Podcasts about kedua

  • 562PODCASTS
  • 1,724EPISODES
  • 20mAVG DURATION
  • 5WEEKLY NEW EPISODES
  • Aug 13, 2026LATEST

POPULARITY

20192020202120222023202420252026

Categories



Best podcasts about kedua

Latest podcast episodes about kedua

Pinter Politik
Destry dan Dua Ruangan Tanpa Cermin

Pinter Politik

Play Episode Listen Later Aug 13, 2026 14:19


KATA PEMRED #65PinterPolitik.comRepublik baru saja memilih pemegang uangnya. Presiden Prabowo Subianto mengirim Surat Presiden ke DPR pada 10 Agustus 2026. Di dalam surat itu tertulis 1 nama untuk kursi Gubernur Bank Indonesia: Destry Damayanti. Surat yang sama membawa calon Deputi Gubernur Senior dan calon Deputi Gubernur. Surpres terpisah berisi calon Komisioner OJK. Semua nama datang sendirian. Pasar menyambut ramah. Rupiah menguat ke 17.755 per dolar AS pada hari pengumuman.Persoalannya bukan Destry. Rekam jejaknya membentang dari pasar modal, perbankan, LPS, sampai kursi Deputi Gubernur Senior. Destry akan memimpin Bank Indonesia. DPR akan mengujinya dalam pekan-pekan ini. Kedua lembaga itu bekerja tanpa pertanyaan yang menguji mutu keputusan mereka sendiri.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 12 Agustus 2026 - Melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Aug 11, 2026 5:10


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 12 Agustus 2026Bacaan: "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23-24)Renungan: Andre mendapat pekerjaan di sebuah toko bahan makanan. Suatu hari seorang pelanggan memasuki toko itu dan setelah membeli beberapa buah, lalu berbisik kepada Andre, "Berilah kepadaku beberapa buah lagi! Karyawan yang dahulu di sini, biasa melakukannya untuk mendapatkan uang persenan." "Tidak," kata Andre, "Saya tidak bisa melakukannya, atasanku tidak akan memperbolehkannya." "Tapi," kata orang itu, "Atasanmu tidak ada di sini." "Oh, dia ada," kata Andre, "Tuhan selalu ada di sini dan mengawasiku. Dialah atasanku." Bagaimanakah sikap kita dalam bekerja? Apakah kita hanya bekerja dengan baik bila atasan kita ada di kantor atau hanya bila kita sedang diawasi? Bila kita menyadari bahwa atasan kita adalah Tuhan, dan pimpinan ataupun perusahaan tempat kita bekerja hanyalah alat yang dipakai Tuhan untuk memberkati kita, maka sikap kita adalah:Pertama, melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, seolah untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Bila kita menyadari bahwa Tuhan adalah pimpinan kita, akankah kita memberikan kepada Raja di atas segala raja itu hasil yang buruk? Tentu tidak bukan? Sebaliknya, kita akan mempersembahkan karya kita yang terbaik. Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menyenangkan hati-Nya.Kedua, bekerja dengan kejujuran atau integritas. Meskipun atasan kita tidak ada di tempat, tidak mengawasi, kita akan tetap bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan bersemangat. Namun kebanyakan yang terjadi justru sebaliknya, ketika atasan kita keluar kantor, kita merasa merdeka karena sang mandor tidak lagi mengawasi kita. Mari mulai saat ini kita belajar untuk memiliki kebiasaan dan sikap yang baik dalam bekerja, mari menjadikan Tuhan sebagai atasan kita. Karena manusia, baik itu pimpinan ataupun atasan kita, bisa saja mengecewakan kita, namun Tuhan tidak pernah mengecewakan kita, Dia akan selalu memberikan upah yang terbaik bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Terima kasih untuk kesempatan sekolah dan bekerja yang Kau izinkan aku jalani. Bantulah aku agar aku dapat menjalankannya dengan baik, sehingga semuanya dapat berguna untuk kemuliaan nama-Mu. Amin. (Dod).

Renungan Anak GKY Mabes
Berkeringat Darah (10 Agustus)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Aug 9, 2026 4:33


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Berkeringat DarahDiambil dari: Lukas 22:44 “Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.”Wonder Kids, karena Tuhan Yesus sungguh memiliki tubuh manusia, Ia juga sungguh bisa merasakan penderitaan yang besar. Menjelang kematian-Nya di kayu salib, Yesus mengalami tekanan yang sangat berat. Alkitab mencatat bahwa saat berdoa di taman Getsemani, peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang menetes ke tanah.Ini menunjukkan bahwa penderitaan Yesus bukan pura-pura. Yesus sungguh menghadapi sesuatu yang mengerikan. Ia tahu bahwa sebentar lagi Ia akan ditangkap, dihina, dipukul, disalibkan, dan yang paling berat, Ia akan menanggung hukuman dosa. Karena itu, hati Yesus sangat tertekan.Ada kondisi medis yang sangat jarang, ketika seseorang mengalami tekanan yang begitu berat sampai pembuluh darah kecil di dekat kelenjar keringat pecah. Akibatnya, keringat bisa bercampur dengan darah. Jadi, saat Alkitab mencatat bahwa Yesus berkeringat seperti darah, itu menunjukkan betapa berat pergumulan yang sedang Ia hadapi.Wah, Wonder Kids, ini sangat menyentuh. Yesus tahu apa yang akan terjadi, tetapi Ia tidak lari. Ia tetap maju untuk menjalankan kehendak Bapa. Yesus rela menanggung semua itu karena kasih-Nya kepada kita. Ia tidak hanya tahu tentang penderitaan manusia. Ia sendiri masuk ke dalam penderitaan itu untuk menyelamatkan kita.Kadang-kadang kita juga merasa sangat takut atau tertekan. Mungkin karena masalah di rumah, di sekolah, atau karena sesuatu yang membuat hati kita gelisah. Saat itu terjadi, kita bisa ingat bahwa Yesus mengerti pergumulan yang berat. Yesus tahu rasanya takut dan tertekan, tetapi Ia tetap datang kepada Bapa dalam doa.Jadi, renungan hari ini mengajar kita dua hal. Pertama, kasih Yesus kepada kita sangat besar, sampai Ia rela menghadapi penderitaan yang sedemikian berat. Kedua, saat kita sendiri takut atau gelisah, kita juga harus belajar datang kepada Tuhan dalam doa seperti Yesus.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau ada sesuatu yang membuatmu takut atau tertekan, jangan simpan sendiri. Ceritakan itu kepada Tuhan dalam doa dengan jujur.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau rela menanggung penderitaan yang begitu berat untuk menyelamatkanku. Terima kasih karena Engkau mengerti saat aku takut atau gelisah. Tolong aku supaya belajar datang kepada Bapa dalam doa dan percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus sungguh menderita karena kasih-Nya kepadamu, dan Dia juga mengerti saat hatimu sedang berat. Tuhan Yesus memberkati

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 31 Juli 2026 - Serahkan Kuatirmu, Dia beri penghiburan dan kekuatan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 30, 2026 5:46


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 31 Juli 2026Bacaan: “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.” (Mazmur 94:19)Renungan: Setelah Elia mengalahkan 450 nabi Baal di gunung Karmel, dia seharusnya bersukacita. Tapi sehari kemudian, dia lari ketakutan karena ancaman Izebel. Elia duduk di bawah pohon arar dan berkata, “Cukuplah! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku.” Kekhawatiran, ketakutan, dan rasa gagal bertumpuk di hatinya. Di gua Horeb, Tuhan tidak langsung menegurnya. Tuhan memberi dia makan dan kesempatan beristirahat, lalu berbisik pelan: “Apakah yang kaulakukan di sini, hai Elia?” Di tengah kekhawatiran yang bertambah banyak, penghiburan Tuhan itulah yang menguatkan dan membangkitkan Elia lagi. Tuhan mengingatkan dia, “Aku masih punya pekerjaan untukmu.” Pemazmur Daud berkata jujur pada Tuhan, “Apabila bertambah banyak kekuatiran dalam diriku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku." Kekhawatiran itu nyata. Soal uang, pekerjaan, keluarga, masa depan, kesehatan. Kadang datangnya bukan satu-satu, tapi bertumpuk. Namun Tuhan tetap menjanjikan penghiburan. Kata "penghiburan" di sini artinya "penguatan, dorongan, penenang". Bukan sekadar kata "sabar ya". Tapi hadirat Tuhan sendiri yang masuk dan menenangkan badai di dalam hati kita. Daud tidak berkata, "kekhawatiranku hilang". Tapi dia berkata, "Jiwaku disenangkan". Artinya, di tengah masalah yang sama, hati kita bisa tenang karena ada Tuhan. Sebagai pengikut Yesus, kita juga sering cemas, antara lain cemas masalah finansial, cemas masa depan, cemas keluarga. Tuhan tidak berjanji menghapus semua masalah. Tapi Dia berjanji menemani dan memberi kita kelegaan dalam Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Bagaimana caranya dapat penghiburan dan kelegaan dari Tuhan? Pertama jujur di dalam doa dengan menceritakan semua kekhawatiran kita seperti Daud pada Tuhan. Kedua membaca Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah surat cinta-Nya yang menghibur kita. Ketiga, diam dan rasakan hadirat-Nya. Seperti Elia, kadang Tuhan berbicara melalui bisikan yang lembut. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, saat ini kekhawatiranku bertambah banyak. Aku serahkan semuanya ke dalam tangan-Mu. Aku membutuhkan penghiburan-Mu. Tenangkanlah jiwaku. Ingatkan aku bahwa aku tidak sendiri. Engkau Allah yang melihat dan memelihara. Penuhilah hatiku dengan damai-Mu yang melampaui segala akal. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 28 Juli 2026 - Menjaga hati dan menjadi berkat untuk sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 27, 2026 5:42


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 28 Juli 2026Bacaan: “Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu.” (Amsal 3:29)Renungan: Daud dikejar-kejar oleh Raja Saul selama bertahun-tahun. Saul iri hati dan mau membunuh Daud. Suatu hari Tuhan memberi Daud kesempatan emas. Saul masuk ke gua untuk buang hajat dan ternyata itu gua yang sama tempat Daud dan pasukannya bersembunyi. Pasukan Daud berbisik, “Ini saatnya untuk membunuh dia sekarang!” Daud bisa saja merencanakan kejahatan. Dia punya alasan, "Saul musuhku. Dia yang lebih dahulu menyakiti aku!" Tapi apa yang Daud lakukan? Dia hanya memotong punca jubah Saul secara diam-diam. Dan setelah itu hatinya berdebar karena merasa bersalah. Daud berkata: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, orang yang diurapi TUHAN.” Daud punya kesempatan untuk membalas. Tapi dia memilih tidak merencanakan kejahatan terhadap "sesamanya" yang tinggal dengan tentram, bahkan terhadap orang yang membencinya. Penulis Amsal menulis ini bukan sekadar teori. Tetapi ini adalah praktik hidup. Ada 3 hal penting yang disampaikan dalam Amsal 3:29. Pertama, “Janganlah merencanakan kejahatan”. Kejahatan dimulai dari hati. Niat menjatuhkan, menyimpan bukti untuk menyerang, menyusun kata-kata untuk menyakiti. Kedua, “Terhadap sesamamu”. Sesama adalah orang yang Tuhan tempatkan dekat dengan kita yaitu keluarga, teman sekerja, teman sepelayanan dan tetangga. Mereka itu adalah orang-orang yang harusnya kita jaga dan lindungi. Ketiga, “Sedangkan ia tinggal dengan tentram di dekatmu”. Orang itu percaya dan tidak curiga terhadap kita. Tuhan mau kita menjadi tempat yang aman bagi sesama, bukan tempat yang menusuk dari belakang. Saat ini kita tidak memegang tombak seperti Saul. Tapi kita memegang HP dan mulut. Ternyata HP dan mulut mampu menusuk sampai kedalaman hati yang membuat hubungan kita dengan sesama menjadi rusak. Contohnya di media sosial, ada orang yang menyakiti kita, maka kita screenshot chatnya dan kita sebarluaskan agar dia dipermalukan. Di pekerjaan, ada rekan kerja yang membuat kita tidak nyaman, lalu kita memfitnah dan merancangkan yang buruk terhadapnya supaya ia disingkirkan dari tempat kita bekerja. Menjadi pengikut Yesus artinya memilih memberkati, bahkan ketika kita punya 1001 alasan dan kesempatan untuk melukai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seperti Daud, ajarilah aku menjaga hatiku. Ampunilah aku kalau ada rencana jahat atau kepahitan terhadap sesamaku. Berikan aku hati yang mau mengampuni dan tangan yang memberkati, sehingga hidupku bisa memberkati sesamaku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 27 Juli 2026 - Serahkan dan Percaya padaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 26, 2026 5:25


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 27 Juli 2026Bacaan: “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” (Mazmur 37:5)Renungan: Pada tahun 2022 Dita melamar kerja di tujuh belas perusahaan tapi tidak ada satupun panggilan. Tabungannya mulai menipis. Teman-temannya sudah pada naik jabatan, menikah dan punya rumah. Dia mengeluh katanya, “Aku udah capek mengirim CV. Capek berharap. Capek bertanya pada Tuhan, ‘Kapan giliranku Tuhan?'” Suatu malam dia membuka Alkitab dan membaca Mazmur 37:5. Dia menangis dan akhirnya memutuskan, “Tuhan, aku menyerah. Aku serahkan CV-ku, masa depanku, rasa maluku, semuanya kepada Engkau. Aku percaya Engkau yang akan mengaturnya. Amin.” Dua minggu kemudian, tanpa dia melamar, ada HR dari perusahaan lama yang menghubunginya, “Kami butuh kamu. Gajinya dua kali lipat dari yang kamu minta.” Dia pun pada akhirnya sadar. Selama ini dialah yang memegang kendali hidupnya terlalu erat. Waktu ia melepaskannya dan menyerahkan pada Tuhan, Tuhan baru bisa bertindak. Daud menulis mazmur 37:5 ini ketika dia melihat orang jahat kelihatan sukses, sementara orang benar tertekan. Ada 3 langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan jawaban atas setiap doa kita. Pertama, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN” Kata "serahkan" Artinya kita menaruh setiap persoalan hidup kita di dalam tangan Tuhan. Kedua, “Dan percayalah kepada-Nya”. Setelah diserahkan, jangan diambil lagi dengan khawatir. Percaya sama dengan tenang menunggu Tuhan kerja. Ketiga, “Dan Ia akan bertindak” Ini adalah janji Tuhan. Bukan "mungkin". Tuhan pasti bertindak. Intinya adalah bagian kita menyerahkan dan bagian Tuhan bertindak. Mazmur 37:5 ini mengajak kita berhenti memegang setir yang bukan milik kita. Lepaskan, serahkan pada Tuhan dan percayalah bahwa Dia akan bekerja dengan cara-Nya yang ajaib. Mungkin jawabannya tidak datang besok. Tapi waktu kita menyerahkan, beban di hati kita diangkat lebih dulu. Dan di waktu Tuhan yang tepat, Dia akan bertindak dengan cara yang jauh lebih baik dari rencana kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hari ini aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Aku lelah memegang semuanya sendiri. Aku percaya Engkau tahu yang terbaik untukku. Bertindaklah ya Tuhan, sesuai waktu dan cara-Mu. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-17 masa biasa, 27 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 26, 2026 7:55


Dibawakan oleh Bebby Antonia dan Bianca Maria Talita dari Paroki Bunda Maria Banjar Baru di Keuskupan Banjarmasin, Indonesia. Yeremia 13: 1-11; Mazmur tg: Ul 32: 18-19.20-21; Matius 13: 31-35.KITA SEPERTI BIJI SESAWI DAN RAGI Tema renungan kita pada hari ini ialah: Kita Seperti Biji Sesawi dan Ragi.Ada satu persahabatan yang bukan terjadi di antara sesama manusia, tetapi diantara biji sesawi dan ragi. Mereka berdua dijual di toko, tetapi letaknyatidak kentara. Pada suatu pagi si biji sesawi berkata kepada temannya:"Semoga hari ini saya bernasib baik." Temannya menanggapi,"Maksudmu nasib baik apa?". Biji sesawi menjawab: "Semoga adapembeli yang membeli aku." Mereka berdua sepakat bahwa mereka memang harusberguna ketika dipakai manusia.  Kedua benda ini tidak bergerak, dibungkus rapat, berukuran kecil, dantersembunyi dari semua benda lain di sekitarnya. Kalau Anda adalah seseorangyang sempat berada di toko namun tidak ingin membeli sesuatu, yang tampakpadamu ialah barang-barang yang besar dan mencolok. Anda tidak pernahmeluangkan waktu sedikit pun untuk berpikir dan melihat benda-benda kecilseperti biji sesawi atau ragi. Hanya orang yang memiliki maksud tertentu atasbenda-benda kecil itu, akan berusaha menemukan dan membelinya. Selanjutnyamereka akan digunakan sesuai dengan maksud orang tersebut. Yesus menjadikan kerajaan Allah sebagai inti pengajaran-Nya kepadaorang-orang yang kian hari kian bertambah mengikuti dan mendengar-Nya.Pengajaran seperti itu tidak pernah mereka dapatkan sebelumnya sejak zamanAbraham dan para nabi. Seperti apa kerajaan Allah itu tak pernah merekabayangkan. Padahal Yesus adalah personifikasi kerajaan itu sendiri yang sedangberbicara dan berada bersama mereka. Jika suatu pengajaran baru hendakdimasukkan ke dalam hati dan pribadi manusia yang masih polos, pengajaran ituharus mulai dari yang paling kecil dan sederhana. Bagi mereka yang sudah penuhdengan pengetahuan dan keyakinan lama seperti orang-orang Yahudi, hal tentangkerajaan Allah mesti diajarkan dengan sangat rumit dan penuh kesabaran. Banyak perumpamaan dipakai Yesus dengan benda-benda yang sudah biasa dansederhana supaya kerumitan itu dapat diuraikan. Jika setiap hari Anda membacadan dengarkan firman Tuhan, gambaran biji sesawi dan ragi ini cukup untukmenjelaskan bahwa firman yang Anda terima tersembunyi di dalam pikiran danhatimu, tetapi punya potensi untuk hidup yang membaharui dirimu. Jika Andamenerima Komuni Kudus secara rutin, atau dengan teratur melakukan pengakuandosa, profil biji sesawi dan ragi cukup memberimu kesadaran bahwa potensipertumbuhan iman sungguh nyata dan buah-buahnya tinggal dipanen pada masa yangtepat. Tuhan menaruh aspek-aspek kerajaan-Nya di dalam diri kita dalam anekaperistiwa dan bentuk. Semua itu meski tersembunyi di dalam diri kita, merekasedang bertumbuh dan dipelihara Tuhan meski sering di luar kesadaran kita. Didalam saat-saat sulit, pencobaan, perjuangan, dan pengungkapan diri kita, semuaitu akan tampil untuk membantu kita berbicara, berbuat dan bersikap.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus, semoga diri kami menjadi tempat yang layakbagi tumbuhnya Kerajaan Allah. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 25 Juli 2026 - Bersyukur dalam segala hal

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 25, 2026 6:08


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 25 Juli 2026Bacaan: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)Renungan: Keluarga Pak Budi baru aja kena musibah. Usaha kecilnya bangkrut saat menjelang Natal. Tabungan habis untuk membayar utang. Malam itu di meja makan suasananya hening. Anak sulungnya berkata, “Pa, kita masih bisa makan nasi sama telur. Berarti Tuhan masih pelihara kita ya.” Istri Pak Budi menyambung, “Iya. Listrik masih menyala. Rumah masih ada. Kita masih lengkap 4 orang di sini.” Mereka tidak pura-pura bahagia. Tapi malam itu mereka memutuskan untuk berdoa dan mengucap syukur dahulu, sebelum memikirkan jalan keluarnya. Tiga bulan kemudian, pelan-pelan ada pintu berkat baru terbuka. Paulus menulis ayat ini kepada jemaat yang sedang tertekan. Dia tidak berkata, "Bersyukur kalau segala hal baik". Tetapi "bersyukur dalam segala hal". Ada 2 pesa penting dari bacaan tersebut. Pertama, “Mengucap syukurlah dalam segala hal”. Dalam segala hal itu artinya baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, berkecukupan maupun berkekurangan. Bersyukur bukan karena situasinya baik-baik saja, tetapi karena Tuhan kita tetap baik. Kedua, “Sebab itulah yang dikehendaki Allah”. Ini bukan saran, tetapi ini adalah kehendak Tuhan. Waktu kita bersyukur, kita sedang taat. Dan ketaatan akan membuka pintu berkat baru dan damai Tuhan. Bersyukur itu bukan menyangkal masalah. Bersyukur itu memilih fokus kepada Tuhan yang memegang masalah itu. Kita gampang bersyukur kalau gaji naik, anak lulus, badan sehat. Tapi bagaimana kalau dalam kerjaan bos tidak menyenangkan, target tidak tercapai, di-PHK? Yang terjadi adalah kita akan gampang mengeluh dan menyalahkan. Bagaimana jika dalam keluarga anak susah diatur, pasangan cuek, orang tua sakit? Rasanya capai dan tidak dihargai. Bagaimana juga di dalam iman? Doa udah lama tidak dijawab. Melihat orang lain diberkati, kita pun bertanya, "Tuhan, Engkau di mana?". 1 Tesalonika 5:18 mengajak kita memasang "kacamata bersyukur" tiap hari. Bukan bersyukur karena masalahnya, tapi bersyukur bahwa di tengah masalah Tuhan masih ada, Tuhan masih mengasihi, Tuhan masih bekerja. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku kalau sering mengeluh dan lupa bersyukur. Hari ini aku mau taat pada firman-Mu. Aku mengucap syukur dalam segala hal, karena Engkau tetap baik. Ajarilah aku melihat kebaikan-Mu bahkan di tengah kesulitan dan isi hatiku dengan ucapan syukur. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 26 Juli 2026 - Tetaplah Berdoa

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 25, 2026 5:09


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 26 Juli 2026Bacaan: “Tetaplah berdoa.” (1 Tesalonika 5:17)Renungan: Ibu Ani, 42 tahun divonis dokter terkena kanker stadium 3. Hari pertama di rumah sakit dia menangis seharian. Takut, marah dan ia bertanya kepada Tuhan, “Kenapa aku Tuhan?” Dokter mengatakan bahwa Ibu Ani harus kemoterapi panjang. Biaya besar dan keluarganya juga panik. Tiap malam sebelum tidur, suaminya memegang tangannya dan bekata, “Bu, kita nggak bisa apa-apa. Tapi kita bisa berdoa. Yuk tetap berdoa.” Mereka mulai berdoa pendek 1 menit setiap bangun tidur. Doa 1 menit setiap mau ke rumah sakit. Doa 1 menit setiap efek kemoterapi datang. Setahun kemudian, hasil labnya membaik. Ibu Ani berkata, “Aku nggak tahu Tuhan sembuhkan karena apa. Tapi aku tahu, doa itu yang bikin aku nggak sendirian. Tuhan menemani aku di tiap jarum infus.” Penyakitnya belum tentu langsung sembuh, tapi hatinya disembuhkan terlebih dahulu, ada damai. Paulus tidak menuliskan dalam suratnya tersebut "berdoa kalau sempat" atau "berdoa kalau ada masalah besar". Tetapi tetaplah berdoa, artinya: terus-menerus, tidak putus dan menjadi gaya hidup. Doa bukan cuma acara 30 menit di kamar. Doa itu seperti napas rohani kita. Bangun tidur berdoa, di jalan macet berdoa, mendapat kabar baik berdoa syukur. Mendapat kabar buruk berdoa minta tolong. Tuhan tidak menyuruh kita berdoa yang panjang dan indah. Dia hanya mau hati kita tetap terjalin dengan-Nya. Kita semua punya "ruang rumah sakit" versi kita yaitu pertama sakit hati. Dikhianati teman dan disakiti keluarga, rasanya kita tidak bisa memaafkan. Kedua sakit jiwa. Kecemasan, overthinking, depresi. Pikiran berputar terus sepanjang malam. Ketiga sakit keadaan. Banyak hutang, pengangguran, anak yang jauh dari Tuhan, sudah usaha tapi mentok. Di titik itu kita sering berpikir, “Percuma berdoa. Tuhan tidak menjawab." Padahal dalam 1 Tesalonika 5:17 kita diingatkan jangan berhenti berdoa. Tetap berdoa bukan untuk "menyogok" Tuhan. Tapi supaya kita tetap memegang tangan-Nya saat kita berjalan di lembah kekelaman. Mungkin jawabannya belum datang, tapi kekuatan, damai, dan hikmat-Nya akan datang terlebih dahulu waktu kita berdoa. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku datang kepada-Mu dengan segala sakit penyakitku. Ajarilah aku untuk tetap berdoa, bahkan saat aku lelah dan tidak mengerti. Jangan biarkan aku menjauh dari-Mu. Pegang tanganku hari ini. Aku percaya, bersama-Mu semua akan baik-baik saja. Amin. (Dod).

MDC Surabaya
Andreas Rahardjo - Iman di tengah Krisis (Graha Pemulihan)

MDC Surabaya

Play Episode Listen Later Jul 25, 2026 40:20


Pelajaran apa yang dapat dipetik dari Matius 14:22-33, di mana perahu para murid diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal?Pertama. Perjalanan yang sesuai kehendak Tuhan, belum tentu bebas dari masalah. Kedua. Tuhan hadir dalam badai, Dia tidak membiarkan kita menghadapi sendirian. Ketiga. Kehadiran Yesus sering tidak dikenali. Keempat. Kepanikan dan ketakutan menutup mata iman, tetapi ketenangan mencelikkannya. Kelima. Iman diawali dengan langkah berani. Keenam. Iman menjadi nyata, saat dijalani. Ketujuh. Goyah dan runtuhnya iman, karena kita memiliki fokus yang salah selama ini. Kedelapan. Pertolongan Tuhan selalu tepat waktu, dan tidak pernah terlambat. Kesembilan. Mukjizat memang terjadi, tetapi tanggung jawab awal jangan dilupakan. Kesepuluh. Masa krisis sering kali membawa pewahyuan dan pengenalan yang baru tentang siapa Pribadi Tuhan. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Iman di tengah Krisis.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 21 Juni 2026.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 23 Juli 2026 - Jaga Hati dan Perkataan, Kendalikan Diri

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 22, 2026 6:32


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 23 Juli 2026Bacaan: “Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam.” (Mazmur 4:5)Renungan: Suatu hari di jam sebelas malam, Andrea baru saja membaca chat dari teman kantor di grup. Temannya menyindir dia di depan bosnya. Darahnya langsung naik. Jempolnya sudah mau mengetik balasan panjang, sebagai pelampiasan kemarahannya. Tapi kemudian dia ingat bahwa besok mereka akan ketemu lagi di kantor. Kalau dia membalas malam ini, pasti besok pagi akan menyesel. Akhirnya dia meletakkan HPnya kemudian ke kamar, tutup mata, dan berbicara dalam hati kepada Tuhan, “Tuhan, aku marah banget dan sakit sekali hati ini. Tapi aku tidak mau berdosa karena marah ini." Pagi harinya, kepalanya lebih tenang. Dia bisa menyelesaikan masalah itu dengan cara yang benar. Malam itu dia belajar, marah boleh, tapi jangan sampai marah menguasai hati ini. Daud menulis mazmur ini waktu dikejar-kejar musuh dan difitnah. Dia juga marah, kecewa, sakit hati. Tetapi dia diberi 3 nasihat. Pertama, “Biarlah kamu marah” Marah itu manusiawi. Yesus juga pernah marah. Kedua, “Tetapi jangan berbuat dosa”. Bahayanya di sini. Marah bisa jadi memaki, balas dendam dan fitnah. Itulah yang membuat kita berdosa. Ketiga, “Berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam”. Artinya bawalah permasalahan kita kepada Tuhan dulu. Kita belajar mendiamkan mulut dan menenangkan hati sambil mengevaluasi di hadapan Tuhan sebelum bertindak. Intinya: Jangan mengambil keputusan saat kita sedang emosi. Mazmur 4:5 mengajar kita untuk "pause". Sebelum chat, sebelum berbicara, sebelum mengambil keputusan, diamlah dahulu kemudian bawalah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku adalah manusia yang gampang marah dan gampang salah langkah. Ampunilah aku kalau selama ini aku cepat melampiaskan amarah sehingga menjadi berdosa. Ajarilah aku seperti Daud, saat marah, aku datang kepada-Mu dahulu, bukan ke orang lain. Tolonglah aku untuk diam, berpikir, dan bicara dengan-Mu sebelum aku bertindak. Yesus, tolong jaga hati dan mulutku hari ini. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 21 Juli 2026 - Jangan Takut, Tuhan selalu menyertai

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 20, 2026 6:20


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 21 Juli 2026Bacaan: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41:10) Renungan: Ada seorang pemuda bernama Riko berusia 27 tahun. Pagi-pagi dia scroll instagram melihat teman-teman seangkatannya. Ada yang sudah menjadi manager, menikah, punya anak dan punya rumah. Siang harinya dia mendapat email, lamaran kerjanya ditolak lagi. Ini adalah penolakan yang ke-8 selama satu bulan ini. Malam harinya orang tuanya bertanya: “Kapan kerja? Kapan nikah?” Kemudian dia masuk kamar dan duduk di tempat tidurnya. Kepalanya penuh dan dia menjerit pelan, “Aku gagal. Aku ketinggalan. Aku sendirian.” Diapun takut akan masa depannya dan mulai bimbang dengan keputusan yang akan diambilnya. Ia merasa capek namun pura-pura kuat di depan orangnya. Saat hendak tidur tiba-tiba hatinya tergerak untuk membaca Alkitab. Pada saat ia membuka Alkitab, tanpa disengaja ia membaca Yesaya 41:10. Setelah membacanya ia menjadi tenang dan malam itu ia bisa tidur dengan nyenyak. Pada saat bangsa Israel hidup dalam pembuangan, mereka merasa takut, bimbang dan merasa dibuang oleh Tuhan. Tetapi melalui bacaan di atas Tuhan memberikan kekuatan kepada mereka. Ada 4 janji yang Tuhan nyatakan yaitu, pertama, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau”. Dalam hal ini Tuhan mau mengatakan bahwa apapun masalah yang dialami bangsa Israel saat itu, Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Allah selalu menyertai mereka. Kedua, “Janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu”. Kalimat ini mau menunjukkan kepada bangsa Israel bahwa Allah dekat pada bangsa Israel. Ketiga, “Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau”. Saat mereka lemah, Allah menguatkan. Saat mereka tidak punya harapan, Aku menolong mereka. Keempat, “Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku”. Tuhan mau mengingatkan bahwa tangan kanan-Nya penuh kuasa dan kemenangan. Tuhan tidak pernah berkata, "Hidupmu aman dan tidak ada masalah", tapi Dia berjanji, "Di tengah masalahmu, Aku menyertai, meneguhkan dan memegang engkau." Ketakutan kita dijawab dengan kehadiran Tuhan. Kebimbangan kita dijawab dengan janji Tuhan. Jadi ketika besok bangun pagi dan kecemasan muncul lagi, ingatlah bahwa kita tidak sedang berjuang sendirian. Ada tangan kanan Tuhan yang sedang memegang dan menuntun kita selangkah demi selangkah menuju kemenangan-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, hari ini aku mengakui bahwa aku takut dan bimbang akan masa depanku. Tapi hari ini juga firman-Mu berkata, "Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau." Tolong pegang tanganku, Tuhan. Teguhkan hatiku yang lemah. Aku percaya Engkau Allahku dan Engkau tidak pernah meninggalkan aku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 20 Juli 2026 - Saling mengasihi dan menghargai dengan sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 19, 2026 5:50


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 20 Juli 2026Bacaan: “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” (Roma 12:10)Renungan: Mother Teresa ketika tinggal di Kalkuta, dia sering berjalan kaki mengelilingi gang kumuh. Dia memungut orang yang sekarat di pinggir jalan, membersihkan lukanya dan memberinya makan. Suatu hari ada seorang wartawan yang bertanya: “Kenapa Ibu melakukan semua ini?”Jawabnya sederhana, “Karena setiap orang itu adalah Yesus yang menyamar. Dan saya mau mendahului menghormati Dia.” Ia tidak menunggu orang lain lebih dulu sopan. Ia tidak menunggu orang miskin itu "layak" dihormati. Dia yang lebih dulu memberi hormat dengan mencuci kaki, memeluk dan memanggil mereka dengan namanya. Dari kasih kecil yang mendahului itu, ribuan orang di seluruh dunia tersentuh dan ikut melayani. Paulus memberi dua kunci untuk hidup bersaudara. Pertama saling mengasihi sebagai saudara. Bukan kasih karena cocok, tapi karena kita satu keluarga di dalam Kristus. Kedua saling mendahului dalam memberi hormat. Kata “mendahului” artinya berlomba. Siapa yang lebih dulu menghargai dan memuliakan orang lain. Intinya: Jangan tunggu dihormati dulu baru menghormati. Jangan tunggu disapa dulu baru menyapa. Di kerajaan Allah, yang "menang" adalah yang paling dulu mengasihi. Sebagai pengikut Yesus, mungkin ayat ini menampar kita di tiga area yaitu pertama di Gereja / Komunitas. Kita sering pilih-pilih teman. Dekat sama yang sekelompok, seumuran, sepelayanan. Sedangkan yang beda pendapat, kita cuek. Padahal kita dipanggil saling mengasihi sebagai saudara. Kedua di Rumah & Kantor. Kita mau dihargai. Mau didengar. Mau diapresiasi. Tetapi kita menunggu orang lain mulai duluan. Akibatnya semua diam dan saling menunggu. Di Media Sosial. Gampang komen pedas, gampang menjatuhkan. Padahal kita dipanggil mendahului memberi hormat, bukan mendahului menghakimi. Roma 12:10 ini mengajak kita jadi pembuka jalan. Mendahului minta maaf. Mendahului memuji. Mendahului melayani tanpa pamrih. Mendahului menghargai orang yang tidak populer dan sebagainya. Karena saat kita mendahului mengasihi, kita sedang memperlihatkan seperti apa keluarga Allah itu. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering menunggu orang lain mengasihi aku dulu. Ajarilah aku mengasihi sebagai saudara, bahkan kepada yang sulit kukasihi. Berikanlah aku hati yang mau mendahului dalam memberi hormat. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-16 masa biasa, 20 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 19, 2026 7:37


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Mikha 6: 1-4.6-8; Mazmur tg 50: 5-6.8-9.16bc.17.21.23; Matius 12: 38-42.KETIDAKSETIAAN Tema renungan kita pada hari ini ialah: Ketidaksetiaan. Ada seorang lelakimendapat tugas dari perusahaan untuk bekerja jauh dari rumah dan di luar kotaselama tiga sampai enam bulan. Selama waktu tersebut ia tidak kembali ke rumahdan keluarganya. Komunikasi dengan sang istri dan anak-anaknya tetap dilakukanmelalui pesan-pesan singkat online dan telepon video.  Pada saat ia kembali ke rumah setelah tugas tersebut, hampir semua keadaandi rumah normal dan baik, kecuali dua anjing kesayangannya yang sudah tidakakrab lagi dengannya. Kedua anjing sangat tidak menghiraukannya, meskipun iaingin bermain-main dengan mereka. Anak bungsunya yang berusia delapan tahunberkata kepadanya: "Masalahnya Bapak sudah lama tidak dekat dan bermaindengan mereka, maka mereka menjadi asing dengan Bapak."   Banyak faktor di dalam hidup kita yang menjadi penyebab sikap tidak setiadi antara kita, dan salah satunya ialah orang-orang tidak dekat satu sama lain,tidak berkomunikasi, tidak ada berita dan tidak ada jalinan perhatian di antaramereka. Hal ini juga terjadi antara manusia dengan Tuhan Allah. Ada sejarahpanjang dan banyak tentang manusia yang tidak setia dengan Tuhan yang berakibatpada hukuman dijatuhkan kepada mereka yang tidak setia. Tuhan Yesus diutus Bapake dalam dunia untuk mengembalikan mereka kepada kesetiaan dan iman yang benar.Umat beriman, dan khususnya Israel diharapkan sebagai yang pertama memperbaikihubungan yang telah rusak ini. Tetapi mereka malah tidak mau mengenal dan mengakui Yesus. Mereka memintatanda-tanda yang menurut mereka harus membuat mereka percaya. Ini yang membuatYesus melawan mereka dengan tegas. Mereka dengan terang-terangan melawan Tuhandengan menolak dan tidak mengakui bahwa Yesus adalah wujud Allah sendiri yangmereka percaya. Ini adalah dosa ketidaksetiaan yang amat besar. Mereka lebihmemilih materi, uang, posisi, kenikmatan daging, status sosial, ketenaran, laluTuhan dilupakan. Menurut Yesus sendiri, dosa ini adalah dosa melawan Roh Kudus,dan tidak dapat diampuni.  Godaan untuk menyangkal Tuhan dengan menjadikannya bukan utama danprioritas di dalam hidup kita sungguh sangat besar. Pada umumnya ada tigagodaan besar yang mengancam kita setiap saat dan di mana saja, yaitu harta,kekuasaan dan nafsu kedagingan.  Nubuatnabi Mikha mengatakan bahwa kita perlu tulus tentang diri kita: apakah kitadapat mengalahkan godaan itu atau sebaliknya kita yang selalu dikalahkanolehnya, karena dunia di sekeliling kita menjadi saksinya. Kalau kita tetapbersama Tuhan dan memberikan diri untuk dibimbing Roh Kudus, kita yangmengalahkan godaan. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Tuhan maha kuasa, semoga Roh-Mu membantu kami untuksenantiasa setia di jalan Putra-Mu Yesus Kristus, dan jauhkanlah kami darisegala godaan yang menyebabkan kami semakin jauh dari jalan-Mu. Salam Maria,penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 19 Juli 2026 - Berinisiatif... lakukan lebih dahulu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 18, 2026 6:20


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 19 Juli 2026Bacaan: “Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” (Lukas 6:31)Renungan: Fred Rogers adalah seorang pembawa acara TV anak-anak di Amerika selama 33 tahun. Acaranya sederhana: dia duduk, ganti sepatu, nyanyi, ngobrol dengan anak-anak. Suatu hari dia diundang ke Senat AS untuk meminta dana bagi TV publik anak-anak. Semua orang pikir dia akan kalah, karena waktu bicaranya cuma 6 menit. Tapi dia tidak bicara data. Dia cerita tentang anak yang merasa tidak dicintai, lalu berkata: “Saya ingin anak-anak tahu bahwa mereka dicintai apa adanya.” Anggota Senat yang awalnya mau potong dana, langsung menyetujui 20 juta dolar. Kenapa? Karena Rogers memperlakukan mereka seperti dia ingin diperlakukan, dengan hormat, tulus, dan tidak menghakimi. Lukas 6:31 ini merupakan "Aturan Emas" yang dikatakan Yesus di atas bukit. Kalimatnya pendek, tapi sungguh bermakna, “Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.” Yesus tidak berkata, "Perlakukan orang seperti mereka memperlakukan kamu". Dia berkata, "Perlakukan seperti kamu ingin diperlakukan". Ini kasih yang aktif. Namun aturan ini paling susah dipraktikkan di tiga tempat yaitu pertama, di Media Sosial. Kita mau dihargai pendapatnya, tapi kita gampang menghakimi dan nyinyir di kolom komentar. Kita mau dimengerti, tapi kita cepat menyimpulkan orang. Kedua, di Keluarga dan Kantor. Kita mau disupport saat capek, tapi kita pelit memuji orang lain. Kita mau dimaafkan saat salah, tapi kita susah mengampuni. Ketiga, ke orang yang menyakiti kita. Kita mau diberi kesempatan kedua, tapi kita menutup pintu untuk orang yang pernah melukai kita. Yesus menantang kita hari ini: Jangan jadi cermin yang hanya memantulkan perlakuan orang. Jadilah lampu yang menyalakan kebaikan duluan. Mungkin hari ini ada orang yang perlu kita perlakukan seperti kita ingin diperlakukan yaitu kita meminta maaf duluan, membelikan kopi rekan kerja, diam dan mendengarkan pasangan kita dan senyum ke tukang ojek dll. Karena saat kita menabur perlakuan yang kita mau terima, kita sedang mencerminkan kehadiran Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering menuntut orang lain berubah dulu, baru aku berubah. Hari ini ajarilah aku hidup dengan Aturan Emas-Mu untuk memperlakukan orang lain dengan baik sebagaimana aku mau diperlakukan dengan baik oleh orang lain. Amin. (Dod).

AWR Indonesian - Daily Devotional

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,

AWR in Indonesian - Renungan Harian

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,

METRO TV
SIKAT!!! Satreskrim Polres Kampar Bongkar Aksi Tambang Ilegal - Headline News Edisi News MetroTV 75826

METRO TV

Play Episode Listen Later Jul 18, 2026 1:25


Polres Kampar, Riau, kembali menggencarkan pemberantasan aktivitas tambang emas ilegal. Petugas Satreskrim melakukan penggerebekan di lokasi pertambangan tanpa izin di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Sahilan.Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan dua pekerja tambang berinisial TR dan S yang sedang beraktivitas menggunakan rakit penambang di sepanjang aliran sungai.Untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal, petugas memusnahkan 12 rakit yang digunakan para pelaku. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa mesin sedot, selang, dan berbagai peralatan tambang lainnya.Kedua tersangka beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polres Kampar untuk menjalani proses hukum. Para pelaku dijerat Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Jumat, 17 Juli 2026 - Percaya dan Berseru kepadaNya, Dia Pulihkan Hidupmu

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 16, 2026 6:20


Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 17 Juli 2026Bacaan: Lalu kata Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" (Markus 10:51)Renungan: Helen Keller kehilangan penglihatan dan pendengaran sejak umur 19 bulan karena sakit. Dunianya gelap dan sunyi. Dia sering marah, memukul, dan merasa terkurung. Sampai datang seorang guru bernama Anne Sullivan. Hari yang mengubah hidup Helen adalah saat gurunya menaruh tangan Helen di bawah air mengalir sambil mengeja kata "w-a-t-e-r" di telapak tangannya. Saat itu Helen sadar bahwa segala sesuatu punya nama. Dia sadar ada dunia di luar kegelapannya. Helen kemudian berkata: “Saya lebih suka menjadi buta dan melihat dunia dengan hati, daripada punya dua mata tapi buta terhadap tujuan hidup.” Dari seorang yang "buta", Tuhan pakai dia jadi penulis, pembicara, dan menginspirasi jutaan orang. Bartimeus adalah seorang pengemis buta yang duduk di pinggir jalan Yerikho. Waktu ia mendengar Yesus lewat, dia berteriak minta tolong. Orang-orang menyuruhnya diam, tapi dia makin keras berteriak: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Yesus pun berhenti dan bertanya, "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Perhatikanlah dua hal: Pertama Yesus berhenti. Dia peduli pada satu orang yang berseru. Kedua, Yesus bertanya. Dia tahu apa yang diharapkan Bartimeus tetapi Dia mau Bartimeus jujur dan spesifik minta kepada-Nya. Bartimeus menjawab dengan jelas, "Supaya aku dapat melihat!" Dia tidak minta uang. Dia minta sumber dari segala berkat yaitu penglihatan. Dan seketika itu juga Bartimeus melihat, lalu mengikut Yesus. Kita juga sering "buta" seperti Bartimeus. Buta arah. Bingung tentang masa depan, kerja dan jodoh. Kita tidak tahu harus melangkah ke mana. Buta iman. Kita sudah lama berdoa tetapi belum dijawab. Akhirnya kita jadi tawar hati dan berhenti berharap. Buta akan kasih Tuhan. Kita mengalami luka hati dan kecewa menutupi mata kita, sehingga tidak bisa melihat Tuhan yang sedang bekerja memulihkan kita. Yesus hari ini masih bertanya hal yang sama kepada kita, "Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Dia tidak mau jawaban umum seperti "berkati aku Tuhan". Dia mau kita jujur, "Tuhan, pulihkan hubunganku dengan anakku", "Tuhan, berikan aku pekerjaan", "Tuhan, sembuhkan lukaku", "Tuhan, supaya aku dapat melihat rencana-Mu". Kita diharapkan jangan diam karena takut atau malu. Berserulah karena Yesus yang sama yang menyembuhkan Bartimeus, juga mau menyembuhkan kita hari ini. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, seperti Bartimeus aku berseru kepada-Mu hari ini, "Rabuni, supaya aku dapat melihat". Perlihatkan aku jalan-Mu, perlihatkan aku kasih-Mu, dan perlihatkan aku mujizat-Mu. Ampunilah aku yang sering menyerah dan diam karena tawar hati. Aku percaya Engkau mendengar dan sanggup memulihkan hidupku. Amin. (Dod).

Lentera Malam (Podcast Horor)
855 AKU SALAH APA.... KENAPA HARUS KEDUA ANAKKU YANG JADI KORBAN??!!

Lentera Malam (Podcast Horor)

Play Episode Listen Later Jul 13, 2026 95:11


Setelah menikah, awalnya Jema ingin memulai hidup mandiri bersama suaminya, dan memutuskan untuk pindah ke sebuah perumahan di daerah Jogja. Tapi sejak tinggal di sana, satu per satu kejanggalan mulai muncul, terutama dari tetangganya yang bernama Pak Hadi. Bahkan yang lebih mirisnya, selama tinggal di sana, Jema dan suaminya harus kehilangan kedua anaknya, yang dipercaya ada kaitannya dengan kecurigaannya saat itu.Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2026, Lentera Malam

METRO TV
Rusia Kirim Bantuan Kemanusiaan Kedua untuk Venezuela Usai Gempa Besar - Headline News Edisi News MetroTV 75794

METRO TV

Play Episode Listen Later Jul 13, 2026 1:18


Pesawat kargo kedua Rusia yang membawa bantuan kemanusiaan telah tiba di Caracas, Venezuela, dengan membawa logistik dan perlengkapan medis untuk membantu proses pemulihan pascagempa bumi dahsyat. Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas Rusia terhadap Venezuela di tengah upaya penanganan warga terdampak bencana.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Minggu, 12 Juli 2026 - Tetap tenang dan percaya padaNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 11, 2026 5:25


Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 12 Juli 2026Bacaan: "Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenang! Aku ini, jangan takut!" (Matius 14:27)Renungan: Pada tahun 1993, Nelson Mandela baru 3 tahun keluar dari penjara setelah 27 tahun dipenjara di Afrika Selatan. Negaranya sedang di ujung tanduk. Kulit putih takut kehilangan kuasa. Kulit hitam marah dan mau membalas dendam. Perang saudara hampir meledak setiap hari. Semua penasihatnya berkata, "Pakai kekuatan dan balas. Amankan posisi dulu." Tapi Mandela masuk ke ruangannya, berdoa, lalu mengambil keputusan yang membuat dunia kaget. Dia undang mantan sipir penjaranya makan siang di istana. Dia membentuk "Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi". Dia memilih mengampuni daripada membalas. Ketika ia ditanya mengapa berani ambil risiko sebesar itu, dia menjawab, "Saya sudah 27 tahun hidup dalam ketakutan dan kebencian. Saat saya keluar dari penjara, saya sadar kalau saya tidak melepaskan itu, maka saya masih di dalam penjara." Mandela memilih tenang di tengah badai, karena dia percaya ada panggilan yang lebih besar daripada rasa takutnya. Bacaan Injil di atas terjadi saat murid-murid ada di tengah danau Galilea. Angin kencang, ombak besar dan perahu hampir tenggelam. Mereka melihat "sesuatu" jalan di atas air dan berteriak ketakutan, mengira itu adalah hantu. Di titik paling panik itu, Yesus datang. Kalimat pertama-Nya bukan, "Aku akan meredakan badai", tetapi kalimat pertama-Nya adalah, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Yesus dalam hal ini mau mengingatkan bahwa sebelum Ia membereskan masalah kita, ketahuilah dulu siapa yang ada bersama kita. Badai boleh tetap ada. Tapi kalau "Aku ini" ada di perahu, maka kita tidak akan tenggelam. "Danau" kita saat ini mungkin berbeda, tetapi ombaknya sama kencang, yaitu pertama badai Ketidakpastian, contohnya dalam hal kerja, ekonomi, masa depan dll. Kita seperti para murid melihat gelombang, bukan melihat Yesus. Yesus berkata, 'Tenanglah! Aku pegang kendali hidupmu." Kedua badai hubungan. Ada luka, kecewa, pengkhianatan dll. Godaannya adalah kita mau membalas atau menghindar. Mandela mengajar kita memilih tenang dan memilih pengampunan, karena ada Yesus bersama kita. Ketiga badai batin. Ada kecemasan, kegagalan dan merasa tidak cukup. Kita berteriak dalam hati. Yesus datang dan berkata hal yang sama, "Tenanglah! Aku ini. Kamu tidak sendirian. Kita sering meminta Tuhan membereskan badainya dulu baru kita tenang. Tapi Tuhan minta kita percaya dulu bahwa Dia ada, barulah kita bisa tenang di tengah badai. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku yang sering lebih fokus pada badai daripada kehadiran-Mu. Hari ini aku mau mendengar suara-Mu: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Mampukan aku seperti Mandela, untuk tidak dikuasai takut dan benci. Peganglah tanganku di tengah gelombang hidupku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 11 Juli 2026 - Nyatakan Kasih dengan Pengampunan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 10, 2026 5:37


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 11 Juli 2026Bacaan: "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni." (Lukas 6:37)Renungan: Pada tahun 1947, Corrie ten Boom baru bebas dari kamp konsentrasi Nazi. Keluarganya dibunuh karena menyembunyikan orang Yahudi. Suatu hari setelah perang, ada seorang pria datang ke KKR yang dia pimpin. Pria itu dulu adalah penjaga kamp tempat adik Corrie meninggal. Dia ulurkan tangan dan berkata: "Bisakah anda mengampuni saya?" Sekujur tubuh Corrie kaku. Ingatan tentang adiknya, tentang kamar gas, semua kembali. Dalam hati dia berteriak: "Tuhan, aku tidak bisa!" Lalu dia berdoa singkat: "Yesus, tolong aku." Dan dengan kekuatan dari Tuhan, dia menjabat tangan pria itu. Air matanya jatuh. Beberapa tahun kemudian Corrie menulis: "Pengampunan adalah tindakan kehendak, bukan perasaan. Begitu kita mau mengampuni, Tuhan yang memberi rasa damainya." Ada tiga perintah yang saling terkait dalam bacaan Injil di atas. Pertama, "Janganlah kamu menghakimi" Berhentilah menjadi hakim atas hidup orang lain. Kita tidak tahu semua cerita di balik kesalahan orang tersebut. Kedua, "Janganlah kamu menghukum". Berhentilah membalas. Jangan memenjarakan orang dengan perkataan dan sikap dingin kita. Ketiga, "Ampunilah dan kamu akan diampuni". Inilah kuncinya. Ukuran pengampunan kita ke orang sama dengan ukuran pengampunan Tuhan ke kita. Yesus tidak berkata "lupakan kejahatan". Dia berkata "ampunilah". Orang yang terus menghakimi dan tidak mengampuni, dia yang paling tersiksa duluan. Corrie bisa menjabat tangan musuhnya bukan karena dia kuat. Tapi karena dia memilih taat dulu pada Tuhan, baru kemudian Tuhan memberinya kekuatan. Hari ini Yesus bertanya ke kita: "Ada nama siapa yang masih kau tahan di hatimu untuk diampuni?" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena sering cepat menghakimi dan lambat mengampuni. Hari ini aku mau taat pada firman-Mu. Aku memilih mengampuni (sebutkan nama orang).... Isilah hatiku dengan kasih-Mu supaya aku bisa membebaskan orang lain, dan aku pun dibebaskan. Amin. (Dod).

METRO TV
Australia dan India Sepakati Ekspor Uranium Perkuat Kerja Sama Indo Pasifik - Headline News Edisi News MetroTV 75773

METRO TV

Play Episode Listen Later Jul 10, 2026 1:18


Australia dan India resmi menandatangani kesepakatan administratif yang memungkinkan ekspor uranium Australia untuk kebutuhan energi damai India. Kesepakatan yang sempat tertunda selama bertahun-tahun ini diharapkan mempercepat transisi energi bersih India sekaligus membuka peluang baru bagi sektor sumber daya Australia. Kedua negara juga memperkuat kerja sama di bidang pertahanan, keamanan maritim, dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 7 Juli 2026 - Berani jujur dan siap dibentuk Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 6, 2026 4:46


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 7 Juli 2026Bacaan: "Manusia itu menjawab: 'Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.'" (Kejadian 3:12)Renungan: Suatu kali Anna ditegur atasan karena laporan keuangan telat. Anna sebenarnya yang salah karena ia lupa mengingatkan tim. Tapi apa jawaban pertama Anna? "Pak, si Yordan yang pegang datanya. Saya sudah bilang kok, tapi dia tidak kirim-kirim." Selesai bicara Anna menjadi lega. Rasanya beban pindah ke Yordan. Malamnya barulah Anna sadar. Ia baru saja melakukan hal yang sama seperti Adam di taman Eden. Menyalahkan orang lain supaya ia tidak terlihat salah. Kejadian 3:12 ini terjadi sesaat setelah Adam dan Hawa makan buah terlarang. Tuhan datang dan bertanya. Seharusnya ini momen pertobatan. Tapi lihat jawaban Adam. Pertama, ia menyalahkan Tuhan dengan berkata, "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku." Seolah Tuhan yang salah kasih pasangan. Kedua, ia menyalahkan orang lain, "Dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan. " Adam tidak berani bertanggung jawab dalam hal ini. Dosa pertama manusia bukan hanya tidak taat pada perintah Tuhan. Dosa pertama juga "tidak mau mengakui salah". Dari taman Eden sampai kantor, rumah, dan sekolah kita hari ini, polanya sama. Hati kita lebih memilih membela diri daripada jujur di hadapan Tuhan dan sesama. Di zaman sekarang kita punya 1001 cara untuk "melempar kesalahan": "Grup WA yang tidak dibaca, sinyal jelek, anak yang rewel, pasangan yang tidak mengerti, sistem yang ribet dsb." Tapi Tuhan hari ini mengajak kita untuk berhenti jadi "Adam". Keberanian berkata "Tuhan, aku salah" adalah awal pemulihan. Di keluarga: minta maaf dulu sebelum menjelaskan. Di kantor: akui bagian kita sebelum menunjuk orang. Di hadapan Tuhan: buka hati apa adanya, jangan berdalih. Ingatlah, Tuhan tidak mencari orang yang sempurna. Tuhan mencari orang yang jujur dan mau diperbaiki. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, Ampuni aku yang sering seperti Adam. Lebih cepat menyalahkan orang lain daripada mengakui kesalahanku sendiri. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 4 Juli 2026 - Tekad dan perjuangan mengalahkan ujian hidup

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 3, 2026 5:02


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 4 Juli 2026Bacaan: "Maka ia memungut di ladang sampai petang lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya." (Rut 2:17)Renungan: Pada saat dihadapkan dengan ujian hidup yang berat maka ada beberapa respons yang muncul dalam hidup kita. Pertama, kita mengasihani diri secara berlebihan. Kita selalu bertanya kepada Tuhan, "Mengapa harus saya yang mengalami peristiwa pahit ini?" Kedua, kita mencari belas kasihan manusia untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Ketiga, kita berani menghadapi setiap masalah dengan tekad hati yang kuat, seberat apapun masalah itu. Salah seorang motivator di Indonesia mengambil ilustrasi tentang betapa dahsyat kekuatan tetesan air jika dilakukan secara terus menerus. Tetesan air bahkan dapat melubangi batu! Beliau berkata seperti ini, "Kerasnya batu bisa takluk dengan tetesan air. Begitu pula kerasnya ujian hidup di dunia bisa kalah oleh kekuatan tekad dan fokus perjuangan yang dilakukan." Seperti itulah perjuangan Rut menghadapi kerasnya ujian hidup yang datang kepadanya. Suaminya meninggal, keluarga suaminya juga meninggal semua, kecuali mertua perempuannya saja yaitu Naomi. Kini, Rut tinggal bersama Naomi dan mengambil tanggung jawab untuk memeliharanya. Kehidupan yang dijalani mereka persis seperti yang disebutkan Naomi, yaitu Mara yang artinya sangat pahit (Rut 1:20). Itulah kerasnya ujian hidup yang harus dijalani Rut. Namun dengan tekad dan perjuangan keras, Rut berhasil mengatasi masalahnya dan menjadi orang yang sangat berhasil. Perhatikan apa yang dilakukan Rut. la tak pernah mengasihani diri, Rut menjalani masalahnya dengan begitu tabah. Rut juga tidak pernah meminta belas kasihan orang lain, sebaliknya ia berjuang keras untuk menghidupi dirinya dan Naomi, meski harus memungut jelai yang tercecer dari pagi sampai petang. Ketekunan, tekad, dan perjuangan Rut akhirnya membuahkan hasil. Benarlah bahwa batu yang keras bisa takluk dengan tetesan air. Ujian hidup yang keras bisa kalah oleh tekad dan perjuangan yang terus menerus. Jika kita sedang mengalami pergumulan hidup yang keras, ingatlah bahwa batu pun takluk dengan tetesan air. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku percaya ketika Engkau ada bersama-sama dengan aku, maka badai sehebat apapun dapat aku lalui. Karena aku tahu, kuasa-Mu lebih besar dari setiap badai kehidupanku. Amin. (Dod).

MDC Surabaya
Andreas Rahardjo - Iman di Tengah Krisis (Graha Pemulihan)

MDC Surabaya

Play Episode Listen Later Jul 3, 2026 40:20


Pelajaran apa yang dapat dipetik dari Matius 14:22-33, di mana perahu para murid diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal?Pertama. Perjalanan yang sesuai kehendak Tuhan, belum tentu bebas dari masalah. Kedua. Tuhan hadir dalam badai, Dia tidak membiarkan kita menghadapi sendirian. Ketiga. Kehadiran Yesus sering tidak dikenali. Keempat. Kepanikan dan ketakutan menutup mata iman, tetapi ketenangan mencelikkannya. Kelima. Iman diawali dengan langkah berani. Keenam. Iman menjadi nyata, saat dijalani. Ketujuh. Goyah dan runtuhnya iman, karena kita memiliki fokus yang salah selama ini. Kedelapan. Pertolongan Tuhan selalu tepat waktu, dan tidak pernah terlambat. Kesembilan. Mukjizat memang terjadi, tetapi tanggung jawab awal jangan dilupakan. Kesepuluh. Masa krisis sering kali membawa pewahyuan dan pengenalan yang baru tentang siapa Pribadi Tuhan. —Pdt. Andreas Rahardjo, “Iman di tengah Krisis.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu pagi di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 21 Juni 2026.Youtube :https://www.youtube.com/watch?v=36P3X6zrFAg

MDC Surabaya
Gunawan Iskandar - Prayer brings Victory (Graha Pemulihan)

MDC Surabaya

Play Episode Listen Later Jul 2, 2026 39:21


Bagaimana caranya agar doa dapat membawa kemenangan di dalam hidup kita?Pertama. Membangun kehidupan doa yang konsisten, apa pun musimnya di hidup kita. Kedua. Doa harus disertai dengan iman dan ketaatan, tidak sekadar menaikkan doa bising—cara kita berdoa dan mengeluh memiliki frekuensi nada yang sama di hadapan Tuhan. Ketiga. Menaikkan doa yang menyatakan kebesaran Tuhan dengan sikap percaya, Dia masih sanggup untuk menepati semua yang sudah dijanjikan di dalam hidup kita.Kalau hari-hari ini kita berada di titik terendah dan tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat.. tetaplah berseru dan berharap pada Tuhan. Dia masih sanggup mendengar setiap permohonan doa dan menolong hidup kita.—Pdt. Gunawan Iskandar, “Prayer brings Victory.” Telah dibagikan di Ibadah Minggu pagi di MDC Graha Pemulihan, pada Tgl. 7 Juni 2026.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 2 Juli 2026 - Berpikir positif dan jadi berkat

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jul 1, 2026 5:44


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 2 Juli 2026Bacaan: "Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana." (Bilangan 13:28)Renungan: Kita mungkin sering mendengar orang berkata, "Orangnya cantik, sayangnya judes sekali." "Dia pintar, sayangnya kuper sekali." "Orang itu kaya sekali, sayangnya pelit minta ampun." Perkataan itu memuji, sekaligus mencela. Mengangkat ke langit, sekaligus menjatuhkannya ke bumi. Jika seperti ini, maka pujian setinggi langit pun tidak ada artinya, sebab penekanannya bukan lagi pada kelebihannya melainkan pada kekurangannya. Yang baik sudah hilang, yang buruk ditonjolkan! Hal yang sama pernah terjadi ketika Musa memerintahkan dua belas orang terbaik untuk mengintai negeri Kanaan. Kedua belas pengintai tersebut pulang untuk melaporkannya kepada Musa dan segenap bangsa Israel. Kedua belas pengintai tersebut sependapat bahwa negeri Kanaan sungguh berlimpah-limpah susu dan madunya. Mereka membawa bukti berupa buah-buahan yang mereka ambil dari negeri Kanaan. Kedua belas pengintai itu sepakat soal itu. Tapi, setelah itu terjadilah perbedaan pendapat. Sepuluh pengintai berkata, "Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana." (ay. 28). Hanya Yosua dan Kaleb yang tetap positif dalam memberikan laporan. Sepuluh pengintai tersebut mirip dengan perkataan orang-orang di atas. Awalnya memuji, tapi berikutnya muncul kata "sayangnya". Yang baik hilang, yang buruk ditonjolkan. Akibatnya tidak main-main. Seluruh bangsa Israel panik. Mereka menangis, bersungut-sungut kepada Musa dan Harun, bahkan memutuskan untuk mengangkat pemimpin lalu pulang ke Mesir (Bil. 14). Betapa dahsyatnya kata "hanya" atau "sayangnya". Kisah ini kiranya memberi pelajaran berharga bagi kita, janganlah kita menggunakan kata "hanya saja" atau "sayangnya" ketika menilai seseorang atau sebuah peristiwa. Jangan sampai hal yang harusnya kita syukuri akhirnya menjadi hal yang kita keluhkan. Berkat yang harusnya kita terima dengan sukacita, akhirnya berubah menjadi persungutan. Tuhan menghendaki kita menjadi orang yang bersyukur dalam segala perkara. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku masih sering memandang orang lain dari sisi negatifnya. Kuduskan pikiranku agar aku selalu berpikir yang positif, baik untuk diriku maupun orang lain. Amin. (Dod).

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Kamis dalam pekan ke-13 masa biasa, 2 Juli 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jul 1, 2026 7:28


Dibawakan oleh Pastor Peter Tukan, SDB dari Salesian Don Bosco Gerak di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. Amos 7: 10-17; Mazmur tg 19: 8.9.10.11; Matius 9: 1-8.KESEMBUHAN TOTAL Renungan kita pada hari ini bertema: Kesembuhan Total. Ada seorang lelakiterkenal sebagai pengacau ulung di lingkungannya. Orang-orang di situ takutkepadanya. Ia mabuk seenaknya, pengguna sekaligus pengedar narkoba sangat aktifdan bertindak brutal kepada siapa pun yang menghalangi segala urusannya.Singkatnya, mental, moral dan imannya sudah sangat buruk.  Namun pihak polisi akhirnya berhasil melumpuhkan dia setelah terjaditindakan kekerasan di wilayah itu dan ia sebagai tokoh utama kejadian tersebut.Kedua kakinya terkena tembakan peluru dan ia nyaris lumpuh total. Pada akhirnyaia melewatkan hari-hari, bulan-bulan dan tahun-tahun di penjara. Wilayahnyamenjadi aman dan damai tanpa dia. Untuk kesekian kalinya lelaki ini dikunjungi pemimpin agamanya supaya iamemperoleh pembinaan rohani. Banyak sekali pengalaman rohani dan bimbinganmoral yang ia peroleh selama di penjara. Semua itu membantunya untuk membuathidupnya menjadi baru. Perlahan-lahan perubahan itu terjadi. Setelah keluarpenjara, ia sungguh seorang pribadi yang baru. Fisiknya menjadi segar dansehat, tutur kata, sopan santun, sikap hidup menjadi sangat baik.Pengetahuannya tentang kehidupan luas dan terbuka. Imannya tumbuh kembali.  Pengalaman lelaki ini merupakan contoh tentang kesembuhan total. Jeniskesembuhan ini yang diinginkan Yesus Kristus, yang meliputi fisik, mental,rohani, relasi sosial. Yesus mengetahui bahwa orang yang disembuhkan itu penuhdengan dosa. Maka yang dilakukan-Nya pertama ialah menghapus dosa-dosanyadengan mengampuninya. Sesudah itu baru menyembuhkan dia dari sakit fisiknya danmemulihkan pikiran serta jiwanya. Banyak di antara kita ingin sembuh sebagian saja, bukan total. Mungkinmereka hanya mencari kesembuhan fisik atau mental tertentu sementara kesembuhandiri secara total diabaikan. Seorang mungkin telah sembuh dari stress dan sakit hati, namun ia masihdendam dan marah kepada orang yang telah mengecewakannya. Orang mungkin merasanyaman setelah menerima sakramen tobat, tetapi ia tidak menyesaliperbuatan-perbuatannya maka ia jatuh kembali ke dosa-dosa yang sama. Semua inimenandakan kesembuhan yang hanya sebagian. Dengan demikian berarti mereka masihsakit.  Kita perlu menandai bagian-bagian mana di dalam diri kita yang masih belumdisembuhkan karena selama ini tidak diupayakan untuk sembuh. Bagian itu sangatmungkin menjadi penghalang untuk terjadinya kesembuhan total di dalam diriKita. Berikan perhatian kepadanya agar dapat sembuh total. Marilah kita berdoa...Dalam nama Bapa... Ya Bapa, jika ternyata masih ada bagian-bagian di dalam dirikami yang belum sembuh semuanya, karena kami cenderung mengelakkan diri untukdisembuhkan, berikanlah kami kesembuhannya. Bapa kami yang ada di surga ...Dalam nama Bapa ...

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Senin, 29 Juni 2026 - Membuang Sampah Gosip, Pelihara Damai Sejahtera di Hati dan Pikiran

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 28, 2026 5:04


Kencan Dengan Tuhan - Senin, 29 Juni 2026Bacaan: "Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri." (Amsal 11:12)Renungan: Apakah kita pernah tidak senang hati bahkan marah jika digosipkan? Fakta yang terjadi adalah kita justru suka menggosipkan orang lain. Ini hal yang mengherankan, kita melakukan sesuatu kepada orang lain untuk hal yang tidak kita inginkan terjadi pada diri kita. Lagipula, sebenarnya kita semua tahu bahwa gosip itu tidak lebih dari sampah. Bagaimana seharusnya pengikut Yesus menangani gosip atau sampah ini? Ada analogi menarik berkenaan dengan hal itu. Ada tiga tipe manusia berkaitan dengan sampah. Pertama, tipe menebarkan. Ada orang yang tidak menaruh sampah pada tempat yang seharusnya. Bahkan, ada orang yang suka membuang sampah sembarangan dan menebarkan sampah di sepanjang jalan yang ia lalui. Dalam dunia gosip, orang seperti ini akan menyebarkan gosip kapan pun, di mana pun, dan kepada siapa pun. Bahkan orang seperti ini bisa menggosipkan sesuatu kepada orang yang baru dikenalnya! Hebat, bukan? Kedua, tipe mengumpulkan. Ada orang tertentu yang suka mengumpulkan sampah. Sampah yang mestinya dibuang, malah dikoleksi. Orang tipe ini tidak selalu menjadi biang gosip, namun yang jelas orang seperti ini suka mengumpulkan berita-berita gosip terbaru. Bayangkan penderitaan batin yang harus ditanggung seseorang yang sedang digosipkan. Sebagai pengikut Yesus kita seharusnya memilih tipe yang ketiga, yaitu tipe membuang. Orang yang sadar lingkungan, tidak akan membiarkan sampah berserakan di jalan. la akan mengambil sampah itu dan membuang ke tempat yang seharusnya. Soal gosip, orang tipe ini sebisa mungkin menghindari gosip. Namun, kalaupun akhirnya ia mendengar sebuah gosip, maka ia akan segera membuang "sampah" itu pada tempatnya dan tidak membiarkan berita itu tersebar ke mana-mana. Gosip itu seperti mata rantai. Kita bisa memutuskan mata rantai yang saling terkait itu dengan bersikap diam. Diam membuat gosip akan berhenti dengan sendirinya. Hari ini, jika ada yang menebarkan "sampah gosip" di depan kita, kita tahu apa yang harus dilakukan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berikanlah aku pikiran dan hati yang jernih sehingga aku dipenuhi dengan damai sejahtera-Mu dan tidak ada keinginan untuk menggosipkan orang-orang yang ada di sekitarku. Amin. (Dod).

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Sabtu, 27 Juni 2026 - Jujur dan Berintegritas untuk dapat dipercaya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 27, 2026 4:22


Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 27 Juni 2026Bacaan: "Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya." (Amsal 11:6)Renungan: Ada sebuah kisah yang menceritakan ketika Abraham Lincoln bekerja sebagai penjaga toko di New Salem, Illinois, jauh sebelum Abraham Lincoln terjun di dunia politik. Suatu sore, saat mencatat neraca keuangan, Lincoln mendapati bahwa ia telah memungut bayaran 6 sen lebih banyak dari seorang pelanggan. Sebenarnya bisa saja Lincoln tutup mata soal itu karena nilainya tidak seberapa dan pelanggan tersebut juga tidak merasa kehilangan. Namun yang dilakukan Lincoln sungguh baik. Malam itu juga ia berjalan kaki beberapa mil ke rumah pelanggan untuk mengembalikan kelebihan uang tersebut! Integritas dan sikap jujur inilah yang akhirnya membawa Abraham Lincoln dipercaya dan menjadi salah satu presiden Amerika Serikat yang berhasil dan dicintai rakyatnya. Sesungguhnya kejujuran menjadi hal yang langka di zaman modern seperti sekarang. Kalau menerima kelebihan pembayaran, banyak orang "tutup mata". Banyak alasannya. Pertama, ia merasa kadang juga dirugikan, jadi kalau gantian dapat "untung", apa salahnya? Kedua, salah sendiri mereka yang tidak teliti dalam menghitung. Ketiga, buat apa repot-repot mengurus kembalian kalau konsumen bahkan tidak merasa bayar lebih mahal. Keempat, nilainya tidak seberapa, buat apa dipersoalkan. Firman Tuhan dalam Amsal 11:6 mengatakan, "Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya." Kejujuran akan menolong kita, sebaliknya kecurangan akan mencelakakan kita. Kejujuran akan menjadi "pembela" bagi kita, sedangkan kecurangan akan menjerumuskan kita. Orang dunia mungkin akan mentertawakan kebodohan kita di saat kita bersikap jujur. Mereka mungkin saja tidak percaya masih ada orang jujur di dunia ini. Walau demikian, sebagai murid Kristus marilah kita tunjukkan gaya hidup yang berbeda dari orang dunia. Jadilah orang yang punya integritas dan bisa dipercaya. Semakin kita dipercaya, semakin besar promosi itu akan datang kepada kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, sejak aku mengenal-Mu hatiku begitu tenang. Ketenangan itu juga yang membuat karakter ku berubah. Bantu aku untuk terus mempertahankan kejujuran sebagai bagian dari pengenalanku akan Engkau. Amin. (Dod).

Radio Muhajir Project
Riyaadhush Shaalihiin 2129. "KEDUA SAYAP BURUNG"

Radio Muhajir Project

Play Episode Listen Later Jun 23, 2026 17:20


Bismillah,2129. KEDUA SAYAP BURUNGRiyaadhush ShaalihiinBab 51| Harapan

Radio Elshinta
Proses pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Madinah menuju Tanah Air terus berlangsung

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Jun 22, 2026 2:26


Proses pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Madinah menuju Tanah Air terus berlangsung. Di Sektor 5 Madinah, petugas mencatat setengah dari total kloter yang dilayani telah diberangkatkan ke bandara untuk selanjutnya diterbangkan ke Indonesia(BEH/MCH 2026)#ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI

Renungan Anak GKY Mabes
Yesus dan Kedua Belas Murid (22 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 21, 2026 4:36


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Yesus dan Kedua Belas MuridDiambil dari: Matius 10:1  “Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.”Wonder Kids, kita tahu bahwa Tuhan Yesus sangat peduli supaya orang-orang mengerti siapa Dia sebenarnya. Yesus tidak pernah asal berkata, “Aku Mesias,” lalu memaksa orang untuk percaya. Sebaliknya, hidup Yesus menunjukkan dengan jelas siapa diri-Nya.Salah satu hal yang menarik adalah Yesus memilih dua belas murid. Mengapa dua belas? Apakah itu hanya kebetulan? Tidak. Angka dua belas sangat penting bagi bangsa Israel, karena Israel memiliki dua belas suku. Jadi saat Yesus memilih dua belas murid, Yesus sedang menunjukkan sesuatu yang besar. Yesus sedang membentuk umat Allah yang baru, dan menunjukkan bahwa di dalam diri-Nya, janji Allah sedang digenapi.Ini berarti Yesus bukan hanya guru biasa. Guru biasa tidak memilih dua belas murid untuk menunjukkan penggenapan rencana Allah. Tetapi Yesus melakukannya dengan sengaja. Melalui tindakan-Nya, Yesus sedang menunjukkan bahwa Dia datang sebagai Mesias yang dijanjikan.Yang menarik lagi, Yesus punya banyak pengikut, tetapi Ia memilih hanya dua belas sebagai kelompok khusus. Ini bukan tanpa alasan. Yesus sedang membentuk dasar bagi pekerjaan besar yang akan diteruskan setelah kematian dan kebangkitan-Nya. Murid-murid itu akan menjadi saksi tentang Yesus dan memberitakan Injil ke banyak tempat.Wonder Kids, ini mengajarkan kita bahwa Yesus melakukan segala sesuatu dengan tujuan. Tidak ada yang asal-asalan. Bahkan hal yang kelihatannya sederhana, seperti memilih jumlah murid, ternyata penuh arti. Tuhan Yesus sungguh tahu apa yang sedang Ia kerjakan.Dan untuk kita hari ini, ada satu pelajaran yang indah: Yesus bukan hanya memanggil murid-murid zaman dulu. Yesus juga memanggil kita untuk mengikut Dia. Mungkin kita bukan bagian dari dua belas murid itu, tetapi kita tetap dipanggil untuk menjadi pengikut Yesus yang setia, belajar dari-Nya, dan hidup bagi-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Katakan kepada Tuhan dalam doamu, “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memanggil orang untuk mengikut-Mu. Tolong aku menjadi murid-Mu yang setia.”Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Mesias yang dijanjikan Allah. Tolong aku supaya bukan hanya tahu tentang Engkau, tetapi sungguh mau mengikut Engkau sebagai murid-Mu yang setia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Yesus melakukan segala sesuatu dengan tujuan, dan Dia juga memanggilmu untuk menjadi murid-Nya yang setia. Tuhan Yesus memberkati.

Radio Elshinta
Jemaah Haji Gelombang Kedua Diimbau Jaga Kesehatan Selama di Madinah.

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Jun 21, 2026 3:15


Jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang berada di Madinah terus diingatkan untuk menjaga kondisi kesehatan. Kelelahan usai menjalani rangkaian ibadah di Makkah dan Armuzna berpotensi memengaruhi aktivitas ibadah serta mobilitas jemaah selama berada di Kota Nabi.(BEH/MCH 2026)@kemenhaj#ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI

Radio Elshinta
Kabar Gembira, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Gelombang Kedua Berpeluang Masuk Raudhah

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Jun 20, 2026 2:34


Kabar menggembirakan datang bagi jemaah haji Indonesia yang saat ini berada di Madinah. Seluruh jemaah haji Indonesia gelombang kedua dipastikan berpeluang mendapatkan akses masuk ke Raudhah, salah satu area mustajab di Masjid Nabawi. LAPORAN BHERY HAMZAH(BEH/MCH2026)

Radio Elshinta
Pemulangan Haji Gelombang Kedua Dipantau Ketat, Layanan Jemaah Dievaluasi Langsung

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Jun 20, 2026 2:53


Proses kepulangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah terus mendapat pemantauan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Pada hari pertama pemulangan gelombang kedua, tim pemantauan meninjau langsung berbagai tahapan layanan mulai dari pendorongan jemaah dari hotel hingga proses keberangkatan menuju tanah air.(BEH/MCH2026)@kemenhaj_ri #ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI

METRO TV
Laos Hadiahkan Dua Bayi Gajah ke Rusia Sebagai Simbol Persahabatan Diplomatik - Headline News Edisi News MetroTV 75565

METRO TV

Play Episode Listen Later Jun 16, 2026 1:22


Menjelang KTT Rusia-ASEAN di Kota Kazan, dua bayi gajah Asia yang merupakan hadiah dari pemerintah Laos untuk Presiden Rusia Vladimir Putin resmi tiba di Kebun Binatang dan Botani Kazan.Kedua gajah betina bernama Sahar dan Udacha tersebut menjadi simbol peringatan 65 tahun hubungan diplomatik antara Laos dan Rusia. Kedatangan mereka disambut sebagai bentuk persahabatan kedua negara di tengah agenda diplomatik tingkat tinggi.Rekaman video menunjukkan Sahar dan Udacha sedang beradaptasi di kandang baru mereka, bermain dan menikmati makanan di lingkungan yang telah disiapkan. Pihak kebun binatang menyebut kedua gajah beradaptasi dengan baik, termasuk terhadap perubahan pola makan dari pisang dan tebu menjadi buah pir.Kedua bayi gajah yang berusia empat dan lima tahun itu nantinya akan bergabung dengan Filimon, seekor gajah jantan Asia yang sudah lebih dulu berada di Kazan. Kehadiran mereka menjadi salah satu simbol hubungan erat Laos dan Rusia menjelang KTT Rusia-ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 19 Juni mendatang.

Renungan Anak GKY Mabes
Berputar-putar dalam Alasan (15 Juni)

Renungan Anak GKY Mabes

Play Episode Listen Later Jun 14, 2026 4:21


Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Berputar-putar dalam AlasanDiambil dari: Yohanes 8:28  “Maka kata Yesus: ‘Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.'”Wonder Kids, kadang-kadang ada orang yang berkata, “Aku tidak mau percaya Alkitab, karena Alkitab memakai Alkitab untuk membuktikan dirinya sendiri.” Maksudnya, mereka merasa itu seperti berputar-putar. Seolah-olah kita berkata, “Alkitab benar karena Alkitab berkata begitu.” Memang, kalau hanya begitu saja, itu kurang kuat.Tetapi sebenarnya, saat kita percaya Alkitab, kita tidak hanya melihat satu ayat lalu langsung selesai. Kita melihat banyak hal bersama-sama. Kita melihat bahwa Alkitab ditulis dalam sejarah yang nyata. Kita melihat nama tempat, tokoh, dan peristiwa yang cocok dengan kenyataan. Kita melihat bagaimana berita tentang Yesus muncul sangat awal. Kita juga melihat banyak kesaksian dari luar Alkitab yang menolong kita mengetahui bahwa Yesus sungguh hidup.Jadi, kita tidak percaya secara buta atau asal percaya. Kita punya alasan untuk percaya. Tetapi kita juga harus ingat bahwa pada akhirnya, mengenal Yesus bukan hanya soal menang debat. Banyak orang melihat bukti, tetapi tetap tidak mau percaya. Mengapa? Karena masalahnya bukan hanya di kepala, tetapi juga di hati.Dalam Yohanes 8:28, Yesus berkata bahwa orang akan tahu siapa Dia ketika mereka melihat apa yang Yesus lakukan dan bahwa Ia datang dari Bapa. Artinya, Yesus tidak asal bicara. Seluruh hidup, perkataan, dan karya-Nya menunjukkan siapa Dia sebenarnya. Jadi saat kita bertanya, “Bagaimana kita tahu Yesus itu benar?” kita melihat kepada seluruh diri Yesus, bukan hanya satu kalimat saja.Wonder Kids, ini mengajarkan kita dua hal. Pertama, kita boleh belajar dan mencari alasan yang benar untuk percaya. Kedua, kita juga perlu hati yang mau tunduk kepada Tuhan. Orang yang sombong bisa terus mencari alasan untuk menolak. Tetapi orang yang rendah hati akan mau datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, tolong aku mengenal kebenaran-Mu.”Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Kalau kamu punya pertanyaan tentang mengapa Alkitab dapat dipercaya, coba tuliskan satu pertanyaanmu lalu tanyakan kepada guru Sekolah Minggu, orang tua, atau pembimbing rohanimu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak menyuruhku percaya dengan asal-asalan. Tolong aku supaya mau belajar dengan sungguh-sungguh dan juga punya hati yang rendah untuk percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: iman kepada Yesus bukan asal percaya, tetapi percaya dengan alasan yang benar dan hati yang mau tunduk kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Kumpulan Dakwah Sunnah
Ustadz Abdullah Zaen M.A - Umur Kedua Manusia - Ustadz Abdullah Zaen, Lc., Ma

Kumpulan Dakwah Sunnah

Play Episode Listen Later Jun 14, 2026 58:38


Ustadz Abdullah Zaen M.A - Umur Kedua Manusia - Ustadz Abdullah Zaen, Lc., Ma

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Senin dalam pekan ke-11 masa biasa, 15 Juni 2026

La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy

Play Episode Listen Later Jun 14, 2026 8:23


Dibawakan oleh Onny Pakendek dan Yohanes Sukardi dari Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang di Keuskupan Agung Kupang, Indonesia. 1 Raja-Raja 21: 1-16; Mazmur tg 5: 2-3.5-6.7; Matius 5: 38-42.RAHMAT DAN BELASKASIH MENGATASI KEADILAN Renungan kita pada hari ini bertema: Rahmat dan Belas Kasih MengatasiKeadilan. Ada seorang pemuda bernama Julio yang mempunyai dua adik perempuan.Kedua adiknya itu selalu bertengkar biarpun atas hal-hal yang sepele. Julioyang sedang kuliah itu menyadari bahwa tugasnya sebagai kakak tidak sekedarmenengahi kedua adik kesayangannya, tetapi mengajarkan mereka tentang salingmenghormati dan mengasihi. Ia selalu menasihatkan mereka dengan mengatakan:"Kalian tidak cukup bersikap adil satu terhadap yang lain, tetapi harusada kasih yang melebih perlakuan yang adil".  Sebenarnya yang diperbuat Julio adalah perbuatan Tuhan Yesus sendiri. TuhanYesus adalah sumber rahmat, kerahiman dan belas kasih yang melengkapi hukum didunia yang berdasarkan keadilan. Kita manusia memang membutuhkan keadilan.Keadilan adalah keutamaan sekaligus peraturan. Sebagai keutamaan berarti yangadil ialah sesuai hak dan kewajiban setiap orang yang terjamin. Sebagaiperaturan, keadilan menuntut adanya hukuman bagi yang bersalah dan pujian atauimbalan bagi yang benar. Fungsi keadilan dalam memberikan hukuman yang setimpal, memiliki celakelemahan, sehingga Yesus bekerja untuk menutupinya. Kalau tidak ditutupi ataudiatasi, maka hukum mata ganti mata, gigi ganti gigi tidak akan pernahberhenti. Yesus menggunakan rahmat, kerahiman dan belas kasih untuk mengatasikekurangan keadilan di dunia. Inilah yang disebut misericordia, yaitu ada pengampunan dan terjalin rekonsiliasisehingga tercipta kedamaian. Di dalam damai orang-orang menerima satu sama laindan saling melengkapi. Peristiwa yang terjadi terhadap Nabot, baik harta maupun jiwanya sendiriyang dihabiskan oleh penguasa yang jahat, merupakan sebuah contoh ketidakadilanyang ada di dalam dunia ini. Orang atau golongan yang kecil dan lemah selalukalah. Bagi Yesus dan kita semua pengikut-Nya, jika ketidakadilan ini tidakdihentikan, membalas dendam dan kebencian akan tumbuh subur. Untuk menghentikanini, diperlukan hukum cinta kasih yang tentu saja melampaui rasa keadilan.Ketika seseorang diampuni dan diterima, maka ia bukan lagi dilihat sebagaipendosa atau pembuat kekacauan tetapi seorang yang baru. Mungkin saat ini kita mengalami betapa sulitnya menyelesaikan masalahdengan pengampunan dan belas kasih, tetapi bukan berarti hal ini tidak mungkinkita lakukan. Mengampuni, menanggapi dengan senyum, tenang, diam dan bahkanmendoakan mereka yang telah berbuat tidak adil atau jahat terhadap kita, bukansuatu tindakan dari titik nol. Kita bukan baru mau belajar dan berlatih untukmengampuni. Kita sudah dikaruniai Tuhan untuk melakukannya. Kita hanya perlukeberanian, konsistensi dan semangat untuk mewujudkannya.Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa... Tuhan Yesus Kristus, tambahkanlah keberanian dan kuatkanlahkonsistensi kami untuk melakukan belas kasih dan pengampunan sesuai yang Engkauinginkan. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...

Radio Elshinta
PPIH Perkuat Layanan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Fokus Lansia dan Disabilitas

Radio Elshinta

Play Episode Listen Later Jun 12, 2026 2:11


Pelayanan bagi jemaah gelombang kedua yang mulai berdatangan dari Makkah terus diperkuat oleh PPIH Arab Saudi. Penguatan layanan dilakukan khususnya untuk jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas yang menjalankan ibadah di kawasan Masjid Nabawi(BEH/MCH2026) #ElshintaHaji2026 #LiputanHaji2026 #Haji2026 #HajiRamahLansia #TriSuksesHaji #KemenhajRI

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Kamis, 11 Juni 2026 - Bersyukur atas segala hal baik kecil maupun besar

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Jun 11, 2026 6:18


Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 11 Juni 2026Bacaan: "..... janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana....." (Roma 12:16)Renungan: Ketika kita bercita-cita menjadi seorang penulis, ada dua hal yang harus kita lakukan. Pertama, kita harus banyak menulis. Kedua, kita harus banyak membaca. Ya, penulis harus banyak membaca, seperti juga musisi harus banyak mendengarkan musik, sineas harus banyak menonton film, barista harus suka minum kopi, dst. Pertanyaannya, buku apa yang harus dibaca agar kita bisa menjadi penulis yang baik? Seorang penulis memberi nasihat cukup unik, la menyarankan membaca dua jenis buku: buku yang benar-benar bagus dan buku yang benar-benar jelek. Membaca buku yang sangat bagus tentu agar kita terinspirasi dan bisa membuat tulisan yang makin berkualitas. Bagaimana dengan membaca buku yang sangat jelek? Menurut penulis itu, buku yang sangat jelek juga bisa membuat kita termotivasi. "Jika tulisan sejelek itu saja ada yang mau menerbitkan, tulisan kita pasti bisa diterbitkan juga." Ada benarnya juga. Nyatanya, kita sering kali takut, bahkan putus asa karena yang kita lihat saat baru memulai sesuatu hanyalah orang-orang yang sudah ada di level sangat tinggi. Kita berhenti menulis karena tidak bisa menulis sebaik peraih Nobel Sastra. Kita berhenti menjadi musisi karena minder melihat keahlian para musisi kelas nasional bahkan internasional. Kita putus asa karena usaha yang kita rintis tidak kunjung sebesar perusahaan top. Maka, ada kalanya kita perlu juga melihat kepada hal-hal yang lebih "membumi". Bukan berarti menurunkan standar atau tak punya cita-cita tinggi. Kadang kita memang harus melihat ke atas, tapi penting juga untuk bisa melihat ke samping atau ke bawah. Keseimbangan seperti ini perlu supaya kita tidak jatuh menjadi hidup sekadar mengejar ambisi yang tak pernah habis-habisnya. Melihat ke hal-hal yang di bawah atau di sekitar, juga membuat kita bisa lebih bersyukur daripada hanya mengeluh karena kondisi kita tidak seperti orang lain. Kepada jemaat di Roma, Paulus dua kali mengingatkan mereka untuk tidak hanya memikirkan hal-hal yang tinggi (Rm. 12:3, 16), tapi mengarahkan pikiran ke hal sederhana agar tetap rendah hati. Tak ada yang salah dengan memiliki cita-cita besar, tapi jangan sampai kita lalu menjadi tak menghargai hal-hal kecil dan sederhana, karena itupun adalah berkat Tuhan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu bersyukur atas hal-hal besar dan kecil dalam hidupku karena semua itu adalah berkat-Mu yang Kau berikan untukku. Amin. (Dod).

Tota Scriptura Podcast
REFORMING HEART #313: Tiga Kelompok Orang

Tota Scriptura Podcast

Play Episode Listen Later Jun 7, 2026 13:25


Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 313 (Matius 27:38-44): Di atas kayu salib Yesus tetap menerima hinaan demi hinaan dari orang-orang yang ada di sekitar Dia. Pertama-tama adalah dua orang penyamun yang ada di sebelah kanan dan di sebelah kiri-Nya. Kedua penyamun ini menghina Dia dan menyindir Dia, tetapi satu orang bertobat dan menegur temannya. 

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 27 Mei 2026 - Siap dibentuk oleh Tuhan

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 27, 2026 5:00


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 27 Mei 2026Bacaan: " ...sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula." (Ayub 5:17-18)Renungan: Berbahagialah kita yang memiliki orangtua cerewet dan bawel. Mereka dianggap sebagai anugerah karena perhatian dan ketegasan mereka dalam mendidik anak-anak. Meskipun terkadang sikap ini terasa mengganggu. Sebagian besar orang setuju bahwa orangtua yang cerewet dan bawel berniat baik untuk membimbing anak-anak mereka agar menuju kesuksesan. Mereka tidak bosan menegur anak-anaknya. Sekecil apapun kesalahan kita, orangtua kita tidak lelah menegur kita. Semua itu mereka lakukan untuk kebaikan kita. Demikian juga dengan Allah. Dia tidak berhenti mengawasi, menegur, dan mendidik kita untuk hidup benar di jalan-Nya. Alkitab mencatat kisah Ayub yang dapat kita teladani, yaitu, pertama, Ayub adalah orang saleh, taat, dan setia kepada Allah. Ayub sungguh-sungguh percaya bahwa Allah menyertainya sehingga ia bersedia dibentuk Allah melalui setiap hal yang terjadi. Kedua, Ayub tidak mengutuk Tuhan meski dalam kesesakan dan berbagai peristiwa yang menyakitkan hatinya. Hal memprihatinkan terjadi, saat semua anaknya, ternaknya, hartanya diizinkan Tuhan lenyap. Bahkan, teman-temannya meninggalkannya saat ia penuh borok. Istrinya menyuruhnya untuk mengutuk Allah. Ketiga, dengan cara pandang dan kerendahanhati, Ayub memandang setiap kejadian yang dialami sebagai cara Tuhan untuk mendidik agar semakin mendekat, melekat, dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Ayub menerima didikan Tuhan dengan rendah hati. la percaya pada kasih setia Tuhan. Tuhan tidak akan meninggalkan umat-Nya dalam kondisi apapun. Tuhan akan mengobati, menguatkan, dan memulihkan umat-Nya. Mari kita terima didikan Tuhan dengan rendah hati sebagai cara kita bisa memahami kasih setia Tuhan dalam hidup kita. Dengan demikian, kita bisa merasakan bahwa semua didikan itu mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku rahmat kerendahan hati, agar aku dapat dibentuk oleh-Mu menjadi pribadi yang baik, sehingga melalui hidupku banyak orang diberkati. Amin. (Dod).

Pinter Politik
Kebangkitan Kedua

Pinter Politik

Play Episode Listen Later May 21, 2026 11:19


KATA PEMRED #29PinterPolitik.comPada pagi 20 Mei 2026, di hari ulang tahun ke-118 Boedi Oetomo, presiden berjalan menuju mimbar Senayan dengan suara langkah yang tidak pernah terdengar di paripurna manapun selama 27 tahun terakhir: langkah seorang kepala negara yang datang sendiri membawa angka. Pukul 10:25 palu sidang diketuk; pukul 11:10 ia turun. 451 anggota dewan tercatat hadir, kuorum terpenuhi, Wakil Presiden Gibran duduk di barisan depan. Untuk pertama kali sejak Reformasi memberikan otonomi penuh kepada teknokrasi keuangan, seorang presiden RI menyampaikan sendiri Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal — dokumen yang selama 2 dekade selalu didelegasikan kepada Menteri Keuangan. 3 jam kemudian, di Jalan M.H. Thamrin Nomor 2, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan keputusan yang tidak dibayangkan pasar: BI-Rate naik 50 basis poin menjadi 5,25 persen — 2 kali lipat ekspektasi konsensus. 2 sidang, 2 mikrofon, 2 institusi yang sepanjang 27 tahun berbicara dalam 2 bahasa berbeda. Hari itu, mereka berbicara sekata.

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Selasa, 19 Mei 2026 - Menjadi AlatNya, Cermin KehadiranNya

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later May 18, 2026 4:48


Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 19 Mei 2026Bacaan: "Karena jika aku memberitakan Injil,... Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil." (1 Korintus 9:16)Renungan: Rasul Paulus adalah salah satu rasul luar biasa, yang dipakai Allah. Kehidupannya semula adalah musuh Allah. Namun, pada akhirnya ia berbalik menjadi saksi Allah. Keberanian dan kegigihan Paulus memberitakan Injil sangat besar. Keberhasilan pelayanan Paulus tidak hanya pada dirinya sendiri, tetapi juga terhadap orang-orang hebat yang ia didik, seperti Timotius dan Titus. Ada beberapa teladan didikan Paulus yang dapat kita ambil, pertama, Paulus berani menyuarakan kebenaran Injil. Paulus tidak pernah takut mati dalam memberitakan Injil Kristus. la sangat berani bahkan ia menulis dalam Filipi 1:21 "karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan". Saat Paulus di penjara pun ia berani memberitakan Injil dan beberapa orang menjadi percaya kepada Kristus. Kedua, Paulus memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan. Oleh karena relasinya dekat dengan Tuhan, ia tidak pernah khawatir. la yakin segala perkara dapat ia tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadanya (Flp. 4:13). Ketiga, Paulus mampu memberi keteladanan yang baik. "Tetapi hendaklah terus menjadi teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu" (1 Tim. 4:12). Teladan hidup Paulus mengajarkan kita untuk tidak ragu dalam melayani Tuhan dan berbicara tentang kasih-Nya kepada orang lain. Karena itu, mari jangan ragu menyediakan diri untuk melayani Tuhan dengan berkaca dari teladan Paulus. Meskipun ia berlatar belakang yang jauh dari Allah, ia berbalik menjadi pemberita Injil yang luar biasa. Meskipun masa lalu kita penuh dosa dan kesalahan, seperti Paulus, kita dapat menjadi "alat" Tuhan untuk memberitakan Injil sebagai didikan yang harus dilakukan dan dikerjakan sepanjang hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan Roh-Mu yang kudus, agar seluruh keberadaan diriku dapat mencerminkan kehadiran-Mu sendiri. Amin. (Dod).

Pinter Politik
Danantara dan Konstitusi Kedua: Ketika Negara Memilih Menjadi Satu Arsitektur

Pinter Politik

Play Episode Listen Later May 18, 2026 12:50


KATA PEMRED #28PinterPolitik.comPada 7 Mei 2026, di sebuah ruangan di Jakarta, sesuatu yang lebih besar daripada rilis resminya sedang dimulai. Sekitar 60 pimpinan holding BUMN berkumpul. Yang memimpin bukan Menteri, melainkan seorang Chief Technology Officer, Sigit Puji Santosa. Yang dibicarakan kelihatan teknis: sovereign AI, sovereign cloud, kesiapan keamanan siber pasca-kuantum, satu gugus tugas bersama bernama Danantara Digital Transformation Task Force.Pertanyaan yang lebih sulit datang belakangan. Apa, sebenarnya, yang dimulai pada hari itu?

Kencan Dengan Tuhan
Edisi Hari Rabu, 1 April 2026 - Menyatakan kebaikan Tuhan dengan mengasihi sesama

Kencan Dengan Tuhan

Play Episode Listen Later Mar 31, 2026 3:26


Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 1 April 2026Bacaan: "Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! " (Filipi 4:5)Renungan: Suami Ibu Maria sudah lama meninggal. Kedua anaknya pun telah berumah tangga dan tinggal terpisah. Ajakan kedua anaknya untuk tinggal bersama mereka, ditolaknya. Ibu Maria memilih tinggal di rumahnya sendiri dan tetap berkarya. Hampir tiap hari ia merajut, membuat mantel-mantel kecil. Lalu, setiap akhir pekan, ia keluar membagikan mantel itu kepada anak-anak kecil yang ditemuinya, tanpa memungut bayaran. "Bahagia rasanya ketika melihat senyuman mereka yang menerima mantel rajutan saya. Sering saya membayangkan saat ini ada seorang anak yang merasakan kehangatan mantel buatan saya," ungkap Ibu Maria dengan mata berbinar. Kadang muncul anggapan, jika orang yang telah lanjut usia tinggal sendiri, pasti merasa kesepian. Ya, bisa saja anggapan itu benar. Tetapi, kita tahu, selama ada sesuatu yang bisa dikerjakan, maka rasa sepi tidak akan menguasai. Namun, yang utama adalah karena kita sadar masa hidup ada batasnya. Tuhan sudah dekat, sayang jika kita melewatkannya begitu saja. Teruslah berkarya dengan kata dan talenta yang Tuhan telah berikan, sehingga kehadiran kita dapat juga mendatangkan senyuman dan sukacita di hati sesama. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, tolonglah aku agar dapat menyatakan kebaikan-Mu bagi setiap orang yang Engkau izinkan berjumpa dengan ku. Sehingga melalui kehadiranku mereka dapat merasakan kehadiran-Mu sendiri. Amin. (Dod).