Figure in the Hebrew Bible whose descendants are mentioned in the conquest of Canaan by the Israelites
POPULARITY
Categories
Menteri Dalam Negeri menginstruksikan pemerintah daerah untuk memasukkan program pembatasan penggunaan media sosial bagi anak ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kebijakan ini bertujuan melindungi anak dari dampak negatif penggunaan media sosial sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih sehat dan produktif di kalangan generasi muda.Talk: - Pemerhati Media Sosial, Shafigh Pahlevi Lontoh
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 11 Maret 2026Bacaan: "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. " (Yakobus 4:17)Renungan: Andy adalah seorang anak yang miskin, la hidup bersama dengan ibunya yang memiliki ketergantungan pada obat-obatan. la dibesarkan dengan seadanya dan seringkali tak punya uang untuk makan. Andy sejak kecil tidak pernah sekolah. Ia hanya dididik oleh tantenya di rumah. Pada ulang tahunnya yang kedelapan, Andy diundang oleh salah seorang saudara ibunya untuk merayakan ulang tahun. la sama sekali tak pernah merayakan ulang tahun, apalagi menerima kue atau hadiah. Saudara jauhnya itu hanya kasihan pada Andy yang begitu kurus dan jarang makan. "Aku tak punya hadiah mewah untukmu, namun aku bisa menjamu kamu dan ibumu untuk makan malam merayakan ulang tahunmu. Datanglah ke rumahku nanti malam," begitulah kata saudara ibunya tersebut. Andy sangat bahagia. Ketika hari sudah sore, Andy bersama dengan ibu dan tante kesayangannya pergi ke rumah saudara itu. Di perjalanan, Andy melihat seorang pengemis, ayah dan anak. Mereka mengais-ngais tong sampah mencari makanan. Melihat itu, hati Andy sangat sedih. Anak itu usianya mungkin sama dengannya. Selesai pesta, Andy, tante dan ibunya pun berpamitan pulang. Saat berjalan pulang, mereka bertemu lagi dengan ayah dan anak yang tadi mengais-ngais sampah. Tanpa menunggu lama, Andy langsung berlari ke arah mereka. la mengambil amplop yang merupakan hadiah pemberian dari tantenya tadi lalu memberikan amplop itu pada ayah anak tersebut. Andy kemudian berkata, "Aku berulang tahun hari ini. Karena itu, aku punya sedikit hadiah untuk kalian. Gunakan uang ini untuk membeli makan ya. Juga belilah kebutuhan lain yang dibutuhkan." Awalnya ayah dan anak ini terlihat bingung, mereka lalu membuka amplop itu dan melihat uang 100 ribu di dalamnya. Ayah dan anak ini pun langsung menangis. Sang ayah kemudian berkata, "Nak, kamu serius memberikan uang ini untuk kami?" Tanpa ragu, Andy menjawab, "Ya, gunakan uang itu sesuka kalian. Belilah makan yang banyak untukmu dan anakmu, ya." Setelah mendapatkan ucapan terima kasih bertubi-tubi dari ayah dan anak itu, Andy pun kembali ke ibu dan tantenya. Sang ibu pun langsung sibuk memarahi dan membentak Andy, "Dasar bodoh kamu! Sudah bagus-bagus diberi uang malah diberikan pada para gembel! Anak bodoh!" Namun, di belakang, sang tante tersenyum sambil menangis haru. Dalam hati ia tahu, Andy kelak akan tumbuh menjadi orang yang baik. Kita sering mendengar sebuah kalimat yang bertuliskan bahwa untuk menolong seseorang tidak perlu menunggu kita kaya, ya kalimat tersebut seharusnya bukan hanya menjadi sebuah kalimat mati saja, namun marilah kita belajar menghidupkan kalimat tersebut dalam hati, pikiran dan juga tindakan kita. Stop berkata, "Kita saja tidak punya apa-apa, kok disuruh membantu orang itu." Dan kalimat-kalimat lain semacam itu. Tetapi firman Tuhan hari ini mencoba mengingatkan kepada kita bahwa, "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. Jadi, masihkah kita menunggu untuk berbuat baik dengan alasan kita masih butuh ditolong juga? Ataukah kita mulai mau berkomitmen untuk melakukan perbuatan baik, tanpa peduli situasi dan kondisi kita ? Karena saat kita berbuat baik pada orang lain, sesungguhnya kita sedang memiutangi Tuhan yang akan membalas perbuatan baik kita itu, jauh lebih besar dari apa yang sudah kita berikan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kasih-Mu, sehingga hatiku selalu tergerak untuk membantu orang lain yang membutuhkan pertolonganku. Amin. (Dod).
Pemerintah Indonesia mengambil langkah berani untuk melindungi masa depan generasi muda di dunia maya. Mulai akhir Maret ini, anak-anak di bawah usia 16 tahun tidak lagi bisa bebas memiliki akun media sosial. Kebijakan ini menjadikan Indonesia sebagai pelopor di Asia dalam hal keamanan digital anak.
"Membangun kedisiplinan & kemandirian anak, tak bisa hanya dalam semalam. Terkadang malah sejak anak usia dini masih banyak kendala. Mari kita pelajari hal-hal dasar yang perlu diketahui orang tua sebelum membangun disiplin pada anak dari video berikut. Pengen tahu nih, apakah Moms & Dads punya pengalaman menarik ketika melatih disiplin anak? Boleh share di kolom komentar, ya"
Pemerintah berencana membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai langkah perlindungan dari berbagai risiko di ruang digital. Kebijakan ini memunculkan pertanyaan tentang bagaimana penerapannya di lapangan serta peran orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Lalu, apa saja yang perlu dilakukan orang tua agar anak tetap aman sekaligus bijak dalam menggunakan media sosial? Simak pembahasannyaTalk: - Pemerhati Anak dan Keluarga/Mantan Komisioner KPAI Erlinda M.Pd- Sosiolog Unika Sugijapranata, Hermawan Pancasiwi
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 8 Maret 2026Bacaan: "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." (Yakobus 2:26)Renungan: Suatu hari, seorang ilmuwan bertanya kepada guru agamanya, "Pak, apakah inti yang terpenting dalam agama?" "Jangan melakukan segala dosa, sebaliknya jalankan semua amal dan kebaikan," jawab sang guru agama. Ilmuwan itu menganggap bahwa itu adalah jawaban standar yang terlalu luas dan kurang jelas. Karena itu dia berkata "Apa yang Bapak katakan itu terlalu sederhana. Anak berusia tiga tahun pun tahu dengan jawaban seperti itu," ujarnya. "Memang anak kecil juga akan mengerti, tetapi orang tua yang telah berusia delapan puluh tahun belum tentu bisa melakukannya," jawab sang guru. Banyak motivator, buku-buku laris, dan seminar yang memberi kita penjelasan bagaimana menempuh jalan sukses. Namun, hanya sebagian orang saja yang benar-benar mengecap kesuksesan. Setiap minggu, juga banyak hamba Tuhan di gereja, mulai dari Pastor ataupun Pendeta yang membagikan rahasia hidup dalam kedamaian, sukacita dan keberhasilan, namun, mengapa hanya sebagian kecil saja yang hidupnya berubah setelah mendengar kotbah dari mimbar? Di Alkitab, juga banyak rahasia untuk memperoleh keberhasilan dalam segala hal, namun mengapa orang yang rajin membaca Alkitab sekalipun, hidupnya bahkan tidak berubah? Jawabannya adalah, karena kita sering kali hanya sebatas membaca dan tahu, tetapi tidak berlanjut melakukannya dalam tindakan nyata. Seseorang berkata, "Tindakan tidak selalu membawa kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa tindakan." Berapa banyak kita mendengar tentang seseorang yang ingin kaya, ingin terkenal, ingin pintar, tetapi ia sendiri tidak melakukan apa-apa. No action, talk only. Segudang ilmu dan pengetahuan tidak akan berguna bila kita tidak menggunakannya. Tindakan nyata memang selalu lebih efektif dan membuat kita memiliki kemampuan dan keberhasilan yang lebih, dari pada orang yang hanya mempelajari teori saja. Jadi, mari jangan hanya mendengar kotbah dan membaca Alkitab saja, tapi mari melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, supaya hidup kita selalu dipenuhi dengan keberhasilan dan kedamaian. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah aku pribadi yang dewasa, bukan hanya dalam usia tetapi dalam pikiran, perkataan, tindakan dan karakterku. Amin. (Dod).
Isang bata ang napadpad sa mahiwagang siyudad na hindi dapat makita ng tao.
Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksanaan dari PP TUNAS untuk memperkuat pelindungan anak di ruang digital. Kebijakan ini merupakan langkah konkret negara dalam memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dan beraktivitas di internet secara lebih aman. Mulai 28 Maret 2026, akun anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi seperti media sosial dan layanan jejaring akan mulai dinonaktifkan sesuai ketentuan. Langkah ini diambil untuk melindungi anak dari berbagai ancaman di internet, seperti paparan konten berbahaya, perundungan siber, hingga penipuan online.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Markus Soge Purab dan Klaudia Roo Won Malin Asan dari Stasi Keluarga Kudus Lewo Glaran, Paroki Santo Mikhael Kalike di Keuskupan Larantuka, Indonesia. Mikha 7: 14-15.18-20; Mazmur tg 103: 1-2.3-4.9-10.11-12; Lukas 15: 1-3.11-32.KERAHIMAN ALLAHBUKAN KETIDAKADILAN Renungan kita pada hari ini bertema: Kerahiman Allah BukanKetidakadilan. Kekaguman bahkan sampai ketidakmampuan kita untuk memahami TuhanAllah salah satunya ialah tentang kerahiman-Nya. Ungkapan kerahiman Allah yangpaling kuat bagi kita ialah kuasa-Nya mengampuni dosa manusia. Istilah “Allahmaha kuasa” memiliki makna bahwa Ia berkuasa di atas segala sesuatu dan setiaporang, termasuk pengampunan dosa. Untuk orang-orang yang percaya, kekaguman danketidakmampuan di hadirat Tuhan ini merupakan bagian dari iman. Sedangkan bagiorang-orang yang tidak beriman, kemahakuasaan Allah dan khususnya pengampunandosa tak punya makna apa-apa. Nabi Micah, dalam bacaan pertama, mengungkapkan imannyadengan rasa kagum yang mendalam bahwa tidak ada Allah lain yang dapatmengampuni dosa-dosa umat ciptaan-Nya. Ia berkuasa menghapuskankesalahan-kesalahan manusia. Bahkan Ia melemparkan segala dosa itu ke dalamtubir-tubir laut, ke bagian paling dalam dari semesta ini. Micah punya ceritatentang pengalaman Israel masa lampau tentang pembebasan dari perbudakan Mesirdan penyelamatan selama pengembaraan di padang gurun. Sejalan dengan ini, Yesusmembuatnya lebih konkret melalui perumpamaan tentang anak yang hilang dan bapayang penuh belas kasih kerahimannya. Hukum positif dan keyakinan akan keadilan menetapkansolusi atas suatu perbuatan dosa, dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatandosanya. Orang-orang yang tidak percaya dan umumnya yang memakai cara berpikirini berpandangan bahwa orang Israel yang sudah sangat berdosa berulang-ulangpantas dihukum berulang-ulang. Anak yang hilang itu mesti mendapat hukuman yangsama besar dengan dosa yang sudah ia lakukan. Orang-orang Farisi dan para ahliTaurat menganggap bahwa orang yang berdosa sudah sangat kotor, jadi merekatidak boleh berinteraksi dengan para pendosa itu. Ini semua berbanding terbalikdengan perbuatan Tuhan. Ia maha rahim. Ia justru bergaul dan menyatu denganmereka. Ia mengampuni mereka. Inilah yang dipandang oleh cara berpikir tadisebagai ketidakadilan. Tetapi sebenarnya tindakan kerahiman ini bukan sebagaiperbuatan tidak adil. Suatu perbuatan belas kasih dan kerahiman pada dasarnyamembawa orang berdosa dekat kepada kita dan membantunya untuk bertobat, melaluipengampunan dan bimbingan untuk kembali ke jalan yang benar. Kehendak Tuhansebenarnya bagi mereka ialah supaya tidak ada satu pun dari orang-orang yangberiman hilang dari perhatian-Nya. Bisa jadi salah satunya ialah dari antarakita, teman atau anggota keluarga Anda. Kalau demikian, di dalam masa ini, Andadapat bekerja bersama Tuhan mengembalikan dia dari keadaannya saat ini yangsedang mengilang baik secara fisik maupun secara rohani. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Tuhan maha kuasa, buatlah kami sadar dan rindu,bahwa kembali kepada-Mu adalah yang terbaik, dan hidup dalam Dikau adalahtujuan utama hidup kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Anak ni Carmina at Zoren, "Walang kwentang host!"Apat na aktor, biktima ng sindikato! Alamin!"Anak ni Karla Estrada, ba't ganu'n ang ginawa?
I greet you in Jesus' precious name! It is Thursday morning, the 5th of March, 2026, and this is your friend, Angus Buchan, with a thought for today. We start in the Book of Joshua 14:8: ”Nevertheless my brethren who went up with me made the heart of the people melt, but I wholly followed the Lord my God.” Then we go to Numbers 13:33: ”There we saw the giants (the descendants of Anak came from the giants); and we were like grasshoppers in our own sight, and so we were in their sight.” Oh folks, how do you feel this morning? Do you feel like a son of God or do you feel like a grasshopper? That's the question we need to ask ourselves. What is that giant in your life that is holding you back today from being an obedient child of God? You see the devil calls us grasshoppers. He says, you'll never make it, you're a failure, you messed up once before or twice or three times and you are done and dusted. No no! Jesus says that we can do all things through Christ who strengthens us. Do you remember that beautiful song? It was written many years ago and some of the lyrics sound like this: When others see a shepherd boy, God may see a king,Even though your life seems filled with ordinary things, In just a moment, He can touch you and everything will change,When others see a shepherd boy, God may see a king.I want to say to you today, God did not create you or me to be grasshoppers. He created us to be the sons of God. “Yes Angus, but you don't know what I'm going through.” No I don't, but I know that anything is possible and all things are possible for those who believe. Remember those two words, “But God”. When people say, ”You'll never make it.” You say, “But God”. When people say, ”You've got no education, you'll never qualify”, “But God”. When people say, ”You will never be healed, you are dying.” You say, “But God”. Now I want to pray for you, and I want to pray that God will turn you and me from grasshoppers into kings, into princes, into princesses.Father, I pray in Jesus name, for my friend who is listening to this program right now. Lord, change our outlook. Change our attitude. We are not grasshoppers, we are sons and daughters of the living God. In Jesus name, amen.God bless you and have a wonderful day.Goodbye.
The Role of teacher at school and parents at home in explaining the meaning of fasting to children from an early age. - Peran guru di sekolah dan orang tua di rumah dalam menjelaskan makna puasa kepada anak sejak dini.
Lassy, pinag-iingat sa boyfriend!Derek at Ellen, kawawa yung anak n'yo!PBB Big Winners " Alam na agad kung sino'ng panalo!"
: Inspired by her child's anaphylactic allergy, former Queensland nurse Jill Iza Daub entered entrepreneurship in February 2023, selling BPA-free, recyclable bamboo cups designed for durability and safety. - Naging inspirasyon ng dating nurse na si Jill Dauz Daub ang kanyang anak sa paggawa ng produktong 'cups' na ligtas gamitin para sa mga bata na maraming allergies, gaya ng anak niya. Sinimulan niya ang negosyo noong Pebrero 2023 sa Queensland.
Ahna del Rosario Perez and her family are set to watch the Philippine Women's National Football Team live as they take on South Korea at Gold Coast Stadium this March 5. - Manonood ang Pinay na si Ahna del Rosario Perez kasama ang buong pamilya sa laban ng Philippine Women's National Football Team kontra South Korea sa Gold Coast Stadium ngayong March 5.
Hello Listeners!Di episode ini bersama Amir dan Dewi, kita bakal bahas topik yang selalu ditunggu-tunggu saat Ramadan: THR anak muda! Mulai dari euforia dapet THR, dilema antara ditabung atau langsung habis, sampai godaan belanja yang nggak bisa ditahan. Kamu tipe yang bijak ngatur atau yang penting happy dulu?
Hai, Tetangga kesayangan!
Now there was a Pharisee named Nicodemus, a leader of the Jews. He came to Jesus by night and said to him, “Rabbi, we know that you are a teacher who has come from God, for no one can do these signs that you do unless God is with that person.” Jesus answered him, “Very truly, I tell you, no one can see the kingdom of God without being born from above.” Nicodemus said to him, “How can anyone be born after having grown old? Can one enter a second time into the mother's womb and be born?” Jesus answered, “Very truly, I tell you, no one can enter the kingdom of God without being born of water and Spirit. What is born of the flesh is flesh, and what is born of the Spirit is spirit. Do not be astonished that I said to you, ‘You must be born from above.' The wind blows where it chooses, and you hear the sound of it, but you do not know where it comes from or where it goes. So it is with everyone who is born of the Spirit.” Nicodemus said to him, “How can these things be?” Jesus answered him, “Are you the teacher of Israel, and yet you do not understand these things? “Very truly, I tell you, we speak of what we know and testify to what we have seen, yet you do not receive our testimony. If I have told you about earthly things and you do not believe, how can you believe if I tell you about heavenly things? No one has ascended into heaven except the one who descended from heaven, the Son of Man. And just as Moses lifted up the serpent in the wilderness, so must the Son of Man be lifted up, that whoever believes in him may have eternal life. “For God so loved the world that he gave his only Son, so that everyone who believes in him may not perish but may have eternal life. “Indeed, God did not send the Son into the world to condemn the world but in order that the world might be saved through him. John 3:1-17 (NRSVUE) Tayo at si Nikodemo Sa ating pagbasa, nakatagpo ni Hesus si Nikodemo sa gitna ng kadiliman. Si Nikodemo ay isang taong may mataas na katayuan ngunit may dalang mga tanong na hindi masagot ng kanyang tradisyon. Sinabi sa kanya ni Hesus, “Maliban na ang tao ay ipanganak na muli, hindi siya makakakita ng kaharian ng Diyos.” Bilang isang Katoliko at Kristiyanong bakla, madalas kong nararamdaman na ako si Nikodemo. Sa Juan 3, pumunta siya kay Hesus sa ilalim ng takip ng gabi. Bakit gabi? Siguro dahil takot siya sa sasabihin ng kapwa niya Pariseo , o siguro dahil hindi pa niya kayang pangatawanan sa harap ng marami ang kuryosidad ng pananampalataya niya. Ganoon din ako; maraming tanong, maraming takot. Until now, hindi pa rin ako sigurado sa aking pananampalataya. Gayon din ang pakiramdam ko sa tuwing naririnig ko ang mga mapanghusgang salita sa paligid na nagsasabing mali ako, makasalanan ako, at hindi karapat-dapat. Ang mga salitang ito ay parang kadiliman na nagpapalayo sa akin sa liwanag ng Diyos. Sa ating paglalakbay bilang mga LGBTQIA+ na mananampalataya, ang pag-uusap nina Hesus at Nikodemo ay tila isang salamin. Tulad ni Nikodemo, marami sa atin ang lumalapit sa Diyos sa gabi o sa gitna ng kadiliman , dala ng takot sa sasabihin ng iba , ng bigat ng ating pagkakakilanlan, at ng tanong na: “Tatanggapin ba ako? Karapat-dapat ba ako?”. Ang Tunay na Ibig Sabihin ng Muling Pagsilang Ang sagot ni Hesus ay hindi pagtataboy kundi isang paanyaya: “Kailangan kayong ipanganak na muli.” Ang muling pagsilang na ito ay hindi nangangahulugang kailangang burahin ang ating kulay. Sa halip, ito ay pagpapaubaya sa Banal na Espiritu na linisin ang ating paningin upang makita natin ang ating sarili ayon sa tingin ng Diyos : mahalaga, banal, at sapat. Ang konsepto ng muling pagsilang ay madalas gamitin laban sa atin upang sabihing kailangan nating magbago o itatwa ang ating tunay na pagkatao. Ngunit sa mas malalim na espiritwal na pag-unawa, ang muling pagsilang na tinutukoy ni Hesus ay hindi pagpatay sa ating katotohanan, kundi pagyakap sa ating banal na pagkakakilanlan bilang mga anak ng Diyos at malaya sa tanikala ng mapanghusgang mundo. Mahirap isabuhay ang gospel na ito sa mundong puno ng limitasyon. Ngunit dito pumapasok ang tunay na milagro ng Espiritu Santo. Aaminin ko, hindi madali. May mga araw na mabigat ang krus ng diskriminasyon at pagdududa. Subalit gaya ng hangin na binanggit sa bersikulo 8 na umiihip kung saan ito nais, ang Espiritu ng Diyos ay hindi nakakulong sa kahon ng tradisyon. Tuwing ako ay humihingi ng patnubay, ipinapaalala ng Diyos sa akin na ang Kanyang grasya ay sapat. Ang aking pagkatao ay hindi hadlang sa aking paglilingkod; ito ay aking natatanging paraan upang ipakita ang makulay at malawak na pag-ibig ng Maylikha. Hindi ako o tayo tinawag para maging perpekto ayon sa pamantayan ng tao, kundi para maging tapat sa ilalim ng biyaya. Paglilingkod sa Pamilya at Trabaho Ang paglilingkod ay hindi lamang ginagawa sa loob ng simbahan. Ito ay isinasabuhay natin sa bawat aspeto ng ating pang-araw-araw na pakikibaka. Sa Ating Pamilya: Madalas, sa pamilya tayo pinakahinahamon. Maraming mga kamag-anak na hanggang ngayon ay hindi pa rin tanggap ang iyong katotohanan , kung saan minsan ay kailangan pa nating patunayan ang halaga sa kabila ng ating pagkakaiba. Naririnig natin ang mga patama sa hapag-kainan o nararamdamang tila may limitasyon ang pagmamahal nila sa iyo. Subalit sa kabila nito, pinipili nating manatiling mapagmahal na anak, kapatid, o kamag-anak. Kapag tayo ang unang tumutulong sa oras ng pangangailangan , o nag-aalaga sa mga magulang na may sakit nang walang pag-aalinlangan, ipinapakita natin ang gospel in action. Pinapatunayan natin na ang pag-ibig ng isang LGBTQIA+ member ay hindi nababawasan ng kanilang panghuhusga. Kahit inaalipusta at sinasaktan ng mga mahal natin sa buhay , kung kailangan nila ng tulong o aruga , tayo ang unang tutugon kahit tayo ay nasasaktan. ‘Yan ang pag-ibig na kaya nating ibigay, at ang tawag diyan ay grasya. Sa Ating Trabaho: Madalas tayong kailangang magtrabaho nang doble upang patunayan sa ating mga kasamahan ang ating halaga. Ang propesyonalismo ay hinahaluan natin ng pagtitimpi at pagmamahal kahit sa mga hindi nakakaunawa sa atin. Hinaharap natin ang mga micro-aggressions o ang pakiramdam na kailangang itago ang ilang bahagi ng ating sarili upang hindi mapag-usapan. Ang ating katapatan sa trabaho at pagiging go-to person sa ating mga kasamahan ay isang porma ng ministeryo. Sa pamamagitan ng pagiging mahusay at mabuting katrabaho, binabali natin ang mga maling akala. Naglilingkod tayo sa pamamagitan ng pagbibigay ng dangal ayon sa ating propesyon , habang tahimik na nananalangin para sa mga kasamahang hindi pa bukas ang isipan. Ang Tahanan Natin sa Open Table MCC Lahat tayo—ako noon—ay takot at naghahanap ng isang community kung saan pwede tayong maging totoo sa ating pagkatao, kung saan tanggap tayo nang walang halong panghuhusga. Dito ako dinala sa simbahan ng Open Table MCC Manila pa noon, year 2000. (Kaya alam niyo na kung ilang taon na ako ngayon; siguro ako ang pinakamalapit nang maging ‘dalawang citizenship’) . Nang sabihin ni Hesus na kailangang ipanganak na muli, hindi Niya ibig sabihin na burahin natin kung sino tayo. Ang muling pagsilang ay ang pag-iwan sa mga lumang paniniwala na ang pag-ibig ng Diyos ay limitado lamang sa iilan. Sa Open Table MCC, natutunan ko na ang aking pagkatao bilang LGBT ay hindi hadlang kundi isang bahagi ng aking paglalakbay. Ang muling pagsilang para sa akin ay ang pagtanggap na tayo ay nilikha ng Diyos nang may layunin , at ang Kanyang Espiritu ay umiihip kung saan Nais Niya. Hindi ito nakakulong sa mga tradisyong puno ng poot. Dito sa ating komunidad, ang paglilingkod ay may ibang lalim. Ito ang ating tahanan kung saan ang pag-ibig ay walang pasubali. Dito natin nararamdaman na ang paglilingkod sa Diyos ay tunay na inklusibo. Juan 3:16-17: Sandigan ng Ating Pananampalataya Madalas gamitin ang Bibliya sa mga katulad natin para takutin tayo. Pero ang Juan 3:16-17 ang pinakamatibay nating sandigan. Actually, ito ‘yung gumising sa akin. Ito ‘yung nagbigay sa akin ng pundasyon na hawak ko until now , at sinasabi kong hinding-hindi ako magkakamali. “Sapagkat gayon na lamang ang pag-ibig ng Diyos sa sanlibutan , pinadala Niya ang Kanyang Anak at kung sino man ang maniwala ay hindi Niya pababayaan at Kanyang ililigtas.” Hindi sinabi na gayon na lamang ang pag-ibig ng Diyos sa mga “diretso” ang buhay. Sinabi Niya, “sa lahat,” hindi lang sa iilan. Kasama ako doon, kasama ka doon, kasama tayong lahat. Ang salitang “sanlibutan” ay walang itinatangi; lahat ay yayakapin. At ang pinakamahalaga para sa ating mga nakaranas ng diskriminasyon ay ang talatang 17 : “Sapagkat hindi sinugo ng Diyos ang Anak sa sanlibutan upang hatulan ang sanlibutan, kundi upang ang sanlibutan ay maligtas sa pamamagitan Niya.” Ang Diyos mismo ay hindi naparito upang husgahan tayo. Kaya sino sa mga tao sa paligid natin ang may karapatang gawin ‘yon? Paglilingkod ng mga Sugatan Ang pagod mula sa labas ng mundo ay dinadala natin sa loob ng simbahan. Minsan, mahirap maglingkod kapag ikaw mismo ay sugatan. Hindi tumitigil ang ingay ng mundo kapag tayo ay papasok sa pinto ng simbahan. Bawat isa sa atin ay may dalang bigat na bagahe: mga mapanghusgang tingin mula sa trabaho, ang pagod ng pakikipagsapalaran sa sistemang hindi tayo laging kinikilala, at ang mga sugat ng nakaraan na tila ayaw maghilom. Napakahirap magbigay ng liwanag kung ang sarili mong mitsa ay halos mapundi na. Minsan ang paglilingkod ay nagiging isang pakikibaka. Paano ka aawit ng pag-asa kung ang puso mo ay puno ng pag-aalinlangan? Paano ka mag-aayos ng upuan para sa iba kung ikaw mismo ay naghahanap ng lugar na matitigilan? Ngunit dito papasok ang tunay na diwa ng grasya. Ang paglilingkod ay hindi nangangailangan ng pagiging perpekto. Ang ating mga sugat ay hindi hadlang sa ating ministeryo. Sa halip, ito ang nagbibigay sa atin ng lalim at malasakit na hindi matutumbasan ng sinumang hindi pa kailanman nasaktan. Sa loob ng simbahan, ang ating pagod ay kinikilala at ang ating sugat ay hinahayaang huminga—at damang-dama ko ‘yon dito sa Open Table MCC. Ang pag-aayos ng mga upuan ay hindi lamang paghahanda ng espasyo ; ito ay pagtiyak na mayroong lugar ang bawat ligaw na kaluluwa. Sa pag-awit sa koro o simpleng pagyakap sa isang bagong miyembro na takot at naghahanap ng pagtanggap , ikaw at ako ay nagiging daluyan ng muling pagsilang para sa iba. Isang Radikal na Akto ng Pag-ibig Ang Open Table MCC ay nagiging patunay na ang Diyos ay hindi limitado ng pader ng tradisyon. Ang paglilingkod natin dito ay isang deklarasyon : Narito ako, narito tayo, tinawag ng Diyos at karapat-dapat. Ang bawat maliit na gawain sa loob ng simbahan ay isang radikal na akto ng pag-ibig. Ang pag-awit sa koro ay hindi lamang paglabas ng himig ; ito ay pagpaparinig ng boses na minsang pinatahimik ng tradisyon. Kapag niyakap mo ang isang bagong miyembro na puno ng takot at pag-aalinlangan, hindi mo lang siya tinatanggap sa isang organisasyon ; ibinabalik mo sa kanya ang kanyang dignidad. Ang komunidad na ito ay isang buhay na patunay na ang pag-ibig ng Diyos ay parang karagatan na hindi kayang ikulong ng mga makitid na doktrina. Ang ating paglilingkod ay isang matapang na deklarasyon laban sa lahat na nagsabing ikaw ay kulang o mali. Sa bawat pagkakataon na ikaw ay tumitindig para sa iba , sinasabi mo sa mundo: “Narito ako, hindi dahil sa pahintulot ng tao kundi dahil sa tawag ng Diyos. Ako ay buo, ako ay pinili, at ako ay karapat-dapat.” Hindi madaling maging asin at ilaw sa mundong madalas ay ayaw tayong pasikatin. Ngunit ang muling pagsilang sa Espiritu ay nangangahulugan na hindi tayo umaasa sa sariling lakas. Tuwing nararamdaman mo ang pagod, tandaan mo ang hangin—ang Espiritu ay umiihip kung saan Ito nais. Hayaan mong tangayin ka ng hanging ito patungo sa mga taong nangangailangan ng iyong kalinga. Ang iyong pagkatao ay hindi hadlang ; ito ay natatanging paraan upang ipakita ang grasya ng Diyos para sa lahat. The post Muling Pagsilang appeared first on Open Table Metropolitan Community Church.
Fandi Ramadhan, ABK Kapal Sea Dragon, baru tiga hari bekerja sebelum akhirnya ditangkap karena tempatnya mencari nafkah kedapatan membawa 2 ton sabu. Fandi bersama lima orang lainnya dituntut hukuman mati dalam persidangan. Fandi disebut terlibat dalam jaringan narkotika internasional.Dalam podcast Si Paling Kontroversi, Nirwana, sang ibunda, menceritakan bagaimana Fandi sejak awal sudah curiga dengan muatan dan kegiatan di atas kapal. Sang ibu mengatakan dirinya tidak terima dengan tuntutan mati dari jaksa.Sementara itu, Bakhtiar Batubara selaku kuasa hukum mengungkapkan bahwa keterangan saksi yang meringankan dalam persidangan tidak kunjung membuat tuntutan kepada Fandi turun dari hukuman mati.Kegiatan apa yang terjadi di dalam kapal hingga membuat Fandi curiga? Benarkah Fandi tidak bersekongkol dalam kelompok pengedar narkotika tersebut?
"Tahu nggak Moms & Dads, ternyata ada cara meningkatkan skill bahasa dan berkomunikasi anak tanpa paksaan. Langsung aja dengar tekniknya di audio pakar ini, ya! Gak bosan kami selalu minta support Moms & Dads untuk like, share, & comment bila menurut Moms & Dads audionya bermanfaat. Thank you Parents.."
EP256. Jaga Suami Macam Jaga Anak.Bila segala urusan rumah tangga dan anak-anak perlu diurus oleh isteri. Bukan itu sahaja, urusan suami juga segalanya perlu diingatkan dan dijaga isteri. ==Podcast ini dibawakan oleh YusriYusoff Consulting. Syarikat konsultasi yang menawarkan khidmat kaunseling berteraskan Islam bagi pasangan rumahtangga, isu kekeluargaan, anak remaja atau bagi individu yang memerlukan bantuan. Sila hubungi menerusi whatsapp ke no: 8949 4642 atau emel: yusri@yusriyusoff.com atau lungsuri ke lelaman: www.yusriyusoff.com/islamic-counselling==Sokong kami dengan sumbangan ikhlas anda sebagai amal jariah yang berkekalan, melalui paynow ke: UEN No: 53436797J (YusriYusoff Consulting)==For sponsorship and collaboration, please email us at: podcast2beradik@gmail.com
Support the show: https://www.suria.my/See omnystudio.com/listener for privacy information.
"Teknik memberikan perintah agar anak menurut ada beragam ya, Moms & Dads. Tapi, pada intinya, orang tua ingin agar anak melakukan perintah orang tua dengan senang hati. Gimana ya caranya? Di audio ini kita bisa mempelajari beberapa contohnya, lho! Langsung simak yuk! Apakah parents punya tips tersendiri agar anak senang dan mau menurut orang tua? Bagi idenya di komen postingan ini sekarang juga yuk !"
Episode #AnimalWelfareIndonesia dari podcast #KesejahteraanHewan ini adalah Ramadhan, Sarana Meningkatkan Kasih sayang Anak kepada Hewan.adalah Drh. Mikeu Paujiah, S.KH, M.M. (Manager Edukasi JAAN Domestic membahas hal ini.Yuk dengarkan Podcast #KesejahteraanHewan ini!Btw, semua podcast dan materi edukasi bisa dikunjungi di website www.animalwelfare.id dan email kami di education@animalwelfare.id, instagram kami di @animalwelfare_id.Sumber : Animalwelfare.Id | Voice over opening & Closing : Eria Michelletti | Audio Editor : Tiwi.
Pembawa Renungan: Yvonne & Joppy Taroreh Jakarta Mat. 5:20-26.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 27 Februari 2026Bacaan: Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? " Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembala kanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:17)Renungan: Di sebuah sekolah dasar, ada seorang anak laki-laki yang bandel dan suka ribut di kelas. Hampir setiap hari, anak ini membuat masalah dan membuat kelas menjadi gaduh sehingga kerap kali dia menjadi sasaran kemarahan para guru. Anak ini kemudian dipanggil dengan sapaan "Surib" yang berarti "Suka Ribut". Suatu hari, ketika ada tugas melukis, seorang guru menyuruh para murid untuk melukis potret diri masing-masing. Surib pun dengan penuh antusias melukis dirinya sendiri. Dalam lukisannya, Surib menulis satu kalimat yang berbunyi, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Lukisan ini kemudian menjadi salah satu lukisan terbaik di sekolahnya. Suatu hari, seorang guru mendapati bahwa kelas Surib sangat gaduh. Dan seperti biasa, Suriblah yang menjadi penyebabnya. Ketika guru itu hendak memarahi Surib, beliau melihat lukisan Surib yang dipajang didepan kelas, yang bertuliskan, "Tuhan belum selesai menciptakan saya." Wajah sang guru langsung berubah. Dalam hati Sang Guru berkata, "Ya! Tuhan belum selesai menciptkannya, aku harus sabar." Dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali kita begitu mudah untuk menghakimi orang lain. Banyak orang cenderung memberi penilaian kepada orang lain dengan harga mati, seolah-olah orang lain sama sekali tidak akan berubah selamanya. Terlebih ketika, orang lain melakukan kesalahan. Akan sangat mudah baginya untuk melihat segala sisi dengan cara pandang negatif yang berlebihan. Banyak orang lupa bahwa Tuhan belum selesai menciptakan sesamanya. Kita pasti ingat dengan Petrus. Petrus bukanlah orang yang sempurna. Sebaliknya, Petrus selalu mendapat teguran keras dari Yesus, bahkan pernah menyangkal Yesus. Demikian pula dengan Rahab, Maria Magdalena dan Paulus. Mereka adalah para pendosa. Kendati begitu, mereka justru dipakai Tuhan secara luar biasa. Seseorang bisa saja berubah menjadi baik bahkan menjadi sesuatu yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Namun demikian, Tuhan juga membutuhkan bantuan kita, jadi janganlah kita buru-buru menghakimi dan menjauhi orang-orang yang mungkin berbuat salah terhadap kita. Namun tegurlah mereka dengan penuh kasih. Jangan lupa doakanlah dan berkatilah mereka selalu. Percayalah bahwa suatu saat mereka juga bisa berubah meski sekarang mereka melakukan kesalahan. Bimbinglah mereka untuk kembali di jalan yang benar agar mereka segera bertobat mendapat pemulihan dan akhirnya dapat diselamatkan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, ampunilah aku karena aku mudah menghakimi orang lain. Kini aku sadar bahwa kekuranganku lebih banyak daripada orang yang sering aku hakimi. Amin. (Dod).
Anak ng isang kilalang albolaryo ang isang dalagang may likas na galing sa panggagamot. Ngunit imbes na orasyon ang sundin, pinili niya ang madilim na landas ng kulam. Habang lumalakas ang kanyang kapangyarihan, nagsisimula ring bumalik sa kanya ang bawat sumpang kanyang ipinadala—dahil may presyong binabayaran ang bawat ritwal.
Support the show: https://www.suria.my/See omnystudio.com/listener for privacy information.
Kesepakatan dagang Indonesia dan Amerika Serikat bahwa Indonesia melonggarkan label halal untuk kosemtik dan alat kesehatan.
MetroTV, Program beasiswa LPDP merupaka program pemerintah untuk ribuan putra-putri terbaik Indonesia dikirim menempuh pendidikan di luar negeri dengan harapan kembali dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Namun, realitanya justru membuka peluang baru: sebagian lulusan justru memilih menetap, bekerja, bahkan berganti kewarganegaraan.
Lenny shares her struggle in pushing the Northern Territory (NT) education system that in turn sees her son graduating as the youngest doctor in the territory and how Indonesian cultural values play a vital role in her children's character education. - Lenny berbagi tentang perjuangannya mendorong sistem pendidikan di Northern Territory (NT) hingga kemudian anaknya dapat lulus menjadi dokter termuda di wilayah itu, serta bagaimana nilai-nilai budaya Indonesia berperan penting dalam pendidikan karakter anak-anaknya.
Sermon: Anak Series: God's Perfect Servant Speaker: Ptr. Renz Raquion Scripture: Mark 12:35-44 Ilang araw bago Siya ipinako sa krus, ipinahayag ni Hesus na Siya ang Anak ng Diyos at ipinaliwanag kung ano ang kahulugan ng tunay na pananampalataya sa Kanya. Ngayong Linggo, ibinabahagi ni Pastor Renz Raquion na isinasabuhay ng mga tunay na tagapagsunod ng perpektong Guro ang kanilang pananampalataya sa pamamagitan ng taos-puso at mapagsakripisyong paglilingkod, sa halip na maghangad ng pansariling kapakinabangan. In the days before His crucifixion, Jesus revealed Himself as the Son of God and explained what true faith in Him entails. This Sunday, Ptr. Renz Raquion shares that those who follow the perfect Master live out their faith through genuine and sacrificial service, rather than selfish fulfillment. Sermon Notes: https://drive.google.com/file/d/1gj8uYs5sM0sg8voc9qnqWBmcOC2Q-v_C/view?usp=drive_link On our website: https://cbcp.org/blog/2026/02/22/anak/ Join a Life Group: https://cbcp.org/lifegroups Find an event: https://cbcp.org/events Learn how to give: https://cbcp.org/giving Website: https://cbcp.org Facebook: https://facebook.com/cbcponline YouTube: https://youtube.com/cbcponline Soundcloud: https://soundcloud.com/cbcponline Instagram: https://instagram.com/cbcponline
"Ya Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Mengapa Engkau terlalu jauh untuk menolongku, dan untuk mendengar kata-kata rintihanku? Ya Allahku, aku meratap sepanjang siang, tetapi Engkau tidak mendengar, dan semalaman aku tidak berhenti merayu" (Mazmur 22:1-2)
Arini Suryokusumo Alliod, an Indonesian living in Sydney with her French husband, shares what it is like to raise two children across three languages: Indonesian, French and English, and why the mother tongue remains a priority in the midst of life abroad. - Arini Suryokusumo Alliod, diaspora Indonesia yang tinggal di Sydney bersama suaminya yang berkebangsaan Prancis, berbagi cerita tentang bagaimana ia membesarkan dua anaknya dengan tiga bahasa sekaligus — Indonesia, Prancis, dan Inggris — dan mengapa bahasa ibu tetap menjadi prioritas di tengah kehidupan di perantauan.
'Now they departed and came back to Moses and Aaron and all the congregation of the children of Israel in the Wilderness of Paran, at Kadesh; they brought back word to them and to all the congregation, and showed them the fruit of the land. Then they told him, and said: “We went to the land where you sent us. It truly flows with milk and honey, and this is its fruit. Nevertheless the people who dwell in the land are strong; the cities are fortified and very large; moreover we saw the descendants of Anak there. The Amalekites dwell in the land of the South; the Hittites, the Jebusites, and the Amorites dwell in the mountains; and the Canaanites dwell by the sea and along the banks of the Jordan.” 'Then Caleb quieted the people before Moses, and said, “Let us go up at once and take possession, for we are well able to overcome it.” 'But the men who had gone up with him said, “We are not able to go up against the people, for they are stronger than we.”' (Numbers 13.26-31, NKJV) One thing had to happen before they could appropriate all the blessings of God, which had been so clearly promised and prophesied, this was their ‘Iron Curtain', the final barrier. One final step and all that they had longed and prayed for would be theirs. One step and the veil that covered their eyes would be lifted and they would see one of the most beautiful and dramatic things that man has ever seen (and few are allowed to actually see this), the REASON why God works great and powerful miracles! His purpose NOW revealed! After all Abraham only acted in faith, he never saw the fulfilment. But this one final step was not taken! – It was to demand a faith beyond their ability! How often are believers today within sight of everything that they are desiring, often with earnest prayer and with the clear knowledge that God HAS promised... yet that final step is not taken, they don't go in and possess the land. It occurs in the realms of healing, finance, evangelism and missions, possibly even revival, certainly in most areas of our lives and especially our service for God.
Kalimat viral “cukup saya WNI, anak jangan” memicu polemik besar.Bukan hanya soal kewarganegaraan, tapi etika, nasionalisme, dan tanggung jawab penerima beasiswa negara.Episode ini membahas apakah skema Lembaga Pengelola Dana Pendidikan perlu penguatan komitmen kebangsaan, serta pelajaran penting bagi pemerintah dan calon awardee.Diskusi bersama Billy Mambrasar.
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ANAK YANG HILANGDiambil dari: Lukas 15:24 (TB)“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali; ia telah hilang dan didapat kembali.”Wonder Kids, hari ini kita membaca perumpamaan yang sangat terkenal dan hanya dicatat oleh Lukas: kisah anak yang hilang. Yesus menceritakan tentang seorang anak bungsu, artinya anak terakhir, yang meminta bagiannya dari harta ayahnya. Setelah mendapatkan harta yang dia minta, ia pergi jauh, menghabiskan semuanya, dan akhirnya hidupnya hancur. Saat ia kehabisan segalanya, ia sadar bahwa hidup jauh dari ayahnya tidak membawa kebahagiaan.Kemudian karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ia memilih untuk pulang. Ia tidak pulang dengan bangga. Ia pulang dengan hati menyesal. Tapi yang luar biasa adalah reaksi sang ayah. Ayah itu melihat anaknya dari jauh, berlari menyambutnya, memeluknya, dan mengadakan pesta. Bukan karena anak itu layak, tetapi karena ayah itu mengasihinya.Namun cerita ini belum selesai. Ada juga anak sulung, yang artinya anak pertama. Ia marah. Ia merasa tidak adil. Ia merasa lebih baik dari adiknya. Yesus memakai kisah ini untuk menunjukkan dua hal:Pertama, Allah mengasihi orang yang mau bertobat yang artinya meninggalkan dosa-dosa dan melakukan firman TuhanKedua, Allah juga menginginkan hati yang penuh kasih, bukan iri dan sombongBaik anak bungsu maupun anak sulung sama-sama perlu belajar tentang kasih Bapa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Tanyakan pada dirimu: Apakah aku pernah seperti anak bungsu yang menjauh dari Tuhan? Atau seperti anak sulung yang taat, tapi hatinya tidak penuh kasih?Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Bapa yang penuh kasih. Saat aku salah dan kembali kepada-Mu, Engkau menerimaku. Tolong aku juga memiliki hati yang penuh kasih kepada orang lain. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Allah bersukacita ketika satu anak-Nya yang hilang mau kembali kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Penguatan Aqidah dan Menanamkan Kecintaan terhadap Al-Qur’an pada Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Tarbiyah Jinsiyyah (Pendidikan Seksual Untuk Anak Dan Remaja Dalam Islam). Kajian ini disampaikan pada Selasa, 29 Sya’ban 1447 H / 17 Februari 2026 M. Kajian Tentang Penguatan Aqidah dan Menanamkan Kecintaan terhadap Al-Qur’an pada […] Tulisan Penguatan Aqidah dan Menanamkan Kecintaan terhadap Al-Qur’an pada Anak ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Mendidik Anak Mencintai Al-Qur’an ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 28 Sya’ban 1447 H / 16 Februari 2026 M. Kajian Tentang Mendidik Anak Mencintai Al-Qur’an Anak merupakan salah satu karunia terbesar sekaligus amanah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala […] Tulisan Mendidik Anak Mencintai Al-Qur’an ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Sa isang Aboriginal community sa Balgo at sa bayan ng Kununurra sa Kimberley Region, Western Australia unang nanirahan ang pamilya ni Maricel Morica pagdating nila sa Australia noong 2018. Inamin nila na naging hamon ang pagsasagawa ng Ramadan, sapagkat sila lamang ang nakasuot ng hijab at abaya at walang malapit na mosque o Muslim community.
APOSTOLOSOPHY PT11(Conquering Talmai The Last Son Of Anak) by Apostle Joseph Mintah in the series The Ministry System Of The Believer
Mga SAMU'T-SARING KWENTONG KABABALAGHAN at KATATAKUTAN na ipinadala sa sindakstories2008@gmail.com.True / Fiction Horror Stories of Podcast Listeners. Hosted on Acast. See acast.com/privacy for more information.
Metode Penanaman Aqidah pada Anak: Keimanan kepada Malaikat merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Tarbiyah Jinsiyyah (Pendidikan Seksual Untuk Anak Dan Remaja Dalam Islam). Kajian ini disampaikan pada Selasa, 22 Sya’ban 1447 H / 10 Februari 2026 M. Kajian Tentang Metode Penanaman Aqidah pada Anak: Keimanan kepada Malaikat Penanaman […] Tulisan Metode Penanaman Aqidah pada Anak: Keimanan kepada Malaikat ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Mendidik Anak Mencintai Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 14 Sya’ban 1447 H / 2 Februari 2026 M. Kajian Tentang Mendidik Anak Mencintai Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Mencintai para sahabat […] Tulisan Mendidik Anak Mencintai Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Andre Marquez, a 16-year-old Filipino-Australian, was found dead in the Blue Mountains after going missing for 24 hours during a hiking and camping trip with a friend. Police investigations are ongoing as the family mourns his passing and expresses gratitude for the overwhelming community support. - Isang 16 anyos na Filipino-Australian na si Andre Marquez ang natagpuang patay sa Blue Mountains matapos mawala nang bente kwatro oras habang nagha-hiking at nagka-camping kasama ang isang kaibigan. Patuloy ang imbestigasyon ng pulisya habang nagdadalamhati ang pamilya at nagpapasalamat sa suporta ng komunidad.
[Exodus 3:17] I have promised to rescue you from your oppression in Egypt. I will lead you to a land flowing with milk and honey--the land where the Canaanites, Hittites, Amorites, Perizzites, Hivites, and Jebusites now live."'Some people see __________________, while others see __________________.[Numbers 13:30-33] But Caleb tried to quiet the people as they stood before Moses. "Let's go at once to take the land," he said. "We can certainly conquer it!" [31] But the other men who had explored the land with him disagreed. "We can't go up against them! They are stronger than we are!" [32] So they spread this bad report about the land among the Israelites: "The land we traveled through and explored will devour anyone who goes to live there. All the people we saw were huge. [33] We even saw giants there, the descendants of Anak. Next to them we felt like grasshoppers, and that's what they thought, too!"Faith doesn't deny obstacles it __________________ them through God.[Numbers 14:10] But the whole community began to talk about stoning Joshua and Caleb.It takes endurance to stand in the face of __________________.[Numbers 14:24] But my servant Caleb has a different attitude than the others have. He has remained loyal to me, so I will bring him into the land he explored. His descendants will possess their full share of that land.Waiting isn't __________________ as long as your faith stays __________________.[Joshua 14:10-12] "Now, as you can see, the LORD has kept me alive and well as he promised for all these forty-five years since Moses made this promise--even while Israel wandered in the wilderness. Today I am eighty-five years old. [11] I am as strong now as I was when Moses sent me on that journey, and I can still travel and fight as well as I could then. [12] So give me the hill country that the LORD promised me. You will remember that as scouts we found the descendants of Anak living there in great, walled towns. But if the LORD is with me, I will drive them out of the land, just as the LORD said."Mature faith doesn't ask for __________________ it asks for an __________________.[Judges 3:9-11] But when the people of Israel cried out to the LORD for help, the LORD raised up a rescuer to save them. His name was Othniel, the son of Caleb's younger brother, Kenaz. [10] The Spirit of the LORD came upon him, and he became Israel's judge. He went to war against King Cushan-rishathaim of Aram, and the LORD gave Othniel victory over him. [11] So there was peace in the land for forty years. Then Othniel son of Kenaz died.__________________ is formed through obedience.[James 1:3-4] For you know that when your faith is tested, your endurance has a chance to grow. [4] So let it grow, for when your endurance is fully developed, you will be perfect and complete, needing nothing.
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).
Haruskah punya anak setalah menikah?Atau sebenarnya masih ada cara lain untuk meraih kebahagiaan sebagai keluarga?Di era takut menikah seperti sekarang, penting rasanya untuk mengingat lagi makna keluarga yang akan dibangun, dan seperti apa perjalanannya nanti.Bersama bu Rani dari Innerwork Indonesia serta penulis trilogi "Untuk Apa Menikah?", "Untuk Apa Bertahan?" dan "Untuk Apa Keluarga?" Parents diajak memaknai ulang pilihan yang telah atau akan diambil. Timestamp:00:00 Opening03:45 Gimana boomers memandang pernikahan dan keluarga07:12 Orang tua harus sadar kalau gak selalu tau yang terbaik buat anak11:45 Gak ada yang benar-benar siap, tapi semua bisa dipersiapkan.19:10 Anak perempuan harus punya rencana hidup26:25 Conscious marriage dan conscious parenting38:50 Gen Z bukan takut menikah48:35 Alasan kenapa bisa terlalu sedih akan hal kecil53:32 Pernikahan harusnya memberi ruang aman untuk self-expansion
Pdt. Rubin Ong (TB) Ibrani 5:8Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya.
Rindu random conversation TTYL? Kami pun rindu jugak! :( Late night ramblingsRembali bakal competitor Rembayung??Teori nama anak-anak T20, M40 dan B40Jangan masak waktu tengah marah!The art of cooking masakan MelayuRestoran Melayu high-endDilemma podcastersJangan lupa subscribe Youtube channel TTYL: Talk To You Later ! **Follow TTYL Socials**Instagram: @ttylpodcastYoutube: TTYL: Talk To You LaterTiktok: @ttyl.podcast