POPULARITY
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 326 (Kisah Rasul 2:41-47): Bagian terakhir dari kehidupan jemaat mengatakan bahwa jemaat Kristus senantiasa memuji Allah. Puji-pujian kepada Allah senantiasa dipanjatkan oleh umat-Nya karena hanya umat-Nyalah yang tahu betapa agung, mulia, penuh kebesaran, kekudusan, kasih setia, dan bijaksananya Allah. Allah, dengan sifat-Nya yang mulia dan sempurna, tidak mungkin dipuji dengan puji-pujian yang remeh dan tidak mencerminkan sifat-Nya itu. Pantaskah pujian kita berikan kepada Dia dengan sesuatu yang hanya mencerminkan kemuliaan duniawi yang redup?
Audio ini merupakan sesi pendalaman Alkitab yang dipimpin oleh Pdt. Ir. Timotius Subekti dengan tema keintiman yang membawa pada keserupaan dengan Kristus. Penjelasan difokuskan pada bagaimana hubungan yang dalam antara Tuhan dan jemaat harus menghasilkan karakter yang menyerupai Anak-Nya. Pembahasan mencakup pentingnya sikap terus mencari Tuhan, ketekunan dalam memproses hidup melalui penderitaan, dan ketaatan pada firman sebagai benih yang ditabur dalam hati.Selain itu, disampaikan pula analogi tentang proses pertumbuhan rohani yang progresif, diibaratkan seperti kemuliaan yang terus bertambah. Jemaat diingatkan bahwa penderitaan sering kali menjadi bagian dari proses pemurnian agar hidup seseorang menjadi harum seperti persembahan yang hidup di mata Tuhan. Sesi ini ditutup dengan ajakan bagi umat untuk terus menyerahkan diri agar dibentuk oleh Roh Kudus, sehingga perbuatan mereka mencerminkan kebenaran dan menjadi saksi bagi dunia.
Sesi ibadah pendalaman Alkitab ini membahas konsep anugerah sebagai sistem peringatan atau alarm rohani bagi orang percaya. Pembicara mengilustrasikan peran penting pancaindra, yaitu penciuman, penglihatan, dan pendengaran, dalam mendeteksi bahaya rohani dan jebakan iblis. Ibarat kijang yang memiliki insting tajam untuk bertahan hidup, umat Tuhan diajak untuk meningkatkan kepekaan spiritual mereka.Fokus utama ajaran ini terletak pada pengenalan akan Yesus sebagai Mawar Sharon yang menjadi standar kebenaran. Roh kebenaran berperan untuk membedakan ajaran yang benar dengan ajaran yang menyesatkan. Injil ditegaskan kembali sebagai berita tentang inkarnasi, kematian, kebangkitan, kenaikan, dan kedatangan kembali Yesus Kristus untuk menghakimi.Jemaat didorong untuk membangun kehidupan doa dan penyembahan yang harum di hadapan Tuhan guna mencapai kedewasaan iman. Dengan melekat pada Tuhan serta memiliki karunia untuk membedakan roh, umat diharapkan mampu terhindar dari jeratan dunia dan tetap setia menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali.
Audio ini merupakan ibadah pendalaman Alkitab yang dibawakan oleh Pdt. Ir. Timotius Subekti dengan tema utama Menawan Hati Tuhan. Fokus bahasan adalah pentingnya menjaga mata dan telinga rohani agar tetap selaras dengan kehendak Tuhan.Dalam ceramahnya, pengkhotbah menjelaskan bahwa kecantikan rohani seseorang di mata Tuhan berkaitan erat dengan kemurnian hati dan pandangan mata yang tertuju pada kemuliaan Allah. Mata diumpamakan sebagai pelita tubuh yang menentukan apakah seseorang hidup dalam terang atau kegelapan. Melalui analogi kijang yang memiliki penglihatan luas dan telinga yang peka, jemaat diajak untuk memiliki kepekaan rohani dalam menghadapi tantangan hidup.Selain itu, dijelaskan pula mengenai pentingnya proses pembentukan karakter melalui firman Tuhan, layaknya bahan yang dicetak melalui suhu tinggi. Jemaat diingatkan untuk menjadi pribadi yang cepat mendengar, lambat berkata-kata, dan lambat untuk marah sebagai respons terhadap proses penderitaan atau tantangan hidup. Pesan akhirnya menekankan komitmen untuk tetap mengikut Tuhan hingga akhir sebagai bagian dari iman yang sejati.
Ringkasan Khotbah Kasih yang MenaklukkanKhotbah ini menyampaikan pesan mengenai pentingnya kasih Tuhan yang menaklukkan hati sebagai dasar bagi jemaat untuk menjadi mempelai Kristus yang sejati. Fokus utamanya adalah ajakan bagi orang percaya untuk tidak lagi hidup bagi diri sendiri, melainkan sepenuhnya tunduk dan berserah kepada kehendak Tuhan.Dalam perjalanan rohani, penderitaan dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengenalan akan Kristus. Jemaat diingatkan bahwa ketika kita mengalami kesulitan atau masa sukar, hal tersebut merupakan kesempatan untuk melatih ketaatan, mematikan ego, dan menanggalkan kehendak pribadi demi mengikuti jalan Tuhan. Seperti bala tentara yang membawa panji-panji, gereja dipanggil untuk tetap teguh dan berani meski harus melalui lembah air mata, dengan tetap memegang teguh kasih Kristus sebagai kekuatan utama.Penekanan lainnya adalah mengenai perlunya buah pertobatan dalam hidup sehari-hari. Hubungan yang erat dengan Tuhan, yang digambarkan melalui persekutuan dalam kebenaran, akan memampukan jemaat untuk menghasilkan buah roh yang baik. Ketaatan dalam menjalani proses ini akan membawa perubahan hidup, di mana hati jemaat diubahkan untuk menjadi serupa dengan Kristus, sehingga mereka siap untuk menyambut kedatangan-Nya kembali.
Audio ibadah pendalaman Alkitab yang dipimpin oleh Pendeta Timotius Subekti. Fokus utama pembahasannya adalah konsep Kristen Kijang, yang menggambarkan jiwa umat yang merindukan Tuhan dengan sifat cepat tanggap dan kewaspadaan yang tinggi.Dalam khotbahnya, Pendeta Timotius menekankan pentingnya bagi jemaat untuk selalu bersukacita di dalam Tuhan, meskipun sedang menghadapi berbagai persoalan hidup. Ia menjelaskan bahwa dasar dari sukacita tersebut adalah harapan akan kedatangan Tuhan Yesus sebagai mempelai bagi umat-Nya. Umat diingatkan untuk mempersiapkan diri dengan hidup kudus, memisahkan diri dari gaya hidup duniawi yang tidak berkenan, dan senantiasa menaati kebenaran firman Tuhan.Selain itu, dibahas pula gambaran nubuat mengenai Raja Damai melalui sosok Salomo dalam kitab Kidung Agung. Salomo dipandang sebagai gambaran sementara dari Yesus sebagai Raja Damai sejati yang akan menyambut mempelai-Nya. Jemaat diajak untuk mengarahkan pandangan dan pengharapan kepada Yesus, serta mengerjakan keselamatan mereka sendiri dengan taat kepada firman sebagai bentuk kasih yang tulus kepada Tuhan.
Audio ini berisi sesi pendalaman alkitab yang dipimpin oleh Pdt. Ir. Timotius Subekti. Pembahasannya berfokus pada pentingnya menjaga hubungan dengan Tuhan dan tidak membiarkan kasih rohani kita mendingin karena kenyamanan hidup atau kesibukan duniawi. Pdt. Timotius mengingatkan jemaat untuk selalu peka terhadap suara Roh Kudus, terutama dalam merespons panggilan Tuhan sebelum waktu kedatangan-Nya tiba.Selain itu, dibahas pula mengenai konsep buah sulung dan buah susulan gereja. Jemaat diajak untuk merenungkan kembali kesiapan rohani mereka, layaknya seseorang yang sedang dibangunkan dari tidur agar tidak tertinggal saat Tuhan datang kembali. Pesan utamanya adalah agar kita tidak hanya sibuk dengan pekerjaan pelayanan, tetapi juga sungguh-sungguh membangun persekutuan batin dengan Tuhan melalui tuntunan Roh Kudus, sehingga karakter kita bisa dibentuk dan dimurnikan oleh-Nya.
Audio ini merupakan sesi pendalaman Alkitab yang dipimpin oleh Pdt. Ir. Timotius Subekti dengan tema Akhirnya Dipuji. Dalam khotbahnya, beliau menekankan pentingnya bagi jemaat untuk hidup di dalam Kristus sebagai Kepala Gereja melalui ketaatan, menyangkal diri, dan memikul salib.Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:Konsep mempelai Kristus: Jemaat yang sungguh-sungguh menaruh harapan pada Kristus yang telah bangkit dan dipermuliakan akan turut dipermuliakan. Ketaatan menjadi syarat mutlak dalam menjalani panggilan ini.Perbedaan buah sulung dan buah susulan: Terdapat penjelasan mengenai dua kelompok dalam gereja, yaitu mereka yang taat secara sukarela dan mereka yang perlu didisiplin atau melewati masa sengsara terlebih dahulu sebelum akhirnya bertobat dan dipuji oleh Tuhan.Peran penggembalaan: Setiap anggota tubuh Kristus diingatkan untuk memiliki hati yang berorientasi pada penggembalaan, yaitu tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi juga peduli kepada sesama dan mau melayani.Iman sebagai pandangan rohani: Jemaat diajak untuk memiliki iman yang mampu melihat hal-hal kekal yang tidak nampak secara fisik, serupa dengan iman Yesus yang melihat kemuliaan di balik penderitaan salib.Sebagai kesimpulan, gereja dipanggil untuk tetap setia, menjaga kekudusan, dan terus berharap pada janji Tuhan di tengah masa-masa sulit, karena harga yang telah dibayar oleh Yesus melalui darah-Nya sangatlah mahal.
Sesi ibadah pendalaman Alkitab ini membahas peringatan penting mengenai kondisi rohani di akhir zaman, yaitu bahaya kasih yang menjadi dingin. Pdt. Ir. Timotius Subekti menjelaskan bahwa kenyamanan hidup dan pengaruh pengajaran yang menyimpang dapat melemahkan iman seseorang, yang kemudian berujung pada menurunnya kasih agape. Banyaknya nabi palsu dan meningkatnya kedurhakaan di dunia disebut sebagai tantangan utama bagi umat percaya agar tetap waspada.Dalam paparannya, ditekankan pentingnya mengobarkan kembali karunia Allah melalui persekutuan, doa di dalam Roh, dan sikap berjaga-jaga. Jemaat diingatkan untuk tidak sekadar puas dengan rutinitas pelayanan atau kesibukan fisik, melainkan harus hidup dalam kesempurnaan Roh Kudus. Sikap santai dalam iman, yang digambarkan dengan membiarkan Tuhan berada di luar pintu, harus diubah menjadi gaya hidup yang penuh dengan doa dan ketergantungan penuh kepada Tuhan agar tetap kuat menghadapi masa-masa sulit.
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 325 (Kisah Rasul 2:41-47): Hari ini kita akan melihat kesatuan hidup di dalam jemaat Kristus. Mereka bukan saja berkumpul bersama-sama dan belajar bersama-sama. Gereja bukan tempat belajar secara pengetahuan, tetapi gereja adalah tempat adanya kesatuan di dalam hidup. Gereja satu di dalam Kristus. Kristus adalah kepalanya dan gereja adalah tubuh-Nya.
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Heni dan Lintang dari Gereja Kristus Raja, Paroki Bajiro Yogyakarta di Keuskupan Agung Semarang, Indonesia. 2 Tesalonika 2: 1-3a.13b-17; Mazmur tg 96: 10.11-12a.12b-13; Matius 23: 23-26.TIGA MAHKOTA DIPAKAI SEKALIGUS Renungan kita pada hari ini bertema: Tiga Mahkota Dipakai Sekaligus.Mahkota duri hanya satu di kepala Yesus, mahkota kerajaan hanya satu di kepalaraja, dan mahkota pemenang konteks kecantikan dunia hanya satu di kepadapemenang. Tapi tiga mahkota yang dipakai sekaligus ialah mahkota pemberianTuhan kepada setiap pengikut Kristus. Di dalam bacaan pertama Santo Paulus sangat senang dan bersyukur denganpertumbuhan iman jemaat Tesalonika. Jemaat ini telah menerima pembaptisan dalamRoh Kudus sehingga mereka menerima rahmat pengudusan dengan tiga mahkota yaitukarunia iman, perbuatan kasih dan ketekunan pengharapan di hadapan Allah dansegenap kuasa-Nya. Iman, kasih dan harapan merupakan keutamaan dasar yang kitaterima melalui pembaptisan. Perjalanan hidup kita di dunia ini sebagai orang-orang beriman yang benarsebenarnya dibimbing dalam terang ketiga keutamaan ini. Jalan iman membuat kitayakin akan kebesaran dan kemuliaan Tuhan, yang mengerjakan segala sesuatumenjadi mungkin, bahkan untuk memindahkan gunung sekalipun. Melalui iman kitamemastikan bahwa Tuhan selalu ada bersama kita dan menyelenggarakan kehidupankita dalam setiap waktu dan tempat. Jalan kasih sungguh menunjukkan kita sebagai perpanjangan tangan Tuhan yangberbuat kebaikan di dunia. Perbuatan kasih itu dapat menutupi dosa-dosa yangtelah kita perbuat. Oleh karena itu kasih tak pernah gagal dalam perannya.Melalui pengharapan, kita mampu bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan,kesulitan, penderitaan dan kemauan untuk bertobat lalu menjadi baru. Hidupdengan pengharapan berarti kita melihat jauh ke depan sebuah kebahagiaan dankesempurnaan yang menjadi tujuan kita. Patokan dan sumber utama untuk selalu dipenuhi dan dijiwai ketiga mahkotaini ialah Tuhan Yesus, raja dan guru kita. Bila iman terasa kurang kuat dancenderung goyah, kepada Yesus-lah kita minta penguatannya. Bila kasih semakinkosong dan tak punya efek karena hanya kata-kata dan janji belaka, kita harusminta penguatannya kepada Yesus. Dan bila kita lemah dalam pengharapan,menyerah dan putus asa, kita harus minta Yesus untuk pembaharuannya. Bertumbuh secara baik dalam ketiga mahkota ini, maka kita dapat terhindardari perilaku dan mental munafik serta penindas seperti kaum farisi danahli-ahli Taurat. Kita tidak mau dimarahi oleh Yesus dengan celaan keras: celakalah kamu!Sebaliknya dengan selalu diperkuat ketiga mahkota itu, kita tak akan mencapaiapa yang dikatakan Yesus: kita menjadi sempurna seperti Bapa. Marilah kita berdoa.Dalam nama Bapa ... Kami mohon berkat-Mu, ya Tuhan, supaya hidup kami setiapsaat selalu menjadi kehidupan yang beriman, berdaya kasih dan menujupengharapan sejati. Salam Maria, penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Episode baru setiap Senin | pemuda.stemi.id | Episode 324 (Kisah Rasul 2:41-47): Begitu besar Tuhan memberkati pelayanan awal dari para rasul. Tiga ribu orang ditambahkan oleh Tuhan kepada gereja-Nya. Setelah menerima berita Injil, para murid yang baru itu harus hidup di dalam komunitas gereja, yaitu kumpulan orang-orang yang percaya kepada Kristus, dipanggil keluar dari dunia ini, dan menjadi anggota Kerajaan Allah yang dinyatakan di dalam dunia ini melalui kehadiran gereja-Nya. Bagaimanakah orang-orang ini hidup?
Polemik pendirian Gereja Beth-El Tabernakel (GBT) Jemaat Kristus Alfa Omega di Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, telah berlangsung sejak 2021. Jemaat mengaku telah menempuh proses perizinan dan memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk dukungan pengguna rumah ibadah dan dukungan masyarakat, namun hingga kini belum mendapatkan kepastian pendirian rumah ibadah. Di sisi lain, pemerintah daerah menyebut proses masih berjalan melalui tahapan verifikasi dokumen, koordinasi, serta mediasi dengan berbagai pihak. YPK eLSA Semarang menilai kasus ini perlu dilihat secara utuh untuk memahami akar persoalan dan proses panjang yang terjadi selama beberapa tahun terakhir.Bagaimana kronologi lengkap persoalan pendirian GBT Kristus Alfa Omega sejak awal pengajuan izin hingga kondisi saat ini? Tahapan apa saja yang sudah dilakukan dan kendala apa yang dihadapi?Simak Wawancara Ketua Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK) eLSA Semarang, Dr Tedi Kholiludin.
Kebaktian 2 Minggu V Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 28 Juni 2026 pukul 09.30 WIBTema : "JanjiMu kupegang"Bacaan Alkitab : Kejadian 22:1-19Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Juni 2026
Terjadi persekusi dan pembubaran tempat ibadah gereja mawar saron di Bantul dan ternyata pembubaran dilakukan ketika jemaat sedang beribadah beberapa waktu yang lalu.
Kencan Dengan Tuhan - Sabtu, 13 Juni 2026Bacaan: "Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. " (Kisah Para Rasul 9:23)Renungan: Bukan hal mudah orang dapat menerima perubahan sesamanya dari tidak baik menjadi baik. Ibarat orang pernah punya "borok" (luka), sekalipun sudah sembuh, kebanyakan orang selalu melihat bekas lukanya daripada sembuhnya. Demikian juga, orang yang pernah berbuat salah dan sudah bertobat, kesalahan masa lalunya selalu dilihat dan diingat. Menjadi orang yang diragukan dan selalu dilihat kesalahan-kesalahan pada masa lalunya memang sangat tidak enak. Karena keadaan ini bisa mengganggu semangat yang bersangkutan dalam berkarya. Jangankan kita, pertobatan Saulus juga pernah diragukan. Pada masa lalu, Saulus memang penganiaya jemaat Tuhan, banyak merusak rumah ibadah dan membunuh orang-orang yang percaya kepada Kristus. Akan tetapi setelah Saulus bertemu Tuhan Yesus dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap para pengikut Kristus, Saulus bertobat. Kemudian, ia memberitakan bahwa Yesus adalah anak Allah. Akibatnya, orang-orang yang pernah melihat dan mengenal latar belakang Saulus heran, setengah tidak percaya alias ragu akan perbuatannya. Bahkan orang-orang Yahudi juga merundingkan suatu rencana untuk membunuh Saulus. Akan tetapi, sekalipun Saulus diragukan pertobatannya dan hendak dibunuh, ia tetap bekerja memberitakan Injil. Hasilnya, jemaat bertumbuh. Jemaat di seluruh Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Oleh pertolongan Roh Kudus jumlahnya terus bertambah. Apakah pertobatan kita diragukan dan mereka selalu melihat kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang kita perbuat pada masa lalu? Kalaupun demikian, janganlah situasi tersebut membuat diri sendiri kehilangan semangat untuk terus bekerja. Tunjukkan perubahan kita dengan tetap bekerja sepenuh hati dalam situasi apapun, dan percayalah Roh Kudus akan menolong kita untuk meraih keberhasilan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, kuduskanlah pikiranku, sehingga aku tetap melihat dan berpikir hal yang baik dari setiap pribadi yang sudah bertobat. Jadikanlah mataku seperti mata-Mu, mata yang selalu melihat hal yang baik dalam diri setiap orang. Amin. (Dod).
[POD] Kebaktian 2 Bulan OikumeneHUT ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)GKP Jemaat BandungMinggu, 31 Mei 2026 pukul 09.30 WIBTema : "Keesaan Tubuh Kristus Yang Mengalami Syalom Allah Bersama Seluruh CIptaan"Bacaan Alkitab : Yesaya 42 : 10Pelayan Firman : Pdt. Williams D. Tanamal, S.Fil. @GKP Bandung Mei 2026
Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu.
Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu.
Khotbah Keb 1 Minggu Paskah VIGKP Jemaat BandungMinggu, 10 Mei 2026 Pk. 07.00 WIBTema : "Kepada Allah yang Dikenal"Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 17 : 16-34 (TB2)Pelayan Firman : Pdt. Em. Engkih Gandakusuma, S.Th.
Donda M Panggabean
Paus Leo XIV resmi mengakhiri rangkaian perjalanan apostoliknya di benua Afrika setelah bertolak dari Guinea Khatulistiwa pada Kamis waktu setempat. Selama 11 hari, Paus mengunjungi empat negara yakni Aljazair, Angola, Kamerun, dan Guinea Khatulistiwa dengan menempuh jarak lebih dari 17.700 kilometer. Kunjungan ini ditutup dengan misa emosional di Stadion Malabo yang dihadiri 30.000 jemaat di tengah hujan deras, di mana Paus secara khusus mendesak transparansi penyelidikan atas kematian misterius panitia tur, Romo Fortunato Nsue.
“Karaharjane Masyarakat, kemajuane jemaat, kemakmurane bangsa, gumantung saka pangaribawane bale wisma” “ing tengah-tengah prahara saka pangadilan ilahi, putra-putrane Gusti Allah ora bakal wedi”
Khotbah Kebaktian 1 Minggu Prapaskah VGKP Jemaat BandungMinggu, 22 Maret 2026 pukul 07.00 WIB Tema : "Bangkit Dari Kematian Bacaan Alkitab : Yohanes 11 : 33-44Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Maret 2026
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI EFESUSDiambil dari: Efesus 6:10–11 “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.”Wonder Kids, kota Efesus terkenal sebagai kota yang penuh dengan penyembahan berhala dan praktik sihir. Banyak orang hidup jauh dari Tuhan. Ketika Paulus memberitakan Injil di sana, banyak orang percaya kepada Yesus dan meninggalkan kehidupan lama mereka.Paulus menulis surat kepada jemaat di Efesus untuk menguatkan mereka. Ia mengingatkan bahwa hidup sebagai orang Kristen bukan hanya tentang hal-hal yang terlihat, tetapi juga tentang perjuangan rohani. Kita bukan melawan manusia, tetapi melawan kuasa jahat yang ingin menjauhkan kita dari Tuhan.Karena itu, Paulus mengajarkan tentang perlengkapan senjata Allah: ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, perisai iman, ketopong keselamatan, pedang Roh yaitu firman Allah, dan sepatu kerelaan untuk memberitakan Injil.Dengan perlengkapan dari Tuhan, kita bisa tetap berdiri teguh dan tidak mudah jatuh dalam dosa atau takut menghadapi tantangan.Wonder Kids, sebagai anak Tuhan, kita juga menghadapi godaan setiap hari: malas berdoa, marah kepada teman, tidak jujur, atau tidak mau taat. Tetapi Tuhan memberi kita perlengkapan supaya kita bisa melawan godaan itu dengan firman Tuhan dan doa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, ingat satu bagian dari perlengkapan senjata Allah hari ini, misalnya perisai iman. Saat kamu takut atau ragu, berdoalah dan percayalah kepada Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau memberi kami perlengkapan rohani. Tolong aku supaya kuat di dalam Tuhan, rajin berdoa, dan taat kepada firman-Mu. Lindungi aku dari godaan dan ajari aku hidup benar. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, dengan perlengkapan dari Tuhan, kita bisa tetap berdiri teguh menghadapi segala tantangan. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI KOLOSEDiambil dari: Kolose 2:8 “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.”Wonder Kids, Paulus menulis surat kepada jemaat di Kolose karena ada orang-orang yang mengajarkan hal-hal yang tidak benar tentang Yesus. Mereka berkata bahwa orang Kristen perlu melakukan banyak aturan tambahan atau menyembah malaikat supaya bisa diselamatkan.Paulus mengingatkan mereka bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus. Kita diselamatkan bukan karena menaati aturan atau karena melakukan hal-hal khusus, tetapi karena percaya kepada Yesus.Paulus juga mengajarkan bagaimana seharusnya hidup sebagai anak Tuhan. Ia berkata bahwa orang yang sudah diselamatkan harus hidup penuh kasih. Kita diajar untuk memiliki hati yang penuh belas kasihan, ramah, rendah hati, lemah lembut, dan sabar.Kalau ada teman yang berbuat salah kepada kita, kita juga harus belajar mengampuni, seperti Tuhan sudah mengampuni kita. Semua sikap baik itu disatukan oleh kasih.Wonder Kids, iman kepada Yesus bukan hanya soal percaya di hati, tetapi juga terlihat dalam cara kita hidup setiap hari.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, pilih satu sikap baik hari ini, misalnya sabar, ramah, atau mengampuni teman, lalu lakukan itu sebagai bentuk kasihmu kepada Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyelamatkan aku oleh iman. Tolong aku supaya hidupku semakin menyerupai Engkau, penuh kasih, sabar, dan mau mengampuni orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, iman kepada Yesus harus terlihat dalam cara hidup kita setiap hari. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI FILIPIDiambil dari: Filipi 2:14 “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan.”Wonder Kids, Paulus menulis surat kepada jemaat di Filipi ketika ia berada di penjara. Kota Filipi adalah kota yang cukup kaya dan penting. Di kota itulah Paulus pertama kali memberitakan Injil di Eropa.Berbeda dengan suratnya kepada jemaat di Galatia atau Korintus, surat kepada jemaat Filipi bukan untuk menegur kesalahan besar. Paulus menulis untuk mengucapkan terima kasih dan memberi semangat kepada mereka karena mereka setia mendukung pelayanan Paulus.Walaupun Paulus sedang dipenjara, ia tetap bersukacita. Ia tidak mengeluh atau marah kepada Tuhan. Paulus tahu bahwa Tuhan tetap bekerja melalui keadaannya yang sulit.Paulus mengingatkan jemaat Filipi supaya mereka juga hidup tanpa bersungut-sungut. Ia mengajak mereka untuk selalu bersukacita dan percaya bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup mereka.Wonder Kids, kadang-kadang kita juga mudah mengeluh saat harus belajar, membantu orang tua, atau menghadapi hal yang tidak kita sukai. Tetapi Tuhan mau kita belajar bersyukur dan percaya bahwa Ia selalu menyertai kita.Bersyukur bukan berarti hidup selalu mudah, tetapi berarti kita percaya bahwa Tuhan tetap baik di setiap keadaan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, coba sebutkan satu hal yang bisa kamu syukuri hari ini, walaupun mungkin hari ini terasa sulit. Latihlah hatimu untuk bersyukur kepada Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu menyertai aku. Tolong aku supaya tidak mudah mengeluh, tetapi belajar bersyukur dalam setiap keadaan. Ajari aku untuk percaya bahwa Engkau selalu bekerja untuk kebaikanku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, hati yang bersyukur membuat kita tetap bersukacita di dalam Tuhan, apa pun keadaannya. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT DI ROMADiambil dari: Roma 1:8 “Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh karena Yesus Kristus tentang kamu sekalian, sebab imanmu diberitakan di seluruh dunia.”Wonder Kids, surat Paulus kepada jemaat di Roma itu unik. Paulus tidak mendirikan gereja di Roma, tetapi ia menulis surat untuk memperkenalkan dirinya dan menguatkan jemaat di sana.Gereja di Roma terdiri dari orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi. Kadang-kadang mereka sulit hidup rukun karena kebiasaan mereka berbeda. Ada yang merasa dirinya lebih benar, ada yang merasa kelompoknya lebih penting. Akibatnya, gereja bisa terpecah karena perbedaan pendapat.Paulus mengingatkan mereka bahwa semua orang diselamatkan dengan cara yang sama, yaitu oleh iman kepada Yesus Kristus. Baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi, semuanya berdosa dan semuanya membutuhkan Juruselamat yang sama.Paulus juga menekankan pentingnya hidup bersatu. Walaupun mereka tidak selalu setuju dalam segala hal, mereka harus tetap saling mengasihi dan tetap satu di dalam Kristus.Wonder Kids, di gereja atau di sekolah, kita juga bisa berbeda pendapat dengan teman-teman kita. Ada yang suka ini, ada yang suka itu. Kadang-kadang kita bisa bertengkar karena perbedaan itu.Tuhan mau kita belajar hidup rukun, bukan saling menjatuhkan. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi kita tetap satu sebagai anak-anak Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, kalau kamu sedang tidak setuju dengan temanmu, cobalah untuk tetap bersikap baik. Ingatlah bahwa kita semua sama-sama dikasihi Tuhan dan mau belajar hidup rukun.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyatukan kami di dalam kasih-Mu. Tolong aku supaya bisa hidup rukun dengan teman-temanku, walaupun kami tidak selalu setuju. Ajari aku untuk mengasihi seperti Engkau mengasihi aku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, walaupun kita berbeda-beda, kita tetap satu di dalam Yesus. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT KORINTUSDiambil dari: 1 Korintus 10:23–24 “Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorang pun mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.”Wonder Kids, Paulus tinggal cukup lama di kota Korintus dan mendirikan gereja di sana. Kota Korintus terkenal sebagai kota yang ramai dan penuh kesenangan. Banyak orang hidup hanya untuk diri mereka sendiri dan tidak peduli kepada orang lain.Sayangnya, cara hidup seperti itu mempengaruhi sebagian jemaat di Korintus. Mereka sudah percaya kepada Yesus, tetapi masih sering mementingkan diri sendiri. Mereka berpikir, “Kalau aku mau melakukan sesuatu dan itu tidak salah, ya aku lakukan saja.” Mereka lupa bahwa sebagai anak Tuhan, mereka harus memikirkan juga orang lain.Paulus mengingatkan mereka bahwa tidak semua hal yang boleh dilakukan itu baik untuk dilakukan. Ada hal-hal yang bisa melukai hati orang lain atau membuat orang lain jatuh dalam dosa.Yesus mengajarkan kita untuk tidak hidup hanya untuk diri sendiri. Yesus berkata bahwa setiap orang yang mau mengikut Dia harus menyangkal diri dan memikul salibnya setiap hari. Artinya, kita belajar berkata “tidak” pada keinginan diri sendiri supaya bisa mengasihi orang lain.Wonder Kids, hidup sebagai orang Kristen berarti belajar memikirkan orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Kita diajar untuk peduli kepada teman, membantu orang yang membutuhkan, dan tidak egois.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, Coba pikirkan satu hal hari ini yang bisa kamu lakukan untuk menolong orang lain, meskipun itu berarti kamu harus mengalah atau berbagi.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajar kami untuk tidak hidup egois. Tolong aku supaya mau memikirkan orang lain dan belajar mengasihi seperti Engkau mengasihi aku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, Mengasihi Yesus berarti belajar mengasihi orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT GALATIADiambil dari: Galatia 5:1 “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”Wonder Kids, kitab Galatia menceritakan tentang perjalanan misi Paulus bersama Barnabas. Mereka memberitakan Injil kepada banyak orang, termasuk orang-orang yang bukan orang Yahudi. Banyak orang percaya kepada Yesus, dan gereja-gereja baru didirikan.Tetapi setelah Paulus dan Barnabas pergi, ada guru-guru palsu yang datang. Mereka berkata bahwa untuk menjadi pengikut Yesus, orang harus melakukan semua hukum Taurat seperti orang Yahudi. Mereka mengatakan bahwa iman kepada Yesus saja tidak cukup.Paulus sangat sedih mendengar hal itu. Ia menulis surat kepada jemaat Galatia untuk mengingatkan mereka bahwa keselamatan hanya oleh iman kepada Yesus, bukan karena perbuatan baik atau karena menaati hukum Taurat.Paulus berkata, kita diselamatkan oleh iman, bukan oleh usaha kita sendiri. Karena itu, kita tidak boleh kembali hidup seperti budak dosa atau merasa harus melakukan banyak aturan supaya Tuhan mau mengasihi kita.Yesus sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Ia membebaskan kita supaya kita hidup sebagai anak-anak Allah, bukan sebagai orang yang takut dihukum terus-menerus.Wonder Kids, hidup sebagai orang Kristen berarti hidup dalam kebebasan yang Yesus berikan. Kita taat kepada Tuhan bukan supaya diselamatkan, tetapi karena kita sudah diselamatkan dan mengasihi Tuhan.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, ingatlah bahwa Yesus sudah menyelamatkanmu. Tunjukkan rasa syukurmu dengan hidup taat, bukan karena takut dihukum, tetapi karena mengasihi Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah membebaskan aku dari dosa. Terima kasih karena keselamatanku bukan karena perbuatanku, tetapi karena kasih-Mu. Tolong aku supaya hidup taat kepada-Mu sebagai tanda syukur dan kasihku kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kita diselamatkan oleh iman kepada Yesus, bukan oleh usaha kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati.
Hai Wonder Kids, kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar.Judul renungan hari ini adalah SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT TESALONIKADiambil dari: 1 Tesalonika 4:11–12 “Dan berusahalah hidup tenang, dan mengurus perkara-perkaramu sendiri, serta bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.”Wonder Kids, Tesalonika adalah sebuah kota pelabuhan yang besar dan ramai. Paulus datang ke kota itu untuk memberitakan Injil. Ia mengajar orang-orang tentang Yesus, bahwa Yesus adalah Mesias yang harus menderita dan bangkit dari kematian.Paulus tidak hanya mengajar dengan kata-kata. Ia juga memberi contoh dengan hidupnya. Ia bekerja keras supaya tidak merepotkan orang lain. Hidup Paulus menjadi kesaksian tentang imannya kepada Yesus.Paulus mengajarkan bahwa orang Kristen harus rajin dan tidak malas. Kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh, melakukan tugas kita dengan baik, dan hidup tertib supaya orang lain bisa melihat bahwa kita adalah pengikut Yesus.Wonder Kids, hidup kita adalah kesaksian. Cara kita belajar di sekolah, cara kita membantu orang tua, dan cara kita bersikap kepada teman-teman menunjukkan apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan.Tuhan ingin kita menjadi anak-anak yang rajin, bertanggung jawab, dan bisa dipercaya.Wonder Kids, hari ini lakukan ini, lakukan tugasmu hari ini dengan sungguh-sungguh, entah itu belajar, membantu orang tua, atau melayani di gereja. Ingatlah bahwa kerja kerasmu bisa memuliakan Tuhan.Mari kita berdoa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengajar kami untuk hidup rajin dan bertanggung jawab. Tolong aku supaya tidak malas, tetapi mau melakukan setiap tugasku dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk kasihku kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.Wonder Kids, ingatlah, kerajinan dan kerja keras kita bisa menjadi kesaksian tentang Yesus kepada orang lain. Tuhan Yesus memberkati.
Khotbah Kebaktian 2 Minggu Prapaskah PertamaGKP Jemaat BandungMinggu, 22 Februari 2026 pukul 09.30 WIB Tema : "Mengambil Keputusan Di Tengah Situasi Sulit" Bacaan Alkitab : Matius 4:1-11Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung Februari 2026
Sapaan Lansia GKP Jemaat BandungKamis, 12 Februari 2026Tema : "Ditanam dalam Kesetiaan, Berbuah Dalam Kematangan"Bahan Alkitab : Yesaya 46:4 ; Mazmur 92 : 13-15Pelayan Firman : Pnt. Hizkia SiraitEpisode 07 - Season 6@GKP Bandung Februari 2026
GI. Budiyanto
Pdt. Glennordy
Gimana nih cerita masuk ke Gereja Setan?
Kebaktian 2 Minggu Adven PertamaGKP Jemaat BandungMinggu, 30 November 2025 pukul 09.30 WIBTema : "Sudah Siapkah Kita ?"Bacaan Alkitab : Matius 24 : 36-44Pelayan Firman : Pdt. Tongam Adama Antonius Sihite, Th.M@GKP Bandung November 2025
Khotbah Kebaktian 1 Minggu Kristus RajaGKP Jemaat BandungMinggu, 23 November 2025 pukul 07.00 WIBTema : "Perhatian Kecil Berdampak Besar"Bacaan Alkitab : Kolose 1:3-23Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung November 2025
*MAKNA RUMAH ROTI*(Yohanes 21:15-19; Matius 16:18;)Dalam Injil Yohanes ditampilkan dialog anatara Tuhan Yesus dengan Petrus tentang penggembalaan domba-domba. Konsep penggembalaan yaitu kegiatan memberi makan (Yn.Bosko) dan memimpin / mengatur (Yn.Poimaino) domba-domba (orang-orang percaya), atas makanan rohani maupun jasmani. Tuhan Yesus menyebutkan "gembalakanlah domba-domba-Ku" kepada Petrus sebanyak 3x yang berarti Tuhan Yesus ingin menegaskan dan memberikan mandat pekerjaan penggembalaan umat Tuhan kepada Petrus dengan sungguh-sungguh. Dalam bahasa Yunani, Tuhan Yesus menyebutkan domba-domba sebanyak 3x yang berarti 3 jenis domba, apa saja itu?1. Yn. ->2. Yn. Arnion ->3. Yn. Probata -> banyak domba-dombaIni berarti penggembalaan yang Tuhan Yesus maksudkan itu diberikan kepada orang per orangan, kelompok per kelompok dan secara menyeluruh yand adalah miliknya Kristus. Oleh sebab itu, barangsiapa yang menerima mandat untuk dapat menggembalakan umat Tuhan pasti akan Tuhan perlengkapi untuk memelihara umat-Nya. Bukan Petrus yang mau, tetapi Tuhan yang memilih untuk menyatakan kuasa Allah dan mujizat Tuhan. Apa fungsi gembala ?1. Memberi makan domba-dombanya2. Memimpin, mengatur, mengelola domba-dombanya3. Melindungi domba-domba dari ancaman atau binatang buasInilah peran penting atau fungsi gembala yang Tuhan kehendaki ada dalam gereja-Nya. Tuhan Yesus yang akan mendirikan jemaat-Nya di atas batu karang yang teguh. Di hadapan Kristus hanya ada 1 jemaat Tuhan, yang dipilih oleh pilihan-Nya. Saudara dan saya adalah orang-orang pilihan Tuhan Yesus untuk menjadi jemaat-Nya (Yn. Mouteneklesia) = jemaat-KU, menjadi domba-domba-Nya, menjadi milik Kristus, dan menjadi kemuliaannya Tuhan. Walaupun banyak orang di dalam jemaat Tuhan, tetapi mereka semua memiliki 1 pikiran, 1 perasaan, 1 jiwa, 1 kasih, yaitu tertuju kepada Kristus. Jangan pernah gantikan apa yang sudah Tuhan beri dengan benda-benda yang dari dunia. Tuhan sudah memberikan segalanya, pengampunan, kemurahan hati Tuhan, sebab itulah kekayaan Tuhan. Jemaat pasti akan mengasihi Kristus sebab Kristus yang memilih, menetapkan, memimpin, memelihara, melindungi jemaat-Nya.Tuhan Yesus memberkati
Khotbah Kebaktian 1 Minggu XIII Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 7 September 2025 Pk. 07.00 WIBTema : "Tak Sekadar Menjadi Pengikut"Bacaan Alkitab : Lukas 14 : 25-35Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.@GKP Bandung September 2025
La Porta | Renungan Harian Katolik - Daily Meditation according to Catholic Church liturgy
Dibawakan oleh Florensia dari Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi Labuan Bajo di Keuskupan Labuan Bajo, Indonesia. 1 Tesalonika 1: 2b-5.8b-10; Mazmur tg 149: 1-2.3-4.5-6a.9b; Matius 23: 13-22.TIGA MAHKOTA DIPAKAI SEKALIGUS Renungan kita pada hari ini bertema: Tiga Mahkota Dipakai Sekaligus.Mahkota duri hanya satu di kepala Yesus, mahkota kerajaan hanya satu di kepalaraja, dan mahkota pemenang konteks kecantikan dunia hanya satu di kepadapemenang. Tapi tiga mahkota ini ialah dari Yesus Kristus kepada setiappengikuti-Nya. Di dalam bacaan pertama Santo Paulus sangat senang dan bersyukur denganpertumbuhan iman jemaat Tesalonika. Jemaat ini telah menerima pembaptisan dalamRoh Kudus sehingga mereka menerima rahmat pengudusan dengan tiga mahkota yaitukarunia “amal imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu di hadapanAllah dan Bapa kita”. Iman, kasih dan harapan merupakan keutaman dasar yangkita terima melalui pembaptisan. Perjalanan hidup kita di dunia ini sebagai orang-orang beriman yang benarsemestinya dibimbing dalam terang ketiga keutamaan ini. Jalan iman membuat kitayakin akan kebesaran dan kemuliaan Tuhan, yang mengerjakan segala sesuatumenjadi mungkin, bahkan untuk memindahkan gunung sekalipun. Melalui iman kitamemastikan bahwa Tuhan selalu ada bersama kita dan menyelenggarakan kehidupankita dalam setiap waktu dan tempat. Jalan kasih sungguh menunjukkan kita sebagai perpanjangan tangan Tuhan yangberbuat kebaikan di dunia. Perbuatan kasih itu dapat menutupi dosa-dosa yangtelah kita perbuat. Oleh karena itu kasih tak pernah gagal dalam perannya.Melalui pengharapan, kita mampu bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan,kesulitan, penderitaan dan kemauan untuk bertobat lalu menjadi baru. Hidupdengan pengharapan berarti kita menyongsong kesempurnaan. Patokan dan sumber utama untuk selalu dipenuhi dan dijiwai ketiga mahkotaini ialah Tuhan Yesus, raja dan guru kita. Bila iman terasa kurang kuat dancenderung goyah, kepada Yesus-lah kita minta penguatannya. Bila kasih semakinkosong dan tak punya efek karena hanya kata-kata dan janji belaka, kita harusminta penguatannya kepada Yesus. Dan bila kita lemah dalam pengharapan,menyerah dan putus asa, kita harus minta Yesus untuk pembaharuannya. Bertumbuh secara baik dalam ketiga mahkota ini, maka kita dapat terhindardari perilaku dan mental munafik dan penindas seperti kaum farisi dan ahli-ahlitaurat. Kita tidak mau dimarahi oleh Yesus dengan celaan keras: celakalah kamu!Sebaliknya dengan selalu diperkuat ketiga mahkota itu, kita tak akan berhentimencari kepenuhan hidup ini sampai kita tiba pada Tuhan sendiri. Marilahkita berdoa. Dalam nama Bapa... Ya Tuhan Yesus Kristus, di dalam Dikau kamimenemukan betapa iman itu kuat, kasih terungkapkan secara penuh dan pengharapanyang tak pernah pudar. Kami mohon berkat-Mu supaya hidup kami setiap saatselalu menjadi kehidupan yang beriman, berdaya kasih dan menuju pengharapansejati. Salam Maria penuh rahmat ... Dalam nama Bapa ...
Khotbah Kebaktian 1 Bulan Budaya SundaGKP Jemaat BandungMinggu, 24 Agustus 2025 pukul 07.00 WIBTema : "Dilepaskan dari Ikatan yang Membelenggu"Bacaan Alkitab : Lukas 13 : 10-14Pelayan Firman : Pdt. Titin Meryati Gultom, Th.M.@GKP Bandung Agustus 2025
Kebaktian 1 Bulan Budaya BaliGKP Jemaat BandungMinggu, 10 Agustus 2025 pukul 07.00 WIBTema : "Jangan Khawatir Allah Mencukupkan"Bacaan Alkitab : Lukas 12 : 22-34Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Y. Nyman, M.Si.
Kebaktian 1 Bulan Budaya Daerah Jawa Tengah (Solo)GKP Jemaat BandungMinggu, 3 Agustus 2025 pukul 07.00 WIBTema : "Bijaksana Dalam Menggunakan Berkat Tuhan"Bacaan Alkitab : Lukas 12 : 13 - 21Pelayan Firman : Pdt. Gumilar Kristianto, M.Si.
Viral di media sosial, terjadi aksi perusakan terhadap rumah doa Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di kawasan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Minggu sore. Pihak kepolisian mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Polresta Padang menangkap total 9 orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi perusakan rumah ibadah Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Kota Tangah, Padang, Sumatera Barat. Aksi perusakan rumah ibadah yang viral di media sosial tersbut, membuat Jemaat langsung berlarian, sementara anak-anak menangis histeris, hingga 2 anak-anak terluka. Bagaimana negara harus menangani kasus tsb? Wawancara bersama Peneliti Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) SETARA Institute, Harkirtan Kaur
Kebaktian 1 Minggu V Sesudah PentakostaGKP Jemaat BandungMinggu, 13 Juli 2025 pukul 07.00 WIBTema : "Diutus Seperti Anak Domba Di Tengah Serigala"Bacaan Alkitab : Lukas 10:1-12Pelayan Firman : Pdt. Fierdhaus Yohanes Nyman, M.Si.@GKP Bandung Juli 2025
GI Andrey Thunggal