectation. We all become one heart in prayer to prepareourselves for the outpouring of the Holy Spirit. We follow the example of theapostles and Our Lady, the Blessed Virgin Mary, who gathered in prayer togetherin a room in the city of Jerusalem, more than 2000 years ago. Our preparationfor welcoming the Holy Spirit must be in the way of prayer in one hearttogether, and not the activities and undertakeings that do not provide spacefor prayer.                                                                                                             Today the Lord Jesus teaches us about praying with allour hearts, and in unity with our brothers and sisters in the same faith. Aprayerful person who is faithful and holy will contribute to a fervent andfruitful prayer of the community of the people of God. This way of our prayerswill certainly help shaping our community prayers pleasing to God. The presenceof the Virgin Mary as Mother of the Church in every moment of our prayertogether is a best offering that our Church can give to the Lord. This is avery lovely active participation of all beloved children of God in the makingof one heart of all faithful in prayer. Virgin Mary as a caring mother willremind or reprimand us if our disposition in prayer is not in line with whatthe Holy Church practices. We are supposed to do what Jesus says in the Gospeltoday, namely: We should know the Father as the only true God and the One whomthe Father sent, Jesus Christ, if we remain in this spirit of prayer. The HolySpirit helps us to grow in this spirit of prayer. Let'spray. In the name of the Father ... O most loving Father in heaven, make usprayerful people so that we become the members of Your Church who alwaysglorify You with our prayers. Our Father who art in heaven ... In the name ofthe Father ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-6 Paskah, 16 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 15, 2026 5:56


Dibawakan oleh Patricia Yessika dari Paroki Santa Maria Tak Bercela di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 18: 23-28; Mazmur tg 47: 2-3.8-9.10; Yohanes 16: 23b-28.MEMAKAI NAMAYESUS Renungan kita pada hari ini bertema: Memakai Nama Yesus. Jabatan sebagaipastor paroki membuat seorang imam sangat spesial. Umat sering menganggap bahwa“rekomendasi pastor paroki” merupakan sarana yang penting sekali untukmemudahkan mereka mengurusi banyak hal. Surat keterangan pastor paroki sudahmembereskan setengah bagian atau seluruh urusan tertentu. Misalnya ada orang ingin memasukkan anaknya ke sekolah yang terafiliasidengan gereja, atau mendapatkan lowongan kerja di perusahaan yang pemiliknyaadalah umat paroki. Mereka membawa pesan dan nama pastor paroki dan hasilnyasangat positif. Bisa saja Pastor sendiri yang memberikan rekomendasi. Bisa jugaia tidak mengetahuinya, tetapi nama dan jabatannya dipakai untuk kepentinganumat atau orang tertentu. Seperti inilah kalau kita memakai nama Yesus Kristus untuk berbagaikebutuhan yang disampaikan kepada Bapa. Semua doa kita diakhiri dengan “denganperantaraan Yesus Kristus”, berarti nama Yesus Kristus dipakai. Kita merasaspesial dan terhormat memakai nama-Nya. Dan Yesus sendiri tetap menjadi pelayankita meskipun Ia sudah bersatu dengan Bapa dan Roh Kudus di surga.  Apakah Yesus mengizinkan kita memakai nama-Nya? Tentu saja. Kalimat dariInjil Yohanes yang baru saja kita dengar menunjukkan bahwa Yesus sendirimeminta supaya kita memakai nama-Nya: apa saja yang kamu minta kepada Bapadalam nama-Ku, akan diberikan kepadamu. Memakai nama Yesus berarti kita sungguhmengenal dan mengakui Yesus secara benar, sehingga kita percaya bahwa Dia akanmemenuhi kebutuhan kita.  Mengetahui dan percaya kepada Dia secara benar dan utuh merupakan syaratyang tak bisa kita remehkan. Atas dasar ini maka Apollos diberikan semuapenjelasan secara menyeluruh tentang Yesus Kristus, supaya ia dapat memakainama Yesus secara benar dalam seluruh kegiatan pewartaannya. Kita jugamengambil tanggung jawab untuk memakai nama Yesus secara benar, dengan maksudyang benar agar nama Tuhan dimuliakan dan iman kita diperkuat.                                                               Kita harus bisa menghindari memakai nama Yesus secara sembarangan, misalnyamencatut istilah profan pada nama-Nya. Kita tidak boleh memakai nama Yesusuntuk meminta sesuatu yang curang, jahat atau melawan kemanusiaan. Kita jugaharus menghindari menggantikan posisi nama Yesus dengan nama orang kudus laintermasuk Bunda Maria, karena nama Yesus itu satu-satunya perantara kita kepadaBapa. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah pikiran dan hati kamiuntuk senantiasa memakai nama-Mu secara benar setiap kali kami berdoa danmemohon kepada Bapa. Semoga kami menaati dengan setia perintah-perintah-Mu danmemuji-Mu penuh dengan semangat iman kami, kini dan sepanjang masa. Amin. SalamMaria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-6 Paskah, 15 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 14, 2026 7:18


Dibawakan oleh Sherly dari Paroki Maria Kusumah Karmel di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 18: 9-18; Mazmur tg 47: 2-3.4-5.6-7; Yohanes 16: 20-23a.JANGAN REMEHKANPENYESALAN Renungan kita pada hari ini bertema: Jangan Remehkan Penyesalan. Untukkesekian kalinya Sandro, remaja yang hendak masuk universitas itu, minta maafkepada ibunya: "Maafkan aku Mama, saya sangat menyesali perbuatan saya.Saya berjanji tak ulangi lagi perbuatan itu". Sandro hanya menggunakanuang untuk jalan-jalan dan pacaran, uang yang sebenarnya untuk persiapannyamasuk kuliah. Ia menunduk dan memeluk ibunya. Semua berharap supaya janjiSandro untuk berubah itu menjadi kenyataan. Tetapi setiap janji kita untuk berubah dari kesalahan atau dosa akanterwujud seperti yang diharapkan harus melalui penyesalan. Penyesalan adalahrasa malu, sedih, sakit, derita dan tidak menyenangkan karena telah berbuatkesalahan dan dosa. Bahkan sikap benci, marah dan tidak suka terhadap kesalahandan dosa juga menjadi bagian penting dari suatu penyesalan. Orang yang menyesalmenunjukkan bahwa ia marah dan sakit dengan perbuatan tersebut.  Jadi orang tidak boleh menganggap remeh penyesalan, menyangkal ataumempermainkannya. Yesus Kristus memberikan nasihat bahwa penyesalan mestidinikmati. Setiap pengikut-Nya akan menangis dan diliputi rasa sedih ataspengalaman kekurangan atau suatu ketidakmampuan seperti yang dialami para muridYesus. Ini merupakan suatu hal yang biasa dan selalu kita hadapi.  Tetapi semua itu akan diatasi dengan penghiburan dari Roh Kudus.Penghiburan dan pertolongan yang kita terima setelah penyesalan juga merupakan suatupengalaman rutin kita. Setelah menangis dan sedih, orang tersenyum danbersemangat kembali. Namun suatu penyesalan dipandang paling efektif yaitu jikaitu dilakukan atas dosa-dosa dan kesalahan yang kita lakukan.  Bayangkan saja, ada sebuah kesalahan yang dilakukan lalu yang bersangkutanmau bertobat, memperbaiki diri, tetapi tidak mau menyesali perbuatannya! Sayamencuri uang teman. Lalu mengakui perbuatan itu, saya akan mengembalikan uangdan berjanji tak mencuri lagi, tapi saya tak menyesali perbuatan saya.  Apa yang terjadi? Saya tidak punya perasaan malu dan sedih. Saya juga tidakmerasakan betapa sakit dan ruginya teman saya. Tak ada lagi ruang di hati sayauntuk maaf dan respek pada orang lain. Itulah akibatnya kalau kita tak punyapenyesalan. Menyesali diri secara benar akan membuat maaf kita tulus, dan akanmembantu kita untuk tidak tergoda melakukan kesalahan yang sama lagi.  Jadi sekali lagi, jangan pernah menganggap remeh penyesalan itu. SemogaAnda dan saya termasuk orang-orang yang menganggap positif dan penting untuksebuah penyesalan. Setiap kesalahan menuntut adanya penyesalan.  Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, bantulah kami selalu untuk memiliki penyesalanmendalam atas setiap kesalahan dan dosa yang kami lakukan, agar kami dapatbertobat sesungguhnya. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-6 Paskah, 13 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 12, 2026 9:37


Dibawakan oleh Rosalia dari Gereja Santo Yohanes Penginjil, Paroki Blok B, di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 17: 15.22 - 18: 1; Mazmur tg 148: 1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd; Yohanes 16: 12-15.KITA TIDAK HANYAMENGEJAR JUMLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Kita Tidak Hanya Mengejar Jumlah. Tepatpukul 7 pagi Pastor Paroki sudah bersiap di sakristi untuk berarak menuju altardan Misa dapat segera dimulai. Pemimpin koor dan anggotanya merasa gelisahkarena umat yang hadir baru seperempat kapasitas gereja. Mereka meminta pastorsupaya sebaiknya menunggu umat lain datang baru dapat dimulai Misa kudus.Tetapi sang Pastor menjawab: "Misa tidak bergantung pada jumlah yang hadirdi dalam gereja."  Sikap Pastor Paroki ini merupakan refleksi atas kenyataan di dalampertumbuhan iman dan Gereja kita, bahwa kita tidak hanya mengejar jumlah. Kitajuga sangat membutuhkan kualitas. Dalam konteks penyebaran Injil yang dilakukanPaulus dan rekan-rekannya di Athena, di arena Aeropagus, banyak sekali yangmenolak semua ajaran Paulus tentang Yesus Kristus, dan hanya satu dua orangsaja yang percaya. Jumlah ini sangat sedikit kalau dibandingkan dengan sejumlahdaerah lain yang telah mereka kunjungi.  Kalau yang dikejar terutama ialah jumlah atau sebanyak mungkin pengikutbaru, hasil ini pasti sangat mengecewakan. Namun Paulus dan rombongannya tahubahwa ini adalah pekerjaan milik Tuhan, semuanya biar Tuhan saja yangmenghendaki. Di dalam Tuhan tak ada rivalitas atau perhitungan untung rugijumlah dan kualitas. Bagi Tuhan, pokoknya ada orang yang percaya, mengikuti Diadan menghidupi imannya itu dengan berkualitas. Jumlah yang ada sekarang inimerupakan realisasi pilihan Yesus atas kita dari dunia ini. Kualitas hidup kitasangat bergantung pada kemampuan kita hidup dalam terang dan bimbingan RohKudus. Bersama Roh Kudus, kita memiliki tempat di dalam Yesus Kristus. Dua kecenderungan manusia untuk mengejar jumlah dan kualitas seringmendatangkan masalah. Mereka yang mengejar jumlah saja bisa jadi lebihberambisi material, jasmani, sosial dan kesuksesan duniawi. Mereka yangmengejar kualitas saja bisa jadi lebih elitis, eksklusif, kurang mendarat dantidak realistis. Maka jalan paling baik ialah keseimbangannya, yaitu jumlahkita perlukan sekaligus kita berikan kualitas pada jumlah yang ada.  Misalnya, kehadiran kita di dalam komunitas atau keluarga kurang banyak,tetapi dari kehadiran yang hanya sedikit itu dibuat sangat berkualitas yangmembawa pengaruh yang baik dan sehat. Kalau Anda berkecukupan rezeki, hendaknyakualitas kesejahteraan hidup lebih diperhatikan dan bermurah hati kepada oranglain yang kurang beruntung. Anda mungkin bertubuh kurus, namun kesehatan harusbaik. Anda kurang pintar, namun bertanggung jawab. Kita wajib membuatkeseimbangan hidup agar Tuhan berkenan kepada kita. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan maha murah, semoga melalui bimbingan Roh-Mu, kamimenjadi pribadi-pribadi yang bijaksana dalam membuat hidup kami seimbangjasmani dan rohani, sehingga hidup kami berkenan kepada-Mu dan sesama kami.Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-6 Paskah, 12 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 11, 2026 8:19


Dibawakan oleh Monika Fiona dari Paroki Roh Kudus di Keuskupan Surabaya, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 22-34; Mazmur tg 138: 1-2a.2bc-3.7c-8; Yohanes 16: 5-11.PENGADILANTERHADAP DUNIA Tema renungan pada hari ini ialah: Pengadilan Terhadap Dunia. Ada ceritabahwa di dalam neraka pemimpin Setan memberikan instruksi kepada parapembantunya, supaya jangan pernah berhenti menggodai manusia dan menjatuhkanmereka ke dalam dosa. Salah satu pembatunya bertanya, "Mengapa tidak bolehberhenti?" Pimpinan menjawab: "Karena semua orang akan hilangpekerjaan, baik kita maupun Roh Kudus."                                                          Yesus Kristus menyebutkan tugas Roh Kudus sebagai pengadil, kata-Nya“ketika Ia datang, ia akan mengadili dunia”. Jika Setan berhenti menjatuhkandunia dan manusia ke dalam dosa, tidak ada lagi cerita tentang pengadilanterhadap dunia dan manusia. Roh Pengadil itu datang pada kondisi telah adatitik pembaharuan. Yesus dan para anggota Gereja Perdana berdiri tegak ditengah dunia untuk membuktikan bahwa yang benar, yang baik dan yang adil itutetap ada. Kehidupan yang dikehendaki Allah tidak hilang lenyap setelahwafat-Nya Yesus Kristus dan naik ke surga.  Roh Kuduslah yang mengadili dan menentukan siapa sesungguhnya yang benardan siapa yang salah dan harus dihukum. Roh Kudus tidak bertubuh dan berdaging,jadi pengadilannya akan sangat adil dan bijaksana. Roh akan membuat setiaporang dan seluruh dunia tahu sebenarnya dosa itu seperti apa. Dosa ialahperbuatan melawan Tuhan dan tidak percaya akan Yang diutus Allah yaitu Yesussendiri. Orang yang tidak menerima Tuhan berarti ia tidak dapat menikmati sukacita dan hidup yang abadi. Orang-orang berdosa diingatkan bahwa hidup setelahdi dunia ini adalah yang sangat mengerikan dan menderita. Roh Kudus juga memperlihatkan seperti apa kebenaran, kebaikan dan keadilan itu. Hidup Yesus adalah benar dan ia pertahankan itu sampai mati. Setelahkematian-Nya, Yesus menuju kepada Bapa di surga. Ini adalah sebuah kebenaranyang membebaskan, sama seperti kebebasan Paulus dan Silas dari penjara sepertiyang dikisahkan dalam bacaan pertama liturgi hari ini. Ini yang akan diperoleh orang-orangbenar, baik dan adil, sebagai karunia abadi baginya. Roh Kudus membuka mata seluruh dunia bahwa penghakiman terhadap parapendosa sudah sangat jelas. Para pendosa, dan terutama para pembuat skandalyang telah menjerumuskan banyak orang ke dalam dosa, harus mendapatkan hukumanyang  luar biasa. Mereka tidak mendapattempat di dalam Tuhan. Di dunia ini, penghakiman akan terus terjadi untukmemastikan bahwa perbuatan dosa hanya membawa kesengsaraan jiwa dan ragamanusia. Kesengsaraan di dalam neraka akan jauh lebih dahsyat lagi. Maka kitahendaknya selalu membuka diri kepada pengadilan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Allah maha kuasa, semoga kami membuka diri secara tulusuntuk menerima Roh Kudus utusan-Mu, untuk memastikan bahwa kami tetap berada didalam jalan kebenaran, jalan Yesus Kristus sendiri. Salam Maria, penuh rahmat ...Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-6 Paskah, 11 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 10, 2026 8:11


Dibawakan oleh Nofy Laurens dari Paroki Hati Yesus Yang Mahakudus, Katedral, di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 11-15; Mazmur tg 149: 1-2.3-4.5-6a.9b; Yohanes 15: 26 - 16: 4a.RAHASIA SEORANGPENOLONG Renungan kita pada hari ini bertema: Rahasia Seorang Penolong. Ada seekoranjing betina dengan tiga anaknya yang sangat lucu. Pada pagi hari ibu anjingitu membawa sejumlah tulang dari belakang dapur untuk menjadi santapan ketigaanaknya. Siang dan malam juga makanannya adalah tulang-tulang sisa makanantuannya. Dua hari berikutnya makanannya tetap berupa tulang-tulang. Tiga anakitu mulai bosan dan berencana untuk melawan.                                                Lalu ketiganya kompak untuk mogok makan. Mereka memilih untuk tidur ataubermain dari pada makan tulang-tulang. Ternyata ketika mereka sedang asyikdengan dirinya masing-masing, ibu mereka membawa nasi goreng yang dibawanyadari dapur. Makanan enak itu terlanjur dibiarkan saja sampai rusak, dananak-anak itu kecewa sekali ketika mereka melihat sendiri bahwa yang dibawaibunya itu bukan tulang-tulang, tetapi nasi goreng yang paling enak. Induk anjing tersebut adalah contoh penolong setia bagi anak-anaknya. Banyakdari kita adalah penolong yang baik dan setia. Seperti apa bentuk pertolonganitu dan bagaimana melakukannya, sangat bergantung pada si penolong. Pihak yangditolong tidak usah tergoda berimajinasi tentang wujud pertolongan itu. Lidia,seorang wanita Kristen dalam bacaan pertama, mempersembahkan pertolonganpenginapan kepada Paulus dan rombongannya. Itu adalah rahasia Lidia, sipenolong yang baik. Paulus dan Silas tidak perlu repot mengetahui semua isirencana penolong wanita itu dan keluarganya. Inilah yang dimaksudkan oleh renungan ini tentang rahasia seorang penolong.Apakah kita pernah tahu rahasia kehendak Tuhan yang menolong kita? Tidakpernah. Roh Kudus diutus Yesus Kristus dan Bapa-Nya dari surga bagi kita, jugamempunyai rahasia sesuai kehendak-Nya. Yesus hanya membuka kartu dengan berkatabahwa utusan-Nya itu adalah Penasihat dan Pembela kita. Kita biarkan saja hal itusebagai urusan Dia dalam menolong kita. Kita tidak mempunyai wewenang untukmemaksakan keinginan kita kepada Roh Kudus. Yang jelas, apa yang akandiperbuatkan-Nya bagi kita adalah kebaikan dan keselamatan kita. Siapa pun dari kita yang mempunyai niat, kehendak, rencana dan hakikathidup untuk menolong, hendaklah ia mendasari dirinya pada prinsip cinta kasih. Pertolongannyaharus pantas, positif, sehat dan dengan tujuan untuk membawa kebaikan dankeselamatan bagi yang ditolong. Jangan pernah menolong sesama dengan cara dantujuan yang jahat. Itu bukan menolong, tetapi hanya memaksakan kehendak sendiriyang akan menjerumuskan pihak yang ditolong ke dalam kesulitan dan penderitaan.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus, bantulah kami selalu untuk meneladanidiri-Mu dalam menolong sesama, dan semoga kami terbuka dengan semua ajaran RohKudus-Mu. Semoga kami juga meneladani Bunda-Mu Perawan Maria yang juga seorangpenolong yang sejati. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Reading and meditation on the Word of God on Monday of the sixth week of Easter, May 11th, 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 10, 2026 6:30


Delivered by Melinda from the Parish of Saint Marinus Yohanes in the Diocese of Surabaya, Indonesia. Acts of the Apostles 16: 11-15; Rs psalm 149: 1-2.3-4.5-6a.9b; Yohanes 15: 26 - 16: 4a.THE SECRET OF A HELPER Our meditation today has the theme: The Secret of aHelper. There is a female dog with three puppies that are very cute. In themorning the mother dog carried a number of bones from the back of the kitchento feed her three children. Day and night the food were also the bones leftoverfrom her master's kitchen. The next two days the food were still the samebones. The three children began to get bored and planned to fight. They showedtheir strong protest to their mother. Then all three agreed to do a hunger strike. Theychose to sleep or play instead of eating bones. It turned out that when theywere enjoying themselves, their mother brought fried rice from the master'skitchen. That most delicious food was just left alone until it was rotten, andthe children were very disappointed when they saw for themselves that whattheir mother had brought was not the bones, but the most delicious fried ricethey always dream to eat. The mother dog is an example of a faithful helper toher children. Many of us are good and faithful helpers in one way or another.What form the help is like and how it is manifested, depends very much on thehelper. The person who is helped does not need to be tempted to imagine theform of the help to be given to him or her. Lidya, a Christian woman in thefirst reading, offered lodging assistance to Paul and his companions. That isthe secret of Lydia, a good and generous helper. Paul and Silas did not have tobother knowing all the contents of the plan of help from that woman and herfamily. This is what we intend to say about the secret of ahelper. Do we ever know the secret of God's will to helps us? Never. The HolySpirit sent by Jesus Christ and His Father from heaven for us, also has secretaccording to His will. Jesus only revealed the sign that His messenger is ourAdvocate and Defender. We just allow Him to do His job in helping us. We do nothave the authority to force our desires on the Holy Spirit. The point is that,what He will do for us is our benefit and our salvation. Anyone from us who have intention, will, plan and workto help, let him do in good will and clear motivation out of love. His helpmust be appropriate, positive, healthy and with the aim of bringing goodnessand salvation to those people helped. We are not supposed to help others withevil means and ends. It is not helping, but only imposing one's own will whichplunges others into sin, trouble and suffering. Let'spray. In the name of the Father ... Lord Jesus Christ, help us to imitateYourself in helping others, and may we always open to all teachings of YourHoly Spirit. May we are happy to imitate your mother, the Virgin Mary, who isalso a true helper. Hail Mary, full of grace ... In the name of the Father ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan-bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Minggu Paskah ke-6, 10 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 9, 2026 12:10


Dibawakan oleh Maria dari Paroki Santo Yohanes Bosco Danau Sunter di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 8: 5-8.14-17; Mazmur tg 66: 1-3a.4-5.6-7a.16.20; 1 Petrus 3: 15-18; Yohanes 14: 15-21.PENOLONG DARI SURGA Tema renungan kita pada hariMinggu Paskah ke-6 ini ialah: Penolong dari Surga. Ada dua orang laki-lakiberasal dari satu kampung dan berteman sejak kecil. Saat masih sekolah, merekaselalu saling membantu bila ada kesulitan apa pun yang mereka hadapi. Tetapibentuk dan besarnya bantuan itu hanya sejauh kemampuan mereka sebagai anak-anak.Beberapa puluh tahun kemudian, salah satu dari mereka menjadi Bupati di daerahasal mereka dan teman masa kecilnya itu bekerja sebagai guru di satu sekolahdasar terpencil. Mereka berdua kadang-kadang bertemu dan dapat mengenang masalalu yang indah. Mereka sepakat tentang satu hal yaitu, untuk dapat memberikanperhatian dan bantuan yang lebih besar dan lebih banyak kepada sesama,seseorang harus memiliki kedudukan atau jabatan yang besar dan tinggi.  Sang bupati tentu saja memilikisegala kemungkinan untuk membantu dan melayani orang lain jauh lebih besar danlebih banyak, dibandingkan dengan sang guru sekolah dasar. Seorang pejabat baikpemerintah maupun swasta juga memiliki keistimewaan yang sama dalam melayanidan menolong orang lain. Kuncinya ialah ia berbuat atas dasar cinta, kebenarandan kebaikan. Ia hanya dapat dipercayai dan dicintai orang lain kalau semuapelayanan dan pertolongan yang ia berikan ialah bukan untuk dirinya ataukelompoknya sendiri, tetapi semata-mata bagi banyak orang yang dilayani.  Kita mendasari iman kita kepadaTuhan di atas suatu kebenaran bahwa Tuhan adalah penolong setia yang tidakingin kita binasa dan hilang, tetapi keselamatan kita. Pada hari ini TuhanYesus memberikan kita kepastian tentang datangnya Roh Kudus sebagai penolongkita. Roh ini diutus-Nya dari tempat yang tinggi dan memiliki kuasa yangsungguh besar, sehinga Ia tentu saja menolong dengan tidak ada batas waktu,tempat dan orang. Ia melayani dan menolong semua tanpa kecuali. Dari sejakPentekosta pertama sampai saat ini, menjelang kita merayakan peringatanPentekosta untuk kesekian kalinya, Penolong itu tetap setia menolong kita. Iamenolong kita karena esensi diri-Nya ialah Penolong. Kita semua pengikut Kristusmendapatkan pengurapan Roh Kudus dan diutus oleh kuasa Ilahi yang maha tinggi.Maka kita memang memikiki kemampuan untuk melayani dan menolong dalam ukuranbesar dan banyak sesuai dengan tugas dan kepercayaan yang ada pada kita. Tugasitu dimulai dengan para rasul dan murid-murid Yesus dahulu sampai dengan saatini. Dunia dan sekitarnya sangat membutuhkan pertolongan dari kita. Makanasihat bijaksana menjadi sangat penting bagi kita, yaitu kita hendaknya selalubersiap sedia untuk menolong orang lain yang datang meminta dari kita tentangpengharapan yang ada pada kita. Roh Kudus membuat kita mampu menolong siapasaja.  Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kurnia Roh-Mu,agar kami semakin setia menjadi penolong sesama kami tanpa berharapdiperhatikan dan dibalas. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

Renungan Anak GKY Mabes
Plinius dan Orang-Orang yang Beribadah (10 Mei)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later May 9, 2026 3:44


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Plinius dan Orang-Orang yang BeribadahDiambil dari: Yohanes 4:23  “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”Wonder Kids, hari ini kita belajar lagi dari surat Plinius Muda. Ia menulis bahwa orang-orang Kristen pada zaman dulu biasa berkumpul pagi-pagi sekali pada hari tertentu untuk menyanyikan pujian kepada Kristus. Mereka berkumpul bukan karena dipaksa, tetapi karena mereka sungguh percaya bahwa Yesus layak disembah.Bayangkan, Wonder Kids, pada waktu itu menjadi orang Kristen tidak mudah. Mereka bisa dihukum, dimusuhi, atau diperlakukan tidak baik. Tetapi mereka tetap datang untuk beribadah. Mereka tetap berkumpul bersama orang percaya lain. Itu menunjukkan bahwa Yesus sangat berharga bagi mereka. Mereka tahu bahwa beribadah kepada Tuhan bukan hal kecil, melainkan hal yang penting.Firman Tuhan dalam Yohanes 4:23 mengingatkan bahwa Bapa mencari penyembah-penyembah yang menyembah Dia dalam roh dan kebenaran. Artinya, Tuhan tidak hanya melihat apakah kita hadir di tempat ibadah, tetapi juga melihat hati kita. Apakah kita sungguh datang untuk Tuhan? Apakah kita mau memuji Dia, mendengar firman-Nya, dan belajar taat kepada-Nya?Kadang-kadang kita bisa datang ke Sekolah Minggu atau ibadah hanya karena sudah biasa, karena diajak orang tua, atau karena bertemu teman. Memang itu bisa menjadi awal yang baik. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau hati kita sungguh menyembah-Nya. Tuhan mau kita belajar bahwa beribadah adalah kesempatan indah untuk datang kepada Dia yang mengasihi kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu datang beribadah berikutnya, sebelum ibadah dimulai ucapkan doa singkat ini: “Tuhan, tolong aku beribadah dengan sungguh-sungguh dan dengan hati yang senang kepada-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau layak disembah. Tolong aku supaya tidak datang beribadah dengan hati yang asal-asalan, tetapi dengan hati yang sungguh mengasihi-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Tuhan senang melihat anak-anak-Nya datang menyembah Dia dengan hati yang sungguh-sungguh. Tuhan Yesus memberkati.

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Sabtu dalam pekan ke-5 Paskah, 9 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 8, 2026 7:47


Dibawakan oleh Yenny dari Paroki Santo Paulus di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 16: 1-10; Mazmur tg 100: 1-2.3.5; Yohanes 15: 18-21.ANTARA ROH KUDUSDAN ROH JAHAT Renungan kita pada hari ini bertema: Antara Roh Kudus dan Roh Jahat. Renunganini ingin membawa perhatian kita kepada dua sudut pandang tentang semangathidup yang kita miliki di dalam kehidupan kita. Dari posisi Tuhan Yesus Kristusdan semua komponen dalam perutusan-Nya, roh yang berlawanan itu pasti roh jahatdengan Setan sebagai panglima.  Sedangkan dari posisi lawan, yaitu roh duniawi dan Setan sebagai panglima,roh yang berlawanan ialah kebaikan dan kebenaran yang telah dibawa oleh YesusKristus melalui pengorbanan diri-Nya dan masih diteruskan saat ini oleh Gereja.Roh jahat ini, seperti ditunjukkan dalam kitab suci, setelah tidak mampumenaklukkan Yesus di padang gurun, ia selalu menunggu saja saat yang palingtepat bagi dia untuk menggoda dan menaklukkan lagi pihak yang diinginkannya. Dua kubu, Roh Kudus dan roh jahat tentu saja berseberangan arah. Pihak manayang unggul pada akhirnya, sangat bergantung pada siapa manusia itu yang memilihuntuk berpihak sesuai dengan kehendak bebasnya. Namun dalam situasi tanpaperang, atau lebih tepatnya tidak ada konflik kepentingan, sering terjadi bahwakedua kubu ini berdampingan dalam suasana tenang.  Misalnya Anda dalam suasana tenang di dalam kamar. Di dalam dirimu tidakada gangguan pikiran jahat, niat yang aneh dan perbuatan yang menyimpang. Disitu juga ada kehadiran roh jahat yang tetap menunggu saatnya dirimu lepaskontrol dan tidak menyadari diri, ia akan segera menggodai dengan maksudmenguasai dirimu. Kira-kira begitu keberadaan kita setiap saat. Begitu konflik kepentingandatang, Anda harus memilih yang baik atau jahat, yang benar atau salah. Poin yang sangat penting di sini ialah bahwa sebagai pengikut Kristus, kitamesti dapat membedakan roh yang berlawanan itu, semangat yang berseberangan,atau kepentingan yang tak sejalan dengan Yesus Kristus. Kristus telahmempersiapkan kita untuk dapat memiliki kemampuan untuk membedakan. Ia selalumenegaskan supaya kita tetap berpegang pada firman-Nya. Ia berkata, “Aku telahmemilih kamu dari dunia ini”. Kita menjadi milik Yesus, jadi kita mempunyaikemampuan untuk memastikan ada roh yang berlawanan dengan Yesus. Pengalaman initelah dialami oleh para rasul, Paulus dan Barnabas, ketika menjalani misi yangluar biasa. Para kudus adalah teladan bagi kita untuk hal ini. Siapa pun di dekat kita yang memberikan nasihat atau teguran supaya kitaharus memilih Roh Tuhan dari roh jahat, dia adalah utusan Yesus. Kita semakinmendekati pesta Pentakosta, maka hendaknya kita membuka diri dengan tulus agar Roh Kudus itulah yang memenuhi diri kita,bukan roh yang lain. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan Yesus Kristus, kuatkanlah kami selalu dengan berkatdan rahmat-Mu agar kami mampu melawan kepentingan-kepentingan dunia ini yangbertentangan dengan Dikau. Utuslah Roh-Mu agar memenuhi kami dan seluruh mukabumi. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-5 Paskah, 8 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 7, 2026 8:10


Dibawakan oleh Christine dari Paroki Santo Gabriel di Keuskupan Bandung, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 22-31; Mazmur tg 57: 8-9.10-11; Yohanes 15: 12-17.DALAM CINTA DANUNTUK CINTA Renungan kita pada hari ini bertema: Dalam Cinta dan Untuk Cinta. Maksudtersirat dalam kalimat ini ialah kita diciptakan oleh Tuhan Allah, melaluiperkawinan orang tua kemudian dilahirkan ibu kita masing-masing, adalah suatukejadian dalam cinta dan untuk mencintai. Kehidupan itu ada ialah karena cinta.                         Sumber atau pokok yang membuahkan kita adalah cinta itu sendiri, sepertiyang dikatakan dalam Surat Pertama rasul Yohanes 4, 8 bahwa Allah itu adalahkasih, Deus caritas est. Dan buah-buahdari hidup iman kita adalah cinta itu sendiri. Ini dapat terjadi karena kita selaluterhubung dengan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai pokok anggur, dan kita semuaadalah ranting-rantingnya.  Hubungan cinta ini ditandai oleh perbuatan cinta terbesar Yesus Kristus,yaitu mengorbankan diri-Nya, atau mati dengan sangat keji, demi kebaikan dankeselamatan kita semua. Cinta terbesar inilah yang diwariskan kepada kita,supaya kita juga dengan cara kita masing-masing dapat berkorban diri demikebaikan dan keselamatan sesama yang membutuhkan tindakan cinta kasih. Jadi kita hidup "dalam cinta dan untuk cinta" bersumberkan padapersatuan dengan Yesus Kristus sebagai pokok kehidupan.  Paling kurang ada empat poin untuk menjelaskankebenaran ini. Pertama, Tuhan telah menyirami cinta-Nya ke dalam hati kita. Initerjadi pertama kali saat pembaptisan, dan selanjutnya melalui siramanfirman-Nya, sentuhan berkat-Nya, pelukan kasih-Nya yang kita terima setiap hari.Gereja Perdana di Antiokhia sungguh dipenuhi oleh cinta kasih Tuhan melaluifirman dan ajaran untuk diikuti oleh seluruh Gereja. Kedua, Yesus sendiri perlakukan kita sebagai sahabat, dan bukan sebagaihamba. Karena itu dalam hubungan sebagai sahabat ini, Ia akan selalumengajarkan dan memberikan kita contoh bagaimana mengasihi sedemikian totalseperti yang telah dilakukan-Nya. Ketiga, komitmen cinta ialah sampai mati.Sekecil atau sesederhana apa pun cinta itu, isinya ialah berkorban dan kalauberkorban berarti orang harus mengalami kematian dari dirinya baik sebagianmaupun seluruh dirinya.  Kalau kita mantap untuk mati dalam perbuatan-perbuatan cinta yangsederhana, kita akan sangat siap untuk mati dalam cinta yang lebih besar.Keempat, cinta itu dalam perwujudannya, menghasilkan buah. Misalnya sayagembira menyambut dengan senyum dan menyalami tamu yang datang, buahnya ialah,tamu itu akan menjadi betah dan menjadi sahabatku. Karena cinta yang tidakmenghasilkan buah yang baik, ia adalah kebohongan, kepalsuan dan pengkhianatan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan Yesus Kristus, sebagaimana Engkau telah mengajarkandan memberikan kami contoh untuk mencintai dengan benar, kuatkanlah kami selaluuntuk tetap berada di dalam cinta-Mu itu dan semoga kami selalu mencintaisesama kami tanpa bosan dan lelah. Salam Maria, penuh rahmat ...  Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-5 Paskah, 7 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 6, 2026 8:32


Dibawakan oleh Matilda Riza Mashun dari Paroki Santo Agustinus di Keuskupan Agung Pontianak, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 7-21; Mazmur tg 96: 1-2a.2b-3.10; Yohanes 15: 9-11.TINGGALAH SELALUDI DALAM KASIH-KU Renungan kita pada hari ini ialah: Tinggallah Selalu di Dalam Kasih-Ku. Inimerupakan kalimat yang datang dari Yesus sendiri ketika menyatakan diri-Nyasungguh sebagai pokok anggur bagi kita. Jaminan tinggal bersama Dia ialahkehidupan yang dapat menghasilkan buah berlimpah sehingga mendatangkan sukacita, kebahagiaan dan keselamatan. Para rasul-Nya yang mendengar langsungpengajaran ini telah membuktikan dirinya tinggal bersama Yesus dan berbuahsebagai saksi-saksi utama Tuhan Yesus Kristus kepada seluruh dunia, menjadipewarta Injil yang sejati. Untuk mewujudkan karya keselamatan sesuai dengan kehendak Bapa, Yesusmengundang mereka yang mengikuti dan percaya kepada-Nya untuk hidup di dalamDia. Hidup di dalam Dia membuat kita menikmati kasih-Nya yang amat besar danabadi. Kita menanggapi undangan dan jaminan dari Yesus dengan iman kita bahwakita siap, kita mau dan kita rindu untuk tinggal di dalam Dia. Di dalamkesibukan setiap hari dari pagi sampai malam, undangan ini akan selalu sangatmenggembirakan kita. Bagi mereka yang selalu menghayati dengan tulus kasihTuhan, undangan Yesus ini menjadi suatu bonus tersendiri bagi mereka.  Misalnya, satu keluarga yang selalu hidup dalam damai, harmoni, dan penuhcinta, ketika menerima undangan ini, mereka tentu saja mengalami suatu  pertumbuhan iman yang menggembirakan.Sebaliknya, suatu keluarga atau pribadi yang tidak atau sulit mengalami kasihdi dalam hidupnya, undangan dan jaminan Tuhan Yesus ini harus merupakaninisiatif Ilahi yang hendak membawa mereka kembali kepada Tuhan, dalam pelukankasih-Nya yang sangat indah.  Mereka tidak usah malu, tidak perlu takut atau harus menghindari rasa kurangpercaya, karena yang mengundang dan memberikan jaminan adalah Tuhan sendiri.Mereka harus yakin bahwa cinta kasih Tuhan jauh lebih kuat dan pastimengalahkan semua kekurangan manusiawi tersebut. Cinta kasih Tuhan dapatmenyembuhkan dan memberikan semangat untuk memulai hidup yang baru. Atas dasar cinta kasih itu dan terutama dalam nama Tuhan Yesus Kristus,misalnya para rasul membuat konsili di Yerusalem, untuk memperkuat satuvisi-misi yang bersumber pada Yesus Kristus saja. Mereka berdiskusi, berdebatdan berselisih atas perbedaan-perbedaan yang ditemukan. Karena alasan cintakasih, mereka mencapai solusi dalam terang Roh Kudus, lalu sampailah merekapada keputusan yang memberikan keuntungan bagi Gereja.  Marilah kita mengulangi lagi undangan Yesus tersebut: Tinggallah di dalamkasih-Ku. Kita tidak boleh menolaknya, tetapi dengan gembira menyambutnya! Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Ya Tuhan yang maha baik, semoga cinta kasih dari-Mumenguasai hidup kami, dan kami dengan gembira menyambut undangan Yesus Putra-Muuntuk selalu tinggal di dalam kasih-Nya. Bapa kami yang ada di dalam surga.Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Rabu dalam pekan ke-5 Paskah, 6 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 5, 2026 6:58


Dibawakan oleh Ivan dari Paroki Santo Agustinus di Keuskupan Agung Pontianak, Indonesia. Kisah Para Rasul 15: 1-6; Mazmur tg 122: 1-2.3-4a.4b-5; Yohanes 15: 1-8.BERBUAH MELIMPAHDI DALAM YESUS Renungan kita pada hari ini bertema: Berbuah Melimpah di Dalam Yesus. Didalam masa Paskah, selain tema tentang roti hidup dan gembala yang baik, adajuga yang sangat menarik ialah tentang pokok anggur. Tuhan Yesus menjelaskanidentitas diri-Nya dengan aneka simbol, dan salah satunya ialah pokok anggur.                                        Intinya, Tuhan sendiri senantiasa menyatu dengan umat-Nya dan memenuhisetiap orang beriman dengan segala karunia-Nya. Dengan demikian sebagai pribadimaupun sebagai umat Allah, kita dapat melangsungkan hidup di dunia ini sesuaidengan rencana-Nya. Simbol yang pas untuk mengajarkan hal ini ialah pokokanggur. Yesus adalah pokok anggur itu, kita adalah setiap rantingnya, dan Bapadi surga sebagai pemilik.  Bahwa di dalam Gereja selalu ada perbedaan pemahaman iman, itu merupakandinamika hidup ranting-ranting yang sering bergesekkan karena terpaan angin dantimpahan air hujan. Perbedaan-perbedaan itu tidak mungkin merusak kehidupan karenapokok anggur, yaitu Yesus Kristus hanyalah satu. Semua perbedaan pemahamanpasti akan menemukan solusi pada Yesus Kristus saja. Jadi dari pada fokus ke perbedaan-perbedaan, yang lebih utama ialahperhatian kepada buah-buah sebagai hasil kehidupan di dalam Yesus Kristus yangpasti akan mempersatukan dan memajukan kita bersama. Buah-buah ini tentu sangatberguna bagi hidup iman kita. Buah pertama ialah kesucian dan evangelisasi.Kita sebagai pribadi dan umat Allah mengakui kalau kesucian itu adalah cita-citakita. Kita ingin melihat sendiri bahwa kesucian dari Tuhan itu diterima juga olehorang lain melalui kegiatan evangelisasi yang kita lakukan.  Kedua ialah kemauan dan keberanian untuk memangkas bagian ranting, yaitupola hidup yang kering dan tak berguna, dibuang dan dibakar. Ini adalah buahkoreksi, perbaikan, pertobatan dan pembaharuan diri. Ketiga ialah kesempatanterbuka lebar untuk tumbuh dan menjadi pribadi atau komunitas yang baru setelahdilakukan koreksi dan pembaharuan. Keempat, oleh karena itu kita tentu sangatbahagia untuk selalu terhubung dengan Yesus sebagai pokok anggur, karenaterlepas dari Dia akan sangat berbahaya bagi kita.  Kelima, jika senantiasa menyatu dengan Yesus, kita bakal berbuah melimpah.Buah-buah itu tidak mungkin berasal dari pohon lain, selain Yesus Kristussendiri. Keenam, dengan demikian kita mempunyai alasan dasar untuk selalumemuji dan memuliakan Allah dan Bapa kita. Ketujuh, martabat kita sebagai putra-putriBapa merupakan kedudukan sangat istimewa dan terhormat. Kedelapan, maka itukita diutus oleh Tuhan untuk pergi dan menghasilkan buah-buah yang berguna, dankesembilan, tidak hanya berbuah tetapi kita mesti mampu bertahan dalam segalabentuk kesulitan dan penderitaan. Marilah kita berdoa. YaTuhan, buatlah kami selalu dapat berbuah dalam kasih persaudaraan dan pelayanankasih sebagai cara kami melakukan kehendak-Mu, yang berguna bagi kami dansesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Selasa dalam pekan ke-5 Paskah, 5 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 4, 2026 8:03


Dibawakan oleh Angela Efrasia Netty dari Gereja St. Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 14: 19-28; Mazmur tg 145: 10-11.12-13ab.21; Yohanes 14: 27-31a.DAMAI ADALAHSENJATA KITA Tema renungan kita pada hari ini ialah: Damai Adalah Senjata Kita. YesusKristus ketika berada di dunia telah mengalami aneka bentuk penderitaanmanusiawi sebagai akibat dari dosa dan kejahatan manusia. Berhadapan dengansemua itu, Ia tidak melawan tetapi justru menerima dengan tenang, mengampunidan mendoakan mereka yang melawan atau menganiayai Dia. Ia melawan itu dengan senjata damai dari Bapa-Nya. Para pengikut-Nya, mulaidari para rasul sampai ke generasi kita saat ini, disiapkan dengan sedemikianrupa untuk dapat mengalami segala bentuk penderitaan yang sudah Ia alami. Pararasul terbukti siap menghadapi semuanya dan mereka tidak gentar apa pun, karenasenjata damai jauh lebih kuat dari pada senjata apa pun. Paulus dan Barnabasmenunjukkan itu ketika mereka membangun dan memperkuat eksistensi Gereja darisatu tempat ke tempat yang lain. Gereja dan pengikut Kristus di segala tempat dan zaman hingga saat ini jugamenyadari bahwa prediksi Yesus tidak meleset, yaitu bahwa piala penderitaanyang Ia telah minum, diminum juga oleh para pengikut-Nya. Senjata damai yangsama tetap dipakai, dan kalimat terkenal yang selalu diulangi dalam perayaanEkaristi menegaskan keampuhan senjata itu, “Damai Kutinggalkan bagimu, damai-KuKuberikan kepadamu.” Yesus Kristus memberikan kita damai dari diri-Nya ini sebagai senjata yangsangat berguna, dan saat paling pas untuk memakainya ialah ketika kita beradadalam tekanan, bahaya dan ancaman dalam bentuk apa pun. Ia sudah menyiapkankita dengan strategi ini. Ia sudah tahu bahwa yang akan terjadi bagi setiappengikut-Nya adalah rupa-rupa kesulitan dan penderitaan.  Bahkan kebaikan dan kebenaran apa pun yang diperbuat para pengikut dalamnama-Nya, penderitaan dan kesulitan bakal mereka terima. Karena kebaikan dankebenaran Kristus sangat bertentangan dengan budaya dan gaya orang-orang didunia ini yang sudah terjangkiti oleh dosa dan kejahatan. Tetapi Yesus dan parapengikut-Nya tidak menyerah dan takut. Salib memang harus dipikul dan bukandikutuk atau dibuang. Setelah salib ada kemenangan. Anda kebangkitan.  Jadi kita mesti bersyukur dan merasa beruntung karena Yesus Kristus telah mempersiapkankita untuk menghadapi situasi terburuk di dunia ini, mempersenjatai kita dengandamai dari diri-Nya sendiri. Bayangkan jika ia mempersenjatai kita denganpedang atau senapan,  bisa jadi profil kitasebagai Kristen saat ini mungkin menjadi yang terburuk di dunia. Damai dariYesus justru berguna untuk memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Di situlahkemenangan yang sesungguhnya. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ...Tuhan Yesus Kristus, penuhilah hati kami dan Gereja-Mudengan damai dari-Mu sendiri, karena damai itu yang menjaga dan melindungikami. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam nama Bapa ...

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-5 Paskan, 4 Mei 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later May 3, 2026 7:52


Dibawakan oleh Tuti Budiman dari Gereja St. Helena, Paroki Curug di Keuskupan Agung Jakarta, Indonesia. Kisah Para Rasul 14: 5-18; Mazmur tg 115: 1-2.3-4.15-16; Yohanes 14: 21-26.YANG TEKUN, YANGBERHASIL Renungan kita pada hari ini bertema: Yang Tekun, Yang Berhasil. Ada suamidan istri sering bertengkar soal bagaimana mendidik dan membesarkan kedua anakmereka yang masih kelas 4 dan 1 SD. Istri ingin supaya kedua anak ini cerdasdan pandai maka les tambahan di luar jam sekolah diikuti dengan serius. Yang iakejar ialah kepandaian kedua anaknya. Sementara suami tidak terlalu mementingkankecerdasan, tetapi ia lebih menginginkan anak-anaknya tekun. Menghadapi persoalan seperti ini, Tuhan Yesus Kristus terutama melalui Injilpada hari ini akan berkata bahwa ketekunan-lah yang lebih diperlukan. Yesusberkata bahwa Roh Kudus yang akan diutus-Nya adalah penghibur dan guru kita.Dan kita yang dibimbing oleh Roh Kudus adalah anak-anak atau murid-murid yangmesti tekun mengikuti dan belajar di bawah bimbingan-Nya. Kita bukan bercita-cita menjadi orang pandai dan cerdas bersama Roh Kudus.Sebab kalau kita semua ini menjadi cerdas dan pandai, bisa jadi banyak  di antara kita ingin menyaingi Roh Kudus,atau bahkan Roh Kudus menjadi bingung untuk membimbing dan mengajari kita satuper satu. Jadi keutamaan yang penting sekali bagi kita ialah ketekunan, dan bukankepandaian atau kecerdasan. Pengalaman hidup Gereja Perdana membuktikan bahwapara rasul itu bukan orang pandai dan cerdas. Tetapi karena mereka tekun danberkomitmen kepada Yesus Kristus mereka menjadi mampu, matang dan menguasaisemua ilmu tentang Yesus Kristus.  Paulus dan Barnabas tekun untuk teguh kepada Yesus Kristus dan Injil-Nyabiarpun mereka berhadapan dengan orang-orang pandai dan cerdas dari kultur yangberbeda sama sekali dari mereka. Mereka hadirkan ketekunan sebagai bentuk kesaksianyang sangat kuat, supaya meyakinkan semua orang Kristen yang baru dibaptisbahwa hanya ketekunan dalam iman yang bisa membuat mereka bertahan dan bisamembela imannya. Ketekunan itu harus mulai dari diri sendiri karena ada kemauan untukmencapai suatu tujuan yang baik dan benar. Melalui kombinasi kerajinan, fokus dan semangat, seseorang dapatmencapai hasil yang diinginkan. Orang yang pandai matematika karena ia pernahdan terus menerus menekuni bidang itu. Seorang atlet sepak bola menekuni teknikpaling sederhana seiring dengan latihan fisik yang terus-menerus sampai menjadiseorang pemain hebat.  Demikian juga jika kita menekuni diri kita sebagai putra dan putri Allah,kita bakal berhasil menikmati apa yang dikatakan oleh Yesus, yaitu mendudukitempat di rumah Bapa di surga yang telah disediakan bagi kita masing-masing. Marilah kita berdoa. Dalamnama Bapa... Ya Yesus, semoga kami senantiasa tekun dan setia dalam bimbingandan ajaran Roh Kudus demi menjadi murid-murid-Mu yang sejati, kini dansepanjang masa. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus ... Dalam namaBapa ...

Lifehouse Jakarta
Renungan Harian - Mengasihi Tuhan

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Apr 25, 2026 5:06


Pdt. Wigand Sugandi (TB) Yohanes 21:15Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau. " Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 25 April 2026 - Percaya dan Melakukan KehendakNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 24, 2026 3:34


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 25 April 2026Bacaan: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan...." (Yohanes 14:12)Renungan: Ada kisah lima bersaudara yang pergi mengunjungi saudara perempuan mereka yang menikah dengan seorang anak raja dan tinggal di seberang danau. Ketika mereka hendak pulang, keluarga raja ini membawakan oleh-oleh dengan pesan, jangan dibuka sebelum tiba di rumah. Barang-barang ini sangat berharga. Empat orang di antara mereka percaya dan menaatinya. Sementara itu seorang tidak percaya jika itu barang berharga. Apalagi hanya dibungkus dengan daun. Di tengah perjalanan ia membuka bungkusan itu, ternyata hanya kunyit. Lalu dicampakkannya kunyit itu sebab di kampung mereka sangat banyak kunyit. Sementara yang lain baru membuka bungkusan itu setibanya mereka di rumah. Betapa terkejutnya mereka sebab ternyata bungkusan itu berisi emas. Percaya kepada Tuhan, berarti percaya dan taat melakukan firman-Nya. Percaya tetapi tidak taat pada kehendak-Nya, itu sama saja berbohong dan merugikan diri sendiri. Kesungguhan kita memercayai Tuhan tercermin dari apa yang kita perbuat. Mari kita memelihara semangat kita untuk terus percaya dan taat kepada Tuhan Yesus, walau kadang jalan hidup ini sukar kita pahami. Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, bantulah aku agar tetap taat dan setia kepada-Mu di dalam setiap musim hidupku. Amin. (Dod).

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #306: Doa Yesus di Getsemani

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Apr 19, 2026 13:15


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 306 (Matius 26:36-46): Sebelum Yesus ditangkap, Matius mencatat peristiwa di Getsemani. Pada waktu itu Yesus membawa Petrus, Yohanes, dan Yakobus. Dia begitu gentar karena Dia tahu saatnya untuk menyerahkan diri-Nya menjadi korban bagi penebusan dosa telah tiba. Yesus begitu takut dan gentar, tetapi para murid benar-benar tidak mengerti.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 13 April 2026 - Yesus Sahabatku

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 12, 2026 7:58


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 13 April 2026Bacaan: "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." (Yohanes 15:14) Renungan: Pada suatu siang, seorang Pasto berjalan melewati gerejanya. Dia berhenti sejenak untuk melihat siapa yang datang berdoa di gerejanya. Dia terkejut karena dari pintu samping gereja keluar seorang pria dengan kemeja lusuh, dengan rambut dan janggut panjang yang tidak terawat. Pria itu tersenyum kepadanya, lalu pergi. Hari-hari berikutnya, setiap Pastor ini lewat gerejanya, dia melihat orang yang sama, yang hanya berlutut sebentar lalu pergi. Mulailah timbul kecurigaan di hatinya. "Jangan-jangan dia sedang menyelidiki dan bermaksud merampok," katanya di dalam hati. Akhirnya Pastor memutuskan untuk menghentikan pria itu dan bertanya, "Apa yang kamu lakukan di sini?" Pria itu menjawab, "Saya bekerja di ujung sana. Waktu makan siang saya hanya setengah jam. Saya hanya berlutut sebentar untuk mendapatkan kekuatan dari Tuhan." "Dalam waktu sesingkat itu, apa yang Bapak doakan?" tanya Pastor. "Aku harus datang sekali lagi untuk mengatakan kepada-Mu Tuhan, aku sungguh bahagia sejak kita bertemu dan memutuskan untuk bersahabat. Engkau sudah menghapus dosa-dosaku. Aku tidak tahu bagaimana berdoa banyak, tetapi aku memikirkan Mu setiap hari. Jadi Yesus, ini 'check in-ku hari ini," jawabnya. Mendengar itu, sang Pastor merasa bodoh dan berkata, "Kamu bebas untuk datang dan berdoa kapan saja." Pria itu tersenyum dan berkata, "Terima kasih." Setelah pria itu pergi, Pastor masuk ke gereja dan berdoa, "Aku harus datang sekali lagi untuk mengatakan kepadaMu Tuhan, aku sungguh bahagia sejak kita bertemu dan memutuskan untuk bersahabat. Engkau sudah menghapus dosa-dosaku. Aku tidak tahu bagaimana berdoa banyak, tetapi aku memikirkan Mu setiap hari. Jadi Yesus, ini 'check in-ku' hari ini." Suatu hari, Pastor itu kembali lewat di gerejanya, tetapi dia tidak melihat pria lusuh yang biasa datang untuk berdoa. Demikian juga dengan hari-hari berikutnya. Dia mulai khawatir dan memutuskan untuk pergi ke pabrik di mana pria itu bekerja. Di sana dia mendapat kabar bahwa pria itu dirawat di rumah sakit. Tetapi, kabar lain yang menyenangkan adalah bahwa pria itu sudah membawa pengaruh besar di keluarga dan di kampungnya yang tempatnya jauh dari pabrik itu. Pastor itu pun senang dan bergegas pergi ke rumah sakit. Di rumah sakit, dia ditemui perawat yang berkata, "Sungguh memprihatinkan, tidak ada yang peduli kepadanya." Mendengar perkataan perawat itu, pria ini berkata, "Perawat ini keliru. la tidak tahu ada seorang sahabatku yang setia mendampingiku. Dia duduk di bawah, meraih tanganku dan berkata: Aku datang untuk mengatakan kepadamu, Aku sungguh bahagia, sejak kita bertemu dan memutuskan untuk bersahabat. Aku telah menghapus dosa-dosamu dan Aku memikirkanmu setiap hari. Jadi, ini 'check in-ku' hari ini." Seisi ruangan itu pun heran dan akhirnya banyak dari mereka yang mau mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat karena kesaksian bapak ini yang begitu nyata dan menyentuh. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin menikmati hubungan persahabatan dengan-Mu dan berbagi sukacita kepada mereka yang belum mendapatkan sukacita karena belum menjadi sahabat-Mu. Amin. (Dod).

Lifehouse Jakarta
Renungan Harian - Tempatkan Tuhan Pada Tempat-Nya

Lifehouse Jakarta

Play Episode Listen Later Apr 7, 2026 5:43


Pdt. Wigand Sugandi (TB) Kejadian 1:1 & Yohanes 1:1Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.Pada mulanya adalah Firman Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 5 April 2026 - Mengasihi Tanpa Alasan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Apr 4, 2026 4:29


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 April 2026Bacaan: "Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut." (1 Yohanes 3:14)Renungan: Ada begitu banyak ayat Alkitab yang meneriakkan kata kasih agar yang tak mendengar dapat mendengar, dan yang tak mau mendengar menjadi terusik sehingga mau mendengar. Kasih adalah ciri khas dari kehidupan kekristenan, yang membedakan kita dengan dunia ini. Mengasihi bukanlah pilihan bagi para pengikut Kristus, melainkan sebuah keharusan, yang sama halnya seperti manusia dengan makanan. Mau tidak mau, atau enak tidak enak, manusia akan tetap makan agar dapat bertahan hidup. Jadi baik atau tidak baik situasi, kondisi dan tempatnya, kita harus tetap dapat mengasihi. Namun bila akhirnya kita menjadikan kasih sebagai sebuah pilihan, maka hari ini ada begitu banyak orang yang kita bunuh. Ya, menjadi pembunuh, itulah hasil akhir dari pilihan kita, karena kita gagal menjadi penunjuk jalan bagi orang-orang "dunia" untuk menuju kepada jalan kebenaran dan hidup. Inilah alasan mengapa kasih menjadi begitu penting, sehingga firman-Nya terus menggedor hati kita agar kita hidup sebagai anak-anak terang yang memancarkan kasih-Nya. Sebab, seperti apa dan bagaimana kita hidup, maka seperti itulah orang akan memandang Kristus. Jika kita hidup sebagai pemarah atau pendendam, maka seperti itulah Kristus di hadapan orang-orang yang tidak mengenal-Nya. Kristus yang adalah Kasih, berubah menjadi Pribadi yang buruk karena keangkuhan, keegoisan, dan kegengsian kita yang tidak mau mengampuni. Di dalam Kristus, hal mengasihi bukan lagi sebuah kemustahilan. Untuk itu, jika kita masih merasakan sebaliknya, maka sesungguhnya la tidak ada di dalam kita, dan kita tidak pernah mengenal-Nya. Saat dunia membutuhkan alasan atau syarat untuk mengasihi, la justru mengajarkan kita untuk mengasihi tanpa syarat, sama seperti Dia yang mengasihi kita tanpa syarat. Maukah kita belajar mengasihi? Selamat Paskah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin belajar memiliki kasih yang Engkau ajarkan kepadaku, agar aku dapat mengasihi tanpa mencari alasan untuk apa aku mengasihi. Amin. (Dod).

Daily Fresh Juice
Fresh Juice 22 Maret 2026 oleh OMK – Yohanes 11:1-45 : Tuhan Suka Plot Twist

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Mar 21, 2026


Pembawa Renungan: Ali Antonius - Yogyakarta. Pengantar Renungan: Chatarina Surani - Yogyakarta. Sound Editing: Yohanes Edwin Kristianto - Surakarta. Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta. Yoh. 11:1-45

Daily Fresh Juice
Fresh Juice oleh OMK 21 Maret 2026 – Yohanes 7:40-53 : Aku Masih disini, untuk Setia

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Mar 20, 2026


Pembawa Renungan : Ima Kristanti - Kota Batu Pengantar Renungan : Romi Markus - Sekadau, Kalbar Sound Editing : Aris Kurniawan - Jakarta Cover Editing : Anastasia Sonia - Jakarta Yoh. 7:40-53.

Daily Fresh Juice
Fresh Juice oleh OMK 20 Maret 2026 – Yohanes 7:1-2,10, 25-30 : Selagi Waktu Masih Diberi

Daily Fresh Juice

Play Episode Listen Later Mar 19, 2026


Pembawa Renungan: Anastasia Sonia - Jakarta Pengantar Renungan: Gabrielle Vini Tanoehardjo - Jombang Sound Editing: Yohanes Edwin Kristianto - Surakarta Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Yoh. 7:1-2,10,25-30.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 27 Februari 2026 - Kenali diri sendiri dan tidak menghakimi orang lain

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Feb 26, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Februari 2026Bacaan: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? " Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembala kanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:17)Renungan: Di sebuah sekolah dasar, ada seorang anak laki-laki yang bandel dan suka ribut di kelas. Hampir setiap hari, anak ini membuat masalah dan membuat kelas menjadi gaduh sehingga kerap kali dia menjadi sasaran kemarahan para guru. Anak ini kemudian dipanggil dengan sapaan "Surib" yang berarti "Suka Ribut". Suatu hari, ketika ada tugas melukis, seorang guru menyuruh para murid untuk melukis potret diri masing-masing. Surib pun dengan penuh antusias melukis dirinya sendiri. Dalam lukisannya, Surib menulis satu kalimat yang berbunyi, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Lukisan ini kemudian menjadi salah satu lukisan terbaik di sekolahnya. Suatu hari, seorang guru mendapati bahwa kelas Surib sangat gaduh. Dan seperti biasa, Suriblah yang menjadi penyebabnya. Ketika guru itu hendak memarahi Surib, beliau melihat lukisan Surib yang dipajang didepan kelas, yang bertuliskan, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Wajah sang guru langsung berubah. Dalam hati Sang Guru berkata, "Ya! Tuhan belum selesai menciptkannya, aku harus sabar." Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita begitu mudah untuk menghakimi orang lain. Banyak orang cenderung memberi penilaian kepada orang lain dengan harga mati, seolah-olah orang lain sama sekali tidak akan berubah selamanya. Terlebih ketika, orang lain melakukan kesalahan. Akan sangat mudah baginya untuk melihat segala sisi dengan cara pandang negatif yang berlebihan. Banyak orang lupa bahwa Tuhan belum selesai menciptakan sesamanya. Kita pasti ingat dengan Petrus. Petrus bukanlah orang yang sempurna. Sebaliknya, Petrus selalu mendapat teguran keras dari Yesus, bahkan pernah menyangkal Yesus. Demikian pula dengan Rahab, Maria Magdalena dan Paulus. Mereka adalah para pendosa. Kendati begitu, mereka justru dipakai Tuhan secara luar biasa. Seseorang bisa saja berubah menjadi baik bahkan menjadi sesuatu yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Namun demikian, Tuhan juga membutuhkan bantuan kita, jadi janganlah kita buru-buru menghakimi dan menjauhi orang-orang yang mungkin berbuat salah terhadap kita. Namun tegurlah mereka dengan penuh kasih. Jangan lupa doakanlah dan berkatilah mereka selalu. Percayalah bahwa suatu saat mereka juga bisa berubah meski sekarang mereka melakukan kesalahan. Bimbinglah mereka untuk kembali di jalan yang benar agar mereka segera bertobat mendapat pemulihan dan akhirnya dapat diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku mudah menghakimi orang lain. Kini aku sadar bahwa kekuranganku lebih banyak daripada orang yang sering aku hakimi. Amin. (Dod).

The Running Effect Podcast
From Not Making Nationals to NXN Runner-Up in One Season | The Yohanes Van Meerten Story

The Running Effect Podcast

Play Episode Listen Later Jan 15, 2026 34:48


Every few years, a high school runner comes along who forces the entire country to look toward one place.This fall, that place was Flagstaff, Arizona, and the runner was Yohanes Van Meerten.Yohanes is a prominent high school distance runner from Flagstaff High School in Arizona, who just finished an outstanding junior season. We're not kidding when we say outstanding: he was the runner up at Nike Cross Nationals, the highest finish ever for an Arizona athlete at the meet.He also won the Arizona state championship, setting an overall course record and becoming the first runner in state history to run a 5,000m race in under 15 minutes. He set a course record at the Mt. Sac Invitational, running three miles in 14:10.10. His outdoor PRs include 4:26 in the mile, 9:14 in the 3200m, and 14:28 in the 5,000m.Yohanes was born in Ethiopia and adopted into the U.S. at age one. His story is unique as he emerged as one of the top national high school runners during his junior year, following the impressive 14:28 performance in the 5000m at Nike Outdoor Nationals last spring.He's Arizona's fastest. He's one of the nation's best. And he's just getting started. Yohanes is here and ready to tell his story.Tap into the Yohanes Van Meerten Special.If you enjoy the podcast, please consider following us on Spotify and Apple Podcasts and giving us a five-star review! I would also appreciate it if you share it with your friend who you think will benefit from it. Comment the word “PODCAST” below and I'll DM you a link to listen. If this episode blesses you, please share it with a friend!S H O W  N O T E S-The Run Down By The Running Effect (our new newsletter!): https://tinyurl.com/mr36s9rs-Our Website: https://therunningeffect.run -THE PODCAST ON YOUTUBE: https://www.youtube.com/channel/UClLcLIDAqmJBTHeyWJx_wFQ-My Instagram: ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠https://www.instagram.com/therunningeffect/?hl=en⁠⁠⁠⁠⁠⁠-Take our podcast survey: https://tinyurl.com/3ua62ffz