Figure in the Hebrew Bible whose descendants are mentioned in the conquest of Canaan by the Israelites
POPULARITY
Categories
It's been six months since Australia introduced a ban on social media for children under 16, a world-first policy that has now caught the attention of dozens of countries, including France, Denmark, and the United Kingdom. - Sudah enam bulan sejak Australia memberlakukan larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun, sebuah kebijakan pertama di dunia yang kini menarik perhatian puluhan negara termasuk Prancis, Denmark, dan Inggris.
Bismillah,Alhamdulillah, akhir Februari lalu, Allah mudahkan proses khitan 11 anak berkebutuhan khusus (palsi serebral, penyakit jantung bawaan, down syndrom, autisme, dan lainnya). Khitan ini amat penting untuk kondisi kesehatan mereka.Jazaakumullahu khaira telah menjadi bagian dari perjuangan mereka. Semoga Allah terima amal shalih kita.
A court in East Nusa Tenggara reportedly tried and sentenced a child for defending his mother, a street vendor, from repeated extortion by local criminals. The case has highlighted the vulnerability of children in the province. - Nusa Tenggara Timur ada sebuah kasus yang cukup memprihatinkan dan mengagetkan banyak pihak. Seorang anak disidang dan dijatuhi hukuman karena membela ibunya, seorang pedagang, yang berulang kali diganggu dan dimintai uang oleh pihak yang biasa disebut sebagai preman atau penjahat kecil.
Apa yang menjadikan seseorang itu seorang ayah? Adakah ia pertalian darah atau kasih sayang yang ditunjukkan setiap hari? Dalam episod NoTapis khas sempena Hari Bapa ini, Encik Idid Hazalee Hamid berkongsi bagaimana beliau menjadi ayah “instant" kepada tiga anak lelaki remaja selepas berkahwin dengan isterinya, Cik Norlindah Mohd Ali Marekan. Daripada pertemuan pertama yang penuh debaran sehinggalah saat pertama kali dipanggil "Ayah", kisah mereka membuktikan bahawa keluarga boleh dibina dengan kasih sayang, kepercayaan dan keikhlasan.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Kejang pada anak sering dikaitkan dengan gejala epilepsi. Sebagai orang tua, tentu Sahabat MIKA akan sangat merasa khawatir jika hal ini terjadi karena akan mengganggu rutinitas dan tumbuh kembang anak.Maka dari itu, ketika melihat gejala kejang dan mengarah pada epilepsi, Sahabat MIKA harus membawa anak untuk berkonsultasi dengan dokter. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan untuk menjalani pemeriksaan elektroensefalografi (EEG). Hasil dari tes EEG akan membantu dokter menegakkan diagnosis, apakah anak mengalami epilepsi atau tidak.Lalu, bagaimana cara kerja dan kapan harus memerlukan pemeriksaan EEG? Yuk, konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi Anak Mitra Keluarga Bekasi, dr. Fereza Amelia, M.Ked (Ped), Sp. A, Subsp.Neuro!
Learn English phrases for keeping kids busy during the school holidays. Practise everyday English for talking about children's behaviour, boredom, and common challenges at home. - Mari belajar frasa bahasa Inggris untuk membuat anak-anak tetap sibuk selama liburan sekolah. Mari berlatih bahasa Inggris sehari-hari untuk berbicara tentang perilaku anak-anak, kebosanan, dan tantangan umum di rumah.Keep practising the phrases from this episode and test what you've learned with our quiz here. - Teruslah berlatih frasa-frasa dari episode ini dan uji apa yang telah Anda pelajari dengan kuis kami di sini.
Membiasakan Anak untuk Menundukkan Pandangan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Tarbiyah Jinsiyyah (Pendidikan Seksual Untuk Anak Dan Remaja Dalam Islam). Kajian ini disampaikan pada Selasa, 23 Dzulhijjah 1447 H / 9 Juni 2026 M. Kajian Tentang Membiasakan Anak untuk Menundukkan Pandangan Pembahasan kini memasuki bab yang baru, […] Tulisan Membiasakan Anak untuk Menundukkan Pandangan ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kewajiban Anak dalam Berbakti dan Menjaga Perkataan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Burhan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 22 Dzulhijjah 1447 H / 8 Juni 2026 M. Kajian Tentang Kewajiban Anak dalam Berbakti dan Menjaga Perkataan Pembahasan kali ini akan […] Tulisan Kewajiban Anak dalam Berbakti dan Menjaga Perkataan ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 15 Juni 2026Bacaan: Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN." (1 Samuel 2:12)Renungan: Setiap anak memiliki karakter dan sifat yang khas. Itu betul. Namun sifat anak kita menjadi seperti apa, itu sangat tergantung bagaimana kita mendidik dan mengajarnya. Jangan berkata, "Anak saya memang bawaannya seperti itu." Sifat dan karakter anak kita tidak bertumbuh dengan sendirinya, kitalah yang menentukan seperti apa sifat dan karakter anak kita. Ibarat kertas kosong, kitalah yang mengisi atau melukis kehidupan anak-anak kita dengan nilai-nilai kehidupan yang kita tanamkan kepadanya sejak dini. Mengapa seorang anak minder dan tidak percaya diri? Apakah karena bawaan? Tidak! Karena orang tuanya tidak memberinya semangat dan penghargaan. Mengapa ada anak yang pelitnya luar biasa? Karena orang tuanya tidak pernah mengajar dan memberi contoh bagaimana memberi dan berbagi. Mengapa ada anak yang pengecut? Karena kita selalu membelanya, tidak peduli benar atau salah. Mengapa ada anak yang selalu berusaha cari perhatian? Karena kita tidak cukup memberi perhatian dan kasih sayang kepadanya. Mengapa ada anak yang selalu mengeluh? Karena kita tak mengajarnya untuk selalu bersyukur. Mengapa Hofni dan Pinehas yang adalah anak seorang imam justru menjadi anak-anak dursila? Karena imam Eli ayahnya tidak mendidiknya dengan benar. Imam Eli terlalu lembek, acuh, dan tak tegas dalam mendidik anak-anaknya. Bandingkan dengan Timotius yang hidup dalam didikan iman, baik oleh ibu dan neneknya. Bagaimana cara kita mendidik anak, itulah yang membuat perbedaan, akankah kita melahirkan anak-anak hebat dengan karakter yang kuat, ataukah kita akan melahirkan anak-anak gampang dengan karakter buruk? Jika anak kita bertumbuh dengan karakter yang buruk, pertama-tama yang patut disalahkan bukanlah anak kita tapi justru kita sebagai orang tua. Mengapa? Karena tanggung jawab dalam mendidik anak sepenuhnya ada di tangan kita. Kita tidak bisa membiarkan anak kita bertumbuh dengan sendirinya, lalu berharap bahwa anak kita bertumbuh menjadi anak hebat dengan karakter yang hebat pula. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, berilah aku kuasa penuh untuk mendidik anak-anak yang Kau percayakan padaku, sehingga aku dapat mendidik mereka menjadi anak-anak yang memiliki karakter seperti Engkau. Amin. (Dod).
Support the show: https://www.suria.my/See omnystudio.com/listener for privacy information.
Ratusan pasang sepatu anak dipajang di alun-alun kota Den Bosch sebagai bentuk penghormatan kepada anak-anak yang meninggal dalam konflik di Gaza. Dalam aksi tersebut, warga berkumpul mengelilingi instalasi sambil mendengarkan pembacaan nama-nama korban anak yang kehilangan nyawa akibat perang.
We're interrupting our special series on Kanaky this week to speak about ongoing colonial violence in another island nation in the pacific.This past Friday June the 12th, The Philippines celebrated its 128th Anniversary of Independence. The Philippines had been under Spanish colonial rule from the 1560s to their declaration of independence in 1898. However, with the ongoing political and military influence of the US empire today many Filipinos feel that The Philippines is still under a kind of colonial rule.On the 19th of April this year the Philippines Armed Forces massacred 19 people on the Island of Negros. This was part of an ongoing suppression of workers organisations by the government who many see as a puppet to the US and global market interests.To better understand the massacre and how it relates to the legacy of colonialism in The Philippines, Mell spoke to two members of Anak Bayan Naarm, a socialist Filipino youth organisation which is part of the national democratic liberation movement. We'll hear more about Anak Bayan as an organisation in part two of this interview.But to fully understand the context of the massacre and worker exploitation in The Philippines, we need to first talk about the history of colonisation on the islands.…You can learn more about Anak Bayan on their socials, Bayan Aus or Anak Bayan Melbourne. If you aren't on this continent, look up your local chapter.Anak Bayan's current call to action is for Filipino youth to go home and serve the people.This episode was made on stolen Kulin land. Sovereignty was never ceded and colonial violence continues both here and in The Philippines, as does indigenous resistance.In this episode you heard the trackss “Pag-ibig Ay Rebolusyon” and “Reklamo ng Reklamo” by JD RemitarThe Sunday Paper podcast is independent, not for profit and listener supported.Matt Chun is our executive producer.Interview support, research and fact checking by Preeshita ShahThe Sunday Paper podcast is recorded, edited and produced by Mell Chun. This is a public episode. If you'd like to discuss this with other subscribers or get access to bonus episodes, visit thesundaypaperpodcast.substack.com/subscribe
Ustadz Abdullah Zaen - Raising Anak Anak Mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi
Ustadz Ali Hasan Bawazier - Anak Karunia Titipan Atau Beban
Bismillah,Bagi para orang tua anak berkebutuhan khusus, khitan untuk buah hati mereka merupakan nikmat dari Allah Ta'ala yang sangat mereka syukuri. Nikmat atas kemudahan yang Allah berikan, nikmat kesehatan bagi anak mereka, nikmat perhatian dari saudara-saudara muslimin.Jazaakumullahu khaira untuk seluruh Sahabat yang telah menjadi bagian dari program Gerakan Sehat Bermanfaat.
Ramai dibahas di Threads dan sosial media, penampilan "Inaya Wahid" yaitu anak dari Presiden Republik Indonesia ke-4, Gus Dur (K.H. Abdurrahman Wahid) yang dinilai "nyentrik". Sebagai anak presiden dan ketua organisasi Islam terbesar di Indonesia, pernah gak sih beliau merasa terbebani dengan ekspektasi sosial? Kita akan ngobrol langsung di episode kali ini! Kita juga akan kulik dan kupas mengenai pandangan beliau mengenai lanskap politik sekarang ini. Adakah ia ingin terjun ke dunia politik juga?Simak selengkapnya hanya di Helmy Yahya Bicara!
Ternyata tidak semua kontribusi dalam sebuah pernikahan bisa diukur dengan angka. Simak perbincangan tentang peran pasangan, dukungan yang tak terlihat, dan bagaimana hubungan suami istri dapat memengaruhi perjalanan hidup dan rezeki keluarga.#cauldroncontent #uncensored #uncensoredwithandinieffendi #podcast #podcastindonesia #andinieffendi #podcast #women #perempuan #independence #mom #family #parenting #relationship #fakta #kids #love #faith #kindness — Uncensored bersama Andini Effendi ingin memulai percakapan mengenai isu yang kerap dianggap tabu. The Elephant in the Room adalah topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Dengan berdiskusi secara terbuka, kami harap masyarakat bisa lebih terbuka pikiran dan hatinya. ୨♡୧ New episode drops every Thursday! ୨♡୧☆ Jangan lupa follow & Subscribe kami ☆ https://www.instagram.com/cauldroncontent/ https://www.youtube.com/playlist?list=PLZ3JpwVKQYqY6XA9E0ufQ6gWBL6H__NYw ☆ Dengarkan juga podcast kami ☆ https://open.spotify.com/show/6pHdBM4Jr0JMwBvbVCMiQI?si=cc66a009ea964c3a&nd=1&dlsi=4f0c2d2242694a34 https://podcasts.apple.com/id/podcast/uncensored-with-andini-effendi/id1627192280 ☆ Host Andini Effendi ☆ https://www.instagram.com/andinieffendi ☆ Kania Annisa Anggiani ☆ https://www.instagram.com/kekekania ☆ Wardrobe by melahyararchipelago ☆ https://www.instagram.com/melahyararchipelago/☆ Location at pita ☆ https://www.instagram.com/collectionsbypita —Time Stamp 00.00 Intro 02.00 Tidak Ada Emosi Positif atau Negatif 11.10 Menjadi Ibu Tanpa Kehilangan Diri 13.59 Marriage is Partnership Not Ownership 18.48 Happy Wife Happy Life 23.05 Equality vs Equity Dalam Pernikahan 35.29 Kamu Bukan Pekerjaanmu 44.28 Menjadi Orang Tua adalah Kesempatan Kedua 56.44 Hukuman Bukan Solusi untuk Anak
Ayat-ayat Tarbiyah (Pendidikan) Anak.Dibahas oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., MA. hafizhahullahu.
Two hours after the strong earthquake in Mindanao, aftershocks were still being felt in some areas, as residents remained alert for possible further terrors. - Dalawang oras matapos ang malakas na lindol sa Mindanao, ramdam pa rin ang aftershocks sa ilang lugar, habang nananatiling alerto ang mga residente sa posibleng kasunod pang pagyanig.
QUOTES FOR REFLECTION“You and all of your new perspective nowWish I could shut it in a closetAnd drag you back down.”~Noah Kahan, “New Perspective” “I believe in Christianity as I believe that the Sun has risen: not only because I see it, but because by it I see everything else.”~C.S. Lewis (1898-1963), British scholar, writer, and Christian apologist, in “Is Theology Poetry?” “All those who are ‘in the Messiah' are covered, shielded, protected, like the Israelites sheltering under the blood of the Passover lamb. That's Romans 3. They are declared to be Abraham's true family, Romans 4. They are therefore the true humanity, Romans 5. And they set off on their journey through the Red Sea as newly-freed slaves, as in Romans 6; they find themselves at Mount Sinai in Romans 7, only to discover in Romans 8 that what the law could not do God has done in his Son and by his Spirit, and they are on the way home through the wilderness to their promised inheritance. This is the new Exodus.”~N.T. Wright, New Testament scholar and Anglican bishop “Here again [in Romans 8:15], it seems that Paul is describing the situation of his Christian readers in Rome by using exodus metaphors. They should not be afraid and desire to return to ‘the house of slavery,' as did the Israelites in the desert. … Instead, they should continue to recognize the leading of the Spirit of God, which confirms their status as ‘sons,' causes them to cry to God as Father, and shows the way to freedom.”~Richard B. Hays, New Testament scholar, in “Pneumatology: The Spirit in Romans 8” “When Pharaoh drew near, the people of Israel lifted up their eyes, and behold, the Egyptians were marching after them, and they feared greatly. And the people of Israel cried out to the Lord. They said to Moses, ‘Is it because there are no graves in Egypt that you have taken us away to die in the wilderness? What have you done to us in bringing us out of Egypt? Is not this what we said to you in Egypt: “Leave us alone that we may serve the Egyptians”? For it would have been better for us to serve the Egyptians than to die in the wilderness.' And Moses said to the people, ‘Fear not, stand firm, and see the salvation of the Lord.'”~Exodus 14:10-13 (ESV)SERMON PASSAGE Romans 8:1-17 (ESV)Romans 8 (ESV) 1 There is therefore now no condemnation for those who are in Christ Jesus. 2 For the law of the Spirit of life has set you free in Christ Jesus from the law of sin and death. 3 For God has done what the law, weakened by the flesh, could not do. By sending his own Son in the likeness of sinful flesh and for sin, he condemned sin in the flesh, 4 in order that the righteous requirement of the law might be fulfilled in us, who walk not according to the flesh but according to the Spirit. 5 For those who live according to the flesh set their minds on the things of the flesh, but those who live according to the Spirit set their minds on the things of the Spirit. 6 For to set the mind on the flesh is death, but to set the mind on the Spirit is life and peace. 7 For the mind that is set on the flesh is hostile to God, for it does not submit to God's law; indeed, it cannot. 8 Those who are in the flesh cannot please God. 9 You, however, are not in the flesh but in the Spirit, if in fact the Spirit of God dwells in you. Anyone who does not have the Spirit of Christ does not belong to him. 10 But if Christ is in you, although the body is dead because of sin, the Spirit is life because of righteousness. 11 If the Spirit of him who raised Jesus from the dead dwells in you, he who raised Christ Jesus from the dead will also give life to your mortal bodies through his Spirit who dwells in you.12 So then, brothers, we are debtors, not to the flesh, to live according to the flesh. 13 For if you live according to the flesh you will die, but if by the Spirit you put to death the deeds of the body, you will live. 14 For all who are led by the Spirit of God are sons of God. 15 For you did not receive the spirit of slavery to fall back into fear, but you have received the Spirit of adoption as sons, by whom we cry, “Abba! Father!” 16 The Spirit himself bears witness with our spirit that we are children of God, 17 and if children, then heirs—heirs of God and fellow heirs with Christ, provided we suffer with him in order that we may also be glorified with him.1 Corinthians 10 (NIV) 1 For I do not want you to be ignorant of the fact, brothers and sisters, that our ancestors were all under the cloud and that they all passed through the sea…. 5 Nevertheless, God was not pleased with most of them; their bodies were scattered in the wilderness. 6 Now these things occurred as examples to keep us from setting our hearts on evil things as they did. Exodus 16 (NIV) 2 In the desert the whole community grumbled against Moses and Aaron. 3 The Israelites said to them, “If only we had died by the Lord's hand in Egypt! There we sat around pots of meat and ate all the food we wanted, but you have brought us out into this desert to starve this entire assembly to death.” Numbers 13 (NIV) 30 Then Caleb silenced the people before Moses and said, “We should go up and take possession of the land, for we can certainly do it.” 31 But the men who had gone up with him said, “We can't attack those people; they are stronger than we are.” 32 And they spread among the Israelites a bad report about the land they had explored. They said, “The land we explored devours those living in it. All the people we saw there are of great size. 33 We saw the Nephilim there (the descendants of Anak come from the Nephilim). We seemed like grasshoppers in our own eyes, and we looked the same to them.” Exodus 14 (ESV)11 They said to Moses, “Is it because there are no graves in Egypt that you have taken us away to die in the wilderness? What have you done to us in bringing us out of Egypt? 12 Is not this what we said to you in Egypt: ‘Leave us alone that we may serve the Egyptians'? For it would have been better for us to serve the Egyptians than to die in the wilderness.” 13 And Moses said to the people, “Fear not, stand firm, and see the salvation of the Lord”
Mahirap intindihin pero malinaw sa Biblia. Sa Mateo 3:16–17, makikita natin ang Ama na nagsasalita mula sa langit, ang Anak na nasa tubig, at ang Espiritu Santo na bumaba tulad ng kalapati. Tatlong persona, isang Diyos.All Rights Reserved, CBN Asia Inc.https://www.cbnasia.com/giveSupport the show
We face a lot of challenges, problems, and discouragement. But hey, you're still standing. Patunay 'yan na marami at iba iba man ang ating pinagdadaanan, may Diyos na kayang magtawid sa atin. His grace shall sustain us. Stability doesn't depend on our stance, our stability counts on the One who's holding us.Dear Global Fam, you are not alone. When the chaos in your mind keeps you awake at night, may you hear God's gentle whisper, “Anak, I AM here with you.” This message is called "When The Fire Fades" by Ps. Len Prado-Lambiquit.Our socials: linktr.ee/jesusisalivecmnvConnect with Ps. Stephen Prado: stephenpradoministries.comPRAYER? www.jiacmnv.com/prayerGIVE? www.jiacmnv.com/giveLINKUP GROUPS: bit.ly/cmnvwhatsnext
Tahapan Memisahkan Tempat Tidur Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Tarbiyah Jinsiyyah (Pendidikan Seksual Untuk Anak Dan Remaja Dalam Islam). Kajian ini disampaikan pada Selasa, 9 Dzulhijjah 1447 H / 26 Mei 2026 M. Kajian Tentang Tahapan Memisahkan Tempat Tidur Anak Pada pelajaran yang lalu, telah dijelaskan […] Tulisan Tahapan Memisahkan Tempat Tidur Anak ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
***Amaran kandungan sensitif***: Podcast ini mengandungi perbincangan mengenai isu penderaan dan tekanan emosi. Pendengar dinasihatkan untuk dengar dengan berhemah. Jika anda atau seseorang yang anda kenali sedang menghadapi sebarang bentuk penderaan, sila dapatkan sokongan daripada pakar atau talian bantuan. Mempunyai anak sering dianggap langkah semula jadi selepas berkahwin, tetapi bagaimana jika seseorang sebenarnya takut untuk menjadi ibu bapa? Dalam episod NoTapis kali ini, kami berbual tentang ‘'parenthood’', trauma dan tekanan masyarakat bersama Cik Siti Khadijah Ishak, yang berkongsi bagaimana pengalaman trauma dan cabaran kesihatan mental membuat beliau takut untuk mempunyai anak sendiri. Turut bersama ialah Encik Ramdan Saruan, seorang bapa kepada lima orang anak, yang berkongsi realiti membesarkan keluarga besar dan cabaran menjaga anak-anak berkeperluan khas sambil bergelut dengan keletihan mental dan emosi. Pekerja sosial kanan PPIS, Cik Suhaili Saad, pula berkongsi bagaimana tekanan masyarakat dan kurangnya sistem sokongan boleh memberi kesan besar terhadap perjalanan menjadi ibu bapa.See omnystudio.com/listener for privacy information.
Hearings for the Royal Commission on Antisemitism and Social Cohesion have revealed many victims and perpetrators of antisemitism in Australia are children. How do we discuss the issue in an age-appropriate way? - Dengar pendapat Komisi Royal atas isu Antisemitisme dan Kohesi Sosial telah mengungkapkan bahwa banyak korban dan pelaku antisemitisme di Australia adalah anak-anak. Bagaimana kita dapat membahas masalah ini dengan cara yang sesuai dengan usia mereka?Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.
Presiden Prabowo banyak disebut menjalankan ekonomi Indonesia terpengaruh dari pemikiran Sumitro Djojohadikusumo, ayahnya yang seorang begawan ekonomi. Tapi praktiknya justru menyimpang dari gagasan. Sumitro meyakini ekonomi yang sehat tak digerakkan oleh dominasi negara. Sebaliknya, program Prabowo banyak menerapkan komando. Buah memang tak selalu jatuh di dekat pohonnya.- - -Kunjungi s.id/bacatempo untuk mendapatkan diskon berlangganan Tempo Digital.Unduh aplikasi Tempo untuk membaca berbagai liputan mendalam Tempo. Powered by Firstory Hosting
Bagaimana jika negara adidaya dipimpin oleh sosok yang sering membuat pernyataan kontroversial dan keputusan yang mengguncang dunia? Dalam episode Helmy Yahya Bicara kali ini, Dinna Prapto Raharja mengupas tuntas gaya kepemimpinan Presiden AS Donald Trump yang kerap dianggap impulsif, penuh kejutan, dan mengandalkan komunikasi yang memecah opini publik.Mengapa banyak anak muda di Amerika mulai merasa jenuh dan skeptis terhadap pola kepemimpinan semacam ini? Apakah gaya komunikasi yang kontroversial justru menjadi kekuatan politik Trump, atau malah menjadi ancaman bagi demokrasi dan stabilitas global?Tak hanya membahas dinamika politik dalam negeri Amerika Serikat, podcast ini juga mengulas bagaimana kebijakan-kebijakan Trump berdampak langsung pada Indonesia.Saksikan pembahasan lengkapnya hanya di Helmy Yahya Bicara!
Rumah Sakit Regional Ningarhar di Jalalabad, Afghanistan Timur, menerima korban luka dan jenazah akibat kecelakaan truk yang membawa penumpang dan terguling di jalan raya utama yang menghubungkan Jalalabad dan Kabul.Dalam insiden tersebut, pihak berwenang mengonfirmasi sedikitnya 18 orang tewas termasuk 10 anak-anak, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Para penumpang diketahui merupakan pengungsi Afghanistan yang baru kembali dari Pakistan.Anak-anak yang terluka tampak menangis di rumah sakit, sementara keluarga korban berusaha mencari kabar di koridor rumah sakit. Berdasarkan keterangan awal, pengemudi diduga kehilangan kendali hingga menyebabkan kendaraan terguling di jalur utama.
Ibu Rahayu pergi untuk mencari jalan keluar dari masalah ekonomi yang menghimpit keluarganya. Tapi bantuan yang ia harapkan justru membawanya ke jalan pintas yang mengubah hidup mereka dalam waktu singkat. Awalnya semua terasa seperti jawaban, sampai perlahan Ibu Rahayu sadar bahwa ada harga yang harus dibayar dari harta yang datang dengan cepat.Bagaimana kisah selengkapnya?Simak video berikut, jangan lupa berikan like dan komentarnyaCopyright 2026, Lentera Malam
Masyittah Tukang Sisir Putri Fir'aun
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 23 Mei 2026Bacaan: "Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya ia menjamah mereka. Melihat itu, murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu" (Lukas 18:15)Renungan: Di dalam suatu acara, semua yang hadir dikejutkan dengan penampilan Anna, anak Sekolah Bina Iman, yang dapat menyanyikan lagu pujian dengan sangat baik. "Hebat sekali anak ini, padahal orang dewasa saja kesulitan menghafalkan lagu ini meskipun sudah berlatih selama beberapa minggu!" kata Jeany, pelatih paduan suara. Rasa takjub berikutnya muncul setelah orang tuanya bercerita bahwa Ana tak berlatih secara khusus, tetapi hanya mendengarkan para orang dewasa berlatih sambil sesekali terlihat asyik bermain. Anak kecil kerap dianggap remeh atau disepelekan dalam banyak urusan, karena dianggap hanya akan merepotkan. Anggapan semacam itu juga tampak pada zaman Yesus ketika ada anak-anak ingin dibawa kepada Yesus, tetapi murid-murid Yesus malah marah. Untunglah Yesus segera bertindak dan mempersilakan anak-anak itu datang, bahkan menjadikan mereka contoh bagaimana harus menyambut Kerajaan Allah (ay. 16-17). Fakta kehidupan menunjukkan bahwa keberadaan anak-anak terkadang dianggap hanya sebagai pengganggu, bukan sebagai berkat yang Allah berikan. Dalam dunia kerja, para pegawai baru atau pemimpin yang berusia muda terkadang juga dianggap bak anak kecil, yang hanya bisa mengganggu, tidak mampu bekerja maksimal, dan kurang bisa diajak kerja sama dalam memajukan perusahaan. Padahal, fakta juga menunjukkan bahwa melalui orang-orang yang dianggap sepele karena usia muda mereka, Allah dapat memakai mereka untuk perkara yang luar biasa, yang tak pernah terpikirkan oleh mereka yang berusia dewasa atau para senior. Kalau kondisi ini yang terjadi, bukankah nantinya hanya akan terjadi penyesalan ketika orang yang diremehkan malah memperkuat dan memajukan usaha dari pesaing kita, hanya karena mereka pernah kita remehkan? Berhati-hatilah, dan marilah kita bekerja tanpa memandang senioritas! Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku untuk memandang setiap pribadi, khususnya anak-anak sebagaimana Engkau memandang mereka. Sehingga aku dapat melihat hal baik yang ada pada mereka, yang dapat memberkati kehidupanku. Amin. (Dod).
Peran Ibu dalam Pendidikan Anak adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Burhan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 17 Dzulqa’dah 1447 H / 4 Mei 2026 M. Kajian Tentang Peran Ibu dalam Pendidikan Anak Memasuki pembahasan dari kisah Nabi Nuh ‘Alaihis Salam, terdapat faedah penting […] Tulisan Peran Ibu dalam Pendidikan Anak ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 14 Mei 2026Bacaan: Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (Markus 2:5)Renungan: Seorang pria sedang marah kepada Tuhan. Pagi ini muncul dua anak ayam di depan rumahnya. Padahal malam sebelumnya ia berdoa meminta telur ayam. "Bisa-bisanya Tuhan salah memberi!" katanya geram. "Tuhan tidak salah, Pak," sahut istrinya, "Anak ayam yang Tuhan berikan ini justru supaya nanti kau dapat sering makan telur ayam." Empat orang menggotong seorang lumpuh menuju rumah tempat Yesus berada. Mereka berharap Yesus memberikannya kesembuhan. Karena banyak orang berkerumun di rumah itu mereka tidak dapat masuk untuk menemui Yesus. Maka mereka membuka atap rumah, menurunkan si lumpuh bersama tikarnya di depan Yesus. Kata Yesus kepada si lumpuh, "Hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni!" (ay. 5). Tampaknya seolah Yesus salah memberi. Ia memberi pengampunan dosa bukan kesembuhan. Namun, bila kita perhatikan situasinya lebih saksama, kita tahu kalau pemberian Yesus tidak salah. Selama ini si lumpuh hidup dalam pemikiran bahwa keadaannya yang merana disebabkan oleh besar dosanya. Ia perlu mendengar dirinya diampuni, tidak dihukum oleh Allah. Pengampunan membuka pintu bagi kesembuhan. Si lumpuh menyadari Allah berkenan kepadanya. Saat itulah Yesus memberikan kesembuhan. Kata Yesus, "Bangunlah, angkatlah tikarmu dan pulanglah ke rumahmu!" (ay. 11). Tuhan tidak pernah salah memberikan sesuatu kepada kita. Maka mulai hari ini jangan kita menjadi tawar hati bila pemberian Tuhan datang tidak seperti yang kita harapkan. Sadarilah bahwa pemberian Tuhan tersebut merupakan berkat awal sebelum berkat yang sebenarnya akan kita terima. Contoh sebelum datang kesuksesan, Tuhan memberi kita pengalaman kerendahan hati. Sebelum datang kelimpahan, Tuhan mengajar bagaimana supaya hati tidak terpaut kepada harta duniawi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kini aku mengerti bahwa terkadang apa yang aku harapkan tidak seperti yang Kau berikan, karena ternyata dibalik itu semua Engkau sudah mempersiapkan yang terbaik bagiku. Oleh karena itu ajarilah aku untuk tidak cepat kecewa bila yang kuterima tidak seperti harapanku. Amin. (Dod).
Memenuhi Hak Belajar Anak dan Memberikan Motivasi ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 17 Dzulqa’dah 1447 H / 4 Mei 2026 M. Kajian Tentang Memenuhi Hak Belajar Anak dan Memberikan Motivasi Tema kali ini mengangkat pentingnya memilihkan guru […] Tulisan Memilihkan Guru Terbaik untuk Anak ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Anak ng Janice De Leon, sinabihang "pok..."!Stell ng SB19, may matinding pakiusap sa mga fans!So tama pala si Carlo Yulo tungkol sa ina!
Ipinagdiriwang ng Gabriela Australia ang 30 taon ng bayanihan sa pagsiguro sa karapatan at kaligtasan ng mga bulnerableng kababaihan at kanilang mga anak sa Australia.
The Spy Report That Cost 40 Years by Autumn Dickson The Israelites are wandering in the wilderness before they're led to the promised land. They're having experiences with God and learning difficult lessons. They're being provided for even if it's not everything they had in mind. They have had experiences of faith as well as experiences where they betrayed the witnesses they had received. Let's talk about one of the times they were rebellious and unfaithful. In Numbers 13, Moses sends twelve spies (one from each tribe) into Canaan. Depending on where you read in the bible (see Deuteronomy 1), the timelines differ slightly. One suggests the people wanted to spy; one suggests the Lord recommended it. Either way, the church seems to emphasize the Lord's approval of the mission. The spies come back with the following report. Numbers 13:27 27 And they told him, and said, We came unto the land whither thou sentest us, and surely it floweth with milk and honey; and this is the fruit of it. They then warned of the city's defenses. Caleb encouraged the people to have faith, but ten of the other spies continued on with their report. Numbers 13:31-33 31 But the men that went up with him said, We be not able to go up against the people; for they are stronger than we. 32 And they brought up an evil report of the land which they had searched unto the children of Israel, saying, The land, through which we have gone to search it, is a land that eateth up the inhabitants thereof; and all the people that we saw in it are men of a great stature. 33 And there we saw the giants, the sons of Anak, which come of the giants: and we were in our own sight as grasshoppers, and so we were in their sight. It's important to understand that Canaan was the promised land. It is eventually (mostly) conquered by the Israelites and divided out amongst the tribes. The Lord had led them through this entire experience from slavery to the edge of the land of promise, only for them to believe they wouldn't be able to take the land. So what does this teach us? Your promised land is available. I'm not simply talking about the mansion being built for you on the other side. I'm talking about all the most important aspects of the promised land. Peace, contentment, joy, healthy relationships, all of these things are available to you. These are all crucial parts of our salvation and eternity. Sure, eternity also includes all of our needs being met and perfect bodies, but some of the most important portions of the promised land are available to us right now. So what kept the Israelites from inheriting the promised land sooner? A lack of faith. What keeps us from inheriting the portions of promised land that are available to us on this side of the veil? A lack of faith. That's it. That's the first step on this journey towards your promised land. The Israelites didn't need military might or impeccable strategy. They needed faith. You don't need all of the things you think you need. You just need to trust the Lord. It's enough for you to see the land flowing with milk and honey and say, “The Lord meant for me to have that.” Sometimes it's hard to feel that way when you see what you're up against; namely, all of your own flaws and mistakes and imperfections. The Israelites certainly didn't feel capable. However, you're not conquering the land for yourself; you're showing up for the Lord to conquer it for you. So how do we do better than the Israelites so it doesn't take us forty years to figure out how to be in the promised land? Well if our problem is a lack of faith, maybe we should look at increasing faith. Here is one recommendation from Bednar on how to do that. The enabling power of the Atonement is accessed by faith in Jesus Christ. And that faith is strengthened as we remember and acknowledge the hand of the Lord in our lives. Remembering and acknowledging the Lord → Faith → Enabling power of the atonement of Jesus Christ steps in and gets us where we need to go Would the Israelites have felt differently if all the spies had come back and started with a list of the ways the Lord had provided for them from the time they were in slavery? If they had started off with the miraculous infant survival of Moses to the steps right outside the promised land, it would have been a long list. There were many times that the Israelites didn't even lift a finger for their own freedom and survival; the Lord took it completely on Himself. And that's just the list of the society as a whole. How many personal miracles did the Israelites experience from family to family? Would it have changed how the Israelites approached this experience? I'm not sure, but I know it's changed how I approach my own life. I think that's partially why my prayers have been so powerful in my life, specifically the gratitude. When I'm facing a situation of uncertainty or tragedy, I pray. There are so many wonderful ways to pray and draw closer to the Lord, but one of the most powerful ways I've found is to start with true gratitude (even when it's mixed with sorrow or fear or anger). When I'm struggling, I don't list nice things that happened throughout the day. I consciously think of similar situations in the past where the Lord has shown up for me. By the end of the prayer, I often find myself in some version of the promised land, even if the obstacle wasn't removed. I testify that the Lord has saved you many times before this, and He will continue to save you in the future. He will continue to teach you the lessons He needs to teach you until you're ready to step into that promised land He has offered each of us despite mortal circumstances. I testify that if we take the time to record these miracles and tender mercies, it makes our faith powerful. Autumn Dickson was born and raised in a small town in Texas. She served a mission in the Indianapolis Indiana mission. She studied elementary education but has found a particular passion in teaching the gospel. Her desire for her content is to inspire people to feel confident, peaceful, and joyful about their relationship with Jesus Christ and to allow that relationship to touch every aspect of their lives. Autumn was the recipient of FAIR's 2024 John Taylor Defender of the Faith Award. The post Come, Follow Me with FAIR – Numbers 11–14; 20–24; 27 – Part 1 – Autumn Dickson appeared first on FAIR.
Through Balikatan 2026, Filipino-Australian soldier Corporal Sam Escobia had the opportunity to visit the Philippines for the first time since joining the Australian Defence Force. - Sa pamamagitan ng Balikatan 2026, nagkaroon ng unang pagkakataon na bumisita ang sundalong Filipino-Australian na si Corporal Sam Escobia sa Pilipinas mula nang magsilbi siya sa Australian Defence Force.
Agus Gumiwang Kartasasmita justru yang pertama lepas Jepang. Warisan ayah dulu membangun jembatan, kini sang anak yang meruntuhkannya?
Lotlot at Ian, ba't may hidwaan?Alfred Vargas, 'yung totoo. binully nga ba ang anak?Isasara na nga ba ang ABS-CBN?
Xyriel Manabat, binalikan ng Grab Philippines! Ang tsika..."Naghihhirap na ba si Sarah Labhati, kaya nagbebenta na ng gamit?"nagsusustento ba talaga si Richard Gutierrez sa mga anak?
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 15 April 2026Bacaan: "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari." (Mazmur 119:97)Renungan: Suatu ketika ada seorang anak muda yang bertobat dan mulai menghadiri ibadah di gereja. Kemudian seseorang meletakkan tangan di atas bahunya sambil berkata, "Anak muda, ada tiga aturan yang dapat aku berikan kepadamu dan jika engkau berpegang pada peraturan itu maka engkau tidak akan kembali pada kehidupanmu yang lama." Orang itu pun berkata lagi, "Ambil waktu paling sedikit 15 menit setiap hari untuk mendengarkan apa yang Tuhan ingin katakan kepadamu, 15 menit untuk berbicara kepadaNya dan 15 menit untuk berbicara kepada orang lain mengenai Dia." Sebagai orang yang baru bertobat, ia sangat termotivasi dengan tiga aturan yang diberikan kepadanya dan saat itu juga ia memutuskan untuk berpegang pada ketiga aturan tersebut. Sejak hari itu dan hari-hari selanjutnya, ia melakukan ketiga aturan yang diberikan kepadanya dengan tekun. Salah satu bentuk ketaatannya pada aturan yang diberikan kepadanya adalah tekun berdiam diri di kaki Tuhan dan membaca firman-Nya. Ia memulai setiap hari dengan berdoa dan membaca firman Tuhan. Sebelum ia membaca surat dan surat kabar, ia selalu membaca Alkitab terlebih dahulu sehingga ia mendapatkan petunjuk dan penghiburan dari Tuhan setiap hari. Jika kita memperhatikan tiga aturan di atas, maka kita dapat menyimpulkannya dalam tiga hal yaitu, membaca Alkitab, berdoa dan bersaksi. Mengapa kita harus membaca Alkitab? Karena Tuhan rindu menyampaikan banyak hal kepada kita melalui firman-Nya. Jika kita ingin mendapatkan petunjuk, peringatan, kekuatan dan penghiburan dari-Nya setiap hari, maka kita harus membaca Alkitab. Begitu pula di dalam hal berdoa, sebagai orang percaya kita perlu berkomunikasi dengan Tuhan di dalam doa. Hubungan yang erat dengan-Nya akan menolong dan memampukan kita menghadapi kehidupan ini dengan ketabahan, kekuatan dan keyakinan yang diperbaharui setiap hari. Hal-hal ini tidak dapat kita peroleh begitu saja tanpa bergaul dengan Tuhan dan memberikan waktu bagi-Nya. Seberapa jauh kita telah belajar mendisiplinkan diri dalam hal berdoa dan membaca firman Tuhan? Kalau tontonan di tv, berita di internet, medsos, dan hobi lebih menarik hati kita daripada bersekutu dengan Tuhan di dalam doa dan pembacaan firman-Nya, kita harus mengadakan introspeksi. Demikian pula dengan bersaksi kepada orang lain tentang kasih Yesus yang telah menyelamatkan kita. Sudahkah kita menggunakan setiap kesempatan untuk memberitakan kasih-Nya? Coba renungkan, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk membicarakan berbagai hal yang tidak ada gunanya. Alangkah baiknya jika kita selalu menyediakan waktu untuk membicarakan kasih Yesus kepada orang lain sehingga mereka pun diberkati dan dapat mengenal Yesus. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kerinduan hatiku, yaitu semakin mengenal Engkau. Aku mau belajar mendisiplin diri untuk membaca firman-Mu, berdoa dan bersaksi. Amin. (Dod).
Study Passage: Numbers 13:1-33The LORD spoke to Moses, saying, 2 “Send men to spy out the land of Canaan, which I am giving to the people of Israel. From each tribe of their fathers you shall send a man, every one a chief among them.” 3 So Moses sent them from the wilderness of Paran, according to the command of the LORD, all of them men who were heads of the people of Israel. 4 And these were their names: From the tribe of Reuben, Shammua the son of Zaccur; 5 from the tribe of Simeon, Shaphat the son of Hori; 6 from the tribe of Judah, Caleb the son of Jephunneh; 7 from the tribe of Issachar, Igal the son of Joseph; 8 from the tribe of Ephraim, Hoshea the son of Nun; 9 from the tribe of Benjamin, Palti the son of Raphu; 10 from the tribe of Zebulun, Gaddiel the son of Sodi; 11 from the tribe of Joseph (that is, from the tribe of Manasseh), Gaddi the son of Susi; 12 from the tribe of Dan, Ammiel the son of Gemalli; 13 from the tribe of Asher, Sethur the son of Michael; 14 from the tribe of Naphtali, Nahbi the son of Vophsi; 15 from the tribe of Gad, Geuel the son of Machi. 16 These were the names of the men whom Moses sent to spy out the land. And Moses called Hoshea the son of Nun, Joshua. 17 Moses sent them to spy out the land of Canaan and said to them, “Go up into the Negeb and go up into the hill country, 18 and see what the land is, and whether the people who dwell in it are strong or weak, whether they are few or many, 19 and whether the land that they dwell in is good or bad, and whether the cities that they dwell in are camps or strongholds, 20 and whether the land is rich or poor, and whether there are trees in it or not. Be of good courage and bring some of the fruit of the land.” Now the time was the season of the first ripe grapes. 21 So they went up and spied out the land from the wilderness of Zin to Rehob, near Lebo-hamath. 22 They went up into the Negeb and came to Hebron. Ahiman, Sheshai, and Talmai, the descendants of Anak, were there. (Hebron was built seven years before Zoan in Egypt.) 23 And they came to the Valley of Eshcol and cut down from there a branch with a single cluster of grapes, and they carried it on a pole between two of them; they also brought some pomegranates and figs. 24 That place was called the Valley of Eshcol, because of the cluster that the people of Israel cut down from there. 25 At the end of forty days they returned from spying out the land. 26 And they came to Moses and Aaron and to all the congregation of the people of Israel in the wilderness of Paran, at Kadesh. They brought back word to them and to all the congregation, and showed them the fruit of the land. 27 And they told him, “We came to the land to which you sent us. It flows with milk and honey, and this is its fruit. 28 However, the people who dwell in the land are strong, and the cities are fortified and very large. And besides, we saw the descendants of Anak there. 29 The Amalekites dwell in the land of the Negeb. The Hittites, the Jebusites, and the Amorites dwell in the hill country. And the Canaanites dwell by the sea, and along the Jordan.” 30 But Caleb quieted the people before Moses and said, “Let us go up at once and occupy it, for we are well able to overcome it.” 31 Then the men who had gone up with him said, “We are not able to go up against the people, for they are stronger than we are.” 32 So they brought to the people of Israel a bad report of the land that they had spied out, saying, “The land, through which we have gone to spy it out, is a land that devours its inhabitants, and all the people that we saw in it are of great height. 33 And there we saw the Nephilim (the sons of Anak, who come from the Nephilim), and we seemed to ourselves like grasshoppers, and so we seemed to them.”
Bukan keputusan mudah bagi seorang ibu dari empat anak kecil untuk kembali kuliah. Namun, ia berpikir itu perlu jika dirinya ingin membangun karier lain di Australia.
Early Swimming Training: A Health Investment for Children with Coach Alvin Yus - Renang Sejak Dini: Investasi Kesehatan Anak Bersama Coach Alvin Yus
Menanamkan Sifat Malu pada Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Tarbiyah Jinsiyyah (Pendidikan Seksual Untuk Anak Dan Remaja Dalam Islam). Kajian ini disampaikan pada Selasa, 27 Ramadhan 1447 H / 17 Maret 2026 M. Kajian Tentang Menanamkan Sifat Malu pada Anak Salah satu akhlak mulia yang dapat membentengi […] Tulisan Menanamkan Sifat Malu pada Anak ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kapag tayo ay nag-aalinlangan o natatakot, pinapaalala sa atin ni Hesus na mamuhay tayo base sa katotohanan kung sino Siya at sa pag-asang Kanyang binigay sa mundo. Sa pananaw ng mga nakasaksi sa pagkamatay ni Kristo, makikita natin na ang pagkilala sa Kanya ang siyang magbibigay pagbabago sa lahat. Kahit ano pa ang ating mga inaalala sa mundo, ang ating pananampalataya ay nakatuon lamang sa Kanyang mga pangako at sa bagong buhay na tanging ang Anak ng Diyos lang ang makakapagbigay.Screen recording, reproduction, and reuploading of CCF's messages and videos are prohibited. Re-uploads will be reported for copyright infringement. Speaker: Ptr. Bong SaquingSeries: Eye WitnessScripture: Luke 23:33-43Watch the full message here: https://go.ccf.org.ph/03292026Tag
Anak ni Carmina at Zoren, "Walang kwentang host!"Apat na aktor, biktima ng sindikato! Alamin!"Anak ni Karla Estrada, ba't ganu'n ang ginawa?
Lassy, pinag-iingat sa boyfriend!Derek at Ellen, kawawa yung anak n'yo!PBB Big Winners " Alam na agad kung sino'ng panalo!"