POPULARITY
Categories
"And if he attempts to get to me walking, I'll march to him running", says Allah in a Hadith Qudsiyy. Allah's not that God in our concepts who's on the wait to see us sin so that he could punish us. Rather, he's someone who's more than keen to forgive us and hold us in his wings of mercy. There is no door to him except that he has left widely opened for his beloved slaves to enter and march towards him. Join us in this episode of Thadabbur Series as we reflect on a beautiful Ayah describing his mercy and care for his creation.
The Tafsīr Podcast: EP 103 – Surah Al-Baqarah (Ayah 228 part 2) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
Here we begin, in the name of Allah, something we've been long waiting to share with you; our Thadabbur Series. We'll be reflecting on Ayahs that influenced us throughout various stages of our life in these short episodes. We hope to spark meaningful conversations about Kalamullah through these episodes.Human beings are prone to sins. Their minds tend to be attracted the gimmicks of falsehood then and again no matter how from his belief and conviction is. But, no matter how deep they fall, they hold firm the rope of Allah, and sling back once they're reminded about Allah; their Eemaan rising even more higher than it was before while the words of their lord are being recited before them. Join us this very first episode of our Thadabbur Series as we reflect on an Ayah discussing this signifying trait of a true believer
Hai Wonder Kids, Kembali dalam renungan anak GKY Mangga Besar. Judul renungan hari ini adalah ANAK YANG HILANGDiambil dari: Lukas 15:24 (TB)“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali; ia telah hilang dan didapat kembali.”Wonder Kids, hari ini kita membaca perumpamaan yang sangat terkenal dan hanya dicatat oleh Lukas: kisah anak yang hilang. Yesus menceritakan tentang seorang anak bungsu, artinya anak terakhir, yang meminta bagiannya dari harta ayahnya. Setelah mendapatkan harta yang dia minta, ia pergi jauh, menghabiskan semuanya, dan akhirnya hidupnya hancur. Saat ia kehabisan segalanya, ia sadar bahwa hidup jauh dari ayahnya tidak membawa kebahagiaan.Kemudian karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ia memilih untuk pulang. Ia tidak pulang dengan bangga. Ia pulang dengan hati menyesal. Tapi yang luar biasa adalah reaksi sang ayah. Ayah itu melihat anaknya dari jauh, berlari menyambutnya, memeluknya, dan mengadakan pesta. Bukan karena anak itu layak, tetapi karena ayah itu mengasihinya.Namun cerita ini belum selesai. Ada juga anak sulung, yang artinya anak pertama. Ia marah. Ia merasa tidak adil. Ia merasa lebih baik dari adiknya. Yesus memakai kisah ini untuk menunjukkan dua hal:Pertama, Allah mengasihi orang yang mau bertobat yang artinya meninggalkan dosa-dosa dan melakukan firman TuhanKedua, Allah juga menginginkan hati yang penuh kasih, bukan iri dan sombongBaik anak bungsu maupun anak sulung sama-sama perlu belajar tentang kasih Bapa.Wonder Kids, hari ini lakukan ini:Tanyakan pada dirimu: Apakah aku pernah seperti anak bungsu yang menjauh dari Tuhan? Atau seperti anak sulung yang taat, tapi hatinya tidak penuh kasih?Mari kita berdoa:Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Bapa yang penuh kasih. Saat aku salah dan kembali kepada-Mu, Engkau menerimaku. Tolong aku juga memiliki hati yang penuh kasih kepada orang lain. Amin.Wonder Kids, ingatlah: Allah bersukacita ketika satu anak-Nya yang hilang mau kembali kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Bismillah,2007. AKU INGIN MENCINTAI AYAH, HARUS BAGAIMANARiyaadhush ShaalihiinTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
Bismillah,1991. AYAH LALAI, AKHIRNYA ANAK JADI KORBANRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta'ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta'ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah di:YouTube / muhammadnuzuldzikri Audioradio.muhajirproject.com/
Siapa sangka, salah satu akar masalah stunting bukan hanya soal makanan, tetapi juga ketimpangan peran gender di dalam keluarga. Di episode perdana Bincang Hutan 2026, kami mengajak Anda menyelami perjalanan CIFOR–ICRAF dalam mendukung program pemerintah daerah untuk memperkuat peran ayah dalam ketahanan pangan dan gizi keluarga. Salah satu praktik yang dibahas dalam episode ini berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui inisiatif GASELOR (Gerakan Ayah sebagai Konselor) Pangan dan Gizi. Melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan pemuka agama, GASELOR mendorong praktik pengasuhan yang lebih setara—menegaskan bahwa peran ayah sangat menentukan tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga. Pendekatan ini dilakukan lewat pelatihan, pendampingan, serta penyusunan bersama panduan praktis yang kontekstual. Bagaimana mengubah cara pandang dan perilaku di tengah masyarakat yang patriarkis? Simak perbincangan inspiratif bersama Pak Jusuf Amnifu dan Laeli Sukmahayani, hanya di Bincang Hutan.
The Tafsīr Podcast: EP 101 – Surah Al-Baqarah (Ayah 228) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
Kencan Dengan Tuhan - Jumat, 30 Januari 2026Bacaan: "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24) Renungan: Suatu kali ada seorang anak laki-laki yang kedapatan sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Anak ini memasukkan tangannya ke dalam vas itu, tetapi ia tak bisa menariknya keluar. Ayahnya berusaha keras menolongnya, tetapi semua usahanya sia-sia. Keduanya murung karena tidak rela memecahkan vas yang indah itu. Lalu sang ayah menarik nafas dan berkata, "Sekarang anakku, kita coba sekali lagi. Buka tanganmu, dan luruskan jari-jarimu seperti yang Ayah lakukan, lalu tarik." Yang mengejutkan adalah si anak menjawab, "Tidak, Ayah. Saya tidak mungkin meluruskan jari-jari saya seperti itu. Jika saya melakukannya, saya akan menjatuhkan koin saya! Dan saya tidak mau hal itu terjadi." Seperti anak kecil tersebut, kebanyakan dari kita sering bertindak seperti itu. Kita begitu sibuk memegangi recehan yang tak berharga sehingga kita tidak dapat menerima kebebasan. Terkadang kehidupan dalam dosa dianggap sebagai sesuatu harta yang sebenarnya telah membutakan mata rohani kita. Padahal sebagai orang percaya yang telah hidup di dalam Kristus, kita telah dimerdekakan dari segala bentuk kutuk dosa. Namun yang menjadi kesulitannya adalah kita tidak rela melepaskan sesuatu yang kita anggap berharga dan lebih memilih hidup dalam kesesakan karena ikatan dosa yang memberikan kenikmatan sesaat. Semua kembali ke diri kita, pilihan di tangan kita, apakah mau melepaskannya atau tidak. Hal yang sama pernah dialami oleh perempuan Samaria yang mengalami perjumpaan dengan Yesus. Setelah berjumpa dengan Yesus ia melepaskan prinsip hidup dan semua genggaman masa lalunya dan melangkah dengan hidup baru yang Tuhan karuniakan. Yang lebih luar biasa ia menjadi pekabar Injil bagi orang-orang di sekitarnya. Begitulah kehidupan kita bisa menjadi lebih baik jika kita menyerahkan bejana hidup kita ke tangan Tuhan, dengan cara melepaskan genggaman yang kita anggap berharga namun tidak sesuai dengan pandangan Tuhan lalu menjalani kehidupan yang benar dalam ikatan kasih kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Doa:Tuhan Yesus, mampukan aku melepaskan segala genggaman dosa dan prinsip hidup lama yang tak berkenan di mata-Mu sehingga mengalami kemerdekaan sejati. Amin. (Dod).
Bismillah,1980. AKU HAUS AKAN FIGUR AYAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta'ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi Rahimahullah dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi Rahimahullah )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta'ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah di:YouTube / muhammadnuzuldzikri Audioradio.muhajirproject.com/
The Tafsīr Podcast: EP 101 – Surah Al-Baqarah (Ayah 226 -227) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
When Ayah joined Cognism, she didn't know what an SDR was, but she knew how to hustle. Her first few months were a blur of spray-and-pray dialling: huge lists, minimal research, mass calls… and 400% of target in month one. It worked. Until it really didn't.In this episode of Why Did It Fail?, Ayah sits down with Shivan to unpack the dark side of spray and pray: the stress, the lack of control, the low-quality pipeline and the moment she realised her “success” wasn't sustainable. She talks through how reaching out for help changed everything, how she rebuilt her approach around intentional accounts, proper research and multi-channel outreach, and what a genuinely good cold call looks like now.Ayah also shares how this phase shaped her resilience, mindset and confidence, from handling constant objections to nurturing accounts “like little babies” instead of burning through them. If you're an SDR leaning on spray and pray to hit your number (or managing a team who are), this conversation is a sharp, honest look at why that approach fails long term — and how to replace it with something that actually scales.
Sebuah rumah pusaka Felda yang sunyi di hujung ladang sawit menjadi tempat tinggal Aiman sekeluarga selepas ayahnya pencen. Dari kematian pakngah, gangguan makhluk besar berbulu, sehinggalah gambar-gambar yang dipenuhi penampakan, mula menuntut balasan. Apa yang bermula sebagai pindah biasa akhirnya berubah menjadi pengalaman seram yang memaksa mereka meninggalkan rumah itu.See omnystudio.com/listener for privacy information.
The Tafsīr Podcast: EP 100 – Surah Al-Baqarah (Ayah 224 - 225) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
Rumah hantu India, bek Persipura dan cerita hantu yang dialami ojol
The Tafsīr Podcast: EP 99 – Surah Al-Baqarah (Ayah 222 -223) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP 98 – Surah Al-Baqarah (Ayah 221) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
Film Indonesia yang satu ini bikin gue penasaran
Kencan Dengan Tuhan - Senin, 29 Desember 2025Bacaan: "Dan kamu bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." (Efesus 6:4)Renungan: Ada sebuah kapal laut yang berlayar selama sekitar 3 tahun. Kapal laut tersebut dalam perjalanan menangkap ikan paus. Ayah dari seorang pelaut yang bekerja di kapal itu bertugas di mercusuar. Ia menanti putranya pulang karena memang sudah waktunya kapal penangkap ikan paus itu kembali pulang. Suatu malam terjadi badai besar, dan sang ayah tertidur. Waktu ia tertidur lampu mercusuar padam. Ketika terbangun, ia melihat ke tepi laut, dan melihat sebuah kapal laut yang telah karam. Segera ia bergegas turun dan melihat siapa yang masih hidup agar dapat ia selamatkan. Ternyata tubuh pertama yang ia temukan mengambang di tepi pantai adalah tubuh puteranya sendiri. Itu membawa dukacita besar baginya. la telah menantinya berhari-hari saat kepulangan itu, setelah puteranya pergi selama 3 tahun. Akhirnya, ketika putranya sudah dekat ke rumahnya, ia justru binasa karena ayahnya tertidur dan membiarkan lampu mercusuar padam. Ilustrasi ini mau mengingatkan bahwa saat ini banyak ayah dan ibu yang membiarkan lampu mercusuar "rohani"nya padam. Mereka hanya memberikan perhatian secara jasmani, kebutuhan sehari-hari dan sekolah, tetapi mereka belum mengajarkan firman Tuhan, belum berdoa ataupun menunjukkan kesaksian kehidupan kristiani bagi anak-anaknya. Sehingga banyak anak-anak yang akhirnya mengalami kekeringan rohani dan mudah jatuh dalam jerat dosa. Marilah semua ayah dan ibu untuk mulai menyalakan kembali "mercusuar rohani" dengan menanamkan benih-benih firman Allah dalam hati anak-anak anda, agar mereka bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Allah dan menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat dan dunia. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, saat ini banyak jiwa-jiwa muda yang terhilang daripada-Mu. Orang tua mereka terlalu sibuk bekerja mencari nafkah, sehingga kebutuhan rohani anak-anaknya terabaikan. Banyak di antara mereka yang menyatakan diri pengikut Yesus, tetapi hidup rohani mereka seperti pohon kering yang tidak pernah disiram air, sehingga batang-batangnya kering dan mudah patah. Nyalakanlah kembali ya Yesus, lampu mercusuar rohani para ayah dan ibu yang sudah mulai padam, agar anak-anak mereka tidak binasa karena jerat dan tipu daya kegelapan. Amin. (Dod).
The Tafsīr Podcast: EP 97 – Surah Al-Baqarah (Ayah 220) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP63 – Surah Al-Baqarah (Ayah 219) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
About Ayah Yahia AlRashdanAyah Yahia AlRashdan is a marketing strategist and leader who blends engineering-level analytical thinking with a deep understanding of culture, people, and place. Born in Jordan and raised in Qatar, she earned a bachelor's degree in electrical engineering before pivoting into marketing through an MBA in Malaysia, where she also landed her first role in the industry.Over the past 15 years, Ayah has worked across government, private sector, startups, and SMEs, building campaigns that don't just reach audiences but move them. Today, as Marketing Director at LinkViva, she has helped transform marketing from a one-woman function into a 40-person operation, delivering large-scale experiences such as Liwa Village and other flagship events across the UAE.Her leadership is shaped by time spent in male-dominated boardrooms, dealing with toxic environments, and rebuilding her confidence by carving out her own space and voice. She is passionate about empowering women in leadership, building teams grounded in respect rather than fear, and using storytelling-driven marketing to create genuine emotional connection, not just impressions and clicks.About this EpisodeIn this conversation, Ayah walks us through her journey from electrical engineering to executive marketing leadership, showing how a willingness to pivot can completely reshape a career. She shares how growing up between Jordan and Qatar, then moving to Malaysia for her MBA, exposed her to different cultures and perspectives that later defined her storytelling-first approach to marketing. Ayah explains how her engineering background, far from being wasted, gave her the analytical mindset and problem-solving instincts that now serve as the backbone of her strategic work.We explore the moments that tested her confidence, from early imposter syndrome to navigating male-dominated boardrooms and dealing with toxic leadership environments. Ayah opens up about the setback that pushed her to step away, rebuild her confidence, and reinvent herself during the pandemic by creating content, launching her own platform, and learning how to stand on her own professionally. Her story highlights how resilience isn't always about enduring; sometimes it's about walking away to protect your growth.Ayah also shares the remarkable transformation she led at LinkViva—scaling marketing from a one-person role to a 40-member team delivering major cultural, entertainment, and wellness events across the UAE. She breaks down how storytelling, emotional connection, and cultural insight shape her campaigns, and offers practical advice for women in leadership: keep your voice loud, support your team, stay current, and step outside your comfort zone. Her path is a reminder that breaking stereotypes, staying curious, and trusting your instincts can lead to a purpose-driven and impactful career.Quotes2:50 - One of my main goals at that age was basically to love what I do and to wake up happy to go to work. 3:09 - We are very problem-solving oriented and very analytical. And that helps a lot when it comes to developing a career in marketing. 6:02 - I believe basically that when it comes to workplaces, I think females and males have different mentalities of how they handle specific situation challenges. And it's usually that I think men have been more empowered to take leaps into uncomfortable zones. But women always do more calculated uh risks. 9:15 - We hired the right people, delivering the right quality of work. 10:52 - It's keeping yourself busy and never giving up, no matter what you're doing. Sometimes a smallThe Matrix Green Pill Podcast: https://thematrixgreenpill.com/Please review us: https://g.page/r/CS8IW35GvlraEAI/review
The Tafsīr Podcast: EP 95 – Surah Al-Baqarah (Ayah 218) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
Hukum Ayah Mencium Putrinya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Al-Adabul Mufrad. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. pada Senin, 3 Jumadil Akhir 1447 H / 24 November 2025 M. Kajian Islam Tentang Hukum Ayah Mencium Putrinya Kajian ini membahas Kitab Al-Adab Al-Mufrad karya Al-Imam Al-Bukhari, Bab 443: […] Tulisan Hukum Ayah Mencium Putrinya ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.
Kencan Dengan Tuhan - Kamis, 20 November 2025Bacaan: "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan." (Yesaya 55:8)Renungan: Di suatu desa kecil hiduplah seorang pembuat mainan kayu untuk anak-anak bernama Ebun. Ia mempunyai seorang anak perempuan dan ia membuatkannya sebuah boneka kayu yang sangat indah. Pada suatu hari bonekanya patah, ia menangis dan berlari kepada ayahnya dan menceritakan tentang nasib bonekanya. Sang ayah kemudian meminta boneka itu untuk diperbaikinya. Si gadis kecil berkata, "Tidak ayah, kau tidak mengerti. Aku ingin tangan yang satu lagi dipotong kemudian dipelitur, setelah itu dilem atau dipaku untuk menyambungnya kembali." Sang ayah berusaha menjelaskan pada anak gadisnya agar ia meninggalkan saja bonekanya untuk diperbaiki, karena sang ayah tahu apa yang harus dilakukannya. Tetapi sang anak tidak sabar dan berkata pada ayahnya, "Ayah, kau tidak mengerjakan sesuai dengan cara yang aku inginkan, kau terlalu lambat." Sehabis berkata demikian, si gadis kecil mengambil bonekanya dan meninggalkan ayahnya di bengkel kerja. Seperti juga gadis kecil tersebut, kebanyakan dari kita juga membawa segala persoalan kita pada Tuhan dan kita mencoba mengatur Tuhan untuk menyelesaikannya sesuai dengan keinginan kita. Hal ini pada akhirnya hanya menimbulkan kekecewaan di hati kita. Sering kita tidak menyadari bahwa Tuhan lebih tahu apa yang harus Dia buat. Mari kita serahkan segala permasalahan hidup kita pada-Nya, dan biarkan Dia bekerja menurut cara-Nya. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, kuserahkan permasalahan yang saat ini mendera kehidupanku. Bantulah aku untuk menyelesaikannya dengan cara-Mu sendiri dan bukan dengan caraku. Sebab aku percaya, cara-Mu akan memberikan hasil yang terbaik. Amin. (Dod).
The Tafsīr Podcast: EP 94 – Surah Al-Baqarah (Ayah 217) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP 93 – Surah Al-Baqarah (Ayah 216) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP 92 – Surah Al-Baqarah (Ayah 215) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
Kencan Dengan Tuhan - Rabu, 29 Oktober 2025Bacaan: "..... Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." (Yesaya 30:15)Renungan: Seorang ayah memiliki 3 orang anak perempuan. Saat hari ulang tahunnya, ia ingin memberi sesuatu yang berharga kepada salah satu dari 3 anaknya. "Ayah akan memberikan jam tangan ini kepada salah seorang di antara kalian. Ayah akan meletakkannya di lumbung padi yang penuh dengan jerami. Siapa yang menemukannya, maka ia berhak memilikinya." Anak yang pertama mencoba mencari dengan membolak-balikkan tumpukan jerami, tetapi sampai tenaganya habis arloji itu tidak berhasil ditemukan. Anak yang kedua mencoba mencari dengan menggunakan lampu senter. Setiap sudut ruangan dipelototinya, tetapi sampai batere senter itu habis, arloji itu tidak ditemukan. Anak yang ketiga masuk ke dalam lumbung. Tak berapa lama kemudian, ia keluar dengan membawa arloji yang dimaksud. Melihat hal itu sang ayah bertanya, "Bagaimana kamu dapat menemukan arloji itu dengan cepat?" Anak ke tiga menjawab, "Ayah, aku hanya duduk diam. Dalam keheningan aku mampu mendengarkan suara detak arloji, sehingga dengan mudah aku menemukannya." Di dalam menghadapi masalah, ketenangan sangatlah penting. Dengan bersikap tenang, kita dapat melihat masalah dengan lebih baik dan dapat mencari jalan keluarnya. Apakah saat ini ada satu masalah yang sedang kita hadapi? Duduklah tenang, ajak Tuhan untuk campur tangan dalam masalah kita. Sebab apabila kita mengangkat tangan, memohon, berdoa dan berserah, maka Tuhan akan turun tangan membantu dan menyelesaikan masalah kita. Tuhan Yesus memberkati.Doa:Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk tetap tenang saat permasalahan melanda hidupku. Ajarilah aku untuk hanya mengandalkan Engkau sebagai satu-satunya penolongku. Aku percaya tiada perkara yang mustahil bagi-Mu. Yesus, masuklah dalam hatiku dan kuasailah diriku dengan ketenangan-Mu. Amin. (Dod).
The Tafsīr Podcast: EP 91 – Surah Al-Baqarah (Ayah 214) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
Trivita Tiffany memberanikan diri untuk menggubah puisi sang Ayah menjadi film pendek, dengan nama yang sama. Oleh karenanya dia mengikuti lomba film pendek ReelOzInd 2025. Menuamgkan suatu puisi ke dalam film pendek bukanlah hal yang mudah. Apalagi dia harus menciptakan film tersebut sesuai dengan tema yang berlaku yaitu ‘imajinasi'.
The Tafsīr Podcast: EP90 – Surah Al-Baqarah (Ayah 212-213) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
Hai Tetangga Kesayangan! Di episode kali ini, Gue akan ngobrol bareng Ubay yang akan menceritakan tentang perjalanan karirnya setelah ia lulus dari Indonesian Idol hingga megikuti audisi menjadi vokalis Nidji.Ubay juga menceritakan tentang tekanan besar yang ia alami setelah menggantikan Giring, bagaimana rasanya selalu dibandingin, sampai momen di mana ia sempat kepikiran buat mundur dari Nidji.Selain itu ternyata Ubay menyimpan kisah pilu saat ia harus kehilangan sang Ayah tercinta.Tonton kisah perjalanan hidup Ubay 'Nidji' yuk!
The Tafsīr Podcast: EP 89 – Surah Al-Baqarah (Ayah 210 - 211) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP 88 – Surah Al-Baqarah (Ayah 208-210) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP87 – Surah Al-Baqarah (Ayah 204-207) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP63 – Surah Al-Baqarah (Ayah 202-203) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP 85 – Surah Al-Baqarah (Ayah 200 - 201) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
Surah Yusuf (Ayah 1 - 6)
The Tafsīr Podcast: EP83 – Surah Al-Baqarah (Ayah 198-199) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP82 – Surah Al-Baqarah (Ayah 196) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP83 – Surah Al-Baqarah (Ayah 197) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP81 – Surah Al-Baqarah (Ayah 194-195) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP80 – Surah Al-Baqarah (Ayah 190-193) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP63 – Surah Al-Baqarah (Ayah 189) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP78 – Surah Al-Baqarah (Ayah 188) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP77 – Surah Al-Baqarah (Ayah 187) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP75 – Surah Al-Baqarah (Ayah 186) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP75 – Surah Al-Baqarah (Ayah 185) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute
The Tafsīr Podcast: EP74 – Surah Al-Baqarah (Ayah 183 -184) 100% of your donations today goes towards the means of providing accessible Islamic knowledge to people around the world: supportqalam.com. Like us on Facebook: facebook.com/qalaminstitute Follow us on Twitter: twitter.com/qalaminstitute Follow us on Instagram: instagram.com/qalaminstitute Subscribe on Youtube: youtube.com/user/qalaminstitute