POPULARITY
Categories
Ustadz Firanda Andirja - Amalan Menambah Kasih Sayang Allah
AMAZING GRACE PROGRAM - PS. TIMOTHY ROY, M.A., D.Min., Ph.D - GEREJA KRISTUS PENEBUS
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 7 Juni 2026Bacaan: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran." (2 Timotius 4:2)Renungan: Ada seorang tentara yang bercerita bahwa selama karir militernya, sudah berkali-kali ia ditugaskan ke daerah konflik. Setiap kali akan berangkat, kesedihan mendalam dirasakannya karena harus berpisah dengan keluarga. Hal yang membuatnya sedih bukanlah perpisahan itu sendiri, melainkan kenyataan kalau ia bisa saja kelak pulang tinggal nama karena gugur dalam tugas. Namun, ia amat memahami tugas dan kewajibannya sebagai tentara sehingga ia tetap berangkat menunaikan tugas. Seperti tentara yang selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan padanya, demikian juga kita sebagai orang percaya harus selalu siap sedia melakukan tugas yang diamanatkan oleh Tuhan. Salah satu tugas tersebut adalah memberitakan firman. Sayangnya, banyak orang percaya yang masih beranggapan bahwa tugas tersebut merupakan tugas pastor, biarawan, biarawati, guru agama, dan para aktivis gereja. Pemikiran ini tentu saja keliru! Sebab, sesungguhnya Tuhan mempercayakan tugas memberitakan firman kepada semua orang yang telah menerima keselamatan kekal dari-Nya. Artinya, apapun profesi yang kita geluti, memberitakan firman dalam kehidupan sehari-hari adalah keharusan. Sekalipun kita adalah seorang ibu rumah tanggap sepenuh waktu, kita juga harus melakukannya. Memberitakan firman tidak identik dengan pengkhotbah mimbar, akan tetapi hal yang Tuhan inginkan adalah kita menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada orang-orang di sekitar kita, melalui tutur kata; sikap dan perbuatan; pola pikir; etos kerja; dan seluruh hidup kita. Singkat kata, memberitakan firman adalah menunjukkan kehidupan yang mencerminkan kasih dan karakter Kristus. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak melakukan panggilan Tuhan, yaitu memberitakan firman-Nya sampai keujung bumi. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, urapilah seluruh keberadaan diriku, agar melalui pikiran, perkataan, perasaan dan perbuatanku aku dapat mewartakan kasih-Mu, sehingga banyak orang semakin mengenal Engkau sebagai Sang Sumber Kasih dan keselamatan. Amin. (Dod).
Renungan D'Message || KASIH= MENGAMPUNI MESTI TERLUKA II Ps. Steven Liem
Renungan D'Message || KASIH MENUNTUT PENGORBANAN II Ps. Steven Liem
KASIH=NATUR ALLAH II Renungan D'Message ------------------------------------------------------------Jemaat yang terkasih, mari tetap terhubung dengan setiap pemberitaan Firman Tuhan di channel ini. Dukung pelayanan kami dengan cara men-subscribe dan mengaktifkan notifikasi Anda. Doa kami, Tuhan memberkati Anda sekalian.------------------------------------------------------------Follow akun sosial media kami untuk mengakses konten-konten lainnya:Instagram: https://bit.ly/4e1iegK Facebook: https://bit.ly/3Rxsvsk Rehobot Website: https://direct.me/rehobotsemarang Renungan D'message: https://bit.ly/4nNcg6tDaily Devotion: https://bit.ly/4tVwAEkBlessing Short: https://bit.ly/4uvq6wRSuara Kebenaran Services: https://bit.ly/4nOXX1mAre You OK?: https://bit.ly/4dvHqfi Sunday Service: https://bit.ly/3PmOstB
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Christine Tenges dari Paroki Katedral Hati Yesus Yang Mahakudus di Keuskupan Agung Makassar, Indonesia. 1 Petrus 4: 7-13; Mazmur tg 96: 10.11-12.13; Markus 11: 11-26.JADILAH PEMBAGI RAHMAT ALLAH Renungan kita pada hari ini bertema: Jadilah PembagiRahmat Allah. Ada seorang imam lanjut usia meninggal dunia beberapa waktu lalupada usia yang ke-100 di pastoran paroki tempat ia berkarya selama 45 tahunterakhir. Ia adalah seorang imam yang istimewa sehingga dipercayakan bekerja diparoki itu dalam waktu yang lama hingga akhir hidupnya. Banyak sekali kisahmenarik yang diceritakan oleh umat paroki. Hidupnya terukir di dalam hatisetiap umat paroki. Ada seorang umat paroki membagikan ceritanya begini. Dikeluarganya, ada 5 tingkat keturunan yang diberkati pernikahannya oleh sangPastor. Sakramen lain seperti Pembaptisan anak, Komuni Pertama, SakramenPenguatan dan Pernikahan juga dilayani oleh sang Pastor. Cerita satu keluargaini juga sama dengan banyak keluarga lain di paroki tersebut. Dari tangannya,keluarga-keluarga mendapat curahan rahmat dari Tuhan. Dari mulutnya, merekamendengar dan menerima Firman Tuhan yang menerangi kehidupan. Dari hatinya,umat Paroki mendapat segala rasa dicintai dan dihargai sebagai orang-oranghidup dalam semangat damai sejahterah. Singkatnya, Pastor almarhum ini adalahseorang pembagi rahmat Tuhan seperti Yesus Kristus. Sang Pastor wafat dan pergi ke alam baka denganmeninggalkan kemasyurannya, khususnya namanya yang harum dan jasa-jasanya yang luar biasa baik. Surat Pertama SantoPetrus dalam bacaan pertama hari ini kasih yang sepatutnya dibagikan dengantulus dan bebas, sebab kasih sungguh menutupi banyak sekali dosa. Kasih tidakmenuntut apa-apa selain keharusan untuk berbagi rahmat Allah kepada sesama. Bacaan Injil hari ini mendorong kita untuk berbagi rahmatkepada sesama kita dan yang diminta ialah rahmat pengampunan dosa. Tak seorangpun luput dari kenyataan bahwa satu, dua atau lebih orang telah terlanjurbersalah kepada kita. Kesalahan besar dan kecil telah membawa akibat negatifkepada kita. Namun demikian, kita yang menjadi korban atau yang dirugikan tidakpernah kehabisan rahmat Allah. Tuhan senantiasa mengaruniakan rahmat-Nya kepadakita melalui aneka jenis aktivitas dan pengalaman rohani kita tiap hari. Jadi sangat tidak sulit bagi kita untuk berbagi rahmatpengampunan kepada mereka yang bersalah kepada kita. Kiranya kita tidakmenunda-nunda kesempatan untuk mengampuni sesama yang bersalah kepada kita.Tuhan Yesus menasihatkan kita, bahwa “Jika kalian berdiri untuk berdoa,ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang,supaya juga Bapa-mu yang di surga mangampuni kesalahan-kesalahanmu.” Janganpernah lupa untuk mengampuni sebagai akibat terlalu sering dan lama menunda untukmelakukannya. Jika tidak, dosa bisa membeku dan berkarat di dalam dirimu. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah maha murah, semoga kami sungguhmenjadi para pembagi rahmat-Mu secara benar melalui semangat untuk selalumengampuni sesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...
Pembawa Renungan : RP. Albertus Joni, SCJ (Romo Koko) Palembang Yoh. 20:19-23
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Kebenaran di Bawah, Kekudusan di AtasDiambil dari: Mazmur 85:12 “Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.”Wonder Kids, bukti tentang Tuhan tidak hanya bisa kita lihat saat memandang langit, bintang, atau gunung. Kadang-kadang bukti itu juga ditemukan di bawah tanah, lewat benda-benda lama yang digali oleh para arkeolog. Arkeolog adalah orang yang mempelajari benda-benda kuno, seperti bangunan lama, kota-kota kuno, tulisan, atau barang-barang dari zaman dulu.Banyak penemuan arkeologi menolong kita melihat bahwa tempat-tempat, kota-kota, dan orang-orang yang disebut dalam Alkitab memang benar-benar ada dalam sejarah. Ini menunjukkan bahwa Alkitab bukan dongeng. Alkitab berbicara tentang dunia yang nyata. Apa yang ditulis di dalamnya terjadi di tempat dan waktu yang sungguh ada.Tetapi kita juga harus mengerti sesuatu yang penting, Wonder Kids. Penemuan arkeologi memang bisa menolong kita melihat bahwa cerita Alkitab berdiri di dalam sejarah yang nyata. Namun, penemuan itu tidak bisa membuktikan segala sesuatu tentang Tuhan. Misalnya, arkeologi bisa menunjukkan bahwa sebuah kota itu benar-benar ada, tetapi hanya firman Tuhan yang bisa membuat kita mengerti siapa Tuhan sebenarnya dan bagaimana hati kita harus datang kepada-Nya.Jadi, saat kita belajar tentang penemuan-penemuan kuno, kita boleh bersyukur karena itu menolong kita semakin yakin bahwa Alkitab dapat dipercaya. Tetapi yang paling penting tetap firman Tuhan itu sendiri. Firman Tuhan bukan hanya memberi kita informasi, tetapi membawa kita mengenal Tuhan yang kudus, benar, dan penuh kasih.Kadang-kadang orang mencari bukti tentang Tuhan hanya dengan pikiran mereka. Itu tidak salah. Tetapi Tuhan mau lebih dari itu. Tuhan mau kita bukan hanya tahu bahwa Alkitab benar, tetapi juga hidup dalam kebenaran itu. Tuhan mau hati kita mengenal Dia, menghormati Dia, dan taat kepada-Nya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Saat kamu membaca satu ayat Alkitab hari ini, katakan, “Tuhan, tolong aku bukan hanya tahu firman-Mu benar, tetapi juga mau hidup menurut firman-Mu.”Mari kita berdoa: Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi banyak bukti bahwa firman-Mu benar. Tolong aku supaya bukan hanya percaya di kepala, tetapi juga mengasihi Engkau dan hidup dalam kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: bukti-bukti bisa menolong kita percaya, tetapi firman Tuhanlah yang membawa kita sungguh mengenal Dia. Tuhan Yesus memberkati.
Support the show: https://www.suria.my/See omnystudio.com/listener for privacy information.
In mid-May, I attended the National Restaurant Show at McCormick Place in Chicago, visiting several booths and taking in the product and equipment innovations there — while eating and drinking my way through many delicious, and filling, product samples. One of the booths I visited was the Mezete booth, where Khaled Kasih, CEO and third-generation leader of Amman, Jordan-based Kasih Food Production Co. (and the Mezete brand), took a few minutes to discuss Middle Eastern cuisine with me (and offer some samples, of course!). For this episode of the Food For Thought podcast, Kasih digs into the history of Middle Eastern cuisine and the growing popularity of authentically produced foods from the region. He also discusses his company's passion for bringing the foods to a global audience, using innovative technology as the backbone of creating high-quality, true-to-tradition Middle Eastern foods.
Bismillah,Jangan Kasih Kendor di 10 Hari Pertama DzulhijjahUstadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Video Pendek Dari Kajian Riyaadhus Shaalihiin“Hari-Hari Paling Dicinta (10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah)”
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 18 Mei 2026Bacaan: "Janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Apakah hukuman secara fisik merupakan cara yang efektif untuk mendidik anak? Penelitian menunjukkan bahwa hukuman fisik ternyata cara yang kurang efektif. Bukan berarti hukuman secara fisik itu tidak perlu. Ada kalanya, kita memang harus memberikan disiplin atau hukuman secara keras jika anak kita sudah kelewatan. Memberikan hukuman itu boleh, tapi jadikanlah itu sebagai opsi terakhir. Bukan sedikit sedikit hajar, sedikit sedikit main hajar. Penelitian yang dilakukan oleh University of California di Los Angeles, menunjukkan bahwa 82 persen remaja yang dikirim ke penjara anak, akhimya melakukan kejahatan kembali, dan sering kali dengan kejahatan yang lebih berat dari sebelumnya. Mengapa bisa demikian? Salah seorang anak yang dimasukkan penjara pernah bercerita, "Saya dikurung di sel bersama-sama anak-anak lain yang lebih tua. Di sel itu, setiap anak bercerita tentang apa yang mereka telah lakukan dan bagaimana mereka tertangkap. Ini seperti kursus di bidang kejahatan." Hukuman pada kenyataannya tidak membuat jera. Sering kali kita frustrasi dengan anak kita yang sudah dihukum berulang kali tapi tidak pernah kapok, bahkan kenakalannya semakin menjadi-jadi. Jika hal itu yang terjadi, sudah saatnya kita melakukan pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak kita. Bukan lagi dengan tongkat, tapi dengan kasih sayang. Bukan lagi dengan makian, tapi dengan perhatian. Bukan lagi dengan banyaknya kata-kata, tapi dengan teladan dan memberikan waktu secara khusus kepada anak kita. Pendekatan seperti ini sering kali lebih efektif dibandingkan dengan main rotan atau main hajar saja. Pendekatan seperti ini membuat anak sadar apakah perbuatannya benar ataukah perbuatannya salah. Mereka juga tidak hanya memandang orang tuanya sebagai penghukum tapi terlebih pembimbing mereka. Jika mereka punya kesadaran tentang apa yang benar dan apa yang salah, biasanya mereka akan mulai bertanggung jawab atas kehidupannya. Mereka mulai melakukan hal yang benar, bukan karena paksaan tapi karena kesadaran. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, berilah aku hikmat untuk mendidik anak-anak yang Kau percayakanlah padaku, sehingga perkataanku penuh kuasa untuk menjadikan anak-anakku lebih baik dari sebelumnya. Amin. (Dod).
Don't let her charming face fool you, she's fierce, fiery and full of wisdom.Maggy sits down with Kasih Iris Leona to talk about her relationship with her fans, her ultimate dream life, why she took a day job in the corporate world, and the biggest lessons she learned from her grandfather. If you've been a fan, you'll get to know her a little bit more, if you're new to her content, you'll see why she's one of the most beloved content creators of her generation. We've definitely been inspired and we know you will be too!In this ep you'll learn:How Leona balances what she shares online and what to keep for her private lifeWhen to approach a public figure as a fanWhy fame is not luckWhy privilege doesn't guarantee success How to live an intentional lifeWhy you should stop being scared to ask for things you want Why you should be your own biggest fanGet to know Leona here: @kasihirisleona----------------------------------------------------------------------Hosted by Maggy Wang, this podcast is where real talk meets real life — messy, mundane, and everything in between. From everyday struggles to smashing through stigmas, we know you're here for the unfiltered conversations. There will be laughter, there will be awkward silence and maybe some tears.One thing's for sure: You won't get enough. So kick off your shoes (or heels), grab a seat and #letsgetheadoverheelsLet us know if you enjoyed this episode and found it helpful! We wanna hear what YOU want to do & talk about next. NEW WEEKLY HOH EPISODES EVERY THURSDAY AT 6PMFollow us on:Instagram: @theheadoverheelspodMaggy: @themaggywang
Syalom Keluarga Damai! Sapaan Damai Sejahtera atau disingkat SAMAS merupakan sebuah renungan singkat yang tayang setiap hari Senin-Sabtu. SAMAS tidak hanya dibawakan oleh pendeta/hamba Tuhan, tetapi juga akan dibawakan oleh siapapun yang ingin berbagi sapaan Tuhan kepada dirinya. Semoga kita dapat menemukan damai sejahtera yang datangnya dari sapaan Tuhan kepada setiap kita melalui SAMAS ini. Tuhan Yesus memberkati!
Pdm. Handoyo Salim (TB) Ibrani 8:10"Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah Plinius dan Hidup Orang KristenDiambil dari: Roma 13:9–10 “Karena firman: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini, dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.”Wonder Kids, Plinius Muda pernah menulis sesuatu yang menarik tentang orang-orang Kristen pada zaman gereja mula-mula. Ia melihat bahwa mereka bukan hanya berkumpul untuk beribadah, tetapi juga berusaha hidup dengan benar. Mereka berjanji untuk tidak mencuri, tidak menipu, tidak berbuat jahat, dan tidak hidup sembarangan. Mereka mau hidup dengan cara yang menyenangkan Tuhan.Ini penting sekali, Wonder Kids. Menjadi orang Kristen bukan hanya soal datang ke ibadah atau berkata bahwa kita percaya kepada Yesus. Menjadi orang Kristen juga terlihat dari cara hidup kita sehari-hari. Apakah kita jujur? Apakah kita mengasihi orang lain? Apakah kita menolak berbuat jahat? Orang-orang Kristen mula-mula menunjukkan bahwa iman kepada Yesus mengubah hidup mereka.Firman Tuhan dalam Roma 13:9–10 mengajarkan bahwa kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama. Jadi, kalau kita sungguh mengasihi Tuhan, itu akan terlihat juga dari cara kita memperlakukan orang lain. Anak yang suka menolong, berkata jujur, tidak mencuri, tidak memukul, dan mau berbuat baik sedang menunjukkan kasih Tuhan dalam hidupnya.Mungkin kadang-kadang kita tergoda untuk berbuat salah. Misalnya, ingin mengambil barang yang bukan milik kita, berkata tidak jujur supaya tidak dimarahi, atau membalas teman yang menyebalkan. Tetapi Tuhan memanggil kita untuk hidup berbeda. Tuhan mau hidup kita menjadi kesaksian bahwa Yesus sungguh bekerja di dalam hati kita.Wonder Kids, hari ini lakukan ini: Pilih satu cara untuk menunjukkan kasih kepada orang di rumah atau di sekolah hari ini. Misalnya, berkata jujur, menolong tanpa disuruh, atau tidak membalas saat diganggu.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajarku untuk hidup benar dan mengasihi sesama. Tolong aku supaya imanku tidak hanya terlihat dari kata-kata, tetapi juga dari hidupku setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: orang yang sungguh mengasihi Yesus akan belajar hidup benar dan mengasihi sesamanya. Tuhan Yesus memberkati.
Pembawa Renungan: RP. Antonius Rajabana, OMIJakarta Yoh 15:12-17
Pembawa Renungan: Linda Wahjudi Denpasar BaliYoh 15:9-11
Bagaimana menerapkan kasih karunia atau “Grace” dalam kehidupan sehari-hari?1) Grace dalam identitas diriA. Saat kita merasa tertuduh (Grace berkata kita adalah ciptaan yang baru)“Jangan hidup dengan masa lalu, rasa bersalah, dan kegagalan kita”B. Saat kita gagal (Grace berkata kamu boleh mulai lagi)“Jangan lari dari Tuhan, tapi lari kepada Tuhan”2) Grace dalam hubungan A. Mengampuni (Grace berkata ampuni, karena kamu sudah diampuni)B. Menilai orang lain (Grace berkata lihatlah potensinya, bukan hanya kesalahannya)C. Memberi kesempatan kedua (Grace berkata jangan cepat menutup pintu)3) Grace dalam kehidupan A. Dalam tekanan (Grace berkata ada kekuatan saat kita tidak mampu)B. Dalam keberhasilan (Grace berkata tetaplah rendah hati, bersyukur dan sadari bahwa semua karena Tuhan)
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalahApakah Orang Kristen Pikirannya Sempit?Diambil dari: Keluaran 20:3 (TB)“Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”Wonder Kids, kadang ada orang yang berkata, “Orang Kristen terlalu sempit pikirannya karena mereka percaya bahwa hanya ada satu Allah dan hanya satu jalan keselamatan.” Memang Alkitab dengan jelas berkata bahwa Allah adalah satu-satunya Allah yang benar. Dan Yesus berkata bahwa Ia adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Itu bukan sikap sombong. Itu adalah keyakinan berdasarkan apa yang Allah sendiri nyatakan.Tetapi ada hal penting yang juga harus kita ingat. Walaupun kita percaya Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan, kita tetap harus hidup dengan kasih, hormat, dan kerendahan hati. Percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya Juruselamat tidak berarti kita merendahkan orang lain. Justru kita dipanggil untuk menunjukkan kasih Kristus melalui perkataan dan perbuatan kita. Kita tidak memaksakan iman dengan kemarahan. Kita bersaksi dengan kasih dan kebenaran.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Pegang teguh imanmu kepada Yesus. Tetapi tunjukkan kasih kepada semua orang, bahkan kepada mereka yang berbeda denganmu.Mari kita berdoa:Tuhan, tolong aku tetap teguh percaya kepada-Mu, tetapi juga hidup dengan kasih dan hormat kepada semua orang. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah: Kebenaran tanpa kasih menjadi keras.Kasih tanpa kebenaran menjadi lemah.Di dalam Yesus, keduanya berjalan bersama.
Pembawa Renungan: RD. Adiputra Adrianus Lumban Tobing SibolgaYoh. 10:11-18
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 21 April 2026Bacaan: Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini." (Lukas 23:4)Renungan: Gediminas Kirkilas, salah seorang Perdana Menteri Lithuania harus membayar denda sebesar 290 euro. la tertangkap tangan merokok di tempat umum, di sebuah bar di Klaipedia. Kirkilaslah yang mengusulkan larangan dikenakan denda bagi orang yang merokok di tempat umum. Ia tidak memungkiri pelanggaran yang dilakukannya dan ia segera membayar denda tersebut. Orang yang bersalah tentu harus menanggung sanksi yang berlaku. Kita kembali diingatkan akan pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Mengapa Ia mau mati di kayu salib? Apakah la melakukan kesalahan? Sama sekali tidak benar! la mati justru karena menanggung dosa dunia ini. Ketika la diadili oleh Pontius Pilatus, di hadapan para imam kepala dan orang banyak, Pilatus berkata: "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini." Namun orang banyak tetap menghukum Yesus dan menyalibkan Dia. Ya, betapa pun Tuhan Yesus tak bersalah, la menerima kematian di kayu salib sebagai hukuman. Hanya karena cinta-Nya demi keselamatan umat manusia, la menerimanya. Adakah cinta kasih kita kepada-Nya sebesar cinta kasih Tuhan Yesus kepada kita? Mari kita wujudkan cinta kasih itu kepada sesama kita. Tuhan Yesus memberkati. DOA:Tuhan Yesus, terima kasih atas cinta-Mu yang begitu besar padaku sehingga Engkau mau mati untukku. Ubahlah aku untuk hidup lebih baik lagi sehingga aku dapat menghargai pengorbanan-Mu di kayu salib. Amin. (Dod).
Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A. - Amalan Menambah Kasih Sayang Allah
Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A. - Menciptakan Kasih Sayang
Pembawa Renungan : RD. Ronnie Luni Sabah Malaysia Yoh. 3:16-21
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merilis unggahan yang sarat kata-kata kasar di akun media sosial miliknya, ditujukan ke pihak Teheran. Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan jika Iran tidak membuka Selat Hormuz bagi semua kapal pada Selasa besok.Bagaimana pemerintah dan warga Iran menghadapi ultimatum serangan Trump?
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 5 April 2026Bacaan: "Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut." (1 Yohanes 3:14)Renungan: Ada begitu banyak ayat Alkitab yang meneriakkan kata kasih agar yang tak mendengar dapat mendengar, dan yang tak mau mendengar menjadi terusik sehingga mau mendengar. Kasih adalah ciri khas dari kehidupan kekristenan, yang membedakan kita dengan dunia ini. Mengasihi bukanlah pilihan bagi para pengikut Kristus, melainkan sebuah keharusan, yang sama halnya seperti manusia dengan makanan. Mau tidak mau, atau enak tidak enak, manusia akan tetap makan agar dapat bertahan hidup. Jadi baik atau tidak baik situasi, kondisi dan tempatnya, kita harus tetap dapat mengasihi. Namun bila akhirnya kita menjadikan kasih sebagai sebuah pilihan, maka hari ini ada begitu banyak orang yang kita bunuh. Ya, menjadi pembunuh, itulah hasil akhir dari pilihan kita, karena kita gagal menjadi penunjuk jalan bagi orang-orang "dunia" untuk menuju kepada jalan kebenaran dan hidup. Inilah alasan mengapa kasih menjadi begitu penting, sehingga firman-Nya terus menggedor hati kita agar kita hidup sebagai anak-anak terang yang memancarkan kasih-Nya. Sebab, seperti apa dan bagaimana kita hidup, maka seperti itulah orang akan memandang Kristus. Jika kita hidup sebagai pemarah atau pendendam, maka seperti itulah Kristus di hadapan orang-orang yang tidak mengenal-Nya. Kristus yang adalah Kasih, berubah menjadi Pribadi yang buruk karena keangkuhan, keegoisan, dan kegengsian kita yang tidak mau mengampuni. Di dalam Kristus, hal mengasihi bukan lagi sebuah kemustahilan. Untuk itu, jika kita masih merasakan sebaliknya, maka sesungguhnya la tidak ada di dalam kita, dan kita tidak pernah mengenal-Nya. Saat dunia membutuhkan alasan atau syarat untuk mengasihi, la justru mengajarkan kita untuk mengasihi tanpa syarat, sama seperti Dia yang mengasihi kita tanpa syarat. Maukah kita belajar mengasihi? Selamat Paskah. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, aku ingin belajar memiliki kasih yang Engkau ajarkan kepadaku, agar aku dapat mengasihi tanpa mencari alasan untuk apa aku mengasihi. Amin. (Dod).
Renungan D'Message || KASIH TAK BERSYARAT II Ps. Steven Liem
Plot Twist Belas Kasih - Ev. Sepakat Ginting - 29 Maret 2026 - GBI Sariwangi
Podcast Ps Mario - Kasih Sejati
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 21 Maret 2026Bacaan: "Sabarlahh kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (Kolose 3:13)Renungan: Seorang psikolog bernama Robert Ader mempublikasikan penelitiannya bahwa secara biologis, otak, emosi, dan fisik itu tidak terpisahkan. Inilah kenapa beberapa gangguan fisik sebenarnya berawal karena emosi yang tidak terorganisir dengan baik. Ada orang yang membiarkan diri terus menerus membenci orang lain, mengorbankan hubungan, sehingga sakit hipertensi atau jantung. Bahkan contoh sederhana saja, saat kita marah pada orang lain, degup jantung kita pun tentu akan makin cepat dan akibatnya kita akan mudah lelah. Ada seorang bapak tidak mau diajak melayat temannya yang meninggal. "Tidak bisa, saya tidak bisa," katanya menolak. Mereka memiliki perselisihan yang tak kunjung selesai. Padahal orangnya sudah meninggal, tapi kebenciannya tetap membara. Sungguh sia-sia, bukan? Ketika kita dapat memaafkan, berarti kita bisa pula melupakan. Melupakan bukan dalam arti kita sama sekali tidak ingat akan peristiwa masa lalu yang telah terjadi, melainkan peristiwa menyakitkan itu sudah tidak memiliki kuasa atas hidup kita. Kita memaafkan orang lain bukan berarti kita menyetujui perilaku mereka. Kita memaafkan mereka untuk diri kita sendiri, supaya kita bisa melepaskan pengampunan dan melanjutkan kehidupan kita. Sayangnya, banyak orang menganggap memaafkan itu akan menjadikan posisinya lemah sehingga mereka enggan melepaskan pengampunan. Apalagi bila yang salah tidak meminta maaf. "Apa yang mau dimaafkan? Yang salah saja tidak minta maaf," alasan mereka. Terlepas dari adanya permintaan maaf atau tidak, kita harus bisa memaafkan. Itu akan membebaskan kita. Kita tidak dapat mengontrol orang lain tetapi kita dapat mengendalikan diri kita: pikiran kita, perkataan kita, pilihan kita, tindakan kita, reaksi kita dan seterusnya. Bila telah dapat menguasai diri sendiri, kita akan menjadi nahkoda untuk setiap hal yang lain (Ams 16:32). Sebaliknya: bila kita tidak dapat menguasai diri sendiri, mustahil untuk bisa menahkodai hal-hal lainnya. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, terima kasih karena aku dapat mengampuni seseorang yang selama ini telah menyakiti hatiku. Kini hatiku lega karena beban dendam yang selama ini mengikatku telah terlepas. Hatiku telah bebas merdeka. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : F.X Warindrayana, S.T.B Yogyakarta Yoh. 5:17-30
Pembawa Renungan : RP. Antonius Rajabana, OMI Cilacap - Jawa TengahMrk. 12:28b-34.
Pembawa Renungan: RD. Revi Tanod Manado Luk. 6:36-38.
Pembawa Renungan: Erna Kusuma Tangerang Mat. 5:43-48.
Pdm. Handoyo Salim (TB) Filemon 1:17Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 24 Februari 2026Bacaan: "Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya." (Matius 6:20) Renungan: Pada tahun 1957, majalah Fortune menobatkan Paul Getty sebagai orang terkaya di dunia. Namun demikian, Getty tidak suka dengan ketenarannya sebagai orang terkaya. Bukan karena ia seorang yang rendah hati, tetapi karena ia terlalu pelit untuk berurusan dengan orang-orang yang meminta bantuannya. la pindah ke Sutton Place hanya karena biaya hidup yang lebih murah daripada di London. la bahkan mencuci bajunya sendiri hanya karena tidak ingin mengeluarkan uang untuk laundry. la menolak membayar uang tebusan ketika cucunya diculik, sampai akhirnya telinga cucunya dikirim lewat pos. Namun sebaliknya, salah satu anaknya, yang menerima harta warisan Getty, menyumbangkan kekayaannya dan berkata, "Saya sumbangkan uang ini bagi orang-orang yang jauh lebih membutuhkan daripada saya. " Demikianlah kemurahan hati adalah sebuah proses pengalihan diri dari diri sendiri kepada orang lain. Salomo dengan tegas berkata dalam Ams 3:27, "Janganlah menahan kebaikan daripada orang-orang yang berhak menerimanya padahal engkau mampu melakukannya." Artinya kita selalu memiliki keterbukaan hati untuk selalu berbagi dengan orang lain. Kita belajar memunculkan potensi diri kita untuk selalu berbagi. Memberi menjadi prioritas dan sukacita kehidupan kita. Seseorang pernah berkata, "Lakukan semua kebaikan yang dapat kita lakukan bagi orang-orang di sekitar kita sebanyak mungkin, dengan berbagai cara dan jalan yang dapat kita lakukan. Dengan kata lain, temukan alasan untuk selalu berbagi karena kemegahan kehidupan ini tidaklah terletak pada apa yang dapat kita raih, melainkan pada apa yang dapat kita beri. Mari kita keluar dari jalan kehidupan orang kaya yang bodoh yang dikisahkan oleh Yesus, dan mulai belajar mengosongkan lumbung-lumbung yang ada, dan menemukan berbagai jalan untuk berbagi dengan orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, bermurah hati memang bukan hal yang mudah, namun aku rindu melakukannya. Berikanlah aku hati yang peduli kepada sesamaku yang membutuhkan, seperti hati-Mu sendiri yang penuh dengan belas kasihan. Amin. (Dod).
Nongkrong Festival brought Pasar Senja to Fed Square, drawing together Melbourne's Indonesian diaspora and the wider community for an evening of music, food, and connection on Valentine's Day. - Nongkrong Festival menghadirkan Pasar Senja di Fed Square Melbourne, menyatukan diaspora Indonesia dan warga Melbourne untuk menikmati musik, makanan, dan kehangatan komunitas di sore Valentine's Day.
Kencan Dengan Tuhan - Selasa, 10 Februari 2026Bacaan: "Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah." (1 Petrus 4:2)Renungan: Suatu ketika seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana ia bertemu seorang prajurit yang tak akan pernah dilupakannya, bernama Harry. Harry yang dikirim untuk menjemput profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh. Kemudian ia juga menolong orang yang tersesat dan menunjukan arah jalan yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor dengan senyumnya menghiasi wajahnya. "Darimana kamu belajar hal-hal seperti itu ?" tanya sang profesor. "Oh," jawab Harry. "Selama perang, saya kira." Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga saat tugasnya membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. "Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah," katanya. "Saya tak pernah tahu apakah langkah selanjutnya merupakan pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan saat mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan anugerah dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini." Jika kita bisa bangun pagi hari ini tanpa kekurangan suatu apa pun yang baik, itu semua merupakan sebuah anugerah dan kesempatan berharga yang Tuhan berikan. Oleh karena itu sudah seharusnya kita memanfaatkan hari ini, dengan menggunakannya untuk melakukan hal-hal yang positif, yang Allah kehendaki. Berhentilah beranggapan bahwa keberadaan kita hanya sebuah hal yang biasa. Tidak. Jika Tuhan memberi nafas hidup yang baru, berarti ada hal baru pula yang ingin Dia beri, harapan, iman yang baru, terobosan yang baru dan masih banyak lagi hal-hal besar yang mau Dia nyatakan bagi karir dan kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan belaskasih-Mu, sehingga hatiku pun mudah tergerak untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Amin. (Dod).
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 25 Januari 2026Bacaan: "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. " (Yohanes 15:12)Renungan: Apakah kita pernah melihat anak kecil menangis tapi tangisannya segera berhenti saat ia didekap ibunya? Apakah kita pernah merasakan betapa leganya ketika kita melakukan kesalahan di tempat kerja tapi ternyata reaksi bos kita hanya berkata "Sudah, tidak apa-apa. Lain kali lebih hati-hati"? Apakah kita pernah merasakan saat seorang mau mendengarkan keluh kesah kita dengan penuh empati? Atau lihatlah betapa merdekanya hati seorang yang diampuni kesalahannya. Kesedihan istri diobati oleh ucapan lembut penuh kasih dari sang suami. Rasa lelah dan stres suami mendadak hilang karena sambutan hangat istri begitu ia tiba di rumah, dsb. Banyak pengikut Yesus bingung bagaimana cara mengalirkan kuasa Allah. Sebagian lagi berpikir bahwa orang yang dapat mengalirkan kuasa Allah itu hanyalah orang yang punya karunia tertentu, memenuhi standar rohani tertentu, telah mengikuti pelatihan tertentu, terlibat pelayanan tertentu atau memiliki jabatan rohani tertentu. Padahal sesungguhnya mengalirkan kuasa Allah bisa dimulai dengan satu langkah sederhana, yaitu MENGASIHI. Dan mengasihi juga tidak selalu tentang hal-hal yang begitu besar atau dramatis, tapi bisa dimulai dengan melakukan hal-hal seperti di atas. Kebutuhan utama manusia adalah dikasihi. Dikasihi berarti diterima dan dihargai apa adanya, sebagai sesama manusia yang butuh disayangi, didengarkan, diperlakukan baik, dan dihargai. Bukankah itu juga yang kita inginkan? Kadang kita terlalu rumit memikirkan bagaimana mengalirkan kasih dan kuasa Allah. Tuhan tak akan memerintahkan sesuatu yang tak bisa kita lakukan. Ketika kita mau dengan tulus mengasihi, bisa dimulai dari melakukan tindakan-tindakan sederhana yang didasari kasih dan menunjukkan penerimaan, penghargaan serta kepedulian/empati terhadap orang lain. Ketika kita mampu melakukan hal tersebut, sesungguhnya kita sedang mengalirkan kasih sorgawi yang memulihkan hidup mereka. Jadi, mari kita mulai mengasihi, mulailah dari mengasihi orang-orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, penuhilah aku dengan kuasa kasih-Mu, sehingga aku mampu menjadi tanda kehadiran-Mu bagi mereka yang sedang mengalami pergumulan dalam hidupnya. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan: Alland Angelbarth Kewas – Surabaya Pengantar Renungan: Kalvin Laia - Riau Sound Editing: Alland Angelbarth Kewas – Surabaya Cover Editing: Anastasia Sonia - Jakarta Mrk. 2:23-28.
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 19 Januari 2026Bacaan: "Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan "Tuhan setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." (Lukas 19:8)Renungan: Ketika merayakan ulang tahun, selalu ada momen tiup lilin. Di momen tiup lilin inilah biasanya ada sedikit masalah: bingung cari korek api. Hal ini sering terjadi ketika yang hadir tidak ada yang merokok. Beda cerita kalau perayaan tersebut dihadiri oleh perokok, tentu saja sangat mudah mendapatkan korek api. Kita tidak mungkin bisa memberikan apa yang tidak kita punya. Jika Anda minta korek api kepada saya, jelas saya sulit untuk memberikannya. Bukan karena saya pelit, tapi karena saya memang tidak merokok. Sebaliknya, jika Anda memintanya kepada perokok, dengan mudah Anda mendapatkannya. Mengapa? Karena setiap saat mereka membawanya! Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang menarik pajak lebih dari jumlah yang seharusnya. Suka memeras dan bertindak semena-mena terhadap rakyat. Sulit bagi Zakheus untuk berbuat baik kepada orang lain. Tapi begitu berjumpa dengan Yesus dan mengalami kasih-Nya, tiba-tiba saja Zakheus jadi murah hati. la membagi-bagikan uangnya kepada orang miskin. la mengembalikan uang berkali-kali lipat kepada orang yang telah ia peras. Bagaimana mungkin tiba-tiba Zakheus jadi murah hati? Sebenarnya ini bukan terjadi secara tiba-tiba, sebab sebelumnya Zakheus lebih dulu menerima kemurahan hati Tuhan. la menerima kasih, sebab itu ia bisa memberikan kasih itu kepada orang lain. Kisah tersebut di atas mungkin bisa menjawab pertanyaan, "Mengapa saya sulit mengasihi? Mengapa saya tidak bisa mengampuni?" Bukan karena kita memiliki watak keras. Bukan karena kita pendendam. Bukan juga karena kesalahan orang tersebut sangatlah besar. Tapi jawabannya adalah karena kita tidak mengalami kasih Allah. Kita tidak mungkin memberi dari sesuatu yang tidak kita punya. Kita tidak mungkin bisa mengasihi orang lain selama kita sendiri belum mengalami kasih Tuhan. Kita sulit mengampuni karena kita belum membuka hati untuk menerima pengampunan Tuhan. Begitu kita mengalami kasih Tuhan, mengasihi dan mengampuni bukan lagi menjadi sebuah kemustahilan, bahkan tidak lagi menjadi hal yang sulit bagi kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, hati yang mau mengampuni, mengasihi dan menerima setiap orang apa adanya sebagaimana Engkau mau menerima aku apa adanya. Amin. (Dod).
Pdm. Handoyo Salim (TB) Yohanes 1:14Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Mazmur 90 :1-17 BAGIAN 1: KONTEKS MAZMUR 90 BAGIAN 2: UNTUK YANG MUDA BAGIAN 3: UNTUK YANG DEWASA BAGIAN 4: DOA PENUTUP MUSA
Kencan Dengan Tuhan - Minggu, 4 Januari 2026Bacaan: "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (Efesus 5:22, 25) Renungan: Ada sebuah ungkapan hati Stephanie kepada suaminya Daniel. Wanita ini mencatatnya dalam buku harian, "Percuma jika pernikahan ini diteruskan, Daniel tampak tidak bahagia setiap hari. Terkadang aku melihat dia termenung dengan tatapan kosong dan sedih. Hatiku begitu pilu! Ini semua pasti salahku, karena aku tidak dapat memberikannya keturunan! Padahal sudah 9 tahun kami menikah, hina sekali aku ini! Mungkin lebih baik aku pergi dan berharap Daniel dapat melupakan aku serta segera mencari penggantiku, yang jauh lebih baik dan dapat membuatnya bahagia setiap saat!" Kemudian dengan diam-diam Stephanie membereskan pakaiannya dan pergi ketika suaminya sedang bekerja. Satu bulan lamanya Stephanie tinggal di rumah sahabat karibnya di daerah yang jauh dari rumah suaminya. Stephanie merasa sakit hati, karena ternyata dugaannya benar, Daniel tidak mencintainya. Daniel tidak pernah menghubunginya sekalipun! Akhirnya, setelah beberapa waktu lamanya, ada telepon masuk ke ponsel Stephanie. Telepon itu berasal dari seorang ibu yang adalah tetangga mereka. Betapa terkejutnya Stephanie ketika dikabarkan bahwa saat ini Daniel sedang terbaring lemas di rumahnya, dan tidak dapat bangun sama sekali! Tanpa pikir panjang, Stephanie segera pulang ke rumah. Yang ia temukan di rumah ternyata begitu aneh, di luar dugaannya. Taman kecil di depan rumah begitu rapi dan bersih. Ketika memasuki rumah, ruangan pun harum dan terlihat sejuk. Namun yang paling menarik perhatiannya adalah dinding rumah mereka kini dipenuhi oleh bingkai-bingkai foto yang tidak pernah ada sebelumnya! Itu adalah foto-foto sejak Daniel dan Stephanie berkenalan pertama kali sampai foto dari 3 tahun yang lalu. Ia baru teringat, bahwa sejak 3 tahun terakhir mereka tidak pernah berfoto lagi seperti dulu. Segera ia masuk ke ruang tengah dan mendapati sebuah kain putih besar yang bertuliskan, "Jangan cemas, aku tidak sakit. Ketika engkau pergi, aku menemukan buku harianmu dan membaca semua isinya. Betapa sedihnya aku karena yang kau pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan. Aku termenung setiap saat karena sedih memikirkan dirimu yang tidak terlihat bahagia. Sayangku, aku tidak pernah berhenti mencintaimu. Kehadiran anak tidak lebih berarti daripada kehadiranmu di sampingku. Engkau jauh lebih berharga! Sayang, selamat ulang tahun ya. I Love You." Stephanie langsung berderai air mata, ia bahkan tidak ingat kalau hari ini dirinya ulang tahun! Segera ia berlari ke kamar tidur dan mendapati suaminya berpakaian sangat rapi dan memegang kue tart coklat kesukaan Stephanie di tangannya. Mereka pun berpelukan dan kini Stephanie sangat bahagia! Pernikahan sangatlah mahal dan berharga. Jadi apa pun yang terjadi, sebagai orang percaya kita harus tetap menjaga gairah kasih itu menyala dalam hidup pernikahan kita. Pahamilah pribadi masing-masing, dan tetaplah katakan, "I love you!" Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kami ingin agar kasih-Mu itu dapat tetap menyala dalam hidup pernikahan kami walau masalah yang kami hadapi sangat berat. Hadirlah selalu dalam kehidupan pernikahan kami. Amin. (Dod).
Pdt. Paulus Chandra
GI Lim Hendra
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 19 Desember 2025Bacaan: "Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan." (2 Timotius 2:16) Renungan: Hampir di semua stasiun televisi ada acara-acara yang membicarakan tentang kehidupan orang lain. Apakah itu tentang prestasi orang atau pun membicarakan gosip-gosip yang beredar tentang seseorang. Ternyata menjual cerita tentang orang lain sangat laku dan tidak sedikit orang yang tertarik pada urusan orang lain. Tidak hanya di televisi dan media lainnya, tetapi di mana saja ternyata membicarakan perihal orang lain sangat digemari. Apakah membicarakan tentang orang lain itu dibolehkan? Tentu dibolehkan selama hal itu tidak merusak dan merugikan orang lain. Bercerita itu perlu, namun hendaknya hal itu tidak merusak kesaksian kita sebagai pengikut Yesus. Firman Tuhan mengajarkan agar kita selalu menghindari perkataan yang sia-sia, tidak membangun dan tak suci. Sebab dengan banyak berbicara mengenai hal yang sia-sia, maka hati kita akan semakin tenggelam dalam kefasikan. Semakin banyak berbicara tentang hal yang sia-sia atau gosip malah akan membuat kita melakukan banyak kesalahan. Tuhan Yesus telah berfirman, "Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum." (Matius 12:36-37). Tuhan tidak melarang kita untuk bercerita dan menikmati asyiknya bercerita, namun kita senantiasa harus waspada agar kita tidak terjebak dengan kata-kata yang keluar dari mulut kita. Karena itu kita patut merenungkan dan sadar bahwa betapa ruginya kita jika hanya karena senang bergosip lalu melanggar perintah Allah. Bukankah menyedihkan jika hanya karena gosip dan cerita kosong yang kita lontarkan ibadah kita ditolak Allah. Paulus menasihatkan agar kita senantiasa berkata-kata dengan penuh kasih dan jangan hambar, dengan demikian kesaksian kita sebagai pengikut Yesus yang telah dipulihkan dan dikuduskan akan terasa harum bagi orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, biarlah bibirku hanya memperkatakan tentang kebenaran dan kasih, agar nama-Mu dimuliakan melalui perkataanku. Amin. (Dod).
Pembawa Renungan : RP. Pionius Hendi, OFMCap. Pontianak Luk. 14:1-6